KH.

Zainal Abidin Moenauwwir Pembela Syari’at Islam

Nasab KH. Zainal Abidin Moenauwwir KH. Zainal Abidin Moenawwir dilahirkan di Bantul Yogyakarta pada tanggal 18 Jumadil Akhirah 1350 H bertepatan dengan tanggal 31 Oktober 1931 M. Beliau merupakan putra ke 9 dari 11 saudara dari pasangan almarhum wa al-Maghfurlah KH. M. Moenawwir al-Hafidz al-Muqri` bin KH. Abdullah Rosyad bin KH. Hasan Bashori (Kasan Besari, ajudan Pangeran Diponegoro) dengan istri kedua, Ibu Nyai Sukis. KH. M. Moenauwwir sendiri dikenal di kalangan pesantren Abad 20 sebagai ulama yang ahli dalam bidang qiraat al-Qur`an yang ternama. Pendidikan KH. Zainal Abidin Moenauwwir Sejak kecil, KH. Zainal Abidin Moenauwir hidup di lingkungan pesantren. Pendidikan beliau dihabiskan di Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, dibawah bimbingan bapak beliau sendiri al-marhum wa al-Maghfurlah KH.M. Moenauwir dan kakak ipar beliau al-marhum wa al-Maghfurlah KH. Ali Maksum. Dengan pendidikan langsung yang ditangani bapak dan kakak iparnya tersebut, KH. Zainal Abidin akhirnya menjadi seorang yang alim, khususnya dalam bidang fiqh, bahkan pada masa berikutnya seringkali mendapat julukan sebagai ulama fiqh-nya Yogyakarta untuk saat ini. Tempaan yang dilakukan oleh KH. Ali Makshum terhadap KH. Zainal Abidin dan saudara-saudara beliau yang lain, di antaranya KH. Abdul Qadir Moenauwir (alm), KH. Mufid Mas’ud (Alm), KH. Nawawi Abdul Aziz , KH. Dalhar Moenawir, KH. Ahmad Munawir (Alm) dan KH. Achmad Warson Munawir yang kesemuanya adalah “ahlul bait“ keluarga Krapyak, sangatlah ketat dan disiplin. Kerasnya Kaderisasi yang dilakukan oleh KH. Ali Makshum ini dibenarkan oleh K.H. Zainal Abidin Munawwir, beliau menegaskan bahwa semasa dididik Kyai Ali dirinya “dipaksa” untuk bisa menguasai kitab-kitab kuning. Terhadap “ahlul bait”, tambah Kyai Zainal, Kyai Ali dikenal sangat keras. Hampir tak ada waktu untuk santai. Setiap “ahlul bait” selalu dipantau perkembangan ilmunya. Kesaksian terhadap pola pendidikan yang diterapkan KH. Ali Makshum, juga diungkapkan oleh KH. Achmad Warson Moenawwir ketika mengenang kesungguhan KH. Ali Makshum dalam mendidik beliau dan saudara-saudara beliau yang lain, pada suatu kesempatan beliau mengatakan: ” Opo maneh ming didukani, disabet lan dibandem sandal, aku wis tau nganti dicencang neng kayu... Simbok kadang nangis ndelok aku... Tapi nek Kang Ali ora koyo ngono, ibarate lawlahu, aku ra ngerti aku bakal dadi opo...'' (Jangankan hanya dimarahi, dipukul dan dilempar sandal pun sudah pernah saya alami, bahkan diikat di sebatang kayu, Ibuku terkadang sampai menangis melihat saya seperti itu, akan tetapi kalau KH. Ali Makshum tidak seperti itu, ibaratnya Laulahu (Jika tidak ada dan bukan karena dia -Arab) saya tidak tahu saya mau jadi apa). Demikian halnya yang dialami oleh mbah Zainal. Selain dikenal sebagai seorang kyai dan pengasuh pesantren, KH. Zainal Abidin Moenawwir juga dikenal sebagai kyai yang aktif berorganisasi, baik organisasi politik maupun organisasi keagamaan. Dalam keorganisasian politik, beliau pernah tercatat sebagai Ketua Golongan Partai Islam tahun 1964, Anggota DPRD DIY 19671971, Anggota DPRD DIY/Ketua fraksi PPP 1971-1977. Sementara itu organisasi keormasan, di antaranya adalah Pengurus Tanfidliyyah NU DIY 1963-1971, Pengurus

mbah Zainal sepertinya tidak mantap dalam menerima kesaksian seseorang dalam pengamatan rembulan. Namun ketika beliau ditanya lagi: Kapan takbiran dan shalat id (hari raya) di Masjid Krapyak? Mbah KH. Zainal Abidin kemudian bercerita bahwa. tidak hanya mencukupkan pada persaksian seseorang. Misalnya di ta’zir atau lainnya) para santri kemudian sowan ke dalem beliau. Zainal yang dipahami oleh penulis adalah Wira`i (kehati-hatian dalam bersikap) banyak contoh yang menggambarkan sikap beliau ini. Sebagai bukti terhadap keteguhan beliau di dalam memegang ajaran hukum Islam. bahwa penetapan awal bulan ramadlan atau syawal adalah dengan melakukan pengamatan langsung terhadap keberadaan rembulan. Mustasyar NU DIY 1985-1997. Pengurus Wilayah Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh al-Nahdliyyah dan Pengurus Besar (PB) Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh al-Nahdliyyah. pada umumnya rukyat al-Hilal seringkali berhasil dari daerah tersebut. Aktivitas beliau di atas menunjukkan peran riil KH. Karena memang. KH. Ali Makshum (mantan Rois Am PBNU dan kakak ipar KH. Setelah sejenak menanyakan kabar para santri yang saat itu sowan. dengan terlebih dahulu dilakukan sumpah. kebiasaan yang diterapkan mbah Zainal. Yang luar biasa lagi. ditemukan patung. bahwa suatu ketika KH. Namun demikian. Ada sebuah cerita yang berkaitan dengan penentuan awal bulan syawwal. jika ada santri dipanggil oleh kyai. KH. hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW “Puasa lah kalian karena melihat bulan dan berbukalah karena melihatnya” dan persaksian itu pada umumnya dapat diterima dengan pengamatan satu orang saksi. Zainal Abidin dalam berbagai hal. utamanya ulama-ulama di Jawa Timur. Zainal Abidin (tentunya berdasarkan kepada beberapa literatur fiqh yang mu’tabar) adalah haram. di sekitar jalan dekat pondok yang sering dilalui oleh para santri. Saat itu. Zainal memanggil beberapa santri senior ke ndalemnya. Negara maupun bangsa. Zainal Abidin Moenauwwir merupakan salah satu ulama yang sangat teguh di dalam menjalankan ajaran hukum Islam (fiqh). maka besok syawal”. Pribadi yang Wira`i Di antara sifat dan karakter mbah KH.Syuriyah NU DIY 1971-1985. menanyakan kepada saksi tentang berbagai hal terkait dengan pengamatan awal bulan. Di antaranya adalah terkait dengan penetapan awal bulan Ramadlan dan Syawwal. Hal ini dialami oleh penulis. Pemegang Teguh Hukum Islam (Fiqh) Menurut pandangan penulis. ketika berkesempatan nyantri kepada beliau. dan hanya menganggapnya sebagai cerita. lebih-lebih bagi pembuatnya. secara tiba-tiba KH. menurut KH. dapat dipaparkan disini beberapa peristiwa yang dapat menggambarkan hal itu. dengan penuh tanda tanya dan rasa khawatir (karena seperti pada umumnya kehidupan di pesantren. tanyakan ke Zainal saja”. dimana ketika beliau . Ali Makshum menjawab: ”Kuwi urusane Zainal” (Kalo masalah itu. Melihat patung. tetapi lebih dari itu. Diceritakan. beliau menjawab: ”kalo ada saksi. Seperti telah dimaklumi. Zainal Abidin) ditanya oleh seorang santri tentang penetapan bulan syawal. Sekitar awal tahun 2000-an. para santri hanya manggut-manggut mengiyakan apa yang disampaikan oleh beliau. kecuali terlebih dahulu menanyakan kepada para ulama di daerah lain. karena memang sudah menjadi kebiasaan beliau. yang semakin menegaskan pengakuan terhadap sifat kewira’ian mbah Zainal. dan pasti para santri yang lewat jalan tersebut melihatnya. baik terkait dengan Agama. mesti ada urusan yang sangat urgent.

suatu ketika penulis nderekke (mengantar) KH. Abdul Basith tentang keprihatinannya terkait fenomena banyaknya rumah sakit yang ada patungnya. ndak apa-apa sebab tidak lagi sempurna. Hal yang hampir mirip juga dialami sendiri oleh penulis. maka saya memerintahkan kepada kalian. Tanpa disangka. Zainal Abidin. bersama-sama menghadap orang yang membuat patung. Tanpa disangka mbah Zainal tetap pada pendiriannya. ada cerita menarik yang sampai kepada penulis. yaitu patung harus ditutupi. mendapati hal tersebut. Setelah diam beberapa saat. harganya mahal kok dirusak. Ibu Nyai Hj. di RS.berkesempatan bertemu dengan santri. mendapat jawaban tersebut. Suatu ketika. pembuat patung yang saat itu kami temui marah besar. kebetulan terdapat boneka kucing nya. maka katakan kepada pembuat patung. KH. Ida Rufaida. Ibu Nyai Ida kemudian mengatakan:“waduh. mBah Zainal kemudian bercerita kepada Ir. Zainal Abidin kemudian mengatakan“ Piye arep nyadong rahmate Allah. yen ono patunge (Bagaimana bisa mengharap rahmatnya Allah/kesehatan jika ada patung di rumah sakit “ Sejak saat itu. Zainal. Zainal Abidin berkomentar:“Malaikat Rahmat tidak mau masuk tempat yang ada patungnya“ . Masih terkait dengan patung. Hal yang sama juga diterapkan kepada keluarga beliau. Spontan ketika melihat patung yang ada di sekitar rumah sakit tersebut. yaitu Bapak Ir. layaknya makhluq hidup pada umumnya“. KH. para santri kemudian menyampaikan kepada KH. sampai-sampai mengancam para santri dan hendak nggruduk pondok serta mengajukan kami ke pengadilan. tanpa banyak pikir mengikuti apa yang sudah didawuhkan beliau. Bahkan menurut cerita istri beliau.“ kalau kepalanya hilang. Gimana?“ Kami saat itu. bertemu dengan salah satu pengurus yayasan PKU Muhammadiyah. dan menemui pembuat patung. dengan negosiasi yang alot. kalo tidak mau. Basith Wahid. Saat beliau menjenguk. MSI. al-Bajuri Juz III. (I’anatu al-Thalibin Juz III. hasil Keputusan Nahdlatul Ulama pada Muktamar Ke-1 di Surabaya 1345 H/1926 M No masalah 16) Juga sabdaNabi Muhammad SAW. Mughni al-Muhtaj Juz III. Zainal kemudian melanjutkan dawuhnya: “ Kalo demikian. salah satu dari Putra KH. untuk menjenguk keponakan beliau yang melahirkan. Zainal. diceritakan. Para santri kemudian kembali kepada pemilik patung. PKU Muhammadiyah tidak pernah dibangun patung. Zainal Abidin Moenauwwir sakit dan menjalani rawat inap di Rumah sakit PKU Muhammadiyyah Yogyakarta. Zainal Abidin Munawwir ke salah satu rumah sakit di Yogya. dan menyampaikan keinginan KH. kalaupun seandainya dikasih nyawa tetap saja tidak hidup.: . Dasar pengharaman patung seperti yang diyakini oleh KH. utamanya yang terkait dengan masalah seputar fiqh. Kenapa kepala bonekanya dihilangkan?“ mBah Zainal kemudian menjawab. Zainal Abidin adalah َ ٍ ُ ِ َ ٍ َ َ ُ ْ ُ ُ ْ ‫ي َحرمت َصوِي ْر حي َوان وَذات روْح ع َلى حائ ِط أ َوْ أ َرض وَن َحوِهاب ِعَي ْن ما ل َن ّها ت ُشب ِه ا ْل َصنام‬ َ ْ ٍ َ َ َ ْ ُ ْ َ ٍ َ ٍ ْ “Haram membuat patung hewan atau mahkluk bernyawa dari bahan apapun dan dipasang di sembarang tempat”. KH. KH. singkat cerita. suatu ketika bu Nyai Ida membeli bantalan kursi mobil. kemudian memintanya untuk tidak lagi menempatkannya di pinggir jalan. KH. atau paling tidak menutupi patung dengan kain sehingga tidak terlihat dari jalan. serta merta bantalan kucing tersebut dihilangkan kepalanya oleh KH. bahwa kami siap memindahkan patung tersebut. seringkali beliau bercerita berbagai hal. akhirnya pemilik patung mengikuti apa yang didawuhkan mbah Zainal.

para kiai juga memberikan peringatan bahwa penggunaan cara yang dapat mengganggu peribadatan seperti tidak sahnya salat. sebagai solusinya agar pemilih tidak bisa mencoblos di TPS lain. KH Salimi ( Ponpes As-Salimiyyah Mlangi) KH Mukhtar Dawam (Ponpes Al Huda Mlangi). Zainal Abidin tersebut. sehingga tidak memungkinkan mereka untuk pindah TPS. )حلم ق ن ( علن‬ ِ ً َ َ ِ ْ َ َ ُ َ ِ ّ ‫عائشة‬ َ ّ ‫إ ِن أ َشد ّ الناس ع َذابا ي َوْم ال ْقيامةِ ال ْمصوّرون. di antaranya terkait dengan tinta pemilu. Demikian pula perubahan sifat air ketika sampai ke anggota badan. KH Dalhar Munawwir. atau minimal menyebabkan sampainya air ke kulit dalam keadaan suci tapi tidak menyucikan. mandi besar ke anggota badan. Hal ini (menurut KH. dan KH Masrur Ahmad (Cakringan). Menurut para kiai ini. KH Mukhtarom Idris (Bantul). KH Mu’tashim Billah (Ponpes Sunan Pandanaran) serta KH Ishomul Hadi (Kulonprogo). demikian seterusnya. Di antara kyai yang mendukung gagasan KH Zainal Abidin Munawwir dalam penolakan penggunaan tinta dalam pelaksanaan pemilu adalah KH A Warson Munawwir. Para kyai. Pada peristiwa tersebut. kemudian secara berurutan terun ke level berikutnya. Sebagai . متفق عليه‬ ُ ْ ْ ْ َ َ ْ “Orang-orang pemilik patung akandisiksa di hari kiamat. Atas prakarsa KH. dalam memberikan fatwa terhadap pertanyaan seputar fiqh (hukum Islam) mbah Zainal selalu menerapkan hukum yang ketat. KH Ahmad Zabidi (Ponpes Ar Romly Bantul). dua fatwa itu tidak dapat dijadikan dasar sama sekali. tapi yang jadi masalah adalah sampainya air ke anggota wudhu dan mandi. bukan masalah suci tidaknya tinta atau disunahkannya penggunaan pacar. Menurut para kiai. KH Najib A Qodir (ketiganya pengasuh Ponpes Al Munawwir Krapyak Bantul). ) حم م ( عن ابن مسعود ) صح‬ َ ُ َ ُ ً َ َ َ ِ َ ِ ّ “Orang-orang yang paling pedih siksaannya kelak di hari kiamat adalah pembuatpembuat patung hewan atau manusia“ ُ َ ‫وقال النبى صلى الله عليه وسلم : إ ِن أ َصحاب هَذ ِهِ الت ّصاوِي ْرِ ي ًعَذ ّبون ي َوْمال ْقيامةِ ، ي ُقال‬ َ ُ َ َ ْ ّ َ َ ِ َ َ ‫ل َهُم : أ َحيوا ما خل َقت ُم . pasti akan membawa risiko yang sangat berat kelak di akhirat. Lain daripada itu secara umum.ّ ِ َ َ ِ َ َ َ ‫أ َشد ّ الناس ع َذابا عن ْد َ اللهِ يلوْم ال ْقيامةاللذ ِي ْن ي ُضلاهون ب ِخللق الللهِ . yakni dengan cara melubangi atau memberikan tanda di KTP atau kartu pemilihnya. pada Pemilu 1999 akhirnya KPU DIY membuat keputusan khusus yang mengakomodasi usulan ini kemudian diumumkan di surat kabar. adalah gagasan beliau dalam menyikapi fenomena yang terjadi di tengah masyarakat. Zainal Abidin Moenawwir dalam memegang prinsip ajaran fiqh. Atau diberikan waktu terakhir sebelum TPS ditutup. Persoalannya. Zainal) mengingat tinta itu dapat menghalangi sampainya air wudlu. Wujud siksaannya ialah bahwa mereka dipaksamenghidupkan patung miliknya. Hasil dari upaya para kyai yang digagas oleh KH. saat itu menyayangkan sikap KPU Pusat dan KPU Provinsi DIY yang masih bersikukuh dengan fatwa MUI yang membolehkan penggunanan tinta dengan asumsi bahwa tinta itu suci.” Contoh lain keteguhan KH. Demikian pula dengan fatwa ulama Saudi Arabia yang menyatakan disunahkan penggunaan tinta’ (pacar). Zainal Abidin Moenauwwir Sejumlah ulama dan kiai se-Provinsi DIY menolak penggunaan cap tinta dalam pencoblosan pada Pemilu 5 April 2003 yang lalu .

sekilas. ketika penulis didawuhi (diperintah) untuk mengantar beliau guna menghadiri acara tertentu. Sedangkan kedekatan beliau dengan pejabat negara dibuktikan dengan banyaknya tokoh Nasional yang pernah sowan kepada beliau. Ke faqihan dan semangat beliau di dalam menegakkan prinsip ajaran hukum Islam (Fiqh). Ma’mun M. Zainal Abidin dikenal sebagai sosok kyai yang dekat dengan berbagai kalangan. KH. baik ditingkat kepengurusan NU tingkat cabang. Bahkan seringkali. makna yang terkandung adalah kita tidak boleh serta-merta mengambil hukum yang paling ringan. Pribadi yang Disiplin Sisi menarik dari pribadi KH. wilayah maupun dalam arena muktamar. Zainal Abidin juga menerapkan disiplin yang menurut penulis bisa dikatakan “ketat“. Zainal Abidin Moenauwwir. Bahkan sekalipun ada acara di Pesantren yang waktunya bertepatan dengan jadwal mengajar. oleh karena itu orang yang thawaf harus suci. beliau dikenal sebagai sosok kyai yang sangat rajin.contoh. Selama kuliah di Ma’had Aly PP. Sebagai contoh. jam masuk beliau selalu tepat. suatu ketika beliau bercerita bahwa pada saat Muktamar ke 31 di Donohudan Solo Jawa Tengah. dalam masalah thawaf haji. Dekat dengan berbagai kalangan KH. dan justru sebaliknya para mahasiswa Ma’had Aly yang terlambat masuk. juga tergambar dengan keaktifan beliau dalam mendiskusikan masalahmasalah agama dalam berbagai forum Bahtsul Masail (diskusi untuk memecahkan problem kekinian dengan prespektif fiqh). maka beliau tidak mau diantar oleh santri tersebut. aktivitas mengajar beliau dimulai dari ba’da shubuh hingga larut malam sekitar jam 11 malam. dari masyarakat kecil hingga pejabat Negara. dan tidak bersentuhan dengan laki-laki yang bukan mahram. Sebagai seorang kyai yang salah satu aktivitas utamanya adalah Ta’lim wa al-Ta’allum. Bahkan sebelum kampanye pencalonannya menjadi presiden di lapangan Denggung Kabupaten Sleman Yogyakarta (tanggal 21 Juni 2004) SBY menyempatkan diri sowan ke mBah Zainal. Mura’i. KH. Zainal Abidin Moenauwwir adalah kedisiplinan beliau dalam segala hal. yang juga dosen pada UIN Yogyakarta dan Ma’had Aly. Sehingga tepat kiranya jika aktivitas beliau diibaratkan dengan “tiada hari tanpa mengajar“ dan sangat layak disebut sebagai “pecinta sejati ilmu pengetahuan“ Dalam kesehariannya. salah satu kyai sepuh yang aktif dan di arena Bahtsul Masail adalah KH. Masih menurut KH. sebelum sampai pada tingkatan dlarurat (sangat terpaksa). beliau tetap mengajar. Hal ini seperti kesaksian salah seorang mantan pengurus NU cabang Sleman. Al-Munawwir. Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI) dan pejabat-pejabat lainnya. rasanya untuk saat ini susah mencari profil kyai seperti KH. Kedekatan beliau dengan masyarakat kecil diwujudkan dalam bentuk kegiatan mujahadah yang diikuti oleh masyarakan sekitar minimal dalam waktu sebulan sekali. namun dibalik hal itu semua. Ma’mun Muhammad Mura’i. Beliau selalu berpendapat bahwa salah satu rukun thawaf adalah suci dari hadats besar dan kecil. jika saya atau santri yang diutus mengantar beliau tidak punya SIM. hal itu tidak mudah atau mustahil untuk dilakukan. kecuali pada saat beliau sakit atau ada agenda acara di luar kota. Semangat beliau dalam mengajar juga luar biasa. Zainal Abidin. . beliau selalu menanyakan SIM (Surat Izin Mengemudi). Hal ini dialami sendiri oleh penulis. Jendral Purnawirawan Wiranto (Mantan Pangab). tidak pernah barang satu kali pun jadwal kuliah beliau yang kosong. di antaranya adalah Jusuf Kalla (mantan Presiden RI). sejauh pengalaman penulis.

Ali Makshum.. Disamping dikenal sebagai kyai yang dekat dengan santri. Manasik Haji tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji." (Zainal itu penyangganya langit.. Zainal Abidin juga dikenal sebagai salah seorang kyai yang produktif menulis kitab. apa yang diceritakan oleh salah satu keluarga dan santri KH. Jadi kalau masih ada orang itu. Ahmad Warson Moenauwwir. Zainal juga dikenal juga sebagai kyai yang dermawan. Wadlaif al-Muta’allim. Dadi nek isih ono wong iku. mBah Ali suatu ketika pernah mengatakan: "Zaenal iku songgo-ne langit. hal itu sangatlah bermakna. Karomah KH. ora bakal kelakon kiamat. Zainal Abidin..Kyai yang dekat dengan Santri dan dermawan KH. yaitu dibuatkan air minum oleh KH. Bahkan tidak ada rasa canggung sedikitpun. di antaranya dengan cara beliau memerintahkan atau memanggil santri untuk kemudian disuruh melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi santri itu sendiri. Zainal Abidin dengan kealimannya. [] faqih . al-Ta’rif Bi Ahli al-Sunnah wa al-Jama’ah berbicara tentang akidah dan sejarah munculnya faham Ahlussunnah wal Jama’ah al-Muqtathafat Min Jami’ Kalamihi Shallallhu Alaihi Wa Sallam kumpulan hadits Nabi SAW yang diringkas dari kitab hadits karya al-Hafidz Jalaluddin Abdurrahman al-Suyuthi dan kitab yang merupakan ringkasan dari kitab Fayd al-Qadir karya Imam al-Manawi berdasarkan kitab syarah yang ditulis oleh al-Allamah al-Manawi dan al-Furuq Fi Masail al-Furuq yang membahas tentang .. Almarhum mBah Ali memberikan komentar tentang mBah Zaenal. namun bagi santri beliau. meskipun dengan hal-hal yang tidak seberapa untuk ukuran umum. Zainal Abidin Cukup kiranya untuk menjelaskan karomah yang dimiliki oleh KH. Kedekatan beliau dengan santri diwujudkan dengan beberapa hal. Zainal Abidin ketika penulis sowan ke nDalem beliau. Beliau bersama KH. menurut penilaian penulis adalah sosok kyai yang sangat dekat dengan santri." Wah2 Karya KH. kita masih bisa pethakilan (bertindak bebas) di dunia ini. KH. Ali Makshum juga merupakan editor (pentashih) dari kamus al-Munawwir yang ditulis oleh KH. selama masih ada beliau. Kutaib Gharib al-Nadlir Bi Kasyf Min Mas’uliyyat alMuta’allim Bahtsan Fiqhiyyan berbicara tentang menuntut ilmu dan permasalahannya dalam prespektif fiqh . karena kita tidak khawatir langit ambruk sebab masih ada penyangganya. Zainal KH. penulis mengalami kejadian yang sangat berkesan. tidak akan bakal terjadi kiamat) Komentar Gus Yahya Kholil Staquf yang saat itu mendengar ngendiko nya mbah Ali berkelakar: "Ini juga berarti. Seringkali beliau memberikan buah tangan bagi santri yang sowan. Di antara karya beliau adalah Tarikh Hadlarah yang berisi tentang sejarah peradaban Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful