P. 1
Makalah Perbaikan

Makalah Perbaikan

|Views: 559|Likes:
Published by Imron Poh

More info:

Published by: Imron Poh on Feb 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2013

pdf

text

original

PENDAHULUAN Latar Belakang Gaharu adalah sejenis kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, serta

memiliki kandungan kadar damar wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati, sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi baik secara alami atau buatan pada pohon tersebut. Gaharu merupakan salah satu komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) komersial yang bernilai jual tinggi. Bentuk produk gaharu yang merupakan hasil alami dari kawasan hutan yang dapat berupa cacahan, gumpalan atau bubuk. Nilai komersial gaharu sangat ditentukan oleh keharuman yang dapat diketahui melalui warna serta aroma kayu bila dibakar, masyarakat mengenal kelas dan kualita dengan nama gubal, kemedangan dan bubuk. Selain dalam bentuk bahan mentah berupa serpihan kayu, saat ini melalui proses penyulingan dapat diperoleh minyak atsiri gaharu yang juga bernilai jual tinggi. Kata “gaharu” sendiri ada yang mengatakan berasal dari bahasa Melayu yang artinya “harum” ada juga yang bilang berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu “aguru” yang berarti kayu berat (tenggelam) sebagai produk damar, atau resin dengan aroma, keharuman yang khas (Anonim, 2010). Gaharu sering digunakan untuk mengharumkan tubuh dengan cara pembakaran (fumigasi) dan pada upacara ritual keagamaan. Gaharu dengan naloewood”, merupakan substansi aromatik (aromatic resin) berupa gumpalan atau padatan berwarna coklat muda sampai coklat kehitaman yang terbentuk pada lapisan dalam dari kayu tertentu yang sudah dikenal sejak abad ke-7 di wilayah Asam India yang berasal dari jenis Aqularia agaloccha rotb, digunakan terbatas sebagai bahan pengharum dengan melalui cara fumigasi (pembakaran). Namun, saat ini diketahui gaharupun dapat diperoleh dari jenis tumbuhan lain famili Thymeleaceae, Leguminaceae, dan Euphorbiaceae yang dapat dijumpai di wilayah hutan Cina, daratan Indochina (Myanmar dan Thailand), malay Peninsula (Malaysia, Bruinai Darussalam, dasn Filipina), serta Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan beberapa daerah lainnya) (Anonim, 2010). Propinsi NTB merupakan lahan usaha yang cocok bagi para pengusaha yang berkemauan untuk investasi budidaya dan produksi gubal gaharu, karena memiliki kelebihan-kelebihan antara lain ketersediaan kawasan yang memenuhi persyaratan bagi tumbuh dan berkembangnya pohon penghasil gubal gaharu dalam areal yang cukup, terdapatnya bibit dan anakan alam, ketersediaan teknologi budidaya serta pakar dan tenaga ahli yang profesional (BKPMD, 1997). Haryanto (2010). Mengemukakan bahwa produk gaharu yang dihasilkan tanaman penghasil gaharu menjadi komoditi yang mempunyai harga yang mahal, bahkan harga perkilogram gaharu dengan kualitas super diperdagangkan mencapai 30 juta rupiah. Mengingat potensi alam kayu penghasil gaharu sudah jauh menurun populasinya, maka tindakan budiddaya tanaman penghasil gaharu menjadi alternative untuk dapat menghasilkan produk hutan tersebut. Namun demikan, pengembangan dan dalam praktek pembudidayaannya masih terdapat kendala-kendala seperti adanya gangguan serangan hama dan penyakit. Terutama hama ulat 1

Tujuan dan Kegunaan A. dilengkapi carunkula (paruh) pada bagian pangkal yang berukuran 2 mm. pada bagian ujung buah lancip dan pada bagian pangkal buah melancip. benang sari menancap pada mahkota bunga. Stamen duduk berukuran 0.5 cm. maka perlu dilakukan study pustaka mengenai “Kajian Cara-cara Pengendalian Hama pada Tanaman Gaharu (Aquilaria becariana van Tiegh. Ovary berbentuk bulat telur terbalik berukuran 1 mm. Sistem pembungaannya duduk. Daunnya mengertas. Dengan demikan. Bagian pangkal daun lancip dan ujung daun melanci. B. Biji bebrbentuk telur terbalikberukuran 6-9 mm. Tujuan • • • Untuk mengkaji cara pengendalian yang efektif dan efisien terhadap beberapa hama pada tanaman gaharu.Heortia vissoides dan Sphinx ligustri yang menyerang batang dan pucuk daun. maka rumusan masalahnya adalah beberapa cara-cara pengendalian yang efektif terhadap pengendalian hama pada tanaman gaharu (Aquilaria becariana van Tiegh. berbulu terutama pada bagian tulang daun pada helaian daun bagian bawah dan helaian daun bagian atas mengkilat.) sehingga populasinya tidak bertambah banyak. pistillus berukuran 2. Bentuk daun elips memanjang atau bulat telur memanjang atau bulat telur terbalik memanjang. bentuknya bulat telur atau bulat telur terbalik berukuran 1-2. Warna bunga putih. Ukuran daun 2. cuping calyx berbentuk bulat panjang berukuran 1 mm. Hama ini menyebabkan kerugian pada kegiatan budidaya gaharu. kehijau-hijauan atau hijau-kekuningan. tangkai daun pendek berukuran 3-5 mm. cuping mahkota bunga berbentuk delta. Untuk memperoleh informasi tentang cara pengendalian yang efektif dalam mengendalikan hama pada tanaman gaharu. terletak pada terminal (pucuk) dan jarang terletak pada bagian ketiak (aksilar).75 mm (benang sari tidak berfilamen). Untuk melindungi tanaman dari serangan hama pada tanaman gaharu. tulang cabang daun tersusun sejajar. Mahkota bunga berbentuk tabung. Buah berwarna kuning sampai jingga.5 mm. diameternya mencapai 65 cm. disekitar benang sari berbulu lebat.3-5 cm.). Akibat dari serangan hama ini daun gaharu menjadi rusak terutama daun yang masih muda. TINJAUAN PUSTAKA Morfologi Gaharu Menurut Ding Hou (1979) Gaharu merupakan tanaman semak sampai pohon dengan ketingian 6-21 m. Rumusan Masalah Untuk mengarahkan jalannya penulisan ini. pnjangnya 3. kekuning-kuningan. Berbulu lebat kecuali pada bagian stigma.5 mm. discus menyerupai sisik. Setiap tandan terdiri dari 6-8 bunga. Kegunaan 2 .

tanah lempung berpasir dengan drainase sedang sampai baik. melainkan resin yang terbentuk karena adanya infeksi pada pohon tersebut. ketebalan solum tanah kurang 50 cm. kelembaban 80%. suhu 22-28 derajat celsius. Proses inilah yang menyebabkan terbentuknya gaharu dalam batang. Infeksi didapat dari hasil perlukaan yang disebabkan oleh alam (serangan hama dan penyakit seperti serangga. atau agroforestry). suhu udara. A. kelembaban. Infeksi ini mengakibatkan sumbatan pada pengaturan makanan. iklim A-B. Lokasi Penanaman Gaharu dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 750 m dpl. gaharu tumbuh baik pada dataran rendah hingga berbukit (< 750 mdpl). Syarat Tumbuh Sesuai dengan kondisi habitat alami. Hal ini terjadi pada tanaman yang sakit dan tidak pada pohon yang sehat. 2010). sehingga menghasilkan suatu zat phytalyosin sebagai reaksi dari infeksi tersebut. bakteri) atau karena sengaja dilukai oleh manusia. Pola Tanam Monokultur atau sistem campur (tumpangsari. Budidaya Gaharu Budidaya gaharu terdiri dari beberapa tahap kegiatan Pemilihan Species Aquilaria malaccensis. tetapi mengendap menjadi satu dalam batang. Tumbuh optimal pada jenis tanah Podsolik merah kuning. air dan unsur haranya cukup. dengan topsoil cukup tebal (Anonim. Yang dimaksud dengan kondisi optimum adalah. curah hujan 2000-4000 mm/th. Meskipun Aquilaria tahan hidup di berbagai macam tanah. tetapi dia akan tumbuh optimal di tanah humus yang subur. tanah dengan pH < 4 (Anonim. Gubal gaharu adalah bagian gubal gaharu yang mengandung damar wangi dengan konsentrasi yang lebih rendah (Anonim. jamur. rawa. crassna adalah species penghasil gubal gaharu dengan aroma yang sangat disenangi masyarakat Timur Tengah. sehingga memiliki harga paling tinggi. Jenis Aquilaria spp.Pohon gaharu tidak baik tumbuh di tanah tergenang. 2010) Sentra Penanaman Gaharu Gaharu dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 750 m dpl dan pada kondisi lingkungan apapun. pasir kwarsa. 2010). Zat yang berbau wangi jika dibakar ini tidak keluar dari batang gubalnya. Zat phytalyosin inilah yang merupakan resin gubal gaharu di dalam pohon karas dari jenis Aquilaria spp.Gaharu sejenis resin tapi bukan resin yang dihasilkan oleh pohon gaharu. Dalam kondisi optimum. sinar matahari. 3 . pohon Aquilaria akan mampu tumbuh dengan sangat pesat. microcarpa serta A.

Jepang. Penggunaan pupuk kimia seperti NPK dan majemuk dapat juga ditambahkan setiap 3 bulan dengan dosis rendah (5 gr/tanaman) setelah tanaman berumur 1 tahun. gaharu sudah dgunakan secara tradisional oleh masyarakat setempat untuk pengobatan. Cina. gangguan ginjal. Decis. asma. Korea. Kemudian masukkan pupuk dasar. 2010). sehingga memudahkan pekerjaan inokulasi gaharu (Anonim.5 x 5 m. namun dapat juga 2. dan Amerika Serikat sudah mengembangkan gaharu ini sebagai obat-obatan seperti penghilang stress. namun dapat juga setiap 6 bulan dengan kompos sebanyak 3 kg melalui pendangiran dibawah canopy. 4 . 2001). kemudian dosisnya bertambah sesuai dengan besarnya batang tanaman.5 x 3 m sampai 2. dan akar) digunakan sebagai bahan pengobatan malaria. hepatitis. Mereka mengggunakan bagian-bagian dari pohon penghasil gaharu (daun.Jarak Tanam Jarak tanam 3 x 3 m (1.. sirosis. Pencegahan dilakukan dengan pemangkasan pohon pelindung dan pruning agar kena cahaya matahari diikuti penyemprotan pestisida seperti Tiodane. Sementara air sulingang (limbah dari proses destilasi gaharu untuk menghasilkan minyak atsiri) yang sangat bermanfaat untuk merawat wajah dan menghaluskan kulit (Soehartono. pembengkakan liver dan limfa. bila kondisi lingkungan lembab. campuran serbuk kayu lapuk dan kompos dengan perbandingan 3 : 1 sampai mencapai ¾ ukuran lubang. Di Papua. Bahkan Asoasiasi Eksportir Gaharu Indonesia (ASGARIN) melaporkan bahwa Negara-negara di Eropa dan India sudah memanfaatkan gaharu tersebut untuk pengobatan tumor dan kanker. Reagent. dengan memotong cabang bagian bawah dan menyisakan 4 sampai 10 cabang atas. Pemeliharaan Pemupukan dapat dilakukan sekali 3 bulan.). sakit perut. kulit batang. Penanaman Penanaman benih gaharu sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan di pagi hari sampai jam 11. Pemangkasan pohon dilakukan pada umur 3 sampai 5 tahun. Lubang tanam Ukuran lubang tanam adalah 40 x 40 x 40 cm. siap untuk ditanam.000 pohon/ha. maka jarak tanaman gaharu minimal 3 m dari tanaman tersebut. Pucuk tanaman dipangkas dan dipelihara cukup sekitar 5 m. Pembersihan gulma dapat dilakukan sekali 3 bulan atau pada saat dipandang perlu. agar lubang beraerasi dengan udara luar. dan dapat dilanjutkan pada jam 4 petang harinya.00. Jika tanaman gaharu ditanam pada lahan yang sudah ditumbuhi tanaman lain. Kemudian setelah beberapa minggu pohon gaharu. Di beberapa Negara seperti Singapura. Hama tanaman gaharu yang perlu diperhatikan adalah kutu putih yang hidup di permukaan daun bawah. Lubang yang sudah digali dibiarkan minimal 1 minggu.

Pada instar kedua ulat tumbuh sempurna dengan panjang 20 x 4 mm. dengan sedikit tonjolan di tengah dan panjangnya sekitar 0.Gurun. Hama-hama gaharu yang telah dikenal adalah: Heortia vitessoides dan Sphinx ligustri.. yang merusak daun. Telur diletakkan pada permukaan daun yang disusun seperti sisik ikan. ulat dan sebagainya. kumbang. Mengatakan bahwa hama merupakan salah satu faktor pembatas yang menghambat peningkatan produksi tanaman pertanian. N.3-0.2010). Sayap berwarna putih dan atau hitam kebiruan. Ngengat dewasa lebar sayapnya 27-35 mm. 1. kupu-kupu. Sistematika Heortia vitessoides Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo Family Genus Species : Arthropoda : Insecta : Lepidoptera : Crambidae : Heortia : Heortia vitessoides Subfamily : Odontiinae Salah satu hama penting gaharu adalah Heortia vitessoides (Pyralidae: Lepidoptera).Hama Gaharu Kabelan (2010). Telur berwarna kuning kehijauan. Siklus hidupnya berkisar antara 22-26 hari (D. Sayap depan berwarna kuning dengan bintik hitam kebiruan. kuncup tunas vegetatif dan tender berdampak buruk terhadap pertumbuhan gaharu. Pupa berwarna coklat tua dengan ukuran 12 x 4 mm. tungau. Hama pengganggu ini umumnya berupa serangga. Ulat instar pertama berwarna kuning pucat dengan ukuran 3. Kemudia menjadi larva dan turun ke tanah yang selanjutnya menjadi kepompong dan masuk ke dalam tanah dan kokonnya terbuat dari tanah.5 mm. Oleh karena itu sangat penting aspek biologi dari hama ini dipelajari mengingat ancaman yang dapat ditimbulkan sewaktu-waktu.4 x 4. Kepala dan dada serangga dewasa berwarna kekuningan dan perutnya berwarna kuning oranye.0 mm. Sistematika Sphinx ligustri Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo Family Genus Species : Arthropoda : Insecta : Lepidoptera : Sphingidae : Sphinx : Sphinx ligustri 5 . 2. Berbagai jenis organisme pengganggu yang dikenal sebagai hama telah banyak ditemukan di lahan pertanian tidak terkecuali pada lahan perkebunan. seperti belalang.

Ulat memiliki tiga pasang tungkai yang sejati pada tiga segmen dada. 2010). Antena tegak. larva berukuran sekitar 5 mm dan berwarna kuning pucat dengan tanduk panjang yang gelap. merah muda . putih. Hal ini yang membedakan dari semua Sphingidae lainnya (Anonim. ditambah dengan empat pasang tungkai semu yang disebut tungkai perut pada segmen tengah perut dan sering sepasang tungkai perut pada segmen perut terakhir. Siklus hidup hama gaharu Imago Antena sama panjang dengan tubuh. Pada penetasan. hampir bulat. 6 . badan yang betina umumnya lebih besar daripada yang jantan.Ulat merupakan pemakan tumbuhan walaupun beberapa spesies merupakan pemakan serangga. Kebanyakan ulat memiliki badan panjang dan berbentuk gilig (silinder). dengan antena kecil yang sejajar dengan panjang tubuh. tubuhnya silindris. sphingiform. Dengan dua pasang taji. Larva Kepala sedikit menyempit di atas. goresan lateral muncul sebagai rangkaian titik-titik. Biasanya berwarna hijau. Banyak spesies ngengat dikenal karena tahap ulatnya menyebabkan kerusakan pada buah dan produk pertanian lainnya. kemudian warna hijau pada punggung berubah menjadi warna ungu kecoklatan (Anonim. Pupa Berwarna coklat kemerahan. tuberkulum berwarna kuning. Mata kecil. dengan tujuh lapisan lateral miring berwarna putih atau warna gelap. kuning atau hitam. sedikit melengkung dan mengkilap (Anonim. Dewasa Lebar sayap antara 90 – 120 mm. proksimal lebih panjang daripada distal. 2010). Ulat mempunyai sepuluh segmen perut (Anonim. 2010). Tahap larva berlangsung antara 4-7 minggu. 2010). Setelah rontok pertama. Beberapa larva memiliki garis samping yang gelap. Yang dewasa aktif sepanjang malam dan sering mengunjungi bunga beraroma. 2010). Perut seperti tulang rusuk yang berwarna abu-abu. Kebanyakan ulat dianggap sebagai hama dalam pertanian. dengan aktivitas maksimum sekitar dua jam setelah matahari terbenam (Anonim. Perubahan warna dasar menjadi bintik-bintik kekuningan. tidak piramidal.

Pengendalian secara biologis 3. 2010). Pengendalian secara fisik dan mekanik 2. Dengan cara menyebarkan semut rang-rang (Oecophylla smaradigma) sehingga telur ngengat akan dimakan oleh semutsemut tersebut (Anonim. baik dengan tangan atau dengan bantuan alat dan bahan lainnya. kemudian dilepaskan ke lapangan untuk mengendalikan jasad pengganggu pada tanaman (hama dan penyakit). pembuatan barier/pemisah serta mematikan dengan alat seperti senjata api. Sedang pengendalian secara mekanik. dan geropiokan. dan penggunaan gelombang suara. maupun patogen (pada hama dan penyakit). yaitu perlakuan atau tindakan yang bertujuan untuk mematikan atau memindahkan hama secara langsung. pembakaran. radiasi sinar infra merah. parasit. dan senjata lainnya. penggunaan lampu perangkap. Meskipun kemudian tanaman dapat bersemi kembali. 7 .Cara-cara Pengendalian hama Mulyaningsi (2003). 2. pendinginan. predator atau patogen). pembasahan. penggunaan perangkap. Adapun beberapa alternatif pengendalian yang telah dikenal secara luas adalah: 1. Pengendalian secara biologis Pengendalian hama dan penyakit secara bilogis atau hayati dapat dilakukan dengan cara menggunakan makhluk hidup lain selain dari jasad pengganggunya dan tanaman budidaya itu sendiri. Pengendalian secara kimia 1. Hama umum yang menyerang tanaman gaharu muda (umur 2-3 tahun) adalah hama ulat yang memakan seluruh helaian daun tanaman hingga tampak gundul. baik yang sebagai predator. 2) Introduksi artinya menambah atau memasukkan populasi makhluk yang digunakan untuk pengendali (baik parasit. hama ini menghambat perkembangan tanaman gaharu. Pengendalian secara terpadu 4. Dari kegiatan pemakaian jasad pengganggu untuk pengendali tersebut dapat dikatagorikan menjadi beberapa strategi yaitu: 1) Konservasi artinya melindungi (tepatnya mengawetkan) dan mempertinggi populasi musuh alami yang dapat digunakan sebagai pengendali yang sudah ada di alam dan di lapangan. pengeringan. yaitu perlakuan atau tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan serangan hama misalnya dengan cara pemanasan.Pengendalian secara fisik dan mekanik Damayanto (2010) mengungkapkan bahwa pengendalian secara fisik. Misalnya pengambilan dengan tangan. parang. Mengungkapkan bahwa pengendalian hama dan penyakit dilakukan jika dipandang perlu berdasarkan hasil monitoring keberadaan organisme pengganggu tersebut.

artinya makhluk itu dapat menimbulkan penyakit pada jasad penggangu tanaman (Damayanto. langsung merusak dan memakan jasad penggangu tanaman. 3) Sebagai patogen.3) Inokulasi artinya memasukkan atau memberikan makhluk yang digunakan untuk pengendali ke lapangan dalam jumlah yang sedikit dengan harapan dapat berkembang biak dengan sendirinya di lapangan dengan cepat dan mengendalikan jasad pengganggu tanaman. atau memusnahkan jasad penggangu pada tanaman. mengurangi. diiringi dengan melestarikan musuh alami yang dikembangbiakkan terlebih dahulu di laboratorium. 5) Augmentasi artinya usaha mempertinggi daya guna musuh alami yang ada di lapangan yaitu dengan membiakan jenis musuh alami atau makhluk pengendali di laboratorium lalu dilepaskan ke lapangan untuk menambah populasi yang masih sedikit agar efektif mengendalikan jasad pengganggu. 3. 2) Sebagai parasit. Komponen-komponen dalam pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (Integrated Pest Management) adalah sebagai berikut: 1) Menggunakan bibit unggul 2) Memperbaiki kultur teknik 3) Memanfaatkan musuh alami dan secara hayati buatan 4) Melakukan tindakan mekanik dan fisik 5) Memberlakukan peraturan-peraturan dan karantina 6) Memakai pestisida atau zat kimia 8 . 2010). artinya bahwa parasit ini hidup dan makan. Pengendalian secara terpadu (Integrated Pest Management) Damayanto (2010) Mengatakan pengendalian secara terpadu (Integrated Pest Management) merupakan cara pengendalian jasad penggangu tanaman (hama dan penyakit) dengan menggabungkan satu atau lebih metode ke dalam satu usaha atau tindakan pengendalian. artinya pemangsa. Berdasarkan atas aspek kerja makhluk pengendali jasad pengganggu tanaman. Hal ini dilakukan dengan tujuan meniadakan. dengan maksud mengefisienkan. mengefektifkan penggunaan teknologi atau metode pengendalian dengan sarana dan prasarana yang ekonomis. ekologis dan sosoilogis (dijangkau oleh masyarakat dan tidak menimbulkan keresahan masyarakat). berkembang biak pada jasad penggangu tanaman selama hidupnya. dapat dibedakan menjadi tiga sebagai berikut: 1) Sebagai predator. 4) Integrasi artinya usaha dengan menekan populasi jasad pengganggu memakai pestisida atau cara lain.

Pengendalian secara kimiawi Pada tingkat petani. Cara Pengumpulan Informasi Informasi diperoleh dari hasil penulisan yang telah dilakukan oleh penulis-penulis sebelumnya melalui buku-buku refrensi dan serta melalui media pendukung (internet).) yang berbasis lingkungan. METODE PENULISAN Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan masalah khusus adalah metode deskriptif yaitu dengan mengumpulkan refrensi-refrensi dari para ahli ataupun buku-buku yang dikumpulkan serta dari media pendukung (internet) yang dapat menjadi informasi dalam penulisan masalah khusus. dan juga jika cara-cara pengendalian yang lainnya tidak mampu mengendalikan ataupun mengurangi populasinya maka pengendalian secara kimiawi dapat diambil sebagai alternatif terakhir dampaknya terhadap lingkungan (Anonim. pengendalian hama pengganggu ini seringkali dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis insektisida kimia yang sesuai untuk hama tertentu. Hal ini dilakukan manakala cara manual maupun cara lainnya kurang efektif mengingat serangan hama yang semakin meluas dan parah hingga dapat merugikan secara ekonomis (Kabelan. membahas.4. yang kemudian diolah sehingga penulis dapat memaparkan. 2010) Rekomendasi penanggulangan jangka pendek Hal ini dapat dilakukan apabila populasi hama di lapangan sudah melampaui batas ambang kendali. setelah mempertimbangkan 9 . 2010) . kemudian mengambil kesimpulan serta memberikan saran berkaitan dengan kajian cara-cara pengendalian hama pada tanaman gaharu (Aquilaria becariana van Tiegh.

dilakukan oleh manusia sejak manusia mengusahakan pertanian. Namun hingga tahun 2002. cara pengendalian hama yang semata-mata hanya didasarkan atas penggunaan insektisida kimia apalagi dilakukan secara berlebihan. mematikan. Banyaknya permasalahan serta dampak negatif yang ditimbulkan terhadap penggunaan insektisida kimia. dapat menimbulkan berbagai masalah yang tidak diinginkan. (2003) bahwa hama-hama tersebut menyerang gaharu pada saat gaharu berumur muda yaitu (2-3 tahun) terutama hama ulat yang memakan seluruh helaian daun tanaman gaharu hingga tanaman tersebut tampak gundul. dalam usaha pembudidayaan gaharu tidak terlepas dari kendala-kendala seperti adanya serangan hama yang mengganggu proses pembudidayaan bahkan dapat menurunkan kualitas dari gaharu itu sendiri (Anonim. Di lihat dari tahun 2000.PEMBAHASAN Gaharu merupakan komoditi perkebunan yang menjanjikan. karena terhirup atau terhisap insektisida tersebut. dengan memperhatikan kuota permintaan pasar akan komoditas gaharu yang terus meningkat maka pembudidayaan gaharu pun memiliki prospek yang cukup tinggi dalam upaya untuk mempersiapkan era perdagangan bebas di massa mendatang.20% saja. usaha pembudidayaannya pun berpeluang menurunkan tingkat kelangkaan. Komponen pengendalian fisik dan mekanik yang merupakan teknik pengendalian yang paling kuno. 2010). dengan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terhadap lingkungan. 2010). Dampak yang muncul misalnya terjadinya resistensi (kekebalan) pada hama sasaran. kiranya upaya terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan 10 . kuota permintaan pasar sekitar 300 ton/tahun. Bersamaan dengan itu secara fisik pun perlu dilakukan seperti melakukan pemotongan batang atau ranting gaharu yang tidak produktif karena batang atau ranting tersebut dapat menjadi tempat persembunyian ulat ataupun tempat bertelurnya ngengat. hanya sekitar 10% . yang baru bisa drealisasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Untuk mengurangi serangan hama tersebut maka perlu dilakukan beberapa pengendalian baik pengendalian secara biologis yaitu dengan cara melepaskan serangga predator untuk memanggsa ulat ataupun dengan melepas semut rang-rang untuk memangsa telur-telur ngengat. Seperti yang kita ketahui bahwa insektisida bersifat racun. merusak lingkungan bahkan lebih jauh lagi dapat menyebabkan terjadinya gangguan keseimbangan ekosistem. Mulyaningsih. mengganggu aktivitas dan merubah lingkungan sedemikian rupa sehingga lingkungan menjadi tidak sesuai bagi kehidupan hama (Sarbini. maka alternatif terakhir yang di ambil adalah pengendalian secara kimiawi yaitu menggunakan insektisida yang telah anjurkan. Kemungkinan juga dapat berefek tidak baik bagi kesehatan manusia itu sendiri. Menurut Kabelan (2010). yang bisa membunuh semua organisme yang dikenainnya termasuk seranggaserangga yang bermanfaat. munculnya hama-hama sekunder. Khusus untuk jenis Aquilaria malaccensis yang mempunyai kualitas dan bernilai jual yang tinggi. Lebih jauh lagi apabila cara-cara tersebut belum bisa mengatasi masalah hama. Pengendalian fisik dan mekanik merupakan tindakan yang dilakukan dengan tujuan secara langsung dan tidak langsung. Namun demikian. A.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari beberapa cara pengendalin yang dilakukan cara pengendalian secara biologis dipandang sebagai pengendalian yang efektif karna pengenalian ini sifatnya berkelanjutan dimana musuh alami masih berada dan hidup pada tanaman gaharu sebagai predator bagi hama-hama tersebut sehingga populasi hama tetap tertekan. karna pengendalian ini menggunakan organisme hidup dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.menerapkan sistem pengendalian hama terpadu (PHT) yang melibatkan pengendalian serangga pengganggu secara kimiawi. kultur teknis dan penggunaan varietas resisten terhadap hama tertentu. 11 . Saran Dari pembahasan yang telah diuraikan maka cara pengendalian yang efektif adalah pengendalian secara biologis. biologis.

Didownload pada tanggal 28 Desember 2010. Jakarta. Tonny. Mataram. Didownload pada tanggal 21 Desember 2010. SNI 01-5009. Hama Ulat Daun Gaharu. 2010. A. (Online) http://www. (Online) http://www. Hariyanto.Gaharubudidaya. Tentang Hama Serangga Dari Aquilaria agallocha). 1997. K. Pukul 21.30 Wita. I.blogspot. P. 1999. Pukul 20.html. (Online) http://www. Makalah Evaluasi Keadaan Tanaman Gaharu Senaru. Wahana Gaharu dan Manfaat Gaharu. 2001. Pengendalian Hama dan Penyakit.Hama dan Insektisida Mikroba. Sarbini. Pukul 21. Didownload pada tanggal 28 Desember 2010. (Online) http://www.). ______. Mataram 18 h. Pukul 21. D. Didownload pada tanggal 25 November 2010.Wahanagaharu. Kunia. ______.com/2009/08/Pengendalian-biologis-hama-ulat-daun. et al.html. 12 . (Online) http://www. Potensi Investasi Gubal Gaharu. 2003. Pengendalian Hama Terpadu.DAFTAR PUSTAKA Anonim.Pengendalian Hama Terpadu.html. 2010. Pembudidayaan Pohon Gaharu.Gaharubudidaya. 2010. Didownload pada tanggal 20 November 2010. Prospek dan Tantangan Pengembangan Gaharu di Indonesia: Suatu Tinjauan dari Perspektif Penelitian dan Pengembangan. Gaharu. 4 – 5 September 2001. Hama dan Insektisida Mikroba. Pengendalian Hama dan Penyakit. Gaharu: Kegunaan dan Pemanfaatan. BKPMD NTB.html.html. ______. BKPMD NTB.Tentang Hama Serangga Dari Aquilaria agallocha (Roxb. Pukul 20. 2010. F. Damayanto. ______. (Online) http://www. 2010. 2010.00 Wita. Gaharu Budidaya Pengendalian Biologis Hama Ulat Daun.html. (Online) http://www. Didownload pada tanggal 25 November 2010. html Didownload pada tanggal 21 Desember 2010. Budidaya Gaharu.00 Wita. (Online) http://www. 2001.html. 2010. Badan Standar-disasi Nasional (BSN).30 Wita.com/2009/08/hamaulat-daun-gaharu. Disampaikan pada Lokakarya Tanaman Gaharu di Mataram tanggal 4 – 5 September 2001. Gurung N. Pembudidayaan Pohon Gaharu.1-1999. Html. (Online) http://www. at al.blogspot. 2010.com/2009/06/Manfaat-gaharu. Didownload pada tanggal 29 November 2010. 2010.com/2008/01/budidaya-gaharu. Gaharuman. Fakultas Pertanian Universitas Mataram. (Online) Didownload pada tanggal 28 Desember 2010. Mulyaningsih.00 Wita Soehartono. Mataram Rohadi. T.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->