Pemerkosaan dan Seks Bebas di Kalangan Remaja

(Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Antropologi Hukum)

Disusun oleh :

Mukarroma Tunnisa
NIM : 090475

Kelas : II A

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA SERANG BANTEN

karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. penulis ucapkan terima kasih.Wb Serang. Atas perhatian dan saran dari Anda. SH dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Dan semoga dengan selesainya makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. April 2010 Penulis i . Wassalamualaikum Wr.Wb Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT. Tidak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing bapak Ade Marpudin.Kata Pengantar Assalamualaikum Wr.

.«««««««.«.5 BAB III Kesimpulan«««««««««««««««««««««««««««««««..2 Latar Belakang«««««««««««««««««««««««..«.7 ii .1 Kerangka Teori«««««««.«««««««««««««««««.1 1...1 2..««««««««..«.ii BAB I Pendahuluan 1.««..«3 Penjelasan«««««««««««««««««««««««««««.«««...««««««««««.2 BAB II Pembahasan 2.Daftar Isi Kata Pengantar««««««««««««««««««««««««««««««i Daftar Isi«««««««««««««..6 Daftar Pustaka«««««««««««««««««««««.2 Analisis Teori«««««««««««««««««««««««««.

BAB I PENDAHULUAN 1. Dalam era globalisasi yang diwarnai dengan berbagai teknologi tinggi. Bangsa Indonesia telah dilanda krisis multidimensi kini semakin di perparah dengan semakin maraknya porno aksi dan porno grafi yang dipertontonkan secara vulgar di tengah-tengah masyarakat. hal ini mencerminkan betapa parahnya kebobrokan moral di negeri ini. sehingga dengan kepribadian mereka yang seperti itu membuat mereka bergaul secara bebas. perasaan. keinginan kepribadian serta perbedaan kualitas hubungan antara berbagai unsur kepribadian dalam kesadaran individu. membuat manusia yang mempunyai aneka warna kepribadian berbuat seenaknya tanpa dilandasi tanggung jawab terhadap apa yang dilakukanya. banyak para remaja yang menganggap bahwa mereka adalah segalanya. aneka warna materi yang menjadi isi dan sasaran dari pengetahuan. dan menyebabkan bahwa kepribadian tiap individu itu unik berbeda dengan kepribadian individu yang lain. menyebabkan adanya beraneka macam struktur kepribadian pada setiap manusia yang hidup di muka bumi. ini mengakibatkan kebobrokan moral generasi-generasi bangsa Indonesia dan ini pula salah satu sebab mengapa maraknya kasuskasus kriminal berupa pemerkosaan atau pun pelecehan seksual di Indonesia . tapi hal ini pula banyak dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan.1 Latar Belakang Aneka warna kepribadian individu. Perlu adanya penanganan dan penelitian secara khusus tentang faktor-faktor yang menyebabkan banyaknya kasus-kasus kriminal berupa pemerkosaan yang terjadi di negeri ini. Akhir-akhir ini sangat marak sekali kasus pemerkosaan baik pada wanita dewasa maupun anak-anak yang di bawah umur. 1 . Seperti hal nya dalam kehidupan bermasyarakat. Dan hal ini tidak hanya dilakukan oleh mereka yang awam atau tidak berpendidikan. kehendak.

2 . Kondisi pergaulan semacam ini seseorang tidak hanya mungkin menjauh dari perhitungan nilai harmonisasi keluarga. Kalangan remaja pada umumnya lebih sensitif menyerap struktur pergaulan bebas dalam kehidupan masyarakat. sehingga akan meningkatkan dorongan seksual pada anak remaja. Terbukanya pergaulan bebas antara pria dan wanita. Dan adanya undang-undang hukum pidana pasal 285 tentang pemerkosaan sangat penting sekali agar mampu meminimalisir setidaknya mengenai kasus-kasus pemerkosaan yang begitu marak. Sementara di pihak lain. Hal ini dimungkinkan karena sosialisasi norma dalam keluarga tidak efektif. namun jika ditinjau lebih jauh faktor-faktor penyebab terjadinya pemerkosaan bukan hanya sebatas itu saja.2 Kerangka Teori Tindak kejahatan pemerkosaan yang dilakukan oleh anak remaja sebenarnya berkaitan langsung dengan kematangan seksual yang ditandai oleh tanda-tanda kelamin primer dan kelamin sekunder. ternyata tidak mampu berperan dengan contoh-contoh perilaku yang sesuai dengan statusnya. Khususnya dalam pergaulan lawan jenis pada lingkungan bebas dengan rendahnya kontrol sosial. baik bagi kalangan remaja maupun kalangan yang sudah berumah tangga. sementara cabang hubungan pergaulan dengan berbagai pola perilaku seks di luar rumah meningkat yang kemudian mendominasi pembentukan kepribadian baru. penegak hukum. para pemimpin formal. selain hal tersebut juga adanya pengaruh dari lingkungan pergaulan dan media massa. tokoh masyarakat dan agama. Sebagai konsekuensinya adalah membuka peluang untuk mencari kebebasan di luar rumah bagi para remaja. kemudian dituntut untuk menyesuaikan diri dalam sistem pergaulan baru. cenderung mengundang hasrat dan kebutuhan seks seraya menerapkannya secara bebas. yaitu wanita yang menggunakan baju-baju yang seronok yang mengundang nafsu birahi bagi siapapun yang melihatnya. Bagi orang tua yang bekerja di luar rumah. Dalam hal ini alasan penyebab utama penyebab terjadinya pemerkosaan adalah wanita. akan tetapi selanjutnya semakin terdorong untuk mengejar karier dalam perhitungan ekonomis material. tidak mustahil semakin banyak meninggalkan normanorma dan tradisi keluarga sebelumnya.1.

Beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa gadis melakukan seks di luar nikah karena tekanan teman-temannya sesama wanita.BAB II PEMBAHASAN 2. seperti televisi. mereka akhirnya mencari tahu sendiri dengan riset partisipatif. berpegangan. sehingga terbentuklah perilaku ketagihan. berpelukan. Dengan demikian ia melakukannya hanya untuk membuktikan bahwa ia pun sama normalnya dengan kelompok teman modernnya yang telah terperangkap dalam penyimpangan moral. Gosip-gosip seks secara bertubi-tubi dan secara berantai telah membakar rasa penasaran mereka terhadap seks.lalu semuanya tanya terjawab dan ternyata sesuai dengan hipotesis yang didapatkan.dimana terdapat kemudahan untuk berkencan intim. dan bahkan tidur bersama. di samping karena rendahnya pemahaman tentang makna cinta dan rasa keingintahuan yang tinggi tentang seks. Dalam perasaan penasaran.1 Analisis teori Pupulernya perilaku seks di luar nikah di kalangan para remaja. 3 . karena adanya tekanan dari temantemannya atau mungkin dari pasangannya sendiri. Faktor yang mendorong anak melakukan pemerkosaan adalah: (1) faktor internal atau faktor yang terjadi di dalam dirinya sendiri seperti a) adanya niat melakukan pemerkosaan itu b) tidak ada kontrol diri yang kuat c) ingin mencoba karena rasa penasaran. sehingga mengalahkan kepribadian dan citra diri. sehingga timbul pertanyaan dalam hayal mereka. meraba. Setelah seks itu ditemukan dalam praktek. majalah dan brosur porno yang cenderung mengagungkan kehidupan seks inkonvensional. baik dari pergaulan sehari-hari maupun dari media masa. Ia ingin tetap diterima oleh kelompok temannya secara berlebihan. Selain itu ada pula yang melakukan seks karena informasi yang mereka peroleh secara berangsurangsur tentang kehebatan dan kedahsyatan seks itu. Kemudian disusul oleh dorongan kebutuhan nafsu seks secara emosional. film.

c) Rendahnya konsistensi pewarisan contoh perilaku tokoh-tokoh masyarakat dan lembagalembaga sosial yang berwenang d) Rendahnya keperdulian dan kontrol sosial masyarakat e) Adanya kemudahan dalam mengantisipasi resiko kehamilan bagi kum wanita. penyesalan yang mendalam. fustasi. (2) dampak psikologis penderitaan fisik yang menimbulkan kerusakan badaniah. menonton VCD porno dan membuka situs-situs porno di internet.(2) faktor eksternal atau faktor yang terjadi karena pengaruh dari luar seperti a) pergaulan yang salah yang tidak tidak terkontrol oleh pihak keluarga b) pengaruh media massa dimana benyaknya waktu senggang yang banyak diisi oleh anak dengan bacaan-bacaan seperti buku porno. stress. 4 . (3) faktor situasional yaitu adanya kesempatan untuk melakukan pemerkosaan a) Pengaruh minuman yang mengandung alkohol dan pemakaian narkoba. b) Tersedianya lokalisasi atau legalitas pekerja seks. bahkan depresi karena mereka harus melakukan adaptasi kembali dengan lingkungan yang baru. Adanya dampak yang dialami oleh anak yang divonis sebagai pelaku pemerkosaan adalah (1) dampak sosial merusaknya hubungan primer atau merusaknya hubungan antar keluarga yang bersangkutan sehingga mengakibatkan retaknya hubungan dalam masyarakat. tekanan psikologis seperti ketakutan.

Dengan berbagai harapan dengan adanya undang-undang hukum pidana yang mengatur tentang berbagai macam tindak-tindak kriminal salah satunya adalah pemerkosaan segala perbuatan-perbuatan kriminal yang dilakukan oleh orang-orang tak bermoral mampu ferminimalisir.Maka disinilah letak pentingnya sebuah hukum dalam kehidupan manusia yaitu untuk mengatur segala perilaku manusia agar tercipta kehidupan yang nyaman. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui ketentuan hukum pidana yang memperhatikan kepentingan pelaku. sehingga perlu dilakukan penelitian . istilah Varkrechting ini sudah merata berarti "perkosaan untuk berstubuh" dengan demikian maka sebaiknya kualifikasi tindak pidana dari pasal 285 KUHP ini harus disebut "Perkosaan untuk Berstubuh". Tindak pidana pemerkosaan tercantum dalam Pasal 285 ³Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan diancam karena melakukan pemerkosaan dengan tindak pidana paling lama dua belas tahun. hal ini terdapat pada pasal 18 KUHP Swiss. Jika seperti itu maka perbuatan itu dilakukan dengan sengaja. Namun hukum pidana yang berlaku sekarang masih kurang memperhatikan kepentingan korban perkosaan. korban. masyarakat. kehendak kesengajaan adalah melakukan suatu perbuatan dengan mengetahui dan menghendakinya. walaupun pada kenyataannya masih banyak sekali orang yang melakukan kejahatan. dan perkembangan hukum Internasional.2 Penjelasan Tindak pidana pemerkosaan adalah suatu tindak pidana yang dilakukan dengan sengaja atau disebut juga kesengajaan atau kehendak yang dilakukan dengan sengaja. Kejahatan. karena itu perlu dibentuk kebijakan kriminal melalui hukum pidana yang bersifat integral. dan agar tercipta pula masyarakat yang bermoral.´ Dalam pasal 285 menjelaskan mengenai pemerkosaan atau memaksa serta melakukan kekerasan dengan memaksa untuk melakukan persetubuhan dan dijelaskan pula bahwa barang siapa yaitu melakukan hal demikian akan di pidana penjara paling lama 12 tahun. Oleh sebab itu kejahatan perkosaan harus dicegah.2. hukum yang hidup dalam masyarakat. dan negara. Menurut teori. Membentuk kebijakan kriminal yang bersifat integral harus sesuai dengan budaya. Istilah "Verkraehting" yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai "pemerkosaan" terjemah ini sebenarnya kurang tepat oleh karena dalam bahasa Indonesia kata perkosaan saja sama sekali belum menunjukkan pada pengertian "Pemerkosaan untuk bersetubuh" sedangkan diantara orang-orang Belanda. tapi setidaknya adanya undang-undang hukum pidana ini mampu membuat mereka berfikir untuk melakukan tindakan pidana dan dengan adanya hukumhukum pidana yaitu memberikan sanksi bagi orang yang melakukan tindak kriminal hingga mampu membuat mereka jera.

seperti halnya tindak pidana pemerkosaan itu pun ada faktor yang menyebabkan seseorang melakukan hal demikian. Dengan demikian yang perlu kita lakukan adalah waspada akan segala tindak tanduk kriminal dengan cara tidak berpakaian yang terbuka yang mampu mengundang nafsu birahi orang yang melihatnya.BAB III KESIMPULAN Seperti uraian-uraian yang telah ditulis. hak mendapat keamanan dalam melapor dan selama menjadi saksi. Perlindungan hukum terhadap korban perkosaan belum diatur secara layak dan wajar dalam hukum pidana sebagaimana nilai keadilan yang terkandung dalam Pancasila dan UUD' 1945. mengembalikan nama baik korban. itulah yang terkecil yang kami di lakukan untuk mengganti seperti terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Walaupun telah diatur sedemikian rupa mengenai tindak pidana dalam KUHP. bantuan hukum. Faktanya masih banyak sekali kasus-kasus pidana yang terjadi saat ini. ahli agama atau ahli lain yang mampu mengembalikan kepercayaan korban. hak memperoleh informasi dan pelayanan yang layak dalam mengikuti perkembangan kasusnya. psikolog. bahwa adanya suatu tindak pidana itu karena adanya penyebab atau faktor-faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan tindak pidana tersebut. 6 . begitu pula dengan kasus pemerkosaan bahkan parahnya itu terjadi pada kalangan remaja. Pelaksanaan perlindungan hak-hak korban perkosaan sebagaimana ditentukan dalam hukum pidana belum semua diterapkan Berdasarkan keadaan itu hak-hak korban perkosaan yang harus diatur dan terintegrasi dalam kebijakan kriminal melalui hukum pidana Indonesia adalah hak mendapatkan restitusi dan atau kompensasi. psikiater.

PT. PT.DAFTAR PUSTAKA  Soeharto Soerodibroto.com/html/aHR0cDovL3Nrcmlwc2kudW5pbGEuYWMuaWQvd3AtY29udGVudC 91cGxvYWRzLzIwMDkvMDcvVVBBWUEtUEVOQU5HR1VMQU5HQU4tVEVSSEFEQVAtVElO REFLLVBJREFOQS1QRU1FUktPU0FBTi5wZGY= 7 .umm.ui. KUHP dan KUHAP. Tindak Pidana Tertentu didalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.ac.p df  ttp://www. Remadja Karya. Asas-Asas Hukum Pidana.ac. Renike Cipta.pdfqueen. 1991.blogspot.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jiptummpp-gdl-s1-2007-gandeslest11187&PHPSESSID=42d6ee65b827a38f44956092d28ba985  http://repository.html  http://digilib. Raja Grafindo Persada. Jakarta  Morjatno.com/2010/02/hukum-pidana-pemerkosaan. 2002.id/contents/koleksi/16/a873b49265b5828908cfb47ea393070e91f7c045. Jakarta  Sudrajat Basar. Bandung  http://makalah-fifacom. 1984.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful