METODE PENGUMPULAN DATA A.

Proses Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap petanyaan penelitian. Jawaban itu masih perlu diuji secara empiris, dan untuk maksud inilah dibutuhkan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Data itu dikumpulkan oleh sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Sampel tersebut terdiri atas sekumpulan unit analisis sebagai sasaran penelitian. Variabel-variabel yang diteliti terdapat pada unit analisis yang bersangkutan dalam sampel penelitian. Data yang dikumpulkan dari setiap variabel ditentukan oleh definisi operasional variabel yang bersangkutan. Definisi operasional itu menunjuk pada dua hal yang penting dalam hubungannya dengan pengumpulan data, yaitu indikator empiris dan pengukuran. Indikator empiris menunjuk pada yang diamati dari variabel yang bersangkutan, dan pengukuran menunjuk pada kualitas yang diamati. Sehubungan dengan masalah pengukuran ini, harus disadari bahwa kita menghadapi obyek yang berbeda-beda yang mengakibatkan adanya variasi dalam pengukuran. Prof. Dr. Sutrisno Hadi, M.A. menyebutkan 5 variasi pada pengukuran, yaitu: 1. perbedaan yang terdapat dalam obyek-obyek yang dukur, 2. perbedaan situasi pada saat pengukuran dilakukan, 3. perbedaan alat pengukuran yang digunakan, 4. perbedaan penyelenggeraan atau administrasinya, 5. perbedaan pembacaan dan atau penilaian hasil pengukurannya. Faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan dalam melakukan pengumpulan data. Masalah validitas reliabilitas merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam masalah pengukuran ini. Alat ukur dikatakan valid apabila alat itu mengukur yang diukurnya dengan teliti. Proses pengumpulan data itu sendiri menurut Nan Lin pada umunya terdiri atas 8 tahap, sebagai berikut: 1. Tinjauan literatur dan konsultasi dengan ahli Pengumpulan data biasanya diawali dengan mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan masalah penelitian. Informasi-informasi tersebut dapat diperoleh melalui peninjau literatur yang relevan dan

Membina dan memanfaatkan hubungan yang baik dengan responden dan lingkungannya. dapat dipahami. 5. dan sebagainya. Informasi-informasi yang diperoleh dari pencatatan ini diberi kode guna memudahkan proses analisis. dan reliabilitas Tahap ini terdiri atas cross checking terhadap data yang masih diragukan kebenarannya. waktu luang mereka. Maksudnya supaya peneliti yang bersangkutan dapat diterima di dalam kelompok masyarakat itu dan memahami berbagai kebiasaan yang berlaku di dalamnya. cara mereka melakukan sesuatu. 6. Cross checking.konsultasi dengan para ahli. disusunlah instrumen penelitian dalam bentuknya yang terakhir berupa pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan tujuan penelitian. Uji coba atau pilot study Pengumpulan data didahului dengan uji coba instrumen penelitian pada sekelompok masyarakat yang merupakan bagian dari populasi yang bukan sample. 4. 3. Mencatat dan memberi kode (recording and coding) Melalui instrumen penelitian yang telah dipersiapkan. dan hipotesis-hopotesis yang pernah diteliti pada waktu lalu. Pertanyaan itu harus dirumuskan sedemikian rupa sehingga ia mengandung makna yang signifikan dan substansif. Mempelajari dan melakukan pendekatan terhadap kelompok masyarakat di mana data akan dikumpulkan. Maksudnya untuk mengetahui apakah instrument tersebut cukup handal atau tidak. Perlu juga dipahami ciriciri orang yang menjadi responden kita dalam penelitian. komunikatif. validitas. 7. dan variable-variabel yang dipergunakan oleh peneliti lain dalam mempelajari hal yang serupa di masa lalu. . konsep. serta memeriksa validitas dan reliabilitasnya. dilakukan pencatatan terhadap data yang dibutuhkan dari setiap responden. dan sebagainya. Untuk itu perlu dikaitkan pendekatan terhadap tokoh-tokoh yang bersangkutan. Untuk maksud tersebut peneliti perlu mempelajari kebiasaan-kebiasaan respondennya termasuk cara mereka berpikir. bahasa yang dipergunakan. Merumuskan dan menuyusun pertanyaan Setelah hasil uji coba itu dipelajari. Melalui usaha-usaha ini peneliti berusaha memahami benar-benar isu penelitian. 2.

Keunggulan metode ini adalah lebih akurat karena tes berulang-ulang direvisi dan instrument penelitian yang objektif. Dalam proses pengumpulan data tentu diperlukan sebuah alat atau instrumen pengumpul data. mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam bidang studi tertentu. hasil belajar. c Tes Minat .8. Sedangkan kelemahan metode ini adalah hanya mengukur satu aspek data. yaitu: a. Tes Intelegensi Tes kemampuan intelektual. dan hanya mengukur keadaan siswa pada saat tes itu dilakukan. Metode Pengumpulan Data Untuk mengumpulkan data dari sampel penelitian. Adapun jenis-jenis tes. B. Aptitude Test ). Academic Ability Test. Intelegence Test. dilakukan dengan metode tertentu sesuai dengan tujuannya. b Tes Bakat Tes kemampuan bakat. Kemampuan khusus yang diteliti itu mencakup unsur-unsur intelegensi. minat dan kepribadian yang bersama-sama memungkinkan untuk maju dan berhasil dalam suatu bidang tertentu dan mengambil manfaat dari pengalaman belajar dibidang itu. Scholastic Aptitude Test). program pendidikan vokasional tertentu atau bidang pekerjaan tertentu. memerlukan jangka waktu yang panjang karena harus dilakukan secara berulang-ulang. 1. terutama berkaitan dengan potensi untuk mencapi taraf prestasi tertentu dalam belajar di sekolah (Mental ability Test. dengan menggunakan pengukuran (measurement) yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang diteliti. Pengorganisasian dan kode ulang data yang telah terkumpul supaya dapat dianalisis. Jenis data yang dapat diambil dari tes ini adalah kemampuan intelektual atau kemampuan akademik. Pengumpulan Data dengan Metode Tes Tes merupakan suatu metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan batin seseorang. mengukur taraf kemampuan berpikir. Alat pengumpul data dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertama alat pengumpul data dengan menggunakan metode tes dan metode non tes. lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan intelektual (Test of Specific Ability.

2. Tes Proyektif. Pengumpulan Data dengan Metode Non Tes Untuk melengkapi data hasil tes akan lebih akurat hasilnya bila dipadukan dengan data-data yang dihasilkan dengan menggunakan tehnik yang berbeda. Kelemahan Tes Proyektif hanya diadministrasi oleh seorang psikolog yang berpengalaman dalam menggunakan alat itu dan ahli dalam menafsirkannya. corak kehidupan emosional. Observasi . dalam memikirkan hubungan antara memangku suatu jabatan dan cirri-ciri kepribadiannya serta tuntutan-tuntutan social-ekonomis. berikut disajikan alat pengumpul data dalam bentuk non tes. angket kepribadian. f Tes Hasil Belajar (Achievement Test) Tes yang mengukur apa yang telah dipelajari pada berbagai bidang studi. mengukur kegiatan-kegiatan macam apa paling disukai seseorang. meneliti sifat-sifat kepribadian seseorangmelalui reaksi-reaksinya terhadap suatu kisah. serta bidang-bidang kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam penyesuaian diri. yaitu: a. e Tes Perkembangan Vokasional Tes vokasional. Adapun jenis-jenis metode non tes. yang khas untuk orang itu. sifat temperamen. suatu gambar atau suatu kata. mengukur ciri-ciri kepribadian yang bukan khas bersifat kognitif. d Tes Kepribadian Tes kepribadian. meneliti berbagai ciri kepribadian seseorang dengan menganalisa jawabanjawaban tertulis atas sejumlah pertanyaan untuk menemukan suatu pola bersikap. jenis data yang dapat diambil menggunakan tes hasil belajar (Achievement Test) ini adalah taraf prestasi dalam belajar. Kelebihan tes semacam ini meneliti taraf kedewasaan orang muda dalam mempersiapkan diri bagi partisipasinya dalam dunia pekerjaan (career maturity). seperti sifat karakter. Tes macam ini bertujuan membantu orang muda dalam memilih macam pekerjaan yang kiranya paling sesuai baginya (Test of Vocational Interest).Tes minat. bermotivasi atau bereaksi emosional. relasi-relasi social dengan orang lain. kesehatan mental. dan dalam menyusun serta mengimplementasikan rencana pembangunan masa depannya sendiri. mengukur taraf perkembangan orang muda dalam hal kesadaran kelak akan memangku suatu pekerjaan atau jabatan (vocation).

melainkan pada waktu tertentu dan terbatas pula pada jangka waktu yang telah ditetapkan untuk tiap-tiap kali pengamatan. Skala Penilaian (Rating Scale) Pencatatan data dengan alat ini dilakukan seperti chek list. yang ternyata sangat menentukan hasil penelitian. Pencatatan ini dilakukan terhadap bagaimana kejadiannya. sehingga dapat terjadi gangguan yang menyebabkan observasi tidak dapat dilakukan. Banyak gejala yang hanya dapat diamati dalam kondisi lingkungan tertentu. Daftar Chek (Check List ) Penataan data dilakukan dengan menggunakan sebuah daftar yang memuat nama observer dan jenis gejala yang diamati. hasilnya lebih akurat dan sulit dibantah. kejadian yang serempak dapat diamati dan dan dicatat serempak pula dengan memperbanyak observer.Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. 4. Berikut alat dan cara melaksanakan observasi. banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi. terutama yang menyangkut kehidupan peribadi yang sangat rahasia. Dalam rating scale tidak hanya terdapat nama objek yang diobservasi dan gejala yang akan diselidiki akan tetapi tercantum kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan atau jenjang setiap gejal tersebut. kelemahan-kelemahan observer dalam pencatatan. Kelemahan metode ini adalah observasi tergantung pada kemampuan pengamatan dan mengingat. Perbedaannya terletak pada kategorisasi gejala yang dicatat. . Catatan Anekdot (Anecdotal Record ) Alat untuk mencatat gejala-gejala khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian. banyak kejadian dan keadaan objek yang sulit diobservasi. misalnya terlalu sibuk dan kurang waktu untuk diwawancarai atau menisci kuesioner. 2. catatan dibuat segera setelah peristiwa terjadi. yaitu: 1. Keunggulan metode ini adalah banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan observasi. 3. Catatan Berkala (Incidental Record) Pencatatan berkala walaupun dilakukan berurutan menurut waktu munculnya suatu gejala tetapi tidak dilakukan terus menerus. dan oberservasi sering menjumpai observer yang bertingkah laku baik dan menyenangkan karena tahu bahwa ia sedang diobservasi. bukan pendapat pencatat tentang kejadian tersebut. dan banyak kejadian yang dipandang kecil yang tidak dapat ditangkap oleh alat pengumpul data yang lain. Berikut ini adalah alat dan cara melaksanakan observasi.

Wawancara .5. Peralatan Mekanis (Mechanical Device) Pencatatan dengan alat ini tidak dilakukan pada saat observasi berlangsung. Kuesioner terbuka Dimana tidak terdapat pilihan jawaban sehingga responden haru memformulasikan jawabannya sendiri. responden dapat menjawab kuesioner pada waktu luangnya. Responden mempunyai kebiasaan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya. Kuesioner semi terbuka Pertanyaan yang jawabannya telah tersusun rapi. Kuesioner dapat dibagi menjadi empat. serta pertanyaan yang diajukan akan lebih tepat dan seragam. 2. tetapi masih ada kemungkinan tambahan jawaban. yaitu: 1. diantaranya adalah pertanyaan yang akan diajukan pada responden dapat distandarkan. Penggunaan kuesioner sebagai metode pengumpulan data terdapat beberapa keuntungan. Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertnyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Sebaiknya pertanyaan dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan kalimat-kalimat pendek dengan maksud yang jelas. Responden hanya memilih jawaban yang paling sesuai. Kuesioner tertutup Setiap pertanyaan telah disertai sejumlah pilihan jawaban. karena sebagian atau seluruh peristiwa direkan dengan alat elektronik sesuai dengan keperluan. Angket atau kuesioner (questionnaire) Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). b. 4. Kuesioner kombinasi terbuka dan tertutup Dimana pertanyaan tertutup kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka. c. pertanyaan yang diajukan dapat dipikirkan terlebih dahulu sehingga jawabannya dapat dipercaya dibandingkan dengan jawaban secara lisan. Kuesioner merupakan metode penelitian yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan. 3.

Dibandingkan dengan metode lain. prasasti. Jadi studi dokumenter tidak sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumuen yang dilaporkan dalam penelitian adalah hasil analisis terhadap dokumen-dokumen tersebut. maka metode ini agak tidak begitu sulit. Proses wawancara dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung dengan siswa.Wawancara informasi merupakan salah satu metode pengumpulan data untuk memperoleh data dan informasi dari siswa secara lisan. 2. yaitu: 1. dengan keterangan yang lengkap dan mendalam. majalah. dibandingkan dan dipadukan (sintesis) membentuk satu hasil kajian yang sistematis. e. Dengan metode dokumentasi yang diamati bukan benda hidup tetapi benda mati. Metode dokumentasi. bahkan hasil wawancara dengan jenis pedoman ini lebih banyak tergantung dari pewawancara. yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. surat kabar. Tentu saja kreativitas pewawancara sangat diperlukan. Jenis interviu ini cocok untuk penilaian khusus. Dengan demikian jawaban yang diperoleh bisa meliputi semua variabel. lengger. Pewawancara tinggal membubuhkan tanda (check) pada nomor yang sesuai. agenda. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai). transkrip. maka peneliti tinggal membubuhkan tanda check atau tally di tempat yang sesuai. Otobiografi . yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list. padu dan utuh. Untuk mencatat hal-hal yang bersifat bebas atau belum ditentukan dalam daftar variabel peneliti dapat menggunakan kalimat bebas. Pewawancaralah sebagai pengemudi jawaban responden. Studi Dokumenter (documentary sudy) Studi dokumenter merupakan merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen. dalam arti apabila ada kekeliruan sumber datanya masih tetap. Secara garis besar aa dua macam pedoman wawancara. buku. baik dokumen tertulis. Pedoman wawancara terstruktur. d. notulen rapat. Pedoman wawancara yang banyak digunakan adalah bentuk “semi structured”. Dalam hal ini maka mula-mula interviewer menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur. kemudian satu per satu diperdalam dalam mengorek keterangan lebih lanjut. Selama proses wawancara petugas bimbingan mengajukan pertanyaan. meminta penjelasan dan jawaban dari pertanyaan yang diberikan dan membuat catatan mengenai hal-hal yang diungkapkan kepadanya. yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. Pedoman wawasan tidak terstruktur. Apabila terdapat/muncul variabel yang dicari.gambar maupun elektronik. dan sebagainya. Dalam menggunakan metode dokumentasi ini peneliti memegang check-list untuk mencari variabel yang sudah ditentukan. belum berubah.

” (http://eko13. data diambil berdasarkan preferensi pribadi antara anggota kelompok. yang berukuran kecil antara 10-50 orang. dimana informasi ini tidak dapat diperoleh dari sumber yang lain. Sedangkan kelemahan metode ini adalah perlu diketahui bahwa tes sosiometri.com) Kriswanto. Sosiometri Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang jaringan sosial dalam suatu kelompok. 2008.com) Susanto.wordpress.” (http://jonikriswanto. “Teknik Pengumpulan Data kualitatif.wordpress. Riwayat hidup itu dapat mencakup keseluruhan hidupnya dimasa lamoau atau hanya beberapa aspek kehidupannya saja. tidak memberikan jawaban yang pasti. dan siswa cenderung memilih bukan atas dasar pertimbangan dengan siapa dia akan paling berhasil dalam melakukan kegiatan (sosiogroup) melainkan atas dasar simpati dan antipati (psychogroup). Keunggulan metode ini adalah mungkin kelebihan terbesar teknik sosiometri adalah teknik ini memberikan informasi obyektif mengenai fungsi-fungsi individu dalam kelompoknya. Eko.Otobiografi merupakan karangan yang dibuat oleh siswa mengenai riwayat hidupnya sampai pada saat sekarang. karena siswa cenderung melebihkan-lebihkan kebaikan atau kelemahan sendiri dan menilai peranan orang lain secara berat sebelah dan memerlukan waktu yang lama. Joni. Tes ini hanya bisa memberikan indikasi struktur social atau petunjuk bagi peneliti tentang individu pada periode tertentu. “Metode Pengumpulan Data.blogspot. Keunggulan metode ini adalah di samping menceritakan kejadian-kejadian dimasa lalu terungkap pula pikiran dan perasaan subjektif tentang kejadian tersebut.com) JENIS DATA DAN METODE PENGUMPULAN DATA JENIS DATA DAN METODE PENGUMPULAN DATA . berunsur subjektifitas sehingga siswa menggambarkan duniaini. menolong Konselor memahami kehidupan batin siswa dan membantu siswa menyadari garis besar riwayat perkembangannya sampai sekarang. “Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data. DAFTAR PUSTAKA Ardhana. Sedangkan kelemahan metode ini adalah unsur subjektifitas juga menimbulkan kesulitan bagi interpretasi. seluruh teori sosiometri atau postulatnya belum dites dan dikembangkan sampai pada tingkat yang tak tersangkal kebenarannya. 2008.” (http://ardhana12. f. dilihat dari sudut pandang sendiri (internal frame of reference). 2008.

nilai-nilai kehidupan yang dijunjung tinggi. Sedangkan kelemahan metode ini adalah : Hanya mengukur satu aspek data. tahu berapa. Minat terhadap bidang studi dan bidang pekerjaan tertentu. cacat jasmani dan penyakit serius yang pernah diderita. taraf sosial ekonomi keluarga. II. A. Kesehatan jasmani. saudara-saudara. sikap dalam menghadapai permasalahan dalam berbagai bidang kehidupan. pola asuh orang tua.I. Jenis-jenis Tes . II. Taraf prestasi. 1. untuk itu diperlukan data-data mengenai klien dalam aspek-aspek sebagai berikut : Latar belakang keluarga. corak kehidupan emosional. Pengalaman diluar sekolah. data tentang orang tua. sifat tempramen. kesulitan belajar yang dialami. kegiatan dalam organisasi muda-mudi dan pengalaman kerja. Memerlukan jangka waktu yang panjang karena harus dilakukan secara berulang-ulang. Hanya mengukur keadaan siswa pada saat test itu dilakukan. Alat pengumpul data dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertama alat pengumpul data dengan menggunakan metode test dan metode non test. suasana kehidupan keluarga. Metode Pengumpulan Data Dalam proses pengumpulan data tentu diperlukan sebuah alat atau instrument pengumpul data. Data sebagai informasi awal yang dibutuhkan sebagai penunjang studi kasus. dengan menggunakan pengukuran (measurement) yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang diteliti. Instrument penelitian yang objektif. II. kadar pergaulan social dengan teman-teman sebaya. Taraf kemampuan intelektual atau kemampuan akademik. Bakat khusus. adapt istiadat. jenjang pendidikan sekolah yang telah diselesaikan dalam waktu berapa tahun. sifat karakter.5. 6 diatas. tamat dimana. Macam-Macam Data Untuk memperoleh data atau informasi dalam studi kasus tentu perlu dilakukan kegiatan pengumpulan data. Keunggulan metode ini adalah : Lebih akurat karena test berulang-ulang direvisi. Cirri-ciri keperibadian yang tidak termasuk kedalam no 4 . A. kemampuan untuk mencapai prestasi yang tinggi di bidang tertentu. kecenderungan menetap untuk merasa tertarik pada sesuatu. keadaan kesehatan pada umumnya. Pengumpulan Data Dengan Metode Test Test merupakan suatu metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan batin seseorang. Riwayat sekolah. keadaan mental dsb. gangguan pada alat-alat indera. kemampuan untuk mencapai prestasi disekolah yang didalamnya berpikir memegang peranan pokok. dalam bidang-bidang studi yang mempunyai relevansi bagi perencanaan pendidikan lanjutan dan penentuan jabatan kelak.

Tes Bakat Tes kemampuan bakat. 5. angket kepribadian.1. kesehatan mental. lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan intelektual (Test of Specific Ability. relasirelasi social dengan orang lain. Academic Ability Test. 2. program pendidikan vokasional tertentu atau bidang pekerjaan tertentu. Tes Perkembangan Vokasional Tes vokasional. corak kehidupan emosional. mengukur ciri-ciri kepribadian yang bukan khas bersifat kognitif. seperti sifat karakter. Tes Intelegensi Tes kemampuan intelektual. terutama berkaitan dengan potensi untuk mencapi taraf prestasi tertentu dalam belajar di sekolah (Mental ability Test. bermotivasi atau bereaksi emosional. Kelemahan Tes Proyektif hanya diadministrasi oleh seorang psikolog yang berpengalaman dalam menggunakan alat itu dan ahli dalam menafsirkannya. mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam bidang studi tertentu. Kemampuan khusus yang diteliti itu mencakup unsur-unsur intelegensi. 6. Tes Proyektif. 4. jenis data yang dapat diambil menggunakan tes hasil belajar (Achievement Test) ini adalah taraf prestasi dalam belajar. meneliti sifat-sifat kepribadian seseorangmelalui reaksi-reaksinya terhadap suatu kisah. Tes macam ini bertujuan membantu orang muda dalam memilih macam pekerjaan yang kiranya paling sesuai baginya (Test of Vocational Interest). Tes Kepribadian Tes kepribadian. mengukur taraf kemampuan berfikir. yang khas untuk orang itu. . 3. Scholastic Aptitude Test). Tes Hasil Belajar (Achievement Test) Tes yang mengukur apa yang telah dipelajari pada berbagai bidang studi. Tes Minat Tes minat. minat dan kepribadian yang bersama-sama memungkinkan untuk maju dan berhasil dalam suatu bidang tertentu dan mengambil manfaat dari pengalaman belajar dibidang itu. Kelebihan tes semacam ini meneliti taraf kedewasaan orang muda dalam mempersiapkan diri bagi partisipasinya dalam dunia pekerjaan (career maturity). Aptitude Test ). hasil belajar. dalam memikirkan hubungan antara memangku suatu jabatan dan cirri-ciri kepribadiannya serta tuntutan-tuntutan social-ekonomis. suatu gambar atau suatu kata. mengukur kegiatan-kegiatan macam apa paling disukai seseorang. dan dalam menyusun serta mengimplementasikan rencana pembangunan masa depannya sendiri. mengukur taraf perkembangan orang muda dalam hal kesadaran kelak akan memangku suatu pekerjaan atau jabatan (vocation). Jenis data yang dapat diambil dari tes ini adalah kemampuan intelektual atau kemampuan akademik. meneliti berbagai ciri kepribadian seseorang dengan menganalisa jawaban-jawaban tertulis atas sejumlah pertanyaan untuk menemukan suatu pola bersikap. Intelegence Test. serta bidang-bidang kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam penyesuaian diri. sifat temperamen.

Kelemahan-kelemahan observer dalam pencatatan. Kejadian yang serempak dapat diamati dan dan dicatat serempak pula dengan memperbanyak observer. B. Keuntungan : Catatan ini menggambarkan perilaku individu. Oberservasi sering menjumpai observee yang bertingkah laku baik dan menyenangkan karena tahu bahwa ia sedang diobservasi. terlalu luas. Pengumpulan Data Dengan Metode Non Test Untuk melengkapi data hasil tes akan lebih akurat hasilnya bila dipadukan dengan datadata yang dihasilkan dengan menggunakan tehnik yang berbeda. bukan pendapat pencatat tentang kejadian tersebut.II. Banyak gejala yang hanya dapat diamati dalam kondisi lingkungan tertentu. Banyak kejadian yang dipandang kecil yang tidak dapat ditangkap oleh alat pengumpul data yang lain. sehingga dapat terjadi gangguan yang menyebabkan observasi tidak dapat dilakukan. yang ternyata sangat menentukan hasil penelitian. Pencatatan ini dilakukan terhadap bagaimana kejadiannya. Observasi Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. daripada generalisasi yang tidak jelas. catatan dibuat segera setelah peristiwa terjadi. biasanya dalam berbagai situasi yang berbeda. Banyak kejadian dan keadaan objek yang sulit diobservasi. Catatan tentang perilaku yang jelas akan menghasilkan pemahaman yang lebih tepat mengenai subyek. 1. Catatan Anekdot (Anecdotal Record ) Alat untuk mencatat gejala-gejala khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian. sehingga dapat menyumbangkan pemahaman yang lebih besar tentang kepribadian individu tersebut. misalnya terlalu sibuk dan kurang waktu untuk diwawancarai atau menisci kuisioner. A. Kelemahan : Catatan ini dapat berguna hanya jika penggambaran pengamatannya akurat dan komprehensif. Catatan ini mendorong guru untuk tertarik dan mendapatkan informasi tentang individu. Catatan ini melengkapi data kuantitatif dan memperkaya penafsiran perilaku. Berikut alat dan cara melaksanakan observasi : Keunggulan metode ini adalah : Banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan observasi. Kelemahan metode ini adalah : Observasi tergantung pada kemampuan pengamatan dan mengingat. terutama yang menyangkut kehidupan peribadi yang sangat rahasia. Catatan ini bisa menciptakan masalah serius bagi personel sekolah berkaitan dengan . Banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi. dan tidak dilengkapi bukti kuat. hasilnya lebih akurat dan sulit dibantah. berikut disajikan alat pengumpul data dalam bentuk non tes.

Namun. kekurangan itu cukup dikenal oleh mereka yang merancang dan menggunakannya. B. Kejadian ini menimbulkan kesan tentang subyek itu diluar proporsi kepentingannya. karena sebagian atau seluruh peristiwa direkan dengan alat elektronik sesuai dengan keperluan. asalkan mereka memiliki pengetahuan yang sama tentang individu yang sedang dinilai. dan petugas sekolah. dengan demikian akan memperbesar reliabilitas penilaian. Peralatan Mekanis (Mechanical Device) Pencatatan dengan alat ini tidak dilakukan pada saat observasi berlangsung. jenis-jenis kesalahan itu bisa saja terjadi dengan berbagai bentuk berdasarkan observasi yang dilakukan. Daftar Chek (Check List ) Penataan data dilakukan dengan menggunakan sebuah daftar yang memuat nama observer dan jenis gejala yang diamati. guru. Angket Tertulis Alat ini memuat sejumlah item atau pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa secara . 5. 4. efek halo. Karena skala penilaian telah digunakan secara luas selama bertahun-tahun. Catatan Berkala (Incidental Record) Pencatatan berkala walaupun dilakukan berurutan menurut waktu munculnya suatu gejala tetapi tidak dilakukan terus menerus. dan kesalahan logis. Pencatatan data tentang orang tua atau anak dpat berdampak sangat berbahaya. Keuntungan : Kelebihan skala pengukuran adalah karena merupakan alat perhitungan observasi dan merupakan alat yang bagi pengamat dapat digunakan untuk menilai individu yang sama. Skala Penilaian (Rating Scale) Pencatatan data dengan alat ini dilakukan seperti chek list. Perbedaannya terletak pada kategorisasi gejala yang dicatat. Penilaian yang sama dari beberapa penilai. Pencatatan dan penggambaran perilaku yang tidak representative mungkin akan mempengaruhi perilaku individu yang lain. Hal ini jelas menambah beban konselor. 2. 3. Catatan anecdotal banyak memakan waktu dalam penulisan dan pemrosesannya. kecenderungan sentral. biasanya hasilnya lebih baik daripada penilaian yang hanya dilakukan satu orang. Beberapa kejadian yang dialami subyek sehari-hari cenderung menjadi bahan observasi dan dicatat. Kelemahan: Kesalahan bias personal. melainkan pada waktu tertentu dan terbatas pula pada jangka waktu yang telah ditetapkan untuk tiap-tiap kali pengamatan.undang-undang yaitu (Undang-Undang dan Privasi Pendidikan Keluarga 1974) yang diciptakan untuk melindungi hak privasi siswa. Dalam rating scale tidak hanya terdapat nama objek yang diobservasi dan gejala yang akan diselidiki akan tetapi tercantum kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan atau jenjang setiap gejal tersebut.

kegiatan diluar sekolah. Interview mungkin mengubah informasi mengenai interview mereka sendiri. Selama proses wawancara petugas bimbingan mengajukan pertanyaan.tertulis juga. C. pergaulan social. hobi dan mungkin kesukaran yang mungkin dihadapi. Wawancara Informasi Wawancara informasi merupakan salah satu metode pengumpulan data untuk memperoleh data dan informasi dari siswa secara lisan. penggunaan bahan narkotika. Dengan mengisi angket ini siswa memberikan keterangan tentang sejumlah hal yang relevan bagi keperluan bimbingan. dan perasaan. riwayat pendidikan. reaksi . Pengisiannya dapat dilakukan dikelas. juga mengungkapkan sikap. Interview penting untuk memperoleh informasi. seperti suasana keluarga. meminta penjelasan dan jawaban dari pertanyaan yang diberikan dan membuat catatan mengenai hal-hal yang diungkapkan kepadanya. Keunggulan : Dalam waktu singkat diperoleh banyak keterangan. yang memungkinkan siswa selain memberikan data factual seperti yang ditulis dalan angket. Dapat ditanyakan hal-hal yang bersifat sensitive. namun juga mengenai sikap. Jawaban hanya mengungkap keadaan siswa pada saat angket diisi. seperti keterangan tentang keluarga. harapan. pikiran. pembuatan catatan memberikan kesan kepada siswa bahwa dia sedang berhadapan dengan petugas kepolisian. kesehatan jasmani. Siswa dapat menjawab tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya jika dia menghendaki demikian. Siswa berprasangka terhadap petugas bimbingan dan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Fact-Finding interview dapat digunakan karena data sebelumnya tidak jelas atau karena perasaan yang mendasari perlu ditemukan dan dipahami. corak pergaulan dengan saudara kandung dan teman sebaya. Petugas bimbingan mendengarkan terlalu selektif atau bertanya-tanya dengan cara yang sugestif. Kelemahan : Memakan banyak waktu bagi petugas bimbingan. ambisi dan hal afektif lain yang menyusun studi kasus ini. Proses wawancara dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung dengan siswa. pengalaman seksual. Rumusan pertanyaan dapat disesuaikan dengan daya tangkap siswa. tidak hanya merngenai item-item yang factual seperti yang biasa tercakup pada kuesioner pengumpul data-siswa. Keunggulan : Diperoleh informasi dalam suasana komunikasi secara langsung. dsb. pengalaman belajar sekolah dan dirumah. Kelemahan Siswa tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena jawaban terbatas pada halhal yang ditanyakan. siswa dapat menjawab sesuai dengan keadaannya tanpa dipengaruhi oleh orang lain. rencana pendidikan lanjutan.

Sosiometri Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang jaringan social dalam suatu kelompok. Interview dapat menjadikan sumber kesalahan. Keunggulan : Mungkin kelebihan terbesar teknik sosiometri adalah teknik ini memberikan informasi obyektif mengenai fungsi-fungsi individu dalam kelompoknya. Otobiografi Otobiografi merupakan karangan yang dibuat oleh siswa mengenai riwayat hidupnya sampai pada saat sekarang. Seluruh teori sosiometri atau postulatnya belum dites dan dikembangkan sampai pada tingkat yang tak tersangkal kebenarannya. Keunggulan : Disamping menceritakan kejadian-kejadian dimasa lalu terungkap pula pikiran dan perasaan subjektif tentang kejadian tersebut. dimana informasi ini tidak dapat diperoleh dari sumber yang lain. sikap atau ide tentang situasi mereka sendiri. dilihat dari sudut pandang sendiri (internal frame of reference). D. Mereka dapat mencatat informasi karena “pendengaran yang selektif”. Menolong Konselor memahami kehidupan batin siswa dan membantu siswa menyadari garis besar riwayat perkembangannya sampai sekarang. Mungkin mereka hanya gagal mendengarkan pernyataan interviewee yang bertentangan dengan opini. tidak memberikan jawaban yang pasti. Siswa cenderung memilih bukan atas dasar pertimbangan dengan siapa dia akan paling berhasil dalam melakukan kegiatan (sosiogroup) melainkan atas dasar simpati dan antipati (psychogroup) . Tes ini hanya bisa memberikan indikasi struktur social atau petunjuk bagi peneliti tentang individu pada periode tertentu. karena siswa cenderung melebihkan-lebihkan kebaikan atau kelemahan sendiri dan menilai peranan orang lain secara berat sebelah. Riwayat hidup itu dapat mencakup keseluruhan hidupnya dimasa lamoau atau hanya beberapa aspek kehidupannya saja.reaksi.mereka. yang berukuran kecil antara 10-50 orang. E. data diambil berdasarkan preferensi pribadi antara anggota kelompok. Kelemahan : Unsur sujektifitas juga menimbulkan kesulitan bagi interpretasi. Memerlukan waktu yang lama. Kelemahan : Perlu diketahui bahwa tes sosiometri. Berunsur subjektifitas sehingga siswa menggambarkan duniaini. dan pengalaman mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful