P. 1
MENSTRUASI

MENSTRUASI

|Views: 95|Likes:
Published by bob_irsan

More info:

Published by: bob_irsan on Feb 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

MENSTRUASI

I.

DEFINISI Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi.

II.

FISIOLOGI MENSTRUASI Fungsi menstruasi normal merupakan hasil interaksi antara hipotalamus, hipofisis, dan ovarium dengan perubahan-perubahan terkait pada jaringan sasaran pada saluran reproduksi normal, ovarium memainkan peranan penting dalam proses ini, karena tampaknya bertanggung jawab dalam pengaturan perubahan-perubahan siklik maupun lama siklus menstruasi. Sikuls menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu, siklus ovarium (indung telur) dan siklus uterus (rahim). Siklus indung telur terbagi lagi menjadi 2 bagian, yaitu siklus folikular dan siklus luteal, sedangkan siklus uterus dibagi menjadi masa proliferasi (pertumbuhan) dan masa sekresi. Perubahan di dalam rahim merupakan respon terhadap perubahan hormonal. Rahim terdiri dari 3 lapisan yaitu perimetrium (lapisan terluar rahim), miometrium (lapisan otot rehim, terletak di bagian tengah), dan endometrium (lapisan terdalam rahim). Endometrium adalah lapisan yangn berperan di dalam siklus menstruasi. 2/3 bagian endometrium disebut desidua fungsionalis yang terdiri dari kelenjar, dan dan 1/3 bagian terdalamnya disebut desidua basalis. Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah: 1. FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH 2. LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH

dibentuklah korpus rubrum yang akan menjadi korpus luteum. PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin Gambar 1. folikel de graaf menjadi matang sampai terjadi ovulasi. Siklus Hormonal Pada setiap siklus menstruasi. Penyaluran RH dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap hipotalamus. FSH yang dikeluarkan oleh hipofisis merangsang perkembangan folikel-folikel di dalam ovarium (indung telur). di bawah pengaruh hormon LH dan LTH (luteotrophic hormones. dan folikel tersebut berkembang menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen. Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang baik akan menyebabkan pematangan dari folikel de graaf yang mengandung estrogen. Pada umumnya hanya 1 folikel yang terangsang namun dapat perkembangan dapat menjadi lebih dari 1. Estrogen mempengaruhi pertumbuhan dari endometrium. Di bawah pengaruh LH. Korpus luteum menghasilkan progesteron yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kelenjar .3. suatu hormon gonadotropik). Estrogen ini menekan produksi FSH. sehingga hipofisis mengeluarkan hormon yang kedua yaitu LH. Setelah ovulasi terjadi. Produksi hormon LH maupun FSH berada di bawah pengaruh releasing hormones yang disalurkan hipotalamus ke hipofisis.

Penurunan kadar hormon ini menyebabkan degenerasi. Setelah menstruasi berakhir. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Waktu rata-rata fase folikular pada manusia berkisar 10-14 hari. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi) 3. dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. dan pelepasan dari endometrium. Bila tidak ada pembuahan maka korpus luteum berdegenerasi dan mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron. dan variabilitasnya mempengaruhi panjang siklus menstruasi keseluruhan 2. Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim) Siklus ovarium : 1. Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu: 1. maka korpus luteum tersebut dipertahankan. Proses ini disebut haid atau menstruasi. Fase luteal. perdarahan. Apabila terdapat pembuahan dalam masa ovulasi. Pada fase ini hormon reproduksi bekerja mematangkan sel telur yang berasal dari 1 folikel kemudian matang pada pertengahan siklus dan siap untuk proses ovulasi (pengeluaran sel telur dari indung telur). Fase luteal adalah fase dari ovulasi hingga menstruasi dengan jangka waktu rata-rata 14 hari . Pada saat itu endometrium (selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah 2. Fase folikular.endometrium. Masa sekresi.

Hormon LH kemudian menurun sebagai akibat dari peningkatan level estradiol. hipofisis LH terpicu yang menyebabkan terjadinya ovulasi yang muncul 24-36 jam kemudian. Setelah perangsangan oleh hormon estrogen. dan dengan rangsangan dari hormon LH. Hormon FSH dari hipotalamus perlahan mengalami peningkatan setelah akhir dari korpus luteum dan pertumbuhan folikel dimulai pada fase folikular. Kadar estrogen menurun pada awal fase luteal dari sesaat sebelum ovulasi sampai fase pertengahan. Setiap permulaan siklus menstruasi. kadar hormon gonadotropin (FSH. Ovulasi adalah penanda fase transisi dari fase proliferasi ke sekresi. LH) berada pada level yang rendah dan sudah menurun sejak akhir dari fase luteal siklus sebelumnya 2. tetapi pada akhir dari fase folikular level hormon LH meningkat drastis (respon bifasik) 4. Pada akhir fase folikular. Hal ini merupakan pemicu untuk pertumbuhan lapisan endometrium 3. Kedua hormon estrogen dan progesteron meningkat selama masa hidup korpus luteum dan kemuadian menurun untuk mempersiapkan siklus berikutnya . dari folikular ke luteal 6. Progesteron meningkat setelah ovulasi dan dapat merupakan penanda bahwa sudah terjadi ovulasi 8. Peningkatan level estrogen menyebabkan feedback negatif pada pengeluaran FSH hipofisis.Siklus hormonal dan hubungannya dengan siklus ovarium serta uterus di dalam siklus menstruasi normal: 1. keluarlah hormon progesterone 5. dan kemudian meningkat kembali karena sekresi dari korpus luteum 7. hormon FSH merangsang reseptor (penerima) hormon LH yang terdapat pada sel granulosa.

Siklus Menstruasi .Gambar 2.

Lama keluarnya darah menstruasi juga bervariasi.0 mg besi untuk setiap hari siklus tersebut atau 150 sampai 400 mg per tahun. Rata-rata banyaknya darah yang hilang pada wanita normal selama satu periode menstruasi telah ditentukan oleh beberapa kelompok peneliti. Ketidakbekuan darah menstruasi yang biasa ini disebabkan oleh suatu sistem fibrinolitik lokal yang aktif di dalam endometrium. GAMBARAN KLINIS MENSTRUASI Sebagian besar wanita pertengahan usia reproduktif. pada umumnya lamanya 4 sampai 6 hari. IV. tetapi antara 2 sampai 8 hari masih dapat dianggap normal. bekuan dengan berbagai ukuran sangat mungkin ditemukan. Pengeluaran darah menstruasi terdiri dari fragmen-fragmen kelupasan endrometrium yang bercampur dengan darah yang banyaknya tidak tentu. hipofisis. Melibatkan hipotalamus. Konsentrasi Hb normal 14 gr per dl dan kandungan besi Hb 3. Siklus yang diamati terjadi pada wanita yang mengalami ovulasi. Biasanya darahnya cair. lama haid. perdarahan menstruasi terjadi setiap 25-35 hari dengan median panjang siklus adalah 28 hari. selang waktu antara awal menstruasi hingga ovulasi ± fase folikular ± bervariasi lamanya. tetapi apabila kecepatan aliran darahnya terlalu besar. volume darah ini mengandung 12-29 mg besi dan menggambarkan kehilangan darah yang sama dengan 0. Selang waktu antara awal perdarahan menstruasi ± fase luteal ± relatif konstan dengan rata-rata 14 ± 2 hari pada kebanyakan wanita. ovarium.4 sampai 1. Wanita dengan siklus ovulatorik. . yaitu 25-60 ml. dan jumlah darah haid.4 mg per g. dan endometrium. GANGGUAN MENSTRUASI Gangguan menstruasi adalah perdarahan haid yang tidak normal dalam hal : panjang siklus haid.III.

Tugas MENSTRUASI Disusun oleh : Bob irsan. S. Nahrawi . S. Ked Pembimbing : Dr. M. H. H. Ked Shella Widya Gani.RSUDZA BANDA ACEH JANUARI 2011 . J. OG BAGIAN / SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA BPK. Sp.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->