PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ZIARAH KUBUR (Studi Kasus atas Masyarakat Aeng Panas

)

SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Guna memperoleh gelar Starata Satu(S1)Sarjana Filsafat Islam Pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Akidah Filsafat Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura Jawa Timur

Oleh: Asep Ma'mun Muttaqien N.I.M.K.O: 2003.4.0307.1.00055

INSTITUT DIROSAT ISLAMIYAH AL-AMIEN (IDIA) PRENDUAN
FAKULTAS USHULUDDIN JURUSAN AKIDAH FILSAFAT TAHUN 2007

PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan dewan penguji Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura, dan diterima untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam Pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Pada : Hari Senin, 20 Agustus 2007 Dewan Penguji 1. Ketua : ( ( ( Mengesahkan, Rektor IDIA ) ) )

2. Sekertaris : 3. Anggota :

KH. Maktum Jauhari MA

PERSEMBAHAN
Kupersembahkan Skripsi ini buat:
• Orang tuaku yang telah membimbing,mengasuh dan mengayomi gerak langkahku semoga segala apa yang telah engkau perjuangkan menjadikan sang pemilik keagungan mencatat sebagai tabungan kebaikan serta selalu dalam naungan kasih sayang–Nya. • • Guru-guruku dari dasar /awal kehidupanku hingga kini yang telah memperkenalkan setetes air kehidupan. Kedua adikku tercinta C.A. Wahyudien dan Neng Shinta Nurlaila semoga kalian menjadi anak-anak yang sholeh/ah yang bisa membanggakan ayah bunda serta bisa mengangkat harkat derajat mereka. • Guru-guru Rohaniku siapapun dan dimanapun dirimu berada. Semoga Sang pemilik kehidupan memberikan rahmat, hidayahnya serta kasih-sayang-Nya yang tidak ada batas.karena dengan perantara engkaulah hingga akhirnya saya mulai mengenal serta memahami nilai-nilai yang bermakna yang kadang sulit aku pahami. • • • Saudara-saudaraku dalam suka maupun duka. Semoga kalian semua menjadi manusia yang berguna bagaikan air mengalir. Keluarga angkatku Bapak. Aminuddin sekeluarga di Bangkalan yang telah menunjukan awal pertama kali sebelum ke Al-amien Prenduan. Rekan rekanita yang telah membantu moral-maupun material sehingga saya bisa merampungkan tugas akhir ini. Insya Allah do’aku akan selalu menyertaimu dimanapun dan kapanpun.

MA. Setelah meneliti dan mengadakan perbaikan seperlunya.) di Kediaman Assalamualaikum Wr. Demikian harap menjadi maklum dan tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih.maka kami kirimkan naskah Skripsi saudara: Nama Nimko : Asep Ma’mun Muttaqien : 2003.NOTA KONSULTASI Nomor Lampiran Hal : : : Kepada Yth: Rektor IDIA Prenduan (KH.00055 (Studi atas Masyarakat Aeng Panas). Wb. 22 Agustus 2007 Pembimbing I Pembimbing II Judul Skripsi : Persepsi Masyarakat Terhadap Ziarah Kubur . Prenduan.4. Wb. Wassalamu’alaikum Wr.1.Maktum Jauhari.0307. Maka dengan hal ini kami mohon agar skripsi saudara dapat segera di munaqosahkan.

M.Ag Mujammi Abd.Musyfi MOTTO HIDUP TIDAK AKAN TERLEPAS DARI SEBUAH PROSES DALAM RANGKA PENCARIAN JATI DIRI YANG BELUM PASTI . Hamzah F Harmi.Drs.

Ag. selaku Pengasuh serta Rektor Institut Dirosat Islamiyah Al-amien ( IDIA ) Prenduan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk merasakan kehidupan dipesantren tercinta ini. yang telah mengajarkan . Pada kesempatan yang berbahagia ini penulis haturkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu penulis dengan berbagai dorongan lahir maupun bathin. serta KH.Maktum Jauhari MA.Ag selaku pembimbing I. 2. Ust. Muzammi Abdul Musyfi LC. Drs. Hamzah F Harmi M. Semoga segala apa yang telah diberikan mendapatkan balasan yang lebih dari Rohul Quddus sebaik-baiknya pembalas.KATA PENGANTAR Ya Quddus. Ucapan terima kasih kami persembahkan kepada: 1. KH.Umar M. Sholawat beriring salam semoga tercurahkan kepada kekasih-Mu Muhammad Saw. Segala puji milik engkau. langsung maupun tidak langsung. Sebagai hamba-Mu yang dho’if yang telah banyak mendapatkan limpahan rahmat dan ni’mat maka kepada engaulah jualah hamba memohon taufik dan hidayahnya untuk mampu mensyukuri segala macam nikmat dan berusaha meningkatkan amalanamalan sholeh yang bisa membawa keharibaan-Mu dan termasuk hambaMu yang selalu ingat akan keagungan-Mu.

Bapak. Mas Ahmad dan rekan-rekannya yang telah membantu penulis dengan sepeda motornya tanpa memperdulikan waktu dalam proses terjun kelapangan penelitian. 7. 9. 6. Edi serta Mbak Dewi yang selalu memberikan pinjaman sepedanya ketika penulis memerlukan demi lancarnya penulisan tugas akhir ini. Penanggung jawab Niha’i ( Ust.Mathla’i dan Ust. 3. Siapapun yang telah memberikan bantuan dukungan berupa moral atau material. Semoga Allah memberikan segala kebaikan dunia hingga akhirat. Penerus Bung Karno yang telah membantu penulis dalam proses akhir penyelesaian tugas ini. Saudara-saudaraku GENZANSA ZELIVIA serta seluruh mahasiswa Gedung Putih IDIA Prenduan. Yang telah bersabar memotivasi serta membimbing penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini.Bahar yang telah mengikhlaskan komputer sekaligus printernya. Semoga kalian selalu dalam lingkaran kasih sayang Sang Maha pengasih tak pilih kasih. . 5. Saudara Jamhuri dan saudara Moh. 10. 8.Saiful Hammami). 4. Keluarga besar “Gedung Putih” yang berdiri kokoh.bermacam arti sebuah proses dalam kehidupan ini walaupun kadang membutuhkan waktu untuk memahaminya.

Mohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak atas segala kesalahan dan kehilafan penulis sengaja maupun tidak. Semoga penelitian ini dapat memberikan ilmu yang Nafi’ bagi penulis khususnya. pembaca serta sumbangsih bagi hasanah keislaman. Penulis Asep Ma’mun .Akhirnya penulis serahkan segala urusan sekaligus memohon kepada Allah Swt yang kepada-Nya kita akan kembali.

.................. ...............................x DAFTAR ISI………………………………………………………………................................................................................. ....vii MOTTO...... Fokus Penelitian C.........................................................viii KATA PENGANTAR...................................................ix ABSTRAKSI....................................................... Tinjauan Pustaka .....................................................................................................................................xi BAB I : PENDAHULUAN........... Tujuan Penelitian D....................................................................................................................................................... ..............................1 A.........iii HALAMAN PERSETUJUAN............................... .............iv NOTA KONSULTASI……………………………………………………………v HALAMAN PENGESAHAN.............................ii HALAMAN JUDUL...................................................... Sistematika Pembahasan ........................................... ...................................................................................................................vi PERSEMBAHAN............................................................................................ ............................................... Definisi Istilah F.......................................................................................................................... Konteks Penelitian B.... G....... Kegunaan Penelitian E...........DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL...........

...................................................... D......................................... ............................................................ E........................ .......................... Fenomena Ziarah Kubur 3................................... Lokasi Penelitian ....................................................... Sumber Data ................. Pandangan Jumhur Ulama tentang Ziarah Kubur B........................ Motif-Motif yang Mendorong Orang Melakukan Ziarah Kubur............................... Motivasi Ziarah Kubur .......................... Pengertian Motivasi ......................... ........................................... F......................... Tahap-tahap Penelitian ........ G... B....................................................... Kehadiran Peneliti ................................. 1................. Pengertian Ziarah Kubur 2.... 1.. Paparan Data .... H................... Prosedur Pengumpulan Data .................................................... 3......... B................... Tata Cara Pelaksanaan Ziarah Kubur . ............................................................. A............................... C... Ziarah Kubur .................. BAB III : METODE PENELITIAN........................................................... Analisis Data ......................................................... A...... 2.......................................... Pengecekan Keabsahan Data.................................................................... Pendekatan dan Jenis Penelitian................. ..... BAB IV : LAPORAN PENELITIAN ........... Deskrifsi Lokasi Penelitian............................................. C.............BAB II : KAJIAN PUSTAKA A................................. Macam-Macam Motivasi ..................................................................

LAMPIRAN ........ BAB V : PENUTUP................... ......................................................... Motivasi peziarah makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad di Aeng Panas.................................................................................. Tata cara ziarah kubur di makam Agung..... ... Persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap ziarah kubur..... 3............................................... Persepsi terhadap Ziarah Kubur........................ DAFTAR PUSTAKA .......... Saran .............................. D................................................................................... Kesimpulan B................ A........................................... 1............. 2.................................. 3..... 1.. Analisis dan Pembahasan......... ......................... Motivasi Ziarah Kubur..................................................................................................................................................... ..................... Tata Cara Ziarah Kubur ........................................... 2.. Temuan Hasil Penelitian .................. 3...... Motivasi Ziarah Kubur.......................... 2............ Tata Cara Ziarah Kubur ..................................................................1........... ........................................................................... C............. Persepsi terhadap Ziarah Kubur...

Persepsi Masyarakat terhadap Ziarah Kubur: Studi Kasus atas Masyarakat Aeng Panas. Skripsi. Fakultas Ushuluddin. Penelitian ini memfokuskan pada tiga hal yaitu: (1) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur? (2) Apakah motivasi yang kubur? (3) Bagaimanakah tata mendorong masyarakat melakukan ziarah cara pelaksanaan ziarah kubur? Menurut beberapa teori bahwasanya persepsi orang melakukan ziarah kubur adalah (1) untuk mendapatkan keselamatan. (2) mendo’akan si . Institut Dirasat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan Sumenep Madura. Kata kunci : Ziarah kubur dan masyarakat. Adapun motivasi orang berziarah kubur adalah (1) untuk mengingat kematian. (2) adanya tradisi yang ada di masyarakat dan (3) menjadi ajang bisnis. Penulis memilih judul tersebut sebab ziarah kubur merupakan anjuran Rasulullah SAW. Judul dari penelitian ini adalah “Persepsi Masyarakat terhadap Ziarah Kubur: Studi Kasus atas Masyarakat Aeng Panas”. 2007. Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam. Program Studi S-1. Asep. maka penulis ingin menggali pandangan masyarakat terhadap ziarah kubur ini.ABSTRAKSI Ma’mun.

(2) suci dari hadats. (2) mendo’akan si mayit. Sedangkan tata cara yang dilakukan oleh masyarakat Aeng Panas dalam melakukan ziarah kubur adalah (1) membersihkan badan sebelum ziarah. sanak kerabat dan si mayit itu sendiri. (4) tawashul kepada Rasulullah. (2) mendo’akan si mayit dan (4) sebagai ibadah kepada Allah. (5) membaca beberapa surat al- . (2) berharap hajatnya segera dikabulkan oleh Tuhan. (3) mengucapkan salam dan (4) menghadap kiblat. (3) mengucapkan salam. (3) adanya keyakinan bahwa ziarah kubur dapat mendatangkan ketenangan batin dan (4) sebagai ibadah kepada Allah. (3) mendo’akan si mayit. Untuk menjawab permasalahan penelitian tersebut. observasi dan studi dokumentasi. (4) untuk mengingat kematian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. (5) mencari ketenangan batin dan (6) untuk mengatasi problematika hidup. Dari penggalian data dilapangan ditemukan bahwa persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap ziarah kubur adalah (1) sebagai kegiatan mendatangi kuburan.mayit. penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif lapangan dengan jenis penelitian studi kasus. Sedangkan analisis data adalah analisis tematik. Sedangkan tata cara pelaksanaan ziarah kubur ialah (1) bertindak sopan di area perkuburan. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat Aeng Panas yang diambil lewat sampel. Adapun motivasi masyarakat Aeng Panas melakukan ziarah kubur adalah (1) mencari keberkahan.

ada sebagian dari golongan masyarakat yang termasuk bekerja juga . yang berleha-leha dalam mencari nafkah. harus menempuh waktu yang begitu lama dan sampai berbulan-bulan demi malaksanakan rukun iman yang ke lima serta berziarah ke Makam Rosulullah SAW. Dimana segala sesuatu dapat dikerjakan dengan menggunakan teknologi mutahir. teknologi membantu manusia untuk melakukan sesuatu dengan lebih mudah dan lebih menghemat waktu. yakni pada zaman dahulu orang yang ingin menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah. ketimbang golongan masyarakat lainnya. an-Nas. Kemudian kita melihat bahwasannya ada orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencari peghidupannya di dunia agar lebih sejahtera dan makmur. tahlil dan yasin dan (6) membaca do’a. layaknya pembangunan gedung-gedung bertingkat. Konteks Penelitian Di zaman yang serba modern dan canggih seperti sekarang ini. Juga perkembangan teknologi transportasi yang serba cepat. al-Falaq. al-Ikhlas. perjalanan itu dapat ditempuh hanya beberapa jam saja. Lain dari kedua golongan itu. Akan tetapi saat ini dengan teknologi pesawat terbang. BAB I PENDAHULUAN A.Fatihah.

2001:196). Ini menjadi pandangan yang ironi bagi kita. Apakah kita akan tinggal diam atau memberikan solusi pengarahan kepada mereka agar mereka tercerahkan dan tidak lagi melakukan hal-hal yang sebenarnya mereka awam untuk melakukannya. Umumnya umat Islam yang mempercayai hal itu dalam hidupnya dalam waktu tertentu berkunjung ke pemakaman tertentu yang dianggap sebagai orang suci .dibarengi dengan kegiatan seperti melakukan kunjungan ke tempat pemakaman orang-orang suci tertentu di daerah tertentu. Tentunya sebagai seorang mahasiswa kita juga patut memberikan sumbangsih bagi masyarakat kita nantinya pasca studi menjadi seorang abdi masyarakat. Malah dari golongan mereka juga ada yang tidak bekerja sama sekali dalam artian hanya melakoni ‘ritual itu saja’ dan berdiam sampai beberapa hari atau bulan lamanya. Adalah seorang Esposito dalam karya fontumentalnya (Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern) menyatakan hasil risetnya tentang ziarah kubur sebagai hal yang pernah dilakukan umat Islam zaman dahulu dan memiliki kecenderungan masih dilakukan sampai saat ini oleh golongan umat Islam yang masih meyakini tentang wasilah atau perantara orang-orang suci (Esposito. utamanya kalangan terpelajar dan berpendidikan untuk dapat memandang dengan kaca mata yang bagaimana melihat realitas kehidupan zaman Millenium ketiga.

Hal ini disebabkan dalam pandangan masyarakat jawa roh yang meninggal itu . keselarasan.semasa hidupnya. Berbagai tradisi itu secara turun temurun dilestarikan oleh para pendukungnya dengan berbagai motivasi dan tujuan yang tidak lepas dari pandangan hidup masyarakat Jawa pada umumnya. 1984:185). serta berbagai peristiwa lainnya termasuk ziarah kubur ternyata memiliki banyak ragamnya. Dalam pandangan masyarakat yang sering melakukan ziarah kubur. dan masyarakat mempunyai kewajiban terhadap alam. kerabat Beliau dan waliyullah. tradisi yang berkaitan dengan peristiwa kelahiran. sehingga anak cucu yang masih hidup senantiasa berusaha untuk tetap berhubungan dan memujanya (Koentjaraninggrat. pandangan hidup masyarakat Jawa sangat menekankan pada ketenteraman batin. Seperti halnya makam Rosulullah saw. kamatian dan perkawinan. arwahnya tetap memiliki daya sakti. serta sikap menerima terhadap segala peristiwa yang terjadi sambil menempatkan individu di bawah masyarakat serta masyarakat di bawah alam. yaitu dapat memberikan pertolongan kepada orang yang masih hidup. Pada masyarakat Jawa. Individu memiliki tanggung jawab berupa hak dan kewajiban terhadap masyarakat. Menurut Mulder (1981: 30). Orang suci yang meninggal. diantaranya bahwa roh orang suci itu memiliki daya melindungi alam. dan keseimbangan.

Masyarakat umum lebih banyak melakukan tradisi-tradisi dari kebudayaan aslinya dan mereka memegang teguh pada adat istiadat serta kepercayaan lama yang diperoleh dari nenek moyangnya. Hal ini masih cukup kuat berakar pada sebagian masyarakat Jawa modern. meskipun proses pembangunan dan modernisasi terus berlangsung. Demikian pula hasil Penelitian Sumardjoko dan Murofiquddin (1998) maupun Setyadi (2001) antara lain membuktikan bahwa meskipun masyarakat Jawa sudah memasuki era modern tetapi keyakinan terhadap kekuatan arwah tetap tidak usang. Menurut Magnis Suseno. . ciri khas kebudayaan Jawa adalah terletak pada kemampuannya yang luar biasa untuk membiarkan diri dibanjiri gelombang kebudayaan dari luar. sebagaimana dikutip Sarjono (1992:27). Maraknya tradisi memperingati dan ataupun merayakan peristiwa penting dalam perjalanan hidup manusia dengan melaksanakan serangkaian upacara ziarah kubur. Penelitian Kartodirdjo dalam Subagja (2006:3) membuktikan masih adanya tradisi Jawa sebagai suatu sikap kuat yang dimiliki oleh masyarakat Jawa. di samping merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat sekaligus sebagai manifestasi upaya manusia untuk mendapatkan ketenangan rohani. namun tetap mampu mempertahankan keasliannya.bersifat abadi.

Bersamaan dengan makin lemahnya kemampuan rasional manusia mengakibatkan tumbuh suburnya keyakinan terhadap sesuatu yang gaib. bersatu padu dengan sama. dan akhirnya manusia menyadari bahwa alam didiami oleh makhluk halus. roh suci dan roh nenek moyang. religi sebenarnya merupakan segala sistem perbuatan manusia untuk mencapai suatu maksud dengan cara menyandarkan diri kepada kemauan dari kekuasaan makhluk halus. hantu. Religi sebagai gerak keterlibatan hati nurani manusia yang meyakini adanya nilai-nilai kuddus sehingga membuat manusia tunduk dengan sendirinya tanpa adanya suatu paksaan. Masyarakat Jawa mengenal berbagai ibadat dan upacara . Soal-soal yang tidak terpecahkan dengan akal diselesaikan dengan “magic”. yakni mulamula manusia memecahkan persoalan hidupnya melalui pengetahuan dan akalnya. Religi merupakan suatu respons terhadap kebutuhan akan konsepsi yang tersusun mengenai alam semesta dan sebagai mekanisme dalam rangka mengatasi kegagalan akibat ketidak mampuan manusia. Jadi. 2006:4) antara lain menyebutkan bahwa munculnya religi bersifat evolusif. dewa dan sebagainya yang menempati alam. seperti keyakinan terhadap dewa. Religi berasal dari “religare” yang berarti meyakini. seperti roh.Kehidupan masyarakat Jawa pada dasarnya sarat dengan nilainilai religi. sebagaimana dikutip Koentjaraningrat (dalam Subagja. alam. Fraser.

hadits 382). Dalam hal ini Eposito (2001:195) berdasarkan dokumen kaum Sunni. Menghadapi dunia ghaib. manusia menggunakan perasaan. Perasaan ini muncul dalam berbagai perbuatan yang berhubungan dengan dunia ghaib melalui ziarah-ziarah ke makam tertentu. Kegiatan yang berlebihan semacam itulah yang sampai pada akhirnya muncul pelarangan praktik ziarah kubur. takut. mengagungkan. misalnya: menghormati. bahkan sampai aksi menampar pipi dan merobek pakaian (Bukhori. Seperti menangis di samping kuburan atau meratapi orang yang sudah tiada. Pandangan mereka terhadap masalah-masalah kehidupan dunia sering kali sempit dan lebih dipengaruhi hal-hal di alam gaib. jana’iz.trandisional. pada suatu waktu antara periode 610 dan 622. Mereka beranggapan dunia dihuni bermacam-macam makhluk halus dan kekuatan ghaib yang dapat menimbulkan kebahagiaan dan kesengsaraan. Nenek moyang orang Jawa hidup dalam alam pikiran sederhana yang berpengaruh pada cara berpikirnya. cinta dan ngeri. Nabi jelasjelas melarang mengunjungi pemakaman dikarenakan bobot praktik tersebut cenderung berlebihan. . mengelus-elus kuburan. Pada zaman dahulu orang menganggap ziarah sebagai kunjungan yang merujuk pada aktivitas mengunjungi pemakaman dengan maksud mendo’akan bagi yang sudah meninggal dan mengingat akan kematiannya.

Catatan menarik di atas pada sisi awal perkembangan Islam dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. Berkenaan dengan cara-cara yang dilakukan dalam berziarah di atas.1978:115). yakni membaca al-Qur'an dan mendatangi kuburan hanya untuk sekedar berdo'a dan berdzikir semata. karena umat Islam kala itu belum siap (dalam hal akidah) untuk berbahadapan dengan hal-hal yang bisa menyeret mereka ke perbuatan syirik (Hasyim. ziarah kubur dikenal dengan istilah "nyelase" dimana seseorang pergi mengunjungi kuburan keluarganya atau seorang tokoh yang dianggap keramat atau wali. Al-Humaidi (2003:84) setidaknya menyinggung dua hal yang biasa dilakukan dalam berziarah kubur. Dalam istilah warga Aeng Panas ini. kemudian membacakan ayat-ayat alQur'an di sekitar pekuburan tersebut. penelitian ini mencoba mengetahui persepsi masyarakat Desa Aeng Panas tentang ziarah kubur. Sehingga berziarah terhadap kuburan menjadi hal yang biasa di kalangan umat Islam kala itu. Namun. larangan tersebut beliau cabut (Alhamdani. 1381 H:152). Mengingat masyarakat disana sudah terbiasa menziarahi pekuburan yang ada di dusun tersebut. . Terlepas dari perdebatan para ulama mengenai ziarah kubur. seiring dengan perjalanan dakwah Islam yang semakin mantap. tanpa mempermasalahkan boleh tidaknya melakukan ziarah kubur.

Adanya gejala yang unik pada prilaku penziarah ketika berada disekitar makam. dan hal ini jika dibandingkan dengan pola ritus yang disyari'atkan agama (baca: Islam) merupakan sebuah keganjilan apalagi dilakukan di area pemakaman. mencium kuburan. 2007 : wawancara pribadi) 2. Hasan Ma'mun seorang Mufti ad-Diyar al-Mishriyyah menyatakan bahwa fenomena di poin 1 dan poin 2 di atas adalah perbuatan -perbuatan yang bertolak belakang dengan ibadah-ibadah Islam. ada yang setiap hari. Bagi beberapa penziarah aktivitas mengunjungi makam terutama (makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad) yang berlokasi di dusun Pesisir merupakan sebuah rutinitas yang interval rutinitasnya bernacam-macam.Alasan mengapa peneliti mengambil lokasi penelitian di Aeng Panas–khususnya di makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad –adalah karena : 1. menentukan waktu-waktu khusus. Dari kasus di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai . dan yang paling banyak rutin setiap malam jum'at manis (Sadili. padahal dalam Islam hanya disunahkan pada Hajar Aswad (Farhan. tiga hari sekali. 3. misalnya dengan memegang atau memeluk makam ataupun bertelanjang dada ketika membaca Al-qur’an. setiap hari. ada yang seminggu sekali.2005:207).

persepsi masyarakat setempat mengenai ziarah kubur. maka segala apa yang diinginkan akan terkabul dan lagi para penziarah merasakan ketenangan batin ketika berada dikuburan yang dianggap keramat atau yang dianggap seorang waliyullah terutama asta Agung Mahmud. Fokus Penelitian Bertitik tolak dari konteks penelitian di atas. maka yang menjadi fokus dalam penelitian ini penulis uraikan dalam rumusan masalah . Ketika peneliti melakukan studi pendahuluan. seperti. makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Karena. Oleh tidak hanya masyarakat setempat tetapi juga masyarakat dari luar daerah Madura. makam Mambang. Bondowoso. Tetapi dari semua makam yang dikeramatkan di daerah tersebut hanya ada dua makam yang paling sering atau ramai dikunjungi yaitu makam Agung Mahmud dan makam Agung Ahmad yang terletak di dusun Pesisir oleh peziarah dianggap sebagai makam seorang wali. Banyuwangi dan sekitarnya. makam Dul Jaya. peneliti menemukan beberapa makam yang dikeramatkan masyarakat Aeng Panas yaitu makam Oneng. Besuki. Tunggul Angin. Jember. B. makam Lanceng. disana terlihat jelas orang-orang yang berkeyakinan bahwa ketika seseorang melakukan ziarah kubur. makam Kriya.

Apakah motivasi yang mendorong masyarakat kubur? 3. 2. di antaranya: 1. Kegunaan Penelitian Hasil dari penelitian ini memiliki beberapa kegunaan. melakukan ziarah . Secara Akademis Sebagai bahan informasi pendahuluan yang penting bagi penelitian yang mungkin mirip di masa mendatang. atau sebagai bahan informasi pembanding bagi penelitian lama yang serupa namun berbeda sudut pandang.sebagai berikut ini: 1. maka tujuan dari penelitian yang ingin peneliti capai adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui tata cara pelaksanaan ziarah kubur. Bagaimana persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur? 2. Mengetahui persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur. Serta berfungsi juga sebagai tambahan literatur Perpustakan IDIA Prenduan. Mengetahui motivasi yang mendorong orang untuk melakukan ziarah kubur. Bagaimanakah cara pelaksanaan ziarah kubur? C. D. 3. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas.

Persepsi Masyarakat Kata persepsi dalam bahasa inggris perception berasal dari dari bahasa latin perceptio / percipere artinya menerima atau mengambil sedangkan persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan.2. Secara Praktis Hasil penelitian ini bermanfaat bagi semua kalangan terutama bagi masyarakat Aeng Panas dan sekitarnya untuk mengetahui secara jelas berbagai hal terkait dengan ziarah kubur. 2. Studi Kasus Studi kasus merupakan jenis penelitian sosial mengenai suatu obyek tertentu yang bersifat holistik dan eksploratif (Dhofier. peristiwa atau hubungan hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. khususnya hal-hal yang bersinggungan secara langsung dengan penelitian ini. 2000:41). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi . E. 2003:445-446) atau pengalaman tentang objek. Definisi Istilah 1. bagaimana cara seseorang melihat sesuatu dan dalam arti yang lebih luas ialah pandangan/pengertian yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu (Leavitt dalam Sobur.

. dan merupakan respon yang integral dalam diri individu (Walgito.1990). Sedangkan dalam ilmu psikologi. Ziarah Kubur Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.21.2007). Jadi. diinderanya penginterpretasian merupakan sehingga sesuatu yang berarti. Yang dimaksud dengan masyarakat dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Aeng panas. Asmaniah (Refletika. 2004:88). yang dimaksud dengan persepsi Masyarakat di dalam penelitian ini adalah pandangan atau interpretasi masyarakat Aeng Panas terhadap berbagai hal yang terkait dengan fokus masalah di atas atau hal yang berkaitan dengan ziarah kubur. Yang dimaksud menjadi stimulus disini adalah berbagai hal yang terkait dengan ziarah kubur. 3. Adapun masyarakat adalah sujumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama (Depdikbud. diartikan sebagai perbuatan melakukan kunjungan ketempat yang di anggap keramat/mulia (makam) dengan tujuan berkirim do'a (Depdikbud.berasal dari rangsangan rasa yang berakibat pada interpretasi tingkah laku. jadi tingkah laku seseorang merupakan fungsi dari cara dia memandang. persepsi diartikan sebagai terhadap suatu stimulus usaha yang pengorganisasian.

motivasi melaksanakan ziarah kubur serta tata cara pelaksanaan dalam ziarah kubur. Dalam penelitiannya Fadillah . Adapun yang dimaksud dengan ziarah kubur dalam penelitian ini adalah perbuatan melakukan kunjungan ke makam umum Aeng Panas. Penelitian tersebut berjudul Keramat Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. Penelitian atas fenomena ziarah kubur sebelumnya telah dilakukan oleh Mohammad Ali Fadillah di Desa Pamijahan Kec.1990:1018). Kab Tasik Malaya.Bantar Kalong. ". tepatnya di Makam keramat Syekh Abdul Muhyi. F. Tinjauan Pustaka Penelitian ini terfokus pada masalah ziarah kubur yang penulis khususkan pada persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap Ziarah Kubur. Sedangkan menurut Alhamdani (1381 H :151) "Ziarah kubur adalah mendatangi se-waktu-waktu untuk mendo'akan dan memohonkan rahmat Tuhan bagi orang yang dikubur didalamnya dan untuk mengambil kita akan ibarat dan peringatan sebuah supaya bisa serta mengingatkan datangnya kematian mengingatkan kita bagaiman nasib kita dikemudian hari diakhirat.Tasik Malaya: ritual keagamaan dan prospeknya bagi pengembangan pariwisata. yang didalamnya terdapat dua makam yang dikeramatkan yakni makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad.

fokus penelitian.com) berupaya untuk mengetahui prosfek fenomena ziarah kubur bagi pengembangan pariwisata di Pamijahan. tujuan penelitian. penulis uraikan secara sistematis yang terdiri dari lima bab sebagai berikut: Bab I. menjadikan Pamijahan menjadi objek wisata potensial yang memberikan kontribusi besar bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Sistematika Pembahasan Sistematika penulisan dalam penelitian ini. alasan memilih judul. aktivitas ziarah kubur dan dampaknya terhadap budaya masyarakat. Dan keagamaan disekitar makam menitikberatkan pada aspek sosial keagamaan. situs Pamijahan merupakan sebuah komplek keramat yang dikarakteristikan oleh fungsi bentang alam yang direkayasa dan difungsikan sebagai tempat-tempat suci. tinjauan pustaka dan sistematika pembahasan. kegunaan penelitian dan definisi istilah.kumincir. Pendahuluan yang meliputi konteks penilitian. Fadillah menggunakan metode penelitian Historis. baik berkenaan dengan ritual keagamaan berupa ziarah kubur yang melibatkan ribuan orang terutama pada hari raya. Semuanya merupakan gambaran pengantar bagi pembahasan- . G.(www. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Fadillah dapat disimpulkan bahwa Pamijahan dipilih sebagai pusat pengajaran Tasawuf oleh Syekh Abdul Muhyi atas saran dari gurunya yaitu Abdul Rauf Singkel.

sumber data. motivasi masyarakat Aeng Panas melakukan ziarah kubur dan yang terakhir adalah tata cara pelaksanaan ziarah kubur. Bab II. Kajian pustaka yang terdiri dari tiga point. Point A adalah berbagai persepsi tentang menziarahi kuburan. analisis data. Bab V. kehadiran peneliti. Merupakan laporan hasil penelitian yang terdiri atas paparan data dan temuan hasil penelitian yang meliputi persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap ziarah kubur. lokasi penelitian. .pembahasan selanjutnya. pengecekan keabsahan temuan dan tahapan penelitian. Sedangkan point C membahas tentang tata cara pelaksanaan ziarah kubur. Bab IV. Membahas tentang kesimpulan dan saran. Bab III. Membahas tentang metodologi penelitian yang meliputi pendekatan atau jenis penelitian. Point B membahas tentang motivasi orang melakukan ziarah kubur. prosedur pengumpulan data.

. melainkan sudah ada sejak pertama kedatangan Islam. Sebagaimana hadits Rosulullah saw. Dalam hal ini. Rosulullah saw pernah melarang umatnya dari ziarah kubur. beliaupun kembali mengizinkan mereka untuk melakukan ziarah kubur. Persepsi Ziarah Kubur Kebiasaan menziarahi kubur bukan hanya ada di Indonesia. A. tetapi juga di negara-negara arab. Dan dikemudian hari. motivasi seseorang melakukan ziarah kubur dan tata cara pelaksanaan ziarah kubur. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: ‫قد كنت نهيتكم عن زيارة القبممور، فقممد أذن لمحمممد‬ .BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam kajian pustaka ini. Dan ini juga tidak hanya terjadi di akhir-akhir ini saja. mengkaji dan meneliti sumber-sumber data yang berkaitan dengan permasalahan persepsi suatu masyarakat tentang ziarah kubur. peneliti mengambilnya dari beberapa literatur buku kepustakaan dan artikel lepas di media elektronik seperti internet. Namun karena dikhawatirkan akan menimbulkan perbuatan syirik. tatkala Nabi tidak mengkhawatirkannya lagi akidah para Sahabat. peneliti mencoba untuk melihat.

‫)رواه‬ ‫) مسلم‬ ‫فى زيارة قبرأمه فزورو همما فإنهمما تممذكر الخممرة‬ Artinya: “Sesungguhnya aku telah melarang kamu sekalian ziarah ke kubur. Nabi Muhammad saw pernah melarang umatnya melakukan ziarah kubur. ziarahlah ke kubur. Pengetian Ziarah Kubur Ziyarah atau ziarah merupakan asal kata dari bahasa Arab. karena ziarah kubur itu mengingat kepada akhirat”. ada catatan menarik yang patut kita perhatikan.1978:115). Jadi munculnya larangan dikarenakan adanya nisbat kepada kesyirikan. maka sesungguhnya sekarang telah diberi izin kepada Muhammad menziarahi kubur ibunya. Dilihat dari segi perkembangannya. secara harifiyah berarti “kunjungan”. oleh sebab itu. sedangkan secara istilah . dan diperbolehkan jika kegiatan ziarah kubur itu jauh dari nilai syirik. (HR. Konon. Hal itu beliau lakukan karena umatnya pada waktu itu masih dini dan belum kuat dalam segi akidahnya untuk berhadapan dengan hal-hal yang bisa menyeret mereka kedalam perbuatan syirik (Hasyim. 1. Muslim) Ziarah kubur merupakan suatu hal yang sudah ada sejak awal kedatangan Islam.

Pujuk Oneng. Pujuk tunggul Angin. 1990:1018).google.menurut Alhamdani (1381H:151) berarti: mendatanginja sewaktu-waktu untuk mendo’akan dan memohonkan rahmat tuhan bagi orang-orang jang dikubur di dalamnja serta untuk mengambil ibarat dan peringatan supaja jang hidup ingat akan mati dan nasib di kemudian hari di acherat. Adapun yang dimaksud dengan ziarah kubur dalam penelitian ini adalah perbuatan melakukan kunjungan ke makam umum Aeng Panas. Sedangkan ziarah kubur menurut Godam (http://www. Pujuk Mambang. Pujuk Dul jaya. Pujuk Lanceng. yang didalamnya terdapat banyak makam yang dikeramatkan yakni makam Pujuk Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Ini berarti ziarah sebagai kegiatan yang sewaktu-waktu atau tertentu. Esposito (2001:195) memandang ziarah secara teknis merujuk pada aktivitas mengunjungi pemakaman (jiyaroh al-kubur) dengan maksud mendo’akan bagi yang meninggal serta mengingat kematiannya. Secara istilah ziarah kubur juga merupakan suatu perbuatan melakukan kunjungan ke tempat yang dianggap keramat atau mulia (makam) dengan tujuan berkirim do'a (Depdikbud. Dari beberapa makam atau . 2006) adalah suatu kegiatan atau aktifitas mengunjungi makam dari orang yang telah meninggal dunia baik yang dulu semasa hidupnya kita kenal maupun yang tidak kenal. Pujuk Kriya.

Pujuk Agung Mahmud dan Agung Ahmad. namun berlanjut ketika dia sudah meninggal. pengeramatan atau pengagungan makam tertentu dan meminta segala kebutuhan kepadanya.biasa disebut Pujuk. Buhairi (2005:14) menyebutnya fenomena menyembah patung ini sudah mulai bergeser bentuk pada zaman sekarang. 2. hanya dua Pujuk yang paling ramai dikunjungi atau tidak pernah sepi setiap hari yaitu. 2005:55). Pergeseran bentuk itu mengarah pada pengkultusan. mereka mengangkat pemimpin yang shaleh. Bahkan seorang kuburi --sebutan bagi penyembah kuburan-. Fenomena Ziarah Kubur Dalam fakta sejarah. Hal tersebut diwujudkan dengan membuat patungnya sebagai simbol penghormatan yang pada akhirnya digunakan sebagai sesembahan. dicintai dan dihormati. paganisme merupakan agama sesat pertama yang dianut oleh manusia. bermula ketika mereka membutuhkan panutan untuk dijadikan sebagai pedoman hidup. Sebagian dari mereka juga menyamakan makam wali dengan Baitullah al-Haram (ka’bah) dan menziarahinya dianggap . Penghormatan tersebut tidak terbatas pada saat sang pemimpin masih hidup.berkeyakinan bahwa mengunjungi makam wali sama dengan mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat (Al-Buhairi.

bertawashul dengan orang-orang yang telah meninggal karena kesalehannya dan beristighotsah kepada mereka. Sebelumnya. pada tahun 1801. pengikut wahabiyah meratakan seluruh bangunan kuburan ini. Wahabiyah menyerbu dan menghancurkan kuburan yang ada di Karbala dan Najaf. Nilai ibadah yang semula ada pada ritual itu disulap menjadi suatu kebid'ahan mereka membuat hari hari tertentu yang seakan wajib . Sebagaimana Esposito melihat faham wahabi sangat membenci kegiatan ziarah kubur. Farhan (2005:XI) mengungkapkan bahwa saat ini kaum muslimin telah melakukan berbagai macam bentuk kemusyrikan di kuburan. seperti mengusapusap kuburan. Disinyalir bahwa telah terjadi kesalahpahaman persepsi tentang ziarah kubur sehingga berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh para peziarah kubur. yang mengarah pada dosa syirik. mencari berkah di kuburan. Kepercayaan Wahabiyah –tanpa ada sumbang pemikiran lain dari komunitas Sunni dalam soal ini—memandang ziarah secara umum sebagai “pemujaan terhadap orang suci”.sebagai pelaksanaan ibadah haji dan sebagainya. yakni menyekutukan Tuhan dengan orang-orang suci ini. Menurutnya (2001:196): Pada tahun 1925. Hal serupa telah dikemukakan oleh Humaidi (1999:X) yang menyatakan bahwa bahwa ziarah kubur sudah menjadi budaya yang telah diplesetkan dan mungkin sangat sulit untuk diluruskan.

aneka ragam peradaban. tasyabbuh (menyerupai) pada orang-orang kafir. terpecahnya negara Islam. Sementara Abdullah (2003:50) Mengungkapkan bahwa salah satu pendorong orang melakukan kemusyrikan di kuburan adalah karena mereka (para peziarah) mengikuti para ulama su' dan hanya taklid kepada nenek moyang. Pandangan Ulama Tentang Ziarah Kubur Dengan berbagai alasan sebagaimana uraian di atas. mengutamakan akal di atas wahyu. yaitu: Kebodohan terhadap hukum-hukum agama. 3. terdapat beragam pendapat dari tokoh-tokoh Islam tentang ziarah kubur. menentukan makam orang tertentu untuk diziarahi bahkan ada yang menjadikan ziarah kubur sebagai komoditi bisnis. 1969:241). Demikian halnya dengan faham Wahabi-faham yang dibangun oleh . berbaurnya budaya-budaya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa beliau mengharamkan setiap muslim melakukan ziarah kubur walaupun yang di ziarahi makam Nabi Muhammad Saw (Abbas. terjemahan buku-buku filsafat. Setidaknya ada delapan penyebab munculnya berbagai penyimpangan di kuburan yang dikemukakan oleh Farhan. fanatisme yang berlebihan terhadap tokoh.untuk berziarah kubur. (2005:25).

Muhammad Bin Abdul Wahab-misalnya mengharamkan siapa saja yang melakukan praktek ziarah kubur (Abbas.= Aswaja). Jadi anggapan segi baik dibolehkannya menurut Aswaja dipandang dari ibadah mengingat akan kematian dan hari akhir. Demikian pula tidak boleh seorang muslim mengusap sesuatu daru tempat-tempat tersebut untuk mencari keberkahan. juga mendo’akan si ahli kubur. memperbolehkan orang untuk melakukan kunjungan (ziarah kubur). berdo'a. Beda halnya dengan faham dan I'tiqad Ahlussunnah Wal Djama'ah (singkt. Motivasi Orang Melakukan Ziarah Kubur Manusia dalam melakukan sesuatu biasanya muncul dari adanya dorongan atau rangsangan yang menimbulkan seseorang rela atau . atau lainnya. seperti shalat. faham ini. B. 1969:290) menurut alJibrin (2006:135) bahwa tidak dibenarkan seorang muslim menyengaja berziarah kubur dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah disisinya atau di atasnya. ke makam ibubapak. makamnya orang-orang yang mati syahid dan makamnya para pahlawan Islam saja bernilai pahala. Ziarah kubur menurut pandangan faham ini adalah merupakan perbuatan yang dianggap baik. makam ulama-ulama. 1969:246). sunnah muakkad (Abbas. jangankan ke makam Nabi Muhammad saw.

macam-macamnya serta motivasi dalam penulisan skripsi ini. 1. diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Menurut Mc. Motivasi merupakan sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan dalam setiap aktifitas. Sama halnya juga dengan kegiatan ziarah kubur.bersedia menghabiskan beberapa lama waktunya untuk melakukan sesuatu itu. 2007:18). Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan didalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas sesuatu demi mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Berawal dari kata "motif" tersebut.Donald dalam Sadirman (2005:73). maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif pada saat-saat tertentu.2005:73). terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan yang sangat dirasakan/mendesak. Seseorang yang melakukan aktivitas ziarah kubur tidak terlepas dari adanya dorongan atau rangsangan atau motivasi. Seseorang akan lebih semangat dalam mengerjakan sesuatu apabila termotivasi oleh sesuatu yang ada di dalam maupun di luar dirinya (Asmaniyah. bahkan motif dapat dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (Sardiman. motovasi adalah perubahan . Untuk lebih jelasnya penulis akan menguraikan definisi. Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari kata motif.

2005:87) mengungkapkan tentang jenisjenis motivasi seperti: a. Asas manfaat inilah yang seringkali menjadi motivasi seseorang dalam melakukan aktifitasnya. Karena. yakni menyangkut . Sedangkan menurut Asmaniyah. seseorang akan lebih semangat melakukan sesuatu apabila terdorong oleh motivasi yang ada dalam dirinya. Cognitives Motif ini menunjuk pada gejala intrinsic.energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Macam-Macam Motivasi Para psikolog mengklasifikasikan motivasi yang ada dalam diri manusia atau suatu organisme kedalam beberapa golongan. 2.18:2005). merasa senang dan semangat melakukan sesuatu (Reflektika. motivasi merupakan suatu faktor psikis yang bersifat non intelektual sedangkan peranannya untuk menumbuhkan gairah. Frandsen (dalam Sadirman. Hal itu berarti bahwa motivasi merupakan sesuatu yang sangat urgen dalam setiap kegiatan. manusia selalu bersandarkan pada manfaat yang ia peroleh dari apa yang ia kerjakan. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan sesuatu.

kepuasan indipidual. Kepuasan individual yang berada dalam diri manusia dan biasanya berwujud proses dan produk mental. b. Self-expression. Penampilan diri adalah sebagian dari pri;aku manusia. Yang penting kebituhan individu itu tidak sekedar tahu mengapa dan bagaimana sesuatu itu terjadi, tetapi juga mampu membuat suatu kejadian. Untuk hal ini memang diperlukan kreatuvitas, penuh imajinasi. Jadi dalam hal ini seseorang memiliki keinginan untuk aktualisasi diri. c. Self- enhancement. Ketinggian dan kemajuan diri ini menjadi salah satu keinginan bagi setiap individu. Sedangkan, Asmaniyah dalam Reflektika (2005:11) membagi atas dua golongan yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Pertama, motivasi Intrinsik ialah motif yang dapat berpungsi tanpa harus ada rangsangan dari luar. Sedangkan yang kedua, motivasi ekstrinsik yaitu motif yang berfungsi karena adanya rangsangan dari luar. 3. Motivasi Berziarah Kubur Begitupun dengan perilaku menziarahi kubur, setiap orang yang pergi untuk menziarahi kuburan sudah pasti memiliki motif-motif

yang tentunya memiliki nilai manfaat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Hasyim (1978:115) bahwa pada garis besarnya faidah ziarah kubur ialah ada dua, yakni: pertama, untuk mengingatkan segala

yang serba ghaib, yaitu akhirat dan segala seluk beluknya, termasuk perkara maut. Kedua, untuk mendo'akan kepada mayit. Umumnya peziarah termotivsi oleh keyakinan bahwa ketika seseorang melakukan ziarah kubur, maka segala apa yang diinginkan akan terkabul dan lagi para penziarah merasakan ketenangan batin ketika berada dikuburan yang dianggap keramat atau yang dianggap seorang waliyullah. Menurut Esposito (2001:195) dalam Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern, menyatakan: “keseluruhan nilai penting ziarah dari segi agama, sebagaimana terungkap dalam sejumlah kisah, ialah mengingat kematian dan mencerminkan hari kemudian”. Ini berarti motivasi ziarah kubur adalah untuk beribadah dan semakin meningkatkan iman kepada Allah swt. Juga Sabiq (dalam Esposito, 2001:195) mengatakan: “Nabi menjadikannya sah dan menganjurkannya karena hal itu akan mengingatkanmu pada hari kemudian”. Jadi yang sebenarnya

menjadi motivasi para peziarah adalah dalam rangka ibadah melalui perantara ziarah kubur. Maksudnya dengan berziarah kubur kita akan teringat akan sebuah peristiwa yang pasti dialami manusia, yaitu

kematian dan hari akhir. Ketika seseorang ingat akan hal itu, seyogyanya menjadi cermin untuk meningkatkan amal ibadah kepada Allah swt. Ziarah kubur tidak hanya dilakukan oleh Nabi, dan ulama’ lainnya melainkan kepada orang awam juga dilakukan. Sebagaimana Rahmat (www.google.com) menyebutkan macam-macam ziarah kubur, antara lain:
Pertama, ziarah orang-orang mulia yang masih hidup kepada orang –orang mulia yang telah meninggal. misalnya para ulama yang mengunjungi pusara ulama lainnya. Kedua, ziarah orang-orang mulia kepada kuburan orang –orang biasa.Nabi saw sering berziarah kekuburan kaum muslimin.beliau sering berdo'a di atas kuburan mereka seraya beristigfar memohonkan ampunan bagi para pendurhaka yang menjadi akhli kubur itu, sebagai bukti bahwa kedatangan Nabi adalah Rahmatan lil'alamin. Ketiga, ziarah dari kaum Muslimin yang awam kepada kaum muslimin yang awam lainnya. Inilah yang bisa kita lakukan kepada orang tua, karib kerabat dan saudara-saudara kita.

Ketiga macam itu didasarkan atas tingkat ketinggian iman seseorang. Sedangkan menurut Jufri (http://www.ittutor.net) beliau mengemukakan bahwa ketika seseorang yang ingin melakukan ziarah kubur hendaklah berniat yang benar dan ikhlas karena Allah swt semata-mata yaitu untuk melembutkan hati, mengingatkan akhirat dan mengenang jasa si mati atau kelebihannya disisi Allah. Begitu pula apabila menziarahi kubur atau makam para Nabi dan para wali,

Bukan untuk meminta sesuatu pada orang yang sudah meninggal. Dengan niat yang baik inilah peziarah menziarahi perkuburan kaum Muslimin dan permakaman para Aulia. Berperilaku sopan dan ramah ketika mendatangi areal pemakaman. C. Tidak duduk. Niat dengan tulus dan ikhlas karena ingin mendapatkan Ridho dari Allah SWT. Maka disinilah nilai penting dari motivasi yang mengarah pada tujuan atau niat seseorang untuk melakukan ziarah kubur. Motivasi yang dilarang dalam menziarahi perkuburan ini ialah meminta sesuatu hajat kepada yang mati itu atau memujanya seperti pemujaan terhadap berhala. Tetapi menurut faham Aswaja dengan bertawashul dengan mereka yang salih itu dan meminta kepada Allah rabbul a'lamin tidaklah terlarang. Adab dalam berziarah kubur yang sesuai menurut Islam (Godam. Anbia dan Mursalin. menginjak-injak. Tidak melakukan tindakan tidak senonoh seperti buang air . Tata Cara Pelaksanaan Ziarah Kubur Setiap pelaksanaan suatu ritual pasti ada tata laksana atau cara begitu juga dengan pelaksanaan ziarah ke kuburan terdapat tata cara yang baik agar mendatangkan hikmah bagi yang berziarah maupun yang diziarahi. www. tidur-tiduran.google. c. b.com): a.lebih-lebih lagi makam Nabi Muhammad saw yang begitu besar jasanya bukan saja kepada umat Islam malah kepada alam semesta. dll di atas makam orang mati d.

dengan mengatakan . buang sampah sembarangan.besar. melakukan hubungan suami isteri. Kami akan berdo’a kepada Allah untuk keselamatan kami dan dirimu”. Hasyim (1978:116-117) menitik beratkan pada dua hal pokok yakni mengucapkan salam dan menghadap kiblat jika hendak mendo’akan sang mayit Cara yang pertama.”kedamaian bagimu hai orang yang beriman dan muslim! Kami. Mengucapkan salam kepada penghuni alam kubur f. dengan kehendak Allah. Adapun berkenaan dengan tata cara dalam berziarah ke kuburan. seseorang seharusnya menghadapkan wajahnya kearah makam seraya menyampaikan salam dan berdo’a untuk jenazah yang berada di alam kubur serta hendaklah mengucapkan salam kepada simayat. Ritual-ritual yang terkait dengan ziarah mensyaratkan bahwa ketika seseorang mencapai kuburan. Kamu mendahului kami. Mendo’akan dengan ikhlas arwah orang yang telah meninggal agar bahagia dan tenang di alam kubur. berkenaan dengan salam. kencing. dan lain-lain. dan kami akan mengikuti kamu. e. Lain halnya menurut ekposito (2001:195) menyatakan bahwa apabila kita melewati pekuburan orang kafir. meludah. akan berkumpul denganmu. yang diutarakan oleh Hasyim di atas merujuk pada Hadits Nabi yang artinya: . maka dianjurfkan untuk menangis dan mengungkapkan betapa perlunya manusia akan Tuhan.

Walaupun mayatnya sudah lama dan sudah hancur tetapi yang penting rohnya ada dan tahu siapa yang menziarahinya. apa lagi untuk meraung dan meratap. insya Allah kami akan menyusul kamu sekalian kami memohon kepada tuhan Allah kesehatan bagi kami dan kamu sekalian. Kalau ini diberikan kepada Nabi Muhammad saw maka tidak mustahil diberikan kepada umat oleh sebab itu disunatkan kita menziarahi kubur. dari Ibnu Buraidah). Adab Menziarahi Kubur Menurut Al-Jufri: Apabila kita hendak berziarah kubur : Ucapkan salam. yang artinya: mudah-mudahan selamat sejahtera orang-orang mu'min dan muslim yang bertempat disini. Muslim dan Nasa’i. bacakanlah ayat-ayat Al Quran yang mudah dibaca dan minta kepada Allah disampaikan pahala bacaan itu kepada roh si mati. datang keperkuburan. supaya membaca. Hasyim merujuk pada hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad. Kemudian. karena ini adalah haram hukumnya. tujuilah kubur yang dituju berdiri atau duduk dengan menghadap kepadanya (membelakang kiblat) sambil memberi salam kepadanya." (R.a. Sementara berkenaan dengan menghadap ke Kiblat ketika hendak mendo'akan si mayit."Adalah Rasulallah mengajarkan kepada shahabat bila mana mereka pergi keperkuburan. . berkata: Sesungguhnya Nabi saw.Akhmad. Kita juga diingatkan supaya jangan menyesali apa yang telah berlaku. Ini diambil dari sabda Nabi Muhammad saw yang bermaksud: "Siapa yang memberi salam kepadaku Allah akan mengembalikan rohku dan akan menjawab salamnya". yang Artinya "Dari Abu Hurairoh r. Muslim dan Ibnu Majah.

.maka sabdanya: "(artinya) selamat sejahtera tempat kaum mu'min Insya Allah kami akan menyusul kamu sekalian"." (R.Abu Dawud dari Baraa'). Hasyim juga mengutif hadits lain yang artinya "Sesungguhnya Rasulallah saw duduk menghadap ke kiblat lalu pergi kepekuburan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Menurut Dhofir (2000:41). Kehadiran peneliti ketika berada di lapangan diketahui oleh subyek penelitian. Kehadiran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai pengamat (peneliti) yang terjun langsung di lapangan. namun tanpa berperan serta yakni hanya melakukan satu fungsi sebagai pengamat an sich. yaitu tentang persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur. Adapun pendekatan yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif lapangan. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan data deskriptif berupa narasi tentang masalah yang akan penulis teliti. karena sebelumnya . Sehingga diharapkan dapat menghasilkan data deskriptif berupa narasi tentang masalah yang sedang penulis teliti. Jenis Penelitian dan Pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. "Studi kasus adalah studi yang mendalam (eksploratif) dan menyeluruh (integral) mengenai suatu obyek tertentu yang menarik untuk diamati secara khusus dan tersendiri". Adapun yang menjadi objek dalam pemelitian ini adalah masyarakat Aeng Panas yang biasa rutin berziarah kubur.

selebihnya adalah data sebagai tambahan atau sebagai pelengkap seperti dokumen dan sebagainya. Desa Aeng Panas memiliki empat Dusun yaitu. sumber data dibagi atas dua yaitu sumber data sekunder dan sumber data primer. B. Sumber Data Menurut Lofland sebagaimana yang dikutif dalam Moleong (2006:157) menyatakan bahwa sumber utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata .peneliti menjelaskan status serta tujuan keberadaan peneliti di Aeng Panas. Penelitian ini berlokasi di desa Aeng Panas yang terletak di Kecamatan Pragaan. Dusun Nong Malang. Madura. Kabupaten Sumenep. Sumber data primernya berupa segala perkataan .dan tindakan. Hal itu sangat membantu peneliti dalam proses penggalian data dalam rangka menyelesaikan skripsi yang sedang penulis lakukan. C. Dusun Pesisir. Dusun Galis dan Dusun Ceccek. Sedangkan dalam penelitian sosial. Setelah penulis melakukan observasi serta mencari dari berbagai informasi masyarakat di Kecamatan Pragaan. Lokasi Penelitian Setelah melewati beberapa proses hingga pada akhirnya penulis tetapkan dalam penelitian ini. terrnyata Desa Aeng Panas merupakan desa yang paling banyak memiliki tempat-tempat yang dikeramatkan dibanding desa – desa yang lain. demikian yang dikemukakan oleh Moleong (2005:132).

Sadili (kuncen). Ma'mun. Bpk. Dahlal. Wawancara lazim digunakan dalam penelitian . Adapun jumlah responden peneliti disesuaikan dengan kebutuhan penelitian untuk mencapai kedalaman dan ketajaman persoalan yang sedang diteliti. Arif Syuhdi. Mereka adalah Bapak Ahmad (warga pendatang asal Karduluk). Irwan. Bapak Abasi serta Bapak Muqit. Mutti. Data sekunder ini peneliti gunakan untuk mengukur tingkat validitas data primer yang diperoleh dengan cara cross check. Prosedur Pengumpulan Data Dalam penelitian ini. Bpk. dan Bpk. Edi. Ust. ataupun dari pihakpihak lain yang berkaitan dengan masalah yang sedang peneliti lakukan. Su’ud. data yang ada dikumpulkan dengan menggunakan teknik-teknik yang kualitatif. Anwar (klebun). K. D. yaitu: 1. Bpk. M.dan perbuatan dari Anggota masyarakat Aeng Panas yang biasa (rutin) melakukan ziarah kubur dianataranya Bpk. dan rombongan ziarah asal Ganding yang kebetulan peneliti temukan seperti: Bapak Farid. Sedangkan sumber data sekundernya adalah segala perkataan dan perbuatan dari anggota masyarakat Aeng Panas dan sekitarnya yang jarang atau tidak pernah sama sekali berziarah kubur.

yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (intrviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. tetapi yang jelas tidak ada perangkat pertanyaan baku yang disiapkan terlebih dahulu. Untuk keperluan tersebut peneliti akan menggunakan petunjuk umum wawancara. Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan data yang akurat. wawancara adalah suatu cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada informan atau autoritas (seorang ahli atau yang berwenang dalam suatu masalah).Wawancara merupakan salah satu jenis pengumpul data dengan melakukan sebuah timbal balik atau dalam kata lain merupakan sebuah percakapan dengan maksud tertentu. jujur. 2006:187). dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan judul "Persepsi Masyarakat Tehadap Ziarah Kubur". Sedangkan menurut Keraf (1997:161). (Moleong. 2006:186). yaitu sebuah teknik wawancara dimana peneliti harus membuat kerangka dan garis besar pokok pertanyaan (Moleong. Petunjuk ini mendasarkan diri pada anggapan bahwa ada jawaban yang secara umum akan diberikan oleh responden. Observasi Pengumpulan data untuk suatu tulisan ilmiah dapat dilakukan . 2. Yang dilakukan oleh dua pihak.

Dalam hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai obyek penelitian sehingga dapat disusun daftar kuestioner yang tepat atau dapat menyusun suatu desain penelitian yang cermat. 2006:177). pengamatan langsung kepada suatu obyek yang akan diteliti. Sedangkan observasi menurut Moleong (2006:175). perhatian. Adapun yang menjadi objek pengamatan dalam penelitian ini adalah segala bentuk perilaku atau tindakan dari para peziarah. dan mengecek sendiri sampai dimana keabsahan data dan impormasi yang telah dikumpulkan. dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. masyarakat Aeng Panas dan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan masalah penelitian. perilaku tak sadar. yaitu peneliti melakukan satu pungsi yakni sebagai pengamat dalam hal ini tidak sepenuhnya sebagai pemeran serta tetapi malakukan hanya sebagai pengamat (Moleong.salah satunya melalui observasi. Jenis observasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung namun tanpa berperan serta. 3. Dokumentasi . Penggunaan metode observasi menurut keraf (1999:162) adalah. alasan metodologis bagi penggunaan pengamatan observasi ialah karena cara ini dapat mengoptimalkan kemampuan peneliti dari segi motif kepercayaan. kebiasaan dan sebagainya.

Analisis data yang dipergunakan oleh peneliti dalam penelitian . wawancara dan studi dokumentasi (Moleong.Dokumentasi sudah lama digunakan dalam sebuah penelitian sebagai sumber data yang dapat dimanfaatkan untuk menguji. serta foto yang berguna dalam penelitian ini serta yang menggambarkan aktifitas para penziarah kubur. peneliti akan menggunakan hasil dokumentasi berupa tulisan hasil wawancara dengan responden. Oleh karena itu diperlukan adanya analisis data. Data yang terkumpul dari hasil penelitian terdiri dari berbagai data hasil temuan di lapangan. 2002:190). menganalisa. bahkan bisa juga untuk meramalkan setiap bahan tertulis ataupun film (Moleong. yaitu observasi. Analisis data merupakan rangkaian kegiatan data agar penelaahan. sistematisasi dan verifikasi terkumpul bernilai ilmiyah. Dalam penelitian ini. 2006:216). Analisis Data Analisis data merupakan upaya pengolahan data atau penafsiran data. Data yang banyak tersebut mungkin akan peneliti sesuaikan dengan arah penelitian yang sudah dijabarkan dalam fokus penelitian. data yang pengelompokan. E. Proses analisis data dimulai dari seluruh data yang diperoleh dari berbagai sumber. menafsirkan.

kebergantungan (dependability). yaitu "Derajat kepercayaan (credibility). Triangulasi Triangulasi adalah tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu" (Moleong. 2006:324). Teknik pemeriksaan data didasarkan atas beberapa kriteria.tentang "Persepsi Masyarakat Aeng Panas Terhadap Ziarah Kubur" adalah menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan proses berfikir deduktif yakni dimulai dari teori yang bersifat umum berdasarkan hasil pengamatan dilapangan atau pengalaman empiris dan data hasil observasi. 2006:176). Untuk kebutuhan tersebut. F. peneliti menggunakan teknik pemeriksaan data berikut ini: 1. Adapun cara yang peneliti tempuh dalam proses Triangulasi . dan kepastian (confirmability)" (Moleong. Pengecekan Keabsahan Data Untuk menetapkan keabsahan data. keteralihan (transferability). Kemudian setelah itu hasil data yang telah diperoleh dianalisis dan ditarik menjadi sebuah kesimpulan yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan. diperlukan teknik pemeriksaan data .

Untuk keperluan tersebut. peneliti mempelajari kembali dan menguji kemungkinan terjadi distorsi dalam mengumpulkan data. . Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara (silang beda metode). 2006:148). 2. Perpanjangan Keikutsertaan Disini peneliti memperpanjang keberadaan dilapangan penelitian sebagai upaya pencapaian kejenuhan pengumpulan data (Moleong. b.dalam penelitian ini adalah: a. 2006:327). Tahap-Tahap Penelitian Secara umum. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan. Hal ini dilakukan agar peneliti memiliki pengetahuan serta kesiapan yang optimal tentang penelitian yang akan dilakukan. G. yaitu: 1. Membandingkan pandangan seseorang dengan apa yang dikatakan orang lain (silang beda responden). tahapan penelitian yang dilakukan dalam penelitian kualitatif terdiri dari tiga tahap (Moleong. Tahap Pra Lapangan Tahap ini adalah tahap awal sebelum peneliti terjun langsung ke lapangan. baik yang timbul dari dalam diri peneliti sendiri atau dari luar.

Namun setelah judul itu diajukan kepada pembimbing. malahan beliau memberi saran yaitu: Cari judul yang mudah diaskes datanya dan tidak menghambat atau mengganggu disiplin Pondok! Setelah itu peneliti langsung mengajukan lima judul sekaligus yaitu. Persepsi Masyarakat Pragaan Terhadap Rukun Kegiatan Masyarakat (RKM). ada enam kegiatan yang akan peneliti lakukan. Persepsi Kiai Pragaan Terhadap Ziarah Kubur. seperti yang dikemukakan oleh Moleong (2006:127-134) yaitu : a. konon katanya disana ada makam yang dikeramatkan . Menyusun Rancangan Penelitian Pada awalnya. Persepsi Bencana Tsunami Dalam Pandangan Kiai Pragaan. Persepsi Masyarakat Batu Ampar Terhadap Syekh Syamsudin Pamekasan. sebelum obyek penelitian yang ini disahkan sebelumnya beberapa judul proposal yang diajukan kepada pembimbing pada tanggal 5 September 2006 adalah tentang Persepsi Masyarakat Marta Jasa Terhadap Ziarah Kubur di Asta Syekhona Kholil Bangkalan".Dalam tahapan ini. ternyata di tolak dengan alasan terlalu jauh dan situasi serta kondisi kurang memungkinkan. Hingga pada akhirnya penulis mencoba berangkat ke Aeng Panas. Persepsi Masyarakat Terhadap Ziarah Kubur di Asta Syekh Yusuf.

keterbatasan geografis dan praktis seperti waktu. Hal senada dikemukakan oleh Moleong (128:2006) bahwa cara terbaik yang perlu ditempuh dalam penentuan lapanangan penelitian dalah dengan jalan mempertimbangkan teori substantif dan dengan mempelajai serta mendalami fokus dan menyesuaikan apakah terdapat kesesuaian dengan kenyataan yang ada dilapangan. Dan melakukan study pendahuluan penulis mencari informasi hingga akhirnya sampai ketempat yang dituju yakni Desa Aeng Panas yang memiliki beberapa makam yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat diantaranya Asta Agung Mahmud dan Agung Ahmad yang diyakini masyarakat setempat sebagai seorang waliyullah." Persepsi Masyarakat Aeng Panas Terhadap Ziarah Kubur. tenaga. dan mempertimbangkan dengan hal-hal yang lain. Peneliti menetapkan bahwa yang dijadikan obyek penelitian adalah Desa Aeng Panas. c. Mengurus Perizinan Pertama-tama yang perlu diketahui oleh peneliti ialah siapa saja yang berkuasa dan berwenang memberikan izin bagi .selanjutnya penulis mencoba mengajukan judul yakni. Memilih Lapangan Penelitian Setelah judul di atas di sahkan oleh pembimbing dan Biro Skripsi IDIA Prenduan. b. biaya.

segi lain yang perlu diperhatikan ialah persyaratan yang diperlukan. Selain mengetahui siapa saja yang berwenang. yaitu sikap terbuka. simpatik. Memilih dan Memanfaatkan Informan Informan adalah orang-dalam pada latar penelitian. mata pencaharian. e. demografi. Setelah itu peneliti menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan masalah perijinan melaksanakan penelitian seperti Biro Skripsi IDIA Prenduan. Hal tersebut sangat membantu proses penjajakan lapangan. . bersahabat. tape recorder dan lain-lain. Menjajaki dan Menilai Lapangan Menurut Moleong (2006:130) Sebaiknya sebelum peneliti menjajaki lapangan peneliti sudah mempunyai gambaran umum tentang geografi. obyektif dan sikap-sikap positif lainnya. sejarah tokoh-tokoh.pelaksanaan penelitian kemudian peneliti berusaha memenuhi segala hal yang dibutuhkan dalam prosesnya. Moleong (2006:128). empatik. dalam dan sebagainya. d. Syarat-syarat lain yang perlu dimiliki oleh peneliti ialah syarat pribadi peneliti sendiri. aparatur pemerintahan. jujur. adat istiadat kontek kebudayaan. pendidikan. bisa berupa ijin tertulis bagi pihak-pihak yang terkait dan perlengkapan penelitian seperti kamera.

sikap. f. Menyiapkan Perlengkapan Penelitian Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan dalam penelitian kemudian ditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami. Dalam hal ini masyarakat Aeng Panas. bangunan. proses dan kebudayaan daerah setempat.Fungsinya sebagai orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan latar penelitian seperti memberikan pandangan dari segi orang dalam tentang nilai-nilai. Tahap terakhir peneliti menyiapkan segala macam penelitian perlengkapan penelitian. (2) Melalui wawancara pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti. peneliti mulai memasuki lapangan penelitian yang menjadi wilayah garapannya. Usaha untuk menemukan informan menurut Moleong (2006:132) dapat dilakukan dengan cara: (1) Melalui keterangan orang yang berwenang baik secara formal maupun informal. (2006:137) Ada yang diperlukan sebelum terjun kedalam kancah . 2. yaitu etika penelitian lapangan. Menurut Moleong. Tahap Pekerjaan Lapangan Pada tahap ini.

Memahami Latar Penelitian dan Persiapan Diri Yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah memahami serta membatasi pembatasan latar penelitian terlebih dahulu dan seorang peneliti harus mempersiapkan diri. Menurut kebanyakan orang Madura khususnya di desa Aeng Panas kopiah dianggap sebagai simbol kesopanan walaupun hanya menggunakan celana ataupun kaos biasa asal kepala kita menggunakan kopiah maka sudah dianggap sopan.tiga tahap yang akan peneliti kerjakan. Peneliti juga tidak lupa membeli atau membawa rokok serta kopi dalam rangka menjaga keakraban dan hubungan baik dengan informan. adat. Disini peneliti berusaha berbaur dengan masyarakat atau menyesuaikan dengan tradisi-tradisi yang ada di daerah tersebut seperti berpakaian rapi. baik secara fisik maupun mental di samping harus memperhatikan persoalan etika dengan kebiasaan. b. 2006:137). pengenalan hubungan seorang peneliti di lapangan dan ketersediaan jumlah waktu studi (Moleong. dan tidak lupa memakai kopiah ketika melakukan wawancara dan observasi ke lapangan penelitian. yaitu: a. Memasuki lapangan . tata cara serta kultur latar penelitian seperti penampilan.

Ketika peneliti memasuki lapangan penelitian hal yang harus diperhatikan adalah menjaga hubungan baik dan kekraban. kemudian mengumpulkan semua data yang diperlukan sesuai dengan aturan aturan yang sudah di buat. Rokok. kekeluargaan akan semakin terasa dan informasi yang didapat dengan mudah diberikan oleh informan. yaitu hubungan antara peneliti dengan subjek yang sudah melebur sehingga seolah-olah tidak ada lagi dinding pemisah diantara keduanya (Moleong. 2006:140142). c. Keakraban tersebut berupa rapport. merupakan senjata yang ampuh yang peneliti gunakan untuk menjaga keakraban. Sehingga keakraban. Mengumpulkan data Dalam proses pengumpulan data peneliti harus memperhatikan fokus masalah dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan dalam rancangan penelitian. Peneliti juga tidak lupa menggunakan bahasa daerah tersebut (bahasa Madura) yang halus walaupun belum begitu fasih ne sekone (sedikit-sedikit). Proses analisis data selama berada pada latar . walaupun kadang dirokok sendiri karena responden mengeluarakan rokok juga sedangkan secangkir kopi dan jajanannya biasanya peneliti dapat dari seorang responden.

BAB IV LAPORAN PENELITIAN A. Sekilas tentang Desa Aeng Panas Kec. satu . Pragaan dengan jumlah desa seluruhnya 12 desa.penelitian yang tentunya masih akan diperdalam secara intensif setelah data-data terkumpul. Deskripsi Lokasi Penelitian 1.

b. Guluk-guluk. kuli bangunan pegawai pemerintahan serta nelayan karena memang sebelah selatan desa ini berbatasan dengan selat madura.19. pengrajin. Ma'mun Amar). . guru. Kondisi Demografis Penduduk Pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang cukup menentukan pembangunan masyarakat desa Aeng Panas maka perkembangan penduduk menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Sebelah barat berbatasan dengan desa Prenduan. 2. Dari beraneka ragam aktifitas masyarakat Aeng Panas. Sebelah timur berbatasan dengan desa Karduluk. dusun Galis. d. Sebelah selatan berbatasan dengan selat Madura. dan dusun Ceccek. Desa Aeng Panas memiliki beragam mata pencaharian seperti pertanian. dusun Nong Malang.diantaranya adalah desa Aeng Panas dengan luas wilayah hanya mencapai 1. c.pertanian menjadi penghasilan utama di dena tersebut (Bpk. Batas-batas wilayah Desa Aeng Panas adalah: a. Sebelah utara berbatasan dengan Kec.29 desa ini adalah desa yang terkecil kedua setelah Pragaan dengan luas 1. Desa Aeng Panas memiliki empat dusun yaitu dusun Pesisir.

3. Kondisi Sosial Budaya Sebagai masyarakat pedesaan tentunya sikap sosial tetap menjadi pegangan untuk menjaga rasa sosial. Rahmatullah yakni tarekat Qodariyah wa Naqsabandiyah (TQN). Menurut penuturanya. bahkan belum lama ini pimpinan Terekat tersebut yaitu KH.Shohibul Wafa Tajul "Arifin (Abah Anom) dari Pesantren Surya Laya daerah Tasik Malaya pernah berkunjung kedesa ini. dan Kompolan. Desa Aeng Panas memiliki wadah kekeluargaan dengan adanya kegiatan kemasyarakatan seperti Muslimatan (untuk ibi-ibu).A. Hal itu dikemukakan oleh Bapak Ma'mun Anwar selaku kepala Desa Aeng Panas pada hari Jum'at malam tanggal 20 Juli 2007 saat diwawancarai oleh peneliti ditempat kediamannya. hal ini bisa dilihat dari jumlah lulusan sarjana kurang lebih 50 orang. Yasinan (untuk Bapak-bapak). beliau mengatakan bahwa lembaga pendidikan yang ada di desa Aeng Panas sekitar 7 lembaga pendidikan formal maupun nonformal diantaranya Pondok Pesantren An-Nusyur dan AtTaufiqiyah. Di desa Aeng Panas juga terdapat salah satu penganut aliran Tarekat yang di pimpin oleh KH.Masyarakat Aeng Panas termasuk masyarakat yang tingkat pendidikannya maju. kemudian tidak mau kalah bagi para . persaudaraan dan rasa saling memiliki antara anggota masyarakat.

Tradisi dan Budaya Kehidupan masyarakat Aeng Panas tentunya tidak terlepas dari adat dan tradisi Madura seperti daerah Madura lainnya. ajaran agama mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka terkenal sangat kuat memegang prinsip ajaran agama dan tradisi yang turun temurun. B. dan Club Titonik. Peneliti sengaja mendatangi beliau dengan mengatakan maksud dan tujuan peneliti agar penelitian yang dilakukan lebih terbuka dan memang hal itu yang biasa peneliti terapkan. . karena dipengaruhi oleh mayoritas beragama Islam. Pada tanggal 19 Juli peneliti mendatangi salah seorang penziarah di makam Agung Mahmud. Tradisi yang ada mereka aplikasikan dengan berbagai cara seperti dalam menyambut tamu. Penyajian Data dan Hasil Penelitian Mengenai persepsi masyarakat tentang ziarah kubur penulis paparkan pada penyajian data hasil wawancara dengan salah seorang penziarah kubur di makam Agung Mahmud. 4.pemuda dengan membentuk Club-club olah raga yang sudah dibina dengan baik oleh warga Aeng Panas seperti Club Jawara.

Menurut beliau ziarah kubur adalah: Suatu perbuatan dalam rangka mengerjakan suatu kebaikan yaitu mendatangi area pemakaman dalam rangka beribadah kepada Allah swt. 1. serta beliau juga menambahkan bahwa ziarah kubur merupakan salah satu wasilah untuk taqorrub kepada-Nya. Hal ini seperti yang dinyatakan oleh Bpk.yang telah menciptakan kita hingga berada seperti sekarang serta mengingatkan kita bahwa semua makhluk akan mengalami sebuah kematian. Amar (Klebun) yang diwawancarai pada hari kamis. . Hal itu peneliti lakukan agar pembahasannya lebih mudah dan sistematis.Dalam penyajian data sengaja diawali dengan pengertian tentang ziarah kubur kemudian motivasi dan terakhir berkenaan dengan tata cara ketika melakukan ziarah kubur. Persepsi masyarakat tentang Ziarah Kubur Didapati bahwa paparan data atau hasil penelitian yang ditemukan di lapangan mengenai persepsi masyarakat Aeng Panas tentang ziarah kubur dapat diklasifikasikan menjadi: a. M. Mengunjungi makam Masyarakat Aeng Panas. 20 juli 2006. khususnya yang rutin ziarah kubur mengartikan ziarah kubur dengan pekerjaan mengunjungi tempat pemakaman seseorang yang sudah meninggal.

serta ziarah kubur menurut istilah adalah mendatangi tanah kuburan dengan melakukan ritual-ritual keagamaan dan yang sesuai ajaran agama. Beliau menyatakan bahwa: Ziarah kubur secara bahasa adalah mengunjungi. . atau orang yang dianggap berjasa semasa hidupnya”.Adapun pernyataan yang lebih terinci seperti pertanyaan yang dilontarkan oleh pewawancara kepada Ust. Menurut Khusairi ketika diwawancarai pada Minggu. Hal itu mengaca kepada sejarah adanya ziarah kubur dalam Islam yang pada awalnya pekerjaan mengunjungi kubur dilarang oleh Nabi kita Muhammad saw dikarenakan akidah para shahabat belum kuat dan ditakhawatirkan menjurus kehal-hal berbau syirik. bisa juga mengunjungi makam syeikh yang memiliki ilmu yang tinggi atau yang dianggap wali. Mengunjungi makam sanak keluarga atau famili terdekat. sanak pamili. tetapi setelah itu diperbolehkan. Sebagaimana Khusairi dalam wawancara : “… sesepuh. 22Juli 2007: “Ziarah kubur menurut saya adalah kunjungan ke tanah pemakaman …”. Su'ud salah seorang tokoh masyarakat Aeng Panas di dusun Pesisir ketika peneliti temui pada malam-malam tanggal 28 Mei 2007.

Kegiatan berdo’a disini ada dua pendapat. menyatakan: “… dalam rangka mendo’akan sesepuh. Berdo’a Selanjutnya didapati persepsi masyarakat Aeng Panas tentang Ziarah Kubur adalah mengandung unsur atau terdapat kegiatan berdo’a.Dari pernyataan-pernyataan di atas dapatlah kita pahami bahwa persepsi tentang ziarah kubur masyarakat Aeng Panas. mendo’akan orang mati”. Begitu juga dengan pernyataan Bapak Munir (dalam wawancara) tanggal 12 Juli 2007. Hal senada juga diungkapkan oleh Bpk. sanak famili ataupun orang lain yang dianggap memiliki kelebihan tertentu seperti wali. menurutnya: “… dengan berdo’a di Agung Mahmud atau Agung Mahmud dan memikirkan nasib dikemudian hari”. atau orang yang dianggap berjasa semasa hidupnya”. . yang pertama mengandung unsur mendatangi. yang pertama mendo’akan si ahli kubur. Ma’mun (Pesisir) pada hari Jum’at. mengunjungi tempat pemakaman atau kuburan tertentu. tanggal 10 Agustus 2007 : “ …Tawashul. Sebagaimana salah orang warga yang memiliki pengetahuan keagamaan (dalam wawancara bersama Khusairi) pada tanggal 22 Juni 2007. baik makam orang yang masih terkait dengan hubungan keluarga. b.sanak pamili.

Kemudian lanjutnya: .00-18. Agung Mahmud dan Agung Ahmad yaitu makam yang dianggap wali di desa Aeng Panas. Mengharap mendapatkan berkah atau barokah Masyarakat Aeng Panas memandang kegiatan ziarah kubur adalah kegiatan yang didalamnya terdapat pengharapan untuk mendapatkan berkah atau barokah. c. Pernyataan ini didukung oleh hasil wawancara bersama Miftah pada tanggal 8 Juli 2007. menurutnya do’a dilakukan: “… secara tidak langsung meminta pertolongan pada orang-orang kubur dengan do'a-do'a suci dan sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah”.00 WIB. Yakni dengan berdo’a di sekitar areal pemakaman yang dikunjungi.): “… mencari berkah dari Allah lewat Agung Mahmud dan Agung Ahmad”. menurutnya: “Ziarah kubur menurut saya adalah cuman sekedar berkirim do’a”. Penulis mengambil kesimpulan bahwa kegiatan berdo’a yang dimaksud dalam ziarah kubur adalah selain mendo’akan si ahli kubur juga berdo’a untuk si peziarah. Itu diungkap oleh K.Dan yang kedua berdo’a untuk si peziarah. Sadili dalam wawancara tanggal 28 Mei 2007 (pukul 17.…”. menurutnya: “Ziarah kubur menurut saya adalah berdo’a. Juga Fauji (dalam wawancara). Hal tersebut didukung oleh pernyataan Bapak Ahmad (dalam wawancara).

Sebagaimana hasil catatan lapangan yang peneliti temukan (pada CTL No. melainkan dipanjatkan kepada Allah sewaktu berziarah. Ya saya tawashul. Jadi unsur ketiga dalam pandangan masyarakat Aeng Panas tentang ziarah . Anwar menyatakan bahwa ziarah kubur adalah suatu penghormatan kepada salah seorang yang dulu semasa hidupnya banyak berjasa kepada masyarakat di daerah tersebut pada khususnya dan umat Islam secara luas". Mahfud (Nung Malang) (pada hari Jum’at. Hal ini dipertegas pula oleh Bpk. Kalau langsung sih ngga bisa mas. 10 Agustus 2007). menurutnya: Kalau menurut saya ziarah kubur adalah mendatangi asta dan berdo’a disana. berharap dapat barokah. mendo’akan orang mati. Ma'mun yang diwawancarai pada tempat yang sama tetapi waktu berbeda beberapa menit karena beliau saat diwawancarai ternyata mempunyai hubungan darah yaitu orang tua dari Bpk.“Karena beliau diyakini sebagai seorang wali. …”. Pernyataan di atas terdapat dalam wawancara bersama Mas. cuman pada intinya kita meminta pertolongan kepada Allah dengan cara datang ke asta orang yang kita anggap dekat dengan Allah. 016) berkah bukan dari si ahli kubur.

yang sholeh semasa hidupnya”. Beliau menyatakan bahwa : “ziarah kubur itu ya untuk mengingat kematian dan mencari barokah lewat orang yang mati. Pemahaman seseorang akan arti barokah menjadi bermacam-macam. Penghormatan ini dimaksudkan agar supaya si peziarah mendapatkan berkah atau barokah dalam hidupnya. Mengingat akan kematian Sebenarnya banyak pendapat tentang mengartikan ziarah kubur tapi menurut saya pribadi ziarah kubur adalah mengingatkan kita kepada kematian. Barokah yang dipahami oleh orang semacam ini dimaksudkan bertambahnya kenikmatan dalam artian mendapatkan ketenangan yang berbeda setelah melakukan ziarah kubur ke makam wali atau makam orang yang shaleh yang dikeramatkan. Demikikanlah Irwan menyampaikan jawaban ketika peneliti mewawancarainya pada 21 Juli 2007. Yang mana peziarah harus melakukan penghormatan kepada makam yang dikunjungi.kubur adalah adanya pengharapan mendapatkan berkah atau barokah. d. yaitu data yang peneliti temukan dari hasil wawancara bersama Bapak Edi pada hari kamis 5 Juli 2007. Hal yang menarik yang menjadi temuan dalam penelitian ini. . Inikan aneh.

e. menurutnya: “Ziarah menurut saya adalah mendekatkan diri kepada Allah ketika . ziarah kubur merupakan salah satu wasilah untuk taqorrub kepada-Nya”. Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Bapak Muqit (dalam wawancara 21 Juli 2007. Amar (Klebun) yang diwawancarai pada hari kamis. mengharap agar segala hajat maupun cita-citanya terkabul dengan wasilah ahli kubur. seperti memohon kebarokahan dari seorang wali yang dikubur. 20 juli 2006. M. Sadili sebagai seorang kuncen. Wasilah mendekatkan diri kepada Allah Esensi dari kegiatan ziarah kubur adalah menurut masyarakat Aeng Panas adalah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.Pernyataan lain yang peneliti temui pada saat wawancara di lapangan adalah peneliti menemukan pernyataan yang sedikit berbeda dengan pernyatan ketiga responden di atas walaupun ada pernyataan mengingatkan kepada kematian. tetapi diujung pembicaraannya ada yang perkataan. Pernytaan tesebut disampaikan oleh Bpk. yakni penjaga kubur ketika peneliti temui pada tanggal 27 Mei 2007. Menurut beliau bahwa: “… dalam rangka beribadah kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita …. pernyataan tersebut dilontarkan oleh Bpk.

berada dikuburan dengan berusaha atas segala apa yang telah diperbuat semasa hidupnya”. 2. sebagaimana yang diungkapkan oleh Bpk. Motivasi Orang Melakukan Ziarah Kubur Dalam melakukan sesuatu. Jadi unsur terakhir yang menjadi pandangann masyarakat Aeng Panas tentang ziarah kubur adalah sebagai wasilah mendekatkan diri kepada Allah dengan mengingat kematian. mendo’akan si ahli kubur. Arif Syuhdi saat peneliti temui dirumahnya pada tanggal 05 Juli 2007 menurut beliau ziarah kubur dilatar belakangi oleh adanya motivasi seperti dalam rangka . Begitupun dengan perilaku menziarahi kubur. tentu manusia selalu bersandarkan pada manfaat yang ia peroleh dari apa yang ia kerjakan. dengan harapan mendapakan barokah dengan tujuan ibadah yaitu untuk mengingat kematian dan wasilah mendekatkan diri kepada Allah Swt. Asas manfaat inilah yang seringkali menjadi motivasi seseorang dalam melakukan aktifitasnya. setiap orang yang pergi untuk menziarahi kuburan sudah pasti memiliki motif-motif yang tentunya memiliki nilai manfaat. dapat disimpulkan bahwa ziarah kubur adalah kegiatan mendatangi kuburan. bahwa segala sesuatu pasti akan kembali kepada-Nya. Dari beberapa uraian di atas.

mencari keberkahan. Dalam wawancara ada yang hanya menjawab dengan ringkas . Hal ini disampaikan oleh Anwar (dalam wawancara pada tanggal 9 Agustus 2007). menurutnya: “Semata-mata adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah. berupa pelajaran-pelajaran berharga yang bisa kita ambil dalam kehidupan kita sepereti kita datang ketempat orang mati kita harus berfikir kapan kita akan seperti itu. Karena beliau menyakini bahwa Agung Mahmud sebagai seorang waliyullah. mencari kebarokahan untuk diri sendiri. mengrormati orang yang telah banyak berjasa semasa hidupnya serta bisa menjadi wasilah kepada Allah dengan cara berdo’a disana dengan harapan Allah memberikan apa-apa yang menjadi hajat saya”. istri dan keluarga. apa yang akan kita bawa untuk menjadi bekal nanti di akhirat”. Hal senada juga disampaikan oleh Mutti. Ahmad pada tanggal 10 Agustus 2007. Begitu pula jawaban yang dilontarkan oleh seorang pengunjung Asta Agung Mahmud yaitu Bpk. Ada pula yang dimotivasi hanya karena semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah. yakni: ”mendorong kita agar lebih dekat kepada Allah serta mencari hikmah-hikmah tertentu …. berharap segala hajatnya cepat dikabul oleh Tuhan. menghargai. beliau menyatakan bahwa motivasi ziarah kubur adalah berdo’a.

Edi (wawancara. Ahmad .yaitu untuk mengingat kematian. Kemudian Bapak mahfud (dalam wawancara. Begitu juga dengan Bpk.. Sama halnya dengan yang disampaikan oleh Fauji (dalam wawancara. mengatakan: “Yang menjadi motivasi saya berziarah melakukan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kepada kematian serta mendo'akan orang yang sudah meninggal baik dari keluarganya sendiri maupun orang lain”. cuman sekedar berkirim do’a”. 06 Agustus 2007) “. Seseorang juga mengharuskan dirinya untuk datang berziarah kubur tatkala diterpa kesulitan. Seperti pernyataan dari Ma’mun (10 Agustus 2007).. kalau kita ziarah kesini maka setiap yang kita inginkan akan tercapai dan hati merasa tenang”. Mutti (5 Juli 2007) menyampaikan: “motif saya melakukan ziarah kubur adalah mencari kebarokahan”. 10 Agustus 2007) menyampaikan motivasinya atas dasar: “Tujuan saya datang berziarah kubur kesini adalah seperti yang sudah saya katakan tadi yakni dalam rangka mengingat kematian. Ini diungkap oleh Bpk. katanya. Khusairi dalam wawancara pada tanggal 22 Juli 2007. “Tujuan saya datang berziarah kesini adalah mengingat kematian”. 5 Juli 2007) menurutnya: “Motivasi saya melakukan ziarah kubur adalah tidak lain hanya untuk lebih mengingat bahwa kita semua akan mengalami kematian”.

Pendapat ini juga ditambahakan oleh Bapak Muqit (dalam wawancara. menurutnya: “Sebenarnya beragam alasan kenapa orang melakukan ziarah kubur. Sadili menyampaikan dalam wawancaranya pada tanggal 28 Mei 2007. Bpk. tapi kalau menurut saya pribadi saya berziarah kubur bertujuan untuk mencari ketenangan dan bisa diartikan wasilah kebarokahan”. Dari berbagai pernyataan yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan para penziarah kubur di Asta Agung Mahmud dapat disimpulkan bahwa beragam motivasi para penziarah dalam melakukan ziarah kubur. mencari . ketika saya mengalami kesulitan saya datang untuk ziarah kesini setelah itu Al-hamdulillah sedikit-sedikit kesulitan terasa ringan”. Munir (wawancara. 12 Juli 2007) menyampaikan: “seperti yang sudah saya katakan bahwa saya datang kadinto untuk mencari berkah dengan Agung Mahmud. 21 Juli 2007). berharap hajatnya segera dikabulkan oleh Tuhan. Antaralain: mencari keberkahan. K. beliau menyatakan bahwa: “Ya selain berkirim do’a. mendo’akan ahli kubur.(Karduluk). menurutnya: “karena diyakini masyarakat sebagai seorang wali yang banyak berjasa dikampung ini”. Ada juga alasan mengapa hanya makam Agung Mahmud atau makam Agung Ahmad yang dikunjungi oleh masyarakat.

dalam artian peziarah memiliki kesulitan dalam hidup kemudian berziarah ke makam tersebut. 5 Juli 2007 menyatakan. mengirim do’a buat ahli kubur terutama yang diziarahi dan yang terakhir adalah kita berdo’a kepada Allah untuk pribadi. Menurutnya: Mas. bahwa ketika kita berziarah kekuburan kita harus memiliki wudhu terlebih dahulu sebelum memasuki ke areal kuburan. Hal ini seperti yang telah dituturkan oleh seorang responden yaitu Bpk. 9 Agustus 2007. Yang biasa saya baca ketika berziarah . Ini didukung oleh pernyataan dari Ma’mun Anwar ketika diwawancarai pada tanggal . benetuah (sesepuh) kita yang sudah meninggal atau yang pernah berjasa. mengingat kematian dengan mendatangi kuburan. Mat Munir yang peneliti temui pada hari kamis. para Aulia. pada dasarnya setiap sesuatu pasti ada aturan mainnya atau tata caranya seperti memiliki wudhu. mengucapkan salam ketika masuk area pemakaman. peneliti mendapatkan informasi atau data dari masyarakat Aeng Panas tentang tata cara melakukan ziarah kubur. mencari ketenangan.berdo’a untuk mencari kebarokahan bagi diri sendiri. Tata Cara Ziarah Kubur Dari hasil wawancara yang peneliti laksanakan hampir sebulan lamanya. 3. istri dan keluarga. mengirim do’a kepada Rasulallah. dan juga motivasi permasalahan atau problem peziarah.

. Tahlil”. dan berdo’a. Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. para Nabi. aulia. dan setelah itu berdo’a. Adapunyang lebih terinci seperti pernyataan yang disampaikan oleh Bpk.tentunya ayat-ayat Al-qur’an seperti. tawashul. Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. mengatakan sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. tawashul. 5 Juli 2007. Pernyataan di atas lebih simpel dan mengena seperti yang dikemukakan oleh bpk Edi saat peneliti temui pada hari kamus. Tahlil dan do’ado’a. surat yasin. Pernyataan ini sama halnya dengan yang dikatakan oleh saudara Muti pada tanggal 20 Juli 2007. Yang jelas seperti yang biasa saya lakukan adalah ketika baru sampai ketempat pemakaman tidak lupa mengucapkan salam. Ma’mun(Pesisir) 10 Agustus 2007 Salam. tahlil dan lain-lain.Mahfud (Nung Malang) dalam wawancara pada tanggal 10 Agustus 2007: “yang biasa saya lakukan cuman berucap Salam. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. yakni yang penting kita suci dan tidak salah niat. Jawaban singkat juga disampaikan oleh Mas.

(wawancara Bpk. Insya Allah segala kebutuhan kita akan cepat terkabul”. pernyataan yang disampaikan oleh Bpk. Pendatang: beliau mengatakan para penziarah yang datang ketempat tersebut banyak sekali sampai –sampai beliau lupa yang jelas dari jawa juga ada yang datang dengan rombongan bahkan ada juga yang sendi-sendiri atau . menurutnya: “kalau pengen cepet teka hajat. Ada. baca Al-qur’an dan lain-lain”. mengirim Al-Fatihah kepada Rasul.Munir ketika diwawancarai pada tanggal 12 Juli 2007.ahli kubur dan untuk kita sendiri. Dan yang menjadi temuan dalam penelitian ini adalah pertama. bisa tahlil. Mengenai bacaan-bacaan apa saja yang dibaca ketika berziarah kubur. Al-Ikhlas. Kedua pernyataan dari K Sadili (wawancara. Tawashul. Fauji (Nung Malang) 06 Agustus 2007. bahwa: Tahlil dan ayat –ayat Al-Qur'an. responden menjawab Tahlil. 28 Mei 2007). Mengenai bacaan lainnya juga beliau menyambungkan ucapannya: “terserah sampean. Al-Fatihah.Tahlil dan kalau waktu memungkinkan saya membaca Yasin. Al-Falak. para ulama dan dan orang tua kita.kepada ahli kubur lalu berdoa dengan cara mengirim Al-Fatihah buat Rasulullah. serta ayatayat Al-qur’an. pertama saya mengucapkan salam ketika baru masuk ke lingkungan makam. harus baca surat Al-Ikhlas 1000x. AN-nas. Ahmad 10 Agustus 2007).

… sebelum Agung Mahmud wafat beliau pernah berwasiat "Siapa yang berziarah kemakam ku 1000x membaca surat Al-Ikhlas. keempat. yaitu: “Bacaan yang harus dibaca oleh para peziarah ketika berziarah ke makam Agung Mahmud yaitu surat Al-Ikhlas 1000x. Al-Ikhlas. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. para Nabi. sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu. aulia. kalau hajatnya tidak terkabul. ketiga. kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. ANnas.yang paling unik lagi sampai ada yang tidur disana untuk beberapa lama atau kalau dalam istilah sana (tirakat) Kemudian lanjutnya masih dalam wawancara yang sama berbeda jam. C. membaca Al-Fatihah. Diskusi Hasil Penelitian . keenam. ditutup dengan do’a. Al-Falak. maka cabut batu nisan saya dan buang ke tase (laut)”. tawasul. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. kedua.Tahlil dan Yasin. kelima. Dari pernyataan-pernyataan di atas. dapatlah disimpulkan bahwa tata cara berziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah pertama.

Hal ini dipandang perlu untuk membuktikan atau memverivikasi antara data hasil penelitian dengan teori yang peneliti gunakan sebagai landasan teori dan juga ingin mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap halhal yang berkaitan dengan ziarah kubur secara umum. Setelah data terkumpul dan diorganisasikan maka pada tahap ini semua data yang diperoleh peneliti simpulkan sebagai berikut: 1. . mendo’akan si ahli kubur. dengan harapan mendapakan barokah dengan tujuan ibadah yaitu untuk mengingat kematian dan wasilah mendekatkan diri kepada Allah Swt. Persepsi Ziarah Kubur Persepsi ziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas yang peneliti wawancarai adalah yakni pekerjaan seseorang mengunjungi kuburan dalam rangka mendo'akan orang yang telah meninggal serta mengambil hikmah yang terjadi ketika kita ditanah kubur seperti mengingatkan kita akan nasib kita dikemudian hari.Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan salah seorang penziarah serta dari data yang diperoleh hasil observasi maka rasanya perlu bagi peneliti untuk mendiskusikan hasil penelitian ini dengan landasan teori pada Bab II. karena kita semua akan mengalami yang namanya kematian. Atau dengan kata lain bahwa ziarah kubur adalah kegiatan mendatangi kuburan.

maka adanya suatu persamaan antara teori dan hasil wawancara. 2.Kemudian apabila hasil tersebut kita diskusikan dengan teori yang peneliti jadikan sebagai suatu landasan teori yang ada di bab II. yang menjadi motif melakukan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kepada kematian serta mendo'akan orang yang sudah meninggal baik dari keluarganya sendiri maupun orang lain dengan membaca Yasin dan Tahlil. Hal ini juga dikemukakan oleh saudara Khusairi seorang mahasiswa IDIA saat ditemui di kampus pada hari Minggu.Sadili beliau mengatakan bahwa motivasi beliau dalam berziarah kubur adalah mencari barokah dari ahli kubur sehingga segala yang dihajatkannya bisa cepat dikabul. 22 Juli 2007. Motif-motif Orang Melakukan Ziarah kubur Yang menjadi motif para penziarah masyarakat Aeng Panas pada dasarnya tidak jauh berbeda seperti yang dinyatakan oleh Bpk. adalah dalam rangka mengingatkan sesungguhnya kita semua akan mengalami hal yang sama yaitu kematian. . kemudian perbedaan hanya terletak pada pengertian maupun pengungkapannya saja karena mungkin dipengaruhi oleh tingkat pendidikan responden yang peneliti wawancarai. Dari temuan data yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan responden yaitu Bpk.Edi.

Pernyataan yang peneliti peroleh dari hasil wawancara dengan salah seorang penziarah adalah: Pada saat berziarah ke kuburan sebaiknya mengikuti tata cara yang baik agar mendatangkan hikmah bagi yang berziarah maupun yang diziarahi karena mengerjakan sesuatu tanpa tahu bagaimana kita bekerja mulai dari memulainya hingga akhirnya. yaitu akhirat dan segala seluk beluknya. 3. Tata Cara Ziarah Kubur Kemudian pada permasalahan terakhir peneliti mengambil permasalahan seputar tata cara pelaksanaan ziarah kubur. yakni: untuk mengingatkan segala yang serba ghaib. Dilarang dalam menziarahi perkuburan ini ialah meminta sesuatu hajat kepada yang mati itu atau memujanya seperti pemujaan terhadap berhala.Hal ini senada kalau kita sesuaikan dengan teori yang ada di landasan teori bahwa sebenarnya adalah dari aspek manfaat seperti mengingatkan kita kepada kematian. maka tidak akan mendapatkan hasil yang . termasuk perkara maut dan untuk mendo'akan kepada yang telah meninggal mendahului kita tentunya dimulai dengan niat yang benar dan hati yang ikhlas semata-mata karena Allah swt. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Hasyim (1978:115) bahwa pada garis besarnya faidah ziarah kubur ialah ada dua.

kedua. kemudian kita mengucapkan salam penghormatan.diharapkan. dapatlah disimpulkan bahwa tata cara berziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah pertama. para Nabi. Agung Ahmad karena mereka menhormati dan meyakini sebagai seorang waliyullah. aulia. Masyarakat Aeng Panas pada umumnya dan para peziarah pada khususnya menghormati sekali orang –orang yang ketika masa hidupnya banyak berjasa seperti halnya mereka menhormati Agung Mahmud. begitu pula makam-makam yang dianggap keramat oleh masyarakat atau anggota yang biasa ziarah kubur. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu. Kelemahan dari pendapat orang ini adalah menerangkan prakteknyadan kurang mejabarkan secara rinci. Dari pernyataan-pernyataan di atas. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. Seperti halnya diungkapkan oleh Godam tentang adab dalam berziarah kubur yang sesuai menurut Islam harus berperilaku sopan dan ramah ketika mendatangi areal pemakaman. seperti mengucapkan salam terlebih dahulu ketika hendak memasuki area kuburan dan tentunya kita harus memiliki wudhu terlebih dahulu. keempat. . ketiga.

Al-Ikhlas. Persepsi Ziarah Kubur . BAB V PENUTUP A.Tahlil dan Yasin.tawasul. membaca Al-Fatihah. Al-Falak. Kesimpulan 1. ditutup dengan do’a. ANnas. keenam. kelima.

berdo’a untuk mencari kebarokahan bagi diri sendiri. mendo’akan ahli kubur.Dari beberapa uraian di atas. para Nabi. dalam artian peziarah memiliki kesulitan dalam hidup kemudian berziarah ke makam tersebut. leluhur kita dan yang terakhir . Motivasi Ziarah Kubur Para penziarah kubur di Asta Agung Mahmud dapat disimpulkan bahwa beragam motivasi para penziarah dalam melakukan ziarah kubur. aulia. dapat disimpulkan bahwa ziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah kegiatan mendatangi kuburan. kedua. kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. dengan harapan mendapakan barokah dengan tujuan ibadah yaitu untuk mengingat kematian dan wasilah mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan juga motivasi permasalahan atau problem peziarah. ketiga. berharap hajatnya segera dikabulkan oleh Tuhan. sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu. 2. Tata Cara Ziarah Kubur Tata cara berziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah pertama. mengingat kematian dengan mendatangi kuburan. istri dan keluarga. mendo’akan si ahli kubur. 3. mencari ketenangan. Antaralain: mencari keberkahan.

Tahlil dan Yasin. Saran Berdasarkan penelitian ini. keenam. ditutup dengan do’a.mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. membaca Al-Fatihah. B. tawasul. hal tersebut mungkin disebabkan karena kurang maksimalnya pengetahuan penulis atau bisa jadi banyak kelalaian dan keseriusan penulis dalam proses pembelajaran di awal-awal perkuliahan. Oleh karena itu penulis berharap bagi semua mahasiswa ataupun pihak-pihak yang hendak melaksanakan penelitian agar lebih meningkatkan keseriusan dalam proses pembelajaran sebelumnya dengan cara banyak membaca. ANnas. Dalam judul “Persespi Masyarakat Terhadap Ziarah Kubur” permasalahan yang penulis angkat hanya terbatas dalam bagaimana persepsi Masyarakat terhadap ziarah kubur. kelima. Al-Falak. adalah sebagai berikut: 1. Diantaranya saran penulis. motivasi orang . 2. maka penulis akan membuat sara-saran yang hendaknya menjadi perhatian bagi peneliti selanjutnya. penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan terutama dalam menguasai hal-hal yang penting didalamnya. keempat. Dalam penelitian ini. Al-Ikhlas.

Oleh Karena itu peneliti sarankan bagi penelitian selanjutnya untuk lebih diperluas dalam memakai pendekatan yang menggunakan observasi berperan serta sambil mengumpulkan data.melakukan rutinitas ziarah kubur dan bagaimana tata cara melakukan ziarah kubur. bagi peneliti selanjutnya penulis sarankan agar lebih memperdalam fokus-fokus permasalahan yang lebih menarik.Padahal. 3. Tunggul Angin. masih banyak Asta atau Makam yang dikeramatkan terutama oleh masyarakat Aeng Panas seperti. Mambang. seperti mencari akar masalah yang menyebabkan munculnya ziarah kubur atau mencari potensi ekonomi yang menguntungkan dalam pelestarian dan pengembangan lokasi ziarah menjadi lokasi wisata ziarah kubur. Oleh karena itu. Lanceng. Oneng. Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Kriya. penulis hanya meneliti satu tempat saja yakni Asta Agung Mahmud dan Agung Ahmad yang berlokasi di Dusun Pesisir Desa Aeng Panas. Dalam penelitian ini. dalam rangka mendapatkan hasil penelitian yang lebih akurat. Dalam hal ini penulis hanya melakukan penelitian dengan observasi tidak langsung karena berbagai faktor. DAFTAR PUSTAKA . Dul Jaya.

Kuburan Agung. Mamduh.google/Tata Cara Ziarah Kubur. 2006. Hadiah Pahala dan Mengajar Orang Mati. Abbas. Jakarta: Darul Haq. Problematika Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Persepsi Mahasiswa IDIA Prenduan.net/forums/index php? showtopic=20479 Dhofir. Abdul Aziz bin Abdullah.Ali. 1999. Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. as-Sunnah dan Pemahaman Salafus Shalih. 2006. I'tiqad Ahlussunnah Wal-Jama'ah. Tth. Hamid Al-Humaidi. 2000. Abdullah. Alhamdani.1997. Cara Mudah Memahami Aqidah sesuai al-Qur'an. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Nusa Indah. Subagja. al-Buhairi. 2007._______________. Tawassul. Hasan Bashori. Jakarta: Balai Penerbit Pustaka Tarbijah. Al-Ma'rif. Risalah Djanaiz. 22 Juni 1999. Jakarta: PT Bina Ilmu. Terjemahan oleh Abdul Rosyad Shiddiq. Komposisi. Fadillah. http://www.ittutor. Jakarta: Balai Pustaka. Sumenep: Iman Bela. 2007. UNMUH Surakarta. 4. Terjemahan oleh A. Pengantar Metodologi Riset.T. Keramat Syekh Abdul Muhyi Pamijahan.com/journal/item/13 Faisol. 16/08/2006. Sumenep: Al-Amien Printing Farhan. Achmad.com Hasyim. Mahmud. http://kumincir. Riset: Tradisi Pementasan Wayang Topeng Dalam Rangka Sedekah Bumi Dan Dampaknya Bagi Masyarakat (Studi Kasus Di Dukuh Kedung Panjang Desa Soneyan. Reflektika Vol. Bandung: P. Godam. 2003. 1984. Bandung: Remaja Rosda Karya. Model-model Pembelajaran di Pesantren. Al-Jibrin. Jakarta: Pustaka at-Tazkia Al-Jufri.multiply. Koentjaraningrat. Menyingkap Fenomena Ketergantungan Kepada Para Wali. Umar. Tangerang: . 2005. 1969. 1978. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jawa Tengah). Syarqawi. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Keraf Gorys. dkk. Tasik Malaya: ritual keagamaan dan prospeknya bagi pengembangan pariwisata. Abdillah http://www. 1381 H. Bid'ah-Bid'ah Kubur. 2006. Siradjuddin.

Triningsih. Jalaluddin Dr. Bandung: Remaja Rosda Karya. Shalih. . Jakarta: PT.. 2000. 1999. Jakarta: Yayasan Al-Sofwa.com Sardiman. http://www. Yogyakarta: Andi Ofset. Alex. Lexy. Terjemahan oleh Ainul Haris Dkk. Bandung. Moleong. 2003. Rahmat. 2000. Sobur. Pustaka Setia. Kitab Tauhid 3.net/pkmi_award Walgito. Psikologi Umum.Media Nusantara. Raja Grafindo Persada. 1981. Bimo. Motivasi dan Interaksi Belajar Mengajar. http://www.pkm. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Metodologi Penelitian Kualitatif. Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional. 2002. 2005. dkk.google/Ziarah Kubur.. Pengantar Psikologi Umum.dikti. 2006. J. Mulder. Niels. 1981.

menurut panjenengan barusan Ziarah Kubur adalah salah satu cara mendekati kepada Allah terus selain ziarah kubur apalagi? Informan:Ya. Peneliti: Apakah Bapak bisa menjelaskan sejarah tentang ziarah kubur? Informan: Insya Allah. ataupun dzikir. dalam rangka berinadah kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita hingga berada seperti sekarang dan mengingatkan kita bahwa semua makhluk akan mengakami suatu kematian.LAMPIRAN WAWANCARA(1) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : M Amar (Klebun) : Kamis.00-11.shalat malam.00 : Kediaman Aeng Panas Instrumen Wawancara Peneliti: Bagaimana pandangan saudara tentang ziarah kubur?[1] Informan: Ziarah kibur menurut pandangan saya adalah suatu perbuatan dalam rangka mengerjakan suatu kebaikan mendatangi area pemakaman. Ziarah kubur merupakan salah satu wasilah untuk taqorrub kepada Allah. pada intinya kita berusaha mendekatkan diri setiap saat bisa dengan cara shodaqoh. Peneliti: Bapak. kita ingat dalam sebuah hadist bahwa Rasulallah pernah bersabda tentang pelarangan dan pembolehan melakukan . 9 Agustus 2007 : 09.

Peneliti: Kenapa sampai dilarang? Informan: Karena pada waktu Rasulallah itu masih di mekkah baru-barunya Islam datang sedangkan kuburan pada bahkan umumnya sampai kaum jahiliyah menyembah berhala-berhala dipertuhankan. Peneliti: Kalau boleh tahu. mengrormati orang yang telah banyak berjasa semasa hidupnya serta bisa menjadi wasilah kepada Allah dengan cara berdo’a disana dengan harapan Allah memberikan apa-apa yang menjadi hajat saya. Peneliti: Dengan siapa bapak Klebun perginya? Informan: Setiap pergi saya mengajak teman. menghargai. Apa yang menjadi tujuan atau motivasi panjenengan melakukan aktifitas ziarah kubur? Informan: Semata-mata adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi baru setelah rasulallah hijrah ke Madinah ziarah kubur diperbolehkan bahkan dianjurkan. Peneliti: Kapan melakukannya? Informan: Saya menziarahi makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad rutin setiap hari tapi kalau jamnya tidak pasti. Peneliti: Bapak Klebun. makam siapa saja yang panjenengan ziarahi? Informan: Makam orang-orang sholeh diantaranya Makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad. keluarga bahkan saya pernah .ziarah kubur.

para aulia. mengirim do’a buat ahli kubur terutama yang diziarahi dan yang terakhir adalah kita berdo’a kepada Allah . benetuah (sesepuh) kita yang sudah meninggal atau yang pernah berjasa. Peneliti: Pernahkah bapak mengalami pengalaman ketika berada di area pemakaman seperti.pernah juga melihat sekumpulan semut. dan pernah juga dalam satu waktu mendengar suara Jaran (Kuda). Bahkan saya pernah berkata dalam hati ke Agung Mahmud. Peneliti: Bapak. mengucapkan salam ketika masuk area pemakaman. Peneliti: Apakah ketika itu terjadi bapak merasa ketakutan? Informan: Yah biasalah Mas. melihat hal-hal yang ghoib atau kebanyakan orang mengatakan hantu (makhluk halus)? Informan: Pernah.tapi wujudnya setelah dicari ternyata tidak ada.pergi sendirian. mengirim do’a kepada Rasulallah. ketika itu saya bersama teman saya sedang mengaji di makam Agung Mahmud tiba-tiba saya melihat seekor ular di atas Asta beliau. pada dasarnya setiap sesuatu pasti ada aturan mainnya atau tata caranya seperti memiliki wudhu. Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang harus kita lakukan? Informan: Mas. namanya manusia tapi saya berusaha agar tidak mengganggu konsentrasi ketika berziarah kubur. saya akan sering datang kesini asalkan tidak ada yang menggangu.

WAWANCARA (2) Subjek Penelitian : Bpk. surat yasin. tahlil dan lain-lain. 10 Agustus 2007 .untuk pribadi. Peneliti: Apa yang biasa bapak baca ketika berziarah? Informan: Yang biasa saya baca ketika berziarah tentunya ayat-ayat Alqur’an seperti. Ma’mun(Pesisir) Hari/Tanggal : Jum’at.

45 : Asta Mahmud Agung Instrumen Wawancara Peneliti: Apakah panjenengan sering ziarah kadinto (bahasa Madura yang artinyaa.00-07. belum pernah Peneliti: Bagaimana menurut panjenengan artena (artinya) ziarah kubur? Informan: Tawashul. Peneliti: Kalau malam-malam dremah ( bagaimana)? Informan: Seingat saya kalau malam. [1] Peneliti: Apa tujuan atau motivasi bapak datang ziarah kubur? Informan: Tujuan saya datang berziarah kesini adalah mengingat kematian Peneliti: Makam siapa saja yang bapak ziarahi? Informan: Makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad Peneliti: Apakah ada tata cara khusus yang mesti kita lakukan ketika berziarah.kesini)? Informan: oh yah! Kauleh (saya) segut dateng kadinto Peneliti: Kapan waktunya? Informan: kalau waktunya setiap hari jum’at pagi. kalau ada seperti apa itu? Informan: Salam. dan berdo’a Peneliti: Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang harus kita patuhi? Peneliti: Apa yang biasa saudara baca ketika berziarah kubur? .Waktu Tempat : 07. mendo’akan orang mati. tawashul. berharap dapat barokah.

WAWANCARA (3) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : Mas. atau barangkali pernah melihat seperti di Televisi? Informan: Saya belum pernah melihatnya Cuma kadang merasa tenang. Tahlil dan do’a-do’a Peneliti: Pengalaman apa yang bapak peroleh ketika ziarah kubur.00-07.45.00 : Asta Mahmud Agung .Informan: Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin.Mahfud (Nung Malang) : Jum’at. 10 Agustus 2007 : 07.

apa sih arti ziarah kubur itu? Informan: Kalau menurut saya ziarah kubur adalah mendatangi asta dan berdo’a disana.Instrumen Wawancara Peneliti: Apakah sampean sering ziarah kubur yang kesini? Informan: Kalau setiap hari sih ngga cuman saya rutin datang kesini setiap Jum’at saja. mendo’akan orang mati. Peneliti: Apa tujuan atau motivasi sampean datang ziarah kubur kesini? Informan: Tujuan saya datang berziarah kubur kesini adalah seperti yang sudah saya katakan tadi yakni dalam rangka mengingat kematian. Peneliti: Apakah orang yang sudah mati bisa memberikan barokah buat kita? Informan: Kalau langsung sih ngga bisa mas. Peneliti: Menurut sampean. cuman pada intinya kita meminta pertolongan kepada Allah dengan cara datang ke asta orang yang kita anggap dekat dengan Allah. Peneliti: Asta siapa saja yang sampean ziarahi? Informan: Asta Agung Mahmud dan Agung Ahmad. . Peneliti: Artinya? Informan: Ya saya tawashul. berharap dapat barokah.

Tahlil. tawashul. kalau kita ziarah kesini maka setiap yang kita inginkan akan tercapai dan hati merasa tenang. kalau ada seperti apa itu? Informan: Yang biasa saya lakukan cuman berucap Salam. Peneliti: Apa yang biasa sampean baca ketika berziarah kubur? Informan: Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. Peneliti: Barang kali ada kelebihan-kelebihan yang khusus di Makam/asta Agung Mahmud ini? Informan: Katanya. Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud makam keramat? Informan: Makam orang berilmu semasa hidupnya Peneliti: Ilmu seperti apa mas? . kadang saya juga ziarah ke makam keluarga. dan setelah itu berdo’a.Peneliti: kalau menurut sampean apakah ada tata cara khusus yang mesti sampean atau kita lakukan datang ketempat ini. Peneliti: Apakah hanya makam-makam tertentu yang biasa sampean kunjungi? Informan: Tidak mesti.

05 : Asta Agung Mahmud . WAWANCARA (4) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : Bpk. 10 Agustus 2007 : 08.Ahmad (Karduluk) : Jum’at. kejantanan dan lain-lain.Informan: Bisa ilmu agama atau bisa ilmu kekuatan. seperti. kekebalan.

Peneliti: Kapan saja bapak ziarah kemakam sini? Informan: Saya berziarah kemakam Agung Mahmud setiap jum’at pagi Informan: Bersama siapa bapak ziarah ke sini? Informan: Istri Peneliti: Apa arti ziarah kubur menurut Bapak? Informan: Ziarah kubur menurut saya adalah berdo’a. serta ayat-ayat Al-qur’an. mengirim Al-Fatihah kepada Rasul. [1] Peneliti: Makam siapa saja yang biasa bapak kunjungi? Informan: Orang sholeh Peneliti: Apa yang biasa baca ketika berziarah kubur? Informan: Tahlil. Peneliti: Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang mesti dikerjakan? Informan: Ada. .ahli kubur dan untuk kita sendiri. ketika saya mengalami kesulitan saya datang untuk ziarah kesini setelah itu Al-hamdulillah sedikit-sedikit kesulitan terasa ringan. mencari kebarokahan untuk diri sendiri istri dan keluarga. pertama saya mengucapkan salam ketika baru masuk ke lingkungan makam. Tawashul. Peneliti: Barang kali ada tujuan tertentu bapak datang ke makam Agung Mahmud ini? Informan: Ya selain berkirim do’a.

WAWANCARA (5) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : Fauji (Nung Malang) : Senin.10-21. 06 Agustus 2007 : 21.40 : Kediaman .

pernah nggak sampean berziarah kubur? Informan: Kalau ditanya pernah. Al-Ikhlas. AN-nas.dan pernah juga saya berangkat sendirian Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud ziarah kubur ? Informan: Ziarah kubur menurut saya adalah cuman sekedar berkirim do’a Peneliti: Apa nggak ada tujuan lain mas? Informan: Ya Paling cuma itu saja mas. Peneliti: Menurut sampean Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang mesti kita lakukan? Informan: Yang jelas seperti yang biasa saya lakukan adalah ketika baru sampai ketempat pemakaman tidak lupa mengucapkan salam. Al-Falak.Tahlil dan kalau waktu memungkinkan saya membaca Yasin. kepada ahli kubur lalu berdoa dengan cara mengirim Al-Fatihah buat Rasulullah. tentu pernah mas! Peneliti: Kemana saja sampean ziarah kubur? Informan: Selain kemakam keluarga. Informan: Bersama siapa sampean melakukannya? Informan: Kadanga dengan teman.Peneliti: Mas. Peneliti: Apa yang biasa sampean baca ketika berziarah kubur? Informan: Al-Fatihah. saya juga berziarah kemakam Agung Mahmud setiap jum’at pagi. Peneliti: Barang kali sampean pernah menemukan kejadian-kejadian aneh . para ulama dan dan orang tua kita.

ketika berziarah kubur ? Informan: Pernah ada kejadian yang unik dan mengherankan yaitu saya pernah bertemu dengan seorang gadis yang dibodohi oleh seorang dukun disuruh telanjang. karena saya kasihan hingga akhirnya wanita tersebut saya tolongin dan akhirnya kami ngobrol di sebuah pos wanita itu menceritakan kejadian yang sebenarnya bahwa pada mulanya suami nya berselingkuh lalu wanita itu pergi minta tolong keseorang dukun dan dijanjikan akan membantunya tetapi ternyata dukun tersebut malah seorang dukun bejat yang hendak memanfaatkan pasiennya.45 : Kediaman . 11 Agustus 2007 : 18. WAWANCARA (6) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat Wawancara : Mutti (Pesisir) : Sabtu. memeluk kuburan dan ketika mau disetubuhi perempuan itu mungkin sadar akhirnya wanita tersebut berhasil kabur dan bertemu dengan saya.

Peneliti: Apa yang menjadi motivasi saudara mengerjakan ziarah kubur? Informan: Mendorong kita agar lebih dekat kepada Allah serta mencari hikmah-hikmah tertentu.Peneliti: Bagaimana pandangan saudara terhadap ziarah kubur? Informan: Menurut saya ziarah kubur adalah berkunjung kekuburan keluarga atau yang lain untuk lebih mengingatkan kita kepada kematian. Peneliti: Dengan siapa saudara biasa pergi untuk ziarah kubur? Informan: tidak pasti mas. makam Wali Songo. Peneliti: Berbicara tentang hikmah. yang jelas sendiri pernah.dan dengan keluargapun saya pernah. Sunan Ampel kadang hampir setiap bulan sekali . Makam Syekhona Kholil Bangkalan Penelitio: Kalau ziarah ke Agung Mahmud bagaimana? Informan : Terus terang kalau ke Agung Mahmud. Peneliti: Makam siapa saja yang pernah saudara ziarahi? Informan: Yang jelas tentunya makam keluarga. saya jarang tapi kalau mengirim do’a setiap habis sholat insya Allah tudak pernah lupa. apa yang akan kita bawa untuk menjadi bekal nanti di akhirat. . apa sih yang dimaksud dan seperti apa itu? Informan: Yang jelas berupa pelajaran-pelajaran berharga yang bisa kita ambil dalam kehidupan kita sepereti kita datang ketempat orang mati kita harus berfikir kapan kita akan seperti itu.

Peneliti: Kalau yang biasa sampean baca? Informan: Yasin. Wawancara (7) Subjek Penelitian : K. uluk salam dan setelah itu menbaca do’a. Peneliti: Menurut sampean.00 Tempat : Asta Agung Mahmud Peneliti: Kakek kerja Apa disini? .Peneliti: Menurut sampean Apakah dalam ziarah kubur ada tata caranya? Informan: Yang pasti kita harus punya wudhu (suci). apa yang dimaksid dengan makam keramat? Informan: Yang dinamakan makam keramat adalah makam yang banyak dikunjungi orang untuk diziarahi Peneliti: Kalau alasan suatu makam dikeramatkan? Informan: Ya mungkin semasa hidupnya beliau terkenal baik. Peneliti: Pernahkah sampean mengalami kejadian aneh ketika ziarah kubur? Informan: Kalau seingat saya.Sadili Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 17. Al-Ikhlas dan Al-Falak. izin kepada penjaga kubur(kuncen). dulu ketika masih kecil saya diajak oleh bapak saya berziarah kubur kemakam Asta Tinggi. sering membantu orang dalam kesusahan.00-18. waktu itu saya mendengar suara-suara binatang dan anehnya cuman saya saja yang mendengarnya.atau dalam artian sholeh bahkan dikenal sebagai seorang waliyullah.

tentunya daerah madura itu sendiri. Peneliti: Kapan saja dan siapa saja pengunjung rame? Informan: Hampir setiap hari ada saja yang melakukan ziarah kubur terutama pada malam Jum'at manis dari berbagai daerah dari mulai Basuki.Informan: Kuncen Peneliti:Makam siapa saja yang biasa dikunjungi? Informan: Makam yang sering di kunjungi adalah bernama Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Peneliti: Kenapa Agung Mahmud dan Agung Ahmad? Informan: Karena diyakini masyarakat sebagai seorang wali yang banyak berjasa dikampung ini. Pendatang: beliau mengatakan para penziarah yang datang ketempat tersebut banyak sekali sampai –sampai beliau lupa yang jelas dari jawa juga ada yang datang dengan rombongan bahkan ada juga yang sendi-sendiri atau yang paling unik lagi sampai ada yang tidur disana untuk beberapa lama atau kalau dalam istilah sana (tirakat) . Peneliti: Apa yang harus dibaca ketika ziarah kubur? Informan: Tahlil dan ayat–ayat Al-Qur'an. Peneliti: Menurut Panjenengan apa arti ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur menurut adalah berdo'a dan berharap mendapatkan keberkahan dari Allah. Bondowoso atau jember. Banyuwangi.

bahkan sering apalagi pada malam jum'at manis atau kata .40 Tempat : Kediaman Pertanyaan: Peneliti: Apakah saudara pernah melakukan ziarah kubur? Informan:Pernah.Su’ud Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : 21.Wawancara (8) Subjek Penelitian : Ust.00-21.

orang jawa disebut kliwon. Yang dibaca: beliau ketika berzirah kubur kesana biasa membaca ayat-ayat Al qur'an dan Tahlil Peneliti: Apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah sesuatu perbuatan mendatangi tempat pamakaman dengan maksud tertentu yang pasti mengingatkan kepada kematian dan mencari keberkatan. Peneliti: Siapa saja orang atau dari mana saja penziarah Makam Agung Mahmud? Informan: Sepengetahuan saya para pendatang yang melakukan kegiatan ritual keagamaan berupa ziarah kubur dimakam Agung Mahmud bukan hanya dari madura bahkan sampai luar Madurapun ada. bahkan kadangkala para penziarah sebelum pergi ke Asta Syeh Yusuf di Talango mereka mampir terlebih dahulu di makamnya Agung Mahmud. Perlu sampean ketahui bahwa Bpk.Klebun Desa ini (Ma'mun Amar) dipastikan sering melakukan ziarah kubur kemakam Agung Mahmud atau Agung Ahmad .

Sadili Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : 22.00-23.WAWANCARA (9) Subjek Penelitian : K.15 Tempat : Asta Agung Mahmud Pertanyaan: Peneliti: Apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur yaitu mengunjungi areal pekuburan dengan tujuan atau motif mengingat kepada kematian dan mencari berkah dari .

Peneliti:Apa yang harus dibaca ketika ziarah kesini? Informan: Bacaan yang harus dibaca oleh para peziarah ketika berziarah ke makam Agung Mahmud yaitu surat Al-Ikhlas 1000x. Waktu: setiap hari dan yang paling rame para peziarah yakni pada malam jum'at manis. maka cabut batu nisan saya dan buang ke tase (laut)”. Peneliti: Siapa saja orang atau dari mana saja penziarah Makam Agung Mahmud? Informan:Banyak sekali pendatang mulai dari masyarakat sekitar pemakaman sampai dari luar jawa. kalau hajatnya tidak terkabul. Peneliti: Kenapa harus Surat Al-Ikhlas? Informan: Konon konon sebelum Agung Mahmud wafat beliau pernah berwasiat "Siapa yang berziarah kemakam ku 1000x membaca surat Al-Ikhlas.Allah lewat Agung Mahmud Karena beliau meyakini sebagai seorang wali. .

yang sholeh semasa hidupnya. Edi Hari/Tanggal : Kamis. 5 Juli 2007 Waktu : Jam 14.WAWANCARA (10) Subjek Penelitian : Bpk.30-15-10 Tempat : Depan Rumah beliau Pertanyaan: Peneliti: Bagaimana menurut pendapat bapak tentang ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah mengingat kematian dan mencari barokah lewat orang yang mati. Peneliti: Kapan saja bap[ak melakukan ziarah kubur? .

Informan: Saya biasa ziarah kemakam agung mahmud dan Agung Ahmad satu minggu sekali.Arif Syuhdi Hari/Tanggal : Kamis. WAWANCARA (11) Subjek Penelitian : Bpk.05-11. Peneliti: Apakah ada tata cara yang biasa bapak lakukan? Informan:Tata cara berziarah menurut beliau adalah yang penting kita suci. Peneliti: Apas yang bias abaca ketika ziarah kubur? Informan: Yang di baca surat yasin. Peneliti: Apa yang menjadi alasan saudara melakukan ziarah kubur? Informan: Alasan saya melakukan ziarah kubur adalah karena Agung Mahmud dianggap sebagai seorang wali yang dekat dengan Tuhan .5 Juli 2007 Waktu/ : 10.dan tidak salah niat.30 Tempat : Kediaman Pertanyaan Peneliti: Menurut bapak apa yang dimaksud ziarah kubur? Informan: Menurut saya ziarah kubur adalah untuk mencari barokah. Peneliti: Apakah yang memotivasi bapak melaksanakan ziarah kubur? Informan: Motivasi saya melakukan ziarah kubur adalah tidak lain hanya untuk lebih mengingat bahwa kita semua akan mengalami kematian.

07 Tempat : Asta Agung Ahmad Pertanyaan Peneliti: Apakah panjenengan sering dateng/berziarah kubur kadinto(kesini)? Informan: Nggih(yah) sering.12 Juli 2007 Waktu/ : 12. WAWANCARA (12) Subjek Penelitian : Bpk.Munir Hari/Tanggal : Kamis. Peneliti: Kapan bapak berziarah kubur ke Makam Agung Mahmud? Informan: Saya biasa berziarah kubur ke makam Agung Mahmud hampir setiap hari setelah shalat dhuhur kecuali ada halangan yang tidak bisa ditinggalkan seperti acara keluarga taupun sakit. .Peneliti: Bagaimana tata cara ketika berziarah kubur? Informan: yang pasti saya harus memiliki wudhu dalam artian suci. Peneliti: Setiap berapa hari sekali panjenengan dateng kadinto? Informan: Saya dateng/ziarah kubur hampir setiap hari sekaligus tukang bersih-bersih.

Peneliti: Apa yang biasa panjenengan baca? Informan: Kalau pengen cepet teka hajat. harus baca surat Al-Ikhlas 1000x. Insya Allah segala kebutuhan kita akan cepat terkabul.Peneliti: Menurut panjenengan. Peneliti: Kapan waktunya? Informan: Setiap hari. bisa tahlil. Peneliti: selain itu apa poleh (lagi)? Informan: Terserah sampean. Peneliti: Dengan sera (siapa) panjenengan biasa ziarah kubur? Informan: saya sering sendiri . baca Al-qur’an dan lain-lain. Peneliti: Alasan panjenengan datang kadintoh? Informan: Seperti yang sudah saya katakan bahwa saya datang kadinto untuk mencari berkah dengan Agung Mahmud. apa artena(artinya) ziarah kubur? Informan: Mencari barokah dengan berdo’a di agung Mahmud atau Agung Mahmud dan memikirkan nasib dikemudian hari.

Dahlal Hari/Tanggal : Kamis. Peneliti: Sebelumnya pangaporah(minta maaf).27 Tempat : Asta Agung Ahmad Pertanyaan Peneliti: Sera asmana panjenengan? Informan: Dahlal Peneliti: Panjenengan asli kadiinto( saudara asli sini)? Informan: Enggih(yah). Boleh tanya-tanya? Informan: Oh ngga apa-apa .10 Juli 2007 Waktu/ : 21.WAWANCARA (13) Subjek Penelitian : Bpk.

bahwa kita semua akan mengalaminya dan tidak ada yang tahu kapan kita akan menyusul.10 Tempat : Kediaman Wawancara Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah berkunjung kemakam dengan tujuan mengingat kematian. Peneliti: Apa yang menjadi alasan / motif saudara melakukanziarah kubur? Informan: Motif saya melakukan ziarah kubur adalah mencari kebarokahan . WAWANCARA (14) Subjek Penelitian : Mutti Hari/Tanggal : Kamis.5 Juli 2007 Waktu/ : 17.Peneliti: Menurut panjenengan apa artinya ziarah kubur? Informan: Menurut saya ziarah kubur itu adalah untuk mengingat mati dan meminta barokah kepada Allah lewat orang yang dianggap seorang waliyullah.

. Peneliti: Kapan dan dimana hal itu dilakukan? Informan: Kalau tempatnya tidak tentu yang jelas saya rutin mendo’akan beliau setelah melaksanakan Sholat fardu.Peneliti: Apakah dalam berziarah kubur ada tata cara yang harus penziarah lakukan? Informan: kalau saya pribadi sebelum masuk ketanah kuburan kita harus saya uluk salam (mengucapkan salam) terlebih dahulu terus mengirim Al-fatihah kepada Rasulullah. aulia. yang jelas kalau mengirim do’a buat beliau saya sering. Peneliti: Pernahkah sampean berziarah ke makam yang dikeramatkan masyarakat Aeng Panas pada umumnya? Informan: terus terang saya bisa dikatakan ngga pernah. Informan: Kurang tahu juga yah. Peneliti: Kenapa? Padahalkan banyak orang yang berziarah kemakam tersebut. para Nabi. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud.

Peneliti: Menurut sampean bagaimana tata cara ziarah kubur? . 21 Juli 2007 Waktu/ : 16.WAWANCARA (15) Subjek Penelitian : Irwan Hari/Tanggal : Sabtu.10 Tempat : Kediaman Wawancara Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Sebenarnya banyak pendapat tentang mengartikan ziarah kubur tapi menurut saya pribadi ziarah kubur adalah mengingatkan kita kepada kematian Peneliti: Kenapa demikian? Informan: Mungkin disebabkan oleh pengetahuan seseorang.

21 Juli 2007 Waktu/ : Tempat : Asta Agung Mahmud Wawancara Peneliti: Menurut panjenengan apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Ziarah menurut saya adalah mendekatkan diri kepada Allah ketika berada dikuburan dengan berusaha atas segala apa yang telah diperbuat semasa hidupnya.Informan: Adapun tata cara berziarah kubur adalah harus menjaga kebersihan badan dan kesucian diri. WAWANCARA (16) Subjek Penelitian : Bpk. Peneliti: Bagaimana kalau menurut bapak Abbasi ? Informan: Kalau menurut saya ziarah kubur adalah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah dengan mendo'akan ahli kubur tersebut. .Muqit Hari/Tanggal : Sabtu.

Peneliti: Apa yang biasa panjenengan baca? Informan 1: Kalau saya (Muqith) biasa membaca surat Yasin.Farid) alasan kenapa saya berziarah kubur adalah ada yang hanya untuk mengingat kepada kematian. Peneliti: Kenapa Panjenengan sadejeh rela jalan kaki demi sampai ketempat Agung Mahmud? Informan 1: Menurut saya (Bpk.Abbasi) saya menganggap seseorang itu sebagai seorang wali yang dengan mendo'akan beliau kita bisa mendapat limpahan rahmat dan ada juga dengan ziarah kubur ingin dipercepat hasil dari apa-apa yang ia hajatkan. Informan 3: Sebenarnya beragam alasan kenapa orang melakukan ziarah kubur.Abbasi) biasa membaca Tahlil. . Informan 2: Menurut saya (Bpk.Peneliti: Bagaimana kalau menuruit panjenengan (Bpk.Farid)? Informan: Kalau saya mengartikan pencarian barokah. Informan2: Kalau saya tidak pasti (sembarang). tapi kalau menurut saya pribadi saya berziarah kubur bertujuan untuk mencari ketenangan dan bisa diartikan mencari wasilah kebarokahan. Peneliti: Bagaimana Tata caranya berziarah kubur itu? Informan: Yang penting kita harus diperhatikan dalam ziarah kubur adalah kesucian dalam artian memiliki wudhu. Informan 3: kalau saya (Bpk.

kalau kita menengok atau melihat dalam sebuah hadist yang menjelaskan tentang awal mulanya dilarang dengan alasan kekhawatiran Rasulullah perbuatan tersebut bisa menjerumuskan kehal-hal yang berbau syirik sebab kenyataan yang terjadi pada waktu itu keimanan para shahabat .30 : Kediaman Wawancara Peneliti: bisakah bapak klebun memjelaskan sejarah tentang ziarah kubur? Informan: Menurut sepengetahuan saya. 19 Juli 2007 : 19.WAWANCARA (17) Subjek Penelitian : Bpk. Ma’mun Amar Hari/Tanggal Waktu/ Tempat : Jum’at.

. mencium kuburan dan berkata "kalau tidak karena ziarah kesini" WAWANCARA (18) Subjek Penelitian : Khusairi Hari/Tanggal Waktu/ Tempat : Minggu.masih lemah disebabkan mereka baru mengenal Islam. Peneliti: Apakah anda rutin berziarah kubur? Informan: Kalau saya tidak rutin hanya pada hari raya saja.30 : Kampus IDIA Wawancara Peneliti: Bagaimana menurut anda tentang ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur menurut saya adalah kunjungan ke tanah pemakaman dalam rangka mendo'akan sesepuh.sanak pamili. 22Juli 2007 : 19. atau orang yang dianggap berjasa semasa hidupnya. Setelah dirasa keimanan para shohabat cukup rasulallah memperbolehkan bahkan menganjurkan. Peneliti: Kalau menurut panjenengan apa arti ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah salah satu penghormatan kepada ahli kubur yang telah banyak berjasa ketika masa hidupnya dan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah. Peneliti: Apakah dalam ziarah kubur ada penyimpangan ? jelaskan! Informan: Yang jelas tidak sesuai dengan syari’at Islam seperti.

Peneliti: Apa yang menjadi motivasi anda berziarah kubur? Informan: Yang menjadi motivasi saya berziarah melakukan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kepada kematian serta mendo'akan orang yang sudah meninggal baik dari keluarganya sendiri maupun orang lain Peneliti: Ketika anda berziarah, apa yang dibaca? Informan: Saya biasa membaca Al-qur’an, Surat Yasin dan Tahlil. Peneliti: Menurut anda hal-hal apa saja yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam? Informan: Seseorang ketika berziarah kekubur hanya meminta ilmu-ilmu tertentu atau pusaka yang memiliki kekuatan. WAWANCARA (19) Subjek Penelitian : Miftah (Pragaan) Hari/Tanggal Waktu/ Tempat :Jum’at, 8Juli 2007 : 21.11 :

Wawancara Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah mendekatkan diri kepada Allah melalui orangorang kubur disertai membaca ayat-ayat Al-qur'an, secara tidak langsung meminta pertolongan pada orang-orang kubur dengan do'a-do'a suci dan sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Peneliti: Apa yang biasa sampean baca? Informan: Ayat-ayat yang dibaca ketika berziarah adalah Al-

Fatihah,Yasin,dan Al-waqi'ah. Peneliti: Kapan biasa sampean ziarah kubur? Informan: Kalau masalah waktu, tidak tentu mas. Peneliti: Bagaimana tata cara ketika berziarah kubur? Informan: Mengirim Fatihah kepada Rasul, penghuni kubur, dan buat kita serta keluarga. Peneliti: Hal-hal yang menyimpang dalam berziarah kubur? Informan: Pokoknya semua yang dilarang oleh agama seperti merusak kuburan, tidak sopan Peneliti: Menurut sampean bolehkah penziarah memeluk kuburan sambil menangis? Informan: Boleh saja meluk sambil menangis dikuburan asal tidak menduakan. dan meminta pertolongan dengan niat yang tidak baik (minta kaya).

Catatan Lapangan
Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. : 001 Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 17.00-18.00 Disusun Jam : Jam 24.10 Tempat : Aeng Panas Subjek Penelitian (Bagian Deskriptif) Kebersihan kuburan Hari senin, 28 Mei 2007. Saya melakukan survei awal ditemani oleh mas Ahmad dari pragaan laok kami sampai di daerah Aeng panas kira-kira jam 17.00 dengan berkendaran sepedah motor milik mas Ahmad setelah mondar mandir kami bertanya kepada sekumpulan anak muda yang baru selesai bermain volli dan untungnya banyak yang kenal, sehingga kami tidak begitu kesulitan mencari makam yang kami tuju bahkan kami diantar ke lokasinya. Untuk sampai ketempat yang kami tuju sekitar 500 m dari jalan raya, hanya saja jalannya sedikit naik ke atas. Setelah kami sampai di pemakaman disana ada seorang kakek kira –kira berusia 60 th sedang membersihkan rumput disekitar area pemakaman. Setelah beliau melihat kedatangan kami beliau langsung menemui dan menyanyakan maksud kedatangan kami dengan ramah dengan bahasa madura yang kental. Kemudian kami berbincang-bincang. (Bagian Reflektif) Ternyata Umur tidak menjadikan beliau alasan untuk berhenti bekerja : K.Sadili (kuncen)

terutama membersihkan area pemakaman dan dengan niat mendapatkan keberkahan beliau rela setiap saat menjaga makam Agung Mahmud.

Catatan Lapangan
Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. : 002 Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 21.00-21.40 Disusun Jam : Jam 24.10 Tempat : Aeng Panas Subjek Penelitian: Ustadz Su’ud. (Bagian deskriptif) Ramai Pengunjung Kujungan kedua kami lakukan malam harinya jam 21.00 kami berangkat ke Aeng Panas dengan tujuan menemui orang-orang yang sekiranya tahu sejarah tentang Agung mahmud kami mencari ust.Su'ud yang bertempat tinggal kira-kira 50 m dari makam. Ketika itu untuk sampai ke rumah beliau kami diantar salah seorang pemuda yang waktu sore bertemu dengan kami dan ternyata masih muridnya ust.Su'ud, jadi kami tidak begitu kesulitan. saat kami tiba di rumah nya jam 21.30 beliau sedang santai sambil nonto Tv setelah basa-basi beliau membahas tentang arah kubur. Dari perbincangan itu, kami dapati beberapa pernyataan tentang ziarah kubur. (Bagian reflektif) Beliau adalah salah satu tokoh masyarakat yang biasa ziarah dan sedikit banyak tahu sekitar rutinitas ziarah kubur Agung Mahmud.

Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. Beliau bernama Bp.Sadili (kuncen).15 Disusun Jam : Jam 24.Sadili asal Aeng Panas Kampung Cece memiliki dua putra yang bertugas sebagai Kuncen makam tersebut selama 30 th sebelum congkop makam Agung mahmud dibuat. .00-23. (Bagian deskriptif) Kesetiaan kuncen Sepulang dari rumah Bp Su'ud kami mampir lagi ke makam Agung Mahmud guna memastikan bahwa kabar hampir setiap hari atau malam pasti ada yang melakukan ziarah kubur di makam Agung Mahmud dan ternyata benar ketika kami datang kelokasi kami menemukan ada seorang kakek kira-kira berusia 70 th karena beliau lupa dg umurnya sendiri.10 Tempat : Asta Agung Mahmud Subjek Penelitian : K. : 003 Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 22. (Bagian reflektif) Beliau walaupun sudah tua tapi masih merasa mampu untuk menjaga serta menbjadi kuncen di makam Agung Mahmud.

(Bagian Reflektif) Kelihatannya beliau alim kerena dari pembicaraannya beliau selalu bersinggungan tentang agama dan terlihat mulutnya mengucapkan kalimahkalimah Tauhid.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. beliau mengenakan kopiah haji dan memakai sarung.5 Juli 2007 Waktu : Jam 14. : 004 Hari/Tanggal : Kamis. .Edi (Bagian Deskriptif) Jalan yang Ramai Setelah dari makam Agung Ahmad aku melihat seorang bapak sedang duduk sendiri di depan tokonya dengan tasbih model baru yang palai pijitan ditangan kanannya setelah itu aku sengaja menyapanya dan dipersilahkan duduk kami ngobrol banyak dari mulai kehidupan beliau yang asli dari gulukguluk.beliau hidup di desa Aeng Panas sekitar tiga tahun.30-15.25 Tempat : Aeng Panas Subjek : Bpk.10 Disusun Jam : Jam 16.

Dari situlah saya bisa menyimpulkan bahwa bapak Arif Syuhdi orang yang baik terlihat dengan sikap mengor mati tamu walaupun kenyataanya sedang sibuk. . beliau pada waktu itu tanpa baju rokok di tangan dan kopi disampingnya beliau termasuk orang yang ramah terbukti ketika aku baru datang beliau langsung berhenti bekerja dan menemui aku kami langsung duduk bersama beliau walaupun aku mempersilahkan beliau untuk melanjutkan pekerjaanya tetapi beliau nggak mau setelah aku mengemukakan beberapa pertanyaan seputar kehidupan beliau. Walaupun saya sudah mempersilahkan beliau untuk melanjutkan pekerjaannya tapi beliau malah memilih menemani saya. ternyata beliau bukan asli orang Aeng Panas tetapi asli dari Karduluk.10-11. (Bagian Reflektif) Walaupun beliau sedang sibuk bekerja tapi ketika melihat saya datang beliau langsung berhenti dan menemui saya. : 005 Hari/Tangga : Kamis.30 Disusun Jam : Jam Tempat : Aeng Panas Subjek : Arif syuhdi (Bagian Deskriptif ) Serius Bekerja Saat ditemui beliau sedang bekerja meble dan istrinya duduk bersama anaknya didepan rumah.5 Juli 2007 Waktu : Jam 10. Akan tetapi beliau mendapatkan istri dari Aeng Panas.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.

: 006 Hari/Tanggal : Kamis. ketika peneliti sedang duduk sendiri ditemani sebatang rokok peneliti dikagetkan oleh kedatangan beliau yang secara tiba-tiba.5 Juli 2007 Waktu : Jam 12.Mat Munir (Bagian Deskriptif) Suasana yang Tenang Peneliti bertemu dengan beliau suasana disana cukup tenang tidak ada seorangpun.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. 00 Disusun : Jam Tempat : Asta Agung Ahmad Subjek : Bpk. beliau kurang memperhatikan kebersihan dirinya. pohon-pohon yang rindang membuat udara terasa sejuk walaupun diluar area pemakaman tersa matahari di atas kepala kita terasa panas. (Bagian reflektif) Beliau orang yang ramah kepada saya dan terlihat rajin dalam menjaga kebersihan walaupun terus terang saja bertolak belakang dengan kebersihan dirinya terbukti setelah saya memperhatikan beliau. .Makam Agung Ahmad kira-kira 100 meter dari jalan raya dan jalannya memakai papling. Beliau orangnya ramah terbukti ketika baru kenalan beliau langsung terbuka mulai dari perkenalan hingga menjawab semua pertanyaan dari peneliti.

kopiah hitam dan tidak ketinggalan celurit ditangannya. Beliau menceritakan pengalamannya selama berada atau sering ziarah kubur kemakam Agung Mahmud. walaupun begitu ternyata beliau orangnya ramah sekali terbukti ketika kita baru kenal dengannya beliau langsung ngajak becanda serta orangnya humoris. : 007 Hari/Tanggal : Kamis. beliau pernah bermimpi melihat Agung Mahmud dengan berpakaian jubah putih sedang mengajar tenaga dalam kepada murid-muridnya. menurut penuturan beliau. Dan pernah suatu saat beliau melihat seekor Macan putih diam disamping makam Agung Mahmud. beliau berkeyakinan bahwa macan pitih itu adalah penjaga Agung Agung Mahmud. (Bagian replektif) .10 Juli 2007 Waktu : Jam 21:00 Disusun Jam : Jam 24:35 Tempat : Asta Agung Mahmud Subjek : Bpk Dahlal (Bagian deskriptif) Macan Putih Ketika saya menemuinya beliau sedang duduk-duduk didepan makam Agung Mahmud mengenakan baju hitam.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.

( Bagian Reflektif) . Setelah saya menanyakan kepadanya tentang pernah tidaknya melaksanakan ziarah kubur kemakam Agung Mahmud atau makam-makam yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat ternyata beliau belum sama sekali padahal beliau asli orang Aeng Panas. Setelah itu saya disuguhi makanan berupa es manis dan berbagai macam jajanan yang disuguhi oleh ibinya. beliau langsung menyanyakan kabar dan kami akhirnya banyak bercerita. setelah beliau selesai melaksanakan sholat. Saat melihat saya beliau langsung mengajak kerumahnya mempersilahkan duduk dulu sementara beliau hendak sholat ashar dulu. : 008 Hari/Tangga : Kamis.5 Juli 2007 Waktu : Jam 17.10 Disusun Jam : Jam Tempat : Aeng Panas Subjek : Muti (Bagian deskriptif) Tergesa-gesa Ketika pergi untuk menemuinya saya disambut oleh ibunya karena pada waktu itu beliau belum datang dari kuliahnya hampir 15 menit saya menunggu dan ketika saya mau pergi pulang tiba-tiba beliau datang. Setelah saya mengutarakan maksud dan tujuan datang menemuinya beliau langsung menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan dengan lancar.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.

satu orang tua yang satu lagi pemuda yang bernama Irwan.10 Disusun : Jam Tempat : Aeng Panas Subjek : Irwan (Bagian Deskriptif) Pemain Gitar Ketika itu cuaca mendung saya ditemani oleh saudara Lukman pergi ke Aeng Panas mengendarai sepeda motor miliknya untuk mencari data disana ada dua orang. Saat ditemui beliau sedang asik ngobrol didepan sebuah toko. 21 Juli 2007 Waktu : Jam 16. Saudara irwan langsung mempersilahkan kami duduk dan langsung berbincang bincang. : 009 Hari/Tanggal : Sabtu. Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. (Bagian Replektif ) . kami terasa akrab sekali karena memang beliau masih teman kami dari Al-amien yang sekarang sedang melanjutkan S2 di kota Malang.Menurut beliau do’a adalah senjata paling penting dari pada kita datang langsung ketempat tapi tidak bisa mengambil hikmah yang tersembunyi dibalik semua itu..

. Mulai dari magrib. Juli 2007 Waktu : Jam 22:10 Disusun Jam : Jam 24:05 Tempat : Makam Agung Mahmud Subjek : penziarah (Bagian Deskriptif) Ketika kami malam-malam pergi kemakam Agung Mahmud bersama teman dari BPSK untuk mencari data dari penziarah. 19.Baidawi Lembaga Ar-Risalah. : 010 Hari/Tanggal : Kamis. Abbasi. Farid. Mereka berasal dari Ganding desa Bataal Jl. Ternyata menurut penuturannya mereka bertiga berangkat untuk tujuan ziarah kubur ke Agung Mahmud hanya berjalan kaki yang jaraknya sekitar 15 km.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. rencananya mereka baru kembali ke Ganding nanti pagi. (Bagian Replektif) Jarak tidak menjadi alasan unutuk tidak berziarah kemakam keramat. Ketika itu kami menemukan 3 penziarah yaitu: Muqith. Ketika aku datang mereka sedang berada di dalam makam. KH.

minggu 8 Juli 2007 Waktu : Jam 22:11 Disusun Jam : Jam 12:05 Tempat :Aeng Panas Subjek : Miftah (Bagian deskriptif) Cuaca Menggigil Saat ditemui cuaca pada waktu itu terasa dingin sekali bahkan beliau saat ditemui mengenakan pakaian tangan panjang dengan celana panjang warna hitam.Penulis melihat pemandangan kuncen yang sedang ngaji dan wirid tanpa memakai baju. Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. . hal itu peneliti perhatiakan bukan hanya sekali melainkan berkali-kali setiap peneliti datang kemakam Agung Mahmud. Sambil ngopi kami ngobrol-ngobrol dengansebatang rokok surya yang sebelumnya saya beli disaat sebelum menemui beliau. (Bagian Reflektif) Walaupun cuaca dingin tapi kami sampai larut malam mengobrol. Serta ada seorang penziarah yang seakan sedang memeluk kubur dengan suara bacaannya keras. : 011 Hari/Tanggal : Jum'at.

menurut penuturan beliau. kopiah hitam dan tidak ketinggalan celurit ditangannya. beliau berkeyakinan bahwa macan pitih itu adalah penjaga Agung Agung Mahmud. Dan pernah suatu saat beliau melihat seekor Macan putih diam disamping makam Agung Mahmud. (Bagian replektif) Menurut beliau ziarah kubur itu untuk mengingat mati dan meminta barokah kepada Allah lewat orang yang dianggap seorang waliyullah [2] .10 Juli 2007 Waktu : Jam 21:00 Disusun Jam : Jam 00:35 Tempat : Aeng Panas Subjek : Bpk Dahlal (Bagian deskriptif) Macan Putih Ketika saya menemuinya beliau sedang duduk-duduk didepan makam Agung Mahmud mengenakan baju hitam. Beliau menceritakan pengalamannya selama berada atau sering ziarah kubur kemakam Agung Mahmud. : 012 Hari/Tanggal : Kamis. beliau pernah bermimpi melihat Agung Mahmud dengan berpakaian jubah putih sedang mengajar tenaga dalam kepada murid-muridnya.Catatan Lapangan [2] Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. walaupun begitu ternyata beliau orangnya ramah sekali terbukti ketika kita baru kenal dengannya beliau langsung ngajak becanda serta orangnya humoris.

Catatan Lapangan Pengamatan Nomer CTL. . padahal cuaca dingin sekali.15 : Aeng Panas : K. Pemandangan itu bukan hanya sekali terlihat oleh peneliti dan setelah diamati setiap pertemuan dengan beliau peneliti berusaha untuk mengetahui alasan kenapa beliau selalu bertelanjang dada saat membaca Al-qur'an.5 Juli 2007 : Jam 21:20-23:00 : Jam 01.Sadili (kuncen) Telanjang Dada Ketika beliau saya temui beliau pada waktu itu sedang membaca Alqur'an didepan Asta Agung Mahmud. Setelah berbincang-bincang kesana-kesini akhirnya peneliti ungkapan permasalahan itu dan ternyata beliau menjawab selalu kepanasan dan anehnya ketika baju itu dilepas beliau merasakan ada sesuatu yang lain terutama ketenangan batin. Hari/Tanggal Waktu Disusun Jam Tempat Subjek :P : 013 : Jum'at .

Khusairi adalah temat satu angkatan denganku akan tetapi beda jurusan dia duduk dijurusan Tarbiyah sedangkan aku di fakultas Ushuluddin.10 Disusun Jam : Jam 12:05 Tempat :Kampus IDIA Subjek : Khusairi (Bagian deskriptif) Suasana Kampus Peneliti mewawancarai beliau ketika acara pembekalan Rihlah belum dimulai. (Bagian Replektif) Hiruk pikuk mahasiswa IDIA . tetapi ketika kesana beliau sedang keluar dengan istrinya. Peneliti pada awalnya mencari beliau di kampung Aeng Panas karena dia tinggal disana. beliau waktu itu memakai pakaian merah muda dan berpeci hitam karena memang beliau sudah terbiasa begitu. 22 Juli 2007 Waktu : Jam 08. sepengatuan peneliti dia itu orangnya baik.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. sumpel serta gampang bergaul dengan mahasiswa-mahasiswa lain dan lagi biasa dipilih sebagai ketua fakultas atau biasa mewakili dalam kegiatankegiatan yang ada dikampus. : 014 Hari/Tanggal : Minggu.

: 015 Hari/Tanggal : Jum'at. Saat di temui beliau sedang kumpul dengan keluarganya dengan menonton televisi dan di samping rumah beliau banyak para pemuda yang sedang cangkruan saat itu beliau mengenakan peci hitam baju biasa. 19 Juli 2007 Waktu : Jam 19:30 Disusun Jam : Jam 24:05 Tempat : Kediaman Subjek : Bpk Ma'mun Amar (klebun) (Bagian Deskriptif) Pengalaman Hidup Saya pergi kerumahnya diantar oleh Iskandar salah satu Ust. Untuk sampai kerumahnya kami harus melewati jalan yang gelap guliat dan hutan jati. Tahfidz Al-amien. Beliau . karena memang rumahnya dipelosik sekali hingga pada akhirnya kami sampai kerumahnya.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara :P Nomer CTL. ada dari salah satu anggota masyarakat yang datang mungkin mempunyai suatu kepentingan tetapi beliau berbincang-bincang terlebih dahulu dengan kami. Setelah kami sama-sama duduk. pada saat kami sedang ngobrol dari dalam rumah keluar seorang wanita membawakan teh manis lalu beliau mempersilahkan kami untuk meminumnya.

khususnya di Jawa. : 016 Hari/Tanggal : Jum'at.banyak bercerita dari mulai masalah pengalaman hidupnya hingga masalah desa tersebut. (Bagian Replektif) Keterbukaan beliau kepada siapapun yang mengantarkan beliau menjadi kepala desa Aeng Panas hingga dua periode. makam wali songo) dan kemudian membaca surah yasin dan tahlil telah dijadikan kebiasaan di kalangan kaum muslimin. . Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. Karena itu Ziarah ke kubur para wali dan alim-ulama (biasanya yang lebih umum dilakukan orang. Karena para wali dan 'alim-ulama yg dimakamkan tsb telah berjasa besar dlm da'wah Islam di tanah jawa (artinya: amal kebaikan mereka sangat besar). Amar (Klebun). 24 Juli 2007 Waktu : Jam 19:30 Disusun Jam : Jam 24:05 Tempat : Kediaman Subjek : Bpk Ma'mun Amar (klebun) (Bagian Deskriptif) Berkah Ziarah Kubur Ketika peneliti usai mengikuti kegiatan tahlilan yang dilakukan oleh Bapak M. maka kitapun mengharap berkah dari bacaan surah yaasin yang ditujukan kepada mereka. tanpa dikurangi sedikitpun. Peneliti menanyakan perihal surat yasin yang dibaca barusan. Kemudian beliau menjawab: Kalau seseorang membaca surah yasin di atas kubur maka dia akan mendapat pahala amal kebajikan ahlul kubur tsb.

Dlm hal ini yg diharap adalah berkah dari Allah swt. bukan meminta berkah kepada ahlul kubur. .” (Bagian Replektif) Memohon berkah kepada Allah bukan kepada ahli kubur sewaktu berziarah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful