KH.

Zainal Abidin Moenauwwir Pembela Syari’at Islam

Nasab KH. Zainal Abidin Moenauwwir KH. Zainal Abidin Moenawwir dilahirkan di Bantul Yogyakarta pada tanggal 18 Jumadil Akhirah 1350 H bertepatan dengan tanggal 31 Oktober 1931 M. Beliau merupakan putra ke 9 dari 11 saudara dari pasangan almarhum wa al-Maghfurlah KH. M. Moenawwir al-Hafidz al-Muqri` bin KH. Abdullah Rosyad bin KH. Hasan Bashori (Kasan Besari, ajudan Pangeran Diponegoro) dengan istri kedua, Ibu Nyai Sukis. KH. M. Moenauwwir sendiri dikenal di kalangan pesantren Abad 20 sebagai ulama yang ahli dalam bidang qiraat al-Qur`an yang ternama. Pendidikan KH. Zainal Abidin Moenauwwir Sejak kecil, KH. Zainal Abidin Moenauwir hidup di lingkungan pesantren. Pendidikan beliau dihabiskan di Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, dibawah bimbingan bapak beliau sendiri al-marhum wa al-Maghfurlah KH.M. Moenauwir dan kakak ipar beliau al-marhum wa al-Maghfurlah KH. Ali Maksum. Dengan pendidikan langsung yang ditangani bapak dan kakak iparnya tersebut, KH. Zainal Abidin akhirnya menjadi seorang yang alim, khususnya dalam bidang fiqh, bahkan pada masa berikutnya seringkali mendapat julukan sebagai ulama fiqh-nya Yogyakarta untuk saat ini. Tempaan yang dilakukan oleh KH. Ali Makshum terhadap KH. Zainal Abidin dan saudara-saudara beliau yang lain, di antaranya KH. Abdul Qadir Moenauwir (alm), KH. Mufid Mas’ud (Alm), KH. Nawawi Abdul Aziz , KH. Dalhar Moenawir, KH. Ahmad Munawir (Alm) dan KH. Achmad Warson Munawir yang kesemuanya adalah “ahlul bait“ keluarga Krapyak, sangatlah ketat dan disiplin. Kerasnya Kaderisasi yang dilakukan oleh KH. Ali Makshum ini dibenarkan oleh K.H. Zainal Abidin Munawwir, beliau menegaskan bahwa semasa dididik Kyai Ali dirinya “dipaksa” untuk bisa menguasai kitab-kitab kuning. Terhadap “ahlul bait”, tambah Kyai Zainal, Kyai Ali dikenal sangat keras. Hampir tak ada waktu untuk santai. Setiap “ahlul bait” selalu dipantau perkembangan ilmunya. Kesaksian terhadap pola pendidikan yang diterapkan KH. Ali Makshum, juga diungkapkan oleh KH. Achmad Warson Moenawwir ketika mengenang kesungguhan KH. Ali Makshum dalam mendidik beliau dan saudara-saudara beliau yang lain, pada suatu kesempatan beliau mengatakan: ” Opo maneh ming didukani, disabet lan dibandem sandal, aku wis tau nganti dicencang neng kayu... Simbok kadang nangis ndelok aku... Tapi nek Kang Ali ora koyo ngono, ibarate lawlahu, aku ra ngerti aku bakal dadi opo...'' (Jangankan hanya dimarahi, dipukul dan dilempar sandal pun sudah pernah saya alami, bahkan diikat di sebatang kayu, Ibuku terkadang sampai menangis melihat saya seperti itu, akan tetapi kalau KH. Ali Makshum tidak seperti itu, ibaratnya Laulahu (Jika tidak ada dan bukan karena dia -Arab) saya tidak tahu saya mau jadi apa). Demikian halnya yang dialami oleh mbah Zainal. Selain dikenal sebagai seorang kyai dan pengasuh pesantren, KH. Zainal Abidin Moenawwir juga dikenal sebagai kyai yang aktif berorganisasi, baik organisasi politik maupun organisasi keagamaan. Dalam keorganisasian politik, beliau pernah tercatat sebagai Ketua Golongan Partai Islam tahun 1964, Anggota DPRD DIY 19671971, Anggota DPRD DIY/Ketua fraksi PPP 1971-1977. Sementara itu organisasi keormasan, di antaranya adalah Pengurus Tanfidliyyah NU DIY 1963-1971, Pengurus

mbah Zainal sepertinya tidak mantap dalam menerima kesaksian seseorang dalam pengamatan rembulan. Zainal Abidin kemudian bercerita bahwa. Zainal Abidin Moenauwwir merupakan salah satu ulama yang sangat teguh di dalam menjalankan ajaran hukum Islam (fiqh). Setelah sejenak menanyakan kabar para santri yang saat itu sowan. Aktivitas beliau di atas menunjukkan peran riil KH. bahwa penetapan awal bulan ramadlan atau syawal adalah dengan melakukan pengamatan langsung terhadap keberadaan rembulan. Sekitar awal tahun 2000-an. Zainal Abidin) ditanya oleh seorang santri tentang penetapan bulan syawal. Misalnya di ta’zir atau lainnya) para santri kemudian sowan ke dalem beliau. Zainal Abidin (tentunya berdasarkan kepada beberapa literatur fiqh yang mu’tabar) adalah haram. Pribadi yang Wira`i Di antara sifat dan karakter mbah KH. Negara maupun bangsa. mesti ada urusan yang sangat urgent. lebih-lebih bagi pembuatnya. Hal ini dialami oleh penulis. Seperti telah dimaklumi. Mustasyar NU DIY 1985-1997. Namun ketika beliau ditanya lagi: Kapan takbiran dan shalat id (hari raya) di Masjid Krapyak? Mbah KH. Pemegang Teguh Hukum Islam (Fiqh) Menurut pandangan penulis. Sebagai bukti terhadap keteguhan beliau di dalam memegang ajaran hukum Islam. jika ada santri dipanggil oleh kyai. tetapi lebih dari itu. Di antaranya adalah terkait dengan penetapan awal bulan Ramadlan dan Syawwal. Zainal Abidin dalam berbagai hal.Syuriyah NU DIY 1971-1985. dengan penuh tanda tanya dan rasa khawatir (karena seperti pada umumnya kehidupan di pesantren. karena memang sudah menjadi kebiasaan beliau. Ali Makshum menjawab: ”Kuwi urusane Zainal” (Kalo masalah itu. Yang luar biasa lagi. dan pasti para santri yang lewat jalan tersebut melihatnya. pada umumnya rukyat al-Hilal seringkali berhasil dari daerah tersebut. bahwa suatu ketika KH. Namun demikian. Saat itu. dan hanya menganggapnya sebagai cerita. Ada sebuah cerita yang berkaitan dengan penentuan awal bulan syawwal. baik terkait dengan Agama. di sekitar jalan dekat pondok yang sering dilalui oleh para santri. ditemukan patung. dapat dipaparkan disini beberapa peristiwa yang dapat menggambarkan hal itu. yang semakin menegaskan pengakuan terhadap sifat kewira’ian mbah Zainal. Diceritakan. Karena memang. ketika berkesempatan nyantri kepada beliau. Melihat patung. dimana ketika beliau . dengan terlebih dahulu dilakukan sumpah. para santri hanya manggut-manggut mengiyakan apa yang disampaikan oleh beliau. Ali Makshum (mantan Rois Am PBNU dan kakak ipar KH. utamanya ulama-ulama di Jawa Timur. maka besok syawal”. secara tiba-tiba KH. tidak hanya mencukupkan pada persaksian seseorang. menanyakan kepada saksi tentang berbagai hal terkait dengan pengamatan awal bulan. tanyakan ke Zainal saja”. KH. Pengurus Wilayah Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh al-Nahdliyyah dan Pengurus Besar (PB) Jam’iyyah Thariqah Mu’tabaroh al-Nahdliyyah. beliau menjawab: ”kalo ada saksi. kebiasaan yang diterapkan mbah Zainal. Zainal memanggil beberapa santri senior ke ndalemnya. Zainal yang dipahami oleh penulis adalah Wira`i (kehati-hatian dalam bersikap) banyak contoh yang menggambarkan sikap beliau ini. kecuali terlebih dahulu menanyakan kepada para ulama di daerah lain. hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW “Puasa lah kalian karena melihat bulan dan berbukalah karena melihatnya” dan persaksian itu pada umumnya dapat diterima dengan pengamatan satu orang saksi. menurut KH. KH.

Zainal Abidin berkomentar:“Malaikat Rahmat tidak mau masuk tempat yang ada patungnya“ . pembuat patung yang saat itu kami temui marah besar. bertemu dengan salah satu pengurus yayasan PKU Muhammadiyah. suatu ketika bu Nyai Ida membeli bantalan kursi mobil. Ibu Nyai Hj. kemudian memintanya untuk tidak lagi menempatkannya di pinggir jalan. Spontan ketika melihat patung yang ada di sekitar rumah sakit tersebut. KH. Zainal Abidin. Zainal Abidin kemudian mengatakan“ Piye arep nyadong rahmate Allah. Zainal.berkesempatan bertemu dengan santri. serta merta bantalan kucing tersebut dihilangkan kepalanya oleh KH. Abdul Basith tentang keprihatinannya terkait fenomena banyaknya rumah sakit yang ada patungnya. diceritakan. Hal yang hampir mirip juga dialami sendiri oleh penulis. Gimana?“ Kami saat itu. Zainal Abidin adalah َ ٍ ُ ِ َ ٍ َ َ ُ ْ ُ ُ ْ ‫ي َحرمت َصوِي ْر حي َوان وَذات روْح ع َلى حائ ِط أ َوْ أ َرض وَن َحوِهاب ِعَي ْن ما ل َن ّها ت ُشب ِه ا ْل َصنام‬ َ ْ ٍ َ َ َ ْ ُ ْ َ ٍ َ ٍ ْ “Haram membuat patung hewan atau mahkluk bernyawa dari bahan apapun dan dipasang di sembarang tempat”. kebetulan terdapat boneka kucing nya. mendapati hal tersebut. ada cerita menarik yang sampai kepada penulis. Bahkan menurut cerita istri beliau. harganya mahal kok dirusak. salah satu dari Putra KH. Zainal kemudian melanjutkan dawuhnya: “ Kalo demikian. dan menemui pembuat patung. Dasar pengharaman patung seperti yang diyakini oleh KH. dengan negosiasi yang alot. Ida Rufaida. utamanya yang terkait dengan masalah seputar fiqh. kalo tidak mau. maka saya memerintahkan kepada kalian. akhirnya pemilik patung mengikuti apa yang didawuhkan mbah Zainal.: . Setelah diam beberapa saat. Hal yang sama juga diterapkan kepada keluarga beliau.“ kalau kepalanya hilang. Zainal. maka katakan kepada pembuat patung. KH. layaknya makhluq hidup pada umumnya“. Mughni al-Muhtaj Juz III. Suatu ketika. Tanpa disangka. al-Bajuri Juz III. di RS. mBah Zainal kemudian bercerita kepada Ir. hasil Keputusan Nahdlatul Ulama pada Muktamar Ke-1 di Surabaya 1345 H/1926 M No masalah 16) Juga sabdaNabi Muhammad SAW. KH. singkat cerita. yen ono patunge (Bagaimana bisa mengharap rahmatnya Allah/kesehatan jika ada patung di rumah sakit “ Sejak saat itu. PKU Muhammadiyah tidak pernah dibangun patung. ndak apa-apa sebab tidak lagi sempurna. Zainal Abidin Moenauwwir sakit dan menjalani rawat inap di Rumah sakit PKU Muhammadiyyah Yogyakarta. dan menyampaikan keinginan KH. kalaupun seandainya dikasih nyawa tetap saja tidak hidup. (I’anatu al-Thalibin Juz III. tanpa banyak pikir mengikuti apa yang sudah didawuhkan beliau. KH. atau paling tidak menutupi patung dengan kain sehingga tidak terlihat dari jalan. bersama-sama menghadap orang yang membuat patung. Saat beliau menjenguk. Tanpa disangka mbah Zainal tetap pada pendiriannya. Masih terkait dengan patung. MSI. KH. Para santri kemudian kembali kepada pemilik patung. Ibu Nyai Ida kemudian mengatakan:“waduh. yaitu patung harus ditutupi. suatu ketika penulis nderekke (mengantar) KH. sampai-sampai mengancam para santri dan hendak nggruduk pondok serta mengajukan kami ke pengadilan. untuk menjenguk keponakan beliau yang melahirkan. seringkali beliau bercerita berbagai hal. Basith Wahid. para santri kemudian menyampaikan kepada KH. Zainal Abidin Munawwir ke salah satu rumah sakit di Yogya. Kenapa kepala bonekanya dihilangkan?“ mBah Zainal kemudian menjawab. yaitu Bapak Ir. bahwa kami siap memindahkan patung tersebut. mendapat jawaban tersebut.

KH Dalhar Munawwir. KH Mukhtarom Idris (Bantul). Zainal Abidin Moenawwir dalam memegang prinsip ajaran fiqh. Menurut para kiai. Demikian pula perubahan sifat air ketika sampai ke anggota badan. pasti akan membawa risiko yang sangat berat kelak di akhirat. mandi besar ke anggota badan. bukan masalah suci tidaknya tinta atau disunahkannya penggunaan pacar. Atau diberikan waktu terakhir sebelum TPS ditutup. dan KH Masrur Ahmad (Cakringan).” Contoh lain keteguhan KH. Wujud siksaannya ialah bahwa mereka dipaksamenghidupkan patung miliknya. Di antara kyai yang mendukung gagasan KH Zainal Abidin Munawwir dalam penolakan penggunaan tinta dalam pelaksanaan pemilu adalah KH A Warson Munawwir. ) حم م ( عن ابن مسعود ) صح‬ َ ُ َ ُ ً َ َ َ ِ َ ِ ّ “Orang-orang yang paling pedih siksaannya kelak di hari kiamat adalah pembuatpembuat patung hewan atau manusia“ ُ َ ‫وقال النبى صلى الله عليه وسلم : إ ِن أ َصحاب هَذ ِهِ الت ّصاوِي ْرِ ي ًعَذ ّبون ي َوْمال ْقيامةِ ، ي ُقال‬ َ ُ َ َ ْ ّ َ َ ِ َ َ ‫ل َهُم : أ َحيوا ما خل َقت ُم . KH Najib A Qodir (ketiganya pengasuh Ponpes Al Munawwir Krapyak Bantul). di antaranya terkait dengan tinta pemilu. )حلم ق ن ( علن‬ ِ ً َ َ ِ ْ َ َ ُ َ ِ ّ ‫عائشة‬ َ ّ ‫إ ِن أ َشد ّ الناس ع َذابا ي َوْم ال ْقيامةِ ال ْمصوّرون. pada Pemilu 1999 akhirnya KPU DIY membuat keputusan khusus yang mengakomodasi usulan ini kemudian diumumkan di surat kabar. yakni dengan cara melubangi atau memberikan tanda di KTP atau kartu pemilihnya. sebagai solusinya agar pemilih tidak bisa mencoblos di TPS lain. KH Mu’tashim Billah (Ponpes Sunan Pandanaran) serta KH Ishomul Hadi (Kulonprogo). Zainal Abidin tersebut. Sebagai . kemudian secara berurutan terun ke level berikutnya. adalah gagasan beliau dalam menyikapi fenomena yang terjadi di tengah masyarakat.ّ ِ َ َ ِ َ َ َ ‫أ َشد ّ الناس ع َذابا عن ْد َ اللهِ يلوْم ال ْقيامةاللذ ِي ْن ي ُضلاهون ب ِخللق الللهِ . Menurut para kiai ini. Para kyai. Hasil dari upaya para kyai yang digagas oleh KH. Zainal Abidin Moenauwwir Sejumlah ulama dan kiai se-Provinsi DIY menolak penggunaan cap tinta dalam pencoblosan pada Pemilu 5 April 2003 yang lalu . KH Salimi ( Ponpes As-Salimiyyah Mlangi) KH Mukhtar Dawam (Ponpes Al Huda Mlangi). atau minimal menyebabkan sampainya air ke kulit dalam keadaan suci tapi tidak menyucikan. Persoalannya. sehingga tidak memungkinkan mereka untuk pindah TPS. Lain daripada itu secara umum. Demikian pula dengan fatwa ulama Saudi Arabia yang menyatakan disunahkan penggunaan tinta’ (pacar). Atas prakarsa KH. Zainal) mengingat tinta itu dapat menghalangi sampainya air wudlu. KH Ahmad Zabidi (Ponpes Ar Romly Bantul). Hal ini (menurut KH. para kiai juga memberikan peringatan bahwa penggunaan cara yang dapat mengganggu peribadatan seperti tidak sahnya salat. demikian seterusnya. dua fatwa itu tidak dapat dijadikan dasar sama sekali. dalam memberikan fatwa terhadap pertanyaan seputar fiqh (hukum Islam) mbah Zainal selalu menerapkan hukum yang ketat. tapi yang jadi masalah adalah sampainya air ke anggota wudhu dan mandi. saat itu menyayangkan sikap KPU Pusat dan KPU Provinsi DIY yang masih bersikukuh dengan fatwa MUI yang membolehkan penggunanan tinta dengan asumsi bahwa tinta itu suci. Pada peristiwa tersebut. متفق عليه‬ ُ ْ ْ ْ َ َ ْ “Orang-orang pemilik patung akandisiksa di hari kiamat.

Hal ini dialami sendiri oleh penulis. dalam masalah thawaf haji. Bahkan seringkali. aktivitas mengajar beliau dimulai dari ba’da shubuh hingga larut malam sekitar jam 11 malam. Mura’i. Bahkan sekalipun ada acara di Pesantren yang waktunya bertepatan dengan jadwal mengajar. Zainal Abidin. KH. yang juga dosen pada UIN Yogyakarta dan Ma’had Aly. makna yang terkandung adalah kita tidak boleh serta-merta mengambil hukum yang paling ringan. Kedekatan beliau dengan masyarakat kecil diwujudkan dalam bentuk kegiatan mujahadah yang diikuti oleh masyarakan sekitar minimal dalam waktu sebulan sekali. Ma’mun Muhammad Mura’i. Masih menurut KH. sekilas. Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI) dan pejabat-pejabat lainnya. Selama kuliah di Ma’had Aly PP. sebelum sampai pada tingkatan dlarurat (sangat terpaksa). Semangat beliau dalam mengajar juga luar biasa. Dekat dengan berbagai kalangan KH. Ma’mun M. KH.contoh. jam masuk beliau selalu tepat. rasanya untuk saat ini susah mencari profil kyai seperti KH. Sebagai contoh. Sehingga tepat kiranya jika aktivitas beliau diibaratkan dengan “tiada hari tanpa mengajar“ dan sangat layak disebut sebagai “pecinta sejati ilmu pengetahuan“ Dalam kesehariannya. sejauh pengalaman penulis. ketika penulis didawuhi (diperintah) untuk mengantar beliau guna menghadiri acara tertentu. hal itu tidak mudah atau mustahil untuk dilakukan. maka beliau tidak mau diantar oleh santri tersebut. dari masyarakat kecil hingga pejabat Negara. Zainal Abidin Moenauwwir. Al-Munawwir. Jendral Purnawirawan Wiranto (Mantan Pangab). Pribadi yang Disiplin Sisi menarik dari pribadi KH. wilayah maupun dalam arena muktamar. juga tergambar dengan keaktifan beliau dalam mendiskusikan masalahmasalah agama dalam berbagai forum Bahtsul Masail (diskusi untuk memecahkan problem kekinian dengan prespektif fiqh). oleh karena itu orang yang thawaf harus suci. Hal ini seperti kesaksian salah seorang mantan pengurus NU cabang Sleman. baik ditingkat kepengurusan NU tingkat cabang. kecuali pada saat beliau sakit atau ada agenda acara di luar kota. dan justru sebaliknya para mahasiswa Ma’had Aly yang terlambat masuk. Zainal Abidin juga menerapkan disiplin yang menurut penulis bisa dikatakan “ketat“. Beliau selalu berpendapat bahwa salah satu rukun thawaf adalah suci dari hadats besar dan kecil. beliau dikenal sebagai sosok kyai yang sangat rajin. jika saya atau santri yang diutus mengantar beliau tidak punya SIM. salah satu kyai sepuh yang aktif dan di arena Bahtsul Masail adalah KH. beliau tetap mengajar. Zainal Abidin dikenal sebagai sosok kyai yang dekat dengan berbagai kalangan. Ke faqihan dan semangat beliau di dalam menegakkan prinsip ajaran hukum Islam (Fiqh). namun dibalik hal itu semua. Sedangkan kedekatan beliau dengan pejabat negara dibuktikan dengan banyaknya tokoh Nasional yang pernah sowan kepada beliau. . Zainal Abidin Moenauwwir adalah kedisiplinan beliau dalam segala hal. di antaranya adalah Jusuf Kalla (mantan Presiden RI). suatu ketika beliau bercerita bahwa pada saat Muktamar ke 31 di Donohudan Solo Jawa Tengah. beliau selalu menanyakan SIM (Surat Izin Mengemudi). Bahkan sebelum kampanye pencalonannya menjadi presiden di lapangan Denggung Kabupaten Sleman Yogyakarta (tanggal 21 Juni 2004) SBY menyempatkan diri sowan ke mBah Zainal. dan tidak bersentuhan dengan laki-laki yang bukan mahram. tidak pernah barang satu kali pun jadwal kuliah beliau yang kosong. Sebagai seorang kyai yang salah satu aktivitas utamanya adalah Ta’lim wa al-Ta’allum.

apa yang diceritakan oleh salah satu keluarga dan santri KH. namun bagi santri beliau.. Disamping dikenal sebagai kyai yang dekat dengan santri. Zainal juga dikenal juga sebagai kyai yang dermawan. Di antara karya beliau adalah Tarikh Hadlarah yang berisi tentang sejarah peradaban Islam. Bahkan tidak ada rasa canggung sedikitpun. menurut penilaian penulis adalah sosok kyai yang sangat dekat dengan santri. kita masih bisa pethakilan (bertindak bebas) di dunia ini.Kyai yang dekat dengan Santri dan dermawan KH. Zainal Abidin juga dikenal sebagai salah seorang kyai yang produktif menulis kitab.. Seringkali beliau memberikan buah tangan bagi santri yang sowan. penulis mengalami kejadian yang sangat berkesan. Jadi kalau masih ada orang itu. selama masih ada beliau. [] faqih . Wadlaif al-Muta’allim. meskipun dengan hal-hal yang tidak seberapa untuk ukuran umum. Zainal Abidin ketika penulis sowan ke nDalem beliau. Manasik Haji tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji. Kedekatan beliau dengan santri diwujudkan dengan beberapa hal. yaitu dibuatkan air minum oleh KH. Ahmad Warson Moenauwwir. di antaranya dengan cara beliau memerintahkan atau memanggil santri untuk kemudian disuruh melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi santri itu sendiri. ora bakal kelakon kiamat.. Zainal KH.. Zainal Abidin Cukup kiranya untuk menjelaskan karomah yang dimiliki oleh KH. tidak akan bakal terjadi kiamat) Komentar Gus Yahya Kholil Staquf yang saat itu mendengar ngendiko nya mbah Ali berkelakar: "Ini juga berarti." Wah2 Karya KH. Zainal Abidin. Ali Makshum. Ali Makshum juga merupakan editor (pentashih) dari kamus al-Munawwir yang ditulis oleh KH." (Zainal itu penyangganya langit. KH. mBah Ali suatu ketika pernah mengatakan: "Zaenal iku songgo-ne langit. Almarhum mBah Ali memberikan komentar tentang mBah Zaenal. al-Ta’rif Bi Ahli al-Sunnah wa al-Jama’ah berbicara tentang akidah dan sejarah munculnya faham Ahlussunnah wal Jama’ah al-Muqtathafat Min Jami’ Kalamihi Shallallhu Alaihi Wa Sallam kumpulan hadits Nabi SAW yang diringkas dari kitab hadits karya al-Hafidz Jalaluddin Abdurrahman al-Suyuthi dan kitab yang merupakan ringkasan dari kitab Fayd al-Qadir karya Imam al-Manawi berdasarkan kitab syarah yang ditulis oleh al-Allamah al-Manawi dan al-Furuq Fi Masail al-Furuq yang membahas tentang . Beliau bersama KH. Dadi nek isih ono wong iku. Zainal Abidin dengan kealimannya. Kutaib Gharib al-Nadlir Bi Kasyf Min Mas’uliyyat alMuta’allim Bahtsan Fiqhiyyan berbicara tentang menuntut ilmu dan permasalahannya dalam prespektif fiqh . hal itu sangatlah bermakna. Karomah KH. karena kita tidak khawatir langit ambruk sebab masih ada penyangganya.