P. 1
TAZKIYAH AN NAFS

TAZKIYAH AN NAFS

|Views: 296|Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Aug 17, 2008
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2011

pdf

text

original

Tazkiyah An Nafs Langkah Pen ting di dalam Membentuk Masyarakat Beradab

Oleh;

H. Mas’oed Abidin
Direktur Eksekutif PPIM Sumbar

08/16/08

H. Mas'oed Abidin

1

Mukadimah
• Salah sekali anggapan bahwa agama Islam hanya sebatas ritual pada hari-hari tertentu. • Sesat sekali pendapat beragama hanya di batasi ruang-ruang masjid, langgar, pesantren, majlis ta’lim semata.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 2

Salah sekali memahami agama tidak kena mengena (relevan) dengan gerak kehidupan riil, tatanan politik pemerintahan, sosial ekonomi, budaya, hubungan hak asasi manusia, atau ilmu pengetahuan dan teknologi.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 3

Tazkiyah an Nafs
Rasulullah SAW menganjurkan dalam menjaga kesuburan Nafs;  Ibadah yang teratur,  Amalan dikerjakan terus menerus sepanjang masa,  Bersungguh-sungguh sepanjang hayat,  Menghadiri majlis-majlis ta’lim,  Memperbanyak zikrullah setiap waktu,  Membaca al-Qur’an,  Sedia melakukan shalat sunnat malam (tahajjud),  Berpuasa sunat.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 4

Seorang yang berkeinginan melakukan tazkiyah nafs mesti didukung oleh himmah (minat dan cita) yang kuat.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 5

Himmah
adalah cita-cita. Tekad bulat dan kuat, di dorong oleh niat yang tulus, dengan keyakinan yang benar, direbut dengan cara yang benar di dalam mencapai cita-cita itu.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 6

Melakukan tazkiyah nafs memerlukan kawan yang sama mengingatkan (tafahum) dan bantumembantu dalam masalah yang dihadapi (ta’awun).
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 7

Untuk melakukan tazkiyah an Nafs Tidak boleh berdampingan dengan kejahatan dan pengikut hawa nafsu yang tidak beradab sopan kepada Allah
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 8

Pencemaran jiwa terutama terhadap ُ ‫النفْ ُ ال َ َ َا ِي‬ ‫ّ س حيو ن ّة‬ karena ada berbagai dorongan untuk pemenuhan kehendak tubuh dan jasad lahiriyah semata.
Ruh hayawani = ‫ ال ّوْ ُ ال َي َا ِي‬atau ُ ْ‫ال ّف‬ ‫ر ح ح َو ن‬ ‫نس‬ ‫ح َو نية‬ ُ ّ ِ ‫ ال َي َا‬memang dipunyai oleh manusia dan binatang.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 9

ُ‫وما أب‬ َّ ‫َ َ َرِئُ ن َفسي إ ِن‬ ِ ْ ّ َ ‫الن َّفس ل‬ ُّ َّ ِ‫ْ َ مارة ٌ بِالسوء‬ َ
Dan aku tidaklah mampu membebaskan atau membersihkan diriku dari kesalahan atau dosa, karena sesungguhnya nafsu itu sangat-sangat menyuruh kepada kejahatan.

08/16/08

H. Mas'oed Abidin

10

َ‫أ َرأي‬ ‫َ ْت من ات َّخذ َ إِلَهَه هَوَاه‬ َ ُ ُ ِ َ َ َ َ ً ‫أفَأن ْت تَكُون عَلَيْهِ وَكِيل‬ ُ َ
43 :‫الفرقان‬
Tidakkah engkau lihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya

Pengikut hawa nafsu terseret menjadi,

• Suka melanggar hukum Allah. • Melakukan sifat ghaflah (lalai), • Maksiat dalam berbagai bentuk dan rupa.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 11

Jalan menyucikan jiwa pada asasnya hanya dengan zikrullah.

ُ‫ذك ْر الله تَطْمئ ِن‬ ‫َ ّ الق‬ ِ ِ ِ
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 12

Hidayah warid intibah = ُ ِ‫َار‬ ‫و د‬ ‫ل تب ه‬ ِ ‫ ا ِ نْ ِ َا‬menghilangkan sifat ghaflah dalam hati atau jiwa dan merubahnya menjadi sadar (intibah), karena hati telah bersih (yaqazah) dari segala sifat maksiat.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 13

Menghapus maksiat dari hati, hanyalah dengan

bertaubat
08/16/08 H. Mas'oed Abidin

.
14

Jiwa yang memerintah manusia (‫(ال ّو ُ ا َمْ ِي‬ ‫ر ْح ل ر‬ disebut dengan kalbu atau hati (ُ ْ‫(ال َل‬ ‫قب‬

َ ‫فَإنَّهَا ل تَعْمى الَب ْصار وَل‬ َ ‫ْ َ ُ ك ِن تَعْمى‬ َ َ ْ ِ َّ ُّ ‫ال ْقلُوب التِي فِي الصدُور‬ ُ ُ ِ
Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang .buta, ialah hati yang di dalam dada )Al-Hajj:22:46(
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 15

Suruhan dan larangan Allah ditujukan kepada jiwa natiq (ُ َ‫النفْ ُ ال ّا ِق‬atau jiwa ( ‫ّس نطة‬ yang jauhari (‫النفس ال َوْ َ ِي‬lazim juga ,( ‫ج هر‬ disebut pikiran jernih (ُ ْ‫العق‬yang bersih, ( ‫َل‬ bijak berhikmah.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan )pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.)Qaaf:50 :37
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 16

َّ َ ‫إ ِن فِي ذَل ِك لَذِك ْرى ل ِمن كَان ل َه‬ َ ُ ْ َ َ َ‫قَل ْب أَوْ أَل ْقى الس‬ َ ‫ّ معَ وَهُوَ شهِيد‬ ٌ َ ٌ ْ

Pada hakikatnya, akal = ُ ‫ , العق‬hati = ُ ْ‫,ال َل‬ ‫َ ْل‬ ‫قب‬ ruh = ُ‫, ال ّوْح‬nafs = ُ‫ ال ّفْس‬dan sirr = ُ ّ ‫ال‬ ‫ر‬ ‫ن‬ ‫سر‬ adalah jiwa yang fithrah anugerah Allah, yang disebut pula ٌ ّ ِ ‫. ُوْ ٌ لَ ِي َ ٌ َ ّا‬ ‫ن ر ط ْفة رب نية‬

َّ ‫وَالَّذِين يُؤْتُون ما ءَاتَوْا وَقُلُوبُهُم وَجل َة أَن‬ ‫ْ ِ ٌ هُم‬ ْ َ َ َ (60)‫إِلَى رب ِّهِم راجعُون‬ َ ِ َ ْ َ َ ‫أُولَئ ِك ي ُسارِعُون فِي ال ْخي ْرات وَهُم ل‬ َ ‫ْ هَا‬ ِ َ َ َ َ (61)‫ساب ِقون‬ َ ُ َ
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 17 takut, )karena mereka tahu bahwa( sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan

Maka usaha kearah tazkiyah nafs dituntun dan dibimbing oleh hidayah terus menerus.

08/16/08

Hidayah Allah adalah syarat penting tercapainya tujuan tazkiyah
H. Mas'oed Abidin

18

‫‪Bahaya tidak mempergunakan hati‬‬

‫وَل َقدذ َرأْنَال ِجهَن َّمكَثِيرامنال ْ‬ ‫ِ ِّ ‪‬‬ ‫َ ْ‪ َ َ  َ ‬‬ ‫ً ‪  َ ِ ‬جن‬ ‫وَالن ْسلَهُمقُلُوبلي َفقهُونبِهَا‬ ‫َ‪ ‬‬ ‫ٌ‪َ ْ  ‬‬ ‫ِ‪ ْ ‬‬ ‫وَلَهُمأَعْي ُنليُب ْصرونبِهَاوَل َ‬ ‫ٌ ‪   َ ُ ِ  ‬هُم‬ ‫ْ‪‬‬ ‫ْ‪‬‬ ‫ءَاذَانلي َسمعُونبِهَاأُول َ‬ ‫َ‬ ‫َ ‪  ‬ئ ِك‪‬‬ ‫ٌ‪َ ْ  ‬‬ ‫‪ُ ّ َ   ْ ‬‬ ‫كَالنْعَامب َلهُمأ َضلأُولَئ ِكَ‬ ‫‪‬هُم‬ ‫ُ‪‬‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬
‫80/61/80‬ ‫‪H. Mas'oed Abidin‬‬ ‫91‬

Dan

sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 20

ْ‫ول َقد ذ َرأن‬ ‫َ َ ْ َ َا ل ِجهَن َّم كَثِيرا‬ َ َ ً ‫من ال ْجن وَالِن ْس لَهُم‬ ْ ِّ ِ َ ِ ِ ‫قُلُوب ل ي َفقهُون بِهَا‬ َ ْ َ ٌ

Dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 21

َ ‫ولَهم أ‬ ‫َ ُ ْ عْي ُن ل‬ ٌ ‫يُب ْصرون بِهَا‬ َ ُ ِ َ ‫وَل‬ ‫هُم ءَاذَان ل‬ ٌ ْ ‫ي َسمعُون بِهَا‬ َ َ ْ

ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orangorang yang lalai.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 22

َ ‫أُولَئ ِك كَال‬ ْ َ َ ‫ن ْعام‬ َ ِ ُ‫ب َل هم أ َضل‬ ّ َ ُ ْ ْ ُ‫أ‬ َ‫ولَئ ِك‬ ‫هم‬ ُ ُ ُ ‫ال ْغافل‬ ‫ن‬itu sebagai binatang َ ‫َ ِ و‬ Mereka

Taqzkiyah Nafs adalah upaya menjadi orang yang benar-benar beriman beramal salih dan berzikrullah perlu ada ilmu yang benar.

Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya 08/16/08 H. husna itu dan tinggalkanlah 23 dengan menyebut asmaa-ulMas'oed Abidin orang-

ْ ‫وَلِلَّهِ ال َسماءُ ال‬ ‫حسنَى فَادْعُوه ُ بِهَا‬ ْ ُ َ ْ َ ‫وذ َروا الَّذين يل ْحدون في أ‬ ‫ِ َ ُ ِ ُ َ ِ سمائِه‬ ِ َ ْ ُ َ ‫سي ُجزوْن ما كَانُوا يَعْملُون‬ َ َ َ َ َ ْ َ

Akal menerima sesuatu yang munasabah, bermuara pada pikiran (‫(. للمــــــــعــقــولت‬ Hati untuk memahami (‫(, للمفهومات‬ Ruh untuk musyahadah (‫(. للمشاهدة‬ Sirr = (‫ السر‬untuk menerima (tajalli (‫(. للتجليات‬
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 24

Ad Dienul Islam
Agama Islam berdasar al Quran berperan multifungsi, “mengeluarkan manusia dari sisi gelap kealam terang cahaya (nur)”
Diantaranya terdapat dalam A.1:14,QS.Ibrahim

‫ِ ُخْ ِجَ ال ّا َ ِ َ ال ُّمَا ِ إِلَى ال ّو ِ بِإذْ ِ َ ّ ِمْ إَِى‬ ‫ن ر ِ ن ربه ل‬ ‫لت ر ن س من ظل ت‬ ‫ص ر ط ع ز ز حم د‬ ِ ‫ِ َا ِ الْ َ ِي ِ الْ َ ِي‬
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 25

Wajib amalkan Nilai Dasar Islam
Bila Islam tidak diamalkan dari inti nilai-nilai dasar (basic of value) Dinul Islam, atau hanya sebatas kulit luar berupa ritual ceremonial, maka ummat ini tidak akan berkemampuan bertarung di tengah perkembangan dunia global di abad duapuluh satu mendatang.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 26

Pelecehan Nilai Akan terjadi jika,
1. Masyarakat lalai, 2. Hanya senang menerima, 3. Suka menampung dan menagih apaapa yang tidak diberikan orang, 4. Menjadi bangsa pengemis,

Akibatnya tampillah pelecehan nilai-nilai bangsa yang kesudahannya membawa bangsa ini terjerumus menjual diri …,
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 27

Dinul Islam menyimpan rahasia besar “gerakkan tanganmu, Allah akan menurunkan untukmu rezeki”
  ’              

ُ ‫حركيدكأ‬ َ ْ ‫عَلَي ْك‬‫ نـزِل‬ َ َ َ  ْ ِ ّ َ
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 28

1. Nilai Agama Membentuk Masyarakat
Nilai ajaran dinul Islam melahirkan masyarakat proaktif menghadapi berbagai keadaan sebagai suatu realitas perbaikan kearah peningkatan mutu masyarakat. Abad kedepan yang akan banyak berperan adalah; • • • masyarakat berbasis ilmu pengetahuan (knowledge base society), masyarakat berbasis budaya (culture base sociaty) dan, masyarakat berbasis agama (religious base society).
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 29

Peran terbesar para intelektual (ic para pendidik) adalah aktif menata ulang masyarakat dengan nilai-nilai kehidupan berketuhanan dan bertamaddun sebagai mata rantai tadhamun al Islami )modernisasi, pengenalan Islam ketengah peradaban manusia(. Peran ini penting untuk menggiring masyarakat Indonesia ini menuju masyarakat madaniyah (maju, beradab).
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 30

2. Mengangkat taraf hidup kelompok lemah
Dari akar serabut (grass root) masyarakat alas terbawah 1. 2. 3. 4. 5. piramida, diawali dengan, Merasakan nilai kepentingan, َّ ‫وَالذِين جاهَدُوا فِينَا‬ َ َ Mempunyai daya inisiatif, َّ ‫لَنَهْدِيَنَّهُم سبُلَنَا وَإ ِن‬ ُ ْ Kreatif (daya cipta), Memiliki imaginasi ْ ‫الل َّه ل َمعَ ال‬ ‫َ َ محسنِين‬ َ ِ ْ ُ Disertai keinginan “Dan orang-orang yang bekerja sungguh-sungguh pada )jalan( kami, mengangkatnya, tentu sesungguhnya kami akan pimpin akan dapat memulainya. mereka di jalan-jalan kami: dan
08/16/08 H. Mas'oed Abidin

sesunggunya Allah beserta orang-

orang yang berbuat kebaikan” (QS.

31

3. Gerakan Memberdayakan Ummat
Potensi Ummatisasi

SDA/ ULAYAT

Iman

Adat Istiadat EFISIENSI Amaliyah

Interaksi Ukhuwah
08/16/08 H. Mas'oed Abidin

32

1. Proses mempertinggi kesejahteraan hidup adalah rangkaian gerbong yang erat terkait dengan proses pembangunan ekonomi bangsa. 2. Dalam setiap proses pembangunan keummatan (ummatisasi) tidak selalu harus ditilik dari sudut efisiensi dan rendemen ekonomis semata, 3. Pemahaman mendalam dari lubuk hati 4. Kemauan pada diri ummat secara individu/kelompok yang akan ikut serta dalam proses pembangunan itu.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 33

4. Mensyukuri Nikmat Allah
• Daerah kita terkenal sebagai daerah yang kaya dengan sumber alam. Sumber Daya Alam (natural resources) belum seluruhnya di olah. Dapat dikatakan bisa mendukung suatu pertumbuhan ekonomi yang sehat. • Kecenderungan penduduknya dibidang ekonomi baru kepada mencari nafkah dengan memindahmindahkan barang-barang dari satu tempat ke tempat yang lain saja.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 34

5. Membangun Masyarakat Potensial
Membangun Masyarakat Potensial

Jiwa Sadar

Interaksi Iman

Adat Istiadat
08/16/08 H. Mas'oed Abidin

Amaliyah

35

• Melalui amaliyah yang sepadan dengan kekuatan yang tersedia dalam tubuh masyarakat mestinya disertai serentak membangun jiwa dan pribadi untuk menjadi ummat yang sadar. • Latar belakang usaha sebenarnya adalah merombak tradisi dengan membuka pikiran masyarakat dan merintis jalan baru, memulai dari urat masyarakat dengan cara-cara yang praktis.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 36

6. Menghidupkan Jiwa Ummat
• Ummat perlu dihidupkan jiwanya menjadi satu ummat yang mempunyai falsafah dan tujuan hidup (wijhah) yang nyata, memiliki identitas (shibgah), bercorak kepribadian terang (transparan) untuk ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan. • Satu susunan hidup berjama’ah yang diredhai Allah yang dituntut oleh “syari’at” Islam. • Sesuai Adat basandi Syara’ dan Syara’ basandi Kitabullah. • “satu aspek dari Social Reform”, yang tidak dapat diabaikan,yaitu berusaha di urat masyarakat.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 37

7. Menguatkan akidah Ummat
• • • • • • • Program silaturrahmi yang saling memahami, Pembinaan cita-cita hendak menjelmakan tata-cara hidup kemasyarakatan, Hidup dan memberi hidup (ta’awun) bukan falsafah berebut hidup, Menanam tanggung jawab kesejahteraan lahir batin tiap anggota masyarakat sebagai suatu kesatuan menyeluruh timbal balik (takaful dan tadhamun), mengajarkan keragaman serta ketertiban dan disiplin jiwa dari dalam, bukan penggembalaan dari luar, menumbuhkan ukhuwwah yang ikhlas, bersendikan Iman dan Taqwa, mengajarkan hidup seimbang (tawazun) antara kecerdasan otak dan ketangkasan otot, antara ketajaman akal dan ketinggian akhlak, antara amal dan ibadah, antara ikhtiar dan do’a.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 38

Upaya Menguatkan Akidah ummat
NILAI AMAL Akidah / Nawaitu Masyarakat Muslim
• Besar kecilnya nilai amal terletak dalam niat/motif melakukannya. • Tinggi rendahnya nilai hasil yang dicapai sesuai dengan tinggi rendahnya mutu niat mengejar hasil itu. • Amal akan kering dan hampa, tatkala kulit luarnya di lakukan, tetapi tujuan nawaitu-nya hilang di tengah jalan. • Kewajiban social control (nahyun ‘anil munkar) harus lekas-lekas dilaksanakan, agar masyarakat jangan berserak, • Kengemukakan social support (amar makruf) secara jelas. Insya Allah masyarakat (dhu’afak) akan kuat dan masuk shaf kembali. • Inilah inti kesatuan persaudaraan (ukhuwah dan badunsanak ) itu.
39

Ukhuwwah

Social Support Amar Makruf
08/16/08

Social Control Nahyun ‘Anil Munkar

H. Mas'oed Abidin

Peran Pemimpin
• Sebenarnya seorang pemimpin pelopor penggerak pembangunan memikul beban menghidupkan dapur masyarakatnya dengan sungguh-sungguh. • Kebahagiaan tertinggi seorang pemimpin tatkala dapat menghidupkan salah satu dari ribuan dapur yang senantiasa berasap karena usahanya. Tak ada bahagia dalam kekenyangan sepanjang malam, bila sijiran setiap akan tidur diiringi lapar (al Hadist).

08/16/08

H. Mas'oed Abidin

40

Pelihara Kebersamaan
• Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama, selama ini hidup dalam rukun dan damai. Antara lain disebabkan karena kebetulan mayoritas mutlaknya terdiri dari umat yang berakhlaq agama, yakni Islam. • Akhlak ialah terpeliharanya hubungan baik dengan Allah dan baiknya hubungan dengan manusia. Lihat juga Al Quran S.2, Albaqarah ayat 83 – 86. • Umat Muslimin di mana-mana melakukan segala amaliahnya bertujuan mempertebal iman dan taqwa kepada Allah semata.
08/16/08 H. Mas'oed Abidin 41

• Ketika canang kebebasan mulai diguguh, memba-ngunkan suasana baru dengan perubahan, tidak jarang terjadi korban berguguran karena hilangnya kendali dan kaburnya batas wawasan Nusantara. • Hilangnya kebersamaan, dan terjadi balas dendam dan disintegrasi. Bahaya besar bagi generasi bangsa ini. • Setiap kita mestinya berkewajiban mencegah, agar kondisi rusuh runyam itu tidak terjadi. • Kepada setiap korban, kaum muslimin yang menderita itu, kewajiban kita 08/16/08 H. Mas'oed Abidin 42 mengulurkan bantuan materil dan moril

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->