P. 1
tokoh panutan mbah Zainal-08

tokoh panutan mbah Zainal-08

|Views: 183|Likes:
Published by hanifmahfuds4942

More info:

Published by: hanifmahfuds4942 on Feb 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/22/2014

pdf

text

original

KH.

Zainal Abidin Moenauwwir Pembela Syari’at Islam

Nasab KH. Zainal Abidin Moenauwwir KH. Zainal Abidin Moenawwir dilahirkan di Bantul Yogyakarta pada tanggal 18 Jumadil Akhirah 1350 H bertepatan dengan tanggal 31 Oktober 1931 M. Beliau merupakan putra ke 9 dari 11 saudara dari pasangan almarhum wa al-Maghfurlah KH. M. Moenawwir al-Hafidz al-Muqri` bin KH. Abdullah Rosyad bin KH. Hasan Bashori (Kasan Besari, ajudan Pangeran Diponegoro) dengan istri kedua, Ibu Nyai Sukis. KH. M. Moenauwwir sendiri dikenal di kalangan pesantren Abad 20 sebagai ulama yang ahli dalam bidang qiraat al-Qur`an yang ternama. Pendidikan KH. Zainal Abidin Moenauwwir Sejak kecil, KH. Zainal Abidin Moenauwir hidup di lingkungan pesantren. Pendidikan beliau dihabiskan di Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, dibawah bimbingan bapak beliau sendiri al-marhum wa al-Maghfurlah KH.M. Moenauwir dan kakak ipar beliau al-marhum wa al-Maghfurlah KH. Ali Maksum. Dengan pendidikan langsung yang ditangani bapak dan kakak iparnya tersebut, KH. Zainal Abidin akhirnya menjadi seorang yang alim, khususnya dalam bidang fiqh, bahkan pada masa berikutnya seringkali mendapat julukan sebagai ulama fiqh-nya Yogyakarta untuk saat ini. Tempaan yang dilakukan oleh KH. Ali Makshum terhadap KH. Zainal Abidin dan saudara-saudara beliau yang lain, di antaranya KH. Abdul Qadir Moenauwir (alm), KH. Mufid Mas’ud (Alm), KH. Nawawi Abdul Aziz , KH. Dalhar Moenawir, KH. Ahmad Munawir (Alm) dan KH. Achmad Warson Munawir yang kesemuanya adalah “ahlul bait“ keluarga Krapyak, sangatlah ketat dan disiplin. Kerasnya Kaderisasi yang dilakukan oleh KH. Ali Makshum ini dibenarkan oleh K.H. Zainal Abidin Munawwir, beliau menegaskan bahwa semasa dididik Kyai Ali dirinya “dipaksa” untuk bisa menguasai kitab-kitab kuning. Terhadap “ahlul bait”, tambah Kyai Zainal, Kyai Ali dikenal sangat keras. Hampir tak ada waktu untuk santai. Setiap “ahlul bait” selalu dipantau perkembangan ilmunya. Kesaksian terhadap pola pendidikan yang diterapkan KH. Ali Makshum, juga diungkapkan oleh KH. Achmad Warson Moenawwir ketika mengenang kesungguhan KH. Ali Makshum dalam mendidik beliau dan saudara-saudara beliau yang lain, pada suatu kesempatan beliau mengatakan: ” Opo maneh ming didukani, disabet lan dibandem sandal, aku wis tau nganti dicencang neng kayu... Simbok kadang nangis ndelok aku... Tapi nek Kang Ali ora koyo ngono, ibarate lawlahu, aku ra ngerti aku bakal dadi opo...'' (Jangankan hanya dimarahi, dipukul dan dilempar sandal pun sudah pernah saya alami, bahkan diikat di sebatang kayu, Ibuku terkadang sampai menangis melihat saya seperti itu, akan tetapi kalau KH. Ali Makshum tidak seperti itu, ibaratnya Laulahu (Jika tidak ada dan bukan karena dia -Arab) saya tidak tahu saya mau jadi apa). Demikian halnya yang dialami oleh mbah Zainal. Selain dikenal sebagai seorang kyai dan pengasuh pesantren, KH. Zainal Abidin Moenawwir juga dikenal sebagai kyai yang aktif berorganisasi, baik organisasi politik maupun organisasi keagamaan. Dalam keorganisasian politik, beliau pernah tercatat sebagai Ketua Golongan Partai Islam tahun 1964, Anggota DPRD DIY 19671971, Anggota DPRD DIY/Ketua fraksi PPP 1971-1977. Sementara itu organisasi keormasan, di antaranya adalah Pengurus Tanfidliyyah NU DIY 1963-1971, Pengurus

Melihat patung. Aktivitas beliau di atas menunjukkan peran riil KH. maka besok syawal”. dan pasti para santri yang lewat jalan tersebut melihatnya. Namun ketika beliau ditanya lagi: Kapan takbiran dan shalat id (hari raya) di Masjid Krapyak? Mbah KH. Diceritakan. Seperti telah dimaklumi. ditemukan patung. Sekitar awal tahun 2000-an. Pemegang Teguh Hukum Islam (Fiqh) Menurut pandangan penulis. tidak hanya mencukupkan pada persaksian seseorang. Pribadi yang Wira`i Di antara sifat dan karakter mbah KH. Setelah sejenak menanyakan kabar para santri yang saat itu sowan. Zainal yang dipahami oleh penulis adalah Wira`i (kehati-hatian dalam bersikap) banyak contoh yang menggambarkan sikap beliau ini. Zainal memanggil beberapa santri senior ke ndalemnya. pada umumnya rukyat al-Hilal seringkali berhasil dari daerah tersebut. tetapi lebih dari itu. dan hanya menganggapnya sebagai cerita. Pengurus Wilayah Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh al-Nahdliyyah dan Pengurus Besar (PB) Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh al-Nahdliyyah. mbah Zainal sepertinya tidak mantap dalam menerima kesaksian seseorang dalam pengamatan rembulan. beliau menjawab: ”kalo ada saksi. Hal ini dialami oleh penulis. Ali Makshum (mantan Rois Am PBNU dan kakak ipar KH. lebih-lebih bagi pembuatnya. bahwa suatu ketika KH. karena memang sudah menjadi kebiasaan beliau. secara tiba-tiba KH. Zainal Abidin Moenauwwir merupakan salah satu ulama yang sangat teguh di dalam menjalankan ajaran hukum Islam (fiqh). Yang luar biasa lagi. bahwa penetapan awal bulan ramadlan atau syawal adalah dengan melakukan pengamatan langsung terhadap keberadaan rembulan. KH. Zainal Abidin (tentunya berdasarkan kepada beberapa literatur fiqh yang mu’tabar) adalah haram. hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW “Puasa lah kalian karena melihat bulan dan berbukalah karena melihatnya” dan persaksian itu pada umumnya dapat diterima dengan pengamatan satu orang saksi. di sekitar jalan dekat pondok yang sering dilalui oleh para santri. Ada sebuah cerita yang berkaitan dengan penentuan awal bulan syawwal. baik terkait dengan Agama. Mustasyar NU DIY 1985-1997. yang semakin menegaskan pengakuan terhadap sifat kewira’ian mbah Zainal. para santri hanya manggut-manggut mengiyakan apa yang disampaikan oleh beliau. Namun demikian. Zainal Abidin kemudian bercerita bahwa. Zainal Abidin dalam berbagai hal. menurut KH. dengan terlebih dahulu dilakukan sumpah. kecuali terlebih dahulu menanyakan kepada para ulama di daerah lain. jika ada santri dipanggil oleh kyai. Sebagai bukti terhadap keteguhan beliau di dalam memegang ajaran hukum Islam. Di antaranya adalah terkait dengan penetapan awal bulan Ramadlan dan Syawwal. dengan penuh tanda tanya dan rasa khawatir (karena seperti pada umumnya kehidupan di pesantren. Ali Makshum menjawab: ”Kuwi urusane Zainal” (Kalo masalah itu. ketika berkesempatan nyantri kepada beliau. tanyakan ke Zainal saja”. utamanya ulama-ulama di Jawa Timur. Misalnya di ta’zir atau lainnya) para santri kemudian sowan ke dalem beliau. dimana ketika beliau . menanyakan kepada saksi tentang berbagai hal terkait dengan pengamatan awal bulan.Syuriyah NU DIY 1971-1985. Saat itu. dapat dipaparkan disini beberapa peristiwa yang dapat menggambarkan hal itu. kebiasaan yang diterapkan mbah Zainal. Negara maupun bangsa. Karena memang. KH. Zainal Abidin) ditanya oleh seorang santri tentang penetapan bulan syawal. mesti ada urusan yang sangat urgent.

Gimana?“ Kami saat itu. KH. yaitu Bapak Ir. utamanya yang terkait dengan masalah seputar fiqh. Ida Rufaida. KH. Zainal Abidin Moenauwwir sakit dan menjalani rawat inap di Rumah sakit PKU Muhammadiyyah Yogyakarta. pembuat patung yang saat itu kami temui marah besar. Zainal Abidin adalah َ ٍ ُ ِ َ ٍ َ َ ُ ْ ُ ُ ْ ‫ي َحرمت َصوِي ْر حي َوان وَذات روْح ع َلى حائ ِط أ َوْ أ َرض وَن َحوِهاب ِعَي ْن ما ل َن ّها ت ُشب ِه ا ْل َصنام‬ َ ْ ٍ َ َ َ ْ ُ ْ َ ٍ َ ٍ ْ “Haram membuat patung hewan atau mahkluk bernyawa dari bahan apapun dan dipasang di sembarang tempat”. Suatu ketika. KH. atau paling tidak menutupi patung dengan kain sehingga tidak terlihat dari jalan. Abdul Basith tentang keprihatinannya terkait fenomena banyaknya rumah sakit yang ada patungnya. tanpa banyak pikir mengikuti apa yang sudah didawuhkan beliau. hasil Keputusan Nahdlatul Ulama pada Muktamar Ke-1 di Surabaya 1345 H/1926 M No masalah 16) Juga sabdaNabi Muhammad SAW. Saat beliau menjenguk. Zainal. Mughni al-Muhtaj Juz III. Zainal. dan menyampaikan keinginan KH. di RS. Zainal Abidin berkomentar:“Malaikat Rahmat tidak mau masuk tempat yang ada patungnya“ . Tanpa disangka mbah Zainal tetap pada pendiriannya. Spontan ketika melihat patung yang ada di sekitar rumah sakit tersebut. Zainal Abidin. Zainal Abidin kemudian mengatakan“ Piye arep nyadong rahmate Allah. (I’anatu al-Thalibin Juz III. bertemu dengan salah satu pengurus yayasan PKU Muhammadiyah. kalo tidak mau. Basith Wahid. KH. Dasar pengharaman patung seperti yang diyakini oleh KH.“ kalau kepalanya hilang. Setelah diam beberapa saat. sampai-sampai mengancam para santri dan hendak nggruduk pondok serta mengajukan kami ke pengadilan. dengan negosiasi yang alot. PKU Muhammadiyah tidak pernah dibangun patung. dan menemui pembuat patung. untuk menjenguk keponakan beliau yang melahirkan. bahwa kami siap memindahkan patung tersebut. Para santri kemudian kembali kepada pemilik patung. mendapat jawaban tersebut. Hal yang hampir mirip juga dialami sendiri oleh penulis. Tanpa disangka. ada cerita menarik yang sampai kepada penulis. layaknya makhluq hidup pada umumnya“. harganya mahal kok dirusak. Zainal Abidin Munawwir ke salah satu rumah sakit di Yogya. suatu ketika penulis nderekke (mengantar) KH. salah satu dari Putra KH. al-Bajuri Juz III. suatu ketika bu Nyai Ida membeli bantalan kursi mobil. para santri kemudian menyampaikan kepada KH. Ibu Nyai Hj. singkat cerita. yen ono patunge (Bagaimana bisa mengharap rahmatnya Allah/kesehatan jika ada patung di rumah sakit “ Sejak saat itu. seringkali beliau bercerita berbagai hal. yaitu patung harus ditutupi. ndak apa-apa sebab tidak lagi sempurna. serta merta bantalan kucing tersebut dihilangkan kepalanya oleh KH. maka katakan kepada pembuat patung.berkesempatan bertemu dengan santri. Kenapa kepala bonekanya dihilangkan?“ mBah Zainal kemudian menjawab. kalaupun seandainya dikasih nyawa tetap saja tidak hidup. kemudian memintanya untuk tidak lagi menempatkannya di pinggir jalan. diceritakan. maka saya memerintahkan kepada kalian. Ibu Nyai Ida kemudian mengatakan:“waduh. akhirnya pemilik patung mengikuti apa yang didawuhkan mbah Zainal. Zainal kemudian melanjutkan dawuhnya: “ Kalo demikian. KH.: . Masih terkait dengan patung. kebetulan terdapat boneka kucing nya. mendapati hal tersebut. MSI. bersama-sama menghadap orang yang membuat patung. Hal yang sama juga diterapkan kepada keluarga beliau. mBah Zainal kemudian bercerita kepada Ir. Bahkan menurut cerita istri beliau.

Hasil dari upaya para kyai yang digagas oleh KH. yakni dengan cara melubangi atau memberikan tanda di KTP atau kartu pemilihnya. dua fatwa itu tidak dapat dijadikan dasar sama sekali. para kiai juga memberikan peringatan bahwa penggunaan cara yang dapat mengganggu peribadatan seperti tidak sahnya salat. Zainal) mengingat tinta itu dapat menghalangi sampainya air wudlu. Persoalannya. Atas prakarsa KH. KH Mu’tashim Billah (Ponpes Sunan Pandanaran) serta KH Ishomul Hadi (Kulonprogo). Sebagai . Demikian pula dengan fatwa ulama Saudi Arabia yang menyatakan disunahkan penggunaan tinta’ (pacar).ّ ِ َ َ ِ َ َ َ ‫أ َشد ّ الناس ع َذابا عن ْد َ اللهِ يلوْم ال ْقيامةاللذ ِي ْن ي ُضلاهون ب ِخللق الللهِ . Zainal Abidin Moenawwir dalam memegang prinsip ajaran fiqh. Menurut para kiai. Zainal Abidin tersebut. Demikian pula perubahan sifat air ketika sampai ke anggota badan. KH Dalhar Munawwir. pasti akan membawa risiko yang sangat berat kelak di akhirat. Para kyai. Atau diberikan waktu terakhir sebelum TPS ditutup. KH Salimi ( Ponpes As-Salimiyyah Mlangi) KH Mukhtar Dawam (Ponpes Al Huda Mlangi). adalah gagasan beliau dalam menyikapi fenomena yang terjadi di tengah masyarakat. saat itu menyayangkan sikap KPU Pusat dan KPU Provinsi DIY yang masih bersikukuh dengan fatwa MUI yang membolehkan penggunanan tinta dengan asumsi bahwa tinta itu suci. atau minimal menyebabkan sampainya air ke kulit dalam keadaan suci tapi tidak menyucikan.” Contoh lain keteguhan KH. Hal ini (menurut KH. Wujud siksaannya ialah bahwa mereka dipaksamenghidupkan patung miliknya. متفق عليه‬ ُ ْ ْ ْ َ َ ْ “Orang-orang pemilik patung akandisiksa di hari kiamat. tapi yang jadi masalah adalah sampainya air ke anggota wudhu dan mandi. Zainal Abidin Moenauwwir Sejumlah ulama dan kiai se-Provinsi DIY menolak penggunaan cap tinta dalam pencoblosan pada Pemilu 5 April 2003 yang lalu . di antaranya terkait dengan tinta pemilu. KH Ahmad Zabidi (Ponpes Ar Romly Bantul). kemudian secara berurutan terun ke level berikutnya. )حلم ق ن ( علن‬ ِ ً َ َ ِ ْ َ َ ُ َ ِ ّ ‫عائشة‬ َ ّ ‫إ ِن أ َشد ّ الناس ع َذابا ي َوْم ال ْقيامةِ ال ْمصوّرون. demikian seterusnya. mandi besar ke anggota badan. sebagai solusinya agar pemilih tidak bisa mencoblos di TPS lain. bukan masalah suci tidaknya tinta atau disunahkannya penggunaan pacar. dan KH Masrur Ahmad (Cakringan). KH Mukhtarom Idris (Bantul). Lain daripada itu secara umum. KH Najib A Qodir (ketiganya pengasuh Ponpes Al Munawwir Krapyak Bantul). Pada peristiwa tersebut. Menurut para kiai ini. pada Pemilu 1999 akhirnya KPU DIY membuat keputusan khusus yang mengakomodasi usulan ini kemudian diumumkan di surat kabar. ) حم م ( عن ابن مسعود ) صح‬ َ ُ َ ُ ً َ َ َ ِ َ ِ ّ “Orang-orang yang paling pedih siksaannya kelak di hari kiamat adalah pembuatpembuat patung hewan atau manusia“ ُ َ ‫وقال النبى صلى الله عليه وسلم : إ ِن أ َصحاب هَذ ِهِ الت ّصاوِي ْرِ ي ًعَذ ّبون ي َوْمال ْقيامةِ ، ي ُقال‬ َ ُ َ َ ْ ّ َ َ ِ َ َ ‫ل َهُم : أ َحيوا ما خل َقت ُم . Di antara kyai yang mendukung gagasan KH Zainal Abidin Munawwir dalam penolakan penggunaan tinta dalam pelaksanaan pemilu adalah KH A Warson Munawwir. sehingga tidak memungkinkan mereka untuk pindah TPS. dalam memberikan fatwa terhadap pertanyaan seputar fiqh (hukum Islam) mbah Zainal selalu menerapkan hukum yang ketat.

Zainal Abidin juga menerapkan disiplin yang menurut penulis bisa dikatakan “ketat“. ketika penulis didawuhi (diperintah) untuk mengantar beliau guna menghadiri acara tertentu. Ma’mun Muhammad Mura’i. sekilas. Zainal Abidin Moenauwwir. KH. aktivitas mengajar beliau dimulai dari ba’da shubuh hingga larut malam sekitar jam 11 malam. baik ditingkat kepengurusan NU tingkat cabang. Hal ini seperti kesaksian salah seorang mantan pengurus NU cabang Sleman. dari masyarakat kecil hingga pejabat Negara. Mura’i. wilayah maupun dalam arena muktamar. Zainal Abidin Moenauwwir adalah kedisiplinan beliau dalam segala hal. makna yang terkandung adalah kita tidak boleh serta-merta mengambil hukum yang paling ringan. oleh karena itu orang yang thawaf harus suci. Dekat dengan berbagai kalangan KH. Masih menurut KH. Sehingga tepat kiranya jika aktivitas beliau diibaratkan dengan “tiada hari tanpa mengajar“ dan sangat layak disebut sebagai “pecinta sejati ilmu pengetahuan“ Dalam kesehariannya. rasanya untuk saat ini susah mencari profil kyai seperti KH. maka beliau tidak mau diantar oleh santri tersebut. Beliau selalu berpendapat bahwa salah satu rukun thawaf adalah suci dari hadats besar dan kecil. Bahkan seringkali. Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI) dan pejabat-pejabat lainnya. Ke faqihan dan semangat beliau di dalam menegakkan prinsip ajaran hukum Islam (Fiqh). juga tergambar dengan keaktifan beliau dalam mendiskusikan masalahmasalah agama dalam berbagai forum Bahtsul Masail (diskusi untuk memecahkan problem kekinian dengan prespektif fiqh).contoh. beliau selalu menanyakan SIM (Surat Izin Mengemudi). Zainal Abidin dikenal sebagai sosok kyai yang dekat dengan berbagai kalangan. jika saya atau santri yang diutus mengantar beliau tidak punya SIM. Kedekatan beliau dengan masyarakat kecil diwujudkan dalam bentuk kegiatan mujahadah yang diikuti oleh masyarakan sekitar minimal dalam waktu sebulan sekali. Selama kuliah di Ma’had Aly PP. Hal ini dialami sendiri oleh penulis. sebelum sampai pada tingkatan dlarurat (sangat terpaksa). Sedangkan kedekatan beliau dengan pejabat negara dibuktikan dengan banyaknya tokoh Nasional yang pernah sowan kepada beliau. yang juga dosen pada UIN Yogyakarta dan Ma’had Aly. . beliau dikenal sebagai sosok kyai yang sangat rajin. tidak pernah barang satu kali pun jadwal kuliah beliau yang kosong. Bahkan sebelum kampanye pencalonannya menjadi presiden di lapangan Denggung Kabupaten Sleman Yogyakarta (tanggal 21 Juni 2004) SBY menyempatkan diri sowan ke mBah Zainal. Al-Munawwir. KH. Bahkan sekalipun ada acara di Pesantren yang waktunya bertepatan dengan jadwal mengajar. Sebagai contoh. Zainal Abidin. jam masuk beliau selalu tepat. Sebagai seorang kyai yang salah satu aktivitas utamanya adalah Ta’lim wa al-Ta’allum. dalam masalah thawaf haji. kecuali pada saat beliau sakit atau ada agenda acara di luar kota. namun dibalik hal itu semua. beliau tetap mengajar. dan justru sebaliknya para mahasiswa Ma’had Aly yang terlambat masuk. Ma’mun M. sejauh pengalaman penulis. di antaranya adalah Jusuf Kalla (mantan Presiden RI). Pribadi yang Disiplin Sisi menarik dari pribadi KH. salah satu kyai sepuh yang aktif dan di arena Bahtsul Masail adalah KH. hal itu tidak mudah atau mustahil untuk dilakukan. dan tidak bersentuhan dengan laki-laki yang bukan mahram. Semangat beliau dalam mengajar juga luar biasa. suatu ketika beliau bercerita bahwa pada saat Muktamar ke 31 di Donohudan Solo Jawa Tengah. Jendral Purnawirawan Wiranto (Mantan Pangab).

[] faqih . penulis mengalami kejadian yang sangat berkesan. menurut penilaian penulis adalah sosok kyai yang sangat dekat dengan santri.. apa yang diceritakan oleh salah satu keluarga dan santri KH. Zainal juga dikenal juga sebagai kyai yang dermawan.. Disamping dikenal sebagai kyai yang dekat dengan santri. Wadlaif al-Muta’allim. Bahkan tidak ada rasa canggung sedikitpun. Kedekatan beliau dengan santri diwujudkan dengan beberapa hal. Dadi nek isih ono wong iku. Beliau bersama KH. Manasik Haji tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji." Wah2 Karya KH. kita masih bisa pethakilan (bertindak bebas) di dunia ini. Zainal Abidin Cukup kiranya untuk menjelaskan karomah yang dimiliki oleh KH. al-Ta’rif Bi Ahli al-Sunnah wa al-Jama’ah berbicara tentang akidah dan sejarah munculnya faham Ahlussunnah wal Jama’ah al-Muqtathafat Min Jami’ Kalamihi Shallallhu Alaihi Wa Sallam kumpulan hadits Nabi SAW yang diringkas dari kitab hadits karya al-Hafidz Jalaluddin Abdurrahman al-Suyuthi dan kitab yang merupakan ringkasan dari kitab Fayd al-Qadir karya Imam al-Manawi berdasarkan kitab syarah yang ditulis oleh al-Allamah al-Manawi dan al-Furuq Fi Masail al-Furuq yang membahas tentang . mBah Ali suatu ketika pernah mengatakan: "Zaenal iku songgo-ne langit. Kutaib Gharib al-Nadlir Bi Kasyf Min Mas’uliyyat alMuta’allim Bahtsan Fiqhiyyan berbicara tentang menuntut ilmu dan permasalahannya dalam prespektif fiqh . ora bakal kelakon kiamat. Zainal Abidin ketika penulis sowan ke nDalem beliau.. Ali Makshum juga merupakan editor (pentashih) dari kamus al-Munawwir yang ditulis oleh KH. meskipun dengan hal-hal yang tidak seberapa untuk ukuran umum. Zainal Abidin. Zainal Abidin dengan kealimannya. yaitu dibuatkan air minum oleh KH. Jadi kalau masih ada orang itu." (Zainal itu penyangganya langit. selama masih ada beliau. Zainal Abidin juga dikenal sebagai salah seorang kyai yang produktif menulis kitab. Ahmad Warson Moenauwwir. Ali Makshum. karena kita tidak khawatir langit ambruk sebab masih ada penyangganya.. Zainal KH. tidak akan bakal terjadi kiamat) Komentar Gus Yahya Kholil Staquf yang saat itu mendengar ngendiko nya mbah Ali berkelakar: "Ini juga berarti. Di antara karya beliau adalah Tarikh Hadlarah yang berisi tentang sejarah peradaban Islam. Karomah KH. hal itu sangatlah bermakna. Almarhum mBah Ali memberikan komentar tentang mBah Zaenal. di antaranya dengan cara beliau memerintahkan atau memanggil santri untuk kemudian disuruh melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi santri itu sendiri. namun bagi santri beliau. KH.Kyai yang dekat dengan Santri dan dermawan KH. Seringkali beliau memberikan buah tangan bagi santri yang sowan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->