P. 1
rangkuman hukum

rangkuman hukum

|Views: 377|Likes:
Published by Fajar Hidayat

More info:

Published by: Fajar Hidayat on Feb 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

text

original

BAB I : ARTI DAN TUJUAN HUKUM

MANUSIA DAN MASYARAKAT 1. Manusia sebagai Mahluk Sosial Manusia dalam keadaan apapun, dimanapun, dan pada zaman apapun selalu hidup bersama/berkelompok.Aristoteles (384-322 SM), seoarang ahli fikir Yunani Kuno menyatakan dalam ajarannya bahwa manusia adalah zoon politikon, artinya manusia adalah makhluk yang pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya. 2. Masyarakat Masyarakat merupakan persatuan manusia yang timbul dari kodrat yang sama dan lazim. Masyarakat terbentuk bila ada dua orang atau lebih hidup bersama sehingga dalam pergaulan hidup itu timbul berbagai hubungan atau pertalian yang mengakibatkan seseorang dan orang lain saling mengenal dan saling mempengaruhi. 3. Golongan-Golongan dalam Masyarakat Pada umumnya ada tiga golongan utama pada masyarakat antara lain. 1. Golongan yang berdasarkan hubungan kekeluargaan/perkumpulan keluarga. 2. Golongan yang berdasarkan hubungan kepentingan/pekerjaan. 3. Golongan berdasarkan hubungan tujuan/pandangan hidup. Adapun golongan-golongan dalam masyarakat itu disebabkan antara lain. a. Merasa tertarik pada orang lain tertentu. b. Merasa mempunyai kesukaan yang sama dengan orang lain. c. Merasa memerlukan kekuatan/bantuan orang lain. d. Mempunyai hubungan daerah dengan orang lain. e. Mempunyai hubungan kerja dengan orang lain. Negara yang merupakan organisasi masyarakat yang berkekuasaan mempunyai kewajiban untuk mengatur agar keamanan terjamin dan ada perlindungan atas kepentingan tiap orang agar tercapai kebahagiaan yang merata dalam masyarakat. 4. Bentuk Masyarakat Masyarakat sebagai bentuk pergaulan hidup bermacam-macam ragamnya. Antara lain. a. Berdasarkan hubungan yang ditimbulkan para anggotanya. b. Berdasarkan sifat pembentukannya. c. Berdasarkan hubungan kekeluargaan. d. Berdasarkan peri kehidupan dan kebudayaan. 5. Pendorong Hidup Bermasyarakat Yang menyebabkan manusia selalu selalu hidup bermasyarakat adalah antara lain dorongan kesatuan biologis yang terdapat dalam naluri manusia. Naluri dalam diri manusia itu sudah ada

sejak kita dilahirkan tanpa ada orang lain yang mengajarkan. Selain itu faktor-faktor lain yang membuat manusia hidup bermasyarakay adalah ikatan pertalian darah, persamaan nasib, persamaan agama, persamaan bahasa, persamaan cita-cita, dsb.Bagi tiap individu hidup bersama merupakan suatu keharusan yang tidak dapat dielakkan. 6. Tata Hidup Bermasyarakat Tiap manusia mempunyai keinginan dan watak sendiri-sendiri. Namun di dalam masyarakat, manusia selalu mengadakan hubungan satu sama lain, mengadakan kerjasama, tolongmenolong, bantu-membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup masing-masing. Seringkali keinginan manusia itu searah/sama, tapi tidak jarang juga keinginan manusia itu berlawanan sehingga menimbulkan persaingan dan perselisihan.Apabila perselisihan itu dibiarkan, bukan tidak mungkin terjadi perselisihan diantara masyarakat. Oelh karena itu manusia membuat peraturan-peraturan yang sesuai dengan norma bermasyarakat. Peraturan masyarakat yang bersifat memaksa untuk menjamin tata tertib dalam masyarakat dinamakan peraturan hokum atau kaedah hukum.

PENGERTIAN HUKUM 1. ApaSebenarnya Hukum Itu? Menurut Prof. van Appeldoon tidak mungkin memberikan suatu definisi tentang apa yang dinamakan hukum. Menurutnya, definisi hukum sangat sulit untuk dibuat karena tidak mungkin untuk mengadakan definisi hukum sesuai dengan kenyataan. Sudah banyak sarjana hukum yang mencari batasan tentang definisi hukum, namun sampai sekarang hal itu masih belum memberikan hasil yang memuaskan. 2. Pendapat Para Sarjana tentang Hukum Berikut ini beberapa definisi hukum menurut para ahli. a. Prof. Mr. E. M. Meyers mengatakan hukum ialah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat dan yang menjadi pedoman bagi penguasa Negara dalam melaksanakan tugasnya . b. Leon Duguit mengatakan hukum ialah aturan tingkah laku para anggota masyarakat, aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh sasuatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan jika dilanggar menimbulkan reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran itu . c. Utrech mengatakan Hukum adalah himpunan perintah dan larangan untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat dan oleh karenanya masyarakat harus mematuhinya. d. Tulius Cucerco mengatakan Hukum adalah akal tertinggi yang ditanamkan oleh alam dalam diri manusia untuk menetapkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan . e. Thomas Hobbes mengatakan Hukum adalah perintah-perintah dari orang yang memiliki kekuasaan untuk memerintah dan memaksakan perintahnya kepada orang lain .

Amin. Tirtaamidjaja. Sifat dari Hukum Hukum itu mempunyai sifat mengatur dan memaksa. J.M. Ciri-Ciri Hukum Beberapa ciri hukum antara lain : a. Adanya perintah dan/atau larangan.C. 2. Perintah dan/atau larangan itu harus dipatuhi oleh semua orang. pelanggaran mana terhadap peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan. b. mengatakan hukum merupakan kumpulan peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi dan bertujuan untuk mengadakan ketertiban dalam pergaulan manusia. mengatakan hukum ialah semua aturan yang harus dituruti dalam tingkah laku tindakan-tindakan dalam pergaulan hidup dengan ancaman mesti mnegganti kerugian . S. . b. S. c. namun karena hukum memiliki segi dan bentuk yang sangat banyak maka sangat sulit memberikan definisi yang tepat untuk hukum.H. dan Woerjono Sastropranoto. Sanksi terhadap pelanggaran tersebut adalah tegas.H. sehingga keamanan dan ketertiban terjaga. S. Peraturan itu bersifat memaksa. d.Ia merupakan peraturan-peraturan hidup kemasyarakatan yang dapat memaksa orang supaya menaati tata tertib dalam masyarakat serta memberikan sanksi yang tegas terhadap siapa yang tidak mau patuh menaati hukum.H. M. Beberapa Definisi Hukum Utrech memberi batasan hukum sebagai berikut hukum merupakan himpunan peraturanperaturan (perintah dan larangan) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dank arena itu harus ditaati oleh masyarakat . Selain itu juga ada beberapa ahli hukum Indonesia yang mencoba merumuskan definisi hukum antara lain : a.H. Unsur-Unsur Hukum Hukum meliputi beberapa unsur antara lain : a. yaitu dengan hukuman tertentu. Peraturan itu dilakukan oleh badan resmi yang berwajib. b.H.Beberapa definisi diatas merupakan definisi dari beberapa ahli hukum. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat. mengatakan hukum ialah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa. jika melanggar aturan tersebut akan membahayakan diri sendiri atau harta. S. S. Simorangkir. 4. c.T. yaitu menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh bdan resmi yang berwajib. 3. DEFINISI HUKUM SEBAGAI PEGANGAN 1.

2. S. yaitu asas-asas keadlian dalam masyarakat itu. Mengatakan bahwa hukum itu mengabdi pada tujuan Negara yang dalam pokoknya ialah mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan pada rakyatnya.TUJUAN HUKUM Hukum sebenarnya bertujuan untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat dan hukum itu harus bersendikan pada keadilan. 3. .H. Geny Hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan. Mr. Subekti. Teori Etis Adalah teori yang mengajarkan bahwa hukum itu semata-mata menghendaki keadilan. Berikut merupakan tujuan hukum menurut beberapa pakar hukum : 1.Hukum menghendaki perdamaian. L. hukum semata-mata harus ditentukan oleh kesadaran etis kita mengenai apa yang adil dan apa yang tidak adil. Dr. van Apeldoorn Mengatakan bahwa tujuan hukum adalah mengatur pergaulan hidup masyarakat secara damai. 5.Dan sebagai unsur dari keadilan disebutkannya kepentingan daya guna dan kemanfaatan. Prof. 4. Menurut teori ini. J. Bentham (Teori Utilitis) Mengatakan bahwa hukum bertujuan semata-mata untuk mewujudkan apa yang berfaedah bagi masyarakat. Prof.

4. Keputusan hakim (juresprudensi) d. Pendapat para sarjana (doktrin) 3. Sumber Hukum Material Dapat ditinjau dari berbagai sudut misalnya sudut ekonomi. Sumber Hukum Formal Antara lain : a. Undang-Undang dalam arti material : ialah setiap keputusan pemerintah yang menurut isinya mengikat langsung setiap warga Negara. Kebiasaan (Custom) Kebiasaan ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal sama. Kebiasaan (custom) c. Keputusan hakim (Juresprudensi) Juresprudensi adalah keputusan haki m terdahulu yang sering diikuti dan dijadikan dasar keputusan bagi hakim kemudian mengenai masalah yang sama. 2. yakni aturan-aturan yang bila dilanggar mengakibatkan sanksi yang nyata. a. Undang-Undang (Statue) Suatu peraturan yang mempunyai kekuatan hukum yang mengikat diadakan dan dipelihara oleh penguasa Negara. Undang-Undang (statue) b. Syarat mutlak berlakunya undang-undnag adalah diundangkan dalam Lembaran Negara (LN) oleh Menteri atau Sekretaris Negara. Traktat (traty) e. sejarah. sosiologi. Undang-Undang dalam arti formal : ialah setiap keputusan pemerintah yang memerlukan Undang-Undang karena cara pembuatannya. . 5.BAB II : SUMBER-SUMBER HUKUM SUMBER HUKUM FORMAL DAN MATERIAL Sumber hukum ialah apa saja yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan bersifat memaksa. Apabila suatu kebiasaan tertentu diterima oleh masyarakat dan kebiasaan itu selalu berulangulang sehingga tindakan yang berlawanan dengan kebiasaan itu dianggap sebagai pelanggaran perasaan hukum maka dengan demikian timbulah suatu kebiasaan hukum yang oleh pergaulan hidup dipandang sebagai hukum. b. Sumber hukum dapat kita lihat dari segi material dan formal : 1. filsafat dan sebagainya.

Hal ini disebut Pacta Sunt Servanda yang berarti bahwa perjanjian mengikat pihak-pihak yang mengadakannya atau setiap perjanjian harus ditaati dan ditepati. peraturan perundangan di Indonesia terdiri dari : a. Peraturan Pemerintah Tingkat Pusat d. Pendapat Para Sarjana (Doktrin) Doktrin merupakan pendapat para sarjana hukum yang ternama mempunyai kekuasaan dan berpengaruh dalam pengambilan keputusan oleh hakim PERATURAN PERUNDANGAN DI INDONESIA 1. 7. Undang-Undang (biasa) dan Undang-Undang Darurat c. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Adalah salah satu bentuk perundangan yang diadakan untuk melaksanakan Undang-Undang Dasar atau Ketetapan MPR. V/MPR/1973 bentuk dan tata urutan peraturan perundangan Republik Indonesia adalah sebagai berikut : a. Undang-Undang (UU) dan Peraturan Pemerintah sebagai Pengganti Undang-Undang (PERPU) Peraturan seperti ini perlu diadakan agar keselamatan Negara dijamin oleh pemerintah dalam keadaan yang genting yang memaksa pemerintah untuk bertindak lekas dan cepat. b.XX/MPRS/1966 dan dikuatkan oleh ketetapan MPR No. c.Juresprudensi ada 2 yaitu : a. Massa Sebelum Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Berdasarkan Undang-Undang Sementara 1950 dan konstitusi RIS-1949. 6. Traktat (Traty) Kesepakatan yg terjadi antara pihak-pihak yg bersangkutan terikat pada isi perjanjian yg mereka adakan. b. Juresprudensi tidak tetap : hakim mengambil keputusan dari hakim terdahulu karena dia sependapat dengan isi keputusannya dan itu hanya digunakan sebagai pedoman. Juresprudensi tetap :keputusan hakim yang terjadi karena rangkaian keputusan serupa dan yang menjadi dasar bagi penadilan untuk mengambil keputusan. Massa SetelahDekritPresiden 5 Juli 1959 Menurut ketetapan MPRS No. . Undang-Undang Dasar (UUD) b. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD-1945) Adalah peraturan Negara yang tertinggi dalam Negara yang memuat ketentuan-ketentuan pokok dan menjadi salah satu sumber dari peraturan perundangan lainnya yang kemudian dikeluarkan oleh negara. Peraturan Pemerintah Tingkat Daerah 2.

Peraturan pemerintah daerah isinya tidak boleh bertentangan dengan peraturan pemerintah pusat. . e. Keputusan Presiden Presiden berhak mengeluarkan keputusan presiden yang berisi keputusan yang berisi kaputusan yang bersifat khusus untuk melaksanakan ketentuan Undang-Undang yang bersangkutan. Peraturan Pemerintah (PP) Peraturan Pemerintah memuat aturan-aturan umum untuk melaksanakan Undang-Undang. keputusan panglima angkatan bersenjata. ketetapan MPR dalam bidang eksekutif atau peraturan pemerintah pusat.d. f.dll harus dengan tegas berdasar dan bersumber pada peraturan perundangan yang lebih tinggi. Peraturan-Peraturan Pelaksanaan Lainnya Contohnya adalah keputusan menteri. sedangkan peraturan pemerintah daerah memuat aturan-aturan untuk melaksanakan peraturanpemerintah pusat.

Teori Kedaulatan Rakyat Berdasarkan teori ini Negara berdasar pada kemauan rakyat.Teori ini juga disebut Teori Perjanjian Masyarakat.Hukum itu ditaati karena negaralah yang menghendaki. Mazhab Sejarah Menurut mazhab ini. Hukum yang berlaku karena penetapan penguasa Negara b. Mazhab Hukum Alam Hukum alam ialah hukum yang oleh orang-orang berpikiran sehat dirasa selaras dengan kodrat alam. Teori Kedaulatan Negara Teori ini menyangkal bahwa hukum berasal dari kemauan rakyat. Cintailah sesamamu sperti engkau mencintai dirimu sendiri 2. hukum itu harus dipandang sebagai suatu penjelmaan dari jiwa atau rohani suatu bangsa. .Orang menaati hukum karena orang sudah berjanji menaatinya. Berbuat baik dan jauhilah kejahatan b.BAB III : MAZHAB-MAZHAB ILMU PENGETAHUAN HUKUM MENGAPA ORANG MENAATI HUKUM? Persoalan ketaatan terhadap hukum telah menimbulkan berbagai teori dan aliran pendapat atau mazhab-mazhab dalam ilmu pengetahuan hukum.Selalu ada hubungan yang kuat antara hukum dengan kepribadian suatu bangsa. 4. Bertindaklah menurut akal sehat c. hukum adalah kehendak Negara dan Negara mempunyai kekuaan yang tidak terbatas.Teori tentang hukum alam telah ada sejak zaman dahulu yang antara lain diajarkan oleh Aristoteles yang mengajarkan ada 2 macam hukum yaitu : a. 5. Hukum yang tidak tergantung dari pandangan manusia tentang baik buruknya hukum yang asli Hukum alam hanya memuat asas-asas umum seperti : a. 3. Teori Teokrasi Teori teokrasi atau biasa disebut teori ketuhanan merupakan teori yang mendasarkan berlakunya hukum atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa. 1. demikian halnya dengan semua peraturan adalah penjelmaan kemauan rakyat tersebut.

6.Hanyalah kaedah yang timbul dari perasaan hukum suatu anggota masyarakat. . hukum itu ada karena anggota masyarakat mempunyai perasaan bagaimana seharusnya hukum itu. Teori Kedaulatan Hukum Menurut teori ini. mempunyai kewajiban/ kekuasaan. Asas Keseimbangan Menurut asas ini tiap orang menerima keuntungan atau mendapat kerugian sebanyak dasardasar yang telah ditetapkan atau diletakkan terlebih dahulu. 7.

hakim harus mempertimbangkan dan mengingat perasaan keadilan yang hidup dalam masyarakat. dan sukar berubah.Dengan adanya kodifikasi. Penafsiran nasional : cara penafsiran dengan menyelidiki sesuai atau tidak dengan hukum yang ada f. Penafsiran restriktif : penafsiran dengan cara mempersempit arti kata dalam Undang-Undang .Keputusan hakim hanya berlaku tentang hal-hal yang diputuskan dalam keputusan itu. Penafsiran autentik : penafsiran oleh Undang-Undang dimana Undang-Undang sudah memiliki pengertian tentang suatu kata c. Tujuan kodifikasi hukum adalah memperoleh kepastian hukum. Ada beberapa macam penafsiran hukum antara lain : a. serta kesatuan hukum. Keputusan Hakim Bukan Peraturan Umum Keputusan hakim tidak mempunyai kekuatan hukum yang berlaku seperti peraturan umum. Penafsiran tata bahasa : cara penafsiran berdasarkan arti kata-kata dalam kalimat-kalimat menurut tata bahasa b. PENAFSIRAN HUKUM (INTERPRETASI HUKUM) Kodifikasi ialah pembukuan jenis-jenis hukum tertentu dalam kitab Undang-Undang secara sistematis dan lengkap. Hakim Merupakan Faktor Pembentuk Hukum Seorang hakim harus bertindak selaku pembentuk hukum dalam hal peraturan perundangan yang tidak menyebutkan suatu ketentuan untuk menyelesaikan suatu perkara yang terjadi. tetapi tetap juga kurang sempurna dan masih terdapat banyak kekuarangan-kekuarangan hingga menyulitkan dalam pelaksanaan hukum.Dalam memberi keputusan hukum. Penafsiran teleologis : penafsiran dengan cara mengingat maksud dan tujuan Undang-Undang g. 2. Penafsiran sistematis : cara penafsiran berdasarkan susunan pasal yang berhubungan dengan pasal lainnya e.BAB IV : PENEMUAN HUKUM PEMBENTUKAN HUKUM OLEH HAKIM 1. statis.Hakim harus menyesuaikan Undang-Undang dengan hal-hal yang konkrit oleh karena peraturan-peraturan tersebut tidak dapat mencakup segala peristiwa hukum yang timbul di masyarakat.Keputusan hakim hanya berlaku pada pihak yang bersangkutan. penyederhanaan hukum.Hakim sebagai penegak hukum hanya memandang kodifikasi hukum sebagai suatu pedoman hukum agar ada kepastian hukum. Penafsiran ekstensif : penafsiran dengan memperluas arti kata dalam Undang-Undang h. Penafsiran historis : penafsiran berdasarkan pada sejarah terjadinya hukum tersebut d.Walaupun kodifikasi telah diatur selengkap-lengkapnya. hukum menjadi beku.

maka hakim sering harus memperbaiki Undang-Undang agar sesuai dengan kenyataan-kenyataan hidup dalam masyarakat. Penafsiran analogis : penafsiran dengan cara memberi perumpamaan pada kata-kata sesuai dengan asas hukumnya Penafsiran peringkaran : cara penafsiran berdasarkan perlawanan pengertian antara masalah yang dihadapi dengan permasalahan yang diatur dalam Undang-Undang PENGISIAN KEKOSONGAN HUKUM Karena peraturan perundangan yang statis dan masyarakat yang dinamis.i. hakim dapat menyempurnakan sistem formal dari hukum yaitu sistem peraturan perundnagna yang berlaku. . 2. Hakim Memenuhi Kekosongan Hukum Hakim dapat dan bahkan harus memenuhi kekosongan hukum yang ada dalam sistem hukum asalkan penambahan itu tidaklah membawa perubahan principal pada sistem hukum yang berlaku. Konstruksi Hukum Dengan menggunakan konstrukis hukum. yang sulit untuk mengubah atau mencabut walaupun sudah tak sesuai lagi dengan perkembangan masyarakat yang harus diatur oleh peraturan-peraturan tersebut.Hukum positif adalah peraturan perundangan yang berlaku dalam suatu Negara dalam suatu waktu tertentu. 1.Hukum positif merupakan suatu sistem yang formal. j.

. 2) Menurut bentuknya hukum dibagi dalam : a. berlaku dan ditaati seperti peraturan perundangan. Jenis-jenis hukum tertentu b. Contoh kodifikasi hukum a. Unsur kodifikasi ialah sebagai berikut : a. Hukum kebiasaan/adat : hukum yang terletak dalam peraturan peraturan kebiasaan. Pembagian hukum menurut asas pembagiannya Hukum dibagi dalam beberapa golongan menurut beberapa asas pembagian sebagai berikut : 1) Menurut sumbernya hukum dibagi dalam : a. Hukum tertulis. Hukum juresprudensi : hukum yang terbentuk akibat keputusan hakim. Penyederhanaan hukum artinya agar hukum itu tidak bertele-tele dan mudah dimengerti c. Lengkap Dan tujuan kodifikasi hukum adalah sebagai berikut : a. Di Indonesia : Kitab Undang-Undang hukum sipil (1 Mei 1848) MACAM-MACAM PEMBAGIAN HUKUM 1. 3. Kesatuan hukum artinya disuatu daerah hanya ada satu hukum sehingga tidak menyebabkan keambiguan. Hukum tertulis ada yang sudah dikodifikasikan dan belum dikodifikasikan. b. Di Eropa : Code Civil (mengenai hukum perdata) yang diusahakan oleh kaisar Napoleon di Perancis tahun 1604 b. Kepastian hukum artinya tiap yang melanggar hukum pasti akan terkena sanksi b. Hukum traktat : hukum yang ditetapkan oleh negara-negara di dalam suatu perjanjian antar negara. d. Hukum kebiasaan/adat : hukum yang terletak dalam peraturan peraturan kebiasaan. Kodifikasi ialah pembukuan jenis-jenis hukum tertentu dalam kitab Undang-Undang secara sistematis dan lengkap. Hukum tidak tertulis adalah hukum yang masih hidup dalam kehidupan masyarakat tetapi tidak tertulis. 2. Sistematis c.BAB V : PEMBIDANGAN ILMU PENGETAHUAN HUKUM KODIFIKASI HUKUM Menurut bentuknya hukum dibendakan menjadi 2 yaitu : 1. c. Hukum tertulis yaitu hukum yang dicantumkan dalam peraturan perUndang-Undangan.

Hukum yang mengatur : hukum yang dapat dikesampingkan apabila pihak-pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri dalam suatu perjanjian. Hukum gereja : kumpulan norma-norma yang ditetapkan oleh gereja untuk para anggota-anggotanya. c. 2. b. Hukum material : hukum yang memuat peraturan-peraturan yang mengatur kepentingan-kepentingan dan hubungan-hubungan berwujud perintah-perintah dan larangan-larangan. 4) Menurut waktu berlakunya hukum dibagi dalam : a. Ius constituendum : hukum yang diharapkan berlaku pada waktu yang akan datang. c. b. Hukum objektif : hukum dalam suatu negara yang berlaku umum dan tidak mengenai orang/golongan tertentu. Hukum sipil dalam arti luas yang meliputi hukum perdata dan hukum dagang. Hukum privat. Hukum nasional : hukum yang berlaku pada suatu negara. 3) Menurut tempat berlakunya hukum dibagi dalam : a. b. terdiri dari : 1. hukum yang paling penting adalah hukum privat dan publik. Hukum internasional : hukum yang mengatur hubungan hukum dalam dunia internasional.b. Hukum privat :hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain dengan menitikberatkan kepada kepentingan perseorangan. Hukum publik : hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan alat-alat perlengkapan dan hubungan antara negara dengan warganegara. b. 5) Menurut cara mempertahankannya hukum dibagi dalam : a. . a. b. Hukum asasi : hukum yang berlaku dimana-mana dalam semua waktu dan untuk segala bangsa di dunia. Hukum subjektif : huku m yang timbul dari hukum objektif dan berlaku bagi seseorang tertentu atau lebih. 7) Menurut wujudnya hukum dapat dibagi dalam : a. Hukum formal : hukum yang memuat peraturan-peraturan yang mengatur bagaimana cara melaksanakan dan mempertahankan hukum material. Ius constitutum : hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu. 8) Menurut isinya hukum dapat dibagi dalam : a. Hukum tidak tertulis. d. Hukum Sipil dan Hukum Publik Dari segala macam hukum yang disebutkan diatas. 6) Menurut sifatnya hukum dapat dibagi dalam : a. Hukum asing : hukum yang berlaku di negara lain. Hukum yang memaksa : hukum yang dalam keadaan bagaimanapun juga harus dan mempunyai paksaan mutlak. b.

Hukum acara pidana adalah hukum yang mengatur bagaimana cara-cara memelihara dan mempertahankan hukum pidana material. 2) Perbedaan pelaksanaan a) Pada acara perdata inisiatif datang dari pihak yang berkepentingan dirugikan. Perbedaan acara perdata (hukum acara perdata) dengan acara pidana (hukum acara pidana) Hukum acara perdata adalah hukum yang mengatur bagaimana cara memelihara dan mempertahankan hukum perdata material.Pelanggaran terhadap norma-norma perdata baru diambil tindakan oleh pengadilan setelah ada pengaduan oleh pihak berkepentingan yang merasa dirugikan.Hukum perdata memperbolehkan untuk mengadakan macam-macam interpretasi terhadap Undang-Undang hukum perdata. Hukum sipil dalam arti sempit yang meliputi hukum perdata.Hukum perdata mengatur hubungan hukum antara orang yang satu dengan orang yang lain dengan menitikberatkan kepada kepentingan perorangan. Hukum administrasi negara 3. Perbedaan pelaksanaannya . Perbedaan menafsirkan .2. 4. 1) Perbedaan mengadili a) Hukum acara perdata mengatur cara-cara mengadili perkara-perkara di muka pengadilan perdata oleh hakim perdata. 3) Perbedaan dalam penuntutan a) Dalam acara perdata yang menuntut si tergugat adalah pihak yang dirugikan. . b) Hukum acara pidana mengatur cara-cara mengadili perkara-perkara di muka pengadilan pidana oleh hakim pidana. b.Pelanggaran pada norma hukum pdana pada umumnya segera diambil tindakan oleh pengadilan tanpa ada pengaduan dari pihak yang dirugikan.Hukum pidana hubungan hukum antara seorang anggota masyarakat dengan negara yang menguasai tata tertib masyarakat itu. b. . Pembedaan hukum perdata (sipil) dengan hukum pidana a. . b) Pada acara pidana inisiatifnya itu datang dari penuntut umum. Perbedaan isinya . Hukum internasional a) Hukum perdata internasional b) Hukum publik internasional 3. Hukum publik 1.Hukum pidana hanya boleh ditafsirkan menurut arti kata dalam Undang-Undang pidana itu sendiri. c. Hukum tata negara 2. Hukum pidana 4. .

b) Dalam acara pidana jaksa kedudukannya lebih tinggi dari terdakwa. 6) Perbedaan kedudukan para pihak a) Dalam acara perdata pihak-pihak mempunyai kedudukan yang sama. Hukum perselisihan ada beberapa jenis antara lain : a. 7) Perbedaan dalam dasar keputusan dasar a) Dalam acara perdata putusan hakim cukup dengan mendasarkan diri kepada krbrnaran formal saja. dan pengakuan) 5) Perbedaan penarikan kembali suatu perkara a) Dalam acara perdata sebelum ada keputusan hakim pihak-pihak yang bersangkutan boleh menarik kembali perkaranya. Bandingan perkara perdata dari pengadilan negeri ke pengadilan tinggi disebut appel b.Hukum perselisihan adalah semua kaidah hukum yang menentukan hukum apakah yang berlaku apabila dalam suatu peristiwa hukum tersangkut lebih dari satu sistem hukum. b. b) Dalam acara pidana terdapat 4 alat pembuktian (tulisan. b) Dalam acara pidana tidak dapat ditarik kembali.b) Dalam acara pidana jaksa menjadi penuntut terhadap terdakwa. 4) Perbedaan alat bukti a) Dalam acara perdata sumpah merupakan alat pembuktian (tulisan.Jika penduduk dalam suatu negara tunduk pada hukum perdata yang berlainan. saksi. 9) Perbedaan dalam bandingan a. saksi. persangkaan. Golongan hukum pedata lainnya Hukum perdata itu berlaku berlaku terhadap penduduk dalam suatu negara yang tunduk pada hukum yang bersamaan. b) Dalam acara pidana putusan hakim harus mencari kebutuhan material. b) Dalam acara pidana terdakwa yang terbukti kesalahannya dipidana mati. Bandingan perkara pidana dari pengadilan negeri ke pengadilan tinggi disebut revisi 5. Hukum antar tempat atau hukum interlocal Peraturan-peraturan hukum yang menentukan hukum apakah dan hukum manakah yang berlaku apabila dalam suatu peristiwa hukum tersangkut dua hukum atau lebih yang . mungkin juga ditambah dengan hukum pidana tambahan. dan sumpah). penjara. persangkaan. kurungan atau denda. Hukum antar golongan atau hukum intergenital Hukum yang mengatur hubungan hukum antar orang-orang dalam satu negara/masyarakat yang tunduk kepada hukum perdata berlainan. 8) Perbedaan macam hukuman a) Dalam acara perdata tergugat yang terbukti kesalahannya dihukum denda atau hukuman kurungan sebagai pengganti denda. pengakuan. maka yang berlaku adalah hukum perselisisihan atau hukum koalisi atau hukum konflik atau hukum antar tata hukum.

Hukum antar waktu atau hukum intertemporal Peraturan-peraturan hukum yang menentukan hukum apakah dan hukum manakah yang berlaku apabila dalam suatu peristiwa hukum tersangkut dua hukum atau lebih yang berlainan disebabkan karena perbedaan waktu berlakunya dalam suatu negara. e. Hukum dagang d. misalnya : a. Peraturan tentang hak merk perdagangan b. Hukum acara pidana 2. d.berlainan. Peraturan tentang hak cipta . Hukum antar bagian atau hukum interregional Peraturan-peraturan hukum yang menentukan hukum apakah dan hukum manakah yang berlaku apabila dalam suatu peristiwa hukum tersangkut dua hukum atau lebih yang berlainan disebabkan karena perbedaan bagian negara dalam suatu negara. Hukum tertulis yang sudah dikodifikasikan. Hukum antar agama atau hukum interreligious Peraturan-peraturan hukum yang menentukan hukum apakah dan hukum manakah yang berlaku apabila dalam suatu peristiwa hukum tersangkut dua hukum atau lebih yang berlainan disebabkan karena perbedaan agama dalam suatu negara. 6. Hukum yang dikodifikasikan dan hukum yang tidak dikodifikasikan Hukum yang dikodifikasikan itu merupakan hukum tertulis. Peraturan tentang ikatan perkreditan c. Peraturan tentang kepailitan d. Hukum tertulis yang belun dikodifikasikan : a. Hukum sipil c. disebabkan karena perbedaan tempat dari warganegara-warganegara dalam suatu negara. Hukum pidana b. c. tapi tidak semua hukum tertulis itu dikodifikasikan sehingga hukum tertulis dapat dibedakan menjadi : 1.

Penggantian kerugian (pidana denda) KAEDAH HUKUM DAN KAEDAH LAINNYA Pergaulan hidup dibedakan dalam 4 macam norma antara lain : 1. Tata Tertib Masyarakat Peraturan hidup ialah yang memimpin kehidupan bersama. dan anjuran yang berasal dari tuhan. Norma agama Norma agama ialah peraturan hidup yang diterima sebagai perintah. Sanksi hukum dapat berupa : a. Norma itu mempunyai dua macam isi. Pidana penjara (hukuman badan) b. Perintah : merupakan keharusan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena itu akibat-akibatnya dipandang baik. Norma berguna untuk memberi petunjuk kepada manusia bagaimana harus bertindak dalam masyarakat serta perbuatan-perbuatan mana yang harus dijalankan dan perbuatan-perbuatan mana yang harus dihindari. b. larangan.BAB VI : ILMU HUKUM SEBAGAI ILMU KAEDAH HUKUM HAKEKAT KAEDAH 1. Di masyarakat ada aturan-aturan yang yang menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin disebut dengan norma. Bila seseorang melanggar suatu norma maka orang itu akan mengalami sanksi yang berbeda sifat dan bentuknya. dan menurut isinya berwujud : a. 2. Larangan : merupakan keharusan bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. Norma kesusilaan . 2. Kaedah dalam masyarakat Di dunia ini manusia terikat oleh peraturan hidup yang disebut norma tanpa atau disertai sanksi. Norma hukum disertai sanksi berupa hukuman yang sifatnya memaksa jika peraturan hidup itu dilanggar. yang mengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat.Norma agama bersifat umum dan sedunia serta berlaku bagi seluruh golongan manusia di dunia.

Isinya mengikat semua orang dan pelaksanaannya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa.Norma kesusilaan ialah peraturan hidup yang dianggap sebagai suara hati sanubari manusia.Norma ini tidak berlaku bagi seluruh manusia di dunia. melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi sebagian masyarakat tertentu saja.Norma kesusilaan inipun bersifat umum dan dapat diterima semua orang. . Norma hukum Peraturan-peraturan yang timbul dari norma hukum dibuat oleh penguasa negara. Norma kesopanan Norma kesopanan ialah peraturan hidup yang timbul dari pergaulan sekumpulan manusia. 4. 3. dengan sanksinya yang berupa ancaman hukuman.

) tahun 1958 Penduduk Indonesia dibagi dalam 3 golongan penduduk yaitu : 1) Golongan Eropa adalah : a) Bangsa Belanda b) Bukan Bangsa Belanda tapi orang yang asalnya dari Eropa c) Bangsa Jepang d) Orang-orang dari negara lain yang hukum keluarganya sama dengan Hukum Keluarga Belanda (Amerika. 62 Tahun 1958 Penduduk dibagi dalam warganegara dan orang asing. bukan Cina) . bukan cina) III Golongan Eropa I Golongan Eropa Orang Asing berasal dari : II Orang Timur Asing (Cina. peristiwa hukum. India. Macam-macam pembagian penduduk Indonesia Penduduk Indonesia dapat dibagi berdasarkan : a. dll) 3) Golongan Bumiputera (Indonesia) ialah : a) Orang-orang Indonesia asli serta keturunannya yang tidak memasuki golongan rakyat lain.S. a) Warganegara ialah setiap orang yang menurut Undang-Undang Kewarganegaraan adalah termasuk warga negara. Pakistan. subjek hukum. 2. Peraturan ketatanegaraan Hindia Belanda atau Indische Staatsregeling (I. Mesir. b) Orang asing ialah orang yang bukan warga negara. b. dll) e) Keturunan mereka yang disebut diatas 2) Golongan Timur Asing yang meliputi : a) Golongan Cina (Tionghoa) b) Golongan timur asing bukan Cina (Arab. MASYARAKAT HUKUM 1. dll. Undang-Undang kewarganegaraan Indonesia yang sekarang berlaku yaitu Undang-Undang No. objek hukum.BAB VII : ILMU HUKUM SEBAGAI ILMU PENGERTIAN HUKUM Dalam ilmu hukum sebagai ilmu pengertian hukum perlulah diketahui beberapa pengertian hukum seperti : masyarakat hukum. b) Orang yang mula-mula golongan rakyat lain lalu masuk dan menyesuaikan hidupnya dengan golongan Indonesia asli. Australia. Berlakunya macam-macam hukum perdata Warganegara Indonesia berasal dari : Penduduk Indonesia I Golongan Indonesia II Golongan Timur Asing (cina.

6. Hubungan hukum perdata antara golongan-golongan penduduk di Indonesia a. Penduduk warganegara b. Penduduk dapat dibagi atas : a. 2) Jika 2 orang atau lebih orang asing di Indonesia yang masing-masing berlainan golongan penduduknya atau masing-masing berlainan kewarganegaraan mengadakan hubungan hukum maka berlaku hukum perdata internasional. b. 2) Jika 2 orang atau lebih orang asing di Indonesia dari 1 golongan penduduk mengadakan hubungan hukum maka berlaku hukum perdata yang berlaku di negara asalnya. Pernyataan berlakunya hukum c. Persamaan hak b. Ada beberapa cara dimana orang-orang yang bukan golongan Eropa dapat tunduk pada Hukum Perdata Barat di Indonesia antara lain : a. Hubungan hukum antara orang-orang yang berasal dari golongan penduduk berlainan misalnya : 1) Jika 2 orang atau lebih warganegara Indonesia yang masing-masing berasal dari golongan penduduk berlainan mengadakan hubungan hukum maka berlaku hubungan hukum antar golongan (Hukum Intergentil). Penduduk buka warganegara .Orang yang sebelumnya termasuk orang bukan Eropa dan tunduk pada hukumnya sendiri lalu kedudukannya disamakan dengan orang Eropa dan tunduk kepada seluruh Hukum Perdata maupun Hukum Publik. Hubungan hukum antara orang-orang dalam satu golongan sendiri misalnya : 1) Jika 2 orang atau lebih warganegara Indonesia dari 1 golongan penduduk mengadakan hubungan hukum maka berlaku hukum perdata di Indonesia. Kewarganegaraan Republik Indonesia Rakyat suatu negara meliputi semua orang yang bertempat tinggal di dalam wilayah kekuasaan negara dan tunduk pada kekuatan negara itu. Penundukan sukarela terhadap Hukum Perdata Eropa 5. Persamaan hak Persamaan hak mengakibatkan seorang bukan Eropa berubah statusnya menjadi orang Eropa.Sedangkan orang-orang yang berada di suatu negara dapat dibagi menjadi penduduk dan bukan penduduk. Penggantian dan pilihan hukum perdata Hukum Perdata barat id Indonesia dinyatakan berlaku bagi orang Eropa dan juga bagi golongan lain dari golongan Eropa. 4.3.

Asas yang digunakan untuk menentukan termasuk tidaknya seseorang sebagai warganegara adalah : a. . Menurut UU itu warganegara Indonesia adalah : a. Undang-Undang RI No. Ius soli : menetapkan kewarganegaraan seseorang menurut daerah atau negara ia dilahirkan. 7) Orang bukan penduduk asli yang paling akhir telah bertempat tinggal di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut dan telah berumur 21 tahun atau telah kawin. 6) Anak-anak yang lahir dalam waktu 300 hari setelah ayahnya yang berkebangsaan indonesia meninggal. kaulanegara Belanda yang bertempat tinggal di Suriname atau Antillen (koloni Belanda). 4) Anak-anak yang lahir dalam daerah RI yang oleh orang tuanya tidak diakui dengan cara yang sah. 3) Orang Cina dan Arab yang tinggal di Indonesia atau sedikit-dikitnya 6 bulan bertempat tinggal di Indonesia. 5) Orang asing yang lahir di Indonesia dan bertempat tinggal di Indonesia. Kaulanegara Belanda ini dibedakan menjadi : 1) Kaulanegara Belanda orang Belanda 2) Kaulanegara Belanda bukan orang Belanda tetapi yang termasuk Bumiputera 3) Kaulanegara Belanda bukan orang Belanda tetapi juga bukan Bumiputera b. Mereka yang telah menjadi warga Indonesia berdasarkan peraturan sebelumnya. Ius sanguinis : menetapkan kewarganegaraan seseorang dari keturunan orang yang bersangkutan. 3 Tahun 1946 Menurut undang-undnag ini penduduk ialah mereka yang bertempat tinggal di Indonesia selama satu tahun berturut-turut. 2) Istri seorang warganegara Indonesia 3) Keturunan dari seorang warganegara yang kawin dengan wanita warganegara asing. Undang-Undang Kewarganegaraan Indonesia a.62 tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Merupakan Undang-Undang yang berlaku sekarang. Dijelaskan warga Indonesia pada pokoknya adalah : 1) Penduduk asli dalamdaerah RI. 7. Persetujuan kewarganegaraan dalam KMB Menurut KMB warganegara Indonesia adalah : 1) Penduduk asli Indonesia. 2) Orang Indonesia. termasuk anak-anak dari penduduk asli itu. 5) Anak-anak yang lahir dalam daerah Indonesia dan tidak diketahui siapa orangtuanya. 8) Masuk menjadi warga Indonesia dengan cara naturalisasi. 4) Orang Belanda yang dilahirkan di wilayah Indonesia atau sedikit-dikitnya 6 bulan bertempat tinggal di Indonesia. UU no. c. Penggolongan penduduk pada zaman Belanda Menurut peraturan Hindia Belanda penghuni tanah air Indonesia yang bukan orang asing disebut kaulanegara Belanda. 8. b.

Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Menteri Kehakiman dengan persetujuan Dewan Menteri. b. c. 7) Mempunyai mata pencaharian tetap. 10. Akibat naturalisasi Naturalisasi membawa akibat hukum bagi anak dan istri (bila sudah menikah) karena naturalisasinya. Mereka yang memenuhi syarat tertentu yang diharapkan dalam UU itu. e. i. Pewarganegaraan (Naturalisasi) a. 9. 5) Dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. 8) Tidak mempunyai kewarganegaraan lain.b. Masalah dwi kewarganegaraan di Indonesia Di wajibkan bagi setiap orang yang mempunyai kewarganegaraan ganda untuk menentukan pilihannya. Masuk dalam dinas asing tanpa izin pada menteri Kehakiman RI sebelumnya. Diangkat anak secara sah oleh orang asing. h.syarat yang harus dipenuhi dalam naturalisasi adalah : 1) Sudah berumur 21 tahun. Syarat. 6) Bersedia membayar sejumlah kas pada negara. b. 2) Lahir dalam wilayah RI atau sudah tinggal di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut. 3) Apabila lelaki yang sudah kawin. Putusnya perkawinan wanita asing dengan laki-laki Indonesia. apakah ia memilih negara lain atau memilih Indonesia. dan tidak pernah dihukum karena merugikan Indonesia. perlu mendapat persetujuan istrinya. g. Kehilangan kewarganegaraan Indonesia Seorang warga negara Indonesia dapat kehilangan kewarganegaraannya dengan alas an sebagai berikut : a.Caranya ialah dengan naturalisasi. tahu pengetahuan tentang Indonesia. Tidak menolak atau melepas kewarganegaraan lain. 11. . Memperoleh kewarganegaan lain karena keinginannya sendiri. Diakui oleh orang asing sebagai anaknya. f. 4) Dapat berbahasa Indonesia. Kawin dengan laki-laki asing. Cara naturalisasi Negara Indonesia memberi kesempatan kepada orang asing untuk menjadi warganegara. Anak seorang orangtua yang kehilangan kewarganegaraannya. d.

Orang yang tak sehat pikirannya. dll. Benda yang tidak berwujud. rumah. Mempunyai paspor dari negara asing. Badan hukum : memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan manusia Selain itu ada objek hukum yang dirasa tidak cakap hukum antara lain : a. 2.j. hewan. m. dll. c. Menyatakan sumpah atau janji setia pada negara lain. Subjek hukum Subjek hukum merupakan sesuatu yang mempunyai hak dan kewajiban. Objek hukum Objek hukum ialah segala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum dan dapat menjadi objek perhubungan suatu hukum. Bertempat tinggal di negara asing selama 5 tahun berturut-turut dan tidak menyatakan ingin tetap menjadi warga Indonesia. . misalnya : tanah. SUBJEK HUKUM DAN OBJEK HUKUM 1. yayasan. Badan hukum ada 2 antara lain : 1) Badan hukum publik misalnya : negara. Orang yang masih dibawa umur. dll 2) Badan hukum perdata misalnya : perusahaan. b. b. Subjek hukum terdiri dari : a. l. misalkan : rumah. dll. masjid. 2. misalnya : sepeda. Benda dapat dibagi menjadi : a. Orang perempuan dalam pernikahan. hak merk. Manusia : merupakan keseluruhan manusia sejak dia lahir sampai meninggal dunia. Dan ada juga yang mengklasifikasikan benda dalam : a. gedung. meja. Perbuatan hukum dua pihak Perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua pihak dan menimbulkan hak dan kewajiban bagi kedua pihak. Benda tidak bergerak. buku. Perbuatan hukum terdiri dari : 1. dll. k. dll. kotamadya. misalkan : hak cipta. Turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat kenegaraan dari negara asing.Biasanya objek hukum adalah benda. Benda bergerak. Benda yang berwujud. b. PERBUATAN HUKUM Segala perbuatan manusia yang secara sengaja dilakukan oleh seorang untuk menimbulkan hak dan/atau kewajiban dinamakan perbuatan hukum. desa. Perbuatan hukum sepihak Perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu pihak saja dan menimbulkan hak dan kewajiban pada satu pihak pula. b.

Hak Nisbi Hak nisbi atau hak relatif ialah hak yang memberi wewenang kepada orang tertentu untuk menuntut agar orang lain memberikan sesuatu. melakukan sesuatu. Pengertian Hak Hak ialah hukum yang dihubungkan dengan seorang manusia atau subjek hukum tertentu dan dengan demikian menjelma menjadi sebuah kekuasaan. 2. b. Hak mutlak dapat dibagi menjadi : a. Peristiwa lain yang bukan perbuatan subjek hukum Dikenal dua macam perbuatan hukum yaitu : a. Tiap perbuatan yang bersegi dua merupakan sebuah perjanjian. Hak Mutlak Hak mutlak ialah hak yang memberikan wewenang kepada seseorang untuk melakukan suatu perbuatan hak mana dapat dipertahankan terhadak siapapun. Dalam hukum dua macam peristiwa hukum yaitu : a. Hak Asasi Manusia b. Perbuatan subjek hukum b. atau tidak melakukan sesuatu. 2. Zaakwaarneming dan onrechtmatige daad Zaakwaarneming merupakan perbuatan memperhatikan kepentingan orang lain dengan tidak dimintai oleh orang yang bersangkutan untuk diperhatikan kepentingannya. dua pihak atau lebih. dan sebaliknya setiap orang juga harus menghormati hak tersebut. Perbuatan hukum bersegi dua yaitu tiap perbuatan yang akibat hukumnya ditimbulkan oleh kehendak dari dua subjek hukum. Hak Keperdataan 3. Perbuatan hukum yang bersegi satu yaitu tiap perbuatan yang akibat hukumnya ditimbulkan oleh kehendak dari yang melakukan perbuatan itu menjadi unsur pokok dari perbuatan tersebut. Hak Publik Mutlak c. PERISTIWA HUKUM 1. .PENGERTIAN DAN MACAM-MACAM HAK 1.

Uraian tentang peristiwa hukum dapat diikhtisarkan sebagai berikut : Perbuatan hukum yang bersegi satu (wasiat) Perbuatan hukum Perbuatan subjek hukum Perbuatan hukum yang bersegi dua (perjanjian) Peristiwa hukum Perbuatan yang bukan perbuatan hukum Perbuatan seperti zaacwaarneming Peristiwa yang bukan hukum Kematian Kelahiran Lewat waktu Perbuatan yang bertentangan dengan hukum .Onrechtmatige daad merupakan perbuatan yang bertentangan dengan hukum.

RANGKUMAN BAB I ² BAB VII OLEH : ARIZALDHY SATRIA NUGRAHA I ² AA / 06 .

PENGANTAR ILMU HUKUM SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA 2010 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->