PENDAHULUAN Administrasi pembangunan merupakan gabungan dua pengertian, yaitu (1) administrasi, yang berarti segenap proses penyelenggaraan dari

setiap usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu; dan (2) pembangunan, yang merupakan rangkaian usaha perubahan dan pertumbuhan yang berencana yang dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara, dan pemerintahan menuju

modernitas dalam rangka pembinaan bangsa. Gabungan kedua pengertian tersebut mengandung beberapa pokok pikiran sebagai berikut. 1. Pembangunan merupakan suatu proses. Oleh karena itu, harus dilaksanakan secara terus-menerus, berkesinambungan, pentahapan, jangka waktu, biaya, dan hasil tertentu yang diharapkan. 2. Pembangunan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan merupakan hasil pemikiran sampai pada tingkat rasionalitas tertentu. 3. Pembangunan dilaksanakan secara berencana. 4. Pembangunan mengarah pada modernitas dan bertujuan untuk menemukan cara hidup yang lebih baik dari sebelumnya, lebih maju, serta dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi atau iptek. 5. Pembangunan mempunyai tujuan yang bersifat multidimensional, meliputi berbagai aspek kehidupan bangsa dan negara, terutama aspek politik, ekonomi, sosial-budaya, serta pertahanan dan keamanan. 6. Pembangunan ditujukan untuk membina bangsa. Secara umum, administrasi pembangunan diartikan sebagai bidang studi yang memelajari sistem administrasi negara di negara yang sedang membangun serta upaya untuk meningkatkan kemampuannya. Sementara dari sudut praktis, administrasi pembangunan merangkum dua kegiatan besar dalam satu pengertian, yaitu administrasi dan pembangunan. Selanjutnya, pengertian hukum administrasi pembangunan menurut Prof. Prajudi Atmosudirdjo adalah sebagai berikut. 1. Hukum administrasi pembangunan merupakan hukum administrasi negara

pelaksanaan.yang diarahkan untuk mendukung proses pembangunan. pengendalian. pembiayaan. Setidaknya terdapat empat kecenderungan yang mengarahkan administrasi negara kepada administrasi pembangunan. Di sini dikembangkan sistem analisis administrasi negara terhadap administrasi pembangunan. 3. Administrasi negara mengembangkan penelaahan mengenai sikap dan peranan birokrasi (behavioral approach). Definisi yang diberikan oleh Prof. dalam arti untuk keperluan keberhasilan pembangunan. Prajudi ini adalah pengertian yang paling dapat mengakomodasi berbagai pendapat yang diberikan oleh para ahli bidang ilmu administrasi. Hukum administrasi pembangunan merupakan hukum administrasi negara yang diarahkan untuk penyempurnaan administrasi negara agar berkemampuan mendukung proses pembangunan. yang dimulai dari perumusan kebijaksanaan. Perhatian administrasi negara mengarah kepada masalah-masalah pelaksanaan dan pencapaian tujuan pembangunan. yang meliputi: hukum untuk perencanaan. dan evaluasi. atau kelompok dalam birokrasi diambil. tujuan diterapkannya administrasi pembangunan adalah untuk mencapai kemajuan pembangunan yang menuju modernisasi. 2. 1. penggunaan teknik-teknik kuantitatif dan analitis dalam administrasi negara. sedangkan administrasi pembangunan ditujukan untuk negara berkembang. Kecenderungan melakukan pendekatan manajemen dalam administrasi negara. Selain itu. seseorang ditelaah tentang dikembangkan. Kecenderungan-kecenderungan tersebut adalah sebagai berikut. 2. serta berbagai masalah hubungan manusia. Hal ini karena administrasi pembangunan lahir dan merupakan penyempurnaan dari administrasi negara untuk dapat diterapkan di negara berkembang. juga bagaimana keputusan dan pengetahuan . instrumen pelaksananya hingga pelaksanaan pembangunan itu sendiri. tersebut. Atau dapat pula dikatakan bahwa administrasi negara adalah ditujukan bagi negara maju.

pergeseran dari semua pendekatan tersebut ke pendekatan ekologis. Administrasi negara memberikan tekanan kepada ekologi sosial dan kultural.4. Dari segi ekonomi: a. Riggs memandang bahwa administrasi negara untuk negara berkembang mempunyai pola perilaku yang berbeda dengan negara maju. 2. 2. Keempat Kecenderungan kecenderungan tersebut saling kepada terkait satu sama untuk lain dan kecenderungan tersebut mengarah administrasi pembangunan. Riggs mencatat setidaknya ada tiga kecenderungan dalam administrasi pembangunan. Harus pula tetap dipahami bahwa administrasi pembangunan masih mendasarkan diri pada administrasi negara dan peralatan analisis administrasi negara sehingga administrasi pembangunan belum dapat dipisahkan dari administrasi negara. . struktur perekonomiannya agraris. struktur. yang menyangkut sistem. pergeseran dari pendekatan ideologis ke arah pendekatan nomotetis. 1. Dari segi politik: a. dan c. b. dan 3. pergeseran dari pendekatan normatif ke pendekatan empiris. yaitu: 1. Negara berkembang sendiri memiliki ciri-ciri yang dapat ditinjau dari tiga aspek sebagai berikut. dan usaha-usaha ke arah modernisasi guna mencapai kehidupan yang sejahtera secara sosial dan ekonomi. dan fungsi. sebagian besar rakyatnya belum mempunyai kesadaran berpolitik serta lebih mengutamakan kepentingan pribadi. tidak adanya stabilitas di bidang politik. Fred W. kesadaran bernegara sebagian rakyatnya masih rendah dan lebih mengutamakan hak daripada kewajibannya dalam kehidupan bernegara. Administrasi pembangunan dikembangkan sebagai konsekuensi dari adanya ketimpangan antara administrasi pemerintahan di negara maju dengan administrasi pemerintahan di negara berkembang. mendukung administrasi pembangunan berorientasi pembangunan.

PERMASALAHAN Fred W. William J. pengangkatan dan pemberhentian pegawai didasarkan pada suatu standar tertentu atau dikenal dengan istilah meryt system. c. 3. Riggs bersama para ahli administrasi negara. persentase pertambahan pertumbuhan ekonomi. Sementara pada negara berkembang. dan e. kurangnya manajerial dan keahlian teknologi. mayoritas tingkat pendidikan masyarakat rendah. mayoritas penduduk tergolong kaum tradisional. berlaku prinsip legal rational impersonal. hubungan satu sama lain dalam pemerintahan di negara berkembang didominasi oleh praktik yang dikenal dengan istilah bureaucratic click dan patron client relationship. 2. Smith. perbedaan-perbedaan antara keduanya dalam hal administrasi pemerintahan.b. yaitu penyelesaian persoalan di dalam dan di luar kantor melalui cara-cara yang tidak legalformal. b. 1. antara lain John D. mobilitas sosial rendah serta tantangan untuk melihat dunia luar sangat minim. dan c. Pada negara maju. dan Edward W. di mana setiap persoalan diselesaikan dalam kantor/kedinasan serta berdasarkan hukum yang berlaku. Weidner. Dari segi sosial budaya: a. Milton Esman. Montgomery. Ralph Braibanti. pengangkatan dan pemberhentian pegawai terjadi karena birokrasi atau nepotisme. Sebaliknya. d. Pada negara maju. Hasil studi banding antara negara maju dan negara berkembang tersebut mengungkap adanya berikut. membentuk kelompok studi perbandingan administrasi (Comparative Study Administration Group/CAG). pendapat nasional perkapitanya rendah. Perbedaan tersebut adalah sebagai penduduk lebih besar dibandingkan . sebagian besar masyarakat tergolong tenaga kerja tidak terdidik.

sementara hal ini tidak terjadi pada administrasi pemerintahan di negara berkembang. Akan tetapi. dan lemahnya fungsi lembaga pengawasan sehingga banyak kelemahan birokrasi yang belum menampakkan tanda-tanda dilakukannya perbaikan. Kurangnya komitmen . Demikian pula halnya di memasuki tahun kesembilan sejak reformasi digulirkan. Administrasi pemerintahan maupun Indonesia.3. 5. Birokrasi yang telah dibangun oleh tidak menjamin pemerintah sebelum era reformasi telah membangun budaya birokrasi yang kental dengan (KKN). semua penawaran dan permintaan terjadi melalui mekanisme informal market.tanda kemajuan yang berarti. efektivitas dalam hal administrasi tidak diikuti oleh efisiensi. perbaikan birokrasi pemerintah belum memperlihatkan tanda. hingga pelayanan publik yang birokratis seolah telah menjadi karakteristik yang melekat negara berkembang. pemerintahan pascareformasi pun keberlangsungan reformasi birokrasi terealisasi dengan baik. dan nepotisme (KKN). reformasi birokrasi menjadi isu yang sangat kuat untuk direalisasikan. Tidak demikian halnya pada negara berkembang. Terlebih lagi. Dalam segala aspek yang berhubungan dengan pemerintahan. Hal ini tercermin dari masih tingginya penyalahgunaan kewenangan dalam bentuk korupsi. administrasi pada negara maju juga berjalan efisien. Birokrasi menjadi suatu permasalahan tersendiri dalam kaitannya dengan hukum administrasi di berbagai negara pembangunan. Pada negara maju. Selain efektif. diferesiansi fungsi dalam administrasi pemerintahan terlihat dengan jelas dan tegas. Berbagai macam penawaran dan permintaan yang berkaitan dengan urusan administrasi pemerintahan di negara maju dilakukan dalam mekanisme formal market. kolusi. birokrasi pemerintah Indonesia terhadap krisis multidimensi yang telah memberikan sumbangsih yang sangat Indonesia besar dalam kondisi keterpurukan bangsa berkepanjangan. 4. tidak efisiennya organisasi pemerintahan di pusat dan daerah. Sementara di negara berkembang. rendahnya kualitas pelayanan publik.

ANALISIS Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan. justru merindukan pemerintahan Orde Baru yang dinggap dapat memberikan kemapanan kepada masyarakat. dan pada hampir semua aktivitas. Salah satu penyebab ketidakprofesionalan tersebut adalah adanya ketidakseimbangan antara kewenangan. yang Ketidakseimbangan tinggi di kalangan ini pada akhirnya mengakibatkan kecenderungan pegawai pemerintah untuk menyalahgunakan kewenangan dan bersikap apatis atau tidak termotivasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. berbagai upaya yang serius dan tegas diperlukan untuk memperbaiki birokrasi negara ini. Birokrasi di dalam menyelenggarakan tugas dan pembangunan tersebut. sebagian masyarakat Indonesia saat ini. Oleh karena itu. pemerintahan dan birokrasi yang dimaksudkan untuk melaksanakan tugas-tugas umum masyarakat.pemerintah pascareformasi terhadap reformasi birokrasi ini cenderung berbanding lurus dengan kurangnya komitmen pemerintah terhadap pemberantasan KKN yang sudah menjadi penyakit akut dalam birokrasi pemerintahan Indonesia selama ini. hak. walaupun hanya kemapanan yang bersifat semu. Pascareformasi. birokrasi sebagai ujung tombak pembangunan pelaksana pelayanan publik mencakup berbagai program dan kebijaksanaan pemerintah. serta tanggung jawab. yang mampu menciptakan kondisi yang kondusif dan mendukung terpenuhinya kebutuhan masyarakat agar masyarakat mampu melakukan kegiatan lainnya secara mandiri. pada hampir semua lini lembaga. Ironisnya. belum pula terlihat peran birokrasi yang profesional. Sebagian masyarakat memberikan cap negatif terhadap komitmen pemerintah pascareformasi terhadap reformasi birokrasi. Upaya tersebut sangat perlu dilakukan agar birokrasi mampu keluar dari problematika KKN yang kian pelik dalam semua tingkatan pemerintahan. seringkali mendapatkan kesan berbeda dari pandangan pemerintahan . Akan tetapi dalam kenyataannya.

dapat disimpulkan bahwa organisasi birokrasi yang mampu memberikan pelayanan publik secara efektif dan efesien kepada masyarakat. Birokrasi harus memosisikan diri sebagai fasilitator pelayan publik alih-alih sebagai agen pembaharu (agent of change) pembangunan. Birokrasi harus mampu dan mau melakukan transformasi diri dari birokrasi yang kinerjanya kaku (rigid) menjadi organisasi birokrasi yang strukturnya lebih desentralistis. Birokrasi harus mampu dan mau melakukan perubahan sistem dan prosedur kerjanya yang lebih berorientasi pada ciri-ciri organisasi modern. Struktur yang desentralistis diharapkan akan lebih mudah mengantisipasi kebutuhan dan kepentingan yang diperlukan oleh masyarakat. dan ketepatan waktu. inovatif. 2. Dari pandangan tersebut di atas. salah satunya jika strukturnya lebih terdesentralisasi daripada tersentralisasi. 4. tepat. efesiensi biaya. 5. 3. Birokrasi perlu melakukan penyempurnaan organisasi yang bercirikan organisasi modern. terbuka dengan tetap mempertahankan kualitas. Birokrasi harus lebih mengutamakan sifat pendekatan tugas yang diarahkan pada hal pengayoman dan pelayanan masyarakat. Oleh karena itu. ramping. serta menghindarkan kesan pendekatan kekuasaan dan kewenangan. yaitu pelayanan cepat. dan efesien yang mampu membedakan antara perlu kepada masyarakat).pembangunan urusannya birokrasi (termasuk di dalamnya penyelenggaraan pelayanan publik) diberi masyarakat menyelesaikan Akibatnya. fleksibel. untuk menanggulangi kesan buruk birokrasi yang telah ada selama ini. perlu dilakukan beberapa perubahan sikap dan perilaku berkaitan dengan birokrasi dan pelakunya (birokrat). sehingga dengan cepat tugas-tugas yang perlu ditangani dan yang tidak ditangani (termasuk membagi tugas-tugas yang dapat diserahkan . pelayanan citra aparatur pemerintahan. efektif. antara lain seperti di bawah ini. akurat. dan responsif. 1. yang kesan adanya proses panjang dan berbelit-belit apabila berkaitan selalu dengan mendapatkan negatif tidak menguntungkan bagi perkembangan birokrasi itu sendiri (khususnya dalam hal pelayanan publik).

dan memiliki keterkaitan kepentingan (consistency atau coherency). perlu dipersiapkan tenaga kerja atau aparat yang benarbenar memiliki kemampuan (capability). .birokrasi dapat menyediakan pelayanannya sesuai masyarakat yang diharapkan pelanggannya. memiliki loyalitas kepentingan (competency). Sedangkan dalam konteks persyaratan budaya organisasi birokrasi.

=Filemanager& func=download&pathext=ContentExpress_&view=167_Reformasi%20Kinerja>. diakses pada 16 Mei 2007.” <http://lib. 5 Januari 2003).” (Makalah disampaikan dalam Workshop Gerakan Pemberantasan Korupsi.ac. Kwik Kian.id/data/pubdata/sofiane/perspektifkualitasmanusia. “Reformasi Birokrasi dalam Mengefektifkan Kinerja Pegawai Pemerintah.pdf>. Gie. . “Perspektif Administrasi Pembangunan Kualitas Manusia dan Kualitas Masyarakat. diakses pada 16 Mei 2007. diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta.ugm.DAFTAR PUSTAKA Effendi. Sofian.

BANDA ACEH .HUKUM ADMINISTRASI PEMBANGUNAN D I S U S U N OLEH : MARTUNIS 0631110026 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM .