P. 1
diakonia-gereja-sebagai-tugas-pembebasan

diakonia-gereja-sebagai-tugas-pembebasan

|Views: 1,836|Likes:
Published by Cavaliere_Adhi_8534

More info:

Published by: Cavaliere_Adhi_8534 on Feb 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

Diakonia : Tugas Gereja Untuk Membebaskan

1. Pendahuluan Salah satu isu yang kontroversial dalam dekade terakhir ini dalam dunia gereja adalah pergumulan antara penyuaraan Injil Sosial (Social Gospel) dan yang mereka yang ingin tetap tinggal menyakini bahwa tugas utama pewartaan gereja adalah spiritualitas. Sementara sebuah pemahaman yang meliputi injil secara keseluruhan juga bertumbuh dari kedua pihak, namun pergumulan itu masih tetap berlangsung. Pergumulan tersebut juga mencakup pemahaman orang percaya akan kehadiran Allah. Gambaran Allah yang telah disempurnakan dalam diri Yesus Kristus. Maka hakikat kemanusiaan kita di dalam Kristus adalah tugas untuk memelihara kehidupan. Tidak bisa tidak, tanggungjawab itu mesti dikembangkan oleh gereja. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan terhadap misi seperti itu. Di India ada Teologi Dalit, di Korea ada Teologi Minjung, di Amerika Latin ada Teologi Pembebasan. Semua itu adalah wujud tanggungjawab dan peran sosial gereja dalam memelihara dan meningkatkan harkat kehidupan yang sudah diaturkan oleh Allah sendiri. Perjumpaan atau persinggungan nilai yang konstruktif bagi kehidupan akan menghasilkan transformasi bagi gereja. Asal nilai-nilai itu dilihat sebagai sebagai sumber-sumber otentik dan tidak hanya dilihat sebagai komplemen dari proses transformasi itu. Sebagaimana kata Gutiérrez yang dikutip Harvie M. Conn1, konteks teologi adalah sebuah teologi yang tidak pernah henti berefleksi di dunia ini, namun tetap mencoba untuk menjadi bagin dari proses di dalam mana dunia ditransformasi. Ia menjadi teologi yang terbuka menolak kemapanan martabat kemanusiaan, pergumulan terhadap penindasan, ketidakadilan melalui kasih yang membebaskan, dan membangun sebuah masyarakat yang baru, adil dan penuh persaudaraan, menjadikannya sebagai Kerajaan Allah. Dengan demikian tulisan ini mula-mula akan membahas tentang gambaran perlunya peran sosial gereja sebagai pewaris pelayanan Yesus di dunia ini. Diperlukan pemahaman ulang atas tugas-tugas gereja, yang kini dikenali dalam Tri-tugas pelayanan gereja : Koinonia, Marturia dan Diakonia sebagai satu pelayanan yang utuh dan menyeluruh (holistik). Bagian berikutnya mengetengahkan tugas gereja dan orang-orang percaya sebagai persekutuan itu merespon pewartaan Yesus dalam institusi gereja. Jawaban itu kadang-kadang dipergumulkan, karena tidak tanpa kesalahan dan kekeliruan dalam penafsirannya. Salah satu rumusan masalah menyangkut pelayanan diakonia adalah “masih belum seragamnya pemahaman dan pemaknaan pelayanan diakonia di Jemat-jemaat”. Ketidakseragaman pemahaman ini mengakibatkan perbedaan sikap dan bentuk-bentuk pelayanan diakonia yang dilaksanakan di setiap jemaat. Bertolak dari itu, berikut ini dipaparkan hal-hal yang diharapkan membantu pengembangan

1

Harvie M Conn, “Theologies of Liberation : An Overview” dalam Tensions In Contemporary Theology, (Eds. Stanley N Gundry & Alan F Johnson), (Chicago : Moody Press), hlm. 329 1

Gereja adalah persekutuan orang-orang yang menanggapi atau menjawab panggilan Allah dalam iman untuk ikut mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui Kristus. Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. gereja sering digambarkan sebagai tubuh Kristus. pelayanan sosial yang adalah pelayanan kasih akan dibahas tersendiri sebagai bagian dari tanggapan gereja atas pewartaan Yesus tentang keselamatan dan keadilan serta tema pembebasan dalam dunia. Dengan menggunakan pengertian ini. garam dan terang selalu berfungsi bagi yang lain. Missio Dei memberitakan kabar baik bahwa Allah adalah Allah untuk semua manusia. Pada bagian berikut penulis berusaha mengetengahkan “konteks” pergumulan pelayanan Diakonia dalam gereja di Indonesia dan HKBP secara khusus. Tetapi pada saat yang sama. tetapi juga harus menjadi gereja bagi orang lain. Pengertian Gereja Secara etimologi. persekutuan murid-murid Yesus. Mandat ini merupakan Missio Dei dari pada Allah. Sebagai persekutuan pengikut Yesus. ini jangan dipersempit menjadi bahwa Allah hanya untuk orang kristen. dan bagaimana gereja melaksanakan pelayanan diakonia. Pemanggilan Allah atas umat-Nya ini untuk dijadikan garam dan terang bagi kegelapan dan ketawaran yang masih ada di sekitarnya2. Kepala dari tubuh itu. Itu berarti Allah memanggil umat pilihanNya bukan untuk dijadikan umat simpanan-Nya atau menjadi suatu umat yang diisolirkan dari lingkungan masyarakat sekitarnya (eksklusif). (Jakarta : BPK Gunung Mulia. Gereja kemudian menjadi persekutuan orang-orang yang mengikut Yesus. Pandangan Dunia yang Dikotomis Sebuah opini yang berkembang dalam masyarakat kristen adalah bahwa tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat bukanlah tugas bagi gereja. karena gereja hanya 2 Malcolm Brownlee. mereka yang sudah dipanggil keluar tersebut kembali diutus ke dalam dunia. 1993). Oleh sebab itu. maka yang tergabung dalam persekutuan ini adalah orang-orang pilihan yang sudah dipanggil keluar dari lingkungannya yang gelap. penyelenggaraan sakramen yang kudus dan penegakan disiplin. kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang artinya mereka yang dipanggil keluar. 139 2 . yaitu hakekat diakonia.pemahaman bersama tentang diakonia. Apa yang dirumuskan gereja sebagai salah satu tugasnya yaitu Diakonia. Garam dan terang tidak berfungsi bagi dirinya sendiri. 5:13-14). makna gereja yang sejati bukan hanya terletak pada pemilikan nota ecclesiae : adanya pemberitaan Firman Allah yang benar. Situasi dan kondisi dimana gereja kini diam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dan bagaimana gereja dapat bertanggungjawab beperan serta atas keadaan di sekitarnya. ingin menggunakan gereja untuk menyatakan dirinya serta merta. Gambaran itu mengandung arti bahwa Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja. mengapa gereja harus berdiakonia. Bagaimana gereja dapat menjadi gereja bagi orang lain? Melalui pemenuhan tugas pelayanan yang telah Allah mandatkan kepada gereja. ke dalam lingkungannya untuk menjadi garam dan terang (Mat. 2. hl.

mereka memang beranggapan bahwa ini adalah ketidakadilan. dan menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka. Dalam menghadapi kemiskinan di dunia. kesalahan-kesalahan dalam hubungan-hubungan antara pekerja-pemilik di masa kini. 3 4 Malcolm Brownlee. Walter E Pilgrim.berhubungan dengan masalah-masalah rohani saja. masih ada. Reaksi dan protes keras atas munculnya paham Social Gospel telah membuat kaum fundamentalis memberontak pula terhadap kewajiban sosial kristen. melainkan kepada dunia. yang adalah Tuhan dunia dan gereja. (Minnesota : Ausburg Publishing House. Untunglah. harus selalu sadar akan kenyataan bahwa gereja berada di dalam dunia terutama untuk kepentingan dunia ini dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri. dan cenderung selalu hanya memikirkan dirinya sendiri. Sehingga masalah memperjuangkan keadilan. Akan tetapi. hlm. yang mereka lakukan biasanya adalah menyuruh orang untuk tawakal. Pandangan yang menekankan tentang eksistensi dua alam yang independen. Ini terjadi karena gereja sangat dipengaruhi oleh cara pandang yang dikotomis tentang dunia. kini ia dipersempit menjadi pesan yang menolak dunia.Cit. lebih baik kita berdiam diri saja. 166 dyb. sekularisme pendidikan modern. karena hal itu mengandung resiko yang besar. Ucapan yang sering terdengar dalam gereja adalah. Implikasi praktis bagi gereja yang terpengaruh (sadar atau tidak sadar) pandangan ini adalah memperlakukan realitas-realitas materi dengan masa bodoh. Gereja yang dipanggil untuk mengikut Allah dan mengikut Yesus Kristus. sambil menekankan bahwa keadilan yang abadi akan mereka dapatkan di akhirat nanti. Seperti yang diungkapkan oleh Arief Budiman : “Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan tokoh-tokoh agama di dunia ini berpikir secara normatif. kita sendiri belum cukup. Tugas Manusia … Op. Mengapa? Ini jelas karena perhatian Allah itu sendiri bukan kepada surga-Nya. Pandangan semacam ini oleh Brown disebut dengan “Kesesatan Agung” (the Great Fallacy). Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. penyelesaian konflik-konflik sosial bukan menjadi tanggung jawab gereja. tokoh-tokoh agama yang berpikir dan berbuat lain”. bagaimana kita mau melayani orang lain. mengentaskan kemiskinan. Paham Injil Sosial atau Social Gospel sering dimengerti tumpang tindih dengan pelayanan sosial. pasrah. tidak dapat direduksi bahkan alam atas lebih baik daripada alam bawah merupakan pandangan dualisme. Fundamentalisme dalam pemberontakannya melawan Injil Sosial tampaknya juga memberontak terhadap kewajiban sosial kristen. AnakNya yang tunggal diberikan bagi dunia bukan bagi surga. dan dasar-dasar yang tidak memadai dalam hubungan-hubungan internasional”4. terpisah. Ia tidak menentang ketidakadilan-ketidakadilan dari totalitarianisme. Namun dalam kenyataannya gereja itu introvert. meskipun jumlahnya masih sedikit. 1981). Gereja hanya menekankan prioritas pada kehidupan di alam baka3. 3 . kejahatan-kejahatan dari kebencian rasial. Banyak waktu yang digunakan oleh gereja untuk memulihkan dirinya sendiri. Injil yang bersifat menebus dahulu merupakan pesan yang mengubah dunia. acuh tak acuh bahkan malah membencinya. Inilah hukum dasar hidup gereja.

Dalam Mark.17:8. Hakekat Diakonia Kata pelayanan dalam bahasa Inggris : Ministry. Service. arti yang lebih luas yaitu help by providing care muncul dalam Matius 25:44. Gereja seutuhnya artinya tidak terlepas satu dengan yang lain. Pelayanan material yaitu pelayanan meja (Kis. 8 kali dalam tulisan Paulus. “Dan 5 Misalnya A. 6:3. 1 kali dalam Ibrani. 3:14-15. 1. Diakonia adalah Tri-tugas gereja yang menjadi satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. timbullah sungut-sungut di antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani di karenakan pembagian kepada janda-janda mereka di abaikan di dalam pelayanan sehari-hari. 15:41. Gereja mula-mula memperhatikan dua macam pelayanan. Pelayanan gereja ini harus dilaksanakan secara terpadu dan bersamaan sehingga menjadi pelayanan gereja yang holistik. 302-304 4 . Itu berarti Diakonia Gereja adalah bagian integral dari pelayanan utuh/ menyeluruh gereja Tuhan di dalam dunia ini.). Pelayanan meja merupakan bagian Firman Allah yang harus dikerjakan dan menjadi tanggung jawab gereja (Kis. Pelayanan spiritual yaitu pelayanan Firman Allah dan doa (Kis. 1990). 3 kali dalam 1 Petrus) dengan arti 5: Pertama. perdamaian dan kesejahteraan. hal itu nyata. karena persekutuan gereja harus terarah keluar (introvert) yaitu Persekutuan yang bersaksi dan melayani. 3:3-16). Ketiga tugas panggilan ini harus saling terkait. di dalam Perjanjian Baru kata pelayanan juga berhubungan dengan pelayanan proklamasi Injil. Kis. Weiser. Ketika jumlah murid gereja mula-mula semakin bertambah. yaitu: 1. 4:1. Pelayanan proklamasi Injil (Kis. Kisah Para Rasul 6:4. Marturia (Kesaksian) dan pelayanan (Diakonia). dimana Yesus menetapkan 12 murid (bentuk persekutuan) untuk menyertai Yesus dan diutus memberitakan Injil (Marturia) dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Diakonia). (Michigan: William B.3. 11:28-29. Markus 1:13. “διακονεω” dalam Horst Balz dan Gerhard Schneider. Kecuali arti di atas. Injil seutuhnya artinya Injil bukan hanya tentang keselamatan jiwa tetapi juga tentang keadilan. kebenaran. 6:4) dan 2. Lukas 8:3. 20:24. 1 Tim. 1:31. dan selalu dalam kebersamaan dengan pihak lain. Menurut para rasul bahwa melalaikan pelayanan meja sama artinya melalaikan Firman Allah. 11:8). Kedua. dalam Bahasa Yunani διακονεω. Luk. Vol. 2 Kor. hlm. Kata ini muncul 36 kali dalam Perjanjian Baru (21 kali dalam Injil Sinoptik. 6:1-2). sehingga kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan mengatakan bahwa mereka tidak merasa puas karena mereka melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. 6:1-2). Eerdmans Publishing Company. (Eds. Tri Tugas Gereja Sebagai Kesatuan Bersama dengan Koinonia dan Marturia. 3 kali dalam Yohanes. 6:4. Pelayanan yang utuh pada hakekatnya menghubungkan secara tepat dan benar tiga sisi Tugas Panggilan Gereja yaitu Koinonia (Persekutuan). Ketiga. Karena itu membahas Diakonia tidak dapat dipisahkan dari pelayanan gereja yang sering kita kenal sebagai Tugas Panggilan Gereja. Exegetical Dictionary of The New Testament. Oleh karena itu pelayanan utuh dari Gereja dapat dirumuskan sebagai berikut : “Gereja yang seutuhnya memberitakan Injil yang seutuhnya tentang Kristus yang seutuhnya bagi manusia dan dunia seutuhnya”. Pelayanan meja (Mrk. 4:35.

perlu dilakukan pembatasan pemahaman. Mat. Dalam 2 Kor. Dilihat dari pemakaian awal dan pemakaian dalam beberapa konteks di atas dapat dikatakan bahwa diakonia adalah tugas pelayanan dari Allah untuk kesejahteraan manusia. Pada mulanya diakonia bermakna pelayanan secara terbatas pada pelayanan firman. kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa melayani seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus itu juga berlaku bagi gereja sebagai persekutuan orang-orang yang mengikut Kristus. Dalam Why. 2:19 . Good News … Op. Kata Yesus.Cit. hlm. Penggunaan kata harus menggambarkan sikap Yesus terhadap pelayanan kesejahteraan (Diakonia). 14:13-21). bahkan pelayan yang memberikan dirinya sendiri untuk orang lain7.supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan διακονία˛ Firman. 302-304 Walter E Pilgrim. 4:17. asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan διακονίαν yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah (Kis.Cit. keduanya sering digunakan dalam berbagai konteks. Dua kata yang berhubungan erat dengan diakonia yaitu diakoneim dan diakonos. Menjadi murid Tuhan Yesus atau menjadi pengikut Yesus berarti menjadi pelayan. c. Dalam perkembangannya. 167 5 . b. Berdasarkan konteks-konteks yang dikemukakan di atas. Yesus Kristus memperlihatkan aspek kesejahteraan fisik dari pelayanan yang dilakukanNya. Orang-orang yang datang kepada-Nya tidak cukup dilayani dengan khotbah yang menyenangkan secara spiritual tetapi juga perlu dikenyangkan secara material. dan diakonos berarti pelayan. Istilah diakonia dipopulerkan dalam era Perjanjian Baru. dan ketekunan. persekutuan murid-murid Yesus. 4:1). Bentuk-bentuk diakonia gereja 6 7 A. melalui peristiwa pembagian roti kepada lima ribu orang (Yoh. diakonia digunakan dalam konteks tugas pelayanan yang diterima dari Tuhan. “διακονεω” …Op. “Tidak perlu mereka pergi kamu harus memberikan mereka makan. misalnya 6: a. diakonia digunakan dalam konteks tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan oleh orang-orang percaya. diakonia digunakan dalam konteks pelayanan perdamaian yaitu pelayanan yang dilakukan oleh Allah di dalam dan melalui diri Yesus Kristus untuk mendamaikan diri-Nya dengan manusia. 6:1-15.” Lebih jelas Paulus berkata : “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun. Diakoniem berarti melayani. 20:24 dan 2 Kor. Weiser. Sekalipun tidak menggunakan kata diakonia. Dalam Kol. Berdasarkan perkataan Tuhan Yesus itu. Jadi Yesus Kristus adalah diakonos perdamaian. 5:18-19 . hlm. Pelaksanaan tugas tersebut dikaitkan dengan kesabaran. iman.. Hal ini mengindikasikan bahwa kecukupan pangan merupakan tugas yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh murid-murid. Pembatasan ini berfungsi sebagai titik tolak pembahasan selanjutnya dan sekaligus menyatukan pemahaman bersama..

f. sekedar memberi ikan. misalnya bencana alam. Kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam disebabkan oleh kurangnya pendidikan dan penguasaan teknologi. dan usahausaha untuk peningkatan penghasilan. Tindakan yang dilakukan misalnya. e. dan sampai saat ini masih juga dilakukan. Oleh sebab itu. bahkan sampai menyentuh kepentingan masyarakat luas. Bila dilakukan terus-menerus akan memerlukan dana yang besar.Bicara tentang kiprah pelayanan gereja dalam pemberdayaan anggotanya. Pelayanan ini cepat dirasakan manfaatnya. Tindakan yang dilakukan tampak dalam memberikan dan meningkatkan bantuan bagi yang miskin. Model kedua ini merupakan pengembangan diakonia karitatif yang dirasakan tidak dapat menjawab persoalan untuk jangka panjang. membangun sekolah-sekolah dan menyelenggarakan pengembangan SDM. Orientasi pelayan dibidang pendidikan. perkoperasian. Terarah kepada individu yang sulit berubah keadaannya. Tidak menyentuh akar masalah. Solidaritas kelompok mulai ditumbuhkan. d. Setelah banjir berlalu. serta membangun kualitas kehidupan manusia yang lebih baik. kesehatan. Memerlukan tenaga terampil dan sesuai dengan program. membangun rumah sakit dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. serta mengusahakan/ menyediakan modal kerja bagi para tani dan buruh agar dapat meningkatkan produksitivitasnya. Yang dapat dilakukan oleh gereja adalah membantu yang miskin agar menjadi sedikit lebih baik dan mengurangi penderitaan mereka. dan persediaan sembako habis. Diakonia Reformatif. menyiapkan dan menyalurkan bantuan teknologi melalui penyuluhan dan pembinaan keterampilan. uang. Bentuknya misalnya bantuan kepada janda atau warga jemaat yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan pemberian beras. Suatu masyarakat terdiri atas struktur : yang kaya dan yang miskin. Kemiskinan antara lain disebabkan oleh kurangnya pendayagunaan potensi manusia dan alam. Cara ini menimbulkan ciri-ciri : a. tidak memandirikan. Kemiskinan pada hakekatnya dikurangi bahkan dapat dihapuskan. pada hakekatnya dapat diupayakan melalui peningkatan pendidikan dan penguasaan teknologi. dan sangat tepat dalam situasi darurat yang amat mendesak dan sangat membutuhkan pertolongan yang bersifat segera. Diakonia Karitatif. d. c. b. meski dibantu. Terdapat hubungan subjek-objek. lalu subyek 6 . Biasanya melengkapi program pemerintah. Kemiskinan tidak dapat dibasmi. pengembangan dan pendayagunaan potensi manusia dan alam dalam rangka penghapusan kemiskinan. Model ini adalah model tertua dari bentuk pelayanan gereja yang dilakukan. dapat digolongkan dalam tiga model pendekatan pelayanan karitatif. Situasi ini tidak dapat diubah. c. Yang bisa terjadi adalah : yang kaya berperan sebagai penderma dan yang miskin berperan sebagai pengucap terima kasih. Tepat untuk situasi darurat sebagai bantuan awal. Lebih menyentuh akar permasalahan dan dampaknya lebih bersifat jangka panjang. Adapun ciri-cirinya : a. b. e. Menimbulkan sikap ketergantungan . reformatif dan transformatif.

Pengalaman Gereja di Amerika Latin mulai meredifinisi kembali peran gereja dan tugasnya di dunia saat ini. Ada masalah-masalah sosial yang muncul dipermukaan. Pendekatan yang dilakukan memakai pola Community Development (CD) dengan pengembangan masyarakat seperti pembangunan kesehatan dan penyuluhannya. tidak cukup diberi roti. Peran gereja selama ini dalam mentransformasikan dunia dirasakan belum optimal. Gereja tidak lagi mau menjadi menara gading untuk dirinya sendiri. Tokoh yang berperanan di antaranya adalah Gustavo Gutiérrez dengan pendekatan ortopraksis. Bahkan kenyataannya di beberapa negara.yang dilayani mau apa? Apakah mereka hanya makan dan cukup gizi pada bulan Desember ketika ada pasar murah untuk mereka? Model diakonia ini lebih menekankan aspek pembangunan. muncul sebagai alternatif ke tiga menjawab permasalahan kemiskinan dan ketidakadilan struktural yang muncul di permukaan. Pelayanan transformatif. juga tidak cukup. sebab besok ia akan datang kembali untuk meminta roti (menghapus mental ketergantungan). dan melakukan monitoring dan evaluasi partisipatif. bahkan merusak lingkungan ekologis bumi untuk kebutuhan jangka panjang. daripada sekadar tindakan karitas-amal kasih semata-mata. Maka teolog pembebasan merumuskan "ekklesiologi baru" (ilmu tentang gereja) dan merefleksikan gereja secara kontekstual. karena masalahnya terletak pada pertanyaan. yang harus diatasi seperti terjadinya diskriminasi. kelompok usaha bersama dengan kelompok simpan pinjam. Maka diakonia gereja mulai bergeser dari diakonia karitatif ke diakonia reformatif. Digunakannya analisis sosial budaya masyarakat. Asumsi yang mendasari pelayanan ini adalah kalau ada orang lapar. tetapi menjadikan kelompok yang diberdayakan sebagai mitra dalam membangun kualitas kehidupan yang lebih baik. pemberian beasiswa untuk pendidikan. dan tugas-tugas politik gereja membangun kesejahteraan umat manusia. Akibatnya. Pelayanan transformatif bukan mau menciptakan oposisi bagi pemerintah dan penguasa. di mana mereka dapat mengail dan mengolah tanah? Bila tanah dan laut dimiliki kaum pemilik modal yang mempunyai kapital? Karena itu berilah dia hak hidup melalui pendampingan dan perberdayaan bagi mereka. melainkan sebagai suatu "gerakan" yang terbuka bagi pembaharuan (agent of change) dan aktif menjalankan visi misi kerajaan Allah. ketidakadilan internasional. pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kemiskinan baru dan memperluas gap antara kelompok orang yang kaya dan yang miskin. Gereja tidak lagi diartikan sebagai gedung yang statis. Pendekatan yang dilakukan adalah pola Community Organization (CO) dengan pendekatan pengorganisasian komunitas untuk dapat merancang dan merencanakan hidup mereka sendiri. termasuk Gereja-gereja di Indonesia melalui DGI. 7 . kalau kita memberinya pancing atau pacul untuk mencangkul. analisis SWOT dan perencanaan partisipatif dan melakukan jejaring dengan institusi sosial yang ada. muncul kesadaran gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan memikirkan persoalan kemasyarakatan lainnya. Sejarah lahirnya dipelopori oleh gereja Amerika Latin mencari jawaban atas kemiskinan yang sangat parah di sana.

22:37-40. Diakonia Yang Transformatif Dasar-dasar alkitabiah tugas diakonia Gereja. Hukum-hukum berlaku bagi semua orang secara sama. Kasih juga tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lahiriah. Yoh. 1 Yoh. 2:8-9. Ada tiga ciri utama Kerajaan Allah yaitu : Kasih (Agape). Kasih berarti penghargaan terhadap kehidupan seseorang.Karena itu gereja tidak harus menjadi besar dan megah fisiknya. karena kasih harus lahir dari kesadaran yang dalam (bnd. Yesus menyimpulkan hukum terutama dengan Hukum Kasih yaitu kasih kepada Tuhan dan kepada sesama (Mat. bnd. dengan orang menyadari dan dapat melihat masa depannya secara bertanggungjawab. Masyarakat itu diwarnai oleh kasih. kasih yang berhenti pada sebatas menaruh belas kasihan kepada orang lain. 361-362 8 . Kasih Kristus tak tergantung pada jasa. akar dari segala kebobrokan hubungan manusia. Tugas gereja adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah (bnd. 3:17-18). pelayanan. Tidak ada pilih kasih/ diskriminasi. Dalam keadaan adil hak semua orang ditentukan secara konsisten. bukan kasih sejati (bnd Luk. pembebasan sebagai sebuah pemahaman akan sejarah. 4:18-19).. Harkat seseorang (termasuk yang hina karena dosanya) ditetapkan oleh kasih Allah (bnd. Roma 5:6-8). Luk. Setiap orang berhak diperlakukan secara sama dengan orang lain karena ia 8 9 Harvie M Conn. sikap/ kerja orang yang dikasihi Setiap orang adalah sesama kita yang dikasihi oleh Allah. Kasih berarti keinginan menolong dengan perbuatan nyata (Luk. Alkitab banyak membicarakan keadilan. 1 Kor. melainkan nilai Injil Kerajaan Allah harus hadir dan meresap dalam seluruh sendi kehidupan manusia8. 6:27). hlm. keseimbangan. ketidakadilan dan penindasan9. terletak pada berita tentang Kerajaan Allah yang menjadi pusat pengajaran Yesus. Karena itu kasih tidak membedakan atau memandang muka (Yak.Cit.. Pekerjaan orang kristen dalam masyarakat dilakukan sebagai respon terhadap kerajaan Allah. dan pembebasan oleh Kristus dari dosa. 361 Ibid. Guna memindahkannya ke dunianya. hlm. sebagai sifat Allah. Roma 13:8. kekudusan. “Theologies of Liberation : An Overview… Op. Titik berangkat teologi pembebasan a la Gutiérrez adalah gereja dan hubungannya dengan dunia di Amerika Latin. Pada satu sisi. Kasih bukan hanya sikap batin tetapi perlu dinampakkan dalam perbuatan konkrit. Keadilan secara umum berarti setiap orang memperoleh haknya atau menerima apa yang seharusnya diterima. pengampunan. gereja memerlukan sebuah pemahaman baru dalam sifat dasar dan misinya. Semua kegiatan dan akta kehidupannya dimotivasi oleh kasih. 12:12-14). Keadilan.13:1) Akan tetapi pada sisi lain. Dan dengan pemahaman ini pula fungsi pembebasan gereja tampak dalam tiga tingkatan : pembebasan politik yang mengakomodasi golongan miskin dan tertindas. 13:34). 10:25-37. Kasih harus menjadi dasar kehidupan orang percaya. Mat. 4. 25:31-46. Luk. kedamaian dan sukacita. sebagai kewajiban manusia dan sebagai ciri masyarakat yang baik. kelas sosial. Kepercayaan akan kedatangan Kerajaan Allah menggambarkan suatu masyarakat yang sesuai dengan kehendak Allah. kasih tidak sama dengan perbuatan baik (amal).

Keadilan kristen banyak kesamaannya dengan keadilan secara umum. keselamatan. Ef. karena karya Tuhan Yesus Kristus (Roma 5:1). 11:6-8. Harus membangun kehidupan bersama dengan sesama. orang asing. orang yang telanjang. Yehz. 103:6. Kepedulian ini adalah kepedulian murni. bukan kepada sesuatu yang lain. 3:28 . semua gangguan diatasi. oleh pemerintah bahkan oleh semua komponen dalam masyarakat. keadilan dan persekutuan. 26:4-6. Shalom berarti menikmati berbagai bentuk hubungan baik. Yesus mengatakan bahwa kunci untuk masuk ke dalam kerajaan Allah ialah kepedulian manusia terhadap sesamanya. Damai Sejahtera. yang di depan disebutkan sebagai penyakit masyarakat. Syalom adalah kata pokok yang menggambarkan visi Alkitab tentang suatu persekutuan yang mencakup seluruh ciptaan (band. Dalam Alkitab. 9 . Ketidakadilan. Mark. kesehatan. Sebuah rahasia besar tentang kerajaan Allah telah dibuka oleh Yesus ketika Ia berbicara tentang penghakiman terakhir. syalom berarti kedamaian. 5. Berbagai usaha dilaksanakan oleh gereja/ jemaat. masalah pengembangan ekonomi warga masyarakat. Pemecahan sebagian masalah ini mungkin akan lebih nyata dan lebih berdayaguna jika dilakukan secara bersama-sama pada aras pelayanan yang lebih luas atau jika mungkin dilaksanakan secara lintas denominasi dan lintas agama. 90:4). yang untuknya kita bertanggungjawab kepada Tuhan kita. Mzm. Syalom disini berarti kepercayaan disandarkan kepada Allah saja. Masalah lain yang perlu mendapatkan perhatian kita dalam pelayanan diakonia antara lain adalah masalah lingkungan hidup. politik dan berbagai perbedaan lainnya. Shalom berarti semua kekacauan dalam hidup manusia diatur. Namun kita sadar bahwa hambatan terhadap pelaksanaan pelayanan yang utuh mengalami hambatan baik secara interen maupun secara ekstern. 4:37-39).adalah manusia yang sama nilainya dihadapan Tuhan sebagai ciptaan Allah. antara lain : Hubungan baik dengan Tuhan. terutama kepada orang yang lapar dan atau haus. tetapi mempunyai dasar dalam keadilan Allah (band Mzm. ras. Juru Selamat umat manusia. golongan. 2:14-15). semua penyakit disembuhkan. tetapi Juru Selamat dunia. semua perpecahan dipersatukan kembali. yang sakit. Dengan demikian diakonia bukanlah suatu pilihan melainkan suatu dimensi yang hakiki dan pasti dalam Iman kristen yang hidup. kesejahteraan. masalah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. perang dan penindasan harus ditiadakan (Gal. masalah pendidikan dan sumber daya manusia. Suatu kepedulian yang menjangkau semua orang. Pelayanan Diakonia Dalam Konteks HKBP Dalam konteks HKBP banyak masalah-masalah yang menjadi penyebab kesengsaraan atau penderitaan masyarakat. pihakpihak yang terpisah dipersatukan. tulus dan tidak dibatasi oleh tembok-tembok budaya. yang ada dalam penjara (Mat. persatuan. Hubungan baik dengan lingkungan hidup (Yes. Syalom melebihi hubungan yang baik. Im. Kita hidup dalam hubungan baik dengan Tuhan. 25:21-46). Hubungan baik dengan sesama. 34:25-29). agama. Seperti kita ketahui bahwa Yesus bukanlah Juru Selamat orang kristen saja.

Disamping adanya hambatan termaksud di atas. tanpa harus dibatasi oleh agama yang dianut oleh pengelolanya (LSM yang bergerak memperjuangkan hak asasi. karena didalam diakonia setempatlah gereja-gereja harus menjadi pelayan Tuhan. terutama karena zaman kita sekarang ini sering berhadapan dengan 10 . Diperlukan analisis secara saksama terhadap akar-akar masalah. Tidak jarang kegiatan yang dilakukan dengan maksud baik disalahtafsirkan serta resistensi oleh pihak lain. terdapat kecenderungan adanya sifat-sifat introvert dan defensif. Dengan demikian pelayanan diakonia mewujud di dalam gereja-gereja setempat. peluang untuk mengembangkan pelayanan diakonia selalu terbuka. Lainnya. Karena itu saatnya gereja/jemaat menjalin kerjasama strategis dengan LSM. sebenarnya semakin terbuka peluang dan kesempatan bersaksi dan melayani. itu saja yang dilanjutkan. Sama seperti Kristus melayani kita. buruh. seperti sistem-sistem yang berlaku dalam masyarakat. penyakit dan penderitaan.Hambatan internal antara lain sulitnya mengubah paradigma berpikir yang telah tertanam dari generasi ke generasi. Perlu mengkaji ulang pemahaman atas tugas pelayanan gereja sebagai tugas yang diberikan Yesus sendiri. adanya kemalasan manusia untuk melakukan inovasi (karena terikat oleh tradisionalisme). wanita. misalnya strukturisme dalam gereja itu sendiri yang melihat hal-hal baru mesti dipertimbangkan dan paling-paling diistilahkan dengan “sipareahan ma i”. kendatipun kita percaya bahwa Ktistus dapat saja menyatakan pelayanannya juga di luar gereja. Diakonia dimulai ditempat di mana ada masyarakat. Kristus telah mengasihi kita. Kita harus senantiasa berorientasi pada kualitas dan efektifitas. Apa yang sudah dijalankan dari generasi ke generasi. Diakonia menjadi nyata dan konkrit di dalam situasi-situasi setempat. gereja-geraja sangat terbatas melaksanakan pelayanan diakonia. Hambatan eksternal dapat terjadi di daerah mayoritas kristen seperti Tapanuli berupa penyakit kemapanan dan mentalitas status-quo. karena berbagai alasan Diakonia harus memberi tekanan pada langkah-langkah preventif/pencegahan. Mungkin di era reformasi secara melembaga. namun kesempatan luar biasa terbuka bagi LSM-LSM. Kita (gereja) adalah agen pelayanan Kristus terhadap dunia. Seringkali kita telah berupaya melawan gejala-gejala kemiskinan. Di wilayah minoritas kristen. Untuk apa susah-susah mencari-cari hal baru (contoh : lojaanku diringku. adanya pengaruh budaya materialisme. so tamba ni gajingku). Masa depan perlu diantisipasi agar supaya pelayanan diakonia bukan saja menciptakan tanda-tanda pengharapan untuk masa depan. Dalam hal ini dibutuhkan daya khayal dan kreativitas tinggi. peningkatan ekonomi masyarakat). Kristus mengasihi dan melayani dunia. pelestarian lingkungan hidup. demikian juga kita harus melayani sesama kita. Katakanlah semakin tersedia kesempatan menghadirkan diri secara bermakna dan menjadi berkat sebesar-besarnya. Budaya ‘biar jelek asal milik sendiri’ sudah saatnya ditinggalkan. karena itu kita dituntut untuk mengasihi sesama kita. Semakin banyak dan semakin rumit masalah yang dihadapi dalam masyarakat. individualisme dan lain-lain. tanpa mencari akar penyebabnya. terbuka untuk melayani kebutuhan masyarakat dimana gereja itu berada. Melalui gereja.

hlm.persoalan memperoleh harta untuk peningkatan kesejahteraan anggota atau pengentasan kemiskinan warga masyarakat luas. 2007). 4) kesadaran dan pilihan nilai. gereja telah berusaha melaksanakan pelayanan diakonia dengan sebaik-baiknya. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia era Reformasi. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. Banawiratma. istilah-istilah teologis seperti keselamatan.. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. Ekonomi & Ekologi : Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. 54-55 11 . maka Diakonia yang transformatif merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. 5) pengembangan hidup menggereja dari bawah10. Tuntutan ini tidak berlebihan. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. al. Beberapa Usulan Praktis bagi Pelayanan Gereja Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. individual maupun kolektif. Perlu mencari bentuk yang ideal bagi keterlibatan gereja dalam pelayanan kepada masyarakat. (Yogyakarta : Kanisisus. 6. (Pematangsiantar : L-SAPA. 281-288 Darwin Lumbantobing. bahkan. sedangkan kehidupan para anggota sangat tergantung pada Kristus yang menjadi Tuhan gereja. Misalnya sejak. Tuntutan ini tidak berlebihan. penebusan dan lain-lain direalisasikan secara konkret11. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. Gereja sebagai organisme yaitu sebuah “lembaga” yang hidup karena anggota-anggotanya hidup. et. hlm. Walaupun demikian pelayanan-pelayanan tersebut belumlah dianggap sempurna dan karena itu dapat 10 11 J. Pengalaman gereja dalam dunia ini mengarahkan dirinya pada pergumulan sebagaimana dialami di dunia Latin. sebagai teolog katolik melihat ada lima agenda mendesak yang harus dijalankan oleh gereja di Indonesia berhubungan dengan konteks Indonesia. Pergumulan dan penderitaan warga jemaat dan masyarkat adalah medan berteologi gereja secara praktis. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. bahkan. Teologi Di Pasar Bebas. 3) pemeliharaan lingkungan hidup. Banawiratma. Iman. Itu berarti gereja selalu dituntut untuk dinamis. Artinya. demikian juga dengan gereja yang hidup pasti selalu “berkembang”. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. Sesuatu yang hidup pasti berkembang. 2) keadilan gender. Kelihatannya ada kesepakatan bersama di antara para tokoh teolog Protestan maupun Katolik tentang konteks kekinian pelayanan Gereja di Asia maupun di Indonesia.B. jika gereja kehilangan dinamikanya maka makna sejati dari gereja tersebut sebenarnya sudah mengalami distorsi. maka respon yang ketiga merupakan pilihan yang paling cocok yang harus diambil oleh gereja. Sehingga hasilnya dapat dijadikan daya pendorong bagi usaha pencarian relevansi pelayanan gereja dalam konteks Indonesia kini. proaktif di dalam menanggapi “masalah-masalah” yang berkembang di sekitarnya. kini yaitu: 1) keadilan sosial. 1997). bahwa model yang berteologi yang relevan adalah berteologi secara praksis.

program pendidikan motivator. Karya para misionaris itu mencerminkan Diakonia preventif dan bahkan prospektif dan berorientasi kedepan agar dapat melihat bahaya-bahaya di depan dan memerangi sebab-sebab yang mendasar serta mendetaksi dan mengikuti secara dini perkembangan dari bahaya tersebut. daya dan dana harus mendapat perhatian yang jelas dalam program-program nyata gereja dan tidak sekedar sebagai ungkapan-ungkapan yang abstrak dari atas mimbar. Disadari bahwa di beberapa tempat dan situasi. Darwin Lumbantobing. yang difungsikan sebagai pusat kehidupan spiritual. Dalam hal ini pelayanan diakonia yang tulus dapat dilaksanakan. 48 12 . 53 Bnd. pelayanan kepada para penyandang cacat mental. serta pembelaan dan peningkatan hak azasi manusia. bahwa kita memberi karena kita telah menerima.cit. hlm. Rumah-rumah sakit. jasmani dan pendidikan dari tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang formal12.. hlm. budaya. namun sekarang ini di beberapa tempat dan dalam setiap kesempatan sering terbuka kemungkinan kerjasama dengan pihakpihak lain.cit. Pelayanan diakonia yang bersifat kemanusiaan bukanlah pelayanan diakonia yang harus berbendera kristen. Pelayanan Kesehatan dengan mendirikan Sekolah-sekolah. Op. Dengan demikain Diakonia tidak hanya bersifat bantuan karitatif kepada orang miskin. pendidikan kesehatan dan lain-lain. Yesus datang dan mendirikan Kerajaan Allah dan menjadikan gereja sebagai alat atau sarana untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia ini dan sebagai alat dari kerajaan itu. pelayanan diakonia dibatasi hanya untuk kalangan kristen saja karena dianggap sebagai suatu kampanye kekristenan. tetapi haruslah membimbing dan memperlengkapi masyarakat sehingga mereka dapat mandiri dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan sekedar sebagai penunggu lapangan kerja dan uluran tangan orang lain. pelayanan diakonia tidak terbatas pada gereja dan orang-orang kristen saja. politik dan teologi yang ada. Apabila gereja mengadakan pelayanan diakonia harus selalu ditujukan kepada semua orang. tetapi kepada semua orang (bandingkan dengan ceritera orang Samaria yang murah hati dalam Luk. Seringkali cara pemahaman mengenai pelayanan seperti ini dipengaruhi oleh situasi sosial. Ini berarti gerejagereja perlu melibatkan diri dalam hubungan yang progresif antara pelayanan-pelayanan sosial. Karena itu program kemandirian teologi. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Program-program konkrit tersebut antara lain program peningkatan ekonomi warga.. 10:25-37). Programprogram tersebut tidak harus hanya dibatasi pada lingkup jemaat sendiri.Diakonia harus mempunyai sifat ‘saling’. 12 13 Darwin Lumbantobing. terlepas dari perbedaan agama. golongan dan berbagai perbedaan lainnya. suku.berlaku di segala tempat dan sepanjang segala abad. pelayanan diakonia dinyatakan para missioner melalui “paket” Pendidikan. Dengan pelayanan Diakonia demikian pembebasan dan penebusan hakiki adalah mengembalikan harkat dan martabat kemanusiaan13. tetapi suatu pelayanan diakonia yang lahir dan termotivasi dari dan oleh pelayanan Kristus yang kita alami. Disana pula dalam gereja Batak dikenal “pargodungan”. Diakonia haruslah bersifat kemanusiaan artinya. Op.

menulis di 14 15 J. Yunus membuktikan bahwa akses kapital adalah masalah kaum miskin yang sangat akut. Cara praktis yang bisa ditempuh gereja adalah : pertama. dengan menyadarkan jemaat-jemaatnya yang bekerja di pemerintahan. aksi itu bukan “bagi-bagi uang” namun lebih mendasar dengan memberikan kesempatan kepada orang-orang miskin merencanakan hidupnya dan keluar dari kemiskinan itu. 13 . Akar daripada segala masalah yang melanda bangsa kita dapat disetujui bersama adalah buruknya nilai-nilai moral. Kedua. Dengan penyaluran pinjaman kepada orang-orang miskin. Akan sulit menciptakan kedamaian jika akar kemiskinan masih terlalu dalam di masyarakat15. informasi dan monetary. PBB melalui program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan pada Juni 2000 lalu... Muhammad Yunus mendapat Hadiah Nobel Perdamaian pada 10 Desember 2006 lalu dengan Grameen Bank-nya di Pakistan.Cit. Op.Gereja dapat berperan besar dalam meningkatkan efektifitas pelayannya yang bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri tetapi juga untuk kepentingan orang lain. eko teologia serta advokasi hukum. gereja melalui lembaga-lembaga pendidikannya (STT dan Sekolah-sekolah Alkitab) harus semakin mempersiapkan diri dengan pembenahan kurikulum menciptakan pelayan gereja yang melek teknologi.B. Sementara itu. Sifat pelayanan yang diharapkan bukanlah yang bersifat karikatif. et. Mereka memerlukan akses permodalan untuk dapat keluar dari kemiskinan itu. termasuk masyarakat kita. Pengentasan kemiskinan itu yang menciptakan kedamaian. profetis gereja tidak dapat dilepaskan oleh gereja demi hakekat gereja itu sendiri yang selalu lebih taat kepada Allah. Fungsi kritis.. Muhhamad Yunus. pelayanan yang mendahulukan orang-orang miskin. Banawiratma. 2007).VII dyb. Artinya. al. (Jakarta : Marjin Kiri. gereja harus menjalankan fungsinya sebagai gereja yaitu sebagai garam dan terang dengan cara: pelayanan yang menyentuh reformasi moralitas bangsa. 6:2)14. serta ekonomi kerakyatan. Keburukan nilai-nilai tersebut telah membius para pejabat negara kita yang merasa tidak berdosa atas dosa yang dilakukan. Dalam pada itu gereja juga terpanggil aktif dalam menyikapi kehiudpan berbangsa dan bernegara. melainkan memasukkannya dalam agenda pelayanan gereja secara jelas. Iman. etika yang ada pada para pejabat negara dan elit politik kita. elit politik. Di sini fungsi kritis daripada gereja adalah penting. Ia menyebutkan bahwa akar segala permasalahan dalam negara dan dunia adalah kemiskinan yang merajalela. pelayanan yang memperhatikan ekojustice. salah satunya adalah pengentasan kemiskinan dan penghadiran kenyataan damai di dunia di separuh dunia pada 2015. Salah satu penyebab tidak adanya kedamaian adalah kemiskinan. Ini dikarenakan pengertian Diakonia yang benar sifatnya bukan temporer (diadakan jika diperlukan) namun sebaliknya ia harus menjadi bagian esensi dari struktur pelayanan gereja secara jelas (Kis. hlm. yang paling utama adalah perlunya reformasi moral. gereja dengan Firman Allah mengukur segala tindakan para pejabat negara. Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. Sehingga Reformasi politik dan ekonomi saja tidak akan menyelesaikan masalah. Dalam proses menuju masyarakat yang diidamkan ini.

& Johnson. Stanley N. al. (Pematangsiantar : L-SAPA) Pilgrim. Co. 8. Malcolm 1993 Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Teologis bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. et.) 1974 Tensions In Contemporary Theology (Chicago : Moody Press) Lumbantobing. J. 2. Ekonomi & Ekologi: Refleksi Lintas Ilmu dan Lintas Agama. Memang dalam hal ini. (Michigan : William B. gereja harus mempunyai jati dirinya sendiri. Kesimpulan 1. Walter E. 2007) 14 . Alan F.B. ketidakadilan. Diakonia yang transformatif adalah wujud Social Gospel yang dibutuhkan gereja untuk menjawab berbagai penindasan. Memberi kritik itu berarti akan semakin menyulitkan gereja. Pelayanan Diakonia bukanlah suatu pilihan bagi gereja. Daftar Pustaka Balz. Muhhamad 2007 Bank Kaum Miskin : Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan. Bukan lagi saatnya bagi gereja untuk bersikap oportunis. Horst & Schneider. (Minnesota : Ausburg Publishing House) Yunus. Gerhard (Eds. Vol. 1996 Iman. gereja sering ada dilema yang tidak gampang untuk memilih. 7. (Jakarta : BPK Gunung Mulia) Gundry. atau diam? Namun bukankah juga merupakan sebuah dosa jika membiarkan orang berbuat dosa? Gereja perlu memikirkan kembali dengan serius apa peran gereja di tengah-tengah percaturan politik seperti sekarang ini.) 1990 Exegetical Dictionary of The New Testament. 1. Diakonia merupakan salah satu tugas gereja yang dilaksanakan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Persekutuan dan Bersaksi. 1981 Good News To The Poor : Wealth And Poverty In Luke-Acts. dan kemiskinan untuk mewujudkan misinya menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini. Tugas ini diwariskan Yesus sendiri sebagai sebuah bentuk pelayanan.media masa sehingga dapat mempengaruhi public opinion dan memberi kritik terhadap dosa-dosa moral yang dilakukan oleh para pejabat negara. (Yogyakarta : Kanisius) Brownlee. Eerdmans Publ.) Banawiratma. (Jakarta : Marjin Kiri. Darwin 2007 Teologi Di Pasar Bebas. namun merupakan tugas hakiki yang tidak bisa tidak dilakukannya di dunia ini. (Eds. 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->