BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Gambaran Umum Shell and tube heat exchanger merupakan jenis alat penukar panas yang banyak digunakan pada suatu proses seperti petroleum, industri kimia, dan industri HVAC. Shell and tube heat exchanger mengandung beberapa utube sejajar di dalam shell. Shell and tube heat exchanger digunakan saat suatu proses membutuhkan fluida untuk dipanaskan atau didinginkan dalam jumlah besar. Berdasarkan desainnya, shell and tube heat exchanger menawarkan area penukaran panas yang besar dan menyediakan efisiensi perpindahan panas yang tinggi. Untuk membuat perpindahan panas yang lebih baik dan untuk menyangga tube yang ada di dalam shell, maka sering dipasang baffle. Efektifitas perpindahan panas meningkat dengan dipasangnya baffle. Efektifitas meningkat seiring dangan mengecilnya jarak antar baffle hingga suatu jarak tertentu kemudian menurun, Shell and tube heat exchanger merupakan bejana tekanan dengan banyak tube didalamnya. Pada suatu proses, fluida mengalir melalui tube pada exchanger saat fluida lainnya mengalir keluar tube yang berada di antara shell. Fluida pada sisi tube dan pada sisi shell terpisah oleh tube sheet.

Konstruksi detail dari TEMA Shell and Tube Heat Exchanger. (gambar 11-35)

1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Kerja 2.1.1 Teori dan aplikasi Dua fluida mengalir dengan temperature awal yang berbeda mengalir sepanjang heat exchangers. Satu aliran mengalir sepanjang tabung sedangkan arus lain pada bagian luar tabung tetapi masih di dalam shell. Panas ditransfer dari satu fluida ke fluida lainnya melalui dinding tabung, baik dari sisi tabung menuju shell atau sebaliknya. Fluida bisa merupakan cairan atau gas pada sisi shell maupun pada sisi tabung. Dalam tujuan memindahkan panas secara efisien, suatu area perpindahan kalor yang besar harus digunakan, oleh karena itu terdapat banyak tabung. Dengan cara ini, panas yang dibuang dapat disimpan untuk digunakan. Hal ini adalah suatu jalan yang baik untuk memelihara energi. Heat exchanger yang berfasa tunggal (cairan atau gas) pada setiap sisi dapat disebut heat exchanger berfasa satu atau berfasa tunggal. Heat exchanger berfasa dua dapat digunakan untuk memanaskan cairan dan mendidihkannya sehingga menjadi gas (uap air), terkadang disebut boiler, atau mendinginkan uap air untuk dikondensasikan menjadi bentuk cairan (condenser), pada umumnya perubahan fase yang terjadi berada pada sisi shell. Boiler didalam mesin uap lokomotif biasanya cukup besar, yang pada umumnya shell and tube heat exchanger terbentuk silinder. Pada pembangkit tenaga listrik yang besar dengan steam-driven turbin, shell and tube condenser digunakan untuk mengkondensasikan uap air yang keluar turbin ke dalam bentuk air yang dapat didaur ulang kembali menjadi uap air, yang mungkin pada shell and tube tipe boiler. 2.1.2 Desain Shell and Tube Heat Exchanger Terdapat banyak variasi pada desain shell and tube. Secara khusus, ujung dari tiap tabung dihubungkan ke plenums (terkadang disebut water boxes) melalui lubang dalam tube sheets. Shell and Tube Heat Exchanger adalah jenis Heat Exchanger yang paling umum dipergunakan pada proses Refinary Oil and Gas dan Petrochemical. Dalam hal design Shell and Tube Heat Exchanger (STHE), standar yang dipakai adalah ASME
2

Section VIII dan TEMA Class R, atau API 660 Ada dua sisi utama dalam design STHE, Shell Side dan Tube Side. Berdasarkan konstruksinya, STHE dapat dibagi atas beberapa type, masing masing type diberi kode berdasarkan kombinasi type Front Head, Shell, dan Rear Head. Tabel berikut adalah type type Head dan Shell yang dimaksud.

3

Karakteristi k masing masing type dari Shell and Tube tersebut digambarkan pada tabel berikut:

4

Setelah mengetahui karateristik dari masing masing type shell and tube heat exchanger, selanjutnya design didasarkan atas keperluan atau servicenya. Design yang komplex biasanya menimbulkan biaya yang lebih mahal dan perawatan yang lebih sulit sehingga biasanya hanya digunakan untuk keperluan yang tidak memungkinkan penggunaan yang lebih simpel.

5

Semua hal tersebut digunakan untuk mendidihkan air dari steam turbin condenser menjadi uap air untuk mengendalikan turbin tersebut untuk menghasilkan tenaga. 6 . Hal ini bergantung pada frekuensi fluida pada tabung yang melalui fluida pada shell. Shell and tubes yang secara khas memiliki Utubes. Kebanyakan shell and tube heat exchanger memiliki desain aliran baik 1. fluida masuk pada satu ujung tabung dan keluar melalui ujung tabung lainnya. Pada heat exchanger berfasa tunggal.2. heat exchangers besar disebut steam generator merupakan berfasa ganda. Didalam pembangkit daya nuklir disebut reactor air bertekanan. atau 4aliran pada sisi tabung.Tabung mungkin berbentuk lurus atau bengkokkan dimana dengan bentuk U atau sering disebut dengan U-tubes.

thermal-conductive. Pilihan material tabung yang buruk bisa mengakibatkan suatu kebocoran melalui suatu tabung antara sisi shell dan tube yang menyebabkan fluida yang lewat terkontaminasi dan kemungkinan hilangnya tekanan. material tabung bermutu tinggi.1. Hal ini sesuai terhadap tegangan dari tekanan tinggi dari fluida itu sendiri. tekanan. yang secara khas berbahan metal. Banyak perusahaan tidak menggunakannya sebab dapat rusak dengan mudah dan menjadi lebih maha untuk dibangun.3 Pemilihan Material Tabung Agar dapat memindahkan panas dengan baik. Karena panas ditransfer dari suatu sisi yang panas menuju sisi yang dingin melalui tabung. Heat exchanger arus berlawanan merupakan yang paling efisien sebab memberikan perbedaan suhu rata-rata yang paling tinggi antara arus dingin dengan arus panas. Material tabung juga harus sesuai dengan kedua hal yaitu sisi shell dan sisi tube yang dialiri untuk periode lama dibawah kondisi-kondisi operasi (temperature. Semua yang dibituhkan yaitu melakukan pemilihan seksama atas bahan yang kuat. Hal tersebut membuat konstruksinya menjadi lebih sederhana. Sering multiple heat exchanger dapat digunakan untuk menirukan arus aliran berlawanan dari exchanger tunggal yang besar. corrosion resistant. dan lainlain) untuk memperkecil hal yang buruk seperti korosi. pH. Karena ada kecenderungan material tabung untuk mengembang berbeda-beda secara thermal pada berbagai temperature thermal stresses muncul selama operasi. 7 .Steam turbin condenser dalam pembangkit tenaga sering merupakan 1-pass straight tube heat exchanger. Dua dan empat pass merupakan desain yang umum karena fluida dapat masuk dan keluar pada sisi yang sama. 2. material tabung harus mempunyai thermal conductivity. Terdapat baffles yang mengarahkan aliran melalui sisi shell sehingga fluida tidak mengambil jalan pintas melalui sisi shell yang dapat menyebabkan volume arus rendah yang tidak efektif. terdapat perbedaan temperature sepanjang lebar tabung.

galur (thread) permukaan pelindung untukmemudahkan 8 . • Connections → ukuran yang distandarkan untuk pemasangan yang mudah.2 Bagian-Bagian / Komponen shell and Tube Heat Exchanger Keterangan.2. tampilan tube bundle yang unikmeminimalisasi permasalahan yang muncul dan mengoptimumkan media aliran dalam unit • Baffles → adanya celah baffles dengan jarak minimum antara tabung untuk menjamin aliran fluida yang benar dan meminimalisasi bypass. penambahan pemasangan. • • • • • • Gasket → fiber berkualitas tinggi yang dikompres Head → berbahan standar cast iron atau steel head Tubesheet → Ubend tubes diperluas terhadap tubesheet yang membiarkan untukperluasan dan penyusutan tabung karena fluktuasi suhu Mounting → saddles yang diganbungkan dengan unit standar untuk mounting yang cepat dan mudah Shell → welded shell dilindungi dengan cat berkualitas tinggi untuk menghambat korosi Tube bundles → berbahan stainless steal..

atau N) Fixed-tube-sheet heat exchanger (gambar 11-36b) lebih sering digunakan dibandingkan jenis lainnya.2.3 Tipe-Tipe Shell and Tube Heat Exchanger 2. Tibesheet dilas atau digabungkan dengan shell. Biasanya perluasan melewati shell dan bertindak sebagai 9 . M.1 Fixed TubeSheet atau Fixed Head (Type L.3. dan frekuensi penggunaannya meningkat beberapa tahun terakhir ini.

gasket dan lainnya dapat dilakukan pemeliharaan dan penggantian namun tidak untuk struktur shell-side baffle maupun blind gasket. Blind gasket tidak dapat diakses untuk pemeliharaan atau penggantian ketika unit telah dibangun. Konstruksi ini menyebabkan shell and tueb sheet material menyatu satu sama lain. Berbagai jenis sambungan ekspansi digunakan untuk menghilangkan tegangan yang berlebihan yang disebabkan oeh 10 . Tube-side-header. Tabung dapat digantikan. tabung dapat patah sampai shell. dimana tube-side header ini dibaut. yang beroperasi di bawah vakum. Ketika pengelasan tidaklah mungkin. Tabung dapat dengan sepenuhnya mengisi heat exchanger shell. Ketika hal itu terjadi. Toleransi pembuatan memerlukan beberapa jarak tambahan antara bagian luar dari baffles dan tabung yang paling jauh atau paling luar. Tube side header (atau channel) dapat dilas pada tubesheet.flanges. channel cover. Jarak antara diameter shell dan OTL sekitar 13 mm (1/2 in) untuk 635 mm (25 in) di dalam diameter shell dan keatasnya. Selama perpindahan tabung. konstruksi tipe “blind”-gasket digunakan. Konstruksi ini digunakan untuk steam surface condenser. Perluasan yang berbeda antara shell dan tube dapat berkembang dikarenakan perbedaan dalam panjang yang disebabkan oleh ekspansi thermal. walaupun shell dengan lebih dari 2 aliran side-shell jarang digunakan. Prosedur yang umum adalah menutup lubang yang sesuai pada tube sheet. akan menjadi sangat sulit untuk memindahkan dan menggantikan tabung. sehingga baffles dapat bergeser terhadap shell. konstruksi jenis ini sedikit lebih mahal dibandingkan dengan jenis B dan M atau A dan L masih memberikan keuntungan dimana tabung mungkin diuji atau digantikan tanpa mengganggu pipa penghubung tube-side. Seperti ditunjukkan gambar 11-35 jenis C dan N. Antara bagian dalam shell dan baffles terdapat jarak yang harus diberikan. dan kurang untuk diameter pipe shell yang lebih kecil. Aliran shell-side dapat satu atau lebih. Jarak tepi antara tabung yang luar (OTL) dan diameter baffle harus sesuai untuk mencegah getaran tabung dari patahan sampai lubang baffle. Tabung yang paling luar pasti termasuk dalam OTL. 11 mm (7/16 in) untuk 254 mm-610 mm (10 in-24 in) pipe shell. Jarak antara tabung yang paling jauh atau paling luar dan shell hanya merupakan kebutuhan yang minimum untuk pembuatan. Tidak ada pembatasan atas banyaknya aliran tube-side.

perluasan/pemuaian. pemindahan. 2.2 U-Tube Heat Exchanger 11 . pemasangan atau perawatan heat exchanger dilengkapi dengan jenis bellow berdinding tipis atau tipe sambungan ekspansi torodial dapat merusak sambungan. Kebutuhan akan sambungan ekspansi merupakan kegunaan dari jumlah perbedaan ekspansi antara lain.3. light-wall-joint ini peka terhadap kerusakan dan beberapa perancang memilih penggunaan dinding yng lebih berat dari formed heads. Penanganan yang salah selama pembuatan. Di dalam unit yang lebih besar.

tie rods dan spaces yang sesuai. Fin sering digunakan untuk mengurangi potensi pencemaran fluida tersebut. Desain ini sering digunakan dengan tangki penyimpanan di luar untuk bahan bakar minyak berat. cast iron headers.1959)).. rumah 12 . seperti pada gambit 11-38. Banyaknya lubang tabung yang diberikan shell lebih sedikit untuk fixed-tube-sheet exchanger karena pembatasan pada pembengkokkan tabung pada radius yang sangat pendek.14. Terdapat power driven tube cleaner. Desain u-tube memberikan keuntungan untuk mengurangi banyaknya sambungan. Pada konstruksi bertekanan tinggi. terdapat u-tube bundle.66.Tube bundle yang berisi stationary tube sheet. Pengaliran hidrolik dengan mendorong air melalui nozzle pada tekanan. yang dapat memindahkan residu dari bagian lurus dan bengkokan U pada tabung. Penggunaan konstruksi u-tube telah meningkat dengan pengembangan tentang pembersih tabung hidrolik. u-tubes. dan bagian lain yang merupakan baja karbon digunakan untuk air dan uap di dalam bangunan kantor. molases dan fluida yang memiliki viskositas kecil agar mudah untuk dipompa. baffle atau plat pendukung. Biasanya media pemanasan tube side berupa uap. Pemebersihan mekanik bagian dalam tabung telah diuraikan oleh Yohannes (chem. Rods dan tabung mekanis pembersih konvensional tidak bisa lewat dari satu ujung u-tube ke ujung lainnya. Jarak merupakan sama pentingnya seperti pada fixed-tube-sheet heat exchanger. yang dimana dilas pada shell. Pemanas longitudinal fin-tube tidak di-baffle. bentuk ini menjadi penting dipertimbangkan dalam mengurangi biaya awal dan pemeliharaan. Satu ujung shell pemanas terbuka. telah disediakan. Masing-masing tabung bebas untuk memperluas tanpa ada batasan ditempatkan diatasnya oleh tabung lain. tar.eng. sekolah. Tube bundle dapat dipindahkan dari heat exchanger shell.187-192(Dec. Suatu tube sider (stationary head) dan shell dengan integral shell cover. Biaya pompa dapat dikurangi tanpa memanaskan keseluruhan muatan tangki. Bare fin-tube dan integral low-fin tube dilengkapi dengan baffles. dan cairan dipanaskan melewati bagian luar dari tabung. Alat pemanas tangki penghisap. U-tube bundle memiliki keuntungan jarak yang minimum antara batas tabung luar dan bagian dalam shell untuk perpindahan konstruksi tube bundle apapun. yang dapat membersihkan kaki tabung yang lurus dan bengkokan tabung. U-tube exchanger dengan tabung tembaga.

13 . Lantern ring dilengkapi dengan weep holes. Kebocoran yang melewati packing pergi melewati weep holes dan kemudian menetes ke tanah. Standar exchangers ini tersedia dari sejumlah harga sebenarnya yang jauh di bawah peralatan industri proses. yang ditekan diantara kotak isian dengan balutan penyokong cincin.4 Outside-Packed-Floating Heat Exchanger Fluida dari sisi shell mengandung balutan dari banyak cincin. 2.sakit. hotel dan lain-lain. Kebocoran di packing tidak akan mengakibatkan pencampuran dua cairan di dalam exchanger.3. lantern ring dan differential expansion. Lembar tabung non-ferrous atau 90-10 tabung tembaga-nikel adalah yang paling sering digunakan sebagai material pengganti. Fluida shell dan tube side masing-masing berisi dengan cincin terpisah dari kemasan terpisah dengan suatu lantern ring dan dipasang pada floating tube sheet. Tanpa skirt. Terkadang skirt digabungkan dengan tube sheet tipis untuk memberikan permukaan pada packing dan lantern ring. 2. jarak harus dipertimbangkan untuk gangguan lubang tabung selama tabung menggoncang dekat tepi luar tabung atau untuk pengelasan ujung tube pada floating tube sheet. Bagian-bagian dari heat exchange jenis ini dapat dilihat pada gambar berikut. Jarak antara batas tabung yang luar dan bagian dalam shell adalah sedikit lebih besar dari yang untuk fixed-tube-sheet dan U-tube exchangers.3. Penggunaan floating-tube-skirt menyebabkan peningkatan jarak ini. Lebar floating tube sheet harus cukup besar agar dapat mudah untuk packing.3 Packed-Lantern-Ring Exchanger Konstruksi ini merupakan straight-tube bundle yang dapat dipindahkan yang sedikit mahal.

Batas tube terluar mendekati diameter bagian dalam gasket pada floating tube sheet. Slip on backing flange. Jika sisi nozzle diperlukan. ditahan di tempat untuk shear ring. tapi beberapa tahun belakangan ini. 2. Jarak (antara shell dan OTL) adalah 29 mm (1 1/8 in) untuk shell pipa dan 37 mm (1 7/16 in untuk diameter plate shell sedang). Floating head cover biasanya berupa cakram bundar. Konstruksi bundle yang dapat dipindahkan menyesuaikan dengan perbedaan ekspansi antara shell dan tube dan penggunaannya untuk perbaikan bagian shell hingga 4137 kPa dan 600 lbf/ in2 pada 3160C (6000F). tapi beberapa tahun belakangan ini penggunaannya telah berkurang. penggunaannya menurun. Saat floating-tube-sheet skirt mengalami kontak dengan balutan dari cincin. konstruksi ini sering digunakan di industri kimia. dengan sejumlah ganjil dari tubeside passes.Dulu. nozzle aksial bisa dipasang pada floating-head cover. Split-shear-ring masuk pada alur floating-tube-sheet skirt. cakram bundar diganti oleh dished head atau channel barrel (sama seperti gambar 11-36f) terpasang diantara floating-head cover dan floating-tube-sheet skirt. dapat menghaluskan akhir mesin. Tidak terdapat batasan angka pada jumlah dari sisi tube yang dilalui atau pada desain tekanan dan temperature bagian tube. Tube bundle lebih mudah dipindahkan dan floating tube sheet yang bergerak ( atau mengambang ) dapat menyesuaikan dengan perbedaan ekspansi antara shell dan tube. Outsidepacked floating heat exchanger merupakan tipe umum yang sering digunakan untuk konstruksi bundle yang dapat dipindahkan di industri kimia. terpasang pada external floating-head cover.5 Internal Floating Head Exchanger Desain internal-floating-head exchanger digunakan secara ekstensif di jasa pertroleum refinery. 14 .3. pada saat penggunaannya.

split backing ring.7 Falling-Film Exchangers Falling film shell and tube heat exchanger telah dikembangkan untuk macam-macam pelayanan dan dibuat oleh Sack (Chem. Hal ini dapat mengurangi waktu perawatan saat pemeriksaan dan perbaikan.5 kali dibandingkan dengan desain yang dibutuhkan split-ring. Fil 15 .3. 2. Fluida masuk di puncak vertical tabung.eng program. Jarak yang besar antara shell dan tube harus tesedia untuk gasket dan baut pada floatinghead cover.63. Distributor atau slotted tubes menyimpan liquid di aliran film di dalam permukaan tubes.Split backing ring dan baut biasanya menahan floating head cover pada floating tube sheet. Shell cover. Konstruksinya sama seperti internal-floating-head split-backing ring exchanger kecuali floating-head covernya yang terpasang tepat pada floating tube sheet. Split backing ring dan baut biasanya terletak melebihi ujung shell dan di dalam cover-shell berdiameter besar. Tube bundle dapat diambil tanpa memindahkan shell cover atau floating-head cover.55(juli 1967)). Sealing strips atau dummy tubes biasanya dipasang untuk mengurangi tube bundle yang melewati. dan floating head cover harus dipindahkan sebelum tube bundle bisa melewati exchanger shell. 2.3.6 Pull-Through-Floating Heat Exchanger. Jaraknya sekitar 2-2. dan film menempel pada permukaan tabung saat jatuh ke dasar tabung.

2.dapat didinginkan.3. diuapkan atau dibekukan (oleh medium perpindahan panas yang cocok) di luar tabung. sedangkan akses ke tube end pada floating head end dilakukan dengan melepas shell cover. maka dipergunakan flanged cover yang dibautkan pada split backing ring pada sisi lain tubesheet.8 Split-backing-ring Floating Head (Type S) Satu tubesheet fix dengan baik pada shell dan tubesheet satunya terapung. Akses ke tube end pada stationary end hanya dapat dilakukan dengan melepaskan head cover. Untuk memisahkan antara fluida pada shell dengan fluida yang melewati tube side. serta seluruh tube bundle dapat dilepas. dan dimungkinkan untuk memindahkan secara terpisah antara shell side dan tube side. split back ring dan floating head cover. Tube distributor telah dikembangkan untuk berbagai macam aplikasi. Dipanaskan. Fixed tube sheets dengan atau tanpa sambungan ekspansi dan outside-packed head adalah desain yang digunakan. 16 . Ada internal joint pada type ini sehingga membutuhkan design yang sangat hati hati dan cermat.

9 Outside Packed floating head (Type P) Untuk memasukkan fluida dari tube side ke floating head. 17 .3. keberadaan split shear ring memungkinkan bagi flange dan cover untuk dilepas. Secara garis besarnya ada dua Tahap Detail Design untuk Shell and Tube Heat Exchanger. Output atau hasil yang diperoleh pada Thermal design akan menjadi data input untuk Mechanical design. 2. tube bagian luar. Type ini cocok untuk perbedaan temperatur yang extrim antara kedua fluida di shell side dan tube side. Backing flange dipasang dengan sebuah split shear ring yang ditempatkan dalam celah pada skirt. Tekanan dan temperatur pada shell side terbatas pada 20 bar dan 300 degC. salah satu silindrical barrel (Skirt) dilaskan pada sisi luar floating tubesheet. Free end masing-masing pipa bagian luar di seal ke sebuah cover Shell side biasanya dilengkapi dengan buffle seperti halnya type lain.3. sementara lainya ditetapkan dengan sebuah slip on backing flange dan flat cover. tube bagian dalam dan shell side dapat dilepaskan secara bebas. akan tetapi untuk ukuran shell vertikal yang relative pendek kadang tidak diperlukan adanya buffle.2.10 Bayonat tube Pada type ini. Tahap pertama adalah Thermal Design dan selanjutnya diteruskan dengan Mechanical Design.

Bundle bagian bawah berperan sebagai kettle yang memanaskan fluida dalam shell dan pendinginan terjadi pada fluida pada tube side.11 Double bundle Vaporizer Double type ini adalah spesial design non-TEMA dan cocok dipergunakan untuk penguapan liquid pada temperatur yang rendah. sementara itu bundle bagian atas berperan menurunkan kembali temperatur fluida dapam shell dan menyerap panasnya untuk menguapkan fluida dingin pada tibe side pada bundle atas ini. akan tetapi spesial design diperlukan untuk mencegah pembekuan kondensate.3. Meskipun dapat dipenuhi dengan single bundle. 18 .2.

dengan konsekuensi tabung menjadi terlalu panas dibandingkan dengan sekitar tabung. Amati kondisi bagian dalam dan luar dari seluruh tabung dan jaga kebersihannya. 5. Melalaikan dalam pemeliharaan kebersihan semua tabung dapt mengakibatkan kemacetan aliran yang mengalir sepanjang tabung. Jangan menangani tube bundle dengan pengait atau perkakas lain yang mungkin dapat merusak tabung. yang akan menghasilkan perluasan tegangan dan membocorkan tabung hingga tube-sheet-joint. • • • Garam yang tersimpan mungkin dapat dicuci bersih dengan mengalirkan air panas yang bersih. Melakukan pembersihan secara berkala seperi di bawah ini : • Alirkan minyak panas atau hasil penyulingan melalui tabung atau shell dengan kecepatan yang baik.Ketika shutting down untuk perbaikan.BAB III PEMBAHASAN 3. Hal ini menjadikan tabung terlalu panas dan mengakibatkan perluasan tegangan dan membocorkan tube hingga tube-sheet-joint. pindahkan channel cover (atau bonnet) dan jangan memindahkan channel. coke mungkin dapat digunakan. Jangan mencoba untuk membersihkan tabung dengan mengeluarkan uap air melalui tabung individu. hal yang penting bahwa semua cairan dikeringkan dari heat exchanger dan dikendurkan sampai tekanan atmosfer dan temperature lingkungan.pada umumnya secara efektif dapat memindahkan kotoran atau hal serupa yang masih tersimpan didalamnya.1 Perawatan Shell and Tube Heat Exchanger 1. 19 . Beberapa campuran pembersih komersil seperti “Oakite” dan “Dowell” mungkin efektif dalam menghilangkan kotoran yang sulit dihilangkan. Untuk membersihkan dan memeriksa di dalam tabung. 4. Jika tidak satupun dari metoda diatas efektif untuk menghilangkan sesuatu dalam skala besar. Untuk memperat suatu sambungan tabung. 2. gunakan roller tipe tube expander yang sesuai. 6. 3.

Titik dimana jalannya air keluar menandakan adanya tabung atau sambungan yang bocor.7. Tipe Channel • • • • • Pindahkan channel cover Menerapkan tekanan hidrolik di dalam shell b. BAB IV 20 . Untuk menempatkan kebocoran sambungan antara tabung dan lembar tabung atau suatu tabung terpisah. prosesnya sebagai berikut : a. Tipe bonnet Pindahkan bonnet Bolt test ring pada tempatnya dengan gasket dan packing Menerapkan tekanan hidrolik di dalam shell Gunakanlah hanya air dingin untuk tes hidrostatis.

dan industri HVAC. yang secara khas berbahan metal. BAB I 21 . tekanan. Secara khusus. industri kimia. Semua yang dibituhkan yaitu melakukan pemilihan seksama atas bahan yang kuat.KESIMPULAN Shell and tube heat exchanger merupakan jenis alat penukar panas yang banyak digunakan pada suatu proses seperti petroleum. dan lain-lain) untuk memperkecil hal yang buruk seperti korosi. Pemilihan material tabung yang harus sesuai dengan periode lama dibawah kondisikondisi operasi (temperature. Shell and Tube Heat Exchanger adalah jenis Heat Exchanger yang paling umum dipergunakan pada proses Refinary Oil and Gas dan Petrochemical. Dalam hal design Shell and Tube Heat Exchanger (STHE). thermal-conductive. ujung dari tiap tabung dihubungkan ke plenums (terkadang disebut water boxes) melalui lubang dalam tube sheets. Pilihan material tabung yang buruk bisa mengakibatkan suatu kebocoran melalui suatu tabung antara sisi shell dan tube yang menyebabkan fluida yang lewat terkontaminasi dan kemungkinan hilangnya tekanan. corrosion resistant. Shell and tube heat exchanger menawarkan area penukaran panas yang besar dan menyediakan efisiensi perpindahan panas yang tinggi. standar yang dipakai adalah ASME Section VIII dan TEMA Class R. material tabung bermutu tinggi. pH. atau API 660. Terdapat banyak variasi pada desain shell and tube.

sehingga manusia dapat hidup lebih nyaman dan menyenangkan. arus laut. keculai terdapat kerusakan atau waktunya proses pemeliharaan. panas bumi. turbin. tenaga air. Itu pun. dan lain-lain. instansi pemerintah. Diversifikasi energi yang diambil pemerintah bertujuan untuk tetap menjamin tercukupinya kebutuhan energi yang menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). generator. harus di back-up dengan unit produksi yang lain agar pasokan listrik tidak hilang sama sekali. transformator. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membangun pusat-pusat pembangkitan listrik. lalu hasil dari proses pembakaran tersebut berupa uap panas (energi thermal) kemudian dari uap panas tersebut diubah lagi menjadi energi mekanis dan terakhir diubah lagi menjadi energi listrik. industri. batubara.PENDAHULUAN 1. tentu saja manusia berusaha untuk memperoleh energi ini. kondenser. bisa dibayangkan berapa banyak aktivitas-aktivitas yang membutuhkan energi listrik akan terhenti 22 . Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber energi yang beraneka ragam. Salah satu pembangkit tenaga yang menghasilkan listrik dari berbagai sumber yang tersedia di Indonesia. Produksi energi listrik dilakukan secara terus menerus selama 24 jam tanpa henti. komersial. Sumber energi itu antara lain minyak bumi. Salah satu kebutuhan yang hampir tidak dapat dipisahkan lagi dalam kehidupan manusia pada zaman yang modern ini adalah kebutuhan akan energi listrik.1 Latar Belakang Masalah Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk yang ada saat ini. Lalu setelah listrik diperoleh dari alat-alat tersebut. gas alam. dan sebagainya. selanjutnya didistribusikan hingga diperoleh konsumen. dan sebagainya. Tentu saja jumlah listrik tersebut harus dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang ada. Jika suplai energi listrik terhenti walau hanya beberapa menit saja. Perubaha energi yang terjadi secara kimia dengan proses pembakaran. Sistem tenaga listrik merupaka suatu sistem yang sangat kompleks dengan menggunakan peralatan-peralatan konversi energi seperti boiler. Pembangkit ini menggunakan sumber daya alam batubara sebagai bahan bakarnya. mengakibatkan semakin meningkatnya kebutuhan manusia akan sumber energi yang merupakan hal yang sangat penting dalam seluruh kehidupan manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dan mempermudah manusia dalam memperoleh pendukung kebutuhan hidup lainnya. Pemanfaatan energi listrik ini secara luas telah digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Untuk itu.

Semakin efisien penggunaan energi listrik untuk pemakaian sendiri.dan pada akhirnya akan menyebabkan kerugian yang sangat besar. Tujuan dibuatnya makalah ini adalah memberikan informasi mengenai sistem operasi pembangkit listik tenaga uap. serta perawatan peralatan pembangkit listrik tersebut. tidak akan pernah terlepas dari daya yang dihasilkan. pembangkit listrik juga mensuplay beban untuk pengoperasian pembangkitan itu sendiri atau banyak orang menyebutnya pemakaian sendiri. Oleh karena itu kelancaran operasi serta kehandalan sistem menjadi syarat mutlak dari suatu sistem tenaga listrik agar dapat membangkitkan dan menyalurkan energi listrik sampai ke konsumen. Berbicara mengenai Pembangkit Listrik. peralatan pendukung. sehingga kita harus mengerti dahulu karakteristik dari generator tersebut. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 23 . Tidak semua pembangkit listrik memiliki sistem operasi yang sama terhadap generatornya. institusi dan industri. Selain mensuplay energi listrik untuk masyarakat. Sementara daya yang dihasilkan tergantung dari generator yang terpasang pada pembangkit tersebut. semakin banyak pula energi listrik yang dijual.

1 menunjukkan diagram poses pembangkitan tenaga listrik. baik dari segi unit pembangkit secara individu maupun dari segi operasi sistem tenaga listrik secara terpadu.1. Mesin penggerak generator melakukan konversi tenaga primer menjadi tenaga mekanik penggerak generator. Gambar I. turbin uap. 24 . Proses pembangkitan tenaga listrik adalah proses konversi tenaga primer (bahan bakar atau potensi tenaga air) menjadi tenaga mekanik sebagai penggerak generator listrik dan selanjutnya generator listrik menghasilkan tenaga listrik. (b) Pusat Listrik Tenaga Panas (PLTP). Dari segi ekonomi teknik. dan turbin gas. komponen biaya penyediaan tenaga listrik terbesar adalah biaya pembangkitan. turbin air.2. Oleh sebab itu. khususnya biaya bahan bakar. mulai dari tenaga primer sampai dengan konsumen (consumers): (a) Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA).1 Proses pembangkitan tenaga listrik Pembangkitan tenaga listrik yang banyak dilakukan dengan cara memutar generator sinkron sehingga didapatkan tenaga listrik arus bolak-balik tiga fasa. Proses konversi tenaga primer menjadi tenaga mekanik menimbulkan produk sampingan berupa limbah dan kebisingan yang perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan.1 Pembangkitan Tenaga Listrik 2. Mesin penggerak generator listrik yang banyak digunakan adalah mesin diesel. dan (c) Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Tenaga mekanik yang dipakai memutar generator listrik didapat dari mesin penggerak generator listrik atau biasa disebut penggerak mula (primover). berbagai teknik untuk menekan biaya bahan bakar terus berkembang.

artinya diagram beban aliran sedatar mungkin. artinya beban selama tahun-tahun itu harus sedikit mungkin berubahnya. Gambar I. dan hari kerja di industri atau perusahaan.2 menunjukkan Diagram contoh beban listrik harian. mempertimbangkan kebutuhan (demand) beban rata-rata harian. Untuk mencapai ongkos tiap kiloWatt jam serendah-rendahnya. musim hujan atau musim panas (summer) atau kemarau.besarnya. b) Lama pemakaian sebesar . yaitu mempertimbangkan besar daya yang dibangkitkan pada hari tersebut. Beban pusat listrik alam rentang 1 (satu) tahun merupakan jumlah beban rata-rata harian dikalikan 365 hari. Beban rata-rata harian adalah luas diagram beban harian dibagi 24 jam dan faktor beban adalah perbandingan antara beban rata-rata dan beban maksimum selama periode tersebut Beban pusat listrik selalu berubah pada setiap saat dan tenaga listrik yang digunakan juga dipengaruhi oleh cuaca. haruslah diusahakan: a) Faktor beban sebesar-besarnya. 25 .Untuk pembangunan pusat tenaga listrik.

5 GW dan 15 GigaWatt untuk musim hujan (winter) terjadi antara pukul 16. dan secara umum pusat tenaga listrik ini relatif murah dibanding pusat listrik tenaga hydro walaupun biaya operasi hariannya lebih mahal. maka pembanguanan pusat listrik dapat ekonomis. karena biaya operasi tiap harinya murah.Dari Gambar I. Dengan pertimbangan beban puncak berlangsung relatif pendek (sebentar).00 Untuk menentukan beban rata-rata adalah kebesaran beban yang paling tinggi (runcing) dibagi dua (pembagian secara kasar). 26 . tetapi modal pembangunan pertama kalinya tinggi (mahal). c) Untuk mangatasi beban rata-rata tidak hanya dengan pusat listrik tenaga hydro.2 tampak bahwa beban listrik paling tinggi (puncak) terjadi sekitar jam 8 -12 pagi untuk musim panas ( summer) sebesar 11. b) Untuk mengatasi beban puncak sebaiknya dari pusat listrik tenaga termo terutama dengan penggerak motor diesel. Dengan mempertimbangkan diagram beban harian dan uraian-uraian tentang sifat pemakaian tenaga listrik.00-20. adakalanya dibantu dengan pusat listrik tenaga termo dalam hal ini pusat listrik tenaga uap (PLTU). Misalnya: a) Untuk mengatasi beban rata-rata sebaiknya dari pusat listrik tenaga hydro. Untuk menentukan macam tenaga mekanisnya suatu pusat listrik dipertimbangkan juga dari diagram beban harian.

Proses konversi energi primer menjadi energi mekanik menimbulkan produk sampingan berupa limbah dan kebisingan yang perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan.Walaupun demikian. berbagai teknik untuk menekan biaya bahan bakar terus berkembang. khususnya biaya bahan bakar. komponen biaya penyediaan tenaga listrik terbesar adalah biaya pembangkitan. Mesin penggerak generator listrik yang banyak digunakan adalah mesin diesel. turbin uap. Oleh sebab itu. Dari segi ekonomi teknik. Gambar menunjukkan contoh power generator comersial di India. dan turbin gas. sebab memerlukan waktu penyesuaian. Mesin penggerak generator melakukan konversi energi primer menjali energi mekanik penggerak generator. PLTU memiliki sifat tidak secepat seperti pusat listrik tenaga disel dalam mengambil alih tenaga listrik pada waktu cepat. I. baik dari segi unit pembangkit secara individu maupun dari segi operasi sistem tenaga listrik secara terpadu.3 27 . Energi mekanik yang dipakai memutar generator listrik didapat dari mesin penggerak generator listrik atau biasa disebut penggerak mula (primover). Pembangkitan energi listrik yang banyak dilakukan dengan cara memutar generator sinkron sehingga didapat tenaga listrik arus bolak-balik tiga phasa. turbin air.

yaitu instalasi yang secara garis besar terdiri dari: 1) Instalasi tegangan tinggi. mesin diesel. yaitu instalasi yang yang digunakan untuk menyalurkan energi listrik yang dlibangkitkan generator listrik 2) Instalasi tegangan rendah. yaitu instalasi bahan bakar untuk pusat pembangkit termal dan atau instalasi tenaga air) b) Instalasi mesin penggerak generator listrik. dan turbin air d) Instalasi pendingin. 28 .1. yaitu instalasi yang berfungsi sebagai pengubah energi primer menjadi energi mekanik sebagai penggerak generator listrik c) Mesin penggerak generator listrik dapat berasal dari ketel uap beserta turbin uap.2 Kelengkapan pada pusat pembangkit listrik Kelengkapan pada pusat pembangkit listrik antara lain adalah: a) Instalasi sumber energi (energi primer. yaitu instalasi yang berfungsi mendinginkan instalasi mesin penggerak yang menggunakan bahan bakar. e) Instalasi Listrik.2. yaitu instalasi pada peralatan bantu dan instalasi penerangan. turbin gas.

yaitu instalasi baterai aki dan peralatan pengisiannya serta jaringan arus searah terutama yang digunakan untuk proteksi. Gambar I. kontrol.1. dan beban tahunan. beban harian.3) Instalasi arus searah.3 Hal-hal yang diperhatikan dalam perencanaan pembangkitan (system planning) tenaga listrik Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pembangkit tenaga listrik adalah: a) Perkiraan beban (load forecast) Terkait dengan rencana jangka waktu pembangkitan (misal 1 5-20 tahun). dan telekomunikasi. 2. b) Perencanaan pengembangan (generation planning) Harus dilakukan perencanaan pengembangan kapasitas. dan memperhitungkan investasi dan pendapatan atau hasilnya.4 menunjukkan pengangkatan transformator menggunakan crane untuk pengembangan pusat pembangkit listrik. besar beban puncak. biaya poduksi. 29 . dan lain-lain terkait dengan jangka waktu.

sistem transmisi. Gambar I. dan lainlain.c) Perencanaan penyaluran (transmission planning) Diantarannya adalah memperhatikan pengembangan tansmisi dari tahun ke tahun. biaya konstruksi transmisi. sistem transmisi. biaya pembebasan lahan yang dilalui transmisi.5 menunjukkan contoh konstruksi transmisi. 30 . rangkaian instalasi transmisi . sistem interkoneksi.

dan lain-lain. Gambar I . merencanakan program computer. 31 . besar tegangan subtransmisi. f) Perencanaan pengoperasian (operation planning) Merencanakan sistem pengoperasian. dan lainnya agar pengoperasian dapat efektif dan efisien.d) Perencanaan subtransmisi (subtransmission planning) e) Perencanaan distribusi (distribution planning) Memperhatikan rencana supply utama pada bulk station. load flow program. sistem jaringan subtransmisi.7 menunjukkan system grid operation pada power plant.

meliputi biaya. lokasi. plant. j) Riset dan pengembangan (research & development planning/R&D planning) Riset dan pengembangan terkait pengembangan sistem pembangkit. Memperhatikan lingkungan sekitar. Contoh pembangunan PLTD yang memperhatikan lingkungan 32 . dan lain-lain.g) Supply bahan bakar (fuel supply planning) atau sumber tenaga primer/bahan baku) Merencanakan kebutuhan bahan baiak atau sumber energi primer. dan lain-lain. karakteristik.8. ketersediaan bahan bakar. i) Perencanaan pendapatan (Financial planning). dan kelayakan alternatif sumber energi dan pengembangan teknologi. dan desain pengolahan limbah. dan lain-lain. h) Perencanaan lingkungan (environment planning) atau perencanaan kondisi lingkungan. bentuk ditunjukkan pada Gambar I. sistem pengiriman.

9 menunjukkan aktivitas yang harus dilakukan pada perencanaan sistem pembangkit tenaga listrik.Gambar I. 33 .

10 menunjukkan blok diagram proses merecanakan bentuk sistem distribusi.Diagram aktivitas yang harus dilakukan pada perencanaan sistem pembangkit tenaga listrik. 34 . Gambar I.

Bahan bahan bakar ketelnya berupa batu bara. Untuk memutar generator pembangkit listrik menggunakan putaran turbin uap. dan gas.2. Tenaga untuk menggerakkan turbin berupa tenaga uap yang berasal dari ketel uap.2 Jenis-jenis Pusat Pembangkit Listrik Tenaga listrik dihasilkan di pusat-pusat pembangkit tenaga listrik. Pada pusat listrik tenaga uap menggunakan bahan bakar batu bara. Pusat listrik tenaga thermo Pusat pembangkit listrik tenaga thermo menggunakan bahan bakar yang berbentuk padat. Berdasarkan sumber dan asal tenaga listrik dihasilkan. dapat dikenal pusat-pusat listrik: 1. dan lainnya. terdiri dari: a) Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU). minyak bakar. Pusat pembangkit listrik tenaga thermo. cair. atau gas sebagai sumber energi primer. minyak. b) Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) 35 .

c) Pusat Listrik Tenaga Disel (PLTD) Pada pusat pembangkit listrik tenaga diesel. Pusat Listrik Tenaga Air dibagi menjadi 2 (dua). Gas berasal dari dapur tinggi. memanfaatkan selisih tinggi jatuhnya air yang tinggi.Pada pusat listrik tenaga gas. energi primer berasal dari bahan bakar gas atau minyak. Pusat listrik ini menggunakan tenaga air sebagai sumber energi primer. memanfaatkan debit air dan tinggi jatuhnya air rendah. b) Pusat listrik tenaga air daerah datar. dan gas alam. energi utamanya berasal dari tenaga air (energi primer). Pusat listrik tenaga hydro Pusat listrik yang menggunakan tenaga air atau sering disebut Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA). d) Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Pusat listrik tenaga gas dan uap merupakan kombinasi PLTG dengan PLTU. dapur kokas. Gas buang dari PLTG dimanfaatkan untuk menghasilkan uap oleh ketel uap dan menghasilkan uap sebagai penggerak turbin uap. energi primer sebagai energi diesel berasal dari bahan bakar minyak atau bahan bakar gas. 2. 36 . Untuk memutar generator pembangkit listrik menggunakan tenaga penggerak turbin gas atau motor gas. Tenaga air tersebut menggerakkan turbin air dan turbin air memutar generator listrik. Pada pusat listrik tenaga air. yaitu: a) Pusat listrik tenaga air daerah bukit. Untuk memutar generator pembangkit listrik menggunakan tenaga pemutar yang berasal dari putaran disel. Turbin uap selanjutnya memutar generator listrik e) Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) merupakan pusat pembangkit yang tidak memiliki ketel uap karena uap sebagai penggerak turbin uap berasal dari dalam bumi. Untuk memutar turbin gas atau motor gas menggunakan tenaga gas.

(http://faizal.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/) 37 .web.

Suatu contoh pusat listrik daerah bukit yang ada di Jawa Timur. sedang pusat listrik sehari-harinya melayani pemakaian tenaga reservoir digunakan untuk mengatasinya. Tuntang. Pusat listrik daerah datar mengutamakan banyaknya air sebagai sumber tenaga. Karang Kates. misalnya: Mendalan. Keadaan alam sering membantu meringankan ongkos operasi dan pembuatan Pusat Listrik Tenaga Air. (Banyumas) dan di Jawa Barat Jati Luhur. Pusat listrik tenaga hydro daerah datar kalah populer dari pada pusat listrik daerah bukit.Pusat listrik tenaga hydro banyak dipakai di negara-negara yang memiliki tenaga air sebagai sumber tenaga. Pusat listrik daerah bukit terutama menggunakan air terjun yang tinggi. Debit air selama satu tahun. Siman. Mendirikan pusat listrik tenaga hydro membutuhkan biaya besar. Tenaga yang tertimbun dalam tenaga air adalah besar dan umumnya baru sebagian kecil yang sudah digunakan. Di Jawa Tengah. sedang terjunnya air adalah hal sekunder. Kec. Hal yang penting ialah mengatur debit air. Dam dibuat 38 listrik. tetapi keuntungannya adalah ongkos operasi tiap kiloWatt rendah dibanding dengan pusat listrik tenaga thermo. maka . Berhubung dengan ini pusat listrik daerah air letaknya di tepi sungai (sungai kecil) atau di atasnya dam.

dalam tingkat riset sedang dikembangkan generator yang dapat membangkitkan tegangan listrik sampai 150 kV. Tegangan generator paling tinggi yang dapat dibangkitkan oleh pembangkit listrik adalah 23 kV. Pada saat ini.sedemikian rupa hingga air mudah dibuang apabila meluap (banjir). Pusat listrik tenaga thermo berada di pusat pemakaian atau konsumen. karena sulit menyimpan air yang banyak. Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan PLTU yang menggunakan uranium sebagai bahan bakar dan menjadi sumber energi primer. Uranium mengalami proses fusi (fussion) di dalam reaktor nuklir yang menghasilkan energi panas. Uap panas yang dihasilkan ketel uap selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin uap dan turbin uap memutar generator listrik. 3. Sebagai alat penggerak mekanis pada pusat pembangkit adalah turbin air. Energi panas yang dihasilkan digunakan untuk menghasilkan uap dalam ketel u ap. sehingga hanya bisa diselenggarakan akumulasi harian. Dalam hal ini sulit mengatur debit air. tenaga nuklir diubah menjadi tenaga listrik. sedang tinggi terbatas.13 39 . pusat pembangkit listrik membangkitkan tenaga listrik arus bolak-balik tiga fasa yang dihasilkan oleh generator sinkron. Sedangkan pusat listrik tenaga air berada jauh dari pusat pemakaian atau konsumen termasuk pusat listrik tenaga nuklir. Diagram satu garis instalasi tenaga listrik pada pusat pembangkit listrik sederhana ditunjukkan pada Gambar I. kecuali pusat listrik tenaga nuklir.3 Instalasi Listrik pada Pusat Pembangkitan Listrik Secara umum. 2. Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Pada pusat pembangkit ini.

Tegangan listrik yang dihasilkan oleh generator sinkron dinaikkan dengan menggunakan transformator listrik sebelum dihubungkan pada rel (busbar) melalui pemutus tenaga (PMT). motor listrik sebagai penggerak pendingin udara. 40 . dan lain-lain).Pusat pembangkit listrik yang sudah beroperasi secara komersial secara umum ditunjukkan pada Gambar I. motor listrik sebagai penggerak peralatan pengangkat. Sumber listrik arus searah pada pusat pembangkit tenaga listrik digunakan untuk menggerakkan peralatan mekanik pada pemutus tenaga (PMT) dan untuk lampu penerangan darurat. Semua generator listrik yang menghasilkan energi listrik dihubungkan pada rel (busbar).13. mengoperasikan motor-motor listrik (motor listrik sebagai penggerak pompa air pendingin. Begitu pula semua saluran keluar dari pusat listrik dihubungkan dengan rel pusat listrik. keperluan kelengkapan kontrol. Pada pusat pembangkit listrik juga memiliki instalasi listrik dengan sumber tegangan listrik arus searah. Sumber listrik arus searah yang digunakan pada pusat pembangkit listrik adalah baterai aki yang diisi oleh penyearah. Saluran yang keluar dari rel pusat pembangkit listrik digunakan untuk mengirim tenaga listrik dalam jumlah besar ke lokasi pemakai (beban) dan digunakan untuk menyediakan tenaga listrik di lokasi sekitar pusat pusat pembangkit listrik. Selain itu juga ada saluran (feeder) yang digunakan menyediakan tenaga listrik untuk keperluan pusat pembangkit sendiri yang digunakan untuk sumber tenaga listrik pada instalasi penerangan.

Gambar I . maka perlu ada koordinasi operasi. Koordinasi terutama meliputi: 1) Koordinasi dalam pemeliharaan. Tujuan dari sistem interkoneksi antara lain adalah untuk menjaga kontinuitas penyediaan tenaga listrik karena apabila salah satu pusat pembangkit mengalami gangguan masih dapat disuplai dari pembangkit lain yang terhubung secara interkoneksi.4 Sistem Interkoneksi Pusat listrik yang besar. Koordinasi operasi ini dilakukan oleh pusat pengatur beban. 2) Pembagian beban secara ekonomis.14 menunjukkan sebagian dari sistem interkoneksi yang terdiri dari sebuah pusat listrik. 3) Pengaturan frekuensi. 41 . dua buah GI beserta subsistem distribusinya. Jaringan distribusi beserta konsumen ini merupakan suatu subsistem distribusi dan subsistem dari setiap GI umumnya tidak mempunyai hubungan listrik satu sama lain (interkoneksi). Karena operasi pusat-pusat listrik dalam sistem interkoneksi saling mempengaruhi satu sama lain. Di setiap GI terdapat beban berupa jaringan distribusi yang melayani para konsumen tenaga listrik. Tujuan lainnya adalah saling memperingan beban yang harus ditanggung oleh suatu pusat listrik.2. di atas 100 MW umumnya beroperasi dalam sistem interkoneksi. Pada sistem interkoneksi terdapat banyak pusat listrik dan banyak pusat beban (yang disebut gardu induk/GI) yang dihubungkan satu sama lain oleh saluran transmisi.

Di gardu induk (GI). dan 500 kV. Sedangkan PT Caltex Pacific Indonesia menggunakan tegangan distribusi primer 13. Tegangan distribusi primer yang digunakan PLN adalah 20 kV. Dalam pusat listrik. 150kV. energi primer dikonversikan menjadi energi listrik. 5) Prosedur mengatasi gangguan. Caltex menggunakan frekuensi 60 Hz. Tegangan transmisi yang digunakan PLN adalah 70 kV. Inalum di Sumnatera Utara menggunakan tegangan transmisi 220 kV.4) Pengaturan tegangan. PLN menggunakan frekuensi 50 Hz.5 Proses Penyaluran Tenaga Listrik Setelah tenaga listrik dibangkitkan oleh suatu pusat pembangkit listrik. tegangan diturunkan menjadi tegangan distribusi primer. Saluran transmisi dapat berupa saluran kabel udara. PT. Caltex Pacific Indonesia yang beroperasi di daerah Riau menggunakan tegangan transmisi 110 kV dan 230 kV Sedangkan PT.8 kV. atau saluran kabel tanah. 42 . Sedangkan PT. selanjutnya tenaga listrik disalurkan (ditransmisikan) melalui jaringan transmisi. 2. Kemudian energi listrik ini dinaikkan tegangannya untuk disalurkan melalui saluran transmisi. Dari jaringan transmisi selanjutnya didistribusikan kepada para konsumen tenaga listrik melalui jaringan distribusi tenaga listrik. 275 kV.

tenaga listrik didistribusikan melalui penyulang-penyulang distribusi yang berupa saluran udara atau melalui saluran kabel tanah. pemakaian energi listrik oleh 2.16 menunjukkan Power Network Analyzer Type TOPAS 1000 buatan LEM Belgia. Dari sambungan. 43 . maka mutu tenaga listrik harus juga semakin meningkat dan menjadi tuntutan yang makin besar dari pihak pemakai tenaga listrik.15 dan Gambar I. khususnya bagi keperluan industri. KWH meter berfungsi membatasi daya dan mencatat besarnya konsumen.16. Gambar I. Dari Gardu Induk (GI). Pertumbuhan pemakaian tenaga listrik makin lama makin meningkat dalam kehidupan sehari-hari. Konsumen tenaga listrik mendapat tenaga listrik dari JTR dengan menggunakan sambungan rumah (SR). Pada penyulang-penyulang distribusi terdapat gardu-gardu distribusi yang berfungsi untuk menurunkan tegangan distribusi primer menjadi tegangan rendah 380/220 Volt yang didistribusikan melalui jaringan tegangan rendah (JTR). Untuk merekam kualitas tenaga listrik yang dihasilkan oleh pusat-pusat listrik digunakan alat Power Network Analyzer Type (TOPAS) 1000 buatan LEM Belgia.Proses penyaluran tenaga listrik bagi konsumen ditunjukkan pada Gambar I.6 Mutu Tenaga Listrik Mutu tenaga listrik sangat diperlukan dalam kaitannya dengan kualitas penyediaan tenaga listrik dan pelayanan. tenaga listrik masuk ke alat pembatas dan pencatat tenaga listrik berupa KWH meter sebelum memasuki instalasi rumah milik konsumen.

apakah selalu ada dalam batas-batas yang diijinkan.7. Instalasi klem generator sinkron 3 phasa 44 digunakan dalam pusat pembangkit listrik adalah . Nilai frekuensi . Nilai tegangan. Kedip tegangan. 4. dapat dibahas secara kuantitatif antara pihak penyedia dan pemakai tenaga listrik.Mutu tenaga listrik yang dihasilkan pusat listrik. 1. 2. dan kemiringan tegangan. apakah jumlahnya masih dalam batas-batas yang dapat diterima oleh pemakai tenaga listrik. apakah selalu ada dalam batas-batas yang diijinkan. apakah tersedia 24 jam sehari sepanjang tahun. alat tersebut mampu a) Arus dari tegangan dalarn keadaan normal maupun transien. variasi tegangan.7 Instalasi Listrik pada Pusat Pembangkit Listrik 2. b) Harmonisa yang terkandung dalam tegangan. Kelima indikator dapat direkam.1 Instalasi Listrik Generator Sinkron 3 phasa Generator listrik yang banyak generator sinkron 3 phasa. melakukan perekaman pada: jika ada permasalahan yang tidak sesuai. 3. 2. 5. indikatornya antara lain adalah: 1. Kontinuitas penyediaan. d) Frekuensi. c) Kedip tegangan. apakah besarnya dan lamanya masih dapat diterima oleh pemakai tenaga listrik. Kandungan harmonisa.

maka ketiga klem U. Y.2. Rangkaian listrik generator sinkron 3 phasa ditunjukkan pada Gambar II. Klem-klem diberi kode atau notasi R S T dan U V W.1. W dan Z. V. serta ada juga yang memberi kode U.Pemberian kode pada klem untuk generator sinkron 3 phasa ada yang A. X. C dan N untuk hubungan bintang seperti ditunjukkan pada Gambar II. B. Karena umumnya generator sinkron dihubungkan dalam hubungan Y (star/bintang). klem S dan V ujung-ujung kumparan phasa ke-2. yaitu u jung-ujung pada belitan stator dari generator sinkron 3 phasa dihubungkan pada klem generator sehingga ada 6 (enam) klem. Klem R dan U merupakan ujung-ujung kumparan atau belitan phasa pertama. Sistem penotasian yang lain juga ada. 45 . dan W dihubungkan jadi satu sebagai titik netral. V. dan kumparan ke-3 adalah T dan W.

atau d ari generator sendiri yang disearahkan terlebih dahulu memakai penyearah.3 menunjukkan ujung kumparan stator generator sinkron 3 phasa hubungan bintang Untuk hubungan klem pada generator sinkron 3 phasa hubungan bintang ditunjukkan pada Gambar II. Generator-generator sinkron 3 phasa daya di atas 10 MVA memiliki transformator penaik tegangan dalam satu kesatuan dengan generatornya. Tanda + dan .menunjukkan klem untuk arus penguatan generator sinkron 3 phasa dari luar arus searah (DC).5. Transformator tegangan umumnya mempunyai hubungan segitiga/delta-bintang (?-Y). Secara diagram hubungan generator sinkron dan transformator 3 phasa ditunjukkan pada Gambar II. 2. Energi listrik yang dibangkitkan generator setelah dinaikkan oleh transformator penaik tegangan disalurkan melalui pemutus tenaga (PMT) atau transformator pemisah (disconnecting Switch/DS) ke rel (busbar). 46 . Instalasi listrik generator sinkron dan transformator 3 phasa Tegangan generator sinkron pada ini maksimum 23 kV.Gambar II. dan untuk tegangan generator sinkron yang lebih tinggi masih dalam uji coba.4.

penguatan generator sinkron 3 phase ditunjukkan pada Gambar II. Selain itu ada juga penguatan yang diperoleh dari generator sinkron yang disearahkan terlebih dahulu. Pada rel (busbar) umumnya berupa konduktor tanpa isolasi. tenaga disalurkan melalui konduktor tanpa isolasi ke PMT dan dari PMT ke rel menggunakan konduktor tanpa isolasi juga.Penyaluran daya dari generator sinkon 3 phasa sampai ke transformator penaik tegangan menggunakan kabel yang diletakkan pada saluran tanah dan saluran di atas tanah (cable duct). Secara prinsip 47 . Instalasi excitacy (excitacy) generator sinkron 3 phasa Bagian lain dari instalasi listrik pada generator sinkron 3 phasa adalah instalasi arus penguat medan magnet (excitacy). Setelah keluar dari sisi tegangan tinggi transformator sebagai penaik tegangan. 3. Saluran tenaga listrik dari generator sampai dengan rel harus rapi dan bersih agar tidak menimbulkan gangguan. bahkan apabila generator yang digunakan pada sistem berkapasitas besar kemungkinan seluruh sistem menjadi terganggu. dan bahkan ada generator sinkron yang sistem excitacynya berasal dari belitan penguat yang dipasang pada rotor generator sinkron sendiri.6. karena gangguan pada bagian ini akan menimbulkan arus hubung singkat yang relatif besar dan mempunyai resiko terganggunya pasokan tenaga listrik dari pusat listrik ke sistem. Arus penguat didapat medan magnet secara umum diperoleh dari generator arus searah (DC) yang terpasang satu poros dengan generator utama.

9 menunjukkan Rotor generator PLTA Kota Panjang (Riau) berkutub banyak 57 MW. Pengatur tegangan otomatis berfungsi mengatur besarnya arus penguat medan magnet agar besarnya tegangan generator utama dapat dijaga konstan. bertingkat. Ada generator penguat pilot (pilot exciter) dan generator penguat utama (main exciter). untuk sistem penguatan banyak digunakan generator DC sebagai penguat secara. Gambar II. Gambar II.8 menunjukkan potongan memanjang rotor generator sinkron berkutub dua (rotor turbo generator) berkutub dua dan Gambar II. Penguat generator utama cenderung berkembang dari generator arus bolak-balik yang dihubungkan ke generator sinkron melalui penyearah yang berputar di poros generator sehingga tidak diperlukan cincin geser. Pada generator yang memiliki daya di atas 100 MVA.Hubungan listrik antara generator utama dengan generator arus penguat dilakukan melalui cincin geser dan pengatur tegangan otomatis. 48 .7 menunjukkan generator sebuah PLTU buatan Siemen dengan 2 kutub.

49 . umumnya menggunakan generator berkutub dua dan PLTA memerlukan putaran rendah menggunakan generator berkutub banyak.PLTU dan PLTG memerlukan putaran tinggi.

500 MVA. Gambar II. Gambar II. 15 kV 50 .11 menunjukkan diagram generator sinkron dengan arus penguatan dari generator DC 2400 kW/400V.12 menunjukkan contoh stator generator sinkron 3 phasa dan 200 rpm dengan jumlah alur atau slot 378. Generator utama memiliki kapasitas 500 MW/12 kV/60Hz.Titik netral generator tidak ditanahkan dan jika ditanahkan umumnya pemasangannya melalui impedansi untuk membatasi besarnya arus gangguan hubung tanah agar cukup mampu untuk menggerakkan relai proteksi. Dari komutator Generator 32 Pembangkitan Tenaga Listrik DC dihubungkan pada 2 (dua) slipring generator utama.

Gambar II. 51 . arus penguatan 2400 A DC dari hasil penyearahan tegangan listrik 330 Volt AC.14 menunjukkan rotor generator dengan 36 kutub.

17 menunjukkan rotor 3 phasa steam-turbine generator 1530 MVA. 50 Hz. 1500 rpm. 52 .16 menunjukkan generator sinkron rotor sangkar kutub menonjol 12 slot dan Gambar II. 27 kV.Gambar II.

Gambar II. Contoh proses penguatan generator PLTA daerah Mendalan Tujuan dari sistem penguatan generator adalah untuk mengendalikan output dari generator agar tetap stabil pada beban sistem yang berubah-ubah. III dan adalah berbeda yaitu pada letak saklar penguat medan.19 menunjukkan sistem excitacy tipe brushlees exciter system 4. Sistem excitacy unit I dan II. 53 .

Peralatan pendukung sistem excitacy 1) Pilot exciter Merupakan penguat pada generator utama adalah penguat dalam atau penguat sendiri dengan jenis kumparan kompon panjang generator DC. Yaitu menggunakan transformator arus (Current Transformer = CT)/PT (Potential Transformer = Transformator Tegangan) Automatic Voltage Regulator (AVR) sebagai pemberi input bagi AVR. Perubahan nilai tahanan di AVR berpengaruh pada sistem penguatan atau excitacy secara keseluruhan sehingga output tegangan generator akan tetap terjaga kestabilannya. Selanjutnya perubahan arus dan tegangan yang terukur oleh CT/PT AVR digunakan untuk menggeser tahanan di dalam AVR sesuai besar kecilnya perubahan. Sedangkan kumparan medan terletak pada rotor generator. kumparan jangkarnya terletak pada stator dengan hubungan bintang. 2) Juster Werstand Tahanan geser yang berfungsi untuk mengatur tegangan output pilot exciter agar pada putaran nominal (1. Bila rotor berputar akan menimbulkan perpotongan antara kumparan medan dengan stator winding sehingga menghasilkan Gaya Gerak Listrik (GGL). Magnetnya berasal dari remanent magnet (sisa-sisa magnet) buatan. 6) Main Exciter Sebagai penguat utama bagi generator setelah terlebih dahulu mendapat arus penguatan dari pilot exciter. 3) Shunt regelar Tahanan shunt untuk mengatur tegangan output AVR sebelum unit paralel. Pada prosesnya untuk menghasilkan tegangan pada generator utama memerlukan penguatan atau excitacy.500 rpm) mencapai 110 volt DC.PLTA Mendalan menggunakan generator sinkron 3 Phasa. 7) CT/ PPT AVR 54 . pemberi penguatan pertama pada main exciter. a. 4) AVR Sebagai pengendali agar tegangan output generator selalu stabil/ konstan dengan beban yang bervariasi 5) V V A Sebuah kontak penguatan.

21. setelah turbin-generator pada putaran nominal (750 Rpm) pengisian tegangan main generator dilakukan dengan memutar penuh 55 . b. Tegangan-arus yang dihasilkan oleh pilot exciter merupakan tegangan penguatan untuk generator main exciter. Sistem penguatan generator unit I PLTA Mendalan Pada putaran normal turbin-generator. pilot exciter yang merupakan generator arus searah penguat dalam (kompon panjang) menghasilkan tegangan dan arus yang dapat diatur oleh tahanan lihat Gambar II.Sebagai pengukur arus dan tegangan output dari generator yang selanjutnya sebagai input bagi AVR bila unit sudah paralel atau sinkron. Tegangan dan arus searah tersebut pada awalnya dibangkitkan oleh fluk residu (yang tersimpan pada belitan kompon stator pilot exciter) dengan penambahan tingkat kecepatan akan menghasilkan arus-tegangan sampai dengan titik kritis pada putaran tertentu. Penguatan pada generator utama disuplai oleh main exciter melalui saklar penguat medan. Pada awal pengoperasian unit pembangkit. generator main exciter adalah generator arus searah shunt dengan penguatan terpisah.

generator turun (kurang dari normal). maka terjadi proses sebaliknya.maka kopel yang dibangkitkan oleh tromol T menjadi kuat.sehingga tegangan generator turun ke normal.BBC ).24. Dinamo e xciter penguatannya diperkecii. Jika tegangan generator naik.hand wheel (shunt regullar) searah jarum jam (menurunkan harga resistansi sampai dengan batas minimum) yang sebelumnya memasukkan saklar penguat medan (VVA).23 dan II. selanjutnya memutar voltage regullar dengan arah yang sama dengan shunt regullar sampai dengan arah yang sama dengan shunt regullar sampai dengan output generator menunjuk 6 KV. Pada tegangan output generator ± 6 KV. Pengaturan tegangan otomatis Generator sinkron 3 phasa Pengaturan Tegangan Otomatis Generator sinkron 3 phasa menggunakan Tipe Elektro Mekanik AVR Brown & Cie ( AVR . sehingga hambatan R dapat diperbesar dan diperkecil. Contoh jenis motor DC ditunjukkan pada Gambar II. Kontak-kontak ini dapat berputar maju dan mundur. Di PLTA Mendalan Pengaturan tegangan otomatis (AVR) menggunakan tipe elektro mekanik AVR Brown & Cie. AVR ini terdiri dari dua sektor hambatan P yang diperlengkapi alur kontak bentuk lingkaran. sehingga P bergerak kekanan dan akibatnya hambatan diperbesar. c. Bila tegangan 56 . Pada output tegangan generator tersebut merupakan langkah awal untuk persiapan paralel unit dengan jaring-jaring secara manual.

57

58

59

2.7.2 Rel (Busbar) Semua generator sinkron pada pusat pembangkit listrik menyalurkan tenaga listrik ke rel pusat listrik. Demikian pula semua saluran yang mengambil maupun yang mengirim tenaga listrik dihubungkan ke rel ini. 1. Rel tunggal pada pusat pembangkit Rel tunggal adalah dalam pengoperasiannya. Jika terjadi kerusakan pada melakukan perbaikan. rel, seluruh pusat listrik harus dipadamkan jika akan paling baik jika digunakan hanya pada pusat Rel tunggal susunan rel yang sederhana dan relatif paling murah, tetapi memiliki kelemahan dalam hal keandalan, dan kontinuitas pelayanan serta kurang fleksibel

pembangkit listrik yang tidak begitu penting peranannya dalam sistem. Untuk meningkatkan tingkat keandalan rel tunggal, PMS seksi dapat dipasang dan membagi rel menjadi 2 kelompok dan kanan dari rel tunggal tersebut. Unit pembangkit dan beban sebagian dihubungkan di kelompok kiri dan sebagian lagi dihubungkan di kelompok kanan. Jika terjadi kerusakan pada rel yang perbaikannya memerlukan pemadaman, maka seksi rel yang memerlukan perbaikan dapat diputus dengan cara membuka PMS seksi sehingga seksi rel yang sebelahnya tetap dapat dinyalakan atau dioperasikan.

60

Gambar II.30 menunjukkan Pusat pembangkit listrik dengan rel tunggal menggunakan PMS seksi.

2. Rel Ganda dengan Satu PMT Pusat pembangkit listrik rel ganda dengan PMT tunggal ditunjukkan pada Gambar II.31. Hubungan ke rel 1 atau rel 2 dilakukan melalui PMS. Rel ganda umumnya dilengkapi dengan PMT beserta PMS-nya yang berfungsi menghubungkan rel 1 dan rel 2. Dengan rel ganda, sebagian instalasi dapat dihubungkan ke rel 1 dan sebagian lagi ke rel 2. Kedua rel tersebut (rel 1 dan rel 2) dapat dihubungkan paralel atau terpisah dengan cara menutup atau membuka PMT Kopel. Dengan cara ini fleksibilitas pengoperasian bertambah terutama sewaktu menghadapi gangguan yang terjadi dalam sistem.

Sebagian dari unit pembangkit atau beban dapat dihubungkan ke rel 1 dan lainnya ke rel 2. Apabila salah satu unit p embangkit atau salah satu beban akan dipindah rel, terlebih
61

Proses pemindahan beban dari rel satu ke rel lainnya memerlukan pemadaman. Setelah selesai melakukan pemindahan posisi PMS. setelah itu PMT harus masuk. kemudian membuka PMT rel yang dilepas. maka akan terjadi hubungan paralel antara rel 1 dan rel 2 yang belum tentu sama tegangannya dan berbahaya. Apabila terbalik. Pusat pembangkit listrik dengan rel ganda menggunakan dua PMT (PMT Ganda) ditunjukkan pada Gambar II. 62 .dahulu PMT-nya harus dibuka. 4. tetapi semua unsur dapat dihubungkan ke rel 1 atau rel 2 atau dua-duanya melalui PMT sehingga fleksibilitasnya lebih baik tinggi.32. urutannya tidak boleh dibalik. Pemindahan beban atau unit pembangkit dari salah satu rel ke rel lainnya dalam prakteknya dapat terjadi. selanjutnya disusul pembukaan PMS rel yang akan dilepas. 3. Jika rel-rel diberi identifikasi sebagai rel A dan rel B. baik besarnya maupun phasanya. pemasukan PMT harus melalui proses sinkronisasi. karena dengan adanya 2 buah PMT (masing-masing satu PMT untuk setiap rel) pemindahan beban dilakukan dengan menutup rel yang dituju. Untuk unit pembangkit. Pemindahan beban dari rel 1 ke rel 2 dapat dilakukan tanpa pemadaman. PMT dimasukkan. yaitu saat PMT dibuka. Pusat pembangkit listrik dengan dua PMT Rel ganda dengan dua PMT sama seperti rel ganda dengan satu PMT. dan seterusnya. baru memasukkan PMS rel yang dituju. Rel dengan PMT 1½ Rel dengan PMT 1½ adalah rel ganda dengan 3 buah PMT di antara dua rel. Rel 1 dan rel 2 tegangannya sama. maka PMT yang dekat dengan rel A diberi identifikasi sebagai PMT A1. PMT A 2. misalnya karena ada kerusakan yang memerlukan pemadaman rel pada saat perbaikan.

Jika pusat listrik dibuat di dalam kota untuk menghemat pemakaian tanah dapat 63 . rel dengan PMT 1½ ini memiliki keandalan paling tinggi. Pada pusat-pusat listrik besar (di atas 50 MW). PMT AB2. dan seterusnya. dengan membuka semua PMT bernomor B beserta PMS-nya. maka untuk pembebasan tegangannya. digunakan rel dalam bangunan gedung tertutup atau dalam lemari yang disebut kubikel. Apabila rel A dan Rel B mengalami gangguan. dengan membuka semua PMT bernomor A dan PMT bernomor B beserta PMS-nya. dengan membuka semua PMT bernomor A beserta PMS-nya. 1 terhubung ke rel B melalui PMT B1. Jika rel B mengalami gangguan. yaitu PMT rel dan PMT diameternya. Pelepasan tegangan sebuah instalasi yang terhubung ke rel dengan PMT 1½ mengharuskan pembukaan dua buah PMT beserta PMS-nya. Misalnya untuk unit pembangkit No. rel umumnya dipasang di ruangan terbuka. Bagian-bagian dari instalasi dihubungkan pada titik-titik yang letaknya antara PMT A dengan PMT B dan pada titik-titik yang letaknya antara PMT B dengan PMT AB seperti ditunjukkan pada Gambar II.PMT yang dekat rel B diberi identifikasi sebagai PMT B1. daya tetap dapat disalurkan secara penuh. Pada pusat pembangkit dengan kapasitas daya listrik kecil (sampai dengan daya ±50 MW) menggunakan tegangan rel di bawah 70 kV. daya tetap bisa disalurkan walaupun dengan fleksibilitas pembebanan yang berkurang. daya tetap dapat disalurkan secara penuh.33. PMT yang di tengah disebut PMT diameter dan diberi identifikasi sebagai PMT AB1. Jika rel A mengalami gangguan. yang harus dibuka adalah PMT B1 dan PMT AB1 beserta PMS-nya. Dibandingkan dengan rel-rel sebelumnya. PMT B2. dan seterusnya.

Konstruksi rel harus cermat dan benar supaya dapat meminimalisasi terjadinya gangguan. Kerusakan pada generator tidak dikehendaki karena memerlukan biaya perbaikan mahal dan waktu perbaikannya lama sehingga dapat menimbulkan pemadaman pasokan daya listrik. Perlindungan saluran kabel antara generator dan rel dilakukan menggunakan kabel yang diletakkan pada saluran khusus dalam tanah dan jika berada di atas tanah diletakkan pada rak penyangga kabel yang melindungi kabel secara mekanis.digunakan rel dalam tabung gas SF6 dan jarak konduktor rel dapat diperkecil untuk menghemat pemakaian tanah. terutama adanya transformator arus dan transformator tegangan serta memudahkan dalam perbaikan jika terjadi kerusakan pada kabel tersebut. Kabel yang digunakan adalah kabel 1 phasa berjumlah 3 buah kabel. maka gangguan di rel akan berakibat luas.7. 2. Cara memasang kabel saluran Antara generator pembangkit dengan rel terdapat transformator arus dan transformator tegangan untuk keperluan pengukuran dan proteksi.34 menunjukkan saluran antara generator dan rel menggunakan kabel Setelah melalui transformator arus dan transformator tegangan. 2. Perlindungan mekanis tersebut untuk mencegah kerusakan kabel dan dapat menimbulkan gangguan. Tujuannya memudahkan pemasangan. 64 . Gambar II. Semua generator dan saluran yang ada dalam pusat listrik dihubungkan ke rel. kabel dihubungkan ke saklar tanpa pemutus tenaga (PMT) dan saklar pemisah (PMS) sebelum dihubungkan ke rel.3 Saluran Kabel antara Generator Sinkon 3 Phasa dan Rel 1. Gangguan pada kabel antara generator dengan rel dapat merusak generator.

Dalam prakteknya. Tegangan transien dapat memunculkan kembali arus listrik yang telah diputus. kumparan. digunakan kabel serupa dengan kabel yang menghubungkan generator dengan rel.4 Jenis-jenis Saklar Tenaga 1. semakin besar terjadinya penyalaan kembali karena rangkaian kapasi tif memiliki kemampuan menyimpan muatan listrik yang besar dan dapat timbul kembali sewaktu rangkaian diputus. dengan membuat rel kecil dalam ruang khusus dan sebaiknya dihindari karena akan menimbulkan arus gangguan yang besar karena letaknya dekat dengan generator dan dapat menimbulkan kerusakan fatal karena generator tidak dapat berproduksi. kontak-kontak saklar timbul busur listrik. Busur listrik menyebabkan material kontak saklar teroksidasi sehingga daya hantarnya berkurang pada saat kontak-kontak saklar menutup kembali. Untuk mengurangi pengaruh hasil oksidasi. gerakan kontak-kontak saklar harus bersifat membersihkan dirinya sendiri. Jenis saklar Saklar untuk keperluan menjadi 3 jenis. khusus generator besar (di atas 10 MVA) dilakukan pencabangan untuk memberi daya ke transformator pemakaian sendiri.5 kV dibedakan . atau transformator kecil (transformator distribusi) untuk proteksi. semakin kapasitif rangkaian listrik yang diputus. Dalam melakukan pentanahan. Pada saat rangkaian listrik diputus. semakin sulit proses pemutusan rangkaian listrik yang dihadapi karena semakin tinggi tegangan maka semakin tinggi tegangan transien pada saat pemutusan pada rangkaian. yaitu: 65 rangkaian listrik dengan tegangan di atas 1.7. Untuk generator kecil dengan kapasitas di bawah 5 MVA. Semakin tinggi tegangan sistem yang disambung dan diputus pada sistem.Titik netral dari generator dihubungkan membentuk hubungan bintang. titik netral generator tidak ditanahkan. Untuk generator yang lebih dari 5 MVA. dianjurkan melakukan pentanahan titik netral generator melewati tahanan. Konstruksi saklar harus memperhitungkan sifat rangkaian. Pencabangan pada saluran antara generator dan rel harus dihindari dan jika sangat diperlukan pelaksanaannya. 2. 2. Fungsi saklar Saklar berfungsi memutus dan menyambung rangkaian listrik.

a. Pemisah (PMS). Pemisah (PMS) hanya boleh dioperasikan tanpa arus. pemutusan busur listrik dan teknik pembersihan kontak-kontaknya sendiri. baik dalam kondisi tertutup atau terbuka. adalah saklar yang hanya mampu memutus arus sebesar arus beban. Pemisah atau insulating (disconnecting) switch.35. yaitu dua buah PMS masing-masing di depan dan di belakang PMT. Posisi pisau-pisau PMS harus dapat dilihat secara nyata kedudukannya. dan sebuah PMS yang digunakan untuk mentanahkan bagian instalasi yang akan dibebaskan dari tegangan yang dapat Konstruksi saklar. Saklar pemutus tenaga (PMT) Pemutus tenaga (PMT) adalah saklar yang mampu memutus arus gangguan hubung singkat Saklar pemutus tenaga dalam bahasa Inggris disebut circuit breaker (CB). untuk keperluan keselamatan kerja. c. sebuah PMT dikombinasikan dengan tiga PMS seperti terlihat pada Gambar II.36 menunjukkan alat-alat pentanahan. Pemutus Beban (PMB) Pemutus beban atau load break switch (LBS). Dalam prakteknya. 66 . b. Gambar II . disentuh manusia untuk pelaksanaan pekerjaan perbaikan atau khususnya pemutus tenaga tegangan tinggi memiliki teknik pemeliharaan.

Pemutus tenaga minyak banyak Pemutus tenaga (PMT) minyak banyak atau bulk oil circuit breaker. kontak-kontak saklar direndam dalam minyak. Pemutus tenaga dari udara Bentuknya runcing. b. busur listrik akan timbul (meloncat) pada bagian yang runcing terlebih dahulu pada saat kontak-kontak saklar terpisah.3.37 menunjukkan pemutus tenaga udara. 67 .38 menunjukkan konstruksi ruang pemadaman PMT minyak banyak sederhana. Perkembangan konstruksi pemutus tenaga Perkembangan konstruksi pemutus tenaga adalah sebagai berikut: a. Minyak diletakkan dalam tangki sehingga konstruksi pemutus tenaga minyak banyak menjadi besar. Karena berat jenis busur listrik lebih kecil daripada berat jenis udara. Minyak berfungsi sebagai media pemutus busur listrik. Pada PMT jenis ini. busur listrik akan mengapung ke atas sehingga busur listrik memanjang dan akhirnya putus. Gambar II. Gambar II.

68 .

Pemutus tenaga minyak sedikit Pemutus tenaga (PMT) minyak sedikit atau low oil content circuit breaker. Gambar II.c. hanya saja pada PMT minyak sedikit ini ada bagian PMT yang menghasilkan minyak bertekanan untuk disemprotkan pada busur listrik. baik pada waktu PMT dibuka maupun pada waktu PMT ditutup. Media pemutus busur api yang digunakan adalah minyak seperti pada PMT minyak banyak.42 menunjukkan PMT minyak sedikit 70 kV. 69 .

teknik memanjangkan busur listrik juga digunakan pada cara ini. sehingga harus dilakukan penggantian minyak PMT apabila minyaknya sudah kelihatan hitam akibat karbon. Gambar II.Karena menggunakan minyak bertekanan. Pada PMT minyak sedikit. yaitu dengan meruncingkan bentuk kontak jantan dan kontak betinanya. Selain mengandalkan penyemprotan minyak untuk memutus busur listrik yang terjadi.43 menunjukkan konstruksi ruang pemadaman pada PMT minyak sedikit secara umum. terutama setelah PMT bekerja akibat gangguan. 70 . minyak yang menyemprot busur listrik besar karena gangguan akan mengalami karbonisasi yang besar pula. Pada saat memutus busur listrik akibat arus gangguan. Karbon tidak bersifat isolasi. Gambar II.44 menunjukkan konstruksi ruang pemadaman PMT minyak sedikit secara sederhana. kualitas minyak PMT perlu diawasi secara teliti. dimensi PMT minyak sedikit lebih kecil dibandingkan dengan dimensi PMT minyak banyak.

e.d. Fleksibilitas logam merupakan salah satu kendala bagi perkembangan PMT vacum karena jarak antara kontak-kontak PMT operasinya juga menjadi terbatas. Dalam PMT vakum tidak ada media pemutus busur listrik dan teknik memutus busur listrik dalam PMT vakum tergantung teknik memperpanjang busur listrik. Gambar II. Gas SF6 memiliki sifat isolasi yang baik selain sifamya sebagai pendingin yang baik.45 menunjukkan PMT SF6 500 kV buatan BBC di PLN sektor TET 500 kV Gandul. Pemutus tenaga vakum Pemutus tenaga (PMT) vakum merupakan PMT menggunakan teknologi mutakhir. Dibandingkan dengan PMT minyak sedikit. dilengkapi pengukur tekanan gas sehingga kelihatan jika gas SF6 sudah berkurang dan perlu dilakukan pengisian gas SF6 kembali. Konstruksi PMT vakum menghindari adanya celah udara sehingga pergeseran bagian yang bergerak dengan bagian yang tetap (statis) dapat menimbulkan celah udara dapat dihindari dan sebagai dapat diperpanjang dan diperpendek. Pemutus tenaga gas SF6 Pemutus tenaga (PMT) gas SF6 prinsip kerjanya serupa dengan prinsip kerja PMT minyak sedikit. Pada PMT gas SF6 timbul masalah perapat antara bagian PMT yang bergerak dengan yang diam karena gas dapat menembus (bocor) di antara 2 bagian yang bergeseran tersebut sehingga diperlukan perapat (sealing) yang baik agar dapat meminimumkan kebocoran gas SF6. PMT gas SF6 mempunyai dimensi yang kirakira sama tetapi pemeliharaannya lebih mudah. bedanya terletak pada media pemutus busur yang digunakan. Berbeda dengan PMT gas SF6. yaitu gas SF6. Pelaksanaan memperpanjang busur listrik dilakukan dengan membuat berbagai bentuk kontak dan setiap pabrik mempunyai bentuk kontaknya masing-masing. vacum menjadi terbatas sehingga tegangan tidak dikehendaki terjadinya kebocoran yang dapat mengurangi nilai tekanan 71 . apabila terjadi kebocoran pada PMT vakum. Pada PMT gas SF6. maka tidak dapat dilakukan "pengisian" kembali karena proses membuat vakum tidak dapat dilakukan di lapangan dan kevakuman.

Gambar II .48 menunjukkan konstruksi ruang pemadaman PMT SF6 secara sederhana. 72 .

73 .

Bersamaan dengan arus yang mengalir melalui busur listrik. timbul suatu gaya Lorentz yang menarik busur listrik ke luar kontak. 74 .Pada celah di antara kedua kontak timbul arus berbentuk loop (lingkaran). Gaya tersebut membuat busur listrik berputar pada ring kontak dan tertarik keluar sampai akhirnya putus. Kemudian dibangkitkan suatu medan magnetik radial (busur listrik berputar tegak lurus arah kontak).

Busur listrik didistribusikan merata pada semua permukaan kontak sehingga tidak ada tekanan lokal. timbul arus bentuk coil (kumparan) dan akan membangkitkan medan magnetik aksial (busur listrik tersebar) yang menjaga busur listrik tetap tersebar dalam arus yang sangat besar. Gambar II. Tekniknya adalah kebalikan dari yang menggunakan medan magnetik radial.53 menunjukkan kontak PMT vakum medan magnet radial dan Gambar II. 75 . Pada celah di antara kedua kontak. Untuk mengatasi arus hubung singkat terbesar yang sering terjadi. f.54 Kontak PMT vakum dengan medan magnet aksial.Gambar II. digunakan metode lain. Pemutus Tenaga Medan Magnet Pemutus tenaga (PMT) medan magnet atau magnetic circuit breaker memiliki prinsip kerja seperti PMT udara.55 PMT medan magnet. Busur listrik yang berbentuk coil tersebar merata dan memanjang pada saat pembukaan kontak dan ditarik ke arah pusat kontak sampai padam. listrik menjadi lebih panjang dan akhirnya putus. hanya di sini terdapat magnet yang berfungsi menghasilkan medan magnet yang akan menarik busur listrik yang timbul pada saat pembukaan PMT sehingga bus.

sehingga busur listrik bisa dipadamkan. PMT 500 kV buatan BBC yang dilengkapi resistor ditunjukkan pada Gambar II. Kontak K 1 membuka kira-kira 15-17 mili detik lebih dahulu daripada kontak K2. Keduanya menggunakan kapasitor. Pada saat ini kapasitor C1 dan kapasitor C2 menampung tenaga listrik yang dihasilkan busur listrik. PMT jenis ini memiliki p rinsip serupa dengan prinsip kerja PMT gas SF6 hanya saja pada PMT udara tekan yang menjadi media pemutus busur listrik adalah udara tekan. maka pada PMT udara tekan dibutuhkan tekanan udara yang lebih besar dibandingkan dengan tekanan gas SF6 pada PMT gas SF6. resistor R1 dibuka 17 mili detik setelah kontak K1 membuka atau 15 mili detik setelah kontak K2 membuka. Untuk mendapatkan tekanan udara yang dikehendaki pada PMT udara tekan. Pemutus Tenaga Udara Tekan Pemutus tenaga (PMT) udara tekan dalam bahasa Inggris disebut air blast circuit breaker. sedangkan yang PMT 500 kV buatan BBC tanpa resistor ditunjukkan pada Gambar II.56. Konstruksi ruang pemadaman PMT vakum buatan Siemens ditunjukkan pada Gambar II. Karena kemampuan isolasi udara lebih rendah daripada kemampuan isolasi gas SF6.g. PMT jenis ini memiliki pemutus ganda K1 dan K2. Dua mili detik kemudian resistor R2 dibuka. Hal ini tidak menguntungkan disebabkan karena harga PMT-nya menjadi lebih mahal.59 Kontak-kontak utama PMT dengan resistor dan kapasitor ditunjukkan pada Gambar II.60. Resistor dan kapasitor berfungsi meredam busur listrik. Pada waktu pembukaan PMT: resistor R1 dan R2 masuk bersamaan terlebih dahulu. memakai kompresor.58 dan PMT udara hembus dengan ruang pemadaman gas secara keseluruhan ditunjukkan pada Gambar II. kapasitor K1 dan K2 juga berfungsi sebagai pembagi tegangan agar tegangan antara kontak K1 dan kontak K2 sama. Resistor R1 dan R2 76 . Kontak K1 membuka 2 mili detik lebih dahulu daripada kontak K2. 6 mili detik kemudian kontak K1 dan disusul kontak K2 membuka.57.

17 mili detik setelah kontak K1 masuk atau 15 mili detik setelah kontak K2 masuk. 2 mili detik kemudian.berfungsi memperkecil busur listrik yang terjadi dan besarnya (nilai tahanannya) tergantung kepada impedansi saluran transmisi yang dibuka oleh PMT bersangkutan. 77 . resistor R1 dibuka dan 2 mili detik kemudian resistor R1 dibuka. Pada proses penutupan PMT. kedua resistor R1 dan R2 masuk bersamaan kemudian 15 mili detik kontak K1 masuk disusul kontak K2.

(KT). fidak ada beda potensial antara KJ dan KT. melalui perioda transien. jika jarak antara KJ dan KT semakin besar. kontak kontak tertutup.60 menunjukkan kondisi kontak dari sebuah saklar dalam keadaan tertutup (a). Kemudian kontak KJ digerakkan ke kiri sehingga ada celah antara KJ dan KT. 78 . karena kuat medan listrik. Beda potensial yang semula sama dengan nol sewaktu KJ dan KT tertutup. Pada saklar terdapat kontak jalan (KJ) dan kontak tetap.h. terjadi beda potensial antara KJ dan KT. mulai membuka (b) dan sudah terbuka lebar (c). naik menuju nilai tegangan operasi dari saklar. Proses Terjadinya Busur Listrik Gambar II. Pada keadaan (a). maka kuat medan l istrik antara KJ dan KT semakin turun.

79 .

63 menunjukkan contoh circuit breaker tiga phase 1200 A 115 kV. 50 Hz (Courtesy of ABB) 80 .Gambar II .64 menunjukkan circuit breaker oil minimum untuk instalasi 420 kV. Bill 550 kV (Courtesy of General Electric) dan Gambar II.

Gambar II.66 menunjukkan contoh Switchgear high density yang memiliki kapasitas tegangan dalam satuan Mega Volt (MV) 81 .

70 menunjukkan mekanisme penggerak PMT yang menggunakan pegas dalam keadaan tertutup dilihat dari sisi depan. Hal ini disebabkan apabila gerakan ini lambat dan ragu-ragu.7. 82 . maka proses pemutusan busur listrik akan mengalami kegagalan.5 Mekanisme Pemutus Tenaga (Switchgear) Penutupan dan pembukaan PMT memerlukan gerakan mekanis yang cepat dan tegas. Untuk mendapatkan gerakan yang cepat dan tegas. Gambar II. diperlukan suatu mekanisme pemutus tenaga (switchgear) penggerak berdasarkan energi pegas atau energi udara tekan (pneumatic) atau energi tekanan minyak (hydraulic).2.

Dengan membuka ganjal pegas yang pertama.Gambar II. Setelah pegas terisi (tertarik) penuh. lalu PMT masuk. yaitu dengan cara menarik ganjal ini dengan kumparan penutup (closing coil).71 menunjukkan mekanisme penggerak PMT yang menggunakan pegas dalam keadaan terbuka dilihat dari sisi depan. diputar ke arah yang tidak memutar poros tetapi menambah menegangkan pegas. roda satu arah. Untuk menggambarkan proses pengisian penegangan pegas melalui roda gigi yang ikatannya dengan poros hanya untuk gerakan satu arah seperti halnya roda rantai sepeda. maka pegas akan lepas sampai terhenti gerakannya oleh ganjal kedua. yaitu roda No. 83 . 2. 1 (satu) 180 derajat yang memutar batang penggerak kontak-kontak PMT sehingga menutup. maka pegas siap menutup PMT. Gerakan pegas dari ganjal pertama ke ganjal kedua telah memutar roda No. Pada waktu mengisi penegangan pegas.

Baterai perlu dipelihara dengan baik dan kondisinya perlu dipantau secara terus menerus. maka roda No. pegas menjadi tidak tegang lagi karena sudah tidak menyimpan energi dan rangkaian listrik PMT otomatis menggerakkan motor arus searah menambah menegangkan pegas dengan jalan memutar roda ke arah yang tidak memutar poros (arah penegangan pegas). PMT di-trip melalui trip coil oleh relai (alat proteksi) atau oleh operator (manual). sedangkan pemasukan PMT melalui closing coil kebanyakan dilakukan secara manual oleh operator. Motor pengisi pegas harus motor arus searah yang digerakkan oleh baterai aki karena dalam keadaan gangguan sering pasokan tegangan bolak-balik dalam gedung hilang sehingga motor pengisi pegas tetap dapat berfungsi dengan pasokan energi yang dipasok baterai. Dalam praktik. 2. Kegagalan PMT bekerja dapat terjadi akibat baterai terlalu rendah kemampuannya sehingga tidak mampu men-trip coil PMT dan akhirnya PMT tidak bekerja jika terjadi arus gangguan dan dapat berakibat fatal dan bahkan instakasi dapat terbakar. Coil trip dan closing coil juga menggunakan tegangan arus searah yang dipasok oleh baterai. 1 (satu) berputar 180 derajat lagi dan batang penggerak kontak-kontak PMT bergerak membuka kontak-kontak PMT lalu PMT trip. Baterai harus handal untuk keberhasilan kerja PMT.72 menunjukkan mekanisme penggerak PMT menggunakan pegas dilihat dari samping.Jika ganjal yang kedua ditarik oleh kumparan pembuka ( trip coil).6 Instalasi Pemakaian Sendiri 84 .7. Gambar II. Setelah PMT trip.

Batas-batas ini bukan batas yang pasti. 4. Menjalankan alat-alat bantu unit pembangkit. Gambar II. pompa minyak pelumas. Lampu penerangan 2. seperti: pompa air pendingin. Gambar II.73a menggambarkan instalasi pemakaian sendiri dari pusat pembangkit listrik yang kapasitas unit pembangkitnya relatif kecil. pompa transfer bahan bakar minyak.73b adalah pusat listrik dengan kapasitas unit pembangkit antara 5 MW sampai 15 MW.73c adalah instalasi pusat listrik dengan unit pembangkit yang mempunyai kapasitas di atas 15 MW. mesin pengangkat. Penyejuk udara 3. Gambar II. listrik untuk pemakaian di dalam Tenaga listrik untuk pemakaian di dalam pusat pembangkit listrik digunakan untuk: 1. 85 . melainkan hanyalah perkiraan. Pengisian baterai aki yang merupakan sumber arus searah bagi pusat pembangkit listrik. misalnya di bawah 5 MW. dan lain-lain.Pada pusat pembangkit listrik memerlukan tenaga pusat pembangkit listrik.

Tetapi pada saat start. Besarnya energi yang diperlukan untuk pemakaian sendiri berkisar antara 1-10% dari produksi energi yang dihasilkan pusat listrik.Pada unit pembangkit besar. Umumnya yang bisa melakukan black start kebanyakan adalah unit pembangkit listrik tenaga air (PLTA) atau unit pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Hal ini sangat tergantung kepada jenis pusat listriknya. Sedangkan pada saat itu sudah diperlukan daya untuk menjalankan alat-alat bantu. maka daya terlebih dahulu diambil dari transformator pemakaian sendiri bersama. generator (G) belum berputar sehingga belum menghasilkan tegangan. di mana seharusnya ada unit pembangkit yang dapat start sendiri (black start) tanpa ada tegangan dari luar. 2. Pada saat PMT B ditutup dan sebelum PMT A dibuka. PMT B ditutup. setiap unit pembangkit memiliki transformator pemakaian sendiri (Tr PS) yang dipasok langsung oleh generator (G). maka tidak tersedia tegangan untuk menjalankan alat-alat bantu dalam rangka start kembali.7. di mana yang paling kecil umumnya PLTA dan yang paling besar umumnya PLTU yang menggunakan bahan bakar batu bara.7 Baterai Aki 86 . Perlu diperhatikan bahwa transformator-transformator yang ada dalam ring tidak menimbulkan pergeseran phasa tegangan sehingga tidak timbul gangguan. Setelah generator (G) berputar dan menghasilkan tegangan. terjadi penutupan rangkaian ring. pusat listrik. Apabila terjadi gangguan besar dan semua unit pembangkit trip. Dalam keadaan demikian diperlukan pengiriman tegangan dari luar pusat listrik atau dalam. Kemudian disusul dengan pembukaan PMT A sehingga pasokan daya alat-alat bantu berpindah ke generator (G).

Menjalankan motor pengisi (penegang) pegas PMT. Untuk daerah panas dengan suhu di atas 250 C. Baterai aki merupakan sumber arus searah yang digunakan dalam pusat listrik. Baterai aki harus selalu diisi melalui penyearah. Pemeliharaan baterai aki paling penting adalah: a) Pemantauan besarnya tegangan listrik b) Berat jenis elektrolit c) Kebersihan ruangan. Mentrip PMT apabila terjadi gangguan. d. Ada 2 macam baterai aki yang dapat digunakan di pusat listrik. Melayani keperluan alat-alat telekomunikasi. terutama untuk: a. Gambar II. c. b. Memasok keperluan instalasi penerangan darurat. Perubahan Kimia Selama Pengisian dan Pemakaian Aki 87 . yaitu baterai asam dengan kutub timah hitam dan baterai basa yang menggunakan nikel cadmium (NiCd) sebagai kutub. Kutub negatif dari baterai sebaiknya ditanah untuk memudahkan deteksi gangguan hubung tanah pada instalasi arus searahnya. dan d) Ventilasi ruangan.Pusat listrik selalu memerlukan sumber arus searah. Baterai basa nikel cadmium menggunakan nikel oksihidrat (NiOH) sebagai kutub positif dan cadmium (Cd) sebagai kutub negatif. baterai asam timah hitam lebih cocok daripada baterai basa nikel cadmium. Baterai asam timah hitam menggunakan plumbum oksida (PbO2) sebagai kutub positif dan sebagai kutub negatif adalah plumbum (Pb).74 menunjukkan instalasi baterai dan pengisiannya. Sedangkan sebagai elektrolit digunakan larutan potas kostik (KOH). Sedangkan sebagai elektrolit digunakan larutan asam sulfat (H2SO4).

misalnya aki mempunyai berat jenis accu zuur 1. radio dan lain-lain. Timbal peroksida terbentuk pada plat positif dan timbal berpori terbentuk pada plat negatif.1. Pada saat pelepasan muatan listrik terus menerus. Jika Aki tidak dapat lagi memberi aliran listrik pada tegangan tertentu. Perubahan kimia pada saat pengisian muatan listrik Pada proses pengisian muatan listrik. setelah 88 . 3.260 pada 20°C. 2. Aki kembali dalam kondisi bermuatan penuh. maka aki tersebut dalam keadaan lemah arus (soak). Perubahan kimia pada saat pelepasan muatan listrik Aki memberikan aliran listrik jika dihubungkan dengan rangkaian luar misalnya. lampu. Aliran listrik ini terjadi karena reaksi kimia dari asam sulfat dengan kedua material aktif dari plat positif dan plat negatif. karena air digunakan untuk membentuk asam sulfat. Penurunan berat jenis accu zuur selama pelepasan muatan listrik Berat jenis accu zuur akan turun sebanding dengan derajat pelepasan muatan. jadi jumlah energi listrik yang ada dapat ditentukan dengan mengukur berat jenis accu zuurnya. elektrolit akan bertambah encer dan reaksi kimia akan terus berlangsung sampai seluruh bahan aktif pada permukaan plat positif dan negatif berubah menjadi timbal sulfat. kembali terjadi proses reaksi kimia yang berlawanan dengan reaksi kimia pada saat pelepasan muatan. bermuatan listrik penuh. sedangkan berat jenis elektrolit akan naik.

Berat jenis turun sebesar 0. Transformator penaik tegangan generator Jika rel dalam pusat listrik menggunakan tegangan di atas tegangan generator sinkron 3 phasa. Jika Volume bertambah sedang beratnya tetap maka berat jenis akan turun. 2. Standar berat jenis menurut perjanjian adalah untuk suhu 20°C. maka Aki masih mempunyai energi listrik sebesar 70%. Berat jenis accu zuur tergantung dari suhu Berat jenis accu zuur berubah tergantung dari temperaturnya.7. Macam-macam transformator ini adalah: 1.75 menunjukkan macam-macam transformator yang ada di pusat pembangkit tenaga listrik.0007 untuk kenaikan tiap derajat celcius dalam suhu batas normal Aki. 4. 2. Volume accu zuur bertambah jika dipanaskan dan turun jika dingin. yaitu transformator yang mengambil daya langsung dari generator untuk 89 . Transformator unit pembangkit Setiap Unit Pembangkit yang besar (di atas 10 MW) umumnya mempunyai transformator unit pembangkit. maka tegangan dari generator dinaikkan terlebih dahulu melalui transformator penaik tegangan sebelum dihubungkan ke rel.melepaskan muatan listrik berat jenisnya 1.8 Transformator Dalam pusat pembangkit listrik yang besar (di atas 100 MW) terdapat beberapa transformator. sedang beratnya tetap.200 pada 20°C. Gambar II. jadi pembacaan berat jenis pada skala hudrometer kurang tepat sebelum dilakukan koreksi suhu. Transformator penaik tegangan generator merupakan satu kesatuan dengan generator terutama dari segi proteksi.

memasok alat-alat bantu unit pembangkit yang bersangkutan. dan alat-alat bantu unit pembangkit pada periode start. 90 . mesin-mesin bengkel. dan lain-lain. mesin pengangkat. Transformator antar rel Jika di dalam pusat listrik ada beberapa rel dengan tegangan operasi yang berbeda-beda. Rel pemakaian sendiri digunakan untuk memasok instalasi penerangan. 3. motor pompa minyak pelumas. Adanya rel-rel dengan tegangan yang berbeda dapat disebabkan karena perkembangan sistem tenaga listrik dan juga dapat terjadi karena diperlukan rel tegangan menengah (antara 6 kV sampai 40 kV) untuk keperluan distribusi di daerah sekitar pusat listrik selain rel tegangan tinggi (di atas 60 kV) untuk saluran transmisi jarak jauh. maka ada transformator antar-rel. baterai aki. 4. Transformator pemakaian sendiri Transformator pemakaian sendiri mendapat pasokan daya dari rel pusat listrik kemudian memasok daya ke rel pemakaian sendiri. seperti motor pompa pendingin.

91 .

Minyak transformator berfungsi sebagai media pendingin dan juga sebagai media isolasi. Minyak transformator terbuat dari bahan organik. titik netralnya kebanyakan ditanahkan melalui impedansi berupa tahanan atau kumparan dengan tujuan menghasilkan sedikit gangguan hubung tanah yang cukup besar agar relai hubung tanah bekerja. titik netralnya umumnya ditanahkan secara langsung dengan maksud untuk menghemat biaya isolasi. asam karbonat dan karbon (C). 92 . Transformator-transformator yang besar ini perlu diamati kualitas layaknya dan juga isolasi dari bushingnya.Transformator dengan tegangan di atas 60 kV. Pada transformator minyak mengalami suhu relatif tinggi (di atas 50 0C) dan juga mengalami busur listrik apabila ada on load tap changer (pengubah sadapan berbeban). ikatan atom C dengan atom H. Hal ini semua menyebabkan ada sebagian minyak transformator yang terurai dan bentuk H2O. Untuk transformator dengan tegangan di bawah 60 kV. dan juga air (H2O) dari kelembaban udara. Di samping itu dalam transformator terdapat oksigen (O2) dari udara. Transformator yang dipakai dalam pusat listrik besar umumnya mempunyai daya besar (di atas I MVA) dengan tegangan tinggi mulai 70 kV keatas.

dan E31 dengan ECA. B. Demikian juga sama dengan terminal X1 dan X2 untuk transformator berikutnya dihubungkan secara bersamaan. Terminal H1 untuk setiap transformator dihubungkan ke terminal H2 untuk transformator berikutnya. EBC. dalam arah yang sama seperti phasa EAB. Transformator hubungan delta-delta (delta-delta connection). Transformator dihubungkan delta-delta. tetapi juga hubungan phasa antara tegangan primer dan sekunder. C menjadi tegangan keluaran saluran transmisi 1. Saluran masukan dihubungkan ke sumber dan saluran keluaran dihubungkan ke beban. Cara ini bisa dilakukan secara. Bagian-bagian ini perlu dipantau. Q dan R seperti ditunjukkan pada Gambar II. off line kondisi transformator bisa dicek melalui pengukuran arus yang dihasilkannya apabila disuntikkan suatu tegangan 10 Volt yang frekuensinya diubah-ubah (beberapa kilo Hertz) a. Secara.83. Transformator 3 phasa P. Diagram skematik digambarkan dengan cara menunjukkan tidak hanya masukan sambungannya.84. yang terdiri dari porselin dan lapisan kertas yang diseling dengan logam. sebab apabila nilai isolasinya terlalu rendah bisa terjadi hubung singkat phasa ke tangki yang bisa menyebabkan transformator meledak. seperti ditunjukkan pada Gambar II. Bagian bushing transformator yang berdekatan dengan bagian atas tangki transformator. Lilitan primer dihadapkan pada arah yang sama. phasa dengan phasa. 2 dan 3. Nilai isolasi minyak dan juga nilai isolasi bagian dari bushing dengan tangki tersebut di atas sekarang bias dipantau secara on line. Kondisi transformator juga bisa dianalisis atas dasar analisis getaran akustik yang dipancarkan bagian bagian transformator. Diagram skematik ditunjukkan pada Gambar II. Karena tegangan primer dan sekunder yaitu EH1H2 dan EX1X2 yang diberikan harus dalam satu phasa. Selanjutnya sumber G menghasilkan tegangan EAB. transformator primer antara saluran A dan B dihadapkan secara horisontal. nilai isolasinya. ECA. 93 . seperti yang ditunjukkan pada diagram phasa. Setiap lilitan sekunder digambarkan secara paralel dan hubungan lilitan primer dengan cara dikopel. sebagai contoh. Demikian juga sama dengan E23 satu phasa dengan EBC.83 merubah tegangan masuk saluran transmisi A.Pembentukan zat-zat ini menyebabkan turunnya kualitas isolasinya bahkan pembentukan asam karbonat ini bisa menimbulkan korosi terhadap bagian-bagian yang terbuat logam seperti inti transformator dan tangki. on line. maka berikutnya E12 (tegangan sekunder untuk transformator P) harus dalam phasa yang sama dengan EAB (tegangan primer untuk transformator yang sama).

tegangan antara masing-masing saluran transmisi masukan dan keluaran adalah dalam satu phasa. ditunjukkan pada Gambar II. maka hasil arus keluaran adalah sama besarnya. setiap transformator dipertimbangkan sendiri-sendiri. Jika beban imbang dihubungkan ke saluran 1-2-3. b. Meskipun transformator bank merupakan sebuah susunan 3 phasa. Seperti dalam beberapa hubungan delta. Power rating untuk transformator bank adalah 3 kali rating transformator tunggal.84. bahwa arus line adalah v3 kali lebih besar dari masing-masing arus IP dan IS yang mengalir dalam lilitan primer dan sekunder.83. Transformator hubungan delta-bintang (delta-wye connection) Jika transformator dihubungkan delta-bintang. seperti ditunjukkan pada Gambar II. lilitan primer dihubungkan dengan cara yang sama. maka arus IP mengalir dari H1 ke H2 dalam lilitan primer yang dihubungkan dengan arus I S yang mengalir dari X1 ke X2 dalam lilitan sekunder.Dalam hubungan delta-delta. Untuk lilitan sekunder dihubungkan pada 94 . Seperti pada rangkaian phasa tunggal. Hal ini menghasilkan arus line imbang dalam saluran masukan A -B-C.

Arus line pada phasa 1. Maka dari itu. 2 dan 3 adalah sama dengan arus pada lilitan sekunder. tegangan line keluaran E12 adalah 30o mendahului tegangan line masukan EAB. Lilitan HV (high Voltage/tegangan tinggi) telah diisolasi/dipisahkan hanya 1/v3 atau 58% dari tegangan v3 kali tegangan sekunder yang melalui setiap 95 . Hubungan delta-bintang menghasilkan beda phasa 30o antara tegangan saluran masukan dan saluran transmisi keluaran. seperti ditunjukkan pada Gambar II. Tetapi jika saluran dihubungkan parallel dengan saluran masukan dengan sumber lain. Keuntungan penting dari hubungan bintang adalah bahwa akan menghasilkan banyak isolasi/penyekatan yang dihasilkan di saluran. beda phasa 30o mungkin akan membuat hubungan parallel parallel tidak memungkinkan. seperti dapat dilihat dari diagram phasor.85. tegangan yang melalui setiap lilitan primer adalah sama dengan tegangan line masukan. Jika saluran keluaran memasuki kelompok beban terisolasi. Tegangan saluran keluaran adalah sama dengan transformator.semua terminal X2 yang dihubungkan secara bersamaan yang dihubungkan dengan common netral (N). dalam transformator. B dan C adalah v3 kali arus pada lilitan sekunder. Besar relatif arus pada lilitan transformator dan saluran transmisi adalah ditunjukkan pada Gambar II. beda phasanya tidak masalah. Arus line pada phasa A. Pada hubungan delta-bintang.86. sekalipun jika saluran tegangannya sebaliknya identik.

2 kV = 2.273 A (arus pada belitan primer) I s = 30 MVA/80 kV = 375 A (arus pada belitan sekunder) 96 .Penyelesaian: a) Tegangan line pada sekunder Es = 80/v3 = 139 kV b) Arus dalam belitan transformator Beban pada masing-masing phase S = 90/3 = 30 MVA Ip = 30 MVA/13.

yang perlu diperhatikan adalah mencegah penyimpangan dari tegangan line to netral (phase ke nol).delta Hubungan open-delta ini untuk merubah tegangan sistem 3 phasa dengan menggunakan hanya 2 transformator yang dihubungkan secara open–delta. Transformator hubungan open. Lilitan tertiary untuk tiga transformator dihubungkan secara delta seperti ditunjukkan pada Gambar II.89. Rangkaian open–delta adalah 97 .88. Cara lain adalah dengan menyediakan setiap transformator dengan lilitan ke tiga. seperti ditunjukkan pada Gambar II. yang sering menyediakan cabang yang melalui tegangan di mana transformator dipasang. Tidak ada beda phasa antara tegangan line transmisi masukan dan keluaran untuk transformator yang dihubungkan bintang-bintang. Transformator hubungan bintang-bintang (wye–wye connection) Ketika transformator dihubungkan secara bintang-bintang.c. Cara untuk mencegah menyimpangan adalah menghubungkan netral (nol) untuk primer ke netral (nol) sumber yang biasanya dengan cara ground (pentanahan). d. yang disebut lilitan ” tertiary”.

Hubungan open–delta utamanya digunakan dalam situasi darurat. kecuali bahwa satu transformer tidak ada (Gambar II. jika 3 transformator dihubungkan secara delta–delta dan salah satunya rusak dan harus diperbaiki/dipindahkan.90). Hitung beban 3 phase maksimum yang tepakai Penyelesaian: 98 . 7200 V/600 V dihubungkan open-delta. Tetapi. anehnya masalah ini pernah dijumpai.6% dari kapasitas transformator yang terpasang.identik dengan rangkaian delta–delta. maka hal ini memungkinkan untuk memasukkan beban secara temporeri (darurat) dengan 2 transformator yang tersisa. hubungan delta jarang digunakan sebab beban kapasitif untuk transformator bank hanya 86. Bagaimanapun. bahwa transformator hanya dapat mengirimkan 86. Maka. kapasitas transformator bank yang terpasang adalah jelas 2x50 = 100 kVA. Sebagai contoh.6 kVA sebelum transformator mulai menjadi overheat (panas berlebih). Contoh: Transformator satu phase 2 buah 150 kVA. jika 2 transformator 50 kVA dihubungkan secara open–delta.

Pengujian viskositas minyak transformator Viskositas minyak adalah suatu hal yang sangat penting karena minyak tranformator yang baik akan memiliki viskositas yang rendah. sehingga dapat bersirkulasi dengan baik dan akhirnya pendinginan inti dan belitan transformator dapat berlangsung dengan baik pula.5 mm Bejana dan elektroda harus benar-benar kering dan bersih setiap sebelum melakukan pengujian. c. Titik nyala dari minyak yang baru tidak boleh lebih kecil dari 135 0C. Titik nyala (flash point) Temperatur ini adalah temperatur campuran antara uap dari minyak dan udara yang akan meledak (terbakar) bila didekati dengan bunga api kecil. Pengujian kekuatan elektrik minyak transformator Kekuatan listrik merupakan karakteristik penting dalam material isolasi. Hal ini sering terjadi jika air dan pengotor ada dalam minyak transformator.Rating daya pada tiap transformator 150 kVA. • Botol tempat minyak transformator ditutup dengan lilin supaya kotoran dan uap air tidak masuk. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan uji kegagalan ini antara lain : • • • Jarak elektroda 2. sedangkan suhu minyak bekas 99 . Minyak lama pada waktu pertama alirannya dibuang. EI = v3 X 600 X 250 = 259 800 VA = 260 kVA 5. Pengujian kualitas minyak transformator a. elektroda harus dicuci dengan minyak transformator yang akan diuji. b. Pengujian perlu dilakukan untuk mengetahui kegagalan minyak transformator. Jika kekuatan listrik rendah minyak transformator dikatakan memiliki mutu yang jelek. sehingga daya maksimum pada beban 300 kVA. Is = 150 kVA/600 V = 250 A S = v3. minyak pertama yang keluar dibuang supaya kran-kran menjadi bersih. Minyak yang akan diuji harus diambil dengan alat yang benar-benar bersih. Untuk mencegah kemungkinan timbulnya kebakaran dari peralatan dipilih minyak dengan titik nyala yang tinggi.

Kedua minyak dapat menua dengan cepat karena suhu tinggi dan adanya udara. ketika pemakaian. Karena piring mempunyai spasi sepersepuluh millimeter. Alat ini tidak menghilangkan kotoran pada kendala pertama. sedangkan minyak yang bersih akan tetap berada ditengah bejana.tidak boleh kurang dari 130 0C. Air yang ada dalam minyak akan menguap karena titik didih minyak lebih tinggi dari pada titik didih air. Alat sentrifugal hampa merupakan pengembangannya. Bagian utama dari drum adalah drum dengan sejumlah besar piring/pelat (hingga 50) yang dipasang pada poros vertikal dan berputar bersama-sama. Pemurnian minyak transformator Minyak transformator dapat terkontaminasi oleh berbagai macam pengotoran seperti kelembaban. Untuk masalah ini memerlukan waktu lama sehingga untuk mempercepatnya minyak dipanaskan hingga 45 . Pengotoran dapat terjadi saat pengangkutan dan penyimpanan. 100 . Alat ini dipakai dengan minyak yang dipanaskan dalam bejana udara sempit (air tight vessel) dimana udara dipindahkan bersama dengan air yang menguap dari minyak. piring. Kekurangan yang kedua dapat diatasi dengan sebuah boiler minyak hampa udara (vacuum oil boiler). karbon dan lumpur yang lebih berat dari minyak dapat dipindahkan minyak setelah mengendap. d. Pengotor akan tertekan ke sisi bejana oleh gaya sentrifugal. Air mendidih pada suhu rendah dalam ruang hampa oleh sebab itu menguap lebih cepat ketika minyak dididihkan dalam alat ini pada suhu yang relatif rendah.piring ini membawa minyak karena gesekan dan pengotor berat ditekan keluar. Pertama hanya air yang dipindahkan dari minyak. serat. sehingga pengotor tetap tinggal.55 oC dan diputar dengan cepat dalam alat sentrifugal. 2) Alat sentrifugal (Centrifuge reclaming) Air serat. Ketidakmurnian dapat tinggal di dalam minyak karena pemurnian yang tidak sempurna. dan minyak itu sendiri pun dapat membuat pengotoran pada dirinya sendiri. arang dan pengotor lainnya tetap tinggal. Beberapa metode pemurnian minyak transformator dijelaskan dalam bagian berikut ini: 1) Mendidihkan (boiling) Minyak dipanaskan hingga titik didih air dalam alat yang disebut boiler. Untuk mengetahui titik nyala minyak transformator dapat ditentukan dengan menggunakan alat Close up tester. Metode ini merupakan metode yang paling sederhana namun memiliki kekurangan. Alat ini mempunyai efisiensi yang tinggi. resin dan sebagainya. sedangkan serat.

Jadi filter press ini sangat efisien memindahkan pengotor padat dan uap dari minyak yang merupakan kelebihan dari pada alat sentrifugal. minyak yang dipanaskan dapat dilewatkan melalui lapisan tebal absorben yang disebut perkolasi. minyak yang dipanasi dapat dicampuri secara menyeluruh dengan absorben yang dihancurkan dan kemudian disaring. filter tersumbat oleh partikel halus absorber dan udara dibersihkan dari absorber lebih cepat dan lebih menyeluruh pada awalnya. Penyaringan hanya untuk memindahkan bagian endapan yang masih tersisa dalam minyak. Absorber yang digunakan untuk regenerasi minyak 101 .3) Penyaringan (Filtering) Dengan metode ini minyak disaring melalui kertas penyaring sehingga pengotor tidak dapat melalui pori-pori penyaring yang kecil. Ada dua cara merawat minyak dengan absorben yaitu : · Pertama. Walaupun cara ini sederhana dan lebih mudah untuk dilakukan. sementara embun atau uap diserap oleh kertas yang mempunyai hygroscopicity yang tinggi. Hal yang sama dilakukan absorben dalam ruang penyaring tabung gas menyerap gas beracun dan membiarkan udara bersih mengalir. · Kedua. Dalam menggunakan absorben untuk regenerasi minyak trasformator sering dipakai di gardu induk dan pembangkit. Semua sifat-sifat minyak yang tercemar dapat dipindahkan dengan pemurnian menyeluruh yang khusus yang disebut regenerasi. Filter press ini cocok digunakan untuk memisahkan minyak dalam circuit breaker (CB). Absorben adalah substansi yang partikel-partikelnya dapat menyerap produk-produk penuaan dan kelembaban pada permukaannya. 4) Regenerasi (regeneration) Produk-produk penuaan tidak dapat dipindahkan dari minyak dengan cara sebelumnya. yang biasanya tercemari oleh partikel jelaga (arang) yang kecil dan sulit dipisahkan dengan menggunakan alat sentrifugal. keluaran yang dihasilkan lebih sedikit jika dibandingkan dengan alat sentrifugal yang menggunakan kapasitas motor penggerak yang sama. Ketika minyak mengalir ke atas. Absorben untuk regenerasi minyak transformator terdiri dari selinder yang dilas dengan lubang pada dasarnya dimana absorber ditempatkan dengan minyak yang dipanaskan (80100 oC) hingga mengalir ke atas melalui absorber. Regenerasi dengan absorben dapat dilakukan lebih menyeluruh bila minyak dicampuri dengan asam sulfur.

maka mekanisme juga berlaku dengan laju yang berbeda pula sehingga nilai k merupakan fungsi waktu. Karena mobilitas ion yang berbeda. maka akan berlangsung mekanisme kompensasi yang menyeimbangkan kerapatan berbagai jenis ion hingga tercapai keseimbangan antara penciptaan. rekombinasi serta kebocoran ion terdapat elektroda-elektroda. Pengembangan metode regenerasi minyak transformator dalam keadaan berbeban adalah dengan filter pemindahan pemanas (thermal siphon filter) yang dihubungkan dengan tangki minyak transformator. Untuk satu jenis ion dengan muatan q1 dengan rapat ion n1 maka kontribusi rapat arus ditimbulkan pada kuat medan E yang tidak terlalu tinggi adalah: S1= q1n1v1 S1 = q1n1E (2-1) (2-2) v1 dan n1 adalah kecepatan dan mobilitas ion. Oleh karena itu dalam mengukur nilai k dianjurkan untuk menunggu beberapa saat misalnya 1 menit hingga mekanisme transient hilang. Mobilitas ion akan bernilai konstan hanya jika berlaku hukum Ohm. suhu dan pengotoran. Filter ini diisi dengan absorben sebanyak 1% dari berat minyak transformator. Susunan elektroda yang digunakan dalam mengukur nilai k harus dilengkapi dengan elektroda cincin pengaman untuk menghilangkan pengaruh pada bidang batas dan arus permukaan yang dibumikan secara langsung. walaupun demikian hal di atas dapat dilaksanakan dalam keadaan berbeban jika dilakukan perlakuan khusus. Penguraian pengotor elektrolitik menghasilkan ion positif dan negatif.transformator kebanyakan yang terbuat silica gel dan alumina atau sejenis tanah liat khusus yang dikenal sebagai pemutih (bleaching earth). Nilai konduktivitas diakibatkan oleh pergerakan ion. lempung cetakan (moulding clay). e. Pengukuran k dapat menunjukkan tingkat kemurnian minyak transformator. Pengukuran Konduktivitas Arus Searah Minyak Transformator Konduktivitas minyak (k) sangat tergantung pada kuat medan. 102 . Transformator tentunya harus diistirahatkan (deenergized) ketika minyaknya akan dimurnikan atau diregenerasi dengan salah satu metode di atas. Jika terdapat kuat medan tertentu dalam medan dielektrik.

Tabung uji diparalelkan dengan kapasitor standar dengan nilai kapasitansi C2 = 28 PF. 103 . Disamping elektroda pelat umumnya digunakan elektroda silinder koaksial. Tegangan yang dibangkitkan oleh transformator tegangan tinggi T diukur dengan kapasitor CM dan alat ukur tegangan puncak SM.Medan elektrik sedapat mungkin dibuat homogen. f. Untuk itu dapat digunakan galvanometer kumparan putar yang peka ataupun pengukur arus dengan penguat elektronik yang jauh lebih peka. Jika diterapkan tegangan U untuk medan homogen seluas A dan besar sel S maka nilai k dapat dihitung dari nilai arus I sebagai berikut: K = (LS)/U A (2-3) Arus yang terukur umumnya berkisar beberapa kiloampere. Pengukuran Faktor Dissipasi Minyak Transformator Rugi dielektrik dari suatu isolasi dengan kapasitas C pada frekuensi jala-jala dihitung dengan menggunakan faktor disipasi sebagai berikut: P diel = U2w C tan d (2-4) Besar rugi dielektrik dapat diukur dengan jembatan Schering. dapat Kapasitas Cx dan faktor dissipasi tan d harus diukur sebagai fungsi tegangan uji U dengan menggunakan rangkaian di atas.

5 mm. Keadaan ini menciptakan saluran konduktif yang menjadi panas akibat rugi resistif sehingga menguapkan embun yang terkandung dalam partikel. sehingga dapat diperoleh informasi bahwa pengurangan kekuatan elektrik dari minyak transformator diabaikan jika tangki ditutup 4 hari. Tembusan jembatan serat dalam minyak isolasi Setiap bahan isolasi cair mengandung pengotor makroskopik berupa partikel serta selulosa.g. dan pengisian kedalam tangki pengujian. Prosedur Pengujian Tegangan Gagal Minyak Transformator dengan Berbagai Macam Elektroda Berbagai macam elektroda yang digunakan untuk pengetesan ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil pengujian kegagalan minyak transformator dalam keadaan volume minyak tertekan. Sifat minyak akan hilang melalui uap lembab. 104 . maka minyak harus diganti. karena menentukan kualitas dari minyak transformator selama pengujian. Tembus kemudian terjadi pada tegangan yang relatif rendah yang digambarkan sebagai tembus thermal lokal pada bagian yang cacat. gas. Muatan dengan polaritas yang berlawanan akan diinduksikan pada ujung-ujungnya sehingga mengarah mengikuti arah medan. ketidakmurnian. Jika kekuatan dielektrik minyak menurun dari nilai awal 65 kV/25 mm sampai 55 kV/ 2. medan seragam dan tak seragam. h. Kualitas minyak harus dicek secara periodik dengan oil cup tester. 1) Pemprosesan Minyak Transformator (Oil Processing) Kekuatan dielektrik dari minyak transformator sangat dipengaruhi oleh pemprosesan dan kondisi pengujian. atau jika lebih dari 4 hari setelah diisi minyak. kapas dan lain sebagainya. Jika partikel itu menyerap embun maka akan bekerja gaya yang bergerak menuju daerah dengan kuat medan yang lebih tinggi dan mengarahkannya sesuai dengan arah medan E.

level tegangan. dan kumparan transformator. rel. Pembumian bagian-bagian instalasi tersebut di atas dilakukan dengan cara menghubungkan bagian-bagian ini dengan titik-titik pembumian dalam pusat listrik bersangkutan. atau anyaman tembaga yang ditanam dalam tanah. 2. kerangka besi penyangga kabel. 105 .2) Penerapan Tegangan Tegangan AC dan tegangan impuls biasanya digunakan dalam pengujian. Probabilitas pengujian kegagalan dapat diperoleh dalam 2 cara yaitu: · Tegangan AC naik pada kegagalan dengan kecepatan konstan 3 kV/sec. maka tegangan bagian-bagian instalasi ini akan selalu sama dengan potensial bumi sehingga apabila disentuh manusia tidak berbahaya.Titik-titik pembumian ini dapat berupa batang besi.9 Pembumian bagian-bagian Instalasi Pembumian sesungguhnya sama dengan pentanahan. badan transformator. Bagian-bagian dari instalasi pusat listrik yang harus dibumikan adalah bagian-bagian yang terbuat dari logam (penghantar) dan berdekatan (hanya dipisahkan oleh isolasi listrik) dengan bagian instalasi yang bertegangan. kabel. Dengan melakukan pembumian bagian-bagian instalasi tersebut di atas. seperti: generator. Bagian-bagian yang perlu dibumikan. Tegangan AC telah diaplikasi selama 1 menit 20 kali tiap sedangkan tegangan impuls telah diaplikasi 20 kali tiap level tegangan. hanya untuk bagian-bagian instalasi tertentu yang ditanahkan digunakan istilah pembumian untuk menekankan perlunya bagianbagian instalasi tersebut mempunyai potensial yang sama dengan bumi melalui pembumian demi keselamatan manusia. kerangka besi penyangga rel. yang dibagai dalam beberapa level. Impuls voltage dibuat dengan up and down method dari 5 sampai 10 % step dari ekspektasi breakdown voltage. pelat tembaga. Prosedur ini diulang sampai 500 kali dalam interval 1 menit.7. Pengujian dengan tegangan AC dapat diperoleh dengan Steady voltage raising method dan Withstand voltage method. · Voltage band antara 0 sampai 100 % breakdown voltage. dan panel. dengan kenaikan dari 5 sampai 10 % step. mulai 60 % dari ekspektasi breakdown voltage. misalnya: badan (body) generator. saklar-saklar.

7.97 menunjukkan rangkaian listrik excitacy dari generator besar (di atas 50 MVA) dengan menggunakan 2 tingkat generator arus penguat (exciter).2. Generator penguat (exciter) untuk generator sinkron merupakan generator utama yang diambil dayanya. Pengaturan tegangan pada generator utama dilakukan dengan mengatur besarnya arus excitacy (arus penguatan) dengan cara mengatur potensiometer atau tahanan asut.10 Sistem Excitacy Gambar II. 106 . Generator penguat yang pertama. adalah generator arus searah hubungan shunt yang menghasilkan arus penguat bagi generator penguat kedua.

Perkembangan sistem excitacy pada generator sinkron dengan sistem excitacy tanpa sikat. PMT arus penguat generator utama dilengkapi tahanan yang menampung energi medan magnet generator utama karena jika dilakukan pemutusan arus penguat generator utama harus dibuang ke dalam tahanan. Nilai arus penguatan kecil sehingga penggunaan cincin geser tidak menimbulkan masalah. Gambar II. penyearah ikut berputar bersama poros generator.98 menunjukkan sistem exci tacy tanpa sikat.Potensiometer atau tahanan asut mengatur arus penguat generator penguat kedua menghasilkan arus penguat generator utama. 107 . Pengaturan tegangan otomatis pada awalnya berdasarkan prinsip mekanis. Untuk menghilangkan sikat digunakan dioda berputar yang dipasang pada jangkar. karena sikat dapat menimbulkan loncatan api pada putaran tinggi. oleh generator penguat kedua tidak memerlukan cincin geser karena. Pengaturan besarnya arus penguatan generator utama dilakukan dengan pengatur tegangan otomatis supaya nilai tegangan klem generator konstan. Dengan cara ini arus penguat yang diatur tidak terlalu besar nilainya (dibandingkan dengan arus generator penguat kedua) sehingga kerugian daya pada potensiometer tidak terlalu besar. Sekarang banyak generator arus bolak-balik yang dilengkapi penyearah untuk menghasilkan arus searah yang dapat digunakan bagi penguatan generator utama sehingga penyaluran arus searah bagi penguatan generator utama. Cincin geser digunakan untuk menyalurkan arus dari generator penguat pertama ke medan penguat generator penguat kedua. tetapi sekarang sudah menjadi elektronik.

Generator penguat pertama disebut pilot exciter dan generator penguat kedua disebut main exciter (penguat utama). Tegangan bolak-balik disearahkan oleh penyearah dioda dan menghasilkan arus searah yang dialirkan ke kutub-kutub magnet y ang ada pada stator main exciter. Main exciter adalah generator arus bolak-balik dengan kutub pada statornya. Besar arus searah yang mengalir ke kutub main exciter diatur oleh pengatur tegangan otomatis ( automatic voltage regulator/AVR). Pendeteksian kejadian pada rotor yang berputar perlu cara khusus. permasalahan timbul jika terjadi hubung singkat atau gangguan hubung tanah di rotor dan jika ada sekering lebur dari dioda berputar yang putus. Pada sistem excitacy tanpa sikat. Pilot exciter pada generator arus bolak-balik dengan rotor berupa kutub magnet permanen yang berputar menginduksi pada lilitan stator.Sistem pemberian arus penguatan yang digunakan pada pembangkit besar (di atas 100 MVA). Arus searah yang dihasilkan oleh dioda berputar menjadi arus penguat generator utama. hal ini harus dapat dideteksi. Rotor menghasilkan arus bolak-balik disearahkan dengan dioda yang berputar pada poros main exciter (satu poros dengan generator utama). Besarnya arus berpengaruh pada besarnya arus yang dihasilkan main exciter maka besarnya arus main exciter juga mempengaruhi besarnya tegangan yang dihasilkan oleh generator utama. Gangguan pada rotor yang berputar dapat menimbulkan distorsi medan magnet pada generator utama dan dapat menimbulkan vibrasi (getaran) berlebihan pada unit pembangkit. 108 . antara lain menggunakan cara mentransmisikan dari sesuatu yang berputar.

Daya Aktif Daya aktif diukur dalam satuan kW atau MW. Hal ini berkaitan dengan sistem proteksi generator. Besaran yang diukur pada adalah: 1. Sinyal elektronik ditangkap oleh alat pengukur di tempat yang diinginkan dan sinyalsinyal elektronik oleh alat dimengerti. tegangan yang diperlukan tidak boleh terIalu tinggi. Pengukuran diperlukan untuk mengetahui kemampuan generator penguat dan pengaturan tegangan. 4. jangan sampai mengalami pembebanan lebih. 2.7. pengukur "diterjemahkan" menjadi sinyal yang mudah 109 . Sistem excitacy generator utama (main generator) harus bisa dibuka oleh pemutus tenaga (PMT). Arus Pengukuran arus diperlukan untuk mengamati perubahan berbagai alat. misalnya mewakili tahanan isolasi rotor. Pengukuran diperlukan dalam kaitannya dengan kemampuan mesin penggerak generator dan pengaturan frekuensi. Tegangan listrik Pengukuran tegangan diperlukan untuk menjaga mutu penyediaan tenaga listrik tidak boleh terIalu rendah dan untuk menjaga jangan sampai merusak isolasi.98 menunjukkan diagram pengukuran pada generator dan pada saluran. 3. 2.11 Sistem Pengukuran Gambar II. PMT yang membuka sistem penguat generator melakukan pemutusan arus yang mengalir ke medan magnet generator. Daya Reaktif Daya reaktif diukur dalam Volt Ampere Reaktif (VAR) atau Megga Volt Ampere Reactive (MVAR).Pada cara ini. misalnya apabila relai diferensial dari generator bekerja maka relai membuka PMT generator dan juga membuka PMT sistem excitacy generator. Tahanan R untuk menampung energi sehingga busur listrik pada kontak-kontak PMT medan penguat dapat padam tanpa merusak kontak-kontak. rotor dilengkapi pengirim sinyal elektronik yang mewakili besaran tertentu.

Energi-Listrik Energi listrik diukur dalam kWh atau MWh. 7. Pengukuran diperlukan untuk menyusun neraca tenaga dan berkaitan dengan pemakaian bahan bakar. 110 . Baterai aki mempunyai peran penting pada sistem proteksi.12 Sistem Proteksi Gangguan yang sering terjadi adalah hubung singkat antar phasa atau antara fasa dengan tanah dan keduanya.5. 2. Sudut phasa (Cos f) Untuk mengukur besar Cos f dan mengetahui keadan lagging atau leading sehingga dapat diketahui apakah generator menghasilkan atau menyerap daya reaktif. Gangguan hubung singkat dapat menimbulkan arus besar yang dapat merusak peralatan sehingga diperlukan sistem pengamanan atau sistem proteksi Arus yang mengalir ke trip coil (TC) adalah arus searah dari baterai aki. Frekuensi Diperlukan untuk memparalelkan generator dan menjaga mutu penyediaan tenaga listrik. 6. sehingga dalam menjaga keandalan sistem proteksi baterai aki harus dipelihara dengan baik.7.

tidak melalui relai. yaitu kumparan yang apabila bekerja akan menggerakkan pembukaan pemutusan tenaga (men-trip PMT) membebaskan tegangan dari bagian instalasi yang terganggu dan arus gangguan hubung singkat yang terjadi dapat merusak peralatan telah dihilangkan. Waktu tunda relai dilakukan dengan menyetel jarak antara pal D dengan kontak E. Kontak manual trip digunakan untuk mentrip PMT secara manual. a. Alat pendeteksi gangguan berupa relai.Sistem proteksi selain harus mengamankan peralatan instalasi terhadap gangguan. 111 . Relai memberi perintah kepada trip coil. sesuai kalibrasi. Jika terjadi gangguan di suatu bagian instalasi. Prinsip kerja relai elektromekanik Pada nilai arus beban tertentu sesuai kalibrasi relai. kontak C menutup. kumparan IT menutup kontaknya dan TC langsung bekerja men-trip PMT ( relai bekerja secara instantaneous). Pada nilai arus tertentu yang relatif besar. sistem proteksi hanya akan men-trip PMT yang berdekatan dengan gangguan dan tidak meluas. juga berfungsi melokalisir gangguan. arus mengalir kekumparan piringan (induksi) A sehingga piringan berputar menggerakkan pal D dan menutup kontak E sehingga trip coil (IC) mendapat arus dan mentrip PMT.

Jika ada selisih. Prinsip kerja relai arus hubung tanah adalah mendeteksi arus urutan nol. 3) Relai gangguan hubung tanah Gangguan hubung tanah adalah gangguan yang paling banyak terjadi. Arus 1) Relai Arus lebih lebih dapat terjadi pada kumparan stator generator atau dalam kumparan rotor. 112 . karena setiap gangguan hubung tanah menghasilkan arus urutan nol. Arus lebih pada kumparan stator juga dapat terjadi karena beban yang berlebihan pada generator. berarti ada gangguan dalam kumparan stator generator dan selisih arus akan menggerakkan relai diferensial. Relai-relai dalam sistem proteksi generator terdiri dari: Berfungsi mendeteksi arus lebih yang mengalir pada kumparan stator generator.b. Prisip kerja relai diferensial adalah membandingkan arus yang masuk dan keluar dari kumparan stator generator. 2) Relai Diferensial Berfungsi mendeteksi gangguan dalam kumparan stator generator dan harus bekerja lebih cepat daripada relai arus lebih. Arus gangguan hubung tanah yang terjadi belum tentu cukup besar untuk dapat menggerakkan relai arus lebih. sehingga harus ada relai arus hubung tanah yang dapat mendeteksi adanya gangguan hubung tanah. Relai gangguan tanah dipasang pada rangkaian stator melalui transformator 3 phasa.

Dalam keadaan penguatan hilang. Tegangan lebih dapat merusak isolasi generator termasuk dan isolasi kabel penghubung. tapi jika ada gangguan hubung tanah jumlahnya tidak sama dengan 0 (nol) dan relai bekerja. Akibatnya terjadi panas berlebihan direncanakan untuk beroperasi asinkron dan Prinsip kerja pada rotor generator sinkron karena tidak harus dicegah oleh relai penguatan hilang. Dalam keadaan lepas sinkron. maka relai rotorhubung tanah pada prinsipnya merupakan relai arus lebih untuk arus searah. Harus dicegah dengan menggunakan relai tegangan lebih. Karena sirkuit rotor adalah sirkuit arus searah. jumlah arus pada ketiga phasa transformator sama dengan 0 (nol). terukur kecil dan relai relai ini adalah mengukur impedansi kumparan stator generator. impedansi kumparan stator akan penguatan hilang akan bekerja. 4) Relai rotor hubung tanah Hubung tanah pada rangkaian rotor. Prinsip kerjanya adalah mendeteksi tegangan antar generator dan PMT medan penguat (magnet) generator. Untuk pendeteksian gangguan hubung tanah yang terjadi pada stator generator saja dipakai relai hubung tanah terbatas. Tegangan lebih dapat terjadi jika generator berbeban kemudian pemutusan tenaganya (PMTnya) trip karena salah satu atau beberapa relai bekerja. yaitu hubung singkat antara konduktor rotor dengan badan rotor dan dapat menimbulkan getaran (vibrasi) berlebihan pada generator. 6) Relai tegangan lebih. Apabila tegangan melampaui batas tertentu. 113 phasa melalui transformator tegangan. maka relai akan men-trip PMT . Relai hubung tanah terbatas merupakan relai diferensial khusus untuk gangguan hubung tanah. generator yang penguatannya lemah masih diberi kopel pemutar oleh mesin penggerak sehingga generator ini berubah menjadi generator asinkron.Jika tidak terjadi gangguan hubung tanah. 5) Relai penguatan hilang Penguatan yang hilang dapat menimbulkan panas stator dan lemahnya sistem penguatan pada berlebihan pada kepala kumparan menyebabkan generator sinkron dan dapat generator menjadi lepas dari hubungan sinkron dengan generator lainnya. Jumlah arus dari 3 phasa dijumlahkan lagi dengan arus yang dideteksi trafo arus pada penghantar pentanahan titik netral generator. Relai akan mendeteksi gangguan yang terjadi pada rangkaian stator generator.

Saluran udara rawan terhadap sambaran petir yang menghasilkan gelombang berjalan (surja tegangan) yang dapat masuk ke pusat pembangkit listrik. Berarti transformator dapat mengalami tegangan surja dua kali besarnya tegangan gelombang surja yang datang.7. maka flashover diharapkan terjadi pada arrester dan tidak pada transformator.2. dalam pusat listrik harus ada lightning arrester (penangkal petir) yang berfungsi menangkal gelombang berjalan dari petir yang akan masuk ke instalasi pusat pembangkit listrik. Hal ini perlu karena pada petir yang merupakan gelombang berjalan menuju ke transformator akan melihat transformator sebagai suatu ujung terbuka (karena transformator mempunyai isolasi terhadap bumi/tanah) sehingga gelombang pantulannya akan saling memperkuat dengan gelombang yang datang. Transformator merupakan bagian instalasi pusat listrik yang paling mahal dan rawan terhadap sambaran petir. Untuk mencegah terjadinya hal ini. Saluran udara yang keluar dari pusat pembangkit listrik merupakan bagian instalasi pusat pembangkit listrik yang paling rawan sambaran petir dan karenanya harus diberi lightning arrester. Selain itu. Lightning arrester bekerja pada tegangan tertentu di atas tegangan operasi untuk membuang muatan listrik dari surja petir dan berhenti beroperasi pada tegangan tertentu di atas tegangan operasi agar tidak terjadi arus pada tegangan operasi. selain itu jika sampai terjadi kerusakan transformator. Oleh karena itu. lightning arrester harus dipasang sedekat mungkin dengan transformator. Salah satu perkembangan dari lightning arrester adalah penggunaan oksida seng ZnO2 sebagai bahan yang menjadi katup atau valve arrester. lightning arrester harus berada di depan setiap transformator dan harus terletak sedekat mungkin dengan transformator. Dalam menentukan rating arus 114 . Pada sistem Tegangan Ekstra Tinggi (TET) yang besarnya di atas 350 kV. maka daya dari pusat listrik tidak dapat sepenuhnya disalurkan dan biayanya mahal serta waktu untuk perbaikan relatif lama. yaitu gardu-gardu induk (GI). Tingkat isolasi bahan arrester harus berada di bawah tingkat isolasi bahan transformator agar apabila sampai terjadi flashover.13 Perlindungan Terhadap Petir Pusat pembangkit listrik umumnya dihubungkan dengan saluran udara transmisi yang menyalurkan tenaga listrik ke pusat-pusat konsumsi tenaga listrik. dan perbandingan dua tegangan ini disebut rasio proteksi arrester. Gelombang berjalan juga dapat berasal d ari pembukaan dan penutupan pemutus tenaga (switching). surja tegangan yang disebabkan oleh switching lebih besar dari pada surja petir.

Arrester ini bisa dipasang pada bangunan gedung atau di dekat alat yang perlu dilindungi misalnya pada komputer. Alat yang dilindungi perlu tidak saja menimbulkan induksi. Gambar II. dilindungi terhadap sambaran petir secara langsung. maka rating arrester diambil 15 kilo Ampere. tetapi juga terhadap sambaran tidak langsung yang 115 . MisaInya apabila statistik menunjukkan distribusi probabilitas petir yang terbesar adalah petir 15 kilo Ampere (kA).103 menunjukkan konstruksi sebuah lightning arrester buatan Westinghouse yang menggunakan celah udara (air gap) di bagian atas. sebaiknya dipelajari statistik petir setempat.arrester.

Pusat listrik yang besar umumnya terletak di tepi pantai karena membutuhkan air pendingin dalam jumlah yang besar dan juga memerlukan pasokan bahan bakar dalam jumlah besar transportasi yang ekonomis dilakukan dengan kapal laut. maka hal ini dapat mengganggu seluruh sistem interkoneksi. Jika sampai terjadi gangguan pada rel. 3. Di lain pihak. Apabila kejadian seperti ini terjadi pada pusat listrik yang besar dalam sistem interkoneksi. Oleh karena itu. dan sapi. Melakukan pentanahan/ pembumian yang baik bagi semua struktur logam. yaitu dengan: 1. kambing. artinya apabila terjadi gangguan atau kerusakan pada rel akibatnya akan besar bagi operasi pusat listrik yang bersangkutan karena daya menjadi tidak dapat disalurkan. 4.14 Proteksi Rel (Busbar) Rel (busbar) pada pusat listrik merupakan bagian instalasi yang vital.7. Mengingat hal tersebut di atas. 116 di mana . gangguan apalagi kerusakan pada rel harus sedapat mungkin dihindarkan. rel yang keadaannya terbuka. Prinsip kerjanya seperti relai diferensial yang mengukur selisih arus yang masuk dan keluar rel (busbar). ular. Dalam keadaan ada gangguan di rel. 2.2. seperti: ayam. maka harus ada langkah-langkah proteksi/perlindungan bagi rel agar tidak terjadi gangguan. Memberi pagar yang rapat di sekeliling rel agar tidak ada binatang yang dapat masuk yang mungkin dapat menimbulkan gangguan. selisih arus nilainya 0 sehingga relai akan bekerja membuka semua PMT yang berhubungan dengan rel yang terganggu tersebut. Memasang kawat petir yang mempunyai sudut perlindungan yang cukup terhadap rel (kurang dari 300C). rawan terhadap polusi debu atau uap air laut untuk pusat listrik yang terletak di tepi pantai. maka proteksi yang khusus memproteksi rel adalah relai busbar protection. Memasang lightning arrester untuk saluran udara dan transformator dengan jarak yang cukup dekat.

bukan dari transformator unit pembangkit sehingga apabila unit pembangkit dihentikan atau mengalami gangguan. Selain pasokan daya untuk penerangan yang memerlukan pasokan handal.7. Arus searah dari baterai aki juga diperlukan untuk sarana telekomunikasi yang banyak digunakan pada saat tejadi gangguan. Pada PLTU harus ada pasokan listrik arus searah yang digunakan untuk input motor arus searah yang digunakan memutar poros turbin uap pada saat mulai berputar. Oleh karena itu. 2.15 Instalasi Penerangan Bagian Vital Penerangan pada pusat pembangkit listrik sangat penting. maka jalannya operasi pusat listrik akan terganggu.16 Instalasi Telekomunikasi Telekomunikasi merupakan sarana operasi yang sangat penting bagi pusat listrik. 3) Menyediakan instalasi listrik arus searah untuk sebagian penerangan yang sangat penting dengan menggunakan lampu arus searah.7. terutama jika pusat listrik bekerja dalam sistem interkoneksi. paling sedikit dapat untuk melayani keperluan di atas termasuk untuk mengisi baterai aki. Langkah-langkah tersebut adalah: 1) Pasokan daya untuk instalasi penerangan diambil dari transformator pemakaian sendiri. Hal ini diperlukan apabila terjadi gangguan besar yang menyebabkan semua unit trip dan pasokan daya dari luar pusat listrik hilang dan juga akan menyebabkan berhentinya poros turbin uap yang sebelumnya berbeban (suhunya ratusan derajat Celcius) sehingga akan menjadi bengkok apabila mendingin (mengkerut) tanpa diputar. sebaiknya ada unit pembangkit darurat kecil yang dapat dan perlu dioperasikan pada waktu terjadi gangguan besar. 2) Menyediakan unit pembangkit darurat (bagi instalasi penerangan dan bagi keperluan lain yang vital seperti komputer untuk operasi). bagian lain yang juga memerlukan pasokan daya handal adalah komputer untuk operasi. maka pasokan daya untuk instalasi penerangan tidak terganggu.2. Sehingga harus ada langkah-langkah konkrit dan maksimal agar pasokan daya untuk instalasi penerangan sedapat mungkin tidak pernah padam. sistem proteksi termasuk pengencangan pegas switchgear PMT. tanpa ada penerangan. 117 .

untuk komunikasi suara dan untuk pengiriman data. Power Line Carrier (PLC) adalah sistem telekomunikasi yang menggunakan saluran transmisi sebagai media pengiriman sinyal. Hubungan sirkuit telekomunikasi dari pesawat SSB ke dalam saluran tegangan tinggi dilakukan melalui kapasitor penghubung (coupling capacitor) setelah terlebih dahulu melalui line matching unit (LMU) untuk menghasilkan daya maksimal. termasuk: Faximile. Channel biasanya digunakan untuk SCADA dan intertripping relai proteksi. Power line carrier. telex. Prinsip keda telekomunikasi PLC ini digambarkan secara skematik oleh Gambar II. maka komunikasi operasional antara pusat listrik dengan pusat pengatur beban (operator system) sangat penting. Telepon umum. Power line carrier (PLC) umumnya mempunyai channel untuk komunikasi dan channel untuk data. dan electronic mail. Microprocessor ini dilengkapi dengan berbagai modem dan peripherial yang disebut remote terminal unit (RTU). 2. Jika alat supervisi sistem atau yang lazimnya disebut sebagai supervisory control and data aquisition (SCADA) dari pusat pengatur beban menggunakan komputer. termasuk untuk proteksi sistem. Modulasi yang digunakan adalah amplitude modulation single side band (AMSSB) dengan frekuensi carrier (pembawa) sekitar 4. misalnya sinyal untuk membuka atau menutup PMT atau sinyal untuk mengatur beban unit pembangkit dalam rangka pembagian beban yang ekonomis dan atau dalam rangka pengaturan sistem frekuensi. 118 . Untuk mencegah sinyal telekomunikasi yang berfrekuensi jauh di alas frekuensi tenaga listrik (50 Hertz) masuk ke dalam sirkuit pengukuran tenaga listrik. maka pada ujung saluran tegangan finggi di GI sebelum masuk ke alat ukur tenaga listrik dipasang kumparan yang dalam bahasa Inggris disebut wave trap. Jika pusat listrik beroperasi pada sistem interkoneksi. 3.Sarana telekomunikasi yang biasa digunakan dalam pusat pembangkit listrik adalah: 1.00 kilo Hertz.106. Pusat pengatur beban juga dapat mengirim sinyal pengaturan ke pusat listrik. RTU mencatat berbagai data dan kejadian dari pusat listrik untuk dilaporkan ke komputer SCADA yang ada di pusat pengatur beban. maka pada pusat listrik harus ada microprocessor yang dapat berkomunikasi dengan komputer SCADA. Pusat pengatur beban melalui komputer SCADA dapat meminta data dan informasi berbagai kejadian yang dialami pusat listrik. Serat optik yang dapat mengambil alih fungsi telepon umum maupun power line carrier.

Jika hal ini tercapai. yaitu dapat memasuki jaringan distribusi sampai ke rumah pelanggan listrik. Penggunaan saluran fiber memberi keuntungan karena jumlah channel-nya dapat lebih banyak daripada saluran power line carrier. Di bagian output RTU ada analog output untuk mengatur posisi governor unit pembangkit.Remote terminal unit (RTU) seperti digambarkan oleh Gambar memory (RAM). maka jaringan tenaga fistrik dapat juga berupa jaringan telekomunikasi dan jaringan sistem informasi. Sedangkan digital output-nya adalah untuk membuka atau menutup PMT. • Teknologi terakhir cenderung menggunakan serat optik yang umumnya dimiliki perusahaan listrik dan dipasang dalam kawat petir yang ada di alas saluran transmisi.107 terdiri dari microprocessor yang dilengkapi dengan read only memory (ROM) dan random access Di bagian input ada analog input yang berasal dari transformator arus dan transformator tegangan setelah terlebih dahulu melalui transducer dan analog to digital converter. Saluran telekomunikasi dapat berupa saluran tersebut dalam butir a. b. dan c pasal ini. • Namun akhir-akhir sedang ada riset untuk dapat memanfaatkan sistem power line carrier bagi jangkauan yang lebih luas. II. 119 . Sedangkan di bagian digital input sinyal berasal dari posisi pemutus tenaga (PMT) membuka atau menutup. Hubungan antara RTU dengan komputer SCADA dilakukan melalui modem telekomunikasi yang berhubungan dengan saluran telekomunikasi.

7. Dari rel 150 kV ada 4 buah saluran keluar dan ada pasokan transformator pemakaian sendiri yang menurunkan tegangan ke 20 kV dan mempunyai kapasitas 25 MVA.17 Arus Hubung Singkat Gambar II. A-Y 120 . Gangguan hubung singkat menimbulkan arus hubung singkat yang besar dan harus diperhitungkan dalam merencanakan instalasi.Gangguan hubung singkat disebabkan karena terjadi hubung singkat dalam satu bagian sistem. khususnya dalam menentukan spesifikasi teknis pemutus tenaga (PMT).108 menunjukkan contoh dari sebuah PLTU yang berdiri sendiri dengan 3 unit pembangkit yang sama 3 x 80 MVA. 2. Bagian yang paling banyak mengalami gangguan adalah saluran udara. Masing-masing unit memiliki transformator penaik tegangan ke 150 kV dengan kapasitas 80 MVA. Hubungan transformator penaik tegangan adalah (segitiga-bintang) dan transformator pemakaian sendiri adalah YY (bintang-bintang).

Spesifikasi PMT harus memperhatikan besarnya arus hubung singkat yang harus diputusnya dan juga harus memperhitungkan kemampuan thermis-nya dalam arti berapa lama PMT dapat dilalui oleh arus hubung singkat yang harus diputusnya. Arus dan tegangan yang berasal dari transformator arus dan transformator tegangan selain digunakan untuk pengukuran juga digunakan untuk mengoperasikan relai untuk guna keperluan proteksi. maka arus hubung singkat yang melalui PMT transformator pemakaian sendiri untuk gangguan di titik adalah 3 kalinya. Perhitungan arus hubung singkat seperti di atas didasarkan atas gangguan simetris 3 phasa. Hal ini berkaitan dengan penyetelan waktu tunda (time delay) relai. Tetapi gangguan yang paling sering terjadi adalah gangguan satu phasa ke tanah.Karena ada 3 buah generator yang paralel. Untuk mencegah kegagalan kerja relai. karena dalam hal yang demikian. karena dianggap gangguan ini yang menghasilkan arus hubung singkat terbesar. ada kemungkinan arus hubung singkat satu phasa ke tanah lebih besar daripada arus hubung singkat 3 phasa. Pembatasan arus hubung singkat di jaringan distribusi atau di instalasi pemakaian sendiri pusat listrik juga dapat dilakukan dengan tidak mengoperasikan paralel transformator di gardu induk (GI) atau transformator pemakaian sendiri (bila lebih dari 1) pada pusat pembangkit listrik. 2.18 Pengawatan Bagian Sekunder Pengawatan sekunder menggambarkan sirkuit listrik yang ada di sisi sekunder transformator arus dan transformator tegangan di sisi tegangan rendah. 121 . misaInya transformator untuk membatasi arus hubung singkat. Relai kemudian menutup kontak-kontak dalam sirkuit arus searah dari baterai aki untuk men-trip PMT dan menyalakan lampu indikator serta membunyikan alarm. khususnya pada saluran udara. ada baiknya juga dilakukan pengecekan besarnya arus hubung singkat untuk gangguan satu phasa ke tanah khususnya di dekat pusat listrik besar yang transformator penaik tegangannya mempunyai titik netral yang ditanahkan secara langsung.7. Pada hari-hari libur beban sistem rendah. bila perlu diadakan penyetelan relai untuk arus hubung singkat yang lebih rendah. Oleh karena itu. unit-unit pembangkit banyak yang tidak dioperasikan ada kemungkinan arus hubung singkat menjadi turun dan tidak cukup untuk mengoperasikan relai apabila terjadi gangguan. Ada juga yang dipasang reaktor secara seri dengan alat tertentu.

Apabila PMT masuk. Kontak K9 digunakan untuk memasukkan PMT melalui pemberian arus ke closing coil CC. maka keadaan kontak-kontak karena adanya hubungan mekanis dengan PMT menjadi: · · Kontak K4 membuka untuk menghentikan/memutus arus yang lewat trip coil TC agar trip coil tidak terbakar.109 menggambarkan pengawatan sekunder dari suatu penyulang (saluran keluar) yang diproteksi oleh relai arus lebih dan relai gangguan hubung tanah. · Kontak K6 menutup untuk menyalakan lampu hijau yang merupakan sinyal bahwa PMT K4 untuk memungkinkan trip coil TC bekerja dan menutup kontak K5 untuk menyalakan lampu 122 . Apabila ada gangguan arus lebih. Kontak K3 digunakan untuk men-trip PMT secara manual melalui pemberian arus ke trip coil TC. Apabila timbul gangguan hubung tanah.Gambar II. Apabila PMT trip. terbuka. Kontak K5 membuka untuk mematikan lampu merah. di mana relai GFR bekerja dan menutup kontak K2. maka relai OCR bekerja dan menutup kontak KI sehingga trip coil TC bekerja men-trip PMT. maka mekanisme PMT akan menutup kontak merah yang merupakan sinyal bahwa PMT masuk.

Gambar pengawatan sekunder sangat diperlukan untuk melakukan pemasangan dan pengujian relai dan PMT.· Kontak K7 menutup untuk memungkinkan closing coil CC bekerja apabila kontak K9 ditekan. bahkan PMT bisa meledak dan menimbulkan kebakaran. Untuk mencegah terjadinya salah penyambungan. K6. Uraian ini menggambarkan fungsi batang-batang penggerak. Sedangkan kumparan MA berada dalam panel. T onjolan a dan c diseret oleh tonjolan batang penggerak 1. kabel untuk pengawatan sekunder juga cukup panjang dan berkelok-kelok. K7. yaitu Batang penggerak 1 berfungsi menutup Kontak K10 agar siap membunyikan alarm bersamaan dengan pemasukkan PMT oleh closing coil CC magnetic alarm MA yang menggerakkan batang penggerak 1 dihubungkan seri dengan closing coil CC Batang penggerak 2 berfungsi membuka Kontak K10 dan digerakkan oleh tombol reset secara manual untuk memberhentikan alarm setelah PMT mengalami trip ataupun dibuka secara manual. Kontak K8 harus dapat direset. Tonjolan b dan d diseret oleh tonjolan batang penggerak 2. posisinya harus siap bekerja kembali apabila PMT trip lagi. Kumparan TC dan kumparan CC terletak pada PMT. Kegagalan sistem proteksi sangat berbahaya karena arus hubung singkat yang terjadi sewaktu gangguan tidak diputus oleh PMT sehingga dapat timbul pemanasan yang berlebihan pada peralatan yang dilalui hubung singkat yang besar ini. Dari uraian di atas tampak bahwa keandalan pasokan arus searah sangat menentukan keberhasilan sistem proteksi. 123 . Akibatnya alat-alat ini bisa meleleh. Kontak K8 menutup untuk membunyikan alarm sebagai tanda bahwa PMT trip. Sedangkan kontak-kontak lain letaknya pada panel yang cukup jauh (bisa mencapai jarak beberapa puluh meter) dari PMT. dan K8 merupakan kontak-kontak bantu PMT yang letaknya pada PMT tersebut. Kontak reset terdiri dari poros dan dua buah batang penggerak. maka kabel pengawatan sekunder diberi nomor dan harus ada gambar pengawatan sekunder yang jelas. Oleh karena itu. Setiap batang penggerak mempunyai tonjolan yang akan menyeret tonjolan. Secara fisik kontak-kontak K4. artinya dapat dibuka secara mekanis tanpa mengganggu kedudukan kontak lainnya dan setelah direset untuk mematikan alarm. K5. Batang penggerak I digerakkan oleh tombol sedangkan batang penggerak 2 digerakkan oleh magnetic alarm MA yang dihubungkan seri dengan Closing Coil CC.

pengawatan sekunder untuk arus searah dilaksanakan dengan menggunakan kabel yang menempel pada dinding panel kontrol atau panel proteksi. Karena hubung singkat kebanyakan dimulai dengan terjadinya hubung tanah terlebih dulu dan instalasi baterai aki sebaiknya ditanahkan.19 Perkembangan Isolasi Kabel 1.Keandalan pasokan arus searah tidak semata-mata tergantung kepada kondisi baterai aki saja. Kabel Tegangan Rendah. Kabel tegangan rendah untuk penyaluran daya ada yang mempunyai luas penampang konduktor 2. Dalam pusat listrik terdapat kabel tegangan rendah untuk menyalurkan daya dan kabel tegangan rendah untuk keperluan pengawatan sekunder dan untuk keperluan kontrol. Pada panel yang sama mungkin juga ditempelkan pengawatan sekunder arus bolak-balik 380/220 V. tapi juga kondisi pengawatan sekunder yang dilalui arus searah.5 mm2 (terbuat dari tembaga) sampai luas penampang 150 mm2 (terbuat dari 124 . jangan sampai tegangan bolak-balik yang melalui kebocoran isolasi menempel pada dinding panel akhirnya masuk ke sistem tegangan searah yang akhirnya dapat merusak baterai aki. Dengan pentanahan ini diharapkan agar gangguan hubung tanah pada sirkuit arus searah dapat dideteksi oleh relai gangguan hubung tanah (G) atau oleh sekring lebur. Dalam hal demikian perlu pengawasan ekstra. Dalam praktik.7. Tidak boleh ada kontak yang lepas dan juga tidak boleh ada hubung singkat. 2. misal untuk keperluan penerangan.

kabel berisolasi XLPE perlu dilapisi isolasi PVC yang kedap air sebagai pelindung luarnya. itu. isolasi kabel tegangan rendah dimulai dengan isolasi yang terbuat dari karet.5 mm2 digunakan untuk keperluan lampu penerangan sedangkan yang mempunyai luas penampang di atas 10 mm2 (terbuat dari tembaga) digunakan untuk motor-motor listrik. Dalam perkembangannya. Untuk kabel daya harus ada lapisan penguat. yang melalui tempat terbuka. harus diperhitungkan terhadap tekanan mekanis dan bila perlu diletakkan dalam saluran kabel (cable duct) atau dalam pipa. tidak melalui tempat terbuka. isolasi XLPE tidak tahan tegangan searah sebesar nilai nominal tegangan bolak-baliknya. 2. terutama. Ada 4 macam teknik penyambungan kabel berisolasi XLPE. proses penyambungan kabel menjadi lebih mudah dibandingkan proses penyambungan kabel berisolasi kertas dengan resapan minyak maupun dengan kabel berisolasi minyak bertekanan. Di samping itu. lapisan penguat ini biasanya lapisan PVC (Poly Vynil Chlorida) dan pelat baja. Kabel tegangan tinggi (di atas 1 kV) yang umumnya dipasang dalam tanah. Kabel dengan isolasi XLPE sekarang telah bisa mencapai tegangan operasi 400 W. Oleh karena. Kabel tegangan tinggi. yaitu: 125 . Kabel aluminium dengan penampang sampai 150 mm2 umumnya digunakan sebagai kabel sisi tegangan rendah transformator pemakaian sendiri. Sekarang banyak digunakan karet buatan atau campuran karet alam d engan bahan kimia tertentu yang disebut isolasi tipe protodur. digunakan minyak bertekanan sebagai isolasi. banyak digunakan isolasi cross link polyethylene yang dalam praktik sering disebut sebagai isolasi XLPE. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemakaian kabel berisolasi XLPE adalah isolasi XLPE tidak tahan air dan sinar matahari. maka isolasi kabel daya berbeda dengan isolasi kabel pengawatan sekunder maupun kabel kontrol. hubung singkat. Dalam perkembangannya.tembaga ataupun aluminium) di mana yang mempunyai penampang 2. Semua kabel penyalur daya. Kabel tegangan rendah untuk pengawatan sekunder dan kontrol umumnya dipasang dalam panel yang terlindung dan dalam saluran kabel. Hal ini perlu untuk memperkecil risiko kebakaran karena. pada mulanya menggunakan isolasi kertas yang diresapi minyak (oil impregnated). Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas. Dengan penggunaan kabel berisolasi XLPE. Untuk tegangan di atas 70 kV. terutama jika dipasang di dalam rumah.

Kotak sambung maupun kotak ujung (terminasi) kabel berisolasi XLPE harus kedap air dan juga harus melindungi isolasi XLPE tersebut dari sinar matahari. Air dan sinar matahari dapat menimbulkan karbonisasi pada isolasi XLPE ini yang dalam bahasa Inggris disebut treeing effect . • Teknik panas sempit (heat shrink). Kabel yang akan disambung secara mekanik dihubungkan terlebih dahulu dalam kotak sambung. 126 . Kemudian penyambungan konduktor kabel dilakukan dalam kotak sambung dengan menuruti alur yang telah dibuat oleh isolasi tersebut di atas. merendam sambungan. misalnya kabel untuk tegangan digunakan kabel yang berwama hijau. dan kabel untuk arus digunakan yang berwama merah. melalui proses slip-on dimasukkan secara "paksa" sehingga terjadi sambungan yang kedap air. Kabel untuk pengawatan sekunder maupun untuk keperluan kontrol umumnya menggunakan isolasi protodur atau PVC. • Teknik Premolded. • Teknik Slip-on. dan melindungi sambungan ini terhadap tekanan mekanis. Isolasi berupa bahan tipis dan fleksibel diselongsongkan pada konduktor kabel yang akan disambung. yang berfungsi sebagai terminasi kabel. Konduktor kabel yang akan disambung dimasukkan ke dalam bahan isolasi yang berlubang sesuai dengan ukuran konduktor kabel.• Teknik Moulding. dan kabel ini sebaiknya diberi macam-macam warna untuk memudahkan identifikasinya yang berkaitan dengan fungsi kabel tersebut. Kemudian sambungan konduktor kabel diletakkan dalam kotak sambungan yang kedap air dan kotak sambung ini berfungsi juga sebagai pelindung mekanis. Selongsong isolasi ini kemudian d ipanasi dan setelah selesai pemanasan akan menyempit lalu mencuram konduktor kabel bersangkutan. Isolasi yang akan dipasang dalam kotak sambung telah dicetak terlebih dahulu. Kotak sambung berfungsi melindungi air. yaitu timbulnya jalur-jalur berwama hitam (karbon) dalam bahan isolasi XLPE. Dua cairan setelah bercampur dalam kotak sambung akan mengeras menjadi isolasi. Kemudian dua cairan calon isolasi dimasukkan ke dalam kotak sambung. Keempat teknik tersebut di atas dapat diterapkan pada pemasangan kotak ujung kabel.

Jika suhu ruangan tempat kabel akan dipasang, baik kabel untuk daya maupun kabel pengawatan sekunder dan kontrol, relatif tinggi (misalnya di atas 500 C), maka perlu diperhatikan spesifikasi kabel yang akan dipasang berkaitan dengan suhu tersebut. Bila perlu, gunakanlah kabel khusus yang tahan api. Gambar II.111 menunjukkan berbagai macam kabel, baik untuk penyalur daya maupun untuk pengawatan sekunder dan kontrol.

Berbeda dengan kabel yang digunakan pada jaringan distribusi, kabel penyalur daya pada pusat listrik umumnya kabel satu fasa dan isolasinya dilindungi dengan lapisan PVC saja dan tidak perlu dilindungi pelat baja (steel armouring). Hal ini dapat dilakukan karena di pusat listrik kabel diletakkan dalam saluran kabel yang secara mekanis telah melindungi kabel bersangkutan terhadap benturan mekanis. Pemilihan kabel satu fasa adalah dari pertimbangan fleksibilitas pemasangan, karena jalannya kabel dalam pusat listrik dan dari generator ke rel banyak melalui tikungan bahkan pada tempat-tempat tertentu perlu dimasukkan ke dalam pipa sebagai pelindung mekanisnya di bagian luar saluran kabel. Pada jaringan distribusi yang ditanam dalam tanah, kabel yang tidak banyak melalui tikungan tajam, sehingga ditanam langsung dalam tanah, tanpa saluran dan karenanya kabel yang cocok dipakai adalah kabel tiga fasa tetapi dengan pelindung mekanis berupa pelat baja selain lapisan PVC yang kedap air.

127

Keadaan ini dapat mengganggu seluruh sistem, terutama jika menyangkut generator yang besar dayanya bagi sistem. Selain itu, keadaan asinkron akan menimbulkan pemanasan yang berlebihan pada Gambar II.111 Berbagai macam kabel, baik untuk penyalur daya maupun untuk pengawatan sekunder dan kontrol rotor generator sinkron sebagai akibat timbulnya arus pusar yang berlebihan yang merupakan hasil induksi medan putar stator yang tidak sinkron terhadap rotor. Karena keadaan asinkron tidak dikehendaki, maka lanjutan dari busur lingkaran BC "dipatahkan" menjadi lengkung CD. Besar tekanan gas hidrogen, makin besar efek pendinginannya sehingga dapat digunakan arus penguat yang lebih besar. Hal ini ditunjukkan oleh lengkung yang memungkinkan pembangkitan daya reaktif yang lebih besar. 2.7.20 Generator Asinkron Pada PLTA dengan daya relatif kecil (kurang dari 1% terhadap daya yang dibangkitkan sistem) seringkali digunakan generator asinkron, yaitu motor asinkron yang dimasukkan ke dalam sistem kemudian diputar oleh air sehingga motor asinkron ini berputar lebih cepat daripada putaran sinkronnya (mempunyai nilai slip). Pengoperasian ini tidak memerlukan proses sinkronisasi sehingga memudahkan otomatisasi, dapat dari jauh, dan tidak memerlukan operator (tidak dijaga). Jika ada gangguan, relai pengaman akan men-trip PMT generator dan memberhentikan turbin airnya. Apa yang dekat (setempat). Generator dijadikan motor Start pada Turbin Gas Untuk men-start turbin gas diperlukan daya mekanis untuk memutar poros turbin dan juga poros dari generator agar didapatkan udara bertekanan yang akan dicampur dengan bahan bakar dalam ruang bakar yang selanjutnya akan dinyalakan agar menghasilkan gas hasil pembakaran penggerak turbin sehingga akhirnya mekanis yang diperlukan untuk men-start turbin tersebut di atas bisa berasal dari mesin diesel yang akan menggunakan baterai aki atau dari motor listrik yang disediakan kbusus untuk start juga pabrik yang mendesain turbin gas yang menggunakan generator utamanya sebagai motor start. Contoh adalah PLTGU buatan Siemens yang diagram satu garisnya adalah seperti ditunjukkan oleh generator utama memberikan dayanya kepada rel 150 W. Rel 6,6 kV adalah rel untuk alat-alat bantu penggerak pompa air pendingin dan motor pengisi air ketel. Rel 400
128

terjadi dapat dilihat dari jauh

( remote). Setelah dicek dan aman, PLTA dapat dioperasikan kembali dari jauh maupun

Volt adalah rel untuk sebagai alat bantu seperti: excitacy statis yang diperlukan sewaktu start, adalah frekuensi statis yang diperlukan untuk men-start generator sebagai motor start, menstart turbin gas dengan cara menjadikan generator sebagai motor start, generator tersebut dengan kumparan asinkron kemudian di-start sebagai motor asinkron. Pada proses start ini, diberi pasokan 400 volt dengan frekuensi rendah yang diatur oleh SFC. Setelah generator ini dari motor asinkron, frekuensinya secara bertahap dinaikkan sehingga putaran generator terus mendekati putaran sinkron kemudian diberi penguatan oleh SEE sehingga generator ini untuk paralel dengan sistem. Setelah generator ini paralel dengan sistem, langkah selanjutnya adalah menghidupkan pararel tersebut di atas, harus dijaga agar tegangan 150 kV tidak bertabrakan dengan yang dapat dilakukan dengan membuka PMT No. 1 terlebih dahulu sebelum PMT No. 2 1. Rekaman Kerja PMT Pada hasil rekaman didapat butir-butir data dan gambar-gambar rekaman dan tanggal serta jam (pukul) rekaman dilakukan. Seperti yang terl ihat pada Gambar II.114, perekaman didapatkan pada, tanggal 19 Juli 2002 pukul 19.46.

Data dan gambar yang didapat adalah: 1. Test ldentification Data Data yang menyangkut pembuat rekaman kerja PMT dan operator tidak ditampilkan di sini, dengan harapan tidak melanggar etika bisnis.

129

2. Test Configuration Data

Trigger (Pemicu): Operation, artinya hal ini dilakukan oleh alat perekam ini dengan diprogram terlebih dahulu. Record Length: 800 miliseconds. Artinya alat perekam ini bisa melakukan perekaman selama 800 milidetik. Rebound Time: 2 miliseconds. Rebound Time adalah waktu antara. berhentinya (menjadi nolnya) arus dalam closing coil (dalam Gambar II.114 ditunjukkan dengan Ic yang menjadi nol) saat menutupnya kontak utama PMT, yaitu C3. Dalam kontak utama yang pertama masuk adalah C3, ditunjukkan oleh garis tebal. Ic adalah arus dari closing coil dan 10 adalah arus dari trip coil, dan auxiliary contacts; misalnya kontak K5 dan kontak K6 untuk menyalakan lampu sinyal merah dan lampu sinyal hijau). 3. Timing Semua pengukuran waktu dinyatakan dalam milidetik. Ada tabel waktu dari hasil rekaman yang disusun untuk kerjanya ketiga buah kontak utama (dalam milidetik):
130

4. Arus Kumparan (arus searah) 5. Tahanan Kontak 6. Grafik-grafik Alat perekam kerja PMT ini harus dihubungkan ke closing coil, trip coil, serta kontakkontak bantu PMT dengan memperhatikan pengawatan sekunder PMT. Hasil rekaman kerja PMT ini harus dianalisis dengan mengacu pada buku petunjuk pemeliharaan PMT bersangkutan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: a. Waktu pembukaan PMT harus secepat mungkin, yaitu sekitar 3 cycle atau 60 milidetik, untuk sistem dengan frekuensi 50 Hz. Dari grafik Gambar II.114, tampak waktu pembukaan PMT adalah kira-kira 50 milidetik, yaitu sejak timbul 10 ( arus trip coil) sampai PMT membuka (garis tebal terputus). b. Keserempakan pembukaan ketiga kontak utama; apabila tidak serempak besar kemungkinan ada bagian kontak yang pembukaannya terlambat akibat telah mengalami keausan yang berlebihan Pentanahan Dalam sebuah instalasi listrik ada empat bagian yang harus ditanahkan atau sering juga disebut dibumikan. Empat bagian dari instalasi listrik ini adalah: a. Semua bagian instalasi yang terbuat dari logam (menghantar listrik) dan dengan mudah bisa disentuh manusia. Hal ini perlu agar potensial dari logam yang mudah disentuh manusia selalu sama dengan potensial tanah (bumi) tempat manusia berpijak sehingga tidak berbahaya bagi manusia yang menyentuhnya. b. Bagian pembuangan muatan listrik (bagian bawah) dari lightning arrester. Hal ini diperlukan agar lightning arrester dapat berfungsi dengan baik, yaitu membuang muatan listrik yang diterimanya dari petir ke tanah (bumi) dengan lancar. Kawat petir yang ada pada bagian atas saluran transmisi. Kawat petir ini sesungguhnya juga berfungsi sebagai lightning arrester. Karena letaknya yang ada di sepanjang saluran transmisi, maka semua kaki tiang transmisi harus ditanahkan agar petir yang menyambar kawat petir dapat disalurkan ke tanah dengan lancar melalui kaki tiang saluran transmisi. Titik netral dari transformator atau titik netral dari generator. Hal ini diperlukan dalam kaitan dengan keperluan proteksi khususnya yang menyangkut gangguan hubung tanah. Dalam praktik, diinginkan agar tahanan pentanahan dari titik-titik pentanahan tersebut di atas tidak melebihi 4 ohm.
131

115. Terdiri dari beberapa batang tunggal yang dihubungkan paralel. merupakan anyaman kawat tembaga. tahanan dari tanah atau bumi adalah nol karena luas penampang bumi tak terhingga. dalam memasang batang pentanahan. Makin dalam letaknya. Batang pentanahan ganda (multiple grounding rod). Untuk jenis tanah yang sama. Batang pentanahan tunggal (single grounding rod). Anyaman pentanahan (grounding mesh). umumnya makin kecil tahanan jenisnya. Tahanan pentanahan selain ditimbulkan oleh tahanan kontak tersebut di atas juga ditimbulkan oleh tahanan sambungan antara alat pentanahan dengan kawat penghubungnya. Alat untuk melakukan pentanahan ditunjukkan oleh Gambar II. karena komposisinya makin padat dan umumnya juga lebih basah. Oleh karena itu. yaitu pelat tembaga. Arus listrik yang keluar dari alat pentanahan ini menghadapi bagian-bagian tanah yang berbeda tahanan jenisnya. Unsur lain yang menjadi bagian dari tahanan pentanahan adalah tahanan dari tanah yang ada di sekitar alat pentanahan yang menghambat aliran muatan listrik (arus listrik) yang keluar dari alat pentanahan tersebut. 132 . tahanan jenisnya dipengaruhi oleh kedalamannya. artinya tahanan pentanahan nilainya tidak nol. makin dalam pemasangannya akan makin baik hasilnya dalam arti akan didapat tahanan pentanahan yang makin rendah. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya tahanan kontak antara alat pentanahan dengan tanah di mana alat tersebut dipasang (dalam tanah). Tetapi kenyataannya tidak demikian.Secara teoretis. Pelat pentanahan (grounding plate).

2 Tahanan jenis berbagai macam tanah serta tahanan pentanahan 133 .Tabel II.

Alat pengukur ini mengukur tegangan antara batang pembantu yang ada di tengah dan batang pentanahan. Selanjutnya alat pengukur ini akan menghitung tahanan pentanahan menurut hukum Ohm. yaitu membuka atau menutup. Paling kanan adalah batang pembantu untuk menyuntikkan arus dari alat pengukur tahanan pentanahan.Tampak bahwa makin dalam letaknya di dalam tanah sampai kedalaman yang sama dengan kedalaman batang pentanahan. Arus kemudian mengalir kembali ke alat pengukur melalui batang pentanahan dan kabel warna biru (paling kiri). Tabel II. Untuk memperoleh tahanan pentanahan di humus lembab batang pentanahannya dipancang sedalam 5 m tetapi bila di pasir kering kedalamannya harus 165 m. Tetapi pembukaan dan penutupan sudu jalan 134 .2 menunjukkan tahanan jenis berbagai macam tanah serta tahanan pentanahan dengan berbagai aman dan apabila digunakan pita pentanahan (grounding strip) dengan berbagai ukuran panjang. Cara mengukur tahanan tanah secara umum adalah seperti yang ditunjukkan oleh Gambar II. dan lingkaran pengaruh ini makin dekat dengan batang pentanahan. Hal ini disebabkan oleh adanya variasi jenis tanah seperti tersebut di atas. Pada ini tampak batang pentanahan yang akadiukur tahanan pentanahannya ditanam paling kiri.118. Pembukaan dan penutupan saklar rangkaian listrik bisa dilakukan dengan pulsa digital karena hanya memerlukan dua macam posisi. Pengukuran dilakukan pada konduktor yang menghubungkan batang pentanahan dengan alat yang ditanahkan oleh batang harus dilepas.

Fault Recording 135 start-stop saja bahkan dengan tombol untuk mengatur daya yang . penuh (full automatic control) telah banyak dilakukan pada PLTA dan PLTG. Data Acquisition Program ini menyelenggarakan pengumpulan dan penyajian data dan inforimasi yang diinginkan. Threshold Values Program ini mengatur pemberian peringatan (warning) apabila ada besaran yang melampaui nilai batas yang diperbolehkan. c. b.dari air yang dilakukan melalui pengaturan sekunder governor memerlukan gerakan analog sehingga didapat pengaturan yang halus. Dari segi perangkat lunak (software) umumnya instalasi kontrol dari pusat listrik dilengkapi dengan program sebagai berikut: a. PLTA dioperasikan secara otomatis dari jarak jauh (remote) dengan menekan tombol dibangkitkan. Kontrol otomatis secara.

e. program automatic control yang ada padanya (udara tekan) dari sebuah PLTD. Instalasi kontrol juga berinteraksi dengan instalasi proteksi.Program ini mencatat kejadian-kejadian yang tidak normal (gangguan) dan memberikan analisisnya. Jika suatu terdiri atas beberapa unit maka banyaknya katup emergency adalah sama dengan jumlah magnet yang membuka katup diperintah oleh diferensial. Pada PLTA dan PLTU yang kapasitasnya umumnya lebih besar dari pada PLTD diperlukan pengaturan daya yang dibangkitkan melalui pengaturan katup air dari turbin air atau pengaturan katup (throttle) uap dari turbin uap yang membutuhkan gaya yang besar. Dalam praktik setiap botol angin atau reservoir udara tekan harus dilengkapi katup pengaman dan katup pembuang kandungan uap air udara yang mengembun di dalam botol angin atau reservoir udara tekan tersebut. kemudian instalasi kontrol ini melakukan langkah-langkah pengaturan. Program untuk start dan stop secara otomatis serta pengaturan dayanya. start dan katup emergency stop relai relai-relai yang dikehendaki oleh sistem proteksi misalnya oleh relai tekanan minyak pelumas rendah dan relai suhu air pendingin tinggi. Program ini mencatat besaran-besaran tertentu yang berkaitan dengan pemeliharaan. otomatis besaran besaran tertentu misalnya mengatur tekanan dan suhu uap pada PLTU. maka gaya komando (perintah) yang keluar dari governor ini perlu diperkuat melalui suatu amplifier mekanis untuk bisa mengatur katup air atau katup uap seperti tersebut di atas. instalasi kontrol bersangkutan diberi tahu oleh instalasi proteksi kejadian ini. Misalnya jika PMT generator pada PLTU trip relai diferensial yang bekerja. Katup satu arah bisa dibuka oleh elektromagnet yang mendapat arus searah dari baterai. Pengaturan ini dikomando oleh governor. Program Automatic Control Yaitu program untuk mengatur secara. 136 . tetapi governor adalah relatif kecil. yang diperlukan. Sedangkan katup start dibuka oleh elektromagnet yang ada kaitannya dengan tombol start atau handel start dari mesin diesel. misalnya kalau ada gangguan. Program Interupsi Program interupsi memberikan prioritas untuk melakukan interupsi terhadap proses pengambilan data karena ada hal yang urgent yang perlu segera diberitahukan operator. misalnya getaran dan suhu bantalan kemudian menganalisis data ini dan selanjutnya memberikan rekomendasi mengenai langkah pemeliharaan yang harus dilakukan. f.

Pengaturan katup turbin seperti berdekatan dengan turbin yang akan sistem pengaturan hidrolik. cocok dilakukan memakai 137 . artinya tidak bisa mampat atau mengembang seperti halnya udara pada sistem pneumatik. generator. Untuk membatasi jumlah minyak yang diperlukan dalam sistem kontrol hidraulik. Dalam praktik servomotor dilengkapi dengan dashpot yang berfungsi sebagai peredam untuk mencegah terjadinya osilasi. Gaya komando (arus basis) memodulasi minyak bertekanan (tegangan pasokan V) menjadi tekanan tinggi (tegangan emiter) untuk menghasilkan daya yang besar untuk menggerakkan katup (beban). saklar-saklar. susunan rel. sistem proteksi dan pentanahan bagian-bagian Instalasi. reservoir minyak beserta bak minyak diusahakan letaknya diatur katupnya. dapat dibuka atau ditutup dengan memakai motor listrik yang dikomando dari ruang kontrol (control room). Pada sistem kontrol hidraulik perlu diingat bahwa minyak (cairan) adalah tidak kompresibel. uraian di atas. pengatur regangan otomatis.Amplifier mekanis ini dilakukan melalui sistem hidrolik. Katup-katup yang jarang dibuka atau ditutup dan tidak memerlukan pengaturan. sistem excitacy. yang memerlukan gaya mekanik besar dan kontinu. Amplifier mekanis ini analog dengan tabung trioda atau transistor. governor.

138 .

Pada proses konversi tersebut pasti timbul masalah-masalah. 2. Penyediaan air untuk keperluan pendingin Kebutuhan terpenuhinya penyediaan air pendingin khususnya pada pusat pembangkit listrik thermal. meliputi: pengadaan bahan bakar.BAB III PEMBAHASAN 3. Masalah yang timbul pada poses konversi energi tersebut diantaranya adalah: 1. proses pengadaanya dapat berasal asli dari alam dan dapat berasal dari sungai-sungai dan air hujan yang ditampung pada waduk atau bendungan. transportasi bahan bakar. sangat penting keperadaannya seperti pada PLTU dan PLTD. Sedangkan pada PLTG kebutuhan air untuk keperluan pendinginan tidak memerlukan air pendingin yang banyak. PLTU dan PLTD dengan daya terpasang melebihi 25 MW banyak yang dibangun di daerah pantai karena membutuhkan air pendingin dalam jumlah besar sehingga PLTU dan PLTD dapat menggunakan air laut sebagai bahan untuk keperluan air pendingin. diperlukan daerah konservasi hutan pada daerah aliran sungai (DAS) agar supaya hutan berfungsi sebagai penyimpan air sehingga tidak timbul banjir di musim hujan dan sebaliknya tidak terjadi kekeringan pada saat musim kemarau. dan penyimpanan bahan bakar serta faktor keamanan dari resiko terjadinya kebakaran karena kebakaran dapat diakibatkan oleh faktor kelalaian manusia dalam menyimpan bahan bakar maupun akibat terjadinya reaksi kimia dari bahan bakar itu sendiri Energi primer pada PLTA adalah air. 139 . Penyediaan bahan bakar harus optimal. Penyediaan Energi Primer Energi primer untuk pusat pembangkit listrik thermal berupa bahan bakar. Pada PLTA.1 Masalah Utama dalam Pembangkitan Tenaga Listrik Proses pembangkitan energi listrik pada prinsipnya merupakan konversi energi primer menjadi energi mekanik yang berfungsi sebagai penggerak dan penggerak tersebut (energi mekanik) dikonversi oleh generator listrik menjadi tenaga listrik.

Pada PLTD dan PLTG menghasilkan limbah yang berupa minyak pelumas. 3. sedangkan di lain pihak unit pembangkit yang ada menjadi semakin tua dan 140 . maka pusat pembangkit listrik harus mengikuti dan memenuhi pola operasi sistem interkoneksi. tetapi limbah yang berasal dari masyarakat yang masuk ke sungai sering menimbulkan gangguan pada PLTA. sebaliknya gangguan yang disebabkan peti yang terjadi berkali-kali akhirnya dapat mengakibatkan alat (misalnya transformator) menjadi rusak. 7. Selain itu biaya penyediaan tenaga listrik sebagian besar (±60%) untuk operasi pusat pembangkit listrik. khususnya untuk pengadaan bahan bakar. Masalah Limbah Pusat Listrik Tenaga Uap yang menggunakan bahan bakar batu bara. Gangguan sesungguhnya adalah peristiwa hubung singkat yang penyebabnya kebanyakan petir dan tanaman. Gangguan dapat juga disebabkan karena kerusakan alat. Semua PLTU menghasilkan limbah bahan kimia dari air ketel (blow down). Masalah Kebisingan Pada pusat listrik thermal dapat menimbulkan suara keras yang merupakan kebisingan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. dan NO. sehingga tingkat kebisingan yang ditimbulkan harus dijaga supaya tidak melampaui standar kebisingan yang ditetapkan. (yaitu pusat listrik yang beroperasi paralel dengan pusat-pusat pembangkit listrik lain melalui saluran transmisi). 4. Operasi Operasi pusat pembangkit listrik sebagian besar 24 jam sehari. Hal ini disebabkan karena beban yang dihadapi terus bertambah. C02. Apabila pusat pembangkit listrik beroperasi dalam sistem interkoneksi. sehingga perlu dilakukan operasi pusat pembangkit listrik yang efisien. PLTA tidak menghasilkan limbah. Gangguan dan Kerusakan Gangguan adalah peristiwa yang menyebabkan Pemutus Tenaga (PMT) membuka ( trip) di luar kehendak operator sehingga terjadi pemutusan pasokan tenaga listrik. 6.Pada unit-unit PLTD yang kecil. pusat listrik yang berdiri sendiri maupun yang ada dalam sistem interkoneksi memerlukan pengembangan. atau di bawah 3 MW. Pengembangan Pembangkit Pada umumnya. proses pendinginannya dapat menggunakan udara yang berasal dari radiator. 5. menghasilkan limbah abu batu bara d an asap yang mengandung gas S02.

dan pengaruh daerah elektroda dan jarak celah. Jika gedung pusat listrik yang ada masih memungkinkan untuk penambahan unit pembangkit. maka pengembangan pembangkitan dapat dilakukan dengan menambah unit pembangkit dalam gedung pusat listrik yang telah ada tersebut. Elektroda kuningan–Bruce profil dengan luas daerah yang datar dan elektroda baja silindris koaksial dengan jarak celah dalam rentang yang lebar. 1) Peralatan percobaan Untuk memahami analisis yang dilakukan terlebih dahulu meninjau sekilas tentang prosedur dan alat percobaan yang dipakai dalam kegagalan minyak transformator. perawatan sebelum penggunaan minyak dan elektroda. pembilasan dengan air panas dan air suling. Sisa sambungan 141 . penggosongan permukaan secara standar dengan 1000 grade kertas silikon karbid. pengeringan dan pemindahan debu dengan karet busa sintetis. 2) Prosedur pembersihan Persiapan elektroda pertama-tama adalah pencucian dengan trichloroethylene. selain harus memperhatikan masalah gangguan dan kerusakan juga harus memperhatikan masalah saluran transmisi dalam sistem. pengaruh kapasitas paralel terhadap sel pengujian. Ada 3 jenis elektroda yang sering digunakan dalam percobaan yaitu Elektroda baja yang ringan dan kecil (berdiameter 10 mm). Tetapi jika tidak ada lagi kemungkinan memperluas gedung pusat listrik yang ada.2 Analisis Kegagalan Minyak Transformator Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan dielektrik minyak transformator antara lain fenomena stabilisasi.perlu dikeluarkan dari operasi. maka harus dibangun pusat listrik yang baru. Pengembangan pembangkitan khususnya dalam sistem interkoneksi. Elektroda dikeringkan dalam k abinet berlainan udara yang bersekat-sekat dan akhirnya digosok dengan tissue kain tiras lensa dengan memakai acetone setelah itu memakai trichloroethylene. pengaruh kecepatan minyak. Perkembangan Teknologi Pembangkitan Perkembangan teknologi pembangkitan umumnya mengarah pada perbaikan efisiensi dan penerapan teknik konversi energi yang baru dan penurunan bahan bakar baru. kemudian dicuci dalam campuran air panas dan larutan sabun. Perkembangan ini meliputi segi perangkat keras (hardware) seperti komputerisasi dan juga perangkat lunak (software) seperti pengembangan model-model matematika untuk optimasi. 3. 8.

1 Komponen dan cara pemeriksaan transformator tenaga Tabel II. Tegangan yang diberikan dinaikan secara seragam dalam semua pengujian dengan harga rata-rata 2 kV/detik.elektroda dicuci dengan air panas dan larutan sabun dan dibilas sesuai dengan prosedur diatas tiap kali setelah pengujian 3) Pengujian Elektrik Semua pengujian dilakukan dengan gelombang sinus tegangan Ac dengan frekuensi 5 Hz. Sebuah CB dihubungkan ke sisi primer transformator dengan tujuan untuk memutus arus gangguan yang jika arus gangguan dibiarkan terlalu lama akan mengakibatkan karbonisasi dan akan melubangi 3.3 Pemeriksaan Transformator Pemeriksaan transformator tenaga dilaksanakan tahunan dalam keadaan beroperasi.1 di bawah ini: tidak Komponen dan cara pemeriksaan transformator tenaga ditunjukkan pada 142 . Tabel II.

143 .

144 .

Pemeliharaan prediktif (predictive maintenance). Pemeliharaan periodik. Pemeliharaan dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu berdasarkan buku petunjuk pabrik atau statistik kerusakan atau statistik gangguan. keandalan. alat. Getaran poros. Cara ini masih dapat digunakan terhadap alat yang peranannya dalam operasi tidak penting. c. Pemeliharaan rutin bila ada gangguan atau kerusakan.4 Pemeliharaan Umum Pemeliharaan bertujuan mempertahankan efisiensi. Cara ini sekarang banyak dikembangkan. 3. b.3. 145 . pemeliharaan dilaksanakan sebagai berikut: 1. Suhu kumparan dan suhu bantalan. Tahanan isolasi. Dalam perkembangannya. Cara ini dilakukan berdasarkan pengamatan beberapa data kemudian dilakukan analisis atas data ini untuk menentukan kapan perlu dilakukan pemeriksaan atau pemeliharaan suatu. 2. Data yang digunakan untuk analisis pemeliharaan prediktif adalah: a. dan umur ekonomis.

Generator yang tidak mempunyai sistem pendinginan tertutup banyak mendapat debu yang menempel pada isolasi stator maupun rotor. maka selain isolasi stator dan rotor diukur tahanannya. maka perlu dilakukan pembersihan isolasi. e. motor listrik. pemutus tenaga. a) Generator. minyak PMT). media isolasinya ditambah atau diganti. Selain kontaknya perlu diperiksa apakah masih serempak dan apakah ada gerakan kontak rusak. juga suhu udara atau suhu gas hidrogen perlu diukur dan penukar panasnya perlu dibersihkan. sirkuit terbuka. b) Motor listrik. 146 . yaitu generator. titik pentanahan. terutama bila generator tersebut sering berhenti sehingga tidak terjadi pemanasan. d) Pemutus tenaga dan saklar-saklar. Kandungan kotoran (impurities) pada minyak isolasi (minyak transformator. atau gas hidrogen tetapi tertutup melalui penukar panas. Khusus untuk pemeliharaan ptediktif pada transformator diperlukan tambahan dari hasil pengamatan Saat ini sedang dikembangkan berbagai "self diagnostic" program yang banyak digunakan untuk pemeliharaan prediktif 4. e) Baterai aki. Persoalannya sama dengan generator yang pendinginannya dengan udara. Apalagi bila lingkungannya basah. Generator yang pendinginannya dengan udara. Bagian Instalasi yang Harus dipelihara Bagian-bagian instalasi yang harus dipelihara agar kontinuitas suplai listrik tenaga. g. Untuk itu. transformator.d. c) Transformator. f. Hasil pengamatan dengan sinar inframerah. Kualitas media isolasinya perlu diperiksa. Selain isolasi kumparan juga kekotoran minyak perlu diperiksa dan juga kandungan air dan kandungan asamnya. baterai aki. Hasil pengamatan dengan sinar ultraviolet yang dapat mendeteksi adanya kotoran dan partial discharge. bila perlu. isolasi stator dan rotor perlu diukur dan jika hasilnya terlalu rendah. tahanan isolasinya dapat cepat turun. dan sistem proteksi.

misalnya antara kabel dengan motor listrik. dikeraskan kembali agar kontak sambungannya tetap baik. Sistem proteksi. penyambungan memerlukan keahlian yang lebih tinggi. Dalam instalasi listrik. Kontak sambungan dari semua bagian instalasi listrik perlu diperiksa termasuk dari peralatan tersebut di atas karena kontak sambungan merupakan kelemahan instalasi listrik. Hal ini diperlukan demi keselamatan manusia yang ada di sekitar instalasi listrik. dengan saluran udara. Pada sambungan antara saluran dengan saluran. yaitu: a. Semua titik pentanahan dalam instalasi listrik perlu dijaga agar tahanannya tidak melebihi 4 ohm. Sambungan ini harus secara periodik dikontrol dan bila perlu dibersihkan serta. Sambungan antara saluran dengan saluran. misalnya antara dua ujung kabel 20 kV. perlu dicek dan dijaga agar berfungsi secara benar. Kualitas elektrolitnya juga perlu dicek. i) Sambungan listrik. h) Sistem proteksi. sambungan listrik merupakan salah satu titik lemah (sering menjadi sumber gangguan). pipa penyambung ini kemudian cukup dibalut dengan pita isolasi dan diletakkan dalam kotak sambungan. Pekerjaan ini harus dilakukan oleh petugas yang dilatih khusus untuk mengerjakan penyambungan kabel tegangan tinggi yang dalam bahasa Inggris disebut 147 . (misalnya antara kabel dengan kabel) umumnya dilakukan dengan menggunakan pipa penyambung (jointing sleeve). kabel dengan kabel. Sambungan antara saluran dengan sebuah alat. atau antara saluran udara. jika perlu dilakukan penggantian.Tegangan setiap sel perlu diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya sel yang rusak. jangan sampai kontaknya kendur dan menimbulkan gangguan. bila perlu dilakukan penambahan atau penggantian. Pada sambungan kategori (a) antara saluran dengan suatu alat (misalnya sambungan kabel dengan motor listrik) umumnya dilakukan dengan menggunakan sepatu kabel pada ujung kabel yang kemudian dijepit pada klem motor berupa baut dan mur penjepit. khususnya relai-relai. g) Titik pentanahan. b. misalnya antara. Pada sambungan tegangan rendah. Tetapi untuk sambungan antara 2 kabel tegangan tinggi. Sambungan listrik dibagi menjadi 2 kategori. f) Semua kontak sambungan. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan sinar inframerah.

Penyambungan ini harus dilakukan dengan menggunakan klem khusus yang disebut klem bimetal. baik tegangan rendah maupun tegangan tinggi. Dalam turbin uap. Hal ini dilakukan dalam ruang bakar dari ketel uap PLTU. penyambungan atau pencabangan umumnya dilakukan dengan klem khusus. 3. Pekerjaan penyambungan kabel tegangan tinggi memerlukan ketelitian dan kebersihan dalam pelaksanaannya. kemudian ditutup dengan tutup plastik untuk mencegah gemuk tersebut hilang akibat siraman air hujan. ada pula yang menggunakan cara penjepitan dengan tekanan yang dalam bahasa Inggris disebut compression joint. Di jaringan tegangan rendah.cable jointer. Klem ini ada yang menggunakan cara pengikatan dengan mur dan baut. Dalam instalasi listrik banyak digunakan peralatan terutama konduktor yang dibuat dari tembaga maupun dari aluminium. proses tersebut di atas digambarkan oleh Gambar III. sambungan ini akan mengalami korosi dan akhimya menimbulkan gangguan. begitu pula harganya umumnya lebih mahal daripada aluminium. Konversi energi tingkat pertama yang berlangsung dalam PLTU adalah konversi energi primer menjadi energi panas (kalor). energi uap dikonversikan menjadi energi mekanis penggerak generator. Oleh karena itu. dan akhirnya energi mekanik dari turbin uap ini dikonversikan menjadi energi listrik oleh generator.19 148 . Konversi Energi Dalam PLTU. Uap dari drum ketel dialirkan ke turbin uap. energi primer yang dikonversikan menjadi energi listrik adalah bahan bakar. Baban bakar yang digunakan dapat berupa batubara (padat). tetapi tembaga lebih berat daripada aluminium. Energi panas ini kemudian dipindahkan ke dalam air yang ada dalam pipa ketel untuk menghasilkan uap yang dikumpulkan dalam drum dari ketel. Titik temu atau titik sambung antara tembaga dengan aluminium harus diperhatikan secara khusus karena bila disambung tanpa alat khusus. atau gas.5 Masalah Operasi pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap 1. tidak dapat dihindarkan terjadinya pertemuan/ penyambungan konduktor atau terminal alat yang terbuat dari tembaga dengan konduktor yang terbuat dari aluminium. Pada saluran listrik yang terbuka. penyambungan konduktor tembaga dengan konduktor aluminium sering dilakukan dengan menggunakan klem aluminium yang ditutup dengan tutup gemuk (grease) pencegah korosi. minyak (cair). Ada kalanya PLTU menggunakan kombinasi beberapa macam bahan bakar. Secara skematis.

Gambar III. di atas 200 MW. Untuk melaksanakan pembakaran diperlukan oksigen yang diambil dari udara. konduksi. yang dayanya relatif besar. misalnya bahan bakar minyak banyak memindahkan kalori hasil pembakarannya melalui radiasi dibandingkan bahan bakar lainnya. Air dipompakan ke dalam drum dan selanjutnya mengalir ke pipa-pipa air yang merupakan dinding yang mengelilingi ruang bakar ketel. Untuk keperluan memasok udara dalam ruang bakar. PLTU umumnyamemiliki pemanas ulang dan pemanas awal serta mempunyai 3 turbin yaitu turbin tekanan tinggi. diperlukan kipas (ventilator) tekan dan kipas isap yang dipasang masing-masing pada ujung masuk udara ke ruang bakar dan pada ujung keluar udara dari ruang bakar.19 menggambarkan siklus uap dan air yang berlangsung dalam PLTU. dan turbin tekanan rendah. Energi panas hasil pembakaran ini dipindahkan ke air yang ada dalam pipa air melalui proses radiasi. diperlukan pasokan udara yang cukup dalam ruang bakar. Oleh karena itu. dan konveksi. Ke dalam ruang bakar ketel disemprotkan bahan bakar dan udara pembakaran. turbin tekanan menengah. Untuk setiap macam bahan bakar. Pembakaran bahan bakar dalam ruang bakar mengubah energi kimia yang terkandung dalam bahan bakar menjadi energi panas (kalor). Bagian yang menggambarkan sirkuit pengolahan untuk suplai dihilangkan untuk penyederhanaan sedangkan suplai air diperlukan karena adanya kebocoran uap pada sambungan-sambungan pipa uap dan adanya blow down air dari drum ketel. Untuk PLTU ukuran ini. 149 . komposisi perpindahan panas berbeda. Bahan bakar yang dicampur udara ini dinyalakan dalam ruang bakar sehingga terjadi pembakaran dalam ruang.

Pemanas Lanjut (Super Heater) Di dalam pemanas lanjut. b. Air yang dipompakan ke dalam ketel. Pemanas Udara. oleh karena adanya gas buang di sekeliling pemanas lanjut.Gas hasil pembakaran dalam ruang bakar setelah setelah diberi “kesempatan” memindahkan energi panasnya ke air yang ada di dalam pipa air ketel. maka akan terjadi korosi pada pemanas udara dan pemanas udara tersebut akan menjadi rusak (keropos). Dengan menempatkan alat-alat tersebut di atas dalam saluran gas buang. gas buang diharapkan masih mempunyai suhu di atas suhu pengembunan asam sulfat (H2SO4). Di sini uap akan mengalami kenaikan suhu yang serupa dengan pemanas lanjut. Economizer. Uap yang mengalir dalam pemanas lanjut ini mengalami kenaikan suhu sehingga uap air ini semakin kering. Uap yang telah digunakan untuk menggerakkan turbin tekanan tinggi. Dengan demikian suhu air akan lebih tinggi ketika masuk ke pipa air di dalam ruang bakar yang selanjutnya akan mengurangi jumlah kalori yang diperlukan untuk penguapan (lebih ekonomis). maka energi panas yang masih terkandung dalam gas buang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. d. yaitu sekitar 18000 C. Hal ini perlu untuk menghindari terjadinya pengembunan asam sulfat di pemanas udara. dialirkan kembali melalui pipa yang dikelilingi oleh gas buang. akan menaikkan suhu air dan 150 yang selanjutnya akan mempertinggi suhu nyala dipindahkan ke dalam air . mengalir uap dari drum ketel yang menuju ke turbin uap tekanan tinggi. Sebelum melalui pemanas udara. Energi panas yang timbul dalam ruang pembakaran sebagai hasil pembakaran. Pemanas Ulang (Reheater). Udara yang akan dialirkan ke ruang pembakaran yang digunakan untuk membakar bahan bakar terlebih dahulu dialirkan melalui pemanas udara agar mendapat pemanasan oleh gas buang sehingga suhu udara pembakaran naik pembakaran. Gas buang masih mempunyai suhu di atas 400o C ini dimanfaatkan untuk memanasi: (lihat Gambar I II. c. terlebih dahulu dialirkan melalui economizer agar mendapat pemanasan oleh gas buang. setelah yang ada dalam pipa air ketel.19) a. Apabila hal ini terjadi. sebelum menuju turbin tekanan menengah. dialirkan melalui saluran pembuangan gas buang untuk selanjutnya dibuang ke udara melalui cerobong. Gas buang sisa pembakaran ini masih mengandung banyak energi panas karena tidak semua energi panasnya dapat dipindahkan ke air yang ada dalam pipa air ketel.

Keluar dari turbin tekanan menengah. dan 151 . Uap yang terkumpul dalam drum ketel mempunyai tekanan dan suhu yang tinggi di mana bisa mencapai sekitar 100 kg/cm dan 5300C. uap langsung dialirkan ke turbin tekanan rendah. Hal ini berbahaya bagi sudu-sudu turbin uap. Kondensor memerlu-kan pendingin untuk meng-embunkan uap yang keluar dari turbin tekanan rendah. di atas 150 MW. harus dicegah. 4) Ada risiko air laut masuk ke dalam sirkuit uap. ada penambahan air untuk mengkompensasi kehilangan air yang terjadi karena kebocoran. penggunaan air laut sebagai air pendingin menimbulkan masalah-masalah sebagai berikut: 1) Material yang dialiri air laut harus material anti korosi (tahan air laut).menghasilkan uap. Setelah air diembunkan dalam kondensor. Dalam tangki pengolah air. Energi uap yang tersimpan dalam drum ketel dapat digunakan untuk mendorong atau memanasi sesuatu (uap ini mengandung enthalpy). CO2. Setelah keluar dari turbin tekanan tinggi. turbin tekanan menengah. u ap dialirkan ke turbin tekanan menengah. air kemudian dipompa ke tangki pengolah air. Di lain pihak. uap dialirkan ke pemanas ulang untuk menerima energi panas dari gas buang sehingga suhunya naik. Oleh karena itu. Oleh karena itu. energi (enthalpy) dari uap dikonversikan menjadi energi mekanis penggerak generator. umumnya terdiri dari 3 kelompok. 3) Selain binatang laut. Turbin tekanan rendah umumnya merupakan turbin dengan aliran u ap ganda dengan arah aliran yang berlawanan untuk mengurangi gaya aksial turbin. Dalam tangki pengolah air. Turbin pada PLTU besar. Uap dari drum ketel mula-mula dialirkan ke turbin tekanan tinggi dengan terlebih dahulu melalui pemanas lanjut agar uapnya menjadi kering. 2) Binatang laut ikut masuk dan berkembang biak dalam saluran air pendingin yang memerlukan pembersihan secara periodik. Drum ketel berisi air di bagian bawah dan uap yang mengandung enthalpy di bagian atas. Uap ini dikumpulkan dalam drum ketel. uap dialirkan ke kondensor untuk diembunkan. dan dalam turbin uap. air diolah agar memenuhi mutu yang diinginkan untuk air ketel. Mutu air ketel antara lain menyangkut kandungan NaCl. karena dapat menggunakan air laut sebagai air pendingin kondensor dalam jumlah yang besar. banyak PLTU dibangun di pantai. Dari turbin tekanan rendah. kotoran air laut juga ikut masuk dan akan menyumbat pipa-pipa kondensor sehingga diperlukan pembersihan pipa kondensor secara periodik. Uap dari drum ketel dialirkan ke turbin uap. dan turbin tekanan rendah. Dari pemanas ulang. yaitu turbin tekanan tinggi.

air mengambil energi panas dari gas buang sehingga naik. tetapi terlebih dahulu melalui Economizer. yaitu pemanas yang akan masuk ke economizer sebelum masuk ke ketel uap.25 adalah foto-foto dari berbagai bagian PLTU.20. Dari tangki pengolah air. sampai III. Pada PLTU yang besar. Dalam Economizer. kemudian baru mengalir ke ketel uap. biasanya digunakan pemanas awal ke heater. Gambar III. 152 .derajat keasaman (pH). Pemanas awal ini ada 2 buah. air dipompa kembali ke ketel. di atas 150 MW. masing-masing menggunakan uap yang diambil (di-tap) dari turbin tekanan menengah dan dari turbin tekanan rendah sehingga didapat pemanas awal tekanan menengah dan pemanas awal tekanan rendah.

153 .

diperlukan untuk menghasilkan uap dalam jumlah yang cukup untuk operasi (biasanya dinyatakan dalam ton per 154 . Jika PLTU yang telah beroperasi dihentikan. suhu turbin adalah sama dengan suhu ruangan. Masalah Operasi Untuk men-start PLTU dari keadaan dingin sampai operasi dengan beban penuh. Selain waktu yang diperlukan untuk menghasilkan uap. dibutuhkan waktu antara 6-8 jam.2. yang cukup untuk operasi. Sebelum di-start. tetapi uapnya dijaga agar tetap panas dalam drum ketel dengan cara tetap menyalakan api secukupnya untuk menjaga suhu dan tekanan uap ada di sekitar n ilai operasi (yaitu sekitar 5000 C dan sekitar 100 kg/cm 2) maka untuk mengoperasikannya kembali sampai beban penuh diperlukan waktu kira-kira I jam. juga perlu diperhatikan masalah pemuaian bagian-bagian turbin. Waktu yang lama untuk mengoperasikan PLTU tersebut di atas terutama jam).

sudu-sudu jalan turbin dengan sudusudu tetap yang menempel pada rumah turbin. yaitu dengan cara menutup katup uap turbin. maka turbin kehilangan beban secara mendadak. aliran uap ke turbin harus dihentikan. seperti: bantalan. Pemberhentian aliran uap ke turbin dengan menutup katup u ap turbin secara mendadak menyebabkan uap mengumpul dalam drum k etel sehingga tekanan uap dalam drum ketel naik dengan cepat dan akhirnya menyebabkan katup pengaman pada drum membuka dan uap dibuang ke udara. . Untuk mencegah hal ini.Pada waktu start. maka akan merusak bagian-bagian yang berputar pada turbin maupun pada generator. sedangkan pemuaian yang tidak merata dapat menyebabkan bagian yang bergerak (berputar) bergesekan dengan bagian yang diam. dialirkan uap dengan suhu sekitar 5000C. misalnya antara. (PMT) generator yang digerakkan turbin trip. tinggi dari by pass. sudu jalan turbin. Dari uraian di atas tampak bahwa perubahan beban secara mendadak memerlukan pula langkah pengurangan produksi uap secara mendadak agar tidak terlalu banyak uap yang harus 155 Tetapi sistem by pass memerlukan biaya investasi tambahan karena kondensor harus tahan suhu tinggi dan tekanan . dan kumparan arus searah yang ada pada rotor generator. Bisa juga sebagian dari uap di by pass ke kondensor. Hal ini harus dilakukan secara bertahap agar jangan sampai terjadi pemuaian yang berlebihan dan tidak merata. Dengan cara by pass ini tidak terlalu banyak uap yang hilang sehingga sewaktu turbin akan dioperasikan kembali banyak waktu dapat dihemat untuk start. Hal ini menyebabkan putaran turbin akan naik secara mendadak dan apabila hal ini tidak dihentikan. Pemuaian yang berlebihan dapat menimbulkan tegangan mekanis (mechanical stress) yang berlebihan. Apabila turbin sedang berbeban penuh kemudian terjadi gangguan yang menyebabkan pemutus tenaga.

sebaiknya PLTU tidak dioperasikan dengan persentase perubahan-perubahan beban yang besar. Efisiensi thermis dari PLTU berkisar pada angka 35-38%. secara periodik saluran air pendingin (baik yang berupa saluran terbuka maupun pipa) luar secara periodik dibersihkan. Walaupun telah ada soot blower yang dapat gunakan untuk menyemprotkan air pembersih pada pipa air ketel. 156 . Pemeliharaan Bagian-bagian PLTU yang memerlukan pemeliharaan secara periodik adalah bagian-bagian yang berhubungan dengan gas buang dan air pendingin. Untuk mengurangi binatang laut ini ada chlorination plant yang menyuntikkan gas klor ke dalam. dan karena penampangnya kecil. pipa ini juga memerlukan pembersihan yang lebih sering dari pada bagian saluran air pendingin yang lain. Efisiensi PLTU banyak dipengaruhi ukuran PLTU. Oleh karena itu. Pada pipa air ketel umumnya banyak abu yang menempel dan perlu dibersihkan agar proses perpindahan panas dari ruang bakar ke air melalui dinding pipa tidak terhambat. 3. Mengingat masalah-masalah tersebut di atas yang menyangkut masalah proses produksi uap dan masalah-masalah pemuaian yang terjadi dalam turbin. Pipa kondensor yang juga dilalui air pendingin. air pendingin (air laut) ini. Untuk pembersihan pipa air kondensor tidak memerlukan penghentian operasi dari unit pembangkitnya. hanya memerlukan penurunan beban karena pipa kondensor dapat dibersihkan secara bertahap. tetapi tidak semua bagian pipa air ketel uap dapat dijangkau oleh air pembersih soot blower ini sehingga diperlukan kesempatan untuk pembersihan bagian yang tidak terjangkau oleh soot blower tersebut. ketel uap dan pipapipa air pendingin termasuk pipa kondensor. masih cukup banyak panas yang tinggal dalam ruang bakar untuk menghasilkan u ap sehingga pompa pengisi ketel harus tetap mengisi air ke dalam ketel untuk mencegah penurunan level air dalam drum yang tidak dikehendaki. Saluran air pendingin. Pipa-pipa semua memerlukan pembersihan secara periodik. karena ukuran PLTU menentukan ekonomis tidaknya penggunaan pemanas ulang dan pemanas awal. Langkah pengurangan fluksi dilakukan d engan mematikan nyala api dalam ruang bakar ketel dan mengurangi pengisian air ketel ini bahwa walaupun nyala api dalam ruang bakar padam. yaitu pipa-pipa air. umumnya ditempeli binatang laut yang berkembang biak dan juga ditempeli kotoran air laut sehingga luas penampang efektif dari saluran tersebut menurun.dibuang ke udara. terutama jika menggunakan air laut.

Oleh karena itu. Kotak-kotak saluran listrik dan saklar-saklar. Penyimpanan Bahan Bakar Karena banyaknya bahan bakar yang ditimbun di PLTU. pemeriksaan turbin uap dapat dilakukan dalam setiap 20. maka pekerjaan-pekerjaan tersebut dilakukan sekaligus sewaktu unit menjalani overhaul yang dilakukan secara periodik yakni sekali dalam 10. hal ini berarti bahwa tingkat kebocoran kondensor tinggi. Bagian-bagian PLTU lain yang rawan kerusakan dan perlu perhatian/pengecekan periodik adalah: a. economizer.Pipa kondensor PLTU yang digunakan ada yang terbuat dari tembaga dan ada yang terbuat dari titanium. Karena daya hantar panas titanium tidak sebaik daya hantar panas tembaga. Itulah sebabnya. maka perlu perhatian khusus mengenai pengelolaan penimbunan bahan bakar agar tidak terjadi kebakaran. pada penggunaan pipa titanium dilengkapi dengan bola-bola pembersih. Oleh karena itu. Daya hantar panas tembaga lebih baik daripada titanium. Tingkat kebocoran ini dapat dilihat dari daya hantar listrik air ketel. turbin uap tidak banyak memerlukan pemeliharaan asal saja kualitas uap terjaga dengan baik. Dibandingkan dengan ketel uap. c. Semua peralatan yang ada dalam saluran gas buang perlu dibersihkan secara periodik. Apabila terjadi kebocoran. seperti bantalan dan roda gigi. Seharusnya di 157 . Apabila daya hantar listrik ini tinggi. pemanas ulang. Sambungan pipa kondensor dengan dindingnya merupakan bagian yang rawan terhadap kebocoran. digunakan pipa titanium karena diperlukan pipa yang panjang. Bagian yang mempertemukan dua zat yang suhunya berbeda. 4.000 jam operasi. Bagian-bagian yang bergeser satu sama lain. Karena sebagian besar dari pekerjaan pemeliharaan tersebut di atas memerlukan penghentian operasi unit yang bersangkutan apabila dilaksanakan. b. yaitu pemanas lanjut. misalnya kondensor dan penukar panas (heat exchanger).000 jam operasi untuk waktu kira-kira 3 minggu. dan pemanas udara. tetapi kekuatan mekanisnya tidak sebaik titanium. maka air laut yang mengandung NaCl masuk ke dalam sirkuit air ketel dan sangat berbahaya bagi ketel uap maupun bagi turbin. pada unit PLTU yang besar. maka soal kebersihan dinding pipa titanium lebih memerlukan perhatian dari pada pipa tembaga. misalnya pada Unit 400 MW.

158 . PLTU dapat dibangun dengan daya terpasang di atas 1. Ukuran PLTU Dari uraian dalam beberapa sub bab terdahulu. maka PLTU baru ekonomis dibangun dengan daya terpasang di atas 10 MW per unitnya. alat-alat pendeteksian kebocoran harus dapat diandalkan untuk mencegah terjadinya kebakaran. maka harus ada instalasi pemadam kebakaran yang memadai dan personil perlu dilatih secara periodik untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran. Unit PLTU milik PLN yang terbesar saat ini adalah 600 MW di Suralaya. tampak bahwa dalam instalasi PLTU terdapat banyak peralatan. Selain abu halus yang ditangkap di cerobong. gas buang yang keluar dari cerobong masih mengandung gas-gas yang kurang baik bagi kesehatan manusia. jatuh dan ditangkap di bagian bawah ruang bakar. 5. Secara teknis. Abu dari PLTU. pada penggunaan gas. semakin ekonomis. 6. Semakin besar daya terpasangnya. harus dilakukan pembalikan serta penyiraman batubara agar tidak terjadi penyalaan sendiri. Pada penimbunan batubara. ada bagian-bagian abu yang relatif besar. Oleh karena itu. Walaupun abunya telah ditangkap. dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan sipil. harus dicegah terjadinya kebocoran yang dapat mengalirkan BBM tersebut ke bagian instalasi yang bersuhu tinggi sehingga dapat terjadi kebakaran. Volume bak pengaman ini harus sama dengan volume tangki sehingga kalau terjadi kebocoran besar.sekeliling tangki BBM dibangun bak pengaman yang berupa dinding tembok.000 MW per unitnya. pendeteksian kebocoran bahan bakar gas (BBG) lebih sulit dibandingkan dengan kebocoran bahan bakar minyak (BBM). Karena risiko terjadinya kebakaran pada PLTU besar. ada penangkap abu agar pencemaran lingkungan dapat dibuat minimal. baik yang halus maupun yang kasar. Faktor utama yang menentukan ukuran PLTU yang dapat dibangun adalah tersedianya bahan bakar dan air pendingin. Pada penggunaan gas sebagai bahan bakar. mengingat gas hidrogen juga mudah terbakar. Jawa Barat. Masalah Lingkungan Gas buang yang keluar dari cerobong PLTU mempunyai potensi mencemari lingkungan. Pengawasan kebocoran gas hidrogen yang digunakan sebagai bahan pendingin generator serupa dengan pengawasan kebocoran BBG. selain tanah yang cukup luas. Mengingat hal-hal ini. BBM ini tidak mengalir ke mana-mana karena semuanya tertampung oleh bak pengaman tersebut. Oleh karena itu. Pada penimbunan bahan bakar minyak (BBM).

Bahan kimia ini akhirnya akan terkumpul dan harus dibuang secara periodik (blow down). dalam pengolah air ketel. khususnya batubara yang digunakan. Penggunaan Bahan Kimia Pada PLTU. Untuk mengeliminasi garam-garam kalsium ini ditambahkan soda ash (natrium 159 . air dilunakkan (softening) terlebih dahulu. suhunya bisa mencapai sekitar 20000C. Penyuntikan gas klor ini tidak dilakukan secara kontinu untuk mencegah kekebalan mikroorganisme. dalam air ketel masih terkandung CaSO4 dan CaC12 (hasil klorinasi). Air pengisi ketel. hidrat. Air pendingin dari air laut. dan hidrokarbonat (HCO3OH-.seperti SO2. yaitu beberapa ton per detik. sebelum dipompakan ke economizer. Air laut mengandung berbagai bakteri (mikroorganisme) yang dapat tumbuh sebagai tanaman dan menempel pada saluran sehingga mengurangi efektivitas dan efisiensi sistem pendinginan PLTU. CO2). b. Hal-hal yang harus dijaga adalah: 1). Mutu air ketel harus dijaga agar tidak merusak bagian-bagian ketel maupun bagian-bagian turbin. harus dipasang alat penyaring gas-gas ini agar kadarnya yang masuk ke udara tidak melampaui batas yang diizinkan oleh pernerintah. Garam-garam ini pada tekanan dan suhu tinggi mudah mengendap disebabkan kelarutannya yang kecil. yang telah melalui economizer. Untuk mencegah tejadinya endapan (scaling) ini. Kadar dari gas-gas ini tergantung kepada kualitas bahan bakar. Untuk mengurangi pengaruh mikro-organisme ini ke dalam saluran air disuntikkan gas klor (Cl2) untuk membunuh mikroorganisme ini. Endapan akan menempel pada dinding dalam pipa ketel dan menjadikan lapisan isolasi kerak panas (scaling) sehingga mengurangi efisiensi ketel dan juga dapat menimbulkan pemanasan setempat yang berlebihan. Kekerasan ( hardness) dari air yang menyangkut kandungan garam kalsium dan magnesium. digunakan bahan kimia yang dapat menimbulkan masalah lingkungan. NOx. dan CO2. air pengisi ketel sebelum melalui economizer. untuk membunuh binatang dan tumbuhan laut agar tidak menyumbat saluran air pendingin. Air pendingin dari air laut diperlukan dalam jumlah besar. Bahanbahan kimia tersebut digunakan pada: a. Pada umumnya kedua logam tersebut membentuk garam dengan karbonat. Proses pelunakan ini menggunakan soda lime (campuran antara KOH dan atau NaOH dengan Ca(OH)2) sehingga timbul reaksi kimia. S04 2-. Bila perlu. Untuk itu. 7. Setelah penambahan soda lime. sulfat. ditambah soda lime untuk mencegah timbulnya endapan pada pipa ketel uap.

misalnya asam sulfat H2SO4. maka asam-asam yang tertinggal dalam larutan akan dihilangkan dan menghasilkan air yang mungkin lebih murni dari air destilasi. makin tinggi kemungkinan terjadi scaling. Gas ini harus dibersihkan dari ketel. Hal ini dilakukan dalam deaerator di mana air pengisi ketel disemprotkan menjadi butir-butir kecil dan dalam arah berlawanan (ke atas) disemprotkan uap panas yang akan menangkap O2. Begitu pula acuan ini mengajukan nilai pH air pengisi ketel sebaiknya antara 10 dan ll. 3). Gas clor (Cl) yang sifatnya sangat korosif mungkin terbawa melalui kebocoran kondensor. Untuk mencegah scaling (kerak) atau korosi oleh air pengisi ketel. Kation seperti magnesium dan kalsium dapat dihilangkan dengan proses penukaran ion dengan ion hidrogen. dan lain-lain. Segala endapan yang terjadi pada proses pengolahan air pengisi ketel ini harus dibuang melalui proses blow down dari air drum ketel dan harus memenuhi syarat lingkungan. Untuk menangkap gas klor dapat digunakan filter arang. pH yang terlalu tinggi akan memicu tejadinya scaling. Makin tinggi tekanan uap ketel. Seperti tersebut dalam butir a. Misalnya bila terlalu tinggi maka dapat ditambahkan NaH2PO4 atau Na2HPO4. Alkalinitas yang tinggi disebabkan oleh berbagai macam unsur yang ada dalam air ketel di mana dapat menghasilkan buih dan menyebabkan carry over. Kadar oksigen (O2) juga harus dibatasi karena O2 merusak ketel maupun turbin pada suhu di atas 2000C. 2). pH diatur dengan penambahan buffer phospat. air pendingin disuntik dengan gas klor sehingga dapat tejadi kebocoran ini. dan bila pH terlalu rendah dapat ditambahkan Na3PO4 pH diatur hingga mendekati 10-11. nilai pH air pengisi ketel perlu dikontrol agar berada pada nilai antara 9. 6). 7).karbonat = Na2CO3). Jumlah mineral yang ada dalam air ketel dapat juga dikontrol dengan cara melakukan serangkaian proses demineralisasi. Setelah itu dilakukan filtrasi (penapisan) untuk menghilangkan garamgaram yang mengendap. asam klorida HCI. misalnya pasir dan airnya diberi tekanan. Kotoran-kotoran lain yang terbawa dalam air pengisi ketel dapat disaring dengan saringan mekanis. 160 .5 sampai 11. 5). Bila air ketel kemudian dilewatkan dalam vacum deaerator untuk mengurangi O2 dan CO2 kemudian dilewatkan lagi dalam proses penukar anion. 4). sementara anionnya tertinggal dalam air ketel dengan bentuk.

yang dibuat dengan bor tanah. · Abu cerobong yang ditangkap oleh electrostatic precipitator. Kadang-kadang air ketel ini perlu ditekan agar bisa melalui ruangan yang kerapatannya tertentu. bisa dipakai sebagai bahan campuran beton. Instalasi Pengolah Air Ketel Adanya blow down air dari drum ketel untuk membuang bahan-bahan kimia.menyebabkan perlu adanya suplisi air ketel. desalinization plant sangat membantu pengolahan air pengisi ketel jika dibandingkan dengan penggunaan air sumur yang mengandung PLTU yang menggunakan bahan bakar batubara menghasilkan 2 macam abu: · Abu dari bagian bawah ruang bakar. Sumur. air sungai atau air dari danau relatif paling banyak mengandung kotoran dan zat-zat sehingga proses pembersihannya paling sukar. Instalasi pengolah air ketel berfungsi untuk membersihkan air yang berasal dari sumbersumber tersebut agar memenuhi syarat sebagai air ketel dalam arti tidak akan merusak.Penggunaan air murni hasil destilasi dalam banyak macam zat. bisa dijadikan bahan lapisan pengeras jalan. di mana air laut diuapkan kemudian diembunkan kembali. Air dari PAM walaupun layak minum bagi manusia belum tentu memenuhi syarat sebagai air ketel. Oleh karenanya harus dihindarkan keberadaannya dalam air ketel. Air hasil sulingan ini kemungkinan mengandung gas Cl2 dan NaCI yang sangat berbahaya bagi ketel. Proses fisik dilakukan dengan melewatkan air pengisi ketel melalui saringan-saringan untuk menyaring kotoran-kotoran yang dikandung air ketel tersebut. 8. Air Laut yang Disuling (Didestilasi) Penyulingan air laut ini dilakukan dalam destalination plant. Dari uraian di atas tampak bahwa abu yang merupakan limbah PLTU batubara dapat diproses sehingga menjadi produk tambahan. Suplai air ini bisa berasal dari Perusahaan Air Minum (PAM). 9. Air sumur ini umumnya membawa banyak mineral yang ada di dalam tanah seperti silika dan kalsium. Dibanding dengan air yang berasal dari sumber-sumber tersebut di atas. Mineral-mineral ini bisa merusak ketel sehingga harus dibuang. yang tidak diinginkan 161 . sesuai dengan kondisi air ketel yang akan disaring. bentuknya besar. turbin dan bagian bagian lain dari instalasi PLTU.

kemudian perlu dilunakkan dengan proses kimia. kemudian endapan dibuang secara mekanis. Dalam proses ini bisa terjadi gumpalan yang perlu diendapkan dengan bantuan bahan kimia tertentu. Mineral-mineral yang ada dalam air ketel secara bertahap dibersihkan. Secara fisik proses ini berlangsung seperti Gambar ditambahkan dengan saringan-saringan. magnesium dan natrium sehingga terbentuk basa Ca(OH)2. Berbeda dengan resin kation.28 meniupkan udara ke arah atas dalam aliran air yang mengalir ke bawah. sehingga didapat air yang jernih. dan H2CO3. magnesium dan natrium. Untuk ini digunakan 2 macam resin yaitu resin kation dan resin anion. Setelah gumpalan mengendap. agar terjadi pengumpulan binatang-binatang (bersarang) dalam instalasi pengolah air ketel. yaitu suatu proses kimia untuk menghilangkan mineral-mineral yang masih terdapat dalam air ketel. Cation dan anion yang sudah kotof dengan ion-ion negatif dan ion-ion positif ini bisa dibersihkan (diregenerasi) dengan melalukan asam pada resin kation dan basa pada resin anion. Dekarbonator berfungsi mengeluarkan CO2 yang larut dalam air ketel dengan cara III. atau dari penyulingan air laut. Untuk membersihkan "kotoran" ini bisa digunakan larutan basa misalnya NaOH. resin anion mempunyai ion negatif hidroksida yang ditempelkan pada polimer positif. Air yang telah dijernihkan ini maupun air yang telah jernih yang berasal dari PAM. Dalam proses yang masih ada dalam air ketel demineralisasi ini dilakukan pengambilan mineral-mineral melalui pertukaran ion. Ion hidroksida negatif ini digunakan untuk menangkap ion-ion positif dari suffat klorida dan karbonat. Anion yang "kotor" mengandung banyak asam H2SO4. HCI. "Kotoran" berupa basa ini bisa dibersihkan dengan menggunakan larutan asam misalnya H2SO4. Mg(OH)2 dan Na(OH)2. sumur. Kation yang telah banyak menangkap banyak ion-ion negatif dan kalsium. Reaksi kimia ini menimbulkan berbagai endapan yang harus disaring oleh saringan (filter). Resin kation mempunyai ion positif hidrogen H2 yang ditempelkan pada polimer yang bermuatan negatif Ion-ion hidrogen positif ini dimaksudkan untuk menangkap kation dari kalsium. berlangsung dalam tangki-tangki baja disertai dengan pompa-pompa penggerak air dan 162 . l angkah berikutnya adalah langkah demineralisasi. sehingga gas CO2 yang larut dalam air tertiup keluar.Pada penggunaan air sungai dan air danau seringkali diperlukan klorinasi (penyuntikan dengan gas C12) untuk membunuh binatang-binatang yang ada dalam air tersebut. Proses pemurnian pendahuluan.

terus ke bawah dan akhirnya keluar.Air yang keluar dari instalasi demineralisasi masih mengandung gas-gas oksigen dan amoniak. uap 163 . Untuk mengeluarkan gas-gas ini.29 menunjukkan rangkaian air ketel uap. Dalam deaerator air disemprotkan melalui sprinkle sehingga menjadi butir-butir kecil yang kemudian jatuh mengalir di atas pelat baja. air ketel yang keluar dari instalasi demineralisasi dialirkan ke deaerator. Gambar III. Di sisi lain.

yaitu pertukaran ion yang terjadi dalam instalasi demineralisasi .0. Proses fisik/mekanis berupa penyaringan melalui saringan yang terjadi dalam saringan. Kualitas air ketel perlu dijaga secara kontinu karena kualitas air ketel yang tidak memenuhi syarat akan merusak peralatan PLTU yang dilaluinya baik ketika berbentuk cair (air) maupun ketika berbentuk uap. Ada proses penyaringan yang menggunakan fenomena osmosa pada membran yang dikombinasi dengan tekanan. air ketel masih diberi zat kimia hydrazin untuk mencegah terjadinya korosi dengan dinding pipa ketel mengingat suhunya sesudah economizer bisa mencapai 2000C. Secara umum jenis pemeliharaan dibagi menjadi 4 yaitu: a. bertentangan dengan arah aliran-aliran air. sebelum masuk economizer. Dari uraian dalam sub bab ini. Setelah keluar dari instalasi pengolah air ketel. Gas C02 di sebagian besar sudah keluar dalam dekarbonizer.0 dan bisa 100% pada pH = 11. Pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Perak Pemeliharaan mempunyai maksud dan tujuan yaitu usaha untuk mempertahankan/mengembalikan kondisi unit/ peralatan agar tetap dalam kondisi prima. dalam arti siap dan handal setiap diperlukan. tampak bahwa pengolahan air ketel secara garis besar terdiri dari: a.3 dan pada nilai pH = 4. Pemeliharaan Rutin 164 . Operasi siklus dapat berjalan dengan baik jika pemeliharaan alat pada sistem berfungsi dalam membantu kerja siklus tersebut.panas dimasukkan dan mengalir ke atas. Proses ini dimaksudkan memperluas dan menipiskan permukaan aliran air sehingga menjadi seluas mungkin. 10. Keberadaan gas oksigen dalam air ketel sangat tidak diharapkan karena sifatnya yang korosif. Dengan proses ini gas oksigen yang ada dalam air ketel diharapkan keluar dan tertiup keluar bersama uap panas. c. b.3 pembuangan bisa 100%. Sedangkan untuk gas amonia (NH3) adalah mulai pH = 7. yang terjadi dalam deaerator kadang-kadang dipakai juga alat pelepas gas (degasfier) dalam bentuk yang berbeda. Proses pelepasan gas secara fisik. Pembuangan gas deaerator berlangsung efektif pada nilai pH rendah mulai kira-kira 8. Proses reaksi kimia seperti yang diuraikan sedangkan proses kimia yang tejadi seperti diuraikan dalam pasal ini merupakan proses kimia elektro.

Pemeliharaan ini dilakukan secara berulang dengan interval waktu maksimum 1 (satu) tahun. 3. dengan sasaran untuk memperbaiki/meningkatkan pelaksanaan inspection performance mesin/unit. Untuk bahan 165 . dengan sasaran untuk mengembalikan unit/peralatan pada performance atau unjuk kerja semula (Commissioning). d. Bahan bakar padat yang banyak digunakan adalah batubara. maupun gas. Pemeliharaan ini pada umumnya dilakukan dalam kondisi unit/peralatan tidak beroperasi. Pemeliharaan Periodik Pemeliharaan periodik ialah pemeliharaan yang dilakukan berdasarkan jam operasi (Time Base Maintenance). Pemeliharaan khusus dapat dilaksanakan pada saat pemeliharaan periodik maupun diluar pemeliharaan periodik. mingguan atau bulanan dalam periode 1 (satu) tahun. Pelaksanaan yang dilakukan dalam pemeliharaan prediktif antara lain: . misalnya harian. Pemeliharaan Prediktif (Predictive Maintenance) Ialah pemeliharaan yang didasarkan atas analisa dan evaluasi kondisi operasi mesin dengan sasaran mengoptimalkan ketersediaan mesin pembangkit dan biaya pemeliharaan. dan dapat dilaksanakan pada saat unit beroperasi maupun tidak beroperasi. maupun berdasarkan monitor kondisi peralatan (Condition Monitoring Base Maintenance). . dan juga didasarkan atas pelaksanaan Predictive Maintenance.Mengadakan analisa kondisi peralatan atau komponen peralatan. . . Pemeliharaan Khusus Pemeliharaan yang direncanakan dan dilaksanakan secara khusus. Pemeliharaan khusus didasarkan atas sebelumnya. Pemeliharaan rutin berjalan (on line maintenance) dilakukan pada kondisi unit beroperasi dan pemeliharaan rutin pencegahan (preventive maintenance) dilakukan dengan rencana waktu yang telah ditetapkan. c. b.1 Bahan Bakar Bahan bakar yang digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik ada yang berbentuk padat. atau setelah overhaul sebelumnya.Mengevaluasi hasil analisa untuk menentukan interval inspection. cair.Mengadakan pemeriksaan dan monitoring secara kontinyu terhadap peralatan pada saat operasi atau pada waktu dilaksanakan inspection/ overhaul.Membuat estimasi sisa umur operasi peralatan sampai memerlukan perbaikan/ penggantian berikutnya.5.

Nilai kalori ini ada 2 macam. N. yaitu nilai atas (Ho) dan nilai bawah (Hu). Untuk penyediaan bahan bakar kayu ini diperlukan lahan yang luas bagi penanaman kayu ipil-ipil ini untuk dapat memasok kayu bagi PLTU secara kontinu dengan daya terpasang tertentu. Pembakaran bahan bakar pada pembangkit listrik termal mengeluarkan gas buang pada suhu yang jauh di atas titik embun air. Selain oleh nilai kalori yang dimilikinya. Di negara-negara maju. karena tercampur dengan bahan-bahan lain yang tergantung pada. di mana makin tua umumya. tetapi yang menjadi sasaran utama bukanlah pembangkitan listriknya. pembangkitan tenaga listrik banyak menggunakan minyak bumi dan gas bumi.bakar cair dan gas. seperti air serta unsur H. Penggunaan kayu ini dapat juga dianggap sebagai energi surya tidak langsung karena kayu adalah hasil fotosintesis yang terjadi dengan bantuan energi surya langsung. perhitungan neraca energi didasarkan pada nilai bawah kalori karena pada suhu gas buang setinggi itu air berada pada fase uap. Tingkat kemurnian batu bara selain menyangkut umumya. Bahan bakar yang lain adalah sampah kota. antara lain adalah nilai kalorinya. Bahan Bakar Padat Di Filipina. sampah kota dijadikan bahan bakar PLTU. yakni sejenis kayu lamtoro. pernah direncanakan PLTU menggunakan kayu (dan turunannya yang disebut juga biomassa) sebagai bahan bakar dengan harapan agar didapat sumber energi terbarukan (renewable energi). O. Hal-hal yang menentukan mutu batubara. maka makin tinggi nilai kalorinya. Jenis kayu yang digunakan dalam bahasa Filipina disebut ipil-ipil. 1. Sedangkan nilai bawah kalori bahan bakar didapat dengan cara mengurangi nilai atasnya dengan kalori pengembunan yang dikandung. juga dipengaruhi oleh tambang asal 166 . Batubara selalu ditempeli zat-zat lain. dan S. Nilai atas kalori bahan bakar didapat dengan cara membakar bahan bakar tersebut sebanyak satu kilogram dan mengukur kalori yang didapat dengan menggunakan kalorimeter pada suhu 15oC sehingga uap air yang didapat dari pembakaran ini (hasil pembakaran) mengembun dan melepaskan kalori pengembunannya. melainkan menyelesaikan masalah sampah kota. mutu batubara juga ditentukan oleh kemurniannya. Batubara berasal dari hutan (kayu) yang tertimbun dalam tanah. Batubara pada dasarnya adalah Karbon (C) yang didapat dari tambang dengan kualitas berbeda-beda. kondisi tambangnya.

Di lain pihak. O. Karena batubara tercampur dengan unsur-unsur H. Bahan bakar padat seperti batubara dibakar dalam ruang bakar ketel uap PLTU untuk mendapatkan energi. yaitu di pemanas udara. Dalam menyediakan batubara untuk PLTU juga harus diperhatikan ada tidaknya unsur yang dapat merusak ketel uap yang terbawa oleh batubara seperti silika yang dapat menyebabkan korosi suhu tinggi.1 di bawah ini menunjukkan klasifikasi batubara secara singkat. maka pada proses pembakaran batu timbul reaksi kimia antara unsur-unsur tersebut dengan oksigen yang ada di udara. Pembakaran itu sendiri sesungguhnya adalah reaksi kimia dengan oksigen O2 yang ada dalam udara. penggunaan batubara dengan nilai kalori yang relatif rendah memerlukan ketel uap yang lebih besar daripada apabila digunakan batubara dengan nilai kalori yang relatif tinggi karena jumlah kilogram batubara yang harus dibakar per satuan waktu menjadi lebih besar untuk mencapai daya bangkitan yang sama.tempat batu bara diambil. Tabel III.9) pada bagian PLTU yang suhunya relatif dingin (di bawah 180oC). bisa mengembun dan menimbulkan korosi suhu rendah. Yang selanjutnya dengan H2O yang ada di udara dapat bereaksi menjadi bermacammacam asam nitrat (HNOx). Selain hal tersebut di atas. serta rendah nilai kalorinya lebih mahal daripada mengangkut energi dalam bentuk listrik yang dihasilkan di dekat tambang bersangkutan. Apabila batubara lignite ada unsur kandungan airnya melebihi 60% sedangkan pada energi dalam bentuk batubara yang banyak mengandung air dan abu. N. dan S. kandungan unsur S yang dapat menimbulkan asam sulfat (H2SO4) sesuai reaksi (3. 167 .

Minyak mentah yang didapat dari tambang.Klasifikasi serta data batubara terbakar. di mana batu bara dialirkan bersarna air pencuci ruang bakar. maka dikembangkan berbagai teknik untuk mengurangi pencemaran.2 menggambarkan data teknis utama dari BBM. Dalam kilang minyak. Bahan cair. Unsur-unsur tersebut di atas dapat terbakar. Salah satu cara untuk mengurangi pencemaran oleh gas buang hasil pembakaran batubara ialah dengan menggunakan fluedized bed combustion. Minyak bumi ini berasal dari binatang-binatang laut yang tertimbun dalam tanah selama berjuta-juta tahun. dan biasa disebut bahan bakar minyak (BBM). artinya molekulnya terdiri dari atom-atom C-H. (ambient mempunyai suhu pengembunan di bawah suhu 168 . suhu pengembunannya ada di atas suhu ruangan temperature). minyak mentah ini didestilasi sehingga produk dari kilang ada yang berupa minyak hasil destilasi dan minyak sisa destilasi (residu). kemudian diolah dalam kilang minyak.Dalam penyediaan batubara untuk PLTU juga harus diperhatikan tingkat kekerasan batubara. Bahan bakar cair yang banyak digunakan adalah minyak bumi. Minyak hasil destilasi sifatnya ringan. minyak bumi selalu didapat di dataran rendah dekat pantai yang diduga dulunya adalah laut atau di lepas pantai. Karena hasil pembakaran batubara menimbulkan gas-gas ikutan yang membuat pencemaran. Tabel III. 2. sedangkan bahan bakar gas ruangan. Hal ini berkaitan degan kekuatan mesin giling pembuat serbuk batubara dari PLTU bersangkutan. Mengenai bentuknya (cair atau gas) disebabkan karena suhu pengembunannya yang berbeda. bereaksi dengan O2 yang menghasilkan energi panas. Bahan Bakar Cair Bahan bakar cair dan gas adalah persenyawaan hidrokarbon. Tetapi ada juga zat-zat yang tidak bisa Tabel III. Oleh karena itu.1. yang didapat dari tambang darat maupun tambang lepas pantai dalam bentuk minyak mentah (crude oil). sedangkan yang hasil residu berat. seperti air dan abu yang dikandung batubara.

Susunan atomnya berbentuk rantai terbuka dengan ikatan rangkap tiga (triple bond) antara dua atom C. yang tergolong berat adalah marine fuel oil LIMFO. Naphthenes (Cydanes) c. Aromatics Tabel III .3 menggambarkan susunan atom pada molekul aliphatics.Di Indonesia.Olefin (alkenes) dengan rumus CH2n-2 c. Bentuk yang paling sederhana dari sub-kelompok ini adalah ethylene dengan rumus CA Yang berbentuk gas karena titik didihnya = -1030 C. Atom H di sini mempunyai ikatan tunggal (singlebonded). dan yang tergolong ekstra berat adalah parafin (wax). ada yang jenuh dengan atom hidrogen dan ada yang tidak jenuh. Susunan atomnya berbentuk rantai terbuka. yang tergolong ringan adalah solar (High Speed DieseLIHSD). Bentuk yang paling sederhana dari sub-kelompok parafin adalah methane dengan rumus C114 yang berbentuk gas karena titik didihnya = -1640C.Acetylenes dengan rumus C112n-2 Sub-kelompok parafin adalah jenuh dengan atom H. yang tergolong medium adalah Intermediate diesel Oil/IDO dan kerosin (minyak tanah). Sub-kelompok olefin tidak jenuh dengan atom H. Aliphatics b. Bahan bakar minyak terdiri dari beberapa persenyawaan Hidrokarbon yang terdapat dalam BBM terdiri dari 3 kelompok: a. kelompok aliphatics dibagi atas sub-kelompok: a. Persenyawaan . Sub-kelompok acetylenes juga tidak jenuh dengan atom H. Bentuk yang paling 169 hidrokarbon. tetapi ikatannya merupakan ikatan ganda (double bond) antara dua atom C. BBM yang disediakan oleh PERTAMINA yang tergolong ekstra ringan adalah bensin.Parafin atau alkanes dengan rumus CH2n+2 b. Tergantung kepada tingkat kejenuhan ini.

Apabila Rantai tertutup ini hanya mengandung ikatan tunggal. yang mempunyai satu ikatan ganda disebut cyclic tidak jenuh CnH2n-21 yang mempunyi dua ikatan ganda disebut cyclic tidak jenuh C. hidrokarbon ini disebut cyclic saturated hidrokarbon dengan rumus umum CA. Hal ini digambarkan oleh Gambar III. Molekul dengan struktur atom berbentuk rantai tertutup (ring) dengan inti molekul benzene secara termal Iebih stabil daripada yang struktur atomnya berbentuk ring sederhana 170 . tetapi lain dari pada kelompok thenes. dan seterusnya.Fl2n-4. Bahan bakar minyak (BBM) dari kelompok Napthanes bisa mengandung Cyclo Pentane C5H10 dan Cyclohexance C6H12. Kestabilan termis dari kelompok aliphatics menjadi lebih tinggi apabila rantai molekulnya lebih pendek.50C. Kelompok aromatics mempunyai susunan molekul berupa rantai tertutup (ring). susunan kimianya tidak mudah berubah. maka hanya 8 atom H yang dapat diikat menjadi C5H8. Molekul Cyclo Pentane dengan buah atom C dapat mengikat 10 atom H apabila hanya ada ikatan tunggal antar atom C yaitu C5H10. kelompok naphthenes lebih stabil dibanding kelompok parafin. Molekul yang mempunyai ikatan atom berupa rantai tertutup (ring) secara kimia lebih stabil dibandingkan gas yang strukturnya rantai terbuka.58. tetapi bila ada ikatan ganda antara atom C. Kelompok Naphthenes mempunyai molekul dengan susunan atom berbentuk rantai tertutup (ring). Pada perubahan suhu. Oleh karena itu. kelompok aromatics ini mengandung ikatan ganda antara atomatom C-nya.sederhana dari sub-kelompok ini adalah acetylene dengan rumus C2H2 berbentuk gas karena titik didihnya = -82.

Contoh dari hidrokarbon dengan cabang struktur ring adalah toluena. Waktu yang diperlukan untuk membakar habis BBM diesel dalam ruang bakar silinder mesin diesel N cepat bagi BBM yang mempunyai berat molekul juga berat j enisnya) kecil dibanding dengan yang mempunyai berat molekul besar. Di samping hidrokarbon yang normal. Contoh dari hidrokarbon dengan struktur rantai uka yang bercabang adalah isooctane C5H18 yang mempunyai kelompok methyl (CH3). untuk mesin diesel 171 . Oleh sebab itu. molekul benzene. Oleh karena itu. ada juga hidrokarbon yang mempunyai cabang berupa rantai dari tai terbuka (isomer) dan cabang berupa rantai dari ring.3 menggambarkan komposisi BBM Diesel yang diproduksi di Soviet.(uaphthenics). yaitu sebuah ion hidrogen yang diganti oleh kelompok methyl CH 3+. Molekul isooctane secara termal lebih stabil daripada molekul dengan struktur atom berupa rantai terbuka. Tabel III. penyalaan hidrokarbon aromatic memerlukan suhu yang lebih tinggi dalam ruang bakar dibanding dengan penyalaan hidrokarbon aliphatic. Molekul toluena secara termal lebih stabil daripada. isooctane normal C8H18+.

BBM yang akan dibakar dalam silinder mesin diesel perlu disaring terlebih dahulu agar tidak menyumbat pengabut dan juga tidak membawa zat-zat yang tidak dapat terbakar.putaran tinggi diperlukan BBM yang lebih ringan daripada untuk mesin diesel dengan putaran rendah. ialah suhu minimum yang dapat menyalakan suatu BBM. Suhu penyalaan sendiri ini. Kerak berupa endapan karbon disebabkan karena pembakaran yang tidak sempurna terhadap karbon ini. yang akan menimbulkan kerak dalam silinder. yaitu gas yang didapat dari dalam bumi yang berasal dari kantong gas yang hanya berisi 172 . Bahan Bakar Gas Bahan bakar gas (1313G) yang digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik umumnya gas bumi. Pembakaran BBM dalam silinder mesin diesel terjadi karena ada penyalaan sendiri (self ignition) BBM yang disemprotkan ke dalam ruang silinder yang berisi udara mampat bersuhu tinggi. Suhu ini harus tercapai sewaktu lang kompresi mesin diesel mendekati titik mata atas saat BBM disemprotkan ke dalam silinder. 3.

Berbeda dengan pada pemakaian bahan bakar padat dan bahan bakar cair. pada pemakaian bahan bakar gas. maka diperlukan rumus untuk mengkonversikan keadaan lapangan ke keadaan standard: 173 . Bahan bakar cair dan bahan bakar gas adalah sama-sama persenyawaan hidrokarbon. Pemakaian bahan bakar gas umumnya dinyatakan dalam standard cubiefoot (SCF). sering digunakan besaran MMSCF. katup penyetop pasokan. Instalasi pipa pemasok gas harus dilengkapi dengan pengatur tekanan. antara lain ke Jepang di mana di Jepang digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik.gas yang dalam bahasa Inggris disebut natural gas. Hal ini disebabkan oleh kebocoran gas tidak terlihat oleh mata. Pasokan gas bagi pusat listrik. Pipa pemasok gas adalah milik perusahaan gas atau milik PERTAMINA. ada gas yang dicairkan dalam bejana bertekanan finggi seperti liquefied natural gas (LNG) dan elpiji (liquefied petroleum gas /LPG). yaitu juta standard cubic foot. Gas LNG dari Indonesia diekspor.61 B). Gas elpiji dalam tabung banyak digunakan sebagai bahan bakar keperluan rumah tangga di Indonesia. Tetapi pada pemakaian gas. saringan serta penangkap air dan kotoran. pusat-pusat listrik yang menggunakan BBG umumnya dipasok melalui pipa. Dalam pembangkitan tenaga listrik. bahaya terjadinya kebakaran paling besar. di mana yang dimaksud dengan standard di sini adalah dalam keadaan suhu 60F (Fahrenheit) dan tekanan 30 inci air raksa (Hg). Karena keadaan di lapangan seringkali tidak sama dengan keadaan standard tersebut di atas. Hanya saja gas dalam keadaan normal artinya pada sulm dan tekanan udara bebas berada dalam fase gas karena titik didihnya (yang juga titik embunnya) berada jauh di bawah O0C. tidak ada tempat penimbunan. pengukur pemakaian gas. tekanannya sedikit mungkin harus konstan agar tidak menyebabkan nyala gas (lidah api gas) dalam ruang bakar terganggu yang selanjutnya dapat menimbulkan gangguan penyediaan tenaga listrik. atau dari kantong gas yang ada di atas kantong minyak yang dalam bahasa Inggris disebut petroleum gas (lihat Gambar III.61 A dan Gambar III. Agar dapat dengan mudah diangkut dalam jarak yang jauh. Di Indonesia. misalnya bagi PLTU dan PUG.

Nilai pn bisa didapat dari Tabel III.5 yang menggambarkan sifat termodinamika dari uap. 174 .

Dari uraian di atas, terlihat bahwa kebutuhan oksigen

O2 untuk pembakaran gas alam

tergantung pada komposisinya. Seperti halnya pada bahan bakar minyak, komponen terbesar pada gas alam seperti terlihat pada Tabel III .6 adalah CH4 (methane) dan gas ini akan terbakar. Dibandingkan dengan batubara dan bahan bakar minyak, sebagai bahan bakar, gas alam relatif lebih bersih karena tidak membawa banyak unsur yang berasal dari dalam tanah yang dapat merusak alat-alat unit pembangkit, seperti silika, belerang, vanadium, kalium, dan natrium. Oleh karena. itu, unit pembangkit termal yang memakai gas bisa mempunyai selang waktu pemeliharaan yang lebih lama dibanding apabila memakai batubara atau memakai BBM. 3.5.2 Turbin Cross Flow Turbin crossflow adalah turbin air yang akhir-akhir ini dikembangkan untuk tinggi terjun antara 3 -10 meter dengan debit air yang besarnya mencapai 30 m3/detik. Konstruksi turbin ini digambarkan oleh Gambar III.63 dan tampak bahwa roda air turbin crossflow panjang yang berfungsi menangkap air yang tedun dari sungai. panjangnya roda air ini tergantung pada banyak sedikitnya air yang akan ditangkap. Dengan konstruksi yang panjang ini, maka bangunan sipil pengarah air menjadi sederhana, tetapi pengaturan daya sulit dilakukan. Oleh karena itu, turbin ini hanya baik untuk beban konstan, misalnya menggerakkan generator asinkron dan paralel dengan sistem besar. Daya yang dihasilkan turbin cross flow terbesar baru berkisar di sekitar 400 M, cocok untuk listrik pedesaan karena konstruksinya yang relatif sederhana. 3.5.3 Perlindungan Katodik (Cathodic Protection) Masalah perlindungan katodik terutama timbul pada instalasi PLTU, yaitu di kondensor, di pipa masuk air pendingin (water intake) dan di dermaga tempat membongkar bahan bakar. Perlindungan katodik ini diperlukan untuk mencegah efek elektrolisis yang terjadi yang bisa menyebabkan bagian-bagian instalasi menjadi keropos. Efek elektrolisis ini terjadi karena adanya zat yang dalam hal ini air (pendingin) yang menempel pada bagianbagian instalasi dengan suhu yang berbeda sehingga timbul beda potensial antara bagian-bagian instalasi yang selanjutnya menimbulkan arus listrik. Gambar III.64 menggambarkan efek elektrolisis yang timbul dalam sebuah kondensor PLTU. Air pendingin yang keluar dari kondensor mempunyai suhu t 2 yang lebih tinggi daripada suhu air pendingin yang masuk kondensor, yaitu t1. Dinding kondensor yang kanan, yaitu bagian yang terkena air yang bersuhu t2 akan lebih banyak melepas elektron bebasnya daripada

175

dinding kiri yang bersentuhan dengan. air masuk yang bersuhu t1. Akibatnya, dinding kanan mempunyai potensial listrik yang lebih positif dari pada dinding kiri. Selanjutnya arus listrik akan mengalir dari dinding kanan ke dinding kiri melalui dinding atas dan bawah kondensor. Di dalam air (pendingin) yang ada dalam kondensor, arus listrik mengalir dari kiri ke kanan. Hal ini menyebabkan ion-ion Fe+ mengalir dari dinding kiri ke dinding kanan. sehingga timbul efek elektrolisis. Ion-ion Fe+ ini sebagian ada yang mengalir dan menempel pada pipa-pipa kondensor yang terbuat dari tembaga, karena tembaga lebih banyak melepas elektron bebas ke dalam air daripada besi sehingga potensial listriknya menjadi lebih positif daripada besi.

Efek elektrolisis tersebut di atas lama kelamaan menyebabkan menipisnya dinding kiri dan menebalnya dinding kanan. Begitu pula pipa-pipa tembaga akan menebal karena ditempeli besi yang berasal dari aliran ionion Fe+. Penipisan dinding kiri dari kondensor lama kelamaan dapat merusak dinding tersebut karena menjadi keropos. Di lain pihak, penebalan/pelapisan pipa-pipa kondensor yang terbuat dari tembaga dengan besi akan mengurangi daya hantar panasnya karena besi mempunyai daya

176

hantar yang lebih rendah daripada tembaga. Hal ini selanjutnya akan menurunkan kapasitas pendinginan dari kondensor tersebut. Untuk mencegah terjadinya efek elektrolisis yang tidak menguntungkan seperti tersebut di atas, maka dipasang rangkaian listrik perlindungan katodik seperti ditunjukkan oleh Gambar III.64. Prinsip keda rangkaian ini adalah menyuntikkan arus listrik searah yang arahnya berlawanan dengan arah arus listrik yang menyebabkan timbul efek elektrolisis. Rangkaian ini menggunakan pelat pelindung katodik yang dikorbankan karena akan terimakan dalam proses elektrolisa yang terjadi. Jika pelat pelindung katodik ini habis terelektrolisis, pelat ini dapat diganti dengan yang baru. Selain gaya gerak listrik (GGL) yang timbul antara dinding kanan dan kiri dalam kondensor seperti uraian tersebut di atas, masih ada gaya gerak listrik lain yang terjadi, yaitu GGL kontak antara pipa tembaga dengan dinding besi tempat pipa tembaga tersebut dipasang. GGL kontak ini lebih besar di sebelah kanan dari pada di sebelah kiri, karena suhu di sebelah kanan (t 2) lebih besar dari pada suhu di sebelah kiri (t1). GGL kontak ini akan menimbulkan arus listrik yang bersirkulasi dari ujung pipa tembaga kanan ke dinding besi kanan tempat pipa ini dipasang, ke dinding besi atas dan bawah, ke dinding kiri tempat pipa tembaga ini dipasang, ke ujung pipa tembaga di tempat di mana dipasang, yaitu di dinding kiri terus melalui pipa tembaga kembali ke ujung kanan dari pipa tembaga tempat di mana menempel pada dinding besi.

Persoalan proteksi katodik juga timbul pada instalasi pemasukan air pendingin (water intake) PLTU maupun PLTD dan juga di dermaga tempat pembongkaran bahan bakar.
177

Pada pipa yang panjang dan ditanam dalam tanah serta mengalirkan air masalah efek elektrolisis seperti tersebut diatas bisa juga tejadi, mengingat suhu dan situasi kimia di sepanjang pipa tidak sama sehingga bisa timbul beda potensial listrik antara bagian-bagian pipa. P adalah pelat pelindung katodik. Suhu t2 > t1 dapat terjadi apabila aliran air pendingin atau karena posisi tiang yang berbeda terhadap sinar matahari. 3.5.4 Pemadam Kebakaran Bahaya kebakaran pada pusat-pusat listrik termis relatif besar, karena adanya bahan bakar dalam jumlah besar yang mudah terbakar. Kebakaran pada dasarnya adalah suatu reaksi kimia dengan oksigen (O2). Kebakaran hanya bisa terjadi kalau: a. Ada bahan yang bisa terbakar (fuel) b. Tercapai suhu yang cukup tinggi, yaitu suhu titik nyala dari bahan yang akan terbakar (ignition source). c. Ada oksigen yang cukup untuk terjadinya kebakaran (oxygen). Untuk mencegah terjadinya kebakaran, maka tiga unsur tersebut di atas (yang sering disebut "segitiga bahaya" (hazard triangel) harus dicegah agar tidak timbul secara bersamaan. Apabila sampai terjadi kebakaran, maka alat pemadam kebakaran umumnya berfungsi menghilangkan unsur b dan unsur c. Menghilangkan unsur b, yaitu suhu yang tinggi, dilakukan dengan cara menyemprotkan air. Sedangkan untuk menghilangkan oksigen, dapat dilakukan dengan cara, menyemprotkan serbuk kimia yang akan mengisolir (mengurung) api terhadap oksigen, atau dapat juga dilakukan dengan menyemprotkan gas CO2 untuk mengusir oksigen yang bertemu dengan api. Pada pusat-pusat listrik, umunmya dipasang instalasi pemadam kebakaran yang akan menyemprotkan air atau menyemprotkan gas CO2+ yang tergantung pada jenis bahan yang menimbulkan kebakaran. Apabila kebakaran ditimbulkan oleh cairan yang mudah terbakar (bensin, minyak, dan lain-lain). Air tidak dapat digunakan karena pembanjiran tempat kebakaran dengan air akan menyebarkan cairan yang sedang terbakar tersebut sehingga api makin meluas. Bentuk kebakaran seperti ini (kebakaran kelas B) yang terbaik adalah pemadam kimiawi kering (bubuk) disusul oleh CO2. Apabila kebakaran terjadi pada bagian-bagian listrik yang bertegangan (kebakaran keluar Q air tidak juga dapat digunakan karena air dapat menghantar listrik; pada keadaan ini pun CO2 dan pemadam kimiawi kering (bubuk) adalah pemadam yang
178

terbaik. Untuk kedua jenis kebakaran ini, pemadam kimiawi kering (bubuk) adalah yang terbaik karena di samping menyelungkupi nyala api agar tidak berkontak dengan oksigen udara, penyelungkupan ini juga melindungi petugas pemadam dari radiasi panas nyala api. Melakukan langkah-langkah untuk mencegah kebakaran adalah lebih baik daripada memadamkan kebakaran adalah: 1. Menjauhkan bahan yang mudah terbakar, misalnya bahan bakar dari suhu yang tinggi. Tangki bahan bakar minyak atau minyak pelumas, terutama apabila ditaruh di tempat yang tinggi harus diperhatikan agar bocorannya atau luapannya tidak menyentuh atau mengenai sesuatu yang bersuhu tinggi, niisalnya pipa gas buang atau pipa uap. 2. Timbunan batu bara harus secara teratur dibalik dan disemprot air untuk mencegah terjadinya penyalaan sendiri (self ignition). 3. Dilarang keras merokok di sekitar instalasi bahan bakar, terutama instalasi bahan bakar gas. 4. Kontak-kontak dan sambungan listrik harus tertutup rapat pada instalasi bahan bakar. yang sudah terjadi. Langkah-langkah pencegahan ini antara, lain

5. Dilarang keras melakukan pekerjaan las pada instalasi bahan bakar yang belum dikosongkan. 6. Instalasi bahan bakar harus dilindungi terhadap sambaran petir. 7. Alat-alat proteksi dari instalasi listrik perlu diuji secara periodik agar pasti berfungsi apabila terjadi gangguan hubung singkat sehingga tidak timbul kebakaran. Personil pusat listrik harus secara periodik dilatih memadamkan kebakaran sehingga jika sampai terjadi kebakaran, kebakaran tersebut dapat segera dipadamkan. Alat-alat pendeteksi terjadinya kebakaran harus diuji secara periodik sehingga terjadinya kebakaran dapat diketahui sedini mungkin. Selain instalasi pemadam kebakaran yang terpasang

179

sedangkan viskositas dinamik diukur dalam Poise (P).5. Viskositas (viscosity) Viskositas kinematik BBM (cairan) menggambarkan kekentalan BBM dan hal ini berkaitan dengan tahanan yang dialaminya apabila mengalir melalui pipa atau lubang kecil. maka minyak kebakaran. harus tersedia pula alat-alat pemadam kebakaran yang mobile yang dapat dipindahkan ke tempat yang memerlukannya setiap saat. ruangan tempat penyimpanannya. Satuan titik bakar adalah derajat (0C) Celcius atau derajat (0F) Fahrenheit. derajat (0F) Fahrenheit. 3. Sebagai contoh pemakaian BBM marine fuel oil (MFO) memerlukan pemanasan terlebih dahulu untuk mengurangi viskositas kinematiknya sebelum bisa digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel agar tidak menyumbat pengabut mesin diesel bersangkutan. Titik Bakar (Ignition Point) Titik bakar adalah suhu terendah di mana pada kondisi cukup oksigen. Hal ini diperlukan di daerah beriklim dingin dalam kaitan dengan keperluan menuang BBM atau pelumas di mana satuannya adalah dalam derajat (0C) Celcius atau. Titik Tuang (Pour Point) Titik tuang minyak (cairan) adalah suhu terendah di mana. Satuannya adalah derajat (0C) Celcius atau. pembakaran spontan terjadi. masih ada lagi beberapa spesifikasi bahan bakar terutama bahan bakar minyak (BBM) yang sering diperlukan dalam praktik.pada bangunan. derajat (0F) Fahrenheit. Spesifikasi ini antara lain: 1. kemudian mengenai asbes isolasi pembalut pipa gas buang PLTD atau pipa uap PLTU yang suhunya mencapai titik bakar minyak 180 yang disimpan tersebut akan menyala sendiri dan menimbulkan . Viskositas dinamik BBM adalah viskositas kinematik kali massa jenis BBM. Viskositas kinematik diukur dalam Stokes (St). Apabila suhu ruangan penyimpanan mencapai titik bakarnya. Kebakaran-kebakaran yang terjadi di pusat listrik. Sering digunakan centistokes (cSt) = 1072 Stokes. Titik Nyala (Flash Point) Titik nyala adalah suhu terendah minyak harus dipanaskan agar menghasilkan uap secukupnya untuk bercampur dengan udara dan dapat menyala (flamable) bila dilewati angka api kecil. 3. 2. 4. antara lain disebabkan oleh adanya minyak pelumas atau BBM yang bocor atau meluap dari tangkinya. Titik bakar minyak baik BBM maupun minyak perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan suhu.5 Beberapa Spesifikasi Bahan Bakar Selain calorific value (nilai kalori). minyak masih dapat dituang.

Suhu ini juga perlu diperhatikan seperti halnya titik bakar. tetapi hal ini sudah membahayakan. Satuan angka oktan adalah persen (%). . Satuan titik api adalah derajat (0C) Celcius atau. walaupun penyalaan minyak yang terjadi belum stabil. makin tinggi perbandingan kompresi yang digunakan. 7. penyalaan kabut BBM dalam silinder dilakukan menggunakan busur listrik dari busi sehingga dapat digunakan bahan bakar dengan angka oktan tinggi yang tidak akan menyala sebelum ada loncatan busur listrik dari busi. derajat (0F) Fahrenheit. Angka oktan beberapa BBM adalah Bensin 80-85 Premium 95-98 Super 99-100. Titik bakar batubara lebih tinggi dari pada fitik bakar BBM. Angka oktan = 70 berarti pada bahan bakar yang mempunyai angka oktan ini 70 % volumenya adalah isooctane dan 30 % volumenya adalah nheptane. dapat digunakan BBM yang lebih murah daripada BBM motor bensin.yang mengenainya sehingga minyak tersebut menyala sendiri dan menimbulkan kebakaran dalam pusat listrik. maka makin tinggi perbandingan kompresi silinder motor bakar yang bisa digunakan. Uji Ketergilingan (Grindability Test) Uji ketergilingan adalah pengujian untuk menentukan tingkat ketergilingan relatif atau kemudahan menghancurkan batubara yang sedang diuji dengan membandingkannya terhadap batubara standar. Pada motor bensin. paling sedikit 5 detik. Pada motor diesel bahan bakar diharapkan agar menyala sendiri (tanpa busur listrik dari busi) saat mencapai akhir langkah kompresi. Makin tinggi angka oktannya. Oleh karena itu. 6. start pembangkit listrik dilakukan dengan menggunakan BBM karena suhu ruang bakar masih rendah. Angka Oktan (Octane Number) Angka oktan adalah angka yang menggambarkan banyaknya dalam persentase (%) volume isooctane dalam campuran yang terdiri dari isooctane dan n-heptane yang tidak menimbulkan letupan (knock) pada minyak bakar yang diuji dalam ruang kompresi sebuah silinder motor bakar. 5. 181 Oleh karena itu. Titik Api (Fire Point) Titik api adalah suhu terendah minyak yang harus dipanaskan untuk menghasilkan uap secukupnya agar bercampur dengan udara dan dapat terbakar selama paling sedikit 5 detik. makin efisiensi motor bakar yang didapat. Dari tinjauan termodinamika.

BAB IV KESIMPULAN 182 . pada PLTU.Hasil dari uji ketergilingan ini menggambarkan tingkat kekerasan batubara yang diperlukan untuk membuat desain mesin giling batubara.

Khusus untuk pusat pembangkit listrik. mempertahankan keandalan. dan b) Pemeliharaan perbaikan (corrective atau breakdown maintenance). dan apakah sebaiknya peralatan atau mesin yang rusak 183 . Jenis pemeliharaan terdiri dari dua macam. bagian-bagian peralatan yang memerlukan pemeliharaan terutama adalah: apakah sebaiknya peralatan yang rusak diperbaiki di dalam perusahaan atau di luar perusahaan. serta alat-alat atau komponen apa saja yang harus dibutuhkan dan harus disediakan agar tindakan pada pekerjaan pemeliharaan atau merawat dan atau memperbaiki mesin atau peralatan yang rusak dapat dilakukan. yaitu: a) Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance). Pada persoalan teknis yang perlu diperhatikan adalah tindakan apa yang harus dilakukan untuk memelihara atau merawat dan atau memperbaiki/mereparasi mesin atau peralatan yang rusak. dan mempertahankan umur ekonomis. Menjaga investasi.4. Pada persoalan teknis: apakah sebaiknya dilakukan preventive maintenance atau corrective maintenance. diperbaiki atau diganti. meliputi: a) Pemeliharaan bangunan b) Pemeliharaan peralatan bengkel c) Pemeliharaan peralatan elektronika d) Pemeliharaan untuk tenaga pembangkit e) Pemeliharaan penerangan dan ventilasi f) Pemeliharaan material handling dan pengangkutan g) Pemeliharaan halaman dan taman h) Pemeliharaan peralatan service i) Pemeliharaan peralatan gudang Pemeliharaan peralatan diperlukan untuk mempertahankan efisiensi. Masalah atau persoalan dalam pemeliharaan meliputi persoalan teknis dan persoalan ekonomis.1 Pemeliharaan Pemeliharaan adalah kegiatan untuk menjaga atau memelihara fasilitas dan atau peralatan serta mengadakan perbaikan atau penyesuaian dan atau mengganti yang diperlukan sehingga terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan. Jenis-jenis pemeliharaan yang dapat dilakukan oleh bagian maintenance.

c) Kontak-kontak listrik dalam sakelar serta klem-klem penyambung listrik. melputi: . b) Bagian-bagian yang mempertemukan zat-zat dengan suhu yang berbeda. b) Harus ada perencanaan (planning) dan jadwal (scheduling). pengawasan dan análisis. Tugas kegiatan pemeliharaan meliputi: a) Inspeksi (Inspection) b) Kegiatan teknik (engineering) c) Kegiatan produksi (production) d) Kegiatan adminstrasi (clerical work) e) Pemeliharaan bangunan (housekeeping) Pelaksanaan pemeliharaan fasilitas dan peralatan memerlukan: a) Berpedoman pada petunjuk peralatan atau mesin (manual book). c) Harus ada surat tugas yang tertulis.a) Bagian-bagian yang bergeser. seperti: bantalan. f) Harus ada laporan. d) Harus ada persediaan alat-alat/sparepart. seperti: penukar panas (heat exchanger) cran ketel uap. dan engselengsel. cincin pengisap (piston ring). Usaha-usaha untuk menjamin kelancaran kegiatan pemeliharaan adalah: 184 b) Dengan berpedoman kepada buku petunjuk. meliputi: • • • • • • • Kegunaan dari mesin atau peralatan Kapasitas mesin pada waktu atau umur tertentu Cara memakai atau mengoperasikan mesin dan atau peralatan Cara memelihara dan memperbaiki mesin dan atau peralatan Usaha-usaha yang harus dilakukan dalam pemakaian dan pemeliharaan mesin pada waktu mesin berumur tertentu Penggunaan mesin dan atau peralatan harus sesuai dengan fungsi atau kegunaan Cara-cara kegiatan teknis pemeliharaan dan perbaikan yang harus dilakukan pada mesin tersebut Syarat-syarat yang diperlukan agar pekerjaan bagian pemeliharaan dapat efisien adalah: a) Harus ada data mengenai mesin dan peralatan yang dimiliki perusahaan. e) Harus ada catatan.

d) Usaha-usaha untuk menjadikan para pekerja pada bagian pemeliharaan sebagai suatu komponen dari mesin dan atau peralatan yang ada BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Penukar panas atau dalam industri kimia populer dikenal dengan istilah heat exchanger (HE). b) Menggunakan suatu preventive maintenance.a) Menambah jumlah peralatan para pekerja bagian pemeliharaan. c) Diadakannya suatu cadangan di dalam suatu sistem produksi pada tingkat-tingkat yang kritis (critical unit). adalah suatu alat yang memungkinkan perpindahan panas dan bisa berfungsi 185 .

1 Pengertian Plate Heat Exchanger adalah salah satu jenis alat penukar panas yang terdiri atas paket pelat-pelat tegak lurus bergelombang atau dengan profil lain. Pelat-pelat ini dipersatukan oleh suatu perangkat penekan 186 . Penukar panas sangat luas dipakai dalam industri seperti kilang minyak. Penukar panas dirancang sebisa mungkin agar perpindahan panas antar fluida dapat berlangsung secara efisien. yang dipisahkan antara satu dengan lainnya oleh sekat-sekat lunak. baik antara fluida terdapat dinding yang memisahkannya maupun keduanya bercampur langsung begitu saja. Pertukaran panas terjadi karena adanya kontak. Beberapa jenis penukar panas :  Shell and Tube Heat Exchanger  Double Pipe Heat Exchanger  Spiral Heat Exchanger  Plate Heat Exchanger BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. medium pemanas dipakai uap lewat panas (super heated steam) dan air biasa sebagai air pendingin (cooling water). Biasanya. pembangkit listrik. refrigerasi. industri gas alam. pabrik kimia maupun petrokimia.sebagai pemanas maupun sebagai pendingin. Salah satu contoh sederhana dari alat penukar panas adalah radiator mobil di mana cairan pendingin memindahkan panas mesin ke udara sekitar.

Sehingga bila dibandingkan dengan Shell and Tube Heat Exchanger yang ukurannya sama.dan jarak antara pelat-pelat ditentukan oleh sekat-sekat tersebut. Melalui dua di antara lubang-lubang ini media yang satu disalurkan masuk dan keluar pada satu sisi. maka dihasilkan daerah terjadinya transfer panas yang sangat besar pula. Sehubungan dengan koefisienan transfer panas yang tinggi dari pelat. 316. 317) atau logam lainnya. Gambar Plate Heat Exchanger PHE yang banyak dijumpai di industri adalah type: • Glue type Tipe glue ini memerlukan lem untuk memasang gasket pada plat PHE. Plate Heat Exchanger biasanya berukuran lebih kecil bila dibandingkan Shell and Tube Heat Exchanger yang memiliki kapasitas yang sama. Lem yang digunakan hendaknya ialah lem yang mempunyai ketahanan terhadap panas yang baik. Dalam hal itu hubungan ruang yang satu dan yang lainnya dimungkinkan. Pada setiap sudut dari pelat yang berbentuk empat persegi panjang terdapat lubang. 187 . pelat-pelat yang dibentuk sesuai kebutuhan dan umumnya terbuat dari baja (stainless steel type 304. Karena setiap pelat memiliki luas permukaan yang sangat besar. sedangkan media yang lain karena adanya sekat mengalir melalui ruang antara disebelahnya. Plate Heat Exchanger memiliki kemampuan untuk mentransfer panas lebih banyak.

Berdasarkan kontak antara bahan atau fluida • Pertukaran panas langsung Bahan yang dipanaskan atau yang didinginkan dikontakan langsung pemanas atau pendingin. Klasifikasi alat penukar panas 1. sehingga dalam pemasangannya cukup menancapkan clip-clip tersebut ke lubang yang terdapat pada plat.• Clip type Luar gasket tipe ini terdapat clip-clip. 188 . Pemasangan gasket tipe ini lebih mudah dan ringkas jika dibandingkan dengan tipe glue. dengan media • Pertukaran Panas tidak langsung Memungkinkan terjadinya perpindahan panas dari satu cairan fluida ke fluida lain melalui dinding pemisah.

2500F untuk temperatur tinggi 189 . Gasket terbuat dari karet (non logam) atau bahan yang biasa digunakan adalah nitrile dan ethylene propylene rubber (EPR/EPDM) • • Nitrile Nitrile : -400F . Berdasarkan arah aliran • • • • Penukar panas satu lintas (single-pass) Penukar panas aliran searah (parallel-flow) Penukar panas berlawanan arah (Counter-flow) Penukar panas aliran lintang (Cross-flow) 2.2500F untuk temperatur rendah : -400F .1.2 Bagian-Bagian dari Plate Heat Exchanger 1.

hal ini dikarenakan bentuk dari pelat tersebut yang bergerigi sehingga pertukaran panas dapat berlangsung secara cepat.0. 2.6 mm terbuat dari stainless steel atau titanium dan terdapat pada berbagai macam susunan yang berombak-ombak. umumnya berukuran 0. 1.4 . Makin banyak pelat tekanan makin besar. sehingga antara fluida yang satu dengan fluida yang lain tidak mengalami kontak secara langsung yang menyebabkan kebocoran. Tipe Pelat 190 .• EPR/ EPDM : -800F – 3000 F sangat tahan terhadap air yang sangat panas dan uap serta memiliki ketahanan yang baik untuk kompresi atau volume yang besar. berfungsi sebagai tempat mengatur fluida serta tempat terjadinya pertukaran panas antara fluida panas dengan fluida dingin. Fluida pada pelat ini mengalir secara turbulen. Pelat (plates).s fungsi gasket ini adalah sebagai perekat alat atau pengatur aliran fluida. Pelat penekan (Compression Plate) terbuat dari logam yang berfungsi sebagai penekan pelat agar pada saat operasi alat berjalan tidak ada rongga didalam aliran fluida agar tidak terjadi kebocoran.

gerak putaran (turbulen). berupa batang yang terbuat dari carbon steel atau stainless steel yang mendukung dan menjaga agar pelat berjajar secara rapi. Alat penekan (Compression Bolt). juga merupakan pola yang sering digunakan. berupa baut pelat baja yang digunakan untuk menekan pelat dan frame 6. Guide Bars. dan penurunan tekanan yang lebih sedikit dibandingkan pola vertical 3. terbuat dari logam dan berfungsi menjaga pelat agar tetap stabil 5. Combination.1. sehingga menyebabkan banyak gerakan putaran (turbulen). penggunaan pola pelat ini biasanya ditujukan untuk hasil pemanasan dan penurunan tekanan yang lebih optimal. dan menurunkan tekanan. 2. Horizontal. perpindahan panas dengan kecepatan tinggi. termasuk salah satu pola pelat yang sering digunakan karena mempunyai banyak pembatas untuk mengalir. 4. 191 . Vertical. Pelat penyangga tetap (fixed frame). Mempunyai pembatas.

merupakan bagian yang dilapisi oleh frame carbon steel yang melekat pada kumpulan pelat yang ditekan. 2. Front and Rear Heads .7.3 Sistem Kerja dari Plate Heat Exchanger 192 . (Bagian depan dan kepala bagian belakang).

Proses pemanasan ini terjadi dengan adanya medium pemanas yang mengalir pada saluran dan pelat yang lainnya. Produk yang mengalir pada suatu pelat akan terhimpit oleh medium pemanas dengan arah aliran yang berbeda. Dimana pelat yang telah tersusun ini akan secara bergantian mengalirkan produk dan medium pemanas. Cairan panas yang melintasi bagian bawah head dialirkan ke atas melintas diantara setiap plae genap sementara cairan dingin pada bagian puncak head dialirkan turun diantara plat-plat ganjil. Arah aliran produk dan medium pemanas di dalam pelat biasanya berbeda atau boleh dikatakan mengalir secara berlawanan. sedangkan medium pemanas akan masuk melalui saluran yang berkebalikan dari produk. sehingga aliran pengeluaran medium pemanas akan berada diatas. sehingga produk akan cepat memanas karena tertekan oleh pelat 193 .Produk akan dipanaskan dan masuk kedalam suatu larutan yang kemudian akan mengalir pada sebuah pelat. yaitu masuk melalui saluran bawah dan mengalir ke atas melewati pelat. Pelat yang dialiri produk tidak akan dialiri oleh komponen lain. Arah aliran yang berlawanan ini dimaksudkan agar proses pemanasan dapat lebih cepat berlangsung. Pada umumnya produk akan masuk melalui saluran atas dan mengalir kebawah melewati pelat. sehingga aliran keluaran produk akan berada dibawah.

Produk yang telah menjadi panas dan medium yang telah mengalir pada suatu pelat akan mengalir keluar. Material palate antara lain Stainless steel. Pada rangkaian seri produk yang masuk dan keluar akan melewati ports pada bagian front head yang sama. • • • .Untuk welded PHE ( module ): vakum to 32 bar 2. 2. Working pressure recomended for Gasketed PHE & Welded PHE.5 hingga 5 mm.4 Komponen PHE • • • Plate Frame Gasket a.5 Prinsip Alat Ukur PHE • • • Alat ukur laju alir Alat ukur tekanan Alat ukur suhu 2. yaitu masuk melewati ports pada bagian front head dan keluar melalui ports pada bagian belakangnya. Plate dan Frame • Pelat dari Heat Exchanger ini normalnya memiliki ketebalan berkisar antara 0. Saluran pengeluaran medium pemanas dan produk ada dua macam tergantung dari rangkaian pelat yang digunakan. baik itu seri maupun paralel. • Luas permukaan plate & frame bervariasi dari yang paling kecil sebesar 0.Titanium. Sedangkan pada rangkaian paralel produk dan medium pemanas akan masuk dan keluar melewati bagian yang berbeda.Untuk gasket working pressure: vakum to 25 bar .6 Kelebihan PHE 194 .5 hingga 3 mm dan jarak antara tiap pelat antara 1. Paduan nikel Laju alir maksimum fluida yang diizinkan terbatas hingga 2500 m3/jam.yang mengalirkan medium pemanas.03 m2 sampai dengan yang paling besar yaitu 1500 m2.

Mudah dirawat dan dibersihkan Mudah dibongkar dan dipasang kembali ketika proses pembersihan Waktu tinggal media sangat pendek Dapat digunakan untuk cairan yang sangat kental (viskos) Plate and Frame lebih fleksibel. dapat dengan mudah pelatnya ditambah Ukuran yang lebih kecil dapat mengurangi biaya dalam segi bahan (Stainless Steel.sehingga perpindahan panas yang efisien. Plate and Frame Heat Exchanger tidak sesuai digunakan untuk tekanan lebih dari 30 bar.7 Kekurangan PHE • Pelat merupakan bentuk yang kurang baik untuk menahan tekanan.Titanium. Pemilihan material gasket yang sesuai sangatlah penting Maksimum temperatur operasi terbatas hingga 250 oC dikarenakan performa dari material gasket yang sesuai. • • BAB III 195 .• Mempunyai permukaan perpindahan yang sangat besar pada volume alat yang kecil. dan logam lainnya) Aliran turbulensinya mengurangi peluang terjadinya fouling dan sedimentasi • • • • • • • 2.

Jika PHE dikirim dalam kondisi tergeletak.  Penyebab : Viskositas 196 . 3.2 Perawatan Umum 1. dirikanlah PHE dengan perlahan-lahan dan hatihati dengan menggunakan tali yang kuat. jangan gunakan alat kasar atau keras seperti rantai karena akan merusak permukaan PHE. pengangkutan PHE harus dilakukan dengan cara digantung baik dengan alat gantung cukup kuat seperti crane dan forklift. Melihat model dan dimensinya. Jika pressure drop naik pada PHE  Penyebab : Ada kotoran dalam PHE (PHE tersumbat) Tindakan: – – – Bersihkan pipa-pipa sebelum start up Bersihkan plate (jika kejadiannya setelah proses berjalan) Media yang masuk PHE perlu diberi filter.PEMBAHASAN 3. Juga tidak dibenarkan mengangkut PHE langsung dari bagian bawah PHE dengan forklift karena beresiko jatuh atau terjadi kerusakan pada permukaan PHE. Gunakan tali untuk menggantunya. Pastikan operator selalu menggunakan alat pelindung diri (alat keselamatan kerja) untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan.1 Cara mengangkut dan mendirikan PHE Plate heat exchanger (PHE) merupakan apparatus yang berat.

 Penyebab: Terbloknya aliran dalam HE.  Penyebab: shock pressure/tekanan mendadak.  Penyebab : Kesalahan koneksi terhadap sistem perpipaan Tindakan: Check koneksi dan sesuaikan dengan drawing  Penyebab: Akumulasi secondary media di dalam HE (seperti oli. Tindakan: Ganti gasket.Tindakan: – – Check viskositas dan jika perlu setel sesuai desain. seperti serpihan plastik Tindakan: – – Bersihkan plate Media yang masuk PHE perlu diberi filter. 1. Check apakah temperature turun sampai dibawah temperature desain  Penyebab : Kesalahan koneksi pada sistem perpipaan Tindakan: Check koneksi dan sesuaikan dengan drawing.  Penyebab: Rusaknya gasket karena pengaruh serangan medium. membuka dan menutup sistem dengan smooth.  Penyebab: Aliran terlalu tinggi/cepat. 197 .  Penyebab: Kuantitas aliran terlalu besar Tindakan: Atur kuantitas aliran dengan benar. dan non-condensable gas) Tindakan: Buat alat yang sesuai untuk mengalirkannya. Alat ini bisa berupa oil drainage yang dibuka dalam periode tertentu sesuai dengan keadaan. Menurunnya kapasitas HE  Penyebab: PHE terkotori/tersumbat oleh kotoran dari luar. jika perlu ganti dengan material lain yang lebih baik. Tindakan: Setel dan sesuaikan. Tindakan: Kurangi tekenan sesuai dengan set point. Kebocoran  Penyebab: Tekanan dalam HE melebihi tekanan ijin. Tindakan: – – Bersihkan plate Beri saringan/filter. Tindakan: Hindari terjadinya tekanan mendadak dengan mengatur sistem sebaik mungkin. 1.

 Penyebab: Koneksi tidak sesuai Tindakan: Check dan sesuaikan dengan drawing. Pembersihan plate d.1.  Penyebab: Korosi Tindakan: – – Cari penyebab korosi dan ganti plate baru Ganti dengan plate yang dengan material yang tahan korosi. 1. Perawatan komponen a. b. Pengencangan baut BAB IV KESIMPULAN 198 . Melebihi ukuran minimum dimensi ini bisa berakibat rusaknya plate dan membutuhkan waktu dan biaya tambahan yang yang harus ditanggung oleh pemilik. Tercampurnya media  Penyebab: Plate tidak terinstall dengan benar Tindakan: Install plate sesuai panduan. Plate Minimum dimensi paket plate harus dijaga supaya tidak berubah. Pemeriksaan dan penggantian gasket c. Pembersihan saluran cairan e.

Plate-plate dalam PHE ini dapat dipasang dan dibongkar dengan mudahnya sehingga dalam perawatannya mun mudah. BAB I PENDAHULUAN 199 . Namun perlu diperhatikan jika terjadi kenaikan pressure drop. kebocoran dan kerusakan lainnya. Salah satu kelebihannya adalah permukaannya yang luas sehingga perpindahan panas yang terjadi semakin besar walaupun volumenya yang sangat kecil.Plate Heat Exchanger merupakan salah satu jenis heat exchanger yang memiliki berbagai kelebihan dibanding heat exchanger yang lain. Hal ini harus langsung ditangani dengan baik agar alat dapat digunakan kembali.

1 Gambaran Umum Reboiler merupakan suatu alat yang digunakan untuk merubah fasa cair menjadi fasa uap. Reboiler menghasilkan uap untuk separasi distillasi fraksional seperti kondenser menhasilkan refluks liquid yang mana dikembalikan ke kolom distillasi. fraksi dari cairan dimenara yang diuapkan 4. Reboiler terdiri atas beberapa sistem yang berhubungan.1. Prinsip kerja reboiler pada dasarnya sama dengan Heat Exchanger secara umum. sehingga reboiler tidak dapat berdiri sendiri. umunya perhatian yang ditujukan pada reboiler lebih kecil bila dibandingkan dengan boiler utama hingga sebuah kegagalan terjadi. Pendekatan proaktif dari optimasi mekanik dan perlakuan kimiawi dan monitoring direkomendasikan untuk meminimasi deposit dan korosi dan memaksimalkan ketahanan sistem dan efisiensi energi. Reboiler identik dengan Heat Exchanger Sheel and tube. misalnya sistem heat exchanger dan sistem kolom (destilasi. dimana uap tersebut berfungsi sebagai media untuk proses pemisahan. temperature yang diperlukan Reboiler ialah Heat Exchanger yang secara tipikal dipasang pada kolom distilasi. Reboiler adalah salah satu bagian integral proses produksi. karena reboiler terletak jauh terpisah dari boiler utama (atau power house). ruang yang tersedia 2. Secara umum reboiler merupakan alat penukar panas yang digunakan untuk menyediakan aliran panas untuk destilasi dan proses-proses lainnya yang serupa. tetapi bukan merupakan bagian dari sistem steam. konsekuensinya. dan yang sejenisnya). kecenderungan untuk pencemaran 5. jumlah pekerja yang diperlukan 3. temperature yang tersedia 6. 200 . namun reboiler sebagai suatu sistem memerlukan peralatan tambahan lebih daripada sekedar Heat Exchanger sebagai instrumen. Kedua sistem itu terhubung menjadi sebuah sistem reboiler dengan adanya pengembalian fluida (panas) ke dalam kolom dari reboiler.Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan reboiler: 1. evaporasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. bagian-bagian dari suatu sistem reboiler ialah sebagai berikut: 201 .1 Bagian-bagian Reboiler Heat Exchanger Secara umum.

sebagian cairan akan dipanaskan bercampur dengan cairan yang lebih dingin sehingga akan terjadi homogenitas termal. • Sumtank adalah alat yang berfungsi untuk menampung cairan yang akan dipanaskan. Di tempat ini. 202 . Skematik tiga dimensi shell and tube Heat Exchanger secara umum • Berfungsi sebagai wadah untuk menampung cairan yang akan dipanaskan.Skematik dari bagian-bagian umum reboiler (penomoran sesuai dengan urutan bagian-bagian reboiler). Di tempat ini sebagian cairan akan dipanaskan dan akan bercampur dengan cairan yang masih dingin sehingga akan terjadi homogenitas panas dalam cairan tersebut.

Material tabung juga harus kompatibel dengan fluida yang mengalir pada sisi tube dan shell untuk periode lama di bawah operasi kondisi-kondisi (temperatur. 2. • Pompa sentrifugal yang berfungsi memompa cairan dari sumtank (bawah) ke shell and tube (atas) sehingga cairan tersebut memiliki kecepatan dan head tertentu. Semua kebutuhan ini memerlukan pemilihan hati-hati dari kekuatan. Sebab panas ditransfer dari suatu sisi panas kepada suatu sisi dingin melalui tabung. dll.• Shell and tube exchanger merupakan tempat kontak cairan dingin dengan steam. dan lain-lain. ekstraksi. material tabung mutu tinggi. tekanan. khususnya metal. • Baffle. yang berkenaan dengan panas selama operasi. berfungsi mengarahkan aliran fluida yang tegak lurus di pipa sehingga menambah kecepatan fluida dan memperbaiki kecepatan perpindahan panas. tipe-tipe Shell and tube heat exchanger 203 .1 Pemilihan Material Seperti pada tabung shell and tube Heat Exchanger. material tabung perlu mempunyai daya hantar termal baik. pH. Efisiensi dipengaruhi kecepatan dari perpindahan panas pada shell and tube exchanger. untuk mampu memindahkan panas dengan baik.1. Pilihan material tabung yang buruk bisa mengakibatkan suatu kebocoran suatu tabung antara sisi tube dan shell yang menyebabkan fluid cross-contamination dan mungkin hilangnya tekanan. Sedangkan pipa keluaran sumtank di laboratorium dibuat dari kaca sehingga memudahkan praktek dalam melihat proses yang terjadi. Oleh karena kecenderungan dari material tabung yang berkenaan dengan panas memperluas dengan cara yang berbeda pada berbagai temperatur. corrosion-resistant (tahan korosi). Aliran dingin dari steam dialirkan melalui pipa ke dalam tube sedangkan steam masuk ke dalam shell sehingga akan terjadi perpindahan panas dari steam ke cairan dingin. ada suatu perbedaan temperatur antar jarak dari tabung.) untuk memperkecil kerusakan seperti karatan. thermally-conductive (konduktif secara termal). • Pipa keluaran umumnya berhubungan langsung dengan system-sistem proses seperti destilasi.

Hal ini akan mengurangi biaya material yang mahal. 2) Fouling : fluida yang lebih mudah membentuk kerak (fouling) lebih baik ditempatkan di tube agar memudahkan pengontrolan kecepatan fluida. jika kita tempatkan didalam shell. Dengan kecepatan fluida yang lebih besar akan mengurangi pembentukan kerak didalam tube. karena dapat mengurangi kelebihan panas .1.1. maka akan banyak panas yang terbuang keluar shell. 204 . 3) Temperature fluida : fluida yang memiliki temperature tinggi sebaiknya ditempatkan didalam tube. jika fluida korosif ditempatkan dalam shell akan menyebabkan korosi pada dinding luar tube sehingga sukar dibersihkan.2 Menentukan letak cairan dalam tube atau shell 1) Corrosion : fluida yang lebih korosif harus ditempatkan didalam tube.

cairan yang viskos ditempatkan didalam shell. koefisien perpindahan panas akan lebih besar jika fluida berada didalam tube. Secara umum reboiler dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe.2 Sistem Kerja dan Tipe-Tipe Reboiler Secara umum reboiler berfungsi untuk menguapkan kembali (reboiling) suatu cairan dalam suatu sistem proses tertentu Reboiler mengambil aliran cairan dari bagian bawah kolom sebagai inlet dialirkan ke heat exchanger. sehingga steam yang basah kebali lagi ke kolom untuk divaporisasi kembali oleh sistem reboiler. Dalam Heat Exchanger aliran cairan itu akan dipanaskan. 2. 5) Pressure drop : untuk pressure drop yang sama. yaitu di antaranya: 2.2. Reboiler bisa digunakan secara parsial atau keseluruhan memvaporisasi aliran cairan umpan. 6) Viscosity : jika aliran turbulen. sampai tervaporisasi kemudian dikembalikan ke kolom kembali. Cairan tervaporisasi tersebut pada kolom dilewatkan pada steam traps (penangkap steam). Proses ini terjadi terus menerus sebagai sebuah siklus. Fluida yang memiliki pressure drop lebih rendah harus ditempatkan didalam tube. cairan yang viskos ditempatkan didalam tube.1 Reboiler Ketel 205 . Jika aliran laminar. 7) Kecepatan aliran : fluida yang alirannya lambat harus ditempatkan didalam shell. Pipa tekanan lebih murah dibandingkan shell bertekanan. oleh panas yang dibawa steam pada shell.4) Tekanan operasi : fluida yang bertekanan tinggi sebaiknya ditempatkan didalam tube.

Hal ini berarti. 206 . Reboiler ini tidak baik bila digunakan pada tekanan tinggi dikarenakan ukuran shell yang berdiameter lebar. Aliran cairan dari kolom sump ke bagian bawah dari ketel. Ketinggian cairan kondensat harus dijaga agar selalu sejajar dengan tinggi tabung. Temperatur di dalam ketel secara substansial seragam. Biasanya rasio tinggi puncak terhadap diameter adalah 1.Kettle reboiler juga telah diketahui sebagai kelompok dari reboiler yang sering digunakan untuk suatu fluida dengan kadar hidrokarbon yang rendah ( contoh : propane dan butane ). harus dibuat ruang yang cukup pada bagian atas untuk tempat pemisahan fasa cair dari fasa gas. dengan kata lain harus ada pengendalian ketinggian (control level).5 sampai 2. tetapi kettle reboiler mempunyai kecenderungan yang tinggi terhadap pencemaran ketika proses berlngsung. 2. Reboiler ketel terdiri atas seperangkat tube di dalam shell ukuran besar. Reboiler tipe ini menangani proses aliran yang berubah – ubah dan perubahan temperature yang tinggi. Sistem Kerja 1. Pada jenis ini. Lebih baik dari rancangan reboiler lain. Aliran tersebut diuapkan secara parsial. tipe kettle reboiler sangat mudah terjadinya kerak yang berasal dari fluida yang digunakan.

Uap mengalir kembali ke tower melalui pipa naik/penaik (riser).1 Reboiler Internal atau Stab-in Salah satu variasi dari tipe ketel ialah sebuah internal atau “stab-in” tube bundle yang disisipkan secara langsung ke dalam kolom.2. yang mana diset cukup tinggi untuk menjaga tube di bawah permukaan air. Biaya yang dikeluarkan untuk stab . 4.2 Reboiler Termosifon 207 . sedangkan perbedaannya adalah pada reboiler stab – in perubahan panas yang terjadi kecil karena aukuran kapasitasnya terbatas. 2. 5. Cairan ini ialah produk bawah.3. 2. Sebagian kubah atas dari reboiler memisahkan uap dan cairan.in lebih murah namun perawatannya lebih rumit disbanding dengan kettle reboiler. Cairan overflow baffles. Karakter dari reboiler stab – in ini hampir sama dengan kettle reboiler.2. 6.

Reboiler tipe ini tidak memerlukan pompa. tipe termosifon dibedakan atas: a. namun kondnsta akan jatuh ke bawah pada kolom dan ikut mengalir kembali ke Heat Exchanger (inilah yang disebut resirkulasi).Termosifon reboiler pada pengoperasiannya menggunakan sirkulasi alami. Seperti pada forced recirculation reboiler. Fasa gas akan diteruskan naik ke kolom. di sini terjadi proses pertukaran panas. maksud dari alami disini adalah dengan memanfaatkan adanya gaya gravitasi bumi. sehingga cairan teruapkan dan masuk ke kolom kembali. terjadi perpindahan panas sensible yang diikuti dengan pendidihan nukleat. Berdasar sistem aliran. dengan aliran proses pada shell – side dikondisikan pada posisi vertical. Once-through reboiler termosifon 208 . b. Dan kemungkinan terbentuknya kerak sangat sedikit/kecil sekali dikarenakan proses dengan kecepatan relatif tinggi. Termosifon reboiler sirkulasi Pada tipe ini air pada kolom dialirkan ke Heat Exchanger.

π do ) 209 . Berdasar posisi shell and tube Heat Exchanger. Friksi karena pem bagian shell sehingga wetted perim eternya = 2 (½ID S) 3.Pada tipe ini fluida dingin yang berubah menjadi fasa liquid dan fasa gas akan diteruskan masuk kolom. Tipe Horizontal 1. Friksi karena shell sehingga wettedperim eternya = 2 π ID S Cam puran uap dan liquid liquid 2. fasa liquid yang jatuh ke bawah kolom tidak akan dialirkan ke dalam shell and tube Heat Exchanger. terdiri dari tipe horizontal dan vertikal. Friksi karena pipa wettedperim eternya = 2 (½ Nt )( π do ) Total frictionwetted perim eter : fp 1 + fp 2 + fp 3 fp 1 = ½ π ID S fp 2 = ID S fp 3 = 2(½ Nt . a. Namun.

hV tidak boleh lebih dari 300 Btu/jam. Shell passes (n’) = 2 c.29 inci.IDs : 12 – 17 ¼ inci.Biasanya fraksi yang dipanaskan di reboiler ini lebih sedikit dibandingkan pada reboiler ketel. Laju sirkulasi ini bisa dikontrol dengan menutup-buka pipa masukan (inlet line). . Akibatnya. Maksimal 80% dari liquid akan teruapkan d.000 – 12.ft2 e. . • Spesifikasi Horisontal Thermosyphon Pada horisontal thermosyphone ada beberapa spesifikasi antara lain : a.IDs : 19 ¼ .ft2. persentasi penguapan bisa dibuat lebih sedikit. perbedaan temperature rata-rata antara shell dan tube akan lebih besar untuk thermosyphon dari pada ketel. Perbedaan static head yang kecil dibutuhkan sebagai pengendali gaya/dorongan untuk resirkulasi.IDs > 31 inci b.000 Btu/jam. Berbeda dengan reboiler ketel yang temperaturnya lebih mendekati keseragaman. Untuk liquid yang dipanasi berupa bahan organik berlaku : 210 . Tabung horizontal ini lebih mudah dibuat dari pada yang vertical. Dimensi diameter shell dan panjang shell . Adanya gaya dari aliran tersebut menyebabkan temperatur bubble point masukan berbeda dengan keluaran. Flux atau Q/A antara 8.oF • l = 8 ft l = 12 ft Beberapa ketentuan penguapan pada horisontal thermosyphon antara lain : a. atau untuk perbedaan temperature rata-rata yang sama.

Mencari IDS dan jumlah pipa dimulai dengan trial Q/A antara 8000 – 12000 Btu/jam.L " a. s/d. (hg – hl) 2. 6.Q/A = 8000. Menghitung Suhu Caloric (Tc dan tc) Tc = T2 + Fc (T1 – T2) tc = t2 + Fc (t2 – t1) 4. Menghitung DTLMTD ∆ LM D t T ∆1 . CP . dengan range boiling point > 15oF. 3. Penurunan tekanan ∆ P pada thermosyphon sama dengan ∆ P pada shell and tube.ft2 b. flow area w etted perim eter (kern. pers.4) c.∆ 2 t t = ∆ ln (∆1 / ∆ 2 ) t t T = Ft . sehingga didapatkan : A= Q 8000 s/d 12000 dan A N = t a . λ Untuk panas sensible : QS = m . Material and Heat balance Q = QS + QV = M . 12000 Btu/jam.oF. hanya yang perlu diperhatikan adalah de’ = diameter equivalen shell yang dipengaruhi oleh friction • Urutan Perancangan Horisontal Thermosyphon 1. (T1 – T2) = M . ∆ TLM harga Ft dicari dari gambar 19 Kern karena n’ = 2. Tipe Vertikal 211 . Untuk mencari overall heat transfer UD berlaku : de' = frictional 4 . cp .ft2. Untuk panas laten : QV = m1 . (T1 – T1’).

t1 Ratio liquid circulasi Gas keluar = 4 1 Sirkulasi ditimbulkan oleh perbedaan pada static head dari suplay cairan dan kolom pada bagian material yang dipanaskan. Fraksi berat keluaran yang teruapkan biasanya berkisar antara 0. Sirkulasi biasa dikendalikan dengan valve pada jalur masukan.02 sampai 0. • Spesifikasi Vertikal Thermosyphon Pada Vertikal Thermosyphon ada beberapa spesifikasi antara lain : a.35 untuk hidrokarbon dan 0. t2 5 – 10 menit hold up Pemanas M . T 2 m.m. T 1 Z1 Isothermal Boiling Counter current HE : 1-1. Panjang shell mulai dari 16 ft kemudian diturunkan menjadi 12 ft b. Reboiler ini kadang-kadang digunakan ketika media pemanas tidak bisa dilewatkan pada shell.10 untuk larutan aqueus. Area aliran pada pipa keluaran biasanya dibuat sama pada semua tube. Reboiler vertical ini tidak cocok digunakan untuk temperature rendah dikarenakan tingginya titik didih yang disebabkan oleh static head. Floating Heat Exchnager Z3 Condensat M . Perubahan panas maksimum lebih rendah dari pada reboiler ketel.1 sampai 0. Shell passes atau n’ = 1 dan tube passes atau n = 1 212 .

oF f. QV = m1 (hg t13 – hl t 2) Q = QS + QV • Beberapa ketentuan penguapan pada vertikal thermosyphon antara lain : a. (t 2 – t 1) QS = m .c.ft2.λ T1 t3 Q = m . Flux atau Q/A antara 8000 – 12000 Btu/jam. Maksimal 80% dari liquid akan teruapkan d. Btu/jam QS = jumlah panas sensible. Penguapan pada titik jenuhnya b.oF Q = jumlah panas yang dipindahkan. Penguapan di bawah titik jenuhnya Q =M. (t2 – t1 ). cp . penguapan di bawah titik jenuhnya dan penyempurnaan penguapan. (hg – hl ) t1 a. 12000 Btu/jam.ft2. Btu/jam • Grafik Perpindahan Panas Penguapan di dalam vertikal thermosyphon bisa terjadi dalam beberapa macam antara lain : penguapan pada titik jenuhnya. cp (t2 – t 1) c. Tipe aliran selalu counter current Q ho = QS Q + V hS hV dimana : hs = koefisien film perpindahan panas sensible. s/d.ft2 e. Untuk liquid yang dipanasi berupa bahan organik berlaku : Q/A = 8000. Btu/jam.ft2 213 . Penyempurnaan penguapan T2 t2 t1 Q =M.ft2. Btu/jam QV = jumlah panas laten. hV tidak boleh lebih dari 300 Btu/jam. T2 t1 Q = m . λ T1 t3 Qv = m1 (hg – hl ) Qs = m .oF hv = koefisien film perpindahan panas laten. Btu/jam. cp .λ T1 t2 T2 t2 Q=M .

∆ Pp = f . ∆t ( Nt .2. a" . ∆t Panjang dan jumlah tube perlu dicek lebih dahulu untuk melihat apakah DP atau ∆ Pp ditambah tekanan hidrostatik pada thermosyphon sama dengan DP pada kaki Reboiler lebih kecil dari driving force.22 x 1010 . dan r 2. lb/ft3 dimana : Z1 adalah tinggi liquid (permukaan) sampai bagian bawah pipa reboiler. L ) . n p 5.b. Penurunan tekanan Q Q = A . Untuk mencari overall heat transfer UD berlaku : UD = c. sg .1 Reboiler Forced Circulation 214 . Φ p Driving force = (Z1 x ρ ) / 144 = densitas liquid.G2 . ft. L . di .

dapat dianggap sebagai 3. mudah perawatan dan pembersihann satu teoritical plate kekurangan keterangan dirancang secara sehingga mereduksi 1. unit ini cenderung terjadi pencemaran. pompa yang umum digunakan adalah pompa sentrifugal. menguras kontinyu dapat blow down untuk baik terjadinya fouling. Aliran proses yang khas pada tube side dalam penukar standar ( standar exchanger ) dikondisikan pada posisi vertical. Forced recirculation reboiler mempunyai dua mekanisme dalam perpindahan panas. 215 . biaya instalasi Perlu mahal 2. waktu tinggalnya lama 3. tidak untuk operasional tekanan tinggi.Reboiler tipe ini menggunakan pompa untuk memindahkan cairan proses. 2. Kekurangan: memboroskan energi. Pada kecepatan proses yang lambat. mempunyai penguapan yang tinggi. yaitu perpindahan panas sensible yang diikuti dengan pendidihan nukleat. Kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe reboiler Tipe reboiler Kettle reboiler kelebihan 1.

4. sukarnya pemasangan isolasi disekitar reboiler 3. baik untuk proses dengan beban rendah butuh yang fouling. transfer panasnya rendah 5. 1. panjang Biasanya dianjurkan dipakai. tidak ruang menara 3. 1. umumnya proses penguapan tidak dapat 216 . mudah terjadi polimerisasi yang dapat menyebabkan Internal reboiler 1.ya. biaya instalasi yang rendah 2. kecepatan perpindahan panasnya rendah 2. 4. dipakai untuk kecepatan sirkulasi yang rendah. kecepatan perpindahan panasnya tinggi distilasi. pembersihan dan perawatannya sukar 4. tidak untuk luas disekitar tube reaboiler akan sangat tergantung dengan diameter menara Vertical thermo siphons 1.

2. 2. 6. panjang tube tidak 3. 3. 1. beban yang dan yang lebih 30% dari 2. biaya instalasi Once natural circulation through murah. tidak membutuhkan ruang besar 3. 1. dapat didesain untuk panas tinggi. jika shell kecepatan alir 1. fase pemisahan mungkin terjadi di rendah. waktu tinggal rendah. akses lebih untuk dari 5 meter perawatan tidak mudah 1. mempinyai besaran panas yang cukup. mudah dikontrol. pengontrolann Horizontal thermo siphons ya mudah. persen penguapannya sekitar 35 %. dapat diposisikan secara horizontal dari / vertical dilihat elevasi menara. kondisi sirkulasi sukar dikontrol. 5. waktu tinggalnya kecil cepat 4. dapat Penguapan terjadi kelebihan ratio penguapan 217 .2. 4. 2. sukar terjadinya fouling.

1.. mempunyai transfer panas yang cukup. fase pemisahan dapat area sangat cairan berkandungan stagen teoritical untuk pemasangan vertical. 4.2. 4. waktu tinggalnya cepat. 2. 2. 3. setara dengan 1 plate. dan padatan. untuk kebutuhan surface yang luas. pengontrolan sirkulasi sangat baik. cocok untuk larutan pekat high fouling. 5. 218 . 1. 3. 5. memboroskan energi untuk pemipaan dan horizontal thermosyphon atau reboiler tipe kettle terjadi tidak dapat bekerja pada suatu proses. sukar Force circulation terjadi fouling. 5. daya tinggi Tipe ini dianjurkan reboiler tipe untuk pompa jika instrument control. biaya operasinya tinggi. penambahan area instalasi pompa. 3. 4. bias kebocoran dibagian seal pompa. untuk kecepatan sirkulasi tinggi.

Flowmeter untuk mengukur laju alir cairan dingin yang dialirkan. Steam traps digunakan untuk menangkap kondesat yang terbawa pada aliran steam. Juga membuang kondensat dari reboiler.dihindari. Sumumnya sistem kontrol temperatur biasanya terdiri atas valve pengendali aliran/tekanan pada system steam masukan pada reboiler yang terhubung ke temperature keluaran. Instrumentasi pada reboiler di antaranya adalah sebagai berikut : 1. 6. Fluktuasi temperatur proses dikendalikan oleh modulasi valve pengendali aliran steam.3 Prinsip Instrumentasi Reboiler sebagai suatu sistem memerlukan peralatan tambahan lebih daripada sekedar Heat Exchanger sebagai instrumen. Pengukur suhu: Termometer atau termokopel. digunakan untuk mengetahui suhu didalam sumtank atau pada aliran cairan masuk Heat Exchanger. Flooding dapat meningkatkan resiko korosi. 4. 5. Pengukur level. Pengukur tekanan: Manometer. Bisa digunakan untuk mencegah flooding. 219 . untuk mengukur tekanan operasi dan mengontrol tekanan proses. 3. sehingga reboiler tidak dapat berdiri sendiri. 2. untuk mencegah flooding. Adanya variasi di dalam aliran fluida membutuhkan algoritma kontrol proses yang kompleks yang digunakan untuk laju alir atau kombiasi antara laju alir dengan suhu untuk menjalankan valve pengendali steam. untuk mengendalikan tinggi cairan proses. Bisa dikaitkan dengan sistem kontrol temperatur. baik pada kolom maupun Heat Exchanger. Flooding juga mereduksi efisiensi transfer panas sejak transfer permukaan di bawah air hanya panas sensibel. 2. dengan transfer panas laten vaporasi dan sensibel. pemanasan lanjut kemungkinan terjadi. Flooding dapat meningkatkan resiko korosi. ketika permukaan tube kontak dengan steam. Sistem kontrol temperature secara akurat mengontrol aliran steam dan perpindahan panas.

Venting. Beberapa reboiler memiliki garis keseimbangan yang menyesuaikan tekanan pada reboiler selama proses startup dan 220 . • Pembuatan lubang udara Efisiensi operasi beberapa reboiler bisa ditingkatka dengan penambahan lubang udara. dan udara dari reboiler akan meningkatkan efisiensi transfer panas. 2. dan perpindahan panas yang sedikit.4 Optimasi Reboiler Operasi optimisasi rebooiler membutuhkan perhatian baik operasi mekanis. Lubang udara untuk gas-gas tak terkondenasi seperti karbon dioksida. Lubang udara benar-benar penting selama proses start up untuk membersihkan gas tak terkondensasikan yang mungkin terakumulasikan selama down time. operasi uap air. 2. ammonia dan udara dari reboiler dapat meningkatkan efisiensi perpindahan panas. Vent seharusnya ditempatkan pada ruangan uap sedekat mungkin ke level cairan pada reboiler orientasi horizontal maupun vertikal. Lubang udara harus diposisikan pada bagian uap yang dekat dengan permukaan cairan.6. Ditempatkan untuk meningkatkan efisiensi operasional pada beberapa reboiler. penggunaan katup kendali yang cocok dan pemilihan algoritma kendali proses yang tepat. Penyelesaian dari permasalahan-permasalahan ini adlah sebagai berikut: pembuatan lubang udara. pemilihan logam yag tepat. Misalkan dengan mengeluarkan (venting) non-condensable gas (gas yang tidak bisa terkondensasi).1 Operasi Mekanis Ada beberapa operasi mekanis yang dapat membatasi efisiensi perpindahan panas.4. Vent hasrunya ditempatkan dekat bagian atas bagian atas tube sheets (pada reboiler orientasi vertikal) dan downstream (hilir) dari discharge pass (pada reboiler orientasi horizontal). pengolahan kimia air maupun program pengawasan. amonia. lubang untuk karbon dioksida dapat mengurangi risiko pengkaratan saat kondensat terakumulasi di reboiler. dan diletakkan di bagian aliran hilir pada reboiler berorientasikan horizontal. Sebagai contoh. penggenangan. Lubang udara diletakkan pada bagian atas dari tubesheets pada reboiler berorientasikan vertical. seperti karbon dioksida. instalasi dan perawatan steam traps. termasuk vapor lock.

Penggenangan akan mengurangi efisiensi perpindahan panas karena perpindahan panas di bawah permukaan hanya menyalurkan panas sensible sedangkan permukaan tube kontak dengan perpindahan uap air baik panas laten dari penguapan ataupun panas sensible. Perlengkapan dengan ukuran yang tepat adalah sangat kritis karena pada trap denga ukuran yang terlalu kecil mengakibatkan garis penyaluran dan garis pengeluaran menghasilkan pengumpulan kondensat pada vessel reboiler. Reboiler harus memiliki steam trap yang terdedikasi. Saat tekanan berubah dan tekanan tetap sama. Secara termodinamika. • Instalasi Steam trap Steam trap berfungsi untuk menyalurkan kondensat dari reboiler. Katup kendali yang terlalu besar ukurannya pada kolom dapat membatasi efisiensi proses jika tekanan pada reboiler secara signifikan lebih rendah daripada tekanan pada garis pasok uap air. mencegah penggenangan. Karena uap air superheated efisiensinya lebih rendah dari pada uap air jenuh. 221 . Penggenangan pada reboiler dapat terjadi saat jalur penyaluran kondensat terhubung dengan jalur penyaluran biasa. Penempatan steam trap yang tepat adalah pada aliran keluaran uap air pada rebiler. dan lain-lain. Saat ada satu vessel pengumpulan kondensat atau pot beroperasi di beberapa boiler pada kolom yang sama plant harus menyediakan jalur pemisah kondensat dari tiap reboiler menuju pot.shutdown. maka tingkat perpindahan panas akan menurun. Plant biasanya memasang lubang udara di atas garis keseimbangan yang terbuka selama proses start up ataupun shutdown untuk mencegah vapor lock. katup kendali merupakan system adibatis –tekanan akan menurun pada katup kendali tanpa perubahan suhu--. uap air akan berubah menjadi superheated. Penggunaan trap dengan ukuran yang terlalu besar dapat mengakibatkan masalah water hammer ketika tekanan diferensial antara trap dan aliran balik kondensat meningkat. Desain trap yang paling sering digunakan adalah jenis inverted bucket dan float and thermostatic. • Katup kendali aliran masuk yang tepat Katup kendali uap air mungkin saja berukuran tidak cocok yang mengakibatkan perubahan kebutuhan operasi.

BAB III PEMBAHASAN 3. membentuk penghambat fisik pada permukaan tube yang dapat mencegah korosi. ada tiga cara yang bisa digunakan secara individu ataupun secara kombinasi untuk mengendalikan pengkaratan. termasuk metoda control yang sederhana da perawatan kimiawi yang cocok untuk banyak jensi reboiler. • Filming amines with neutralizing amines seringkali filming amines dikombinasikan dengan neutralisasi amine untuk menaikkan pH sampai dengan range control yang diinginkan.1 Perawatan Kimia Tergantung kontaminan yang terdapat pada system. Program pelapisan cocok digunakan untuk system kompleks seperti penyulingan. Aplikasi dari tiga teknik tersebut terdiri dari beberapa program perawatan kimia. Semua kontaminan yang bersifat asam aan dinetralkan ketika konsentrasi neutralisasi amine sesuai dengan kosentrasi kontaminan asam secara stoikiometri. Terdapat beberapa keuntungan. Neutralisasi amine akan terakumulasi pada fasa uap di dalam tangkii ketika hampir semua filming amine tertinggal di fasa liquid. • Neutralizing amines Neutralizing amines merupakan program yang paling baik untuk mencegah terjadinya korosi pada system kondensat uap. yaitu : • Filiming amines Filming amines membentuk lapisan tipis pada permukaan tube. Kekuatan dari lapisan kimia ini tergantung dari pH dan konsentrasi larutan. • Passivating Agents 222 .

Pabrik sebaiknya mengadakan pembelajaran laboratorium terlebih dahulu. terdapat dua umpan kimia yang menjadi perhatian utama yaitu proses sesuai dari perlakuan secara kimia dan umpan kimia yang strategis. Pada kebanyakan system. Dalam kilang minyak. Untuk penggunaan perlakuan kondensat di sistem tidak berlaku sebelumnya.Di dalam system di mana oksigen terlarut adalah kontaminan. jika permasalahan dari system yang sama tersedia. Pada setiap unit proses. 1. menggunakan perlengkapan umpan kimia secara konvensional. Bagaimanapun. oksigen buangan ditambahkan untuk mengurangi korosi dan melindungi permukaan logam. Setiap proses masalah yang sesuai yang harus dievaluasi masing-masing. menipiskan control korosi pada proses kimia oleh karena itu. Dalam proses petrokimia yang lain. passivating agents akan mengurangi konsentrasi iron dalam kondensat. Oksigen tersebut diketahui sebagai passivating agents karena reaksi kimia antara scavenger dan oksigen terlarut dan reaksi reduksi elektrokimia mirip dengan reaksi reduksi iron oxide dengan oksigen terlarut intuk membentuk magnet.2 Chemical Feed Issues Semua perlakuan kima adalah umpan berkelanjutan. prosedurnya dikenal 223 . Laju umpan diatur oleh system pHirip dengan program amina penetral. kesesuaian dari perlakuan secara kimia dengan katalis dan proses yang bermacam-macam merupakan hal penting. Karena uap sering dimasukan secara langsung kedalam proses aliran. Seringkali penambahan umpan kimia dibutuhkan pada unit. kilang minyak akan menambah control secara kimia pada korosi pada power house. terdapat beberapa yang diketahui cocok dengan amina seperti membuat latex atau katalis tertentu. • Amina Penetral dengan Passivators Seringkali passivating agent dicampurkan dengan amina penetral dalam produk berformula penuh. Sejenisnya. tidak terdapat ketidakcocokan yang biasa antara perlakuan secara kimia dengan katalis dan prosesnya. disana kemungkinan ketidakcukupan konsentrasi korosi control kimia didalam unit yang berlokasi jauh dari power house atau dalam tekanan rendah reboiler. uap akan dicampurkan dengan uap bertenaga dalam dengan membuang boiler panas dan reboiler.

dan sebaiknya digunakan pada lokasi kritis atau untuk konfirmasi penemuan dari metoda analitik yang lain. pH bisa diukur secara rutin. sample harus didinginkan dan secara konstan mengalirkan pada 1000 ml/menit. 3. Metoda ini bias menjadi sulit karena kebanyakan pabrik tidak mempunyai sample kondensor titik aliran menurun dari setiap reboiler. Disana tidak ada pemberitahuan tentang pedoman untuk kualitas kondensor reboiler. corrosions coupons menyediakan pengukuran langsung laju korosi dalam system. Ketika sample kondensor dingin tersedia pada reboiler spesifik. Contoh dari konsentrasi kondensat besi maksimum didapat dari konsentrasi maksimum umpan seperti ditunjukkan pada table 4. bagaimanapun batas control didapatkan dari pedoman ASME. Tidak seperti metoda yang telah kita bahas. Pengurangan pada konsentrasi besi dan laju korosi kondensor dalam kilang minyak menggunakan umpan satelit dari kimia yang telah dirancang menggunakan computer kompleks berdasarkan progam seperti ketetapan empiris. Proses kontaminasi yang paling sederhana adalah konduktifitas kondensat. Boiler operating pressure Maximum boiler feedwater (iron) Percent of condensate return 150 psig 100 ppb 50 % 224 . Sebagai alternative beberapa pabrik menaksir laju alir korosi tidak langsung dengan konsentrasi besi dalam kondensat dari reboiler spesifik.sebagai “umpan satelit”. Untuk pengukuran secara akurat konsentrasi dari besi tidak terlarut dalam kondensat.3 Corrosion Monitoring Gambar : akibat yang ditimbulkan oleh korosi Kebanyakan metode langsung mengukur laju korosi dengan menginstal corrosions coupons dalam kritikal reboiler jarang digunakan dalam system uap reboiler. Table 4-Penentuan konsentrasi kondensat besi maksimum.

laju optimal perlakuan kondensat harus dikenali. pengukuran Ph gabungan. Oleh karena itu. dan oleh karena itu akan dicairkan dengan 2 faktor. Make-up water dianggap tidak memiliki konsentrasi kontaminasi besi. reboiler yang mempunyai service keras identifikasi sebagai “critical reboiler”. nilai perlakuan meningkat dan laju korosi menurun. rancangan boiler. korosi potensial dari reboiler individual tidak bisa dinilai dari reboiler single. Semacamnya reboiler ini adalah unit yang menerima tekanan rendah uap atau diletakkan jauh dari power house. konsentrasi maksimum dari besi akan berubah berdasar pada tekanan operasi boiler. Meskipun pedoman ASME digunakan pada contoh ini.5 pH Monitoring Kebanyakan metoda biasa untuk memonitor korosi adalah monitor rutin pH pengembalian kondensat kombinasi dari seluruh unit. Seperti konsentrasi kondensat meningkat. sebelumnya untuk pencairan menggunakan make-up water. Untuk mengakurasi pengukuran pH. nilai actual dan laju korosi akan dibutuhkan untuk dinilai bermacam-macam laju alir kimia.6 Chemical treatment monitoring Keberhasilan dari program control korosi sejenisnya digambarkan dengan mengukur harga dari perlakuan terhadap laju korosi. Sayangnya. pengalaman akurasi memonitor pabrik dan control dan rekomendasi pabrik boiler. atau 200 ppb. Untuk menilai system spesifik. 1. Kondensat tersebut sama dengan 50 % dari umpan air. 225 . pabrik harus menginstal sample pendingin pada setiap pengembalian aliran kondensat.Maximum condensate (iron) 200 ppb Umpan air terdiri dari dua sumber air : kondensat dan make-up. Kebanyakan nilai efektif perlakuan pada penyimpangan dari dua kurva. 1. Memonitor perlakuan secara kimia sering dikombinasikan dengan memonitor korosi. Kedua. karena control korosi adalah objek paling penting dari kebanyakan program perlakuan kimia. kondensat bisa mempunyai dua kali sebanyak besi seperti konsentrasi umpan air maksimum. pabrik sebaiknya secara rutin mengukur Ph dan konduktifitas uap kondensat critical reboiler. Untuk memonitor aplikasi yang benar dari program perlakuan kimia. Pertama.

laju alir. Sumber utama kontaminan yang menyebabkan korosi adalah senyawa asam. rancangan boiler.memonitor pH 226 . • Kualitas steam tergantung pada proses pembentukan nya diboiler. Karena pompa digunakan secara terus menerus. Pengecekan pipa yang korosi juga dapat dilakukan dengan menghitung kadar besi yang keluar dari aliran kondensat . Kondisi yang harus diperhatikan agar reboiler diopersikan secara aman adalah tekanan steam. • • Tekanan steam harus sesuai dengan kebutuhan pemanasan. CO2 dan oksigen terlarut. Biasanya digunakan pompa yaitu pompa sentrifugal. Pengecekan pipa yang korosi dilakukan dengan metode kupon. Control valve yang digunakan diatur oleh LC di kondensat. Diperlukan flow control untuk mengatasi masalah tersebut. maka perlu dilakukan pengecekan setiap harinya. FC (flow control) dan PC (pressure control). Tekanan berlebih menyebabkan kebocoran pada shell nya. Pengecekan valve dilakukan dengan mengecek tekanan keluar dan masuk. pengalaman akurasi memonitor pabrik dan control dan rekomendasi pabrik boiler. Proses treatment water sebelum masuk ke reboiler diperlukan. Peningkatan laju alir dapat menyebabkan penumpukan kondensat pada tube dan level condensat semakin tidak terkendali. Hal yang tidak diinginkan dalam reboiler ini adalah korosi pada tube dan kebocoran pada tube nya. Laju alir yang dihasilkan tidak konstan setiap waktu.BAB IV KESIMPULAN Perawatan reboiler sangatlah penting dilakukan agar proses berjalan aman dan tidak mengalami kegagalan. kualitas steam. Korosi dapat terjadi diakibatkan konsentrasi maksimum dari besi berubah berdasarkan pada tekanan operasi boiler.

Bearing atau bantalan merupakan suatu elemen mesin yang digunakan untuk menahan poros berbeban. 1.1. baik itu fluida proses maupun pelumas. BAB II 227 .BAB I PENDAHULUAN 1. Gambaran umum 1. beban tersebut dapat berupa beban aksial atau beban radial.1.2. beban tersebut dapat berupa beban aksial atau beban radial.1. tipe bearing yang digunakan untuk bantalan disesuaikan dengan fungsi dan kegunaannya. Tipe bearing yang digunakan untuk bantalan disesuaikan dengan fungsi dan kegunaannya.Bearing Bearing atau bantalan merupakan suatu elemen mesin yang digunakan untuk menahan poros berbeban.1.Sealing Seal adalah suatu part/bagian dalam sebuah konstruksi alat/mesin yang berfungsi untuk sebagai penghalang/pengeblok keluar/masuknya cairan.

digunakan untuk poros-poros yang ukuran kecil berputar lambat dan beban ringan. Misalkan bantalan pada mesin-mesin perkakas kepala cekam.1. Bantalan luncur sebagian. digunakan untuk poros yang berputar lambat. digunakan untuk poros dengan beban yang sering berubah. digunakan pada poros-poros ukuran sedang dan besar seperti bantalan pada poros engkol. • Bantalan gelinding 228 . seperti blok luncur pada batang torak mesin uap dan blok luncur pada mesin produksi. digunakan pada poros-poros mesin bubut. digunakan untuk leher-leher poros yang memerlukan pendingin zat cair dan tidak mendapat beban berat. 6. misalkan bantalan poros engkol dari poros-poros presisi.TINJAUAN PUSTAKA 2. Bantalan bukan logam. mesin frais dan mesin perkakas lainnya. Bantalan luncur silinder penuh. bantalan poros pada roda kendaraan dan lainlain. Bantalan luncur silinder memegas. Bantalan luncur blah.1 – • Bearing Tipe bearing berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros: Bantalan luncur (Sliding Contact Bearing) Untuk jenis yang bantalan luncur mendapat gesekan yang besar dan biasanya dipasang pada poros engkol dan mampu memikull beban yang besar.  Jenis dan fungsi dari bantalan luncur: 1. Pada lapisan juga berfungsi sebagai pelumas. 5. 3. 2. plastik dan ebonit. 7. digunakan untuk blok-blok luncur gerak lurus.1 Tipe dan jenis-jenis 2. Sedangkan untuk yang bantalan gelinding mendapat gesekan yang kecil dan biasanya dipasang pada poros lurus dan tidak untuk beban yang besar. bahan lapisan yang digunakan yaitu karet. beban berat tetapi tidak berubah-ubah. Bantalan inside. Bantalan luncur tranlasi. 4.

Bantalan gelinding merupakan salah satu komponen mesin yang kuat/tegar yang akan memberikan umur pakai yang panjang kepada mesin/peralatan yang mempergunakannya, lebih-lebih bilamana bantalan gelinding tersebut dipasang dan dirawat betul. Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola, rol, dan rol bulat. – Berikut ini adalah jenis bantalan dilihat dari pembebanannya: • Bantalan dengan beban aksial (beban tekan). journal bearing berfungsi untuk menahan beban radial, beban tegak lurus dengan poros, biasanya untuk putaran tinggi dan beban yg besar, contohnya pada pump, turbine,compressor dan lain-lain.

• Bantalan dengan beban radial (beban putar). Thrusht Bearing berfungsi untuk menahan beban aksial pada poros, beban tegak lurus terhadap poros, gesekan antara bearing dan poros yang tinggi dan akan menghasilkan panas sehingga pendinginan secara khusus diperlukan

• Bantalan dengan kombinasi aksial dan radial. • Bantalan dengan beban tangensial.

2.1.1 Sealing

Jenis-jenis sealing berdasarkan bentuk :
229

1. Dinamika seal: a. Rotary seal

Fungsi dan cara kerja: Rotary seal atau yg juga sering disebut sebagai shaft seal, Ialah seal yang digunakan untuk menyegel suatu benda yang bergerak memutar (radial). salah satu contoh umum dari seal ini ialah Oil Seal. Rotary seal digunakan untuk mencegah terjadinya kebocoran cairan yang ada pada suatu sistem melalui Shaft yg berputar. Rotary Seal biasanya terdiri dari tiga komponen yaitu besi, karet, dan per(spring).

Hal yang perlu diperhatikan: Rotary seal harus tahan terhadap gesekan, karena seringkali benda yg di seal (shaft) berputar pada kecepatan yg cukup tinggi. Rotary seal sebaiknya mempunyai kelenturan yang baik, agar seal dapat mencengkram shaft dengan sempurna (tidak terdapat celah antara shaft dengan bibir seal), per dalam oil seal berfungsi sebagai penguat cengkraman bibir seal (Seal lip) terhadap Shaft. Rotary seal sebaiknya tahan terhadap pelumas/cairan yang digunakan, jika karet yang digunakan tidak sesuai, maka akan terjadi pembengkakan pada karet yang mengakibatkan terjadinya celah antara bibir seal dengan shaft, dan akhirnya terjadi kobocoran (leaking). Rotary seal sebaiknya memiliki ketahanan terhadap panas (heat Buildup) yang baik, karena shaft berputar dan terjadi gesekan antara shaft dengan bibir seal, seperti pada hal lainnya, gesekan akan otomatis menimbulkan panas.

a. Reciprocal seal
 Fungsi dan Cara Kerja:

Reciprocal Seal ialah seal yang digunakan untuk mencegah kecocoran
230

dari suatu sistem yang bergerak secara resiprokal (naik/turun, kanan/kiri). Contoh umum dari seal ini ialah seal hidrolik dan penumatik, karena kedua sistem tersebut bergerak secara resiprokal. seal ini secara umum dapat dikelompokan menjadi:

Rod Seal, rod seal terletak pada rumah silinder dan berfungsi untuk menjaga kebocoran melalui rod/as/piston yang bergerak resiprokal.

Piston Seal, seal ini terletak pada rod/as/piston, dan juga berfungsi untuk menutup cela antara piston dengan rumah piston. pada prinsipnya rod seal dan piston seal hampir identik, yang membedakan ialah peletakannya dalam suatu sistem pneumatic/hydraulic.

Backup pada untuk

Ring semua

(tidak selalu terdapat sistem), memperkuat berfungsi

piston/rod seal terhadap tekanan yang diterima seal tersebut. • Weeper/Dust Seal, seal ini berguna untuk mencegak masuknya kotoran yang akan terbawa masuk kedalam sistem hidrolik/penumatik akibat keluarnya rod/as/piston dari rumahnya pada saat beroperasi.
231

 Yang perlu diperhatikan: Pastikan bahwa seal tersebut tahan terhadap gesekan dan pelumas yang digunakan sistem. Karena seringkali sangat tinggi material tensile pneumatic lebih lentur mencegah tekanan yang dialami piston/rod seal (khususnya sistem hidrolik) maka yang digunakan juga harus memiiki strenght yang memadai. Untuk sistem biasanya digunakan material yang sehingga dapat lebih sempurna kebocoran dalam sistem.

1. Statik seal: a. O-ring  Fungsi dan cara kerja produk:

232

Seal Ring mempunyai fungsi untuk mencegah kebocoran karena terdapatnya rongga antara dua benda yang didempetkan, kedua benda tersebut pada umumnya tidak beberapa kasus, Seal Ring dan Squaresebagai Dinamik seal Seal Ring berkerja menutup celah-celah yang karet didempetkan mempunyai bergerak. (dalam Ring, terutama ORing juga berfungsi yang dengan tersebut, sederhana). cara karena

antara dua benda sifat yang elastis,

maka celah tersebut dapat tertutup dengan baik.

 Yang perlu diperhatikan. Dalam penggunaannya, Seal Ring mengalami tekanan yang menyebabkan ia berubah bentuk (gepeng). supaya dapat berfungsi dengan baik, Seal Ring wajib memiliki sifat pampatan tetap (compression set) yang baik sehingga dia dapat mempertahankan bentuk awalnya pada saat terkena tekanan atau mengalami deformasi bentuk. Seringkali Seal Ring beroperasi pada temperatur yang tinggi/rendah, maka hendaknya Seal Ring tersebut mempunyai ketahanan yang baik terhadap panas/dingin. Dalam bekerja, Seal Ring secara langsung bersentuhan dengan obyek yang dijaga supaya tidak meluber keluar sistem (bocor/leaking), maka Seal Ring
233

dimana salah satu diam dan satunya lagi berputar. Alat pembeban mekanis untuk membuat sealface saling menekan. Asesoris metal yang diperlukan untuk melengkapi rangkaian Mechanical Seal. tetapi juga tidak mengkontaminasi obyek tersebut (misalnya obyeknya ialah makanan/minuman). 4. Bagian-bagian mechanical seal:  Shaft adalah as/bagian poros sebuah alat dan merupakan bagian utama dari mesin-mesin yang berputar.tersebut dituntut tidak hanya tahan terhadap obyek yg dijaga (misalkan obyeknya bersifat korosif).  Shaft Sleeve adalah sebuah bushing/adapter yang berbentuk selongsong yang terpasang pada shaft dengan tujuan melindungi shaft akibat pengencangan baut/screw MechanicalSeal. • Mechanical Seal didefinisikan sebagai berikut: Sebuah alat pengeblok cairan/gas pada suatu rotating equipment. yang terdiri atas: 1. Dua buah sealface yang bisa aus. Satu atau sekelompok o-ring/bellows/PTFE wedge yang merupakan titik pengeblokan sekunder (secondary sealing). membentuk titik pengeblokan primer (primary sealing). 234 . 2. 3. Buku manual mesin-mesin lebih sering menggunakan kata shaft dibandingkan as.

melekat pada shaft. 2. maka bisa dilanjutkan bahwa MechanicalSeal adalah suatu sealing device yang merupakan kombinasi menyatu antara sealface yang melekat pada shaft yang berputar dan sealface yang diam dan melekat pada dinding statis casing/housing pompa/tangki/vessel/kipas. Sedangkan Sealface yang diam atau dalam kondisi stasioner sering disebut sebagai StationaryFace / Mating Ring / Seat. Sealface yang ada pada shaft yang berputar seringkali disebut sebagai Rotary Face/Primary Ring. Seal faces berarti ada 2 sealface. Kombinasinya bisa berupa carbon versus silicone carbide. dengan serangkaian teknik pencampuran. carbon vs ceramic. Yang berputar biasanya terbuat dari bahan yang lebih lunak/soft. carbon vs tungten carbide.2 lightband. Seringkali Sealface disebut juga dengan contact face. paling utama dan paling kritis dari sebuah Mechanical Seal dan merupakan titik PENGEBLOK CAIRAN UTAMA (primary sealing device) Terbuat dari bahan Carbon atau Silicone Carbide atau Tungsten Carbide atau keramik atau Ni-resist. baik itu fluida proses maupun pelumas. silicone carbide vs tungsten carbide. Seal adalah suatu part/bagian dalam sebuah konstruksi alat/mesin yang berfungsi untuk sebagai penghalang/pengeblok keluar/masuknya cairan. Permukaan material yang saling bertemu (contact) dibuat sedemikian halusnya hingga tingkat kehalusan / kerataan permukaan mencapai 1 . Setelah memahami bagianbagian yang menyusun Mechanical Seal.1 Bahan Baku 235 . Yang satu diam dan melekat pada dinding pompa.  SealFace adalah bagian paling penting. dan yang lainnya berputar. silicone carbide vs silicone carbide.

Kombinasinya bisa berupa carbon versus silicone carbide. dibuat dari kayu keras. Babit. timah putih (Sn). Carbon vs tungten carbide 4. dibuat dari serbuk brons dan grafit yang dipadatkan dengan lapisan luar dari baja lunak. Brons.1. Logam bubut (metal powder). Silicone carbide vs tungsten carbide.1. karet plastik dan bahan sintesis lainnya. 2.1 Aplikasi 2. Silicone carbide vs silicone carbide 5. dibuat dari timah putih dan timah hitam dengan bahan dasar antimon. Carbon vs ceramic 3. Bahan bukan logam.1 Bearing Bahan Baku Bearing : • • • • • • Besi cor (BC 14 : BC 22).2.1 Sealing Bahan baku sealing : 1. Bantalan gelinding (Rolling Contact Bearing/Anti Frictiont) 2. timah hitam (Pb) dan aluminium (Al). 2.1 Bearing Beberapa aplikasi Bearing adalah: – – – – – Railways / Railroad Beton bangunan Area Garasi Parkir Walkways Storage tank 236 . dibuat dari tembaga (Cu). beban dan kecepatan rendah.1.

➢ faktor konsumen: yaitu kurangnya pengetahuan tentang karakteristik pada bearing.dll BAB III PEMBAHASAN 3. Kesalahan bahan ➢ faktor produsen: yaitu retaknya bantalan setelah produksi baik retak halus maupun berat. pompa. 237 . Bearing 3. kesalahan toleransi.– – – Boiler Support Pipa Support Mesin Bearing diproduksi untuk melakukan fungsi-fungsi berikut: – – – – Beban dukungan vertikal dengan defleksi minimum Gerakan horisontal dengan resistensi minimal Mengurangi dampak merugikan karena penyusutan dan perubahan suhu Meminimalisasi gerakan rotasi dengan resistensi minimal 2.1.1.1 Kerusakan 1.1 – – – Sealing Seal sering digunakan pada sambungan-sambungan di motor Sambungan pipa Bagian-bagian pada di kompresor.1. kesalahan celah bantalan.

Bearing kurang minyak pelumasan. Pemasangan bearing pada poros yang tidak hati-hati dan tidak sesuai standart yang ditentukan. Unbalance bisa terjadi pula pada poros. 2. sehingga timbul getaran yang dapat merusak komponen tersebut. 1. mengakibatkan putaran mengalami perubahan gaya disalah satu titik putaran (lebih terasa ketika putaran tinggi). dimana kedudukan poros pompa dan penggeraknya tidak lurus. karena bearing tidak menumpu poros dengan tidak baik. 3. bearing akan mengalami vibrasi tinggi. Kesalahan pada saat pemasangan.1 • Perawatan Melakukan penggantian bearing sesuai umur waktu kerja yang telah ditentukan. 3. ➢ Pemasangan yang terlalu erat. dimana bagian-bagian pada impeller tersebut tidak balance (salah satu titik bagian impeller memiliki berat yang tidak seimbang). akibatnya ventilasi atau celah yang kurang sehingga pada saat berputar suhu bantalan akan cepat meningkat dan terjadi konsentrasi tegangan yang lebih. Penggunaan bearing melewati batas waktu penggunaannya (tidak sesuai dengan petunjuk buku fabrikasi pembuatan bearing). Karena terjadi unbalance (tidak imbang). 238 . seperti pada impeller . akibatnya cincin dalam atau cincin luar yang berputar yang menimbulkan gesekan dengan housing/poros.1. 3. Kemiringan dalam pemasangan bearing juga menjadi faktor kerusakan bearing. ➢ Terjadi pembenjolan pada jalur jalan atau pada roll sehingga bantalan saat berputar akan tersendat-sendat. karena bocor atau minyak pelumas terkontaminasi benda asing dari bocoran seal gland yang mempengaruhi daya pelumasan pada minyak tersebut. dan pengaruhnya pun sama. Pemilihan jenis bearing dan pelumasannya yang tidak sesuai dengan buku petunjuk dan keadaan lapangan (real). sehingga berpengaruh pula pada putaran bearing pada poros. Pemasangan yang tidak sejajar tersebut akan menimbulkan guncangan pada saat berputar yang dapat merusak bearing. Sehingga ketika berputar.1. 4. yaitu bisa membuat vibrasi yang tinggi dan merusak komponen. 2. diantaranya: ➢ Pemasangan yang terlalu longgar. Terjadi misalignment.

Mengganti bearing yang sesuai dengan klasifikasi kerja pompa tersebut.1 Kerusakan Sering terkena korosi (pada jenis mekanikal seal). Melakukan pemasangan bearing dengan hati-hati sesuai standar yang telah ditentukan.1. beban tersebut dapat berupa beban aksial atau beban radial.2 Perawatan Diganti dengan seal baru apabila terjadi kerusakan. Melakukan tes balancing pada poros dan impeller.• • • • • 3.2. Bearing Bearing atau bantalan merupakan suatu elemen mesin yang digunakan untuk menahan poros berbeban.1.2. 239 . BAB IV KESIMPULAN 4. Sealing Seal (perapat) berfungsi sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan. Sealing 3. Tipe bearing yang digunakan untuk bantalan disesuaikan dengan fungsi dan kegunaannya 4. dari udara atau debu dan dapat juga menjaga tekanan. pori-pori seal membesar sehingga terjadi kebocoran(pada jenis sealkaret).2. 3. Melakukan alignment pada poros pompa dan penggeraknya. terdegradasi akibat larutan kimia ( pada jenis seal bahan karet ). untuk mengantisipasi kebocoran. Memasang deflektor pada poros dan pemasangan rubber seal pada rumah bantalan dan perbaikan pada seal gland.

Menara pendingin menggunakan penguapan dimana sebagian air diuapkan ke aliran udara yang bergerak dan kemudian dibuang ke atmosfir. dan oleh karena itu biayanya lebih efektif dan efisien energinya. air yang tersisa didinginkan secara signifikan.1 Gambaran Umum Menara pendingin merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menurunkan suhu aliran air dengan cara mengekstraksi panas dari air dan mengemisikannya ke atmosfir. 240 . seperti radiator dalam mobil. Sebagai akibatnya. Menara pendingin mampu menurunkan suhu air lebih dari peralatan-peralatan yang hanya menggunakan udara untuk membuang panas.BAB I PENDAHULUAN I.

lalu akan jatuh kebawah dikarenakan gaya gravitasi atau pancaran air diarahkan ke bawah. 2001) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Disana terjadi perpindahan panas dan perpindahan massa. Diagram skematik sistim menara pendingin (Laboratorium Nasional Pacific Northwest. dimana perpindahan panas dan perpindahan massa terjadi dari air ke udara. Air yang masuk dan udara melalui filling arahnya searah. 241 . Air dingin yang ditampung di bak penampung digunakan kembali.1 Prinsip Kerja Cooling Tower Air panas yang masuk pada bagian atas cooling tower didistribuskan secara merata didalam rumah cooling tower. Udara yang banyak memiliki kandungan air(jenuh) disirkulasikan dengan kipas sehingga udara yang belum jenuh masuk ke rumah cooling tower.Gambar 1.

udara diperoleh dari aliran induksi natural atau alami dari spray tekanan. yaitu : 1. Natural draft atau atmospheric Cooling tower jenis ini menggunakan cerobong asap beton yang sangat besar untuk memasukan udara melalui media. Dikarenakan ukuran tower yang besar (tinggi 500 kaki dan diameter dasarnya 400 kaki) maka secara umum digunakan untuk laju alir diatas 200000 gal/menit.Dalam proses ini. 242 .2 Type Cooling Tower Cooling tower dimasukan kedalam dua subdivisi utama. Biasanya jenis tower ini digunakan untuk menghasilkan daya di Amerika Serikat. terjadi penghilangan air karena terjadi penguapan. Jenis ini tidak menggunakan kipas untuk mengahsilkan aliran udaranya. Sehingga harus diberi masukan air tambahan (make up water). Air dingin yang dihasilkan dilewatkan melalui saringan agar kotoran-kotoran atau padatan-padatan mineral tertahan dan tidak melewati alat lainnya. 2.

Tower ini menggunakan kipas besar untuk mengambil udara melalui sirkulasi air. galvanized baja. pengurangan erosi. Air mengalir kebawah diatas permukaan fill yang membantu meningkatkan panas antara air dan udara. Forced Draft Tower jenis ini mempunyai kipas. Struktur baja atau susunan kayu tertutupi dengan panel yang terbuat dari aluminium. dan pipa yang diletakan didalam struktur tower. Tidak ada celah pada dinding bagian luarnya. dan masalah kondensasi air. basin. atau asbestos cemnent board. Pada jenis ini . 243 . Mechanical draft Cooling tower jenis ini paling banyak digunakan. Selama operasi kipas mengahsilkan udara pada kecepatan rendah secara horizontal melalui packing dan kemudian secara vertical berlawanan dengan aliran air yang kebawah yang terjadi pada sisi kipas. kipas diletakan dibagian bawah atau dasar. Kipas ini sering mengatasi dry air atau keringnya udara.2. Drift eliminator diletakan pada atas tower yang melepaskan air yang masuk ke udara. Cooling tower jenis Mechanical Draft dibagi menjadi dua macam yaitu : 1. Vibrasi dan noise dikurangi ketikan alat berputar yang terbuat dari pondasi padat (solid).

➢ Crossflow Tower jenis ini mempunyai fill konfigurasi yang aliran udaranya mengalir secara horizontal. Counterflow Crossflow Jenis counterflow dan crossflow ini selain dimasukan kedalam induced draft juga dapat dimasukan kedalam karakteristik cooling tower berdasarkan aliran udaranya. maka beberapa counterflow tower kecil yang secara fisik lebih tinggi. dan menggunakan lebih banyak kipas dibandingkan crossflow. memerlukan lebih banyak pompa. Dikarenakan keperluan pemasukan yang tinggi dan daya hisap yang penuh. ➢ Counterflow Pada tower counterflow ini. ditambah dengan ketersediaan daerah masukan dan daerah plenum untuk pengaturan udara. Pada counterflow tower yang lebih besar. berlawanan dengan jatuhnya air. tekanan udara yang hilang besar. 2. Induced Draft Tower jenis ini terdiri dari 2 macam yaitu : 1. menyebabkan perawatan yang sangat diperlukan. udara bergerak naik secra vertical melalui fill. penggunaan system spray bertekanan tinggi. penggunaan system distribusi bertekanan rendah gravity-releated. air yang akan didinginkan dialirkan kedalam kolom masukan air panas 244 .2.

Dengan rancangan yang lebih kecil.3. Permukaannya dapat berbentuk datar 245 . dan didistribusikan ke fill secara gravitasi melalui lubang orificies didasar basin. wadahnya dapat menjadi rangka. sambil membasahi permukaan bahan pengisi. seperti unit fiber glass. fan. Double flow single flow spray filled 1. secara terus-menerus pecah menjadi tetesan yang lebih kecil. yaitu 1. motor. • Bahan pengisi berbentuk film: terdiri dari permukaan plastic uang yipis dengan jarak yang berdekatan dimana di atasnya terdapat semprotan air. 3. dan komponen lainnya. Bahan pengisi percikan dari plastic memberikan perpindahan panas yang lebih baik daripada bahan pengisi percikan dari kayu. yakni: Bahan pengisi berbentuk percikan/splash fill: air jatuh bdi atas lapisan yang berurut dari batang pemercik horizontal.1 Rangka dan casing Hampir semua menara memiliki rangka berstruktur yang menunjang tutup luar (wadah/casing). 1.yang diletakan dibagian atas fill. 2.3 Komponen Cooling Tower Komponen-komponen dari Cooling tower adalah: 1. Cooling tower jenis crossflow ini terdiri atas 3 macam. membentuk lapisan film yang tipis dan melakukan kontak dengan udara.3.2 • Bahan pengisi Terdapat dua jenis bahan pengisi.

secara umum pada aliran udara masuk yang terbuka.4 Istilah dalam Cooling Tower : 1. Jenis bahan pengisi film lebih efisien dan memberi perpindahan panas yang sama dalam volume yang lebih kecil daripada bahan pengisi jenis splash. tidak memutar. Droplet drift ini mempunyai konsentrasi yang murni sama seperti air yang msuk ke tower.bergelombang. Kecepatan drift secara khusus diturunkan dengan menggunakan alat seperti baffle. atau pola lainnya. udara mengalir setelah meninggalkan daerah fill dan spray tower. 1. Fan Fan aksial (jenis baling-baling) dan sentrifugal keduanya digunakan di dalam menara.3.1 Drift : droplet air yang terbawa oleh udara keluar dari cooling tower.1 Kolam air dingin Kolam air dingin terletak pada atau dekat bagian bawah menara.4 Louvers Kegunaan louvers adalah untuk menyamakan aliran udara ke bahan pengisi dan menahan air dalam menara.3.3 Saluran udara masuk Ini adalah titik masuk bagi udara menuju menara. 1. dan menerima air dingin yang mengalir turun melalui menara dan bahan pengisi.3.3. yang disebut dengan drift eliminator. berlekuk. Saluran masuk ini dapat berada pada seluruh sisi menara.4.3. 1.5 1.6 Nosel Alat ini menyemprotkan air untuk membasahi bahan pengisi.2 Drift eliminators Alat ini menanglap tetesan air yang terjebak dalam aliran udara agar tidak hilang ke atmosfir. Fan ini disesuaikan untuk mengirim aliran udara yang dikehendaki . 1. 1. 1.4. Kolam biasanyamemiliki sebuah lubang atau titik terendah untuk pengeluaran air dingin.3. 1.2 Blow out : droplet air keluar cooling tower dengan memutar. 246 . Air juga dapat hilang.

melalui deburan atau misting.5.4.6 Prinsip Perpindahan Panas 247 . Total permintaan elektrik dari semua Menara Pendingin pompa mungkin (adalah) sebanyak . 1.4 Blow down : bagian mensirkulasi aliran air yang keluar untuk mempertahankan atau mempertahankan junlah padatan terlarut dan yang murni lainnya pada level yang sesuai. daun kipas yang bergerak didalam struktur.000 galon per menit [bagi/kepada] satu atau lebih Menara Pendingin.3 Plume : aliran udara keluar yang jatuh meninggalkan cooling tower. Dan water diverter yang digunakan untuk membatasi kehilangan ini. Masing-Masing pompa pada umumnya (di) atas 15 kaki dalam. 1. Cooling tower ini berfungsi untuk melepaskan panas air yang keluar dari kondensor agar air dapat diresirkulasi atau dikeluarkan dan digunakan kembali.4.1 Cooling Tower(Supply) Basin Air disediakan dari pemecatan Berputar-Putar Sistem Penyediaan Air [bagi/kepada] suatu Kolom/Dok/Bak Distribusi. Alatnya seperti wind server. 1. 1. 1.5 Leaching : menghilangkan bahan kimia pengawet kayu dengan mencucinya pada air yang mengalir melalui cooling tower berstruktur kayu.4. gerak air dari kipas. gearbox atau sabuk penggerak. dan motor. Motor Perakitan mungkin (adalah) 8 [bagi/kepada] 10 kaki tinggi. 1. splash deflector. seperti 5% tentang keluaran yang elektrik setasiun [itu]. 1.4. Bunyi dibangkitkan dengan air yang jatuh. dari yang mana Pompa Menara Pendingin mengambil suatu pengisapan. louver.2 Cooling Tower Pumps Pompa [yang] besar ini menyediakan air pada (di) atas 100.5 Major Components 1.5. Plume ini terlihat ketika air menguap yang mengandung kondensat yang kontak dengan pendingin air.6 Noise : pancaran bunyi yang sangat kuat dari cooling tower dan catatan yang yang diberikan dari jarak arahnya.

jika udara lingkungan relatif kering. Ketika dua arus mencoba untuk menyamakan. suatu media disebut fill digunakan untuk peningkatan area permukaan antara udara dan arus air. Suatu aliran udara ditarik melewati aliran air. ( lihat: Titik embun). meninggalkan lebih sedikit energi dan memanaskan arus air sisanya Gambaran 3: Draft mekanis Crossflow Cooling tower digunakan pada aplikasi HVAC Dalam rangka mencapai kemampuan yang lebih baik. Pada Wet cooling towers . udara kering menyerap uap air air tambahan dan membawanya keluar. air yang hangat dapat didinginkan hingga lebih rendah dari temperatur lingkungan. – Hybrids juga tersedia. Film fill terdiri dari lembaran material tipis di atas di mana air mengalir. Splash fill terdiri dari material yang ditempatkan untuk menghambat arus air yang menyebabkan percikan/deburan. 248 . jenis yang utama adalah: – Wet cooling towers atau cooling tower sederhana beroperasi pada prinsip penguapan. – Dry cooling towers beroperasi dengan pemanasan transmisi melalui suatu permukaan yang membagi cairan bergerak dari udara lingkungan. Keduanya metoda penciptaan peningkatan permukaan area.Gambar 2: Suatu Marley Mekanik menopang draft cooling tower digunakan dalam aplikasi di industri Berkaitan dengan mekanisme pemindahan kalor yang bekerja.

1.3 Prinsip Pengukuran • • Mengukur suhu air masuk dan keluar dengan menggunakan termometer biasa Mengukur suhu bola basah & kering udara masuk dan keluar dengan menggunakan thermometer bola basah dan kering BAB III PEMBAHASAN 249 .

Fan Deck Periksa korosi pada logam dan kayu yang rapuh. Penentuan dosis chemical didasar pada total volume system. Cooling Tower Periksa dari kebocoran. pastikan bagian dari deck dalam kondisi baik dan hubungan antara bagian kencang 4. Kopling Dan Drive Shaft 250 . jenis cooling tower. tata letak dan system perpipaan serta analisa air yang dipakai. perpipaan. Periksa sambungan air dan bersihkan dari sampah. reset valve untuk balancing (bulanan) 6. Bila pembentukan lumpur terbentuk pada system terbuka pada bagian sisi dari cooling tower. Mikroorganisma dihambat dengan memberikan chemical yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisma tersebut. korosi dan berkurangnya material lapisan (bulanan) 5. make up / air yang dikonsumsi. System Perpipaan System periksa dari kebocoran. puing-puing yang menghasilkan kondisi optimum untuk perkembangan bakteri (legionalle). Basin Periksa korosi bagian kotoran. Periksa bagian yang terbuat dari logam dari korosi dan dari kebocoran (harian) 3. cooling tower sampai pada cooling point ( pendingin alat produksi ). Fill (Packing) Terdiri dari 2 jenis. crack (retak) lubang serta korosi bila memakai casing logam 2. splash dan film. hal ini terjadi karena kondisi solid dalam air yang terlalu tinggi. mulai dari tandon air.Perawatan cooling tower pada prinsipnya adalah perawatan sistem pendingin. maka perawatan cukup dengan membersihkan lumpur yang mengendap secara manual. Control Flow Valve Periksa dari korosi dan kelelahan air. Perawatan dengan bahan kimia harus diperhatikan aspek keseimbangan antara mencegah pembentukan kerak dengan keberhasilan menahan / mencegah terbentuknya korosi. 7. Adakalanya terbentuk endapan yang berlebihan. film yang berbeda membutuhkan perawatan yang berbeda pula. Perawatan cooling tower : 1.

(tergantung kebutuhan) 8. kelelahan. BAB IV KESIMPULAN 251 . retak. periksa dan kencangkan seluruh koneksi (tergantung kebutuhan) 9. Make Up Water Jalankan/operasikan valve atau switch secara manual sehingga diperoleh penutup valve sesuai dengan rancangan (tergantung kebutuhan). periksa seluruh sambungan. serta korosi dari endapan. terutama pada flexible connection dari korosi. Fan Jika dipasang fan sentrifugal. blower diperiksa dari kerusakan atau hilangnya blade. Periksa dan stel kembali fan pitch (sudu) sesuaikan dengan ukuran yang direkomendasikan dengan toleransi ½ .Periksa dari korosi dan kerusakan.

2. Pengoperasian Generator STF 100 kVA Sebagai Pembangkit Tenaga Listrik. John Wileu dan Sons.1. Teknik Elektro FT Unesa. 1992. Menara pendingin merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menurunkan suhu aliran air dengan cara mengekstraksi panas dari air dan mengemisikannya ke atmosfir. 252 . perpipaan. Heat Transfer. Adrian. Inc. Laporan PI. 2003. Surabaya. Berjan. mulai dari tandon air. DAFTAR PUSTAKA Andriyanto. Prinsip dari perawatan cooling tower adalah sistem pendingin. cooling tower sampai pada cooling point ( pendingin alat produksi ).

2003. Unit Pendidikan dan Pelatihan. 2006. Handojo dkk. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Teknik Elektro.Charis. Dewi. Pengenalan Pemeliharaan Mesin Pembangkit. 2003. Surabaya Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Unit Pendidikan dan Pelatihan. 2003. FT Unesa. Keselamatan Kerja dan Penanggulangan Kebakaran. Suralaya. 2003 . Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Membelit Ulang motor Kompresor Tiga Phasa Putaran 1500 RPM. Teknik Elektro. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Suralaya. Kerja Mesin Pembangkit PLTU. Prosedur Umum Perbaikan Motor 3 Phasa di PT ABB Sakti Industri Surabaya. Petunjuk Operasi PLTU Sektor Perak Unit III & IV Bidang Turbin. Azwar 2006. Stafford England. 2003. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Conductorjasa Suryapersada. PT. W. GBC Measurement. 253 . Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Pradaya Paramitha: Jakarta. Palen. Kerja Mesin Pembangkit PLTA. Tim Alih Bahasa. Penanganan Bahan Bakar. Surabaya J. Heat Exchanger Source book. Rachma O. the General Electric Company. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Laporan PI. Protective Relay Aplication Guide. Perusahaan Umum Listrik Negara Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian Timur Sektor Perak. Suralaya. 1987. Laporan PI. FT Unesa. 2003. Observasi Pembuatan Engine Panel Trapesium Selenoid Off Untuk Generating Set F 3L 912-STF 25 kVA (20 kW) di PT. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Suralaya. M. Suralaya. Hakim. Suralaya. Surabaya. Pemeliharaan Mesin Pembangkit. Teknik Elektro FT Unesa. Alat Bantu Mesin Pembangkit PT. Hemisphare Coorporation: Washinton New York-London Lienda. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan. Suralaya. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan. Ermanto. Rahmat R. Laporan PI. 1976. PLN Persero. Teknologi Kimia 2. 1995. 2003. 2006.

254 . Pembangkitan Energi Listrik. Methode Pengujian Transformator Distribusi. 2005 Machrowski.ekaristi.com/jasa_tirta1/graphics.T. et.OUI. P. Surabaya 1995. PLN (Persero) Unit Pendidikan dan Pelatihan Surabaya. 1996. Indrati Agustinah.blogberita. Sistem Kelistrikan (L. Surabaya IEC 156/1963.id/Profil/UnitBisnis/tabid/66/Default. P. 2004. Method for the Determination of Electric Strength of Insulating oils.com http://www.com IEC 76/1976.http://faizal.com/ http://www. Jan.aspx http://www.T. Nurdin. Printed in Singapore. Surabaya: Teknik Elektro FT Unesa Surabaya.co. MS. 2004 Laporan On Site Training Prajabatan SLTA & D3 PLTU III/IV Perak Surabaya. Bambang Djaya. New York: Singapore Toronto Marsudi.html http://www.org http://www.201 (1) A).sitohangdaribintan.indonesiapower.com http://www.al. High Voltage Enginering.KKG/M. Power System Dynamic and Stability.bumn-ri. V. Abdul. Power Transformer.803 (1) A).blogspot.com http://www.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/ http://members.web. PT. 1998. Djiteng. PT. Kursus Pengoperasian Sistem Penunjang (Demin Plant) (L. Joko.firstelectricmotor.gtkabel.KUG/M. Surabaya: Teknik Elektro FT Unesa Surabaya Joko. Bambang Djaya.com http://www.OUI.motor-rundirect. Transmisi Tenaga Listrik.harianbatampos. Kadir. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin-Mesin Listrik (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan. Pemeliharaan dan Perbaikan Transformator (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan). Kamuraju. Surabaya: Erlangga. 2005. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Priok Jakarta. 1976. Jakarta: Universitas Indonesia. 2000. 2004.

Perusahaan Umum Listrik Negara. Teknik Elektro FT Unesa. Joel. PJB I Unit Pembangkitan Perak dan Grati. Jakarta. Depdiknas RI. Surabaya. Jakarta. Weisman. 1987. Hedore . 1979. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Yugo F. 2006. 2002. Surabaya. SPLN 17: 1979. Widya N.al. Jakarta 1981 Setyabudi. Transformator Tenaga. Jakarta. Bayu Bangun Lestari Plasa Surabaya. PT.P. Pedoman Pembebanan Transformator Terendam Minyak. Surabaya. John Wiley & Sons. 255 . 1998. 1982.T. Standar Kompetensi Nasional. 2003. Modern Power and Planning System. Standart Operational Procedure (SOP) Start-Stop Unit III & IV Unit Pembangkitan Perak. Electrical Machines & Power System. Modern Power System Analysis. Davit. SPLN 50 – 1982. PJB Pembangkitan Brantas Distrik D PLTA Mendalan. Surabaya. Yudi. Wildi. G. 2006. Sistem Pengoperasian Genset di PT. Laporan PI. Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Transformator Tenaga. PLN. Sistem Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Mendalan di PT. Pengujian Transformator. Printed in the United Soth of America. et. New Jersly: Prentice Hall. Teknik Elektro FT Unesa. Teknik Elektro FT Unesa. Laporan PI. Bidang Inspeksi Pembangkitan Tenaga Listrik. Turan. 1985. 2006. Laporan PI. America.

id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/ http://members.ekaristi.201 (1) A). W. Prosedur Umum Perbaikan Motor 3 Phasa di PT ABB Sakti Industri Surabaya.org http://www. FT Unesa. Jakarta: Universitas Indonesia.co.com http://www. Method for the Determination of Electric Strength of Insulating oils. Pradaya Paramitha: Jakarta.motor-rundirect. Power Transformer. Laporan PI.indonesiapower. Heat Exchanger Source book.com http://www. Surabaya J. 1998. 2004. Hemisphare Coorporation: Washinton New York-London Lienda.com http://www.bumn-ri. 2000. Indrati Agustinah. Joko. PT.harianbatampos.com http://www.web. PLN (Persero) Unit Pendidikan dan Pelatihan Surabaya.html http://www. 1976. http://faizal. Teknologi Kimia 2. Abdul.firstelectricmotor. Kadir.KKG/M.blogberita. 2004 Laporan On Site Training Prajabatan SLTA & D3 PLTU III/IV Perak Surabaya. Pemeliharaan dan Perbaikan Transformator (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan).aspx http://www.com/jasa_tirta1/graphics. 2006. 1976. Palen. Sistem Kelistrikan (L. Surabaya: Teknik Elektro FT Unesa Surabaya Joko. Rahmat R. 2005 254 . Teknik Elektro. Handojo dkk.sitohangdaribintan. Transmisi Tenaga Listrik.blogspot. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Priok Jakarta. Surabaya IEC 156/1963. 1995. Surabaya: Teknik Elektro FT Unesa Surabaya. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin-Mesin Listrik (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan.com IEC 76/1976.gtkabel.803 (1) A).id/Profil/UnitBisnis/tabid/66/Default.OUI. PT.KUG/M.OUI. PT.Hakim.com/ http://www. Kursus Pengoperasian Sistem Penunjang (Demin Plant) (L.

Jakarta. 1979. 2006. Surabaya. SPLN 17: 1979. Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Transformator Tenaga. Methode Pengujian Transformator Distribusi. America. Standart Operational Procedure (SOP) Start-Stop Unit III & IV Unit Pembangkitan Perak. Surabaya. High Voltage Enginering. 2005. Nurdin. Transformator Tenaga. P. 2004. PJB I Unit Pembangkitan Perak dan Grati. Laporan PI. Hedore . 1982. Surabaya: Erlangga. Laporan PI. Teknik Elektro FT Unesa. PJB Pembangkitan Brantas Distrik D PLTA Mendalan. Weisman.al. Electrical Machines & Power System. Pembangkitan Energi Listrik. Joel. Wildi. Sistem Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Mendalan di PT. MS. PT.T. Bambang Djaya. 2006. Teknik Elektro FT Unesa. SPLN 50 1982. Depdiknas RI. Printed in the United Soth of America. et.al. Laporan PI. Turan. Surabaya. P. Modern Power System Analysis. P. Bayu Bangun Lestari Plasa Surabaya. Djiteng. et. Davit. Surabaya. John Wiley & Sons. Power System Dynamic and Stability. Bidang Inspeksi Pembangkitan Tenaga Listrik. New York: Singapore Toronto Marsudi. Standar Kompetensi Nasional. 2002. Modern Power and Planning System. 1998. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.T. Widya N. 2003. Jakarta 1981 Setyabudi. 1985. Surabaya 1995. Yugo F. PLN. Perusahaan Umum Listrik Negara. G. Bambang Djaya. V. 1996. Pedoman Pembebanan Transformator Terendam Minyak. Yudi. Jan. New Jersly: Prentice Hall. Sistem Pengoperasian Genset di PT. Jakarta. 2006. Jakarta. Pengujian Transformator. Kamuraju. Printed in Singapore.T. Teknik Elektro FT Unesa. 255 . 1987.Machrowski.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful