Diakonia : Tugas Gereja Untuk Membebaskan

1. Pendahuluan Salah satu isu yang kontroversial dalam dekade terakhir ini dalam dunia gereja adalah pergumulan antara penyuaraan Injil Sosial (Social Gospel) dan yang mereka yang ingin tetap tinggal menyakini bahwa tugas utama pewartaan gereja adalah spiritualitas. Sementara sebuah pemahaman yang meliputi injil secara keseluruhan juga bertumbuh dari kedua pihak, namun pergumulan itu masih tetap berlangsung. Pergumulan tersebut juga mencakup pemahaman orang percaya akan kehadiran Allah. Gambaran Allah yang telah disempurnakan dalam diri Yesus Kristus. Maka hakikat kemanusiaan kita di dalam Kristus adalah tugas untuk memelihara kehidupan. Tidak bisa tidak, tanggungjawab itu mesti dikembangkan oleh gereja. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan terhadap misi seperti itu. Di India ada Teologi Dalit, di Korea ada Teologi Minjung, di Amerika Latin ada Teologi Pembebasan. Semua itu adalah wujud tanggungjawab dan peran sosial gereja dalam memelihara dan meningkatkan harkat kehidupan yang sudah diaturkan oleh Allah sendiri. Perjumpaan atau persinggungan nilai yang konstruktif bagi kehidupan akan menghasilkan transformasi bagi gereja. Asal nilai-nilai itu dilihat sebagai sebagai sumber-sumber otentik dan tidak hanya dilihat sebagai komplemen dari proses transformasi itu. Sebagaimana kata Gutiérrez yang dikutip Harvie M. Conn1, konteks teologi adalah sebuah teologi yang tidak pernah henti berefleksi di dunia ini, namun tetap mencoba untuk menjadi bagin dari proses di dalam mana dunia ditransformasi. Ia menjadi teologi yang terbuka menolak kemapanan martabat kemanusiaan, pergumulan terhadap penindasan, ketidakadilan melalui kasih yang membebaskan, dan membangun sebuah masyarakat yang baru, adil dan penuh persaudaraan, menjadikannya sebagai Kerajaan Allah. Dengan demikian tulisan ini mula-mula akan membahas tentang gambaran perlunya peran sosial gereja sebagai pewaris pelayanan Yesus di dunia ini. Diperlukan pemahaman ulang atas tugas-tugas gereja, yang kini dikenali dalam Tri-tugas pelayanan gereja : Koinonia, Marturia dan Diakonia sebagai satu pelayanan yang utuh dan menyeluruh (holistik). Bagian berikutnya mengetengahkan tugas gereja dan orang-orang percaya sebagai persekutuan itu merespon pewartaan Yesus dalam institusi gereja. Jawaban itu kadang-kadang dipergumulkan, karena tidak tanpa kesalahan dan kekeliruan dalam penafsirannya. Salah satu rumusan masalah menyangkut pelayanan diakonia adalah “masih belum seragamnya pemahaman dan pemaknaan pelayanan diakonia di Jemat-jemaat”. Ketidakseragaman pemahaman ini mengakibatkan perbedaan sikap dan bentuk-bentuk pelayanan diakonia yang dilaksanakan di setiap jemaat. Bertolak dari itu, berikut ini dipaparkan hal-hal yang diharapkan membantu pengembangan

1

Harvie M Conn, “Theologies of Liberation : An Overview” dalam Tensions In Contemporary Theology, (Eds. Stanley N Gundry & Alan F Johnson), (Chicago : Moody Press), hlm. 329 1

1993). Mandat ini merupakan Missio Dei dari pada Allah. pelayanan sosial yang adalah pelayanan kasih akan dibahas tersendiri sebagai bagian dari tanggapan gereja atas pewartaan Yesus tentang keselamatan dan keadilan serta tema pembebasan dalam dunia. Situasi dan kondisi dimana gereja kini diam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dan bagaimana gereja dapat bertanggungjawab beperan serta atas keadaan di sekitarnya. (Jakarta : BPK Gunung Mulia. Bagaimana gereja dapat menjadi gereja bagi orang lain? Melalui pemenuhan tugas pelayanan yang telah Allah mandatkan kepada gereja. Oleh sebab itu. mereka yang sudah dipanggil keluar tersebut kembali diutus ke dalam dunia. garam dan terang selalu berfungsi bagi yang lain. Apa yang dirumuskan gereja sebagai salah satu tugasnya yaitu Diakonia. persekutuan murid-murid Yesus. Gambaran itu mengandung arti bahwa Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja. ini jangan dipersempit menjadi bahwa Allah hanya untuk orang kristen. 139 2 . ke dalam lingkungannya untuk menjadi garam dan terang (Mat. Pada bagian berikut penulis berusaha mengetengahkan “konteks” pergumulan pelayanan Diakonia dalam gereja di Indonesia dan HKBP secara khusus. tetapi juga harus menjadi gereja bagi orang lain. Tetapi pada saat yang sama. Pengertian Gereja Secara etimologi. karena gereja hanya 2 Malcolm Brownlee. Gereja kemudian menjadi persekutuan orang-orang yang mengikut Yesus. ingin menggunakan gereja untuk menyatakan dirinya serta merta. makna gereja yang sejati bukan hanya terletak pada pemilikan nota ecclesiae : adanya pemberitaan Firman Allah yang benar. kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang artinya mereka yang dipanggil keluar. Kepala dari tubuh itu. maka yang tergabung dalam persekutuan ini adalah orang-orang pilihan yang sudah dipanggil keluar dari lingkungannya yang gelap. gereja sering digambarkan sebagai tubuh Kristus. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang menanggapi atau menjawab panggilan Allah dalam iman untuk ikut mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui Kristus. yaitu hakekat diakonia. Sebagai persekutuan pengikut Yesus. Pandangan Dunia yang Dikotomis Sebuah opini yang berkembang dalam masyarakat kristen adalah bahwa tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat bukanlah tugas bagi gereja. Pemanggilan Allah atas umat-Nya ini untuk dijadikan garam dan terang bagi kegelapan dan ketawaran yang masih ada di sekitarnya2.pemahaman bersama tentang diakonia. penyelenggaraan sakramen yang kudus dan penegakan disiplin. 2. Itu berarti Allah memanggil umat pilihanNya bukan untuk dijadikan umat simpanan-Nya atau menjadi suatu umat yang diisolirkan dari lingkungan masyarakat sekitarnya (eksklusif). Garam dan terang tidak berfungsi bagi dirinya sendiri. 5:13-14). Missio Dei memberitakan kabar baik bahwa Allah adalah Allah untuk semua manusia. dan bagaimana gereja melaksanakan pelayanan diakonia. mengapa gereja harus berdiakonia. Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. hl. Dengan menggunakan pengertian ini.

Sehingga masalah memperjuangkan keadilan. Ia tidak menentang ketidakadilan-ketidakadilan dari totalitarianisme. Namun dalam kenyataannya gereja itu introvert. Seperti yang diungkapkan oleh Arief Budiman : “Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan tokoh-tokoh agama di dunia ini berpikir secara normatif. kejahatan-kejahatan dari kebencian rasial. Dalam menghadapi kemiskinan di dunia. mengentaskan kemiskinan. kini ia dipersempit menjadi pesan yang menolak dunia. bagaimana kita mau melayani orang lain. Akan tetapi. Inilah hukum dasar hidup gereja. Implikasi praktis bagi gereja yang terpengaruh (sadar atau tidak sadar) pandangan ini adalah memperlakukan realitas-realitas materi dengan masa bodoh. (Minnesota : Ausburg Publishing House. harus selalu sadar akan kenyataan bahwa gereja berada di dalam dunia terutama untuk kepentingan dunia ini dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. mereka memang beranggapan bahwa ini adalah ketidakadilan. kesalahan-kesalahan dalam hubungan-hubungan antara pekerja-pemilik di masa kini. kita sendiri belum cukup. Tugas Manusia … Op. Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. 1981). yang mereka lakukan biasanya adalah menyuruh orang untuk tawakal. tidak dapat direduksi bahkan alam atas lebih baik daripada alam bawah merupakan pandangan dualisme. masih ada. dan dasar-dasar yang tidak memadai dalam hubungan-hubungan internasional”4.Cit. pasrah. Reaksi dan protes keras atas munculnya paham Social Gospel telah membuat kaum fundamentalis memberontak pula terhadap kewajiban sosial kristen. meskipun jumlahnya masih sedikit. 3 4 Malcolm Brownlee. Paham Injil Sosial atau Social Gospel sering dimengerti tumpang tindih dengan pelayanan sosial. Pandangan yang menekankan tentang eksistensi dua alam yang independen. Injil yang bersifat menebus dahulu merupakan pesan yang mengubah dunia. lebih baik kita berdiam diri saja. Gereja hanya menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka3. Fundamentalisme dalam pemberontakannya melawan Injil Sosial tampaknya juga memberontak terhadap kewajiban sosial kristen. dan cenderung selalu hanya memikirkan dirinya sendiri. sambil menekankan bahwa keadilan yang abadi akan mereka dapatkan di akhirat nanti. terpisah. Gereja yang dipanggil untuk mengikut Allah dan mengikut Yesus Kristus. Untunglah. 166 dyb. karena hal itu mengandung resiko yang besar.berhubungan dengan masalah-masalah rohani saja. tokoh-tokoh agama yang berpikir dan berbuat lain”. yang adalah Tuhan dunia dan gereja. melainkan kepada dunia. 3 . Ini terjadi karena gereja sangat dipengaruhi oleh cara pandang yang dikotomis tentang dunia. hlm. acuh tak acuh bahkan malah membencinya. Pandangan semacam ini oleh Brown disebut dengan “Kesesatan Agung” (the Great Fallacy). penyelesaian konflik-konflik sosial bukan menjadi tanggung jawab gereja. Banyak waktu yang digunakan oleh gereja untuk memulihkan dirinya sendiri. Ucapan yang sering terdengar dalam gereja adalah. AnakNya yang tunggal diberikan bagi dunia bukan bagi surga. sekularisme pendidikan modern. dan menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka. Mengapa? Ini jelas karena perhatian Allah itu sendiri bukan kepada surga-Nya. Walter E Pilgrim.

Gereja mula-mula memperhatikan dua macam pelayanan. yaitu: 1. Injil seutuhnya artinya Injil bukan hanya tentang keselamatan jiwa tetapi juga tentang keadilan. (Michigan: William B. 1990). Pelayanan meja (Mrk. 4:1. 6:1-2). (Eds. karena persekutuan gereja harus terarah keluar (introvert) yaitu Persekutuan yang bersaksi dan melayani. Weiser. Itu berarti Diakonia Gereja adalah bagian integral dari pelayanan utuh/ menyeluruh gereja Tuhan di dalam dunia ini. Pelayanan proklamasi Injil (Kis. hlm.). 6:1-2). dalam Bahasa Yunani διακονεω. Exegetical Dictionary of The New Testament. 3 kali dalam Yohanes. di dalam Perjanjian Baru kata pelayanan juga berhubungan dengan pelayanan proklamasi Injil. Karena itu membahas Diakonia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gereja yang sering kita kenal sebagai Tugas Panggilan Gereja. arti yang lebih luas yaitu help by providing care muncul dalam Matius 25:44. Pelayanan material yaitu pelayanan meja (Kis. kebenaran. Pelayanan yang utuh pada hakekatnya menghubungkan secara tepat dan benar tiga sisi Tugas Panggilan Gereja yaitu Koinonia (Persekutuan). 1 kali dalam Ibrani. Ketika jumlah murid gereja mula-mula semakin bertambah. Marturia (Kesaksian) dan pelayanan (Diakonia). Lukas 8:3. Tri Tugas Gereja Sebagai Kesatuan Bersama dengan Koinonia dan Marturia. Vol. 11:28-29. 302-304 4 . Pelayanan meja merupakan bagian Firman Allah yang harus dikerjakan dan menjadi tanggung jawab gereja (Kis. hal itu nyata. “διακονεω” dalam Horst Balz dan Gerhard Schneider. 2 Kor. Kedua. 1 Tim. 11:8). 15:41. Ketiga.3. timbullah sungut-sungut di antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani di karenakan pembagian kepada janda-janda mereka di abaikan di dalam pelayanan sehari-hari. Ketiga tugas panggilan ini harus saling terkait. dimana Yesus menetapkan 12 murid (bentuk persekutuan) untuk menyertai Yesus dan diutus memberitakan Injil (Marturia) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Diakonia). 1:31. 3:3-16).17:8. perdamaian dan kesejahteraan. Luk. Oleh karena itu pelayanan utuh dari Gereja dapat dirumuskan sebagai berikut : “Gereja yang seutuhnya memberitakan Injil yang seutuhnya tentang Kristus yang seutuhnya bagi manusia dan dunia seutuhnya”. 3:14-15. 4:35. Kata ini muncul 36 kali dalam Perjanjian Baru (21 kali dalam Injil Sinoptik. “Dan 5 Misalnya A. 6:3. 6:4. dan selalu dalam kebersamaan dengan pihak lain. Gereja seutuhnya artinya tidak terlepas satu dengan yang lain. 3 kali dalam 1 Petrus) dengan arti 5: Pertama. Pelayanan gereja ini harus dilaksanakan secara terpadu dan bersamaan sehingga menjadi pelayanan gereja yang holistik. Dalam Mark. Diakonia adalah Tri-tugas gereja yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hakekat Diakonia Kata pelayanan dalam bahasa Inggris : Ministry. Kisah Para Rasul 6:4. Kecuali arti di atas. 20:24. 6:4) dan 2. Pelayanan spiritual yaitu pelayanan Firman Allah dan doa (Kis. Markus 1:13. sehingga kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan mengatakan bahwa mereka tidak merasa puas karena mereka melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Service. Menurut para rasul bahwa melalaikan pelayanan meja sama artinya melalaikan Firman Allah. Eerdmans Publishing Company. 8 kali dalam tulisan Paulus. 1. Kis.

Dalam Why. 14:13-21). diakonia digunakan dalam konteks pelayanan perdamaian yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Allah di dalam dan melalui diri Yesus Kristus untuk mendamaikan diri-Nya dengan manusia. Jadi Yesus Kristus adalah diakonos perdamaian. asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan διακονίαν yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis. hlm. Penggunaan kata harus menggambarkan sikap Yesus terhadap pelayanan kesejahteraan (Diakonia). 302-304 Walter E Pilgrim. 2:19 . Dilihat dari pemakaian awal dan pemakaian dalam beberapa konteks di atas dapat dikatakan bahwa diakonia adalah tugas pelayanan dari Allah untuk kesejahteraan manusia.Cit. Dua kata yang berhubungan erat dengan diakonia yaitu diakoneim dan diakonos. b. 167 5 . Yesus Kristus memperlihatkan aspek kesejahteraan fisik dari pelayanan yang dilakukanNya. Diakoniem berarti melayani.. persekutuan murid-murid Yesus.supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan διακονία˛ Firman. Kata Yesus. c. kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa melayani seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus itu juga berlaku bagi gereja sebagai persekutuan orang-orang yang mengikut Kristus. Weiser. perlu dilakukan pembatasan pemahaman. Menjadi murid Tuhan Yesus atau menjadi pengikut Yesus berarti menjadi pelayan.. Berdasarkan perkataan Tuhan Yesus itu. misalnya 6: a. dan diakonos berarti pelayan. 5:18-19 . keduanya sering digunakan dalam berbagai konteks. Pada mulanya diakonia bermakna pelayanan secara terbatas pada pelayanan firman. Dalam Kol. hlm. 20:24 dan 2 Kor. Orang-orang yang datang kepada-Nya tidak cukup dilayani dengan khotbah yang menyenangkan secara spiritual tetapi juga perlu dikenyangkan secara material. Dalam 2 Kor. Bentuk-bentuk diakonia gereja 6 7 A. 4:17. 6:1-15. 4:1). Mat. melalui peristiwa pembagian roti kepada lima ribu orang (Yoh. Istilah diakonia dipopulerkan dalam era Perjanjian Baru. Pembatasan ini berfungsi sebagai titik tolak pembahasan selanjutnya dan sekaligus menyatukan pemahaman bersama. “Tidak perlu mereka pergi kamu harus memberikan mereka makan. Hal ini mengindikasikan bahwa kecukupan pangan merupakan tugas yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh murid-murid. Dalam perkembangannya. Pelaksanaan tugas tersebut dikaitkan dengan kesabaran. Sekalipun tidak menggunakan kata diakonia. iman. bahkan pelayan yang memberikan dirinya sendiri untuk orang lain7.Cit. dan ketekunan.” Lebih jelas Paulus berkata : “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun. diakonia digunakan dalam konteks tugas pelayanan yang diterima dari Tuhan. Good News … Op. Berdasarkan konteks-konteks yang dikemukakan di atas. “διακονεω” …Op. diakonia digunakan dalam konteks tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan oleh orang-orang percaya.

Adapun ciri-cirinya : a. uang. Orientasi pelayan dibidang pendidikan. sekedar memberi ikan. Menimbulkan sikap ketergantungan . Diakonia Karitatif. Bila dilakukan terus-menerus akan memerlukan dana yang besar. serta membangun kualitas kehidupan manusia yang lebih baik. tidak memandirikan. Solidaritas kelompok mulai ditumbuhkan. Situasi ini tidak dapat diubah. Cara ini menimbulkan ciri-ciri : a. d. membangun sekolah-sekolah dan menyelenggarakan pengembangan SDM. Model kedua ini merupakan pengembangan diakonia karitatif yang dirasakan tidak dapat menjawab persoalan untuk jangka panjang. meski dibantu. e.Bicara tentang kiprah pelayanan gereja dalam pemberdayaan anggotanya. dan persediaan sembako habis. dapat digolongkan dalam tiga model pendekatan pelayanan karitatif. Kemiskinan antara lain disebabkan oleh kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam. Kemiskinan tidak dapat dibasmi. lalu subyek 6 . Tindakan yang dilakukan tampak dalam memberikan dan meningkatkan bantuan bagi yang miskin. Biasanya melengkapi program pemerintah. misalnya bencana alam. Pelayanan ini cepat dirasakan manfaatnya. b. Kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan penguasaan teknologi. b. Yang dapat dilakukan oleh gereja adalah membantu yang miskin agar menjadi sedikit lebih baik dan mengurangi penderitaan mereka. serta mengusahakan/ menyediakan modal kerja bagi para tani dan buruh agar dapat meningkatkan produksitivitasnya. Diakonia Reformatif. kesehatan. Tepat untuk situasi darurat sebagai bantuan awal. Tindakan yang dilakukan misalnya. Kemiskinan pada hakekatnya dikurangi bahkan dapat dihapuskan. bahkan sampai menyentuh kepentingan masyarakat luas. c. Suatu masyarakat terdiri atas struktur : yang kaya dan yang miskin. Oleh sebab itu. dan usahausaha untuk peningkatan penghasilan. Terarah kepada individu yang sulit berubah keadaannya. Lebih menyentuh akar permasalahan dan dampaknya lebih bersifat jangka panjang. c. Bentuknya misalnya bantuan kepada janda atau warga jemaat yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan pemberian beras. d. dan sangat tepat dalam situasi darurat yang amat mendesak dan sangat membutuhkan pertolongan yang bersifat segera. pengembangan dan pendayagunaan potensi manusia dan alam dalam rangka penghapusan kemiskinan. pada hakekatnya dapat diupayakan melalui peningkatan pendidikan dan penguasaan teknologi. Terdapat hubungan subjek-objek. e. dan sampai saat ini masih juga dilakukan. menyiapkan dan menyalurkan bantuan teknologi melalui penyuluhan dan pembinaan keterampilan. Yang bisa terjadi adalah : yang kaya berperan sebagai penderma dan yang miskin berperan sebagai pengucap terima kasih. perkoperasian. f. reformatif dan transformatif. Tidak menyentuh akar masalah. Model ini adalah model tertua dari bentuk pelayanan gereja yang dilakukan. Setelah banjir berlalu. Memerlukan tenaga terampil dan sesuai dengan program. membangun rumah sakit dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan.

Digunakannya analisis sosial budaya masyarakat. kelompok usaha bersama dengan kelompok simpan pinjam. dan tugas-tugas politik gereja membangun kesejahteraan umat manusia. pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kemiskinan baru dan memperluas gap antara kelompok orang yang kaya dan yang miskin. Ada masalah-masalah sosial yang muncul dipermukaan. pemberian beasiswa untuk pendidikan. bahkan merusak lingkungan ekologis bumi untuk kebutuhan jangka panjang. termasuk Gereja-gereja di Indonesia melalui DGI. tidak cukup diberi roti. ketidakadilan internasional. Pelayanan transformatif bukan mau menciptakan oposisi bagi pemerintah dan penguasa. analisis SWOT dan perencanaan partisipatif dan melakukan jejaring dengan institusi sosial yang ada. Pengalaman Gereja di Amerika Latin mulai meredifinisi kembali peran gereja dan tugasnya di dunia saat ini. Maka diakonia gereja mulai bergeser dari diakonia karitatif ke diakonia reformatif. yang harus diatasi seperti terjadinya diskriminasi. Gereja tidak lagi diartikan sebagai gedung yang statis. kalau kita memberinya pancing atau pacul untuk mencangkul. sebab besok ia akan datang kembali untuk meminta roti (menghapus mental ketergantungan). Pendekatan yang dilakukan adalah pola Community Organization (CO) dengan pendekatan pengorganisasian komunitas untuk dapat merancang dan merencanakan hidup mereka sendiri. muncul sebagai alternatif ke tiga menjawab permasalahan kemiskinan dan ketidakadilan struktural yang muncul di permukaan. daripada sekadar tindakan karitas-amal kasih semata-mata. Asumsi yang mendasari pelayanan ini adalah kalau ada orang lapar. Maka teolog pembebasan merumuskan "ekklesiologi baru" (ilmu tentang gereja) dan merefleksikan gereja secara kontekstual. Pelayanan transformatif. dan melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif.yang dilayani mau apa? Apakah mereka hanya makan dan cukup gizi pada bulan Desember ketika ada pasar murah untuk mereka? Model diakonia ini lebih menekankan aspek pembangunan. melainkan sebagai suatu "gerakan" yang terbuka bagi pembaharuan (agent of change) dan aktif menjalankan visi misi kerajaan Allah. Sejarah lahirnya dipelopori oleh gereja Amerika Latin mencari jawaban atas kemiskinan yang sangat parah di sana. Gereja tidak lagi mau menjadi menara gading untuk dirinya sendiri. Pendekatan yang dilakukan memakai pola Community Development (CD) dengan pengembangan masyarakat seperti pembangunan kesehatan dan penyuluhannya. 7 . Akibatnya. tetapi menjadikan kelompok yang diberdayakan sebagai mitra dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. juga tidak cukup. Tokoh yang berperanan di antaranya adalah Gustavo Gutiérrez dengan pendekatan ortopraksis. Peran gereja selama ini dalam mentransformasikan dunia dirasakan belum optimal. muncul kesadaran gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan memikirkan persoalan kemasyarakatan lainnya. Bahkan kenyataannya di beberapa negara. di mana mereka dapat mengail dan mengolah tanah? Bila tanah dan laut dimiliki kaum pemilik modal yang mempunyai kapital? Karena itu berilah dia hak hidup melalui pendampingan dan perberdayaan bagi mereka. karena masalahnya terletak pada pertanyaan.

Kasih Kristus tak tergantung pada jasa. Yoh. 4:18-19).13:1) Akan tetapi pada sisi lain. Kasih juga tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lahiriah. Dalam keadaan adil hak semua orang ditentukan secara konsisten. pengampunan. 25:31-46. 361 Ibid. Keadilan secara umum berarti setiap orang memperoleh haknya atau menerima apa yang seharusnya diterima. terletak pada berita tentang Kerajaan Allah yang menjadi pusat pengajaran Yesus. melainkan nilai Injil Kerajaan Allah harus hadir dan meresap dalam seluruh sendi kehidupan manusia8. 1 Yoh. 2:8-9. 10:25-37. Mat. karena kasih harus lahir dari kesadaran yang dalam (bnd. 4. ketidakadilan dan penindasan9. Roma 13:8. hlm.. “Theologies of Liberation : An Overview… Op. Tugas gereja adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah (bnd. keseimbangan. Setiap orang berhak diperlakukan secara sama dengan orang lain karena ia 8 9 Harvie M Conn. Karena itu kasih tidak membedakan atau memandang muka (Yak. 3:17-18).Karena itu gereja tidak harus menjadi besar dan megah fisiknya. 12:12-14). Kepercayaan akan kedatangan Kerajaan Allah menggambarkan suatu masyarakat yang sesuai dengan kehendak Allah. Masyarakat itu diwarnai oleh kasih. 6:27). Luk. gereja memerlukan sebuah pemahaman baru dalam sifat dasar dan misinya. pelayanan.Cit. Kasih harus menjadi dasar kehidupan orang percaya. Tidak ada pilih kasih/ diskriminasi. kasih yang berhenti pada sebatas menaruh belas kasihan kepada orang lain. Yesus menyimpulkan hukum terutama dengan Hukum Kasih yaitu kasih kepada Tuhan dan kepada sesama (Mat. 361-362 8 . Guna memindahkannya ke dunianya. dan pembebasan oleh Kristus dari dosa. Ada tiga ciri utama Kerajaan Allah yaitu : Kasih (Agape). Kasih bukan hanya sikap batin tetapi perlu dinampakkan dalam perbuatan konkrit. Kasih berarti penghargaan terhadap kehidupan seseorang. Harkat seseorang (termasuk yang hina karena dosanya) ditetapkan oleh kasih Allah (bnd. kekudusan. bnd. kasih tidak sama dengan perbuatan baik (amal). Keadilan. 13:34). dengan orang menyadari dan dapat melihat masa depannya secara bertanggungjawab. 1 Kor. Luk. Diakonia Yang Transformatif Dasar-dasar alkitabiah tugas diakonia Gereja. Dan dengan pemahaman ini pula fungsi pembebasan gereja tampak dalam tiga tingkatan : pembebasan politik yang mengakomodasi golongan miskin dan tertindas. Alkitab banyak membicarakan keadilan. kelas sosial. Pekerjaan orang kristen dalam masyarakat dilakukan sebagai respon terhadap kerajaan Allah. Pada satu sisi. Kasih berarti keinginan menolong dengan perbuatan nyata (Luk. 22:37-40. akar dari segala kebobrokan hubungan manusia. sebagai sifat Allah. sebagai kewajiban manusia dan sebagai ciri masyarakat yang baik. bukan kasih sejati (bnd Luk. kedamaian dan sukacita. sikap/ kerja orang yang dikasihi Setiap orang adalah sesama kita yang dikasihi oleh Allah.. Roma 5:6-8). Hukum-hukum berlaku bagi semua orang secara sama. pembebasan sebagai sebuah pemahaman akan sejarah. Semua kegiatan dan akta kehidupannya dimotivasi oleh kasih. hlm. Titik berangkat teologi pembebasan a la Gutiérrez adalah gereja dan hubungannya dengan dunia di Amerika Latin.

26:4-6. Juru Selamat umat manusia. Berbagai usaha dilaksanakan oleh gereja/ jemaat. syalom berarti kedamaian. keadilan dan persekutuan. Hubungan baik dengan sesama. yang sakit. Masalah lain yang perlu mendapatkan perhatian kita dalam pelayanan diakonia antara lain adalah masalah lingkungan hidup. Syalom disini berarti kepercayaan disandarkan kepada Allah saja. 3:28 . Harus membangun kehidupan bersama dengan sesama. orang yang telanjang. masalah pengembangan ekonomi warga masyarakat. 5. kesehatan. Hubungan baik dengan lingkungan hidup (Yes. yang di depan disebutkan sebagai penyakit masyarakat. Pemecahan sebagian masalah ini mungkin akan lebih nyata dan lebih berdayaguna jika dilakukan secara bersama-sama pada aras pelayanan yang lebih luas atau jika mungkin dilaksanakan secara lintas denominasi dan lintas agama. semua perpecahan dipersatukan kembali. pihakpihak yang terpisah dipersatukan. antara lain : Hubungan baik dengan Tuhan. kesejahteraan. Kita hidup dalam hubungan baik dengan Tuhan. semua gangguan diatasi. Mzm.adalah manusia yang sama nilainya dihadapan Tuhan sebagai ciptaan Allah. terutama kepada orang yang lapar dan atau haus. 2:14-15). Seperti kita ketahui bahwa Yesus bukanlah Juru Selamat orang kristen saja. ras. Sebuah rahasia besar tentang kerajaan Allah telah dibuka oleh Yesus ketika Ia berbicara tentang penghakiman terakhir. persatuan. 103:6. Syalom adalah kata pokok yang menggambarkan visi Alkitab tentang suatu persekutuan yang mencakup seluruh ciptaan (band. golongan. Ef. Shalom berarti semua kekacauan dalam hidup manusia diatur. Yehz. Im. 11:6-8. oleh pemerintah bahkan oleh semua komponen dalam masyarakat. yang untuknya kita bertanggungjawab kepada Tuhan kita. Mark. masalah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. Keadilan kristen banyak kesamaannya dengan keadilan secara umum. masalah pendidikan dan sumber daya manusia. karena karya Tuhan Yesus Kristus (Roma 5:1). Damai Sejahtera. tulus dan tidak dibatasi oleh tembok-tembok budaya. 34:25-29). Yesus mengatakan bahwa kunci untuk masuk ke dalam kerajaan Allah ialah kepedulian manusia terhadap sesamanya. 25:21-46). Dalam Alkitab. Pelayanan Diakonia Dalam Konteks HKBP Dalam konteks HKBP banyak masalah-masalah yang menjadi penyebab kesengsaraan atau penderitaan masyarakat. Kepedulian ini adalah kepedulian murni. Dengan demikian diakonia bukanlah suatu pilihan melainkan suatu dimensi yang hakiki dan pasti dalam Iman kristen yang hidup. Suatu kepedulian yang menjangkau semua orang. semua penyakit disembuhkan. politik dan berbagai perbedaan lainnya. Ketidakadilan. 9 . Shalom berarti menikmati berbagai bentuk hubungan baik. tetapi mempunyai dasar dalam keadilan Allah (band Mzm. Namun kita sadar bahwa hambatan terhadap pelaksanaan pelayanan yang utuh mengalami hambatan baik secara interen maupun secara ekstern. keselamatan. Syalom melebihi hubungan yang baik. 90:4). perang dan penindasan harus ditiadakan (Gal. tetapi Juru Selamat dunia. bukan kepada sesuatu yang lain. agama. yang ada dalam penjara (Mat. 4:37-39). orang asing.

peluang untuk mengembangkan pelayanan diakonia selalu terbuka. karena didalam diakonia setempatlah gereja-gereja harus menjadi pelayan Tuhan. Lainnya. adanya pengaruh budaya materialisme. Dengan demikian pelayanan diakonia mewujud di dalam gereja-gereja setempat. Kristus mengasihi dan melayani dunia. Budaya ‘biar jelek asal milik sendiri’ sudah saatnya ditinggalkan. so tamba ni gajingku). karena berbagai alasan Diakonia harus memberi tekanan pada langkah-langkah preventif/pencegahan. Disamping adanya hambatan termaksud di atas. Katakanlah semakin tersedia kesempatan menghadirkan diri secara bermakna dan menjadi berkat sebesar-besarnya. Di wilayah minoritas kristen. Dalam hal ini dibutuhkan daya khayal dan kreativitas tinggi.Hambatan internal antara lain sulitnya mengubah paradigma berpikir yang telah tertanam dari generasi ke generasi. Hambatan eksternal dapat terjadi di daerah mayoritas kristen seperti Tapanuli berupa penyakit kemapanan dan mentalitas status-quo. misalnya strukturisme dalam gereja itu sendiri yang melihat hal-hal baru mesti dipertimbangkan dan paling-paling diistilahkan dengan “sipareahan ma i”. itu saja yang dilanjutkan. gereja-geraja sangat terbatas melaksanakan pelayanan diakonia. Untuk apa susah-susah mencari-cari hal baru (contoh : lojaanku diringku. Kristus telah mengasihi kita. wanita. Karena itu saatnya gereja/jemaat menjalin kerjasama strategis dengan LSM. karena itu kita dituntut untuk mengasihi sesama kita. Diperlukan analisis secara saksama terhadap akar-akar masalah. tanpa mencari akar penyebabnya. Kita harus senantiasa berorientasi pada kualitas dan efektifitas. penyakit dan penderitaan. Diakonia menjadi nyata dan konkrit di dalam situasi-situasi setempat. pelestarian lingkungan hidup. buruh. Apa yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi. Kita (gereja) adalah agen pelayanan Kristus terhadap dunia. terdapat kecenderungan adanya sifat-sifat introvert dan defensif. sebenarnya semakin terbuka peluang dan kesempatan bersaksi dan melayani. demikian juga kita harus melayani sesama kita. terbuka untuk melayani kebutuhan masyarakat dimana gereja itu berada. Tidak jarang kegiatan yang dilakukan dengan maksud baik disalahtafsirkan serta resistensi oleh pihak lain. Masa depan perlu diantisipasi agar supaya pelayanan diakonia bukan saja menciptakan tanda-tanda pengharapan untuk masa depan. peningkatan ekonomi masyarakat). namun kesempatan luar biasa terbuka bagi LSM-LSM. terutama karena zaman kita sekarang ini sering berhadapan dengan 10 . Perlu mengkaji ulang pemahaman atas tugas pelayanan gereja sebagai tugas yang diberikan Yesus sendiri. tanpa harus dibatasi oleh agama yang dianut oleh pengelolanya (LSM yang bergerak memperjuangkan hak asasi. Diakonia dimulai ditempat di mana ada masyarakat. Seringkali kita telah berupaya melawan gejala-gejala kemiskinan. Semakin banyak dan semakin rumit masalah yang dihadapi dalam masyarakat. kendatipun kita percaya bahwa Ktistus dapat saja menyatakan pelayanannya juga di luar gereja. individualisme dan lain-lain. adanya kemalasan manusia untuk melakukan inovasi (karena terikat oleh tradisionalisme). seperti sistem-sistem yang berlaku dalam masyarakat. Sama seperti Kristus melayani kita. Mungkin di era reformasi secara melembaga. Melalui gereja.

Teologi Di Pasar Bebas. 5) pengembangan hidup menggereja dari bawah10. 3) pemeliharaan lingkungan hidup. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. (Pematangsiantar : L-SAPA. Walaupun demikian pelayanan-pelayanan tersebut belumlah dianggap sempurna dan karena itu dapat 10 11 J. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. 2) keadilan gender. 54-55 11 . sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. (Yogyakarta : Kanisisus. istilah-istilah teologis seperti keselamatan. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. gereja telah berusaha melaksanakan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya. 6.. 2007). Iman. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia kini. penebusan dan lain-lain direalisasikan secara konkret11. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. maka respon yang ketiga merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. Artinya. sebagai teolog katolik melihat ada lima agenda mendesak yang harus dijalankan oleh gereja di Indonesia berhubungan dengan konteks Indonesia. bahkan. maka Diakonia yang transformatif merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. Pengalaman gereja dalam dunia ini mengarahkan dirinya pada pergumulan sebagaimana dialami di dunia Latin.B. bahkan. 1997). Ekonomi & Ekologi : Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Tuntutan ini tidak berlebihan. Kelihatannya ada kesepakatan bersama di antara para tokoh teolog Protestan maupun Katolik tentang konteks kekinian pelayanan Gereja di Asia maupun di Indonesia. Pergumulan dan penderitaan warga jemaat dan masyarkat adalah medan berteologi gereja secara praktis. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. et. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. 281-288 Darwin Lumbantobing. Banawiratma. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. hlm. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia era Reformasi. Beberapa Usulan Praktis bagi Pelayanan Gereja Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. hlm. kini yaitu: 1) keadilan sosial. Banawiratma. Misalnya sejak. al. 4) kesadaran dan pilihan nilai. individual maupun kolektif. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya.persoalan memperoleh harta untuk peningkatan kesejahteraan anggota atau pengentasan kemiskinan warga masyarakat luas. bahwa model yang berteologi yang relevan adalah berteologi secara praksis. Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. Tuntutan ini tidak berlebihan. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat.

serta pembelaan dan peningkatan hak azasi manusia. 53 Bnd.. Disadari bahwa di beberapa tempat dan situasi.Diakonia harus mempunyai sifat ‘saling’.. pelayanan kepada para penyandang cacat mental. program pendidikan motivator. 12 13 Darwin Lumbantobing. Karya para misionaris itu mencerminkan Diakonia preventif dan bahkan prospektif dan berorientasi kedepan agar dapat melihat bahaya-bahaya di depan dan memerangi sebab-sebab yang mendasar serta mendetaksi dan mengikuti secara dini perkembangan dari bahaya tersebut. pelayanan diakonia tidak terbatas pada gereja dan orang-orang kristen saja. Rumah-rumah sakit. Diakonia haruslah bersifat kemanusiaan artinya. Ini berarti gerejagereja perlu melibatkan diri dalam hubungan yang progresif antara pelayanan-pelayanan sosial. tetapi haruslah membimbing dan memperlengkapi masyarakat sehingga mereka dapat mandiri dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan sekedar sebagai penunggu lapangan kerja dan uluran tangan orang lain. Apabila gereja mengadakan pelayanan diakonia harus selalu ditujukan kepada semua orang. budaya. golongan dan berbagai perbedaan lainnya. politik dan teologi yang ada. Pelayanan Kesehatan dengan mendirikan Sekolah-sekolah. Op.berlaku di segala tempat dan sepanjang segala abad. tetapi kepada semua orang (bandingkan dengan ceritera orang Samaria yang murah hati dalam Luk. bahwa kita memberi karena kita telah menerima. hlm. Dengan demikain Diakonia tidak hanya bersifat bantuan karitatif kepada orang miskin. Seringkali cara pemahaman mengenai pelayanan seperti ini dipengaruhi oleh situasi sosial. 48 12 . Programprogram tersebut tidak harus hanya dibatasi pada lingkup jemaat sendiri. suku. Pelayanan diakonia yang bersifat kemanusiaan bukanlah pelayanan diakonia yang harus berbendera kristen. tetapi suatu pelayanan diakonia yang lahir dan termotivasi dari dan oleh pelayanan Kristus yang kita alami. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dalam hal ini pelayanan diakonia yang tulus dapat dilaksanakan. Program-program konkrit tersebut antara lain program peningkatan ekonomi warga.cit. Op. jasmani dan pendidikan dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang formal12. pelayanan diakonia dibatasi hanya untuk kalangan kristen saja karena dianggap sebagai suatu kampanye kekristenan. Karena itu program kemandirian teologi. yang difungsikan sebagai pusat kehidupan spiritual. Dengan pelayanan Diakonia demikian pembebasan dan penebusan hakiki adalah mengembalikan harkat dan martabat kemanusiaan13. namun sekarang ini di beberapa tempat dan dalam setiap kesempatan sering terbuka kemungkinan kerjasama dengan pihakpihak lain. Disana pula dalam gereja Batak dikenal “pargodungan”. Yesus datang dan mendirikan Kerajaan Allah dan menjadikan gereja sebagai alat atau sarana untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini dan sebagai alat dari kerajaan itu. pendidikan kesehatan dan lain-lain.cit. daya dan dana harus mendapat perhatian yang jelas dalam program-program nyata gereja dan tidak sekedar sebagai ungkapan-ungkapan yang abstrak dari atas mimbar. hlm. pelayanan diakonia dinyatakan para missioner melalui “paket” Pendidikan. terlepas dari perbedaan agama. Darwin Lumbantobing. 10:25-37).

gereja melalui lembaga-lembaga pendidikannya (STT dan Sekolah-sekolah Alkitab) harus semakin mempersiapkan diri dengan pembenahan kurikulum menciptakan pelayan gereja yang melek teknologi. Iman.. Dalam pada itu gereja juga terpanggil aktif dalam menyikapi kehiudpan berbangsa dan bernegara. hlm. Dengan penyaluran pinjaman kepada orang-orang miskin. serta ekonomi kerakyatan. etika yang ada pada para pejabat negara dan elit politik kita. termasuk masyarakat kita. Kedua. Sifat pelayanan yang diharapkan bukanlah yang bersifat karikatif. Sementara itu. dengan menyadarkan jemaat-jemaatnya yang bekerja di pemerintahan. Ini dikarenakan pengertian Diakonia yang benar sifatnya bukan temporer (diadakan jika diperlukan) namun sebaliknya ia harus menjadi bagian esensi dari struktur pelayanan gereja secara jelas (Kis. PBB melalui program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan pada Juni 2000 lalu. yang paling utama adalah perlunya reformasi moral. pelayanan yang memperhatikan ekojustice. Yunus membuktikan bahwa akses kapital adalah masalah kaum miskin yang sangat akut. Dalam proses menuju masyarakat yang diidamkan ini. Artinya. Muhhamad Yunus. salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dan penghadiran kenyataan damai di dunia di separuh dunia pada 2015. Fungsi kritis. eko teologia serta advokasi hukum. et. Ia menyebutkan bahwa akar segala permasalahan dalam negara dan dunia adalah kemiskinan yang merajalela.. al. 2007). gereja harus menjalankan fungsinya sebagai gereja yaitu sebagai garam dan terang dengan cara: pelayanan yang menyentuh reformasi moralitas bangsa. Keburukan nilai-nilai tersebut telah membius para pejabat negara kita yang merasa tidak berdosa atas dosa yang dilakukan.Gereja dapat berperan besar dalam meningkatkan efektifitas pelayannya yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain. melainkan memasukkannya dalam agenda pelayanan gereja secara jelas. 6:2)14. elit politik. Banawiratma. Sehingga Reformasi politik dan ekonomi saja tidak akan menyelesaikan masalah. Akar daripada segala masalah yang melanda bangsa kita dapat disetujui bersama adalah buruknya nilai-nilai moral. Cara praktis yang bisa ditempuh gereja adalah : pertama. (Jakarta : Marjin Kiri.Cit.. Salah satu penyebab tidak adanya kedamaian adalah kemiskinan.VII dyb. 13 . pelayanan yang mendahulukan orang-orang miskin. Di sini fungsi kritis daripada gereja adalah penting.B. Muhammad Yunus mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pada 10 Desember 2006 lalu dengan Grameen Bank-nya di Pakistan. menulis di 14 15 J. Pengentasan kemiskinan itu yang menciptakan kedamaian. Op. Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. informasi dan monetary. aksi itu bukan “bagi-bagi uang” namun lebih mendasar dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin merencanakan hidupnya dan keluar dari kemiskinan itu. Akan sulit menciptakan kedamaian jika akar kemiskinan masih terlalu dalam di masyarakat15. Mereka memerlukan akses permodalan untuk dapat keluar dari kemiskinan itu. profetis gereja tidak dapat dilepaskan oleh gereja demi hakekat gereja itu sendiri yang selalu lebih taat kepada Allah. gereja dengan Firman Allah mengukur segala tindakan para pejabat negara.

Daftar Pustaka Balz. 8. Eerdmans Publ.) 1974 Tensions In Contemporary Theology (Chicago : Moody Press) Lumbantobing. Memang dalam hal ini. (Jakarta : Marjin Kiri. Co. (Yogyakarta : Kanisius) Brownlee. Ekonomi & Ekologi: Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. al. 1981 Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. Horst & Schneider. (Pematangsiantar : L-SAPA) Pilgrim. 7. Diakonia yang transformatif adalah wujud Social Gospel yang dibutuhkan gereja untuk menjawab berbagai penindasan. Tugas ini diwariskan Yesus sendiri sebagai sebuah bentuk pelayanan. Muhhamad 2007 Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. dan kemiskinan untuk mewujudkan misinya menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini. 1.media masa sehingga dapat mempengaruhi public opinion dan memberi kritik terhadap dosa-dosa moral yang dilakukan oleh para pejabat negara. Vol. 3. (Michigan : William B. atau diam? Namun bukankah juga merupakan sebuah dosa jika membiarkan orang berbuat dosa? Gereja perlu memikirkan kembali dengan serius apa peran gereja di tengah-tengah percaturan politik seperti sekarang ini. Pelayanan Diakonia bukanlah suatu pilihan bagi gereja.) Banawiratma. Malcolm 1993 Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. (Eds. Kesimpulan 1.B. gereja sering ada dilema yang tidak gampang untuk memilih. Gerhard (Eds. gereja harus mempunyai jati dirinya sendiri. Darwin 2007 Teologi Di Pasar Bebas. Walter E. namun merupakan tugas hakiki yang tidak bisa tidak dilakukannya di dunia ini. Memberi kritik itu berarti akan semakin menyulitkan gereja. Diakonia merupakan salah satu tugas gereja yang dilaksanakan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Persekutuan dan Bersaksi. ketidakadilan. 1996 Iman. J.) 1990 Exegetical Dictionary of The New Testament. Alan F. & Johnson. Bukan lagi saatnya bagi gereja untuk bersikap oportunis. Stanley N. et. 2. (Jakarta : BPK Gunung Mulia) Gundry. 2007) 14 . (Minnesota : Ausburg Publishing House) Yunus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful