P. 1
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan

|Views: 1,495|Likes:
Published by Evi Napitupulu

More info:

Published by: Evi Napitupulu on Feb 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL

)
y y y y y y y

Editorial Program Perlindungan Ozon Proper Adipura Langit Biru Warga Madani

Apa yang dimaksud dengan AMDAL? Apa guna AMDAL? Bagaimana Prosedur AMDAL? Siapa yang menyusun AMDAL? Siapa saja yang terlibat dalam AMDAL? Apa yang dimaksud dengan UKL dan UPL Apa kaitan AMDAL dengan dokumen/kajian lingkungan lainnya?

Apa yang dimaksud dengan AMDAL? AMDAL merupakan singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. AMDAL merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, dibuat pada tahap perencanaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Hal-hal yang dikaji dalam proses AMDAL: aspek fisik-kimia, ekologi, sosialekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan (Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). "...kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup; dibuat pada tahap perencanaan..." Agar pelaksanaan AMDAL berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, pengawasannya dikaitkan dengan mekanisme perijinan. Peraturan pemerintah tentang AMDAL secara jelas menegaskan bahwa AMDAL adalah salah satu syarat perijinan, dimana para pengambil keputusan wajib mempertimbangkan hasil studi AMDAL sebelum memberikan ijin usaha/kegiatan. AMDAL digunakan untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan/pemberian ijin usaha dan/atau kegiatan. Dokumen AMDAL terdiri dari :
y y y

Kalpataru Bahan Berbahaya & Beracun Adiwiyata Program Lainnya ... Serba-Serbi

Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KAANDAL) Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)

y

Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)

Tiga dokumen (ANDAL, RKL dan RPL) diajukan bersama-sama untuk dinilai oleh Komisi Penilai AMDAL. Hasil penilaian inilah yang menentukan apakah rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut layak secara lingkungan atau tidak dan apakah perlu direkomendasikan untuk diberi ijin atau tidak. Apa guna AMDAL?
y y y y y

Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan

"...memberikan alternatif solusi minimalisasi dampak negatif" "...digunakan untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan/pemberi ijin usaha dan/atau kegiatan" Bagaimana prosedur AMDAL? Prosedur AMDAL terdiri dari :
y y y y

Proses penapisan (screening) wajib AMDAL Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL (scoping) Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan RPL Proses penapisan atau kerap juga disebut proses seleksi kegiatan wajib AMDAL, yaitu menentukan apakah suatu rencana kegiatan wajib menyusun AMDAL atau tidak.

Proses pengumuman dan konsultasi masyarakat. Berdasarkan Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08/2000, pemrakarsa wajib mengumumkan rencana kegiatannya selama waktu yang ditentukan dalam peraturan tersebut, menanggapi masukan yang diberikan, dan kemudian melakukan konsultasi kepada masyarakat terlebih dulu sebelum menyusun KA-ANDAL.

Penyusunan KA-ANDAL adalah proses untuk menentukan lingkup permasalahan yang akan dikaji dalam studi ANDAL (proses pelingkupan). RKL. Siapa saja pihak yang terlibat dalam proses AMDAL? Pihak-pihak yang terlibat dalam proses AMDAL adalah Komisi Penilai AMDAL.Proses penyusunan KA-ANDAL. Ketentuan standar minimal cakupan materi penyusunan AMDAL diatur dalam Keputusan Kepala Bapedal Nomor 09/2000. Dalam penyusunan studi AMDAL. pemrakarsa. Berdasarkan peraturan. pemrakarsa mengajukan dokumen KA-ANDAL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. pemrakarsa mengajukan dokumen ANDAL. Berdasarkan peraturan. Setelah selesai disusun. lama waktu maksimal untuk penilaian ANDAL. dan RPL dilakukan dengan mengacu pada KA-ANDAL yang telah disepakati (hasil penilaian Komisi AMDAL). Unsur pemerintah lainnya yang berkepentingan dan warga masyarakat yang terkena dampak diusahakan terwakili di dalam Komisi Penilai ini. RKL. RKL. dan masyarakat yang berkepentingan. sementara anggotaanggota Komisi Penilai AMDAL di propinsi dan kabupaten/kota ditetapkan oleh . dan RPL. Penyusun dokumen AMDAL harus telah memiliki sertifikat Penyusun AMDAL dan ahli di bidangnya. lama waktu maksimal untuk penilaian KA-ANDAL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya. RKL dan RPL kepada Komisi Penilai AMDAL untuk dinilai. Proses penilaian KA-ANDAL. Tata kerja dan komposisi keanggotaan Komisi Penilai AMDAL ini diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Proses penyusunan ANDAL. dan RPL. Siapa yang harus menyusun AMDAL? Dokumen AMDAL harus disusun oleh pemrakarsa suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. Di tingkat pusat berkedudukan di Kementerian Lingkungan Hidup. Setelah selesai disusun. Penyusunan ANDAL. pemrakarsa dapat meminta jasa konsultan untuk menyusunkan dokumen AMDAL. Komisi Penilai AMDAL adalah komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL. Proses penilaian ANDAL. dan di tingkat Kabupaten/Kota berkedudukan di Bapedalda/lnstansi pengelola lingkungan hidup Kabupaten/Kota. di tingkat Propinsi berkedudukan di Bapedalda/lnstansi pengelola lingkungan hidup Propinsi. RKL dan RPL adalah 75 hari di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki/menyempurnakan kembali dokumennya.

UKL-UPL merupakan perangkat pengelolaan lingkungan hidup untuk pengambilan keputusan dan dasar untuk menerbitkan ijin melakukan usaha dan atau kegiatan. Apa yang dimaksud dengan UKL dan UPL ? Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) adalah upaya yang dilakukan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup oleh penanggung jawab dan atau kegiatan yang tidak wajib melakukan AMDAL (Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup). Pemrakarsa adalah orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan. dan/atau faktor pengaruh nilai-nilai atau norma yang dipercaya. Kegiatan yang tidak wajib menyusun AMDAL tetap harus melaksanakan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan.Gubernur dan Bupati/Walikota. Proses dan prosedur UKL-UPL tidak dilakukan seperti AMDAL tetapi dengan menggunakan formulir isian yang berisi : y y y y y Identitas pemrakarsa Rencana Usaha dan/atau kegiatan Dampak Lingkungan yang akan terjadi Program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup Tanda tangan dan cap Formulir Isian diajukan pemrakarsa kegiatan kepada : y Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup . Masyarakat berkepentingan dalam proses AMDAL dapat dibedakan menjadi masyarakat terkena dampak. Masyarakat yang berkepentingan adalah masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL berdasarkan alasan-alasan antara lain sebagai berikut: kedekatan jarak tinggal dengan rencana usaha dan/atau kegiatan. faktor pengaruh ekonomi. perhatian pada lingkungan hidup. dan masyarakat pemerhati. faktor pengaruh sosial budaya. Kewajiban UKL-UPL diberlakukan bagi kegiatan yang tidak diwajibkan menyusun AMDAL dan dampak kegiatan mudah dikelola dengan teknologi yang tersedia.

Pelaksanaan Audit Lingkungan tersebut dapat mengacu pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 42 tahun 1994 tentang Panduan umum pelaksanaan Audit Lingkungan. AMDAL dan Audit Lingkungan Hidup Sukarela Kegiatan yang telah memiliki AMDAL dan dalam operasionalnya menghendaki untuk meningkatkan ketaatan dalam pengelolaan lingkungan hidup dapat melakukan audit lingkungan secara sukarela yang merupakan alat pengelolaan dan pemantauan yang bersifat internal. Audit Lingkungan Wajib merupakan dokumen lingkungan yang sifatnya spesifik. . AMDAL dan Audit Lingkungan Hidup Wajib Bagi kegiatan yang telah berjalan dan belum memiliki dokumen pengelolaan lingkungan hidup (RKL-RPL) sehingga dalam operasionalnya menyalahi peraturan perundangan di bidang lingkungan hidup. maka kegiatan tersebut tidak bisa dikenakan kewajiban AMDAL.y y Kabupaten/Kota untuk kegiatan yang berlokasi pada satu wilayah kabupaten/kota Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup Propinsi untuk kegiatan yang berlokasi lebih dari satu Kabupaten/Kota Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan pengendalian dampak lingkungan untuk kegiatan yang berlokasi lebih dari satu propinsi atau lintas batas negara Apa kaitan AMDAL dengan dokumen/kajian lingkungan lainnya ? AMDAL-UKL/UPL Rencana kegiatan yang sudah ditetapkan wajib menyusun AMDAL tidak lagi diwajibkan menyusun UKL-UPL (lihat penapisan Keputusan Menteri LH 17/2001). UKL-UPL dikenakan bagi kegiatan yang telah diketahui teknologi dalam pengelolaan limbahnya. untuk kasus seperti ini kegiatan tersebut dikenakan Audit Lingkungan Hidup Wajib sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 30 tahun 2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Audit Lingkungan yang Diwajibkan. dimana kewajiban yang satu secara otomatis menghapuskan kewajiban lainnya kecuali terdapat kondisi-kondisi khusus yang aturan dan kebijakannya ditetapkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup. Kegiatan dan/atau usaha yang sudah berjalan yang kemudian diwajibkan menyusun Audit Lingkungan tidak membutuhkan AMDAL baru.

Copyright © 2006. . ketahanan peralatan produksi dan pengelolaan lingkungan. Kementerian Negara Lingkungan Hidup. All Rights Begitu pentingnya pengelolaan lingkungan yang langsung berhubungan dengan lingkungan masyarakat dan lingkungan alam di sekitar kegiatan sehingga pengelolaan lingkungan harus ditinjau dari berbagai aspek seperti aspek legal. termasuk dalam melancarkan hubungan perdagangan dengan luar negeri. yaitu: pemilihan teknologi. Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) disusun berdasarkan evaluasi dampak penting pada studi ANDAL. 1. dokumen-dokumen yang dipromosikan penyusunannya oleh asosiasi-asosiasi industri/bisnis. aspek hukum pidana. dokumen-dokumen yang diatur dalam ISO 14000. Sedangkan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UPL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) disusun dari perkiraan dampak terhadap lingkungan tetapi bukan termasuk dampak penting. Sumber peraturan dan perundangan mengenai lingkungan hidup dalam tingkat nasional. Pada pengelolaan lingkungan dilakukan dengan pendekatan teknologi. dan penyediaan SDM. dan aspek kegiatan pembangunan itu sendiri. dan operasi. dan lainnya. Dokumen lingkungan yang bersifat sukarela ini sangat bermacam-macam dan sangat berguna bagi pemrakarsa. institusi. sektoral maupun regional/daerah dapat dijumpai. Dalam perencanaan pengelolaan lingkungan ada beberapa hal yang perlu dipahami. Lingkup pengelolaan lingkungan mendasari pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Kedua pengelolaan lingkungan dilakukan sesuai tahap pada pembangunan. ekonomi. konstruksi. Terdapat 2 (dua) dokumen pengelolaan lingkungan yang dibedakan berdasarkan pada penting tidaknya dampak terhadap lingkungan.Penerapan perangkat pengelolaan lingkungan sukarela bagi kegiatan-kegiatan yang wajib AMDAL tidak secara otomatis membebaskan pemrakarsa dari kewajiban penyusunan dokumen AMDAL. Dengan demikian dasar pengelolaan lingkungan yang cukup rinci sehingga melaksanakan pengelolaan lingkungan selalu serius. yaitu prakonstruksi. Walau demikian dokumen-dokumen sukarela ini sangat didorong untuk disusun oleh pemrakarsa karena sifatnya akan sangat membantu efektifitas pelaksanaan pengelolaan lingkungan sekaligus dapat "memperbaiki" ketidaksempurnaan yang ada dalam dokumen AMDAL. Dokumen-dokumen tersebut antara lain adalah Audit Lingkungan Sukarela.

Undang-Undang Khusus. akan didirikannya rencana usaha tersebut. pembangunan adalah mutlak diperlukan untuk meningkatkan harkat derajat bangsa. Bab IV. Ketentuan MPR-RI. pengetahuan. SK Menteri.a. dan pendapat penduduk. Peraturan Pemerintah. menampung aspirasi. Bab VI Pada pasal 29 adalah ketentuan penutup. dan rencana pemantauan lingkungan. 6. d. Bab II bagian ke empat mengenai Komisi AMDAL. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) diperlukan karena: a. Rencana Pengelolaan Lingkungan karena (RKL) pemantauan lingkungan (RPL) yaitu dari pasal 8 sampai dengan pasal 14. c. Bab I mengenai ketentuan umum yang terdiri dari pasal 1 sampai dengan pasal 6. yaitu pada pasal 7. Sektoral: Peraturan Menteri. Bab II Bagian ketiga mengenai kadaluwarsa dan gugurnya keputusan persetujuan analisis dampak lingkungan. AMDAL harus dilakukan untuk proyek-proyek pembangunan yang akan menimbulkan dampak penting. Pasal 26 sampai Pasal 28 mengenai pembiayaan. meskipun ada hasil sampingannya yang dipengaruhi kualitas lingkungan hidup. yaitu dari pasal 17 sampai dengan Pasal 19. b. 5. menampung informasi setempat yang berguna bagi pemrakarsa dan masyarakat dalam . Bab II Bagian kedua mengenai Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). c. Pasal 22 sampai Pasal 25 mengenai pengawasan. khususnya dalam masalah lingkungan. 4. Keputusan Presiden. yaitu dari Pasal 15 sampai dengan pasal 16. Kegunaan AMDAL bagi masyarakat: Sebagai kajian kelayakan lingkungan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang prosesnya melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan. Regional/Daerah 2. berikut dampak-dampak lingkungan yang akan ditimbulkannya. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ditetapkan berdasarkan ketentuan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup dan telah diperbarui di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 yaitu terdiri dari: a. Bab III. rencana pengelolaan lingkungan. 3. Nasional: UU 19945. AMDAL diperlukan agar kualitas lingkungan hidup tidak rusak karena adanya suatu kegiatan/usaha pembangunan. karena undang-undang atau peraturan menghendaki demikian. memberikan informasi secara jelas mengenai suatu rencana usaha. b. setiap kegiatan/usaha manusia dan pembangunan akan menimbulkan perubahan lingkungan hidup sebagai hasil sampingan pembangunan. c. Bab V. 8. Bab II mengenai Tata Laksana pada Bagian pertama adalah kerangka Acuan ANDAL. 7. AMDAL sangat berguna dalam: a. 2. b. b. Pasal 20 sampai Pasal 21 mengenai pembinaan.

b. Proyeksi perubahan rona lingkungan awal sebagai akibat adanya rencana usaha atau kegiatan. Kerangka Acuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (KA-AMDAL) 1. Mengetahui pengumpulan data dan informasi tentang: 1) Rencana usaha atau kegiatan. tenaga. 2) Rona lingkungan awal. Kelayakan suatu kegiatan atas dasar penyaringan terhadap kelayakan teknologi. 2) Rencana Pengelolaan Lingkungan. 3) Rencana Pemantauan Lingkungan Kegiatan Pembangunan yang Berdampak Pada Lingkungan . instansi yang bertanggung jawab yang membidangi rencana usaha atau kegiatan. Kerangka Acuan adalah ruang lingkup studi analisis dampak lingkungan yang merupakan hasil pelingkupan (PP Nomor 51 Tahun 1993.mengantisipasi dampak dan mengelola lingkungan. 5. perencana dan pengelola lingkungan berupa: 1) Alternatif usaha atau kegiatan. c. 2. Evaluasi dampak penting terhadap lingkungan e. AMDAL Kawasan dan AMDAL Regional. Fungsi Dokumen KA-ANDAL adalah: Sebagai rujukan penting bagi pemrakarsa. yaitu adanya keanekaragaman. 4. d. Dasar Pertimbangan Penyusunan KA-ANDAL. dan penyusun studi ANDAL tentang lingkup dan kedalaman studi ANDAL yang akan dilakukan dan sebagai salah satu bahan rujukan bagi penilai dokumen ANDAL untuk mengevaluasi hasil studi ANDAL. Tujuan KA-ANDAL adalah: merumuskan lingkup dan kedalaman studi ANDAL dan mengarahkan studi ANDAL agar berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan biaya. Pasal 1). keterbatasan sumber daya dan efisiensi dalam penyusunan KA-ANDAL perlu mengikuti diagram alir sehingga akhirnya dapat memberikan masukan yang diperlukan oleh perencana dan pengambil keputusan yaitu: a. Rekomendasi/saran tindak untuk pengambil keputusan. 3. Penentuan dampak penting terhadap lingkungan yang ditimbulkan oleh rencana usaha atau kegiatan. Pedoman Umum Penyusunan KA-ANDAL berlaku pula bagi keperluan penyusunan AMDAL Kegiatan Terpadu/Multisektor. Pedoman Umum Penyusunan KAANDAL digunakan sebagai acuan bagi penyusunan Pedoman Teknis Penyusunan KA-ANDAL atau sebagai dasar penyusunan KA-ANDAL bilamana Pedoman Teknis Penyusunan KAANDAL usaha atau kegiatan yang bersangkutan belum ditetapkan. 3. dan waktu yang tersedia. kelayakan lingkungan suatu keakraban sosial ekonomi.

5. ekosistem. Penentuan wilayah studi ditetapkan berdasarkan 4 pendekatan. Dalam melaksanakan Studi AMDAL perlu membuat ruang lingkungan studinya. Parameter lingkungan sangat membantu dalam menganalisis suatu kegiatan pembangunan terhadap lingkungannya. Pertamatama harus ditentukan dahulu wilayah studinya/area studi yang kemudian melakukan pengamatan terhadap parameter lingkungan. sedangkan metode analisis jaringan dapat menggambarkan hubungan sebab-akibat suatu kegiatan terhadap dampak. Tata letak usaha kegiatan dilengkapi dengan peta yang berskala memadai yang memuat tentang letak bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana usaha atau kegiatan. sekunder dan tersier. 2. alam hayati. tetapi manfaat proyek. Metode overlay dapat menggambarkan wilayah-wilayah yang terkena dampak. energi. 1. 4. yaitu pendekatan: teknis. metode overlay (penumpukan peta). 2. 2. Kelayakan proyek dinilai dari perbandingan cost and benefit yang . 3. metode cost and benefit. dan metode analisis sistem informasi. Ruang lingkup wilayah studi ditetapkan berdasarkan pertimbangan ruang kegiatan/pembangunan dilaksanakan. Hubungan antara lokasi rencana usaha atau kegiatan dengan jarak tersedianya sumber daya: air. Metode cost and benefit ini merupakan pendekatan secara makro. Lewat bagan alir ini secara kronologis dapat dijabarkan interaksi sebab-akibat baik pada tingkat dampak primer. karena manfaat proyek tidak terbatas pada wilayah di mana proyek itu berada. yaitu antara lain untuk mengetahui tingkat pencemaran terhadap lingkungan. 3. dan non hayati. Metode bagan alir atau metode analisis jaringan (network analysis) menggambarkan bagan interaksi suatu sebab-akibat dampak yang akan terjadi pada suatu komponen lingkungan dan bagaimana kondisinya setelah terkena dampak.Rencana kerja dan komponen suatu rencana kegiatan pembangunan merupakan deskripsi dari: 1. 3. Metode Analisis dalam Studi AMDAL Metode Non-Matriks Beberapa metode pendukung yang dapat melengkapi analisis dampak lingkungan di antaranya adalah metode bagan alir. Lingkungan terdiri dari komponen-komponen lingkungan dan setiap komponen lingkungan dibagi lagi menjadi parameter lingkungan. dapat dinikmati juga oleh wilayah-wilayah lainnya. Penentuan batas-batas lahan yang digunakan dan dapat memperlihatkan hubungannya dengan kegiatan lain sekitarnya. atau dua teknis. Tahap pelaksanaan rencana usaha atau kegiatan pembangunan Ruang Lingkup Studi 1. Alternatif usaha atau kegiatan pembangunan berdasarkan studi kelayakan. 4.

4. Fisher and Davies. Metode ini mempunyai keuntungan maupun kesulitan dalam menganalisis dampak.Qdp.6 . Kini metode tersebut banyak dimanfaatkan untuk Sistem Informasi Geografi (SIG) yang sangat mengandalkan kemajuan teknologi di bidang komputer. Metode Checklist merupakan metode yang lebih baik dibandingkan dengan metode Ad-Hoc karena telah ada susunan aktivitas kegiatan proyek dan komponen lingkungan. Metode matriks Leopold membagi aktivitas pembangunan yang berpotensi menimbulkan dampak menjadi 100 macam. profesional judgment. Tahapan ini merupakan tahapan analisis yang penting dan sangat menentukan tahap-tahap analisis berikutnya. 2. Metode ini melibatkan suatu tim dalam pendugaan dampak lingkungan menurut keahliannya masing-masing. Bila tahap identifikasi dapat dilakukan dengan baik maka proses analisis berikutnya akan lebih mudah. Welch and Lewis. Teknik yang digunakan dalam analisis identifikasi dampak dapat dilakukan dengan cara ³Analogies. oleh karena itu beberapa pakar memodifikasi metode matriks Leopold ini Teknik Identifikasi dan Pendugaan Dampak Melaksanakan identifikasi dampak merupakan tahap awal dalam analisis dampak lingkungan. . Lohani and Thank. Ad-hoc. dan checklist. Pendugaan dampak sering diartikan dengan prakiraan dampak atau ramalan dampak atau prediksi dampak. Proyek dikatakan layak bila perbandingan B/C di antara 0. Beberapa metode matriks interaksi yang sangat terkenal antara lain: matrik interaksi Leopold. 3. Metode ini telah berkembang dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks.> 1. dan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak menjadi 88 macam. Dampak yang diprakirakan adalah selisih kualitas lingkungan tanpa proyek (Qtp) dengan kualitas lingkungan dengan proyek (Qdp) atau Dampak = Qtp . Matriks Leopold menggambarkan pula penilaian terhadap besar dan pentingnya suatu dampak. Metode analisis sistem jaringan merupakan metode yang menggabungkan metode antara fotogrametri dan cartogrametri. yaitu daftar horizontal yang memuat acuan kegiatan pembangunan yang potensial menimbulkan dampak dan daftar vertikal yang memuat daftar komponen lingkungan hidup yang mungkin terkena dampak. Philips and Defilipi.berkisar dari 0 . Moore. dan delphi´. Metode Ad-Hoc merupakan metode yang sangat sederhana dan tidak menunjukkan keistimewaan di samping tidak mempunyai acuan tertentu sehingga hasilnya tidak konsisten antara satu penelitian dengan penelitian lainnya.1. Dari ketiga metode matriks yang sering digunakan pada studi AMDAL tersebut di atas dapat dirangkum sebagai berikut. Metode Matriks Metode matriks adalah metode yang menggunakan daftar uji (checklist) dua dimensi. Metode Leopold merupakan metode matriks yang dapat memberikan informasi yang lebih lengkap. Adapun untuk kriteria untuk mengidentifikasi dampak penting dapat digunakan 7 (tujuh) kriteria dampak penting seperti yang tertuang dalam keputusan Kepala Bapedal RI Nomor 056 Tahun 1994. 1.

metode formal terdiri dari: 1. atau bagan alur. yaitu metode formal dan metode informal. uncertamity. Metode evaluasi dampak yang digunakan di antaranya adalah overlay. penilaian para ahli. model matematik. aggregation. Evaluasi dampak dapat mencapai 2 (dua) sasaran yaitu: a. Sedangkan metode informal terdiri atas: 1. 2. flowchart. dan public involvement. model prakiraan cepat. Dampak positif bila Qdp > Qtp. 4. 3. model fisik. memberi bahan untuk mengambil keputusan terutama komponen apa saja yang terkena dampak. memberikan informasi tentang komponen apa saja yang terkena dampak dan seberapa besar dampak itu terjadi. Dampak negatif bila Qdp < Qtp. analogi. risk. Metode pendugaan diklasifikasikan menjadi 2 (dua) metode. cheklist. b. matrik. model eksperimental. Sumber Buku Pengantar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Karya Mimmim Arumi Wardiati . 2. Untuk dapat menafsirkan atau menginterpretasikan suatu hasil evaluasi dampak.1. b. explicit criteria. perlu suatu kriteria penafsiran atau interpretasi dampak menurut Fandeli (1992) kriteria tersebut didasarkan pada significancy. alternatifves. Tidak ada dampak bila Qdp = Qtp. 2.

Penyebab umum termasuk petir.Kebakaran liar. adalah sebuah kebakaran yang terjadi di alam liar. Kebakaran hutan dalam bahasa Inggris berarti "api liar" yang berasal dari sebuah sinonim dari Api Yunani. sebuah bahan seperti-napalm yang digunakan di Eropa Pertengahan sebagai senjata maritim Kebakaran hutan besar Daftar isi [sembunyikan] y y y y y 1 Statistik 2 Penyebab 3 Dampak 4 Lihat pula 5 Referensi . atau juga kebakaran hutan. tetapi dapat juga memusnahkan rumah-rumah atau sumber daya pertanian. kebakaran vegetasi. dan pembakaran. Musim kemarau dan pencegahan kebakaran hutan kecil adalah penyebab utama kebakaran hutan besar. kebakaran rumput. kecerobohan mansusia. atau kebakaran semak.

900 ha (4.718 mile².Collaborative Environmental Project in Indonesia (CEPI). Data 1999-2005 berasal dari Departemen Kehutanan Indonesia.900 mile²). 449. 170 mile² ).254 acres. 20 meninggal) o 2004 : 120. o 1987: 49. 13. 2% wilayah negara) o 2003 : 424.812 acres. o 2005: 13. 4. 625 mile²).573 acres. 108.864 km². antara lain: y y Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang.745 hektar ( 37 km². o 2003: 3.691 hektar (367 km². 707. 20.100 hektar (211 km². 121. o 1999: 44.189 km². 81 mile² . o 1982 dan 1983: 3.8 juta hektar ( 97.820 km². 55 mile²). o 2004: 13. 14 mile²).74 juta hektar (17. 142 mile²). 51 mile²) Penyebab Penyebab Kebakaran liar.6% wilayah negara. 3. 37.399 acres. o 2001: 14.000 ha (1.991 hektar (140 km².351 hektar (144 km².140 acres. Sumber data dari ADB.400 ha (2.1 juta acres.323 hektar ( 492 km².090 hektar (441 km².Sumber data: sebelum 1997 dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL) dan Canadian International Development Agency (CIDA) . Kecerobohan manusia antara lain membuang puntung rokok secara sembarangan dan lupa mematikan api di perkemahan.668 acres.880 acres.1% wilayah negara. 8. o 2000: 8.3 juta acres.530 ha (1. 1. 54 mile²). 6.462 acres. 35.732 acres.18% wilayah negara) Indonesia . 399. 32.106 mile². 24.3 km².y 6 Pranala luar Statistik Jumlah permukaan yang terbakar setiap tahunnya mewakili sekitar: y y y y Perancis: 21. o 1997 dan 1998: 9.400 km².934 acres. 1. 0. 90.798 hektar (1.9 juta acres. 459 mile²).328 hektar (133 km². 190 mile²). 4.761 acres.04% Perancis Portugal: o 1991 : 182.641 mile². .3% wilayah negara) o 2005: 286. 32 mile²). 1. 17 meninggal) Amerika Serikat: 1. 293.05 juta acres.989 acres.881 hektar (1.205. 465 mile². 703 mile².249 km². Data 1997/1998 dari Asian Development Bank (ADB) .836 acres. 1.665 acres.255 hektar ( 83 km². 52.550 km². 9. 297. o 1991: 118.000 km².6 juta hektar ( 36.618 km². o 1994: 161. 0.664 mile²). o 2002: 36. 34.

Hal ini mengganggu kegiatan keagamaan dan mengurangi kegiatan perdagangan/ekonomi. agama dan ekonomi. Kekeringan juga akan mengurangi volume air waduk pada saat musim kemarau yang mengakibatkan terhentinya pembangkit listrik (PLTA) pada musim kemarau. 5. mobil. Sering terjadi kecelakaan tabrakan antar perahu di sungai-sungai. Hal ini bisa menyebabkan kematian bagi penderita berusia lanjut dan anak-anak. Banyak sekolah yang terpaksa diliburkan pada saat kabut asap berada di tingkat yang berbahaya. Kebakaran juga dapat menyebabkan banyak spesies endemik/khas di suatu daerah turut punah sebelum sempat dikenali/diteliti. Penduduk dihimbau tidak bepergian jika tidak ada keperluan mendesak. 4. Asap yang ditimbulkan menyebabkan gangguan di berbagai segi kehidupan masyarakat antara lain pendidikan. 3. 6. Meningkatnya jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan kanker paru-paru. sarana umum dan harta benda lainnya. . Terbunuhnya satwa liar dan musnahnya tanaman baik karena kebakaran. Lebih jauh lagi hal ini dapat mengakibatkan perusahaan perkayuan terpaksa ditutup karena kurangnya bahan baku dan puluhan ribu pekerja menjadi penganggur/kehilangan pekerjaan. 8. Gangguan asap juga terjadi pada sarana perhubungan/transportasi yaitu berkurangnya batas pandang. Musnahnya bangunan. 9. karena terbatasnya jarak pandang. Polusi asap ini juga bisa menambah parah penyakit para penderita TBC/asma. Kekeringan yang ditimbulkan dapat menyebabkan terhambatnya jalur pengangkutan lewat sungai dan menyebabkan kelaparan di daerah-daerah terpencil. Tindakan yang disengaja seperti untuk membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan pertanian baru dan tindakan vandalisme. Dampak Dampak yang ditimbulkan dari kebakaran liar antara lain: 1. Musnahnya bahan baku industri perkayuan. Menyebabkan banjir selama beberapa minggu di saat musim hujan dan kekeringan di saat musim kemarau. Banyak pelabuhan udara yang ditutup pada saat pagi hari di musim kemarau karena jarak pandang yang terbatas bisa berbahaya bagi penerbangan. 2. Kebakaran hutan pada 1997 menimbulkan emisi / penyebaran sebanyak 2.y y y Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi.6 miliar ton karbon dioksida ke atmosfer (sumber majala Nature 2002). Sebagai perbandingan total emisi karbon dioksida di seluruh dunia pada tahun tersebut adalah 6 miliar ton. mebel/furniture. terjebak asap atau rusaknya habitat. 7. Kebakaran di bawah tanah/ground fire pada daerah tanah gambut yang dapat menyulut kebakaran di atas tanah pada saat musim kemarau. Menyebarkan emisi gas karbon dioksida ke atmosfer.

Banjir lumpur panas Sidoarjo Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Kabupaten Sidoarjo. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. bersamaan dengan gempa berkekuatan 5. Jawa Timur. adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT Lapindo Brantas di Desa Renokenongo. yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo. Lokasi Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong. dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya. semburan lumpur berhubungan dengan kegiatan . Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. Kecamatan Porong. sejak tanggal 27 Mei 2006. sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. serta mempengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas sebagai operator blok Brantas. Pertama. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. pertanian. Oleh karena itu. cari Desa Renokenongo dan Kedungbendo yang tergenang lumpur Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) .9 SR yang melanda Yogyakarta. hingga saat ini. Lokasi semburan hanya berjarak 150-500 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1).

Kontrak itu diperoleh Medici atas nama Alton International Indonesia. Lapindo ³sudah´ memasang casing 30 inchi pada kedalaman 150 kaki. karena banyak kalangan yang tidak mengetahui bahwa luapan lumpur bukan keluar dari lubang pemboran yang dilakukan PT LAPINDO. semburan lumpur kebetulan terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol. Sesuai dengan desain awalnya. Pada awalnya sumur tersebut direncanakan hingga kedalaman 8500 kaki (2590 meter) untuk mencapai formasi Kujung (batu gamping).pengeboran. serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan SurabayaBanyuwangi.Indonesia Perkiraan penyebab kejadian Lokasi semburan lumpur Ada yang mengatakan bahwa lumpur Lapindo meluap karena kegiatan PT Lapindo di dekat lokasi itu. Sumur tersebut akan dipasang selubung bor (casing ) yang ukurannya bervariasi sesuai dengan kedalaman untuk mengantisipasi potensi circulation loss (hilangnya lumpur dalam formasi) dan kick (masuknya fluida formasi tersebut ke dalam sumur) sebelum pengeboran menembus formasi Kujung. Kedua. casing (liner) 16 inchi pada 2385 kaki dan casing 13-3/8 inchi pada 3580 kaki (Lapindo Press Rilis ke wartawan. Ketika Lapindo mengebor lapisan bumi dari kedalaman 3580 kaki sampai ke 9297 kaki. Namun bahan tulisan lebih banyak yang condong kejadian itu adalah akibat pemboran. mereka ³belum´ . jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur). Januari 2006. Lokasi tersebut merupakan kawasan pemukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Lapindo Brantas melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 pada awal Maret 2006 dengan menggunakan perusahaan kontraktor pengeboran PT Medici Citra Nusantara. 15 Juni 2006). setelah menang tender pengeboran dari Lapindo senilai US$ 24 juta. casing 20 inchi pada 1195 kaki.

Alhasil. Lapindo mengira target formasi Kujung sudah tercapai. padahal mereka hanya menyentuh formasi Klitik. perangkap Blow Out Preventer (BOP) di rig segera ditutup & segera dipompakan lumpur pemboran berdensitas berat ke dalam sumur dengan tujuan mematikan kick. mereka merencanakan memasang casing setelah menyentuh target yaitu batu gamping formasi Kujung yang sebenarnya tidak ada. Diperkirakan bahwa Lapindo. Padahal mereka membor di zona Kendeng yang tidak ada formasi Kujung-nya. sejak awal merencanakan kegiatan pemboran ini dengan membuat prognosis pengeboran yang salah. . Sesuai prosedur standard. fluida formasi bertekanan tinggi sudah terlanjur naik ke atas sampai ke batas antara open-hole dengan selubung di permukaan (surface casing) 13 3/8 inchi. Mata bor berusaha ditarik tetapi terjepit sehingga dipotong. Akibat dari habisnya lumpur Lapindo. Selama mengebor mereka tidak meng-casing lubang karena kegiatan pemboran masih berlangsung. lumpur overpressure (bertekanan tinggi) dari formasi Pucangan sudah berusaha menerobos (blow out) tetapi dapat diatasi dengan pompa lumpurnya Lapindo (Medici). diperkirakan kondisi geologis tanah tidak stabil & kemungkinan banyak terdapat rekahan alami (natural fissures) yang bisa sampai ke permukaan. operasi pemboran dihentikan.memasang casing 9-5/8 inchi yang rencananya akan dipasang tepat di kedalaman batas antara formasi Kalibeng Bawah dengan Formasi Kujung (8500 kaki). maka lumpur formasi Pucangan berusaha menerobos ke luar (terjadi kick). Di kedalaman tersebut. akhirnya mata bor menyentuh batu gamping. Akibatnya lumpur yang digunakan untuk melawan lumpur formasi Pucangan hilang (masuk ke lubang di batu gamping formasi Klitik) atau circulation loss sehingga Lapindo kehilangan/kehabisan lumpur di permukaan. Selama pemboran. Kemungkinan yang terjadi. Mereka membuat prognosis dengan mengasumsikan zona pemboran mereka di zona Rembang dengan target pemborannya adalah formasi Kujung. Underground Blowout (semburan liar bawah tanah) Setelah kedalaman 9297 kaki. Batu gamping formasi Klitik sangat porous (bolong-bolong).

Corelab dan Bogorlab) Parameter Arsen Barium Boron Timbal Raksa Sianida Bebas Trichlorophenol Hasil uji maks 0.000 meter kubik perhari.02 Mg/L 0.05 Mg/L 0. semua dokumen terutama tentang pemasangan casing sudah disetujui oleh BP MIGAS. yang tidak mungkin keluar dari lubang hasil "pemboran" selebar 30 cm. Inilah mengapa surface blowout terjadi di berbagai tempat di sekitar area sumur. bukan di sumur itu sendiri. "gunung" lumpur juga ada di Jawa Tengah (Bleduk Kuwu). Dan akibat pendapat awal dari WALHI maupun Meneg Lingkungan Hidup yang mengatakan lumpur di Sidoarjo ini berbahaya. Perlu diketahui bahwa untuk operasi sebuah kegiatan pemboran MIGAS di Indonesia setiap tindakan harus seijin BP MIGAS.004 Mg/L 0. yang karena volumenya besar sehingga tidak mungkin menampung seluruh luapan lumpur dan akhirnya menjadikan lahan yang terkena dampak menjadi semakin luas. Fenomena ini sudah terjadi puluhan.097 Mg/L 0. Hasil uji lumpur Beberapa hasil pengujian Berdasarka n pengujian toksikologi s di 3 laboratoriu m terakredita si (Sucofindo . maka fluida formasi bertekanan tadi akan berusaha mencari jalan lain yang lebih mudah yaitu melewati rekahan alami tadi & berhasil. banyak tempat di sekitar Jawa Timur sampai ke Madura seperti Gunung Anyar di Madura.4 Trichlorophenol) .Karena tidak dapat melanjutkan perjalanannya terus ke atas melalui lubang sumur disebabkan BOP sudah ditutup.2 Mg/L 20 Mg/L 2 Mg/L (2.045 Mg/L 1. bahkan ratusan tahun yang lalu.4. menyebabkan dibuat tanggul diatas tanah milik masyarakat.017 Mg/L Baku Mutu (PP Nomor 18/1999) 5 Mg/L 100 Mg/L 500 Mg/L 5 Mg/L 0.066 Mg/L 5.4.6 Trichlorophenol) 400 Mg/L (2. Jumlah lumpur di Sidoarjo yang keluar dari perut bumi sekitar 100. Volume lumpur Berdasarkan beberapa pendapat ahli lumpur keluar disebabkan karena adanya patahan.

75 ppm Suspended Particulate Phase (SPP) terhadap larva udang windu dan di atas 1. Namun Simpulan dari Wahana Lingkungan Hidup menunjukkan hasil berbeda.623.000 mg/L SPP. Barium.000 ppm SPP terhadap Daphnia carinata. Sianida Bebas dan sebagainya. Maka bahaya adanya kandungan PAH (Chrysene dan Benz(a)anthracene) tersebut telah mengancam keberadaan manusia dan lingkungan: y y y y y Bioakumulasi dalam jaringan lemak manusia (dan hewan) Kulit merah. dan kulit Dampak PAH dalam lumpur Lapindo bagi manusia dan lingkungan mungkin tidak akan terlihat sekarang. iritasi. Boron.diperoleh kesimpulan ternyata lumpur Sidoarjo tidak termasuk limbah B3 baik untuk bahan anorganik seperti Arsen. lumpur dikatakan beracun bila nilai LC50-nya sama atau kurang dari 30. Chlorobenzene. lumpur dapat dibuang ke perairan.[1] Hasil pengujian LC50 terhadap larva udang windu (Penaeus monodon) maupun organisme akuatik lainnya (Daphnia carinata) menunjukkan bahwa lumpur tersebut tidak berbahaya dan tidak beracun bagi biota akuatik. Di beberapa negara. Chlordane.631.93 sampai 70.15 dan 20. Dengan fakta sedemikian rupa. melainkan nanti 5-10 tahun kedepan. Jika nilai LC50 lebih besar dari 30. (lihat: Logam Berat dan PAH Mengancam Korban Lapindo) Berdasarkan PP No 41 tahun 1999 dijelaskan bahwa ambang batas PAH yang diizinkan dalam lingkungan adalah 230 µg/m3 atau setara dengan 0. dan kanker kulit jika kontak langsung dengan kulit Kanker Permasalahan reproduksi Membahayakan organ tubuh seperti liver. LC50 adalah pengujian konsentrasi bahan pencemar yang dapat menyebabkan 50 persen hewan uji mati. Sedangkan untuk Benz(a)anthracene hanya terdeteksi di tiga titik yaitu titik 7.000. melepuh.23 µg/kg. Chloroform dan sebagainya. Dan perlu sangat diwaspadai bahwa ternyata lumpur Lapindo dan sedimen Sungai Porong kadar timbal-nya sangat besar yaitu mencapai 146 kali dari ambang batas yang telah ditentukan.000 Mg/L SPP. yang kesemunya diatas ambang batas. Hasil pengujian menunjukkan semua parameter bahan kimia itu berada di bawah baku mutu. pengujian semacam ini memang diperlukan untuk membuang lumpur bekas pengeboran (used drilling mud) ke dalam laut. yaitu kadar PAH (Chrysene dan Benz(a)anthracene) dalam lumpur Lapindo yang mencapai 2000 kali diatas ambang batas bahkan ada yang lebih dari itu. Dan yang paling berbahaya adalah keberadaan . Raksa. dari hasil penelitian Walhi dinyatakan bahwa secara umum pada area luberan lumpur dan sungai Porong telah tercemar oleh logam kadmium (Cd) dan timbal (Pb) yang cukup berbahaya bagi manusia apalagi kadarnya jauh di atas ambang batas. Timbal. Sementara berdasarkan standar EDP-BPPKA Pertamina. maupun untuk untuk bahan organik seperti Trichlorophenol. Hasil pengujian membuktikan lumpur tersebut memiliki nilai LC50 antara 56. Maka dari hasil analisis di atas diketahui bahwa seluruh titik pengambilan sampel lumpur Lapindo mengandung kadar Chrysene diatas ambang batas.23 µg/m3 atau setara dengan 0. paru-paru.

PT Lapindo. melalui PT Minarak Lapindo Jaya telah mengeluarkan uang baik untuk mengganti tanah masyarakat maupun membuat tanggul sebesar Rp. Semula hanya menggenangi empat desa dengan ketinggian sekitar 6 meter.008 0. khususnya bagi mereka yang tinggal di sekitar semburan lumpur Lapindo beserta ancaman terhadap kerusakan lingkungan.0144 0.0314 0.4919 3.3063 0. Luapan lumpur ini juga menggenangi sarana pendidikan dan Markas Koramil Porong.4379 7. luapan lumpur ini telah . yang membuat dievakuasinya warga setempat untuk diungsikan serta rusaknya areal pertanian.05 Lumpur Lapindo nd Air Lumpur Lapindo nd Sedimen Sungai Porong Air Sungai Porong mg/L nd nd mg/L 0. MenKes no 907/2002 0. Sampai Mei 2009.05 0. y Lumpur menggenangi duabelas desa di tiga kecamatan.1018 0. Namun sampai Mei 2009 atau tiga tahun dari kejadian awal ternyata belum terdapat adanya korban sakit atau meninggal akibat lumpur tersebut. Hingga bulan Agustus 2006.0271 mg/L 1 0.PAH ini akan mengancam kehidupan anak cucu.2571 0. 6 Triliun.8776 0.003 0. Hasil analisa logam pada materi Parameter Satuan Kromium (Cr) Kadmium (Cd) Tembaga (Cu) Kep.2876 0.6949 Timbal (Pb) mg/L Dampak Peta Semburan Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.

Kerusakan lingkungan terhadap wilayah yang tergenangi. Gene-ral Manager PT Lapindo Brantas. kantor 2 (Kantor Koramil dan Kelurahan Jatirejo). Ini berakibat pula terhadap aktivitas produksi di kawasan Ngoro (Mojokerto) dan Pasuruan yang selama ini merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. dengan total warga yang dievakuasi sebanyak lebih dari 8. . Meledaknya pipa gas milik Pertamina akibat penurunan tanah karena tekanan lumpur dan sekitar 2.5 kilometer pipa gas terendam [3].810 (Siring 142. Rinciannya: Tempat tinggal 1. dan Tanggulangin. Agustino.426 unit rumah terendam lumpur dan 77 unit rumah ibadah terendam lumpur. Tak kurang 600 hektar lahan terendam. sekolah 18 (7 sekolah negeri).200 jiwa dan tak 25. SMP). dan mengakibatkan kemacetan di jalur-jalur alternatif. Jatirejo dan Kedungcangkring. pipa air milik PDAM Surabaya patah [2].000 jiwa mengungsi.y y y y y y y y y y y y menggenangi sejumlah desa/kelurahan di Kecamatan Porong. serta rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon) Rumah/tempat tinggal yang rusak akibat diterjang lumpur dan rusak sebanyak 1. termasuk areal persawahan Pihak Lapindo melalui Imam P. Ditutupnya ruas jalan tol Surabaya-Gempol hingga waktu yang tidak ditentukan. Kedungbendo.873 orang tenaga kerja yang terkena dampak lumpur ini. Besuki Jabon dan Pejarakan Jabon. mengaku telah menyisihkan US$ 70 juta (sekitar Rp 665 miliar) untuk dana darurat penanggulangan lumpur. Besuki 170). Jatirejo 480. Jabon. Renokenongo. Penutupan ruas jalan tol ini juga menyebabkan terganggunya jalur transportasi Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi serta kota-kota lain di bagian timur pulau Jawa. 2 sapi dan 7 ekor kijang. masjid dan musala 15 unit. Sebuah SUTET milik PT PLN dan seluruh jaringan telepon dan listrik di empat desa serta satu jembatan di Jalan Raya Porong tak dapat difungsikan. Akibat amblesnya permukaan tanah di sekitar semburan lumpur. lahan padi seluas 172. yaitu melalui Sidoarjo-Mojosari-Porong dan jalur Waru-tol-Porong. 30 ekor kambing.605 ekor unggas. serta 1.61 ha di Renokenongo. Kedungbendo 590. Tercatat 1. Sentul. Renokenongo 428. Empat kantor pemerintah juga tak berfungsi dan para pegawai juga terancam tak bekerja. Karena tak kurang 10.39 ha di Siring.683 unit. pabrik 15. Tidak berfungsinya sarana pendidikan (SD. Markas Koramil Porong. Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja. Lahan dan ternak yang tercatat terkena dampak lumpur hingga Agustus 2006 antara lain: lahan tebu seluas 25. Jatirejo.

waduk terancam kelebihan daya tampung. dan Universitas Gadjah Mada. waduk-waduk lumpur meluber. Namun demikian. mereka menyiapkan 150 hektare waduk baru. dengan mengungsikan 12. Juga ada cadangan 342 hektare lagi yang sanggup memenuhi kebutuhan hingga Juni 2007. Tim Satu. pemerintah. Jika perkira-an itu tepat. para pakar dari ITS.000 warga. yang menangani penanggulangan lumpur. adalah membuat waduk dengan beton pada lahan seluas 342 hektar. Tiap tim terdiri dari perwakilan Lapindo. Di antaranya. Akhir Oktober. . Institut Teknologi Bandung. lumpur terus menyembur setiap harinya. Badan Meteorologi dan Geofisika meramal musim hujan bakal datang dua bulanan lagi. Mereka bekerja secara paralel. Tujuan jangka pendeknya adalah memadamkan lumpur dan mencari penyelesaian cepat untuk jutaan kubik lumpur yang telah terhampar di atas tanah. diperkirakan volume lumpur sudah mencapai 7 juta m3. mengotori sekitarnya. yang mengancam tergenanginya lumpur pada permukiman di dekat tanggul. Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) memperkirakan. berkutat dengan skenario pemadaman. dan sejumlah ahli dari beberapa universitas terkemuka. Lumpur pun meluap ke segala arah.Upaya penanggulangan Rumah yang terendam lumpur panas Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur. Jika dalam tiga bulan bencana tidak tertangani. diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. dan lumpur diperkirakan mulai melibas rel kereta. musim hujan bisa membuat tanggul jebol. untuk menampung lumpur sampai Desember 2006. Ini adalah bahaya yang bakal terjadi dalam hitungan jangka pendek.Namun rencana itu batal tanpa sebab yang jelas. jalan tol terendam. Kementerian Lingkungan Hidup mengatakan. sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol. Sudah ada tiga tim ahli yang dibentuk untuk memadamkan lumpur berikut menanggulangi dampaknya.

Biaya bisa membengkak karena kontraktor dan rental alat pengeboran biasanya memasang tarif lebih mahal di wilayah berbahaya. Paling tidak kelima sumur akan membutuhkan Rp 475 miliar. Lapindo Brantas melaksanakan penutupan secara permanen sumur BJP-1. Kedua. Selain itu muncul gelembung-gelembung gas bumi di lokasi pemboran yang dikhawatirkan membahayakan keselamatan pekerja. Contohnya. Snubbing unit ini digunakan untuk mencapai rangkaian mata bor seberat 25 ton dan panjang 400 meter yang tertinggal pada pemboran awal.060-1. Saat ini pun sulit mendapatkan rig yang menganggur di tengah melambungnya harga minyak. anggota Tim Pertama. serta terjadinya pergerakan lateral di lokasi pemboran BJP-1. Skenario pertama. Tiga lokasi tersebut antara lain: Pertama. Skenario kedua ini juga gagal karena telah ditemukan terjadinya kerusakan selubung di beberapa kedalaman antara 1. Kendalanya pekerjaan ini mahal dan memakan waktu. Jawa Tengah. Bledug Kuwu terus memuntahkan lumpur cair hingga membentuk rawa. sekitar 500 meter barat barat laut sumur Banjar Panji 1. Snubbing unit adalah suatu sistem peralatan bertenaga hidrolik yang umumnya digunakan untuk pekerjaan wellintervention & workover (melakukan suatu pekerjaan ke dalam sumur yang sudah ada). Rangkaian mata bor tersebut berhasil ditemukan di kedalaman 2991 kaki tetapi snubbing unit gagal mendorongnya ke dalam dasar sumur. Skenario kedua dilakukan dengan cara melakukan pengeboran miring (sidetracking) menghindari mata bor yang tertinggal tersebut. Diharapkan bila mata bor tersebut ditemukan maka ia dapat didorong masuk ke dasar sumur (9297 kaki) dan kemudian sumur ditutup dengan menyuntikan semen dan lumpur berat.500 kaki. namun asumsi luapan bisa dihentikan sampai tahun 2009 tidak berhasil sama sekali. Ketiga. Skenario ketiga. Semua sumur dipakai untuk mengepung retakan-retakan tempat keluarnya lumpur. sebuah rig (anjungan pengeboran) berikut ongkos operasionalnya membutuhkan Rp 95 miliar. sekitar utara timur laut dari Sumur Banjar Panji-1. seperti di Bledug Kuwu di Purwodadi. Kondisi itu mempersulit pelaksanaan sidetracking. Padahal ada hipotesis lain. bahwa yang terjadi adalah fenomena gunung lumpur (mud volcano). pada tahap ini. Akan tetapi skenario ini gagal total. pemadaman lumpur dilakukan dengan terlebih dulu membuat tiga sumur baru (relief well). Pengeboran dilakukan dengan menggunakan rig milik PT Pertamina (persero). dengan beberapa skenario dibawah ini. Karena itu. menghentikan luapan lumpur dengan menggunakan snubbing unit pada sumur Banjar Panji-1. mengatakan bahwa gunung lumpur hanya bisa dilawan dengan mengoperasikan empat atau lima relief well sekaligus. Rudi Rubiandini. Sampai sekarang. Sampai saat ini skenario ini masih dijalankan. . ketinggian tanggul di sekitar lokasi pemboran telah lebih dari 15 meter dari permukaan tanah sehingga tidak layak untuk ditinggikan lagi. sekitar 500 meter barat daya Sumur Banjar Panji-1. yang mengartikan luapan ini adalah fenomena alam. Ketiga skenario beranjak dari hipotesis bahwa lumpur berasal dari retakan di dinding sumur Banjar Panji-1.Skenario penghentian semburan lumpur Ada pihak-pihak yang mengatakan luapan lumpur ini bisa dihentikan.

seandainya luapan lumpur dianggap sebagai fenomena alam. menulis bahwa di lokasi sumur Porong-1.Skenario ini dibuat kalau luapan lumpur adalah kesalahan manusia. Pilihan penyaluran lumpur panas yang tersedia pada pertengahan September 2006 hanya tinggal dua.000 m3 per hari. agar Kali Porong tidak berubah menjadi waduk lumpur. tujuh kilometer sebelah timur Banjar Panji-1. Bila yang akan dialirkan ke Kali Porong adalah keseluruhan lumpur yang menyembur sejak awal Oktober 2006. Rovicky mencatat sebuah hal yang mencemaskan: semburan lumpur di Porong baru berhenti dalam rentang waktu puluhan hingga ratusan tahun. Setiap tahunnya. Pilihan pertama adalah meneruskan upaya penangangan lumpur di lokasi semburan dengan membangun waduk tambahan di sebelah tanggul-tanggul yang ada sekarang. menyampaikan informasi bahwa kawasan pantai di Kabupaten Sidoardjo mengalami proses reklamasi pantai secara alamiah dalam beberapa dekade terakhir disebabkan oleh proses sedimentasi dan dinamika perairan Selat Madura. begitu juga untuk menyiapkan tanggul yang baru. untuk membebaskan lahan disekitar waduk diperlukan waktu. tanpa perlu digali. Volume lumpur yang begitu besar membutuhkan frekuensi dan volume penggelontoran air dari Sungai Brantas yang tinggi. Sebagai tempat penyimpanan lumpur. bila separuhnya akan diisi lumpur panas Sidoardjo. diperlukan upaya pengendapan dan stabilisasi lumpur tersebut di kawasan pantai Sidoardjo. terlihat tanda-tanda geologi yang menunjukkan luapan lumpur pada zaman dulu. Dengan kedalaman 10 meter di bagian tengah kali tersebut. kali Porong dapat membantu menyimpan lumpur sekitar 5 juta m3. maka volume lumpur yang akan pindah ke Kali Porong mencapai 10 juta m3 pada bulan Desember 2006. .Rovicky Dwi Putrohari. dari hari ke hari. memiliki potensi volume penampungan lumpur panas yang cukup besar. volumenya terus membesar. seorang geolog independen. merupakan hal yang selaras dengan proses alamiah reklamasi pantai yang sudah berjalan beberapa dekade terakhir.000 m3 setiap kilometernya.000 m3 per hari. Kali Porong ibarat waduk yang telah tersedia. Sedangkan untuk mencegah pengembaraan koloida lumpur Sidoardjo di perairan Selat Madura. maka potensi penyimpanan lumpur di Kali Porong sekitar 300. demikian analisanya. Masalahnya. Pilihan kedua adalah membuang langsung lumpur panas itu ke Kali Porong. dan kegiatan pengerukan dasar sungai yang terus menerus. Dengan sedikit upaya untuk menggali lahan ditempat yang akan dijadikan waduk tambahan tersebut agar daya tampungnya menjadi lebih besar. pantai Sidoardjo bertambah 40 meter. Antisipasi kegagalan menghentikan semburan lumpur Jika skenario penghentian lumpur terlambat atau gagal maka tanggul yang disediakan tidak akan mampu menyimpan lumpur panas sebesar 126. Dengan kata lain. sementara semburan lumpur secara terus menerus. atau akan memberikan tambahan waktu sampai lima bulan bila volume lumpur yang dipompakan ke Kali Porong tidak melebihi 50. Sehingga upaya membentuk kawasan lahan basah di pantai yang terbuat dari lumpur panas Sidoardjo. maka skenario yang wajar adalah 'bagaimana mengalirkan lumpur kelaut' dan belajar bagaimana hidup dengan lumpur. Para pakar yang melakukan simposium di ITS pada minggu kedua September.

Keputusan Pemerintah Rapat Kabinet pada 27 September 2006 akhirnya memutuskan untuk membuang lumpur panas Sidoardjo langsung ke Kali Porong. Jawa Timur.. mencapai Rp10. Pantai baru dengan hutan bakau diatasnya dapat ditetapkan sebagai kawasan lindung yang menjadi sumber inspirasi dan sarana pendidikan bagi masyarakat terhadap pentingnya pelestarian kawasan pantai. Seluruh biaya untuk pelaksanaan tugas tim nasional ini dibebankan pada PT Lapindo Brantas. [6] . Dan rencana pembuangan lumpur yang dilakukan dengan cara mengalirkannya ke laut melalui Sungai Porong.9 miliar per tahun. bisa mengakibatkan dampak yang semakin meluas yakni sebagian besar tambak di sepanjang pesisir Sidoarjo dan daerah kabupaten lain di sekitarnya. menjaga infrastruktur dasar. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani surat keputusan pembentukan Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo. diberi mandat selama enam bulan. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum. Pantai rawa baru yang akan menjadi lahan reklamasi tersebut dikembangkan menjadi hutan bakau yang lebat dan subur. karena lumpur yang sampai di pantai akan terbawa aliran transpor sedimen sepanjang pantai. seperti pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo. lumpur tersebut dapat dicegah masuk ke Selat Madura sehingga tidak mengancam kehidupan nelayan tambak di kawasan pantai Sidoardjo dan nelayan penangkap ikan di Selat Madura.Dengan mengumpulkan lumpur panas Sidoardjo ke tempat yang kemudian menjadi lahan basah yang akan ditanami oleh mangrove. diantaranya Walhi [4] dan ITS [5]. 5 September 2006. yang bermanfaat bagi pemijahan ikan.000 meter kubik per hari menjadi 126.000 meter kubik per hari. Pendapat Kontra pembuangan lumpur secara langsung Banyak pihak menolak rencana pembuangan ke laut ini. menyatakan luapan lumpur Lapindo mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan mengalami kegagalan panen. dan menyelesaikan masalah semburan lumpur dengan risiko lingkungan paling kecil. Dalam surat itu disebutkan. tim dibentuk untuk menyelamatkan penduduk di sekitar lokasi bencana. Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur Pada 9 September 2006.Namun upaya Timnas yang didukung oleh Rudy Rubiandini ternyata gagal total walaupun telah menelan biaya 900 milyar rupiah. untuk memberikan tambahan waktu untuk mengupayakan penghentian semburan lumpur tersebut dan sekaligus mempersiapkan alternatif penanganan yang lain. Menteri Kelautan dan Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkirakan kerugian akibat luapan lumpur pada budidaya tambak di kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo. Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50. dengan tim pengarah sejumlah menteri. dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI. Tim dipimpin Basuki Hadi Muljono. Freddy Numberi. daerah penyangga untuk pertambakan udang.

lumpur otomatis mencemari Selat Madura dan sekitarnya. Alternatif yang sudah dikaji lembaga seperti Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya. karena banyak ahli yang justru mengatakan fenomena ini sebagai kesalahan manusia akhirnya berhenti bicara karena teori nya salah.5 juta masing-masing permeter persegi. Pemerintah hanya membebankan kepada Lapindo pembelian lahan bersertifikat dengan harga berlipat-lipat dari harga NJOP yang rata-rata harga tanah dibawah Rp. PT Tiga Musim Jaya terkait kasus Lapindo karena ia merupakan penyedia operator rig (alat bor).Kritik Pemerintah dianggap tidak serius menangani kasus luapan lumpur panas ini. "Otomatis UU pencemaran lingkungan hidup ini sudah termasuk kejahatan korporasi karena merusak lingkungan hidup.Namun sangat sulit membuktikan adanya kesalahan manusia.883 buah dokumen Mei 2009 hanya tinggal 400 buah dokumen yang belum dibayarkan karena status tanah yang belum jelas. untuk 4 desa (Kedung Bendo. Areal tambak seluas 1. dengan ancaman hukum 12 tahun penjara. dan jatirejo) sementara desa-desa lainnya ditanggung APBN. Penahanan tersangka Dalam kasus ini. dengan memisahkan air dari endapan lumpur lalu membuang air ke laut. 3 orang dari PT Lapindo Brantas. Kalau air bisa dibuang ke laut." kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Anton Bachrul Alam yang sejak tahun 2009 menjadi KAPOLDA JATIM. Siring. 100 ribu. tentu danau penampungan tak perlu diperlebar.dibeli oleh Lapindo sebesar Rp 1 juta dan bangunan Rp 1. 1 orang dari PT Energi Mega Persada dan 3 orang dari PT Tiga Musim Jaya.Menurut sebagian media. juga penanganan infrastruktur yang rusak. Ketika masuk ke laut. Masyarakat dan PT LAPINDO adalah korban yang paling dirugikan. Polda Jawa Timur telah menetapkan 12 tersangka. [9][10][11][12] . padahal kenyataannya dari 12. Para tersangka dijerat Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP dan UU No 23/1997 Pasal 41 ayat 1 dan Pasal 42 tentang pencemaran lingkungan. Sampai tahun 2009 ternyata teori itu tidak bisa membuktikan adanya dampak tersebut. Lumpur itu mengandung 70 persen air.Hal ini dianggap wajar karena banyak media hanya menuliskan data yang tidak akurat tentang penyebab semburan lumpur ini. sisanya bahan endapan.600 hektare di pesisir Sidoarjo akan terpengaruh. Renokenongo. sementara Lapindo telah mengeluarkan uang sebesar Rp 6 Triliun lebih untuk masalah ini.[7][8] PT Lapindo Brantas Inc sendiri lebih sering mengingkari perjanjian-perjanjian yang telah disepakati bersama dengan korban.Dampak lumpur itu bakal memperburuk kerusakan ekosistem Sungai Porong. dan tekanan pada tanggul bisa dikurangi. Aktivis lingkungan hidup juga hanya mengecam penanganan kasus banjir lumpur ini tanpa memberikan solusi yang positif bagi semuanya. di mana mereka harus mengungsi dan kehilangan mata pencaharian tanpa adanya kompensasi yang layak. yaitu 5 orang dari PT Medici Citra Nusantara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->