BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Gambaran Umum Shell and tube heat exchanger merupakan jenis alat penukar panas yang banyak digunakan pada suatu proses seperti petroleum, industri kimia, dan industri HVAC. Shell and tube heat exchanger mengandung beberapa utube sejajar di dalam shell. Shell and tube heat exchanger digunakan saat suatu proses membutuhkan fluida untuk dipanaskan atau didinginkan dalam jumlah besar. Berdasarkan desainnya, shell and tube heat exchanger menawarkan area penukaran panas yang besar dan menyediakan efisiensi perpindahan panas yang tinggi. Untuk membuat perpindahan panas yang lebih baik dan untuk menyangga tube yang ada di dalam shell, maka sering dipasang baffle. Efektifitas perpindahan panas meningkat dengan dipasangnya baffle. Efektifitas meningkat seiring dangan mengecilnya jarak antar baffle hingga suatu jarak tertentu kemudian menurun, Shell and tube heat exchanger merupakan bejana tekanan dengan banyak tube didalamnya. Pada suatu proses, fluida mengalir melalui tube pada exchanger saat fluida lainnya mengalir keluar tube yang berada di antara shell. Fluida pada sisi tube dan pada sisi shell terpisah oleh tube sheet.

Konstruksi detail dari TEMA Shell and Tube Heat Exchanger. (gambar 11-35)

1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Kerja 2.1.1 Teori dan aplikasi Dua fluida mengalir dengan temperature awal yang berbeda mengalir sepanjang heat exchangers. Satu aliran mengalir sepanjang tabung sedangkan arus lain pada bagian luar tabung tetapi masih di dalam shell. Panas ditransfer dari satu fluida ke fluida lainnya melalui dinding tabung, baik dari sisi tabung menuju shell atau sebaliknya. Fluida bisa merupakan cairan atau gas pada sisi shell maupun pada sisi tabung. Dalam tujuan memindahkan panas secara efisien, suatu area perpindahan kalor yang besar harus digunakan, oleh karena itu terdapat banyak tabung. Dengan cara ini, panas yang dibuang dapat disimpan untuk digunakan. Hal ini adalah suatu jalan yang baik untuk memelihara energi. Heat exchanger yang berfasa tunggal (cairan atau gas) pada setiap sisi dapat disebut heat exchanger berfasa satu atau berfasa tunggal. Heat exchanger berfasa dua dapat digunakan untuk memanaskan cairan dan mendidihkannya sehingga menjadi gas (uap air), terkadang disebut boiler, atau mendinginkan uap air untuk dikondensasikan menjadi bentuk cairan (condenser), pada umumnya perubahan fase yang terjadi berada pada sisi shell. Boiler didalam mesin uap lokomotif biasanya cukup besar, yang pada umumnya shell and tube heat exchanger terbentuk silinder. Pada pembangkit tenaga listrik yang besar dengan steam-driven turbin, shell and tube condenser digunakan untuk mengkondensasikan uap air yang keluar turbin ke dalam bentuk air yang dapat didaur ulang kembali menjadi uap air, yang mungkin pada shell and tube tipe boiler. 2.1.2 Desain Shell and Tube Heat Exchanger Terdapat banyak variasi pada desain shell and tube. Secara khusus, ujung dari tiap tabung dihubungkan ke plenums (terkadang disebut water boxes) melalui lubang dalam tube sheets. Shell and Tube Heat Exchanger adalah jenis Heat Exchanger yang paling umum dipergunakan pada proses Refinary Oil and Gas dan Petrochemical. Dalam hal design Shell and Tube Heat Exchanger (STHE), standar yang dipakai adalah ASME
2

Section VIII dan TEMA Class R, atau API 660 Ada dua sisi utama dalam design STHE, Shell Side dan Tube Side. Berdasarkan konstruksinya, STHE dapat dibagi atas beberapa type, masing masing type diberi kode berdasarkan kombinasi type Front Head, Shell, dan Rear Head. Tabel berikut adalah type type Head dan Shell yang dimaksud.

3

Karakteristi k masing masing type dari Shell and Tube tersebut digambarkan pada tabel berikut:

4

Setelah mengetahui karateristik dari masing masing type shell and tube heat exchanger, selanjutnya design didasarkan atas keperluan atau servicenya. Design yang komplex biasanya menimbulkan biaya yang lebih mahal dan perawatan yang lebih sulit sehingga biasanya hanya digunakan untuk keperluan yang tidak memungkinkan penggunaan yang lebih simpel.

5

Tabung mungkin berbentuk lurus atau bengkokkan dimana dengan bentuk U atau sering disebut dengan U-tubes. Hal ini bergantung pada frekuensi fluida pada tabung yang melalui fluida pada shell. fluida masuk pada satu ujung tabung dan keluar melalui ujung tabung lainnya. Shell and tubes yang secara khas memiliki Utubes. 6 . Semua hal tersebut digunakan untuk mendidihkan air dari steam turbin condenser menjadi uap air untuk mengendalikan turbin tersebut untuk menghasilkan tenaga.2. Kebanyakan shell and tube heat exchanger memiliki desain aliran baik 1. Didalam pembangkit daya nuklir disebut reactor air bertekanan. Pada heat exchanger berfasa tunggal. atau 4aliran pada sisi tabung. heat exchangers besar disebut steam generator merupakan berfasa ganda.

7 .3 Pemilihan Material Tabung Agar dapat memindahkan panas dengan baik. Banyak perusahaan tidak menggunakannya sebab dapat rusak dengan mudah dan menjadi lebih maha untuk dibangun. Hal tersebut membuat konstruksinya menjadi lebih sederhana. corrosion resistant. dan lainlain) untuk memperkecil hal yang buruk seperti korosi. Semua yang dibituhkan yaitu melakukan pemilihan seksama atas bahan yang kuat. material tabung bermutu tinggi. tekanan. Karena ada kecenderungan material tabung untuk mengembang berbeda-beda secara thermal pada berbagai temperature thermal stresses muncul selama operasi. Terdapat baffles yang mengarahkan aliran melalui sisi shell sehingga fluida tidak mengambil jalan pintas melalui sisi shell yang dapat menyebabkan volume arus rendah yang tidak efektif. yang secara khas berbahan metal. material tabung harus mempunyai thermal conductivity. terdapat perbedaan temperature sepanjang lebar tabung. 2. Pilihan material tabung yang buruk bisa mengakibatkan suatu kebocoran melalui suatu tabung antara sisi shell dan tube yang menyebabkan fluida yang lewat terkontaminasi dan kemungkinan hilangnya tekanan.Steam turbin condenser dalam pembangkit tenaga sering merupakan 1-pass straight tube heat exchanger. pH. thermal-conductive. Sering multiple heat exchanger dapat digunakan untuk menirukan arus aliran berlawanan dari exchanger tunggal yang besar. Hal ini sesuai terhadap tegangan dari tekanan tinggi dari fluida itu sendiri. Dua dan empat pass merupakan desain yang umum karena fluida dapat masuk dan keluar pada sisi yang sama.1. Karena panas ditransfer dari suatu sisi yang panas menuju sisi yang dingin melalui tabung. Heat exchanger arus berlawanan merupakan yang paling efisien sebab memberikan perbedaan suhu rata-rata yang paling tinggi antara arus dingin dengan arus panas. Material tabung juga harus sesuai dengan kedua hal yaitu sisi shell dan sisi tube yang dialiri untuk periode lama dibawah kondisi-kondisi operasi (temperature.

. • • • • • • Gasket → fiber berkualitas tinggi yang dikompres Head → berbahan standar cast iron atau steel head Tubesheet → Ubend tubes diperluas terhadap tubesheet yang membiarkan untukperluasan dan penyusutan tabung karena fluktuasi suhu Mounting → saddles yang diganbungkan dengan unit standar untuk mounting yang cepat dan mudah Shell → welded shell dilindungi dengan cat berkualitas tinggi untuk menghambat korosi Tube bundles → berbahan stainless steal.2 Bagian-Bagian / Komponen shell and Tube Heat Exchanger Keterangan. • Connections → ukuran yang distandarkan untuk pemasangan yang mudah.2. galur (thread) permukaan pelindung untukmemudahkan 8 . penambahan pemasangan. tampilan tube bundle yang unikmeminimalisasi permasalahan yang muncul dan mengoptimumkan media aliran dalam unit • Baffles → adanya celah baffles dengan jarak minimum antara tabung untuk menjamin aliran fluida yang benar dan meminimalisasi bypass.

atau N) Fixed-tube-sheet heat exchanger (gambar 11-36b) lebih sering digunakan dibandingkan jenis lainnya. Tibesheet dilas atau digabungkan dengan shell. M.3 Tipe-Tipe Shell and Tube Heat Exchanger 2. Biasanya perluasan melewati shell dan bertindak sebagai 9 . dan frekuensi penggunaannya meningkat beberapa tahun terakhir ini.3.1 Fixed TubeSheet atau Fixed Head (Type L.2.

Konstruksi ini menyebabkan shell and tueb sheet material menyatu satu sama lain. yang beroperasi di bawah vakum. dan kurang untuk diameter pipe shell yang lebih kecil. Seperti ditunjukkan gambar 11-35 jenis C dan N. Ketika hal itu terjadi. Berbagai jenis sambungan ekspansi digunakan untuk menghilangkan tegangan yang berlebihan yang disebabkan oeh 10 . konstruksi tipe “blind”-gasket digunakan. walaupun shell dengan lebih dari 2 aliran side-shell jarang digunakan. Toleransi pembuatan memerlukan beberapa jarak tambahan antara bagian luar dari baffles dan tabung yang paling jauh atau paling luar. Selama perpindahan tabung. Prosedur yang umum adalah menutup lubang yang sesuai pada tube sheet. tabung dapat patah sampai shell. 11 mm (7/16 in) untuk 254 mm-610 mm (10 in-24 in) pipe shell. Blind gasket tidak dapat diakses untuk pemeliharaan atau penggantian ketika unit telah dibangun. Antara bagian dalam shell dan baffles terdapat jarak yang harus diberikan. Tube-side-header. dimana tube-side header ini dibaut. Tube side header (atau channel) dapat dilas pada tubesheet. gasket dan lainnya dapat dilakukan pemeliharaan dan penggantian namun tidak untuk struktur shell-side baffle maupun blind gasket. Perluasan yang berbeda antara shell dan tube dapat berkembang dikarenakan perbedaan dalam panjang yang disebabkan oleh ekspansi thermal. channel cover. Ketika pengelasan tidaklah mungkin. Jarak antara diameter shell dan OTL sekitar 13 mm (1/2 in) untuk 635 mm (25 in) di dalam diameter shell dan keatasnya. Konstruksi ini digunakan untuk steam surface condenser. Tabung yang paling luar pasti termasuk dalam OTL. sehingga baffles dapat bergeser terhadap shell. Tabung dapat dengan sepenuhnya mengisi heat exchanger shell. akan menjadi sangat sulit untuk memindahkan dan menggantikan tabung. Aliran shell-side dapat satu atau lebih. Jarak tepi antara tabung yang luar (OTL) dan diameter baffle harus sesuai untuk mencegah getaran tabung dari patahan sampai lubang baffle.flanges. Tabung dapat digantikan. Jarak antara tabung yang paling jauh atau paling luar dan shell hanya merupakan kebutuhan yang minimum untuk pembuatan. Tidak ada pembatasan atas banyaknya aliran tube-side. konstruksi jenis ini sedikit lebih mahal dibandingkan dengan jenis B dan M atau A dan L masih memberikan keuntungan dimana tabung mungkin diuji atau digantikan tanpa mengganggu pipa penghubung tube-side.

Penanganan yang salah selama pembuatan.3.2 U-Tube Heat Exchanger 11 . Kebutuhan akan sambungan ekspansi merupakan kegunaan dari jumlah perbedaan ekspansi antara lain. 2. pemasangan atau perawatan heat exchanger dilengkapi dengan jenis bellow berdinding tipis atau tipe sambungan ekspansi torodial dapat merusak sambungan. Di dalam unit yang lebih besar. pemindahan.perluasan/pemuaian. light-wall-joint ini peka terhadap kerusakan dan beberapa perancang memilih penggunaan dinding yng lebih berat dari formed heads.

Terdapat power driven tube cleaner. yang dimana dilas pada shell. Rods dan tabung mekanis pembersih konvensional tidak bisa lewat dari satu ujung u-tube ke ujung lainnya.eng. tie rods dan spaces yang sesuai.. rumah 12 . dan bagian lain yang merupakan baja karbon digunakan untuk air dan uap di dalam bangunan kantor. Desain ini sering digunakan dengan tangki penyimpanan di luar untuk bahan bakar minyak berat. Biaya pompa dapat dikurangi tanpa memanaskan keseluruhan muatan tangki. yang dapat memindahkan residu dari bagian lurus dan bengkokan U pada tabung. Jarak merupakan sama pentingnya seperti pada fixed-tube-sheet heat exchanger. telah disediakan. Pada konstruksi bertekanan tinggi.1959)). Penggunaan konstruksi u-tube telah meningkat dengan pengembangan tentang pembersih tabung hidrolik. Desain u-tube memberikan keuntungan untuk mengurangi banyaknya sambungan. seperti pada gambit 11-38.14. Pemebersihan mekanik bagian dalam tabung telah diuraikan oleh Yohannes (chem. Masing-masing tabung bebas untuk memperluas tanpa ada batasan ditempatkan diatasnya oleh tabung lain. dan cairan dipanaskan melewati bagian luar dari tabung. Fin sering digunakan untuk mengurangi potensi pencemaran fluida tersebut.66. tar. Pengaliran hidrolik dengan mendorong air melalui nozzle pada tekanan. bentuk ini menjadi penting dipertimbangkan dalam mengurangi biaya awal dan pemeliharaan. Banyaknya lubang tabung yang diberikan shell lebih sedikit untuk fixed-tube-sheet exchanger karena pembatasan pada pembengkokkan tabung pada radius yang sangat pendek.187-192(Dec. Satu ujung shell pemanas terbuka. Suatu tube sider (stationary head) dan shell dengan integral shell cover.Tube bundle yang berisi stationary tube sheet. sekolah. molases dan fluida yang memiliki viskositas kecil agar mudah untuk dipompa. yang dapat membersihkan kaki tabung yang lurus dan bengkokan tabung. baffle atau plat pendukung. Alat pemanas tangki penghisap. terdapat u-tube bundle. cast iron headers. Tube bundle dapat dipindahkan dari heat exchanger shell. Pemanas longitudinal fin-tube tidak di-baffle. U-tube exchanger dengan tabung tembaga. U-tube bundle memiliki keuntungan jarak yang minimum antara batas tabung luar dan bagian dalam shell untuk perpindahan konstruksi tube bundle apapun. u-tubes. Biasanya media pemanasan tube side berupa uap. Bare fin-tube dan integral low-fin tube dilengkapi dengan baffles.

4 Outside-Packed-Floating Heat Exchanger Fluida dari sisi shell mengandung balutan dari banyak cincin. lantern ring dan differential expansion. 13 .sakit. 2. Standar exchangers ini tersedia dari sejumlah harga sebenarnya yang jauh di bawah peralatan industri proses. Lantern ring dilengkapi dengan weep holes. 2. Kebocoran yang melewati packing pergi melewati weep holes dan kemudian menetes ke tanah. Bagian-bagian dari heat exchange jenis ini dapat dilihat pada gambar berikut. yang ditekan diantara kotak isian dengan balutan penyokong cincin. Tanpa skirt. Fluida shell dan tube side masing-masing berisi dengan cincin terpisah dari kemasan terpisah dengan suatu lantern ring dan dipasang pada floating tube sheet. Lembar tabung non-ferrous atau 90-10 tabung tembaga-nikel adalah yang paling sering digunakan sebagai material pengganti. Lebar floating tube sheet harus cukup besar agar dapat mudah untuk packing.3. Kebocoran di packing tidak akan mengakibatkan pencampuran dua cairan di dalam exchanger. Penggunaan floating-tube-skirt menyebabkan peningkatan jarak ini. hotel dan lain-lain.3.3 Packed-Lantern-Ring Exchanger Konstruksi ini merupakan straight-tube bundle yang dapat dipindahkan yang sedikit mahal. jarak harus dipertimbangkan untuk gangguan lubang tabung selama tabung menggoncang dekat tepi luar tabung atau untuk pengelasan ujung tube pada floating tube sheet. Jarak antara batas tabung yang luar dan bagian dalam shell adalah sedikit lebih besar dari yang untuk fixed-tube-sheet dan U-tube exchangers. Terkadang skirt digabungkan dengan tube sheet tipis untuk memberikan permukaan pada packing dan lantern ring.

Jika sisi nozzle diperlukan. tapi beberapa tahun belakangan ini penggunaannya telah berkurang. Outsidepacked floating heat exchanger merupakan tipe umum yang sering digunakan untuk konstruksi bundle yang dapat dipindahkan di industri kimia. 14 . konstruksi ini sering digunakan di industri kimia. Split-shear-ring masuk pada alur floating-tube-sheet skirt. penggunaannya menurun. Slip on backing flange. Floating head cover biasanya berupa cakram bundar. Konstruksi bundle yang dapat dipindahkan menyesuaikan dengan perbedaan ekspansi antara shell dan tube dan penggunaannya untuk perbaikan bagian shell hingga 4137 kPa dan 600 lbf/ in2 pada 3160C (6000F). cakram bundar diganti oleh dished head atau channel barrel (sama seperti gambar 11-36f) terpasang diantara floating-head cover dan floating-tube-sheet skirt. dapat menghaluskan akhir mesin.5 Internal Floating Head Exchanger Desain internal-floating-head exchanger digunakan secara ekstensif di jasa pertroleum refinery. dengan sejumlah ganjil dari tubeside passes. Jarak (antara shell dan OTL) adalah 29 mm (1 1/8 in) untuk shell pipa dan 37 mm (1 7/16 in untuk diameter plate shell sedang).3. 2. terpasang pada external floating-head cover. ditahan di tempat untuk shear ring. nozzle aksial bisa dipasang pada floating-head cover. tapi beberapa tahun belakangan ini. Batas tube terluar mendekati diameter bagian dalam gasket pada floating tube sheet. pada saat penggunaannya. Tidak terdapat batasan angka pada jumlah dari sisi tube yang dilalui atau pada desain tekanan dan temperature bagian tube. Saat floating-tube-sheet skirt mengalami kontak dengan balutan dari cincin. Tube bundle lebih mudah dipindahkan dan floating tube sheet yang bergerak ( atau mengambang ) dapat menyesuaikan dengan perbedaan ekspansi antara shell dan tube.Dulu.

7 Falling-Film Exchangers Falling film shell and tube heat exchanger telah dikembangkan untuk macam-macam pelayanan dan dibuat oleh Sack (Chem.eng program. Konstruksinya sama seperti internal-floating-head split-backing ring exchanger kecuali floating-head covernya yang terpasang tepat pada floating tube sheet. Jaraknya sekitar 2-2. Distributor atau slotted tubes menyimpan liquid di aliran film di dalam permukaan tubes. Tube bundle dapat diambil tanpa memindahkan shell cover atau floating-head cover. split backing ring.3. dan floating head cover harus dipindahkan sebelum tube bundle bisa melewati exchanger shell. 2. Fil 15 . Fluida masuk di puncak vertical tabung.6 Pull-Through-Floating Heat Exchanger.55(juli 1967)). Sealing strips atau dummy tubes biasanya dipasang untuk mengurangi tube bundle yang melewati. Shell cover.3.63. Split backing ring dan baut biasanya terletak melebihi ujung shell dan di dalam cover-shell berdiameter besar. 2. dan film menempel pada permukaan tabung saat jatuh ke dasar tabung. Hal ini dapat mengurangi waktu perawatan saat pemeriksaan dan perbaikan.5 kali dibandingkan dengan desain yang dibutuhkan split-ring.Split backing ring dan baut biasanya menahan floating head cover pada floating tube sheet. Jarak yang besar antara shell dan tube harus tesedia untuk gasket dan baut pada floatinghead cover.

3. sedangkan akses ke tube end pada floating head end dilakukan dengan melepas shell cover. Ada internal joint pada type ini sehingga membutuhkan design yang sangat hati hati dan cermat. serta seluruh tube bundle dapat dilepas. split back ring dan floating head cover. maka dipergunakan flanged cover yang dibautkan pada split backing ring pada sisi lain tubesheet.dapat didinginkan. Untuk memisahkan antara fluida pada shell dengan fluida yang melewati tube side. dan dimungkinkan untuk memindahkan secara terpisah antara shell side dan tube side. Dipanaskan. diuapkan atau dibekukan (oleh medium perpindahan panas yang cocok) di luar tabung. Tube distributor telah dikembangkan untuk berbagai macam aplikasi.8 Split-backing-ring Floating Head (Type S) Satu tubesheet fix dengan baik pada shell dan tubesheet satunya terapung. 2. Fixed tube sheets dengan atau tanpa sambungan ekspansi dan outside-packed head adalah desain yang digunakan. Akses ke tube end pada stationary end hanya dapat dilakukan dengan melepaskan head cover. 16 .

10 Bayonat tube Pada type ini. Free end masing-masing pipa bagian luar di seal ke sebuah cover Shell side biasanya dilengkapi dengan buffle seperti halnya type lain. Secara garis besarnya ada dua Tahap Detail Design untuk Shell and Tube Heat Exchanger. tube bagian dalam dan shell side dapat dilepaskan secara bebas. keberadaan split shear ring memungkinkan bagi flange dan cover untuk dilepas. sementara lainya ditetapkan dengan sebuah slip on backing flange dan flat cover.9 Outside Packed floating head (Type P) Untuk memasukkan fluida dari tube side ke floating head.3.3. akan tetapi untuk ukuran shell vertikal yang relative pendek kadang tidak diperlukan adanya buffle. Backing flange dipasang dengan sebuah split shear ring yang ditempatkan dalam celah pada skirt. 2. salah satu silindrical barrel (Skirt) dilaskan pada sisi luar floating tubesheet. Tahap pertama adalah Thermal Design dan selanjutnya diteruskan dengan Mechanical Design. Tekanan dan temperatur pada shell side terbatas pada 20 bar dan 300 degC.2. Output atau hasil yang diperoleh pada Thermal design akan menjadi data input untuk Mechanical design. 17 . tube bagian luar. Type ini cocok untuk perbedaan temperatur yang extrim antara kedua fluida di shell side dan tube side.

Bundle bagian bawah berperan sebagai kettle yang memanaskan fluida dalam shell dan pendinginan terjadi pada fluida pada tube side. akan tetapi spesial design diperlukan untuk mencegah pembekuan kondensate. 18 .2.11 Double bundle Vaporizer Double type ini adalah spesial design non-TEMA dan cocok dipergunakan untuk penguapan liquid pada temperatur yang rendah. Meskipun dapat dipenuhi dengan single bundle.3. sementara itu bundle bagian atas berperan menurunkan kembali temperatur fluida dapam shell dan menyerap panasnya untuk menguapkan fluida dingin pada tibe side pada bundle atas ini.

19 . 6. hal yang penting bahwa semua cairan dikeringkan dari heat exchanger dan dikendurkan sampai tekanan atmosfer dan temperature lingkungan. Jika tidak satupun dari metoda diatas efektif untuk menghilangkan sesuatu dalam skala besar. dengan konsekuensi tabung menjadi terlalu panas dibandingkan dengan sekitar tabung. 5.1 Perawatan Shell and Tube Heat Exchanger 1. 4. 3. Melalaikan dalam pemeliharaan kebersihan semua tabung dapt mengakibatkan kemacetan aliran yang mengalir sepanjang tabung. gunakan roller tipe tube expander yang sesuai. Hal ini menjadikan tabung terlalu panas dan mengakibatkan perluasan tegangan dan membocorkan tube hingga tube-sheet-joint. pindahkan channel cover (atau bonnet) dan jangan memindahkan channel. 2. Jangan mencoba untuk membersihkan tabung dengan mengeluarkan uap air melalui tabung individu. coke mungkin dapat digunakan.BAB III PEMBAHASAN 3. Untuk memperat suatu sambungan tabung.Ketika shutting down untuk perbaikan. Melakukan pembersihan secara berkala seperi di bawah ini : • Alirkan minyak panas atau hasil penyulingan melalui tabung atau shell dengan kecepatan yang baik. Amati kondisi bagian dalam dan luar dari seluruh tabung dan jaga kebersihannya. • • • Garam yang tersimpan mungkin dapat dicuci bersih dengan mengalirkan air panas yang bersih. Jangan menangani tube bundle dengan pengait atau perkakas lain yang mungkin dapat merusak tabung. Untuk membersihkan dan memeriksa di dalam tabung. Beberapa campuran pembersih komersil seperti “Oakite” dan “Dowell” mungkin efektif dalam menghilangkan kotoran yang sulit dihilangkan. yang akan menghasilkan perluasan tegangan dan membocorkan tabung hingga tube-sheet-joint.pada umumnya secara efektif dapat memindahkan kotoran atau hal serupa yang masih tersimpan didalamnya.

Titik dimana jalannya air keluar menandakan adanya tabung atau sambungan yang bocor. Untuk menempatkan kebocoran sambungan antara tabung dan lembar tabung atau suatu tabung terpisah. Tipe Channel • • • • • Pindahkan channel cover Menerapkan tekanan hidrolik di dalam shell b. Tipe bonnet Pindahkan bonnet Bolt test ring pada tempatnya dengan gasket dan packing Menerapkan tekanan hidrolik di dalam shell Gunakanlah hanya air dingin untuk tes hidrostatis. prosesnya sebagai berikut : a.7. BAB IV 20 .

material tabung bermutu tinggi. corrosion resistant. Semua yang dibituhkan yaitu melakukan pemilihan seksama atas bahan yang kuat. Terdapat banyak variasi pada desain shell and tube. yang secara khas berbahan metal. Dalam hal design Shell and Tube Heat Exchanger (STHE). ujung dari tiap tabung dihubungkan ke plenums (terkadang disebut water boxes) melalui lubang dalam tube sheets. thermal-conductive. Pilihan material tabung yang buruk bisa mengakibatkan suatu kebocoran melalui suatu tabung antara sisi shell dan tube yang menyebabkan fluida yang lewat terkontaminasi dan kemungkinan hilangnya tekanan. dan industri HVAC. pH. dan lain-lain) untuk memperkecil hal yang buruk seperti korosi. atau API 660. Shell and Tube Heat Exchanger adalah jenis Heat Exchanger yang paling umum dipergunakan pada proses Refinary Oil and Gas dan Petrochemical. standar yang dipakai adalah ASME Section VIII dan TEMA Class R. BAB I 21 .KESIMPULAN Shell and tube heat exchanger merupakan jenis alat penukar panas yang banyak digunakan pada suatu proses seperti petroleum. tekanan. Secara khusus. industri kimia. Shell and tube heat exchanger menawarkan area penukaran panas yang besar dan menyediakan efisiensi perpindahan panas yang tinggi. Pemilihan material tabung yang harus sesuai dengan periode lama dibawah kondisikondisi operasi (temperature.

Tentu saja jumlah listrik tersebut harus dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang ada. sehingga manusia dapat hidup lebih nyaman dan menyenangkan. Pembangkit ini menggunakan sumber daya alam batubara sebagai bahan bakarnya. keculai terdapat kerusakan atau waktunya proses pemeliharaan. Lalu setelah listrik diperoleh dari alat-alat tersebut. bisa dibayangkan berapa banyak aktivitas-aktivitas yang membutuhkan energi listrik akan terhenti 22 . tentu saja manusia berusaha untuk memperoleh energi ini. Perubaha energi yang terjadi secara kimia dengan proses pembakaran. harus di back-up dengan unit produksi yang lain agar pasokan listrik tidak hilang sama sekali. dan sebagainya. Untuk itu. selanjutnya didistribusikan hingga diperoleh konsumen. Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber energi yang beraneka ragam. Diversifikasi energi yang diambil pemerintah bertujuan untuk tetap menjamin tercukupinya kebutuhan energi yang menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. transformator. Sistem tenaga listrik merupaka suatu sistem yang sangat kompleks dengan menggunakan peralatan-peralatan konversi energi seperti boiler. panas bumi. instansi pemerintah. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membangun pusat-pusat pembangkitan listrik. yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). turbin.PENDAHULUAN 1. arus laut. Pemanfaatan energi listrik ini secara luas telah digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. kondenser. gas alam. dan sebagainya. Salah satu kebutuhan yang hampir tidak dapat dipisahkan lagi dalam kehidupan manusia pada zaman yang modern ini adalah kebutuhan akan energi listrik. generator.1 Latar Belakang Masalah Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk yang ada saat ini. Produksi energi listrik dilakukan secara terus menerus selama 24 jam tanpa henti. Itu pun. mengakibatkan semakin meningkatnya kebutuhan manusia akan sumber energi yang merupakan hal yang sangat penting dalam seluruh kehidupan manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dan mempermudah manusia dalam memperoleh pendukung kebutuhan hidup lainnya. industri. batubara. lalu hasil dari proses pembakaran tersebut berupa uap panas (energi thermal) kemudian dari uap panas tersebut diubah lagi menjadi energi mekanis dan terakhir diubah lagi menjadi energi listrik. tenaga air. Salah satu pembangkit tenaga yang menghasilkan listrik dari berbagai sumber yang tersedia di Indonesia. komersial. dan lain-lain. Sumber energi itu antara lain minyak bumi. Jika suplai energi listrik terhenti walau hanya beberapa menit saja.

Tidak semua pembangkit listrik memiliki sistem operasi yang sama terhadap generatornya. Tujuan dibuatnya makalah ini adalah memberikan informasi mengenai sistem operasi pembangkit listik tenaga uap. Selain mensuplay energi listrik untuk masyarakat. Semakin efisien penggunaan energi listrik untuk pemakaian sendiri. pembangkit listrik juga mensuplay beban untuk pengoperasian pembangkitan itu sendiri atau banyak orang menyebutnya pemakaian sendiri.dan pada akhirnya akan menyebabkan kerugian yang sangat besar. semakin banyak pula energi listrik yang dijual. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 23 . Berbicara mengenai Pembangkit Listrik. institusi dan industri. sehingga kita harus mengerti dahulu karakteristik dari generator tersebut. serta perawatan peralatan pembangkit listrik tersebut. tidak akan pernah terlepas dari daya yang dihasilkan. peralatan pendukung. Sementara daya yang dihasilkan tergantung dari generator yang terpasang pada pembangkit tersebut. Oleh karena itu kelancaran operasi serta kehandalan sistem menjadi syarat mutlak dari suatu sistem tenaga listrik agar dapat membangkitkan dan menyalurkan energi listrik sampai ke konsumen.

Tenaga mekanik yang dipakai memutar generator listrik didapat dari mesin penggerak generator listrik atau biasa disebut penggerak mula (primover). baik dari segi unit pembangkit secara individu maupun dari segi operasi sistem tenaga listrik secara terpadu. 24 . Proses konversi tenaga primer menjadi tenaga mekanik menimbulkan produk sampingan berupa limbah dan kebisingan yang perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan.1 Proses pembangkitan tenaga listrik Pembangkitan tenaga listrik yang banyak dilakukan dengan cara memutar generator sinkron sehingga didapatkan tenaga listrik arus bolak-balik tiga fasa.2. berbagai teknik untuk menekan biaya bahan bakar terus berkembang.1 Pembangkitan Tenaga Listrik 2. Dari segi ekonomi teknik. Oleh sebab itu. (b) Pusat Listrik Tenaga Panas (PLTP). komponen biaya penyediaan tenaga listrik terbesar adalah biaya pembangkitan. turbin uap. khususnya biaya bahan bakar. dan turbin gas. dan (c) Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Mesin penggerak generator listrik yang banyak digunakan adalah mesin diesel.1 menunjukkan diagram poses pembangkitan tenaga listrik. mulai dari tenaga primer sampai dengan konsumen (consumers): (a) Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA). Proses pembangkitan tenaga listrik adalah proses konversi tenaga primer (bahan bakar atau potensi tenaga air) menjadi tenaga mekanik sebagai penggerak generator listrik dan selanjutnya generator listrik menghasilkan tenaga listrik. Mesin penggerak generator melakukan konversi tenaga primer menjadi tenaga mekanik penggerak generator. turbin air.1. Gambar I.

besarnya. artinya diagram beban aliran sedatar mungkin. Beban pusat listrik alam rentang 1 (satu) tahun merupakan jumlah beban rata-rata harian dikalikan 365 hari. mempertimbangkan kebutuhan (demand) beban rata-rata harian.2 menunjukkan Diagram contoh beban listrik harian.Untuk pembangunan pusat tenaga listrik. Untuk mencapai ongkos tiap kiloWatt jam serendah-rendahnya. artinya beban selama tahun-tahun itu harus sedikit mungkin berubahnya. yaitu mempertimbangkan besar daya yang dibangkitkan pada hari tersebut. haruslah diusahakan: a) Faktor beban sebesar-besarnya. musim hujan atau musim panas (summer) atau kemarau. b) Lama pemakaian sebesar . dan hari kerja di industri atau perusahaan. Beban rata-rata harian adalah luas diagram beban harian dibagi 24 jam dan faktor beban adalah perbandingan antara beban rata-rata dan beban maksimum selama periode tersebut Beban pusat listrik selalu berubah pada setiap saat dan tenaga listrik yang digunakan juga dipengaruhi oleh cuaca. Gambar I. 25 .

00 Untuk menentukan beban rata-rata adalah kebesaran beban yang paling tinggi (runcing) dibagi dua (pembagian secara kasar). adakalanya dibantu dengan pusat listrik tenaga termo dalam hal ini pusat listrik tenaga uap (PLTU).00-20. 26 .Dari Gambar I. karena biaya operasi tiap harinya murah. b) Untuk mengatasi beban puncak sebaiknya dari pusat listrik tenaga termo terutama dengan penggerak motor diesel. Misalnya: a) Untuk mengatasi beban rata-rata sebaiknya dari pusat listrik tenaga hydro. Dengan pertimbangan beban puncak berlangsung relatif pendek (sebentar).2 tampak bahwa beban listrik paling tinggi (puncak) terjadi sekitar jam 8 -12 pagi untuk musim panas ( summer) sebesar 11. Dengan mempertimbangkan diagram beban harian dan uraian-uraian tentang sifat pemakaian tenaga listrik. dan secara umum pusat tenaga listrik ini relatif murah dibanding pusat listrik tenaga hydro walaupun biaya operasi hariannya lebih mahal. maka pembanguanan pusat listrik dapat ekonomis. Untuk menentukan macam tenaga mekanisnya suatu pusat listrik dipertimbangkan juga dari diagram beban harian.5 GW dan 15 GigaWatt untuk musim hujan (winter) terjadi antara pukul 16. tetapi modal pembangunan pertama kalinya tinggi (mahal). c) Untuk mangatasi beban rata-rata tidak hanya dengan pusat listrik tenaga hydro.

Energi mekanik yang dipakai memutar generator listrik didapat dari mesin penggerak generator listrik atau biasa disebut penggerak mula (primover).3 27 . sebab memerlukan waktu penyesuaian. turbin uap. Proses konversi energi primer menjadi energi mekanik menimbulkan produk sampingan berupa limbah dan kebisingan yang perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. dan turbin gas. Oleh sebab itu. khususnya biaya bahan bakar. Mesin penggerak generator listrik yang banyak digunakan adalah mesin diesel. komponen biaya penyediaan tenaga listrik terbesar adalah biaya pembangkitan. Gambar menunjukkan contoh power generator comersial di India. Mesin penggerak generator melakukan konversi energi primer menjali energi mekanik penggerak generator. I. baik dari segi unit pembangkit secara individu maupun dari segi operasi sistem tenaga listrik secara terpadu. turbin air. Pembangkitan energi listrik yang banyak dilakukan dengan cara memutar generator sinkron sehingga didapat tenaga listrik arus bolak-balik tiga phasa.Walaupun demikian. berbagai teknik untuk menekan biaya bahan bakar terus berkembang. PLTU memiliki sifat tidak secepat seperti pusat listrik tenaga disel dalam mengambil alih tenaga listrik pada waktu cepat. Dari segi ekonomi teknik.

yaitu instalasi yang berfungsi sebagai pengubah energi primer menjadi energi mekanik sebagai penggerak generator listrik c) Mesin penggerak generator listrik dapat berasal dari ketel uap beserta turbin uap. yaitu instalasi bahan bakar untuk pusat pembangkit termal dan atau instalasi tenaga air) b) Instalasi mesin penggerak generator listrik. e) Instalasi Listrik.1. yaitu instalasi yang secara garis besar terdiri dari: 1) Instalasi tegangan tinggi.2. yaitu instalasi yang berfungsi mendinginkan instalasi mesin penggerak yang menggunakan bahan bakar. dan turbin air d) Instalasi pendingin. yaitu instalasi yang yang digunakan untuk menyalurkan energi listrik yang dlibangkitkan generator listrik 2) Instalasi tegangan rendah. mesin diesel. yaitu instalasi pada peralatan bantu dan instalasi penerangan. 28 . turbin gas.2 Kelengkapan pada pusat pembangkit listrik Kelengkapan pada pusat pembangkit listrik antara lain adalah: a) Instalasi sumber energi (energi primer.

Gambar I. beban harian. dan telekomunikasi. dan lain-lain terkait dengan jangka waktu.1. dan memperhitungkan investasi dan pendapatan atau hasilnya.3) Instalasi arus searah. 2. kontrol. b) Perencanaan pengembangan (generation planning) Harus dilakukan perencanaan pengembangan kapasitas. dan beban tahunan. yaitu instalasi baterai aki dan peralatan pengisiannya serta jaringan arus searah terutama yang digunakan untuk proteksi. biaya poduksi. 29 .4 menunjukkan pengangkatan transformator menggunakan crane untuk pengembangan pusat pembangkit listrik.3 Hal-hal yang diperhatikan dalam perencanaan pembangkitan (system planning) tenaga listrik Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pembangkit tenaga listrik adalah: a) Perkiraan beban (load forecast) Terkait dengan rencana jangka waktu pembangkitan (misal 1 5-20 tahun). besar beban puncak.

sistem interkoneksi. sistem transmisi. Gambar I. rangkaian instalasi transmisi . dan lainlain. sistem transmisi.5 menunjukkan contoh konstruksi transmisi. biaya konstruksi transmisi. 30 . biaya pembebasan lahan yang dilalui transmisi.c) Perencanaan penyaluran (transmission planning) Diantarannya adalah memperhatikan pengembangan tansmisi dari tahun ke tahun.

besar tegangan subtransmisi. Gambar I . merencanakan program computer. f) Perencanaan pengoperasian (operation planning) Merencanakan sistem pengoperasian. 31 . load flow program. sistem jaringan subtransmisi. dan lainnya agar pengoperasian dapat efektif dan efisien. dan lain-lain.d) Perencanaan subtransmisi (subtransmission planning) e) Perencanaan distribusi (distribution planning) Memperhatikan rencana supply utama pada bulk station.7 menunjukkan system grid operation pada power plant.

8. bentuk ditunjukkan pada Gambar I. dan kelayakan alternatif sumber energi dan pengembangan teknologi. meliputi biaya. Contoh pembangunan PLTD yang memperhatikan lingkungan 32 . Memperhatikan lingkungan sekitar. sistem pengiriman. j) Riset dan pengembangan (research & development planning/R&D planning) Riset dan pengembangan terkait pengembangan sistem pembangkit. dan lain-lain. plant.g) Supply bahan bakar (fuel supply planning) atau sumber tenaga primer/bahan baku) Merencanakan kebutuhan bahan baiak atau sumber energi primer. lokasi. dan desain pengolahan limbah. ketersediaan bahan bakar. h) Perencanaan lingkungan (environment planning) atau perencanaan kondisi lingkungan. i) Perencanaan pendapatan (Financial planning). dan lain-lain. karakteristik. dan lain-lain.

9 menunjukkan aktivitas yang harus dilakukan pada perencanaan sistem pembangkit tenaga listrik.Gambar I. 33 .

34 .Diagram aktivitas yang harus dilakukan pada perencanaan sistem pembangkit tenaga listrik. Gambar I.10 menunjukkan blok diagram proses merecanakan bentuk sistem distribusi.

Pusat pembangkit listrik tenaga thermo. atau gas sebagai sumber energi primer. cair. Tenaga untuk menggerakkan turbin berupa tenaga uap yang berasal dari ketel uap.2. dan gas. Pada pusat listrik tenaga uap menggunakan bahan bakar batu bara. Bahan bahan bakar ketelnya berupa batu bara. dan lainnya. Berdasarkan sumber dan asal tenaga listrik dihasilkan. Untuk memutar generator pembangkit listrik menggunakan putaran turbin uap. minyak. b) Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) 35 . minyak bakar.2 Jenis-jenis Pusat Pembangkit Listrik Tenaga listrik dihasilkan di pusat-pusat pembangkit tenaga listrik. terdiri dari: a) Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pusat listrik tenaga thermo Pusat pembangkit listrik tenaga thermo menggunakan bahan bakar yang berbentuk padat. dapat dikenal pusat-pusat listrik: 1.

energi primer sebagai energi diesel berasal dari bahan bakar minyak atau bahan bakar gas. Pada pusat listrik tenaga air. d) Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Pusat listrik tenaga gas dan uap merupakan kombinasi PLTG dengan PLTU. 2. yaitu: a) Pusat listrik tenaga air daerah bukit. b) Pusat listrik tenaga air daerah datar. memanfaatkan selisih tinggi jatuhnya air yang tinggi. 36 . memanfaatkan debit air dan tinggi jatuhnya air rendah. c) Pusat Listrik Tenaga Disel (PLTD) Pada pusat pembangkit listrik tenaga diesel. Pusat Listrik Tenaga Air dibagi menjadi 2 (dua). Pusat listrik ini menggunakan tenaga air sebagai sumber energi primer. Turbin uap selanjutnya memutar generator listrik e) Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) merupakan pusat pembangkit yang tidak memiliki ketel uap karena uap sebagai penggerak turbin uap berasal dari dalam bumi. Tenaga air tersebut menggerakkan turbin air dan turbin air memutar generator listrik. Untuk memutar turbin gas atau motor gas menggunakan tenaga gas. Pusat listrik tenaga hydro Pusat listrik yang menggunakan tenaga air atau sering disebut Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA). Gas buang dari PLTG dimanfaatkan untuk menghasilkan uap oleh ketel uap dan menghasilkan uap sebagai penggerak turbin uap.Pada pusat listrik tenaga gas. dapur kokas. dan gas alam. energi utamanya berasal dari tenaga air (energi primer). Untuk memutar generator pembangkit listrik menggunakan tenaga penggerak turbin gas atau motor gas. energi primer berasal dari bahan bakar gas atau minyak. Gas berasal dari dapur tinggi. Untuk memutar generator pembangkit listrik menggunakan tenaga pemutar yang berasal dari putaran disel.

web.(http://faizal.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/) 37 .

(Banyumas) dan di Jawa Barat Jati Luhur. Pusat listrik daerah bukit terutama menggunakan air terjun yang tinggi. Dam dibuat 38 listrik. Hal yang penting ialah mengatur debit air. tetapi keuntungannya adalah ongkos operasi tiap kiloWatt rendah dibanding dengan pusat listrik tenaga thermo. Berhubung dengan ini pusat listrik daerah air letaknya di tepi sungai (sungai kecil) atau di atasnya dam. Pusat listrik tenaga hydro daerah datar kalah populer dari pada pusat listrik daerah bukit. Siman.Pusat listrik tenaga hydro banyak dipakai di negara-negara yang memiliki tenaga air sebagai sumber tenaga. sedang pusat listrik sehari-harinya melayani pemakaian tenaga reservoir digunakan untuk mengatasinya. Debit air selama satu tahun. Suatu contoh pusat listrik daerah bukit yang ada di Jawa Timur. misalnya: Mendalan. Mendirikan pusat listrik tenaga hydro membutuhkan biaya besar. maka . Pusat listrik daerah datar mengutamakan banyaknya air sebagai sumber tenaga. Karang Kates. Tenaga yang tertimbun dalam tenaga air adalah besar dan umumnya baru sebagian kecil yang sudah digunakan. Tuntang. Di Jawa Tengah. Keadaan alam sering membantu meringankan ongkos operasi dan pembuatan Pusat Listrik Tenaga Air. sedang terjunnya air adalah hal sekunder. Kec.

sedang tinggi terbatas. Uranium mengalami proses fusi (fussion) di dalam reaktor nuklir yang menghasilkan energi panas. dalam tingkat riset sedang dikembangkan generator yang dapat membangkitkan tegangan listrik sampai 150 kV. Pusat listrik tenaga thermo berada di pusat pemakaian atau konsumen. kecuali pusat listrik tenaga nuklir.13 39 . Dalam hal ini sulit mengatur debit air. Sebagai alat penggerak mekanis pada pusat pembangkit adalah turbin air. sehingga hanya bisa diselenggarakan akumulasi harian. tenaga nuklir diubah menjadi tenaga listrik. karena sulit menyimpan air yang banyak. 3.sedemikian rupa hingga air mudah dibuang apabila meluap (banjir). Uap panas yang dihasilkan ketel uap selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin uap dan turbin uap memutar generator listrik. Pada saat ini. Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan PLTU yang menggunakan uranium sebagai bahan bakar dan menjadi sumber energi primer. Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Pada pusat pembangkit ini. pusat pembangkit listrik membangkitkan tenaga listrik arus bolak-balik tiga fasa yang dihasilkan oleh generator sinkron. Energi panas yang dihasilkan digunakan untuk menghasilkan uap dalam ketel u ap. Sedangkan pusat listrik tenaga air berada jauh dari pusat pemakaian atau konsumen termasuk pusat listrik tenaga nuklir. 2.3 Instalasi Listrik pada Pusat Pembangkitan Listrik Secara umum. Diagram satu garis instalasi tenaga listrik pada pusat pembangkit listrik sederhana ditunjukkan pada Gambar I. Tegangan generator paling tinggi yang dapat dibangkitkan oleh pembangkit listrik adalah 23 kV.

motor listrik sebagai penggerak pendingin udara. Begitu pula semua saluran keluar dari pusat listrik dihubungkan dengan rel pusat listrik. Saluran yang keluar dari rel pusat pembangkit listrik digunakan untuk mengirim tenaga listrik dalam jumlah besar ke lokasi pemakai (beban) dan digunakan untuk menyediakan tenaga listrik di lokasi sekitar pusat pusat pembangkit listrik.Pusat pembangkit listrik yang sudah beroperasi secara komersial secara umum ditunjukkan pada Gambar I. Semua generator listrik yang menghasilkan energi listrik dihubungkan pada rel (busbar). motor listrik sebagai penggerak peralatan pengangkat.13. 40 . keperluan kelengkapan kontrol. Pada pusat pembangkit listrik juga memiliki instalasi listrik dengan sumber tegangan listrik arus searah. mengoperasikan motor-motor listrik (motor listrik sebagai penggerak pompa air pendingin. Selain itu juga ada saluran (feeder) yang digunakan menyediakan tenaga listrik untuk keperluan pusat pembangkit sendiri yang digunakan untuk sumber tenaga listrik pada instalasi penerangan. Tegangan listrik yang dihasilkan oleh generator sinkron dinaikkan dengan menggunakan transformator listrik sebelum dihubungkan pada rel (busbar) melalui pemutus tenaga (PMT). Sumber listrik arus searah yang digunakan pada pusat pembangkit listrik adalah baterai aki yang diisi oleh penyearah. dan lain-lain). Sumber listrik arus searah pada pusat pembangkit tenaga listrik digunakan untuk menggerakkan peralatan mekanik pada pemutus tenaga (PMT) dan untuk lampu penerangan darurat.

3) Pengaturan frekuensi. Tujuan dari sistem interkoneksi antara lain adalah untuk menjaga kontinuitas penyediaan tenaga listrik karena apabila salah satu pusat pembangkit mengalami gangguan masih dapat disuplai dari pembangkit lain yang terhubung secara interkoneksi. Tujuan lainnya adalah saling memperingan beban yang harus ditanggung oleh suatu pusat listrik. maka perlu ada koordinasi operasi. 2) Pembagian beban secara ekonomis. Pada sistem interkoneksi terdapat banyak pusat listrik dan banyak pusat beban (yang disebut gardu induk/GI) yang dihubungkan satu sama lain oleh saluran transmisi.4 Sistem Interkoneksi Pusat listrik yang besar. Di setiap GI terdapat beban berupa jaringan distribusi yang melayani para konsumen tenaga listrik. Jaringan distribusi beserta konsumen ini merupakan suatu subsistem distribusi dan subsistem dari setiap GI umumnya tidak mempunyai hubungan listrik satu sama lain (interkoneksi).14 menunjukkan sebagian dari sistem interkoneksi yang terdiri dari sebuah pusat listrik. di atas 100 MW umumnya beroperasi dalam sistem interkoneksi. 41 . dua buah GI beserta subsistem distribusinya. Koordinasi terutama meliputi: 1) Koordinasi dalam pemeliharaan. Karena operasi pusat-pusat listrik dalam sistem interkoneksi saling mempengaruhi satu sama lain. Gambar I .2. Koordinasi operasi ini dilakukan oleh pusat pengatur beban.

2. Dari jaringan transmisi selanjutnya didistribusikan kepada para konsumen tenaga listrik melalui jaringan distribusi tenaga listrik. 42 . selanjutnya tenaga listrik disalurkan (ditransmisikan) melalui jaringan transmisi. Tegangan transmisi yang digunakan PLN adalah 70 kV. Caltex menggunakan frekuensi 60 Hz. atau saluran kabel tanah.5 Proses Penyaluran Tenaga Listrik Setelah tenaga listrik dibangkitkan oleh suatu pusat pembangkit listrik. dan 500 kV. 5) Prosedur mengatasi gangguan. energi primer dikonversikan menjadi energi listrik. Inalum di Sumnatera Utara menggunakan tegangan transmisi 220 kV.8 kV. Caltex Pacific Indonesia yang beroperasi di daerah Riau menggunakan tegangan transmisi 110 kV dan 230 kV Sedangkan PT. 150kV. PT. Saluran transmisi dapat berupa saluran kabel udara. Dalam pusat listrik. Sedangkan PT Caltex Pacific Indonesia menggunakan tegangan distribusi primer 13. tegangan diturunkan menjadi tegangan distribusi primer. Sedangkan PT.4) Pengaturan tegangan. 275 kV. PLN menggunakan frekuensi 50 Hz. Kemudian energi listrik ini dinaikkan tegangannya untuk disalurkan melalui saluran transmisi. Di gardu induk (GI). Tegangan distribusi primer yang digunakan PLN adalah 20 kV.

pemakaian energi listrik oleh 2. Dari sambungan. maka mutu tenaga listrik harus juga semakin meningkat dan menjadi tuntutan yang makin besar dari pihak pemakai tenaga listrik. Pertumbuhan pemakaian tenaga listrik makin lama makin meningkat dalam kehidupan sehari-hari.16 menunjukkan Power Network Analyzer Type TOPAS 1000 buatan LEM Belgia. tenaga listrik didistribusikan melalui penyulang-penyulang distribusi yang berupa saluran udara atau melalui saluran kabel tanah. KWH meter berfungsi membatasi daya dan mencatat besarnya konsumen. Gambar I. Pada penyulang-penyulang distribusi terdapat gardu-gardu distribusi yang berfungsi untuk menurunkan tegangan distribusi primer menjadi tegangan rendah 380/220 Volt yang didistribusikan melalui jaringan tegangan rendah (JTR). khususnya bagi keperluan industri. Konsumen tenaga listrik mendapat tenaga listrik dari JTR dengan menggunakan sambungan rumah (SR). 43 .15 dan Gambar I.6 Mutu Tenaga Listrik Mutu tenaga listrik sangat diperlukan dalam kaitannya dengan kualitas penyediaan tenaga listrik dan pelayanan. Dari Gardu Induk (GI).Proses penyaluran tenaga listrik bagi konsumen ditunjukkan pada Gambar I. Untuk merekam kualitas tenaga listrik yang dihasilkan oleh pusat-pusat listrik digunakan alat Power Network Analyzer Type (TOPAS) 1000 buatan LEM Belgia.16. tenaga listrik masuk ke alat pembatas dan pencatat tenaga listrik berupa KWH meter sebelum memasuki instalasi rumah milik konsumen.

dan kemiringan tegangan. apakah tersedia 24 jam sehari sepanjang tahun. dapat dibahas secara kuantitatif antara pihak penyedia dan pemakai tenaga listrik. Nilai tegangan.1 Instalasi Listrik Generator Sinkron 3 phasa Generator listrik yang banyak generator sinkron 3 phasa. melakukan perekaman pada: jika ada permasalahan yang tidak sesuai. apakah jumlahnya masih dalam batas-batas yang dapat diterima oleh pemakai tenaga listrik. b) Harmonisa yang terkandung dalam tegangan. alat tersebut mampu a) Arus dari tegangan dalarn keadaan normal maupun transien.7 Instalasi Listrik pada Pusat Pembangkit Listrik 2. Kontinuitas penyediaan. Kelima indikator dapat direkam. apakah besarnya dan lamanya masih dapat diterima oleh pemakai tenaga listrik. 2. 5. variasi tegangan. Kandungan harmonisa. apakah selalu ada dalam batas-batas yang diijinkan. indikatornya antara lain adalah: 1. 4.7. 3. c) Kedip tegangan. Nilai frekuensi . 2. apakah selalu ada dalam batas-batas yang diijinkan. d) Frekuensi. Instalasi klem generator sinkron 3 phasa 44 digunakan dalam pusat pembangkit listrik adalah .Mutu tenaga listrik yang dihasilkan pusat listrik. 1. Kedip tegangan.

yaitu u jung-ujung pada belitan stator dari generator sinkron 3 phasa dihubungkan pada klem generator sehingga ada 6 (enam) klem.2. W dan Z.Pemberian kode pada klem untuk generator sinkron 3 phasa ada yang A. Klem-klem diberi kode atau notasi R S T dan U V W. 45 . B. klem S dan V ujung-ujung kumparan phasa ke-2. Sistem penotasian yang lain juga ada. V. X.1. Klem R dan U merupakan ujung-ujung kumparan atau belitan phasa pertama. dan W dihubungkan jadi satu sebagai titik netral. Rangkaian listrik generator sinkron 3 phasa ditunjukkan pada Gambar II. Y. maka ketiga klem U. C dan N untuk hubungan bintang seperti ditunjukkan pada Gambar II. Karena umumnya generator sinkron dihubungkan dalam hubungan Y (star/bintang). serta ada juga yang memberi kode U. dan kumparan ke-3 adalah T dan W. V.

Gambar II. 46 . Instalasi listrik generator sinkron dan transformator 3 phasa Tegangan generator sinkron pada ini maksimum 23 kV.5. Energi listrik yang dibangkitkan generator setelah dinaikkan oleh transformator penaik tegangan disalurkan melalui pemutus tenaga (PMT) atau transformator pemisah (disconnecting Switch/DS) ke rel (busbar).4. Transformator tegangan umumnya mempunyai hubungan segitiga/delta-bintang (?-Y).3 menunjukkan ujung kumparan stator generator sinkron 3 phasa hubungan bintang Untuk hubungan klem pada generator sinkron 3 phasa hubungan bintang ditunjukkan pada Gambar II. 2.menunjukkan klem untuk arus penguatan generator sinkron 3 phasa dari luar arus searah (DC). atau d ari generator sendiri yang disearahkan terlebih dahulu memakai penyearah. dan untuk tegangan generator sinkron yang lebih tinggi masih dalam uji coba. Tanda + dan . Generator-generator sinkron 3 phasa daya di atas 10 MVA memiliki transformator penaik tegangan dalam satu kesatuan dengan generatornya. Secara diagram hubungan generator sinkron dan transformator 3 phasa ditunjukkan pada Gambar II.

Arus penguat didapat medan magnet secara umum diperoleh dari generator arus searah (DC) yang terpasang satu poros dengan generator utama. Setelah keluar dari sisi tegangan tinggi transformator sebagai penaik tegangan. bahkan apabila generator yang digunakan pada sistem berkapasitas besar kemungkinan seluruh sistem menjadi terganggu. dan bahkan ada generator sinkron yang sistem excitacynya berasal dari belitan penguat yang dipasang pada rotor generator sinkron sendiri.6. Saluran tenaga listrik dari generator sampai dengan rel harus rapi dan bersih agar tidak menimbulkan gangguan. Pada rel (busbar) umumnya berupa konduktor tanpa isolasi. karena gangguan pada bagian ini akan menimbulkan arus hubung singkat yang relatif besar dan mempunyai resiko terganggunya pasokan tenaga listrik dari pusat listrik ke sistem. tenaga disalurkan melalui konduktor tanpa isolasi ke PMT dan dari PMT ke rel menggunakan konduktor tanpa isolasi juga. Secara prinsip 47 . Selain itu ada juga penguatan yang diperoleh dari generator sinkron yang disearahkan terlebih dahulu. penguatan generator sinkron 3 phase ditunjukkan pada Gambar II. 3.Penyaluran daya dari generator sinkon 3 phasa sampai ke transformator penaik tegangan menggunakan kabel yang diletakkan pada saluran tanah dan saluran di atas tanah (cable duct). Instalasi excitacy (excitacy) generator sinkron 3 phasa Bagian lain dari instalasi listrik pada generator sinkron 3 phasa adalah instalasi arus penguat medan magnet (excitacy).

Pengatur tegangan otomatis berfungsi mengatur besarnya arus penguat medan magnet agar besarnya tegangan generator utama dapat dijaga konstan. bertingkat. Ada generator penguat pilot (pilot exciter) dan generator penguat utama (main exciter). Gambar II. 48 .8 menunjukkan potongan memanjang rotor generator sinkron berkutub dua (rotor turbo generator) berkutub dua dan Gambar II. Pada generator yang memiliki daya di atas 100 MVA. Penguat generator utama cenderung berkembang dari generator arus bolak-balik yang dihubungkan ke generator sinkron melalui penyearah yang berputar di poros generator sehingga tidak diperlukan cincin geser.7 menunjukkan generator sebuah PLTU buatan Siemen dengan 2 kutub. Gambar II. untuk sistem penguatan banyak digunakan generator DC sebagai penguat secara.9 menunjukkan Rotor generator PLTA Kota Panjang (Riau) berkutub banyak 57 MW.Hubungan listrik antara generator utama dengan generator arus penguat dilakukan melalui cincin geser dan pengatur tegangan otomatis.

49 . umumnya menggunakan generator berkutub dua dan PLTA memerlukan putaran rendah menggunakan generator berkutub banyak.PLTU dan PLTG memerlukan putaran tinggi.

Gambar II. 500 MVA.11 menunjukkan diagram generator sinkron dengan arus penguatan dari generator DC 2400 kW/400V. Gambar II. Generator utama memiliki kapasitas 500 MW/12 kV/60Hz. Dari komutator Generator 32 Pembangkitan Tenaga Listrik DC dihubungkan pada 2 (dua) slipring generator utama.Titik netral generator tidak ditanahkan dan jika ditanahkan umumnya pemasangannya melalui impedansi untuk membatasi besarnya arus gangguan hubung tanah agar cukup mampu untuk menggerakkan relai proteksi.12 menunjukkan contoh stator generator sinkron 3 phasa dan 200 rpm dengan jumlah alur atau slot 378. 15 kV 50 .

arus penguatan 2400 A DC dari hasil penyearahan tegangan listrik 330 Volt AC.Gambar II.14 menunjukkan rotor generator dengan 36 kutub. 51 .

1500 rpm. 52 .Gambar II.16 menunjukkan generator sinkron rotor sangkar kutub menonjol 12 slot dan Gambar II. 27 kV. 50 Hz.17 menunjukkan rotor 3 phasa steam-turbine generator 1530 MVA.

Gambar II. 53 . Sistem excitacy unit I dan II. III dan adalah berbeda yaitu pada letak saklar penguat medan. Contoh proses penguatan generator PLTA daerah Mendalan Tujuan dari sistem penguatan generator adalah untuk mengendalikan output dari generator agar tetap stabil pada beban sistem yang berubah-ubah.19 menunjukkan sistem excitacy tipe brushlees exciter system 4.

Peralatan pendukung sistem excitacy 1) Pilot exciter Merupakan penguat pada generator utama adalah penguat dalam atau penguat sendiri dengan jenis kumparan kompon panjang generator DC.500 rpm) mencapai 110 volt DC. Bila rotor berputar akan menimbulkan perpotongan antara kumparan medan dengan stator winding sehingga menghasilkan Gaya Gerak Listrik (GGL). 4) AVR Sebagai pengendali agar tegangan output generator selalu stabil/ konstan dengan beban yang bervariasi 5) V V A Sebuah kontak penguatan. 3) Shunt regelar Tahanan shunt untuk mengatur tegangan output AVR sebelum unit paralel. kumparan jangkarnya terletak pada stator dengan hubungan bintang. 6) Main Exciter Sebagai penguat utama bagi generator setelah terlebih dahulu mendapat arus penguatan dari pilot exciter. Yaitu menggunakan transformator arus (Current Transformer = CT)/PT (Potential Transformer = Transformator Tegangan) Automatic Voltage Regulator (AVR) sebagai pemberi input bagi AVR. Magnetnya berasal dari remanent magnet (sisa-sisa magnet) buatan.PLTA Mendalan menggunakan generator sinkron 3 Phasa. Selanjutnya perubahan arus dan tegangan yang terukur oleh CT/PT AVR digunakan untuk menggeser tahanan di dalam AVR sesuai besar kecilnya perubahan. a. 2) Juster Werstand Tahanan geser yang berfungsi untuk mengatur tegangan output pilot exciter agar pada putaran nominal (1. 7) CT/ PPT AVR 54 . Perubahan nilai tahanan di AVR berpengaruh pada sistem penguatan atau excitacy secara keseluruhan sehingga output tegangan generator akan tetap terjaga kestabilannya. pemberi penguatan pertama pada main exciter. Pada prosesnya untuk menghasilkan tegangan pada generator utama memerlukan penguatan atau excitacy. Sedangkan kumparan medan terletak pada rotor generator.

Penguatan pada generator utama disuplai oleh main exciter melalui saklar penguat medan. Sistem penguatan generator unit I PLTA Mendalan Pada putaran normal turbin-generator.Sebagai pengukur arus dan tegangan output dari generator yang selanjutnya sebagai input bagi AVR bila unit sudah paralel atau sinkron. Tegangan-arus yang dihasilkan oleh pilot exciter merupakan tegangan penguatan untuk generator main exciter. setelah turbin-generator pada putaran nominal (750 Rpm) pengisian tegangan main generator dilakukan dengan memutar penuh 55 .21. Tegangan dan arus searah tersebut pada awalnya dibangkitkan oleh fluk residu (yang tersimpan pada belitan kompon stator pilot exciter) dengan penambahan tingkat kecepatan akan menghasilkan arus-tegangan sampai dengan titik kritis pada putaran tertentu. b. pilot exciter yang merupakan generator arus searah penguat dalam (kompon panjang) menghasilkan tegangan dan arus yang dapat diatur oleh tahanan lihat Gambar II. Pada awal pengoperasian unit pembangkit. generator main exciter adalah generator arus searah shunt dengan penguatan terpisah.

Pada tegangan output generator ± 6 KV. Dinamo e xciter penguatannya diperkecii.maka kopel yang dibangkitkan oleh tromol T menjadi kuat.sehingga tegangan generator turun ke normal. Jika tegangan generator naik. Contoh jenis motor DC ditunjukkan pada Gambar II. Bila tegangan 56 . Pada output tegangan generator tersebut merupakan langkah awal untuk persiapan paralel unit dengan jaring-jaring secara manual. AVR ini terdiri dari dua sektor hambatan P yang diperlengkapi alur kontak bentuk lingkaran. c. sehingga hambatan R dapat diperbesar dan diperkecil. Di PLTA Mendalan Pengaturan tegangan otomatis (AVR) menggunakan tipe elektro mekanik AVR Brown & Cie. sehingga P bergerak kekanan dan akibatnya hambatan diperbesar.23 dan II. Pengaturan tegangan otomatis Generator sinkron 3 phasa Pengaturan Tegangan Otomatis Generator sinkron 3 phasa menggunakan Tipe Elektro Mekanik AVR Brown & Cie ( AVR . generator turun (kurang dari normal).24. maka terjadi proses sebaliknya.BBC ).hand wheel (shunt regullar) searah jarum jam (menurunkan harga resistansi sampai dengan batas minimum) yang sebelumnya memasukkan saklar penguat medan (VVA). selanjutnya memutar voltage regullar dengan arah yang sama dengan shunt regullar sampai dengan arah yang sama dengan shunt regullar sampai dengan output generator menunjuk 6 KV. Kontak-kontak ini dapat berputar maju dan mundur.

57

58

59

2.7.2 Rel (Busbar) Semua generator sinkron pada pusat pembangkit listrik menyalurkan tenaga listrik ke rel pusat listrik. Demikian pula semua saluran yang mengambil maupun yang mengirim tenaga listrik dihubungkan ke rel ini. 1. Rel tunggal pada pusat pembangkit Rel tunggal adalah dalam pengoperasiannya. Jika terjadi kerusakan pada melakukan perbaikan. rel, seluruh pusat listrik harus dipadamkan jika akan paling baik jika digunakan hanya pada pusat Rel tunggal susunan rel yang sederhana dan relatif paling murah, tetapi memiliki kelemahan dalam hal keandalan, dan kontinuitas pelayanan serta kurang fleksibel

pembangkit listrik yang tidak begitu penting peranannya dalam sistem. Untuk meningkatkan tingkat keandalan rel tunggal, PMS seksi dapat dipasang dan membagi rel menjadi 2 kelompok dan kanan dari rel tunggal tersebut. Unit pembangkit dan beban sebagian dihubungkan di kelompok kiri dan sebagian lagi dihubungkan di kelompok kanan. Jika terjadi kerusakan pada rel yang perbaikannya memerlukan pemadaman, maka seksi rel yang memerlukan perbaikan dapat diputus dengan cara membuka PMS seksi sehingga seksi rel yang sebelahnya tetap dapat dinyalakan atau dioperasikan.

60

Gambar II.30 menunjukkan Pusat pembangkit listrik dengan rel tunggal menggunakan PMS seksi.

2. Rel Ganda dengan Satu PMT Pusat pembangkit listrik rel ganda dengan PMT tunggal ditunjukkan pada Gambar II.31. Hubungan ke rel 1 atau rel 2 dilakukan melalui PMS. Rel ganda umumnya dilengkapi dengan PMT beserta PMS-nya yang berfungsi menghubungkan rel 1 dan rel 2. Dengan rel ganda, sebagian instalasi dapat dihubungkan ke rel 1 dan sebagian lagi ke rel 2. Kedua rel tersebut (rel 1 dan rel 2) dapat dihubungkan paralel atau terpisah dengan cara menutup atau membuka PMT Kopel. Dengan cara ini fleksibilitas pengoperasian bertambah terutama sewaktu menghadapi gangguan yang terjadi dalam sistem.

Sebagian dari unit pembangkit atau beban dapat dihubungkan ke rel 1 dan lainnya ke rel 2. Apabila salah satu unit p embangkit atau salah satu beban akan dipindah rel, terlebih
61

PMT dimasukkan. 4. setelah itu PMT harus masuk. Proses pemindahan beban dari rel satu ke rel lainnya memerlukan pemadaman. baru memasukkan PMS rel yang dituju. maka PMT yang dekat dengan rel A diberi identifikasi sebagai PMT A1. karena dengan adanya 2 buah PMT (masing-masing satu PMT untuk setiap rel) pemindahan beban dilakukan dengan menutup rel yang dituju. Setelah selesai melakukan pemindahan posisi PMS. 62 . selanjutnya disusul pembukaan PMS rel yang akan dilepas. urutannya tidak boleh dibalik.32. pemasukan PMT harus melalui proses sinkronisasi. Rel dengan PMT 1½ Rel dengan PMT 1½ adalah rel ganda dengan 3 buah PMT di antara dua rel. maka akan terjadi hubungan paralel antara rel 1 dan rel 2 yang belum tentu sama tegangannya dan berbahaya. Pemindahan beban dari rel 1 ke rel 2 dapat dilakukan tanpa pemadaman. Pusat pembangkit listrik dengan dua PMT Rel ganda dengan dua PMT sama seperti rel ganda dengan satu PMT. baik besarnya maupun phasanya. misalnya karena ada kerusakan yang memerlukan pemadaman rel pada saat perbaikan. dan seterusnya. yaitu saat PMT dibuka. Pemindahan beban atau unit pembangkit dari salah satu rel ke rel lainnya dalam prakteknya dapat terjadi. Apabila terbalik. kemudian membuka PMT rel yang dilepas. PMT A 2. tetapi semua unsur dapat dihubungkan ke rel 1 atau rel 2 atau dua-duanya melalui PMT sehingga fleksibilitasnya lebih baik tinggi. Untuk unit pembangkit. Pusat pembangkit listrik dengan rel ganda menggunakan dua PMT (PMT Ganda) ditunjukkan pada Gambar II. Rel 1 dan rel 2 tegangannya sama. 3.dahulu PMT-nya harus dibuka. Jika rel-rel diberi identifikasi sebagai rel A dan rel B.

Jika rel B mengalami gangguan. Bagian-bagian dari instalasi dihubungkan pada titik-titik yang letaknya antara PMT A dengan PMT B dan pada titik-titik yang letaknya antara PMT B dengan PMT AB seperti ditunjukkan pada Gambar II.33. dengan membuka semua PMT bernomor A dan PMT bernomor B beserta PMS-nya. maka untuk pembebasan tegangannya. Jika rel A mengalami gangguan. daya tetap bisa disalurkan walaupun dengan fleksibilitas pembebanan yang berkurang. digunakan rel dalam bangunan gedung tertutup atau dalam lemari yang disebut kubikel. dengan membuka semua PMT bernomor B beserta PMS-nya. rel umumnya dipasang di ruangan terbuka. Misalnya untuk unit pembangkit No. dengan membuka semua PMT bernomor A beserta PMS-nya. daya tetap dapat disalurkan secara penuh. Pada pusat pembangkit dengan kapasitas daya listrik kecil (sampai dengan daya ±50 MW) menggunakan tegangan rel di bawah 70 kV. Dibandingkan dengan rel-rel sebelumnya. rel dengan PMT 1½ ini memiliki keandalan paling tinggi. Pada pusat-pusat listrik besar (di atas 50 MW). yang harus dibuka adalah PMT B1 dan PMT AB1 beserta PMS-nya. PMT AB2. PMT yang di tengah disebut PMT diameter dan diberi identifikasi sebagai PMT AB1. dan seterusnya. dan seterusnya. daya tetap dapat disalurkan secara penuh. Jika pusat listrik dibuat di dalam kota untuk menghemat pemakaian tanah dapat 63 . Apabila rel A dan Rel B mengalami gangguan. Pelepasan tegangan sebuah instalasi yang terhubung ke rel dengan PMT 1½ mengharuskan pembukaan dua buah PMT beserta PMS-nya.PMT yang dekat rel B diberi identifikasi sebagai PMT B1. 1 terhubung ke rel B melalui PMT B1. PMT B2. yaitu PMT rel dan PMT diameternya.

Perlindungan mekanis tersebut untuk mencegah kerusakan kabel dan dapat menimbulkan gangguan.34 menunjukkan saluran antara generator dan rel menggunakan kabel Setelah melalui transformator arus dan transformator tegangan. Cara memasang kabel saluran Antara generator pembangkit dengan rel terdapat transformator arus dan transformator tegangan untuk keperluan pengukuran dan proteksi. Tujuannya memudahkan pemasangan.3 Saluran Kabel antara Generator Sinkon 3 Phasa dan Rel 1. terutama adanya transformator arus dan transformator tegangan serta memudahkan dalam perbaikan jika terjadi kerusakan pada kabel tersebut. Perlindungan saluran kabel antara generator dan rel dilakukan menggunakan kabel yang diletakkan pada saluran khusus dalam tanah dan jika berada di atas tanah diletakkan pada rak penyangga kabel yang melindungi kabel secara mekanis. Kerusakan pada generator tidak dikehendaki karena memerlukan biaya perbaikan mahal dan waktu perbaikannya lama sehingga dapat menimbulkan pemadaman pasokan daya listrik. Gambar II.digunakan rel dalam tabung gas SF6 dan jarak konduktor rel dapat diperkecil untuk menghemat pemakaian tanah. maka gangguan di rel akan berakibat luas. kabel dihubungkan ke saklar tanpa pemutus tenaga (PMT) dan saklar pemisah (PMS) sebelum dihubungkan ke rel. 64 .7. 2. Gangguan pada kabel antara generator dengan rel dapat merusak generator. Kabel yang digunakan adalah kabel 1 phasa berjumlah 3 buah kabel. 2. Konstruksi rel harus cermat dan benar supaya dapat meminimalisasi terjadinya gangguan. Semua generator dan saluran yang ada dalam pusat listrik dihubungkan ke rel.

4 Jenis-jenis Saklar Tenaga 1. Busur listrik menyebabkan material kontak saklar teroksidasi sehingga daya hantarnya berkurang pada saat kontak-kontak saklar menutup kembali. Jenis saklar Saklar untuk keperluan menjadi 3 jenis. Untuk generator yang lebih dari 5 MVA.5 kV dibedakan . kontak-kontak saklar timbul busur listrik. Untuk generator kecil dengan kapasitas di bawah 5 MVA. Tegangan transien dapat memunculkan kembali arus listrik yang telah diputus. Fungsi saklar Saklar berfungsi memutus dan menyambung rangkaian listrik. semakin besar terjadinya penyalaan kembali karena rangkaian kapasi tif memiliki kemampuan menyimpan muatan listrik yang besar dan dapat timbul kembali sewaktu rangkaian diputus. Pada saat rangkaian listrik diputus. dianjurkan melakukan pentanahan titik netral generator melewati tahanan. Pencabangan pada saluran antara generator dan rel harus dihindari dan jika sangat diperlukan pelaksanaannya. titik netral generator tidak ditanahkan. atau transformator kecil (transformator distribusi) untuk proteksi. digunakan kabel serupa dengan kabel yang menghubungkan generator dengan rel.Titik netral dari generator dihubungkan membentuk hubungan bintang. dengan membuat rel kecil dalam ruang khusus dan sebaiknya dihindari karena akan menimbulkan arus gangguan yang besar karena letaknya dekat dengan generator dan dapat menimbulkan kerusakan fatal karena generator tidak dapat berproduksi. 2. khusus generator besar (di atas 10 MVA) dilakukan pencabangan untuk memberi daya ke transformator pemakaian sendiri. 2. semakin sulit proses pemutusan rangkaian listrik yang dihadapi karena semakin tinggi tegangan maka semakin tinggi tegangan transien pada saat pemutusan pada rangkaian. kumparan. Konstruksi saklar harus memperhitungkan sifat rangkaian.7. semakin kapasitif rangkaian listrik yang diputus. Dalam prakteknya. Dalam melakukan pentanahan. Semakin tinggi tegangan sistem yang disambung dan diputus pada sistem. gerakan kontak-kontak saklar harus bersifat membersihkan dirinya sendiri. Untuk mengurangi pengaruh hasil oksidasi. yaitu: 65 rangkaian listrik dengan tegangan di atas 1.

adalah saklar yang hanya mampu memutus arus sebesar arus beban. baik dalam kondisi tertutup atau terbuka. b. 66 .35. Pemutus Beban (PMB) Pemutus beban atau load break switch (LBS). untuk keperluan keselamatan kerja. yaitu dua buah PMS masing-masing di depan dan di belakang PMT. disentuh manusia untuk pelaksanaan pekerjaan perbaikan atau khususnya pemutus tenaga tegangan tinggi memiliki teknik pemeliharaan. sebuah PMT dikombinasikan dengan tiga PMS seperti terlihat pada Gambar II. Gambar II . Pemisah (PMS) hanya boleh dioperasikan tanpa arus. pemutusan busur listrik dan teknik pembersihan kontak-kontaknya sendiri. c. Saklar pemutus tenaga (PMT) Pemutus tenaga (PMT) adalah saklar yang mampu memutus arus gangguan hubung singkat Saklar pemutus tenaga dalam bahasa Inggris disebut circuit breaker (CB). Dalam prakteknya. Pemisah atau insulating (disconnecting) switch. dan sebuah PMS yang digunakan untuk mentanahkan bagian instalasi yang akan dibebaskan dari tegangan yang dapat Konstruksi saklar.a.36 menunjukkan alat-alat pentanahan. Pemisah (PMS). Posisi pisau-pisau PMS harus dapat dilihat secara nyata kedudukannya.

3. b. kontak-kontak saklar direndam dalam minyak. Minyak diletakkan dalam tangki sehingga konstruksi pemutus tenaga minyak banyak menjadi besar. Karena berat jenis busur listrik lebih kecil daripada berat jenis udara. Pada PMT jenis ini. busur listrik akan timbul (meloncat) pada bagian yang runcing terlebih dahulu pada saat kontak-kontak saklar terpisah. Perkembangan konstruksi pemutus tenaga Perkembangan konstruksi pemutus tenaga adalah sebagai berikut: a.38 menunjukkan konstruksi ruang pemadaman PMT minyak banyak sederhana. Gambar II. Pemutus tenaga minyak banyak Pemutus tenaga (PMT) minyak banyak atau bulk oil circuit breaker. Gambar II. Minyak berfungsi sebagai media pemutus busur listrik. 67 . Pemutus tenaga dari udara Bentuknya runcing. busur listrik akan mengapung ke atas sehingga busur listrik memanjang dan akhirnya putus.37 menunjukkan pemutus tenaga udara.

68 .

69 . hanya saja pada PMT minyak sedikit ini ada bagian PMT yang menghasilkan minyak bertekanan untuk disemprotkan pada busur listrik. Media pemutus busur api yang digunakan adalah minyak seperti pada PMT minyak banyak. Gambar II.c. Pemutus tenaga minyak sedikit Pemutus tenaga (PMT) minyak sedikit atau low oil content circuit breaker. baik pada waktu PMT dibuka maupun pada waktu PMT ditutup.42 menunjukkan PMT minyak sedikit 70 kV.

terutama setelah PMT bekerja akibat gangguan. dimensi PMT minyak sedikit lebih kecil dibandingkan dengan dimensi PMT minyak banyak. Pada PMT minyak sedikit.44 menunjukkan konstruksi ruang pemadaman PMT minyak sedikit secara sederhana. yaitu dengan meruncingkan bentuk kontak jantan dan kontak betinanya. Gambar II. Pada saat memutus busur listrik akibat arus gangguan. teknik memanjangkan busur listrik juga digunakan pada cara ini.43 menunjukkan konstruksi ruang pemadaman pada PMT minyak sedikit secara umum.Karena menggunakan minyak bertekanan. kualitas minyak PMT perlu diawasi secara teliti. sehingga harus dilakukan penggantian minyak PMT apabila minyaknya sudah kelihatan hitam akibat karbon. Gambar II. minyak yang menyemprot busur listrik besar karena gangguan akan mengalami karbonisasi yang besar pula. 70 . Karbon tidak bersifat isolasi. Selain mengandalkan penyemprotan minyak untuk memutus busur listrik yang terjadi.

Fleksibilitas logam merupakan salah satu kendala bagi perkembangan PMT vacum karena jarak antara kontak-kontak PMT operasinya juga menjadi terbatas. Pada PMT gas SF6 timbul masalah perapat antara bagian PMT yang bergerak dengan yang diam karena gas dapat menembus (bocor) di antara 2 bagian yang bergeseran tersebut sehingga diperlukan perapat (sealing) yang baik agar dapat meminimumkan kebocoran gas SF6. Pemutus tenaga vakum Pemutus tenaga (PMT) vakum merupakan PMT menggunakan teknologi mutakhir.45 menunjukkan PMT SF6 500 kV buatan BBC di PLN sektor TET 500 kV Gandul. Pemutus tenaga gas SF6 Pemutus tenaga (PMT) gas SF6 prinsip kerjanya serupa dengan prinsip kerja PMT minyak sedikit. Pada PMT gas SF6. vacum menjadi terbatas sehingga tegangan tidak dikehendaki terjadinya kebocoran yang dapat mengurangi nilai tekanan 71 . Dibandingkan dengan PMT minyak sedikit. apabila terjadi kebocoran pada PMT vakum. yaitu gas SF6. Gambar II. PMT gas SF6 mempunyai dimensi yang kirakira sama tetapi pemeliharaannya lebih mudah. Konstruksi PMT vakum menghindari adanya celah udara sehingga pergeseran bagian yang bergerak dengan bagian yang tetap (statis) dapat menimbulkan celah udara dapat dihindari dan sebagai dapat diperpanjang dan diperpendek. Gas SF6 memiliki sifat isolasi yang baik selain sifamya sebagai pendingin yang baik. maka tidak dapat dilakukan "pengisian" kembali karena proses membuat vakum tidak dapat dilakukan di lapangan dan kevakuman. e. Pelaksanaan memperpanjang busur listrik dilakukan dengan membuat berbagai bentuk kontak dan setiap pabrik mempunyai bentuk kontaknya masing-masing. Berbeda dengan PMT gas SF6. dilengkapi pengukur tekanan gas sehingga kelihatan jika gas SF6 sudah berkurang dan perlu dilakukan pengisian gas SF6 kembali. bedanya terletak pada media pemutus busur yang digunakan.d. Dalam PMT vakum tidak ada media pemutus busur listrik dan teknik memutus busur listrik dalam PMT vakum tergantung teknik memperpanjang busur listrik.

48 menunjukkan konstruksi ruang pemadaman PMT SF6 secara sederhana. 72 .Gambar II .

73 .

74 . timbul suatu gaya Lorentz yang menarik busur listrik ke luar kontak. Kemudian dibangkitkan suatu medan magnetik radial (busur listrik berputar tegak lurus arah kontak).Pada celah di antara kedua kontak timbul arus berbentuk loop (lingkaran). Gaya tersebut membuat busur listrik berputar pada ring kontak dan tertarik keluar sampai akhirnya putus. Bersamaan dengan arus yang mengalir melalui busur listrik.

f.53 menunjukkan kontak PMT vakum medan magnet radial dan Gambar II. Pemutus Tenaga Medan Magnet Pemutus tenaga (PMT) medan magnet atau magnetic circuit breaker memiliki prinsip kerja seperti PMT udara. hanya di sini terdapat magnet yang berfungsi menghasilkan medan magnet yang akan menarik busur listrik yang timbul pada saat pembukaan PMT sehingga bus.Gambar II. Pada celah di antara kedua kontak. 75 . Busur listrik didistribusikan merata pada semua permukaan kontak sehingga tidak ada tekanan lokal. Tekniknya adalah kebalikan dari yang menggunakan medan magnetik radial. Gambar II. Busur listrik yang berbentuk coil tersebar merata dan memanjang pada saat pembukaan kontak dan ditarik ke arah pusat kontak sampai padam.54 Kontak PMT vakum dengan medan magnet aksial. digunakan metode lain.55 PMT medan magnet. Untuk mengatasi arus hubung singkat terbesar yang sering terjadi. listrik menjadi lebih panjang dan akhirnya putus. timbul arus bentuk coil (kumparan) dan akan membangkitkan medan magnetik aksial (busur listrik tersebar) yang menjaga busur listrik tetap tersebar dalam arus yang sangat besar.

58 dan PMT udara hembus dengan ruang pemadaman gas secara keseluruhan ditunjukkan pada Gambar II. Pemutus Tenaga Udara Tekan Pemutus tenaga (PMT) udara tekan dalam bahasa Inggris disebut air blast circuit breaker. Resistor dan kapasitor berfungsi meredam busur listrik. Pada saat ini kapasitor C1 dan kapasitor C2 menampung tenaga listrik yang dihasilkan busur listrik. Kontak K 1 membuka kira-kira 15-17 mili detik lebih dahulu daripada kontak K2. kapasitor K1 dan K2 juga berfungsi sebagai pembagi tegangan agar tegangan antara kontak K1 dan kontak K2 sama. Hal ini tidak menguntungkan disebabkan karena harga PMT-nya menjadi lebih mahal. Pada waktu pembukaan PMT: resistor R1 dan R2 masuk bersamaan terlebih dahulu. PMT jenis ini memiliki p rinsip serupa dengan prinsip kerja PMT gas SF6 hanya saja pada PMT udara tekan yang menjadi media pemutus busur listrik adalah udara tekan. Resistor R1 dan R2 76 . memakai kompresor. maka pada PMT udara tekan dibutuhkan tekanan udara yang lebih besar dibandingkan dengan tekanan gas SF6 pada PMT gas SF6. PMT 500 kV buatan BBC yang dilengkapi resistor ditunjukkan pada Gambar II. sehingga busur listrik bisa dipadamkan.g.59 Kontak-kontak utama PMT dengan resistor dan kapasitor ditunjukkan pada Gambar II. sedangkan yang PMT 500 kV buatan BBC tanpa resistor ditunjukkan pada Gambar II. Konstruksi ruang pemadaman PMT vakum buatan Siemens ditunjukkan pada Gambar II. Keduanya menggunakan kapasitor.60.57.56. PMT jenis ini memiliki pemutus ganda K1 dan K2. 6 mili detik kemudian kontak K1 dan disusul kontak K2 membuka. resistor R1 dibuka 17 mili detik setelah kontak K1 membuka atau 15 mili detik setelah kontak K2 membuka. Dua mili detik kemudian resistor R2 dibuka. Untuk mendapatkan tekanan udara yang dikehendaki pada PMT udara tekan. Kontak K1 membuka 2 mili detik lebih dahulu daripada kontak K2. Karena kemampuan isolasi udara lebih rendah daripada kemampuan isolasi gas SF6.

kedua resistor R1 dan R2 masuk bersamaan kemudian 15 mili detik kontak K1 masuk disusul kontak K2. 77 . resistor R1 dibuka dan 2 mili detik kemudian resistor R1 dibuka.berfungsi memperkecil busur listrik yang terjadi dan besarnya (nilai tahanannya) tergantung kepada impedansi saluran transmisi yang dibuka oleh PMT bersangkutan. 2 mili detik kemudian. Pada proses penutupan PMT. 17 mili detik setelah kontak K1 masuk atau 15 mili detik setelah kontak K2 masuk.

Kemudian kontak KJ digerakkan ke kiri sehingga ada celah antara KJ dan KT. Pada saklar terdapat kontak jalan (KJ) dan kontak tetap. kontak kontak tertutup.60 menunjukkan kondisi kontak dari sebuah saklar dalam keadaan tertutup (a). Beda potensial yang semula sama dengan nol sewaktu KJ dan KT tertutup. fidak ada beda potensial antara KJ dan KT. naik menuju nilai tegangan operasi dari saklar. maka kuat medan l istrik antara KJ dan KT semakin turun. mulai membuka (b) dan sudah terbuka lebar (c). Proses Terjadinya Busur Listrik Gambar II. (KT). terjadi beda potensial antara KJ dan KT. jika jarak antara KJ dan KT semakin besar. Pada keadaan (a).h. karena kuat medan listrik. melalui perioda transien. 78 .

79 .

63 menunjukkan contoh circuit breaker tiga phase 1200 A 115 kV. 50 Hz (Courtesy of ABB) 80 .64 menunjukkan circuit breaker oil minimum untuk instalasi 420 kV. Bill 550 kV (Courtesy of General Electric) dan Gambar II.Gambar II .

66 menunjukkan contoh Switchgear high density yang memiliki kapasitas tegangan dalam satuan Mega Volt (MV) 81 .Gambar II.

maka proses pemutusan busur listrik akan mengalami kegagalan. Untuk mendapatkan gerakan yang cepat dan tegas. 82 .70 menunjukkan mekanisme penggerak PMT yang menggunakan pegas dalam keadaan tertutup dilihat dari sisi depan. Gambar II.7. diperlukan suatu mekanisme pemutus tenaga (switchgear) penggerak berdasarkan energi pegas atau energi udara tekan (pneumatic) atau energi tekanan minyak (hydraulic).2. Hal ini disebabkan apabila gerakan ini lambat dan ragu-ragu.5 Mekanisme Pemutus Tenaga (Switchgear) Penutupan dan pembukaan PMT memerlukan gerakan mekanis yang cepat dan tegas.

83 . 2. yaitu dengan cara menarik ganjal ini dengan kumparan penutup (closing coil). Gerakan pegas dari ganjal pertama ke ganjal kedua telah memutar roda No. Untuk menggambarkan proses pengisian penegangan pegas melalui roda gigi yang ikatannya dengan poros hanya untuk gerakan satu arah seperti halnya roda rantai sepeda. 1 (satu) 180 derajat yang memutar batang penggerak kontak-kontak PMT sehingga menutup.71 menunjukkan mekanisme penggerak PMT yang menggunakan pegas dalam keadaan terbuka dilihat dari sisi depan. Setelah pegas terisi (tertarik) penuh.Gambar II. maka pegas akan lepas sampai terhenti gerakannya oleh ganjal kedua. maka pegas siap menutup PMT. yaitu roda No. diputar ke arah yang tidak memutar poros tetapi menambah menegangkan pegas. lalu PMT masuk. roda satu arah. Dengan membuka ganjal pegas yang pertama. Pada waktu mengisi penegangan pegas.

maka roda No.72 menunjukkan mekanisme penggerak PMT menggunakan pegas dilihat dari samping. 1 (satu) berputar 180 derajat lagi dan batang penggerak kontak-kontak PMT bergerak membuka kontak-kontak PMT lalu PMT trip. Baterai harus handal untuk keberhasilan kerja PMT.7. Kegagalan PMT bekerja dapat terjadi akibat baterai terlalu rendah kemampuannya sehingga tidak mampu men-trip coil PMT dan akhirnya PMT tidak bekerja jika terjadi arus gangguan dan dapat berakibat fatal dan bahkan instakasi dapat terbakar. Motor pengisi pegas harus motor arus searah yang digerakkan oleh baterai aki karena dalam keadaan gangguan sering pasokan tegangan bolak-balik dalam gedung hilang sehingga motor pengisi pegas tetap dapat berfungsi dengan pasokan energi yang dipasok baterai. Baterai perlu dipelihara dengan baik dan kondisinya perlu dipantau secara terus menerus. 2. Coil trip dan closing coil juga menggunakan tegangan arus searah yang dipasok oleh baterai. Gambar II.6 Instalasi Pemakaian Sendiri 84 .Jika ganjal yang kedua ditarik oleh kumparan pembuka ( trip coil). Setelah PMT trip. pegas menjadi tidak tegang lagi karena sudah tidak menyimpan energi dan rangkaian listrik PMT otomatis menggerakkan motor arus searah menambah menegangkan pegas dengan jalan memutar roda ke arah yang tidak memutar poros (arah penegangan pegas). PMT di-trip melalui trip coil oleh relai (alat proteksi) atau oleh operator (manual). sedangkan pemasukan PMT melalui closing coil kebanyakan dilakukan secara manual oleh operator. Dalam praktik.

4.73c adalah instalasi pusat listrik dengan unit pembangkit yang mempunyai kapasitas di atas 15 MW. pompa transfer bahan bakar minyak. Lampu penerangan 2. listrik untuk pemakaian di dalam Tenaga listrik untuk pemakaian di dalam pusat pembangkit listrik digunakan untuk: 1.73a menggambarkan instalasi pemakaian sendiri dari pusat pembangkit listrik yang kapasitas unit pembangkitnya relatif kecil.73b adalah pusat listrik dengan kapasitas unit pembangkit antara 5 MW sampai 15 MW. seperti: pompa air pendingin.Pada pusat pembangkit listrik memerlukan tenaga pusat pembangkit listrik. Pengisian baterai aki yang merupakan sumber arus searah bagi pusat pembangkit listrik. melainkan hanyalah perkiraan. 85 . Gambar II. Batas-batas ini bukan batas yang pasti. dan lain-lain. mesin pengangkat. Penyejuk udara 3. Gambar II. Gambar II. misalnya di bawah 5 MW. pompa minyak pelumas. Menjalankan alat-alat bantu unit pembangkit.

2.7. Umumnya yang bisa melakukan black start kebanyakan adalah unit pembangkit listrik tenaga air (PLTA) atau unit pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Setelah generator (G) berputar dan menghasilkan tegangan. di mana seharusnya ada unit pembangkit yang dapat start sendiri (black start) tanpa ada tegangan dari luar. Dalam keadaan demikian diperlukan pengiriman tegangan dari luar pusat listrik atau dalam. di mana yang paling kecil umumnya PLTA dan yang paling besar umumnya PLTU yang menggunakan bahan bakar batu bara. Sedangkan pada saat itu sudah diperlukan daya untuk menjalankan alat-alat bantu. maka daya terlebih dahulu diambil dari transformator pemakaian sendiri bersama. Pada saat PMT B ditutup dan sebelum PMT A dibuka. pusat listrik. Tetapi pada saat start. terjadi penutupan rangkaian ring. Kemudian disusul dengan pembukaan PMT A sehingga pasokan daya alat-alat bantu berpindah ke generator (G). setiap unit pembangkit memiliki transformator pemakaian sendiri (Tr PS) yang dipasok langsung oleh generator (G). PMT B ditutup.Pada unit pembangkit besar. Perlu diperhatikan bahwa transformator-transformator yang ada dalam ring tidak menimbulkan pergeseran phasa tegangan sehingga tidak timbul gangguan. maka tidak tersedia tegangan untuk menjalankan alat-alat bantu dalam rangka start kembali. Besarnya energi yang diperlukan untuk pemakaian sendiri berkisar antara 1-10% dari produksi energi yang dihasilkan pusat listrik. Hal ini sangat tergantung kepada jenis pusat listriknya. Apabila terjadi gangguan besar dan semua unit pembangkit trip.7 Baterai Aki 86 . generator (G) belum berputar sehingga belum menghasilkan tegangan.

74 menunjukkan instalasi baterai dan pengisiannya. d.Pusat listrik selalu memerlukan sumber arus searah. Melayani keperluan alat-alat telekomunikasi. Gambar II. c. b. Sedangkan sebagai elektrolit digunakan larutan asam sulfat (H2SO4). Mentrip PMT apabila terjadi gangguan. Baterai aki merupakan sumber arus searah yang digunakan dalam pusat listrik. terutama untuk: a. Sedangkan sebagai elektrolit digunakan larutan potas kostik (KOH). dan d) Ventilasi ruangan. Pemeliharaan baterai aki paling penting adalah: a) Pemantauan besarnya tegangan listrik b) Berat jenis elektrolit c) Kebersihan ruangan. Menjalankan motor pengisi (penegang) pegas PMT. Ada 2 macam baterai aki yang dapat digunakan di pusat listrik. Memasok keperluan instalasi penerangan darurat. Baterai asam timah hitam menggunakan plumbum oksida (PbO2) sebagai kutub positif dan sebagai kutub negatif adalah plumbum (Pb). Baterai basa nikel cadmium menggunakan nikel oksihidrat (NiOH) sebagai kutub positif dan cadmium (Cd) sebagai kutub negatif. Kutub negatif dari baterai sebaiknya ditanah untuk memudahkan deteksi gangguan hubung tanah pada instalasi arus searahnya. Baterai aki harus selalu diisi melalui penyearah. Perubahan Kimia Selama Pengisian dan Pemakaian Aki 87 . Untuk daerah panas dengan suhu di atas 250 C. yaitu baterai asam dengan kutub timah hitam dan baterai basa yang menggunakan nikel cadmium (NiCd) sebagai kutub. baterai asam timah hitam lebih cocok daripada baterai basa nikel cadmium.

3.260 pada 20°C. Jika Aki tidak dapat lagi memberi aliran listrik pada tegangan tertentu. karena air digunakan untuk membentuk asam sulfat. 2.1. Aliran listrik ini terjadi karena reaksi kimia dari asam sulfat dengan kedua material aktif dari plat positif dan plat negatif. Perubahan kimia pada saat pengisian muatan listrik Pada proses pengisian muatan listrik. Penurunan berat jenis accu zuur selama pelepasan muatan listrik Berat jenis accu zuur akan turun sebanding dengan derajat pelepasan muatan. Aki kembali dalam kondisi bermuatan penuh. Pada saat pelepasan muatan listrik terus menerus. kembali terjadi proses reaksi kimia yang berlawanan dengan reaksi kimia pada saat pelepasan muatan. setelah 88 . sedangkan berat jenis elektrolit akan naik. jadi jumlah energi listrik yang ada dapat ditentukan dengan mengukur berat jenis accu zuurnya. misalnya aki mempunyai berat jenis accu zuur 1. maka aki tersebut dalam keadaan lemah arus (soak). Perubahan kimia pada saat pelepasan muatan listrik Aki memberikan aliran listrik jika dihubungkan dengan rangkaian luar misalnya. elektrolit akan bertambah encer dan reaksi kimia akan terus berlangsung sampai seluruh bahan aktif pada permukaan plat positif dan negatif berubah menjadi timbal sulfat. bermuatan listrik penuh. Timbal peroksida terbentuk pada plat positif dan timbal berpori terbentuk pada plat negatif. lampu. radio dan lain-lain.

2. Berat jenis accu zuur tergantung dari suhu Berat jenis accu zuur berubah tergantung dari temperaturnya.8 Transformator Dalam pusat pembangkit listrik yang besar (di atas 100 MW) terdapat beberapa transformator. Jika Volume bertambah sedang beratnya tetap maka berat jenis akan turun. Macam-macam transformator ini adalah: 1. Berat jenis turun sebesar 0. maka Aki masih mempunyai energi listrik sebesar 70%.0007 untuk kenaikan tiap derajat celcius dalam suhu batas normal Aki. Standar berat jenis menurut perjanjian adalah untuk suhu 20°C.7. maka tegangan dari generator dinaikkan terlebih dahulu melalui transformator penaik tegangan sebelum dihubungkan ke rel. jadi pembacaan berat jenis pada skala hudrometer kurang tepat sebelum dilakukan koreksi suhu.75 menunjukkan macam-macam transformator yang ada di pusat pembangkit tenaga listrik. Volume accu zuur bertambah jika dipanaskan dan turun jika dingin.200 pada 20°C.melepaskan muatan listrik berat jenisnya 1. Transformator penaik tegangan generator Jika rel dalam pusat listrik menggunakan tegangan di atas tegangan generator sinkron 3 phasa. yaitu transformator yang mengambil daya langsung dari generator untuk 89 . Transformator penaik tegangan generator merupakan satu kesatuan dengan generator terutama dari segi proteksi. 2. Gambar II. sedang beratnya tetap. Transformator unit pembangkit Setiap Unit Pembangkit yang besar (di atas 10 MW) umumnya mempunyai transformator unit pembangkit. 4.

mesin-mesin bengkel.memasok alat-alat bantu unit pembangkit yang bersangkutan. dan lain-lain. mesin pengangkat. 3. Transformator antar rel Jika di dalam pusat listrik ada beberapa rel dengan tegangan operasi yang berbeda-beda. baterai aki. motor pompa minyak pelumas. Adanya rel-rel dengan tegangan yang berbeda dapat disebabkan karena perkembangan sistem tenaga listrik dan juga dapat terjadi karena diperlukan rel tegangan menengah (antara 6 kV sampai 40 kV) untuk keperluan distribusi di daerah sekitar pusat listrik selain rel tegangan tinggi (di atas 60 kV) untuk saluran transmisi jarak jauh. dan alat-alat bantu unit pembangkit pada periode start. Rel pemakaian sendiri digunakan untuk memasok instalasi penerangan. 4. 90 . maka ada transformator antar-rel. seperti motor pompa pendingin. Transformator pemakaian sendiri Transformator pemakaian sendiri mendapat pasokan daya dari rel pusat listrik kemudian memasok daya ke rel pemakaian sendiri.

91 .

titik netralnya umumnya ditanahkan secara langsung dengan maksud untuk menghemat biaya isolasi. Minyak transformator terbuat dari bahan organik. titik netralnya kebanyakan ditanahkan melalui impedansi berupa tahanan atau kumparan dengan tujuan menghasilkan sedikit gangguan hubung tanah yang cukup besar agar relai hubung tanah bekerja. Untuk transformator dengan tegangan di bawah 60 kV.Transformator dengan tegangan di atas 60 kV. Transformator-transformator yang besar ini perlu diamati kualitas layaknya dan juga isolasi dari bushingnya. dan juga air (H2O) dari kelembaban udara. Pada transformator minyak mengalami suhu relatif tinggi (di atas 50 0C) dan juga mengalami busur listrik apabila ada on load tap changer (pengubah sadapan berbeban). asam karbonat dan karbon (C). Transformator yang dipakai dalam pusat listrik besar umumnya mempunyai daya besar (di atas I MVA) dengan tegangan tinggi mulai 70 kV keatas. Hal ini semua menyebabkan ada sebagian minyak transformator yang terurai dan bentuk H2O. Minyak transformator berfungsi sebagai media pendingin dan juga sebagai media isolasi. ikatan atom C dengan atom H. Di samping itu dalam transformator terdapat oksigen (O2) dari udara. 92 .

maka berikutnya E12 (tegangan sekunder untuk transformator P) harus dalam phasa yang sama dengan EAB (tegangan primer untuk transformator yang sama). B. seperti yang ditunjukkan pada diagram phasa.Pembentukan zat-zat ini menyebabkan turunnya kualitas isolasinya bahkan pembentukan asam karbonat ini bisa menimbulkan korosi terhadap bagian-bagian yang terbuat logam seperti inti transformator dan tangki. Terminal H1 untuk setiap transformator dihubungkan ke terminal H2 untuk transformator berikutnya. sebab apabila nilai isolasinya terlalu rendah bisa terjadi hubung singkat phasa ke tangki yang bisa menyebabkan transformator meledak. Secara. Karena tegangan primer dan sekunder yaitu EH1H2 dan EX1X2 yang diberikan harus dalam satu phasa. Demikian juga sama dengan terminal X1 dan X2 untuk transformator berikutnya dihubungkan secara bersamaan. sebagai contoh. Bagian bushing transformator yang berdekatan dengan bagian atas tangki transformator. Q dan R seperti ditunjukkan pada Gambar II. Demikian juga sama dengan E23 satu phasa dengan EBC. dan E31 dengan ECA. Transformator 3 phasa P. Bagian-bagian ini perlu dipantau. EBC. dalam arah yang sama seperti phasa EAB. off line kondisi transformator bisa dicek melalui pengukuran arus yang dihasilkannya apabila disuntikkan suatu tegangan 10 Volt yang frekuensinya diubah-ubah (beberapa kilo Hertz) a. 93 . Nilai isolasi minyak dan juga nilai isolasi bagian dari bushing dengan tangki tersebut di atas sekarang bias dipantau secara on line. C menjadi tegangan keluaran saluran transmisi 1.84. Setiap lilitan sekunder digambarkan secara paralel dan hubungan lilitan primer dengan cara dikopel. seperti ditunjukkan pada Gambar II. Transformator dihubungkan delta-delta. Diagram skematik ditunjukkan pada Gambar II. nilai isolasinya. Saluran masukan dihubungkan ke sumber dan saluran keluaran dihubungkan ke beban. yang terdiri dari porselin dan lapisan kertas yang diseling dengan logam. ECA. Kondisi transformator juga bisa dianalisis atas dasar analisis getaran akustik yang dipancarkan bagian bagian transformator. transformator primer antara saluran A dan B dihadapkan secara horisontal. Diagram skematik digambarkan dengan cara menunjukkan tidak hanya masukan sambungannya. Lilitan primer dihadapkan pada arah yang sama. Transformator hubungan delta-delta (delta-delta connection).83 merubah tegangan masuk saluran transmisi A. Cara ini bisa dilakukan secara. phasa dengan phasa. tetapi juga hubungan phasa antara tegangan primer dan sekunder. Selanjutnya sumber G menghasilkan tegangan EAB. 2 dan 3.83. on line.

maka arus IP mengalir dari H1 ke H2 dalam lilitan primer yang dihubungkan dengan arus I S yang mengalir dari X1 ke X2 dalam lilitan sekunder. Jika beban imbang dihubungkan ke saluran 1-2-3. Transformator hubungan delta-bintang (delta-wye connection) Jika transformator dihubungkan delta-bintang. Seperti pada rangkaian phasa tunggal. lilitan primer dihubungkan dengan cara yang sama. Power rating untuk transformator bank adalah 3 kali rating transformator tunggal. Seperti dalam beberapa hubungan delta.84. b. Meskipun transformator bank merupakan sebuah susunan 3 phasa. setiap transformator dipertimbangkan sendiri-sendiri. Untuk lilitan sekunder dihubungkan pada 94 .Dalam hubungan delta-delta.83. ditunjukkan pada Gambar II. tegangan antara masing-masing saluran transmisi masukan dan keluaran adalah dalam satu phasa. seperti ditunjukkan pada Gambar II. bahwa arus line adalah v3 kali lebih besar dari masing-masing arus IP dan IS yang mengalir dalam lilitan primer dan sekunder. Hal ini menghasilkan arus line imbang dalam saluran masukan A -B-C. maka hasil arus keluaran adalah sama besarnya.

tegangan line keluaran E12 adalah 30o mendahului tegangan line masukan EAB.86.85. 2 dan 3 adalah sama dengan arus pada lilitan sekunder. Tegangan saluran keluaran adalah sama dengan transformator. Jika saluran keluaran memasuki kelompok beban terisolasi.semua terminal X2 yang dihubungkan secara bersamaan yang dihubungkan dengan common netral (N). seperti ditunjukkan pada Gambar II. sekalipun jika saluran tegangannya sebaliknya identik. Arus line pada phasa 1. dalam transformator. Tetapi jika saluran dihubungkan parallel dengan saluran masukan dengan sumber lain. seperti dapat dilihat dari diagram phasor. Besar relatif arus pada lilitan transformator dan saluran transmisi adalah ditunjukkan pada Gambar II. Keuntungan penting dari hubungan bintang adalah bahwa akan menghasilkan banyak isolasi/penyekatan yang dihasilkan di saluran. beda phasa 30o mungkin akan membuat hubungan parallel parallel tidak memungkinkan. Pada hubungan delta-bintang. tegangan yang melalui setiap lilitan primer adalah sama dengan tegangan line masukan. Lilitan HV (high Voltage/tegangan tinggi) telah diisolasi/dipisahkan hanya 1/v3 atau 58% dari tegangan v3 kali tegangan sekunder yang melalui setiap 95 . Maka dari itu. Arus line pada phasa A. beda phasanya tidak masalah. Hubungan delta-bintang menghasilkan beda phasa 30o antara tegangan saluran masukan dan saluran transmisi keluaran. B dan C adalah v3 kali arus pada lilitan sekunder.

273 A (arus pada belitan primer) I s = 30 MVA/80 kV = 375 A (arus pada belitan sekunder) 96 .2 kV = 2.Penyelesaian: a) Tegangan line pada sekunder Es = 80/v3 = 139 kV b) Arus dalam belitan transformator Beban pada masing-masing phase S = 90/3 = 30 MVA Ip = 30 MVA/13.

Lilitan tertiary untuk tiga transformator dihubungkan secara delta seperti ditunjukkan pada Gambar II. seperti ditunjukkan pada Gambar II. Rangkaian open–delta adalah 97 .c. Cara lain adalah dengan menyediakan setiap transformator dengan lilitan ke tiga.89.delta Hubungan open-delta ini untuk merubah tegangan sistem 3 phasa dengan menggunakan hanya 2 transformator yang dihubungkan secara open–delta. Transformator hubungan open. d.88. yang sering menyediakan cabang yang melalui tegangan di mana transformator dipasang. Tidak ada beda phasa antara tegangan line transmisi masukan dan keluaran untuk transformator yang dihubungkan bintang-bintang. Cara untuk mencegah menyimpangan adalah menghubungkan netral (nol) untuk primer ke netral (nol) sumber yang biasanya dengan cara ground (pentanahan). yang perlu diperhatikan adalah mencegah penyimpangan dari tegangan line to netral (phase ke nol). Transformator hubungan bintang-bintang (wye–wye connection) Ketika transformator dihubungkan secara bintang-bintang. yang disebut lilitan ” tertiary”.

jika 2 transformator 50 kVA dihubungkan secara open–delta. anehnya masalah ini pernah dijumpai. jika 3 transformator dihubungkan secara delta–delta dan salah satunya rusak dan harus diperbaiki/dipindahkan. kapasitas transformator bank yang terpasang adalah jelas 2x50 = 100 kVA.6 kVA sebelum transformator mulai menjadi overheat (panas berlebih). Contoh: Transformator satu phase 2 buah 150 kVA. Maka. hubungan delta jarang digunakan sebab beban kapasitif untuk transformator bank hanya 86.90). Sebagai contoh. kecuali bahwa satu transformer tidak ada (Gambar II. bahwa transformator hanya dapat mengirimkan 86. maka hal ini memungkinkan untuk memasukkan beban secara temporeri (darurat) dengan 2 transformator yang tersisa. Tetapi.identik dengan rangkaian delta–delta. 7200 V/600 V dihubungkan open-delta. Hubungan open–delta utamanya digunakan dalam situasi darurat. Hitung beban 3 phase maksimum yang tepakai Penyelesaian: 98 .6% dari kapasitas transformator yang terpasang. Bagaimanapun.

Pengujian perlu dilakukan untuk mengetahui kegagalan minyak transformator. sehingga daya maksimum pada beban 300 kVA. elektroda harus dicuci dengan minyak transformator yang akan diuji. Jika kekuatan listrik rendah minyak transformator dikatakan memiliki mutu yang jelek.5 mm Bejana dan elektroda harus benar-benar kering dan bersih setiap sebelum melakukan pengujian. sedangkan suhu minyak bekas 99 . • Botol tempat minyak transformator ditutup dengan lilin supaya kotoran dan uap air tidak masuk. Titik nyala (flash point) Temperatur ini adalah temperatur campuran antara uap dari minyak dan udara yang akan meledak (terbakar) bila didekati dengan bunga api kecil. Minyak lama pada waktu pertama alirannya dibuang. Titik nyala dari minyak yang baru tidak boleh lebih kecil dari 135 0C. minyak pertama yang keluar dibuang supaya kran-kran menjadi bersih. Is = 150 kVA/600 V = 250 A S = v3. Hal ini sering terjadi jika air dan pengotor ada dalam minyak transformator. Pengujian viskositas minyak transformator Viskositas minyak adalah suatu hal yang sangat penting karena minyak tranformator yang baik akan memiliki viskositas yang rendah. Pengujian kualitas minyak transformator a. Untuk mencegah kemungkinan timbulnya kebakaran dari peralatan dipilih minyak dengan titik nyala yang tinggi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan uji kegagalan ini antara lain : • • • Jarak elektroda 2. sehingga dapat bersirkulasi dengan baik dan akhirnya pendinginan inti dan belitan transformator dapat berlangsung dengan baik pula. EI = v3 X 600 X 250 = 259 800 VA = 260 kVA 5.Rating daya pada tiap transformator 150 kVA. Pengujian kekuatan elektrik minyak transformator Kekuatan listrik merupakan karakteristik penting dalam material isolasi. b. c. Minyak yang akan diuji harus diambil dengan alat yang benar-benar bersih.

Alat ini mempunyai efisiensi yang tinggi. Kedua minyak dapat menua dengan cepat karena suhu tinggi dan adanya udara. Kekurangan yang kedua dapat diatasi dengan sebuah boiler minyak hampa udara (vacuum oil boiler).55 oC dan diputar dengan cepat dalam alat sentrifugal. piring.tidak boleh kurang dari 130 0C. Pengotoran dapat terjadi saat pengangkutan dan penyimpanan. Air yang ada dalam minyak akan menguap karena titik didih minyak lebih tinggi dari pada titik didih air. serat. Pemurnian minyak transformator Minyak transformator dapat terkontaminasi oleh berbagai macam pengotoran seperti kelembaban. Bagian utama dari drum adalah drum dengan sejumlah besar piring/pelat (hingga 50) yang dipasang pada poros vertikal dan berputar bersama-sama. Metode ini merupakan metode yang paling sederhana namun memiliki kekurangan. sedangkan serat. 2) Alat sentrifugal (Centrifuge reclaming) Air serat. Pertama hanya air yang dipindahkan dari minyak. 100 . Untuk mengetahui titik nyala minyak transformator dapat ditentukan dengan menggunakan alat Close up tester. Ketidakmurnian dapat tinggal di dalam minyak karena pemurnian yang tidak sempurna. sehingga pengotor tetap tinggal. Pengotor akan tertekan ke sisi bejana oleh gaya sentrifugal.piring ini membawa minyak karena gesekan dan pengotor berat ditekan keluar. Alat ini dipakai dengan minyak yang dipanaskan dalam bejana udara sempit (air tight vessel) dimana udara dipindahkan bersama dengan air yang menguap dari minyak. arang dan pengotor lainnya tetap tinggal. Beberapa metode pemurnian minyak transformator dijelaskan dalam bagian berikut ini: 1) Mendidihkan (boiling) Minyak dipanaskan hingga titik didih air dalam alat yang disebut boiler. d. Karena piring mempunyai spasi sepersepuluh millimeter. Air mendidih pada suhu rendah dalam ruang hampa oleh sebab itu menguap lebih cepat ketika minyak dididihkan dalam alat ini pada suhu yang relatif rendah. sedangkan minyak yang bersih akan tetap berada ditengah bejana. dan minyak itu sendiri pun dapat membuat pengotoran pada dirinya sendiri. Untuk masalah ini memerlukan waktu lama sehingga untuk mempercepatnya minyak dipanaskan hingga 45 . ketika pemakaian. Alat sentrifugal hampa merupakan pengembangannya. Alat ini tidak menghilangkan kotoran pada kendala pertama. resin dan sebagainya. karbon dan lumpur yang lebih berat dari minyak dapat dipindahkan minyak setelah mengendap.

keluaran yang dihasilkan lebih sedikit jika dibandingkan dengan alat sentrifugal yang menggunakan kapasitas motor penggerak yang sama. Absorber yang digunakan untuk regenerasi minyak 101 . Hal yang sama dilakukan absorben dalam ruang penyaring tabung gas menyerap gas beracun dan membiarkan udara bersih mengalir. Regenerasi dengan absorben dapat dilakukan lebih menyeluruh bila minyak dicampuri dengan asam sulfur. Absorben adalah substansi yang partikel-partikelnya dapat menyerap produk-produk penuaan dan kelembaban pada permukaannya. minyak yang dipanaskan dapat dilewatkan melalui lapisan tebal absorben yang disebut perkolasi. Walaupun cara ini sederhana dan lebih mudah untuk dilakukan. yang biasanya tercemari oleh partikel jelaga (arang) yang kecil dan sulit dipisahkan dengan menggunakan alat sentrifugal. · Kedua. Penyaringan hanya untuk memindahkan bagian endapan yang masih tersisa dalam minyak. sementara embun atau uap diserap oleh kertas yang mempunyai hygroscopicity yang tinggi. Ketika minyak mengalir ke atas. Semua sifat-sifat minyak yang tercemar dapat dipindahkan dengan pemurnian menyeluruh yang khusus yang disebut regenerasi. Jadi filter press ini sangat efisien memindahkan pengotor padat dan uap dari minyak yang merupakan kelebihan dari pada alat sentrifugal. Absorben untuk regenerasi minyak transformator terdiri dari selinder yang dilas dengan lubang pada dasarnya dimana absorber ditempatkan dengan minyak yang dipanaskan (80100 oC) hingga mengalir ke atas melalui absorber. filter tersumbat oleh partikel halus absorber dan udara dibersihkan dari absorber lebih cepat dan lebih menyeluruh pada awalnya. Ada dua cara merawat minyak dengan absorben yaitu : · Pertama. 4) Regenerasi (regeneration) Produk-produk penuaan tidak dapat dipindahkan dari minyak dengan cara sebelumnya. Filter press ini cocok digunakan untuk memisahkan minyak dalam circuit breaker (CB).3) Penyaringan (Filtering) Dengan metode ini minyak disaring melalui kertas penyaring sehingga pengotor tidak dapat melalui pori-pori penyaring yang kecil. Dalam menggunakan absorben untuk regenerasi minyak trasformator sering dipakai di gardu induk dan pembangkit. minyak yang dipanasi dapat dicampuri secara menyeluruh dengan absorben yang dihancurkan dan kemudian disaring.

Pengukuran Konduktivitas Arus Searah Minyak Transformator Konduktivitas minyak (k) sangat tergantung pada kuat medan. Karena mobilitas ion yang berbeda. Susunan elektroda yang digunakan dalam mengukur nilai k harus dilengkapi dengan elektroda cincin pengaman untuk menghilangkan pengaruh pada bidang batas dan arus permukaan yang dibumikan secara langsung. lempung cetakan (moulding clay). Untuk satu jenis ion dengan muatan q1 dengan rapat ion n1 maka kontribusi rapat arus ditimbulkan pada kuat medan E yang tidak terlalu tinggi adalah: S1= q1n1v1 S1 = q1n1E (2-1) (2-2) v1 dan n1 adalah kecepatan dan mobilitas ion. Penguraian pengotor elektrolitik menghasilkan ion positif dan negatif. Pengembangan metode regenerasi minyak transformator dalam keadaan berbeban adalah dengan filter pemindahan pemanas (thermal siphon filter) yang dihubungkan dengan tangki minyak transformator. maka akan berlangsung mekanisme kompensasi yang menyeimbangkan kerapatan berbagai jenis ion hingga tercapai keseimbangan antara penciptaan. 102 . rekombinasi serta kebocoran ion terdapat elektroda-elektroda. Jika terdapat kuat medan tertentu dalam medan dielektrik. Transformator tentunya harus diistirahatkan (deenergized) ketika minyaknya akan dimurnikan atau diregenerasi dengan salah satu metode di atas. maka mekanisme juga berlaku dengan laju yang berbeda pula sehingga nilai k merupakan fungsi waktu. e. suhu dan pengotoran. Mobilitas ion akan bernilai konstan hanya jika berlaku hukum Ohm.transformator kebanyakan yang terbuat silica gel dan alumina atau sejenis tanah liat khusus yang dikenal sebagai pemutih (bleaching earth). Nilai konduktivitas diakibatkan oleh pergerakan ion. Filter ini diisi dengan absorben sebanyak 1% dari berat minyak transformator. Oleh karena itu dalam mengukur nilai k dianjurkan untuk menunggu beberapa saat misalnya 1 menit hingga mekanisme transient hilang. Pengukuran k dapat menunjukkan tingkat kemurnian minyak transformator. walaupun demikian hal di atas dapat dilaksanakan dalam keadaan berbeban jika dilakukan perlakuan khusus.

Untuk itu dapat digunakan galvanometer kumparan putar yang peka ataupun pengukur arus dengan penguat elektronik yang jauh lebih peka.Medan elektrik sedapat mungkin dibuat homogen. Disamping elektroda pelat umumnya digunakan elektroda silinder koaksial. Jika diterapkan tegangan U untuk medan homogen seluas A dan besar sel S maka nilai k dapat dihitung dari nilai arus I sebagai berikut: K = (LS)/U A (2-3) Arus yang terukur umumnya berkisar beberapa kiloampere. f. dapat Kapasitas Cx dan faktor dissipasi tan d harus diukur sebagai fungsi tegangan uji U dengan menggunakan rangkaian di atas. 103 . Pengukuran Faktor Dissipasi Minyak Transformator Rugi dielektrik dari suatu isolasi dengan kapasitas C pada frekuensi jala-jala dihitung dengan menggunakan faktor disipasi sebagai berikut: P diel = U2w C tan d (2-4) Besar rugi dielektrik dapat diukur dengan jembatan Schering. Tegangan yang dibangkitkan oleh transformator tegangan tinggi T diukur dengan kapasitor CM dan alat ukur tegangan puncak SM. Tabung uji diparalelkan dengan kapasitor standar dengan nilai kapasitansi C2 = 28 PF.

104 . atau jika lebih dari 4 hari setelah diisi minyak. Jika kekuatan dielektrik minyak menurun dari nilai awal 65 kV/25 mm sampai 55 kV/ 2. Tembusan jembatan serat dalam minyak isolasi Setiap bahan isolasi cair mengandung pengotor makroskopik berupa partikel serta selulosa. ketidakmurnian. Keadaan ini menciptakan saluran konduktif yang menjadi panas akibat rugi resistif sehingga menguapkan embun yang terkandung dalam partikel. Tembus kemudian terjadi pada tegangan yang relatif rendah yang digambarkan sebagai tembus thermal lokal pada bagian yang cacat. 1) Pemprosesan Minyak Transformator (Oil Processing) Kekuatan dielektrik dari minyak transformator sangat dipengaruhi oleh pemprosesan dan kondisi pengujian.g. h. dan pengisian kedalam tangki pengujian. Prosedur Pengujian Tegangan Gagal Minyak Transformator dengan Berbagai Macam Elektroda Berbagai macam elektroda yang digunakan untuk pengetesan ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil pengujian kegagalan minyak transformator dalam keadaan volume minyak tertekan. Sifat minyak akan hilang melalui uap lembab. Jika partikel itu menyerap embun maka akan bekerja gaya yang bergerak menuju daerah dengan kuat medan yang lebih tinggi dan mengarahkannya sesuai dengan arah medan E. sehingga dapat diperoleh informasi bahwa pengurangan kekuatan elektrik dari minyak transformator diabaikan jika tangki ditutup 4 hari. Muatan dengan polaritas yang berlawanan akan diinduksikan pada ujung-ujungnya sehingga mengarah mengikuti arah medan. kapas dan lain sebagainya.5 mm. karena menentukan kualitas dari minyak transformator selama pengujian. Kualitas minyak harus dicek secara periodik dengan oil cup tester. gas. maka minyak harus diganti. medan seragam dan tak seragam.

level tegangan.7. dan kumparan transformator. saklar-saklar. kabel. Prosedur ini diulang sampai 500 kali dalam interval 1 menit. mulai 60 % dari ekspektasi breakdown voltage. pelat tembaga.Titik-titik pembumian ini dapat berupa batang besi. Pengujian dengan tegangan AC dapat diperoleh dengan Steady voltage raising method dan Withstand voltage method. maka tegangan bagian-bagian instalasi ini akan selalu sama dengan potensial bumi sehingga apabila disentuh manusia tidak berbahaya. Impuls voltage dibuat dengan up and down method dari 5 sampai 10 % step dari ekspektasi breakdown voltage. misalnya: badan (body) generator. Bagian-bagian dari instalasi pusat listrik yang harus dibumikan adalah bagian-bagian yang terbuat dari logam (penghantar) dan berdekatan (hanya dipisahkan oleh isolasi listrik) dengan bagian instalasi yang bertegangan. hanya untuk bagian-bagian instalasi tertentu yang ditanahkan digunakan istilah pembumian untuk menekankan perlunya bagianbagian instalasi tersebut mempunyai potensial yang sama dengan bumi melalui pembumian demi keselamatan manusia. Pembumian bagian-bagian instalasi tersebut di atas dilakukan dengan cara menghubungkan bagian-bagian ini dengan titik-titik pembumian dalam pusat listrik bersangkutan. Tegangan AC telah diaplikasi selama 1 menit 20 kali tiap sedangkan tegangan impuls telah diaplikasi 20 kali tiap level tegangan. dengan kenaikan dari 5 sampai 10 % step.9 Pembumian bagian-bagian Instalasi Pembumian sesungguhnya sama dengan pentanahan. yang dibagai dalam beberapa level. rel. dan panel. · Voltage band antara 0 sampai 100 % breakdown voltage. seperti: generator. 105 . badan transformator. kerangka besi penyangga rel. Bagian-bagian yang perlu dibumikan. Probabilitas pengujian kegagalan dapat diperoleh dalam 2 cara yaitu: · Tegangan AC naik pada kegagalan dengan kecepatan konstan 3 kV/sec. kerangka besi penyangga kabel. 2. atau anyaman tembaga yang ditanam dalam tanah. Dengan melakukan pembumian bagian-bagian instalasi tersebut di atas.2) Penerapan Tegangan Tegangan AC dan tegangan impuls biasanya digunakan dalam pengujian.

2. adalah generator arus searah hubungan shunt yang menghasilkan arus penguat bagi generator penguat kedua. Pengaturan tegangan pada generator utama dilakukan dengan mengatur besarnya arus excitacy (arus penguatan) dengan cara mengatur potensiometer atau tahanan asut. Generator penguat yang pertama. 106 .7. Generator penguat (exciter) untuk generator sinkron merupakan generator utama yang diambil dayanya.10 Sistem Excitacy Gambar II.97 menunjukkan rangkaian listrik excitacy dari generator besar (di atas 50 MVA) dengan menggunakan 2 tingkat generator arus penguat (exciter).

penyearah ikut berputar bersama poros generator. Perkembangan sistem excitacy pada generator sinkron dengan sistem excitacy tanpa sikat.98 menunjukkan sistem exci tacy tanpa sikat.Potensiometer atau tahanan asut mengatur arus penguat generator penguat kedua menghasilkan arus penguat generator utama. 107 . Nilai arus penguatan kecil sehingga penggunaan cincin geser tidak menimbulkan masalah. Untuk menghilangkan sikat digunakan dioda berputar yang dipasang pada jangkar. Dengan cara ini arus penguat yang diatur tidak terlalu besar nilainya (dibandingkan dengan arus generator penguat kedua) sehingga kerugian daya pada potensiometer tidak terlalu besar. oleh generator penguat kedua tidak memerlukan cincin geser karena. tetapi sekarang sudah menjadi elektronik. Pengaturan besarnya arus penguatan generator utama dilakukan dengan pengatur tegangan otomatis supaya nilai tegangan klem generator konstan. Sekarang banyak generator arus bolak-balik yang dilengkapi penyearah untuk menghasilkan arus searah yang dapat digunakan bagi penguatan generator utama sehingga penyaluran arus searah bagi penguatan generator utama. Cincin geser digunakan untuk menyalurkan arus dari generator penguat pertama ke medan penguat generator penguat kedua. PMT arus penguat generator utama dilengkapi tahanan yang menampung energi medan magnet generator utama karena jika dilakukan pemutusan arus penguat generator utama harus dibuang ke dalam tahanan. Gambar II. karena sikat dapat menimbulkan loncatan api pada putaran tinggi. Pengaturan tegangan otomatis pada awalnya berdasarkan prinsip mekanis.

Sistem pemberian arus penguatan yang digunakan pada pembangkit besar (di atas 100 MVA). Arus searah yang dihasilkan oleh dioda berputar menjadi arus penguat generator utama. Besar arus searah yang mengalir ke kutub main exciter diatur oleh pengatur tegangan otomatis ( automatic voltage regulator/AVR). Main exciter adalah generator arus bolak-balik dengan kutub pada statornya. Generator penguat pertama disebut pilot exciter dan generator penguat kedua disebut main exciter (penguat utama). Pendeteksian kejadian pada rotor yang berputar perlu cara khusus. Besarnya arus berpengaruh pada besarnya arus yang dihasilkan main exciter maka besarnya arus main exciter juga mempengaruhi besarnya tegangan yang dihasilkan oleh generator utama. Tegangan bolak-balik disearahkan oleh penyearah dioda dan menghasilkan arus searah yang dialirkan ke kutub-kutub magnet y ang ada pada stator main exciter. Pilot exciter pada generator arus bolak-balik dengan rotor berupa kutub magnet permanen yang berputar menginduksi pada lilitan stator. Rotor menghasilkan arus bolak-balik disearahkan dengan dioda yang berputar pada poros main exciter (satu poros dengan generator utama). permasalahan timbul jika terjadi hubung singkat atau gangguan hubung tanah di rotor dan jika ada sekering lebur dari dioda berputar yang putus. Gangguan pada rotor yang berputar dapat menimbulkan distorsi medan magnet pada generator utama dan dapat menimbulkan vibrasi (getaran) berlebihan pada unit pembangkit. antara lain menggunakan cara mentransmisikan dari sesuatu yang berputar. Pada sistem excitacy tanpa sikat. 108 . hal ini harus dapat dideteksi.

tegangan yang diperlukan tidak boleh terIalu tinggi. Daya Reaktif Daya reaktif diukur dalam Volt Ampere Reaktif (VAR) atau Megga Volt Ampere Reactive (MVAR). 3. rotor dilengkapi pengirim sinyal elektronik yang mewakili besaran tertentu. Besaran yang diukur pada adalah: 1.98 menunjukkan diagram pengukuran pada generator dan pada saluran.Pada cara ini. 2. misalnya mewakili tahanan isolasi rotor. PMT yang membuka sistem penguat generator melakukan pemutusan arus yang mengalir ke medan magnet generator. misalnya apabila relai diferensial dari generator bekerja maka relai membuka PMT generator dan juga membuka PMT sistem excitacy generator. Pengukuran diperlukan dalam kaitannya dengan kemampuan mesin penggerak generator dan pengaturan frekuensi. Daya Aktif Daya aktif diukur dalam satuan kW atau MW. Sinyal elektronik ditangkap oleh alat pengukur di tempat yang diinginkan dan sinyalsinyal elektronik oleh alat dimengerti. 2. Pengukuran diperlukan untuk mengetahui kemampuan generator penguat dan pengaturan tegangan. pengukur "diterjemahkan" menjadi sinyal yang mudah 109 . Tegangan listrik Pengukuran tegangan diperlukan untuk menjaga mutu penyediaan tenaga listrik tidak boleh terIalu rendah dan untuk menjaga jangan sampai merusak isolasi. jangan sampai mengalami pembebanan lebih. Arus Pengukuran arus diperlukan untuk mengamati perubahan berbagai alat.7. Sistem excitacy generator utama (main generator) harus bisa dibuka oleh pemutus tenaga (PMT).11 Sistem Pengukuran Gambar II. Hal ini berkaitan dengan sistem proteksi generator. 4. Tahanan R untuk menampung energi sehingga busur listrik pada kontak-kontak PMT medan penguat dapat padam tanpa merusak kontak-kontak.

Frekuensi Diperlukan untuk memparalelkan generator dan menjaga mutu penyediaan tenaga listrik.5. sehingga dalam menjaga keandalan sistem proteksi baterai aki harus dipelihara dengan baik. Gangguan hubung singkat dapat menimbulkan arus besar yang dapat merusak peralatan sehingga diperlukan sistem pengamanan atau sistem proteksi Arus yang mengalir ke trip coil (TC) adalah arus searah dari baterai aki. Sudut phasa (Cos f) Untuk mengukur besar Cos f dan mengetahui keadan lagging atau leading sehingga dapat diketahui apakah generator menghasilkan atau menyerap daya reaktif. 6.7. 7. Pengukuran diperlukan untuk menyusun neraca tenaga dan berkaitan dengan pemakaian bahan bakar.12 Sistem Proteksi Gangguan yang sering terjadi adalah hubung singkat antar phasa atau antara fasa dengan tanah dan keduanya. 110 . Energi-Listrik Energi listrik diukur dalam kWh atau MWh. Baterai aki mempunyai peran penting pada sistem proteksi. 2.

Sistem proteksi selain harus mengamankan peralatan instalasi terhadap gangguan. sesuai kalibrasi. Relai memberi perintah kepada trip coil. Jika terjadi gangguan di suatu bagian instalasi. tidak melalui relai. kumparan IT menutup kontaknya dan TC langsung bekerja men-trip PMT ( relai bekerja secara instantaneous). 111 . a. Prinsip kerja relai elektromekanik Pada nilai arus beban tertentu sesuai kalibrasi relai. Alat pendeteksi gangguan berupa relai. Kontak manual trip digunakan untuk mentrip PMT secara manual. Waktu tunda relai dilakukan dengan menyetel jarak antara pal D dengan kontak E. sistem proteksi hanya akan men-trip PMT yang berdekatan dengan gangguan dan tidak meluas. arus mengalir kekumparan piringan (induksi) A sehingga piringan berputar menggerakkan pal D dan menutup kontak E sehingga trip coil (IC) mendapat arus dan mentrip PMT. yaitu kumparan yang apabila bekerja akan menggerakkan pembukaan pemutusan tenaga (men-trip PMT) membebaskan tegangan dari bagian instalasi yang terganggu dan arus gangguan hubung singkat yang terjadi dapat merusak peralatan telah dihilangkan. kontak C menutup. Pada nilai arus tertentu yang relatif besar. juga berfungsi melokalisir gangguan.

Arus 1) Relai Arus lebih lebih dapat terjadi pada kumparan stator generator atau dalam kumparan rotor. Prisip kerja relai diferensial adalah membandingkan arus yang masuk dan keluar dari kumparan stator generator. Relai gangguan tanah dipasang pada rangkaian stator melalui transformator 3 phasa. 112 . Arus gangguan hubung tanah yang terjadi belum tentu cukup besar untuk dapat menggerakkan relai arus lebih.b. Relai-relai dalam sistem proteksi generator terdiri dari: Berfungsi mendeteksi arus lebih yang mengalir pada kumparan stator generator. karena setiap gangguan hubung tanah menghasilkan arus urutan nol. 3) Relai gangguan hubung tanah Gangguan hubung tanah adalah gangguan yang paling banyak terjadi. berarti ada gangguan dalam kumparan stator generator dan selisih arus akan menggerakkan relai diferensial. Prinsip kerja relai arus hubung tanah adalah mendeteksi arus urutan nol. Arus lebih pada kumparan stator juga dapat terjadi karena beban yang berlebihan pada generator. Jika ada selisih. sehingga harus ada relai arus hubung tanah yang dapat mendeteksi adanya gangguan hubung tanah. 2) Relai Diferensial Berfungsi mendeteksi gangguan dalam kumparan stator generator dan harus bekerja lebih cepat daripada relai arus lebih.

Harus dicegah dengan menggunakan relai tegangan lebih. Relai akan mendeteksi gangguan yang terjadi pada rangkaian stator generator. generator yang penguatannya lemah masih diberi kopel pemutar oleh mesin penggerak sehingga generator ini berubah menjadi generator asinkron. Relai hubung tanah terbatas merupakan relai diferensial khusus untuk gangguan hubung tanah. Dalam keadaan lepas sinkron. Dalam keadaan penguatan hilang. Jumlah arus dari 3 phasa dijumlahkan lagi dengan arus yang dideteksi trafo arus pada penghantar pentanahan titik netral generator. Tegangan lebih dapat merusak isolasi generator termasuk dan isolasi kabel penghubung.Jika tidak terjadi gangguan hubung tanah. 4) Relai rotor hubung tanah Hubung tanah pada rangkaian rotor. jumlah arus pada ketiga phasa transformator sama dengan 0 (nol). maka relai akan men-trip PMT . Tegangan lebih dapat terjadi jika generator berbeban kemudian pemutusan tenaganya (PMTnya) trip karena salah satu atau beberapa relai bekerja. yaitu hubung singkat antara konduktor rotor dengan badan rotor dan dapat menimbulkan getaran (vibrasi) berlebihan pada generator. Untuk pendeteksian gangguan hubung tanah yang terjadi pada stator generator saja dipakai relai hubung tanah terbatas. Apabila tegangan melampaui batas tertentu. 5) Relai penguatan hilang Penguatan yang hilang dapat menimbulkan panas stator dan lemahnya sistem penguatan pada berlebihan pada kepala kumparan menyebabkan generator sinkron dan dapat generator menjadi lepas dari hubungan sinkron dengan generator lainnya. maka relai rotorhubung tanah pada prinsipnya merupakan relai arus lebih untuk arus searah. impedansi kumparan stator akan penguatan hilang akan bekerja. Akibatnya terjadi panas berlebihan direncanakan untuk beroperasi asinkron dan Prinsip kerja pada rotor generator sinkron karena tidak harus dicegah oleh relai penguatan hilang. Karena sirkuit rotor adalah sirkuit arus searah. 6) Relai tegangan lebih. 113 phasa melalui transformator tegangan. terukur kecil dan relai relai ini adalah mengukur impedansi kumparan stator generator. Prinsip kerjanya adalah mendeteksi tegangan antar generator dan PMT medan penguat (magnet) generator. tapi jika ada gangguan hubung tanah jumlahnya tidak sama dengan 0 (nol) dan relai bekerja.

maka daya dari pusat listrik tidak dapat sepenuhnya disalurkan dan biayanya mahal serta waktu untuk perbaikan relatif lama. Pada sistem Tegangan Ekstra Tinggi (TET) yang besarnya di atas 350 kV. Transformator merupakan bagian instalasi pusat listrik yang paling mahal dan rawan terhadap sambaran petir. surja tegangan yang disebabkan oleh switching lebih besar dari pada surja petir. Lightning arrester bekerja pada tegangan tertentu di atas tegangan operasi untuk membuang muatan listrik dari surja petir dan berhenti beroperasi pada tegangan tertentu di atas tegangan operasi agar tidak terjadi arus pada tegangan operasi. selain itu jika sampai terjadi kerusakan transformator. Berarti transformator dapat mengalami tegangan surja dua kali besarnya tegangan gelombang surja yang datang. dalam pusat listrik harus ada lightning arrester (penangkal petir) yang berfungsi menangkal gelombang berjalan dari petir yang akan masuk ke instalasi pusat pembangkit listrik. Untuk mencegah terjadinya hal ini.2. Hal ini perlu karena pada petir yang merupakan gelombang berjalan menuju ke transformator akan melihat transformator sebagai suatu ujung terbuka (karena transformator mempunyai isolasi terhadap bumi/tanah) sehingga gelombang pantulannya akan saling memperkuat dengan gelombang yang datang.13 Perlindungan Terhadap Petir Pusat pembangkit listrik umumnya dihubungkan dengan saluran udara transmisi yang menyalurkan tenaga listrik ke pusat-pusat konsumsi tenaga listrik.7. dan perbandingan dua tegangan ini disebut rasio proteksi arrester. Gelombang berjalan juga dapat berasal d ari pembukaan dan penutupan pemutus tenaga (switching). Oleh karena itu. Saluran udara yang keluar dari pusat pembangkit listrik merupakan bagian instalasi pusat pembangkit listrik yang paling rawan sambaran petir dan karenanya harus diberi lightning arrester. Tingkat isolasi bahan arrester harus berada di bawah tingkat isolasi bahan transformator agar apabila sampai terjadi flashover. Saluran udara rawan terhadap sambaran petir yang menghasilkan gelombang berjalan (surja tegangan) yang dapat masuk ke pusat pembangkit listrik. yaitu gardu-gardu induk (GI). lightning arrester harus berada di depan setiap transformator dan harus terletak sedekat mungkin dengan transformator. maka flashover diharapkan terjadi pada arrester dan tidak pada transformator. Salah satu perkembangan dari lightning arrester adalah penggunaan oksida seng ZnO2 sebagai bahan yang menjadi katup atau valve arrester. Selain itu. Dalam menentukan rating arus 114 . lightning arrester harus dipasang sedekat mungkin dengan transformator.

tetapi juga terhadap sambaran tidak langsung yang 115 . Arrester ini bisa dipasang pada bangunan gedung atau di dekat alat yang perlu dilindungi misalnya pada komputer.103 menunjukkan konstruksi sebuah lightning arrester buatan Westinghouse yang menggunakan celah udara (air gap) di bagian atas.arrester. Alat yang dilindungi perlu tidak saja menimbulkan induksi. MisaInya apabila statistik menunjukkan distribusi probabilitas petir yang terbesar adalah petir 15 kilo Ampere (kA). Gambar II. sebaiknya dipelajari statistik petir setempat. maka rating arrester diambil 15 kilo Ampere. dilindungi terhadap sambaran petir secara langsung.

dan sapi. Oleh karena itu. ular. rel yang keadaannya terbuka. Memasang kawat petir yang mempunyai sudut perlindungan yang cukup terhadap rel (kurang dari 300C). seperti: ayam. kambing. rawan terhadap polusi debu atau uap air laut untuk pusat listrik yang terletak di tepi pantai.14 Proteksi Rel (Busbar) Rel (busbar) pada pusat listrik merupakan bagian instalasi yang vital. Apabila kejadian seperti ini terjadi pada pusat listrik yang besar dalam sistem interkoneksi. selisih arus nilainya 0 sehingga relai akan bekerja membuka semua PMT yang berhubungan dengan rel yang terganggu tersebut. yaitu dengan: 1. artinya apabila terjadi gangguan atau kerusakan pada rel akibatnya akan besar bagi operasi pusat listrik yang bersangkutan karena daya menjadi tidak dapat disalurkan. Pusat listrik yang besar umumnya terletak di tepi pantai karena membutuhkan air pendingin dalam jumlah yang besar dan juga memerlukan pasokan bahan bakar dalam jumlah besar transportasi yang ekonomis dilakukan dengan kapal laut. maka proteksi yang khusus memproteksi rel adalah relai busbar protection. Memberi pagar yang rapat di sekeliling rel agar tidak ada binatang yang dapat masuk yang mungkin dapat menimbulkan gangguan. maka harus ada langkah-langkah proteksi/perlindungan bagi rel agar tidak terjadi gangguan. Melakukan pentanahan/ pembumian yang baik bagi semua struktur logam. Jika sampai terjadi gangguan pada rel. gangguan apalagi kerusakan pada rel harus sedapat mungkin dihindarkan. 2. Mengingat hal tersebut di atas. Di lain pihak.7. 4. 116 di mana . maka hal ini dapat mengganggu seluruh sistem interkoneksi.2. 3. Memasang lightning arrester untuk saluran udara dan transformator dengan jarak yang cukup dekat. Dalam keadaan ada gangguan di rel. Prinsip kerjanya seperti relai diferensial yang mengukur selisih arus yang masuk dan keluar rel (busbar).

bagian lain yang juga memerlukan pasokan daya handal adalah komputer untuk operasi. terutama jika pusat listrik bekerja dalam sistem interkoneksi. Hal ini diperlukan apabila terjadi gangguan besar yang menyebabkan semua unit trip dan pasokan daya dari luar pusat listrik hilang dan juga akan menyebabkan berhentinya poros turbin uap yang sebelumnya berbeban (suhunya ratusan derajat Celcius) sehingga akan menjadi bengkok apabila mendingin (mengkerut) tanpa diputar.16 Instalasi Telekomunikasi Telekomunikasi merupakan sarana operasi yang sangat penting bagi pusat listrik. maka jalannya operasi pusat listrik akan terganggu. Selain pasokan daya untuk penerangan yang memerlukan pasokan handal. 2. Sehingga harus ada langkah-langkah konkrit dan maksimal agar pasokan daya untuk instalasi penerangan sedapat mungkin tidak pernah padam. tanpa ada penerangan.2. sebaiknya ada unit pembangkit darurat kecil yang dapat dan perlu dioperasikan pada waktu terjadi gangguan besar. bukan dari transformator unit pembangkit sehingga apabila unit pembangkit dihentikan atau mengalami gangguan. 117 .15 Instalasi Penerangan Bagian Vital Penerangan pada pusat pembangkit listrik sangat penting.7. Pada PLTU harus ada pasokan listrik arus searah yang digunakan untuk input motor arus searah yang digunakan memutar poros turbin uap pada saat mulai berputar. Oleh karena itu.7. maka pasokan daya untuk instalasi penerangan tidak terganggu. 2) Menyediakan unit pembangkit darurat (bagi instalasi penerangan dan bagi keperluan lain yang vital seperti komputer untuk operasi). sistem proteksi termasuk pengencangan pegas switchgear PMT. Arus searah dari baterai aki juga diperlukan untuk sarana telekomunikasi yang banyak digunakan pada saat tejadi gangguan. 3) Menyediakan instalasi listrik arus searah untuk sebagian penerangan yang sangat penting dengan menggunakan lampu arus searah. paling sedikit dapat untuk melayani keperluan di atas termasuk untuk mengisi baterai aki. Langkah-langkah tersebut adalah: 1) Pasokan daya untuk instalasi penerangan diambil dari transformator pemakaian sendiri.

untuk komunikasi suara dan untuk pengiriman data. Prinsip keda telekomunikasi PLC ini digambarkan secara skematik oleh Gambar II. Power line carrier. Channel biasanya digunakan untuk SCADA dan intertripping relai proteksi. Modulasi yang digunakan adalah amplitude modulation single side band (AMSSB) dengan frekuensi carrier (pembawa) sekitar 4. Pusat pengatur beban melalui komputer SCADA dapat meminta data dan informasi berbagai kejadian yang dialami pusat listrik.Sarana telekomunikasi yang biasa digunakan dalam pusat pembangkit listrik adalah: 1. 118 . RTU mencatat berbagai data dan kejadian dari pusat listrik untuk dilaporkan ke komputer SCADA yang ada di pusat pengatur beban. Jika alat supervisi sistem atau yang lazimnya disebut sebagai supervisory control and data aquisition (SCADA) dari pusat pengatur beban menggunakan komputer.106. Telepon umum. Hubungan sirkuit telekomunikasi dari pesawat SSB ke dalam saluran tegangan tinggi dilakukan melalui kapasitor penghubung (coupling capacitor) setelah terlebih dahulu melalui line matching unit (LMU) untuk menghasilkan daya maksimal. dan electronic mail. misalnya sinyal untuk membuka atau menutup PMT atau sinyal untuk mengatur beban unit pembangkit dalam rangka pembagian beban yang ekonomis dan atau dalam rangka pengaturan sistem frekuensi. maka komunikasi operasional antara pusat listrik dengan pusat pengatur beban (operator system) sangat penting. Untuk mencegah sinyal telekomunikasi yang berfrekuensi jauh di alas frekuensi tenaga listrik (50 Hertz) masuk ke dalam sirkuit pengukuran tenaga listrik. termasuk: Faximile. Serat optik yang dapat mengambil alih fungsi telepon umum maupun power line carrier. termasuk untuk proteksi sistem. 3. Power Line Carrier (PLC) adalah sistem telekomunikasi yang menggunakan saluran transmisi sebagai media pengiriman sinyal. Power line carrier (PLC) umumnya mempunyai channel untuk komunikasi dan channel untuk data. Pusat pengatur beban juga dapat mengirim sinyal pengaturan ke pusat listrik. maka pada pusat listrik harus ada microprocessor yang dapat berkomunikasi dengan komputer SCADA. Microprocessor ini dilengkapi dengan berbagai modem dan peripherial yang disebut remote terminal unit (RTU).00 kilo Hertz. maka pada ujung saluran tegangan finggi di GI sebelum masuk ke alat ukur tenaga listrik dipasang kumparan yang dalam bahasa Inggris disebut wave trap. Jika pusat listrik beroperasi pada sistem interkoneksi. telex. 2.

Hubungan antara RTU dengan komputer SCADA dilakukan melalui modem telekomunikasi yang berhubungan dengan saluran telekomunikasi. maka jaringan tenaga fistrik dapat juga berupa jaringan telekomunikasi dan jaringan sistem informasi. • Teknologi terakhir cenderung menggunakan serat optik yang umumnya dimiliki perusahaan listrik dan dipasang dalam kawat petir yang ada di alas saluran transmisi. yaitu dapat memasuki jaringan distribusi sampai ke rumah pelanggan listrik. b. Jika hal ini tercapai. • Namun akhir-akhir sedang ada riset untuk dapat memanfaatkan sistem power line carrier bagi jangkauan yang lebih luas. dan c pasal ini.Remote terminal unit (RTU) seperti digambarkan oleh Gambar memory (RAM). Penggunaan saluran fiber memberi keuntungan karena jumlah channel-nya dapat lebih banyak daripada saluran power line carrier. II. Sedangkan digital output-nya adalah untuk membuka atau menutup PMT. 119 . Di bagian output RTU ada analog output untuk mengatur posisi governor unit pembangkit.107 terdiri dari microprocessor yang dilengkapi dengan read only memory (ROM) dan random access Di bagian input ada analog input yang berasal dari transformator arus dan transformator tegangan setelah terlebih dahulu melalui transducer dan analog to digital converter. Saluran telekomunikasi dapat berupa saluran tersebut dalam butir a. Sedangkan di bagian digital input sinyal berasal dari posisi pemutus tenaga (PMT) membuka atau menutup.

Bagian yang paling banyak mengalami gangguan adalah saluran udara. Masing-masing unit memiliki transformator penaik tegangan ke 150 kV dengan kapasitas 80 MVA.7. 2. Gangguan hubung singkat menimbulkan arus hubung singkat yang besar dan harus diperhitungkan dalam merencanakan instalasi. Dari rel 150 kV ada 4 buah saluran keluar dan ada pasokan transformator pemakaian sendiri yang menurunkan tegangan ke 20 kV dan mempunyai kapasitas 25 MVA.108 menunjukkan contoh dari sebuah PLTU yang berdiri sendiri dengan 3 unit pembangkit yang sama 3 x 80 MVA. Hubungan transformator penaik tegangan adalah (segitiga-bintang) dan transformator pemakaian sendiri adalah YY (bintang-bintang).17 Arus Hubung Singkat Gambar II. khususnya dalam menentukan spesifikasi teknis pemutus tenaga (PMT).Gangguan hubung singkat disebabkan karena terjadi hubung singkat dalam satu bagian sistem. A-Y 120 .

7. Pada hari-hari libur beban sistem rendah. ada baiknya juga dilakukan pengecekan besarnya arus hubung singkat untuk gangguan satu phasa ke tanah khususnya di dekat pusat listrik besar yang transformator penaik tegangannya mempunyai titik netral yang ditanahkan secara langsung. Relai kemudian menutup kontak-kontak dalam sirkuit arus searah dari baterai aki untuk men-trip PMT dan menyalakan lampu indikator serta membunyikan alarm. Oleh karena itu. Tetapi gangguan yang paling sering terjadi adalah gangguan satu phasa ke tanah. karena dianggap gangguan ini yang menghasilkan arus hubung singkat terbesar. Arus dan tegangan yang berasal dari transformator arus dan transformator tegangan selain digunakan untuk pengukuran juga digunakan untuk mengoperasikan relai untuk guna keperluan proteksi. Spesifikasi PMT harus memperhatikan besarnya arus hubung singkat yang harus diputusnya dan juga harus memperhitungkan kemampuan thermis-nya dalam arti berapa lama PMT dapat dilalui oleh arus hubung singkat yang harus diputusnya.18 Pengawatan Bagian Sekunder Pengawatan sekunder menggambarkan sirkuit listrik yang ada di sisi sekunder transformator arus dan transformator tegangan di sisi tegangan rendah. karena dalam hal yang demikian. 2. misaInya transformator untuk membatasi arus hubung singkat. 121 . Untuk mencegah kegagalan kerja relai. Pembatasan arus hubung singkat di jaringan distribusi atau di instalasi pemakaian sendiri pusat listrik juga dapat dilakukan dengan tidak mengoperasikan paralel transformator di gardu induk (GI) atau transformator pemakaian sendiri (bila lebih dari 1) pada pusat pembangkit listrik. Ada juga yang dipasang reaktor secara seri dengan alat tertentu.Karena ada 3 buah generator yang paralel. Perhitungan arus hubung singkat seperti di atas didasarkan atas gangguan simetris 3 phasa. maka arus hubung singkat yang melalui PMT transformator pemakaian sendiri untuk gangguan di titik adalah 3 kalinya. ada kemungkinan arus hubung singkat satu phasa ke tanah lebih besar daripada arus hubung singkat 3 phasa. Hal ini berkaitan dengan penyetelan waktu tunda (time delay) relai. khususnya pada saluran udara. unit-unit pembangkit banyak yang tidak dioperasikan ada kemungkinan arus hubung singkat menjadi turun dan tidak cukup untuk mengoperasikan relai apabila terjadi gangguan. bila perlu diadakan penyetelan relai untuk arus hubung singkat yang lebih rendah.

terbuka. Apabila timbul gangguan hubung tanah. Kontak K5 membuka untuk mematikan lampu merah. · Kontak K6 menutup untuk menyalakan lampu hijau yang merupakan sinyal bahwa PMT K4 untuk memungkinkan trip coil TC bekerja dan menutup kontak K5 untuk menyalakan lampu 122 . maka keadaan kontak-kontak karena adanya hubungan mekanis dengan PMT menjadi: · · Kontak K4 membuka untuk menghentikan/memutus arus yang lewat trip coil TC agar trip coil tidak terbakar. Apabila PMT masuk. di mana relai GFR bekerja dan menutup kontak K2.109 menggambarkan pengawatan sekunder dari suatu penyulang (saluran keluar) yang diproteksi oleh relai arus lebih dan relai gangguan hubung tanah. Apabila PMT trip. Apabila ada gangguan arus lebih. Kontak K3 digunakan untuk men-trip PMT secara manual melalui pemberian arus ke trip coil TC. maka relai OCR bekerja dan menutup kontak KI sehingga trip coil TC bekerja men-trip PMT. Kontak K9 digunakan untuk memasukkan PMT melalui pemberian arus ke closing coil CC. maka mekanisme PMT akan menutup kontak merah yang merupakan sinyal bahwa PMT masuk.Gambar II.

Gambar pengawatan sekunder sangat diperlukan untuk melakukan pemasangan dan pengujian relai dan PMT. posisinya harus siap bekerja kembali apabila PMT trip lagi. maka kabel pengawatan sekunder diberi nomor dan harus ada gambar pengawatan sekunder yang jelas.· Kontak K7 menutup untuk memungkinkan closing coil CC bekerja apabila kontak K9 ditekan. Batang penggerak I digerakkan oleh tombol sedangkan batang penggerak 2 digerakkan oleh magnetic alarm MA yang dihubungkan seri dengan Closing Coil CC. Kontak reset terdiri dari poros dan dua buah batang penggerak. Kontak K8 menutup untuk membunyikan alarm sebagai tanda bahwa PMT trip. Kegagalan sistem proteksi sangat berbahaya karena arus hubung singkat yang terjadi sewaktu gangguan tidak diputus oleh PMT sehingga dapat timbul pemanasan yang berlebihan pada peralatan yang dilalui hubung singkat yang besar ini. Untuk mencegah terjadinya salah penyambungan. K6. Secara fisik kontak-kontak K4. Kontak K8 harus dapat direset. dan K8 merupakan kontak-kontak bantu PMT yang letaknya pada PMT tersebut. Akibatnya alat-alat ini bisa meleleh. Sedangkan kontak-kontak lain letaknya pada panel yang cukup jauh (bisa mencapai jarak beberapa puluh meter) dari PMT. artinya dapat dibuka secara mekanis tanpa mengganggu kedudukan kontak lainnya dan setelah direset untuk mematikan alarm. Dari uraian di atas tampak bahwa keandalan pasokan arus searah sangat menentukan keberhasilan sistem proteksi. yaitu Batang penggerak 1 berfungsi menutup Kontak K10 agar siap membunyikan alarm bersamaan dengan pemasukkan PMT oleh closing coil CC magnetic alarm MA yang menggerakkan batang penggerak 1 dihubungkan seri dengan closing coil CC Batang penggerak 2 berfungsi membuka Kontak K10 dan digerakkan oleh tombol reset secara manual untuk memberhentikan alarm setelah PMT mengalami trip ataupun dibuka secara manual. Kumparan TC dan kumparan CC terletak pada PMT. kabel untuk pengawatan sekunder juga cukup panjang dan berkelok-kelok. T onjolan a dan c diseret oleh tonjolan batang penggerak 1. 123 . Oleh karena itu. Sedangkan kumparan MA berada dalam panel. K7. Tonjolan b dan d diseret oleh tonjolan batang penggerak 2. bahkan PMT bisa meledak dan menimbulkan kebakaran. K5. Setiap batang penggerak mempunyai tonjolan yang akan menyeret tonjolan. Uraian ini menggambarkan fungsi batang-batang penggerak.

Kabel Tegangan Rendah. Dalam hal demikian perlu pengawasan ekstra.7. Dengan pentanahan ini diharapkan agar gangguan hubung tanah pada sirkuit arus searah dapat dideteksi oleh relai gangguan hubung tanah (G) atau oleh sekring lebur. tapi juga kondisi pengawatan sekunder yang dilalui arus searah.Keandalan pasokan arus searah tidak semata-mata tergantung kepada kondisi baterai aki saja. 2. misal untuk keperluan penerangan. Kabel tegangan rendah untuk penyaluran daya ada yang mempunyai luas penampang konduktor 2.5 mm2 (terbuat dari tembaga) sampai luas penampang 150 mm2 (terbuat dari 124 . Tidak boleh ada kontak yang lepas dan juga tidak boleh ada hubung singkat. Dalam praktik. Dalam pusat listrik terdapat kabel tegangan rendah untuk menyalurkan daya dan kabel tegangan rendah untuk keperluan pengawatan sekunder dan untuk keperluan kontrol. Pada panel yang sama mungkin juga ditempelkan pengawatan sekunder arus bolak-balik 380/220 V. jangan sampai tegangan bolak-balik yang melalui kebocoran isolasi menempel pada dinding panel akhirnya masuk ke sistem tegangan searah yang akhirnya dapat merusak baterai aki.19 Perkembangan Isolasi Kabel 1. Karena hubung singkat kebanyakan dimulai dengan terjadinya hubung tanah terlebih dulu dan instalasi baterai aki sebaiknya ditanahkan. pengawatan sekunder untuk arus searah dilaksanakan dengan menggunakan kabel yang menempel pada dinding panel kontrol atau panel proteksi.

Hal ini perlu untuk memperkecil risiko kebakaran karena. tidak melalui tempat terbuka. terutama jika dipasang di dalam rumah. hubung singkat. Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemakaian kabel berisolasi XLPE adalah isolasi XLPE tidak tahan air dan sinar matahari. Dengan penggunaan kabel berisolasi XLPE. lapisan penguat ini biasanya lapisan PVC (Poly Vynil Chlorida) dan pelat baja. Semua kabel penyalur daya. Kabel tegangan tinggi. Kabel tegangan rendah untuk pengawatan sekunder dan kontrol umumnya dipasang dalam panel yang terlindung dan dalam saluran kabel. kabel berisolasi XLPE perlu dilapisi isolasi PVC yang kedap air sebagai pelindung luarnya. itu. pada mulanya menggunakan isolasi kertas yang diresapi minyak (oil impregnated).5 mm2 digunakan untuk keperluan lampu penerangan sedangkan yang mempunyai luas penampang di atas 10 mm2 (terbuat dari tembaga) digunakan untuk motor-motor listrik. yaitu: 125 .tembaga ataupun aluminium) di mana yang mempunyai penampang 2. maka isolasi kabel daya berbeda dengan isolasi kabel pengawatan sekunder maupun kabel kontrol. Di samping itu. Untuk tegangan di atas 70 kV. Ada 4 macam teknik penyambungan kabel berisolasi XLPE. Oleh karena. Dalam perkembangannya. Sekarang banyak digunakan karet buatan atau campuran karet alam d engan bahan kimia tertentu yang disebut isolasi tipe protodur. Kabel aluminium dengan penampang sampai 150 mm2 umumnya digunakan sebagai kabel sisi tegangan rendah transformator pemakaian sendiri. yang melalui tempat terbuka. proses penyambungan kabel menjadi lebih mudah dibandingkan proses penyambungan kabel berisolasi kertas dengan resapan minyak maupun dengan kabel berisolasi minyak bertekanan. Kabel dengan isolasi XLPE sekarang telah bisa mencapai tegangan operasi 400 W. 2. isolasi XLPE tidak tahan tegangan searah sebesar nilai nominal tegangan bolak-baliknya. isolasi kabel tegangan rendah dimulai dengan isolasi yang terbuat dari karet. terutama. digunakan minyak bertekanan sebagai isolasi. banyak digunakan isolasi cross link polyethylene yang dalam praktik sering disebut sebagai isolasi XLPE. Kabel tegangan tinggi (di atas 1 kV) yang umumnya dipasang dalam tanah. harus diperhitungkan terhadap tekanan mekanis dan bila perlu diletakkan dalam saluran kabel (cable duct) atau dalam pipa. Untuk kabel daya harus ada lapisan penguat. Dalam perkembangannya.

Isolasi berupa bahan tipis dan fleksibel diselongsongkan pada konduktor kabel yang akan disambung. dan melindungi sambungan ini terhadap tekanan mekanis. Kabel yang akan disambung secara mekanik dihubungkan terlebih dahulu dalam kotak sambung. yaitu timbulnya jalur-jalur berwama hitam (karbon) dalam bahan isolasi XLPE. • Teknik Slip-on. yang berfungsi sebagai terminasi kabel. Isolasi yang akan dipasang dalam kotak sambung telah dicetak terlebih dahulu. 126 . Kemudian penyambungan konduktor kabel dilakukan dalam kotak sambung dengan menuruti alur yang telah dibuat oleh isolasi tersebut di atas. Keempat teknik tersebut di atas dapat diterapkan pada pemasangan kotak ujung kabel. Kabel untuk pengawatan sekunder maupun untuk keperluan kontrol umumnya menggunakan isolasi protodur atau PVC. Kemudian sambungan konduktor kabel diletakkan dalam kotak sambungan yang kedap air dan kotak sambung ini berfungsi juga sebagai pelindung mekanis. dan kabel ini sebaiknya diberi macam-macam warna untuk memudahkan identifikasinya yang berkaitan dengan fungsi kabel tersebut. Kotak sambung maupun kotak ujung (terminasi) kabel berisolasi XLPE harus kedap air dan juga harus melindungi isolasi XLPE tersebut dari sinar matahari. misalnya kabel untuk tegangan digunakan kabel yang berwama hijau.• Teknik Moulding. Selongsong isolasi ini kemudian d ipanasi dan setelah selesai pemanasan akan menyempit lalu mencuram konduktor kabel bersangkutan. Kotak sambung berfungsi melindungi air. Dua cairan setelah bercampur dalam kotak sambung akan mengeras menjadi isolasi. • Teknik Premolded. • Teknik panas sempit (heat shrink). Air dan sinar matahari dapat menimbulkan karbonisasi pada isolasi XLPE ini yang dalam bahasa Inggris disebut treeing effect . Konduktor kabel yang akan disambung dimasukkan ke dalam bahan isolasi yang berlubang sesuai dengan ukuran konduktor kabel. dan kabel untuk arus digunakan yang berwama merah. melalui proses slip-on dimasukkan secara "paksa" sehingga terjadi sambungan yang kedap air. Kemudian dua cairan calon isolasi dimasukkan ke dalam kotak sambung. merendam sambungan.

Jika suhu ruangan tempat kabel akan dipasang, baik kabel untuk daya maupun kabel pengawatan sekunder dan kontrol, relatif tinggi (misalnya di atas 500 C), maka perlu diperhatikan spesifikasi kabel yang akan dipasang berkaitan dengan suhu tersebut. Bila perlu, gunakanlah kabel khusus yang tahan api. Gambar II.111 menunjukkan berbagai macam kabel, baik untuk penyalur daya maupun untuk pengawatan sekunder dan kontrol.

Berbeda dengan kabel yang digunakan pada jaringan distribusi, kabel penyalur daya pada pusat listrik umumnya kabel satu fasa dan isolasinya dilindungi dengan lapisan PVC saja dan tidak perlu dilindungi pelat baja (steel armouring). Hal ini dapat dilakukan karena di pusat listrik kabel diletakkan dalam saluran kabel yang secara mekanis telah melindungi kabel bersangkutan terhadap benturan mekanis. Pemilihan kabel satu fasa adalah dari pertimbangan fleksibilitas pemasangan, karena jalannya kabel dalam pusat listrik dan dari generator ke rel banyak melalui tikungan bahkan pada tempat-tempat tertentu perlu dimasukkan ke dalam pipa sebagai pelindung mekanisnya di bagian luar saluran kabel. Pada jaringan distribusi yang ditanam dalam tanah, kabel yang tidak banyak melalui tikungan tajam, sehingga ditanam langsung dalam tanah, tanpa saluran dan karenanya kabel yang cocok dipakai adalah kabel tiga fasa tetapi dengan pelindung mekanis berupa pelat baja selain lapisan PVC yang kedap air.

127

Keadaan ini dapat mengganggu seluruh sistem, terutama jika menyangkut generator yang besar dayanya bagi sistem. Selain itu, keadaan asinkron akan menimbulkan pemanasan yang berlebihan pada Gambar II.111 Berbagai macam kabel, baik untuk penyalur daya maupun untuk pengawatan sekunder dan kontrol rotor generator sinkron sebagai akibat timbulnya arus pusar yang berlebihan yang merupakan hasil induksi medan putar stator yang tidak sinkron terhadap rotor. Karena keadaan asinkron tidak dikehendaki, maka lanjutan dari busur lingkaran BC "dipatahkan" menjadi lengkung CD. Besar tekanan gas hidrogen, makin besar efek pendinginannya sehingga dapat digunakan arus penguat yang lebih besar. Hal ini ditunjukkan oleh lengkung yang memungkinkan pembangkitan daya reaktif yang lebih besar. 2.7.20 Generator Asinkron Pada PLTA dengan daya relatif kecil (kurang dari 1% terhadap daya yang dibangkitkan sistem) seringkali digunakan generator asinkron, yaitu motor asinkron yang dimasukkan ke dalam sistem kemudian diputar oleh air sehingga motor asinkron ini berputar lebih cepat daripada putaran sinkronnya (mempunyai nilai slip). Pengoperasian ini tidak memerlukan proses sinkronisasi sehingga memudahkan otomatisasi, dapat dari jauh, dan tidak memerlukan operator (tidak dijaga). Jika ada gangguan, relai pengaman akan men-trip PMT generator dan memberhentikan turbin airnya. Apa yang dekat (setempat). Generator dijadikan motor Start pada Turbin Gas Untuk men-start turbin gas diperlukan daya mekanis untuk memutar poros turbin dan juga poros dari generator agar didapatkan udara bertekanan yang akan dicampur dengan bahan bakar dalam ruang bakar yang selanjutnya akan dinyalakan agar menghasilkan gas hasil pembakaran penggerak turbin sehingga akhirnya mekanis yang diperlukan untuk men-start turbin tersebut di atas bisa berasal dari mesin diesel yang akan menggunakan baterai aki atau dari motor listrik yang disediakan kbusus untuk start juga pabrik yang mendesain turbin gas yang menggunakan generator utamanya sebagai motor start. Contoh adalah PLTGU buatan Siemens yang diagram satu garisnya adalah seperti ditunjukkan oleh generator utama memberikan dayanya kepada rel 150 W. Rel 6,6 kV adalah rel untuk alat-alat bantu penggerak pompa air pendingin dan motor pengisi air ketel. Rel 400
128

terjadi dapat dilihat dari jauh

( remote). Setelah dicek dan aman, PLTA dapat dioperasikan kembali dari jauh maupun

Volt adalah rel untuk sebagai alat bantu seperti: excitacy statis yang diperlukan sewaktu start, adalah frekuensi statis yang diperlukan untuk men-start generator sebagai motor start, menstart turbin gas dengan cara menjadikan generator sebagai motor start, generator tersebut dengan kumparan asinkron kemudian di-start sebagai motor asinkron. Pada proses start ini, diberi pasokan 400 volt dengan frekuensi rendah yang diatur oleh SFC. Setelah generator ini dari motor asinkron, frekuensinya secara bertahap dinaikkan sehingga putaran generator terus mendekati putaran sinkron kemudian diberi penguatan oleh SEE sehingga generator ini untuk paralel dengan sistem. Setelah generator ini paralel dengan sistem, langkah selanjutnya adalah menghidupkan pararel tersebut di atas, harus dijaga agar tegangan 150 kV tidak bertabrakan dengan yang dapat dilakukan dengan membuka PMT No. 1 terlebih dahulu sebelum PMT No. 2 1. Rekaman Kerja PMT Pada hasil rekaman didapat butir-butir data dan gambar-gambar rekaman dan tanggal serta jam (pukul) rekaman dilakukan. Seperti yang terl ihat pada Gambar II.114, perekaman didapatkan pada, tanggal 19 Juli 2002 pukul 19.46.

Data dan gambar yang didapat adalah: 1. Test ldentification Data Data yang menyangkut pembuat rekaman kerja PMT dan operator tidak ditampilkan di sini, dengan harapan tidak melanggar etika bisnis.

129

2. Test Configuration Data

Trigger (Pemicu): Operation, artinya hal ini dilakukan oleh alat perekam ini dengan diprogram terlebih dahulu. Record Length: 800 miliseconds. Artinya alat perekam ini bisa melakukan perekaman selama 800 milidetik. Rebound Time: 2 miliseconds. Rebound Time adalah waktu antara. berhentinya (menjadi nolnya) arus dalam closing coil (dalam Gambar II.114 ditunjukkan dengan Ic yang menjadi nol) saat menutupnya kontak utama PMT, yaitu C3. Dalam kontak utama yang pertama masuk adalah C3, ditunjukkan oleh garis tebal. Ic adalah arus dari closing coil dan 10 adalah arus dari trip coil, dan auxiliary contacts; misalnya kontak K5 dan kontak K6 untuk menyalakan lampu sinyal merah dan lampu sinyal hijau). 3. Timing Semua pengukuran waktu dinyatakan dalam milidetik. Ada tabel waktu dari hasil rekaman yang disusun untuk kerjanya ketiga buah kontak utama (dalam milidetik):
130

4. Arus Kumparan (arus searah) 5. Tahanan Kontak 6. Grafik-grafik Alat perekam kerja PMT ini harus dihubungkan ke closing coil, trip coil, serta kontakkontak bantu PMT dengan memperhatikan pengawatan sekunder PMT. Hasil rekaman kerja PMT ini harus dianalisis dengan mengacu pada buku petunjuk pemeliharaan PMT bersangkutan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: a. Waktu pembukaan PMT harus secepat mungkin, yaitu sekitar 3 cycle atau 60 milidetik, untuk sistem dengan frekuensi 50 Hz. Dari grafik Gambar II.114, tampak waktu pembukaan PMT adalah kira-kira 50 milidetik, yaitu sejak timbul 10 ( arus trip coil) sampai PMT membuka (garis tebal terputus). b. Keserempakan pembukaan ketiga kontak utama; apabila tidak serempak besar kemungkinan ada bagian kontak yang pembukaannya terlambat akibat telah mengalami keausan yang berlebihan Pentanahan Dalam sebuah instalasi listrik ada empat bagian yang harus ditanahkan atau sering juga disebut dibumikan. Empat bagian dari instalasi listrik ini adalah: a. Semua bagian instalasi yang terbuat dari logam (menghantar listrik) dan dengan mudah bisa disentuh manusia. Hal ini perlu agar potensial dari logam yang mudah disentuh manusia selalu sama dengan potensial tanah (bumi) tempat manusia berpijak sehingga tidak berbahaya bagi manusia yang menyentuhnya. b. Bagian pembuangan muatan listrik (bagian bawah) dari lightning arrester. Hal ini diperlukan agar lightning arrester dapat berfungsi dengan baik, yaitu membuang muatan listrik yang diterimanya dari petir ke tanah (bumi) dengan lancar. Kawat petir yang ada pada bagian atas saluran transmisi. Kawat petir ini sesungguhnya juga berfungsi sebagai lightning arrester. Karena letaknya yang ada di sepanjang saluran transmisi, maka semua kaki tiang transmisi harus ditanahkan agar petir yang menyambar kawat petir dapat disalurkan ke tanah dengan lancar melalui kaki tiang saluran transmisi. Titik netral dari transformator atau titik netral dari generator. Hal ini diperlukan dalam kaitan dengan keperluan proteksi khususnya yang menyangkut gangguan hubung tanah. Dalam praktik, diinginkan agar tahanan pentanahan dari titik-titik pentanahan tersebut di atas tidak melebihi 4 ohm.
131

Untuk jenis tanah yang sama. Unsur lain yang menjadi bagian dari tahanan pentanahan adalah tahanan dari tanah yang ada di sekitar alat pentanahan yang menghambat aliran muatan listrik (arus listrik) yang keluar dari alat pentanahan tersebut. Tetapi kenyataannya tidak demikian. merupakan anyaman kawat tembaga. dalam memasang batang pentanahan. Oleh karena itu. tahanan dari tanah atau bumi adalah nol karena luas penampang bumi tak terhingga. Arus listrik yang keluar dari alat pentanahan ini menghadapi bagian-bagian tanah yang berbeda tahanan jenisnya. Terdiri dari beberapa batang tunggal yang dihubungkan paralel. Alat untuk melakukan pentanahan ditunjukkan oleh Gambar II. Tahanan pentanahan selain ditimbulkan oleh tahanan kontak tersebut di atas juga ditimbulkan oleh tahanan sambungan antara alat pentanahan dengan kawat penghubungnya. Anyaman pentanahan (grounding mesh). artinya tahanan pentanahan nilainya tidak nol. tahanan jenisnya dipengaruhi oleh kedalamannya. umumnya makin kecil tahanan jenisnya. yaitu pelat tembaga.Secara teoretis. karena komposisinya makin padat dan umumnya juga lebih basah. Batang pentanahan ganda (multiple grounding rod). 132 . Hal ini terutama disebabkan oleh adanya tahanan kontak antara alat pentanahan dengan tanah di mana alat tersebut dipasang (dalam tanah). Batang pentanahan tunggal (single grounding rod). Makin dalam letaknya. makin dalam pemasangannya akan makin baik hasilnya dalam arti akan didapat tahanan pentanahan yang makin rendah. Pelat pentanahan (grounding plate).115.

Tabel II.2 Tahanan jenis berbagai macam tanah serta tahanan pentanahan 133 .

Selanjutnya alat pengukur ini akan menghitung tahanan pentanahan menurut hukum Ohm. Arus kemudian mengalir kembali ke alat pengukur melalui batang pentanahan dan kabel warna biru (paling kiri).118. Paling kanan adalah batang pembantu untuk menyuntikkan arus dari alat pengukur tahanan pentanahan. Hal ini disebabkan oleh adanya variasi jenis tanah seperti tersebut di atas. Pembukaan dan penutupan saklar rangkaian listrik bisa dilakukan dengan pulsa digital karena hanya memerlukan dua macam posisi. dan lingkaran pengaruh ini makin dekat dengan batang pentanahan. Alat pengukur ini mengukur tegangan antara batang pembantu yang ada di tengah dan batang pentanahan.Tampak bahwa makin dalam letaknya di dalam tanah sampai kedalaman yang sama dengan kedalaman batang pentanahan. Untuk memperoleh tahanan pentanahan di humus lembab batang pentanahannya dipancang sedalam 5 m tetapi bila di pasir kering kedalamannya harus 165 m. Cara mengukur tahanan tanah secara umum adalah seperti yang ditunjukkan oleh Gambar II. Pengukuran dilakukan pada konduktor yang menghubungkan batang pentanahan dengan alat yang ditanahkan oleh batang harus dilepas. Pada ini tampak batang pentanahan yang akadiukur tahanan pentanahannya ditanam paling kiri. Tabel II. Tetapi pembukaan dan penutupan sudu jalan 134 . yaitu membuka atau menutup.2 menunjukkan tahanan jenis berbagai macam tanah serta tahanan pentanahan dengan berbagai aman dan apabila digunakan pita pentanahan (grounding strip) dengan berbagai ukuran panjang.

b. Threshold Values Program ini mengatur pemberian peringatan (warning) apabila ada besaran yang melampaui nilai batas yang diperbolehkan. Data Acquisition Program ini menyelenggarakan pengumpulan dan penyajian data dan inforimasi yang diinginkan.dari air yang dilakukan melalui pengaturan sekunder governor memerlukan gerakan analog sehingga didapat pengaturan yang halus. PLTA dioperasikan secara otomatis dari jarak jauh (remote) dengan menekan tombol dibangkitkan. penuh (full automatic control) telah banyak dilakukan pada PLTA dan PLTG. Kontrol otomatis secara. c. Dari segi perangkat lunak (software) umumnya instalasi kontrol dari pusat listrik dilengkapi dengan program sebagai berikut: a. Fault Recording 135 start-stop saja bahkan dengan tombol untuk mengatur daya yang .

misalnya kalau ada gangguan. Misalnya jika PMT generator pada PLTU trip relai diferensial yang bekerja. start dan katup emergency stop relai relai-relai yang dikehendaki oleh sistem proteksi misalnya oleh relai tekanan minyak pelumas rendah dan relai suhu air pendingin tinggi.Program ini mencatat kejadian-kejadian yang tidak normal (gangguan) dan memberikan analisisnya. maka gaya komando (perintah) yang keluar dari governor ini perlu diperkuat melalui suatu amplifier mekanis untuk bisa mengatur katup air atau katup uap seperti tersebut di atas. misalnya getaran dan suhu bantalan kemudian menganalisis data ini dan selanjutnya memberikan rekomendasi mengenai langkah pemeliharaan yang harus dilakukan. otomatis besaran besaran tertentu misalnya mengatur tekanan dan suhu uap pada PLTU. kemudian instalasi kontrol ini melakukan langkah-langkah pengaturan. f. Program Automatic Control Yaitu program untuk mengatur secara. Dalam praktik setiap botol angin atau reservoir udara tekan harus dilengkapi katup pengaman dan katup pembuang kandungan uap air udara yang mengembun di dalam botol angin atau reservoir udara tekan tersebut. Program ini mencatat besaran-besaran tertentu yang berkaitan dengan pemeliharaan. yang diperlukan. Jika suatu terdiri atas beberapa unit maka banyaknya katup emergency adalah sama dengan jumlah magnet yang membuka katup diperintah oleh diferensial. Program Interupsi Program interupsi memberikan prioritas untuk melakukan interupsi terhadap proses pengambilan data karena ada hal yang urgent yang perlu segera diberitahukan operator. program automatic control yang ada padanya (udara tekan) dari sebuah PLTD. Pada PLTA dan PLTU yang kapasitasnya umumnya lebih besar dari pada PLTD diperlukan pengaturan daya yang dibangkitkan melalui pengaturan katup air dari turbin air atau pengaturan katup (throttle) uap dari turbin uap yang membutuhkan gaya yang besar. 136 . e. Instalasi kontrol juga berinteraksi dengan instalasi proteksi. Pengaturan ini dikomando oleh governor. Program untuk start dan stop secara otomatis serta pengaturan dayanya. tetapi governor adalah relatif kecil. instalasi kontrol bersangkutan diberi tahu oleh instalasi proteksi kejadian ini. Katup satu arah bisa dibuka oleh elektromagnet yang mendapat arus searah dari baterai. Sedangkan katup start dibuka oleh elektromagnet yang ada kaitannya dengan tombol start atau handel start dari mesin diesel.

Pada sistem kontrol hidraulik perlu diingat bahwa minyak (cairan) adalah tidak kompresibel. Untuk membatasi jumlah minyak yang diperlukan dalam sistem kontrol hidraulik. Katup-katup yang jarang dibuka atau ditutup dan tidak memerlukan pengaturan. Amplifier mekanis ini analog dengan tabung trioda atau transistor. Gaya komando (arus basis) memodulasi minyak bertekanan (tegangan pasokan V) menjadi tekanan tinggi (tegangan emiter) untuk menghasilkan daya yang besar untuk menggerakkan katup (beban). Dalam praktik servomotor dilengkapi dengan dashpot yang berfungsi sebagai peredam untuk mencegah terjadinya osilasi. yang memerlukan gaya mekanik besar dan kontinu. artinya tidak bisa mampat atau mengembang seperti halnya udara pada sistem pneumatik. governor. susunan rel. Pengaturan katup turbin seperti berdekatan dengan turbin yang akan sistem pengaturan hidrolik. pengatur regangan otomatis. dapat dibuka atau ditutup dengan memakai motor listrik yang dikomando dari ruang kontrol (control room). cocok dilakukan memakai 137 . generator. reservoir minyak beserta bak minyak diusahakan letaknya diatur katupnya. sistem proteksi dan pentanahan bagian-bagian Instalasi. sistem excitacy.Amplifier mekanis ini dilakukan melalui sistem hidrolik. saklar-saklar. uraian di atas.

138 .

139 . meliputi: pengadaan bahan bakar. diperlukan daerah konservasi hutan pada daerah aliran sungai (DAS) agar supaya hutan berfungsi sebagai penyimpan air sehingga tidak timbul banjir di musim hujan dan sebaliknya tidak terjadi kekeringan pada saat musim kemarau. Penyediaan bahan bakar harus optimal.1 Masalah Utama dalam Pembangkitan Tenaga Listrik Proses pembangkitan energi listrik pada prinsipnya merupakan konversi energi primer menjadi energi mekanik yang berfungsi sebagai penggerak dan penggerak tersebut (energi mekanik) dikonversi oleh generator listrik menjadi tenaga listrik. Masalah yang timbul pada poses konversi energi tersebut diantaranya adalah: 1. Pada PLTA. PLTU dan PLTD dengan daya terpasang melebihi 25 MW banyak yang dibangun di daerah pantai karena membutuhkan air pendingin dalam jumlah besar sehingga PLTU dan PLTD dapat menggunakan air laut sebagai bahan untuk keperluan air pendingin. Sedangkan pada PLTG kebutuhan air untuk keperluan pendinginan tidak memerlukan air pendingin yang banyak. Penyediaan Energi Primer Energi primer untuk pusat pembangkit listrik thermal berupa bahan bakar.BAB III PEMBAHASAN 3. dan penyimpanan bahan bakar serta faktor keamanan dari resiko terjadinya kebakaran karena kebakaran dapat diakibatkan oleh faktor kelalaian manusia dalam menyimpan bahan bakar maupun akibat terjadinya reaksi kimia dari bahan bakar itu sendiri Energi primer pada PLTA adalah air. transportasi bahan bakar. proses pengadaanya dapat berasal asli dari alam dan dapat berasal dari sungai-sungai dan air hujan yang ditampung pada waduk atau bendungan. Penyediaan air untuk keperluan pendingin Kebutuhan terpenuhinya penyediaan air pendingin khususnya pada pusat pembangkit listrik thermal. sangat penting keperadaannya seperti pada PLTU dan PLTD. 2. Pada proses konversi tersebut pasti timbul masalah-masalah.

PLTA tidak menghasilkan limbah. sehingga tingkat kebisingan yang ditimbulkan harus dijaga supaya tidak melampaui standar kebisingan yang ditetapkan. maka pusat pembangkit listrik harus mengikuti dan memenuhi pola operasi sistem interkoneksi. sehingga perlu dilakukan operasi pusat pembangkit listrik yang efisien. 5. Pengembangan Pembangkit Pada umumnya. Gangguan dapat juga disebabkan karena kerusakan alat. sebaliknya gangguan yang disebabkan peti yang terjadi berkali-kali akhirnya dapat mengakibatkan alat (misalnya transformator) menjadi rusak. tetapi limbah yang berasal dari masyarakat yang masuk ke sungai sering menimbulkan gangguan pada PLTA. Masalah Limbah Pusat Listrik Tenaga Uap yang menggunakan bahan bakar batu bara. Apabila pusat pembangkit listrik beroperasi dalam sistem interkoneksi. menghasilkan limbah abu batu bara d an asap yang mengandung gas S02. (yaitu pusat listrik yang beroperasi paralel dengan pusat-pusat pembangkit listrik lain melalui saluran transmisi).Pada unit-unit PLTD yang kecil. proses pendinginannya dapat menggunakan udara yang berasal dari radiator. 7. 3. khususnya untuk pengadaan bahan bakar. Pada PLTD dan PLTG menghasilkan limbah yang berupa minyak pelumas. Hal ini disebabkan karena beban yang dihadapi terus bertambah. Gangguan sesungguhnya adalah peristiwa hubung singkat yang penyebabnya kebanyakan petir dan tanaman. Gangguan dan Kerusakan Gangguan adalah peristiwa yang menyebabkan Pemutus Tenaga (PMT) membuka ( trip) di luar kehendak operator sehingga terjadi pemutusan pasokan tenaga listrik. 6. Semua PLTU menghasilkan limbah bahan kimia dari air ketel (blow down). dan NO. sedangkan di lain pihak unit pembangkit yang ada menjadi semakin tua dan 140 . Operasi Operasi pusat pembangkit listrik sebagian besar 24 jam sehari. Masalah Kebisingan Pada pusat listrik thermal dapat menimbulkan suara keras yang merupakan kebisingan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. atau di bawah 3 MW. pusat listrik yang berdiri sendiri maupun yang ada dalam sistem interkoneksi memerlukan pengembangan. C02. Selain itu biaya penyediaan tenaga listrik sebagian besar (±60%) untuk operasi pusat pembangkit listrik. 4.

pengaruh kecepatan minyak. Elektroda dikeringkan dalam k abinet berlainan udara yang bersekat-sekat dan akhirnya digosok dengan tissue kain tiras lensa dengan memakai acetone setelah itu memakai trichloroethylene. dan pengaruh daerah elektroda dan jarak celah. Jika gedung pusat listrik yang ada masih memungkinkan untuk penambahan unit pembangkit. 2) Prosedur pembersihan Persiapan elektroda pertama-tama adalah pencucian dengan trichloroethylene. selain harus memperhatikan masalah gangguan dan kerusakan juga harus memperhatikan masalah saluran transmisi dalam sistem. Pengembangan pembangkitan khususnya dalam sistem interkoneksi. 8.perlu dikeluarkan dari operasi. maka harus dibangun pusat listrik yang baru. 1) Peralatan percobaan Untuk memahami analisis yang dilakukan terlebih dahulu meninjau sekilas tentang prosedur dan alat percobaan yang dipakai dalam kegagalan minyak transformator. Tetapi jika tidak ada lagi kemungkinan memperluas gedung pusat listrik yang ada. Perkembangan ini meliputi segi perangkat keras (hardware) seperti komputerisasi dan juga perangkat lunak (software) seperti pengembangan model-model matematika untuk optimasi. pengeringan dan pemindahan debu dengan karet busa sintetis. Elektroda kuningan–Bruce profil dengan luas daerah yang datar dan elektroda baja silindris koaksial dengan jarak celah dalam rentang yang lebar. perawatan sebelum penggunaan minyak dan elektroda. Perkembangan Teknologi Pembangkitan Perkembangan teknologi pembangkitan umumnya mengarah pada perbaikan efisiensi dan penerapan teknik konversi energi yang baru dan penurunan bahan bakar baru. Sisa sambungan 141 . 3. pengaruh kapasitas paralel terhadap sel pengujian. pembilasan dengan air panas dan air suling.2 Analisis Kegagalan Minyak Transformator Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan dielektrik minyak transformator antara lain fenomena stabilisasi. Ada 3 jenis elektroda yang sering digunakan dalam percobaan yaitu Elektroda baja yang ringan dan kecil (berdiameter 10 mm). maka pengembangan pembangkitan dapat dilakukan dengan menambah unit pembangkit dalam gedung pusat listrik yang telah ada tersebut. kemudian dicuci dalam campuran air panas dan larutan sabun. penggosongan permukaan secara standar dengan 1000 grade kertas silikon karbid.

Tegangan yang diberikan dinaikan secara seragam dalam semua pengujian dengan harga rata-rata 2 kV/detik.1 Komponen dan cara pemeriksaan transformator tenaga Tabel II.3 Pemeriksaan Transformator Pemeriksaan transformator tenaga dilaksanakan tahunan dalam keadaan beroperasi. Tabel II.elektroda dicuci dengan air panas dan larutan sabun dan dibilas sesuai dengan prosedur diatas tiap kali setelah pengujian 3) Pengujian Elektrik Semua pengujian dilakukan dengan gelombang sinus tegangan Ac dengan frekuensi 5 Hz.1 di bawah ini: tidak Komponen dan cara pemeriksaan transformator tenaga ditunjukkan pada 142 . Sebuah CB dihubungkan ke sisi primer transformator dengan tujuan untuk memutus arus gangguan yang jika arus gangguan dibiarkan terlalu lama akan mengakibatkan karbonisasi dan akan melubangi 3.

143 .

144 .

alat. Pemeliharaan rutin bila ada gangguan atau kerusakan. 3. Getaran poros. Cara ini dilakukan berdasarkan pengamatan beberapa data kemudian dilakukan analisis atas data ini untuk menentukan kapan perlu dilakukan pemeriksaan atau pemeliharaan suatu. Dalam perkembangannya. b. Cara ini sekarang banyak dikembangkan. Pemeliharaan prediktif (predictive maintenance). keandalan.3. Cara ini masih dapat digunakan terhadap alat yang peranannya dalam operasi tidak penting. Tahanan isolasi. c. pemeliharaan dilaksanakan sebagai berikut: 1. dan umur ekonomis. Pemeliharaan periodik. Data yang digunakan untuk analisis pemeliharaan prediktif adalah: a. Suhu kumparan dan suhu bantalan. Pemeliharaan dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu berdasarkan buku petunjuk pabrik atau statistik kerusakan atau statistik gangguan.4 Pemeliharaan Umum Pemeliharaan bertujuan mempertahankan efisiensi. 145 . 2.

Khusus untuk pemeliharaan ptediktif pada transformator diperlukan tambahan dari hasil pengamatan Saat ini sedang dikembangkan berbagai "self diagnostic" program yang banyak digunakan untuk pemeliharaan prediktif 4. tahanan isolasinya dapat cepat turun. sirkuit terbuka. juga suhu udara atau suhu gas hidrogen perlu diukur dan penukar panasnya perlu dibersihkan. Hasil pengamatan dengan sinar ultraviolet yang dapat mendeteksi adanya kotoran dan partial discharge. isolasi stator dan rotor perlu diukur dan jika hasilnya terlalu rendah. Generator yang pendinginannya dengan udara. Untuk itu. terutama bila generator tersebut sering berhenti sehingga tidak terjadi pemanasan. a) Generator. Apalagi bila lingkungannya basah. maka selain isolasi stator dan rotor diukur tahanannya. Bagian Instalasi yang Harus dipelihara Bagian-bagian instalasi yang harus dipelihara agar kontinuitas suplai listrik tenaga. atau gas hidrogen tetapi tertutup melalui penukar panas. Selain isolasi kumparan juga kekotoran minyak perlu diperiksa dan juga kandungan air dan kandungan asamnya. g. e. d) Pemutus tenaga dan saklar-saklar. Generator yang tidak mempunyai sistem pendinginan tertutup banyak mendapat debu yang menempel pada isolasi stator maupun rotor. c) Transformator. bila perlu. dan sistem proteksi. 146 . Selain kontaknya perlu diperiksa apakah masih serempak dan apakah ada gerakan kontak rusak. transformator. pemutus tenaga. b) Motor listrik.d. e) Baterai aki. Kualitas media isolasinya perlu diperiksa. titik pentanahan. f. maka perlu dilakukan pembersihan isolasi. Kandungan kotoran (impurities) pada minyak isolasi (minyak transformator. motor listrik. Hasil pengamatan dengan sinar inframerah. baterai aki. minyak PMT). yaitu generator. Persoalannya sama dengan generator yang pendinginannya dengan udara. media isolasinya ditambah atau diganti.

misalnya antara. dikeraskan kembali agar kontak sambungannya tetap baik. Kontak sambungan dari semua bagian instalasi listrik perlu diperiksa termasuk dari peralatan tersebut di atas karena kontak sambungan merupakan kelemahan instalasi listrik. pipa penyambung ini kemudian cukup dibalut dengan pita isolasi dan diletakkan dalam kotak sambungan. b. Pada sambungan kategori (a) antara saluran dengan suatu alat (misalnya sambungan kabel dengan motor listrik) umumnya dilakukan dengan menggunakan sepatu kabel pada ujung kabel yang kemudian dijepit pada klem motor berupa baut dan mur penjepit. perlu dicek dan dijaga agar berfungsi secara benar. dengan saluran udara. Pada sambungan tegangan rendah. Dalam instalasi listrik. Tetapi untuk sambungan antara 2 kabel tegangan tinggi. Sambungan antara saluran dengan sebuah alat. Pada sambungan antara saluran dengan saluran. Pekerjaan ini harus dilakukan oleh petugas yang dilatih khusus untuk mengerjakan penyambungan kabel tegangan tinggi yang dalam bahasa Inggris disebut 147 . kabel dengan kabel. yaitu: a. khususnya relai-relai. Kualitas elektrolitnya juga perlu dicek.Tegangan setiap sel perlu diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya sel yang rusak. misalnya antara dua ujung kabel 20 kV. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan sinar inframerah. bila perlu dilakukan penambahan atau penggantian. misalnya antara kabel dengan motor listrik. f) Semua kontak sambungan. jangan sampai kontaknya kendur dan menimbulkan gangguan. Sambungan listrik dibagi menjadi 2 kategori. Sistem proteksi. (misalnya antara kabel dengan kabel) umumnya dilakukan dengan menggunakan pipa penyambung (jointing sleeve). sambungan listrik merupakan salah satu titik lemah (sering menjadi sumber gangguan). Hal ini diperlukan demi keselamatan manusia yang ada di sekitar instalasi listrik. i) Sambungan listrik. atau antara saluran udara. jika perlu dilakukan penggantian. Sambungan ini harus secara periodik dikontrol dan bila perlu dibersihkan serta. penyambungan memerlukan keahlian yang lebih tinggi. g) Titik pentanahan. h) Sistem proteksi. Sambungan antara saluran dengan saluran. Semua titik pentanahan dalam instalasi listrik perlu dijaga agar tahanannya tidak melebihi 4 ohm.

tidak dapat dihindarkan terjadinya pertemuan/ penyambungan konduktor atau terminal alat yang terbuat dari tembaga dengan konduktor yang terbuat dari aluminium. Energi panas ini kemudian dipindahkan ke dalam air yang ada dalam pipa ketel untuk menghasilkan uap yang dikumpulkan dalam drum dari ketel. Baban bakar yang digunakan dapat berupa batubara (padat). energi uap dikonversikan menjadi energi mekanis penggerak generator. dan akhirnya energi mekanik dari turbin uap ini dikonversikan menjadi energi listrik oleh generator. Titik temu atau titik sambung antara tembaga dengan aluminium harus diperhatikan secara khusus karena bila disambung tanpa alat khusus. baik tegangan rendah maupun tegangan tinggi.cable jointer. Oleh karena itu. Ada kalanya PLTU menggunakan kombinasi beberapa macam bahan bakar. 3. Konversi Energi Dalam PLTU. Dalam instalasi listrik banyak digunakan peralatan terutama konduktor yang dibuat dari tembaga maupun dari aluminium. kemudian ditutup dengan tutup plastik untuk mencegah gemuk tersebut hilang akibat siraman air hujan. proses tersebut di atas digambarkan oleh Gambar III. penyambungan atau pencabangan umumnya dilakukan dengan klem khusus. atau gas. Dalam turbin uap. Pekerjaan penyambungan kabel tegangan tinggi memerlukan ketelitian dan kebersihan dalam pelaksanaannya. penyambungan konduktor tembaga dengan konduktor aluminium sering dilakukan dengan menggunakan klem aluminium yang ditutup dengan tutup gemuk (grease) pencegah korosi. tetapi tembaga lebih berat daripada aluminium. Pada saluran listrik yang terbuka. sambungan ini akan mengalami korosi dan akhimya menimbulkan gangguan. Hal ini dilakukan dalam ruang bakar dari ketel uap PLTU. Konversi energi tingkat pertama yang berlangsung dalam PLTU adalah konversi energi primer menjadi energi panas (kalor). Secara skematis.5 Masalah Operasi pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap 1. begitu pula harganya umumnya lebih mahal daripada aluminium.19 148 . Klem ini ada yang menggunakan cara pengikatan dengan mur dan baut. energi primer yang dikonversikan menjadi energi listrik adalah bahan bakar. Uap dari drum ketel dialirkan ke turbin uap. Penyambungan ini harus dilakukan dengan menggunakan klem khusus yang disebut klem bimetal. ada pula yang menggunakan cara penjepitan dengan tekanan yang dalam bahasa Inggris disebut compression joint. minyak (cair). Di jaringan tegangan rendah.

Untuk melaksanakan pembakaran diperlukan oksigen yang diambil dari udara.19 menggambarkan siklus uap dan air yang berlangsung dalam PLTU. Ke dalam ruang bakar ketel disemprotkan bahan bakar dan udara pembakaran. dan turbin tekanan rendah. Untuk PLTU ukuran ini. dan konveksi. Untuk setiap macam bahan bakar. Untuk keperluan memasok udara dalam ruang bakar. Bahan bakar yang dicampur udara ini dinyalakan dalam ruang bakar sehingga terjadi pembakaran dalam ruang. Pembakaran bahan bakar dalam ruang bakar mengubah energi kimia yang terkandung dalam bahan bakar menjadi energi panas (kalor). Energi panas hasil pembakaran ini dipindahkan ke air yang ada dalam pipa air melalui proses radiasi. diperlukan pasokan udara yang cukup dalam ruang bakar. Bagian yang menggambarkan sirkuit pengolahan untuk suplai dihilangkan untuk penyederhanaan sedangkan suplai air diperlukan karena adanya kebocoran uap pada sambungan-sambungan pipa uap dan adanya blow down air dari drum ketel. turbin tekanan menengah. Oleh karena itu. PLTU umumnyamemiliki pemanas ulang dan pemanas awal serta mempunyai 3 turbin yaitu turbin tekanan tinggi. misalnya bahan bakar minyak banyak memindahkan kalori hasil pembakarannya melalui radiasi dibandingkan bahan bakar lainnya. diperlukan kipas (ventilator) tekan dan kipas isap yang dipasang masing-masing pada ujung masuk udara ke ruang bakar dan pada ujung keluar udara dari ruang bakar. 149 . di atas 200 MW. konduksi. yang dayanya relatif besar. Air dipompakan ke dalam drum dan selanjutnya mengalir ke pipa-pipa air yang merupakan dinding yang mengelilingi ruang bakar ketel. komposisi perpindahan panas berbeda.Gambar III.

yaitu sekitar 18000 C. d. dialirkan kembali melalui pipa yang dikelilingi oleh gas buang. Pemanas Udara. Apabila hal ini terjadi. Uap yang mengalir dalam pemanas lanjut ini mengalami kenaikan suhu sehingga uap air ini semakin kering. c. akan menaikkan suhu air dan 150 yang selanjutnya akan mempertinggi suhu nyala dipindahkan ke dalam air . Uap yang telah digunakan untuk menggerakkan turbin tekanan tinggi.19) a. b. Dengan menempatkan alat-alat tersebut di atas dalam saluran gas buang.Gas hasil pembakaran dalam ruang bakar setelah setelah diberi “kesempatan” memindahkan energi panasnya ke air yang ada di dalam pipa air ketel. maka energi panas yang masih terkandung dalam gas buang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Energi panas yang timbul dalam ruang pembakaran sebagai hasil pembakaran. Pemanas Ulang (Reheater). oleh karena adanya gas buang di sekeliling pemanas lanjut. gas buang diharapkan masih mempunyai suhu di atas suhu pengembunan asam sulfat (H2SO4). Udara yang akan dialirkan ke ruang pembakaran yang digunakan untuk membakar bahan bakar terlebih dahulu dialirkan melalui pemanas udara agar mendapat pemanasan oleh gas buang sehingga suhu udara pembakaran naik pembakaran. Dengan demikian suhu air akan lebih tinggi ketika masuk ke pipa air di dalam ruang bakar yang selanjutnya akan mengurangi jumlah kalori yang diperlukan untuk penguapan (lebih ekonomis). Gas buang masih mempunyai suhu di atas 400o C ini dimanfaatkan untuk memanasi: (lihat Gambar I II. Pemanas Lanjut (Super Heater) Di dalam pemanas lanjut. dialirkan melalui saluran pembuangan gas buang untuk selanjutnya dibuang ke udara melalui cerobong. mengalir uap dari drum ketel yang menuju ke turbin uap tekanan tinggi. Economizer. sebelum menuju turbin tekanan menengah. setelah yang ada dalam pipa air ketel. maka akan terjadi korosi pada pemanas udara dan pemanas udara tersebut akan menjadi rusak (keropos). terlebih dahulu dialirkan melalui economizer agar mendapat pemanasan oleh gas buang. Sebelum melalui pemanas udara. Hal ini perlu untuk menghindari terjadinya pengembunan asam sulfat di pemanas udara. Di sini uap akan mengalami kenaikan suhu yang serupa dengan pemanas lanjut. Gas buang sisa pembakaran ini masih mengandung banyak energi panas karena tidak semua energi panasnya dapat dipindahkan ke air yang ada dalam pipa air ketel. Air yang dipompakan ke dalam ketel.

air kemudian dipompa ke tangki pengolah air. Hal ini berbahaya bagi sudu-sudu turbin uap. CO2. 2) Binatang laut ikut masuk dan berkembang biak dalam saluran air pendingin yang memerlukan pembersihan secara periodik. air diolah agar memenuhi mutu yang diinginkan untuk air ketel. uap dialirkan ke pemanas ulang untuk menerima energi panas dari gas buang sehingga suhunya naik. yaitu turbin tekanan tinggi. di atas 150 MW. Turbin pada PLTU besar. Uap yang terkumpul dalam drum ketel mempunyai tekanan dan suhu yang tinggi di mana bisa mencapai sekitar 100 kg/cm dan 5300C. Oleh karena itu. turbin tekanan menengah. Setelah keluar dari turbin tekanan tinggi. karena dapat menggunakan air laut sebagai air pendingin kondensor dalam jumlah yang besar. penggunaan air laut sebagai air pendingin menimbulkan masalah-masalah sebagai berikut: 1) Material yang dialiri air laut harus material anti korosi (tahan air laut). Dalam tangki pengolah air. Drum ketel berisi air di bagian bawah dan uap yang mengandung enthalpy di bagian atas. energi (enthalpy) dari uap dikonversikan menjadi energi mekanis penggerak generator. Uap ini dikumpulkan dalam drum ketel. Uap dari drum ketel dialirkan ke turbin uap. Mutu air ketel antara lain menyangkut kandungan NaCl.menghasilkan uap. banyak PLTU dibangun di pantai. uap langsung dialirkan ke turbin tekanan rendah. Dari pemanas ulang. dan dalam turbin uap. dan 151 . Keluar dari turbin tekanan menengah. Oleh karena itu. Kondensor memerlu-kan pendingin untuk meng-embunkan uap yang keluar dari turbin tekanan rendah. Setelah air diembunkan dalam kondensor. umumnya terdiri dari 3 kelompok. Uap dari drum ketel mula-mula dialirkan ke turbin tekanan tinggi dengan terlebih dahulu melalui pemanas lanjut agar uapnya menjadi kering. dan turbin tekanan rendah. Energi uap yang tersimpan dalam drum ketel dapat digunakan untuk mendorong atau memanasi sesuatu (uap ini mengandung enthalpy). harus dicegah. Dari turbin tekanan rendah. 3) Selain binatang laut. Di lain pihak. Turbin tekanan rendah umumnya merupakan turbin dengan aliran u ap ganda dengan arah aliran yang berlawanan untuk mengurangi gaya aksial turbin. Dalam tangki pengolah air. 4) Ada risiko air laut masuk ke dalam sirkuit uap. uap dialirkan ke kondensor untuk diembunkan. u ap dialirkan ke turbin tekanan menengah. ada penambahan air untuk mengkompensasi kehilangan air yang terjadi karena kebocoran. kotoran air laut juga ikut masuk dan akan menyumbat pipa-pipa kondensor sehingga diperlukan pembersihan pipa kondensor secara periodik.

air mengambil energi panas dari gas buang sehingga naik. Pemanas awal ini ada 2 buah.25 adalah foto-foto dari berbagai bagian PLTU. Gambar III. Pada PLTU yang besar. Dalam Economizer.derajat keasaman (pH). air dipompa kembali ke ketel. masing-masing menggunakan uap yang diambil (di-tap) dari turbin tekanan menengah dan dari turbin tekanan rendah sehingga didapat pemanas awal tekanan menengah dan pemanas awal tekanan rendah. di atas 150 MW. Dari tangki pengolah air. sampai III.20. 152 . kemudian baru mengalir ke ketel uap. tetapi terlebih dahulu melalui Economizer. biasanya digunakan pemanas awal ke heater. yaitu pemanas yang akan masuk ke economizer sebelum masuk ke ketel uap.

153 .

suhu turbin adalah sama dengan suhu ruangan. Waktu yang lama untuk mengoperasikan PLTU tersebut di atas terutama jam). Masalah Operasi Untuk men-start PLTU dari keadaan dingin sampai operasi dengan beban penuh. diperlukan untuk menghasilkan uap dalam jumlah yang cukup untuk operasi (biasanya dinyatakan dalam ton per 154 . juga perlu diperhatikan masalah pemuaian bagian-bagian turbin. tetapi uapnya dijaga agar tetap panas dalam drum ketel dengan cara tetap menyalakan api secukupnya untuk menjaga suhu dan tekanan uap ada di sekitar n ilai operasi (yaitu sekitar 5000 C dan sekitar 100 kg/cm 2) maka untuk mengoperasikannya kembali sampai beban penuh diperlukan waktu kira-kira I jam. Sebelum di-start. Selain waktu yang diperlukan untuk menghasilkan uap. dibutuhkan waktu antara 6-8 jam. Jika PLTU yang telah beroperasi dihentikan. yang cukup untuk operasi.2.

Untuk mencegah hal ini. . Apabila turbin sedang berbeban penuh kemudian terjadi gangguan yang menyebabkan pemutus tenaga. seperti: bantalan. tinggi dari by pass. Hal ini menyebabkan putaran turbin akan naik secara mendadak dan apabila hal ini tidak dihentikan. dialirkan uap dengan suhu sekitar 5000C.sudu-sudu jalan turbin dengan sudusudu tetap yang menempel pada rumah turbin.Pada waktu start. Pemberhentian aliran uap ke turbin dengan menutup katup u ap turbin secara mendadak menyebabkan uap mengumpul dalam drum k etel sehingga tekanan uap dalam drum ketel naik dengan cepat dan akhirnya menyebabkan katup pengaman pada drum membuka dan uap dibuang ke udara. Dengan cara by pass ini tidak terlalu banyak uap yang hilang sehingga sewaktu turbin akan dioperasikan kembali banyak waktu dapat dihemat untuk start. sedangkan pemuaian yang tidak merata dapat menyebabkan bagian yang bergerak (berputar) bergesekan dengan bagian yang diam. misalnya antara. Dari uraian di atas tampak bahwa perubahan beban secara mendadak memerlukan pula langkah pengurangan produksi uap secara mendadak agar tidak terlalu banyak uap yang harus 155 Tetapi sistem by pass memerlukan biaya investasi tambahan karena kondensor harus tahan suhu tinggi dan tekanan . Pemuaian yang berlebihan dapat menimbulkan tegangan mekanis (mechanical stress) yang berlebihan. aliran uap ke turbin harus dihentikan. yaitu dengan cara menutup katup uap turbin. maka turbin kehilangan beban secara mendadak. Hal ini harus dilakukan secara bertahap agar jangan sampai terjadi pemuaian yang berlebihan dan tidak merata. Bisa juga sebagian dari uap di by pass ke kondensor. maka akan merusak bagian-bagian yang berputar pada turbin maupun pada generator. dan kumparan arus searah yang ada pada rotor generator. sudu jalan turbin. (PMT) generator yang digerakkan turbin trip.

umumnya ditempeli binatang laut yang berkembang biak dan juga ditempeli kotoran air laut sehingga luas penampang efektif dari saluran tersebut menurun. air pendingin (air laut) ini. sebaiknya PLTU tidak dioperasikan dengan persentase perubahan-perubahan beban yang besar. Pipa-pipa semua memerlukan pembersihan secara periodik. 3. Walaupun telah ada soot blower yang dapat gunakan untuk menyemprotkan air pembersih pada pipa air ketel. Saluran air pendingin. pipa ini juga memerlukan pembersihan yang lebih sering dari pada bagian saluran air pendingin yang lain. Pemeliharaan Bagian-bagian PLTU yang memerlukan pemeliharaan secara periodik adalah bagian-bagian yang berhubungan dengan gas buang dan air pendingin. Untuk mengurangi binatang laut ini ada chlorination plant yang menyuntikkan gas klor ke dalam. ketel uap dan pipapipa air pendingin termasuk pipa kondensor. Untuk pembersihan pipa air kondensor tidak memerlukan penghentian operasi dari unit pembangkitnya. 156 . dan karena penampangnya kecil. terutama jika menggunakan air laut. hanya memerlukan penurunan beban karena pipa kondensor dapat dibersihkan secara bertahap. yaitu pipa-pipa air. Efisiensi thermis dari PLTU berkisar pada angka 35-38%. Oleh karena itu. karena ukuran PLTU menentukan ekonomis tidaknya penggunaan pemanas ulang dan pemanas awal. masih cukup banyak panas yang tinggal dalam ruang bakar untuk menghasilkan u ap sehingga pompa pengisi ketel harus tetap mengisi air ke dalam ketel untuk mencegah penurunan level air dalam drum yang tidak dikehendaki. Langkah pengurangan fluksi dilakukan d engan mematikan nyala api dalam ruang bakar ketel dan mengurangi pengisian air ketel ini bahwa walaupun nyala api dalam ruang bakar padam. Efisiensi PLTU banyak dipengaruhi ukuran PLTU.dibuang ke udara. Pipa kondensor yang juga dilalui air pendingin. tetapi tidak semua bagian pipa air ketel uap dapat dijangkau oleh air pembersih soot blower ini sehingga diperlukan kesempatan untuk pembersihan bagian yang tidak terjangkau oleh soot blower tersebut. secara periodik saluran air pendingin (baik yang berupa saluran terbuka maupun pipa) luar secara periodik dibersihkan. Pada pipa air ketel umumnya banyak abu yang menempel dan perlu dibersihkan agar proses perpindahan panas dari ruang bakar ke air melalui dinding pipa tidak terhambat. Mengingat masalah-masalah tersebut di atas yang menyangkut masalah proses produksi uap dan masalah-masalah pemuaian yang terjadi dalam turbin.

Pipa kondensor PLTU yang digunakan ada yang terbuat dari tembaga dan ada yang terbuat dari titanium. Kotak-kotak saluran listrik dan saklar-saklar. yaitu pemanas lanjut.000 jam operasi. Karena sebagian besar dari pekerjaan pemeliharaan tersebut di atas memerlukan penghentian operasi unit yang bersangkutan apabila dilaksanakan. maka soal kebersihan dinding pipa titanium lebih memerlukan perhatian dari pada pipa tembaga. digunakan pipa titanium karena diperlukan pipa yang panjang. maka air laut yang mengandung NaCl masuk ke dalam sirkuit air ketel dan sangat berbahaya bagi ketel uap maupun bagi turbin. dan pemanas udara. b. Oleh karena itu. Penyimpanan Bahan Bakar Karena banyaknya bahan bakar yang ditimbun di PLTU. Daya hantar panas tembaga lebih baik daripada titanium. Itulah sebabnya.000 jam operasi untuk waktu kira-kira 3 minggu. hal ini berarti bahwa tingkat kebocoran kondensor tinggi. Sambungan pipa kondensor dengan dindingnya merupakan bagian yang rawan terhadap kebocoran. Apabila daya hantar listrik ini tinggi. maka pekerjaan-pekerjaan tersebut dilakukan sekaligus sewaktu unit menjalani overhaul yang dilakukan secara periodik yakni sekali dalam 10. pemeriksaan turbin uap dapat dilakukan dalam setiap 20. seperti bantalan dan roda gigi. Bagian yang mempertemukan dua zat yang suhunya berbeda. Semua peralatan yang ada dalam saluran gas buang perlu dibersihkan secara periodik. Bagian-bagian yang bergeser satu sama lain. misalnya pada Unit 400 MW. tetapi kekuatan mekanisnya tidak sebaik titanium. misalnya kondensor dan penukar panas (heat exchanger). c. Oleh karena itu. 4. Dibandingkan dengan ketel uap. Bagian-bagian PLTU lain yang rawan kerusakan dan perlu perhatian/pengecekan periodik adalah: a. pada penggunaan pipa titanium dilengkapi dengan bola-bola pembersih. Karena daya hantar panas titanium tidak sebaik daya hantar panas tembaga. Seharusnya di 157 . turbin uap tidak banyak memerlukan pemeliharaan asal saja kualitas uap terjaga dengan baik. Apabila terjadi kebocoran. maka perlu perhatian khusus mengenai pengelolaan penimbunan bahan bakar agar tidak terjadi kebakaran. pada unit PLTU yang besar. Tingkat kebocoran ini dapat dilihat dari daya hantar listrik air ketel. economizer. pemanas ulang.

baik yang halus maupun yang kasar. PLTU dapat dibangun dengan daya terpasang di atas 1. maka PLTU baru ekonomis dibangun dengan daya terpasang di atas 10 MW per unitnya. Selain abu halus yang ditangkap di cerobong. Mengingat hal-hal ini. selain tanah yang cukup luas. 158 . Oleh karena itu. alat-alat pendeteksian kebocoran harus dapat diandalkan untuk mencegah terjadinya kebakaran. ada penangkap abu agar pencemaran lingkungan dapat dibuat minimal. gas buang yang keluar dari cerobong masih mengandung gas-gas yang kurang baik bagi kesehatan manusia. Masalah Lingkungan Gas buang yang keluar dari cerobong PLTU mempunyai potensi mencemari lingkungan. Unit PLTU milik PLN yang terbesar saat ini adalah 600 MW di Suralaya. Pengawasan kebocoran gas hidrogen yang digunakan sebagai bahan pendingin generator serupa dengan pengawasan kebocoran BBG. Jawa Barat. pada penggunaan gas. Pada penimbunan batubara. Oleh karena itu. Faktor utama yang menentukan ukuran PLTU yang dapat dibangun adalah tersedianya bahan bakar dan air pendingin. semakin ekonomis. Abu dari PLTU. dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan sipil.000 MW per unitnya. Walaupun abunya telah ditangkap. maka harus ada instalasi pemadam kebakaran yang memadai dan personil perlu dilatih secara periodik untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran. mengingat gas hidrogen juga mudah terbakar. jatuh dan ditangkap di bagian bawah ruang bakar. tampak bahwa dalam instalasi PLTU terdapat banyak peralatan. harus dilakukan pembalikan serta penyiraman batubara agar tidak terjadi penyalaan sendiri. Semakin besar daya terpasangnya. BBM ini tidak mengalir ke mana-mana karena semuanya tertampung oleh bak pengaman tersebut. Volume bak pengaman ini harus sama dengan volume tangki sehingga kalau terjadi kebocoran besar. Pada penimbunan bahan bakar minyak (BBM). harus dicegah terjadinya kebocoran yang dapat mengalirkan BBM tersebut ke bagian instalasi yang bersuhu tinggi sehingga dapat terjadi kebakaran. Pada penggunaan gas sebagai bahan bakar.sekeliling tangki BBM dibangun bak pengaman yang berupa dinding tembok. ada bagian-bagian abu yang relatif besar. pendeteksian kebocoran bahan bakar gas (BBG) lebih sulit dibandingkan dengan kebocoran bahan bakar minyak (BBM). 6. Ukuran PLTU Dari uraian dalam beberapa sub bab terdahulu. Secara teknis. Karena risiko terjadinya kebakaran pada PLTU besar. 5.

Air pengisi ketel. air dilunakkan (softening) terlebih dahulu. Untuk itu. dalam air ketel masih terkandung CaSO4 dan CaC12 (hasil klorinasi). Untuk mengurangi pengaruh mikro-organisme ini ke dalam saluran air disuntikkan gas klor (Cl2) untuk membunuh mikroorganisme ini. yaitu beberapa ton per detik. CO2). air pengisi ketel sebelum melalui economizer. 7. Penyuntikan gas klor ini tidak dilakukan secara kontinu untuk mencegah kekebalan mikroorganisme. Penggunaan Bahan Kimia Pada PLTU. Air pendingin dari air laut. digunakan bahan kimia yang dapat menimbulkan masalah lingkungan. Bahanbahan kimia tersebut digunakan pada: a. hidrat. Proses pelunakan ini menggunakan soda lime (campuran antara KOH dan atau NaOH dengan Ca(OH)2) sehingga timbul reaksi kimia. Pada umumnya kedua logam tersebut membentuk garam dengan karbonat. Air laut mengandung berbagai bakteri (mikroorganisme) yang dapat tumbuh sebagai tanaman dan menempel pada saluran sehingga mengurangi efektivitas dan efisiensi sistem pendinginan PLTU. khususnya batubara yang digunakan.seperti SO2. Untuk mengeliminasi garam-garam kalsium ini ditambahkan soda ash (natrium 159 . untuk membunuh binatang dan tumbuhan laut agar tidak menyumbat saluran air pendingin. Hal-hal yang harus dijaga adalah: 1). Endapan akan menempel pada dinding dalam pipa ketel dan menjadikan lapisan isolasi kerak panas (scaling) sehingga mengurangi efisiensi ketel dan juga dapat menimbulkan pemanasan setempat yang berlebihan. b. S04 2-. NOx. Garam-garam ini pada tekanan dan suhu tinggi mudah mengendap disebabkan kelarutannya yang kecil. yang telah melalui economizer. Air pendingin dari air laut diperlukan dalam jumlah besar. Setelah penambahan soda lime. Kadar dari gas-gas ini tergantung kepada kualitas bahan bakar. sebelum dipompakan ke economizer. Mutu air ketel harus dijaga agar tidak merusak bagian-bagian ketel maupun bagian-bagian turbin. ditambah soda lime untuk mencegah timbulnya endapan pada pipa ketel uap. dan hidrokarbonat (HCO3OH-. sulfat. Bila perlu. Untuk mencegah tejadinya endapan (scaling) ini. Bahan kimia ini akhirnya akan terkumpul dan harus dibuang secara periodik (blow down). Kekerasan ( hardness) dari air yang menyangkut kandungan garam kalsium dan magnesium. dan CO2. suhunya bisa mencapai sekitar 20000C. dalam pengolah air ketel. harus dipasang alat penyaring gas-gas ini agar kadarnya yang masuk ke udara tidak melampaui batas yang diizinkan oleh pernerintah.

Untuk menangkap gas klor dapat digunakan filter arang. asam klorida HCI. dan lain-lain. Untuk mencegah scaling (kerak) atau korosi oleh air pengisi ketel. Begitu pula acuan ini mengajukan nilai pH air pengisi ketel sebaiknya antara 10 dan ll. Bila air ketel kemudian dilewatkan dalam vacum deaerator untuk mengurangi O2 dan CO2 kemudian dilewatkan lagi dalam proses penukar anion. Segala endapan yang terjadi pada proses pengolahan air pengisi ketel ini harus dibuang melalui proses blow down dari air drum ketel dan harus memenuhi syarat lingkungan. Makin tinggi tekanan uap ketel. misalnya asam sulfat H2SO4. pH diatur dengan penambahan buffer phospat. 6). 7). Gas ini harus dibersihkan dari ketel. 5).karbonat = Na2CO3). 3). 4). Seperti tersebut dalam butir a. sementara anionnya tertinggal dalam air ketel dengan bentuk. Alkalinitas yang tinggi disebabkan oleh berbagai macam unsur yang ada dalam air ketel di mana dapat menghasilkan buih dan menyebabkan carry over. nilai pH air pengisi ketel perlu dikontrol agar berada pada nilai antara 9. Hal ini dilakukan dalam deaerator di mana air pengisi ketel disemprotkan menjadi butir-butir kecil dan dalam arah berlawanan (ke atas) disemprotkan uap panas yang akan menangkap O2. Gas clor (Cl) yang sifatnya sangat korosif mungkin terbawa melalui kebocoran kondensor. Jumlah mineral yang ada dalam air ketel dapat juga dikontrol dengan cara melakukan serangkaian proses demineralisasi. Kation seperti magnesium dan kalsium dapat dihilangkan dengan proses penukaran ion dengan ion hidrogen. Kadar oksigen (O2) juga harus dibatasi karena O2 merusak ketel maupun turbin pada suhu di atas 2000C.5 sampai 11. Kotoran-kotoran lain yang terbawa dalam air pengisi ketel dapat disaring dengan saringan mekanis. makin tinggi kemungkinan terjadi scaling. misalnya pasir dan airnya diberi tekanan. air pendingin disuntik dengan gas klor sehingga dapat tejadi kebocoran ini. pH yang terlalu tinggi akan memicu tejadinya scaling. 2). 160 . Misalnya bila terlalu tinggi maka dapat ditambahkan NaH2PO4 atau Na2HPO4. dan bila pH terlalu rendah dapat ditambahkan Na3PO4 pH diatur hingga mendekati 10-11. Setelah itu dilakukan filtrasi (penapisan) untuk menghilangkan garamgaram yang mengendap. maka asam-asam yang tertinggal dalam larutan akan dihilangkan dan menghasilkan air yang mungkin lebih murni dari air destilasi.

Kadang-kadang air ketel ini perlu ditekan agar bisa melalui ruangan yang kerapatannya tertentu. yang tidak diinginkan 161 . Air dari PAM walaupun layak minum bagi manusia belum tentu memenuhi syarat sebagai air ketel. Instalasi pengolah air ketel berfungsi untuk membersihkan air yang berasal dari sumbersumber tersebut agar memenuhi syarat sebagai air ketel dalam arti tidak akan merusak. sesuai dengan kondisi air ketel yang akan disaring. yang dibuat dengan bor tanah. Suplai air ini bisa berasal dari Perusahaan Air Minum (PAM). Air Laut yang Disuling (Didestilasi) Penyulingan air laut ini dilakukan dalam destalination plant.menyebabkan perlu adanya suplisi air ketel.Penggunaan air murni hasil destilasi dalam banyak macam zat. Proses fisik dilakukan dengan melewatkan air pengisi ketel melalui saringan-saringan untuk menyaring kotoran-kotoran yang dikandung air ketel tersebut. 9. air sungai atau air dari danau relatif paling banyak mengandung kotoran dan zat-zat sehingga proses pembersihannya paling sukar. bisa dijadikan bahan lapisan pengeras jalan. Instalasi Pengolah Air Ketel Adanya blow down air dari drum ketel untuk membuang bahan-bahan kimia. di mana air laut diuapkan kemudian diembunkan kembali. Air sumur ini umumnya membawa banyak mineral yang ada di dalam tanah seperti silika dan kalsium. Air hasil sulingan ini kemungkinan mengandung gas Cl2 dan NaCI yang sangat berbahaya bagi ketel. bisa dipakai sebagai bahan campuran beton. Dari uraian di atas tampak bahwa abu yang merupakan limbah PLTU batubara dapat diproses sehingga menjadi produk tambahan. desalinization plant sangat membantu pengolahan air pengisi ketel jika dibandingkan dengan penggunaan air sumur yang mengandung PLTU yang menggunakan bahan bakar batubara menghasilkan 2 macam abu: · Abu dari bagian bawah ruang bakar. Dibanding dengan air yang berasal dari sumber-sumber tersebut di atas. Mineral-mineral ini bisa merusak ketel sehingga harus dibuang. · Abu cerobong yang ditangkap oleh electrostatic precipitator. 8. bentuknya besar. Oleh karenanya harus dihindarkan keberadaannya dalam air ketel. turbin dan bagian bagian lain dari instalasi PLTU. Sumur.

berlangsung dalam tangki-tangki baja disertai dengan pompa-pompa penggerak air dan 162 . sehingga gas CO2 yang larut dalam air tertiup keluar. Anion yang "kotor" mengandung banyak asam H2SO4. Kation yang telah banyak menangkap banyak ion-ion negatif dan kalsium. Untuk ini digunakan 2 macam resin yaitu resin kation dan resin anion. resin anion mempunyai ion negatif hidroksida yang ditempelkan pada polimer positif. dan H2CO3. Resin kation mempunyai ion positif hidrogen H2 yang ditempelkan pada polimer yang bermuatan negatif Ion-ion hidrogen positif ini dimaksudkan untuk menangkap kation dari kalsium.Pada penggunaan air sungai dan air danau seringkali diperlukan klorinasi (penyuntikan dengan gas C12) untuk membunuh binatang-binatang yang ada dalam air tersebut. yaitu suatu proses kimia untuk menghilangkan mineral-mineral yang masih terdapat dalam air ketel. l angkah berikutnya adalah langkah demineralisasi. Mineral-mineral yang ada dalam air ketel secara bertahap dibersihkan. Ion hidroksida negatif ini digunakan untuk menangkap ion-ion positif dari suffat klorida dan karbonat. Dalam proses ini bisa terjadi gumpalan yang perlu diendapkan dengan bantuan bahan kimia tertentu. HCI. sumur. Setelah gumpalan mengendap. Dekarbonator berfungsi mengeluarkan CO2 yang larut dalam air ketel dengan cara III. Cation dan anion yang sudah kotof dengan ion-ion negatif dan ion-ion positif ini bisa dibersihkan (diregenerasi) dengan melalukan asam pada resin kation dan basa pada resin anion. agar terjadi pengumpulan binatang-binatang (bersarang) dalam instalasi pengolah air ketel. sehingga didapat air yang jernih. atau dari penyulingan air laut. magnesium dan natrium. Air yang telah dijernihkan ini maupun air yang telah jernih yang berasal dari PAM. Reaksi kimia ini menimbulkan berbagai endapan yang harus disaring oleh saringan (filter). Proses pemurnian pendahuluan. Berbeda dengan resin kation. "Kotoran" berupa basa ini bisa dibersihkan dengan menggunakan larutan asam misalnya H2SO4. kemudian perlu dilunakkan dengan proses kimia. Mg(OH)2 dan Na(OH)2. Dalam proses yang masih ada dalam air ketel demineralisasi ini dilakukan pengambilan mineral-mineral melalui pertukaran ion. Untuk membersihkan "kotoran" ini bisa digunakan larutan basa misalnya NaOH.28 meniupkan udara ke arah atas dalam aliran air yang mengalir ke bawah. Secara fisik proses ini berlangsung seperti Gambar ditambahkan dengan saringan-saringan. kemudian endapan dibuang secara mekanis. magnesium dan natrium sehingga terbentuk basa Ca(OH)2.

terus ke bawah dan akhirnya keluar. air ketel yang keluar dari instalasi demineralisasi dialirkan ke deaerator. Gambar III.29 menunjukkan rangkaian air ketel uap. Untuk mengeluarkan gas-gas ini. Di sisi lain. uap 163 .Air yang keluar dari instalasi demineralisasi masih mengandung gas-gas oksigen dan amoniak. Dalam deaerator air disemprotkan melalui sprinkle sehingga menjadi butir-butir kecil yang kemudian jatuh mengalir di atas pelat baja.

Secara umum jenis pemeliharaan dibagi menjadi 4 yaitu: a. air ketel masih diberi zat kimia hydrazin untuk mencegah terjadinya korosi dengan dinding pipa ketel mengingat suhunya sesudah economizer bisa mencapai 2000C. sebelum masuk economizer. Operasi siklus dapat berjalan dengan baik jika pemeliharaan alat pada sistem berfungsi dalam membantu kerja siklus tersebut. Pembuangan gas deaerator berlangsung efektif pada nilai pH rendah mulai kira-kira 8. tampak bahwa pengolahan air ketel secara garis besar terdiri dari: a. Proses fisik/mekanis berupa penyaringan melalui saringan yang terjadi dalam saringan. Proses reaksi kimia seperti yang diuraikan sedangkan proses kimia yang tejadi seperti diuraikan dalam pasal ini merupakan proses kimia elektro.3 pembuangan bisa 100%. Pemeliharaan Rutin 164 . Proses pelepasan gas secara fisik. dalam arti siap dan handal setiap diperlukan. b. Setelah keluar dari instalasi pengolah air ketel.panas dimasukkan dan mengalir ke atas.0. c. Ada proses penyaringan yang menggunakan fenomena osmosa pada membran yang dikombinasi dengan tekanan. Kualitas air ketel perlu dijaga secara kontinu karena kualitas air ketel yang tidak memenuhi syarat akan merusak peralatan PLTU yang dilaluinya baik ketika berbentuk cair (air) maupun ketika berbentuk uap. Dengan proses ini gas oksigen yang ada dalam air ketel diharapkan keluar dan tertiup keluar bersama uap panas. Sedangkan untuk gas amonia (NH3) adalah mulai pH = 7.0 dan bisa 100% pada pH = 11. yang terjadi dalam deaerator kadang-kadang dipakai juga alat pelepas gas (degasfier) dalam bentuk yang berbeda. Keberadaan gas oksigen dalam air ketel sangat tidak diharapkan karena sifatnya yang korosif. Gas C02 di sebagian besar sudah keluar dalam dekarbonizer.3 dan pada nilai pH = 4. Pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Perak Pemeliharaan mempunyai maksud dan tujuan yaitu usaha untuk mempertahankan/mengembalikan kondisi unit/ peralatan agar tetap dalam kondisi prima. yaitu pertukaran ion yang terjadi dalam instalasi demineralisasi . bertentangan dengan arah aliran-aliran air. Proses ini dimaksudkan memperluas dan menipiskan permukaan aliran air sehingga menjadi seluas mungkin. Dari uraian dalam sub bab ini. 10.

dengan sasaran untuk mengembalikan unit/peralatan pada performance atau unjuk kerja semula (Commissioning). . . dengan sasaran untuk memperbaiki/meningkatkan pelaksanaan inspection performance mesin/unit. Bahan bakar padat yang banyak digunakan adalah batubara. cair.Mengadakan pemeriksaan dan monitoring secara kontinyu terhadap peralatan pada saat operasi atau pada waktu dilaksanakan inspection/ overhaul.Pemeliharaan ini dilakukan secara berulang dengan interval waktu maksimum 1 (satu) tahun. c. b. d. 3. Untuk bahan 165 . misalnya harian. Pemeliharaan Periodik Pemeliharaan periodik ialah pemeliharaan yang dilakukan berdasarkan jam operasi (Time Base Maintenance). Pemeliharaan Prediktif (Predictive Maintenance) Ialah pemeliharaan yang didasarkan atas analisa dan evaluasi kondisi operasi mesin dengan sasaran mengoptimalkan ketersediaan mesin pembangkit dan biaya pemeliharaan. maupun berdasarkan monitor kondisi peralatan (Condition Monitoring Base Maintenance). Pemeliharaan Khusus Pemeliharaan yang direncanakan dan dilaksanakan secara khusus. Pelaksanaan yang dilakukan dalam pemeliharaan prediktif antara lain: . . Pemeliharaan ini pada umumnya dilakukan dalam kondisi unit/peralatan tidak beroperasi. dan juga didasarkan atas pelaksanaan Predictive Maintenance.Mengadakan analisa kondisi peralatan atau komponen peralatan. mingguan atau bulanan dalam periode 1 (satu) tahun. maupun gas. Pemeliharaan rutin berjalan (on line maintenance) dilakukan pada kondisi unit beroperasi dan pemeliharaan rutin pencegahan (preventive maintenance) dilakukan dengan rencana waktu yang telah ditetapkan. atau setelah overhaul sebelumnya.Membuat estimasi sisa umur operasi peralatan sampai memerlukan perbaikan/ penggantian berikutnya.5.1 Bahan Bakar Bahan bakar yang digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik ada yang berbentuk padat.Mengevaluasi hasil analisa untuk menentukan interval inspection. Pemeliharaan khusus didasarkan atas sebelumnya. Pemeliharaan khusus dapat dilaksanakan pada saat pemeliharaan periodik maupun diluar pemeliharaan periodik. dan dapat dilaksanakan pada saat unit beroperasi maupun tidak beroperasi.

Nilai kalori ini ada 2 macam. Batubara berasal dari hutan (kayu) yang tertimbun dalam tanah. Batubara selalu ditempeli zat-zat lain. dan S. Jenis kayu yang digunakan dalam bahasa Filipina disebut ipil-ipil. Di negara-negara maju. pernah direncanakan PLTU menggunakan kayu (dan turunannya yang disebut juga biomassa) sebagai bahan bakar dengan harapan agar didapat sumber energi terbarukan (renewable energi). pembangkitan tenaga listrik banyak menggunakan minyak bumi dan gas bumi. maka makin tinggi nilai kalorinya. sampah kota dijadikan bahan bakar PLTU. di mana makin tua umumya. seperti air serta unsur H. Hal-hal yang menentukan mutu batubara. Untuk penyediaan bahan bakar kayu ini diperlukan lahan yang luas bagi penanaman kayu ipil-ipil ini untuk dapat memasok kayu bagi PLTU secara kontinu dengan daya terpasang tertentu. mutu batubara juga ditentukan oleh kemurniannya. tetapi yang menjadi sasaran utama bukanlah pembangkitan listriknya. antara lain adalah nilai kalorinya. Selain oleh nilai kalori yang dimilikinya. Penggunaan kayu ini dapat juga dianggap sebagai energi surya tidak langsung karena kayu adalah hasil fotosintesis yang terjadi dengan bantuan energi surya langsung. karena tercampur dengan bahan-bahan lain yang tergantung pada. perhitungan neraca energi didasarkan pada nilai bawah kalori karena pada suhu gas buang setinggi itu air berada pada fase uap. N. Sedangkan nilai bawah kalori bahan bakar didapat dengan cara mengurangi nilai atasnya dengan kalori pengembunan yang dikandung. juga dipengaruhi oleh tambang asal 166 . O.bakar cair dan gas. Pembakaran bahan bakar pada pembangkit listrik termal mengeluarkan gas buang pada suhu yang jauh di atas titik embun air. melainkan menyelesaikan masalah sampah kota. yakni sejenis kayu lamtoro. Bahan Bakar Padat Di Filipina. yaitu nilai atas (Ho) dan nilai bawah (Hu). Tingkat kemurnian batu bara selain menyangkut umumya. 1. Batubara pada dasarnya adalah Karbon (C) yang didapat dari tambang dengan kualitas berbeda-beda. Nilai atas kalori bahan bakar didapat dengan cara membakar bahan bakar tersebut sebanyak satu kilogram dan mengukur kalori yang didapat dengan menggunakan kalorimeter pada suhu 15oC sehingga uap air yang didapat dari pembakaran ini (hasil pembakaran) mengembun dan melepaskan kalori pengembunannya. Bahan bakar yang lain adalah sampah kota. kondisi tambangnya.

dan S.1 di bawah ini menunjukkan klasifikasi batubara secara singkat. penggunaan batubara dengan nilai kalori yang relatif rendah memerlukan ketel uap yang lebih besar daripada apabila digunakan batubara dengan nilai kalori yang relatif tinggi karena jumlah kilogram batubara yang harus dibakar per satuan waktu menjadi lebih besar untuk mencapai daya bangkitan yang sama. 167 . Dalam menyediakan batubara untuk PLTU juga harus diperhatikan ada tidaknya unsur yang dapat merusak ketel uap yang terbawa oleh batubara seperti silika yang dapat menyebabkan korosi suhu tinggi. Pembakaran itu sendiri sesungguhnya adalah reaksi kimia dengan oksigen O2 yang ada dalam udara. serta rendah nilai kalorinya lebih mahal daripada mengangkut energi dalam bentuk listrik yang dihasilkan di dekat tambang bersangkutan. Apabila batubara lignite ada unsur kandungan airnya melebihi 60% sedangkan pada energi dalam bentuk batubara yang banyak mengandung air dan abu.9) pada bagian PLTU yang suhunya relatif dingin (di bawah 180oC). kandungan unsur S yang dapat menimbulkan asam sulfat (H2SO4) sesuai reaksi (3. Karena batubara tercampur dengan unsur-unsur H. yaitu di pemanas udara. Yang selanjutnya dengan H2O yang ada di udara dapat bereaksi menjadi bermacammacam asam nitrat (HNOx).tempat batu bara diambil. maka pada proses pembakaran batu timbul reaksi kimia antara unsur-unsur tersebut dengan oksigen yang ada di udara. N. Di lain pihak. Bahan bakar padat seperti batubara dibakar dalam ruang bakar ketel uap PLTU untuk mendapatkan energi. O. bisa mengembun dan menimbulkan korosi suhu rendah. Selain hal tersebut di atas. Tabel III.

Minyak hasil destilasi sifatnya ringan. Dalam kilang minyak. 2. Salah satu cara untuk mengurangi pencemaran oleh gas buang hasil pembakaran batubara ialah dengan menggunakan fluedized bed combustion. Hal ini berkaitan degan kekuatan mesin giling pembuat serbuk batubara dari PLTU bersangkutan. maka dikembangkan berbagai teknik untuk mengurangi pencemaran. minyak bumi selalu didapat di dataran rendah dekat pantai yang diduga dulunya adalah laut atau di lepas pantai. suhu pengembunannya ada di atas suhu ruangan temperature). sedangkan bahan bakar gas ruangan. Bahan bakar cair yang banyak digunakan adalah minyak bumi. (ambient mempunyai suhu pengembunan di bawah suhu 168 . Unsur-unsur tersebut di atas dapat terbakar. seperti air dan abu yang dikandung batubara. Tetapi ada juga zat-zat yang tidak bisa Tabel III. Karena hasil pembakaran batubara menimbulkan gas-gas ikutan yang membuat pencemaran. Minyak mentah yang didapat dari tambang. Tabel III. dan biasa disebut bahan bakar minyak (BBM).1. Minyak bumi ini berasal dari binatang-binatang laut yang tertimbun dalam tanah selama berjuta-juta tahun. bereaksi dengan O2 yang menghasilkan energi panas. artinya molekulnya terdiri dari atom-atom C-H. sedangkan yang hasil residu berat. di mana batu bara dialirkan bersarna air pencuci ruang bakar. yang didapat dari tambang darat maupun tambang lepas pantai dalam bentuk minyak mentah (crude oil).Dalam penyediaan batubara untuk PLTU juga harus diperhatikan tingkat kekerasan batubara.2 menggambarkan data teknis utama dari BBM. Bahan cair. minyak mentah ini didestilasi sehingga produk dari kilang ada yang berupa minyak hasil destilasi dan minyak sisa destilasi (residu). Mengenai bentuknya (cair atau gas) disebabkan karena suhu pengembunannya yang berbeda.Klasifikasi serta data batubara terbakar. Oleh karena itu. Bahan Bakar Cair Bahan bakar cair dan gas adalah persenyawaan hidrokarbon. kemudian diolah dalam kilang minyak.

Atom H di sini mempunyai ikatan tunggal (singlebonded).Di Indonesia. Persenyawaan . Aromatics Tabel III . Susunan atomnya berbentuk rantai terbuka. Bentuk yang paling sederhana dari sub-kelompok parafin adalah methane dengan rumus C114 yang berbentuk gas karena titik didihnya = -1640C. Sub-kelompok acetylenes juga tidak jenuh dengan atom H. Naphthenes (Cydanes) c. yang tergolong ringan adalah solar (High Speed DieseLIHSD). ada yang jenuh dengan atom hidrogen dan ada yang tidak jenuh. Aliphatics b. yang tergolong berat adalah marine fuel oil LIMFO. Susunan atomnya berbentuk rantai terbuka dengan ikatan rangkap tiga (triple bond) antara dua atom C. kelompok aliphatics dibagi atas sub-kelompok: a.3 menggambarkan susunan atom pada molekul aliphatics.Olefin (alkenes) dengan rumus CH2n-2 c. dan yang tergolong ekstra berat adalah parafin (wax). BBM yang disediakan oleh PERTAMINA yang tergolong ekstra ringan adalah bensin. Bentuk yang paling sederhana dari sub-kelompok ini adalah ethylene dengan rumus CA Yang berbentuk gas karena titik didihnya = -1030 C.Parafin atau alkanes dengan rumus CH2n+2 b. tetapi ikatannya merupakan ikatan ganda (double bond) antara dua atom C. yang tergolong medium adalah Intermediate diesel Oil/IDO dan kerosin (minyak tanah). Bahan bakar minyak terdiri dari beberapa persenyawaan Hidrokarbon yang terdapat dalam BBM terdiri dari 3 kelompok: a. Bentuk yang paling 169 hidrokarbon. Sub-kelompok olefin tidak jenuh dengan atom H.Acetylenes dengan rumus C112n-2 Sub-kelompok parafin adalah jenuh dengan atom H. Tergantung kepada tingkat kejenuhan ini.

dan seterusnya. maka hanya 8 atom H yang dapat diikat menjadi C5H8.58. Bahan bakar minyak (BBM) dari kelompok Napthanes bisa mengandung Cyclo Pentane C5H10 dan Cyclohexance C6H12. Hal ini digambarkan oleh Gambar III.50C. Molekul Cyclo Pentane dengan buah atom C dapat mengikat 10 atom H apabila hanya ada ikatan tunggal antar atom C yaitu C5H10. hidrokarbon ini disebut cyclic saturated hidrokarbon dengan rumus umum CA. Kelompok aromatics mempunyai susunan molekul berupa rantai tertutup (ring). Pada perubahan suhu. Molekul yang mempunyai ikatan atom berupa rantai tertutup (ring) secara kimia lebih stabil dibandingkan gas yang strukturnya rantai terbuka.Fl2n-4. susunan kimianya tidak mudah berubah. Kestabilan termis dari kelompok aliphatics menjadi lebih tinggi apabila rantai molekulnya lebih pendek. Molekul dengan struktur atom berbentuk rantai tertutup (ring) dengan inti molekul benzene secara termal Iebih stabil daripada yang struktur atomnya berbentuk ring sederhana 170 . tetapi lain dari pada kelompok thenes. Oleh karena itu. kelompok naphthenes lebih stabil dibanding kelompok parafin. yang mempunyai satu ikatan ganda disebut cyclic tidak jenuh CnH2n-21 yang mempunyi dua ikatan ganda disebut cyclic tidak jenuh C. kelompok aromatics ini mengandung ikatan ganda antara atomatom C-nya. Kelompok Naphthenes mempunyai molekul dengan susunan atom berbentuk rantai tertutup (ring). tetapi bila ada ikatan ganda antara atom C. Apabila Rantai tertutup ini hanya mengandung ikatan tunggal.sederhana dari sub-kelompok ini adalah acetylene dengan rumus C2H2 berbentuk gas karena titik didihnya = -82.

Molekul toluena secara termal lebih stabil daripada. Oleh karena itu. yaitu sebuah ion hidrogen yang diganti oleh kelompok methyl CH 3+. ada juga hidrokarbon yang mempunyai cabang berupa rantai dari tai terbuka (isomer) dan cabang berupa rantai dari ring. molekul benzene. Molekul isooctane secara termal lebih stabil daripada molekul dengan struktur atom berupa rantai terbuka. Di samping hidrokarbon yang normal. isooctane normal C8H18+. Contoh dari hidrokarbon dengan struktur rantai uka yang bercabang adalah isooctane C5H18 yang mempunyai kelompok methyl (CH3).(uaphthenics). Contoh dari hidrokarbon dengan cabang struktur ring adalah toluena.3 menggambarkan komposisi BBM Diesel yang diproduksi di Soviet. Oleh sebab itu. untuk mesin diesel 171 . Tabel III. Waktu yang diperlukan untuk membakar habis BBM diesel dalam ruang bakar silinder mesin diesel N cepat bagi BBM yang mempunyai berat molekul juga berat j enisnya) kecil dibanding dengan yang mempunyai berat molekul besar. penyalaan hidrokarbon aromatic memerlukan suhu yang lebih tinggi dalam ruang bakar dibanding dengan penyalaan hidrokarbon aliphatic.

Suhu ini harus tercapai sewaktu lang kompresi mesin diesel mendekati titik mata atas saat BBM disemprotkan ke dalam silinder. Kerak berupa endapan karbon disebabkan karena pembakaran yang tidak sempurna terhadap karbon ini. Pembakaran BBM dalam silinder mesin diesel terjadi karena ada penyalaan sendiri (self ignition) BBM yang disemprotkan ke dalam ruang silinder yang berisi udara mampat bersuhu tinggi.putaran tinggi diperlukan BBM yang lebih ringan daripada untuk mesin diesel dengan putaran rendah. 3. Bahan Bakar Gas Bahan bakar gas (1313G) yang digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik umumnya gas bumi. yang akan menimbulkan kerak dalam silinder. yaitu gas yang didapat dari dalam bumi yang berasal dari kantong gas yang hanya berisi 172 . BBM yang akan dibakar dalam silinder mesin diesel perlu disaring terlebih dahulu agar tidak menyumbat pengabut dan juga tidak membawa zat-zat yang tidak dapat terbakar. ialah suhu minimum yang dapat menyalakan suatu BBM. Suhu penyalaan sendiri ini.

61 B). Dalam pembangkitan tenaga listrik. Tetapi pada pemakaian gas. Gas elpiji dalam tabung banyak digunakan sebagai bahan bakar keperluan rumah tangga di Indonesia. antara lain ke Jepang di mana di Jepang digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik. sering digunakan besaran MMSCF. Bahan bakar cair dan bahan bakar gas adalah sama-sama persenyawaan hidrokarbon. di mana yang dimaksud dengan standard di sini adalah dalam keadaan suhu 60F (Fahrenheit) dan tekanan 30 inci air raksa (Hg). Pemakaian bahan bakar gas umumnya dinyatakan dalam standard cubiefoot (SCF). Instalasi pipa pemasok gas harus dilengkapi dengan pengatur tekanan. Di Indonesia.gas yang dalam bahasa Inggris disebut natural gas. Hal ini disebabkan oleh kebocoran gas tidak terlihat oleh mata. ada gas yang dicairkan dalam bejana bertekanan finggi seperti liquefied natural gas (LNG) dan elpiji (liquefied petroleum gas /LPG). atau dari kantong gas yang ada di atas kantong minyak yang dalam bahasa Inggris disebut petroleum gas (lihat Gambar III. katup penyetop pasokan. Karena keadaan di lapangan seringkali tidak sama dengan keadaan standard tersebut di atas. tidak ada tempat penimbunan. maka diperlukan rumus untuk mengkonversikan keadaan lapangan ke keadaan standard: 173 . misalnya bagi PLTU dan PUG. yaitu juta standard cubic foot. Berbeda dengan pada pemakaian bahan bakar padat dan bahan bakar cair. pengukur pemakaian gas. tekanannya sedikit mungkin harus konstan agar tidak menyebabkan nyala gas (lidah api gas) dalam ruang bakar terganggu yang selanjutnya dapat menimbulkan gangguan penyediaan tenaga listrik. pusat-pusat listrik yang menggunakan BBG umumnya dipasok melalui pipa. Pasokan gas bagi pusat listrik. bahaya terjadinya kebakaran paling besar. Hanya saja gas dalam keadaan normal artinya pada sulm dan tekanan udara bebas berada dalam fase gas karena titik didihnya (yang juga titik embunnya) berada jauh di bawah O0C.61 A dan Gambar III. pada pemakaian bahan bakar gas. Pipa pemasok gas adalah milik perusahaan gas atau milik PERTAMINA. saringan serta penangkap air dan kotoran. Agar dapat dengan mudah diangkut dalam jarak yang jauh. Gas LNG dari Indonesia diekspor.

5 yang menggambarkan sifat termodinamika dari uap.Nilai pn bisa didapat dari Tabel III. 174 .

Dari uraian di atas, terlihat bahwa kebutuhan oksigen

O2 untuk pembakaran gas alam

tergantung pada komposisinya. Seperti halnya pada bahan bakar minyak, komponen terbesar pada gas alam seperti terlihat pada Tabel III .6 adalah CH4 (methane) dan gas ini akan terbakar. Dibandingkan dengan batubara dan bahan bakar minyak, sebagai bahan bakar, gas alam relatif lebih bersih karena tidak membawa banyak unsur yang berasal dari dalam tanah yang dapat merusak alat-alat unit pembangkit, seperti silika, belerang, vanadium, kalium, dan natrium. Oleh karena. itu, unit pembangkit termal yang memakai gas bisa mempunyai selang waktu pemeliharaan yang lebih lama dibanding apabila memakai batubara atau memakai BBM. 3.5.2 Turbin Cross Flow Turbin crossflow adalah turbin air yang akhir-akhir ini dikembangkan untuk tinggi terjun antara 3 -10 meter dengan debit air yang besarnya mencapai 30 m3/detik. Konstruksi turbin ini digambarkan oleh Gambar III.63 dan tampak bahwa roda air turbin crossflow panjang yang berfungsi menangkap air yang tedun dari sungai. panjangnya roda air ini tergantung pada banyak sedikitnya air yang akan ditangkap. Dengan konstruksi yang panjang ini, maka bangunan sipil pengarah air menjadi sederhana, tetapi pengaturan daya sulit dilakukan. Oleh karena itu, turbin ini hanya baik untuk beban konstan, misalnya menggerakkan generator asinkron dan paralel dengan sistem besar. Daya yang dihasilkan turbin cross flow terbesar baru berkisar di sekitar 400 M, cocok untuk listrik pedesaan karena konstruksinya yang relatif sederhana. 3.5.3 Perlindungan Katodik (Cathodic Protection) Masalah perlindungan katodik terutama timbul pada instalasi PLTU, yaitu di kondensor, di pipa masuk air pendingin (water intake) dan di dermaga tempat membongkar bahan bakar. Perlindungan katodik ini diperlukan untuk mencegah efek elektrolisis yang terjadi yang bisa menyebabkan bagian-bagian instalasi menjadi keropos. Efek elektrolisis ini terjadi karena adanya zat yang dalam hal ini air (pendingin) yang menempel pada bagianbagian instalasi dengan suhu yang berbeda sehingga timbul beda potensial antara bagian-bagian instalasi yang selanjutnya menimbulkan arus listrik. Gambar III.64 menggambarkan efek elektrolisis yang timbul dalam sebuah kondensor PLTU. Air pendingin yang keluar dari kondensor mempunyai suhu t 2 yang lebih tinggi daripada suhu air pendingin yang masuk kondensor, yaitu t1. Dinding kondensor yang kanan, yaitu bagian yang terkena air yang bersuhu t2 akan lebih banyak melepas elektron bebasnya daripada

175

dinding kiri yang bersentuhan dengan. air masuk yang bersuhu t1. Akibatnya, dinding kanan mempunyai potensial listrik yang lebih positif dari pada dinding kiri. Selanjutnya arus listrik akan mengalir dari dinding kanan ke dinding kiri melalui dinding atas dan bawah kondensor. Di dalam air (pendingin) yang ada dalam kondensor, arus listrik mengalir dari kiri ke kanan. Hal ini menyebabkan ion-ion Fe+ mengalir dari dinding kiri ke dinding kanan. sehingga timbul efek elektrolisis. Ion-ion Fe+ ini sebagian ada yang mengalir dan menempel pada pipa-pipa kondensor yang terbuat dari tembaga, karena tembaga lebih banyak melepas elektron bebas ke dalam air daripada besi sehingga potensial listriknya menjadi lebih positif daripada besi.

Efek elektrolisis tersebut di atas lama kelamaan menyebabkan menipisnya dinding kiri dan menebalnya dinding kanan. Begitu pula pipa-pipa tembaga akan menebal karena ditempeli besi yang berasal dari aliran ionion Fe+. Penipisan dinding kiri dari kondensor lama kelamaan dapat merusak dinding tersebut karena menjadi keropos. Di lain pihak, penebalan/pelapisan pipa-pipa kondensor yang terbuat dari tembaga dengan besi akan mengurangi daya hantar panasnya karena besi mempunyai daya

176

hantar yang lebih rendah daripada tembaga. Hal ini selanjutnya akan menurunkan kapasitas pendinginan dari kondensor tersebut. Untuk mencegah terjadinya efek elektrolisis yang tidak menguntungkan seperti tersebut di atas, maka dipasang rangkaian listrik perlindungan katodik seperti ditunjukkan oleh Gambar III.64. Prinsip keda rangkaian ini adalah menyuntikkan arus listrik searah yang arahnya berlawanan dengan arah arus listrik yang menyebabkan timbul efek elektrolisis. Rangkaian ini menggunakan pelat pelindung katodik yang dikorbankan karena akan terimakan dalam proses elektrolisa yang terjadi. Jika pelat pelindung katodik ini habis terelektrolisis, pelat ini dapat diganti dengan yang baru. Selain gaya gerak listrik (GGL) yang timbul antara dinding kanan dan kiri dalam kondensor seperti uraian tersebut di atas, masih ada gaya gerak listrik lain yang terjadi, yaitu GGL kontak antara pipa tembaga dengan dinding besi tempat pipa tembaga tersebut dipasang. GGL kontak ini lebih besar di sebelah kanan dari pada di sebelah kiri, karena suhu di sebelah kanan (t 2) lebih besar dari pada suhu di sebelah kiri (t1). GGL kontak ini akan menimbulkan arus listrik yang bersirkulasi dari ujung pipa tembaga kanan ke dinding besi kanan tempat pipa ini dipasang, ke dinding besi atas dan bawah, ke dinding kiri tempat pipa tembaga ini dipasang, ke ujung pipa tembaga di tempat di mana dipasang, yaitu di dinding kiri terus melalui pipa tembaga kembali ke ujung kanan dari pipa tembaga tempat di mana menempel pada dinding besi.

Persoalan proteksi katodik juga timbul pada instalasi pemasukan air pendingin (water intake) PLTU maupun PLTD dan juga di dermaga tempat pembongkaran bahan bakar.
177

Pada pipa yang panjang dan ditanam dalam tanah serta mengalirkan air masalah efek elektrolisis seperti tersebut diatas bisa juga tejadi, mengingat suhu dan situasi kimia di sepanjang pipa tidak sama sehingga bisa timbul beda potensial listrik antara bagian-bagian pipa. P adalah pelat pelindung katodik. Suhu t2 > t1 dapat terjadi apabila aliran air pendingin atau karena posisi tiang yang berbeda terhadap sinar matahari. 3.5.4 Pemadam Kebakaran Bahaya kebakaran pada pusat-pusat listrik termis relatif besar, karena adanya bahan bakar dalam jumlah besar yang mudah terbakar. Kebakaran pada dasarnya adalah suatu reaksi kimia dengan oksigen (O2). Kebakaran hanya bisa terjadi kalau: a. Ada bahan yang bisa terbakar (fuel) b. Tercapai suhu yang cukup tinggi, yaitu suhu titik nyala dari bahan yang akan terbakar (ignition source). c. Ada oksigen yang cukup untuk terjadinya kebakaran (oxygen). Untuk mencegah terjadinya kebakaran, maka tiga unsur tersebut di atas (yang sering disebut "segitiga bahaya" (hazard triangel) harus dicegah agar tidak timbul secara bersamaan. Apabila sampai terjadi kebakaran, maka alat pemadam kebakaran umumnya berfungsi menghilangkan unsur b dan unsur c. Menghilangkan unsur b, yaitu suhu yang tinggi, dilakukan dengan cara menyemprotkan air. Sedangkan untuk menghilangkan oksigen, dapat dilakukan dengan cara, menyemprotkan serbuk kimia yang akan mengisolir (mengurung) api terhadap oksigen, atau dapat juga dilakukan dengan menyemprotkan gas CO2 untuk mengusir oksigen yang bertemu dengan api. Pada pusat-pusat listrik, umunmya dipasang instalasi pemadam kebakaran yang akan menyemprotkan air atau menyemprotkan gas CO2+ yang tergantung pada jenis bahan yang menimbulkan kebakaran. Apabila kebakaran ditimbulkan oleh cairan yang mudah terbakar (bensin, minyak, dan lain-lain). Air tidak dapat digunakan karena pembanjiran tempat kebakaran dengan air akan menyebarkan cairan yang sedang terbakar tersebut sehingga api makin meluas. Bentuk kebakaran seperti ini (kebakaran kelas B) yang terbaik adalah pemadam kimiawi kering (bubuk) disusul oleh CO2. Apabila kebakaran terjadi pada bagian-bagian listrik yang bertegangan (kebakaran keluar Q air tidak juga dapat digunakan karena air dapat menghantar listrik; pada keadaan ini pun CO2 dan pemadam kimiawi kering (bubuk) adalah pemadam yang
178

terbaik. Untuk kedua jenis kebakaran ini, pemadam kimiawi kering (bubuk) adalah yang terbaik karena di samping menyelungkupi nyala api agar tidak berkontak dengan oksigen udara, penyelungkupan ini juga melindungi petugas pemadam dari radiasi panas nyala api. Melakukan langkah-langkah untuk mencegah kebakaran adalah lebih baik daripada memadamkan kebakaran adalah: 1. Menjauhkan bahan yang mudah terbakar, misalnya bahan bakar dari suhu yang tinggi. Tangki bahan bakar minyak atau minyak pelumas, terutama apabila ditaruh di tempat yang tinggi harus diperhatikan agar bocorannya atau luapannya tidak menyentuh atau mengenai sesuatu yang bersuhu tinggi, niisalnya pipa gas buang atau pipa uap. 2. Timbunan batu bara harus secara teratur dibalik dan disemprot air untuk mencegah terjadinya penyalaan sendiri (self ignition). 3. Dilarang keras merokok di sekitar instalasi bahan bakar, terutama instalasi bahan bakar gas. 4. Kontak-kontak dan sambungan listrik harus tertutup rapat pada instalasi bahan bakar. yang sudah terjadi. Langkah-langkah pencegahan ini antara, lain

5. Dilarang keras melakukan pekerjaan las pada instalasi bahan bakar yang belum dikosongkan. 6. Instalasi bahan bakar harus dilindungi terhadap sambaran petir. 7. Alat-alat proteksi dari instalasi listrik perlu diuji secara periodik agar pasti berfungsi apabila terjadi gangguan hubung singkat sehingga tidak timbul kebakaran. Personil pusat listrik harus secara periodik dilatih memadamkan kebakaran sehingga jika sampai terjadi kebakaran, kebakaran tersebut dapat segera dipadamkan. Alat-alat pendeteksi terjadinya kebakaran harus diuji secara periodik sehingga terjadinya kebakaran dapat diketahui sedini mungkin. Selain instalasi pemadam kebakaran yang terpasang

179

derajat (0F) Fahrenheit. sedangkan viskositas dinamik diukur dalam Poise (P).5. Spesifikasi ini antara lain: 1. Viskositas kinematik diukur dalam Stokes (St). 3. Titik Bakar (Ignition Point) Titik bakar adalah suhu terendah di mana pada kondisi cukup oksigen. derajat (0F) Fahrenheit. Titik Nyala (Flash Point) Titik nyala adalah suhu terendah minyak harus dipanaskan agar menghasilkan uap secukupnya untuk bercampur dengan udara dan dapat menyala (flamable) bila dilewati angka api kecil. Kebakaran-kebakaran yang terjadi di pusat listrik. 3.pada bangunan. Titik bakar minyak baik BBM maupun minyak perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan suhu. antara lain disebabkan oleh adanya minyak pelumas atau BBM yang bocor atau meluap dari tangkinya. Satuan titik bakar adalah derajat (0C) Celcius atau derajat (0F) Fahrenheit. harus tersedia pula alat-alat pemadam kebakaran yang mobile yang dapat dipindahkan ke tempat yang memerlukannya setiap saat. Viskositas (viscosity) Viskositas kinematik BBM (cairan) menggambarkan kekentalan BBM dan hal ini berkaitan dengan tahanan yang dialaminya apabila mengalir melalui pipa atau lubang kecil. 4. minyak masih dapat dituang. Apabila suhu ruangan penyimpanan mencapai titik bakarnya. masih ada lagi beberapa spesifikasi bahan bakar terutama bahan bakar minyak (BBM) yang sering diperlukan dalam praktik. Sering digunakan centistokes (cSt) = 1072 Stokes. Titik Tuang (Pour Point) Titik tuang minyak (cairan) adalah suhu terendah di mana. kemudian mengenai asbes isolasi pembalut pipa gas buang PLTD atau pipa uap PLTU yang suhunya mencapai titik bakar minyak 180 yang disimpan tersebut akan menyala sendiri dan menimbulkan . Satuannya adalah derajat (0C) Celcius atau. ruangan tempat penyimpanannya. Sebagai contoh pemakaian BBM marine fuel oil (MFO) memerlukan pemanasan terlebih dahulu untuk mengurangi viskositas kinematiknya sebelum bisa digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel agar tidak menyumbat pengabut mesin diesel bersangkutan.5 Beberapa Spesifikasi Bahan Bakar Selain calorific value (nilai kalori). Hal ini diperlukan di daerah beriklim dingin dalam kaitan dengan keperluan menuang BBM atau pelumas di mana satuannya adalah dalam derajat (0C) Celcius atau. maka minyak kebakaran. Viskositas dinamik BBM adalah viskositas kinematik kali massa jenis BBM. pembakaran spontan terjadi. 2.

start pembangkit listrik dilakukan dengan menggunakan BBM karena suhu ruang bakar masih rendah. Titik Api (Fire Point) Titik api adalah suhu terendah minyak yang harus dipanaskan untuk menghasilkan uap secukupnya agar bercampur dengan udara dan dapat terbakar selama paling sedikit 5 detik. tetapi hal ini sudah membahayakan. Pada motor diesel bahan bakar diharapkan agar menyala sendiri (tanpa busur listrik dari busi) saat mencapai akhir langkah kompresi. Satuan angka oktan adalah persen (%). Makin tinggi angka oktannya.yang mengenainya sehingga minyak tersebut menyala sendiri dan menimbulkan kebakaran dalam pusat listrik. 5. Titik bakar batubara lebih tinggi dari pada fitik bakar BBM. Oleh karena itu. derajat (0F) Fahrenheit. Angka Oktan (Octane Number) Angka oktan adalah angka yang menggambarkan banyaknya dalam persentase (%) volume isooctane dalam campuran yang terdiri dari isooctane dan n-heptane yang tidak menimbulkan letupan (knock) pada minyak bakar yang diuji dalam ruang kompresi sebuah silinder motor bakar. . makin tinggi perbandingan kompresi yang digunakan. penyalaan kabut BBM dalam silinder dilakukan menggunakan busur listrik dari busi sehingga dapat digunakan bahan bakar dengan angka oktan tinggi yang tidak akan menyala sebelum ada loncatan busur listrik dari busi. Satuan titik api adalah derajat (0C) Celcius atau. Angka oktan beberapa BBM adalah Bensin 80-85 Premium 95-98 Super 99-100. makin efisiensi motor bakar yang didapat. dapat digunakan BBM yang lebih murah daripada BBM motor bensin. 7. maka makin tinggi perbandingan kompresi silinder motor bakar yang bisa digunakan. Uji Ketergilingan (Grindability Test) Uji ketergilingan adalah pengujian untuk menentukan tingkat ketergilingan relatif atau kemudahan menghancurkan batubara yang sedang diuji dengan membandingkannya terhadap batubara standar. Angka oktan = 70 berarti pada bahan bakar yang mempunyai angka oktan ini 70 % volumenya adalah isooctane dan 30 % volumenya adalah nheptane. walaupun penyalaan minyak yang terjadi belum stabil. Pada motor bensin. 181 Oleh karena itu. Dari tinjauan termodinamika. 6. paling sedikit 5 detik. Suhu ini juga perlu diperhatikan seperti halnya titik bakar.

BAB IV KESIMPULAN 182 .Hasil dari uji ketergilingan ini menggambarkan tingkat kekerasan batubara yang diperlukan untuk membuat desain mesin giling batubara. pada PLTU.

dan apakah sebaiknya peralatan atau mesin yang rusak 183 . yaitu: a) Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance). Pada persoalan teknis yang perlu diperhatikan adalah tindakan apa yang harus dilakukan untuk memelihara atau merawat dan atau memperbaiki/mereparasi mesin atau peralatan yang rusak. Menjaga investasi. Jenis-jenis pemeliharaan yang dapat dilakukan oleh bagian maintenance. Jenis pemeliharaan terdiri dari dua macam.1 Pemeliharaan Pemeliharaan adalah kegiatan untuk menjaga atau memelihara fasilitas dan atau peralatan serta mengadakan perbaikan atau penyesuaian dan atau mengganti yang diperlukan sehingga terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan. Masalah atau persoalan dalam pemeliharaan meliputi persoalan teknis dan persoalan ekonomis. diperbaiki atau diganti. Pada persoalan teknis: apakah sebaiknya dilakukan preventive maintenance atau corrective maintenance. dan mempertahankan umur ekonomis. dan b) Pemeliharaan perbaikan (corrective atau breakdown maintenance). serta alat-alat atau komponen apa saja yang harus dibutuhkan dan harus disediakan agar tindakan pada pekerjaan pemeliharaan atau merawat dan atau memperbaiki mesin atau peralatan yang rusak dapat dilakukan. meliputi: a) Pemeliharaan bangunan b) Pemeliharaan peralatan bengkel c) Pemeliharaan peralatan elektronika d) Pemeliharaan untuk tenaga pembangkit e) Pemeliharaan penerangan dan ventilasi f) Pemeliharaan material handling dan pengangkutan g) Pemeliharaan halaman dan taman h) Pemeliharaan peralatan service i) Pemeliharaan peralatan gudang Pemeliharaan peralatan diperlukan untuk mempertahankan efisiensi. mempertahankan keandalan. Khusus untuk pusat pembangkit listrik. bagian-bagian peralatan yang memerlukan pemeliharaan terutama adalah: apakah sebaiknya peralatan yang rusak diperbaiki di dalam perusahaan atau di luar perusahaan.4.

c) Kontak-kontak listrik dalam sakelar serta klem-klem penyambung listrik. melputi: . seperti: penukar panas (heat exchanger) cran ketel uap. e) Harus ada catatan. meliputi: • • • • • • • Kegunaan dari mesin atau peralatan Kapasitas mesin pada waktu atau umur tertentu Cara memakai atau mengoperasikan mesin dan atau peralatan Cara memelihara dan memperbaiki mesin dan atau peralatan Usaha-usaha yang harus dilakukan dalam pemakaian dan pemeliharaan mesin pada waktu mesin berumur tertentu Penggunaan mesin dan atau peralatan harus sesuai dengan fungsi atau kegunaan Cara-cara kegiatan teknis pemeliharaan dan perbaikan yang harus dilakukan pada mesin tersebut Syarat-syarat yang diperlukan agar pekerjaan bagian pemeliharaan dapat efisien adalah: a) Harus ada data mengenai mesin dan peralatan yang dimiliki perusahaan. Tugas kegiatan pemeliharaan meliputi: a) Inspeksi (Inspection) b) Kegiatan teknik (engineering) c) Kegiatan produksi (production) d) Kegiatan adminstrasi (clerical work) e) Pemeliharaan bangunan (housekeeping) Pelaksanaan pemeliharaan fasilitas dan peralatan memerlukan: a) Berpedoman pada petunjuk peralatan atau mesin (manual book). b) Bagian-bagian yang mempertemukan zat-zat dengan suhu yang berbeda. c) Harus ada surat tugas yang tertulis.a) Bagian-bagian yang bergeser. Usaha-usaha untuk menjamin kelancaran kegiatan pemeliharaan adalah: 184 b) Dengan berpedoman kepada buku petunjuk. dan engselengsel. d) Harus ada persediaan alat-alat/sparepart. f) Harus ada laporan. cincin pengisap (piston ring). pengawasan dan análisis. seperti: bantalan. b) Harus ada perencanaan (planning) dan jadwal (scheduling).

d) Usaha-usaha untuk menjadikan para pekerja pada bagian pemeliharaan sebagai suatu komponen dari mesin dan atau peralatan yang ada BAB I PENDAHULUAN 1.a) Menambah jumlah peralatan para pekerja bagian pemeliharaan. adalah suatu alat yang memungkinkan perpindahan panas dan bisa berfungsi 185 . c) Diadakannya suatu cadangan di dalam suatu sistem produksi pada tingkat-tingkat yang kritis (critical unit).1 Gambaran Umum Penukar panas atau dalam industri kimia populer dikenal dengan istilah heat exchanger (HE). b) Menggunakan suatu preventive maintenance.

industri gas alam.sebagai pemanas maupun sebagai pendingin. Biasanya. pabrik kimia maupun petrokimia. Salah satu contoh sederhana dari alat penukar panas adalah radiator mobil di mana cairan pendingin memindahkan panas mesin ke udara sekitar. Pertukaran panas terjadi karena adanya kontak. yang dipisahkan antara satu dengan lainnya oleh sekat-sekat lunak. Pelat-pelat ini dipersatukan oleh suatu perangkat penekan 186 . medium pemanas dipakai uap lewat panas (super heated steam) dan air biasa sebagai air pendingin (cooling water). refrigerasi.1 Pengertian Plate Heat Exchanger adalah salah satu jenis alat penukar panas yang terdiri atas paket pelat-pelat tegak lurus bergelombang atau dengan profil lain. Beberapa jenis penukar panas :  Shell and Tube Heat Exchanger  Double Pipe Heat Exchanger  Spiral Heat Exchanger  Plate Heat Exchanger BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Penukar panas dirancang sebisa mungkin agar perpindahan panas antar fluida dapat berlangsung secara efisien. baik antara fluida terdapat dinding yang memisahkannya maupun keduanya bercampur langsung begitu saja. pembangkit listrik. Penukar panas sangat luas dipakai dalam industri seperti kilang minyak.

187 . pelat-pelat yang dibentuk sesuai kebutuhan dan umumnya terbuat dari baja (stainless steel type 304.dan jarak antara pelat-pelat ditentukan oleh sekat-sekat tersebut. sedangkan media yang lain karena adanya sekat mengalir melalui ruang antara disebelahnya. Gambar Plate Heat Exchanger PHE yang banyak dijumpai di industri adalah type: • Glue type Tipe glue ini memerlukan lem untuk memasang gasket pada plat PHE. Dalam hal itu hubungan ruang yang satu dan yang lainnya dimungkinkan. Plate Heat Exchanger biasanya berukuran lebih kecil bila dibandingkan Shell and Tube Heat Exchanger yang memiliki kapasitas yang sama. Melalui dua di antara lubang-lubang ini media yang satu disalurkan masuk dan keluar pada satu sisi. Lem yang digunakan hendaknya ialah lem yang mempunyai ketahanan terhadap panas yang baik. Karena setiap pelat memiliki luas permukaan yang sangat besar. Sehingga bila dibandingkan dengan Shell and Tube Heat Exchanger yang ukurannya sama. Sehubungan dengan koefisienan transfer panas yang tinggi dari pelat. 317) atau logam lainnya. 316. Plate Heat Exchanger memiliki kemampuan untuk mentransfer panas lebih banyak. maka dihasilkan daerah terjadinya transfer panas yang sangat besar pula. Pada setiap sudut dari pelat yang berbentuk empat persegi panjang terdapat lubang.

Klasifikasi alat penukar panas 1. sehingga dalam pemasangannya cukup menancapkan clip-clip tersebut ke lubang yang terdapat pada plat. dengan media • Pertukaran Panas tidak langsung Memungkinkan terjadinya perpindahan panas dari satu cairan fluida ke fluida lain melalui dinding pemisah.• Clip type Luar gasket tipe ini terdapat clip-clip. Berdasarkan kontak antara bahan atau fluida • Pertukaran panas langsung Bahan yang dipanaskan atau yang didinginkan dikontakan langsung pemanas atau pendingin. Pemasangan gasket tipe ini lebih mudah dan ringkas jika dibandingkan dengan tipe glue. 188 .

2 Bagian-Bagian dari Plate Heat Exchanger 1. Gasket terbuat dari karet (non logam) atau bahan yang biasa digunakan adalah nitrile dan ethylene propylene rubber (EPR/EPDM) • • Nitrile Nitrile : -400F . Berdasarkan arah aliran • • • • Penukar panas satu lintas (single-pass) Penukar panas aliran searah (parallel-flow) Penukar panas berlawanan arah (Counter-flow) Penukar panas aliran lintang (Cross-flow) 2.2500F untuk temperatur tinggi 189 .2500F untuk temperatur rendah : -400F .1.

berfungsi sebagai tempat mengatur fluida serta tempat terjadinya pertukaran panas antara fluida panas dengan fluida dingin. 1. Pelat penekan (Compression Plate) terbuat dari logam yang berfungsi sebagai penekan pelat agar pada saat operasi alat berjalan tidak ada rongga didalam aliran fluida agar tidak terjadi kebocoran.s fungsi gasket ini adalah sebagai perekat alat atau pengatur aliran fluida. Pelat (plates). Tipe Pelat 190 . umumnya berukuran 0. hal ini dikarenakan bentuk dari pelat tersebut yang bergerigi sehingga pertukaran panas dapat berlangsung secara cepat.0.4 .• EPR/ EPDM : -800F – 3000 F sangat tahan terhadap air yang sangat panas dan uap serta memiliki ketahanan yang baik untuk kompresi atau volume yang besar. Fluida pada pelat ini mengalir secara turbulen.6 mm terbuat dari stainless steel atau titanium dan terdapat pada berbagai macam susunan yang berombak-ombak. sehingga antara fluida yang satu dengan fluida yang lain tidak mengalami kontak secara langsung yang menyebabkan kebocoran. Makin banyak pelat tekanan makin besar. 2.

Mempunyai pembatas. dan menurunkan tekanan. gerak putaran (turbulen). dan penurunan tekanan yang lebih sedikit dibandingkan pola vertical 3. Guide Bars. penggunaan pola pelat ini biasanya ditujukan untuk hasil pemanasan dan penurunan tekanan yang lebih optimal. sehingga menyebabkan banyak gerakan putaran (turbulen). termasuk salah satu pola pelat yang sering digunakan karena mempunyai banyak pembatas untuk mengalir. Horizontal. 4. perpindahan panas dengan kecepatan tinggi. 191 . terbuat dari logam dan berfungsi menjaga pelat agar tetap stabil 5. berupa baut pelat baja yang digunakan untuk menekan pelat dan frame 6. Pelat penyangga tetap (fixed frame). juga merupakan pola yang sering digunakan. berupa batang yang terbuat dari carbon steel atau stainless steel yang mendukung dan menjaga agar pelat berjajar secara rapi. 2.1. Combination. Vertical. Alat penekan (Compression Bolt).

merupakan bagian yang dilapisi oleh frame carbon steel yang melekat pada kumpulan pelat yang ditekan. (Bagian depan dan kepala bagian belakang). 2.7. Front and Rear Heads .3 Sistem Kerja dari Plate Heat Exchanger 192 .

Cairan panas yang melintasi bagian bawah head dialirkan ke atas melintas diantara setiap plae genap sementara cairan dingin pada bagian puncak head dialirkan turun diantara plat-plat ganjil. sehingga aliran pengeluaran medium pemanas akan berada diatas. Pelat yang dialiri produk tidak akan dialiri oleh komponen lain. sehingga aliran keluaran produk akan berada dibawah. Dimana pelat yang telah tersusun ini akan secara bergantian mengalirkan produk dan medium pemanas.Produk akan dipanaskan dan masuk kedalam suatu larutan yang kemudian akan mengalir pada sebuah pelat. sedangkan medium pemanas akan masuk melalui saluran yang berkebalikan dari produk. yaitu masuk melalui saluran bawah dan mengalir ke atas melewati pelat. Pada umumnya produk akan masuk melalui saluran atas dan mengalir kebawah melewati pelat. sehingga produk akan cepat memanas karena tertekan oleh pelat 193 . Arah aliran yang berlawanan ini dimaksudkan agar proses pemanasan dapat lebih cepat berlangsung. Arah aliran produk dan medium pemanas di dalam pelat biasanya berbeda atau boleh dikatakan mengalir secara berlawanan. Produk yang mengalir pada suatu pelat akan terhimpit oleh medium pemanas dengan arah aliran yang berbeda. Proses pemanasan ini terjadi dengan adanya medium pemanas yang mengalir pada saluran dan pelat yang lainnya.

Untuk welded PHE ( module ): vakum to 32 bar 2. • • • .yang mengalirkan medium pemanas.Untuk gasket working pressure: vakum to 25 bar .6 Kelebihan PHE 194 .03 m2 sampai dengan yang paling besar yaitu 1500 m2. Sedangkan pada rangkaian paralel produk dan medium pemanas akan masuk dan keluar melewati bagian yang berbeda. Pada rangkaian seri produk yang masuk dan keluar akan melewati ports pada bagian front head yang sama. baik itu seri maupun paralel. Paduan nikel Laju alir maksimum fluida yang diizinkan terbatas hingga 2500 m3/jam. 2. Saluran pengeluaran medium pemanas dan produk ada dua macam tergantung dari rangkaian pelat yang digunakan. Working pressure recomended for Gasketed PHE & Welded PHE. yaitu masuk melewati ports pada bagian front head dan keluar melalui ports pada bagian belakangnya.5 hingga 5 mm.5 Prinsip Alat Ukur PHE • • • Alat ukur laju alir Alat ukur tekanan Alat ukur suhu 2. Material palate antara lain Stainless steel.4 Komponen PHE • • • Plate Frame Gasket a. • Luas permukaan plate & frame bervariasi dari yang paling kecil sebesar 0. Plate dan Frame • Pelat dari Heat Exchanger ini normalnya memiliki ketebalan berkisar antara 0.5 hingga 3 mm dan jarak antara tiap pelat antara 1. Produk yang telah menjadi panas dan medium yang telah mengalir pada suatu pelat akan mengalir keluar.Titanium.

Mudah dirawat dan dibersihkan Mudah dibongkar dan dipasang kembali ketika proses pembersihan Waktu tinggal media sangat pendek Dapat digunakan untuk cairan yang sangat kental (viskos) Plate and Frame lebih fleksibel. dan logam lainnya) Aliran turbulensinya mengurangi peluang terjadinya fouling dan sedimentasi • • • • • • • 2. Plate and Frame Heat Exchanger tidak sesuai digunakan untuk tekanan lebih dari 30 bar. dapat dengan mudah pelatnya ditambah Ukuran yang lebih kecil dapat mengurangi biaya dalam segi bahan (Stainless Steel.sehingga perpindahan panas yang efisien.7 Kekurangan PHE • Pelat merupakan bentuk yang kurang baik untuk menahan tekanan. Pemilihan material gasket yang sesuai sangatlah penting Maksimum temperatur operasi terbatas hingga 250 oC dikarenakan performa dari material gasket yang sesuai.Titanium. • • BAB III 195 .• Mempunyai permukaan perpindahan yang sangat besar pada volume alat yang kecil.

Pastikan operator selalu menggunakan alat pelindung diri (alat keselamatan kerja) untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan. dirikanlah PHE dengan perlahan-lahan dan hatihati dengan menggunakan tali yang kuat.1 Cara mengangkut dan mendirikan PHE Plate heat exchanger (PHE) merupakan apparatus yang berat. Melihat model dan dimensinya.  Penyebab : Viskositas 196 . Juga tidak dibenarkan mengangkut PHE langsung dari bagian bawah PHE dengan forklift karena beresiko jatuh atau terjadi kerusakan pada permukaan PHE. 3.PEMBAHASAN 3.2 Perawatan Umum 1. Jika pressure drop naik pada PHE  Penyebab : Ada kotoran dalam PHE (PHE tersumbat) Tindakan: – – – Bersihkan pipa-pipa sebelum start up Bersihkan plate (jika kejadiannya setelah proses berjalan) Media yang masuk PHE perlu diberi filter. Jika PHE dikirim dalam kondisi tergeletak. pengangkutan PHE harus dilakukan dengan cara digantung baik dengan alat gantung cukup kuat seperti crane dan forklift. jangan gunakan alat kasar atau keras seperti rantai karena akan merusak permukaan PHE. Gunakan tali untuk menggantunya.

Tindakan: Hindari terjadinya tekanan mendadak dengan mengatur sistem sebaik mungkin.  Penyebab: Terbloknya aliran dalam HE.  Penyebab : Kesalahan koneksi terhadap sistem perpipaan Tindakan: Check koneksi dan sesuaikan dengan drawing  Penyebab: Akumulasi secondary media di dalam HE (seperti oli. jika perlu ganti dengan material lain yang lebih baik. 1. 1.  Penyebab: Aliran terlalu tinggi/cepat. Tindakan: Ganti gasket. dan non-condensable gas) Tindakan: Buat alat yang sesuai untuk mengalirkannya. seperti serpihan plastik Tindakan: – – Bersihkan plate Media yang masuk PHE perlu diberi filter.Tindakan: – – Check viskositas dan jika perlu setel sesuai desain. Tindakan: Setel dan sesuaikan. Check apakah temperature turun sampai dibawah temperature desain  Penyebab : Kesalahan koneksi pada sistem perpipaan Tindakan: Check koneksi dan sesuaikan dengan drawing. Kebocoran  Penyebab: Tekanan dalam HE melebihi tekanan ijin. Alat ini bisa berupa oil drainage yang dibuka dalam periode tertentu sesuai dengan keadaan. membuka dan menutup sistem dengan smooth. Tindakan: Kurangi tekenan sesuai dengan set point.  Penyebab: Kuantitas aliran terlalu besar Tindakan: Atur kuantitas aliran dengan benar.  Penyebab: shock pressure/tekanan mendadak. Menurunnya kapasitas HE  Penyebab: PHE terkotori/tersumbat oleh kotoran dari luar.  Penyebab: Rusaknya gasket karena pengaruh serangan medium. 197 . Tindakan: – – Bersihkan plate Beri saringan/filter.

 Penyebab: Koneksi tidak sesuai Tindakan: Check dan sesuaikan dengan drawing. b. Pemeriksaan dan penggantian gasket c. Tercampurnya media  Penyebab: Plate tidak terinstall dengan benar Tindakan: Install plate sesuai panduan. 1.1.  Penyebab: Korosi Tindakan: – – Cari penyebab korosi dan ganti plate baru Ganti dengan plate yang dengan material yang tahan korosi. Melebihi ukuran minimum dimensi ini bisa berakibat rusaknya plate dan membutuhkan waktu dan biaya tambahan yang yang harus ditanggung oleh pemilik. Pembersihan plate d. Pembersihan saluran cairan e. Pengencangan baut BAB IV KESIMPULAN 198 . Perawatan komponen a. Plate Minimum dimensi paket plate harus dijaga supaya tidak berubah.

Plate Heat Exchanger merupakan salah satu jenis heat exchanger yang memiliki berbagai kelebihan dibanding heat exchanger yang lain. kebocoran dan kerusakan lainnya. Plate-plate dalam PHE ini dapat dipasang dan dibongkar dengan mudahnya sehingga dalam perawatannya mun mudah. Hal ini harus langsung ditangani dengan baik agar alat dapat digunakan kembali. Namun perlu diperhatikan jika terjadi kenaikan pressure drop. Salah satu kelebihannya adalah permukaannya yang luas sehingga perpindahan panas yang terjadi semakin besar walaupun volumenya yang sangat kecil. BAB I PENDAHULUAN 199 .

Secara umum reboiler merupakan alat penukar panas yang digunakan untuk menyediakan aliran panas untuk destilasi dan proses-proses lainnya yang serupa. namun reboiler sebagai suatu sistem memerlukan peralatan tambahan lebih daripada sekedar Heat Exchanger sebagai instrumen. dan yang sejenisnya). misalnya sistem heat exchanger dan sistem kolom (destilasi. Kedua sistem itu terhubung menjadi sebuah sistem reboiler dengan adanya pengembalian fluida (panas) ke dalam kolom dari reboiler. evaporasi. ruang yang tersedia 2. sehingga reboiler tidak dapat berdiri sendiri. Reboiler identik dengan Heat Exchanger Sheel and tube. Pendekatan proaktif dari optimasi mekanik dan perlakuan kimiawi dan monitoring direkomendasikan untuk meminimasi deposit dan korosi dan memaksimalkan ketahanan sistem dan efisiensi energi. kecenderungan untuk pencemaran 5. temperature yang diperlukan Reboiler ialah Heat Exchanger yang secara tipikal dipasang pada kolom distilasi. 200 . Prinsip kerja reboiler pada dasarnya sama dengan Heat Exchanger secara umum. temperature yang tersedia 6.1. Reboiler terdiri atas beberapa sistem yang berhubungan. karena reboiler terletak jauh terpisah dari boiler utama (atau power house). dimana uap tersebut berfungsi sebagai media untuk proses pemisahan.Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan reboiler: 1.1 Gambaran Umum Reboiler merupakan suatu alat yang digunakan untuk merubah fasa cair menjadi fasa uap. fraksi dari cairan dimenara yang diuapkan 4. Reboiler adalah salah satu bagian integral proses produksi. konsekuensinya. jumlah pekerja yang diperlukan 3. tetapi bukan merupakan bagian dari sistem steam. umunya perhatian yang ditujukan pada reboiler lebih kecil bila dibandingkan dengan boiler utama hingga sebuah kegagalan terjadi. Reboiler menghasilkan uap untuk separasi distillasi fraksional seperti kondenser menhasilkan refluks liquid yang mana dikembalikan ke kolom distillasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bagian-bagian Reboiler Heat Exchanger Secara umum. bagian-bagian dari suatu sistem reboiler ialah sebagai berikut: 201 .

Di tempat ini. 202 . Skematik tiga dimensi shell and tube Heat Exchanger secara umum • Berfungsi sebagai wadah untuk menampung cairan yang akan dipanaskan. • Sumtank adalah alat yang berfungsi untuk menampung cairan yang akan dipanaskan. Di tempat ini sebagian cairan akan dipanaskan dan akan bercampur dengan cairan yang masih dingin sehingga akan terjadi homogenitas panas dalam cairan tersebut.Skematik dari bagian-bagian umum reboiler (penomoran sesuai dengan urutan bagian-bagian reboiler). sebagian cairan akan dipanaskan bercampur dengan cairan yang lebih dingin sehingga akan terjadi homogenitas termal.

) untuk memperkecil kerusakan seperti karatan. untuk mampu memindahkan panas dengan baik. • Baffle. ekstraksi.1 Pemilihan Material Seperti pada tabung shell and tube Heat Exchanger. corrosion-resistant (tahan korosi). Semua kebutuhan ini memerlukan pemilihan hati-hati dari kekuatan. • Pipa keluaran umumnya berhubungan langsung dengan system-sistem proses seperti destilasi. material tabung perlu mempunyai daya hantar termal baik. khususnya metal. yang berkenaan dengan panas selama operasi. Oleh karena kecenderungan dari material tabung yang berkenaan dengan panas memperluas dengan cara yang berbeda pada berbagai temperatur. Aliran dingin dari steam dialirkan melalui pipa ke dalam tube sedangkan steam masuk ke dalam shell sehingga akan terjadi perpindahan panas dari steam ke cairan dingin. Efisiensi dipengaruhi kecepatan dari perpindahan panas pada shell and tube exchanger. 2. dan lain-lain. berfungsi mengarahkan aliran fluida yang tegak lurus di pipa sehingga menambah kecepatan fluida dan memperbaiki kecepatan perpindahan panas. • Pompa sentrifugal yang berfungsi memompa cairan dari sumtank (bawah) ke shell and tube (atas) sehingga cairan tersebut memiliki kecepatan dan head tertentu.1. Pilihan material tabung yang buruk bisa mengakibatkan suatu kebocoran suatu tabung antara sisi tube dan shell yang menyebabkan fluid cross-contamination dan mungkin hilangnya tekanan. ada suatu perbedaan temperatur antar jarak dari tabung. Material tabung juga harus kompatibel dengan fluida yang mengalir pada sisi tube dan shell untuk periode lama di bawah operasi kondisi-kondisi (temperatur. pH. dll. tipe-tipe Shell and tube heat exchanger 203 . Sedangkan pipa keluaran sumtank di laboratorium dibuat dari kaca sehingga memudahkan praktek dalam melihat proses yang terjadi. material tabung mutu tinggi.• Shell and tube exchanger merupakan tempat kontak cairan dingin dengan steam. tekanan. thermally-conductive (konduktif secara termal). Sebab panas ditransfer dari suatu sisi panas kepada suatu sisi dingin melalui tabung.

jika kita tempatkan didalam shell. Hal ini akan mengurangi biaya material yang mahal.2 Menentukan letak cairan dalam tube atau shell 1) Corrosion : fluida yang lebih korosif harus ditempatkan didalam tube.1. Dengan kecepatan fluida yang lebih besar akan mengurangi pembentukan kerak didalam tube. 3) Temperature fluida : fluida yang memiliki temperature tinggi sebaiknya ditempatkan didalam tube. 204 . maka akan banyak panas yang terbuang keluar shell. jika fluida korosif ditempatkan dalam shell akan menyebabkan korosi pada dinding luar tube sehingga sukar dibersihkan. karena dapat mengurangi kelebihan panas .1. 2) Fouling : fluida yang lebih mudah membentuk kerak (fouling) lebih baik ditempatkan di tube agar memudahkan pengontrolan kecepatan fluida.

oleh panas yang dibawa steam pada shell. cairan yang viskos ditempatkan didalam tube. Jika aliran laminar.4) Tekanan operasi : fluida yang bertekanan tinggi sebaiknya ditempatkan didalam tube. Cairan tervaporisasi tersebut pada kolom dilewatkan pada steam traps (penangkap steam). koefisien perpindahan panas akan lebih besar jika fluida berada didalam tube. Pipa tekanan lebih murah dibandingkan shell bertekanan. yaitu di antaranya: 2. 5) Pressure drop : untuk pressure drop yang sama.1 Reboiler Ketel 205 . Reboiler bisa digunakan secara parsial atau keseluruhan memvaporisasi aliran cairan umpan. sehingga steam yang basah kebali lagi ke kolom untuk divaporisasi kembali oleh sistem reboiler. 2.2 Sistem Kerja dan Tipe-Tipe Reboiler Secara umum reboiler berfungsi untuk menguapkan kembali (reboiling) suatu cairan dalam suatu sistem proses tertentu Reboiler mengambil aliran cairan dari bagian bawah kolom sebagai inlet dialirkan ke heat exchanger. Fluida yang memiliki pressure drop lebih rendah harus ditempatkan didalam tube. 6) Viscosity : jika aliran turbulen. cairan yang viskos ditempatkan didalam shell.2. 7) Kecepatan aliran : fluida yang alirannya lambat harus ditempatkan didalam shell. sampai tervaporisasi kemudian dikembalikan ke kolom kembali. Proses ini terjadi terus menerus sebagai sebuah siklus. Dalam Heat Exchanger aliran cairan itu akan dipanaskan. Secara umum reboiler dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe.

Pada jenis ini. Ketinggian cairan kondensat harus dijaga agar selalu sejajar dengan tinggi tabung. tipe kettle reboiler sangat mudah terjadinya kerak yang berasal dari fluida yang digunakan. Reboiler ini tidak baik bila digunakan pada tekanan tinggi dikarenakan ukuran shell yang berdiameter lebar.Kettle reboiler juga telah diketahui sebagai kelompok dari reboiler yang sering digunakan untuk suatu fluida dengan kadar hidrokarbon yang rendah ( contoh : propane dan butane ). Temperatur di dalam ketel secara substansial seragam. Aliran cairan dari kolom sump ke bagian bawah dari ketel. tetapi kettle reboiler mempunyai kecenderungan yang tinggi terhadap pencemaran ketika proses berlngsung. 2. Reboiler ketel terdiri atas seperangkat tube di dalam shell ukuran besar. Biasanya rasio tinggi puncak terhadap diameter adalah 1. Aliran tersebut diuapkan secara parsial. 206 . dengan kata lain harus ada pengendalian ketinggian (control level).5 sampai 2. Hal ini berarti. Sistem Kerja 1. Lebih baik dari rancangan reboiler lain. harus dibuat ruang yang cukup pada bagian atas untuk tempat pemisahan fasa cair dari fasa gas. Reboiler tipe ini menangani proses aliran yang berubah – ubah dan perubahan temperature yang tinggi.

3. 6. Cairan ini ialah produk bawah. Sebagian kubah atas dari reboiler memisahkan uap dan cairan.2.in lebih murah namun perawatannya lebih rumit disbanding dengan kettle reboiler. 2. yang mana diset cukup tinggi untuk menjaga tube di bawah permukaan air. 4. Biaya yang dikeluarkan untuk stab .1 Reboiler Internal atau Stab-in Salah satu variasi dari tipe ketel ialah sebuah internal atau “stab-in” tube bundle yang disisipkan secara langsung ke dalam kolom. 5. Karakter dari reboiler stab – in ini hampir sama dengan kettle reboiler. 2. Cairan overflow baffles.2. Uap mengalir kembali ke tower melalui pipa naik/penaik (riser). sedangkan perbedaannya adalah pada reboiler stab – in perubahan panas yang terjadi kecil karena aukuran kapasitasnya terbatas.2 Reboiler Termosifon 207 .

Dan kemungkinan terbentuknya kerak sangat sedikit/kecil sekali dikarenakan proses dengan kecepatan relatif tinggi. b. namun kondnsta akan jatuh ke bawah pada kolom dan ikut mengalir kembali ke Heat Exchanger (inilah yang disebut resirkulasi). Once-through reboiler termosifon 208 . Seperti pada forced recirculation reboiler. tipe termosifon dibedakan atas: a. Fasa gas akan diteruskan naik ke kolom. Berdasar sistem aliran. terjadi perpindahan panas sensible yang diikuti dengan pendidihan nukleat. di sini terjadi proses pertukaran panas. maksud dari alami disini adalah dengan memanfaatkan adanya gaya gravitasi bumi. Termosifon reboiler sirkulasi Pada tipe ini air pada kolom dialirkan ke Heat Exchanger. dengan aliran proses pada shell – side dikondisikan pada posisi vertical. sehingga cairan teruapkan dan masuk ke kolom kembali. Reboiler tipe ini tidak memerlukan pompa.Termosifon reboiler pada pengoperasiannya menggunakan sirkulasi alami.

Namun. Friksi karena pem bagian shell sehingga wetted perim eternya = 2 (½ID S) 3. Friksi karena pipa wettedperim eternya = 2 (½ Nt )( π do ) Total frictionwetted perim eter : fp 1 + fp 2 + fp 3 fp 1 = ½ π ID S fp 2 = ID S fp 3 = 2(½ Nt . a. terdiri dari tipe horizontal dan vertikal. Tipe Horizontal 1. π do ) 209 . Berdasar posisi shell and tube Heat Exchanger. Friksi karena shell sehingga wettedperim eternya = 2 π ID S Cam puran uap dan liquid liquid 2. fasa liquid yang jatuh ke bawah kolom tidak akan dialirkan ke dalam shell and tube Heat Exchanger.Pada tipe ini fluida dingin yang berubah menjadi fasa liquid dan fasa gas akan diteruskan masuk kolom.

persentasi penguapan bisa dibuat lebih sedikit. Dimensi diameter shell dan panjang shell .IDs > 31 inci b. Flux atau Q/A antara 8. • Spesifikasi Horisontal Thermosyphon Pada horisontal thermosyphone ada beberapa spesifikasi antara lain : a.IDs : 19 ¼ . atau untuk perbedaan temperature rata-rata yang sama.oF • l = 8 ft l = 12 ft Beberapa ketentuan penguapan pada horisontal thermosyphon antara lain : a. Untuk liquid yang dipanasi berupa bahan organik berlaku : 210 . Akibatnya.000 – 12.IDs : 12 – 17 ¼ inci. Perbedaan static head yang kecil dibutuhkan sebagai pengendali gaya/dorongan untuk resirkulasi. hV tidak boleh lebih dari 300 Btu/jam. perbedaan temperature rata-rata antara shell dan tube akan lebih besar untuk thermosyphon dari pada ketel. Berbeda dengan reboiler ketel yang temperaturnya lebih mendekati keseragaman. Adanya gaya dari aliran tersebut menyebabkan temperatur bubble point masukan berbeda dengan keluaran.ft2. Shell passes (n’) = 2 c.ft2 e.Biasanya fraksi yang dipanaskan di reboiler ini lebih sedikit dibandingkan pada reboiler ketel. Maksimal 80% dari liquid akan teruapkan d. Laju sirkulasi ini bisa dikontrol dengan menutup-buka pipa masukan (inlet line).29 inci. . . Tabung horizontal ini lebih mudah dibuat dari pada yang vertical.000 Btu/jam.

cp . (hg – hl) 2. (T1 – T1’). ∆ TLM harga Ft dicari dari gambar 19 Kern karena n’ = 2. 3.Q/A = 8000.∆ 2 t t = ∆ ln (∆1 / ∆ 2 ) t t T = Ft . flow area w etted perim eter (kern. pers. CP . 6. Tipe Vertikal 211 . hanya yang perlu diperhatikan adalah de’ = diameter equivalen shell yang dipengaruhi oleh friction • Urutan Perancangan Horisontal Thermosyphon 1. sehingga didapatkan : A= Q 8000 s/d 12000 dan A N = t a . Material and Heat balance Q = QS + QV = M . s/d.oF. (T1 – T2) = M .ft2.L " a. Untuk mencari overall heat transfer UD berlaku : de' = frictional 4 . λ Untuk panas sensible : QS = m .4) c. 12000 Btu/jam. Penurunan tekanan ∆ P pada thermosyphon sama dengan ∆ P pada shell and tube. Menghitung Suhu Caloric (Tc dan tc) Tc = T2 + Fc (T1 – T2) tc = t2 + Fc (t2 – t1) 4. Untuk panas laten : QV = m1 .ft2 b. Mencari IDS dan jumlah pipa dimulai dengan trial Q/A antara 8000 – 12000 Btu/jam. Menghitung DTLMTD ∆ LM D t T ∆1 . dengan range boiling point > 15oF.

Floating Heat Exchnager Z3 Condensat M . Reboiler ini kadang-kadang digunakan ketika media pemanas tidak bisa dilewatkan pada shell.10 untuk larutan aqueus. Area aliran pada pipa keluaran biasanya dibuat sama pada semua tube. T 1 Z1 Isothermal Boiling Counter current HE : 1-1. Reboiler vertical ini tidak cocok digunakan untuk temperature rendah dikarenakan tingginya titik didih yang disebabkan oleh static head. t1 Ratio liquid circulasi Gas keluar = 4 1 Sirkulasi ditimbulkan oleh perbedaan pada static head dari suplay cairan dan kolom pada bagian material yang dipanaskan. Panjang shell mulai dari 16 ft kemudian diturunkan menjadi 12 ft b.35 untuk hidrokarbon dan 0.1 sampai 0. Perubahan panas maksimum lebih rendah dari pada reboiler ketel. Fraksi berat keluaran yang teruapkan biasanya berkisar antara 0. T 2 m. • Spesifikasi Vertikal Thermosyphon Pada Vertikal Thermosyphon ada beberapa spesifikasi antara lain : a.m.02 sampai 0. Shell passes atau n’ = 1 dan tube passes atau n = 1 212 . t2 5 – 10 menit hold up Pemanas M . Sirkulasi biasa dikendalikan dengan valve pada jalur masukan.

λ T1 t3 Q = m .oF f. Btu/jam. Tipe aliran selalu counter current Q ho = QS Q + V hS hV dimana : hs = koefisien film perpindahan panas sensible. λ T1 t3 Qv = m1 (hg – hl ) Qs = m . Penguapan pada titik jenuhnya b. hV tidak boleh lebih dari 300 Btu/jam. Penyempurnaan penguapan T2 t2 t1 Q =M. Penguapan di bawah titik jenuhnya Q =M. QV = m1 (hg t13 – hl t 2) Q = QS + QV • Beberapa ketentuan penguapan pada vertikal thermosyphon antara lain : a. (hg – hl ) t1 a. Btu/jam.ft2 e.oF hv = koefisien film perpindahan panas laten.ft2. Maksimal 80% dari liquid akan teruapkan d. Btu/jam QS = jumlah panas sensible. cp . Untuk liquid yang dipanasi berupa bahan organik berlaku : Q/A = 8000. (t2 – t1 ).ft2. Btu/jam • Grafik Perpindahan Panas Penguapan di dalam vertikal thermosyphon bisa terjadi dalam beberapa macam antara lain : penguapan pada titik jenuhnya. 12000 Btu/jam.λ T1 t2 T2 t2 Q=M . s/d. Btu/jam QV = jumlah panas laten. cp (t2 – t 1) c.oF Q = jumlah panas yang dipindahkan.ft2. (t 2 – t 1) QS = m . penguapan di bawah titik jenuhnya dan penyempurnaan penguapan. cp . Flux atau Q/A antara 8000 – 12000 Btu/jam.c.ft2 213 . T2 t1 Q = m .

∆ Pp = f . lb/ft3 dimana : Z1 adalah tinggi liquid (permukaan) sampai bagian bawah pipa reboiler. Φ p Driving force = (Z1 x ρ ) / 144 = densitas liquid.2. di . L ) .G2 .b. dan r 2.22 x 1010 . Penurunan tekanan Q Q = A . ∆t Panjang dan jumlah tube perlu dicek lebih dahulu untuk melihat apakah DP atau ∆ Pp ditambah tekanan hidrostatik pada thermosyphon sama dengan DP pada kaki Reboiler lebih kecil dari driving force. ft. L . a" . n p 5.1 Reboiler Forced Circulation 214 . ∆t ( Nt . sg . Untuk mencari overall heat transfer UD berlaku : UD = c.

dapat dianggap sebagai 3. pompa yang umum digunakan adalah pompa sentrifugal. unit ini cenderung terjadi pencemaran. 215 . yaitu perpindahan panas sensible yang diikuti dengan pendidihan nukleat. Forced recirculation reboiler mempunyai dua mekanisme dalam perpindahan panas. waktu tinggalnya lama 3. Aliran proses yang khas pada tube side dalam penukar standar ( standar exchanger ) dikondisikan pada posisi vertical. tidak untuk operasional tekanan tinggi. 2. Kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe reboiler Tipe reboiler Kettle reboiler kelebihan 1. mudah perawatan dan pembersihann satu teoritical plate kekurangan keterangan dirancang secara sehingga mereduksi 1.Reboiler tipe ini menggunakan pompa untuk memindahkan cairan proses. Kekurangan: memboroskan energi. biaya instalasi Perlu mahal 2. menguras kontinyu dapat blow down untuk baik terjadinya fouling. mempunyai penguapan yang tinggi. Pada kecepatan proses yang lambat.

mudah terjadi polimerisasi yang dapat menyebabkan Internal reboiler 1. 4. baik untuk proses dengan beban rendah butuh yang fouling. dipakai untuk kecepatan sirkulasi yang rendah. tidak ruang menara 3.ya. 1. panjang Biasanya dianjurkan dipakai. 4. tidak untuk luas disekitar tube reaboiler akan sangat tergantung dengan diameter menara Vertical thermo siphons 1. transfer panasnya rendah 5. 1. sukarnya pemasangan isolasi disekitar reboiler 3. kecepatan perpindahan panasnya tinggi distilasi. kecepatan perpindahan panasnya rendah 2. umumnya proses penguapan tidak dapat 216 . biaya instalasi yang rendah 2. pembersihan dan perawatannya sukar 4.

2. kondisi sirkulasi sukar dikontrol. waktu tinggalnya kecil cepat 4. biaya instalasi Once natural circulation through murah. mudah dikontrol. fase pemisahan mungkin terjadi di rendah. tidak membutuhkan ruang besar 3. mempinyai besaran panas yang cukup. 1.2. 6. dapat didesain untuk panas tinggi. 2. 2. beban yang dan yang lebih 30% dari 2. dapat diposisikan secara horizontal dari / vertical dilihat elevasi menara. 1. persen penguapannya sekitar 35 %. 5. pengontrolann Horizontal thermo siphons ya mudah. dapat Penguapan terjadi kelebihan ratio penguapan 217 . 3. jika shell kecepatan alir 1. akses lebih untuk dari 5 meter perawatan tidak mudah 1. panjang tube tidak 3. 4. sukar terjadinya fouling. waktu tinggal rendah.

cocok untuk larutan pekat high fouling. 2. 3. 218 . pengontrolan sirkulasi sangat baik. mempunyai transfer panas yang cukup. sukar Force circulation terjadi fouling. 1. dan padatan. daya tinggi Tipe ini dianjurkan reboiler tipe untuk pompa jika instrument control. 4.2. untuk kebutuhan surface yang luas. 5. fase pemisahan dapat area sangat cairan berkandungan stagen teoritical untuk pemasangan vertical.. waktu tinggalnya cepat. 1. penambahan area instalasi pompa. 5. memboroskan energi untuk pemipaan dan horizontal thermosyphon atau reboiler tipe kettle terjadi tidak dapat bekerja pada suatu proses. biaya operasinya tinggi. 5. 3. 4. bias kebocoran dibagian seal pompa. 4. setara dengan 1 plate. 3. 2. untuk kecepatan sirkulasi tinggi.

219 . ketika permukaan tube kontak dengan steam. untuk mengukur tekanan operasi dan mengontrol tekanan proses. untuk mencegah flooding. 6. baik pada kolom maupun Heat Exchanger. Flooding dapat meningkatkan resiko korosi. untuk mengendalikan tinggi cairan proses. Sumumnya sistem kontrol temperatur biasanya terdiri atas valve pengendali aliran/tekanan pada system steam masukan pada reboiler yang terhubung ke temperature keluaran. Bisa dikaitkan dengan sistem kontrol temperatur. Pengukur suhu: Termometer atau termokopel. Bisa digunakan untuk mencegah flooding. Flowmeter untuk mengukur laju alir cairan dingin yang dialirkan.dihindari. Juga membuang kondensat dari reboiler. dengan transfer panas laten vaporasi dan sensibel. pemanasan lanjut kemungkinan terjadi. sehingga reboiler tidak dapat berdiri sendiri. 2. 2. Pengukur tekanan: Manometer. 5. Instrumentasi pada reboiler di antaranya adalah sebagai berikut : 1. Sistem kontrol temperature secara akurat mengontrol aliran steam dan perpindahan panas. digunakan untuk mengetahui suhu didalam sumtank atau pada aliran cairan masuk Heat Exchanger. Adanya variasi di dalam aliran fluida membutuhkan algoritma kontrol proses yang kompleks yang digunakan untuk laju alir atau kombiasi antara laju alir dengan suhu untuk menjalankan valve pengendali steam. Fluktuasi temperatur proses dikendalikan oleh modulasi valve pengendali aliran steam. 4.3 Prinsip Instrumentasi Reboiler sebagai suatu sistem memerlukan peralatan tambahan lebih daripada sekedar Heat Exchanger sebagai instrumen. 3. Flooding dapat meningkatkan resiko korosi. Steam traps digunakan untuk menangkap kondesat yang terbawa pada aliran steam. Flooding juga mereduksi efisiensi transfer panas sejak transfer permukaan di bawah air hanya panas sensibel. Pengukur level.

amonia. termasuk vapor lock. Beberapa reboiler memiliki garis keseimbangan yang menyesuaikan tekanan pada reboiler selama proses startup dan 220 .1 Operasi Mekanis Ada beberapa operasi mekanis yang dapat membatasi efisiensi perpindahan panas. Lubang udara harus diposisikan pada bagian uap yang dekat dengan permukaan cairan. penggenangan. lubang untuk karbon dioksida dapat mengurangi risiko pengkaratan saat kondensat terakumulasi di reboiler.6. Sebagai contoh. Ditempatkan untuk meningkatkan efisiensi operasional pada beberapa reboiler. instalasi dan perawatan steam traps. Lubang udara diletakkan pada bagian atas dari tubesheets pada reboiler berorientasikan vertical. Venting. dan udara dari reboiler akan meningkatkan efisiensi transfer panas. pengolahan kimia air maupun program pengawasan. penggunaan katup kendali yang cocok dan pemilihan algoritma kendali proses yang tepat. Lubang udara benar-benar penting selama proses start up untuk membersihkan gas tak terkondensasikan yang mungkin terakumulasikan selama down time. operasi uap air. 2. 2. Vent seharusnya ditempatkan pada ruangan uap sedekat mungkin ke level cairan pada reboiler orientasi horizontal maupun vertikal.4 Optimasi Reboiler Operasi optimisasi rebooiler membutuhkan perhatian baik operasi mekanis. ammonia dan udara dari reboiler dapat meningkatkan efisiensi perpindahan panas. dan diletakkan di bagian aliran hilir pada reboiler berorientasikan horizontal. Penyelesaian dari permasalahan-permasalahan ini adlah sebagai berikut: pembuatan lubang udara. Lubang udara untuk gas-gas tak terkondenasi seperti karbon dioksida. • Pembuatan lubang udara Efisiensi operasi beberapa reboiler bisa ditingkatka dengan penambahan lubang udara. dan perpindahan panas yang sedikit. pemilihan logam yag tepat. seperti karbon dioksida. Misalkan dengan mengeluarkan (venting) non-condensable gas (gas yang tidak bisa terkondensasi). Vent hasrunya ditempatkan dekat bagian atas bagian atas tube sheets (pada reboiler orientasi vertikal) dan downstream (hilir) dari discharge pass (pada reboiler orientasi horizontal).4.

Katup kendali yang terlalu besar ukurannya pada kolom dapat membatasi efisiensi proses jika tekanan pada reboiler secara signifikan lebih rendah daripada tekanan pada garis pasok uap air.shutdown. • Instalasi Steam trap Steam trap berfungsi untuk menyalurkan kondensat dari reboiler. Perlengkapan dengan ukuran yang tepat adalah sangat kritis karena pada trap denga ukuran yang terlalu kecil mengakibatkan garis penyaluran dan garis pengeluaran menghasilkan pengumpulan kondensat pada vessel reboiler. Saat tekanan berubah dan tekanan tetap sama. Saat ada satu vessel pengumpulan kondensat atau pot beroperasi di beberapa boiler pada kolom yang sama plant harus menyediakan jalur pemisah kondensat dari tiap reboiler menuju pot. Reboiler harus memiliki steam trap yang terdedikasi. Penggenangan akan mengurangi efisiensi perpindahan panas karena perpindahan panas di bawah permukaan hanya menyalurkan panas sensible sedangkan permukaan tube kontak dengan perpindahan uap air baik panas laten dari penguapan ataupun panas sensible. dan lain-lain. maka tingkat perpindahan panas akan menurun. 221 . Penggenangan pada reboiler dapat terjadi saat jalur penyaluran kondensat terhubung dengan jalur penyaluran biasa. Penempatan steam trap yang tepat adalah pada aliran keluaran uap air pada rebiler. • Katup kendali aliran masuk yang tepat Katup kendali uap air mungkin saja berukuran tidak cocok yang mengakibatkan perubahan kebutuhan operasi. Secara termodinamika. uap air akan berubah menjadi superheated. Penggunaan trap dengan ukuran yang terlalu besar dapat mengakibatkan masalah water hammer ketika tekanan diferensial antara trap dan aliran balik kondensat meningkat. mencegah penggenangan. Desain trap yang paling sering digunakan adalah jenis inverted bucket dan float and thermostatic. Karena uap air superheated efisiensinya lebih rendah dari pada uap air jenuh. Plant biasanya memasang lubang udara di atas garis keseimbangan yang terbuka selama proses start up ataupun shutdown untuk mencegah vapor lock. katup kendali merupakan system adibatis –tekanan akan menurun pada katup kendali tanpa perubahan suhu--.

BAB III PEMBAHASAN 3. Program pelapisan cocok digunakan untuk system kompleks seperti penyulingan. • Neutralizing amines Neutralizing amines merupakan program yang paling baik untuk mencegah terjadinya korosi pada system kondensat uap. yaitu : • Filiming amines Filming amines membentuk lapisan tipis pada permukaan tube. ada tiga cara yang bisa digunakan secara individu ataupun secara kombinasi untuk mengendalikan pengkaratan. Kekuatan dari lapisan kimia ini tergantung dari pH dan konsentrasi larutan. • Passivating Agents 222 . Terdapat beberapa keuntungan. membentuk penghambat fisik pada permukaan tube yang dapat mencegah korosi. termasuk metoda control yang sederhana da perawatan kimiawi yang cocok untuk banyak jensi reboiler. Neutralisasi amine akan terakumulasi pada fasa uap di dalam tangkii ketika hampir semua filming amine tertinggal di fasa liquid. Semua kontaminan yang bersifat asam aan dinetralkan ketika konsentrasi neutralisasi amine sesuai dengan kosentrasi kontaminan asam secara stoikiometri.1 Perawatan Kimia Tergantung kontaminan yang terdapat pada system. • Filming amines with neutralizing amines seringkali filming amines dikombinasikan dengan neutralisasi amine untuk menaikkan pH sampai dengan range control yang diinginkan. Aplikasi dari tiga teknik tersebut terdiri dari beberapa program perawatan kimia.

1. Sejenisnya. jika permasalahan dari system yang sama tersedia. Pada setiap unit proses. Pabrik sebaiknya mengadakan pembelajaran laboratorium terlebih dahulu. terdapat dua umpan kimia yang menjadi perhatian utama yaitu proses sesuai dari perlakuan secara kimia dan umpan kimia yang strategis. Dalam proses petrokimia yang lain. passivating agents akan mengurangi konsentrasi iron dalam kondensat. • Amina Penetral dengan Passivators Seringkali passivating agent dicampurkan dengan amina penetral dalam produk berformula penuh. menipiskan control korosi pada proses kimia oleh karena itu. kesesuaian dari perlakuan secara kimia dengan katalis dan proses yang bermacam-macam merupakan hal penting. Bagaimanapun.2 Chemical Feed Issues Semua perlakuan kima adalah umpan berkelanjutan. Karena uap sering dimasukan secara langsung kedalam proses aliran. prosedurnya dikenal 223 . tidak terdapat ketidakcocokan yang biasa antara perlakuan secara kimia dengan katalis dan prosesnya. disana kemungkinan ketidakcukupan konsentrasi korosi control kimia didalam unit yang berlokasi jauh dari power house atau dalam tekanan rendah reboiler. Setiap proses masalah yang sesuai yang harus dievaluasi masing-masing. Pada kebanyakan system. Dalam kilang minyak. oksigen buangan ditambahkan untuk mengurangi korosi dan melindungi permukaan logam. terdapat beberapa yang diketahui cocok dengan amina seperti membuat latex atau katalis tertentu. kilang minyak akan menambah control secara kimia pada korosi pada power house. Laju umpan diatur oleh system pHirip dengan program amina penetral. uap akan dicampurkan dengan uap bertenaga dalam dengan membuang boiler panas dan reboiler.Di dalam system di mana oksigen terlarut adalah kontaminan. menggunakan perlengkapan umpan kimia secara konvensional. Untuk penggunaan perlakuan kondensat di sistem tidak berlaku sebelumnya. Oksigen tersebut diketahui sebagai passivating agents karena reaksi kimia antara scavenger dan oksigen terlarut dan reaksi reduksi elektrokimia mirip dengan reaksi reduksi iron oxide dengan oksigen terlarut intuk membentuk magnet. Seringkali penambahan umpan kimia dibutuhkan pada unit.

Untuk pengukuran secara akurat konsentrasi dari besi tidak terlarut dalam kondensat. pH bisa diukur secara rutin. corrosions coupons menyediakan pengukuran langsung laju korosi dalam system. 3. Metoda ini bias menjadi sulit karena kebanyakan pabrik tidak mempunyai sample kondensor titik aliran menurun dari setiap reboiler. Table 4-Penentuan konsentrasi kondensat besi maksimum. dan sebaiknya digunakan pada lokasi kritis atau untuk konfirmasi penemuan dari metoda analitik yang lain. Disana tidak ada pemberitahuan tentang pedoman untuk kualitas kondensor reboiler. Ketika sample kondensor dingin tersedia pada reboiler spesifik.sebagai “umpan satelit”. Tidak seperti metoda yang telah kita bahas. Pengurangan pada konsentrasi besi dan laju korosi kondensor dalam kilang minyak menggunakan umpan satelit dari kimia yang telah dirancang menggunakan computer kompleks berdasarkan progam seperti ketetapan empiris. Boiler operating pressure Maximum boiler feedwater (iron) Percent of condensate return 150 psig 100 ppb 50 % 224 . bagaimanapun batas control didapatkan dari pedoman ASME. Sebagai alternative beberapa pabrik menaksir laju alir korosi tidak langsung dengan konsentrasi besi dalam kondensat dari reboiler spesifik. Proses kontaminasi yang paling sederhana adalah konduktifitas kondensat. Contoh dari konsentrasi kondensat besi maksimum didapat dari konsentrasi maksimum umpan seperti ditunjukkan pada table 4. sample harus didinginkan dan secara konstan mengalirkan pada 1000 ml/menit.3 Corrosion Monitoring Gambar : akibat yang ditimbulkan oleh korosi Kebanyakan metode langsung mengukur laju korosi dengan menginstal corrosions coupons dalam kritikal reboiler jarang digunakan dalam system uap reboiler.

Untuk memonitor aplikasi yang benar dari program perlakuan kimia. Kebanyakan nilai efektif perlakuan pada penyimpangan dari dua kurva. sebelumnya untuk pencairan menggunakan make-up water. Memonitor perlakuan secara kimia sering dikombinasikan dengan memonitor korosi. 1. kondensat bisa mempunyai dua kali sebanyak besi seperti konsentrasi umpan air maksimum. nilai actual dan laju korosi akan dibutuhkan untuk dinilai bermacam-macam laju alir kimia. Untuk mengakurasi pengukuran pH. atau 200 ppb. 1. Oleh karena itu. konsentrasi maksimum dari besi akan berubah berdasar pada tekanan operasi boiler. Untuk menilai system spesifik. pengukuran Ph gabungan. Kedua. Kondensat tersebut sama dengan 50 % dari umpan air. Semacamnya reboiler ini adalah unit yang menerima tekanan rendah uap atau diletakkan jauh dari power house. korosi potensial dari reboiler individual tidak bisa dinilai dari reboiler single. laju optimal perlakuan kondensat harus dikenali. rancangan boiler. 225 . Pertama. reboiler yang mempunyai service keras identifikasi sebagai “critical reboiler”. pabrik sebaiknya secara rutin mengukur Ph dan konduktifitas uap kondensat critical reboiler. pengalaman akurasi memonitor pabrik dan control dan rekomendasi pabrik boiler. Seperti konsentrasi kondensat meningkat. Make-up water dianggap tidak memiliki konsentrasi kontaminasi besi.5 pH Monitoring Kebanyakan metoda biasa untuk memonitor korosi adalah monitor rutin pH pengembalian kondensat kombinasi dari seluruh unit. karena control korosi adalah objek paling penting dari kebanyakan program perlakuan kimia.Maximum condensate (iron) 200 ppb Umpan air terdiri dari dua sumber air : kondensat dan make-up. Meskipun pedoman ASME digunakan pada contoh ini. nilai perlakuan meningkat dan laju korosi menurun.6 Chemical treatment monitoring Keberhasilan dari program control korosi sejenisnya digambarkan dengan mengukur harga dari perlakuan terhadap laju korosi. pabrik harus menginstal sample pendingin pada setiap pengembalian aliran kondensat. Sayangnya. dan oleh karena itu akan dicairkan dengan 2 faktor.

BAB IV KESIMPULAN Perawatan reboiler sangatlah penting dilakukan agar proses berjalan aman dan tidak mengalami kegagalan. Pengecekan pipa yang korosi dilakukan dengan metode kupon. laju alir.memonitor pH 226 . Peningkatan laju alir dapat menyebabkan penumpukan kondensat pada tube dan level condensat semakin tidak terkendali. Control valve yang digunakan diatur oleh LC di kondensat. rancangan boiler. Korosi dapat terjadi diakibatkan konsentrasi maksimum dari besi berubah berdasarkan pada tekanan operasi boiler. Sumber utama kontaminan yang menyebabkan korosi adalah senyawa asam. Proses treatment water sebelum masuk ke reboiler diperlukan. Pengecekan pipa yang korosi juga dapat dilakukan dengan menghitung kadar besi yang keluar dari aliran kondensat . Pengecekan valve dilakukan dengan mengecek tekanan keluar dan masuk. FC (flow control) dan PC (pressure control). pengalaman akurasi memonitor pabrik dan control dan rekomendasi pabrik boiler. • • Tekanan steam harus sesuai dengan kebutuhan pemanasan. Laju alir yang dihasilkan tidak konstan setiap waktu. Karena pompa digunakan secara terus menerus. Diperlukan flow control untuk mengatasi masalah tersebut. kualitas steam. Tekanan berlebih menyebabkan kebocoran pada shell nya. Hal yang tidak diinginkan dalam reboiler ini adalah korosi pada tube dan kebocoran pada tube nya. • Kualitas steam tergantung pada proses pembentukan nya diboiler. Kondisi yang harus diperhatikan agar reboiler diopersikan secara aman adalah tekanan steam. Biasanya digunakan pompa yaitu pompa sentrifugal. CO2 dan oksigen terlarut. maka perlu dilakukan pengecekan setiap harinya.

Bearing atau bantalan merupakan suatu elemen mesin yang digunakan untuk menahan poros berbeban. Gambaran umum 1. 1.Bearing Bearing atau bantalan merupakan suatu elemen mesin yang digunakan untuk menahan poros berbeban. beban tersebut dapat berupa beban aksial atau beban radial. beban tersebut dapat berupa beban aksial atau beban radial. Tipe bearing yang digunakan untuk bantalan disesuaikan dengan fungsi dan kegunaannya.1. tipe bearing yang digunakan untuk bantalan disesuaikan dengan fungsi dan kegunaannya.2.1. BAB II 227 .1. baik itu fluida proses maupun pelumas.BAB I PENDAHULUAN 1.Sealing Seal adalah suatu part/bagian dalam sebuah konstruksi alat/mesin yang berfungsi untuk sebagai penghalang/pengeblok keluar/masuknya cairan.1.

digunakan untuk blok-blok luncur gerak lurus. Bantalan inside. • Bantalan gelinding 228 . Bantalan luncur blah.TINJAUAN PUSTAKA 2. beban berat tetapi tidak berubah-ubah. Bantalan bukan logam. digunakan pada poros-poros ukuran sedang dan besar seperti bantalan pada poros engkol. Pada lapisan juga berfungsi sebagai pelumas. Misalkan bantalan pada mesin-mesin perkakas kepala cekam. Bantalan luncur silinder penuh. seperti blok luncur pada batang torak mesin uap dan blok luncur pada mesin produksi. 2.1. Sedangkan untuk yang bantalan gelinding mendapat gesekan yang kecil dan biasanya dipasang pada poros lurus dan tidak untuk beban yang besar. 6. bantalan poros pada roda kendaraan dan lainlain. Bantalan luncur sebagian. Bantalan luncur tranlasi. 7. bahan lapisan yang digunakan yaitu karet.  Jenis dan fungsi dari bantalan luncur: 1. misalkan bantalan poros engkol dari poros-poros presisi.1 – • Bearing Tipe bearing berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros: Bantalan luncur (Sliding Contact Bearing) Untuk jenis yang bantalan luncur mendapat gesekan yang besar dan biasanya dipasang pada poros engkol dan mampu memikull beban yang besar. digunakan untuk poros-poros yang ukuran kecil berputar lambat dan beban ringan. 4. plastik dan ebonit. 3. digunakan pada poros-poros mesin bubut. digunakan untuk poros yang berputar lambat.1 Tipe dan jenis-jenis 2. mesin frais dan mesin perkakas lainnya. digunakan untuk leher-leher poros yang memerlukan pendingin zat cair dan tidak mendapat beban berat. 5. Bantalan luncur silinder memegas. digunakan untuk poros dengan beban yang sering berubah.

Bantalan gelinding merupakan salah satu komponen mesin yang kuat/tegar yang akan memberikan umur pakai yang panjang kepada mesin/peralatan yang mempergunakannya, lebih-lebih bilamana bantalan gelinding tersebut dipasang dan dirawat betul. Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola, rol, dan rol bulat. – Berikut ini adalah jenis bantalan dilihat dari pembebanannya: • Bantalan dengan beban aksial (beban tekan). journal bearing berfungsi untuk menahan beban radial, beban tegak lurus dengan poros, biasanya untuk putaran tinggi dan beban yg besar, contohnya pada pump, turbine,compressor dan lain-lain.

• Bantalan dengan beban radial (beban putar). Thrusht Bearing berfungsi untuk menahan beban aksial pada poros, beban tegak lurus terhadap poros, gesekan antara bearing dan poros yang tinggi dan akan menghasilkan panas sehingga pendinginan secara khusus diperlukan

• Bantalan dengan kombinasi aksial dan radial. • Bantalan dengan beban tangensial.

2.1.1 Sealing

Jenis-jenis sealing berdasarkan bentuk :
229

1. Dinamika seal: a. Rotary seal

Fungsi dan cara kerja: Rotary seal atau yg juga sering disebut sebagai shaft seal, Ialah seal yang digunakan untuk menyegel suatu benda yang bergerak memutar (radial). salah satu contoh umum dari seal ini ialah Oil Seal. Rotary seal digunakan untuk mencegah terjadinya kebocoran cairan yang ada pada suatu sistem melalui Shaft yg berputar. Rotary Seal biasanya terdiri dari tiga komponen yaitu besi, karet, dan per(spring).

Hal yang perlu diperhatikan: Rotary seal harus tahan terhadap gesekan, karena seringkali benda yg di seal (shaft) berputar pada kecepatan yg cukup tinggi. Rotary seal sebaiknya mempunyai kelenturan yang baik, agar seal dapat mencengkram shaft dengan sempurna (tidak terdapat celah antara shaft dengan bibir seal), per dalam oil seal berfungsi sebagai penguat cengkraman bibir seal (Seal lip) terhadap Shaft. Rotary seal sebaiknya tahan terhadap pelumas/cairan yang digunakan, jika karet yang digunakan tidak sesuai, maka akan terjadi pembengkakan pada karet yang mengakibatkan terjadinya celah antara bibir seal dengan shaft, dan akhirnya terjadi kobocoran (leaking). Rotary seal sebaiknya memiliki ketahanan terhadap panas (heat Buildup) yang baik, karena shaft berputar dan terjadi gesekan antara shaft dengan bibir seal, seperti pada hal lainnya, gesekan akan otomatis menimbulkan panas.

a. Reciprocal seal
 Fungsi dan Cara Kerja:

Reciprocal Seal ialah seal yang digunakan untuk mencegah kecocoran
230

dari suatu sistem yang bergerak secara resiprokal (naik/turun, kanan/kiri). Contoh umum dari seal ini ialah seal hidrolik dan penumatik, karena kedua sistem tersebut bergerak secara resiprokal. seal ini secara umum dapat dikelompokan menjadi:

Rod Seal, rod seal terletak pada rumah silinder dan berfungsi untuk menjaga kebocoran melalui rod/as/piston yang bergerak resiprokal.

Piston Seal, seal ini terletak pada rod/as/piston, dan juga berfungsi untuk menutup cela antara piston dengan rumah piston. pada prinsipnya rod seal dan piston seal hampir identik, yang membedakan ialah peletakannya dalam suatu sistem pneumatic/hydraulic.

Backup pada untuk

Ring semua

(tidak selalu terdapat sistem), memperkuat berfungsi

piston/rod seal terhadap tekanan yang diterima seal tersebut. • Weeper/Dust Seal, seal ini berguna untuk mencegak masuknya kotoran yang akan terbawa masuk kedalam sistem hidrolik/penumatik akibat keluarnya rod/as/piston dari rumahnya pada saat beroperasi.
231

 Yang perlu diperhatikan: Pastikan bahwa seal tersebut tahan terhadap gesekan dan pelumas yang digunakan sistem. Karena seringkali sangat tinggi material tensile pneumatic lebih lentur mencegah tekanan yang dialami piston/rod seal (khususnya sistem hidrolik) maka yang digunakan juga harus memiiki strenght yang memadai. Untuk sistem biasanya digunakan material yang sehingga dapat lebih sempurna kebocoran dalam sistem.

1. Statik seal: a. O-ring  Fungsi dan cara kerja produk:

232

Seal Ring mempunyai fungsi untuk mencegah kebocoran karena terdapatnya rongga antara dua benda yang didempetkan, kedua benda tersebut pada umumnya tidak beberapa kasus, Seal Ring dan Squaresebagai Dinamik seal Seal Ring berkerja menutup celah-celah yang karet didempetkan mempunyai bergerak. (dalam Ring, terutama ORing juga berfungsi yang dengan tersebut, sederhana). cara karena

antara dua benda sifat yang elastis,

maka celah tersebut dapat tertutup dengan baik.

 Yang perlu diperhatikan. Dalam penggunaannya, Seal Ring mengalami tekanan yang menyebabkan ia berubah bentuk (gepeng). supaya dapat berfungsi dengan baik, Seal Ring wajib memiliki sifat pampatan tetap (compression set) yang baik sehingga dia dapat mempertahankan bentuk awalnya pada saat terkena tekanan atau mengalami deformasi bentuk. Seringkali Seal Ring beroperasi pada temperatur yang tinggi/rendah, maka hendaknya Seal Ring tersebut mempunyai ketahanan yang baik terhadap panas/dingin. Dalam bekerja, Seal Ring secara langsung bersentuhan dengan obyek yang dijaga supaya tidak meluber keluar sistem (bocor/leaking), maka Seal Ring
233

dimana salah satu diam dan satunya lagi berputar. 3.  Shaft Sleeve adalah sebuah bushing/adapter yang berbentuk selongsong yang terpasang pada shaft dengan tujuan melindungi shaft akibat pengencangan baut/screw MechanicalSeal. Buku manual mesin-mesin lebih sering menggunakan kata shaft dibandingkan as. 4. 234 . Satu atau sekelompok o-ring/bellows/PTFE wedge yang merupakan titik pengeblokan sekunder (secondary sealing). yang terdiri atas: 1. tetapi juga tidak mengkontaminasi obyek tersebut (misalnya obyeknya ialah makanan/minuman). Alat pembeban mekanis untuk membuat sealface saling menekan. • Mechanical Seal didefinisikan sebagai berikut: Sebuah alat pengeblok cairan/gas pada suatu rotating equipment. Dua buah sealface yang bisa aus.tersebut dituntut tidak hanya tahan terhadap obyek yg dijaga (misalkan obyeknya bersifat korosif). Bagian-bagian mechanical seal:  Shaft adalah as/bagian poros sebuah alat dan merupakan bagian utama dari mesin-mesin yang berputar. 2. Asesoris metal yang diperlukan untuk melengkapi rangkaian Mechanical Seal. membentuk titik pengeblokan primer (primary sealing).

Sealface yang ada pada shaft yang berputar seringkali disebut sebagai Rotary Face/Primary Ring. silicone carbide vs tungsten carbide. Sedangkan Sealface yang diam atau dalam kondisi stasioner sering disebut sebagai StationaryFace / Mating Ring / Seat.2 lightband. Seringkali Sealface disebut juga dengan contact face. Setelah memahami bagianbagian yang menyusun Mechanical Seal. carbon vs ceramic. Seal adalah suatu part/bagian dalam sebuah konstruksi alat/mesin yang berfungsi untuk sebagai penghalang/pengeblok keluar/masuknya cairan. Yang satu diam dan melekat pada dinding pompa. Seal faces berarti ada 2 sealface. Permukaan material yang saling bertemu (contact) dibuat sedemikian halusnya hingga tingkat kehalusan / kerataan permukaan mencapai 1 . paling utama dan paling kritis dari sebuah Mechanical Seal dan merupakan titik PENGEBLOK CAIRAN UTAMA (primary sealing device) Terbuat dari bahan Carbon atau Silicone Carbide atau Tungsten Carbide atau keramik atau Ni-resist. Kombinasinya bisa berupa carbon versus silicone carbide.1 Bahan Baku 235 .  SealFace adalah bagian paling penting. baik itu fluida proses maupun pelumas. 2. melekat pada shaft. silicone carbide vs silicone carbide. dengan serangkaian teknik pencampuran. carbon vs tungten carbide. maka bisa dilanjutkan bahwa MechanicalSeal adalah suatu sealing device yang merupakan kombinasi menyatu antara sealface yang melekat pada shaft yang berputar dan sealface yang diam dan melekat pada dinding statis casing/housing pompa/tangki/vessel/kipas. Yang berputar biasanya terbuat dari bahan yang lebih lunak/soft. dan yang lainnya berputar.

Brons.1 Bearing Beberapa aplikasi Bearing adalah: – – – – – Railways / Railroad Beton bangunan Area Garasi Parkir Walkways Storage tank 236 . dibuat dari tembaga (Cu).1 Bearing Bahan Baku Bearing : • • • • • • Besi cor (BC 14 : BC 22). Babit. Bahan bukan logam. Carbon vs tungten carbide 4. dibuat dari serbuk brons dan grafit yang dipadatkan dengan lapisan luar dari baja lunak. 2.1 Aplikasi 2. Kombinasinya bisa berupa carbon versus silicone carbide. dibuat dari kayu keras.2. 2. karet plastik dan bahan sintesis lainnya. dibuat dari timah putih dan timah hitam dengan bahan dasar antimon.1 Sealing Bahan baku sealing : 1. Logam bubut (metal powder). timah putih (Sn). Silicone carbide vs tungsten carbide. Carbon vs ceramic 3. timah hitam (Pb) dan aluminium (Al). Bantalan gelinding (Rolling Contact Bearing/Anti Frictiont) 2.1.1. Silicone carbide vs silicone carbide 5. beban dan kecepatan rendah.1.

➢ faktor konsumen: yaitu kurangnya pengetahuan tentang karakteristik pada bearing.1. kesalahan celah bantalan. kesalahan toleransi.1.1. Bearing 3.– – – Boiler Support Pipa Support Mesin Bearing diproduksi untuk melakukan fungsi-fungsi berikut: – – – – Beban dukungan vertikal dengan defleksi minimum Gerakan horisontal dengan resistensi minimal Mengurangi dampak merugikan karena penyusutan dan perubahan suhu Meminimalisasi gerakan rotasi dengan resistensi minimal 2. 237 .dll BAB III PEMBAHASAN 3. Kesalahan bahan ➢ faktor produsen: yaitu retaknya bantalan setelah produksi baik retak halus maupun berat.1 Kerusakan 1. pompa.1 – – – Sealing Seal sering digunakan pada sambungan-sambungan di motor Sambungan pipa Bagian-bagian pada di kompresor.

1. 238 . Sehingga ketika berputar. Karena terjadi unbalance (tidak imbang). akibatnya ventilasi atau celah yang kurang sehingga pada saat berputar suhu bantalan akan cepat meningkat dan terjadi konsentrasi tegangan yang lebih. karena bocor atau minyak pelumas terkontaminasi benda asing dari bocoran seal gland yang mempengaruhi daya pelumasan pada minyak tersebut. Kesalahan pada saat pemasangan. sehingga berpengaruh pula pada putaran bearing pada poros. akibatnya cincin dalam atau cincin luar yang berputar yang menimbulkan gesekan dengan housing/poros.1. mengakibatkan putaran mengalami perubahan gaya disalah satu titik putaran (lebih terasa ketika putaran tinggi).1 • Perawatan Melakukan penggantian bearing sesuai umur waktu kerja yang telah ditentukan. yaitu bisa membuat vibrasi yang tinggi dan merusak komponen. 3. Unbalance bisa terjadi pula pada poros. Pemasangan yang tidak sejajar tersebut akan menimbulkan guncangan pada saat berputar yang dapat merusak bearing. 3. dimana bagian-bagian pada impeller tersebut tidak balance (salah satu titik bagian impeller memiliki berat yang tidak seimbang). ➢ Terjadi pembenjolan pada jalur jalan atau pada roll sehingga bantalan saat berputar akan tersendat-sendat. 1. diantaranya: ➢ Pemasangan yang terlalu longgar. Terjadi misalignment. ➢ Pemasangan yang terlalu erat. 2. bearing akan mengalami vibrasi tinggi. Bearing kurang minyak pelumasan. seperti pada impeller . Penggunaan bearing melewati batas waktu penggunaannya (tidak sesuai dengan petunjuk buku fabrikasi pembuatan bearing). Pemilihan jenis bearing dan pelumasannya yang tidak sesuai dengan buku petunjuk dan keadaan lapangan (real). sehingga timbul getaran yang dapat merusak komponen tersebut. Pemasangan bearing pada poros yang tidak hati-hati dan tidak sesuai standart yang ditentukan. 4. dimana kedudukan poros pompa dan penggeraknya tidak lurus. 2. karena bearing tidak menumpu poros dengan tidak baik. dan pengaruhnya pun sama. Kemiringan dalam pemasangan bearing juga menjadi faktor kerusakan bearing. 3.

2. terdegradasi akibat larutan kimia ( pada jenis seal bahan karet ). Melakukan alignment pada poros pompa dan penggeraknya. pori-pori seal membesar sehingga terjadi kebocoran(pada jenis sealkaret). Melakukan tes balancing pada poros dan impeller. Mengganti bearing yang sesuai dengan klasifikasi kerja pompa tersebut. Sealing Seal (perapat) berfungsi sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan. dari udara atau debu dan dapat juga menjaga tekanan. BAB IV KESIMPULAN 4. 239 . Sealing 3.1 Kerusakan Sering terkena korosi (pada jenis mekanikal seal).• • • • • 3.1. 3. beban tersebut dapat berupa beban aksial atau beban radial.2. Melakukan pemasangan bearing dengan hati-hati sesuai standar yang telah ditentukan.2 Perawatan Diganti dengan seal baru apabila terjadi kerusakan. Memasang deflektor pada poros dan pemasangan rubber seal pada rumah bantalan dan perbaikan pada seal gland. Bearing Bearing atau bantalan merupakan suatu elemen mesin yang digunakan untuk menahan poros berbeban. Tipe bearing yang digunakan untuk bantalan disesuaikan dengan fungsi dan kegunaannya 4.2. untuk mengantisipasi kebocoran.1.

seperti radiator dalam mobil. Menara pendingin mampu menurunkan suhu air lebih dari peralatan-peralatan yang hanya menggunakan udara untuk membuang panas. Menara pendingin menggunakan penguapan dimana sebagian air diuapkan ke aliran udara yang bergerak dan kemudian dibuang ke atmosfir.1 Gambaran Umum Menara pendingin merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menurunkan suhu aliran air dengan cara mengekstraksi panas dari air dan mengemisikannya ke atmosfir. Sebagai akibatnya. air yang tersisa didinginkan secara signifikan. dan oleh karena itu biayanya lebih efektif dan efisien energinya. 240 .BAB I PENDAHULUAN I.

lalu akan jatuh kebawah dikarenakan gaya gravitasi atau pancaran air diarahkan ke bawah.Gambar 1. 241 . dimana perpindahan panas dan perpindahan massa terjadi dari air ke udara. Udara yang banyak memiliki kandungan air(jenuh) disirkulasikan dengan kipas sehingga udara yang belum jenuh masuk ke rumah cooling tower. Air dingin yang ditampung di bak penampung digunakan kembali. Disana terjadi perpindahan panas dan perpindahan massa. 2001) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Air yang masuk dan udara melalui filling arahnya searah. Diagram skematik sistim menara pendingin (Laboratorium Nasional Pacific Northwest.1 Prinsip Kerja Cooling Tower Air panas yang masuk pada bagian atas cooling tower didistribuskan secara merata didalam rumah cooling tower.

Natural draft atau atmospheric Cooling tower jenis ini menggunakan cerobong asap beton yang sangat besar untuk memasukan udara melalui media. yaitu : 1.Dalam proses ini. Dikarenakan ukuran tower yang besar (tinggi 500 kaki dan diameter dasarnya 400 kaki) maka secara umum digunakan untuk laju alir diatas 200000 gal/menit. 2. terjadi penghilangan air karena terjadi penguapan. Air dingin yang dihasilkan dilewatkan melalui saringan agar kotoran-kotoran atau padatan-padatan mineral tertahan dan tidak melewati alat lainnya. Jenis ini tidak menggunakan kipas untuk mengahsilkan aliran udaranya.2 Type Cooling Tower Cooling tower dimasukan kedalam dua subdivisi utama. udara diperoleh dari aliran induksi natural atau alami dari spray tekanan. 242 . Sehingga harus diberi masukan air tambahan (make up water). Biasanya jenis tower ini digunakan untuk menghasilkan daya di Amerika Serikat.

kipas diletakan dibagian bawah atau dasar. Cooling tower jenis Mechanical Draft dibagi menjadi dua macam yaitu : 1. basin. Struktur baja atau susunan kayu tertutupi dengan panel yang terbuat dari aluminium. galvanized baja. Tower ini menggunakan kipas besar untuk mengambil udara melalui sirkulasi air. Vibrasi dan noise dikurangi ketikan alat berputar yang terbuat dari pondasi padat (solid). Pada jenis ini . dan masalah kondensasi air. Selama operasi kipas mengahsilkan udara pada kecepatan rendah secara horizontal melalui packing dan kemudian secara vertical berlawanan dengan aliran air yang kebawah yang terjadi pada sisi kipas. atau asbestos cemnent board. Mechanical draft Cooling tower jenis ini paling banyak digunakan. Air mengalir kebawah diatas permukaan fill yang membantu meningkatkan panas antara air dan udara.2. Drift eliminator diletakan pada atas tower yang melepaskan air yang masuk ke udara. dan pipa yang diletakan didalam struktur tower. Tidak ada celah pada dinding bagian luarnya. Forced Draft Tower jenis ini mempunyai kipas. 243 . Kipas ini sering mengatasi dry air atau keringnya udara. pengurangan erosi.

2. dan menggunakan lebih banyak kipas dibandingkan crossflow. memerlukan lebih banyak pompa. ditambah dengan ketersediaan daerah masukan dan daerah plenum untuk pengaturan udara. berlawanan dengan jatuhnya air. penggunaan system distribusi bertekanan rendah gravity-releated. udara bergerak naik secra vertical melalui fill. Pada counterflow tower yang lebih besar. 2. Dikarenakan keperluan pemasukan yang tinggi dan daya hisap yang penuh. Counterflow Crossflow Jenis counterflow dan crossflow ini selain dimasukan kedalam induced draft juga dapat dimasukan kedalam karakteristik cooling tower berdasarkan aliran udaranya. ➢ Counterflow Pada tower counterflow ini. tekanan udara yang hilang besar. air yang akan didinginkan dialirkan kedalam kolom masukan air panas 244 . Induced Draft Tower jenis ini terdiri dari 2 macam yaitu : 1. ➢ Crossflow Tower jenis ini mempunyai fill konfigurasi yang aliran udaranya mengalir secara horizontal. maka beberapa counterflow tower kecil yang secara fisik lebih tinggi. penggunaan system spray bertekanan tinggi. menyebabkan perawatan yang sangat diperlukan.

yang diletakan dibagian atas fill. Bahan pengisi percikan dari plastic memberikan perpindahan panas yang lebih baik daripada bahan pengisi percikan dari kayu.1 Rangka dan casing Hampir semua menara memiliki rangka berstruktur yang menunjang tutup luar (wadah/casing). dan didistribusikan ke fill secara gravitasi melalui lubang orificies didasar basin. dan komponen lainnya. • Bahan pengisi berbentuk film: terdiri dari permukaan plastic uang yipis dengan jarak yang berdekatan dimana di atasnya terdapat semprotan air. membentuk lapisan film yang tipis dan melakukan kontak dengan udara. Double flow single flow spray filled 1. yaitu 1. Permukaannya dapat berbentuk datar 245 . Cooling tower jenis crossflow ini terdiri atas 3 macam. seperti unit fiber glass. wadahnya dapat menjadi rangka.3. sambil membasahi permukaan bahan pengisi. secara terus-menerus pecah menjadi tetesan yang lebih kecil. Dengan rancangan yang lebih kecil. yakni: Bahan pengisi berbentuk percikan/splash fill: air jatuh bdi atas lapisan yang berurut dari batang pemercik horizontal. motor. 1.2 • Bahan pengisi Terdapat dua jenis bahan pengisi. 3.3 Komponen Cooling Tower Komponen-komponen dari Cooling tower adalah: 1. 2. fan.3.

3.4 Istilah dalam Cooling Tower : 1. 1. tidak memutar.2 Blow out : droplet air keluar cooling tower dengan memutar.5 1.1 Drift : droplet air yang terbawa oleh udara keluar dari cooling tower. Fan Fan aksial (jenis baling-baling) dan sentrifugal keduanya digunakan di dalam menara.bergelombang.3 Saluran udara masuk Ini adalah titik masuk bagi udara menuju menara. yang disebut dengan drift eliminator.3. udara mengalir setelah meninggalkan daerah fill dan spray tower.6 Nosel Alat ini menyemprotkan air untuk membasahi bahan pengisi.2 Drift eliminators Alat ini menanglap tetesan air yang terjebak dalam aliran udara agar tidak hilang ke atmosfir. Droplet drift ini mempunyai konsentrasi yang murni sama seperti air yang msuk ke tower. berlekuk. 1.4. dan menerima air dingin yang mengalir turun melalui menara dan bahan pengisi.3.3. Air juga dapat hilang.1 Kolam air dingin Kolam air dingin terletak pada atau dekat bagian bawah menara. 1. 1. 1. 1. 1.3.4 Louvers Kegunaan louvers adalah untuk menyamakan aliran udara ke bahan pengisi dan menahan air dalam menara. atau pola lainnya. Saluran masuk ini dapat berada pada seluruh sisi menara. Fan ini disesuaikan untuk mengirim aliran udara yang dikehendaki .4. secara umum pada aliran udara masuk yang terbuka. Kolam biasanyamemiliki sebuah lubang atau titik terendah untuk pengeluaran air dingin.3. Kecepatan drift secara khusus diturunkan dengan menggunakan alat seperti baffle. Jenis bahan pengisi film lebih efisien dan memberi perpindahan panas yang sama dalam volume yang lebih kecil daripada bahan pengisi jenis splash. 246 .

4. Plume ini terlihat ketika air menguap yang mengandung kondensat yang kontak dengan pendingin air. Alatnya seperti wind server. dari yang mana Pompa Menara Pendingin mengambil suatu pengisapan.5 Major Components 1. 1. gearbox atau sabuk penggerak.6 Prinsip Perpindahan Panas 247 . louver. 1. Cooling tower ini berfungsi untuk melepaskan panas air yang keluar dari kondensor agar air dapat diresirkulasi atau dikeluarkan dan digunakan kembali.2 Cooling Tower Pumps Pompa [yang] besar ini menyediakan air pada (di) atas 100. Dan water diverter yang digunakan untuk membatasi kehilangan ini. daun kipas yang bergerak didalam struktur.000 galon per menit [bagi/kepada] satu atau lebih Menara Pendingin.4.5 Leaching : menghilangkan bahan kimia pengawet kayu dengan mencucinya pada air yang mengalir melalui cooling tower berstruktur kayu. seperti 5% tentang keluaran yang elektrik setasiun [itu].5. 1. splash deflector. 1.6 Noise : pancaran bunyi yang sangat kuat dari cooling tower dan catatan yang yang diberikan dari jarak arahnya. 1.4 Blow down : bagian mensirkulasi aliran air yang keluar untuk mempertahankan atau mempertahankan junlah padatan terlarut dan yang murni lainnya pada level yang sesuai. Bunyi dibangkitkan dengan air yang jatuh.4.3 Plume : aliran udara keluar yang jatuh meninggalkan cooling tower. Masing-Masing pompa pada umumnya (di) atas 15 kaki dalam. Motor Perakitan mungkin (adalah) 8 [bagi/kepada] 10 kaki tinggi.5. gerak air dari kipas. 1.melalui deburan atau misting. Total permintaan elektrik dari semua Menara Pendingin pompa mungkin (adalah) sebanyak .4.1 Cooling Tower(Supply) Basin Air disediakan dari pemecatan Berputar-Putar Sistem Penyediaan Air [bagi/kepada] suatu Kolom/Dok/Bak Distribusi. 1. dan motor.

Pada Wet cooling towers . Ketika dua arus mencoba untuk menyamakan. udara kering menyerap uap air air tambahan dan membawanya keluar. Suatu aliran udara ditarik melewati aliran air. Splash fill terdiri dari material yang ditempatkan untuk menghambat arus air yang menyebabkan percikan/deburan. Film fill terdiri dari lembaran material tipis di atas di mana air mengalir. jenis yang utama adalah: – Wet cooling towers atau cooling tower sederhana beroperasi pada prinsip penguapan.Gambar 2: Suatu Marley Mekanik menopang draft cooling tower digunakan dalam aplikasi di industri Berkaitan dengan mekanisme pemindahan kalor yang bekerja. – Hybrids juga tersedia. 248 . suatu media disebut fill digunakan untuk peningkatan area permukaan antara udara dan arus air. ( lihat: Titik embun). jika udara lingkungan relatif kering. – Dry cooling towers beroperasi dengan pemanasan transmisi melalui suatu permukaan yang membagi cairan bergerak dari udara lingkungan. air yang hangat dapat didinginkan hingga lebih rendah dari temperatur lingkungan. Keduanya metoda penciptaan peningkatan permukaan area. meninggalkan lebih sedikit energi dan memanaskan arus air sisanya Gambaran 3: Draft mekanis Crossflow Cooling tower digunakan pada aplikasi HVAC Dalam rangka mencapai kemampuan yang lebih baik.

3 Prinsip Pengukuran • • Mengukur suhu air masuk dan keluar dengan menggunakan termometer biasa Mengukur suhu bola basah & kering udara masuk dan keluar dengan menggunakan thermometer bola basah dan kering BAB III PEMBAHASAN 249 .1.

Penentuan dosis chemical didasar pada total volume system. reset valve untuk balancing (bulanan) 6. hal ini terjadi karena kondisi solid dalam air yang terlalu tinggi. jenis cooling tower. Adakalanya terbentuk endapan yang berlebihan. puing-puing yang menghasilkan kondisi optimum untuk perkembangan bakteri (legionalle). Fill (Packing) Terdiri dari 2 jenis. cooling tower sampai pada cooling point ( pendingin alat produksi ). film yang berbeda membutuhkan perawatan yang berbeda pula. Control Flow Valve Periksa dari korosi dan kelelahan air. Mikroorganisma dihambat dengan memberikan chemical yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisma tersebut. Fan Deck Periksa korosi pada logam dan kayu yang rapuh. make up / air yang dikonsumsi. korosi dan berkurangnya material lapisan (bulanan) 5.Perawatan cooling tower pada prinsipnya adalah perawatan sistem pendingin. Bila pembentukan lumpur terbentuk pada system terbuka pada bagian sisi dari cooling tower. Perawatan dengan bahan kimia harus diperhatikan aspek keseimbangan antara mencegah pembentukan kerak dengan keberhasilan menahan / mencegah terbentuknya korosi. pastikan bagian dari deck dalam kondisi baik dan hubungan antara bagian kencang 4. crack (retak) lubang serta korosi bila memakai casing logam 2. maka perawatan cukup dengan membersihkan lumpur yang mengendap secara manual. System Perpipaan System periksa dari kebocoran. Perawatan cooling tower : 1. mulai dari tandon air. 7. perpipaan. Cooling Tower Periksa dari kebocoran. Kopling Dan Drive Shaft 250 . tata letak dan system perpipaan serta analisa air yang dipakai. Periksa bagian yang terbuat dari logam dari korosi dan dari kebocoran (harian) 3. Basin Periksa korosi bagian kotoran. splash dan film. Periksa sambungan air dan bersihkan dari sampah.

BAB IV KESIMPULAN 251 . Fan Jika dipasang fan sentrifugal. Make Up Water Jalankan/operasikan valve atau switch secara manual sehingga diperoleh penutup valve sesuai dengan rancangan (tergantung kebutuhan).Periksa dari korosi dan kerusakan. periksa dan kencangkan seluruh koneksi (tergantung kebutuhan) 9. Periksa dan stel kembali fan pitch (sudu) sesuaikan dengan ukuran yang direkomendasikan dengan toleransi ½ . terutama pada flexible connection dari korosi. kelelahan. retak. serta korosi dari endapan. blower diperiksa dari kerusakan atau hilangnya blade. (tergantung kebutuhan) 8. periksa seluruh sambungan.

1. DAFTAR PUSTAKA Andriyanto. John Wileu dan Sons. Inc. 1992. cooling tower sampai pada cooling point ( pendingin alat produksi ). 2. 252 . perpipaan. Adrian. Heat Transfer. Prinsip dari perawatan cooling tower adalah sistem pendingin. Berjan. Pengoperasian Generator STF 100 kVA Sebagai Pembangkit Tenaga Listrik. Laporan PI. 2003. Teknik Elektro FT Unesa. Surabaya. mulai dari tandon air. Menara pendingin merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menurunkan suhu aliran air dengan cara mengekstraksi panas dari air dan mengemisikannya ke atmosfir.

Laporan PI. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan. Suralaya. Pradaya Paramitha: Jakarta. Teknik Elektro. 2006. Suralaya. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. 2003. Rahmat R. 1987. Surabaya J. Conductorjasa Suryapersada. 1976. Surabaya Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Kerja Mesin Pembangkit PLTU. Unit Pendidikan dan Pelatihan. 2006. Teknologi Kimia 2. the General Electric Company. Laporan PI. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Handojo dkk. Protective Relay Aplication Guide. Dewi. Stafford England. Tim Alih Bahasa. 2003. Suralaya. Prosedur Umum Perbaikan Motor 3 Phasa di PT ABB Sakti Industri Surabaya. Palen. Observasi Pembuatan Engine Panel Trapesium Selenoid Off Untuk Generating Set F 3L 912-STF 25 kVA (20 kW) di PT. Teknik Elektro FT Unesa. PT. 2003 . Diklat Pembidangan Teknik SLTA. 253 . Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Suralaya. Surabaya. 2003. Ermanto. Heat Exchanger Source book. Kerja Mesin Pembangkit PLTA. Hakim. GBC Measurement. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Alat Bantu Mesin Pembangkit PT.Charis. Membelit Ulang motor Kompresor Tiga Phasa Putaran 1500 RPM. Suralaya. M. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Pemeliharaan Mesin Pembangkit. Suralaya. 2003. Petunjuk Operasi PLTU Sektor Perak Unit III & IV Bidang Turbin. PLN Persero. Pengenalan Pemeliharaan Mesin Pembangkit. Teknik Elektro. Azwar 2006. Penanganan Bahan Bakar. Suralaya. Perusahaan Umum Listrik Negara Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian Timur Sektor Perak. 2003. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Keselamatan Kerja dan Penanggulangan Kebakaran. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan. Hemisphare Coorporation: Washinton New York-London Lienda. W. Rachma O. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. FT Unesa. Unit Pendidikan dan Pelatihan. 1995. Laporan PI. 2003. FT Unesa.

indonesiapower. Power System Dynamic and Stability.KKG/M.com http://www. PT.http://faizal. Abdul.OUI.harianbatampos. 1998. Djiteng. Surabaya: Erlangga. V. 2005 Machrowski. Jan. Surabaya IEC 156/1963.blogspot.com http://www.aspx http://www. New York: Singapore Toronto Marsudi. PT. MS. 1976. P. Jakarta: Universitas Indonesia.201 (1) A).org http://www. Kursus Pengoperasian Sistem Penunjang (Demin Plant) (L.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/ http://members.com http://www.blogberita.com http://www.com/jasa_tirta1/graphics. Methode Pengujian Transformator Distribusi. Printed in Singapore. 2004.com/ http://www. Surabaya 1995. P. 2004 Laporan On Site Training Prajabatan SLTA & D3 PLTU III/IV Perak Surabaya.sitohangdaribintan.T.id/Profil/UnitBisnis/tabid/66/Default.firstelectricmotor. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin-Mesin Listrik (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan.T. Bambang Djaya.bumn-ri. 2000. Power Transformer. Nurdin. Transmisi Tenaga Listrik. Pembangkitan Energi Listrik. et. Sistem Kelistrikan (L. Kadir.com IEC 76/1976. Indrati Agustinah. PLN (Persero) Unit Pendidikan dan Pelatihan Surabaya.803 (1) A). 1996. 2004.OUI.gtkabel. High Voltage Enginering. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Priok Jakarta.ekaristi. Joko.co.al.motor-rundirect. Method for the Determination of Electric Strength of Insulating oils.html http://www. Kamuraju.KUG/M.web. 254 . Pemeliharaan dan Perbaikan Transformator (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan). Bambang Djaya. Surabaya: Teknik Elektro FT Unesa Surabaya Joko. 2005. Surabaya: Teknik Elektro FT Unesa Surabaya.

New Jersly: Prentice Hall. Bayu Bangun Lestari Plasa Surabaya. SPLN 17: 1979. PLN. Bidang Inspeksi Pembangkitan Tenaga Listrik. Jakarta 1981 Setyabudi. Depdiknas RI. Yugo F. 2006. 1998. 1979. 2006. Electrical Machines & Power System. et. G. 1982. Turan. Laporan PI. Printed in the United Soth of America. Jakarta. 255 . 2002.al. Surabaya. Perusahaan Umum Listrik Negara. 2006. Teknik Elektro FT Unesa. Jakarta. Transformator Tenaga. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Surabaya. Hedore . Laporan PI. 2003. PJB I Unit Pembangkitan Perak dan Grati. Modern Power and Planning System. Teknik Elektro FT Unesa. SPLN 50 – 1982. Joel. America. Standar Kompetensi Nasional. Wildi. John Wiley & Sons.P. Standart Operational Procedure (SOP) Start-Stop Unit III & IV Unit Pembangkitan Perak.T. 1987. Sistem Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Mendalan di PT. Jakarta. PJB Pembangkitan Brantas Distrik D PLTA Mendalan. 1985. PT. Teknik Elektro FT Unesa. Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Transformator Tenaga. Weisman. Modern Power System Analysis. Yudi. Laporan PI. Surabaya. Pedoman Pembebanan Transformator Terendam Minyak. Sistem Pengoperasian Genset di PT. Widya N. Pengujian Transformator. Davit. Surabaya.

PT.web.KKG/M. Teknik Elektro.blogspot. 1998. Power Transformer.org http://www.gtkabel. Pradaya Paramitha: Jakarta. 1976. PT.com IEC 76/1976. PLN (Persero) Unit Pendidikan dan Pelatihan Surabaya. Prosedur Umum Perbaikan Motor 3 Phasa di PT ABB Sakti Industri Surabaya.firstelectricmotor. Surabaya: Teknik Elektro FT Unesa Surabaya Joko. Palen.indonesiapower. Kadir. Method for the Determination of Electric Strength of Insulating oils. Abdul.com http://www.com/ http://www. Heat Exchanger Source book. Kursus Pengoperasian Sistem Penunjang (Demin Plant) (L.com http://www. W. http://faizal. 2004.sitohangdaribintan.html http://www. 2006.blogberita.Hakim. Surabaya: Teknik Elektro FT Unesa Surabaya.bumn-ri.id/Profil/UnitBisnis/tabid/66/Default.com http://www. 1976. Hemisphare Coorporation: Washinton New York-London Lienda. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Priok Jakarta.803 (1) A). Joko. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin-Mesin Listrik (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan. 2004 Laporan On Site Training Prajabatan SLTA & D3 PLTU III/IV Perak Surabaya. PT. Laporan PI. Surabaya IEC 156/1963.co. 2005 254 . Teknologi Kimia 2.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/ http://members.KUG/M. Handojo dkk. Pemeliharaan dan Perbaikan Transformator (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan).com/jasa_tirta1/graphics.201 (1) A). FT Unesa.OUI. 2000. Rahmat R. Surabaya J.OUI.ekaristi.motor-rundirect. Jakarta: Universitas Indonesia.harianbatampos. Indrati Agustinah.aspx http://www. Sistem Kelistrikan (L.com http://www. Transmisi Tenaga Listrik. 1995.

Jakarta 1981 Setyabudi. 2002. 2006. Wildi. Surabaya. High Voltage Enginering. SPLN 17: 1979. PJB I Unit Pembangkitan Perak dan Grati.Machrowski. PT. Jan. Power System Dynamic and Stability. Surabaya 1995. Yudi. 1987. Jakarta. Standar Kompetensi Nasional. 1985. et. Jakarta. Nurdin. Electrical Machines & Power System. Laporan PI. V. Hedore . Bidang Inspeksi Pembangkitan Tenaga Listrik. Standart Operational Procedure (SOP) Start-Stop Unit III & IV Unit Pembangkitan Perak. Teknik Elektro FT Unesa. Modern Power and Planning System. Bayu Bangun Lestari Plasa Surabaya. 1996. 2004.al. Teknik Elektro FT Unesa. 2006. PJB Pembangkitan Brantas Distrik D PLTA Mendalan. Weisman. G. Surabaya. Laporan PI. Yugo F. Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Transformator Tenaga. P. Bambang Djaya. Pembangkitan Energi Listrik. Depdiknas RI. Bambang Djaya. America. Sistem Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Mendalan di PT. John Wiley & Sons.T. 255 . Djiteng. Turan.T. Laporan PI. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Surabaya. Kamuraju. Printed in the United Soth of America. 1998. P. Surabaya. Joel. New Jersly: Prentice Hall.T. 1979. Perusahaan Umum Listrik Negara. Modern Power System Analysis. 1982. MS. Teknik Elektro FT Unesa. Pengujian Transformator. Davit. New York: Singapore Toronto Marsudi. Methode Pengujian Transformator Distribusi. Transformator Tenaga. 2003.al. 2006. et. Jakarta. Pedoman Pembebanan Transformator Terendam Minyak. P. PLN. SPLN 50 1982. Surabaya: Erlangga. 2005. Widya N. Printed in Singapore. Sistem Pengoperasian Genset di PT.