KH.

Zainal Abidin Moenauwwir Pembela Syari’at Islam

Nasab KH. Zainal Abidin Moenauwwir KH. Zainal Abidin Moenawwir dilahirkan di Bantul Yogyakarta pada tanggal 18 Jumadil Akhirah 1350 H bertepatan dengan tanggal 31 Oktober 1931 M. Beliau merupakan putra ke 9 dari 11 saudara dari pasangan almarhum wa al-Maghfurlah KH. M. Moenawwir al-Hafidz al-Muqri` bin KH. Abdullah Rosyad bin KH. Hasan Bashori (Kasan Besari, ajudan Pangeran Diponegoro) dengan istri kedua, Ibu Nyai Sukis. KH. M. Moenauwwir sendiri dikenal di kalangan pesantren Abad 20 sebagai ulama yang ahli dalam bidang qiraat al-Qur`an yang ternama. Pendidikan KH. Zainal Abidin Moenauwwir Sejak kecil, KH. Zainal Abidin Moenauwir hidup di lingkungan pesantren. Pendidikan beliau dihabiskan di Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, dibawah bimbingan bapak beliau sendiri al-marhum wa al-Maghfurlah KH.M. Moenauwir dan kakak ipar beliau al-marhum wa al-Maghfurlah KH. Ali Maksum. Dengan pendidikan langsung yang ditangani bapak dan kakak iparnya tersebut, KH. Zainal Abidin akhirnya menjadi seorang yang alim, khususnya dalam bidang fiqh, bahkan pada masa berikutnya seringkali mendapat julukan sebagai ulama fiqh-nya Yogyakarta untuk saat ini. Tempaan yang dilakukan oleh KH. Ali Makshum terhadap KH. Zainal Abidin dan saudara-saudara beliau yang lain, di antaranya KH. Abdul Qadir Moenauwir (alm), KH. Mufid Mas’ud (Alm), KH. Nawawi Abdul Aziz , KH. Dalhar Moenawir, KH. Ahmad Munawir (Alm) dan KH. Achmad Warson Munawir yang kesemuanya adalah “ahlul bait“ keluarga Krapyak, sangatlah ketat dan disiplin. Kerasnya Kaderisasi yang dilakukan oleh KH. Ali Makshum ini dibenarkan oleh K.H. Zainal Abidin Munawwir, beliau menegaskan bahwa semasa dididik Kyai Ali dirinya “dipaksa” untuk bisa menguasai kitab-kitab kuning. Terhadap “ahlul bait”, tambah Kyai Zainal, Kyai Ali dikenal sangat keras. Hampir tak ada waktu untuk santai. Setiap “ahlul bait” selalu dipantau perkembangan ilmunya. Kesaksian terhadap pola pendidikan yang diterapkan KH. Ali Makshum, juga diungkapkan oleh KH. Achmad Warson Moenawwir ketika mengenang kesungguhan KH. Ali Makshum dalam mendidik beliau dan saudara-saudara beliau yang lain, pada suatu kesempatan beliau mengatakan: ” Opo maneh ming didukani, disabet lan dibandem sandal, aku wis tau nganti dicencang neng kayu... Simbok kadang nangis ndelok aku... Tapi nek Kang Ali ora koyo ngono, ibarate lawlahu, aku ra ngerti aku bakal dadi opo...'' (Jangankan hanya dimarahi, dipukul dan dilempar sandal pun sudah pernah saya alami, bahkan diikat di sebatang kayu, Ibuku terkadang sampai menangis melihat saya seperti itu, akan tetapi kalau KH. Ali Makshum tidak seperti itu, ibaratnya Laulahu (Jika tidak ada dan bukan karena dia -Arab) saya tidak tahu saya mau jadi apa). Demikian halnya yang dialami oleh mbah Zainal. Selain dikenal sebagai seorang kyai dan pengasuh pesantren, KH. Zainal Abidin Moenawwir juga dikenal sebagai kyai yang aktif berorganisasi, baik organisasi politik maupun organisasi keagamaan. Dalam keorganisasian politik, beliau pernah tercatat sebagai Ketua Golongan Partai Islam tahun 1964, Anggota DPRD DIY 19671971, Anggota DPRD DIY/Ketua fraksi PPP 1971-1977. Sementara itu organisasi keormasan, di antaranya adalah Pengurus Tanfidliyyah NU DIY 1963-1971, Pengurus

Namun ketika beliau ditanya lagi: Kapan takbiran dan shalat id (hari raya) di Masjid Krapyak? Mbah KH. ketika berkesempatan nyantri kepada beliau. KH. karena memang sudah menjadi kebiasaan beliau. Ali Makshum menjawab: ”Kuwi urusane Zainal” (Kalo masalah itu. bahwa suatu ketika KH. Saat itu. Aktivitas beliau di atas menunjukkan peran riil KH. Zainal Abidin dalam berbagai hal. Yang luar biasa lagi. tanyakan ke Zainal saja”. dapat dipaparkan disini beberapa peristiwa yang dapat menggambarkan hal itu. Mustasyar NU DIY 1985-1997. utamanya ulama-ulama di Jawa Timur. di sekitar jalan dekat pondok yang sering dilalui oleh para santri. ditemukan patung. Negara maupun bangsa. menurut KH. Setelah sejenak menanyakan kabar para santri yang saat itu sowan. Pemegang Teguh Hukum Islam (Fiqh) Menurut pandangan penulis. Zainal Abidin) ditanya oleh seorang santri tentang penetapan bulan syawal. menanyakan kepada saksi tentang berbagai hal terkait dengan pengamatan awal bulan. Zainal yang dipahami oleh penulis adalah Wira`i (kehati-hatian dalam bersikap) banyak contoh yang menggambarkan sikap beliau ini. Seperti telah dimaklumi.Syuriyah NU DIY 1971-1985. Karena memang. Sekitar awal tahun 2000-an. para santri hanya manggut-manggut mengiyakan apa yang disampaikan oleh beliau. Ada sebuah cerita yang berkaitan dengan penentuan awal bulan syawwal. Ali Makshum (mantan Rois Am PBNU dan kakak ipar KH. kebiasaan yang diterapkan mbah Zainal. Pribadi yang Wira`i Di antara sifat dan karakter mbah KH. bahwa penetapan awal bulan ramadlan atau syawal adalah dengan melakukan pengamatan langsung terhadap keberadaan rembulan. KH. dengan penuh tanda tanya dan rasa khawatir (karena seperti pada umumnya kehidupan di pesantren. Melihat patung. Zainal Abidin (tentunya berdasarkan kepada beberapa literatur fiqh yang mu’tabar) adalah haram. mbah Zainal sepertinya tidak mantap dalam menerima kesaksian seseorang dalam pengamatan rembulan. tidak hanya mencukupkan pada persaksian seseorang. dengan terlebih dahulu dilakukan sumpah. baik terkait dengan Agama. dimana ketika beliau . pada umumnya rukyat al-Hilal seringkali berhasil dari daerah tersebut. Diceritakan. maka besok syawal”. jika ada santri dipanggil oleh kyai. beliau menjawab: ”kalo ada saksi. Hal ini dialami oleh penulis. Zainal Abidin Moenauwwir merupakan salah satu ulama yang sangat teguh di dalam menjalankan ajaran hukum Islam (fiqh). dan hanya menganggapnya sebagai cerita. dan pasti para santri yang lewat jalan tersebut melihatnya. mesti ada urusan yang sangat urgent. Sebagai bukti terhadap keteguhan beliau di dalam memegang ajaran hukum Islam. Pengurus Wilayah Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh al-Nahdliyyah dan Pengurus Besar (PB) Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh al-Nahdliyyah. Zainal memanggil beberapa santri senior ke ndalemnya. Zainal Abidin kemudian bercerita bahwa. hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW “Puasa lah kalian karena melihat bulan dan berbukalah karena melihatnya” dan persaksian itu pada umumnya dapat diterima dengan pengamatan satu orang saksi. tetapi lebih dari itu. Namun demikian. kecuali terlebih dahulu menanyakan kepada para ulama di daerah lain. Di antaranya adalah terkait dengan penetapan awal bulan Ramadlan dan Syawwal. secara tiba-tiba KH. Misalnya di ta’zir atau lainnya) para santri kemudian sowan ke dalem beliau. yang semakin menegaskan pengakuan terhadap sifat kewira’ian mbah Zainal. lebih-lebih bagi pembuatnya.

suatu ketika penulis nderekke (mengantar) KH. Zainal Abidin berkomentar:“Malaikat Rahmat tidak mau masuk tempat yang ada patungnya“ . serta merta bantalan kucing tersebut dihilangkan kepalanya oleh KH. sampai-sampai mengancam para santri dan hendak nggruduk pondok serta mengajukan kami ke pengadilan. Kenapa kepala bonekanya dihilangkan?“ mBah Zainal kemudian menjawab. KH. hasil Keputusan Nahdlatul Ulama pada Muktamar Ke-1 di Surabaya 1345 H/1926 M No masalah 16) Juga sabdaNabi Muhammad SAW. kebetulan terdapat boneka kucing nya. di RS. Masih terkait dengan patung. Spontan ketika melihat patung yang ada di sekitar rumah sakit tersebut. Setelah diam beberapa saat. Bahkan menurut cerita istri beliau. Tanpa disangka. KH. diceritakan.berkesempatan bertemu dengan santri. untuk menjenguk keponakan beliau yang melahirkan. Hal yang hampir mirip juga dialami sendiri oleh penulis. bertemu dengan salah satu pengurus yayasan PKU Muhammadiyah. Gimana?“ Kami saat itu. Zainal kemudian melanjutkan dawuhnya: “ Kalo demikian. dan menyampaikan keinginan KH. singkat cerita. KH. Hal yang sama juga diterapkan kepada keluarga beliau. kemudian memintanya untuk tidak lagi menempatkannya di pinggir jalan. tanpa banyak pikir mengikuti apa yang sudah didawuhkan beliau. Basith Wahid. utamanya yang terkait dengan masalah seputar fiqh. mBah Zainal kemudian bercerita kepada Ir. (I’anatu al-Thalibin Juz III. maka katakan kepada pembuat patung. akhirnya pemilik patung mengikuti apa yang didawuhkan mbah Zainal. Zainal Abidin kemudian mengatakan“ Piye arep nyadong rahmate Allah.: . dengan negosiasi yang alot. Tanpa disangka mbah Zainal tetap pada pendiriannya. ndak apa-apa sebab tidak lagi sempurna. yaitu patung harus ditutupi.“ kalau kepalanya hilang. mendapat jawaban tersebut. Zainal. Ida Rufaida. Zainal Abidin Munawwir ke salah satu rumah sakit di Yogya. KH. Suatu ketika. salah satu dari Putra KH. PKU Muhammadiyah tidak pernah dibangun patung. Saat beliau menjenguk. pembuat patung yang saat itu kami temui marah besar. Dasar pengharaman patung seperti yang diyakini oleh KH. KH. mendapati hal tersebut. bersama-sama menghadap orang yang membuat patung. kalaupun seandainya dikasih nyawa tetap saja tidak hidup. Zainal Abidin Moenauwwir sakit dan menjalani rawat inap di Rumah sakit PKU Muhammadiyyah Yogyakarta. atau paling tidak menutupi patung dengan kain sehingga tidak terlihat dari jalan. suatu ketika bu Nyai Ida membeli bantalan kursi mobil. yen ono patunge (Bagaimana bisa mengharap rahmatnya Allah/kesehatan jika ada patung di rumah sakit “ Sejak saat itu. kalo tidak mau. harganya mahal kok dirusak. al-Bajuri Juz III. ada cerita menarik yang sampai kepada penulis. maka saya memerintahkan kepada kalian. MSI. Zainal. para santri kemudian menyampaikan kepada KH. Ibu Nyai Hj. dan menemui pembuat patung. Abdul Basith tentang keprihatinannya terkait fenomena banyaknya rumah sakit yang ada patungnya. Zainal Abidin adalah َ ٍ ُ ِ َ ٍ َ َ ُ ْ ُ ُ ْ ‫ي َحرمت َصوِي ْر حي َوان وَذات روْح ع َلى حائ ِط أ َوْ أ َرض وَن َحوِهاب ِعَي ْن ما ل َن ّها ت ُشب ِه ا ْل َصنام‬ َ ْ ٍ َ َ َ ْ ُ ْ َ ٍ َ ٍ ْ “Haram membuat patung hewan atau mahkluk bernyawa dari bahan apapun dan dipasang di sembarang tempat”. bahwa kami siap memindahkan patung tersebut. Ibu Nyai Ida kemudian mengatakan:“waduh. Zainal Abidin. Para santri kemudian kembali kepada pemilik patung. Mughni al-Muhtaj Juz III. seringkali beliau bercerita berbagai hal. yaitu Bapak Ir. layaknya makhluq hidup pada umumnya“.

Sebagai . dua fatwa itu tidak dapat dijadikan dasar sama sekali. Menurut para kiai.” Contoh lain keteguhan KH. Demikian pula perubahan sifat air ketika sampai ke anggota badan. KH Najib A Qodir (ketiganya pengasuh Ponpes Al Munawwir Krapyak Bantul). sehingga tidak memungkinkan mereka untuk pindah TPS. pada Pemilu 1999 akhirnya KPU DIY membuat keputusan khusus yang mengakomodasi usulan ini kemudian diumumkan di surat kabar. متفق عليه‬ ُ ْ ْ ْ َ َ ْ “Orang-orang pemilik patung akandisiksa di hari kiamat. Demikian pula dengan fatwa ulama Saudi Arabia yang menyatakan disunahkan penggunaan tinta’ (pacar). tapi yang jadi masalah adalah sampainya air ke anggota wudhu dan mandi. Atas prakarsa KH.ّ ِ َ َ ِ َ َ َ ‫أ َشد ّ الناس ع َذابا عن ْد َ اللهِ يلوْم ال ْقيامةاللذ ِي ْن ي ُضلاهون ب ِخللق الللهِ . Di antara kyai yang mendukung gagasan KH Zainal Abidin Munawwir dalam penolakan penggunaan tinta dalam pelaksanaan pemilu adalah KH A Warson Munawwir. KH Dalhar Munawwir. Lain daripada itu secara umum. adalah gagasan beliau dalam menyikapi fenomena yang terjadi di tengah masyarakat. ) حم م ( عن ابن مسعود ) صح‬ َ ُ َ ُ ً َ َ َ ِ َ ِ ّ “Orang-orang yang paling pedih siksaannya kelak di hari kiamat adalah pembuatpembuat patung hewan atau manusia“ ُ َ ‫وقال النبى صلى الله عليه وسلم : إ ِن أ َصحاب هَذ ِهِ الت ّصاوِي ْرِ ي ًعَذ ّبون ي َوْمال ْقيامةِ ، ي ُقال‬ َ ُ َ َ ْ ّ َ َ ِ َ َ ‫ل َهُم : أ َحيوا ما خل َقت ُم . KH Salimi ( Ponpes As-Salimiyyah Mlangi) KH Mukhtar Dawam (Ponpes Al Huda Mlangi). yakni dengan cara melubangi atau memberikan tanda di KTP atau kartu pemilihnya. Zainal Abidin Moenawwir dalam memegang prinsip ajaran fiqh. kemudian secara berurutan terun ke level berikutnya. KH Mu’tashim Billah (Ponpes Sunan Pandanaran) serta KH Ishomul Hadi (Kulonprogo). atau minimal menyebabkan sampainya air ke kulit dalam keadaan suci tapi tidak menyucikan. dan KH Masrur Ahmad (Cakringan). Zainal Abidin Moenauwwir Sejumlah ulama dan kiai se-Provinsi DIY menolak penggunaan cap tinta dalam pencoblosan pada Pemilu 5 April 2003 yang lalu . Zainal Abidin tersebut. saat itu menyayangkan sikap KPU Pusat dan KPU Provinsi DIY yang masih bersikukuh dengan fatwa MUI yang membolehkan penggunanan tinta dengan asumsi bahwa tinta itu suci. bukan masalah suci tidaknya tinta atau disunahkannya penggunaan pacar. Hal ini (menurut KH. mandi besar ke anggota badan. )حلم ق ن ( علن‬ ِ ً َ َ ِ ْ َ َ ُ َ ِ ّ ‫عائشة‬ َ ّ ‫إ ِن أ َشد ّ الناس ع َذابا ي َوْم ال ْقيامةِ ال ْمصوّرون. Para kyai. KH Ahmad Zabidi (Ponpes Ar Romly Bantul). dalam memberikan fatwa terhadap pertanyaan seputar fiqh (hukum Islam) mbah Zainal selalu menerapkan hukum yang ketat. para kiai juga memberikan peringatan bahwa penggunaan cara yang dapat mengganggu peribadatan seperti tidak sahnya salat. Hasil dari upaya para kyai yang digagas oleh KH. KH Mukhtarom Idris (Bantul). pasti akan membawa risiko yang sangat berat kelak di akhirat. Persoalannya. Pada peristiwa tersebut. Menurut para kiai ini. sebagai solusinya agar pemilih tidak bisa mencoblos di TPS lain. di antaranya terkait dengan tinta pemilu. Zainal) mengingat tinta itu dapat menghalangi sampainya air wudlu. demikian seterusnya. Wujud siksaannya ialah bahwa mereka dipaksamenghidupkan patung miliknya. Atau diberikan waktu terakhir sebelum TPS ditutup.

sejauh pengalaman penulis. Al-Munawwir. suatu ketika beliau bercerita bahwa pada saat Muktamar ke 31 di Donohudan Solo Jawa Tengah. Selama kuliah di Ma’had Aly PP. Masih menurut KH. beliau selalu menanyakan SIM (Surat Izin Mengemudi). dan tidak bersentuhan dengan laki-laki yang bukan mahram. Zainal Abidin Moenauwwir adalah kedisiplinan beliau dalam segala hal. beliau dikenal sebagai sosok kyai yang sangat rajin. dan justru sebaliknya para mahasiswa Ma’had Aly yang terlambat masuk. oleh karena itu orang yang thawaf harus suci. Beliau selalu berpendapat bahwa salah satu rukun thawaf adalah suci dari hadats besar dan kecil. dalam masalah thawaf haji. Zainal Abidin juga menerapkan disiplin yang menurut penulis bisa dikatakan “ketat“. Ma’mun M. Sedangkan kedekatan beliau dengan pejabat negara dibuktikan dengan banyaknya tokoh Nasional yang pernah sowan kepada beliau. Zainal Abidin dikenal sebagai sosok kyai yang dekat dengan berbagai kalangan. dari masyarakat kecil hingga pejabat Negara. beliau tetap mengajar. Zainal Abidin. maka beliau tidak mau diantar oleh santri tersebut. makna yang terkandung adalah kita tidak boleh serta-merta mengambil hukum yang paling ringan. sebelum sampai pada tingkatan dlarurat (sangat terpaksa). Hal ini dialami sendiri oleh penulis. Sebagai contoh. Semangat beliau dalam mengajar juga luar biasa. sekilas. Bahkan sebelum kampanye pencalonannya menjadi presiden di lapangan Denggung Kabupaten Sleman Yogyakarta (tanggal 21 Juni 2004) SBY menyempatkan diri sowan ke mBah Zainal. . Ke faqihan dan semangat beliau di dalam menegakkan prinsip ajaran hukum Islam (Fiqh). Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI) dan pejabat-pejabat lainnya.contoh. Sebagai seorang kyai yang salah satu aktivitas utamanya adalah Ta’lim wa al-Ta’allum. wilayah maupun dalam arena muktamar. juga tergambar dengan keaktifan beliau dalam mendiskusikan masalahmasalah agama dalam berbagai forum Bahtsul Masail (diskusi untuk memecahkan problem kekinian dengan prespektif fiqh). Dekat dengan berbagai kalangan KH. jam masuk beliau selalu tepat. aktivitas mengajar beliau dimulai dari ba’da shubuh hingga larut malam sekitar jam 11 malam. di antaranya adalah Jusuf Kalla (mantan Presiden RI). tidak pernah barang satu kali pun jadwal kuliah beliau yang kosong. hal itu tidak mudah atau mustahil untuk dilakukan. ketika penulis didawuhi (diperintah) untuk mengantar beliau guna menghadiri acara tertentu. salah satu kyai sepuh yang aktif dan di arena Bahtsul Masail adalah KH. Zainal Abidin Moenauwwir. namun dibalik hal itu semua. Kedekatan beliau dengan masyarakat kecil diwujudkan dalam bentuk kegiatan mujahadah yang diikuti oleh masyarakan sekitar minimal dalam waktu sebulan sekali. KH. Jendral Purnawirawan Wiranto (Mantan Pangab). Ma’mun Muhammad Mura’i. Bahkan sekalipun ada acara di Pesantren yang waktunya bertepatan dengan jadwal mengajar. rasanya untuk saat ini susah mencari profil kyai seperti KH. Bahkan seringkali. Hal ini seperti kesaksian salah seorang mantan pengurus NU cabang Sleman. jika saya atau santri yang diutus mengantar beliau tidak punya SIM. Sehingga tepat kiranya jika aktivitas beliau diibaratkan dengan “tiada hari tanpa mengajar“ dan sangat layak disebut sebagai “pecinta sejati ilmu pengetahuan“ Dalam kesehariannya. Pribadi yang Disiplin Sisi menarik dari pribadi KH. Mura’i. KH. yang juga dosen pada UIN Yogyakarta dan Ma’had Aly. kecuali pada saat beliau sakit atau ada agenda acara di luar kota. baik ditingkat kepengurusan NU tingkat cabang.

karena kita tidak khawatir langit ambruk sebab masih ada penyangganya. [] faqih .Kyai yang dekat dengan Santri dan dermawan KH. hal itu sangatlah bermakna. Dadi nek isih ono wong iku.. Almarhum mBah Ali memberikan komentar tentang mBah Zaenal. Disamping dikenal sebagai kyai yang dekat dengan santri. yaitu dibuatkan air minum oleh KH. al-Ta’rif Bi Ahli al-Sunnah wa al-Jama’ah berbicara tentang akidah dan sejarah munculnya faham Ahlussunnah wal Jama’ah al-Muqtathafat Min Jami’ Kalamihi Shallallhu Alaihi Wa Sallam kumpulan hadits Nabi SAW yang diringkas dari kitab hadits karya al-Hafidz Jalaluddin Abdurrahman al-Suyuthi dan kitab yang merupakan ringkasan dari kitab Fayd al-Qadir karya Imam al-Manawi berdasarkan kitab syarah yang ditulis oleh al-Allamah al-Manawi dan al-Furuq Fi Masail al-Furuq yang membahas tentang ." (Zainal itu penyangganya langit. Ali Makshum. Kedekatan beliau dengan santri diwujudkan dengan beberapa hal. Zainal Abidin ketika penulis sowan ke nDalem beliau.. selama masih ada beliau. Zainal KH. Ahmad Warson Moenauwwir. meskipun dengan hal-hal yang tidak seberapa untuk ukuran umum. namun bagi santri beliau. di antaranya dengan cara beliau memerintahkan atau memanggil santri untuk kemudian disuruh melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi santri itu sendiri. Seringkali beliau memberikan buah tangan bagi santri yang sowan. Karomah KH." Wah2 Karya KH. KH. Zainal Abidin juga dikenal sebagai salah seorang kyai yang produktif menulis kitab. Zainal Abidin Cukup kiranya untuk menjelaskan karomah yang dimiliki oleh KH. Beliau bersama KH. ora bakal kelakon kiamat. Di antara karya beliau adalah Tarikh Hadlarah yang berisi tentang sejarah peradaban Islam. menurut penilaian penulis adalah sosok kyai yang sangat dekat dengan santri. Bahkan tidak ada rasa canggung sedikitpun. Manasik Haji tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji. kita masih bisa pethakilan (bertindak bebas) di dunia ini.. Zainal Abidin. Wadlaif al-Muta’allim. tidak akan bakal terjadi kiamat) Komentar Gus Yahya Kholil Staquf yang saat itu mendengar ngendiko nya mbah Ali berkelakar: "Ini juga berarti. mBah Ali suatu ketika pernah mengatakan: "Zaenal iku songgo-ne langit. Zainal juga dikenal juga sebagai kyai yang dermawan. penulis mengalami kejadian yang sangat berkesan. Kutaib Gharib al-Nadlir Bi Kasyf Min Mas’uliyyat alMuta’allim Bahtsan Fiqhiyyan berbicara tentang menuntut ilmu dan permasalahannya dalam prespektif fiqh .. Zainal Abidin dengan kealimannya. Ali Makshum juga merupakan editor (pentashih) dari kamus al-Munawwir yang ditulis oleh KH. Jadi kalau masih ada orang itu. apa yang diceritakan oleh salah satu keluarga dan santri KH.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful