P. 1
Hamil Dengan Penyakit Jantung

Hamil Dengan Penyakit Jantung

|Views: 428|Likes:
Published by nata_agung

More info:

Published by: nata_agung on Feb 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

Hamil Dengan Penyakit Jantung

Posted on February 04th, 2010 in Bidan Desa Pengertian Penyakit Jantung Koroner Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang di sebabkan oleh karena penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah yang mengalirkan darah ke jantung. Penyebab Jantung Koroner adalah pengapuran dinding pembuluh darah Gejala jantung koroner disebut gejala Heberden Herrick, Gejala Heberden herrick itu meliputi :
• • •

Serangan nyeri di dada seperti di remas atau di tusuk Sesak nafas Rasa takut ( timbul apabila penderita mengeluarkan tenaga berlebihan)

Nach terus, apa saja faktor resikonya
• • • • • • • • •

Etnik / suku bangsa Keturunan Perbedaan jenis kelamin Pola Makan Kegemukan ( Obesitas ) Kegiatan fisik, pekerjaan dan olah raga Stree, psikologik, streess dalam pekerjaan dan sifat perwatakan Kebiasaan merokok Kombinasi faktor resiko

Klasifikasinya : Kelas I Tanpa pembatasan kegiatan fisik Tanpa Gejala pada kegiatan biasa Kelas II Sedikit Dibatasi kegiatan fisik Waktu istirahat tidak ada keluhan Kegiatan fisik menimbulkan kelelahan, jantung berdebar, sesak nafas Kelas III Kegiatan fisik sangat di batasi Waktu istirahat tidak ada keluhan Sedikit kegiatan fisik menimbulkan kelelahan, jantung berdebar, sesak nafas

Upaya apa sajayang harus dilakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner : • • • • • • Tidak Merokok Pola makan diusia muda. tetapi penyakit jantung kelas III dan IV tidak diperbolehkan hamil Pengaruh jantung koroner dalam kehamilan • • • • • Keguguran / aburtus Bayi lahir pada usia kehamilan 28-36 minggu / prematur Lahir cukup bulan namun dengan berat badan lahir rendah Lahir mati Kematian janin dalam rahim. jangan terlalu banyak makan terutama makanan yang mengandung lemak Latihan olah raga teratur sesuai umur dan kekuatan tubuh Cukup istirahat Hidup sederhana dan bekerja secara tenang dan teratur Permeriksaan / check up secara teratur Tindakan pengobatan yang harus dilakukan apabila ibu hamil dengan penyakit jantung koroner Pengobatan Kelas I Tidak perlu memerlukan pengobatan tambahan Kelas II Biasanya tidak memerlukan pengobatan tambahan. .Kelas IV waktu istirahat dapat menimbulkan kelelahan. Penderita penyakit jantung kelas I dan Kelas II dapat meneruskan kehamilannya. jantung berdebar. sebaiknya di rawat di Rumah Sakit sejak kehamilan 2830 minggu Kelas IV Harus di rawat di Rumah Sakit dan diberikan pengobatan bekerjasama dengan ahli penyakit dalam / kardiolog Bolehkah penderita penyakit jantung hamil?…. mengurangi kerja terutama antara kehamilan 28-36 minggu Kelas III Memerlukan digitalisasi / obat lainnya. sesak nafas apalagi kerja fisik ringan.

3. Kerja keras itu ditandai dengan meningkatnya denyut jantung ibu. 1976 Wardoyo AB. 1984 Wahyudi. Kelas III bila hanya dengan berkegiatan ringan saja bisa membuat si penderita merasa terganggu misalnya sesak nafas. . Untuk kelas III bisa jadi dokter menganjurkan untuk berada dalam pengawasan dokter di rumah sakit lebih-lebih setelah kehamilan berusia 28 minggu. Penyakit jantungnya termasuk berat. Sedang kelas IV umumnya dokter tidak memperbolehkan untuk hamil. Kelas IV adalah penderita yang sama sekali tak mampu melakukan aktivitas fisik apapun tanpa keluhan. Penderita kelas I dan II masih bisa menjalani kehamilan dengan pengawasan ketat dokter kandungan dan dokter spesialis jantung. Surabaya Usaha Nasional Politeknik Kesehatan Semarang Prodi Kebidanan Magelang JANTUNG adalah organ vital pada manusia yang bertugas memompakan darah beroksigen keseluruh tubuh. bolehkan penderita penyakit jantung menyusui? Diperbolehkan pada wanita dengan penyakit jantung kelas I dan II. 1996 Moerdowo. Janin yang terus tumbuh menuntut makanan berupa oksigen dan nutrisi dari ibunya dan ini terpenuhi lewat aliran darah yang terus meningkat pada tubuh ibu. Jakarta Bhratara Karya Aksara. 2. tetapi dilarang pada wanita dengan penyakit jantung kelas II dan IV Referensi : Prawiroraharjo. Kelas I adalah mereka yang masih bisa melakukan berbagai kegiatan tanpa gangguan. 4. Kelas II adalah mereka penderita dengan pembatasan gerak fisik. Pencegahan penyakit Jantung Koroner. Ilmu Kebidanan. jantung ibu pun akan semakin meningkat daya kerjanya apalagi selama kehamilan juga terjadi proses pengenceran darah (hemodilasi) untuk menjamin lancarnya suplai darah pada ibu dan janin. Sekitar Masalah Serangan Jantung.Yang terakhir adalah. Ibu penderita jantung diklarifikasikan dalam beberapa kelas:: 1. Sarwono. Jakarta Yayasan Bina Pustaka. Artinya saat beristirahat mereka tidak merasakan keluhan. Berbagai Macam Penyakit Perawatan dan Pengobatannya. tetapi dengan kegiatan fisik biasa seperti melakukan tugas rumah tangga mereka mudah merasa lelah dan jantung berdebar. kepada janin juga tentunya jika ibu sedang dalam proses kehamilan. RM. Solo CV Aneka. Akibatnya.

b. Bila ibu hamil terlalu sering mengeluh sesak nafas.Penderita jantung yang masih boleh hamil tentu harus selalu dalam pengawasan ketat dan kerja sama kuat antara dokter kandungan dan dokter spesialis jantung. Related Posts: ASKEP IBU HAMIL DENGAN PENYAKIT JANTUNG DAN HIPERTENSI Label: Perkuliahan ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN PENYAKIT JANTUNG DAN HIPERTENSI A. ada dua hal yang sangat mempengaruhi kerja jantung dan bisa memperburuk kondisi ibu hamil berpenyakit jantung yaitu pertambahan berat badan dan anemia. Penyakit jantung Keperluan jani yang sedang tumbuh akan oksigen san zat-zat makanan bertambah dalam berlangsungnya kehamilan. Pada dasarnya ibu hamil memerlukan lebih banyak waktu untuk beristirahat. Perlu anda tahu. Perubahan-perubahan tersebut disebabkan oleh : a. lalu menetap. Pada kala II wanita mengerahkan tenaganya untuk mengedan dan memerlukan . Bila perlu. KONSEP DASAR 1. Jantung dan diafragma terdorong ke atas oleh pembesaran rahim. dokter akan menggunakan alat bantu berbentuk tang (cunam) atau vakum ekstraksi agar kelahiran bayi jadi lebih mudah. Pada kehamilan 32-36 minggu dimana volume darah mencapai puncaknya. Pengaruh kehamilan terhadap penyakit jantung. bisa jadi dokter menyarankan untuk dirawat di rumah sakit. Hipervolumia : dimulai sejak kehamilan 28 minggu dan mencapai puncak pada 28-32 minggu. Bila perlu. Kedua hal ini memerlukan pengawasan yang ketat. Tindakan tersebut tentu akan dilakukan jika terjadi kondisi yang memburuk baik pada ibu ataupun janin. Oleh krena it di dalam kehamilan selalu terjadi perubahan-perubahan pada system kardiovaskular yang biasanya masih dalam batas-batas fisiologis. yang harus dipenuhi melalui darah ibu. Jika memang sudah terjadi proses kehamilan pada ibu berpenyakit jantung dan kehamilan berjalan lancar melahirkan normal tentu bisa dilakukan. Saat-saat yang berbahaya bagi penderita adalah : a. Untuk itu banyaknya darah yang beredar bertambah. sehingga jantung harus bekerja lebih keras. b. operasi caesar pun bisa dilakukan.

dan nyeri dada ( angin pectoris ). berat. Hipertensi Hipertensi dalam kehamilan berarti bahwa wanita telah menderita hipertensi sebelum hamil. Sedikit kegiatan fisik menimbulkan keluhan insufisiensi jantung. sekarang masuk dalam sirkulasi darah ibu. dan hipertropi ventrikuler dan erhan sakit jantung. Lahir dengan apgar rendah atau lahir mati. Penyebab utama hipertensi dalam kehamilan adalah : a. sesak nafas. d. Hipertensi renovaskuler ( penyakit pembulu darah ginjal ) . Penyakit ginjal Menurut Sims ( 1970 ) penyakit hipertensi dan penyakit ginjal yang dengan hipertensi adalah sebagai berikut : 1. Pengaruh penyakit jantung terhadap kehamilan : a. Waktu istirahat dapat menimbulkan keluhan insufisiensi jantung. apalagi kerja fisik. c. disebut juga sebagai pre eklamasi tidak murni seperti mposed preeklamsia bia diserta pula dengan proteinnuria dan edemia. e. ganas( progresif ) b.Kelas III : a. Dapat terjadi abortus b. d. Kematian jani dalam lahir ( KJDL ) Klasifiksi penyakit jantung dalam kehamilan : . .Kelas II : a. hipertensi esensial b. b. sedang. Kegiatan fisik sangat dibatasi b. Sedikit dibatasi kegiatan fsiknya b. Penyakit hipertensi a. Dismaturitis : lahir cukup bulan namun dengan berat badan rendah. Kegiatan fisik biasa menimbulkan gejala insulfisiensi jantung. adanya aritmia jantung. Hipertensi esensial : ringan. Prematuritas : lahir tidak cukup bulan. Waktu istirahat tidak ada keluhan c.Kelas IV : a. anemia. Gejalanya adalah lelah.tenaga jantung yang erat.Kelas 1 : a. Waktu istirahat tidak ada keluhan c. Pada post partum. 2. palpitalis. d. Kira-kira 80 % penderita adalah kelas I dan II dan kehamilan dapat meningkatkan kelas tersebut menjadi III atau IV. c. Tanpa pembatasan gerak fisik. . Tanpa gejala pada kegiatan biasa . Faktor-faktor yang dapat pula mempengaruhi adalah umur. karena kemungkinan adanya infeksi.dimana darah dari ruang internilus plasenta yang sudah lahir. Pada masa nifas.

nyeri epigastrium. nyeri muntah.c. Glomerulonefritis ( mendadak.Glomerulonefritis akut dan kronik . menahun. Wanita hamil dengan hipertensi tidak menunjukkan gejala-gejala lain kecuali hipertensi.Pemeriksaan retina .Pielonefritis akut dan kronik Pemeriksaan : . Terbanyak dijupai adalah hipertensi jinak dengan tensi sekitar 140/90 sapai 160/100 mmHg. dengan glomerulitis.Dll B.Kuantitatif albumin air kencing ( urin ) . perdarahan otak dan penyakit ginjal baru timbul setelah dalam waktu lama dan penyakit terus berlanjut.Pemeriksaan urine lengkap dan faal ginjal . Penyakit ginjal dan saluran kencing a. arteriskelorosis. bisa disertai dengan proteinnuria dan edema ( preeklamsia tidak murni ) dengan keluhan : sakit kepala.Pembesaran rahim . Skelodermo dengan kelainan ginjal e. Gagal ginjal mendadak g. Lupus eritmatusus. dengan glomerulonefritis d. Feokromositoma 2. Jarang berubah menjadi ganas secara mendadak sampai sistolik 200 atau lebih.Darah lengkap dan ureum berdarah . Aldosteronisme primer e.Pemeriksaan umum tekanan darah dan nadi . Hipertensi esensial Adalah penyakit hipertnsi yang mungkin disebabkan faktor heriditer dan dipengaruhi oleh faktor emosi dan lingkungan.Hipervolumia . Pielonefritis ( mendadak. Penyakit ginjal hipertensi Penyakit ginjal dengan gejala hipertensi dan dapat dijumpai pada wanita hamil adalah : . Pariarteritis nodosa dengan kelainan ginjal f. 3) Kira-kira 20 % akan menunjukkan kenaikan tekanan darh yang mencolok. b. 1) Kehamilan dengan hipertensi esensial akan berlangsung normal sampai aterme. Nefropatia diabetic a. Gejala-gejala seperti kelainan kantung. Penyakit polikistik h. Penyakit jantung . Kartisio aorta d. 2) Pada kehamilan setelah 30 minggu 30 % adakan menunjukkan kenaikan tekanan darah namun tanpa gejala. dan gangguan penglihatan ( visus ). menahun. ) c. sindomaneftrotik ) b. Etiologi 1.

Pembesaran jantung . Tanda dan gejala 1..Edema . Penyakit jantung Pengobatan dan penatalaksanaan penyakit jantung dalam kehamilan tergantung pada gerajat fungsionalnya : .Obat penenang ( solusio charcot. .kelas IV : Harus dirawat di RS dan dinerikan pengobatan bekerjasama dengan kardiolog. Hipertensi .Obat hipotensif .Nyeri kepala .Istirahat .Sianosis 2. romatozin.Muntah . hipertensi ganas ) b. Hipertensi esensial . diazepam.Aritmia .Hipertensi ginjal C.Demam rematik 2.Edema pulmonal . .Hipertensi esensial .Dispenea . Penyakit jantung .Kelas I : tidak ada pengobatan tambahan yang dibutuhkan.Pengawasan pertumbuhan janin .Kelas II : Biasanya tidak memerlukan terapi tambahan. Penatalaksanaan 1.Gangguan visus ( superimposed pre exlamsia ) D. Penyakit ginjal .Nadi tidak teratur . Kurangi kerja fisik terutama antara kehamilan28-36 minggu. Hipertensi .Kelas III : Memerlukan digitalisasi atau obat lainnya.Mudah lelah . . Hipertensi a.Nyeri epigastrium . phenobarbital ).Pengakhiran kehamilan ( dilakukan apabila terjadi upper imposed pre axlamsia. Sebaiknya dirawat di RS sejak kehamilan 28 – 30 minggu. . 2.

Ortopnea g.Istirahat. Nyeri dan rasa nyaman Dapat mengeluh nyeri dada dengan tanpa paktivitas f. perdarahan lama.Takikardia.SDP ( sel darah putih ) .Krekle .Hemoptisis .Mual dan muntah . Pernafasan .Malnutrisi . Aktifasi dan istirahat . Sirkulasi .Dispnea .Peningkatan tekanan darah . Eliminasi Menurunnya keluaran urine d.Dispenia nocturnal karena pengerahan tenaga b. Makanan dan cairan .Dapat mengalami edemia ekstrimitas bawah e.Pernafasan mungkin kurang dari 14 x / menit .Dapat mengalami memar spontan.Dapat mengalami pembesaran jantungdan murmur diastolic dan pristolik kontinu . disritmia . Pemeriksaan disgnostic .Perubahan poksisi dan diafragma ke atas dan ukuran jantung sebanding dengan uterus.Nadi mungkin menurun . Pengkajian data Dasar a.Riwayat penyakit jantung congenital dan demam reuna .Diberikan obat hiptensif ( apabila tekanan darah sangat tinggi ) ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI DAN PENYAKIT JANTUNG 1.Ketidakmampuan melakukan aktifitas normal . . . Kemanan Infeksi streptokokus berulang h.Diit rendah garam .Clubbing dan sianosis . dan trobositopenia.Diabetes melitus .Riwayat hipertensi kronis c.Takipnea . palpitasi.Obesitas . ..

Intoleransi aktifitas berhubungan dengan penurunan cardiac output. ruang pengetahuan tentang proses infeksi. dan perubahan inotropik pada jantung. 5. peningkatan tahanan aliran darah sistemik. Kelebihan volum cairan berhubungan dengan peningkatan volum sirkulasi. perpindahan cairan keluar intravaskuler. Resiko cedera berhubungan dengan edema / hipoksia jaringan. 4. kejang. Diagnosa keperawatan pada ibu hamil dengan penyakit jantung : 1. Diagnosa keperawatan pada ibu hamil dengan hipertensi : 1. . 3. 2. penurunan tekanan osmotic koloid pasma. 6. penyakit/kondisi kronis. Penurunan perfusi jaringan berhubungan dengan hipovolumia. perubahan faal ginjal. b. Kurangnya pengetahuan ( kebutuhan belajar berhubungan dengan kurangnya informasi dan pemahaman tentang proses penyakit. perubahan kontratiktilitas miokard. disritmia. Nutrisi. 5. abnormallitas factor pembekuan. kurang dari kebutuhan berhubungan dengan inadekuat intake nutrisi. 6. Penurunan curak antung berhubungan dengan hipovolumia. Resiko infeksi berhubungan dengan tidak adekuat pertahanan primer dan skunder.- Hb dan HT ( hemoglobin dan memoktorit ) GDA ( gas darah arteri ) LED ( laju endap darah EKG ( Elektrodiograf ) Echokardiograf Pencitraan jantung radionukleutida Amniosentris Seri ultrasonografi Tes presor supnie Kratinin serum Urine lengkaptes Strees kontraksi Tes cairan amniotikultrasonografi 2. Kurang pengetahuan ( kebutuhan belajar ) berhubungan dengan kurangnnya informasi dan interpretasi yang salah. Diagnosa Keperawatan a. 2. Penurunan perfusi jaringan berhubungan dengan perubahan volume sirkulasi. Kurangnnya volume cairan ( kegagalan regulasi ) berhubungan dengan kehilangan protein plasma. intake cairan yang berlebihan. penurunan aliran balik vena. 3. Resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan volume sirkulasi. 4.

Sang janin dalam kandungan akan mengalami gangguan pertumbuhan juga kekurangan oksigen. Berdasarkan berat ringannya penyakit jantung digolongkan dalam beberapa tingkatan. Sindrom Marfan. kegagalan fungsi ginjal dan kenaikan tekanan darah pada ibu dengan penyakit jantung dalam kehamilan sedapat mungkin dihindari agar tidak memperberat komplikasi yang kemungkinan terjadi. Selain itu terjadi peningkatan denyut jantung ibu. Beberapa penyakit seperti anemia. Akhirnya pengiriman oksigen dan zat makanan dari ibu ke janin menjadi terganggu dan semakin berkurang. Terlebih pada saat hamil.Kehamilan dengan Penyakit Jantung. Apa akibat penyakit jantung pada ibu hamil terhadap janin dalam kandungan? Akibat penyakit jantung dalam kehamilan. mulai minggu ke enam. volume darah ibu semakin meningkat sampai dengan 50% karena terjadi proses pengenceran darah. Pemeriksaan penunjang ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan jantung ibu dan keadaan bayi. Bahkan ada yang tidak boleh hamil pada keadaan dimana jantung mengalami kegagalan fungsi yang berat misalnya pada penyakit jantung berikut ini : Myocard Infark Acut. Hipertensi Pulmonal. Pemeriksaan yang dilakukan pada ibu hamil dengan penyakit jantung antara lain ECG (elektro cardiografi). penyakit jantung itu sendiri sudah mengalami permasalahan dalam memompakan darah ke seluruh tubuh. Sindrom Eisenmenger (dari berbagai sumber) Pada kasus kehamilan dengan penyakit jantung harus dalam pengawasan seorang dokter kandungan dan dokter spesialis penyakit jantung. Echocardiografi pada ibu dan USG (ultrasonografi) untuk memantau keadaan kesehatan bayi. Apa yang Perlu Diketahui ? OPINI | 08 November 2010 | 21:57 190 2 dari 3 Kompasianer menilai Aktual Sahabat. Aliran darah akan lebih banyak dipompakan ke peredaran darah rahim dan ari-ari untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan janin. Tahukah anda bahwa Kehamilan dengan penyakit jantung termasuk dalam kategori berisiko tinggi karena membahayakan keselamatan jiwa ibu hamil. Usahakan agar selama hamil tidak mengalami tekanan mental (stres) Bisakah saya mendapat gambaran tentang bagaimana beban kerja jantung saya ketika hamil? Dalam kondisi tidak hamil. Selain itu pemeriksaan tekanan darah dan laboratorium darah juga dilakukan secara teratur dan berkala selama kehamilan. terjadi peningkatan denyut jantung ibu hamil dan sebagai akibat lanjut semakin lama jantung akan mengalami kelelahan. Salah satu bahaya kehamilan dengan penyakit jantung adalah ibu hamil berpotensi mengalami keguguran 16 . infeksi. Pada saat hamil.

Ibu hamil dengan penyakit jantung harus menghindari nikotin ( rokok ) 11. Minum suplemen zat besi secara teratur sesuai anjuran bidan atau dokter untuk mencegah anemia selama kehamilan berlangsung. selain ibu hamil harus berada dalam pengawasan seorang dokter juga ia harus cukup banyak istirahat untuk mengurangi beban kerja jantung. Teratur minum obat jantung yang diresepkan dokter dan diimbangi dengan diet khusus penderita jantung 7. Dalam keadaan normal tanpa kelainan jantung kadang beberapa ibu hamil juga mengeluh agak sesak nafas akibat semakin membesarnya rahim 5. pusing dan mudah pingsan.terutama kebersihan alat kelamin. 12. 8. Menjaga kebersihan diri selama hamil. Kontrol sesuai jadwal yang telah ditentukan bidan. Lalu apa yang harus saya lakukan ketika hamil dengan keadaan sakit jantung? Jika seorang ibu hamil menderita penyakit jantung.dan kelahiran premature. 6. Romana Tari Amd Keb disarikan dari berbagai sumber . 2. dokter kandungan maupun dokter spesialis penyakit jantung. Dalam keadaan seperti ini segera periksa ke dokter. 9. Perhatikan setiap perubahan atau keluhan yang terasa lebih berat dari biasanya. nyeri dada atau dada berdebar-debar lebih cepat. terutama bila selama kehamilannya sang ibu tidak mendapat penanganan pemeriksaan kehamilan dan pengobatan dengan tepat. Istirahat yang cukup 8 sampai 10 jam perhari 3. Mengkonsumsi makanan bergisi terutama yang mengandung zat besi dan asam folat. Beberapa saran penting untuk ibu hamil dengan penyakit jantung 1. Menjaga agar tidak mengalami anemia dan infeksi saluran kencing dan saluran nafas. Hindari minuman berkafein ( kopi ) 10. Belajarlah untuk latihan pernafasan dengan benar. 4. misalnya sesak nafas. Hindari aktifitas yang melelahkan agar jantung tidak bertambah berat beban kerjanya. Hal ini penting sebagai proses adaptasi tubuh terhadap pembesaran perut yang semakin mendesak rongga dada ( diafragma ). Berusaha untuk rileks dan selalu berpikir positif agar jantung tetap memompa darah dengan tenang dan teratur.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->