Diakonia : Tugas Gereja Untuk Membebaskan

1. Pendahuluan Salah satu isu yang kontroversial dalam dekade terakhir ini dalam dunia gereja adalah pergumulan antara penyuaraan Injil Sosial (Social Gospel) dan yang mereka yang ingin tetap tinggal menyakini bahwa tugas utama pewartaan gereja adalah spiritualitas. Sementara sebuah pemahaman yang meliputi injil secara keseluruhan juga bertumbuh dari kedua pihak, namun pergumulan itu masih tetap berlangsung. Pergumulan tersebut juga mencakup pemahaman orang percaya akan kehadiran Allah. Gambaran Allah yang telah disempurnakan dalam diri Yesus Kristus. Maka hakikat kemanusiaan kita di dalam Kristus adalah tugas untuk memelihara kehidupan. Tidak bisa tidak, tanggungjawab itu mesti dikembangkan oleh gereja. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan terhadap misi seperti itu. Di India ada Teologi Dalit, di Korea ada Teologi Minjung, di Amerika Latin ada Teologi Pembebasan. Semua itu adalah wujud tanggungjawab dan peran sosial gereja dalam memelihara dan meningkatkan harkat kehidupan yang sudah diaturkan oleh Allah sendiri. Perjumpaan atau persinggungan nilai yang konstruktif bagi kehidupan akan menghasilkan transformasi bagi gereja. Asal nilai-nilai itu dilihat sebagai sebagai sumber-sumber otentik dan tidak hanya dilihat sebagai komplemen dari proses transformasi itu. Sebagaimana kata Gutiérrez yang dikutip Harvie M. Conn1, konteks teologi adalah sebuah teologi yang tidak pernah henti berefleksi di dunia ini, namun tetap mencoba untuk menjadi bagin dari proses di dalam mana dunia ditransformasi. Ia menjadi teologi yang terbuka menolak kemapanan martabat kemanusiaan, pergumulan terhadap penindasan, ketidakadilan melalui kasih yang membebaskan, dan membangun sebuah masyarakat yang baru, adil dan penuh persaudaraan, menjadikannya sebagai Kerajaan Allah. Dengan demikian tulisan ini mula-mula akan membahas tentang gambaran perlunya peran sosial gereja sebagai pewaris pelayanan Yesus di dunia ini. Diperlukan pemahaman ulang atas tugas-tugas gereja, yang kini dikenali dalam Tri-tugas pelayanan gereja : Koinonia, Marturia dan Diakonia sebagai satu pelayanan yang utuh dan menyeluruh (holistik). Bagian berikutnya mengetengahkan tugas gereja dan orang-orang percaya sebagai persekutuan itu merespon pewartaan Yesus dalam institusi gereja. Jawaban itu kadang-kadang dipergumulkan, karena tidak tanpa kesalahan dan kekeliruan dalam penafsirannya. Salah satu rumusan masalah menyangkut pelayanan diakonia adalah “masih belum seragamnya pemahaman dan pemaknaan pelayanan diakonia di Jemat-jemaat”. Ketidakseragaman pemahaman ini mengakibatkan perbedaan sikap dan bentuk-bentuk pelayanan diakonia yang dilaksanakan di setiap jemaat. Bertolak dari itu, berikut ini dipaparkan hal-hal yang diharapkan membantu pengembangan

1

Harvie M Conn, “Theologies of Liberation : An Overview” dalam Tensions In Contemporary Theology, (Eds. Stanley N Gundry & Alan F Johnson), (Chicago : Moody Press), hlm. 329 1

2. Pemanggilan Allah atas umat-Nya ini untuk dijadikan garam dan terang bagi kegelapan dan ketawaran yang masih ada di sekitarnya2. Oleh sebab itu. Missio Dei memberitakan kabar baik bahwa Allah adalah Allah untuk semua manusia. penyelenggaraan sakramen yang kudus dan penegakan disiplin. hl. 139 2 . gereja sering digambarkan sebagai tubuh Kristus. Gambaran itu mengandung arti bahwa Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja. tetapi juga harus menjadi gereja bagi orang lain. pelayanan sosial yang adalah pelayanan kasih akan dibahas tersendiri sebagai bagian dari tanggapan gereja atas pewartaan Yesus tentang keselamatan dan keadilan serta tema pembebasan dalam dunia. ingin menggunakan gereja untuk menyatakan dirinya serta merta. Mandat ini merupakan Missio Dei dari pada Allah. Dengan menggunakan pengertian ini. Kepala dari tubuh itu. yaitu hakekat diakonia.pemahaman bersama tentang diakonia. maka yang tergabung dalam persekutuan ini adalah orang-orang pilihan yang sudah dipanggil keluar dari lingkungannya yang gelap. Situasi dan kondisi dimana gereja kini diam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dan bagaimana gereja dapat bertanggungjawab beperan serta atas keadaan di sekitarnya. Pengertian Gereja Secara etimologi. mengapa gereja harus berdiakonia. makna gereja yang sejati bukan hanya terletak pada pemilikan nota ecclesiae : adanya pemberitaan Firman Allah yang benar. mereka yang sudah dipanggil keluar tersebut kembali diutus ke dalam dunia. Apa yang dirumuskan gereja sebagai salah satu tugasnya yaitu Diakonia. Gereja kemudian menjadi persekutuan orang-orang yang mengikut Yesus. Tetapi pada saat yang sama. ini jangan dipersempit menjadi bahwa Allah hanya untuk orang kristen. garam dan terang selalu berfungsi bagi yang lain. kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang artinya mereka yang dipanggil keluar. Garam dan terang tidak berfungsi bagi dirinya sendiri. 1993). Sebagai persekutuan pengikut Yesus. dan bagaimana gereja melaksanakan pelayanan diakonia. Pandangan Dunia yang Dikotomis Sebuah opini yang berkembang dalam masyarakat kristen adalah bahwa tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat bukanlah tugas bagi gereja. 5:13-14). Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. Bagaimana gereja dapat menjadi gereja bagi orang lain? Melalui pemenuhan tugas pelayanan yang telah Allah mandatkan kepada gereja. Pada bagian berikut penulis berusaha mengetengahkan “konteks” pergumulan pelayanan Diakonia dalam gereja di Indonesia dan HKBP secara khusus. Itu berarti Allah memanggil umat pilihanNya bukan untuk dijadikan umat simpanan-Nya atau menjadi suatu umat yang diisolirkan dari lingkungan masyarakat sekitarnya (eksklusif). persekutuan murid-murid Yesus. (Jakarta : BPK Gunung Mulia. karena gereja hanya 2 Malcolm Brownlee. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang menanggapi atau menjawab panggilan Allah dalam iman untuk ikut mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui Kristus. ke dalam lingkungannya untuk menjadi garam dan terang (Mat.

3 . Banyak waktu yang digunakan oleh gereja untuk memulihkan dirinya sendiri. AnakNya yang tunggal diberikan bagi dunia bukan bagi surga. yang adalah Tuhan dunia dan gereja. sekularisme pendidikan modern. Inilah hukum dasar hidup gereja. Ia tidak menentang ketidakadilan-ketidakadilan dari totalitarianisme. 1981). Sehingga masalah memperjuangkan keadilan. terpisah. Akan tetapi. bagaimana kita mau melayani orang lain. Pandangan semacam ini oleh Brown disebut dengan “Kesesatan Agung” (the Great Fallacy). kita sendiri belum cukup. melainkan kepada dunia. Dalam menghadapi kemiskinan di dunia. tidak dapat direduksi bahkan alam atas lebih baik daripada alam bawah merupakan pandangan dualisme. meskipun jumlahnya masih sedikit. Gereja hanya menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka3. dan dasar-dasar yang tidak memadai dalam hubungan-hubungan internasional”4. Mengapa? Ini jelas karena perhatian Allah itu sendiri bukan kepada surga-Nya. dan menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka. Walter E Pilgrim. Tugas Manusia … Op. dan cenderung selalu hanya memikirkan dirinya sendiri. pasrah. tokoh-tokoh agama yang berpikir dan berbuat lain”. Fundamentalisme dalam pemberontakannya melawan Injil Sosial tampaknya juga memberontak terhadap kewajiban sosial kristen. Injil yang bersifat menebus dahulu merupakan pesan yang mengubah dunia. 3 4 Malcolm Brownlee. yang mereka lakukan biasanya adalah menyuruh orang untuk tawakal. sambil menekankan bahwa keadilan yang abadi akan mereka dapatkan di akhirat nanti. lebih baik kita berdiam diri saja.Cit. Ini terjadi karena gereja sangat dipengaruhi oleh cara pandang yang dikotomis tentang dunia. kini ia dipersempit menjadi pesan yang menolak dunia. kejahatan-kejahatan dari kebencian rasial. Ucapan yang sering terdengar dalam gereja adalah. Seperti yang diungkapkan oleh Arief Budiman : “Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan tokoh-tokoh agama di dunia ini berpikir secara normatif. kesalahan-kesalahan dalam hubungan-hubungan antara pekerja-pemilik di masa kini. harus selalu sadar akan kenyataan bahwa gereja berada di dalam dunia terutama untuk kepentingan dunia ini dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. karena hal itu mengandung resiko yang besar. (Minnesota : Ausburg Publishing House. penyelesaian konflik-konflik sosial bukan menjadi tanggung jawab gereja.berhubungan dengan masalah-masalah rohani saja. masih ada. Reaksi dan protes keras atas munculnya paham Social Gospel telah membuat kaum fundamentalis memberontak pula terhadap kewajiban sosial kristen. Untunglah. mereka memang beranggapan bahwa ini adalah ketidakadilan. Namun dalam kenyataannya gereja itu introvert. acuh tak acuh bahkan malah membencinya. Implikasi praktis bagi gereja yang terpengaruh (sadar atau tidak sadar) pandangan ini adalah memperlakukan realitas-realitas materi dengan masa bodoh. Pandangan yang menekankan tentang eksistensi dua alam yang independen. Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. Gereja yang dipanggil untuk mengikut Allah dan mengikut Yesus Kristus. 166 dyb. mengentaskan kemiskinan. Paham Injil Sosial atau Social Gospel sering dimengerti tumpang tindih dengan pelayanan sosial. hlm.

Weiser. Pelayanan yang utuh pada hakekatnya menghubungkan secara tepat dan benar tiga sisi Tugas Panggilan Gereja yaitu Koinonia (Persekutuan). Vol. 1 kali dalam Ibrani. 4:1. Markus 1:13. Ketiga. Dalam Mark. 3 kali dalam Yohanes. yaitu: 1. Kisah Para Rasul 6:4.). Lukas 8:3. hal itu nyata. dalam Bahasa Yunani διακονεω. perdamaian dan kesejahteraan. Pelayanan gereja ini harus dilaksanakan secara terpadu dan bersamaan sehingga menjadi pelayanan gereja yang holistik. Diakonia adalah Tri-tugas gereja yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. 20:24. Eerdmans Publishing Company. 3 kali dalam 1 Petrus) dengan arti 5: Pertama. Pelayanan proklamasi Injil (Kis. Kata ini muncul 36 kali dalam Perjanjian Baru (21 kali dalam Injil Sinoptik. 1990). Ketika jumlah murid gereja mula-mula semakin bertambah. Exegetical Dictionary of The New Testament. 6:4. 3:3-16). 6:1-2). Pelayanan meja (Mrk. 4:35. Gereja seutuhnya artinya tidak terlepas satu dengan yang lain. 1. Kis. (Michigan: William B. 3:14-15. Karena itu membahas Diakonia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gereja yang sering kita kenal sebagai Tugas Panggilan Gereja. “διακονεω” dalam Horst Balz dan Gerhard Schneider. 11:28-29. Oleh karena itu pelayanan utuh dari Gereja dapat dirumuskan sebagai berikut : “Gereja yang seutuhnya memberitakan Injil yang seutuhnya tentang Kristus yang seutuhnya bagi manusia dan dunia seutuhnya”. 6:3. Pelayanan material yaitu pelayanan meja (Kis. Marturia (Kesaksian) dan pelayanan (Diakonia). di dalam Perjanjian Baru kata pelayanan juga berhubungan dengan pelayanan proklamasi Injil. karena persekutuan gereja harus terarah keluar (introvert) yaitu Persekutuan yang bersaksi dan melayani. Pelayanan meja merupakan bagian Firman Allah yang harus dikerjakan dan menjadi tanggung jawab gereja (Kis. Gereja mula-mula memperhatikan dua macam pelayanan. sehingga kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan mengatakan bahwa mereka tidak merasa puas karena mereka melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. timbullah sungut-sungut di antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani di karenakan pembagian kepada janda-janda mereka di abaikan di dalam pelayanan sehari-hari. Hakekat Diakonia Kata pelayanan dalam bahasa Inggris : Ministry.17:8. dan selalu dalam kebersamaan dengan pihak lain. 15:41. Pelayanan spiritual yaitu pelayanan Firman Allah dan doa (Kis. dimana Yesus menetapkan 12 murid (bentuk persekutuan) untuk menyertai Yesus dan diutus memberitakan Injil (Marturia) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Diakonia). Kedua. Tri Tugas Gereja Sebagai Kesatuan Bersama dengan Koinonia dan Marturia. “Dan 5 Misalnya A. 302-304 4 . Luk. Injil seutuhnya artinya Injil bukan hanya tentang keselamatan jiwa tetapi juga tentang keadilan. arti yang lebih luas yaitu help by providing care muncul dalam Matius 25:44. kebenaran. Kecuali arti di atas. 1:31. 6:4) dan 2. (Eds. Menurut para rasul bahwa melalaikan pelayanan meja sama artinya melalaikan Firman Allah. hlm. Service. 6:1-2). Itu berarti Diakonia Gereja adalah bagian integral dari pelayanan utuh/ menyeluruh gereja Tuhan di dalam dunia ini. 2 Kor. Ketiga tugas panggilan ini harus saling terkait.3. 1 Tim. 11:8). 8 kali dalam tulisan Paulus.

hlm. misalnya 6: a. perlu dilakukan pembatasan pemahaman. Kata Yesus. 5:18-19 . 167 5 .” Lebih jelas Paulus berkata : “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun. Pembatasan ini berfungsi sebagai titik tolak pembahasan selanjutnya dan sekaligus menyatukan pemahaman bersama. c. 302-304 Walter E Pilgrim. Menjadi murid Tuhan Yesus atau menjadi pengikut Yesus berarti menjadi pelayan.Cit. dan diakonos berarti pelayan. Orang-orang yang datang kepada-Nya tidak cukup dilayani dengan khotbah yang menyenangkan secara spiritual tetapi juga perlu dikenyangkan secara material. 14:13-21).Cit. 20:24 dan 2 Kor. Bentuk-bentuk diakonia gereja 6 7 A. hlm. iman. persekutuan murid-murid Yesus. Berdasarkan perkataan Tuhan Yesus itu. 2:19 . asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan διακονίαν yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis. Dua kata yang berhubungan erat dengan diakonia yaitu diakoneim dan diakonos. bahkan pelayan yang memberikan dirinya sendiri untuk orang lain7. Dalam Kol.. Mat. “Tidak perlu mereka pergi kamu harus memberikan mereka makan. 6:1-15. diakonia digunakan dalam konteks pelayanan perdamaian yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Allah di dalam dan melalui diri Yesus Kristus untuk mendamaikan diri-Nya dengan manusia. 4:17. melalui peristiwa pembagian roti kepada lima ribu orang (Yoh. dan ketekunan. Sekalipun tidak menggunakan kata diakonia. Jadi Yesus Kristus adalah diakonos perdamaian. Diakoniem berarti melayani. 4:1). Pada mulanya diakonia bermakna pelayanan secara terbatas pada pelayanan firman. Weiser. Dalam perkembangannya. Yesus Kristus memperlihatkan aspek kesejahteraan fisik dari pelayanan yang dilakukanNya. Istilah diakonia dipopulerkan dalam era Perjanjian Baru.supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan διακονία˛ Firman. Dilihat dari pemakaian awal dan pemakaian dalam beberapa konteks di atas dapat dikatakan bahwa diakonia adalah tugas pelayanan dari Allah untuk kesejahteraan manusia. diakonia digunakan dalam konteks tugas pelayanan yang diterima dari Tuhan. Berdasarkan konteks-konteks yang dikemukakan di atas. keduanya sering digunakan dalam berbagai konteks. Dalam 2 Kor. Dalam Why. Penggunaan kata harus menggambarkan sikap Yesus terhadap pelayanan kesejahteraan (Diakonia). b. Pelaksanaan tugas tersebut dikaitkan dengan kesabaran. “διακονεω” …Op. Good News … Op.. diakonia digunakan dalam konteks tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan oleh orang-orang percaya. kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa melayani seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus itu juga berlaku bagi gereja sebagai persekutuan orang-orang yang mengikut Kristus. Hal ini mengindikasikan bahwa kecukupan pangan merupakan tugas yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh murid-murid.

Memerlukan tenaga terampil dan sesuai dengan program. serta membangun kualitas kehidupan manusia yang lebih baik. membangun rumah sakit dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu. Model kedua ini merupakan pengembangan diakonia karitatif yang dirasakan tidak dapat menjawab persoalan untuk jangka panjang. dan persediaan sembako habis. reformatif dan transformatif. pada hakekatnya dapat diupayakan melalui peningkatan pendidikan dan penguasaan teknologi. misalnya bencana alam. Yang dapat dilakukan oleh gereja adalah membantu yang miskin agar menjadi sedikit lebih baik dan mengurangi penderitaan mereka. Situasi ini tidak dapat diubah. Orientasi pelayan dibidang pendidikan. sekedar memberi ikan. Kemiskinan pada hakekatnya dikurangi bahkan dapat dihapuskan. Bentuknya misalnya bantuan kepada janda atau warga jemaat yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan pemberian beras. Suatu masyarakat terdiri atas struktur : yang kaya dan yang miskin. Solidaritas kelompok mulai ditumbuhkan. membangun sekolah-sekolah dan menyelenggarakan pengembangan SDM. Terdapat hubungan subjek-objek. Yang bisa terjadi adalah : yang kaya berperan sebagai penderma dan yang miskin berperan sebagai pengucap terima kasih. Diakonia Karitatif. Bila dilakukan terus-menerus akan memerlukan dana yang besar. c. kesehatan. menyiapkan dan menyalurkan bantuan teknologi melalui penyuluhan dan pembinaan keterampilan. b. Kemiskinan tidak dapat dibasmi. Adapun ciri-cirinya : a. d. c. Setelah banjir berlalu. tidak memandirikan. lalu subyek 6 . b. e. bahkan sampai menyentuh kepentingan masyarakat luas. Pelayanan ini cepat dirasakan manfaatnya. dan sangat tepat dalam situasi darurat yang amat mendesak dan sangat membutuhkan pertolongan yang bersifat segera. Cara ini menimbulkan ciri-ciri : a. Biasanya melengkapi program pemerintah. Diakonia Reformatif. e. dapat digolongkan dalam tiga model pendekatan pelayanan karitatif. Kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan penguasaan teknologi. Tindakan yang dilakukan tampak dalam memberikan dan meningkatkan bantuan bagi yang miskin. f. d. Tidak menyentuh akar masalah. Lebih menyentuh akar permasalahan dan dampaknya lebih bersifat jangka panjang. pengembangan dan pendayagunaan potensi manusia dan alam dalam rangka penghapusan kemiskinan. Kemiskinan antara lain disebabkan oleh kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam. dan sampai saat ini masih juga dilakukan. Model ini adalah model tertua dari bentuk pelayanan gereja yang dilakukan. Menimbulkan sikap ketergantungan . dan usahausaha untuk peningkatan penghasilan. Tindakan yang dilakukan misalnya. Terarah kepada individu yang sulit berubah keadaannya. meski dibantu. Tepat untuk situasi darurat sebagai bantuan awal. serta mengusahakan/ menyediakan modal kerja bagi para tani dan buruh agar dapat meningkatkan produksitivitasnya. perkoperasian.Bicara tentang kiprah pelayanan gereja dalam pemberdayaan anggotanya. uang.

Pendekatan yang dilakukan memakai pola Community Development (CD) dengan pengembangan masyarakat seperti pembangunan kesehatan dan penyuluhannya.yang dilayani mau apa? Apakah mereka hanya makan dan cukup gizi pada bulan Desember ketika ada pasar murah untuk mereka? Model diakonia ini lebih menekankan aspek pembangunan. yang harus diatasi seperti terjadinya diskriminasi. sebab besok ia akan datang kembali untuk meminta roti (menghapus mental ketergantungan). analisis SWOT dan perencanaan partisipatif dan melakukan jejaring dengan institusi sosial yang ada. pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kemiskinan baru dan memperluas gap antara kelompok orang yang kaya dan yang miskin. muncul sebagai alternatif ke tiga menjawab permasalahan kemiskinan dan ketidakadilan struktural yang muncul di permukaan. pemberian beasiswa untuk pendidikan. dan melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif. kalau kita memberinya pancing atau pacul untuk mencangkul. Bahkan kenyataannya di beberapa negara. dan tugas-tugas politik gereja membangun kesejahteraan umat manusia. muncul kesadaran gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan memikirkan persoalan kemasyarakatan lainnya. tetapi menjadikan kelompok yang diberdayakan sebagai mitra dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. Maka diakonia gereja mulai bergeser dari diakonia karitatif ke diakonia reformatif. tidak cukup diberi roti. Pelayanan transformatif bukan mau menciptakan oposisi bagi pemerintah dan penguasa. Gereja tidak lagi diartikan sebagai gedung yang statis. karena masalahnya terletak pada pertanyaan. Gereja tidak lagi mau menjadi menara gading untuk dirinya sendiri. bahkan merusak lingkungan ekologis bumi untuk kebutuhan jangka panjang. Tokoh yang berperanan di antaranya adalah Gustavo Gutiérrez dengan pendekatan ortopraksis. Digunakannya analisis sosial budaya masyarakat. Peran gereja selama ini dalam mentransformasikan dunia dirasakan belum optimal. 7 . Pelayanan transformatif. di mana mereka dapat mengail dan mengolah tanah? Bila tanah dan laut dimiliki kaum pemilik modal yang mempunyai kapital? Karena itu berilah dia hak hidup melalui pendampingan dan perberdayaan bagi mereka. Asumsi yang mendasari pelayanan ini adalah kalau ada orang lapar. Sejarah lahirnya dipelopori oleh gereja Amerika Latin mencari jawaban atas kemiskinan yang sangat parah di sana. Akibatnya. termasuk Gereja-gereja di Indonesia melalui DGI. juga tidak cukup. Ada masalah-masalah sosial yang muncul dipermukaan. daripada sekadar tindakan karitas-amal kasih semata-mata. Pengalaman Gereja di Amerika Latin mulai meredifinisi kembali peran gereja dan tugasnya di dunia saat ini. Maka teolog pembebasan merumuskan "ekklesiologi baru" (ilmu tentang gereja) dan merefleksikan gereja secara kontekstual. melainkan sebagai suatu "gerakan" yang terbuka bagi pembaharuan (agent of change) dan aktif menjalankan visi misi kerajaan Allah. Pendekatan yang dilakukan adalah pola Community Organization (CO) dengan pendekatan pengorganisasian komunitas untuk dapat merancang dan merencanakan hidup mereka sendiri. ketidakadilan internasional. kelompok usaha bersama dengan kelompok simpan pinjam.

Mat. Hukum-hukum berlaku bagi semua orang secara sama. Luk. Ada tiga ciri utama Kerajaan Allah yaitu : Kasih (Agape). pelayanan. Tidak ada pilih kasih/ diskriminasi.Cit. kasih tidak sama dengan perbuatan baik (amal). Keadilan secara umum berarti setiap orang memperoleh haknya atau menerima apa yang seharusnya diterima.Karena itu gereja tidak harus menjadi besar dan megah fisiknya. Alkitab banyak membicarakan keadilan. Keadilan. 4:18-19). dan pembebasan oleh Kristus dari dosa. 1 Kor. dengan orang menyadari dan dapat melihat masa depannya secara bertanggungjawab. hlm. 4. kasih yang berhenti pada sebatas menaruh belas kasihan kepada orang lain. sebagai sifat Allah. Kasih bukan hanya sikap batin tetapi perlu dinampakkan dalam perbuatan konkrit. melainkan nilai Injil Kerajaan Allah harus hadir dan meresap dalam seluruh sendi kehidupan manusia8.. 22:37-40. Kepercayaan akan kedatangan Kerajaan Allah menggambarkan suatu masyarakat yang sesuai dengan kehendak Allah. Titik berangkat teologi pembebasan a la Gutiérrez adalah gereja dan hubungannya dengan dunia di Amerika Latin. kekudusan. Kasih Kristus tak tergantung pada jasa. Semua kegiatan dan akta kehidupannya dimotivasi oleh kasih. bnd. Karena itu kasih tidak membedakan atau memandang muka (Yak. ketidakadilan dan penindasan9. Pekerjaan orang kristen dalam masyarakat dilakukan sebagai respon terhadap kerajaan Allah. Luk. 13:34). kedamaian dan sukacita. terletak pada berita tentang Kerajaan Allah yang menjadi pusat pengajaran Yesus. akar dari segala kebobrokan hubungan manusia. Diakonia Yang Transformatif Dasar-dasar alkitabiah tugas diakonia Gereja. Guna memindahkannya ke dunianya. hlm. pembebasan sebagai sebuah pemahaman akan sejarah. sebagai kewajiban manusia dan sebagai ciri masyarakat yang baik. 12:12-14). Roma 13:8. 6:27). 25:31-46. pengampunan. Dalam keadaan adil hak semua orang ditentukan secara konsisten. Yesus menyimpulkan hukum terutama dengan Hukum Kasih yaitu kasih kepada Tuhan dan kepada sesama (Mat. Kasih berarti keinginan menolong dengan perbuatan nyata (Luk. sikap/ kerja orang yang dikasihi Setiap orang adalah sesama kita yang dikasihi oleh Allah. karena kasih harus lahir dari kesadaran yang dalam (bnd. Kasih juga tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lahiriah. Yoh. Pada satu sisi. keseimbangan. 361-362 8 . Masyarakat itu diwarnai oleh kasih. Harkat seseorang (termasuk yang hina karena dosanya) ditetapkan oleh kasih Allah (bnd. 361 Ibid. bukan kasih sejati (bnd Luk.13:1) Akan tetapi pada sisi lain. Dan dengan pemahaman ini pula fungsi pembebasan gereja tampak dalam tiga tingkatan : pembebasan politik yang mengakomodasi golongan miskin dan tertindas. Kasih harus menjadi dasar kehidupan orang percaya. 2:8-9. gereja memerlukan sebuah pemahaman baru dalam sifat dasar dan misinya. 10:25-37. Kasih berarti penghargaan terhadap kehidupan seseorang.. Setiap orang berhak diperlakukan secara sama dengan orang lain karena ia 8 9 Harvie M Conn. kelas sosial. Roma 5:6-8). Tugas gereja adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah (bnd. 1 Yoh. 3:17-18). “Theologies of Liberation : An Overview… Op.

oleh pemerintah bahkan oleh semua komponen dalam masyarakat. Namun kita sadar bahwa hambatan terhadap pelaksanaan pelayanan yang utuh mengalami hambatan baik secara interen maupun secara ekstern. Yehz. Dengan demikian diakonia bukanlah suatu pilihan melainkan suatu dimensi yang hakiki dan pasti dalam Iman kristen yang hidup. tetapi Juru Selamat dunia. 103:6. masalah pendidikan dan sumber daya manusia. Shalom berarti semua kekacauan dalam hidup manusia diatur. 25:21-46). masalah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. syalom berarti kedamaian. perang dan penindasan harus ditiadakan (Gal. Ef. Kepedulian ini adalah kepedulian murni. tulus dan tidak dibatasi oleh tembok-tembok budaya. 34:25-29). Yesus mengatakan bahwa kunci untuk masuk ke dalam kerajaan Allah ialah kepedulian manusia terhadap sesamanya. antara lain : Hubungan baik dengan Tuhan. yang sakit. terutama kepada orang yang lapar dan atau haus. politik dan berbagai perbedaan lainnya. Berbagai usaha dilaksanakan oleh gereja/ jemaat. Pelayanan Diakonia Dalam Konteks HKBP Dalam konteks HKBP banyak masalah-masalah yang menjadi penyebab kesengsaraan atau penderitaan masyarakat. keselamatan. Dalam Alkitab. tetapi mempunyai dasar dalam keadilan Allah (band Mzm. 90:4). Kita hidup dalam hubungan baik dengan Tuhan. semua perpecahan dipersatukan kembali. persatuan. yang untuknya kita bertanggungjawab kepada Tuhan kita. Syalom disini berarti kepercayaan disandarkan kepada Allah saja. Mzm. Ketidakadilan. Harus membangun kehidupan bersama dengan sesama. Keadilan kristen banyak kesamaannya dengan keadilan secara umum. agama. pihakpihak yang terpisah dipersatukan. kesehatan. Damai Sejahtera. orang yang telanjang. 2:14-15). Seperti kita ketahui bahwa Yesus bukanlah Juru Selamat orang kristen saja. 9 . Im. masalah pengembangan ekonomi warga masyarakat. Sebuah rahasia besar tentang kerajaan Allah telah dibuka oleh Yesus ketika Ia berbicara tentang penghakiman terakhir. Shalom berarti menikmati berbagai bentuk hubungan baik. 11:6-8. ras. 5. 3:28 . kesejahteraan. semua penyakit disembuhkan. Suatu kepedulian yang menjangkau semua orang. 26:4-6. Syalom melebihi hubungan yang baik. golongan. 4:37-39). Masalah lain yang perlu mendapatkan perhatian kita dalam pelayanan diakonia antara lain adalah masalah lingkungan hidup. Syalom adalah kata pokok yang menggambarkan visi Alkitab tentang suatu persekutuan yang mencakup seluruh ciptaan (band. yang di depan disebutkan sebagai penyakit masyarakat. keadilan dan persekutuan. Juru Selamat umat manusia. Hubungan baik dengan sesama. Pemecahan sebagian masalah ini mungkin akan lebih nyata dan lebih berdayaguna jika dilakukan secara bersama-sama pada aras pelayanan yang lebih luas atau jika mungkin dilaksanakan secara lintas denominasi dan lintas agama. bukan kepada sesuatu yang lain. karena karya Tuhan Yesus Kristus (Roma 5:1). yang ada dalam penjara (Mat. orang asing. Mark.adalah manusia yang sama nilainya dihadapan Tuhan sebagai ciptaan Allah. semua gangguan diatasi. Hubungan baik dengan lingkungan hidup (Yes.

pelestarian lingkungan hidup. terbuka untuk melayani kebutuhan masyarakat dimana gereja itu berada. gereja-geraja sangat terbatas melaksanakan pelayanan diakonia. peluang untuk mengembangkan pelayanan diakonia selalu terbuka. Dalam hal ini dibutuhkan daya khayal dan kreativitas tinggi. Kita (gereja) adalah agen pelayanan Kristus terhadap dunia. karena berbagai alasan Diakonia harus memberi tekanan pada langkah-langkah preventif/pencegahan. karena didalam diakonia setempatlah gereja-gereja harus menjadi pelayan Tuhan. Diperlukan analisis secara saksama terhadap akar-akar masalah. Masa depan perlu diantisipasi agar supaya pelayanan diakonia bukan saja menciptakan tanda-tanda pengharapan untuk masa depan. adanya kemalasan manusia untuk melakukan inovasi (karena terikat oleh tradisionalisme). Perlu mengkaji ulang pemahaman atas tugas pelayanan gereja sebagai tugas yang diberikan Yesus sendiri. demikian juga kita harus melayani sesama kita. Budaya ‘biar jelek asal milik sendiri’ sudah saatnya ditinggalkan. Kristus telah mengasihi kita. Disamping adanya hambatan termaksud di atas. Sama seperti Kristus melayani kita. Apa yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi. Tidak jarang kegiatan yang dilakukan dengan maksud baik disalahtafsirkan serta resistensi oleh pihak lain. individualisme dan lain-lain. Diakonia menjadi nyata dan konkrit di dalam situasi-situasi setempat. Untuk apa susah-susah mencari-cari hal baru (contoh : lojaanku diringku. so tamba ni gajingku). Diakonia dimulai ditempat di mana ada masyarakat. Kita harus senantiasa berorientasi pada kualitas dan efektifitas. Karena itu saatnya gereja/jemaat menjalin kerjasama strategis dengan LSM. Lainnya. sebenarnya semakin terbuka peluang dan kesempatan bersaksi dan melayani. Dengan demikian pelayanan diakonia mewujud di dalam gereja-gereja setempat. penyakit dan penderitaan. misalnya strukturisme dalam gereja itu sendiri yang melihat hal-hal baru mesti dipertimbangkan dan paling-paling diistilahkan dengan “sipareahan ma i”. buruh. Kristus mengasihi dan melayani dunia.Hambatan internal antara lain sulitnya mengubah paradigma berpikir yang telah tertanam dari generasi ke generasi. Katakanlah semakin tersedia kesempatan menghadirkan diri secara bermakna dan menjadi berkat sebesar-besarnya. seperti sistem-sistem yang berlaku dalam masyarakat. adanya pengaruh budaya materialisme. karena itu kita dituntut untuk mengasihi sesama kita. namun kesempatan luar biasa terbuka bagi LSM-LSM. Hambatan eksternal dapat terjadi di daerah mayoritas kristen seperti Tapanuli berupa penyakit kemapanan dan mentalitas status-quo. Semakin banyak dan semakin rumit masalah yang dihadapi dalam masyarakat. Di wilayah minoritas kristen. itu saja yang dilanjutkan. Mungkin di era reformasi secara melembaga. peningkatan ekonomi masyarakat). Melalui gereja. wanita. tanpa mencari akar penyebabnya. terutama karena zaman kita sekarang ini sering berhadapan dengan 10 . tanpa harus dibatasi oleh agama yang dianut oleh pengelolanya (LSM yang bergerak memperjuangkan hak asasi. terdapat kecenderungan adanya sifat-sifat introvert dan defensif. Seringkali kita telah berupaya melawan gejala-gejala kemiskinan. kendatipun kita percaya bahwa Ktistus dapat saja menyatakan pelayanannya juga di luar gereja.

et. 54-55 11 . maka respon yang ketiga merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. Ekonomi & Ekologi : Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Pengalaman gereja dalam dunia ini mengarahkan dirinya pada pergumulan sebagaimana dialami di dunia Latin. Walaupun demikian pelayanan-pelayanan tersebut belumlah dianggap sempurna dan karena itu dapat 10 11 J. 2) keadilan gender.persoalan memperoleh harta untuk peningkatan kesejahteraan anggota atau pengentasan kemiskinan warga masyarakat luas. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. 5) pengembangan hidup menggereja dari bawah10. 3) pemeliharaan lingkungan hidup. Banawiratma. maka Diakonia yang transformatif merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. bahwa model yang berteologi yang relevan adalah berteologi secara praksis. 4) kesadaran dan pilihan nilai. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. Iman. al. Kelihatannya ada kesepakatan bersama di antara para tokoh teolog Protestan maupun Katolik tentang konteks kekinian pelayanan Gereja di Asia maupun di Indonesia. Misalnya sejak. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. Artinya. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. bahkan. sebagai teolog katolik melihat ada lima agenda mendesak yang harus dijalankan oleh gereja di Indonesia berhubungan dengan konteks Indonesia. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. bahkan.B. Beberapa Usulan Praktis bagi Pelayanan Gereja Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. Pergumulan dan penderitaan warga jemaat dan masyarkat adalah medan berteologi gereja secara praktis. 281-288 Darwin Lumbantobing. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. individual maupun kolektif. (Yogyakarta : Kanisisus. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. 2007). Banawiratma. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. Tuntutan ini tidak berlebihan. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. Tuntutan ini tidak berlebihan. (Pematangsiantar : L-SAPA. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia kini. hlm. istilah-istilah teologis seperti keselamatan. gereja telah berusaha melaksanakan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya. 6. penebusan dan lain-lain direalisasikan secara konkret11. kini yaitu: 1) keadilan sosial. Teologi Di Pasar Bebas. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia era Reformasi. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. 1997). hlm. Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya..

tetapi kepada semua orang (bandingkan dengan ceritera orang Samaria yang murah hati dalam Luk. pendidikan kesehatan dan lain-lain. Programprogram tersebut tidak harus hanya dibatasi pada lingkup jemaat sendiri. namun sekarang ini di beberapa tempat dan dalam setiap kesempatan sering terbuka kemungkinan kerjasama dengan pihakpihak lain. Pelayanan Kesehatan dengan mendirikan Sekolah-sekolah. Program-program konkrit tersebut antara lain program peningkatan ekonomi warga. Karena itu program kemandirian teologi. yang difungsikan sebagai pusat kehidupan spiritual. hlm. Dalam hal ini pelayanan diakonia yang tulus dapat dilaksanakan. politik dan teologi yang ada. Disadari bahwa di beberapa tempat dan situasi. 10:25-37). Seringkali cara pemahaman mengenai pelayanan seperti ini dipengaruhi oleh situasi sosial. Yesus datang dan mendirikan Kerajaan Allah dan menjadikan gereja sebagai alat atau sarana untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini dan sebagai alat dari kerajaan itu. Dengan demikain Diakonia tidak hanya bersifat bantuan karitatif kepada orang miskin. Rumah-rumah sakit. bahwa kita memberi karena kita telah menerima. Dengan pelayanan Diakonia demikian pembebasan dan penebusan hakiki adalah mengembalikan harkat dan martabat kemanusiaan13. pelayanan diakonia tidak terbatas pada gereja dan orang-orang kristen saja. program pendidikan motivator.Diakonia harus mempunyai sifat ‘saling’. Diakonia haruslah bersifat kemanusiaan artinya.cit.. Op. golongan dan berbagai perbedaan lainnya. Apabila gereja mengadakan pelayanan diakonia harus selalu ditujukan kepada semua orang. Ini berarti gerejagereja perlu melibatkan diri dalam hubungan yang progresif antara pelayanan-pelayanan sosial.. 53 Bnd. pelayanan kepada para penyandang cacat mental. pelayanan diakonia dibatasi hanya untuk kalangan kristen saja karena dianggap sebagai suatu kampanye kekristenan. tetapi haruslah membimbing dan memperlengkapi masyarakat sehingga mereka dapat mandiri dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan sekedar sebagai penunggu lapangan kerja dan uluran tangan orang lain. suku. 48 12 . hlm. terlepas dari perbedaan agama. tetapi suatu pelayanan diakonia yang lahir dan termotivasi dari dan oleh pelayanan Kristus yang kita alami. Karya para misionaris itu mencerminkan Diakonia preventif dan bahkan prospektif dan berorientasi kedepan agar dapat melihat bahaya-bahaya di depan dan memerangi sebab-sebab yang mendasar serta mendetaksi dan mengikuti secara dini perkembangan dari bahaya tersebut.cit. jasmani dan pendidikan dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang formal12.berlaku di segala tempat dan sepanjang segala abad. Disana pula dalam gereja Batak dikenal “pargodungan”. Pelayanan diakonia yang bersifat kemanusiaan bukanlah pelayanan diakonia yang harus berbendera kristen. 12 13 Darwin Lumbantobing. Op. serta pembelaan dan peningkatan hak azasi manusia. daya dan dana harus mendapat perhatian yang jelas dalam program-program nyata gereja dan tidak sekedar sebagai ungkapan-ungkapan yang abstrak dari atas mimbar. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Darwin Lumbantobing. pelayanan diakonia dinyatakan para missioner melalui “paket” Pendidikan. budaya.

Cara praktis yang bisa ditempuh gereja adalah : pertama. profetis gereja tidak dapat dilepaskan oleh gereja demi hakekat gereja itu sendiri yang selalu lebih taat kepada Allah. PBB melalui program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan pada Juni 2000 lalu. Yunus membuktikan bahwa akses kapital adalah masalah kaum miskin yang sangat akut. Kedua. al. Pengentasan kemiskinan itu yang menciptakan kedamaian. gereja melalui lembaga-lembaga pendidikannya (STT dan Sekolah-sekolah Alkitab) harus semakin mempersiapkan diri dengan pembenahan kurikulum menciptakan pelayan gereja yang melek teknologi.Cit. Di sini fungsi kritis daripada gereja adalah penting. aksi itu bukan “bagi-bagi uang” namun lebih mendasar dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin merencanakan hidupnya dan keluar dari kemiskinan itu. salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dan penghadiran kenyataan damai di dunia di separuh dunia pada 2015. Op. Mereka memerlukan akses permodalan untuk dapat keluar dari kemiskinan itu. Akar daripada segala masalah yang melanda bangsa kita dapat disetujui bersama adalah buruknya nilai-nilai moral. elit politik.VII dyb. hlm. Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. pelayanan yang memperhatikan ekojustice. Sehingga Reformasi politik dan ekonomi saja tidak akan menyelesaikan masalah. Dalam proses menuju masyarakat yang diidamkan ini. Sifat pelayanan yang diharapkan bukanlah yang bersifat karikatif. 2007). serta ekonomi kerakyatan.Gereja dapat berperan besar dalam meningkatkan efektifitas pelayannya yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain. Muhammad Yunus mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pada 10 Desember 2006 lalu dengan Grameen Bank-nya di Pakistan. Salah satu penyebab tidak adanya kedamaian adalah kemiskinan. Keburukan nilai-nilai tersebut telah membius para pejabat negara kita yang merasa tidak berdosa atas dosa yang dilakukan. dengan menyadarkan jemaat-jemaatnya yang bekerja di pemerintahan. Dengan penyaluran pinjaman kepada orang-orang miskin. termasuk masyarakat kita. et.B. eko teologia serta advokasi hukum. 6:2)14. Muhhamad Yunus. gereja harus menjalankan fungsinya sebagai gereja yaitu sebagai garam dan terang dengan cara: pelayanan yang menyentuh reformasi moralitas bangsa.. Fungsi kritis. gereja dengan Firman Allah mengukur segala tindakan para pejabat negara. Artinya. yang paling utama adalah perlunya reformasi moral. Banawiratma.. informasi dan monetary. Dalam pada itu gereja juga terpanggil aktif dalam menyikapi kehiudpan berbangsa dan bernegara. menulis di 14 15 J. Ini dikarenakan pengertian Diakonia yang benar sifatnya bukan temporer (diadakan jika diperlukan) namun sebaliknya ia harus menjadi bagian esensi dari struktur pelayanan gereja secara jelas (Kis. Sementara itu.. melainkan memasukkannya dalam agenda pelayanan gereja secara jelas. (Jakarta : Marjin Kiri. pelayanan yang mendahulukan orang-orang miskin. etika yang ada pada para pejabat negara dan elit politik kita. Ia menyebutkan bahwa akar segala permasalahan dalam negara dan dunia adalah kemiskinan yang merajalela. 13 . Akan sulit menciptakan kedamaian jika akar kemiskinan masih terlalu dalam di masyarakat15. Iman.

Horst & Schneider. Darwin 2007 Teologi Di Pasar Bebas. (Eds. (Yogyakarta : Kanisius) Brownlee. 1. Walter E. (Michigan : William B.) Banawiratma. Ekonomi & Ekologi: Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Bukan lagi saatnya bagi gereja untuk bersikap oportunis. 1996 Iman. Alan F. Daftar Pustaka Balz. 3. dan kemiskinan untuk mewujudkan misinya menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini.B. 2. (Pematangsiantar : L-SAPA) Pilgrim. Memberi kritik itu berarti akan semakin menyulitkan gereja. atau diam? Namun bukankah juga merupakan sebuah dosa jika membiarkan orang berbuat dosa? Gereja perlu memikirkan kembali dengan serius apa peran gereja di tengah-tengah percaturan politik seperti sekarang ini. 7. Diakonia yang transformatif adalah wujud Social Gospel yang dibutuhkan gereja untuk menjawab berbagai penindasan. et. Tugas ini diwariskan Yesus sendiri sebagai sebuah bentuk pelayanan. namun merupakan tugas hakiki yang tidak bisa tidak dilakukannya di dunia ini. 8. ketidakadilan. gereja harus mempunyai jati dirinya sendiri. (Minnesota : Ausburg Publishing House) Yunus.) 1974 Tensions In Contemporary Theology (Chicago : Moody Press) Lumbantobing. 1981 Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. Malcolm 1993 Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. gereja sering ada dilema yang tidak gampang untuk memilih. & Johnson. J. Kesimpulan 1. Muhhamad 2007 Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. (Jakarta : BPK Gunung Mulia) Gundry. Pelayanan Diakonia bukanlah suatu pilihan bagi gereja. (Jakarta : Marjin Kiri. Diakonia merupakan salah satu tugas gereja yang dilaksanakan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Persekutuan dan Bersaksi. Vol. Memang dalam hal ini. Stanley N. Eerdmans Publ.) 1990 Exegetical Dictionary of The New Testament. 2007) 14 .media masa sehingga dapat mempengaruhi public opinion dan memberi kritik terhadap dosa-dosa moral yang dilakukan oleh para pejabat negara. al. Co. Gerhard (Eds.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful