BUKU PANDUAN KEPANITERAAN KLINIK

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2009

Tim Penyusun :

Yani Istadi Dian Apriliana Rahmawatie Bambang Sugeng Ken Wirastuti Pujiati Abbas Gunawan Purnomo Iwang Yusup

2

KATA PENGANTAR Tahun 2006 Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) telah mengeluarkan tiga standar yaitu : Standar Kompetensi Dokter Indonesia, Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia dan Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis Indonesia. Ketiga standar tersebut menuntut perubahan dan pembaharuan sistem pendidikan kedokteran baik pendidikan dokter spesialis/sub-spesialis. Pendidikan klinik merupakan fase pengembangan pendidikan profesi dokter yang terdiri dari pendidikan pre klinik, pendidikan klinik dan pendidikan dokter spesialis/subspesialis. Pendidikan klinik adalah integrasi pengetahuan, keterampilan,sikap dan perilaku dipraktekkan dalam lingkup pengelolaan pasien sehingga mencapai tingkatan mampu/kompeten, cakap, bahkan mahir/ahli sesuai standar yang telah ditetapkan oleh KKI. Selama pendidikan klinik peserta didik dituntut mempraktekan Clinical Reasoning melalui proses pembelajaran formal dan mandiri yang diselenggarakan Fakultas dibawah bimbingan dan pengawasan (supervision) yang tepat. Agar kompetensi dapat dicapai melalui proses pembelajaran klinik yang baik maka perlu disusun buku pedoman pendidikan klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung, yang berisi kurikulum pendidikan klinik, metode pembelajaran klinik, metode evaluasi pembelajaran klinik, peraturan kepaniteraan klinik, dan alur kepaniteraan klinik. Harapan kami buku ini dapat dipakai sebagai acuan semua pihak (stakeholder) yang terlibat dalam pendidikan profesi dokter sehingga proses pembelajaran klinik dapat berlangsung dengan baik. Tidak lupa kami sangat terbuka akan menerima kritik dan saran bila terdapat kekurangan atau kesalahan dalam menyusun buku pedoman ini. Semarang, April 2009, Dekan FK Unissula; pendidikan profesi dokter maupun

Dr.dr. H. Taufiq R. Nasihun,M.Kes.,Sp.And

3

Tata Tertib C. Bed Side Teaching C. DOPS C. Evaluasi Hasil Belajar Dokter Muda di Kepaniteraan Klinik G. Definisi Pendidikan Klinik B. Ujian Tulis F. Learning Outcome Pendidikan Klinik D. Ujian Lisan IV. CbD D. Peraturan Akademik Kepaniteraan Klinik A. Hak dan Kewajiban Dosen Pembimbing Klinik E. Cases Presentation III. Prasyarat mengikuti Kepaniteraan Klinik B. Yudisium II. Alur Program Pendidikan Profesi Dokter 3 5 5 5 5 7 9 9 14 15 16 16 19 20 20 20 21 21 21 22 23 23 23 30 32 32 34 36 4 . Hak dan Kewajiban Fakultas F. Tutorial Klinik B. Beban Studi Pendidikan Klinik E. Metode Pembelajaran Klinik A. Metode Penilaian A. OSCE E. Kurikulum Pendidikan Klinik A. Sanksi Akademik V. Jadwal Kegiatan Pembelajaran F.DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi I. Mini-CEX B. Hak dan Kewajiban Dokter Muda D. Tujuan Pendidikan Klinik C.

ketrampilan dan sikap dalam lingkup perawatan pasien di RS dan Pusat layanan primer sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi. KURIKULUM PENDIDIKAN KLINIK A. Melakukan prosedur klinik dan laboratorium 3. Berkomunikasi dengan pasien serta anggota keluarganya 2. C.I. Melakukan prosedur kedaruratan klinis Area landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran 5 . pemimpin yang baik. komunikator yang baik dan manajer yang baik. Memperoleh dan mencari informasi yang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganya 2. Dokter Muda dapat mencapai komponen kompetensi sebagai berikut: Area Komunikasi Efektif 1. Memberikan gambaran kepada Dokter Muda mengenai peran dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Definisi Pendidikan Klinik Pendidikan klinik merupakan proses yang sangat penting dalam pendidikan dokter karena pada fase inilah peserta didik dibawa dalam konteks nyata yaitu perawatan pasien. Berkomunikasi dengan profesi lain Area Ketrampilan Klinis 1. Berkomunikasi dengan masyarakat 4. Memberikan kesempatan kepada Dokter Muda untuk mengintegrasikan serta menerapkan pengetahuan. pendidikan klinis merupakan pendidikan yang mencakup aplikasi teori untuk pengembangan pengetahuan dan ketrampilan klinis dengan memasukan unsur sikap di dalam pelayanan pasien yang beretika. B. Learning Outcome Pendidikan Klinik Learning outcome pendidikan klinik di FK Unissula disusun berdasarkan standar kompetensi dokter yang telah ditetapkan oleh KKI. Tujuan Pendidikan Klinik 1. Berkomunikasi dengan sejawat 3. membina hubungan antar profesi. Diharapkan setelah menempuh pendidikan klinik. Menurut Mc Allister 1997. 2.

Medikolega dan Profesionalisme serta Keselamatan Pasien 1. bagian dari keluarga dan masyarakat 2. Mengelola penyakit. Moral. Memanfaatkan informasi kesehatan Area Mawas Diri dan Pengembangan Diri 1. perilaku. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu menegakkan diagnosis. Memahami manfaat dan keterbatasan teknologi informasi 3. pemeriksaan fisik. Sebagai anggota Tim Pelayanan Kesehatan yang profesional 6 . pemberian terapi. Memiliki sikap profesional 2. Mempraktikkan belajar sepanjang hayat 3. Berperilaku profesional dalam bekerja sama 3. tindakan pencegahan dan promosi kesehatan. uji laboratorium dan prosedur yang sesuai 3. Mengembangkan pengetahuan baru Area Etika. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan 5. Menerapkan mawas diri 2. Merangkum dari intepretasi anamnesis. serta penjagaan dan pemantauan status kesehatan pasien 2. Melaksanakan pendidikan kesehatan dalam rangka promosi kesehatan dan pencegahan penyakit 4. Mengelola sumber daya manusia serta sarana dan prasarana secara efektif dan efisien dalam pelayanan kesehatan primer dengan pendekatan kedokteran keluarga Area Pengelolaan Informasi 1. dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan standar pelayanan 2. Melakukan pencegahan penyakit dan mengelola keadaan sakit 3. Menentukan efektifitas suatu tindakan Area Pengelolaan Masalah Kesehatan 1.1. Menerapkan konsep-konsep dan prinsip ilmu biomedik. klinik. keadaan sakit dan masalah pasien sebagai individu yang utuh.

Minggu peralihan ini dapat digunakan Dokter Muda untuk persiapan rotasi berikutnya (daftar ulang) atau menyelesaikan ujian di bagian yang belum lulus. Menerapkan keselamatan pasien dalam praktik kedokteran D. Memenuhi aspek medikolegal dalam praktik kedokteran 6. antara 2-9 minggu. Di dalam sistem departement based ini. Tujuh puluh tujuh minggu digunakan untuk rotasi klinik. Dokter Muda mengikuti kegiatan pendidikan sesuai dengan rotasi pada departemen/ bagian yang bersangkutan. sedangkan 4 minggu digunakan sebagai minggu peralihan. Jumlah total waktu keseluruhan yang digunakan untuk menyelesaikan pendidikan klinik adalah 81 minggu. Penetapan waktu penyelesaian belajar di masing-masing bagian didasarkan pada pencapaian kompetensi sesuai dengan standar kompetensi dokter.4. Masing-masing bagian bervariasi di dalam penyelesaian belajar. Melakukan praktik kedokteran dalam masyarakat multikultural di Indonesia 5. Adapun rincian beban studi pendidikan klinik tercantum dalam tabel dibawah ini : 7 . kurikulum disusun berdasarkan bagian-bagian yang ada di klinik yaitu ada 14 bagian. Beban Studi Pendidikan Klinik Pada tahap pendidikan klinik.

5 4. Rotasi klinik dan waktu tempuh bagian Obsgin 9 minggu IKM 9 minggu Kulit dan Kelamin 4 minggu THT 4 minggu Ilmu Penyakit Dalam 9 minggu Jiwa 4 minggu Ilmu Kesehatan Anak 9 minggu Forensik 4 minggu Bedah 9 minggu Gilut 2 minggu Anaesthesi 2 minggu Radiologi 4 minggu Mata 4 minggu Saraf 4 minggu Untuk melihat secara keseluruhan rotasi klinik dapat dilihat pada Curriculum Mapping Academic 8 .5 Tabel 2.Tabel 1. Beban studi pendidikan klinik FK Unissula No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kode Bagian pendidikan klinik Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Bedah Ilmu Kesehatan Anak Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan Ilmu Kesehatan Masyarakat Ilmu Penyakit Mata Ilmu Penyakit THT Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Ilmu Penyakit Saraf Ilmu Kesehatan Jiwa Ilmu Kedokteran Kehakiman Radiologi Anesthesi Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut JUMLAH Waktu (minggu) 9 9 9 9 9 4 4 4 4 4 4 4 2 2 77 SKS 4.5 4.5 4.5 2 2 2 2 2 2 2 1 1 38.5 4.

Mini Lecture. kemudian kegiatan tersebut akan dijabarkan ke dalam log book mahasiswa. Tujuan Evaluasi hasil belajar mahasiswa pendidikan klinik adalah: Untuk menilai tingkat pencapaian kompetensi klinik Untuk memberikan umpan balik hasil belajar kepada mahasiswa Untuk memotivasi mahasiswa Untuk menentukan kelulusan Untuk mengevaluasi keberlangsungan proses belajar mengajar 2. Metode Assessmen Assessment memegang peran penting dalam proses pendidikan kedokteran. Clinical scientific session. Evaluasi Hasil Belajar Dokter Muda di Kepaniteraan Klinik 1. F. Case Report Session. dan Community based oriented. Task Based Learning. Case Reflection. dalam kehidupan mahasiswa kedokteran dan dalam lingkup sosial yaitu adanya sertifikasi kompetensi dokter yang akan 9 . Patient Based Learning. Jadwal Kegiatan Pembelajaran Metode pembelajaran yang dapat digunakan selama menempuh pendidikan klinik antara lain berupa Bedside Teaching.E. Seperti yang dijelaskan di atas tentang metode pembelajaran klinik maka pada dalam membuat rencana jadwal kegiatan pembelajaran mengacu pada ketentuan sebagai berikut: Clinical Tutorial dilaksanakan 2x dalam seminggu Case report session dilaksanakan 2x dalam seminggu Clinical scientific session (journal reading) dilaksanakan 1x dalam seminggu Bedside Teaching Penyusunan Jadwal kegiatan diserahkan secara penuh kepada bagian klinik. Small Group Discussion (Clinical Tutorial).

Case analysis. Observation of the doctor at work in the real world. Portfolio OSCE. Penetapan Penilaian Dengan sistem KBK ini. Sistem penilaian PAP digunakan 10 . DOPs. orals exam MCQs. EMIs. ada beberapa metode ujian yang dapat dipergunakan. Penetapan standard seperti ini disebut dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau Penilaian Acuan Baku (PAB). Short answer. 2003) Berdasarkan tingkat kompetensi dalam Piramid Miller. MEQs. Direct observation PMPs. MEQ. Mini CEX. Metode assessment yang dapat digunakan dalam pendidikan klinik di FK Unissula antara lain: Ujian ketrampilan klinik: OSCE. Ujian Oral terstruktur. Mini-CEX Ujian Knowledge : MCQ. Tanpa observasi langsung. Case based Discussion 3. Berikut adalah gambar piramid Miller beserta jenis uji yang dapat dipergunakan sebagai referensi. maka standar penilaian didasarkan pada kriteria yang telah ditetapkan.merawat pasien. essay. Masyarakat akan menilai kualitas dokter lulusan institusi pendidikan kedokteran (Shumway & Harden. Metode assessment yang digunakan lebih diutamakan berdasarkan observasi langsung di tempat kerja dan saat bedside teaching. atau criterion-reference test. pembimbing tidak dapat memperoleh data yang akurat untuk memberikan feedback. orals exam Piramid Miller Jika melihat piramid Miller maka hanya pada tahap pendidikan klinik inilah tingkat/level kompetensi tertinggi dapat dinilai.

Ujian Formatif Dalam pendidikan klinik penilaian formatif memiliki kontribusi yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dokter muda untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Sistem Perhitungan Nilai Total Akhir Bagian Evaluasi Hasil Belajar Mahasiswa pada pendidikan klinik terdiri dari komponen seperti pada tabel berikut : 11 . mengingat konsep pendidikan klinik mengacu pada experietial learning. bedside teaching. 5. Jenis Penilaian Jenis penilaian di dalam kepaniteraan klinik berdasarkan tujuannya ada dua. journal reading. presentasi kasus. 6. Komponen Penilaian Dokter Muda Komponen kompetensi yang dinilai selama menempuh kepaniteraan klinik adalah knowledge/ kognitif. Kegiatan harian yang dinilai adalah: tutorial klinik. yaitu: a. sikap dan perilaku dokter muda. Tujuan penilaian formatif adalah untuk mengetahui perkembangan hasil pembelajaran serta memberikan feedback (umpan balik) kepada dokter muda. Penetapan patokan yang digunakan berdasarkan kesepakatan antar bagian di rotasi klinik dilihat dari tingkat penguasaan mahasiswa. psikomotor/ ketrampilan klinik. Penilaian summatif dilakukan di minggu terakhir stase bagian. b.untuk menilai kemampuan mahasiswa secara mutlak (absolut) terhadap suatu patokan. 4. Ujian Summatif Penilaian summatif merupakan penilaian akhir terhadap hasil pembelajaran dokter muda . ketrampilan prosedural klinik.

Tabel 3. Nilai akhir bagian/departemen dikonversi kedalam huruf dengan ketentuan seperti yang tertera pada tabel berikut : 12 . Tabel Evaluasi Jenis Metode Assessment Formative assessment Komponen yang dinilai K S √ A √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Prosentase Mini-CeX Case based discussion DOPS Jurnal reading Tutorial klinik Penyuluhan 70% Summatif OSCE Ujian lisan terstruktur MCQ MEQ 30% √ √ Suficient / unsuficient Professional Behaviour Bentuk pelaksanaan ujian akhir diserahkan ke bagian dapat berupa salah satu metode berikut: Modifikasi oral exam dengan Long cases/Short cases. OSCE. Mini-CEX. ujian lisan ataupun tertulis. Nilai akhir bagian/departemen dapat dikeluarkan apabila perilaku dinilai tanpa cacad (sufficient professional behaviour).

Mahasiswa dinyatakan “TIDAK LULUS“ jika mahasiswa memiliki tingkat penguasaan < 65% Ketentuan pernyataan tidak lulus: • Jika Dokter Muda memiliki tingkat penguasaan 60-64.9% maka mahasiswa tersebut mengulang ujian knowledge atau psikomotor.00 2. • Jika Dokter Muda memiliki tingkat penguasaan 55-59.Tabel 4.00 >80 Tingkat Penguasaan >80% AB 3. 2. Nilai akan 13 .00 1. Konversi nilai kepaniteraan klinik Nilai huruf Nilai Rentang Keterangan patokan nilainya Bobot nilai A 4.9% maka mahasiswa tersebut mengulang rotasi klinik selama setengah masa stase rotasi bagian yang mengulang dan diikuti ujian perbaikan • Jika Dokter Muda memiliki tingkat penguasaan di bawah 55% maka mahasiswa tersebut mengulang keseluruhan rotasi klinik selama masa stase rotasi bagian yang mengulang dan diikuti ujian perbaikan 3.50 2.50 75-79 Tingkat Penguasaan 75-79% B BC C D E 3. Mahasiswa masih dapat melanjutkan rotasi klinik siklus berikutnya dengan pengawasan ketat dari unit Bioetika dan pembimbing klinik di bagian tempat mahasiswa bersangkutan menjalani rotasi. Mahasiswa yang bersangkutan oleh Kepala bagian akan dirujuk ke Unit Bioetika FK Unissula. Interpretasi penilaian: 1. Mahasiswa dinyatakan “DITUNDA“ apabila perilakunya dinilai cacad (unsufficient professional behaviour). Mahasiswa dinyatakan “LULUS“ jika mahasiswa memiliki tingkat penguasaan > 65% dan perilaku dinilai tanpa cacad (sufficient professional behaviour).00 0 70-74 65-69 60-64 55-59 <55 Tingkat Penguasaan 70-74% Tingkat Penguasaan 65-69% Tingkat Penguasaan 60-64% Tingkat Penguasaan 55-54% Tingkat Penguasaan 55% Catatan: ketentuan-ketentuan yang belum tercantum pada penjelasan di atas akan diatur pada peraturan akademik pendidikan klinik.

Yudisium dilakukan maksimal 1 minggu setelah pelaksanaan ujian summatif. G. Apabila Dokter muda melakukan pelangaran berat sebagaimana yang tercantum dalam buku kode etik mahasiswa Unissula maka mahasiswa diserahkan kepada Dekanat untuk diambil keputusan skorsing atau dinyatakan drop out. YUDISIUM Yudisium adalah kegiatan pengumuman hasil penilaian akhir dari suatu proses pembelajaran. Mahasiswa yang dinyatakan skorsing maka harus mengulang keseluruhan rotasi klinik selama masa stase rotasi bagian yang mengulang dan diikuti ujian perbaikan. Yudisium tidak harus dihadiri oleh mahasiswa dan pengumuman yudisium dapat dilihat di papan pengumuman dan website www.fkunissula.dikeluarkan pada yudisium fakultas setelah perilaku mahasiswa yang bersangkutan dinilai tanpa cacad (sufficient professional behaviour).ac. Yudisium fakultas diadakan 4 kali dalam satu tahun sebelum sumpah dokter pada periode tersebut.id Buku raport diparaf oleh Koordinator pendidikan dan disahkan oleh Kepala Bagian Yudisium Fakultas Yudisium fakultas bertujuan untuk mengumumkan kelulusan dokter muda setelah menjalani seluruh rotasi klinik. Yudisium dibagi menjadi dua. yaitu: Yudisium Bagian Adalah kegiatan pengumuman hasil penilaian akhir sebagai bentuk hasil rapat bagian. 14 . 4.

Konsep pendidikan experiential Pengalaman Refleksi Perencanaan Teori Gambar 1. METODE PEMBELAJARAN KLINIK Pendidikan klinik saat ini menerapkan learning dapat digambarkan sebagai berikut : 2 konsep pendidikan yaitu experiential learning dan adult learning. 1984) Experiential learning menekankan pembelajaran berdasarkan pengalaman sebelumnya yang kemudian disesuaikan dengan praktek nyata di lapangan. Lingkaran Experiential Learning : Peranan pengajar adalah membantu dokter muda untuk bergerak mengikuti lingkaran selama proses pembelajaran (Sumber: Kolb. maka metode pembelajaran dalam hal ini adalah kegiatan belajar di 15 . Adult Learning (belajar orang dewasa) mempunyai karakteristik: Lebih mandiri. Pengembangan berikutnya dilakukan melalui diskusi atau refleksi kasus dengan pembimbing. meskipun pada beberapa situasi boleh memilih untuk tergantung pada pengajar Pengalaman hidup menjadi sumber pembelajaran yang penting (lebih mudah belajar melalui pengalaman) Kebutuhan belajar tergantung siswa Belajar lebih berbasis masalah Berdasarkan pemaparan konsep dasar pendidikan klinik tersebut di atas. staf atau rekan-rekan mahasiswa.II.

Langkah knowledge. Diutamakan menggunakan prinsip evidence based medicine. Langkah 3. Menyusun penjelasan secara skematis dan menentukan learning issues Langkah 4. Mengidentifikasikan permasalahan yang dihadapi pasien dan mengajukan pertanyaan klinis. Langkah-langkah dalam tutorial klinik : Langkah 1. B. mini lecture. Kegiatan tutorial klinik ini dilakukan dalam dua sesi. Dalam pendidikan klinis pasien merupakan guru. langkah 1-3 dilakukan pada sesi pertama dan langkah 5 dilakukan pada sesi ke 2. Belajar Mandiri untuk memperoleh jawaban learning issue yang telah ditetapkan bersama. Langkah 5. seperti yang diungkapkan oleh Wiliam Osler 1903: “no teaching 16 2. A.klinik yang dianjurkan antara lain: small group discussion (tutorial klinik). Sedangkan Kasus pasien nyata yang dijumpai di klinik merupakan topik pemicu diskusi. TUTORIAL KLINIK (CLINICAL TUTORIAL) Tutorial atau diskusi kelompok kecil merupakan salah satu metode pembelajaran yang memerlukan peran aktif dari dokter muda. Melakukan brainstorming untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi pasien dengan menggunakan prior . BEDSIDE TEACHING Bedside teaching merupakan komponen essensial dari clinical training sudah dilakukan sejak lama. bedside teaching. ketrampilan procedural. Dosen pembimbing klinik berperan sebagai tutor yang bertugas untuk membimbing dan mengarahkan diskusi. Jabarkan temuan informasi yang anda peroleh saat melakukan belajar mandiri. presentasi kasus. jurnal reading. Sintesakan dan diskusikan dengan sesama anggota kelompok untuk menyusun penjelasan secara menyeluruh dan pemecahan permasalahan.

and the best teaching is often that taught by the patient himself”(Bliss. penghidu dan peraba) untuk mempelajari pasien dan permasalahannya. Pada tahap ini dibuat perencanaan mengenai apa yang dapat mereka pelajari selama berinteraksi dengan pasien beserta karakteristik penyakitnya. Debriefing berfungsi untuk mereview apa yang terjadi selama berinteraksi dengan pasien: apa yang dilihat. Fase ini memiliki pengaruh paling dan karakteristiknya. 1999). Di program pendidikan profesi dokter (undergraduate programe) tahap persiapan ini dapat diisi dengan pemberian bekal ketrampilan di skills lab. Rangkaian kegiatan bedside teaching merupakan siklus pembelajaran di klinik yang mengacu pada Clinical learning cycle : Tahap Preparation Beberapa orang beranggapan bahwa tahap preparation (persiapan) merupakan area yang sangat membutuhkan perhatian serius sebelum peserta didik berhadapan langsung dengan pasien. Tahap Briefing Tahap briefing perlu dilakukan sebelum melihat pasien langsung (clinical interaction). didengar dan dirasakan? bagaimana data ini diintepretasikan? apa yang dapat dipelajari dari pasien ini? Oleh karenanya peran dari pembimbing klinik sangat diperlukan untuk menyadarkan mereka tentang apa yang sebenarnya terjadi pada pasien berdasarkan hasil temuan pemeriksaan fisik. penglihatan.without the patient for a text. laboratorium. 17 kuat terhadap pembelajaran karena mereka akan mendapatkan pengalaman yang jelas tentang penyakit . tahap ini merupakan pengorganisasian kegiatan lebih lanjut. peserta didik akan berinteraksi langsung dengan pasien. Tahap Debriefing Tidak semua peserta didik memahami apa yang terjadi pada fase clinical exposure. Tahap Clinical Encounter Pada tahap ini. Keuntungan dari bedside teaching adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan semua pancaindera mereka (pendengaran. Karakteristik inilah yang akan membantu siswa untuk mengingat situasi klinik dalam pembelajaran.

Scan ini kira-kira penyulit apa yang akan muncul?” “Apa rencana yang akan anda lakukan kepada pasien ini?” 2. dianjurkan untuk menggunakan “five-step micro skills model”. pasien lebih rinci. pembimbing klinik membantu mahasiswa untuk mengidentifikasi kesalahan yang telah dilakukan oleh dokter muda yaitu 18 pembimbing klinik menanyakan data-data apa saja yang mendukung pernyataan dokter .ekspresi wajah pasien. 4. 3. terutama untuk mendiskusikan permasalahan Pada bedside teaching. Dalam hal ini muda. Tempat pelaksanaan tahap dibrefieng dapat dilakukan jauh dari pasien. Cara yang dapat dilakukan adalah meminta dokter muda untuk membacakan status pasien yaitu hasil anamnesis. dll. Kemudian pembimbing klinik mengajukan pertanyaan : “Menurut anda apa yang terjadi pada pasien ini? Dari hasil foto CT. Urutan langkah-langkah tersebut adalah : 1. Probe for supporting evidence Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap pengetahuan yang sudah mereka peroleh. Cara untuk mengetahui tingkat pemahaman adalah dengan mengajukan pertanyaan yang bersifat klarifikasi terkait dengan pernyataan yang dikemukakan oleh dokter muda. Help Learner identify and give guidance about omissions and errors Pada langkah ini. Get commitment Pada tahap ini pembimbing klinik berusaha membuat dokter muda mawasdiri terhadap informasi/data pasien yang sudah mereka dapatkan serta bagaimana mengintepretasikan data/informasi tersebut. Reinforce what was done right Pemberian feedback positif dapat meningkatkan kepercayaan diri dokter muda dalam mengani pasien maupun dalam mengemukakan pendapat. pemeriksaan fisik dan penunjang yang terdapat dalam medical record.

Dokter Muda akan dinilai dengan menggunakan form penilaian Case-based Discussion (CbD). Tujuannya adalah supaya kesalahan yang sama tidak terulang kembali. Pada saat melakukan presentasi kasus.dengan menunjukkan kesalahan yang dilakukan oleh dokter muda. Teach general rules Memberitahu dokter muda mengenai apa yang biasanya terjadi terkait dengan kasus (penyakit) yang dialami oleh pasien dapat memberi masukan kepada dokter muda yang masih sedikit memiliki pengalaman klinik. Pada kegiatan ini. Masukan/informasi tersebut dapat dijadikan pertimbangan oleh peserta didik dalam mengelola pasien C. 5. UGD maupun rawat inap. mahasiswa mempresentasikan kasus pasien yang dijumpai oleh dokter muda selama melakukan kegiatan di poli rawat jalan. Dokter muda membuat catatan status pasien sesuai dengan format catatan medis pasien untuk RS pendidikan. 19 . CASES PRESENTATION (PRESENTASI KASUS) Presentasi kasus merupakan kegiatan pembelajaran di klinik yang sering dilakukan di ruang diskusi. Namun demikian dalam menyampaikan feed back (komentar) sebaiknya tidak terkesan menyalahkan.

pemeriksaan fisik. diikuti dengan pemberian feedback sekitar 5-10 menit. clinical judgment (penalaran klinik dalam menegakan diagnosis klinik). professionalism. Skala penilaian menggunakan skala likert 1 – 9. menegakan diagnosis. konseling/ edukasi pasien. Form peniliaian Mini-CEX dapat dilihat di lampiran. bangsal dan UGD. membuat rencana pengelolaan pasien. dengan 1 – 3 jauh di bawah kompetensi yang diharapkan. 1995). B. DIRECT OBSERVATION OF PROCEDURAL SKILLS (DOPS) Metode penilaian ini bertujuan untuk menilai ketrampilan procedural yang dilakukan oleh dokter muda berdasarkan pengamatan langsung oleh pembimbing klinik di setting nyata (tempat yang memungkinkan dilakukannya prosedur tersebut dengan pasien nyata) (Wragg et al. MINI-CEX Mini-CEX adalah metode penilaian berdasarkan hasil observasi langsung terhadap performance peserta didik (dokter muda) pada saat berinteraksi dengan pasien dalam setting klinik nyata (Norcini et al. antara lain: ketrampilan anamnesis. 4 – 5 mendekati kompetensi yang diharapkan. Penilaian dengan menggunakan metode ini dapat dilakukan di poliklinik. pemeriksaan klinik yang relevan dengan keluhan pasien. Dokter muda melakukan ketrampilan klinik seperti: anamnesis.). Waktu yang diperlukan untuk melakukan penilaian dengan metode ini adalah 15 menit untuk obeservasi dan 5 menit untuk pemberian feedback.III. Konten yang dinilai ada 7 butir. METODE PENILAIAN (ASSESSMENT) A. Waktu yang diperlukan untuk penilaian dengan metode ini relative singkat yaitu observasi saat berinteraksi dengan pasien sekitar 15 menit. Skala penilian. 8 – 9 melampaui kompetensi. 6-7 sesuai kompetensi yang diharapkan. 20 . pengaturan waktu dan kompetensi secara keseluruhan.

follow-up. Waktu yang diperlukan: 20 menit (termasuk pemberian feedback) D. CASE BASED DISCUSSION Merupakan metode penilaian berdasarkan diskusi kasus dan bukan berdasarkan observasi langsung. edukasi pasien. Objective Structural Clinical Examninations (OSCE) Merupakan metode penilaian untuk menilai kompetensi klinik yang menggunakan beberapa station. ketrampilan procedural.1 – 3 : jauh dibawah level kompetensi yang diharapkan 4 – 5 : mendekati level kompetensi yang diharapkan 6 – 7 : kompetensi sesuai dengan yang diharapkan 8 – 9 : kompetensi melebihi yang diharapkan C. Tipe soal yang dianjurkan adalah MCQ (pilihan ganda) dengan 21 . Kompetensi klinik yang dapat diujikan melalui OSCE antara lain: ketrampilan anamnesis. pemeriksaan fisik. Tujuan dari metode ini adalah untuk menilai ketrampilan penalaran klinik (clinical reasoning). ketrampilan intepretasi hasil pemeriksaan penunjang. ketrampilan diagnosis. dll. kemudian pembimbing/penguji memilih satu kasus untuk didiskusikan dan dilakukan eksplorasi lebih dalam satu atau beberapa aspek dari kasus tersebut : pemeriksaan klinik. Setiap peserta ujian (dokter muda) akan melalui semua station yang sama dengan cara berpindah dari satu station ke station berikutnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. UJIAN TERTULIS Ujian tertulis lebih ditujukan untuk menilai ketrampilan penalaran klinik. Dokter muda memilih dua kasus pasien yang sudah ada dan membuat laporan kasus tersebut untuk diajukan kepada pembimbing/penguji klinik. pemeriksaan penunjang dan rujukan. rencana pengelolaan dan profesionalisme. E. terapi.

UJIAN LISAN (ORAL EXAMINATION) Ujian lisan atau oral examination adalah suatu penilaian dimana mahasiswa diberi pertanyaan lisan secara langsung oleh satu orang atau lebih penguji. Masing-masing bagian hedaknya membuat blue-print assessmen/ daftar pertanyaan yang wajib diajukan kepada dokter muda saat ujian lisan. Pertanyaan yang diajukan oleh penguji dianjurkan mencakup kasus/ penyakit yang harus dikuasai sesuai dengan kompetensi dokter umum.skenario kasus. 22 . MEQ (Modified Essay Questions) serta PMPs (Patient Management Problems) F.

Pendaftaran Dokter muda mendaftar kepaniteraan klinik secara online untuk memperoleh jadwal putaran/siklus rotasi klinik. PERATURAN AKADEMIK KEPANITERAAN KLINIK A. 23 . PRASYARAT MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unissula kepaniteraan klinik jika: 1. Pembayaran biaya kepaniteraan klinik Besarnya biiaya kepaniteraan klinik berdasarkan siklus bagian besar atau siklus bagian kecil yang ditetapkan oleh Fakultas dan dapat dilihat di pengumuman bagian klinik Biaya tersebut dibayarkan ke Bank BPD paling lambat 4 minggu sebelum siklus yang akan berjalan. Telah mengikuti pembekalan persiapan kepaniteraan klinik dengan menunjukkan sertifikat 4. Dinyatakan lulus pada ujian OSCE Komprehensif 3. Telah mengucap sumpah janji mahasiswa dihadapan Direktur RS Pendidikan dan Dekan Fakultas Kedokteran Untuk selanjutnya.IV. peserta kepaniteraan klinik disebut sebagai Dokter muda B. Dinyatakan lulus tahap sarjana kedokteran 2. TATA TERTIB 1. Dokter muda melakukan daftar ulang dilakukan setiap satu semester sekali (18 minggu) Pendaftaran melampirkan bukti pembayaran asli diperkenankan mengikuti 2.

ac. Tidak diperkenankan mewarnai rambut kecuali dengan warna hitam dan coklat gelap (dark brown).fkunissula. 4. Penentuan tempat kepaniteraan klinik ditetapkan 2 minggu sebelum pelaksanaan. Pengaturan Rotasi Klinik (stase) Dokter muda harus mengikuti jadwal rotasi klinik yang telah ditentukan oleh koordinator klinik Tidak diperkenankan bertukar tempat stase maupun jadwal rotasi yang telah dibuat oleh koordinator klinik Pengumuman kelompok dan jadwal rotasi klinik dapat dilihat di web site e-learning www. bersih dan rapih serta mamakai tanda pengenal (name tag) Bagi muslimah mengenakan busana muslimah sesuai dengan aturan BUDAI 24 . Proses kegiatan kepaniteraan klinik a. Pakaian Berpenampilan rapih.id 5. Bagi laki-laki tidak diperkenankan berambut panjang (gondrong). Penentuan kelompok Pembentukan kelompok ditentukan oleh koordinator klinik Jumlah maksimal dokter muda di setiap bagian ditentukan oleh Koordinator Klinik berdasarkan rasio jumlah pembimbing dengan jumlah peserta didik yang tertuang di dalam standar pendidikan dokter Indonesia.3. kuku tidak panjang. Mengenakan pakaian tugas semi jas warna putih berlengan pendek.

Ijin/ ketidakhadiran dan cuti kepaniteraan klinik Jika berhalangan hadir. b. surat keterangan sakit dari dokter pemerintah) selambat-lambatnya 3 hari setelah ketidak hadiran. harus ada pemberitahuan awal secara lisan kepada dosen pembimbing klinik dengan menyebutkan alasan yang jelas dan disusul pemberitahuan secara tertulis (surat ijin dari orang tua/ wali. Memakai sepatu tertutup dan berkaos kaki. Bagi Dokter Muda yang meninggalkan kegiatan pada stase bagian yang telah ditetapkan oleh koordinator klinik dengan alasan cuti maupun ijin lebih dari 14 hari harus mengulang stase bagian tersebut di akhir rotasi klinik. 25 .00 WIB di RS Pendidikan Utama dan RS jejaring dan mengisi daftar hadir Mengikuti kegiatan jaga di bagian-bagian tertentu sesuai dengan jadwal jaga yang telah disepakati bersama dan mengisi daftar hadir jaga c.30 – 14. Tidak diperkenankan memakai kaos oblong maupun kaos berkerah celana jeans dan celana pendek. Kehadiran Hadir setiap hari kerja (Senin – Sabtu) pada pukul 06. Apabila surat ijin dari orang tua/wali atau surat keterangan sakit dari dokter pemerintah terbukti palsu maka dokter muda akan dikenakan sanksi akademik sesuai peraturan yang berlaku di Fakultas Kedokteran Unissula.Bagi laki-laki : mengenakan pakaian kemeja dan celana kain. Pengajuan cuti kepaniteraan klinik dilaksanakan sebelum penentuan tempat rotasi ditetapkan. tidak diperkenankan memakai sandal maupun sepatu sandal.

26 . serta dokter umum jaga UGD di RS jejaring dan di RS pendidikan utama yang telah diangkat sebagai dosen pembimbing klinik kontrak melalui SK Dekan • Setiap dokter muda akan dibimbing oleh 1 orang pembimbing akademik (supervisor akademik) dan 1 orang pembimbing klinik (supervisor klinik) • Setiap supervisor Akademik membimbing maksimal 15 orang dokter muda • Setiap supervisor klinik membimbing maksimal 5 orang dokter muda Waktu Pembimbingan • Kegiatan supervisi akademik minimal dilakukan setiap 1 minggu sekali. profesi dan pendidikan dalam konteks pelayanan dokterpasien. Bimbingan/ Supervisi Definisi supervisi klinik Kilminster dan Jolly (2000) mendefinisikan supervisi klinik sebagai : Pemantauan.d. Hal tersebut meliputi kemampuan untuk mengantisipasi kekuatan dan kelemahan seorang dokter terhadap situasi klinik tertentu untuk memaksimalkan keselamatan pasien Pembimbing/Supervisor • Supervisor akademik adalah dosen tetap FK Unissula yang juga bertugas sebagai dokter praktek spesialis di RS Pendidikan Utama (RS Islam Sultan Agung) • Supervisor klinik adalah dokter praktik spesialis. dokter mitra. bimbingan dan feedback terhadap perkembangan pribadi.

UGD. Sikap dan Perilaku Kepada pasien : • Menghargai privasi pasien • Menjaga kerahasiaan pasien • Menghargai rasionalitas pasien 27 . memberikan feedback. dokter muda diharuskan selalu bersikap dan bertindak sesuai Kode Etik Kedokteran Indonesia e. skills lab. penilaian log book. melakukan penilaian formatif dan summatif . bangsal. mengajarkan ketrampilan procedural klinik. bedside teaching. • Supervisor klinik akan memberikan bimbingan tutorial klinik. Tempat pelaksanaan Pembimbingan • Tempat pelaksanaan supervisi klinik : di poli rawat jalan. • Selama mengikuti kepaniteraan klinik. pemberian feedback. • Waktu kegiatan supervisi sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama.• Waktu pertemuan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati antara supervisor dengan dokter muda • Kegiatan supervisi klinik dilakukan selama dokter muda menempuh kepaniteraan klinik. Frekuensi tatap muka dan jenis kegiatan supervisi mengacu pada ketentuan yang telah disusun oleh bagian Tujuan Pembimbingan • Supervisor akademik akan memantau pencapaian kompetensi oleh dokter muda selama mengikuti kepaniteraan klinik melalui refleksi pembelajaran. ruang kelas.

• Melaksanakan inform consent • Menjaga hubungan dengan pasien • Tidak membahayakan kehidupan pasien karena kelalaian • Tidak memandang pasien hanya sebagai objek • Mencegah pasien dari bahaya • Mengobati pasien yang luka dibawah pengawasan pembimbing klinik/ dokter jaga. Kepada dosen pembimbing klinik • Menghargai privasi dosen pembimbing klinik • Menghormati dosen pembimbing pembimbing klinik • Bersikap pro-aktif dalam proses belajar mengajar di kepaniteraan klinik • Menerima feedback yang disampaikan oleh dosen pembimbing sebagai masukan yang membangun • Menghormati hasil penilaian formatif dosen pembimbing terhadap kompetensi klinik Kepada rekan sesama Dokter Muda • Menghargai privasi teman sejawat • Tidak merendahkan rekan sejawat • Bekerjasama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien Kepada petugas dan karyawan RS/ tempat menjalani stase • Menghargai privasi petugas dan karyawan RS. serta tempat pelayanan kesehatan lainnya • Menunjukkan pengakuan bahwa tiap individu mempunyai kontribusi dan peran yang berharga. Puskesmas. tanpa memandang status social 28 .

Jika Dokter Muda memiliki tingkat penguasaan 50-54% maka mahasiswa tersebut mengulang rotasi klinik selama setengah masa stase rotasi bagian yang mengulang dan diikuti ujian perbaikan Jika Dokter Muda memiliki tingkat penguasaan di bawah 50% maka mahasiswa tersebut mengulang keseluruhan rotasi klinik selama masa stase rotasi bagian yang mengulang dan diikuti ujian perbaikan 29 .• Bekerjasama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien 6. Ketentuan mengulang ujian/ ujian susulan Jika Dokter Muda memiliki tingkat penguasaan 55-59% maka mahasiswa tersebut mengulang ujian summatif. Ujian a. c. Syarat pelaksanaan ujian summatif/ akhir bagian Dokter Muda diperkenankan mengikuti ujian akhir bagian bila telah memenuhi penilaian proses (penilaian formatif dan penugasan serta prosentase kehadiran yang ditentukan oleh bagian) dengan menyerahkan buku kegiatan harian (Log Book) kepada koordinator pendidikan bagian masing-masing. Dokter Muda wajib mengikuti penilaian formatif b. Dokter Muda mendaftarkan diri ke koordinator klinik bagian. Pelaksanaan penilaian formatif Pelaksanaan penilaian formatif diserahkan kepada bagian tempat Dokter Muda menjalani stase.

Yudisium tidak harus dihadiri oleh Dokter Muda dan pengumuman yudisium dapat dilihat di papan pengumuman dan website www. f. Yudisium Yudisium bagian Yudisium dilakukan maksimal 1 minggu setelah pelaksanaan ujian summatif. b. C. c. Setiap Dokter Muda berhak mendapatkan bukti telah mengikuti kegiatan kepaniteraan klinik berupa paraf atau tanda tangan di log book oleh pembimbing klinik yang bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut. Hak Dokter Muda a.id Yudisium akhir rotasi klinik Yudisium fakultas diadakan 4 kali dalam satu tahun sebelum sumpah dokter pada periode tersebut.ac. HAK DAN KEWAJIBAN DOKTER MUDA 1.fkunissula.d. Dokter muda berhak mendapatkan feedback/umpan balik dari dosen pembimbing klinik d. Dokter muda berhak mendapat 1 orang dosen pembimbing klinik yang bertugas membimbing selama masa rotasi di bagian terkait dan 1 orang pembimbing akademik yang bertugas untuk memantau perkembangan kompetensi dokter muda selama menjalani rotasi di bagian tersebut. Dokter muda berhak menolak tugas yang tidak berkaitan dengan pendidikan 30 . Dokter muda berhak mendapatkan bimbingan dalam kepaniteraan klinik. Dokter muda berhak mendapatkan penilaian yang sesuai dengan kemampuannya e.

pembimbing klinik. i. h. Setiap Dokter muda yang mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan/ pelecehan dari sesama dokter muda. orang tua atau instasi terkait. para medis dan orang-orang non-medis selama masa dinas dan jaga. Setiap dokter muda berhak mendapatkan ijin tidak melakukan kegiatan kepaniteraan klinik sementara waktu bila sakit atau masalah keluarga atau hokum yang serius dengan menunjukkan surat sakit atau surat ijin dari dokter pemerintah. berhak melaporkan kepada Koordinator Pendidikan di RS Pendidikan Utama atau Koordinator Klinik di RS jejaring tempat dimana dokter muda tersebut bertugas. Dokter Muda wajib mengikuti seluruh rotasi klinik yang telah ditentukan oleh koordinator klinik d. RS jejaring maupun tempat pelayanan kesehatan lainnya. ketentraman. f. pelayanan kesehatan lainnya maupun di luar lingkungan tersebut. Dokter Muda wajib memegang teguh sopan santun pergaulan baik di lingkungan RS. Setiap dokter muda wajib menjaga keamanan. 2. Dokter muda wajib mentaati semua tata tertib akademik dan administrasi yang berlaku di kepaniteraan klinik. pelayanan kesehatan lainnya maupun diluar lingkungan tersebut 31 . Kewajiban Dokter Muda a. Dokter Muda wajib membayar biaya kepaniteraan klinik setiap 18 minggu c. Setiap dokter muda berhak menggunakan fasilitas perpustakaan yang disediakan oleh bagian terkait.g. puskesmas. ketertiban dan kebersihan baik di lingkungan rumah sakit. b. e. Laporan tersebut akan diteruskan ke Koordinator Klinik di RS pendidikan Utama untuk ditindak lanjuti. RS Pendidikan. ketenangan. Dokter Muda wajib berlaku jujur dan bertanggung jawab dalam seluruh proses kegiatan belajar mengajar di kepaniteraan klinik. Puskesmas.

D. Dosen Pembimbing Klinik berhak diangkat menjadi staf akademik melalui SK Dekan. Dosen Pembimbing Klinik wajib menilai proses (penilaian formatif) serta memberi feedback (umpan balik) kepada Dokter Muda. Dosen Pembimbing Klinik wajib membimbing dan melibatkan Dokter Muda dalam konteks perawatan pasien untuk mencapai kompetensi. Institusi Pendidikan kedokteran berhak memutus perjanjian kerjasama dengan pihak RS Jejaring atau tempat pelayanan kesehatan lainnya. E. Institusi Pendidikan Kedokteran berhak memberhentikan staf akademik (dosen pembimbing klinik) apabila sudah tidak sesuai lagi dengan ketentuan yang berlaku. Kewajiban Dokter Pembimbing Klinik a. Dosen Pembimbing Klinik berhak memperoleh kredit poin sesuai dengan keahliannya di dalam pendidikan klinik untuk kenaikan pangkat. Dosen Pembimbing klinik wajib menyerahkan lembar penilaian formatif kepada koordinator pendidikan bagian. Hak Dosen Pembimbing Klinik a. Dosen pembimbing klinik berhak mendapatkan insentif dengan peraturan yang berlaku d. Hak Fakultas: a. b. c. Dosen Pembimbing klinik berhak menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh FK Unissula untuk kepentingan pendidikan e. HAK DAN KEWAJIBAN FAKULTAS 1. Dosen Pembimbing Klinik berhak mendapatkan pelatihan mengenai pendidikan klinik 2. b. c. Institusi Pendidikan Kedokteran berhak memperoleh jaminan dari RS Pendidikan dan RS Jejaring bahwa Dokter Muda diberi kesempatan sesuai 32 . HAK DAN KEWAJIBAN DOSEN PEMBIMBING KLINIK 1. b. c.

g. tanggungjawab menjamin c. Mendorong Pendidikan. Balai Pengobatan. Institusi Pendidikan harus menjamin bahwa Dokter Muda memperoleh kesempatan yang sama untuk mencapai standar kompetensi dokter. Institusi Pendidikan Kedokteran berkewajiban mengeluarkan SK pengangkatan staf akademik sebagai dosen pembimbing klinik di RS Pendidikan dan RS jejaring. e. Perjanjian kerjasama tersebut harus minimal meliputi hak. dan kewenangan proses yang masing-masing pendidikan digunakan dan pihak yang terlaksananya Rumah Sakit pelayanan wahana kesehatan berjalan secara optimal. Institusi pendidikan kedokteran harus menjamin tersedianya fasilitas pendidikan klinik bagi mahasiswa yang terdiri atas rumah sakit pendidikan dan sarana pelayanan kesehatan lain yang diperlukan. sebagai pendidikan Dokter Muda untuk mencapai akreditasi sebagai RS 33 . 2. f. Institusi Pendidikan kedokteran berkewajiban menetapkan persyaratan sarana pelayanan kesehatan selain Rumah Sakit meliputi: Puskesmas. Institusi Pendidikan berkewajiban memberikan perlindungan kepada Dokter Muda dari ancaman tuntutan dan serangan dari pihak lain. Jaminan ketersediaan fasilitas pendidikan klinik tersebut di atas harus dinyatakan dengan adanya perjanjian kerjasama antara pimpinan institusi pendidikan dengan pimpinan fasilitas pendidikan klinik. staf akademik dan mahasiswa. d. dan klinik dokter keluarga.untuk terlibat di dalam proses pelayanan kesehatan kepada pasien dalam rangka mencapai standar kompetensi dokter. Kewajiban Fakultas: a. h. Institusi pendidikan kedokteran harus menyediakan fasilitas antara teknologi informasi bagi staf akademik dan mahasiswa untuk memfasilitasi pembelajaran dan menjamin komunikasi pimpinan institusi pendidikan. b.

Bila dokter muda tidak dapat mengikuti Ujian selama ≥ 2N (masa stase bagian terkait) maka harus mengulang 100% stase bagian tersebut sebelum mendapat hak untuk ujian. Masa stase yang tidak tercatat akibat keterlambatan pelaporan akan diganti pada masa akhir kepaniteraan klinik. tidak diperkenankan mengikuti kepaniteraan klinik sampai yang bersangkutan memenuhi prasyarat berpakaian yang sudah ditentukan.i. 5. 4. SANKSI AKADEMIK 1. Jika buku kumpulan nilai kepaniteraan klinik hilang maka dokter 34 . Bila dokter muda tidak dapat mengikuti ujian tanpa alasan yang jelas maka dianggap tidak lulus ( nilai E) dan berhak mengikuti Ujian dengan penguji yang akan ditentukan kemudian Bila dokter muda tidak dapat melaksanakan atau menyelesaikan stase bagian tanpa keterangan yang sah selama 3 (tiga) hari atau lebih maka mahasiswa dianggap mengundurkan diri dari stase bagian dan mengulang secara keseluruhan stase bagian tersebut. Bila dokter muda akan kembali ujian harus membawa surat dari Koordinator Klinik ke penguji ybs. diwajibkan segera melapor ke koordinator klinik untuk mendapatkan penggantian. Bila dokter muda menghilangkan Buku kegiatan dan kumpulan nilai kepaniteraan klinik. Institusi Pendidikan berkewajiban melakukan evaluasi terhadap program kepaniteraan klinik. Bila dokter muda tidak memenuhi persyaratan ujian di bagian maka Hak Ujian hilang tapi berhak mengikuti Ujian susulan bila sudah menyelesaikan seluruh persyaratan yang ditentukan dan membawa surat ujian dari koordinator klinik. 6. 2. Setiap mahasiswa dokter muda yang memakai baju tidak sopan atau tidak memakai seragam baju tugas dan tanda pengenal. F. Bila dokter muda tidak dapat mengikuti Ujian karena sakit atau ijin maka Ujian dapat dilaksanakan pada hari lain oleh koordinator pendidikan bagian tersebut. 3.

Teguran yang bersifat catatan di dalam buku kegiatan mahasiswa sebanyak 3 (tiga) kali akan dikenakan sanksi berupa pengulangan kegiatan stase bagian sesuai lama tidak mengikuti kegiatan. Dalam hal keterlambatan. Perawat. koordinator dikordinasikan pendidikan bagian dan Pimpinan Fakultas 35 . sesama rekan dokter muda. 9. keluarga penderita. tidak mengikuti kegiatan stase bagian. Bila ada yang belum tertuang di dalam peraturan ini akan kemudian antara Koordinator Klinik. atau tindakan asusila maka akan diberikan skorsing atau dikeluarkan dari program kepaniteraan klinik sesudah diadakan rapat staf pengajar klinik dan Pimpinan Fakultas. 8. Bila dokter muda melakukan tindakan dan sikap tidak terpuji terhadap penderita. mahaiswa Ko-ass akan diberi peringatan berupa teguran dari dosen pembimbing. pelanggaran disiplin tanpa alasan yang tepat. dosen pembimbing/penguji maka dikenakan SANKSI AKADEMIK berupa teguran lisan atau teguran tertulis dan skorsing bila mengulangi tindakan yang sama tapi melakukan tindakan fatal misalnya memalsukan tanda tangan. melakukan penganiayaan fisik. mental.muda wajib meminta nilai yang sudah ada ke bagian yang sudah dilalui dengan membawa bukti berupa lembar penilaian dan atas sepengetahuan koordinator klinik 7.

V. Alur Proses Pendidikan Klinik 36 . Alur Program Pendidikan Profesi Dokter A.

stase bagian dan Tempat CoAss Drop Out Siklus CoAss Bagian 1/2 Tutorial Klinik Bed Side Teaching Case Presentation Attitude Dekanat Ya Formatif Assessment Sesuai Etik Tidak Berat Tidak Summative Assessment <55% 55% .59.9% Tidak Passing Grade 65% Ya Lulus Bagian Lulus Dokter Yudisium 37 .9% Ya Pembinaan Bioetika 60% .B.64. Alur Proses Co-Ass Mahasiswa Sarjana Kedokteran ALUR PROSES CO-ASS MAHASISWA OSCA Compre Pembekalan Kepaniteraan Klinik & Ucap Janji Pendaftaran dan Pembayaran CoAss Pembagian kelompok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful