P. 1
Motor Performance Plus6

Motor Performance Plus6

|Views: 9,062|Likes:
Published by aazyx

More info:

Published by: aazyx on Feb 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

Jika elektrik starter nggak berfungsi, arang motor starter kerap dituduh sebagai biang keladi. Pasalnya
arang bisa aus lantaran kerjanya bergesekan dengan poros dinamo. Padahal jika diteliti, bukan cuma itu
sebabnya. Komponen penunjang kerja motor starter juga perlu dilacak.
"Seperti tombol elektrik starter dan soket kabel. Juga bendik starter," bilang Adry Bridjal Hanafi alias
mas Boy, mekanik Boy Motor Sport di Pondok Sukatani Permai, Jl. Marquisa VII, No. 4, Cimangis,
Bogor. Kalau dari tombol elektrik starter, lihat apakah sirkuit di dalam rumah sakelar bermaterial pelat
alami korosi. Apalagi tombol sering kena air hujan (gbr. 1).

Sehingga part itu tidak bisa memberi perintah bendik starter. Kalau persoalan bukan diakibatkan
tombol elektrik starter atau soket kabel, pemeriksaan mengarah ke bendik starter (gbr. 2). Memastikan
masih bagus tidaknya, coba hubungkan terminal kabel di bendik menggunakan obeng. Jika dinamo
berputar, berarti bendik yang rusak. Jika kedua alat tadi tidak bermasalah, lanjut periksa komponen di
dalam motor starter. Tapi kenapa pemeriksaan dilakukan paling akhir? Soale, selain posisi pasangnya
sulit, tidak semua orang bisa bongkar part ini untuk melihat isi dan merakitnya kembali.

"Sebagai himbauan, biasanya motor starter tak mau aktif karena kedua arang yang bergesek di poros
dinamo kotor akibat debu bekas gesekan (gbr. 3). Sehingga aliran arus setrum ke dinamo tidak lancar,"
wanti Mas Boy sambil menjelaskan gejala ini umumnya terjadi setelah motor dipakai sekitar 2 tahun.
Paling parah kalau tidak pernah dicek.
Kedua arang yang ditekan pegas dari pelat baja itu benar habis dan tidak segera diganti. Berisiko
bergesek dengan poros dinamo. Kalau sudah seperti ini, justru angker di poros ikut minta diganti. Wah,
bisa lebih mahal dari harga arang yang di jual sekitar Rp 30 ribu.

Beda Tipe Beda Perlakuan Filter Udara

Bersihkan, enggak musti tunggu waktunya!

Filter udara di motor sudah mengalami tiga kali evolusi. Generasi pertama, menggunakan bahan busa.
Lanjut tipe kertas kering dan kemudian yang terakhir dan terbaru, kertas basah. Lantaran beda tipe,
tentunya beda pula di soal perlakuan.
Misal kala servis untuk membersihkan dan jangka waktu pemakaian! Biar fokus, baiknya diurai.
Termasuk soal perawatannya. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan! Juga substistusi atau yang
boleh dan bisa saling tukar. Sip dong!

BUSA MURMER

Tipe saringan udara ini, boleh disebut konvensional. Itu
karena modelnya yang umum dan sudah dipakai sejak lama.
Nggak sedikit pabrikan aplikasi saringan model ini, karena
mudah di soal perawatan. "Membersihkannya cukup pakai
bensin. Busa direndam atau disiram bensin lalu diperas.
Ulangi hingga dua atau tiga kali," timpal Songa yang tidak
hanya terima servis motor harian, tapi juga bikin motor road
race.
Memerasnya enggak boleh dipelintir yang dipastikan bikin
busa cepat rusak. Bentuknya berubah dan melar. Untuk
mengeringkannya, cukup sedikit diremas. Setelah busa
dibersihkan, jangan lupa lumuri pakai oli. "Bisa pakai oli
mesin SAE 10-40W atau oli samping. Cukup tipis dilapisi pada permukaan busa," kata pria berambut

Tipis dilapisi oli

cepak itu. Selain murah, busa ini juga bisa dipakai berkali-kali hingga getas. So, tak perlu tunggu
hingga batas kilometer ditentukan. Murmer alias murah meriah kan?

KERTAS KERING DISEMPROT AJA

Filter alias saringan yang kedua, dari kertas kering atau dry
element. Tapi, bukan kertas seperti buku tulis ya. Kalau itu
sih, waduh, tipis bener! Kertas ini, tetap punya bahan yang
tebal sehingga tidak cepat rusak ketika dipaksa menyedot
udara. Meski, terkadang udaranya bercampur cairan. Misal,
air. "Boleh dibilang, proses membersihkan filter ini justru
lebih mudah ketimbang filter busa," ungkap Endro Sutarno,
Instruktur Technical Service Division, PT Astra Honda Motor
(AHM). Membersihkannya cukup disemprot pakai angin kompresor. Enggak perlu disiram atau
direndam bensin dan oli lagi. Debu yang menempel di kertas sudah bisa rontok. Tapi bicara harga, filter
ini tentu sedikit lebih mahal ketimbang filter busa.

KERTAS BASAH MINIM PERAWATAN

Generasi filter terbaru menggunakan kertas basah atawa wet
element. Bahan yang dipakai hampir sama dengan saringan
kertas kering. Namun filter ini sudah memiliki pelumas
khusus di kertasnya. Fungsinya, tentu untuk menangkap
kotoran agar tidak ikut nyelonong ke ruang bakar. Tapi bukan
berati pelumasnya boleh ditambah. Saringan tipe ini juga
minim perawatan. "Disebut viscous element seperti yang
dipakai Honda Vario," bilang Endro yang berkantor di Sunter,
Jakarta Utara. Tipe filter ini juga diaplikasi pada Yamaha Soul
dan New Mio. Dari selebaran anjuran yang diterbitkan PT
Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), filter bebas
perawatan ini punya banyak pantangan. Seperti tidak boleh dicuci atau dibersihakn pakai kuas atau
sikat. Juga tidak boleh kena penyemprotan bertekanan. "Memang tidak boleh disemprot angin
kompresor. Takutnya, semprotan itu malah bikin pelumas yang ada di kertas malah terbuang," pasti
Endro. Kalaupun kotor sekali, membersihkannya cukup dilap tipis. Dengan kata lain, enggak perlu
dibersihkan hingga waktunya ganti. Umumnya, maksimal pemakaian 15.000 hingga 16 ribu kilometer.
Lebih cepat diganti kalau kondisi sekitar berdebu tebal. Pihak YMKI menekankan kalau boks filter
udara ini tidak boleh dibuka sama sekali. Kecuali untuk penggantian saringan udara. Juga harus disegel
setelah penggantian selesai, supaya tidak diutak-atik.

SUBSITUSI

Kendala bakal menghampiri motor yang pakai filter kertas
tipe basah. Terutama kalau motor sering dipakai melintas
daerah berdebu. Tentunya, bakal sering ganti filter. Kan, jadi
lebih gampang kotor. Ada cara mudah dan praktis! Gimana
kalau filter itu disubsitusi pakai filter model busa. Jadi, kalau
kotor tinggal dicuci. So, gak mesti 16 ribu kilometer dan
keluar uang lagi. Caranya, gampang! Tinggal beli filter tipe
busa. Cari ukuran busa yang sedikit lebih besar ketimbang
filter sebelumnya. Jadi kalau kurang, gak repot. Githu juga
kalau lebih, tinggal potong. Sebagai ilustrasi, untuk Yamaha
New Mio bisa pakai filter Mio lama. "Selain lebih murah juga
bisa tetap dibersihkan. Sehingga bisa dipakai berulang kali,".

Filter kertas, bukan seperti buku tulis

Awas, jangan disemprot!

Sesuaikan ukuran busa dan rumah filter

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->