PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ZIARAH KUBUR (Studi Kasus atas Masyarakat Aeng Panas

)

SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Guna memperoleh gelar Starata Satu(S1)Sarjana Filsafat Islam Pada Fakultas Ushuluddin Jurusan Akidah Filsafat Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura Jawa Timur

Oleh: Asep Ma'mun Muttaqien N.I.M.K.O: 2003.4.0307.1.00055

INSTITUT DIROSAT ISLAMIYAH AL-AMIEN (IDIA) PRENDUAN
FAKULTAS USHULUDDIN JURUSAN AKIDAH FILSAFAT TAHUN 2007

PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan dewan penguji Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura, dan diterima untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam Pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Pada : Hari Senin, 20 Agustus 2007 Dewan Penguji 1. Ketua : ( ( ( Mengesahkan, Rektor IDIA ) ) )

2. Sekertaris : 3. Anggota :

KH. Maktum Jauhari MA

PERSEMBAHAN
Kupersembahkan Skripsi ini buat:
• Orang tuaku yang telah membimbing,mengasuh dan mengayomi gerak langkahku semoga segala apa yang telah engkau perjuangkan menjadikan sang pemilik keagungan mencatat sebagai tabungan kebaikan serta selalu dalam naungan kasih sayang–Nya. • • Guru-guruku dari dasar /awal kehidupanku hingga kini yang telah memperkenalkan setetes air kehidupan. Kedua adikku tercinta C.A. Wahyudien dan Neng Shinta Nurlaila semoga kalian menjadi anak-anak yang sholeh/ah yang bisa membanggakan ayah bunda serta bisa mengangkat harkat derajat mereka. • Guru-guru Rohaniku siapapun dan dimanapun dirimu berada. Semoga Sang pemilik kehidupan memberikan rahmat, hidayahnya serta kasih-sayang-Nya yang tidak ada batas.karena dengan perantara engkaulah hingga akhirnya saya mulai mengenal serta memahami nilai-nilai yang bermakna yang kadang sulit aku pahami. • • • Saudara-saudaraku dalam suka maupun duka. Semoga kalian semua menjadi manusia yang berguna bagaikan air mengalir. Keluarga angkatku Bapak. Aminuddin sekeluarga di Bangkalan yang telah menunjukan awal pertama kali sebelum ke Al-amien Prenduan. Rekan rekanita yang telah membantu moral-maupun material sehingga saya bisa merampungkan tugas akhir ini. Insya Allah do’aku akan selalu menyertaimu dimanapun dan kapanpun.

22 Agustus 2007 Pembimbing I Pembimbing II Judul Skripsi : Persepsi Masyarakat Terhadap Ziarah Kubur . Prenduan.NOTA KONSULTASI Nomor Lampiran Hal : : : Kepada Yth: Rektor IDIA Prenduan (KH. Wassalamu’alaikum Wr. Demikian harap menjadi maklum dan tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih.) di Kediaman Assalamualaikum Wr.Maktum Jauhari. MA. Wb. Wb. Maka dengan hal ini kami mohon agar skripsi saudara dapat segera di munaqosahkan.maka kami kirimkan naskah Skripsi saudara: Nama Nimko : Asep Ma’mun Muttaqien : 2003. Setelah meneliti dan mengadakan perbaikan seperlunya.4.0307.1.00055 (Studi atas Masyarakat Aeng Panas).

Drs.Ag Mujammi Abd. Hamzah F Harmi. M.Musyfi MOTTO HIDUP TIDAK AKAN TERLEPAS DARI SEBUAH PROSES DALAM RANGKA PENCARIAN JATI DIRI YANG BELUM PASTI .

Sholawat beriring salam semoga tercurahkan kepada kekasih-Mu Muhammad Saw. Pada kesempatan yang berbahagia ini penulis haturkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu penulis dengan berbagai dorongan lahir maupun bathin. Ucapan terima kasih kami persembahkan kepada: 1.KATA PENGANTAR Ya Quddus. KH.Ag. Semoga segala apa yang telah diberikan mendapatkan balasan yang lebih dari Rohul Quddus sebaik-baiknya pembalas. langsung maupun tidak langsung.Ag selaku pembimbing I. Segala puji milik engkau. yang telah mengajarkan . 2. Drs. serta KH. Muzammi Abdul Musyfi LC. Sebagai hamba-Mu yang dho’if yang telah banyak mendapatkan limpahan rahmat dan ni’mat maka kepada engaulah jualah hamba memohon taufik dan hidayahnya untuk mampu mensyukuri segala macam nikmat dan berusaha meningkatkan amalanamalan sholeh yang bisa membawa keharibaan-Mu dan termasuk hambaMu yang selalu ingat akan keagungan-Mu.Maktum Jauhari MA. Hamzah F Harmi M.Umar M. selaku Pengasuh serta Rektor Institut Dirosat Islamiyah Al-amien ( IDIA ) Prenduan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk merasakan kehidupan dipesantren tercinta ini. Ust.

8.Saiful Hammami). 10. Bapak. Siapapun yang telah memberikan bantuan dukungan berupa moral atau material. 5. 6.Mathla’i dan Ust.Bahar yang telah mengikhlaskan komputer sekaligus printernya. 9. 4. Saudara Jamhuri dan saudara Moh. Mas Ahmad dan rekan-rekannya yang telah membantu penulis dengan sepeda motornya tanpa memperdulikan waktu dalam proses terjun kelapangan penelitian. Penerus Bung Karno yang telah membantu penulis dalam proses akhir penyelesaian tugas ini. Edi serta Mbak Dewi yang selalu memberikan pinjaman sepedanya ketika penulis memerlukan demi lancarnya penulisan tugas akhir ini. Semoga Allah memberikan segala kebaikan dunia hingga akhirat. 7. Semoga kalian selalu dalam lingkaran kasih sayang Sang Maha pengasih tak pilih kasih. Yang telah bersabar memotivasi serta membimbing penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. . Saudara-saudaraku GENZANSA ZELIVIA serta seluruh mahasiswa Gedung Putih IDIA Prenduan.bermacam arti sebuah proses dalam kehidupan ini walaupun kadang membutuhkan waktu untuk memahaminya. Keluarga besar “Gedung Putih” yang berdiri kokoh. 3. Penanggung jawab Niha’i ( Ust.

pembaca serta sumbangsih bagi hasanah keislaman. Mohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak atas segala kesalahan dan kehilafan penulis sengaja maupun tidak. Penulis Asep Ma’mun . Semoga penelitian ini dapat memberikan ilmu yang Nafi’ bagi penulis khususnya.Akhirnya penulis serahkan segala urusan sekaligus memohon kepada Allah Swt yang kepada-Nya kita akan kembali.

......... .............................................................. .................................................. ..........................................................ii HALAMAN JUDUL................................................................................... Tujuan Penelitian D. G.... Konteks Penelitian B.....................................................................................vi PERSEMBAHAN.vii MOTTO............................ .................... ..........................................................................................................iv NOTA KONSULTASI……………………………………………………………v HALAMAN PENGESAHAN......................................viii KATA PENGANTAR...................................................................................................xi BAB I : PENDAHULUAN........... Sistematika Pembahasan ........................................................................................................... Definisi Istilah F............................x DAFTAR ISI………………………………………………………………........................... Fokus Penelitian C....................... ....................................................... Tinjauan Pustaka ............................................... Kegunaan Penelitian E.....................................................................................ix ABSTRAKSI.......................................1 A....................DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL...................................................................iii HALAMAN PERSETUJUAN...............................................................

.............. G....................... 1...............................BAB II : KAJIAN PUSTAKA A................... .......................... BAB IV : LAPORAN PENELITIAN ......................... A.................. Tata Cara Pelaksanaan Ziarah Kubur ............................. B.................... Pengecekan Keabsahan Data.......................................... Macam-Macam Motivasi ..................................................................... Pengertian Motivasi ....................... Tahap-tahap Penelitian ............. ........ Motif-Motif yang Mendorong Orang Melakukan Ziarah Kubur................... Deskrifsi Lokasi Penelitian....................................................... ... Pandangan Jumhur Ulama tentang Ziarah Kubur B............................................ Sumber Data ................................... Prosedur Pengumpulan Data ...................................................... C................................................................ Pengertian Ziarah Kubur 2.................. Fenomena Ziarah Kubur 3......................... F.................... ............................................................. 1....................................... 3...................................................... E............ H...................... 2................. Lokasi Penelitian .... Kehadiran Peneliti ..................................................................... C................................................................................ ........... Analisis Data ................... Motivasi Ziarah Kubur ........................................... BAB III : METODE PENELITIAN........................ Paparan Data .................. A......... D..................... Ziarah Kubur .... B.............. Pendekatan dan Jenis Penelitian.............................

..................................... Persepsi terhadap Ziarah Kubur..................... Tata Cara Ziarah Kubur ........ D.................. Motivasi peziarah makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad di Aeng Panas............................................................................................................ LAMPIRAN ..................... Tata Cara Ziarah Kubur ..................... Motivasi Ziarah Kubur............. .......................................................... Motivasi Ziarah Kubur............................. 3................ DAFTAR PUSTAKA .................................................... BAB V : PENUTUP..... ........................... Analisis dan Pembahasan..... Temuan Hasil Penelitian . Kesimpulan B..................... 2.................... 2................................................. ...... 3. ................................................................ C...................... Tata cara ziarah kubur di makam Agung.......................................................... Saran ........ 3............................. 2..................... Persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap ziarah kubur................... 1.............................. .................................................... Persepsi terhadap Ziarah Kubur................................................................................... A.................. 1.......1.................

Kata kunci : Ziarah kubur dan masyarakat. Institut Dirasat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan Sumenep Madura. (2) mendo’akan si .ABSTRAKSI Ma’mun. Penulis memilih judul tersebut sebab ziarah kubur merupakan anjuran Rasulullah SAW. Skripsi. Adapun motivasi orang berziarah kubur adalah (1) untuk mengingat kematian. 2007. Fakultas Ushuluddin. Asep. Judul dari penelitian ini adalah “Persepsi Masyarakat terhadap Ziarah Kubur: Studi Kasus atas Masyarakat Aeng Panas”. Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam. Penelitian ini memfokuskan pada tiga hal yaitu: (1) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur? (2) Apakah motivasi yang kubur? (3) Bagaimanakah tata mendorong masyarakat melakukan ziarah cara pelaksanaan ziarah kubur? Menurut beberapa teori bahwasanya persepsi orang melakukan ziarah kubur adalah (1) untuk mendapatkan keselamatan. Program Studi S-1. (2) adanya tradisi yang ada di masyarakat dan (3) menjadi ajang bisnis. Persepsi Masyarakat terhadap Ziarah Kubur: Studi Kasus atas Masyarakat Aeng Panas. maka penulis ingin menggali pandangan masyarakat terhadap ziarah kubur ini.

Sedangkan analisis data adalah analisis tematik. (2) mendo’akan si mayit dan (4) sebagai ibadah kepada Allah. (3) adanya keyakinan bahwa ziarah kubur dapat mendatangkan ketenangan batin dan (4) sebagai ibadah kepada Allah. observasi dan studi dokumentasi. Sedangkan tata cara yang dilakukan oleh masyarakat Aeng Panas dalam melakukan ziarah kubur adalah (1) membersihkan badan sebelum ziarah. (2) suci dari hadats. (2) berharap hajatnya segera dikabulkan oleh Tuhan. (3) mengucapkan salam.mayit. (4) tawashul kepada Rasulullah. (3) mengucapkan salam dan (4) menghadap kiblat. Dari penggalian data dilapangan ditemukan bahwa persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap ziarah kubur adalah (1) sebagai kegiatan mendatangi kuburan. Sedangkan tata cara pelaksanaan ziarah kubur ialah (1) bertindak sopan di area perkuburan. (5) mencari ketenangan batin dan (6) untuk mengatasi problematika hidup. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat Aeng Panas yang diambil lewat sampel. (2) mendo’akan si mayit. (4) untuk mengingat kematian. (3) mendo’akan si mayit. sanak kerabat dan si mayit itu sendiri. Untuk menjawab permasalahan penelitian tersebut. (5) membaca beberapa surat al- . Adapun motivasi masyarakat Aeng Panas melakukan ziarah kubur adalah (1) mencari keberkahan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif lapangan dengan jenis penelitian studi kasus.

al-Ikhlas. perjalanan itu dapat ditempuh hanya beberapa jam saja. Dimana segala sesuatu dapat dikerjakan dengan menggunakan teknologi mutahir. BAB I PENDAHULUAN A. yang berleha-leha dalam mencari nafkah. Juga perkembangan teknologi transportasi yang serba cepat. ada sebagian dari golongan masyarakat yang termasuk bekerja juga . Kemudian kita melihat bahwasannya ada orang yang bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mencari peghidupannya di dunia agar lebih sejahtera dan makmur. ketimbang golongan masyarakat lainnya. Lain dari kedua golongan itu. yakni pada zaman dahulu orang yang ingin menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah. teknologi membantu manusia untuk melakukan sesuatu dengan lebih mudah dan lebih menghemat waktu. Konteks Penelitian Di zaman yang serba modern dan canggih seperti sekarang ini. layaknya pembangunan gedung-gedung bertingkat. al-Falaq.Fatihah. harus menempuh waktu yang begitu lama dan sampai berbulan-bulan demi malaksanakan rukun iman yang ke lima serta berziarah ke Makam Rosulullah SAW. an-Nas. Akan tetapi saat ini dengan teknologi pesawat terbang. tahlil dan yasin dan (6) membaca do’a.

Tentunya sebagai seorang mahasiswa kita juga patut memberikan sumbangsih bagi masyarakat kita nantinya pasca studi menjadi seorang abdi masyarakat. 2001:196). Umumnya umat Islam yang mempercayai hal itu dalam hidupnya dalam waktu tertentu berkunjung ke pemakaman tertentu yang dianggap sebagai orang suci . Apakah kita akan tinggal diam atau memberikan solusi pengarahan kepada mereka agar mereka tercerahkan dan tidak lagi melakukan hal-hal yang sebenarnya mereka awam untuk melakukannya. Malah dari golongan mereka juga ada yang tidak bekerja sama sekali dalam artian hanya melakoni ‘ritual itu saja’ dan berdiam sampai beberapa hari atau bulan lamanya. Adalah seorang Esposito dalam karya fontumentalnya (Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern) menyatakan hasil risetnya tentang ziarah kubur sebagai hal yang pernah dilakukan umat Islam zaman dahulu dan memiliki kecenderungan masih dilakukan sampai saat ini oleh golongan umat Islam yang masih meyakini tentang wasilah atau perantara orang-orang suci (Esposito. Ini menjadi pandangan yang ironi bagi kita.dibarengi dengan kegiatan seperti melakukan kunjungan ke tempat pemakaman orang-orang suci tertentu di daerah tertentu. utamanya kalangan terpelajar dan berpendidikan untuk dapat memandang dengan kaca mata yang bagaimana melihat realitas kehidupan zaman Millenium ketiga.

serta berbagai peristiwa lainnya termasuk ziarah kubur ternyata memiliki banyak ragamnya. serta sikap menerima terhadap segala peristiwa yang terjadi sambil menempatkan individu di bawah masyarakat serta masyarakat di bawah alam. Dalam pandangan masyarakat yang sering melakukan ziarah kubur. 1984:185). dan keseimbangan. Hal ini disebabkan dalam pandangan masyarakat jawa roh yang meninggal itu . Pada masyarakat Jawa. keselarasan. dan masyarakat mempunyai kewajiban terhadap alam. Seperti halnya makam Rosulullah saw. yaitu dapat memberikan pertolongan kepada orang yang masih hidup. Orang suci yang meninggal. arwahnya tetap memiliki daya sakti. Berbagai tradisi itu secara turun temurun dilestarikan oleh para pendukungnya dengan berbagai motivasi dan tujuan yang tidak lepas dari pandangan hidup masyarakat Jawa pada umumnya. pandangan hidup masyarakat Jawa sangat menekankan pada ketenteraman batin. tradisi yang berkaitan dengan peristiwa kelahiran. kamatian dan perkawinan. Menurut Mulder (1981: 30). kerabat Beliau dan waliyullah. Individu memiliki tanggung jawab berupa hak dan kewajiban terhadap masyarakat. diantaranya bahwa roh orang suci itu memiliki daya melindungi alam. sehingga anak cucu yang masih hidup senantiasa berusaha untuk tetap berhubungan dan memujanya (Koentjaraninggrat.semasa hidupnya.

Hal ini masih cukup kuat berakar pada sebagian masyarakat Jawa modern. meskipun proses pembangunan dan modernisasi terus berlangsung.bersifat abadi. Maraknya tradisi memperingati dan ataupun merayakan peristiwa penting dalam perjalanan hidup manusia dengan melaksanakan serangkaian upacara ziarah kubur. ciri khas kebudayaan Jawa adalah terletak pada kemampuannya yang luar biasa untuk membiarkan diri dibanjiri gelombang kebudayaan dari luar. Demikian pula hasil Penelitian Sumardjoko dan Murofiquddin (1998) maupun Setyadi (2001) antara lain membuktikan bahwa meskipun masyarakat Jawa sudah memasuki era modern tetapi keyakinan terhadap kekuatan arwah tetap tidak usang. Penelitian Kartodirdjo dalam Subagja (2006:3) membuktikan masih adanya tradisi Jawa sebagai suatu sikap kuat yang dimiliki oleh masyarakat Jawa. di samping merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat sekaligus sebagai manifestasi upaya manusia untuk mendapatkan ketenangan rohani. . sebagaimana dikutip Sarjono (1992:27). Masyarakat umum lebih banyak melakukan tradisi-tradisi dari kebudayaan aslinya dan mereka memegang teguh pada adat istiadat serta kepercayaan lama yang diperoleh dari nenek moyangnya. namun tetap mampu mempertahankan keasliannya. Menurut Magnis Suseno.

sebagaimana dikutip Koentjaraningrat (dalam Subagja. dewa dan sebagainya yang menempati alam. Religi sebagai gerak keterlibatan hati nurani manusia yang meyakini adanya nilai-nilai kuddus sehingga membuat manusia tunduk dengan sendirinya tanpa adanya suatu paksaan. hantu. Jadi. seperti roh. roh suci dan roh nenek moyang. Religi berasal dari “religare” yang berarti meyakini. 2006:4) antara lain menyebutkan bahwa munculnya religi bersifat evolusif. Religi merupakan suatu respons terhadap kebutuhan akan konsepsi yang tersusun mengenai alam semesta dan sebagai mekanisme dalam rangka mengatasi kegagalan akibat ketidak mampuan manusia.Kehidupan masyarakat Jawa pada dasarnya sarat dengan nilainilai religi. religi sebenarnya merupakan segala sistem perbuatan manusia untuk mencapai suatu maksud dengan cara menyandarkan diri kepada kemauan dari kekuasaan makhluk halus. Masyarakat Jawa mengenal berbagai ibadat dan upacara . seperti keyakinan terhadap dewa. Soal-soal yang tidak terpecahkan dengan akal diselesaikan dengan “magic”. alam. yakni mulamula manusia memecahkan persoalan hidupnya melalui pengetahuan dan akalnya. Fraser. Bersamaan dengan makin lemahnya kemampuan rasional manusia mengakibatkan tumbuh suburnya keyakinan terhadap sesuatu yang gaib. dan akhirnya manusia menyadari bahwa alam didiami oleh makhluk halus. bersatu padu dengan sama.

Pada zaman dahulu orang menganggap ziarah sebagai kunjungan yang merujuk pada aktivitas mengunjungi pemakaman dengan maksud mendo’akan bagi yang sudah meninggal dan mengingat akan kematiannya. pada suatu waktu antara periode 610 dan 622. Mereka beranggapan dunia dihuni bermacam-macam makhluk halus dan kekuatan ghaib yang dapat menimbulkan kebahagiaan dan kesengsaraan. manusia menggunakan perasaan. Nabi jelasjelas melarang mengunjungi pemakaman dikarenakan bobot praktik tersebut cenderung berlebihan. Perasaan ini muncul dalam berbagai perbuatan yang berhubungan dengan dunia ghaib melalui ziarah-ziarah ke makam tertentu. jana’iz. hadits 382). mengelus-elus kuburan. Menghadapi dunia ghaib. Pandangan mereka terhadap masalah-masalah kehidupan dunia sering kali sempit dan lebih dipengaruhi hal-hal di alam gaib. cinta dan ngeri. Kegiatan yang berlebihan semacam itulah yang sampai pada akhirnya muncul pelarangan praktik ziarah kubur. bahkan sampai aksi menampar pipi dan merobek pakaian (Bukhori. mengagungkan. Dalam hal ini Eposito (2001:195) berdasarkan dokumen kaum Sunni. takut. misalnya: menghormati. . Nenek moyang orang Jawa hidup dalam alam pikiran sederhana yang berpengaruh pada cara berpikirnya.trandisional. Seperti menangis di samping kuburan atau meratapi orang yang sudah tiada.

tanpa mempermasalahkan boleh tidaknya melakukan ziarah kubur. Berkenaan dengan cara-cara yang dilakukan dalam berziarah di atas. . seiring dengan perjalanan dakwah Islam yang semakin mantap. Dalam istilah warga Aeng Panas ini. Namun. penelitian ini mencoba mengetahui persepsi masyarakat Desa Aeng Panas tentang ziarah kubur. karena umat Islam kala itu belum siap (dalam hal akidah) untuk berbahadapan dengan hal-hal yang bisa menyeret mereka ke perbuatan syirik (Hasyim. Terlepas dari perdebatan para ulama mengenai ziarah kubur. ziarah kubur dikenal dengan istilah "nyelase" dimana seseorang pergi mengunjungi kuburan keluarganya atau seorang tokoh yang dianggap keramat atau wali. larangan tersebut beliau cabut (Alhamdani. 1381 H:152). yakni membaca al-Qur'an dan mendatangi kuburan hanya untuk sekedar berdo'a dan berdzikir semata.Catatan menarik di atas pada sisi awal perkembangan Islam dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. kemudian membacakan ayat-ayat alQur'an di sekitar pekuburan tersebut. Mengingat masyarakat disana sudah terbiasa menziarahi pekuburan yang ada di dusun tersebut.1978:115). Al-Humaidi (2003:84) setidaknya menyinggung dua hal yang biasa dilakukan dalam berziarah kubur. Sehingga berziarah terhadap kuburan menjadi hal yang biasa di kalangan umat Islam kala itu.

ada yang seminggu sekali. Dari kasus di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai . Hasan Ma'mun seorang Mufti ad-Diyar al-Mishriyyah menyatakan bahwa fenomena di poin 1 dan poin 2 di atas adalah perbuatan -perbuatan yang bertolak belakang dengan ibadah-ibadah Islam.Alasan mengapa peneliti mengambil lokasi penelitian di Aeng Panas–khususnya di makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad –adalah karena : 1. Adanya gejala yang unik pada prilaku penziarah ketika berada disekitar makam. padahal dalam Islam hanya disunahkan pada Hajar Aswad (Farhan. dan hal ini jika dibandingkan dengan pola ritus yang disyari'atkan agama (baca: Islam) merupakan sebuah keganjilan apalagi dilakukan di area pemakaman. 3. menentukan waktu-waktu khusus. misalnya dengan memegang atau memeluk makam ataupun bertelanjang dada ketika membaca Al-qur’an. setiap hari.2005:207). Bagi beberapa penziarah aktivitas mengunjungi makam terutama (makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad) yang berlokasi di dusun Pesisir merupakan sebuah rutinitas yang interval rutinitasnya bernacam-macam. 2007 : wawancara pribadi) 2. tiga hari sekali. dan yang paling banyak rutin setiap malam jum'at manis (Sadili. mencium kuburan. ada yang setiap hari.

Fokus Penelitian Bertitik tolak dari konteks penelitian di atas. Tetapi dari semua makam yang dikeramatkan di daerah tersebut hanya ada dua makam yang paling sering atau ramai dikunjungi yaitu makam Agung Mahmud dan makam Agung Ahmad yang terletak di dusun Pesisir oleh peziarah dianggap sebagai makam seorang wali. maka yang menjadi fokus dalam penelitian ini penulis uraikan dalam rumusan masalah . maka segala apa yang diinginkan akan terkabul dan lagi para penziarah merasakan ketenangan batin ketika berada dikuburan yang dianggap keramat atau yang dianggap seorang waliyullah terutama asta Agung Mahmud. makam Lanceng. makam Mambang. Karena. Ketika peneliti melakukan studi pendahuluan. Jember.persepsi masyarakat setempat mengenai ziarah kubur. disana terlihat jelas orang-orang yang berkeyakinan bahwa ketika seseorang melakukan ziarah kubur. Besuki. makam Dul Jaya. B. makam Kriya. Bondowoso. Banyuwangi dan sekitarnya. Tunggul Angin. Oleh tidak hanya masyarakat setempat tetapi juga masyarakat dari luar daerah Madura. peneliti menemukan beberapa makam yang dikeramatkan masyarakat Aeng Panas yaitu makam Oneng. seperti. makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad.

melakukan ziarah . Bagaimanakah cara pelaksanaan ziarah kubur? C. Serta berfungsi juga sebagai tambahan literatur Perpustakan IDIA Prenduan. Mengetahui motivasi yang mendorong orang untuk melakukan ziarah kubur. Mengetahui tata cara pelaksanaan ziarah kubur. Apakah motivasi yang mendorong masyarakat kubur? 3. 3. maka tujuan dari penelitian yang ingin peneliti capai adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur? 2. Secara Akademis Sebagai bahan informasi pendahuluan yang penting bagi penelitian yang mungkin mirip di masa mendatang. D. di antaranya: 1.sebagai berikut ini: 1. Mengetahui persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur. 2. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. Kegunaan Penelitian Hasil dari penelitian ini memiliki beberapa kegunaan. atau sebagai bahan informasi pembanding bagi penelitian lama yang serupa namun berbeda sudut pandang.

2000:41). 2. 2003:445-446) atau pengalaman tentang objek.2. E. Persepsi Masyarakat Kata persepsi dalam bahasa inggris perception berasal dari dari bahasa latin perceptio / percipere artinya menerima atau mengambil sedangkan persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan. khususnya hal-hal yang bersinggungan secara langsung dengan penelitian ini. Studi Kasus Studi kasus merupakan jenis penelitian sosial mengenai suatu obyek tertentu yang bersifat holistik dan eksploratif (Dhofier. Definisi Istilah 1. bagaimana cara seseorang melihat sesuatu dan dalam arti yang lebih luas ialah pandangan/pengertian yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu (Leavitt dalam Sobur. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi . peristiwa atau hubungan hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Secara Praktis Hasil penelitian ini bermanfaat bagi semua kalangan terutama bagi masyarakat Aeng Panas dan sekitarnya untuk mengetahui secara jelas berbagai hal terkait dengan ziarah kubur.

21. 3. diinderanya penginterpretasian merupakan sehingga sesuatu yang berarti.2007).1990). Sedangkan dalam ilmu psikologi. persepsi diartikan sebagai terhadap suatu stimulus usaha yang pengorganisasian. . Adapun masyarakat adalah sujumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama (Depdikbud. diartikan sebagai perbuatan melakukan kunjungan ketempat yang di anggap keramat/mulia (makam) dengan tujuan berkirim do'a (Depdikbud. Yang dimaksud menjadi stimulus disini adalah berbagai hal yang terkait dengan ziarah kubur. yang dimaksud dengan persepsi Masyarakat di dalam penelitian ini adalah pandangan atau interpretasi masyarakat Aeng Panas terhadap berbagai hal yang terkait dengan fokus masalah di atas atau hal yang berkaitan dengan ziarah kubur. Yang dimaksud dengan masyarakat dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Aeng panas. dan merupakan respon yang integral dalam diri individu (Walgito. 2004:88). Jadi. Asmaniah (Refletika.berasal dari rangsangan rasa yang berakibat pada interpretasi tingkah laku. jadi tingkah laku seseorang merupakan fungsi dari cara dia memandang. Ziarah Kubur Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

1990:1018). Adapun yang dimaksud dengan ziarah kubur dalam penelitian ini adalah perbuatan melakukan kunjungan ke makam umum Aeng Panas. motivasi melaksanakan ziarah kubur serta tata cara pelaksanaan dalam ziarah kubur. F. Kab Tasik Malaya. ".Bantar Kalong. Dalam penelitiannya Fadillah . Penelitian tersebut berjudul Keramat Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. yang didalamnya terdapat dua makam yang dikeramatkan yakni makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad. tepatnya di Makam keramat Syekh Abdul Muhyi. Sedangkan menurut Alhamdani (1381 H :151) "Ziarah kubur adalah mendatangi se-waktu-waktu untuk mendo'akan dan memohonkan rahmat Tuhan bagi orang yang dikubur didalamnya dan untuk mengambil kita akan ibarat dan peringatan sebuah supaya bisa serta mengingatkan datangnya kematian mengingatkan kita bagaiman nasib kita dikemudian hari diakhirat. Tinjauan Pustaka Penelitian ini terfokus pada masalah ziarah kubur yang penulis khususkan pada persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap Ziarah Kubur. Penelitian atas fenomena ziarah kubur sebelumnya telah dilakukan oleh Mohammad Ali Fadillah di Desa Pamijahan Kec.Tasik Malaya: ritual keagamaan dan prospeknya bagi pengembangan pariwisata.

Sistematika Pembahasan Sistematika penulisan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Fadillah dapat disimpulkan bahwa Pamijahan dipilih sebagai pusat pengajaran Tasawuf oleh Syekh Abdul Muhyi atas saran dari gurunya yaitu Abdul Rauf Singkel. baik berkenaan dengan ritual keagamaan berupa ziarah kubur yang melibatkan ribuan orang terutama pada hari raya.(www.kumincir. Semuanya merupakan gambaran pengantar bagi pembahasan- . Fadillah menggunakan metode penelitian Historis. alasan memilih judul.com) berupaya untuk mengetahui prosfek fenomena ziarah kubur bagi pengembangan pariwisata di Pamijahan. G. tujuan penelitian. menjadikan Pamijahan menjadi objek wisata potensial yang memberikan kontribusi besar bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Dan keagamaan disekitar makam menitikberatkan pada aspek sosial keagamaan. Pendahuluan yang meliputi konteks penilitian. penulis uraikan secara sistematis yang terdiri dari lima bab sebagai berikut: Bab I. situs Pamijahan merupakan sebuah komplek keramat yang dikarakteristikan oleh fungsi bentang alam yang direkayasa dan difungsikan sebagai tempat-tempat suci. tinjauan pustaka dan sistematika pembahasan. aktivitas ziarah kubur dan dampaknya terhadap budaya masyarakat. fokus penelitian. kegunaan penelitian dan definisi istilah.

pengecekan keabsahan temuan dan tahapan penelitian. Merupakan laporan hasil penelitian yang terdiri atas paparan data dan temuan hasil penelitian yang meliputi persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap ziarah kubur. kehadiran peneliti. Kajian pustaka yang terdiri dari tiga point. motivasi masyarakat Aeng Panas melakukan ziarah kubur dan yang terakhir adalah tata cara pelaksanaan ziarah kubur. . Bab IV. Membahas tentang metodologi penelitian yang meliputi pendekatan atau jenis penelitian. analisis data. Sedangkan point C membahas tentang tata cara pelaksanaan ziarah kubur. lokasi penelitian. Bab III.pembahasan selanjutnya. sumber data. Bab V. Bab II. Membahas tentang kesimpulan dan saran. prosedur pengumpulan data. Point B membahas tentang motivasi orang melakukan ziarah kubur. Point A adalah berbagai persepsi tentang menziarahi kuburan.

yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: ‫قد كنت نهيتكم عن زيارة القبممور، فقممد أذن لمحمممد‬ . Namun karena dikhawatirkan akan menimbulkan perbuatan syirik. beliaupun kembali mengizinkan mereka untuk melakukan ziarah kubur. peneliti mencoba untuk melihat. Sebagaimana hadits Rosulullah saw. peneliti mengambilnya dari beberapa literatur buku kepustakaan dan artikel lepas di media elektronik seperti internet. A. mengkaji dan meneliti sumber-sumber data yang berkaitan dengan permasalahan persepsi suatu masyarakat tentang ziarah kubur. Dan dikemudian hari. Rosulullah saw pernah melarang umatnya dari ziarah kubur. tatkala Nabi tidak mengkhawatirkannya lagi akidah para Sahabat. motivasi seseorang melakukan ziarah kubur dan tata cara pelaksanaan ziarah kubur. Dalam hal ini. Dan ini juga tidak hanya terjadi di akhir-akhir ini saja. tetapi juga di negara-negara arab. melainkan sudah ada sejak pertama kedatangan Islam.BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam kajian pustaka ini. Persepsi Ziarah Kubur Kebiasaan menziarahi kubur bukan hanya ada di Indonesia..

(HR. Hal itu beliau lakukan karena umatnya pada waktu itu masih dini dan belum kuat dalam segi akidahnya untuk berhadapan dengan hal-hal yang bisa menyeret mereka kedalam perbuatan syirik (Hasyim. Jadi munculnya larangan dikarenakan adanya nisbat kepada kesyirikan. secara harifiyah berarti “kunjungan”. Konon. karena ziarah kubur itu mengingat kepada akhirat”. 1. maka sesungguhnya sekarang telah diberi izin kepada Muhammad menziarahi kubur ibunya. Nabi Muhammad saw pernah melarang umatnya melakukan ziarah kubur. ziarahlah ke kubur. oleh sebab itu. Pengetian Ziarah Kubur Ziyarah atau ziarah merupakan asal kata dari bahasa Arab. dan diperbolehkan jika kegiatan ziarah kubur itu jauh dari nilai syirik. Muslim) Ziarah kubur merupakan suatu hal yang sudah ada sejak awal kedatangan Islam. sedangkan secara istilah .1978:115). ada catatan menarik yang patut kita perhatikan.‫)رواه‬ ‫) مسلم‬ ‫فى زيارة قبرأمه فزورو همما فإنهمما تممذكر الخممرة‬ Artinya: “Sesungguhnya aku telah melarang kamu sekalian ziarah ke kubur. Dilihat dari segi perkembangannya.

Pujuk Kriya. Secara istilah ziarah kubur juga merupakan suatu perbuatan melakukan kunjungan ke tempat yang dianggap keramat atau mulia (makam) dengan tujuan berkirim do'a (Depdikbud. Pujuk Mambang. yang didalamnya terdapat banyak makam yang dikeramatkan yakni makam Pujuk Agung Mahmud dan Agung Ahmad.menurut Alhamdani (1381H:151) berarti: mendatanginja sewaktu-waktu untuk mendo’akan dan memohonkan rahmat tuhan bagi orang-orang jang dikubur di dalamnja serta untuk mengambil ibarat dan peringatan supaja jang hidup ingat akan mati dan nasib di kemudian hari di acherat. Sedangkan ziarah kubur menurut Godam (http://www. Pujuk Oneng.google. Dari beberapa makam atau . Esposito (2001:195) memandang ziarah secara teknis merujuk pada aktivitas mengunjungi pemakaman (jiyaroh al-kubur) dengan maksud mendo’akan bagi yang meninggal serta mengingat kematiannya. Pujuk Dul jaya. 1990:1018). Pujuk tunggul Angin. Ini berarti ziarah sebagai kegiatan yang sewaktu-waktu atau tertentu. Adapun yang dimaksud dengan ziarah kubur dalam penelitian ini adalah perbuatan melakukan kunjungan ke makam umum Aeng Panas. Pujuk Lanceng. 2006) adalah suatu kegiatan atau aktifitas mengunjungi makam dari orang yang telah meninggal dunia baik yang dulu semasa hidupnya kita kenal maupun yang tidak kenal.

Pujuk Agung Mahmud dan Agung Ahmad.biasa disebut Pujuk. Fenomena Ziarah Kubur Dalam fakta sejarah. Hal tersebut diwujudkan dengan membuat patungnya sebagai simbol penghormatan yang pada akhirnya digunakan sebagai sesembahan. dicintai dan dihormati. bermula ketika mereka membutuhkan panutan untuk dijadikan sebagai pedoman hidup. mereka mengangkat pemimpin yang shaleh. paganisme merupakan agama sesat pertama yang dianut oleh manusia.berkeyakinan bahwa mengunjungi makam wali sama dengan mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat (Al-Buhairi. namun berlanjut ketika dia sudah meninggal. Penghormatan tersebut tidak terbatas pada saat sang pemimpin masih hidup. hanya dua Pujuk yang paling ramai dikunjungi atau tidak pernah sepi setiap hari yaitu. 2. pengeramatan atau pengagungan makam tertentu dan meminta segala kebutuhan kepadanya. Bahkan seorang kuburi --sebutan bagi penyembah kuburan-. Sebagian dari mereka juga menyamakan makam wali dengan Baitullah al-Haram (ka’bah) dan menziarahinya dianggap . Pergeseran bentuk itu mengarah pada pengkultusan. 2005:55). Buhairi (2005:14) menyebutnya fenomena menyembah patung ini sudah mulai bergeser bentuk pada zaman sekarang.

Kepercayaan Wahabiyah –tanpa ada sumbang pemikiran lain dari komunitas Sunni dalam soal ini—memandang ziarah secara umum sebagai “pemujaan terhadap orang suci”. Sebelumnya. seperti mengusapusap kuburan. Disinyalir bahwa telah terjadi kesalahpahaman persepsi tentang ziarah kubur sehingga berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh para peziarah kubur. Wahabiyah menyerbu dan menghancurkan kuburan yang ada di Karbala dan Najaf.sebagai pelaksanaan ibadah haji dan sebagainya. Farhan (2005:XI) mengungkapkan bahwa saat ini kaum muslimin telah melakukan berbagai macam bentuk kemusyrikan di kuburan. bertawashul dengan orang-orang yang telah meninggal karena kesalehannya dan beristighotsah kepada mereka. Nilai ibadah yang semula ada pada ritual itu disulap menjadi suatu kebid'ahan mereka membuat hari hari tertentu yang seakan wajib . yakni menyekutukan Tuhan dengan orang-orang suci ini. yang mengarah pada dosa syirik. mencari berkah di kuburan. pengikut wahabiyah meratakan seluruh bangunan kuburan ini. Menurutnya (2001:196): Pada tahun 1925. Hal serupa telah dikemukakan oleh Humaidi (1999:X) yang menyatakan bahwa bahwa ziarah kubur sudah menjadi budaya yang telah diplesetkan dan mungkin sangat sulit untuk diluruskan. Sebagaimana Esposito melihat faham wahabi sangat membenci kegiatan ziarah kubur. pada tahun 1801.

untuk berziarah kubur. mengutamakan akal di atas wahyu. Pandangan Ulama Tentang Ziarah Kubur Dengan berbagai alasan sebagaimana uraian di atas. berbaurnya budaya-budaya. Sementara Abdullah (2003:50) Mengungkapkan bahwa salah satu pendorong orang melakukan kemusyrikan di kuburan adalah karena mereka (para peziarah) mengikuti para ulama su' dan hanya taklid kepada nenek moyang. aneka ragam peradaban. yaitu: Kebodohan terhadap hukum-hukum agama. menentukan makam orang tertentu untuk diziarahi bahkan ada yang menjadikan ziarah kubur sebagai komoditi bisnis. terpecahnya negara Islam. Demikian halnya dengan faham Wahabi-faham yang dibangun oleh . Setidaknya ada delapan penyebab munculnya berbagai penyimpangan di kuburan yang dikemukakan oleh Farhan. terdapat beragam pendapat dari tokoh-tokoh Islam tentang ziarah kubur. tasyabbuh (menyerupai) pada orang-orang kafir. fanatisme yang berlebihan terhadap tokoh. 3. (2005:25). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa beliau mengharamkan setiap muslim melakukan ziarah kubur walaupun yang di ziarahi makam Nabi Muhammad Saw (Abbas. 1969:241). terjemahan buku-buku filsafat.

sunnah muakkad (Abbas. Motivasi Orang Melakukan Ziarah Kubur Manusia dalam melakukan sesuatu biasanya muncul dari adanya dorongan atau rangsangan yang menimbulkan seseorang rela atau . Jadi anggapan segi baik dibolehkannya menurut Aswaja dipandang dari ibadah mengingat akan kematian dan hari akhir. ke makam ibubapak. makamnya orang-orang yang mati syahid dan makamnya para pahlawan Islam saja bernilai pahala. makam ulama-ulama. faham ini. seperti shalat. 1969:290) menurut alJibrin (2006:135) bahwa tidak dibenarkan seorang muslim menyengaja berziarah kubur dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah disisinya atau di atasnya. juga mendo’akan si ahli kubur. Demikian pula tidak boleh seorang muslim mengusap sesuatu daru tempat-tempat tersebut untuk mencari keberkahan. Ziarah kubur menurut pandangan faham ini adalah merupakan perbuatan yang dianggap baik. 1969:246). memperbolehkan orang untuk melakukan kunjungan (ziarah kubur).Muhammad Bin Abdul Wahab-misalnya mengharamkan siapa saja yang melakukan praktek ziarah kubur (Abbas. jangankan ke makam Nabi Muhammad saw. atau lainnya.= Aswaja). B. Beda halnya dengan faham dan I'tiqad Ahlussunnah Wal Djama'ah (singkt. berdo'a.

Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan didalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas sesuatu demi mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Berawal dari kata "motif" tersebut.2005:73). Seseorang yang melakukan aktivitas ziarah kubur tidak terlepas dari adanya dorongan atau rangsangan atau motivasi.Donald dalam Sadirman (2005:73). diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi merupakan sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan dalam setiap aktifitas. 1. maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif pada saat-saat tertentu. 2007:18). macam-macamnya serta motivasi dalam penulisan skripsi ini. Seseorang akan lebih semangat dalam mengerjakan sesuatu apabila termotivasi oleh sesuatu yang ada di dalam maupun di luar dirinya (Asmaniyah. Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari kata motif. bahkan motif dapat dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (Sardiman. Untuk lebih jelasnya penulis akan menguraikan definisi. motovasi adalah perubahan . Menurut Mc. terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan yang sangat dirasakan/mendesak.bersedia menghabiskan beberapa lama waktunya untuk melakukan sesuatu itu. Sama halnya juga dengan kegiatan ziarah kubur.

Macam-Macam Motivasi Para psikolog mengklasifikasikan motivasi yang ada dalam diri manusia atau suatu organisme kedalam beberapa golongan. Frandsen (dalam Sadirman.18:2005).energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. merasa senang dan semangat melakukan sesuatu (Reflektika. manusia selalu bersandarkan pada manfaat yang ia peroleh dari apa yang ia kerjakan. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan sesuatu. Sedangkan menurut Asmaniyah. motivasi merupakan suatu faktor psikis yang bersifat non intelektual sedangkan peranannya untuk menumbuhkan gairah. Cognitives Motif ini menunjuk pada gejala intrinsic.2005:87) mengungkapkan tentang jenisjenis motivasi seperti: a. yakni menyangkut . Karena. 2. Asas manfaat inilah yang seringkali menjadi motivasi seseorang dalam melakukan aktifitasnya. seseorang akan lebih semangat melakukan sesuatu apabila terdorong oleh motivasi yang ada dalam dirinya. Hal itu berarti bahwa motivasi merupakan sesuatu yang sangat urgen dalam setiap kegiatan.

kepuasan indipidual. Kepuasan individual yang berada dalam diri manusia dan biasanya berwujud proses dan produk mental. b. Self-expression. Penampilan diri adalah sebagian dari pri;aku manusia. Yang penting kebituhan individu itu tidak sekedar tahu mengapa dan bagaimana sesuatu itu terjadi, tetapi juga mampu membuat suatu kejadian. Untuk hal ini memang diperlukan kreatuvitas, penuh imajinasi. Jadi dalam hal ini seseorang memiliki keinginan untuk aktualisasi diri. c. Self- enhancement. Ketinggian dan kemajuan diri ini menjadi salah satu keinginan bagi setiap individu. Sedangkan, Asmaniyah dalam Reflektika (2005:11) membagi atas dua golongan yaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Pertama, motivasi Intrinsik ialah motif yang dapat berpungsi tanpa harus ada rangsangan dari luar. Sedangkan yang kedua, motivasi ekstrinsik yaitu motif yang berfungsi karena adanya rangsangan dari luar. 3. Motivasi Berziarah Kubur Begitupun dengan perilaku menziarahi kubur, setiap orang yang pergi untuk menziarahi kuburan sudah pasti memiliki motif-motif

yang tentunya memiliki nilai manfaat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Hasyim (1978:115) bahwa pada garis besarnya faidah ziarah kubur ialah ada dua, yakni: pertama, untuk mengingatkan segala

yang serba ghaib, yaitu akhirat dan segala seluk beluknya, termasuk perkara maut. Kedua, untuk mendo'akan kepada mayit. Umumnya peziarah termotivsi oleh keyakinan bahwa ketika seseorang melakukan ziarah kubur, maka segala apa yang diinginkan akan terkabul dan lagi para penziarah merasakan ketenangan batin ketika berada dikuburan yang dianggap keramat atau yang dianggap seorang waliyullah. Menurut Esposito (2001:195) dalam Ensiklopedi Oxford: Dunia Islam Modern, menyatakan: “keseluruhan nilai penting ziarah dari segi agama, sebagaimana terungkap dalam sejumlah kisah, ialah mengingat kematian dan mencerminkan hari kemudian”. Ini berarti motivasi ziarah kubur adalah untuk beribadah dan semakin meningkatkan iman kepada Allah swt. Juga Sabiq (dalam Esposito, 2001:195) mengatakan: “Nabi menjadikannya sah dan menganjurkannya karena hal itu akan mengingatkanmu pada hari kemudian”. Jadi yang sebenarnya

menjadi motivasi para peziarah adalah dalam rangka ibadah melalui perantara ziarah kubur. Maksudnya dengan berziarah kubur kita akan teringat akan sebuah peristiwa yang pasti dialami manusia, yaitu

kematian dan hari akhir. Ketika seseorang ingat akan hal itu, seyogyanya menjadi cermin untuk meningkatkan amal ibadah kepada Allah swt. Ziarah kubur tidak hanya dilakukan oleh Nabi, dan ulama’ lainnya melainkan kepada orang awam juga dilakukan. Sebagaimana Rahmat (www.google.com) menyebutkan macam-macam ziarah kubur, antara lain:
Pertama, ziarah orang-orang mulia yang masih hidup kepada orang –orang mulia yang telah meninggal. misalnya para ulama yang mengunjungi pusara ulama lainnya. Kedua, ziarah orang-orang mulia kepada kuburan orang –orang biasa.Nabi saw sering berziarah kekuburan kaum muslimin.beliau sering berdo'a di atas kuburan mereka seraya beristigfar memohonkan ampunan bagi para pendurhaka yang menjadi akhli kubur itu, sebagai bukti bahwa kedatangan Nabi adalah Rahmatan lil'alamin. Ketiga, ziarah dari kaum Muslimin yang awam kepada kaum muslimin yang awam lainnya. Inilah yang bisa kita lakukan kepada orang tua, karib kerabat dan saudara-saudara kita.

Ketiga macam itu didasarkan atas tingkat ketinggian iman seseorang. Sedangkan menurut Jufri (http://www.ittutor.net) beliau mengemukakan bahwa ketika seseorang yang ingin melakukan ziarah kubur hendaklah berniat yang benar dan ikhlas karena Allah swt semata-mata yaitu untuk melembutkan hati, mengingatkan akhirat dan mengenang jasa si mati atau kelebihannya disisi Allah. Begitu pula apabila menziarahi kubur atau makam para Nabi dan para wali,

c. Tata Cara Pelaksanaan Ziarah Kubur Setiap pelaksanaan suatu ritual pasti ada tata laksana atau cara begitu juga dengan pelaksanaan ziarah ke kuburan terdapat tata cara yang baik agar mendatangkan hikmah bagi yang berziarah maupun yang diziarahi. Adab dalam berziarah kubur yang sesuai menurut Islam (Godam.lebih-lebih lagi makam Nabi Muhammad saw yang begitu besar jasanya bukan saja kepada umat Islam malah kepada alam semesta.com): a. Bukan untuk meminta sesuatu pada orang yang sudah meninggal.google. Niat dengan tulus dan ikhlas karena ingin mendapatkan Ridho dari Allah SWT. Tidak duduk. Motivasi yang dilarang dalam menziarahi perkuburan ini ialah meminta sesuatu hajat kepada yang mati itu atau memujanya seperti pemujaan terhadap berhala. Tidak melakukan tindakan tidak senonoh seperti buang air . Berperilaku sopan dan ramah ketika mendatangi areal pemakaman. tidur-tiduran. menginjak-injak. Dengan niat yang baik inilah peziarah menziarahi perkuburan kaum Muslimin dan permakaman para Aulia. b. dll di atas makam orang mati d. Anbia dan Mursalin. C. Maka disinilah nilai penting dari motivasi yang mengarah pada tujuan atau niat seseorang untuk melakukan ziarah kubur. Tetapi menurut faham Aswaja dengan bertawashul dengan mereka yang salih itu dan meminta kepada Allah rabbul a'lamin tidaklah terlarang. www.

Mengucapkan salam kepada penghuni alam kubur f. Ritual-ritual yang terkait dengan ziarah mensyaratkan bahwa ketika seseorang mencapai kuburan. dan kami akan mengikuti kamu. akan berkumpul denganmu. Kamu mendahului kami. Hasyim (1978:116-117) menitik beratkan pada dua hal pokok yakni mengucapkan salam dan menghadap kiblat jika hendak mendo’akan sang mayit Cara yang pertama. Lain halnya menurut ekposito (2001:195) menyatakan bahwa apabila kita melewati pekuburan orang kafir. e. meludah. melakukan hubungan suami isteri. buang sampah sembarangan. berkenaan dengan salam. Kami akan berdo’a kepada Allah untuk keselamatan kami dan dirimu”. maka dianjurfkan untuk menangis dan mengungkapkan betapa perlunya manusia akan Tuhan. Mendo’akan dengan ikhlas arwah orang yang telah meninggal agar bahagia dan tenang di alam kubur. Adapun berkenaan dengan tata cara dalam berziarah ke kuburan. dan lain-lain. kencing. yang diutarakan oleh Hasyim di atas merujuk pada Hadits Nabi yang artinya: .”kedamaian bagimu hai orang yang beriman dan muslim! Kami. seseorang seharusnya menghadapkan wajahnya kearah makam seraya menyampaikan salam dan berdo’a untuk jenazah yang berada di alam kubur serta hendaklah mengucapkan salam kepada simayat. dengan kehendak Allah.besar. dengan mengatakan .

a. Adab Menziarahi Kubur Menurut Al-Jufri: Apabila kita hendak berziarah kubur : Ucapkan salam. supaya membaca. tujuilah kubur yang dituju berdiri atau duduk dengan menghadap kepadanya (membelakang kiblat) sambil memberi salam kepadanya. . Sementara berkenaan dengan menghadap ke Kiblat ketika hendak mendo'akan si mayit. Ini diambil dari sabda Nabi Muhammad saw yang bermaksud: "Siapa yang memberi salam kepadaku Allah akan mengembalikan rohku dan akan menjawab salamnya"." (R. Muslim dan Ibnu Majah. bacakanlah ayat-ayat Al Quran yang mudah dibaca dan minta kepada Allah disampaikan pahala bacaan itu kepada roh si mati. dari Ibnu Buraidah). Muslim dan Nasa’i. berkata: Sesungguhnya Nabi saw. apa lagi untuk meraung dan meratap. yang artinya: mudah-mudahan selamat sejahtera orang-orang mu'min dan muslim yang bertempat disini. Kalau ini diberikan kepada Nabi Muhammad saw maka tidak mustahil diberikan kepada umat oleh sebab itu disunatkan kita menziarahi kubur. datang keperkuburan. Kita juga diingatkan supaya jangan menyesali apa yang telah berlaku. Hasyim merujuk pada hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad.Akhmad. yang Artinya "Dari Abu Hurairoh r. insya Allah kami akan menyusul kamu sekalian kami memohon kepada tuhan Allah kesehatan bagi kami dan kamu sekalian. Walaupun mayatnya sudah lama dan sudah hancur tetapi yang penting rohnya ada dan tahu siapa yang menziarahinya. Kemudian. karena ini adalah haram hukumnya."Adalah Rasulallah mengajarkan kepada shahabat bila mana mereka pergi keperkuburan.

" (R. . Hasyim juga mengutif hadits lain yang artinya "Sesungguhnya Rasulallah saw duduk menghadap ke kiblat lalu pergi kepekuburan.maka sabdanya: "(artinya) selamat sejahtera tempat kaum mu'min Insya Allah kami akan menyusul kamu sekalian".Abu Dawud dari Baraa').

Kehadiran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai pengamat (peneliti) yang terjun langsung di lapangan. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan data deskriptif berupa narasi tentang masalah yang akan penulis teliti. Sehingga diharapkan dapat menghasilkan data deskriptif berupa narasi tentang masalah yang sedang penulis teliti. namun tanpa berperan serta yakni hanya melakukan satu fungsi sebagai pengamat an sich. karena sebelumnya . Menurut Dhofir (2000:41). Jenis Penelitian dan Pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Adapun yang menjadi objek dalam pemelitian ini adalah masyarakat Aeng Panas yang biasa rutin berziarah kubur. yaitu tentang persepsi masyarakat terhadap ziarah kubur. Adapun pendekatan yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif lapangan.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. "Studi kasus adalah studi yang mendalam (eksploratif) dan menyeluruh (integral) mengenai suatu obyek tertentu yang menarik untuk diamati secara khusus dan tersendiri". Kehadiran peneliti ketika berada di lapangan diketahui oleh subyek penelitian.

sumber data dibagi atas dua yaitu sumber data sekunder dan sumber data primer. Dusun Pesisir. Dusun Galis dan Dusun Ceccek. C. Lokasi Penelitian Setelah melewati beberapa proses hingga pada akhirnya penulis tetapkan dalam penelitian ini. Sumber data primernya berupa segala perkataan . Hal itu sangat membantu peneliti dalam proses penggalian data dalam rangka menyelesaikan skripsi yang sedang penulis lakukan. Kabupaten Sumenep. Setelah penulis melakukan observasi serta mencari dari berbagai informasi masyarakat di Kecamatan Pragaan. Penelitian ini berlokasi di desa Aeng Panas yang terletak di Kecamatan Pragaan. terrnyata Desa Aeng Panas merupakan desa yang paling banyak memiliki tempat-tempat yang dikeramatkan dibanding desa – desa yang lain. Madura. Dusun Nong Malang. Sedangkan dalam penelitian sosial.dan tindakan. demikian yang dikemukakan oleh Moleong (2005:132).peneliti menjelaskan status serta tujuan keberadaan peneliti di Aeng Panas. B. Sumber Data Menurut Lofland sebagaimana yang dikutif dalam Moleong (2006:157) menyatakan bahwa sumber utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata . selebihnya adalah data sebagai tambahan atau sebagai pelengkap seperti dokumen dan sebagainya. Desa Aeng Panas memiliki empat Dusun yaitu.

Mutti. Bpk. M. Sedangkan sumber data sekundernya adalah segala perkataan dan perbuatan dari anggota masyarakat Aeng Panas dan sekitarnya yang jarang atau tidak pernah sama sekali berziarah kubur. Bpk. data yang ada dikumpulkan dengan menggunakan teknik-teknik yang kualitatif. dan Bpk. Ma'mun. Su’ud. K. Anwar (klebun). dan rombongan ziarah asal Ganding yang kebetulan peneliti temukan seperti: Bapak Farid. yaitu: 1. ataupun dari pihakpihak lain yang berkaitan dengan masalah yang sedang peneliti lakukan. Irwan. Arif Syuhdi. Edi. Wawancara lazim digunakan dalam penelitian . Prosedur Pengumpulan Data Dalam penelitian ini. Ust. Sadili (kuncen). Bpk. D. Bapak Abasi serta Bapak Muqit. Mereka adalah Bapak Ahmad (warga pendatang asal Karduluk). Adapun jumlah responden peneliti disesuaikan dengan kebutuhan penelitian untuk mencapai kedalaman dan ketajaman persoalan yang sedang diteliti. Data sekunder ini peneliti gunakan untuk mengukur tingkat validitas data primer yang diperoleh dengan cara cross check.dan perbuatan dari Anggota masyarakat Aeng Panas yang biasa (rutin) melakukan ziarah kubur dianataranya Bpk. Dahlal.

Yang dilakukan oleh dua pihak. Untuk keperluan tersebut peneliti akan menggunakan petunjuk umum wawancara. (Moleong.Wawancara merupakan salah satu jenis pengumpul data dengan melakukan sebuah timbal balik atau dalam kata lain merupakan sebuah percakapan dengan maksud tertentu. tetapi yang jelas tidak ada perangkat pertanyaan baku yang disiapkan terlebih dahulu. yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (intrviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Sedangkan menurut Keraf (1997:161). wawancara adalah suatu cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada informan atau autoritas (seorang ahli atau yang berwenang dalam suatu masalah). 2006:187). 2. dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan judul "Persepsi Masyarakat Tehadap Ziarah Kubur". 2006:186). yaitu sebuah teknik wawancara dimana peneliti harus membuat kerangka dan garis besar pokok pertanyaan (Moleong. Observasi Pengumpulan data untuk suatu tulisan ilmiah dapat dilakukan . jujur. Petunjuk ini mendasarkan diri pada anggapan bahwa ada jawaban yang secara umum akan diberikan oleh responden. Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan data yang akurat.

perhatian. Dokumentasi . alasan metodologis bagi penggunaan pengamatan observasi ialah karena cara ini dapat mengoptimalkan kemampuan peneliti dari segi motif kepercayaan. 3.salah satunya melalui observasi. dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Penggunaan metode observasi menurut keraf (1999:162) adalah. masyarakat Aeng Panas dan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan masalah penelitian. Adapun yang menjadi objek pengamatan dalam penelitian ini adalah segala bentuk perilaku atau tindakan dari para peziarah. pengamatan langsung kepada suatu obyek yang akan diteliti. kebiasaan dan sebagainya. perilaku tak sadar. dan mengecek sendiri sampai dimana keabsahan data dan impormasi yang telah dikumpulkan. Jenis observasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung namun tanpa berperan serta. 2006:177). Dalam hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai obyek penelitian sehingga dapat disusun daftar kuestioner yang tepat atau dapat menyusun suatu desain penelitian yang cermat. Sedangkan observasi menurut Moleong (2006:175). yaitu peneliti melakukan satu pungsi yakni sebagai pengamat dalam hal ini tidak sepenuhnya sebagai pemeran serta tetapi malakukan hanya sebagai pengamat (Moleong.

Analisis data merupakan rangkaian kegiatan data agar penelaahan. Dalam penelitian ini. menafsirkan. Data yang terkumpul dari hasil penelitian terdiri dari berbagai data hasil temuan di lapangan.Dokumentasi sudah lama digunakan dalam sebuah penelitian sebagai sumber data yang dapat dimanfaatkan untuk menguji. data yang pengelompokan. wawancara dan studi dokumentasi (Moleong. 2006:216). E. 2002:190). Analisis Data Analisis data merupakan upaya pengolahan data atau penafsiran data. peneliti akan menggunakan hasil dokumentasi berupa tulisan hasil wawancara dengan responden. serta foto yang berguna dalam penelitian ini serta yang menggambarkan aktifitas para penziarah kubur. yaitu observasi. Data yang banyak tersebut mungkin akan peneliti sesuaikan dengan arah penelitian yang sudah dijabarkan dalam fokus penelitian. sistematisasi dan verifikasi terkumpul bernilai ilmiyah. menganalisa. Proses analisis data dimulai dari seluruh data yang diperoleh dari berbagai sumber. Oleh karena itu diperlukan adanya analisis data. bahkan bisa juga untuk meramalkan setiap bahan tertulis ataupun film (Moleong. Analisis data yang dipergunakan oleh peneliti dalam penelitian .

Triangulasi Triangulasi adalah tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. kebergantungan (dependability). 2006:176). peneliti menggunakan teknik pemeriksaan data berikut ini: 1. diperlukan teknik pemeriksaan data . Teknik pemeriksaan data didasarkan atas beberapa kriteria. keteralihan (transferability). Untuk kebutuhan tersebut. yaitu "Derajat kepercayaan (credibility). F. Kemudian setelah itu hasil data yang telah diperoleh dianalisis dan ditarik menjadi sebuah kesimpulan yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan.tentang "Persepsi Masyarakat Aeng Panas Terhadap Ziarah Kubur" adalah menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan proses berfikir deduktif yakni dimulai dari teori yang bersifat umum berdasarkan hasil pengamatan dilapangan atau pengalaman empiris dan data hasil observasi. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu" (Moleong. 2006:324). Pengecekan Keabsahan Data Untuk menetapkan keabsahan data. Adapun cara yang peneliti tempuh dalam proses Triangulasi . dan kepastian (confirmability)" (Moleong.

Untuk keperluan tersebut. .dalam penelitian ini adalah: a. 2. Membandingkan pandangan seseorang dengan apa yang dikatakan orang lain (silang beda responden). Hal ini dilakukan agar peneliti memiliki pengetahuan serta kesiapan yang optimal tentang penelitian yang akan dilakukan. 2006:148). G. Tahap-Tahap Penelitian Secara umum. baik yang timbul dari dalam diri peneliti sendiri atau dari luar. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara (silang beda metode). peneliti mempelajari kembali dan menguji kemungkinan terjadi distorsi dalam mengumpulkan data. tahapan penelitian yang dilakukan dalam penelitian kualitatif terdiri dari tiga tahap (Moleong. yaitu: 1. Tahap Pra Lapangan Tahap ini adalah tahap awal sebelum peneliti terjun langsung ke lapangan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan. 2006:327). b. Perpanjangan Keikutsertaan Disini peneliti memperpanjang keberadaan dilapangan penelitian sebagai upaya pencapaian kejenuhan pengumpulan data (Moleong.

Persepsi Masyarakat Pragaan Terhadap Rukun Kegiatan Masyarakat (RKM). ada enam kegiatan yang akan peneliti lakukan. sebelum obyek penelitian yang ini disahkan sebelumnya beberapa judul proposal yang diajukan kepada pembimbing pada tanggal 5 September 2006 adalah tentang Persepsi Masyarakat Marta Jasa Terhadap Ziarah Kubur di Asta Syekhona Kholil Bangkalan". Persepsi Kiai Pragaan Terhadap Ziarah Kubur. ternyata di tolak dengan alasan terlalu jauh dan situasi serta kondisi kurang memungkinkan. Persepsi Masyarakat Terhadap Ziarah Kubur di Asta Syekh Yusuf. seperti yang dikemukakan oleh Moleong (2006:127-134) yaitu : a. Hingga pada akhirnya penulis mencoba berangkat ke Aeng Panas. Menyusun Rancangan Penelitian Pada awalnya. Persepsi Bencana Tsunami Dalam Pandangan Kiai Pragaan.Dalam tahapan ini. Namun setelah judul itu diajukan kepada pembimbing. malahan beliau memberi saran yaitu: Cari judul yang mudah diaskes datanya dan tidak menghambat atau mengganggu disiplin Pondok! Setelah itu peneliti langsung mengajukan lima judul sekaligus yaitu. Persepsi Masyarakat Batu Ampar Terhadap Syekh Syamsudin Pamekasan. konon katanya disana ada makam yang dikeramatkan .

Hal senada dikemukakan oleh Moleong (128:2006) bahwa cara terbaik yang perlu ditempuh dalam penentuan lapanangan penelitian dalah dengan jalan mempertimbangkan teori substantif dan dengan mempelajai serta mendalami fokus dan menyesuaikan apakah terdapat kesesuaian dengan kenyataan yang ada dilapangan. Peneliti menetapkan bahwa yang dijadikan obyek penelitian adalah Desa Aeng Panas. Dan melakukan study pendahuluan penulis mencari informasi hingga akhirnya sampai ketempat yang dituju yakni Desa Aeng Panas yang memiliki beberapa makam yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat diantaranya Asta Agung Mahmud dan Agung Ahmad yang diyakini masyarakat setempat sebagai seorang waliyullah.selanjutnya penulis mencoba mengajukan judul yakni. Mengurus Perizinan Pertama-tama yang perlu diketahui oleh peneliti ialah siapa saja yang berkuasa dan berwenang memberikan izin bagi . b. dan mempertimbangkan dengan hal-hal yang lain. keterbatasan geografis dan praktis seperti waktu. c. biaya." Persepsi Masyarakat Aeng Panas Terhadap Ziarah Kubur. tenaga. Memilih Lapangan Penelitian Setelah judul di atas di sahkan oleh pembimbing dan Biro Skripsi IDIA Prenduan.

Moleong (2006:128). segi lain yang perlu diperhatikan ialah persyaratan yang diperlukan. aparatur pemerintahan. simpatik. e. Menjajaki dan Menilai Lapangan Menurut Moleong (2006:130) Sebaiknya sebelum peneliti menjajaki lapangan peneliti sudah mempunyai gambaran umum tentang geografi.pelaksanaan penelitian kemudian peneliti berusaha memenuhi segala hal yang dibutuhkan dalam prosesnya. obyektif dan sikap-sikap positif lainnya. pendidikan. yaitu sikap terbuka. bersahabat. mata pencaharian. Hal tersebut sangat membantu proses penjajakan lapangan. dalam dan sebagainya. Selain mengetahui siapa saja yang berwenang. jujur. Setelah itu peneliti menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan masalah perijinan melaksanakan penelitian seperti Biro Skripsi IDIA Prenduan. demografi. Memilih dan Memanfaatkan Informan Informan adalah orang-dalam pada latar penelitian. . bisa berupa ijin tertulis bagi pihak-pihak yang terkait dan perlengkapan penelitian seperti kamera. sejarah tokoh-tokoh. d. tape recorder dan lain-lain. adat istiadat kontek kebudayaan. empatik. Syarat-syarat lain yang perlu dimiliki oleh peneliti ialah syarat pribadi peneliti sendiri.

peneliti mulai memasuki lapangan penelitian yang menjadi wilayah garapannya. Tahap terakhir peneliti menyiapkan segala macam penelitian perlengkapan penelitian. (2006:137) Ada yang diperlukan sebelum terjun kedalam kancah . Menyiapkan Perlengkapan Penelitian Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan dalam penelitian kemudian ditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami. f. proses dan kebudayaan daerah setempat. Menurut Moleong.Fungsinya sebagai orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan latar penelitian seperti memberikan pandangan dari segi orang dalam tentang nilai-nilai. Usaha untuk menemukan informan menurut Moleong (2006:132) dapat dilakukan dengan cara: (1) Melalui keterangan orang yang berwenang baik secara formal maupun informal. 2. sikap. (2) Melalui wawancara pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti. Tahap Pekerjaan Lapangan Pada tahap ini. yaitu etika penelitian lapangan. bangunan. Dalam hal ini masyarakat Aeng Panas.

tata cara serta kultur latar penelitian seperti penampilan. pengenalan hubungan seorang peneliti di lapangan dan ketersediaan jumlah waktu studi (Moleong. 2006:137). Peneliti juga tidak lupa membeli atau membawa rokok serta kopi dalam rangka menjaga keakraban dan hubungan baik dengan informan. Disini peneliti berusaha berbaur dengan masyarakat atau menyesuaikan dengan tradisi-tradisi yang ada di daerah tersebut seperti berpakaian rapi. dan tidak lupa memakai kopiah ketika melakukan wawancara dan observasi ke lapangan penelitian. baik secara fisik maupun mental di samping harus memperhatikan persoalan etika dengan kebiasaan. Memasuki lapangan . adat. Menurut kebanyakan orang Madura khususnya di desa Aeng Panas kopiah dianggap sebagai simbol kesopanan walaupun hanya menggunakan celana ataupun kaos biasa asal kepala kita menggunakan kopiah maka sudah dianggap sopan. yaitu: a. b.tiga tahap yang akan peneliti kerjakan. Memahami Latar Penelitian dan Persiapan Diri Yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah memahami serta membatasi pembatasan latar penelitian terlebih dahulu dan seorang peneliti harus mempersiapkan diri.

Sehingga keakraban. Peneliti juga tidak lupa menggunakan bahasa daerah tersebut (bahasa Madura) yang halus walaupun belum begitu fasih ne sekone (sedikit-sedikit). yaitu hubungan antara peneliti dengan subjek yang sudah melebur sehingga seolah-olah tidak ada lagi dinding pemisah diantara keduanya (Moleong. kemudian mengumpulkan semua data yang diperlukan sesuai dengan aturan aturan yang sudah di buat. Mengumpulkan data Dalam proses pengumpulan data peneliti harus memperhatikan fokus masalah dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan dalam rancangan penelitian. walaupun kadang dirokok sendiri karena responden mengeluarakan rokok juga sedangkan secangkir kopi dan jajanannya biasanya peneliti dapat dari seorang responden. c.Ketika peneliti memasuki lapangan penelitian hal yang harus diperhatikan adalah menjaga hubungan baik dan kekraban. Keakraban tersebut berupa rapport. Rokok. merupakan senjata yang ampuh yang peneliti gunakan untuk menjaga keakraban. 2006:140142). kekeluargaan akan semakin terasa dan informasi yang didapat dengan mudah diberikan oleh informan. Proses analisis data selama berada pada latar .

Deskripsi Lokasi Penelitian 1.penelitian yang tentunya masih akan diperdalam secara intensif setelah data-data terkumpul. Pragaan dengan jumlah desa seluruhnya 12 desa. Sekilas tentang Desa Aeng Panas Kec. BAB IV LAPORAN PENELITIAN A. satu .

Sebelah selatan berbatasan dengan selat Madura. 2.pertanian menjadi penghasilan utama di dena tersebut (Bpk. dusun Nong Malang. pengrajin. Desa Aeng Panas memiliki empat dusun yaitu dusun Pesisir. b. Sebelah barat berbatasan dengan desa Prenduan. kuli bangunan pegawai pemerintahan serta nelayan karena memang sebelah selatan desa ini berbatasan dengan selat madura.19. dusun Galis. Guluk-guluk. .diantaranya adalah desa Aeng Panas dengan luas wilayah hanya mencapai 1.29 desa ini adalah desa yang terkecil kedua setelah Pragaan dengan luas 1. Desa Aeng Panas memiliki beragam mata pencaharian seperti pertanian. d. Batas-batas wilayah Desa Aeng Panas adalah: a. Ma'mun Amar). c. Sebelah timur berbatasan dengan desa Karduluk. Kondisi Demografis Penduduk Pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang cukup menentukan pembangunan masyarakat desa Aeng Panas maka perkembangan penduduk menjadi sangat penting untuk diperhatikan. dan dusun Ceccek. guru. Sebelah utara berbatasan dengan Kec. Dari beraneka ragam aktifitas masyarakat Aeng Panas.

bahkan belum lama ini pimpinan Terekat tersebut yaitu KH. Menurut penuturanya.Shohibul Wafa Tajul "Arifin (Abah Anom) dari Pesantren Surya Laya daerah Tasik Malaya pernah berkunjung kedesa ini. Hal itu dikemukakan oleh Bapak Ma'mun Anwar selaku kepala Desa Aeng Panas pada hari Jum'at malam tanggal 20 Juli 2007 saat diwawancarai oleh peneliti ditempat kediamannya. beliau mengatakan bahwa lembaga pendidikan yang ada di desa Aeng Panas sekitar 7 lembaga pendidikan formal maupun nonformal diantaranya Pondok Pesantren An-Nusyur dan AtTaufiqiyah. Yasinan (untuk Bapak-bapak). 3. Rahmatullah yakni tarekat Qodariyah wa Naqsabandiyah (TQN). kemudian tidak mau kalah bagi para . Desa Aeng Panas memiliki wadah kekeluargaan dengan adanya kegiatan kemasyarakatan seperti Muslimatan (untuk ibi-ibu). persaudaraan dan rasa saling memiliki antara anggota masyarakat.A. dan Kompolan. Kondisi Sosial Budaya Sebagai masyarakat pedesaan tentunya sikap sosial tetap menjadi pegangan untuk menjaga rasa sosial. Di desa Aeng Panas juga terdapat salah satu penganut aliran Tarekat yang di pimpin oleh KH.Masyarakat Aeng Panas termasuk masyarakat yang tingkat pendidikannya maju. hal ini bisa dilihat dari jumlah lulusan sarjana kurang lebih 50 orang.

ajaran agama mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.pemuda dengan membentuk Club-club olah raga yang sudah dibina dengan baik oleh warga Aeng Panas seperti Club Jawara. . dan Club Titonik. Pada tanggal 19 Juli peneliti mendatangi salah seorang penziarah di makam Agung Mahmud. 4. Mereka terkenal sangat kuat memegang prinsip ajaran agama dan tradisi yang turun temurun. B. Peneliti sengaja mendatangi beliau dengan mengatakan maksud dan tujuan peneliti agar penelitian yang dilakukan lebih terbuka dan memang hal itu yang biasa peneliti terapkan. Penyajian Data dan Hasil Penelitian Mengenai persepsi masyarakat tentang ziarah kubur penulis paparkan pada penyajian data hasil wawancara dengan salah seorang penziarah kubur di makam Agung Mahmud. karena dipengaruhi oleh mayoritas beragama Islam. Tradisi yang ada mereka aplikasikan dengan berbagai cara seperti dalam menyambut tamu. Tradisi dan Budaya Kehidupan masyarakat Aeng Panas tentunya tidak terlepas dari adat dan tradisi Madura seperti daerah Madura lainnya.

Dalam penyajian data sengaja diawali dengan pengertian tentang ziarah kubur kemudian motivasi dan terakhir berkenaan dengan tata cara ketika melakukan ziarah kubur. . Mengunjungi makam Masyarakat Aeng Panas. 1. serta beliau juga menambahkan bahwa ziarah kubur merupakan salah satu wasilah untuk taqorrub kepada-Nya. Hal itu peneliti lakukan agar pembahasannya lebih mudah dan sistematis. Amar (Klebun) yang diwawancarai pada hari kamis.yang telah menciptakan kita hingga berada seperti sekarang serta mengingatkan kita bahwa semua makhluk akan mengalami sebuah kematian. khususnya yang rutin ziarah kubur mengartikan ziarah kubur dengan pekerjaan mengunjungi tempat pemakaman seseorang yang sudah meninggal. M. Menurut beliau ziarah kubur adalah: Suatu perbuatan dalam rangka mengerjakan suatu kebaikan yaitu mendatangi area pemakaman dalam rangka beribadah kepada Allah swt. Hal ini seperti yang dinyatakan oleh Bpk. Persepsi masyarakat tentang Ziarah Kubur Didapati bahwa paparan data atau hasil penelitian yang ditemukan di lapangan mengenai persepsi masyarakat Aeng Panas tentang ziarah kubur dapat diklasifikasikan menjadi: a. 20 juli 2006.

Sebagaimana Khusairi dalam wawancara : “… sesepuh. serta ziarah kubur menurut istilah adalah mendatangi tanah kuburan dengan melakukan ritual-ritual keagamaan dan yang sesuai ajaran agama. . tetapi setelah itu diperbolehkan. 22Juli 2007: “Ziarah kubur menurut saya adalah kunjungan ke tanah pemakaman …”. Hal itu mengaca kepada sejarah adanya ziarah kubur dalam Islam yang pada awalnya pekerjaan mengunjungi kubur dilarang oleh Nabi kita Muhammad saw dikarenakan akidah para shahabat belum kuat dan ditakhawatirkan menjurus kehal-hal berbau syirik. bisa juga mengunjungi makam syeikh yang memiliki ilmu yang tinggi atau yang dianggap wali. atau orang yang dianggap berjasa semasa hidupnya”. Menurut Khusairi ketika diwawancarai pada Minggu. Mengunjungi makam sanak keluarga atau famili terdekat.Adapun pernyataan yang lebih terinci seperti pertanyaan yang dilontarkan oleh pewawancara kepada Ust. Beliau menyatakan bahwa: Ziarah kubur secara bahasa adalah mengunjungi. sanak pamili. Su'ud salah seorang tokoh masyarakat Aeng Panas di dusun Pesisir ketika peneliti temui pada malam-malam tanggal 28 Mei 2007.

Kegiatan berdo’a disini ada dua pendapat. yang pertama mengandung unsur mendatangi.sanak pamili. Ma’mun (Pesisir) pada hari Jum’at.Dari pernyataan-pernyataan di atas dapatlah kita pahami bahwa persepsi tentang ziarah kubur masyarakat Aeng Panas. Begitu juga dengan pernyataan Bapak Munir (dalam wawancara) tanggal 12 Juli 2007. Sebagaimana salah orang warga yang memiliki pengetahuan keagamaan (dalam wawancara bersama Khusairi) pada tanggal 22 Juni 2007. tanggal 10 Agustus 2007 : “ …Tawashul. . menyatakan: “… dalam rangka mendo’akan sesepuh. yang pertama mendo’akan si ahli kubur. baik makam orang yang masih terkait dengan hubungan keluarga. Berdo’a Selanjutnya didapati persepsi masyarakat Aeng Panas tentang Ziarah Kubur adalah mengandung unsur atau terdapat kegiatan berdo’a. atau orang yang dianggap berjasa semasa hidupnya”. sanak famili ataupun orang lain yang dianggap memiliki kelebihan tertentu seperti wali. Hal senada juga diungkapkan oleh Bpk. b. mendo’akan orang mati”. menurutnya: “… dengan berdo’a di Agung Mahmud atau Agung Mahmud dan memikirkan nasib dikemudian hari”. mengunjungi tempat pemakaman atau kuburan tertentu.

Dan yang kedua berdo’a untuk si peziarah. Sadili dalam wawancara tanggal 28 Mei 2007 (pukul 17. Mengharap mendapatkan berkah atau barokah Masyarakat Aeng Panas memandang kegiatan ziarah kubur adalah kegiatan yang didalamnya terdapat pengharapan untuk mendapatkan berkah atau barokah. Itu diungkap oleh K.00 WIB. Hal tersebut didukung oleh pernyataan Bapak Ahmad (dalam wawancara). Pernyataan ini didukung oleh hasil wawancara bersama Miftah pada tanggal 8 Juli 2007. c. menurutnya do’a dilakukan: “… secara tidak langsung meminta pertolongan pada orang-orang kubur dengan do'a-do'a suci dan sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah”. Penulis mengambil kesimpulan bahwa kegiatan berdo’a yang dimaksud dalam ziarah kubur adalah selain mendo’akan si ahli kubur juga berdo’a untuk si peziarah. Yakni dengan berdo’a di sekitar areal pemakaman yang dikunjungi.00-18.): “… mencari berkah dari Allah lewat Agung Mahmud dan Agung Ahmad”. Agung Mahmud dan Agung Ahmad yaitu makam yang dianggap wali di desa Aeng Panas.…”. Juga Fauji (dalam wawancara). menurutnya: “Ziarah kubur menurut saya adalah cuman sekedar berkirim do’a”. Kemudian lanjutnya: . menurutnya: “Ziarah kubur menurut saya adalah berdo’a.

berharap dapat barokah. menurutnya: Kalau menurut saya ziarah kubur adalah mendatangi asta dan berdo’a disana. Hal ini dipertegas pula oleh Bpk. Kalau langsung sih ngga bisa mas. Ya saya tawashul.“Karena beliau diyakini sebagai seorang wali. Jadi unsur ketiga dalam pandangan masyarakat Aeng Panas tentang ziarah . Ma'mun yang diwawancarai pada tempat yang sama tetapi waktu berbeda beberapa menit karena beliau saat diwawancarai ternyata mempunyai hubungan darah yaitu orang tua dari Bpk. Pernyataan di atas terdapat dalam wawancara bersama Mas. …”. Mahfud (Nung Malang) (pada hari Jum’at. mendo’akan orang mati. Anwar menyatakan bahwa ziarah kubur adalah suatu penghormatan kepada salah seorang yang dulu semasa hidupnya banyak berjasa kepada masyarakat di daerah tersebut pada khususnya dan umat Islam secara luas". 10 Agustus 2007). cuman pada intinya kita meminta pertolongan kepada Allah dengan cara datang ke asta orang yang kita anggap dekat dengan Allah. 016) berkah bukan dari si ahli kubur. melainkan dipanjatkan kepada Allah sewaktu berziarah. Sebagaimana hasil catatan lapangan yang peneliti temukan (pada CTL No.

Barokah yang dipahami oleh orang semacam ini dimaksudkan bertambahnya kenikmatan dalam artian mendapatkan ketenangan yang berbeda setelah melakukan ziarah kubur ke makam wali atau makam orang yang shaleh yang dikeramatkan. Mengingat akan kematian Sebenarnya banyak pendapat tentang mengartikan ziarah kubur tapi menurut saya pribadi ziarah kubur adalah mengingatkan kita kepada kematian. Hal yang menarik yang menjadi temuan dalam penelitian ini. d. yang sholeh semasa hidupnya”. Yang mana peziarah harus melakukan penghormatan kepada makam yang dikunjungi. Penghormatan ini dimaksudkan agar supaya si peziarah mendapatkan berkah atau barokah dalam hidupnya. Pemahaman seseorang akan arti barokah menjadi bermacam-macam. Demikikanlah Irwan menyampaikan jawaban ketika peneliti mewawancarainya pada 21 Juli 2007. yaitu data yang peneliti temukan dari hasil wawancara bersama Bapak Edi pada hari kamis 5 Juli 2007. Beliau menyatakan bahwa : “ziarah kubur itu ya untuk mengingat kematian dan mencari barokah lewat orang yang mati. Inikan aneh. .kubur adalah adanya pengharapan mendapatkan berkah atau barokah.

e. 20 juli 2006. seperti memohon kebarokahan dari seorang wali yang dikubur.Pernyataan lain yang peneliti temui pada saat wawancara di lapangan adalah peneliti menemukan pernyataan yang sedikit berbeda dengan pernyatan ketiga responden di atas walaupun ada pernyataan mengingatkan kepada kematian. Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Bapak Muqit (dalam wawancara 21 Juli 2007. Wasilah mendekatkan diri kepada Allah Esensi dari kegiatan ziarah kubur adalah menurut masyarakat Aeng Panas adalah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. tetapi diujung pembicaraannya ada yang perkataan. Pernytaan tesebut disampaikan oleh Bpk. pernyataan tersebut dilontarkan oleh Bpk. Amar (Klebun) yang diwawancarai pada hari kamis. menurutnya: “Ziarah menurut saya adalah mendekatkan diri kepada Allah ketika . ziarah kubur merupakan salah satu wasilah untuk taqorrub kepada-Nya”. M. yakni penjaga kubur ketika peneliti temui pada tanggal 27 Mei 2007. mengharap agar segala hajat maupun cita-citanya terkabul dengan wasilah ahli kubur. Sadili sebagai seorang kuncen. Menurut beliau bahwa: “… dalam rangka beribadah kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita ….

Arif Syuhdi saat peneliti temui dirumahnya pada tanggal 05 Juli 2007 menurut beliau ziarah kubur dilatar belakangi oleh adanya motivasi seperti dalam rangka . Begitupun dengan perilaku menziarahi kubur. Motivasi Orang Melakukan Ziarah Kubur Dalam melakukan sesuatu. 2. setiap orang yang pergi untuk menziarahi kuburan sudah pasti memiliki motif-motif yang tentunya memiliki nilai manfaat. sebagaimana yang diungkapkan oleh Bpk. Dari beberapa uraian di atas. dapat disimpulkan bahwa ziarah kubur adalah kegiatan mendatangi kuburan. bahwa segala sesuatu pasti akan kembali kepada-Nya. mendo’akan si ahli kubur. dengan harapan mendapakan barokah dengan tujuan ibadah yaitu untuk mengingat kematian dan wasilah mendekatkan diri kepada Allah Swt. Jadi unsur terakhir yang menjadi pandangann masyarakat Aeng Panas tentang ziarah kubur adalah sebagai wasilah mendekatkan diri kepada Allah dengan mengingat kematian. Asas manfaat inilah yang seringkali menjadi motivasi seseorang dalam melakukan aktifitasnya.berada dikuburan dengan berusaha atas segala apa yang telah diperbuat semasa hidupnya”. tentu manusia selalu bersandarkan pada manfaat yang ia peroleh dari apa yang ia kerjakan.

Begitu pula jawaban yang dilontarkan oleh seorang pengunjung Asta Agung Mahmud yaitu Bpk.mencari keberkahan. berupa pelajaran-pelajaran berharga yang bisa kita ambil dalam kehidupan kita sepereti kita datang ketempat orang mati kita harus berfikir kapan kita akan seperti itu. mengrormati orang yang telah banyak berjasa semasa hidupnya serta bisa menjadi wasilah kepada Allah dengan cara berdo’a disana dengan harapan Allah memberikan apa-apa yang menjadi hajat saya”. Hal senada juga disampaikan oleh Mutti. Ada pula yang dimotivasi hanya karena semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah. menurutnya: “Semata-mata adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah. mencari kebarokahan untuk diri sendiri. berharap segala hajatnya cepat dikabul oleh Tuhan. istri dan keluarga. menghargai. Dalam wawancara ada yang hanya menjawab dengan ringkas . Karena beliau menyakini bahwa Agung Mahmud sebagai seorang waliyullah. beliau menyatakan bahwa motivasi ziarah kubur adalah berdo’a. yakni: ”mendorong kita agar lebih dekat kepada Allah serta mencari hikmah-hikmah tertentu …. Ahmad pada tanggal 10 Agustus 2007. Hal ini disampaikan oleh Anwar (dalam wawancara pada tanggal 9 Agustus 2007). apa yang akan kita bawa untuk menjadi bekal nanti di akhirat”.

5 Juli 2007) menurutnya: “Motivasi saya melakukan ziarah kubur adalah tidak lain hanya untuk lebih mengingat bahwa kita semua akan mengalami kematian”. Seperti pernyataan dari Ma’mun (10 Agustus 2007). Begitu juga dengan Bpk.yaitu untuk mengingat kematian. 10 Agustus 2007) menyampaikan motivasinya atas dasar: “Tujuan saya datang berziarah kubur kesini adalah seperti yang sudah saya katakan tadi yakni dalam rangka mengingat kematian. Khusairi dalam wawancara pada tanggal 22 Juli 2007. “Tujuan saya datang berziarah kesini adalah mengingat kematian”. Ahmad . kalau kita ziarah kesini maka setiap yang kita inginkan akan tercapai dan hati merasa tenang”. katanya. Mutti (5 Juli 2007) menyampaikan: “motif saya melakukan ziarah kubur adalah mencari kebarokahan”. Edi (wawancara. Ini diungkap oleh Bpk. Sama halnya dengan yang disampaikan oleh Fauji (dalam wawancara. mengatakan: “Yang menjadi motivasi saya berziarah melakukan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kepada kematian serta mendo'akan orang yang sudah meninggal baik dari keluarganya sendiri maupun orang lain”. 06 Agustus 2007) “. cuman sekedar berkirim do’a”. Kemudian Bapak mahfud (dalam wawancara. Seseorang juga mengharuskan dirinya untuk datang berziarah kubur tatkala diterpa kesulitan...

menurutnya: “karena diyakini masyarakat sebagai seorang wali yang banyak berjasa dikampung ini”. mendo’akan ahli kubur.(Karduluk). tapi kalau menurut saya pribadi saya berziarah kubur bertujuan untuk mencari ketenangan dan bisa diartikan wasilah kebarokahan”. Ada juga alasan mengapa hanya makam Agung Mahmud atau makam Agung Ahmad yang dikunjungi oleh masyarakat. K. 12 Juli 2007) menyampaikan: “seperti yang sudah saya katakan bahwa saya datang kadinto untuk mencari berkah dengan Agung Mahmud. beliau menyatakan bahwa: “Ya selain berkirim do’a. Dari berbagai pernyataan yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan para penziarah kubur di Asta Agung Mahmud dapat disimpulkan bahwa beragam motivasi para penziarah dalam melakukan ziarah kubur. Antaralain: mencari keberkahan. ketika saya mengalami kesulitan saya datang untuk ziarah kesini setelah itu Al-hamdulillah sedikit-sedikit kesulitan terasa ringan”. mencari . Bpk. berharap hajatnya segera dikabulkan oleh Tuhan. Pendapat ini juga ditambahakan oleh Bapak Muqit (dalam wawancara. Sadili menyampaikan dalam wawancaranya pada tanggal 28 Mei 2007. menurutnya: “Sebenarnya beragam alasan kenapa orang melakukan ziarah kubur. 21 Juli 2007). Munir (wawancara.

pada dasarnya setiap sesuatu pasti ada aturan mainnya atau tata caranya seperti memiliki wudhu. Mat Munir yang peneliti temui pada hari kamis. peneliti mendapatkan informasi atau data dari masyarakat Aeng Panas tentang tata cara melakukan ziarah kubur. mencari ketenangan. 5 Juli 2007 menyatakan. mengirim do’a buat ahli kubur terutama yang diziarahi dan yang terakhir adalah kita berdo’a kepada Allah untuk pribadi. Yang biasa saya baca ketika berziarah . para Aulia. 3.berdo’a untuk mencari kebarokahan bagi diri sendiri. istri dan keluarga. Hal ini seperti yang telah dituturkan oleh seorang responden yaitu Bpk. Menurutnya: Mas. bahwa ketika kita berziarah kekuburan kita harus memiliki wudhu terlebih dahulu sebelum memasuki ke areal kuburan. mengirim do’a kepada Rasulallah. mengucapkan salam ketika masuk area pemakaman. Ini didukung oleh pernyataan dari Ma’mun Anwar ketika diwawancarai pada tanggal . benetuah (sesepuh) kita yang sudah meninggal atau yang pernah berjasa. dan juga motivasi permasalahan atau problem peziarah. dalam artian peziarah memiliki kesulitan dalam hidup kemudian berziarah ke makam tersebut. 9 Agustus 2007. Tata Cara Ziarah Kubur Dari hasil wawancara yang peneliti laksanakan hampir sebulan lamanya. mengingat kematian dengan mendatangi kuburan.

leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. Jawaban singkat juga disampaikan oleh Mas. . tawashul. yakni yang penting kita suci dan tidak salah niat. tawashul. Adapunyang lebih terinci seperti pernyataan yang disampaikan oleh Bpk. Tahlil dan do’ado’a.Mahfud (Nung Malang) dalam wawancara pada tanggal 10 Agustus 2007: “yang biasa saya lakukan cuman berucap Salam.tentunya ayat-ayat Al-qur’an seperti. aulia. Pernyataan di atas lebih simpel dan mengena seperti yang dikemukakan oleh bpk Edi saat peneliti temui pada hari kamus. Tahlil”. tahlil dan lain-lain. Ma’mun(Pesisir) 10 Agustus 2007 Salam. Pernyataan ini sama halnya dengan yang dikatakan oleh saudara Muti pada tanggal 20 Juli 2007. Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. surat yasin. dan berdo’a. Yang jelas seperti yang biasa saya lakukan adalah ketika baru sampai ketempat pemakaman tidak lupa mengucapkan salam. Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. mengatakan sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. para Nabi. dan setelah itu berdo’a. 5 Juli 2007.

pernyataan yang disampaikan oleh Bpk. para ulama dan dan orang tua kita. bahwa: Tahlil dan ayat –ayat Al-Qur'an.Munir ketika diwawancarai pada tanggal 12 Juli 2007.Tahlil dan kalau waktu memungkinkan saya membaca Yasin. baca Al-qur’an dan lain-lain”. harus baca surat Al-Ikhlas 1000x.kepada ahli kubur lalu berdoa dengan cara mengirim Al-Fatihah buat Rasulullah. responden menjawab Tahlil. Pendatang: beliau mengatakan para penziarah yang datang ketempat tersebut banyak sekali sampai –sampai beliau lupa yang jelas dari jawa juga ada yang datang dengan rombongan bahkan ada juga yang sendi-sendiri atau . AN-nas.ahli kubur dan untuk kita sendiri. bisa tahlil. (wawancara Bpk. mengirim Al-Fatihah kepada Rasul. pertama saya mengucapkan salam ketika baru masuk ke lingkungan makam. Kedua pernyataan dari K Sadili (wawancara. serta ayatayat Al-qur’an. Al-Ikhlas. Fauji (Nung Malang) 06 Agustus 2007. Mengenai bacaan-bacaan apa saja yang dibaca ketika berziarah kubur. Al-Fatihah. 28 Mei 2007). Insya Allah segala kebutuhan kita akan cepat terkabul”. Mengenai bacaan lainnya juga beliau menyambungkan ucapannya: “terserah sampean. Ada. Al-Falak. Dan yang menjadi temuan dalam penelitian ini adalah pertama. menurutnya: “kalau pengen cepet teka hajat. Ahmad 10 Agustus 2007). Tawashul.

maka cabut batu nisan saya dan buang ke tase (laut)”. kedua. Al-Ikhlas. aulia. tawasul. kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. kelima. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud.Tahlil dan Yasin. sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu. keempat. Dari pernyataan-pernyataan di atas. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. para Nabi. keenam. ketiga. membaca Al-Fatihah. kalau hajatnya tidak terkabul. ANnas. … sebelum Agung Mahmud wafat beliau pernah berwasiat "Siapa yang berziarah kemakam ku 1000x membaca surat Al-Ikhlas. C.yang paling unik lagi sampai ada yang tidur disana untuk beberapa lama atau kalau dalam istilah sana (tirakat) Kemudian lanjutnya masih dalam wawancara yang sama berbeda jam. ditutup dengan do’a. Diskusi Hasil Penelitian . dapatlah disimpulkan bahwa tata cara berziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah pertama. Al-Falak. yaitu: “Bacaan yang harus dibaca oleh para peziarah ketika berziarah ke makam Agung Mahmud yaitu surat Al-Ikhlas 1000x.

dengan harapan mendapakan barokah dengan tujuan ibadah yaitu untuk mengingat kematian dan wasilah mendekatkan diri kepada Allah Swt. karena kita semua akan mengalami yang namanya kematian. Hal ini dipandang perlu untuk membuktikan atau memverivikasi antara data hasil penelitian dengan teori yang peneliti gunakan sebagai landasan teori dan juga ingin mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Aeng Panas terhadap halhal yang berkaitan dengan ziarah kubur secara umum. Atau dengan kata lain bahwa ziarah kubur adalah kegiatan mendatangi kuburan. mendo’akan si ahli kubur. Persepsi Ziarah Kubur Persepsi ziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas yang peneliti wawancarai adalah yakni pekerjaan seseorang mengunjungi kuburan dalam rangka mendo'akan orang yang telah meninggal serta mengambil hikmah yang terjadi ketika kita ditanah kubur seperti mengingatkan kita akan nasib kita dikemudian hari. . Setelah data terkumpul dan diorganisasikan maka pada tahap ini semua data yang diperoleh peneliti simpulkan sebagai berikut: 1.Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan salah seorang penziarah serta dari data yang diperoleh hasil observasi maka rasanya perlu bagi peneliti untuk mendiskusikan hasil penelitian ini dengan landasan teori pada Bab II.

Hal ini juga dikemukakan oleh saudara Khusairi seorang mahasiswa IDIA saat ditemui di kampus pada hari Minggu. Motif-motif Orang Melakukan Ziarah kubur Yang menjadi motif para penziarah masyarakat Aeng Panas pada dasarnya tidak jauh berbeda seperti yang dinyatakan oleh Bpk. 2. adalah dalam rangka mengingatkan sesungguhnya kita semua akan mengalami hal yang sama yaitu kematian.Sadili beliau mengatakan bahwa motivasi beliau dalam berziarah kubur adalah mencari barokah dari ahli kubur sehingga segala yang dihajatkannya bisa cepat dikabul.Kemudian apabila hasil tersebut kita diskusikan dengan teori yang peneliti jadikan sebagai suatu landasan teori yang ada di bab II. yang menjadi motif melakukan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kepada kematian serta mendo'akan orang yang sudah meninggal baik dari keluarganya sendiri maupun orang lain dengan membaca Yasin dan Tahlil.Edi. Dari temuan data yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan responden yaitu Bpk. . maka adanya suatu persamaan antara teori dan hasil wawancara. kemudian perbedaan hanya terletak pada pengertian maupun pengungkapannya saja karena mungkin dipengaruhi oleh tingkat pendidikan responden yang peneliti wawancarai. 22 Juli 2007.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Hasyim (1978:115) bahwa pada garis besarnya faidah ziarah kubur ialah ada dua. yakni: untuk mengingatkan segala yang serba ghaib. yaitu akhirat dan segala seluk beluknya. Pernyataan yang peneliti peroleh dari hasil wawancara dengan salah seorang penziarah adalah: Pada saat berziarah ke kuburan sebaiknya mengikuti tata cara yang baik agar mendatangkan hikmah bagi yang berziarah maupun yang diziarahi karena mengerjakan sesuatu tanpa tahu bagaimana kita bekerja mulai dari memulainya hingga akhirnya. Dilarang dalam menziarahi perkuburan ini ialah meminta sesuatu hajat kepada yang mati itu atau memujanya seperti pemujaan terhadap berhala. Tata Cara Ziarah Kubur Kemudian pada permasalahan terakhir peneliti mengambil permasalahan seputar tata cara pelaksanaan ziarah kubur. termasuk perkara maut dan untuk mendo'akan kepada yang telah meninggal mendahului kita tentunya dimulai dengan niat yang benar dan hati yang ikhlas semata-mata karena Allah swt. 3.Hal ini senada kalau kita sesuaikan dengan teori yang ada di landasan teori bahwa sebenarnya adalah dari aspek manfaat seperti mengingatkan kita kepada kematian. maka tidak akan mendapatkan hasil yang .

Seperti halnya diungkapkan oleh Godam tentang adab dalam berziarah kubur yang sesuai menurut Islam harus berperilaku sopan dan ramah ketika mendatangi areal pemakaman. keempat. para Nabi. kedua. dapatlah disimpulkan bahwa tata cara berziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah pertama. seperti mengucapkan salam terlebih dahulu ketika hendak memasuki area kuburan dan tentunya kita harus memiliki wudhu terlebih dahulu. . Agung Ahmad karena mereka menhormati dan meyakini sebagai seorang waliyullah.diharapkan. Dari pernyataan-pernyataan di atas. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. ketiga. kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. aulia. sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu. Masyarakat Aeng Panas pada umumnya dan para peziarah pada khususnya menghormati sekali orang –orang yang ketika masa hidupnya banyak berjasa seperti halnya mereka menhormati Agung Mahmud. begitu pula makam-makam yang dianggap keramat oleh masyarakat atau anggota yang biasa ziarah kubur. Kelemahan dari pendapat orang ini adalah menerangkan prakteknyadan kurang mejabarkan secara rinci.

membaca Al-Fatihah. keenam. Persepsi Ziarah Kubur . Al-Ikhlas. BAB V PENUTUP A. ditutup dengan do’a.Tahlil dan Yasin. kelima. Kesimpulan 1. Al-Falak. ANnas.tawasul.

aulia. leluhur kita dan yang terakhir . dengan harapan mendapakan barokah dengan tujuan ibadah yaitu untuk mengingat kematian dan wasilah mendekatkan diri kepada Allah Swt. mendo’akan ahli kubur. berharap hajatnya segera dikabulkan oleh Tuhan. mengirim Al-Fatihah kepada Rasulallah. sebelum kita berziarah kubur harus membersihkan badan kita dalam artian kita memiliki wudhu. 3.Dari beberapa uraian di atas. dapat disimpulkan bahwa ziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah kegiatan mendatangi kuburan. istri dan keluarga. Tata Cara Ziarah Kubur Tata cara berziarah kubur menurut masyarakat Aeng Panas adalah pertama. dalam artian peziarah memiliki kesulitan dalam hidup kemudian berziarah ke makam tersebut. kemudian kita mengucapkan salam penghormatan. mencari ketenangan. Antaralain: mencari keberkahan. berdo’a untuk mencari kebarokahan bagi diri sendiri. 2. dan juga motivasi permasalahan atau problem peziarah. ketiga. para Nabi. mendo’akan si ahli kubur. kedua. Motivasi Ziarah Kubur Para penziarah kubur di Asta Agung Mahmud dapat disimpulkan bahwa beragam motivasi para penziarah dalam melakukan ziarah kubur. mengingat kematian dengan mendatangi kuburan.

B. adalah sebagai berikut: 1. maka penulis akan membuat sara-saran yang hendaknya menjadi perhatian bagi peneliti selanjutnya.mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan terutama dalam menguasai hal-hal yang penting didalamnya. hal tersebut mungkin disebabkan karena kurang maksimalnya pengetahuan penulis atau bisa jadi banyak kelalaian dan keseriusan penulis dalam proses pembelajaran di awal-awal perkuliahan.Tahlil dan Yasin. keenam. Al-Ikhlas. Oleh karena itu penulis berharap bagi semua mahasiswa ataupun pihak-pihak yang hendak melaksanakan penelitian agar lebih meningkatkan keseriusan dalam proses pembelajaran sebelumnya dengan cara banyak membaca. kelima. ANnas. motivasi orang . keempat. Dalam penelitian ini. ditutup dengan do’a. Dalam judul “Persespi Masyarakat Terhadap Ziarah Kubur” permasalahan yang penulis angkat hanya terbatas dalam bagaimana persepsi Masyarakat terhadap ziarah kubur. Saran Berdasarkan penelitian ini. 2. Al-Falak. Diantaranya saran penulis. tawasul. membaca Al-Fatihah.

Dul Jaya. DAFTAR PUSTAKA . dalam rangka mendapatkan hasil penelitian yang lebih akurat.Padahal. bagi peneliti selanjutnya penulis sarankan agar lebih memperdalam fokus-fokus permasalahan yang lebih menarik. 3. Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Lanceng. Kriya. masih banyak Asta atau Makam yang dikeramatkan terutama oleh masyarakat Aeng Panas seperti. Dalam hal ini penulis hanya melakukan penelitian dengan observasi tidak langsung karena berbagai faktor. Oneng. Dalam penelitian ini. Oleh Karena itu peneliti sarankan bagi penelitian selanjutnya untuk lebih diperluas dalam memakai pendekatan yang menggunakan observasi berperan serta sambil mengumpulkan data. Oleh karena itu. seperti mencari akar masalah yang menyebabkan munculnya ziarah kubur atau mencari potensi ekonomi yang menguntungkan dalam pelestarian dan pengembangan lokasi ziarah menjadi lokasi wisata ziarah kubur. Tunggul Angin.melakukan rutinitas ziarah kubur dan bagaimana tata cara melakukan ziarah kubur. penulis hanya meneliti satu tempat saja yakni Asta Agung Mahmud dan Agung Ahmad yang berlokasi di Dusun Pesisir Desa Aeng Panas. Mambang.

Sumenep: Iman Bela. Umar. 2005. Al-Ma'rif. Bid'ah-Bid'ah Kubur. as-Sunnah dan Pemahaman Salafus Shalih. Koentjaraningrat. Abdillah http://www. Komposisi. Siradjuddin. Tawassul. Jawa Tengah).1997. Hamid Al-Humaidi. Tth. 22 Juni 1999. Terjemahan oleh A.google/Tata Cara Ziarah Kubur. Abdullah. Riset: Tradisi Pementasan Wayang Topeng Dalam Rangka Sedekah Bumi Dan Dampaknya Bagi Masyarakat (Studi Kasus Di Dukuh Kedung Panjang Desa Soneyan. Jakarta: Darul Haq. Keraf Gorys. 16/08/2006. Cara Mudah Memahami Aqidah sesuai al-Qur'an. Godam. Hasan Bashori._______________. 2006. 4. Problematika Pembelajaran Bahasa Arab Dalam Persepsi Mahasiswa IDIA Prenduan. Menyingkap Fenomena Ketergantungan Kepada Para Wali. Tangerang: . Jakarta: Nusa Indah. Bandung: P. Subagja. 1984. 1999. http://www. Jakarta: Balai Pustaka.net/forums/index php? showtopic=20479 Dhofir.Ali. Syarqawi. Abdul Aziz bin Abdullah. dkk. 2007. 2007. Achmad. Jakarta: PT Bina Ilmu. Fadillah. Alhamdani. Metodologi Penelitian Kualitatif. Terjemahan oleh Abdul Rosyad Shiddiq. Jakarta: Pustaka at-Tazkia Al-Jufri. Model-model Pembelajaran di Pesantren. 2006. Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Mahmud. Al-Jibrin. Mamduh. Risalah Djanaiz.com Hasyim. Reflektika Vol. http://kumincir. Pengantar Metodologi Riset. 2006. Hadiah Pahala dan Mengajar Orang Mati.ittutor. Abbas.T. Tasik Malaya: ritual keagamaan dan prospeknya bagi pengembangan pariwisata. Bandung: Remaja Rosda Karya. 1978. Keramat Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. 2000.multiply. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Sumenep: Al-Amien Printing Farhan.com/journal/item/13 Faisol. I'tiqad Ahlussunnah Wal-Jama'ah. 1381 H. Jakarta: Balai Penerbit Pustaka Tarbijah. Kebudayaan Jawa. UNMUH Surakarta. 1969. Kuburan Agung. 2003. al-Buhairi.

Shalih. Jakarta: PT.Media Nusantara.com Sardiman.pkm. Pustaka Setia. Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional.dikti. Metodologi Penelitian Kualitatif. 2002. Bandung: Remaja Rosda Karya. Kitab Tauhid 3. Mulder. http://www. 1999. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.. 1981. Terjemahan oleh Ainul Haris Dkk. Moleong. Raja Grafindo Persada. Sobur. 2000. Motivasi dan Interaksi Belajar Mengajar. Jalaluddin Dr. Lexy. Niels. dkk.net/pkmi_award Walgito. 2006.google/Ziarah Kubur. Psikologi Umum. Alex. http://www. 2000. Bimo.. Bandung. Jakarta: Yayasan Al-Sofwa. Triningsih. 1981. Yogyakarta: Andi Ofset. . J. 2005. 2003. Rahmat.

00 : Kediaman Aeng Panas Instrumen Wawancara Peneliti: Bagaimana pandangan saudara tentang ziarah kubur?[1] Informan: Ziarah kibur menurut pandangan saya adalah suatu perbuatan dalam rangka mengerjakan suatu kebaikan mendatangi area pemakaman. pada intinya kita berusaha mendekatkan diri setiap saat bisa dengan cara shodaqoh. 9 Agustus 2007 : 09. dalam rangka berinadah kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita hingga berada seperti sekarang dan mengingatkan kita bahwa semua makhluk akan mengakami suatu kematian. menurut panjenengan barusan Ziarah Kubur adalah salah satu cara mendekati kepada Allah terus selain ziarah kubur apalagi? Informan:Ya.LAMPIRAN WAWANCARA(1) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : M Amar (Klebun) : Kamis. Ziarah kubur merupakan salah satu wasilah untuk taqorrub kepada Allah. Peneliti: Bapak. kita ingat dalam sebuah hadist bahwa Rasulallah pernah bersabda tentang pelarangan dan pembolehan melakukan . Peneliti: Apakah Bapak bisa menjelaskan sejarah tentang ziarah kubur? Informan: Insya Allah. ataupun dzikir.shalat malam.00-11.

Peneliti: Kapan melakukannya? Informan: Saya menziarahi makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad rutin setiap hari tapi kalau jamnya tidak pasti. Peneliti: Kenapa sampai dilarang? Informan: Karena pada waktu Rasulallah itu masih di mekkah baru-barunya Islam datang sedangkan kuburan pada bahkan umumnya sampai kaum jahiliyah menyembah berhala-berhala dipertuhankan. Apa yang menjadi tujuan atau motivasi panjenengan melakukan aktifitas ziarah kubur? Informan: Semata-mata adalah berusaha mendekatkan diri kepada Allah. menghargai.ziarah kubur. keluarga bahkan saya pernah . mengrormati orang yang telah banyak berjasa semasa hidupnya serta bisa menjadi wasilah kepada Allah dengan cara berdo’a disana dengan harapan Allah memberikan apa-apa yang menjadi hajat saya. makam siapa saja yang panjenengan ziarahi? Informan: Makam orang-orang sholeh diantaranya Makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad. Peneliti: Dengan siapa bapak Klebun perginya? Informan: Setiap pergi saya mengajak teman. Peneliti: Kalau boleh tahu. Peneliti: Bapak Klebun. Akan tetapi baru setelah rasulallah hijrah ke Madinah ziarah kubur diperbolehkan bahkan dianjurkan.

tapi wujudnya setelah dicari ternyata tidak ada. mengirim do’a kepada Rasulallah. Peneliti: Apakah ketika itu terjadi bapak merasa ketakutan? Informan: Yah biasalah Mas. mengucapkan salam ketika masuk area pemakaman. saya akan sering datang kesini asalkan tidak ada yang menggangu. dan pernah juga dalam satu waktu mendengar suara Jaran (Kuda). Peneliti: Pernahkah bapak mengalami pengalaman ketika berada di area pemakaman seperti. pada dasarnya setiap sesuatu pasti ada aturan mainnya atau tata caranya seperti memiliki wudhu.pergi sendirian.pernah juga melihat sekumpulan semut. Peneliti: Bapak. benetuah (sesepuh) kita yang sudah meninggal atau yang pernah berjasa. Bahkan saya pernah berkata dalam hati ke Agung Mahmud. Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang harus kita lakukan? Informan: Mas. namanya manusia tapi saya berusaha agar tidak mengganggu konsentrasi ketika berziarah kubur. ketika itu saya bersama teman saya sedang mengaji di makam Agung Mahmud tiba-tiba saya melihat seekor ular di atas Asta beliau. mengirim do’a buat ahli kubur terutama yang diziarahi dan yang terakhir adalah kita berdo’a kepada Allah . melihat hal-hal yang ghoib atau kebanyakan orang mengatakan hantu (makhluk halus)? Informan: Pernah. para aulia.

surat yasin. WAWANCARA (2) Subjek Penelitian : Bpk.untuk pribadi. tahlil dan lain-lain. Ma’mun(Pesisir) Hari/Tanggal : Jum’at. 10 Agustus 2007 . Peneliti: Apa yang biasa bapak baca ketika berziarah? Informan: Yang biasa saya baca ketika berziarah tentunya ayat-ayat Alqur’an seperti.

tawashul. berharap dapat barokah. Peneliti: Kalau malam-malam dremah ( bagaimana)? Informan: Seingat saya kalau malam. dan berdo’a Peneliti: Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang harus kita patuhi? Peneliti: Apa yang biasa saudara baca ketika berziarah kubur? . kalau ada seperti apa itu? Informan: Salam. [1] Peneliti: Apa tujuan atau motivasi bapak datang ziarah kubur? Informan: Tujuan saya datang berziarah kesini adalah mengingat kematian Peneliti: Makam siapa saja yang bapak ziarahi? Informan: Makam Agung Mahmud dan Agung Ahmad Peneliti: Apakah ada tata cara khusus yang mesti kita lakukan ketika berziarah.00-07.45 : Asta Mahmud Agung Instrumen Wawancara Peneliti: Apakah panjenengan sering ziarah kadinto (bahasa Madura yang artinyaa.Waktu Tempat : 07. mendo’akan orang mati. belum pernah Peneliti: Bagaimana menurut panjenengan artena (artinya) ziarah kubur? Informan: Tawashul.kesini)? Informan: oh yah! Kauleh (saya) segut dateng kadinto Peneliti: Kapan waktunya? Informan: kalau waktunya setiap hari jum’at pagi.

10 Agustus 2007 : 07. WAWANCARA (3) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : Mas.Mahfud (Nung Malang) : Jum’at.00-07.Informan: Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. atau barangkali pernah melihat seperti di Televisi? Informan: Saya belum pernah melihatnya Cuma kadang merasa tenang. Tahlil dan do’a-do’a Peneliti: Pengalaman apa yang bapak peroleh ketika ziarah kubur.00 : Asta Mahmud Agung .45.

cuman pada intinya kita meminta pertolongan kepada Allah dengan cara datang ke asta orang yang kita anggap dekat dengan Allah. berharap dapat barokah. apa sih arti ziarah kubur itu? Informan: Kalau menurut saya ziarah kubur adalah mendatangi asta dan berdo’a disana. Peneliti: Artinya? Informan: Ya saya tawashul. Peneliti: Apakah orang yang sudah mati bisa memberikan barokah buat kita? Informan: Kalau langsung sih ngga bisa mas. Peneliti: Apa tujuan atau motivasi sampean datang ziarah kubur kesini? Informan: Tujuan saya datang berziarah kubur kesini adalah seperti yang sudah saya katakan tadi yakni dalam rangka mengingat kematian. .Instrumen Wawancara Peneliti: Apakah sampean sering ziarah kubur yang kesini? Informan: Kalau setiap hari sih ngga cuman saya rutin datang kesini setiap Jum’at saja. Peneliti: Menurut sampean. mendo’akan orang mati. Peneliti: Asta siapa saja yang sampean ziarahi? Informan: Asta Agung Mahmud dan Agung Ahmad.

Peneliti: kalau menurut sampean apakah ada tata cara khusus yang mesti sampean atau kita lakukan datang ketempat ini. Peneliti: Barang kali ada kelebihan-kelebihan yang khusus di Makam/asta Agung Mahmud ini? Informan: Katanya. tawashul. Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud makam keramat? Informan: Makam orang berilmu semasa hidupnya Peneliti: Ilmu seperti apa mas? . Peneliti: Apa yang biasa sampean baca ketika berziarah kubur? Informan: Yang biasa saya baca adalah Surat Yasin. Peneliti: Apakah hanya makam-makam tertentu yang biasa sampean kunjungi? Informan: Tidak mesti. kalau kita ziarah kesini maka setiap yang kita inginkan akan tercapai dan hati merasa tenang. kalau ada seperti apa itu? Informan: Yang biasa saya lakukan cuman berucap Salam. dan setelah itu berdo’a. kadang saya juga ziarah ke makam keluarga. Tahlil.

Informan: Bisa ilmu agama atau bisa ilmu kekuatan. seperti. 10 Agustus 2007 : 08. WAWANCARA (4) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : Bpk. kekebalan. kejantanan dan lain-lain.Ahmad (Karduluk) : Jum’at.05 : Asta Agung Mahmud .

pertama saya mengucapkan salam ketika baru masuk ke lingkungan makam. serta ayat-ayat Al-qur’an. Peneliti: Barang kali ada tujuan tertentu bapak datang ke makam Agung Mahmud ini? Informan: Ya selain berkirim do’a. [1] Peneliti: Makam siapa saja yang biasa bapak kunjungi? Informan: Orang sholeh Peneliti: Apa yang biasa baca ketika berziarah kubur? Informan: Tahlil. mengirim Al-Fatihah kepada Rasul. Peneliti: Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang mesti dikerjakan? Informan: Ada.ahli kubur dan untuk kita sendiri. . mencari kebarokahan untuk diri sendiri istri dan keluarga.Peneliti: Kapan saja bapak ziarah kemakam sini? Informan: Saya berziarah kemakam Agung Mahmud setiap jum’at pagi Informan: Bersama siapa bapak ziarah ke sini? Informan: Istri Peneliti: Apa arti ziarah kubur menurut Bapak? Informan: Ziarah kubur menurut saya adalah berdo’a. Tawashul. ketika saya mengalami kesulitan saya datang untuk ziarah kesini setelah itu Al-hamdulillah sedikit-sedikit kesulitan terasa ringan.

40 : Kediaman . 06 Agustus 2007 : 21.10-21.WAWANCARA (5) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat : Fauji (Nung Malang) : Senin.

Informan: Bersama siapa sampean melakukannya? Informan: Kadanga dengan teman. Peneliti: Menurut sampean Apakah dalam ziarah kubur ada tata cara khusus yang mesti kita lakukan? Informan: Yang jelas seperti yang biasa saya lakukan adalah ketika baru sampai ketempat pemakaman tidak lupa mengucapkan salam. Peneliti: Barang kali sampean pernah menemukan kejadian-kejadian aneh . para ulama dan dan orang tua kita. kepada ahli kubur lalu berdoa dengan cara mengirim Al-Fatihah buat Rasulullah.Peneliti: Mas. AN-nas.Tahlil dan kalau waktu memungkinkan saya membaca Yasin. pernah nggak sampean berziarah kubur? Informan: Kalau ditanya pernah.dan pernah juga saya berangkat sendirian Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud ziarah kubur ? Informan: Ziarah kubur menurut saya adalah cuman sekedar berkirim do’a Peneliti: Apa nggak ada tujuan lain mas? Informan: Ya Paling cuma itu saja mas. saya juga berziarah kemakam Agung Mahmud setiap jum’at pagi. tentu pernah mas! Peneliti: Kemana saja sampean ziarah kubur? Informan: Selain kemakam keluarga. Al-Falak. Al-Ikhlas. Peneliti: Apa yang biasa sampean baca ketika berziarah kubur? Informan: Al-Fatihah.

memeluk kuburan dan ketika mau disetubuhi perempuan itu mungkin sadar akhirnya wanita tersebut berhasil kabur dan bertemu dengan saya.45 : Kediaman . WAWANCARA (6) Subjek Penelitian Hari/Tanggal Waktu Tempat Wawancara : Mutti (Pesisir) : Sabtu. 11 Agustus 2007 : 18.ketika berziarah kubur ? Informan: Pernah ada kejadian yang unik dan mengherankan yaitu saya pernah bertemu dengan seorang gadis yang dibodohi oleh seorang dukun disuruh telanjang. karena saya kasihan hingga akhirnya wanita tersebut saya tolongin dan akhirnya kami ngobrol di sebuah pos wanita itu menceritakan kejadian yang sebenarnya bahwa pada mulanya suami nya berselingkuh lalu wanita itu pergi minta tolong keseorang dukun dan dijanjikan akan membantunya tetapi ternyata dukun tersebut malah seorang dukun bejat yang hendak memanfaatkan pasiennya.

Peneliti: Dengan siapa saudara biasa pergi untuk ziarah kubur? Informan: tidak pasti mas. Peneliti: Makam siapa saja yang pernah saudara ziarahi? Informan: Yang jelas tentunya makam keluarga. Peneliti: Berbicara tentang hikmah. yang jelas sendiri pernah. saya jarang tapi kalau mengirim do’a setiap habis sholat insya Allah tudak pernah lupa.dan dengan keluargapun saya pernah. Peneliti: Apa yang menjadi motivasi saudara mengerjakan ziarah kubur? Informan: Mendorong kita agar lebih dekat kepada Allah serta mencari hikmah-hikmah tertentu. apa sih yang dimaksud dan seperti apa itu? Informan: Yang jelas berupa pelajaran-pelajaran berharga yang bisa kita ambil dalam kehidupan kita sepereti kita datang ketempat orang mati kita harus berfikir kapan kita akan seperti itu. apa yang akan kita bawa untuk menjadi bekal nanti di akhirat. makam Wali Songo.Peneliti: Bagaimana pandangan saudara terhadap ziarah kubur? Informan: Menurut saya ziarah kubur adalah berkunjung kekuburan keluarga atau yang lain untuk lebih mengingatkan kita kepada kematian. . Sunan Ampel kadang hampir setiap bulan sekali . Makam Syekhona Kholil Bangkalan Penelitio: Kalau ziarah ke Agung Mahmud bagaimana? Informan : Terus terang kalau ke Agung Mahmud.

atau dalam artian sholeh bahkan dikenal sebagai seorang waliyullah. apa yang dimaksid dengan makam keramat? Informan: Yang dinamakan makam keramat adalah makam yang banyak dikunjungi orang untuk diziarahi Peneliti: Kalau alasan suatu makam dikeramatkan? Informan: Ya mungkin semasa hidupnya beliau terkenal baik. Peneliti: Menurut sampean.00-18. sering membantu orang dalam kesusahan. Peneliti: Pernahkah sampean mengalami kejadian aneh ketika ziarah kubur? Informan: Kalau seingat saya. dulu ketika masih kecil saya diajak oleh bapak saya berziarah kubur kemakam Asta Tinggi. Al-Ikhlas dan Al-Falak.Sadili Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 17. Peneliti: Kalau yang biasa sampean baca? Informan: Yasin. waktu itu saya mendengar suara-suara binatang dan anehnya cuman saya saja yang mendengarnya.00 Tempat : Asta Agung Mahmud Peneliti: Kakek kerja Apa disini? .Peneliti: Menurut sampean Apakah dalam ziarah kubur ada tata caranya? Informan: Yang pasti kita harus punya wudhu (suci). Wawancara (7) Subjek Penelitian : K. izin kepada penjaga kubur(kuncen). uluk salam dan setelah itu menbaca do’a.

tentunya daerah madura itu sendiri. Peneliti: Kenapa Agung Mahmud dan Agung Ahmad? Informan: Karena diyakini masyarakat sebagai seorang wali yang banyak berjasa dikampung ini. Peneliti: Menurut Panjenengan apa arti ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur menurut adalah berdo'a dan berharap mendapatkan keberkahan dari Allah. Banyuwangi. Bondowoso atau jember. Pendatang: beliau mengatakan para penziarah yang datang ketempat tersebut banyak sekali sampai –sampai beliau lupa yang jelas dari jawa juga ada yang datang dengan rombongan bahkan ada juga yang sendi-sendiri atau yang paling unik lagi sampai ada yang tidur disana untuk beberapa lama atau kalau dalam istilah sana (tirakat) . Peneliti: Apa yang harus dibaca ketika ziarah kubur? Informan: Tahlil dan ayat–ayat Al-Qur'an. Peneliti: Kapan saja dan siapa saja pengunjung rame? Informan: Hampir setiap hari ada saja yang melakukan ziarah kubur terutama pada malam Jum'at manis dari berbagai daerah dari mulai Basuki.Informan: Kuncen Peneliti:Makam siapa saja yang biasa dikunjungi? Informan: Makam yang sering di kunjungi adalah bernama Agung Mahmud dan Agung Ahmad.

Su’ud Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : 21.Wawancara (8) Subjek Penelitian : Ust.40 Tempat : Kediaman Pertanyaan: Peneliti: Apakah saudara pernah melakukan ziarah kubur? Informan:Pernah. bahkan sering apalagi pada malam jum'at manis atau kata .00-21.

Perlu sampean ketahui bahwa Bpk.orang jawa disebut kliwon.Klebun Desa ini (Ma'mun Amar) dipastikan sering melakukan ziarah kubur kemakam Agung Mahmud atau Agung Ahmad . Peneliti: Siapa saja orang atau dari mana saja penziarah Makam Agung Mahmud? Informan: Sepengetahuan saya para pendatang yang melakukan kegiatan ritual keagamaan berupa ziarah kubur dimakam Agung Mahmud bukan hanya dari madura bahkan sampai luar Madurapun ada. Yang dibaca: beliau ketika berzirah kubur kesana biasa membaca ayat-ayat Al qur'an dan Tahlil Peneliti: Apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah sesuatu perbuatan mendatangi tempat pamakaman dengan maksud tertentu yang pasti mengingatkan kepada kematian dan mencari keberkatan. bahkan kadangkala para penziarah sebelum pergi ke Asta Syeh Yusuf di Talango mereka mampir terlebih dahulu di makamnya Agung Mahmud.

Sadili Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : 22.00-23.WAWANCARA (9) Subjek Penelitian : K.15 Tempat : Asta Agung Mahmud Pertanyaan: Peneliti: Apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur yaitu mengunjungi areal pekuburan dengan tujuan atau motif mengingat kepada kematian dan mencari berkah dari .

. kalau hajatnya tidak terkabul. maka cabut batu nisan saya dan buang ke tase (laut)”. Peneliti:Apa yang harus dibaca ketika ziarah kesini? Informan: Bacaan yang harus dibaca oleh para peziarah ketika berziarah ke makam Agung Mahmud yaitu surat Al-Ikhlas 1000x. Peneliti: Siapa saja orang atau dari mana saja penziarah Makam Agung Mahmud? Informan:Banyak sekali pendatang mulai dari masyarakat sekitar pemakaman sampai dari luar jawa. Peneliti: Kenapa harus Surat Al-Ikhlas? Informan: Konon konon sebelum Agung Mahmud wafat beliau pernah berwasiat "Siapa yang berziarah kemakam ku 1000x membaca surat Al-Ikhlas.Allah lewat Agung Mahmud Karena beliau meyakini sebagai seorang wali. Waktu: setiap hari dan yang paling rame para peziarah yakni pada malam jum'at manis.

5 Juli 2007 Waktu : Jam 14. Edi Hari/Tanggal : Kamis.30-15-10 Tempat : Depan Rumah beliau Pertanyaan: Peneliti: Bagaimana menurut pendapat bapak tentang ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah mengingat kematian dan mencari barokah lewat orang yang mati. yang sholeh semasa hidupnya.WAWANCARA (10) Subjek Penelitian : Bpk. Peneliti: Kapan saja bap[ak melakukan ziarah kubur? .

30 Tempat : Kediaman Pertanyaan Peneliti: Menurut bapak apa yang dimaksud ziarah kubur? Informan: Menurut saya ziarah kubur adalah untuk mencari barokah. Peneliti: Apas yang bias abaca ketika ziarah kubur? Informan: Yang di baca surat yasin. WAWANCARA (11) Subjek Penelitian : Bpk. Peneliti: Apakah ada tata cara yang biasa bapak lakukan? Informan:Tata cara berziarah menurut beliau adalah yang penting kita suci.05-11. Peneliti: Apa yang menjadi alasan saudara melakukan ziarah kubur? Informan: Alasan saya melakukan ziarah kubur adalah karena Agung Mahmud dianggap sebagai seorang wali yang dekat dengan Tuhan .Arif Syuhdi Hari/Tanggal : Kamis. Peneliti: Apakah yang memotivasi bapak melaksanakan ziarah kubur? Informan: Motivasi saya melakukan ziarah kubur adalah tidak lain hanya untuk lebih mengingat bahwa kita semua akan mengalami kematian.5 Juli 2007 Waktu/ : 10.dan tidak salah niat.Informan: Saya biasa ziarah kemakam agung mahmud dan Agung Ahmad satu minggu sekali.

Peneliti: Setiap berapa hari sekali panjenengan dateng kadinto? Informan: Saya dateng/ziarah kubur hampir setiap hari sekaligus tukang bersih-bersih.Peneliti: Bagaimana tata cara ketika berziarah kubur? Informan: yang pasti saya harus memiliki wudhu dalam artian suci. . Peneliti: Kapan bapak berziarah kubur ke Makam Agung Mahmud? Informan: Saya biasa berziarah kubur ke makam Agung Mahmud hampir setiap hari setelah shalat dhuhur kecuali ada halangan yang tidak bisa ditinggalkan seperti acara keluarga taupun sakit.07 Tempat : Asta Agung Ahmad Pertanyaan Peneliti: Apakah panjenengan sering dateng/berziarah kubur kadinto(kesini)? Informan: Nggih(yah) sering.Munir Hari/Tanggal : Kamis.12 Juli 2007 Waktu/ : 12. WAWANCARA (12) Subjek Penelitian : Bpk.

Peneliti: Dengan sera (siapa) panjenengan biasa ziarah kubur? Informan: saya sering sendiri . apa artena(artinya) ziarah kubur? Informan: Mencari barokah dengan berdo’a di agung Mahmud atau Agung Mahmud dan memikirkan nasib dikemudian hari. Peneliti: selain itu apa poleh (lagi)? Informan: Terserah sampean. harus baca surat Al-Ikhlas 1000x. Peneliti: Alasan panjenengan datang kadintoh? Informan: Seperti yang sudah saya katakan bahwa saya datang kadinto untuk mencari berkah dengan Agung Mahmud. baca Al-qur’an dan lain-lain.Peneliti: Menurut panjenengan. Peneliti: Apa yang biasa panjenengan baca? Informan: Kalau pengen cepet teka hajat. Peneliti: Kapan waktunya? Informan: Setiap hari. Insya Allah segala kebutuhan kita akan cepat terkabul. bisa tahlil.

Boleh tanya-tanya? Informan: Oh ngga apa-apa .10 Juli 2007 Waktu/ : 21.Dahlal Hari/Tanggal : Kamis.27 Tempat : Asta Agung Ahmad Pertanyaan Peneliti: Sera asmana panjenengan? Informan: Dahlal Peneliti: Panjenengan asli kadiinto( saudara asli sini)? Informan: Enggih(yah).WAWANCARA (13) Subjek Penelitian : Bpk. Peneliti: Sebelumnya pangaporah(minta maaf).

5 Juli 2007 Waktu/ : 17.10 Tempat : Kediaman Wawancara Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah berkunjung kemakam dengan tujuan mengingat kematian. Peneliti: Apa yang menjadi alasan / motif saudara melakukanziarah kubur? Informan: Motif saya melakukan ziarah kubur adalah mencari kebarokahan .Peneliti: Menurut panjenengan apa artinya ziarah kubur? Informan: Menurut saya ziarah kubur itu adalah untuk mengingat mati dan meminta barokah kepada Allah lewat orang yang dianggap seorang waliyullah. WAWANCARA (14) Subjek Penelitian : Mutti Hari/Tanggal : Kamis. bahwa kita semua akan mengalaminya dan tidak ada yang tahu kapan kita akan menyusul.

para Nabi.Peneliti: Apakah dalam berziarah kubur ada tata cara yang harus penziarah lakukan? Informan: kalau saya pribadi sebelum masuk ketanah kuburan kita harus saya uluk salam (mengucapkan salam) terlebih dahulu terus mengirim Al-fatihah kepada Rasulullah. leluhur kita dan yang terakhir mengirim do'a yang ditujukan kepada Agung Mahmud. . yang jelas kalau mengirim do’a buat beliau saya sering. Peneliti: Kenapa? Padahalkan banyak orang yang berziarah kemakam tersebut. Informan: Kurang tahu juga yah. Peneliti: Pernahkah sampean berziarah ke makam yang dikeramatkan masyarakat Aeng Panas pada umumnya? Informan: terus terang saya bisa dikatakan ngga pernah. Peneliti: Kapan dan dimana hal itu dilakukan? Informan: Kalau tempatnya tidak tentu yang jelas saya rutin mendo’akan beliau setelah melaksanakan Sholat fardu. aulia.

10 Tempat : Kediaman Wawancara Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Sebenarnya banyak pendapat tentang mengartikan ziarah kubur tapi menurut saya pribadi ziarah kubur adalah mengingatkan kita kepada kematian Peneliti: Kenapa demikian? Informan: Mungkin disebabkan oleh pengetahuan seseorang.WAWANCARA (15) Subjek Penelitian : Irwan Hari/Tanggal : Sabtu. Peneliti: Menurut sampean bagaimana tata cara ziarah kubur? . 21 Juli 2007 Waktu/ : 16.

. Peneliti: Bagaimana kalau menurut bapak Abbasi ? Informan: Kalau menurut saya ziarah kubur adalah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah dengan mendo'akan ahli kubur tersebut. WAWANCARA (16) Subjek Penelitian : Bpk.Muqit Hari/Tanggal : Sabtu. 21 Juli 2007 Waktu/ : Tempat : Asta Agung Mahmud Wawancara Peneliti: Menurut panjenengan apa yang dimaksud dengan ziarah kubur? Informan: Ziarah menurut saya adalah mendekatkan diri kepada Allah ketika berada dikuburan dengan berusaha atas segala apa yang telah diperbuat semasa hidupnya.Informan: Adapun tata cara berziarah kubur adalah harus menjaga kebersihan badan dan kesucian diri.

tapi kalau menurut saya pribadi saya berziarah kubur bertujuan untuk mencari ketenangan dan bisa diartikan mencari wasilah kebarokahan. . Informan 3: kalau saya (Bpk. Informan 2: Menurut saya (Bpk. Peneliti: Apa yang biasa panjenengan baca? Informan 1: Kalau saya (Muqith) biasa membaca surat Yasin.Farid) alasan kenapa saya berziarah kubur adalah ada yang hanya untuk mengingat kepada kematian. Informan 3: Sebenarnya beragam alasan kenapa orang melakukan ziarah kubur.Abbasi) saya menganggap seseorang itu sebagai seorang wali yang dengan mendo'akan beliau kita bisa mendapat limpahan rahmat dan ada juga dengan ziarah kubur ingin dipercepat hasil dari apa-apa yang ia hajatkan. Peneliti: Kenapa Panjenengan sadejeh rela jalan kaki demi sampai ketempat Agung Mahmud? Informan 1: Menurut saya (Bpk.Peneliti: Bagaimana kalau menuruit panjenengan (Bpk.Abbasi) biasa membaca Tahlil. Informan2: Kalau saya tidak pasti (sembarang).Farid)? Informan: Kalau saya mengartikan pencarian barokah. Peneliti: Bagaimana Tata caranya berziarah kubur itu? Informan: Yang penting kita harus diperhatikan dalam ziarah kubur adalah kesucian dalam artian memiliki wudhu.

WAWANCARA (17) Subjek Penelitian : Bpk.30 : Kediaman Wawancara Peneliti: bisakah bapak klebun memjelaskan sejarah tentang ziarah kubur? Informan: Menurut sepengetahuan saya. Ma’mun Amar Hari/Tanggal Waktu/ Tempat : Jum’at. kalau kita menengok atau melihat dalam sebuah hadist yang menjelaskan tentang awal mulanya dilarang dengan alasan kekhawatiran Rasulullah perbuatan tersebut bisa menjerumuskan kehal-hal yang berbau syirik sebab kenyataan yang terjadi pada waktu itu keimanan para shahabat . 19 Juli 2007 : 19.

Peneliti: Kalau menurut panjenengan apa arti ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah salah satu penghormatan kepada ahli kubur yang telah banyak berjasa ketika masa hidupnya dan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah.sanak pamili. atau orang yang dianggap berjasa semasa hidupnya.masih lemah disebabkan mereka baru mengenal Islam. Setelah dirasa keimanan para shohabat cukup rasulallah memperbolehkan bahkan menganjurkan. mencium kuburan dan berkata "kalau tidak karena ziarah kesini" WAWANCARA (18) Subjek Penelitian : Khusairi Hari/Tanggal Waktu/ Tempat : Minggu. . 22Juli 2007 : 19. Peneliti: Apakah anda rutin berziarah kubur? Informan: Kalau saya tidak rutin hanya pada hari raya saja.30 : Kampus IDIA Wawancara Peneliti: Bagaimana menurut anda tentang ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur menurut saya adalah kunjungan ke tanah pemakaman dalam rangka mendo'akan sesepuh. Peneliti: Apakah dalam ziarah kubur ada penyimpangan ? jelaskan! Informan: Yang jelas tidak sesuai dengan syari’at Islam seperti.

Peneliti: Apa yang menjadi motivasi anda berziarah kubur? Informan: Yang menjadi motivasi saya berziarah melakukan ziarah kubur adalah untuk mengingatkan kepada kematian serta mendo'akan orang yang sudah meninggal baik dari keluarganya sendiri maupun orang lain Peneliti: Ketika anda berziarah, apa yang dibaca? Informan: Saya biasa membaca Al-qur’an, Surat Yasin dan Tahlil. Peneliti: Menurut anda hal-hal apa saja yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam? Informan: Seseorang ketika berziarah kekubur hanya meminta ilmu-ilmu tertentu atau pusaka yang memiliki kekuatan. WAWANCARA (19) Subjek Penelitian : Miftah (Pragaan) Hari/Tanggal Waktu/ Tempat :Jum’at, 8Juli 2007 : 21.11 :

Wawancara Peneliti: Menurut sampean apa yang dimaksud ziarah kubur? Informan: Ziarah kubur adalah mendekatkan diri kepada Allah melalui orangorang kubur disertai membaca ayat-ayat Al-qur'an, secara tidak langsung meminta pertolongan pada orang-orang kubur dengan do'a-do'a suci dan sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Peneliti: Apa yang biasa sampean baca? Informan: Ayat-ayat yang dibaca ketika berziarah adalah Al-

Fatihah,Yasin,dan Al-waqi'ah. Peneliti: Kapan biasa sampean ziarah kubur? Informan: Kalau masalah waktu, tidak tentu mas. Peneliti: Bagaimana tata cara ketika berziarah kubur? Informan: Mengirim Fatihah kepada Rasul, penghuni kubur, dan buat kita serta keluarga. Peneliti: Hal-hal yang menyimpang dalam berziarah kubur? Informan: Pokoknya semua yang dilarang oleh agama seperti merusak kuburan, tidak sopan Peneliti: Menurut sampean bolehkah penziarah memeluk kuburan sambil menangis? Informan: Boleh saja meluk sambil menangis dikuburan asal tidak menduakan. dan meminta pertolongan dengan niat yang tidak baik (minta kaya).

Catatan Lapangan
Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. : 001 Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 17.00-18.00 Disusun Jam : Jam 24.10 Tempat : Aeng Panas Subjek Penelitian (Bagian Deskriptif) Kebersihan kuburan Hari senin, 28 Mei 2007. Saya melakukan survei awal ditemani oleh mas Ahmad dari pragaan laok kami sampai di daerah Aeng panas kira-kira jam 17.00 dengan berkendaran sepedah motor milik mas Ahmad setelah mondar mandir kami bertanya kepada sekumpulan anak muda yang baru selesai bermain volli dan untungnya banyak yang kenal, sehingga kami tidak begitu kesulitan mencari makam yang kami tuju bahkan kami diantar ke lokasinya. Untuk sampai ketempat yang kami tuju sekitar 500 m dari jalan raya, hanya saja jalannya sedikit naik ke atas. Setelah kami sampai di pemakaman disana ada seorang kakek kira –kira berusia 60 th sedang membersihkan rumput disekitar area pemakaman. Setelah beliau melihat kedatangan kami beliau langsung menemui dan menyanyakan maksud kedatangan kami dengan ramah dengan bahasa madura yang kental. Kemudian kami berbincang-bincang. (Bagian Reflektif) Ternyata Umur tidak menjadikan beliau alasan untuk berhenti bekerja : K.Sadili (kuncen)

terutama membersihkan area pemakaman dan dengan niat mendapatkan keberkahan beliau rela setiap saat menjaga makam Agung Mahmud.

Catatan Lapangan
Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. : 002 Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 21.00-21.40 Disusun Jam : Jam 24.10 Tempat : Aeng Panas Subjek Penelitian: Ustadz Su’ud. (Bagian deskriptif) Ramai Pengunjung Kujungan kedua kami lakukan malam harinya jam 21.00 kami berangkat ke Aeng Panas dengan tujuan menemui orang-orang yang sekiranya tahu sejarah tentang Agung mahmud kami mencari ust.Su'ud yang bertempat tinggal kira-kira 50 m dari makam. Ketika itu untuk sampai ke rumah beliau kami diantar salah seorang pemuda yang waktu sore bertemu dengan kami dan ternyata masih muridnya ust.Su'ud, jadi kami tidak begitu kesulitan. saat kami tiba di rumah nya jam 21.30 beliau sedang santai sambil nonto Tv setelah basa-basi beliau membahas tentang arah kubur. Dari perbincangan itu, kami dapati beberapa pernyataan tentang ziarah kubur. (Bagian reflektif) Beliau adalah salah satu tokoh masyarakat yang biasa ziarah dan sedikit banyak tahu sekitar rutinitas ziarah kubur Agung Mahmud.

Sadili (kuncen). Beliau bernama Bp. .Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. : 003 Hari/Tanggal : 28 Mei 2007 Waktu : Jam 22.15 Disusun Jam : Jam 24. (Bagian deskriptif) Kesetiaan kuncen Sepulang dari rumah Bp Su'ud kami mampir lagi ke makam Agung Mahmud guna memastikan bahwa kabar hampir setiap hari atau malam pasti ada yang melakukan ziarah kubur di makam Agung Mahmud dan ternyata benar ketika kami datang kelokasi kami menemukan ada seorang kakek kira-kira berusia 70 th karena beliau lupa dg umurnya sendiri.10 Tempat : Asta Agung Mahmud Subjek Penelitian : K. (Bagian reflektif) Beliau walaupun sudah tua tapi masih merasa mampu untuk menjaga serta menbjadi kuncen di makam Agung Mahmud.00-23.Sadili asal Aeng Panas Kampung Cece memiliki dua putra yang bertugas sebagai Kuncen makam tersebut selama 30 th sebelum congkop makam Agung mahmud dibuat.

beliau hidup di desa Aeng Panas sekitar tiga tahun. (Bagian Reflektif) Kelihatannya beliau alim kerena dari pembicaraannya beliau selalu bersinggungan tentang agama dan terlihat mulutnya mengucapkan kalimahkalimah Tauhid. : 004 Hari/Tanggal : Kamis. .Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.10 Disusun Jam : Jam 16.30-15.25 Tempat : Aeng Panas Subjek : Bpk. beliau mengenakan kopiah haji dan memakai sarung.5 Juli 2007 Waktu : Jam 14.Edi (Bagian Deskriptif) Jalan yang Ramai Setelah dari makam Agung Ahmad aku melihat seorang bapak sedang duduk sendiri di depan tokonya dengan tasbih model baru yang palai pijitan ditangan kanannya setelah itu aku sengaja menyapanya dan dipersilahkan duduk kami ngobrol banyak dari mulai kehidupan beliau yang asli dari gulukguluk.

5 Juli 2007 Waktu : Jam 10. (Bagian Reflektif) Walaupun beliau sedang sibuk bekerja tapi ketika melihat saya datang beliau langsung berhenti dan menemui saya.10-11. Dari situlah saya bisa menyimpulkan bahwa bapak Arif Syuhdi orang yang baik terlihat dengan sikap mengor mati tamu walaupun kenyataanya sedang sibuk. beliau pada waktu itu tanpa baju rokok di tangan dan kopi disampingnya beliau termasuk orang yang ramah terbukti ketika aku baru datang beliau langsung berhenti bekerja dan menemui aku kami langsung duduk bersama beliau walaupun aku mempersilahkan beliau untuk melanjutkan pekerjaanya tetapi beliau nggak mau setelah aku mengemukakan beberapa pertanyaan seputar kehidupan beliau. : 005 Hari/Tangga : Kamis.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. Walaupun saya sudah mempersilahkan beliau untuk melanjutkan pekerjaannya tapi beliau malah memilih menemani saya.30 Disusun Jam : Jam Tempat : Aeng Panas Subjek : Arif syuhdi (Bagian Deskriptif ) Serius Bekerja Saat ditemui beliau sedang bekerja meble dan istrinya duduk bersama anaknya didepan rumah. Akan tetapi beliau mendapatkan istri dari Aeng Panas. ternyata beliau bukan asli orang Aeng Panas tetapi asli dari Karduluk. .

ketika peneliti sedang duduk sendiri ditemani sebatang rokok peneliti dikagetkan oleh kedatangan beliau yang secara tiba-tiba. (Bagian reflektif) Beliau orang yang ramah kepada saya dan terlihat rajin dalam menjaga kebersihan walaupun terus terang saja bertolak belakang dengan kebersihan dirinya terbukti setelah saya memperhatikan beliau. . 00 Disusun : Jam Tempat : Asta Agung Ahmad Subjek : Bpk.5 Juli 2007 Waktu : Jam 12. pohon-pohon yang rindang membuat udara terasa sejuk walaupun diluar area pemakaman tersa matahari di atas kepala kita terasa panas.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.Makam Agung Ahmad kira-kira 100 meter dari jalan raya dan jalannya memakai papling.Mat Munir (Bagian Deskriptif) Suasana yang Tenang Peneliti bertemu dengan beliau suasana disana cukup tenang tidak ada seorangpun. beliau kurang memperhatikan kebersihan dirinya. : 006 Hari/Tanggal : Kamis. Beliau orangnya ramah terbukti ketika baru kenalan beliau langsung terbuka mulai dari perkenalan hingga menjawab semua pertanyaan dari peneliti.

Beliau menceritakan pengalamannya selama berada atau sering ziarah kubur kemakam Agung Mahmud. : 007 Hari/Tanggal : Kamis.10 Juli 2007 Waktu : Jam 21:00 Disusun Jam : Jam 24:35 Tempat : Asta Agung Mahmud Subjek : Bpk Dahlal (Bagian deskriptif) Macan Putih Ketika saya menemuinya beliau sedang duduk-duduk didepan makam Agung Mahmud mengenakan baju hitam.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. beliau berkeyakinan bahwa macan pitih itu adalah penjaga Agung Agung Mahmud. (Bagian replektif) . Dan pernah suatu saat beliau melihat seekor Macan putih diam disamping makam Agung Mahmud. menurut penuturan beliau. kopiah hitam dan tidak ketinggalan celurit ditangannya. beliau pernah bermimpi melihat Agung Mahmud dengan berpakaian jubah putih sedang mengajar tenaga dalam kepada murid-muridnya. walaupun begitu ternyata beliau orangnya ramah sekali terbukti ketika kita baru kenal dengannya beliau langsung ngajak becanda serta orangnya humoris.

beliau langsung menyanyakan kabar dan kami akhirnya banyak bercerita. : 008 Hari/Tangga : Kamis.5 Juli 2007 Waktu : Jam 17.10 Disusun Jam : Jam Tempat : Aeng Panas Subjek : Muti (Bagian deskriptif) Tergesa-gesa Ketika pergi untuk menemuinya saya disambut oleh ibunya karena pada waktu itu beliau belum datang dari kuliahnya hampir 15 menit saya menunggu dan ketika saya mau pergi pulang tiba-tiba beliau datang. Saat melihat saya beliau langsung mengajak kerumahnya mempersilahkan duduk dulu sementara beliau hendak sholat ashar dulu. ( Bagian Reflektif) . Setelah itu saya disuguhi makanan berupa es manis dan berbagai macam jajanan yang disuguhi oleh ibinya. Setelah saya mengutarakan maksud dan tujuan datang menemuinya beliau langsung menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan dengan lancar.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. setelah beliau selesai melaksanakan sholat. Setelah saya menanyakan kepadanya tentang pernah tidaknya melaksanakan ziarah kubur kemakam Agung Mahmud atau makam-makam yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat ternyata beliau belum sama sekali padahal beliau asli orang Aeng Panas.

kami terasa akrab sekali karena memang beliau masih teman kami dari Al-amien yang sekarang sedang melanjutkan S2 di kota Malang.. satu orang tua yang satu lagi pemuda yang bernama Irwan.Menurut beliau do’a adalah senjata paling penting dari pada kita datang langsung ketempat tapi tidak bisa mengambil hikmah yang tersembunyi dibalik semua itu. Saudara irwan langsung mempersilahkan kami duduk dan langsung berbincang bincang. Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. 21 Juli 2007 Waktu : Jam 16. Saat ditemui beliau sedang asik ngobrol didepan sebuah toko.10 Disusun : Jam Tempat : Aeng Panas Subjek : Irwan (Bagian Deskriptif) Pemain Gitar Ketika itu cuaca mendung saya ditemani oleh saudara Lukman pergi ke Aeng Panas mengendarai sepeda motor miliknya untuk mencari data disana ada dua orang. (Bagian Replektif ) . : 009 Hari/Tanggal : Sabtu.

. Ketika aku datang mereka sedang berada di dalam makam. Abbasi. Mereka berasal dari Ganding desa Bataal Jl. rencananya mereka baru kembali ke Ganding nanti pagi. KH. Mulai dari magrib. Ketika itu kami menemukan 3 penziarah yaitu: Muqith.Baidawi Lembaga Ar-Risalah. 19. Farid. : 010 Hari/Tanggal : Kamis. (Bagian Replektif) Jarak tidak menjadi alasan unutuk tidak berziarah kemakam keramat.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. Juli 2007 Waktu : Jam 22:10 Disusun Jam : Jam 24:05 Tempat : Makam Agung Mahmud Subjek : penziarah (Bagian Deskriptif) Ketika kami malam-malam pergi kemakam Agung Mahmud bersama teman dari BPSK untuk mencari data dari penziarah. Ternyata menurut penuturannya mereka bertiga berangkat untuk tujuan ziarah kubur ke Agung Mahmud hanya berjalan kaki yang jaraknya sekitar 15 km.

: 011 Hari/Tanggal : Jum'at.Penulis melihat pemandangan kuncen yang sedang ngaji dan wirid tanpa memakai baju. minggu 8 Juli 2007 Waktu : Jam 22:11 Disusun Jam : Jam 12:05 Tempat :Aeng Panas Subjek : Miftah (Bagian deskriptif) Cuaca Menggigil Saat ditemui cuaca pada waktu itu terasa dingin sekali bahkan beliau saat ditemui mengenakan pakaian tangan panjang dengan celana panjang warna hitam. Sambil ngopi kami ngobrol-ngobrol dengansebatang rokok surya yang sebelumnya saya beli disaat sebelum menemui beliau. Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. (Bagian Reflektif) Walaupun cuaca dingin tapi kami sampai larut malam mengobrol. Serta ada seorang penziarah yang seakan sedang memeluk kubur dengan suara bacaannya keras. . hal itu peneliti perhatiakan bukan hanya sekali melainkan berkali-kali setiap peneliti datang kemakam Agung Mahmud.

Beliau menceritakan pengalamannya selama berada atau sering ziarah kubur kemakam Agung Mahmud. menurut penuturan beliau. walaupun begitu ternyata beliau orangnya ramah sekali terbukti ketika kita baru kenal dengannya beliau langsung ngajak becanda serta orangnya humoris.10 Juli 2007 Waktu : Jam 21:00 Disusun Jam : Jam 00:35 Tempat : Aeng Panas Subjek : Bpk Dahlal (Bagian deskriptif) Macan Putih Ketika saya menemuinya beliau sedang duduk-duduk didepan makam Agung Mahmud mengenakan baju hitam. : 012 Hari/Tanggal : Kamis. beliau pernah bermimpi melihat Agung Mahmud dengan berpakaian jubah putih sedang mengajar tenaga dalam kepada murid-muridnya. (Bagian replektif) Menurut beliau ziarah kubur itu untuk mengingat mati dan meminta barokah kepada Allah lewat orang yang dianggap seorang waliyullah [2] . kopiah hitam dan tidak ketinggalan celurit ditangannya. beliau berkeyakinan bahwa macan pitih itu adalah penjaga Agung Agung Mahmud. Dan pernah suatu saat beliau melihat seekor Macan putih diam disamping makam Agung Mahmud.Catatan Lapangan [2] Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL.

Hari/Tanggal Waktu Disusun Jam Tempat Subjek :P : 013 : Jum'at .5 Juli 2007 : Jam 21:20-23:00 : Jam 01.Catatan Lapangan Pengamatan Nomer CTL. padahal cuaca dingin sekali.Sadili (kuncen) Telanjang Dada Ketika beliau saya temui beliau pada waktu itu sedang membaca Alqur'an didepan Asta Agung Mahmud. Pemandangan itu bukan hanya sekali terlihat oleh peneliti dan setelah diamati setiap pertemuan dengan beliau peneliti berusaha untuk mengetahui alasan kenapa beliau selalu bertelanjang dada saat membaca Al-qur'an.15 : Aeng Panas : K. . Setelah berbincang-bincang kesana-kesini akhirnya peneliti ungkapan permasalahan itu dan ternyata beliau menjawab selalu kepanasan dan anehnya ketika baju itu dilepas beliau merasakan ada sesuatu yang lain terutama ketenangan batin.

sumpel serta gampang bergaul dengan mahasiswa-mahasiswa lain dan lagi biasa dipilih sebagai ketua fakultas atau biasa mewakili dalam kegiatankegiatan yang ada dikampus. tetapi ketika kesana beliau sedang keluar dengan istrinya.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. Peneliti pada awalnya mencari beliau di kampung Aeng Panas karena dia tinggal disana.10 Disusun Jam : Jam 12:05 Tempat :Kampus IDIA Subjek : Khusairi (Bagian deskriptif) Suasana Kampus Peneliti mewawancarai beliau ketika acara pembekalan Rihlah belum dimulai. (Bagian Replektif) Hiruk pikuk mahasiswa IDIA . beliau waktu itu memakai pakaian merah muda dan berpeci hitam karena memang beliau sudah terbiasa begitu. 22 Juli 2007 Waktu : Jam 08. sepengatuan peneliti dia itu orangnya baik. Khusairi adalah temat satu angkatan denganku akan tetapi beda jurusan dia duduk dijurusan Tarbiyah sedangkan aku di fakultas Ushuluddin. : 014 Hari/Tanggal : Minggu.

Tahfidz Al-amien. pada saat kami sedang ngobrol dari dalam rumah keluar seorang wanita membawakan teh manis lalu beliau mempersilahkan kami untuk meminumnya. Setelah kami sama-sama duduk. ada dari salah satu anggota masyarakat yang datang mungkin mempunyai suatu kepentingan tetapi beliau berbincang-bincang terlebih dahulu dengan kami.Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara :P Nomer CTL. 19 Juli 2007 Waktu : Jam 19:30 Disusun Jam : Jam 24:05 Tempat : Kediaman Subjek : Bpk Ma'mun Amar (klebun) (Bagian Deskriptif) Pengalaman Hidup Saya pergi kerumahnya diantar oleh Iskandar salah satu Ust. Untuk sampai kerumahnya kami harus melewati jalan yang gelap guliat dan hutan jati. Saat di temui beliau sedang kumpul dengan keluarganya dengan menonton televisi dan di samping rumah beliau banyak para pemuda yang sedang cangkruan saat itu beliau mengenakan peci hitam baju biasa. Beliau . : 015 Hari/Tanggal : Jum'at. karena memang rumahnya dipelosik sekali hingga pada akhirnya kami sampai kerumahnya.

makam wali songo) dan kemudian membaca surah yasin dan tahlil telah dijadikan kebiasaan di kalangan kaum muslimin. Karena para wali dan 'alim-ulama yg dimakamkan tsb telah berjasa besar dlm da'wah Islam di tanah jawa (artinya: amal kebaikan mereka sangat besar). maka kitapun mengharap berkah dari bacaan surah yaasin yang ditujukan kepada mereka. Catatan Lapangan Pengamatan/wawancara : P Nomer CTL. tanpa dikurangi sedikitpun. (Bagian Replektif) Keterbukaan beliau kepada siapapun yang mengantarkan beliau menjadi kepala desa Aeng Panas hingga dua periode. : 016 Hari/Tanggal : Jum'at. Karena itu Ziarah ke kubur para wali dan alim-ulama (biasanya yang lebih umum dilakukan orang. . 24 Juli 2007 Waktu : Jam 19:30 Disusun Jam : Jam 24:05 Tempat : Kediaman Subjek : Bpk Ma'mun Amar (klebun) (Bagian Deskriptif) Berkah Ziarah Kubur Ketika peneliti usai mengikuti kegiatan tahlilan yang dilakukan oleh Bapak M. Amar (Klebun). Peneliti menanyakan perihal surat yasin yang dibaca barusan. Kemudian beliau menjawab: Kalau seseorang membaca surah yasin di atas kubur maka dia akan mendapat pahala amal kebajikan ahlul kubur tsb. khususnya di Jawa.banyak bercerita dari mulai masalah pengalaman hidupnya hingga masalah desa tersebut.

” (Bagian Replektif) Memohon berkah kepada Allah bukan kepada ahli kubur sewaktu berziarah.Dlm hal ini yg diharap adalah berkah dari Allah swt. . bukan meminta berkah kepada ahlul kubur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful