KOMUNIKASI KEPERAWATAN

KONSEP KOMUNIKASI TERAPEUTIK 1. Pengertian Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar,bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien (Purwanto,1994). Sedangkan menurut (Stuart & Sundeen,1995) komunikasi terapeutik merupakan cara untuk membina hubungan yang terapeutik dimana terjadi penyampaian informasi dan pertukaran perasaan dan pikran dengan maksud untuk mempengaruhi orang lain. Komunikasi terapeutik juga dapat dipersepsikan sebagai proses interaksi antara klien dan perawat yang membantu klien mengatasi stress sementara untuk hidup harmonis dengan orang lain,menyesuaikan dengan sesuatu yang tidak dapat diubah dan mngatasi hambatan psikologis yang menghalangi realisasi diri (Kozier et.al,2000). Komunikasi terapeutik berbeda dengan komunikasi sosial yaitu pada komunikasi terapeutik selalu terdapat tujuan atau arah yang spesifik untuk komunikasi. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang direncanakan secara sadar,bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien dan mmbina hubungan yang terapeutik antara perawat dan klien. 2. Fungsi Komunikasi Terapeutik Menurut(Vancarolis,1990) dalam Purwanto 1994 fungsi kemunikasi terapeutik adalah untuk mendorong dan menganjurkan kerjasama antara perawatklien melalui hubungan perawat-klien. Perawat berusaha mengungkapkan perasaan,mengidentifikasi dan mengkaji masalah serta mengevaluasi tindakan yang dilakukan dalam perawatan. Menurut (Dwidiyanti,2008) bahwa seorang perawat profesional selalu mengupayakan untuk berperilaku terapeutik,yang berarti bahwa tiap interaksi yang dilakukan menimbulkan dampak terapeutik yang memungkinkan klien untuk tumbuh dan berkembang. Tujuan hubungan terapeutik diarahkan pada pertumbuhan klien yang menurut (Stuart&Sundeen,1995) dan (Limberg,Hunter&Kruszweski,1983) meliputi : a) Meningkatkan tingkat kemandirian klien melalui proses realisasi diri,penerimaan diri dan rasa hormat terhadap diri sendiri. b) Identitas diri yang jelas dan rasa integritas yang tinggi. c) Kemampuan untuk membina hubungan interpersonal yang intim dan saling tergantung dan mencintai. d) Meningkatkan kesejahteraan klien dengan peningkatan fungsi dan kemampuan memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan personal yang realistik. 3. Karakteristik Komunikasi Terapeutik Menurut (Arwani,2002) ada tiga hal mendasar yang memberi ciri-ciri komunikasi terapeutik antara lain : a) Keikhlasan ( Genuiness )Perawat harus menyadari tentang nilai,sikap dan perasaan yang dimiliki terhadap klien. Perawat yang mampu menunjukkan rasa ikhlasnya mempunyai kesadaran mengenai sikap yang dipunyai terhadap klien sehingga mampu belajar untuk mengkomunikasikan secara tepat.

4. g) Mampu menetukan batas waktu yang sesuai dan dapat mempertahankan konsistensinya.oleh karena itu perawat perlu mempertahankan suatu keadaan sehat fisik.1996 ) Tujuan komunikasi terapeutik akan tercapai apabila perawat dalam helping relationship memiliki prinsip/karakteristik dalam menerapkan komunikasi terapeutik yang meliputi : a) Perawat harus mengenal dirinya sendiri yang berarti menghayati. Empati cenderung bergantung pada kesamaan pengalaman diantara orang yang terlibat komunikasi.spiritual dan gaya hidup. b) Komunikasi harus ditandai dengan sikap saling menerima. o) Bertanggung jawab dalam dua dimensi yaitu tanggung jawab terhadap dirinya atas tindakan yang dilakukan dan tanggung jawab terhadap orang lai . k) Disarankan untuk mengekspresikan perasaan yang dianggap mengganggu.menghayati nilai yang dianut pasien.marah. f) Perawat harus mampu menguasai perasaan sendiri secara bertahap untuk mengetahui dan mengatasi perasaan gembira. c) Kehangatan ( Warmth ) Dengan kehangatan. i) Kejujuran dan komunikasi terbuka merupakan dasar dari hubungan terapeutik. l) Perawat harus menciptakan suasana yang memungkinkan pasien bebas berkembang tanpa rasa takut.mendapatkan kepuasan dengan menolong orang lain secara manusi wi. a n) Berpegang pada etika dengan cara berusaha sedapat mungkin keputusan berdasarkan prinsip kesejahteraan manusia.keberhasilan maupun frustasi. n . e) Perawat harus menciptakan suasana yang memungkinkan pasien memiliki motivasi untuk mengubah dirinya baik sikap maupun tingkah lakunya sehingga tumbuh makin matang dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Empati merupakan sesuatu yang jujur. j) Mampu berperan sebagai role model agar dapat menunjukkan dan meyakinkan orang lain tentang kesehatan.permisif dan tanpa adanya ancaman menunjukkan adanya rasa penerimaan perawat terhadap klien. h) Memahami betul arti empati sebagai tindakan yang terapeutik dan sebaliknya simpati bukan tindakan yang terapeutik.sehingga klien akan mengekspresikan perasaannya secara lebih mendalam.saling percaya dan saling menghargai.b) Empati ( Empathy ) Merupakan perasaan pemahaman dan penerimaan p erawat terhadap perasaan yang dialami klien dan kemampuan merasakan dunia pribadi klien. Prinsip komunikasi terapeutik ( Keliat.sensitif dan tidak dibuat-buat (objektif) didasarkan atas apa yang dialami orang lain.memahami dirinya serta nilai yang dianut. Suasana yang hangat.mental.sedih.perawat akan mendorong klien untuk mengekspresikan ide-ide dan menuangkannya dalam bentuk perbuatan tanpa rasa takut dimaki atau dikonfrontasi. d) Perawat harus menyadari pentingnya kebutuhan pasien baik fisik maupun mental. m) Altruisme. c) Perawat harus memahami.

b) Pertanyaan terbuka ( broad opening) Memberikan inisiatif kepada klien. Menunjukkan penerimaan berarti kesediaan mendengar tanpa menunjukkan keraguan atau ketidaksetujuan.tidak mendengar atau klien malu mengemukakan informasi dan perawat mencoba memahami situasi yang digambarkan klien.mendukung klien dan memberikan respon terhadap apa yang baru saja dikatakan oleh klien.refleksi perasaan dengan cara memberi respon pada perasaan klien terhadap isi pembicaraan agar klien mengetahui dan menerima perasaannya.perawat harus sadar terhadap ekspresi nonverbal.Dengan prinsip tersebut diatas. e) Klarifikasi merupakan teknik yang digunakan bila perawat ragu.menggelengkan kepala.mendorong klien untuk menyeleksi topik yang akan dibicarakan. Teknik mendengarkan dengan cara memberi kesempatan klien untuk bicara banyak dan perawat sebagai pendengar aktif. Bagi perawat perlu menghindari memutar mata ke atas. Teknik Komunikasi Terapeutik Menurut Stuart&Sundeen 1995. g) Asertif menurut( Smith. Selanjutnya upaya perawat untuk meningkatkan kemampuan yang berhubungan dengan pngetahuan tentang dinamika komunikasi. Teknik ini akan membantu perawat untuk memelihara pendekatan yang tidak menilai menurut (Boyd&Nihart. 5.penghayatan terhadap kelebihan dan kekurangan diri dan kepekaan terhadap kebutuhan orang lain sangat diperlukan dalam therapeutic use of self.menjelaskan bahwa mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian akan menunjukkan pada orang lain bahwa apa yang dikatakannya adalah penting dan dia adalah orang yang penting. Dikarenakan hal tersebut. 1992 )dalam Nurjanah 2001 asertif adalah kemampuan dengan cara meyakinkan dan nyaman mengekspresikan pikiran dan perasaan diri dengan tetap menghargaihak orang lain. Menggunakan diri secara terapeutik memerlukan integritas dari ketiga kemampuan tersebut ( Dwidiyanti.1995).2008 ).diharapkan perawat akan mampu menggunakan dirinya sendiri secara teraputik (therapeutic use of self). d) Penerimaan ( Acceptance ) Adalah mendukung dan menerima informasi dengan tingkah laku yang menunjukkan ketertarikan dan tidak menilai. Teknik ini bernilai terapeutik ditandai dengan perawat mendengar dan melakukan validasi. Kegiatan ini bernilai terapeutik apabila klien menunjukkan penerimaan dan nilai dari inisiatif klien dan menjadi non terapeutik apabila perawat mendominasi interaksi dan menolak respon klien (Stuart&Sudeen.mengerutkan atau memandang dengan muka mesem pada saat berinteraksi dengan klien. f) Refleksi Dapat berupa refleksi isi dengan cara memvalidasikan apa yang didengar. Mendengarkan juga menunjukkan pesan anda bernilai untuk saya dan saya tertarik padamu .teknik kom ter terdiridari : a) Mendengarkan ( Listening ) Merupakan dasar dalam komunikasi yang akan mengetahui persaan klien. Menurut Ellis 1998.1998) dikutip oleh Nurjanah 2001.tidak jelas. Penerimaan bukan berarti persetujuan.yang berguna untuk menguatkan ungkapan klien dan memberi indikasi perawat untuk mengikuti pembicaraan. c) Mengulang ( Restating ) Merupakan teknik yang dilaksanakan dengan cara mengulang pokok pikiran yang diungkapkan klien. Tahap-tahap menjadi lebih asertif menurut .

m) Humor menurut ( Dugan.pengungkapan komunikasi disertai dengan bahasatubuh yang tepat.1999 ). h) Memfokuskan cara ini dengan memilih topik yang penting atau yang telah dipilih dengan menjaga pembicaraan tetap menuju tujuan yang lebih spesifik.mengkomunikasikan maksud dengan jelas.Lindberg 1998 dalam Nurjanah 2001 antara laian menggunakan kata tidak sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan menurut ( Nurjanah.meskipun begitu diam yang tidak tepat daat menyebabkan orang lain merasa cemas ( Myers. Kurangnya pemberin informasi yang dilakukan saat klien membutuhkan akan mengakibatkan kien tidak percaya.mengembangkan kemampuan mendengar.memproses informasi menunjukkan bahwa perawat bersedia untuk menunggu respon.1989 ) bahwa tertawa membantu mengurangi ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh stres.1988 ) melaporkan bahwa humor merangsang produksi catecholamines an hormon yang menimbulkan perasaan sehat. j) Identifikasi tema merupakan teknik dengan mencari latar belakang masalah klien yang muncul dan berguna untuk meningkatkan pengertian dan eksplorasi masalah yang penting.1995 ). Teknik ini tidak dapat tepat dipakai pada fase kerja dan tidak tepat pada fase awal hubungan. Hal yang tidak bolh dilakukan adalah menasehati klien pada saat memberikan informasi. l) Informing menyediakan tambahan informasikan dengan tujuan untuk mendapatkan respon lebih lanjut. ( Sullivan & Deane. n) Saran teknik yang bertujuan memberi alternatif ide untuk pemecahan masalah. Tahapan Dalam Komunikasi Terapeutik Dalam komunikasi terapeutik ada empat tahap.serta meningkatkan keberhasilan asuhan keperawatan.meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit. mengurangi ansietas.dimana pada setiap tahap mempunyai tugas yang harus diselesaikan oleh perawat ( Stuart&Sudeen.1995). Diam disini juga menunjukkan kesediaan seseorang untuk menanti orang lain untuk berpikir. . k) Diam dilakukan tujuan untuk mengorganisir pemikiran.memfasilitasi relaksasi pernafasan dan menggunakan humor untuk menutu[i rasa takut dan tidak enak atau menutupi ketidakmampuannya untuk berkomunikasi dengan klien. 6. Beberapa keuntungan dari menawarkan informasi adalah akan memfasilitasi komunikasi.lebih jelas dan berfokus pada realitas. Diam tidak dilakuka dalam waktu yang lama karena akan mengakibatkan klien menjadi khawatir. dikutip oleh Nurjanah 2001. i) Membagi persepsi merupakan teknik komunikasi dengan cara meminta pendapat klien tentang hal-hal yang dirasakan dan dipikirkan.2001 ) humor sebagai hal yang pentig dalam komunikasi verbal dikarenakan tertawa mengurangi stres ketegangan dan rasa sakit akibat stres.dan meningkatkan keberhasilan perawat dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien. meningkatkan kepercayaan diri dan gambaran diri dan menerima kritik dengan ramah. Diam juga dapat diartikan sebagai mengerti atau marah.mendorong pendidikan kesehatan dan memfasilitasi klien untuk mengambil keputusan (Stuart&Sydeen.

melakukan kegiatan sesuai rencana. Dalam memulai hubungan tugas pertama adalah membina rasa percaya.penerimaan dan pengertian komunikasi yang terbuka dan perumusan kontrak dengan klien. Interaksi yang memuaskan akan menciptakan situasi/suasana yang meningkatkan integritas klien dengan meminimalisasi ketakutan. c) Membungkuk kearah klien merupakan sikap/posisi yang menunjukkan keeeingina n untuk mendengar sesuatu. 7.afektif).kegiatan yang dilakukan adalah memberi kesempatan pada klien untuk bertanya.menanyakan keluhan utama.2001.1995 ). b) Mempertahankan kontak mata merupakan kegiatan menghargai klien dan mengatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi.menanyakan nama kesukaan klien. Tamsuri 2005 ) Dalam melakukan sebuah komukasi salah satunya komunikasi yang terapeutik dapat dipengaruhi beberapa hal antara lain : .kecemasan dan tekanan pada klien.menjelaskan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan. memulai kegiatan dengan cara yang baik.tindaklanjut dengan klien. Hal utama yang perlu dikaji adalah alasan klien minta pertolongan yang akan mempengaruhi terbinanya hubungan perawat-klien. b) Fase Orientasi dimulai ketika perawat bertemu dengan klien untuk pertama kalinya. d) Fase Terminasi dalam komunikasi terapeutik kegiatan yang dilakukan oleh perawat adalah menyimpulkan hasil wawancara. Perawat mengumpulkan data tentang klien. Menurut Tamsuri 2005 sikap rileks menciptakan iklim yang kondusif bagi klien untuk tetap melakukan komunikasi dan memungkinkan pengembangan komunkasi.ketidakpercayaan.melakukan validasi (kognitif.1992 ) Seorang perawat perlu memperhatikan sikap tertentu untuk melakukan komunikasi teraputik antara lain : a) Berhadapan langsung dengan orang yang diajak komunikasi mempunyai arti bahwa komunikator siap untuk komunikasi.psikomotor.a) Fase Prainteraksi dimulai sebelum kontrak pertama dengan klien. Pada tahap ini perawat melakukan kegiatan sebagai berikut : memberi salam dan senyum pada klien. Cara perawat menghadirkan diri secara fisik sehingga dapat memfasiliatsi komunikasi yang terapeutik ( Egan dalam Keliat. Tujuan akhir pada fase inilah terbina hubungan percaya. d) Mempertahankan sikap terbuka merupakan sikap yang ditunjukkan dddengan posisi kaki tidak melipat tangan.fantasi dan ketakutan diri dan membuat rencana pertemuan dengan klien. Per awat memenuhi kebutuhan dan mengembangkan pola adaptif klien.menunjukkan keterbukaan untuk berkomunikasi.memperkenalkan nama perawat.mengeksplorasi perasaan.menjlaskan kegiatan yang akan dilakukan.tempat dan topik ).mengakhiri wawancara dengan cara yang baik ( Stuart&Sudeen. menjelaskan kerahasiaan. melakukan kontrak ( waktu. c) Fase kerja dalam komunikasi terapeutik. e) Tetap rileks merupakan sikap yang menunjukkan adanya keseimbangan antara ketegangan dengan relaksasi dalam memberi respon pada klien. 8. Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi terapeutik ( Potter&Perry dalam Nurjanah.

b) Persepsi adalah pandangan pribadi seseorang terhadap suatu kejadian atau peristiwa. Dalam hubungan profesioanalnya diharapkan perawat tidak terpengaruh oleh nilai pribadi. Selain itu perawat perlu mengevaluasi emosi yang ada pada dirinya agar dalam melakukan asuhan keperawatan tidak terpengaruh oleh emosi bawah sadarnya. d) Nilai adalah standar yang mempengaruhi perilaku sehingga penting bagi perawat untuk menyadarai nilai seseorang.ketegangan dan ketidaknyamanan. Perawat perlu mengkaji emosi klien dan keluarganya sehingga mampu memberikan asuhan keperawatan dengan tepat.senang akan mempengauhi perawat dalam berkounikasi dengan orang lain. h) Peran dan hubungan. Seseorang dengan tingkat pengetahuan rendah akan sulit merspon pertanyaan yang mengandung bahasa verbal dengan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi.manfaat dan proses yang akan dilakukan. Menurut Ann Mariner 1986 . Hal tersebutberlaku juga dalam penerapan komunikasi terapeutik di rumah sakit. Perbedaan perse psi dapat mengakibatkan terhambatnya komunikasi.a) Perkembangan manusia mempengaruhi bentuk komunikasi dalam dua aspek. Budaya juga akan membatasi cara bertindak dan komunikasi. Perawat juga perlu mengetahui tingkat pengetahuan klien sehingga perawat dapat berinteraksi dengan baik dan akhirnya dapat memberikan asuhan keperwatan yang tepat pada klien secara profesional.komunikasi antar perawat klien terjadi secara formal karena tuntutan profesionalisme.gaya komuniksi sesuai dengan peran dan hubungan antar orang yang bekomunkasi.tidak ada privacy yang tepat akan menimbulkan kerancuan. Berbeda dengan komunikasi yang terjadi dalam pergaulan bebas. Agar dpt berkomunikasi efektif seorang perawat harus mengerti pengaruh perkembangan usia baik dari sisi bahasa. f) Emosi merupakan perasaan subjektif terhadap suatu kejadian. Persepsi dibentuk oleh harapan atau pengalaman. Menurut (Tannen 1990) bahwa kaum perempuan menggunakan teknik komunika untuk mencari si informasi.maupun proses berpikir orang tersebut.yaitu tingkat perkembangan tubuh mempengaruhi kmampuan untuk menggunkan teknik komunikasi tertentu dan untuk mempersepsikan pesan yang disampaikan. Perawat perlu berusaha mengklarifikasi nilai sehingga dapat membuat keputusan dan interaksi yang tepat dengan klien. i) Lingkungan interaksi akan mempengaruhi komunikasi efektif.sementara kaum laki-laki lebih menunjukkan independasi dan status dalam kelompoknya. c) Gender laki-laki dan perempuan menunjukkan gaya komunikasi yang berbeda dan memiliki interpretasi yang berbeda terhadap sutu percakapan. e) Latar belakang sosial budaya dalam bahasa dan gaya komunikasi akan sangat dipengaruhi oleh faktor budaya. g) Pengetahuan akan mempengaruhi komunikasi yang dilakukan. Emosi seperti marah. Adalah sangat berbeda cara berkomunikasi anak usia remaja dengan anak usia balita. Hubungan terapeutik akan terjalin dengan baik jika didukung oleh pengetahuan perawat tentang komunikasi terapeutik baik tujuan.meminimalkan perbedaan dan meningkatkan keintiman.sedih. Suasana yang bising. Untuk itu perawat perlu menyiapkan lingkungan yang tepat dan nyaman sebelum memulai interaksi dengan pasien.

Carkhoff (dikutip oleh Stuart & Sundeen. kemampuan untuk menjadi role model. Faktor yang mempengaruhi kemampuan perawat melaksanakan komunikasi terapeutik (Stuart & Laraia. y Ketidaksesuaian antara pengalaman klien dan perawat.id/index.karena komunikasi terjadi dalam dimensi nilai.analisis masalah dan teknik terapeutik. Kemampuan menerapkan teknik komunikasi memerlukan latihan dan kepekaanserta ketajaman.2001. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa hubungan perawat dan klien yang terapeutik adalah pengalaman belajar dan perbaikan emosi klien. 3) Empati yaitu memandang dunia klien dari sisi internal klien.or.autentik dan transparan.waktu dan ruang yang turut mempengaruhi kepuasan klien.php diperoleh 5 Maret 2008).klarifikasi nilai.yang serasi.1994 ). Jarak tertentu menyediakan rasa aman dan kontrol. 9. 2) Hormat.h. Kariyoso.pengalaman dan perilaku klien ( Hidayat. b) Komunikasi Fasilitatif terdiri dari perilaku verbal.bahwa klien diperlakukan sebagai orang yang berharga dan diterima tanpa syarat.lingkungan adalah seluruh kondisi yang ada disekitar manusia dan pengaruhinya perkembangan dan perilaku orang atau kelompok. y Ketidaksesuaian antara ekspresi non verbal dan perilaku klien. kemampuan sebagai role model agar dapat berperan secara efektif. terdiri dari : 1) Konfrontasi adalah pengekspresian oleh perawat tentang perbedaan perilaku klien untuk memperluas kesadaran diri klien. Keberhasilan komunikasi yang terlihat melalui dampak tercapainya kepuasan klien dalam menerima asuhan keperawatan yang berkaitan dengan komunikasi yang juga merupakan kepuasan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan secara profesional. .1998.klasifikasi nilai. k) Masa bekerja merupakan waktu dimana seseorang mulai bekerja ditempat kerja.2004 ).perasaan.perilaku nonverbal. c) Dimensi Responsif terdiri dari : 1) Kesejatian. Bagi klien dalam hal ini perawat memakai dirinya secara terapeutik dan memakai teknik komunikasi agar perilaku klien dapat berubah kearah yang positif seoptimal mungkin.motivasi altruistik dan kemandirian. Makin lama seseorang bekerja semakin banyak pengalaman yang dimilikinya sehingga akan semakin baik komunikasinya ( Kariyoso.1994) a) Kualitas Personal yang terdiri dari kesadaran diri. j) Jarak dapat mempengaruhi komunikasi.bahwa perawat adalah seorang yang terbuka. 4) Konkrit yaitu melibatkan penggunaan istilah khusus dari pada istilah yang abstrak dalam membatasi perasaan. d) Dimensi tindakan (Purba.41) mengidentifikasi tiga kategori konfrontasi : y Ketidaksesuaian antara konsep diri klien (ekspresi klien tentang dirinya) dan ideal diri (cita-cita/keinginan klien).komunikasi dalam keperawatan http://innappni. Untuk itu perawat perlu memperhitungkan jarak yang tetap pada saat mlakukan hubungan dengan klien. Perawat harus menganalisa dirinya tentang kesadaran dirinya. Seluruh perilaku dan pesan yang disampaikan baik secara verbal maupun nonverbal bertujuan secara terapeutik untuk klien.eksplorasi perasaan.

ada beberapa faktor yang dapat menghambat terciptanya komunikasi yang efektif diantaranya adalah : a) Mengubah subjek atau topik ( Changing The Subject ) Menunjukkan empati yang kurang terhadap klien.katarsis atau dukungan klien.kontransferens dan pelanggaran batasan.134) ditentukan bahwa peningkatan keterbukaan antara perawat-klien menurunkan tingkat kecemasan perawat klien. 5) Bermain peran. Hal ini akan menjadikan klien merasa tidak nyaman.2) Kesegaran terjadi jika interaksi perawat-klien difokuskan dan digunakan untuk mempelajari fungsi klien dalam hubungan interpersonal.membangkitkan situasi tertentu untuk meningkatkan penghayatan klien kedalam hubungan antar manusia. y Resistence adalah upaya klien untuk tidak menyadari aspek dari penyebab cemas atau kegelisahan yang dialaminya.konflik masalah dan pandangan mengenal dunia yang tidak disadari oleh perawat. Jika klien mengalami kesulitan mengekspresikan perasaannya jika berada pada situasi klien.h. y Transference adalah penugasan yang tidak disadari terhadap orang lain yang berasal dari perasaan dan perilaku yang pada dasarnya berhubungan dengan figur yang penting dimasa lalu. .tidak tertarik dan cemas.nilai. 4) Katarsis. Dalam hal ini perawat harus dapat mengkaji kesepian klien untuk mendiskusikan masalahnya.tranferens.1987. e) Kebutuhan terapeutik terdiri dari : resistensi.hasil untuk klin. y Counter Transfrence merupakan kebutuhan terapeutik yang dibuat oleh perawat yaitu reaksi perawat terhadap klien yang berdasarkan pada kebutuhan.sehingga idenya menjadi kacau dan informasi yang ingin didapatkan dari klien tidak tercukupi. Sedangkan menurut Dewit (2001). 3) Pengungkapan diri.perasaan dan sikapnya sendiri untuk memfasilitasi kerjasama. Perawat harus sensitif terhadap perasaan klien dan berkeinginan membantu segera.komunikasi yang berbeda dan mengalihkan topik pembicaraan.klien didorong untuk membicarakan hala-hal yang sangat mengganggunya untuk mendapatkan efek terapeutik. y Boundary Violations Pelanggaran batas terjadi jika prawat melampaui batas hubungan yang terapeutik dan membina hubungan sosial. Melalui penelitian yang dilakuk oleh johnson (dikutip oleh Stuart&Sundeen.ide.tampak ketika perawat memberikan informasi tentang diri.pengamatan atau penafsira n yang berbeda karena pengalaman masa lalu.masyarakat dan perawat 10.ekonomi atau personal klien. proses belajar. Faktor faktor penghambat komunikasi terapeutik Menurut Purwanto (1994) ada beberapa hal yang dapat menghambat komunikasi terapetik antara lain : kemampuan pemahaman yang berbeda. Hal ini terjadi akibat dari ketidakseimbangan klien untuk berubah ketika kebutuhan untuk berubah telah dirasakan. f) Hasil terapeutik.

e) Pertanyaan penyelidikan ( Prying or Probing Questions ) akan membuat klien bersifat defensif. f) Menggunakan kata klise ( Using Cliches )menunjukkan kurangnya penilaian pada hubungan perawat dan klien. Kriteria keberhasilan komunikasi terapeutik ( Potter dan Perry. Hal ini akan mengakibatkan penolakan klien karena klien merasa lebih berhak untuk menentukan masalah mereka sendiri. . Klien juga merasa bahwa dia harus melakukan apa yang dipertahankan perawat. Agar tidak defensif perawat perlu mendengarkan klien walaupun mendengarkan belum tentu setuju. 11. Banyak klien yang marah karena pertanyaan yang bersifat pribadi. d) Komentar yang bertahan ( Defensive Comments ) Perawat yang menjadi defensif dapat mengakibatkan klien tidak mempunyai hak untuk berpendapat.karena klien merasa digunakan dan dinilai hanya untuk informasi yang mereka dapat berikan.b) Mengungkapkan keyakinan palsu Memberikan keyakinan yang tidak sesuai dengan kenyataan akan sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan rasa tidak percaya klien terhadap perawat. Klien akan merasa bahwa perawat tidak peduli dengan situasinya. Sikap ini muncul karena perawat merasa terancam yang disebabkan hubungan dengan klien.1992 ) Evaluasi komunikasi yang telah dilakukan sudah terapeutik atau belum dapat ditandai dengan meningkatnya komunikasi dan hubungan perawat klien. c) Memberi nasihat menunjukkan bahwa perawat tahu yang terbaik dan bahwa klien tidak dapat berpikir untuk diri sendiri. g) Mendengarkan dengan baik tidak memperhatikan ( In Attentive Listening ) Perawat menunjukkan sikap tidak tertarik ketika klien sedang mencoba mengeksplorasikan perasaannya.sehingga klien menjadi tidak peduli.maka klien akan merasa bahwa dirinya tidak penting dan perawat sudah bosan dengannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful