P. 1
Motor Performance Plus5

Motor Performance Plus5

|Views: 4,523|Likes:
Published by aazyx

More info:

Published by: aazyx on Feb 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2012

pdf

Bensin

Jenis bahan bakar di indonesia terdiri dari beberapa jenis yaitu : 1) Premium 2) Pertamax 3) Pertamax plus 4) Solar Dan yang sering digunakan pada umumnya adalah Bensin (premium) sifat utama bensin (Premium) sebagai bahan bakar mesin penggerak sepeda motor haruslah mempunyai sifat-sifat berikut: a) mempunyai nilai bahan bakar yang tinggi b) mempunyai kesanggupan menguap pada suhu yang rendah. c) uap bahan bakar haruz dapat dinyalakan dan terbakar segera dalam campuran dengan perbandingan yang cocok terhadap oksigen. d) bahan bakar dan hasil-hasil pembakarannya tidak beracun atau membahayakan kesehatan. e) harus dapat diangkut dan disimpan dengan mudah dan aman.

Karburator
bagian dan fungsi dalam karburator a) katup gas throttle valve 1) untuk mengatur jumlah campuran bensin dengan udara yang akan dimasukkan ke dalam ruang bakar. 2) bentuk celah pada bagian bawah katup gas bagian bawah berfungsi untuk penutup saluran udara (disebut choke) akan tetapi pada bagian permukaan tersebut terdapat lekukan yang berfungsi sebagai daerah venturi pada saat pembukaan katup mencapai 1/8 sampai 1/4. b) jarum penyiram/jet needle. untuk mengatur jumlah campuran bensin dengan udara yang mengalir melalui saluran penyiram(spuyer) pada saat dari 1/4 sampai 3/4 pembukaan katup. c) penyiram stasioner/slow jet mengatur jumlah bensin yang digunakan pada waktu putaran stasioner. d) penyiram utama/main jet mengatur jumlah bensin yang digunakan pada waktu putaran stasioner.

e) ruang pelampung/float chamber tempat menampung sementara bensin yang akan dialirkan ke ruang bakar f) pelampung (float) untuk mempertahankan tinggi permukaan bensin di dalam ruang pelampung agar selalu tetap dan tetap g) sekerup penyetelan udara(air screw) megatur jumlah udara yang akan bercampur dengan bensin. h) sekerup penyetelan gas (stop screw) mengatur posisi pembukaan katup pada dudukan terendah untuk menentukan putaran stasioner. i) cuk (choke) untuk menutup saluran udara agar terjadi percampuran kaya dengan sementara apabila menghidupkan mesin pada waktu mesin dan cuaca dalam keadaan dingin j) penyiram udara( air jet) mengontrol jumlah udara yang menuju main jet dan slow jet agar terjadi percampuran kaya pada kecepatan tinggi dan percampuaran miskin pada putaran rendah.

Saluran Gas Buang
Pembakaran bahan bakar berlangsung sebagai ledakan yang sangat cepat di dalam ruang bakar dan menimbulkan suara yang Sangat bising sekali. Untuk meredamkan suara yang membisingkan itu, maka gas hasil pembakaran yang mengalir keluar melalui katup/klep buang tidak langsung dilepaskan ke udara luar/udara terbuka, melainkan disalurkan terlebih dahulu ke dalam peredam suara (muffler atau knalpot) Sebenarnya fungsi peredam suara disamping meredam suara mesin, juga untuk mengatur arah aliran gas-gas hasil pembakaran agar mengalir dengan teratur. Pengaturan yang baik dapat membantu memperbesar tenaga yang dihasilkan mesin, olch karcna itu bcntuk pcrcdam suara untuk setiap jenis motor dirancangkan sedemikian rupa di pabrik sehingga menghasilkan tenaga yang optimum disamping mcngsluarkan suara mesin yang tidak terlalu bising, Perubahan pada bentuk dan ukuran peredam suara tanpa memperhitungkan hal tersebut di atas biasanya tidak menghasilkan tenaga mesin yang lebih besar melainkan sebaliknya tenaga mesin menurun.

Fungsi kopling
Fungsi kopling adalah sebagai penghubung dan pemutus tenaga putaran mesin dari poros engkol. Pada umumnya kopling terletak diantara primer reduksi dan transmisi, atau untuk tipe lain yang terletak pada

poros engkol. Ada dua jenis kopling yang digunakan pada sepeda motor, yakni: a. Kopling Otomatis adalah kopling yang bekerja berdasarkan gaya sentrifugal, yang menghubungkan serta memutuskan tenaga mesin, tergantung dari putaran mesin itu sendiri. Susunan pemasangan komponen-komponen pada kopling otomatis akan menempatkan kanvas kopling dan pelat kopling merenggang, hal ini berbeda dengan susunan pemasangan komponen-komponen pada kopling manual, dimana antara pelat dan kanvas kapling merapat. Pada saat mesin putaran lambat, kanvas dan pelat kopling masih merenggang sehingga putaran mesin dari poros engkol belum terhubung menuju transmisi dan roda belakang. Pada saat putaran mesin bertambah gaya sentrifugal mulai bekerja pada pemberat kopling sehingga pemberat bergerak menekan pelat kopling, hal ini akan menghasilkan merapatnya kanvas dan pelat kopling sehingga putaran mesin dan poros engkol akan dihubungkan ke transmisi dan akan dilanjutkan ke roda belakang. b. Kopling Manual adalah kopling yang bekerja secara manual yang dilakukan oleh pengendara itu sendiri. Mekanisme kerja kopling adalah putaran mesin dari poros engkol yang akan diteruskan oleh kopling menuju transmisi dan ke roda belakang, pada saat kanvas kopling dan pelat kopling merapat, akan tetapi putaran mcsin dari poros engkol menuju ke transmisi akan terputus jika kanvas dan pelat kopling merenggang. Kopling adalah alat yang memenuhi persyaratan. a. Dapat meneruskan putaran poros engkol ke transmisi (persneling). b. Dapat melepaskan hubungan antara poros engkol mesin dengan transmisi. c. Dapat meneruskan perputaran poros engkol mesin ke transmisi secara berangsur-angsur secara merata tanpa hentakan. Bagian-bagian kopling Kopling terdiri atas dua bagian utama: a. Rumah kopling (Clutch outer drum) yang ikut bérputar dengan poros engkol digerekkan oleh roda gigi pada ujung poros engkol). b. Pusat kopling (Clutch center) yang dipasang pada ujung poros utama persneling. Untuk meneruskan perputaran rumah kopling ke pusat kopling dipakai susunan pelat-pelat gesek (kanvas kopling) dan pelat-pelat baja yang saling bersentuhan. a. Pelat-pelat gesek (friction plates) mengikuti gerak memutar rumah kopling (lidah-lidahnya terkait pada rumah kopling). b. Pelat—pelat baja mengikuti gerak memutar pusat kopling (lidah-lidahnya terkait pada spie-spie pada pusat kopling). Agar pelat-pelat gesek dan pelat-pelat berputar bersama-sama sebagai satu kesatuan maka ditekan bersama oleh pegas-pegas yang kuat. Dengan mengurangi tekanan pegas arah susunan pelat-pelat gesek atau pelat baja, maka kopling akan slip, ialah perputaran rumah kopling tidak diteruskan seluruhnya ke pusat kopling. Bila tekanan pegas atas susunan pelat-pelat gosok/pelat-pelat baja ditiadakan, maka pusat kopling tidak digerakkan lagi 0Ieh perputaran rumah kopling. Alat yang

mengatur besarnya tekanan pegas atas susunan pelat-pelat gesek pelat-pelat baja adalah pelat pengangkat (lifter plate) yang digerakkan oleh handel kopling. Prinsip Kerja Kopling kopling primer berfungsi untuk melayani start jalan, sedangkan kopling sekunder berfungsi untuk melayani pengoperan gigi. a. Kopling Primer Terletak pada poros engkol yang terdiri dari: (1) Outer clutch berputar bebas pada poros engkol, (2) Inner clutch berputar mcngikuti putaran poros engkol. (3) Drive plate (bandul) berupa kanvas yang terletak pada inner club, yang berfungsi sebagai pcnghubung putaran dari Inner Club ke Outer Clutch. (4) Drive gear sebagai penghubung cuter clutch dengan kopling sekunder Cara kerja kopling primer Pada saat mesin berputar stasioner (lambat), drive plat (bandul) belum bekerja, sehingga outer clutch praktis belum berfungsi. baik pada saat memindah gigi perseneling ataupun pada saat start jalan.

Keterangan: 1. Roda gigi penggerak primer 2. Roda gigi yang digerakkan primer 3. Rumah kopling 4. Pelat pendorong 5. Rol pemberat 6. Pelat kopling 7. Bush kopling 8. Penutup 9. Pelat gesek 10. Rol pemberat 11. Poros utama 12. Penahan rol 13. Poros engkol

Secara lengkap dan umum cara kerja kopling dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Handel kapling ditekan. 2. Tangkai pelepas kopling (clutch release lever) tertarik oleh kabel kopling. 3. Nok pelepas (release cam) pada poros tangkai pelepas kopling mendorong batang pengangkat (lifter rod). 4. Batang pengangkat menekan pengangkat (lifter pin) dan pelat pengangkat (lifter plate). 5. Pelat pengangkat menekan pegas-pegas kopling dan mendorong piringan penekan (pressure plate) sehingga menjauhi susunan pelat-pelat gesek kopling. 6. Terjadilah jarak renggang kecil diantara pelat-pelat gesek dan pelat-pelat baja sehingga perputaran rumah kopling tidak diterusan lagi ke pusat kopling. Dengan melepaskan handel kopling secara perlahan-lahan maka gaya tekan pegas sedikit demi sedikit diteruskan kembali pada susunan pelat-pelat gesek kopling, yang pada akhimya pelat-pelat baja beserta pusat kopling mulai mengikuti perputaran rumah kopling secara merata. Mekanisme kopling terdiri atas: 1. Gigi primer kopling, 2. Rumah kopling 3. Kanvas kopling (pelat gesek), 4· Pelaf kopling. 5. Pegas kepling, 6. Pengikat kopling (baut), 7. Kopling tengah 8. Pelat tutup dan pelat dasar, 9. Klep penjamin, dan 10. Batang penekan. Kopling Mekanik Cara kerja kopling mekanik ialah apabila mesin dihidupkan dan perseneling masuk, sedangkan handel kopling tidak ditarik maka kopling bekerja menghubungkan putaran mesin sampai ke poros primer persneling, putaran poros engkol diteruskan oleh roda gigi utama (primer) poros engkol ke roda gigi utama (primer) kopling, sehingga rumah kopling dengan kanvasnya ikut berputar. Karena kanvas kopling dijepit oleh pelat kopling yang mendapat tekanan dan pegas-pegasnya, maka putaran kanvas diteruskan ke pelat-pelat tersebut, selanjutnya putaran ini diteruskan ke poros primer persneling.Apabila pada saat mesin hidup dan persnelmg masuk, handel kopling ditarik maka tali kopling menarik tuas dan tuas mendorong pen pendorong. Pen pendorong menekan tutup pegas sehingga pelat dasar mundur, dengan demikian pelat-pelat penjepit kanvas kopling merenggang, yang berarti pula putaran mesin hanya sampai ke kanvas kopling saja, hal inilah yang disebut kopling memutus hubungan.

Pada saat kendaraan sedang berjalan proses pemindahan gigi adalah sebagai berikut : Sewaktu pedal persneling (transmisi) ditekan, handel kopling akan memutar kam pengangkat (lifter cam), sehingga posisi peluru memiliki penahan bola yang merapat dengan kam pengangkat serta akan berpindah tempat. Hal ini akan menyebabkan kam pengangkat terdorong dan selanjutnya akan mendorong kopling luar (outer cluth), akibat terdorong outer cluth maka posisi pelat kopling yang sedang ditekan 0leh pemberat bergerak menjauhinya, hal ini akan mengakibatkan pelat dan kanvas kopling kembali merenggang sehingga pengoperan gigi dengan mudah dapat dilakukan, karena akibat merenggangnya kanvas dan pelat kopling, hal ini berarti putaran poros engkol ke transmisi terputus. Kopling Otomatis Kopling otomatis ialah kopling yang cara bekerjanya diatur oleh tinggi atau rendahnya putaran mesin itu sendiri, seperti halnya dengan kopling mekanik, maka kopling otomatis juga ada yang berkedudukan pada poros engkol dan ada juga yang berkedudukan pada poros primer persneling. Mengenai mekanisme atau peralatan koplingnya tidak berbeda dengan peralatan yang terdapat pada kopling mekanik, hanya tidak terdapat perlengkapan handel dan sebagai penggantinya pada kopling atomatis ini terdapat alat khusus yang bekerja secara otomatis pula, yakni: (1) Otomatis kopling, yang terdapat pada kopling tengah, untuk kopling yang berkedudukan pada pores engkol. (2) Rol pemberat yang berguna untuk menekan pelat dasar waktu digas. (3) Pegas kopling yang lemah, berguna pada waktu mesin hidup lambat,koplingnya dapat netral, (4) Pegas pengembali untuk mengembalikan dengan cepat dari posisi masuk ke posisi netral, bila mesin hidup dalam putaran tinggi menjadi rendah.

Kopling Ganda Kopling ganda terdiri dari kopling primer yang bekerja berdasarkan gaya sentrifugal dan kopling sekunder yang bekerja secara konvensional atau disebut juga garpu kopling (shift clutch). Bagian-bagian kopling primer adalah: (1) Clutch Shoe (sepatu kopling) yang berputur mengikuti poros engkol. (2) Clutch Drum (rumah kopling) yang berhubungan dengan kopling konvensianal. Mekanisme kerja kopling ganda, yaitu: Pada saat poros engkol putaran rendah (mesin putaran lambat), clutch shoe (sepatu kopling) belum mengembang, karena masih tertahan oleh pegas, dengan demikian clutch drum (silinder kopling)-pun belum berputar, pada saat putaran mesin mulai meninggi maka sepatu kopling mulai mengembang karena adanya gaya snritrifugal. Dengan mengembangnya sepatu kopling maka silinder kopling akan ditekan (seperti proses rem tromol) dan berputar. Selanjutnya akan meneruskan putarannya ke kopling sekunder dan kopling sekunder akan melakukan prosesnya Seperti halnya kopling kanvensional yang telah dijelaskan, kopling ganda digunakan pada sepeda motor Honda dengan tujuan untuk mengatasi hentakan pada saat sepeda motor masuk gigi satu pada awal start.

Mekanik Transmisi
Transmisi disebut juga pemindah gigi yang dapat bekerja oleh beberapa peralatan, antara lain: a. Gear shift fork kiri, kanan dan tengah (roda gigi lengan garpu), b. Gear shift drum (roda gigi silinder garpu). c. Shift drum stopper (penghenti silinder garpu), d. Gear shift positive stopper (penghenti roda gigi garpu positip). Pada saat pedal pemindah roda gigi transmisi ditekan maka poros roda gigi garpu akan berputar dan menyebabkan pula berputamya roda gigi silinder garpu, dengan berputamya silinder garpu akan menggerakkan garpu pemindah gigi ke arah pergerakan jalur yang ada pada silindcr garpu, sehingga gigi transmisi yang berhubungan dengan garpu pemindah, akan bergerak sesuai dengan pergerakan garpu pemindah pada jalur sehingga proses perpindahan gigi akan berlangsung sesuai dengan perpindahan gigi yang dikehendaki. Berikut ini adalah skema sistem transmisi (persneling) dari Honda dengan 4 kecepatan: Proses cara kerjanya adalah sebagai berikut : Kecepatan satu: Gigi geser C3 didorong mengikuti arah panah sampai tonjolan-tonjolan penghubungnya masuk ke dalam lubang-lubang di dalam sisi roda gigi bcbas C1

Kecepatan dua: Roda gigi geser C3 dilepaskam dari C1, roda gigi geser M4 digeser ke roda gigi bebas M2 sampai bergabung dengannya. Kecepatan tiga: Roda gigi geser M4 digeser lepas dari M2, mengikuti arah panah sampai bergabung dengannya. Kecepatan empat: Rode gigi geser M4 dilepaskan dari M3, roda gigi geser C3 digeser mengikuti panah sampai bergabung dengan roda gigi bebas C4 a. Poros utama (main shaft) M1 = gigi mati M2 = gigi bebas M3 = gigi geser mati M4 = gigi bebas M5 = gigi mati b. Poros lawan (counter shaft) C1 = gigi bebas C2 = gigi bebas C3 = gigi bebas C4 = gigi mati geser Apabila kita akan mengoper/memindah gigi ke gigi satu, hal ini berarti gigi C1 harus mendapat putaran dari poros utama,oleh karena itu gigi C1 harus dibuat gigi mati, agar bisa memutarkan poros lawan, yaitu dengan cara menggeser gigi mati geser C4 ke arah gigi C1 agar dog pada gigi C4 masuk ke dalam dog hole pada gigi C1 sehingga gigi C1 akan berubah menjadi gigi mati. Jenis Kick Starter a. Primary starter Roda gigi starter pada poros utama berputar bebas pada porosnya, tetapi saling berhubungan dengan rumah kopling dimana gigi-gigi pada rumah kopling itu saling berhubungan dengan poros engkol, Dengan demikian apabila roda gigi starter pinion berputar, akan menggerakkan roda gigi starter pada poros utama dan poros konter sehingga timbul tenaga untuk memutarkan rumah kopling sekaligus juga poros engkolnya. Keuntungan dari tipe starter primer ini adalah bahwa motor dapat dihidupkan meskipun transmisi berada dalam salah satu kecepatan, hal ini disebabkan karena roda gigi starter pada poros utama dapat berputar bebas pada porosnya, dan kopling harus ditekan agar gigi transmisi tidak ikut berputar. b. Konvensional Starter Pada jenis ini roda gigi starter pada poros konter dan pada poros utama mempunyai fungsi juga sebagai roda gigi transmisi pertama (gigi satu), karena gigi pertama pada poros utama konstruksinya menjadi satu dengan porosnya, sedangkan poros tersebut berkaitan terhadap pusat kopling/kopling tengah atau

clutch center, maka starter tidak berfungsi bila transmisi berada dalam salah satu kecepan meskipun kopling di tekan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada jenis ini mesin baru dapat dihidupkan dengan kick starter apabila posisi gigi transmisi dalam keadaan netral Jenis roda gigi starter pinion adalah: a. Jenis Ratchet Pada jenis ini roda gigi starter pinion selalu saling berhubungan (constant mesh) dan bebas berputar bersama dengan roda gigi starter pada poros konter, apabila pedal kick starter ditekan maka ratchet (roda pawl) akan bergeser ke arah roda gigi pinion dan merapat. Akibatnya tenaga putaran poros starter disalurkan melalui ratchet ke roda gigi starter pinion untuk menggerakkan roda gigi starter pada poros engkol. Bergesernya ratchet saat poros starter berputar adalah akibat dari jalur-jalur pada poros yang berbentuk "helical". Ratchet adalah suatu alat yang bergigi dan berpasangan dimana apabila saling bersentuhan, meneruskan pergerakkanya ke arah perputaran tertentu, dan tidak meneruskan pergerakkanya ke arah perputaran yang berlawanan dengannya. b. Jenis slide pinion Pada jenis ini rode gigi pinion dalam keadaan bebas tidak saling bersemuhan dengan roda gigi starter pada poros konter, saat pedal kick starter ditekan, roda gigi pinion akan bergeser dan akan saling berhubungan dengan roda gigi starter pada poros konter Starter sepeda motor yang umum digunakan adalah : a. Sistem kick starter (mesin akan mulai berputar karena dorongan kaki pada pedal kick starter). b. Sistem elektrik starter (starter dengan menggunakan motor listrik). a. Sistem kick starter Bagian-bagian peralatan yang saling berhubungan pada sistem kick starter adalah: (1) Pedal kick starter (2) Batang/poros starter (3) Roda gigi starter pinion (4) Roda gigi starter pada poros penggerak (poros konter/counter shaft) (5) Roda gigi starter pada poros utarna (main shaft) (6) Rumah kopling (7) Roda gigi penggerak (penggerak rumah kopling dengan poros engkol) (8) Poros engkol (9) Batang penggerak (10) Torak Dari susunan bagian peralatan yang saling berhubungan tersebut di atas dapat di jelaskan bahwa dengan satu kali ayunan kaki pada pedal kick starter dapat mongakibatkan bergeraknya torak untuk mengadakan menghisap bahan bakar, mengkompresi bahan bakar, busi mengeluarkan bunga api sehingga akibatnya mesin dapat hidup. b. Sistem starter listrik (elektrik) Pada sistem ini terdapat motor starter yang digerakkan oleh adanya arus listrik dari baterai (aki), tenaga putaran dari motor starter diteruskan melalui rantai ke roda gigi Starter yang terdapat pada poros engkol,

dengan berputarnya poros engkol maka mesin dapat dihidupkan. Fungsi minyak pelumas secara keseluruhan ialah untuk mencegah atau mengurangi : a) gesekan b) persentuhan bidang kerja c) pemanasan yang berlebihan d) keausan e) karat f) pengendapan kotoran

Memasang screen di motor!
Gambar 1

Gambar 2

Enggak selamanya part aksesori untuk mobil itu gak bisa diaplikasi ke sepeda motor. Mau bukti?

Ternyata pelindung kaca depan mobil yang biasa disebut sun screen bisa dipakai untuk melindungi jok motor dari panas matahari, lo! Nah mumpung sudah masuk musim pancaroba yang sebentar lagi jadi musim kemarau, enggak ada salahnya sedia payung sebelum panas! "Cara bikinnya gampang kok, cuma butuh sun screen dan braket buat mengaitkan peranti itu," ujar Supri dari Fuji Motor. Mau ikutan aplikasi? Pertama sediakan dulu sun screen yang banyak dijual di toko aksesori mobil. Di pasaran, tersedia dengan dua model. Ada yang berpori dan polos (gbr.1) dengan bermacam pilihan warna dan gambar," ujar Titi dari New Star Motor. Untuk masalah harga, tersedia mulai dari Rp 25-35 ribuan. "Oh iya, jangan lupa! Sun screen-nya yang untuk kaca depan mobil ya. Kalau enggak, peranti ini gak bisa menutupi seluruh permukaan jok motor," wanti Supri. Gambar 3

gbr.4

Oke langsung saja ya! Pertama siapkan dulu braket yang biasa dijual di toko audio mobil. Satu buah biasa dihargai Rp 5-10 ribu, nah untuk aplikasi sun screen ini butuh dua buah. Jadi, silakan tebus dengan budget Rp 10-20 ribu. Kalau sudah, monggo tekuk ujung braket menyerupai huruf J dilanjutkan dengan menekuk ujung yang satunya lagi menjadi dua bagian (gbr.2). Kalau sudah, lakukan juga langkah ini pada braket yang satunya lagi. Gambar 5

Sampai sini, giliran memasangkan braket pada sun screen yang sudah ditebus tadi. Pertama, kaitkan karet penarik screen dengan braket di bagian yang sudah dilipat jadi dua (gbr.3). Kalau sudah, lakukan lagi langkah tersebut dengan braket yang satunya di bagian besi penyangga sun screen (gbr.4). Nah kalau mau lebih kuat, ikat saja bagian braket yang dilipat jadi dua dengan memanfaatkan baut dan mur ukuran 8 di tiap braket. Kalau sudah, giliran cara aplikasinya di motor. Untuk motor sport, silakan kaitkan braket pertama di buntut sadel motor dan braket yang satunya di bagian ujung depan tangki. Untuk bebek atau skutik, berhubung posisi tangki ada di bawah sadel, jadi silakan kaitkan ujung yang satunya di cover tengah bagian atas yang berseberangan dengan cover headlamp bagian belakang (gbr.5). Nah, pasang pelindung ini saat Anda memarkir besutan biar tak terpapar sinar matahari langsung.

Setel headlamp Suzuki Skywave & Skydrive donk?
Merasa sorot lampu utama pada Suzuki Skywave atau Skydrive Anda ketinggian? Atau justru jangkauan sinarnya terlalu pendek? Wah, itu tandanya harus disetel lagi tuh, posisi headlamp-nya.

Jangan sampai terlalu tinggi, sehingga pengendara lain di depan silau atau terlalu pendek, sehingga tak bisa menerangi jalan. Nah, kedua skutik di atas memang satu ras alias sama-sama lansiran PT Indomobil Niaga International (IMNI) dan sama-sama punya dua buah headlamp. Tapi saat menyetel penerang utamanya itu ada sedikit perbedaan caranya. Berikut ini detailnya! Gambar 1

Gambar 2

Skywave Untuk bisa bikin headlamp-nya lebih menunduk atau menengadah, tak perlu copot cover. Tapi mesti meraba-raba. Lho, kok? "Iya. Sebab baut yang dipakai buat setelan, letak persisnya di balik batok lampu dan posisinya di tengah-tengah," kata M. Haris, kepala mekanik dealer resmi Suzuki di Jl. Panjang, Kebon Jeruk, Jakbar (gbr.1). Meski hanya pakai baut ukuran 10 dan adanya hanya 1 biji, jangan dikira mudah nyetel headlamp itu. Dengan posisi yang nyempil di tengah-tengah dan ruang yang sempit, penyetingan perlu alat khusus. "Kita di sini pakai alat yang biasanya dipakai buat setel klep Suzuki Thunder, tapi harganya Rp 300 ribuan. Selain itu, kunci sok ukuran kecil bisa jadi alat untuk setel headlamp Skywave," terang pria berkulit putih ini.

Gak ada kunci sok? Jangan berkecil hati. "Bisa pakai obeng kembang. Putar ke kanan untuk sorotan lampu yang lebih jauh dan ke kiri untuk sebaliknya," ujar Steven, mekanik bengkel modifikasi Mandiri Sakti Modification di Jl, Padjajaran, Pamulang (gbr,2). Gambar 3

Gambar 4

Skydrive Bila di saudara tuanya hanya punya 1 baut buat setel lampu utamanya, maka di Skydrive ada 2 baut. "Jadi tiap headlamp ada setelannya. Namun ukuran bautnya sama yaitu 10 dan letaknya ada di balik kedok headlamp masing-masing," terang M. Haris (gbr.3). Dengan posisi ruang gerak lebih bebas, maka soal setel headlamp Skydrive yang juga gak perlu lepas cover jadi lebih gampang. Alat yang bisa digunakan juga banyak, mulai dari kunci sok kecil, kunci pas juga kunci ring. "Pakai obeng kembang seperti penyetelan pada Skywave juga bisa kok," kata Steven (gbr.4).

Kabel spidometer Suzuki Spin anda terutus?
Di tengah perjalanan, Rika warga Kemanggisan, Jakbar ini sempat bingung pada besutannya Suzuki Spin. "Ketika motorku dipacu, jarum kilometernya enggak mau bergerak. Padahal gas sudah dimainkan. Kenapa, yah?" bingungnya. Terpaksa deh, wanita ini pun mampir ke bengkel terdekat yang ia kenal. Setelah melakukan cek & ricek, "Sudah pasti dari kabel spidometernya yang putus," ucap Ryan pemilik bengkel Adea Motor (AM) di daerah Joglo, Jakbar. Bisa juga, toh? Gambar 1

Gambar 2

Penyebab utamanya, dari gigi nanas gir spidonya kotor dan berkarat, "Kalo gir spidonya kena, putarannya jadi gak normal. Ini yang bikin beban lebih ke kabel spidometer, akibatnya putus kawat dalamnya," tambahnya. Part penggantinya ada? Tenang, berhubung part ini lumayan jarang di pasaran, pria ini gak pernah kehabisan akal, "Bisa pakai kepunyaan Suzuki Smash kok. Sama persis dengan Spin, harganya pun lebih murah, Rp 25 ribu, dibanding aslinya Spin Rp 53 ribu," ungkapnya. Woow..! Karena penyakitnya ketahuan, siap bongkar nih? Tapi sebelum memulai, pasang standar tengah dulu

besutan Anda dan kita siapkan peralatan yang diperlukan. Selain part itu sendiri, juga obeng kembang, kunci ring 14 dan tang. Proses awal kita kendurkan dan lepas dua spion dulu memakai tang. Selanjutnya, longgarkan dan copot tiga buah baut pengancing cover lampu tersebut menggunakan obeng kembang. Baut pertama berada di bawah lampu dan yang kedua di cover bagian dalam (gbr.1). Kemudian lepas batok dari posisinya. Gambar 3

Next.. lepaskan sekrup kabel spidonya yang menempel dengan spidometer (gbr.2) dan juga sekrup kabel yang berada di gir spido memakai tang. Kalau sudah, ganti deh komponen yang sudah kita siapkan. Berikutnya, buat mencopot gir spidonya, putar ke arah kanan dengan kunci ring 14 baut as rodanya hingga lepas. Tinggal kita tarik as rodanya dengan tangan, tetapi hanya sebatas setengah pelek saja yah. Sudah? "Lap deh sama kain basah gigi nanas gir spidonya. Jangan pakai bensin, sebab bisa merusak sil girnya," sarannya. Untuk mengeringkan, cukup pakai kain bersih dan terakhir lumasi dengan gemuk lagi (gbr.3). Kelar, langsung saja dirunut ulang yang sudah kita lakoni tadi di awal, saat kita mencopot bagianbagian motor. Setalah itu rapikan lagi kerjaan kita.

Setting karburator setelah ganti knalpot!
Gambar 1

Gambar 2

Dari beberapa email yang kami terima, banyak yang mengeluh lari motor mulai gak enak, muncul gejala aneh seperti knalpot nembak, larinya di putaran atas ngedrop setelah mengaplikasi knalpot free flow dan sebagainya. Nah, biasanya yang kerap jadi sumber permasalahan dari problem-problem tadi adalah di komponen pengabut bahan bakar. "Kalau lari motor mulai enggak enak, bisa jadi settingan karburator berubah. Untuk motor standar, coba setel ulang sekrup udaranya (gbr.1)," kata Nuri Fatoni, mekanik general work shop AHRS di Depok, Jabar.

Caranya gampang kok. Yaitu setelah mesin dipanaskan kurang lebih 5 menit, lalu coba pelintir gas sedikit sampai putaran mesin mencapai 4.000-5.000 rpm dan tahan sembari sekrup udara atau pilot air screw diputar mentok ke kanan (searah jarum jam). Bila sudah mentok, langsung putar kembali sekrup udara tadi berlawanan arah jarum jam (ke kiri) sambil mendengarkan perubahan putaran mesin. Gambar 3

Gambar 4

Gambar 5

"Sampai pada titik putaran tertinggi, tandanya setelan udara sudah pas," ujar Rere, mekanik Ahau Motor di kawasan Jl. Akses UI, Kelapa Dua, Depok. Untuk memastikannya, coba blayer gas dengan cara diurut sampai putaran tinggi sekitar 2-3 kali. Lalu lepas grip gas tiba-tiba. Sembari mendengarkan apakah ada gejala mbrebet, knalpot nembak atau putaran mesin seperti tersendat.

"Kalau mbrebet, artinya setelan udara masih terlalu menutup. Sedang kalau knalpot nembak, suplai udara kebanyakan alias setelan udara terlampau membuka. Sebaliknya kalau tersendat, ada beberapa kemungkinan. Setelan udara belum tepat atau posisi jarum skep terlampau turun," tukas Nuri. Bila kejadiannya begitu, coba turunkan 1 ulir posisi klip jarum skepnya (gbr.2), lalu coba jajal putaran mesinnya lagi. Oh iya, pada motor yang karburatornya mengusung jarum skep tanpa ulir kayak di Honda Tiger Revo, Kawasaki ZX130 atau motor berkarburator model vakum pada umumnya, untuk menaikkan posisi jarum skepnya bisa diakali dengan menambah ring kecil setebal 1-1,5 mm ke dalam batang jarum (gbr.3). "Trik ini cukup ampuh mengatasi problem Tiger Revo yang mesinnya suka terserang overheat atau susah hidup kala dingin," beber M. Irwan, juragan bengkel modifikasi SMS di Bekasi yang juga mantan mekanik Honda beberapa waktu lalu pada OTOMOTIF. Selain itu, setelan ketinggian pelampung (gbr,4) yang tidak tepat juga dapat menimbulkan hal yang sama. "Di samping bisa bikin tarikan di putaran menengah tersendat (kalau terlalu tinggi), juga bisa mengakibatkan knalpot nembak," timpal Puguh Nuryanto, tunner bengkel racing Overtune di Cimanggis, Depok. Kejadian ini pernah ditemuinya pada Yamaha Scorpio Z. Menurut Puguh, hal tersebut lantaran volume bensin dalam mangkuk kurang bisa memenuhi kebutuhan saat terisap. Nah, dengan menurunkan ketinggian pelampung pada karbu Scorpio sekitar 1-2 mm, kendala nembak bisa teratasi lantaran suplai bensin tercukupi. Namun bila semua langkah itu tidak membuahkan hasil, baru deh lakukan penggantian pilot jet (gbr.5). Umumnya, ukuran pilot jet (pj) dinaikkan 1 step. Langkah ini juga biasa diterapkan mekanik saat knalpot diganti pakai jenis free flow. "Sedang main jet tak perlu bila mesin masih standar. Kecuali bila hasil pembakaran di busi menunjukkan pasokan gas terlalu kering di atas (busi berwarna putih). Tandanya main jet minta dinaikkan," terang Rere. Tapi pada beberapa kasus, terutama di motor berkarburator vakum yang knalpotnya masih standar, "Bila knalpotnya nembak, pilot jet malah minta dikecilin 1 step. Itu gue temui di beberapa Suzuki Satria FU150," aku Puguh. Sebab dari beberapa kali uji coba, kendala nembak pada ayam jago berlambang S tersebut langsung hilang kala ukuran pilot jet diturunkan 1 step.

Mengatasi drat baut dol?
Motormania yang hobi ngutak-atik besutan kesayangan pasti sering atau pernah ngadepin baut slek atau dol gara-gara dratnya rusak. Kalo udah gitu, pasti bawaannya jengkel banget. Apalagi jika berkaitan sama komponen vital, kayak drat baut knalpot. Arrggh... Gambar 1

Mau gak mau, yang pertama kali terbayang pasti harus membuka head, lalu dibawa ke tukang bubut untuk didrat ulang. Sialnya melepas peranti itu bukan perkara mudah. Tambah ribet, motor itu juga buat dipakai sehari-hari. Masak mesti nginep di bengkel? Ah, tapi itu gak akan terjadi. Karena sekarang banyak alat bantu yang dijual bebas. Intinya, peranti ngoprek itu bisa memudahkan pekerjaan dan menghemat waktu. Salah satunya tools untuk menangani drat baut yang aus itu. Cihuiii...! Lebih sip, peranti bernama FiX A Thread yang dijajakan Rp 80 ribu di pasar Lindeteves, Kota ini gampang banget digunakan. Neh, Bang Cecep dari Sadam Motor (SM) di daerah Ragunan, Jaksel berbaik hati mempraktikkan pemakaiannya (gbr.1). Gambar 2

Memasang handle kopling adjuster AHRS?
Gambar 3

Produk ini di kemasannya tertulis dari Australia. "Lumayan bermanfaat buat urusan ngebengkel di rumah, kok. Selain itu, rumah baut atau dratnya lebih kuat dari aslinya dan tentu alat itu gampang digunakan," urai Bang Cecep yang kerap pakai peci ini. Okeh, langsung aja ya. Masalah drat yang slek di knalpot bisa segera diatasi, deh. "Drat yang slek dihancurin aja pake mata bor tap dengan ukuran baut 10. Jangan lupa dibersihkan sisa hancurannya," lanjut Bang Cecep. Lalu masukkan recoilnya. Oh ya, recoil itu semacam ulir tapi bentuk tepiannya lebih tajam, biar lebih jelas bisa lihat gambarnya (gbr.2). Lantas masukan recoil ke dalam drat yang baru dibuat tadi, lalu patahkan di dalam (gbr.3). Oh ya, ternyata nyaris semua baut di motor kalau dratnya slek bisa diperbaiki. Bahkan sampai membuat ulir baru buat busi kalo dol atau aus, recoil juga tersedia dalam berbagai ukuran baut dan dijual Rp 3.500-5.000. Gambar 1

Gambar 2

Enggak bisa dipungkiri, part pendukung buat motocross masih dikuasai produk dari luar negeri yang otomatis harganya selangit dan seawan alias muahal! Tapi jangan salah Bos, sekarang produsen lokal juga sudah mulai berbicara, lo! Maksudnya, kini ada produk dalam negeri pendukung besutan penggaruk tanah yang tak kalah cihuinya. Salah satunya handle kopling racikan Asep Hendro Racing Sport (AHRS). Gak cuma tampilan yang menggoda, fungsinya juga oke banget, lo untuk tunggangan Anda. Maklum deh, karena peranti itu dirancang praktis. "Set rumah kopling adjustable alias bisa diatur dan yang bikin beda adalah material bahannya dari campuran plastik dan teflon," sahut Asep penjaja barang di gerai AHRS, Depok ini sembari menggaransi kalau peranti itu cukup kuat. Maklum, karena sebenarnya handle kopling ini diperuntukkan bagi tunggangan kalangan crosser yang memang kerap kali menerabas medan-medan berat. Tapi enggak haram kok, kalo mau diaplikasi ke motor harian. Apalagi dengan teknologi adjusternya yang bisa bikin gagang kopling ditekuk ke depan (gbr.1). Jadi

besutan enggak sengaja jatuh, tuas itu enggak gampang patah, kok! Gambar 3

Gambar 4

Oke, tertarik ikutan mengaplikasinya? Boleh aja! Tapi eits, nanti dulu! Ada pakem yang harus diperhatikan. Terutama dalam proses pemasangannya. Penasaran? Langsung simak cara penerapannya di Suzuki Thunder 125, yuk! Pertama, buka dulu handle beserta rumah kopling bawaan pabrik dengan bantuan kunci 8 (gbr.2). Sampai di sini, siapkan tuas kopling beserta rumahnya yang dijual dengan harga Rp 90 ribu dan ditawarkan dalam 4 pilihan warna tersebut. Kalau sudah, pasang braketnya dengan bantuan obeng kembang (gbr.3). Lanjut! Pindahkan kabel kopling dari handle yang lama ke yang baru. Kalau sudah oke, langsung saja satukan tuas itu dengan braketnya memanfaatkan as pengungkit tuas kopling (gbr.4). Kalau sudah, kencangkan as tersebut memakai obeng kembang. Oh iya, saat pemasangan peranti tersebut, baut jangan diputar terlalu kuat. Bukannya apa-apa, karena terbuat dari campuran plastik, dikhawatirkan malah bikin slek nantinya.

Kalau sudah oke, berarti handle kopling bergaya crosser sudah bisa diajak beraksi. Mantap kan, Bro..?

Bore-Up Jupiter MX dengan si blok Vixion..
Author: Penulis : Octa/Foto : Octa, Agust

Piston dan silinder blok bawaan Yamaha Vixion Dengan menjejalkan piston Suzuki Thunder yang berdiameter 57 mm ke dalam silinder Yamaha Jupiter MX, maka kapasitasnya terdongkrak jadi 149,0 cc (standarnya 135 cc). Cara tersebut merupakan trik lawas, buat bore-up motor berpendingin air ini. Ada cara anyar bisa diaplikasi untuk menambah kapasitas mesin MX sampai 162,5 cc. Dan trik yang satu ini oleh Bambang Tedjo mekanik Sinergi Motor (SM) dibilang tahan lama alias awet buat harian. Wah jadi penasaran nih, apa saja sih yang dikerjakan? "Bisa lebih awet, karena silinder blok standar MX gak perlu diobok-obok buat memasukkan piston VIxion yang berdiameter 57 mm. Cukup beli sekalian silinder blok standar motor sport 150 cc itu," jawab mekanik berambut lurus ini. Keuntungan trik upgrade kapasitas mesin ini adalah, silinder blok standar V-Ixion pakai material DiASil (die-cast aluminum cylinder) yang punya kemampuan lebih untuk menahan goresan. "Kelebihan lain, walau sama-sama bergaris tengah 57 namun piston V-Ixion lebih enteng dibanding bawaan Thunder," ungkap Bambang.

Knalpot merk 3D1, dipesan khusus buat mesin MX yang sudah bore up

Noken as mesti disesuaikan dengan setingan mesin baru Dengan pakai piston V-Ixion yang diameter 57 mm, maka kapasitas mesin terdongkraknya sama dengan pakai punya Thunder. Agar bisa sampai 162,5 cc, maka Bambang melakukan langkah stroke-up. "Gak banyak-banyak, hanya naik 2,5 mm dan pen stroker yang dipasang merek LHK dengan nilai tebus Rp 300 ribu," ujarnya. Pengerjaan yang dilakukan mekanik SM, gak hanya sampai di situ aja lo. Setelah pasang pen stroke, gak lupa bandul kruk as dibuat lebih ringan. Dan selanjutnya penyesuaian dilakukan pada bagian asupan bahan bakar. "Karburator standar MX direamer dan skepnya diganti pakai bawaan Yamaha RX-King. Noken as juga dicustom sesuai kebutuhan," terang Bambang. Selain melakukan pengerjaan, juga diterapkan penggantian beberapa part standar ke racing. Seperti per kopling aplikasi merek R9, CDI BRT I-max dan knalpot free flow berlabel 3D1. "Untuk knalpot kita pesan khusus dengan harga Rp 200 ribu saja," tutup Bambang.

Tertarik? Siapkan saja dana untuk menebus part pendukung dan tambah jasa pengerjaan Rp 1 juta. Oh ya, lama pengerjaan sekitar 1 minggu.

Mengapa bearing cam Mio berisik?
Setelah pemakaian kurang lebih 2 tahun, Indra Yanto pemilik Yamaha Mio keluaran 2007 merasakan ada yang lain pada tunggangan sehari-harinya. "Terdengar suara berisik di bagian mesin, terutama pada saat idle alias langsam. Ketika sudah dipakai jalan, suara rame itu hilang," kata pria yang tinggal di daerah Tanjung Duren, Jakbar. Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Enggak mau berakibat fatal dan bisa menghambat aktivitasnya, maka Indra Yanto menggelandang besutannya ke bengkel langganan. Dari keterangan yang diperoleh, Hasan Basri yang jadi mekanik bengkel San's Speed di Jl. Raya Kelapa Dua, Jakbar kasih kesimpulan. "Kemungkinan terbesar bearing pada noken as sudah aus. Pasalnya suara berisik yang dihasilkan hanya saat mesin langsam. Dan saya sering menemukan di beberapa produk Yamaha, terutama begitu umur pakai 2 tahunan," ungkap pria bertubuh ceking ini (gbr.1). Indikasinya, menurut Hasan, hal itu bisa terjadi pemicunya ada beberapa hal. Misal memang sudah termakan usia pakai, salah perawatan. Utamanya akibat oli yang sering telat diganti. Sehingga pelumas tidak maksimal melapisi peranti ini. "Bahkan bisa juga ada masalah di segi material lahernya," telaah Hasan. Selain suara berisik yang jadi pertanda, fungsi bearing yang gak lagi maksimal juga bisa ditilik dengan cara melepas peranti itu lalu mengguncang-guncangkannya (gbr.2). "Bila terasa ada yang oblak, maka part tersebut mesti diganti baru," lanjutnya. Nah untuk masalah tersebut, langkah yang mesti dilakukan adalah mengganti laher baru. Untuk mengganti laher bagian dalam dengan ukuran yang lebih kecil, bisa menebus part orisinal Mio yang harganya Rp 20 ribu (gbr.3). "Namun untuk ganti laher bagian luar orisinal yang ukurannya lebih besar, belinya mesti sekalian noken as. Tapi bukan berarti enggak ada yang jual lahernya saja," ungkap Felix, dari toko onderdil Cineng Motor di Jl. HOS. Cokroaminoto, Kreo, Ciledug, Tangerang Dengan kode J-6904 pada bearing (gbr.4), ada tersedia barang aftermarketnya. Produk laher dengan merek NSK tersedia dalam ukuran tersebut. Soal harga, tinggal rogoh kocek Rp 35 ribu.

Membikin pelek Jari-Jari ring 17 di Suzuki Spin, pilihan tampil beda!
Belakangan, banyak Suzuki Spin 125 mengaplikasi pelek jari-jari. Maklum, meski tampilan minimalis, tapi tetap keren plus resik. Cuma ya itu, emang mengadopsinya tak semudah membalik tangan. Perlu perhatikan beberapa hal. Emang sih, aslinya yang model palang udah terlihat keren. Namun banyak juga yang pengin tampil beda dengan tipe jari-jari. "Buat gaul juga tambah sip, deh!" komentar Muhammad Rizzy dari Spinner Community (SC).

Oh ya, emang apa sih, sulitnya? Pastinya ada perbedaan pada as roda belakang untuk Spin, "Jadi untuk Spin keluaran awal sampai pertengahan tahun 2008, as rodanya lebih kecil. Sedang untuk keluaran 2008 sampai sekarang as rodanya lebih besar, so jangan maksa deh, pasti gak masuk," ucap mekanik Elvaris Motor (EM) yang bernama Yorri Sumual asal Menado, Sulut.

beda tahun beda as roda

bisa pakai tromol depan suzuki smash Buat yang berminat mengubah pelek racing jadi jari-jari ada panduan jelasnya ala EM. Pertama, cek dulu daftar belanjaan yang harus dibeli(lihat list). Kalau urusan mencopot, gampang kok. Intinya, buka dulu bagian buritan yakni knalpot dengan kunci L-6 dan kunci T-12.

kunci 22 untuk buka as roda belakang Lanjutkan, gunakan kunci ring 22 buat membuka as roda. Lalu untuk roda depan bisa dibuka dengan

kunci ring 12-14 dua buah, langsung dibawa ke tukang setel pelek. Oh iya, daftar belanjaan untuk jari-jari dapat ditebus di sini juga, biasanya mereka menyediakan sekalian jasa pasang dan setel peleknya. Tapi ada catatan, "Sebelum bongkar, pastikan tukang setel pelek punya as roda belakang ukuran Spin, sebab kalau tidak urusan bongkar-membongkar jadi urusan tukang setel pelek, alias setel di motornya," wanti mekanik yang jadi anggota SC dengan nomor anggota 068 ini. Daftar belanjaan teromol depan Suzuki Smash 100-150 ribu Jari-jari ukuran 172 (depan) 30-50 ribu Jari-jari ukuran 120(belakang) 30-60 ribu Teromol belakang Spin 450 ribu Pelek/rim aftermarket 300 ribu - 1 juta Jasa setel pelek (depan+blkng) 40 ribu

Membikin kopling manual Honda Blade!
Bagi pemilik Honda Blade yang doyan kecepatan, tentu kurang lengkap rasanya kalau masih pakai sistem kopling otomatis. Pasalnya, jenis kopling ini dianggap kurang maksimal untuk bisa berakselerasi cepat. Makanya di motor balap, mekanik mengubahnya jadi manual kayak motor laki, alias pakai tuas kopling. Sayangnya, perangkat kopling manual untuk Blade masih belum ada di pasaran. "Mungkin karena spare-partnya belum banyak. Terutama bak kopling yang dibutuhkan sebagai bahan dasar," prediksi Tommy Huang, bos Bintang Racing Team (BRT) di Cibinong, Jabar.

Gambar 1

Selain itu, kopling Blade juga menganut pegas model diafragma. Sehingga bisa jadi banyak yang masih bingung mengubahnya jadi manual. Tapi itu bukan kendala bagi BRT yang sudah mengandalkan motor ini sebagai pacuan balap di kelas bebek tune-up 110 cc. "Kalau untuk kopling diafragmanya sih enggak jadi masalah. Kan bisa diganti jadi model per spiral. Yakni dengan menggeser rumah kopling standar pakai punya Honda Karisma (gbr.1). Sementara secondary gear tetap pakai bawaan Blade. Keduanya dikawinkan," terang Islakhudin, mekanik BRT. Tentunya rumah kopling Karisma tadi satu set berikut pressure plate, lifter, kampas kopling, pelat gesek, per dan sebagainya. Gbr 2 Gbr 3

Selanjutnya, kerja kopling sentrifugal dipensiunkan. Hanya diambil primary gear dan clutch center holdernya yang kemudian keduanya disatukan pakai las (gbr.2).

Lalu lifter cam plate dan clutch lever yang semula bertugas mendorong lifter plate pada rumah kopling standar ditanggalkan. Sebagai gantinya dibuatkan mekanisme penyetut di bak kopling. Antara lain terdiri dari as dan paha pengungkitnya (gbr.3) serta rumah buah dudukan ujung as pengukit serta besi penonjok lifter plate di bagian dalam bak kopling (gbr.4). "Untuk komponen pengungkit ini, terutama asnya bisa pakai punya Force-1 kopling manual. Atau bisa juga bikin di tukang bubut," jelas Udin, sapaan akrab Islakhudin. Gbr 4 Gbr 5

Pastinya untuk penerapan mekanisme pengungkit tersebut, Anda mesti merelakan bak kopling dilubangi dan dilas babet. Pengerjaannya pun tidak bisa sembarangan. Butuh kepresisian dalam penempatannya, supaya lifter plate pada clutch house dapat didorong dengan sempurna. Nah, kalau Anda merasa ribet mengerjakan sendiri, BRT siap membantu. Cukup siapkan kocek sekitar Rp 900 ribu. Tapi banderol segitu belum termasuk mekanisme tuas kopling di setang (gbr.5) dan kabel koplingnya lo. "Lama pengerjaan sekitar 2-3 hari," bilang Udin.

Pasang Footstep Underbone? switch remnya digunakan, dong!
Salah satu aksesori ala racing yang banyak dipakai motormania untuk harian adalah footstep underbone. "Uhuy... keren Bro, riding position kayak road racer," aku Andi yang memasang peranti itu di besutannya Suzuki Shogun 125.

Cuma ya itu, pemuda ini rada lebay (berlebihan). Katanya, biar nuansa balapnya kental, dia enggak memasang switch remnya. "Wah, niru gaya balap boleh. Tapi unsur safety harus tetap diperhatikan," kata Ipang, mekanik Big One Motor (B.O.M). Betul tuh, karena kalo enggak nyawa bisa jadi taruhan. Risiko kecelakaan pun jadi makin membengkak. Maklum, switch atau sakelar rem ini berfungsi menyambung dan memutuskan arus listrik dari aki ke lampu rem atau belakang. Coba bayangin kalo lampu belakang enggak nyala. Saat Anda ngerem mendadak, pengendara atau pengemudi yang ada di belakang gak akan tahu. Selanjutnya bisa ditebak, deh. "Makanya, pikirin lagi efek negatif ini," tambah mekanik kreatif ini. Jadi, solusinya? "Kalau tetep mau aplikasi footstep underbone, pasang dong switch rem lama bawaan motor. Hanya penempatannya aja diubah. Triknya mudah, kok," papar pria yang doyan guyon ini. Hokeh.. kita praktikin di Suzuki Satria FU milik Andre warga Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakbar, deh. Oh ya, praktik ini sekalian pasang footstep itu, ya. Pertama, kita tebus dulu pijakan kaki racingnya. Setelah itu kita kumpulkan dulu peralatan yang dipakai; kunci L-6, T-10, ring 12, satu buah cable-ties dan 4 buah baut L. Siaap...? Kita copot dulu baut-baut di kanan kiri footstep standarnya dengan kunci ring 12. Lalu, tempatkan footstep underbone di dudukan lamanya. Pasang dua baut pengait baut L-6 yang sudah disiapkan. Ini agar aman dari maling (gbr.1).

Setelah semua baut kencang, lanjutkan pemasangan master rem belakang. Caranya, diselipkan pada belakang footstep dan pasang bautnya pakai kunci T-10 (gbr.2).

Tinggal kita pasang switch remnya di depan master tadi dan diikat dengan cable-ties (gbr.3).

Agar lampu rem bisa berfungsi, per di switch remnya dikaitkan pada lubang footstep underbone yang telah tersedia (gbr. 4).

"Saat rem diinjak, pernya ikut tertarik mengikuti tuas footstep remnya. Dengan begitu, sakelar akan memberi kode ke lampu untuk menyala," bilangnya. Lebih safe kan?

Memasang footrest di skutik?
Pernak-pernik aftermarket buat menambah gaya pada skutik memang sudah banyak beredar di pasaran. Mulai spion warna-warni, hendel rem dengan adjuster, tutup CVT variasi, pelek lebar, bodi custom dan masih banyak lagi.

Sejalan hal itu serta makin berkembangnya dunia modifikasi, banyak pula yang aplikasi footrest atau footbar. Yakni pijakan kaki tambahan yang dipasang pada dek agar posisi kaki rider bisa lebih rileks saat jalan santai. "Kebanyakan diaplikasi pada tunggangan yang sudah dibikin lowrider. Tapi ada juga yang dipasang pada motor standar," ungkap Agus, penggawang Matic Shop (MS) di Jl. HOS. Cokroaminoto No.11B, Ciledug Raya, Tangerang. Gambar 1

Pun demikian bentuknya beragam dan bisa dipasang pada matik apa saja. Eits, tunggu dulu. Biar tidak bingung, berikut akan diperkenalkan dulu model pijakan kaki custom ini. Pertama footbar (gbr.1), yakni pijakan tambahan yang hanya bisa dipakai oleh rider dan dipasang melintang di dek. Gambar 2

Kedua footbar roolbar (gbr.2), yang didesain tidak hanya memanjang ke samping kiri kanan, namun juga melintang ke belakang yang berfungsi untuk pijakan kaki boncengers. "Model ini biasanya dipasang pada skutik yang belum dilengkapi footpeg belakang," aku Joddy Ario, bos Joddy Motor (JDM) di Jl. Jatiwaringin Raya No.1A, Pangkalan Jati, Jaktim. Masalah bentuk sudah, kini beralih ke harga. Ongkos buat tebus part berbahan pipa besi ini juga bervariasi, tergantung model dan cat/pelapis yang dipakai. Untuk footbar mulai dari Rp 300-650 ribu, sedang footbar roolbar Rp 800-850 ribu (berlapis krom). Nah, untuk cara pasangnya juga tidak terlalu rumit. Cukup siapkan kunci T-10 dan waktu sekitar 15 menit, part sudah terpasang. Berikut akan diperagakan pemasangan model footbar pada Yamaha Mio. Gambar 3

Gambar 4

Langkah awal, buka 2 baut pengikat dek atau alas kaki bagian tengah pakai kunci T-10 (gbr.3). Dilanjutkan memasang footbar yang diikat pakai baut panjang ukuran 10 mm dan dikencangkan pakai kunci T-10 (gbr.4). "Tidak usah khawatir peranti ini nyangkut ke motor lain. Karena kalau sudah tidak dipakai lagi, bisa dilipat ke dalam kok," tutup Joddy. Lucu juga, ya!

Membikin knalpot slip on di Honda BeAT?
Author: Penulis/Foto : Atenx

Pernah dengar istilah slip on (SO)? Idiom ini sering banget digunakan untuk menyebut model knalpot yang bisa dicerai jadi beberapa bagian. Nah, knalpot model begini paling sering diaplikasi untuk keperluan balap. Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Seiring berkembang populasi skutik yang kian meningkat, model SO kini sudah mulai diproduksi beberapa produsen knalpot aftermarket. Tujuannya kini bukan hanya untuk sekadar gaya, tapi lebih ke efisiensi waktu saat bongkar pasang roda belakang. Tapi ya itu, model SO baru tersedia pada knalpot aftermarket. Artinya, Anda pun harus beli peranti itu dengan yang baru. "Idealnya, knalpot skutik itu emang dibuat tipe slip on. Jadi kalo mau lepas ban belakang, cukup buka silencer-nya aja," ujar Mulyadi Sadeli dari bengkel AA Service (AAS). Tapi jangan khawatir, kalau ogah beli produk aftermarket, saluran gas buang bawaan pabrik juga bisa dibikin ala SO, lo! Nah, buat yang mau bikin knalpot standar BeAT jadi bisa dibongkar pasang, pria berambut gondrong ini mau kasih tahu cara bikinnya. Oke, langkah awal siapkan dulu pipa selongsong berdiameter 24,5 mm sepanjang 3 cm. Setelah itu, langsung potong pipa knalpot dekat pegangan peredam (gbr.1). Nah buat patokannya, silakan tarik

garis sepanjang 2 cm ke arah silencer dari lekukan pipa paling akhir. Kalau knalpot sudah terbelah dua, lanjutkan dengan mengikis bagian pegangan silencer sebanyak 1,5 cm (gbr.2). "Hal itu dilakukan agar selongsong bisa masuk lebih dalam nantinya," jelas pria humoris ini. Sudah dikikis? Oke, lanjut! Masukkan selongsong yang sudah disiapkan tadi ke dalam pipa standar sedalam 1 cm. Kalau dihitung pakai sigmat dari sisi dalam, sisa selongsong yang bakal mengikat pipa nantinya adalah 2 cm. Nah, sampai tahap ini lanjutkan dengan mengelas pipa secara melingkar di bagian bibir selongsong (gbr.3). "Saat pengelasan, pastikan selongsong terpasang dengan kuat pada pipa bawaan standar," wanti pria yang berbicara dengan logat Sunda ini. Langkah terakhir, tinggal merakit lagi knalpot seperti sediakala. Eits, tunggu dulu! "Agar knalpot gak gampang oblak dan bocor, silakan ikat pipa knalpot pada bagian sambungan dengan memanfaatkan klem (gbr.4)," tutup Mulyadi. Gampang kan?

Aplikasi Batok Lampu Baru Satria FU 150
Setelah melihat tampang baru Suzuki Satria FU 150, banyak biker pengguna motor bebek sport yang bertanya; bisa gak ya batok baru itu dipasang ke FU lama? "Yah, biar tampangnya keliatan lebih keren dan tetap segar," ucap Hendri, pembesut FU 150 keluaran 2004. Tenang, biar enggak penasaran kita tanya langsung dari sumbernya. Menurut M. Haris, mekanik dealer Suzuki di kawasan Jl. Panjang, Kelapa Dua, Jakbar, soal mencomot kedok lampu FU baru buat yang lama, tentu bisa dilakukan. "Ubahan yang diterapkan enggak terlalu banyak. Namun di bagian kelistrikan ada beberapa penyesuaian," bilangnya. Tertarik? Kalau iya, sebelumnya lebih dulu beli satu set peranti pengubah tampilan depan yang meliputi housing headlamp (batok lampu), satu unit lampu, windscreen yang ada di atas batok, braket untuk pegangan batok lampu dan yang terakhir satu set indikator berikut rumahnya (gbr.1). Lumayan banyak, memang. Tapi okelah... Sekarang cara pasang, pertama bongkar dulu batok lampu FU lama. "Termasuk juga braket dudukanya ya. Karena biar enggak goyang, pasang batok baru mesti pakai braket bawaannya yang baru juga (gbr.2)," tutur pria

gbr.1

gbr.2

berkulit

putih

ini.

Oh ya, pada batok lampu FU baru sudah ada lampu senjanya. Sedang yang lama, belum ada. Makanya mesti ada trik jumper kabel, agar lampu senja pada batok baru bisa hidup. Caranya menjumper 1 kabel ke lampu senja belakang, yang warna kabelnya abu-abu. Tanpa perlu mengubah soket (lihat skema)," terangnya serius. Setelah kabel-kabel terinstalasi dengan benar dan dilindungi isolasi, tinggal memasang batok pada braketnya. Silakan ikat dengan baut-baut penguncinya. Dua di bagian atas dan dua bagian bawah. Pastikan batok penerang utama ini terpasang dengan sempurna. Tertarik? Harap tenang dulu, meski price list sudah ada, namun akhir Februari barang baru didistribusikan. "Jadi pemesanan baru bisa dilakukan pada 5 Maret. Setelah jeda 5 hari, barang pesanan baru bisa diambil," papar Jimi kepala divisi spare-part main dealer Suzuki Sunter, Jakut.

Pasang Puli Racing di Yamaha Mio
Part aftermarket untuk varian motor skutik memang sudah menjamur di mana-mana. Tinggal cari di sudut kota belahan manapun, pasti tersedia. Maklum, saat ini skutik memang lagi in di kalangan pencinta roda dua.
gbr.3

gbr.1

gbr.2

Tak terkecuali dengan part performance aftermarket seperti puli racing ini. Fungsinya yang bisa bikin nafas motor lebih panjang dan bertenaga ini, menjadi peranti wajib di skutik yang mendambakan tenaga lebih. Kok bisa ya? Bisa dong! "Itu diakibatkan oleh sudut kemiringan di permukaan puli racing yang lebih tirus dibanding bawaan standar. gbr.4 Sehingga belt CVT bisa bergasing sampai sisi luar puli (gbr.1)," jelas Agus Teguh dari bengkel Juragen Speed (JS). Masih kata Agus, akibat kontur dudukan roller yang enggak bersudut, membuat roller jadi bisa bekerja maksimal. "Tutup rumah roller bisa ngebuka lebih renggang dibanding standarnya," ujar pria berbadan

gbr.5

kurus

ini.

Itu teorinya. Lantas bagaimana cara pasangnya? Oke, buat yang minat mau aplikasi peranti ini, langsung saja simak penjelasan Agus, yang mau kasih tahu cara pasang puli racing ini di skutik Yamaha Mio lansiran 2008. Eits, tapi sebelumnya kudu beli puli racingnya dulu. Di pasaran tersedia dengan berbagai merek seperti CLD, RRGS, Kitaco dan yang paling diminati; Kawahara (gbr.2). Untuk keempat produk di atas, dibanderoli mulai Rp 200-400 ribu. Sudah ditebus? Oke deh, gak usah buang-buang waktu. Langsung saja kita pasang. Pertama, silakan buka cover CVT si Mio dengan bantuan kunci 8. Nah, setelah baut cover terlepas semua, langsung saja tarik cover CVT ke arah luar sampai belt CVT terlihat. Lanjut.. Buka mur penahan kipas dengan bantuan kunci 17. Untuk membuka mur ini, bisa menggunakan kunci impact (gbr.3). Kalau enggak punya, bisa dengan manfaatkan tools tambahan berupa kunci tracker. Berikutnya, langsung tarik kipas CVT keluar diikuti dengan melepas belt CVT (gbr.4). Dari sini, tinggal tarik puli, tutup roller beserta pen puli. "Usahakan menarik 3 peranti tersebut bersamaan, kalau gak roller bisa berserakan," wanti Agus (gbr.5). Bila sudah lepas dari posisinya, buka tutup roller yang terletak di balik badan puli. Dari sini, langsung saja pindahkan roller ke dalam puli racing yang baru. Perhatikan banyaknya roller, jangan sampai ada yang kurang. Kelar acara pindahannya, berarti tinggal merakit ulang rumah puli seperti sediakala. Caranya? Enggak usah bingung, sama seperti saat melepasnya dari awal tadi, kok. Let's do it!

BeAT Pasang Cakram Lebar
Aplikasi cakram lebar, kerap dilakukan demi mendapat daya cengkeram lebih saat ngerem. Sayangnya, enggak semua motor sudah tersedia piringannya. "Apalagi kalo motor masih baru, sepeti Honda BeAT," ujar Sandy bos toko asesori di Otista, Jaktim ini. Meski demikian, buat BeATers yang ingin adopsi cakram lebar jangan putus asa dulu. Sebab masih ada cara yang bisa dijadikan solusi, yakni pakai cakram aftermarket yang biasa dipakai untuk Honda Vario (gbr.1). "Karena kedua skutik ini saudara kandung. Maka diameter dalam cakramnya sama-sama 58 mm. Makanya, cakram Vario bisa langsung pasang ke

dudukan cakram BeAT," ujar Gepeng dari GP Racing di bilangan Rempoa, Jaksel (gbr.2). Nah, satu-satunya yang membedakan adalah dudukan adaptor tambahan milik Vario (gbr.3). Adaptor tambahan ini enggak klop dengan lubang sok dan dudukan kaliper standar milik BeAT yang lebih panjang (gbr.4). "Solusinya bisa bikin adaptor tambahan di tukang bubut agar lubang-lubang tadi cocok di sok dan kaliper milik BeAT dan biayanya Rp 50 ribu sudah plus pasang," urai Gepeng yang menawarkan jasa pembuatan dan pemasangan adaptor tersebut.

Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Kalau adaptor sudah siap, langsung pasang saja. Pertama buka baut as roda dengan bantuan kunci 14 dan 19. Setelah ban lepas, teruskan dengan melepas 4 buah baut cakram dengan kunci L-6. Bila cakram sudah minggat, berarti bisa langsung diganti cakram baru itu. "Jangan lupa memasang kembali 4 bautnya dan pastikan baut-baut tersebut kencang," wanti Gepeng. Nah sekarang giliran memasang adaptor tambahan. Lepas baut penghubung antara sok depan dengan braket kaliper rem dengan bantuan kunci 5 bintang (gbr.5). Diteruskan dengan memasang adaptor tambahan tadi di braket rem yang barusan dilepas.

Gbr 4

Gbr 5

Ikat adaptor tambahan dengan braket kaliper pakai mur 10. Nah, dari posisi ini, langsung pasang lagi adaptor tambahan yang sudah menjadi satu kesatuan dengan braket kaliper tadi di sok depan BeAT. Sampai di sini, selesai deh! Total ongkos yang dikeluarkan untuk pengerjaan ini bervariasi, tergantung merek cakram yang dibeli. "Yang jelas, gue habis sekitar Rp 325 ribu untuk cakram dan pembuatan adaptor tambahan ," tutup Gepeng.

Ganti Sepatu Kopling CVT Skutik
Skubek ogah lari? Salah satu penyebabnya bisa jadi karena kampas kopling yang sudah aus! Ketika menggantinya, nggak perlu beli satu set kopling sentrifugal utuh. Sebab ada juga kampas yang dijual terpisah. Berarti lebih murah dan bisa dipasang sendiri! "Cara pasangnya juga gampang. Setelah kopling terbuka dari mangkuknya, cukup modal obeng min doang," bilang Muhammad Dedi, mekanik Motora Otto Style di Jl. Arteri Panjang, No. 18, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Biar makin mudah, gimana kalau dipandu lewat foto? Proses Bongkar-pasang, dilakukan di kopling ganda milik Yamaha Mio. Tentu sebelumnya harus buka tutup CVT dan lepas mangkuk sentrifugal. Ini dia!

1. Pastikan dulu kampas kopling habis. Membaca gejala aus itu, lihat permukaan kampas. Jika ketebalan menurun dari batas permukaan sebelumnya, berarti habis!

2. Sekarang buka ring spi pengunci di setiap sepatu kampas, pakai obeng pipih alias min untuk mencungkilnya.

4. Setelah semua ring copot, sepatu kopling yang lama tinggal tarik ke atas. Lalu, ganti pakai sepatu baru. Cara pasangnya, ya kebalikan dari cara ngebuka. Jangan lupa pengunci lepas, lanjut 3. Setelah ketiga ring pastikan kondisi karetlepaskan juga ring penganjal di bawah ring pengganjal kopling. Masih bagus atau tidak? pengunci.

Bikin Lancar Grip Gas Motor yang Seret

- Paling enggak enak, saat mengendarai motor, putaran gas (grip) seret. Apalagi ketika hendak menyalip, tentu butuh tenaga mesin yang didapat dengan memutar grip. Akibatnya, suara mesin terkadang meraung ketika genggaman tangan tidak memegang erat grip gas. Grip gas bisa seret disebabkan kurang perawatan. Biasanya, air hujan yang jadi biang penimbul karat. Karena kurang terlumasi bikin putaran grip gas tidak lancar. "Grip gas macet saat hujan bukan hanya dialami Jupiter MX saja, tapi merek lain. Makanya, perlu dicek meski hanya sebatas melihat," ujar Maman Sugiman, kepala instruktur Sekolah mekanik Hartomo Mechanical Training Center (HMTC). Disarankan cek seperti celah di seputar rumah grip, terutama lekukan pipa besi yang ujungnya disarungi. Sebab kalau air meresap dan bersarang di kabel gas, putaran balik grip jadi berat, kata Boim - sapaan akrab Maman. Bekas karat atau kerak yang sudah lama menumpuk di sarang kabel gas akan memperburuk keadaan. Akibatnya, bukan cuma seret, piston skep ogah balik alias nyangkut dan suara mesin pun meraung. Kalau sudah begini, bagian tersebut disarankan untuk dicuci dan dilumasi. Ingat, jangan pakai oli bekas karena terdapat kotoran. Kemudian, sekalian periksa pegas pembalik piston skep atau katup kupu-kupu. Lalau, pastikan cuk dalam kondisi bebas alias enggak nyangkut. Sebab, cuk dalam posisi "ON" memungkinkan bodi karbu ada titik air akibat suhu sekitar dingin ditambah hujan. (KR15)

Ganjal kopling Honda Tiger pakai ring?
Ada cara mudah untuk meningkatkan performa yang kerap dilakukan motormania. "Tambahkan saja

ring pada per koplingnya. Maka per akan lebih memendek, efeknya gaya tekannya lebih besar, sehingga pengaruhnya sama dengan ganti per aftermarket," terang Agung Wahana dari bengkel SARRT. Gbr 1-4 (atas-bawah)

Ring yang dipilih setebal 2 mm. Biasa disebut ring per karena bentuknya mirip per dengan adanya

potongan pada lingkarannya (gbr.1). "Tapi sebelum dipasang, ratakan ujungnya," ungkap pria yang bengkelnya di Srengseng Kemanggisan, Jakbar. Oh ya, untuk diameter ringnya samakan dengan per kopling bawaan motor. "Contoh saja untuk Honda Tiger pakai ring ukuran baut 14," tambah pria biasa disapa Sinyo ini. Harga di pasaran paling mahal 1 buah Rp 1.000. Letak pemasangan per ada di antara per dan penjepitnya (gbr.2). "Kalo di dalam, dikhawatirkan malah mengakibatkan slip, karena gerakan per jadi tak lancar," wanti pria asli Yogyakarta ini. Pertanyaannya, apakah benar hanya dengan modal tambahan ring dapat meningkatkan performa, terutama akselerasinya? Untuk membuktikan, kami uji pada Honda Tiger 1999 yang sudah hampir setahun belum ganti kampas kopling. Pengetesan Tes dilakukan mengukur akselerasi, dengan parameter 0 sampai 201 m, 0-60 km/jam dan 0-100 km/jam. Pengukuran oleh Mr. Testo yang berbobot 58 kg, menggunakan Racelogic buatan Performance Box (gbr.3). Hasilnya sebelum ditambah ring, 0 sampai 201 m memerlukan waktu 7,4 detik. 0-60 km/jam 6,3 detik, dan 0- sampai 100 km/jam 14,1 detik. Karena lama belum ganti kampas kopling, tiap pindah percepatan terasa ada gejala slip kopling. Setelah ditambah ring hasilnya mengejutkan. 0-201 m jadi hanya 6,8 detik. 0-60 km/jam jadi 5,7 detik dan 0-100 km/jam jadi 12,1 detik. "Gejala slip koplingnya jadi hilang," urai Mr. Testo. Kesimpulan Meski hanya bermodal ring yang harganya tak lebih dari Rp 1.000, namun performa meningkat dari putaran bawah sampai atas. Ini terjadi karena tenaga yang hilang akibat slip kopling berkurang. Terbukti ada peningkatan performa 0-201 lebih cepat 0,6 detik. 0-60 km/jam lebih singkat 0,6 detik, sedang 0-100 km/jam beda 2 detik. Secara keseluruhan akselerasi dari putaran bawah sampai atas meningkat.

Bikin sokbreker dobel di Yamaha Mio!
Menganut aliran lowrider ada beberapa bagian yang harus ikut dibenahi seperti sokbreker belakang. Seperti kata Donny Permana dari rumah modifikasi Hantu Laut, "Logikanya, kalo ban dan mesin jadi mundur, sok belakang juga harus ikut dimodifikasi. Sebab semakin panjang undur-undurnya, kian ringkih pula tumpuan bagian tersebut." Masuk akal. Gejala ban geol-geol mirip unta mengunyah bisa disebabkan karena lemahnya titik tumpu mesin dan boks CVT. Solusinya? Gambar 1

Gambar 2

Sebenarnya banyak cara bisa diterapkan. Misal mengaplikasi double sok belakang (gbr.1). Dengan begitu engine mounting yang sudah dipanjangin enggak gampang oleng. Penasaran? Oke, simak cara buatnya di Mio, yuk! Pertama siapkan dulu 3 buah pelat setebal 7 mm dengan panjang 11 cm dan lebar 3 cm (gbr.2). Pelat ini nanti bakal dipakai sebagai dudukan kedua sok. Nah sampai di sini, langsung buka cover bodi samping Mio beserta tutup boks CVT dan baut sok bagian atas dan bawah pakai kunci 12 dan 14.

Gambar 3

Lalu buat dudukan untuk sok pertama dengan pelat setebal 7 mm dan tinggi 6 cm yang diberi lubang di bagian atas dan bawah (gbr.3). Lubang atas untuk mengikat pelat ke sasis pakai baut 14. Sedang di bawah untuk mengikat dudukan kedua sok nantinya. Lanjut? Siapkan satu pelat dari tiga pelat yang sudah disediakan tadi. Lubangi pelat itu di tiap ujungnya dengan jarak antar lubang 9 cm (baut 14) (gbr.4). Ingat, di bagian tengah dibikin siku agar enggak mentok dengan sok kedua nantinya. Gambar 4

Sedang 2 pelat sisanya, lubangi dengan ketentuan yang sama sepeti pelat pertama. Bedanya, berikan tambahan lubang di bagian tengah pelat (baut 12). Selesai melubangi ketiga pelat, sekarang giliran merakitnya. Oh ya untuk pilihan sok, Donny tak mematok satu merek. "Tergantung selera, kalo gue pake bawaan Honda Grand yang bagian per ulirnya tertutup," urai pria yang mematok harga Rp 600 ribu untuk ongkos bikin berikut sok dobelnya ini. Oke, pelat pertama langsung saja dibaut pada dudukan sok yang sudah nempel di sasis. Pasang peranti itu berbarengan saat memasang sok pertama dan sok kedua memakai baut 14 (gbr.5).

Gambar 5

Dari sini, giliran bagian bawah sok yang dipasang pakai 2 pelat yang tersisa. Lubang tengah untuk dudukan sok aslinya di CVT, sedang lubang di kiri-kanan untuk mengikat sok bagian bawah yang lagilagi memakai baut dan mur 14. "Selesai. Tinggal rakit semua bodi yang sudah dilepas," tutup pria yang juga bilang dengan aplikasi sok dobel ini, bodi sebelah kiri harus sedikit dicoak mengingat sok sudah bertambah satu.

Naik spuyer di saat ganti knalpot dan CDI?
Ganti knalpot aftremarket, memang jadi jurus paling jitu buat mendongkrak tenaga besutan kesayangan dengan metode praktis, plug and play (PNP). Namun agar tenaga yang dihasilkan bisa lebih maksimal, biasanya juga diikuti jetting spuyer di karburator.

Seperti diungkapkan Suar, mekanik tim balap BRT yang bermarkas di kawasan Cibinong, Bogor, Jabar,

"Terutama pilot jet mesti naik 1 step. Itu jadi resep sederhana agar didapat efek yang lebih nendang, setelah ganti knalpot standar ke produk aftermarket." Nah, untuk urusan ganti ukuran spuyer terutama pilot, tentu bukan masalah berarti buat motor-motor yang notabene berlabel Jepang. Namun buat TVS RTR yang bikinan India yang kehadirannya terbilang masih baru, tentu masih banyak motormania yang bertanya-tanya. Kira-kira pake punya motor atau produk apa ya, yang klop? Hoke deh, daripada hanya bertanya-tanya, mendingan kita langsung survei aja di lapangan. "Dengan merek Mikuni tipe BS 26, itu sama dengan karburator pada Suzuki Satria FU. Soal ukuran pilot jet, standar bawaan RTR 15," papar mekanik berambut ikal ini. Walau sama-sama menggunakan Mikuni BS-26, namun hanya bagian main jet kedua motor (RTR dan Satria FU) tersebut yang sama. Sedangkan bagian pilot jet justru berbeda. Tapi Anda enggak usah bingung, karena tetap saja kok part substitusinya tersedia. "Pilot jet bawaan Suzuki Thunder atau Satria 2-Tak, bisa diaplikasikan untuk mengganti asli bawaan motor. Khusus untuk yang bawaan Thunder, tidak bisa pakai orisinal. Hal tersebut karena ukurannya tidak ada yang lebih besar alias hanya 15. Sementara yang bawaan Satria 2-Tak, ukuran orisinalnya bisa sampai 20," kata Suar.

Selain barang orisinal, untuk upgrade ukuran pilot jet bisa juga pakai spare-part aftermarket. Di antara merek-merek yang beredar adalah Kitaco atau Extreme. Soal harga tidak usah khawatir kantong bolong, cukup sediakan Rp 20-30 ribu (pilot jet orisinal Rp 45 ribu). Oh ya, metode di atas diterapkan kalau di daerah Anda memang belum tersedia dealer TVS, ya. Karena kalau ada, Anda bisa langsung ke bengkel resminya dan tentu dapat menembus part orisinalnya milik motor yang dapat penghargaan Mr. Testo Award untuk kategori The Best Design ini. Selain itu, penggantian spuyer juga mahfum dilakukan selain saat ganti knalpot aftermarket, juga waktu Anda mengaplikasi CDI racing. Karena langkah-langkah di atas menuntut dilakukannya reformasi jeroan karburator tersebut. Gimana, enggak bingung lagi, kan?

Sepatbor Vario untuk Beat?
Ada cara mudah bikin bagian depan Honda BeAT jadi lebih keren. Caranya, ganti sepatbornya pakai punya Vario. "Sebab punya aslinya terlalu cungkring alias kurus. Sehingga tongkrongan depan skutik ini tampak menganga," aku Tri Agus pemilik BeAT 2008.

Selain itu menurutnya, as sok depan juga dapat terlihat dengan jelas. "Wah terkesan kosong, deh!" tambahnya. Maka, ia pun bertemu sama Julius Johny dari Jhony Holle Motor (JHM) untuk mengubah sepatbornya itu. Seperti disinggung di atas, Julius pakai sepatbor Vario. "Bisa tambah gaul, lo," ujar Om Jhon sapaan akrab pria ramah ini. Buat memadukan sepatbor yang dihargai sekitar Rp 75 ribu itu, perlu sedikit pengelasan. Karena bentuk pegangan dari segitiga Vario berbeda dengan BeAT dan bahannya pakai pelat setebal 2 mm yang menyiku. Gambar 1

Gambar 2

"Kalau gak mau dilas, terpaksa segitiga harus diganti punya Vario asli, tapi biayanya jadi lebih mahal dan ribet pemasangannya," papar pria bermarkas di Jl. Karya Barat 2, Gg. 2 No.56, Daan Mogot, Jakbar. Sekarang tebus dulu sepatbor tadi di toko spare-part. Lalu, kita ke proses kerja. Pertama, bagian cover depan dan dudukan pelat nomor dibuka dengan kunci ring 10 mm (gbr.1). Lalu lanjutkan lepas baut cover belakang dengan obeng kembang. Gambar 3

Nah, untuk penyambungan pelat bisa dilas listrik atau karbit. "Bagusnya sih, dilas listrik biar kuat terus pelatnya dibor ukuran baut 10," sarannya (gbr.2). Sebelum dilas, ukur jarak pelat dengan lubang sepatbor di segitiga, agar sepatbor gak miring dengan ban depan. Selesai pelat dilas dengan pas, untuk pengikat sepatbor pakai baut ukuran 10 seperti standar Vario (gbr.3), agar enggak goyang. "Kalo mau tampilan makin mantap, sepatbornya bisa dipotong sedikit di ujungnya sekitar 2-3 cm pakai gerinda," tutupnya. Bila sudah kelar, tinggal pemasangan lagi dan langkahnya kebalikan waktu membuka cover depan tadi. Awas, jangan sampai lupa untuk memasang kembali soket-soket lampu.

Deteksi pemicu agar setang kemudi jadi berat?
Suatu ketika, Nadiar Hakim pembesut Suzuki Thunder 125 keluaran 2006 mengeluhkan soal kondisi tunggangannya. "Kemudinya jadi terasa berat. Saat diajak bermanuver, handlingnya jadi kurang lincah," ungkap bapak 2 anak yang tinggal di daerah Depok, Jabar ini. Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Menurut Mulyadi, mekanik MJ Motor (MJM) di Jl. Arteri Pondok Indah, Jaksel, ada beberapa hal jadi penyebab, sehingga biker merasakan kemudinya jadi agak terasa seret. Bahkan pemicunya bisa dari yang parah sampai yang sepele, lo. "Motor pernah jatuh parah atau hanya jatuh saat diparkir bisa jadi pemicu timbulnya keluhan tersebut. Akibat dari jatuh itu, kemudi jadi bengkok dan efeknya handling jadi kurang nyaman. Kemudi juga dirasa lebih berat dari sebelumnya," ujar mekanik berambut ikal ini. Bila itu yang terjadi, penanganannya tidak sekadar ganti setang kemudi yang baru saja. Setel ulang baut di komstir juga mesti dilakukan. Bisa jadi saat jatuh, baut setelan komstir menguncinya jadi lebih rapat (gbr.1).

"Makanya setelah setang diganti, jangan lupa seting ulang bagian itu," jelas Mulyadi. Bagian lain yang juga bisa jadi pemicu adalah laher komstir. Umur pakai yang sudah lama, membuat pelumasan pada laher komstir jadi berkurang (gbr.2). Akibatnya, pelor yang ada di dalamnya tidak lagi berfungsi degan benar. "Faktor paling ekstrem pada permasalahan di bagian ini adalah, rumah lahernya jadi aus dan pelornya bisa peyang," kata pria berperawakan tegap ini. Untuk penanggulangan masalah yang ke-2 ini, cukup beli pelor khusus buat komstir yang baru. Soal harga tidak usah khawatir, tinggal rogoh kocek Rp 15-30 ribu saja. Ada juga masalah sepele yang bisa jadi penyebab kemudi jadi berat. Tekanan angin pada ban depan yang di bawah standar mampu membuat handling jadi kurang nyaman (gbr.3). Untuk itu, sebelum berkendara pastikan tekanan angin di ban depan sesuai standar (29-33 psi). Ganti ban dari ukuran standar dengan yang lebih lebar juga bikin kemudi terasa lebih berat, tuh. Selain dari berat bannya yang bertambah, banyaknya permukaan ban yang menempel di aspal jadi pemicu keluhan tersebut.

Honda Vario pakai cakram Blade biar keren bro..
Buat sebagian motormania, memasang cakram lebar variasi selain mendukung tampilan, juga merupakan solusi paten untuk bikin pakem rem di tunggangan. Tapi bagi Jhony Hole dari JHMC, justru sebaliknya. "Kalo gue pribadi kurang suka. Sebab dari kualitas kurang sip," alasannya. Sebaliknya, pria yang bengkelnya ngetem di Jl. Karya Barat II, Gg. 2 No.56, Daan Mogot, Jakbar ini memilih disk bawaan motor lain. "Contoh, di Honda Vario 2008 gue pasang piringan dari saudaranya, Honda Blade," sambung pria biasa disapa Jhony ini. Memang diakuinya, sekarang banyak Honda Vario yang sudah mengaplikasi cakram variasi lebar. "Tapi kebanyakan tujuannya cuma buat gaya doang," tutur Jhony. Harusnya kan lebih baik memikirkan keselamatan daripada sekadar penampilan. Jadi, mending adopsi piringan Blade. Selain materialnya bagus, dimensinya juga lebih lebar (Vario 19 cm, sedang Blade 22 cm). Sementara tebalnya 3 mm. "Dari segi pengereman, peranti punya bebek 110 cc itu lebih lembut dan pakem," papar mekanik tiggi kurus ini. Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Mau tau cara pemasangannya? Biar Jhony mempraktikkan langkah kerja pada Varionya. "Oh ya, pemasangan cakram Blade gak perlu banyak ubahan, kok. Hanya tiggal tambahkan braketnya saja, karena ukuran cakram Blade kan agak lebar sedikit (gbr.1)," wanti Jhony. Stepnya sebagai berikut. Utamanya, siapkan dulu kunci-kunci yang diperlukan. Ada kunci 14, 19, L-6 dan L-4 bintang. Berikutnya yang kita lakukan adalah mencopot baut as roda menggunakan kunci 14 dan 19 (gbr.2). Lalu kita lepas baut pengunci yang menempel pada cakram standar Honda Vario memanfaatkan kunci L-6 (gbr.3). Dilanjutkan dengan pemasangan cakram Honda Blade. "Tinggal plek aja kok, ke dudukannya," info Jhony (gbr.4). Nah, kalo semua sudah terpasang, tinggal kita aplikasi braket baru yang mengikuti diameter lebar dari cakram tersebut. Lalu kencangkan kembali semuanya. Jangan lupa kita lakukan proses pengereman agar rem kembali normal.

Simpel dan Fashionable, Honda Blade pasang pelek jari - jari bro..
Tampilan pelek tipe jari-jari emang punya magnet tersendiri dibanding palang. Bagi pencinta dandanan simpel dan fashionable, pelek berjeruji aluminium kerap jadi pilihan motormania.

Namun sayangnya, tak semua ATPM menelurkan varian motor dengan opsi pelek jari-jari dan palang sekaligus. Contoh Honda Blade yang cuma tersedia pelek palang lima berbentuk kipas. Tapi jangan khawatir! Buat pemilik motor itu yang mau aplikasi pelek jari-jari, bisa comot teromol salah satu varian Honda yang iklannnya dibintangi Agnes Monica. Selain itu, tentu ada part-part lain yang juga harus ditebus. Apa tuh? Teromol Depan-Belakang

Untuk teromol depan, bisa pakai bawaan Honda Vario. Menurut Riri dari Kencana Motor Sport (KMS), teromol itu punya lubang dudukan cakram yang sama dengan Blade. Sedang belakangnya, bisa pakai bawaan Honda Supra X 125 yang sama-sama menganut tipe rem teromol. "Paling ribet hanya mengubah ukuran bos di roda depan aja," tambah wanita berpenampilan tomboi ini. Harganya? Teromol depan Vario dibanderol Rp 130-149 ribuan. Sedang teromol belakang Supra X125 Rp 220-225 ribuan. Pelek Aluminium Ring 17

Untuk pilihan pelek, di pasar sudah banyak beredar beragam model pelek aluminium. Salah satu yang masih hot ada pelek aluminium dengan profil U. Untuk model ini, pilihannya ada TK dan TDR mulai lebar ukuran 1,20 sampai 3,00. Mau model lain? Ada juga buatan Zipp yang profil tepi pelek lebih tinggi dari pelek aluminium kebanyakan. Di pasaran pelek ini dijual dari ukuran 1,40-2,15 inci seharga Rp 270-350 ribuan. Sedang model U Shape dari TDR dihargai Rp 389-667 ribuan tergantung ukuran. Jari-jari

Nah kalau pelek dan teromol sudah ditebus, langkah akhir tinggal menebus jari-jari. Pilihannya bisa pakai jari-jari aftermarket seperti label Yoko yang dibanderol Rp 60 ribuan dan ada juga merek Sting seharga Rp 25 ribuan. Oh ya, untuk pelek Absolute Revo ini menganut 36 jari-jari. Nah kalau semua sudah ditebus, jangan lupa setel jari-jari di tukang setel pelek. "Untuk urusan pasang dan setel pelek, kami juga bisa bantu," tutup Riri yang mematok tarif jasa pasang dan setel pelek ini Rp 60 ribu.

Subtitusi part - Yamaha Vega pakai per kopling Suzuki Satria FU : akselerasi lebih menohok
Dengan mesin sudah banyak ubahan, biasanya mekanik motor balap juga melakukan penggantian per kopling standar dengan model racing yang lebih keras. Hal tersebut dilakukan, agar kampas kopling dapat beradaptasi terhadap mesin yang sudah mengalami oprekan.

Apa yang sudah biasa dilakukan mekanik balap itu, juga banyak diaplikasi pada mesin motor standar. "Penggantian itu, bisa mempercepat akselerasi mesin," kata Nicko, mekanik bengkel umum Kartika, di Pos Pengumben, Jakbar. Salah satu contoh yang dilakukan Nicko, pada Yamaha Vega R. Untuk dapat akselerasi lebih menohok, biasanya per kopling standar diganti bawaan Suzuki Satria FU. "Secara fisik per kopling Satria FU diameternya 2,5 mm dan itu lebih tebal 0,5 mm dari pada bawaan Vega. Itu yang membuat per FU lebih keras dari punya Vega," tuturnya.

Bila penggantian per tersebut pada motor yang mesinnya sudah dioprek, memang sudah banyak yang membuktikan. Namun bila pada mesin standar seperti dilakukan Nicko, terbukti juga keampuhannya tidak ya atau malah sama saja? Nah daripada ragu, yuk kita buktikan. Alat peraga yang digunakan, Yamaha Vega keluaran 2009. Untuk pengukuran akselerasinya, kita pakai alat Racelogic-Performance Box. Sementara Mr. Testo yang berbobot 50 kg, jadi penunggangnya. Pengetesan saat Vega pakai per kopling standar dan ketika diganti dengan per kopling Satria FU, masing-masing dilakukan 3 kali pengetesan. Hasil yang didapat, pada pengetesan kecepatan 0-40 km/jam waktu tempuhnya 3,6 detik (per kopling standar). Sementara saat ganti per kopling Satria FU, catatan waktunya jadi 2,9 detik (data selengkapnya lihat tabel). Dari hasil tersebut terlihat, adanya koreksi waktu. Walau hanya berbeda 0,05 detik, tetap saja akselerasi dengan per kopling FU lebih cepat dibanding pakai per kopling standar Vega. Kesimpulan Dengan pemakaian per kopling Satria FU yang lebih keras, membuat waktu release kampas kopling juga jadi lebih cepat. Hal itu yang memicu akselerasi Vega standar jadi terkoreksi tipis. Bila dengan mesin standar saja penggantian tersebut bisa bikin Vega cepat ngacir, tentu bila mesinnya sudah oprekan bisa tambah ngaciiir...! Kecepatan Per kopling vega Per kopling satrua FU 0-40 km/jam 3,6 Detik 0-60 km/jam 7,7 Detik 0-100 M 8,8 Detik 0-201 M 13, 8 Detik 13,1 detik 8,2 detik 6,5 detik Jarak Tempuh 2,9 detik

Honda Supra X 125 - upgrade performa Supra X125: Modal Rp 1,6jt, tambah power 1,78 DK
Minggu lalu pembaca setia bernama Hutomo Nugraha Irianto bertanya soal upgrade performa Supra X 125, juga bengkel yang direkomendasikan. Pertanyaan sama juga masuk ke e-mail Mr. Testo (mr.testo10@gmail.com). Nah demi memuaskan pembaca, Mr. Testo pun mencari bengkel yang piawai mengorek bebek 125 cc ini, tentu dengan spek harian dan biaya yang bersahabat. Tak lupa juga dilakukan pengukuran tenaga pakai dynometer, sehingga klaim kenaikan tenaga tak hanya berdasarkan feeling saja. Untuk itu Mr. Testo menyambangi bengkel Bintang Racing Team (BRT), yang cukup disegani di arena road race. Sebab bisa mengantar Supra X 125 memenangi berbagai ajang kejuaraan nasional. Dan juga pernah membuat paket performa bagi Supra X 125.

Knalpot free flow, dukung pembuangan lancar

Noken as dengan durasi dan angkatan lebih besar

Mapping CDI Di Pilih Yang Tune-Up Lubang inlet di geser agar aliran bahan bakar lebih deras

Namun tentu saja spek ubahan tak seheboh besutan balap, cukup memaksimalkan komponen standar dan mengganti beberapa part inti. Apa saja yang diubah sehingga ketika diukur dengan Dynojet tipe 250i milik BRT, terukur tenaga naik dari 7,74 dk/7.000 rpm jadi 9,52 dk/7.700 rpm. Grafik tenaga pun sejak 4.000 rpm sudah lebih tinggi dari standar, bahkan hingga 10.000 rpm masih di atas 8 dk. Untuk lebih jelasnya, mari dibedah satu per satu oprekan bengkel di Jl. Mayor Oking No.102, Cibinong. Kepala Silinder Fokus pada saluran masuk dan buang. Tak cukup dengan porting dan polish, namun juga menggeser lubang masuk ke arah luar sebanyak 2 mm. Caranya, membesarkan lubang ke arah luar, lalu mengelem sisi dalam agar diameter tetap seperti standar. Intake manifold juga mesti disesuaikan. "Itu agar aliran campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke ruang bakar lebih cepat dan banyak," terang Suwar, mekanik BRT. Efeknya tentu saja ledakan di ruang bakar akan lebih besar, tenaga pun meningkat. Karburator & Knalpot Peranti pengabut bahan bakar tetap pakai standarnya, hanya saja buat mengimbangi ubahan pada kepala silinder, dimaksimalkan lewat cara mereamer 2 mm, sehingga kini venturinya jadi 20 mm. Setingan spuyer juga mesti dinaikkan, pilot jet jadi 40 dari standarnya 35, sedang main jet dari 75 jadi 80. Dengan komposisi demikian, air fuel to ratio (AFR) atau perbandingan bahan bakar dan udara menjadi stabil. Terbaca di grafik tak terlalu kaya atau miskin, berada di angka 14:1. Sedang angka stokiometrinya 14,7:1. Knalpot cukup pakai produk aftermarket yang berkarakter free flow agar pembuangan lebih lancar. Salah satunya buatan AHRS dengan tipe F3. Noken As Diganti buatan BRT, komponen yang plug and play ini karakternya baik angkatan maupun durasi lebih besar dari standarnya. Bahan bakar yang masuk ke ruang bakar pun jadi lebih deras. "Per klep cukup pakai standarnya, sedang setelan klep baik in maupun out pakai 0,05 mm," lanjut mekanik asli Semarang, Jateng ini. Pengapian Bahan bakar yang masuk ke ruang bakar sudah banyak, jika tak terbakar semua tentu percuma. Makanya perlu didukung sistem pengapian yang lebih mumpuni dari standarnya. Dipilih buatan BRT tipe Neo Dualband. "Karena speknya sudah meningkat, maka grafiknya dipilih yang tune-up," tambah mekanik ramah ini. Sedang koil sesuai rekomendasinya, tetap pakai standar.

Roller rocker arm honda blade Bbuat silinder head yamaha jupiter z!
Author: Penulis : Popo/AZ

Secara fungsi, rocker arm Honda Blade yang sudah dilengkapi roller (gbr.1) memang memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya adalah mengurangi gesekan antar komponen di kepala silinder. Tanpa rocker arm ber-roller, gesekan antara camshaft atau cam dengan rocker arm cukup besar karena penampang rocker arm sifatnya diam. Tapi dengan rocker arm yang telah dilengkapi roller, camshaft akan bergesekan dengan roller yang berputar efeknya tentu koefisien geseknya terkurangi. Kinerja camshaft yang berputar pun jadi lebih ringan dan membuat camshaft lebih awet apalagi untuk camshaft racing yang umumnya dibuat handmade tanpa proses hardening layaknya camshaft standar bawaan motor.

Nah, sekarang langsung bercerita tentang aplikasi rocker arm Blade yang sedang ramai di dunia balap. Dari skutik Yamaha Mio dan Suzuki Spin hingga Jupiter Z road race tunggangan Rey Ratukore dari Bintang Racing Team (BRT) ternyata diam-diam sudah mengaplikasikan rocker arm plus roller ini. gbr.1 gbr.2

"Dengan mengaplikasikan rocker arm Blade pada Jupiter Z, peningkatan performanya secara keseluruhan sekitar 5%," buka Tommy Huang, pentolan BRT yang menjadi otak riset rocker arm Blade di Jupiter Z ini. Angka 5% pada pacuan road race tentunya cukup signifikan. Mau ikutan pasang? Mari kita intip rahasia silinder head Jupiter Z racikan BRT ini. Untungnya BRT memiliki satu cutting head silinder. Jadi bisa terlihat jelas posisi dan konstruksi rocker arm Blade di silinder head Jupiter Z. Pada prinsipnya untuk memasang rocker arm ini tinggal menyesuaikan ujung pelatuk dengan batang klep. Agar ujung pelatuk dan batang klep bertemu berarti posisi rocker arm harus di geser keluar, karena ruang di silinder head tidak cukup, mau enggak mau harus mengikis dinding silinder head (gbr.2) dan ini berlaku baik untuk rocker arm isap maupun buang. Setelah dipastikan center kini giliran memasangnya. "Yang pasti butuh pin rocker arm yang lebih panjang karena posisi lubang pin sudah dikikis dan coakannya jadi kurang dalam. Harus di buat lebih dalam dan dipasang pakai pin yang juga lebih panjang," ungkap Suar, asisten Tommy Huang. Pada racikannya ini dipakai pin Suzuki Smash yang memang sedikit lebih panjang. gbr.3 gbr.4

Tapi masalah belum selesai, karena posisi rocker arm jadi lebih keluar, maka ada salah satu sisi yang kosong. Maka dari itu perlu dibuatkan bos tambahan (gbr.3). Ukurannya disesuaikan dengan kerenggangan yang tercipta di kepala silinder. Yang penting tidak oblak dan diameter dalamnya disesuaikan dengan diameter luar pin rocker arm. Kini tinggal berfikir mengolah ulang camshaft, karena beda konstruksi maka bentuk camshaft-nya pun sangat berbeda (gbr.4). Camshaft yang baru profilnya jadi kurus dan tiduran karena posisi penampang rollernya memang bergeser keluar. Lift-nya juga tidak bisa terlalu tinggi layaknya camshaft Jupiter Z.

Pada dasarnya perbandingan bukaan camshaft Honda Blade dengan Yamaha Jupiter memang berbeda. Perbandingan rocker arm Honda Blade 1:1,5 artinya saat rocker arm tertonjok camshaft dalam posisi lift penuh, pada klep membuka 1,5 kali dari tinggi tonjokan camshaft. Perbandingan ini lebih tinggi dari Jupiter Z dan Supra X 125 yang hanya 1:1,33. "Meskipun bentuknya berbeda tapi yang penting bukaan di klepnya tetap sama. Sebenarnya mudah yang penting tahu prinsip dasar mengolah klep," ungkap Tommy.

Combi brake universal ala adi sutisno bisa buat semua skutik
Hingga saat ini, memang baru Honda yang punya teknologi pengereman ganda alias combi brake system (CBS). Yakni pada skutik terbarunya; Vario Techno. Teknologi ini dirasakan sangat membantu rider pemula yang belum paham betul cara mengoperasikan rem yang ideal. Terutama ketika harus mengombinasi antara rem depan dengan rem belakang waktu melakukan pengereman mendadak maupun kala ngerem di tikungan. Namun bagi pemilik skutik selain Vario Techno tak perlu cemburu. Untuk Vario biasa, toh bisa mengaplikasi perangkat CBS Vario Techno. Lantas bagaimana dengan skutik lain kayak Yamaha Mio, Nouvo, Suzuki Spin, Skywave, Skydrive dan merek non Jepang lain? Nah, belum lama ini salah satu spesialis skutik yang bermarkas di Jl. Mawar, Rempoa, Bintaro, Jaksel, yakni XSpeed Matic (XSM) berhasil merancang sistem pengereman senada yang bisa diaplikasi pada skutik apa pun.

Memanfaatkan master rem belakang motor sebagai penggerak rem cakram depan Konektor untuk menghubungkan kabel belakang standar dengan kabel penggerak master CBS "Namun cara kerjanya berbeda dengan CBS keluaran Honda. Kalau punya Honda pakai sistem mekanis, maka bikinan gue kerjanya secara hidraulis. Mengandalkan master rem belakang motor lain," bilang Adi Sutisna, bos XSM. Selain itu, menurut Adi cara pemasangannya pun plug and play. "Tidak perlu mengubah apa-apa. Tinggal pasang doang. Karena sudah ada braket maupun konektornya. Baik itu kabel maupun slang rem tambahan untuk perangkat ini," tambahnya. Ia mengaku CBS universal rancangannya ini sudah menjalani trial and error pada Vario 2008 miliknya selama hampir satu tahun dengan dibawa jalan di berbagai kondisi jalan sejauh 35 ribu km. "Sampai saat ini belum ada kendala sama sekali. Malah meski kampas rem belakang mulai tipis (pengereman tuas rem belakang jadi makin dalam), komposisi atau persentase pengereman depan tak berubah sama sekali. Beda dengan CBS Vario Techno yang otomatis akan berubah begitu kampas rem belakang mulai tipis," terangnya. Oh iya, Adi menerapkan komposisi pengereman 30% untuk bagian depan dan 100 persen untuk belakang (tuas rem kiri ditekan penuh). Karena dari riset yang ia lakukan, persentasi tersebut dianggap paling ideal untuk pemakaian ban berukuran apa saja. Saat ini CBS buatannya sedang dalam proses hak paten. "Mudah-mudahan Januari ini hak patennya keluar," harapnya. Jadi, hati-hati saja untuk yang hendak menirunya. Nah, buat yang ingin mengaplikasinya di skutik kesayangan, harap bersabar dulu ya. Karena kata Adi, ciptaannya ini baru akan diproduksi massal Januri 2010, sembari menunggu hak ciptanya keluar. "Tapi untuk yang mau pesan, bisa order dari sekarang. Harganya di bawah Rp 1 juta (kalau perangkat CBS Honda di atas Rp 1,2 juta) dan ada garansi selama 1 tahun," tukasnya.

Tambah pakem, Honda Absolute Revo aplikasi rem belakang model cakram!
Mau pasang rem belakang cakram di Honda Absolute Revo (HAR)? Gampang! Sekarang banyak kok, peranti itu dijual paket (gbr.1) yang dibanderol Rp 700-800 ribuan," jelas Rini dari gerai aksesori F16. Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Eh, tapi mengganti rem belakang ada aturannya. Pastikan ukuran lebar cakram tak melebihi ukuran standar disk brake depan. "Kalau terlalu besar, bisa bikin roda belakang mudah terkunci dan sliding nantinya," sahut Ari Kristanto dari bengkel GMotor. Nah, model cakram ini juga dapat diterapkan pada pelek HAR jenis jari-jari dan palang (gbr.2). Oke langsung simak kata Ari, mau ngejelasin cara pasangnya, yuk! Pertama, lepas roda belakang plus rumah kampas remnya. Dari sini lubangi bagian teromol roda sampai tembus ke sisi kiri rumah gir pakai bor sebanyak 4 titik. "Posisi lubang di teromol harus sesuai sama lubang damper dudukan cakramnya (gbr.3)," jelas Ari. Kalau sudah, lanjutkan merakit damper dudukan cakram beserta cakram dengan 4 mur baut pengikat ukuran 12 sepanjang kurang lebih 8 cm di teromol sebelah kanan. Lalu lanjutkan membuat dudukan pengikat master rem di rangka sebelah kanan (gbr.4). Saat pemasangan, usahakan posisi master rem gak terganggu swing arm saat peranti itu bergerak naik turun," wanti mekanik humoris ini.

Gambar 5

Gbr 6

Eh bicara master rem, baiknya pakai orisinal atau minimal jeroannya yang ori! Sebab kalau pakai produk KW, dikhawatirkan bagian sil di dalam master rem gak tahan pada suhu panas dan pemakaian jarak jauh. Akibatnya rem bisa gak pakem atau malah blong," beber mekanik asal Yogya ini. Oke lanjut! Bikin dudukan penonjok master rem, memanfaatkan pedal rem belakang bawaan standar (gbr.5). Caranya, potong bagian belakang pedal rem, lalu sambung peranti itu dengan pelat besi setebal 5 mm buat dudukan penonjok master rem. Sampai sini, pindah ke belakang. Papas bos as roda belakang kanan 0,5 mm agar braket kaliper mudah dipasang nantinya. Terakhir, rakit roda belakang yang sudah terpasang cakram, beserta kaliper dan adaptor kalipernya (gbr.6). Nah berhubung lengan ayun sebelah kanan AR sudah dilengkapi dudukan pengikat per kabel rem, jadi untuk penahan braket kaliper bisa pakai dudukan per itu.

Usir suara berisik gir rasio Mio
Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Kisah itu dialami Edi Sumaryo warga Cipondoh, Tangerang, Banten. "Iya waktu saya sedang enak jalan sama istri dan anak, tiba-tiba ada suara dari dalam CVT. Bukan suara knalpot, tapi bunyinya setiap di atas kecepatan 60 km/jam," kata pria berambut putih ini. Nah, gara-gara masalah itu Edi dan keluarganya batal JJS. Wah, kacau deh! Tapi biar enggak nyusahin terus, Yamaha Mio 115 cc keluaran 2008 itu digelandang ke bengkel Bonano Fiananda (BO) di Jl. KH. Maulana Hasanudin, Porisgaga Batu Ceper, Tangerang, Banten. Di BO Edi bertemu Muhammad Nurdiansyah, mekanik BO. Dia menceritakan yang dialami pada besutannya. Setelah Edi curhat sama pria ramah yang biasa disapa Aan itu, skutik yang katanya market leader itu pun langsung dibongkar. Gambar 5

Gambar 6

Setelah dicek and ricek, ternyata pemicu suara yang keluar dari dalam CVT adalah gigi rasio (gbr.1). "Memang kalo gigi rasio itu renggang antara primer dan skunder akan menimbulkan bunyi (gbr.2). Karena antara gigi rasio dan primer terdapat satu ring besar, jadi kalau enggak rapat ring itu akan bergetar. Makanya kalo motor dalam keadaan kencang jangan direm mendadak, itu bisa membuat gigi rasio jadi abis alias ompong," jelas Aan. Biar gak beli baru, solusinya dipres dan dilas kuningan. Penasaran kan, apa yang dilakukan Aan. Yuk kita lihat. Sebelum dibongkar, siapkan dulu perkakas yang diperlukan; T-8, tracker, kunci sok ukuran 24 dan kunci L-5. Gambar 7

Pertama buka 22 baut yang mengunci di bak CVT menggunakan kunci T-8 (gbr.3). Lalu lepas kopling sentrifugal dengan kunci sok 24 (gbr.4). "Jangan lupa pakai tracker biar gampang buka sentrifugalnya," tambahnya. Setelah itu copot baut L penutup rasio sebanyak lima buah pakai kunci L-5 (gbr.5). Kalau sudah buka, rasionya dipres menggunakan alat catokan pres (gbr.6). "Biar rasio itu gak kambuh lagi maka harus dilas kuningan (gbr.7)," bilang pria ini sambil tersenyum. Buat biayanya, cukup bayar Rp 50 ribu. "Itu sudah berikut ongkos pasang, lo," ucapnya. Hasilnya, skutik Edi sudah enggak 'sakit' lagi, deh.

Ganti paking knalpot agar suaranya tidak mendua
Sejatinya, fungsi knalpot adalah untuk membantu meredam hasil ledakan di ruang bakar yang berupa campuran bahan bakar dan udara. Gas buang disalurkan terlebih dahulu ke dalam peredam suara atau muffler di dalam knalpot. Gimana jadinya kalo knalpot bocor?

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Sebut saja Kelvin Sandi, yang ingin pulang kuliah. Saat motornya hidup, terdengar suara aneh pada besutannya. "Vin, kok suara knalpotnya kayak ada dua?" tanya teman kampusnya. "Iya nih! Knalpotnya bocor, belum sempat dibenerin," jawab pemilik Suzuki Shogun SP tahun 2004. "Betulin dulu suara knalpotnya, biar gak merambat ke komponen lain. Paling cuma ganti paking knalpotnya, kok. Dan hanya butuh waktu 30 menit," sarannya sembari bilang, gejala knalpot bocor bisa bermula dari baut yang kendur akibat getaran mesin atau paking knalpot sudah tipis. Toh bongkarnya gampang, kok! Maka itu, Bekti, teman kampusnya ini mau berbagi hadiah dengan Kelvin. Eh, tips maksudnya! Oke! Pertama, siapkan kunci T-12 dan obeng kembang (gbr.1). Tapi, sediakan juga paking yang seharga Rp 2.000, bila peranti itu sudah rusak. Kalo kendur? Ya, tinggal kencanginkan bautnya. Sudah? Eits, nanti dulu! Bila knalpot panas, jangan dilepas, karena bautnya akan memuai akibat panas mesin dan baut gampang slek. Usahakan tunggu sampai mesin benar-benar dingin. Beda dengan balapan, yang dibutuhkan kerja serbacepat. Mau gak mau harus dibongkar. Trus gimana? Gitu aja kok susah! Lepaskan dua baut sebelah kiri dan kanan cover engine lebih dulu menggunakan obeng kembang (gbr.2). Setelah itu, dilanjutkan membuka dua baut pengikat di ujung knalpot pakai kunci T-12 (gbr.3). Langkah berikutnya, lepas dua baut yang berada di footstep belakang pake kunci ring atau kunci T-12. Setelah knalpot dilepas dari dudukannya, dilanjutkan dengan mengeluarkan paking yang rusak atau menempel di lubang knalpot. Oke! Setelah selesai, proses selanjutnya memasang paking baru tersebut di ujung knalpot (gbr.4). "Biar knalpot gak bocor lagi, lebih baik dikasih sealant atau perekat," ujarnya yang sering nongkrong di bengkel G Motor, Bintaro, Tangerang. Nah, kalo sudah diganti paking yang baru, tinggal pasang lagi, deh. Caranya, seperti kebalikan awal membuka knalpot. Dalam pemasangannya harus presisi, agar bautnya tak mudah slek atau miring, yang bisa mengakibatkan knalpot bocor lagi. Seperti biasa sebelum berangkat melakukan aktivitas sehari-hari, Agung J memanasi mesin Suzuki Satria FU 150 keluaran 2007 yang jadi tunggangannya. Karena memang belum waktunya berangkat, setelah 10 menit distarter maka mesin FU dimatikan. "Begitu kunci kontak dalam posisi off, terdengar bunyi asing keluar dari dalam mesin," ujar warga Cengkareng, Tangerang ini. Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Beberapa kali Agung mencoba menghidupkan lalu mematikan mesin motornya. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bunyi-bunyian itu keluar dari sisi sebelah mana. Setelah didengarkan secara saksama, menurut Agung bebunyian tersebut muncul dari mesin di sisi sebelah kiri. Takut terjadi hal yang membahayakan, maka cowok berbadan tegap ini melarikan besutannya ke bengkel yang jadi rujukan pengguna FU. Kepada Hasan Basri yang jadi mekanik Hasan Motor (HM), Agung mengeluarkan unek-uneknya. Ternyata bagi mekanik berputri satu ini, kendala yang dialami klien yang satu ini juga terjadi pada beberapa pengguna FU. "Khususnya pada mereka pemakai FU yang sudah mengaplikasi elektric starter dan tempat bunyi itu berasal memang di sebelah kiri mesin, persisnya di bagian magnet," terang mekanik yang buka bengkel di Jl. Kelapa Dua, Jakbar. Kenapa ya, magnet kok bisa jadi pemicu bunyi-bunyian tersebut? Dari beberapa kasus yang ditangani, ternyata biang kerok dari kendala itu karena salah satu dari 3 baut pengunci gigi starter ada yang kendur. Letak dari part tersebut ada dalam magnet (gbr.1). Untuk membungkam bunyi-bunyian yang keluar, caranya ternyata gampang lo. Awalannya dimulai dari membuka bak magnet terlebih dahulu. Setelah terbuka, maka akan terlihat 3 buah baut pengunci gigi starter. "Buat mengencangkannya, pakai kunci L bersize 5 mm. Oh ya, pastikan semua baut terkunci dan jangan ada yang kendur agar tidak terdengar bebunyian lagi," terang Hasan (gbr.2). Memang penyebab terjadinya kendala tersebut, boleh dibilang sepele. Namun, bila itu terjadi jangan dianggap remeh lo. Pasalnya, trouble tersebut bisa merembet pada kerusakan di gigi starter (gbr.3). Dana minimal Rp 600 ribu (buat beli onderdil, belum termasuk jasa servis), harus dirogoh untuk mengganti kerusakan pada gigi starter. Repoot....!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->