KEGIATAN BELAJAR 1

MERENCANAKAN SEBUAH CATU DAYA
Lembar Informasi Dalam sebuah perangkat elektronika catu daya mempunyai peranan sebagai pemberi tenaga sehingga perangkat dapat bekerja. Kebanyakan suatu rangkaian elektronika diberi catu daya DC. Pada umumnya penyediaan catu daya bagi rangkaian tersebut dilakukan dengan pengubahan dari sumber berbentuk AC ke DC. Tegangan AC dari jala-jala diturunkan melalui sebuah transformator, kemudian disearahkan oleh dioda penyearah. Guna memberikan bentuk DC yang memenuhi persyaratan, maka output tegangan searah perlu ditapis dan distabilkan atau diregulasi. Dalam bentuk blok proses itu adalah sebagai berikut:

Trafo step down Inp. AC

Dioda penyearah

Tapis: C, CRC atau CLC

Penyetabil: Dioda zener, IC

Out DC stabil

Gambar 1. Blok Diagram Urutan Perencanaan Catu Daya Beberapa jenis penyearah: 1. Penyearah gelombang setengah: satu siklus gelombang disearahkan. 2. Penyearah gelombang penuh: kedua siklus gelombang disearahkan. Penyearah gelombang penuh mempunyai dua bentuk yaitu menggunakan dua buah dioda dan empat dioda dalam susunan jembatan. Output tegangan penyearah gelombang setengah adalah: Vout= Vpuncak - Vf Vav = (0,637/2 ).Vout Untuk penyearah gelombang penuh, output tegangannya adalah: Vout= Vpuncak - Vf Vav = (0,637).Vout Vf=tegangan forward dioda Vf=tegangan forward dioda

1

Khusus untuk penyearah gelombang penuh bentuk jembatan, tegangan DC output ditunjukkan dengan rumus: Vout= Vpuncak - 2Vf Pada rumus penyearah gelombang penuh bentuk jembatan ini ada pengurangan 2Vf, karena ada dua buah dioda yang terhubung secara seri.

(a)

(b)

(c)

Gambar 2. Rangkaian penyearah: a) setengah gelombang, b) gelombang penuh,c) penyearah jembatan Pemilihan Tapis dan Penggunaan Regulator Pemilihan tapis dilakukan dengan melihat jenis rangkaian yang akan dicatu. Kapasitor yang digunakan mulai dari 100 μF sampai 2200 μF dengan resistor 100 Ohm atau induktor seperti balast. Penggunaan regulator juga memperhatikan kebutuhan arus dan tegangan output,

2

7812. Bila digunakan IC.sebab ini berhubungan dengan pemilihan dioda zener yang dipakai. dan seterusnya. Regulator: a) menggunakan transistor penguat arus. b) menggunakan IC 3 . 9 volt dan 12 volt. Contoh IC 7805. Di samping itu juga diperlukan transistor sebagai komponen penguat arus. (a) (b) Gambar 3. 7809. maka pemilihan IC disesuaikan dengan kebutuhan tegangan outputnya. yang masing-masing untuk tegangan output DC 5 volt.

....................... Solderlah sesuai dengan gambar rangkaian! 4 ............ Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter................................. Dioda silikon 1 Amp ........................ Siapkan semua alat dan bahan yang digunakan! 2. 9... Hati-hatilah dalam menggunakan solder listrik.......................................................................... IC 7805 ............................... 4. 5............. Transformator CT 6-0-6 volt ...................................... Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1.. 3............ Resistor 100 Ohm ... Rakitlah sebuah catu daya gelombang penuh dengan filter C dan regulator IC 7805 seperti Gambar 4 di bawah ini! 3.......................... Pisau atau cutter .. 7........... Oscilloscope (CRO) ............... 8..................... Bersihkan kaki-kaki komponen dengan pisau atau cutter! 4........ Hindarilah CRO menunjukkan spot (titik) pada layar! 1 unit 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah secukupnya Langkah Kerja 1....Lembar Kerja Alat dan Bahan 1....... 10.. 6................ amper meter dan ohm meter)............................ Multimeter ................. mulailah dari batas ukur yang besar! 3.... 2............. jangan mengenai badan dan benda di sekitarnya dan hindarilah pemanasan solder yang berlebihan! 4. Kabel penghubung dan Tenol secukupnya ....... Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar! 2................ Kapasitor 470 μF ................... Solder ...............

Catatlah hasilnya pada Tabel 2! 8. Catatlah tanpa filter pada Tabel 1! 7. sekunder transformator. Hidupkan CRO dan kalibrasilah sesuai dengan prosedur yang telah diajarkan! 6. Lakukanlah pengukuran pada catu daya tersebut tanpa filter dan regulator. Rangkaian Catu Daya 5. (V) Bentuk gel hasil pengukuran 5 . Ukurlah tegangan pada primer transformator. Lakukanlah pengukuran catu daya dengan filter dan regulator. Kembalikan semua alat pada tempat semula! Tabel 1. (V) Bentuk gel Tegangan Sekender Trafo Teg. Ukurlah besarnya tegangan output pada filter C dan output IC regulator dengan multimeter dan amatilah bentuk gelombangnya CRO.Gambar 4. (V) Bentuk gel Tegangan Anoda Teg. katoda dari dioda dengan menggunakan multimeter dan amatilah bentuk gelombangnya. Pengukuran Tanpa Filter Tegangan Primer Trafo Teg.

Tabel 1. Pengukuran dengan Filter dan Regulator Tegangan pada Filter C Teg. Mengapa pada penyearah gelombang penuh dan sistem jembatan tegangan output dikurangi 2Vf ? 6 . Apakah perbedaan antara rangkaian penyearah gelombang penuh dan sistem jembatan ? 2. Buatlah kesimpulan dari percobaan anda! Lembar Latihan 1. Dilihat dari rumus. (V) Bentuk gel Tegangan pada IC Teg (V) Bentuk gel 9. Bandingkan hasil pengukuran dengan perhitungan secara teori! 10. bagaimanakah tegangan out hasil penyearahan antara rangkaian penyearah gelombang penuh dan sistem jembatan ? 3.

KEGIATAN BELAJAR 2 MERANCANG PENGUAT DENGAN PENCOCOKAN IMPEDANSI MASUKAN DAN IMPEDANSI KELUARAN Lembar Informasi Penguat dapat diklasifikasikan menurut rentang frekuensi. rangkaian penguat. sedangkan penguat untuk menguatkan gelombang frekuensi yang sempit disebut penguat gelombang sempit. arus dan daya. Penguat tegangan menaikkan ukuran tegangan sinyal input tetapi pada umumnya tidak mampu memberikan daya output dalam jumlah yang besar. Penguat kelas A: arus mengalir dalam beban selama seluruh periode siklus sinyal input. metoda pemasangan rangkaian yang dipakai. Penguat kelas B: arus mengalir dalam beban selama setengah siklus sinyal input. Penguat kelas C: arus mengalir dalam beban selama kurang dari setengah siklus sinyal input. Perbedaan utamanya terletak nilai relatif dari impedansi masukan (intput). Penguat RF (frekuensi radio) dan oscilator biasanya bekerja pada kelas C. b. tegangan. tetapi kurang dari siklus sinyal input yang penuh. Penguat kelas AB: arus mengalir dalam beban selama lebih dari setengah siklus. Rangkaian yang menguatkan rentang frekuensi yang luas disebut penguat gelombang lebar (penguat yang tidak teratur). Beberapa jenis penguat dikelompokkan menjadi kelas-kelas. sedangkan penguat daya AF bekerja dalam kelas AB. d. Peralatan aktif seperti. yaitu: a. Penguat 7 . titik bias tempat alat beroperasi. dibiaskan ke dalam kondisi operasi yang berkaitan dengan fungsi penguatan yang dilaksanakan oleh rangkaian. Penguat tegangan dan arus biasanya dikelompokkan. Penguat tegangan yang teratur dan tidak teratur serta penguat AF (frekuensi audio) ber-daya rendah biasanya bekerja pada kelas A. c.

Impedansi Input dan Sumber Anggaplah bahwa emf yang diproduksi oleh tranduser Es= 1 volt. misalnya loudspeaker atau relay. Pencocokan Impedansi Impedansi input dan impedansi output bekerja sebagai rangkaian yang: a. impedansi input Zin akan menjadi sekitar 1 KΩ. b. maka tegangan input Vin menjadi: 8 . Sebagai contoh aplikasi yang biasa ialah memberikan output kecil dari sebuah transistor ke penguat. misalnya 100 KΩ. Mencocokan sumber yang berfrekuensi tinggi dan bertegangan tingkat rendah ke penguat mula. Mencocokan beban berimpedansi rendah. ke sebuah penguat untuk menghasilkan daya maksimum dalam beban. dan tegangan Vin pada input penguat sesuai dengan: EsxZin Vin= Zs+Zin = 1x1001000 1x1000 ≈ 1 mVolt Bila kini digunakan penguat yang mempunyai impedansi input. Bila digunakan penguat tegangan emitor biasa yang standar. Perhatikan gambar Zs Vin Es Zin Gambar 5. dan impedansi tranduser Zs= 1 MΩ.daya dirancang untuk memberikan daya sinyal yang memadai guna menjalankan peralatan output.

..... mulailah dari batas ukur yang besar! 2. penguat mula membutuhkan impedansi input tingkat tinggi agar tidak membebani atau melemahkan sinyal dari sumber tadi........ jangan mengenai badan dan benda di sekitarnya dan hindarilah pemanasan solder yang berlebihan! 3.... catatlah nilai sesungguhnya (real)! 2....EsxZin Vin= Zs+Zin = 1x100000 ≈ 100 mVolt 1x1100000 Hal ini berarti mengalami peningkatan yang cukup besar... Multimeter ............................... Lembar Kerja Alat dan Bahan 1.............. Hidupkan CRO dan kalibrasilah sesuai dengan prosedur yang telah diajarkan! 9 . Hati-hatilah dalam menggunakan solder listrik......................... Hindarilah CRO menunjukkan spot (titik) pada layar! 1 unit 1 unit 1 buah 1 buah 1 buah secukupnya Langkah Kerja 1.............. 4...... amper meter dan ohm meter).. 6..... Resistor 1 MΩ..................... 5... Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1... Kesimpulannya.......................... penguat mula dipakai untuk menguatkan sinyal bertingkat rendah dari suatu sumber berimpedansi tinggi........... 100 KΩ . 3............... Kabel penghubung ................................ Audio Frequency Generator (AFG) ....... Ukurlah semua resistor dengan multimeter sebagai fungsi ohmmeter... 1 KΩ................... Papan penghubung . Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter....... 2.... Oscilloscope (CRO) .

Aturlah AFG pada frekuensi 1 KHz dengan tegangan 10 volt puncak ke puncak! 4. Catatlah hasilnya pada Tabel 2 di bawah ini! 6. 5 dengan mengganti R=1 KΩ dengan R=100 KΩ! 7. Ulangilah langkah no. Pengukuran Tegangan Beban 5. Kembalikan semua alat ke tempat semula! Tabel 2. dan ukurlah tegangan input dan beban dengan menempatkan probe X pada output AFG dan probe Y pada beban (R=1Kohm). Hidupkan AFG. Pengukuran tegangan Perhitungan tegangan AFG pada beban pada beban (Vpp) (Vpp) (Vpp) R=1 KΩ 10 5 2 R=100 KΩ R=1 KΩ R=100 KΩ 10 . Susunlah rangkaian seperti pada Gambar 6 di bawah ini! Gambar 6.3. Pengukuran Tegangan Beban dengan Perubahan Nilai Beban Teg.

Lembar Latihan 1. Disebut apa bila tahanan input sama dengan impedansi sumber ? 11 . Berapa nilai maksimum tahanan input (Zin) agar daya terbesar diserap ? 4. Apakah pengaruh yang ditimbulkan oleh perubahan ukuran tahanan input terhadap tegangan input (Vin) ? 2. Bagaimanakah pengaruh perubahan tahanan input yang semakin besar terhadap tegangan input (Vin)? 3.

(a) (b) (C) Gambar 7. b) Emitor Bersama. Perhatikan gambar tiga konfigurasi (susunan) dasar penguat transistor di bawah ini. Metode hubungannya menghasilkan impedansi input yang tinggi. seperti relay atau loudspeaker. c) Kolektor Bersama 12 . Kelebihannya mampu menggerakkan muatan yang berimpedansi rendah. dan sering digunakan sebagai penguat penyangga (buffer).KEGIATAN BELAJAR 3 MERANCANG PENGUAT PENGIKUT EMITOR DAN EMITOR BERSAMA Lembar Informasi Penguat pengikut emitor merupakan penguat transistor yang bebannya dihubungkan pada sirkit emitor. Tiga Susunan Penguat Dasar: a) Basis Bersama. biasanya 100 KΩ.

.................................. Transistor 2N3053 ................................Tabel 3............... Resistor 1 MΩ............ Resistor 1 KΩ ............ Resistor trimer 1 MΩ ......... Audio Frequency Generator (AFG) ................ 3................. Hati-hatilah dalam menggunakan solder listrik............. Hindarilah CRO menunjukkan spot (titik) pada layar! 1 unit 1 unit 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah secukupnya 13 ... Dalam menggunakan meter kumparan putar (volt meter.......................... 7........................... Tegangan yang dapat dicapai Impedansi input Impedansi output Daya yang dapat dicapai Basis Bersama HFB≈0.... Perbandingan Karakteristik Tiga Penguat Dasar Karakteristik Arus yang dapat dicapai................. amper meter dan ohm meter)... Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1............ 8....... 6........ 5......... 2.... 100 KΩ ........... jangan mengenai badan dan benda di sekitarnya dan hindarilah pemanasan solder yang berlebihan! 3..... Kabel penghubung ................................ Multimeter .....99 50 50 Ohm 250 Kohm 50 Jenis penguat Emitor Bersama HFE≈200 50 1 Kohm 50 Kohm ≈2500 Kolektor Bersama HFE≈200 1 100 Kohm 1 Kohm ≈50 Lembar Kerja Alat dan Bahan: 1........................................... 9........... 4................ Oscilloscope (CRO) ....... Papan penghubung .................. mulailah dari batas ukur yang besar! 2......

Langkah Kerja 1. Ukurlah semua resistor dengan multimeter sebagai fungsi ohmmeter. Hidupkan CRO kalibrasilah sesuai dengan prosedur yang telah diajarkan! 3. Aturlah AFG pada frekensi 1 KHz dengan tegangan 4 volt puncak ke puncak! 4. dan catatlah nilainya! 2. Susunlah rangkaian penguat emitor bersama seperti pada Gambar 8(a) di bawah ini! (a) (b) Gambar 8. Rangkaian Pengukuran (a) Penguat Emitor Bersama (b) Penguat Pengikut Emitor 14 .

5 dan 6 dengan mengganti rangkaian dengan penguat pengikut emitor seperti Gambar 8(b) di atas! 9. Simpulkan hasil analisis dan hasil pengukuran! Tabel 4. Catat hasilnya pada Tabel! 7. Tegangan CB CB AB AB AFG (Vpp) Kaki Basis Sambung Kaki Basis Putus Kaki Basis Sambung Kaki Basis Putus Lembar Latihan 1. Hidupkan AFG.5. Teg. Putuskan hubungan dengan kaki basis. Ada berapa jenis konfigurasi dasar penguat transistor ? Sebutkan ! 3. Ulangilah langkah no. Kembalikan semua alat dan bahan pada tempat semula! 10. Apakah perbedaan yang ada di antara kedua rangkaian penguat itu ? 2. Aturlah resistor trimer. dan ukurlah tegangan input dan beban dengan menempatkan probe X pada AB dan probe Y pada CB. perhatikan dan catatlah hasil pengukuran tegangan dengan CRO! 8. Hasil Pengukuran pada Penguat Emitor Bersama dan Pengikut Emitor Emitor bersama Pengikut emitor Tegangan Tegangan Teg. sehingga didapatkan gelombang output yang tidak terdistorsi! 6. Analisislah hasil pengukuran sebagaimana yang telah disampaikan dalam teori! 11. Manakah di antara tiga konfigurasi penguat dasar transistor yang mempunyai pengutan mendekati satu ? 15 .

KEGIATAN BELAJAR 4 MERENCANAKAN SEBUAH PAPAN RANGKAIAN TERCETAK SECARA MANUAL Lembar Informasi Papan Berlapis Tembaga Papan berlapis tembaga disebut juga Cupper Clade Board. Papan rangkaian yang terbuat dari bahan serat gelas mampu menangani frekuensi sampai dengan 40 MHZ. Pembuatan papan berlapis tembaga dilakukan dengan cara laminasi yaitu melekatkan lembaran tipis tembaga dengan ketebalan 0. Gambar jalur rangkaian pada kertas transparan ini dapat disebut sebagai film. Substrata dibuat dari bahan Phenolik atau bahan serat gelas (fiber glass). Sebagai kertas transparan dapat digunakan kertas kalkir atau plastik transparasi untuk OHP.0042 inci diatas substrata / alas. Papan Phenolik biasanya berwarna coklat. Tata letak yang dihasilkan kemudian digunakan untuk merancang jalur rangkaian dengan menggunakan kertas trasparan. Untuk mempermudah dalam merancang tata letak digunakan kertas grid. Langkah-langkah pembuatan PRT Langkah-langkah pembuatan papan rangkaian dijelaskan berikut ini: a. Bila dipaksakan akan mengakibatkan kerugian signal. Papan rangkaian yang terbuat dari bahan Phenolik tidak boleh digunakan pada frekuensi di atas 10 MHZ.0014 sampai dengan 0. Papan ini mempunyai warna kehijauan dan semi transparan. Disebut film positip jika gambar jalur rangkaian dibuat 16 . b. Pembuatan PRT diawali dengan merancang tata letak dan jalur rangkaian berdasarkan diagram skema. Caranya yaitu dengan meletakan kertas trasparan (tembus cahaya) di atas gambar tata letak dan kemudian digambar jalur rangkaian.

Pada metode gambar langsung. Diagram Skema Tata letak dan jalur rangkaian pada kertas Transparan (Film) Penggambaran jalur rangkaian pada papan metode langsung Penggambaran jalur rangkaian pada papan metode fotografik Penggambaran jalur rangkaian pada papan metode sablon Gambar 9. 2. jalur rangkaian digambar langsung di atas bahan papan lapis tembaga kosong dengan menggunakan spidol permanen atau bahan tempel yang tahan (resist) terhadap cairan pelarut (rugos). Persiapkan bahan dasar. yaitu metode gambar langsung. 5. 6. Pemberian lapisan cahaya. Disebut film negatif jika yang dihitamkan adalah dasarnya. Etsa (etching). Pencucian. 4.hitam. Penyalinan ini dapat dipilih salah satu diantara tiga metode. 8. 7. Blok diagram proses pembuatan PRT ( Sumber: Modul kompetensi C) Berikut sepuluh langkah-langkah memproduksi papan rangkaian sistem etsa tercetak: 1. Gambar jalur rangkaian pada kertas transparan (film) kemudian disalin ke atas papan lapis tembaga kosong. 3. c. metode fotografik atau metode sablon. sedang yang bening sebagai jalur rangkaiannya. 17 . Pengeringan. Pembersihan. Pembuatan gambar asli positip. Penyinaran.

Ceklah sekali lagi apakah penyambungan sudah betul! 18 ..................... 6...... Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1......... Kertas milimeter blok .......................... 10............... Sambungkan antar komponen pada tata letak dengan pensil sesuai jalur rangkaian! 4........................................ 2......9.... Pensil ..... aturlah tata letak komponen pada kertas tersebut untuk penyesuaian dengan ruang PRT-nya! 3........ 5........... Ketahanan... Cutter .... Penggaris ..................... Pembuatan lapisan lindung.... Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar! 2....................... 4............. Lembar Kerja Alat dan Bahan 1..... 3...... Siapkan rangkaian penguat yang akan dibuat (lihat Gambar 8(a) pada Kegiatan Belajar 3 di atas)! 2............................. Ambillah kertas milimeter blok....................... Plastik transparan ........ Rugos rangkaian elektronika .................... Dalam membuat jalur PCB... hati-hati jangan sampai ada jalur yang hubung singkat! 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 lembar secukupnya 1 lembar Langkah Kerja 1............. Spidol permanen ............................................................ 7........

Jelaskan bagaimana mewujudkan suatu rangkaian pada PRT menggunakan rugos ? 19 . Setelah dilarutkan lakukanlah pembersihan bekas spidol permanen atau rugos! 11. Tariklah jalur pada PRT dengan spidol permanen atau menggunakan rugos khusus untuk rangkaian elektronika sesuai dengan desain pada kertas millimeter blok!. Pindahkan titik-komponen pada kertas milimeter blok ke PRT! 8. a) Penitikan PRT.(a) (b) Gambar 9. b) Persiapan larutan 6. Tempelkan kertas milimetr blok pada PRT! 7. Sampai langkah ini PRT siap untuk dilarutkan. Kembalikan semua alat pada tempat semula! Lembar Latihan 1. Angkatlah kertas milimeter blok dari PRT! 9. Bahan-bahan apa yang dipersiapkan bila akan membuat PRT secara manual ? 3. 10. Apa istilah yang populer untuk menyebut papan rangkaian tercetak dalam bahasa Inggris ? Dilapisi apa bahan tersebut ? 2.

Belum lagi adanya berbagai macam bentuk ukuran dan kemasan untuk satu jenis komponen. Paket program ini dibuat oleh Protel Technology Inc. paket program ini mulai beralih dari DOS ke windows dengan disertai berbagai kemampuan tambahan yang tidak dimiliki pada versi DOS. semula bekerja di lingkungan sistem operasi DOS. terutama pada 20 . yang versi terakhirnya adalah versi 3. Adanya kaki-kaki komponen yang tidak nampak dalam gambar rangkaian tetapi harus ada dalam layout PRT adalah salah satu contoh permasalahan kecil tetapi cukup membuat seseorang perancang malas untuk menggambar rangkaian. Paket program Protel Design Protel design adalah suatu paket software yang berisi program untuk menggambar rangkaian yang disebut Advance Schematic. program untuk membuat pustaka komponen yang dinamakan Advance Schematic Library. Kemampuan 32 bit yang mulai diterapkan sejak Protel Design for Windows versi 1. serta program untuk merancang layout PRT yang disebut Advance PCB.KEGIATAN BELAJAR 2 MERENCANAKAN SEBUAH PAPAN RANGKAIAN TERCETAK MENGGUNAKAN PAKET PROGRAM KOMPUTER Lembar Informasi Kalangan profesional atau penggemar elektronika pasti pernah mengalami kesulitan dalam menggambar rangkaian elektronika atau merancang layout PRT yang baik. Dengan semakin populernya sistem operasi Windows. Ketidasamaan gambar rangkaian dengan layout PRT merupakan masalah utama dalam perancangan PRT suatu rangkaian elektronika.5 semakin membuat paket program ini lebih baik.

f. Memulai bekerja dengan PCB editor untuk membuat file baru dapat dipilih menu File/New. b. Mengatur tata letak komponen. sedangkan untuk membuka file yang telah tersimpan digunakan File/Open. Satuan ukuran yang digunakan. Program ini berfungsi untuk menggambar skema rangkaian elektronika. e. 21 . Mengatur tata letak komponen dengan auto place. d. silk screen overlay. Advance Schematic Library. Advance Schematic. Merancang PCB dengan file netlist schematic. program ini berfungsi untuk merancang tata letak jalurjalur konduktor di atas PRT. g. Memperbaiki kesalahan dengan bantuan file report. Menggambar skema rangkaian merupakan langkah pertama dalam merancang PRT 2. program ini berfungsi untuk menambah simbol-simbol komponen baru atau mengubah dan memperbaiki simbol-simbol komponen yang telah ada sehingga dapat memenuhi keinginan perancang 3. c. Di antara delapan layer yang sering dipakai adalah: copper trace layer. solder mask layer. Ada delapan macam layer yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. Mengatur tata letak komponen.kemampuan untuk membuat jalur rangkaian PRT secara otomatis yang dinamakan Advance Route. Bagian-bagian yang perlu diperhatikan dalam merancang jalur PCB dengan program Protel adalah: a. Bekerja dengan Protel harus dipahami tentang layer atau lapisan karena layer merupakan lembar kerja dalam perancangan PCB. Advance PCB. Bagian-bagian Protel Design for Windows: 1. Mengecek komponen dan jalur rangkaian. keep out layer dan mechanical layer.

......... Plastik transparan khusus untuk komputer............ Lakukan proses berikutnya dengan metoda penyinaran atau etsa! Sampai disini PRT siap dilarutkan! Lembar Latihan 1...... 2... Simpanlah file secara periodik untuk menghindari sewaktu listrik mati! 1 unit 1 unit 1 lembar Langkah kerja 1......... Komputer dengan software Protel .. Mengapa dalam pencetakan digunakan plastik transparan bertanda khusus? 2.......... 3............ Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1... Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar! 2... Ceklah sekali lagi apakah penyambungan sudah betul! 6.... Apa yang anda ketahui tentang Program Protel Design ? 22 ..Lembar Kerja Alat dan Bahan 1. Printer ........ Sambungkan antar komponen pada tata letak dengan mengikuti perintah-perintah file dan edit hingga semua jalur tersambung! 5....... Siapkan rangkaian penguat yang akan dibuat! 2. Bukalah software program Protel For Windows untuk merancang PRT! 4.......... Bagian manakah dari proses pembuatan jalur PRT menggunakan program Protel yang paling sulit! 3. Cetaklah gambar jalur PRT dengan plastik tranparansi bertanda khusus untuk printer! 7....... Hidupkan komputer! 3...........

Buatlah layout untuk diwujudkan dalam PRT sebuah skema rangkaian penguat pengikut emitor seperti Gambar 10 di bawah ini.LEMBAR EVALUASI Pertanyaan 1. Apa perbedaan pokok antara penguat emitor bersama dengan pengikut emitor ? Apa kata lain dari pengikut emitor ? 4. Jelaskan prinsip kerja penyearah gelombang penuh sistem jembatan! Bagaimana aliran arus terjadi ? 2. Rangkaian Penguat Pengikut Emitor Kriteria Kelulusan Kriteria Kognitif (soal no. Kemudian berilah tanda pada titik-titik yang mungkin dapat dipakai sebagai titik pengamatan (tes point)! Gambar 10. 1 s/d 3) Kebenaran langkah kerja Kebenaran hasil kerja Kerapian hasil kerja Ketepatan waktu Skor (1-10) Bobot 3 2 2 2 1 Nilai Akhir LEMBAR JAWABAN LATIHAN Syarat lulus nilai minimal 70 Nilai Keterangan 23 . Bagaimana mencocokkan antara impedansi input dengan sumber sinyal ? 3.

Pengaruh yang dirasakan adalah efek pembebanan pada tahanan input yang lebih rendah dari impedansi sumber. Hal ini terjadi apabila tegangan input setengah dari tegangan sumber 4. Tegangan output penyearahan dikurangi 2 VF karena pada sistem jembatan ada dua buah dioda yang terhubung seri Kegiatan Belajar 2 1. Akibatnya nilai tegangan input menjadi tidak terasa pengurangannya. Akibatnya nilai tegangan input menjadi turun. Untuk dua dioda menggunakan transformator CT sedangkan empat dioda menggunakan transformator biasa. Penyearah gelombang penuh ada dua macam yaitu penyearah yang menggunakan dua buah dioda dan penyearah yang menggunakan empat buah dioda. hanya bedanya terletak pada pengurangan nilai tegangan diodanya yakni Vf dan 2Vf.Kegiatan Belajar 1 1. Hasil tegangan penyearahan hampir sama. 2. 3. 3. Pengaruh yang dirasakan adalah tidak dirasakannya efek pembebanan pada tahanan input yang lebih besar dari impedansi sumber. 2. termasuk pula transformator penurun tegangannya. Penyarah yang menggunakan empat buah dioda disebut penyearah jembatan. Kegiatan Belajar 3 24 . Nilai maksimum impedansi input adalah sama dengan impedansi sumber. Dengan demikian perbedaan antara dua bentuk penyearah adalah jumlah dioda yang digunakan. Tahanan input yang sama dengan impedansi sumber disebut jodoh/sesuai (match).

satu dari kolektor. setelah itu rugos khusus untuk membuat jalur diletakkan pada PRT termasuk juga rugos komponen. 2. Papan tersebut dilapisi tembaga tipis. Pengambilan titik output berbeda. 3. spidol permanen atau rugos. Digunakan plastik khusus agar tinta dapat melekat pada plastik tersebut dan tentu saja plastik ini lebih tahan terhadap panas. 2. Perbedaan impedansi input dan out berbeda. PRT dibersihkan kemudian layout rangkaian disalin pada PRT. Program Protel Design merupakan suatu paket software yang berisi program untuk menggambar rangkaian yang disebut Advance Schematic. Ada tiga konfigurasi dasar penguat transistor. Besar penguatan juga berbeda. Biasanya dipakai plastik untuk mencetak dengan printer laser jet. pengikut emitor (penguat kolektor bersama). 2. penitik dan larutan ferriclorid. PRT dalam bahasa Inggris disebut PCB (Printed Circuit Board). Penguat yang mempunyai penguatan mendekati satu adalah penguat pengikut emitor. satunya dari emitor.1. PRT. Proses yang paling sulit adalah menyambungkan antar kaki pada komponen-komponen. yaitu: penguat basis bersama. 3. serta program untuk merancang layout PRT yang disebut Advance PCB Kunci Jawaban Lembar Evaluasi 25 . penguat emitor bersama. Kegiatan Belajar 4 1. Kegiatan Belajar 5 1. 3. program untuk membuat pustaka komponen yang dinamakan Advance Schematic Library.

kemudian melewati beban. Cara mencocokkan antara impedansi input dengan sumber sinyal ada dua. - 26 . Kata lain dari pengikut emitor adalah penguat kolektor bersama. yang outputnya diambil pada emitor. Bila besarnya kedua impedansi tersebut sama berarti rangkaian sudah jodoh (match) dan tinggal menggabungkan saja. D4 bekerja arus mengalir. dan kembali ke terminal sekender trafo. 3. Saat ayunan gelombang AC negatif. Prinsip kerja penyearah gelombang penuh sistem jembatan: Tegangan AC 220 V diturunkan oleh trafo step-down. 4. Penguat emitor bersama mempunyai penguatan tinggi sedangkan pengikut emitor penguatannya hanya mendekati satu. Perbedaan pokok antara penguat emitor bersama dengan pengikut emitor adalah pada penguatannya. Ayunan gelombang AC positip disearahkan oleh D1. Ini dilakukakan bila kedua impedansi input tidak sama besar. yaitu pada kolektor atau emitor. Demikian berlangsung terus menerus. arus mengalir melewati beban. Pertama dengan mengukur besarnya impedansi input dan impedansi output. Juga perbedaan dapat dilihat dari cara pengambilan outputnya. 2. D2.1. D2 dan kembali ke terminal sekender trafo. Kedua penggunaan atenuator atau penyesuai impedansi.

1983.0 for Windows. Menggambar Rangkaian dan Merancang PCB dengan Protel Design 2. 1988. New Jersey: Prentice Hall Inc.DAFTAR PUSTAKA Hughes. Barry. Kristiono. 2000.. Illustrated Guide Book to Elektronic Device and Circuits. terj. Jakarta: Penerbit Dinastindo. Frederick W. 27 . H. Jakarta: PT. Elektronika Praktis. Woollard. Pradnya Paramita. Tim HME Unibraw.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful