BAB I PENDAHULUAN

Pada BAB ini akan diuraikan mengenail latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian.

A. Latar Belakang Masalah Remaja adalah tahap umur yang datang setelah masa kanak- kanak berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik yang cepat. Pertumbuhan yang cepat pada tubuh remaja, luar dan dalam itu, membawa akibat yang tidak sedikit terhadap sikap, perilaku, kesehatan serta kepribadian remaja. Dalam masyarakat, dikenal remaja dengan berbagai istilah yang menunjukkan kelompok umur yang tidak termasuk kanak- kanak tetapi juga bukan pula dewasa, misalnya jaka-dara dan bujang-gadis. Sebutan itu diperuntukkan bagi usia sekitar 13 tahun sampai 17 tahun. (smp1wonosari.wordpress.com) Remaja berada dalam periode perkembangan yang paling optimal dibanding periode kehidupan lainnya. Remaja punya cukup banyak energi untuk dipergunakan, punya otot-otot fisik yang kuat. Secara psikis, kemampuan konsentrasi remaja ada dalam kondisi prima. (likepurely.blogspot.com). dalam prosesnya remaja sedang berada di masa pencarian identitas. Remaja secara potensial mempunyai sikap-sikap yang menunjukkan kesadaran dan minat dalam mengembangkan kemampuannya. (riset unggulan remaja) Menurut Piaget (dalam Santrock, 2001), seorang remaja termotivasi untuk memahami dunia karena perilaku adaptasi secara biologis mereka. Dalam pandangan Piaget, remaja secara aktif membangun dunia kognitif mereka, di mana informasi yang didapatkan tidak

1

langsung diterima begitu saja ke dalam skema kognitif mereka. Remaja sudah mampu membedakan antara hal-hal atau ide-ide yang lebih penting dibanding ide lainnya, lalu remaja juga menghubungkan ide-ide tersebut. Seorang remaja tidak saja

mengorganisasikan apa yang dialami dan diamati, tetapi remaja mampu mengolah cara berpikir mereka sehingga memunculkan suatu ide baru. Di era globalisasi ini remaja dituntut untuk aktif. Tidak hanya aktif dalam akademis namun juga dalam ekstrakulikuler ataupun organisasi yang dapat memperluas wawasan bagi remaja itu sendiri. Wawasan yang cukup merupakan salah satu syarat untuk menjadi diri yang mampu menghadapi zaman yang semakin pesat berkembang. remaja aktif merupakan cikal bakal dari sebuah generasi yang unggul. Berorganisasi adalah salah satu yang menjadikan remaja dapat dikatakan aktif. Generasi muda sebagai generasi penerus dari suatu bangsa merupakan faktor utama yang harus diperhatikan dalam perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, karena kesiapan generasi muda sebagai generasi penerus.(http://www.unila.ac.id/Berita/berita_depan) Dalam organisasi, peran individu sangat penting, karena organisasi terbentuk dengan adanya sekelompok orang yang saling berinteraksi dalam mewujudkan tujuan tertentu. Organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengoordinasikan suatu usaha idividu atau kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi juga dapat dipandang sebagai koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian pekerja dan fungsi berdasarkan hierarki otoritas dan tanggung jawab. Dengan demikian, organisasi dapat dipandang sebagai entitas sosial yang terkoordinasi dengan batas-batas yang relatif dapat diidentifikasi dan relatif berfungsi secara kontinyu untuk mencapai tujuan bersama.

2

Dari beberapa pengertian tentang organisasi dapat diketahui bahwa dalam organisasi terdapat interaksi atau hubungan antarindividu dan antarkelompok untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan bersama. Interaksi antar orang atau antar kelompok yang memiliki nilai serta latar belakang yang berbeda-beda akan saling memengaruhi satu sama lain sehingga membentuk suatu nilai baru yang akan melandasi perilaku individu untuk bersama-sama mencapai tujuan organisasi. Dengan demikian, etika organisasi dapat pula diartikan sebagai pola sikap dan perilaku yang diharapkan dari setiap individu dan kelompok dalam organisasi, yang pada akhirnya akan membentuk budaya organisasi yang sejalan dengan visi, misi, dan tujuan organisasi. Remaja yang aktif dalam berorganisasi mengharapkan suatu masukan ilmu di luar ilmu pendidikan. Dari berorganisasi remaja dapat lebih membuka diri dan lebih bias beradaptasi daripada remaja yang hanya mementingkan akademis. Mereka berpandangan bahwa ada beberapa hal yang tidak di dapat dati dunia pendidikan formal melainkan didapat dari mulai mengeksplorasi keahlian mereka di organisasi dan belajar dari organisasi. Saat ini sudah banyak organisasi anak muda yang menjadikan remaja dapat mengeksplorasi sesuai keahlian remaja. Organisasi biasanya mempunyai suatu cirri khas dan spesifikasi khusus. Dalam studi kasus ini penulis mencoba menjadikan Solar Generation sebagai sample karna mewakili organisasi untuk remaja. Solar Generation adalah organisasi anak muda usia 15-25 tahun dari seluruh dunia di bawah kampanye iklim dan energi Greenpeace yang memerangi perubahan iklim dan menyerukan penggunaan energi bersih. Terdapat di 21 negara termasuk Indonesia. (www.solargeneration.co.id)

3

(www. sementara kebutuhan lainnya hanyalah manifestasi dari kebutuhan tersebut. dan Carl Rogers. Abraham Maslow.Greenpeace adalah organisasi kampanye internasional independen yang menggunakan konfrontasi kreatif tanpa kekerasan untuk menyoroti masalah-masalah lingkungan global dan mendorong solusi yang penting bagi masa depan yang hijau dan damai. Identivikasi Masalah Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa. Greenpeace. maka penulis tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang manfaat remaja aktif berorganisasi. bagaimana strategi pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi. B.id) Melihat permasalahan dan hal-hal yang telah dijelaskan di atas. bagaimana mereka menjalani kegiatan berorganisasi. serta bagaimana aktualisasi diri terbentuk pada remaja yang aktif Konteks permasalahan dalam tulisan ini adalah gambaran aktualisasi diri pada remaja yang aktif berorganisasi dengan studi kasus dilakukan di Solar Generation.or. yang menganggapnya sebagai tingkatan tertinggi dari perkembangan psikologis yang bisa dicapai bila semua kebutuhan dasar sudah dipenuhi dan pengaktualisasian seluruh potensi dirinya mulai dilakukan.wikipedia.org) 4 . Istilah ini digunakan dalam berbagai teori psikologi. Goldstein adalah ahli yang pertama melihat bahwa kebutuhan ini menjadi motivasi utama manusia. Greenpeace juga memiliki kebijakan yang ketat mengenai keuangan dan hanya menerima dana dari individu perorangan. tidak dari perusahaan ataupun pemerintah.(www. Namun yang membuat istilah ini lebih mengemuka adalah teori Maslow tentang hirarki kebutuhan.greenpeace. seperti oleh Kurt Goldstein.

Dalam makalah ini. Belakangan ini muncul gagasan tentang perlunya jembatan antara kemampuan majanerial secara ekonomis dengan kedalaman spiritual. individu akan berkembang dalam gerak maju dan punya 5 . Dia yakin bahwa dorongan paling dasar adalah aktualisasi.html) Rogers sangat percaya dan optimis terhadap sifat alami manusia. Manajer yang diharapkan adalah pemimpin yang handal tanpa melupakan sisi kerohanian. piramida kebutuhan Maslow yang berangkat dari titik tolak kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri diputarbalikkan. setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini biasanya muncul setelah kebutuhan akan cinta dan akan penghargaan terpuaskan secara memadai.blogspot. 2008) Kebutuhan akan aktualisasi diri ini merupakan aspek terpenting dalam teori motivasi Maslow. yaitu memelihara. dan menggunakan kemampuannya disebut Maslow sebagai aktualisasi diri. menegakkan. menjadi apa menurut kemampuan yang dimiliki.Menurut Maslow. memberi daripada menerima. dan meningkatkan diri sendiri. (Lianto. Maslow juga menyebut aktualisasi diri sebagai hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuan sendiri. mempertahankan diri. Dalam konteks ini. melainkan perilaku yang lebih suka memahami daripada dipahami. Kebutuhan manusia untuk bertumbuh.com/2008/07/aktualisasi-teori-motivasi-abraham. berkembang. Dia percaya bahwa dengan memberikan satu kesempatan. (http://prohumancapital. Dewasa ini bahkan sejumlah pemikir menjadikan kebutuhan ini sebagai titik tolak prioritas untuk membina manusia berkepribadian unggul. gagasan aktualisasi diri akan mendapat sorotan lebih luas dan dalam sebelum masuk dalam pembahasan penerapan teori. Dengan demikian perilaku organisme yang diharapkan bukanlah perilaku yang rakus dan terus-menerus mengejar pemuasan kebutuhan.

Remaja akan merasa lebih bersemangat dan antusias apabila mempunyai motivasi dalam melakukan hal yang akan ilakukannya. Namun. banyak nilai dan sikap bukan merupakan buah dari pengalaman langsung diri sendiri. dan menyebabkan terjadinya simbolisasi yang menyimpang atau yang diputarbalikkan yang menyebabkan terjadinya intergrasi yang salah atau tidak wajar dalam jati dirinya. dan teman. Sebagai akibatnya. 2004). Fokus penelitian ini adalah tentang gambaran aktualisasi diri pada remaja yang berorganisasi. guru. Penelitian ini akan mencoba untuk melihat gambaran aktualisasi diri pada remaja yang aktif berorganisasi dengan studi kasus dilakukan di Solar Generation. banyak individu terbelah. memahami manfaat apa saja yang didapat remaja aktif berorganisasi. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Dalam hal ini motivasi mempengaruhi pola pikir remaja. Pola pikir yang luas dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya mempengaruhi pandangannya mengenai isu yang sedang marak diperdebatkan seperti halnya isu dampak pemanasan global bagi kelangsungan hidup seluruh mahluk yang ada di bumi. Oleh karena itu. proses penyuluhan non-direktif memungkinkan individu bisa menemukan perasaannya yang sejati mengenai kehormatan dirinya yang positif serta kondisi-kondisi harga dirinya (Naisaban.car-cara untuk menyesuaikan diri. tidak bahagia. 2. 6 . dan tidak mampu merealisasikan secara penuh potensi-potensinya. Bagaimana mereka menjalani kegiatan berorganisasi. akan tetapi merupakan introyeksi dari orang tua. Greenpeace. Serta ngengamati kelebihan remaja yang berorganisasi dan strategi yang digunakan remaja untuk pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi.

Karena Solar Generation dianggap dapat mewakili hal yang mau diteliti yaitu gambaran aktualisasi diri pada remaja yang aktif berorganisasi. bagaimana aktualisasi diri terbentuk pada remaja yang aktif. bagaimana mereka menjalani kegiatan berorganisasi. serta bagaimana aktualisasi diri terbentuk pada remaja yang aktif yang ada di Solar Generation (sebagai sample). dan psikologi lingkungan karena penelitian ini merupakan kajian bagi remaja teaktualisasi di Solar Generation. Manfaat Penelitian a.3. strategi apa yang digunakan remaja untuk pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi. D. Hanya pada sample yang diteliti yaitu remaja yang masih bersekolah yang mengikuti organisasi di Solar Generation. b. dan psikologi kepribadian. Adapun manfaat praktis dari penelitian ini adalah sebagai masukan untuk psikologi remaja khususnya bagi remaja yang ingin mengaktualisasikan dirinya dengan cara aktif berorganisas 7 . Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah sebagai masukan bagi pengembangan ilmu psikologi khususnya psikologi sosial. Pembatasan Masalah Penelitian ini terbatas dalam pembahasan mengenai aktualisasi diri yang dimiliki remaja yang aktif berorganisasi. bagaimana strategi pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi. psikologi perkembangan. Serta dapat juga bermanfaat bagi penelitianpenelitian yang akan di lakukan selanjutnya. C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat remaja aktif berorganisasi. D. 4.

jenis-jenis organisasi.e-psikologi.Ciri-ciri Pribadi Aktualisasi Diri.BAB II KERANGKA BERFIKIR Pada bab ini akan diuraikan mengenai aktualisasi diri.com) “setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya.” 8 . Pengertian Aktualisasi Diri Menurut konsep Hirarki Kebutuhan Individu Abraham Maslow (dalam Schultz. oleh Maslow disebut aktualisasi diri. Kebutuhan ini tersusun dalam tingkatan-tingkatan dari yang terendah sampai tertinggi. Kebutuhan paling rendah dan paling kuat harus dipuaskan terlebih dahulu sebelum muncul kebutuhan tingkat selanjutnya. A.id). pengertian penyesuaian diri . Jenis kebutuhan ini berkaitan erat dengan keinginan untuk mewujudkan dan mengembangkan potensi diri. mengembangkan dan menggunakan kemampuan. ciri organisasi. merupakan salah satu aspek penting teorinya tentang motivasi pada manusia.ugm.( www.” Pemaparan tentang kebutuhan psikologis untuk menumbuhkan. Kebutuhan paling tinggi dalam hirarki kebutuhan individu Abraham Maslow adalah Aktualisasi Diri (forum. Aktualisasi Diri 1. manusia didorong oleh kebutuhan-kebutuhan universal dan dibawa sejak lahir.psikologi. Maslow juga melukiskan kebutuhan ini sebagai “hasrat untuk makin mejadi diri sepenuh kemampuannya. 1991). manfaat berorganisasi. prinsip-prinsip organisasi.ac. penjelasan singkat tentang Solar Generation-Greenpeace. penertian organisasi.

png) Pada tingkat puncak hirarki kebutuhan ini.77) Hierarki Kebutuhan Menurut Abraham Maslow (www.restorativedementiacare.Maslow menemukan bahwa kebutuhan akan aktualisasi diri ini biasanya muncul sesudah kebutuhan akan cinta dan akan penghargaan terpuaskan secara memadai. (Frank G. Nilai-nilai dan tindakan mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka. disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar. Goble. Bahkan menurut Maslow. individu biasa dimotivasi oleh kekurangan. bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. 1971. Bila pada level kebutuhan sebelumnya. tidak banyak yang dapat dikatakan tentang bagaimana cara memotivasi individu pada level ini. istilah motivasi kurang tepat lagi untuk diterapkan pada kebanyakan orang yang berada di tahap 9 .com/maslow. orang yang matang ini terutama dimotivasi oleh kebutuhannya untuk mengembangkan serta mengaktualisasikan kemampuan-kemampuan dan kapasitas-kapasitasnya secara penuh. Bagi orangorang yang dikatakan telah mencapai kematangan psikologis ini.

1. Seperti kata Luijpen: Being man is having to be man. Maslow akhirnya mengidentifikasikan 19 karakteristik pribadi yang sampai pada tingkat aktualisasi diri. Mereka lebih peka terhadap inner life yang kaya dan tidak konvensional. (Lianto. 3. mereka lebih tegas dan jitu dalam memprediksikan peristiwa yang bakal terjadi. dan apa yang mereka lakukan adalah sekedar untuk mewujudkan diri. Berkat persepsi yang tajam. Mempunyai spontanitas yang lebih tinggi. serta memiliki kemampuan untuk melihat dunia dari sudut pandang baru dan menghargai keindahan dalam hal-hal yang 10 . sekedar pemenuhan hidup sebagai manusia. termasuk kemampuan untuk mendeteksi kepalsuan dan menilai karakter seseorang dengan baik. Mereka lebih obyektif dan tidak emosional.aktualisasi diri. Pribadi demikian melihat hidup apa adanya dan bukan berdasarkan keinginan mereka. Ciri-ciri Pribadi Aktualisasi Diri Dari hasil penelitian yang merupakan proses analisis panjang. Mereka lebih mampu melihat dan menembus realitas-realitas yang tersembunyi dalam aneka peristiwa. Mereka itu amat spontan. Orang yang teraktualisasi diri tidak akan membiarkan harapan-harapan dan hasrat-hasrat pribadi menyesatkan pengamatan mereka. Sebaliknya kebanyakan orang lain mungkin hanya mau mendengarkan apa yang ingin mereka dengar dari orang lain sekalipun menyangkut hal yang tidak benar dan jujur.2008) 2. lebih peka melihat hikmah dari berbagai masalah. Persepsi yang jelas tentang hidup (realitas). bersikap wajar. 2.

dan tekun introspeksi. Terkadang mereka terlihat sangat otonom. kebahagiaan dan kegembiraan yang mendalam atau ekstase. Mereka amat konsisten dan menaruh perhatian pada pertanyaan dan tantangan dari luar diri. musik. atau panggilan yang mereka anggap penting. Merindukan kesunyian. Bila mereka menaati suatu aturan atau perintah. tugas. saat-saat ketika mereka merasa berada dalam keadaan terbaik. Pribadi teraktualisai punya selera yang tinggi terhadap seni. 5. Biasanya mereka tidak merasa perlu menyembunyikan perasaan atau pikiran mereka. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mereka untuk berkonsentrasi secara 11 . dalam arti mampu membaktikan diri pada pekerjaan. hal itu didasarkan pada pemahaman akan manfaat yang dapat dicapai dari pemenuhan aturan yang bersangkutan. namun sekaligus menyukai orang lain. ketidakpicikan. dan masalah-masalah politik dan filsafat. memiliki misi atau tujuan yang jelas sehingga menghasilkan integritas. Keterpusatan-pada-masalah. 4. dan bukan karena ikut-ikutan. karena mereka menggantungkan diri sepenuhnya pada kapasitas sendiri.biasa. 7. Selain mencari kesunyian yang menghasilkan ketenteraman batin. mereka juga dapat menikmatinya. 6. atau bertingkah laku yang dibuat-buat. Mereka punya keinginan yang sehat akan keleluasaan pribadi yang berbeda dari kebebasan neurotik (yang serba rahasia dan penuh rasa takut). Mereka mempunyai komitmen yang jelas pada tugas yang harus mereka kerjakan dan mampu melupakan diri sendiri. Mereka sangat mandiri dan otonom. Inilah paradoksnya: mereka adalah orang yang paling individualis sekaligus sosial dalam masyarakat. saat diliputi perasaan khidmat. Ada kalanya mereka mengalami apa yang disebut “pengalaman puncak” (peak experience).

Maslow menyebut keunggulan ini sebagai “Being cognition” atau “B-cognition”. Keutamaan (virtue) ini lahir dari pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri. pengamatan yang pasif dan reseptif. Mereka lebih menyukai humor yang filosofis. Rasa kekeluargaan terhadap sesama manusia yang disertai dengan semangat yang tulus untuk membantu sesama. kekejaman. Kadang-kadang kemampuan ini membuat mereka seolah linglung.luar biasa. atau yang nilai humornya terkandung dalam logika kata-kata. Mereka yakin bahwa dalam banyak hal mereka harus belajar dari orang lain. Secara konsisten. Selera humor yang baik. Namun mereka sangat anti terhadap ketidakjujuran. Mereka tidak tertarik pada pelbagai lelucon yang melukai atau menyiratkan inferioritas yang membuat orang lain merasa dilecehkan. Sama seperti anak-anak. Mereka memiliki etika yang jelas tentang apa yang baik dan apa yang jahat. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. 12 . 10. mereka mampu mendengarkan orang lain tanpa apriori atau penilaian sebelumnya. kosmik. 8. Hal ini membuat mereka mampu untuk mendengarkan orang lain dengan penuh kesabaran. Namun bagi mereka. kebohongan. 11. dan kemunafikan. mereka akan memilih dan lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur. Tidak jarang mereka mengalami flow dalam kegiatan yang mereka lakukan. penipuan. 9. Pribadi unggul ini lebih rendah hati dan menaruh hormat pada orang lain. Mereka juga menonjol dalam hal toleransi terhadap kelemahan-kelemahan alamiah orang lain.

dan keterbukaan. tarian. Mereka bisa menerima pujian dan penghargaan tetapi tidak sampai tergantung pada penghargaan yang diberikan orang lain. tidak takut membuat sesuatu yang di kemudian hari ternyata adalah kesalahan. Mereka tidak selalu tenang. Seperti seorang anak yang lugu. mereka tidak takut berkreasi karena cemoohan orang lain. Mereka tentu juga mempunyai perasaan bersalah. omong-kosong. atau permainan secara mendadak. tanpa direncanakan atau didahului oleh maksud tertentu sebelumnya. dan hiruk-pikuk suasana pesta. Demikian jugalah kira-kira kreativitas orang yang teraktualisasi diri. 14. Kadar konflik dirinya rendah. mereka akan memilih dan 13 .12. dan menyelesaikan sesuatu. lakon. Mereka tidak mendewakan kemasyhuran dan ketenaran kosong. Mereka memiliki penghargaan yang sehat atas diri sendiri bertolak dari pengenalan akan potensi diri mereka sendiri. pertentangan antara yang baik dan yang buruk tidaklah menjadi masalah. Namun perasaan itu tidak seperti yang dialami orangorang yang neurotis. bosan dengan obrolan basa-basi . Menurut Maslow. kadang-kadang bisa meledakkan amarah pula. Mereka mempunyai “hirarki nilai” yang jelas. iri dan lain-lain. Ketidaksempurnaan. Mereka mampu melihat dan membedakan mana yang lebih penting dan harus diprioritaskan dalam situasi tertentu. melakukan. Mereka kreatif dan melihat aneka peristiwa secara segar tanpa prasangka. sajak. Secara konsisten. Sifat ini dikaitkan dengan fleksibelitas. Bagi mereka. Mereka lebih dekat dengan cara pikir positif. bersalah. cemas. 13. 15. Kreatif dalam mengucapkan. hampir setiap anak mampu membuat lagu. Mereka memiliki lebih banyak energi untuk tujuan-tujuan yang produktif daripada menghabiskan waktu untuk menyesali diri dan keadaan.

tulus hati. dan pakaian. Secara umum dapat dikatakan bahwa orang yang teraktualisasi diri cenderung membina hidup perkawinan yang kokoh. Resistensi terhadap inkulturisasi. Untuk hal-hal kecil seperti sopan-santun. Bagi orang-orang ini. agama. Makin matang kepribadiannya. namun tidak menghiraukan ciri-ciri superfisial seperti kelas sosial. Hal itu tercermin dari keputusan-keputusan mereka yang terkadang “melawan arus” pendapat khalayak ramai. dan dengan tulus mengikutinya. makanan. Sebaliknya mereka amat menjunjung tinggi soal kecocokan. Mereka mampu melihat hal-hal di luar batasan kebudayaan dan zaman. Maslow menyebut mereka mempunyai apa yang disebut “kemerdekaan psikologis”. bahasa. dan sebagainya. 18. Tapi bila menyangkut hal-hal yang dirasa melawan prinsip-prinsip dasar. bahagia. ketulusan. 16. Mereka tidak segan menolak kebudayaan mereka jika memang tidak sejalan dengan akal sehat. seperti jujur. dan penampilan. badan montok. dan kejujuran. 14 . disiplin diri relatif mudah sebab apa yang ingin mereka lakukan sejalan dengan apa yang mereka yakini benar. Dalam hal ini mereka tidak merasa terganggu oleh perbedaanperbedaan. kebaikan. Nilai-nilai mereka didasarkan pada apa yang nyata bagi mereka. dan sebagainya tidak dipermasalahkan. 17. tubuh tegap. baik hati dan berani. Mereka cenderung mencari persahabatan dengan orang yang memiliki karakter yang sama. bukan pada apa yang dikatakan orang lain kepada mereka. latar belakang ras. dan berlangsung seumur hidup. mereka dapat bersikap bebas mandiri dan bertindak di luar kebiasaan. mereka makin tidak peduli dengan penampilan ayu.lebih menyukai nilai-nilai yang lebih luhur.

orang yang teraktualisasi diri lebih condong bersikap praktis sekaligus teoritis tergantung kondisi yang bersangkutan. 1971. 19. Mooney mengatakan bahwa : “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama) 15 . tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip. Mereka itu sangat filosofis dan sabar dalam menuntut atau menerima perubahan yang perlu secara tertib. saling memberikan manfaat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli. Mereka berusaha mencintai dunia apa adanya. James D.Dalam pribadi yang sehat. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih” (I define organization as a system of cooperatives of two more persons) b. Pengertian Organisasi Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Organisasi 1. Chester I. (Frank G. perkawinan yang terbina memungkinkan kedua belah pihak saling meningkatkan kepercayaan dan harga diri. Sementara kebanyakan orang dalam masyarakat cenderung bersikap sangat praktis atau sangat teoritis. Goble. dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut : a. dengan tetap membuka mata pada kekurangan yang ada seraya berupaya memperbaikinya. 50) B.

dan secara lebih rinci organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a. b. Ciri Organisasi Seperti telah diuraikan di atas bahwa organisasi memiliki tiga unsur dasar. c. 2. tenaga. pemikiran. Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama. c. tetapi satu sama lain saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan. organisasi adalah : “Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority. Adanya kegiatan yang berbeda-beda. 16 . Kerjasama.c. yaitu : a. Tujuan yang ingin dicapai. dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki. Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal. coordination and control may be exercised to achive a given purpose” (organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagianbagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan. Orang-orang (sekumpulan orang). Menurut Dimock. dan lain-lain. Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa. Dari beberapa pengertian organisasi di atas. b. koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan). dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar.

pembantu pimpinan sampai pelaksana. 4) Prinsip Pendelegasian Wewenang. Prinsip-Prinsip Organisasi Prinsip-prinsip organisasi banyak dikemukan oleh para ahli.d. dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan. mempunyai tujuan yang ingin dicapai pelayanan kesehatan yang berkualitas dan lain lain. 3) Prinsip Kesatuan Perintah.M. Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai. organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai suatu organisasi. Williams yang mengemukakan pendapatnya cukup lengkap dalam bukunya “Organization of Canadian Government Administration” (1965). bahwa prinsipprinsip organisasi meliputi : 1) Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas. e. seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja. 2) Prinsip Skala Hirarkhi. dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. koordinasi dan pengawasan. Dalam hal ini. salah satunya A. Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan. antara lain. sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban. Adanya tujuan yang ingin dicapai. 3. Misalnya. Adanya kewenangan. memberikan 17 .

serta menunjang efektivitas jalannya organisasi. Suatu organisasi. dan mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas. 18 . melakukan hubungan dengan orang lain. akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang. pertanggungjawaban. Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi. semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak. wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan. 5) Prinsip Pertanggungjawaban. 6) Prinsip Pembagian Pekerjaan. Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. 7) Prinsip Rentang Pengendalian. semakin kompleks rentang pengendaliannya. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. untuk mencapai tujuannya.Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya. Dalam pendelegasian. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan. sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. 8) Prinsip Fungsional. melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan.

9) Prinsip Pemisahan. 10) Prinsip Keseimbangan. Bandung. kegiatannya. penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh ‘koperasi di suatu desa terpencil’.Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya. sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya. Dalam hal ini. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan. hubungan kerja. Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan. serta tanggung jawab dari pekerjaannya. Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. struktur organisasinya akan berbeda dengan organisasi koperasi yang ada di kota besar seperti di Jakarta. 19 . 11) Prinsip Fleksibilitas Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external factor). atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut. Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain. 12) Prinsip Kepemimpinan. atau Surabaya.

Organisasi (Yunani: ὄργανον. semua kekuasaan dan tugas pekerjaan bersumber kepada satu orang. seperti : organisasi pemerintahan. bentuk organisasi dalam kegiatannya dibagi dalam fungsi-fungsi yang dipimpin oleh seorang ahli dibidangnya. 3. Jenis-jenis Organisasi Pengelompokan jenis organisasi dapat dilakukan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut : 1. organisasi yang berbadan hukum (2) organisasi 20 . organon . (1) organisasi lini atau bentuk lurus. kekuasaan mengalir dari pucuk pimpinan organisasi langsung lurus kepada para pejabat yang memimpin unit-unit dalam organisasi. (2) bentuk komisi. (3) bentuk fungsional. Bentuk organisasi ini meliputi. Berdasarkan sifat hubungan personal. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah. 4. yaitu pucuk pimpinan berada ditangan satu orang. semua kekuasaan dan tanggung jawab dipikul oleh dewan sebagai suatu kesatuan. (1) organisasi formal. dalam organisasi ini pucuk pimpinan dibantu oleh staf pimpinan ahli dengan tugas sebagai pembantu pucuk pimpinan dalam menjalankan roda organisasi. yaitu . pimpinan organisasi merupakan suatu dewan yang terdiri dari beberapa orang. (2) bentuk lini dan staff. Berdasarkan jumlah orang yang memegang pucuk pimpinan. adalah organisasi yang diatur secara resmi. (1) bentuk tunggal. istilah ini digunakan dengan banyak cara. Berdasarkan lalu lintas kekuasaan.alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. dengan hubungan kerja lebih bersifat horizontal. 2.

Berdasarkan fungsi dan tujuan yang dilayani. yaitu . yaitu : (1) Organisasi produksi. (2) Organisasi berorientasi pada politik. seperti organisasi pelayanan kesehatan. organisasi yang bergerak dalam dunia usaha. seperti perusahaan-perusahaan. Puskesmas. (1) organisasi pendidikan. dll. misalnya bank. dan lain lain. yaitu organisasi yang kemanfaatannya dinikmati oleh pelanggan.informal. misalnya organisasi peduli lingkungan. misalnya partai politik (3) Organisasi yang bersifat integratif. antara lain kesamaan minat atau hobby. yaitu organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh anggotanya. (2) organisasi kesehatan. (3) Business Organization. (1) Mutual benefit organization. 7. dll 21 . dan lain lain. adalah organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh masyarakat umum. yaitu : (1) organisasi yang tujuannya mencari keuntungan atau ‘profit oriented’ dan (2) organisasi sosial atau ‘non profit oriented ‘ 5. Berdasarkan tujuan. Organisasi ini meliputi. (3) organisasi pertanian. misalnya serikat pekerja (4) Organisasi pemelihara. (2) Service organization. (4) Commonwealth organization. contohnya rumah sakit. seperti koperasi. adalah organisasi yang terbentuk karena hubungan bersifat pribadi. 6. 4. Organisasi ini dapat dibedakan. Berdasarkan kehidupan dalam masyarakat. Berdasarkan pihak yang memakai manfaat. misalnya organisasi produk makanan.

Begitu pula saat pembagian kerja. Setiap kerja pasti ada target waktu (deadline) yang harus dicapai. Bergabung dengan kepanitiaan suatu kegiatan tentu membuat kita harus berinteraksi dengan banyak orang. mendukung satu dengan lainnya. beraneka ragam latar belakang dan pola pikir. menjadi terbiasa untuk bekerja secara team work. membagi kerja. Proses interaksi ini membuat kita menjadi kenal dan dikenal banyak orang. Sikap mental berorganisasi juga membentuk sikap mental positif. ketekunan kita juga terasah. Selain memperoleh pengalaman berorganisasi. mudah dilaksanakan. Istilah kerennya. Kadangkala ada tugas yang membutuhkan ketekunan. job description masing-masing tugas harus jelas. dan menjalankan tugas. Dengan kesibukan tambahan ini. 2. ketekunan. mau tidak mau kita harus belajar strategi menyatukan visi. tentu akan menjadi tambahan pengalaman tersendiri. Berbagai benturan yang mungkin terjadi saat menyatukan visi. kejujuran. Menambah pengalaman Dengan menjadi anggota panitia suatu kegiatan. saling membahu. Selain kedisiplinan. dan percaya diri. mendapat pengalaman berorganisasi. Tidak semua tugas yang menjadi tanggung jawab. pengalaman dan menambah wawasan dalam bidang yang kita kerjakan.5. Manfaat Berorganisasi 1. Bagaimana bekerja dalam komunitas yang terdiri dari individuindividu majemuk. misalnya kedisiplinan. seperti 22 .

greenpeace. Solar Generation-Greenpeace Greenpeace adalah organisasi kampanye internasional independen yang menggunakan konfrontasi kreatif tanpa kekerasan untuk menyoroti masalah-masalah lingkungan global dan mendorong solusi yang penting bagi masa depan yang hijau dan damai.mewawancarai orang penting yang sulit ditemui. tingkat kepercayaan diri juga meningkat. serta mengajak anak – anak muda untuk melakukan aksi nyata. Greenpeace juga memiliki kebijakan yang ketat mengenai keuangan dan hanya menerima dana dari individu perorangan. Hal ini membutuhkan keberanian untuk melawan keinginan negatif dan melatih kejujuran kita. Jabatan menjadikan individu bersikap jujur. dimana Greenpeace melakukan pembangunan kesadaran publik tentang Revolusi Energi ke berbagai kampus dan sekolah. C. (www. Di Indonesia Solar Generation lahir dari sebuah program kampanye Perubahan Iklim & Energi yang dilakukan Greenpeace South East Asia. Dengan pengalaman berorganisasi.id) Solar Generation adalah organisasi anak muda usia 15-25 tahun dari seluruh dunia di bawah kampanye iklim dan energi Greenpeace yang memerangi perubahan iklim dan menyerukan penggunaan energi bersih. secara sadar maupun tidak. Kepercayaan diri yang tinggi ini amat berguna saat harus melangkah dan menentukan sesuatu. tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan. Terdapat di 21 negara termasuk Indonesia. Bila tidak tekun tugas kita tidak terselesaikan. dan baru-lah 23 . Maka akan terbentuk individu yang lebih berani dalam menghadapi segala situasi.or. tidak dari perusahaan ataupun pemerintah.

pada 1 Desember 2007 organisasi yang gawangi oleh kaum muda ini melakukan launching sekaligus mengkampanye-kan pemanasan global dan penggunaan energi yang ramah lingkungan di Pantai Kuta, Bali dengan tagline “Kyoto Just Do It, Youth Act Now!”. Acara yang di gelar selama 2 hari itu juga sebagai respon terhadap konferensi internasional perserikatan bangsa-bangsa (PBB) untuk perubahan iklim (UNFCCC). . (www.solargeneration.co.id) Organisasi ini menang dikhususkan bagi anak muda yang ingin berperan aktif melawan dapak dari perubahan iklim. Beberapa yang telah dilakukan antara lain membangun komunitas di setiap sekolah dengan sebutan Student Action For Climate, melakukan kampanye energi efisiensi dan renewable energy. D. Kerangka Berfikir Menurut Piaget (dalam Santrock, 2001), seorang remaja termotivasi untuk memahami dunia karena perilaku adaptasi secara biologis mereka. Dalam pandangan Piaget, remaja secara aktif membangun dunia kognitif mereka, di mana informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja ke dalam skema kognitif mereka. Remaja sudah mampu membedakan antara hal-hal atau ide-ide yang lebih penting dibanding ide lainnya, lalu remaja juga menghubungkan ide-ide tersebut. Seorang remaja tidak saja mengorganisasikan apa yang dialami dan diamati, tetapi remaja mampu mengolah cara berpikir mereka sehingga memunculkan suatu ide baru. Perkembangan kognitif adalah perubahan kemampuan mental seperti belajar, memori, menalar, berpikir, dan bahasa. Piaget (dalam Papalia & Olds, 2001) mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi kematangan kognitif, yaitu interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas untuk

24

eksperimentasi memungkinkan remaja untuk berpikir abstrak. Piaget menyebut tahap perkembangan kognitif ini sebagai tahap operasi formal (dalam Papalia & Olds, 2001). Tahap formal operations adalah suatu tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. Seorang remaja tidak lagi terbatas pada hal-hal yang aktual, serta pengalaman yang benar-benar terjadi. Dengan mencapai tahap operasi formal remaja dapat berpikir dengan fleksibel dan kompleks. Seorang remaja mampu menemukan alternatif jawaban atau penjelasan tentang suatu hal. Berbeda dengan seorang anak yang baru mencapai tahap operasi konkret yang hanya mampu memikirkan satu penjelasan untuk suatu hal. Hal ini memungkinkan remaja berpikir secara hipotetis. Remaja sudah mampu memikirkan suatu situasi yang masih berupa rencana atau suatu bayangan (Santrock, 2001). Remaja dapat memahami bahwa tindakan yang dilakukan pada saat ini dapat memiliki efek pada masa yang akan datang. Dengan demikian, seorang remaja mampu memperkirakan konsekuensi dari tindakannya, termasuk adanya kemungkinan yang dapat membahayakan dirinya. Pada tahap ini, remaja juga sudah mulai mampu berspekulasi tentang sesuatu, dimana mereka sudah mulai membayangkan sesuatu yang diinginkan di masa depan. Perkembangan kognitif yang terjadi pada remaja juga dapat dilihat dari kemampuan seorang remaja untuk berpikir lebih logis. Remaja sudah mulai mempunyai pola berpikir sebagai peneliti, dimana mereka mampu membuat suatu perencanaan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan (Santrock, 2001). Dibanding pada masa kanak-kanak, remaja lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah seperti kegiatan sekolah, ekstra kurikuler dan bermain dengan teman (Conger, 1991; Papalia & Olds, 2001).

25

Dengan demikian remaja dapat dikatagorikan sedang tahap pencarian identitas. Dalam proses pencarian identitas remaja mulai menampilkan ciri-ciri aktualisasi diri yang terbentuk karena proses kognitifnya. Fenomena remaja yang aktif dalam berorganisasi menunjukan perilaku yang berbeda daripada remaja yang hanya berkutat di sekolah (akademis) dan rumah. Prasyarat untuk mencapai aktualisasi diri adalah memuaskan empat kebutuhan yang berada dalam tingkat yang lebih rendah: 1. Kebutuhan-kebutuhan fisiologis, 2. kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman 3. kebutuhan-kebutuhan akan memiliki dan cinta 4. kebutuhan-kebutuhan penghargaan. Kebutuhan-kebutuhan ini harus sekurang-kurangnya sebagian dipuaskan dalam urutan ini, sebelum timbul kebutuhan akan aktualisasi diri. (forum.psikologi.ugm.ac.id) Dalam aktualisasi diri individu dipengaruhi oleh beberapa factor-faktor yang bersumber dari dalam dan luar dirinya.faktor-faktor yang berasal dari dalam dan luar individu tersebut diantaranya berupa : 1. Faktor pertama yaitu berupa aktivitas, kegemaran atau hobi

yang dilakukan individu untuk membantu individu dalam mengaktualisasi dirinya. Dalam hal ini dimana remaja yang aktif dalam berorganisasi dapat mengembangkan kemampuannya dalam wadah organisasi. 2. faktor kedua, remaja yang teraktualisasi dirinya

menginginkan sesuatu yang baru dan berbeda. Remaja akan berfikir untuk lebih kreatif dalam mengucapkan, melakukan, dan menyelesaikan sesuatu. Sifat ini dikaitkan dengan fleksibelitas, tidak takut membuat sesuatu yang di kemudian hari ternyata adalah kesalahan, dan keterbukaan. Dimana remaja menginginkan

26

Remaja yang ingin tantangan dalam hidupnya akan mencoba banyak hal untuk menggali potensi dalam dirinya. kekuatan dan ketahanan dalam dalam menghadapi berbagai rintangan. Remaja yang berfikir positif kebanyakan akan memilih aktif dalam berorganisasi. faktor kelima yaitu memiliki kemampuan berinteraksi dengan baik dengan orang banyak. Fakor-faktor tersebut mempengaruhi munculnya aktualisasi diri pada remaja yang berorganisasi. ideologi atau persepsi dan sikap individu mengenai dirinya sendiri dimana impian memberikan tujuan. 4. menggali kemampuannya dalam minat yang diinginkannya. Dan dalam interaksi antar individu dengan lainnya akan saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu remaja memilih mengikuti organisasi. 5. 3. Dimana ketika remaja berorganisasi memiliki tujuan dan cita-cita untuk mengembangkan potensinya untuk bias menjadi orang yang berguna. tujuan hidup.ide-ide kreatifnya dapat berguna bagi kepentingan orang banyak. 27 . faktor ketiga yaitu remaja yang mudah dalam menyesuaikan diri dengan baik akan berusaha mencari tantangan baru. Apabila remaja berada dalam lingkungan yang terdiri dari orang-orang yang ingin mengaktualisasi diri akan memacu motivsinya dalam hal yang sama. faktor keempat yaitu sumber yang berupa impian yang diwujudkan dalam cita-cita. Maka ketika remaja memilih untuk aktif berorganisasi remaja tersebut dapat dipengaruhi beberapa fakor di atas.

5) bahwa metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata dari orang-orang dan perilaku yang diamati. lengkap. Jadi dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variable atau hipotesis. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas. Maka metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Dasar penelitian kualitatif adalah berupaya untuk memahami sudut pandang dan konteks subjek penelitian secara mendalam. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus yang berupa kata-kata dari orang atau perilaku yang diamati. Bahasa pengalaman adalah konkret bukan abstrak. baik secara langsung maupun tidak langsung mengenai penelitian ini. Studi kasus adalah studi yang menggambarkan atau menjelaskan pengalaman dalam bahasa pengalaman. menyeluruh serta mendalam.BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini. Seperti yang Bodgan dan Taylor definisikan (dalam Yin 1997. Pendekatan ini diarahkan pada latar belakang individu secara holistic (utuh). kosa katanya diambil dari kata-kata yang dipakai sehari-hari bukan istilah-istilah teknis atau 28 . studi kasus. A. tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan.

Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. (Moleong 200:9). Maka.kata-kata baru (Hall dan Linzey 2005:199). semua yang dikumpulkan memungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti. gambar. diarahkan tidak pada jumlah sample yang besar. Penelitian kualitatif tidak menekankan upaya generalisasi (jumlah) melalui perolehan sample acak. sesuai dengan pemahaman konseptual yang berkembang dalam penelitian. laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberikan gambaran penyajian laporan tersebut. yang diutamakan adalah kekhasan sample. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa kata-kata. dalam penelitian ini. Prosedur Pengambilan Subjek Penelitian kualitatif memiliki dasar filosofis yang berbeda dari pendekatan kuantitatif. Jumlah sample tidak selamanya diperlukan dalam jumlah besar. melainkan berupaya memahami sudut pandang dan konteks subjek penelitian secara mendalam. Selain itu. tidak diarahkan pada keterwakilan dalam arti jumlah atau peristiwa acak melainkan pada kecocokan konteks. tetapi dapat berubah baik dalam hal jumlah maupun karakteristik sampelnya. Dalam penelitian ini peneliti juga berusaha memahami arti peristiwa atau kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi tertentu. 2. jumlah responden yang diambil 29 . tidak ditentukan secara kaku sejak awal. B. dan bukan angka-angka. 3. Menurut Sarantakos (dalam Poerwandari 2005:95) bahwa prosedur penentuan subjek atau sumber data dalam penelitian kualitatif umumnya manampilkan karakteristik : 1. Dengan demikian.

adalah sebanyak 2 orang. Dan dalam studi kasus ini menjadikan member Solar Generation sebagai sample. Disini penulis menentukan sendiri responden yang sesuai dengan cirri umum dan kualitas yang diharapkan pada manusia sebagai subjek penelitian (Moleong:200. 3. observasi dan dokumen-dokumen tertulis. Masing-masing metode pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1.1990). Pada penelitian ini pengambilan subjek dilakukan berdasarkan teori atau konstruk operasional (theory based/ operational contruct sampling). (Patton. yang telah diungkapkan definisinya pada bagian tinjaun pustaka. wawancara 30 . Penelitian ini menggunakan pengambilan sample berdasarkan teori remaja berorganisasi.12). Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara. Hanya individu yang memenuhi criteria penelitian dan yang dapat dijumpai saja yang diteliti atau diwawancara. Subjek penelitian ini adalah remaja yang aktif berorganisasi. C. remaja mengikuti organisasi di sekolah maupun di luar sekolah. dapat berkomunikasi dengan baik dan lancar hal ini dikarenakan agar pada saat penelitian berlangsung komunikasi berjalan dengan lancar antara subjek dan peneliti. Dalam hal ini dilakukan agar subjek penelitian sungguh-sungguh mewakili (bersifat representatif) terhadap kasus yang dipelajari. responden terbatas hanya pada remaja menengah yang masih duduk di bangku SMA. 2. Adapun yang termasuk karakteristik subjek adalah : 1.

motif. (Stewart and Cash. 2005) Sebuah kegiatan wawancara didefinisikan sebagai proses komunikasi interaksional antar dua pihak bersangkutan dimana setidaknya salah satu pihak memiliki sebuah tujuan yang serius dan telah direncanakan sebelumnya. dan biasanya melibatkan kegiatan memberi pertanyaan dan menjawab pertanyaan.Instrument utama dalam metode kualitatif adalah wawancara. dengan banyak variable yang beroprasi satu sama lain. (Banister dkk. sekaligus sebagai daftar untuk melihat apakah semua aspek yang penting telah dibahas atau ditanyakan. 2001). interaksi yang selalu berubah. dan informasi. 2000) Interaksional mengacu pada pertukaran peran. Pedoman wawancara yang dimiliki peneliti digunakan untuk mengingatkan peneliti mengenai aspek-aspek yang harus dibahas. Metode wawancara ini diambil sebagai usaha untuk mendapatkan pengetahuan akan makna-maknasubjektif yang dipahami individu berkenaan dengan topic yang tidak dapat dilakukan melalui pendekatan lain. Wawancara sendiri didefinisikan sebagai percakapan Tanya jawab yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Poerwandari. dan 31 . kepercayaan. Dengan menggunakan cara ini maka peneliti akan memiliki pedoman wawancara yang sangat umum. Proses menunjukan kedinamisan. tanggung jawab. 1994 dalam Poerwandari. perasaan. yang mencantumkan isu-isu yang harus diliputi tanpa menentukan urutan pertanyaan. Jenis wawancara yang akan digunakan oleh peneliti untuk membantu ketepatan penelitian adalah wawancara dengan pedoman umum.

Observasi bertujuan untuk mendeskripsikan setting yang dipelajari. 2000). 2. dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut.tingkat system dan struktur. aktivitas-aktivitas yang berlangsung. reksi. observasi Selain menggunakan metode wawancara. orang yang terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut. kepercayaan. dan tujuan tersebut dapat dicapai dengan cara menanyakan pertanyaan yang akan nantinya akan membantu proses wawancara untuk mendapatkan jawaban yang dituju. data. penelitian ini juga menggunakan metode observasi sebagai metode panunjang dan pelengkap. dimana fungsi utama dari sebuah wawancara adalah untuk mendapatkan sebuah fakta. Tujuan melakukan observasi adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan situasi yang diamati. sikap. Pada penelitian ini tipe wawancara yang akan digunakan adalah tipe information gathering. perasaan. pendapat. Dua pihak yang bersangkutan menunjukan bahwa sebuah proses wawancara akan selalu melibatkan dua pihak terkait yaitu pewawancara dan orang yang diwawancara.dalam sebuah wawancara juga sudah pasti adanya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya sebelum dicapai. dan umpan balik (Stewart and Cash. aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan pada 32 . Istilah observasi diartikan sebagai kegiatan memperhatikan secara akurat untuk mencatat fenomena yang akan muncul. Tujuan observasi dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan setting dan situasi limgkungan dan juga menggambarkan sikap dan tingkah laku subjek penelitian.

sehingga memungkinkan peneliti untuk bergerak lebih jauh dari persepsi selektif yang ditampilkan subjek penelitian atau pihak lain. dan tidak dipengaruhi oleh hal lain yang tidak relevan. dan mempertahankan pilihan untuk mendekati masalh secara induktif. Memungkinkan peneliti untuk memperoleh data tentang hal-hal yang karena berbagai sebab tidak diungkapkan oleh subjek penelitian secara terbuka dalam wawancara. akurat. (Patton. Mengingat bahwa individu yang bersangkutan sering mengalami kesulitan merefleksikan pemikiran tentang pengalaman mereka. Memungkinkan peneliti untuk bersikap terbuka. berorientasi pada penemuan daripada pembuktian. Observasi memungkinkan peneliti untuk melihat hal-hal yang kurang disadari oleh subjek sendiri. dan makna dari apa yang telah diobservasi berdasarkan perspektif dari mereka yang terlibat dalam situasi yangdiamati tersebut. Memungkinkan peneliti untuk merefleksikan dan bersikap instrospektif terhadap penelitian yang dilakukan. 1990) Pentingnya data dari kegiatan observasi : peneliti dapat memperoleh pemahaman lebih tentang konteks dalam mana hal yang diteliti. Deskripsi harus bersifat factual.situasi tersebut. Impresi dan perasaan 33 . Jawaban yang diberikan oleh subjek sering diwarnai oleh persepsi selektif individu. orang-orang yang berpartisipasi dalam situasi tersebut.

pengamat akan menjadi bagian dari data yang dapat dimanfaatkan untuk memahami fenomena yang diteliti. dalam Moleong. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan tape recorder untuk merekam pembicaraan selama proses wawancara. dan teori. penyidik. 3. dokumentasi Penggunaan dokumentasi dalam studi ini adalah untuk menambah bukti dan rincian spesifik dari sumber-sumber lain guna mendukung data yang diperoleh dari sumber-sumber yang lain. Selain itu digunakan juga dokumentasi berupa foto-foto untuk menambah bukti pada penelitian. Hal tersebut dapat dicapai dengan jalan : 34 . D. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Denzim (dalam Moleong. metode. 2001: 178). Kredibilitas Penelitian Teknik yang dilakukan untuk kredibilitas penelitian disini adalah dengan metode triangulasi. Pada penelitian ini digunakan triangulasi dengan pemanfaatan sumber yang berarti membandingkan dan mengecek balik derajatkepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif (Patton. 2001:178) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber.

E. tahap persiapan pelaksanaan Pada tahap ini penulis menyusun alat penelitian berupa pedoman wawancara yang berisi daftar pertanyaan dan juga pedoman observasi yang terdapat pada tinjauan pustaka. Setelah penyusun tersebut selesai. mengumpulkan sumber-sumber kepustakaan dan menghubungi pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan proses penelitian ini. Apabila telah menentukan subjek yang sesuai dengan karakteristik sample maka penulis harus terlebih dahulu membangun rappot yang baik dengan subjek melalui 35 . penulis memulai dari menentukan topic permasalahan. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut : 1. maka penulis pun mencari sendiri atau dengan bantuan orang lain untuk mencari dan mendapatkan subjek yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. 7. Tahapan Penelitian Dalam tahapan penelitian. untuk melihat apakah pedoman tersebut telah mampu untuk menggali informasi yang dibutuhkan. penulis menyerahkan pedoman tersebut untuk diperiksa dan direvisi kepada pembimbing skripsi. membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi. Penulis menyusun pertanyaan dan pedoman observasi yang dapat memungkinkan penulis untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian.6. Setelah pedoman wawancara dan observasi telah dianggap cukup. wawancara. Kemudian penulisan menguji pedoman tersebut kepada subjek.

Peneliti akan berbincang-bincang dahulu setelah itu memasuki topik wawancara. Prosedur Analisis Data 36 . Selain observasi terhadap subjek pada saat proses wawancara. Tahap Pelaksanaan Yang pertama kali dilakukan dalam tahap pelaksanaan adalah menghubungi subjek dan menjelaskan segala sesuatu dengan detil agar subjek mengerti dan tidak terjadi kesalahanpahaman. Pengamatan ini dilakukan pada hari yang berbeda. Setelah subjek mengatakan setuju. pengamatan partisipasi berlangsung pada saat subjek melakukan aktivitas di dalam rumah dan pada saat jalan-jalan ke luar rumah. Peneliti akan merekam semua wawancara dengan tape recorder. hal ini dimaksudkan agar subjek tidak merasa sebagai bahan penelitian serta membuat rappot yang baik pada kedua belah pihak. Selanjutnya pada kontak telepon yang kedua baru kemudian membuat janji untuk bertemu dan mengadakan wawancara serta observasi. serta menanyakan kesediaan untuk menjadi subjek penelitian.telepon dan kemudian meminta kesediaan subjek untuk diwawancara secara langsung. Hambatan yang mingkin akan ditemui selama pelaksanaan penelitian adalah masalah waktu untuk bertemu. atau mood serta keadaan emosi subjek yang tidak dapat diperkirakan oleh peneliti. F. berulah kemudian penulis dan subjek bersama-sama menentukan tempat dan waktu wawancara. 2. tentunya atas persetujuan dari subjek. tempat.

Setelah itu akan dilakukan analisis antar subjek. Analisis kasus akan dilakukan pada tiap subjek secara individual sehingga khusus menjabarkan satu nalisis untuk satu subjek. menganalisis hasil dari data yang telah didapatkan dan diperbandingkan dengan teori yang telah dikumpulkan. yaitu gambaran aktualisasi diri pada remaja yang aktif berorganisasi. 37 . yaitu membandingkan jawaban tiap subjek untuk masing-masing kategori. 4. Mengubah hasil wawancara menjadi bentuk verbatim (menuliskan hasil wawancara secara verbal kata per kata) 2.Prosedur dalam menganalisis hasil data : 1. memilih data yang relevan dengan topic penulisan. Pembuatan kesimpulan umum tentang gambaran aktualisasi diri pada remaja yang aktif berorganisasi. 3.

hasil wawancara dan observasi langsung. Theresia.BAB IV DESKRIPSI PENELITIAN Pada bab ini akan menguraikan tentang hasil penelitian yang didapat oleh peneliti. Adapun yang dijelaskan menyangkut identitas subjek. Identitas subjek Nama Tempat tanggal lahir Anak keAgama Pendidikan Terakhir : IL : Australia. A. Gambaran Umum Responden 1. 1 Mei 1992 : 1 dari 2 bersaudara : Kristen : SMP St. RESPONDEN I Waktu wawancara dan observasi Tempat wawancara a. Jakarta : 11 Juni 2009 – 12 Juni 2009 : kantor Greenpeace 38 .

IL terbiasa dengan aktivitas yang padat namun hal ini tidak menurunkan prestasi belajarnya. organisasi di sekolah dan diluar sekolah. berwajah oriental. c. IL adalah remaja yang tegas dan banyak berbicara. senang memakai celana pendek dan kaos. Berperawakan tinggi dan gendut. gambaran umum responden 1 : Jawa. wawancara 39 .Manado : belum menikah IL adalah seorang wanita yang berusia 17 tahun yang dilahirkan di australia dan saat ini ia tinggal di Jakarta. hal ini terlihat dari nilai-nilai pelajaran di sekolah yang bagus dan bahkan beberapa kali dipercayai sekolahnya untuk mengikuti kompetisi dan menjadi duta sekolahnya. Berpenampilan santai. Ibunya adalah anita karir yang selalu tak ada di rumah. olah raga. Rutinitas yang menyibukannya di luar rumah sudah dilakukannya sejak ia berumur 8 tahun. Oleh sebab itu IL sering sekali menyibukan diri dengan aktivitas di luar rumah karena ketika siang hari rumah selalu kosong tak ada orang. IL mengikuti beberapa les.Suku Bangsa Status b. Ia kini tinggal bersama ibu dan adiknya. Sangat dekat dengan orang-orang yang ia anggap sebagai kakaknya dan terlihat sombong terhadap orang-orang baru. Ia mempunyai adik laki-laki berumur 8 tahun. berkulit putih. IL adalah anak ke-1 dari 2 bersaudara. Ayah dan ibunya sudah bercerai sejak ia berumur 8 tahun. Ia juga banyak bertanya ketika ada yang dirasa kurang ia pahami. Adiknya ketika siang hari dititipkan di rumah neneknya.

di sini aku bisa tau apa siy yang sedang terjadi pada iklim kita. dan aktivitas IL di organisasi. 1. kayak sekarang niy aku jadi bagian dari Solar Generation. Ibu IL bekerja hingga malam hari menyebabkan IL tidak betah berada di rumah yang selalu sepi. Untuk menghabiskan waktu dengan hal-hal yang berguna dan bisa membanggakan orang-orang disekitarnya merupakan salah satu tujuannya. Manfaat apa saja yang didapat remaja aktif berorganisasi. IL juga mencoba untuk mengalihkan masalah keluarganya dengan cara yang positif yaitu dengan aktif berorganisasi “dari pada terlalu musingin masalah keluarga yang udah aku harus hadapi di umur yang masih belia waktu 8 tahun.wawancara berlangsung 2 kali. Manfaat yang didapat pun cukup banyak. dan tau posisi anak muda terhadap dampak perubahan iklim. “dari mulai aku tau lho masalah apa yang terjadi di sekitar aku. “disini aku punya banyak kakak yang pintar-pintar yang saya sayangi” wawancara berlangsung selama 1 jam sekitar 2 jam berikutnya digunakan peneliti untuk mengobservasi tingkah laku. yang dilakukan di kantor Greenpeace. Hasil wawancara yang didapat akan dikelompokan dan dibagi kedalam 4 pokok bahasan. IL adalah remaja yang berada di keluarga yang sibuk. lebih baik aku menyibukan diri”. dari aku mulai 40 . Hal ini dilakukan untuk memudahkan dan menjawab pertanyaanpertanyaan penelitian yang telah diajukan dalam rumusan masalah. Menurutnya kantor Greenpeace adalah tempat yang paling sering dia datangi untuk berorganisasi dan berkumpul dengan teman-temannya yang sudah ia anggap sebagai keluarganya.

bisa menyalurkan apa yang aku mau salurkan. klo yang satu ini hampir setiap ada waktu kosong pasti saya kesana untuk diskusi dengan kakakkakak saya yang berwawasan” 41 . Misalnya ya aku bisa kenal orang-orang yang punya wawasan lebih dari aku dari dalam negri sampe yang import.yah pokoknya aku jadi ga kejebak dengan rutinitas dan pikiran yang segiti-gitu aja. “di sekolah aku mengenyam pendidikan formal yaitu belajar yang harus saya dapatkan di sekolah. Namun disitu saya juga bisa dapat manfaat dari organisasi. Selain itu di sekolah saya juga mengurus komunitas saya yang saya bangun sendiri di sekolah untuk bagian dari kegiatan saya menyelamatkan bumi dari dampak perubahan iklim. Saya wakil ketua osis yang dituntut untuk aktif dalam berorganisasi di sekolah. Waktu sehabis pulang sekolah diisi dengan kegiatan berguna seperti berorganisasi.” Lalu dalam satu minggu ia membagi jadwalnya sebaik mungkin untuk berorganisasi “setiap hari saya pasti ada di salah satu organisasi yang saya ikuti. Bagaimana menjalani kegiatan berorganisasi. Yah pokoknya mengasyikan deh berorganisasi itu bukan Cuma di sekolah. jadi ia menganggap berorganisasi adalah hobi serta kebiasaan yang wajib dilakukannya untuk mengisi kekosongan waktu yang ada. atau di GP ini aja.gabung SG waktu aku SMP dulu sampe sekarang banyak banget yang udah aku dapat. tapi disemua organisasi yang aku ikutin ada kesenangan dan manfaat masing-masing didalamnya” 2. Seperti yang dikatakan IL sebelumnya bahwa ia merasa senang berorganisasi. Seperti Solar Generation yang memang dekat rumah saya.

Masalah pembagian waktu saya mah fleksibel aja sama semua yang menurut saya lebih prioritas pada waktunya. Dalam kesehariannya IL terbiasa untuk mengenal dunia luar dan memahaminya secara luas. Ia terbiasa untuk mengeksplor dirinya dengan banyak bertanya dan spontan. Di umurnya yang bari 17 tahun IL sudah dipercayai beberapa tanggung jawab seperti pernah menjadi wakil Solar Generation Indonesia mengikuti Skill share di Bangkok. Sejak SMP IL terbiasa bergaul dan berteman dengan orang yang umurnya lebih diatasnya. Selain itu IL juga sering dipercaya mengikuti kompetisi yang membawa nama sekolah. IL juga berteman dengan beberapa member Solar Generation Internasional. Hal ini terlihat dari nilai hasil belajar yang baik.3. Lagi pula menurut saya tugas pelajar bukan hanya belajar di akademik saja. tetapi juga sebagai penyeimbang bagi beberapa masalah sosial. Sesuai dengan aktivitasnya sebagai pelajar IL membagi waktu organisasi sebaik mungkin dengan tetap memprioritaskan pendidikan formal di sekolah. bagian dari youth environment wakil dari Solar Generation di kongres 42 . “buat saya prioritas utama adalah sekolah. sejak dulu saya diajarkan untuk unggul dalam semua hal jadi saya terbiasa untuk berusaha sebaik mungkin untuk jadi yang terbaik di semua tempat termasuk sekolah.” 4. Lagi pula dengan saya berorganisasi banyak pelajaran yang saya dapat ambil yang berhubungan dengan tugas saya sebagai pelajar. bagaimana aktualisasi diri terbentuk pada remaja yang aktif. strategi apa yang digunakan remaja untuk pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi. mengikuti kongres IPCC di Bangkok.

Ketika rapat SG ia termasuk orang yang sering bertanya dan cepat memberi tanggapan dan memberikan solusi. Observasi observasi langsung dilakukan peneliti pada saat wawancara dan ketika IL beraktivitas di organisasi di Solar Generation. duta TRAX Radio. IL sangatlah spontan dan cepat tanggap terhadap suatu masalah. dan membawa tas ransel. Dengan perawakan tinggi dan gendut. dengan menggunakan celana pendek. wajah yang oriental dan berkulit kuning langsat. Hal ini membuktikan bahwa IL adalah anak remaja yang aktif dan mampu mengaktualisasi dirinya. IL terlihat sangat apa adanya pada orang-orang yang dianggapnya sebagai keluarga merah. namun kurang leluasa pada orang-orang baru hal ini terlihat dari perlakuannya terhadap member baru SG yang belum ia kenal.UNFCCC di Bali.” d. IL menganggap teman-teman di Solar Generation adalah keluarganya dengan sebutan keluarga merah. Cita-cita saya adalah menjadi presiden . IL mempunyai kakak yang memang sudah dewasa dengan umur antara 21-27 tahun. Ide-idenya kebanyakan diterima dan dijadikan masukan yang diperhitungkan. sepatu sandal. IL terkesan akan sinis terhadap orang baru. Penampilan IL datang ke kantor Greenpeace cukup samtai. kaos. 43 . wakil dari sekolahnya dalam Youth Science Internasional di Bali dll. Dan IL menyatakan “menurut saya saat ini masih harus terus mengembangkan diri saya untuk terus berkarya selagi saya masih hidup dan menjadi manusia yang babas. rambut sebahu.

Anak ke-1 dari 3 bersaudara. Merupakan remaja yang aktif dan cerewat. Jakarta : Jawa : belum menikah : 14 Juni 2009 – 15 Juni 2009 : kantor Greenpeace 44 . Saat ini bersekolah di SMA 27 Jakarta kelas 3 IPS. 13 Mei 1992 : 1 dari 3 bersaudara : Islam : SMP 216. Alasan ia tinggal bersama neneknya karena jarak yang dekat dengan sekolahnya. Identitas subjek Nama Tempat tanggal lahir Anak keAgama Pendidikan Terakhir Suku Bangsa Status b. : SRA : Jakarta. gambaran umum responden 1 SRA adalah remaja perempuan berumur 17 tahun yang lahir dan besar di Jakarta.Dari pembicaraan dengan temannya IL senang menulis dan membaca karya sastra. dan setiap sabtu dan minggu menginap di rumah orang tuanya di Bekasi. RESPONDEN II Waktu wawancara dan observasi Tempat wawancara a. Saat ini tinggal bersama neneknya. 1.

berkulit hitam. Menganggap orang tuanya dan adik-adiknya adalah keluarga yang seru. SRA dekat dengan keluarganya walaupun tidak tinggal bersama. SRA juga sangat akrab dengan teman-temannya di Solar Generation. berwajah indonesia. “paling engga seminggu aku dateng ke kantor walapun lagi engga ada rapat atau kegiatan” wawancara berlangsung selama 1 jam sekitar 2 jam berikutnya digunakan peneliti untuk mengobservasi tingkah laku. c. Selain keluarga biologis yang menyenangkan ia memiliki keluarga di Solar Generation yang dia sebut dengan keluarga merah. SRA merupakan remaja yang modis dan feminim yang terlihat dari pakaiannya. yang dilakukan di kantor Greenpeace. Ia mengikuti beberapa organisasi dan juga sering dipercaya mewakili sekolahnya mengikuti kompetisi. Menurutnya kantor Greenpeace dan berkumpul dengan Solar Generatin merupakan kegiatan paling menarik sehingga jadi tempat yang paling sering dia datangi untuk berorganisasi dan berkumpul dengan teman-temannya yang sudah ia anggap sebagai keluarganya.SRA berperawakan sedang dan kurus. SRA termasuk remaja yang aktif dalam berorganisasi di sekolah dan di luar sekolah. dan aktivitas SRA di organisasi. merambut panjang dengan poni lulus ke depan. Selalu tampil ceria dan selalu tersenyum. Hasil 45 . Menganggap seluruh orang di Greenpeace sebagai kakaknya yang memberi dia inspirasi banyak tentang segala hal. wawancara wawancara berlangsung 2 kali.

bakatnya. Manfaat apa saja yang didapat remaja aktif berorganisasi. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dan menjawab pertanyaanpertanyaan penelitian yang telah diajukan dalam rumusan masalah. relasi yang banyak itu juga sangat menguntungkan. Jadi ia terbiasa melakukan sesuatu untuk mengisi kekosongan waktu. 1. jelaslah wawasan aku mungkin lebih banyak dan cara berpikiran aku juga gak mentok disatu sisi aja. jadinya kita juga terbiasa beradaptasi sama dunia baru diluar sana. Menurutnya organisasi merupakan wadah yang cukup positif untuk mengeksplorasi kamampuan. Seperti yang dikatakan sebelumnya manfaat yang didapat cukup bermanfaat bagi kehidupannya maka ia bertekat untuk bahwa organisasi adalah penting untuk diikuti. SRA merasa harus memiliki wawasan lebih dari teman-teman sebayanya agar dapat mengenal hidup. karena pengalaman yg didapat sama remaja umuran aku yg biasa aja yg idupnya cuma haha hihi jelas beda banget sama hidup aku sbg volunteer solgen. intinya dewasa sebelum waktunya! tapi positif! Hahah” 2.wawancara yang didapat akan dikelompokan dan dibagi kedalam 4 pokok bahasan. itu juga mempengaruhi pola pikirku yg mandang masalah dari banyak sudut yang unik” Selain dapat melihat dari sudut pandang yang lebih luas. SRA juga menganggap cukup penting untuk bergaul tidak hanya pada teman sebaya “dan gak hanya wawasan yang nambah. Menurutnya di umurnya yang sekarang dianggap paling produktif untuk melakukan sesuatu. Bagaimana menjalani kegiatan berorganisasi. Tetapi orang tuanya medukung dan juga 46 . “menurut aku berorganisasi penting bgt. SRA juga didukung oleh orang tua yang memberi kebebasan untuk dia menggali kemampuannya tidak hanya di sekolah tetapi di organisasi seperti Solar Generation. SRA adalah anak yang aktif dan mengaku paling malas berada di rumah lama-lama.

Orang tuanya akan mengingtkan SRA untuk tetap memprioritaskan sekolah. “jadi dia bisa mengkotak2kan mana waktunya belajar. Dan menganggap semuanya sebagai rutinitas yang menyenangkan. Selain itu strategi yang dilakukan dengan mengatur jadwal sebaikbaiknya. english club. ekskul. organisasi bahkan waktu bermain. clouds cheerleaders squad. osis. Walaupun ia menganggap bahwa ia biasa-biasa saja dalam akademik namun ia berusaha menunjukan bahwa dengan berorganisasi malah menjadikan dia lebih pintar. Ia menambahkan “karena lingkungan sekitar itu hal utama yg ngebentuk orang 47 . komunitas hijau.selalu mengontrol batasan SRA dalam berorganisasi. Dengan membuat timetable.” Seperti yang sudah SRA bilang sebelumnya cara termudahnya adalah mengatur jadwal dalam timetable. Sejak SMA kelas 1 SRA memilih untuk juga aktif berorganisasi. Seperti yang sudah ia katakan di awal bahwa semua organisasi pasti akan memberikan wawasan agar ia bisa melihat suatu hal dari berbagai sudut. Strategi yang dibuat SRA hanyalah dengan menjalani semuanya sesuai dengan aturannya. Organisasi merupakan wadah untuk berdisiplin dan belajar untuk jadi profesional. jadi menumbuhkan pribadi yg disiplin dan profesional. mading. SRA mengatakan “santai aja. modern dance. Selain ekstrakulikuler SRA juga aktif di OSIS dan juga bergabung dengan Solar Generation. Saat ini SRA mengikuti beberapa ekstrakulikuler di sekolah tari saman. semua pasti berjalan lancar kalau kita bisa menempatkan posisi yang tapat.” 4. “menurut aku setiap remaja harus punya timetable!” 3. bagaimana aktualisasi diri terbentuk pada remaja yang aktif. strategi apa yang digunakan remaja untuk pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi.

rambut panjang lurus sepinggang dengan poni menutupi dahinya.apalagi remaja jadi kalo lingkungannya negatif dia juga pasti ikuan. Dari hasil pengamatan. Jadi aktualisasi diri dibentuk karena kemauan dari diri sendiri untuk mengembangkan lingkup pergaulannya ke arah yang positif. 48 . Observasi observasi dilakukan pada wawancara dan saat ia sedang berkumpul dengan member Solar Generation. dan menggunakan tas yang ia buat sendiri. Ketika menjawab ertanyaan SRA menjawab dengan penuh antusiasdan tidak ragi-ragu menjawab pertanyaan. Saat rapat SRA adalah peserta rapat yang tidak terlalu banyak bicara namun ketika ditanya pemimpin rapat tetang ide. Penampilan SRA modis dengan menggunakan sepatu sendal. SRA juga sangat membantu Solar Generation dengan cara mengumpulkan banyak teman-temannya unutk ikut kegiatan Solar Generation yang sedang dibicarakan di rapat. wajah yang eksotis dan berkulit coklat gelap. SRA memberikan ide yang kreaif dan unik. hotpants. SRA adalah sosok periangyang cerewet. Perawakannya sedang dan kurus. begitu juga kebalikannya”. Bahkan SRA telah membuat komunitas yang merupakan project Solar Generation di Sekolahnya. d. tidak bisa diam. tanktop putih yang dipadu cardigan biru tua.

bagaimana mereka menjalani kegiatan berorgaisasi. Dalam suatu kegiatan yang positif pasti terdapat manfaat yang dapat diambil. IL sudah sejak kecil terbiasa untuk aktif dan produktif. IL juga lebih cepat tanggap terhadap masalah dan dapat menyelesaikan masalahnya sebaik mungkin sesuai cara yang ia pilih hal ini terlihat dari ia dapat memposisikan dirinya secara positif di masalah keluaga yang sidah ia hadapi sejak umur 8 tahun. A. ini tentu mempengaruhi perkembangan dan kemampuannya dalam berfikir dan menilai. RESPONDEN I (IL) a. Ia juga dapat memilih dan mempertanggungjawabkan 49 . ANALISIS 1. Organisasi memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap pola pikir IL yang luas. Analisis yang dilakukan penulis adalah analisis berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan penulis terhadap kedua subjek dan kesemuanya didukung dengan keterangan dari orang terdekat subjek yang mengetahui kegiatan subjek selama di Solar Generation.BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai analisis dan pembahasan dari kedua penelitian terhadap subjek yang dilakukan mengenai mamahami manfaat apa saja yang didapat remaja aktif berorganisasi. strategi apa yang digunakan remaja untuk pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi. dan bagaimana aktualisasi diri terbentuk pada remaja yang aktif. manfaat apa saja yang didapat remaja aktif berorganisasi. Ia mampu menilai hal dari sudut pandang yang luas bahkan lebih dari remaja seumurannya.

IL juga sangat mendapat dukungan dari orang sekitarnya dalam mengikuti organisasi. Menjalani kegiatan berorganisasi dianggapnya menyenangkan karena mengisi waktu dengan hal-hal yang berguna dan baru. Hal ini terlihat dari nilai hasil belajar yang baik. Pendidikan formal 50 . Ketidakpuasan IL juga merupakan pengaruh ia mengikuti organisasi di banyak tempat. Selain itu IL juga sering dipercaya mengikuti kompetisi yang membawa nama sekolah. Bagaimana menjalani kegiatan berorganisasi. Pendidikan di sekolah tetap jadi prioritas.pilihannya seperti yang ia tunjukan ketika harus meniggalkan sekolah selama 2 minggu untuk menghadiri skill Share di Thailand. b. Menurutnya anak muda seharusnya wajib untuk berorganisasi karena remaja adalah masa yang paling produkti dan mampu mengubah dunia. Dan juga ia mempunyai teman-teman dan juga guru yang membantu dia menggali kemampuannya di semua bidang. c. nilai-nilai di sekolahnya tetap baik. Sesuai dengan aktivitasnya sebagai pelajar IL membagi waktu organisasi sebaik mungkin dengan tetap memprioritaskan pendidikan formal di sekolah. Menurut IL organisasi adalah wadah untuk menyalurkan kemampuannya dan menggali potensi yang tidak ia dapatkan dari sekolah formal. Namun ia menganggap organisasi adalah strategi untuk menghadapi masa depan dan pendidikan yang sedang ia jalani sekarang. Dengan beberapa organisasi yang ia ikuti ia jalani sebisa mungkin tanpa mengganggu kegiatan belajarnya. IL juga spontan dalam bertindak. Orang tuanya mendukung sepenuhnya kegiatannya baik moril dan materil. strategi apa yang digunakan remaja untuk pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi. Dan ia menganggap bahwa tugas anak muda tidak hanya belajar di pendidikan formal tapi juga sebagai penyeimbang keadaan sosial seperti melawan dampak perubahan iklim yang ia perjuangkan di Solar Generation.

Hal ini membuktikan bahwa IL adalah anak remaja yang aktif dan mampu mengaktualisasi dirinya. Dengan berorganisasi membentuk pola perilaku yang unik an berbeda dari remaja seumurannya karena ia bertemu dan sering berdiskusi dengan orang-orang yang lebih tua dan lebih banyak tau. bagaimana aktualisasi diri terbentuk pada remaja yang aktif. Dan tidak hanya wawasan yang luas yang ia dapat dalam berorganisasi. bagian dari youth environment wakil dari Solar Generation di kongres UNFCCC di Bali. SRA juga 51 . Masa dimana ia harus mengeksplorasi dirinya untuk membuat suatu hal yang berguna. IL merupakan salah satu anak muda yang mau berkembang dan selangkah lebih maju dari remaja seumurannya. Hal ini merupakan beberapa ciri yang ada dari orang-orang yang teraktualisasi diri. d. Ia tidak ingin menjadi anak remaja yang hanya bisa bersenang-senang tanpa berbuat sesuatu. duta TRAX Radio.tidaklah cukup untuk belajar. Jadi sekolah dan organisasi selalu berjalan berkesinambungan. Di umur SRA yang 17 tahun. wakil dari sekolahnya dalam Youth Science Internasional di Bali dll. Ia terbiasa untuk mengeksplor dirinya dengan banyak bertanya dan spontan. 2. mengikuti kongres IPCC di Bangkok. ia adalah bagian anak remaja yang produktif. Manfaat apa saja yang didapat remaja aktif berorganisasi. Mengisi kekosongan waktu dengan hal yang berguna merupakan cara yang sangat bermanfaat. Di umurnya yang bari 17 tahun IL sudah dipercayai beberapa tanggung jawab seperti pernah menjadi wakil Solar Generation Indonesia mengikuti Skill share di Bangkok. RESPONDEN II (SRA) a.

Walaupun ia menganggap bahwa ia biasa-biasa saja dalam akademik namun ia berusaha menunjukan bahwa dengan berorganisasi malah menjadikan dia lebih pintar. c. Itu menurutnya cara yang efektif untuk mengatur jadwal. Dengan mampu menempatkan diri di posisi yang epat pasti semuanya akan berjalan lancar. Disertai kemauan yang kuat untuk menggali kemampuan SRA menjalani kegiatan organisasi dengan semaksimal mungkin tanpa mengganggu pendidikan formalnya. Bagaimana menjalani kegiatan berorganisasi. Lagipula orang terdekatnya yang mendukung pasti akan mengingatkan dia untuk tetap menprioritaskan pendidikan. Dengan cara itu ia juga belajar untuk berdisiplin dan pofesional. strategi apa yang digunakan remaja untuk pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi. Adaptasi yang baik juga dapat terbentuk dari berorganisasi. Solar Generation dll. ekskul. SRA juga mendapat kontrol dari orang tua yang tetap memprioritaskan pendidikan formal jadi apabila SRA mengabaikan sekolah orang tuanya akan mengingatkan dia. Strategi yang dibuat SRA hanyalah dengan menjalani semuanya sesuai dengan aturannya. Dan menganggap semuanya sebagai rutinitas yang menyenangkan.mendapatkan relasi yang banyak dan juga menguntungkan bagi masa depannya kelak. b. d. SRA dalam mengatur jadwalnya ia membuat timetable dengan mengkotak-kotakan waktu belajar. bagaimana aktualisasi diri terbentuk pada remaja yang aktif. OSIS. 52 . SRA sangat mendapat dukungan dari orang tuanya dalam melakukan hal yang positif.

mengumpulkan dan menggali keahlian. Seperti mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat dan berguna. Dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap kedua responden manfaat yang di dapat cukup beragam dan banyak.Organisasi merupakan wadah untuk berdisiplin dan belajar untuk jadi profesional. dan profesional. Sejak SMA kelas 1 SRA memilih untuk juga aktif berorganisasi. belajar bertanggung jawab. selain itu juga menambah wawasan. mau menggali kemampuannya dengan tidak pernah puas dalam mengikuti organisasi yang menurutnya masih belum menunjang dirinya di masa depan kelak. menambah relasi. hal ini dikarenakan di Solar Generation memiliki ragam umur 53 . SRA adalah remaja yang kreatif dalam memunculkan ide-ide. spontan dalam mengambil tindakan yang dianggapnya tepat. B. Manfaat yang sudah dijelaskan di awal jelas terbukti pada respoden yang aktif dalam berorganisasi. Manfaat yang didapat tentu akan mempengaruhi pola pikir yang berkesinambungan dengan terbentuknya aktualisasi diri pada diri remaja. mengalihkan pikiran dari masalah keluarga ke hal-hal yang bermanfaat. manfaat apa saja yang didapat remaja aktif berorganisasi Remaja yang aktif dalam berorganisasi memiliki banyak manfaat bila dapat mengaturnya dengan sebaik-baiknya. Jadi aktualisasi diri dibentuk karena kemauan dari diri sendiri untuk mengembangkan lingkup pergaulannya ke arah yang positif. tidak mudah putus asa hal ini ditunjukan ketika ia membangun sendiri kominitas di sekolahnya walau harus berhadapan dengan tema-teman yang kurang tertarik dan birokrasi yang sulit. PEMBAHASAN 1. Kedua subjek menggap bahwa dengan berorgonisasi di Solar Generation khususnya. disiplin. mereka mendapatkan pengetahuan yang lebih dari organisasi lainnya yang mereka ikuti.

Mereka berpandangan bahwa ada beberapa hal yang tidak di dapat dati dunia 54 . Kakak-kakak yang ada di Solar generation sering mengingatkan dan mengajarkan mereka banyak hal yang mempengaruhi pola pikir mereka secara sadar maupun tidak sadar. Dari berorganisasi remaja dapat lebih membuka diri dan lebih bias beradaptasi daripada remaja yang hanya mementingkan akademis. Remaja yang aktif dalam berorganisasi mengharapkan suatu masukan ilmu di luar ilmu pendidikan. dan tujuan organisasi. dan kedua subjek merupakan member yang terhitung paling muda.yang tidak sama. yang pada akhirnya akan membentuk budaya organisasi yang sejalan dengan visi. Dari beberapa pengertian tentang organisasi dapat diketahui bahwa dalam organisasi terdapat interaksi atau hubungan antarindividu dan antarkelompok untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan bersama. Interaksi antar orang atau antar kelompok yang memiliki nilai serta latar belakang yang berbeda-beda akan saling memengaruhi satu sama lain sehingga membentuk suatu nilai baru yang akan melandasi perilaku individu untuk bersama-sama mencapai tujuan organisasi. Dengan demikian. etika organisasi dapat pula diartikan sebagai pola sikap dan perilaku yang diharapkan dari setiap individu dan kelompok dalam organisasi. Maka dari hasil penelitian yang dilakukan dan berdasarkan fakta-fakta yang didapat oleh peneliti melalui wawancara dan observasi membuktikan bahwa organisasi memang memberikan manfaat yang cukup banyak dan berdampak baik apabila mampu dalam mengontrol waktu. misi.

Wawasan yang cukup merupakan salah satu syarat untuk menjadi diri yang mampu menghadapi zaman yang semakin pesat berkembang. Menurut keduanya berkumpul di Solar Generation tidak hanya berbincangbincang hal yang tidak berguna. Di era globalisasi ini remaja dituntut untuk aktif.pendidikan formal melainkan didapat dari mulai mengeksplorasi keahlian mereka di organisasi dan belajar dari organisasi. sastra. mereka mengatakan bahwa mereka sering berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai masalah sosial. Oleh sebab itu kedua subjek merasa mendapatkan banyak sekali manfaat dari berorganisasi yang belum tentu didapat dari kegiatan lain yang juga bermanfaat. apa lagi di Solar Generation yang sudah dianggap keduanya sebagai kelarga mereka sendiri. baik sebagai penyeimbang. jadi ketika tidak ada kegiatan pun mereka tetap datang untuk berkumpul. maupun pelengkap dari pendidikan formal dan informal. Organisasi sudah menjadi kebiasaan untuk mengisi waktu. Organisasi merupakan keharusan untuk menunjang semua sisi kehidupan. Hal yang sama juga di ungkapkan keduanya ketika membahas bahwa sebagai anak muda di wajibkan ambil bagian dari perubahan karena semua perubahan berawal dari pergerakan khususnya anak muda. remaja aktif merupakan cikal bakal dari sebuah 55 . 2. Tidak hanya aktif dalam akademis namun juga dalam ekstrakulikuler ataupun organisasi yang dapat memperluas wawasan bagi remaja itu sendiri. Bagaimana mereka menjalani kegiatan berorganisasi Dalam menjalani kegiatan di organisasi dilakukan dengan sepenuh hati karena menurut kedua subjek menganggap organisasi merupakan kegiatan yang mengasyikan. dan lingkungan.

spontan dalam mengambil tindakan yang dianggapnya tepat. Keluarga mereka pun memberikan mereka kebebasan sekaligus batasan untuk mengontrol anaknya dalam berorganisasi.unila. bagaimana aktualisasi diri terbentuk pada remaja yang aktif Organisasi merupakan wadah untuk berdisiplin dan belajar untuk jadi profesional. Sedangkan SRA memilih untuk membuat timetable. IL mengatakan bahwa dalam mengatur waktu harus fleksibel dan bertanggung jawab. 4. Berorganisasi adalah salah satu yang menjadikan remaja dapat dikatakan aktif. Sejak SMA kelas 1 SRA memilih untuk juga aktif berorganisasi. mau menggali kemampuannya dengan tidak pernah puas dalam mengikuti organisasi yang menurutnya masih belum menunjang dirinya di masa depan kelak.ac. SRA adalah remaja yang kreatif dalam memunculkan ide-ide.id/Berita/berita_depan) 3. strategi apa yang digunakan remaja untuk pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi Untuk beberapa remaja dalam mengatur jadwal sekolah dan kegiatan di luar akademik sepeti ekstrakulikuler. Namun bagi kedua subjek ini merupakan suatu tanggung jawab yang harus mereka terima karena memilih berorganisasi. karena kesiapan generasi muda sebagai generasi penerus. organisasi. tidak mudah putus asa hal ini 56 . Generasi muda sebagai generasi penerus dari suatu bangsa merupakan faktor utama yang harus diperhatikan dalam perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut mereka disini justru salah satu tantangan dari berorganisasi karena mereka harus mampu memilah-milah mana yang lebih prioritas.generasi yang unggul.(http://www. bermain dirasa sulit karena terkadang siswa sulit memilih mana yang lebih prioritas.

Sebagai akibatnya. dan menyebabkan terjadinya simbolisasi yang menyimpang atau yang diputarbalikkan yang menyebabkan terjadinya intergrasi yang salah atau tidak wajar dalam jati dirinya. akan tetapi merupakan introyeksi dari orang tua. tidak bahagia.ditunjukan ketika ia membangun sendiri kominitas di sekolahnya walau harus berhadapan dengan tema-teman yang kurang tertarik dan birokrasi yang sulit. Rogers sangat percaya dan optimis terhadap sifat alami manusia. dan teman. proses penyuluhan non-direktif memungkinkan individu bisa menemukan perasaannya yang sejati mengenai kehormatan dirinya yang positif serta kondisi-kondisi harga dirinya (Naisaban. Oleh karena itu. dan tidak mampu merealisasikan secara penuh potensi-potensinya. dan meningkatkan diri sendiri. Namun. individu akan berkembang dalam gerak maju dan punya car-cara untuk menyesuaikan diri. banyak nilai dan sikap bukan merupakan buah dari pengalaman langsung diri sendiri. Jadi aktualisasi diri dibentuk karena kemauan dari diri sendiri untuk mengembangkan lingkup pergaulannya ke arah yang positif. Dia yakin bahwa dorongan paling dasar adalah aktualisasi. yaitu memelihara. ANALISA PATTERN MATCHING 57 . menegakkan. Dia percaya bahwa dengan memberikan satu kesempatan. banyak individu terbelah. Dari penjelasan Kerangka Berfikir pada Bab II dikatakan terdapat 19 karakteristik manusia yang teraktualisasi diri. 2004). C. Dari hasil penelitian tergambar bahwa subjek sedang mengaktualisasi dirinya dengan aktif di organisasi. guru. mempertahankan diri.

Pada sub bab ini.Data yang ditemukan oleh peneliti selama penelitian telah dijelaskan pada sub bab di atas. 2002:140) Data pertama yang disajikan berikut adalah tentang manfaat apa saja yang didapat remaja aktif berorganisasi. peneliti meringkas fakta apa saja yang ditemukan pada penelitian yang sesuai dengan teori-teori yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. manfaat apa saja yang didapat remaja aktif berorganisasi mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat dan berguna. mengalihkan pikiran dari masalah X X X X X X X X X X X X Subjek 1 X Subjek 2 X keluarga ke hal-hal yang bermanfaat menambah relasi. 4. Untuk memudahan pengecekan. Mengumpulkan dan menggali keahlian menambah wawasan. 3. Data yang diperoleh dalam bentuk deskriptif akan dilanjutkan dengan analisa yang menggunakan pettern matching (analisa perjodohan) yng berorientasi pada perbandingan dua pola yang berdasarkan konsep teoretik yang digunakan (Yin. 58 . peneliti menggunakan analisis perjodohan. Data tersebut merupakan fakta yang terdapat di lapangan atauun dalam kehidupan nyata.1 manfaat apa saja yang didapat remaja aktif berorganisasi No. 8. 2. 6. belajar bertanggung jawab. Belajar profesional. Belajar Disiplin. Tabel 1. 5. 1. 7.

2 Bagaimana mereka menjalani kegiatan berorganisasi No. 4. 3. Dari tabel 1. Manfaat tersebut pasti akan berpengaruh pada perilaku dan psikologis mereka. 1. Tabel 1. Bagaimana mereka menjalani kegiatan berorganisasi Menganggap organisasi merupakan kegiatan yang mengasyikan Mendapat menfaat yang belum tentu didapat dari kegiatan lain Menganggap organisasi merupakan penunjang pendidikan formal Penting menjadi anak muda yang Subjek 1 X X X X Subjek 2 X X X ambil bagian dari perubahan. 59 .2 dapatdilihat bahwa mereka menjalani dengan alasan-alasan yang hampir sama.Dari tabel 1. Sehingga karaker yang terbentuk didapatkannya di organisasi. Selanjutnya Bagaimana mereka menjalani kegiatan berorganisasi apakah mereka mempunyai pandangan khusus tentang kegiatan yang ia lakukan. 2.1 dapat dilihat bahwa kedua subjek mendapat manfaat yang hampir sama dalam berorganisasi.

5. 3. Orang tua SRA juga sering mengingatkan ketimbang orang tua IL. Mampu memilah mana yang prioritas Fleksibel Timetable Pendidikan dan organisasi saling berkesinambungan Orang tua mengingatkan X X X X X X X Subjek 1 Subjek 2 Dari tabel 1. 1. 4.4 60 . Sedangkan srtategi yang lain seperti pengaturan waktu yang fleksibel pada IL dan menggunakan timetable pada SRA. strategi apa yang digunakan remaja untuk pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi 1. Kedua subjek memiliki ciri dan gambaran aktualisasi yang berbeda-beda.3 strategi apa yang digunakan remaja untuk pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi No. Serta apa yang terbentuk dalam akualisasi diri masing-masing subjek.3 dapat dilihat strategi yang digunakan remaja untuk pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi pertama adalah dengan mampu memilahmana yang lebih prioritas dan pendidikan dan organisasi saling bekesinambunan.1. 2.

15. 7. Proses tersebut terbentuk dari lingkungan sekitarnya yang dalam konteks ini tempat oeganisasi mereka juga berpengaruh membentuk perilaku mereka seperti yang terlihat saat ini. 2. 6. 11. 4. 10. 61 . Dari bagaimana aktualisasi diri terbentuk pada remaja Subjek 1 Sunjek 2 yang aktif dan ciri aktualisasi apa yang terbentuk Bergaul dan berteman dengan semua golongan X X Memiliki persepsi yang jelas tentang hidup X Spontan X Keterpusatan pada masalah X Mandiri X X Memiliki pengalaman puncak X X Memiliki rasa kekeluargaan X X Mau belajar X X Kreatif X X Memahami kemampuan diri X Merasa tidak puas X Mampu membedakan yang prioritas X Bersahabat X Idealis X X Mau mengambil risiko X X ciri-ciri yang dijabarkan diatas tentang aktualisasi diri terbukti bahwa kedua subjek yang masih remaja memiliki kecenderungan untuk mengakualisasi dirinya. 1. Aktualisasi diri tersebut terbentuk dari proses kognisi dan persepsi mereka.bagaimana aktualisasi diri terbentuk pada remaja yang aktif dan ciri aktualisasi apa yang terbentuk No. 3. 5. 12. 13. 9. 8. 14.

A. dengan mengacu pada hasil wawancara. Proses ini sudah dilakukannya sejak kecil yang 62 . Subjek 1 Pada subjek pertama dapat disimpulkan bahwa IL adalah seorang remaja yang sedang mengaktualisasi diri. observasi dan teknik triangulasi.BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan dan sarn-saran pada masing-masing subjek yang brkaitan dengan hasil penelitian. Kesimpulan Persubjek 1.

Selain itu IL juga sudah terbiasa untuk dididik untuk jadi yang unggul dan terus berusaha untuk mencapai yang paling baik. subjek 2. Kita dapat lihat ketika ia berkata citacitanya adalah menjadi presiden atau sekjen PBB. menurutnya apa yang sudah ia dapatkan sekarang kebanyakan ia dapat dari berorganisasi. bagaimana mereka menjalani kegiatan berorganisasi. SRA sudah menunjukan beberapa ciri orang yang teraktualisasi diri. dengan perubahan visi awal tersebut membuktikan bahwa sadar atau tidak sadar SRA membentuk sudut pandang baru yang lebih luas dan terbuka menuju aktualisasi diri. kesimpulan keseluruhan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat remaja aktif berorganisasi. B. Dilihat dari ciri-ciri yang orang yang teraktualisasi terbukti bahwa terdapat banyak ada pada IL yang juga teraktualisasi.pada awalnya bertujuan untuk mengalihkan pikirannya dari masalah keluarga. bagaimana 63 . Pada subjek kedua dapat disimpulkan bahwa SRA adalah remaja aktif dengan tekat awal ingin menyibukan diri dan memulainya dengan jalan berorganisasi dan menjadi volunteer di Solar Generation. 2. hingga saat ini tekatnya adalah remaja yang mau ambil bagian dari suatu anak muda yang menuntut perubahan. Dapat disimpulkan pula bahwa kegiatan berorganisasi yang dilakukan IL sejak dulu mempengaruhi perilaku serta perkembangan pola pikirnya yang menuju aktualisasi diri.

Karena proses ini maka akan terbentuk proses aktualisasi diri. Sarn Penelitian Sebagi langkah awal. C. pola komunikasi dalam sebuah organisasi. Dari berorganisasi mereka juga mendapatkan pemahaman yang lebih dan dapat beradaptasi dengan baik di situasi baru dan siap mengkadapi masalah-masalah yang terjadi di organisasi. Karena pilihan mereka untuk berorganisasi.strategi pembagian waktu bersekolah dengan keaktifan berorganisasi. Dari hasil wawancara dan observasi langsung yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa kedua subjek yang saat ini aktif berorganisasi mendapat banyak manfaat dari mengikuti organisasi karena sampai saat ini mereka dapat mengatur waktu dan kebutuhan yang lebih prioritas antara akademik. penelitian ini masih kurang dan masih banyak yang harus dilakukan untuk penyempurnaan. dan berorganisasi. hal-hal yang sebaiknya dilakukan apabila ingin melanjutkan penelitian berikutnya adalah : 1. maka mereka belajar untuk disiplin dan bertanggung jawab. dan lain-lain. pada penelitian selanjutnya juga bisa menggunakan variabel psikologis yang lain misalnya meneliti motivasi dalam berorganisasi. serta bagaimana aktualisasi diri terbentuk pada remaja yang aktif yang ada di Solar Generation (sebagai sample). 2. Oleh karena itu. pada penelitian selanjutnya bisa juga digunakan alat tes psikologis seperti TAT agar dapat mengetahui lebih dalam tentang kepribadian subjek juga 64 . ekstrakulikuler.

mungkin juga dilakukan dengan metode pendekatan lain seperti metode kuantitatif jika memungkinkan karena menurut sumber dan pengalaman yang didapat peneliti bahwa ada banyak organisasi anak muda.bisa menggunakan tes Grafis untuk mengetahui lebih banyak tentang pribadi subjek. Tugas Metode Penelitian Kualitatif Proposal 65 . 3.

AC5004 Psikologi YAI (2009) 66 .Ajeng Noviandini 0724090051 Kamis. 11:10 – 12:50.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful