BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan

untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, misalnya pengembangan kurikulum nasional dan lokal, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, pengadaan buku dan alat pelajaran, pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan mutu managemen sekolah. Selama ini proses pembelajaran IPA khususnya Biologi di kelas

kebanyakan masih mengunakan paradigma yang lama dimana guru memberikan pengetahuan kepada siswa yang pasif. Guru mengajar dengan metode konvensional yaitu metode ceramah dan mengharapkan siswa duduk, diam, dengar, catat dan hafal ( 3DCH ) Sehingga Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) menjadi monoton dan kurang menarik perhatian siswa. Kondisi seperti itu tidak akan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami mata pelajaran Biologi. Memperhatikan permasalahan diatas, sudah selayaknya dalam pengajaran Biologi dilakukan suatu inovasi. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar dan

menengah secara umum dan mutu pelajaran Biologi secara khusus diperlukan perubahan pola pikir positif yang digunakan sebagai landasan pelaksanaan kurikulum. Pada masa lalu proses belajar mengajar untuk mata pelajaran MIPA pada umumnya, dan mata pelajaran Biologi khususnya terlalu terfokus pada guru dan kurang terfokus kepada siswa . Akibatnya kegiatan belajar mengajar lebih ditekankan pada pengajaran dari pada pembelajaran. Kata pembelajaran dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi dalam kemampuan, sikap, atau perilaku siswa yang relatif permanen sebagai akibat dari pengalaman atau pelatihan. Perubahan kemampuan yang hanya berlangsung sekejap dan kemudian kembali ke perilaku semula menunjukkan belum terjadi peristiwa pembelajaran, walaupun mungkin terjadi pengajaran. Tugas guru adalah membuat agar proses pembelajaran pada siswa berlangsung secara aktif, efektif, kreatif, menarik dan

1

menyenangkan, dengan memperhatikan pendekatan sains, serta ” Learning to do, Learning to know, Learning to be and Learning to live together” (Depdiknas 2003 : 43). Sesungguhnya mata pelajaran biologi adalah mata pelajaran yang menarik karena banyak sekali peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dijelaskan dengan konsep biologi. Sebagai contoh konsep-konsep biologi dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai persoalan berikut ini : 1. Mengapa manusia tidak ada yang sama ? 2. Faktor –faktor apa saya yang mempengaruhi pertumbuhan seseorang.? 3. Mengapa bentuk paruh dan kaki elang cocok untuk memakan mangsanya? 4. Mengapa nyamuk bisa menyebabkan penyakit pada manusia? 5. Mengapa kita harus minum air yang telah dimasak? Secara spesifik masalah yang berhasil diidentifikasi oleh peneliti dalam pembelajaran biologi adalah 1. Jika diajak tanya jawab pada awal pembelajaran siswa cenderung menghindar. 2. Sangat sedikit siswa yang mengajukan pertanyaan. (tidak lebih 2 %). 3. Siswa cenderung cepat bosan memperhatikan pelajaran, kemudian bercengkrama dengan pasangan duduknya. 4. Siswa tidak mengerjakan PR di rumah melainkan di kelas menjelang pelajaran dimulai dan sebagian besar siswa menyalin PR siswa pandai dan rajin. 5. Kemampuan berpikir rasional siswa sangat lemah dalam mengerjakan soal-soal biologi 6. Siswa tidak dapat melihat hubungan antara pelajaran yang satu dengan yang lain. 7. Siswa tidak berusaha mengkaitkan pelajaran biologi dengan kehidupan sehari-hari, dan lingkungan tempat mereka tinggal. 8. Keterbatasan sarana dan prasarana, sebagai contoh baru tahun ini laboratorium di SMP kami bisa terwujud, laboraturium tersebut kami desain sedemikian rupa, sehingga beberapa eksperimen sesuai kurikulum

2

sudah dapat dilaksanakan.

Jika jadwal pemakaian laboratorium

berbarengan dengan guru lain maka kami tetap melaksanakan aktivitas eksperimen/demonstrasi di dalam kelas. B. Ruang Lingkup/Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah di atas terlihat bahwa cukup banyak faktor yang diduga mempengaruhi pemahaman konsep siswa dalam proses pembelajaran biologi. Dalam kegiatan penulis ini, membatasi hanya pada pemakaian media puzzle untuk meningkatkan pemahaman konsep kelangsungan hidup organisme yaitu adaptasi dan perkembangbiakan serta meningkatkan kemampuan siswa untuk menjelaskan fenomena-fenomena biologi dalam kehidupannya sehari-hari. C. Perumusan Masalah Rumusan masalah penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut : 1. Apakah dengan permainan gambar puzzle dapat meningkatkan

pemahaman konsep kelangsungan hidup organisme dan kaitan antar konsep biologi? 2. Apakah dengan mengunakan permainan gambar puzzle dapat

meningkatkan kemampuan siswa untuk menjelaskan fenomena-fenomena biologi dalam kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran biologi menjadi lebih bermakna ? D. 1. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian

Tujuan penggunaan media puzzle dalam pembelajaran ini adalah : 1. Mengetahui apakah dengan permainan gambar puzzle dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep kelangsungan hidup organisme dan kaitan antar konsep biologi. 2. Mengetahui apakah dengan mengunakan permainan gambar puzzle dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk menjelaskan fenomena-fenomena biologi dalam kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran biologi menjadi lebih bermakna.

3

2.

Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat, baik secara teoritis

maupun secara praktis bagi : 1. Siswa, untuk meningkatkan pemahaman konsep biologi dan

menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari sehingga pelajaran biologi menjadi lebih bermakna. 2. Guru, untuk lebih mendapatkan kemudahan dalam berkreasi dan berinovasi pada pembelajarannya sehingga bisa lebih efektif dan efisien dalam peranannya sebagai fasilitator dan mediator.

4

Disamping itu manusia juga mampu mengubah lingkungannya sesuai dengan hidup dan kemampuannya. a. karena lingkungan berubah maka agar makhluk hidup dapat bertahan hidup. melakukan adaptasi terhadap lingkungannya dengan beberapa cara. dia harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. seleksi alam dan perkembangbiakkan. Adaptasi. 1996 : 134) 1. Perubahan ini bisa berlangsung cepat ataupun lambat. Adaptasi Morfologi Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh atau alat-alat tubuh terhadap lingkungannya untuk kelangsungan hidup jenisnya. Jika suatu makhluk hidup telah beradaptasi dengan lingkungannya maka makhluk hidup itu sangat sulit untuk berpindah tempat ke lingkungan lain. yaitu adaptasi morfologi (penyesuaian bentuk). Kelangsungan Hidup Organisme Kelangsungan hidup suatu organisme terlihat dari kenyataan tetap lestarinya jenis organisme tersebut melalui adaptasi. Cara ini merupakan adaptasi yang paling mudah dikenal dan dapat terlihat dari luar. sedangkan organisme yang kemampuan reproduksinya sedikit dan diiringi dengan rendahnya daya adaptasinya akan terancam kepunahan. adaptasi fisiologi (penyesuaian fungsi) dan adaptasi behavioral (penyesuaian tingkah laku). (Kimball. 2005 : 79) Manusia mempunyai kemampuan beradaptasi terhadap lingkungannya melebihi dari makhluk lainnya.(Prawirohartono. seperti nyamuk dan tikus. dengan cara adaptasi ini maka kelestarian makhluk hidup dapat terjamin. Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang senantiasa berubah-ubah. contoh : 5 . Jika ingin pindah maka ia pun harus Organisme menyesuaikan diri kembali dengan lingkungannya yang baru. Organisme yang mampu beradaptasi dengan lingkungan serta memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi akan tinggi populasinya.BAB II KAJIAN TEORI A. yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama.

seperti reaksi-reaksi biokimia dalam saluran pencernaan. penggigit dan penghisap. b) Pemutusan ekor (autotomi) pada kadal dan cecak pada keadaan tertentu c) Mamalia yang hidup di air secara berkala muncul ke permukaan air untuk mengambil oksigen 6 . Adaptasi Tingkah Laku Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh : a) Rayap suka memakan kembali kulitnya yang mengelupas untuk mendapatkan kembali hewan flagellata penghasil enzim selolase pada usus belakangnya yang ikut mengelupas bersama kulitnya. d) Ciri-ciri organ yang terdapat pada tumbuhan xerofit sesuai untuk hidup di tempat yang kering e) Ciri-ciri organ yang terdapat pada tumbuhan higrofit sesuai untuk hidup ditempat yang basah/lembab b. mulut serangga dibagi menjadi 4 macam yaitu penjilat. sebab menyangkut fungsi fisiologis dalam tubuh. Adaptasi Fisiologi Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat-alat tubuh terhadap keadaan lingkungan.a) Bentuk paruh burung yang bermacam-macam sesuai dengan makanannya b) Bentuk habitatnya kaki burung yang bermacam-macam sesuai dengan c) Berdasarkan cara mengambil makanannya. penusuk. c. Adaptasi ini sangat sulit. Contoh : a) Hewan herbivora memiliki enzim selulase untuk mencernakan senyawa selulosa b) Orang yang tinggal dipegunungan yang tinggi memiliki jumlah sel darah merah yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tinggal di daerah pesisir.

7 . b. makanan. Terjadinya spesies baru burung Finch (pipit) di kepulauan Galapagos yang terletak di kawasan Amerika Selatan. kalau kita introspeksi pada diri kita boleh jadi kita (guru) yang bermasalah. Pada tumbuhan perkembangbiakkan generatif dilakukan dengan membentuk organ perkembangbiakkan yang disebut dengan bunga. Dengan demikian alam mengadakan seleksi terhadap individu-individu yang ada didalamnya. Contoh : a. 2003 : 12) antara lain : menguasai kurikulum yang berlaku. air dan tempat tinggal. Kemampuan Guru Mengapa masalah dalam kegiatan belajar mengajar seperti uraian pendahuluan dapat terjadi. Proses inilah yang disebut dengan seleksi alam. Pada hewan tingkat tinggi dan manusia reproduksi berlangsung secara generatif atau seksual sedangkan pada hewan tingkat rendah dapat berlangsung secara vegeratif. Salah satu persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang guru SMP yang baik adalah memiliki kemampuan dasar dan sikap serta terampil (Dikmenum. Seleksi Alam Setiap makhluk hidup harus berusaha untuk mendapatkan segala keperluan untuk kelangsungan hidupnya. sedangkan untuk perkembangbiakkan secara vegetatif dilakukan dengan menggunakan organ khusus yang berlangsung secara alamiah atau buatan. organisme dapat melakukan reproduksi. Punahnya Dinosaurus. Karena kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut terbatas maka akan terjadi persaingan diantara makhluk hidup tersebut.2. Perkembangbiakkan Untuk menjaga kelangsungan hidup spesiesnya dari kepunahan. Terbentuknya leher jerapah yang panjang. c. 3. B. baik yang dilakukan secara vegetatif (aseksual/tidak kawin) ataupun generatif (seksual/ kawin). sedangkan makhluk hidup yang kalah akan mati atau mencari habitat lain dan harus beradaptasi terhadap lingkungan yang baru. misalnya cahaya. Makhluk hidup yang menang dalam persaingan akan hidup terus. sehingga terjadi penyesuaian evolusi.

Penulis membuat media pembelajaran yang sederhana yaitu menggunakan permainan gambar puzzle dengan maksud siswa tertantang. Pater (1989) dalam Depdiknas. 8 . Dari paparan tersebut metode atau strategi yang dipikirkan guru. disiplin dalam pengertian luas. diskusi informasi. cerita. memiliki komitmen terhadap tugas. tidak lagi atas dasar petunjuk dari atasan atau atas dasar kesukaan kita dalam pembelajaran.menguasai materi pelajaran. (2004 : 23) mengatakan : a) b) c) d) e) f) 10 % dari apa yang kita baca 20 % dari apa yang kita dengar 30 % dari apa yang kita lihat 50 % dari apa yang kita lihat dan dengar 70 % dari apa yang kita katakan 90 % dari apa yang kita katakan dan lakukan. Sifat pelajaran Biologi yang mengutamakan proses ilmiah dan menyadari bahwa kita belajar menurut Sheal. Banyak metode atau strategi mengajar seperti : Ceramah. tanya jawab. menguasai teknik evaluasi. 2003 : 34). menguasai metode. yang penting adalah perlu disusun standar profesionalisme guru yang dijadikan acuan pengembangan mutu guru ” (Zamroni. sosiodrama. mengunakan konsep yang telah dipelajarinya agar konsep biologi tersebut dapat meningkatkan pemahamannya dan yang terpenting pelajaran Biologi menjadi lebih bermakna bagi siswa. berpijak pada atmosfir kelas dan kondisi siswa. motivasinya meningkat sehingga pada akhir pembelajaran siswa mampu menjelaskan gejala dan fenomena yang terjadi dalam kehidupan seharihari. debat. Tertarik akan masalah di atas penulis berupaya untuk mencoba mencari jalan keluar dari masalah ini. Mana metode yang tepat untuk mengajar MIPA. demonstrasi dan eksperimen serta metode belajar lainnya. Paradigma pendidikan masa depan menyatakan : ”Guru tidak harus didikte dan diberi berbagai arahan serta instruksi.

persoalan. Menguasai konsep-konsep IPA Terampil menggunakan ketrampilan berfikir dan motorik Memiliki sikap-sikap positif sebagaimana yang dimiliki oleh saintis Mampu menerapkan konsep IPA dan keterampilan berfikir dalam memecahkan masalah sehari-hari D. Fenomena alam dan sains dapat ditinjau dari objek. 2. Karakteristik Mata Pelajaran Biologi Sebelum kita menentukan strategi pembelajaran (tujuan. Strategi pembelajaran menurut Arthur L.C. Selain itu pembelajaran sains mengembangkan rasa ingin tahu melalui penemuan berdasarkan pengalaman langsung yang dilakukan melalui kerja ilmiah. 4. Dalam sains dipelajari permasalahan yang berkaitan dengan fenomena alam dan berbagai permasalahan dalam kehidupan masyarakat. Pembelajaran sains memerlukan kegiatan penyelidikan baik melalui observasi maupun eksperimen. sebagai bagian dari kerja ilmiah yang melibatkan keterampilan proses yang dilandasi sikap ilmiah. model dan evaluasi). peserta didik dilatih untuk memanfaatkan fakta. sebaiknya kita harus memahami dahulu karaktaristik mata pelajaran biologi yang termasuk mata pelajaran IPA atau sains yang akan kita ajarkan. Melalui kerja ilmiah. Dengan demikian menurut Indrawati (2008 : 5) dalam pembelajaran IPA atau sains. 3. model dan evaluasi ketiga komponen ini disebut sebagai three anchor points (tiga mata jangkar) yang merupakan satu kesatuan. 9 . tema dan tempat kejadiannya. Komponen strategi pembelajaran mencakup 3 hal yaitu tujuan. membangun konsep. teori sebagai dasar untuk berfikir kreatif. Strategi Pembelajaran Proses pembelajaran berjalan secara optimal perlu adanya rencana pembuatan strategi pembelajaran. analisis dan divergen. prinsip. kritis. yaitu : 1. peserta didik dituntut untuk menguasai/memiliki kemampuan minimal dalam empat hal. Costa (1985) dalam Trianto (2007 : 129) merupakan pola kegiatan pembelajaran berurutan yang ditetapkan dari waktu ke waktu dan diarahkan untuk mencapai suatu hasil belajar siswa yang diinginkan.

Kemampuan intelektual. Pembelajaran Inkuiri Pembelajaran inkuiri menurut Gulo (2000) dalam Trianto (2007 : 135) menyatakan bahwa strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis. bahwa hasil belajar yang dicapai meliputi lima kemampuan yaitu : 1. (b) strategi elaborasi. Keterampilan motorik. kejadian pribadi. sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan percaya diri. kemampuan yang ditunjukkan oleh siswa tentang operasi-operasi intelektual yang dapat dilakukan. 129). belajar. Menurut Gagne dalam Trianto (2007 . 10 . penggabungan motorik dengan ketrampilan intelektual misalnya menggunakan mikroskop. Strategi kognitif meliputi : (a) strategi menghafal. yaitu proses internal yang digunakan siswa untuk memilih dan mengubah cara-cara memberikan perhatian. merupakan pembawaan yang dapat dipelajari dan dapat mempengaruhi perilaku seseorang terhadap benda-benda. misalnya kemampuan mendiskriminasi. konsep konkrit dan konsep terdefinisi. generalisasi. merumuskan hipotesis. 2. kritis. logis. 5. kemampuan yang meliputi kegiatan fisik.Pencapaian tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan memuat kemampuan kognitif. kejadiankejadian atau makhluk hidup lainnya. 4. (d) strategi metakognitif. merupakan proses kontrol. Sikap. mengumpulkan data dan akhirnya menarik kesimpulan. mengingat dan berfikir. analitis. (c) strategi pengaturan. Masih menurut Gulo pembelajaran inkuiri tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual saja tetapi seluruh potensi yang ada. afektif dan psikomotor. 3. Strategi kognitif. Informasi verbal (pengetahuan deklaratif). yaitu pengetahuan yang disajikan dalam bentuk proposisi (gagasan) dan bersifat statis misalnya fakta. (e) strategi afektif E. termasuk pengembangan emosional dan ketrampilan inkuiri merupakan proses yang bermula dari merumuskan masalah.

Strategi belajar Biologi melalui permainan gambar puzzle Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa permainan dalam pembelajaran seperti permainan gambar puzzle adalah salah satu cara yang dapat menarik karena cara ini dapat memotivasi siswa untuk menyukai pelajaran Biologi. fakta). Fasilitator. Puzzle Picture menurut Wojowasito dan Poerwadaminta (1980 : 165) adalah teka-teki 11 . 4. produktif dalam berpikir kreatif. mengelola sumber belajar. 2. bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan kelas. keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran 3. Pembelajaran inkuiri dirancang untuk mengajak siswa secara langsung ke proses ilmiah dalam waktu yang singkat. F. memberi rangsangan agar siswa aktif dan bergairah berfikir. Rewarder. Pengarah. Motivator. 7. menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka buat. Administrator. Untuk menciptakan kondisi seperti itu. 3. peranan guru adalah sebagai berikut : 1.Sasaran utama pembelajaran inkuiri adalah : 1. memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai siswa. 6. dan siswa menjadi terampil dalam menganalisis informasi. (c) penggunaan fakta sebagai evidensi (informasi dan. Hasil penelitian Schlenker dalam Trianto (2007 : 136) menunjukkan bahwa latihan inkuiri dapat meningkatkan pemahaman sains. menunjukkan jalan keluar jika siswa mengalami kesulitan. keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses belajar mengajar 2. (b) inkuiri berfokus pada hipotesis. Manajer. 5. mengembangkan sikap percaya diri pada siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri Kondisi umum yang merupakan syarat timbulnya kegiatan inkuiri pada siswa adalah : (a) Aspek sosial di kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa untuk berdiskusi. Penanya. waktu dan organisasi kelas. memimpin kegiatan siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Luce (1990 : 12) hal yang diinginkan siswa tersebut adalah : 1. Menjelaskan kepada siswa untuk mempelajari materi yang akan diajarkan 2. Siswa menginginkan guru yang benar-benar menghargai mereka sebagai ”manusia”. Siswa menyukai guru yang bisa menyesuaikan diri dengan usia mereka. 3. Siswa ingin ditantang dengan pelajaran bukan menjatuhkan mereka. Mereka ingin bakat dan kemampuan mereka dihargai oleh guru dalam kelas. 2. Lana Becker dan Kent N. W. yang peduli mereka bukan hanya guru yang selalu ingin mengevaluasi mereka. humoris dan bisa mengerti humor mereka. Menurut Ronald.berupa gambar yang dapat merangsang anak untuk berpikir. Hanya saja sebelum kita mengajarkannya di depan kelas. Salah satunya adalah mengetahui keadaan siswa yang akan diajar dan mempersiapkan menghadapinya. 6. Schneider (2004 : 13) menyarankan beberapa peraturan agar tetap fokus dan termotivasi dalam belajar : 1. 4. Menerangkan materi pelajaran secara logis dan dapat diterapkan 4. 5. Siswa menyukai cara menerangkan yang jelas dan lengkap serta memberikan contoh-contoh yang konkrit. Memberikan kegiatan didalam kelas segera setelah materi tersebut diajarkan 12 . Ada beberapa hal yang diinginkan siswa ketika seorang guru akan strategi yang tepat dan semenarik mungkin untuk memasuki ruang kelas dan guru diharapkan nantinya untuk dapat memenuhi hal tersebut untuk menjaga agar siswa tetap termotivasi dalam belajar. Siswa ingin guru menjaga dan selalu mendukung mereka serta mengikuti perkembangan mereka secara individu. Sebelum kita mengajar kita harus melakukan persiapan. guru harus mengetahui strategi yang tepat untuk mengajarkannya. Menyediakan media visual untuk mendukung materi pelajaran 3. Siswa ingin kebutuhan pribadinya dalam belajar terpenuhi.

serta situasi-situasi tempat dilaksanakannya praktek itu. 13 . Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian tindakan ini didefinisikan oleh Kemmis dan Mc. yang dilakukan oleh para peserta dalam suatu situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan/memperbaiki rasionalitas dan keselarasan benar dan adilnya dari praktek-praktek pendidikan sosial sendiri. agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktek pembelajaran di kelas secara lebih profesional. Membantu siswa untuk menghubungkan pelajaran yang lalu dengan pelajaran yang sedang diajarkan. dimana siswa dalam proses belajar mengajar disuguhkan materi pelajaran dan cara pengajaran yang menarik sehingga nantinya akan memotivasi siswa dalam belajar dan akhirnya dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam materi pelajaran kelangsungan hidup organisme. Apabila siswa merasa dihargai mereka akan memberikan usaha terbaiknya. G. juga dengan tujuan meningkatkan pemahaman atas praktek-praktek itu. Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian tindakan kelas. Sudarsono (1982 : 24) memberikan batasan tentang PTK yaitu suatu bentuk penelitian yang bersifat refleksif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu. Secara umum setiap siklus perbaikan mutu dengan PTK terdiri dari : a. 7. 6. (1988 : 35) adalah : ”Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penyelidikan melalui cara mawas diri secara kolektif. Memberikan standar belajar yang tinggi Berdasarkan teori-teori diatas dapat disimpulkan bahwa memberikan materi pelajaran melalui permainan gambar puzzle bertujuan untuk menarik perhatian siswa dan menjaga motivasi siswa untuk belajar biologi dan dapat mengembangkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari.5. Menghargai siswa ketika proses belajar mengajar berlangsung. Rencana yaitu : membuat rencana tindakan untuk melakukan perbaikan mutu atau pemecahan masalah.” Penelitian ini adalah penelitian tindakan. Taggart.

Skema Penelitian Tindakan Kelas Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah Dengan menggunakan permainan gambar puzzle dapat meningkatkan pemahaman konsep kelangsungan hidup organisme di kelas IX. sebagai dasar perencanaan berikutnya.b. guru.7 SMP Negeri 31 Padang 14 . d. Tindakan yaitu : mengimplementasikan tindakan tersebut sesuai dengan rencana c. kolaborator dan siswa mengadakan diskusi dan refleksi untuk menemukan berbagai kelemahan ataupun kelebihan. Untuk lebih memahami dengan penelitian tindakan kelas dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 1. Observasi yaitu : melakukan pengamatan terhadap efek dari tindakan yang diberikan. Refleksi yaitu : mereflesikan hasil tindakan tersebut. Setelah pembelajaran atau tindakan pada siklus I berakhir. Temuan pada siklus I dijadikan pertimbangan untuk memperbaiki rancangan pembelajaran Siklus II.

Hanya saja strategi menghadapi siswa dan strategi pembelajarannya dibuat semenarik mungkin yaitu dengan permainan menggunakan gambar puzzle agar nantinya siswa dapat mengembangkan pengetahuannya dan pada akhirnya menyukai pelajaran biologi pada umumnya Penelitiannya ini dilaksanakan selama 3 bulan pertama di semester I dimana materi tentang kelangsungan hidup organisme diajarkan (lihat jadwal penelitian terlampir). Lokasi dan Subjek Penelitian. siswa dapat menjawabnya dengan antusias. menjelaskan proses yang terjadi dalam makhluk hidup serta tugas membaca dan mengisi LKS yang 15 . siswa menjawabnya secara serentak dan nampak siap untuk mempelajari hal baru. Ketika guru bertanya pada siswa tentang pelajaran biologi yang telah lalu sebagai prasyarat pengetahuan. Tetapi setelah beberapa bulan mempelajari biologi yang penuh dengan istilah-istilah baru dan siswa diharuskan menghafal istilah-istilah tersebut. Perencanaan Penelitian. Demikian juga ketika siswa diberi beberapa pertanyaan sederhana.BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Hal ini terlihat pada antusiasnya siswa ketika guru biologi memasuki kelas. Rencana Tindakan Persiapan penelitian ini dilakukan sejak semester II tahun pelajaran 2005/2006 sejak siswa masih duduk di kelas VIII. Sekolah ini berlokasi di Jalan Raya Andalas No. C.126. Kegiatan ini dilakukan pada siswa pada kelas IX. Kegiatan penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 31 Padang. Perencanaan penelitian ini tidak memerlukan sesuatu yang spesial karena materi tentang kelangsungan hidup organisme sudah merupakan bagian dari kurikulum 2004 yang harus diajarkan kepada siswa. Sekolah ini memiliki 21 lokal dan 7 lokal untuk masing-masing tingkat. Sumatera Barat. penulis bahwa Berdasarkan pengamatan pada umumnya siswa memiliki cukup motivasi untuk belajar biologi.7 dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa. B.

(Gambar – gambar puzzle terlampir).dilakukan terlalu formil sebagian siswa terlihat sedikit kewalahan dan mulai merasa jenuh. baik yang dilakukan di rumah lebih-lebih lagi yang dilaksanakan di kelas di bawah bimbingan guru. Adapun batas – batas tindakan yang akan diambil dalam penelitian ini adalah : 1. Berdasarkan hal tersebut penulis mulai merancang sebuah rencana pembelajaran bersama dan mendiskusikan dengan rekan guru sesama guru biologi di SMP Negeri 31 Padang. Strategi pembelajaran yang direncanakan berintikan pada upaya mengoptimalkan aktivitas dan partisipasi siswa dalam segala aspek pembelajaran. 2. Penulis menyiapkan dan menyeleksi beberapa gambar hewan yang berkaitan dengan materi pelajaran kemudian membuatnya seperti puzzle yang nanti akan digunakan dalam proses pembelajaran. Seperangkat tindakan yang dipilih adalah : Persiapan : o Menyiapkan gambar-gambar hewan yang akan digunakan dalam permainan gambar puzzle o Kurikulum atau silabus dan membagi siswa menjadi 4 kelompok o Membuat soal – soal untuk pekerjaan rumah (PR) siswa o Membuat solusi dari PR o Sistem penilaian o Persiapan buku pegangan siswa o Persiapan buku pegangan guru o Persiapan soal-soal evaluasi 16 . Melihat hal demikian penulis ingin membangkitkan semangat siswa kembali dan lebih meningkatkan motivasi dengan memberikan materi pelajaran yang menarik serta melibatkan mereka dalam pelajaran itu sendiri. satu kali pertemuan 2 x 45 menit). 26 Agustus dan 2 September 2006. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus selama 5 minggu (5 kali pertemuan tatap muka. Siklus pertama dilakukan pada tanggal 5 dan 12 Agustus 2006 sedangkan siklus II tanggal 19.

Pada kegiatan ini peneliti lakukan untuk mendapatkan tingkat pemahaman siswa rata – rata dimana sebagai dasar untuk tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II (dua). 20 menit pertama siswa telah memahami prinsip-prinsip kelangsungan hidup organisme. 4. 17 . 8. mengisi angket untuk mengevaluasi program berupa : tes Harian. Refleksi I . 6. Menjelaskan prinsip-prinsip kelangsungan hidup organisme 2. tes Perbuatan.o Persiapan angket siswa o Merencanakan waktu untuk pelaksanaan tindakan o Menyusun serangkaian tindakan kegiatan secara menyeluruh o Menyiapkan teknik pemantauan pada setiap tahapan penelitian Pelaksanaan : Siklus I. pelaksanaan di kelas dengan cara diskusi informasi dengan mempergunakan gambar puzzle yang melibatkan siswa dalam kelompok 3. 35 menit siswa mendiskusikan soal – soal yang berbeda dengan kelompok lain serta mendiskusikan secara pleno soal – soal tugas pendahuluan dan akhir. 7. penarikan Angket. Penarikan kesimpulan. 5. 1. ringkasan atau rangkuman. Untuk mempertajam sekolah yang konsep 35 menit terakhir evaluasi pekerjaan guru. Sebelum kegiatan siswa memahami LKS (lembar kerja siswa). Melakukan diskusi dengan soal – soal aplikasi dan kehidupan seharihari. guru memberikan penjelasan diberikan sehubungan dengan kesalahan-kesalahan yang banyak dijumpai. evaluasi Kegiatan 9. Tes akhir 5 menit.

4. hasil nilai unjuk kerja. Memberikan soal-soal pemahaman konsep secara individu dan memantau PS dan PR siswa. hasil pengisian angket siswa. pendapat. setelah sejumlah tindakan dilakukan apakah tindakan ini bisa meningkatkan pemahaman konsep siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan. teknik pemanfaatan data dokumen meliputi : silabus dan sistem penilaian. catatan guru. teknik wawancara secara bebas. 3. Teknik Pemantauan Ada beberapa teknik pemantauan yang diterapkan pada PTK ini. pengamatan ini dilakukan untuk merekam perilaku. 6. Melakukan evaluasi berdasarkan format pemantauan. Peran guru dalam siklus dua ini sebagai motivator dan moderator. 2. 3. dilakukan untuk mengungkap data yang diungkapkan dengan kata-kata secara lisan tentang sikap. 1. pengamatan partisipatif. aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Tujuannya untuk mengetahui efektifitas keberhasilan dan hambatan terhadap tindakan yang dilakukan. Pada siklus dua ini seluruh siswa melakukan kegiatan bersama dalam kelompok dengan anggota 4 siswa. 5. yaitu dilakukan oleh guru yang bersangkutan dan satu orang kolaborator.Siklus II 1. wawasan subjek penelitian maupun kolaborator mengenai baik buruknya proses pembelajaran yang telah berlangsung. Refleksi II. Melanjutkan materi kelangsungan hidup organisme dalam pokok bahasan yang sama yaitu dengan penekanan pada konsep-konsep biologi melalui permainan gambar puzzle 2. mendiskusikan. Mencatat data. D. memplenokannya dan mempertahankan pendapat kelompoknya. dilakukan peneliti untuk mendapatkan nilai pemahaman rata – rata siswa. foto-foto kegiatan pembelajaran 18 .

yakni dengan membandingkan nilai rerata. catatan guru. data yang terkumpul dari berbagai instrumen seperti lembar pengamatan. adanya peningkatan kerjasama antarsiswa dalam melaksanakan tugastugas pembelajaran 2. Adapun data yang bersifat kuantitatif seperti nilai unjuk kerja (hasil diskusi dan laporan) akan dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif sederhana. 1. Teknik ini digunakan untuk mengolah data yang bersifat kualitatif. perlu ditetapkan kriteria keberhasilan tindakan.E. adanya peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran b. 19 . Tahap keempat adalah penarikan kesimpulan secara induktif. Teknik Analisis Data Dalam menganalisis data. yaitu menyajikan data dalam bentuk tabel atau diagram. peningkatan hasil belajar siswa dengan indicator a. adanya peningkatan perasaan puas pada siswa b. baik yang berhubungan dengan keberhasilan proses maupun hasil pembelajaran. catatan hasil kegiatan wawancara. yaitu menafsirkan data yang sudah dikelompokkan. data tersebut disajikan secara deskriptif kualitatif. Tahap kedua. peningkatan kualitas proses relajar siswa dengan indikator : a. Tahap ketiga adalah inferensi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini sebagian besar berupa analisis deskriptis kualitatif. Tahap pertama. Analisis data yang akan dilakukan meliputi empat tahap. dan dokumentasi foto dikelompokkan menurut pokok permasalahan yang sejenis. afektif dan kognitif siswa dalam pembelajaran ini F. analisis dan pengambilan kesimpulan terhadap kebrhasilan tindakan yang dilakukan. Kriteria Keberhasilan Tindakan Untuk memudahkan pemantauan. angket siswa. peneliti membandingkan dan mendiskusikan catatan peneliti dengan catatan kolaborator. hasil tes unjuk kerja. Untuk itu peneliti dan kolaboratpr menentukan kriteria sebagai berikut. adanya peningkatan kompetensi psikomotor.

Dari hasil analisis data diatas. Sebelum dianalisis data di tabulasi dan diinterpretasikan. (instrumen pengumpulan data terlampir) Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. akan ditarik kesimpulan secara keseluruhan dengan menyatakan kebenaran hipotesis tindakan yang telah ditetapkan. 20 .

Dalam siklus ini materi yang mereka peroleh berbeda yaitu materi pada system pernapasan. ada peningkatan kualitas proses pembelajaran. siswa secara langsung menyimak dari sesama temannya dalam menjelaskan materi yang mereka dari kelompok asalnya. Peningkatan Kualitas Pemahaman Konsep Kelangsungan Hidup Ornanisme Setelah Menggunakan Permainan Gambar Puzzle Setelah diterapkannya model permainan gambar puzzle pada pembelajaran Biologi. Setelah rancangan pembelajaran diperbaiki pada siklus II. pada siklus II ini kelompok pada siklus I diacak kembali sehingga menjadi kelompok yang baru . Dalam proses pembelajaran. keterlibatan siswa semakin meningkat dibandingkan dengan pembelajaran pada siklus I. berdasarkan hasil pemantauan peneliti dan kolaborator. Hal inilah yang membuat siswa semakin antusias dalam menyimak pembelajaran ditambah lagi ada beberapa siswa yang secara langsung memberikan contoh ataupun penjelasan menggunakan media computer/internet. Peningkatan Keterlibatan Siswa dalam Proses Pembelajaran Sebelum dilakukan tindakan. selain itu setiap kelompok membuat suatu resume untuk dapat dijelaskan kepada kelompok lain. khususnya pada konsep kelangsungan hidup organisme. siswa lebih banyak terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran. pembelajaran biologi kurang melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan diskusi kelompok. sehingga kelompok lain dapat lebih paham yang akan dijelaskan dari kelompok lain. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I. Peningkatan tersebut meliputi : 1. Guru lebih banyak berperan dalam memberikan teori mengenai materi system pencernaan dan pernapasan pada manusia. serta hasil refleksi siswa. 21 .BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.

Peningkatan Kualitas Hasil Belajar pada Pembelajaran Biologi setelah diterapkannya model Permainan Gambar Puzzle Setelah diterapkannya permainan gambar puzzle pada pembelajaran Biologi ada peningkatan kualitas hasil pembelajaran. Pada siklus II. Siswa juga menyatakan lebih puas dengan hasil pembelajaran yang dicapainya. Pada siklus II ini peran aktif siswa yang lebih “mampu” berupaya untuk mendampingi siswa yang “belum mampu” dalam menguasai materi. sebagian besar siswa menyatakan senang mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian. berdasarkan hasil refleksi baik secara tertulis maupun lisan. hampir semua siswa menyatakan lebih senang mengikuti proses pembelajaran siklus kedua. kerja sama antarsiswa dalam pelaksanaan tugas-tugas pembelajaran lebih meningkat. Peningkatan Perasaan Puas pada Siswa Setelah tindakan dilakukan pada siklus I. ada peningkatan rasa puas pada diri siswa. peningkatan rasa puas siswa dapat dilihat dari ekpresi wajah dan reaksi spontan siswa seperti tertawa ataupun bertepuk tangan.2. Disamping itu. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti ataupun kolaborator. B. kerja sama antarsiswa lebih meningkat dibandingkan saat pratindakan. dari hasil refleksi. Peningkatan tersebut meliputi : 1. Siswa juga terlihat lebih senang dalam mengikuti proses pembelajaran. Peningkatan Kerja Sama Antarsiswa dalam Proses Pembelajaran Dalam proses pembelajaran siklus I. karena mereka menganggap keberhasilan bukanlah ditentukan oleh individu sendiri. 22 . Guru memberikan tugas berdiskusi dalam kelompok untuk membahas suatu materi yang mereka perlu pahami sehingga dalam suatu kelompok timbul kerjasama yang sangat erat yaitu ada 1 orang yang belum memahami materi tertentu secara otomatis teman satu kelompoknya menjelaskan sampai temannya paham materi tersebut. guru lebih banyak memunculkan komponen learning community “ Masyarakat Belajar”. Pada pembelajaran siklus II.

Nilai 0 . ini menunjukkan bahwa pada siklus I siswa belum optimal dan serius dalam melakukan proses pembelajaran. Penilaian Psikomotorik Penilaian psikomotorik ini dilakukan 2 kali penilaian yaitu pada materi system pencernaan (siklus I) dan system pernapasan (siklus II).39 21. Untuk lebih jelasnya tentang hasil belajar tersebut penulis uraikan sebagai berikut : 1. Untuk itu guru melakukan refleksi diri dalam mengatasi permasalahan ini.73 % dan untuk nilai yang berkisar 75 – 85 berjumlah 60. 2. penilaian ini dilihat dari aspek kegiatan diskusi yang meliputi pemaparan. 3.2. 23 . menjawab pertanyaan. 4.50 51 – 60 61 – 69 70 – 74 75 – 85 86 – 100 Jumlah Anak --5 7 20 -Persentase --17. untuk nilai yang berkisar 70 – 74 berjumlah 21. (2) Penilaian Afektif (minat).73 60. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Mengacu pada penilaian sebenarnya (Authentic Assesment) hasil belajar yang diambil meliputi tiga penilaian yaitu : (1) penilaian Psikomotorik (unjuk kerja). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut ini: Tabel 1. dan (3) penilaian Kognitif (pemahaman dan pengetahuan).39 %. Hasil Nilai Psikomotor Pada Siklus I No 1. 5. sedangkan untuk nilai yang berkisar 86 – 100 tidak ada. keaktifan dalam memberikan pertanyaan serta melakuka kegiatan eksperimen. 6.86 %. dari hasil refleksi tersebut guru melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran pada siklus II.86 -- Dari tabel diatas menunjukkan bahwa persentase siswa yang mendapatkan nilai yang berkisar 61 – 69 berjumlah 17.

Hasil Penilaian Afektif Siswa No 1. Nilai 0 .69 91. 6. 3. 2.30 Pada siklus II ini mengalami peningkatan yang sangat drastis. Penilaian hasil psikomotorik pada siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 2. untuk nilai 0 sampai 74 bahkan tidak ada sama sekali. 4. Nilai A B C D E Jumlah Anak 26 6 ---Persentase 86. yang semakin menambah antusisme siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. 3. 2. Penilaian Afektif Penilaian afektif ini untuk mengetahui minat belajar siswa pada materi sistem pencernaan dan pernapasan pada manusia. ini menunjukkan bahwa siswa sudah dapat mengikuti model pembelajaran permainan gambar puzzle. 5. 2.04 ---- 24 . nilai yang diperoleh adalah berkisar antara nilai 75 sampai nilai 100. Adapun rekapitulasi penilaian afektif dapat dilihat pada tabel 2 dibawah ini : Tabel 3. 4. Hasil Nilai Psikomotor Pada Siklus II No 1. maka diperolehlah data hasil penilaian psikomotor untuk materi yang berbeda. Penilaian afektif ini dinilai selama rentang waktu kegiatan belajar mengajar pada materi tersebut. 5.69 13.50 51 – 60 61 – 69 70 – 74 75 – 85 86 – 100 Jumlah Anak ----3 29 Persentase ----8.Setela dilakukan tindakan pada siklus II.

Sikap ini tercermin pada tingginya nilai afektif siswa pada materi sistem pencernaan dan pernapasan pada manusia. lebih bersahabat dengan siswa tanpa meninggalkan wibawa guru. suasana pembelajaran biologi dirasakan lebih kondusif dibandingkan sebelum dilakukannya tindakan. Secara kuantitatif. Penilaian Individu Setelah mengikuti proses pembelajaran Biologi dengan menggunakan model pembelajaran Permainan gambar puzzle pada materi Reproduksi pada siklus I. Penilaian inidvidu didasarkan atas nilai ulangan harian yang diberikan sedangkan nilai kelompok didasarkan atas nilai ulangan individu yang dikonversi untuk a. Suasana pembelajaran biologi yang lebih kondusif terlihat pada hubungan kerjasama antar personal siswa dalam kelompok. Hal ini dirasakan baik oleh siswa maupun guru yang dipantau dari observasi KBM. 3.Dari tabel diatas menunjukkan tingginya minat belajar siswa selama mengikuti proses pembelajaran. diperoleh hasil penilaian kuis/ ulangan untuk per individu seperti tergambar pada tabel dibawah ini. spontanitas siswa dan diskusi berkembang sehingga hambatan komunikasi antara guru dan siswa berkurang. Suasana pembelajaran biologi yang kondusif menunjang terciptanya iklim belajar yang lebih baik di lingkungan sekolah serta memberikan motivasi pada rekan guru lain untuk lebih terbuka dengan siswa. 25 . Penilaian Kognitif Penilaian kognitif ini dapat dibagi menjadi penilaian individu dan penilaian kelompok. kreatif dalam menciptakan kegiatan pembelajaran.

dari hasil penilaian pada siklus I ini dapat dilihat bahwa hanya 8. Pada siklus ke II dapat ditampilkan tabel hasil nilai ulangan harian dibawah ini: Tabel 5. untuk nilai yang berkisar 70 – 74 berjumlah 8. Setelah dilakukan refleksi oleh guru dan siswa kesalahan pada siklus I ini akan diperbaiki pada siklus II.69 34.50 51 – 60 61 – 69 70 – 74 75 – 85 86 – 100 Jumlah Anak -2 -2 8 11 Persentase -8.78 47. nilai yang berkisar 75 – 85 berjumlah 34.69 %. Nilai siswa yang memperoleh 75 – 85 berjumlah 13.04 86. Nilai 0 . 2. Berdasarkan nilai standar yang telah ditentukan yaitu standar KKM nya adalah 70 maka.50 51 – 60 61 – 69 70 – 74 75 – 85 86 – 100 Jumlah Anak ----3 20 Persentase ----13. Nilai 0 .82 %. 5. 2.69 %.95 Pada penilaian siklus II ini terlihat adanya peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan pada siklus II. 6. 4.04 % sedangkan untuk nilai yang berkisar 86 – 100 26 . Hasil Nilai Ulangan Harian Pada Siklus I No 1. 6.Tabel 4.69% siswa yang dinilai kurang berhasil. dan nilai yang berkisar 86 – 100 berjumlah 47. Hasil Nilai Ulangan Harian Pada Siklus II No 1.78 %. 4. 3.82 Dari tabel diatas terlihat bahwa persentase anak yang mendapatkan nilai yang berkisar antara 0 – 50 tidak ada.69 -8. ini dapat ditunjukkan dari nilai ulangan harian yang ditampilkan pada tabel diatas yaitu nilai yang diperoleh tidak ada yang dibawah KKM. sedangkan nilai yang berkisar antara 51 – 60 berjumlah 8. 5. 3.

5 28 28 27.berjumlah 86. 3 kelompok HEBAT dan 1 Kelompok BAIK. Hasil Pembelajaran Biologi Model Permainan Gambar Puzzle pada Siklus I Kelompok Kelompok I Kelompok II Kelompok III Kelompok IV Kelompok V Skor 22 22. Penilaian Kelompok Jika dilihat dari penilaian kelompok Dari data yang diperoleh terlihat adanya peningkatan tingkat aktivitas siswa dalam kerja kelompok.5 21. Dari hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan nilai kognitif pada siswa.95 %. Hasil Pembelajaran Biologi Model Permainan Gambar Puzzle pada Siklus II Kelompok Kelompok I Kelompok II Kelompok III Kelompok IV Kelompok V Skor 27. yaitu pada siklus I. pada siklus ke II ini semua kelompok mendapat predikat SUPER dengan total nilai berbeda-beda. Adapun peningkatan tersebut terlihat pada 2 siklus. b. dari 5 kelompok yang terbentuk 1 kelompok tergolong kelompok SUPER. kemudian meningkat cukup pesat pada siklus II.5 30 Kriteria Super Super Super Super Super 27 . Berikut data dapat disajikan dibawah ini : Tabel 6.25 26 19 Kriteria Hebat Hebat Hebat Super Baik Tabel 7. Dari data yang diperoleh terlihat adanya peningkatan partisipasi siswa dalam kelompok yang diperoleh dari observasi.

Intervensi model pembelajaran Biologi Permainan Gambar Puzzle memberikan pengaruh positif terhadap pembelajaran Biologi. melaksanakan tugas. menerima pendapat.Pemantauan peningkatan partisipasi siswa dalam kelompok siswa yang dilakukan pada saat KBM. Siswa yang termasuk kaegori BAIK dalam kegiatan belajarnya tampak belajar tanpa merasa terbebani oleh muatanmuatan konsep yang dirasakan berat jika dipelajari dengan kegiatan pembelajaran konvensional. dan proses pembelajaran tampak lebih menyentuh berbagai tingkat lapisan tingkat kemampuan siswa. 28 . kerjasama dan kepedulian pada keikutsertaan sesame anggota kelompok. tingkat aktivitas dalam kelompok belajar secara kualitatif yaitu memberikan ide.

diskusi sesama tim peneliti dan refleksi yang telah dilakukan selama penelitian. meningkatnya kemampuan komunikasi dan kerjasama siswa serta hasil belajar yang diperoleh siswa. peningkatan kualitas proses belajar siswa tampak pada munculnya kegairahan siswa dalam mengikuti pembelajaran 2 Dengan permainan gambar puzzle guru mendapatkan kemudahan dalam berkreasi dan berinovasi pada pembelajarannya.7 SMP Negeri 31 Padang. Simpulan Berdasarkan data penelitian. setelah diterapkan model permainan gambar puzzle. dapat disimpulkan hal-hal berikut : 1 Permainan gambar puzzle dapat meningkatkan pemahaman konsep kelangsungan hidup organisme di kelas IX. melakukan analisis kuantitatif menggunakan data pengamatan dan angket yang telah diberikan pada siswa. kualitas hasil belajar siswa juga meningkat. Secara umum. Hal ini ditandai dengan semakin berkualitasnya aktifitas dan respon siswa dalam memecahkan persoalan yang diberikan oleh guru. Peningkatan tersebut meliputi : (a) meningkatnya perasaan puas pada siswa dan (b) meningkatnya nilai psikomotor. lebih efektif dan efisien waktu untuk mencapai tujuan pembelajaran. sebagai fasilitator dan observer yang baik dan berhasil merangsang kemampuan bernalar siswa dan lebih berhasil menanamkan sikap-sikap positif kepada siswa. Peningkatan tersebut meliputi (a) meningkatnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran (b) meningkatnya kerja sama siswa dalam proses pembelajaran. berpikir secara efektif dalam menyelesaikan masalah sederhana berhubungan dengan masalah – masalah biologi secara kualitatif.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. afektif serta koognitif pada diri siswa 29 . 3 Peningkatan kualitas proses pembelajaran.

2. 30 . Sebaiknya guru menyiapkan beberapa alternatif gambar yang menarik yang akan digunakan dalam proses pembelajarannya. Penggunaan permainan gambar puzzle dapat dijadikan salah satu alternatif bagi guru biologi untuk meningkatkan pemahaman konsep di kelasnya.B. Saran/Rekomendasi Berdasarkan temuan selama penelitian dapat disarankan hal-hal sebagai berikut : 1.

Depdiknas. Jakarta : Bumi Aksara. Bandung : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam Depdiknas Luce.2003. Ronald W. Materi Pelatihan Terintegrasi 5. R. 2004. J. 1992. The Action Research Planner. 1980.org. Jakarta : Penerbit Rieneka Cipta.Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Wojowasito. Deakin : Deakin University Kimball. And Mc. 1988. 2008.2005. Action Research. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher. Menjadi Guru Yang Terampil. Poerwadaminta. Jakarta :Direktorat Menengah Umum. S. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Kemmis. Biologi Edisi Kelima.X. Bandung : Penerbit Hasta Zamroni. http://www.Kamus Lengkap. 31 . Motivating Students : 8 Simple Rules for Teachers.uk Prawirohartono.Depdiknas. Landasan Teoritis-Praktis dan Implementasinya. Penilaian Berbasis Kelas. 1990. 2003.Taggart. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik Konsep.W. Kent N. Trianto. 2004. Sudarsono. Lana and Schneider. East Tennessee State University : Magma Publication Inc. Motivating The Unmotivated. 1996. S. Jakarta : Penerbit Erlannga. Madison Wis Dikmenun..Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.S dan W. Indrawati.DAFTAR PUSTAKA Becker.motivation. Biologi SMP Jilid 3.Paradigma Pendidikan Masa Depan. Depdiknas. F.

S. Andalas no.Lampiran 1 CATATAN LAPANGAN Sekolah Alamat Sekolah Kelas Mata Pelajaran Konsep/ Kajian Pertemuan ke Waktu Nama Guru / Kolaborator Masalah penelitian : SMP Negeri 31 Padang : Jl.7 : Biologi : Kelangsungan Hidup Organisme : I : 90 menit : Suryanto.126 Padang : IX.Pd : Adaptasi morfologi I Planing II Acting III Observasi IV Reflecting 32 .

3. 8. 2. 5. Bersama siswa menarik kesimpulan Memberi hadiah majalah ilmiah populer kepada kelompok terbaik. 12 13 14 :SMPN 31 Padang :Suryanto. 4. 10 11. presenter terbaik.Lampiran 2 LEMBAR OBSERVASI GURU DALAM PBM Nama Sekolah Nama Guru Mata Pelajaran Konsep / Sub Konsep NO 1. tujuan di papan tulis Menjelaskan langkah kerja dan waktunya Memberi kesempatan kelompok diskusi Mempersilahkan tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok. 9. dan menjawab masalah lingkungan dengan tepat. S. 6. 7. Memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi. Memberi post test dan angket Pemberian tugas rumah Kolaborator 33 .Pd : Biologi : Kelangsungan Hidup Organisme/Adaptasi morfologi ya tidak Komentar/Ket. 15 16 Perilaku Guru Memberi tugas pendahuluan Menanyakan prasyrat pengetahuan Mereviu PR Memberi penjelasan tentang Eksperimen Membagi kelompok dan mengatur duduk Guru sebagai moderator / inspirator Membimbing siswa mendapat data Menuliskan judul .

S.Pd : Biologi : Kelangsungan Hidup Organisme/Adaptasi morfologi : IX.Lampiran 3 LEMBAR PERILAKU SISWA DALAM PBM Nama Sekolah Nama Guru: Mata Pelajaran: Konsep / Sub konsep Kelas / semester Jumlah Siswa NO 1 2. 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 : SMPN 31 Padang : Suryanto.7/5 : siswa Tally Jumlah Persentase Perilaku siswa dalam kegiatan Menyelesaikan tugas pendahuluan. Interaksi dengan LKS Interaksi dengan pengamatan dan data Interaksi dengan teman dekat Interaksi dengan teman sejawat Mencatat penjelasan teman penyaji Bermotivasi kerja Berdisiplin kerja Bertanggung jawab Bercanda / bermain main di labor Keluar masuk labor Tidak memperhatikan penjelasan Tidak mengunakan buku sumber Tidak mengajukan pertannyaan Tidak menjawab pertannyaan Tidak memberikan tanggapan / komentar Mengantuk / melamun Berjalan-jalan di labor/kelas Datang terlambat Acuh tak acuh dalam kelompok Observer 34 .

7/5 : 32 siswa 1 2 3 4 5 Jumlah Pengamatan yang tercatat Merakit puzzle Menyajikan di depan labor/kelas hasil kerja kelompok Mengajukan pertanyaan Menjawab pertanyaan Memberikan pendapat komentar Keterangan : NO A point 5 Merakit benar .cepat. lama point 2 Merakit salah cepat point 1 merakit salah lambat.Lampiran 4 INSTRUMEN PENILAIAN SISWA NAMA SEKOLAH NAMA GURU MATA PELAJARAN Konsep / sub konsep KELAS /SEMESTER Jumlah Siswa NO A B C D E : SMPN 31 Padang : Suryanto. S. point 2 menyajikan sedang point 1 menyajikan kurang lengkap. Point 4 merakit benar . NO C. D. E Point 5 Bermutu sesuai topik Point 4 Masih relevan dengan topik Point 3 kurang Relevan dengan topik point 2 menyimpang dengan topik Point 1 tidak relevan sama sekali dengan topik 35 . point 3 merakit benar . NO B point 5 menyajikan sangat baik Point 4 menyajikan baik point 3 menyajikan cukup .Pd : Biologi : Kelangsungan Hidup Organisme/Adaptasi Morfologi : IX.

Lampiran 5 ANGKET SISWA Nama Sekolah Nama Guru Tanggal : SMPN 31 Padang : Suryanto. Isilah Saran untuk kebaikan kita bersama NO 1.Pd : Jawab pertanyaan di bawah dengan memberi tanda silang (X) pada kolom yang kamu anggap cocok. 2 3 4 5 6 7 8 Pertanyaan Apakah belajar seperti ini kamu senangi Apakah belajar seperti ini memotivasi kamu untuk belajar biologi Apakah kamu lebih mengerti dengan konsep yang di pelajari Apakah kamu mendapat kesempatan memberi ide / pendapat Apakah dengan belajar seperti ini nilai Biologi jadi meningkat Bahasa yang digunakan guru mudah dipahami Apakah kamu dalam menyiapkan eksperimen mengalami kesulitan Apakah tugas PR dikerjakan di rumah ya tidak Pendapat / saran : 36 . S. tanpa menulis nama.

4 4 4 4 4 5 6 6 37 .Lampiran 6 JADWAL KEGIATAN Penelitian Tindakan Kelas SMP N 3I Padang Tahun Pelajaran 2006 .2007 Juli N O 1 2 3 KEGIATAN 1 2 3 2 3 4 1 Agustus 2 3 4 1 September 2 3 4 4 5 6 Penyusunan Proposal 1 1 Pemantapan Proposal Pembuatan & Penggandaan Perangkat PBM Pelaksanaan Penelitian Penyusunan & Penggandaan Laporan Pelaporan Penelitian & Presentasi.

. 16. 11. Bermotivasi kerja Berdisiplin kerja Bertanggung jawab Bercanda / bermain-main di Labor/kelas. 8. Keluar/masuk Labor/kelas Tidak memperhatikan penjelasan Tidak mempergunakan buku sumber Tidak mengajukan pertanyaan Tidak menjawab pertanyaan Tidak memberikan tanggapan /komentar Mengantuk / melamun Berjalan-jalan di labor Datang terlambat Acuh tak acuh dalam kelompok 32 30 20 20 4 7 5 8 26 20 20 23 8 2 2 3 12 10 12 2 3 5 Min 0 2 12 12 0 Siklus II Maks 32 32 26 24 8 9 12 12 32 32 32 32 3 3 2 5 Min 0 0 6 8 - 38 .. 15. 6. Mencatat penjelasan teman penyaji. 4. 18.... 19. Memberikan pendapat / komentar. 14. 3. 10. 13. 12. Mengajukan pertanyaan pada penyaji Menjawab pertanyaan teman-teman/guru. 5.Lampiran 7 Tabel Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa No Data Aktivitas Siklus I Maks 1.. 22 23 Interaksi dengan LKS Interaksi dengan pengamatan dan data Interaksi dengan buku sumber Interaksi dengan teman dekat Menyajikan di depan Labor/kelas. 17. 21. 7.... 9. 2. 20.

Lampiran 8 REKAPITULASI DATA ANGKET SISWA No INDIKATOR Senang dengan metode belajar ini Motivasi belajar biologi meningkat Mengerti dengan konsep yang di pelajari Mendapat kesempatan memberi ide / pendapat Nilai Biologi jadi meningkat Faham dengan Bahasa yang digunakan guru Mengalami kesulitan dalam merangkai puzzle Mengerjakan tugas PR di rumah 1. 2 3 4 5 6 7 8 SIKLUS SIKLUS I II 32 32 32 24 21 12 32 2 13 32 30 29 26 32 32 JUMLAH 168 213 39 .

Lampiran 9 Foto-Foto Kegiatan Siswa 40 .

Lampiran 10 DENAH KEGIATAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Posisi kegiatan di laboratorium 41 .

Meja : kelompok. pemandu. kolaborator (pengamat / penilai). presentasi. 42 .

Menyiapkan gambar-gambar hewan yang akan digunakan dalam permainan gambar puzzle 2. 4. telah memahami prinsip-prinsip 43 . Merencanakan waktu untuk pelaksanaan tindakan 11. Membuat soal – soal untuk pekerjaan rumah (PR) siswa 4. Persiapan buku pegangan siswa 7. Sistem penilaian 6. 20 menit pertama siswa kelangsungan hidup organisme. 1. Persiapan buku pegangan guru 8.Lampiran 11 SATUAN ACARA TINDAKAN Mata Pelajaran : Biologi Pokok Bahasan : Kelangsungan Hidup Organisme Kelas/Semester : IX. Kurikulum atau silabus dan membagi siswa menjadi 4 kelompok 3. Persiapan soal-soal evaluasi 9. Menjelaskan prinsip-prinsip kelangsungan hidup organisme 2. 5. Menyusun serangkaian tindakan kegiatan secara menyeluruh 12.7/ 5 Waktu Pelaksanaan : 3 bulan Persiapan : 1. pelaksanaan di kelas dengan cara diskusi informasi dengan mempergunakan gambar puzzle yang melibatkan siswa dalam kelompok 3. Persiapan angket siswa 10. 35 menit siswa mendiskusikan soal – soal yang berbeda dengan kelompok lain serta mendiskusikan secara pleno soal – soal tugas pendahuluan dan akhir. Menyiapkan teknik pemantauan pada setiap tahapan penelitian Pelaksanaan : Siklus I. Sebelum kegiatan siswa memahami LKS (lembar kerja siswa). Membuat solusi dari PR 5.

Untuk mempertajam konsep 35 menit terakhir evaluasi pekerjaan sekolah yang diberikan guru. Peran guru dalam siklus dua ini sebagai motivator dan moderator. 5. Mencatat data. ringkasan atau rangkuman. Melanjutkan materi kelangsungan hidup organisme dalam pokok bahasan yang sama yaitu dengan penekanan pada konsep-konsep biologi melalui permainan gambar puzzle 2. Refleksi II. 4. Tes akhir 5 menit. guru memberikan penjelasan sehubungan dengan kesalahan-kesalahan yang banyak dijumpai. 44 . setelah sejumlah tindakan dilakukan apakah tindakan ini bisa meningkatkan pemahaman konsep siswa terhadap materi pelajaran yang diberikan. 7. 7. 6. penarikan Angket.Pada kegiatan ini peneliti lakukan untuk mendapatkan tingkat pemahaman siswa rata – rata dimana sebagai dasar untuk tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II (dua). tes Perbuatan. mendiskusikan. dilakukan peneliti untuk mendapatkan nilai pemahaman rata – rata siswa. Siklus II 1. Refleksi I . Melakukan evaluasi berdasarkan format pemantauan. Tujuannya untuk mengetahui efektifitas keberhasilan dan hambatan terhadap tindakan yang dilakukan. Melakukan diskusi dengan soal – soal aplikasi dan kehidupan sehari-hari. Penarikan kesimpulan.6. Pada siklus dua ini seluruh siswa melakukan kegiatan bersama dalam kelompok dengan anggota 4 siswa. evaluasi Kegiatan 9. mengisi angket untuk mengevaluasi program berupa : tes Harian. memplenokannya dan mempertahankan pendapat kelompoknya. 8. 3. Memberikan soal-soal pemahaman konsep secara individu dan memantau PS dan PR siswa.

4 Agustus 2008 Prestasi Suryanto.Pd : 131 928 933 : Jakarta. Jendral Sudirman No. 5 Oktober 1969 : Pembina / IV.081363211879 : SD 04 Grogol Utara Jaksel (1981) SMPN 48 Jakarta Selatan (1984) SMAN 29 Jakarta Selatan (1987) Program DIII FMIPA UI Depok (1990) S1/Akta IV Pendidikan Biologi UT (1993) S2 Manajemen Pendidikan Lingkungan (2007) : Finalis Lomba karya tulis bidang kependudukan dan lingkungan hidup tingkat nasional tahun 2005 Peringkat I Guru SMP/MTs berprestasi Kota Padang Tahun 2006 Peserta Seleksi Guru Berprestasi Sumatera Barat Tahun 2006 Peringkat I Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP Tingkat Propinsi Sumatera Barat Tahun 2006 Finalis Workshop Inovasi Pembelajaran Guru SMP Tingkat Nasional tahun 2006 Padang. M.Curriculum Vitae Peneliti Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pangkat/Golongan Pekerjaan Bidang Studi Status Perkawinan Alamat Sekolah Alamat Rumah Pendidikan : Suryanto.a : Guru SMAN 1 Padang : Biologi : Menikah (4 putra) : Jl.1 Padang : Jl Rambutan Raya No.131928933 45 .Pd NIP. 499398/HP. M.49 Perumnas Belimbing Padang Telp.

46 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful