Diakonia : Tugas Gereja Untuk Membebaskan

1. Pendahuluan Salah satu isu yang kontroversial dalam dekade terakhir ini dalam dunia gereja adalah pergumulan antara penyuaraan Injil Sosial (Social Gospel) dan yang mereka yang ingin tetap tinggal menyakini bahwa tugas utama pewartaan gereja adalah spiritualitas. Sementara sebuah pemahaman yang meliputi injil secara keseluruhan juga bertumbuh dari kedua pihak, namun pergumulan itu masih tetap berlangsung. Pergumulan tersebut juga mencakup pemahaman orang percaya akan kehadiran Allah. Gambaran Allah yang telah disempurnakan dalam diri Yesus Kristus. Maka hakikat kemanusiaan kita di dalam Kristus adalah tugas untuk memelihara kehidupan. Tidak bisa tidak, tanggungjawab itu mesti dikembangkan oleh gereja. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan terhadap misi seperti itu. Di India ada Teologi Dalit, di Korea ada Teologi Minjung, di Amerika Latin ada Teologi Pembebasan. Semua itu adalah wujud tanggungjawab dan peran sosial gereja dalam memelihara dan meningkatkan harkat kehidupan yang sudah diaturkan oleh Allah sendiri. Perjumpaan atau persinggungan nilai yang konstruktif bagi kehidupan akan menghasilkan transformasi bagi gereja. Asal nilai-nilai itu dilihat sebagai sebagai sumber-sumber otentik dan tidak hanya dilihat sebagai komplemen dari proses transformasi itu. Sebagaimana kata Gutiérrez yang dikutip Harvie M. Conn1, konteks teologi adalah sebuah teologi yang tidak pernah henti berefleksi di dunia ini, namun tetap mencoba untuk menjadi bagin dari proses di dalam mana dunia ditransformasi. Ia menjadi teologi yang terbuka menolak kemapanan martabat kemanusiaan, pergumulan terhadap penindasan, ketidakadilan melalui kasih yang membebaskan, dan membangun sebuah masyarakat yang baru, adil dan penuh persaudaraan, menjadikannya sebagai Kerajaan Allah. Dengan demikian tulisan ini mula-mula akan membahas tentang gambaran perlunya peran sosial gereja sebagai pewaris pelayanan Yesus di dunia ini. Diperlukan pemahaman ulang atas tugas-tugas gereja, yang kini dikenali dalam Tri-tugas pelayanan gereja : Koinonia, Marturia dan Diakonia sebagai satu pelayanan yang utuh dan menyeluruh (holistik). Bagian berikutnya mengetengahkan tugas gereja dan orang-orang percaya sebagai persekutuan itu merespon pewartaan Yesus dalam institusi gereja. Jawaban itu kadang-kadang dipergumulkan, karena tidak tanpa kesalahan dan kekeliruan dalam penafsirannya. Salah satu rumusan masalah menyangkut pelayanan diakonia adalah “masih belum seragamnya pemahaman dan pemaknaan pelayanan diakonia di Jemat-jemaat”. Ketidakseragaman pemahaman ini mengakibatkan perbedaan sikap dan bentuk-bentuk pelayanan diakonia yang dilaksanakan di setiap jemaat. Bertolak dari itu, berikut ini dipaparkan hal-hal yang diharapkan membantu pengembangan

1

Harvie M Conn, “Theologies of Liberation : An Overview” dalam Tensions In Contemporary Theology, (Eds. Stanley N Gundry & Alan F Johnson), (Chicago : Moody Press), hlm. 329 1

Missio Dei memberitakan kabar baik bahwa Allah adalah Allah untuk semua manusia. ini jangan dipersempit menjadi bahwa Allah hanya untuk orang kristen. mengapa gereja harus berdiakonia. penyelenggaraan sakramen yang kudus dan penegakan disiplin. mereka yang sudah dipanggil keluar tersebut kembali diutus ke dalam dunia. kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang artinya mereka yang dipanggil keluar. Sebagai persekutuan pengikut Yesus. 1993). Kepala dari tubuh itu. Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. Garam dan terang tidak berfungsi bagi dirinya sendiri. Oleh sebab itu. ke dalam lingkungannya untuk menjadi garam dan terang (Mat. Pengertian Gereja Secara etimologi. makna gereja yang sejati bukan hanya terletak pada pemilikan nota ecclesiae : adanya pemberitaan Firman Allah yang benar. Situasi dan kondisi dimana gereja kini diam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dan bagaimana gereja dapat bertanggungjawab beperan serta atas keadaan di sekitarnya. yaitu hakekat diakonia. Gambaran itu mengandung arti bahwa Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja. Apa yang dirumuskan gereja sebagai salah satu tugasnya yaitu Diakonia. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang menanggapi atau menjawab panggilan Allah dalam iman untuk ikut mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui Kristus. (Jakarta : BPK Gunung Mulia. karena gereja hanya 2 Malcolm Brownlee. Itu berarti Allah memanggil umat pilihanNya bukan untuk dijadikan umat simpanan-Nya atau menjadi suatu umat yang diisolirkan dari lingkungan masyarakat sekitarnya (eksklusif). 2.pemahaman bersama tentang diakonia. persekutuan murid-murid Yesus. Mandat ini merupakan Missio Dei dari pada Allah. Tetapi pada saat yang sama. Gereja kemudian menjadi persekutuan orang-orang yang mengikut Yesus. ingin menggunakan gereja untuk menyatakan dirinya serta merta. Pandangan Dunia yang Dikotomis Sebuah opini yang berkembang dalam masyarakat kristen adalah bahwa tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat bukanlah tugas bagi gereja. pelayanan sosial yang adalah pelayanan kasih akan dibahas tersendiri sebagai bagian dari tanggapan gereja atas pewartaan Yesus tentang keselamatan dan keadilan serta tema pembebasan dalam dunia. Bagaimana gereja dapat menjadi gereja bagi orang lain? Melalui pemenuhan tugas pelayanan yang telah Allah mandatkan kepada gereja. gereja sering digambarkan sebagai tubuh Kristus. tetapi juga harus menjadi gereja bagi orang lain. dan bagaimana gereja melaksanakan pelayanan diakonia. 5:13-14). Pada bagian berikut penulis berusaha mengetengahkan “konteks” pergumulan pelayanan Diakonia dalam gereja di Indonesia dan HKBP secara khusus. hl. garam dan terang selalu berfungsi bagi yang lain. maka yang tergabung dalam persekutuan ini adalah orang-orang pilihan yang sudah dipanggil keluar dari lingkungannya yang gelap. Pemanggilan Allah atas umat-Nya ini untuk dijadikan garam dan terang bagi kegelapan dan ketawaran yang masih ada di sekitarnya2. 139 2 . Dengan menggunakan pengertian ini.

yang adalah Tuhan dunia dan gereja. 166 dyb. tidak dapat direduksi bahkan alam atas lebih baik daripada alam bawah merupakan pandangan dualisme. Injil yang bersifat menebus dahulu merupakan pesan yang mengubah dunia. masih ada. Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. kini ia dipersempit menjadi pesan yang menolak dunia. Akan tetapi. Sehingga masalah memperjuangkan keadilan. 3 . (Minnesota : Ausburg Publishing House. Namun dalam kenyataannya gereja itu introvert. Ucapan yang sering terdengar dalam gereja adalah. 3 4 Malcolm Brownlee. mengentaskan kemiskinan. Gereja hanya menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka3. Untunglah. bagaimana kita mau melayani orang lain. kejahatan-kejahatan dari kebencian rasial. dan dasar-dasar yang tidak memadai dalam hubungan-hubungan internasional”4. Implikasi praktis bagi gereja yang terpengaruh (sadar atau tidak sadar) pandangan ini adalah memperlakukan realitas-realitas materi dengan masa bodoh. kesalahan-kesalahan dalam hubungan-hubungan antara pekerja-pemilik di masa kini. Reaksi dan protes keras atas munculnya paham Social Gospel telah membuat kaum fundamentalis memberontak pula terhadap kewajiban sosial kristen. Ia tidak menentang ketidakadilan-ketidakadilan dari totalitarianisme. 1981). acuh tak acuh bahkan malah membencinya. dan cenderung selalu hanya memikirkan dirinya sendiri. terpisah. sekularisme pendidikan modern. Walter E Pilgrim. hlm.Cit. Pandangan semacam ini oleh Brown disebut dengan “Kesesatan Agung” (the Great Fallacy). Dalam menghadapi kemiskinan di dunia. karena hal itu mengandung resiko yang besar. harus selalu sadar akan kenyataan bahwa gereja berada di dalam dunia terutama untuk kepentingan dunia ini dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh Arief Budiman : “Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan tokoh-tokoh agama di dunia ini berpikir secara normatif. yang mereka lakukan biasanya adalah menyuruh orang untuk tawakal. tokoh-tokoh agama yang berpikir dan berbuat lain”. Pandangan yang menekankan tentang eksistensi dua alam yang independen. Banyak waktu yang digunakan oleh gereja untuk memulihkan dirinya sendiri. mereka memang beranggapan bahwa ini adalah ketidakadilan. lebih baik kita berdiam diri saja. penyelesaian konflik-konflik sosial bukan menjadi tanggung jawab gereja. melainkan kepada dunia. Mengapa? Ini jelas karena perhatian Allah itu sendiri bukan kepada surga-Nya. Paham Injil Sosial atau Social Gospel sering dimengerti tumpang tindih dengan pelayanan sosial. dan menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka. Gereja yang dipanggil untuk mengikut Allah dan mengikut Yesus Kristus. Ini terjadi karena gereja sangat dipengaruhi oleh cara pandang yang dikotomis tentang dunia. sambil menekankan bahwa keadilan yang abadi akan mereka dapatkan di akhirat nanti. pasrah. Fundamentalisme dalam pemberontakannya melawan Injil Sosial tampaknya juga memberontak terhadap kewajiban sosial kristen. Inilah hukum dasar hidup gereja. Tugas Manusia … Op. AnakNya yang tunggal diberikan bagi dunia bukan bagi surga. meskipun jumlahnya masih sedikit.berhubungan dengan masalah-masalah rohani saja. kita sendiri belum cukup.

(Michigan: William B.3. timbullah sungut-sungut di antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani di karenakan pembagian kepada janda-janda mereka di abaikan di dalam pelayanan sehari-hari. dalam Bahasa Yunani διακονεω. Gereja seutuhnya artinya tidak terlepas satu dengan yang lain. hlm. yaitu: 1. Ketiga. Ketika jumlah murid gereja mula-mula semakin bertambah. 11:28-29. Itu berarti Diakonia Gereja adalah bagian integral dari pelayanan utuh/ menyeluruh gereja Tuhan di dalam dunia ini. Luk. 3 kali dalam 1 Petrus) dengan arti 5: Pertama.17:8. karena persekutuan gereja harus terarah keluar (introvert) yaitu Persekutuan yang bersaksi dan melayani. 3 kali dalam Yohanes. 6:4. Gereja mula-mula memperhatikan dua macam pelayanan. Pelayanan meja (Mrk. 2 Kor. 1 Tim. Kecuali arti di atas. 1990). 11:8). 1 kali dalam Ibrani. 6:1-2). dan selalu dalam kebersamaan dengan pihak lain. 15:41. Vol. Weiser. Kedua. Kis. Service. 6:1-2). Pelayanan yang utuh pada hakekatnya menghubungkan secara tepat dan benar tiga sisi Tugas Panggilan Gereja yaitu Koinonia (Persekutuan). Ketiga tugas panggilan ini harus saling terkait. Lukas 8:3. Pelayanan meja merupakan bagian Firman Allah yang harus dikerjakan dan menjadi tanggung jawab gereja (Kis. Injil seutuhnya artinya Injil bukan hanya tentang keselamatan jiwa tetapi juga tentang keadilan. Pelayanan gereja ini harus dilaksanakan secara terpadu dan bersamaan sehingga menjadi pelayanan gereja yang holistik. “διακονεω” dalam Horst Balz dan Gerhard Schneider. 1:31. di dalam Perjanjian Baru kata pelayanan juga berhubungan dengan pelayanan proklamasi Injil. Pelayanan spiritual yaitu pelayanan Firman Allah dan doa (Kis. “Dan 5 Misalnya A. Pelayanan material yaitu pelayanan meja (Kis. arti yang lebih luas yaitu help by providing care muncul dalam Matius 25:44. Dalam Mark. Markus 1:13. Diakonia adalah Tri-tugas gereja yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pelayanan proklamasi Injil (Kis. Oleh karena itu pelayanan utuh dari Gereja dapat dirumuskan sebagai berikut : “Gereja yang seutuhnya memberitakan Injil yang seutuhnya tentang Kristus yang seutuhnya bagi manusia dan dunia seutuhnya”. Kata ini muncul 36 kali dalam Perjanjian Baru (21 kali dalam Injil Sinoptik. Kisah Para Rasul 6:4. 3:3-16). 1. perdamaian dan kesejahteraan. sehingga kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan mengatakan bahwa mereka tidak merasa puas karena mereka melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. dimana Yesus menetapkan 12 murid (bentuk persekutuan) untuk menyertai Yesus dan diutus memberitakan Injil (Marturia) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Diakonia). Eerdmans Publishing Company. 4:1. Marturia (Kesaksian) dan pelayanan (Diakonia). 302-304 4 . 4:35. (Eds. kebenaran. hal itu nyata. 3:14-15. 6:3. 6:4) dan 2. Hakekat Diakonia Kata pelayanan dalam bahasa Inggris : Ministry. 20:24.). 8 kali dalam tulisan Paulus. Menurut para rasul bahwa melalaikan pelayanan meja sama artinya melalaikan Firman Allah. Exegetical Dictionary of The New Testament. Tri Tugas Gereja Sebagai Kesatuan Bersama dengan Koinonia dan Marturia. Karena itu membahas Diakonia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gereja yang sering kita kenal sebagai Tugas Panggilan Gereja.

dan diakonos berarti pelayan. b. Dalam Why. Istilah diakonia dipopulerkan dalam era Perjanjian Baru. Berdasarkan perkataan Tuhan Yesus itu. Sekalipun tidak menggunakan kata diakonia. Jadi Yesus Kristus adalah diakonos perdamaian. Weiser. 4:1). 20:24 dan 2 Kor. dan ketekunan. hlm. Pembatasan ini berfungsi sebagai titik tolak pembahasan selanjutnya dan sekaligus menyatukan pemahaman bersama. Dalam perkembangannya. Dilihat dari pemakaian awal dan pemakaian dalam beberapa konteks di atas dapat dikatakan bahwa diakonia adalah tugas pelayanan dari Allah untuk kesejahteraan manusia. Yesus Kristus memperlihatkan aspek kesejahteraan fisik dari pelayanan yang dilakukanNya. Dalam 2 Kor. perlu dilakukan pembatasan pemahaman. iman. Hal ini mengindikasikan bahwa kecukupan pangan merupakan tugas yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh murid-murid. Menjadi murid Tuhan Yesus atau menjadi pengikut Yesus berarti menjadi pelayan. “Tidak perlu mereka pergi kamu harus memberikan mereka makan. Kata Yesus. diakonia digunakan dalam konteks tugas pelayanan yang diterima dari Tuhan. Penggunaan kata harus menggambarkan sikap Yesus terhadap pelayanan kesejahteraan (Diakonia). Orang-orang yang datang kepada-Nya tidak cukup dilayani dengan khotbah yang menyenangkan secara spiritual tetapi juga perlu dikenyangkan secara material. Dua kata yang berhubungan erat dengan diakonia yaitu diakoneim dan diakonos. Bentuk-bentuk diakonia gereja 6 7 A. bahkan pelayan yang memberikan dirinya sendiri untuk orang lain7. asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan διακονίαν yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis. persekutuan murid-murid Yesus..supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan διακονία˛ Firman. Pada mulanya diakonia bermakna pelayanan secara terbatas pada pelayanan firman. Dalam Kol.Cit. diakonia digunakan dalam konteks tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan oleh orang-orang percaya. 167 5 .Cit. 5:18-19 . hlm. misalnya 6: a. 2:19 . Good News … Op. melalui peristiwa pembagian roti kepada lima ribu orang (Yoh. keduanya sering digunakan dalam berbagai konteks. Mat. Pelaksanaan tugas tersebut dikaitkan dengan kesabaran. c. 14:13-21). 4:17. “διακονεω” …Op. Berdasarkan konteks-konteks yang dikemukakan di atas. diakonia digunakan dalam konteks pelayanan perdamaian yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Allah di dalam dan melalui diri Yesus Kristus untuk mendamaikan diri-Nya dengan manusia. 6:1-15. 302-304 Walter E Pilgrim.” Lebih jelas Paulus berkata : “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun. kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa melayani seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus itu juga berlaku bagi gereja sebagai persekutuan orang-orang yang mengikut Kristus. Diakoniem berarti melayani..

kesehatan. Tidak menyentuh akar masalah. tidak memandirikan. serta membangun kualitas kehidupan manusia yang lebih baik. dan usahausaha untuk peningkatan penghasilan. Solidaritas kelompok mulai ditumbuhkan. Kemiskinan pada hakekatnya dikurangi bahkan dapat dihapuskan. meski dibantu. Diakonia Reformatif. Terarah kepada individu yang sulit berubah keadaannya. pada hakekatnya dapat diupayakan melalui peningkatan pendidikan dan penguasaan teknologi. Tindakan yang dilakukan misalnya. Kemiskinan antara lain disebabkan oleh kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam. Oleh sebab itu. dapat digolongkan dalam tiga model pendekatan pelayanan karitatif. dan sampai saat ini masih juga dilakukan. serta mengusahakan/ menyediakan modal kerja bagi para tani dan buruh agar dapat meningkatkan produksitivitasnya. e. c. Kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan penguasaan teknologi. Cara ini menimbulkan ciri-ciri : a. Pelayanan ini cepat dirasakan manfaatnya. Menimbulkan sikap ketergantungan . d. sekedar memberi ikan. Situasi ini tidak dapat diubah. Lebih menyentuh akar permasalahan dan dampaknya lebih bersifat jangka panjang. membangun rumah sakit dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan.Bicara tentang kiprah pelayanan gereja dalam pemberdayaan anggotanya. Yang bisa terjadi adalah : yang kaya berperan sebagai penderma dan yang miskin berperan sebagai pengucap terima kasih. membangun sekolah-sekolah dan menyelenggarakan pengembangan SDM. Adapun ciri-cirinya : a. b. lalu subyek 6 . perkoperasian. Terdapat hubungan subjek-objek. Tindakan yang dilakukan tampak dalam memberikan dan meningkatkan bantuan bagi yang miskin. d. bahkan sampai menyentuh kepentingan masyarakat luas. Orientasi pelayan dibidang pendidikan. menyiapkan dan menyalurkan bantuan teknologi melalui penyuluhan dan pembinaan keterampilan. c. dan persediaan sembako habis. Bila dilakukan terus-menerus akan memerlukan dana yang besar. uang. Setelah banjir berlalu. Tepat untuk situasi darurat sebagai bantuan awal. dan sangat tepat dalam situasi darurat yang amat mendesak dan sangat membutuhkan pertolongan yang bersifat segera. Diakonia Karitatif. Memerlukan tenaga terampil dan sesuai dengan program. Model kedua ini merupakan pengembangan diakonia karitatif yang dirasakan tidak dapat menjawab persoalan untuk jangka panjang. f. Model ini adalah model tertua dari bentuk pelayanan gereja yang dilakukan. Yang dapat dilakukan oleh gereja adalah membantu yang miskin agar menjadi sedikit lebih baik dan mengurangi penderitaan mereka. misalnya bencana alam. pengembangan dan pendayagunaan potensi manusia dan alam dalam rangka penghapusan kemiskinan. Bentuknya misalnya bantuan kepada janda atau warga jemaat yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan pemberian beras. Biasanya melengkapi program pemerintah. b. reformatif dan transformatif. Suatu masyarakat terdiri atas struktur : yang kaya dan yang miskin. Kemiskinan tidak dapat dibasmi. e.

melainkan sebagai suatu "gerakan" yang terbuka bagi pembaharuan (agent of change) dan aktif menjalankan visi misi kerajaan Allah. muncul sebagai alternatif ke tiga menjawab permasalahan kemiskinan dan ketidakadilan struktural yang muncul di permukaan. Sejarah lahirnya dipelopori oleh gereja Amerika Latin mencari jawaban atas kemiskinan yang sangat parah di sana. Tokoh yang berperanan di antaranya adalah Gustavo Gutiérrez dengan pendekatan ortopraksis. Maka diakonia gereja mulai bergeser dari diakonia karitatif ke diakonia reformatif. Peran gereja selama ini dalam mentransformasikan dunia dirasakan belum optimal. karena masalahnya terletak pada pertanyaan. Ada masalah-masalah sosial yang muncul dipermukaan. Akibatnya. Pendekatan yang dilakukan adalah pola Community Organization (CO) dengan pendekatan pengorganisasian komunitas untuk dapat merancang dan merencanakan hidup mereka sendiri. bahkan merusak lingkungan ekologis bumi untuk kebutuhan jangka panjang. Pendekatan yang dilakukan memakai pola Community Development (CD) dengan pengembangan masyarakat seperti pembangunan kesehatan dan penyuluhannya. daripada sekadar tindakan karitas-amal kasih semata-mata. analisis SWOT dan perencanaan partisipatif dan melakukan jejaring dengan institusi sosial yang ada. tetapi menjadikan kelompok yang diberdayakan sebagai mitra dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik.yang dilayani mau apa? Apakah mereka hanya makan dan cukup gizi pada bulan Desember ketika ada pasar murah untuk mereka? Model diakonia ini lebih menekankan aspek pembangunan. dan tugas-tugas politik gereja membangun kesejahteraan umat manusia. Pelayanan transformatif bukan mau menciptakan oposisi bagi pemerintah dan penguasa. di mana mereka dapat mengail dan mengolah tanah? Bila tanah dan laut dimiliki kaum pemilik modal yang mempunyai kapital? Karena itu berilah dia hak hidup melalui pendampingan dan perberdayaan bagi mereka. Digunakannya analisis sosial budaya masyarakat. pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kemiskinan baru dan memperluas gap antara kelompok orang yang kaya dan yang miskin. Gereja tidak lagi mau menjadi menara gading untuk dirinya sendiri. muncul kesadaran gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan memikirkan persoalan kemasyarakatan lainnya. Gereja tidak lagi diartikan sebagai gedung yang statis. pemberian beasiswa untuk pendidikan. sebab besok ia akan datang kembali untuk meminta roti (menghapus mental ketergantungan). kelompok usaha bersama dengan kelompok simpan pinjam. termasuk Gereja-gereja di Indonesia melalui DGI. kalau kita memberinya pancing atau pacul untuk mencangkul. Asumsi yang mendasari pelayanan ini adalah kalau ada orang lapar. Pelayanan transformatif. Bahkan kenyataannya di beberapa negara. Pengalaman Gereja di Amerika Latin mulai meredifinisi kembali peran gereja dan tugasnya di dunia saat ini. juga tidak cukup. dan melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif. 7 . tidak cukup diberi roti. yang harus diatasi seperti terjadinya diskriminasi. ketidakadilan internasional. Maka teolog pembebasan merumuskan "ekklesiologi baru" (ilmu tentang gereja) dan merefleksikan gereja secara kontekstual.

Tidak ada pilih kasih/ diskriminasi. 13:34). bukan kasih sejati (bnd Luk. Titik berangkat teologi pembebasan a la Gutiérrez adalah gereja dan hubungannya dengan dunia di Amerika Latin. Tugas gereja adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah (bnd. Dan dengan pemahaman ini pula fungsi pembebasan gereja tampak dalam tiga tingkatan : pembebasan politik yang mengakomodasi golongan miskin dan tertindas. Alkitab banyak membicarakan keadilan. 1 Yoh. Kasih harus menjadi dasar kehidupan orang percaya. Keadilan. kasih yang berhenti pada sebatas menaruh belas kasihan kepada orang lain. Keadilan secara umum berarti setiap orang memperoleh haknya atau menerima apa yang seharusnya diterima. hlm. 22:37-40. 4. Luk. Yesus menyimpulkan hukum terutama dengan Hukum Kasih yaitu kasih kepada Tuhan dan kepada sesama (Mat. pelayanan. Dalam keadaan adil hak semua orang ditentukan secara konsisten. gereja memerlukan sebuah pemahaman baru dalam sifat dasar dan misinya. Roma 5:6-8). Luk.. kasih tidak sama dengan perbuatan baik (amal). Kasih bukan hanya sikap batin tetapi perlu dinampakkan dalam perbuatan konkrit. Kasih juga tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lahiriah. hlm. Kasih berarti keinginan menolong dengan perbuatan nyata (Luk. Hukum-hukum berlaku bagi semua orang secara sama. kekudusan. Kasih berarti penghargaan terhadap kehidupan seseorang. Semua kegiatan dan akta kehidupannya dimotivasi oleh kasih. karena kasih harus lahir dari kesadaran yang dalam (bnd. Setiap orang berhak diperlakukan secara sama dengan orang lain karena ia 8 9 Harvie M Conn. Roma 13:8. 10:25-37. ketidakadilan dan penindasan9. Pekerjaan orang kristen dalam masyarakat dilakukan sebagai respon terhadap kerajaan Allah. 1 Kor. Diakonia Yang Transformatif Dasar-dasar alkitabiah tugas diakonia Gereja. terletak pada berita tentang Kerajaan Allah yang menjadi pusat pengajaran Yesus. pengampunan. Yoh. Kasih Kristus tak tergantung pada jasa. Masyarakat itu diwarnai oleh kasih. kelas sosial.13:1) Akan tetapi pada sisi lain. pembebasan sebagai sebuah pemahaman akan sejarah. sebagai sifat Allah. Mat.Cit. dengan orang menyadari dan dapat melihat masa depannya secara bertanggungjawab. akar dari segala kebobrokan hubungan manusia. melainkan nilai Injil Kerajaan Allah harus hadir dan meresap dalam seluruh sendi kehidupan manusia8. sikap/ kerja orang yang dikasihi Setiap orang adalah sesama kita yang dikasihi oleh Allah. 25:31-46. 3:17-18). Ada tiga ciri utama Kerajaan Allah yaitu : Kasih (Agape). keseimbangan. Guna memindahkannya ke dunianya.. 6:27). 12:12-14). bnd. dan pembebasan oleh Kristus dari dosa. kedamaian dan sukacita. Karena itu kasih tidak membedakan atau memandang muka (Yak. “Theologies of Liberation : An Overview… Op. 361 Ibid. 4:18-19). Pada satu sisi. Harkat seseorang (termasuk yang hina karena dosanya) ditetapkan oleh kasih Allah (bnd. sebagai kewajiban manusia dan sebagai ciri masyarakat yang baik.Karena itu gereja tidak harus menjadi besar dan megah fisiknya. 2:8-9. Kepercayaan akan kedatangan Kerajaan Allah menggambarkan suatu masyarakat yang sesuai dengan kehendak Allah. 361-362 8 .

Syalom disini berarti kepercayaan disandarkan kepada Allah saja. Sebuah rahasia besar tentang kerajaan Allah telah dibuka oleh Yesus ketika Ia berbicara tentang penghakiman terakhir. keadilan dan persekutuan. 11:6-8. semua penyakit disembuhkan. masalah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. ras. Pemecahan sebagian masalah ini mungkin akan lebih nyata dan lebih berdayaguna jika dilakukan secara bersama-sama pada aras pelayanan yang lebih luas atau jika mungkin dilaksanakan secara lintas denominasi dan lintas agama. Damai Sejahtera. pihakpihak yang terpisah dipersatukan. Shalom berarti semua kekacauan dalam hidup manusia diatur. oleh pemerintah bahkan oleh semua komponen dalam masyarakat. 3:28 . Pelayanan Diakonia Dalam Konteks HKBP Dalam konteks HKBP banyak masalah-masalah yang menjadi penyebab kesengsaraan atau penderitaan masyarakat. Namun kita sadar bahwa hambatan terhadap pelaksanaan pelayanan yang utuh mengalami hambatan baik secara interen maupun secara ekstern. politik dan berbagai perbedaan lainnya. 4:37-39). terutama kepada orang yang lapar dan atau haus. Kita hidup dalam hubungan baik dengan Tuhan. Masalah lain yang perlu mendapatkan perhatian kita dalam pelayanan diakonia antara lain adalah masalah lingkungan hidup. masalah pengembangan ekonomi warga masyarakat. antara lain : Hubungan baik dengan Tuhan. 25:21-46). keselamatan. Syalom melebihi hubungan yang baik. golongan. Dalam Alkitab. Yesus mengatakan bahwa kunci untuk masuk ke dalam kerajaan Allah ialah kepedulian manusia terhadap sesamanya. Harus membangun kehidupan bersama dengan sesama. Seperti kita ketahui bahwa Yesus bukanlah Juru Selamat orang kristen saja. karena karya Tuhan Yesus Kristus (Roma 5:1). kesejahteraan. 5. 103:6. Mzm. Hubungan baik dengan sesama. Suatu kepedulian yang menjangkau semua orang. Mark. semua gangguan diatasi. Im. yang sakit. yang ada dalam penjara (Mat. yang untuknya kita bertanggungjawab kepada Tuhan kita. tetapi Juru Selamat dunia. masalah pendidikan dan sumber daya manusia. semua perpecahan dipersatukan kembali. 2:14-15). 26:4-6. Ef. Kepedulian ini adalah kepedulian murni. orang asing. persatuan. syalom berarti kedamaian. Juru Selamat umat manusia. 90:4). Hubungan baik dengan lingkungan hidup (Yes. 34:25-29). Ketidakadilan. orang yang telanjang. 9 . Shalom berarti menikmati berbagai bentuk hubungan baik. Syalom adalah kata pokok yang menggambarkan visi Alkitab tentang suatu persekutuan yang mencakup seluruh ciptaan (band. Yehz. Dengan demikian diakonia bukanlah suatu pilihan melainkan suatu dimensi yang hakiki dan pasti dalam Iman kristen yang hidup. agama. bukan kepada sesuatu yang lain. perang dan penindasan harus ditiadakan (Gal. kesehatan. Keadilan kristen banyak kesamaannya dengan keadilan secara umum. tulus dan tidak dibatasi oleh tembok-tembok budaya. Berbagai usaha dilaksanakan oleh gereja/ jemaat. yang di depan disebutkan sebagai penyakit masyarakat.adalah manusia yang sama nilainya dihadapan Tuhan sebagai ciptaan Allah. tetapi mempunyai dasar dalam keadilan Allah (band Mzm.

Katakanlah semakin tersedia kesempatan menghadirkan diri secara bermakna dan menjadi berkat sebesar-besarnya. Dalam hal ini dibutuhkan daya khayal dan kreativitas tinggi. kendatipun kita percaya bahwa Ktistus dapat saja menyatakan pelayanannya juga di luar gereja. tanpa mencari akar penyebabnya. karena didalam diakonia setempatlah gereja-gereja harus menjadi pelayan Tuhan. namun kesempatan luar biasa terbuka bagi LSM-LSM. Masa depan perlu diantisipasi agar supaya pelayanan diakonia bukan saja menciptakan tanda-tanda pengharapan untuk masa depan. karena itu kita dituntut untuk mengasihi sesama kita. Tidak jarang kegiatan yang dilakukan dengan maksud baik disalahtafsirkan serta resistensi oleh pihak lain. Diakonia dimulai ditempat di mana ada masyarakat. Perlu mengkaji ulang pemahaman atas tugas pelayanan gereja sebagai tugas yang diberikan Yesus sendiri.Hambatan internal antara lain sulitnya mengubah paradigma berpikir yang telah tertanam dari generasi ke generasi. Diperlukan analisis secara saksama terhadap akar-akar masalah. seperti sistem-sistem yang berlaku dalam masyarakat. misalnya strukturisme dalam gereja itu sendiri yang melihat hal-hal baru mesti dipertimbangkan dan paling-paling diistilahkan dengan “sipareahan ma i”. Untuk apa susah-susah mencari-cari hal baru (contoh : lojaanku diringku. so tamba ni gajingku). itu saja yang dilanjutkan. Seringkali kita telah berupaya melawan gejala-gejala kemiskinan. Sama seperti Kristus melayani kita. Apa yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi. sebenarnya semakin terbuka peluang dan kesempatan bersaksi dan melayani. individualisme dan lain-lain. buruh. Dengan demikian pelayanan diakonia mewujud di dalam gereja-gereja setempat. adanya kemalasan manusia untuk melakukan inovasi (karena terikat oleh tradisionalisme). Di wilayah minoritas kristen. Budaya ‘biar jelek asal milik sendiri’ sudah saatnya ditinggalkan. Disamping adanya hambatan termaksud di atas. Kita harus senantiasa berorientasi pada kualitas dan efektifitas. demikian juga kita harus melayani sesama kita. Kristus mengasihi dan melayani dunia. gereja-geraja sangat terbatas melaksanakan pelayanan diakonia. terbuka untuk melayani kebutuhan masyarakat dimana gereja itu berada. terdapat kecenderungan adanya sifat-sifat introvert dan defensif. penyakit dan penderitaan. Kristus telah mengasihi kita. Melalui gereja. peningkatan ekonomi masyarakat). wanita. pelestarian lingkungan hidup. Kita (gereja) adalah agen pelayanan Kristus terhadap dunia. peluang untuk mengembangkan pelayanan diakonia selalu terbuka. Lainnya. tanpa harus dibatasi oleh agama yang dianut oleh pengelolanya (LSM yang bergerak memperjuangkan hak asasi. Semakin banyak dan semakin rumit masalah yang dihadapi dalam masyarakat. adanya pengaruh budaya materialisme. Mungkin di era reformasi secara melembaga. Diakonia menjadi nyata dan konkrit di dalam situasi-situasi setempat. karena berbagai alasan Diakonia harus memberi tekanan pada langkah-langkah preventif/pencegahan. terutama karena zaman kita sekarang ini sering berhadapan dengan 10 . Karena itu saatnya gereja/jemaat menjalin kerjasama strategis dengan LSM. Hambatan eksternal dapat terjadi di daerah mayoritas kristen seperti Tapanuli berupa penyakit kemapanan dan mentalitas status-quo.

Sesuatu yang hidup pasti berkembang. Pergumulan dan penderitaan warga jemaat dan masyarkat adalah medan berteologi gereja secara praktis. 5) pengembangan hidup menggereja dari bawah10. Tuntutan ini tidak berlebihan. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia kini. (Yogyakarta : Kanisisus. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. Banawiratma. Walaupun demikian pelayanan-pelayanan tersebut belumlah dianggap sempurna dan karena itu dapat 10 11 J. Banawiratma. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. sebagai teolog katolik melihat ada lima agenda mendesak yang harus dijalankan oleh gereja di Indonesia berhubungan dengan konteks Indonesia. (Pematangsiantar : L-SAPA. 281-288 Darwin Lumbantobing. 2007). Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. Pengalaman gereja dalam dunia ini mengarahkan dirinya pada pergumulan sebagaimana dialami di dunia Latin. 2) keadilan gender. hlm. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia era Reformasi. 3) pemeliharaan lingkungan hidup. penebusan dan lain-lain direalisasikan secara konkret11. Tuntutan ini tidak berlebihan. Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. bahkan. maka Diakonia yang transformatif merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. gereja telah berusaha melaksanakan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat.persoalan memperoleh harta untuk peningkatan kesejahteraan anggota atau pengentasan kemiskinan warga masyarakat luas. 54-55 11 .B. Ekonomi & Ekologi : Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. al. 4) kesadaran dan pilihan nilai. Kelihatannya ada kesepakatan bersama di antara para tokoh teolog Protestan maupun Katolik tentang konteks kekinian pelayanan Gereja di Asia maupun di Indonesia. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. bahwa model yang berteologi yang relevan adalah berteologi secara praksis. istilah-istilah teologis seperti keselamatan. Iman. kini yaitu: 1) keadilan sosial.. individual maupun kolektif. 6. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. 1997). Artinya. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. Beberapa Usulan Praktis bagi Pelayanan Gereja Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. hlm. bahkan. Teologi Di Pasar Bebas. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. Misalnya sejak. et. maka respon yang ketiga merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi.

Op. politik dan teologi yang ada. suku. terlepas dari perbedaan agama.berlaku di segala tempat dan sepanjang segala abad. hlm. 53 Bnd. Karya para misionaris itu mencerminkan Diakonia preventif dan bahkan prospektif dan berorientasi kedepan agar dapat melihat bahaya-bahaya di depan dan memerangi sebab-sebab yang mendasar serta mendetaksi dan mengikuti secara dini perkembangan dari bahaya tersebut. Darwin Lumbantobing. jasmani dan pendidikan dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang formal12. budaya. tetapi kepada semua orang (bandingkan dengan ceritera orang Samaria yang murah hati dalam Luk. Karena itu program kemandirian teologi. Yesus datang dan mendirikan Kerajaan Allah dan menjadikan gereja sebagai alat atau sarana untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini dan sebagai alat dari kerajaan itu. program pendidikan motivator. serta pembelaan dan peningkatan hak azasi manusia. hlm. Dengan demikain Diakonia tidak hanya bersifat bantuan karitatif kepada orang miskin.Diakonia harus mempunyai sifat ‘saling’. Disana pula dalam gereja Batak dikenal “pargodungan”. Op.cit. pelayanan diakonia dinyatakan para missioner melalui “paket” Pendidikan. 10:25-37). pendidikan kesehatan dan lain-lain. bahwa kita memberi karena kita telah menerima. Seringkali cara pemahaman mengenai pelayanan seperti ini dipengaruhi oleh situasi sosial. pelayanan diakonia tidak terbatas pada gereja dan orang-orang kristen saja. yang difungsikan sebagai pusat kehidupan spiritual. Programprogram tersebut tidak harus hanya dibatasi pada lingkup jemaat sendiri. pelayanan diakonia dibatasi hanya untuk kalangan kristen saja karena dianggap sebagai suatu kampanye kekristenan. Pelayanan diakonia yang bersifat kemanusiaan bukanlah pelayanan diakonia yang harus berbendera kristen. Disadari bahwa di beberapa tempat dan situasi. Dalam hal ini pelayanan diakonia yang tulus dapat dilaksanakan. pelayanan kepada para penyandang cacat mental. namun sekarang ini di beberapa tempat dan dalam setiap kesempatan sering terbuka kemungkinan kerjasama dengan pihakpihak lain. 12 13 Darwin Lumbantobing. 48 12 . Ini berarti gerejagereja perlu melibatkan diri dalam hubungan yang progresif antara pelayanan-pelayanan sosial. Apabila gereja mengadakan pelayanan diakonia harus selalu ditujukan kepada semua orang. Program-program konkrit tersebut antara lain program peningkatan ekonomi warga..cit. Dengan pelayanan Diakonia demikian pembebasan dan penebusan hakiki adalah mengembalikan harkat dan martabat kemanusiaan13. daya dan dana harus mendapat perhatian yang jelas dalam program-program nyata gereja dan tidak sekedar sebagai ungkapan-ungkapan yang abstrak dari atas mimbar. tetapi suatu pelayanan diakonia yang lahir dan termotivasi dari dan oleh pelayanan Kristus yang kita alami. Diakonia haruslah bersifat kemanusiaan artinya.. golongan dan berbagai perbedaan lainnya. tetapi haruslah membimbing dan memperlengkapi masyarakat sehingga mereka dapat mandiri dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan sekedar sebagai penunggu lapangan kerja dan uluran tangan orang lain. Pelayanan Kesehatan dengan mendirikan Sekolah-sekolah. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Rumah-rumah sakit.

Cara praktis yang bisa ditempuh gereja adalah : pertama. PBB melalui program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan pada Juni 2000 lalu.B. Muhammad Yunus mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pada 10 Desember 2006 lalu dengan Grameen Bank-nya di Pakistan. 2007). Ini dikarenakan pengertian Diakonia yang benar sifatnya bukan temporer (diadakan jika diperlukan) namun sebaliknya ia harus menjadi bagian esensi dari struktur pelayanan gereja secara jelas (Kis. hlm. Fungsi kritis. Ia menyebutkan bahwa akar segala permasalahan dalam negara dan dunia adalah kemiskinan yang merajalela. gereja harus menjalankan fungsinya sebagai gereja yaitu sebagai garam dan terang dengan cara: pelayanan yang menyentuh reformasi moralitas bangsa. gereja dengan Firman Allah mengukur segala tindakan para pejabat negara. Kedua.VII dyb. Muhhamad Yunus. Banawiratma. Dalam proses menuju masyarakat yang diidamkan ini. menulis di 14 15 J... profetis gereja tidak dapat dilepaskan oleh gereja demi hakekat gereja itu sendiri yang selalu lebih taat kepada Allah. Pengentasan kemiskinan itu yang menciptakan kedamaian. Salah satu penyebab tidak adanya kedamaian adalah kemiskinan. 13 . etika yang ada pada para pejabat negara dan elit politik kita. al. aksi itu bukan “bagi-bagi uang” namun lebih mendasar dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin merencanakan hidupnya dan keluar dari kemiskinan itu. Sementara itu. Sifat pelayanan yang diharapkan bukanlah yang bersifat karikatif. 6:2)14. Yunus membuktikan bahwa akses kapital adalah masalah kaum miskin yang sangat akut.Gereja dapat berperan besar dalam meningkatkan efektifitas pelayannya yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain. elit politik. melainkan memasukkannya dalam agenda pelayanan gereja secara jelas. Akar daripada segala masalah yang melanda bangsa kita dapat disetujui bersama adalah buruknya nilai-nilai moral. Sehingga Reformasi politik dan ekonomi saja tidak akan menyelesaikan masalah. (Jakarta : Marjin Kiri. Di sini fungsi kritis daripada gereja adalah penting. et. Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. Dalam pada itu gereja juga terpanggil aktif dalam menyikapi kehiudpan berbangsa dan bernegara. pelayanan yang memperhatikan ekojustice. dengan menyadarkan jemaat-jemaatnya yang bekerja di pemerintahan. informasi dan monetary. termasuk masyarakat kita. gereja melalui lembaga-lembaga pendidikannya (STT dan Sekolah-sekolah Alkitab) harus semakin mempersiapkan diri dengan pembenahan kurikulum menciptakan pelayan gereja yang melek teknologi. serta ekonomi kerakyatan. Iman. eko teologia serta advokasi hukum. Akan sulit menciptakan kedamaian jika akar kemiskinan masih terlalu dalam di masyarakat15. yang paling utama adalah perlunya reformasi moral. pelayanan yang mendahulukan orang-orang miskin.Cit. Artinya. Dengan penyaluran pinjaman kepada orang-orang miskin.. Mereka memerlukan akses permodalan untuk dapat keluar dari kemiskinan itu. Keburukan nilai-nilai tersebut telah membius para pejabat negara kita yang merasa tidak berdosa atas dosa yang dilakukan. salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dan penghadiran kenyataan damai di dunia di separuh dunia pada 2015. Op.

) 1990 Exegetical Dictionary of The New Testament.) 1974 Tensions In Contemporary Theology (Chicago : Moody Press) Lumbantobing. 2. (Eds.) Banawiratma. gereja sering ada dilema yang tidak gampang untuk memilih. (Jakarta : Marjin Kiri. Vol. Memberi kritik itu berarti akan semakin menyulitkan gereja. (Pematangsiantar : L-SAPA) Pilgrim. (Minnesota : Ausburg Publishing House) Yunus. Bukan lagi saatnya bagi gereja untuk bersikap oportunis. Diakonia merupakan salah satu tugas gereja yang dilaksanakan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Persekutuan dan Bersaksi. namun merupakan tugas hakiki yang tidak bisa tidak dilakukannya di dunia ini. Alan F. 1981 Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. dan kemiskinan untuk mewujudkan misinya menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini. Pelayanan Diakonia bukanlah suatu pilihan bagi gereja. Muhhamad 2007 Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. Stanley N. 3. Tugas ini diwariskan Yesus sendiri sebagai sebuah bentuk pelayanan.media masa sehingga dapat mempengaruhi public opinion dan memberi kritik terhadap dosa-dosa moral yang dilakukan oleh para pejabat negara. Horst & Schneider. Daftar Pustaka Balz. Darwin 2007 Teologi Di Pasar Bebas. J. Co. Walter E. Malcolm 1993 Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. (Yogyakarta : Kanisius) Brownlee. 7. et. Diakonia yang transformatif adalah wujud Social Gospel yang dibutuhkan gereja untuk menjawab berbagai penindasan. 1996 Iman. (Jakarta : BPK Gunung Mulia) Gundry. Kesimpulan 1. 8. gereja harus mempunyai jati dirinya sendiri. al.B. 1. Gerhard (Eds. 2007) 14 . ketidakadilan. atau diam? Namun bukankah juga merupakan sebuah dosa jika membiarkan orang berbuat dosa? Gereja perlu memikirkan kembali dengan serius apa peran gereja di tengah-tengah percaturan politik seperti sekarang ini. Ekonomi & Ekologi: Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. (Michigan : William B. Eerdmans Publ. Memang dalam hal ini. & Johnson.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful