KH.

Zainal Abidin Moenauwwir Pembela Syari’at Islam

Nasab KH. Zainal Abidin Moenauwwir KH. Zainal Abidin Moenawwir dilahirkan di Bantul Yogyakarta pada tanggal 18 Jumadil Akhirah 1350 H bertepatan dengan tanggal 31 Oktober 1931 M. Beliau merupakan putra ke 9 dari 11 saudara dari pasangan almarhum wa al-Maghfurlah KH. M. Moenawwir al-Hafidz al-Muqri` bin KH. Abdullah Rosyad bin KH. Hasan Bashori (Kasan Besari, ajudan Pangeran Diponegoro) dengan istri kedua, Ibu Nyai Sukis. KH. M. Moenauwwir sendiri dikenal di kalangan pesantren Abad 20 sebagai ulama yang ahli dalam bidang qiraat al-Qur`an yang ternama. Pendidikan KH. Zainal Abidin Moenauwwir Sejak kecil, KH. Zainal Abidin Moenauwir hidup di lingkungan pesantren. Pendidikan beliau dihabiskan di Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, dibawah bimbingan bapak beliau sendiri al-marhum wa al-Maghfurlah KH.M. Moenauwir dan kakak ipar beliau al-marhum wa al-Maghfurlah KH. Ali Maksum. Dengan pendidikan langsung yang ditangani bapak dan kakak iparnya tersebut, KH. Zainal Abidin akhirnya menjadi seorang yang alim, khususnya dalam bidang fiqh, bahkan pada masa berikutnya seringkali mendapat julukan sebagai ulama fiqh-nya Yogyakarta untuk saat ini. Tempaan yang dilakukan oleh KH. Ali Makshum terhadap KH. Zainal Abidin dan saudara-saudara beliau yang lain, di antaranya KH. Abdul Qadir Moenauwir (alm), KH. Mufid Mas’ud (Alm), KH. Nawawi Abdul Aziz , KH. Dalhar Moenawir, KH. Ahmad Munawir (Alm) dan KH. Achmad Warson Munawir yang kesemuanya adalah “ahlul bait“ keluarga Krapyak, sangatlah ketat dan disiplin. Kerasnya Kaderisasi yang dilakukan oleh KH. Ali Makshum ini dibenarkan oleh K.H. Zainal Abidin Munawwir, beliau menegaskan bahwa semasa dididik Kyai Ali dirinya “dipaksa” untuk bisa menguasai kitab-kitab kuning. Terhadap “ahlul bait”, tambah Kyai Zainal, Kyai Ali dikenal sangat keras. Hampir tak ada waktu untuk santai. Setiap “ahlul bait” selalu dipantau perkembangan ilmunya. Kesaksian terhadap pola pendidikan yang diterapkan KH. Ali Makshum, juga diungkapkan oleh KH. Achmad Warson Moenawwir ketika mengenang kesungguhan KH. Ali Makshum dalam mendidik beliau dan saudara-saudara beliau yang lain, pada suatu kesempatan beliau mengatakan: ” Opo maneh ming didukani, disabet lan dibandem sandal, aku wis tau nganti dicencang neng kayu... Simbok kadang nangis ndelok aku... Tapi nek Kang Ali ora koyo ngono, ibarate lawlahu, aku ra ngerti aku bakal dadi opo...'' (Jangankan hanya dimarahi, dipukul dan dilempar sandal pun sudah pernah saya alami, bahkan diikat di sebatang kayu, Ibuku terkadang sampai menangis melihat saya seperti itu, akan tetapi kalau KH. Ali Makshum tidak seperti itu, ibaratnya Laulahu (Jika tidak ada dan bukan karena dia -Arab) saya tidak tahu saya mau jadi apa). Demikian halnya yang dialami oleh mbah Zainal. Selain dikenal sebagai seorang kyai dan pengasuh pesantren, KH. Zainal Abidin Moenawwir juga dikenal sebagai kyai yang aktif berorganisasi, baik organisasi politik maupun organisasi keagamaan. Dalam keorganisasian politik, beliau pernah tercatat sebagai Ketua Golongan Partai Islam tahun 1964, Anggota DPRD DIY 19671971, Anggota DPRD DIY/Ketua fraksi PPP 1971-1977. Sementara itu organisasi keormasan, di antaranya adalah Pengurus Tanfidliyyah NU DIY 1963-1971, Pengurus

Di antaranya adalah terkait dengan penetapan awal bulan Ramadlan dan Syawwal. secara tiba-tiba KH. lebih-lebih bagi pembuatnya. KH. baik terkait dengan Agama. Melihat patung. tetapi lebih dari itu. Namun demikian. Ali Makshum (mantan Rois Am PBNU dan kakak ipar KH.Syuriyah NU DIY 1971-1985. menanyakan kepada saksi tentang berbagai hal terkait dengan pengamatan awal bulan. dan pasti para santri yang lewat jalan tersebut melihatnya. Zainal Abidin dalam berbagai hal. di sekitar jalan dekat pondok yang sering dilalui oleh para santri. dapat dipaparkan disini beberapa peristiwa yang dapat menggambarkan hal itu. dan hanya menganggapnya sebagai cerita. dimana ketika beliau . Zainal yang dipahami oleh penulis adalah Wira`i (kehati-hatian dalam bersikap) banyak contoh yang menggambarkan sikap beliau ini. Setelah sejenak menanyakan kabar para santri yang saat itu sowan. dengan terlebih dahulu dilakukan sumpah. jika ada santri dipanggil oleh kyai. dengan penuh tanda tanya dan rasa khawatir (karena seperti pada umumnya kehidupan di pesantren. Yang luar biasa lagi. Zainal Abidin Moenauwwir merupakan salah satu ulama yang sangat teguh di dalam menjalankan ajaran hukum Islam (fiqh). Ada sebuah cerita yang berkaitan dengan penentuan awal bulan syawwal. para santri hanya manggut-manggut mengiyakan apa yang disampaikan oleh beliau. KH. maka besok syawal”. karena memang sudah menjadi kebiasaan beliau. utamanya ulama-ulama di Jawa Timur. Diceritakan. Pribadi yang Wira`i Di antara sifat dan karakter mbah KH. beliau menjawab: ”kalo ada saksi. kebiasaan yang diterapkan mbah Zainal. Saat itu. Karena memang. Aktivitas beliau di atas menunjukkan peran riil KH. Namun ketika beliau ditanya lagi: Kapan takbiran dan shalat id (hari raya) di Masjid Krapyak? Mbah KH. pada umumnya rukyat al-Hilal seringkali berhasil dari daerah tersebut. menurut KH. kecuali terlebih dahulu menanyakan kepada para ulama di daerah lain. Sebagai bukti terhadap keteguhan beliau di dalam memegang ajaran hukum Islam. Hal ini dialami oleh penulis. yang semakin menegaskan pengakuan terhadap sifat kewira’ian mbah Zainal. Zainal Abidin) ditanya oleh seorang santri tentang penetapan bulan syawal. mesti ada urusan yang sangat urgent. Pemegang Teguh Hukum Islam (Fiqh) Menurut pandangan penulis. ditemukan patung. tanyakan ke Zainal saja”. Ali Makshum menjawab: ”Kuwi urusane Zainal” (Kalo masalah itu. bahwa penetapan awal bulan ramadlan atau syawal adalah dengan melakukan pengamatan langsung terhadap keberadaan rembulan. Zainal Abidin (tentunya berdasarkan kepada beberapa literatur fiqh yang mu’tabar) adalah haram. Sekitar awal tahun 2000-an. Negara maupun bangsa. tidak hanya mencukupkan pada persaksian seseorang. Pengurus Wilayah Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh al-Nahdliyyah dan Pengurus Besar (PB) Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh al-Nahdliyyah. mbah Zainal sepertinya tidak mantap dalam menerima kesaksian seseorang dalam pengamatan rembulan. Misalnya di ta’zir atau lainnya) para santri kemudian sowan ke dalem beliau. Mustasyar NU DIY 1985-1997. hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW “Puasa lah kalian karena melihat bulan dan berbukalah karena melihatnya” dan persaksian itu pada umumnya dapat diterima dengan pengamatan satu orang saksi. ketika berkesempatan nyantri kepada beliau. Zainal memanggil beberapa santri senior ke ndalemnya. Zainal Abidin kemudian bercerita bahwa. bahwa suatu ketika KH. Seperti telah dimaklumi.

salah satu dari Putra KH. Mughni al-Muhtaj Juz III. ndak apa-apa sebab tidak lagi sempurna. bertemu dengan salah satu pengurus yayasan PKU Muhammadiyah. bahwa kami siap memindahkan patung tersebut. Gimana?“ Kami saat itu. tanpa banyak pikir mengikuti apa yang sudah didawuhkan beliau. Masih terkait dengan patung. Zainal. dan menyampaikan keinginan KH. MSI. Zainal Abidin Moenauwwir sakit dan menjalani rawat inap di Rumah sakit PKU Muhammadiyyah Yogyakarta. Dasar pengharaman patung seperti yang diyakini oleh KH.: . serta merta bantalan kucing tersebut dihilangkan kepalanya oleh KH. Zainal Abidin Munawwir ke salah satu rumah sakit di Yogya. mendapat jawaban tersebut. Setelah diam beberapa saat. kemudian memintanya untuk tidak lagi menempatkannya di pinggir jalan. yaitu Bapak Ir. Zainal Abidin berkomentar:“Malaikat Rahmat tidak mau masuk tempat yang ada patungnya“ . maka katakan kepada pembuat patung. KH. Bahkan menurut cerita istri beliau. Tanpa disangka mbah Zainal tetap pada pendiriannya. Abdul Basith tentang keprihatinannya terkait fenomena banyaknya rumah sakit yang ada patungnya. KH. KH. Basith Wahid. dan menemui pembuat patung. kebetulan terdapat boneka kucing nya. Tanpa disangka. Kenapa kepala bonekanya dihilangkan?“ mBah Zainal kemudian menjawab. suatu ketika bu Nyai Ida membeli bantalan kursi mobil. akhirnya pemilik patung mengikuti apa yang didawuhkan mbah Zainal. KH. mendapati hal tersebut. para santri kemudian menyampaikan kepada KH. Zainal Abidin. Hal yang hampir mirip juga dialami sendiri oleh penulis. PKU Muhammadiyah tidak pernah dibangun patung. Saat beliau menjenguk. di RS. KH. suatu ketika penulis nderekke (mengantar) KH. atau paling tidak menutupi patung dengan kain sehingga tidak terlihat dari jalan. layaknya makhluq hidup pada umumnya“. kalo tidak mau. Zainal Abidin kemudian mengatakan“ Piye arep nyadong rahmate Allah. Ibu Nyai Ida kemudian mengatakan:“waduh. Para santri kemudian kembali kepada pemilik patung. yaitu patung harus ditutupi. utamanya yang terkait dengan masalah seputar fiqh. untuk menjenguk keponakan beliau yang melahirkan. Hal yang sama juga diterapkan kepada keluarga beliau. harganya mahal kok dirusak. yen ono patunge (Bagaimana bisa mengharap rahmatnya Allah/kesehatan jika ada patung di rumah sakit “ Sejak saat itu. Ida Rufaida. Spontan ketika melihat patung yang ada di sekitar rumah sakit tersebut. Zainal kemudian melanjutkan dawuhnya: “ Kalo demikian. seringkali beliau bercerita berbagai hal. (I’anatu al-Thalibin Juz III. ada cerita menarik yang sampai kepada penulis. Suatu ketika. Zainal Abidin adalah َ ٍ ُ ِ َ ٍ َ َ ُ ْ ُ ُ ْ ‫ي َحرمت َصوِي ْر حي َوان وَذات روْح ع َلى حائ ِط أ َوْ أ َرض وَن َحوِهاب ِعَي ْن ما ل َن ّها ت ُشب ِه ا ْل َصنام‬ َ ْ ٍ َ َ َ ْ ُ ْ َ ٍ َ ٍ ْ “Haram membuat patung hewan atau mahkluk bernyawa dari bahan apapun dan dipasang di sembarang tempat”. Zainal. kalaupun seandainya dikasih nyawa tetap saja tidak hidup.“ kalau kepalanya hilang. maka saya memerintahkan kepada kalian. hasil Keputusan Nahdlatul Ulama pada Muktamar Ke-1 di Surabaya 1345 H/1926 M No masalah 16) Juga sabdaNabi Muhammad SAW. diceritakan. al-Bajuri Juz III. sampai-sampai mengancam para santri dan hendak nggruduk pondok serta mengajukan kami ke pengadilan. dengan negosiasi yang alot. bersama-sama menghadap orang yang membuat patung. mBah Zainal kemudian bercerita kepada Ir. singkat cerita. pembuat patung yang saat itu kami temui marah besar.berkesempatan bertemu dengan santri. Ibu Nyai Hj.

dan KH Masrur Ahmad (Cakringan). KH Salimi ( Ponpes As-Salimiyyah Mlangi) KH Mukhtar Dawam (Ponpes Al Huda Mlangi). Atas prakarsa KH. yakni dengan cara melubangi atau memberikan tanda di KTP atau kartu pemilihnya. dalam memberikan fatwa terhadap pertanyaan seputar fiqh (hukum Islam) mbah Zainal selalu menerapkan hukum yang ketat. Demikian pula dengan fatwa ulama Saudi Arabia yang menyatakan disunahkan penggunaan tinta’ (pacar). Zainal Abidin Moenauwwir Sejumlah ulama dan kiai se-Provinsi DIY menolak penggunaan cap tinta dalam pencoblosan pada Pemilu 5 April 2003 yang lalu . متفق عليه‬ ُ ْ ْ ْ َ َ ْ “Orang-orang pemilik patung akandisiksa di hari kiamat. Sebagai . )حلم ق ن ( علن‬ ِ ً َ َ ِ ْ َ َ ُ َ ِ ّ ‫عائشة‬ َ ّ ‫إ ِن أ َشد ّ الناس ع َذابا ي َوْم ال ْقيامةِ ال ْمصوّرون. Hal ini (menurut KH. mandi besar ke anggota badan. kemudian secara berurutan terun ke level berikutnya. Demikian pula perubahan sifat air ketika sampai ke anggota badan. sebagai solusinya agar pemilih tidak bisa mencoblos di TPS lain.ّ ِ َ َ ِ َ َ َ ‫أ َشد ّ الناس ع َذابا عن ْد َ اللهِ يلوْم ال ْقيامةاللذ ِي ْن ي ُضلاهون ب ِخللق الللهِ . Lain daripada itu secara umum. saat itu menyayangkan sikap KPU Pusat dan KPU Provinsi DIY yang masih bersikukuh dengan fatwa MUI yang membolehkan penggunanan tinta dengan asumsi bahwa tinta itu suci. adalah gagasan beliau dalam menyikapi fenomena yang terjadi di tengah masyarakat. para kiai juga memberikan peringatan bahwa penggunaan cara yang dapat mengganggu peribadatan seperti tidak sahnya salat. ) حم م ( عن ابن مسعود ) صح‬ َ ُ َ ُ ً َ َ َ ِ َ ِ ّ “Orang-orang yang paling pedih siksaannya kelak di hari kiamat adalah pembuatpembuat patung hewan atau manusia“ ُ َ ‫وقال النبى صلى الله عليه وسلم : إ ِن أ َصحاب هَذ ِهِ الت ّصاوِي ْرِ ي ًعَذ ّبون ي َوْمال ْقيامةِ ، ي ُقال‬ َ ُ َ َ ْ ّ َ َ ِ َ َ ‫ل َهُم : أ َحيوا ما خل َقت ُم . atau minimal menyebabkan sampainya air ke kulit dalam keadaan suci tapi tidak menyucikan. Menurut para kiai ini. Pada peristiwa tersebut. Menurut para kiai. sehingga tidak memungkinkan mereka untuk pindah TPS. KH Mu’tashim Billah (Ponpes Sunan Pandanaran) serta KH Ishomul Hadi (Kulonprogo). dua fatwa itu tidak dapat dijadikan dasar sama sekali. Atau diberikan waktu terakhir sebelum TPS ditutup. pada Pemilu 1999 akhirnya KPU DIY membuat keputusan khusus yang mengakomodasi usulan ini kemudian diumumkan di surat kabar. Hasil dari upaya para kyai yang digagas oleh KH. Para kyai. KH Dalhar Munawwir. KH Mukhtarom Idris (Bantul).” Contoh lain keteguhan KH. Zainal Abidin Moenawwir dalam memegang prinsip ajaran fiqh. Zainal) mengingat tinta itu dapat menghalangi sampainya air wudlu. di antaranya terkait dengan tinta pemilu. bukan masalah suci tidaknya tinta atau disunahkannya penggunaan pacar. KH Ahmad Zabidi (Ponpes Ar Romly Bantul). Zainal Abidin tersebut. Persoalannya. Di antara kyai yang mendukung gagasan KH Zainal Abidin Munawwir dalam penolakan penggunaan tinta dalam pelaksanaan pemilu adalah KH A Warson Munawwir. KH Najib A Qodir (ketiganya pengasuh Ponpes Al Munawwir Krapyak Bantul). tapi yang jadi masalah adalah sampainya air ke anggota wudhu dan mandi. Wujud siksaannya ialah bahwa mereka dipaksamenghidupkan patung miliknya. demikian seterusnya. pasti akan membawa risiko yang sangat berat kelak di akhirat.

Hal ini seperti kesaksian salah seorang mantan pengurus NU cabang Sleman. Zainal Abidin Moenauwwir adalah kedisiplinan beliau dalam segala hal. rasanya untuk saat ini susah mencari profil kyai seperti KH. Al-Munawwir. yang juga dosen pada UIN Yogyakarta dan Ma’had Aly. Ma’mun M. Sebagai seorang kyai yang salah satu aktivitas utamanya adalah Ta’lim wa al-Ta’allum. hal itu tidak mudah atau mustahil untuk dilakukan. maka beliau tidak mau diantar oleh santri tersebut. sejauh pengalaman penulis. ketika penulis didawuhi (diperintah) untuk mengantar beliau guna menghadiri acara tertentu. jam masuk beliau selalu tepat. suatu ketika beliau bercerita bahwa pada saat Muktamar ke 31 di Donohudan Solo Jawa Tengah. KH. Ke faqihan dan semangat beliau di dalam menegakkan prinsip ajaran hukum Islam (Fiqh). Selama kuliah di Ma’had Aly PP. Bahkan sekalipun ada acara di Pesantren yang waktunya bertepatan dengan jadwal mengajar. Beliau selalu berpendapat bahwa salah satu rukun thawaf adalah suci dari hadats besar dan kecil. oleh karena itu orang yang thawaf harus suci. beliau dikenal sebagai sosok kyai yang sangat rajin. Sedangkan kedekatan beliau dengan pejabat negara dibuktikan dengan banyaknya tokoh Nasional yang pernah sowan kepada beliau. Masih menurut KH. Hal ini dialami sendiri oleh penulis. dan tidak bersentuhan dengan laki-laki yang bukan mahram.contoh. juga tergambar dengan keaktifan beliau dalam mendiskusikan masalahmasalah agama dalam berbagai forum Bahtsul Masail (diskusi untuk memecahkan problem kekinian dengan prespektif fiqh). Mura’i. Zainal Abidin dikenal sebagai sosok kyai yang dekat dengan berbagai kalangan. tidak pernah barang satu kali pun jadwal kuliah beliau yang kosong. Jendral Purnawirawan Wiranto (Mantan Pangab). Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI) dan pejabat-pejabat lainnya. Semangat beliau dalam mengajar juga luar biasa. Sebagai contoh. Pribadi yang Disiplin Sisi menarik dari pribadi KH. namun dibalik hal itu semua. aktivitas mengajar beliau dimulai dari ba’da shubuh hingga larut malam sekitar jam 11 malam. jika saya atau santri yang diutus mengantar beliau tidak punya SIM. Zainal Abidin Moenauwwir. beliau tetap mengajar. Kedekatan beliau dengan masyarakat kecil diwujudkan dalam bentuk kegiatan mujahadah yang diikuti oleh masyarakan sekitar minimal dalam waktu sebulan sekali. Sehingga tepat kiranya jika aktivitas beliau diibaratkan dengan “tiada hari tanpa mengajar“ dan sangat layak disebut sebagai “pecinta sejati ilmu pengetahuan“ Dalam kesehariannya. dan justru sebaliknya para mahasiswa Ma’had Aly yang terlambat masuk. baik ditingkat kepengurusan NU tingkat cabang. sebelum sampai pada tingkatan dlarurat (sangat terpaksa). Bahkan sebelum kampanye pencalonannya menjadi presiden di lapangan Denggung Kabupaten Sleman Yogyakarta (tanggal 21 Juni 2004) SBY menyempatkan diri sowan ke mBah Zainal. wilayah maupun dalam arena muktamar. Bahkan seringkali. dalam masalah thawaf haji. . beliau selalu menanyakan SIM (Surat Izin Mengemudi). Ma’mun Muhammad Mura’i. makna yang terkandung adalah kita tidak boleh serta-merta mengambil hukum yang paling ringan. salah satu kyai sepuh yang aktif dan di arena Bahtsul Masail adalah KH. dari masyarakat kecil hingga pejabat Negara. di antaranya adalah Jusuf Kalla (mantan Presiden RI). kecuali pada saat beliau sakit atau ada agenda acara di luar kota. Dekat dengan berbagai kalangan KH. Zainal Abidin juga menerapkan disiplin yang menurut penulis bisa dikatakan “ketat“. sekilas. Zainal Abidin. KH.

Zainal Abidin dengan kealimannya. Almarhum mBah Ali memberikan komentar tentang mBah Zaenal." (Zainal itu penyangganya langit. penulis mengalami kejadian yang sangat berkesan. di antaranya dengan cara beliau memerintahkan atau memanggil santri untuk kemudian disuruh melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi santri itu sendiri. Zainal KH. Kedekatan beliau dengan santri diwujudkan dengan beberapa hal. menurut penilaian penulis adalah sosok kyai yang sangat dekat dengan santri. tidak akan bakal terjadi kiamat) Komentar Gus Yahya Kholil Staquf yang saat itu mendengar ngendiko nya mbah Ali berkelakar: "Ini juga berarti. Beliau bersama KH. al-Ta’rif Bi Ahli al-Sunnah wa al-Jama’ah berbicara tentang akidah dan sejarah munculnya faham Ahlussunnah wal Jama’ah al-Muqtathafat Min Jami’ Kalamihi Shallallhu Alaihi Wa Sallam kumpulan hadits Nabi SAW yang diringkas dari kitab hadits karya al-Hafidz Jalaluddin Abdurrahman al-Suyuthi dan kitab yang merupakan ringkasan dari kitab Fayd al-Qadir karya Imam al-Manawi berdasarkan kitab syarah yang ditulis oleh al-Allamah al-Manawi dan al-Furuq Fi Masail al-Furuq yang membahas tentang . Ahmad Warson Moenauwwir. kita masih bisa pethakilan (bertindak bebas) di dunia ini. Manasik Haji tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji. Wadlaif al-Muta’allim. Kutaib Gharib al-Nadlir Bi Kasyf Min Mas’uliyyat alMuta’allim Bahtsan Fiqhiyyan berbicara tentang menuntut ilmu dan permasalahannya dalam prespektif fiqh .. meskipun dengan hal-hal yang tidak seberapa untuk ukuran umum. Ali Makshum. Disamping dikenal sebagai kyai yang dekat dengan santri. Di antara karya beliau adalah Tarikh Hadlarah yang berisi tentang sejarah peradaban Islam. yaitu dibuatkan air minum oleh KH. Zainal Abidin Cukup kiranya untuk menjelaskan karomah yang dimiliki oleh KH. apa yang diceritakan oleh salah satu keluarga dan santri KH. namun bagi santri beliau. Zainal Abidin ketika penulis sowan ke nDalem beliau. selama masih ada beliau. Seringkali beliau memberikan buah tangan bagi santri yang sowan.. ora bakal kelakon kiamat. Zainal Abidin juga dikenal sebagai salah seorang kyai yang produktif menulis kitab. Bahkan tidak ada rasa canggung sedikitpun. Zainal Abidin.. Karomah KH. [] faqih . mBah Ali suatu ketika pernah mengatakan: "Zaenal iku songgo-ne langit. karena kita tidak khawatir langit ambruk sebab masih ada penyangganya. Dadi nek isih ono wong iku.. Ali Makshum juga merupakan editor (pentashih) dari kamus al-Munawwir yang ditulis oleh KH.Kyai yang dekat dengan Santri dan dermawan KH. Zainal juga dikenal juga sebagai kyai yang dermawan." Wah2 Karya KH. KH. hal itu sangatlah bermakna. Jadi kalau masih ada orang itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful