PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ZIARAH KUBUR (Studi Kasus atas Masyarakat Aeng Panas

)

SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Guna memperoleh gelar Starata Satu(S1)Sarjana Filsafat Islam Pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Akidah Filsafat Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura Jawa Timur

Oleh: Asep Ma'mun Muttaqien N.I.M.K.O: 2003.4.0307.1.00055

INSTITUT DIROSAT ISLAMIYAH AL-AMIEN (IDIA) PRENDUAN
FAKULTAS USHULUDDIN JURUSAN AKIDAH FILSAFAT TAHUN 2007

PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan dewan penguji Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura, dan diterima untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam Pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Pada : Hari Senin, 20 Agustus 2007 Dewan Penguji 1. Ketua : ( ( ( Mengesahkan, Rektor IDIA ) ) )

2. Sekertaris : 3. Anggota :

KH. Maktum Jauhari MA

PERSEMBAHAN
Kupersembahkan Skripsi ini buat:
• Orang tuaku yang telah membimbing,mengasuh dan mengayomi gerak langkahku semoga segala apa yang telah engkau perjuangkan menjadikan sang pemilik keagungan mencatat sebagai tabungan kebaikan serta selalu dalam naungan kasih sayang–Nya. • • Guru-guruku dari dasar /awal kehidupanku hingga kini yang telah memperkenalkan setetes air kehidupan. Kedua adikku tercinta C.A. Wahyudien dan Neng Shinta Nurlaila semoga kalian menjadi anak-anak yang sholeh/ah yang bisa membanggakan ayah bunda serta bisa mengangkat harkat derajat mereka. • Guru-guru Rohaniku siapapun dan dimanapun dirimu berada. Semoga Sang pemilik kehidupan memberikan rahmat, hidayahnya serta kasih-sayang-Nya yang tidak ada batas.karena dengan perantara engkaulah hingga akhirnya saya mulai mengenal serta memahami nilai-nilai yang bermakna yang kadang sulit aku pahami. • • • Saudara-saudaraku dalam suka maupun duka. Semoga kalian semua menjadi manusia yang berguna bagaikan air mengalir. Keluarga angkatku Bapak. Aminuddin sekeluarga di Bangkalan yang telah menunjukan awal pertama kali sebelum ke Al-amien Prenduan. Rekan rekanita yang telah membantu moral-maupun material sehingga saya bisa merampungkan tugas akhir ini. Insya Allah do’aku akan selalu menyertaimu dimanapun dan kapanpun.

22 Agustus 2007 Pembimbing I Pembimbing II Judul Skripsi : Persepsi Masyarakat Terhadap Ziarah Kubur .NOTA KONSULTASI Nomor Lampiran Hal : : : Kepada Yth: Rektor IDIA Prenduan (KH.4. Wb.1.0307.maka kami kirimkan naskah Skripsi saudara: Nama Nimko : Asep Ma’mun Muttaqien : 2003.) di Kediaman Assalamualaikum Wr. Wb.Maktum Jauhari. Wassalamu’alaikum Wr. Maka dengan hal ini kami mohon agar skripsi saudara dapat segera di munaqosahkan. Setelah meneliti dan mengadakan perbaikan seperlunya. MA. Demikian harap menjadi maklum dan tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih.00055 (Studi atas Masyarakat Aeng Panas). Prenduan.

M.Drs.Musyfi MOTTO HIDUP TIDAK AKAN TERLEPAS DARI SEBUAH PROSES DALAM RANGKA PENCARIAN JATI DIRI YANG BELUM PASTI .Ag Mujammi Abd. Hamzah F Harmi.

Drs. langsung maupun tidak langsung. selaku Pengasuh serta Rektor Institut Dirosat Islamiyah Al-amien ( IDIA ) Prenduan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk merasakan kehidupan dipesantren tercinta ini.KATA PENGANTAR Ya Quddus. Hamzah F Harmi M. KH. Sholawat beriring salam semoga tercurahkan kepada kekasih-Mu Muhammad Saw.Ag selaku pembimbing I. Sebagai hamba-Mu yang dho’if yang telah banyak mendapatkan limpahan rahmat dan ni’mat maka kepada engaulah jualah hamba memohon taufik dan hidayahnya untuk mampu mensyukuri segala macam nikmat dan berusaha meningkatkan amalanamalan sholeh yang bisa membawa keharibaan-Mu dan termasuk hambaMu yang selalu ingat akan keagungan-Mu. Semoga segala apa yang telah diberikan mendapatkan balasan yang lebih dari Rohul Quddus sebaik-baiknya pembalas. 2. Ucapan terima kasih kami persembahkan kepada: 1. Muzammi Abdul Musyfi LC.Ag. yang telah mengajarkan .Umar M. serta KH. Pada kesempatan yang berbahagia ini penulis haturkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu penulis dengan berbagai dorongan lahir maupun bathin. Ust.Maktum Jauhari MA. Segala puji milik engkau.

Saudara-saudaraku GENZANSA ZELIVIA serta seluruh mahasiswa Gedung Putih IDIA Prenduan. 3. Saudara Jamhuri dan saudara Moh. 9.bermacam arti sebuah proses dalam kehidupan ini walaupun kadang membutuhkan waktu untuk memahaminya. 5. Penanggung jawab Niha’i ( Ust. Keluarga besar “Gedung Putih” yang berdiri kokoh.Mathla’i dan Ust. 10. Bapak. Semoga kalian selalu dalam lingkaran kasih sayang Sang Maha pengasih tak pilih kasih. Siapapun yang telah memberikan bantuan dukungan berupa moral atau material. 6. Yang telah bersabar memotivasi serta membimbing penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. Edi serta Mbak Dewi yang selalu memberikan pinjaman sepedanya ketika penulis memerlukan demi lancarnya penulisan tugas akhir ini.Bahar yang telah mengikhlaskan komputer sekaligus printernya. Mas Ahmad dan rekan-rekannya yang telah membantu penulis dengan sepeda motornya tanpa memperdulikan waktu dalam proses terjun kelapangan penelitian. 7. . Semoga Allah memberikan segala kebaikan dunia hingga akhirat. Penerus Bung Karno yang telah membantu penulis dalam proses akhir penyelesaian tugas ini.Saiful Hammami). 4. 8.

Akhirnya penulis serahkan segala urusan sekaligus memohon kepada Allah Swt yang kepada-Nya kita akan kembali. pembaca serta sumbangsih bagi hasanah keislaman. Semoga penelitian ini dapat memberikan ilmu yang Nafi’ bagi penulis khususnya. Mohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak atas segala kesalahan dan kehilafan penulis sengaja maupun tidak. Penulis Asep Ma’mun .

..vi PERSEMBAHAN................ .iv NOTA KONSULTASI……………………………………………………………v HALAMAN PENGESAHAN..................................... ................. Sistematika Pembahasan ..............................1 A................................ Fokus Penelitian C.................................................................. Tujuan Penelitian D.................................... Kegunaan Penelitian E....................viii KATA PENGANTAR...............................................vii MOTTO............................................................................................................ Definisi Istilah F.......................................................................x DAFTAR ISI……………………………………………………………….......................................ii HALAMAN JUDUL.... ............................... ......................................... Tinjauan Pustaka ....................................................................................................... ..... ........................................................................................................................................................iii HALAMAN PERSETUJUAN..................................ix ABSTRAKSI................................................xi BAB I : PENDAHULUAN..................................... Konteks Penelitian B.................................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL.................................................................................... G..........................

... Paparan Data ................................................................ ................ Prosedur Pengumpulan Data .............................. G. A.................................... Pandangan Jumhur Ulama tentang Ziarah Kubur B.................... Pengecekan Keabsahan Data........... .......................................................... Macam-Macam Motivasi ..................................................... Kehadiran Peneliti .... Ziarah Kubur .............. ............................................. H...................................................... Pendekatan dan Jenis Penelitian................................................... 1............................................ Pengertian Ziarah Kubur 2... Lokasi Penelitian ........ ................. Tahap-tahap Penelitian .............................. 1...... Motivasi Ziarah Kubur ................................................ 3...... Pengertian Motivasi .....................................BAB II : KAJIAN PUSTAKA A............ Motif-Motif yang Mendorong Orang Melakukan Ziarah Kubur............... B..... C............................................................................... D........................................................................................ B...... ...... 2...... Deskrifsi Lokasi Penelitian......................................................................... Sumber Data ............................................................. A... Fenomena Ziarah Kubur 3........................................... BAB III : METODE PENELITIAN........................................... Analisis Data ......... C....................................................................... F................................. E...... BAB IV : LAPORAN PENELITIAN .... Tata Cara Pelaksanaan Ziarah Kubur .........................

............................ 2..... DAFTAR PUSTAKA . 1........ BAB V : PENUTUP......................... Saran ..................1............... 3.............................................. 3.. Kesimpulan B................ Temuan Hasil Penelitian ...................................................................... ................................................................... D...... Motivasi peziarah makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad di Aeng Panas......................................... Tata Cara Ziarah Kubur .............. Persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap ziarah kubur............... Motivasi Ziarah Kubur........................... 2..................................................... ................................ Persepsi terhadap Ziarah Kubur......................................................................................................................... Tata cara ziarah kubur di makam Agung... C............................................. Motivasi Ziarah Kubur............. Analisis dan Pembahasan........ 2............................................................................... ....... LAMPIRAN ........................ A.... 1.... Tata Cara Ziarah Kubur .... ...................................................... ................ 3........................................................................................... Persepsi terhadap Ziarah Kubur...

ABSTRAKSI Ma’mun. Persepsi Masyarakat terhadap Ziarah Kubur: Studi Kasus atas Masyarakat Aeng Panas. Judul dari penelitian ini adalah “Persepsi Masyarakat terhadap Ziarah Kubur: Studi Kasus atas Masyarakat Aeng Panas”. Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam. Kata kunci : Ziarah kubur dan masyarakat. maka penulis ingin menggali pandangan masyarakat terhadap ziarah kubur ini. Adapun motivasi orang berziarah kubur adalah (1) untuk mengingat kematian. (2) adanya tradisi yang ada di masyarakat dan (3) menjadi ajang bisnis. Asep. Fakultas Ushuluddin. Penelitian ini memfokuskan pada tiga hal yaitu: (1) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur? (2) Apakah motivasi yang kubur? (3) Bagaimanakah tata mendorong masyarakat melakukan ziarah cara pelaksanaan ziarah kubur? Menurut beberapa teori bahwasanya persepsi orang melakukan ziarah kubur adalah (1) untuk mendapatkan keselamatan. (2) mendo’akan si . Institut Dirasat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan Sumenep Madura. Penulis memilih judul tersebut sebab ziarah kubur merupakan anjuran Rasulullah SAW. 2007. Skripsi. Program Studi S-1.

mayit. Adapun motivasi masyarakat Aeng Panas melakukan ziarah kubur adalah (1) mencari keberkahan. (2) suci dari hadats. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat Aeng Panas yang diambil lewat sampel. (2) mendo’akan si mayit dan (4) sebagai ibadah kepada Allah. (2) mendo’akan si mayit. penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif lapangan dengan jenis penelitian studi kasus. (3) mendo’akan si mayit. (3) mengucapkan salam dan (4) menghadap kiblat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Untuk menjawab permasalahan penelitian tersebut. Sedangkan analisis data adalah analisis tematik. (2) berharap hajatnya segera dikabulkan oleh Tuhan. (5) mencari ketenangan batin dan (6) untuk mengatasi problematika hidup. Sedangkan tata cara pelaksanaan ziarah kubur ialah (1) bertindak sopan di area perkuburan. Sedangkan tata cara yang dilakukan oleh masyarakat Aeng Panas dalam melakukan ziarah kubur adalah (1) membersihkan badan sebelum ziarah. (3) mengucapkan salam. observasi dan studi dokumentasi. (3) adanya keyakinan bahwa ziarah kubur dapat mendatangkan ketenangan batin dan (4) sebagai ibadah kepada Allah. (4) tawashul kepada Rasulullah. sanak kerabat dan si mayit itu sendiri. (4) untuk mengingat kematian. Dari penggalian data dilapangan ditemukan bahwa persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap ziarah kubur adalah (1) sebagai kegiatan mendatangi kuburan. (5) membaca beberapa surat al- .

Akan tetapi saat ini dengan teknologi pesawat terbang. layaknya pembangunan gedung-gedung bertingkat. teknologi membantu manusia untuk melakukan sesuatu dengan lebih mudah dan lebih menghemat waktu. Dimana segala sesuatu dapat dikerjakan dengan menggunakan teknologi mutahir. Juga perkembangan teknologi transportasi yang serba cepat. harus menempuh waktu yang begitu lama dan sampai berbulan-bulan demi malaksanakan rukun iman yang ke lima serta berziarah ke Makam Rosulullah SAW. Kemudian kita melihat bahwasannya ada orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencari peghidupannya di dunia agar lebih sejahtera dan makmur. ketimbang golongan masyarakat lainnya. ada sebagian dari golongan masyarakat yang termasuk bekerja juga . al-Falaq.Fatihah. tahlil dan yasin dan (6) membaca do’a. an-Nas. BAB I PENDAHULUAN A. perjalanan itu dapat ditempuh hanya beberapa jam saja. yang berleha-leha dalam mencari nafkah. Konteks Penelitian Di zaman yang serba modern dan canggih seperti sekarang ini. Lain dari kedua golongan itu. yakni pada zaman dahulu orang yang ingin menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah. al-Ikhlas.

Adalah seorang Esposito dalam karya fontumentalnya (Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern) menyatakan hasil risetnya tentang ziarah kubur sebagai hal yang pernah dilakukan umat Islam zaman dahulu dan memiliki kecenderungan masih dilakukan sampai saat ini oleh golongan umat Islam yang masih meyakini tentang wasilah atau perantara orang-orang suci (Esposito. utamanya kalangan terpelajar dan berpendidikan untuk dapat memandang dengan kaca mata yang bagaimana melihat realitas kehidupan zaman Millenium ketiga. Apakah kita akan tinggal diam atau memberikan solusi pengarahan kepada mereka agar mereka tercerahkan dan tidak lagi melakukan hal-hal yang sebenarnya mereka awam untuk melakukannya. Umumnya umat Islam yang mempercayai hal itu dalam hidupnya dalam waktu tertentu berkunjung ke pemakaman tertentu yang dianggap sebagai orang suci . Ini menjadi pandangan yang ironi bagi kita. Malah dari golongan mereka juga ada yang tidak bekerja sama sekali dalam artian hanya melakoni ‘ritual itu saja’ dan berdiam sampai beberapa hari atau bulan lamanya.dibarengi dengan kegiatan seperti melakukan kunjungan ke tempat pemakaman orang-orang suci tertentu di daerah tertentu. Tentunya sebagai seorang mahasiswa kita juga patut memberikan sumbangsih bagi masyarakat kita nantinya pasca studi menjadi seorang abdi masyarakat. 2001:196).

pandangan hidup masyarakat Jawa sangat menekankan pada ketenteraman batin. serta sikap menerima terhadap segala peristiwa yang terjadi sambil menempatkan individu di bawah masyarakat serta masyarakat di bawah alam. arwahnya tetap memiliki daya sakti. Pada masyarakat Jawa. Orang suci yang meninggal. Berbagai tradisi itu secara turun temurun dilestarikan oleh para pendukungnya dengan berbagai motivasi dan tujuan yang tidak lepas dari pandangan hidup masyarakat Jawa pada umumnya. Individu memiliki tanggung jawab berupa hak dan kewajiban terhadap masyarakat. serta berbagai peristiwa lainnya termasuk ziarah kubur ternyata memiliki banyak ragamnya. dan keseimbangan. keselarasan. 1984:185). tradisi yang berkaitan dengan peristiwa kelahiran. Menurut Mulder (1981: 30). kamatian dan perkawinan. Seperti halnya makam Rosulullah saw. Dalam pandangan masyarakat yang sering melakukan ziarah kubur. diantaranya bahwa roh orang suci itu memiliki daya melindungi alam.semasa hidupnya. yaitu dapat memberikan pertolongan kepada orang yang masih hidup. kerabat Beliau dan waliyullah. dan masyarakat mempunyai kewajiban terhadap alam. sehingga anak cucu yang masih hidup senantiasa berusaha untuk tetap berhubungan dan memujanya (Koentjaraninggrat. Hal ini disebabkan dalam pandangan masyarakat jawa roh yang meninggal itu .

sebagaimana dikutip Sarjono (1992:27). namun tetap mampu mempertahankan keasliannya. Penelitian Kartodirdjo dalam Subagja (2006:3) membuktikan masih adanya tradisi Jawa sebagai suatu sikap kuat yang dimiliki oleh masyarakat Jawa. Hal ini masih cukup kuat berakar pada sebagian masyarakat Jawa modern. .bersifat abadi. Masyarakat umum lebih banyak melakukan tradisi-tradisi dari kebudayaan aslinya dan mereka memegang teguh pada adat istiadat serta kepercayaan lama yang diperoleh dari nenek moyangnya. meskipun proses pembangunan dan modernisasi terus berlangsung. ciri khas kebudayaan Jawa adalah terletak pada kemampuannya yang luar biasa untuk membiarkan diri dibanjiri gelombang kebudayaan dari luar. di samping merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat sekaligus sebagai manifestasi upaya manusia untuk mendapatkan ketenangan rohani. Menurut Magnis Suseno. Maraknya tradisi memperingati dan ataupun merayakan peristiwa penting dalam perjalanan hidup manusia dengan melaksanakan serangkaian upacara ziarah kubur. Demikian pula hasil Penelitian Sumardjoko dan Murofiquddin (1998) maupun Setyadi (2001) antara lain membuktikan bahwa meskipun masyarakat Jawa sudah memasuki era modern tetapi keyakinan terhadap kekuatan arwah tetap tidak usang.

Masyarakat Jawa mengenal berbagai ibadat dan upacara . Religi sebagai gerak keterlibatan hati nurani manusia yang meyakini adanya nilai-nilai kuddus sehingga membuat manusia tunduk dengan sendirinya tanpa adanya suatu paksaan. Bersamaan dengan makin lemahnya kemampuan rasional manusia mengakibatkan tumbuh suburnya keyakinan terhadap sesuatu yang gaib. Religi merupakan suatu respons terhadap kebutuhan akan konsepsi yang tersusun mengenai alam semesta dan sebagai mekanisme dalam rangka mengatasi kegagalan akibat ketidak mampuan manusia. seperti roh.Kehidupan masyarakat Jawa pada dasarnya sarat dengan nilainilai religi. bersatu padu dengan sama. Soal-soal yang tidak terpecahkan dengan akal diselesaikan dengan “magic”. hantu. Religi berasal dari “religare” yang berarti meyakini. Fraser. seperti keyakinan terhadap dewa. dan akhirnya manusia menyadari bahwa alam didiami oleh makhluk halus. alam. roh suci dan roh nenek moyang. dewa dan sebagainya yang menempati alam. sebagaimana dikutip Koentjaraningrat (dalam Subagja. 2006:4) antara lain menyebutkan bahwa munculnya religi bersifat evolusif. Jadi. yakni mulamula manusia memecahkan persoalan hidupnya melalui pengetahuan dan akalnya. religi sebenarnya merupakan segala sistem perbuatan manusia untuk mencapai suatu maksud dengan cara menyandarkan diri kepada kemauan dari kekuasaan makhluk halus.

Pada zaman dahulu orang menganggap ziarah sebagai kunjungan yang merujuk pada aktivitas mengunjungi pemakaman dengan maksud mendo’akan bagi yang sudah meninggal dan mengingat akan kematiannya. Mereka beranggapan dunia dihuni bermacam-macam makhluk halus dan kekuatan ghaib yang dapat menimbulkan kebahagiaan dan kesengsaraan. jana’iz. Nabi jelasjelas melarang mengunjungi pemakaman dikarenakan bobot praktik tersebut cenderung berlebihan. manusia menggunakan perasaan. Dalam hal ini Eposito (2001:195) berdasarkan dokumen kaum Sunni. misalnya: menghormati. Seperti menangis di samping kuburan atau meratapi orang yang sudah tiada. cinta dan ngeri. bahkan sampai aksi menampar pipi dan merobek pakaian (Bukhori. mengagungkan. pada suatu waktu antara periode 610 dan 622. Perasaan ini muncul dalam berbagai perbuatan yang berhubungan dengan dunia ghaib melalui ziarah-ziarah ke makam tertentu. Nenek moyang orang Jawa hidup dalam alam pikiran sederhana yang berpengaruh pada cara berpikirnya. hadits 382). takut.trandisional. Menghadapi dunia ghaib. mengelus-elus kuburan. . Pandangan mereka terhadap masalah-masalah kehidupan dunia sering kali sempit dan lebih dipengaruhi hal-hal di alam gaib. Kegiatan yang berlebihan semacam itulah yang sampai pada akhirnya muncul pelarangan praktik ziarah kubur.

. Terlepas dari perdebatan para ulama mengenai ziarah kubur. penelitian ini mencoba mengetahui persepsi masyarakat Desa Aeng Panas tentang ziarah kubur. ziarah kubur dikenal dengan istilah "nyelase" dimana seseorang pergi mengunjungi kuburan keluarganya atau seorang tokoh yang dianggap keramat atau wali. kemudian membacakan ayat-ayat alQur'an di sekitar pekuburan tersebut. karena umat Islam kala itu belum siap (dalam hal akidah) untuk berbahadapan dengan hal-hal yang bisa menyeret mereka ke perbuatan syirik (Hasyim. larangan tersebut beliau cabut (Alhamdani. seiring dengan perjalanan dakwah Islam yang semakin mantap. Namun. Dalam istilah warga Aeng Panas ini. yakni membaca al-Qur'an dan mendatangi kuburan hanya untuk sekedar berdo'a dan berdzikir semata. 1381 H:152).1978:115). Mengingat masyarakat disana sudah terbiasa menziarahi pekuburan yang ada di dusun tersebut. Sehingga berziarah terhadap kuburan menjadi hal yang biasa di kalangan umat Islam kala itu. Al-Humaidi (2003:84) setidaknya menyinggung dua hal yang biasa dilakukan dalam berziarah kubur. Berkenaan dengan cara-cara yang dilakukan dalam berziarah di atas.Catatan menarik di atas pada sisi awal perkembangan Islam dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. tanpa mempermasalahkan boleh tidaknya melakukan ziarah kubur.

misalnya dengan memegang atau memeluk makam ataupun bertelanjang dada ketika membaca Al-qur’an. Dari kasus di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai . tiga hari sekali. Bagi beberapa penziarah aktivitas mengunjungi makam terutama (makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad) yang berlokasi di dusun Pesisir merupakan sebuah rutinitas yang interval rutinitasnya bernacam-macam. 3. ada yang seminggu sekali. setiap hari.2005:207).Alasan mengapa peneliti mengambil lokasi penelitian di Aeng Panas–khususnya di makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad –adalah karena : 1. menentukan waktu-waktu khusus. Adanya gejala yang unik pada prilaku penziarah ketika berada disekitar makam. padahal dalam Islam hanya disunahkan pada Hajar Aswad (Farhan. dan hal ini jika dibandingkan dengan pola ritus yang disyari'atkan agama (baca: Islam) merupakan sebuah keganjilan apalagi dilakukan di area pemakaman. mencium kuburan. ada yang setiap hari. 2007 : wawancara pribadi) 2. dan yang paling banyak rutin setiap malam jum'at manis (Sadili. Hasan Ma'mun seorang Mufti ad-Diyar al-Mishriyyah menyatakan bahwa fenomena di poin 1 dan poin 2 di atas adalah perbuatan -perbuatan yang bertolak belakang dengan ibadah-ibadah Islam.

disana terlihat jelas orang-orang yang berkeyakinan bahwa ketika seseorang melakukan ziarah kubur. Fokus Penelitian Bertitik tolak dari konteks penelitian di atas. Tetapi dari semua makam yang dikeramatkan di daerah tersebut hanya ada dua makam yang paling sering atau ramai dikunjungi yaitu makam Agung Mahmud dan makam Agung Ahmad yang terletak di dusun Pesisir oleh peziarah dianggap sebagai makam seorang wali. B. makam Dul Jaya. Jember. makam Lanceng. maka segala apa yang diinginkan akan terkabul dan lagi para penziarah merasakan ketenangan batin ketika berada dikuburan yang dianggap keramat atau yang dianggap seorang waliyullah terutama asta Agung Mahmud. Tunggul Angin. Banyuwangi dan sekitarnya. Oleh tidak hanya masyarakat setempat tetapi juga masyarakat dari luar daerah Madura.persepsi masyarakat setempat mengenai ziarah kubur. makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad. peneliti menemukan beberapa makam yang dikeramatkan masyarakat Aeng Panas yaitu makam Oneng. Karena. Bondowoso. makam Kriya. Ketika peneliti melakukan studi pendahuluan. maka yang menjadi fokus dalam penelitian ini penulis uraikan dalam rumusan masalah . seperti. Besuki. makam Mambang.

Secara Akademis Sebagai bahan informasi pendahuluan yang penting bagi penelitian yang mungkin mirip di masa mendatang. 2. Serta berfungsi juga sebagai tambahan literatur Perpustakan IDIA Prenduan. Bagaimanakah cara pelaksanaan ziarah kubur? C. Bagaimana persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur? 2.sebagai berikut ini: 1. Mengetahui motivasi yang mendorong orang untuk melakukan ziarah kubur. Mengetahui persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur. Apakah motivasi yang mendorong masyarakat kubur? 3. 3. atau sebagai bahan informasi pembanding bagi penelitian lama yang serupa namun berbeda sudut pandang. di antaranya: 1. maka tujuan dari penelitian yang ingin peneliti capai adalah sebagai berikut: 1. Kegunaan Penelitian Hasil dari penelitian ini memiliki beberapa kegunaan. melakukan ziarah . D. Mengetahui tata cara pelaksanaan ziarah kubur. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas.

2. Secara Praktis Hasil penelitian ini bermanfaat bagi semua kalangan terutama bagi masyarakat Aeng Panas dan sekitarnya untuk mengetahui secara jelas berbagai hal terkait dengan ziarah kubur. Studi Kasus Studi kasus merupakan jenis penelitian sosial mengenai suatu obyek tertentu yang bersifat holistik dan eksploratif (Dhofier. Definisi Istilah 1. E. Persepsi Masyarakat Kata persepsi dalam bahasa inggris perception berasal dari dari bahasa latin perceptio / percipere artinya menerima atau mengambil sedangkan persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan. 2000:41). 2. peristiwa atau hubungan hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi . 2003:445-446) atau pengalaman tentang objek. bagaimana cara seseorang melihat sesuatu dan dalam arti yang lebih luas ialah pandangan/pengertian yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu (Leavitt dalam Sobur. khususnya hal-hal yang bersinggungan secara langsung dengan penelitian ini.

2007). Yang dimaksud dengan masyarakat dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Aeng panas. 3. diartikan sebagai perbuatan melakukan kunjungan ketempat yang di anggap keramat/mulia (makam) dengan tujuan berkirim do'a (Depdikbud.1990). Adapun masyarakat adalah sujumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama (Depdikbud. jadi tingkah laku seseorang merupakan fungsi dari cara dia memandang. yang dimaksud dengan persepsi Masyarakat di dalam penelitian ini adalah pandangan atau interpretasi masyarakat Aeng Panas terhadap berbagai hal yang terkait dengan fokus masalah di atas atau hal yang berkaitan dengan ziarah kubur. Asmaniah (Refletika. Jadi. 2004:88).berasal dari rangsangan rasa yang berakibat pada interpretasi tingkah laku. Yang dimaksud menjadi stimulus disini adalah berbagai hal yang terkait dengan ziarah kubur. Ziarah Kubur Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. persepsi diartikan sebagai terhadap suatu stimulus usaha yang pengorganisasian. . Sedangkan dalam ilmu psikologi. diinderanya penginterpretasian merupakan sehingga sesuatu yang berarti.21. dan merupakan respon yang integral dalam diri individu (Walgito.

Penelitian tersebut berjudul Keramat Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. yang didalamnya terdapat dua makam yang dikeramatkan yakni makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad. ". Tinjauan Pustaka Penelitian ini terfokus pada masalah ziarah kubur yang penulis khususkan pada persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap Ziarah Kubur. Adapun yang dimaksud dengan ziarah kubur dalam penelitian ini adalah perbuatan melakukan kunjungan ke makam umum Aeng Panas.Bantar Kalong. tepatnya di Makam keramat Syekh Abdul Muhyi. Sedangkan menurut Alhamdani (1381 H :151) "Ziarah kubur adalah mendatangi se-waktu-waktu untuk mendo'akan dan memohonkan rahmat Tuhan bagi orang yang dikubur didalamnya dan untuk mengambil kita akan ibarat dan peringatan sebuah supaya bisa serta mengingatkan datangnya kematian mengingatkan kita bagaiman nasib kita dikemudian hari diakhirat.Tasik Malaya: ritual keagamaan dan prospeknya bagi pengembangan pariwisata. Kab Tasik Malaya.1990:1018). F. motivasi melaksanakan ziarah kubur serta tata cara pelaksanaan dalam ziarah kubur. Penelitian atas fenomena ziarah kubur sebelumnya telah dilakukan oleh Mohammad Ali Fadillah di Desa Pamijahan Kec. Dalam penelitiannya Fadillah .

kegunaan penelitian dan definisi istilah. Sistematika Pembahasan Sistematika penulisan dalam penelitian ini. Pendahuluan yang meliputi konteks penilitian. Semuanya merupakan gambaran pengantar bagi pembahasan- . Dan keagamaan disekitar makam menitikberatkan pada aspek sosial keagamaan. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Fadillah dapat disimpulkan bahwa Pamijahan dipilih sebagai pusat pengajaran Tasawuf oleh Syekh Abdul Muhyi atas saran dari gurunya yaitu Abdul Rauf Singkel. aktivitas ziarah kubur dan dampaknya terhadap budaya masyarakat. tujuan penelitian. alasan memilih judul. tinjauan pustaka dan sistematika pembahasan.com) berupaya untuk mengetahui prosfek fenomena ziarah kubur bagi pengembangan pariwisata di Pamijahan. penulis uraikan secara sistematis yang terdiri dari lima bab sebagai berikut: Bab I. baik berkenaan dengan ritual keagamaan berupa ziarah kubur yang melibatkan ribuan orang terutama pada hari raya. situs Pamijahan merupakan sebuah komplek keramat yang dikarakteristikan oleh fungsi bentang alam yang direkayasa dan difungsikan sebagai tempat-tempat suci.(www. fokus penelitian. menjadikan Pamijahan menjadi objek wisata potensial yang memberikan kontribusi besar bagi peningkatan pendapatan masyarakat.kumincir. Fadillah menggunakan metode penelitian Historis. G.

Membahas tentang kesimpulan dan saran. motivasi masyarakat Aeng Panas melakukan ziarah kubur dan yang terakhir adalah tata cara pelaksanaan ziarah kubur. Merupakan laporan hasil penelitian yang terdiri atas paparan data dan temuan hasil penelitian yang meliputi persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap ziarah kubur. kehadiran peneliti. lokasi penelitian. Point B membahas tentang motivasi orang melakukan ziarah kubur. Bab III. Membahas tentang metodologi penelitian yang meliputi pendekatan atau jenis penelitian. Sedangkan point C membahas tentang tata cara pelaksanaan ziarah kubur. Point A adalah berbagai persepsi tentang menziarahi kuburan. sumber data. .pembahasan selanjutnya. prosedur pengumpulan data. Bab IV. analisis data. Bab II. Bab V. Kajian pustaka yang terdiri dari tiga point. pengecekan keabsahan temuan dan tahapan penelitian.

Persepsi Ziarah Kubur Kebiasaan menziarahi kubur bukan hanya ada di Indonesia. tatkala Nabi tidak mengkhawatirkannya lagi akidah para Sahabat. mengkaji dan meneliti sumber-sumber data yang berkaitan dengan permasalahan persepsi suatu masyarakat tentang ziarah kubur.BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam kajian pustaka ini. beliaupun kembali mengizinkan mereka untuk melakukan ziarah kubur. A. motivasi seseorang melakukan ziarah kubur dan tata cara pelaksanaan ziarah kubur. Dan ini juga tidak hanya terjadi di akhir-akhir ini saja. Sebagaimana hadits Rosulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: ‫قد كنت نهيتكم عن زيارة القبممور، فقممد أذن لمحمممد‬ . Dalam hal ini. peneliti mengambilnya dari beberapa literatur buku kepustakaan dan artikel lepas di media elektronik seperti internet.. Namun karena dikhawatirkan akan menimbulkan perbuatan syirik. tetapi juga di negara-negara arab. Dan dikemudian hari. peneliti mencoba untuk melihat. Rosulullah saw pernah melarang umatnya dari ziarah kubur. melainkan sudah ada sejak pertama kedatangan Islam.

(HR. Jadi munculnya larangan dikarenakan adanya nisbat kepada kesyirikan. oleh sebab itu. sedangkan secara istilah .1978:115). maka sesungguhnya sekarang telah diberi izin kepada Muhammad menziarahi kubur ibunya. karena ziarah kubur itu mengingat kepada akhirat”. Hal itu beliau lakukan karena umatnya pada waktu itu masih dini dan belum kuat dalam segi akidahnya untuk berhadapan dengan hal-hal yang bisa menyeret mereka kedalam perbuatan syirik (Hasyim. Konon. Nabi Muhammad saw pernah melarang umatnya melakukan ziarah kubur. Dilihat dari segi perkembangannya. ada catatan menarik yang patut kita perhatikan. Muslim) Ziarah kubur merupakan suatu hal yang sudah ada sejak awal kedatangan Islam. Pengetian Ziarah Kubur Ziyarah atau ziarah merupakan asal kata dari bahasa Arab.‫)رواه‬ ‫) مسلم‬ ‫فى زيارة قبرأمه فزورو همما فإنهمما تممذكر الخممرة‬ Artinya: “Sesungguhnya aku telah melarang kamu sekalian ziarah ke kubur. 1. dan diperbolehkan jika kegiatan ziarah kubur itu jauh dari nilai syirik. secara harifiyah berarti “kunjungan”. ziarahlah ke kubur.

Pujuk Mambang. Adapun yang dimaksud dengan ziarah kubur dalam penelitian ini adalah perbuatan melakukan kunjungan ke makam umum Aeng Panas. yang didalamnya terdapat banyak makam yang dikeramatkan yakni makam Pujuk Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Sedangkan ziarah kubur menurut Godam (http://www. Esposito (2001:195) memandang ziarah secara teknis merujuk pada aktivitas mengunjungi pemakaman (jiyaroh al-kubur) dengan maksud mendo’akan bagi yang meninggal serta mengingat kematiannya. Ini berarti ziarah sebagai kegiatan yang sewaktu-waktu atau tertentu. Dari beberapa makam atau . Pujuk Kriya.menurut Alhamdani (1381H:151) berarti: mendatanginja sewaktu-waktu untuk mendo’akan dan memohonkan rahmat tuhan bagi orang-orang jang dikubur di dalamnja serta untuk mengambil ibarat dan peringatan supaja jang hidup ingat akan mati dan nasib di kemudian hari di acherat. 2006) adalah suatu kegiatan atau aktifitas mengunjungi makam dari orang yang telah meninggal dunia baik yang dulu semasa hidupnya kita kenal maupun yang tidak kenal.google. Pujuk Dul jaya. 1990:1018). Pujuk tunggul Angin. Pujuk Lanceng. Secara istilah ziarah kubur juga merupakan suatu perbuatan melakukan kunjungan ke tempat yang dianggap keramat atau mulia (makam) dengan tujuan berkirim do'a (Depdikbud. Pujuk Oneng.

Buhairi (2005:14) menyebutnya fenomena menyembah patung ini sudah mulai bergeser bentuk pada zaman sekarang. Hal tersebut diwujudkan dengan membuat patungnya sebagai simbol penghormatan yang pada akhirnya digunakan sebagai sesembahan. paganisme merupakan agama sesat pertama yang dianut oleh manusia. 2005:55). 2. Pergeseran bentuk itu mengarah pada pengkultusan. Sebagian dari mereka juga menyamakan makam wali dengan Baitullah al-Haram (ka’bah) dan menziarahinya dianggap . Pujuk Agung Mahmud dan Agung Ahmad. dicintai dan dihormati. mereka mengangkat pemimpin yang shaleh. Penghormatan tersebut tidak terbatas pada saat sang pemimpin masih hidup. bermula ketika mereka membutuhkan panutan untuk dijadikan sebagai pedoman hidup. namun berlanjut ketika dia sudah meninggal.biasa disebut Pujuk.berkeyakinan bahwa mengunjungi makam wali sama dengan mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat (Al-Buhairi. Fenomena Ziarah Kubur Dalam fakta sejarah. hanya dua Pujuk yang paling ramai dikunjungi atau tidak pernah sepi setiap hari yaitu. Bahkan seorang kuburi --sebutan bagi penyembah kuburan-. pengeramatan atau pengagungan makam tertentu dan meminta segala kebutuhan kepadanya.

Sebelumnya. yakni menyekutukan Tuhan dengan orang-orang suci ini. mencari berkah di kuburan. bertawashul dengan orang-orang yang telah meninggal karena kesalehannya dan beristighotsah kepada mereka. Farhan (2005:XI) mengungkapkan bahwa saat ini kaum muslimin telah melakukan berbagai macam bentuk kemusyrikan di kuburan. yang mengarah pada dosa syirik. Hal serupa telah dikemukakan oleh Humaidi (1999:X) yang menyatakan bahwa bahwa ziarah kubur sudah menjadi budaya yang telah diplesetkan dan mungkin sangat sulit untuk diluruskan. Nilai ibadah yang semula ada pada ritual itu disulap menjadi suatu kebid'ahan mereka membuat hari hari tertentu yang seakan wajib . Wahabiyah menyerbu dan menghancurkan kuburan yang ada di Karbala dan Najaf. Kepercayaan Wahabiyah –tanpa ada sumbang pemikiran lain dari komunitas Sunni dalam soal ini—memandang ziarah secara umum sebagai “pemujaan terhadap orang suci”. pengikut wahabiyah meratakan seluruh bangunan kuburan ini. pada tahun 1801. Sebagaimana Esposito melihat faham wahabi sangat membenci kegiatan ziarah kubur. Menurutnya (2001:196): Pada tahun 1925. seperti mengusapusap kuburan.sebagai pelaksanaan ibadah haji dan sebagainya. Disinyalir bahwa telah terjadi kesalahpahaman persepsi tentang ziarah kubur sehingga berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh para peziarah kubur.

terdapat beragam pendapat dari tokoh-tokoh Islam tentang ziarah kubur. fanatisme yang berlebihan terhadap tokoh. menentukan makam orang tertentu untuk diziarahi bahkan ada yang menjadikan ziarah kubur sebagai komoditi bisnis. berbaurnya budaya-budaya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa beliau mengharamkan setiap muslim melakukan ziarah kubur walaupun yang di ziarahi makam Nabi Muhammad Saw (Abbas. terpecahnya negara Islam. Setidaknya ada delapan penyebab munculnya berbagai penyimpangan di kuburan yang dikemukakan oleh Farhan.untuk berziarah kubur. 1969:241). Sementara Abdullah (2003:50) Mengungkapkan bahwa salah satu pendorong orang melakukan kemusyrikan di kuburan adalah karena mereka (para peziarah) mengikuti para ulama su' dan hanya taklid kepada nenek moyang. aneka ragam peradaban. yaitu: Kebodohan terhadap hukum-hukum agama. tasyabbuh (menyerupai) pada orang-orang kafir. Demikian halnya dengan faham Wahabi-faham yang dibangun oleh . (2005:25). 3. terjemahan buku-buku filsafat. mengutamakan akal di atas wahyu. Pandangan Ulama Tentang Ziarah Kubur Dengan berbagai alasan sebagaimana uraian di atas.

Muhammad Bin Abdul Wahab-misalnya mengharamkan siapa saja yang melakukan praktek ziarah kubur (Abbas. berdo'a. makamnya orang-orang yang mati syahid dan makamnya para pahlawan Islam saja bernilai pahala. atau lainnya. sunnah muakkad (Abbas. memperbolehkan orang untuk melakukan kunjungan (ziarah kubur). ke makam ibubapak. makam ulama-ulama. Motivasi Orang Melakukan Ziarah Kubur Manusia dalam melakukan sesuatu biasanya muncul dari adanya dorongan atau rangsangan yang menimbulkan seseorang rela atau . 1969:290) menurut alJibrin (2006:135) bahwa tidak dibenarkan seorang muslim menyengaja berziarah kubur dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah disisinya atau di atasnya. juga mendo’akan si ahli kubur. Jadi anggapan segi baik dibolehkannya menurut Aswaja dipandang dari ibadah mengingat akan kematian dan hari akhir. Ziarah kubur menurut pandangan faham ini adalah merupakan perbuatan yang dianggap baik. seperti shalat. jangankan ke makam Nabi Muhammad saw. faham ini.= Aswaja). B. 1969:246). Beda halnya dengan faham dan I'tiqad Ahlussunnah Wal Djama'ah (singkt. Demikian pula tidak boleh seorang muslim mengusap sesuatu daru tempat-tempat tersebut untuk mencari keberkahan.

Berawal dari kata "motif" tersebut. terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan yang sangat dirasakan/mendesak. macam-macamnya serta motivasi dalam penulisan skripsi ini. 2007:18).Donald dalam Sadirman (2005:73). Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan didalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas sesuatu demi mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Untuk lebih jelasnya penulis akan menguraikan definisi. Menurut Mc. Seseorang akan lebih semangat dalam mengerjakan sesuatu apabila termotivasi oleh sesuatu yang ada di dalam maupun di luar dirinya (Asmaniyah. diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Sama halnya juga dengan kegiatan ziarah kubur.bersedia menghabiskan beberapa lama waktunya untuk melakukan sesuatu itu.2005:73). motovasi adalah perubahan . Seseorang yang melakukan aktivitas ziarah kubur tidak terlepas dari adanya dorongan atau rangsangan atau motivasi. bahkan motif dapat dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (Sardiman. Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari kata motif. maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif pada saat-saat tertentu. Motivasi merupakan sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan dalam setiap aktifitas. 1.

Asas manfaat inilah yang seringkali menjadi motivasi seseorang dalam melakukan aktifitasnya. motivasi merupakan suatu faktor psikis yang bersifat non intelektual sedangkan peranannya untuk menumbuhkan gairah. merasa senang dan semangat melakukan sesuatu (Reflektika. 2. Hal itu berarti bahwa motivasi merupakan sesuatu yang sangat urgen dalam setiap kegiatan. seseorang akan lebih semangat melakukan sesuatu apabila terdorong oleh motivasi yang ada dalam dirinya. yakni menyangkut . Frandsen (dalam Sadirman. manusia selalu bersandarkan pada manfaat yang ia peroleh dari apa yang ia kerjakan. Sedangkan menurut Asmaniyah. Cognitives Motif ini menunjuk pada gejala intrinsic.energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.2005:87) mengungkapkan tentang jenisjenis motivasi seperti: a.18:2005). Karena. Macam-Macam Motivasi Para psikolog mengklasifikasikan motivasi yang ada dalam diri manusia atau suatu organisme kedalam beberapa golongan. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan sesuatu.

kepuasan indipidual. Kepuasan individual yang berada dalam diri manusia dan biasanya berwujud proses dan produk mental. b. Self-expression. Penampilan diri adalah sebagian dari pri;aku manusia. Yang penting kebituhan individu itu tidak sekedar tahu mengapa dan bagaimana sesuatu itu terjadi, tetapi juga mampu membuat suatu kejadian. Untuk hal ini memang diperlukan kreatuvitas, penuh imajinasi. Jadi dalam hal ini seseorang memiliki keinginan untuk aktualisasi diri. c. Self- enhancement. Ketinggian dan kemajuan diri ini menjadi salah satu keinginan bagi setiap individu. Sedangkan, Asmaniyah dalam Reflektika (2005:11) membagi atas dua golongan yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Pertama, motivasi Intrinsik ialah motif yang dapat berpungsi tanpa harus ada rangsangan dari luar. Sedangkan yang kedua, motivasi ekstrinsik yaitu motif yang berfungsi karena adanya rangsangan dari luar. 3. Motivasi Berziarah Kubur Begitupun dengan perilaku menziarahi kubur, setiap orang yang pergi untuk menziarahi kuburan sudah pasti memiliki motif-motif

yang tentunya memiliki nilai manfaat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Hasyim (1978:115) bahwa pada garis besarnya faidah ziarah kubur ialah ada dua, yakni: pertama, untuk mengingatkan segala

yang serba ghaib, yaitu akhirat dan segala seluk beluknya, termasuk perkara maut. Kedua, untuk mendo'akan kepada mayit. Umumnya peziarah termotivsi oleh keyakinan bahwa ketika seseorang melakukan ziarah kubur, maka segala apa yang diinginkan akan terkabul dan lagi para penziarah merasakan ketenangan batin ketika berada dikuburan yang dianggap keramat atau yang dianggap seorang waliyullah. Menurut Esposito (2001:195) dalam Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern, menyatakan: “keseluruhan nilai penting ziarah dari segi agama, sebagaimana terungkap dalam sejumlah kisah, ialah mengingat kematian dan mencerminkan hari kemudian”. Ini berarti motivasi ziarah kubur adalah untuk beribadah dan semakin meningkatkan iman kepada Allah swt. Juga Sabiq (dalam Esposito, 2001:195) mengatakan: “Nabi menjadikannya sah dan menganjurkannya karena hal itu akan mengingatkanmu pada hari kemudian”. Jadi yang sebenarnya

menjadi motivasi para peziarah adalah dalam rangka ibadah melalui perantara ziarah kubur. Maksudnya dengan berziarah kubur kita akan teringat akan sebuah peristiwa yang pasti dialami manusia, yaitu

kematian dan hari akhir. Ketika seseorang ingat akan hal itu, seyogyanya menjadi cermin untuk meningkatkan amal ibadah kepada Allah swt. Ziarah kubur tidak hanya dilakukan oleh Nabi, dan ulama’ lainnya melainkan kepada orang awam juga dilakukan. Sebagaimana Rahmat (www.google.com) menyebutkan macam-macam ziarah kubur, antara lain:
Pertama, ziarah orang-orang mulia yang masih hidup kepada orang –orang mulia yang telah meninggal. misalnya para ulama yang mengunjungi pusara ulama lainnya. Kedua, ziarah orang-orang mulia kepada kuburan orang –orang biasa.Nabi saw sering berziarah kekuburan kaum muslimin.beliau sering berdo'a di atas kuburan mereka seraya beristigfar memohonkan ampunan bagi para pendurhaka yang menjadi akhli kubur itu, sebagai bukti bahwa kedatangan Nabi adalah Rahmatan lil'alamin. Ketiga, ziarah dari kaum Muslimin yang awam kepada kaum muslimin yang awam lainnya. Inilah yang bisa kita lakukan kepada orang tua, karib kerabat dan saudara-saudara kita.

Ketiga macam itu didasarkan atas tingkat ketinggian iman seseorang. Sedangkan menurut Jufri (http://www.ittutor.net) beliau mengemukakan bahwa ketika seseorang yang ingin melakukan ziarah kubur hendaklah berniat yang benar dan ikhlas karena Allah swt semata-mata yaitu untuk melembutkan hati, mengingatkan akhirat dan mengenang jasa si mati atau kelebihannya disisi Allah. Begitu pula apabila menziarahi kubur atau makam para Nabi dan para wali,

c.google. Tidak melakukan tindakan tidak senonoh seperti buang air .com): a. www. b. Maka disinilah nilai penting dari motivasi yang mengarah pada tujuan atau niat seseorang untuk melakukan ziarah kubur. tidur-tiduran. Niat dengan tulus dan ikhlas karena ingin mendapatkan Ridho dari Allah SWT. dll di atas makam orang mati d. Bukan untuk meminta sesuatu pada orang yang sudah meninggal. C. Motivasi yang dilarang dalam menziarahi perkuburan ini ialah meminta sesuatu hajat kepada yang mati itu atau memujanya seperti pemujaan terhadap berhala. Adab dalam berziarah kubur yang sesuai menurut Islam (Godam. Tidak duduk. Anbia dan Mursalin. menginjak-injak. Tata Cara Pelaksanaan Ziarah Kubur Setiap pelaksanaan suatu ritual pasti ada tata laksana atau cara begitu juga dengan pelaksanaan ziarah ke kuburan terdapat tata cara yang baik agar mendatangkan hikmah bagi yang berziarah maupun yang diziarahi. Dengan niat yang baik inilah peziarah menziarahi perkuburan kaum Muslimin dan permakaman para Aulia.lebih-lebih lagi makam Nabi Muhammad saw yang begitu besar jasanya bukan saja kepada umat Islam malah kepada alam semesta. Berperilaku sopan dan ramah ketika mendatangi areal pemakaman. Tetapi menurut faham Aswaja dengan bertawashul dengan mereka yang salih itu dan meminta kepada Allah rabbul a'lamin tidaklah terlarang.

Hasyim (1978:116-117) menitik beratkan pada dua hal pokok yakni mengucapkan salam dan menghadap kiblat jika hendak mendo’akan sang mayit Cara yang pertama. Adapun berkenaan dengan tata cara dalam berziarah ke kuburan. melakukan hubungan suami isteri. Lain halnya menurut ekposito (2001:195) menyatakan bahwa apabila kita melewati pekuburan orang kafir. e. Mendo’akan dengan ikhlas arwah orang yang telah meninggal agar bahagia dan tenang di alam kubur.besar. maka dianjurfkan untuk menangis dan mengungkapkan betapa perlunya manusia akan Tuhan. dengan mengatakan . dan lain-lain. kencing.”kedamaian bagimu hai orang yang beriman dan muslim! Kami. buang sampah sembarangan. Mengucapkan salam kepada penghuni alam kubur f. Kamu mendahului kami. Kami akan berdo’a kepada Allah untuk keselamatan kami dan dirimu”. berkenaan dengan salam. akan berkumpul denganmu. yang diutarakan oleh Hasyim di atas merujuk pada Hadits Nabi yang artinya: . meludah. seseorang seharusnya menghadapkan wajahnya kearah makam seraya menyampaikan salam dan berdo’a untuk jenazah yang berada di alam kubur serta hendaklah mengucapkan salam kepada simayat. Ritual-ritual yang terkait dengan ziarah mensyaratkan bahwa ketika seseorang mencapai kuburan. dan kami akan mengikuti kamu. dengan kehendak Allah.

" (R. Sementara berkenaan dengan menghadap ke Kiblat ketika hendak mendo'akan si mayit. Walaupun mayatnya sudah lama dan sudah hancur tetapi yang penting rohnya ada dan tahu siapa yang menziarahinya. tujuilah kubur yang dituju berdiri atau duduk dengan menghadap kepadanya (membelakang kiblat) sambil memberi salam kepadanya. insya Allah kami akan menyusul kamu sekalian kami memohon kepada tuhan Allah kesehatan bagi kami dan kamu sekalian. Hasyim merujuk pada hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad. Adab Menziarahi Kubur Menurut Al-Jufri: Apabila kita hendak berziarah kubur : Ucapkan salam. Kalau ini diberikan kepada Nabi Muhammad saw maka tidak mustahil diberikan kepada umat oleh sebab itu disunatkan kita menziarahi kubur. Kita juga diingatkan supaya jangan menyesali apa yang telah berlaku. Muslim dan Nasa’i. bacakanlah ayat-ayat Al Quran yang mudah dibaca dan minta kepada Allah disampaikan pahala bacaan itu kepada roh si mati. Ini diambil dari sabda Nabi Muhammad saw yang bermaksud: "Siapa yang memberi salam kepadaku Allah akan mengembalikan rohku dan akan menjawab salamnya". karena ini adalah haram hukumnya. berkata: Sesungguhnya Nabi saw. yang Artinya "Dari Abu Hurairoh r.Akhmad. yang artinya: mudah-mudahan selamat sejahtera orang-orang mu'min dan muslim yang bertempat disini. ."Adalah Rasulallah mengajarkan kepada shahabat bila mana mereka pergi keperkuburan. Kemudian. supaya membaca. dari Ibnu Buraidah). apa lagi untuk meraung dan meratap. datang keperkuburan.a. Muslim dan Ibnu Majah.

. Hasyim juga mengutif hadits lain yang artinya "Sesungguhnya Rasulallah saw duduk menghadap ke kiblat lalu pergi kepekuburan.maka sabdanya: "(artinya) selamat sejahtera tempat kaum mu'min Insya Allah kami akan menyusul kamu sekalian".Abu Dawud dari Baraa')." (R.

Kehadiran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai pengamat (peneliti) yang terjun langsung di lapangan. Jenis Penelitian dan Pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Menurut Dhofir (2000:41). yaitu tentang persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur. Adapun pendekatan yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif lapangan. namun tanpa berperan serta yakni hanya melakukan satu fungsi sebagai pengamat an sich. Kehadiran peneliti ketika berada di lapangan diketahui oleh subyek penelitian. Adapun yang menjadi objek dalam pemelitian ini adalah masyarakat Aeng Panas yang biasa rutin berziarah kubur. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan data deskriptif berupa narasi tentang masalah yang akan penulis teliti.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. "Studi kasus adalah studi yang mendalam (eksploratif) dan menyeluruh (integral) mengenai suatu obyek tertentu yang menarik untuk diamati secara khusus dan tersendiri". karena sebelumnya . Sehingga diharapkan dapat menghasilkan data deskriptif berupa narasi tentang masalah yang sedang penulis teliti.

Dusun Nong Malang. Desa Aeng Panas memiliki empat Dusun yaitu. terrnyata Desa Aeng Panas merupakan desa yang paling banyak memiliki tempat-tempat yang dikeramatkan dibanding desa – desa yang lain. Kabupaten Sumenep. Hal itu sangat membantu peneliti dalam proses penggalian data dalam rangka menyelesaikan skripsi yang sedang penulis lakukan.peneliti menjelaskan status serta tujuan keberadaan peneliti di Aeng Panas. Dusun Pesisir. B.dan tindakan. Penelitian ini berlokasi di desa Aeng Panas yang terletak di Kecamatan Pragaan. C. Dusun Galis dan Dusun Ceccek. Sumber Data Menurut Lofland sebagaimana yang dikutif dalam Moleong (2006:157) menyatakan bahwa sumber utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata . demikian yang dikemukakan oleh Moleong (2005:132). sumber data dibagi atas dua yaitu sumber data sekunder dan sumber data primer. selebihnya adalah data sebagai tambahan atau sebagai pelengkap seperti dokumen dan sebagainya. Madura. Lokasi Penelitian Setelah melewati beberapa proses hingga pada akhirnya penulis tetapkan dalam penelitian ini. Setelah penulis melakukan observasi serta mencari dari berbagai informasi masyarakat di Kecamatan Pragaan. Sedangkan dalam penelitian sosial. Sumber data primernya berupa segala perkataan .

M. Bapak Abasi serta Bapak Muqit. Mereka adalah Bapak Ahmad (warga pendatang asal Karduluk). Sedangkan sumber data sekundernya adalah segala perkataan dan perbuatan dari anggota masyarakat Aeng Panas dan sekitarnya yang jarang atau tidak pernah sama sekali berziarah kubur. yaitu: 1. Wawancara lazim digunakan dalam penelitian . Bpk. dan Bpk. Ust. Mutti. Prosedur Pengumpulan Data Dalam penelitian ini. Dahlal. K. data yang ada dikumpulkan dengan menggunakan teknik-teknik yang kualitatif. Edi. Sadili (kuncen). Anwar (klebun). dan rombongan ziarah asal Ganding yang kebetulan peneliti temukan seperti: Bapak Farid. Ma'mun. Su’ud. Arif Syuhdi. Adapun jumlah responden peneliti disesuaikan dengan kebutuhan penelitian untuk mencapai kedalaman dan ketajaman persoalan yang sedang diteliti. Data sekunder ini peneliti gunakan untuk mengukur tingkat validitas data primer yang diperoleh dengan cara cross check.dan perbuatan dari Anggota masyarakat Aeng Panas yang biasa (rutin) melakukan ziarah kubur dianataranya Bpk. Bpk. ataupun dari pihakpihak lain yang berkaitan dengan masalah yang sedang peneliti lakukan. D. Irwan. Bpk.

yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (intrviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Sedangkan menurut Keraf (1997:161). 2. 2006:186). Observasi Pengumpulan data untuk suatu tulisan ilmiah dapat dilakukan . dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan judul "Persepsi Masyarakat Tehadap Ziarah Kubur". (Moleong. wawancara adalah suatu cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada informan atau autoritas (seorang ahli atau yang berwenang dalam suatu masalah). Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan data yang akurat. 2006:187).Wawancara merupakan salah satu jenis pengumpul data dengan melakukan sebuah timbal balik atau dalam kata lain merupakan sebuah percakapan dengan maksud tertentu. Petunjuk ini mendasarkan diri pada anggapan bahwa ada jawaban yang secara umum akan diberikan oleh responden. Untuk keperluan tersebut peneliti akan menggunakan petunjuk umum wawancara. tetapi yang jelas tidak ada perangkat pertanyaan baku yang disiapkan terlebih dahulu. Yang dilakukan oleh dua pihak. yaitu sebuah teknik wawancara dimana peneliti harus membuat kerangka dan garis besar pokok pertanyaan (Moleong. jujur.

Sedangkan observasi menurut Moleong (2006:175). Adapun yang menjadi objek pengamatan dalam penelitian ini adalah segala bentuk perilaku atau tindakan dari para peziarah. masyarakat Aeng Panas dan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan masalah penelitian.salah satunya melalui observasi. dan mengecek sendiri sampai dimana keabsahan data dan impormasi yang telah dikumpulkan. Penggunaan metode observasi menurut keraf (1999:162) adalah. dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. alasan metodologis bagi penggunaan pengamatan observasi ialah karena cara ini dapat mengoptimalkan kemampuan peneliti dari segi motif kepercayaan. 2006:177). Jenis observasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung namun tanpa berperan serta. yaitu peneliti melakukan satu pungsi yakni sebagai pengamat dalam hal ini tidak sepenuhnya sebagai pemeran serta tetapi malakukan hanya sebagai pengamat (Moleong. Dalam hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai obyek penelitian sehingga dapat disusun daftar kuestioner yang tepat atau dapat menyusun suatu desain penelitian yang cermat. pengamatan langsung kepada suatu obyek yang akan diteliti. 3. perilaku tak sadar. Dokumentasi . kebiasaan dan sebagainya. perhatian.

Dokumentasi sudah lama digunakan dalam sebuah penelitian sebagai sumber data yang dapat dimanfaatkan untuk menguji. peneliti akan menggunakan hasil dokumentasi berupa tulisan hasil wawancara dengan responden. menafsirkan. Dalam penelitian ini. Oleh karena itu diperlukan adanya analisis data. menganalisa. data yang pengelompokan. wawancara dan studi dokumentasi (Moleong. Analisis Data Analisis data merupakan upaya pengolahan data atau penafsiran data. 2002:190). Proses analisis data dimulai dari seluruh data yang diperoleh dari berbagai sumber. Data yang terkumpul dari hasil penelitian terdiri dari berbagai data hasil temuan di lapangan. Analisis data merupakan rangkaian kegiatan data agar penelaahan. E. bahkan bisa juga untuk meramalkan setiap bahan tertulis ataupun film (Moleong. yaitu observasi. sistematisasi dan verifikasi terkumpul bernilai ilmiyah. Analisis data yang dipergunakan oleh peneliti dalam penelitian . serta foto yang berguna dalam penelitian ini serta yang menggambarkan aktifitas para penziarah kubur. 2006:216). Data yang banyak tersebut mungkin akan peneliti sesuaikan dengan arah penelitian yang sudah dijabarkan dalam fokus penelitian.

yaitu "Derajat kepercayaan (credibility). F. Kemudian setelah itu hasil data yang telah diperoleh dianalisis dan ditarik menjadi sebuah kesimpulan yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan. keteralihan (transferability). Pengecekan Keabsahan Data Untuk menetapkan keabsahan data. dan kepastian (confirmability)" (Moleong. 2006:324).tentang "Persepsi Masyarakat Aeng Panas Terhadap Ziarah Kubur" adalah menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan proses berfikir deduktif yakni dimulai dari teori yang bersifat umum berdasarkan hasil pengamatan dilapangan atau pengalaman empiris dan data hasil observasi. diperlukan teknik pemeriksaan data . Untuk kebutuhan tersebut. peneliti menggunakan teknik pemeriksaan data berikut ini: 1. 2006:176). Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu" (Moleong. Teknik pemeriksaan data didasarkan atas beberapa kriteria. Adapun cara yang peneliti tempuh dalam proses Triangulasi . Triangulasi Triangulasi adalah tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. kebergantungan (dependability).

dalam penelitian ini adalah: a. Tahap Pra Lapangan Tahap ini adalah tahap awal sebelum peneliti terjun langsung ke lapangan. tahapan penelitian yang dilakukan dalam penelitian kualitatif terdiri dari tiga tahap (Moleong. peneliti mempelajari kembali dan menguji kemungkinan terjadi distorsi dalam mengumpulkan data. Untuk keperluan tersebut. Tahap-Tahap Penelitian Secara umum. yaitu: 1. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan. Perpanjangan Keikutsertaan Disini peneliti memperpanjang keberadaan dilapangan penelitian sebagai upaya pencapaian kejenuhan pengumpulan data (Moleong. baik yang timbul dari dalam diri peneliti sendiri atau dari luar. 2006:148). G. 2. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara (silang beda metode). Membandingkan pandangan seseorang dengan apa yang dikatakan orang lain (silang beda responden). b. 2006:327). . Hal ini dilakukan agar peneliti memiliki pengetahuan serta kesiapan yang optimal tentang penelitian yang akan dilakukan.

Persepsi Kiai Pragaan Terhadap Ziarah Kubur. sebelum obyek penelitian yang ini disahkan sebelumnya beberapa judul proposal yang diajukan kepada pembimbing pada tanggal 5 September 2006 adalah tentang Persepsi Masyarakat Marta Jasa Terhadap Ziarah Kubur di Asta Syekhona Kholil Bangkalan". Persepsi Bencana Tsunami Dalam Pandangan Kiai Pragaan. ada enam kegiatan yang akan peneliti lakukan. konon katanya disana ada makam yang dikeramatkan . Persepsi Masyarakat Pragaan Terhadap Rukun Kegiatan Masyarakat (RKM). malahan beliau memberi saran yaitu: Cari judul yang mudah diaskes datanya dan tidak menghambat atau mengganggu disiplin Pondok! Setelah itu peneliti langsung mengajukan lima judul sekaligus yaitu. Persepsi Masyarakat Batu Ampar Terhadap Syekh Syamsudin Pamekasan.Dalam tahapan ini. seperti yang dikemukakan oleh Moleong (2006:127-134) yaitu : a. Menyusun Rancangan Penelitian Pada awalnya. ternyata di tolak dengan alasan terlalu jauh dan situasi serta kondisi kurang memungkinkan. Namun setelah judul itu diajukan kepada pembimbing. Hingga pada akhirnya penulis mencoba berangkat ke Aeng Panas. Persepsi Masyarakat Terhadap Ziarah Kubur di Asta Syekh Yusuf.

Memilih Lapangan Penelitian Setelah judul di atas di sahkan oleh pembimbing dan Biro Skripsi IDIA Prenduan. keterbatasan geografis dan praktis seperti waktu. Mengurus Perizinan Pertama-tama yang perlu diketahui oleh peneliti ialah siapa saja yang berkuasa dan berwenang memberikan izin bagi . tenaga. Peneliti menetapkan bahwa yang dijadikan obyek penelitian adalah Desa Aeng Panas. Hal senada dikemukakan oleh Moleong (128:2006) bahwa cara terbaik yang perlu ditempuh dalam penentuan lapanangan penelitian dalah dengan jalan mempertimbangkan teori substantif dan dengan mempelajai serta mendalami fokus dan menyesuaikan apakah terdapat kesesuaian dengan kenyataan yang ada dilapangan. dan mempertimbangkan dengan hal-hal yang lain.selanjutnya penulis mencoba mengajukan judul yakni. biaya. Dan melakukan study pendahuluan penulis mencari informasi hingga akhirnya sampai ketempat yang dituju yakni Desa Aeng Panas yang memiliki beberapa makam yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat diantaranya Asta Agung Mahmud dan Agung Ahmad yang diyakini masyarakat setempat sebagai seorang waliyullah. c." Persepsi Masyarakat Aeng Panas Terhadap Ziarah Kubur. b.

. Moleong (2006:128). d. yaitu sikap terbuka. simpatik. jujur. pendidikan. dalam dan sebagainya. Hal tersebut sangat membantu proses penjajakan lapangan. Memilih dan Memanfaatkan Informan Informan adalah orang-dalam pada latar penelitian. e. bersahabat. adat istiadat kontek kebudayaan.pelaksanaan penelitian kemudian peneliti berusaha memenuhi segala hal yang dibutuhkan dalam prosesnya. Syarat-syarat lain yang perlu dimiliki oleh peneliti ialah syarat pribadi peneliti sendiri. segi lain yang perlu diperhatikan ialah persyaratan yang diperlukan. sejarah tokoh-tokoh. mata pencaharian. bisa berupa ijin tertulis bagi pihak-pihak yang terkait dan perlengkapan penelitian seperti kamera. Setelah itu peneliti menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan masalah perijinan melaksanakan penelitian seperti Biro Skripsi IDIA Prenduan. obyektif dan sikap-sikap positif lainnya. tape recorder dan lain-lain. demografi. aparatur pemerintahan. empatik. Menjajaki dan Menilai Lapangan Menurut Moleong (2006:130) Sebaiknya sebelum peneliti menjajaki lapangan peneliti sudah mempunyai gambaran umum tentang geografi. Selain mengetahui siapa saja yang berwenang.

Tahap Pekerjaan Lapangan Pada tahap ini. Menurut Moleong. (2) Melalui wawancara pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti. Tahap terakhir peneliti menyiapkan segala macam penelitian perlengkapan penelitian. Usaha untuk menemukan informan menurut Moleong (2006:132) dapat dilakukan dengan cara: (1) Melalui keterangan orang yang berwenang baik secara formal maupun informal. yaitu etika penelitian lapangan. (2006:137) Ada yang diperlukan sebelum terjun kedalam kancah . peneliti mulai memasuki lapangan penelitian yang menjadi wilayah garapannya.Fungsinya sebagai orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan latar penelitian seperti memberikan pandangan dari segi orang dalam tentang nilai-nilai. bangunan. 2. Dalam hal ini masyarakat Aeng Panas. sikap. proses dan kebudayaan daerah setempat. f. Menyiapkan Perlengkapan Penelitian Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan dalam penelitian kemudian ditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami.

tata cara serta kultur latar penelitian seperti penampilan.tiga tahap yang akan peneliti kerjakan. b. Memahami Latar Penelitian dan Persiapan Diri Yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah memahami serta membatasi pembatasan latar penelitian terlebih dahulu dan seorang peneliti harus mempersiapkan diri. dan tidak lupa memakai kopiah ketika melakukan wawancara dan observasi ke lapangan penelitian. Menurut kebanyakan orang Madura khususnya di desa Aeng Panas kopiah dianggap sebagai simbol kesopanan walaupun hanya menggunakan celana ataupun kaos biasa asal kepala kita menggunakan kopiah maka sudah dianggap sopan. Disini peneliti berusaha berbaur dengan masyarakat atau menyesuaikan dengan tradisi-tradisi yang ada di daerah tersebut seperti berpakaian rapi. 2006:137). Memasuki lapangan . Peneliti juga tidak lupa membeli atau membawa rokok serta kopi dalam rangka menjaga keakraban dan hubungan baik dengan informan. yaitu: a. baik secara fisik maupun mental di samping harus memperhatikan persoalan etika dengan kebiasaan. pengenalan hubungan seorang peneliti di lapangan dan ketersediaan jumlah waktu studi (Moleong. adat.

Keakraban tersebut berupa rapport. Proses analisis data selama berada pada latar . c. walaupun kadang dirokok sendiri karena responden mengeluarakan rokok juga sedangkan secangkir kopi dan jajanannya biasanya peneliti dapat dari seorang responden.Ketika peneliti memasuki lapangan penelitian hal yang harus diperhatikan adalah menjaga hubungan baik dan kekraban. kekeluargaan akan semakin terasa dan informasi yang didapat dengan mudah diberikan oleh informan. kemudian mengumpulkan semua data yang diperlukan sesuai dengan aturan aturan yang sudah di buat. merupakan senjata yang ampuh yang peneliti gunakan untuk menjaga keakraban. Mengumpulkan data Dalam proses pengumpulan data peneliti harus memperhatikan fokus masalah dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan dalam rancangan penelitian. Sehingga keakraban. 2006:140142). Rokok. Peneliti juga tidak lupa menggunakan bahasa daerah tersebut (bahasa Madura) yang halus walaupun belum begitu fasih ne sekone (sedikit-sedikit). yaitu hubungan antara peneliti dengan subjek yang sudah melebur sehingga seolah-olah tidak ada lagi dinding pemisah diantara keduanya (Moleong.

BAB IV LAPORAN PENELITIAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Pragaan dengan jumlah desa seluruhnya 12 desa. satu . Sekilas tentang Desa Aeng Panas Kec.penelitian yang tentunya masih akan diperdalam secara intensif setelah data-data terkumpul.

2. c. Sebelah utara berbatasan dengan Kec. b. Guluk-guluk.29 desa ini adalah desa yang terkecil kedua setelah Pragaan dengan luas 1. guru. Sebelah timur berbatasan dengan desa Karduluk. pengrajin. . dusun Galis. Batas-batas wilayah Desa Aeng Panas adalah: a.diantaranya adalah desa Aeng Panas dengan luas wilayah hanya mencapai 1. d. dan dusun Ceccek.pertanian menjadi penghasilan utama di dena tersebut (Bpk. Sebelah selatan berbatasan dengan selat Madura. Desa Aeng Panas memiliki empat dusun yaitu dusun Pesisir. Sebelah barat berbatasan dengan desa Prenduan. Desa Aeng Panas memiliki beragam mata pencaharian seperti pertanian.19. Dari beraneka ragam aktifitas masyarakat Aeng Panas. kuli bangunan pegawai pemerintahan serta nelayan karena memang sebelah selatan desa ini berbatasan dengan selat madura. Kondisi Demografis Penduduk Pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang cukup menentukan pembangunan masyarakat desa Aeng Panas maka perkembangan penduduk menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Ma'mun Amar). dusun Nong Malang.

Yasinan (untuk Bapak-bapak). dan Kompolan. 3.A. bahkan belum lama ini pimpinan Terekat tersebut yaitu KH.Shohibul Wafa Tajul "Arifin (Abah Anom) dari Pesantren Surya Laya daerah Tasik Malaya pernah berkunjung kedesa ini. Menurut penuturanya. hal ini bisa dilihat dari jumlah lulusan sarjana kurang lebih 50 orang. beliau mengatakan bahwa lembaga pendidikan yang ada di desa Aeng Panas sekitar 7 lembaga pendidikan formal maupun nonformal diantaranya Pondok Pesantren An-Nusyur dan AtTaufiqiyah. kemudian tidak mau kalah bagi para . Hal itu dikemukakan oleh Bapak Ma'mun Anwar selaku kepala Desa Aeng Panas pada hari Jum'at malam tanggal 20 Juli 2007 saat diwawancarai oleh peneliti ditempat kediamannya. persaudaraan dan rasa saling memiliki antara anggota masyarakat. Kondisi Sosial Budaya Sebagai masyarakat pedesaan tentunya sikap sosial tetap menjadi pegangan untuk menjaga rasa sosial. Desa Aeng Panas memiliki wadah kekeluargaan dengan adanya kegiatan kemasyarakatan seperti Muslimatan (untuk ibi-ibu). Di desa Aeng Panas juga terdapat salah satu penganut aliran Tarekat yang di pimpin oleh KH. Rahmatullah yakni tarekat Qodariyah wa Naqsabandiyah (TQN).Masyarakat Aeng Panas termasuk masyarakat yang tingkat pendidikannya maju.

Penyajian Data dan Hasil Penelitian Mengenai persepsi masyarakat tentang ziarah kubur penulis paparkan pada penyajian data hasil wawancara dengan salah seorang penziarah kubur di makam Agung Mahmud. karena dipengaruhi oleh mayoritas beragama Islam. . ajaran agama mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. B. 4. Mereka terkenal sangat kuat memegang prinsip ajaran agama dan tradisi yang turun temurun. Tradisi yang ada mereka aplikasikan dengan berbagai cara seperti dalam menyambut tamu. Tradisi dan Budaya Kehidupan masyarakat Aeng Panas tentunya tidak terlepas dari adat dan tradisi Madura seperti daerah Madura lainnya. Pada tanggal 19 Juli peneliti mendatangi salah seorang penziarah di makam Agung Mahmud. Peneliti sengaja mendatangi beliau dengan mengatakan maksud dan tujuan peneliti agar penelitian yang dilakukan lebih terbuka dan memang hal itu yang biasa peneliti terapkan.pemuda dengan membentuk Club-club olah raga yang sudah dibina dengan baik oleh warga Aeng Panas seperti Club Jawara. dan Club Titonik.

Hal ini seperti yang dinyatakan oleh Bpk. Amar (Klebun) yang diwawancarai pada hari kamis.Dalam penyajian data sengaja diawali dengan pengertian tentang ziarah kubur kemudian motivasi dan terakhir berkenaan dengan tata cara ketika melakukan ziarah kubur. 1. Hal itu peneliti lakukan agar pembahasannya lebih mudah dan sistematis. 20 juli 2006.yang telah menciptakan kita hingga berada seperti sekarang serta mengingatkan kita bahwa semua makhluk akan mengalami sebuah kematian. serta beliau juga menambahkan bahwa ziarah kubur merupakan salah satu wasilah untuk taqorrub kepada-Nya. Menurut beliau ziarah kubur adalah: Suatu perbuatan dalam rangka mengerjakan suatu kebaikan yaitu mendatangi area pemakaman dalam rangka beribadah kepada Allah swt. Persepsi masyarakat tentang Ziarah Kubur Didapati bahwa paparan data atau hasil penelitian yang ditemukan di lapangan mengenai persepsi masyarakat Aeng Panas tentang ziarah kubur dapat diklasifikasikan menjadi: a. . M. Mengunjungi makam Masyarakat Aeng Panas. khususnya yang rutin ziarah kubur mengartikan ziarah kubur dengan pekerjaan mengunjungi tempat pemakaman seseorang yang sudah meninggal.

Hal itu mengaca kepada sejarah adanya ziarah kubur dalam Islam yang pada awalnya pekerjaan mengunjungi kubur dilarang oleh Nabi kita Muhammad saw dikarenakan akidah para shahabat belum kuat dan ditakhawatirkan menjurus kehal-hal berbau syirik. bisa juga mengunjungi makam syeikh yang memiliki ilmu yang tinggi atau yang dianggap wali. Menurut Khusairi ketika diwawancarai pada Minggu. . Sebagaimana Khusairi dalam wawancara : “… sesepuh. serta ziarah kubur menurut istilah adalah mendatangi tanah kuburan dengan melakukan ritual-ritual keagamaan dan yang sesuai ajaran agama.Adapun pernyataan yang lebih terinci seperti pertanyaan yang dilontarkan oleh pewawancara kepada Ust. sanak pamili. Beliau menyatakan bahwa: Ziarah kubur secara bahasa adalah mengunjungi. atau orang yang dianggap berjasa semasa hidupnya”. 22Juli 2007: “Ziarah kubur menurut saya adalah kunjungan ke tanah pemakaman …”. Su'ud salah seorang tokoh masyarakat Aeng Panas di dusun Pesisir ketika peneliti temui pada malam-malam tanggal 28 Mei 2007. tetapi setelah itu diperbolehkan. Mengunjungi makam sanak keluarga atau famili terdekat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bpk. mendo’akan orang mati”. sanak famili ataupun orang lain yang dianggap memiliki kelebihan tertentu seperti wali. baik makam orang yang masih terkait dengan hubungan keluarga. Kegiatan berdo’a disini ada dua pendapat. b. menurutnya: “… dengan berdo’a di Agung Mahmud atau Agung Mahmud dan memikirkan nasib dikemudian hari”. atau orang yang dianggap berjasa semasa hidupnya”. Ma’mun (Pesisir) pada hari Jum’at. mengunjungi tempat pemakaman atau kuburan tertentu. tanggal 10 Agustus 2007 : “ …Tawashul. yang pertama mendo’akan si ahli kubur. menyatakan: “… dalam rangka mendo’akan sesepuh. yang pertama mengandung unsur mendatangi. Berdo’a Selanjutnya didapati persepsi masyarakat Aeng Panas tentang Ziarah Kubur adalah mengandung unsur atau terdapat kegiatan berdo’a.Dari pernyataan-pernyataan di atas dapatlah kita pahami bahwa persepsi tentang ziarah kubur masyarakat Aeng Panas. . Begitu juga dengan pernyataan Bapak Munir (dalam wawancara) tanggal 12 Juli 2007. Sebagaimana salah orang warga yang memiliki pengetahuan keagamaan (dalam wawancara bersama Khusairi) pada tanggal 22 Juni 2007.sanak pamili.

Hal tersebut didukung oleh pernyataan Bapak Ahmad (dalam wawancara). Pernyataan ini didukung oleh hasil wawancara bersama Miftah pada tanggal 8 Juli 2007.): “… mencari berkah dari Allah lewat Agung Mahmud dan Agung Ahmad”. Itu diungkap oleh K.…”. Yakni dengan berdo’a di sekitar areal pemakaman yang dikunjungi. c. Kemudian lanjutnya: .Dan yang kedua berdo’a untuk si peziarah. Agung Mahmud dan Agung Ahmad yaitu makam yang dianggap wali di desa Aeng Panas. Mengharap mendapatkan berkah atau barokah Masyarakat Aeng Panas memandang kegiatan ziarah kubur adalah kegiatan yang didalamnya terdapat pengharapan untuk mendapatkan berkah atau barokah. menurutnya: “Ziarah kubur menurut saya adalah berdo’a.00-18. Sadili dalam wawancara tanggal 28 Mei 2007 (pukul 17. Juga Fauji (dalam wawancara).00 WIB. menurutnya do’a dilakukan: “… secara tidak langsung meminta pertolongan pada orang-orang kubur dengan do'a-do'a suci dan sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah”. menurutnya: “Ziarah kubur menurut saya adalah cuman sekedar berkirim do’a”. Penulis mengambil kesimpulan bahwa kegiatan berdo’a yang dimaksud dalam ziarah kubur adalah selain mendo’akan si ahli kubur juga berdo’a untuk si peziarah.

…”. berharap dapat barokah. Hal ini dipertegas pula oleh Bpk. melainkan dipanjatkan kepada Allah sewaktu berziarah. Jadi unsur ketiga dalam pandangan masyarakat Aeng Panas tentang ziarah . Mahfud (Nung Malang) (pada hari Jum’at. Sebagaimana hasil catatan lapangan yang peneliti temukan (pada CTL No. cuman pada intinya kita meminta pertolongan kepada Allah dengan cara datang ke asta orang yang kita anggap dekat dengan Allah. Ya saya tawashul. menurutnya: Kalau menurut saya ziarah kubur adalah mendatangi asta dan berdo’a disana. Kalau langsung sih ngga bisa mas. Anwar menyatakan bahwa ziarah kubur adalah suatu penghormatan kepada salah seorang yang dulu semasa hidupnya banyak berjasa kepada masyarakat di daerah tersebut pada khususnya dan umat Islam secara luas". 016) berkah bukan dari si ahli kubur. 10 Agustus 2007). mendo’akan orang mati.“Karena beliau diyakini sebagai seorang wali. Pernyataan di atas terdapat dalam wawancara bersama Mas. Ma'mun yang diwawancarai pada tempat yang sama tetapi waktu berbeda beberapa menit karena beliau saat diwawancarai ternyata mempunyai hubungan darah yaitu orang tua dari Bpk.

Mengingat akan kematian Sebenarnya banyak pendapat tentang mengartikan ziarah kubur tapi menurut saya pribadi ziarah kubur adalah mengingatkan kita kepada kematian. Hal yang menarik yang menjadi temuan dalam penelitian ini. Demikikanlah Irwan menyampaikan jawaban ketika peneliti mewawancarainya pada 21 Juli 2007.kubur adalah adanya pengharapan mendapatkan berkah atau barokah. yang sholeh semasa hidupnya”. Barokah yang dipahami oleh orang semacam ini dimaksudkan bertambahnya kenikmatan dalam artian mendapatkan ketenangan yang berbeda setelah melakukan ziarah kubur ke makam wali atau makam orang yang shaleh yang dikeramatkan. d. Inikan aneh. . Pemahaman seseorang akan arti barokah menjadi bermacam-macam. Beliau menyatakan bahwa : “ziarah kubur itu ya untuk mengingat kematian dan mencari barokah lewat orang yang mati. Penghormatan ini dimaksudkan agar supaya si peziarah mendapatkan berkah atau barokah dalam hidupnya. Yang mana peziarah harus melakukan penghormatan kepada makam yang dikunjungi. yaitu data yang peneliti temukan dari hasil wawancara bersama Bapak Edi pada hari kamis 5 Juli 2007.

Amar (Klebun) yang diwawancarai pada hari kamis. Wasilah mendekatkan diri kepada Allah Esensi dari kegiatan ziarah kubur adalah menurut masyarakat Aeng Panas adalah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Bapak Muqit (dalam wawancara 21 Juli 2007. seperti memohon kebarokahan dari seorang wali yang dikubur. Menurut beliau bahwa: “… dalam rangka beribadah kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita …. Sadili sebagai seorang kuncen. ziarah kubur merupakan salah satu wasilah untuk taqorrub kepada-Nya”. Pernytaan tesebut disampaikan oleh Bpk.Pernyataan lain yang peneliti temui pada saat wawancara di lapangan adalah peneliti menemukan pernyataan yang sedikit berbeda dengan pernyatan ketiga responden di atas walaupun ada pernyataan mengingatkan kepada kematian. mengharap agar segala hajat maupun cita-citanya terkabul dengan wasilah ahli kubur. tetapi diujung pembicaraannya ada yang perkataan. 20 juli 2006. e. menurutnya: “Ziarah menurut saya adalah mendekatkan diri kepada Allah ketika . pernyataan tersebut dilontarkan oleh Bpk. yakni penjaga kubur ketika peneliti temui pada tanggal 27 Mei 2007. M.

mendo’akan si ahli kubur. Dari beberapa uraian di atas. setiap orang yang pergi untuk menziarahi kuburan sudah pasti memiliki motif-motif yang tentunya memiliki nilai manfaat. dengan harapan mendapakan barokah dengan tujuan ibadah yaitu untuk mengingat kematian dan wasilah mendekatkan diri kepada Allah Swt. Begitupun dengan perilaku menziarahi kubur. Arif Syuhdi saat peneliti temui dirumahnya pada tanggal 05 Juli 2007 menurut beliau ziarah kubur dilatar belakangi oleh adanya motivasi seperti dalam rangka . Jadi unsur terakhir yang menjadi pandangann masyarakat Aeng Panas tentang ziarah kubur adalah sebagai wasilah mendekatkan diri kepada Allah dengan mengingat kematian. Asas manfaat inilah yang seringkali menjadi motivasi seseorang dalam melakukan aktifitasnya. sebagaimana yang diungkapkan oleh Bpk. Motivasi Orang Melakukan Ziarah Kubur Dalam melakukan sesuatu. 2. dapat disimpulkan bahwa ziarah kubur adalah kegiatan mendatangi kuburan. bahwa segala sesuatu pasti akan kembali kepada-Nya. tentu manusia selalu bersandarkan pada manfaat yang ia peroleh dari apa yang ia kerjakan.berada dikuburan dengan berusaha atas segala apa yang telah diperbuat semasa hidupnya”.

Hal ini disampaikan oleh Anwar (dalam wawancara pada tanggal 9 Agustus 2007). yakni: ”mendorong kita agar lebih dekat kepada Allah serta mencari hikmah-hikmah tertentu …. Dalam wawancara ada yang hanya menjawab dengan ringkas . Begitu pula jawaban yang dilontarkan oleh seorang pengunjung Asta Agung Mahmud yaitu Bpk. menurutnya: “Semata-mata adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah. beliau menyatakan bahwa motivasi ziarah kubur adalah berdo’a. apa yang akan kita bawa untuk menjadi bekal nanti di akhirat”. mencari kebarokahan untuk diri sendiri. berupa pelajaran-pelajaran berharga yang bisa kita ambil dalam kehidupan kita sepereti kita datang ketempat orang mati kita harus berfikir kapan kita akan seperti itu. Hal senada juga disampaikan oleh Mutti. Karena beliau menyakini bahwa Agung Mahmud sebagai seorang waliyullah. Ada pula yang dimotivasi hanya karena semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah. istri dan keluarga. mengrormati orang yang telah banyak berjasa semasa hidupnya serta bisa menjadi wasilah kepada Allah dengan cara berdo’a disana dengan harapan Allah memberikan apa-apa yang menjadi hajat saya”.mencari keberkahan. Ahmad pada tanggal 10 Agustus 2007. menghargai. berharap segala hajatnya cepat dikabul oleh Tuhan.

cuman sekedar berkirim do’a”. Kemudian Bapak mahfud (dalam wawancara. Ini diungkap oleh Bpk. mengatakan: “Yang menjadi motivasi saya berziarah melakukan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kepada kematian serta mendo'akan orang yang sudah meninggal baik dari keluarganya sendiri maupun orang lain”. Seperti pernyataan dari Ma’mun (10 Agustus 2007). “Tujuan saya datang berziarah kesini adalah mengingat kematian”. Sama halnya dengan yang disampaikan oleh Fauji (dalam wawancara. 06 Agustus 2007) “. Khusairi dalam wawancara pada tanggal 22 Juli 2007. 10 Agustus 2007) menyampaikan motivasinya atas dasar: “Tujuan saya datang berziarah kubur kesini adalah seperti yang sudah saya katakan tadi yakni dalam rangka mengingat kematian. Ahmad . Edi (wawancara. Begitu juga dengan Bpk. Mutti (5 Juli 2007) menyampaikan: “motif saya melakukan ziarah kubur adalah mencari kebarokahan”.yaitu untuk mengingat kematian. katanya. 5 Juli 2007) menurutnya: “Motivasi saya melakukan ziarah kubur adalah tidak lain hanya untuk lebih mengingat bahwa kita semua akan mengalami kematian”. kalau kita ziarah kesini maka setiap yang kita inginkan akan tercapai dan hati merasa tenang”. Seseorang juga mengharuskan dirinya untuk datang berziarah kubur tatkala diterpa kesulitan...

K. mendo’akan ahli kubur. beliau menyatakan bahwa: “Ya selain berkirim do’a. tapi kalau menurut saya pribadi saya berziarah kubur bertujuan untuk mencari ketenangan dan bisa diartikan wasilah kebarokahan”. 12 Juli 2007) menyampaikan: “seperti yang sudah saya katakan bahwa saya datang kadinto untuk mencari berkah dengan Agung Mahmud. Antaralain: mencari keberkahan. Ada juga alasan mengapa hanya makam Agung Mahmud atau makam Agung Ahmad yang dikunjungi oleh masyarakat. mencari . Bpk. Dari berbagai pernyataan yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan para penziarah kubur di Asta Agung Mahmud dapat disimpulkan bahwa beragam motivasi para penziarah dalam melakukan ziarah kubur. ketika saya mengalami kesulitan saya datang untuk ziarah kesini setelah itu Al-hamdulillah sedikit-sedikit kesulitan terasa ringan”.(Karduluk). 21 Juli 2007). menurutnya: “karena diyakini masyarakat sebagai seorang wali yang banyak berjasa dikampung ini”. menurutnya: “Sebenarnya beragam alasan kenapa orang melakukan ziarah kubur. berharap hajatnya segera dikabulkan oleh Tuhan. Munir (wawancara. Pendapat ini juga ditambahakan oleh Bapak Muqit (dalam wawancara. Sadili menyampaikan dalam wawancaranya pada tanggal 28 Mei 2007.

pada dasarnya setiap sesuatu pasti ada aturan mainnya atau tata caranya seperti memiliki wudhu. benetuah (sesepuh) kita yang sudah meninggal atau yang pernah berjasa. 9 Agustus 2007. para Aulia. Mat Munir yang peneliti temui pada hari kamis. peneliti mendapatkan informasi atau data dari masyarakat Aeng Panas tentang tata cara melakukan ziarah kubur. dan juga motivasi permasalahan atau problem peziarah.berdo’a untuk mencari kebarokahan bagi diri sendiri. bahwa ketika kita berziarah kekuburan kita harus memiliki wudhu terlebih dahulu sebelum memasuki ke areal kuburan. dalam artian peziarah memiliki kesulitan dalam hidup kemudian berziarah ke makam tersebut. Hal ini seperti yang telah dituturkan oleh seorang responden yaitu Bpk. mengingat kematian dengan mendatangi kuburan. 5 Juli 2007 menyatakan. mengucapkan salam ketika masuk area pemakaman. Tata Cara Ziarah Kubur Dari hasil wawancara yang peneliti laksanakan hampir sebulan lamanya. Ini didukung oleh pernyataan dari Ma’mun Anwar ketika diwawancarai pada tanggal . mencari ketenangan. istri dan keluarga. mengirim do’a kepada Rasulallah. Yang biasa saya baca ketika berziarah . mengirim do’a buat ahli kubur terutama yang diziarahi dan yang terakhir adalah kita berdo’a kepada Allah untuk pribadi. 3. Menurutnya: Mas.

Mahfud (Nung Malang) dalam wawancara pada tanggal 10 Agustus 2007: “yang biasa saya lakukan cuman berucap Salam. para Nabi. yakni yang penting kita suci dan tidak salah niat. Yang jelas seperti yang biasa saya lakukan adalah ketika baru sampai ketempat pemakaman tidak lupa mengucapkan salam. aulia. Ma’mun(Pesisir) 10 Agustus 2007 Salam.tentunya ayat-ayat Al-qur’an seperti. tawashul. Adapunyang lebih terinci seperti pernyataan yang disampaikan oleh Bpk. Pernyataan ini sama halnya dengan yang dikatakan oleh saudara Muti pada tanggal 20 Juli 2007. Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. Jawaban singkat juga disampaikan oleh Mas. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. Tahlil dan do’ado’a. dan berdo’a. tahlil dan lain-lain. 5 Juli 2007. Pernyataan di atas lebih simpel dan mengena seperti yang dikemukakan oleh bpk Edi saat peneliti temui pada hari kamus. mengatakan sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. . dan setelah itu berdo’a. Tahlil”. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. tawashul. surat yasin.

Pendatang: beliau mengatakan para penziarah yang datang ketempat tersebut banyak sekali sampai –sampai beliau lupa yang jelas dari jawa juga ada yang datang dengan rombongan bahkan ada juga yang sendi-sendiri atau .kepada ahli kubur lalu berdoa dengan cara mengirim Al-Fatihah buat Rasulullah. menurutnya: “kalau pengen cepet teka hajat. pertama saya mengucapkan salam ketika baru masuk ke lingkungan makam. Mengenai bacaan lainnya juga beliau menyambungkan ucapannya: “terserah sampean. (wawancara Bpk. AN-nas. Dan yang menjadi temuan dalam penelitian ini adalah pertama. Mengenai bacaan-bacaan apa saja yang dibaca ketika berziarah kubur.ahli kubur dan untuk kita sendiri. Tawashul. responden menjawab Tahlil. harus baca surat Al-Ikhlas 1000x. mengirim Al-Fatihah kepada Rasul. Al-Ikhlas. Ada. baca Al-qur’an dan lain-lain”.Munir ketika diwawancarai pada tanggal 12 Juli 2007. bisa tahlil. 28 Mei 2007). Al-Fatihah. Al-Falak. para ulama dan dan orang tua kita. Ahmad 10 Agustus 2007). Fauji (Nung Malang) 06 Agustus 2007. pernyataan yang disampaikan oleh Bpk. bahwa: Tahlil dan ayat –ayat Al-Qur'an. serta ayatayat Al-qur’an. Insya Allah segala kebutuhan kita akan cepat terkabul”.Tahlil dan kalau waktu memungkinkan saya membaca Yasin. Kedua pernyataan dari K Sadili (wawancara.

sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. yaitu: “Bacaan yang harus dibaca oleh para peziarah ketika berziarah ke makam Agung Mahmud yaitu surat Al-Ikhlas 1000x. … sebelum Agung Mahmud wafat beliau pernah berwasiat "Siapa yang berziarah kemakam ku 1000x membaca surat Al-Ikhlas. kedua. keenam. Al-Ikhlas.Tahlil dan Yasin. para Nabi.yang paling unik lagi sampai ada yang tidur disana untuk beberapa lama atau kalau dalam istilah sana (tirakat) Kemudian lanjutnya masih dalam wawancara yang sama berbeda jam. keempat. kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. tawasul. dapatlah disimpulkan bahwa tata cara berziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah pertama. kelima. Dari pernyataan-pernyataan di atas. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. kalau hajatnya tidak terkabul. ANnas. maka cabut batu nisan saya dan buang ke tase (laut)”. membaca Al-Fatihah. Al-Falak. ketiga. ditutup dengan do’a. Diskusi Hasil Penelitian . aulia. C.

karena kita semua akan mengalami yang namanya kematian. mendo’akan si ahli kubur. Persepsi Ziarah Kubur Persepsi ziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas yang peneliti wawancarai adalah yakni pekerjaan seseorang mengunjungi kuburan dalam rangka mendo'akan orang yang telah meninggal serta mengambil hikmah yang terjadi ketika kita ditanah kubur seperti mengingatkan kita akan nasib kita dikemudian hari. . Setelah data terkumpul dan diorganisasikan maka pada tahap ini semua data yang diperoleh peneliti simpulkan sebagai berikut: 1. dengan harapan mendapakan barokah dengan tujuan ibadah yaitu untuk mengingat kematian dan wasilah mendekatkan diri kepada Allah Swt. Hal ini dipandang perlu untuk membuktikan atau memverivikasi antara data hasil penelitian dengan teori yang peneliti gunakan sebagai landasan teori dan juga ingin mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap halhal yang berkaitan dengan ziarah kubur secara umum.Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan salah seorang penziarah serta dari data yang diperoleh hasil observasi maka rasanya perlu bagi peneliti untuk mendiskusikan hasil penelitian ini dengan landasan teori pada Bab II. Atau dengan kata lain bahwa ziarah kubur adalah kegiatan mendatangi kuburan.

Dari temuan data yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan responden yaitu Bpk. . 22 Juli 2007. yang menjadi motif melakukan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kepada kematian serta mendo'akan orang yang sudah meninggal baik dari keluarganya sendiri maupun orang lain dengan membaca Yasin dan Tahlil. kemudian perbedaan hanya terletak pada pengertian maupun pengungkapannya saja karena mungkin dipengaruhi oleh tingkat pendidikan responden yang peneliti wawancarai.Sadili beliau mengatakan bahwa motivasi beliau dalam berziarah kubur adalah mencari barokah dari ahli kubur sehingga segala yang dihajatkannya bisa cepat dikabul. adalah dalam rangka mengingatkan sesungguhnya kita semua akan mengalami hal yang sama yaitu kematian. 2.Edi. Motif-motif Orang Melakukan Ziarah kubur Yang menjadi motif para penziarah masyarakat Aeng Panas pada dasarnya tidak jauh berbeda seperti yang dinyatakan oleh Bpk. maka adanya suatu persamaan antara teori dan hasil wawancara.Kemudian apabila hasil tersebut kita diskusikan dengan teori yang peneliti jadikan sebagai suatu landasan teori yang ada di bab II. Hal ini juga dikemukakan oleh saudara Khusairi seorang mahasiswa IDIA saat ditemui di kampus pada hari Minggu.

Hal ini senada kalau kita sesuaikan dengan teori yang ada di landasan teori bahwa sebenarnya adalah dari aspek manfaat seperti mengingatkan kita kepada kematian. yakni: untuk mengingatkan segala yang serba ghaib. yaitu akhirat dan segala seluk beluknya. Tata Cara Ziarah Kubur Kemudian pada permasalahan terakhir peneliti mengambil permasalahan seputar tata cara pelaksanaan ziarah kubur. maka tidak akan mendapatkan hasil yang . Dilarang dalam menziarahi perkuburan ini ialah meminta sesuatu hajat kepada yang mati itu atau memujanya seperti pemujaan terhadap berhala. 3. Pernyataan yang peneliti peroleh dari hasil wawancara dengan salah seorang penziarah adalah: Pada saat berziarah ke kuburan sebaiknya mengikuti tata cara yang baik agar mendatangkan hikmah bagi yang berziarah maupun yang diziarahi karena mengerjakan sesuatu tanpa tahu bagaimana kita bekerja mulai dari memulainya hingga akhirnya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Hasyim (1978:115) bahwa pada garis besarnya faidah ziarah kubur ialah ada dua. termasuk perkara maut dan untuk mendo'akan kepada yang telah meninggal mendahului kita tentunya dimulai dengan niat yang benar dan hati yang ikhlas semata-mata karena Allah swt.

Seperti halnya diungkapkan oleh Godam tentang adab dalam berziarah kubur yang sesuai menurut Islam harus berperilaku sopan dan ramah ketika mendatangi areal pemakaman. kedua. . kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. ketiga. seperti mengucapkan salam terlebih dahulu ketika hendak memasuki area kuburan dan tentunya kita harus memiliki wudhu terlebih dahulu. Kelemahan dari pendapat orang ini adalah menerangkan prakteknyadan kurang mejabarkan secara rinci. dapatlah disimpulkan bahwa tata cara berziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah pertama.diharapkan. aulia. sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu. para Nabi. begitu pula makam-makam yang dianggap keramat oleh masyarakat atau anggota yang biasa ziarah kubur. Agung Ahmad karena mereka menhormati dan meyakini sebagai seorang waliyullah. Masyarakat Aeng Panas pada umumnya dan para peziarah pada khususnya menghormati sekali orang –orang yang ketika masa hidupnya banyak berjasa seperti halnya mereka menhormati Agung Mahmud. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. Dari pernyataan-pernyataan di atas. keempat.

tawasul. kelima. Al-Falak. Al-Ikhlas.Tahlil dan Yasin. ditutup dengan do’a. ANnas. Kesimpulan 1. BAB V PENUTUP A. membaca Al-Fatihah. keenam. Persepsi Ziarah Kubur .

mendo’akan ahli kubur. mengingat kematian dengan mendatangi kuburan. dapat disimpulkan bahwa ziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah kegiatan mendatangi kuburan. ketiga. para Nabi. dalam artian peziarah memiliki kesulitan dalam hidup kemudian berziarah ke makam tersebut. kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. Tata Cara Ziarah Kubur Tata cara berziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah pertama. dengan harapan mendapakan barokah dengan tujuan ibadah yaitu untuk mengingat kematian dan wasilah mendekatkan diri kepada Allah Swt. leluhur kita dan yang terakhir . sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu. mencari ketenangan. 2. istri dan keluarga. 3. berdo’a untuk mencari kebarokahan bagi diri sendiri. aulia. mendo’akan si ahli kubur. kedua. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. berharap hajatnya segera dikabulkan oleh Tuhan. dan juga motivasi permasalahan atau problem peziarah.Dari beberapa uraian di atas. Antaralain: mencari keberkahan. Motivasi Ziarah Kubur Para penziarah kubur di Asta Agung Mahmud dapat disimpulkan bahwa beragam motivasi para penziarah dalam melakukan ziarah kubur.

Al-Falak. tawasul. membaca Al-Fatihah. kelima. motivasi orang . maka penulis akan membuat sara-saran yang hendaknya menjadi perhatian bagi peneliti selanjutnya.Tahlil dan Yasin. Oleh karena itu penulis berharap bagi semua mahasiswa ataupun pihak-pihak yang hendak melaksanakan penelitian agar lebih meningkatkan keseriusan dalam proses pembelajaran sebelumnya dengan cara banyak membaca. Diantaranya saran penulis. hal tersebut mungkin disebabkan karena kurang maksimalnya pengetahuan penulis atau bisa jadi banyak kelalaian dan keseriusan penulis dalam proses pembelajaran di awal-awal perkuliahan. penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan terutama dalam menguasai hal-hal yang penting didalamnya.mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. Saran Berdasarkan penelitian ini. 2. B. ditutup dengan do’a. ANnas. Al-Ikhlas. keenam. Dalam penelitian ini. keempat. adalah sebagai berikut: 1. Dalam judul “Persespi Masyarakat Terhadap Ziarah Kubur” permasalahan yang penulis angkat hanya terbatas dalam bagaimana persepsi Masyarakat terhadap ziarah kubur.

masih banyak Asta atau Makam yang dikeramatkan terutama oleh masyarakat Aeng Panas seperti. Kriya. Lanceng. 3. Oleh Karena itu peneliti sarankan bagi penelitian selanjutnya untuk lebih diperluas dalam memakai pendekatan yang menggunakan observasi berperan serta sambil mengumpulkan data.melakukan rutinitas ziarah kubur dan bagaimana tata cara melakukan ziarah kubur.Padahal. seperti mencari akar masalah yang menyebabkan munculnya ziarah kubur atau mencari potensi ekonomi yang menguntungkan dalam pelestarian dan pengembangan lokasi ziarah menjadi lokasi wisata ziarah kubur. Oleh karena itu. Dul Jaya. dalam rangka mendapatkan hasil penelitian yang lebih akurat. bagi peneliti selanjutnya penulis sarankan agar lebih memperdalam fokus-fokus permasalahan yang lebih menarik. Tunggul Angin. Oneng. penulis hanya meneliti satu tempat saja yakni Asta Agung Mahmud dan Agung Ahmad yang berlokasi di Dusun Pesisir Desa Aeng Panas. Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Dalam hal ini penulis hanya melakukan penelitian dengan observasi tidak langsung karena berbagai faktor. DAFTAR PUSTAKA . Mambang. Dalam penelitian ini.

Hamid Al-Humaidi. 1984. 2000. 1969. 2007. 1381 H. Riset: Tradisi Pementasan Wayang Topeng Dalam Rangka Sedekah Bumi Dan Dampaknya Bagi Masyarakat (Studi Kasus Di Dukuh Kedung Panjang Desa Soneyan.Ali. Alhamdani. Al-Jibrin. Umar. Tasik Malaya: ritual keagamaan dan prospeknya bagi pengembangan pariwisata. 2003. Reflektika Vol.google/Tata Cara Ziarah Kubur. I'tiqad Ahlussunnah Wal-Jama'ah. Hadiah Pahala dan Mengajar Orang Mati.multiply. http://www. Abdillah http://www. Jakarta: PT Bina Ilmu.net/forums/index php? showtopic=20479 Dhofir. Jakarta: Pustaka at-Tazkia Al-Jufri. 2005. as-Sunnah dan Pemahaman Salafus Shalih. Abdullah. 2006. Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati.ittutor. Fadillah. Menyingkap Fenomena Ketergantungan Kepada Para Wali. Mahmud. Jawa Tengah). 4. Cara Mudah Memahami Aqidah sesuai al-Qur'an. Kebudayaan Jawa. Terjemahan oleh Abdul Rosyad Shiddiq. Keramat Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. Bid'ah-Bid'ah Kubur. 2007. Subagja. Abbas. UNMUH Surakarta. Jakarta: Nusa Indah. 16/08/2006. Tangerang: . Achmad.com/journal/item/13 Faisol. Jakarta: Balai Penerbit Pustaka Tarbijah. http://kumincir. Pengantar Metodologi Riset. Godam. Tawassul. 2006.com Hasyim. Bandung: P. Komposisi. Model-model Pembelajaran di Pesantren. Terjemahan oleh A.1997. Bandung: Remaja Rosda Karya. Keraf Gorys. Problematika Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Persepsi Mahasiswa IDIA Prenduan. Tth. Abdul Aziz bin Abdullah. Koentjaraningrat. Kuburan Agung. Jakarta: Balai Pustaka._______________. 1978. Metodologi Penelitian Kualitatif. Risalah Djanaiz. Sumenep: Al-Amien Printing Farhan. dkk. al-Buhairi. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Hasan Bashori. Al-Ma'rif. Syarqawi. 2006. Mamduh. Siradjuddin. Sumenep: Iman Bela. 1999. 22 Juni 1999. Jakarta: Darul Haq.T.

Terjemahan oleh Ainul Haris Dkk. Rahmat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Triningsih.pkm. 1999. 2003. Kitab Tauhid 3. 1981. dkk. Sobur. Bandung..com Sardiman. Shalih. http://www. Mulder. 2005. Bimo.net/pkmi_award Walgito. Psikologi Umum. Moleong. 1981.google/Ziarah Kubur. Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional. Motivasi dan Interaksi Belajar Mengajar. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Yayasan Al-Sofwa. http://www.. J. 2000. Jalaluddin Dr. Yogyakarta: Andi Ofset. . 2002.Media Nusantara.dikti. 2006. Niels. Metodologi Penelitian Kualitatif. Lexy. Alex. Jakarta: PT. 2000. Raja Grafindo Persada. Bandung: Remaja Rosda Karya. Pustaka Setia.

00 : Kediaman Aeng Panas Instrumen Wawancara Peneliti: Bagaimana pandangan saudara tentang ziarah kubur?[1] Informan: Ziarah kibur menurut pandangan saya adalah suatu perbuatan dalam rangka mengerjakan suatu kebaikan mendatangi area pemakaman.00-11. pada intinya kita berusaha mendekatkan diri setiap saat bisa dengan cara shodaqoh. ataupun dzikir. kita ingat dalam sebuah hadist bahwa Rasulallah pernah bersabda tentang pelarangan dan pembolehan melakukan . Ziarah kubur merupakan salah satu wasilah untuk taqorrub kepada Allah. dalam rangka berinadah kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita hingga berada seperti sekarang dan mengingatkan kita bahwa semua makhluk akan mengakami suatu kematian. 9 Agustus 2007 : 09. Peneliti: Apakah Bapak bisa menjelaskan sejarah tentang ziarah kubur? Informan: Insya Allah.LAMPIRAN WAWANCARA(1) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : M Amar (Klebun) : Kamis. Peneliti: Bapak.shalat malam. menurut panjenengan barusan Ziarah Kubur adalah salah satu cara mendekati kepada Allah terus selain ziarah kubur apalagi? Informan:Ya.

Peneliti: Kenapa sampai dilarang? Informan: Karena pada waktu Rasulallah itu masih di mekkah baru-barunya Islam datang sedangkan kuburan pada bahkan umumnya sampai kaum jahiliyah menyembah berhala-berhala dipertuhankan. Peneliti: Bapak Klebun. makam siapa saja yang panjenengan ziarahi? Informan: Makam orang-orang sholeh diantaranya Makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad. keluarga bahkan saya pernah . Akan tetapi baru setelah rasulallah hijrah ke Madinah ziarah kubur diperbolehkan bahkan dianjurkan. Apa yang menjadi tujuan atau motivasi panjenengan melakukan aktifitas ziarah kubur? Informan: Semata-mata adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah. mengrormati orang yang telah banyak berjasa semasa hidupnya serta bisa menjadi wasilah kepada Allah dengan cara berdo’a disana dengan harapan Allah memberikan apa-apa yang menjadi hajat saya. Peneliti: Dengan siapa bapak Klebun perginya? Informan: Setiap pergi saya mengajak teman. Peneliti: Kalau boleh tahu. Peneliti: Kapan melakukannya? Informan: Saya menziarahi makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad rutin setiap hari tapi kalau jamnya tidak pasti.ziarah kubur. menghargai.

Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang harus kita lakukan? Informan: Mas.pernah juga melihat sekumpulan semut. namanya manusia tapi saya berusaha agar tidak mengganggu konsentrasi ketika berziarah kubur. Peneliti: Pernahkah bapak mengalami pengalaman ketika berada di area pemakaman seperti. ketika itu saya bersama teman saya sedang mengaji di makam Agung Mahmud tiba-tiba saya melihat seekor ular di atas Asta beliau.pergi sendirian. Peneliti: Bapak. para aulia. melihat hal-hal yang ghoib atau kebanyakan orang mengatakan hantu (makhluk halus)? Informan: Pernah. mengucapkan salam ketika masuk area pemakaman. benetuah (sesepuh) kita yang sudah meninggal atau yang pernah berjasa. dan pernah juga dalam satu waktu mendengar suara Jaran (Kuda). pada dasarnya setiap sesuatu pasti ada aturan mainnya atau tata caranya seperti memiliki wudhu. saya akan sering datang kesini asalkan tidak ada yang menggangu. mengirim do’a kepada Rasulallah. Peneliti: Apakah ketika itu terjadi bapak merasa ketakutan? Informan: Yah biasalah Mas. mengirim do’a buat ahli kubur terutama yang diziarahi dan yang terakhir adalah kita berdo’a kepada Allah .tapi wujudnya setelah dicari ternyata tidak ada. Bahkan saya pernah berkata dalam hati ke Agung Mahmud.

10 Agustus 2007 . tahlil dan lain-lain. Ma’mun(Pesisir) Hari/Tanggal : Jum’at. surat yasin. WAWANCARA (2) Subjek Penelitian : Bpk. Peneliti: Apa yang biasa bapak baca ketika berziarah? Informan: Yang biasa saya baca ketika berziarah tentunya ayat-ayat Alqur’an seperti.untuk pribadi.

dan berdo’a Peneliti: Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang harus kita patuhi? Peneliti: Apa yang biasa saudara baca ketika berziarah kubur? . tawashul. kalau ada seperti apa itu? Informan: Salam. Peneliti: Kalau malam-malam dremah ( bagaimana)? Informan: Seingat saya kalau malam.45 : Asta Mahmud Agung Instrumen Wawancara Peneliti: Apakah panjenengan sering ziarah kadinto (bahasa Madura yang artinyaa.00-07. belum pernah Peneliti: Bagaimana menurut panjenengan artena (artinya) ziarah kubur? Informan: Tawashul. [1] Peneliti: Apa tujuan atau motivasi bapak datang ziarah kubur? Informan: Tujuan saya datang berziarah kesini adalah mengingat kematian Peneliti: Makam siapa saja yang bapak ziarahi? Informan: Makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad Peneliti: Apakah ada tata cara khusus yang mesti kita lakukan ketika berziarah.Waktu Tempat : 07. berharap dapat barokah.kesini)? Informan: oh yah! Kauleh (saya) segut dateng kadinto Peneliti: Kapan waktunya? Informan: kalau waktunya setiap hari jum’at pagi. mendo’akan orang mati.

WAWANCARA (3) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : Mas.45.Mahfud (Nung Malang) : Jum’at. atau barangkali pernah melihat seperti di Televisi? Informan: Saya belum pernah melihatnya Cuma kadang merasa tenang. 10 Agustus 2007 : 07.00 : Asta Mahmud Agung . Tahlil dan do’a-do’a Peneliti: Pengalaman apa yang bapak peroleh ketika ziarah kubur.00-07.Informan: Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin.

berharap dapat barokah. Peneliti: Artinya? Informan: Ya saya tawashul. Peneliti: Apa tujuan atau motivasi sampean datang ziarah kubur kesini? Informan: Tujuan saya datang berziarah kubur kesini adalah seperti yang sudah saya katakan tadi yakni dalam rangka mengingat kematian. . mendo’akan orang mati. apa sih arti ziarah kubur itu? Informan: Kalau menurut saya ziarah kubur adalah mendatangi asta dan berdo’a disana. Peneliti: Apakah orang yang sudah mati bisa memberikan barokah buat kita? Informan: Kalau langsung sih ngga bisa mas. Peneliti: Menurut sampean. Peneliti: Asta siapa saja yang sampean ziarahi? Informan: Asta Agung Mahmud dan Agung Ahmad. cuman pada intinya kita meminta pertolongan kepada Allah dengan cara datang ke asta orang yang kita anggap dekat dengan Allah.Instrumen Wawancara Peneliti: Apakah sampean sering ziarah kubur yang kesini? Informan: Kalau setiap hari sih ngga cuman saya rutin datang kesini setiap Jum’at saja.

Peneliti: Apa yang biasa sampean baca ketika berziarah kubur? Informan: Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud makam keramat? Informan: Makam orang berilmu semasa hidupnya Peneliti: Ilmu seperti apa mas? . kalau kita ziarah kesini maka setiap yang kita inginkan akan tercapai dan hati merasa tenang. kalau ada seperti apa itu? Informan: Yang biasa saya lakukan cuman berucap Salam. dan setelah itu berdo’a. Tahlil. Peneliti: Apakah hanya makam-makam tertentu yang biasa sampean kunjungi? Informan: Tidak mesti. Peneliti: Barang kali ada kelebihan-kelebihan yang khusus di Makam/asta Agung Mahmud ini? Informan: Katanya. tawashul.Peneliti: kalau menurut sampean apakah ada tata cara khusus yang mesti sampean atau kita lakukan datang ketempat ini. kadang saya juga ziarah ke makam keluarga.

seperti.05 : Asta Agung Mahmud . kekebalan.Informan: Bisa ilmu agama atau bisa ilmu kekuatan. 10 Agustus 2007 : 08. kejantanan dan lain-lain.Ahmad (Karduluk) : Jum’at. WAWANCARA (4) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : Bpk.

Peneliti: Kapan saja bapak ziarah kemakam sini? Informan: Saya berziarah kemakam Agung Mahmud setiap jum’at pagi Informan: Bersama siapa bapak ziarah ke sini? Informan: Istri Peneliti: Apa arti ziarah kubur menurut Bapak? Informan: Ziarah kubur menurut saya adalah berdo’a. . mengirim Al-Fatihah kepada Rasul. ketika saya mengalami kesulitan saya datang untuk ziarah kesini setelah itu Al-hamdulillah sedikit-sedikit kesulitan terasa ringan.ahli kubur dan untuk kita sendiri. Peneliti: Barang kali ada tujuan tertentu bapak datang ke makam Agung Mahmud ini? Informan: Ya selain berkirim do’a. Tawashul. pertama saya mengucapkan salam ketika baru masuk ke lingkungan makam. Peneliti: Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang mesti dikerjakan? Informan: Ada. mencari kebarokahan untuk diri sendiri istri dan keluarga. [1] Peneliti: Makam siapa saja yang biasa bapak kunjungi? Informan: Orang sholeh Peneliti: Apa yang biasa baca ketika berziarah kubur? Informan: Tahlil. serta ayat-ayat Al-qur’an.

10-21. 06 Agustus 2007 : 21.WAWANCARA (5) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : Fauji (Nung Malang) : Senin.40 : Kediaman .

Al-Ikhlas. pernah nggak sampean berziarah kubur? Informan: Kalau ditanya pernah. Al-Falak.dan pernah juga saya berangkat sendirian Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud ziarah kubur ? Informan: Ziarah kubur menurut saya adalah cuman sekedar berkirim do’a Peneliti: Apa nggak ada tujuan lain mas? Informan: Ya Paling cuma itu saja mas. kepada ahli kubur lalu berdoa dengan cara mengirim Al-Fatihah buat Rasulullah.Tahlil dan kalau waktu memungkinkan saya membaca Yasin. Peneliti: Menurut sampean Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang mesti kita lakukan? Informan: Yang jelas seperti yang biasa saya lakukan adalah ketika baru sampai ketempat pemakaman tidak lupa mengucapkan salam. tentu pernah mas! Peneliti: Kemana saja sampean ziarah kubur? Informan: Selain kemakam keluarga. AN-nas. Informan: Bersama siapa sampean melakukannya? Informan: Kadanga dengan teman. Peneliti: Barang kali sampean pernah menemukan kejadian-kejadian aneh . saya juga berziarah kemakam Agung Mahmud setiap jum’at pagi. Peneliti: Apa yang biasa sampean baca ketika berziarah kubur? Informan: Al-Fatihah.Peneliti: Mas. para ulama dan dan orang tua kita.

WAWANCARA (6) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat Wawancara : Mutti (Pesisir) : Sabtu. 11 Agustus 2007 : 18.ketika berziarah kubur ? Informan: Pernah ada kejadian yang unik dan mengherankan yaitu saya pernah bertemu dengan seorang gadis yang dibodohi oleh seorang dukun disuruh telanjang. memeluk kuburan dan ketika mau disetubuhi perempuan itu mungkin sadar akhirnya wanita tersebut berhasil kabur dan bertemu dengan saya. karena saya kasihan hingga akhirnya wanita tersebut saya tolongin dan akhirnya kami ngobrol di sebuah pos wanita itu menceritakan kejadian yang sebenarnya bahwa pada mulanya suami nya berselingkuh lalu wanita itu pergi minta tolong keseorang dukun dan dijanjikan akan membantunya tetapi ternyata dukun tersebut malah seorang dukun bejat yang hendak memanfaatkan pasiennya.45 : Kediaman .

apa sih yang dimaksud dan seperti apa itu? Informan: Yang jelas berupa pelajaran-pelajaran berharga yang bisa kita ambil dalam kehidupan kita sepereti kita datang ketempat orang mati kita harus berfikir kapan kita akan seperti itu. . yang jelas sendiri pernah. Sunan Ampel kadang hampir setiap bulan sekali . saya jarang tapi kalau mengirim do’a setiap habis sholat insya Allah tudak pernah lupa. apa yang akan kita bawa untuk menjadi bekal nanti di akhirat. Peneliti: Apa yang menjadi motivasi saudara mengerjakan ziarah kubur? Informan: Mendorong kita agar lebih dekat kepada Allah serta mencari hikmah-hikmah tertentu. Peneliti: Berbicara tentang hikmah. Peneliti: Makam siapa saja yang pernah saudara ziarahi? Informan: Yang jelas tentunya makam keluarga.Peneliti: Bagaimana pandangan saudara terhadap ziarah kubur? Informan: Menurut saya ziarah kubur adalah berkunjung kekuburan keluarga atau yang lain untuk lebih mengingatkan kita kepada kematian. Peneliti: Dengan siapa saudara biasa pergi untuk ziarah kubur? Informan: tidak pasti mas. makam Wali Songo. Makam Syekhona Kholil Bangkalan Penelitio: Kalau ziarah ke Agung Mahmud bagaimana? Informan : Terus terang kalau ke Agung Mahmud.dan dengan keluargapun saya pernah.

dulu ketika masih kecil saya diajak oleh bapak saya berziarah kubur kemakam Asta Tinggi. sering membantu orang dalam kesusahan.00 Tempat : Asta Agung Mahmud Peneliti: Kakek kerja Apa disini? .atau dalam artian sholeh bahkan dikenal sebagai seorang waliyullah.Sadili Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 17. Wawancara (7) Subjek Penelitian : K. waktu itu saya mendengar suara-suara binatang dan anehnya cuman saya saja yang mendengarnya. Peneliti: Menurut sampean.Peneliti: Menurut sampean Apakah dalam ziarah kubur ada tata caranya? Informan: Yang pasti kita harus punya wudhu (suci). Peneliti: Pernahkah sampean mengalami kejadian aneh ketika ziarah kubur? Informan: Kalau seingat saya. uluk salam dan setelah itu menbaca do’a. Al-Ikhlas dan Al-Falak. Peneliti: Kalau yang biasa sampean baca? Informan: Yasin. apa yang dimaksid dengan makam keramat? Informan: Yang dinamakan makam keramat adalah makam yang banyak dikunjungi orang untuk diziarahi Peneliti: Kalau alasan suatu makam dikeramatkan? Informan: Ya mungkin semasa hidupnya beliau terkenal baik.00-18. izin kepada penjaga kubur(kuncen).

tentunya daerah madura itu sendiri. Pendatang: beliau mengatakan para penziarah yang datang ketempat tersebut banyak sekali sampai –sampai beliau lupa yang jelas dari jawa juga ada yang datang dengan rombongan bahkan ada juga yang sendi-sendiri atau yang paling unik lagi sampai ada yang tidur disana untuk beberapa lama atau kalau dalam istilah sana (tirakat) . Peneliti: Kapan saja dan siapa saja pengunjung rame? Informan: Hampir setiap hari ada saja yang melakukan ziarah kubur terutama pada malam Jum'at manis dari berbagai daerah dari mulai Basuki. Peneliti: Apa yang harus dibaca ketika ziarah kubur? Informan: Tahlil dan ayat–ayat Al-Qur'an. Peneliti: Menurut Panjenengan apa arti ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur menurut adalah berdo'a dan berharap mendapatkan keberkahan dari Allah. Peneliti: Kenapa Agung Mahmud dan Agung Ahmad? Informan: Karena diyakini masyarakat sebagai seorang wali yang banyak berjasa dikampung ini. Bondowoso atau jember.Informan: Kuncen Peneliti:Makam siapa saja yang biasa dikunjungi? Informan: Makam yang sering di kunjungi adalah bernama Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Banyuwangi.

Su’ud Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : 21. bahkan sering apalagi pada malam jum'at manis atau kata .Wawancara (8) Subjek Penelitian : Ust.40 Tempat : Kediaman Pertanyaan: Peneliti: Apakah saudara pernah melakukan ziarah kubur? Informan:Pernah.00-21.

bahkan kadangkala para penziarah sebelum pergi ke Asta Syeh Yusuf di Talango mereka mampir terlebih dahulu di makamnya Agung Mahmud. Peneliti: Siapa saja orang atau dari mana saja penziarah Makam Agung Mahmud? Informan: Sepengetahuan saya para pendatang yang melakukan kegiatan ritual keagamaan berupa ziarah kubur dimakam Agung Mahmud bukan hanya dari madura bahkan sampai luar Madurapun ada. Perlu sampean ketahui bahwa Bpk.orang jawa disebut kliwon.Klebun Desa ini (Ma'mun Amar) dipastikan sering melakukan ziarah kubur kemakam Agung Mahmud atau Agung Ahmad . Yang dibaca: beliau ketika berzirah kubur kesana biasa membaca ayat-ayat Al qur'an dan Tahlil Peneliti: Apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah sesuatu perbuatan mendatangi tempat pamakaman dengan maksud tertentu yang pasti mengingatkan kepada kematian dan mencari keberkatan.

Sadili Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : 22.00-23.WAWANCARA (9) Subjek Penelitian : K.15 Tempat : Asta Agung Mahmud Pertanyaan: Peneliti: Apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur yaitu mengunjungi areal pekuburan dengan tujuan atau motif mengingat kepada kematian dan mencari berkah dari .

Waktu: setiap hari dan yang paling rame para peziarah yakni pada malam jum'at manis. kalau hajatnya tidak terkabul. maka cabut batu nisan saya dan buang ke tase (laut)”. Peneliti: Siapa saja orang atau dari mana saja penziarah Makam Agung Mahmud? Informan:Banyak sekali pendatang mulai dari masyarakat sekitar pemakaman sampai dari luar jawa. Peneliti:Apa yang harus dibaca ketika ziarah kesini? Informan: Bacaan yang harus dibaca oleh para peziarah ketika berziarah ke makam Agung Mahmud yaitu surat Al-Ikhlas 1000x.Allah lewat Agung Mahmud Karena beliau meyakini sebagai seorang wali. . Peneliti: Kenapa harus Surat Al-Ikhlas? Informan: Konon konon sebelum Agung Mahmud wafat beliau pernah berwasiat "Siapa yang berziarah kemakam ku 1000x membaca surat Al-Ikhlas.

Edi Hari/Tanggal : Kamis.WAWANCARA (10) Subjek Penelitian : Bpk. 5 Juli 2007 Waktu : Jam 14. yang sholeh semasa hidupnya.30-15-10 Tempat : Depan Rumah beliau Pertanyaan: Peneliti: Bagaimana menurut pendapat bapak tentang ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah mengingat kematian dan mencari barokah lewat orang yang mati. Peneliti: Kapan saja bap[ak melakukan ziarah kubur? .

Informan: Saya biasa ziarah kemakam agung mahmud dan Agung Ahmad satu minggu sekali.dan tidak salah niat.05-11.5 Juli 2007 Waktu/ : 10. Peneliti: Apakah ada tata cara yang biasa bapak lakukan? Informan:Tata cara berziarah menurut beliau adalah yang penting kita suci.Arif Syuhdi Hari/Tanggal : Kamis. WAWANCARA (11) Subjek Penelitian : Bpk. Peneliti: Apa yang menjadi alasan saudara melakukan ziarah kubur? Informan: Alasan saya melakukan ziarah kubur adalah karena Agung Mahmud dianggap sebagai seorang wali yang dekat dengan Tuhan . Peneliti: Apas yang bias abaca ketika ziarah kubur? Informan: Yang di baca surat yasin.30 Tempat : Kediaman Pertanyaan Peneliti: Menurut bapak apa yang dimaksud ziarah kubur? Informan: Menurut saya ziarah kubur adalah untuk mencari barokah. Peneliti: Apakah yang memotivasi bapak melaksanakan ziarah kubur? Informan: Motivasi saya melakukan ziarah kubur adalah tidak lain hanya untuk lebih mengingat bahwa kita semua akan mengalami kematian.

Peneliti: Bagaimana tata cara ketika berziarah kubur? Informan: yang pasti saya harus memiliki wudhu dalam artian suci.07 Tempat : Asta Agung Ahmad Pertanyaan Peneliti: Apakah panjenengan sering dateng/berziarah kubur kadinto(kesini)? Informan: Nggih(yah) sering. .Munir Hari/Tanggal : Kamis.12 Juli 2007 Waktu/ : 12. Peneliti: Kapan bapak berziarah kubur ke Makam Agung Mahmud? Informan: Saya biasa berziarah kubur ke makam Agung Mahmud hampir setiap hari setelah shalat dhuhur kecuali ada halangan yang tidak bisa ditinggalkan seperti acara keluarga taupun sakit. Peneliti: Setiap berapa hari sekali panjenengan dateng kadinto? Informan: Saya dateng/ziarah kubur hampir setiap hari sekaligus tukang bersih-bersih. WAWANCARA (12) Subjek Penelitian : Bpk.

harus baca surat Al-Ikhlas 1000x. Peneliti: Apa yang biasa panjenengan baca? Informan: Kalau pengen cepet teka hajat. baca Al-qur’an dan lain-lain. Peneliti: Dengan sera (siapa) panjenengan biasa ziarah kubur? Informan: saya sering sendiri . Insya Allah segala kebutuhan kita akan cepat terkabul. bisa tahlil. Peneliti: Kapan waktunya? Informan: Setiap hari. Peneliti: Alasan panjenengan datang kadintoh? Informan: Seperti yang sudah saya katakan bahwa saya datang kadinto untuk mencari berkah dengan Agung Mahmud. apa artena(artinya) ziarah kubur? Informan: Mencari barokah dengan berdo’a di agung Mahmud atau Agung Mahmud dan memikirkan nasib dikemudian hari.Peneliti: Menurut panjenengan. Peneliti: selain itu apa poleh (lagi)? Informan: Terserah sampean.

10 Juli 2007 Waktu/ : 21. Boleh tanya-tanya? Informan: Oh ngga apa-apa . Peneliti: Sebelumnya pangaporah(minta maaf).WAWANCARA (13) Subjek Penelitian : Bpk.Dahlal Hari/Tanggal : Kamis.27 Tempat : Asta Agung Ahmad Pertanyaan Peneliti: Sera asmana panjenengan? Informan: Dahlal Peneliti: Panjenengan asli kadiinto( saudara asli sini)? Informan: Enggih(yah).

WAWANCARA (14) Subjek Penelitian : Mutti Hari/Tanggal : Kamis. Peneliti: Apa yang menjadi alasan / motif saudara melakukanziarah kubur? Informan: Motif saya melakukan ziarah kubur adalah mencari kebarokahan .5 Juli 2007 Waktu/ : 17. bahwa kita semua akan mengalaminya dan tidak ada yang tahu kapan kita akan menyusul.Peneliti: Menurut panjenengan apa artinya ziarah kubur? Informan: Menurut saya ziarah kubur itu adalah untuk mengingat mati dan meminta barokah kepada Allah lewat orang yang dianggap seorang waliyullah.10 Tempat : Kediaman Wawancara Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah berkunjung kemakam dengan tujuan mengingat kematian.

Peneliti: Apakah dalam berziarah kubur ada tata cara yang harus penziarah lakukan? Informan: kalau saya pribadi sebelum masuk ketanah kuburan kita harus saya uluk salam (mengucapkan salam) terlebih dahulu terus mengirim Al-fatihah kepada Rasulullah. . Peneliti: Pernahkah sampean berziarah ke makam yang dikeramatkan masyarakat Aeng Panas pada umumnya? Informan: terus terang saya bisa dikatakan ngga pernah. Informan: Kurang tahu juga yah. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. Peneliti: Kapan dan dimana hal itu dilakukan? Informan: Kalau tempatnya tidak tentu yang jelas saya rutin mendo’akan beliau setelah melaksanakan Sholat fardu. Peneliti: Kenapa? Padahalkan banyak orang yang berziarah kemakam tersebut. para Nabi. aulia. yang jelas kalau mengirim do’a buat beliau saya sering.

21 Juli 2007 Waktu/ : 16.WAWANCARA (15) Subjek Penelitian : Irwan Hari/Tanggal : Sabtu.10 Tempat : Kediaman Wawancara Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Sebenarnya banyak pendapat tentang mengartikan ziarah kubur tapi menurut saya pribadi ziarah kubur adalah mengingatkan kita kepada kematian Peneliti: Kenapa demikian? Informan: Mungkin disebabkan oleh pengetahuan seseorang. Peneliti: Menurut sampean bagaimana tata cara ziarah kubur? .

Peneliti: Bagaimana kalau menurut bapak Abbasi ? Informan: Kalau menurut saya ziarah kubur adalah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah dengan mendo'akan ahli kubur tersebut. 21 Juli 2007 Waktu/ : Tempat : Asta Agung Mahmud Wawancara Peneliti: Menurut panjenengan apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Ziarah menurut saya adalah mendekatkan diri kepada Allah ketika berada dikuburan dengan berusaha atas segala apa yang telah diperbuat semasa hidupnya.Muqit Hari/Tanggal : Sabtu. . WAWANCARA (16) Subjek Penelitian : Bpk.Informan: Adapun tata cara berziarah kubur adalah harus menjaga kebersihan badan dan kesucian diri.

Informan 3: Sebenarnya beragam alasan kenapa orang melakukan ziarah kubur. Peneliti: Apa yang biasa panjenengan baca? Informan 1: Kalau saya (Muqith) biasa membaca surat Yasin.Farid) alasan kenapa saya berziarah kubur adalah ada yang hanya untuk mengingat kepada kematian. Peneliti: Bagaimana Tata caranya berziarah kubur itu? Informan: Yang penting kita harus diperhatikan dalam ziarah kubur adalah kesucian dalam artian memiliki wudhu. Informan2: Kalau saya tidak pasti (sembarang).Abbasi) biasa membaca Tahlil.Peneliti: Bagaimana kalau menuruit panjenengan (Bpk. . Informan 2: Menurut saya (Bpk. Informan 3: kalau saya (Bpk. Peneliti: Kenapa Panjenengan sadejeh rela jalan kaki demi sampai ketempat Agung Mahmud? Informan 1: Menurut saya (Bpk. tapi kalau menurut saya pribadi saya berziarah kubur bertujuan untuk mencari ketenangan dan bisa diartikan mencari wasilah kebarokahan.Abbasi) saya menganggap seseorang itu sebagai seorang wali yang dengan mendo'akan beliau kita bisa mendapat limpahan rahmat dan ada juga dengan ziarah kubur ingin dipercepat hasil dari apa-apa yang ia hajatkan.Farid)? Informan: Kalau saya mengartikan pencarian barokah.

kalau kita menengok atau melihat dalam sebuah hadist yang menjelaskan tentang awal mulanya dilarang dengan alasan kekhawatiran Rasulullah perbuatan tersebut bisa menjerumuskan kehal-hal yang berbau syirik sebab kenyataan yang terjadi pada waktu itu keimanan para shahabat . Ma’mun Amar Hari/Tanggal Waktu/ Tempat : Jum’at.WAWANCARA (17) Subjek Penelitian : Bpk. 19 Juli 2007 : 19.30 : Kediaman Wawancara Peneliti: bisakah bapak klebun memjelaskan sejarah tentang ziarah kubur? Informan: Menurut sepengetahuan saya.

Peneliti: Apakah dalam ziarah kubur ada penyimpangan ? jelaskan! Informan: Yang jelas tidak sesuai dengan syari’at Islam seperti. .masih lemah disebabkan mereka baru mengenal Islam. Setelah dirasa keimanan para shohabat cukup rasulallah memperbolehkan bahkan menganjurkan. Peneliti: Apakah anda rutin berziarah kubur? Informan: Kalau saya tidak rutin hanya pada hari raya saja. 22Juli 2007 : 19.30 : Kampus IDIA Wawancara Peneliti: Bagaimana menurut anda tentang ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur menurut saya adalah kunjungan ke tanah pemakaman dalam rangka mendo'akan sesepuh. atau orang yang dianggap berjasa semasa hidupnya.sanak pamili. mencium kuburan dan berkata "kalau tidak karena ziarah kesini" WAWANCARA (18) Subjek Penelitian : Khusairi Hari/Tanggal Waktu/ Tempat : Minggu. Peneliti: Kalau menurut panjenengan apa arti ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah salah satu penghormatan kepada ahli kubur yang telah banyak berjasa ketika masa hidupnya dan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah.

Peneliti: Apa yang menjadi motivasi anda berziarah kubur? Informan: Yang menjadi motivasi saya berziarah melakukan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kepada kematian serta mendo'akan orang yang sudah meninggal baik dari keluarganya sendiri maupun orang lain Peneliti: Ketika anda berziarah, apa yang dibaca? Informan: Saya biasa membaca Al-qur’an, Surat Yasin dan Tahlil. Peneliti: Menurut anda hal-hal apa saja yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam? Informan: Seseorang ketika berziarah kekubur hanya meminta ilmu-ilmu tertentu atau pusaka yang memiliki kekuatan. WAWANCARA (19) Subjek Penelitian : Miftah (Pragaan) Hari/Tanggal Waktu/ Tempat :Jum’at, 8Juli 2007 : 21.11 :

Wawancara Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah mendekatkan diri kepada Allah melalui orangorang kubur disertai membaca ayat-ayat Al-qur'an, secara tidak langsung meminta pertolongan pada orang-orang kubur dengan do'a-do'a suci dan sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Peneliti: Apa yang biasa sampean baca? Informan: Ayat-ayat yang dibaca ketika berziarah adalah Al-

Fatihah,Yasin,dan Al-waqi'ah. Peneliti: Kapan biasa sampean ziarah kubur? Informan: Kalau masalah waktu, tidak tentu mas. Peneliti: Bagaimana tata cara ketika berziarah kubur? Informan: Mengirim Fatihah kepada Rasul, penghuni kubur, dan buat kita serta keluarga. Peneliti: Hal-hal yang menyimpang dalam berziarah kubur? Informan: Pokoknya semua yang dilarang oleh agama seperti merusak kuburan, tidak sopan Peneliti: Menurut sampean bolehkah penziarah memeluk kuburan sambil menangis? Informan: Boleh saja meluk sambil menangis dikuburan asal tidak menduakan. dan meminta pertolongan dengan niat yang tidak baik (minta kaya).

Catatan Lapangan
Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. : 001 Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 17.00-18.00 Disusun Jam : Jam 24.10 Tempat : Aeng Panas Subjek Penelitian (Bagian Deskriptif) Kebersihan kuburan Hari senin, 28 Mei 2007. Saya melakukan survei awal ditemani oleh mas Ahmad dari pragaan laok kami sampai di daerah Aeng panas kira-kira jam 17.00 dengan berkendaran sepedah motor milik mas Ahmad setelah mondar mandir kami bertanya kepada sekumpulan anak muda yang baru selesai bermain volli dan untungnya banyak yang kenal, sehingga kami tidak begitu kesulitan mencari makam yang kami tuju bahkan kami diantar ke lokasinya. Untuk sampai ketempat yang kami tuju sekitar 500 m dari jalan raya, hanya saja jalannya sedikit naik ke atas. Setelah kami sampai di pemakaman disana ada seorang kakek kira –kira berusia 60 th sedang membersihkan rumput disekitar area pemakaman. Setelah beliau melihat kedatangan kami beliau langsung menemui dan menyanyakan maksud kedatangan kami dengan ramah dengan bahasa madura yang kental. Kemudian kami berbincang-bincang. (Bagian Reflektif) Ternyata Umur tidak menjadikan beliau alasan untuk berhenti bekerja : K.Sadili (kuncen)

terutama membersihkan area pemakaman dan dengan niat mendapatkan keberkahan beliau rela setiap saat menjaga makam Agung Mahmud.

Catatan Lapangan
Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. : 002 Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 21.00-21.40 Disusun Jam : Jam 24.10 Tempat : Aeng Panas Subjek Penelitian: Ustadz Su’ud. (Bagian deskriptif) Ramai Pengunjung Kujungan kedua kami lakukan malam harinya jam 21.00 kami berangkat ke Aeng Panas dengan tujuan menemui orang-orang yang sekiranya tahu sejarah tentang Agung mahmud kami mencari ust.Su'ud yang bertempat tinggal kira-kira 50 m dari makam. Ketika itu untuk sampai ke rumah beliau kami diantar salah seorang pemuda yang waktu sore bertemu dengan kami dan ternyata masih muridnya ust.Su'ud, jadi kami tidak begitu kesulitan. saat kami tiba di rumah nya jam 21.30 beliau sedang santai sambil nonto Tv setelah basa-basi beliau membahas tentang arah kubur. Dari perbincangan itu, kami dapati beberapa pernyataan tentang ziarah kubur. (Bagian reflektif) Beliau adalah salah satu tokoh masyarakat yang biasa ziarah dan sedikit banyak tahu sekitar rutinitas ziarah kubur Agung Mahmud.

: 003 Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 22. (Bagian reflektif) Beliau walaupun sudah tua tapi masih merasa mampu untuk menjaga serta menbjadi kuncen di makam Agung Mahmud.15 Disusun Jam : Jam 24.Sadili (kuncen). Beliau bernama Bp.00-23. (Bagian deskriptif) Kesetiaan kuncen Sepulang dari rumah Bp Su'ud kami mampir lagi ke makam Agung Mahmud guna memastikan bahwa kabar hampir setiap hari atau malam pasti ada yang melakukan ziarah kubur di makam Agung Mahmud dan ternyata benar ketika kami datang kelokasi kami menemukan ada seorang kakek kira-kira berusia 70 th karena beliau lupa dg umurnya sendiri.10 Tempat : Asta Agung Mahmud Subjek Penelitian : K.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.Sadili asal Aeng Panas Kampung Cece memiliki dua putra yang bertugas sebagai Kuncen makam tersebut selama 30 th sebelum congkop makam Agung mahmud dibuat. .

: 004 Hari/Tanggal : Kamis. beliau mengenakan kopiah haji dan memakai sarung. .beliau hidup di desa Aeng Panas sekitar tiga tahun. (Bagian Reflektif) Kelihatannya beliau alim kerena dari pembicaraannya beliau selalu bersinggungan tentang agama dan terlihat mulutnya mengucapkan kalimahkalimah Tauhid.25 Tempat : Aeng Panas Subjek : Bpk.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.5 Juli 2007 Waktu : Jam 14.Edi (Bagian Deskriptif) Jalan yang Ramai Setelah dari makam Agung Ahmad aku melihat seorang bapak sedang duduk sendiri di depan tokonya dengan tasbih model baru yang palai pijitan ditangan kanannya setelah itu aku sengaja menyapanya dan dipersilahkan duduk kami ngobrol banyak dari mulai kehidupan beliau yang asli dari gulukguluk.10 Disusun Jam : Jam 16.30-15.

10-11.30 Disusun Jam : Jam Tempat : Aeng Panas Subjek : Arif syuhdi (Bagian Deskriptif ) Serius Bekerja Saat ditemui beliau sedang bekerja meble dan istrinya duduk bersama anaknya didepan rumah. Dari situlah saya bisa menyimpulkan bahwa bapak Arif Syuhdi orang yang baik terlihat dengan sikap mengor mati tamu walaupun kenyataanya sedang sibuk. ternyata beliau bukan asli orang Aeng Panas tetapi asli dari Karduluk. : 005 Hari/Tangga : Kamis. Akan tetapi beliau mendapatkan istri dari Aeng Panas. (Bagian Reflektif) Walaupun beliau sedang sibuk bekerja tapi ketika melihat saya datang beliau langsung berhenti dan menemui saya. Walaupun saya sudah mempersilahkan beliau untuk melanjutkan pekerjaannya tapi beliau malah memilih menemani saya.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. . beliau pada waktu itu tanpa baju rokok di tangan dan kopi disampingnya beliau termasuk orang yang ramah terbukti ketika aku baru datang beliau langsung berhenti bekerja dan menemui aku kami langsung duduk bersama beliau walaupun aku mempersilahkan beliau untuk melanjutkan pekerjaanya tetapi beliau nggak mau setelah aku mengemukakan beberapa pertanyaan seputar kehidupan beliau.5 Juli 2007 Waktu : Jam 10.

ketika peneliti sedang duduk sendiri ditemani sebatang rokok peneliti dikagetkan oleh kedatangan beliau yang secara tiba-tiba. 00 Disusun : Jam Tempat : Asta Agung Ahmad Subjek : Bpk. pohon-pohon yang rindang membuat udara terasa sejuk walaupun diluar area pemakaman tersa matahari di atas kepala kita terasa panas. Beliau orangnya ramah terbukti ketika baru kenalan beliau langsung terbuka mulai dari perkenalan hingga menjawab semua pertanyaan dari peneliti. (Bagian reflektif) Beliau orang yang ramah kepada saya dan terlihat rajin dalam menjaga kebersihan walaupun terus terang saja bertolak belakang dengan kebersihan dirinya terbukti setelah saya memperhatikan beliau.Mat Munir (Bagian Deskriptif) Suasana yang Tenang Peneliti bertemu dengan beliau suasana disana cukup tenang tidak ada seorangpun. : 006 Hari/Tanggal : Kamis.5 Juli 2007 Waktu : Jam 12.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.Makam Agung Ahmad kira-kira 100 meter dari jalan raya dan jalannya memakai papling. beliau kurang memperhatikan kebersihan dirinya. .

Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. beliau berkeyakinan bahwa macan pitih itu adalah penjaga Agung Agung Mahmud. (Bagian replektif) . beliau pernah bermimpi melihat Agung Mahmud dengan berpakaian jubah putih sedang mengajar tenaga dalam kepada murid-muridnya. Beliau menceritakan pengalamannya selama berada atau sering ziarah kubur kemakam Agung Mahmud. Dan pernah suatu saat beliau melihat seekor Macan putih diam disamping makam Agung Mahmud. menurut penuturan beliau.10 Juli 2007 Waktu : Jam 21:00 Disusun Jam : Jam 24:35 Tempat : Asta Agung Mahmud Subjek : Bpk Dahlal (Bagian deskriptif) Macan Putih Ketika saya menemuinya beliau sedang duduk-duduk didepan makam Agung Mahmud mengenakan baju hitam. walaupun begitu ternyata beliau orangnya ramah sekali terbukti ketika kita baru kenal dengannya beliau langsung ngajak becanda serta orangnya humoris. kopiah hitam dan tidak ketinggalan celurit ditangannya. : 007 Hari/Tanggal : Kamis.

( Bagian Reflektif) . Setelah itu saya disuguhi makanan berupa es manis dan berbagai macam jajanan yang disuguhi oleh ibinya.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. setelah beliau selesai melaksanakan sholat. Setelah saya mengutarakan maksud dan tujuan datang menemuinya beliau langsung menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan dengan lancar.10 Disusun Jam : Jam Tempat : Aeng Panas Subjek : Muti (Bagian deskriptif) Tergesa-gesa Ketika pergi untuk menemuinya saya disambut oleh ibunya karena pada waktu itu beliau belum datang dari kuliahnya hampir 15 menit saya menunggu dan ketika saya mau pergi pulang tiba-tiba beliau datang. Setelah saya menanyakan kepadanya tentang pernah tidaknya melaksanakan ziarah kubur kemakam Agung Mahmud atau makam-makam yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat ternyata beliau belum sama sekali padahal beliau asli orang Aeng Panas.5 Juli 2007 Waktu : Jam 17. : 008 Hari/Tangga : Kamis. Saat melihat saya beliau langsung mengajak kerumahnya mempersilahkan duduk dulu sementara beliau hendak sholat ashar dulu. beliau langsung menyanyakan kabar dan kami akhirnya banyak bercerita.

: 009 Hari/Tanggal : Sabtu.. Saat ditemui beliau sedang asik ngobrol didepan sebuah toko. satu orang tua yang satu lagi pemuda yang bernama Irwan. kami terasa akrab sekali karena memang beliau masih teman kami dari Al-amien yang sekarang sedang melanjutkan S2 di kota Malang. Saudara irwan langsung mempersilahkan kami duduk dan langsung berbincang bincang.10 Disusun : Jam Tempat : Aeng Panas Subjek : Irwan (Bagian Deskriptif) Pemain Gitar Ketika itu cuaca mendung saya ditemani oleh saudara Lukman pergi ke Aeng Panas mengendarai sepeda motor miliknya untuk mencari data disana ada dua orang. Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. (Bagian Replektif ) . 21 Juli 2007 Waktu : Jam 16.Menurut beliau do’a adalah senjata paling penting dari pada kita datang langsung ketempat tapi tidak bisa mengambil hikmah yang tersembunyi dibalik semua itu.

Baidawi Lembaga Ar-Risalah. Farid. Mulai dari magrib. Mereka berasal dari Ganding desa Bataal Jl.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. (Bagian Replektif) Jarak tidak menjadi alasan unutuk tidak berziarah kemakam keramat. KH. Ternyata menurut penuturannya mereka bertiga berangkat untuk tujuan ziarah kubur ke Agung Mahmud hanya berjalan kaki yang jaraknya sekitar 15 km. Ketika itu kami menemukan 3 penziarah yaitu: Muqith. Ketika aku datang mereka sedang berada di dalam makam. : 010 Hari/Tanggal : Kamis. Abbasi. rencananya mereka baru kembali ke Ganding nanti pagi. 19. . Juli 2007 Waktu : Jam 22:10 Disusun Jam : Jam 24:05 Tempat : Makam Agung Mahmud Subjek : penziarah (Bagian Deskriptif) Ketika kami malam-malam pergi kemakam Agung Mahmud bersama teman dari BPSK untuk mencari data dari penziarah.

Serta ada seorang penziarah yang seakan sedang memeluk kubur dengan suara bacaannya keras. (Bagian Reflektif) Walaupun cuaca dingin tapi kami sampai larut malam mengobrol.Penulis melihat pemandangan kuncen yang sedang ngaji dan wirid tanpa memakai baju. Sambil ngopi kami ngobrol-ngobrol dengansebatang rokok surya yang sebelumnya saya beli disaat sebelum menemui beliau. . : 011 Hari/Tanggal : Jum'at. minggu 8 Juli 2007 Waktu : Jam 22:11 Disusun Jam : Jam 12:05 Tempat :Aeng Panas Subjek : Miftah (Bagian deskriptif) Cuaca Menggigil Saat ditemui cuaca pada waktu itu terasa dingin sekali bahkan beliau saat ditemui mengenakan pakaian tangan panjang dengan celana panjang warna hitam. hal itu peneliti perhatiakan bukan hanya sekali melainkan berkali-kali setiap peneliti datang kemakam Agung Mahmud. Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.

beliau berkeyakinan bahwa macan pitih itu adalah penjaga Agung Agung Mahmud. menurut penuturan beliau. beliau pernah bermimpi melihat Agung Mahmud dengan berpakaian jubah putih sedang mengajar tenaga dalam kepada murid-muridnya.10 Juli 2007 Waktu : Jam 21:00 Disusun Jam : Jam 00:35 Tempat : Aeng Panas Subjek : Bpk Dahlal (Bagian deskriptif) Macan Putih Ketika saya menemuinya beliau sedang duduk-duduk didepan makam Agung Mahmud mengenakan baju hitam. Dan pernah suatu saat beliau melihat seekor Macan putih diam disamping makam Agung Mahmud. : 012 Hari/Tanggal : Kamis. kopiah hitam dan tidak ketinggalan celurit ditangannya. Beliau menceritakan pengalamannya selama berada atau sering ziarah kubur kemakam Agung Mahmud. (Bagian replektif) Menurut beliau ziarah kubur itu untuk mengingat mati dan meminta barokah kepada Allah lewat orang yang dianggap seorang waliyullah [2] . walaupun begitu ternyata beliau orangnya ramah sekali terbukti ketika kita baru kenal dengannya beliau langsung ngajak becanda serta orangnya humoris.Catatan Lapangan [2] Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.

Setelah berbincang-bincang kesana-kesini akhirnya peneliti ungkapan permasalahan itu dan ternyata beliau menjawab selalu kepanasan dan anehnya ketika baju itu dilepas beliau merasakan ada sesuatu yang lain terutama ketenangan batin.5 Juli 2007 : Jam 21:20-23:00 : Jam 01. padahal cuaca dingin sekali.Catatan Lapangan Pengamatan Nomer CTL.Sadili (kuncen) Telanjang Dada Ketika beliau saya temui beliau pada waktu itu sedang membaca Alqur'an didepan Asta Agung Mahmud. . Pemandangan itu bukan hanya sekali terlihat oleh peneliti dan setelah diamati setiap pertemuan dengan beliau peneliti berusaha untuk mengetahui alasan kenapa beliau selalu bertelanjang dada saat membaca Al-qur'an.15 : Aeng Panas : K. Hari/Tanggal Waktu Disusun Jam Tempat Subjek :P : 013 : Jum'at .

10 Disusun Jam : Jam 12:05 Tempat :Kampus IDIA Subjek : Khusairi (Bagian deskriptif) Suasana Kampus Peneliti mewawancarai beliau ketika acara pembekalan Rihlah belum dimulai. : 014 Hari/Tanggal : Minggu. Peneliti pada awalnya mencari beliau di kampung Aeng Panas karena dia tinggal disana. (Bagian Replektif) Hiruk pikuk mahasiswa IDIA . sepengatuan peneliti dia itu orangnya baik. 22 Juli 2007 Waktu : Jam 08. Khusairi adalah temat satu angkatan denganku akan tetapi beda jurusan dia duduk dijurusan Tarbiyah sedangkan aku di fakultas Ushuluddin.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. tetapi ketika kesana beliau sedang keluar dengan istrinya. beliau waktu itu memakai pakaian merah muda dan berpeci hitam karena memang beliau sudah terbiasa begitu. sumpel serta gampang bergaul dengan mahasiswa-mahasiswa lain dan lagi biasa dipilih sebagai ketua fakultas atau biasa mewakili dalam kegiatankegiatan yang ada dikampus.

Setelah kami sama-sama duduk. karena memang rumahnya dipelosik sekali hingga pada akhirnya kami sampai kerumahnya. : 015 Hari/Tanggal : Jum'at. Beliau . Tahfidz Al-amien. ada dari salah satu anggota masyarakat yang datang mungkin mempunyai suatu kepentingan tetapi beliau berbincang-bincang terlebih dahulu dengan kami. pada saat kami sedang ngobrol dari dalam rumah keluar seorang wanita membawakan teh manis lalu beliau mempersilahkan kami untuk meminumnya. Saat di temui beliau sedang kumpul dengan keluarganya dengan menonton televisi dan di samping rumah beliau banyak para pemuda yang sedang cangkruan saat itu beliau mengenakan peci hitam baju biasa. 19 Juli 2007 Waktu : Jam 19:30 Disusun Jam : Jam 24:05 Tempat : Kediaman Subjek : Bpk Ma'mun Amar (klebun) (Bagian Deskriptif) Pengalaman Hidup Saya pergi kerumahnya diantar oleh Iskandar salah satu Ust. Untuk sampai kerumahnya kami harus melewati jalan yang gelap guliat dan hutan jati.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara :P Nomer CTL.

khususnya di Jawa. tanpa dikurangi sedikitpun. Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.banyak bercerita dari mulai masalah pengalaman hidupnya hingga masalah desa tersebut. makam wali songo) dan kemudian membaca surah yasin dan tahlil telah dijadikan kebiasaan di kalangan kaum muslimin. 24 Juli 2007 Waktu : Jam 19:30 Disusun Jam : Jam 24:05 Tempat : Kediaman Subjek : Bpk Ma'mun Amar (klebun) (Bagian Deskriptif) Berkah Ziarah Kubur Ketika peneliti usai mengikuti kegiatan tahlilan yang dilakukan oleh Bapak M. Karena itu Ziarah ke kubur para wali dan alim-ulama (biasanya yang lebih umum dilakukan orang. maka kitapun mengharap berkah dari bacaan surah yaasin yang ditujukan kepada mereka. : 016 Hari/Tanggal : Jum'at. Peneliti menanyakan perihal surat yasin yang dibaca barusan. Kemudian beliau menjawab: Kalau seseorang membaca surah yasin di atas kubur maka dia akan mendapat pahala amal kebajikan ahlul kubur tsb. Karena para wali dan 'alim-ulama yg dimakamkan tsb telah berjasa besar dlm da'wah Islam di tanah jawa (artinya: amal kebaikan mereka sangat besar). Amar (Klebun). . (Bagian Replektif) Keterbukaan beliau kepada siapapun yang mengantarkan beliau menjadi kepala desa Aeng Panas hingga dua periode.

Dlm hal ini yg diharap adalah berkah dari Allah swt. bukan meminta berkah kepada ahlul kubur. .” (Bagian Replektif) Memohon berkah kepada Allah bukan kepada ahli kubur sewaktu berziarah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful