ALAT-ALAT MEMBATIK

PERLENGKAPAN MEMBATIK TRADISIONAL
Kain batik yang indah dan menarik tentunya tidak lepas dari bagaimana kelihaian tangantangan pengrajin dalam mengolahnya. Berbagai macam cara dapat dilakukan untuk menciptakan karyaseni tradisional ini dan tentunya dengan keuletan dalam menggunakan teknik-teknik tradisional alami yang mampu menghasilkan kain batik dengan cecegceceg yang membentuk suatu pola motif indah akan membuat nilai dari batik tersebut menjadi tinggi dibandingkan dengan pembuatan batik menggunakan teknik moderen seperti cap, printing, sablon dan sebagainya. Dalam pembuatannya ada beberapa hal atau dalam bahasa inggrisnya weapon’s tertentu yang harus dipersiapkan. Pada kesempatan ini saya akan memncoba menjelaskan mengenai peralatan apa saja yang diperlukan dalam membuat suatu karya seni batik tradisional. A.Bandul Bandul dibuat dari timah, atau kayu, atau batu yang dikantongi. Fungsi pokok bandul ialah untuk menahan mori yang baru dibatik agar tidak mudah tergeser ditiup angin, atau tarikan si pembatik secara tidak disengaja. Jadi tanpa bandul pekerjaan membatik dapat dilaksanakan B.Dingklik Dingklik merupakan tempat duduk orang yang membatik, tingginya disesuaikan dengan tinggi orang duduk saat membatik C. Gawangan Gawangan terbuat dari kayu atau bamboo yang mudah dipindah-pindahkan dan kokoh. Fungsi gawangan ini untuk menggantungkan serta membentangkan kain mori sewaktu akan dibatik dengan menggunakan canting D. Wajan Wajan ialah perkakas untuk mencairkan “malam” (lilin untuk membatik). Wajan dibuat dari logam baja, atau tanah liat. Wajan sebaiknya bertangkai supaya mudah diangkat dan diturunkan dari perapian tanpa mempergunakan alat lain. Oleh karena itu wajan yang dibuat dari tanah liat lebih baik daripada yang dari logam

B. A. terbuat dari bambu. Canting ini sangat menentukan nama batik yang akan dihasilkan menjadi batik tulis. Apabila mempergunakan anglo. Taplak Taplak berfungsi untuk menutup dan melindungi paha pembatik dari tetesan lilin malam dari canting. Kemplongan Kemplongan merupakan alat yang terbuat dari kayu yang berbentuk meja dan palu pemukul alat ini dipergunakan untuk menghaluskan kain mori sebelum di beri pola motif batik dan dibatik. Tepas ialah alat untuk membesarkan api menurut kebutuhan . Tepas Tepas ini tidak dipergunakan jika perapian menggunakan kompor. Anglo ialah alat perapian sebagai pemanas “malam”. Kompor dibuat dari Besi dengan diberi sumbu. G. keren inilah yang banyak dipergunakan orang di desa-desa. F. Tepas dan ilir pada pokoknya sama. Jika mempergunakan kayu bakar anglo diganti dengan keren .. Tetapi wajan tanah liat agak lambat memanaskan “malam”. hanya berbeda bentuk. Canting Canting merupakan alat untuk melukis atau menggambar dengan coretan lilin malam pada kain mori. Alat ini terbuat dari kombinasi tembaga dan kayu atau bamboo yang mempunyai sifat lentur dan ringan . C. Tepas berbentuk empat persegi panjang dan meruncing pada salah satu sisi lebarnya dan tangkainya terletak pada bagian yang runcing itu. Anglo(Kompor) Anglo dibuat dari tanah liat. maka bahan untuk membuat api ialah arang kayu. digunakan juga ilir. Selain tepas.karena tangkainya tidak mudah panas. Keren pada prinsipnya sama dengan anglo. atau bahan lain. tetapi tidak bertingkat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful