BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Gambaran Umum Shell and tube heat exchanger merupakan jenis alat penukar panas yang banyak digunakan pada suatu proses seperti petroleum, industri kimia, dan industri HVAC. Shell and tube heat exchanger mengandung beberapa utube sejajar di dalam shell. Shell and tube heat exchanger digunakan saat suatu proses membutuhkan fluida untuk dipanaskan atau didinginkan dalam jumlah besar. Berdasarkan desainnya, shell and tube heat exchanger menawarkan area penukaran panas yang besar dan menyediakan efisiensi perpindahan panas yang tinggi. Untuk membuat perpindahan panas yang lebih baik dan untuk menyangga tube yang ada di dalam shell, maka sering dipasang baffle. Efektifitas perpindahan panas meningkat dengan dipasangnya baffle. Efektifitas meningkat seiring dangan mengecilnya jarak antar baffle hingga suatu jarak tertentu kemudian menurun, Shell and tube heat exchanger merupakan bejana tekanan dengan banyak tube didalamnya. Pada suatu proses, fluida mengalir melalui tube pada exchanger saat fluida lainnya mengalir keluar tube yang berada di antara shell. Fluida pada sisi tube dan pada sisi shell terpisah oleh tube sheet.

Konstruksi detail dari TEMA Shell and Tube Heat Exchanger. (gambar 11-35)

1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Kerja 2.1.1 Teori dan aplikasi Dua fluida mengalir dengan temperature awal yang berbeda mengalir sepanjang heat exchangers. Satu aliran mengalir sepanjang tabung sedangkan arus lain pada bagian luar tabung tetapi masih di dalam shell. Panas ditransfer dari satu fluida ke fluida lainnya melalui dinding tabung, baik dari sisi tabung menuju shell atau sebaliknya. Fluida bisa merupakan cairan atau gas pada sisi shell maupun pada sisi tabung. Dalam tujuan memindahkan panas secara efisien, suatu area perpindahan kalor yang besar harus digunakan, oleh karena itu terdapat banyak tabung. Dengan cara ini, panas yang dibuang dapat disimpan untuk digunakan. Hal ini adalah suatu jalan yang baik untuk memelihara energi. Heat exchanger yang berfasa tunggal (cairan atau gas) pada setiap sisi dapat disebut heat exchanger berfasa satu atau berfasa tunggal. Heat exchanger berfasa dua dapat digunakan untuk memanaskan cairan dan mendidihkannya sehingga menjadi gas (uap air), terkadang disebut boiler, atau mendinginkan uap air untuk dikondensasikan menjadi bentuk cairan (condenser), pada umumnya perubahan fase yang terjadi berada pada sisi shell. Boiler didalam mesin uap lokomotif biasanya cukup besar, yang pada umumnya shell and tube heat exchanger terbentuk silinder. Pada pembangkit tenaga listrik yang besar dengan steam-driven turbin, shell and tube condenser digunakan untuk mengkondensasikan uap air yang keluar turbin ke dalam bentuk air yang dapat didaur ulang kembali menjadi uap air, yang mungkin pada shell and tube tipe boiler. 2.1.2 Desain Shell and Tube Heat Exchanger Terdapat banyak variasi pada desain shell and tube. Secara khusus, ujung dari tiap tabung dihubungkan ke plenums (terkadang disebut water boxes) melalui lubang dalam tube sheets. Shell and Tube Heat Exchanger adalah jenis Heat Exchanger yang paling umum dipergunakan pada proses Refinary Oil and Gas dan Petrochemical. Dalam hal design Shell and Tube Heat Exchanger (STHE), standar yang dipakai adalah ASME
2

Section VIII dan TEMA Class R, atau API 660 Ada dua sisi utama dalam design STHE, Shell Side dan Tube Side. Berdasarkan konstruksinya, STHE dapat dibagi atas beberapa type, masing masing type diberi kode berdasarkan kombinasi type Front Head, Shell, dan Rear Head. Tabel berikut adalah type type Head dan Shell yang dimaksud.

3

Karakteristi k masing masing type dari Shell and Tube tersebut digambarkan pada tabel berikut:

4

Setelah mengetahui karateristik dari masing masing type shell and tube heat exchanger, selanjutnya design didasarkan atas keperluan atau servicenya. Design yang komplex biasanya menimbulkan biaya yang lebih mahal dan perawatan yang lebih sulit sehingga biasanya hanya digunakan untuk keperluan yang tidak memungkinkan penggunaan yang lebih simpel.

5

Semua hal tersebut digunakan untuk mendidihkan air dari steam turbin condenser menjadi uap air untuk mengendalikan turbin tersebut untuk menghasilkan tenaga. atau 4aliran pada sisi tabung. Didalam pembangkit daya nuklir disebut reactor air bertekanan. Shell and tubes yang secara khas memiliki Utubes.Tabung mungkin berbentuk lurus atau bengkokkan dimana dengan bentuk U atau sering disebut dengan U-tubes. Pada heat exchanger berfasa tunggal. 6 . Hal ini bergantung pada frekuensi fluida pada tabung yang melalui fluida pada shell.2. fluida masuk pada satu ujung tabung dan keluar melalui ujung tabung lainnya. heat exchangers besar disebut steam generator merupakan berfasa ganda. Kebanyakan shell and tube heat exchanger memiliki desain aliran baik 1.

2. Hal ini sesuai terhadap tegangan dari tekanan tinggi dari fluida itu sendiri. material tabung harus mempunyai thermal conductivity. Sering multiple heat exchanger dapat digunakan untuk menirukan arus aliran berlawanan dari exchanger tunggal yang besar. tekanan. Dua dan empat pass merupakan desain yang umum karena fluida dapat masuk dan keluar pada sisi yang sama. material tabung bermutu tinggi.3 Pemilihan Material Tabung Agar dapat memindahkan panas dengan baik. thermal-conductive. yang secara khas berbahan metal. dan lainlain) untuk memperkecil hal yang buruk seperti korosi. terdapat perbedaan temperature sepanjang lebar tabung. Material tabung juga harus sesuai dengan kedua hal yaitu sisi shell dan sisi tube yang dialiri untuk periode lama dibawah kondisi-kondisi operasi (temperature. Karena ada kecenderungan material tabung untuk mengembang berbeda-beda secara thermal pada berbagai temperature thermal stresses muncul selama operasi. Semua yang dibituhkan yaitu melakukan pemilihan seksama atas bahan yang kuat.Steam turbin condenser dalam pembangkit tenaga sering merupakan 1-pass straight tube heat exchanger. 7 . Pilihan material tabung yang buruk bisa mengakibatkan suatu kebocoran melalui suatu tabung antara sisi shell dan tube yang menyebabkan fluida yang lewat terkontaminasi dan kemungkinan hilangnya tekanan. Karena panas ditransfer dari suatu sisi yang panas menuju sisi yang dingin melalui tabung. pH. Terdapat baffles yang mengarahkan aliran melalui sisi shell sehingga fluida tidak mengambil jalan pintas melalui sisi shell yang dapat menyebabkan volume arus rendah yang tidak efektif.1. Heat exchanger arus berlawanan merupakan yang paling efisien sebab memberikan perbedaan suhu rata-rata yang paling tinggi antara arus dingin dengan arus panas. Banyak perusahaan tidak menggunakannya sebab dapat rusak dengan mudah dan menjadi lebih maha untuk dibangun. Hal tersebut membuat konstruksinya menjadi lebih sederhana. corrosion resistant.

2. • Connections → ukuran yang distandarkan untuk pemasangan yang mudah.2 Bagian-Bagian / Komponen shell and Tube Heat Exchanger Keterangan. • • • • • • Gasket → fiber berkualitas tinggi yang dikompres Head → berbahan standar cast iron atau steel head Tubesheet → Ubend tubes diperluas terhadap tubesheet yang membiarkan untukperluasan dan penyusutan tabung karena fluktuasi suhu Mounting → saddles yang diganbungkan dengan unit standar untuk mounting yang cepat dan mudah Shell → welded shell dilindungi dengan cat berkualitas tinggi untuk menghambat korosi Tube bundles → berbahan stainless steal. tampilan tube bundle yang unikmeminimalisasi permasalahan yang muncul dan mengoptimumkan media aliran dalam unit • Baffles → adanya celah baffles dengan jarak minimum antara tabung untuk menjamin aliran fluida yang benar dan meminimalisasi bypass.. penambahan pemasangan. galur (thread) permukaan pelindung untukmemudahkan 8 .

dan frekuensi penggunaannya meningkat beberapa tahun terakhir ini.3. Biasanya perluasan melewati shell dan bertindak sebagai 9 . atau N) Fixed-tube-sheet heat exchanger (gambar 11-36b) lebih sering digunakan dibandingkan jenis lainnya.1 Fixed TubeSheet atau Fixed Head (Type L. Tibesheet dilas atau digabungkan dengan shell.2. M.3 Tipe-Tipe Shell and Tube Heat Exchanger 2.

Ketika pengelasan tidaklah mungkin. Tabung yang paling luar pasti termasuk dalam OTL. Konstruksi ini menyebabkan shell and tueb sheet material menyatu satu sama lain. Seperti ditunjukkan gambar 11-35 jenis C dan N. Tabung dapat dengan sepenuhnya mengisi heat exchanger shell. Jarak tepi antara tabung yang luar (OTL) dan diameter baffle harus sesuai untuk mencegah getaran tabung dari patahan sampai lubang baffle. channel cover. Tube side header (atau channel) dapat dilas pada tubesheet. tabung dapat patah sampai shell. Toleransi pembuatan memerlukan beberapa jarak tambahan antara bagian luar dari baffles dan tabung yang paling jauh atau paling luar. Perluasan yang berbeda antara shell dan tube dapat berkembang dikarenakan perbedaan dalam panjang yang disebabkan oleh ekspansi thermal. Antara bagian dalam shell dan baffles terdapat jarak yang harus diberikan. Tube-side-header.flanges. Berbagai jenis sambungan ekspansi digunakan untuk menghilangkan tegangan yang berlebihan yang disebabkan oeh 10 . konstruksi jenis ini sedikit lebih mahal dibandingkan dengan jenis B dan M atau A dan L masih memberikan keuntungan dimana tabung mungkin diuji atau digantikan tanpa mengganggu pipa penghubung tube-side. Jarak antara tabung yang paling jauh atau paling luar dan shell hanya merupakan kebutuhan yang minimum untuk pembuatan. gasket dan lainnya dapat dilakukan pemeliharaan dan penggantian namun tidak untuk struktur shell-side baffle maupun blind gasket. walaupun shell dengan lebih dari 2 aliran side-shell jarang digunakan. Ketika hal itu terjadi. Aliran shell-side dapat satu atau lebih. Tabung dapat digantikan. dimana tube-side header ini dibaut. yang beroperasi di bawah vakum. sehingga baffles dapat bergeser terhadap shell. Tidak ada pembatasan atas banyaknya aliran tube-side. dan kurang untuk diameter pipe shell yang lebih kecil. Jarak antara diameter shell dan OTL sekitar 13 mm (1/2 in) untuk 635 mm (25 in) di dalam diameter shell dan keatasnya. 11 mm (7/16 in) untuk 254 mm-610 mm (10 in-24 in) pipe shell. Blind gasket tidak dapat diakses untuk pemeliharaan atau penggantian ketika unit telah dibangun. akan menjadi sangat sulit untuk memindahkan dan menggantikan tabung. Selama perpindahan tabung. Prosedur yang umum adalah menutup lubang yang sesuai pada tube sheet. Konstruksi ini digunakan untuk steam surface condenser. konstruksi tipe “blind”-gasket digunakan.

3.perluasan/pemuaian.2 U-Tube Heat Exchanger 11 . pemasangan atau perawatan heat exchanger dilengkapi dengan jenis bellow berdinding tipis atau tipe sambungan ekspansi torodial dapat merusak sambungan. pemindahan. light-wall-joint ini peka terhadap kerusakan dan beberapa perancang memilih penggunaan dinding yng lebih berat dari formed heads. 2. Kebutuhan akan sambungan ekspansi merupakan kegunaan dari jumlah perbedaan ekspansi antara lain. Penanganan yang salah selama pembuatan. Di dalam unit yang lebih besar.

Pemanas longitudinal fin-tube tidak di-baffle.. Biasanya media pemanasan tube side berupa uap.1959)). Biaya pompa dapat dikurangi tanpa memanaskan keseluruhan muatan tangki.eng. dan bagian lain yang merupakan baja karbon digunakan untuk air dan uap di dalam bangunan kantor. Terdapat power driven tube cleaner. Pengaliran hidrolik dengan mendorong air melalui nozzle pada tekanan.Tube bundle yang berisi stationary tube sheet. tar. Desain ini sering digunakan dengan tangki penyimpanan di luar untuk bahan bakar minyak berat. Rods dan tabung mekanis pembersih konvensional tidak bisa lewat dari satu ujung u-tube ke ujung lainnya. yang dapat memindahkan residu dari bagian lurus dan bengkokan U pada tabung. Satu ujung shell pemanas terbuka. bentuk ini menjadi penting dipertimbangkan dalam mengurangi biaya awal dan pemeliharaan. Pada konstruksi bertekanan tinggi. seperti pada gambit 11-38. Bare fin-tube dan integral low-fin tube dilengkapi dengan baffles. dan cairan dipanaskan melewati bagian luar dari tabung.187-192(Dec. U-tube exchanger dengan tabung tembaga. Masing-masing tabung bebas untuk memperluas tanpa ada batasan ditempatkan diatasnya oleh tabung lain. cast iron headers. tie rods dan spaces yang sesuai.66. baffle atau plat pendukung. Suatu tube sider (stationary head) dan shell dengan integral shell cover. yang dapat membersihkan kaki tabung yang lurus dan bengkokan tabung. telah disediakan. sekolah. Jarak merupakan sama pentingnya seperti pada fixed-tube-sheet heat exchanger. terdapat u-tube bundle. Desain u-tube memberikan keuntungan untuk mengurangi banyaknya sambungan. molases dan fluida yang memiliki viskositas kecil agar mudah untuk dipompa. rumah 12 . Pemebersihan mekanik bagian dalam tabung telah diuraikan oleh Yohannes (chem. u-tubes. Penggunaan konstruksi u-tube telah meningkat dengan pengembangan tentang pembersih tabung hidrolik. U-tube bundle memiliki keuntungan jarak yang minimum antara batas tabung luar dan bagian dalam shell untuk perpindahan konstruksi tube bundle apapun.14. Tube bundle dapat dipindahkan dari heat exchanger shell. Banyaknya lubang tabung yang diberikan shell lebih sedikit untuk fixed-tube-sheet exchanger karena pembatasan pada pembengkokkan tabung pada radius yang sangat pendek. Fin sering digunakan untuk mengurangi potensi pencemaran fluida tersebut. yang dimana dilas pada shell. Alat pemanas tangki penghisap.

3. hotel dan lain-lain. Kebocoran di packing tidak akan mengakibatkan pencampuran dua cairan di dalam exchanger. Jarak antara batas tabung yang luar dan bagian dalam shell adalah sedikit lebih besar dari yang untuk fixed-tube-sheet dan U-tube exchangers. lantern ring dan differential expansion. Bagian-bagian dari heat exchange jenis ini dapat dilihat pada gambar berikut. Standar exchangers ini tersedia dari sejumlah harga sebenarnya yang jauh di bawah peralatan industri proses. 2. 2.3 Packed-Lantern-Ring Exchanger Konstruksi ini merupakan straight-tube bundle yang dapat dipindahkan yang sedikit mahal.3. yang ditekan diantara kotak isian dengan balutan penyokong cincin.sakit. Lembar tabung non-ferrous atau 90-10 tabung tembaga-nikel adalah yang paling sering digunakan sebagai material pengganti. 13 . Fluida shell dan tube side masing-masing berisi dengan cincin terpisah dari kemasan terpisah dengan suatu lantern ring dan dipasang pada floating tube sheet. Lebar floating tube sheet harus cukup besar agar dapat mudah untuk packing. Penggunaan floating-tube-skirt menyebabkan peningkatan jarak ini. Tanpa skirt. Lantern ring dilengkapi dengan weep holes. jarak harus dipertimbangkan untuk gangguan lubang tabung selama tabung menggoncang dekat tepi luar tabung atau untuk pengelasan ujung tube pada floating tube sheet.4 Outside-Packed-Floating Heat Exchanger Fluida dari sisi shell mengandung balutan dari banyak cincin. Terkadang skirt digabungkan dengan tube sheet tipis untuk memberikan permukaan pada packing dan lantern ring. Kebocoran yang melewati packing pergi melewati weep holes dan kemudian menetes ke tanah.

cakram bundar diganti oleh dished head atau channel barrel (sama seperti gambar 11-36f) terpasang diantara floating-head cover dan floating-tube-sheet skirt. Tidak terdapat batasan angka pada jumlah dari sisi tube yang dilalui atau pada desain tekanan dan temperature bagian tube.5 Internal Floating Head Exchanger Desain internal-floating-head exchanger digunakan secara ekstensif di jasa pertroleum refinery. Jarak (antara shell dan OTL) adalah 29 mm (1 1/8 in) untuk shell pipa dan 37 mm (1 7/16 in untuk diameter plate shell sedang). Tube bundle lebih mudah dipindahkan dan floating tube sheet yang bergerak ( atau mengambang ) dapat menyesuaikan dengan perbedaan ekspansi antara shell dan tube. 14 . dengan sejumlah ganjil dari tubeside passes. penggunaannya menurun. konstruksi ini sering digunakan di industri kimia. Floating head cover biasanya berupa cakram bundar. tapi beberapa tahun belakangan ini. Split-shear-ring masuk pada alur floating-tube-sheet skirt. tapi beberapa tahun belakangan ini penggunaannya telah berkurang.Dulu. nozzle aksial bisa dipasang pada floating-head cover. Outsidepacked floating heat exchanger merupakan tipe umum yang sering digunakan untuk konstruksi bundle yang dapat dipindahkan di industri kimia. ditahan di tempat untuk shear ring. Batas tube terluar mendekati diameter bagian dalam gasket pada floating tube sheet. terpasang pada external floating-head cover. Saat floating-tube-sheet skirt mengalami kontak dengan balutan dari cincin. 2. Slip on backing flange.3. Jika sisi nozzle diperlukan. dapat menghaluskan akhir mesin. pada saat penggunaannya. Konstruksi bundle yang dapat dipindahkan menyesuaikan dengan perbedaan ekspansi antara shell dan tube dan penggunaannya untuk perbaikan bagian shell hingga 4137 kPa dan 600 lbf/ in2 pada 3160C (6000F).

split backing ring. Sealing strips atau dummy tubes biasanya dipasang untuk mengurangi tube bundle yang melewati.3. Jarak yang besar antara shell dan tube harus tesedia untuk gasket dan baut pada floatinghead cover. Hal ini dapat mengurangi waktu perawatan saat pemeriksaan dan perbaikan. Fluida masuk di puncak vertical tabung. Fil 15 . 2.55(juli 1967)). dan film menempel pada permukaan tabung saat jatuh ke dasar tabung. 2.6 Pull-Through-Floating Heat Exchanger.63. Tube bundle dapat diambil tanpa memindahkan shell cover atau floating-head cover.3. Shell cover.eng program.5 kali dibandingkan dengan desain yang dibutuhkan split-ring. Split backing ring dan baut biasanya terletak melebihi ujung shell dan di dalam cover-shell berdiameter besar.Split backing ring dan baut biasanya menahan floating head cover pada floating tube sheet. Jaraknya sekitar 2-2. dan floating head cover harus dipindahkan sebelum tube bundle bisa melewati exchanger shell. Konstruksinya sama seperti internal-floating-head split-backing ring exchanger kecuali floating-head covernya yang terpasang tepat pada floating tube sheet.7 Falling-Film Exchangers Falling film shell and tube heat exchanger telah dikembangkan untuk macam-macam pelayanan dan dibuat oleh Sack (Chem. Distributor atau slotted tubes menyimpan liquid di aliran film di dalam permukaan tubes.

dan dimungkinkan untuk memindahkan secara terpisah antara shell side dan tube side.8 Split-backing-ring Floating Head (Type S) Satu tubesheet fix dengan baik pada shell dan tubesheet satunya terapung. Fixed tube sheets dengan atau tanpa sambungan ekspansi dan outside-packed head adalah desain yang digunakan. diuapkan atau dibekukan (oleh medium perpindahan panas yang cocok) di luar tabung. Akses ke tube end pada stationary end hanya dapat dilakukan dengan melepaskan head cover.dapat didinginkan. Untuk memisahkan antara fluida pada shell dengan fluida yang melewati tube side. split back ring dan floating head cover. Ada internal joint pada type ini sehingga membutuhkan design yang sangat hati hati dan cermat. Dipanaskan. 2. 16 . serta seluruh tube bundle dapat dilepas. Tube distributor telah dikembangkan untuk berbagai macam aplikasi. sedangkan akses ke tube end pada floating head end dilakukan dengan melepas shell cover.3. maka dipergunakan flanged cover yang dibautkan pada split backing ring pada sisi lain tubesheet.

Tahap pertama adalah Thermal Design dan selanjutnya diteruskan dengan Mechanical Design. Secara garis besarnya ada dua Tahap Detail Design untuk Shell and Tube Heat Exchanger. Backing flange dipasang dengan sebuah split shear ring yang ditempatkan dalam celah pada skirt.10 Bayonat tube Pada type ini.9 Outside Packed floating head (Type P) Untuk memasukkan fluida dari tube side ke floating head.3. keberadaan split shear ring memungkinkan bagi flange dan cover untuk dilepas. 17 . akan tetapi untuk ukuran shell vertikal yang relative pendek kadang tidak diperlukan adanya buffle. salah satu silindrical barrel (Skirt) dilaskan pada sisi luar floating tubesheet. 2. sementara lainya ditetapkan dengan sebuah slip on backing flange dan flat cover. Output atau hasil yang diperoleh pada Thermal design akan menjadi data input untuk Mechanical design. Tekanan dan temperatur pada shell side terbatas pada 20 bar dan 300 degC. Type ini cocok untuk perbedaan temperatur yang extrim antara kedua fluida di shell side dan tube side. tube bagian dalam dan shell side dapat dilepaskan secara bebas.3. tube bagian luar. Free end masing-masing pipa bagian luar di seal ke sebuah cover Shell side biasanya dilengkapi dengan buffle seperti halnya type lain.2.

3. Bundle bagian bawah berperan sebagai kettle yang memanaskan fluida dalam shell dan pendinginan terjadi pada fluida pada tube side.2. Meskipun dapat dipenuhi dengan single bundle.11 Double bundle Vaporizer Double type ini adalah spesial design non-TEMA dan cocok dipergunakan untuk penguapan liquid pada temperatur yang rendah. akan tetapi spesial design diperlukan untuk mencegah pembekuan kondensate. sementara itu bundle bagian atas berperan menurunkan kembali temperatur fluida dapam shell dan menyerap panasnya untuk menguapkan fluida dingin pada tibe side pada bundle atas ini. 18 .

Melalaikan dalam pemeliharaan kebersihan semua tabung dapt mengakibatkan kemacetan aliran yang mengalir sepanjang tabung. Hal ini menjadikan tabung terlalu panas dan mengakibatkan perluasan tegangan dan membocorkan tube hingga tube-sheet-joint. • • • Garam yang tersimpan mungkin dapat dicuci bersih dengan mengalirkan air panas yang bersih. Jangan mencoba untuk membersihkan tabung dengan mengeluarkan uap air melalui tabung individu.1 Perawatan Shell and Tube Heat Exchanger 1. yang akan menghasilkan perluasan tegangan dan membocorkan tabung hingga tube-sheet-joint. 19 . hal yang penting bahwa semua cairan dikeringkan dari heat exchanger dan dikendurkan sampai tekanan atmosfer dan temperature lingkungan. Jangan menangani tube bundle dengan pengait atau perkakas lain yang mungkin dapat merusak tabung. 5. Untuk membersihkan dan memeriksa di dalam tabung. coke mungkin dapat digunakan. Melakukan pembersihan secara berkala seperi di bawah ini : • Alirkan minyak panas atau hasil penyulingan melalui tabung atau shell dengan kecepatan yang baik. 6.BAB III PEMBAHASAN 3. 3.pada umumnya secara efektif dapat memindahkan kotoran atau hal serupa yang masih tersimpan didalamnya. Amati kondisi bagian dalam dan luar dari seluruh tabung dan jaga kebersihannya. Untuk memperat suatu sambungan tabung. gunakan roller tipe tube expander yang sesuai. 4. pindahkan channel cover (atau bonnet) dan jangan memindahkan channel. dengan konsekuensi tabung menjadi terlalu panas dibandingkan dengan sekitar tabung. Beberapa campuran pembersih komersil seperti “Oakite” dan “Dowell” mungkin efektif dalam menghilangkan kotoran yang sulit dihilangkan.Ketika shutting down untuk perbaikan. Jika tidak satupun dari metoda diatas efektif untuk menghilangkan sesuatu dalam skala besar. 2.

Untuk menempatkan kebocoran sambungan antara tabung dan lembar tabung atau suatu tabung terpisah. Tipe bonnet Pindahkan bonnet Bolt test ring pada tempatnya dengan gasket dan packing Menerapkan tekanan hidrolik di dalam shell Gunakanlah hanya air dingin untuk tes hidrostatis. Tipe Channel • • • • • Pindahkan channel cover Menerapkan tekanan hidrolik di dalam shell b. Titik dimana jalannya air keluar menandakan adanya tabung atau sambungan yang bocor. BAB IV 20 .7. prosesnya sebagai berikut : a.

yang secara khas berbahan metal. thermal-conductive. tekanan. pH. corrosion resistant.KESIMPULAN Shell and tube heat exchanger merupakan jenis alat penukar panas yang banyak digunakan pada suatu proses seperti petroleum. atau API 660. industri kimia. ujung dari tiap tabung dihubungkan ke plenums (terkadang disebut water boxes) melalui lubang dalam tube sheets. Terdapat banyak variasi pada desain shell and tube. dan lain-lain) untuk memperkecil hal yang buruk seperti korosi. Pemilihan material tabung yang harus sesuai dengan periode lama dibawah kondisikondisi operasi (temperature. Semua yang dibituhkan yaitu melakukan pemilihan seksama atas bahan yang kuat. Pilihan material tabung yang buruk bisa mengakibatkan suatu kebocoran melalui suatu tabung antara sisi shell dan tube yang menyebabkan fluida yang lewat terkontaminasi dan kemungkinan hilangnya tekanan. Shell and tube heat exchanger menawarkan area penukaran panas yang besar dan menyediakan efisiensi perpindahan panas yang tinggi. standar yang dipakai adalah ASME Section VIII dan TEMA Class R. material tabung bermutu tinggi. Shell and Tube Heat Exchanger adalah jenis Heat Exchanger yang paling umum dipergunakan pada proses Refinary Oil and Gas dan Petrochemical. Secara khusus. Dalam hal design Shell and Tube Heat Exchanger (STHE). dan industri HVAC. BAB I 21 .

Sumber energi itu antara lain minyak bumi. dan sebagainya. Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber energi yang beraneka ragam. Salah satu kebutuhan yang hampir tidak dapat dipisahkan lagi dalam kehidupan manusia pada zaman yang modern ini adalah kebutuhan akan energi listrik. Tentu saja jumlah listrik tersebut harus dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang ada. keculai terdapat kerusakan atau waktunya proses pemeliharaan. kondenser. Itu pun. industri. panas bumi. arus laut. gas alam.PENDAHULUAN 1. generator. Produksi energi listrik dilakukan secara terus menerus selama 24 jam tanpa henti. yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Lalu setelah listrik diperoleh dari alat-alat tersebut. instansi pemerintah. tentu saja manusia berusaha untuk memperoleh energi ini. lalu hasil dari proses pembakaran tersebut berupa uap panas (energi thermal) kemudian dari uap panas tersebut diubah lagi menjadi energi mekanis dan terakhir diubah lagi menjadi energi listrik. komersial. Sistem tenaga listrik merupaka suatu sistem yang sangat kompleks dengan menggunakan peralatan-peralatan konversi energi seperti boiler. harus di back-up dengan unit produksi yang lain agar pasokan listrik tidak hilang sama sekali. Diversifikasi energi yang diambil pemerintah bertujuan untuk tetap menjamin tercukupinya kebutuhan energi yang menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. batubara. mengakibatkan semakin meningkatnya kebutuhan manusia akan sumber energi yang merupakan hal yang sangat penting dalam seluruh kehidupan manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dan mempermudah manusia dalam memperoleh pendukung kebutuhan hidup lainnya. turbin. tenaga air.1 Latar Belakang Masalah Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk yang ada saat ini. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membangun pusat-pusat pembangkitan listrik. Untuk itu. dan sebagainya. Pemanfaatan energi listrik ini secara luas telah digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Salah satu pembangkit tenaga yang menghasilkan listrik dari berbagai sumber yang tersedia di Indonesia. bisa dibayangkan berapa banyak aktivitas-aktivitas yang membutuhkan energi listrik akan terhenti 22 . Jika suplai energi listrik terhenti walau hanya beberapa menit saja. selanjutnya didistribusikan hingga diperoleh konsumen. sehingga manusia dapat hidup lebih nyaman dan menyenangkan. dan lain-lain. Pembangkit ini menggunakan sumber daya alam batubara sebagai bahan bakarnya. Perubaha energi yang terjadi secara kimia dengan proses pembakaran. transformator.

serta perawatan peralatan pembangkit listrik tersebut. peralatan pendukung.dan pada akhirnya akan menyebabkan kerugian yang sangat besar. Semakin efisien penggunaan energi listrik untuk pemakaian sendiri. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 23 . Sementara daya yang dihasilkan tergantung dari generator yang terpasang pada pembangkit tersebut. tidak akan pernah terlepas dari daya yang dihasilkan. Oleh karena itu kelancaran operasi serta kehandalan sistem menjadi syarat mutlak dari suatu sistem tenaga listrik agar dapat membangkitkan dan menyalurkan energi listrik sampai ke konsumen. institusi dan industri. semakin banyak pula energi listrik yang dijual. Tujuan dibuatnya makalah ini adalah memberikan informasi mengenai sistem operasi pembangkit listik tenaga uap. Berbicara mengenai Pembangkit Listrik. Tidak semua pembangkit listrik memiliki sistem operasi yang sama terhadap generatornya. pembangkit listrik juga mensuplay beban untuk pengoperasian pembangkitan itu sendiri atau banyak orang menyebutnya pemakaian sendiri. Selain mensuplay energi listrik untuk masyarakat. sehingga kita harus mengerti dahulu karakteristik dari generator tersebut.

turbin uap.1 menunjukkan diagram poses pembangkitan tenaga listrik.1 Proses pembangkitan tenaga listrik Pembangkitan tenaga listrik yang banyak dilakukan dengan cara memutar generator sinkron sehingga didapatkan tenaga listrik arus bolak-balik tiga fasa. Tenaga mekanik yang dipakai memutar generator listrik didapat dari mesin penggerak generator listrik atau biasa disebut penggerak mula (primover). (b) Pusat Listrik Tenaga Panas (PLTP). komponen biaya penyediaan tenaga listrik terbesar adalah biaya pembangkitan. Gambar I.1 Pembangkitan Tenaga Listrik 2. baik dari segi unit pembangkit secara individu maupun dari segi operasi sistem tenaga listrik secara terpadu. mulai dari tenaga primer sampai dengan konsumen (consumers): (a) Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA). Mesin penggerak generator melakukan konversi tenaga primer menjadi tenaga mekanik penggerak generator. dan (c) Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). 24 . Dari segi ekonomi teknik.1. khususnya biaya bahan bakar. turbin air. Oleh sebab itu. Mesin penggerak generator listrik yang banyak digunakan adalah mesin diesel. Proses pembangkitan tenaga listrik adalah proses konversi tenaga primer (bahan bakar atau potensi tenaga air) menjadi tenaga mekanik sebagai penggerak generator listrik dan selanjutnya generator listrik menghasilkan tenaga listrik. Proses konversi tenaga primer menjadi tenaga mekanik menimbulkan produk sampingan berupa limbah dan kebisingan yang perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. berbagai teknik untuk menekan biaya bahan bakar terus berkembang. dan turbin gas.2.

2 menunjukkan Diagram contoh beban listrik harian. artinya beban selama tahun-tahun itu harus sedikit mungkin berubahnya. mempertimbangkan kebutuhan (demand) beban rata-rata harian.besarnya. Untuk mencapai ongkos tiap kiloWatt jam serendah-rendahnya. Beban pusat listrik alam rentang 1 (satu) tahun merupakan jumlah beban rata-rata harian dikalikan 365 hari. b) Lama pemakaian sebesar . haruslah diusahakan: a) Faktor beban sebesar-besarnya. dan hari kerja di industri atau perusahaan. 25 . yaitu mempertimbangkan besar daya yang dibangkitkan pada hari tersebut. Gambar I. artinya diagram beban aliran sedatar mungkin.Untuk pembangunan pusat tenaga listrik. Beban rata-rata harian adalah luas diagram beban harian dibagi 24 jam dan faktor beban adalah perbandingan antara beban rata-rata dan beban maksimum selama periode tersebut Beban pusat listrik selalu berubah pada setiap saat dan tenaga listrik yang digunakan juga dipengaruhi oleh cuaca. musim hujan atau musim panas (summer) atau kemarau.

tetapi modal pembangunan pertama kalinya tinggi (mahal).2 tampak bahwa beban listrik paling tinggi (puncak) terjadi sekitar jam 8 -12 pagi untuk musim panas ( summer) sebesar 11.00 Untuk menentukan beban rata-rata adalah kebesaran beban yang paling tinggi (runcing) dibagi dua (pembagian secara kasar). dan secara umum pusat tenaga listrik ini relatif murah dibanding pusat listrik tenaga hydro walaupun biaya operasi hariannya lebih mahal.Dari Gambar I. Misalnya: a) Untuk mengatasi beban rata-rata sebaiknya dari pusat listrik tenaga hydro. Dengan pertimbangan beban puncak berlangsung relatif pendek (sebentar). b) Untuk mengatasi beban puncak sebaiknya dari pusat listrik tenaga termo terutama dengan penggerak motor diesel.5 GW dan 15 GigaWatt untuk musim hujan (winter) terjadi antara pukul 16. c) Untuk mangatasi beban rata-rata tidak hanya dengan pusat listrik tenaga hydro. 26 . adakalanya dibantu dengan pusat listrik tenaga termo dalam hal ini pusat listrik tenaga uap (PLTU). maka pembanguanan pusat listrik dapat ekonomis. Dengan mempertimbangkan diagram beban harian dan uraian-uraian tentang sifat pemakaian tenaga listrik.00-20. karena biaya operasi tiap harinya murah. Untuk menentukan macam tenaga mekanisnya suatu pusat listrik dipertimbangkan juga dari diagram beban harian.

Gambar menunjukkan contoh power generator comersial di India. baik dari segi unit pembangkit secara individu maupun dari segi operasi sistem tenaga listrik secara terpadu.Walaupun demikian. komponen biaya penyediaan tenaga listrik terbesar adalah biaya pembangkitan. Mesin penggerak generator listrik yang banyak digunakan adalah mesin diesel. turbin air. turbin uap.3 27 . Mesin penggerak generator melakukan konversi energi primer menjali energi mekanik penggerak generator. PLTU memiliki sifat tidak secepat seperti pusat listrik tenaga disel dalam mengambil alih tenaga listrik pada waktu cepat. I. Oleh sebab itu. berbagai teknik untuk menekan biaya bahan bakar terus berkembang. sebab memerlukan waktu penyesuaian. Proses konversi energi primer menjadi energi mekanik menimbulkan produk sampingan berupa limbah dan kebisingan yang perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. khususnya biaya bahan bakar. Pembangkitan energi listrik yang banyak dilakukan dengan cara memutar generator sinkron sehingga didapat tenaga listrik arus bolak-balik tiga phasa. Energi mekanik yang dipakai memutar generator listrik didapat dari mesin penggerak generator listrik atau biasa disebut penggerak mula (primover). Dari segi ekonomi teknik. dan turbin gas.

yaitu instalasi yang secara garis besar terdiri dari: 1) Instalasi tegangan tinggi. turbin gas. yaitu instalasi bahan bakar untuk pusat pembangkit termal dan atau instalasi tenaga air) b) Instalasi mesin penggerak generator listrik. yaitu instalasi yang berfungsi sebagai pengubah energi primer menjadi energi mekanik sebagai penggerak generator listrik c) Mesin penggerak generator listrik dapat berasal dari ketel uap beserta turbin uap. mesin diesel. e) Instalasi Listrik. yaitu instalasi yang berfungsi mendinginkan instalasi mesin penggerak yang menggunakan bahan bakar. 28 . yaitu instalasi yang yang digunakan untuk menyalurkan energi listrik yang dlibangkitkan generator listrik 2) Instalasi tegangan rendah.2 Kelengkapan pada pusat pembangkit listrik Kelengkapan pada pusat pembangkit listrik antara lain adalah: a) Instalasi sumber energi (energi primer. yaitu instalasi pada peralatan bantu dan instalasi penerangan.2. dan turbin air d) Instalasi pendingin.1.

yaitu instalasi baterai aki dan peralatan pengisiannya serta jaringan arus searah terutama yang digunakan untuk proteksi.3 Hal-hal yang diperhatikan dalam perencanaan pembangkitan (system planning) tenaga listrik Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan pembangkit tenaga listrik adalah: a) Perkiraan beban (load forecast) Terkait dengan rencana jangka waktu pembangkitan (misal 1 5-20 tahun). 2. 29 . b) Perencanaan pengembangan (generation planning) Harus dilakukan perencanaan pengembangan kapasitas.1. besar beban puncak. dan beban tahunan.3) Instalasi arus searah. beban harian. biaya poduksi. dan lain-lain terkait dengan jangka waktu.4 menunjukkan pengangkatan transformator menggunakan crane untuk pengembangan pusat pembangkit listrik. Gambar I. kontrol. dan telekomunikasi. dan memperhitungkan investasi dan pendapatan atau hasilnya.

c) Perencanaan penyaluran (transmission planning) Diantarannya adalah memperhatikan pengembangan tansmisi dari tahun ke tahun.5 menunjukkan contoh konstruksi transmisi. 30 . sistem interkoneksi. biaya konstruksi transmisi. sistem transmisi. rangkaian instalasi transmisi . Gambar I. sistem transmisi. dan lainlain. biaya pembebasan lahan yang dilalui transmisi.

dan lainnya agar pengoperasian dapat efektif dan efisien. besar tegangan subtransmisi. f) Perencanaan pengoperasian (operation planning) Merencanakan sistem pengoperasian.7 menunjukkan system grid operation pada power plant. load flow program. 31 . sistem jaringan subtransmisi. merencanakan program computer.d) Perencanaan subtransmisi (subtransmission planning) e) Perencanaan distribusi (distribution planning) Memperhatikan rencana supply utama pada bulk station. Gambar I . dan lain-lain.

karakteristik. plant. meliputi biaya. ketersediaan bahan bakar. dan lain-lain. Contoh pembangunan PLTD yang memperhatikan lingkungan 32 . dan kelayakan alternatif sumber energi dan pengembangan teknologi. sistem pengiriman.8. dan lain-lain.g) Supply bahan bakar (fuel supply planning) atau sumber tenaga primer/bahan baku) Merencanakan kebutuhan bahan baiak atau sumber energi primer. bentuk ditunjukkan pada Gambar I. dan desain pengolahan limbah. i) Perencanaan pendapatan (Financial planning). dan lain-lain. h) Perencanaan lingkungan (environment planning) atau perencanaan kondisi lingkungan. j) Riset dan pengembangan (research & development planning/R&D planning) Riset dan pengembangan terkait pengembangan sistem pembangkit. lokasi. Memperhatikan lingkungan sekitar.

Gambar I. 33 .9 menunjukkan aktivitas yang harus dilakukan pada perencanaan sistem pembangkit tenaga listrik.

Diagram aktivitas yang harus dilakukan pada perencanaan sistem pembangkit tenaga listrik.10 menunjukkan blok diagram proses merecanakan bentuk sistem distribusi. Gambar I. 34 .

minyak bakar.2 Jenis-jenis Pusat Pembangkit Listrik Tenaga listrik dihasilkan di pusat-pusat pembangkit tenaga listrik. terdiri dari: a) Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU). atau gas sebagai sumber energi primer. minyak. cair. Pusat listrik tenaga thermo Pusat pembangkit listrik tenaga thermo menggunakan bahan bakar yang berbentuk padat. Pada pusat listrik tenaga uap menggunakan bahan bakar batu bara. dapat dikenal pusat-pusat listrik: 1. Bahan bahan bakar ketelnya berupa batu bara. Untuk memutar generator pembangkit listrik menggunakan putaran turbin uap. Berdasarkan sumber dan asal tenaga listrik dihasilkan. b) Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) 35 . Pusat pembangkit listrik tenaga thermo. dan gas.2. Tenaga untuk menggerakkan turbin berupa tenaga uap yang berasal dari ketel uap. dan lainnya.

2. Pusat Listrik Tenaga Air dibagi menjadi 2 (dua). Tenaga air tersebut menggerakkan turbin air dan turbin air memutar generator listrik.Pada pusat listrik tenaga gas. dapur kokas. Pusat listrik ini menggunakan tenaga air sebagai sumber energi primer. Gas buang dari PLTG dimanfaatkan untuk menghasilkan uap oleh ketel uap dan menghasilkan uap sebagai penggerak turbin uap. Gas berasal dari dapur tinggi. dan gas alam. Untuk memutar turbin gas atau motor gas menggunakan tenaga gas. yaitu: a) Pusat listrik tenaga air daerah bukit. Turbin uap selanjutnya memutar generator listrik e) Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) merupakan pusat pembangkit yang tidak memiliki ketel uap karena uap sebagai penggerak turbin uap berasal dari dalam bumi. Untuk memutar generator pembangkit listrik menggunakan tenaga pemutar yang berasal dari putaran disel. c) Pusat Listrik Tenaga Disel (PLTD) Pada pusat pembangkit listrik tenaga diesel. d) Pusat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Pusat listrik tenaga gas dan uap merupakan kombinasi PLTG dengan PLTU. Pada pusat listrik tenaga air. energi utamanya berasal dari tenaga air (energi primer). 36 . Untuk memutar generator pembangkit listrik menggunakan tenaga penggerak turbin gas atau motor gas. memanfaatkan selisih tinggi jatuhnya air yang tinggi. Pusat listrik tenaga hydro Pusat listrik yang menggunakan tenaga air atau sering disebut Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA). energi primer sebagai energi diesel berasal dari bahan bakar minyak atau bahan bakar gas. energi primer berasal dari bahan bakar gas atau minyak. b) Pusat listrik tenaga air daerah datar. memanfaatkan debit air dan tinggi jatuhnya air rendah.

web.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/) 37 .(http://faizal.

Pusat listrik daerah bukit terutama menggunakan air terjun yang tinggi. Di Jawa Tengah. Tenaga yang tertimbun dalam tenaga air adalah besar dan umumnya baru sebagian kecil yang sudah digunakan. tetapi keuntungannya adalah ongkos operasi tiap kiloWatt rendah dibanding dengan pusat listrik tenaga thermo. sedang pusat listrik sehari-harinya melayani pemakaian tenaga reservoir digunakan untuk mengatasinya.Pusat listrik tenaga hydro banyak dipakai di negara-negara yang memiliki tenaga air sebagai sumber tenaga. sedang terjunnya air adalah hal sekunder. (Banyumas) dan di Jawa Barat Jati Luhur. Kec. Hal yang penting ialah mengatur debit air. maka . Dam dibuat 38 listrik. Tuntang. Siman. misalnya: Mendalan. Debit air selama satu tahun. Pusat listrik tenaga hydro daerah datar kalah populer dari pada pusat listrik daerah bukit. Suatu contoh pusat listrik daerah bukit yang ada di Jawa Timur. Keadaan alam sering membantu meringankan ongkos operasi dan pembuatan Pusat Listrik Tenaga Air. Berhubung dengan ini pusat listrik daerah air letaknya di tepi sungai (sungai kecil) atau di atasnya dam. Pusat listrik daerah datar mengutamakan banyaknya air sebagai sumber tenaga. Mendirikan pusat listrik tenaga hydro membutuhkan biaya besar. Karang Kates.

tenaga nuklir diubah menjadi tenaga listrik. 2. 3. Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan PLTU yang menggunakan uranium sebagai bahan bakar dan menjadi sumber energi primer. Pusat listrik tenaga thermo berada di pusat pemakaian atau konsumen. Diagram satu garis instalasi tenaga listrik pada pusat pembangkit listrik sederhana ditunjukkan pada Gambar I. karena sulit menyimpan air yang banyak. Pada saat ini. kecuali pusat listrik tenaga nuklir. Tegangan generator paling tinggi yang dapat dibangkitkan oleh pembangkit listrik adalah 23 kV. Uranium mengalami proses fusi (fussion) di dalam reaktor nuklir yang menghasilkan energi panas. Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Pada pusat pembangkit ini.3 Instalasi Listrik pada Pusat Pembangkitan Listrik Secara umum. Sebagai alat penggerak mekanis pada pusat pembangkit adalah turbin air. Energi panas yang dihasilkan digunakan untuk menghasilkan uap dalam ketel u ap.sedemikian rupa hingga air mudah dibuang apabila meluap (banjir). sehingga hanya bisa diselenggarakan akumulasi harian. pusat pembangkit listrik membangkitkan tenaga listrik arus bolak-balik tiga fasa yang dihasilkan oleh generator sinkron. dalam tingkat riset sedang dikembangkan generator yang dapat membangkitkan tegangan listrik sampai 150 kV. sedang tinggi terbatas. Uap panas yang dihasilkan ketel uap selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin uap dan turbin uap memutar generator listrik. Dalam hal ini sulit mengatur debit air.13 39 . Sedangkan pusat listrik tenaga air berada jauh dari pusat pemakaian atau konsumen termasuk pusat listrik tenaga nuklir.

Begitu pula semua saluran keluar dari pusat listrik dihubungkan dengan rel pusat listrik. Saluran yang keluar dari rel pusat pembangkit listrik digunakan untuk mengirim tenaga listrik dalam jumlah besar ke lokasi pemakai (beban) dan digunakan untuk menyediakan tenaga listrik di lokasi sekitar pusat pusat pembangkit listrik. motor listrik sebagai penggerak peralatan pengangkat. Semua generator listrik yang menghasilkan energi listrik dihubungkan pada rel (busbar). Pada pusat pembangkit listrik juga memiliki instalasi listrik dengan sumber tegangan listrik arus searah. Tegangan listrik yang dihasilkan oleh generator sinkron dinaikkan dengan menggunakan transformator listrik sebelum dihubungkan pada rel (busbar) melalui pemutus tenaga (PMT). Sumber listrik arus searah yang digunakan pada pusat pembangkit listrik adalah baterai aki yang diisi oleh penyearah. Selain itu juga ada saluran (feeder) yang digunakan menyediakan tenaga listrik untuk keperluan pusat pembangkit sendiri yang digunakan untuk sumber tenaga listrik pada instalasi penerangan. 40 . Sumber listrik arus searah pada pusat pembangkit tenaga listrik digunakan untuk menggerakkan peralatan mekanik pada pemutus tenaga (PMT) dan untuk lampu penerangan darurat. mengoperasikan motor-motor listrik (motor listrik sebagai penggerak pompa air pendingin.Pusat pembangkit listrik yang sudah beroperasi secara komersial secara umum ditunjukkan pada Gambar I.13. keperluan kelengkapan kontrol. dan lain-lain). motor listrik sebagai penggerak pendingin udara.

4 Sistem Interkoneksi Pusat listrik yang besar.14 menunjukkan sebagian dari sistem interkoneksi yang terdiri dari sebuah pusat listrik. Pada sistem interkoneksi terdapat banyak pusat listrik dan banyak pusat beban (yang disebut gardu induk/GI) yang dihubungkan satu sama lain oleh saluran transmisi. 3) Pengaturan frekuensi. dua buah GI beserta subsistem distribusinya. Karena operasi pusat-pusat listrik dalam sistem interkoneksi saling mempengaruhi satu sama lain. Koordinasi operasi ini dilakukan oleh pusat pengatur beban.2. Koordinasi terutama meliputi: 1) Koordinasi dalam pemeliharaan. 2) Pembagian beban secara ekonomis. Jaringan distribusi beserta konsumen ini merupakan suatu subsistem distribusi dan subsistem dari setiap GI umumnya tidak mempunyai hubungan listrik satu sama lain (interkoneksi). Tujuan lainnya adalah saling memperingan beban yang harus ditanggung oleh suatu pusat listrik. maka perlu ada koordinasi operasi. 41 . di atas 100 MW umumnya beroperasi dalam sistem interkoneksi. Gambar I . Di setiap GI terdapat beban berupa jaringan distribusi yang melayani para konsumen tenaga listrik. Tujuan dari sistem interkoneksi antara lain adalah untuk menjaga kontinuitas penyediaan tenaga listrik karena apabila salah satu pusat pembangkit mengalami gangguan masih dapat disuplai dari pembangkit lain yang terhubung secara interkoneksi.

275 kV. Sedangkan PT. 5) Prosedur mengatasi gangguan. 2. Caltex Pacific Indonesia yang beroperasi di daerah Riau menggunakan tegangan transmisi 110 kV dan 230 kV Sedangkan PT. Saluran transmisi dapat berupa saluran kabel udara. tegangan diturunkan menjadi tegangan distribusi primer. atau saluran kabel tanah. Sedangkan PT Caltex Pacific Indonesia menggunakan tegangan distribusi primer 13.4) Pengaturan tegangan. Caltex menggunakan frekuensi 60 Hz. Tegangan transmisi yang digunakan PLN adalah 70 kV. energi primer dikonversikan menjadi energi listrik. Di gardu induk (GI). 42 . Dalam pusat listrik. PLN menggunakan frekuensi 50 Hz. Dari jaringan transmisi selanjutnya didistribusikan kepada para konsumen tenaga listrik melalui jaringan distribusi tenaga listrik. 150kV. Inalum di Sumnatera Utara menggunakan tegangan transmisi 220 kV. PT.8 kV.5 Proses Penyaluran Tenaga Listrik Setelah tenaga listrik dibangkitkan oleh suatu pusat pembangkit listrik. dan 500 kV. Kemudian energi listrik ini dinaikkan tegangannya untuk disalurkan melalui saluran transmisi. Tegangan distribusi primer yang digunakan PLN adalah 20 kV. selanjutnya tenaga listrik disalurkan (ditransmisikan) melalui jaringan transmisi.

15 dan Gambar I. Dari sambungan. Pertumbuhan pemakaian tenaga listrik makin lama makin meningkat dalam kehidupan sehari-hari. tenaga listrik didistribusikan melalui penyulang-penyulang distribusi yang berupa saluran udara atau melalui saluran kabel tanah. maka mutu tenaga listrik harus juga semakin meningkat dan menjadi tuntutan yang makin besar dari pihak pemakai tenaga listrik.Proses penyaluran tenaga listrik bagi konsumen ditunjukkan pada Gambar I. khususnya bagi keperluan industri.16.16 menunjukkan Power Network Analyzer Type TOPAS 1000 buatan LEM Belgia. Dari Gardu Induk (GI). KWH meter berfungsi membatasi daya dan mencatat besarnya konsumen. Gambar I. Pada penyulang-penyulang distribusi terdapat gardu-gardu distribusi yang berfungsi untuk menurunkan tegangan distribusi primer menjadi tegangan rendah 380/220 Volt yang didistribusikan melalui jaringan tegangan rendah (JTR).6 Mutu Tenaga Listrik Mutu tenaga listrik sangat diperlukan dalam kaitannya dengan kualitas penyediaan tenaga listrik dan pelayanan. Konsumen tenaga listrik mendapat tenaga listrik dari JTR dengan menggunakan sambungan rumah (SR). tenaga listrik masuk ke alat pembatas dan pencatat tenaga listrik berupa KWH meter sebelum memasuki instalasi rumah milik konsumen. Untuk merekam kualitas tenaga listrik yang dihasilkan oleh pusat-pusat listrik digunakan alat Power Network Analyzer Type (TOPAS) 1000 buatan LEM Belgia. pemakaian energi listrik oleh 2. 43 .

Mutu tenaga listrik yang dihasilkan pusat listrik. 1. apakah tersedia 24 jam sehari sepanjang tahun. dan kemiringan tegangan. alat tersebut mampu a) Arus dari tegangan dalarn keadaan normal maupun transien. apakah jumlahnya masih dalam batas-batas yang dapat diterima oleh pemakai tenaga listrik.7 Instalasi Listrik pada Pusat Pembangkit Listrik 2. indikatornya antara lain adalah: 1. variasi tegangan. Kontinuitas penyediaan. Kelima indikator dapat direkam. apakah selalu ada dalam batas-batas yang diijinkan. 5. b) Harmonisa yang terkandung dalam tegangan. 4. dapat dibahas secara kuantitatif antara pihak penyedia dan pemakai tenaga listrik. c) Kedip tegangan. Kedip tegangan. d) Frekuensi.7. 2. Instalasi klem generator sinkron 3 phasa 44 digunakan dalam pusat pembangkit listrik adalah . apakah selalu ada dalam batas-batas yang diijinkan. Nilai tegangan. Nilai frekuensi . melakukan perekaman pada: jika ada permasalahan yang tidak sesuai. 2. apakah besarnya dan lamanya masih dapat diterima oleh pemakai tenaga listrik. 3. Kandungan harmonisa.1 Instalasi Listrik Generator Sinkron 3 phasa Generator listrik yang banyak generator sinkron 3 phasa.

V.2. V. C dan N untuk hubungan bintang seperti ditunjukkan pada Gambar II. dan kumparan ke-3 adalah T dan W. serta ada juga yang memberi kode U. X. Y. maka ketiga klem U. 45 . dan W dihubungkan jadi satu sebagai titik netral. Rangkaian listrik generator sinkron 3 phasa ditunjukkan pada Gambar II. B. yaitu u jung-ujung pada belitan stator dari generator sinkron 3 phasa dihubungkan pada klem generator sehingga ada 6 (enam) klem. Sistem penotasian yang lain juga ada. Klem-klem diberi kode atau notasi R S T dan U V W. Klem R dan U merupakan ujung-ujung kumparan atau belitan phasa pertama. Karena umumnya generator sinkron dihubungkan dalam hubungan Y (star/bintang).1. klem S dan V ujung-ujung kumparan phasa ke-2. W dan Z.Pemberian kode pada klem untuk generator sinkron 3 phasa ada yang A.

3 menunjukkan ujung kumparan stator generator sinkron 3 phasa hubungan bintang Untuk hubungan klem pada generator sinkron 3 phasa hubungan bintang ditunjukkan pada Gambar II. Instalasi listrik generator sinkron dan transformator 3 phasa Tegangan generator sinkron pada ini maksimum 23 kV. Generator-generator sinkron 3 phasa daya di atas 10 MVA memiliki transformator penaik tegangan dalam satu kesatuan dengan generatornya. Energi listrik yang dibangkitkan generator setelah dinaikkan oleh transformator penaik tegangan disalurkan melalui pemutus tenaga (PMT) atau transformator pemisah (disconnecting Switch/DS) ke rel (busbar).4.menunjukkan klem untuk arus penguatan generator sinkron 3 phasa dari luar arus searah (DC). 2. atau d ari generator sendiri yang disearahkan terlebih dahulu memakai penyearah. Tanda + dan . dan untuk tegangan generator sinkron yang lebih tinggi masih dalam uji coba. Secara diagram hubungan generator sinkron dan transformator 3 phasa ditunjukkan pada Gambar II. 46 .5.Gambar II. Transformator tegangan umumnya mempunyai hubungan segitiga/delta-bintang (?-Y).

Saluran tenaga listrik dari generator sampai dengan rel harus rapi dan bersih agar tidak menimbulkan gangguan. Secara prinsip 47 . Arus penguat didapat medan magnet secara umum diperoleh dari generator arus searah (DC) yang terpasang satu poros dengan generator utama.Penyaluran daya dari generator sinkon 3 phasa sampai ke transformator penaik tegangan menggunakan kabel yang diletakkan pada saluran tanah dan saluran di atas tanah (cable duct). Selain itu ada juga penguatan yang diperoleh dari generator sinkron yang disearahkan terlebih dahulu. karena gangguan pada bagian ini akan menimbulkan arus hubung singkat yang relatif besar dan mempunyai resiko terganggunya pasokan tenaga listrik dari pusat listrik ke sistem. Pada rel (busbar) umumnya berupa konduktor tanpa isolasi.6. 3. penguatan generator sinkron 3 phase ditunjukkan pada Gambar II. bahkan apabila generator yang digunakan pada sistem berkapasitas besar kemungkinan seluruh sistem menjadi terganggu. tenaga disalurkan melalui konduktor tanpa isolasi ke PMT dan dari PMT ke rel menggunakan konduktor tanpa isolasi juga. dan bahkan ada generator sinkron yang sistem excitacynya berasal dari belitan penguat yang dipasang pada rotor generator sinkron sendiri. Setelah keluar dari sisi tegangan tinggi transformator sebagai penaik tegangan. Instalasi excitacy (excitacy) generator sinkron 3 phasa Bagian lain dari instalasi listrik pada generator sinkron 3 phasa adalah instalasi arus penguat medan magnet (excitacy).

7 menunjukkan generator sebuah PLTU buatan Siemen dengan 2 kutub.9 menunjukkan Rotor generator PLTA Kota Panjang (Riau) berkutub banyak 57 MW. 48 . Penguat generator utama cenderung berkembang dari generator arus bolak-balik yang dihubungkan ke generator sinkron melalui penyearah yang berputar di poros generator sehingga tidak diperlukan cincin geser.8 menunjukkan potongan memanjang rotor generator sinkron berkutub dua (rotor turbo generator) berkutub dua dan Gambar II. untuk sistem penguatan banyak digunakan generator DC sebagai penguat secara.Hubungan listrik antara generator utama dengan generator arus penguat dilakukan melalui cincin geser dan pengatur tegangan otomatis. Gambar II. Ada generator penguat pilot (pilot exciter) dan generator penguat utama (main exciter). Pengatur tegangan otomatis berfungsi mengatur besarnya arus penguat medan magnet agar besarnya tegangan generator utama dapat dijaga konstan. Pada generator yang memiliki daya di atas 100 MVA. Gambar II. bertingkat.

umumnya menggunakan generator berkutub dua dan PLTA memerlukan putaran rendah menggunakan generator berkutub banyak. 49 .PLTU dan PLTG memerlukan putaran tinggi.

Dari komutator Generator 32 Pembangkitan Tenaga Listrik DC dihubungkan pada 2 (dua) slipring generator utama.11 menunjukkan diagram generator sinkron dengan arus penguatan dari generator DC 2400 kW/400V. Gambar II. Gambar II.12 menunjukkan contoh stator generator sinkron 3 phasa dan 200 rpm dengan jumlah alur atau slot 378. 500 MVA. Generator utama memiliki kapasitas 500 MW/12 kV/60Hz. 15 kV 50 .Titik netral generator tidak ditanahkan dan jika ditanahkan umumnya pemasangannya melalui impedansi untuk membatasi besarnya arus gangguan hubung tanah agar cukup mampu untuk menggerakkan relai proteksi.

14 menunjukkan rotor generator dengan 36 kutub. arus penguatan 2400 A DC dari hasil penyearahan tegangan listrik 330 Volt AC.Gambar II. 51 .

17 menunjukkan rotor 3 phasa steam-turbine generator 1530 MVA. 27 kV.16 menunjukkan generator sinkron rotor sangkar kutub menonjol 12 slot dan Gambar II. 50 Hz.Gambar II. 1500 rpm. 52 .

53 . Contoh proses penguatan generator PLTA daerah Mendalan Tujuan dari sistem penguatan generator adalah untuk mengendalikan output dari generator agar tetap stabil pada beban sistem yang berubah-ubah.19 menunjukkan sistem excitacy tipe brushlees exciter system 4.Gambar II. III dan adalah berbeda yaitu pada letak saklar penguat medan. Sistem excitacy unit I dan II.

pemberi penguatan pertama pada main exciter. Magnetnya berasal dari remanent magnet (sisa-sisa magnet) buatan. 3) Shunt regelar Tahanan shunt untuk mengatur tegangan output AVR sebelum unit paralel. Perubahan nilai tahanan di AVR berpengaruh pada sistem penguatan atau excitacy secara keseluruhan sehingga output tegangan generator akan tetap terjaga kestabilannya. 6) Main Exciter Sebagai penguat utama bagi generator setelah terlebih dahulu mendapat arus penguatan dari pilot exciter. kumparan jangkarnya terletak pada stator dengan hubungan bintang. Pada prosesnya untuk menghasilkan tegangan pada generator utama memerlukan penguatan atau excitacy. Selanjutnya perubahan arus dan tegangan yang terukur oleh CT/PT AVR digunakan untuk menggeser tahanan di dalam AVR sesuai besar kecilnya perubahan. Peralatan pendukung sistem excitacy 1) Pilot exciter Merupakan penguat pada generator utama adalah penguat dalam atau penguat sendiri dengan jenis kumparan kompon panjang generator DC. Bila rotor berputar akan menimbulkan perpotongan antara kumparan medan dengan stator winding sehingga menghasilkan Gaya Gerak Listrik (GGL). 2) Juster Werstand Tahanan geser yang berfungsi untuk mengatur tegangan output pilot exciter agar pada putaran nominal (1. Sedangkan kumparan medan terletak pada rotor generator. 7) CT/ PPT AVR 54 . 4) AVR Sebagai pengendali agar tegangan output generator selalu stabil/ konstan dengan beban yang bervariasi 5) V V A Sebuah kontak penguatan.PLTA Mendalan menggunakan generator sinkron 3 Phasa. Yaitu menggunakan transformator arus (Current Transformer = CT)/PT (Potential Transformer = Transformator Tegangan) Automatic Voltage Regulator (AVR) sebagai pemberi input bagi AVR.500 rpm) mencapai 110 volt DC. a.

b.Sebagai pengukur arus dan tegangan output dari generator yang selanjutnya sebagai input bagi AVR bila unit sudah paralel atau sinkron. Penguatan pada generator utama disuplai oleh main exciter melalui saklar penguat medan. setelah turbin-generator pada putaran nominal (750 Rpm) pengisian tegangan main generator dilakukan dengan memutar penuh 55 . generator main exciter adalah generator arus searah shunt dengan penguatan terpisah.21. Tegangan dan arus searah tersebut pada awalnya dibangkitkan oleh fluk residu (yang tersimpan pada belitan kompon stator pilot exciter) dengan penambahan tingkat kecepatan akan menghasilkan arus-tegangan sampai dengan titik kritis pada putaran tertentu. Pada awal pengoperasian unit pembangkit. pilot exciter yang merupakan generator arus searah penguat dalam (kompon panjang) menghasilkan tegangan dan arus yang dapat diatur oleh tahanan lihat Gambar II. Sistem penguatan generator unit I PLTA Mendalan Pada putaran normal turbin-generator. Tegangan-arus yang dihasilkan oleh pilot exciter merupakan tegangan penguatan untuk generator main exciter.

maka terjadi proses sebaliknya. generator turun (kurang dari normal).maka kopel yang dibangkitkan oleh tromol T menjadi kuat. Jika tegangan generator naik.hand wheel (shunt regullar) searah jarum jam (menurunkan harga resistansi sampai dengan batas minimum) yang sebelumnya memasukkan saklar penguat medan (VVA). Contoh jenis motor DC ditunjukkan pada Gambar II. c. selanjutnya memutar voltage regullar dengan arah yang sama dengan shunt regullar sampai dengan arah yang sama dengan shunt regullar sampai dengan output generator menunjuk 6 KV. Pada output tegangan generator tersebut merupakan langkah awal untuk persiapan paralel unit dengan jaring-jaring secara manual.24. Pengaturan tegangan otomatis Generator sinkron 3 phasa Pengaturan Tegangan Otomatis Generator sinkron 3 phasa menggunakan Tipe Elektro Mekanik AVR Brown & Cie ( AVR .BBC ).sehingga tegangan generator turun ke normal. Bila tegangan 56 . AVR ini terdiri dari dua sektor hambatan P yang diperlengkapi alur kontak bentuk lingkaran. Dinamo e xciter penguatannya diperkecii. Di PLTA Mendalan Pengaturan tegangan otomatis (AVR) menggunakan tipe elektro mekanik AVR Brown & Cie. Kontak-kontak ini dapat berputar maju dan mundur. sehingga hambatan R dapat diperbesar dan diperkecil. Pada tegangan output generator ± 6 KV. sehingga P bergerak kekanan dan akibatnya hambatan diperbesar.23 dan II.

57

58

59

2.7.2 Rel (Busbar) Semua generator sinkron pada pusat pembangkit listrik menyalurkan tenaga listrik ke rel pusat listrik. Demikian pula semua saluran yang mengambil maupun yang mengirim tenaga listrik dihubungkan ke rel ini. 1. Rel tunggal pada pusat pembangkit Rel tunggal adalah dalam pengoperasiannya. Jika terjadi kerusakan pada melakukan perbaikan. rel, seluruh pusat listrik harus dipadamkan jika akan paling baik jika digunakan hanya pada pusat Rel tunggal susunan rel yang sederhana dan relatif paling murah, tetapi memiliki kelemahan dalam hal keandalan, dan kontinuitas pelayanan serta kurang fleksibel

pembangkit listrik yang tidak begitu penting peranannya dalam sistem. Untuk meningkatkan tingkat keandalan rel tunggal, PMS seksi dapat dipasang dan membagi rel menjadi 2 kelompok dan kanan dari rel tunggal tersebut. Unit pembangkit dan beban sebagian dihubungkan di kelompok kiri dan sebagian lagi dihubungkan di kelompok kanan. Jika terjadi kerusakan pada rel yang perbaikannya memerlukan pemadaman, maka seksi rel yang memerlukan perbaikan dapat diputus dengan cara membuka PMS seksi sehingga seksi rel yang sebelahnya tetap dapat dinyalakan atau dioperasikan.

60

Gambar II.30 menunjukkan Pusat pembangkit listrik dengan rel tunggal menggunakan PMS seksi.

2. Rel Ganda dengan Satu PMT Pusat pembangkit listrik rel ganda dengan PMT tunggal ditunjukkan pada Gambar II.31. Hubungan ke rel 1 atau rel 2 dilakukan melalui PMS. Rel ganda umumnya dilengkapi dengan PMT beserta PMS-nya yang berfungsi menghubungkan rel 1 dan rel 2. Dengan rel ganda, sebagian instalasi dapat dihubungkan ke rel 1 dan sebagian lagi ke rel 2. Kedua rel tersebut (rel 1 dan rel 2) dapat dihubungkan paralel atau terpisah dengan cara menutup atau membuka PMT Kopel. Dengan cara ini fleksibilitas pengoperasian bertambah terutama sewaktu menghadapi gangguan yang terjadi dalam sistem.

Sebagian dari unit pembangkit atau beban dapat dihubungkan ke rel 1 dan lainnya ke rel 2. Apabila salah satu unit p embangkit atau salah satu beban akan dipindah rel, terlebih
61

PMT dimasukkan. maka akan terjadi hubungan paralel antara rel 1 dan rel 2 yang belum tentu sama tegangannya dan berbahaya. setelah itu PMT harus masuk. pemasukan PMT harus melalui proses sinkronisasi. 3. dan seterusnya. Rel dengan PMT 1½ Rel dengan PMT 1½ adalah rel ganda dengan 3 buah PMT di antara dua rel. Jika rel-rel diberi identifikasi sebagai rel A dan rel B. yaitu saat PMT dibuka.dahulu PMT-nya harus dibuka. Proses pemindahan beban dari rel satu ke rel lainnya memerlukan pemadaman. maka PMT yang dekat dengan rel A diberi identifikasi sebagai PMT A1. Untuk unit pembangkit. Pusat pembangkit listrik dengan dua PMT Rel ganda dengan dua PMT sama seperti rel ganda dengan satu PMT. urutannya tidak boleh dibalik. 4. karena dengan adanya 2 buah PMT (masing-masing satu PMT untuk setiap rel) pemindahan beban dilakukan dengan menutup rel yang dituju. Pusat pembangkit listrik dengan rel ganda menggunakan dua PMT (PMT Ganda) ditunjukkan pada Gambar II. PMT A 2. Apabila terbalik. tetapi semua unsur dapat dihubungkan ke rel 1 atau rel 2 atau dua-duanya melalui PMT sehingga fleksibilitasnya lebih baik tinggi. misalnya karena ada kerusakan yang memerlukan pemadaman rel pada saat perbaikan. Pemindahan beban dari rel 1 ke rel 2 dapat dilakukan tanpa pemadaman. baik besarnya maupun phasanya. baru memasukkan PMS rel yang dituju. Rel 1 dan rel 2 tegangannya sama. kemudian membuka PMT rel yang dilepas. Setelah selesai melakukan pemindahan posisi PMS. selanjutnya disusul pembukaan PMS rel yang akan dilepas. Pemindahan beban atau unit pembangkit dari salah satu rel ke rel lainnya dalam prakteknya dapat terjadi.32. 62 .

yaitu PMT rel dan PMT diameternya. dan seterusnya. dengan membuka semua PMT bernomor A dan PMT bernomor B beserta PMS-nya. maka untuk pembebasan tegangannya. Jika pusat listrik dibuat di dalam kota untuk menghemat pemakaian tanah dapat 63 . Misalnya untuk unit pembangkit No. rel dengan PMT 1½ ini memiliki keandalan paling tinggi. Jika rel B mengalami gangguan. Apabila rel A dan Rel B mengalami gangguan. PMT AB2. Jika rel A mengalami gangguan. PMT yang di tengah disebut PMT diameter dan diberi identifikasi sebagai PMT AB1. dengan membuka semua PMT bernomor A beserta PMS-nya. Pada pusat pembangkit dengan kapasitas daya listrik kecil (sampai dengan daya ±50 MW) menggunakan tegangan rel di bawah 70 kV. Bagian-bagian dari instalasi dihubungkan pada titik-titik yang letaknya antara PMT A dengan PMT B dan pada titik-titik yang letaknya antara PMT B dengan PMT AB seperti ditunjukkan pada Gambar II. dan seterusnya. daya tetap bisa disalurkan walaupun dengan fleksibilitas pembebanan yang berkurang.33. Dibandingkan dengan rel-rel sebelumnya. rel umumnya dipasang di ruangan terbuka. yang harus dibuka adalah PMT B1 dan PMT AB1 beserta PMS-nya. digunakan rel dalam bangunan gedung tertutup atau dalam lemari yang disebut kubikel. Pelepasan tegangan sebuah instalasi yang terhubung ke rel dengan PMT 1½ mengharuskan pembukaan dua buah PMT beserta PMS-nya. Pada pusat-pusat listrik besar (di atas 50 MW). dengan membuka semua PMT bernomor B beserta PMS-nya. 1 terhubung ke rel B melalui PMT B1. daya tetap dapat disalurkan secara penuh. PMT B2. daya tetap dapat disalurkan secara penuh.PMT yang dekat rel B diberi identifikasi sebagai PMT B1.

kabel dihubungkan ke saklar tanpa pemutus tenaga (PMT) dan saklar pemisah (PMS) sebelum dihubungkan ke rel. maka gangguan di rel akan berakibat luas.3 Saluran Kabel antara Generator Sinkon 3 Phasa dan Rel 1. terutama adanya transformator arus dan transformator tegangan serta memudahkan dalam perbaikan jika terjadi kerusakan pada kabel tersebut.digunakan rel dalam tabung gas SF6 dan jarak konduktor rel dapat diperkecil untuk menghemat pemakaian tanah. Konstruksi rel harus cermat dan benar supaya dapat meminimalisasi terjadinya gangguan. Cara memasang kabel saluran Antara generator pembangkit dengan rel terdapat transformator arus dan transformator tegangan untuk keperluan pengukuran dan proteksi. Gangguan pada kabel antara generator dengan rel dapat merusak generator. Perlindungan mekanis tersebut untuk mencegah kerusakan kabel dan dapat menimbulkan gangguan. 2. 2. 64 . Kerusakan pada generator tidak dikehendaki karena memerlukan biaya perbaikan mahal dan waktu perbaikannya lama sehingga dapat menimbulkan pemadaman pasokan daya listrik.7. Kabel yang digunakan adalah kabel 1 phasa berjumlah 3 buah kabel. Perlindungan saluran kabel antara generator dan rel dilakukan menggunakan kabel yang diletakkan pada saluran khusus dalam tanah dan jika berada di atas tanah diletakkan pada rak penyangga kabel yang melindungi kabel secara mekanis.34 menunjukkan saluran antara generator dan rel menggunakan kabel Setelah melalui transformator arus dan transformator tegangan. Semua generator dan saluran yang ada dalam pusat listrik dihubungkan ke rel. Gambar II. Tujuannya memudahkan pemasangan.

Tegangan transien dapat memunculkan kembali arus listrik yang telah diputus. semakin besar terjadinya penyalaan kembali karena rangkaian kapasi tif memiliki kemampuan menyimpan muatan listrik yang besar dan dapat timbul kembali sewaktu rangkaian diputus. Fungsi saklar Saklar berfungsi memutus dan menyambung rangkaian listrik. Pada saat rangkaian listrik diputus.7. Untuk generator yang lebih dari 5 MVA. digunakan kabel serupa dengan kabel yang menghubungkan generator dengan rel. semakin sulit proses pemutusan rangkaian listrik yang dihadapi karena semakin tinggi tegangan maka semakin tinggi tegangan transien pada saat pemutusan pada rangkaian. Semakin tinggi tegangan sistem yang disambung dan diputus pada sistem. Konstruksi saklar harus memperhitungkan sifat rangkaian. khusus generator besar (di atas 10 MVA) dilakukan pencabangan untuk memberi daya ke transformator pemakaian sendiri.4 Jenis-jenis Saklar Tenaga 1. titik netral generator tidak ditanahkan. semakin kapasitif rangkaian listrik yang diputus. Pencabangan pada saluran antara generator dan rel harus dihindari dan jika sangat diperlukan pelaksanaannya.5 kV dibedakan . 2. Dalam prakteknya. Untuk generator kecil dengan kapasitas di bawah 5 MVA. dianjurkan melakukan pentanahan titik netral generator melewati tahanan. dengan membuat rel kecil dalam ruang khusus dan sebaiknya dihindari karena akan menimbulkan arus gangguan yang besar karena letaknya dekat dengan generator dan dapat menimbulkan kerusakan fatal karena generator tidak dapat berproduksi. Busur listrik menyebabkan material kontak saklar teroksidasi sehingga daya hantarnya berkurang pada saat kontak-kontak saklar menutup kembali. kontak-kontak saklar timbul busur listrik. Jenis saklar Saklar untuk keperluan menjadi 3 jenis. Dalam melakukan pentanahan. atau transformator kecil (transformator distribusi) untuk proteksi. gerakan kontak-kontak saklar harus bersifat membersihkan dirinya sendiri.Titik netral dari generator dihubungkan membentuk hubungan bintang. kumparan. 2. Untuk mengurangi pengaruh hasil oksidasi. yaitu: 65 rangkaian listrik dengan tegangan di atas 1.

yaitu dua buah PMS masing-masing di depan dan di belakang PMT. Pemisah (PMS) hanya boleh dioperasikan tanpa arus. disentuh manusia untuk pelaksanaan pekerjaan perbaikan atau khususnya pemutus tenaga tegangan tinggi memiliki teknik pemeliharaan.a. 66 . Pemutus Beban (PMB) Pemutus beban atau load break switch (LBS).35. b. Pemisah atau insulating (disconnecting) switch. Saklar pemutus tenaga (PMT) Pemutus tenaga (PMT) adalah saklar yang mampu memutus arus gangguan hubung singkat Saklar pemutus tenaga dalam bahasa Inggris disebut circuit breaker (CB). Posisi pisau-pisau PMS harus dapat dilihat secara nyata kedudukannya. untuk keperluan keselamatan kerja. dan sebuah PMS yang digunakan untuk mentanahkan bagian instalasi yang akan dibebaskan dari tegangan yang dapat Konstruksi saklar. pemutusan busur listrik dan teknik pembersihan kontak-kontaknya sendiri. c.36 menunjukkan alat-alat pentanahan. Dalam prakteknya. sebuah PMT dikombinasikan dengan tiga PMS seperti terlihat pada Gambar II. baik dalam kondisi tertutup atau terbuka. adalah saklar yang hanya mampu memutus arus sebesar arus beban. Pemisah (PMS). Gambar II .

38 menunjukkan konstruksi ruang pemadaman PMT minyak banyak sederhana. Minyak diletakkan dalam tangki sehingga konstruksi pemutus tenaga minyak banyak menjadi besar.3. Minyak berfungsi sebagai media pemutus busur listrik. busur listrik akan mengapung ke atas sehingga busur listrik memanjang dan akhirnya putus. Gambar II. Karena berat jenis busur listrik lebih kecil daripada berat jenis udara. busur listrik akan timbul (meloncat) pada bagian yang runcing terlebih dahulu pada saat kontak-kontak saklar terpisah. Gambar II. Pemutus tenaga minyak banyak Pemutus tenaga (PMT) minyak banyak atau bulk oil circuit breaker. Pemutus tenaga dari udara Bentuknya runcing. Pada PMT jenis ini. 67 . b. kontak-kontak saklar direndam dalam minyak. Perkembangan konstruksi pemutus tenaga Perkembangan konstruksi pemutus tenaga adalah sebagai berikut: a.37 menunjukkan pemutus tenaga udara.

68 .

baik pada waktu PMT dibuka maupun pada waktu PMT ditutup.c. Pemutus tenaga minyak sedikit Pemutus tenaga (PMT) minyak sedikit atau low oil content circuit breaker. hanya saja pada PMT minyak sedikit ini ada bagian PMT yang menghasilkan minyak bertekanan untuk disemprotkan pada busur listrik. 69 . Media pemutus busur api yang digunakan adalah minyak seperti pada PMT minyak banyak.42 menunjukkan PMT minyak sedikit 70 kV. Gambar II.

Gambar II. kualitas minyak PMT perlu diawasi secara teliti. Pada saat memutus busur listrik akibat arus gangguan. teknik memanjangkan busur listrik juga digunakan pada cara ini. yaitu dengan meruncingkan bentuk kontak jantan dan kontak betinanya. 70 . Selain mengandalkan penyemprotan minyak untuk memutus busur listrik yang terjadi. dimensi PMT minyak sedikit lebih kecil dibandingkan dengan dimensi PMT minyak banyak. Gambar II. sehingga harus dilakukan penggantian minyak PMT apabila minyaknya sudah kelihatan hitam akibat karbon.43 menunjukkan konstruksi ruang pemadaman pada PMT minyak sedikit secara umum.Karena menggunakan minyak bertekanan.44 menunjukkan konstruksi ruang pemadaman PMT minyak sedikit secara sederhana. minyak yang menyemprot busur listrik besar karena gangguan akan mengalami karbonisasi yang besar pula. Karbon tidak bersifat isolasi. terutama setelah PMT bekerja akibat gangguan. Pada PMT minyak sedikit.

yaitu gas SF6. Dibandingkan dengan PMT minyak sedikit. Dalam PMT vakum tidak ada media pemutus busur listrik dan teknik memutus busur listrik dalam PMT vakum tergantung teknik memperpanjang busur listrik. Gas SF6 memiliki sifat isolasi yang baik selain sifamya sebagai pendingin yang baik. vacum menjadi terbatas sehingga tegangan tidak dikehendaki terjadinya kebocoran yang dapat mengurangi nilai tekanan 71 . Berbeda dengan PMT gas SF6. e. PMT gas SF6 mempunyai dimensi yang kirakira sama tetapi pemeliharaannya lebih mudah. Pada PMT gas SF6 timbul masalah perapat antara bagian PMT yang bergerak dengan yang diam karena gas dapat menembus (bocor) di antara 2 bagian yang bergeseran tersebut sehingga diperlukan perapat (sealing) yang baik agar dapat meminimumkan kebocoran gas SF6.45 menunjukkan PMT SF6 500 kV buatan BBC di PLN sektor TET 500 kV Gandul. maka tidak dapat dilakukan "pengisian" kembali karena proses membuat vakum tidak dapat dilakukan di lapangan dan kevakuman. Pemutus tenaga vakum Pemutus tenaga (PMT) vakum merupakan PMT menggunakan teknologi mutakhir. Pelaksanaan memperpanjang busur listrik dilakukan dengan membuat berbagai bentuk kontak dan setiap pabrik mempunyai bentuk kontaknya masing-masing. Pemutus tenaga gas SF6 Pemutus tenaga (PMT) gas SF6 prinsip kerjanya serupa dengan prinsip kerja PMT minyak sedikit. Pada PMT gas SF6. apabila terjadi kebocoran pada PMT vakum. Fleksibilitas logam merupakan salah satu kendala bagi perkembangan PMT vacum karena jarak antara kontak-kontak PMT operasinya juga menjadi terbatas. Konstruksi PMT vakum menghindari adanya celah udara sehingga pergeseran bagian yang bergerak dengan bagian yang tetap (statis) dapat menimbulkan celah udara dapat dihindari dan sebagai dapat diperpanjang dan diperpendek. dilengkapi pengukur tekanan gas sehingga kelihatan jika gas SF6 sudah berkurang dan perlu dilakukan pengisian gas SF6 kembali. Gambar II.d. bedanya terletak pada media pemutus busur yang digunakan.

48 menunjukkan konstruksi ruang pemadaman PMT SF6 secara sederhana. 72 .Gambar II .

73 .

Kemudian dibangkitkan suatu medan magnetik radial (busur listrik berputar tegak lurus arah kontak). Gaya tersebut membuat busur listrik berputar pada ring kontak dan tertarik keluar sampai akhirnya putus. timbul suatu gaya Lorentz yang menarik busur listrik ke luar kontak.Pada celah di antara kedua kontak timbul arus berbentuk loop (lingkaran). Bersamaan dengan arus yang mengalir melalui busur listrik. 74 .

Untuk mengatasi arus hubung singkat terbesar yang sering terjadi. Tekniknya adalah kebalikan dari yang menggunakan medan magnetik radial.53 menunjukkan kontak PMT vakum medan magnet radial dan Gambar II. digunakan metode lain. timbul arus bentuk coil (kumparan) dan akan membangkitkan medan magnetik aksial (busur listrik tersebar) yang menjaga busur listrik tetap tersebar dalam arus yang sangat besar. 75 . hanya di sini terdapat magnet yang berfungsi menghasilkan medan magnet yang akan menarik busur listrik yang timbul pada saat pembukaan PMT sehingga bus. listrik menjadi lebih panjang dan akhirnya putus. Busur listrik didistribusikan merata pada semua permukaan kontak sehingga tidak ada tekanan lokal.55 PMT medan magnet. f.Gambar II. Gambar II. Pemutus Tenaga Medan Magnet Pemutus tenaga (PMT) medan magnet atau magnetic circuit breaker memiliki prinsip kerja seperti PMT udara. Pada celah di antara kedua kontak.54 Kontak PMT vakum dengan medan magnet aksial. Busur listrik yang berbentuk coil tersebar merata dan memanjang pada saat pembukaan kontak dan ditarik ke arah pusat kontak sampai padam.

kapasitor K1 dan K2 juga berfungsi sebagai pembagi tegangan agar tegangan antara kontak K1 dan kontak K2 sama. Pada waktu pembukaan PMT: resistor R1 dan R2 masuk bersamaan terlebih dahulu. Kontak K1 membuka 2 mili detik lebih dahulu daripada kontak K2. memakai kompresor. PMT 500 kV buatan BBC yang dilengkapi resistor ditunjukkan pada Gambar II. Pemutus Tenaga Udara Tekan Pemutus tenaga (PMT) udara tekan dalam bahasa Inggris disebut air blast circuit breaker. Resistor R1 dan R2 76 . Untuk mendapatkan tekanan udara yang dikehendaki pada PMT udara tekan. Konstruksi ruang pemadaman PMT vakum buatan Siemens ditunjukkan pada Gambar II. resistor R1 dibuka 17 mili detik setelah kontak K1 membuka atau 15 mili detik setelah kontak K2 membuka. Resistor dan kapasitor berfungsi meredam busur listrik. Keduanya menggunakan kapasitor. Dua mili detik kemudian resistor R2 dibuka. sedangkan yang PMT 500 kV buatan BBC tanpa resistor ditunjukkan pada Gambar II.60.59 Kontak-kontak utama PMT dengan resistor dan kapasitor ditunjukkan pada Gambar II. PMT jenis ini memiliki pemutus ganda K1 dan K2. PMT jenis ini memiliki p rinsip serupa dengan prinsip kerja PMT gas SF6 hanya saja pada PMT udara tekan yang menjadi media pemutus busur listrik adalah udara tekan. maka pada PMT udara tekan dibutuhkan tekanan udara yang lebih besar dibandingkan dengan tekanan gas SF6 pada PMT gas SF6.57. Hal ini tidak menguntungkan disebabkan karena harga PMT-nya menjadi lebih mahal.58 dan PMT udara hembus dengan ruang pemadaman gas secara keseluruhan ditunjukkan pada Gambar II. Kontak K 1 membuka kira-kira 15-17 mili detik lebih dahulu daripada kontak K2. Pada saat ini kapasitor C1 dan kapasitor C2 menampung tenaga listrik yang dihasilkan busur listrik.56. Karena kemampuan isolasi udara lebih rendah daripada kemampuan isolasi gas SF6. 6 mili detik kemudian kontak K1 dan disusul kontak K2 membuka.g. sehingga busur listrik bisa dipadamkan.

17 mili detik setelah kontak K1 masuk atau 15 mili detik setelah kontak K2 masuk. kedua resistor R1 dan R2 masuk bersamaan kemudian 15 mili detik kontak K1 masuk disusul kontak K2.berfungsi memperkecil busur listrik yang terjadi dan besarnya (nilai tahanannya) tergantung kepada impedansi saluran transmisi yang dibuka oleh PMT bersangkutan. 2 mili detik kemudian. 77 . resistor R1 dibuka dan 2 mili detik kemudian resistor R1 dibuka. Pada proses penutupan PMT.

Pada saklar terdapat kontak jalan (KJ) dan kontak tetap. jika jarak antara KJ dan KT semakin besar. karena kuat medan listrik. fidak ada beda potensial antara KJ dan KT. mulai membuka (b) dan sudah terbuka lebar (c). maka kuat medan l istrik antara KJ dan KT semakin turun. terjadi beda potensial antara KJ dan KT. (KT). Proses Terjadinya Busur Listrik Gambar II.h.60 menunjukkan kondisi kontak dari sebuah saklar dalam keadaan tertutup (a). melalui perioda transien. 78 . Kemudian kontak KJ digerakkan ke kiri sehingga ada celah antara KJ dan KT. Pada keadaan (a). kontak kontak tertutup. Beda potensial yang semula sama dengan nol sewaktu KJ dan KT tertutup. naik menuju nilai tegangan operasi dari saklar.

79 .

Bill 550 kV (Courtesy of General Electric) dan Gambar II.64 menunjukkan circuit breaker oil minimum untuk instalasi 420 kV. 50 Hz (Courtesy of ABB) 80 .Gambar II .63 menunjukkan contoh circuit breaker tiga phase 1200 A 115 kV.

66 menunjukkan contoh Switchgear high density yang memiliki kapasitas tegangan dalam satuan Mega Volt (MV) 81 .Gambar II.

maka proses pemutusan busur listrik akan mengalami kegagalan. Untuk mendapatkan gerakan yang cepat dan tegas.70 menunjukkan mekanisme penggerak PMT yang menggunakan pegas dalam keadaan tertutup dilihat dari sisi depan.7. 82 . diperlukan suatu mekanisme pemutus tenaga (switchgear) penggerak berdasarkan energi pegas atau energi udara tekan (pneumatic) atau energi tekanan minyak (hydraulic).2. Gambar II. Hal ini disebabkan apabila gerakan ini lambat dan ragu-ragu.5 Mekanisme Pemutus Tenaga (Switchgear) Penutupan dan pembukaan PMT memerlukan gerakan mekanis yang cepat dan tegas.

Pada waktu mengisi penegangan pegas. diputar ke arah yang tidak memutar poros tetapi menambah menegangkan pegas. Dengan membuka ganjal pegas yang pertama.Gambar II. 2. Gerakan pegas dari ganjal pertama ke ganjal kedua telah memutar roda No.71 menunjukkan mekanisme penggerak PMT yang menggunakan pegas dalam keadaan terbuka dilihat dari sisi depan. Untuk menggambarkan proses pengisian penegangan pegas melalui roda gigi yang ikatannya dengan poros hanya untuk gerakan satu arah seperti halnya roda rantai sepeda. maka pegas siap menutup PMT. yaitu dengan cara menarik ganjal ini dengan kumparan penutup (closing coil). roda satu arah. 1 (satu) 180 derajat yang memutar batang penggerak kontak-kontak PMT sehingga menutup. 83 . maka pegas akan lepas sampai terhenti gerakannya oleh ganjal kedua. yaitu roda No. Setelah pegas terisi (tertarik) penuh. lalu PMT masuk.

PMT di-trip melalui trip coil oleh relai (alat proteksi) atau oleh operator (manual). Dalam praktik. Gambar II. 1 (satu) berputar 180 derajat lagi dan batang penggerak kontak-kontak PMT bergerak membuka kontak-kontak PMT lalu PMT trip. maka roda No. Baterai harus handal untuk keberhasilan kerja PMT. Coil trip dan closing coil juga menggunakan tegangan arus searah yang dipasok oleh baterai. sedangkan pemasukan PMT melalui closing coil kebanyakan dilakukan secara manual oleh operator.72 menunjukkan mekanisme penggerak PMT menggunakan pegas dilihat dari samping. Baterai perlu dipelihara dengan baik dan kondisinya perlu dipantau secara terus menerus.Jika ganjal yang kedua ditarik oleh kumparan pembuka ( trip coil). Motor pengisi pegas harus motor arus searah yang digerakkan oleh baterai aki karena dalam keadaan gangguan sering pasokan tegangan bolak-balik dalam gedung hilang sehingga motor pengisi pegas tetap dapat berfungsi dengan pasokan energi yang dipasok baterai. Kegagalan PMT bekerja dapat terjadi akibat baterai terlalu rendah kemampuannya sehingga tidak mampu men-trip coil PMT dan akhirnya PMT tidak bekerja jika terjadi arus gangguan dan dapat berakibat fatal dan bahkan instakasi dapat terbakar. pegas menjadi tidak tegang lagi karena sudah tidak menyimpan energi dan rangkaian listrik PMT otomatis menggerakkan motor arus searah menambah menegangkan pegas dengan jalan memutar roda ke arah yang tidak memutar poros (arah penegangan pegas). Setelah PMT trip. 2.7.6 Instalasi Pemakaian Sendiri 84 .

dan lain-lain. listrik untuk pemakaian di dalam Tenaga listrik untuk pemakaian di dalam pusat pembangkit listrik digunakan untuk: 1. 4.73a menggambarkan instalasi pemakaian sendiri dari pusat pembangkit listrik yang kapasitas unit pembangkitnya relatif kecil. Gambar II. seperti: pompa air pendingin. mesin pengangkat. Lampu penerangan 2. 85 . Menjalankan alat-alat bantu unit pembangkit.73b adalah pusat listrik dengan kapasitas unit pembangkit antara 5 MW sampai 15 MW.73c adalah instalasi pusat listrik dengan unit pembangkit yang mempunyai kapasitas di atas 15 MW.Pada pusat pembangkit listrik memerlukan tenaga pusat pembangkit listrik. Gambar II. Pengisian baterai aki yang merupakan sumber arus searah bagi pusat pembangkit listrik. Gambar II. pompa transfer bahan bakar minyak. melainkan hanyalah perkiraan. Penyejuk udara 3. pompa minyak pelumas. Batas-batas ini bukan batas yang pasti. misalnya di bawah 5 MW.

Hal ini sangat tergantung kepada jenis pusat listriknya. maka tidak tersedia tegangan untuk menjalankan alat-alat bantu dalam rangka start kembali. di mana yang paling kecil umumnya PLTA dan yang paling besar umumnya PLTU yang menggunakan bahan bakar batu bara. Besarnya energi yang diperlukan untuk pemakaian sendiri berkisar antara 1-10% dari produksi energi yang dihasilkan pusat listrik. generator (G) belum berputar sehingga belum menghasilkan tegangan. terjadi penutupan rangkaian ring. di mana seharusnya ada unit pembangkit yang dapat start sendiri (black start) tanpa ada tegangan dari luar. pusat listrik.7 Baterai Aki 86 . Tetapi pada saat start. Setelah generator (G) berputar dan menghasilkan tegangan. maka daya terlebih dahulu diambil dari transformator pemakaian sendiri bersama. 2. Umumnya yang bisa melakukan black start kebanyakan adalah unit pembangkit listrik tenaga air (PLTA) atau unit pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Pada saat PMT B ditutup dan sebelum PMT A dibuka.Pada unit pembangkit besar.7. Kemudian disusul dengan pembukaan PMT A sehingga pasokan daya alat-alat bantu berpindah ke generator (G). Dalam keadaan demikian diperlukan pengiriman tegangan dari luar pusat listrik atau dalam. setiap unit pembangkit memiliki transformator pemakaian sendiri (Tr PS) yang dipasok langsung oleh generator (G). Perlu diperhatikan bahwa transformator-transformator yang ada dalam ring tidak menimbulkan pergeseran phasa tegangan sehingga tidak timbul gangguan. Sedangkan pada saat itu sudah diperlukan daya untuk menjalankan alat-alat bantu. Apabila terjadi gangguan besar dan semua unit pembangkit trip. PMT B ditutup.

Pusat listrik selalu memerlukan sumber arus searah. Ada 2 macam baterai aki yang dapat digunakan di pusat listrik. Baterai basa nikel cadmium menggunakan nikel oksihidrat (NiOH) sebagai kutub positif dan cadmium (Cd) sebagai kutub negatif. Sedangkan sebagai elektrolit digunakan larutan asam sulfat (H2SO4). Melayani keperluan alat-alat telekomunikasi. Mentrip PMT apabila terjadi gangguan. Baterai asam timah hitam menggunakan plumbum oksida (PbO2) sebagai kutub positif dan sebagai kutub negatif adalah plumbum (Pb). Gambar II. Kutub negatif dari baterai sebaiknya ditanah untuk memudahkan deteksi gangguan hubung tanah pada instalasi arus searahnya. Baterai aki merupakan sumber arus searah yang digunakan dalam pusat listrik. Baterai aki harus selalu diisi melalui penyearah. yaitu baterai asam dengan kutub timah hitam dan baterai basa yang menggunakan nikel cadmium (NiCd) sebagai kutub. baterai asam timah hitam lebih cocok daripada baterai basa nikel cadmium. Menjalankan motor pengisi (penegang) pegas PMT. c. Pemeliharaan baterai aki paling penting adalah: a) Pemantauan besarnya tegangan listrik b) Berat jenis elektrolit c) Kebersihan ruangan. dan d) Ventilasi ruangan. terutama untuk: a. d. b. Perubahan Kimia Selama Pengisian dan Pemakaian Aki 87 . Memasok keperluan instalasi penerangan darurat. Sedangkan sebagai elektrolit digunakan larutan potas kostik (KOH). Untuk daerah panas dengan suhu di atas 250 C.74 menunjukkan instalasi baterai dan pengisiannya.

Pada saat pelepasan muatan listrik terus menerus. Penurunan berat jenis accu zuur selama pelepasan muatan listrik Berat jenis accu zuur akan turun sebanding dengan derajat pelepasan muatan. bermuatan listrik penuh. Aliran listrik ini terjadi karena reaksi kimia dari asam sulfat dengan kedua material aktif dari plat positif dan plat negatif. misalnya aki mempunyai berat jenis accu zuur 1. radio dan lain-lain. karena air digunakan untuk membentuk asam sulfat. Jika Aki tidak dapat lagi memberi aliran listrik pada tegangan tertentu. Timbal peroksida terbentuk pada plat positif dan timbal berpori terbentuk pada plat negatif. elektrolit akan bertambah encer dan reaksi kimia akan terus berlangsung sampai seluruh bahan aktif pada permukaan plat positif dan negatif berubah menjadi timbal sulfat.260 pada 20°C. kembali terjadi proses reaksi kimia yang berlawanan dengan reaksi kimia pada saat pelepasan muatan. 3. 2. setelah 88 . sedangkan berat jenis elektrolit akan naik.1. Aki kembali dalam kondisi bermuatan penuh. jadi jumlah energi listrik yang ada dapat ditentukan dengan mengukur berat jenis accu zuurnya. Perubahan kimia pada saat pengisian muatan listrik Pada proses pengisian muatan listrik. Perubahan kimia pada saat pelepasan muatan listrik Aki memberikan aliran listrik jika dihubungkan dengan rangkaian luar misalnya. lampu. maka aki tersebut dalam keadaan lemah arus (soak).

0007 untuk kenaikan tiap derajat celcius dalam suhu batas normal Aki. Transformator penaik tegangan generator Jika rel dalam pusat listrik menggunakan tegangan di atas tegangan generator sinkron 3 phasa. yaitu transformator yang mengambil daya langsung dari generator untuk 89 . Transformator unit pembangkit Setiap Unit Pembangkit yang besar (di atas 10 MW) umumnya mempunyai transformator unit pembangkit. Transformator penaik tegangan generator merupakan satu kesatuan dengan generator terutama dari segi proteksi. 2.200 pada 20°C.melepaskan muatan listrik berat jenisnya 1. maka Aki masih mempunyai energi listrik sebesar 70%. jadi pembacaan berat jenis pada skala hudrometer kurang tepat sebelum dilakukan koreksi suhu. Volume accu zuur bertambah jika dipanaskan dan turun jika dingin. Macam-macam transformator ini adalah: 1. Berat jenis accu zuur tergantung dari suhu Berat jenis accu zuur berubah tergantung dari temperaturnya. Jika Volume bertambah sedang beratnya tetap maka berat jenis akan turun. 2. Berat jenis turun sebesar 0. Standar berat jenis menurut perjanjian adalah untuk suhu 20°C.8 Transformator Dalam pusat pembangkit listrik yang besar (di atas 100 MW) terdapat beberapa transformator.75 menunjukkan macam-macam transformator yang ada di pusat pembangkit tenaga listrik. Gambar II. sedang beratnya tetap.7. 4. maka tegangan dari generator dinaikkan terlebih dahulu melalui transformator penaik tegangan sebelum dihubungkan ke rel.

dan alat-alat bantu unit pembangkit pada periode start. Adanya rel-rel dengan tegangan yang berbeda dapat disebabkan karena perkembangan sistem tenaga listrik dan juga dapat terjadi karena diperlukan rel tegangan menengah (antara 6 kV sampai 40 kV) untuk keperluan distribusi di daerah sekitar pusat listrik selain rel tegangan tinggi (di atas 60 kV) untuk saluran transmisi jarak jauh. Transformator antar rel Jika di dalam pusat listrik ada beberapa rel dengan tegangan operasi yang berbeda-beda. mesin-mesin bengkel.memasok alat-alat bantu unit pembangkit yang bersangkutan. dan lain-lain. 4. seperti motor pompa pendingin. 90 . motor pompa minyak pelumas. baterai aki. 3. Rel pemakaian sendiri digunakan untuk memasok instalasi penerangan. mesin pengangkat. Transformator pemakaian sendiri Transformator pemakaian sendiri mendapat pasokan daya dari rel pusat listrik kemudian memasok daya ke rel pemakaian sendiri. maka ada transformator antar-rel.

91 .

92 . Transformator yang dipakai dalam pusat listrik besar umumnya mempunyai daya besar (di atas I MVA) dengan tegangan tinggi mulai 70 kV keatas. dan juga air (H2O) dari kelembaban udara.Transformator dengan tegangan di atas 60 kV. Minyak transformator terbuat dari bahan organik. asam karbonat dan karbon (C). titik netralnya umumnya ditanahkan secara langsung dengan maksud untuk menghemat biaya isolasi. ikatan atom C dengan atom H. Hal ini semua menyebabkan ada sebagian minyak transformator yang terurai dan bentuk H2O. Minyak transformator berfungsi sebagai media pendingin dan juga sebagai media isolasi. Pada transformator minyak mengalami suhu relatif tinggi (di atas 50 0C) dan juga mengalami busur listrik apabila ada on load tap changer (pengubah sadapan berbeban). Transformator-transformator yang besar ini perlu diamati kualitas layaknya dan juga isolasi dari bushingnya. Untuk transformator dengan tegangan di bawah 60 kV. titik netralnya kebanyakan ditanahkan melalui impedansi berupa tahanan atau kumparan dengan tujuan menghasilkan sedikit gangguan hubung tanah yang cukup besar agar relai hubung tanah bekerja. Di samping itu dalam transformator terdapat oksigen (O2) dari udara.

2 dan 3. Bagian-bagian ini perlu dipantau. Karena tegangan primer dan sekunder yaitu EH1H2 dan EX1X2 yang diberikan harus dalam satu phasa. Demikian juga sama dengan terminal X1 dan X2 untuk transformator berikutnya dihubungkan secara bersamaan. Diagram skematik ditunjukkan pada Gambar II. Secara. nilai isolasinya. Demikian juga sama dengan E23 satu phasa dengan EBC.Pembentukan zat-zat ini menyebabkan turunnya kualitas isolasinya bahkan pembentukan asam karbonat ini bisa menimbulkan korosi terhadap bagian-bagian yang terbuat logam seperti inti transformator dan tangki. Kondisi transformator juga bisa dianalisis atas dasar analisis getaran akustik yang dipancarkan bagian bagian transformator. sebagai contoh. Lilitan primer dihadapkan pada arah yang sama. yang terdiri dari porselin dan lapisan kertas yang diseling dengan logam. transformator primer antara saluran A dan B dihadapkan secara horisontal. off line kondisi transformator bisa dicek melalui pengukuran arus yang dihasilkannya apabila disuntikkan suatu tegangan 10 Volt yang frekuensinya diubah-ubah (beberapa kilo Hertz) a. 93 . seperti yang ditunjukkan pada diagram phasa.84. phasa dengan phasa. on line. Cara ini bisa dilakukan secara. dan E31 dengan ECA. Transformator 3 phasa P. Q dan R seperti ditunjukkan pada Gambar II. maka berikutnya E12 (tegangan sekunder untuk transformator P) harus dalam phasa yang sama dengan EAB (tegangan primer untuk transformator yang sama). tetapi juga hubungan phasa antara tegangan primer dan sekunder. dalam arah yang sama seperti phasa EAB. B. ECA. Diagram skematik digambarkan dengan cara menunjukkan tidak hanya masukan sambungannya. Nilai isolasi minyak dan juga nilai isolasi bagian dari bushing dengan tangki tersebut di atas sekarang bias dipantau secara on line.83. Setiap lilitan sekunder digambarkan secara paralel dan hubungan lilitan primer dengan cara dikopel. Bagian bushing transformator yang berdekatan dengan bagian atas tangki transformator. Transformator dihubungkan delta-delta. seperti ditunjukkan pada Gambar II.83 merubah tegangan masuk saluran transmisi A. C menjadi tegangan keluaran saluran transmisi 1. Transformator hubungan delta-delta (delta-delta connection). Selanjutnya sumber G menghasilkan tegangan EAB. EBC. Terminal H1 untuk setiap transformator dihubungkan ke terminal H2 untuk transformator berikutnya. Saluran masukan dihubungkan ke sumber dan saluran keluaran dihubungkan ke beban. sebab apabila nilai isolasinya terlalu rendah bisa terjadi hubung singkat phasa ke tangki yang bisa menyebabkan transformator meledak.

tegangan antara masing-masing saluran transmisi masukan dan keluaran adalah dalam satu phasa. b. Jika beban imbang dihubungkan ke saluran 1-2-3. seperti ditunjukkan pada Gambar II. maka hasil arus keluaran adalah sama besarnya. lilitan primer dihubungkan dengan cara yang sama. maka arus IP mengalir dari H1 ke H2 dalam lilitan primer yang dihubungkan dengan arus I S yang mengalir dari X1 ke X2 dalam lilitan sekunder. ditunjukkan pada Gambar II. Seperti dalam beberapa hubungan delta. setiap transformator dipertimbangkan sendiri-sendiri. Meskipun transformator bank merupakan sebuah susunan 3 phasa. Power rating untuk transformator bank adalah 3 kali rating transformator tunggal. Seperti pada rangkaian phasa tunggal.83. Hal ini menghasilkan arus line imbang dalam saluran masukan A -B-C. Transformator hubungan delta-bintang (delta-wye connection) Jika transformator dihubungkan delta-bintang.Dalam hubungan delta-delta. bahwa arus line adalah v3 kali lebih besar dari masing-masing arus IP dan IS yang mengalir dalam lilitan primer dan sekunder.84. Untuk lilitan sekunder dihubungkan pada 94 .

Arus line pada phasa 1. Lilitan HV (high Voltage/tegangan tinggi) telah diisolasi/dipisahkan hanya 1/v3 atau 58% dari tegangan v3 kali tegangan sekunder yang melalui setiap 95 . tegangan line keluaran E12 adalah 30o mendahului tegangan line masukan EAB. seperti ditunjukkan pada Gambar II. Keuntungan penting dari hubungan bintang adalah bahwa akan menghasilkan banyak isolasi/penyekatan yang dihasilkan di saluran.85. Jika saluran keluaran memasuki kelompok beban terisolasi.semua terminal X2 yang dihubungkan secara bersamaan yang dihubungkan dengan common netral (N). beda phasa 30o mungkin akan membuat hubungan parallel parallel tidak memungkinkan. Tegangan saluran keluaran adalah sama dengan transformator. Besar relatif arus pada lilitan transformator dan saluran transmisi adalah ditunjukkan pada Gambar II.86. Arus line pada phasa A. Tetapi jika saluran dihubungkan parallel dengan saluran masukan dengan sumber lain. B dan C adalah v3 kali arus pada lilitan sekunder. dalam transformator. sekalipun jika saluran tegangannya sebaliknya identik. 2 dan 3 adalah sama dengan arus pada lilitan sekunder. tegangan yang melalui setiap lilitan primer adalah sama dengan tegangan line masukan. Pada hubungan delta-bintang. Maka dari itu. beda phasanya tidak masalah. seperti dapat dilihat dari diagram phasor. Hubungan delta-bintang menghasilkan beda phasa 30o antara tegangan saluran masukan dan saluran transmisi keluaran.

2 kV = 2.Penyelesaian: a) Tegangan line pada sekunder Es = 80/v3 = 139 kV b) Arus dalam belitan transformator Beban pada masing-masing phase S = 90/3 = 30 MVA Ip = 30 MVA/13.273 A (arus pada belitan primer) I s = 30 MVA/80 kV = 375 A (arus pada belitan sekunder) 96 .

Lilitan tertiary untuk tiga transformator dihubungkan secara delta seperti ditunjukkan pada Gambar II.89.delta Hubungan open-delta ini untuk merubah tegangan sistem 3 phasa dengan menggunakan hanya 2 transformator yang dihubungkan secara open–delta. d. yang disebut lilitan ” tertiary”.c. Rangkaian open–delta adalah 97 . yang perlu diperhatikan adalah mencegah penyimpangan dari tegangan line to netral (phase ke nol). Transformator hubungan open. seperti ditunjukkan pada Gambar II. Tidak ada beda phasa antara tegangan line transmisi masukan dan keluaran untuk transformator yang dihubungkan bintang-bintang. Transformator hubungan bintang-bintang (wye–wye connection) Ketika transformator dihubungkan secara bintang-bintang.88. Cara lain adalah dengan menyediakan setiap transformator dengan lilitan ke tiga. yang sering menyediakan cabang yang melalui tegangan di mana transformator dipasang. Cara untuk mencegah menyimpangan adalah menghubungkan netral (nol) untuk primer ke netral (nol) sumber yang biasanya dengan cara ground (pentanahan).

6 kVA sebelum transformator mulai menjadi overheat (panas berlebih). Tetapi. Maka. kapasitas transformator bank yang terpasang adalah jelas 2x50 = 100 kVA. 7200 V/600 V dihubungkan open-delta. anehnya masalah ini pernah dijumpai. Bagaimanapun. Hubungan open–delta utamanya digunakan dalam situasi darurat.90). kecuali bahwa satu transformer tidak ada (Gambar II.identik dengan rangkaian delta–delta. bahwa transformator hanya dapat mengirimkan 86. hubungan delta jarang digunakan sebab beban kapasitif untuk transformator bank hanya 86. Sebagai contoh. jika 2 transformator 50 kVA dihubungkan secara open–delta. jika 3 transformator dihubungkan secara delta–delta dan salah satunya rusak dan harus diperbaiki/dipindahkan.6% dari kapasitas transformator yang terpasang. Contoh: Transformator satu phase 2 buah 150 kVA. maka hal ini memungkinkan untuk memasukkan beban secara temporeri (darurat) dengan 2 transformator yang tersisa. Hitung beban 3 phase maksimum yang tepakai Penyelesaian: 98 .

Titik nyala dari minyak yang baru tidak boleh lebih kecil dari 135 0C. c. b. minyak pertama yang keluar dibuang supaya kran-kran menjadi bersih. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan uji kegagalan ini antara lain : • • • Jarak elektroda 2. EI = v3 X 600 X 250 = 259 800 VA = 260 kVA 5. sehingga daya maksimum pada beban 300 kVA. • Botol tempat minyak transformator ditutup dengan lilin supaya kotoran dan uap air tidak masuk. Jika kekuatan listrik rendah minyak transformator dikatakan memiliki mutu yang jelek. Pengujian perlu dilakukan untuk mengetahui kegagalan minyak transformator.5 mm Bejana dan elektroda harus benar-benar kering dan bersih setiap sebelum melakukan pengujian. Hal ini sering terjadi jika air dan pengotor ada dalam minyak transformator. Pengujian kekuatan elektrik minyak transformator Kekuatan listrik merupakan karakteristik penting dalam material isolasi. sehingga dapat bersirkulasi dengan baik dan akhirnya pendinginan inti dan belitan transformator dapat berlangsung dengan baik pula.Rating daya pada tiap transformator 150 kVA. Titik nyala (flash point) Temperatur ini adalah temperatur campuran antara uap dari minyak dan udara yang akan meledak (terbakar) bila didekati dengan bunga api kecil. Pengujian viskositas minyak transformator Viskositas minyak adalah suatu hal yang sangat penting karena minyak tranformator yang baik akan memiliki viskositas yang rendah. Untuk mencegah kemungkinan timbulnya kebakaran dari peralatan dipilih minyak dengan titik nyala yang tinggi. Minyak lama pada waktu pertama alirannya dibuang. Pengujian kualitas minyak transformator a. Minyak yang akan diuji harus diambil dengan alat yang benar-benar bersih. sedangkan suhu minyak bekas 99 . Is = 150 kVA/600 V = 250 A S = v3. elektroda harus dicuci dengan minyak transformator yang akan diuji.

piring. dan minyak itu sendiri pun dapat membuat pengotoran pada dirinya sendiri. arang dan pengotor lainnya tetap tinggal. serat. Alat ini tidak menghilangkan kotoran pada kendala pertama. Alat ini mempunyai efisiensi yang tinggi. sehingga pengotor tetap tinggal. Kedua minyak dapat menua dengan cepat karena suhu tinggi dan adanya udara. Untuk mengetahui titik nyala minyak transformator dapat ditentukan dengan menggunakan alat Close up tester. Pengotor akan tertekan ke sisi bejana oleh gaya sentrifugal.piring ini membawa minyak karena gesekan dan pengotor berat ditekan keluar. Alat sentrifugal hampa merupakan pengembangannya. Ketidakmurnian dapat tinggal di dalam minyak karena pemurnian yang tidak sempurna. Pengotoran dapat terjadi saat pengangkutan dan penyimpanan. 2) Alat sentrifugal (Centrifuge reclaming) Air serat.55 oC dan diputar dengan cepat dalam alat sentrifugal. Kekurangan yang kedua dapat diatasi dengan sebuah boiler minyak hampa udara (vacuum oil boiler). Air mendidih pada suhu rendah dalam ruang hampa oleh sebab itu menguap lebih cepat ketika minyak dididihkan dalam alat ini pada suhu yang relatif rendah. Pemurnian minyak transformator Minyak transformator dapat terkontaminasi oleh berbagai macam pengotoran seperti kelembaban. Bagian utama dari drum adalah drum dengan sejumlah besar piring/pelat (hingga 50) yang dipasang pada poros vertikal dan berputar bersama-sama. 100 . sedangkan minyak yang bersih akan tetap berada ditengah bejana. Air yang ada dalam minyak akan menguap karena titik didih minyak lebih tinggi dari pada titik didih air. Beberapa metode pemurnian minyak transformator dijelaskan dalam bagian berikut ini: 1) Mendidihkan (boiling) Minyak dipanaskan hingga titik didih air dalam alat yang disebut boiler. sedangkan serat. resin dan sebagainya. Untuk masalah ini memerlukan waktu lama sehingga untuk mempercepatnya minyak dipanaskan hingga 45 . ketika pemakaian.tidak boleh kurang dari 130 0C. Metode ini merupakan metode yang paling sederhana namun memiliki kekurangan. d. Karena piring mempunyai spasi sepersepuluh millimeter. karbon dan lumpur yang lebih berat dari minyak dapat dipindahkan minyak setelah mengendap. Alat ini dipakai dengan minyak yang dipanaskan dalam bejana udara sempit (air tight vessel) dimana udara dipindahkan bersama dengan air yang menguap dari minyak. Pertama hanya air yang dipindahkan dari minyak.

filter tersumbat oleh partikel halus absorber dan udara dibersihkan dari absorber lebih cepat dan lebih menyeluruh pada awalnya. 4) Regenerasi (regeneration) Produk-produk penuaan tidak dapat dipindahkan dari minyak dengan cara sebelumnya. sementara embun atau uap diserap oleh kertas yang mempunyai hygroscopicity yang tinggi. Regenerasi dengan absorben dapat dilakukan lebih menyeluruh bila minyak dicampuri dengan asam sulfur. Filter press ini cocok digunakan untuk memisahkan minyak dalam circuit breaker (CB). yang biasanya tercemari oleh partikel jelaga (arang) yang kecil dan sulit dipisahkan dengan menggunakan alat sentrifugal.3) Penyaringan (Filtering) Dengan metode ini minyak disaring melalui kertas penyaring sehingga pengotor tidak dapat melalui pori-pori penyaring yang kecil. minyak yang dipanasi dapat dicampuri secara menyeluruh dengan absorben yang dihancurkan dan kemudian disaring. Walaupun cara ini sederhana dan lebih mudah untuk dilakukan. Absorber yang digunakan untuk regenerasi minyak 101 . Ketika minyak mengalir ke atas. Absorben untuk regenerasi minyak transformator terdiri dari selinder yang dilas dengan lubang pada dasarnya dimana absorber ditempatkan dengan minyak yang dipanaskan (80100 oC) hingga mengalir ke atas melalui absorber. minyak yang dipanaskan dapat dilewatkan melalui lapisan tebal absorben yang disebut perkolasi. Semua sifat-sifat minyak yang tercemar dapat dipindahkan dengan pemurnian menyeluruh yang khusus yang disebut regenerasi. keluaran yang dihasilkan lebih sedikit jika dibandingkan dengan alat sentrifugal yang menggunakan kapasitas motor penggerak yang sama. Ada dua cara merawat minyak dengan absorben yaitu : · Pertama. Absorben adalah substansi yang partikel-partikelnya dapat menyerap produk-produk penuaan dan kelembaban pada permukaannya. Penyaringan hanya untuk memindahkan bagian endapan yang masih tersisa dalam minyak. Jadi filter press ini sangat efisien memindahkan pengotor padat dan uap dari minyak yang merupakan kelebihan dari pada alat sentrifugal. · Kedua. Dalam menggunakan absorben untuk regenerasi minyak trasformator sering dipakai di gardu induk dan pembangkit. Hal yang sama dilakukan absorben dalam ruang penyaring tabung gas menyerap gas beracun dan membiarkan udara bersih mengalir.

e. maka akan berlangsung mekanisme kompensasi yang menyeimbangkan kerapatan berbagai jenis ion hingga tercapai keseimbangan antara penciptaan.transformator kebanyakan yang terbuat silica gel dan alumina atau sejenis tanah liat khusus yang dikenal sebagai pemutih (bleaching earth). Nilai konduktivitas diakibatkan oleh pergerakan ion. rekombinasi serta kebocoran ion terdapat elektroda-elektroda. suhu dan pengotoran. Susunan elektroda yang digunakan dalam mengukur nilai k harus dilengkapi dengan elektroda cincin pengaman untuk menghilangkan pengaruh pada bidang batas dan arus permukaan yang dibumikan secara langsung. Oleh karena itu dalam mengukur nilai k dianjurkan untuk menunggu beberapa saat misalnya 1 menit hingga mekanisme transient hilang. 102 . Filter ini diisi dengan absorben sebanyak 1% dari berat minyak transformator. walaupun demikian hal di atas dapat dilaksanakan dalam keadaan berbeban jika dilakukan perlakuan khusus. lempung cetakan (moulding clay). Pengukuran Konduktivitas Arus Searah Minyak Transformator Konduktivitas minyak (k) sangat tergantung pada kuat medan. Karena mobilitas ion yang berbeda. Mobilitas ion akan bernilai konstan hanya jika berlaku hukum Ohm. Untuk satu jenis ion dengan muatan q1 dengan rapat ion n1 maka kontribusi rapat arus ditimbulkan pada kuat medan E yang tidak terlalu tinggi adalah: S1= q1n1v1 S1 = q1n1E (2-1) (2-2) v1 dan n1 adalah kecepatan dan mobilitas ion. Transformator tentunya harus diistirahatkan (deenergized) ketika minyaknya akan dimurnikan atau diregenerasi dengan salah satu metode di atas. Jika terdapat kuat medan tertentu dalam medan dielektrik. Pengukuran k dapat menunjukkan tingkat kemurnian minyak transformator. Pengembangan metode regenerasi minyak transformator dalam keadaan berbeban adalah dengan filter pemindahan pemanas (thermal siphon filter) yang dihubungkan dengan tangki minyak transformator. Penguraian pengotor elektrolitik menghasilkan ion positif dan negatif. maka mekanisme juga berlaku dengan laju yang berbeda pula sehingga nilai k merupakan fungsi waktu.

f.Medan elektrik sedapat mungkin dibuat homogen. Jika diterapkan tegangan U untuk medan homogen seluas A dan besar sel S maka nilai k dapat dihitung dari nilai arus I sebagai berikut: K = (LS)/U A (2-3) Arus yang terukur umumnya berkisar beberapa kiloampere. 103 . Tabung uji diparalelkan dengan kapasitor standar dengan nilai kapasitansi C2 = 28 PF. dapat Kapasitas Cx dan faktor dissipasi tan d harus diukur sebagai fungsi tegangan uji U dengan menggunakan rangkaian di atas. Disamping elektroda pelat umumnya digunakan elektroda silinder koaksial. Tegangan yang dibangkitkan oleh transformator tegangan tinggi T diukur dengan kapasitor CM dan alat ukur tegangan puncak SM. Untuk itu dapat digunakan galvanometer kumparan putar yang peka ataupun pengukur arus dengan penguat elektronik yang jauh lebih peka. Pengukuran Faktor Dissipasi Minyak Transformator Rugi dielektrik dari suatu isolasi dengan kapasitas C pada frekuensi jala-jala dihitung dengan menggunakan faktor disipasi sebagai berikut: P diel = U2w C tan d (2-4) Besar rugi dielektrik dapat diukur dengan jembatan Schering.

g. ketidakmurnian. Tembus kemudian terjadi pada tegangan yang relatif rendah yang digambarkan sebagai tembus thermal lokal pada bagian yang cacat. Tembusan jembatan serat dalam minyak isolasi Setiap bahan isolasi cair mengandung pengotor makroskopik berupa partikel serta selulosa. karena menentukan kualitas dari minyak transformator selama pengujian. 1) Pemprosesan Minyak Transformator (Oil Processing) Kekuatan dielektrik dari minyak transformator sangat dipengaruhi oleh pemprosesan dan kondisi pengujian. medan seragam dan tak seragam. 104 . dan pengisian kedalam tangki pengujian. Jika kekuatan dielektrik minyak menurun dari nilai awal 65 kV/25 mm sampai 55 kV/ 2.5 mm. maka minyak harus diganti. gas. h. Jika partikel itu menyerap embun maka akan bekerja gaya yang bergerak menuju daerah dengan kuat medan yang lebih tinggi dan mengarahkannya sesuai dengan arah medan E. Muatan dengan polaritas yang berlawanan akan diinduksikan pada ujung-ujungnya sehingga mengarah mengikuti arah medan. atau jika lebih dari 4 hari setelah diisi minyak. Prosedur Pengujian Tegangan Gagal Minyak Transformator dengan Berbagai Macam Elektroda Berbagai macam elektroda yang digunakan untuk pengetesan ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil pengujian kegagalan minyak transformator dalam keadaan volume minyak tertekan. Sifat minyak akan hilang melalui uap lembab. sehingga dapat diperoleh informasi bahwa pengurangan kekuatan elektrik dari minyak transformator diabaikan jika tangki ditutup 4 hari. kapas dan lain sebagainya. Kualitas minyak harus dicek secara periodik dengan oil cup tester. Keadaan ini menciptakan saluran konduktif yang menjadi panas akibat rugi resistif sehingga menguapkan embun yang terkandung dalam partikel.

Bagian-bagian yang perlu dibumikan. kerangka besi penyangga rel. dan panel. dengan kenaikan dari 5 sampai 10 % step. Prosedur ini diulang sampai 500 kali dalam interval 1 menit. Tegangan AC telah diaplikasi selama 1 menit 20 kali tiap sedangkan tegangan impuls telah diaplikasi 20 kali tiap level tegangan. 105 . Probabilitas pengujian kegagalan dapat diperoleh dalam 2 cara yaitu: · Tegangan AC naik pada kegagalan dengan kecepatan konstan 3 kV/sec. rel.7. level tegangan. mulai 60 % dari ekspektasi breakdown voltage. Pembumian bagian-bagian instalasi tersebut di atas dilakukan dengan cara menghubungkan bagian-bagian ini dengan titik-titik pembumian dalam pusat listrik bersangkutan. 2. maka tegangan bagian-bagian instalasi ini akan selalu sama dengan potensial bumi sehingga apabila disentuh manusia tidak berbahaya. badan transformator. seperti: generator. yang dibagai dalam beberapa level.Titik-titik pembumian ini dapat berupa batang besi. misalnya: badan (body) generator. atau anyaman tembaga yang ditanam dalam tanah. pelat tembaga. Pengujian dengan tegangan AC dapat diperoleh dengan Steady voltage raising method dan Withstand voltage method.9 Pembumian bagian-bagian Instalasi Pembumian sesungguhnya sama dengan pentanahan.2) Penerapan Tegangan Tegangan AC dan tegangan impuls biasanya digunakan dalam pengujian. kerangka besi penyangga kabel. hanya untuk bagian-bagian instalasi tertentu yang ditanahkan digunakan istilah pembumian untuk menekankan perlunya bagianbagian instalasi tersebut mempunyai potensial yang sama dengan bumi melalui pembumian demi keselamatan manusia. Impuls voltage dibuat dengan up and down method dari 5 sampai 10 % step dari ekspektasi breakdown voltage. dan kumparan transformator. Dengan melakukan pembumian bagian-bagian instalasi tersebut di atas. kabel. Bagian-bagian dari instalasi pusat listrik yang harus dibumikan adalah bagian-bagian yang terbuat dari logam (penghantar) dan berdekatan (hanya dipisahkan oleh isolasi listrik) dengan bagian instalasi yang bertegangan. saklar-saklar. · Voltage band antara 0 sampai 100 % breakdown voltage.

10 Sistem Excitacy Gambar II. adalah generator arus searah hubungan shunt yang menghasilkan arus penguat bagi generator penguat kedua.2.7.97 menunjukkan rangkaian listrik excitacy dari generator besar (di atas 50 MVA) dengan menggunakan 2 tingkat generator arus penguat (exciter). 106 . Generator penguat yang pertama. Generator penguat (exciter) untuk generator sinkron merupakan generator utama yang diambil dayanya. Pengaturan tegangan pada generator utama dilakukan dengan mengatur besarnya arus excitacy (arus penguatan) dengan cara mengatur potensiometer atau tahanan asut.

Perkembangan sistem excitacy pada generator sinkron dengan sistem excitacy tanpa sikat. karena sikat dapat menimbulkan loncatan api pada putaran tinggi. Dengan cara ini arus penguat yang diatur tidak terlalu besar nilainya (dibandingkan dengan arus generator penguat kedua) sehingga kerugian daya pada potensiometer tidak terlalu besar. Gambar II. Cincin geser digunakan untuk menyalurkan arus dari generator penguat pertama ke medan penguat generator penguat kedua. Nilai arus penguatan kecil sehingga penggunaan cincin geser tidak menimbulkan masalah. Pengaturan tegangan otomatis pada awalnya berdasarkan prinsip mekanis. PMT arus penguat generator utama dilengkapi tahanan yang menampung energi medan magnet generator utama karena jika dilakukan pemutusan arus penguat generator utama harus dibuang ke dalam tahanan. oleh generator penguat kedua tidak memerlukan cincin geser karena. 107 . Sekarang banyak generator arus bolak-balik yang dilengkapi penyearah untuk menghasilkan arus searah yang dapat digunakan bagi penguatan generator utama sehingga penyaluran arus searah bagi penguatan generator utama.98 menunjukkan sistem exci tacy tanpa sikat.Potensiometer atau tahanan asut mengatur arus penguat generator penguat kedua menghasilkan arus penguat generator utama. Pengaturan besarnya arus penguatan generator utama dilakukan dengan pengatur tegangan otomatis supaya nilai tegangan klem generator konstan. penyearah ikut berputar bersama poros generator. Untuk menghilangkan sikat digunakan dioda berputar yang dipasang pada jangkar. tetapi sekarang sudah menjadi elektronik.

Tegangan bolak-balik disearahkan oleh penyearah dioda dan menghasilkan arus searah yang dialirkan ke kutub-kutub magnet y ang ada pada stator main exciter. Gangguan pada rotor yang berputar dapat menimbulkan distorsi medan magnet pada generator utama dan dapat menimbulkan vibrasi (getaran) berlebihan pada unit pembangkit. Pendeteksian kejadian pada rotor yang berputar perlu cara khusus. 108 . Main exciter adalah generator arus bolak-balik dengan kutub pada statornya. permasalahan timbul jika terjadi hubung singkat atau gangguan hubung tanah di rotor dan jika ada sekering lebur dari dioda berputar yang putus. Besar arus searah yang mengalir ke kutub main exciter diatur oleh pengatur tegangan otomatis ( automatic voltage regulator/AVR). antara lain menggunakan cara mentransmisikan dari sesuatu yang berputar. Rotor menghasilkan arus bolak-balik disearahkan dengan dioda yang berputar pada poros main exciter (satu poros dengan generator utama). Arus searah yang dihasilkan oleh dioda berputar menjadi arus penguat generator utama. Pilot exciter pada generator arus bolak-balik dengan rotor berupa kutub magnet permanen yang berputar menginduksi pada lilitan stator.Sistem pemberian arus penguatan yang digunakan pada pembangkit besar (di atas 100 MVA). Generator penguat pertama disebut pilot exciter dan generator penguat kedua disebut main exciter (penguat utama). Besarnya arus berpengaruh pada besarnya arus yang dihasilkan main exciter maka besarnya arus main exciter juga mempengaruhi besarnya tegangan yang dihasilkan oleh generator utama. hal ini harus dapat dideteksi. Pada sistem excitacy tanpa sikat.

rotor dilengkapi pengirim sinyal elektronik yang mewakili besaran tertentu. Daya Aktif Daya aktif diukur dalam satuan kW atau MW. Pengukuran diperlukan untuk mengetahui kemampuan generator penguat dan pengaturan tegangan. 2. pengukur "diterjemahkan" menjadi sinyal yang mudah 109 . Tahanan R untuk menampung energi sehingga busur listrik pada kontak-kontak PMT medan penguat dapat padam tanpa merusak kontak-kontak. Besaran yang diukur pada adalah: 1. 4. 3. Pengukuran diperlukan dalam kaitannya dengan kemampuan mesin penggerak generator dan pengaturan frekuensi. Sistem excitacy generator utama (main generator) harus bisa dibuka oleh pemutus tenaga (PMT). Sinyal elektronik ditangkap oleh alat pengukur di tempat yang diinginkan dan sinyalsinyal elektronik oleh alat dimengerti. Hal ini berkaitan dengan sistem proteksi generator. jangan sampai mengalami pembebanan lebih.11 Sistem Pengukuran Gambar II. misalnya apabila relai diferensial dari generator bekerja maka relai membuka PMT generator dan juga membuka PMT sistem excitacy generator. PMT yang membuka sistem penguat generator melakukan pemutusan arus yang mengalir ke medan magnet generator.98 menunjukkan diagram pengukuran pada generator dan pada saluran. Tegangan listrik Pengukuran tegangan diperlukan untuk menjaga mutu penyediaan tenaga listrik tidak boleh terIalu rendah dan untuk menjaga jangan sampai merusak isolasi.7. tegangan yang diperlukan tidak boleh terIalu tinggi. 2.Pada cara ini. Arus Pengukuran arus diperlukan untuk mengamati perubahan berbagai alat. Daya Reaktif Daya reaktif diukur dalam Volt Ampere Reaktif (VAR) atau Megga Volt Ampere Reactive (MVAR). misalnya mewakili tahanan isolasi rotor.

7. 6. Energi-Listrik Energi listrik diukur dalam kWh atau MWh. 110 . Gangguan hubung singkat dapat menimbulkan arus besar yang dapat merusak peralatan sehingga diperlukan sistem pengamanan atau sistem proteksi Arus yang mengalir ke trip coil (TC) adalah arus searah dari baterai aki. Frekuensi Diperlukan untuk memparalelkan generator dan menjaga mutu penyediaan tenaga listrik. 2.12 Sistem Proteksi Gangguan yang sering terjadi adalah hubung singkat antar phasa atau antara fasa dengan tanah dan keduanya. 7. sehingga dalam menjaga keandalan sistem proteksi baterai aki harus dipelihara dengan baik. Baterai aki mempunyai peran penting pada sistem proteksi. Sudut phasa (Cos f) Untuk mengukur besar Cos f dan mengetahui keadan lagging atau leading sehingga dapat diketahui apakah generator menghasilkan atau menyerap daya reaktif. Pengukuran diperlukan untuk menyusun neraca tenaga dan berkaitan dengan pemakaian bahan bakar.5.

arus mengalir kekumparan piringan (induksi) A sehingga piringan berputar menggerakkan pal D dan menutup kontak E sehingga trip coil (IC) mendapat arus dan mentrip PMT. Kontak manual trip digunakan untuk mentrip PMT secara manual. Relai memberi perintah kepada trip coil. sistem proteksi hanya akan men-trip PMT yang berdekatan dengan gangguan dan tidak meluas. Prinsip kerja relai elektromekanik Pada nilai arus beban tertentu sesuai kalibrasi relai. yaitu kumparan yang apabila bekerja akan menggerakkan pembukaan pemutusan tenaga (men-trip PMT) membebaskan tegangan dari bagian instalasi yang terganggu dan arus gangguan hubung singkat yang terjadi dapat merusak peralatan telah dihilangkan. a. sesuai kalibrasi. kontak C menutup. juga berfungsi melokalisir gangguan.Sistem proteksi selain harus mengamankan peralatan instalasi terhadap gangguan. Pada nilai arus tertentu yang relatif besar. tidak melalui relai. Jika terjadi gangguan di suatu bagian instalasi. Alat pendeteksi gangguan berupa relai. Waktu tunda relai dilakukan dengan menyetel jarak antara pal D dengan kontak E. kumparan IT menutup kontaknya dan TC langsung bekerja men-trip PMT ( relai bekerja secara instantaneous). 111 .

Relai-relai dalam sistem proteksi generator terdiri dari: Berfungsi mendeteksi arus lebih yang mengalir pada kumparan stator generator. berarti ada gangguan dalam kumparan stator generator dan selisih arus akan menggerakkan relai diferensial.b. 2) Relai Diferensial Berfungsi mendeteksi gangguan dalam kumparan stator generator dan harus bekerja lebih cepat daripada relai arus lebih. 112 . Arus 1) Relai Arus lebih lebih dapat terjadi pada kumparan stator generator atau dalam kumparan rotor. 3) Relai gangguan hubung tanah Gangguan hubung tanah adalah gangguan yang paling banyak terjadi. Prisip kerja relai diferensial adalah membandingkan arus yang masuk dan keluar dari kumparan stator generator. Arus lebih pada kumparan stator juga dapat terjadi karena beban yang berlebihan pada generator. karena setiap gangguan hubung tanah menghasilkan arus urutan nol. Prinsip kerja relai arus hubung tanah adalah mendeteksi arus urutan nol. Jika ada selisih. Arus gangguan hubung tanah yang terjadi belum tentu cukup besar untuk dapat menggerakkan relai arus lebih. sehingga harus ada relai arus hubung tanah yang dapat mendeteksi adanya gangguan hubung tanah. Relai gangguan tanah dipasang pada rangkaian stator melalui transformator 3 phasa.

Jika tidak terjadi gangguan hubung tanah. Tegangan lebih dapat merusak isolasi generator termasuk dan isolasi kabel penghubung. Prinsip kerjanya adalah mendeteksi tegangan antar generator dan PMT medan penguat (magnet) generator. Apabila tegangan melampaui batas tertentu. generator yang penguatannya lemah masih diberi kopel pemutar oleh mesin penggerak sehingga generator ini berubah menjadi generator asinkron. tapi jika ada gangguan hubung tanah jumlahnya tidak sama dengan 0 (nol) dan relai bekerja. Dalam keadaan lepas sinkron. maka relai akan men-trip PMT . 4) Relai rotor hubung tanah Hubung tanah pada rangkaian rotor. Untuk pendeteksian gangguan hubung tanah yang terjadi pada stator generator saja dipakai relai hubung tanah terbatas. Jumlah arus dari 3 phasa dijumlahkan lagi dengan arus yang dideteksi trafo arus pada penghantar pentanahan titik netral generator. Karena sirkuit rotor adalah sirkuit arus searah. Relai hubung tanah terbatas merupakan relai diferensial khusus untuk gangguan hubung tanah. yaitu hubung singkat antara konduktor rotor dengan badan rotor dan dapat menimbulkan getaran (vibrasi) berlebihan pada generator. Dalam keadaan penguatan hilang. Akibatnya terjadi panas berlebihan direncanakan untuk beroperasi asinkron dan Prinsip kerja pada rotor generator sinkron karena tidak harus dicegah oleh relai penguatan hilang. Relai akan mendeteksi gangguan yang terjadi pada rangkaian stator generator. jumlah arus pada ketiga phasa transformator sama dengan 0 (nol). terukur kecil dan relai relai ini adalah mengukur impedansi kumparan stator generator. Harus dicegah dengan menggunakan relai tegangan lebih. 5) Relai penguatan hilang Penguatan yang hilang dapat menimbulkan panas stator dan lemahnya sistem penguatan pada berlebihan pada kepala kumparan menyebabkan generator sinkron dan dapat generator menjadi lepas dari hubungan sinkron dengan generator lainnya. 6) Relai tegangan lebih. Tegangan lebih dapat terjadi jika generator berbeban kemudian pemutusan tenaganya (PMTnya) trip karena salah satu atau beberapa relai bekerja. 113 phasa melalui transformator tegangan. maka relai rotorhubung tanah pada prinsipnya merupakan relai arus lebih untuk arus searah. impedansi kumparan stator akan penguatan hilang akan bekerja.

surja tegangan yang disebabkan oleh switching lebih besar dari pada surja petir. Saluran udara rawan terhadap sambaran petir yang menghasilkan gelombang berjalan (surja tegangan) yang dapat masuk ke pusat pembangkit listrik. Hal ini perlu karena pada petir yang merupakan gelombang berjalan menuju ke transformator akan melihat transformator sebagai suatu ujung terbuka (karena transformator mempunyai isolasi terhadap bumi/tanah) sehingga gelombang pantulannya akan saling memperkuat dengan gelombang yang datang. maka flashover diharapkan terjadi pada arrester dan tidak pada transformator.13 Perlindungan Terhadap Petir Pusat pembangkit listrik umumnya dihubungkan dengan saluran udara transmisi yang menyalurkan tenaga listrik ke pusat-pusat konsumsi tenaga listrik. Tingkat isolasi bahan arrester harus berada di bawah tingkat isolasi bahan transformator agar apabila sampai terjadi flashover. maka daya dari pusat listrik tidak dapat sepenuhnya disalurkan dan biayanya mahal serta waktu untuk perbaikan relatif lama. Untuk mencegah terjadinya hal ini. selain itu jika sampai terjadi kerusakan transformator. Saluran udara yang keluar dari pusat pembangkit listrik merupakan bagian instalasi pusat pembangkit listrik yang paling rawan sambaran petir dan karenanya harus diberi lightning arrester.2. Pada sistem Tegangan Ekstra Tinggi (TET) yang besarnya di atas 350 kV. dalam pusat listrik harus ada lightning arrester (penangkal petir) yang berfungsi menangkal gelombang berjalan dari petir yang akan masuk ke instalasi pusat pembangkit listrik. Salah satu perkembangan dari lightning arrester adalah penggunaan oksida seng ZnO2 sebagai bahan yang menjadi katup atau valve arrester. Dalam menentukan rating arus 114 . Berarti transformator dapat mengalami tegangan surja dua kali besarnya tegangan gelombang surja yang datang. Transformator merupakan bagian instalasi pusat listrik yang paling mahal dan rawan terhadap sambaran petir.7. lightning arrester harus berada di depan setiap transformator dan harus terletak sedekat mungkin dengan transformator. Selain itu. Oleh karena itu. lightning arrester harus dipasang sedekat mungkin dengan transformator. Lightning arrester bekerja pada tegangan tertentu di atas tegangan operasi untuk membuang muatan listrik dari surja petir dan berhenti beroperasi pada tegangan tertentu di atas tegangan operasi agar tidak terjadi arus pada tegangan operasi. yaitu gardu-gardu induk (GI). dan perbandingan dua tegangan ini disebut rasio proteksi arrester. Gelombang berjalan juga dapat berasal d ari pembukaan dan penutupan pemutus tenaga (switching).

MisaInya apabila statistik menunjukkan distribusi probabilitas petir yang terbesar adalah petir 15 kilo Ampere (kA). Alat yang dilindungi perlu tidak saja menimbulkan induksi. dilindungi terhadap sambaran petir secara langsung.arrester.103 menunjukkan konstruksi sebuah lightning arrester buatan Westinghouse yang menggunakan celah udara (air gap) di bagian atas. sebaiknya dipelajari statistik petir setempat. Arrester ini bisa dipasang pada bangunan gedung atau di dekat alat yang perlu dilindungi misalnya pada komputer. maka rating arrester diambil 15 kilo Ampere. Gambar II. tetapi juga terhadap sambaran tidak langsung yang 115 .

seperti: ayam. Melakukan pentanahan/ pembumian yang baik bagi semua struktur logam. 2. 116 di mana . Memasang kawat petir yang mempunyai sudut perlindungan yang cukup terhadap rel (kurang dari 300C). selisih arus nilainya 0 sehingga relai akan bekerja membuka semua PMT yang berhubungan dengan rel yang terganggu tersebut. Di lain pihak. 3. maka harus ada langkah-langkah proteksi/perlindungan bagi rel agar tidak terjadi gangguan. rawan terhadap polusi debu atau uap air laut untuk pusat listrik yang terletak di tepi pantai. ular. gangguan apalagi kerusakan pada rel harus sedapat mungkin dihindarkan. Pusat listrik yang besar umumnya terletak di tepi pantai karena membutuhkan air pendingin dalam jumlah yang besar dan juga memerlukan pasokan bahan bakar dalam jumlah besar transportasi yang ekonomis dilakukan dengan kapal laut. Jika sampai terjadi gangguan pada rel. maka proteksi yang khusus memproteksi rel adalah relai busbar protection. maka hal ini dapat mengganggu seluruh sistem interkoneksi. Apabila kejadian seperti ini terjadi pada pusat listrik yang besar dalam sistem interkoneksi. Oleh karena itu. kambing. Prinsip kerjanya seperti relai diferensial yang mengukur selisih arus yang masuk dan keluar rel (busbar). yaitu dengan: 1.14 Proteksi Rel (Busbar) Rel (busbar) pada pusat listrik merupakan bagian instalasi yang vital. Memasang lightning arrester untuk saluran udara dan transformator dengan jarak yang cukup dekat.7. dan sapi. rel yang keadaannya terbuka. Mengingat hal tersebut di atas. 4. Dalam keadaan ada gangguan di rel.2. Memberi pagar yang rapat di sekeliling rel agar tidak ada binatang yang dapat masuk yang mungkin dapat menimbulkan gangguan. artinya apabila terjadi gangguan atau kerusakan pada rel akibatnya akan besar bagi operasi pusat listrik yang bersangkutan karena daya menjadi tidak dapat disalurkan.

2.16 Instalasi Telekomunikasi Telekomunikasi merupakan sarana operasi yang sangat penting bagi pusat listrik.15 Instalasi Penerangan Bagian Vital Penerangan pada pusat pembangkit listrik sangat penting. Oleh karena itu. Selain pasokan daya untuk penerangan yang memerlukan pasokan handal. terutama jika pusat listrik bekerja dalam sistem interkoneksi. Arus searah dari baterai aki juga diperlukan untuk sarana telekomunikasi yang banyak digunakan pada saat tejadi gangguan. 3) Menyediakan instalasi listrik arus searah untuk sebagian penerangan yang sangat penting dengan menggunakan lampu arus searah. tanpa ada penerangan. bagian lain yang juga memerlukan pasokan daya handal adalah komputer untuk operasi. 2) Menyediakan unit pembangkit darurat (bagi instalasi penerangan dan bagi keperluan lain yang vital seperti komputer untuk operasi). Hal ini diperlukan apabila terjadi gangguan besar yang menyebabkan semua unit trip dan pasokan daya dari luar pusat listrik hilang dan juga akan menyebabkan berhentinya poros turbin uap yang sebelumnya berbeban (suhunya ratusan derajat Celcius) sehingga akan menjadi bengkok apabila mendingin (mengkerut) tanpa diputar.7. 117 . sistem proteksi termasuk pengencangan pegas switchgear PMT. Pada PLTU harus ada pasokan listrik arus searah yang digunakan untuk input motor arus searah yang digunakan memutar poros turbin uap pada saat mulai berputar. maka jalannya operasi pusat listrik akan terganggu. Langkah-langkah tersebut adalah: 1) Pasokan daya untuk instalasi penerangan diambil dari transformator pemakaian sendiri. Sehingga harus ada langkah-langkah konkrit dan maksimal agar pasokan daya untuk instalasi penerangan sedapat mungkin tidak pernah padam. sebaiknya ada unit pembangkit darurat kecil yang dapat dan perlu dioperasikan pada waktu terjadi gangguan besar. bukan dari transformator unit pembangkit sehingga apabila unit pembangkit dihentikan atau mengalami gangguan.2. paling sedikit dapat untuk melayani keperluan di atas termasuk untuk mengisi baterai aki. maka pasokan daya untuk instalasi penerangan tidak terganggu.7.

118 .106. Microprocessor ini dilengkapi dengan berbagai modem dan peripherial yang disebut remote terminal unit (RTU). Telepon umum. 3. Serat optik yang dapat mengambil alih fungsi telepon umum maupun power line carrier. misalnya sinyal untuk membuka atau menutup PMT atau sinyal untuk mengatur beban unit pembangkit dalam rangka pembagian beban yang ekonomis dan atau dalam rangka pengaturan sistem frekuensi. dan electronic mail. Hubungan sirkuit telekomunikasi dari pesawat SSB ke dalam saluran tegangan tinggi dilakukan melalui kapasitor penghubung (coupling capacitor) setelah terlebih dahulu melalui line matching unit (LMU) untuk menghasilkan daya maksimal. telex. Pusat pengatur beban melalui komputer SCADA dapat meminta data dan informasi berbagai kejadian yang dialami pusat listrik. Pusat pengatur beban juga dapat mengirim sinyal pengaturan ke pusat listrik. termasuk untuk proteksi sistem. Modulasi yang digunakan adalah amplitude modulation single side band (AMSSB) dengan frekuensi carrier (pembawa) sekitar 4. maka komunikasi operasional antara pusat listrik dengan pusat pengatur beban (operator system) sangat penting. termasuk: Faximile. untuk komunikasi suara dan untuk pengiriman data. 2. RTU mencatat berbagai data dan kejadian dari pusat listrik untuk dilaporkan ke komputer SCADA yang ada di pusat pengatur beban. Jika alat supervisi sistem atau yang lazimnya disebut sebagai supervisory control and data aquisition (SCADA) dari pusat pengatur beban menggunakan komputer. Channel biasanya digunakan untuk SCADA dan intertripping relai proteksi. Power Line Carrier (PLC) adalah sistem telekomunikasi yang menggunakan saluran transmisi sebagai media pengiriman sinyal. Prinsip keda telekomunikasi PLC ini digambarkan secara skematik oleh Gambar II.Sarana telekomunikasi yang biasa digunakan dalam pusat pembangkit listrik adalah: 1. maka pada ujung saluran tegangan finggi di GI sebelum masuk ke alat ukur tenaga listrik dipasang kumparan yang dalam bahasa Inggris disebut wave trap. maka pada pusat listrik harus ada microprocessor yang dapat berkomunikasi dengan komputer SCADA. Jika pusat listrik beroperasi pada sistem interkoneksi. Power line carrier (PLC) umumnya mempunyai channel untuk komunikasi dan channel untuk data.00 kilo Hertz. Untuk mencegah sinyal telekomunikasi yang berfrekuensi jauh di alas frekuensi tenaga listrik (50 Hertz) masuk ke dalam sirkuit pengukuran tenaga listrik. Power line carrier.

II. Saluran telekomunikasi dapat berupa saluran tersebut dalam butir a.107 terdiri dari microprocessor yang dilengkapi dengan read only memory (ROM) dan random access Di bagian input ada analog input yang berasal dari transformator arus dan transformator tegangan setelah terlebih dahulu melalui transducer dan analog to digital converter. b. Hubungan antara RTU dengan komputer SCADA dilakukan melalui modem telekomunikasi yang berhubungan dengan saluran telekomunikasi. Penggunaan saluran fiber memberi keuntungan karena jumlah channel-nya dapat lebih banyak daripada saluran power line carrier. dan c pasal ini. yaitu dapat memasuki jaringan distribusi sampai ke rumah pelanggan listrik. maka jaringan tenaga fistrik dapat juga berupa jaringan telekomunikasi dan jaringan sistem informasi. • Teknologi terakhir cenderung menggunakan serat optik yang umumnya dimiliki perusahaan listrik dan dipasang dalam kawat petir yang ada di alas saluran transmisi. • Namun akhir-akhir sedang ada riset untuk dapat memanfaatkan sistem power line carrier bagi jangkauan yang lebih luas. Sedangkan di bagian digital input sinyal berasal dari posisi pemutus tenaga (PMT) membuka atau menutup.Remote terminal unit (RTU) seperti digambarkan oleh Gambar memory (RAM). Sedangkan digital output-nya adalah untuk membuka atau menutup PMT. Di bagian output RTU ada analog output untuk mengatur posisi governor unit pembangkit. 119 . Jika hal ini tercapai.

2. khususnya dalam menentukan spesifikasi teknis pemutus tenaga (PMT). Hubungan transformator penaik tegangan adalah (segitiga-bintang) dan transformator pemakaian sendiri adalah YY (bintang-bintang). A-Y 120 .7.108 menunjukkan contoh dari sebuah PLTU yang berdiri sendiri dengan 3 unit pembangkit yang sama 3 x 80 MVA. Bagian yang paling banyak mengalami gangguan adalah saluran udara. Dari rel 150 kV ada 4 buah saluran keluar dan ada pasokan transformator pemakaian sendiri yang menurunkan tegangan ke 20 kV dan mempunyai kapasitas 25 MVA.Gangguan hubung singkat disebabkan karena terjadi hubung singkat dalam satu bagian sistem. Gangguan hubung singkat menimbulkan arus hubung singkat yang besar dan harus diperhitungkan dalam merencanakan instalasi.17 Arus Hubung Singkat Gambar II. Masing-masing unit memiliki transformator penaik tegangan ke 150 kV dengan kapasitas 80 MVA.

Relai kemudian menutup kontak-kontak dalam sirkuit arus searah dari baterai aki untuk men-trip PMT dan menyalakan lampu indikator serta membunyikan alarm. karena dalam hal yang demikian. unit-unit pembangkit banyak yang tidak dioperasikan ada kemungkinan arus hubung singkat menjadi turun dan tidak cukup untuk mengoperasikan relai apabila terjadi gangguan. bila perlu diadakan penyetelan relai untuk arus hubung singkat yang lebih rendah. Ada juga yang dipasang reaktor secara seri dengan alat tertentu. Perhitungan arus hubung singkat seperti di atas didasarkan atas gangguan simetris 3 phasa.Karena ada 3 buah generator yang paralel. karena dianggap gangguan ini yang menghasilkan arus hubung singkat terbesar. Pembatasan arus hubung singkat di jaringan distribusi atau di instalasi pemakaian sendiri pusat listrik juga dapat dilakukan dengan tidak mengoperasikan paralel transformator di gardu induk (GI) atau transformator pemakaian sendiri (bila lebih dari 1) pada pusat pembangkit listrik. 121 . Untuk mencegah kegagalan kerja relai. maka arus hubung singkat yang melalui PMT transformator pemakaian sendiri untuk gangguan di titik adalah 3 kalinya.7. Pada hari-hari libur beban sistem rendah. ada baiknya juga dilakukan pengecekan besarnya arus hubung singkat untuk gangguan satu phasa ke tanah khususnya di dekat pusat listrik besar yang transformator penaik tegangannya mempunyai titik netral yang ditanahkan secara langsung. Tetapi gangguan yang paling sering terjadi adalah gangguan satu phasa ke tanah. khususnya pada saluran udara. ada kemungkinan arus hubung singkat satu phasa ke tanah lebih besar daripada arus hubung singkat 3 phasa. Hal ini berkaitan dengan penyetelan waktu tunda (time delay) relai. Spesifikasi PMT harus memperhatikan besarnya arus hubung singkat yang harus diputusnya dan juga harus memperhitungkan kemampuan thermis-nya dalam arti berapa lama PMT dapat dilalui oleh arus hubung singkat yang harus diputusnya.18 Pengawatan Bagian Sekunder Pengawatan sekunder menggambarkan sirkuit listrik yang ada di sisi sekunder transformator arus dan transformator tegangan di sisi tegangan rendah. Arus dan tegangan yang berasal dari transformator arus dan transformator tegangan selain digunakan untuk pengukuran juga digunakan untuk mengoperasikan relai untuk guna keperluan proteksi. Oleh karena itu. 2. misaInya transformator untuk membatasi arus hubung singkat.

maka relai OCR bekerja dan menutup kontak KI sehingga trip coil TC bekerja men-trip PMT. maka keadaan kontak-kontak karena adanya hubungan mekanis dengan PMT menjadi: · · Kontak K4 membuka untuk menghentikan/memutus arus yang lewat trip coil TC agar trip coil tidak terbakar. · Kontak K6 menutup untuk menyalakan lampu hijau yang merupakan sinyal bahwa PMT K4 untuk memungkinkan trip coil TC bekerja dan menutup kontak K5 untuk menyalakan lampu 122 . Apabila ada gangguan arus lebih. terbuka. Kontak K9 digunakan untuk memasukkan PMT melalui pemberian arus ke closing coil CC.109 menggambarkan pengawatan sekunder dari suatu penyulang (saluran keluar) yang diproteksi oleh relai arus lebih dan relai gangguan hubung tanah.Gambar II. maka mekanisme PMT akan menutup kontak merah yang merupakan sinyal bahwa PMT masuk. Kontak K5 membuka untuk mematikan lampu merah. Apabila PMT trip. di mana relai GFR bekerja dan menutup kontak K2. Apabila PMT masuk. Kontak K3 digunakan untuk men-trip PMT secara manual melalui pemberian arus ke trip coil TC. Apabila timbul gangguan hubung tanah.

Kontak K8 menutup untuk membunyikan alarm sebagai tanda bahwa PMT trip. artinya dapat dibuka secara mekanis tanpa mengganggu kedudukan kontak lainnya dan setelah direset untuk mematikan alarm. Sedangkan kumparan MA berada dalam panel. dan K8 merupakan kontak-kontak bantu PMT yang letaknya pada PMT tersebut. 123 . K7. Untuk mencegah terjadinya salah penyambungan. Kumparan TC dan kumparan CC terletak pada PMT. Batang penggerak I digerakkan oleh tombol sedangkan batang penggerak 2 digerakkan oleh magnetic alarm MA yang dihubungkan seri dengan Closing Coil CC. Kontak K8 harus dapat direset. K5. K6. kabel untuk pengawatan sekunder juga cukup panjang dan berkelok-kelok. Kontak reset terdiri dari poros dan dua buah batang penggerak. Sedangkan kontak-kontak lain letaknya pada panel yang cukup jauh (bisa mencapai jarak beberapa puluh meter) dari PMT.· Kontak K7 menutup untuk memungkinkan closing coil CC bekerja apabila kontak K9 ditekan. T onjolan a dan c diseret oleh tonjolan batang penggerak 1. Kegagalan sistem proteksi sangat berbahaya karena arus hubung singkat yang terjadi sewaktu gangguan tidak diputus oleh PMT sehingga dapat timbul pemanasan yang berlebihan pada peralatan yang dilalui hubung singkat yang besar ini. Gambar pengawatan sekunder sangat diperlukan untuk melakukan pemasangan dan pengujian relai dan PMT. Secara fisik kontak-kontak K4. Dari uraian di atas tampak bahwa keandalan pasokan arus searah sangat menentukan keberhasilan sistem proteksi. bahkan PMT bisa meledak dan menimbulkan kebakaran. Uraian ini menggambarkan fungsi batang-batang penggerak. yaitu Batang penggerak 1 berfungsi menutup Kontak K10 agar siap membunyikan alarm bersamaan dengan pemasukkan PMT oleh closing coil CC magnetic alarm MA yang menggerakkan batang penggerak 1 dihubungkan seri dengan closing coil CC Batang penggerak 2 berfungsi membuka Kontak K10 dan digerakkan oleh tombol reset secara manual untuk memberhentikan alarm setelah PMT mengalami trip ataupun dibuka secara manual. Setiap batang penggerak mempunyai tonjolan yang akan menyeret tonjolan. maka kabel pengawatan sekunder diberi nomor dan harus ada gambar pengawatan sekunder yang jelas. Tonjolan b dan d diseret oleh tonjolan batang penggerak 2. Akibatnya alat-alat ini bisa meleleh. Oleh karena itu. posisinya harus siap bekerja kembali apabila PMT trip lagi.

Keandalan pasokan arus searah tidak semata-mata tergantung kepada kondisi baterai aki saja. Kabel tegangan rendah untuk penyaluran daya ada yang mempunyai luas penampang konduktor 2.7. Dengan pentanahan ini diharapkan agar gangguan hubung tanah pada sirkuit arus searah dapat dideteksi oleh relai gangguan hubung tanah (G) atau oleh sekring lebur. Dalam hal demikian perlu pengawasan ekstra. Dalam pusat listrik terdapat kabel tegangan rendah untuk menyalurkan daya dan kabel tegangan rendah untuk keperluan pengawatan sekunder dan untuk keperluan kontrol.19 Perkembangan Isolasi Kabel 1. pengawatan sekunder untuk arus searah dilaksanakan dengan menggunakan kabel yang menempel pada dinding panel kontrol atau panel proteksi. Karena hubung singkat kebanyakan dimulai dengan terjadinya hubung tanah terlebih dulu dan instalasi baterai aki sebaiknya ditanahkan. Kabel Tegangan Rendah. jangan sampai tegangan bolak-balik yang melalui kebocoran isolasi menempel pada dinding panel akhirnya masuk ke sistem tegangan searah yang akhirnya dapat merusak baterai aki. 2. Dalam praktik. tapi juga kondisi pengawatan sekunder yang dilalui arus searah. Pada panel yang sama mungkin juga ditempelkan pengawatan sekunder arus bolak-balik 380/220 V.5 mm2 (terbuat dari tembaga) sampai luas penampang 150 mm2 (terbuat dari 124 . misal untuk keperluan penerangan. Tidak boleh ada kontak yang lepas dan juga tidak boleh ada hubung singkat.

maka isolasi kabel daya berbeda dengan isolasi kabel pengawatan sekunder maupun kabel kontrol. Untuk kabel daya harus ada lapisan penguat.5 mm2 digunakan untuk keperluan lampu penerangan sedangkan yang mempunyai luas penampang di atas 10 mm2 (terbuat dari tembaga) digunakan untuk motor-motor listrik. pada mulanya menggunakan isolasi kertas yang diresapi minyak (oil impregnated). Kabel dengan isolasi XLPE sekarang telah bisa mencapai tegangan operasi 400 W. hubung singkat. Dalam perkembangannya. digunakan minyak bertekanan sebagai isolasi. Kabel tegangan tinggi. yaitu: 125 . tidak melalui tempat terbuka. lapisan penguat ini biasanya lapisan PVC (Poly Vynil Chlorida) dan pelat baja. Dalam perkembangannya. Kabel aluminium dengan penampang sampai 150 mm2 umumnya digunakan sebagai kabel sisi tegangan rendah transformator pemakaian sendiri. isolasi XLPE tidak tahan tegangan searah sebesar nilai nominal tegangan bolak-baliknya. Sekarang banyak digunakan karet buatan atau campuran karet alam d engan bahan kimia tertentu yang disebut isolasi tipe protodur. Di samping itu. proses penyambungan kabel menjadi lebih mudah dibandingkan proses penyambungan kabel berisolasi kertas dengan resapan minyak maupun dengan kabel berisolasi minyak bertekanan. terutama. yang melalui tempat terbuka. Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas. itu. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemakaian kabel berisolasi XLPE adalah isolasi XLPE tidak tahan air dan sinar matahari. Kabel tegangan rendah untuk pengawatan sekunder dan kontrol umumnya dipasang dalam panel yang terlindung dan dalam saluran kabel. isolasi kabel tegangan rendah dimulai dengan isolasi yang terbuat dari karet. Dengan penggunaan kabel berisolasi XLPE. kabel berisolasi XLPE perlu dilapisi isolasi PVC yang kedap air sebagai pelindung luarnya. Oleh karena. terutama jika dipasang di dalam rumah. banyak digunakan isolasi cross link polyethylene yang dalam praktik sering disebut sebagai isolasi XLPE. Kabel tegangan tinggi (di atas 1 kV) yang umumnya dipasang dalam tanah. harus diperhitungkan terhadap tekanan mekanis dan bila perlu diletakkan dalam saluran kabel (cable duct) atau dalam pipa.tembaga ataupun aluminium) di mana yang mempunyai penampang 2. Untuk tegangan di atas 70 kV. Hal ini perlu untuk memperkecil risiko kebakaran karena. 2. Ada 4 macam teknik penyambungan kabel berisolasi XLPE. Semua kabel penyalur daya.

Selongsong isolasi ini kemudian d ipanasi dan setelah selesai pemanasan akan menyempit lalu mencuram konduktor kabel bersangkutan. Kotak sambung berfungsi melindungi air. misalnya kabel untuk tegangan digunakan kabel yang berwama hijau. Kabel yang akan disambung secara mekanik dihubungkan terlebih dahulu dalam kotak sambung. • Teknik Slip-on. melalui proses slip-on dimasukkan secara "paksa" sehingga terjadi sambungan yang kedap air. Dua cairan setelah bercampur dalam kotak sambung akan mengeras menjadi isolasi. Isolasi yang akan dipasang dalam kotak sambung telah dicetak terlebih dahulu. dan kabel ini sebaiknya diberi macam-macam warna untuk memudahkan identifikasinya yang berkaitan dengan fungsi kabel tersebut. Isolasi berupa bahan tipis dan fleksibel diselongsongkan pada konduktor kabel yang akan disambung. merendam sambungan. dan melindungi sambungan ini terhadap tekanan mekanis. 126 .• Teknik Moulding. dan kabel untuk arus digunakan yang berwama merah. Kabel untuk pengawatan sekunder maupun untuk keperluan kontrol umumnya menggunakan isolasi protodur atau PVC. • Teknik Premolded. Kemudian sambungan konduktor kabel diletakkan dalam kotak sambungan yang kedap air dan kotak sambung ini berfungsi juga sebagai pelindung mekanis. yang berfungsi sebagai terminasi kabel. • Teknik panas sempit (heat shrink). Kotak sambung maupun kotak ujung (terminasi) kabel berisolasi XLPE harus kedap air dan juga harus melindungi isolasi XLPE tersebut dari sinar matahari. Kemudian dua cairan calon isolasi dimasukkan ke dalam kotak sambung. Keempat teknik tersebut di atas dapat diterapkan pada pemasangan kotak ujung kabel. yaitu timbulnya jalur-jalur berwama hitam (karbon) dalam bahan isolasi XLPE. Air dan sinar matahari dapat menimbulkan karbonisasi pada isolasi XLPE ini yang dalam bahasa Inggris disebut treeing effect . Kemudian penyambungan konduktor kabel dilakukan dalam kotak sambung dengan menuruti alur yang telah dibuat oleh isolasi tersebut di atas. Konduktor kabel yang akan disambung dimasukkan ke dalam bahan isolasi yang berlubang sesuai dengan ukuran konduktor kabel.

Jika suhu ruangan tempat kabel akan dipasang, baik kabel untuk daya maupun kabel pengawatan sekunder dan kontrol, relatif tinggi (misalnya di atas 500 C), maka perlu diperhatikan spesifikasi kabel yang akan dipasang berkaitan dengan suhu tersebut. Bila perlu, gunakanlah kabel khusus yang tahan api. Gambar II.111 menunjukkan berbagai macam kabel, baik untuk penyalur daya maupun untuk pengawatan sekunder dan kontrol.

Berbeda dengan kabel yang digunakan pada jaringan distribusi, kabel penyalur daya pada pusat listrik umumnya kabel satu fasa dan isolasinya dilindungi dengan lapisan PVC saja dan tidak perlu dilindungi pelat baja (steel armouring). Hal ini dapat dilakukan karena di pusat listrik kabel diletakkan dalam saluran kabel yang secara mekanis telah melindungi kabel bersangkutan terhadap benturan mekanis. Pemilihan kabel satu fasa adalah dari pertimbangan fleksibilitas pemasangan, karena jalannya kabel dalam pusat listrik dan dari generator ke rel banyak melalui tikungan bahkan pada tempat-tempat tertentu perlu dimasukkan ke dalam pipa sebagai pelindung mekanisnya di bagian luar saluran kabel. Pada jaringan distribusi yang ditanam dalam tanah, kabel yang tidak banyak melalui tikungan tajam, sehingga ditanam langsung dalam tanah, tanpa saluran dan karenanya kabel yang cocok dipakai adalah kabel tiga fasa tetapi dengan pelindung mekanis berupa pelat baja selain lapisan PVC yang kedap air.

127

Keadaan ini dapat mengganggu seluruh sistem, terutama jika menyangkut generator yang besar dayanya bagi sistem. Selain itu, keadaan asinkron akan menimbulkan pemanasan yang berlebihan pada Gambar II.111 Berbagai macam kabel, baik untuk penyalur daya maupun untuk pengawatan sekunder dan kontrol rotor generator sinkron sebagai akibat timbulnya arus pusar yang berlebihan yang merupakan hasil induksi medan putar stator yang tidak sinkron terhadap rotor. Karena keadaan asinkron tidak dikehendaki, maka lanjutan dari busur lingkaran BC "dipatahkan" menjadi lengkung CD. Besar tekanan gas hidrogen, makin besar efek pendinginannya sehingga dapat digunakan arus penguat yang lebih besar. Hal ini ditunjukkan oleh lengkung yang memungkinkan pembangkitan daya reaktif yang lebih besar. 2.7.20 Generator Asinkron Pada PLTA dengan daya relatif kecil (kurang dari 1% terhadap daya yang dibangkitkan sistem) seringkali digunakan generator asinkron, yaitu motor asinkron yang dimasukkan ke dalam sistem kemudian diputar oleh air sehingga motor asinkron ini berputar lebih cepat daripada putaran sinkronnya (mempunyai nilai slip). Pengoperasian ini tidak memerlukan proses sinkronisasi sehingga memudahkan otomatisasi, dapat dari jauh, dan tidak memerlukan operator (tidak dijaga). Jika ada gangguan, relai pengaman akan men-trip PMT generator dan memberhentikan turbin airnya. Apa yang dekat (setempat). Generator dijadikan motor Start pada Turbin Gas Untuk men-start turbin gas diperlukan daya mekanis untuk memutar poros turbin dan juga poros dari generator agar didapatkan udara bertekanan yang akan dicampur dengan bahan bakar dalam ruang bakar yang selanjutnya akan dinyalakan agar menghasilkan gas hasil pembakaran penggerak turbin sehingga akhirnya mekanis yang diperlukan untuk men-start turbin tersebut di atas bisa berasal dari mesin diesel yang akan menggunakan baterai aki atau dari motor listrik yang disediakan kbusus untuk start juga pabrik yang mendesain turbin gas yang menggunakan generator utamanya sebagai motor start. Contoh adalah PLTGU buatan Siemens yang diagram satu garisnya adalah seperti ditunjukkan oleh generator utama memberikan dayanya kepada rel 150 W. Rel 6,6 kV adalah rel untuk alat-alat bantu penggerak pompa air pendingin dan motor pengisi air ketel. Rel 400
128

terjadi dapat dilihat dari jauh

( remote). Setelah dicek dan aman, PLTA dapat dioperasikan kembali dari jauh maupun

Volt adalah rel untuk sebagai alat bantu seperti: excitacy statis yang diperlukan sewaktu start, adalah frekuensi statis yang diperlukan untuk men-start generator sebagai motor start, menstart turbin gas dengan cara menjadikan generator sebagai motor start, generator tersebut dengan kumparan asinkron kemudian di-start sebagai motor asinkron. Pada proses start ini, diberi pasokan 400 volt dengan frekuensi rendah yang diatur oleh SFC. Setelah generator ini dari motor asinkron, frekuensinya secara bertahap dinaikkan sehingga putaran generator terus mendekati putaran sinkron kemudian diberi penguatan oleh SEE sehingga generator ini untuk paralel dengan sistem. Setelah generator ini paralel dengan sistem, langkah selanjutnya adalah menghidupkan pararel tersebut di atas, harus dijaga agar tegangan 150 kV tidak bertabrakan dengan yang dapat dilakukan dengan membuka PMT No. 1 terlebih dahulu sebelum PMT No. 2 1. Rekaman Kerja PMT Pada hasil rekaman didapat butir-butir data dan gambar-gambar rekaman dan tanggal serta jam (pukul) rekaman dilakukan. Seperti yang terl ihat pada Gambar II.114, perekaman didapatkan pada, tanggal 19 Juli 2002 pukul 19.46.

Data dan gambar yang didapat adalah: 1. Test ldentification Data Data yang menyangkut pembuat rekaman kerja PMT dan operator tidak ditampilkan di sini, dengan harapan tidak melanggar etika bisnis.

129

2. Test Configuration Data

Trigger (Pemicu): Operation, artinya hal ini dilakukan oleh alat perekam ini dengan diprogram terlebih dahulu. Record Length: 800 miliseconds. Artinya alat perekam ini bisa melakukan perekaman selama 800 milidetik. Rebound Time: 2 miliseconds. Rebound Time adalah waktu antara. berhentinya (menjadi nolnya) arus dalam closing coil (dalam Gambar II.114 ditunjukkan dengan Ic yang menjadi nol) saat menutupnya kontak utama PMT, yaitu C3. Dalam kontak utama yang pertama masuk adalah C3, ditunjukkan oleh garis tebal. Ic adalah arus dari closing coil dan 10 adalah arus dari trip coil, dan auxiliary contacts; misalnya kontak K5 dan kontak K6 untuk menyalakan lampu sinyal merah dan lampu sinyal hijau). 3. Timing Semua pengukuran waktu dinyatakan dalam milidetik. Ada tabel waktu dari hasil rekaman yang disusun untuk kerjanya ketiga buah kontak utama (dalam milidetik):
130

4. Arus Kumparan (arus searah) 5. Tahanan Kontak 6. Grafik-grafik Alat perekam kerja PMT ini harus dihubungkan ke closing coil, trip coil, serta kontakkontak bantu PMT dengan memperhatikan pengawatan sekunder PMT. Hasil rekaman kerja PMT ini harus dianalisis dengan mengacu pada buku petunjuk pemeliharaan PMT bersangkutan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: a. Waktu pembukaan PMT harus secepat mungkin, yaitu sekitar 3 cycle atau 60 milidetik, untuk sistem dengan frekuensi 50 Hz. Dari grafik Gambar II.114, tampak waktu pembukaan PMT adalah kira-kira 50 milidetik, yaitu sejak timbul 10 ( arus trip coil) sampai PMT membuka (garis tebal terputus). b. Keserempakan pembukaan ketiga kontak utama; apabila tidak serempak besar kemungkinan ada bagian kontak yang pembukaannya terlambat akibat telah mengalami keausan yang berlebihan Pentanahan Dalam sebuah instalasi listrik ada empat bagian yang harus ditanahkan atau sering juga disebut dibumikan. Empat bagian dari instalasi listrik ini adalah: a. Semua bagian instalasi yang terbuat dari logam (menghantar listrik) dan dengan mudah bisa disentuh manusia. Hal ini perlu agar potensial dari logam yang mudah disentuh manusia selalu sama dengan potensial tanah (bumi) tempat manusia berpijak sehingga tidak berbahaya bagi manusia yang menyentuhnya. b. Bagian pembuangan muatan listrik (bagian bawah) dari lightning arrester. Hal ini diperlukan agar lightning arrester dapat berfungsi dengan baik, yaitu membuang muatan listrik yang diterimanya dari petir ke tanah (bumi) dengan lancar. Kawat petir yang ada pada bagian atas saluran transmisi. Kawat petir ini sesungguhnya juga berfungsi sebagai lightning arrester. Karena letaknya yang ada di sepanjang saluran transmisi, maka semua kaki tiang transmisi harus ditanahkan agar petir yang menyambar kawat petir dapat disalurkan ke tanah dengan lancar melalui kaki tiang saluran transmisi. Titik netral dari transformator atau titik netral dari generator. Hal ini diperlukan dalam kaitan dengan keperluan proteksi khususnya yang menyangkut gangguan hubung tanah. Dalam praktik, diinginkan agar tahanan pentanahan dari titik-titik pentanahan tersebut di atas tidak melebihi 4 ohm.
131

Tahanan pentanahan selain ditimbulkan oleh tahanan kontak tersebut di atas juga ditimbulkan oleh tahanan sambungan antara alat pentanahan dengan kawat penghubungnya. Anyaman pentanahan (grounding mesh). makin dalam pemasangannya akan makin baik hasilnya dalam arti akan didapat tahanan pentanahan yang makin rendah. Terdiri dari beberapa batang tunggal yang dihubungkan paralel. Untuk jenis tanah yang sama. yaitu pelat tembaga.115. tahanan jenisnya dipengaruhi oleh kedalamannya. Oleh karena itu.Secara teoretis. tahanan dari tanah atau bumi adalah nol karena luas penampang bumi tak terhingga. Makin dalam letaknya. Unsur lain yang menjadi bagian dari tahanan pentanahan adalah tahanan dari tanah yang ada di sekitar alat pentanahan yang menghambat aliran muatan listrik (arus listrik) yang keluar dari alat pentanahan tersebut. Batang pentanahan tunggal (single grounding rod). merupakan anyaman kawat tembaga. karena komposisinya makin padat dan umumnya juga lebih basah. Batang pentanahan ganda (multiple grounding rod). umumnya makin kecil tahanan jenisnya. Tetapi kenyataannya tidak demikian. Arus listrik yang keluar dari alat pentanahan ini menghadapi bagian-bagian tanah yang berbeda tahanan jenisnya. Pelat pentanahan (grounding plate). Alat untuk melakukan pentanahan ditunjukkan oleh Gambar II. artinya tahanan pentanahan nilainya tidak nol. 132 . dalam memasang batang pentanahan. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya tahanan kontak antara alat pentanahan dengan tanah di mana alat tersebut dipasang (dalam tanah).

2 Tahanan jenis berbagai macam tanah serta tahanan pentanahan 133 .Tabel II.

Arus kemudian mengalir kembali ke alat pengukur melalui batang pentanahan dan kabel warna biru (paling kiri). yaitu membuka atau menutup. Cara mengukur tahanan tanah secara umum adalah seperti yang ditunjukkan oleh Gambar II. Alat pengukur ini mengukur tegangan antara batang pembantu yang ada di tengah dan batang pentanahan. dan lingkaran pengaruh ini makin dekat dengan batang pentanahan. Paling kanan adalah batang pembantu untuk menyuntikkan arus dari alat pengukur tahanan pentanahan. Tabel II. Tetapi pembukaan dan penutupan sudu jalan 134 .118.Tampak bahwa makin dalam letaknya di dalam tanah sampai kedalaman yang sama dengan kedalaman batang pentanahan.2 menunjukkan tahanan jenis berbagai macam tanah serta tahanan pentanahan dengan berbagai aman dan apabila digunakan pita pentanahan (grounding strip) dengan berbagai ukuran panjang. Selanjutnya alat pengukur ini akan menghitung tahanan pentanahan menurut hukum Ohm. Pengukuran dilakukan pada konduktor yang menghubungkan batang pentanahan dengan alat yang ditanahkan oleh batang harus dilepas. Hal ini disebabkan oleh adanya variasi jenis tanah seperti tersebut di atas. Pembukaan dan penutupan saklar rangkaian listrik bisa dilakukan dengan pulsa digital karena hanya memerlukan dua macam posisi. Pada ini tampak batang pentanahan yang akadiukur tahanan pentanahannya ditanam paling kiri. Untuk memperoleh tahanan pentanahan di humus lembab batang pentanahannya dipancang sedalam 5 m tetapi bila di pasir kering kedalamannya harus 165 m.

b. Data Acquisition Program ini menyelenggarakan pengumpulan dan penyajian data dan inforimasi yang diinginkan. Dari segi perangkat lunak (software) umumnya instalasi kontrol dari pusat listrik dilengkapi dengan program sebagai berikut: a. Threshold Values Program ini mengatur pemberian peringatan (warning) apabila ada besaran yang melampaui nilai batas yang diperbolehkan.dari air yang dilakukan melalui pengaturan sekunder governor memerlukan gerakan analog sehingga didapat pengaturan yang halus. Kontrol otomatis secara. penuh (full automatic control) telah banyak dilakukan pada PLTA dan PLTG. PLTA dioperasikan secara otomatis dari jarak jauh (remote) dengan menekan tombol dibangkitkan. c. Fault Recording 135 start-stop saja bahkan dengan tombol untuk mengatur daya yang .

yang diperlukan. Jika suatu terdiri atas beberapa unit maka banyaknya katup emergency adalah sama dengan jumlah magnet yang membuka katup diperintah oleh diferensial. Program Automatic Control Yaitu program untuk mengatur secara. instalasi kontrol bersangkutan diberi tahu oleh instalasi proteksi kejadian ini. program automatic control yang ada padanya (udara tekan) dari sebuah PLTD. Pada PLTA dan PLTU yang kapasitasnya umumnya lebih besar dari pada PLTD diperlukan pengaturan daya yang dibangkitkan melalui pengaturan katup air dari turbin air atau pengaturan katup (throttle) uap dari turbin uap yang membutuhkan gaya yang besar. Misalnya jika PMT generator pada PLTU trip relai diferensial yang bekerja. f. Program Interupsi Program interupsi memberikan prioritas untuk melakukan interupsi terhadap proses pengambilan data karena ada hal yang urgent yang perlu segera diberitahukan operator. misalnya getaran dan suhu bantalan kemudian menganalisis data ini dan selanjutnya memberikan rekomendasi mengenai langkah pemeliharaan yang harus dilakukan. kemudian instalasi kontrol ini melakukan langkah-langkah pengaturan. Katup satu arah bisa dibuka oleh elektromagnet yang mendapat arus searah dari baterai. 136 .Program ini mencatat kejadian-kejadian yang tidak normal (gangguan) dan memberikan analisisnya. misalnya kalau ada gangguan. start dan katup emergency stop relai relai-relai yang dikehendaki oleh sistem proteksi misalnya oleh relai tekanan minyak pelumas rendah dan relai suhu air pendingin tinggi. Dalam praktik setiap botol angin atau reservoir udara tekan harus dilengkapi katup pengaman dan katup pembuang kandungan uap air udara yang mengembun di dalam botol angin atau reservoir udara tekan tersebut. Instalasi kontrol juga berinteraksi dengan instalasi proteksi. Sedangkan katup start dibuka oleh elektromagnet yang ada kaitannya dengan tombol start atau handel start dari mesin diesel. Program ini mencatat besaran-besaran tertentu yang berkaitan dengan pemeliharaan. Pengaturan ini dikomando oleh governor. e. otomatis besaran besaran tertentu misalnya mengatur tekanan dan suhu uap pada PLTU. Program untuk start dan stop secara otomatis serta pengaturan dayanya. tetapi governor adalah relatif kecil. maka gaya komando (perintah) yang keluar dari governor ini perlu diperkuat melalui suatu amplifier mekanis untuk bisa mengatur katup air atau katup uap seperti tersebut di atas.

uraian di atas. Katup-katup yang jarang dibuka atau ditutup dan tidak memerlukan pengaturan. Dalam praktik servomotor dilengkapi dengan dashpot yang berfungsi sebagai peredam untuk mencegah terjadinya osilasi. cocok dilakukan memakai 137 .Amplifier mekanis ini dilakukan melalui sistem hidrolik. sistem excitacy. governor. susunan rel. generator. pengatur regangan otomatis. Pengaturan katup turbin seperti berdekatan dengan turbin yang akan sistem pengaturan hidrolik. dapat dibuka atau ditutup dengan memakai motor listrik yang dikomando dari ruang kontrol (control room). artinya tidak bisa mampat atau mengembang seperti halnya udara pada sistem pneumatik. saklar-saklar. Amplifier mekanis ini analog dengan tabung trioda atau transistor. yang memerlukan gaya mekanik besar dan kontinu. reservoir minyak beserta bak minyak diusahakan letaknya diatur katupnya. sistem proteksi dan pentanahan bagian-bagian Instalasi. Untuk membatasi jumlah minyak yang diperlukan dalam sistem kontrol hidraulik. Gaya komando (arus basis) memodulasi minyak bertekanan (tegangan pasokan V) menjadi tekanan tinggi (tegangan emiter) untuk menghasilkan daya yang besar untuk menggerakkan katup (beban). Pada sistem kontrol hidraulik perlu diingat bahwa minyak (cairan) adalah tidak kompresibel.

138 .

Penyediaan air untuk keperluan pendingin Kebutuhan terpenuhinya penyediaan air pendingin khususnya pada pusat pembangkit listrik thermal. Penyediaan bahan bakar harus optimal. dan penyimpanan bahan bakar serta faktor keamanan dari resiko terjadinya kebakaran karena kebakaran dapat diakibatkan oleh faktor kelalaian manusia dalam menyimpan bahan bakar maupun akibat terjadinya reaksi kimia dari bahan bakar itu sendiri Energi primer pada PLTA adalah air. 2. Penyediaan Energi Primer Energi primer untuk pusat pembangkit listrik thermal berupa bahan bakar. Pada proses konversi tersebut pasti timbul masalah-masalah.BAB III PEMBAHASAN 3. transportasi bahan bakar. Masalah yang timbul pada poses konversi energi tersebut diantaranya adalah: 1. sangat penting keperadaannya seperti pada PLTU dan PLTD. meliputi: pengadaan bahan bakar. Pada PLTA. proses pengadaanya dapat berasal asli dari alam dan dapat berasal dari sungai-sungai dan air hujan yang ditampung pada waduk atau bendungan. 139 . Sedangkan pada PLTG kebutuhan air untuk keperluan pendinginan tidak memerlukan air pendingin yang banyak. PLTU dan PLTD dengan daya terpasang melebihi 25 MW banyak yang dibangun di daerah pantai karena membutuhkan air pendingin dalam jumlah besar sehingga PLTU dan PLTD dapat menggunakan air laut sebagai bahan untuk keperluan air pendingin. diperlukan daerah konservasi hutan pada daerah aliran sungai (DAS) agar supaya hutan berfungsi sebagai penyimpan air sehingga tidak timbul banjir di musim hujan dan sebaliknya tidak terjadi kekeringan pada saat musim kemarau.1 Masalah Utama dalam Pembangkitan Tenaga Listrik Proses pembangkitan energi listrik pada prinsipnya merupakan konversi energi primer menjadi energi mekanik yang berfungsi sebagai penggerak dan penggerak tersebut (energi mekanik) dikonversi oleh generator listrik menjadi tenaga listrik.

dan NO. Selain itu biaya penyediaan tenaga listrik sebagian besar (±60%) untuk operasi pusat pembangkit listrik. 3. khususnya untuk pengadaan bahan bakar. Masalah Limbah Pusat Listrik Tenaga Uap yang menggunakan bahan bakar batu bara. C02. Pengembangan Pembangkit Pada umumnya. proses pendinginannya dapat menggunakan udara yang berasal dari radiator. atau di bawah 3 MW. menghasilkan limbah abu batu bara d an asap yang mengandung gas S02. maka pusat pembangkit listrik harus mengikuti dan memenuhi pola operasi sistem interkoneksi. 5. Operasi Operasi pusat pembangkit listrik sebagian besar 24 jam sehari. 7. sehingga tingkat kebisingan yang ditimbulkan harus dijaga supaya tidak melampaui standar kebisingan yang ditetapkan. Masalah Kebisingan Pada pusat listrik thermal dapat menimbulkan suara keras yang merupakan kebisingan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. (yaitu pusat listrik yang beroperasi paralel dengan pusat-pusat pembangkit listrik lain melalui saluran transmisi). 4. sebaliknya gangguan yang disebabkan peti yang terjadi berkali-kali akhirnya dapat mengakibatkan alat (misalnya transformator) menjadi rusak. sedangkan di lain pihak unit pembangkit yang ada menjadi semakin tua dan 140 . Semua PLTU menghasilkan limbah bahan kimia dari air ketel (blow down). 6. sehingga perlu dilakukan operasi pusat pembangkit listrik yang efisien. tetapi limbah yang berasal dari masyarakat yang masuk ke sungai sering menimbulkan gangguan pada PLTA. Gangguan dapat juga disebabkan karena kerusakan alat. pusat listrik yang berdiri sendiri maupun yang ada dalam sistem interkoneksi memerlukan pengembangan.Pada unit-unit PLTD yang kecil. Apabila pusat pembangkit listrik beroperasi dalam sistem interkoneksi. Pada PLTD dan PLTG menghasilkan limbah yang berupa minyak pelumas. PLTA tidak menghasilkan limbah. Gangguan dan Kerusakan Gangguan adalah peristiwa yang menyebabkan Pemutus Tenaga (PMT) membuka ( trip) di luar kehendak operator sehingga terjadi pemutusan pasokan tenaga listrik. Hal ini disebabkan karena beban yang dihadapi terus bertambah. Gangguan sesungguhnya adalah peristiwa hubung singkat yang penyebabnya kebanyakan petir dan tanaman.

dan pengaruh daerah elektroda dan jarak celah. 1) Peralatan percobaan Untuk memahami analisis yang dilakukan terlebih dahulu meninjau sekilas tentang prosedur dan alat percobaan yang dipakai dalam kegagalan minyak transformator. Elektroda dikeringkan dalam k abinet berlainan udara yang bersekat-sekat dan akhirnya digosok dengan tissue kain tiras lensa dengan memakai acetone setelah itu memakai trichloroethylene. penggosongan permukaan secara standar dengan 1000 grade kertas silikon karbid. Tetapi jika tidak ada lagi kemungkinan memperluas gedung pusat listrik yang ada. Jika gedung pusat listrik yang ada masih memungkinkan untuk penambahan unit pembangkit. Pengembangan pembangkitan khususnya dalam sistem interkoneksi. maka harus dibangun pusat listrik yang baru. selain harus memperhatikan masalah gangguan dan kerusakan juga harus memperhatikan masalah saluran transmisi dalam sistem. pengeringan dan pemindahan debu dengan karet busa sintetis. pembilasan dengan air panas dan air suling. Sisa sambungan 141 . Perkembangan Teknologi Pembangkitan Perkembangan teknologi pembangkitan umumnya mengarah pada perbaikan efisiensi dan penerapan teknik konversi energi yang baru dan penurunan bahan bakar baru. perawatan sebelum penggunaan minyak dan elektroda. Ada 3 jenis elektroda yang sering digunakan dalam percobaan yaitu Elektroda baja yang ringan dan kecil (berdiameter 10 mm). 2) Prosedur pembersihan Persiapan elektroda pertama-tama adalah pencucian dengan trichloroethylene. 8. 3.2 Analisis Kegagalan Minyak Transformator Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan dielektrik minyak transformator antara lain fenomena stabilisasi. pengaruh kapasitas paralel terhadap sel pengujian. Perkembangan ini meliputi segi perangkat keras (hardware) seperti komputerisasi dan juga perangkat lunak (software) seperti pengembangan model-model matematika untuk optimasi. Elektroda kuningan–Bruce profil dengan luas daerah yang datar dan elektroda baja silindris koaksial dengan jarak celah dalam rentang yang lebar. kemudian dicuci dalam campuran air panas dan larutan sabun.perlu dikeluarkan dari operasi. maka pengembangan pembangkitan dapat dilakukan dengan menambah unit pembangkit dalam gedung pusat listrik yang telah ada tersebut. pengaruh kecepatan minyak.

1 Komponen dan cara pemeriksaan transformator tenaga Tabel II.1 di bawah ini: tidak Komponen dan cara pemeriksaan transformator tenaga ditunjukkan pada 142 . Tabel II.elektroda dicuci dengan air panas dan larutan sabun dan dibilas sesuai dengan prosedur diatas tiap kali setelah pengujian 3) Pengujian Elektrik Semua pengujian dilakukan dengan gelombang sinus tegangan Ac dengan frekuensi 5 Hz. Tegangan yang diberikan dinaikan secara seragam dalam semua pengujian dengan harga rata-rata 2 kV/detik.3 Pemeriksaan Transformator Pemeriksaan transformator tenaga dilaksanakan tahunan dalam keadaan beroperasi. Sebuah CB dihubungkan ke sisi primer transformator dengan tujuan untuk memutus arus gangguan yang jika arus gangguan dibiarkan terlalu lama akan mengakibatkan karbonisasi dan akan melubangi 3.

143 .

144 .

145 . Getaran poros.4 Pemeliharaan Umum Pemeliharaan bertujuan mempertahankan efisiensi. Cara ini dilakukan berdasarkan pengamatan beberapa data kemudian dilakukan analisis atas data ini untuk menentukan kapan perlu dilakukan pemeriksaan atau pemeliharaan suatu. dan umur ekonomis. b. Pemeliharaan rutin bila ada gangguan atau kerusakan. c. keandalan. Pemeliharaan prediktif (predictive maintenance). Cara ini sekarang banyak dikembangkan. Dalam perkembangannya. pemeliharaan dilaksanakan sebagai berikut: 1. Suhu kumparan dan suhu bantalan. Pemeliharaan dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu berdasarkan buku petunjuk pabrik atau statistik kerusakan atau statistik gangguan. alat. 3. 2.3. Pemeliharaan periodik. Tahanan isolasi. Data yang digunakan untuk analisis pemeliharaan prediktif adalah: a. Cara ini masih dapat digunakan terhadap alat yang peranannya dalam operasi tidak penting.

Hasil pengamatan dengan sinar ultraviolet yang dapat mendeteksi adanya kotoran dan partial discharge. bila perlu. isolasi stator dan rotor perlu diukur dan jika hasilnya terlalu rendah. atau gas hidrogen tetapi tertutup melalui penukar panas. g. media isolasinya ditambah atau diganti. minyak PMT). motor listrik. b) Motor listrik. Untuk itu. terutama bila generator tersebut sering berhenti sehingga tidak terjadi pemanasan. Kandungan kotoran (impurities) pada minyak isolasi (minyak transformator. f. 146 . maka selain isolasi stator dan rotor diukur tahanannya. Selain isolasi kumparan juga kekotoran minyak perlu diperiksa dan juga kandungan air dan kandungan asamnya. yaitu generator. maka perlu dilakukan pembersihan isolasi. Hasil pengamatan dengan sinar inframerah. Kualitas media isolasinya perlu diperiksa. Persoalannya sama dengan generator yang pendinginannya dengan udara. e) Baterai aki. Khusus untuk pemeliharaan ptediktif pada transformator diperlukan tambahan dari hasil pengamatan Saat ini sedang dikembangkan berbagai "self diagnostic" program yang banyak digunakan untuk pemeliharaan prediktif 4. Generator yang pendinginannya dengan udara. dan sistem proteksi.d. Generator yang tidak mempunyai sistem pendinginan tertutup banyak mendapat debu yang menempel pada isolasi stator maupun rotor. Apalagi bila lingkungannya basah. pemutus tenaga. Bagian Instalasi yang Harus dipelihara Bagian-bagian instalasi yang harus dipelihara agar kontinuitas suplai listrik tenaga. tahanan isolasinya dapat cepat turun. sirkuit terbuka. c) Transformator. a) Generator. baterai aki. d) Pemutus tenaga dan saklar-saklar. titik pentanahan. e. juga suhu udara atau suhu gas hidrogen perlu diukur dan penukar panasnya perlu dibersihkan. transformator. Selain kontaknya perlu diperiksa apakah masih serempak dan apakah ada gerakan kontak rusak.

Sambungan ini harus secara periodik dikontrol dan bila perlu dibersihkan serta. kabel dengan kabel. Pada sambungan kategori (a) antara saluran dengan suatu alat (misalnya sambungan kabel dengan motor listrik) umumnya dilakukan dengan menggunakan sepatu kabel pada ujung kabel yang kemudian dijepit pada klem motor berupa baut dan mur penjepit. perlu dicek dan dijaga agar berfungsi secara benar. Dalam instalasi listrik. Sistem proteksi. Sambungan antara saluran dengan sebuah alat. Semua titik pentanahan dalam instalasi listrik perlu dijaga agar tahanannya tidak melebihi 4 ohm. jangan sampai kontaknya kendur dan menimbulkan gangguan. dengan saluran udara. misalnya antara kabel dengan motor listrik. jika perlu dilakukan penggantian. Sambungan listrik dibagi menjadi 2 kategori. b. Tetapi untuk sambungan antara 2 kabel tegangan tinggi. (misalnya antara kabel dengan kabel) umumnya dilakukan dengan menggunakan pipa penyambung (jointing sleeve). sambungan listrik merupakan salah satu titik lemah (sering menjadi sumber gangguan). Pada sambungan antara saluran dengan saluran. h) Sistem proteksi. pipa penyambung ini kemudian cukup dibalut dengan pita isolasi dan diletakkan dalam kotak sambungan. misalnya antara. dikeraskan kembali agar kontak sambungannya tetap baik. f) Semua kontak sambungan. Pekerjaan ini harus dilakukan oleh petugas yang dilatih khusus untuk mengerjakan penyambungan kabel tegangan tinggi yang dalam bahasa Inggris disebut 147 . Kualitas elektrolitnya juga perlu dicek. Kontak sambungan dari semua bagian instalasi listrik perlu diperiksa termasuk dari peralatan tersebut di atas karena kontak sambungan merupakan kelemahan instalasi listrik. Hal ini diperlukan demi keselamatan manusia yang ada di sekitar instalasi listrik. khususnya relai-relai. Pada sambungan tegangan rendah. atau antara saluran udara. i) Sambungan listrik. g) Titik pentanahan. misalnya antara dua ujung kabel 20 kV. bila perlu dilakukan penambahan atau penggantian. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan sinar inframerah. penyambungan memerlukan keahlian yang lebih tinggi. Sambungan antara saluran dengan saluran.Tegangan setiap sel perlu diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya sel yang rusak. yaitu: a.

tetapi tembaga lebih berat daripada aluminium. penyambungan atau pencabangan umumnya dilakukan dengan klem khusus. Titik temu atau titik sambung antara tembaga dengan aluminium harus diperhatikan secara khusus karena bila disambung tanpa alat khusus. Dalam turbin uap. Secara skematis. kemudian ditutup dengan tutup plastik untuk mencegah gemuk tersebut hilang akibat siraman air hujan. tidak dapat dihindarkan terjadinya pertemuan/ penyambungan konduktor atau terminal alat yang terbuat dari tembaga dengan konduktor yang terbuat dari aluminium. dan akhirnya energi mekanik dari turbin uap ini dikonversikan menjadi energi listrik oleh generator. energi uap dikonversikan menjadi energi mekanis penggerak generator. Oleh karena itu. Dalam instalasi listrik banyak digunakan peralatan terutama konduktor yang dibuat dari tembaga maupun dari aluminium.19 148 . Ada kalanya PLTU menggunakan kombinasi beberapa macam bahan bakar. Pada saluran listrik yang terbuka. Baban bakar yang digunakan dapat berupa batubara (padat). atau gas. Klem ini ada yang menggunakan cara pengikatan dengan mur dan baut. Uap dari drum ketel dialirkan ke turbin uap. energi primer yang dikonversikan menjadi energi listrik adalah bahan bakar. Konversi Energi Dalam PLTU.5 Masalah Operasi pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap 1. Pekerjaan penyambungan kabel tegangan tinggi memerlukan ketelitian dan kebersihan dalam pelaksanaannya. Konversi energi tingkat pertama yang berlangsung dalam PLTU adalah konversi energi primer menjadi energi panas (kalor). baik tegangan rendah maupun tegangan tinggi. sambungan ini akan mengalami korosi dan akhimya menimbulkan gangguan. penyambungan konduktor tembaga dengan konduktor aluminium sering dilakukan dengan menggunakan klem aluminium yang ditutup dengan tutup gemuk (grease) pencegah korosi. Penyambungan ini harus dilakukan dengan menggunakan klem khusus yang disebut klem bimetal. Energi panas ini kemudian dipindahkan ke dalam air yang ada dalam pipa ketel untuk menghasilkan uap yang dikumpulkan dalam drum dari ketel. Di jaringan tegangan rendah.cable jointer. proses tersebut di atas digambarkan oleh Gambar III. ada pula yang menggunakan cara penjepitan dengan tekanan yang dalam bahasa Inggris disebut compression joint. minyak (cair). begitu pula harganya umumnya lebih mahal daripada aluminium. Hal ini dilakukan dalam ruang bakar dari ketel uap PLTU. 3.

Bagian yang menggambarkan sirkuit pengolahan untuk suplai dihilangkan untuk penyederhanaan sedangkan suplai air diperlukan karena adanya kebocoran uap pada sambungan-sambungan pipa uap dan adanya blow down air dari drum ketel. Untuk PLTU ukuran ini. komposisi perpindahan panas berbeda.Gambar III. dan konveksi. turbin tekanan menengah. Bahan bakar yang dicampur udara ini dinyalakan dalam ruang bakar sehingga terjadi pembakaran dalam ruang. Untuk melaksanakan pembakaran diperlukan oksigen yang diambil dari udara. di atas 200 MW.19 menggambarkan siklus uap dan air yang berlangsung dalam PLTU. yang dayanya relatif besar. Ke dalam ruang bakar ketel disemprotkan bahan bakar dan udara pembakaran. misalnya bahan bakar minyak banyak memindahkan kalori hasil pembakarannya melalui radiasi dibandingkan bahan bakar lainnya. diperlukan pasokan udara yang cukup dalam ruang bakar. PLTU umumnyamemiliki pemanas ulang dan pemanas awal serta mempunyai 3 turbin yaitu turbin tekanan tinggi. Air dipompakan ke dalam drum dan selanjutnya mengalir ke pipa-pipa air yang merupakan dinding yang mengelilingi ruang bakar ketel. konduksi. 149 . Untuk setiap macam bahan bakar. dan turbin tekanan rendah. Untuk keperluan memasok udara dalam ruang bakar. Pembakaran bahan bakar dalam ruang bakar mengubah energi kimia yang terkandung dalam bahan bakar menjadi energi panas (kalor). Energi panas hasil pembakaran ini dipindahkan ke air yang ada dalam pipa air melalui proses radiasi. diperlukan kipas (ventilator) tekan dan kipas isap yang dipasang masing-masing pada ujung masuk udara ke ruang bakar dan pada ujung keluar udara dari ruang bakar. Oleh karena itu.

gas buang diharapkan masih mempunyai suhu di atas suhu pengembunan asam sulfat (H2SO4). c. Udara yang akan dialirkan ke ruang pembakaran yang digunakan untuk membakar bahan bakar terlebih dahulu dialirkan melalui pemanas udara agar mendapat pemanasan oleh gas buang sehingga suhu udara pembakaran naik pembakaran. maka akan terjadi korosi pada pemanas udara dan pemanas udara tersebut akan menjadi rusak (keropos).19) a. oleh karena adanya gas buang di sekeliling pemanas lanjut. akan menaikkan suhu air dan 150 yang selanjutnya akan mempertinggi suhu nyala dipindahkan ke dalam air . Energi panas yang timbul dalam ruang pembakaran sebagai hasil pembakaran. setelah yang ada dalam pipa air ketel. Dengan demikian suhu air akan lebih tinggi ketika masuk ke pipa air di dalam ruang bakar yang selanjutnya akan mengurangi jumlah kalori yang diperlukan untuk penguapan (lebih ekonomis). dialirkan kembali melalui pipa yang dikelilingi oleh gas buang. mengalir uap dari drum ketel yang menuju ke turbin uap tekanan tinggi. Uap yang telah digunakan untuk menggerakkan turbin tekanan tinggi. d. Apabila hal ini terjadi. Di sini uap akan mengalami kenaikan suhu yang serupa dengan pemanas lanjut. Hal ini perlu untuk menghindari terjadinya pengembunan asam sulfat di pemanas udara. Pemanas Udara. sebelum menuju turbin tekanan menengah.Gas hasil pembakaran dalam ruang bakar setelah setelah diberi “kesempatan” memindahkan energi panasnya ke air yang ada di dalam pipa air ketel. dialirkan melalui saluran pembuangan gas buang untuk selanjutnya dibuang ke udara melalui cerobong. Sebelum melalui pemanas udara. Economizer. Gas buang sisa pembakaran ini masih mengandung banyak energi panas karena tidak semua energi panasnya dapat dipindahkan ke air yang ada dalam pipa air ketel. Uap yang mengalir dalam pemanas lanjut ini mengalami kenaikan suhu sehingga uap air ini semakin kering. Pemanas Lanjut (Super Heater) Di dalam pemanas lanjut. Air yang dipompakan ke dalam ketel. b. Pemanas Ulang (Reheater). Dengan menempatkan alat-alat tersebut di atas dalam saluran gas buang. Gas buang masih mempunyai suhu di atas 400o C ini dimanfaatkan untuk memanasi: (lihat Gambar I II. maka energi panas yang masih terkandung dalam gas buang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. terlebih dahulu dialirkan melalui economizer agar mendapat pemanasan oleh gas buang. yaitu sekitar 18000 C.

3) Selain binatang laut. banyak PLTU dibangun di pantai. Oleh karena itu. dan dalam turbin uap. Kondensor memerlu-kan pendingin untuk meng-embunkan uap yang keluar dari turbin tekanan rendah. air kemudian dipompa ke tangki pengolah air. 2) Binatang laut ikut masuk dan berkembang biak dalam saluran air pendingin yang memerlukan pembersihan secara periodik. 4) Ada risiko air laut masuk ke dalam sirkuit uap. Turbin tekanan rendah umumnya merupakan turbin dengan aliran u ap ganda dengan arah aliran yang berlawanan untuk mengurangi gaya aksial turbin. Setelah keluar dari turbin tekanan tinggi. Dalam tangki pengolah air. penggunaan air laut sebagai air pendingin menimbulkan masalah-masalah sebagai berikut: 1) Material yang dialiri air laut harus material anti korosi (tahan air laut). CO2. Oleh karena itu. Keluar dari turbin tekanan menengah. Hal ini berbahaya bagi sudu-sudu turbin uap. karena dapat menggunakan air laut sebagai air pendingin kondensor dalam jumlah yang besar. turbin tekanan menengah. Turbin pada PLTU besar. Uap dari drum ketel dialirkan ke turbin uap. uap dialirkan ke pemanas ulang untuk menerima energi panas dari gas buang sehingga suhunya naik. yaitu turbin tekanan tinggi. dan 151 . Uap dari drum ketel mula-mula dialirkan ke turbin tekanan tinggi dengan terlebih dahulu melalui pemanas lanjut agar uapnya menjadi kering.menghasilkan uap. Dari pemanas ulang. Di lain pihak. Energi uap yang tersimpan dalam drum ketel dapat digunakan untuk mendorong atau memanasi sesuatu (uap ini mengandung enthalpy). di atas 150 MW. harus dicegah. uap dialirkan ke kondensor untuk diembunkan. Dari turbin tekanan rendah. Drum ketel berisi air di bagian bawah dan uap yang mengandung enthalpy di bagian atas. dan turbin tekanan rendah. kotoran air laut juga ikut masuk dan akan menyumbat pipa-pipa kondensor sehingga diperlukan pembersihan pipa kondensor secara periodik. uap langsung dialirkan ke turbin tekanan rendah. u ap dialirkan ke turbin tekanan menengah. air diolah agar memenuhi mutu yang diinginkan untuk air ketel. Uap ini dikumpulkan dalam drum ketel. Mutu air ketel antara lain menyangkut kandungan NaCl. Setelah air diembunkan dalam kondensor. umumnya terdiri dari 3 kelompok. Uap yang terkumpul dalam drum ketel mempunyai tekanan dan suhu yang tinggi di mana bisa mencapai sekitar 100 kg/cm dan 5300C. energi (enthalpy) dari uap dikonversikan menjadi energi mekanis penggerak generator. ada penambahan air untuk mengkompensasi kehilangan air yang terjadi karena kebocoran. Dalam tangki pengolah air.

biasanya digunakan pemanas awal ke heater. Dalam Economizer. sampai III. Dari tangki pengolah air. di atas 150 MW. 152 . tetapi terlebih dahulu melalui Economizer. air dipompa kembali ke ketel.20. Gambar III. kemudian baru mengalir ke ketel uap. Pemanas awal ini ada 2 buah. air mengambil energi panas dari gas buang sehingga naik. masing-masing menggunakan uap yang diambil (di-tap) dari turbin tekanan menengah dan dari turbin tekanan rendah sehingga didapat pemanas awal tekanan menengah dan pemanas awal tekanan rendah.derajat keasaman (pH).25 adalah foto-foto dari berbagai bagian PLTU. Pada PLTU yang besar. yaitu pemanas yang akan masuk ke economizer sebelum masuk ke ketel uap.

153 .

diperlukan untuk menghasilkan uap dalam jumlah yang cukup untuk operasi (biasanya dinyatakan dalam ton per 154 . yang cukup untuk operasi. Jika PLTU yang telah beroperasi dihentikan. Sebelum di-start. Selain waktu yang diperlukan untuk menghasilkan uap. juga perlu diperhatikan masalah pemuaian bagian-bagian turbin.2. suhu turbin adalah sama dengan suhu ruangan. tetapi uapnya dijaga agar tetap panas dalam drum ketel dengan cara tetap menyalakan api secukupnya untuk menjaga suhu dan tekanan uap ada di sekitar n ilai operasi (yaitu sekitar 5000 C dan sekitar 100 kg/cm 2) maka untuk mengoperasikannya kembali sampai beban penuh diperlukan waktu kira-kira I jam. Masalah Operasi Untuk men-start PLTU dari keadaan dingin sampai operasi dengan beban penuh. dibutuhkan waktu antara 6-8 jam. Waktu yang lama untuk mengoperasikan PLTU tersebut di atas terutama jam).

Untuk mencegah hal ini. Apabila turbin sedang berbeban penuh kemudian terjadi gangguan yang menyebabkan pemutus tenaga. dialirkan uap dengan suhu sekitar 5000C. dan kumparan arus searah yang ada pada rotor generator.sudu-sudu jalan turbin dengan sudusudu tetap yang menempel pada rumah turbin. Bisa juga sebagian dari uap di by pass ke kondensor. seperti: bantalan. maka akan merusak bagian-bagian yang berputar pada turbin maupun pada generator. Dengan cara by pass ini tidak terlalu banyak uap yang hilang sehingga sewaktu turbin akan dioperasikan kembali banyak waktu dapat dihemat untuk start. Pemuaian yang berlebihan dapat menimbulkan tegangan mekanis (mechanical stress) yang berlebihan. sudu jalan turbin. yaitu dengan cara menutup katup uap turbin. . Dari uraian di atas tampak bahwa perubahan beban secara mendadak memerlukan pula langkah pengurangan produksi uap secara mendadak agar tidak terlalu banyak uap yang harus 155 Tetapi sistem by pass memerlukan biaya investasi tambahan karena kondensor harus tahan suhu tinggi dan tekanan . tinggi dari by pass. Hal ini menyebabkan putaran turbin akan naik secara mendadak dan apabila hal ini tidak dihentikan. misalnya antara.Pada waktu start. (PMT) generator yang digerakkan turbin trip. sedangkan pemuaian yang tidak merata dapat menyebabkan bagian yang bergerak (berputar) bergesekan dengan bagian yang diam. Hal ini harus dilakukan secara bertahap agar jangan sampai terjadi pemuaian yang berlebihan dan tidak merata. maka turbin kehilangan beban secara mendadak. Pemberhentian aliran uap ke turbin dengan menutup katup u ap turbin secara mendadak menyebabkan uap mengumpul dalam drum k etel sehingga tekanan uap dalam drum ketel naik dengan cepat dan akhirnya menyebabkan katup pengaman pada drum membuka dan uap dibuang ke udara. aliran uap ke turbin harus dihentikan.

terutama jika menggunakan air laut. ketel uap dan pipapipa air pendingin termasuk pipa kondensor. masih cukup banyak panas yang tinggal dalam ruang bakar untuk menghasilkan u ap sehingga pompa pengisi ketel harus tetap mengisi air ke dalam ketel untuk mencegah penurunan level air dalam drum yang tidak dikehendaki. Untuk mengurangi binatang laut ini ada chlorination plant yang menyuntikkan gas klor ke dalam. Oleh karena itu. Untuk pembersihan pipa air kondensor tidak memerlukan penghentian operasi dari unit pembangkitnya. 3. sebaiknya PLTU tidak dioperasikan dengan persentase perubahan-perubahan beban yang besar. Pemeliharaan Bagian-bagian PLTU yang memerlukan pemeliharaan secara periodik adalah bagian-bagian yang berhubungan dengan gas buang dan air pendingin. Langkah pengurangan fluksi dilakukan d engan mematikan nyala api dalam ruang bakar ketel dan mengurangi pengisian air ketel ini bahwa walaupun nyala api dalam ruang bakar padam.dibuang ke udara. Saluran air pendingin. Walaupun telah ada soot blower yang dapat gunakan untuk menyemprotkan air pembersih pada pipa air ketel. pipa ini juga memerlukan pembersihan yang lebih sering dari pada bagian saluran air pendingin yang lain. Efisiensi PLTU banyak dipengaruhi ukuran PLTU. Mengingat masalah-masalah tersebut di atas yang menyangkut masalah proses produksi uap dan masalah-masalah pemuaian yang terjadi dalam turbin. dan karena penampangnya kecil. tetapi tidak semua bagian pipa air ketel uap dapat dijangkau oleh air pembersih soot blower ini sehingga diperlukan kesempatan untuk pembersihan bagian yang tidak terjangkau oleh soot blower tersebut. umumnya ditempeli binatang laut yang berkembang biak dan juga ditempeli kotoran air laut sehingga luas penampang efektif dari saluran tersebut menurun. Pipa kondensor yang juga dilalui air pendingin. karena ukuran PLTU menentukan ekonomis tidaknya penggunaan pemanas ulang dan pemanas awal. secara periodik saluran air pendingin (baik yang berupa saluran terbuka maupun pipa) luar secara periodik dibersihkan. Pada pipa air ketel umumnya banyak abu yang menempel dan perlu dibersihkan agar proses perpindahan panas dari ruang bakar ke air melalui dinding pipa tidak terhambat. yaitu pipa-pipa air. hanya memerlukan penurunan beban karena pipa kondensor dapat dibersihkan secara bertahap. Efisiensi thermis dari PLTU berkisar pada angka 35-38%. 156 . Pipa-pipa semua memerlukan pembersihan secara periodik. air pendingin (air laut) ini.

Oleh karena itu. maka pekerjaan-pekerjaan tersebut dilakukan sekaligus sewaktu unit menjalani overhaul yang dilakukan secara periodik yakni sekali dalam 10. pada penggunaan pipa titanium dilengkapi dengan bola-bola pembersih. Tingkat kebocoran ini dapat dilihat dari daya hantar listrik air ketel.Pipa kondensor PLTU yang digunakan ada yang terbuat dari tembaga dan ada yang terbuat dari titanium. turbin uap tidak banyak memerlukan pemeliharaan asal saja kualitas uap terjaga dengan baik. pada unit PLTU yang besar. Oleh karena itu.000 jam operasi untuk waktu kira-kira 3 minggu. economizer. Karena daya hantar panas titanium tidak sebaik daya hantar panas tembaga. Itulah sebabnya. Daya hantar panas tembaga lebih baik daripada titanium. misalnya pada Unit 400 MW. c. Dibandingkan dengan ketel uap. Bagian yang mempertemukan dua zat yang suhunya berbeda. Seharusnya di 157 . Bagian-bagian yang bergeser satu sama lain. Sambungan pipa kondensor dengan dindingnya merupakan bagian yang rawan terhadap kebocoran. tetapi kekuatan mekanisnya tidak sebaik titanium. digunakan pipa titanium karena diperlukan pipa yang panjang. misalnya kondensor dan penukar panas (heat exchanger). seperti bantalan dan roda gigi. Bagian-bagian PLTU lain yang rawan kerusakan dan perlu perhatian/pengecekan periodik adalah: a. maka perlu perhatian khusus mengenai pengelolaan penimbunan bahan bakar agar tidak terjadi kebakaran. maka soal kebersihan dinding pipa titanium lebih memerlukan perhatian dari pada pipa tembaga. Kotak-kotak saluran listrik dan saklar-saklar. Semua peralatan yang ada dalam saluran gas buang perlu dibersihkan secara periodik. Apabila daya hantar listrik ini tinggi. Apabila terjadi kebocoran. maka air laut yang mengandung NaCl masuk ke dalam sirkuit air ketel dan sangat berbahaya bagi ketel uap maupun bagi turbin. 4. hal ini berarti bahwa tingkat kebocoran kondensor tinggi. pemanas ulang. dan pemanas udara. yaitu pemanas lanjut. Penyimpanan Bahan Bakar Karena banyaknya bahan bakar yang ditimbun di PLTU.000 jam operasi. b. pemeriksaan turbin uap dapat dilakukan dalam setiap 20. Karena sebagian besar dari pekerjaan pemeliharaan tersebut di atas memerlukan penghentian operasi unit yang bersangkutan apabila dilaksanakan.

harus dilakukan pembalikan serta penyiraman batubara agar tidak terjadi penyalaan sendiri. PLTU dapat dibangun dengan daya terpasang di atas 1. mengingat gas hidrogen juga mudah terbakar. Pada penimbunan batubara. Faktor utama yang menentukan ukuran PLTU yang dapat dibangun adalah tersedianya bahan bakar dan air pendingin. semakin ekonomis. Volume bak pengaman ini harus sama dengan volume tangki sehingga kalau terjadi kebocoran besar. Karena risiko terjadinya kebakaran pada PLTU besar. jatuh dan ditangkap di bagian bawah ruang bakar. BBM ini tidak mengalir ke mana-mana karena semuanya tertampung oleh bak pengaman tersebut. Secara teknis. Pada penimbunan bahan bakar minyak (BBM). alat-alat pendeteksian kebocoran harus dapat diandalkan untuk mencegah terjadinya kebakaran. Oleh karena itu. maka PLTU baru ekonomis dibangun dengan daya terpasang di atas 10 MW per unitnya. Pada penggunaan gas sebagai bahan bakar. ada bagian-bagian abu yang relatif besar. selain tanah yang cukup luas. gas buang yang keluar dari cerobong masih mengandung gas-gas yang kurang baik bagi kesehatan manusia. Walaupun abunya telah ditangkap. Unit PLTU milik PLN yang terbesar saat ini adalah 600 MW di Suralaya. Semakin besar daya terpasangnya. ada penangkap abu agar pencemaran lingkungan dapat dibuat minimal. Mengingat hal-hal ini. 6. baik yang halus maupun yang kasar. Masalah Lingkungan Gas buang yang keluar dari cerobong PLTU mempunyai potensi mencemari lingkungan. maka harus ada instalasi pemadam kebakaran yang memadai dan personil perlu dilatih secara periodik untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran. 158 .sekeliling tangki BBM dibangun bak pengaman yang berupa dinding tembok. tampak bahwa dalam instalasi PLTU terdapat banyak peralatan. Jawa Barat. Abu dari PLTU.000 MW per unitnya. harus dicegah terjadinya kebocoran yang dapat mengalirkan BBM tersebut ke bagian instalasi yang bersuhu tinggi sehingga dapat terjadi kebakaran. pada penggunaan gas. Pengawasan kebocoran gas hidrogen yang digunakan sebagai bahan pendingin generator serupa dengan pengawasan kebocoran BBG. Selain abu halus yang ditangkap di cerobong. 5. Ukuran PLTU Dari uraian dalam beberapa sub bab terdahulu. pendeteksian kebocoran bahan bakar gas (BBG) lebih sulit dibandingkan dengan kebocoran bahan bakar minyak (BBM). Oleh karena itu. dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan sipil.

Pada umumnya kedua logam tersebut membentuk garam dengan karbonat. NOx. Mutu air ketel harus dijaga agar tidak merusak bagian-bagian ketel maupun bagian-bagian turbin. dan CO2. Untuk mengurangi pengaruh mikro-organisme ini ke dalam saluran air disuntikkan gas klor (Cl2) untuk membunuh mikroorganisme ini. Kekerasan ( hardness) dari air yang menyangkut kandungan garam kalsium dan magnesium. dalam air ketel masih terkandung CaSO4 dan CaC12 (hasil klorinasi). sulfat.seperti SO2. khususnya batubara yang digunakan. Air pendingin dari air laut diperlukan dalam jumlah besar. Untuk itu. dan hidrokarbonat (HCO3OH-. air pengisi ketel sebelum melalui economizer. ditambah soda lime untuk mencegah timbulnya endapan pada pipa ketel uap. Penyuntikan gas klor ini tidak dilakukan secara kontinu untuk mencegah kekebalan mikroorganisme. Bahanbahan kimia tersebut digunakan pada: a. Untuk mengeliminasi garam-garam kalsium ini ditambahkan soda ash (natrium 159 . hidrat. Bahan kimia ini akhirnya akan terkumpul dan harus dibuang secara periodik (blow down). dalam pengolah air ketel. Hal-hal yang harus dijaga adalah: 1). Setelah penambahan soda lime. Air pendingin dari air laut. 7. yang telah melalui economizer. b. Endapan akan menempel pada dinding dalam pipa ketel dan menjadikan lapisan isolasi kerak panas (scaling) sehingga mengurangi efisiensi ketel dan juga dapat menimbulkan pemanasan setempat yang berlebihan. Proses pelunakan ini menggunakan soda lime (campuran antara KOH dan atau NaOH dengan Ca(OH)2) sehingga timbul reaksi kimia. Kadar dari gas-gas ini tergantung kepada kualitas bahan bakar. harus dipasang alat penyaring gas-gas ini agar kadarnya yang masuk ke udara tidak melampaui batas yang diizinkan oleh pernerintah. Air pengisi ketel. sebelum dipompakan ke economizer. Air laut mengandung berbagai bakteri (mikroorganisme) yang dapat tumbuh sebagai tanaman dan menempel pada saluran sehingga mengurangi efektivitas dan efisiensi sistem pendinginan PLTU. yaitu beberapa ton per detik. Untuk mencegah tejadinya endapan (scaling) ini. Garam-garam ini pada tekanan dan suhu tinggi mudah mengendap disebabkan kelarutannya yang kecil. suhunya bisa mencapai sekitar 20000C. Penggunaan Bahan Kimia Pada PLTU. S04 2-. CO2). untuk membunuh binatang dan tumbuhan laut agar tidak menyumbat saluran air pendingin. Bila perlu. digunakan bahan kimia yang dapat menimbulkan masalah lingkungan. air dilunakkan (softening) terlebih dahulu.

6). misalnya asam sulfat H2SO4. 7). Alkalinitas yang tinggi disebabkan oleh berbagai macam unsur yang ada dalam air ketel di mana dapat menghasilkan buih dan menyebabkan carry over. air pendingin disuntik dengan gas klor sehingga dapat tejadi kebocoran ini. Bila air ketel kemudian dilewatkan dalam vacum deaerator untuk mengurangi O2 dan CO2 kemudian dilewatkan lagi dalam proses penukar anion. makin tinggi kemungkinan terjadi scaling. nilai pH air pengisi ketel perlu dikontrol agar berada pada nilai antara 9. 5). Makin tinggi tekanan uap ketel. Jumlah mineral yang ada dalam air ketel dapat juga dikontrol dengan cara melakukan serangkaian proses demineralisasi. misalnya pasir dan airnya diberi tekanan. 3). dan lain-lain. Setelah itu dilakukan filtrasi (penapisan) untuk menghilangkan garamgaram yang mengendap. Gas clor (Cl) yang sifatnya sangat korosif mungkin terbawa melalui kebocoran kondensor. Untuk mencegah scaling (kerak) atau korosi oleh air pengisi ketel. Kotoran-kotoran lain yang terbawa dalam air pengisi ketel dapat disaring dengan saringan mekanis.5 sampai 11. Seperti tersebut dalam butir a. Hal ini dilakukan dalam deaerator di mana air pengisi ketel disemprotkan menjadi butir-butir kecil dan dalam arah berlawanan (ke atas) disemprotkan uap panas yang akan menangkap O2. maka asam-asam yang tertinggal dalam larutan akan dihilangkan dan menghasilkan air yang mungkin lebih murni dari air destilasi. asam klorida HCI. Kadar oksigen (O2) juga harus dibatasi karena O2 merusak ketel maupun turbin pada suhu di atas 2000C. Gas ini harus dibersihkan dari ketel. Segala endapan yang terjadi pada proses pengolahan air pengisi ketel ini harus dibuang melalui proses blow down dari air drum ketel dan harus memenuhi syarat lingkungan. pH diatur dengan penambahan buffer phospat.karbonat = Na2CO3). 160 . 4). Begitu pula acuan ini mengajukan nilai pH air pengisi ketel sebaiknya antara 10 dan ll. dan bila pH terlalu rendah dapat ditambahkan Na3PO4 pH diatur hingga mendekati 10-11. Misalnya bila terlalu tinggi maka dapat ditambahkan NaH2PO4 atau Na2HPO4. Untuk menangkap gas klor dapat digunakan filter arang. sementara anionnya tertinggal dalam air ketel dengan bentuk. pH yang terlalu tinggi akan memicu tejadinya scaling. 2). Kation seperti magnesium dan kalsium dapat dihilangkan dengan proses penukaran ion dengan ion hidrogen.

Oleh karenanya harus dihindarkan keberadaannya dalam air ketel. bisa dipakai sebagai bahan campuran beton. yang tidak diinginkan 161 . Instalasi Pengolah Air Ketel Adanya blow down air dari drum ketel untuk membuang bahan-bahan kimia. sesuai dengan kondisi air ketel yang akan disaring. di mana air laut diuapkan kemudian diembunkan kembali. Suplai air ini bisa berasal dari Perusahaan Air Minum (PAM). Dari uraian di atas tampak bahwa abu yang merupakan limbah PLTU batubara dapat diproses sehingga menjadi produk tambahan. Air sumur ini umumnya membawa banyak mineral yang ada di dalam tanah seperti silika dan kalsium. Air hasil sulingan ini kemungkinan mengandung gas Cl2 dan NaCI yang sangat berbahaya bagi ketel. desalinization plant sangat membantu pengolahan air pengisi ketel jika dibandingkan dengan penggunaan air sumur yang mengandung PLTU yang menggunakan bahan bakar batubara menghasilkan 2 macam abu: · Abu dari bagian bawah ruang bakar. Sumur. yang dibuat dengan bor tanah. bisa dijadikan bahan lapisan pengeras jalan. Kadang-kadang air ketel ini perlu ditekan agar bisa melalui ruangan yang kerapatannya tertentu. bentuknya besar. Air dari PAM walaupun layak minum bagi manusia belum tentu memenuhi syarat sebagai air ketel. air sungai atau air dari danau relatif paling banyak mengandung kotoran dan zat-zat sehingga proses pembersihannya paling sukar. turbin dan bagian bagian lain dari instalasi PLTU. 9. Air Laut yang Disuling (Didestilasi) Penyulingan air laut ini dilakukan dalam destalination plant. Dibanding dengan air yang berasal dari sumber-sumber tersebut di atas. Proses fisik dilakukan dengan melewatkan air pengisi ketel melalui saringan-saringan untuk menyaring kotoran-kotoran yang dikandung air ketel tersebut. · Abu cerobong yang ditangkap oleh electrostatic precipitator. 8. Mineral-mineral ini bisa merusak ketel sehingga harus dibuang.menyebabkan perlu adanya suplisi air ketel. Instalasi pengolah air ketel berfungsi untuk membersihkan air yang berasal dari sumbersumber tersebut agar memenuhi syarat sebagai air ketel dalam arti tidak akan merusak.Penggunaan air murni hasil destilasi dalam banyak macam zat.

Mineral-mineral yang ada dalam air ketel secara bertahap dibersihkan. Proses pemurnian pendahuluan.Pada penggunaan air sungai dan air danau seringkali diperlukan klorinasi (penyuntikan dengan gas C12) untuk membunuh binatang-binatang yang ada dalam air tersebut.28 meniupkan udara ke arah atas dalam aliran air yang mengalir ke bawah. atau dari penyulingan air laut. HCI. Secara fisik proses ini berlangsung seperti Gambar ditambahkan dengan saringan-saringan. "Kotoran" berupa basa ini bisa dibersihkan dengan menggunakan larutan asam misalnya H2SO4. l angkah berikutnya adalah langkah demineralisasi. sumur. Dalam proses yang masih ada dalam air ketel demineralisasi ini dilakukan pengambilan mineral-mineral melalui pertukaran ion. yaitu suatu proses kimia untuk menghilangkan mineral-mineral yang masih terdapat dalam air ketel. Mg(OH)2 dan Na(OH)2. Setelah gumpalan mengendap. sehingga didapat air yang jernih. Resin kation mempunyai ion positif hidrogen H2 yang ditempelkan pada polimer yang bermuatan negatif Ion-ion hidrogen positif ini dimaksudkan untuk menangkap kation dari kalsium. Berbeda dengan resin kation. kemudian endapan dibuang secara mekanis. Cation dan anion yang sudah kotof dengan ion-ion negatif dan ion-ion positif ini bisa dibersihkan (diregenerasi) dengan melalukan asam pada resin kation dan basa pada resin anion. Untuk membersihkan "kotoran" ini bisa digunakan larutan basa misalnya NaOH. sehingga gas CO2 yang larut dalam air tertiup keluar. Ion hidroksida negatif ini digunakan untuk menangkap ion-ion positif dari suffat klorida dan karbonat. Air yang telah dijernihkan ini maupun air yang telah jernih yang berasal dari PAM. kemudian perlu dilunakkan dengan proses kimia. resin anion mempunyai ion negatif hidroksida yang ditempelkan pada polimer positif. Kation yang telah banyak menangkap banyak ion-ion negatif dan kalsium. Reaksi kimia ini menimbulkan berbagai endapan yang harus disaring oleh saringan (filter). magnesium dan natrium. agar terjadi pengumpulan binatang-binatang (bersarang) dalam instalasi pengolah air ketel. dan H2CO3. berlangsung dalam tangki-tangki baja disertai dengan pompa-pompa penggerak air dan 162 . Anion yang "kotor" mengandung banyak asam H2SO4. Dekarbonator berfungsi mengeluarkan CO2 yang larut dalam air ketel dengan cara III. magnesium dan natrium sehingga terbentuk basa Ca(OH)2. Dalam proses ini bisa terjadi gumpalan yang perlu diendapkan dengan bantuan bahan kimia tertentu. Untuk ini digunakan 2 macam resin yaitu resin kation dan resin anion.

29 menunjukkan rangkaian air ketel uap. Gambar III. Di sisi lain. terus ke bawah dan akhirnya keluar. Dalam deaerator air disemprotkan melalui sprinkle sehingga menjadi butir-butir kecil yang kemudian jatuh mengalir di atas pelat baja. uap 163 . air ketel yang keluar dari instalasi demineralisasi dialirkan ke deaerator. Untuk mengeluarkan gas-gas ini.Air yang keluar dari instalasi demineralisasi masih mengandung gas-gas oksigen dan amoniak.

Dengan proses ini gas oksigen yang ada dalam air ketel diharapkan keluar dan tertiup keluar bersama uap panas. Keberadaan gas oksigen dalam air ketel sangat tidak diharapkan karena sifatnya yang korosif. Ada proses penyaringan yang menggunakan fenomena osmosa pada membran yang dikombinasi dengan tekanan.3 pembuangan bisa 100%. yang terjadi dalam deaerator kadang-kadang dipakai juga alat pelepas gas (degasfier) dalam bentuk yang berbeda. tampak bahwa pengolahan air ketel secara garis besar terdiri dari: a. Dari uraian dalam sub bab ini. c. Proses ini dimaksudkan memperluas dan menipiskan permukaan aliran air sehingga menjadi seluas mungkin. 10. air ketel masih diberi zat kimia hydrazin untuk mencegah terjadinya korosi dengan dinding pipa ketel mengingat suhunya sesudah economizer bisa mencapai 2000C. b. Pembuangan gas deaerator berlangsung efektif pada nilai pH rendah mulai kira-kira 8. Operasi siklus dapat berjalan dengan baik jika pemeliharaan alat pada sistem berfungsi dalam membantu kerja siklus tersebut. sebelum masuk economizer. Pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Perak Pemeliharaan mempunyai maksud dan tujuan yaitu usaha untuk mempertahankan/mengembalikan kondisi unit/ peralatan agar tetap dalam kondisi prima.0 dan bisa 100% pada pH = 11. bertentangan dengan arah aliran-aliran air. yaitu pertukaran ion yang terjadi dalam instalasi demineralisasi . Setelah keluar dari instalasi pengolah air ketel. Proses fisik/mekanis berupa penyaringan melalui saringan yang terjadi dalam saringan. Secara umum jenis pemeliharaan dibagi menjadi 4 yaitu: a. Proses pelepasan gas secara fisik. Proses reaksi kimia seperti yang diuraikan sedangkan proses kimia yang tejadi seperti diuraikan dalam pasal ini merupakan proses kimia elektro.0. Kualitas air ketel perlu dijaga secara kontinu karena kualitas air ketel yang tidak memenuhi syarat akan merusak peralatan PLTU yang dilaluinya baik ketika berbentuk cair (air) maupun ketika berbentuk uap. Gas C02 di sebagian besar sudah keluar dalam dekarbonizer. dalam arti siap dan handal setiap diperlukan.3 dan pada nilai pH = 4. Sedangkan untuk gas amonia (NH3) adalah mulai pH = 7. Pemeliharaan Rutin 164 .panas dimasukkan dan mengalir ke atas.

. Pemeliharaan Periodik Pemeliharaan periodik ialah pemeliharaan yang dilakukan berdasarkan jam operasi (Time Base Maintenance). . atau setelah overhaul sebelumnya.Mengadakan pemeriksaan dan monitoring secara kontinyu terhadap peralatan pada saat operasi atau pada waktu dilaksanakan inspection/ overhaul. mingguan atau bulanan dalam periode 1 (satu) tahun. dengan sasaran untuk mengembalikan unit/peralatan pada performance atau unjuk kerja semula (Commissioning). dengan sasaran untuk memperbaiki/meningkatkan pelaksanaan inspection performance mesin/unit. Pemeliharaan Khusus Pemeliharaan yang direncanakan dan dilaksanakan secara khusus. Pemeliharaan khusus dapat dilaksanakan pada saat pemeliharaan periodik maupun diluar pemeliharaan periodik. dan dapat dilaksanakan pada saat unit beroperasi maupun tidak beroperasi.Pemeliharaan ini dilakukan secara berulang dengan interval waktu maksimum 1 (satu) tahun. Bahan bakar padat yang banyak digunakan adalah batubara. 3. d. Pelaksanaan yang dilakukan dalam pemeliharaan prediktif antara lain: . maupun berdasarkan monitor kondisi peralatan (Condition Monitoring Base Maintenance). Pemeliharaan rutin berjalan (on line maintenance) dilakukan pada kondisi unit beroperasi dan pemeliharaan rutin pencegahan (preventive maintenance) dilakukan dengan rencana waktu yang telah ditetapkan. Pemeliharaan khusus didasarkan atas sebelumnya.5.Mengadakan analisa kondisi peralatan atau komponen peralatan. b. dan juga didasarkan atas pelaksanaan Predictive Maintenance. Pemeliharaan ini pada umumnya dilakukan dalam kondisi unit/peralatan tidak beroperasi. Untuk bahan 165 . maupun gas.Mengevaluasi hasil analisa untuk menentukan interval inspection. .1 Bahan Bakar Bahan bakar yang digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik ada yang berbentuk padat. c. Pemeliharaan Prediktif (Predictive Maintenance) Ialah pemeliharaan yang didasarkan atas analisa dan evaluasi kondisi operasi mesin dengan sasaran mengoptimalkan ketersediaan mesin pembangkit dan biaya pemeliharaan. cair. misalnya harian.Membuat estimasi sisa umur operasi peralatan sampai memerlukan perbaikan/ penggantian berikutnya.

N. tetapi yang menjadi sasaran utama bukanlah pembangkitan listriknya. melainkan menyelesaikan masalah sampah kota. Pembakaran bahan bakar pada pembangkit listrik termal mengeluarkan gas buang pada suhu yang jauh di atas titik embun air. yakni sejenis kayu lamtoro. dan S. Untuk penyediaan bahan bakar kayu ini diperlukan lahan yang luas bagi penanaman kayu ipil-ipil ini untuk dapat memasok kayu bagi PLTU secara kontinu dengan daya terpasang tertentu. antara lain adalah nilai kalorinya. pembangkitan tenaga listrik banyak menggunakan minyak bumi dan gas bumi. Batubara pada dasarnya adalah Karbon (C) yang didapat dari tambang dengan kualitas berbeda-beda. O. Nilai atas kalori bahan bakar didapat dengan cara membakar bahan bakar tersebut sebanyak satu kilogram dan mengukur kalori yang didapat dengan menggunakan kalorimeter pada suhu 15oC sehingga uap air yang didapat dari pembakaran ini (hasil pembakaran) mengembun dan melepaskan kalori pengembunannya. sampah kota dijadikan bahan bakar PLTU. Penggunaan kayu ini dapat juga dianggap sebagai energi surya tidak langsung karena kayu adalah hasil fotosintesis yang terjadi dengan bantuan energi surya langsung. di mana makin tua umumya. Nilai kalori ini ada 2 macam. maka makin tinggi nilai kalorinya. seperti air serta unsur H. Hal-hal yang menentukan mutu batubara. Tingkat kemurnian batu bara selain menyangkut umumya. Bahan Bakar Padat Di Filipina. perhitungan neraca energi didasarkan pada nilai bawah kalori karena pada suhu gas buang setinggi itu air berada pada fase uap. juga dipengaruhi oleh tambang asal 166 .bakar cair dan gas. Selain oleh nilai kalori yang dimilikinya. Jenis kayu yang digunakan dalam bahasa Filipina disebut ipil-ipil. Batubara selalu ditempeli zat-zat lain. kondisi tambangnya. Bahan bakar yang lain adalah sampah kota. mutu batubara juga ditentukan oleh kemurniannya. yaitu nilai atas (Ho) dan nilai bawah (Hu). Batubara berasal dari hutan (kayu) yang tertimbun dalam tanah. 1. Di negara-negara maju. karena tercampur dengan bahan-bahan lain yang tergantung pada. Sedangkan nilai bawah kalori bahan bakar didapat dengan cara mengurangi nilai atasnya dengan kalori pengembunan yang dikandung. pernah direncanakan PLTU menggunakan kayu (dan turunannya yang disebut juga biomassa) sebagai bahan bakar dengan harapan agar didapat sumber energi terbarukan (renewable energi).

1 di bawah ini menunjukkan klasifikasi batubara secara singkat. penggunaan batubara dengan nilai kalori yang relatif rendah memerlukan ketel uap yang lebih besar daripada apabila digunakan batubara dengan nilai kalori yang relatif tinggi karena jumlah kilogram batubara yang harus dibakar per satuan waktu menjadi lebih besar untuk mencapai daya bangkitan yang sama. kandungan unsur S yang dapat menimbulkan asam sulfat (H2SO4) sesuai reaksi (3. Yang selanjutnya dengan H2O yang ada di udara dapat bereaksi menjadi bermacammacam asam nitrat (HNOx).9) pada bagian PLTU yang suhunya relatif dingin (di bawah 180oC). 167 . N. dan S. yaitu di pemanas udara. bisa mengembun dan menimbulkan korosi suhu rendah. Bahan bakar padat seperti batubara dibakar dalam ruang bakar ketel uap PLTU untuk mendapatkan energi. Dalam menyediakan batubara untuk PLTU juga harus diperhatikan ada tidaknya unsur yang dapat merusak ketel uap yang terbawa oleh batubara seperti silika yang dapat menyebabkan korosi suhu tinggi. Pembakaran itu sendiri sesungguhnya adalah reaksi kimia dengan oksigen O2 yang ada dalam udara.tempat batu bara diambil. Selain hal tersebut di atas. O. Karena batubara tercampur dengan unsur-unsur H. serta rendah nilai kalorinya lebih mahal daripada mengangkut energi dalam bentuk listrik yang dihasilkan di dekat tambang bersangkutan. Tabel III. Apabila batubara lignite ada unsur kandungan airnya melebihi 60% sedangkan pada energi dalam bentuk batubara yang banyak mengandung air dan abu. Di lain pihak. maka pada proses pembakaran batu timbul reaksi kimia antara unsur-unsur tersebut dengan oksigen yang ada di udara.

suhu pengembunannya ada di atas suhu ruangan temperature). Salah satu cara untuk mengurangi pencemaran oleh gas buang hasil pembakaran batubara ialah dengan menggunakan fluedized bed combustion. Minyak mentah yang didapat dari tambang.2 menggambarkan data teknis utama dari BBM. maka dikembangkan berbagai teknik untuk mengurangi pencemaran.Dalam penyediaan batubara untuk PLTU juga harus diperhatikan tingkat kekerasan batubara. Tetapi ada juga zat-zat yang tidak bisa Tabel III. Bahan cair. Bahan Bakar Cair Bahan bakar cair dan gas adalah persenyawaan hidrokarbon. Karena hasil pembakaran batubara menimbulkan gas-gas ikutan yang membuat pencemaran. sedangkan yang hasil residu berat. Bahan bakar cair yang banyak digunakan adalah minyak bumi. Minyak hasil destilasi sifatnya ringan. Oleh karena itu. Unsur-unsur tersebut di atas dapat terbakar. seperti air dan abu yang dikandung batubara. Minyak bumi ini berasal dari binatang-binatang laut yang tertimbun dalam tanah selama berjuta-juta tahun.Klasifikasi serta data batubara terbakar. sedangkan bahan bakar gas ruangan. minyak mentah ini didestilasi sehingga produk dari kilang ada yang berupa minyak hasil destilasi dan minyak sisa destilasi (residu). (ambient mempunyai suhu pengembunan di bawah suhu 168 . Dalam kilang minyak. Hal ini berkaitan degan kekuatan mesin giling pembuat serbuk batubara dari PLTU bersangkutan. artinya molekulnya terdiri dari atom-atom C-H. di mana batu bara dialirkan bersarna air pencuci ruang bakar. minyak bumi selalu didapat di dataran rendah dekat pantai yang diduga dulunya adalah laut atau di lepas pantai. Mengenai bentuknya (cair atau gas) disebabkan karena suhu pengembunannya yang berbeda. bereaksi dengan O2 yang menghasilkan energi panas. yang didapat dari tambang darat maupun tambang lepas pantai dalam bentuk minyak mentah (crude oil).1. kemudian diolah dalam kilang minyak. dan biasa disebut bahan bakar minyak (BBM). 2. Tabel III.

Aliphatics b. kelompok aliphatics dibagi atas sub-kelompok: a. Persenyawaan . Bentuk yang paling sederhana dari sub-kelompok ini adalah ethylene dengan rumus CA Yang berbentuk gas karena titik didihnya = -1030 C.Olefin (alkenes) dengan rumus CH2n-2 c. yang tergolong ringan adalah solar (High Speed DieseLIHSD). Aromatics Tabel III . Sub-kelompok olefin tidak jenuh dengan atom H.Parafin atau alkanes dengan rumus CH2n+2 b. Susunan atomnya berbentuk rantai terbuka. tetapi ikatannya merupakan ikatan ganda (double bond) antara dua atom C. BBM yang disediakan oleh PERTAMINA yang tergolong ekstra ringan adalah bensin. yang tergolong medium adalah Intermediate diesel Oil/IDO dan kerosin (minyak tanah). yang tergolong berat adalah marine fuel oil LIMFO.Acetylenes dengan rumus C112n-2 Sub-kelompok parafin adalah jenuh dengan atom H. Susunan atomnya berbentuk rantai terbuka dengan ikatan rangkap tiga (triple bond) antara dua atom C. ada yang jenuh dengan atom hidrogen dan ada yang tidak jenuh. dan yang tergolong ekstra berat adalah parafin (wax).3 menggambarkan susunan atom pada molekul aliphatics. Bentuk yang paling sederhana dari sub-kelompok parafin adalah methane dengan rumus C114 yang berbentuk gas karena titik didihnya = -1640C. Tergantung kepada tingkat kejenuhan ini.Di Indonesia. Bentuk yang paling 169 hidrokarbon. Bahan bakar minyak terdiri dari beberapa persenyawaan Hidrokarbon yang terdapat dalam BBM terdiri dari 3 kelompok: a. Atom H di sini mempunyai ikatan tunggal (singlebonded). Sub-kelompok acetylenes juga tidak jenuh dengan atom H. Naphthenes (Cydanes) c.

hidrokarbon ini disebut cyclic saturated hidrokarbon dengan rumus umum CA.sederhana dari sub-kelompok ini adalah acetylene dengan rumus C2H2 berbentuk gas karena titik didihnya = -82. Molekul Cyclo Pentane dengan buah atom C dapat mengikat 10 atom H apabila hanya ada ikatan tunggal antar atom C yaitu C5H10. kelompok naphthenes lebih stabil dibanding kelompok parafin.58. Bahan bakar minyak (BBM) dari kelompok Napthanes bisa mengandung Cyclo Pentane C5H10 dan Cyclohexance C6H12. Kelompok Naphthenes mempunyai molekul dengan susunan atom berbentuk rantai tertutup (ring). Apabila Rantai tertutup ini hanya mengandung ikatan tunggal. tetapi bila ada ikatan ganda antara atom C. tetapi lain dari pada kelompok thenes. Kelompok aromatics mempunyai susunan molekul berupa rantai tertutup (ring).50C. Molekul yang mempunyai ikatan atom berupa rantai tertutup (ring) secara kimia lebih stabil dibandingkan gas yang strukturnya rantai terbuka. Hal ini digambarkan oleh Gambar III. susunan kimianya tidak mudah berubah. Molekul dengan struktur atom berbentuk rantai tertutup (ring) dengan inti molekul benzene secara termal Iebih stabil daripada yang struktur atomnya berbentuk ring sederhana 170 . maka hanya 8 atom H yang dapat diikat menjadi C5H8. Kestabilan termis dari kelompok aliphatics menjadi lebih tinggi apabila rantai molekulnya lebih pendek. dan seterusnya.Fl2n-4. Pada perubahan suhu. Oleh karena itu. kelompok aromatics ini mengandung ikatan ganda antara atomatom C-nya. yang mempunyai satu ikatan ganda disebut cyclic tidak jenuh CnH2n-21 yang mempunyi dua ikatan ganda disebut cyclic tidak jenuh C.

Waktu yang diperlukan untuk membakar habis BBM diesel dalam ruang bakar silinder mesin diesel N cepat bagi BBM yang mempunyai berat molekul juga berat j enisnya) kecil dibanding dengan yang mempunyai berat molekul besar. isooctane normal C8H18+. Contoh dari hidrokarbon dengan cabang struktur ring adalah toluena. ada juga hidrokarbon yang mempunyai cabang berupa rantai dari tai terbuka (isomer) dan cabang berupa rantai dari ring. Tabel III. yaitu sebuah ion hidrogen yang diganti oleh kelompok methyl CH 3+. Oleh karena itu. penyalaan hidrokarbon aromatic memerlukan suhu yang lebih tinggi dalam ruang bakar dibanding dengan penyalaan hidrokarbon aliphatic. molekul benzene. Molekul isooctane secara termal lebih stabil daripada molekul dengan struktur atom berupa rantai terbuka. Di samping hidrokarbon yang normal.(uaphthenics). Molekul toluena secara termal lebih stabil daripada. untuk mesin diesel 171 . Oleh sebab itu.3 menggambarkan komposisi BBM Diesel yang diproduksi di Soviet. Contoh dari hidrokarbon dengan struktur rantai uka yang bercabang adalah isooctane C5H18 yang mempunyai kelompok methyl (CH3).

ialah suhu minimum yang dapat menyalakan suatu BBM. 3. Suhu ini harus tercapai sewaktu lang kompresi mesin diesel mendekati titik mata atas saat BBM disemprotkan ke dalam silinder. yang akan menimbulkan kerak dalam silinder. Pembakaran BBM dalam silinder mesin diesel terjadi karena ada penyalaan sendiri (self ignition) BBM yang disemprotkan ke dalam ruang silinder yang berisi udara mampat bersuhu tinggi. Bahan Bakar Gas Bahan bakar gas (1313G) yang digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik umumnya gas bumi. Suhu penyalaan sendiri ini. Kerak berupa endapan karbon disebabkan karena pembakaran yang tidak sempurna terhadap karbon ini.putaran tinggi diperlukan BBM yang lebih ringan daripada untuk mesin diesel dengan putaran rendah. yaitu gas yang didapat dari dalam bumi yang berasal dari kantong gas yang hanya berisi 172 . BBM yang akan dibakar dalam silinder mesin diesel perlu disaring terlebih dahulu agar tidak menyumbat pengabut dan juga tidak membawa zat-zat yang tidak dapat terbakar.

pusat-pusat listrik yang menggunakan BBG umumnya dipasok melalui pipa. katup penyetop pasokan.61 A dan Gambar III. Dalam pembangkitan tenaga listrik. Tetapi pada pemakaian gas.gas yang dalam bahasa Inggris disebut natural gas. Pasokan gas bagi pusat listrik. Gas elpiji dalam tabung banyak digunakan sebagai bahan bakar keperluan rumah tangga di Indonesia. Gas LNG dari Indonesia diekspor. atau dari kantong gas yang ada di atas kantong minyak yang dalam bahasa Inggris disebut petroleum gas (lihat Gambar III. Karena keadaan di lapangan seringkali tidak sama dengan keadaan standard tersebut di atas. Hanya saja gas dalam keadaan normal artinya pada sulm dan tekanan udara bebas berada dalam fase gas karena titik didihnya (yang juga titik embunnya) berada jauh di bawah O0C. di mana yang dimaksud dengan standard di sini adalah dalam keadaan suhu 60F (Fahrenheit) dan tekanan 30 inci air raksa (Hg). Hal ini disebabkan oleh kebocoran gas tidak terlihat oleh mata. pengukur pemakaian gas. yaitu juta standard cubic foot. tekanannya sedikit mungkin harus konstan agar tidak menyebabkan nyala gas (lidah api gas) dalam ruang bakar terganggu yang selanjutnya dapat menimbulkan gangguan penyediaan tenaga listrik. maka diperlukan rumus untuk mengkonversikan keadaan lapangan ke keadaan standard: 173 . Instalasi pipa pemasok gas harus dilengkapi dengan pengatur tekanan. Pipa pemasok gas adalah milik perusahaan gas atau milik PERTAMINA. saringan serta penangkap air dan kotoran. sering digunakan besaran MMSCF. Di Indonesia. Pemakaian bahan bakar gas umumnya dinyatakan dalam standard cubiefoot (SCF).61 B). Berbeda dengan pada pemakaian bahan bakar padat dan bahan bakar cair. Bahan bakar cair dan bahan bakar gas adalah sama-sama persenyawaan hidrokarbon. Agar dapat dengan mudah diangkut dalam jarak yang jauh. ada gas yang dicairkan dalam bejana bertekanan finggi seperti liquefied natural gas (LNG) dan elpiji (liquefied petroleum gas /LPG). antara lain ke Jepang di mana di Jepang digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik. tidak ada tempat penimbunan. misalnya bagi PLTU dan PUG. bahaya terjadinya kebakaran paling besar. pada pemakaian bahan bakar gas.

174 .5 yang menggambarkan sifat termodinamika dari uap.Nilai pn bisa didapat dari Tabel III.

Dari uraian di atas, terlihat bahwa kebutuhan oksigen

O2 untuk pembakaran gas alam

tergantung pada komposisinya. Seperti halnya pada bahan bakar minyak, komponen terbesar pada gas alam seperti terlihat pada Tabel III .6 adalah CH4 (methane) dan gas ini akan terbakar. Dibandingkan dengan batubara dan bahan bakar minyak, sebagai bahan bakar, gas alam relatif lebih bersih karena tidak membawa banyak unsur yang berasal dari dalam tanah yang dapat merusak alat-alat unit pembangkit, seperti silika, belerang, vanadium, kalium, dan natrium. Oleh karena. itu, unit pembangkit termal yang memakai gas bisa mempunyai selang waktu pemeliharaan yang lebih lama dibanding apabila memakai batubara atau memakai BBM. 3.5.2 Turbin Cross Flow Turbin crossflow adalah turbin air yang akhir-akhir ini dikembangkan untuk tinggi terjun antara 3 -10 meter dengan debit air yang besarnya mencapai 30 m3/detik. Konstruksi turbin ini digambarkan oleh Gambar III.63 dan tampak bahwa roda air turbin crossflow panjang yang berfungsi menangkap air yang tedun dari sungai. panjangnya roda air ini tergantung pada banyak sedikitnya air yang akan ditangkap. Dengan konstruksi yang panjang ini, maka bangunan sipil pengarah air menjadi sederhana, tetapi pengaturan daya sulit dilakukan. Oleh karena itu, turbin ini hanya baik untuk beban konstan, misalnya menggerakkan generator asinkron dan paralel dengan sistem besar. Daya yang dihasilkan turbin cross flow terbesar baru berkisar di sekitar 400 M, cocok untuk listrik pedesaan karena konstruksinya yang relatif sederhana. 3.5.3 Perlindungan Katodik (Cathodic Protection) Masalah perlindungan katodik terutama timbul pada instalasi PLTU, yaitu di kondensor, di pipa masuk air pendingin (water intake) dan di dermaga tempat membongkar bahan bakar. Perlindungan katodik ini diperlukan untuk mencegah efek elektrolisis yang terjadi yang bisa menyebabkan bagian-bagian instalasi menjadi keropos. Efek elektrolisis ini terjadi karena adanya zat yang dalam hal ini air (pendingin) yang menempel pada bagianbagian instalasi dengan suhu yang berbeda sehingga timbul beda potensial antara bagian-bagian instalasi yang selanjutnya menimbulkan arus listrik. Gambar III.64 menggambarkan efek elektrolisis yang timbul dalam sebuah kondensor PLTU. Air pendingin yang keluar dari kondensor mempunyai suhu t 2 yang lebih tinggi daripada suhu air pendingin yang masuk kondensor, yaitu t1. Dinding kondensor yang kanan, yaitu bagian yang terkena air yang bersuhu t2 akan lebih banyak melepas elektron bebasnya daripada

175

dinding kiri yang bersentuhan dengan. air masuk yang bersuhu t1. Akibatnya, dinding kanan mempunyai potensial listrik yang lebih positif dari pada dinding kiri. Selanjutnya arus listrik akan mengalir dari dinding kanan ke dinding kiri melalui dinding atas dan bawah kondensor. Di dalam air (pendingin) yang ada dalam kondensor, arus listrik mengalir dari kiri ke kanan. Hal ini menyebabkan ion-ion Fe+ mengalir dari dinding kiri ke dinding kanan. sehingga timbul efek elektrolisis. Ion-ion Fe+ ini sebagian ada yang mengalir dan menempel pada pipa-pipa kondensor yang terbuat dari tembaga, karena tembaga lebih banyak melepas elektron bebas ke dalam air daripada besi sehingga potensial listriknya menjadi lebih positif daripada besi.

Efek elektrolisis tersebut di atas lama kelamaan menyebabkan menipisnya dinding kiri dan menebalnya dinding kanan. Begitu pula pipa-pipa tembaga akan menebal karena ditempeli besi yang berasal dari aliran ionion Fe+. Penipisan dinding kiri dari kondensor lama kelamaan dapat merusak dinding tersebut karena menjadi keropos. Di lain pihak, penebalan/pelapisan pipa-pipa kondensor yang terbuat dari tembaga dengan besi akan mengurangi daya hantar panasnya karena besi mempunyai daya

176

hantar yang lebih rendah daripada tembaga. Hal ini selanjutnya akan menurunkan kapasitas pendinginan dari kondensor tersebut. Untuk mencegah terjadinya efek elektrolisis yang tidak menguntungkan seperti tersebut di atas, maka dipasang rangkaian listrik perlindungan katodik seperti ditunjukkan oleh Gambar III.64. Prinsip keda rangkaian ini adalah menyuntikkan arus listrik searah yang arahnya berlawanan dengan arah arus listrik yang menyebabkan timbul efek elektrolisis. Rangkaian ini menggunakan pelat pelindung katodik yang dikorbankan karena akan terimakan dalam proses elektrolisa yang terjadi. Jika pelat pelindung katodik ini habis terelektrolisis, pelat ini dapat diganti dengan yang baru. Selain gaya gerak listrik (GGL) yang timbul antara dinding kanan dan kiri dalam kondensor seperti uraian tersebut di atas, masih ada gaya gerak listrik lain yang terjadi, yaitu GGL kontak antara pipa tembaga dengan dinding besi tempat pipa tembaga tersebut dipasang. GGL kontak ini lebih besar di sebelah kanan dari pada di sebelah kiri, karena suhu di sebelah kanan (t 2) lebih besar dari pada suhu di sebelah kiri (t1). GGL kontak ini akan menimbulkan arus listrik yang bersirkulasi dari ujung pipa tembaga kanan ke dinding besi kanan tempat pipa ini dipasang, ke dinding besi atas dan bawah, ke dinding kiri tempat pipa tembaga ini dipasang, ke ujung pipa tembaga di tempat di mana dipasang, yaitu di dinding kiri terus melalui pipa tembaga kembali ke ujung kanan dari pipa tembaga tempat di mana menempel pada dinding besi.

Persoalan proteksi katodik juga timbul pada instalasi pemasukan air pendingin (water intake) PLTU maupun PLTD dan juga di dermaga tempat pembongkaran bahan bakar.
177

Pada pipa yang panjang dan ditanam dalam tanah serta mengalirkan air masalah efek elektrolisis seperti tersebut diatas bisa juga tejadi, mengingat suhu dan situasi kimia di sepanjang pipa tidak sama sehingga bisa timbul beda potensial listrik antara bagian-bagian pipa. P adalah pelat pelindung katodik. Suhu t2 > t1 dapat terjadi apabila aliran air pendingin atau karena posisi tiang yang berbeda terhadap sinar matahari. 3.5.4 Pemadam Kebakaran Bahaya kebakaran pada pusat-pusat listrik termis relatif besar, karena adanya bahan bakar dalam jumlah besar yang mudah terbakar. Kebakaran pada dasarnya adalah suatu reaksi kimia dengan oksigen (O2). Kebakaran hanya bisa terjadi kalau: a. Ada bahan yang bisa terbakar (fuel) b. Tercapai suhu yang cukup tinggi, yaitu suhu titik nyala dari bahan yang akan terbakar (ignition source). c. Ada oksigen yang cukup untuk terjadinya kebakaran (oxygen). Untuk mencegah terjadinya kebakaran, maka tiga unsur tersebut di atas (yang sering disebut "segitiga bahaya" (hazard triangel) harus dicegah agar tidak timbul secara bersamaan. Apabila sampai terjadi kebakaran, maka alat pemadam kebakaran umumnya berfungsi menghilangkan unsur b dan unsur c. Menghilangkan unsur b, yaitu suhu yang tinggi, dilakukan dengan cara menyemprotkan air. Sedangkan untuk menghilangkan oksigen, dapat dilakukan dengan cara, menyemprotkan serbuk kimia yang akan mengisolir (mengurung) api terhadap oksigen, atau dapat juga dilakukan dengan menyemprotkan gas CO2 untuk mengusir oksigen yang bertemu dengan api. Pada pusat-pusat listrik, umunmya dipasang instalasi pemadam kebakaran yang akan menyemprotkan air atau menyemprotkan gas CO2+ yang tergantung pada jenis bahan yang menimbulkan kebakaran. Apabila kebakaran ditimbulkan oleh cairan yang mudah terbakar (bensin, minyak, dan lain-lain). Air tidak dapat digunakan karena pembanjiran tempat kebakaran dengan air akan menyebarkan cairan yang sedang terbakar tersebut sehingga api makin meluas. Bentuk kebakaran seperti ini (kebakaran kelas B) yang terbaik adalah pemadam kimiawi kering (bubuk) disusul oleh CO2. Apabila kebakaran terjadi pada bagian-bagian listrik yang bertegangan (kebakaran keluar Q air tidak juga dapat digunakan karena air dapat menghantar listrik; pada keadaan ini pun CO2 dan pemadam kimiawi kering (bubuk) adalah pemadam yang
178

terbaik. Untuk kedua jenis kebakaran ini, pemadam kimiawi kering (bubuk) adalah yang terbaik karena di samping menyelungkupi nyala api agar tidak berkontak dengan oksigen udara, penyelungkupan ini juga melindungi petugas pemadam dari radiasi panas nyala api. Melakukan langkah-langkah untuk mencegah kebakaran adalah lebih baik daripada memadamkan kebakaran adalah: 1. Menjauhkan bahan yang mudah terbakar, misalnya bahan bakar dari suhu yang tinggi. Tangki bahan bakar minyak atau minyak pelumas, terutama apabila ditaruh di tempat yang tinggi harus diperhatikan agar bocorannya atau luapannya tidak menyentuh atau mengenai sesuatu yang bersuhu tinggi, niisalnya pipa gas buang atau pipa uap. 2. Timbunan batu bara harus secara teratur dibalik dan disemprot air untuk mencegah terjadinya penyalaan sendiri (self ignition). 3. Dilarang keras merokok di sekitar instalasi bahan bakar, terutama instalasi bahan bakar gas. 4. Kontak-kontak dan sambungan listrik harus tertutup rapat pada instalasi bahan bakar. yang sudah terjadi. Langkah-langkah pencegahan ini antara, lain

5. Dilarang keras melakukan pekerjaan las pada instalasi bahan bakar yang belum dikosongkan. 6. Instalasi bahan bakar harus dilindungi terhadap sambaran petir. 7. Alat-alat proteksi dari instalasi listrik perlu diuji secara periodik agar pasti berfungsi apabila terjadi gangguan hubung singkat sehingga tidak timbul kebakaran. Personil pusat listrik harus secara periodik dilatih memadamkan kebakaran sehingga jika sampai terjadi kebakaran, kebakaran tersebut dapat segera dipadamkan. Alat-alat pendeteksi terjadinya kebakaran harus diuji secara periodik sehingga terjadinya kebakaran dapat diketahui sedini mungkin. Selain instalasi pemadam kebakaran yang terpasang

179

Viskositas dinamik BBM adalah viskositas kinematik kali massa jenis BBM. 2. masih ada lagi beberapa spesifikasi bahan bakar terutama bahan bakar minyak (BBM) yang sering diperlukan dalam praktik. 4. Satuan titik bakar adalah derajat (0C) Celcius atau derajat (0F) Fahrenheit. Spesifikasi ini antara lain: 1. Apabila suhu ruangan penyimpanan mencapai titik bakarnya. Titik Nyala (Flash Point) Titik nyala adalah suhu terendah minyak harus dipanaskan agar menghasilkan uap secukupnya untuk bercampur dengan udara dan dapat menyala (flamable) bila dilewati angka api kecil. Viskositas kinematik diukur dalam Stokes (St). Viskositas (viscosity) Viskositas kinematik BBM (cairan) menggambarkan kekentalan BBM dan hal ini berkaitan dengan tahanan yang dialaminya apabila mengalir melalui pipa atau lubang kecil. maka minyak kebakaran. harus tersedia pula alat-alat pemadam kebakaran yang mobile yang dapat dipindahkan ke tempat yang memerlukannya setiap saat.5.pada bangunan. 3. minyak masih dapat dituang. pembakaran spontan terjadi. Titik Tuang (Pour Point) Titik tuang minyak (cairan) adalah suhu terendah di mana. Sering digunakan centistokes (cSt) = 1072 Stokes. Satuannya adalah derajat (0C) Celcius atau. derajat (0F) Fahrenheit. ruangan tempat penyimpanannya.5 Beberapa Spesifikasi Bahan Bakar Selain calorific value (nilai kalori). Kebakaran-kebakaran yang terjadi di pusat listrik. Titik Bakar (Ignition Point) Titik bakar adalah suhu terendah di mana pada kondisi cukup oksigen. Titik bakar minyak baik BBM maupun minyak perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan suhu. derajat (0F) Fahrenheit. 3. Hal ini diperlukan di daerah beriklim dingin dalam kaitan dengan keperluan menuang BBM atau pelumas di mana satuannya adalah dalam derajat (0C) Celcius atau. antara lain disebabkan oleh adanya minyak pelumas atau BBM yang bocor atau meluap dari tangkinya. Sebagai contoh pemakaian BBM marine fuel oil (MFO) memerlukan pemanasan terlebih dahulu untuk mengurangi viskositas kinematiknya sebelum bisa digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel agar tidak menyumbat pengabut mesin diesel bersangkutan. sedangkan viskositas dinamik diukur dalam Poise (P). kemudian mengenai asbes isolasi pembalut pipa gas buang PLTD atau pipa uap PLTU yang suhunya mencapai titik bakar minyak 180 yang disimpan tersebut akan menyala sendiri dan menimbulkan .

makin tinggi perbandingan kompresi yang digunakan. Angka oktan = 70 berarti pada bahan bakar yang mempunyai angka oktan ini 70 % volumenya adalah isooctane dan 30 % volumenya adalah nheptane. paling sedikit 5 detik. 7. start pembangkit listrik dilakukan dengan menggunakan BBM karena suhu ruang bakar masih rendah. penyalaan kabut BBM dalam silinder dilakukan menggunakan busur listrik dari busi sehingga dapat digunakan bahan bakar dengan angka oktan tinggi yang tidak akan menyala sebelum ada loncatan busur listrik dari busi. Satuan titik api adalah derajat (0C) Celcius atau.yang mengenainya sehingga minyak tersebut menyala sendiri dan menimbulkan kebakaran dalam pusat listrik. Oleh karena itu. tetapi hal ini sudah membahayakan. Titik bakar batubara lebih tinggi dari pada fitik bakar BBM. Pada motor diesel bahan bakar diharapkan agar menyala sendiri (tanpa busur listrik dari busi) saat mencapai akhir langkah kompresi. derajat (0F) Fahrenheit. dapat digunakan BBM yang lebih murah daripada BBM motor bensin. walaupun penyalaan minyak yang terjadi belum stabil. Dari tinjauan termodinamika. Suhu ini juga perlu diperhatikan seperti halnya titik bakar. . Satuan angka oktan adalah persen (%). Pada motor bensin. Uji Ketergilingan (Grindability Test) Uji ketergilingan adalah pengujian untuk menentukan tingkat ketergilingan relatif atau kemudahan menghancurkan batubara yang sedang diuji dengan membandingkannya terhadap batubara standar. maka makin tinggi perbandingan kompresi silinder motor bakar yang bisa digunakan. Titik Api (Fire Point) Titik api adalah suhu terendah minyak yang harus dipanaskan untuk menghasilkan uap secukupnya agar bercampur dengan udara dan dapat terbakar selama paling sedikit 5 detik. 181 Oleh karena itu. makin efisiensi motor bakar yang didapat. 5. Makin tinggi angka oktannya. Angka Oktan (Octane Number) Angka oktan adalah angka yang menggambarkan banyaknya dalam persentase (%) volume isooctane dalam campuran yang terdiri dari isooctane dan n-heptane yang tidak menimbulkan letupan (knock) pada minyak bakar yang diuji dalam ruang kompresi sebuah silinder motor bakar. 6. Angka oktan beberapa BBM adalah Bensin 80-85 Premium 95-98 Super 99-100.

Hasil dari uji ketergilingan ini menggambarkan tingkat kekerasan batubara yang diperlukan untuk membuat desain mesin giling batubara. pada PLTU. BAB IV KESIMPULAN 182 .

Jenis-jenis pemeliharaan yang dapat dilakukan oleh bagian maintenance. meliputi: a) Pemeliharaan bangunan b) Pemeliharaan peralatan bengkel c) Pemeliharaan peralatan elektronika d) Pemeliharaan untuk tenaga pembangkit e) Pemeliharaan penerangan dan ventilasi f) Pemeliharaan material handling dan pengangkutan g) Pemeliharaan halaman dan taman h) Pemeliharaan peralatan service i) Pemeliharaan peralatan gudang Pemeliharaan peralatan diperlukan untuk mempertahankan efisiensi. serta alat-alat atau komponen apa saja yang harus dibutuhkan dan harus disediakan agar tindakan pada pekerjaan pemeliharaan atau merawat dan atau memperbaiki mesin atau peralatan yang rusak dapat dilakukan. mempertahankan keandalan. diperbaiki atau diganti. Pada persoalan teknis: apakah sebaiknya dilakukan preventive maintenance atau corrective maintenance. Masalah atau persoalan dalam pemeliharaan meliputi persoalan teknis dan persoalan ekonomis. dan mempertahankan umur ekonomis. yaitu: a) Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance). dan apakah sebaiknya peralatan atau mesin yang rusak 183 . dan b) Pemeliharaan perbaikan (corrective atau breakdown maintenance). Pada persoalan teknis yang perlu diperhatikan adalah tindakan apa yang harus dilakukan untuk memelihara atau merawat dan atau memperbaiki/mereparasi mesin atau peralatan yang rusak. Jenis pemeliharaan terdiri dari dua macam.4. bagian-bagian peralatan yang memerlukan pemeliharaan terutama adalah: apakah sebaiknya peralatan yang rusak diperbaiki di dalam perusahaan atau di luar perusahaan. Khusus untuk pusat pembangkit listrik.1 Pemeliharaan Pemeliharaan adalah kegiatan untuk menjaga atau memelihara fasilitas dan atau peralatan serta mengadakan perbaikan atau penyesuaian dan atau mengganti yang diperlukan sehingga terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan. Menjaga investasi.

c) Harus ada surat tugas yang tertulis. d) Harus ada persediaan alat-alat/sparepart. meliputi: • • • • • • • Kegunaan dari mesin atau peralatan Kapasitas mesin pada waktu atau umur tertentu Cara memakai atau mengoperasikan mesin dan atau peralatan Cara memelihara dan memperbaiki mesin dan atau peralatan Usaha-usaha yang harus dilakukan dalam pemakaian dan pemeliharaan mesin pada waktu mesin berumur tertentu Penggunaan mesin dan atau peralatan harus sesuai dengan fungsi atau kegunaan Cara-cara kegiatan teknis pemeliharaan dan perbaikan yang harus dilakukan pada mesin tersebut Syarat-syarat yang diperlukan agar pekerjaan bagian pemeliharaan dapat efisien adalah: a) Harus ada data mengenai mesin dan peralatan yang dimiliki perusahaan. dan engselengsel. Usaha-usaha untuk menjamin kelancaran kegiatan pemeliharaan adalah: 184 b) Dengan berpedoman kepada buku petunjuk. c) Kontak-kontak listrik dalam sakelar serta klem-klem penyambung listrik. b) Harus ada perencanaan (planning) dan jadwal (scheduling). seperti: bantalan. f) Harus ada laporan. cincin pengisap (piston ring). e) Harus ada catatan.a) Bagian-bagian yang bergeser. pengawasan dan análisis. b) Bagian-bagian yang mempertemukan zat-zat dengan suhu yang berbeda. melputi: . Tugas kegiatan pemeliharaan meliputi: a) Inspeksi (Inspection) b) Kegiatan teknik (engineering) c) Kegiatan produksi (production) d) Kegiatan adminstrasi (clerical work) e) Pemeliharaan bangunan (housekeeping) Pelaksanaan pemeliharaan fasilitas dan peralatan memerlukan: a) Berpedoman pada petunjuk peralatan atau mesin (manual book). seperti: penukar panas (heat exchanger) cran ketel uap.

adalah suatu alat yang memungkinkan perpindahan panas dan bisa berfungsi 185 . b) Menggunakan suatu preventive maintenance.1 Gambaran Umum Penukar panas atau dalam industri kimia populer dikenal dengan istilah heat exchanger (HE).a) Menambah jumlah peralatan para pekerja bagian pemeliharaan. d) Usaha-usaha untuk menjadikan para pekerja pada bagian pemeliharaan sebagai suatu komponen dari mesin dan atau peralatan yang ada BAB I PENDAHULUAN 1. c) Diadakannya suatu cadangan di dalam suatu sistem produksi pada tingkat-tingkat yang kritis (critical unit).

yang dipisahkan antara satu dengan lainnya oleh sekat-sekat lunak. Pelat-pelat ini dipersatukan oleh suatu perangkat penekan 186 .1 Pengertian Plate Heat Exchanger adalah salah satu jenis alat penukar panas yang terdiri atas paket pelat-pelat tegak lurus bergelombang atau dengan profil lain. refrigerasi. Beberapa jenis penukar panas :  Shell and Tube Heat Exchanger  Double Pipe Heat Exchanger  Spiral Heat Exchanger  Plate Heat Exchanger BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.sebagai pemanas maupun sebagai pendingin. Penukar panas sangat luas dipakai dalam industri seperti kilang minyak. industri gas alam. pembangkit listrik. medium pemanas dipakai uap lewat panas (super heated steam) dan air biasa sebagai air pendingin (cooling water). baik antara fluida terdapat dinding yang memisahkannya maupun keduanya bercampur langsung begitu saja. Biasanya. Salah satu contoh sederhana dari alat penukar panas adalah radiator mobil di mana cairan pendingin memindahkan panas mesin ke udara sekitar. Pertukaran panas terjadi karena adanya kontak. Penukar panas dirancang sebisa mungkin agar perpindahan panas antar fluida dapat berlangsung secara efisien. pabrik kimia maupun petrokimia.

Plate Heat Exchanger memiliki kemampuan untuk mentransfer panas lebih banyak. 316. 187 . Plate Heat Exchanger biasanya berukuran lebih kecil bila dibandingkan Shell and Tube Heat Exchanger yang memiliki kapasitas yang sama. Dalam hal itu hubungan ruang yang satu dan yang lainnya dimungkinkan. Sehubungan dengan koefisienan transfer panas yang tinggi dari pelat. Melalui dua di antara lubang-lubang ini media yang satu disalurkan masuk dan keluar pada satu sisi. Pada setiap sudut dari pelat yang berbentuk empat persegi panjang terdapat lubang. Karena setiap pelat memiliki luas permukaan yang sangat besar. pelat-pelat yang dibentuk sesuai kebutuhan dan umumnya terbuat dari baja (stainless steel type 304. Sehingga bila dibandingkan dengan Shell and Tube Heat Exchanger yang ukurannya sama.dan jarak antara pelat-pelat ditentukan oleh sekat-sekat tersebut. Lem yang digunakan hendaknya ialah lem yang mempunyai ketahanan terhadap panas yang baik. sedangkan media yang lain karena adanya sekat mengalir melalui ruang antara disebelahnya. 317) atau logam lainnya. maka dihasilkan daerah terjadinya transfer panas yang sangat besar pula. Gambar Plate Heat Exchanger PHE yang banyak dijumpai di industri adalah type: • Glue type Tipe glue ini memerlukan lem untuk memasang gasket pada plat PHE.

188 . Pemasangan gasket tipe ini lebih mudah dan ringkas jika dibandingkan dengan tipe glue. dengan media • Pertukaran Panas tidak langsung Memungkinkan terjadinya perpindahan panas dari satu cairan fluida ke fluida lain melalui dinding pemisah. Berdasarkan kontak antara bahan atau fluida • Pertukaran panas langsung Bahan yang dipanaskan atau yang didinginkan dikontakan langsung pemanas atau pendingin.• Clip type Luar gasket tipe ini terdapat clip-clip. Klasifikasi alat penukar panas 1. sehingga dalam pemasangannya cukup menancapkan clip-clip tersebut ke lubang yang terdapat pada plat.

2500F untuk temperatur tinggi 189 .2 Bagian-Bagian dari Plate Heat Exchanger 1.2500F untuk temperatur rendah : -400F . Gasket terbuat dari karet (non logam) atau bahan yang biasa digunakan adalah nitrile dan ethylene propylene rubber (EPR/EPDM) • • Nitrile Nitrile : -400F .1. Berdasarkan arah aliran • • • • Penukar panas satu lintas (single-pass) Penukar panas aliran searah (parallel-flow) Penukar panas berlawanan arah (Counter-flow) Penukar panas aliran lintang (Cross-flow) 2.

Fluida pada pelat ini mengalir secara turbulen. 2.6 mm terbuat dari stainless steel atau titanium dan terdapat pada berbagai macam susunan yang berombak-ombak. Tipe Pelat 190 .• EPR/ EPDM : -800F – 3000 F sangat tahan terhadap air yang sangat panas dan uap serta memiliki ketahanan yang baik untuk kompresi atau volume yang besar. umumnya berukuran 0. sehingga antara fluida yang satu dengan fluida yang lain tidak mengalami kontak secara langsung yang menyebabkan kebocoran. 1. berfungsi sebagai tempat mengatur fluida serta tempat terjadinya pertukaran panas antara fluida panas dengan fluida dingin. hal ini dikarenakan bentuk dari pelat tersebut yang bergerigi sehingga pertukaran panas dapat berlangsung secara cepat. Pelat penekan (Compression Plate) terbuat dari logam yang berfungsi sebagai penekan pelat agar pada saat operasi alat berjalan tidak ada rongga didalam aliran fluida agar tidak terjadi kebocoran.s fungsi gasket ini adalah sebagai perekat alat atau pengatur aliran fluida. Makin banyak pelat tekanan makin besar.4 .0. Pelat (plates).

1. Combination. Alat penekan (Compression Bolt). 191 . juga merupakan pola yang sering digunakan. dan menurunkan tekanan. 4. 2. Guide Bars. sehingga menyebabkan banyak gerakan putaran (turbulen). dan penurunan tekanan yang lebih sedikit dibandingkan pola vertical 3. gerak putaran (turbulen). Mempunyai pembatas. Pelat penyangga tetap (fixed frame). berupa baut pelat baja yang digunakan untuk menekan pelat dan frame 6. berupa batang yang terbuat dari carbon steel atau stainless steel yang mendukung dan menjaga agar pelat berjajar secara rapi. penggunaan pola pelat ini biasanya ditujukan untuk hasil pemanasan dan penurunan tekanan yang lebih optimal. termasuk salah satu pola pelat yang sering digunakan karena mempunyai banyak pembatas untuk mengalir. Horizontal. Vertical. perpindahan panas dengan kecepatan tinggi. terbuat dari logam dan berfungsi menjaga pelat agar tetap stabil 5.

3 Sistem Kerja dari Plate Heat Exchanger 192 . 2. merupakan bagian yang dilapisi oleh frame carbon steel yang melekat pada kumpulan pelat yang ditekan.7. (Bagian depan dan kepala bagian belakang). Front and Rear Heads .

Dimana pelat yang telah tersusun ini akan secara bergantian mengalirkan produk dan medium pemanas. Pelat yang dialiri produk tidak akan dialiri oleh komponen lain. Produk yang mengalir pada suatu pelat akan terhimpit oleh medium pemanas dengan arah aliran yang berbeda. Pada umumnya produk akan masuk melalui saluran atas dan mengalir kebawah melewati pelat. sehingga produk akan cepat memanas karena tertekan oleh pelat 193 . Proses pemanasan ini terjadi dengan adanya medium pemanas yang mengalir pada saluran dan pelat yang lainnya.Produk akan dipanaskan dan masuk kedalam suatu larutan yang kemudian akan mengalir pada sebuah pelat. sedangkan medium pemanas akan masuk melalui saluran yang berkebalikan dari produk. sehingga aliran keluaran produk akan berada dibawah. Cairan panas yang melintasi bagian bawah head dialirkan ke atas melintas diantara setiap plae genap sementara cairan dingin pada bagian puncak head dialirkan turun diantara plat-plat ganjil. sehingga aliran pengeluaran medium pemanas akan berada diatas. Arah aliran produk dan medium pemanas di dalam pelat biasanya berbeda atau boleh dikatakan mengalir secara berlawanan. yaitu masuk melalui saluran bawah dan mengalir ke atas melewati pelat. Arah aliran yang berlawanan ini dimaksudkan agar proses pemanasan dapat lebih cepat berlangsung.

Plate dan Frame • Pelat dari Heat Exchanger ini normalnya memiliki ketebalan berkisar antara 0. Sedangkan pada rangkaian paralel produk dan medium pemanas akan masuk dan keluar melewati bagian yang berbeda. • • • .Untuk welded PHE ( module ): vakum to 32 bar 2. Working pressure recomended for Gasketed PHE & Welded PHE.Untuk gasket working pressure: vakum to 25 bar .5 hingga 5 mm.5 hingga 3 mm dan jarak antara tiap pelat antara 1. Saluran pengeluaran medium pemanas dan produk ada dua macam tergantung dari rangkaian pelat yang digunakan. 2.yang mengalirkan medium pemanas. yaitu masuk melewati ports pada bagian front head dan keluar melalui ports pada bagian belakangnya.6 Kelebihan PHE 194 . baik itu seri maupun paralel. Produk yang telah menjadi panas dan medium yang telah mengalir pada suatu pelat akan mengalir keluar. • Luas permukaan plate & frame bervariasi dari yang paling kecil sebesar 0. Paduan nikel Laju alir maksimum fluida yang diizinkan terbatas hingga 2500 m3/jam.5 Prinsip Alat Ukur PHE • • • Alat ukur laju alir Alat ukur tekanan Alat ukur suhu 2.4 Komponen PHE • • • Plate Frame Gasket a.Titanium. Pada rangkaian seri produk yang masuk dan keluar akan melewati ports pada bagian front head yang sama.03 m2 sampai dengan yang paling besar yaitu 1500 m2. Material palate antara lain Stainless steel.

• Mempunyai permukaan perpindahan yang sangat besar pada volume alat yang kecil. Mudah dirawat dan dibersihkan Mudah dibongkar dan dipasang kembali ketika proses pembersihan Waktu tinggal media sangat pendek Dapat digunakan untuk cairan yang sangat kental (viskos) Plate and Frame lebih fleksibel. dapat dengan mudah pelatnya ditambah Ukuran yang lebih kecil dapat mengurangi biaya dalam segi bahan (Stainless Steel.Titanium. • • BAB III 195 . dan logam lainnya) Aliran turbulensinya mengurangi peluang terjadinya fouling dan sedimentasi • • • • • • • 2. Pemilihan material gasket yang sesuai sangatlah penting Maksimum temperatur operasi terbatas hingga 250 oC dikarenakan performa dari material gasket yang sesuai.sehingga perpindahan panas yang efisien.7 Kekurangan PHE • Pelat merupakan bentuk yang kurang baik untuk menahan tekanan. Plate and Frame Heat Exchanger tidak sesuai digunakan untuk tekanan lebih dari 30 bar.

 Penyebab : Viskositas 196 . Pastikan operator selalu menggunakan alat pelindung diri (alat keselamatan kerja) untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan.1 Cara mengangkut dan mendirikan PHE Plate heat exchanger (PHE) merupakan apparatus yang berat. 3. pengangkutan PHE harus dilakukan dengan cara digantung baik dengan alat gantung cukup kuat seperti crane dan forklift.2 Perawatan Umum 1. Jika pressure drop naik pada PHE  Penyebab : Ada kotoran dalam PHE (PHE tersumbat) Tindakan: – – – Bersihkan pipa-pipa sebelum start up Bersihkan plate (jika kejadiannya setelah proses berjalan) Media yang masuk PHE perlu diberi filter. Gunakan tali untuk menggantunya. dirikanlah PHE dengan perlahan-lahan dan hatihati dengan menggunakan tali yang kuat. Juga tidak dibenarkan mengangkut PHE langsung dari bagian bawah PHE dengan forklift karena beresiko jatuh atau terjadi kerusakan pada permukaan PHE. Jika PHE dikirim dalam kondisi tergeletak. jangan gunakan alat kasar atau keras seperti rantai karena akan merusak permukaan PHE. Melihat model dan dimensinya.PEMBAHASAN 3.

Tindakan: Ganti gasket. Tindakan: – – Bersihkan plate Beri saringan/filter. Alat ini bisa berupa oil drainage yang dibuka dalam periode tertentu sesuai dengan keadaan. 197 .  Penyebab : Kesalahan koneksi terhadap sistem perpipaan Tindakan: Check koneksi dan sesuaikan dengan drawing  Penyebab: Akumulasi secondary media di dalam HE (seperti oli. Kebocoran  Penyebab: Tekanan dalam HE melebihi tekanan ijin. membuka dan menutup sistem dengan smooth. Tindakan: Kurangi tekenan sesuai dengan set point. jika perlu ganti dengan material lain yang lebih baik. seperti serpihan plastik Tindakan: – – Bersihkan plate Media yang masuk PHE perlu diberi filter. 1.Tindakan: – – Check viskositas dan jika perlu setel sesuai desain.  Penyebab: Kuantitas aliran terlalu besar Tindakan: Atur kuantitas aliran dengan benar. Tindakan: Hindari terjadinya tekanan mendadak dengan mengatur sistem sebaik mungkin. Tindakan: Setel dan sesuaikan.  Penyebab: Rusaknya gasket karena pengaruh serangan medium. 1.  Penyebab: shock pressure/tekanan mendadak. Menurunnya kapasitas HE  Penyebab: PHE terkotori/tersumbat oleh kotoran dari luar. Check apakah temperature turun sampai dibawah temperature desain  Penyebab : Kesalahan koneksi pada sistem perpipaan Tindakan: Check koneksi dan sesuaikan dengan drawing.  Penyebab: Aliran terlalu tinggi/cepat.  Penyebab: Terbloknya aliran dalam HE. dan non-condensable gas) Tindakan: Buat alat yang sesuai untuk mengalirkannya.

Perawatan komponen a. Melebihi ukuran minimum dimensi ini bisa berakibat rusaknya plate dan membutuhkan waktu dan biaya tambahan yang yang harus ditanggung oleh pemilik. Tercampurnya media  Penyebab: Plate tidak terinstall dengan benar Tindakan: Install plate sesuai panduan. 1.  Penyebab: Korosi Tindakan: – – Cari penyebab korosi dan ganti plate baru Ganti dengan plate yang dengan material yang tahan korosi. Pembersihan saluran cairan e.  Penyebab: Koneksi tidak sesuai Tindakan: Check dan sesuaikan dengan drawing. b.1. Pengencangan baut BAB IV KESIMPULAN 198 . Plate Minimum dimensi paket plate harus dijaga supaya tidak berubah. Pemeriksaan dan penggantian gasket c. Pembersihan plate d.

Namun perlu diperhatikan jika terjadi kenaikan pressure drop. kebocoran dan kerusakan lainnya.Plate Heat Exchanger merupakan salah satu jenis heat exchanger yang memiliki berbagai kelebihan dibanding heat exchanger yang lain. Hal ini harus langsung ditangani dengan baik agar alat dapat digunakan kembali. Salah satu kelebihannya adalah permukaannya yang luas sehingga perpindahan panas yang terjadi semakin besar walaupun volumenya yang sangat kecil. Plate-plate dalam PHE ini dapat dipasang dan dibongkar dengan mudahnya sehingga dalam perawatannya mun mudah. BAB I PENDAHULUAN 199 .

Secara umum reboiler merupakan alat penukar panas yang digunakan untuk menyediakan aliran panas untuk destilasi dan proses-proses lainnya yang serupa. temperature yang diperlukan Reboiler ialah Heat Exchanger yang secara tipikal dipasang pada kolom distilasi. kecenderungan untuk pencemaran 5. evaporasi. Pendekatan proaktif dari optimasi mekanik dan perlakuan kimiawi dan monitoring direkomendasikan untuk meminimasi deposit dan korosi dan memaksimalkan ketahanan sistem dan efisiensi energi. namun reboiler sebagai suatu sistem memerlukan peralatan tambahan lebih daripada sekedar Heat Exchanger sebagai instrumen. sehingga reboiler tidak dapat berdiri sendiri. 200 . dan yang sejenisnya). misalnya sistem heat exchanger dan sistem kolom (destilasi. konsekuensinya.Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan reboiler: 1. temperature yang tersedia 6. jumlah pekerja yang diperlukan 3. karena reboiler terletak jauh terpisah dari boiler utama (atau power house). Reboiler identik dengan Heat Exchanger Sheel and tube. fraksi dari cairan dimenara yang diuapkan 4. Reboiler menghasilkan uap untuk separasi distillasi fraksional seperti kondenser menhasilkan refluks liquid yang mana dikembalikan ke kolom distillasi. umunya perhatian yang ditujukan pada reboiler lebih kecil bila dibandingkan dengan boiler utama hingga sebuah kegagalan terjadi.1. Kedua sistem itu terhubung menjadi sebuah sistem reboiler dengan adanya pengembalian fluida (panas) ke dalam kolom dari reboiler. Prinsip kerja reboiler pada dasarnya sama dengan Heat Exchanger secara umum. Reboiler terdiri atas beberapa sistem yang berhubungan. ruang yang tersedia 2. Reboiler adalah salah satu bagian integral proses produksi. tetapi bukan merupakan bagian dari sistem steam. dimana uap tersebut berfungsi sebagai media untuk proses pemisahan.1 Gambaran Umum Reboiler merupakan suatu alat yang digunakan untuk merubah fasa cair menjadi fasa uap.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bagian-bagian Reboiler Heat Exchanger Secara umum. bagian-bagian dari suatu sistem reboiler ialah sebagai berikut: 201 .

Di tempat ini. 202 . • Sumtank adalah alat yang berfungsi untuk menampung cairan yang akan dipanaskan. Skematik tiga dimensi shell and tube Heat Exchanger secara umum • Berfungsi sebagai wadah untuk menampung cairan yang akan dipanaskan. Di tempat ini sebagian cairan akan dipanaskan dan akan bercampur dengan cairan yang masih dingin sehingga akan terjadi homogenitas panas dalam cairan tersebut.Skematik dari bagian-bagian umum reboiler (penomoran sesuai dengan urutan bagian-bagian reboiler). sebagian cairan akan dipanaskan bercampur dengan cairan yang lebih dingin sehingga akan terjadi homogenitas termal.

thermally-conductive (konduktif secara termal). Semua kebutuhan ini memerlukan pemilihan hati-hati dari kekuatan. pH. material tabung perlu mempunyai daya hantar termal baik. untuk mampu memindahkan panas dengan baik. material tabung mutu tinggi. Sebab panas ditransfer dari suatu sisi panas kepada suatu sisi dingin melalui tabung. Sedangkan pipa keluaran sumtank di laboratorium dibuat dari kaca sehingga memudahkan praktek dalam melihat proses yang terjadi. Efisiensi dipengaruhi kecepatan dari perpindahan panas pada shell and tube exchanger. 2. khususnya metal. Material tabung juga harus kompatibel dengan fluida yang mengalir pada sisi tube dan shell untuk periode lama di bawah operasi kondisi-kondisi (temperatur.1. • Pompa sentrifugal yang berfungsi memompa cairan dari sumtank (bawah) ke shell and tube (atas) sehingga cairan tersebut memiliki kecepatan dan head tertentu. tekanan. dan lain-lain. tipe-tipe Shell and tube heat exchanger 203 . Aliran dingin dari steam dialirkan melalui pipa ke dalam tube sedangkan steam masuk ke dalam shell sehingga akan terjadi perpindahan panas dari steam ke cairan dingin. • Baffle. yang berkenaan dengan panas selama operasi. Oleh karena kecenderungan dari material tabung yang berkenaan dengan panas memperluas dengan cara yang berbeda pada berbagai temperatur. ekstraksi.• Shell and tube exchanger merupakan tempat kontak cairan dingin dengan steam. corrosion-resistant (tahan korosi). berfungsi mengarahkan aliran fluida yang tegak lurus di pipa sehingga menambah kecepatan fluida dan memperbaiki kecepatan perpindahan panas. • Pipa keluaran umumnya berhubungan langsung dengan system-sistem proses seperti destilasi. dll. Pilihan material tabung yang buruk bisa mengakibatkan suatu kebocoran suatu tabung antara sisi tube dan shell yang menyebabkan fluid cross-contamination dan mungkin hilangnya tekanan.1 Pemilihan Material Seperti pada tabung shell and tube Heat Exchanger. ada suatu perbedaan temperatur antar jarak dari tabung.) untuk memperkecil kerusakan seperti karatan.

jika kita tempatkan didalam shell. Dengan kecepatan fluida yang lebih besar akan mengurangi pembentukan kerak didalam tube. Hal ini akan mengurangi biaya material yang mahal. 2) Fouling : fluida yang lebih mudah membentuk kerak (fouling) lebih baik ditempatkan di tube agar memudahkan pengontrolan kecepatan fluida. maka akan banyak panas yang terbuang keluar shell.1. karena dapat mengurangi kelebihan panas .2 Menentukan letak cairan dalam tube atau shell 1) Corrosion : fluida yang lebih korosif harus ditempatkan didalam tube.1. 3) Temperature fluida : fluida yang memiliki temperature tinggi sebaiknya ditempatkan didalam tube. jika fluida korosif ditempatkan dalam shell akan menyebabkan korosi pada dinding luar tube sehingga sukar dibersihkan. 204 .

4) Tekanan operasi : fluida yang bertekanan tinggi sebaiknya ditempatkan didalam tube. Pipa tekanan lebih murah dibandingkan shell bertekanan. Jika aliran laminar. Secara umum reboiler dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe. 2. oleh panas yang dibawa steam pada shell. Reboiler bisa digunakan secara parsial atau keseluruhan memvaporisasi aliran cairan umpan. sampai tervaporisasi kemudian dikembalikan ke kolom kembali. Proses ini terjadi terus menerus sebagai sebuah siklus. Fluida yang memiliki pressure drop lebih rendah harus ditempatkan didalam tube. Cairan tervaporisasi tersebut pada kolom dilewatkan pada steam traps (penangkap steam). cairan yang viskos ditempatkan didalam shell. koefisien perpindahan panas akan lebih besar jika fluida berada didalam tube. cairan yang viskos ditempatkan didalam tube.2 Sistem Kerja dan Tipe-Tipe Reboiler Secara umum reboiler berfungsi untuk menguapkan kembali (reboiling) suatu cairan dalam suatu sistem proses tertentu Reboiler mengambil aliran cairan dari bagian bawah kolom sebagai inlet dialirkan ke heat exchanger. 5) Pressure drop : untuk pressure drop yang sama. yaitu di antaranya: 2.1 Reboiler Ketel 205 . sehingga steam yang basah kebali lagi ke kolom untuk divaporisasi kembali oleh sistem reboiler. 7) Kecepatan aliran : fluida yang alirannya lambat harus ditempatkan didalam shell. 6) Viscosity : jika aliran turbulen.2. Dalam Heat Exchanger aliran cairan itu akan dipanaskan.

Ketinggian cairan kondensat harus dijaga agar selalu sejajar dengan tinggi tabung. harus dibuat ruang yang cukup pada bagian atas untuk tempat pemisahan fasa cair dari fasa gas. 206 . Pada jenis ini.Kettle reboiler juga telah diketahui sebagai kelompok dari reboiler yang sering digunakan untuk suatu fluida dengan kadar hidrokarbon yang rendah ( contoh : propane dan butane ). 2. dengan kata lain harus ada pengendalian ketinggian (control level). Aliran cairan dari kolom sump ke bagian bawah dari ketel. tipe kettle reboiler sangat mudah terjadinya kerak yang berasal dari fluida yang digunakan.5 sampai 2. Lebih baik dari rancangan reboiler lain. Sistem Kerja 1. Temperatur di dalam ketel secara substansial seragam. Aliran tersebut diuapkan secara parsial. Reboiler ini tidak baik bila digunakan pada tekanan tinggi dikarenakan ukuran shell yang berdiameter lebar. Biasanya rasio tinggi puncak terhadap diameter adalah 1. Reboiler tipe ini menangani proses aliran yang berubah – ubah dan perubahan temperature yang tinggi. Hal ini berarti. tetapi kettle reboiler mempunyai kecenderungan yang tinggi terhadap pencemaran ketika proses berlngsung. Reboiler ketel terdiri atas seperangkat tube di dalam shell ukuran besar.

Biaya yang dikeluarkan untuk stab .2. Karakter dari reboiler stab – in ini hampir sama dengan kettle reboiler. Cairan ini ialah produk bawah. sedangkan perbedaannya adalah pada reboiler stab – in perubahan panas yang terjadi kecil karena aukuran kapasitasnya terbatas.3. Sebagian kubah atas dari reboiler memisahkan uap dan cairan.1 Reboiler Internal atau Stab-in Salah satu variasi dari tipe ketel ialah sebuah internal atau “stab-in” tube bundle yang disisipkan secara langsung ke dalam kolom.2. 6.2 Reboiler Termosifon 207 . 2. 5. 2. 4.in lebih murah namun perawatannya lebih rumit disbanding dengan kettle reboiler. yang mana diset cukup tinggi untuk menjaga tube di bawah permukaan air. Uap mengalir kembali ke tower melalui pipa naik/penaik (riser). Cairan overflow baffles.

di sini terjadi proses pertukaran panas. Dan kemungkinan terbentuknya kerak sangat sedikit/kecil sekali dikarenakan proses dengan kecepatan relatif tinggi. Reboiler tipe ini tidak memerlukan pompa. sehingga cairan teruapkan dan masuk ke kolom kembali. Seperti pada forced recirculation reboiler. terjadi perpindahan panas sensible yang diikuti dengan pendidihan nukleat. b. maksud dari alami disini adalah dengan memanfaatkan adanya gaya gravitasi bumi. Termosifon reboiler sirkulasi Pada tipe ini air pada kolom dialirkan ke Heat Exchanger. dengan aliran proses pada shell – side dikondisikan pada posisi vertical. tipe termosifon dibedakan atas: a. namun kondnsta akan jatuh ke bawah pada kolom dan ikut mengalir kembali ke Heat Exchanger (inilah yang disebut resirkulasi). Fasa gas akan diteruskan naik ke kolom. Berdasar sistem aliran. Once-through reboiler termosifon 208 .Termosifon reboiler pada pengoperasiannya menggunakan sirkulasi alami.

Friksi karena pipa wettedperim eternya = 2 (½ Nt )( π do ) Total frictionwetted perim eter : fp 1 + fp 2 + fp 3 fp 1 = ½ π ID S fp 2 = ID S fp 3 = 2(½ Nt . Friksi karena shell sehingga wettedperim eternya = 2 π ID S Cam puran uap dan liquid liquid 2. a. Friksi karena pem bagian shell sehingga wetted perim eternya = 2 (½ID S) 3. Berdasar posisi shell and tube Heat Exchanger. Namun. Tipe Horizontal 1. fasa liquid yang jatuh ke bawah kolom tidak akan dialirkan ke dalam shell and tube Heat Exchanger. terdiri dari tipe horizontal dan vertikal.Pada tipe ini fluida dingin yang berubah menjadi fasa liquid dan fasa gas akan diteruskan masuk kolom. π do ) 209 .

Akibatnya. Perbedaan static head yang kecil dibutuhkan sebagai pengendali gaya/dorongan untuk resirkulasi.000 – 12. Flux atau Q/A antara 8.29 inci. .ft2.Biasanya fraksi yang dipanaskan di reboiler ini lebih sedikit dibandingkan pada reboiler ketel. Berbeda dengan reboiler ketel yang temperaturnya lebih mendekati keseragaman. Maksimal 80% dari liquid akan teruapkan d. Laju sirkulasi ini bisa dikontrol dengan menutup-buka pipa masukan (inlet line). .ft2 e.IDs : 19 ¼ . perbedaan temperature rata-rata antara shell dan tube akan lebih besar untuk thermosyphon dari pada ketel. atau untuk perbedaan temperature rata-rata yang sama. Dimensi diameter shell dan panjang shell . persentasi penguapan bisa dibuat lebih sedikit.IDs : 12 – 17 ¼ inci.IDs > 31 inci b.000 Btu/jam. Shell passes (n’) = 2 c. • Spesifikasi Horisontal Thermosyphon Pada horisontal thermosyphone ada beberapa spesifikasi antara lain : a.oF • l = 8 ft l = 12 ft Beberapa ketentuan penguapan pada horisontal thermosyphon antara lain : a. Untuk liquid yang dipanasi berupa bahan organik berlaku : 210 . Tabung horizontal ini lebih mudah dibuat dari pada yang vertical. Adanya gaya dari aliran tersebut menyebabkan temperatur bubble point masukan berbeda dengan keluaran. hV tidak boleh lebih dari 300 Btu/jam.

hanya yang perlu diperhatikan adalah de’ = diameter equivalen shell yang dipengaruhi oleh friction • Urutan Perancangan Horisontal Thermosyphon 1.4) c.oF. s/d.∆ 2 t t = ∆ ln (∆1 / ∆ 2 ) t t T = Ft . 3. 6. Tipe Vertikal 211 . (hg – hl) 2. Mencari IDS dan jumlah pipa dimulai dengan trial Q/A antara 8000 – 12000 Btu/jam.Q/A = 8000.ft2 b. dengan range boiling point > 15oF. sehingga didapatkan : A= Q 8000 s/d 12000 dan A N = t a . λ Untuk panas sensible : QS = m . cp .L " a. pers. Untuk mencari overall heat transfer UD berlaku : de' = frictional 4 . CP . ∆ TLM harga Ft dicari dari gambar 19 Kern karena n’ = 2. (T1 – T2) = M . (T1 – T1’). 12000 Btu/jam. Menghitung DTLMTD ∆ LM D t T ∆1 . Penurunan tekanan ∆ P pada thermosyphon sama dengan ∆ P pada shell and tube. Material and Heat balance Q = QS + QV = M .ft2. flow area w etted perim eter (kern. Untuk panas laten : QV = m1 . Menghitung Suhu Caloric (Tc dan tc) Tc = T2 + Fc (T1 – T2) tc = t2 + Fc (t2 – t1) 4.

T 1 Z1 Isothermal Boiling Counter current HE : 1-1.m.02 sampai 0.1 sampai 0. Reboiler vertical ini tidak cocok digunakan untuk temperature rendah dikarenakan tingginya titik didih yang disebabkan oleh static head. Reboiler ini kadang-kadang digunakan ketika media pemanas tidak bisa dilewatkan pada shell. T 2 m. Shell passes atau n’ = 1 dan tube passes atau n = 1 212 . t2 5 – 10 menit hold up Pemanas M . Panjang shell mulai dari 16 ft kemudian diturunkan menjadi 12 ft b.10 untuk larutan aqueus. Fraksi berat keluaran yang teruapkan biasanya berkisar antara 0. • Spesifikasi Vertikal Thermosyphon Pada Vertikal Thermosyphon ada beberapa spesifikasi antara lain : a. Perubahan panas maksimum lebih rendah dari pada reboiler ketel. Sirkulasi biasa dikendalikan dengan valve pada jalur masukan. Floating Heat Exchnager Z3 Condensat M .35 untuk hidrokarbon dan 0. Area aliran pada pipa keluaran biasanya dibuat sama pada semua tube. t1 Ratio liquid circulasi Gas keluar = 4 1 Sirkulasi ditimbulkan oleh perbedaan pada static head dari suplay cairan dan kolom pada bagian material yang dipanaskan.

ft2. penguapan di bawah titik jenuhnya dan penyempurnaan penguapan.ft2. Btu/jam. Btu/jam QS = jumlah panas sensible.oF hv = koefisien film perpindahan panas laten.ft2.oF Q = jumlah panas yang dipindahkan. T2 t1 Q = m . 12000 Btu/jam. Maksimal 80% dari liquid akan teruapkan d. Untuk liquid yang dipanasi berupa bahan organik berlaku : Q/A = 8000.ft2 e. Flux atau Q/A antara 8000 – 12000 Btu/jam. cp . cp (t2 – t 1) c. hV tidak boleh lebih dari 300 Btu/jam. QV = m1 (hg t13 – hl t 2) Q = QS + QV • Beberapa ketentuan penguapan pada vertikal thermosyphon antara lain : a.ft2 213 . s/d. (hg – hl ) t1 a. Btu/jam QV = jumlah panas laten. λ T1 t3 Qv = m1 (hg – hl ) Qs = m .oF f. Penguapan pada titik jenuhnya b. cp . Btu/jam • Grafik Perpindahan Panas Penguapan di dalam vertikal thermosyphon bisa terjadi dalam beberapa macam antara lain : penguapan pada titik jenuhnya.λ T1 t2 T2 t2 Q=M .c. (t2 – t1 ). Penguapan di bawah titik jenuhnya Q =M. Penyempurnaan penguapan T2 t2 t1 Q =M. (t 2 – t 1) QS = m . Tipe aliran selalu counter current Q ho = QS Q + V hS hV dimana : hs = koefisien film perpindahan panas sensible.λ T1 t3 Q = m . Btu/jam.

ft. dan r 2. ∆ Pp = f .22 x 1010 . di . a" . n p 5. Untuk mencari overall heat transfer UD berlaku : UD = c.b. sg . L .2. lb/ft3 dimana : Z1 adalah tinggi liquid (permukaan) sampai bagian bawah pipa reboiler.1 Reboiler Forced Circulation 214 .G2 . ∆t Panjang dan jumlah tube perlu dicek lebih dahulu untuk melihat apakah DP atau ∆ Pp ditambah tekanan hidrostatik pada thermosyphon sama dengan DP pada kaki Reboiler lebih kecil dari driving force. L ) . Penurunan tekanan Q Q = A . ∆t ( Nt . Φ p Driving force = (Z1 x ρ ) / 144 = densitas liquid.

Reboiler tipe ini menggunakan pompa untuk memindahkan cairan proses. Kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe reboiler Tipe reboiler Kettle reboiler kelebihan 1. Kekurangan: memboroskan energi. Pada kecepatan proses yang lambat. dapat dianggap sebagai 3. unit ini cenderung terjadi pencemaran. waktu tinggalnya lama 3. mempunyai penguapan yang tinggi. mudah perawatan dan pembersihann satu teoritical plate kekurangan keterangan dirancang secara sehingga mereduksi 1. 2. menguras kontinyu dapat blow down untuk baik terjadinya fouling. Forced recirculation reboiler mempunyai dua mekanisme dalam perpindahan panas. tidak untuk operasional tekanan tinggi. Aliran proses yang khas pada tube side dalam penukar standar ( standar exchanger ) dikondisikan pada posisi vertical. pompa yang umum digunakan adalah pompa sentrifugal. biaya instalasi Perlu mahal 2. 215 . yaitu perpindahan panas sensible yang diikuti dengan pendidihan nukleat.

transfer panasnya rendah 5. umumnya proses penguapan tidak dapat 216 .ya. 1. sukarnya pemasangan isolasi disekitar reboiler 3. kecepatan perpindahan panasnya tinggi distilasi. baik untuk proses dengan beban rendah butuh yang fouling. 1. biaya instalasi yang rendah 2. panjang Biasanya dianjurkan dipakai. kecepatan perpindahan panasnya rendah 2. pembersihan dan perawatannya sukar 4. mudah terjadi polimerisasi yang dapat menyebabkan Internal reboiler 1. 4. dipakai untuk kecepatan sirkulasi yang rendah. 4. tidak untuk luas disekitar tube reaboiler akan sangat tergantung dengan diameter menara Vertical thermo siphons 1. tidak ruang menara 3.

tidak membutuhkan ruang besar 3. 3. 1. 1. 2.2. 2. 6. dapat didesain untuk panas tinggi. panjang tube tidak 3. akses lebih untuk dari 5 meter perawatan tidak mudah 1. dapat diposisikan secara horizontal dari / vertical dilihat elevasi menara. waktu tinggal rendah. dapat Penguapan terjadi kelebihan ratio penguapan 217 . 4. biaya instalasi Once natural circulation through murah. fase pemisahan mungkin terjadi di rendah. mempinyai besaran panas yang cukup. jika shell kecepatan alir 1. pengontrolann Horizontal thermo siphons ya mudah. beban yang dan yang lebih 30% dari 2. waktu tinggalnya kecil cepat 4. kondisi sirkulasi sukar dikontrol. 2. mudah dikontrol. sukar terjadinya fouling. 5. persen penguapannya sekitar 35 %.

untuk kebutuhan surface yang luas. mempunyai transfer panas yang cukup.. dan padatan. fase pemisahan dapat area sangat cairan berkandungan stagen teoritical untuk pemasangan vertical. 1. 4. cocok untuk larutan pekat high fouling. waktu tinggalnya cepat. 3. 1. 5. 3. memboroskan energi untuk pemipaan dan horizontal thermosyphon atau reboiler tipe kettle terjadi tidak dapat bekerja pada suatu proses. biaya operasinya tinggi.2. setara dengan 1 plate. penambahan area instalasi pompa. untuk kecepatan sirkulasi tinggi. pengontrolan sirkulasi sangat baik. bias kebocoran dibagian seal pompa. 2. 2. 4. 5. daya tinggi Tipe ini dianjurkan reboiler tipe untuk pompa jika instrument control. 3. sukar Force circulation terjadi fouling. 4. 218 . 5.

Sistem kontrol temperature secara akurat mengontrol aliran steam dan perpindahan panas. Instrumentasi pada reboiler di antaranya adalah sebagai berikut : 1. Pengukur suhu: Termometer atau termokopel. digunakan untuk mengetahui suhu didalam sumtank atau pada aliran cairan masuk Heat Exchanger. dengan transfer panas laten vaporasi dan sensibel. untuk mengendalikan tinggi cairan proses. 3. Pengukur tekanan: Manometer. pemanasan lanjut kemungkinan terjadi. 6. Bisa digunakan untuk mencegah flooding. Flowmeter untuk mengukur laju alir cairan dingin yang dialirkan. ketika permukaan tube kontak dengan steam. Flooding juga mereduksi efisiensi transfer panas sejak transfer permukaan di bawah air hanya panas sensibel. 2. Flooding dapat meningkatkan resiko korosi. Sumumnya sistem kontrol temperatur biasanya terdiri atas valve pengendali aliran/tekanan pada system steam masukan pada reboiler yang terhubung ke temperature keluaran. untuk mengukur tekanan operasi dan mengontrol tekanan proses. baik pada kolom maupun Heat Exchanger. 5. Adanya variasi di dalam aliran fluida membutuhkan algoritma kontrol proses yang kompleks yang digunakan untuk laju alir atau kombiasi antara laju alir dengan suhu untuk menjalankan valve pengendali steam. Steam traps digunakan untuk menangkap kondesat yang terbawa pada aliran steam. 219 . Bisa dikaitkan dengan sistem kontrol temperatur. Juga membuang kondensat dari reboiler. untuk mencegah flooding. Fluktuasi temperatur proses dikendalikan oleh modulasi valve pengendali aliran steam. 4. Flooding dapat meningkatkan resiko korosi. Pengukur level. 2. sehingga reboiler tidak dapat berdiri sendiri.dihindari.3 Prinsip Instrumentasi Reboiler sebagai suatu sistem memerlukan peralatan tambahan lebih daripada sekedar Heat Exchanger sebagai instrumen.

Venting. operasi uap air. Lubang udara diletakkan pada bagian atas dari tubesheets pada reboiler berorientasikan vertical. dan diletakkan di bagian aliran hilir pada reboiler berorientasikan horizontal. pemilihan logam yag tepat. penggenangan. Lubang udara harus diposisikan pada bagian uap yang dekat dengan permukaan cairan. Penyelesaian dari permasalahan-permasalahan ini adlah sebagai berikut: pembuatan lubang udara.1 Operasi Mekanis Ada beberapa operasi mekanis yang dapat membatasi efisiensi perpindahan panas. Vent seharusnya ditempatkan pada ruangan uap sedekat mungkin ke level cairan pada reboiler orientasi horizontal maupun vertikal. instalasi dan perawatan steam traps. dan perpindahan panas yang sedikit. dan udara dari reboiler akan meningkatkan efisiensi transfer panas. termasuk vapor lock. Lubang udara untuk gas-gas tak terkondenasi seperti karbon dioksida. seperti karbon dioksida. amonia. Sebagai contoh. ammonia dan udara dari reboiler dapat meningkatkan efisiensi perpindahan panas. Vent hasrunya ditempatkan dekat bagian atas bagian atas tube sheets (pada reboiler orientasi vertikal) dan downstream (hilir) dari discharge pass (pada reboiler orientasi horizontal).4.6. Misalkan dengan mengeluarkan (venting) non-condensable gas (gas yang tidak bisa terkondensasi). • Pembuatan lubang udara Efisiensi operasi beberapa reboiler bisa ditingkatka dengan penambahan lubang udara. 2. Lubang udara benar-benar penting selama proses start up untuk membersihkan gas tak terkondensasikan yang mungkin terakumulasikan selama down time.4 Optimasi Reboiler Operasi optimisasi rebooiler membutuhkan perhatian baik operasi mekanis. penggunaan katup kendali yang cocok dan pemilihan algoritma kendali proses yang tepat. lubang untuk karbon dioksida dapat mengurangi risiko pengkaratan saat kondensat terakumulasi di reboiler. pengolahan kimia air maupun program pengawasan. Beberapa reboiler memiliki garis keseimbangan yang menyesuaikan tekanan pada reboiler selama proses startup dan 220 . Ditempatkan untuk meningkatkan efisiensi operasional pada beberapa reboiler. 2.

mencegah penggenangan. Karena uap air superheated efisiensinya lebih rendah dari pada uap air jenuh. • Katup kendali aliran masuk yang tepat Katup kendali uap air mungkin saja berukuran tidak cocok yang mengakibatkan perubahan kebutuhan operasi. katup kendali merupakan system adibatis –tekanan akan menurun pada katup kendali tanpa perubahan suhu--.shutdown. Perlengkapan dengan ukuran yang tepat adalah sangat kritis karena pada trap denga ukuran yang terlalu kecil mengakibatkan garis penyaluran dan garis pengeluaran menghasilkan pengumpulan kondensat pada vessel reboiler. Secara termodinamika. Saat ada satu vessel pengumpulan kondensat atau pot beroperasi di beberapa boiler pada kolom yang sama plant harus menyediakan jalur pemisah kondensat dari tiap reboiler menuju pot. Reboiler harus memiliki steam trap yang terdedikasi. Plant biasanya memasang lubang udara di atas garis keseimbangan yang terbuka selama proses start up ataupun shutdown untuk mencegah vapor lock. Desain trap yang paling sering digunakan adalah jenis inverted bucket dan float and thermostatic. 221 . Penggenangan pada reboiler dapat terjadi saat jalur penyaluran kondensat terhubung dengan jalur penyaluran biasa. Saat tekanan berubah dan tekanan tetap sama. uap air akan berubah menjadi superheated. Penggenangan akan mengurangi efisiensi perpindahan panas karena perpindahan panas di bawah permukaan hanya menyalurkan panas sensible sedangkan permukaan tube kontak dengan perpindahan uap air baik panas laten dari penguapan ataupun panas sensible. Katup kendali yang terlalu besar ukurannya pada kolom dapat membatasi efisiensi proses jika tekanan pada reboiler secara signifikan lebih rendah daripada tekanan pada garis pasok uap air. dan lain-lain. Penempatan steam trap yang tepat adalah pada aliran keluaran uap air pada rebiler. maka tingkat perpindahan panas akan menurun. • Instalasi Steam trap Steam trap berfungsi untuk menyalurkan kondensat dari reboiler. Penggunaan trap dengan ukuran yang terlalu besar dapat mengakibatkan masalah water hammer ketika tekanan diferensial antara trap dan aliran balik kondensat meningkat.

• Neutralizing amines Neutralizing amines merupakan program yang paling baik untuk mencegah terjadinya korosi pada system kondensat uap. Semua kontaminan yang bersifat asam aan dinetralkan ketika konsentrasi neutralisasi amine sesuai dengan kosentrasi kontaminan asam secara stoikiometri. Terdapat beberapa keuntungan. ada tiga cara yang bisa digunakan secara individu ataupun secara kombinasi untuk mengendalikan pengkaratan. membentuk penghambat fisik pada permukaan tube yang dapat mencegah korosi. Program pelapisan cocok digunakan untuk system kompleks seperti penyulingan. Aplikasi dari tiga teknik tersebut terdiri dari beberapa program perawatan kimia. Kekuatan dari lapisan kimia ini tergantung dari pH dan konsentrasi larutan. termasuk metoda control yang sederhana da perawatan kimiawi yang cocok untuk banyak jensi reboiler. • Passivating Agents 222 .1 Perawatan Kimia Tergantung kontaminan yang terdapat pada system. yaitu : • Filiming amines Filming amines membentuk lapisan tipis pada permukaan tube.BAB III PEMBAHASAN 3. • Filming amines with neutralizing amines seringkali filming amines dikombinasikan dengan neutralisasi amine untuk menaikkan pH sampai dengan range control yang diinginkan. Neutralisasi amine akan terakumulasi pada fasa uap di dalam tangkii ketika hampir semua filming amine tertinggal di fasa liquid.

• Amina Penetral dengan Passivators Seringkali passivating agent dicampurkan dengan amina penetral dalam produk berformula penuh. Dalam proses petrokimia yang lain. 1. menggunakan perlengkapan umpan kimia secara konvensional. kilang minyak akan menambah control secara kimia pada korosi pada power house. tidak terdapat ketidakcocokan yang biasa antara perlakuan secara kimia dengan katalis dan prosesnya. oksigen buangan ditambahkan untuk mengurangi korosi dan melindungi permukaan logam. passivating agents akan mengurangi konsentrasi iron dalam kondensat. Bagaimanapun. Dalam kilang minyak. disana kemungkinan ketidakcukupan konsentrasi korosi control kimia didalam unit yang berlokasi jauh dari power house atau dalam tekanan rendah reboiler.2 Chemical Feed Issues Semua perlakuan kima adalah umpan berkelanjutan. Setiap proses masalah yang sesuai yang harus dievaluasi masing-masing. Pabrik sebaiknya mengadakan pembelajaran laboratorium terlebih dahulu. Laju umpan diatur oleh system pHirip dengan program amina penetral. terdapat beberapa yang diketahui cocok dengan amina seperti membuat latex atau katalis tertentu. terdapat dua umpan kimia yang menjadi perhatian utama yaitu proses sesuai dari perlakuan secara kimia dan umpan kimia yang strategis. kesesuaian dari perlakuan secara kimia dengan katalis dan proses yang bermacam-macam merupakan hal penting. uap akan dicampurkan dengan uap bertenaga dalam dengan membuang boiler panas dan reboiler. Oksigen tersebut diketahui sebagai passivating agents karena reaksi kimia antara scavenger dan oksigen terlarut dan reaksi reduksi elektrokimia mirip dengan reaksi reduksi iron oxide dengan oksigen terlarut intuk membentuk magnet. prosedurnya dikenal 223 . Karena uap sering dimasukan secara langsung kedalam proses aliran. menipiskan control korosi pada proses kimia oleh karena itu. Untuk penggunaan perlakuan kondensat di sistem tidak berlaku sebelumnya. Sejenisnya. jika permasalahan dari system yang sama tersedia. Pada kebanyakan system. Pada setiap unit proses. Seringkali penambahan umpan kimia dibutuhkan pada unit.Di dalam system di mana oksigen terlarut adalah kontaminan.

sebagai “umpan satelit”. Boiler operating pressure Maximum boiler feedwater (iron) Percent of condensate return 150 psig 100 ppb 50 % 224 . pH bisa diukur secara rutin. Table 4-Penentuan konsentrasi kondensat besi maksimum. Untuk pengukuran secara akurat konsentrasi dari besi tidak terlarut dalam kondensat.3 Corrosion Monitoring Gambar : akibat yang ditimbulkan oleh korosi Kebanyakan metode langsung mengukur laju korosi dengan menginstal corrosions coupons dalam kritikal reboiler jarang digunakan dalam system uap reboiler. Metoda ini bias menjadi sulit karena kebanyakan pabrik tidak mempunyai sample kondensor titik aliran menurun dari setiap reboiler. Ketika sample kondensor dingin tersedia pada reboiler spesifik. dan sebaiknya digunakan pada lokasi kritis atau untuk konfirmasi penemuan dari metoda analitik yang lain. Tidak seperti metoda yang telah kita bahas. Proses kontaminasi yang paling sederhana adalah konduktifitas kondensat. corrosions coupons menyediakan pengukuran langsung laju korosi dalam system. Sebagai alternative beberapa pabrik menaksir laju alir korosi tidak langsung dengan konsentrasi besi dalam kondensat dari reboiler spesifik. Contoh dari konsentrasi kondensat besi maksimum didapat dari konsentrasi maksimum umpan seperti ditunjukkan pada table 4. sample harus didinginkan dan secara konstan mengalirkan pada 1000 ml/menit. bagaimanapun batas control didapatkan dari pedoman ASME. 3. Pengurangan pada konsentrasi besi dan laju korosi kondensor dalam kilang minyak menggunakan umpan satelit dari kimia yang telah dirancang menggunakan computer kompleks berdasarkan progam seperti ketetapan empiris. Disana tidak ada pemberitahuan tentang pedoman untuk kualitas kondensor reboiler.

225 . reboiler yang mempunyai service keras identifikasi sebagai “critical reboiler”. Kedua. Make-up water dianggap tidak memiliki konsentrasi kontaminasi besi. karena control korosi adalah objek paling penting dari kebanyakan program perlakuan kimia. rancangan boiler. Untuk menilai system spesifik. Untuk mengakurasi pengukuran pH. 1. pabrik harus menginstal sample pendingin pada setiap pengembalian aliran kondensat.Maximum condensate (iron) 200 ppb Umpan air terdiri dari dua sumber air : kondensat dan make-up. Oleh karena itu. kondensat bisa mempunyai dua kali sebanyak besi seperti konsentrasi umpan air maksimum.5 pH Monitoring Kebanyakan metoda biasa untuk memonitor korosi adalah monitor rutin pH pengembalian kondensat kombinasi dari seluruh unit. konsentrasi maksimum dari besi akan berubah berdasar pada tekanan operasi boiler. Seperti konsentrasi kondensat meningkat. korosi potensial dari reboiler individual tidak bisa dinilai dari reboiler single. Sayangnya. laju optimal perlakuan kondensat harus dikenali. nilai actual dan laju korosi akan dibutuhkan untuk dinilai bermacam-macam laju alir kimia. pengukuran Ph gabungan. Meskipun pedoman ASME digunakan pada contoh ini. Untuk memonitor aplikasi yang benar dari program perlakuan kimia. Semacamnya reboiler ini adalah unit yang menerima tekanan rendah uap atau diletakkan jauh dari power house. Kondensat tersebut sama dengan 50 % dari umpan air. pabrik sebaiknya secara rutin mengukur Ph dan konduktifitas uap kondensat critical reboiler. Pertama. Memonitor perlakuan secara kimia sering dikombinasikan dengan memonitor korosi. pengalaman akurasi memonitor pabrik dan control dan rekomendasi pabrik boiler. nilai perlakuan meningkat dan laju korosi menurun. atau 200 ppb. sebelumnya untuk pencairan menggunakan make-up water. Kebanyakan nilai efektif perlakuan pada penyimpangan dari dua kurva. dan oleh karena itu akan dicairkan dengan 2 faktor.6 Chemical treatment monitoring Keberhasilan dari program control korosi sejenisnya digambarkan dengan mengukur harga dari perlakuan terhadap laju korosi. 1.

Pengecekan valve dilakukan dengan mengecek tekanan keluar dan masuk. rancangan boiler. Sumber utama kontaminan yang menyebabkan korosi adalah senyawa asam. Korosi dapat terjadi diakibatkan konsentrasi maksimum dari besi berubah berdasarkan pada tekanan operasi boiler. • • Tekanan steam harus sesuai dengan kebutuhan pemanasan. Biasanya digunakan pompa yaitu pompa sentrifugal. kualitas steam. Control valve yang digunakan diatur oleh LC di kondensat. Tekanan berlebih menyebabkan kebocoran pada shell nya. Diperlukan flow control untuk mengatasi masalah tersebut. laju alir. Pengecekan pipa yang korosi dilakukan dengan metode kupon. maka perlu dilakukan pengecekan setiap harinya. Karena pompa digunakan secara terus menerus. pengalaman akurasi memonitor pabrik dan control dan rekomendasi pabrik boiler.memonitor pH 226 . • Kualitas steam tergantung pada proses pembentukan nya diboiler. Kondisi yang harus diperhatikan agar reboiler diopersikan secara aman adalah tekanan steam. Hal yang tidak diinginkan dalam reboiler ini adalah korosi pada tube dan kebocoran pada tube nya. Peningkatan laju alir dapat menyebabkan penumpukan kondensat pada tube dan level condensat semakin tidak terkendali.BAB IV KESIMPULAN Perawatan reboiler sangatlah penting dilakukan agar proses berjalan aman dan tidak mengalami kegagalan. Laju alir yang dihasilkan tidak konstan setiap waktu. FC (flow control) dan PC (pressure control). CO2 dan oksigen terlarut. Proses treatment water sebelum masuk ke reboiler diperlukan. Pengecekan pipa yang korosi juga dapat dilakukan dengan menghitung kadar besi yang keluar dari aliran kondensat .

BAB II 227 .BAB I PENDAHULUAN 1. Bearing atau bantalan merupakan suatu elemen mesin yang digunakan untuk menahan poros berbeban.1.2.1. baik itu fluida proses maupun pelumas.1. Tipe bearing yang digunakan untuk bantalan disesuaikan dengan fungsi dan kegunaannya. Gambaran umum 1. beban tersebut dapat berupa beban aksial atau beban radial. tipe bearing yang digunakan untuk bantalan disesuaikan dengan fungsi dan kegunaannya. 1.Sealing Seal adalah suatu part/bagian dalam sebuah konstruksi alat/mesin yang berfungsi untuk sebagai penghalang/pengeblok keluar/masuknya cairan.Bearing Bearing atau bantalan merupakan suatu elemen mesin yang digunakan untuk menahan poros berbeban. beban tersebut dapat berupa beban aksial atau beban radial.1.

Misalkan bantalan pada mesin-mesin perkakas kepala cekam. Bantalan luncur tranlasi. 6. digunakan untuk leher-leher poros yang memerlukan pendingin zat cair dan tidak mendapat beban berat. digunakan untuk blok-blok luncur gerak lurus. mesin frais dan mesin perkakas lainnya. plastik dan ebonit. bahan lapisan yang digunakan yaitu karet. beban berat tetapi tidak berubah-ubah. seperti blok luncur pada batang torak mesin uap dan blok luncur pada mesin produksi. Sedangkan untuk yang bantalan gelinding mendapat gesekan yang kecil dan biasanya dipasang pada poros lurus dan tidak untuk beban yang besar.TINJAUAN PUSTAKA 2. 7. Bantalan luncur silinder penuh. Bantalan luncur blah. Pada lapisan juga berfungsi sebagai pelumas.  Jenis dan fungsi dari bantalan luncur: 1. Bantalan bukan logam. Bantalan luncur sebagian.1 – • Bearing Tipe bearing berdasarkan gerakan bantalan terhadap poros: Bantalan luncur (Sliding Contact Bearing) Untuk jenis yang bantalan luncur mendapat gesekan yang besar dan biasanya dipasang pada poros engkol dan mampu memikull beban yang besar. digunakan untuk poros dengan beban yang sering berubah. Bantalan luncur silinder memegas. digunakan pada poros-poros ukuran sedang dan besar seperti bantalan pada poros engkol. misalkan bantalan poros engkol dari poros-poros presisi. 3.1 Tipe dan jenis-jenis 2. 2. Bantalan inside. digunakan untuk poros-poros yang ukuran kecil berputar lambat dan beban ringan. bantalan poros pada roda kendaraan dan lainlain.1. • Bantalan gelinding 228 . digunakan pada poros-poros mesin bubut. digunakan untuk poros yang berputar lambat. 5. 4.

Bantalan gelinding merupakan salah satu komponen mesin yang kuat/tegar yang akan memberikan umur pakai yang panjang kepada mesin/peralatan yang mempergunakannya, lebih-lebih bilamana bantalan gelinding tersebut dipasang dan dirawat betul. Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola, rol, dan rol bulat. – Berikut ini adalah jenis bantalan dilihat dari pembebanannya: • Bantalan dengan beban aksial (beban tekan). journal bearing berfungsi untuk menahan beban radial, beban tegak lurus dengan poros, biasanya untuk putaran tinggi dan beban yg besar, contohnya pada pump, turbine,compressor dan lain-lain.

• Bantalan dengan beban radial (beban putar). Thrusht Bearing berfungsi untuk menahan beban aksial pada poros, beban tegak lurus terhadap poros, gesekan antara bearing dan poros yang tinggi dan akan menghasilkan panas sehingga pendinginan secara khusus diperlukan

• Bantalan dengan kombinasi aksial dan radial. • Bantalan dengan beban tangensial.

2.1.1 Sealing

Jenis-jenis sealing berdasarkan bentuk :
229

1. Dinamika seal: a. Rotary seal

Fungsi dan cara kerja: Rotary seal atau yg juga sering disebut sebagai shaft seal, Ialah seal yang digunakan untuk menyegel suatu benda yang bergerak memutar (radial). salah satu contoh umum dari seal ini ialah Oil Seal. Rotary seal digunakan untuk mencegah terjadinya kebocoran cairan yang ada pada suatu sistem melalui Shaft yg berputar. Rotary Seal biasanya terdiri dari tiga komponen yaitu besi, karet, dan per(spring).

Hal yang perlu diperhatikan: Rotary seal harus tahan terhadap gesekan, karena seringkali benda yg di seal (shaft) berputar pada kecepatan yg cukup tinggi. Rotary seal sebaiknya mempunyai kelenturan yang baik, agar seal dapat mencengkram shaft dengan sempurna (tidak terdapat celah antara shaft dengan bibir seal), per dalam oil seal berfungsi sebagai penguat cengkraman bibir seal (Seal lip) terhadap Shaft. Rotary seal sebaiknya tahan terhadap pelumas/cairan yang digunakan, jika karet yang digunakan tidak sesuai, maka akan terjadi pembengkakan pada karet yang mengakibatkan terjadinya celah antara bibir seal dengan shaft, dan akhirnya terjadi kobocoran (leaking). Rotary seal sebaiknya memiliki ketahanan terhadap panas (heat Buildup) yang baik, karena shaft berputar dan terjadi gesekan antara shaft dengan bibir seal, seperti pada hal lainnya, gesekan akan otomatis menimbulkan panas.

a. Reciprocal seal
 Fungsi dan Cara Kerja:

Reciprocal Seal ialah seal yang digunakan untuk mencegah kecocoran
230

dari suatu sistem yang bergerak secara resiprokal (naik/turun, kanan/kiri). Contoh umum dari seal ini ialah seal hidrolik dan penumatik, karena kedua sistem tersebut bergerak secara resiprokal. seal ini secara umum dapat dikelompokan menjadi:

Rod Seal, rod seal terletak pada rumah silinder dan berfungsi untuk menjaga kebocoran melalui rod/as/piston yang bergerak resiprokal.

Piston Seal, seal ini terletak pada rod/as/piston, dan juga berfungsi untuk menutup cela antara piston dengan rumah piston. pada prinsipnya rod seal dan piston seal hampir identik, yang membedakan ialah peletakannya dalam suatu sistem pneumatic/hydraulic.

Backup pada untuk

Ring semua

(tidak selalu terdapat sistem), memperkuat berfungsi

piston/rod seal terhadap tekanan yang diterima seal tersebut. • Weeper/Dust Seal, seal ini berguna untuk mencegak masuknya kotoran yang akan terbawa masuk kedalam sistem hidrolik/penumatik akibat keluarnya rod/as/piston dari rumahnya pada saat beroperasi.
231

 Yang perlu diperhatikan: Pastikan bahwa seal tersebut tahan terhadap gesekan dan pelumas yang digunakan sistem. Karena seringkali sangat tinggi material tensile pneumatic lebih lentur mencegah tekanan yang dialami piston/rod seal (khususnya sistem hidrolik) maka yang digunakan juga harus memiiki strenght yang memadai. Untuk sistem biasanya digunakan material yang sehingga dapat lebih sempurna kebocoran dalam sistem.

1. Statik seal: a. O-ring  Fungsi dan cara kerja produk:

232

Seal Ring mempunyai fungsi untuk mencegah kebocoran karena terdapatnya rongga antara dua benda yang didempetkan, kedua benda tersebut pada umumnya tidak beberapa kasus, Seal Ring dan Squaresebagai Dinamik seal Seal Ring berkerja menutup celah-celah yang karet didempetkan mempunyai bergerak. (dalam Ring, terutama ORing juga berfungsi yang dengan tersebut, sederhana). cara karena

antara dua benda sifat yang elastis,

maka celah tersebut dapat tertutup dengan baik.

 Yang perlu diperhatikan. Dalam penggunaannya, Seal Ring mengalami tekanan yang menyebabkan ia berubah bentuk (gepeng). supaya dapat berfungsi dengan baik, Seal Ring wajib memiliki sifat pampatan tetap (compression set) yang baik sehingga dia dapat mempertahankan bentuk awalnya pada saat terkena tekanan atau mengalami deformasi bentuk. Seringkali Seal Ring beroperasi pada temperatur yang tinggi/rendah, maka hendaknya Seal Ring tersebut mempunyai ketahanan yang baik terhadap panas/dingin. Dalam bekerja, Seal Ring secara langsung bersentuhan dengan obyek yang dijaga supaya tidak meluber keluar sistem (bocor/leaking), maka Seal Ring
233

• Mechanical Seal didefinisikan sebagai berikut: Sebuah alat pengeblok cairan/gas pada suatu rotating equipment. Dua buah sealface yang bisa aus.  Shaft Sleeve adalah sebuah bushing/adapter yang berbentuk selongsong yang terpasang pada shaft dengan tujuan melindungi shaft akibat pengencangan baut/screw MechanicalSeal. Alat pembeban mekanis untuk membuat sealface saling menekan. yang terdiri atas: 1. dimana salah satu diam dan satunya lagi berputar. 4. Bagian-bagian mechanical seal:  Shaft adalah as/bagian poros sebuah alat dan merupakan bagian utama dari mesin-mesin yang berputar. Asesoris metal yang diperlukan untuk melengkapi rangkaian Mechanical Seal. tetapi juga tidak mengkontaminasi obyek tersebut (misalnya obyeknya ialah makanan/minuman). 2.tersebut dituntut tidak hanya tahan terhadap obyek yg dijaga (misalkan obyeknya bersifat korosif). Satu atau sekelompok o-ring/bellows/PTFE wedge yang merupakan titik pengeblokan sekunder (secondary sealing). 3. 234 . Buku manual mesin-mesin lebih sering menggunakan kata shaft dibandingkan as. membentuk titik pengeblokan primer (primary sealing).

 SealFace adalah bagian paling penting. Seringkali Sealface disebut juga dengan contact face. dengan serangkaian teknik pencampuran. silicone carbide vs silicone carbide.1 Bahan Baku 235 . baik itu fluida proses maupun pelumas. paling utama dan paling kritis dari sebuah Mechanical Seal dan merupakan titik PENGEBLOK CAIRAN UTAMA (primary sealing device) Terbuat dari bahan Carbon atau Silicone Carbide atau Tungsten Carbide atau keramik atau Ni-resist. Kombinasinya bisa berupa carbon versus silicone carbide. silicone carbide vs tungsten carbide.2 lightband. carbon vs tungten carbide. Permukaan material yang saling bertemu (contact) dibuat sedemikian halusnya hingga tingkat kehalusan / kerataan permukaan mencapai 1 . carbon vs ceramic. Yang satu diam dan melekat pada dinding pompa. Setelah memahami bagianbagian yang menyusun Mechanical Seal. maka bisa dilanjutkan bahwa MechanicalSeal adalah suatu sealing device yang merupakan kombinasi menyatu antara sealface yang melekat pada shaft yang berputar dan sealface yang diam dan melekat pada dinding statis casing/housing pompa/tangki/vessel/kipas. Sealface yang ada pada shaft yang berputar seringkali disebut sebagai Rotary Face/Primary Ring. Yang berputar biasanya terbuat dari bahan yang lebih lunak/soft. dan yang lainnya berputar. melekat pada shaft. 2. Seal faces berarti ada 2 sealface. Seal adalah suatu part/bagian dalam sebuah konstruksi alat/mesin yang berfungsi untuk sebagai penghalang/pengeblok keluar/masuknya cairan. Sedangkan Sealface yang diam atau dalam kondisi stasioner sering disebut sebagai StationaryFace / Mating Ring / Seat.

1. Silicone carbide vs silicone carbide 5.1 Sealing Bahan baku sealing : 1.1 Bearing Beberapa aplikasi Bearing adalah: – – – – – Railways / Railroad Beton bangunan Area Garasi Parkir Walkways Storage tank 236 . Bantalan gelinding (Rolling Contact Bearing/Anti Frictiont) 2. beban dan kecepatan rendah.1 Aplikasi 2.1 Bearing Bahan Baku Bearing : • • • • • • Besi cor (BC 14 : BC 22). dibuat dari timah putih dan timah hitam dengan bahan dasar antimon. dibuat dari serbuk brons dan grafit yang dipadatkan dengan lapisan luar dari baja lunak. Carbon vs tungten carbide 4. dibuat dari tembaga (Cu). dibuat dari kayu keras. Brons. Babit. timah hitam (Pb) dan aluminium (Al). karet plastik dan bahan sintesis lainnya. 2. Bahan bukan logam.1. Carbon vs ceramic 3.1.2. Silicone carbide vs tungsten carbide. timah putih (Sn). 2. Kombinasinya bisa berupa carbon versus silicone carbide. Logam bubut (metal powder).

Bearing 3. ➢ faktor konsumen: yaitu kurangnya pengetahuan tentang karakteristik pada bearing.1.1. pompa. kesalahan celah bantalan.dll BAB III PEMBAHASAN 3.– – – Boiler Support Pipa Support Mesin Bearing diproduksi untuk melakukan fungsi-fungsi berikut: – – – – Beban dukungan vertikal dengan defleksi minimum Gerakan horisontal dengan resistensi minimal Mengurangi dampak merugikan karena penyusutan dan perubahan suhu Meminimalisasi gerakan rotasi dengan resistensi minimal 2.1 – – – Sealing Seal sering digunakan pada sambungan-sambungan di motor Sambungan pipa Bagian-bagian pada di kompresor. 237 . kesalahan toleransi. Kesalahan bahan ➢ faktor produsen: yaitu retaknya bantalan setelah produksi baik retak halus maupun berat.1 Kerusakan 1.1.

2. 3. dimana bagian-bagian pada impeller tersebut tidak balance (salah satu titik bagian impeller memiliki berat yang tidak seimbang). Pemasangan yang tidak sejajar tersebut akan menimbulkan guncangan pada saat berputar yang dapat merusak bearing. Karena terjadi unbalance (tidak imbang). Sehingga ketika berputar. Kesalahan pada saat pemasangan. Unbalance bisa terjadi pula pada poros. seperti pada impeller . Kemiringan dalam pemasangan bearing juga menjadi faktor kerusakan bearing. karena bearing tidak menumpu poros dengan tidak baik. 3. 1. 4. sehingga berpengaruh pula pada putaran bearing pada poros. 2. yaitu bisa membuat vibrasi yang tinggi dan merusak komponen. bearing akan mengalami vibrasi tinggi. Terjadi misalignment.1 • Perawatan Melakukan penggantian bearing sesuai umur waktu kerja yang telah ditentukan. akibatnya ventilasi atau celah yang kurang sehingga pada saat berputar suhu bantalan akan cepat meningkat dan terjadi konsentrasi tegangan yang lebih. akibatnya cincin dalam atau cincin luar yang berputar yang menimbulkan gesekan dengan housing/poros. dimana kedudukan poros pompa dan penggeraknya tidak lurus. 3. Penggunaan bearing melewati batas waktu penggunaannya (tidak sesuai dengan petunjuk buku fabrikasi pembuatan bearing). diantaranya: ➢ Pemasangan yang terlalu longgar. karena bocor atau minyak pelumas terkontaminasi benda asing dari bocoran seal gland yang mempengaruhi daya pelumasan pada minyak tersebut. sehingga timbul getaran yang dapat merusak komponen tersebut. dan pengaruhnya pun sama. mengakibatkan putaran mengalami perubahan gaya disalah satu titik putaran (lebih terasa ketika putaran tinggi).1. ➢ Pemasangan yang terlalu erat. Bearing kurang minyak pelumasan. 238 . Pemilihan jenis bearing dan pelumasannya yang tidak sesuai dengan buku petunjuk dan keadaan lapangan (real). Pemasangan bearing pada poros yang tidak hati-hati dan tidak sesuai standart yang ditentukan.1. ➢ Terjadi pembenjolan pada jalur jalan atau pada roll sehingga bantalan saat berputar akan tersendat-sendat.

Sealing 3. BAB IV KESIMPULAN 4.2.• • • • • 3. untuk mengantisipasi kebocoran. pori-pori seal membesar sehingga terjadi kebocoran(pada jenis sealkaret). Tipe bearing yang digunakan untuk bantalan disesuaikan dengan fungsi dan kegunaannya 4. dari udara atau debu dan dapat juga menjaga tekanan. Melakukan pemasangan bearing dengan hati-hati sesuai standar yang telah ditentukan.2 Perawatan Diganti dengan seal baru apabila terjadi kerusakan. Mengganti bearing yang sesuai dengan klasifikasi kerja pompa tersebut. Sealing Seal (perapat) berfungsi sebagai penyekat atau perapat pada bagian yang saling disambungkan terhadap kebocoran cairan. Melakukan alignment pada poros pompa dan penggeraknya. Bearing Bearing atau bantalan merupakan suatu elemen mesin yang digunakan untuk menahan poros berbeban.2. Memasang deflektor pada poros dan pemasangan rubber seal pada rumah bantalan dan perbaikan pada seal gland. 3. Melakukan tes balancing pada poros dan impeller. 239 .1 Kerusakan Sering terkena korosi (pada jenis mekanikal seal). beban tersebut dapat berupa beban aksial atau beban radial.2.1. terdegradasi akibat larutan kimia ( pada jenis seal bahan karet ).1.

BAB I PENDAHULUAN I.1 Gambaran Umum Menara pendingin merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menurunkan suhu aliran air dengan cara mengekstraksi panas dari air dan mengemisikannya ke atmosfir. dan oleh karena itu biayanya lebih efektif dan efisien energinya. Sebagai akibatnya. Menara pendingin mampu menurunkan suhu air lebih dari peralatan-peralatan yang hanya menggunakan udara untuk membuang panas. seperti radiator dalam mobil. air yang tersisa didinginkan secara signifikan. 240 . Menara pendingin menggunakan penguapan dimana sebagian air diuapkan ke aliran udara yang bergerak dan kemudian dibuang ke atmosfir.

Diagram skematik sistim menara pendingin (Laboratorium Nasional Pacific Northwest.1 Prinsip Kerja Cooling Tower Air panas yang masuk pada bagian atas cooling tower didistribuskan secara merata didalam rumah cooling tower. dimana perpindahan panas dan perpindahan massa terjadi dari air ke udara. Air yang masuk dan udara melalui filling arahnya searah. Udara yang banyak memiliki kandungan air(jenuh) disirkulasikan dengan kipas sehingga udara yang belum jenuh masuk ke rumah cooling tower. 2001) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.Gambar 1. 241 . Disana terjadi perpindahan panas dan perpindahan massa. lalu akan jatuh kebawah dikarenakan gaya gravitasi atau pancaran air diarahkan ke bawah. Air dingin yang ditampung di bak penampung digunakan kembali.

yaitu : 1. Air dingin yang dihasilkan dilewatkan melalui saringan agar kotoran-kotoran atau padatan-padatan mineral tertahan dan tidak melewati alat lainnya. Biasanya jenis tower ini digunakan untuk menghasilkan daya di Amerika Serikat. Jenis ini tidak menggunakan kipas untuk mengahsilkan aliran udaranya. Natural draft atau atmospheric Cooling tower jenis ini menggunakan cerobong asap beton yang sangat besar untuk memasukan udara melalui media. udara diperoleh dari aliran induksi natural atau alami dari spray tekanan. 2. 242 . Sehingga harus diberi masukan air tambahan (make up water).2 Type Cooling Tower Cooling tower dimasukan kedalam dua subdivisi utama. Dikarenakan ukuran tower yang besar (tinggi 500 kaki dan diameter dasarnya 400 kaki) maka secara umum digunakan untuk laju alir diatas 200000 gal/menit.Dalam proses ini. terjadi penghilangan air karena terjadi penguapan.

2. Drift eliminator diletakan pada atas tower yang melepaskan air yang masuk ke udara. Cooling tower jenis Mechanical Draft dibagi menjadi dua macam yaitu : 1. dan masalah kondensasi air. Tower ini menggunakan kipas besar untuk mengambil udara melalui sirkulasi air. atau asbestos cemnent board. Pada jenis ini . pengurangan erosi. Selama operasi kipas mengahsilkan udara pada kecepatan rendah secara horizontal melalui packing dan kemudian secara vertical berlawanan dengan aliran air yang kebawah yang terjadi pada sisi kipas. Vibrasi dan noise dikurangi ketikan alat berputar yang terbuat dari pondasi padat (solid). Forced Draft Tower jenis ini mempunyai kipas. Air mengalir kebawah diatas permukaan fill yang membantu meningkatkan panas antara air dan udara. Mechanical draft Cooling tower jenis ini paling banyak digunakan. kipas diletakan dibagian bawah atau dasar. basin. galvanized baja. Tidak ada celah pada dinding bagian luarnya. Struktur baja atau susunan kayu tertutupi dengan panel yang terbuat dari aluminium. dan pipa yang diletakan didalam struktur tower. Kipas ini sering mengatasi dry air atau keringnya udara. 243 .

memerlukan lebih banyak pompa.2. dan menggunakan lebih banyak kipas dibandingkan crossflow. menyebabkan perawatan yang sangat diperlukan. ditambah dengan ketersediaan daerah masukan dan daerah plenum untuk pengaturan udara. ➢ Crossflow Tower jenis ini mempunyai fill konfigurasi yang aliran udaranya mengalir secara horizontal. air yang akan didinginkan dialirkan kedalam kolom masukan air panas 244 . berlawanan dengan jatuhnya air. Dikarenakan keperluan pemasukan yang tinggi dan daya hisap yang penuh. penggunaan system distribusi bertekanan rendah gravity-releated. Pada counterflow tower yang lebih besar. ➢ Counterflow Pada tower counterflow ini. Induced Draft Tower jenis ini terdiri dari 2 macam yaitu : 1. penggunaan system spray bertekanan tinggi. udara bergerak naik secra vertical melalui fill. 2. maka beberapa counterflow tower kecil yang secara fisik lebih tinggi. tekanan udara yang hilang besar. Counterflow Crossflow Jenis counterflow dan crossflow ini selain dimasukan kedalam induced draft juga dapat dimasukan kedalam karakteristik cooling tower berdasarkan aliran udaranya.

Double flow single flow spray filled 1. wadahnya dapat menjadi rangka.3. 3. 1.3. dan komponen lainnya. Cooling tower jenis crossflow ini terdiri atas 3 macam. yakni: Bahan pengisi berbentuk percikan/splash fill: air jatuh bdi atas lapisan yang berurut dari batang pemercik horizontal. secara terus-menerus pecah menjadi tetesan yang lebih kecil.1 Rangka dan casing Hampir semua menara memiliki rangka berstruktur yang menunjang tutup luar (wadah/casing). yaitu 1.2 • Bahan pengisi Terdapat dua jenis bahan pengisi. seperti unit fiber glass. fan.3 Komponen Cooling Tower Komponen-komponen dari Cooling tower adalah: 1. Dengan rancangan yang lebih kecil. dan didistribusikan ke fill secara gravitasi melalui lubang orificies didasar basin.yang diletakan dibagian atas fill. membentuk lapisan film yang tipis dan melakukan kontak dengan udara. sambil membasahi permukaan bahan pengisi. motor. Permukaannya dapat berbentuk datar 245 . • Bahan pengisi berbentuk film: terdiri dari permukaan plastic uang yipis dengan jarak yang berdekatan dimana di atasnya terdapat semprotan air. 2. Bahan pengisi percikan dari plastic memberikan perpindahan panas yang lebih baik daripada bahan pengisi percikan dari kayu.

Kecepatan drift secara khusus diturunkan dengan menggunakan alat seperti baffle.3.1 Drift : droplet air yang terbawa oleh udara keluar dari cooling tower. Droplet drift ini mempunyai konsentrasi yang murni sama seperti air yang msuk ke tower. 1. 1. yang disebut dengan drift eliminator.3 Saluran udara masuk Ini adalah titik masuk bagi udara menuju menara. 1.2 Drift eliminators Alat ini menanglap tetesan air yang terjebak dalam aliran udara agar tidak hilang ke atmosfir.2 Blow out : droplet air keluar cooling tower dengan memutar. secara umum pada aliran udara masuk yang terbuka.3. Saluran masuk ini dapat berada pada seluruh sisi menara.3. Fan ini disesuaikan untuk mengirim aliran udara yang dikehendaki .5 1.bergelombang.3.4 Louvers Kegunaan louvers adalah untuk menyamakan aliran udara ke bahan pengisi dan menahan air dalam menara.4.4 Istilah dalam Cooling Tower : 1.6 Nosel Alat ini menyemprotkan air untuk membasahi bahan pengisi.3. dan menerima air dingin yang mengalir turun melalui menara dan bahan pengisi. Air juga dapat hilang. berlekuk. Kolam biasanyamemiliki sebuah lubang atau titik terendah untuk pengeluaran air dingin. 246 .4. atau pola lainnya. udara mengalir setelah meninggalkan daerah fill dan spray tower. Jenis bahan pengisi film lebih efisien dan memberi perpindahan panas yang sama dalam volume yang lebih kecil daripada bahan pengisi jenis splash. 1. 1.3. Fan Fan aksial (jenis baling-baling) dan sentrifugal keduanya digunakan di dalam menara. tidak memutar. 1.1 Kolam air dingin Kolam air dingin terletak pada atau dekat bagian bawah menara. 1.

4. 1. 1.5.4 Blow down : bagian mensirkulasi aliran air yang keluar untuk mempertahankan atau mempertahankan junlah padatan terlarut dan yang murni lainnya pada level yang sesuai. Masing-Masing pompa pada umumnya (di) atas 15 kaki dalam. 1. gearbox atau sabuk penggerak. seperti 5% tentang keluaran yang elektrik setasiun [itu]. dan motor.4.melalui deburan atau misting. dari yang mana Pompa Menara Pendingin mengambil suatu pengisapan. gerak air dari kipas. Motor Perakitan mungkin (adalah) 8 [bagi/kepada] 10 kaki tinggi.2 Cooling Tower Pumps Pompa [yang] besar ini menyediakan air pada (di) atas 100.4.3 Plume : aliran udara keluar yang jatuh meninggalkan cooling tower. Alatnya seperti wind server. louver.6 Prinsip Perpindahan Panas 247 . Cooling tower ini berfungsi untuk melepaskan panas air yang keluar dari kondensor agar air dapat diresirkulasi atau dikeluarkan dan digunakan kembali.4. splash deflector.1 Cooling Tower(Supply) Basin Air disediakan dari pemecatan Berputar-Putar Sistem Penyediaan Air [bagi/kepada] suatu Kolom/Dok/Bak Distribusi.5. 1.000 galon per menit [bagi/kepada] satu atau lebih Menara Pendingin. 1. 1. Plume ini terlihat ketika air menguap yang mengandung kondensat yang kontak dengan pendingin air. 1.5 Leaching : menghilangkan bahan kimia pengawet kayu dengan mencucinya pada air yang mengalir melalui cooling tower berstruktur kayu.5 Major Components 1. Total permintaan elektrik dari semua Menara Pendingin pompa mungkin (adalah) sebanyak . Dan water diverter yang digunakan untuk membatasi kehilangan ini. Bunyi dibangkitkan dengan air yang jatuh. daun kipas yang bergerak didalam struktur.6 Noise : pancaran bunyi yang sangat kuat dari cooling tower dan catatan yang yang diberikan dari jarak arahnya.

– Hybrids juga tersedia. jika udara lingkungan relatif kering. Ketika dua arus mencoba untuk menyamakan. suatu media disebut fill digunakan untuk peningkatan area permukaan antara udara dan arus air. udara kering menyerap uap air air tambahan dan membawanya keluar. ( lihat: Titik embun).Gambar 2: Suatu Marley Mekanik menopang draft cooling tower digunakan dalam aplikasi di industri Berkaitan dengan mekanisme pemindahan kalor yang bekerja. 248 . jenis yang utama adalah: – Wet cooling towers atau cooling tower sederhana beroperasi pada prinsip penguapan. Pada Wet cooling towers . Splash fill terdiri dari material yang ditempatkan untuk menghambat arus air yang menyebabkan percikan/deburan. – Dry cooling towers beroperasi dengan pemanasan transmisi melalui suatu permukaan yang membagi cairan bergerak dari udara lingkungan. Suatu aliran udara ditarik melewati aliran air. air yang hangat dapat didinginkan hingga lebih rendah dari temperatur lingkungan. Film fill terdiri dari lembaran material tipis di atas di mana air mengalir. Keduanya metoda penciptaan peningkatan permukaan area. meninggalkan lebih sedikit energi dan memanaskan arus air sisanya Gambaran 3: Draft mekanis Crossflow Cooling tower digunakan pada aplikasi HVAC Dalam rangka mencapai kemampuan yang lebih baik.

1.3 Prinsip Pengukuran • • Mengukur suhu air masuk dan keluar dengan menggunakan termometer biasa Mengukur suhu bola basah & kering udara masuk dan keluar dengan menggunakan thermometer bola basah dan kering BAB III PEMBAHASAN 249 .

Basin Periksa korosi bagian kotoran. crack (retak) lubang serta korosi bila memakai casing logam 2. System Perpipaan System periksa dari kebocoran. Control Flow Valve Periksa dari korosi dan kelelahan air. Bila pembentukan lumpur terbentuk pada system terbuka pada bagian sisi dari cooling tower. Penentuan dosis chemical didasar pada total volume system. tata letak dan system perpipaan serta analisa air yang dipakai. Periksa bagian yang terbuat dari logam dari korosi dan dari kebocoran (harian) 3. puing-puing yang menghasilkan kondisi optimum untuk perkembangan bakteri (legionalle). maka perawatan cukup dengan membersihkan lumpur yang mengendap secara manual. Cooling Tower Periksa dari kebocoran. Perawatan dengan bahan kimia harus diperhatikan aspek keseimbangan antara mencegah pembentukan kerak dengan keberhasilan menahan / mencegah terbentuknya korosi. Adakalanya terbentuk endapan yang berlebihan. jenis cooling tower. 7. reset valve untuk balancing (bulanan) 6. Mikroorganisma dihambat dengan memberikan chemical yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisma tersebut. korosi dan berkurangnya material lapisan (bulanan) 5.Perawatan cooling tower pada prinsipnya adalah perawatan sistem pendingin. Perawatan cooling tower : 1. film yang berbeda membutuhkan perawatan yang berbeda pula. Kopling Dan Drive Shaft 250 . mulai dari tandon air. Fan Deck Periksa korosi pada logam dan kayu yang rapuh. perpipaan. splash dan film. pastikan bagian dari deck dalam kondisi baik dan hubungan antara bagian kencang 4. hal ini terjadi karena kondisi solid dalam air yang terlalu tinggi. cooling tower sampai pada cooling point ( pendingin alat produksi ). Fill (Packing) Terdiri dari 2 jenis. make up / air yang dikonsumsi. Periksa sambungan air dan bersihkan dari sampah.

Periksa dan stel kembali fan pitch (sudu) sesuaikan dengan ukuran yang direkomendasikan dengan toleransi ½ .Periksa dari korosi dan kerusakan. retak. kelelahan. Make Up Water Jalankan/operasikan valve atau switch secara manual sehingga diperoleh penutup valve sesuai dengan rancangan (tergantung kebutuhan). (tergantung kebutuhan) 8. terutama pada flexible connection dari korosi. periksa dan kencangkan seluruh koneksi (tergantung kebutuhan) 9. Fan Jika dipasang fan sentrifugal. BAB IV KESIMPULAN 251 . blower diperiksa dari kerusakan atau hilangnya blade. periksa seluruh sambungan. serta korosi dari endapan.

Surabaya. perpipaan.1. 252 . 2003. Teknik Elektro FT Unesa. Prinsip dari perawatan cooling tower adalah sistem pendingin. Inc. Berjan. cooling tower sampai pada cooling point ( pendingin alat produksi ). DAFTAR PUSTAKA Andriyanto. Menara pendingin merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menurunkan suhu aliran air dengan cara mengekstraksi panas dari air dan mengemisikannya ke atmosfir. John Wileu dan Sons. 1992. mulai dari tandon air. 2. Laporan PI. Adrian. Heat Transfer. Pengoperasian Generator STF 100 kVA Sebagai Pembangkit Tenaga Listrik.

Pemeliharaan Mesin Pembangkit. Suralaya. Rachma O. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Hemisphare Coorporation: Washinton New York-London Lienda. Palen. Stafford England. Surabaya. Suralaya. PT. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Laporan PI. 1976. W. Petunjuk Operasi PLTU Sektor Perak Unit III & IV Bidang Turbin. Ermanto. Rahmat R. Pengenalan Pemeliharaan Mesin Pembangkit. Keselamatan Kerja dan Penanggulangan Kebakaran. Heat Exchanger Source book. Laporan PI. 253 . 1987. Unit Pendidikan dan Pelatihan. FT Unesa. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Suralaya. GBC Measurement. Penanganan Bahan Bakar. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Conductorjasa Suryapersada. 2003. 2003 . 2006. Suralaya. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. 2003. Observasi Pembuatan Engine Panel Trapesium Selenoid Off Untuk Generating Set F 3L 912-STF 25 kVA (20 kW) di PT. Teknik Elektro. Alat Bantu Mesin Pembangkit PT. Protective Relay Aplication Guide. the General Electric Company. 2003. 2003. Suralaya. Teknologi Kimia 2. Dewi. 2003. Kerja Mesin Pembangkit PLTA. Azwar 2006. Suralaya. 1995. 2003. 2006. Suralaya. Hakim. Teknik Elektro. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Surabaya Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Pradaya Paramitha: Jakarta. Kerja Mesin Pembangkit PLTU. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan. Membelit Ulang motor Kompresor Tiga Phasa Putaran 1500 RPM. Surabaya J. Tim Alih Bahasa. PLN Persero. Unit Pendidikan dan Pelatihan. Teknik Elektro FT Unesa. Prosedur Umum Perbaikan Motor 3 Phasa di PT ABB Sakti Industri Surabaya. Handojo dkk. Laporan PI. Perusahaan Umum Listrik Negara Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian Timur Sektor Perak. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. M.Charis. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. Diklat Pembidangan Teknik SLTA. FT Unesa. PT PLN Persero Unit Pendidikan dan Pelatihan.

V.blogberita. Method for the Determination of Electric Strength of Insulating oils. 1976.harianbatampos.803 (1) A).T. Power System Dynamic and Stability. Bambang Djaya.al. Pembangkitan Energi Listrik.blogspot. Joko. Transmisi Tenaga Listrik. Surabaya: Teknik Elektro FT Unesa Surabaya.OUI. New York: Singapore Toronto Marsudi. 2004 Laporan On Site Training Prajabatan SLTA & D3 PLTU III/IV Perak Surabaya.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/ http://members. PT. 2005. 2004.sitohangdaribintan.web. 2005 Machrowski.KUG/M. PT.co.com http://www. Indrati Agustinah. P. et.indonesiapower. PLN (Persero) Unit Pendidikan dan Pelatihan Surabaya.T. Methode Pengujian Transformator Distribusi.ekaristi. Abdul.id/Profil/UnitBisnis/tabid/66/Default. 2000.html http://www.com IEC 76/1976. Nurdin. Kadir.gtkabel. Surabaya IEC 156/1963. High Voltage Enginering. Kamuraju. Kursus Pengoperasian Sistem Penunjang (Demin Plant) (L.firstelectricmotor.com/ http://www. Jakarta: Universitas Indonesia.201 (1) A). Bambang Djaya. 254 .com http://www. Printed in Singapore. Surabaya: Teknik Elektro FT Unesa Surabaya Joko. 2004.aspx http://www. Sistem Kelistrikan (L. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Priok Jakarta.com http://www. 1998. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin-Mesin Listrik (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan. Pemeliharaan dan Perbaikan Transformator (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan). Power Transformer. Jan. MS.bumn-ri.org http://www.motor-rundirect.com/jasa_tirta1/graphics.KKG/M. P. Surabaya: Erlangga.OUI.com http://www. Surabaya 1995. 1996.http://faizal. Djiteng.

Depdiknas RI.P. SPLN 17: 1979. Sistem Pengoperasian Genset di PT. Bidang Inspeksi Pembangkitan Tenaga Listrik. Davit. Yugo F. 1982. Jakarta 1981 Setyabudi. Joel. Surabaya. Transformator Tenaga. Jakarta. 2006. 255 . 2003. PLN. Printed in the United Soth of America. 1985. 1979. PT. Turan. 2002. Widya N. Perusahaan Umum Listrik Negara. Jakarta. Electrical Machines & Power System. et. Laporan PI. Modern Power System Analysis. 1998.al. G. Sistem Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Mendalan di PT. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Hedore . Modern Power and Planning System. Teknik Elektro FT Unesa. Teknik Elektro FT Unesa. Pengujian Transformator. PJB I Unit Pembangkitan Perak dan Grati. 2006. John Wiley & Sons. Teknik Elektro FT Unesa. PJB Pembangkitan Brantas Distrik D PLTA Mendalan. Laporan PI. Surabaya. Surabaya. 1987. Pedoman Pembebanan Transformator Terendam Minyak. 2006. Weisman. Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Transformator Tenaga. Standart Operational Procedure (SOP) Start-Stop Unit III & IV Unit Pembangkitan Perak. New Jersly: Prentice Hall. Bayu Bangun Lestari Plasa Surabaya. Laporan PI.T. SPLN 50 – 1982. Yudi. America. Surabaya. Jakarta. Standar Kompetensi Nasional. Wildi.

FT Unesa. Heat Exchanger Source book.gtkabel.bumn-ri.motor-rundirect.indonesiapower.harianbatampos. 2004 Laporan On Site Training Prajabatan SLTA & D3 PLTU III/IV Perak Surabaya. Rahmat R. W.id/sky/tutorial/energi-alternatif-dari-gunung-halimun/ http://members.com/jasa_tirta1/graphics. Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin-Mesin Listrik (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan.com/ http://www. Abdul.OUI.com IEC 76/1976. Surabaya J. Jakarta: Universitas Indonesia.org http://www.201 (1) A). Kadir. Power Transformer. Indrati Agustinah. Pradaya Paramitha: Jakarta.id/Profil/UnitBisnis/tabid/66/Default. http://faizal. Surabaya: Teknik Elektro FT Unesa Surabaya Joko. Sistem Kelistrikan (L. 2006. 1995.html http://www. Surabaya IEC 156/1963. Transmisi Tenaga Listrik.com http://www. Teknologi Kimia 2.com http://www.blogberita. Hemisphare Coorporation: Washinton New York-London Lienda.co.ekaristi. Pemeliharaan dan Perbaikan Transformator (Paket Belajar Bernuansa Kewirausahaan).com http://www. 1998.com http://www.OUI.KUG/M. Laporan PI.Hakim. Method for the Determination of Electric Strength of Insulating oils. Prosedur Umum Perbaikan Motor 3 Phasa di PT ABB Sakti Industri Surabaya. PT.803 (1) A). 2005 254 . PT. Palen.firstelectricmotor. 1976.KKG/M. Kursus Pengoperasian Sistem Penunjang (Demin Plant) (L.web.aspx http://www. PT. 1976. PLN (Persero) Unit Pendidikan dan Pelatihan Surabaya.sitohangdaribintan. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Priok Jakarta. Joko. Surabaya: Teknik Elektro FT Unesa Surabaya.blogspot. 2004. 2000. Teknik Elektro. Handojo dkk.

1996. John Wiley & Sons. Electrical Machines & Power System. Jakarta.T. Laporan PI. Surabaya. Bambang Djaya. Teknik Elektro FT Unesa. Joel. Nurdin. Jakarta. PJB I Unit Pembangkitan Perak dan Grati. Depdiknas RI. Yugo F. 1998. Power System Dynamic and Stability. MS. Methode Pengujian Transformator Distribusi. Bidang Inspeksi Pembangkitan Tenaga Listrik. Surabaya. America. Turan. P. Printed in Singapore. New Jersly: Prentice Hall. Pembangkitan Energi Listrik. Djiteng. 2002. Davit. Standart Operational Procedure (SOP) Start-Stop Unit III & IV Unit Pembangkitan Perak.al. Bayu Bangun Lestari Plasa Surabaya. Perusahaan Umum Listrik Negara. P. et. et. P. Yudi. Teknik Elektro FT Unesa. V.al. Jakarta 1981 Setyabudi. 1985. Surabaya. Laporan PI. Petunjuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Transformator Tenaga. Pedoman Pembebanan Transformator Terendam Minyak.T. 2005. 1979. Jan. Jakarta. Transformator Tenaga. Modern Power and Planning System. Widya N. 2006. Sistem Pembangkit Tenaga Air (PLTA) Mendalan di PT. 2003. High Voltage Enginering. PJB Pembangkitan Brantas Distrik D PLTA Mendalan.Machrowski. Printed in the United Soth of America. Surabaya. 2004. New York: Singapore Toronto Marsudi. PT. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Weisman.T. Teknik Elektro FT Unesa. Modern Power System Analysis. Pengujian Transformator. Sistem Pengoperasian Genset di PT. 2006. Wildi. SPLN 50 1982. G. Laporan PI. Surabaya: Erlangga. SPLN 17: 1979. Surabaya 1995. 1982. Kamuraju. Bambang Djaya. PLN. Standar Kompetensi Nasional. 255 . 2006. 1987. Hedore .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful