KIMIA ANALISIS TERAPAN

Pembuatan Vernis

A. JUDUL PERCOBAAN Judul percobaan yang dilakukan adalah Pembuatan Vern Proses pembuatan is. vernis ini dilakukan pada tanggal 23 Februari 2009 dan berakhir pada tanggal 9 Maret 2009.

B. PRINSIP KERJA Prinsip kerja pada pembuatan vernis ini adalah pelarutan. Proses pelarutan damar yang berupa granula dengan menggunakan spiritus.

C. ALAT DAN BAHAN 1. ALAT Gelas kimia 250 mL 2 buah Batang pengaduk 1 buah Gelas kimia 500 mL 1 buah Gelas ukur 250 mL 1 buah Neraca digital Kain 2. BAHAN Damar granula 125 gram Spiritus 250 mL Pewarna kayu 1 bungkus Amplas D. PENDAPAT KONSUMEN Konsumen memiliki pendapat yang beragam mengenai hasil pembuatan vernis yang dibuat oleh kelompok kami, tetapi sebagian besar merasa cukup dengan hasil yang diperoleh.

E. BIAYA Damar 250 gram Pewarna 1 bungkus : Rp 8.000,: Rp 500,-

1

terlebih dahulu kursi dibasahi dengan air.500.- Untuk menghasilkan 500 mL vernis dibutuhkan biaya: Damar 250 gram Spiritus 500 mL Total Jadi.500. 2. proses mengamplas. Setelah terpisah sempurna. Membersihkan kursi yang akan divernis dengan amplas Untuk memudahkan .500. bagian atas (bagian inilah yang merupakan vernis) dipisahkan dengan endapannya kemudian meletakkannya di wadah lain 4. Mendiamkan beberapa saat hingga damar yang tidak terlarut mengendap di dasar wadah (biasanya diperlukan waktu semalaman). untuk menghasilkan 500 mL vernis dibutuhkan biaya Rp 15.500.-.KIMIA ANALISIS TERAPAN Pembuatan Vernis Amplas Total : Rp 2. sehingga keuntungan yang didapatkan dari pembuatan vernis sebanyak setengah liter adalah: = harga setengah liter vernis dipasaran ± harga vernis buatan sendiri = Rp 25.000. Menambahkan pewarna lalu mengaduknya hingga warna tercampur sempurna.500. dan harga vernis yang dijual dipasaran untuk setengah liter adalah Rp 25. PROSEDUR KERJA. keuntungan yang diperoleh adalah Rp 9. Sebaiknya proses ini dilakukan pada saat udara panas.: Rp 7. (proses ini dilakukan dengan cara vertikal horizontal-vertikal). 3.Rp 15.000. 1.000. = Rp 9. 6.: Rp 11.: Rp 8.Jadi. Menjemur kursi hingga vernis melekat sempurna.500. Melarutkan 250 gram damar dengan 500 mL spiritus lalu mengaduknya.000. 7.500. . 2 . F. 5. Memvernis kursi tersebut dengan menggunakan kuas dengan tiga kali proses pelapisan.: Rp15.

Damar dimanfaatkan dalam pembuatan korek api (untuk mencegah api membakar kayu terlalu cepat). Di dalamnya termasuk damar mata kucing dan damar gelap. Dryobalanops sp. Menambahkan 250 mL spiritus kemudian mengaduk campuran hingga damar terlarut dengan sempurna. URAIAN. Menyaring campuran damar dan spiritus dengan menggunakan kain.KIMIA ANALISIS TERAPAN Pembuatan Vernis G. damar mata kucing digolongkan sebagai berikut : Kingdom Divisio Kelas Ordo Famili Subfamili : Plantae/tumbuhan : Magnophyta : Magnoliopsida : Malvales : Dipterocarpaceae : Dipterocarpoideae 3 . H. 5. Memasukkan 125 gram damar ke dalam gelas kimia 500 mL.. plester. Melapisi meja dengan vernis yang telah dibuat dengan 3 kali proses pelapisan. et. Menambahkan pewarna secukupnya kemudian mengaduk vernis. atau dapat pula dilakukan dengan mendiamkan beberapa saat setelah proses pelarutan kemudian mengambil bagian atas larutan (vernis). Membersihkan meja dengan menggunakan amplas. Damar adalah hasil sekresi (getah) dari pohon Shorea sp. plastik.) tergolong dalam keluarga Dipterocarpaceae. dan tergolong sebagai kayu daun lebar keras ringan (light hardwood).org/wiki/damar) Damar mata kucing (Shorea javanica K. dan lain-lain dari suku meranti-merantian atau Dipterocarpaceae. Berdasarkan taksonominya. 3. Vatica sp. V. 4. javanica di pasaran internasional dikenal sebagai meranti putih (White meranti). CARA KERJA 1.. 6. 2. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.. vernis dan lak (http://id/wikipedia. Kayu S. 7.

Hopea dan Neobalanocarpus. berbentuk bungkahan. hanya sebagian kecil yang memiliki nilai komersial penting. (Appanah dan Turnbull. padat dan mudah pecah. Damar adalah resin yang keras.KIMIA ANALISIS TERAPAN Pembuatan Vernis Genus Species : Shorea : Shorea javanica K. Sebagian naphtha akan diserap oleh benzol atau sulfida dalam karbon. Di Asia Tenggara. yang secara alami tetap berwujud cair dan memiliki aroma yang jelas. di atas tanah di bawah pohon. Walaupun semua dipterocarpceae menghasilkan damar. Resin mengandung asam yang dapat mengkristal. Damar ditemukan sebagai eksudat alami pada pohon yang hidup. yaitu asam gurjunik (C22H34O4). Berdasarkan bentuknya. V. et. Secara alami damar dieksudasi oleh tumbuhan yang sakit. Sebagian resin yang tidak dapat dipecahkan di dalam alkohol mutlak tidak dapat mengkristal. dan 7 pendinginan tidak dapat membekukan pencairan ini (Appanah dan Turnbull 1998).08% alkohol. Sifat fisik yang luar biasa dari minyak ini adalah pada temperatur 130oC dapat menjadi gelatin. jika mengandung minyak esensial y ang dapat diuapkan dalam jumlah yang kecil. Yang kedua adalah resin keras yang disebut ³damar´ jika diambil dari Dipterocarpaceae. dan secara normal menetes melalui kulit kayu. di dekat tunas yang mati. Resin disekresikan melalui saluran damar. Dalam literatur. bahkan terkubur di dalam tanah. Yang pertama adalah resin cair yang mengandung material resin dan minyak esensial ( oleoresin). atau mengalami kerusakan pada kayu gubaln (Appanah ya dan Turnbull 1998). ada dua macam resin. resin jenis ini umumnya disebut oleoresin. yang merupakan hasil dari pengerasan dari eksudat yang diikuti penguapan sebagian kecil kandungan minyak esensialnya (Appanah dan Turnbull 1998). dengan pengerasan segera setelah dieksekresikan. 1998). Resin ini berbentuk padatan atau resin yang mudah pecah. Famili Dipterocarpaceae merupakan penghasil resin yang penting. Produksi komersial sering dilakukan dengan membuat luka. dan sejumlah kecil naphtha. genus penting penghasil damar adalah Shorea. 4 . yang mungkin menguap karena pemanasannya dengan ammonia dan 0.

tinta cetak. pita mesin ketik. Sejumlah besar damar juga dibutuhkan pada ³Samagri´ untuk kremasi jenazah. Dalam teknik. kertas karbon. industri vernis. celupan batik. Damar dapat digunakan sebagai lilin pengeras pada industri semir. Resin Dipterocarpaceae juga digunakan sebagai campuran resin aromatik yang berupa Styrax benzoin ( tiracaceae) yang S digunakan sebagai kemenyan dan obat obatan. damar digunakan sebagai bahan bakar obor penerang. dan bantalan objek mikroskopik. Damar juga digunakan sebagai salep untuk penyakit kulit dan menyembuhkan gangguan pendengaran. Damar secara luas digunakan sebagai kemenyan untuk upacara keagamaan dan sebagai desinfektan fumigant. Damar juga digunakan sebagai pelapis dinding dan atap.KIMIA ANALISIS TERAPAN Pembuatan Vernis Secara tradisional. Triterpenes yang diisolasi dari damar telah digunakan sebagai media antivirus pada budidaya in vitro. Resin digunakan sebagai obat tradisional sebagai astringent dan detergen yang diberikan pada penderita diare dan disentri. dipergunakan juga dalam industri bahan obat-obatan dan makanan (minuman keras) juga dalam industri minyak wangi (eau de cologne). perekat kayu lapis dan asbes (Appanah dan Turnbull 1998). sakit mata. bisul dan luka (Appanah dan Turnbull 1998). baik sebagai bahan pelarut maupun sebagai bahan pangkal untuk sintesa -sintesa selanjutnya. Larutan ini dibubuhi sesuatu zat yang beracun misalnya methanol. spiritus diberi warna biru. dan kerajinan tangan. alkohol adalah nama kumpulan persenyawaan persenyawaan organik bergolongan OH yang biasanya terikat kepada rantai yang bersifat paraffin. yaitu CH3. damar juga digunakan pada berbagai kegiatan teknis seperti pembuatan cat. linoleum dan kosmetik. Untuk menandainya. supaya tak dapat digunakan untuk minuman-minuman keras. penambal perahu. OH. Adapun spiritus. lilin pelayaran. Lebih jauh. Di bidang kimia. Ada juga etilalkohol yang disebut etanol. Zat cair yang tak berwarna yang dapat menguap. alkohol sangat banyak dipergunakan. untuk mengatasi penyakit Herpes simplex virus tipe I dan II (Poehland et all 1996). CH2. adalah larutan alkohol dalam air (kadar aikoholnya kirakira 85 persen). 5 . kerusakan gigi.

Oleh karena itu. Tahap pembentukannya adalah endotermik dan tahap sintesisnya adalah eksotermik. Pada "keadaan atmosfer" ia berbentuk cairan yang ringan.KIMIA ANALISIS TERAPAN Pembuatan Vernis Metanol. mudah menguap. gas alam dan uap air dibakar dalam tungku untuk membentuk gas hidrogen dan karbon monoksida. kita harus berhatihati bila berada dekat metanol yang terbakar untuk mencegah cedera akibat api yang tak terlihat. Setelah beberapa hari. 6 . wood alcohol atau spritus. tidak berwarna. uap metanol tersebut akan teroksidasi oleh oksigen dengan bantuan sinar matahari menjadi karbondioksida dan air. Penambahan "racun" ini akan menghindarkan industri dari pajak yang dapat dikenakan karena etanol merupakan bahan utama untuk minuman keras (minuman beralkohol). mudah terbakar. Reaksi kimia metanol yang terbakar di udara dan membentuk karbon dioksida dan air adalah sebagai berikut: 2 CH3OH + 3 O2 2 CO2 + 4 H2O Api dari metanol biasanya tidak berwarna. Saat ini metanol dihasilkan melului proses multi tahap. Hasil proses tersebut adalah uap metanol (dalam jumlah kecil) di udara. metanol sering digunakan sebagai bahan additif bagi pembuatan alkohol untuk penggu naan industri. juga dikenal sebagai metil alkohol. Secara singkat. pelarut. kemudian. Ia digunakan sebagai bahan pendingin anti beku. gas hidrogen dan karbon monoksida ini bereaksi dalam tekanan tinggi dengan bantuan katalis untuk menghasilkan metanol. Ia merupakan bentuk alkohol 3 paling sederhana. bahan bakar dan sebagai bahan additif bagi etanol industri. Karena sifatnya yang beracun. Metanol kadang juga disebut sebagai wood alcohol karena ia dahulu merupakan prod uk samping dari distilasi kayu. dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). Metanol diproduksi secara alami oleh metabolisme anaerobik oleh bakteri. adalah senyawa kimia dengan rumus kimia CH OH.

Dan proses pelarutan pada pembuatan vernis merupakan proses fisika yang tidak terjadi reaksi kimia hanya perubahan bentuk dari padat cair-padat.sehingga permukaan meja menjadi halus . Proses pengecatan dilakukan dengan tiga kali pengolesan agar hasil yang diperoleh lebih bagus. kotoran-kotoran tersebut tidak melekat pada objek -dalam pecobaan ini digunakan meja. I. damar akan tertinggal/melekat pada meja sedangkan spiritusnya menguap. - 7 . langkah berikutnya adalah dengan menyaring larutan untuk memisahkan kotoran dan atau sisa damar yang belum larut agar pada saat memvernis. Vernis yang diperoleh ditambahkan dengan pewarna kayu yang berwarna cokelat tua. Sebenarnya. vernis dibuat dengan melarutkan damar dalam spiritus. Langkah pertama pada proses pembuatan vernis ini adalah dengan melarutkan 125 g damar dalam 250 ml spiritus. Damar yang telah larut dalam spiritus ketika dioleskan ke meja maka. Spiritus digunakan sebagai pelarut karena merupakan pelarut organik dimana damar sendiri mengandung berbagai macam senyawa organik. Adanya warna cokelat muda ini disebabkan karena terd patnya a senyawa flavonoid yang merupakan zat warna alami pada damar. Setelah damar dianggap larut sempurna. PEMBAHASAN. pewarna yang ditambahkan tidak harus berwarna cokelat tua dan bisa juga tidak ditambahkan pewarna. Selanjutnya dilakukan pengecatan pada permukaan meja yang sebelumnya sudah diamplas agar hasilnya lebih bagus. tergantung selera kita.KIMIA ANALISIS TERAPAN Pembuatan Vernis Gambar: damar mata kucing. Vernis adalah pewarna kayu yang dibuat dengan prinsip pelarutan. Pada percobaan ini. Hal inilah yang menyebabkan meja menjadi berbeda dengan sebelum proses pengecatan yaitu lebih mengkilap dan lebih halus. Adapun warna vernis yang diperoleh adalah cokelat muda.

KIMIA ANALISIS TERAPAN Pembuatan Vernis Hasil dari percobaan pembuatan vernis ditunjukkan pada gambar Gambar: Meja yang telah divernis J. Damar yang dilarutkan dalam spritus mengalami perubah fisik dari bentuk padatannya an dan menyatu dengan spiritus dan ketika proses memvernis dilakukan damar menempel pada meja dan spiritusnya menguap. Mengapa meja perlu divernis? 8 . objek yang akan divernis masih terdapat kotoran -kotoran yang tidak dapat dihilangkan dengan mengamplas sehingga ditambahkan pewarna yang gelap agar hasil yang diperoleh lebih indah dan bersih. tergantung selera konsumen. Mengapa ditambahkan pewarna? Proses penambahan warna dapat dilakukan dapat juga tidak ditambahkan pewarna. 3. 2. Mengapa dilakukan tiga kali proses pelapisan? Hal ini dilakukan agar hasil yang diperoleh lebi bagus dan untuk menghilangkan garis-garis pengolesan sebelumnya. Jadi proses pengolesan dilakukan vertical-horizontal-vertikal. Apa yang menyebabkan sehingga meja yang di vernis dapat mengkilap? Damar merupakan resin yang kompleks dan pada proses pembuatan vernis ini prinsip kerjanya adalah pelarutan yang merupakan proses kimia. Hanya saja pada percobaan ini. Damar yang tertempel pada meja inilah yang menyebabkan meja menjadi mengkilap. 4. EVALUASI 1.

KIMIA ANALISIS TERAPAN Pembuatan Vernis Suatu furniture yang terbuat dari kayu memiliki sifat yang mudah lapuk/tidak awet terlebih jika furniture tersebut sering terkena hujan dan panas matahari. K. 9 . Untuk mengawetkan sekaligus memperindah furniture tersebut dilakukanlah proses memvernis sehingga furniture semakin indah dan tahan lama. KESIMPULAN Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa vernis dapat dibuat dari damar dan spiritus dengan prinsip kerja pelarutan dengan biaya yang kecil dan hasil yang cukup memuaskan.