Diakonia : Tugas Gereja Untuk Membebaskan

1. Pendahuluan Salah satu isu yang kontroversial dalam dekade terakhir ini dalam dunia gereja adalah pergumulan antara penyuaraan Injil Sosial (Social Gospel) dan yang mereka yang ingin tetap tinggal menyakini bahwa tugas utama pewartaan gereja adalah spiritualitas. Sementara sebuah pemahaman yang meliputi injil secara keseluruhan juga bertumbuh dari kedua pihak, namun pergumulan itu masih tetap berlangsung. Pergumulan tersebut juga mencakup pemahaman orang percaya akan kehadiran Allah. Gambaran Allah yang telah disempurnakan dalam diri Yesus Kristus. Maka hakikat kemanusiaan kita di dalam Kristus adalah tugas untuk memelihara kehidupan. Tidak bisa tidak, tanggungjawab itu mesti dikembangkan oleh gereja. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan terhadap misi seperti itu. Di India ada Teologi Dalit, di Korea ada Teologi Minjung, di Amerika Latin ada Teologi Pembebasan. Semua itu adalah wujud tanggungjawab dan peran sosial gereja dalam memelihara dan meningkatkan harkat kehidupan yang sudah diaturkan oleh Allah sendiri. Perjumpaan atau persinggungan nilai yang konstruktif bagi kehidupan akan menghasilkan transformasi bagi gereja. Asal nilai-nilai itu dilihat sebagai sebagai sumber-sumber otentik dan tidak hanya dilihat sebagai komplemen dari proses transformasi itu. Sebagaimana kata Gutiérrez yang dikutip Harvie M. Conn1, konteks teologi adalah sebuah teologi yang tidak pernah henti berefleksi di dunia ini, namun tetap mencoba untuk menjadi bagin dari proses di dalam mana dunia ditransformasi. Ia menjadi teologi yang terbuka menolak kemapanan martabat kemanusiaan, pergumulan terhadap penindasan, ketidakadilan melalui kasih yang membebaskan, dan membangun sebuah masyarakat yang baru, adil dan penuh persaudaraan, menjadikannya sebagai Kerajaan Allah. Dengan demikian tulisan ini mula-mula akan membahas tentang gambaran perlunya peran sosial gereja sebagai pewaris pelayanan Yesus di dunia ini. Diperlukan pemahaman ulang atas tugas-tugas gereja, yang kini dikenali dalam Tri-tugas pelayanan gereja : Koinonia, Marturia dan Diakonia sebagai satu pelayanan yang utuh dan menyeluruh (holistik). Bagian berikutnya mengetengahkan tugas gereja dan orang-orang percaya sebagai persekutuan itu merespon pewartaan Yesus dalam institusi gereja. Jawaban itu kadang-kadang dipergumulkan, karena tidak tanpa kesalahan dan kekeliruan dalam penafsirannya. Salah satu rumusan masalah menyangkut pelayanan diakonia adalah “masih belum seragamnya pemahaman dan pemaknaan pelayanan diakonia di Jemat-jemaat”. Ketidakseragaman pemahaman ini mengakibatkan perbedaan sikap dan bentuk-bentuk pelayanan diakonia yang dilaksanakan di setiap jemaat. Bertolak dari itu, berikut ini dipaparkan hal-hal yang diharapkan membantu pengembangan

1

Harvie M Conn, “Theologies of Liberation : An Overview” dalam Tensions In Contemporary Theology, (Eds. Stanley N Gundry & Alan F Johnson), (Chicago : Moody Press), hlm. 329 1

5:13-14). garam dan terang selalu berfungsi bagi yang lain. mengapa gereja harus berdiakonia. (Jakarta : BPK Gunung Mulia. Missio Dei memberitakan kabar baik bahwa Allah adalah Allah untuk semua manusia. Gambaran itu mengandung arti bahwa Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja. 139 2 . Pandangan Dunia yang Dikotomis Sebuah opini yang berkembang dalam masyarakat kristen adalah bahwa tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat bukanlah tugas bagi gereja. Itu berarti Allah memanggil umat pilihanNya bukan untuk dijadikan umat simpanan-Nya atau menjadi suatu umat yang diisolirkan dari lingkungan masyarakat sekitarnya (eksklusif). Mandat ini merupakan Missio Dei dari pada Allah. Garam dan terang tidak berfungsi bagi dirinya sendiri. Pada bagian berikut penulis berusaha mengetengahkan “konteks” pergumulan pelayanan Diakonia dalam gereja di Indonesia dan HKBP secara khusus. ingin menggunakan gereja untuk menyatakan dirinya serta merta. maka yang tergabung dalam persekutuan ini adalah orang-orang pilihan yang sudah dipanggil keluar dari lingkungannya yang gelap. Pemanggilan Allah atas umat-Nya ini untuk dijadikan garam dan terang bagi kegelapan dan ketawaran yang masih ada di sekitarnya2. Sebagai persekutuan pengikut Yesus. makna gereja yang sejati bukan hanya terletak pada pemilikan nota ecclesiae : adanya pemberitaan Firman Allah yang benar. karena gereja hanya 2 Malcolm Brownlee. Apa yang dirumuskan gereja sebagai salah satu tugasnya yaitu Diakonia. hl. tetapi juga harus menjadi gereja bagi orang lain. ini jangan dipersempit menjadi bahwa Allah hanya untuk orang kristen. Gereja kemudian menjadi persekutuan orang-orang yang mengikut Yesus. mereka yang sudah dipanggil keluar tersebut kembali diutus ke dalam dunia. dan bagaimana gereja melaksanakan pelayanan diakonia. yaitu hakekat diakonia. ke dalam lingkungannya untuk menjadi garam dan terang (Mat. Situasi dan kondisi dimana gereja kini diam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dan bagaimana gereja dapat bertanggungjawab beperan serta atas keadaan di sekitarnya. Tetapi pada saat yang sama. penyelenggaraan sakramen yang kudus dan penegakan disiplin. Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. 1993). Dengan menggunakan pengertian ini. gereja sering digambarkan sebagai tubuh Kristus. persekutuan murid-murid Yesus. Kepala dari tubuh itu. kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang artinya mereka yang dipanggil keluar. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang menanggapi atau menjawab panggilan Allah dalam iman untuk ikut mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui Kristus. Pengertian Gereja Secara etimologi. pelayanan sosial yang adalah pelayanan kasih akan dibahas tersendiri sebagai bagian dari tanggapan gereja atas pewartaan Yesus tentang keselamatan dan keadilan serta tema pembebasan dalam dunia. 2. Bagaimana gereja dapat menjadi gereja bagi orang lain? Melalui pemenuhan tugas pelayanan yang telah Allah mandatkan kepada gereja. Oleh sebab itu.pemahaman bersama tentang diakonia.

Reaksi dan protes keras atas munculnya paham Social Gospel telah membuat kaum fundamentalis memberontak pula terhadap kewajiban sosial kristen. tokoh-tokoh agama yang berpikir dan berbuat lain”. Fundamentalisme dalam pemberontakannya melawan Injil Sosial tampaknya juga memberontak terhadap kewajiban sosial kristen.Cit. sekularisme pendidikan modern. Implikasi praktis bagi gereja yang terpengaruh (sadar atau tidak sadar) pandangan ini adalah memperlakukan realitas-realitas materi dengan masa bodoh. Injil yang bersifat menebus dahulu merupakan pesan yang mengubah dunia. mereka memang beranggapan bahwa ini adalah ketidakadilan. yang adalah Tuhan dunia dan gereja.berhubungan dengan masalah-masalah rohani saja. harus selalu sadar akan kenyataan bahwa gereja berada di dalam dunia terutama untuk kepentingan dunia ini dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. meskipun jumlahnya masih sedikit. Walter E Pilgrim. Ia tidak menentang ketidakadilan-ketidakadilan dari totalitarianisme. Akan tetapi. kini ia dipersempit menjadi pesan yang menolak dunia. mengentaskan kemiskinan. bagaimana kita mau melayani orang lain. Untunglah. sambil menekankan bahwa keadilan yang abadi akan mereka dapatkan di akhirat nanti. Banyak waktu yang digunakan oleh gereja untuk memulihkan dirinya sendiri. Gereja yang dipanggil untuk mengikut Allah dan mengikut Yesus Kristus. Ini terjadi karena gereja sangat dipengaruhi oleh cara pandang yang dikotomis tentang dunia. kejahatan-kejahatan dari kebencian rasial. Dalam menghadapi kemiskinan di dunia. (Minnesota : Ausburg Publishing House. 3 . kita sendiri belum cukup. penyelesaian konflik-konflik sosial bukan menjadi tanggung jawab gereja. melainkan kepada dunia. masih ada. Mengapa? Ini jelas karena perhatian Allah itu sendiri bukan kepada surga-Nya. terpisah. Ucapan yang sering terdengar dalam gereja adalah. dan cenderung selalu hanya memikirkan dirinya sendiri. AnakNya yang tunggal diberikan bagi dunia bukan bagi surga. Pandangan yang menekankan tentang eksistensi dua alam yang independen. 166 dyb. Seperti yang diungkapkan oleh Arief Budiman : “Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan tokoh-tokoh agama di dunia ini berpikir secara normatif. Gereja hanya menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka3. 3 4 Malcolm Brownlee. Pandangan semacam ini oleh Brown disebut dengan “Kesesatan Agung” (the Great Fallacy). dan menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka. Inilah hukum dasar hidup gereja. Tugas Manusia … Op. dan dasar-dasar yang tidak memadai dalam hubungan-hubungan internasional”4. 1981). pasrah. hlm. Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. Paham Injil Sosial atau Social Gospel sering dimengerti tumpang tindih dengan pelayanan sosial. acuh tak acuh bahkan malah membencinya. kesalahan-kesalahan dalam hubungan-hubungan antara pekerja-pemilik di masa kini. karena hal itu mengandung resiko yang besar. Namun dalam kenyataannya gereja itu introvert. yang mereka lakukan biasanya adalah menyuruh orang untuk tawakal. Sehingga masalah memperjuangkan keadilan. lebih baik kita berdiam diri saja. tidak dapat direduksi bahkan alam atas lebih baik daripada alam bawah merupakan pandangan dualisme.

“διακονεω” dalam Horst Balz dan Gerhard Schneider. Service. 3 kali dalam Yohanes. arti yang lebih luas yaitu help by providing care muncul dalam Matius 25:44. 1. Weiser. 1 Tim. Ketika jumlah murid gereja mula-mula semakin bertambah. 1 kali dalam Ibrani. dalam Bahasa Yunani διακονεω. Hakekat Diakonia Kata pelayanan dalam bahasa Inggris : Ministry. Pelayanan meja (Mrk.3. Kisah Para Rasul 6:4. 8 kali dalam tulisan Paulus. (Michigan: William B. Tri Tugas Gereja Sebagai Kesatuan Bersama dengan Koinonia dan Marturia. 2 Kor. 20:24. 3:3-16). Injil seutuhnya artinya Injil bukan hanya tentang keselamatan jiwa tetapi juga tentang keadilan. Kecuali arti di atas. Marturia (Kesaksian) dan pelayanan (Diakonia). Kis. Pelayanan yang utuh pada hakekatnya menghubungkan secara tepat dan benar tiga sisi Tugas Panggilan Gereja yaitu Koinonia (Persekutuan). karena persekutuan gereja harus terarah keluar (introvert) yaitu Persekutuan yang bersaksi dan melayani.). 6:4) dan 2. 11:8). kebenaran. 3:14-15. hal itu nyata. Kedua. Pelayanan spiritual yaitu pelayanan Firman Allah dan doa (Kis. 6:4. Karena itu membahas Diakonia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gereja yang sering kita kenal sebagai Tugas Panggilan Gereja.17:8. di dalam Perjanjian Baru kata pelayanan juga berhubungan dengan pelayanan proklamasi Injil. Pelayanan gereja ini harus dilaksanakan secara terpadu dan bersamaan sehingga menjadi pelayanan gereja yang holistik. 302-304 4 . Eerdmans Publishing Company. 4:1. Pelayanan proklamasi Injil (Kis. 6:1-2). dan selalu dalam kebersamaan dengan pihak lain. hlm. Diakonia adalah Tri-tugas gereja yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Gereja seutuhnya artinya tidak terlepas satu dengan yang lain. yaitu: 1. perdamaian dan kesejahteraan. Markus 1:13. sehingga kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan mengatakan bahwa mereka tidak merasa puas karena mereka melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Vol. Luk. 15:41. Itu berarti Diakonia Gereja adalah bagian integral dari pelayanan utuh/ menyeluruh gereja Tuhan di dalam dunia ini. Dalam Mark. Menurut para rasul bahwa melalaikan pelayanan meja sama artinya melalaikan Firman Allah. Oleh karena itu pelayanan utuh dari Gereja dapat dirumuskan sebagai berikut : “Gereja yang seutuhnya memberitakan Injil yang seutuhnya tentang Kristus yang seutuhnya bagi manusia dan dunia seutuhnya”. 4:35. Pelayanan material yaitu pelayanan meja (Kis. 1990). Ketiga. 6:1-2). (Eds. Gereja mula-mula memperhatikan dua macam pelayanan. timbullah sungut-sungut di antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani di karenakan pembagian kepada janda-janda mereka di abaikan di dalam pelayanan sehari-hari. Pelayanan meja merupakan bagian Firman Allah yang harus dikerjakan dan menjadi tanggung jawab gereja (Kis. Kata ini muncul 36 kali dalam Perjanjian Baru (21 kali dalam Injil Sinoptik. 1:31. “Dan 5 Misalnya A. 3 kali dalam 1 Petrus) dengan arti 5: Pertama. Ketiga tugas panggilan ini harus saling terkait. Exegetical Dictionary of The New Testament. 11:28-29. 6:3. Lukas 8:3. dimana Yesus menetapkan 12 murid (bentuk persekutuan) untuk menyertai Yesus dan diutus memberitakan Injil (Marturia) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Diakonia).

2:19 . Istilah diakonia dipopulerkan dalam era Perjanjian Baru. 302-304 Walter E Pilgrim. 5:18-19 . Mat. hlm. Sekalipun tidak menggunakan kata diakonia. diakonia digunakan dalam konteks tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan oleh orang-orang percaya. 14:13-21). dan diakonos berarti pelayan. perlu dilakukan pembatasan pemahaman. Diakoniem berarti melayani. misalnya 6: a. Berdasarkan konteks-konteks yang dikemukakan di atas. 167 5 . Hal ini mengindikasikan bahwa kecukupan pangan merupakan tugas yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh murid-murid. b. hlm. Dalam perkembangannya.. Berdasarkan perkataan Tuhan Yesus itu. kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa melayani seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus itu juga berlaku bagi gereja sebagai persekutuan orang-orang yang mengikut Kristus.. Orang-orang yang datang kepada-Nya tidak cukup dilayani dengan khotbah yang menyenangkan secara spiritual tetapi juga perlu dikenyangkan secara material. keduanya sering digunakan dalam berbagai konteks. Pembatasan ini berfungsi sebagai titik tolak pembahasan selanjutnya dan sekaligus menyatukan pemahaman bersama.Cit. dan ketekunan. persekutuan murid-murid Yesus. “Tidak perlu mereka pergi kamu harus memberikan mereka makan. Dalam Why.” Lebih jelas Paulus berkata : “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun. Kata Yesus. Pada mulanya diakonia bermakna pelayanan secara terbatas pada pelayanan firman. Dalam 2 Kor. 4:17. Menjadi murid Tuhan Yesus atau menjadi pengikut Yesus berarti menjadi pelayan. melalui peristiwa pembagian roti kepada lima ribu orang (Yoh. Weiser. asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan διακονίαν yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis. Bentuk-bentuk diakonia gereja 6 7 A. bahkan pelayan yang memberikan dirinya sendiri untuk orang lain7. “διακονεω” …Op. 20:24 dan 2 Kor. c. iman. 4:1). Good News … Op. Dalam Kol. Pelaksanaan tugas tersebut dikaitkan dengan kesabaran. Dilihat dari pemakaian awal dan pemakaian dalam beberapa konteks di atas dapat dikatakan bahwa diakonia adalah tugas pelayanan dari Allah untuk kesejahteraan manusia. diakonia digunakan dalam konteks tugas pelayanan yang diterima dari Tuhan. diakonia digunakan dalam konteks pelayanan perdamaian yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Allah di dalam dan melalui diri Yesus Kristus untuk mendamaikan diri-Nya dengan manusia. Penggunaan kata harus menggambarkan sikap Yesus terhadap pelayanan kesejahteraan (Diakonia). Jadi Yesus Kristus adalah diakonos perdamaian. Yesus Kristus memperlihatkan aspek kesejahteraan fisik dari pelayanan yang dilakukanNya. 6:1-15.supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan διακονία˛ Firman. Dua kata yang berhubungan erat dengan diakonia yaitu diakoneim dan diakonos.Cit.

Tepat untuk situasi darurat sebagai bantuan awal. lalu subyek 6 . dapat digolongkan dalam tiga model pendekatan pelayanan karitatif. c. b. Pelayanan ini cepat dirasakan manfaatnya. serta mengusahakan/ menyediakan modal kerja bagi para tani dan buruh agar dapat meningkatkan produksitivitasnya. c. dan sangat tepat dalam situasi darurat yang amat mendesak dan sangat membutuhkan pertolongan yang bersifat segera. Tidak menyentuh akar masalah. Terdapat hubungan subjek-objek. Kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan penguasaan teknologi. membangun sekolah-sekolah dan menyelenggarakan pengembangan SDM. Cara ini menimbulkan ciri-ciri : a.Bicara tentang kiprah pelayanan gereja dalam pemberdayaan anggotanya. pengembangan dan pendayagunaan potensi manusia dan alam dalam rangka penghapusan kemiskinan. Setelah banjir berlalu. Yang bisa terjadi adalah : yang kaya berperan sebagai penderma dan yang miskin berperan sebagai pengucap terima kasih. tidak memandirikan. Orientasi pelayan dibidang pendidikan. d. reformatif dan transformatif. Tindakan yang dilakukan tampak dalam memberikan dan meningkatkan bantuan bagi yang miskin. uang. Kemiskinan tidak dapat dibasmi. dan usahausaha untuk peningkatan penghasilan. meski dibantu. kesehatan. Model kedua ini merupakan pengembangan diakonia karitatif yang dirasakan tidak dapat menjawab persoalan untuk jangka panjang. Kemiskinan pada hakekatnya dikurangi bahkan dapat dihapuskan. pada hakekatnya dapat diupayakan melalui peningkatan pendidikan dan penguasaan teknologi. Kemiskinan antara lain disebabkan oleh kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam. Model ini adalah model tertua dari bentuk pelayanan gereja yang dilakukan. Diakonia Karitatif. misalnya bencana alam. Suatu masyarakat terdiri atas struktur : yang kaya dan yang miskin. e. sekedar memberi ikan. Situasi ini tidak dapat diubah. Bentuknya misalnya bantuan kepada janda atau warga jemaat yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan pemberian beras. Adapun ciri-cirinya : a. e. Lebih menyentuh akar permasalahan dan dampaknya lebih bersifat jangka panjang. Biasanya melengkapi program pemerintah. dan sampai saat ini masih juga dilakukan. membangun rumah sakit dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Menimbulkan sikap ketergantungan . f. b. Bila dilakukan terus-menerus akan memerlukan dana yang besar. Solidaritas kelompok mulai ditumbuhkan. Memerlukan tenaga terampil dan sesuai dengan program. dan persediaan sembako habis. Yang dapat dilakukan oleh gereja adalah membantu yang miskin agar menjadi sedikit lebih baik dan mengurangi penderitaan mereka. Tindakan yang dilakukan misalnya. Oleh sebab itu. Terarah kepada individu yang sulit berubah keadaannya. menyiapkan dan menyalurkan bantuan teknologi melalui penyuluhan dan pembinaan keterampilan. serta membangun kualitas kehidupan manusia yang lebih baik. bahkan sampai menyentuh kepentingan masyarakat luas. Diakonia Reformatif. d. perkoperasian.

sebab besok ia akan datang kembali untuk meminta roti (menghapus mental ketergantungan). pemberian beasiswa untuk pendidikan. Bahkan kenyataannya di beberapa negara. pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kemiskinan baru dan memperluas gap antara kelompok orang yang kaya dan yang miskin. Sejarah lahirnya dipelopori oleh gereja Amerika Latin mencari jawaban atas kemiskinan yang sangat parah di sana. Ada masalah-masalah sosial yang muncul dipermukaan. Peran gereja selama ini dalam mentransformasikan dunia dirasakan belum optimal. Tokoh yang berperanan di antaranya adalah Gustavo Gutiérrez dengan pendekatan ortopraksis. Gereja tidak lagi mau menjadi menara gading untuk dirinya sendiri. daripada sekadar tindakan karitas-amal kasih semata-mata. di mana mereka dapat mengail dan mengolah tanah? Bila tanah dan laut dimiliki kaum pemilik modal yang mempunyai kapital? Karena itu berilah dia hak hidup melalui pendampingan dan perberdayaan bagi mereka. melainkan sebagai suatu "gerakan" yang terbuka bagi pembaharuan (agent of change) dan aktif menjalankan visi misi kerajaan Allah. 7 . Akibatnya. kelompok usaha bersama dengan kelompok simpan pinjam. yang harus diatasi seperti terjadinya diskriminasi. muncul kesadaran gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan memikirkan persoalan kemasyarakatan lainnya. dan melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif. muncul sebagai alternatif ke tiga menjawab permasalahan kemiskinan dan ketidakadilan struktural yang muncul di permukaan. karena masalahnya terletak pada pertanyaan. Maka diakonia gereja mulai bergeser dari diakonia karitatif ke diakonia reformatif. Pelayanan transformatif bukan mau menciptakan oposisi bagi pemerintah dan penguasa. tidak cukup diberi roti. tetapi menjadikan kelompok yang diberdayakan sebagai mitra dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. Digunakannya analisis sosial budaya masyarakat.yang dilayani mau apa? Apakah mereka hanya makan dan cukup gizi pada bulan Desember ketika ada pasar murah untuk mereka? Model diakonia ini lebih menekankan aspek pembangunan. Gereja tidak lagi diartikan sebagai gedung yang statis. Pengalaman Gereja di Amerika Latin mulai meredifinisi kembali peran gereja dan tugasnya di dunia saat ini. ketidakadilan internasional. analisis SWOT dan perencanaan partisipatif dan melakukan jejaring dengan institusi sosial yang ada. bahkan merusak lingkungan ekologis bumi untuk kebutuhan jangka panjang. juga tidak cukup. Maka teolog pembebasan merumuskan "ekklesiologi baru" (ilmu tentang gereja) dan merefleksikan gereja secara kontekstual. dan tugas-tugas politik gereja membangun kesejahteraan umat manusia. Pendekatan yang dilakukan memakai pola Community Development (CD) dengan pengembangan masyarakat seperti pembangunan kesehatan dan penyuluhannya. termasuk Gereja-gereja di Indonesia melalui DGI. Pelayanan transformatif. Asumsi yang mendasari pelayanan ini adalah kalau ada orang lapar. kalau kita memberinya pancing atau pacul untuk mencangkul. Pendekatan yang dilakukan adalah pola Community Organization (CO) dengan pendekatan pengorganisasian komunitas untuk dapat merancang dan merencanakan hidup mereka sendiri.

gereja memerlukan sebuah pemahaman baru dalam sifat dasar dan misinya. bnd.. Diakonia Yang Transformatif Dasar-dasar alkitabiah tugas diakonia Gereja. 1 Yoh. 3:17-18). Alkitab banyak membicarakan keadilan. Kasih berarti penghargaan terhadap kehidupan seseorang. Dalam keadaan adil hak semua orang ditentukan secara konsisten. 4. Keadilan secara umum berarti setiap orang memperoleh haknya atau menerima apa yang seharusnya diterima. kedamaian dan sukacita. Kasih bukan hanya sikap batin tetapi perlu dinampakkan dalam perbuatan konkrit. kasih yang berhenti pada sebatas menaruh belas kasihan kepada orang lain. 2:8-9.Karena itu gereja tidak harus menjadi besar dan megah fisiknya.Cit. Luk. Hukum-hukum berlaku bagi semua orang secara sama. Kepercayaan akan kedatangan Kerajaan Allah menggambarkan suatu masyarakat yang sesuai dengan kehendak Allah. Titik berangkat teologi pembebasan a la Gutiérrez adalah gereja dan hubungannya dengan dunia di Amerika Latin. melainkan nilai Injil Kerajaan Allah harus hadir dan meresap dalam seluruh sendi kehidupan manusia8. 4:18-19). Roma 5:6-8).13:1) Akan tetapi pada sisi lain. kelas sosial. dan pembebasan oleh Kristus dari dosa. kekudusan. Kasih juga tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lahiriah. 22:37-40. Tidak ada pilih kasih/ diskriminasi. 12:12-14). Setiap orang berhak diperlakukan secara sama dengan orang lain karena ia 8 9 Harvie M Conn. Kasih Kristus tak tergantung pada jasa. kasih tidak sama dengan perbuatan baik (amal). Yoh. 361 Ibid. Harkat seseorang (termasuk yang hina karena dosanya) ditetapkan oleh kasih Allah (bnd. dengan orang menyadari dan dapat melihat masa depannya secara bertanggungjawab. Karena itu kasih tidak membedakan atau memandang muka (Yak. Dan dengan pemahaman ini pula fungsi pembebasan gereja tampak dalam tiga tingkatan : pembebasan politik yang mengakomodasi golongan miskin dan tertindas. Pekerjaan orang kristen dalam masyarakat dilakukan sebagai respon terhadap kerajaan Allah. akar dari segala kebobrokan hubungan manusia. Tugas gereja adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah (bnd. bukan kasih sejati (bnd Luk.. keseimbangan. Kasih harus menjadi dasar kehidupan orang percaya. pelayanan. Keadilan. Pada satu sisi. 1 Kor. sebagai kewajiban manusia dan sebagai ciri masyarakat yang baik. 6:27). hlm. hlm. Semua kegiatan dan akta kehidupannya dimotivasi oleh kasih. Guna memindahkannya ke dunianya. pembebasan sebagai sebuah pemahaman akan sejarah. Kasih berarti keinginan menolong dengan perbuatan nyata (Luk. 10:25-37. Yesus menyimpulkan hukum terutama dengan Hukum Kasih yaitu kasih kepada Tuhan dan kepada sesama (Mat. ketidakadilan dan penindasan9. Luk. karena kasih harus lahir dari kesadaran yang dalam (bnd. Roma 13:8. 13:34). “Theologies of Liberation : An Overview… Op. Mat. 361-362 8 . pengampunan. 25:31-46. terletak pada berita tentang Kerajaan Allah yang menjadi pusat pengajaran Yesus. Masyarakat itu diwarnai oleh kasih. sebagai sifat Allah. Ada tiga ciri utama Kerajaan Allah yaitu : Kasih (Agape). sikap/ kerja orang yang dikasihi Setiap orang adalah sesama kita yang dikasihi oleh Allah.

Shalom berarti semua kekacauan dalam hidup manusia diatur. 25:21-46). 5. 9 . terutama kepada orang yang lapar dan atau haus. bukan kepada sesuatu yang lain. Dengan demikian diakonia bukanlah suatu pilihan melainkan suatu dimensi yang hakiki dan pasti dalam Iman kristen yang hidup. Ef. keselamatan. Suatu kepedulian yang menjangkau semua orang. Dalam Alkitab. 34:25-29). 2:14-15). tetapi Juru Selamat dunia. masalah pengembangan ekonomi warga masyarakat. Pelayanan Diakonia Dalam Konteks HKBP Dalam konteks HKBP banyak masalah-masalah yang menjadi penyebab kesengsaraan atau penderitaan masyarakat. pihakpihak yang terpisah dipersatukan. Berbagai usaha dilaksanakan oleh gereja/ jemaat. 3:28 . kesehatan. Shalom berarti menikmati berbagai bentuk hubungan baik. antara lain : Hubungan baik dengan Tuhan. Damai Sejahtera. masalah pendidikan dan sumber daya manusia. masalah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. Kita hidup dalam hubungan baik dengan Tuhan. semua penyakit disembuhkan. karena karya Tuhan Yesus Kristus (Roma 5:1). Masalah lain yang perlu mendapatkan perhatian kita dalam pelayanan diakonia antara lain adalah masalah lingkungan hidup. orang yang telanjang. yang untuknya kita bertanggungjawab kepada Tuhan kita. Mzm. perang dan penindasan harus ditiadakan (Gal. syalom berarti kedamaian. orang asing. agama. Yehz. Harus membangun kehidupan bersama dengan sesama. persatuan. yang sakit. Keadilan kristen banyak kesamaannya dengan keadilan secara umum. tetapi mempunyai dasar dalam keadilan Allah (band Mzm. Ketidakadilan. Mark. yang di depan disebutkan sebagai penyakit masyarakat. Pemecahan sebagian masalah ini mungkin akan lebih nyata dan lebih berdayaguna jika dilakukan secara bersama-sama pada aras pelayanan yang lebih luas atau jika mungkin dilaksanakan secara lintas denominasi dan lintas agama. 4:37-39). keadilan dan persekutuan. Namun kita sadar bahwa hambatan terhadap pelaksanaan pelayanan yang utuh mengalami hambatan baik secara interen maupun secara ekstern. semua perpecahan dipersatukan kembali.adalah manusia yang sama nilainya dihadapan Tuhan sebagai ciptaan Allah. 11:6-8. Yesus mengatakan bahwa kunci untuk masuk ke dalam kerajaan Allah ialah kepedulian manusia terhadap sesamanya. ras. Hubungan baik dengan sesama. 26:4-6. golongan. politik dan berbagai perbedaan lainnya. tulus dan tidak dibatasi oleh tembok-tembok budaya. kesejahteraan. semua gangguan diatasi. yang ada dalam penjara (Mat. Hubungan baik dengan lingkungan hidup (Yes. Sebuah rahasia besar tentang kerajaan Allah telah dibuka oleh Yesus ketika Ia berbicara tentang penghakiman terakhir. Im. Kepedulian ini adalah kepedulian murni. 90:4). Syalom adalah kata pokok yang menggambarkan visi Alkitab tentang suatu persekutuan yang mencakup seluruh ciptaan (band. 103:6. Syalom melebihi hubungan yang baik. Syalom disini berarti kepercayaan disandarkan kepada Allah saja. oleh pemerintah bahkan oleh semua komponen dalam masyarakat. Seperti kita ketahui bahwa Yesus bukanlah Juru Selamat orang kristen saja. Juru Selamat umat manusia.

Kristus telah mengasihi kita. Diakonia dimulai ditempat di mana ada masyarakat. wanita. terutama karena zaman kita sekarang ini sering berhadapan dengan 10 . Sama seperti Kristus melayani kita. Semakin banyak dan semakin rumit masalah yang dihadapi dalam masyarakat. misalnya strukturisme dalam gereja itu sendiri yang melihat hal-hal baru mesti dipertimbangkan dan paling-paling diistilahkan dengan “sipareahan ma i”. Dalam hal ini dibutuhkan daya khayal dan kreativitas tinggi. individualisme dan lain-lain. Mungkin di era reformasi secara melembaga. Lainnya. namun kesempatan luar biasa terbuka bagi LSM-LSM. Perlu mengkaji ulang pemahaman atas tugas pelayanan gereja sebagai tugas yang diberikan Yesus sendiri. Karena itu saatnya gereja/jemaat menjalin kerjasama strategis dengan LSM. karena didalam diakonia setempatlah gereja-gereja harus menjadi pelayan Tuhan. terdapat kecenderungan adanya sifat-sifat introvert dan defensif. Diperlukan analisis secara saksama terhadap akar-akar masalah. gereja-geraja sangat terbatas melaksanakan pelayanan diakonia. Kita harus senantiasa berorientasi pada kualitas dan efektifitas. peningkatan ekonomi masyarakat). Apa yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi. Disamping adanya hambatan termaksud di atas. sebenarnya semakin terbuka peluang dan kesempatan bersaksi dan melayani. Hambatan eksternal dapat terjadi di daerah mayoritas kristen seperti Tapanuli berupa penyakit kemapanan dan mentalitas status-quo. demikian juga kita harus melayani sesama kita. Untuk apa susah-susah mencari-cari hal baru (contoh : lojaanku diringku. Budaya ‘biar jelek asal milik sendiri’ sudah saatnya ditinggalkan. Dengan demikian pelayanan diakonia mewujud di dalam gereja-gereja setempat. Seringkali kita telah berupaya melawan gejala-gejala kemiskinan. so tamba ni gajingku). Di wilayah minoritas kristen. kendatipun kita percaya bahwa Ktistus dapat saja menyatakan pelayanannya juga di luar gereja. adanya kemalasan manusia untuk melakukan inovasi (karena terikat oleh tradisionalisme). penyakit dan penderitaan. itu saja yang dilanjutkan. terbuka untuk melayani kebutuhan masyarakat dimana gereja itu berada. tanpa harus dibatasi oleh agama yang dianut oleh pengelolanya (LSM yang bergerak memperjuangkan hak asasi. Kristus mengasihi dan melayani dunia. adanya pengaruh budaya materialisme. Masa depan perlu diantisipasi agar supaya pelayanan diakonia bukan saja menciptakan tanda-tanda pengharapan untuk masa depan. tanpa mencari akar penyebabnya. seperti sistem-sistem yang berlaku dalam masyarakat.Hambatan internal antara lain sulitnya mengubah paradigma berpikir yang telah tertanam dari generasi ke generasi. Tidak jarang kegiatan yang dilakukan dengan maksud baik disalahtafsirkan serta resistensi oleh pihak lain. pelestarian lingkungan hidup. Katakanlah semakin tersedia kesempatan menghadirkan diri secara bermakna dan menjadi berkat sebesar-besarnya. Melalui gereja. peluang untuk mengembangkan pelayanan diakonia selalu terbuka. karena itu kita dituntut untuk mengasihi sesama kita. Kita (gereja) adalah agen pelayanan Kristus terhadap dunia. karena berbagai alasan Diakonia harus memberi tekanan pada langkah-langkah preventif/pencegahan. Diakonia menjadi nyata dan konkrit di dalam situasi-situasi setempat. buruh.

Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia era Reformasi. Walaupun demikian pelayanan-pelayanan tersebut belumlah dianggap sempurna dan karena itu dapat 10 11 J. Kelihatannya ada kesepakatan bersama di antara para tokoh teolog Protestan maupun Katolik tentang konteks kekinian pelayanan Gereja di Asia maupun di Indonesia. Pengalaman gereja dalam dunia ini mengarahkan dirinya pada pergumulan sebagaimana dialami di dunia Latin. kini yaitu: 1) keadilan sosial. penebusan dan lain-lain direalisasikan secara konkret11. Beberapa Usulan Praktis bagi Pelayanan Gereja Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. bahkan. Pergumulan dan penderitaan warga jemaat dan masyarkat adalah medan berteologi gereja secara praktis. maka Diakonia yang transformatif merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. bahkan. hlm. 4) kesadaran dan pilihan nilai. 6. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. 1997).. hlm. 2007). Sesuatu yang hidup pasti berkembang. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. (Yogyakarta : Kanisisus. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia kini. Tuntutan ini tidak berlebihan. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. 281-288 Darwin Lumbantobing. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. (Pematangsiantar : L-SAPA. Artinya. 3) pemeliharaan lingkungan hidup. 54-55 11 . Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. Iman. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. Ekonomi & Ekologi : Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Tuntutan ini tidak berlebihan. istilah-istilah teologis seperti keselamatan. maka respon yang ketiga merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. gereja telah berusaha melaksanakan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya. et. Banawiratma. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. Banawiratma.persoalan memperoleh harta untuk peningkatan kesejahteraan anggota atau pengentasan kemiskinan warga masyarakat luas. bahwa model yang berteologi yang relevan adalah berteologi secara praksis. Misalnya sejak. Teologi Di Pasar Bebas. individual maupun kolektif. al.B. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. 5) pengembangan hidup menggereja dari bawah10. 2) keadilan gender. sebagai teolog katolik melihat ada lima agenda mendesak yang harus dijalankan oleh gereja di Indonesia berhubungan dengan konteks Indonesia.

bahwa kita memberi karena kita telah menerima. budaya. namun sekarang ini di beberapa tempat dan dalam setiap kesempatan sering terbuka kemungkinan kerjasama dengan pihakpihak lain.Diakonia harus mempunyai sifat ‘saling’. Dengan demikain Diakonia tidak hanya bersifat bantuan karitatif kepada orang miskin. suku. pelayanan diakonia dibatasi hanya untuk kalangan kristen saja karena dianggap sebagai suatu kampanye kekristenan. hlm. Disadari bahwa di beberapa tempat dan situasi. Seringkali cara pemahaman mengenai pelayanan seperti ini dipengaruhi oleh situasi sosial. Pelayanan Kesehatan dengan mendirikan Sekolah-sekolah. Karena itu program kemandirian teologi. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. pelayanan kepada para penyandang cacat mental. pendidikan kesehatan dan lain-lain. Ini berarti gerejagereja perlu melibatkan diri dalam hubungan yang progresif antara pelayanan-pelayanan sosial. pelayanan diakonia dinyatakan para missioner melalui “paket” Pendidikan. Darwin Lumbantobing.cit. tetapi haruslah membimbing dan memperlengkapi masyarakat sehingga mereka dapat mandiri dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan sekedar sebagai penunggu lapangan kerja dan uluran tangan orang lain.berlaku di segala tempat dan sepanjang segala abad. Op. pelayanan diakonia tidak terbatas pada gereja dan orang-orang kristen saja. serta pembelaan dan peningkatan hak azasi manusia. Diakonia haruslah bersifat kemanusiaan artinya.. 10:25-37). Apabila gereja mengadakan pelayanan diakonia harus selalu ditujukan kepada semua orang. tetapi suatu pelayanan diakonia yang lahir dan termotivasi dari dan oleh pelayanan Kristus yang kita alami. tetapi kepada semua orang (bandingkan dengan ceritera orang Samaria yang murah hati dalam Luk. Dengan pelayanan Diakonia demikian pembebasan dan penebusan hakiki adalah mengembalikan harkat dan martabat kemanusiaan13.cit. 12 13 Darwin Lumbantobing. golongan dan berbagai perbedaan lainnya. yang difungsikan sebagai pusat kehidupan spiritual. daya dan dana harus mendapat perhatian yang jelas dalam program-program nyata gereja dan tidak sekedar sebagai ungkapan-ungkapan yang abstrak dari atas mimbar. Karya para misionaris itu mencerminkan Diakonia preventif dan bahkan prospektif dan berorientasi kedepan agar dapat melihat bahaya-bahaya di depan dan memerangi sebab-sebab yang mendasar serta mendetaksi dan mengikuti secara dini perkembangan dari bahaya tersebut. jasmani dan pendidikan dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang formal12. Dalam hal ini pelayanan diakonia yang tulus dapat dilaksanakan. 48 12 . hlm. Rumah-rumah sakit. politik dan teologi yang ada. Pelayanan diakonia yang bersifat kemanusiaan bukanlah pelayanan diakonia yang harus berbendera kristen. Yesus datang dan mendirikan Kerajaan Allah dan menjadikan gereja sebagai alat atau sarana untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini dan sebagai alat dari kerajaan itu.. program pendidikan motivator. Op. Program-program konkrit tersebut antara lain program peningkatan ekonomi warga. Disana pula dalam gereja Batak dikenal “pargodungan”. terlepas dari perbedaan agama. 53 Bnd. Programprogram tersebut tidak harus hanya dibatasi pada lingkup jemaat sendiri.

13 . melainkan memasukkannya dalam agenda pelayanan gereja secara jelas. Salah satu penyebab tidak adanya kedamaian adalah kemiskinan. Muhammad Yunus mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pada 10 Desember 2006 lalu dengan Grameen Bank-nya di Pakistan. salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dan penghadiran kenyataan damai di dunia di separuh dunia pada 2015. PBB melalui program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan pada Juni 2000 lalu. pelayanan yang memperhatikan ekojustice. 6:2)14. Keburukan nilai-nilai tersebut telah membius para pejabat negara kita yang merasa tidak berdosa atas dosa yang dilakukan. profetis gereja tidak dapat dilepaskan oleh gereja demi hakekat gereja itu sendiri yang selalu lebih taat kepada Allah. yang paling utama adalah perlunya reformasi moral. Dalam pada itu gereja juga terpanggil aktif dalam menyikapi kehiudpan berbangsa dan bernegara. Akar daripada segala masalah yang melanda bangsa kita dapat disetujui bersama adalah buruknya nilai-nilai moral. eko teologia serta advokasi hukum. Artinya. gereja melalui lembaga-lembaga pendidikannya (STT dan Sekolah-sekolah Alkitab) harus semakin mempersiapkan diri dengan pembenahan kurikulum menciptakan pelayan gereja yang melek teknologi. Op. 2007). Kedua. menulis di 14 15 J. Fungsi kritis. Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. gereja dengan Firman Allah mengukur segala tindakan para pejabat negara. Cara praktis yang bisa ditempuh gereja adalah : pertama. etika yang ada pada para pejabat negara dan elit politik kita. dengan menyadarkan jemaat-jemaatnya yang bekerja di pemerintahan. hlm. al. Sifat pelayanan yang diharapkan bukanlah yang bersifat karikatif. Mereka memerlukan akses permodalan untuk dapat keluar dari kemiskinan itu. Ia menyebutkan bahwa akar segala permasalahan dalam negara dan dunia adalah kemiskinan yang merajalela. serta ekonomi kerakyatan. (Jakarta : Marjin Kiri. Ini dikarenakan pengertian Diakonia yang benar sifatnya bukan temporer (diadakan jika diperlukan) namun sebaliknya ia harus menjadi bagian esensi dari struktur pelayanan gereja secara jelas (Kis. Sementara itu. et. Banawiratma. pelayanan yang mendahulukan orang-orang miskin.Cit. Pengentasan kemiskinan itu yang menciptakan kedamaian. aksi itu bukan “bagi-bagi uang” namun lebih mendasar dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin merencanakan hidupnya dan keluar dari kemiskinan itu. Muhhamad Yunus. Dengan penyaluran pinjaman kepada orang-orang miskin.. informasi dan monetary. Yunus membuktikan bahwa akses kapital adalah masalah kaum miskin yang sangat akut. Iman.Gereja dapat berperan besar dalam meningkatkan efektifitas pelayannya yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain.VII dyb. Dalam proses menuju masyarakat yang diidamkan ini.B. Sehingga Reformasi politik dan ekonomi saja tidak akan menyelesaikan masalah. Akan sulit menciptakan kedamaian jika akar kemiskinan masih terlalu dalam di masyarakat15. gereja harus menjalankan fungsinya sebagai gereja yaitu sebagai garam dan terang dengan cara: pelayanan yang menyentuh reformasi moralitas bangsa. Di sini fungsi kritis daripada gereja adalah penting. elit politik... termasuk masyarakat kita.

Ekonomi & Ekologi: Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. (Jakarta : BPK Gunung Mulia) Gundry. atau diam? Namun bukankah juga merupakan sebuah dosa jika membiarkan orang berbuat dosa? Gereja perlu memikirkan kembali dengan serius apa peran gereja di tengah-tengah percaturan politik seperti sekarang ini. Walter E.B. 2007) 14 . 3. (Minnesota : Ausburg Publishing House) Yunus. Darwin 2007 Teologi Di Pasar Bebas. Pelayanan Diakonia bukanlah suatu pilihan bagi gereja. 1981 Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. 1.media masa sehingga dapat mempengaruhi public opinion dan memberi kritik terhadap dosa-dosa moral yang dilakukan oleh para pejabat negara. J. et. gereja sering ada dilema yang tidak gampang untuk memilih. Memang dalam hal ini. namun merupakan tugas hakiki yang tidak bisa tidak dilakukannya di dunia ini. Tugas ini diwariskan Yesus sendiri sebagai sebuah bentuk pelayanan. dan kemiskinan untuk mewujudkan misinya menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini. Eerdmans Publ.) 1990 Exegetical Dictionary of The New Testament. gereja harus mempunyai jati dirinya sendiri. Horst & Schneider.) Banawiratma. Bukan lagi saatnya bagi gereja untuk bersikap oportunis. Vol. (Michigan : William B. Alan F.) 1974 Tensions In Contemporary Theology (Chicago : Moody Press) Lumbantobing. Daftar Pustaka Balz. Malcolm 1993 Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. Muhhamad 2007 Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. 1996 Iman. ketidakadilan. 2. Diakonia merupakan salah satu tugas gereja yang dilaksanakan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Persekutuan dan Bersaksi. Co. 7. (Yogyakarta : Kanisius) Brownlee. 8. (Jakarta : Marjin Kiri. Diakonia yang transformatif adalah wujud Social Gospel yang dibutuhkan gereja untuk menjawab berbagai penindasan. Stanley N. & Johnson. (Eds. (Pematangsiantar : L-SAPA) Pilgrim. Kesimpulan 1. Gerhard (Eds. al. Memberi kritik itu berarti akan semakin menyulitkan gereja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful