P. 1
PERLAKUAN AIR PADA BENIH

PERLAKUAN AIR PADA BENIH

|Views: 646|Likes:
Published by YudhistiraMauris

More info:

Published by: YudhistiraMauris on Feb 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

PERLAKUAN AIR PADA BENIH 1. Tujuan Mengetahui pengaruh air terhadap perkecambahan benih 1.

Teori Dasar Pengertian perkecambahan ini tidak hanya dipakai khusus untuk biji (seed) tetapi juga dipakai untuk bagian tumbuhan lainnya. Selama proses pertumbuhan dan pemasakan biji (seed development and maturation), embryonic axis juga bertumbuh (grows). Setelah biji masak yaitu mencapai maximum dry weight yang biasanya bersamaan dengan masaknya buah, biji tersebut memasuki suatu periode waktu selama embryonic axis berhenti tumbuh. Pengaktifan kembali aktifitas pertumbuhan embryonic axis didalam biji yang terhenti untuk kemudian membentuk bibit(seedling) disebut perkecambahan. Secara visual dan morfologis suatu biji yang berkecambah (germinate) umumnya ditandai dengan terlihatnya akar (radicle) atau daun (plumule) yang menonjol keluar dari jiwa. Sebetulnya proses perkecambahan sudah dimulai dan berlangsung sebelum kenampakan ini. Untuk selama beberapa periode tertentu pada umumnya biji dari kebanyakan tanaman menghendaki beberapa syarat khusus untuk dapat memulai perkecambahan. Biji-biji ini pada umumnya akan berkecambah segera pada keadaan lingkungan yang hamper bersamaan. Syarat luar utama yang dibutuhkan untuk dapat aktifnya kembali pertumbuhan embryonic axis adalah : 1. 2. 3. adanya air yang cukup untuk melembabkan biji (sufficient supply of water) suhu yang pantas (favourable temperature) cukup oksigen (sufficient supply of oxygen) kekurangan salah satu dari ketiga syarat ini umumnya biji tidak akan berkecambah adanya cahaya Air Air memegang peranan terpenting dalam proses perkecambahan biji. Air adalah factor yang menentukan didalam kehidupan tumbuhan. Tanpa adanya air, tumbuhan tidak bisa melakukan berbagai macam proses kehidupan apapun. Kira-kira 70% atau lebih daripada berat protoplasma sel hidup terdiri dari air. Fungsi air dalam perkecambahan : 1. air yang diserap oleh biji berguna untuk melunakkan kulit biji dan menyebabkan pengembangan embrio dan endosperm. Hal ini mengakibatkan pecah atau robeknya kulit biji air memberikan fasilitas untuk masuknya oksigen kedalam biji. Dinding sel yang kering hamper tidak permeable untuk gas, tetapi apabila dinding sel diimbibisi oleh air, maka gas akan masuk kedalam sel secara difusi. Apabila dinding sel kulit biji dan embrio menyerap air maka supply oksigen meningkat kepada sel-sel hidup sehingga memungkinkan lebih aktifnya pernafasan. Sebaliknya juiga CO yang 2 dihasilkan oleh pernapasan tersebut lebih mudah mendifusi keluar.

4.

2.

2. dinitrofenol. 4. beberapa factor penghambat yang dikenal : 1. Cara kerja . iv. Herbisida Coumarin Auxin Bahan-bahan yang terkandung dalam buah. hilang sewaktu biji tersebut telah mencapai masak sempurna dan lepas dari induknya (seed are shed) Semenjak saat ini aktifitas protoplasma hamper seluruhnya berhenti sampai perkecambahan dimulai. Pitridis Kertas saring Air Larutan garam Benih kacang panjang 3. 4. asimilasi (assimilation). larutan NaCl. 2. Bahan dan Alat 1. 4. 6. azide. 5.3. fluoride. pernapasan (respiration). air berguna sebagai alat transport larutan makanan dan endosperm atau cotyledon kepada titik tumbuh pada embryonic axis. iii. ii. Bahan-bahan yang mengganggu lintasan metabolism. air berguna untuk mengencerkan protoplasma sehingga dapat mengaktifkan bermacam-macam fungsinya. i. hydroxylamine. Sel-sel hidup tidak bias aktif melaksanakan proses-proses yang normal separti pencernaan(digestion) . missal larutan mannitol. apabila protoplasma tidak mengandung sejumlah air yang cukup. umumnya menghambat respirasi seperti : sianida. Tingkat kemasakan benih Ukuran benih Dormansi Penghambat perkecambahan. 2. Larutan dengan tingkat osmotic tinggi. 3. 5. dan tumbuh (growth). didaerah mana diperlukan untuk membentuk protoplasma baru. missal : cairan yang melapisi biji tomat dan mentimun. Faktor dalam yang mempengaruhi proses perkecambahan 1. 1. Sebagian air didalam protoplasma sel-sel embrio dan bagian hidup lainnya pada biji.

Pembahasan Ketersediaan air sangat diperlukan dalam proses perkecambahan. Memasukkan kedalam pitridis 50 butir kacang panjang yang telah diseleksi dengan memasukkan dalam air. Benih yang melayang dan mengapung diganti. 3. Dari hasil pengamatan dan perhitungan. daya kecambahnya = X 100 % = 94 % # Daya kecambah benih terhadap larutan garam total benih = 50 total yang berkecambah = 39 maka. Menyemprot dengan larutan garam dan air.1. daya kecambahnya = X 100% = 78 % 1. 4. 2. Kesimpulan ini diambil dengan menggunakan . Hasil Pengamatan Perkecambahan Hari 1 Pitridis 2 3 4 5 6 7 Air 7 17 10 4 1 5 3 Garam 1 20 12 5 1 0 0 # Daya kecambah benih pada air total benih = 50 total berkecambah = 47 maka. prosentase perkecambahan benih yang diberi air mencapai 94% sedangkan prosentase perkecambahan benih yang diberi larutan garam hanya 78%. Hal ini membukti an bahwa air lebih memiliki k nilai yang lebih untuk proses perkembangan perkecambahan. Mengatur letak benih kacang panjang dalam pitridis. 3. Menyemprot benih dengan larutan yang sama setiap harinya.

pada hari kedua benih yang berkecambah dengan diberi air hanya 17 sedangkan benih yang diberi larutan garam mencapai 20 perkecambahan. DAFTAR PUSTAKA Heddy. Hal lain yang mungkin sebagai factor penghambat perkecambahan adalah tingkat kematangan atau kemasakan dari benih itu sendiri. Kesimpulan Dari kegiatan praktikum dapat disimpulkan bahwa : 1. Karena walaupun memiliki kandungan garam yang dapat menghambat perkecambahan akan tetapi larutan tersebut ada kandungan airnya juga. Dari hal ini pula kita dapat menyimpulkan. 1979. 1991. 1. Suwasono. 4. Teknologi Benih. Pitridis II is benihnya memiliki tingkat kemnasakan yang lebih tinggi dibandingkan beni yang terdapat pada pitridis I sehingga pada hari ke-2 sampai hari ke-4 larutan yang diberi larutan garam (pitridis II) malah lebih banyak yang berkecambah.1996. Antara lain NaCl (larutan garam) Perkecambahan benih sangat dipengaruhi oleh masih ada atau tidaknya masa dormansi benih itu sendiri Perkecambahan juga dipengaruhi oleh tingkat kemasakan benih 3. Dari hasil pengamatan. yaitu adanya benih yang masih mengalami proses dormansi. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Suatu benih dengan tingkat kemasakan lebih tinggi akan lebih cepat berkecambah dibandingkan dengan yang memiliki tingkat kemasakan benih lebih rendah. benih dengan diberi larutan garam -3 jauh lebih banyak benih yang berkecambah. Fisiologi Lingkungan Tanaman. karena notabene larutan garam merupakan salah satu larutan dengan tingkat osmotic tinggi yang dapat menghambat proses perkecambahan. PERLAKUAN CAHAYA PADA PERTUMBUHAN . Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.D dan Sri Andani. demikian pula untuk hari ke dan ke-4. Padang : Angkasa Raya. Dan juga mungkin larutan tersebut juga memiliki konsentrasi larutan garam yang rendah sehingga tidak terlalu menghambat perke cambahan. Purbayanti E. Hal ini sangat dimungkinkan karena sifat dari benih itu sendiri. sebenarnya ada hal yang membingungkan ketika kita melihat data proses perkecambahan mulai hari ke-3 sampai hari ke-4. yaitu larutan dengan tingkat osmotic tinggi. Hormon Tumbuhan. 1. Kamil.keseluruhan hasil perkecambahan sampai hari ke 7. padahal secara teori benih yang diberi air akan lebih cepat berkecambah daripada benih yang diberi larutan garam. Air sangat dibutuhkan dalam proses perkecambahan benih Ada beberapa larutan yang dapat menghambat perkecambahan. Jurnalis. sangat dimungkinkan bahwa benih-benih pada hari ke-2 sampa ke-4 pitridis I (diberi air) lebih sedikit yang mengalami perkecambahan dibandingkan dengan pitridis II (diberi larutan garam) karena dalam pitridis I banyak benih yang masih mengalami proses dormansi. Kita ketahui sendiri yakni ketika suatu benih masih mengalami proses dormansi maka kegiatan seluruh metabolisme ataupun sel-sel lumpuh walaupun diberi air sekalipun untuk merangsang dan mempercepat proses perkecambahan. Hal inipula yang mungkin terjadi pada kedua pitrid tersebut. 2.

Karena itu kelihatannya perkecambahan yang dikendalikan cahaya merupakan satu adaptasi tanaman yang tidak toleran terhadap penaungan. 1. 1987). 1. biji biji itu memerlukan rangsangan cahaya. Fotosintesis dimaksimumkan untuk energi yang diterima. ada suatu jenis yang menghendaki penyinaran panjang. Beberapa peneliti telah memperlihatkan bahwa biji yang peka terhadap cahaya tidak akan berkecambah dibawah kanopi daun. pucat dan memanjang Setiap jenis sayuran menghendaki syarat-syarat yang sangat berlawanan. penempatan daun dalam posisi dimana akan diterima intersepsi cahaya maksimum. i. i. Tujuan Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan awal tanaman.1. sehingga tetap dalam kesinambungan neto karbon yang positif (pengikatan CO2 untuk fotosintesis lebih besar daripada jumlah yang dikeluarkan pada respirasi dan hasil karbohidrat). Tanaman yang kurang cahaya matahari pertumbuhannya lemah. tetapi sebagian memerlukan energi yang lebih besar (Mancinelli dan Rabino. Teori Dasar Biji-bijian dari banyak spesies tidak akan berkecambah pada keadaan gelap. Karena itu sebagian besar dari daun akan berada pada intensitas cahaya yang kurang dari yang dibutuhkan ii. Sedang cahaya sangat dibutuhkan untuk : 1. Yang dimaksud penyinaran panjang ialah lebih dari 12 jam. karena beberapa proses dalam perkembangan tanaman dikendalikan oleh cahaya. kerapatan pengaliran atau intensitas menunjukkan pengaruh primernya terhadap fotosintesis dan pengaruh sekundernya pada morfogenetika pada intensitas rendah. 1. yang antara lain adalah . Ekologi tanaman dalam kaitannya dengan intensitas cahaya diatur oleh dua hal 1. dengan anggapan keadaan ini menjadi dibawah titik jenuh cahaya untuk fotosintesis normal. sedang penyinaran pendek kurang dari 12 jam. ada pula yang pendek.   Pembentukan zat warna hijau (chlorophyll) Pertumbuhan tanaman dan kwalitas daripada produksi. Ketersediaan cahaya bagi pertumbuhan tanaman sangat bermanfaat. Cahaya sendiri memiliki suatu intensitas. Berarti diatas kanopi dan didalam komunitas yang kompleks sebagian besar daun tesebut tidak dapat mencapainya. Sehelai daun yang berada pada keseimbangan C yang negative akan memerlukan gula yang diambil dari sisa tanaman dan akan mengurangi ketegaran secara menyeluruh Adanya penyinaran sinar matahari akan menimbulkan cahaya.

3. Hasil Pengamatan 1. 4.y y y y y y y y y 1. 2. 4 Polibag Media tumbuh (pasir) Benih kacang panjang Box plastik Kertas penutup 2. 4. 3. Panjang batang Hari 2 Perlakuan 4 6 8 10 . 5. Cara kerja 1. 2. Menanam benih kacang panjang dalam masing-masing polibag. Perkecambahan Perpanjangan batang Membukanya hypocotyls Perluasan daun Sistesis klorofil Gerakan batang Gerakan daun Pembukaan bunga Dormansi tunas Bahan dan Alat 1. Menyiram setiap hari secukupnya. Menaruh polibag ditempat yang cukup cahaya dan ditempat yang kurang cahaya. Melubangi polibag dan mengisinya dengan media tumbuh pasir. 3.

Terang I II - 2cm 11. * batang dalam keadaan patah Terang I. kecil. Kareana hasil pengamatan juga membenarkan hal tersebut.3cm 15. namun demikian panjangnya tersebut terlihat kurus tidak sehat. Hal ini menunjukkan bahwa teori tentang pentingnya cahaya bagi pertumbuhan suatu tanaman memang benar. 1. Proses inilah yang menyebabkan batangnya hanya semakin panjang sedangkan daunnya kecil. tanaman yang diletakkan pada area gelap lebih panjang dibanding tanaman cukup cahaya. dan juga bahwa cahaya merupakan factor pembentuk warna hijau daun (chlorophyll) dan mensintesisnya.6cm 16cm 16.8cm 14. Dari hasil pengamatan selama 10 hari tanamantanaman yang diletakkan pada area cukup cahaya memiliki daun -daun yang lebar dan kelihatan segar tidak layu. Cahaya digunakan tanaman untuk proses fotosintesis . daun pada tanaman yang diletakkan pada area cukup cahaya memiliki daun yang lebih hijau dan segar dibanding yang diletakkan pada area gelap.7cm 11. karena hasil metabolisme sementara hanya digunakan untuk keperluan pemanjangan batang dalam pencarian cahaya tadi untuk dapat melakukan fotosintesis dan pemenuhan nkebutuhan seluruh organ tanaman selanjutnya. Kesimpulan 1. yaitu usaha tanaman mencari cahaya untuk keperluan metabolisme tanaman. Panjang batang dari tanaman yang diletakkan pada area gelap sebenarnya karena adanya gerak nasti. Untuk panjang batangnya sendiri. Terang II.5cm 14cm* y o o 1.8cm 16cm 18cm Gelap I II - - - - - - 2. sedangkan tanaman yang diletakkan pada area gelap daunnya kecil-kecil dan kusam agak kekuningan. Gelap II : jumlah daun 2 lembar Pembahasan Dari dasar teori diatas telah dipaparkan bahwa ketersediaan cahaya sangat dibutuhkan salah satunya dalam proses perpanjangan batang dan pelebaran daun.5cm - 0. lain halnya tanaman yang cukup cahaya walaupun batang lebih pendek namun terlihat gemuk sehingga mampu menopang daun-daunnya yang lebar.

1992. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Teori Dasar Pupuk adalah setiap bahan yang diberikan kedalam tanah atau disemprotkan pada tanaman dengan maksud menambah unsure hara yang diperlukan tanaman. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. 1991. Purbayanti E. hal ini karena tanaman berusaha mencari cahaya untuk keperluan fotosintesis. PERLAKUAN PUPUK DAUN DAN PUPUK MELALUI TANAH 1. Pupuk terdapat terdapat dalam berbagai klasifikasi (penggolongan). berdasarkan terjadinya : pupuk buatan dan pupuk alam berdasarkan zat-zat makanan yang terkandung ~ pupuk yang mengandung zat N ~ pupuk yang mengandung zat P ~ pupuk yang mengandung zat K ~ pupuk yang mengandung zat kapur dan magnesium ~ pupuk gabungan . Sedangkan pengertian pemupukan adalah setiap usaha pemberian pupuk yang bertujuan menambah persediaan unsure-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk peningkatan produksi dan mutu hasil tanaman. 3. Tujuan Mengetahui pengaruh pupuk daun pada awal pertumbuhan tanaman.2.1996.D dan Sri Andani. 2. 4.Yogyakarta : KANISIUS. Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. dan hayati dari tanah sehingga sesuai dengan tuntutan tanaman. Pengertian lain dari pupuk adalah suatu bahan yang diberikan sehingga dapat mengubah keadaan fisik. Diantaranya yang penting ialah 1. DAFTAR PUSTAKA AAK. 1. Daun tanaman yang cukup cahaya lebih lebar. Tanaman yang kurang cahaya (ditanam diarea gelap) batangnya lebih panjang. hijau segar. kimiawi. Suwasono. Hormon Tumbuhan. kegiatan ini dikenal dengan gerak nasti. Tanaman yang cukup cahaya terlihat lebih sehat dan segar Daun tanaman-tanaman yang kurang cahaya jauh lebih kecil dan kusam kekuningan dibandingkan dengan tanaman yang cukup cahaya. Heddy.

atau K. penyebaran pupuk disebarkan atau ditabur secara merata dan seragam diatas permukaan tanah. 1. keuntungan daripada pemakaian pupuk ini ialah bahwa dengan satu kali pemberian. dan 2-2. P maupun K.5 cm pada jarak horizontal. maka penempatan pupuk yang baik ialah langsung dibawah akar. pemupukan telah selesai dan tidak ada persoalan pencampuran pupuk. P. didalam barisan (in the row) pupuk ditempatkan satu lubang dengan benih atau ditempatkan pada alur dekat benih yang ditanam. top dressed atau side dressed pemberian pupuk pada saat tanaman tumbuh diatas permukaan tanah. karena beberapa unsure hara bagi tanaman telah larut lebih dahulu atau mengalami fiksasi dalam tanah sehingga tidak dapat diserap lagi oleh tanaman. Jika akar tanaman tumbuhnya menyebar kearah samping.1. plow sole placement pupuk langsung diletakkan dibelakang bajak pada saat pengolahan tanah. 1. 1. . yang tetap akan dijumpai bilamana dipakai dua atau tiga macam pupuk tunggal. side band placement menempatkan pupuk disamping benih atau tanaman disatu sisi atau kedua sisinya). untuk pupuk majemuk berarti mengandung beberapa unsure yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan dan keadaan perakaran tanaman berbeda untuk setiap jenis tanaman. yakni sebagai berikut : 1. Dapat dilakukan setelah atau sebelum pengolahan tanah 1.5 cm dibawah tanah 1. Dengan mengetahui sifat-sifat dan aktifitas akar. berdasarkan susunan kimiawi : pupuk organis dan anorganis pupuk buatan sendiri terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu pupuk tunggal dan pupuk majemuk. semisal pupuk NPK. Keadaan sekitar tanaman menyebabkan perbedaan pertumbuhan akar. akan dapat dilakukan pemupukan yang praktis dan sempurna. Pupuk tersebut ditempatkan sejauh 5-7. Pemupukan melalui tanah itu kadang-kadang kurang bermanfaat. penyemprotan pada permukaan daun Sampai sekarang pemupukan yang biasa dan kebanyakan dilakukan petani hanya melalui tanah. dan system side dressed adalah meletakkan pupuk disamping atau disisi barisan tanaman. maka penempatan pupuk sebaiknya disisi tanaman. sehingga unsure hara tersebut diserap oleh akar tanaman dan ditransformasi menjadi bahan-bahan yang berguna bagi pertumbuhannya. Pupuk tunggal berarti pupuk tersebut hanya mengandung zat semisal N. Bila akar tanaman keadaannya tetap. System top dressed adalah menyebarkan pupuk diatas tanaman. pupuk majemuk jenis ini mengandung unsure N. Penggunaan pupuk sendiri terdapat beberapa cara.

misalnya bersama -sama dengan pestisida. P. antara lain : ~ baypolan ~ hyponex ~ wuxal ~ shell foliar ~ complesal ~ gandasil D Gandasil D ialah pupuk daun lengkap dan sempurna berbentuk kristal. 1. buatan jerman. Mekanisme pengambilan unsure hara dengan pemupukan melalui akar kurang efektif terutama untuk pupuk nitrogen. K. 2. pinggir daun terbakar karena larutan terlalu pekat hara yang dapat diberikan pada setiap pemberian rendah. Ca dan Mg serta unsure hara mikro. sehingga perlu diberikan beberapa kali untuk dosis pupuk sedang dan tinggi. Larutan hara tanaman dapat segera diserap oleh tanaman dengan sempurna apabila disemprotkan pada daun. Namun demikian hanya pupuk atau hara tanaman yang diperlukan dalam jumlah sedikit (seperti unsure hara micro) dan hanya untuk jenis-jenis pupuk yang tidak merusak daun tanaman dapat disemprotkan melalui daun. sedangkan pemupukan yang dipandang efektif dan efisien adalah dengan menyemprotkan melalui daun. Bahan dan Alat 1. tetapi bagian bagian tanaman yang lain pun. yaitu : 1. # anjuran : 10-30 gram Gandasil D dalam 10 liter air # warna pupuk : putih kehijau-hijauan Banyak unsure hara yang dapat diserap oleh tanaman melalui daun.Sesungguhnya tidak saja akar. biaya persatuan hara tinggi. 2. meskipun digabungkan dengan keperluan lainnya. S. ada beberapa kendala dalam pemupukan melalui daun ini. Beberapa zat hara yang telah efektif disemprotkan melalui daun adalah N. Namun demikian pula. K2O 14%. Mg 1% # dilengkapi dengan unsure mikro seperti Mn. Cu. Zn serta hormone tumbuh seperti Aneurine. Penyerapan unsure hara melalui daun ini ternyata lebih cepat dan lebih sempurna. Jadi pemupukan dapat pula kita lakukan melalui daun dengan jalan menyemprotkan larutan pupuk buatan. 6 polibag Media tumbuh pasir 3. seperti daun dan batang dapat menghisap unsure-unsur yang kita semprotkan. Co. Bo. . # komposisi : N 14%. P2O5 12%. Beberapa macam pupuk daun.

5cm P12 - - - - - P21 - - - - - P22 13.2cm 14. Hasil Pengamatan 1. Menanam benih kacang panjang 1 benih per polibag. 4.5cm 16.5cm 13cm P11 10. 5. Setelah tumbuh tanaman muda. Menaruh polibag pada tempat yang terkena cahaya 40 persen. dan ada control (tidak diberi apa-apa).5cm 17.5cm . 3. menyemprotnya dengan pupuk daun dan ada yang dengan pupuk NPK melalui tanah.5cm 18. 3.5cm 13cm 13cm 14. 2. 2.3. Benih kacang panjang Pupuk makro NPK dan pupuk daun Gandasil D atau Growmore Semprotan Cara kerja 1.2cm 15. lalu menyiramnya. Panjang batang Hari 5 Polibag 6 8 10 12 P01 - - - - - P02 - Berkecambah 3cm 10.

Kesimpulan 1. . 2. terlepas dari beberapa kekurangan menggunakan pupuk daun dengan disemprotkan ke daun dari beberapa referensi yang diperoleh yang terdapat pada dasar teori diatas. Dari data pengamatan terlihat bahwa tanaman yang diberi pupuk akan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibanding dengan tidak menggunakan pupuk. Dari data hasil pengamatan diperoleh kenyataan bahwa batang tanaman yang diberi pupuk daun (menyemprotkan pupuk pada daun-daun tanaman) lebih panjang dibanding dengan tanaman yang diberi pupuk NPK (pupuk dibenamkan di dekat area tanam). 4.Keterangan : P0 = tidak diberi pupuk P1 = diberi pupuk NPK P2 = diberi pupuk daun P02 = jumlah daun 2 helai P11 = jumlah daun 2 helai P22 = jumlah daun 2 dan terdapat kuncup y o o o pupuk daun dilakukan 2x dari periode praktikum pupuk daun dilakukan dengan cara disemprotkan ke bagian daun pupuk NPK dilakukan hanya 1x ketika sudah tumbuh daun dengan cara dibenamkan didekat area tanam. 1. Hal ini terlihat dari panjang batang masing-masing tanaman. 1. namun tidak semua tanaman akan bereaksi positif dengan dipupuk daun. Kenyataan ini memperlihatkan pertumbuhan tanaman yang diberi pupuk daun lebih cepat. baik pupuk NPK maupun pupuk daun. tanaman-tanaman yang diberi pupuk batangnya lebih panjang. Akan tetapi bukan itu yang akan dibahas karena memang jelas pupuk merupakan factor pemercepat pertumbuhan. Dari hal ini kita dapat menyimpulkan pupuk daun lebih dipandang efektif dan efisien bagi pertumbuhan tanaman. melainkan membandingkan lebih signifikan mana antara pupuk NPK dengan pupuk daun terhadap pertumbuhan tanaman tadi. 3. Pemberian pupuk pada tanaman sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman itu sendiri Tanaman yang diberi pupuk terlihat lebih tinggi dan daunnya lebih lebar Pupuk NPK merupakan jenis pupuk majemuk lengkap yang digunakan dengan jalan membenamkannya didasar tanah dekat tanaman berfungsi merangsang pertumbuhan vegetatif organ tanaman seperti daun dan batang Pupuk daun lebih efektif dan efisien bagi pertumbuhan tanaman. Pembahasan Penggunaan pupuk bermanfaat dalam petumbuhan tanaman.

air dan unsure hara menjadi maksimum pola tanam yang rapat akan menekan pertumbuhan rerumputan y . Apabila salah satu tanaman tidak memberikan hasil. 2. Tanaman-tanaman yang berumur panjang (cabai) yang ditanam diantara tanaman yang berumur lebih pendek (tomat) atau tanaman yang berumur sangat pendek (kubis) memberikan keuntungan pada ketiga tanaman tersebut yaitu disemprot dengan insektisida atau fungisida yang sama pada waktu yang sama. PENGENALAN PRODUK YANG DIHASILKAN PADA IKLIM YANG BERBEDA 1.DAFTAR PUSTAKA Rosmarkam. Tujuan Mengetahui pengaruh iklim dan tempat tumbuh yang berbeda terhadap kualitas hasil. Tanaman sayuran dipadukan dengan padi atau palawija.1986. Sarief. keuntungan dari penggunaan sarana produksi dan tenaga kerja. Hal ini karena ada beberapa keuntungan tersendiri yaitu : 1. Saefuddin. Pada kenyataannya terdapat beberapa pola tumpangsari. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Misalnya tanaman cabai yang ditanam diantara bawang merah kira-kira empat minggu sebelum bawang dipanen. 1. 1. mengurangi risiko kegagalan panen. Cara penanaman sisipan ini akan memberikan keuntungan waktu empat minggu lebih cepat 3. Afandie dan NW Yuwono. pemanfaatan tanah yang lebih baik pada satuan waktu yang sama. Yogyakarta : KANISIUS. masih ada kemungkinan tanaman kedua atau ketiga yang akan memberikan keuntungan. i.2002. Teori Dasar Tumpangsari Sebagian besar dari sayur-sayuran dataran rendah tidak ditanam sebagai pola tanam tunggal (monokultur) tetapi sebagai tanaman campuran atau tanaman sisipan (mixed cropping). Beberapa keuntungan lain dari pola tumpangsari adalah : y dengan pola tanaman campuran dari beberapa jenis tanaman yang berbeda. Bandung : Pustaka Buana. Ilmu Kesuburan Tanah. maka penggunaan sinar matahari. 1.

Penyemprotan tomat dalam pola tanam campuran dengan kubis berarti bahwa kubis akan disemprot juga sehingga residu pada sayuran yang baru dipanen sangat tinggi. pola tanam seperti ini juga memiliki kerugian. Perbedaan sayur dataran rendah dengan dataran tinggi Ada dua golongan besar sayuran berdasarkan suhu dan ketinggiannya. 2. 1. 1. i. yang antara lain y y Penyemprotan dengan pestisida sering kali tidak diperlukan untuk masing -masing tanaman. i. 1. 1. y y Pola tanam campuran adalah bertentangan dengan pola pergiliran tanaman sangat sulit Pengendalian rumput-rumputan dan penggunaan alat-alat mekanisasi akan menjadi sulit pada pola tanaman campuran. 1. 1. 1. i. Bahan dan Alat 1. kedua jenis itu ialah sayuran dataran tinggi dan sayuran dataran rendah. Sayuran dataran tinggi 1. Tomat Kentang . 1. i. kacang panjang atau tanaman-tanaman merambat lainnya Selain adanya keuntungan. 1. 1.y y pola tanam yang rapat akan mencegah erosi tanah pengaruh naungan dari tanaman tanaman yang tinggi (jagung) dapat bermanfaat untuk pertumbuhan beberapa jenis tanaman seperti cabai ajir untuk tanaman tomat atau ketimun dapat digunakan dua kali untuk oyong.

kemulusan dan ukurannya. 2. 2. bentuk. Warna kuning terang Ukuran lebih besar Daging kentang lunak Kadar air lebih rendah Kemulusan lebih kasar Tomat dataran tinggi o o o Warna lebih cerah (orange. mencatat mengenai warna. 3. ketebalan dan sifat fisik. Pisau Cara kerja 1. Membelah tomat dan kentang tersebut kemudian mengamati bhagian dalamnya. Hasil Pengamatan # Kentang # 1. Warna kuning pekat dan lebih gelap Ukuran lebih kecil Daging kentang agak keras Kadar air lebih tinggi Kemulusan/tekstur lebih halus Kentang dataran tinggi      # Tomat # 1.3. Kentang dataran rendah      2. Mengamati secara visual antara tomat dan kentang.kuning) Lebih lunak Rasanya manis . 1.

2.o o o o o 2. 2. padat Kulit tipis Daging buah warna lebih merah Tomat tumpang sari Warna pucat Lebih keras Rasanya asam Biji banyak Kadar air banyak Daging lebih tipis (berongga) Kulit tebal Daging buah berwarna pucat Pembahasan Kesimpulan y y y y y y y y 1. 1. Wortel dan mentimun Pisau Cara kerja . Jarang biji (biji kecil) Kadar air sedikit Daging lebih tebal. 1. Tujuan Mengetahui pengaruh genetika terhadap hasil tanaman. Teori Dasar Bahan dan Alat 1. DAFTAR PUSTAKA PENGAMATAN ANTAR VARIETAS YANG BERBEDA 1. 1.

mengamati juga secara kimia dan rasa/aroma. Membelah dan mengamati bagian dalamnya.1. Mentimun Jepang : ~ lebih panjang dari mentimun local ~ ukuran pangkal dan ujung sama besar ~ menggembung di bagian tengah 1. Bentuk dan ukuran 1. 1. Wortel Buntek : ~ pangkal menggembung ~ ukuran pendek bergaris melingkar ~ ujung tumpul 1. Hasil Pengamatan 1. 1. Mentimun Lokal : ~ panjang ~ pangkal lebih kecil ~ makin keujung makin besar ~ mendekati ujung mengecil 1. 1. 1. ukuran. 1. warna dan cirri-ciri lain secara visual dan fisik. 1. Wortel Panjang : ~ ukuran lebih kecil dari wortel buntek ~ memanjang dan bergaris melingkar ~ ujung lancip 1. Mengamati dari bentuk. 2. 1. 3. Mentimun Lokal : ~ putih kehijauan . Warna 1.

1. 1. 1. 2. 1. Wortel Panjang : orange cerah Wortel Buntek : orange pekat Dipotong melintang 1. 1. Mentimun Jepang : ~ daging buah tebal ~ biji kecil-kecil ~ tidak ada rongga 1. 1. 1.~ bagian pangkal hijau pekat ~ semakin ujung memutih 1. Wortel Panjang : ~ daging lebih tipis ~ gabus besar. 1. 2. warnanya lebih cerah dari dagingnya ~ gabus terlihat garis-garis seratnya 1. Mentimun Lokal : ~ daging buah tipis ~ biji besar-besar ~ membentuk rongga 1. Mentimun Jepang : ~ hijau keputihan ~ bagian pangkal hijau pekat ~ warena hijau merata 1. .

Wortel Buntek : ~ daging tebal ~ gabus lebih kecil 1. 1. 1. 2. 1. Ciri-ciri lain 1. Mentimun Lokal : ~ kadar air lebih banyak ~ bau tidak menyengat ~ permukaan halus dan mengkilat 1. Wortel Panjang : ~ bau lebih segar Wortel Buntek : ~ bau kurang segar . Mentimun Jepang : ~ kadar air sedikit ~ bau menyengat ~ permukaan lebih kasar dan kusam 1.1. 1. 1. 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->