P. 1
Rangkuman Bahan Presentasi

Rangkuman Bahan Presentasi

|Views: 443|Likes:
Published by Afrizal Ramadhan

More info:

Published by: Afrizal Ramadhan on Feb 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2012

pdf

text

original

Catatan Good Governance

1. Latar belakang

(Afrizal Ramadhan; 15408002)

Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia antara lain disebabkan oleh tata cara penyelenggaraan pemerintahan yang tidak dikelola dan diatur dengan baik. Akibatnya timbul berbagai masalah seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sulit diberantas, masalah penegakan hukum yang sulit berjalan, monopoli dalam kegiatan ekonomi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat yang memburuk. Masalah-masalah tersebut juga telah menghambat proses pemulihan ekonomi Indonesia, sehingga jumlah pengangguran semakin meningkat, jumlah penduduk miskin bertambah, tingkat kesehatan menurun, dan bahkan telah menyebabkan munculnya konflik-konflik di berbagai daerah yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia. Reformasi yang dimulai pada tahun 1998 memperjuangkan adanya good governance and clean government. Tuntutan yang diajukan ini merupakan reaksi terhadap keadaan pemerintah pada era Orde Baru dengan berbagai permasalahan yang terutama meliputi pemusatan kekuasaan pada Presiden, baik akibat konstitusi (UUD 45) maupun tidak berfungsi dengan baik lembaga teringgi dan tinggi negara lainnya, serta tersumbatnya saluran partisipasi masyarakat dalam memberikan kontrol sosial. Penyelenggaraan pemerintahan yang baik adalah landasan bagi pembuatan dan penerapan kebijakan negara yang demokratis dalam era globalisasi. Fenomena demokrasi ditandai dengan menguatnya kontrol masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan, sementara fenomena globalisasi ditandai dengan saling ketergantungan antarbangsa, terutama dalam pengelolaan sumber-sumber ekonomi dan aktivitas dunia usaha (bisnis). Kedua perkembangan diatas, baik demokratisasi maupun globalisasi, menuntut redefinisi peran pelaku-pelaku penyelenggaraan pemerintahan. Pemerintah, yang sebelumnya memegang kuat kendali pemerintahan, cepat atau lambat harus mengalami pergeseran peran dari posisi yang seba mengatur dan mendikte ke posisi sebagai fasilitator. Dunia usaha dan pemilik modal, yang sebelumnya berupaya mengurangi otoritas negara yang dinilai cenderung menghambat perluasan aktivitas bisnis, harus mulai menyadari pentingnya regulasi yang melindungi kepentingan publik. Sebaliknya, masyarakat yang sebelumnya ditempatkan sebagai penerima manfaat (beneficiaries), harus mulai menyadari kedudukannya sebagai pemilik kepentingan yang juga harus berfungsi sebagai pelaku. Oleh karena itu, tata pemerintahan yang baik perlu segera dilakukan agar segala permasalahan yang timbul dapat segera dipecahkan dan juga proses pemulihan ekonomi dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar.

Pemerintahan digunakan dalam berbagai konteks seperti pemerintahan nasional. Dari definisi tersebut. Perbedaan government dan governance Menurut Prof. kesetaraan kedudukan dan hanya berbeda dalam fungsi sektor publik. Perbedaan paling pokok antara konsep ³government´ dan ³governance´ terletak pada bagaimana cara penyelenggaraan otoritas politik. atau pelaksanaan Hetararkis. presiden. Sedangkan dalam governance mengandung makna bagaimana cara suatu bangsa mendistribusikan kekuasaan dan mengelola sumberdaya dan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Dr. yaitu organisasi yang memiliki kewenangan untuk membuat dan menerapkan hukum dan undang-undang. Menurut Sadu Wasistiono. serta struktur formal dan informal yang telah diatur. yang memerintah di atas. sektor swasta. dan sebagainya. Menurut Achmad Reza (FISIP UR) Government bisa diartikan sebagai pemerintah. Konsep ³pemerintahan´ berkonotasi peranan pemerintah yang lebih dominan dalam penyelenggaran berbagai otoritas tadi. Pemerintah disini misalnya raja. berikut ini adalah perbedaan antara government dan governance no Unsur pembanding pengertian government badan/lembaga atau fungsi yang dijalankan oleh organ tertinggi dalam suatu negara Hierarkis. pemerintahan lokal. dan sektor masyarakat Semua komponen memegang 4 Peran Dominan Sektor pemerintah peran sesuai fungsi masingmasing 5 Efek yang diharapkan Kepatuhan warga negara Partisipasi warga negara 1 2 hubungan 3 Komponen yang terlibat . Sedangkan Pemerintahan secara sederhana dapat diartikan sebagai proses pengambilan keputusan dan proses dimana suatu keputusan diterapkan atau tidak diterapkan . yang diperintah di bawah Sebagai subyek hanya ada satu yaitu institusi pemerintah governance cara. ekonomi dan administrasi dalam pengelolaan urusan suatu bangsa. maka analisis tentang pemerintahan berfokus pada aktor formal dan informal yang terlibat dalam pengambilan keputusan. penerapan keputusan yang telah dibuat. dan sebagainya. Sofian Effendi. bupati.2. penggunaan. walikota.

penggerak aktivitas bidang ekonomi. 4. 2. dunia usaha (swasta) dan masyarakat yang saling berinteraks (civil society). 3. fasilitator kepentingan negara dan publik. bahwa salah satu ukuran tata pemerintahan yang baik adalah terdapatnya pengaturan perilaku/peranan yang dapat diterima sektor publik. 4. definisi good governance Good Governance menurut Bank Dunia (World Bank) adalah cara kekuasaan digunakan dalam mengelola berbagai sumberdaya sosial dan ekonomi untuk pengembangan masyarakat. posisinya sebagai subjek sekaligus objek (parsitipator) bagi penyelenggaraan urusanurusan yang dilakukan oleh Negara/ Pemerintah dan Swasta. pelindungan dan pengayoman masyarakat dan swasta. Arti good dalam good governance mengandung pengertian nilai yang menjunjung tinggi keinginan rakyat.3. 3. aspek fungsional dan pemerintahan yang efektif dan efisien Dari definisi tersebut governance meliputi 3 (tiga) domain yaitu negara (pemerintah). pengendalian dan pengawasan publik. proses. penyelenggara lapangan pekerjaan bagi masyarakat. penyelenggara usaha-usaha kesejahteraan bangsa. menggunakan hak hukum. pembuatan regulasi / kebijakan publik. Fungsi Masyarakat 1. Fungsi Swasta 1. memenuhi kewajiban dan menjembatani perbedaan-perbedaan di antara mereka. swasta dan masyarakat. Tata pemerintahan mencakup seluruh mekanisme. yaitu : . penyelenggara usaha-usaha perindustrian dan perdagangan. Menurut Erna Witular (2005). pengontrol terhadap kinerja Pemerintah dan Swasta. Tiga Pilar Utama dalam Good Governance Menurut Pipin Hanapiah : Fungsi Pemerintah 1. 2. kemandirian. 2. politik dan administrasi guna mengelola urusan-urusan negara pada semua tingkat. dan lembaga-lembaga dimana warga dan kelompok masyarakat mengutarakan kepentingan mereka. UNDP mendefinisikan governance sebagai Penggunaan wewenang ekonomi.

2. kelompok olahraga. Negara 1. koperasi. termasuk mengatur perusahaan kecil. besar.  Swasta berfungsi penggerak aktifitas ekonomi.  Sektor swasta mengelola pasar berdasarkan kesepakatan bersama.  Rakyat merupakan obyek dan subyek berperan serta dalam sektor swasta dan pemerintahan. 2. melindungi lingkungan hidup. multinasional/nasional  Masyarakat madani mengatur kelompok-kelompok yang berbeda seperti agama. 3. 5. Menurut Koesnadi Hardjasoemantri a. ekonomi. legislatif dan yudikatif. Menciptakan lapangan kerja. kesenian dan lain-lain  Pemerintah berfungsi pembuat kebijakan. menegakkan HAM. 4. Pengaturan di dalam sektor publik antara lain menyangkut keseimbangan kekuasaan antara eksekutif. . dan pengawasan. pengendalian. menciptakan kondisi politik. menyediakan public service yang efektif dan accountable. dan sosial yang stabil. mengurus standar kesehatan dan standar keselamatan publik b. membuat peraturan yang efektif dan berkeadilan. Menjalankan industri. 6. Sektor swasta: 1.

Prinsip Good Governance Menurut Worldbank 1. 8. Partisipasi menyeluruh tersebut dibangun berdasarkan kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat. Partisipasi masyarakat semua warga masyarakat mempunyai suara dalam pengambilan keputusan. Berfungsi sebagai sarana checks and balances pemerintah. 7. 4. Melakukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi pada masyarakat. Berfungsi sebagai sarana berkomunikasi antar anggota masyarakat. 2. Menyediakan kredit bagi pengembangan UKM c.lembaga perwakilan yang sah yang mewakili kepentingan mereka. serta kepastian untuk berpartisipasi secara konstruktif. 5. Tegaknya supremasi hukum . Masyarakat madani: 1. 4. 4. Eksekutif yang bertanggungjawab 5.3. 6. Menyediakan insentif bagi karyawan. 2. Menaati peraturan. baik secara langsung maupun melalui lembaga. Terbuka 3. Birokrasi yang profesional dan taat aturan hukum Menurut UNDP 1. Mengawasi penyalahgunaan kewenangan sosial pemerintah. Manjaga agar hak-hak masyarakat terlindungi. Mengembangkan SDM. 3. Masyarakat sipil yang kuat dan partisipatoris. Meningkatkan standar kehidupan masyarakat. 5. Memelihara lingkungan hidup. Mempengaruhi kebijakan. 6. Pembuatan kebijakan yang dapat diprediksi 4. 2.

Pandji Santosa dalam bukunya ³Administrasi Publik´ . baik kepada masyarakat maupun kepada lembaga-lembaga yang berkepentingan. Visi strategis para pemimpin dan masyarakat memiliki perspektif yang luas dan jauh ke depan atas tata pemerintahan yang baik dan pembangunan manusia. konsensus dalam hal kebijakankebijakan dan prosedur-prosedur 6. dan organisasi masyarakat bertanggungjawab. termasuk didalamnya hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusia. serta kepekaan akan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan perkembangan tersebut. Efektifitas dan efisiensi proses-proses pemerintahan dan lembaga-lembaga membuahkan hasil sesuai kebutuhan warga masyarakat dan dengan menggunakan sumber-sumber daya yang ada seoptimal mungkin. dan sosial yang menjadi dasar bagi perspektif tersebut. Kesetaraan semua warga masyarakat mempunyai kesempatan memperbaiki atau mempertahankan kesejahteraan mereka. budaya. 8. Menurut Dr. Akuntabilitas para pengambil keputusan di pemerintah. Selain itu mereka juga harus memiliki pemahaman atas kompleksitas kesejarahan. sektor swasta. 4. dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat dimengerti dan dipantau.kerangka hukum harus adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu. Seluruh proses pemerintah. dan informasi perlu dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Peduli pada stakeholder lembaga-lembaga dan seluruh proses pemerintah harus berusaha melayani semua pihak yang berkepentingan 5. lembaga-lembaga. 7. dan bila mungkin. Transparansi transparansi dibangun atas dasar informasi yang bebas. 9. Berorientasi pada konsensus tata pemerintahan yang baik menjembatani kepentingan-kepentingan yang berbeda demi terbangunnya suatu konsensus menyeluruh dalam hal apa yang terbaik bagi kelompok-kelompok masyarakat. 3.

1. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. serta mampu menjaga keselarasan hubungan kemitraan melalui . efisien dan efektif. Prinsip ini menuntut masyarakat harus diberdayakan. Sedangkan wujudnya di Indonesia berupa Penyelenggaraan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa. partisipatif = wujud pemerintahan yang berupaya mengakomodasi berbagai aspirasi yang muncul di masyarakat dan melibatkannya dalam proses pengambilan keputusan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. bertindak dan berpihak pada kepentingan rakyat. akuntabilitas = merupakan suatu perwujudan kewajiban dari suatu instansi pemerintahan untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksaan misinya. 3. Dengan kata lain suatu ukuran yang menunjukan seberapa besar tingkat kesesuaian penyelenggaraan pelayanan dengan ukuran nilai-nilai atau norma-norma eksternal yang dimiliki para stakeholders yang berkepentingan 3. 5. Mencerdaskan kehidupan bangsa. menjunjung moralitas. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. pelaksanaan. Good Governance di Indonesia DEFINISI : Governance memiliki makna pemerintahan berfungsi secara efektif dan efisien dalam upaya mencapai tujuan nasional. tersikap terbuka. Orientasi ideal GG diarahkan pada pencapaian tujuan nasional dan pemerintahan yang berfungsi ideal apabila melakukan upaya mencapai tujuan nasional secara efektif dan efisien. diberikan kesempatan dan dikutsertakan untuk berperan dalam proses-proses birokrasi mulai dari tahap perencanaan. tanggap. Memajukan kesejahteraan umum. menjaga persatuan. Tujuan Nasional (Alinea IV Pembukaan UUD 45). dan berkeinginan luhur.1. bertanggung jawab. dan pengawasan. transparansi = pemberian jaminan bagi ketersediaan akses publik dan informasi dalam seluruh proses pengambilan kebijakan pengelolaan pemerintahan. Partisipasi masyarakat dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. berkeadilan social. 4. didefinisikan sebagai praktek penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis dan berkemampuan mengelola berbagai sumberdaya yang bersifat sosial dan ekonomi dengan baik untuk kepentingan rakyat Indonesia berdasarkan azas musyawarah dan mufakat. yang telah digariskan dalam Alinea IV Pembukaan UUD 1945. Nilai-nilai dasar tersebut adalah musyawarah mufakat. bergotong-royong. 2. Dengan demikian maka GG versi Indonesia. tanggap dan bertanggungjawab. 2.

antara lain : ‡ Bagaimana relasi antara pemerintah dan rakyat. yakni pendekatan pertumbuhan ekonomi (OCI) dan pendekatan mikro ekonomi (MCI) menunjukkan bahwa peringkat daya saing perekonomian Indonesia (Growth Competitiveness Index) merosot lagi dari urutan ke-64 di tahun 2001 ke urutan 67 (dari 80 negara) di tahun 2002. beliau menyimpulkan bahwa ada beberapa pertanyaan yang perlu diperhatikan. ‡ Bagaimana kultur pelayanan publik ‡ Bagaimana praktik KKN ‡ Bagalinana kuantitas dan kualitas konflik antara level pemerintah Dari kajian yang dilaksanakan maka diternukan ciri pemerintahan yang buruk. Dilihat dari kebutuhan dunia akan usaha akan kepercayaan investor yang menuntut adanya corporate governance berdasarkan prinsip-prinsip dan praktek yang direrima secara internasional (International Best Practice) maka terbentuknya Komite Nasional mengenal Kebijakan corporate governance National Commite on Corporate Fovernance (NCCG) di bulan lgustus tahun 1999 merupakan suatu tonggak penting dalam sejarah perkembangan GG di Indonesia. Sebelumnya sebuah survei yang dilaporkan pada bulan Juni tahun 2001. Relasi antara pemerintah dan rakyat berpola serba negara 2. menempatkan Indonesia dalam kelompok dengan resiko politik dan ekonomi terburuk di antara 12 negara Asia bersama Cina dan Vietnam. . Konflik kepentingan antar pemerintah. dari urutan ke-55 menjadi ke-63. KONDISI : Laporan Global Competitiveness Report yang dipullikasikan oleh World Economic Former (WFF) yang menganalisis daya saing ekonomi dengan dua pendekatan.proses interaksi yang dinamis dan konstruktif antara pemerintah. dengan ciri-ciri sebagai berikut : 1. Kecenderungan lahirnya etno politik yang kuat 5. Kultur Pemerintah sebagai tuan dan bukan pelayan 3. Selanjutnya seorang pengamat mencoba mengkaji kadar penyelenggaraan pemerintahan yang baik di Indonesia. tidak efisien dan tidak efektif.dan berbagai kelompok kepentingan di dalam tata kehidupan masyarakat Indonesia berdasarkan Pancasila. apabila Indonesia akan menciptakan pemerintahan yang baik. Patologi pemerintah dan kecenderungan KKN 4. yang dilakukan oleh Political and Economic Risk Consultancy (PERC). rakyat. dan daya saing mikroekonomi (Microeconomic Competitiveness Index ) turun sembilan tingkat.

.id/wp-content/uploads/2009/05/gogo_all.org/english/pdf/bali-seminar/Good-Governance-koesnadihardjasoemantri. partisipatif..html .unpad. dan misi.com/doc/4606676/Good-Governance http://bandungvariety. diimbangi oleh peran rakyat dan swasta yang saling melakukan kerja sama dan pengawasan. 2009. Pemerintah tidak lagi mendominasi (otoriter).staff. Pemerintah lebih transparan..scribd. 4.go.bappenas.lfip. Bandung.unila. 5.ugm.pdf http://sofian.ac.pdf http://goodgovernance./files/. DAFTAR PUSTAKA Santosa.com/2009/11/konsep-dasar-ilmu-politiknegara-bangsa.ppt http://sospol. Refika Aditama. Pemerintah tidak hanya melayani tapi juga menjadi fasilitator yang baik.ac. IMPLIKASI PENERAPAN GOOD GOVERNANCE TERHADAP PENYELENGARAAN PEMERINTAHAN Apabila dipersiapkan secara matang.id/gg/file/concept/good_governance. 2. visi. Pencapaian tujuan bernegara dan bermasyarakat akan mudah dicapai karena ada persamaan persepsi. dan akuntabel.id/artikel/membangun-good-governance.. rakyat lebih berdaulat. Pandji.pendidikanriau. maka akan diperoleh hal-hal sebagai berikut: 1.6. 3.pdf http://www. Administrasi Publik ³Teori dan Aplikasi Good Governance´.wordpress./8-GOOD_nbsp_GOVERNANCE-revisi-2007.ac. http://www. Sistem pemerintahan lebih demokratis.id/.pdf http://pustaka.com/2008/04/10/good-governance-menurut-rangkumanku/ http://blog.

kepemerintahan yang baik akan mengembangkan prinsip prinsip profesionalitas. Syarat bagi terciptanya GG ini paling tidak meliputi : transparansi. dan dapat ditermia oleh masyarakat. asas kepentingan umum. transparansi. dan asas akuntabilitas. sejalan dengan cita0cita luhur bangsa indonesia sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945. dan masyarakat. akuntabilitas. Ada 3 pilar governance : pemeintah. dan pemerintahan yg partisipatif. efektivitas. Sementara itu. dikembangkan dalam pradigma baru administrasi publik yang disebut dengan kepemerintahan yang baik (good governance). efektivitas.TAMBAHAN DARI BUKU ADMINISTRASI PUBLIK Penyelenggaraan pemerintahan. daya tanggap. efisiensi. supremasi hukum. Upaya untuk mnejamin terciptanya penyelenggaraan pemerintah negara yang beretika kehidupan berbangsa. orieantasi terhadap konsensus. asas profesionalitas. good governance mengandung arti hubungan yang sinergis dan konstruktif antara negara. Pandji. Dengan demikian. swasta. Sejalan dengan perkembangan sosial ekonomi politik masyarakat di berbgai negar . Governance merupakan paradigma yang menekankan bagaimana pemerintah berinteraksi secara kondusif dalam kesetaraan dan keseimbangan peranan sektor swasta dan masyarakat madani dalam bidang ekonomi sosial politik untuk berkolaborasi memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat itu sendiri. efisiensi. khususnya di negra-negara berkembang. kolusi. Dalam upaya menopang keberlangsungannya. dan masyarakat madani. visi strategis. prinsip2 atau karakteristik kepemerintahan yang baik adalah adanya : Partisipasi masyarakat. telah dirumuskan asas-asas umum pemerintahan yang mencakup : Asas kepastian hukum. masyarakat. Santosa. nepotisme. . yang menekankan pada kolaborasi dalam kesetaraan dan keseimbangan antara pemerintah. Bandung. swasta. akuntabilitas. asas proporsionalitas. tegaknya supremasi hukum. sektor swasta. dan pelayanan publik beberapa dekade belakangn ini telah cenderung diwarnai oleh berbagai permasalahan seperti sentralisasi kekuasaan pemerintah yang terlalu dominan. Refika Aditama. Administrasi Publik ³Teori dan Aplikasi Good Governance´. Dalam hal ini. pelayanan prima. asas keterbukaan. transparansi. serta terhambatnya saluran aspirasi dan partisipasi masyarakat. peranan negara dan pemerintah yang sangat dominan dalam pembangunan seharusnya telah bergeser ke arah peran masyarakat dan swasta yang lebih besar. pembangunan. keadilan. demokrasi. asas tertib penyelenggaraan negara. Kini telah terjadi pergeseran paradigma dari government ke arah governance. 2009. korupsi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->