Diakonia : Tugas Gereja Untuk Membebaskan

1. Pendahuluan Salah satu isu yang kontroversial dalam dekade terakhir ini dalam dunia gereja adalah pergumulan antara penyuaraan Injil Sosial (Social Gospel) dan yang mereka yang ingin tetap tinggal menyakini bahwa tugas utama pewartaan gereja adalah spiritualitas. Sementara sebuah pemahaman yang meliputi injil secara keseluruhan juga bertumbuh dari kedua pihak, namun pergumulan itu masih tetap berlangsung. Pergumulan tersebut juga mencakup pemahaman orang percaya akan kehadiran Allah. Gambaran Allah yang telah disempurnakan dalam diri Yesus Kristus. Maka hakikat kemanusiaan kita di dalam Kristus adalah tugas untuk memelihara kehidupan. Tidak bisa tidak, tanggungjawab itu mesti dikembangkan oleh gereja. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan terhadap misi seperti itu. Di India ada Teologi Dalit, di Korea ada Teologi Minjung, di Amerika Latin ada Teologi Pembebasan. Semua itu adalah wujud tanggungjawab dan peran sosial gereja dalam memelihara dan meningkatkan harkat kehidupan yang sudah diaturkan oleh Allah sendiri. Perjumpaan atau persinggungan nilai yang konstruktif bagi kehidupan akan menghasilkan transformasi bagi gereja. Asal nilai-nilai itu dilihat sebagai sebagai sumber-sumber otentik dan tidak hanya dilihat sebagai komplemen dari proses transformasi itu. Sebagaimana kata Gutiérrez yang dikutip Harvie M. Conn1, konteks teologi adalah sebuah teologi yang tidak pernah henti berefleksi di dunia ini, namun tetap mencoba untuk menjadi bagin dari proses di dalam mana dunia ditransformasi. Ia menjadi teologi yang terbuka menolak kemapanan martabat kemanusiaan, pergumulan terhadap penindasan, ketidakadilan melalui kasih yang membebaskan, dan membangun sebuah masyarakat yang baru, adil dan penuh persaudaraan, menjadikannya sebagai Kerajaan Allah. Dengan demikian tulisan ini mula-mula akan membahas tentang gambaran perlunya peran sosial gereja sebagai pewaris pelayanan Yesus di dunia ini. Diperlukan pemahaman ulang atas tugas-tugas gereja, yang kini dikenali dalam Tri-tugas pelayanan gereja : Koinonia, Marturia dan Diakonia sebagai satu pelayanan yang utuh dan menyeluruh (holistik). Bagian berikutnya mengetengahkan tugas gereja dan orang-orang percaya sebagai persekutuan itu merespon pewartaan Yesus dalam institusi gereja. Jawaban itu kadang-kadang dipergumulkan, karena tidak tanpa kesalahan dan kekeliruan dalam penafsirannya. Salah satu rumusan masalah menyangkut pelayanan diakonia adalah “masih belum seragamnya pemahaman dan pemaknaan pelayanan diakonia di Jemat-jemaat”. Ketidakseragaman pemahaman ini mengakibatkan perbedaan sikap dan bentuk-bentuk pelayanan diakonia yang dilaksanakan di setiap jemaat. Bertolak dari itu, berikut ini dipaparkan hal-hal yang diharapkan membantu pengembangan

1

Harvie M Conn, “Theologies of Liberation : An Overview” dalam Tensions In Contemporary Theology, (Eds. Stanley N Gundry & Alan F Johnson), (Chicago : Moody Press), hlm. 329 1

penyelenggaraan sakramen yang kudus dan penegakan disiplin. ke dalam lingkungannya untuk menjadi garam dan terang (Mat. Pada bagian berikut penulis berusaha mengetengahkan “konteks” pergumulan pelayanan Diakonia dalam gereja di Indonesia dan HKBP secara khusus. makna gereja yang sejati bukan hanya terletak pada pemilikan nota ecclesiae : adanya pemberitaan Firman Allah yang benar. Apa yang dirumuskan gereja sebagai salah satu tugasnya yaitu Diakonia. Pemanggilan Allah atas umat-Nya ini untuk dijadikan garam dan terang bagi kegelapan dan ketawaran yang masih ada di sekitarnya2. 1993). Missio Dei memberitakan kabar baik bahwa Allah adalah Allah untuk semua manusia. karena gereja hanya 2 Malcolm Brownlee. Dengan menggunakan pengertian ini. Kepala dari tubuh itu. dan bagaimana gereja melaksanakan pelayanan diakonia. hl. 139 2 . Itu berarti Allah memanggil umat pilihanNya bukan untuk dijadikan umat simpanan-Nya atau menjadi suatu umat yang diisolirkan dari lingkungan masyarakat sekitarnya (eksklusif). Gereja kemudian menjadi persekutuan orang-orang yang mengikut Yesus. tetapi juga harus menjadi gereja bagi orang lain. Mandat ini merupakan Missio Dei dari pada Allah. Gereja adalah persekutuan orang-orang yang menanggapi atau menjawab panggilan Allah dalam iman untuk ikut mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui Kristus. mereka yang sudah dipanggil keluar tersebut kembali diutus ke dalam dunia. Gambaran itu mengandung arti bahwa Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja. Bagaimana gereja dapat menjadi gereja bagi orang lain? Melalui pemenuhan tugas pelayanan yang telah Allah mandatkan kepada gereja. 5:13-14). Tetapi pada saat yang sama. persekutuan murid-murid Yesus. 2. ingin menggunakan gereja untuk menyatakan dirinya serta merta. gereja sering digambarkan sebagai tubuh Kristus. pelayanan sosial yang adalah pelayanan kasih akan dibahas tersendiri sebagai bagian dari tanggapan gereja atas pewartaan Yesus tentang keselamatan dan keadilan serta tema pembebasan dalam dunia. Pengertian Gereja Secara etimologi. Oleh sebab itu. Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. garam dan terang selalu berfungsi bagi yang lain. mengapa gereja harus berdiakonia. kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang artinya mereka yang dipanggil keluar. yaitu hakekat diakonia. Sebagai persekutuan pengikut Yesus. maka yang tergabung dalam persekutuan ini adalah orang-orang pilihan yang sudah dipanggil keluar dari lingkungannya yang gelap. Pandangan Dunia yang Dikotomis Sebuah opini yang berkembang dalam masyarakat kristen adalah bahwa tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat bukanlah tugas bagi gereja. ini jangan dipersempit menjadi bahwa Allah hanya untuk orang kristen. (Jakarta : BPK Gunung Mulia. Garam dan terang tidak berfungsi bagi dirinya sendiri. Situasi dan kondisi dimana gereja kini diam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dan bagaimana gereja dapat bertanggungjawab beperan serta atas keadaan di sekitarnya.pemahaman bersama tentang diakonia.

AnakNya yang tunggal diberikan bagi dunia bukan bagi surga. Dalam menghadapi kemiskinan di dunia. (Minnesota : Ausburg Publishing House. Walter E Pilgrim. Gereja hanya menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka3. Sehingga masalah memperjuangkan keadilan. lebih baik kita berdiam diri saja. Fundamentalisme dalam pemberontakannya melawan Injil Sosial tampaknya juga memberontak terhadap kewajiban sosial kristen. 1981). Pandangan yang menekankan tentang eksistensi dua alam yang independen. 3 4 Malcolm Brownlee. terpisah. Ini terjadi karena gereja sangat dipengaruhi oleh cara pandang yang dikotomis tentang dunia. yang adalah Tuhan dunia dan gereja. harus selalu sadar akan kenyataan bahwa gereja berada di dalam dunia terutama untuk kepentingan dunia ini dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. dan cenderung selalu hanya memikirkan dirinya sendiri. mereka memang beranggapan bahwa ini adalah ketidakadilan. Namun dalam kenyataannya gereja itu introvert. sambil menekankan bahwa keadilan yang abadi akan mereka dapatkan di akhirat nanti. dan menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka. kini ia dipersempit menjadi pesan yang menolak dunia. penyelesaian konflik-konflik sosial bukan menjadi tanggung jawab gereja. acuh tak acuh bahkan malah membencinya. 166 dyb.berhubungan dengan masalah-masalah rohani saja. tokoh-tokoh agama yang berpikir dan berbuat lain”. Pandangan semacam ini oleh Brown disebut dengan “Kesesatan Agung” (the Great Fallacy). Untunglah. bagaimana kita mau melayani orang lain. Gereja yang dipanggil untuk mengikut Allah dan mengikut Yesus Kristus. kita sendiri belum cukup. kejahatan-kejahatan dari kebencian rasial. Paham Injil Sosial atau Social Gospel sering dimengerti tumpang tindih dengan pelayanan sosial. Ia tidak menentang ketidakadilan-ketidakadilan dari totalitarianisme. Implikasi praktis bagi gereja yang terpengaruh (sadar atau tidak sadar) pandangan ini adalah memperlakukan realitas-realitas materi dengan masa bodoh. Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. masih ada.Cit. Injil yang bersifat menebus dahulu merupakan pesan yang mengubah dunia. sekularisme pendidikan modern. tidak dapat direduksi bahkan alam atas lebih baik daripada alam bawah merupakan pandangan dualisme. kesalahan-kesalahan dalam hubungan-hubungan antara pekerja-pemilik di masa kini. meskipun jumlahnya masih sedikit. Seperti yang diungkapkan oleh Arief Budiman : “Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan tokoh-tokoh agama di dunia ini berpikir secara normatif. Banyak waktu yang digunakan oleh gereja untuk memulihkan dirinya sendiri. 3 . Mengapa? Ini jelas karena perhatian Allah itu sendiri bukan kepada surga-Nya. dan dasar-dasar yang tidak memadai dalam hubungan-hubungan internasional”4. hlm. karena hal itu mengandung resiko yang besar. Inilah hukum dasar hidup gereja. melainkan kepada dunia. Tugas Manusia … Op. Ucapan yang sering terdengar dalam gereja adalah. Reaksi dan protes keras atas munculnya paham Social Gospel telah membuat kaum fundamentalis memberontak pula terhadap kewajiban sosial kristen. Akan tetapi. pasrah. mengentaskan kemiskinan. yang mereka lakukan biasanya adalah menyuruh orang untuk tawakal.

6:4. dimana Yesus menetapkan 12 murid (bentuk persekutuan) untuk menyertai Yesus dan diutus memberitakan Injil (Marturia) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Diakonia). yaitu: 1. Kedua. Ketika jumlah murid gereja mula-mula semakin bertambah. 1990). 3:14-15. dalam Bahasa Yunani διακονεω. Diakonia adalah Tri-tugas gereja yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ketiga tugas panggilan ini harus saling terkait. Pelayanan gereja ini harus dilaksanakan secara terpadu dan bersamaan sehingga menjadi pelayanan gereja yang holistik. Luk. Weiser. Injil seutuhnya artinya Injil bukan hanya tentang keselamatan jiwa tetapi juga tentang keadilan. Gereja mula-mula memperhatikan dua macam pelayanan. di dalam Perjanjian Baru kata pelayanan juga berhubungan dengan pelayanan proklamasi Injil. 1:31. Marturia (Kesaksian) dan pelayanan (Diakonia). Menurut para rasul bahwa melalaikan pelayanan meja sama artinya melalaikan Firman Allah. timbullah sungut-sungut di antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani di karenakan pembagian kepada janda-janda mereka di abaikan di dalam pelayanan sehari-hari. 3:3-16). kebenaran. Vol. hal itu nyata. 6:3. Karena itu membahas Diakonia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gereja yang sering kita kenal sebagai Tugas Panggilan Gereja. Kis. Pelayanan proklamasi Injil (Kis. arti yang lebih luas yaitu help by providing care muncul dalam Matius 25:44. Pelayanan spiritual yaitu pelayanan Firman Allah dan doa (Kis. “διακονεω” dalam Horst Balz dan Gerhard Schneider. 1 Tim. 4:35. hlm. 1. Itu berarti Diakonia Gereja adalah bagian integral dari pelayanan utuh/ menyeluruh gereja Tuhan di dalam dunia ini.17:8. Kecuali arti di atas. 15:41. Ketiga. Oleh karena itu pelayanan utuh dari Gereja dapat dirumuskan sebagai berikut : “Gereja yang seutuhnya memberitakan Injil yang seutuhnya tentang Kristus yang seutuhnya bagi manusia dan dunia seutuhnya”. 6:4) dan 2. sehingga kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan mengatakan bahwa mereka tidak merasa puas karena mereka melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. 3 kali dalam 1 Petrus) dengan arti 5: Pertama. Eerdmans Publishing Company. 1 kali dalam Ibrani. 4:1. (Michigan: William B. Pelayanan yang utuh pada hakekatnya menghubungkan secara tepat dan benar tiga sisi Tugas Panggilan Gereja yaitu Koinonia (Persekutuan). Dalam Mark. Tri Tugas Gereja Sebagai Kesatuan Bersama dengan Koinonia dan Marturia. 2 Kor. Lukas 8:3. Kisah Para Rasul 6:4. 302-304 4 . karena persekutuan gereja harus terarah keluar (introvert) yaitu Persekutuan yang bersaksi dan melayani. 20:24. 11:8). Exegetical Dictionary of The New Testament. Pelayanan meja merupakan bagian Firman Allah yang harus dikerjakan dan menjadi tanggung jawab gereja (Kis. Hakekat Diakonia Kata pelayanan dalam bahasa Inggris : Ministry.3. 6:1-2). “Dan 5 Misalnya A. Pelayanan meja (Mrk. Service. Pelayanan material yaitu pelayanan meja (Kis. 3 kali dalam Yohanes. 11:28-29. 6:1-2). 8 kali dalam tulisan Paulus.). perdamaian dan kesejahteraan. Markus 1:13. (Eds. Kata ini muncul 36 kali dalam Perjanjian Baru (21 kali dalam Injil Sinoptik. dan selalu dalam kebersamaan dengan pihak lain. Gereja seutuhnya artinya tidak terlepas satu dengan yang lain.

302-304 Walter E Pilgrim. Menjadi murid Tuhan Yesus atau menjadi pengikut Yesus berarti menjadi pelayan. Bentuk-bentuk diakonia gereja 6 7 A. Dilihat dari pemakaian awal dan pemakaian dalam beberapa konteks di atas dapat dikatakan bahwa diakonia adalah tugas pelayanan dari Allah untuk kesejahteraan manusia. diakonia digunakan dalam konteks tugas pelayanan yang diterima dari Tuhan. diakonia digunakan dalam konteks pelayanan perdamaian yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Allah di dalam dan melalui diri Yesus Kristus untuk mendamaikan diri-Nya dengan manusia. Dalam perkembangannya. “Tidak perlu mereka pergi kamu harus memberikan mereka makan.supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan διακονία˛ Firman. 5:18-19 .” Lebih jelas Paulus berkata : “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun. “διακονεω” …Op. kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa melayani seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus itu juga berlaku bagi gereja sebagai persekutuan orang-orang yang mengikut Kristus. dan ketekunan. Berdasarkan perkataan Tuhan Yesus itu. Diakoniem berarti melayani. Pelaksanaan tugas tersebut dikaitkan dengan kesabaran... Sekalipun tidak menggunakan kata diakonia. melalui peristiwa pembagian roti kepada lima ribu orang (Yoh. 4:1). 20:24 dan 2 Kor. Pada mulanya diakonia bermakna pelayanan secara terbatas pada pelayanan firman. Dalam Why. asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan διακονίαν yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis. Hal ini mengindikasikan bahwa kecukupan pangan merupakan tugas yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh murid-murid. hlm. 167 5 . Jadi Yesus Kristus adalah diakonos perdamaian. c. keduanya sering digunakan dalam berbagai konteks. misalnya 6: a. Dua kata yang berhubungan erat dengan diakonia yaitu diakoneim dan diakonos. bahkan pelayan yang memberikan dirinya sendiri untuk orang lain7. Orang-orang yang datang kepada-Nya tidak cukup dilayani dengan khotbah yang menyenangkan secara spiritual tetapi juga perlu dikenyangkan secara material. Kata Yesus. Dalam Kol. Pembatasan ini berfungsi sebagai titik tolak pembahasan selanjutnya dan sekaligus menyatukan pemahaman bersama. 6:1-15. Berdasarkan konteks-konteks yang dikemukakan di atas. Dalam 2 Kor. Weiser. Yesus Kristus memperlihatkan aspek kesejahteraan fisik dari pelayanan yang dilakukanNya. Penggunaan kata harus menggambarkan sikap Yesus terhadap pelayanan kesejahteraan (Diakonia). persekutuan murid-murid Yesus. hlm. 2:19 .Cit. perlu dilakukan pembatasan pemahaman. iman. 4:17. Good News … Op. diakonia digunakan dalam konteks tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan oleh orang-orang percaya.Cit. Istilah diakonia dipopulerkan dalam era Perjanjian Baru. b. Mat. dan diakonos berarti pelayan. 14:13-21).

e. Model kedua ini merupakan pengembangan diakonia karitatif yang dirasakan tidak dapat menjawab persoalan untuk jangka panjang. d. f. Suatu masyarakat terdiri atas struktur : yang kaya dan yang miskin. dan usahausaha untuk peningkatan penghasilan. dan sangat tepat dalam situasi darurat yang amat mendesak dan sangat membutuhkan pertolongan yang bersifat segera. perkoperasian. Terdapat hubungan subjek-objek. Setelah banjir berlalu. Solidaritas kelompok mulai ditumbuhkan. serta mengusahakan/ menyediakan modal kerja bagi para tani dan buruh agar dapat meningkatkan produksitivitasnya. pengembangan dan pendayagunaan potensi manusia dan alam dalam rangka penghapusan kemiskinan. Pelayanan ini cepat dirasakan manfaatnya. Tindakan yang dilakukan tampak dalam memberikan dan meningkatkan bantuan bagi yang miskin. Biasanya melengkapi program pemerintah. Situasi ini tidak dapat diubah. pada hakekatnya dapat diupayakan melalui peningkatan pendidikan dan penguasaan teknologi. meski dibantu. Tidak menyentuh akar masalah. uang. tidak memandirikan. Diakonia Reformatif. reformatif dan transformatif. dan persediaan sembako habis. Kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan penguasaan teknologi. serta membangun kualitas kehidupan manusia yang lebih baik. membangun rumah sakit dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Kemiskinan antara lain disebabkan oleh kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam.Bicara tentang kiprah pelayanan gereja dalam pemberdayaan anggotanya. Orientasi pelayan dibidang pendidikan. b. Yang bisa terjadi adalah : yang kaya berperan sebagai penderma dan yang miskin berperan sebagai pengucap terima kasih. dapat digolongkan dalam tiga model pendekatan pelayanan karitatif. d. Kemiskinan tidak dapat dibasmi. Cara ini menimbulkan ciri-ciri : a. dan sampai saat ini masih juga dilakukan. menyiapkan dan menyalurkan bantuan teknologi melalui penyuluhan dan pembinaan keterampilan. Kemiskinan pada hakekatnya dikurangi bahkan dapat dihapuskan. Diakonia Karitatif. Lebih menyentuh akar permasalahan dan dampaknya lebih bersifat jangka panjang. e. membangun sekolah-sekolah dan menyelenggarakan pengembangan SDM. misalnya bencana alam. Memerlukan tenaga terampil dan sesuai dengan program. c. Menimbulkan sikap ketergantungan . b. Oleh sebab itu. Tindakan yang dilakukan misalnya. lalu subyek 6 . Bila dilakukan terus-menerus akan memerlukan dana yang besar. kesehatan. sekedar memberi ikan. bahkan sampai menyentuh kepentingan masyarakat luas. Bentuknya misalnya bantuan kepada janda atau warga jemaat yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan pemberian beras. Terarah kepada individu yang sulit berubah keadaannya. Adapun ciri-cirinya : a. Yang dapat dilakukan oleh gereja adalah membantu yang miskin agar menjadi sedikit lebih baik dan mengurangi penderitaan mereka. Tepat untuk situasi darurat sebagai bantuan awal. c. Model ini adalah model tertua dari bentuk pelayanan gereja yang dilakukan.

Ada masalah-masalah sosial yang muncul dipermukaan. dan tugas-tugas politik gereja membangun kesejahteraan umat manusia. melainkan sebagai suatu "gerakan" yang terbuka bagi pembaharuan (agent of change) dan aktif menjalankan visi misi kerajaan Allah. Gereja tidak lagi diartikan sebagai gedung yang statis. pemberian beasiswa untuk pendidikan. Sejarah lahirnya dipelopori oleh gereja Amerika Latin mencari jawaban atas kemiskinan yang sangat parah di sana. Peran gereja selama ini dalam mentransformasikan dunia dirasakan belum optimal. Maka diakonia gereja mulai bergeser dari diakonia karitatif ke diakonia reformatif. ketidakadilan internasional. Pengalaman Gereja di Amerika Latin mulai meredifinisi kembali peran gereja dan tugasnya di dunia saat ini. Digunakannya analisis sosial budaya masyarakat. karena masalahnya terletak pada pertanyaan. tetapi menjadikan kelompok yang diberdayakan sebagai mitra dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. Pelayanan transformatif bukan mau menciptakan oposisi bagi pemerintah dan penguasa. Akibatnya. Asumsi yang mendasari pelayanan ini adalah kalau ada orang lapar. Maka teolog pembebasan merumuskan "ekklesiologi baru" (ilmu tentang gereja) dan merefleksikan gereja secara kontekstual. juga tidak cukup. Bahkan kenyataannya di beberapa negara. 7 . muncul kesadaran gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan memikirkan persoalan kemasyarakatan lainnya. dan melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif. kalau kita memberinya pancing atau pacul untuk mencangkul. termasuk Gereja-gereja di Indonesia melalui DGI.yang dilayani mau apa? Apakah mereka hanya makan dan cukup gizi pada bulan Desember ketika ada pasar murah untuk mereka? Model diakonia ini lebih menekankan aspek pembangunan. di mana mereka dapat mengail dan mengolah tanah? Bila tanah dan laut dimiliki kaum pemilik modal yang mempunyai kapital? Karena itu berilah dia hak hidup melalui pendampingan dan perberdayaan bagi mereka. daripada sekadar tindakan karitas-amal kasih semata-mata. pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kemiskinan baru dan memperluas gap antara kelompok orang yang kaya dan yang miskin. Pelayanan transformatif. analisis SWOT dan perencanaan partisipatif dan melakukan jejaring dengan institusi sosial yang ada. muncul sebagai alternatif ke tiga menjawab permasalahan kemiskinan dan ketidakadilan struktural yang muncul di permukaan. bahkan merusak lingkungan ekologis bumi untuk kebutuhan jangka panjang. sebab besok ia akan datang kembali untuk meminta roti (menghapus mental ketergantungan). Pendekatan yang dilakukan adalah pola Community Organization (CO) dengan pendekatan pengorganisasian komunitas untuk dapat merancang dan merencanakan hidup mereka sendiri. yang harus diatasi seperti terjadinya diskriminasi. kelompok usaha bersama dengan kelompok simpan pinjam. tidak cukup diberi roti. Gereja tidak lagi mau menjadi menara gading untuk dirinya sendiri. Pendekatan yang dilakukan memakai pola Community Development (CD) dengan pengembangan masyarakat seperti pembangunan kesehatan dan penyuluhannya. Tokoh yang berperanan di antaranya adalah Gustavo Gutiérrez dengan pendekatan ortopraksis.

Hukum-hukum berlaku bagi semua orang secara sama. ketidakadilan dan penindasan9. sikap/ kerja orang yang dikasihi Setiap orang adalah sesama kita yang dikasihi oleh Allah. Guna memindahkannya ke dunianya. Semua kegiatan dan akta kehidupannya dimotivasi oleh kasih. pengampunan. 4. Alkitab banyak membicarakan keadilan. Yoh. Roma 13:8.Karena itu gereja tidak harus menjadi besar dan megah fisiknya. karena kasih harus lahir dari kesadaran yang dalam (bnd. 6:27). Pekerjaan orang kristen dalam masyarakat dilakukan sebagai respon terhadap kerajaan Allah. Kasih berarti penghargaan terhadap kehidupan seseorang. Roma 5:6-8).. Kasih Kristus tak tergantung pada jasa. terletak pada berita tentang Kerajaan Allah yang menjadi pusat pengajaran Yesus. 13:34). hlm. akar dari segala kebobrokan hubungan manusia. Diakonia Yang Transformatif Dasar-dasar alkitabiah tugas diakonia Gereja. hlm. 25:31-46.. 2:8-9. kasih tidak sama dengan perbuatan baik (amal). Masyarakat itu diwarnai oleh kasih. keseimbangan. 10:25-37. Kasih bukan hanya sikap batin tetapi perlu dinampakkan dalam perbuatan konkrit. bnd. dan pembebasan oleh Kristus dari dosa. sebagai sifat Allah. bukan kasih sejati (bnd Luk. Yesus menyimpulkan hukum terutama dengan Hukum Kasih yaitu kasih kepada Tuhan dan kepada sesama (Mat. Dan dengan pemahaman ini pula fungsi pembebasan gereja tampak dalam tiga tingkatan : pembebasan politik yang mengakomodasi golongan miskin dan tertindas.13:1) Akan tetapi pada sisi lain. kedamaian dan sukacita. 1 Yoh. Karena itu kasih tidak membedakan atau memandang muka (Yak. 361-362 8 . kekudusan. 3:17-18). Keadilan secara umum berarti setiap orang memperoleh haknya atau menerima apa yang seharusnya diterima. 361 Ibid.Cit. Mat. Keadilan. 22:37-40. Titik berangkat teologi pembebasan a la Gutiérrez adalah gereja dan hubungannya dengan dunia di Amerika Latin. Pada satu sisi. pembebasan sebagai sebuah pemahaman akan sejarah. Dalam keadaan adil hak semua orang ditentukan secara konsisten. 1 Kor. Ada tiga ciri utama Kerajaan Allah yaitu : Kasih (Agape). dengan orang menyadari dan dapat melihat masa depannya secara bertanggungjawab. Harkat seseorang (termasuk yang hina karena dosanya) ditetapkan oleh kasih Allah (bnd. Kasih juga tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lahiriah. kelas sosial. Kasih berarti keinginan menolong dengan perbuatan nyata (Luk. pelayanan. kasih yang berhenti pada sebatas menaruh belas kasihan kepada orang lain. Tidak ada pilih kasih/ diskriminasi. Kasih harus menjadi dasar kehidupan orang percaya. Kepercayaan akan kedatangan Kerajaan Allah menggambarkan suatu masyarakat yang sesuai dengan kehendak Allah. 12:12-14). sebagai kewajiban manusia dan sebagai ciri masyarakat yang baik. Setiap orang berhak diperlakukan secara sama dengan orang lain karena ia 8 9 Harvie M Conn. “Theologies of Liberation : An Overview… Op. 4:18-19). Tugas gereja adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah (bnd. gereja memerlukan sebuah pemahaman baru dalam sifat dasar dan misinya. Luk. Luk. melainkan nilai Injil Kerajaan Allah harus hadir dan meresap dalam seluruh sendi kehidupan manusia8.

Mzm. politik dan berbagai perbedaan lainnya. 4:37-39). kesejahteraan. kesehatan. orang asing. yang ada dalam penjara (Mat. Berbagai usaha dilaksanakan oleh gereja/ jemaat. Keadilan kristen banyak kesamaannya dengan keadilan secara umum. Sebuah rahasia besar tentang kerajaan Allah telah dibuka oleh Yesus ketika Ia berbicara tentang penghakiman terakhir. Hubungan baik dengan sesama. oleh pemerintah bahkan oleh semua komponen dalam masyarakat. Ef. Hubungan baik dengan lingkungan hidup (Yes. semua penyakit disembuhkan. golongan. 5. ras. 2:14-15). semua gangguan diatasi. agama. Syalom melebihi hubungan yang baik. syalom berarti kedamaian. masalah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. Mark. Im. Kepedulian ini adalah kepedulian murni. tetapi Juru Selamat dunia. perang dan penindasan harus ditiadakan (Gal. karena karya Tuhan Yesus Kristus (Roma 5:1). 26:4-6. keadilan dan persekutuan. pihakpihak yang terpisah dipersatukan. 25:21-46). persatuan. Dalam Alkitab. keselamatan. Syalom disini berarti kepercayaan disandarkan kepada Allah saja. Juru Selamat umat manusia. Yesus mengatakan bahwa kunci untuk masuk ke dalam kerajaan Allah ialah kepedulian manusia terhadap sesamanya. Masalah lain yang perlu mendapatkan perhatian kita dalam pelayanan diakonia antara lain adalah masalah lingkungan hidup. Syalom adalah kata pokok yang menggambarkan visi Alkitab tentang suatu persekutuan yang mencakup seluruh ciptaan (band. masalah pengembangan ekonomi warga masyarakat. Shalom berarti menikmati berbagai bentuk hubungan baik. 11:6-8. semua perpecahan dipersatukan kembali. terutama kepada orang yang lapar dan atau haus. Damai Sejahtera. Yehz. Namun kita sadar bahwa hambatan terhadap pelaksanaan pelayanan yang utuh mengalami hambatan baik secara interen maupun secara ekstern. yang sakit. bukan kepada sesuatu yang lain. Pemecahan sebagian masalah ini mungkin akan lebih nyata dan lebih berdayaguna jika dilakukan secara bersama-sama pada aras pelayanan yang lebih luas atau jika mungkin dilaksanakan secara lintas denominasi dan lintas agama. 9 . antara lain : Hubungan baik dengan Tuhan. Pelayanan Diakonia Dalam Konteks HKBP Dalam konteks HKBP banyak masalah-masalah yang menjadi penyebab kesengsaraan atau penderitaan masyarakat. 3:28 . tetapi mempunyai dasar dalam keadilan Allah (band Mzm. yang di depan disebutkan sebagai penyakit masyarakat. 34:25-29). orang yang telanjang. yang untuknya kita bertanggungjawab kepada Tuhan kita. 90:4). Seperti kita ketahui bahwa Yesus bukanlah Juru Selamat orang kristen saja. Dengan demikian diakonia bukanlah suatu pilihan melainkan suatu dimensi yang hakiki dan pasti dalam Iman kristen yang hidup. 103:6. Kita hidup dalam hubungan baik dengan Tuhan. Ketidakadilan. masalah pendidikan dan sumber daya manusia. Suatu kepedulian yang menjangkau semua orang. Harus membangun kehidupan bersama dengan sesama. Shalom berarti semua kekacauan dalam hidup manusia diatur.adalah manusia yang sama nilainya dihadapan Tuhan sebagai ciptaan Allah. tulus dan tidak dibatasi oleh tembok-tembok budaya.

Perlu mengkaji ulang pemahaman atas tugas pelayanan gereja sebagai tugas yang diberikan Yesus sendiri. Sama seperti Kristus melayani kita. Diakonia menjadi nyata dan konkrit di dalam situasi-situasi setempat. terutama karena zaman kita sekarang ini sering berhadapan dengan 10 . misalnya strukturisme dalam gereja itu sendiri yang melihat hal-hal baru mesti dipertimbangkan dan paling-paling diistilahkan dengan “sipareahan ma i”. peningkatan ekonomi masyarakat). namun kesempatan luar biasa terbuka bagi LSM-LSM. karena didalam diakonia setempatlah gereja-gereja harus menjadi pelayan Tuhan.Hambatan internal antara lain sulitnya mengubah paradigma berpikir yang telah tertanam dari generasi ke generasi. pelestarian lingkungan hidup. buruh. Disamping adanya hambatan termaksud di atas. kendatipun kita percaya bahwa Ktistus dapat saja menyatakan pelayanannya juga di luar gereja. Untuk apa susah-susah mencari-cari hal baru (contoh : lojaanku diringku. karena itu kita dituntut untuk mengasihi sesama kita. Hambatan eksternal dapat terjadi di daerah mayoritas kristen seperti Tapanuli berupa penyakit kemapanan dan mentalitas status-quo. Di wilayah minoritas kristen. Mungkin di era reformasi secara melembaga. Lainnya. Masa depan perlu diantisipasi agar supaya pelayanan diakonia bukan saja menciptakan tanda-tanda pengharapan untuk masa depan. Diperlukan analisis secara saksama terhadap akar-akar masalah. itu saja yang dilanjutkan. Kita (gereja) adalah agen pelayanan Kristus terhadap dunia. Diakonia dimulai ditempat di mana ada masyarakat. so tamba ni gajingku). Tidak jarang kegiatan yang dilakukan dengan maksud baik disalahtafsirkan serta resistensi oleh pihak lain. tanpa mencari akar penyebabnya. gereja-geraja sangat terbatas melaksanakan pelayanan diakonia. karena berbagai alasan Diakonia harus memberi tekanan pada langkah-langkah preventif/pencegahan. tanpa harus dibatasi oleh agama yang dianut oleh pengelolanya (LSM yang bergerak memperjuangkan hak asasi. seperti sistem-sistem yang berlaku dalam masyarakat. sebenarnya semakin terbuka peluang dan kesempatan bersaksi dan melayani. penyakit dan penderitaan. Katakanlah semakin tersedia kesempatan menghadirkan diri secara bermakna dan menjadi berkat sebesar-besarnya. Karena itu saatnya gereja/jemaat menjalin kerjasama strategis dengan LSM. Dengan demikian pelayanan diakonia mewujud di dalam gereja-gereja setempat. Kita harus senantiasa berorientasi pada kualitas dan efektifitas. Melalui gereja. adanya kemalasan manusia untuk melakukan inovasi (karena terikat oleh tradisionalisme). Budaya ‘biar jelek asal milik sendiri’ sudah saatnya ditinggalkan. individualisme dan lain-lain. demikian juga kita harus melayani sesama kita. Semakin banyak dan semakin rumit masalah yang dihadapi dalam masyarakat. terbuka untuk melayani kebutuhan masyarakat dimana gereja itu berada. Apa yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi. peluang untuk mengembangkan pelayanan diakonia selalu terbuka. terdapat kecenderungan adanya sifat-sifat introvert dan defensif. Dalam hal ini dibutuhkan daya khayal dan kreativitas tinggi. Kristus mengasihi dan melayani dunia. Seringkali kita telah berupaya melawan gejala-gejala kemiskinan. wanita. Kristus telah mengasihi kita. adanya pengaruh budaya materialisme.

Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. 5) pengembangan hidup menggereja dari bawah10. (Pematangsiantar : L-SAPA. Walaupun demikian pelayanan-pelayanan tersebut belumlah dianggap sempurna dan karena itu dapat 10 11 J. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. maka Diakonia yang transformatif merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. 2) keadilan gender. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. bahkan. Misalnya sejak. Pengalaman gereja dalam dunia ini mengarahkan dirinya pada pergumulan sebagaimana dialami di dunia Latin. Ekonomi & Ekologi : Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Banawiratma. 3) pemeliharaan lingkungan hidup. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat.B. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. Iman. kini yaitu: 1) keadilan sosial. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. sebagai teolog katolik melihat ada lima agenda mendesak yang harus dijalankan oleh gereja di Indonesia berhubungan dengan konteks Indonesia. Teologi Di Pasar Bebas. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. al. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia era Reformasi. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia kini. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. (Yogyakarta : Kanisisus. bahwa model yang berteologi yang relevan adalah berteologi secara praksis. hlm. et. 4) kesadaran dan pilihan nilai. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. 281-288 Darwin Lumbantobing. 54-55 11 . 1997). gereja telah berusaha melaksanakan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya. bahkan. maka respon yang ketiga merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. Kelihatannya ada kesepakatan bersama di antara para tokoh teolog Protestan maupun Katolik tentang konteks kekinian pelayanan Gereja di Asia maupun di Indonesia. Tuntutan ini tidak berlebihan. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. Artinya. Pergumulan dan penderitaan warga jemaat dan masyarkat adalah medan berteologi gereja secara praktis. 6. 2007). istilah-istilah teologis seperti keselamatan. individual maupun kolektif.. Tuntutan ini tidak berlebihan. Beberapa Usulan Praktis bagi Pelayanan Gereja Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis.persoalan memperoleh harta untuk peningkatan kesejahteraan anggota atau pengentasan kemiskinan warga masyarakat luas. penebusan dan lain-lain direalisasikan secara konkret11. hlm. Banawiratma.

pendidikan kesehatan dan lain-lain.cit. Diakonia haruslah bersifat kemanusiaan artinya. serta pembelaan dan peningkatan hak azasi manusia. 48 12 . namun sekarang ini di beberapa tempat dan dalam setiap kesempatan sering terbuka kemungkinan kerjasama dengan pihakpihak lain. Darwin Lumbantobing. golongan dan berbagai perbedaan lainnya. tetapi suatu pelayanan diakonia yang lahir dan termotivasi dari dan oleh pelayanan Kristus yang kita alami. Disana pula dalam gereja Batak dikenal “pargodungan”. suku. Dengan pelayanan Diakonia demikian pembebasan dan penebusan hakiki adalah mengembalikan harkat dan martabat kemanusiaan13. 12 13 Darwin Lumbantobing. budaya. terlepas dari perbedaan agama. Rumah-rumah sakit. tetapi haruslah membimbing dan memperlengkapi masyarakat sehingga mereka dapat mandiri dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan sekedar sebagai penunggu lapangan kerja dan uluran tangan orang lain. 10:25-37). Seringkali cara pemahaman mengenai pelayanan seperti ini dipengaruhi oleh situasi sosial. yang difungsikan sebagai pusat kehidupan spiritual. Dalam hal ini pelayanan diakonia yang tulus dapat dilaksanakan. hlm. bahwa kita memberi karena kita telah menerima. Dengan demikain Diakonia tidak hanya bersifat bantuan karitatif kepada orang miskin. Program-program konkrit tersebut antara lain program peningkatan ekonomi warga. Pelayanan diakonia yang bersifat kemanusiaan bukanlah pelayanan diakonia yang harus berbendera kristen. Karena itu program kemandirian teologi. daya dan dana harus mendapat perhatian yang jelas dalam program-program nyata gereja dan tidak sekedar sebagai ungkapan-ungkapan yang abstrak dari atas mimbar. 53 Bnd. Apabila gereja mengadakan pelayanan diakonia harus selalu ditujukan kepada semua orang.Diakonia harus mempunyai sifat ‘saling’. Programprogram tersebut tidak harus hanya dibatasi pada lingkup jemaat sendiri.. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Op. Pelayanan Kesehatan dengan mendirikan Sekolah-sekolah. program pendidikan motivator. hlm. Ini berarti gerejagereja perlu melibatkan diri dalam hubungan yang progresif antara pelayanan-pelayanan sosial.cit.berlaku di segala tempat dan sepanjang segala abad. pelayanan kepada para penyandang cacat mental.. politik dan teologi yang ada. pelayanan diakonia dibatasi hanya untuk kalangan kristen saja karena dianggap sebagai suatu kampanye kekristenan. Op. Karya para misionaris itu mencerminkan Diakonia preventif dan bahkan prospektif dan berorientasi kedepan agar dapat melihat bahaya-bahaya di depan dan memerangi sebab-sebab yang mendasar serta mendetaksi dan mengikuti secara dini perkembangan dari bahaya tersebut. pelayanan diakonia dinyatakan para missioner melalui “paket” Pendidikan. pelayanan diakonia tidak terbatas pada gereja dan orang-orang kristen saja. Yesus datang dan mendirikan Kerajaan Allah dan menjadikan gereja sebagai alat atau sarana untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini dan sebagai alat dari kerajaan itu. jasmani dan pendidikan dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang formal12. tetapi kepada semua orang (bandingkan dengan ceritera orang Samaria yang murah hati dalam Luk. Disadari bahwa di beberapa tempat dan situasi.

Akan sulit menciptakan kedamaian jika akar kemiskinan masih terlalu dalam di masyarakat15. hlm. Akar daripada segala masalah yang melanda bangsa kita dapat disetujui bersama adalah buruknya nilai-nilai moral. Muhammad Yunus mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pada 10 Desember 2006 lalu dengan Grameen Bank-nya di Pakistan. Artinya. etika yang ada pada para pejabat negara dan elit politik kita.Gereja dapat berperan besar dalam meningkatkan efektifitas pelayannya yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain.. Ini dikarenakan pengertian Diakonia yang benar sifatnya bukan temporer (diadakan jika diperlukan) namun sebaliknya ia harus menjadi bagian esensi dari struktur pelayanan gereja secara jelas (Kis. Yunus membuktikan bahwa akses kapital adalah masalah kaum miskin yang sangat akut. Sehingga Reformasi politik dan ekonomi saja tidak akan menyelesaikan masalah. Dengan penyaluran pinjaman kepada orang-orang miskin.. serta ekonomi kerakyatan.. elit politik. 6:2)14. Dalam pada itu gereja juga terpanggil aktif dalam menyikapi kehiudpan berbangsa dan bernegara. eko teologia serta advokasi hukum.B. 2007). aksi itu bukan “bagi-bagi uang” namun lebih mendasar dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin merencanakan hidupnya dan keluar dari kemiskinan itu.Cit. pelayanan yang mendahulukan orang-orang miskin. profetis gereja tidak dapat dilepaskan oleh gereja demi hakekat gereja itu sendiri yang selalu lebih taat kepada Allah. Ia menyebutkan bahwa akar segala permasalahan dalam negara dan dunia adalah kemiskinan yang merajalela. melainkan memasukkannya dalam agenda pelayanan gereja secara jelas. Keburukan nilai-nilai tersebut telah membius para pejabat negara kita yang merasa tidak berdosa atas dosa yang dilakukan. Salah satu penyebab tidak adanya kedamaian adalah kemiskinan. yang paling utama adalah perlunya reformasi moral. gereja harus menjalankan fungsinya sebagai gereja yaitu sebagai garam dan terang dengan cara: pelayanan yang menyentuh reformasi moralitas bangsa. al. dengan menyadarkan jemaat-jemaatnya yang bekerja di pemerintahan. informasi dan monetary. et. Pengentasan kemiskinan itu yang menciptakan kedamaian. Kedua. Sementara itu. menulis di 14 15 J. gereja dengan Firman Allah mengukur segala tindakan para pejabat negara. 13 . (Jakarta : Marjin Kiri. salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dan penghadiran kenyataan damai di dunia di separuh dunia pada 2015. termasuk masyarakat kita. Sifat pelayanan yang diharapkan bukanlah yang bersifat karikatif.VII dyb. Muhhamad Yunus. Mereka memerlukan akses permodalan untuk dapat keluar dari kemiskinan itu. PBB melalui program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan pada Juni 2000 lalu. Dalam proses menuju masyarakat yang diidamkan ini. pelayanan yang memperhatikan ekojustice. gereja melalui lembaga-lembaga pendidikannya (STT dan Sekolah-sekolah Alkitab) harus semakin mempersiapkan diri dengan pembenahan kurikulum menciptakan pelayan gereja yang melek teknologi. Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. Fungsi kritis. Di sini fungsi kritis daripada gereja adalah penting. Banawiratma. Iman. Cara praktis yang bisa ditempuh gereja adalah : pertama. Op.

(Minnesota : Ausburg Publishing House) Yunus. Memberi kritik itu berarti akan semakin menyulitkan gereja. Diakonia merupakan salah satu tugas gereja yang dilaksanakan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Persekutuan dan Bersaksi. Alan F. Horst & Schneider.media masa sehingga dapat mempengaruhi public opinion dan memberi kritik terhadap dosa-dosa moral yang dilakukan oleh para pejabat negara. & Johnson. Daftar Pustaka Balz. Eerdmans Publ. dan kemiskinan untuk mewujudkan misinya menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini. Muhhamad 2007 Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan.) 1990 Exegetical Dictionary of The New Testament. Co. Stanley N. Darwin 2007 Teologi Di Pasar Bebas. (Jakarta : Marjin Kiri. Memang dalam hal ini. 1981 Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. Gerhard (Eds. al. gereja harus mempunyai jati dirinya sendiri. (Pematangsiantar : L-SAPA) Pilgrim. Ekonomi & Ekologi: Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. namun merupakan tugas hakiki yang tidak bisa tidak dilakukannya di dunia ini. (Michigan : William B. et. gereja sering ada dilema yang tidak gampang untuk memilih. (Eds. 3.B.) Banawiratma. Vol. (Jakarta : BPK Gunung Mulia) Gundry. 2.) 1974 Tensions In Contemporary Theology (Chicago : Moody Press) Lumbantobing. ketidakadilan. 1996 Iman. Tugas ini diwariskan Yesus sendiri sebagai sebuah bentuk pelayanan. (Yogyakarta : Kanisius) Brownlee. Walter E. 7. atau diam? Namun bukankah juga merupakan sebuah dosa jika membiarkan orang berbuat dosa? Gereja perlu memikirkan kembali dengan serius apa peran gereja di tengah-tengah percaturan politik seperti sekarang ini. 8. Bukan lagi saatnya bagi gereja untuk bersikap oportunis. Pelayanan Diakonia bukanlah suatu pilihan bagi gereja. J. 2007) 14 . Malcolm 1993 Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. Diakonia yang transformatif adalah wujud Social Gospel yang dibutuhkan gereja untuk menjawab berbagai penindasan. Kesimpulan 1. 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful