LAPORAN OTOMASI PROSES Pemisahan Minyak Bumi

Disusun oleh :
Nama : Nim : Kelas : Rizky Amaliasari 08401055 3B

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BANDUNG 2010

Pemisahan Minyak Bumi secara Destilasi dan secara Evaporasi Mullti Tahap

Pemisahan Minyak Bumi secara Destilasi Pemisahan minyak bumi bisa dilakukan dengan cara destilasi. Berikut adalah langkahlangkah pemisahan minyak bumi secara evaporasi bertahap.

Langkah-langkah : 1. Membuat feed Dengan nama ³feedoil´ dan mengisi minimal 3 parameter yaitu temperature, tekanan, dan molarflow. Dan juga mengisi komposisi feed (fraksi mol).

Jika RPV terlalu besar (dilihat dari properties), gas harus dibuang sebagian dengan menggunakan separator. Nilai RPV adalah minimal sama dengan 12 psia, sedangkan RPV umpan adalah 312.4 psia. Maka umpan harus dipisahkan antara gas dengan cairnya. Gas yang dipisahkan harus sebagian, agar yield yang dihasilkan lebih besar.

Parameter yang diisi hanya design saja. fluida dipisahkan antara gas dan cair. Produk yang diinginkan adalah produk cair.2. . Memasang Separator Pada tahap ini.

Sehingga fluida harus dipisahkan kembali dari gas-gas pengotor maupun pengotor lainnya. .3 psia.Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut : Produk cair mempunyai nilai RPV masih besar yaitu 234.

Aliran Semu Aliran semu digunakan untuk mendapatkan kesetimbangan fraksi mol dari produk. Kemudian mengisi balance type-nya adalah mol.3. Digunakan balance untu mengetahui kesetimbangan fraksi mol produk. Selain itu mengisi temperature dan tekanan. Parameter yang diisi pada design. .

.

.

Sebelum nilai-nilai dalam kolom di export. Tujuannya untuk mengontrol laju volume actual (actual volume flow) pada ³aliran semu´ dan liquid yang dihasilkan dari separator. Hal tersebut dilakukan agar dapat mengontrol kedua parameter tersebut. tekanan di aliran semu harus di isi terlebih dahulu. .4. Proses yang diharapkan berangsung stabil meskipun terjadi perubahan laju alir. Sehingga perubahan laju alir fluida yang terjadi masih dalam range tertentu. Spreadsheet Diberi nama ³v0l act´.

.Tekanan referensi ³Pref´ di export ke aliran semu dan di control tekanannya.

nilai maksimum dan step size yang besarnya disesuaikan. ³Specified Target Value´ diisi sebesar 4. Adjust Tujuannya untuk menjaga agar fraksi mol produk tetap konstan meskipun tekanan berubah. . Yang menjadi adjust variable adalah ³aliran semu´ dengan variable tekanan dan yang menjadi objek adalah ³vol act´ dengan variable B3. Parameter yang diisi adalah nilai minimum..

.

temperature reboiler dan minimum number of trays. Namun tekanan keduanya tidak boleh melebihi tekanan yang keluar dari pompa. Parameter yang diisi adalah fraksi mol dari pr0duk bawah dan pr0duk atas. Tekanan dari condenser harus lebih besar dari pada tekanan reboiler agar sebagian fluida dapat naik ke produk atas. serta tekanan dari reboiler dan condenser. . Shortcut destilation Sebelum memasang kolom destilasi harus memasang Shortcut destilation terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengetahui nilai minimum refluks ratio.6.

.

Sama halnya seperti pada shortcut destilation. parameter yang di tambahkan adalah temperature kolom dan fraksi komponen produk atas dan produk bawah. Pada monitor.6. Untuk nilai minimum refluks ratio didapat dari Shortcut destilation sebesar 1. . Kemudian untuk temperature reboiler sebesar 1780C. Kolom destilasi Inlet dari kolom destilasi adalah ³L´ yaitu keluaran dari separator dan outletnya adalah ³0VD´. Jika nillai DOF (degrees of freedom) sudah 0 (nol) maka destillasi dapat dilakukan dengan cara menekan ³run´.7. Parameter yang diisi adalah tekanan condenser dan tekanan reboiler. tekanan condenser harus lebih kecil dari tekanan reboiler agar ada flluida yang naik ke atas.

.

.

Di produk atas parameter temperature tidak diisi karena temperature tersebut akan di control oleh spreadsheet.8. kemudian fraksi komponen fluida diisi pada splits. . karena fraksi komponen tersebut akan dikontrol oleh spreadsheet. Kecuali n-butane dan i-butane dikosongkan terlebih dahulu. Selain itu parameter yang diisi adalah suhu dan tekanan di produk bawah dan tekanan di produk atas. Parameter yang diisi adalah design. Component Splitter Tujuannya hanya untuk mengetahui pergerakan fraksi.

.

.

suhu di aliran produk Component Splitter atas jangan di isi terlebih dahulu. Sehingga fraksi komponen tersebut masih dalam range tertentu. Hal tersebut dilakukan agar dapat mengontrol kedua parameter tersebut. Proses yang diharapkan berangsung stabil meskipun terjadi perubahan laju alir. Sebelum nilai-nilai dalam kolom di export. Tujuannya untuk mengontrol fraksi i-butane dan n-butane pada ³b´ yaitu liquid yang dihasilkan dari separator. Spreadsheet Diberi nama ³fraksi kunci´. .9.

.

Parameter yang diisi adalah nilai minimum. Adjust Tujuannya untuk menjaga agar fraksi mol produk tetap konstan meskipun tekanan berubah.10. Yang menjadi adjust variable adalah ³fraksi kunci´ dengan variable ³b1´ dan yang menjadi objek adalah ³b´ dengan variable calculator. . ³Specified Target Value´ diisi sebesar 12 psia. nilai maksimum dan step size yang besarnya disesuaikan.

.

Pemisahan Minyak Bumi secara Evaporasi Multi Tahap Pemisahan minyak bumi bisa dilakukan dengan cara destilasi. Berikut adalah langkah-langkah pemisahan minyak bumi secara evaporasi bertahap. bisa juga dengan cara evaporasi multi tahap. .

. Dan juga mengisi komposisi feed (fraksi mol). dan molarflow. Membuat feed Dengan nama ³feedoil´ dan mengisi minimal 3 parameter yaitu temperature. tekanan.1.

4 psia. Gas yang dipisahkan harus sebagian. gas harus dibuang sebagian dengan menggunakan separator. sedangkan RPV umpan adalah 312. agar yield yang dihasilkan lebih besar.Jika RPV terlalu besar (dilihat dari properties). Maka umpan harus dipisahkan antara gas dengan cairnya. Nilai RPV adalah minimal sama dengan 12 psia. .

Memasang valve Tujuan dipasang valve untuk mengatur laju alir flluida dan untuk menurunkan tekanan fluida.Evaporasi Tahap Pertama 2. Tekanan keluaran valve harus lebih kecil dari tekanan masuk valve agar fluida dapat mengalir. . Parameter yang diisi adalah design dan tekanan keluaran valve diatur menjadi 30 bar.

. kemudian mengisi parameter delta P sebesar 5 Kpa. Memasang Heater Tujuan fluida dipanaskan agar fluida tersebut dapat dipisahkan di kolom separator. Karena dilakukan dengan metode evaporasi. Delta P merupakan rugi tekanan yang dihasilkan oleh heater. Kemudian mengisi temperature pada aliran keluara heater ³outhot1´ sebesar 1000C. maka fluida yang akan di pisahkan harus dipanaskan terlebih dahulu. Parameter yang diisi pada design.3.

.

agar nilai RPV dapat mencapai 12 psia. Nilai RPV adalah minimal sama dengan 12 psia. sedangkan RPV umpan adalah 312.4 psia. Gas yang dipisahkan harus sebagian. Sehingga dilakukan evaporasi bertahap. gas harus dibuang sebagian dengan menggunakan separator.Karena nilai RPV terlalu besar (dilihat dari properties). . Maka umpan harus dipisahkan antara gas dengan cairnya. agar yield yang dihasilkan lebih besar.

4. Memasang Separator Pada tahap ini. Parameter yang diisi hanya design saja. Produk yang diinginkan adalah produk cair. fluida dipisahkan antara gas dan cair. .

Evaporasi satu tahap tidak dapat menurunkan nilai RPV sampai 12 psia. Di dapat hasil sebagai berikut : . sehingga dilakukan evaporasi multi tahap.3 psia.Pada properties dapat dilihat bahwa nilai RPV masih besar yaitu 104.

Parameter yang diisi adalah design dan tekanan keluaran valve diatur menjadi 25 bar. Memasang valve Tujuan dipasang valve untuk mengatur laju alir flluida dan untuk menurunkan tekanan fluida. Tekanan keluaran valve harus lebih kecil dari tekanan masuk valve agar fluida dapat mengalir.Evaporasi tahap kedua 5. .

Kemudian mengisi temperature pada aliran keluara heater ³outhot1´ sebesar 1500C. Delta P merupakan rugi tekanan yang dihasilkan oleh heater. Memasang Heater Tujuan fluida dipanaskan agar fluida tersebut dapat dipisahkan di kolom separator. Karena dilakukan dengan metode evaporasi. kemudian mengisi parameter delta P sebesar 5 Kpa. . Parameter yang diisi pada design. maka fluida yang akan di pisahkan harus dipanaskan terlebih dahulu.6.

.

.3 psia. Sehingga dilakukan evaporasi bertahap. Maka umpan harus dipisahkan antara gas dengan cairnya. Gas yang dipisahkan harus sebagian. sedangkan RPV umpan adalah 104.Karena nilai RPV terlalu besar (dilihat dari properties). agar nilai RPV dapat mencapai 12 psia. Nilai RPV adalah minimal sama dengan 12 psia. gas harus dibuang sebagian dengan menggunakan separator. agar yield yang dihasilkan lebih besar.

Parameter yang diisi hanya design saja. Memasang Separator Pada tahap ini.7. Produk yang diinginkan adalah produk cair. . fluida dipisahkan antara gas dan cair.

Evaporasi dua tahap tidak dapat menurunkan nilai RPV sampai 12 psia. Di dapat hasil sebagai berikut : .08 psia. sehingga dilakukan evaporasi tahap selanjutnya.Pada properties dapat dilihat bahwa nilai RPV masih besar yaitu 55.

Evaporasi Tahap Ketiga 8. Parameter yang diisi adalah design dan tekanan keluaran valve diatur menjadi 10 bar. Memasang valve Tujuan dipasang valve untuk mengatur laju alir flluida dan untuk menurunkan tekanan fluida. . Tekanan keluaran valve harus lebih kecil dari tekanan masuk valve agar fluida dapat mengalir.

Parameter yang diisi pada design. Delta P merupakan rugi tekanan yang dihasilkan oleh heater. . maka fluida yang akan di pisahkan harus dipanaskan terlebih dahulu. Memasang Heater Tujuan fluida dipanaskan agar fluida tersebut dapat dipisahkan di kolom separator. Karena dilakukan dengan metode evaporasi.9. kemudian mengisi parameter delta P sebesar 5 Kpa. Kemudian mengisi temperature pada aliran keluara heater ³outhot1´ sebesar 1500C.

.

. Maka umpan harus dipisahkan antara gas dengan cairnya. gas harus dibuang sebagian dengan menggunakan separator. sedangkan RPV umpan adalah 55. agar yield yang dihasilkan lebih besar.08 psia. Nilai RPV adalah minimal sama dengan 12 psia. Gas yang dipisahkan harus sebagian.Karena nilai RPV terlalu besar (dilihat dari properties).

. Memasang Separator Pada tahap ini.10. Produk yang diinginkan adalah produk cair. Parameter yang diisi hanya design saja. fluida dipisahkan antara gas dan cair.

Di dapat hasil sebagai berikut : .Pada properties dapat dilihat bahwa nilai RPV masih besar yaitu 13.72 psia. sehingga dilakukan evaporasi tahap selanjutnya. Evaporasi tiga tahap tidak dapat menurunkan nilai RPV sampai 12 psia.

Evaporasi Tahap Keempat 11. Tekanan keluaran valve harus lebih kecil dari tekanan masuk valve agar fluida dapat mengalir. . Parameter yang diisi adalah design dan tekanan keluaran valve diatur menjadi 10 bar. Memasang valve Tujuan dipasang valve untuk mengatur laju alir flluida dan untuk menurunkan tekanan fluida.

. kemudian mengisi parameter delta P sebesar 5 Kpa. Delta P merupakan rugi tekanan yang dihasilkan oleh heater.12. maka fluida yang akan di pisahkan harus dipanaskan terlebih dahulu. Memasang Heater Tujuan fluida dipanaskan agar fluida tersebut dapat dipisahkan di kolom separator. Kemudian mengisi temperature pada aliran keluara heater ³outhot1´ sebesar 1410C. Karena dilakukan dengan metode evaporasi. Parameter yang diisi pada design.

.

agar yield yang dihasilkan lebih besar.Karena nilai RPV terlalu besar (dilihat dari properties).72 psia. sedangkan RPV umpan adalah 13. Maka umpan harus dipisahkan antara gas dengan cairnya. gas harus dibuang sebagian dengan menggunakan separator. Gas yang dipisahkan harus sebagian. . Nilai RPV adalah minimal sama dengan 12 psia.

Memasang Separator Pada tahap ini.13. fluida dipisahkan antara gas dan cair. Produk yang diinginkan adalah produk cair. Parameter yang diisi hanya design saja. .

Di dapat hasil sebagai berikut : .Pada properties dapat dilihat bahwa nilai RPV 12 psia. sehingga proses evaporasi dilakukan sampai 4 tahap. Evaporasi empat tahap dapat menurunkan nilai RPV sampai 12 psia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful