DAMPAK PEMBAKARAN MINYAK BUMI

Minyak bumi sebagai salah satu sumber utama pencemaran laut, mulai diperhatikan pada beberapa tahun terakhir. Perhatian terhadap masalah ini timbul sejak terjadinya kecelakaan kapalkapal pengangkut minyak dan semburan-semburan liar (blow out) yang menyebabkan terjadinya penumpahan minyak (oil spill) dalam jumlah yang cukup besar di laut. Kejadian-kejadian yang banyak di scroti antara lain : tenggelamnya kapal torrey canyon, di pantai corn well inggris, amoco cadiz di perairan perancis dan semburan liar di santa barbara, lousiana. Beberapa diantaranya pernah terjadi pula di perairan daerah tropik, seperti tumpahan minyak argea prima di puerto rico, st peter di columbia, equador dan show maru di selat malaka. Dari beberapa hasil penelitian pada saat terjadinya tumpahan minyak tersebut telah dapat diketahui berbagai akibat yang ditimbulkannya. Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar, disamping kegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian dibeberapa kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukan bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara. Hasil penelitian di Jakarta menunjukan bahwa kendaraan bermotor memberikan kontribusi pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar 88,90% (Bapedal, 1992). Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan: DAMPAK TERHADAP CUACA DAN IKLIM Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global). Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan

Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang. yang dikenal sebagai “hujan asam”. karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2. Untuk pertanian dan hutan. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat. setengah dari konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam. O3 di udara yang dilepaskan. sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Seperti kadar NOx di udara. Untuk perairan.5 ton . Di udara. dari gas bumi yang tidak dibakar.5 ton karbon dioksida. SO2. Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut. lapuk). antara lain oleh kendaraan bermotor. Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi.6 yang merupakan pH “hujan normal”). Jika dari awan tersebut turun hujan. juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama.mikroorganisme yang mengurai zat organik). CO2 tersebut menyerap sinar matahari (radiasi inframerah) yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. dan kegiatan industri. antara lain. Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat. jumlah karbon dioksida yang dilepas oleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1. air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5. Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx. sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemasanan global. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam.

Pencemaran air oleh minyak bumi umumnya disebabkan oleh pembuangan minyak pelumas secara sembarangan. . karena dapat menyebabkan kerusakan otak. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi. misalnya: bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut.Dampak Terhadap Perairan Eksploitasi minyak bumi. Yang jelas. pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian. Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia. Di laut sering terjadi pencemaran oleh minyak dari tangki yang bocor. Adanya minyak pada permukaan air menghalangi kontak antara air dengan udara sehingga kadar oksigen berkurang. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala. misalnya dari pertambahan batu bara. Msalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (Open Pit Mini Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan. letih. Organofosfat dan karmabat dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidak layak. Dampak Terhadap Tanah Dampak penggunaan energi terhadap tanahdapat diketahui. Berbagai pelarut yang mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. pusing. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal. jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. beberapa bahkan tidak dapat diobati. berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. pada dosis yang besar. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia. Kromium. sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful