PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ZIARAH KUBUR (Studi Kasus atas Masyarakat Aeng Panas

)

SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Guna memperoleh gelar Starata Satu(S1)Sarjana Filsafat Islam Pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Akidah Filsafat Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura Jawa Timur

Oleh: Asep Ma'mun Muttaqien N.I.M.K.O: 2003.4.0307.1.00055

INSTITUT DIROSAT ISLAMIYAH AL-AMIEN (IDIA) PRENDUAN
FAKULTAS USHULUDDIN JURUSAN AKIDAH FILSAFAT TAHUN 2007

PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan dewan penguji Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura, dan diterima untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam Pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Pada : Hari Senin, 20 Agustus 2007 Dewan Penguji 1. Ketua : ( ( ( Mengesahkan, Rektor IDIA ) ) )

2. Sekertaris : 3. Anggota :

KH. Maktum Jauhari MA

PERSEMBAHAN
Kupersembahkan Skripsi ini buat:
• Orang tuaku yang telah membimbing,mengasuh dan mengayomi gerak langkahku semoga segala apa yang telah engkau perjuangkan menjadikan sang pemilik keagungan mencatat sebagai tabungan kebaikan serta selalu dalam naungan kasih sayang–Nya. • • Guru-guruku dari dasar /awal kehidupanku hingga kini yang telah memperkenalkan setetes air kehidupan. Kedua adikku tercinta C.A. Wahyudien dan Neng Shinta Nurlaila semoga kalian menjadi anak-anak yang sholeh/ah yang bisa membanggakan ayah bunda serta bisa mengangkat harkat derajat mereka. • Guru-guru Rohaniku siapapun dan dimanapun dirimu berada. Semoga Sang pemilik kehidupan memberikan rahmat, hidayahnya serta kasih-sayang-Nya yang tidak ada batas.karena dengan perantara engkaulah hingga akhirnya saya mulai mengenal serta memahami nilai-nilai yang bermakna yang kadang sulit aku pahami. • • • Saudara-saudaraku dalam suka maupun duka. Semoga kalian semua menjadi manusia yang berguna bagaikan air mengalir. Keluarga angkatku Bapak. Aminuddin sekeluarga di Bangkalan yang telah menunjukan awal pertama kali sebelum ke Al-amien Prenduan. Rekan rekanita yang telah membantu moral-maupun material sehingga saya bisa merampungkan tugas akhir ini. Insya Allah do’aku akan selalu menyertaimu dimanapun dan kapanpun.

NOTA KONSULTASI Nomor Lampiran Hal : : : Kepada Yth: Rektor IDIA Prenduan (KH. Wb.) di Kediaman Assalamualaikum Wr. Maka dengan hal ini kami mohon agar skripsi saudara dapat segera di munaqosahkan.0307. Prenduan. Wassalamu’alaikum Wr.00055 (Studi atas Masyarakat Aeng Panas).1.Maktum Jauhari. 22 Agustus 2007 Pembimbing I Pembimbing II Judul Skripsi : Persepsi Masyarakat Terhadap Ziarah Kubur .4. MA. Demikian harap menjadi maklum dan tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih. Wb. Setelah meneliti dan mengadakan perbaikan seperlunya.maka kami kirimkan naskah Skripsi saudara: Nama Nimko : Asep Ma’mun Muttaqien : 2003.

Ag Mujammi Abd.Musyfi MOTTO HIDUP TIDAK AKAN TERLEPAS DARI SEBUAH PROSES DALAM RANGKA PENCARIAN JATI DIRI YANG BELUM PASTI .Drs. M. Hamzah F Harmi.

Semoga segala apa yang telah diberikan mendapatkan balasan yang lebih dari Rohul Quddus sebaik-baiknya pembalas. Pada kesempatan yang berbahagia ini penulis haturkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu penulis dengan berbagai dorongan lahir maupun bathin. selaku Pengasuh serta Rektor Institut Dirosat Islamiyah Al-amien ( IDIA ) Prenduan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk merasakan kehidupan dipesantren tercinta ini. serta KH. yang telah mengajarkan . Segala puji milik engkau.Maktum Jauhari MA. Ucapan terima kasih kami persembahkan kepada: 1. Sebagai hamba-Mu yang dho’if yang telah banyak mendapatkan limpahan rahmat dan ni’mat maka kepada engaulah jualah hamba memohon taufik dan hidayahnya untuk mampu mensyukuri segala macam nikmat dan berusaha meningkatkan amalanamalan sholeh yang bisa membawa keharibaan-Mu dan termasuk hambaMu yang selalu ingat akan keagungan-Mu. KH. Drs. Muzammi Abdul Musyfi LC. langsung maupun tidak langsung.Ag.KATA PENGANTAR Ya Quddus. Ust. Hamzah F Harmi M.Ag selaku pembimbing I.Umar M. 2. Sholawat beriring salam semoga tercurahkan kepada kekasih-Mu Muhammad Saw.

Penerus Bung Karno yang telah membantu penulis dalam proses akhir penyelesaian tugas ini. 10. 7. Keluarga besar “Gedung Putih” yang berdiri kokoh. Semoga kalian selalu dalam lingkaran kasih sayang Sang Maha pengasih tak pilih kasih.Mathla’i dan Ust. Saudara-saudaraku GENZANSA ZELIVIA serta seluruh mahasiswa Gedung Putih IDIA Prenduan. 4. Yang telah bersabar memotivasi serta membimbing penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. . Semoga Allah memberikan segala kebaikan dunia hingga akhirat.Saiful Hammami). Edi serta Mbak Dewi yang selalu memberikan pinjaman sepedanya ketika penulis memerlukan demi lancarnya penulisan tugas akhir ini. 5. 6. 3.Bahar yang telah mengikhlaskan komputer sekaligus printernya.bermacam arti sebuah proses dalam kehidupan ini walaupun kadang membutuhkan waktu untuk memahaminya. Siapapun yang telah memberikan bantuan dukungan berupa moral atau material. 8. Penanggung jawab Niha’i ( Ust. Bapak. Saudara Jamhuri dan saudara Moh. Mas Ahmad dan rekan-rekannya yang telah membantu penulis dengan sepeda motornya tanpa memperdulikan waktu dalam proses terjun kelapangan penelitian. 9.

pembaca serta sumbangsih bagi hasanah keislaman. Mohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak atas segala kesalahan dan kehilafan penulis sengaja maupun tidak. Penulis Asep Ma’mun . Semoga penelitian ini dapat memberikan ilmu yang Nafi’ bagi penulis khususnya.Akhirnya penulis serahkan segala urusan sekaligus memohon kepada Allah Swt yang kepada-Nya kita akan kembali.

.......................................................................................................iii HALAMAN PERSETUJUAN........................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL........................................xi BAB I : PENDAHULUAN.........................................................................................................................x DAFTAR ISI………………………………………………………………......................................1 A...........................................................................................................ix ABSTRAKSI.... G..vi PERSEMBAHAN................................................ Definisi Istilah F.............. . Fokus Penelitian C............................ Sistematika Pembahasan ........................................ Kegunaan Penelitian E....................................................................................................................................... Konteks Penelitian B.......ii HALAMAN JUDUL............................ Tinjauan Pustaka . ...............................................................................viii KATA PENGANTAR..................................................................................vii MOTTO........................................................................ ....... ................................... ............................iv NOTA KONSULTASI……………………………………………………………v HALAMAN PENGESAHAN......... Tujuan Penelitian D.......................... .........................................................

................................................................................. A................................... A. .............................. E..................................... G................ ............................................................................................ 3........ D......... ................ C.................................................BAB II : KAJIAN PUSTAKA A.......................... Pengecekan Keabsahan Data.................................................. C..................................... Motivasi Ziarah Kubur ......... Tahap-tahap Penelitian .................................................................................... ................................................................. Analisis Data ................................. B................. 1...... Kehadiran Peneliti .................. 2............... Prosedur Pengumpulan Data .................... Fenomena Ziarah Kubur 3..................................................... Pengertian Motivasi ............. Motif-Motif yang Mendorong Orang Melakukan Ziarah Kubur.................... .. Paparan Data .... B............................. BAB III : METODE PENELITIAN.......................................................................................... Deskrifsi Lokasi Penelitian.......... Pendekatan dan Jenis Penelitian............ Tata Cara Pelaksanaan Ziarah Kubur ............. 1. F.......... Macam-Macam Motivasi ................................... Pandangan Jumhur Ulama tentang Ziarah Kubur B....................... Pengertian Ziarah Kubur 2......................... Lokasi Penelitian ........................................................ H........ Ziarah Kubur ................................ Sumber Data .................. BAB IV : LAPORAN PENELITIAN .......................................

........................ 3............................ 1............................ ...................................................................... BAB V : PENUTUP.. 3.................................. 3............. Persepsi terhadap Ziarah Kubur........... Motivasi Ziarah Kubur.................... LAMPIRAN .. 2................................. ........ Motivasi Ziarah Kubur...................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ............... D........... Persepsi terhadap Ziarah Kubur.................................. Tata Cara Ziarah Kubur ......... Temuan Hasil Penelitian ............................. Tata Cara Ziarah Kubur .............. A....... 2.... .......... Persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap ziarah kubur............................................ Motivasi peziarah makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad di Aeng Panas.................................. Tata cara ziarah kubur di makam Agung..........................1........................................................................................... ............ Analisis dan Pembahasan...... Kesimpulan B...................................... 1............................................... C.............................................................................................................................. 2......... Saran ................................. .......

Judul dari penelitian ini adalah “Persepsi Masyarakat terhadap Ziarah Kubur: Studi Kasus atas Masyarakat Aeng Panas”.ABSTRAKSI Ma’mun. Penelitian ini memfokuskan pada tiga hal yaitu: (1) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur? (2) Apakah motivasi yang kubur? (3) Bagaimanakah tata mendorong masyarakat melakukan ziarah cara pelaksanaan ziarah kubur? Menurut beberapa teori bahwasanya persepsi orang melakukan ziarah kubur adalah (1) untuk mendapatkan keselamatan. Institut Dirasat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan Sumenep Madura. Persepsi Masyarakat terhadap Ziarah Kubur: Studi Kasus atas Masyarakat Aeng Panas. Asep. Adapun motivasi orang berziarah kubur adalah (1) untuk mengingat kematian. Fakultas Ushuluddin. 2007. Penulis memilih judul tersebut sebab ziarah kubur merupakan anjuran Rasulullah SAW. Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam. maka penulis ingin menggali pandangan masyarakat terhadap ziarah kubur ini. Skripsi. Program Studi S-1. (2) adanya tradisi yang ada di masyarakat dan (3) menjadi ajang bisnis. (2) mendo’akan si . Kata kunci : Ziarah kubur dan masyarakat.

Untuk menjawab permasalahan penelitian tersebut. observasi dan studi dokumentasi. (4) tawashul kepada Rasulullah.mayit. Sedangkan tata cara pelaksanaan ziarah kubur ialah (1) bertindak sopan di area perkuburan. (3) mendo’akan si mayit. (5) mencari ketenangan batin dan (6) untuk mengatasi problematika hidup. (5) membaca beberapa surat al- . (2) mendo’akan si mayit. (3) mengucapkan salam. (3) adanya keyakinan bahwa ziarah kubur dapat mendatangkan ketenangan batin dan (4) sebagai ibadah kepada Allah. (2) berharap hajatnya segera dikabulkan oleh Tuhan. (2) mendo’akan si mayit dan (4) sebagai ibadah kepada Allah. Sedangkan tata cara yang dilakukan oleh masyarakat Aeng Panas dalam melakukan ziarah kubur adalah (1) membersihkan badan sebelum ziarah. sanak kerabat dan si mayit itu sendiri. Dari penggalian data dilapangan ditemukan bahwa persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap ziarah kubur adalah (1) sebagai kegiatan mendatangi kuburan. (3) mengucapkan salam dan (4) menghadap kiblat. (2) suci dari hadats. penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif lapangan dengan jenis penelitian studi kasus. Sedangkan analisis data adalah analisis tematik. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat Aeng Panas yang diambil lewat sampel. (4) untuk mengingat kematian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Adapun motivasi masyarakat Aeng Panas melakukan ziarah kubur adalah (1) mencari keberkahan.

al-Ikhlas. Dimana segala sesuatu dapat dikerjakan dengan menggunakan teknologi mutahir.Fatihah. yang berleha-leha dalam mencari nafkah. ketimbang golongan masyarakat lainnya. Juga perkembangan teknologi transportasi yang serba cepat. layaknya pembangunan gedung-gedung bertingkat. an-Nas. ada sebagian dari golongan masyarakat yang termasuk bekerja juga . yakni pada zaman dahulu orang yang ingin menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah. al-Falaq. tahlil dan yasin dan (6) membaca do’a. teknologi membantu manusia untuk melakukan sesuatu dengan lebih mudah dan lebih menghemat waktu. perjalanan itu dapat ditempuh hanya beberapa jam saja. harus menempuh waktu yang begitu lama dan sampai berbulan-bulan demi malaksanakan rukun iman yang ke lima serta berziarah ke Makam Rosulullah SAW. Lain dari kedua golongan itu. BAB I PENDAHULUAN A. Kemudian kita melihat bahwasannya ada orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencari peghidupannya di dunia agar lebih sejahtera dan makmur. Akan tetapi saat ini dengan teknologi pesawat terbang. Konteks Penelitian Di zaman yang serba modern dan canggih seperti sekarang ini.

dibarengi dengan kegiatan seperti melakukan kunjungan ke tempat pemakaman orang-orang suci tertentu di daerah tertentu. Apakah kita akan tinggal diam atau memberikan solusi pengarahan kepada mereka agar mereka tercerahkan dan tidak lagi melakukan hal-hal yang sebenarnya mereka awam untuk melakukannya. Malah dari golongan mereka juga ada yang tidak bekerja sama sekali dalam artian hanya melakoni ‘ritual itu saja’ dan berdiam sampai beberapa hari atau bulan lamanya. Adalah seorang Esposito dalam karya fontumentalnya (Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern) menyatakan hasil risetnya tentang ziarah kubur sebagai hal yang pernah dilakukan umat Islam zaman dahulu dan memiliki kecenderungan masih dilakukan sampai saat ini oleh golongan umat Islam yang masih meyakini tentang wasilah atau perantara orang-orang suci (Esposito. 2001:196). Tentunya sebagai seorang mahasiswa kita juga patut memberikan sumbangsih bagi masyarakat kita nantinya pasca studi menjadi seorang abdi masyarakat. utamanya kalangan terpelajar dan berpendidikan untuk dapat memandang dengan kaca mata yang bagaimana melihat realitas kehidupan zaman Millenium ketiga. Umumnya umat Islam yang mempercayai hal itu dalam hidupnya dalam waktu tertentu berkunjung ke pemakaman tertentu yang dianggap sebagai orang suci . Ini menjadi pandangan yang ironi bagi kita.

semasa hidupnya. dan keseimbangan. tradisi yang berkaitan dengan peristiwa kelahiran. 1984:185). Hal ini disebabkan dalam pandangan masyarakat jawa roh yang meninggal itu . kamatian dan perkawinan. serta sikap menerima terhadap segala peristiwa yang terjadi sambil menempatkan individu di bawah masyarakat serta masyarakat di bawah alam. pandangan hidup masyarakat Jawa sangat menekankan pada ketenteraman batin. arwahnya tetap memiliki daya sakti. Menurut Mulder (1981: 30). sehingga anak cucu yang masih hidup senantiasa berusaha untuk tetap berhubungan dan memujanya (Koentjaraninggrat. yaitu dapat memberikan pertolongan kepada orang yang masih hidup. keselarasan. kerabat Beliau dan waliyullah. Berbagai tradisi itu secara turun temurun dilestarikan oleh para pendukungnya dengan berbagai motivasi dan tujuan yang tidak lepas dari pandangan hidup masyarakat Jawa pada umumnya. dan masyarakat mempunyai kewajiban terhadap alam. Orang suci yang meninggal. diantaranya bahwa roh orang suci itu memiliki daya melindungi alam. Seperti halnya makam Rosulullah saw. Individu memiliki tanggung jawab berupa hak dan kewajiban terhadap masyarakat. serta berbagai peristiwa lainnya termasuk ziarah kubur ternyata memiliki banyak ragamnya. Pada masyarakat Jawa. Dalam pandangan masyarakat yang sering melakukan ziarah kubur.

Maraknya tradisi memperingati dan ataupun merayakan peristiwa penting dalam perjalanan hidup manusia dengan melaksanakan serangkaian upacara ziarah kubur. di samping merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat sekaligus sebagai manifestasi upaya manusia untuk mendapatkan ketenangan rohani. Penelitian Kartodirdjo dalam Subagja (2006:3) membuktikan masih adanya tradisi Jawa sebagai suatu sikap kuat yang dimiliki oleh masyarakat Jawa. Menurut Magnis Suseno. namun tetap mampu mempertahankan keasliannya. ciri khas kebudayaan Jawa adalah terletak pada kemampuannya yang luar biasa untuk membiarkan diri dibanjiri gelombang kebudayaan dari luar.bersifat abadi. . Masyarakat umum lebih banyak melakukan tradisi-tradisi dari kebudayaan aslinya dan mereka memegang teguh pada adat istiadat serta kepercayaan lama yang diperoleh dari nenek moyangnya. Hal ini masih cukup kuat berakar pada sebagian masyarakat Jawa modern. sebagaimana dikutip Sarjono (1992:27). meskipun proses pembangunan dan modernisasi terus berlangsung. Demikian pula hasil Penelitian Sumardjoko dan Murofiquddin (1998) maupun Setyadi (2001) antara lain membuktikan bahwa meskipun masyarakat Jawa sudah memasuki era modern tetapi keyakinan terhadap kekuatan arwah tetap tidak usang.

dewa dan sebagainya yang menempati alam. Jadi. Bersamaan dengan makin lemahnya kemampuan rasional manusia mengakibatkan tumbuh suburnya keyakinan terhadap sesuatu yang gaib. 2006:4) antara lain menyebutkan bahwa munculnya religi bersifat evolusif. roh suci dan roh nenek moyang.Kehidupan masyarakat Jawa pada dasarnya sarat dengan nilainilai religi. Fraser. Masyarakat Jawa mengenal berbagai ibadat dan upacara . bersatu padu dengan sama. dan akhirnya manusia menyadari bahwa alam didiami oleh makhluk halus. seperti roh. sebagaimana dikutip Koentjaraningrat (dalam Subagja. Religi sebagai gerak keterlibatan hati nurani manusia yang meyakini adanya nilai-nilai kuddus sehingga membuat manusia tunduk dengan sendirinya tanpa adanya suatu paksaan. Religi berasal dari “religare” yang berarti meyakini. hantu. yakni mulamula manusia memecahkan persoalan hidupnya melalui pengetahuan dan akalnya. seperti keyakinan terhadap dewa. Religi merupakan suatu respons terhadap kebutuhan akan konsepsi yang tersusun mengenai alam semesta dan sebagai mekanisme dalam rangka mengatasi kegagalan akibat ketidak mampuan manusia. religi sebenarnya merupakan segala sistem perbuatan manusia untuk mencapai suatu maksud dengan cara menyandarkan diri kepada kemauan dari kekuasaan makhluk halus. Soal-soal yang tidak terpecahkan dengan akal diselesaikan dengan “magic”. alam.

Perasaan ini muncul dalam berbagai perbuatan yang berhubungan dengan dunia ghaib melalui ziarah-ziarah ke makam tertentu. misalnya: menghormati. bahkan sampai aksi menampar pipi dan merobek pakaian (Bukhori. Nenek moyang orang Jawa hidup dalam alam pikiran sederhana yang berpengaruh pada cara berpikirnya. Mereka beranggapan dunia dihuni bermacam-macam makhluk halus dan kekuatan ghaib yang dapat menimbulkan kebahagiaan dan kesengsaraan. pada suatu waktu antara periode 610 dan 622. Dalam hal ini Eposito (2001:195) berdasarkan dokumen kaum Sunni. Pandangan mereka terhadap masalah-masalah kehidupan dunia sering kali sempit dan lebih dipengaruhi hal-hal di alam gaib. Nabi jelasjelas melarang mengunjungi pemakaman dikarenakan bobot praktik tersebut cenderung berlebihan. Pada zaman dahulu orang menganggap ziarah sebagai kunjungan yang merujuk pada aktivitas mengunjungi pemakaman dengan maksud mendo’akan bagi yang sudah meninggal dan mengingat akan kematiannya. jana’iz. mengagungkan.trandisional. cinta dan ngeri. Kegiatan yang berlebihan semacam itulah yang sampai pada akhirnya muncul pelarangan praktik ziarah kubur. manusia menggunakan perasaan. Menghadapi dunia ghaib. . takut. mengelus-elus kuburan. hadits 382). Seperti menangis di samping kuburan atau meratapi orang yang sudah tiada.

penelitian ini mencoba mengetahui persepsi masyarakat Desa Aeng Panas tentang ziarah kubur. ziarah kubur dikenal dengan istilah "nyelase" dimana seseorang pergi mengunjungi kuburan keluarganya atau seorang tokoh yang dianggap keramat atau wali. . yakni membaca al-Qur'an dan mendatangi kuburan hanya untuk sekedar berdo'a dan berdzikir semata. 1381 H:152).Catatan menarik di atas pada sisi awal perkembangan Islam dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. tanpa mempermasalahkan boleh tidaknya melakukan ziarah kubur.1978:115). Berkenaan dengan cara-cara yang dilakukan dalam berziarah di atas. Al-Humaidi (2003:84) setidaknya menyinggung dua hal yang biasa dilakukan dalam berziarah kubur. Mengingat masyarakat disana sudah terbiasa menziarahi pekuburan yang ada di dusun tersebut. Terlepas dari perdebatan para ulama mengenai ziarah kubur. karena umat Islam kala itu belum siap (dalam hal akidah) untuk berbahadapan dengan hal-hal yang bisa menyeret mereka ke perbuatan syirik (Hasyim. seiring dengan perjalanan dakwah Islam yang semakin mantap. Sehingga berziarah terhadap kuburan menjadi hal yang biasa di kalangan umat Islam kala itu. kemudian membacakan ayat-ayat alQur'an di sekitar pekuburan tersebut. Namun. Dalam istilah warga Aeng Panas ini. larangan tersebut beliau cabut (Alhamdani.

mencium kuburan.2005:207). dan hal ini jika dibandingkan dengan pola ritus yang disyari'atkan agama (baca: Islam) merupakan sebuah keganjilan apalagi dilakukan di area pemakaman. Dari kasus di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai . menentukan waktu-waktu khusus. padahal dalam Islam hanya disunahkan pada Hajar Aswad (Farhan. Adanya gejala yang unik pada prilaku penziarah ketika berada disekitar makam. 2007 : wawancara pribadi) 2.Alasan mengapa peneliti mengambil lokasi penelitian di Aeng Panas–khususnya di makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad –adalah karena : 1. ada yang setiap hari. Bagi beberapa penziarah aktivitas mengunjungi makam terutama (makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad) yang berlokasi di dusun Pesisir merupakan sebuah rutinitas yang interval rutinitasnya bernacam-macam. misalnya dengan memegang atau memeluk makam ataupun bertelanjang dada ketika membaca Al-qur’an. 3. setiap hari. dan yang paling banyak rutin setiap malam jum'at manis (Sadili. Hasan Ma'mun seorang Mufti ad-Diyar al-Mishriyyah menyatakan bahwa fenomena di poin 1 dan poin 2 di atas adalah perbuatan -perbuatan yang bertolak belakang dengan ibadah-ibadah Islam. tiga hari sekali. ada yang seminggu sekali.

Banyuwangi dan sekitarnya. B. Jember. peneliti menemukan beberapa makam yang dikeramatkan masyarakat Aeng Panas yaitu makam Oneng. Tunggul Angin. Fokus Penelitian Bertitik tolak dari konteks penelitian di atas. Tetapi dari semua makam yang dikeramatkan di daerah tersebut hanya ada dua makam yang paling sering atau ramai dikunjungi yaitu makam Agung Mahmud dan makam Agung Ahmad yang terletak di dusun Pesisir oleh peziarah dianggap sebagai makam seorang wali. disana terlihat jelas orang-orang yang berkeyakinan bahwa ketika seseorang melakukan ziarah kubur. makam Lanceng. Ketika peneliti melakukan studi pendahuluan. Karena. maka yang menjadi fokus dalam penelitian ini penulis uraikan dalam rumusan masalah .persepsi masyarakat setempat mengenai ziarah kubur. makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad. makam Kriya. Besuki. makam Mambang. maka segala apa yang diinginkan akan terkabul dan lagi para penziarah merasakan ketenangan batin ketika berada dikuburan yang dianggap keramat atau yang dianggap seorang waliyullah terutama asta Agung Mahmud. seperti. Bondowoso. Oleh tidak hanya masyarakat setempat tetapi juga masyarakat dari luar daerah Madura. makam Dul Jaya.

Kegunaan Penelitian Hasil dari penelitian ini memiliki beberapa kegunaan. D. Secara Akademis Sebagai bahan informasi pendahuluan yang penting bagi penelitian yang mungkin mirip di masa mendatang. melakukan ziarah . Bagaimanakah cara pelaksanaan ziarah kubur? C. Bagaimana persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur? 2. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. atau sebagai bahan informasi pembanding bagi penelitian lama yang serupa namun berbeda sudut pandang. Mengetahui tata cara pelaksanaan ziarah kubur. 2. Serta berfungsi juga sebagai tambahan literatur Perpustakan IDIA Prenduan. maka tujuan dari penelitian yang ingin peneliti capai adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui motivasi yang mendorong orang untuk melakukan ziarah kubur. 3. Mengetahui persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur. di antaranya: 1.sebagai berikut ini: 1. Apakah motivasi yang mendorong masyarakat kubur? 3.

Definisi Istilah 1. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi . 2003:445-446) atau pengalaman tentang objek. Persepsi Masyarakat Kata persepsi dalam bahasa inggris perception berasal dari dari bahasa latin perceptio / percipere artinya menerima atau mengambil sedangkan persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan. 2000:41). bagaimana cara seseorang melihat sesuatu dan dalam arti yang lebih luas ialah pandangan/pengertian yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu (Leavitt dalam Sobur. 2. khususnya hal-hal yang bersinggungan secara langsung dengan penelitian ini. E. Studi Kasus Studi kasus merupakan jenis penelitian sosial mengenai suatu obyek tertentu yang bersifat holistik dan eksploratif (Dhofier. peristiwa atau hubungan hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.2. Secara Praktis Hasil penelitian ini bermanfaat bagi semua kalangan terutama bagi masyarakat Aeng Panas dan sekitarnya untuk mengetahui secara jelas berbagai hal terkait dengan ziarah kubur.

1990). persepsi diartikan sebagai terhadap suatu stimulus usaha yang pengorganisasian. Jadi. Asmaniah (Refletika.21. Yang dimaksud dengan masyarakat dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Aeng panas. jadi tingkah laku seseorang merupakan fungsi dari cara dia memandang. yang dimaksud dengan persepsi Masyarakat di dalam penelitian ini adalah pandangan atau interpretasi masyarakat Aeng Panas terhadap berbagai hal yang terkait dengan fokus masalah di atas atau hal yang berkaitan dengan ziarah kubur. 2004:88). Ziarah Kubur Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. 3. diartikan sebagai perbuatan melakukan kunjungan ketempat yang di anggap keramat/mulia (makam) dengan tujuan berkirim do'a (Depdikbud.berasal dari rangsangan rasa yang berakibat pada interpretasi tingkah laku.2007). . Yang dimaksud menjadi stimulus disini adalah berbagai hal yang terkait dengan ziarah kubur. diinderanya penginterpretasian merupakan sehingga sesuatu yang berarti. Sedangkan dalam ilmu psikologi. dan merupakan respon yang integral dalam diri individu (Walgito. Adapun masyarakat adalah sujumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama (Depdikbud.

yang didalamnya terdapat dua makam yang dikeramatkan yakni makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Penelitian atas fenomena ziarah kubur sebelumnya telah dilakukan oleh Mohammad Ali Fadillah di Desa Pamijahan Kec. Kab Tasik Malaya. ".Bantar Kalong. Tinjauan Pustaka Penelitian ini terfokus pada masalah ziarah kubur yang penulis khususkan pada persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap Ziarah Kubur. F. tepatnya di Makam keramat Syekh Abdul Muhyi. motivasi melaksanakan ziarah kubur serta tata cara pelaksanaan dalam ziarah kubur. Penelitian tersebut berjudul Keramat Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. Dalam penelitiannya Fadillah .Tasik Malaya: ritual keagamaan dan prospeknya bagi pengembangan pariwisata. Sedangkan menurut Alhamdani (1381 H :151) "Ziarah kubur adalah mendatangi se-waktu-waktu untuk mendo'akan dan memohonkan rahmat Tuhan bagi orang yang dikubur didalamnya dan untuk mengambil kita akan ibarat dan peringatan sebuah supaya bisa serta mengingatkan datangnya kematian mengingatkan kita bagaiman nasib kita dikemudian hari diakhirat.1990:1018). Adapun yang dimaksud dengan ziarah kubur dalam penelitian ini adalah perbuatan melakukan kunjungan ke makam umum Aeng Panas.

tinjauan pustaka dan sistematika pembahasan. situs Pamijahan merupakan sebuah komplek keramat yang dikarakteristikan oleh fungsi bentang alam yang direkayasa dan difungsikan sebagai tempat-tempat suci. penulis uraikan secara sistematis yang terdiri dari lima bab sebagai berikut: Bab I. Dan keagamaan disekitar makam menitikberatkan pada aspek sosial keagamaan. alasan memilih judul. Semuanya merupakan gambaran pengantar bagi pembahasan- . kegunaan penelitian dan definisi istilah. Pendahuluan yang meliputi konteks penilitian. tujuan penelitian.kumincir. G.(www. Fadillah menggunakan metode penelitian Historis. baik berkenaan dengan ritual keagamaan berupa ziarah kubur yang melibatkan ribuan orang terutama pada hari raya. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Fadillah dapat disimpulkan bahwa Pamijahan dipilih sebagai pusat pengajaran Tasawuf oleh Syekh Abdul Muhyi atas saran dari gurunya yaitu Abdul Rauf Singkel. Sistematika Pembahasan Sistematika penulisan dalam penelitian ini.com) berupaya untuk mengetahui prosfek fenomena ziarah kubur bagi pengembangan pariwisata di Pamijahan. menjadikan Pamijahan menjadi objek wisata potensial yang memberikan kontribusi besar bagi peningkatan pendapatan masyarakat. aktivitas ziarah kubur dan dampaknya terhadap budaya masyarakat. fokus penelitian.

prosedur pengumpulan data. Kajian pustaka yang terdiri dari tiga point. motivasi masyarakat Aeng Panas melakukan ziarah kubur dan yang terakhir adalah tata cara pelaksanaan ziarah kubur. Point A adalah berbagai persepsi tentang menziarahi kuburan. pengecekan keabsahan temuan dan tahapan penelitian. Point B membahas tentang motivasi orang melakukan ziarah kubur. Bab II. lokasi penelitian. analisis data. Bab V.pembahasan selanjutnya. Bab III. Sedangkan point C membahas tentang tata cara pelaksanaan ziarah kubur. Merupakan laporan hasil penelitian yang terdiri atas paparan data dan temuan hasil penelitian yang meliputi persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap ziarah kubur. Membahas tentang metodologi penelitian yang meliputi pendekatan atau jenis penelitian. . Bab IV. Membahas tentang kesimpulan dan saran. kehadiran peneliti. sumber data.

tatkala Nabi tidak mengkhawatirkannya lagi akidah para Sahabat.BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam kajian pustaka ini. Rosulullah saw pernah melarang umatnya dari ziarah kubur. peneliti mencoba untuk melihat. beliaupun kembali mengizinkan mereka untuk melakukan ziarah kubur. Sebagaimana hadits Rosulullah saw. mengkaji dan meneliti sumber-sumber data yang berkaitan dengan permasalahan persepsi suatu masyarakat tentang ziarah kubur. A. peneliti mengambilnya dari beberapa literatur buku kepustakaan dan artikel lepas di media elektronik seperti internet. melainkan sudah ada sejak pertama kedatangan Islam.. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: ‫قد كنت نهيتكم عن زيارة القبممور، فقممد أذن لمحمممد‬ . Dalam hal ini. Dan ini juga tidak hanya terjadi di akhir-akhir ini saja. motivasi seseorang melakukan ziarah kubur dan tata cara pelaksanaan ziarah kubur. tetapi juga di negara-negara arab. Dan dikemudian hari. Persepsi Ziarah Kubur Kebiasaan menziarahi kubur bukan hanya ada di Indonesia. Namun karena dikhawatirkan akan menimbulkan perbuatan syirik.

Jadi munculnya larangan dikarenakan adanya nisbat kepada kesyirikan. ada catatan menarik yang patut kita perhatikan. Konon. Pengetian Ziarah Kubur Ziyarah atau ziarah merupakan asal kata dari bahasa Arab. Muslim) Ziarah kubur merupakan suatu hal yang sudah ada sejak awal kedatangan Islam. maka sesungguhnya sekarang telah diberi izin kepada Muhammad menziarahi kubur ibunya. oleh sebab itu. Nabi Muhammad saw pernah melarang umatnya melakukan ziarah kubur. sedangkan secara istilah .‫)رواه‬ ‫) مسلم‬ ‫فى زيارة قبرأمه فزورو همما فإنهمما تممذكر الخممرة‬ Artinya: “Sesungguhnya aku telah melarang kamu sekalian ziarah ke kubur. (HR. secara harifiyah berarti “kunjungan”.1978:115). 1. karena ziarah kubur itu mengingat kepada akhirat”. Dilihat dari segi perkembangannya. ziarahlah ke kubur. Hal itu beliau lakukan karena umatnya pada waktu itu masih dini dan belum kuat dalam segi akidahnya untuk berhadapan dengan hal-hal yang bisa menyeret mereka kedalam perbuatan syirik (Hasyim. dan diperbolehkan jika kegiatan ziarah kubur itu jauh dari nilai syirik.

Ini berarti ziarah sebagai kegiatan yang sewaktu-waktu atau tertentu.menurut Alhamdani (1381H:151) berarti: mendatanginja sewaktu-waktu untuk mendo’akan dan memohonkan rahmat tuhan bagi orang-orang jang dikubur di dalamnja serta untuk mengambil ibarat dan peringatan supaja jang hidup ingat akan mati dan nasib di kemudian hari di acherat. Sedangkan ziarah kubur menurut Godam (http://www. Dari beberapa makam atau . yang didalamnya terdapat banyak makam yang dikeramatkan yakni makam Pujuk Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Pujuk tunggul Angin. Pujuk Mambang. Adapun yang dimaksud dengan ziarah kubur dalam penelitian ini adalah perbuatan melakukan kunjungan ke makam umum Aeng Panas. Pujuk Kriya. Pujuk Dul jaya. Pujuk Oneng. 1990:1018).google. Pujuk Lanceng. Esposito (2001:195) memandang ziarah secara teknis merujuk pada aktivitas mengunjungi pemakaman (jiyaroh al-kubur) dengan maksud mendo’akan bagi yang meninggal serta mengingat kematiannya. 2006) adalah suatu kegiatan atau aktifitas mengunjungi makam dari orang yang telah meninggal dunia baik yang dulu semasa hidupnya kita kenal maupun yang tidak kenal. Secara istilah ziarah kubur juga merupakan suatu perbuatan melakukan kunjungan ke tempat yang dianggap keramat atau mulia (makam) dengan tujuan berkirim do'a (Depdikbud.

Hal tersebut diwujudkan dengan membuat patungnya sebagai simbol penghormatan yang pada akhirnya digunakan sebagai sesembahan. Sebagian dari mereka juga menyamakan makam wali dengan Baitullah al-Haram (ka’bah) dan menziarahinya dianggap . Buhairi (2005:14) menyebutnya fenomena menyembah patung ini sudah mulai bergeser bentuk pada zaman sekarang. hanya dua Pujuk yang paling ramai dikunjungi atau tidak pernah sepi setiap hari yaitu.biasa disebut Pujuk. mereka mengangkat pemimpin yang shaleh. bermula ketika mereka membutuhkan panutan untuk dijadikan sebagai pedoman hidup. pengeramatan atau pengagungan makam tertentu dan meminta segala kebutuhan kepadanya. dicintai dan dihormati. namun berlanjut ketika dia sudah meninggal. 2005:55). Bahkan seorang kuburi --sebutan bagi penyembah kuburan-. Pergeseran bentuk itu mengarah pada pengkultusan. Pujuk Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Fenomena Ziarah Kubur Dalam fakta sejarah.berkeyakinan bahwa mengunjungi makam wali sama dengan mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat (Al-Buhairi. 2. paganisme merupakan agama sesat pertama yang dianut oleh manusia. Penghormatan tersebut tidak terbatas pada saat sang pemimpin masih hidup.

Hal serupa telah dikemukakan oleh Humaidi (1999:X) yang menyatakan bahwa bahwa ziarah kubur sudah menjadi budaya yang telah diplesetkan dan mungkin sangat sulit untuk diluruskan. Nilai ibadah yang semula ada pada ritual itu disulap menjadi suatu kebid'ahan mereka membuat hari hari tertentu yang seakan wajib . yang mengarah pada dosa syirik. pengikut wahabiyah meratakan seluruh bangunan kuburan ini. seperti mengusapusap kuburan. Farhan (2005:XI) mengungkapkan bahwa saat ini kaum muslimin telah melakukan berbagai macam bentuk kemusyrikan di kuburan.sebagai pelaksanaan ibadah haji dan sebagainya. Wahabiyah menyerbu dan menghancurkan kuburan yang ada di Karbala dan Najaf. mencari berkah di kuburan. Menurutnya (2001:196): Pada tahun 1925. Disinyalir bahwa telah terjadi kesalahpahaman persepsi tentang ziarah kubur sehingga berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh para peziarah kubur. bertawashul dengan orang-orang yang telah meninggal karena kesalehannya dan beristighotsah kepada mereka. Sebagaimana Esposito melihat faham wahabi sangat membenci kegiatan ziarah kubur. Kepercayaan Wahabiyah –tanpa ada sumbang pemikiran lain dari komunitas Sunni dalam soal ini—memandang ziarah secara umum sebagai “pemujaan terhadap orang suci”. yakni menyekutukan Tuhan dengan orang-orang suci ini. pada tahun 1801. Sebelumnya.

Sementara Abdullah (2003:50) Mengungkapkan bahwa salah satu pendorong orang melakukan kemusyrikan di kuburan adalah karena mereka (para peziarah) mengikuti para ulama su' dan hanya taklid kepada nenek moyang. Setidaknya ada delapan penyebab munculnya berbagai penyimpangan di kuburan yang dikemukakan oleh Farhan. berbaurnya budaya-budaya. yaitu: Kebodohan terhadap hukum-hukum agama. (2005:25).untuk berziarah kubur. Demikian halnya dengan faham Wahabi-faham yang dibangun oleh . 1969:241). fanatisme yang berlebihan terhadap tokoh. 3. terdapat beragam pendapat dari tokoh-tokoh Islam tentang ziarah kubur. terjemahan buku-buku filsafat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa beliau mengharamkan setiap muslim melakukan ziarah kubur walaupun yang di ziarahi makam Nabi Muhammad Saw (Abbas. tasyabbuh (menyerupai) pada orang-orang kafir. mengutamakan akal di atas wahyu. aneka ragam peradaban. Pandangan Ulama Tentang Ziarah Kubur Dengan berbagai alasan sebagaimana uraian di atas. menentukan makam orang tertentu untuk diziarahi bahkan ada yang menjadikan ziarah kubur sebagai komoditi bisnis. terpecahnya negara Islam.

sunnah muakkad (Abbas. Jadi anggapan segi baik dibolehkannya menurut Aswaja dipandang dari ibadah mengingat akan kematian dan hari akhir. Beda halnya dengan faham dan I'tiqad Ahlussunnah Wal Djama'ah (singkt.Muhammad Bin Abdul Wahab-misalnya mengharamkan siapa saja yang melakukan praktek ziarah kubur (Abbas. seperti shalat. jangankan ke makam Nabi Muhammad saw. berdo'a. makamnya orang-orang yang mati syahid dan makamnya para pahlawan Islam saja bernilai pahala. B. 1969:246). makam ulama-ulama.= Aswaja). Motivasi Orang Melakukan Ziarah Kubur Manusia dalam melakukan sesuatu biasanya muncul dari adanya dorongan atau rangsangan yang menimbulkan seseorang rela atau . Demikian pula tidak boleh seorang muslim mengusap sesuatu daru tempat-tempat tersebut untuk mencari keberkahan. faham ini. 1969:290) menurut alJibrin (2006:135) bahwa tidak dibenarkan seorang muslim menyengaja berziarah kubur dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah disisinya atau di atasnya. memperbolehkan orang untuk melakukan kunjungan (ziarah kubur). Ziarah kubur menurut pandangan faham ini adalah merupakan perbuatan yang dianggap baik. atau lainnya. ke makam ibubapak. juga mendo’akan si ahli kubur.

motovasi adalah perubahan . Untuk lebih jelasnya penulis akan menguraikan definisi.bersedia menghabiskan beberapa lama waktunya untuk melakukan sesuatu itu. Motivasi merupakan sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan dalam setiap aktifitas. bahkan motif dapat dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (Sardiman. Menurut Mc. 1.2005:73). 2007:18). Berawal dari kata "motif" tersebut. Sama halnya juga dengan kegiatan ziarah kubur.Donald dalam Sadirman (2005:73). diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Seseorang akan lebih semangat dalam mengerjakan sesuatu apabila termotivasi oleh sesuatu yang ada di dalam maupun di luar dirinya (Asmaniyah. Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari kata motif. Seseorang yang melakukan aktivitas ziarah kubur tidak terlepas dari adanya dorongan atau rangsangan atau motivasi. maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif pada saat-saat tertentu. macam-macamnya serta motivasi dalam penulisan skripsi ini. terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan yang sangat dirasakan/mendesak. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan didalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas sesuatu demi mencapai suatu tujuan yang diharapkan.

merasa senang dan semangat melakukan sesuatu (Reflektika. Macam-Macam Motivasi Para psikolog mengklasifikasikan motivasi yang ada dalam diri manusia atau suatu organisme kedalam beberapa golongan. Hal itu berarti bahwa motivasi merupakan sesuatu yang sangat urgen dalam setiap kegiatan. seseorang akan lebih semangat melakukan sesuatu apabila terdorong oleh motivasi yang ada dalam dirinya. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan sesuatu.2005:87) mengungkapkan tentang jenisjenis motivasi seperti: a. 2. Frandsen (dalam Sadirman.energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. yakni menyangkut . motivasi merupakan suatu faktor psikis yang bersifat non intelektual sedangkan peranannya untuk menumbuhkan gairah. Asas manfaat inilah yang seringkali menjadi motivasi seseorang dalam melakukan aktifitasnya. Karena. Sedangkan menurut Asmaniyah. manusia selalu bersandarkan pada manfaat yang ia peroleh dari apa yang ia kerjakan.18:2005). Cognitives Motif ini menunjuk pada gejala intrinsic.

kepuasan indipidual. Kepuasan individual yang berada dalam diri manusia dan biasanya berwujud proses dan produk mental. b. Self-expression. Penampilan diri adalah sebagian dari pri;aku manusia. Yang penting kebituhan individu itu tidak sekedar tahu mengapa dan bagaimana sesuatu itu terjadi, tetapi juga mampu membuat suatu kejadian. Untuk hal ini memang diperlukan kreatuvitas, penuh imajinasi. Jadi dalam hal ini seseorang memiliki keinginan untuk aktualisasi diri. c. Self- enhancement. Ketinggian dan kemajuan diri ini menjadi salah satu keinginan bagi setiap individu. Sedangkan, Asmaniyah dalam Reflektika (2005:11) membagi atas dua golongan yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Pertama, motivasi Intrinsik ialah motif yang dapat berpungsi tanpa harus ada rangsangan dari luar. Sedangkan yang kedua, motivasi ekstrinsik yaitu motif yang berfungsi karena adanya rangsangan dari luar. 3. Motivasi Berziarah Kubur Begitupun dengan perilaku menziarahi kubur, setiap orang yang pergi untuk menziarahi kuburan sudah pasti memiliki motif-motif

yang tentunya memiliki nilai manfaat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Hasyim (1978:115) bahwa pada garis besarnya faidah ziarah kubur ialah ada dua, yakni: pertama, untuk mengingatkan segala

yang serba ghaib, yaitu akhirat dan segala seluk beluknya, termasuk perkara maut. Kedua, untuk mendo'akan kepada mayit. Umumnya peziarah termotivsi oleh keyakinan bahwa ketika seseorang melakukan ziarah kubur, maka segala apa yang diinginkan akan terkabul dan lagi para penziarah merasakan ketenangan batin ketika berada dikuburan yang dianggap keramat atau yang dianggap seorang waliyullah. Menurut Esposito (2001:195) dalam Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern, menyatakan: “keseluruhan nilai penting ziarah dari segi agama, sebagaimana terungkap dalam sejumlah kisah, ialah mengingat kematian dan mencerminkan hari kemudian”. Ini berarti motivasi ziarah kubur adalah untuk beribadah dan semakin meningkatkan iman kepada Allah swt. Juga Sabiq (dalam Esposito, 2001:195) mengatakan: “Nabi menjadikannya sah dan menganjurkannya karena hal itu akan mengingatkanmu pada hari kemudian”. Jadi yang sebenarnya

menjadi motivasi para peziarah adalah dalam rangka ibadah melalui perantara ziarah kubur. Maksudnya dengan berziarah kubur kita akan teringat akan sebuah peristiwa yang pasti dialami manusia, yaitu

kematian dan hari akhir. Ketika seseorang ingat akan hal itu, seyogyanya menjadi cermin untuk meningkatkan amal ibadah kepada Allah swt. Ziarah kubur tidak hanya dilakukan oleh Nabi, dan ulama’ lainnya melainkan kepada orang awam juga dilakukan. Sebagaimana Rahmat (www.google.com) menyebutkan macam-macam ziarah kubur, antara lain:
Pertama, ziarah orang-orang mulia yang masih hidup kepada orang –orang mulia yang telah meninggal. misalnya para ulama yang mengunjungi pusara ulama lainnya. Kedua, ziarah orang-orang mulia kepada kuburan orang –orang biasa.Nabi saw sering berziarah kekuburan kaum muslimin.beliau sering berdo'a di atas kuburan mereka seraya beristigfar memohonkan ampunan bagi para pendurhaka yang menjadi akhli kubur itu, sebagai bukti bahwa kedatangan Nabi adalah Rahmatan lil'alamin. Ketiga, ziarah dari kaum Muslimin yang awam kepada kaum muslimin yang awam lainnya. Inilah yang bisa kita lakukan kepada orang tua, karib kerabat dan saudara-saudara kita.

Ketiga macam itu didasarkan atas tingkat ketinggian iman seseorang. Sedangkan menurut Jufri (http://www.ittutor.net) beliau mengemukakan bahwa ketika seseorang yang ingin melakukan ziarah kubur hendaklah berniat yang benar dan ikhlas karena Allah swt semata-mata yaitu untuk melembutkan hati, mengingatkan akhirat dan mengenang jasa si mati atau kelebihannya disisi Allah. Begitu pula apabila menziarahi kubur atau makam para Nabi dan para wali,

Dengan niat yang baik inilah peziarah menziarahi perkuburan kaum Muslimin dan permakaman para Aulia. Tidak melakukan tindakan tidak senonoh seperti buang air .google.com): a. Niat dengan tulus dan ikhlas karena ingin mendapatkan Ridho dari Allah SWT. www. Tata Cara Pelaksanaan Ziarah Kubur Setiap pelaksanaan suatu ritual pasti ada tata laksana atau cara begitu juga dengan pelaksanaan ziarah ke kuburan terdapat tata cara yang baik agar mendatangkan hikmah bagi yang berziarah maupun yang diziarahi. c. b. Tidak duduk. Adab dalam berziarah kubur yang sesuai menurut Islam (Godam. C. Maka disinilah nilai penting dari motivasi yang mengarah pada tujuan atau niat seseorang untuk melakukan ziarah kubur. Bukan untuk meminta sesuatu pada orang yang sudah meninggal. Anbia dan Mursalin. tidur-tiduran. Motivasi yang dilarang dalam menziarahi perkuburan ini ialah meminta sesuatu hajat kepada yang mati itu atau memujanya seperti pemujaan terhadap berhala. dll di atas makam orang mati d. Tetapi menurut faham Aswaja dengan bertawashul dengan mereka yang salih itu dan meminta kepada Allah rabbul a'lamin tidaklah terlarang.lebih-lebih lagi makam Nabi Muhammad saw yang begitu besar jasanya bukan saja kepada umat Islam malah kepada alam semesta. menginjak-injak. Berperilaku sopan dan ramah ketika mendatangi areal pemakaman.

meludah. kencing. Lain halnya menurut ekposito (2001:195) menyatakan bahwa apabila kita melewati pekuburan orang kafir. seseorang seharusnya menghadapkan wajahnya kearah makam seraya menyampaikan salam dan berdo’a untuk jenazah yang berada di alam kubur serta hendaklah mengucapkan salam kepada simayat. yang diutarakan oleh Hasyim di atas merujuk pada Hadits Nabi yang artinya: .”kedamaian bagimu hai orang yang beriman dan muslim! Kami.besar. dan lain-lain. maka dianjurfkan untuk menangis dan mengungkapkan betapa perlunya manusia akan Tuhan. Kamu mendahului kami. melakukan hubungan suami isteri. Ritual-ritual yang terkait dengan ziarah mensyaratkan bahwa ketika seseorang mencapai kuburan. buang sampah sembarangan. Hasyim (1978:116-117) menitik beratkan pada dua hal pokok yakni mengucapkan salam dan menghadap kiblat jika hendak mendo’akan sang mayit Cara yang pertama. Adapun berkenaan dengan tata cara dalam berziarah ke kuburan. dan kami akan mengikuti kamu. dengan mengatakan . Kami akan berdo’a kepada Allah untuk keselamatan kami dan dirimu”. Mendo’akan dengan ikhlas arwah orang yang telah meninggal agar bahagia dan tenang di alam kubur. Mengucapkan salam kepada penghuni alam kubur f. berkenaan dengan salam. e. dengan kehendak Allah. akan berkumpul denganmu.

apa lagi untuk meraung dan meratap. yang Artinya "Dari Abu Hurairoh r. insya Allah kami akan menyusul kamu sekalian kami memohon kepada tuhan Allah kesehatan bagi kami dan kamu sekalian. Kemudian. . tujuilah kubur yang dituju berdiri atau duduk dengan menghadap kepadanya (membelakang kiblat) sambil memberi salam kepadanya. yang artinya: mudah-mudahan selamat sejahtera orang-orang mu'min dan muslim yang bertempat disini. Muslim dan Ibnu Majah.Akhmad. Kalau ini diberikan kepada Nabi Muhammad saw maka tidak mustahil diberikan kepada umat oleh sebab itu disunatkan kita menziarahi kubur. Sementara berkenaan dengan menghadap ke Kiblat ketika hendak mendo'akan si mayit. bacakanlah ayat-ayat Al Quran yang mudah dibaca dan minta kepada Allah disampaikan pahala bacaan itu kepada roh si mati. Walaupun mayatnya sudah lama dan sudah hancur tetapi yang penting rohnya ada dan tahu siapa yang menziarahinya."Adalah Rasulallah mengajarkan kepada shahabat bila mana mereka pergi keperkuburan." (R. datang keperkuburan. Adab Menziarahi Kubur Menurut Al-Jufri: Apabila kita hendak berziarah kubur : Ucapkan salam. Ini diambil dari sabda Nabi Muhammad saw yang bermaksud: "Siapa yang memberi salam kepadaku Allah akan mengembalikan rohku dan akan menjawab salamnya". berkata: Sesungguhnya Nabi saw. Kita juga diingatkan supaya jangan menyesali apa yang telah berlaku. karena ini adalah haram hukumnya. dari Ibnu Buraidah). Hasyim merujuk pada hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad. supaya membaca.a. Muslim dan Nasa’i.

.maka sabdanya: "(artinya) selamat sejahtera tempat kaum mu'min Insya Allah kami akan menyusul kamu sekalian"." (R.Abu Dawud dari Baraa'). Hasyim juga mengutif hadits lain yang artinya "Sesungguhnya Rasulallah saw duduk menghadap ke kiblat lalu pergi kepekuburan.

Jenis Penelitian dan Pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Kehadiran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai pengamat (peneliti) yang terjun langsung di lapangan. Menurut Dhofir (2000:41). "Studi kasus adalah studi yang mendalam (eksploratif) dan menyeluruh (integral) mengenai suatu obyek tertentu yang menarik untuk diamati secara khusus dan tersendiri". Adapun pendekatan yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif lapangan. Sehingga diharapkan dapat menghasilkan data deskriptif berupa narasi tentang masalah yang sedang penulis teliti.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Adapun yang menjadi objek dalam pemelitian ini adalah masyarakat Aeng Panas yang biasa rutin berziarah kubur. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan data deskriptif berupa narasi tentang masalah yang akan penulis teliti. Kehadiran peneliti ketika berada di lapangan diketahui oleh subyek penelitian. yaitu tentang persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur. namun tanpa berperan serta yakni hanya melakukan satu fungsi sebagai pengamat an sich. karena sebelumnya .

dan tindakan. Hal itu sangat membantu peneliti dalam proses penggalian data dalam rangka menyelesaikan skripsi yang sedang penulis lakukan. Setelah penulis melakukan observasi serta mencari dari berbagai informasi masyarakat di Kecamatan Pragaan. B. Dusun Nong Malang. Sumber Data Menurut Lofland sebagaimana yang dikutif dalam Moleong (2006:157) menyatakan bahwa sumber utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata . selebihnya adalah data sebagai tambahan atau sebagai pelengkap seperti dokumen dan sebagainya. Penelitian ini berlokasi di desa Aeng Panas yang terletak di Kecamatan Pragaan. Desa Aeng Panas memiliki empat Dusun yaitu. Dusun Pesisir. Madura. Sumber data primernya berupa segala perkataan . Lokasi Penelitian Setelah melewati beberapa proses hingga pada akhirnya penulis tetapkan dalam penelitian ini. Sedangkan dalam penelitian sosial. demikian yang dikemukakan oleh Moleong (2005:132).peneliti menjelaskan status serta tujuan keberadaan peneliti di Aeng Panas. sumber data dibagi atas dua yaitu sumber data sekunder dan sumber data primer. Dusun Galis dan Dusun Ceccek. Kabupaten Sumenep. C. terrnyata Desa Aeng Panas merupakan desa yang paling banyak memiliki tempat-tempat yang dikeramatkan dibanding desa – desa yang lain.

dan Bpk. Adapun jumlah responden peneliti disesuaikan dengan kebutuhan penelitian untuk mencapai kedalaman dan ketajaman persoalan yang sedang diteliti. Dahlal. M. D. Ma'mun. ataupun dari pihakpihak lain yang berkaitan dengan masalah yang sedang peneliti lakukan. Bpk. K. Su’ud. Prosedur Pengumpulan Data Dalam penelitian ini. Mereka adalah Bapak Ahmad (warga pendatang asal Karduluk). Bpk. Anwar (klebun). Ust. Bapak Abasi serta Bapak Muqit. Arif Syuhdi. data yang ada dikumpulkan dengan menggunakan teknik-teknik yang kualitatif. yaitu: 1. Mutti. Bpk. Irwan. Sadili (kuncen).dan perbuatan dari Anggota masyarakat Aeng Panas yang biasa (rutin) melakukan ziarah kubur dianataranya Bpk. dan rombongan ziarah asal Ganding yang kebetulan peneliti temukan seperti: Bapak Farid. Sedangkan sumber data sekundernya adalah segala perkataan dan perbuatan dari anggota masyarakat Aeng Panas dan sekitarnya yang jarang atau tidak pernah sama sekali berziarah kubur. Wawancara lazim digunakan dalam penelitian . Data sekunder ini peneliti gunakan untuk mengukur tingkat validitas data primer yang diperoleh dengan cara cross check. Edi.

2006:187). Untuk keperluan tersebut peneliti akan menggunakan petunjuk umum wawancara. yaitu sebuah teknik wawancara dimana peneliti harus membuat kerangka dan garis besar pokok pertanyaan (Moleong. dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan judul "Persepsi Masyarakat Tehadap Ziarah Kubur". Sedangkan menurut Keraf (1997:161). 2006:186). jujur. Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan data yang akurat. (Moleong. Observasi Pengumpulan data untuk suatu tulisan ilmiah dapat dilakukan . 2. Yang dilakukan oleh dua pihak. wawancara adalah suatu cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada informan atau autoritas (seorang ahli atau yang berwenang dalam suatu masalah). tetapi yang jelas tidak ada perangkat pertanyaan baku yang disiapkan terlebih dahulu. yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (intrviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.Wawancara merupakan salah satu jenis pengumpul data dengan melakukan sebuah timbal balik atau dalam kata lain merupakan sebuah percakapan dengan maksud tertentu. Petunjuk ini mendasarkan diri pada anggapan bahwa ada jawaban yang secara umum akan diberikan oleh responden.

masyarakat Aeng Panas dan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan masalah penelitian. Dalam hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai obyek penelitian sehingga dapat disusun daftar kuestioner yang tepat atau dapat menyusun suatu desain penelitian yang cermat. yaitu peneliti melakukan satu pungsi yakni sebagai pengamat dalam hal ini tidak sepenuhnya sebagai pemeran serta tetapi malakukan hanya sebagai pengamat (Moleong. Sedangkan observasi menurut Moleong (2006:175). kebiasaan dan sebagainya. dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. 3. dan mengecek sendiri sampai dimana keabsahan data dan impormasi yang telah dikumpulkan. Penggunaan metode observasi menurut keraf (1999:162) adalah. perilaku tak sadar. 2006:177).salah satunya melalui observasi. Jenis observasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung namun tanpa berperan serta. alasan metodologis bagi penggunaan pengamatan observasi ialah karena cara ini dapat mengoptimalkan kemampuan peneliti dari segi motif kepercayaan. perhatian. pengamatan langsung kepada suatu obyek yang akan diteliti. Adapun yang menjadi objek pengamatan dalam penelitian ini adalah segala bentuk perilaku atau tindakan dari para peziarah. Dokumentasi .

serta foto yang berguna dalam penelitian ini serta yang menggambarkan aktifitas para penziarah kubur. Dalam penelitian ini. Data yang banyak tersebut mungkin akan peneliti sesuaikan dengan arah penelitian yang sudah dijabarkan dalam fokus penelitian. wawancara dan studi dokumentasi (Moleong. yaitu observasi. Analisis data merupakan rangkaian kegiatan data agar penelaahan. 2006:216). peneliti akan menggunakan hasil dokumentasi berupa tulisan hasil wawancara dengan responden. sistematisasi dan verifikasi terkumpul bernilai ilmiyah.Dokumentasi sudah lama digunakan dalam sebuah penelitian sebagai sumber data yang dapat dimanfaatkan untuk menguji. data yang pengelompokan. Analisis data yang dipergunakan oleh peneliti dalam penelitian . E. bahkan bisa juga untuk meramalkan setiap bahan tertulis ataupun film (Moleong. Oleh karena itu diperlukan adanya analisis data. Data yang terkumpul dari hasil penelitian terdiri dari berbagai data hasil temuan di lapangan. Analisis Data Analisis data merupakan upaya pengolahan data atau penafsiran data. Proses analisis data dimulai dari seluruh data yang diperoleh dari berbagai sumber. menafsirkan. menganalisa. 2002:190).

Triangulasi Triangulasi adalah tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. dan kepastian (confirmability)" (Moleong.tentang "Persepsi Masyarakat Aeng Panas Terhadap Ziarah Kubur" adalah menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan proses berfikir deduktif yakni dimulai dari teori yang bersifat umum berdasarkan hasil pengamatan dilapangan atau pengalaman empiris dan data hasil observasi. diperlukan teknik pemeriksaan data . keteralihan (transferability). Adapun cara yang peneliti tempuh dalam proses Triangulasi . Kemudian setelah itu hasil data yang telah diperoleh dianalisis dan ditarik menjadi sebuah kesimpulan yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan. kebergantungan (dependability). 2006:324). peneliti menggunakan teknik pemeriksaan data berikut ini: 1. Pengecekan Keabsahan Data Untuk menetapkan keabsahan data. yaitu "Derajat kepercayaan (credibility). Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu" (Moleong. Untuk kebutuhan tersebut. 2006:176). Teknik pemeriksaan data didasarkan atas beberapa kriteria. F.

Tahap Pra Lapangan Tahap ini adalah tahap awal sebelum peneliti terjun langsung ke lapangan. G. Perpanjangan Keikutsertaan Disini peneliti memperpanjang keberadaan dilapangan penelitian sebagai upaya pencapaian kejenuhan pengumpulan data (Moleong.dalam penelitian ini adalah: a. 2006:327). peneliti mempelajari kembali dan menguji kemungkinan terjadi distorsi dalam mengumpulkan data. 2. Membandingkan pandangan seseorang dengan apa yang dikatakan orang lain (silang beda responden). Tahap-Tahap Penelitian Secara umum. baik yang timbul dari dalam diri peneliti sendiri atau dari luar. b. . 2006:148). tahapan penelitian yang dilakukan dalam penelitian kualitatif terdiri dari tiga tahap (Moleong. Untuk keperluan tersebut. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara (silang beda metode). Hal ini dilakukan agar peneliti memiliki pengetahuan serta kesiapan yang optimal tentang penelitian yang akan dilakukan. yaitu: 1. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan.

Hingga pada akhirnya penulis mencoba berangkat ke Aeng Panas. malahan beliau memberi saran yaitu: Cari judul yang mudah diaskes datanya dan tidak menghambat atau mengganggu disiplin Pondok! Setelah itu peneliti langsung mengajukan lima judul sekaligus yaitu. sebelum obyek penelitian yang ini disahkan sebelumnya beberapa judul proposal yang diajukan kepada pembimbing pada tanggal 5 September 2006 adalah tentang Persepsi Masyarakat Marta Jasa Terhadap Ziarah Kubur di Asta Syekhona Kholil Bangkalan". ternyata di tolak dengan alasan terlalu jauh dan situasi serta kondisi kurang memungkinkan. Persepsi Bencana Tsunami Dalam Pandangan Kiai Pragaan. Namun setelah judul itu diajukan kepada pembimbing. Persepsi Masyarakat Terhadap Ziarah Kubur di Asta Syekh Yusuf. ada enam kegiatan yang akan peneliti lakukan. seperti yang dikemukakan oleh Moleong (2006:127-134) yaitu : a. Persepsi Masyarakat Pragaan Terhadap Rukun Kegiatan Masyarakat (RKM). konon katanya disana ada makam yang dikeramatkan . Menyusun Rancangan Penelitian Pada awalnya. Persepsi Masyarakat Batu Ampar Terhadap Syekh Syamsudin Pamekasan.Dalam tahapan ini. Persepsi Kiai Pragaan Terhadap Ziarah Kubur.

Hal senada dikemukakan oleh Moleong (128:2006) bahwa cara terbaik yang perlu ditempuh dalam penentuan lapanangan penelitian dalah dengan jalan mempertimbangkan teori substantif dan dengan mempelajai serta mendalami fokus dan menyesuaikan apakah terdapat kesesuaian dengan kenyataan yang ada dilapangan. tenaga. b. keterbatasan geografis dan praktis seperti waktu." Persepsi Masyarakat Aeng Panas Terhadap Ziarah Kubur. Dan melakukan study pendahuluan penulis mencari informasi hingga akhirnya sampai ketempat yang dituju yakni Desa Aeng Panas yang memiliki beberapa makam yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat diantaranya Asta Agung Mahmud dan Agung Ahmad yang diyakini masyarakat setempat sebagai seorang waliyullah. dan mempertimbangkan dengan hal-hal yang lain. Peneliti menetapkan bahwa yang dijadikan obyek penelitian adalah Desa Aeng Panas. Mengurus Perizinan Pertama-tama yang perlu diketahui oleh peneliti ialah siapa saja yang berkuasa dan berwenang memberikan izin bagi .selanjutnya penulis mencoba mengajukan judul yakni. biaya. c. Memilih Lapangan Penelitian Setelah judul di atas di sahkan oleh pembimbing dan Biro Skripsi IDIA Prenduan.

obyektif dan sikap-sikap positif lainnya. mata pencaharian. demografi. Setelah itu peneliti menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan masalah perijinan melaksanakan penelitian seperti Biro Skripsi IDIA Prenduan. e. Syarat-syarat lain yang perlu dimiliki oleh peneliti ialah syarat pribadi peneliti sendiri. Selain mengetahui siapa saja yang berwenang. pendidikan. empatik. Moleong (2006:128). sejarah tokoh-tokoh. simpatik. tape recorder dan lain-lain. . bersahabat. aparatur pemerintahan. dalam dan sebagainya. bisa berupa ijin tertulis bagi pihak-pihak yang terkait dan perlengkapan penelitian seperti kamera. d. Memilih dan Memanfaatkan Informan Informan adalah orang-dalam pada latar penelitian. jujur. segi lain yang perlu diperhatikan ialah persyaratan yang diperlukan. Menjajaki dan Menilai Lapangan Menurut Moleong (2006:130) Sebaiknya sebelum peneliti menjajaki lapangan peneliti sudah mempunyai gambaran umum tentang geografi. Hal tersebut sangat membantu proses penjajakan lapangan.pelaksanaan penelitian kemudian peneliti berusaha memenuhi segala hal yang dibutuhkan dalam prosesnya. adat istiadat kontek kebudayaan. yaitu sikap terbuka.

(2) Melalui wawancara pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti. f. Dalam hal ini masyarakat Aeng Panas. Tahap Pekerjaan Lapangan Pada tahap ini. proses dan kebudayaan daerah setempat. peneliti mulai memasuki lapangan penelitian yang menjadi wilayah garapannya. Menurut Moleong.Fungsinya sebagai orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan latar penelitian seperti memberikan pandangan dari segi orang dalam tentang nilai-nilai. Usaha untuk menemukan informan menurut Moleong (2006:132) dapat dilakukan dengan cara: (1) Melalui keterangan orang yang berwenang baik secara formal maupun informal. sikap. bangunan. 2. yaitu etika penelitian lapangan. (2006:137) Ada yang diperlukan sebelum terjun kedalam kancah . Tahap terakhir peneliti menyiapkan segala macam penelitian perlengkapan penelitian. Menyiapkan Perlengkapan Penelitian Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan dalam penelitian kemudian ditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami.

tata cara serta kultur latar penelitian seperti penampilan. 2006:137). dan tidak lupa memakai kopiah ketika melakukan wawancara dan observasi ke lapangan penelitian. Peneliti juga tidak lupa membeli atau membawa rokok serta kopi dalam rangka menjaga keakraban dan hubungan baik dengan informan.tiga tahap yang akan peneliti kerjakan. b. Memasuki lapangan . adat. Memahami Latar Penelitian dan Persiapan Diri Yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah memahami serta membatasi pembatasan latar penelitian terlebih dahulu dan seorang peneliti harus mempersiapkan diri. pengenalan hubungan seorang peneliti di lapangan dan ketersediaan jumlah waktu studi (Moleong. Menurut kebanyakan orang Madura khususnya di desa Aeng Panas kopiah dianggap sebagai simbol kesopanan walaupun hanya menggunakan celana ataupun kaos biasa asal kepala kita menggunakan kopiah maka sudah dianggap sopan. baik secara fisik maupun mental di samping harus memperhatikan persoalan etika dengan kebiasaan. yaitu: a. Disini peneliti berusaha berbaur dengan masyarakat atau menyesuaikan dengan tradisi-tradisi yang ada di daerah tersebut seperti berpakaian rapi.

Peneliti juga tidak lupa menggunakan bahasa daerah tersebut (bahasa Madura) yang halus walaupun belum begitu fasih ne sekone (sedikit-sedikit). Sehingga keakraban. Rokok. Keakraban tersebut berupa rapport. 2006:140142). Mengumpulkan data Dalam proses pengumpulan data peneliti harus memperhatikan fokus masalah dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan dalam rancangan penelitian. Proses analisis data selama berada pada latar . yaitu hubungan antara peneliti dengan subjek yang sudah melebur sehingga seolah-olah tidak ada lagi dinding pemisah diantara keduanya (Moleong. merupakan senjata yang ampuh yang peneliti gunakan untuk menjaga keakraban. kekeluargaan akan semakin terasa dan informasi yang didapat dengan mudah diberikan oleh informan. kemudian mengumpulkan semua data yang diperlukan sesuai dengan aturan aturan yang sudah di buat. c. walaupun kadang dirokok sendiri karena responden mengeluarakan rokok juga sedangkan secangkir kopi dan jajanannya biasanya peneliti dapat dari seorang responden.Ketika peneliti memasuki lapangan penelitian hal yang harus diperhatikan adalah menjaga hubungan baik dan kekraban.

Deskripsi Lokasi Penelitian 1. BAB IV LAPORAN PENELITIAN A. Pragaan dengan jumlah desa seluruhnya 12 desa.penelitian yang tentunya masih akan diperdalam secara intensif setelah data-data terkumpul. satu . Sekilas tentang Desa Aeng Panas Kec.

pertanian menjadi penghasilan utama di dena tersebut (Bpk. pengrajin. dusun Nong Malang. Batas-batas wilayah Desa Aeng Panas adalah: a.19. Sebelah timur berbatasan dengan desa Karduluk. . Ma'mun Amar).diantaranya adalah desa Aeng Panas dengan luas wilayah hanya mencapai 1. b. dan dusun Ceccek. 2. Dari beraneka ragam aktifitas masyarakat Aeng Panas. Desa Aeng Panas memiliki beragam mata pencaharian seperti pertanian. Desa Aeng Panas memiliki empat dusun yaitu dusun Pesisir.29 desa ini adalah desa yang terkecil kedua setelah Pragaan dengan luas 1. Sebelah barat berbatasan dengan desa Prenduan. d. c. Sebelah utara berbatasan dengan Kec. Kondisi Demografis Penduduk Pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang cukup menentukan pembangunan masyarakat desa Aeng Panas maka perkembangan penduduk menjadi sangat penting untuk diperhatikan. guru. Sebelah selatan berbatasan dengan selat Madura. kuli bangunan pegawai pemerintahan serta nelayan karena memang sebelah selatan desa ini berbatasan dengan selat madura. Guluk-guluk. dusun Galis.

Di desa Aeng Panas juga terdapat salah satu penganut aliran Tarekat yang di pimpin oleh KH. Desa Aeng Panas memiliki wadah kekeluargaan dengan adanya kegiatan kemasyarakatan seperti Muslimatan (untuk ibi-ibu). Menurut penuturanya. hal ini bisa dilihat dari jumlah lulusan sarjana kurang lebih 50 orang. Yasinan (untuk Bapak-bapak). beliau mengatakan bahwa lembaga pendidikan yang ada di desa Aeng Panas sekitar 7 lembaga pendidikan formal maupun nonformal diantaranya Pondok Pesantren An-Nusyur dan AtTaufiqiyah. Kondisi Sosial Budaya Sebagai masyarakat pedesaan tentunya sikap sosial tetap menjadi pegangan untuk menjaga rasa sosial.Masyarakat Aeng Panas termasuk masyarakat yang tingkat pendidikannya maju. bahkan belum lama ini pimpinan Terekat tersebut yaitu KH.A. persaudaraan dan rasa saling memiliki antara anggota masyarakat.Shohibul Wafa Tajul "Arifin (Abah Anom) dari Pesantren Surya Laya daerah Tasik Malaya pernah berkunjung kedesa ini. Hal itu dikemukakan oleh Bapak Ma'mun Anwar selaku kepala Desa Aeng Panas pada hari Jum'at malam tanggal 20 Juli 2007 saat diwawancarai oleh peneliti ditempat kediamannya. kemudian tidak mau kalah bagi para . Rahmatullah yakni tarekat Qodariyah wa Naqsabandiyah (TQN). 3. dan Kompolan.

4. karena dipengaruhi oleh mayoritas beragama Islam. . ajaran agama mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.pemuda dengan membentuk Club-club olah raga yang sudah dibina dengan baik oleh warga Aeng Panas seperti Club Jawara. Tradisi yang ada mereka aplikasikan dengan berbagai cara seperti dalam menyambut tamu. Penyajian Data dan Hasil Penelitian Mengenai persepsi masyarakat tentang ziarah kubur penulis paparkan pada penyajian data hasil wawancara dengan salah seorang penziarah kubur di makam Agung Mahmud. dan Club Titonik. Peneliti sengaja mendatangi beliau dengan mengatakan maksud dan tujuan peneliti agar penelitian yang dilakukan lebih terbuka dan memang hal itu yang biasa peneliti terapkan. Pada tanggal 19 Juli peneliti mendatangi salah seorang penziarah di makam Agung Mahmud. Mereka terkenal sangat kuat memegang prinsip ajaran agama dan tradisi yang turun temurun. Tradisi dan Budaya Kehidupan masyarakat Aeng Panas tentunya tidak terlepas dari adat dan tradisi Madura seperti daerah Madura lainnya. B.

Mengunjungi makam Masyarakat Aeng Panas. M. Amar (Klebun) yang diwawancarai pada hari kamis. 20 juli 2006. khususnya yang rutin ziarah kubur mengartikan ziarah kubur dengan pekerjaan mengunjungi tempat pemakaman seseorang yang sudah meninggal. Hal itu peneliti lakukan agar pembahasannya lebih mudah dan sistematis.yang telah menciptakan kita hingga berada seperti sekarang serta mengingatkan kita bahwa semua makhluk akan mengalami sebuah kematian. 1. . serta beliau juga menambahkan bahwa ziarah kubur merupakan salah satu wasilah untuk taqorrub kepada-Nya. Hal ini seperti yang dinyatakan oleh Bpk.Dalam penyajian data sengaja diawali dengan pengertian tentang ziarah kubur kemudian motivasi dan terakhir berkenaan dengan tata cara ketika melakukan ziarah kubur. Menurut beliau ziarah kubur adalah: Suatu perbuatan dalam rangka mengerjakan suatu kebaikan yaitu mendatangi area pemakaman dalam rangka beribadah kepada Allah swt. Persepsi masyarakat tentang Ziarah Kubur Didapati bahwa paparan data atau hasil penelitian yang ditemukan di lapangan mengenai persepsi masyarakat Aeng Panas tentang ziarah kubur dapat diklasifikasikan menjadi: a.

Mengunjungi makam sanak keluarga atau famili terdekat. Menurut Khusairi ketika diwawancarai pada Minggu.Adapun pernyataan yang lebih terinci seperti pertanyaan yang dilontarkan oleh pewawancara kepada Ust. Hal itu mengaca kepada sejarah adanya ziarah kubur dalam Islam yang pada awalnya pekerjaan mengunjungi kubur dilarang oleh Nabi kita Muhammad saw dikarenakan akidah para shahabat belum kuat dan ditakhawatirkan menjurus kehal-hal berbau syirik. Su'ud salah seorang tokoh masyarakat Aeng Panas di dusun Pesisir ketika peneliti temui pada malam-malam tanggal 28 Mei 2007. 22Juli 2007: “Ziarah kubur menurut saya adalah kunjungan ke tanah pemakaman …”. sanak pamili. serta ziarah kubur menurut istilah adalah mendatangi tanah kuburan dengan melakukan ritual-ritual keagamaan dan yang sesuai ajaran agama. Sebagaimana Khusairi dalam wawancara : “… sesepuh. Beliau menyatakan bahwa: Ziarah kubur secara bahasa adalah mengunjungi. atau orang yang dianggap berjasa semasa hidupnya”. . tetapi setelah itu diperbolehkan. bisa juga mengunjungi makam syeikh yang memiliki ilmu yang tinggi atau yang dianggap wali.

menyatakan: “… dalam rangka mendo’akan sesepuh. Berdo’a Selanjutnya didapati persepsi masyarakat Aeng Panas tentang Ziarah Kubur adalah mengandung unsur atau terdapat kegiatan berdo’a. yang pertama mengandung unsur mendatangi. Kegiatan berdo’a disini ada dua pendapat. b. . yang pertama mendo’akan si ahli kubur. menurutnya: “… dengan berdo’a di Agung Mahmud atau Agung Mahmud dan memikirkan nasib dikemudian hari”. Ma’mun (Pesisir) pada hari Jum’at. sanak famili ataupun orang lain yang dianggap memiliki kelebihan tertentu seperti wali. atau orang yang dianggap berjasa semasa hidupnya”. Sebagaimana salah orang warga yang memiliki pengetahuan keagamaan (dalam wawancara bersama Khusairi) pada tanggal 22 Juni 2007.Dari pernyataan-pernyataan di atas dapatlah kita pahami bahwa persepsi tentang ziarah kubur masyarakat Aeng Panas. mendo’akan orang mati”. mengunjungi tempat pemakaman atau kuburan tertentu.sanak pamili. baik makam orang yang masih terkait dengan hubungan keluarga. Begitu juga dengan pernyataan Bapak Munir (dalam wawancara) tanggal 12 Juli 2007. tanggal 10 Agustus 2007 : “ …Tawashul. Hal senada juga diungkapkan oleh Bpk.

Dan yang kedua berdo’a untuk si peziarah.…”. Itu diungkap oleh K. Hal tersebut didukung oleh pernyataan Bapak Ahmad (dalam wawancara). menurutnya: “Ziarah kubur menurut saya adalah cuman sekedar berkirim do’a”. menurutnya: “Ziarah kubur menurut saya adalah berdo’a. Juga Fauji (dalam wawancara).): “… mencari berkah dari Allah lewat Agung Mahmud dan Agung Ahmad”. Sadili dalam wawancara tanggal 28 Mei 2007 (pukul 17. Mengharap mendapatkan berkah atau barokah Masyarakat Aeng Panas memandang kegiatan ziarah kubur adalah kegiatan yang didalamnya terdapat pengharapan untuk mendapatkan berkah atau barokah.00 WIB.00-18. c. menurutnya do’a dilakukan: “… secara tidak langsung meminta pertolongan pada orang-orang kubur dengan do'a-do'a suci dan sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah”. Kemudian lanjutnya: . Penulis mengambil kesimpulan bahwa kegiatan berdo’a yang dimaksud dalam ziarah kubur adalah selain mendo’akan si ahli kubur juga berdo’a untuk si peziarah. Pernyataan ini didukung oleh hasil wawancara bersama Miftah pada tanggal 8 Juli 2007. Yakni dengan berdo’a di sekitar areal pemakaman yang dikunjungi. Agung Mahmud dan Agung Ahmad yaitu makam yang dianggap wali di desa Aeng Panas.

Anwar menyatakan bahwa ziarah kubur adalah suatu penghormatan kepada salah seorang yang dulu semasa hidupnya banyak berjasa kepada masyarakat di daerah tersebut pada khususnya dan umat Islam secara luas". 016) berkah bukan dari si ahli kubur. …”. Ya saya tawashul. melainkan dipanjatkan kepada Allah sewaktu berziarah. Mahfud (Nung Malang) (pada hari Jum’at. Hal ini dipertegas pula oleh Bpk.“Karena beliau diyakini sebagai seorang wali. Sebagaimana hasil catatan lapangan yang peneliti temukan (pada CTL No. 10 Agustus 2007). cuman pada intinya kita meminta pertolongan kepada Allah dengan cara datang ke asta orang yang kita anggap dekat dengan Allah. mendo’akan orang mati. menurutnya: Kalau menurut saya ziarah kubur adalah mendatangi asta dan berdo’a disana. Kalau langsung sih ngga bisa mas. Jadi unsur ketiga dalam pandangan masyarakat Aeng Panas tentang ziarah . Ma'mun yang diwawancarai pada tempat yang sama tetapi waktu berbeda beberapa menit karena beliau saat diwawancarai ternyata mempunyai hubungan darah yaitu orang tua dari Bpk. berharap dapat barokah. Pernyataan di atas terdapat dalam wawancara bersama Mas.

Barokah yang dipahami oleh orang semacam ini dimaksudkan bertambahnya kenikmatan dalam artian mendapatkan ketenangan yang berbeda setelah melakukan ziarah kubur ke makam wali atau makam orang yang shaleh yang dikeramatkan. Hal yang menarik yang menjadi temuan dalam penelitian ini.kubur adalah adanya pengharapan mendapatkan berkah atau barokah. Mengingat akan kematian Sebenarnya banyak pendapat tentang mengartikan ziarah kubur tapi menurut saya pribadi ziarah kubur adalah mengingatkan kita kepada kematian. d. yang sholeh semasa hidupnya”. Beliau menyatakan bahwa : “ziarah kubur itu ya untuk mengingat kematian dan mencari barokah lewat orang yang mati. . Penghormatan ini dimaksudkan agar supaya si peziarah mendapatkan berkah atau barokah dalam hidupnya. Inikan aneh. Yang mana peziarah harus melakukan penghormatan kepada makam yang dikunjungi. Demikikanlah Irwan menyampaikan jawaban ketika peneliti mewawancarainya pada 21 Juli 2007. yaitu data yang peneliti temukan dari hasil wawancara bersama Bapak Edi pada hari kamis 5 Juli 2007. Pemahaman seseorang akan arti barokah menjadi bermacam-macam.

Pernyataan lain yang peneliti temui pada saat wawancara di lapangan adalah peneliti menemukan pernyataan yang sedikit berbeda dengan pernyatan ketiga responden di atas walaupun ada pernyataan mengingatkan kepada kematian. Menurut beliau bahwa: “… dalam rangka beribadah kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita …. menurutnya: “Ziarah menurut saya adalah mendekatkan diri kepada Allah ketika . seperti memohon kebarokahan dari seorang wali yang dikubur. ziarah kubur merupakan salah satu wasilah untuk taqorrub kepada-Nya”. Pernytaan tesebut disampaikan oleh Bpk. Sadili sebagai seorang kuncen. Amar (Klebun) yang diwawancarai pada hari kamis. M. tetapi diujung pembicaraannya ada yang perkataan. mengharap agar segala hajat maupun cita-citanya terkabul dengan wasilah ahli kubur. yakni penjaga kubur ketika peneliti temui pada tanggal 27 Mei 2007. 20 juli 2006. Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Bapak Muqit (dalam wawancara 21 Juli 2007. Wasilah mendekatkan diri kepada Allah Esensi dari kegiatan ziarah kubur adalah menurut masyarakat Aeng Panas adalah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. pernyataan tersebut dilontarkan oleh Bpk. e.

Dari beberapa uraian di atas. setiap orang yang pergi untuk menziarahi kuburan sudah pasti memiliki motif-motif yang tentunya memiliki nilai manfaat. tentu manusia selalu bersandarkan pada manfaat yang ia peroleh dari apa yang ia kerjakan. 2. mendo’akan si ahli kubur. dapat disimpulkan bahwa ziarah kubur adalah kegiatan mendatangi kuburan. Motivasi Orang Melakukan Ziarah Kubur Dalam melakukan sesuatu. bahwa segala sesuatu pasti akan kembali kepada-Nya.berada dikuburan dengan berusaha atas segala apa yang telah diperbuat semasa hidupnya”. Asas manfaat inilah yang seringkali menjadi motivasi seseorang dalam melakukan aktifitasnya. Jadi unsur terakhir yang menjadi pandangann masyarakat Aeng Panas tentang ziarah kubur adalah sebagai wasilah mendekatkan diri kepada Allah dengan mengingat kematian. sebagaimana yang diungkapkan oleh Bpk. Arif Syuhdi saat peneliti temui dirumahnya pada tanggal 05 Juli 2007 menurut beliau ziarah kubur dilatar belakangi oleh adanya motivasi seperti dalam rangka . dengan harapan mendapakan barokah dengan tujuan ibadah yaitu untuk mengingat kematian dan wasilah mendekatkan diri kepada Allah Swt. Begitupun dengan perilaku menziarahi kubur.

istri dan keluarga. apa yang akan kita bawa untuk menjadi bekal nanti di akhirat”. menghargai. berupa pelajaran-pelajaran berharga yang bisa kita ambil dalam kehidupan kita sepereti kita datang ketempat orang mati kita harus berfikir kapan kita akan seperti itu. menurutnya: “Semata-mata adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah. mengrormati orang yang telah banyak berjasa semasa hidupnya serta bisa menjadi wasilah kepada Allah dengan cara berdo’a disana dengan harapan Allah memberikan apa-apa yang menjadi hajat saya”. berharap segala hajatnya cepat dikabul oleh Tuhan. mencari kebarokahan untuk diri sendiri. Ada pula yang dimotivasi hanya karena semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini disampaikan oleh Anwar (dalam wawancara pada tanggal 9 Agustus 2007). Dalam wawancara ada yang hanya menjawab dengan ringkas .mencari keberkahan. beliau menyatakan bahwa motivasi ziarah kubur adalah berdo’a. Hal senada juga disampaikan oleh Mutti. Karena beliau menyakini bahwa Agung Mahmud sebagai seorang waliyullah. Ahmad pada tanggal 10 Agustus 2007. yakni: ”mendorong kita agar lebih dekat kepada Allah serta mencari hikmah-hikmah tertentu …. Begitu pula jawaban yang dilontarkan oleh seorang pengunjung Asta Agung Mahmud yaitu Bpk.

cuman sekedar berkirim do’a”. katanya. mengatakan: “Yang menjadi motivasi saya berziarah melakukan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kepada kematian serta mendo'akan orang yang sudah meninggal baik dari keluarganya sendiri maupun orang lain”. Ini diungkap oleh Bpk.. Khusairi dalam wawancara pada tanggal 22 Juli 2007. Seperti pernyataan dari Ma’mun (10 Agustus 2007). 5 Juli 2007) menurutnya: “Motivasi saya melakukan ziarah kubur adalah tidak lain hanya untuk lebih mengingat bahwa kita semua akan mengalami kematian”. Sama halnya dengan yang disampaikan oleh Fauji (dalam wawancara. Kemudian Bapak mahfud (dalam wawancara. kalau kita ziarah kesini maka setiap yang kita inginkan akan tercapai dan hati merasa tenang”. Mutti (5 Juli 2007) menyampaikan: “motif saya melakukan ziarah kubur adalah mencari kebarokahan”. 06 Agustus 2007) “. 10 Agustus 2007) menyampaikan motivasinya atas dasar: “Tujuan saya datang berziarah kubur kesini adalah seperti yang sudah saya katakan tadi yakni dalam rangka mengingat kematian. “Tujuan saya datang berziarah kesini adalah mengingat kematian”.. Begitu juga dengan Bpk.yaitu untuk mengingat kematian. Edi (wawancara. Seseorang juga mengharuskan dirinya untuk datang berziarah kubur tatkala diterpa kesulitan. Ahmad .

(Karduluk). Antaralain: mencari keberkahan. Munir (wawancara. Ada juga alasan mengapa hanya makam Agung Mahmud atau makam Agung Ahmad yang dikunjungi oleh masyarakat. Pendapat ini juga ditambahakan oleh Bapak Muqit (dalam wawancara. Sadili menyampaikan dalam wawancaranya pada tanggal 28 Mei 2007. K. menurutnya: “Sebenarnya beragam alasan kenapa orang melakukan ziarah kubur. ketika saya mengalami kesulitan saya datang untuk ziarah kesini setelah itu Al-hamdulillah sedikit-sedikit kesulitan terasa ringan”. 21 Juli 2007). Dari berbagai pernyataan yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan para penziarah kubur di Asta Agung Mahmud dapat disimpulkan bahwa beragam motivasi para penziarah dalam melakukan ziarah kubur. mencari . beliau menyatakan bahwa: “Ya selain berkirim do’a. berharap hajatnya segera dikabulkan oleh Tuhan. menurutnya: “karena diyakini masyarakat sebagai seorang wali yang banyak berjasa dikampung ini”. mendo’akan ahli kubur. tapi kalau menurut saya pribadi saya berziarah kubur bertujuan untuk mencari ketenangan dan bisa diartikan wasilah kebarokahan”. Bpk. 12 Juli 2007) menyampaikan: “seperti yang sudah saya katakan bahwa saya datang kadinto untuk mencari berkah dengan Agung Mahmud.

para Aulia. peneliti mendapatkan informasi atau data dari masyarakat Aeng Panas tentang tata cara melakukan ziarah kubur. Menurutnya: Mas. istri dan keluarga.berdo’a untuk mencari kebarokahan bagi diri sendiri. Yang biasa saya baca ketika berziarah . dan juga motivasi permasalahan atau problem peziarah. 5 Juli 2007 menyatakan. mengirim do’a kepada Rasulallah. Ini didukung oleh pernyataan dari Ma’mun Anwar ketika diwawancarai pada tanggal . bahwa ketika kita berziarah kekuburan kita harus memiliki wudhu terlebih dahulu sebelum memasuki ke areal kuburan. mengirim do’a buat ahli kubur terutama yang diziarahi dan yang terakhir adalah kita berdo’a kepada Allah untuk pribadi. mengucapkan salam ketika masuk area pemakaman. Tata Cara Ziarah Kubur Dari hasil wawancara yang peneliti laksanakan hampir sebulan lamanya. 3. Hal ini seperti yang telah dituturkan oleh seorang responden yaitu Bpk. mengingat kematian dengan mendatangi kuburan. 9 Agustus 2007. benetuah (sesepuh) kita yang sudah meninggal atau yang pernah berjasa. dalam artian peziarah memiliki kesulitan dalam hidup kemudian berziarah ke makam tersebut. pada dasarnya setiap sesuatu pasti ada aturan mainnya atau tata caranya seperti memiliki wudhu. Mat Munir yang peneliti temui pada hari kamis. mencari ketenangan.

Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. Pernyataan di atas lebih simpel dan mengena seperti yang dikemukakan oleh bpk Edi saat peneliti temui pada hari kamus. 5 Juli 2007. Jawaban singkat juga disampaikan oleh Mas. surat yasin. tahlil dan lain-lain. yakni yang penting kita suci dan tidak salah niat. Tahlil”. Tahlil dan do’ado’a. Ma’mun(Pesisir) 10 Agustus 2007 Salam.tentunya ayat-ayat Al-qur’an seperti.Mahfud (Nung Malang) dalam wawancara pada tanggal 10 Agustus 2007: “yang biasa saya lakukan cuman berucap Salam. dan berdo’a. Adapunyang lebih terinci seperti pernyataan yang disampaikan oleh Bpk. aulia. mengatakan sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. dan setelah itu berdo’a. . leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. tawashul. Yang jelas seperti yang biasa saya lakukan adalah ketika baru sampai ketempat pemakaman tidak lupa mengucapkan salam. Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. Pernyataan ini sama halnya dengan yang dikatakan oleh saudara Muti pada tanggal 20 Juli 2007. tawashul. para Nabi. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah.

Insya Allah segala kebutuhan kita akan cepat terkabul”. Al-Fatihah. mengirim Al-Fatihah kepada Rasul.kepada ahli kubur lalu berdoa dengan cara mengirim Al-Fatihah buat Rasulullah. Tawashul. (wawancara Bpk. Ahmad 10 Agustus 2007). baca Al-qur’an dan lain-lain”. Ada. bahwa: Tahlil dan ayat –ayat Al-Qur'an. para ulama dan dan orang tua kita. pernyataan yang disampaikan oleh Bpk. responden menjawab Tahlil. Fauji (Nung Malang) 06 Agustus 2007. Pendatang: beliau mengatakan para penziarah yang datang ketempat tersebut banyak sekali sampai –sampai beliau lupa yang jelas dari jawa juga ada yang datang dengan rombongan bahkan ada juga yang sendi-sendiri atau . Al-Ikhlas.Tahlil dan kalau waktu memungkinkan saya membaca Yasin. menurutnya: “kalau pengen cepet teka hajat. Dan yang menjadi temuan dalam penelitian ini adalah pertama. Mengenai bacaan lainnya juga beliau menyambungkan ucapannya: “terserah sampean. 28 Mei 2007). Mengenai bacaan-bacaan apa saja yang dibaca ketika berziarah kubur. Al-Falak. serta ayatayat Al-qur’an.ahli kubur dan untuk kita sendiri. bisa tahlil. pertama saya mengucapkan salam ketika baru masuk ke lingkungan makam.Munir ketika diwawancarai pada tanggal 12 Juli 2007. harus baca surat Al-Ikhlas 1000x. Kedua pernyataan dari K Sadili (wawancara. AN-nas.

ANnas. Dari pernyataan-pernyataan di atas. kelima. maka cabut batu nisan saya dan buang ke tase (laut)”. kalau hajatnya tidak terkabul. membaca Al-Fatihah. dapatlah disimpulkan bahwa tata cara berziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah pertama. Al-Falak. ditutup dengan do’a. yaitu: “Bacaan yang harus dibaca oleh para peziarah ketika berziarah ke makam Agung Mahmud yaitu surat Al-Ikhlas 1000x. ketiga. kedua. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. keempat. aulia.Tahlil dan Yasin. sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu. kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. tawasul. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah.yang paling unik lagi sampai ada yang tidur disana untuk beberapa lama atau kalau dalam istilah sana (tirakat) Kemudian lanjutnya masih dalam wawancara yang sama berbeda jam. C. para Nabi. … sebelum Agung Mahmud wafat beliau pernah berwasiat "Siapa yang berziarah kemakam ku 1000x membaca surat Al-Ikhlas. Diskusi Hasil Penelitian . Al-Ikhlas. keenam.

Setelah data terkumpul dan diorganisasikan maka pada tahap ini semua data yang diperoleh peneliti simpulkan sebagai berikut: 1. . karena kita semua akan mengalami yang namanya kematian. dengan harapan mendapakan barokah dengan tujuan ibadah yaitu untuk mengingat kematian dan wasilah mendekatkan diri kepada Allah Swt. Atau dengan kata lain bahwa ziarah kubur adalah kegiatan mendatangi kuburan.Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan salah seorang penziarah serta dari data yang diperoleh hasil observasi maka rasanya perlu bagi peneliti untuk mendiskusikan hasil penelitian ini dengan landasan teori pada Bab II. Hal ini dipandang perlu untuk membuktikan atau memverivikasi antara data hasil penelitian dengan teori yang peneliti gunakan sebagai landasan teori dan juga ingin mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap halhal yang berkaitan dengan ziarah kubur secara umum. Persepsi Ziarah Kubur Persepsi ziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas yang peneliti wawancarai adalah yakni pekerjaan seseorang mengunjungi kuburan dalam rangka mendo'akan orang yang telah meninggal serta mengambil hikmah yang terjadi ketika kita ditanah kubur seperti mengingatkan kita akan nasib kita dikemudian hari. mendo’akan si ahli kubur.

Sadili beliau mengatakan bahwa motivasi beliau dalam berziarah kubur adalah mencari barokah dari ahli kubur sehingga segala yang dihajatkannya bisa cepat dikabul. Hal ini juga dikemukakan oleh saudara Khusairi seorang mahasiswa IDIA saat ditemui di kampus pada hari Minggu. Dari temuan data yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan responden yaitu Bpk. Motif-motif Orang Melakukan Ziarah kubur Yang menjadi motif para penziarah masyarakat Aeng Panas pada dasarnya tidak jauh berbeda seperti yang dinyatakan oleh Bpk. 2.Edi. . 22 Juli 2007. maka adanya suatu persamaan antara teori dan hasil wawancara. yang menjadi motif melakukan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kepada kematian serta mendo'akan orang yang sudah meninggal baik dari keluarganya sendiri maupun orang lain dengan membaca Yasin dan Tahlil. adalah dalam rangka mengingatkan sesungguhnya kita semua akan mengalami hal yang sama yaitu kematian.Kemudian apabila hasil tersebut kita diskusikan dengan teori yang peneliti jadikan sebagai suatu landasan teori yang ada di bab II. kemudian perbedaan hanya terletak pada pengertian maupun pengungkapannya saja karena mungkin dipengaruhi oleh tingkat pendidikan responden yang peneliti wawancarai.

Pernyataan yang peneliti peroleh dari hasil wawancara dengan salah seorang penziarah adalah: Pada saat berziarah ke kuburan sebaiknya mengikuti tata cara yang baik agar mendatangkan hikmah bagi yang berziarah maupun yang diziarahi karena mengerjakan sesuatu tanpa tahu bagaimana kita bekerja mulai dari memulainya hingga akhirnya. 3. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Hasyim (1978:115) bahwa pada garis besarnya faidah ziarah kubur ialah ada dua. yaitu akhirat dan segala seluk beluknya. termasuk perkara maut dan untuk mendo'akan kepada yang telah meninggal mendahului kita tentunya dimulai dengan niat yang benar dan hati yang ikhlas semata-mata karena Allah swt. Tata Cara Ziarah Kubur Kemudian pada permasalahan terakhir peneliti mengambil permasalahan seputar tata cara pelaksanaan ziarah kubur. maka tidak akan mendapatkan hasil yang . yakni: untuk mengingatkan segala yang serba ghaib.Hal ini senada kalau kita sesuaikan dengan teori yang ada di landasan teori bahwa sebenarnya adalah dari aspek manfaat seperti mengingatkan kita kepada kematian. Dilarang dalam menziarahi perkuburan ini ialah meminta sesuatu hajat kepada yang mati itu atau memujanya seperti pemujaan terhadap berhala.

Dari pernyataan-pernyataan di atas.diharapkan. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. dapatlah disimpulkan bahwa tata cara berziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah pertama. kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. Agung Ahmad karena mereka menhormati dan meyakini sebagai seorang waliyullah. Masyarakat Aeng Panas pada umumnya dan para peziarah pada khususnya menghormati sekali orang –orang yang ketika masa hidupnya banyak berjasa seperti halnya mereka menhormati Agung Mahmud. seperti mengucapkan salam terlebih dahulu ketika hendak memasuki area kuburan dan tentunya kita harus memiliki wudhu terlebih dahulu. para Nabi. . Kelemahan dari pendapat orang ini adalah menerangkan prakteknyadan kurang mejabarkan secara rinci. ketiga. Seperti halnya diungkapkan oleh Godam tentang adab dalam berziarah kubur yang sesuai menurut Islam harus berperilaku sopan dan ramah ketika mendatangi areal pemakaman. begitu pula makam-makam yang dianggap keramat oleh masyarakat atau anggota yang biasa ziarah kubur. keempat. kedua. aulia. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu.

Persepsi Ziarah Kubur . BAB V PENUTUP A.Tahlil dan Yasin. kelima.tawasul. keenam. ditutup dengan do’a. Al-Ikhlas. ANnas. Al-Falak. membaca Al-Fatihah. Kesimpulan 1.

ketiga. dalam artian peziarah memiliki kesulitan dalam hidup kemudian berziarah ke makam tersebut. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. aulia. istri dan keluarga. dapat disimpulkan bahwa ziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah kegiatan mendatangi kuburan. leluhur kita dan yang terakhir . para Nabi. 2. kedua. berdo’a untuk mencari kebarokahan bagi diri sendiri. 3. Motivasi Ziarah Kubur Para penziarah kubur di Asta Agung Mahmud dapat disimpulkan bahwa beragam motivasi para penziarah dalam melakukan ziarah kubur. dan juga motivasi permasalahan atau problem peziarah. sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu. mendo’akan si ahli kubur. mencari ketenangan. dengan harapan mendapakan barokah dengan tujuan ibadah yaitu untuk mengingat kematian dan wasilah mendekatkan diri kepada Allah Swt. kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. Tata Cara Ziarah Kubur Tata cara berziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah pertama. berharap hajatnya segera dikabulkan oleh Tuhan. mengingat kematian dengan mendatangi kuburan. mendo’akan ahli kubur. Antaralain: mencari keberkahan.Dari beberapa uraian di atas.

Tahlil dan Yasin. hal tersebut mungkin disebabkan karena kurang maksimalnya pengetahuan penulis atau bisa jadi banyak kelalaian dan keseriusan penulis dalam proses pembelajaran di awal-awal perkuliahan. keempat. keenam. Al-Ikhlas.mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. maka penulis akan membuat sara-saran yang hendaknya menjadi perhatian bagi peneliti selanjutnya. Dalam penelitian ini. kelima. Oleh karena itu penulis berharap bagi semua mahasiswa ataupun pihak-pihak yang hendak melaksanakan penelitian agar lebih meningkatkan keseriusan dalam proses pembelajaran sebelumnya dengan cara banyak membaca. adalah sebagai berikut: 1. motivasi orang . B. penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan terutama dalam menguasai hal-hal yang penting didalamnya. ditutup dengan do’a. tawasul. ANnas. Dalam judul “Persespi Masyarakat Terhadap Ziarah Kubur” permasalahan yang penulis angkat hanya terbatas dalam bagaimana persepsi Masyarakat terhadap ziarah kubur. Al-Falak. 2. membaca Al-Fatihah. Saran Berdasarkan penelitian ini. Diantaranya saran penulis.

dalam rangka mendapatkan hasil penelitian yang lebih akurat. masih banyak Asta atau Makam yang dikeramatkan terutama oleh masyarakat Aeng Panas seperti. Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Dalam penelitian ini. 3. Lanceng.melakukan rutinitas ziarah kubur dan bagaimana tata cara melakukan ziarah kubur. Dul Jaya. bagi peneliti selanjutnya penulis sarankan agar lebih memperdalam fokus-fokus permasalahan yang lebih menarik.Padahal. Mambang. Tunggul Angin. Kriya. DAFTAR PUSTAKA . Oleh karena itu. Dalam hal ini penulis hanya melakukan penelitian dengan observasi tidak langsung karena berbagai faktor. seperti mencari akar masalah yang menyebabkan munculnya ziarah kubur atau mencari potensi ekonomi yang menguntungkan dalam pelestarian dan pengembangan lokasi ziarah menjadi lokasi wisata ziarah kubur. Oneng. Oleh Karena itu peneliti sarankan bagi penelitian selanjutnya untuk lebih diperluas dalam memakai pendekatan yang menggunakan observasi berperan serta sambil mengumpulkan data. penulis hanya meneliti satu tempat saja yakni Asta Agung Mahmud dan Agung Ahmad yang berlokasi di Dusun Pesisir Desa Aeng Panas.

_______________. Jawa Tengah). Cara Mudah Memahami Aqidah sesuai al-Qur'an. Jakarta: Balai Pustaka. 4. Tawassul. Abdillah http://www. dkk. 16/08/2006. Sumenep: Iman Bela. Bandung: Remaja Rosda Karya. Abdullah.T.com/journal/item/13 Faisol. 2003. Umar. Bandung: P. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Problematika Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Persepsi Mahasiswa IDIA Prenduan. Jakarta: PT Bina Ilmu. Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. as-Sunnah dan Pemahaman Salafus Shalih.com Hasyim. Terjemahan oleh Abdul Rosyad Shiddiq. 1381 H. Bid'ah-Bid'ah Kubur. http://kumincir. Terjemahan oleh A. Tth. Mahmud. Syarqawi. Metodologi Penelitian Kualitatif. 2006. Koentjaraningrat. http://www. Godam.net/forums/index php? showtopic=20479 Dhofir. Subagja. 1978. Model-model Pembelajaran di Pesantren. Siradjuddin. Pengantar Metodologi Riset. Fadillah. Hasan Bashori. 2007. Achmad. 2006.1997. Keraf Gorys. Menyingkap Fenomena Ketergantungan Kepada Para Wali.ittutor. 2000. Alhamdani. Tasik Malaya: ritual keagamaan dan prospeknya bagi pengembangan pariwisata. Jakarta: Balai Penerbit Pustaka Tarbijah. Hamid Al-Humaidi. Jakarta: Pustaka at-Tazkia Al-Jufri.multiply. UNMUH Surakarta. Al-Jibrin. 2006. 1999. Al-Ma'rif. Reflektika Vol. Sumenep: Al-Amien Printing Farhan.Ali. al-Buhairi. 2007. Keramat Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. Abbas. Hadiah Pahala dan Mengajar Orang Mati. Kuburan Agung. 2005. Tangerang: . I'tiqad Ahlussunnah Wal-Jama'ah. 22 Juni 1999.google/Tata Cara Ziarah Kubur. 1984. Risalah Djanaiz. Jakarta: Nusa Indah. Riset: Tradisi Pementasan Wayang Topeng Dalam Rangka Sedekah Bumi Dan Dampaknya Bagi Masyarakat (Studi Kasus Di Dukuh Kedung Panjang Desa Soneyan. Komposisi. Jakarta: Darul Haq. Abdul Aziz bin Abdullah. 1969. Kebudayaan Jawa. Mamduh.

Mulder. 2006.Media Nusantara. Bimo. http://www. 1999.dikti. Psikologi Umum. Sobur.. Rahmat. Bandung: Remaja Rosda Karya. Jalaluddin Dr. 2000. Kitab Tauhid 3. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Raja Grafindo Persada.net/pkmi_award Walgito. Motivasi dan Interaksi Belajar Mengajar. Pustaka Setia. Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional. Yogyakarta: Andi Ofset. 2003. Alex. dkk. 2000. 2005. Triningsih. 1981. Moleong.google/Ziarah Kubur. Jakarta: PT. 1981. Niels. Pengantar Psikologi Umum.. Shalih. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Yayasan Al-Sofwa. http://www. Lexy.com Sardiman. J. .pkm. 2002. Terjemahan oleh Ainul Haris Dkk. Bandung.

00-11. pada intinya kita berusaha mendekatkan diri setiap saat bisa dengan cara shodaqoh. Peneliti: Apakah Bapak bisa menjelaskan sejarah tentang ziarah kubur? Informan: Insya Allah. ataupun dzikir.00 : Kediaman Aeng Panas Instrumen Wawancara Peneliti: Bagaimana pandangan saudara tentang ziarah kubur?[1] Informan: Ziarah kibur menurut pandangan saya adalah suatu perbuatan dalam rangka mengerjakan suatu kebaikan mendatangi area pemakaman. Ziarah kubur merupakan salah satu wasilah untuk taqorrub kepada Allah.shalat malam. menurut panjenengan barusan Ziarah Kubur adalah salah satu cara mendekati kepada Allah terus selain ziarah kubur apalagi? Informan:Ya. Peneliti: Bapak.LAMPIRAN WAWANCARA(1) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : M Amar (Klebun) : Kamis. dalam rangka berinadah kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita hingga berada seperti sekarang dan mengingatkan kita bahwa semua makhluk akan mengakami suatu kematian. 9 Agustus 2007 : 09. kita ingat dalam sebuah hadist bahwa Rasulallah pernah bersabda tentang pelarangan dan pembolehan melakukan .

Peneliti: Kenapa sampai dilarang? Informan: Karena pada waktu Rasulallah itu masih di mekkah baru-barunya Islam datang sedangkan kuburan pada bahkan umumnya sampai kaum jahiliyah menyembah berhala-berhala dipertuhankan. keluarga bahkan saya pernah . makam siapa saja yang panjenengan ziarahi? Informan: Makam orang-orang sholeh diantaranya Makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad.ziarah kubur. mengrormati orang yang telah banyak berjasa semasa hidupnya serta bisa menjadi wasilah kepada Allah dengan cara berdo’a disana dengan harapan Allah memberikan apa-apa yang menjadi hajat saya. Akan tetapi baru setelah rasulallah hijrah ke Madinah ziarah kubur diperbolehkan bahkan dianjurkan. Peneliti: Bapak Klebun. menghargai. Peneliti: Dengan siapa bapak Klebun perginya? Informan: Setiap pergi saya mengajak teman. Apa yang menjadi tujuan atau motivasi panjenengan melakukan aktifitas ziarah kubur? Informan: Semata-mata adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Peneliti: Kapan melakukannya? Informan: Saya menziarahi makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad rutin setiap hari tapi kalau jamnya tidak pasti. Peneliti: Kalau boleh tahu.

Peneliti: Apakah ketika itu terjadi bapak merasa ketakutan? Informan: Yah biasalah Mas. saya akan sering datang kesini asalkan tidak ada yang menggangu.pergi sendirian. ketika itu saya bersama teman saya sedang mengaji di makam Agung Mahmud tiba-tiba saya melihat seekor ular di atas Asta beliau. para aulia. Bahkan saya pernah berkata dalam hati ke Agung Mahmud. benetuah (sesepuh) kita yang sudah meninggal atau yang pernah berjasa. Peneliti: Pernahkah bapak mengalami pengalaman ketika berada di area pemakaman seperti.tapi wujudnya setelah dicari ternyata tidak ada.pernah juga melihat sekumpulan semut. Peneliti: Bapak. mengirim do’a buat ahli kubur terutama yang diziarahi dan yang terakhir adalah kita berdo’a kepada Allah . Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang harus kita lakukan? Informan: Mas. pada dasarnya setiap sesuatu pasti ada aturan mainnya atau tata caranya seperti memiliki wudhu. dan pernah juga dalam satu waktu mendengar suara Jaran (Kuda). mengirim do’a kepada Rasulallah. namanya manusia tapi saya berusaha agar tidak mengganggu konsentrasi ketika berziarah kubur. melihat hal-hal yang ghoib atau kebanyakan orang mengatakan hantu (makhluk halus)? Informan: Pernah. mengucapkan salam ketika masuk area pemakaman.

tahlil dan lain-lain. surat yasin. 10 Agustus 2007 . Ma’mun(Pesisir) Hari/Tanggal : Jum’at. Peneliti: Apa yang biasa bapak baca ketika berziarah? Informan: Yang biasa saya baca ketika berziarah tentunya ayat-ayat Alqur’an seperti. WAWANCARA (2) Subjek Penelitian : Bpk.untuk pribadi.

45 : Asta Mahmud Agung Instrumen Wawancara Peneliti: Apakah panjenengan sering ziarah kadinto (bahasa Madura yang artinyaa. belum pernah Peneliti: Bagaimana menurut panjenengan artena (artinya) ziarah kubur? Informan: Tawashul.00-07.kesini)? Informan: oh yah! Kauleh (saya) segut dateng kadinto Peneliti: Kapan waktunya? Informan: kalau waktunya setiap hari jum’at pagi. mendo’akan orang mati. tawashul. [1] Peneliti: Apa tujuan atau motivasi bapak datang ziarah kubur? Informan: Tujuan saya datang berziarah kesini adalah mengingat kematian Peneliti: Makam siapa saja yang bapak ziarahi? Informan: Makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad Peneliti: Apakah ada tata cara khusus yang mesti kita lakukan ketika berziarah. dan berdo’a Peneliti: Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang harus kita patuhi? Peneliti: Apa yang biasa saudara baca ketika berziarah kubur? .Waktu Tempat : 07. berharap dapat barokah. kalau ada seperti apa itu? Informan: Salam. Peneliti: Kalau malam-malam dremah ( bagaimana)? Informan: Seingat saya kalau malam.

WAWANCARA (3) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : Mas.00 : Asta Mahmud Agung .45.Mahfud (Nung Malang) : Jum’at.00-07.Informan: Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. atau barangkali pernah melihat seperti di Televisi? Informan: Saya belum pernah melihatnya Cuma kadang merasa tenang. 10 Agustus 2007 : 07. Tahlil dan do’a-do’a Peneliti: Pengalaman apa yang bapak peroleh ketika ziarah kubur.

Peneliti: Apakah orang yang sudah mati bisa memberikan barokah buat kita? Informan: Kalau langsung sih ngga bisa mas. mendo’akan orang mati. cuman pada intinya kita meminta pertolongan kepada Allah dengan cara datang ke asta orang yang kita anggap dekat dengan Allah. Peneliti: Menurut sampean. Peneliti: Artinya? Informan: Ya saya tawashul. berharap dapat barokah. . Peneliti: Apa tujuan atau motivasi sampean datang ziarah kubur kesini? Informan: Tujuan saya datang berziarah kubur kesini adalah seperti yang sudah saya katakan tadi yakni dalam rangka mengingat kematian.Instrumen Wawancara Peneliti: Apakah sampean sering ziarah kubur yang kesini? Informan: Kalau setiap hari sih ngga cuman saya rutin datang kesini setiap Jum’at saja. apa sih arti ziarah kubur itu? Informan: Kalau menurut saya ziarah kubur adalah mendatangi asta dan berdo’a disana. Peneliti: Asta siapa saja yang sampean ziarahi? Informan: Asta Agung Mahmud dan Agung Ahmad.

kadang saya juga ziarah ke makam keluarga. kalau ada seperti apa itu? Informan: Yang biasa saya lakukan cuman berucap Salam.Peneliti: kalau menurut sampean apakah ada tata cara khusus yang mesti sampean atau kita lakukan datang ketempat ini. kalau kita ziarah kesini maka setiap yang kita inginkan akan tercapai dan hati merasa tenang. Peneliti: Apa yang biasa sampean baca ketika berziarah kubur? Informan: Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. dan setelah itu berdo’a. tawashul. Tahlil. Peneliti: Barang kali ada kelebihan-kelebihan yang khusus di Makam/asta Agung Mahmud ini? Informan: Katanya. Peneliti: Apakah hanya makam-makam tertentu yang biasa sampean kunjungi? Informan: Tidak mesti. Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud makam keramat? Informan: Makam orang berilmu semasa hidupnya Peneliti: Ilmu seperti apa mas? .

WAWANCARA (4) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : Bpk. kekebalan.Informan: Bisa ilmu agama atau bisa ilmu kekuatan.Ahmad (Karduluk) : Jum’at. 10 Agustus 2007 : 08. seperti.05 : Asta Agung Mahmud . kejantanan dan lain-lain.

[1] Peneliti: Makam siapa saja yang biasa bapak kunjungi? Informan: Orang sholeh Peneliti: Apa yang biasa baca ketika berziarah kubur? Informan: Tahlil. serta ayat-ayat Al-qur’an. ketika saya mengalami kesulitan saya datang untuk ziarah kesini setelah itu Al-hamdulillah sedikit-sedikit kesulitan terasa ringan. Peneliti: Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang mesti dikerjakan? Informan: Ada. mengirim Al-Fatihah kepada Rasul.Peneliti: Kapan saja bapak ziarah kemakam sini? Informan: Saya berziarah kemakam Agung Mahmud setiap jum’at pagi Informan: Bersama siapa bapak ziarah ke sini? Informan: Istri Peneliti: Apa arti ziarah kubur menurut Bapak? Informan: Ziarah kubur menurut saya adalah berdo’a. Peneliti: Barang kali ada tujuan tertentu bapak datang ke makam Agung Mahmud ini? Informan: Ya selain berkirim do’a. mencari kebarokahan untuk diri sendiri istri dan keluarga. Tawashul. pertama saya mengucapkan salam ketika baru masuk ke lingkungan makam.ahli kubur dan untuk kita sendiri. .

10-21.40 : Kediaman . 06 Agustus 2007 : 21.WAWANCARA (5) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : Fauji (Nung Malang) : Senin.

kepada ahli kubur lalu berdoa dengan cara mengirim Al-Fatihah buat Rasulullah. Al-Ikhlas.Peneliti: Mas. Al-Falak.Tahlil dan kalau waktu memungkinkan saya membaca Yasin. Peneliti: Apa yang biasa sampean baca ketika berziarah kubur? Informan: Al-Fatihah.dan pernah juga saya berangkat sendirian Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud ziarah kubur ? Informan: Ziarah kubur menurut saya adalah cuman sekedar berkirim do’a Peneliti: Apa nggak ada tujuan lain mas? Informan: Ya Paling cuma itu saja mas. tentu pernah mas! Peneliti: Kemana saja sampean ziarah kubur? Informan: Selain kemakam keluarga. Informan: Bersama siapa sampean melakukannya? Informan: Kadanga dengan teman. AN-nas. para ulama dan dan orang tua kita. Peneliti: Menurut sampean Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang mesti kita lakukan? Informan: Yang jelas seperti yang biasa saya lakukan adalah ketika baru sampai ketempat pemakaman tidak lupa mengucapkan salam. Peneliti: Barang kali sampean pernah menemukan kejadian-kejadian aneh . pernah nggak sampean berziarah kubur? Informan: Kalau ditanya pernah. saya juga berziarah kemakam Agung Mahmud setiap jum’at pagi.

memeluk kuburan dan ketika mau disetubuhi perempuan itu mungkin sadar akhirnya wanita tersebut berhasil kabur dan bertemu dengan saya. 11 Agustus 2007 : 18.45 : Kediaman .ketika berziarah kubur ? Informan: Pernah ada kejadian yang unik dan mengherankan yaitu saya pernah bertemu dengan seorang gadis yang dibodohi oleh seorang dukun disuruh telanjang. karena saya kasihan hingga akhirnya wanita tersebut saya tolongin dan akhirnya kami ngobrol di sebuah pos wanita itu menceritakan kejadian yang sebenarnya bahwa pada mulanya suami nya berselingkuh lalu wanita itu pergi minta tolong keseorang dukun dan dijanjikan akan membantunya tetapi ternyata dukun tersebut malah seorang dukun bejat yang hendak memanfaatkan pasiennya. WAWANCARA (6) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat Wawancara : Mutti (Pesisir) : Sabtu.

saya jarang tapi kalau mengirim do’a setiap habis sholat insya Allah tudak pernah lupa.dan dengan keluargapun saya pernah. Peneliti: Dengan siapa saudara biasa pergi untuk ziarah kubur? Informan: tidak pasti mas. Sunan Ampel kadang hampir setiap bulan sekali . yang jelas sendiri pernah. Peneliti: Makam siapa saja yang pernah saudara ziarahi? Informan: Yang jelas tentunya makam keluarga.Peneliti: Bagaimana pandangan saudara terhadap ziarah kubur? Informan: Menurut saya ziarah kubur adalah berkunjung kekuburan keluarga atau yang lain untuk lebih mengingatkan kita kepada kematian. apa sih yang dimaksud dan seperti apa itu? Informan: Yang jelas berupa pelajaran-pelajaran berharga yang bisa kita ambil dalam kehidupan kita sepereti kita datang ketempat orang mati kita harus berfikir kapan kita akan seperti itu. Peneliti: Berbicara tentang hikmah. . apa yang akan kita bawa untuk menjadi bekal nanti di akhirat. makam Wali Songo. Makam Syekhona Kholil Bangkalan Penelitio: Kalau ziarah ke Agung Mahmud bagaimana? Informan : Terus terang kalau ke Agung Mahmud. Peneliti: Apa yang menjadi motivasi saudara mengerjakan ziarah kubur? Informan: Mendorong kita agar lebih dekat kepada Allah serta mencari hikmah-hikmah tertentu.

uluk salam dan setelah itu menbaca do’a. Peneliti: Menurut sampean. apa yang dimaksid dengan makam keramat? Informan: Yang dinamakan makam keramat adalah makam yang banyak dikunjungi orang untuk diziarahi Peneliti: Kalau alasan suatu makam dikeramatkan? Informan: Ya mungkin semasa hidupnya beliau terkenal baik.00-18. sering membantu orang dalam kesusahan. dulu ketika masih kecil saya diajak oleh bapak saya berziarah kubur kemakam Asta Tinggi. waktu itu saya mendengar suara-suara binatang dan anehnya cuman saya saja yang mendengarnya. Wawancara (7) Subjek Penelitian : K.Sadili Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 17. Peneliti: Pernahkah sampean mengalami kejadian aneh ketika ziarah kubur? Informan: Kalau seingat saya. izin kepada penjaga kubur(kuncen).00 Tempat : Asta Agung Mahmud Peneliti: Kakek kerja Apa disini? . Al-Ikhlas dan Al-Falak. Peneliti: Kalau yang biasa sampean baca? Informan: Yasin.atau dalam artian sholeh bahkan dikenal sebagai seorang waliyullah.Peneliti: Menurut sampean Apakah dalam ziarah kubur ada tata caranya? Informan: Yang pasti kita harus punya wudhu (suci).

Peneliti: Kenapa Agung Mahmud dan Agung Ahmad? Informan: Karena diyakini masyarakat sebagai seorang wali yang banyak berjasa dikampung ini.Informan: Kuncen Peneliti:Makam siapa saja yang biasa dikunjungi? Informan: Makam yang sering di kunjungi adalah bernama Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Peneliti: Kapan saja dan siapa saja pengunjung rame? Informan: Hampir setiap hari ada saja yang melakukan ziarah kubur terutama pada malam Jum'at manis dari berbagai daerah dari mulai Basuki. Peneliti: Menurut Panjenengan apa arti ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur menurut adalah berdo'a dan berharap mendapatkan keberkahan dari Allah. Banyuwangi. Bondowoso atau jember. Pendatang: beliau mengatakan para penziarah yang datang ketempat tersebut banyak sekali sampai –sampai beliau lupa yang jelas dari jawa juga ada yang datang dengan rombongan bahkan ada juga yang sendi-sendiri atau yang paling unik lagi sampai ada yang tidur disana untuk beberapa lama atau kalau dalam istilah sana (tirakat) . tentunya daerah madura itu sendiri. Peneliti: Apa yang harus dibaca ketika ziarah kubur? Informan: Tahlil dan ayat–ayat Al-Qur'an.

40 Tempat : Kediaman Pertanyaan: Peneliti: Apakah saudara pernah melakukan ziarah kubur? Informan:Pernah.Su’ud Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : 21. bahkan sering apalagi pada malam jum'at manis atau kata .Wawancara (8) Subjek Penelitian : Ust.00-21.

orang jawa disebut kliwon. Peneliti: Siapa saja orang atau dari mana saja penziarah Makam Agung Mahmud? Informan: Sepengetahuan saya para pendatang yang melakukan kegiatan ritual keagamaan berupa ziarah kubur dimakam Agung Mahmud bukan hanya dari madura bahkan sampai luar Madurapun ada. Yang dibaca: beliau ketika berzirah kubur kesana biasa membaca ayat-ayat Al qur'an dan Tahlil Peneliti: Apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah sesuatu perbuatan mendatangi tempat pamakaman dengan maksud tertentu yang pasti mengingatkan kepada kematian dan mencari keberkatan.Klebun Desa ini (Ma'mun Amar) dipastikan sering melakukan ziarah kubur kemakam Agung Mahmud atau Agung Ahmad . bahkan kadangkala para penziarah sebelum pergi ke Asta Syeh Yusuf di Talango mereka mampir terlebih dahulu di makamnya Agung Mahmud. Perlu sampean ketahui bahwa Bpk.

15 Tempat : Asta Agung Mahmud Pertanyaan: Peneliti: Apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur yaitu mengunjungi areal pekuburan dengan tujuan atau motif mengingat kepada kematian dan mencari berkah dari .WAWANCARA (9) Subjek Penelitian : K.00-23.Sadili Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : 22.

Peneliti: Kenapa harus Surat Al-Ikhlas? Informan: Konon konon sebelum Agung Mahmud wafat beliau pernah berwasiat "Siapa yang berziarah kemakam ku 1000x membaca surat Al-Ikhlas. Waktu: setiap hari dan yang paling rame para peziarah yakni pada malam jum'at manis. . kalau hajatnya tidak terkabul. Peneliti:Apa yang harus dibaca ketika ziarah kesini? Informan: Bacaan yang harus dibaca oleh para peziarah ketika berziarah ke makam Agung Mahmud yaitu surat Al-Ikhlas 1000x.Allah lewat Agung Mahmud Karena beliau meyakini sebagai seorang wali. Peneliti: Siapa saja orang atau dari mana saja penziarah Makam Agung Mahmud? Informan:Banyak sekali pendatang mulai dari masyarakat sekitar pemakaman sampai dari luar jawa. maka cabut batu nisan saya dan buang ke tase (laut)”.

yang sholeh semasa hidupnya. Edi Hari/Tanggal : Kamis.WAWANCARA (10) Subjek Penelitian : Bpk. 5 Juli 2007 Waktu : Jam 14. Peneliti: Kapan saja bap[ak melakukan ziarah kubur? .30-15-10 Tempat : Depan Rumah beliau Pertanyaan: Peneliti: Bagaimana menurut pendapat bapak tentang ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah mengingat kematian dan mencari barokah lewat orang yang mati.

Peneliti: Apas yang bias abaca ketika ziarah kubur? Informan: Yang di baca surat yasin.Informan: Saya biasa ziarah kemakam agung mahmud dan Agung Ahmad satu minggu sekali.05-11.5 Juli 2007 Waktu/ : 10. WAWANCARA (11) Subjek Penelitian : Bpk. Peneliti: Apa yang menjadi alasan saudara melakukan ziarah kubur? Informan: Alasan saya melakukan ziarah kubur adalah karena Agung Mahmud dianggap sebagai seorang wali yang dekat dengan Tuhan .Arif Syuhdi Hari/Tanggal : Kamis.30 Tempat : Kediaman Pertanyaan Peneliti: Menurut bapak apa yang dimaksud ziarah kubur? Informan: Menurut saya ziarah kubur adalah untuk mencari barokah.dan tidak salah niat. Peneliti: Apakah yang memotivasi bapak melaksanakan ziarah kubur? Informan: Motivasi saya melakukan ziarah kubur adalah tidak lain hanya untuk lebih mengingat bahwa kita semua akan mengalami kematian. Peneliti: Apakah ada tata cara yang biasa bapak lakukan? Informan:Tata cara berziarah menurut beliau adalah yang penting kita suci.

. Peneliti: Kapan bapak berziarah kubur ke Makam Agung Mahmud? Informan: Saya biasa berziarah kubur ke makam Agung Mahmud hampir setiap hari setelah shalat dhuhur kecuali ada halangan yang tidak bisa ditinggalkan seperti acara keluarga taupun sakit. Peneliti: Setiap berapa hari sekali panjenengan dateng kadinto? Informan: Saya dateng/ziarah kubur hampir setiap hari sekaligus tukang bersih-bersih.07 Tempat : Asta Agung Ahmad Pertanyaan Peneliti: Apakah panjenengan sering dateng/berziarah kubur kadinto(kesini)? Informan: Nggih(yah) sering.12 Juli 2007 Waktu/ : 12. WAWANCARA (12) Subjek Penelitian : Bpk.Munir Hari/Tanggal : Kamis.Peneliti: Bagaimana tata cara ketika berziarah kubur? Informan: yang pasti saya harus memiliki wudhu dalam artian suci.

Peneliti: Alasan panjenengan datang kadintoh? Informan: Seperti yang sudah saya katakan bahwa saya datang kadinto untuk mencari berkah dengan Agung Mahmud. bisa tahlil. apa artena(artinya) ziarah kubur? Informan: Mencari barokah dengan berdo’a di agung Mahmud atau Agung Mahmud dan memikirkan nasib dikemudian hari. Peneliti: Apa yang biasa panjenengan baca? Informan: Kalau pengen cepet teka hajat. harus baca surat Al-Ikhlas 1000x. Peneliti: selain itu apa poleh (lagi)? Informan: Terserah sampean. Peneliti: Dengan sera (siapa) panjenengan biasa ziarah kubur? Informan: saya sering sendiri .Peneliti: Menurut panjenengan. baca Al-qur’an dan lain-lain. Peneliti: Kapan waktunya? Informan: Setiap hari. Insya Allah segala kebutuhan kita akan cepat terkabul.

Peneliti: Sebelumnya pangaporah(minta maaf).27 Tempat : Asta Agung Ahmad Pertanyaan Peneliti: Sera asmana panjenengan? Informan: Dahlal Peneliti: Panjenengan asli kadiinto( saudara asli sini)? Informan: Enggih(yah).Dahlal Hari/Tanggal : Kamis.10 Juli 2007 Waktu/ : 21.WAWANCARA (13) Subjek Penelitian : Bpk. Boleh tanya-tanya? Informan: Oh ngga apa-apa .

Peneliti: Menurut panjenengan apa artinya ziarah kubur? Informan: Menurut saya ziarah kubur itu adalah untuk mengingat mati dan meminta barokah kepada Allah lewat orang yang dianggap seorang waliyullah. WAWANCARA (14) Subjek Penelitian : Mutti Hari/Tanggal : Kamis.5 Juli 2007 Waktu/ : 17. Peneliti: Apa yang menjadi alasan / motif saudara melakukanziarah kubur? Informan: Motif saya melakukan ziarah kubur adalah mencari kebarokahan . bahwa kita semua akan mengalaminya dan tidak ada yang tahu kapan kita akan menyusul.10 Tempat : Kediaman Wawancara Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah berkunjung kemakam dengan tujuan mengingat kematian.

Peneliti: Kapan dan dimana hal itu dilakukan? Informan: Kalau tempatnya tidak tentu yang jelas saya rutin mendo’akan beliau setelah melaksanakan Sholat fardu. Informan: Kurang tahu juga yah. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. aulia. . para Nabi. Peneliti: Pernahkah sampean berziarah ke makam yang dikeramatkan masyarakat Aeng Panas pada umumnya? Informan: terus terang saya bisa dikatakan ngga pernah. Peneliti: Kenapa? Padahalkan banyak orang yang berziarah kemakam tersebut.Peneliti: Apakah dalam berziarah kubur ada tata cara yang harus penziarah lakukan? Informan: kalau saya pribadi sebelum masuk ketanah kuburan kita harus saya uluk salam (mengucapkan salam) terlebih dahulu terus mengirim Al-fatihah kepada Rasulullah. yang jelas kalau mengirim do’a buat beliau saya sering.

WAWANCARA (15) Subjek Penelitian : Irwan Hari/Tanggal : Sabtu. Peneliti: Menurut sampean bagaimana tata cara ziarah kubur? .10 Tempat : Kediaman Wawancara Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Sebenarnya banyak pendapat tentang mengartikan ziarah kubur tapi menurut saya pribadi ziarah kubur adalah mengingatkan kita kepada kematian Peneliti: Kenapa demikian? Informan: Mungkin disebabkan oleh pengetahuan seseorang. 21 Juli 2007 Waktu/ : 16.

WAWANCARA (16) Subjek Penelitian : Bpk. Peneliti: Bagaimana kalau menurut bapak Abbasi ? Informan: Kalau menurut saya ziarah kubur adalah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah dengan mendo'akan ahli kubur tersebut.Informan: Adapun tata cara berziarah kubur adalah harus menjaga kebersihan badan dan kesucian diri. 21 Juli 2007 Waktu/ : Tempat : Asta Agung Mahmud Wawancara Peneliti: Menurut panjenengan apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Ziarah menurut saya adalah mendekatkan diri kepada Allah ketika berada dikuburan dengan berusaha atas segala apa yang telah diperbuat semasa hidupnya.Muqit Hari/Tanggal : Sabtu. .

Abbasi) saya menganggap seseorang itu sebagai seorang wali yang dengan mendo'akan beliau kita bisa mendapat limpahan rahmat dan ada juga dengan ziarah kubur ingin dipercepat hasil dari apa-apa yang ia hajatkan. Informan 2: Menurut saya (Bpk. Informan2: Kalau saya tidak pasti (sembarang). Informan 3: kalau saya (Bpk.Farid)? Informan: Kalau saya mengartikan pencarian barokah.Abbasi) biasa membaca Tahlil.Farid) alasan kenapa saya berziarah kubur adalah ada yang hanya untuk mengingat kepada kematian.Peneliti: Bagaimana kalau menuruit panjenengan (Bpk. Peneliti: Bagaimana Tata caranya berziarah kubur itu? Informan: Yang penting kita harus diperhatikan dalam ziarah kubur adalah kesucian dalam artian memiliki wudhu. . Informan 3: Sebenarnya beragam alasan kenapa orang melakukan ziarah kubur. tapi kalau menurut saya pribadi saya berziarah kubur bertujuan untuk mencari ketenangan dan bisa diartikan mencari wasilah kebarokahan. Peneliti: Kenapa Panjenengan sadejeh rela jalan kaki demi sampai ketempat Agung Mahmud? Informan 1: Menurut saya (Bpk. Peneliti: Apa yang biasa panjenengan baca? Informan 1: Kalau saya (Muqith) biasa membaca surat Yasin.

19 Juli 2007 : 19.30 : Kediaman Wawancara Peneliti: bisakah bapak klebun memjelaskan sejarah tentang ziarah kubur? Informan: Menurut sepengetahuan saya. Ma’mun Amar Hari/Tanggal Waktu/ Tempat : Jum’at. kalau kita menengok atau melihat dalam sebuah hadist yang menjelaskan tentang awal mulanya dilarang dengan alasan kekhawatiran Rasulullah perbuatan tersebut bisa menjerumuskan kehal-hal yang berbau syirik sebab kenyataan yang terjadi pada waktu itu keimanan para shahabat .WAWANCARA (17) Subjek Penelitian : Bpk.

atau orang yang dianggap berjasa semasa hidupnya. mencium kuburan dan berkata "kalau tidak karena ziarah kesini" WAWANCARA (18) Subjek Penelitian : Khusairi Hari/Tanggal Waktu/ Tempat : Minggu. .masih lemah disebabkan mereka baru mengenal Islam. 22Juli 2007 : 19. Peneliti: Kalau menurut panjenengan apa arti ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah salah satu penghormatan kepada ahli kubur yang telah banyak berjasa ketika masa hidupnya dan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah.sanak pamili. Setelah dirasa keimanan para shohabat cukup rasulallah memperbolehkan bahkan menganjurkan. Peneliti: Apakah anda rutin berziarah kubur? Informan: Kalau saya tidak rutin hanya pada hari raya saja.30 : Kampus IDIA Wawancara Peneliti: Bagaimana menurut anda tentang ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur menurut saya adalah kunjungan ke tanah pemakaman dalam rangka mendo'akan sesepuh. Peneliti: Apakah dalam ziarah kubur ada penyimpangan ? jelaskan! Informan: Yang jelas tidak sesuai dengan syari’at Islam seperti.

Peneliti: Apa yang menjadi motivasi anda berziarah kubur? Informan: Yang menjadi motivasi saya berziarah melakukan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kepada kematian serta mendo'akan orang yang sudah meninggal baik dari keluarganya sendiri maupun orang lain Peneliti: Ketika anda berziarah, apa yang dibaca? Informan: Saya biasa membaca Al-qur’an, Surat Yasin dan Tahlil. Peneliti: Menurut anda hal-hal apa saja yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam? Informan: Seseorang ketika berziarah kekubur hanya meminta ilmu-ilmu tertentu atau pusaka yang memiliki kekuatan. WAWANCARA (19) Subjek Penelitian : Miftah (Pragaan) Hari/Tanggal Waktu/ Tempat :Jum’at, 8Juli 2007 : 21.11 :

Wawancara Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah mendekatkan diri kepada Allah melalui orangorang kubur disertai membaca ayat-ayat Al-qur'an, secara tidak langsung meminta pertolongan pada orang-orang kubur dengan do'a-do'a suci dan sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Peneliti: Apa yang biasa sampean baca? Informan: Ayat-ayat yang dibaca ketika berziarah adalah Al-

Fatihah,Yasin,dan Al-waqi'ah. Peneliti: Kapan biasa sampean ziarah kubur? Informan: Kalau masalah waktu, tidak tentu mas. Peneliti: Bagaimana tata cara ketika berziarah kubur? Informan: Mengirim Fatihah kepada Rasul, penghuni kubur, dan buat kita serta keluarga. Peneliti: Hal-hal yang menyimpang dalam berziarah kubur? Informan: Pokoknya semua yang dilarang oleh agama seperti merusak kuburan, tidak sopan Peneliti: Menurut sampean bolehkah penziarah memeluk kuburan sambil menangis? Informan: Boleh saja meluk sambil menangis dikuburan asal tidak menduakan. dan meminta pertolongan dengan niat yang tidak baik (minta kaya).

Catatan Lapangan
Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. : 001 Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 17.00-18.00 Disusun Jam : Jam 24.10 Tempat : Aeng Panas Subjek Penelitian (Bagian Deskriptif) Kebersihan kuburan Hari senin, 28 Mei 2007. Saya melakukan survei awal ditemani oleh mas Ahmad dari pragaan laok kami sampai di daerah Aeng panas kira-kira jam 17.00 dengan berkendaran sepedah motor milik mas Ahmad setelah mondar mandir kami bertanya kepada sekumpulan anak muda yang baru selesai bermain volli dan untungnya banyak yang kenal, sehingga kami tidak begitu kesulitan mencari makam yang kami tuju bahkan kami diantar ke lokasinya. Untuk sampai ketempat yang kami tuju sekitar 500 m dari jalan raya, hanya saja jalannya sedikit naik ke atas. Setelah kami sampai di pemakaman disana ada seorang kakek kira –kira berusia 60 th sedang membersihkan rumput disekitar area pemakaman. Setelah beliau melihat kedatangan kami beliau langsung menemui dan menyanyakan maksud kedatangan kami dengan ramah dengan bahasa madura yang kental. Kemudian kami berbincang-bincang. (Bagian Reflektif) Ternyata Umur tidak menjadikan beliau alasan untuk berhenti bekerja : K.Sadili (kuncen)

terutama membersihkan area pemakaman dan dengan niat mendapatkan keberkahan beliau rela setiap saat menjaga makam Agung Mahmud.

Catatan Lapangan
Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. : 002 Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 21.00-21.40 Disusun Jam : Jam 24.10 Tempat : Aeng Panas Subjek Penelitian: Ustadz Su’ud. (Bagian deskriptif) Ramai Pengunjung Kujungan kedua kami lakukan malam harinya jam 21.00 kami berangkat ke Aeng Panas dengan tujuan menemui orang-orang yang sekiranya tahu sejarah tentang Agung mahmud kami mencari ust.Su'ud yang bertempat tinggal kira-kira 50 m dari makam. Ketika itu untuk sampai ke rumah beliau kami diantar salah seorang pemuda yang waktu sore bertemu dengan kami dan ternyata masih muridnya ust.Su'ud, jadi kami tidak begitu kesulitan. saat kami tiba di rumah nya jam 21.30 beliau sedang santai sambil nonto Tv setelah basa-basi beliau membahas tentang arah kubur. Dari perbincangan itu, kami dapati beberapa pernyataan tentang ziarah kubur. (Bagian reflektif) Beliau adalah salah satu tokoh masyarakat yang biasa ziarah dan sedikit banyak tahu sekitar rutinitas ziarah kubur Agung Mahmud.

Sadili asal Aeng Panas Kampung Cece memiliki dua putra yang bertugas sebagai Kuncen makam tersebut selama 30 th sebelum congkop makam Agung mahmud dibuat.10 Tempat : Asta Agung Mahmud Subjek Penelitian : K.Sadili (kuncen). (Bagian deskriptif) Kesetiaan kuncen Sepulang dari rumah Bp Su'ud kami mampir lagi ke makam Agung Mahmud guna memastikan bahwa kabar hampir setiap hari atau malam pasti ada yang melakukan ziarah kubur di makam Agung Mahmud dan ternyata benar ketika kami datang kelokasi kami menemukan ada seorang kakek kira-kira berusia 70 th karena beliau lupa dg umurnya sendiri.00-23.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. Beliau bernama Bp. : 003 Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 22.15 Disusun Jam : Jam 24. . (Bagian reflektif) Beliau walaupun sudah tua tapi masih merasa mampu untuk menjaga serta menbjadi kuncen di makam Agung Mahmud.

5 Juli 2007 Waktu : Jam 14.25 Tempat : Aeng Panas Subjek : Bpk.10 Disusun Jam : Jam 16.Edi (Bagian Deskriptif) Jalan yang Ramai Setelah dari makam Agung Ahmad aku melihat seorang bapak sedang duduk sendiri di depan tokonya dengan tasbih model baru yang palai pijitan ditangan kanannya setelah itu aku sengaja menyapanya dan dipersilahkan duduk kami ngobrol banyak dari mulai kehidupan beliau yang asli dari gulukguluk.beliau hidup di desa Aeng Panas sekitar tiga tahun. (Bagian Reflektif) Kelihatannya beliau alim kerena dari pembicaraannya beliau selalu bersinggungan tentang agama dan terlihat mulutnya mengucapkan kalimahkalimah Tauhid.30-15.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. . : 004 Hari/Tanggal : Kamis. beliau mengenakan kopiah haji dan memakai sarung.

Akan tetapi beliau mendapatkan istri dari Aeng Panas. Walaupun saya sudah mempersilahkan beliau untuk melanjutkan pekerjaannya tapi beliau malah memilih menemani saya. ternyata beliau bukan asli orang Aeng Panas tetapi asli dari Karduluk. (Bagian Reflektif) Walaupun beliau sedang sibuk bekerja tapi ketika melihat saya datang beliau langsung berhenti dan menemui saya. beliau pada waktu itu tanpa baju rokok di tangan dan kopi disampingnya beliau termasuk orang yang ramah terbukti ketika aku baru datang beliau langsung berhenti bekerja dan menemui aku kami langsung duduk bersama beliau walaupun aku mempersilahkan beliau untuk melanjutkan pekerjaanya tetapi beliau nggak mau setelah aku mengemukakan beberapa pertanyaan seputar kehidupan beliau. . : 005 Hari/Tangga : Kamis.30 Disusun Jam : Jam Tempat : Aeng Panas Subjek : Arif syuhdi (Bagian Deskriptif ) Serius Bekerja Saat ditemui beliau sedang bekerja meble dan istrinya duduk bersama anaknya didepan rumah. Dari situlah saya bisa menyimpulkan bahwa bapak Arif Syuhdi orang yang baik terlihat dengan sikap mengor mati tamu walaupun kenyataanya sedang sibuk.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.10-11.5 Juli 2007 Waktu : Jam 10.

5 Juli 2007 Waktu : Jam 12. . pohon-pohon yang rindang membuat udara terasa sejuk walaupun diluar area pemakaman tersa matahari di atas kepala kita terasa panas.Mat Munir (Bagian Deskriptif) Suasana yang Tenang Peneliti bertemu dengan beliau suasana disana cukup tenang tidak ada seorangpun. ketika peneliti sedang duduk sendiri ditemani sebatang rokok peneliti dikagetkan oleh kedatangan beliau yang secara tiba-tiba. (Bagian reflektif) Beliau orang yang ramah kepada saya dan terlihat rajin dalam menjaga kebersihan walaupun terus terang saja bertolak belakang dengan kebersihan dirinya terbukti setelah saya memperhatikan beliau. : 006 Hari/Tanggal : Kamis.Makam Agung Ahmad kira-kira 100 meter dari jalan raya dan jalannya memakai papling. Beliau orangnya ramah terbukti ketika baru kenalan beliau langsung terbuka mulai dari perkenalan hingga menjawab semua pertanyaan dari peneliti. beliau kurang memperhatikan kebersihan dirinya.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. 00 Disusun : Jam Tempat : Asta Agung Ahmad Subjek : Bpk.

beliau berkeyakinan bahwa macan pitih itu adalah penjaga Agung Agung Mahmud. Dan pernah suatu saat beliau melihat seekor Macan putih diam disamping makam Agung Mahmud. Beliau menceritakan pengalamannya selama berada atau sering ziarah kubur kemakam Agung Mahmud.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. walaupun begitu ternyata beliau orangnya ramah sekali terbukti ketika kita baru kenal dengannya beliau langsung ngajak becanda serta orangnya humoris. kopiah hitam dan tidak ketinggalan celurit ditangannya. beliau pernah bermimpi melihat Agung Mahmud dengan berpakaian jubah putih sedang mengajar tenaga dalam kepada murid-muridnya.10 Juli 2007 Waktu : Jam 21:00 Disusun Jam : Jam 24:35 Tempat : Asta Agung Mahmud Subjek : Bpk Dahlal (Bagian deskriptif) Macan Putih Ketika saya menemuinya beliau sedang duduk-duduk didepan makam Agung Mahmud mengenakan baju hitam. menurut penuturan beliau. : 007 Hari/Tanggal : Kamis. (Bagian replektif) .

Setelah saya mengutarakan maksud dan tujuan datang menemuinya beliau langsung menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan dengan lancar. setelah beliau selesai melaksanakan sholat. ( Bagian Reflektif) .10 Disusun Jam : Jam Tempat : Aeng Panas Subjek : Muti (Bagian deskriptif) Tergesa-gesa Ketika pergi untuk menemuinya saya disambut oleh ibunya karena pada waktu itu beliau belum datang dari kuliahnya hampir 15 menit saya menunggu dan ketika saya mau pergi pulang tiba-tiba beliau datang. beliau langsung menyanyakan kabar dan kami akhirnya banyak bercerita.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.5 Juli 2007 Waktu : Jam 17. Setelah itu saya disuguhi makanan berupa es manis dan berbagai macam jajanan yang disuguhi oleh ibinya. : 008 Hari/Tangga : Kamis. Saat melihat saya beliau langsung mengajak kerumahnya mempersilahkan duduk dulu sementara beliau hendak sholat ashar dulu. Setelah saya menanyakan kepadanya tentang pernah tidaknya melaksanakan ziarah kubur kemakam Agung Mahmud atau makam-makam yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat ternyata beliau belum sama sekali padahal beliau asli orang Aeng Panas.

satu orang tua yang satu lagi pemuda yang bernama Irwan. Saudara irwan langsung mempersilahkan kami duduk dan langsung berbincang bincang. Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. kami terasa akrab sekali karena memang beliau masih teman kami dari Al-amien yang sekarang sedang melanjutkan S2 di kota Malang.10 Disusun : Jam Tempat : Aeng Panas Subjek : Irwan (Bagian Deskriptif) Pemain Gitar Ketika itu cuaca mendung saya ditemani oleh saudara Lukman pergi ke Aeng Panas mengendarai sepeda motor miliknya untuk mencari data disana ada dua orang.Menurut beliau do’a adalah senjata paling penting dari pada kita datang langsung ketempat tapi tidak bisa mengambil hikmah yang tersembunyi dibalik semua itu.. 21 Juli 2007 Waktu : Jam 16. (Bagian Replektif ) . Saat ditemui beliau sedang asik ngobrol didepan sebuah toko. : 009 Hari/Tanggal : Sabtu.

rencananya mereka baru kembali ke Ganding nanti pagi. (Bagian Replektif) Jarak tidak menjadi alasan unutuk tidak berziarah kemakam keramat. Ketika aku datang mereka sedang berada di dalam makam. Abbasi. . Mereka berasal dari Ganding desa Bataal Jl. Ketika itu kami menemukan 3 penziarah yaitu: Muqith. Farid. KH. Ternyata menurut penuturannya mereka bertiga berangkat untuk tujuan ziarah kubur ke Agung Mahmud hanya berjalan kaki yang jaraknya sekitar 15 km. Mulai dari magrib.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. 19. : 010 Hari/Tanggal : Kamis.Baidawi Lembaga Ar-Risalah. Juli 2007 Waktu : Jam 22:10 Disusun Jam : Jam 24:05 Tempat : Makam Agung Mahmud Subjek : penziarah (Bagian Deskriptif) Ketika kami malam-malam pergi kemakam Agung Mahmud bersama teman dari BPSK untuk mencari data dari penziarah.

Penulis melihat pemandangan kuncen yang sedang ngaji dan wirid tanpa memakai baju. minggu 8 Juli 2007 Waktu : Jam 22:11 Disusun Jam : Jam 12:05 Tempat :Aeng Panas Subjek : Miftah (Bagian deskriptif) Cuaca Menggigil Saat ditemui cuaca pada waktu itu terasa dingin sekali bahkan beliau saat ditemui mengenakan pakaian tangan panjang dengan celana panjang warna hitam. : 011 Hari/Tanggal : Jum'at. Sambil ngopi kami ngobrol-ngobrol dengansebatang rokok surya yang sebelumnya saya beli disaat sebelum menemui beliau. (Bagian Reflektif) Walaupun cuaca dingin tapi kami sampai larut malam mengobrol. . Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. hal itu peneliti perhatiakan bukan hanya sekali melainkan berkali-kali setiap peneliti datang kemakam Agung Mahmud. Serta ada seorang penziarah yang seakan sedang memeluk kubur dengan suara bacaannya keras.

kopiah hitam dan tidak ketinggalan celurit ditangannya. menurut penuturan beliau. beliau pernah bermimpi melihat Agung Mahmud dengan berpakaian jubah putih sedang mengajar tenaga dalam kepada murid-muridnya. beliau berkeyakinan bahwa macan pitih itu adalah penjaga Agung Agung Mahmud. walaupun begitu ternyata beliau orangnya ramah sekali terbukti ketika kita baru kenal dengannya beliau langsung ngajak becanda serta orangnya humoris. : 012 Hari/Tanggal : Kamis.Catatan Lapangan [2] Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. Beliau menceritakan pengalamannya selama berada atau sering ziarah kubur kemakam Agung Mahmud. Dan pernah suatu saat beliau melihat seekor Macan putih diam disamping makam Agung Mahmud. (Bagian replektif) Menurut beliau ziarah kubur itu untuk mengingat mati dan meminta barokah kepada Allah lewat orang yang dianggap seorang waliyullah [2] .10 Juli 2007 Waktu : Jam 21:00 Disusun Jam : Jam 00:35 Tempat : Aeng Panas Subjek : Bpk Dahlal (Bagian deskriptif) Macan Putih Ketika saya menemuinya beliau sedang duduk-duduk didepan makam Agung Mahmud mengenakan baju hitam.

Sadili (kuncen) Telanjang Dada Ketika beliau saya temui beliau pada waktu itu sedang membaca Alqur'an didepan Asta Agung Mahmud.Catatan Lapangan Pengamatan Nomer CTL. Setelah berbincang-bincang kesana-kesini akhirnya peneliti ungkapan permasalahan itu dan ternyata beliau menjawab selalu kepanasan dan anehnya ketika baju itu dilepas beliau merasakan ada sesuatu yang lain terutama ketenangan batin.5 Juli 2007 : Jam 21:20-23:00 : Jam 01. padahal cuaca dingin sekali. . Hari/Tanggal Waktu Disusun Jam Tempat Subjek :P : 013 : Jum'at . Pemandangan itu bukan hanya sekali terlihat oleh peneliti dan setelah diamati setiap pertemuan dengan beliau peneliti berusaha untuk mengetahui alasan kenapa beliau selalu bertelanjang dada saat membaca Al-qur'an.15 : Aeng Panas : K.

beliau waktu itu memakai pakaian merah muda dan berpeci hitam karena memang beliau sudah terbiasa begitu.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.10 Disusun Jam : Jam 12:05 Tempat :Kampus IDIA Subjek : Khusairi (Bagian deskriptif) Suasana Kampus Peneliti mewawancarai beliau ketika acara pembekalan Rihlah belum dimulai. tetapi ketika kesana beliau sedang keluar dengan istrinya. Khusairi adalah temat satu angkatan denganku akan tetapi beda jurusan dia duduk dijurusan Tarbiyah sedangkan aku di fakultas Ushuluddin. (Bagian Replektif) Hiruk pikuk mahasiswa IDIA . sepengatuan peneliti dia itu orangnya baik. : 014 Hari/Tanggal : Minggu. 22 Juli 2007 Waktu : Jam 08. Peneliti pada awalnya mencari beliau di kampung Aeng Panas karena dia tinggal disana. sumpel serta gampang bergaul dengan mahasiswa-mahasiswa lain dan lagi biasa dipilih sebagai ketua fakultas atau biasa mewakili dalam kegiatankegiatan yang ada dikampus.

Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara :P Nomer CTL. karena memang rumahnya dipelosik sekali hingga pada akhirnya kami sampai kerumahnya. pada saat kami sedang ngobrol dari dalam rumah keluar seorang wanita membawakan teh manis lalu beliau mempersilahkan kami untuk meminumnya. Setelah kami sama-sama duduk. Beliau . : 015 Hari/Tanggal : Jum'at. ada dari salah satu anggota masyarakat yang datang mungkin mempunyai suatu kepentingan tetapi beliau berbincang-bincang terlebih dahulu dengan kami. 19 Juli 2007 Waktu : Jam 19:30 Disusun Jam : Jam 24:05 Tempat : Kediaman Subjek : Bpk Ma'mun Amar (klebun) (Bagian Deskriptif) Pengalaman Hidup Saya pergi kerumahnya diantar oleh Iskandar salah satu Ust. Untuk sampai kerumahnya kami harus melewati jalan yang gelap guliat dan hutan jati. Tahfidz Al-amien. Saat di temui beliau sedang kumpul dengan keluarganya dengan menonton televisi dan di samping rumah beliau banyak para pemuda yang sedang cangkruan saat itu beliau mengenakan peci hitam baju biasa.

. tanpa dikurangi sedikitpun. 24 Juli 2007 Waktu : Jam 19:30 Disusun Jam : Jam 24:05 Tempat : Kediaman Subjek : Bpk Ma'mun Amar (klebun) (Bagian Deskriptif) Berkah Ziarah Kubur Ketika peneliti usai mengikuti kegiatan tahlilan yang dilakukan oleh Bapak M. makam wali songo) dan kemudian membaca surah yasin dan tahlil telah dijadikan kebiasaan di kalangan kaum muslimin. Peneliti menanyakan perihal surat yasin yang dibaca barusan. Kemudian beliau menjawab: Kalau seseorang membaca surah yasin di atas kubur maka dia akan mendapat pahala amal kebajikan ahlul kubur tsb. Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. : 016 Hari/Tanggal : Jum'at. Karena para wali dan 'alim-ulama yg dimakamkan tsb telah berjasa besar dlm da'wah Islam di tanah jawa (artinya: amal kebaikan mereka sangat besar). khususnya di Jawa.banyak bercerita dari mulai masalah pengalaman hidupnya hingga masalah desa tersebut. (Bagian Replektif) Keterbukaan beliau kepada siapapun yang mengantarkan beliau menjadi kepala desa Aeng Panas hingga dua periode. Karena itu Ziarah ke kubur para wali dan alim-ulama (biasanya yang lebih umum dilakukan orang. Amar (Klebun). maka kitapun mengharap berkah dari bacaan surah yaasin yang ditujukan kepada mereka.

Dlm hal ini yg diharap adalah berkah dari Allah swt.” (Bagian Replektif) Memohon berkah kepada Allah bukan kepada ahli kubur sewaktu berziarah. bukan meminta berkah kepada ahlul kubur. .