P. 1
21033235-FAKTOR-FAKTOR-MOTIVASI-PENGGUNAAN-INTERNET-SEBAGAI-MEDIA-PEMBELAJARAN-BAHASA-JERMAN-MAHASISWA-PENDIDIKAN-BAHASA-JERMAN-UNIVERSITAS-NEGERI-YOGYAKARTA

21033235-FAKTOR-FAKTOR-MOTIVASI-PENGGUNAAN-INTERNET-SEBAGAI-MEDIA-PEMBELAJARAN-BAHASA-JERMAN-MAHASISWA-PENDIDIKAN-BAHASA-JERMAN-UNIVERSITAS-NEGERI-YOGYAKARTA

|Views: 2,135|Likes:
Published by yoganugrahasetiana

More info:

Published by: yoganugrahasetiana on Feb 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Latar Belakang Masalah
  • B. Identifikasi Masalah
  • C. Batasan Masalah
  • E. Tujuan
  • A. Motivasi
  • 1. Pengertian Motivasi
  • Gambar 1. Rantai motivasi
  • 2. Motivasi Belajar
  • B. Media Pembelajaran
  • 1. Pengertian Media Pembelajaran
  • 2. Kegunaan Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar
  • 3. Media Pembelajaran Bahasa Asing
  • C. Teknologi Informasi (Internet)
  • 1. Pengertian Teknologi Informasi
  • 2. Pengertian Internet
  • 3. Jenis Layanan Jaringan Internet untuk Pendidikan
  • 4. Aplikasi Internet sebagai Media Pengajaran dan Pembelajaran
  • 5. Internet sebagai Media Pendukung dalam Perkuliahan
  • D. Penelitian yang Relevan
  • E. Kerangka Berpikir
  • 2. Variabel Motivasi Penggunaan Internet
  • Tabel 1. Daftar Variabel Motivasi
  • BAB III METODOLOGI PENELITIAN
  • A. Desain penelitian
  • B. Variabel Penelitian dan Pengukurannya
  • C. Populasi dan Sampel
  • Tabel 2. Daftar Kisi-Kisi Kuesioner Motivasi Penggunaan Internet
  • 3. Uji Reliabilitas
  • Tabel 3. Reliabilitas Instrumen
  • E. Metode Analisis Data
  • 1. Analisis Deskriptif
  • 2. Analisis Komponen Utama (AKU)
  • 3. Analisis Faktor
  • BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
  • A. Gambaran Umum
  • Tabel 4. Jenis Kelamin
  • Gambar 3. Diagram Jenis Kelamin
  • Tabel 5. Daftar Tahun Angkatan
  • B. Uji Validitas
  • C. Uji Reliabilitas
  • D. Analisis Deskriptif
  • Tabel 7. Analisis Deskriptif
  • Internet sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman
  • Tabel 9. Nilai KMO dan Uji Bartlett

FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA JERMAN UNIVERSITAS

NEGERI YOGYAKARTA

SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh: Muhammad Nurrochim 04203241026

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JERMAN FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2009

PERSETUJUAN

Skripsi yang berjudul ” Faktor-Faktor Motivasi Penggunaan Internet sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta” ini telah disetujui pembimbing untuk diujikan.

Yogyakarta,

Februari 2009

ii

PENGESAHAN

Skripsi yang berjudul ” Faktor-Faktor Motivasi Penggunaan Internet sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta” ini telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta pada tanggal 20 Februari 2009 dan telah dinyatakan lulus.

DEWAN PENGUJI

Nama Iman Santoso, M.Pd Drs. Ahmad Marzuki Sudarmaji, M.Pd Dr. Pratomo Widodo

Jabatan Ketua Penguji Sekretaris Penguji Penguji I Penguji II

Tandatangan ...................... ...................... ...................... ......................

Tanggal

Yogyakarta, April 2009 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Dekan,

Prof. Dr. Zamzani NIP. 130891328

iii

PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini saya: Nama NIM Program Studi : Muhammad Nurrochim : 04203241026 : Pendidikan Bahasa Jerman

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi dengan judul ” Faktor-Faktor Motivasi Penggunaan Internet sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta” benar-benar merupakan hasil karya penulis, skripsi ini tidak berisi materi yang dipublikasikan atau ditulis oleh orang atau telah dipergunakan dan diterima sebagai persyaratan penyelesaian studi di perguruan tinggi lain, kecuali pada bagian-bagian tertentu yang penulis gunakan sebagai acuan. Pernyataan ini penulis buat dengan sesungguhnya, apabila kemudian hari terdapat kekeliruan, maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Yogyakarta, Februari 2009 Yang Menyatakan

Muhammad Nurrochim 04203241026

iv

MOTTO

...........Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri....... (Q.S. Ar-Ra’d : 11)
Tidak ada makanan yang lebih baik daripada makanan yang berasal dari hasil usaha sendiri (Muhammad. SAW)

v

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan karyaku ini untuk:
Semua anggota keluargaku yang sangat aku banggakan... Kedua orang tuaku dengan kebijaksanaannya dalam mendidikku. Kedua Kakakku, Mbak Erma dan Mas Udin yang selalu mendukungku. Untuk sahabat-sahabatku yang telah memberikan warna dalam hidupku.

vi

pada kesempatan ini penulis bermaksud menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Rektor UNY. Pd. Antok UII) dan semua sahabat dan teman yang tidak bisa saya sebutkan satu demi satu yang telah memberikan dukungan moral. masukan. Dekan FBS UNY. terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada kedua pembimbing. Pratomo Widodo dan Drs.KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbilalamin. penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan waktu dan ruang sehingga dapat terselesaikannya skripsi dengan judul ” Faktor-Faktor Motivasi Penggunaan Internet sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta”. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah pada Rasulullah Muhammad SAW. Kepada rekan-rekan sejawat (Fajar JOG_PAS. Untung STIS. selaku dosen penasihat akademik yang telah memantau dan mengarahkan dalam menjalani studi dan kepada semua dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman. dan kritik hingga terselesaikannya skripsi ini. dan Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman yang telah memberikan kemudahan bagi saya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa selama penyusunan skripsi ini telah banyak menerima bantuan dari berbagai pihak. Yogyakarta. Terima kasih kepada Ibu Tri Kartika Handayani. yaitu Dr. Seorang manusia pilihan yang telah merubah dunia menjadi dunia yang lebih indah. Jarot UGM. Ahmad Marzuki yang telah memberikan bimbingan. 01 Maret 2009 Muhammad Nurrochim vii . bantuan dan dorongan kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan studi. Rasa hormat. M. Oleh karena itu.

........................... Rumusan Masalah….. KAJIAN TEORI................................. 1 B..................................... v HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................... ................................................... xiii HALAMAN ABSTRAK...... 5 F............................. Batasan Masalah .................... iv HALAMAN MOTTO ................... 5 E................................................................................................................................................................................................................................................................................................ 4 C.................... Tujuan .............................................................................................................................................. viii DAFTAR TABEL.................................................. xiv BAB I...................... ii HALAMAN PENGESAHAN................. 1 A.............................. 7 viii ....................................................... ........... Identifikasi Masalah .............................................................................................. 6 BAB II... 5 D. xi DAFTAR GAMBAR ....... xii DAFTAR LAMPIRAN..……………………………………………............................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN. Manfaat ……………………………………………………………..................................... PENDAHULUAN ........................................................................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL.............................. iii HALAMAN PERNYATAAN ............................................................... vii DAFTAR ISI..................................................................................................................... vi KATA PENGANTAR ........................... ..... Latar Belakang Masalah ..........................................

................ Pengertian Media Pembelajaran. 15 C.................................................................................................................................................. 17 2... Desain Penelitian........... 18 3...... 7 2... Jenis Layanan Jaringan Internet untuk Pendidikan.................................. 10 B...................................... 13 1.. 22 5............. 19 4................................. Populasi dan Sampel ..................... Motivasi Penggunaan Internet sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman................... 27 E............................................................................... Internet sebagai Media Pendukung dalam Perkuliahan .......................... Pengertian Teknologi Informasi................ 37 C...... 24 D....................... 37 B........... Media Pembelajaran Bahasa Asing.................. Pengertian Internet ................... Motivasi Belajar ..................................... 13 2.... Variabel Motivasi Penggunaan Internet.............................. Aplikasi Internet sebagai Media Pengajaran dan Pembelajaran ... 7 1........ 38 ix .. Kegunaan Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar 14 3........................................................................................A... 31 BAB III........................................... Motivasi ............... 30 2................................. 17 1..................................................... METODOLOGI PENELITIAN ................................................................... 30 1...... Media Pembelajaran................ Pengertian Motivasi ............................... Penelitian Yang Relevan ...................................................................................... Variabel Penelitian dan Pengukurannya ................................ 37 A..... Teknologi Informasi (Internet) ......................................... Kerangka Berpikir..

............. 39 1................D......................................................................... Metode dan Alat Pengumpulan Data ................ Uji Validitas .................. 39 2...................... Kuesioner ............. 41 x ............................................

............... Diskusi Hasil Penelitian ............................. 43 1..................................................................... Analisis Faktor ........................................................................... Implikasi ............................................................. 61 F.................................................. 44 3........................................ 49 BAB IV. Faktor-Faktor Dominan yang Menentukan Motivasi Penggunaan Internet sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman .......................................................... 75 BAB V PENUTUP............ 76 A.. 55 A........................................ Metode Analisis Data ..... Faktor-Faktor Motivasi yang Terbentuk .......................... 76 B.............................. Saran............................................................................................ 59 E........................................................................................................................................ Uji Reliabilitas ........................... Keterbatasan Penelitian............................... 44 2................................................... Analisis Komponen Utama .................. 42 E.............................................. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...... Uji Reliabilitas ............................................ 59 D................... 80 LAMPIRAN....................................... 82 xi ... .... Kesimpulan ........................ 57 C.................................... 55 B.................................................................. Uji Validitas ................3...................................................................................................................... 67 G................................ Gambaran Umum ........... Analisis Deskriptif ....................... 77 C................................................ 71 H.............................. Analisis Deskriptif ......................... 78 DAFTAR PUSTAKA ...............................

...................................................................................................................................................................................... 55 Tabel 5: Daftar Tahun Angkatan....... 63 Tabel 12: Total Variance Explained .............................................. 43 Tabel 4: Jenis Kelamin ... 66 Tabel 14: Korelasi dari Variabel Terhadap Faktor yang Terbentuk (Setelah Rotasi) ............................... 57 Tabel 7: Analisis Deskriptif ................... 60 Tabel 8: Statistik Deskriptif (descending)................ 56 Tabel 6: Validitas Butir Kuesioner.................................................. 40 Tabel 3: Reliabilitas Instrumen ............................................................................................................... 61 Tabel 10: Nilai MSA setiap variabel pada Anti-Image Matrices ................................... 68 xii .......................................................................................................................... 61 Tabel 9: Nilai KMO dan Uji Bartlett............ 64 Tabel 13: Korelasi dari Variabel Terhadap Faktor yang Terbentuk (Sebelum Rotasi)....................................................................................................................................................................................... 67 Tabel 15: Faktor-faktor yang Menentukan Motivasi Mahasiswa Menggunakan Internet sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman .................................................................................................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1: Daftar Variabel Motivasi........................... 62 Tabel 11: Komunalitas Variabel ....................................................... 35 Tabel 2: Daftar Kisi-Kisi Kuesioner Motivasi Penggunaan Internet .......................

...............DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Gambar 4 Gambar 5 : Rantai Motivasi ............. 36 : Diagram jenis kelamin ........................................................... 8 : Kerangka Berpikir....................................................................................................................................................... 56 : Nilai Akar ciri (scree plot) ......... 56 : Diagram Tahun Angkatan.... 65 xiii ..................................................................................

............................................................................ 83 Lampiran 2 : Tabel Jawaban Responden ............................................ 92 Lampiran 6 : Tabel r ............................................................... 89 Lampiran 4 : Uji Validitas dan Reliabilitas .................................................... 90 Lampiran 5 : Analisis Faktor .........DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 : Kuesioner .............. 86 Lampiran 3 : Deskripsi Data............................................. 97 xiv .......................................................................................................................................

918 persen. Dengan persentase keragaman sebesar 31. Tak terbatas dan Menarik. Validitas dan reliabilitas kuesioner diuji dengan pearson correlation dan cronbach alpha. dan Organisasi.842%. Relevansi dan Prestasi) dengan persentase keragaman sebesar 13. Kelengkapan. Orang Lain. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Variabel yang mendukung adalah Kepuasan. Biaya. xv . (3) Faktor lingkungan dengan persentase keragaman sebesar 10.226%.(4) Faktor Ektifitas dalam menggunakan internet. Variabelnya adalah Kemudahan dan Pengetahuan.157%. Total keragaman yang mampu dijelaskan oleh keempat komponen utama tersebut adalah sebesar 63.693%. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta pada semester gasal tahun 2008/2009. (2) Variabel yang mewakili setiap faktor yang menentukan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Persentase keragaman sebesar 8. Faktor-faktor yang memotivasi mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman adalah: (1) Faktor Informasi adalah faktor yang berasal dari internet itu sendiri. Pengambilan data dilakukan pada awal bulan Desember 2008 dengan jumlah subjek sebesar 80 responden. Yaitu variabel Interactivity. (2) Faktor Individu yaitu faktor yang berhubungan dengan individu mahasiswa (Minat. analisis komponen utama dan analisis faktor.FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA JERMAN UNIVERITAS NEGERI YOGYAKARTA Oleh: Muhammad Nurrochim NIM: 04203241026 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) faktor-faktor motivasi yang menentukan penggunaan internet sebagai media pembelajaran bahasa jerman mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta.

der die Studenten der Deutschabteilung Universitas Negeri Yogyakarta das Internet als Deutschlernmedien zu gebrauchen motiviert. Kosten. herauszufinden: (1) Faktoren. anderen Menschen und Organisation. Die Daten werden durch Deskriptive-. Der Prozensatz der Varianz ist 31. (4) Effizienzsfaktor bei der Nutzung des Internets. Der gesamten Varianz. Faktoren. Die Daten werden durch Umfrage gesammelt. Die Subjekte der Forschung sind die Studenten der Deutschabteilung Universitas Negeri Yogyakarta im Jahrgang 2008/2009. (2) Der interne Faktor der Befragten ( Interesse. die Zahl der Subjekte umfasst 80 Befragten. (3) Lernumfeldsfaktor. ist 63. Die Untersuchung ergibt sich wie folgendes.226%. die Hauptkomponenten.918 Prozent. der aus dem Internet selbst kommt. die die Studenten der Deutschabteilung Universitas Negeri Yogyakarta das Internet als Deutschlernmedien zu gebrauchen motivieren.693%.157%. die Variablen sind Zufriedenheit. der prozentuale Anteil der Varianz ist 10. Die Variablen sind Einfachkeit und Kenntnis. Sie sind Interktivität. (2) Variablen für jeden Faktor.Faktoren der Motivation bei der Verwendung des Internets als Deutschlernmedien an der Deutschstudenten der Universitas Negeri Yogyakarta von: Muhammad Nurrochim NIM: 04203241026 ABSTRAKT Diese Forschung zielt darauf ab. der durch die vier Hauptkomponenten sich erklärt.842%. die die Studenten der Gebrauch des Internets motivieren sind: (1) Informationsfaktor.und Faktorenanalyse Verfahren analysiert. Die Zuverlässigkeit und Gültigkeit des Umfragens werden durch pearson correlation und cronbach alpha geprüft. xvi . Die Datensammlung fand im Dezember 2008 statt. Vollständigkeit. der Prozentsatz der Varianz ist 13. Relevanz und Leistung). unbegrenzt und Attraktivität. Der Prozentsatz der Varianz ist 8.

Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi informasi telah memberikan kontribusi yang besar di dalam dunia pendidikan. Secara tradisional. dan bertanggung jawab dalam segala perilakunya. guru menjadi sumber ilmu atau sebagai input kepada pelajar. Selain itu. Internet merupakan alat yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang demikian. karena internet dengan kelebihannya mampu memberikan informasi serta aplikasi yang dibutuhkan oleh mahasiswa. berpandangan jauh. kaidah pembelajaran rata-rata lebih menjurus antara guru dan pelajar. Berdasarkan fakta tersebut. Melalui kaidah tersebut. Mahasiswa harus mencari sendiri bagaimana caranya untuk menyerap apa yang dikuliahkan para dosen. Kaidah ini sangat populer di kebanyakan sekolah. mandiri. Membaca berbagai literatur yang berkaitan dengan topik yang disampaikan oleh dosen akan memberikan pemahaman yang komprehensif dan memperluas wawasan. kaidah pembelajaran yang demikian sudah tidak begitu sesuai lagi. akan tetapi kini guru berubah menjadi sebagai fasilitator dalam bidang pengajaran dan pembelajaran. Internet telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan. Seorang mahasiswa juga harus berupaya untuk 1 . dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Dalam kegiatan belajar di universitas. Kini.BAB I PENDAHULUAN A. sikap peserta didik itu sendiri juga perlu berubah dari pelajar yang pasif menjadi pelajar yang aktif. kreatif. seorang mahasiswa harus membiasakan diri dengan cara baru dalam mengikuti proses perkuliahan.

Hampir semua materi ilmu pengetahuan dapat diperoleh di dunia maya (internet). Dengan mudah mahasiswa mencari informasi yang dibutuhkan dengan fasilitas yang ada di internet. Teknologi informasi sebagai perpaduan dari teknologi komputer dan komunikasi membuat perubahan dalam melakukan sesuatu termasuk cara dalam mengidentifikasi dan mendapatkan informasi Mahasiswa memperoleh semua materi pelajaran dengan mudah hanya dengan berada di depan komputer yang sudah koneksi dengan jaringan internet.2 berintegrasi dengan teknologi. Sebagaimana dimaklumi bahwa kualitas pendidikan dipengaruhi oleh banyak faktor ketersediaan sumber belajar. Hal ini juga berlaku bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman UNY. Dengan penggunaan teknologi informasi (internet) secara tepat akan memberikan kontribusi yang positif terhadap proses belajar mengajar. mereka mendapatkan wawasan yang sebelumnya tidak dimiliki oleh para mahasiswa. . Tersedianya materi pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Jerman yang sangat banyak di internet memberikan kemudahan kepada para mahasiswa untuk mencari pengetahuan secara aktif dan mandiri. Namun demikian sejauh pengalaman penulis selama mengikuti perkuliahan. Dengan membaca informasi yang ada. 2004). untuk mencapai standar kualitas pendidikan nasional sangat perlu kiranya dipertimbangkan bagaimana menyiasati agar faktor sumber belajar tidak menjadi kendala dominan bagi upaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikan (Syaehumisbah. Pendekatan pembelajaran bahasa secara komunikatif menuntut dosen dan mahasiswa untuk bisa menggunakan bahasa secara aktif.

koran. Mereka memanfaatkan internet untuk mencari referensi tambahan bahkan ada yang menjadikan internet sebagai rujukan utama. majalah. Hal ini didukung oleh peran dosen yang menganjurkan mahasiswanya dalam mencari informasi tambahan melalui internet. Ditambah sarana dari pihak kampus yang telah mempunyai dan menyediakan jaringan hot spot sehingga memberikan kemudahan akses internet bagi akademisi UNY. Dengan memanfaatkan internet diharapkan para akademisi seperti halnya dosen dan mahasiswa Jurusan dapat mengakses berbagai macam sumber belajar yang relevan dari media tersebut. Namun secara umum motivasi seorang mahasiswa dalam menggunakan internet berasal dari dalam dan luar individu mahasiswa. Dalam kurikulum 2004 mata kuliah Evaluation and Data Processing (EDP) telah diajarkan sebagai mata kuliah wajib bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman. . Di mana terdapat beberapa variabel pada masing-masing sisi yang tidak saling berhubungan.3 sumber informasi khususnya tentang bahasa Jerman dan tentang Jerman yang tersedia di media konvensional seperti buku. Internet yang memiliki kelebihan-kelebihan sebagai media pembelajaran tersebut seharusnya dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menggunakannya sebagai media pembelajaran untuk mendukung perkuliahan mereka. jurnal baik dalam bahasa Indonesia maupun Jerman masih kurang. Dengan demikian internet dapat digunakan sebagai media yang dapat memberikan motivasi dan informasi yang aktual untuk menunjang keberhasilan akademik. Internet telah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta yang selanjutnya disingkat UNY.

Prestasi belajar mahasiswa masih belum memuaskan. Walhasil. Di mana dalam penelitian ini variabel-variabel itu adalah yang mempengaruhi motivasi penggunaan internet. Identifikasi Masalah 1. 5. 2.4 Penelitian ini ingin mengetahui dan menyederhanakan dari variabel-variabel yang ada. Kemampuan atau pemahaman mahasiswa dalam menggunakan internet belum menjadi pendukung dalam penggunaan internet sebagai media pembelajaran. Analisis faktor berfungsi melayani tujuan keiritan upaya ilmiah. 4. Faktor yang mempengaruhi motivasi penggunaan internet mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman UNY belum teridentifikasi. analisis faktor memberi tahu kita tes-tes dan ukuran-ukuran yang saling dapat serasi atau sama tujuannya. di . Penggunaan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman belum sesuai. Tersedianya materi pembelajaran bahasa Jerman yang sangat banyak internet yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia mengurangi kelipatgandaan tes dan pengukuran hingga menjadi jauh lebih sederhana. Dengan demikian ia mengurangi banyaknya variabel yang harus ditangani oleh ilmuwan. dan sejauh manakah kesamaan itu. Untuk mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan analisis faktor sebagai metode analisis data. Ia juga membantu menemukan dan mengidentifikasikan keutuhan-keutuhan atau sifat-sifat fundamental yang melandasi tes dan pengukuran ( Kerlinger: 1986). 3. B.

5 C. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi hanya pada faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. identifikasi dan batasan masalah di atas. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang. Tujuan Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Variabel-variabel yang mewakili setiap faktor yang menentukan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman mahasiswa pendidikan bahasa Jerman UNY. Faktor-faktor motivasi apakah yang mempengaruhi penggunaan teknologi internet pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman UNY? 2. D. Faktor-faktor motivasi yang menentukan penggunaan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman mahasiswa pendidikan bahasa Jerman UNY. . 2. Variabel-variabel apakah yang mewakili setiap faktor yang menentukan motivasi mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman? E. maka rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut: 1.

Bagi Lembaga Pendidikan Dapat dijadikan tambahan wawasan mengenai media teknologi informasi (internet) dalam kaitannya dengan pembelajaran bahasa Jerman. Manfaat Manfaat yang diharapkan melalui kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Sehingga penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi penelitian selanjutnya. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya pada bidang bahasa asing (bahasa Jerman). serta menambah pengetahuan dan pengalaman sebagai bekal untuk terjun dalam lingkungan masyarakat. Manfaat Praktis a. b. c.6 F. . 2. Bagi Peneliti Untuk memenuhi salah satu syarat dalam rangka menyelesaikan belajar di Universitas Negeri Yogyakarta Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman. Bagi Peserta Didik Sebagai bahan referensi dan pengetahuan bagi peserta didik tentang pemanfaatan internet dalam mempelajari bahasa asing (bahasa Jerman). sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam memutuskan kebijakan model pembelajaran khususnya bahasa Jerman.

sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Sementara Ames dan Ames (Triluqman: 2007) menjelaskan motivasi sebagai perspektif yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya. serta yang memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut. atau motivasi adalah usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1998). 7 . Motivasi 1. Apa yang menggerakkan perilaku b. c. yaitu : a. Apa yang mengarahkan perilaku. Bagaimana perilaku tersebut dipertahankan. Terdapat tiga karakteristik utama motivasi Menurut Steers dan Porter (1996). Pengertian Motivasi Motivasi berasal dari bahasa latin movere yang berarti to move (berpindah. Wlodkowski (Triluqman: 2007) menjelaskan motivasi sebagai suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu. Menurut definisi ini. bergerak). konsep diri yang positif akan menjadi motor penggerak bagi kemauan seseorang.BAB II KAJIAN TEORI A. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang.

Hierarki kebutuhan Maslow adalah sebagai berikut: a. air. kemudian timbul keinginan untuk memuaskannya (mencapai tujuan).8 Pemuasan kebutuhan merupakan tujuan dari motif yang menggerakkan perilaku seseorang. di mana jika suatu kebutuhan telah terpenuhi. Rantai motivasi. pakaian. motivation is a process that starts with apshycological deficiency or need a drive that is aimed at a goal or incentive. sementara menurut Luthans (2002:161). pada gambar 2. maka kebutuhan tersebut tidak lagi berfungsi sebagai motivator. motivasi dapat dipandang sebagai suatu rantai reaksi yang dimulai dari adanya kebutuhan. Kebutuhan fisik dan Biologis (Pshsiological needs). sehingga menimbulkan ketegangan psikologis yang akan mengarahkan perilaku kepada tujuan (kepuasan). dan tempat . Sumber: Barelson dan Steiner dalam Koontz (2001:115) Teori hierarki kebutuhan (hierarchy of needs) yang dikembangkan Maslow (1954) memandang kebutuhan manusia berjenjang dari yang paling rendah hingga paling tinggi. Barelson dan Steiner dalam Koontz (2001: 115) misalnya. mengaktifkan atau menggerakkan.1. mendefinisikan motivasi sebagai suatu keadaan dalam diri seseorang (innerstate) yang mendorong. Kebutuhan Keinginan Ketegangan Perilaku Kepuasan Gambar 1. dan yang mengarahkan atau menyalurkan perilaku ke arah tujuan. yaitu kebutuhan untuk menunjang kehidupan manusia seperti makanan.

maka kebutuhan lain tidak akan memotivasi manusia. yaitu kebutuhan untuk dihargai oleh orang lain. dan kebutuhan sosial. Kebutuhan akan keselamatan dan keamanan (safety and security needs). Kebutuhan ini akan menghasilkan kepuasan seperti kuasa. kebutuhan akan aktualisasi diri merupakan kebutuhan paling tinggi dalam hierarki kebutuhan. Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization needs). disebut sebagai faktor kepuasan (satisfaction) yang akan menghasilkan perasaan puas atau tidak puas (no satisfaction). namun tidak menghasilkan kepuasan.9 tinggal. jika kebutuhan fisiologis belum terpenuhi. menurut Maslow. Kebutuhan akan penghargaan (esteem or status needs). kebutuhan keamanan. yaitu kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri. e. yaitu kebutuhan untuk bergaul dengan orang lain dan untuk diterima sebagai bagian dari yang lain. yaitu kebutuhan untuk mengaktualisasikan semua kemampuan dan potensi yang dimiliki hingga menjadi orang seperti yang dicita-citakan. Herzberg (1959) menyebut tiga kebutuhan terendah dalam hierarki kebutuhan Maslow. sebagai faktor ketidakpuasan (dissatisfaction). yaitu kebutuhan untuk bebas dari bahaya fisik dan rasa takut kehilangan. artinya pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut hanya akan menghindarkan seseorang dari ketidakpuasan. prestise. jadi bukan ketidakpuasan. yaitu kebutuhan fisiologis. Faktor yang pertama selanjutnya disebut sebagai faktor pemeliharaan (hygiene faktors) . d. status dan kebanggaan akan diri sendiri. b. sementara dua kebutuhan lainnya. menurut Maslow. c. kebutuhan sosial (affiliation or acceptance needs).

E) dimana: B = perilaku manusia (behavior) P = manusia (person) E = lingkungan (environment) Jika pendekatan Lewin ini dikombinasikan dengan teori Herzberg. menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah . Dari sudut pandang lain. pengetahuan dan cita-cita. Fungsinya dapat ditulis sebagai berikut: B = f (P. Motivasi Belajar W. Dalam pendekatan sistem. pendidikan. Winkel (2004: 169) menyatakan bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. berupa kepemimpinan. pengalaman. 2. maka dapat dikatakan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh faktor manusia. berupa sikap. Sedangkan faktor motivasi dapat disebut sebagai faktor ekstrinsik yaitu faktor dari luar manusia. yaitu faktor dalam diri orang tersebut (intrinsik) dan faktor lingkungan yaitu faktor dari luar diri orang tersebut (ekstrinsik). kepribadian.S. Lewin (1939) mengatakan bahwa perilaku manusia (behavior) merupakan fungsi dari manusianya sendiri (person) dan lingkungannya (environment). dorongan atau bimbingan. faktor pemeliharaan dapat juga disebut sebagai faktor intrinsik yaitu faktor dalam diri manusia. dan kondisi lingkungan.10 sedangkan yang kedua disebut faktor motivasi (motivational faktors).

Oleh sebab itu. Dari berbagai teori motivasi yang berkembang. McClelland menunjukkan bahwa motivasi berprestasi (achievement motivation) mempunyai kontribusi sampai 64 persen terhadap prestasi belajar. Apabila elemen-elemen tersebut dimasukkan dalam rencana pembelajaran. aneh. meskipun dihadang banyak kesulitan. Sedangkan menurut Sardiman AM (2006: 75) mendefinisikan bahwa motivasi belajar merupakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu. Keller (1983) telah menyusun seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. kontradiktif atau kompleks. motivasi seseorang tercermin melalui ketekunan yang tidak mudah patah untuk mencapai sukses. Dalam sebuah artikel tentang belajar dan motivasinya Heri Triluqman menulis bahwa dalam proses belajar. sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu. lain dengan yang sudah ada. dan bila ia tidak suka maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu.11 kepada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan. Namun. Rasa ingin tahu tersebut dapat dirangsang melalui elemen-elemen yang baru. perlu . yaitu: a. Motivasi juga ditunjukkan melalui intensitas unjuk kerja dalam melakukan suatu tugas. Attention (Perhatian) Perhatian peserta didik muncul karena didorong rasa ingin tahu. sehingga peserta didik akan memberikan perhatian selama proses pembelajaran. rasa ingin tahu ini perlu mendapat rangsangan. yang disebut sebagai model ARCS. hal ini dapat menstimulus rasa ingin tahu peserta didik.

yaitu keberhasilan dalam mengerjakan suatu tugas dianggap sebagai langkah untuk mnecapai keberhasilan lebih lanjut. Relevance (Relevansi) Relevansi menunjukkan adanya hubungan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik.12 diperhatikan agar tidak memberikan stimulus yang berlebihan. yaitu (1) kebutuhan untuk berprestasi (needs for achievement). Motivasi peserta didik akan terpelihara apabila mereka menganggap bahwa apa yang dipelajari memenuhi kebutuhan pribadi atau bermanfaat dan sesuai dengan nilai yang dipegang. Confidence (Percaya diri) Merasa diri kompeten atau mampu. menurut McClelland mencakup tiga hal. teman. Kebutuhan pribadi (basic need) dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu motif pribadi. Motif nilai pribadi (personal motif value). Motivasi dapat memberikan ketekunan untuk membawa . Harapan ini seringkali dipengaruhi oleh pengalaman sukses di masa lampau. Sedangkan nilai kultural yaitu apabila tujuan yang ingin dicapai konsisten atau sesuai dengan nilai yang dipegang oleh kelompok yang diacu peserta didik. c. Sementara nilai yang bersifat instrumental. seperti orang tua. motif instrumental dan motif kultural. dan sebagainya. untuk menjaga efektivitasnya. (2) kebutuhan untuk berkuasa (needs for power). merupakan potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan. Prinsip yang berlaku dalam hal ini adalah bahwa motivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. dan (3) kebutuhan untuk berafiliasi (needs for affiliation). b.

Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. dsb. Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) memiliki pengertian yang berbeda. Media adalah bentukbentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. ada persamaan di antara batasan tersebut yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk . Pengertian Media Pembelajaran Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media Pembelajaran 1. baik yang berasal dari dalam maupun luar individu. dapat menggunakan pemberian penguatan (reinforcement) berupa pujian. pemberian kesempatan. Satisfaction (Kepuasan) Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan. didengar dan dibaca (Sadiman: 2007). Media hendaknya dapat dimanipulasi. dan selanjutnya pengalaman sukses tersebut akan memotivasi untuk mengerjakan tugas berikutnya.13 keberhasilan (prestasi). Kepuasan karena mencapai tujuan dipengaruhi oleh konsekuensi yang diterima. B. dapat dilihat. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Medòë adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. d. Untuk meningkatkan dan memelihara motivasi peserta didik. Apapun batasan yang diberikan.

Kegunaan Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut (Sadiman : 2007): a. waktu dan daya indera. Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. yaitu dengan kemampuannya dalam: . b. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk: 1) Menimbulkan kegairahan belajar. c. perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka). perasaan. 3) Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.14 menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. 2. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan. Mengatasi keterbatasan ruang. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda. maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. 2) Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan. sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa. d. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik.

Mereka mempunyai strategi pembelajaran yang berbeda. faktor eksternal pembelajar. dan pembelajar sebagai individu. Dua faktor ini sangat mempengaruhi perkembangan pemerolehan bahasa asing. Faktor-faktor utama yang berkaitan erat dengan pemerolehan bahasa asing adalah bahasa pembelajar. 3. Faktor di luar pembelajar misalnya adalah lingkungan dan interaksi.15 1) Memberikan perangsang yang sama 2) Mempersamakan pengalaman 3) Menimbulkan persepsi yang sama. Faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah pembelajar sendiri sebagai seorang individu. Sedangkan faktor internal dari pembelajar di antaranya adalah pengaruh dari bahasa pertama atau bahasa lain. Media Pembelajaran Bahasa Asing Pembelajaran bahasa asing adalah sebuah proses yang kompleks dengan berbagai fenomena yang pelik sehingga tidak mengherankan kalau hal ini bisa mempunyai arti yang berbeda-beda bagi setiap orang (Ellis: 1994 dalam Ouda Teda Ena). faktor internal pembelajar. Media pembelajaran interaktif adalah sebuah media yang dibuat guna memenuhi berbagai kebutuhan pembelajar bahasa asing pada waktu salah satu . Pembelajaran ini dipengaruhi beberapa faktor. Setiap pembelajar tentu mempunyai perbedaan dengan pembelajar lain. Faktor di luar ataupun di dalam pembelajar sendiri adalah aspek yang tidak kalah pentingnya untuk dapat memahami pemerolehan bahasa.

. kemampuan untuk diubah. umpan balik dan juga mendorong mahasiswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar. Kriteria di atas lebih diperuntukkan bagi media konvensional.16 atau semua faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa kedua ini sulit didapatkan. Kriteria yang kedua adalah kandungan kognisi. keringkasan. kerumitan dan yang terakhir adalah kegunaan. pengaruh yang ditimbulkan. Selain itu media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Kriteria lainnya adalah ketersediaan fasilitas pendukung seperti listrik. Ada beberapa kriteria untuk menilai keefektifan sebuah media. Biaya memang harus dinilai dengan hasil yang akan dicapai dengan penggunaan media itu. Thorn mengajukan enam kriteria untuk menilai multimedia interaktif (Thorn: 1995). Semakin banyak tujuan pembelajaran yang bisa dibantu dengan sebuah media semakin baiklah media itu. waktu dan tenaga penyiapan. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Kriteria penilaian yang pertama adalah kemudahan navigasi. Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. kecocokan dengan ukuran kelas. Sebuah program harus dirancang sesederhana mungkin sehingga pembelajar bahasa tidak perlu belajar komputer lebih dahulu. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan. Hubbard mengusulkan sembilan kriteria untuk menilainya (Hubbard: 1983 dalam Ouda Teda Ena ). Kriteria pertamanya adalah biaya. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar.

apakah program telah memenuhi kebutuhan pembelajaran si pembelajar atau belum.17 kriteria yang lainnya adalah pengetahuan dan presentasi informasi. . C. Program yang dikembangkan harus memberikan pembelajaran yang diinginkan oleh pembelajar. Sehingga pada waktu seorang selesai menjalankan sebuah program dia akan merasa telah belajar sesuatu. Untuk menarik minat pembelajar program harus mempunyai tampilan yang artistik maka estetika juga merupakan sebuah kriteria. Istilah teknologi informasi memang lebih merujuk pada teknologi yang digunakan dalam menyampaikan maupun mengolah informasi. Kriteria keempat adalah integrasi media di mana media harus mengintegrasikan aspek dan keterampilan bahasa yang harus dipelajari. namun pada dasarnya masih merupakan bagian dari sebuah sistem informasi itu sendiri. Pengertian Teknologi Informasi Teknologi informasi merupakan istilah yang tidak terpisahkan dari komputer. Sebenarnya istilah teknologi informasi (TI) yang populer saat ini adalah bagian dari mata rantai panjang dari perkembangan istilah dalam dunia sistem informasi (SI) atau Information System (IS). Teknologi informasi memang secara lebih mudah dipahami secara umum sebagai pengolahan informasi yang berbasis pada teknologi komputer yang saat ini teknologinya terus berkembang sehubungan perkembangan teknologi lain yang dapat dikoneksikan dengan komputer itu sendiri. 2005 : 5). Kriteria penilaian yang terakhir adalah fungsi secara keseluruhan. (Supriyanto. Teknologi Informasi (Internet) 1. Kedua kriteria ini adalah untuk menilai isi dari program itu sendiri.

18

Berikut ini definisi informasi teknologi yang diambil dari “Information Technology TRaining Package ICA99” yang diterbitkan oleh Australia National Training Authority (ANTA). The information Technology Industry is defined as technology development and application of computers and communication-based technologies for processing, presenting and managing data and information. This includes komputer hardware and component manufacturing; komputer software development and various komputer related services; together with communications equipment, component manufacturing and services. (Industri Teknologi Informasi didefinisikan sebagai pengembangan teknologi dan aplikasi dari komputer dan teknologi berbasis komunikasi untuk memproses, menyajikan, mengelola data, dan informasi. Termasuk di dalamnya pembuatan hardware komputer dan komponen komputer; pengembangan software komputer dan berbagai jasa yang berhubungan dengan komputer; bersama-sama dengan perlengkapan komunikasi, pembuatan komponen dan jasa). Oxford English Dictionary (OED2) edisi ke-2, mendefinisikan Teknologi Informasi adalah hardware dan software, dan bisa termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi yang biasanya dalam konteks bisnis atau usaha. Sering nama IT merupakan bagian dari kegiatan usaha yang memanfaatkan perangkat elektronik komputer. Jadi pada intinya istilah teknologi informasi (Information Technology-IT) adalah teknologi yang memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat (Supriyanto, 2005 : 6). 2. Pengertian Internet International Network (Internet) adalah sebuah jaringan komputer yang sangat besar yang terdiri dari jaringan-jaringan kecil yang saling terhubung yang menjangkau seluruh dunia.

19

Internet merupakan suatu jaringan komunikasi tanpa batas yang melibatkan jutaan komputer pribadi yang tersebar di seluruh dunia. dengan menggunakan protokol Transmission Control Protocol/Internet Protocol

(TCP/IP) dan didukung oleh media komunikasi seperti satelit dan paket radio, maka internet telah memungkinkan komunikasi antarkomputer dengan jarak yang tidak terbatas. Internet dapat menghubungkan komputer dan jaringan komputer yang berada di ratusan negara. Melalui internet ini siapa saja dapat dengan leluasa mengakses berbagai macam informasi dari berbagai sumber. Informasi yang dapat diakses pun dapat berupa teks, grafik, suara, maupun video. Jaringan internet juga dapat digunakan sebagai media konferensi di mana sejumlah orang melakukan diskusi tanpa harus bertatap muka secara langsung satu dengan yang lainnya, tetapi hanya melalui layar komputer pribadi masingmasing. 3. Jenis Layanan Jaringan Internet untuk Pendidikan Internet memiliki berbagai aplikasi yang memberikan kemudahan bagi para pendidik. (Zawawi: 1999 dalam Saharani). Dari berbagai layanan yang dimiliki oleh internet, ada tujuh kemudahan internet utama yang mendukung keperluan pendidikan masa kini yaitu E–mail (surat elektronik), Layanan multimedia (WWW), Internet Relay Chat (Chatting), Kumpulan Diskusi dan Berita (News group) ,File Transfer Protocol (FTP), Telnet dan Konferensi Video (Video Conference)

20

a. E-Mail E-Mail merupan jenis layanan internet yang paling populer. Dengan menggunakan e-mail pada internet, seorang pemakai dapat menginformasikan atau menjawab berita kepada pemakai lain manapun ia berada; mengirimkan file sebagai bagian dari e-mail; dan berlangganan berita kepada grup diskusi yang diminati (maling-list). Keuntungan yang diperoleh dari layanan ini adalah

pemakai dapat saling berhubungan tanpa mengenal batas ruang dan waktu. b. Layanan Multimedia (WWW) WWW adalah aplikasi internet yang paling diminati. WWW mencakup sumber daya multimedia antara lain suara, gambar video dan animasi sehingga aplikasi ini menjadi semacam sarana pengetahuan yang interaktif. Melalui WWW pemakai dapat mencari jadwal penerbangan seluruh dunia, harga bursa saham, bunga bank dan produk-produk baru dalam dunia perdagangan, lagu-lagu terbaru di blantika musik, ramalan astrologi sampai anekdot-anekdot serta informasi lainnya. Melalui WWW, pemakai juga dapat membuat homepage atau situs baru. c. Internet Rellay Chatt (Chatting) Aplikasi ini semacam konferensi berbasis teks yang dapat dilakukan secara real time dari berbagai tempat di seluruh dunia. dalam chatting. Komunikasi hanya dilakukan dengan menampilkan teks asli di layar komputer di mana setiap orang yang mengikuti grup chatting itu dapat membaca dan topik dan ikut serta dalam forum itu. Kini aplikasi ini terus dikembangkan sehingga tercipta voice chat, sehingga tercipta teleconference.

f. e. Telnet Jika pemakai menghubungkan diri ke internet . Kumpulan Diskusi dan Berita (Newsgroup) Newsgroup merupakan sarana konferensi elektronik jarak jauh bagi para pemakai. Konferensi Video (Video Conference) Video konferensi jarak jauh (video conference) adalah sistem penyampaian elektronik yang melibatkan komunikasi dua atau lebih peserta secara langsung. Tidak seperti FTP yang hanya mengizinkan untuk mengcopy file ke dan dari server. telnet memiliki fasilitas yang memungkinkan pemakai terhubung ke komputer lain seolah-olah pemakai tersebut langsung men-dial komputer tersebut. Setiap orang bebas memberi komentar terhadap suatu masalah yang ada dan komentar itu juga akan terbaca oleh sekian banyak pengguna newsgroup. Melalui fasilitas ini berbagai laporan penelitian maupun jurnal dapat disebar luaskan dengan biaya sangat murah. Video conference ini sesuai bagi pelaksanaan Pendidikan Jarak . FTP menyediakan fasilitas untuk menyalin file secara elektronik dari satu komputer ke komputer lain di dalam internet. File Transfer Protokol (FTP) FTP adalah suatu protokol yang memungkinkan pemakai berkomunikasi secara interaktif dengan komputer lain yang terhubung dalam internet itu. maka pemakai tersebut dapat menghubungi komputer lain yang berada di dalam jaringan internet tersebut.21 d. g. Newsgroup ini ibarat papan komunikasi di mana setiap orang bebas mencari informasi yang dibutuhkan dan juga memberikan informasi yang dimilikinya.

com/. Suatu proyek dapat merangkum beberapa konsep dan keahlian yang telah dipelajari. Adapun situs yang menyediakan forum seperti ini antara lain: http://ktsp. persidangan. tutorial. Dengan ini guru dapat saling bertukar informasi tentang mata pelajaran yang ia ajarkan. guru dengan orang tua.com/2006/11/07/silabus-smama. guru dengan murid. . dan juga bimbingan konseling. ceramah. atau murid dengan murid yang lain. 4. perdebatan. a. Proyek Proyek adalah aktivitas pembelajaran secara individu atau kelompok yang banyak dilakukan di luar kelas. b. Rancangan Pengajaran (Lesson Plans) Terdapat beratus-ratus rancangan pengajaran yang telah disediakan oleh para guru dari seluruh pelosok dunia yang dapat dimanfaatkan oleh guru-guru lain. Ia juga telah digunakan sebagai sebuah saluran komunikasi antara guru dengan guru lain.wordpress. demonstrasi.22 Jauh karena ia sesuai dengan tujuan menjalankan seminar. http://www. Proyek menggunakan Internet perlu diintegrasikan ke dalam pelajaran yang biasa diajarkan di dalam kelas. Berikut ini adalah beberapa kategori aplikasi internet dan lokasinya yang telah dilaksanakan untuk tujuan pengajaran dan pembelajaran (Saharani: 2005). kuliah.pojokguru. Aplikasi Internet sebagai Media Pengajaran dan Pembelajaran Internet telah digunakan sebagai media untuk penyediaan berbagai bahan dan materi yang berkaitan dengan proses pengajaran dan pembelajaran. Ia disiapkan dalam tempo waktu tertentu.

data-fakta suatu Negara. majalah atau bahan-bahan bacaan tertentu dengan menulis tema yang . Museum.com situs-situs di atas diakses pada tanggal 3 Maret 2009) dan masih banyak lagi. Materi yang Menarik dan Terkini (Up to Date) Internet menyediakan berbagai materi yang dapat dengan mudah diakses oleh para pelajar.23 - http://gurukreatif. mingguan atau bulanan. dan membandingkan cara penyampaian berita tersebut di negara lain. khususnya yang berhubungan dengan peristiwa dan isu yang sedang terjadi di seluruh dunia. Gambar dan pengetahuan tentang tempat-tempat ini dapat diperoleh dengan mudah dan cepat serta murah. http://forumpendidikan. Bahan Bacaan dan Kemahiran Berbahasa Di dalam internet juga terdapat beribu-ribu majalah dan jurnal yang diterbitkan secara berkala.wordpress.siswa peringkat menengah atas. tempattempat bersejarah. Cara ini mungkin sesuai bagi siswa. Materi-materi seperti gambar bumi yang diambil dari satelit di seluruh dunia atau pengetahuan tentang puting beliung.com/. Siswa diminta untuk mendapatkan berita tentang sesuatu hal melalui surat kabar dari seluruh dunia. Search engine untuk mendapatkan surat kabar. baik secara harian. berbagai jenis penyakit. c. khususnya World Wide Web (WWW) guru dapat mengatur supaya pelajar mengunjungi ke tempat-tempat menarik di dunia secara elektronik. Begitu juga dengan surat kabar yang menjadi sumber pengetahuan. Pengetahuan yang diterima pun lebih terkini dan cepat. Dengan internet. dan tempat-tempat menarik seperti Grand Canyon dan Air terjun Niagara. d.

Internet sebagai Media Pendukung dalam Perkuliahan Strategi pembelajaran yang meliputi pengajaran. Dalam hal ini e-mail merupakan aplikasi utama. Sebagian besar surat kabar terkemuka di seluruh dunia menyediakan versi elektroniknya di internet. Discussion group. cooltalk. membaca. Di jaringan internet terdapat beberapa kumpulan diskusi elektronik yang dapat diikuti secara gratis oleh guru di seluruh dunia. presentasi dan evaluasi. baik secara lisan atau tulisan. Ada beberapa kemudahan berupa layanan atau komputer server yang telah menyediakan kemudahan tersebut. Bentuk saluran komunikasi atau layanan yang terdapat melalui internet itu antara lain: Internet Relay Chat (IRC). ICQ dan lain-lain. e. Guru juga dapat membaca artikel yang berguna untuk meningkatkan diri mereka sebagai pendidik atau untuk mendapatkan ide. secara umum pelaksanaannya tergantung satu atau lebih dari tiga mode dasar dialog/komunikasi sebagai berikut: .24 diinginkan. Video Conferencing. Internet phone. 5. diskusi. penugasan. Komunitas Ilmu Pengetahuan Antarguru dapat membuat suatu komunitas di dunia maya sebagai media bertukar informasi yang bermanfaat untuk pendidikan baik komentar. ide ataupun masalah khususnya melalui kumpulan diskusi elektronik. Saluran komunikasi Para guru dan siswa juga dapat berkomunikasi antara satu sama lain melalui internet. netmeeting. Guru dan pelajar juga dapat menggunakan internet untuk meningkatkan kemahiran menulis. f.

sehingga memungkinkan terjadinya ketiga jenis dialog atau komunikasi yang merupakan salah satu syarat terselenggaranya suatu proses belajar mengajar (Hardjito. Dialog/komunikasi antara dosen dan mahasiswa b.25 a. (Boettcher. 2002) Internet menawarkan beberapa kesempatan untuk diraih yang antara lain: (Purnomo. 2006:6) Secara nyata internet bisa digunakan dalam mendukung perkuliahan di perguruan tinggi karena memiliki karakteristik yang khas yaitu: a. maka diharapkan akan terjadi proses pembelajaran yang optimal. b. Dialog/komunikasi antara mahasiswa dengan sumber belajar c. internet menawarkan kesempatan untuk: 1) Belajar sendiri secara cepat untuk: a) Meningkatkan pengetahuan b) Belajar berinteraksi c) Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian . Bagi peserta didik. Dialog/komunikasi di antara mahasiswa Apabila ketiga aspek tersebut bisa diselenggarakan dengan komposisi yang serasi. Memungkinkan terjadinya komunikasi secara sinkron (syncronous) maupun tertunda (asyncronous). 1996) a. 1999 dalam Nasution. Sebagai media interpersonal dan media massa yang memungkinkan terjadinya komunikasi one – to -one maupun one –to –man. Memiliki sifat interaktif c.

b.26 2) Memperkaya diri dalam hal: a) Meningkatkan komunikasi dengan mahasiswa lain b) Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada di seluruh dunia. melakukan revisi atau balik kembali atau materi sebanyak yang dibutuhkannya. Bagi para staf pengajar. internet menawarkan kesempatan untuk: 1) Pengembangan profesional dalam hal: a) Meningkatkan pengetahuan b) Berbagi sumber di antara rekan sejawat c) Bekerja sama dengan staf-staf pengajar dari luar negeri d) Mengatur komunikasi secara teratur 2) Sumber bahan mengajar dalam hal: a) Mengakses rencana-rencana belajar mengajar dan metodologi baru b) Bahan baku dan bahan jadi yang cocok untuk segala bidang pelajaran c) Mengumumkan dan berbagi sumber Pengaruh teknologi dalam pendidikan memunculkan sejumlah besar sumber belajar yang tersedia bagi mahasiswa. hal ini merupakan fakta bahwa mahasiswa mempunyai kontrol yang . Maka suatu tipe pendidikan yang lebih luwes dibutuhkan mahasiswa untuk mengembangkan diri mereka sendiri secara maksimal dengan menggunakan semua sumber yang dapat mereka peroleh. Fenomena ini menunjukkan bahwa dosen bukan lagi satu-satunya sumber informasi. Mereka juga memilih bagaimana belajar berarti mereka dapat merencanakan sendiri target belajarnya.

27

lebih besar atas cara mereka belajar, dengan dosen memainkan peran sebagai fasilitator proses belajar. (Diptohadi, 2003)

D. Penelitian yang Relevan Penelitian tentang teknologi informasi telah banyak dilakukan salah satunya adalah Laila Hadri Nasution S.Sos yaitu mahasiswa program pascasarjana Universitas Medan. Dia meneliti pemanfaatan internet guna mendukung kegiatan perkuliahan mahasiswa program pascasarjana UNIMED. Penelitian dia menunjukkan bahwa dilihat dari aspek pengalaman menggunakan internet, Penelitian ini menunjukkan mayoritas (38%) responden mengenal internet setelah menjadi mahasiswa PPs UNIMED. sedangkan motivasi (22%), dan tujuannya (70%) menggunakan internet adalah karena tuntutan studi dan untuk mencari informasi ilmiah guna mendukung kegiatan perkuliahan mereka. dari aspek pola pemanfaatan internet seperti frekuensi rata-rata penggunaan internet dalam satu bulan, mayoritas responden sebanyak 5 kali, sementara lama penggunaan setiap kali mengakses umumnya 1-2 jam saja. cara yang paling sering dilakukan untuk menggunakan internet mayoritas responden (78%) menjadikan teman sebagai sumber atau pihak yang membantu mengajari atau memperkenalkan responden pada internet. dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa tidak seorang pun mahasiswa menjawab bahwa pengetahuan yang mereka miliki dalam menggunakan internet diperoleh atas bantuan pustakawan khususnya pustakawan yang ada di lingkungan UNIMED. Fasilitas internet yang selalu digunakan responden adalah www, dan selalu menggunakan search engine Yahoo

28

(38%) dan Google (30%). dari hasil penelusuran yang dilakukan 72% responden merasa selalu sesuai dengan kebutuhan yang mereka perlukan. hasil temuan tersebut umumnya (52,2%) mencetak hasil temuan mereka dan (34%) hanya dibaca di monitor komputer. Penelitian penggunaan teknologi informasi sebagai media pembelajaran bahasa Jerman masih sangat kurang ditemukan di Universitas Negeri Yogyakarta. Namun ada satu mahasiswa yang telah meneliti penggunaan internet dalam perkuliahan mahasiswa bahasa Jerman UNY yang dilakukan oleh Dede Syaehumishbah. Ditemukan bahwa media internet telah menjadi salah satu sumber informasi pembelajaran mahasiswa. Penelitian yang ia lakukan hanya penelitian deskriptif yang masih luas/umum belum menyentuh aspek perilaku dari mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran. Hasil penelitiannya antara lain bahwa 100% mahasiswa pernah menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman, dari sisi manfaat internet bagi perkuliahan mahasiswa. Internet memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa (90%) di antaranya manfaat terpenting adalah mencari informasi untuk keperluan studi. Adanya internet memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan terutama untuk menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan. Manfaat lain mereka bisa berlatih bahasa Jerman dengan orang lain (95%). Aktivitas yang bisa dilakukan seperti menulis e-mail dan chatting dalam bahasa Jerman. Namun dalam kenyataannya, mahasiswa yang benar-benar menggunakan email dan chatting dengan bahasa Jerman hanya 28,95% dan 12,5%. Selebihnya

29

mereka kurang bahkan tidak pernah melakukan aktivitas ini, mereka lebih banyak menulis e-mail dan chatting dalam bahasa Indonesia dan lainnya. Penelitian lain yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Ni Agung Ayu Ariastuti dari Universitas Udayana yaitu tentang Faktor-Faktor yang Menentukan Loyalitas Pelanggan Terhadap Merek Teh Botol Sosro di Kota Denpasar (2005). Penelitian ini memiliki relevansi terutama dalam metodologi penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menentukan loyalitas pelanggan teh botol sosro dan variabel yang mewakili dari setiap faktor. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor di mana analisis ini dapat digunakan untuk mereduksi variabel-variabel yang menentukan loyalitas pelanggan menjadi beberapa faktor. Penelitian ini menemukan 7 faktor dari 15 variabel dalam menentukan faktor-faktor yang terbentuk. Ketujuh faktor tersebut adalah: Faktor Kinerja yang mewakili variabel manfaat produk, kesesuaian, dengan makanan, dan kebersihan. Faktor kedua adalah Faktor CiriCiri/Keistimewaan Tambahan, variabel di dalamnya adalah merek perusahaan, rasa produk dan ukuran produk. Faktor ketiga adalah faktor kesesuaian dengan spesifikasi yang meliputi variabel keamanan konsumsi dan mutu pengemasan. Faktor keempat adalah Faktor Keandalan atau daya tahan, faktor ini mewakili variabel keutuhan produk sampai ke konsumen, ketahanan produk terhadap segala macam cuaca. Faktor kelima adalah Faktor Pelayanan, faktor ini hanya terdapat satu variabel yaitu kemudahan memperoleh produk. Faktor keenam adalah faktor kualitas yang dipersepsikan yang mewakili variabel harga produk dan promosi perusahaan dan

30 faktor terakhir atau faktor ketujuh adalah faktor Keindahan yang mewakili dua variabel yaitu aroma produk dan warna produk. Motivasi Penggunaan Internet sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman Dengan meminjam berbagai definisi tentang motivasi. E. Sehingga dalam mempelajari setiap bahan pembelajaran. motivasi penggunaan internet sebagai media pembelajaran tidak terlepas dari motivasi belajar mahasiswa. maka motivasi penggunaan internet mahasiswa dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan dalam diri mahasiswa yang mendorong dan mengarahkan perilakunya kepada tujuan yang ingin dicapainya dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. Dengan demikian. Dengan demikian . adanya internet sebagai media pembelajaran adalah untuk membantu mahasiswa dalam menguasai bidang ilmu yang dipelajari dalam hal ini adalah bahasa Jerman. Idealnya. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar. umpan balik dan juga mendorong mahasiswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar. Selain itu media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan. mahasiswa terdorong untuk menguasai bahan pembelajaran tersebut dengan baik. Kerangka Berpikir 1.

interactivity (interaktif). Kombinasi pendekatan Lewin dengan teori Herzberg. Memiliki sifat interaktif c. dan novelty (Kebaruan). Memungkinkan terjadinya komunikasi secara sinkron (syncronous) maupun tertunda (asyncronous). (Hardjito. mengatakan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh faktor manusia. Variabel Motivasi Penggunaan Internet . Secara nyata internet bisa digunakan dalam mendukung perkuliahan di perguruan tinggi karena memiliki karakteristik yang khas yaitu: a. Sebagai media interpersonal dan media massa yang memungkinkan terjadinya komunikasi one – to -one maupun one –to –man. cost (biaya). pertimbangan tersebut dapat di rumuskan dalam satu kata ACTION. Satisfaction (kepuasan). Untuk lebih mudah mengingatnya. 1990). b. Keller (1983) telah menyusun prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran yaitu: Attention (perhatian). Kaitannya dengan media pembelajaran. 2. ada sejumlah pertimbangan dalam memilih media pembelajaran yang tepat (Sadiman.31 internet sebagai media pembelajaran sudah seharusnya mampu menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa. Confidence (percaya diri). yaitu akronim dari: access (akses). Rellevance (Relevansi). technology (ketersediaan teknologi). 2002). organization (organisasi). yaitu faktor dalam diri orang tersebut (intrinsik) dan faktor lingkungan yaitu faktor dari luar diri orang tersebut (ekstrinsik).

Variabel atau pengubah adalah sebuah karakteristik dari sekelompok orang. Analisis faktor dalam prosesnya mencoba menemukan hubungan antar sejumlah variabel-variabel yang saling bebas sehingga bisa dibuat satu atau beberapa kumpulan variabel yang lebih sedikit dari jumlah variabel awal. Penelitian ini menggunakan analisis multivariat di mana pada dasarnya adalah analisis lebih dari dua variabel dan prosesnya dilakukan secara simultan (bersama-sama) (Rahayu. Analisis yang dipakai adalah analisis faktor yaitu teknik untuk menyederhanakan data yang mempunyai beberapa variabel tanpa mengurangi informasi yang terkandung dalam data tersebut. tentu dapat dilakukan berbagai analisis yang kompleks dan berdaya guna.32 Dari kajian teori mengenai motivasi penggunaan internet sebagai media pembelajaran maka dapat disusunlah variabel yang berperan di dalam motivasi penggunaan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. 101). perilakunya. Variabel motivasi mahasiswa dalam penggunaan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman terdiri diri: . Dengan multivariat. Variabel di sini adalah atribut-atribut/pengubah yang berperan pada motivasi penggunaan internet . ataupun lingkungannya yang bervariasi dari individu satu dengan individu lainnya (Setiyadi. 2005: 209). 2005. karena peneliti dapat terbebas dari berbagai persyaratan yang ‘kaku’ seperti hanya boleh dua variabel. Sehingga istilah variabel dalam penelitian ini berbeda dengan model penelitian pendidikan yang selama ini pernah dilakukan di UNY terutama di Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman.

McClelland menunjukkan bahwa motivasi berprestasi (achievement motivation) mempunyai kontribusi sampai 64 persen terhadap prestasi belajar. Banyak jenis media yang dapat menjadi pilihan pengguna. Media canggih biasanya mahal. Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan. Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan dengan menggunakan suatu media akan menghasilkan kepuasan. Namun. Variabel Motivasi kedua (X2) adalah Relevansi. Relevansi menunjukkan adanya hubungan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik. Variabel motivasi keenam (X6) adalah Biaya (Hubbard. pengetahuan terhadap penggunaan suatu alat akan memberikan motivasi untuk tetap menggunakannya dan merasa percaya diri mampu mengoperasikan. Kebutuhan berprestasi memberikan peranan terhadap mahasiswa dalam menggunakan internet. Motivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil dan berprestasi. Variabel motivasi kelima (X5) adalah Kepuasan. Sehingga pengguna akan menerima dan mempertahankan penggunaan media tersebut. Variabel motivasi ketiga (X3) adalah Pengetahuan. Hal ini sejalan dengan prinsip motivasi Keller. Semakin banyak yang .33 Variabel Motivasi pertama (X1) adalah minat. Motivasi peserta didik akan terpelihara apabila mereka menganggap bahwa apa yang dipelajari memenuhi kebutuhan pribadi atau bermanfaat dan sesuai dengan nilai yang dipegang. mahalnya biaya itu harus di hitung dengan aspek manfaatnya. 1983). Variabel motivasi keempat (X4) adalah Prestasi. Winkel (1983:157) menyatakan minat adalah kecenderungan yang agak menetap untuk merasa tertarik pada bidangbidang tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu.

Variabel motivasi kesebelas (X11) adalah Menarik (Syukur. Merupakan variabel yang berasal dari luar mahasiswa yaitu komunitas di mana pengguna media berada dan bersosialisasi sehingga hal ini dapat mempengaruhi motivasi dalam menggunakan internet. lengkap dan terkini sehingga ini mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran harus memberikan rangsangan yang positif terhadap peserta didik. 2005). Variabel motivasi kesepuluh (X10) adalah Tidak Terbatas Ruang dan Waktu. Variabel motivasi ketujuh (X7) adalah Interactivity (interaktif). Dengan demikian pengguna internet dapat mengakses kapan pun dan di manapun. Media yang menarik akan merangsang motivasi pengguna untuk selalu . Banyaknya biaya yang dikeluarkan akan mempengaruhi motivasi penggunaan internet sebagai media pembelajaran. media yang baik adalah yang dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Hal ini menjadi alasan yang dapat mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran. Merupakan alasan yang menganggap bahwa dengan menggunakan internet informasi yang dicari lebih banyak. maka unit cost dari sebuah media akan semakin menurun. Setiap kegiatan pembelajaran yang di kembangkan tentu saja memerlukan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut. Internet merupakan teknologi informasi yang memiliki kelebihan tersebut. Variabel motivasi kesembilan (X9) adalah Kelengkapan Informasi. Internet memungkinkan terjadinya komunikasi secara sinkron (syncronous) maupun tertunda (asyncronous).34 menggunakan. Variabel motivasi kedelapan (X8) adalah Orang Lain.

Variabel motivasi kedua belas (X12) adalah Organisasi. 5. Nama Variabel Motivasi 10. (X1) Minat (X2) Relevansi (X3) Pengetahuan (X4) Prestasi (X5) Kepuasan (X6) Biaya. Daftar Variabel Motivasi. 6. Tabel 1. 3. 2. Pengaruh yang juga penting dalam memotivasi mahasiswa adalah dukungan organisasi. yaitu kemudahan mahasiswa dalam mengakses informasi yang ada di internet. Misalnya. apakah pimpinan sekolah atau yayasan mendukung? Bagaimana pengorganisasiannya. 9. No 1. Persepsi kemudahan yang ditawarkan internet memberikan motivasi yang positif terhadap penggunaan internet sebagai media pembelajaran. Apakah di lembaga ini tersedia satu unit yang disebut pusat sumber belajar? Variabel motivasi ketiga belas (X13) adalah Mudah. 7.35 memperhatikan. (X10) Tidak terbatas ruang dan waktu 11. (X7) Interaktif (X8) Orang lain (X9) Informasi lengkap. 4. 8. (X11) Menarik .

36 12. Kerangka Berpikir .Organisasi Faktor Motivasi Penggunaan Internet sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman Gambar 2.Menarik . (X12) Organisasi 13. (X13) Kemudahan Mahasiswa - Minat Relevansi Pengetahuan Prestasi Kepuasan Kemudahan Internet Biaya Interaktif Orang lain Lengkap Tak terbatas ruang dan waktu .

Pembahasan mengenai variabel sudah dijelaskan lebih jauh di BAB II pada Kerangka Berpikir. variabel adalah sesuatu yang bervariasi. Hasil penelitian akan dikonfirmasikan pada teori yang telah ada. Desain penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian konfirmatif yaitu suatu penelitian yang bermaksud menelaah dan menjelaskan pola hubungan antara dua variabel atau lebih di mana dukungan teori telah dibutuhkan. Variabel Penelitian dan Pengukurannya Variabel adalah suatu sifat yang dapat memiliki bermacam nilai ( Kerlinger: 1986). Dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa 37 . Kalau diungkapkan secara berlebihan .BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. B. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis. Variabel adalah simbol/lambang yang padanya kita lekatkan bilangan atau nilai. baik untuk digunakan sebagai landasan dalam mengajukan hipotesis maupun untuk menentukan kriteria pengumpulan data (Wikipedia).). yaitu penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubunganhubungannya. Berdasarkan jenisnya penelitian ini termasuk ke dalam penelitian konfirmatif. teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam (Wikipedia.

Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta. Ragu-Ragu (3). 2002: 60). variabel motivasi terdiri dari minat terhadap media internet (X1). internet memberikan informasi yang lengkap (X9). Dalam penelitian ini. Menurut Malhotra (dalam Widayat dan Amirullah. relevansi antara manfaat internet dan kebutuhan(X2). Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert dengan 5 angka yang mewakili pendapat Sangat Setuju (5). C. pengetahuan tentang internet (X3).38 Jerman. . prestasi belajar bahasa Jerman (X4). tidak terbatas ruang dan waktu (X10). jumlah variabel yang diteliti sebanyak 13 maka jumlah sampel minimal yang diambil adalah sebanyak 5 x 13 = 65 responden. dukungan lembaga terhadap teknologi internet (X12). kemudahan cara menggunakan internet (X13). banyaknya responden yang diambil untuk mengisi kuesioner adalah sebanyak lima kali dari variabel yang dimuat dalam kuesioner. Sangat Tidak Setuju (1). biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan internet (X6). internet memiliki fungsi komunikasi (intractivity) (X7). kepuasan terhadap internet (X5). Untuk memperoleh hasil yang baik dalam suatu analisis faktor. internet menarik sebagai media belajar (X11). orang lain di sekitar pengguna (X8). Setuju (4). Tidak Setuju (2). Pengukuran variabel di atas dilakukan dalam skala ordinal yang menerangkan apakah suatu obyek relatif lebih baik atau lebih buruk dalam karakteristik tertentu.

Dalam penelitian kuantitatif kuesioner sangat populer karena alat ukur ini dapat dipakai untuk berbagai jenis data dari variabel yang berbeda dan dapat menghemat dana maupun tenaga untuk mengumpulkan dari subyek yang cukup banyak. 2006:54).39 Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode stratifikasi yaitu mahasiswa pendidikan bahasa Jerman dibagi berdasarkan angkatan setiap angkatan diambil 25% dari total sampel yang diinginkan yaitu 17 sampel dibulatkan menjadi 20 sampel. Kuesioner Kuesioner adalah salah satu alat ukur yang sering dipakai dalam pembelajaran bahasa asing. . D. 2007. Pertimbangan lain menggunakan kuesioner adalah bahwa alat ukur ini sangat efektif untuk mengukur aspek-aspek atau variabel-variabel yang terkait dengan kepribadian atau aspek psikologis maupun sosiologis lainnya. Kualitas data ditentukan oleh kualitas alat pengambilan data atau alat ukur pengukurannya. karena alat ini dapat digunakan baik dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif (Setiyadi.2006. Metode dan Alat Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah suatu cara yang dipakai oleh peneliti untuk memperoleh data yang diselidiki. 1. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan menggunakan alat berupa angket atau kuesioner. Jadi jumlah seluruh sampel dalam penelitian ini adalah 80 responden dari empat angkatan yang ada di Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman yaitu angkatan 2008. dan 2005.

4 5. 6. (X12) Organisasi 13. 3. 18 19. 6. 12 13. 4. Nama Variabel Motivasi (X1) Minat (X2) Relevansi (X3) Pengetahuan (X4) Prestasi (X5) Kepuasan (X6) Biaya. (X13) Kemudahan Tahap selanjutnya kuesioner akan di uji kasahihan dan kekonstanan sebagai alat ukur atau yang sering disebut dengan validitas dan reliabilitas. 2. 11. 1. 25 26. 16 17. (X7) Interaktif (X8) Orang lain (X9) Informasi lengkap. 28 29. 7. (X10) Tidak terbatas ruang dan waktu 11. 8. 9 10. 14 15. 9. 30 Butir Soal 10. 24. 27. 22 23. Adapun kisi-kisi dari kuesioner tersebut adalah: Tabel 2. Daftar Kisi-Kisi Kuesioner Motivasi Penggunaan Internet No 1. 20 21. 5.40 Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini mengungkap 13 variabel yang berperan pada motivasi mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. 7 8. 2 3. (X11) Menarik 12. .

Uji Validitas Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 145) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Koefisien korelasi diperoleh dengan menggunakan rumus korelasi moment.41 2. sebagai berikut: product rxy = {N ∑ X N . Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud.∑ Y 2 − (∑ Y ) }{ 2 } Keterangan: rxy N ∑XY ∑X ∑Y (∑X)2 (∑Y)2 : koefisien korelasi : jumlah responden : total perkalian skor Xdan Y : jumlah skor variabel X : jumlah skor variabel Y : total kuadrat skor variabel X : total kuadrat skor variabel Y Kriteria pengujian suatu butir dikatakan valid atau sahih apabila koefisien korelasi (r hitung) berharga positif dan sama atau lebih besar dari pada daftar tabel . Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan internal konsistensi dengan cara menguji korelasi antara skor item dengan skor total.∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) 2 2 − (∑ X ) N .

Dalam penelitian ini uji reliabilitas diperoleh dengan cara menganalisis data dari satu kali pengetesan. sebagai berikut: . (Daliman. Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus Alpha sebagai berikut: 2  n   ∑ Si  rii =   1 − St 2   (n −1)      Keterangan: rii n : reliabilitas yang dicari. : banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal 2 ∑ Si ∑ St : jumlah varians skor tiap-tiap butir : varians total. 2006: 49) 2 Selanjutnya hasil dari perhitungan tersebut di atas diinterprestasikan dengan tingkat keterandalan.42 dengan signifikan 5%. Kesahihan butir ditunjukkan oleh koefisen korelasi butir yang bersangkutan. 3. Uji Reliabilitas Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 154) Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.

Sedangkan AKU dan Analisis Faktor dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor / variabel-variabel dominan dari tiga belas variabel yang mempengaruhi penggunaan internet. sehingga memudahkan bagi peneliti untuk memberikan saran kepada pihak yang berkepentingan tentang hal-hal yang menjadi perhatian ketika akan menggunakan media internet sebagi media pembelajaran khususnya bahasa Jerman.600 – 0.399 0. 2002: 171) E.799 0.000 – 0.599 0. Reliabilitas Instrumen No 1 2 3 4 5 Tingkat Keterandalan 0. Analisis Komponen Utama (AKU) dan Analisis Faktor. (Suharsimi Arikunto. analisis deskriptif dalam penelitian ini untuk melihat gambaran pengaruh variabel-variabel dalam penelitian terhadap penggunaan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. .400 – 0.43 Tabel 3.199 Instrumen Penelitian Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Kriteria pengujian instrumen dikatakan handal apabila r hitung lebih besar dari pada r tabel pada taraf signifikansi 5%.000 0.200 – 0.800 – 1. Metode Analisis Data Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.

Komponen utama yang dibentuk merupakan kombinasi linier dari variabel-variabel asal. . Analisis deskriptif merupakan analisis sederhana dengan hanya membaca grafik/tabel tanpa mengaitkan dengan aspek lain di luar tabel/grafik. Semua variabel dalam AKU merupakan variabel dengan skala interval/rasio (metrik). di mana koefisiennya adalah vektor ciri (eigen vector). namun dapat menerangkan sebagian besar keragaman variabel aslinya. Analisis deskriptif dalam penelitian ini akan peneliti sajikan melalui grafik.44 1. Analisis Komponen Utama (AKU) Analisis Komponen Utama (AKU) adalah salah satu analisis multivariate yang mentransformasi variabel asal yang saling berkorelasi menjadi variabel baru yang tidak saling berkorelasi dengan mereduksi variabel tersebut sehingga mempunyai dimensi yang lebih kecil. dan dapat menghilangkan variabel asal yang mempunyai sumbangan informasi yang relatif kecil. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk memberi gambaran data secara deskriptif. mereduksi variabel yang relatif besar dan saling berkorelasi menjadi dimensi yang relatif lebih kecil dan tidak berkorelasi tetapi dapat menerangkan sebagian besar keragaman variabel asal. Pembuatan grafik berdasarkan data variabel dari kuesioner yang telah disebar. Tujuan AKU adalah mengidentifikasi variabel baru yang mendasari data variabel ganda. 2.

. Komponen utama kedua juga merupakan kombinasi linier terbobot dari variabel asal dengan varian terbesar kedua dan antara kedua komponen utama tersebut tidak saling berkorelasi dan seterusnya.. Matriks ragam peragam digunakan jika variabel yang diamati ukurannya pada skala dengan perbedaan tidak besar atau jika satuan ukurannya sama.. .Yi) = 0 Hal ini menunjukkan bahwa komponen utama tidak saling berkorelasi dan komponen utama ke-i memiliki keragaman sama dengan akar ciri ke-i. Oleh karena itu keragaman total yang mampu diterangkan oleh setiap komponen utama adalah proporsi antara akar ciri komponen utama tersebut dengan jumlah akar ciri matriks ragam peragam atau teras (trace) matriks peragam (Σ).. Secara umum.. i = 1..45 Vektor ciri dihasilkan dari akar ciri (eigen value) matriks ragam peragam atau matriks korelasi.. ≥ λ p ≥ 0 Var (Y1) = λi dan Cov(Yi-1. komponen utama ke-i dapat dituliskan sebagai: Yi = e1i X 1 + e2 i X 2 + e3i X 3 + . Komponen utama pertama adalah kombinasi linier terbobot dari variabel asal yang mempunyai varian terbesar. di mana λ1 ≥ λ 2 ≥ λ3 ≥ .. p Di mana: λi : akar ciri (eigen value) ke-i dari matriks Σ. ≥ λ p ≥ 0 e1 (1) : vektor ciri (eigen vector) ke-i yang berpadanan dengan akar cirinya λi : akar ciri (eigen value) ke-i dari matriks Σ. + e pi X p = ei X .2. di mana λ1 ≥ λ 2 ≥ λ3 ≥ ...

Oleh karena itu..λ p = p Persentase keragaman yang diterangkan oleh masing-masing komponen adalah sebagai berikut: . Variabel baku (Z) didapat dari transformasi terhadap variabel asal dalam matriks berikut: Z = (V 1 2 −1 ) (X − µ) V1/2 adalah matriks simpangan baku dengan unsur diagonal utama adalah (σ ii )1 / 2 sedangkan unsur lainnya adalah 0.46 Komponen utama sangat ditentukan oleh keragaman variabel asal.. Yang unik dari akar ciri yang didapat dari matriks korelasi adalah jumlah seluruh akar ciri adalah sama dengan banyaknya variabel yang dianalisis. Perbedaan keragaman yang besar dapat terjadi karena adanya perbedaan skala dan satuan ukuran variabel yang diamati. nilai harapan E(Z) = 0 dan keragamannya adalah Cov( Z ) = (V 1 2 −1 ) ∑ (V 1 2 −1 ) = ρ Dengan demikian komponen utama dari Z dapat ditentukan dari vektor ciri yang didapat melalui matriks korelasi variabel asal. dalam penelitian ini peneliti menggunakan matriks korelasi. Sehingga bila variabel yang diamati ukurannya pada skala dengan perbedaan yang sangat lebar atau satuannya tidak sama. ∑λ i =1 p i = λ1 + λ 2 + λ3 + . maka variabel tersebut perlu dibakukan (standardized). di mana variabel asal yang memiliki keragaman yang besar akan cenderung dipilih menjadi komponen utama yang pertama.

λm p × 100% i Banyaknya komponen utama yang terbentuk sebanyak variabel yang ada.λm ∑λ i =1 p × 100% = λ1 + λ2 + λ3 + . maka akan terbentuk komponen utama sebanyak p. Pemilihan komponen utama yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada akar ciri yang nilainya lebih dari satu (λ >1).. sebab menjadi tidak hemat dan tujuan pereduksian tidak tercapai. Suatu akar ciri menunjukkan besarnya sumbangan dari tiap komponen utama terhadap total keragaman seluruh variabel asal. Hal ini dapat dilihat dari .47 λi ∑λ i =1 p × 100% = i λi p × 100% Sehingga total persentase/proporsi = ∑p i =1 p λi = 1 p p ∑ λi = p = 1 p i =1 Jika jumlah komponen yang diambil sebagai m komponen. Komponen utama yang dipilih harus mampu menerangkan sebagian besar informasi yang terkandung dalam variabel asal atau harus bisa memberikan sumbangan yang besar terhadap keragaman variabel asal. di mana m < p. Hal ini tentu tidak diinginkan. dilakukan pemilihan terhadap komponen utama yang terbentuk sebanyak m di mana m < p.. maka persentase keragaman kumulatif yang diterangkan oleh m komponen adalah: λ1 + λ2 + λ3 + . karena variabel asal telah dibakukan (standardized) yang berarti rata-ratanya nol dan keragamannya satu.. Jadi misal ada p variabel asal. Komponen utama dengan keragaman lebih kecil dari satu tidak lebih baik dari variabel asal. Oleh karena itu..

Hipotesis yang akan diuji adalah: H0 : matriks korelasi merupakan matriks identitas H1 : matriks korelasi bukan matriks identitas ii. Urutan penyajiannya sebagai berikut: i. Hal ini bertujuan agar penyusutan dimensi dari variabel ganda menjadi lebih sederhana dan bermanfaat.48 persentase total keragaman (varian) yang dijelaskan oleh komponen utama yang terbentuk. Akan tetapi. dengan tanpa banyak kehilangan informasi sebelumnya. Menurut Supranto (2004) besarnya kumulatif persentase keragaman (varian) sehingga dicapai level yang memuaskan sangat tergantung pada masalahnya. Statistik uji: (2 p + 5)   2 X obs = − ( N − 1) − 1n R 6    Dimana: N = jumlah observasi |R| = determinan matriks korelasi (2) . Dengan perkataan lain matriks korelasi populasi merupakan matriks identitas. Uji Bartlett digunakan untuk menguji hipotesis bahwa variabel tidak saling berkorelasi (uncorrelated) dalam populasi. sebagai pedoman/petunjuk yang disarankan ialah bahwa ekstraksi dihentikan bila kumulatif persentase keragaman sudah mencapai paling sedikit 60 persen atau 75 persen dari seluruh varian variabel asal. Langkah pertama sebelum melakukan analisis komponen utama adalah membentuk matriks korelasi dari data pengamatan kemudian melakukan pengujian terhadap matriks korelasi dengan menggunakan uji Bartlett.

Tiap-tiap faktor dapat diinterpretasikan. Faktor-faktor tersebut saling bebas. AKU hanya sebatas mereduksi dimensi variabel. adapun perbedaannya adalah: . Dari sejumlah komponen utama terpilih tersebut akan dilanjutkan (dijadikan dasar) untuk analisis faktor. p ( p − 1) / 2 Jika matriks korelasi bukan matriks identitas maka penyusutan dimensi terhadap variabel ganda tersebut bermakna untuk dilakukan dengan Analisis Komponen Utama. Mampu menerangkan semaksimal mungkin keragaman data. Keputusan: Tolak H0. b. terima H1 : matriks korelasi bukan matriks identitas apabila X 2 > X 2α . Analisis faktor juga dapat dipandang sebagai perluasan dari analisis komponen utama.49 iii. karena faktor bersifat mutually exclusive contoh: jika variabel X1. maka pengaruh variabel-variabel tersebut tidak akan masuk lagi ke dalam faktor kedua dan yang lainnya. Analisis faktor pada dasarnya bertujuan untuk menjelaskan sejumlah kecil faktor yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut: a. yaitu memilih komponen utama yang memiliki akar ciri lebih besar satu (λ>1) atau telah merangkum informasi variabel asal minimal 60 atau 75 persen. 3. X3 telah masuk dalam faktor pertama. c. Analisis Faktor Analisis Faktor merupakan kelanjutan/rangkaian yang tidak terpisahkan dari analisis komponen utama. X2.

.. p (3) ≠j ∑∑ r i ≠j 2 ij + ∑∑ a 2 ij i Dimana: rij adalah koefisien korelasi sederhana antara variabel i dan j aij adalah korelasi parsial antar variabel i dan j Penilaian KMO adalah sebagai berikut: 0. Analisis Komponen Utama menganggap komponen utama merupakan kombinasi linier dari variabel-variabel asal dan tujuan utamanya adalah memilih sejumlah variabel baru (yang disebut sebagai komponen utama) sedikit mungkin. Sebelum dilakukan analisis dengan menggunakan analisis faktor.2. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah data observasi yang ada tersebut dapat dianalisis lebih lanjut atau tidak dengan analisis faktor.90 ≤ KMO < 1..2.90 data baik untuk analisis faktor 0.50 a.70 ≤ KMO < 0. Dengan perkataan lain.80 data agak baik untuk analisis faktor . akan tetapi dapat menjelaskan sebagian besar total keragaman variabel asal. Analisis Faktor menganggap variabel asal merupakan kombinasi linier dari faktor dan tujuan utamanya memilih faktor-faktor yang dapat menjelaskan keterkaitan (interrelaationship) antar variabel asal. p. i = 1. terlebih dahulu dilakukan Uji Kaiser Meyer Olkin (KMO). b.. analisis faktor bertujuan untuk menjelaskan arti variabel-variabel dalam set data. j = 1..80 ≤ KMO < 0.00 data sangat baik untuk analisis faktor 0. ∑∑ r KMO = i ≠j 2 ij ..

........................ εp yang disebut sebagai faktor-faktor khusus (specific factors)....60 data cukup untuk analisis faktor KMO < 0...l 2 m Fm + ε 2 . i= 1........... 2. ......l1m Fm + ε 1 X 2 − µ 2 = l 21 F1 + l 22 F2 + .....50 ≤ KMO < 0................p ......... Dalam notasi matriks dapat dituliskan sebagai berikut: X ( px1) − µ ( px1) = L( pxm) M ( mx1) + ε ( px1) (5) Dengan asumsi bahwa: E(F) =0(mxl). Fm yang disebut faktor-faktor umum (common factors) dan p penyimpangan tambahan ε1 .. 2. p lij = pembobot (loading) untuk variabel ke-i pada faktor ke-j. secara linier bergantung pada sejumlah faktor yang teramati.....70 data lebih dari cukup untuk analisis faktor 0..... X p − µ p = l p1 F1 + l p 2 F2 + .... X p ) mempunyai vektor rataan µ dan matriks ragam peragam Σ.....l pm Fm + ε p Dimana: (4) µi = rataan dari variabel ke-i Fj = faktor umum ke-j .60 ≤ KMO < 0. i=1....... Model persamaan analisis faktor dirumuskan sebagai berikut: X 1 − µ1 = l11 F1 + l12 F2 + .51 0. j=1. ......ε2......... X 2 .. .............. 2. F2..... ......... yaitu F1.50 data tidak layak untuk analisis faktor Vektor variabel acak X yang diamati dengan p komponen ( X ' = X 1 . .. .... m εi = faktor spesifik ke-i ........... .

. yang artinya antar faktor tidak saling korelasi E (ε ) = 0 ( pxl ) . Bagian dari var (Xi) yang dapat diterangkan oleh m faktor bersama disebut communality ke-i. Cov(X. Sedangkan bagian dari Var(Xi) karena faktor spesifik disebut varian spesifik ke-i.  . l 2 m . ..Fj) =lij l11 l12 l 22 . Cov(ε ) = E [εε '] = ψ ( pxp ) ψ 1 0 0 ψ 2  . . l p2 Matriks loading sangat berperan dalam interpretasi faktor.+ l2iml2jm 4. = . .52 Cov(F) =E[FF’] = I(mxm). l1m . ψp   Adapun struktur kovarian untuk model adalah: 3.  .  . 0  . .. semakin besar nilai absolut/mutlak pembobot lij maka semakin erat hubungan di antara keduanya. 0 0  . .. Nilai lij menunjukkan korelasi antara faktor umum dengan variabel asalnya. Model (X-µ)-LF+ε adalah linier dalam faktor bersama.. .+ l2im+ψi Cov(Xi. ..  . . ..F) = L Cov(Xi. 0   .. .. l pm Matriks loading ( L) = l ij [ ] pxm = l 21 .. Cov (X) = LL’ + ψ Var(Xi) = l2i1+ l2i2+ l2i3+..Xj) = l2i1l2j1+ l2i2l2j2+. l p1 ..

Rotasi Varimax adalah rotasi ortogonal yang memaksimalkan faktor pembobot. p (6) Dimana: h2i = komunalitas (communality) ψi = ragam khusus (specific variance) komunalitas (communality) merupakan proporsi keragaman variabel asal ke-i yang dapat dijelaskan oleh faktor umum.. i = 1. T(pxq) Dimana T adalah matriks transformasi yang dipilih sehingga.... dan mengakibatkan korelasi variabel-variabel dengan satu faktor mendekati satu serta korelasi dengan faktor lainnya mendekati nol sehingga mudah diinterpretasikan. Untuk itu dilakukan manipulasi dengan cara merotasi matriks loading L dengan menggunakan metode Rotasi Tegak Lurus Varimax (varimax Ortogonal Rotation). yaitu: L*(pxq) = L(pxq). T’T=TT’=I Walaupun telah dirotasi..l 2 im + ψ i = h 2 i + ψ i . karena masih terdapat variabel asal yang mempunyai korelasi kuat pada lebih dari satu faktor. dan sisanya yang tidak terjelaskan oleh faktor umum dijelaskan oleh faktor khusus yang melalui ragam khusus (specific variance) ψi. matriks kovarian (korelasi) tidak berubah karena LL’+ ψ =LTT’L’+ ψ =L*L*’+ψ selanjutnya varian spesifik ψi dan komunalitas hi2 ..53 Var ( X i ) = σ ii = l 2 i1 + l 2 i 2 + .. Dari rotasi tersebut menghasilkan matriks loading baru L*. Faktor-faktor yang diperoleh melalui metode komponen utama pada umumnya masih sulit diinterpretasikan secara langsung.2..

. persentase keragaman sebagai sumbangan tiap faktor terhadap keragaman variabel asal mengalami perubahan. Proses rotasi juga tidak mempengaruhi persentase keragaman yang dijelaskan (percentage of total variance explained). sedangkan dengan faktor lain mempunyai korelasi relatif rendah sehingga pada akhirnya setiap faktor akan lebih mudah diinterpretasikan.54 juga tidak berubah. Akan tetapi. Dari merotasi matriks loading tadi menyebabkan setiap variabel asal mempunyai korelasi yang tinggi dengan faktor tertentu saja.

yaitu pria dan wanita. 2. identitas responden. A. Identitas Responden a. Jumlah mahasiswa yang terdaftar di jurusan pendidikan bahasa Jerman FBS UNY pada waktu pengambilan data ini sebanyak 372 mahasiswa. Jenis Kelamin Jenis kelamin responden dibagi menjadi 2 kelompok. Deskripsi Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Pengambilan data kuesioner dilakukan pada awal bulan Desember 2008. Berdasarkan pada data di lapangan diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4. Gambaran Umum 1. Terdiri dari 174 mahasiswa non reguler dan 198 mahasiswa reguler. Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Responden Pria 24 Wanita 56 Total 80 Sumber: Hasil Kuesioner Persentase 30% 70% 100% 55 .BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam hasil penelitian ini dikemukakan secara garis besar tentang gambaran atau deskripsi lokasi penelitian. pembuktian tingkat validitas dan reliabilitas dari variabel penelitian serta pembahasan analisis komponen utama dan analisis faktor.

Berdasarkan pada data di lapangan diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 5. 2007. Daftar Tahun Angkatan Kelompok Angkatan Jumlah Responden 2005 20 2006 20 2007 20 2008 20 Sumber: Hasil Kuesioner Persentase 25% 25% 25% 25% Angkatan 25% 25% 2005 2006 2007 25% 25% 2008 Gambar 4.56 Jenis Kelamin 30% Pria Wanita 70% Gambar 3. 2006 dan 2005. Diagram Jenis Kelamin b. Tahun Angkatan Dalam penelitian ini tahun angkatan dibagi menjadi 4 kelompok yaitu angkatan 2008. Diagram Tahun Angkatan .

5. jika r hitung lebih besar dari r tabel. 11.4351 > 0. 2.1430 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid status .1810 > 0.1430 0.4485 > 0.4269 > 0.4537 > 0.1430 0. r r tabel hitung 0. 7.2289 > 0. Hasil perhitungan akan dibandingkan dengan kritik tabel korelasi nilai r dengan df = 80 taraf signifikansi 5%.4134 > 0.1430. 8. 9.1430 0. maka pertanyaan tersebut valid. 12.57 B.1430 0.1430 0.1430 0. 4.1430 0. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan komputer program SPSS.1430 0.4597 > 0.5526 > 0.1430 0. 6.4205 > 0. Validitas Butir Kuesioner No Item 1.4089 > 0. Uji Validitas Uji validitas bertujuan untuk melihat apakah pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner mampu mengukur apa yang hendak di ukur. r tabel = 0. Hasil perhitungan uji validitas ditunjukkan dalam tabel sebagai berikut: Tabel 6. 10. 3.1430 0.5159 > 0.1430 0.

24.1430 Valid Valid Valid Valid Valid Gugur Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil Pengolahan dengan SPSS 15 Dari hasil pengujian validitas pada tabel di atas. 22.1430 0.1430 0. 29.1659 > 0.2086 > 0. 27.3697 > 0.4396 > 0.1430 0.58 13.1430 0. 15. 18.1430 0.1430 0.2891 > 0. 30.4101 > 0.1554 > 0.1430 0.1430 0. 14. 28. 23.3642 > 0.1430 0. Untuk item yang dinyatakan gugur tidak akan diikutkan dalam analisis selanjutnya.1430 0.2905 > 0.1430 0.3197 > 0. 20.1430 0. 26.3109 > 0.1430 0.0336 < 0. . dapat diketahui bahwa item gugur adalah no 18. 19. 16. 21.4410 > 0.6907 > 0.3350 > 0.1430 0.1430 0.1888 > 0. 17.5466 > 0. 0.5257 > 0.1430 0.1430 0. 25.

D. 2004). masalah reliabilitas tes/instrumen berhubungan dengan masalah ketetapan hasil. Berdasarkan hasil penghitungan uji reliabilitas (lampiran) 29 item pertanyaan didapatkan indeks reliabilitas cronbach alpha sebesar 0. artinya dapat disimpulkan bahwa ralpha lebih besar dari rtabel (0. jumlah. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan sebaran data yang diperoleh dari lapangan. Adapun hasil dari analisis ini adalah sebagai berikut: .852. Dengan demikian.1430). Dengan demikian. Analisis ini hanya untuk mengetahui seberapa besar nilai minimum.59 C. Suatu instrumen dapat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi jika hasil dari pengujian tes/instrumen tersebut menunjukkan hasil yang tetap. Teknik yang digunakan dalam pengujian reliabilitas ini adalah metode cronbach alpha dengan komputer program SPSS (Singgih Santoso. maksimum. Atau kalaupun terjadi perubahan hasil tes/instrumen. Kuesioner dinyatakan reliabel bila ralpha>rtabel dengan df=80 dan taraf signifikansi 5%. dapat dikatakan bahwa pernyataan tersebut reliabel untuk digunakan pada penelitian selanjutnya. namun perubahan tersebut dianggap tidak berarti. Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas adalah berkaitan dengan masalah adanya kepercayaan terhadap alat tes (instrumen). rata-rata dan standard deviation dari setiap variabel.

11 4.69 3.702 .73 3.567 .074 .641 . Error .99 3.69 3.639 .733 .071 . maksimum.658 .791 . Error .061 .061 .072 .87 3.082 .99 3.074 .063 .071 .078 .69 Std.075 .063 .95 3.072 . rata-rata dan standard deviation dari masing-masing variabel sehingga apabila di urutkan dari yang terbesar ke yang terkecil adalah sebagai berikut: Tabel 8.570 .78 4. Statistik Deskriptif (Descending) N Statistic 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 Minimum Statistic 2 2 3 2 2 2 2 1 1 2 2 1 Maximum Statistic 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Sum Statistic 329 324 320 316 310 310 303 303 301 298 296 295 Mean Statistic 4.05 3.76 3.79 3.658 Interactivity Minat Relevansi Kepuasan Kemudahan Menarik Oranglain Biaya Prestasi Takterbatas Kelengkapan Organisasi .791 .639 .88 Std.070 .673 N Statistic 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 Minimum Statistic 2 3 1 1 2 1 2 2 2 2 2 1 2 Maximum Statistic 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Sum Statistic 324 320 265 301 316 303 329 303 296 298 310 295 310 Mean Statistic 4.542 .074 Std.626 .075 Minat Relevansi Pengetahuan Prestasi Kepuasan Biaya Interactivity Oranglain Kelengkapan Takterbatas Menarik Organisasi Kemudahan Valid N (listwise) Sumber: Hasil Pengolahan dengan SPSS 15 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui nilai minimum.061 .659 .31 3.549 . Analisis Deskriptif Descriptive Statistics Std.05 3. Deviation Statistic .078 .567 . Deviation Statistic .641 .78 3.070 .064 .702 .87 3.082 .570 .064 .061 .60 Tabel 7.95 3.088 .88 3.626 .673 .549 .542 .11 3.76 3. jumlah.733 .088 .69 3.79 3.73 3.

.074 . persyaratan apakah data dan variabel cukup layak.61 Pengetahuan Valid N (listwise) 80 80 1 5 265 3.31 . Tabel 9. Nilai KMO terlihat pada tabel uji statisic KMO yaitu sebesar 0.899 dengan signifikansi sebesar 0. Chi-Square df Sig. Statistik uji ini digunakan untuk mengidentifikasi apakah jenis matrik korelasi yang dipakai untuk membangun komponen utama termasuk matriks identitas atau bukan.659 Sumber: hasil pengolahan dengan SPSS 15 E. Faktor-Faktor Dominan yang Menentukan Motivasi Penggunaan Internet sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman Salah satu persyaratan analisis faktor dapat dilakukan adalah apabila memiliki data dan variabel data yang cukup.000 Sumber: Hasil Pengolahan dengan SPSS 15 Informasi lainnya yang dapat diperoleh dari tabel di atas adalah besarnya nilai uji Bartlett.899 78 . Oleh karena itu. perlu terlebih dahulu dilihat dari nilai statistik KMO (Keiser-Meiyer-Olkin). Nilai KMO dan Uji Bartlett KMO and Bartlett's Tes Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy.000 yang berarti hipotesis awal (H0) yang menyatakan bahwa matriks korelasi adalah matris identitas ditolak.741 324. Dengan nilai .741 mengandung pengertian bahwa data lebih dari cukup untuk dilakukan analisis lebih lanjut yaitu analisis faktor. Nilai uji Bartlett pada tabel 1 yaitu sebesar 324. Bartlett's Tes of Sphericity Approx.

62 KMO yang tinggi dan matriks korelasi bukan merupakan matriks identitas. maka variabel dan data yang digunakan dapat dilanjutkan dengan analisis faktor. .

5 0.5 0.727 0. Tabel 10. (X7) Interactivity (X8) Orang lain (X9) Kelengkapan (X10) Tak Terbatas (X11) Menarik (X12) Organisasi (X13) Mudah Nilai MSA Nilai Standar Minimun 0. Nilai MSA menginformasikan apakah sebuah variabel sudah mempunyai kecukupan observasi untuk dilanjutkan analisis komponen utamanya.768 0.5 0.748 0. Apabila nilai MSA-nya lebih kecil dari 0.5 0.838 0.5 0.5 0.608 0.843 0.5 berarti seluruh variabel memiliki kecukupan observasi untuk dilanjutkan analisis komponen utamanya.863 0.808 0.5 0.664 0. . dari 13 variabel yang akan dianalisis ternyata semua variabel mempunyai nilai MSA lebih dari 0.705 0.5 0.63 Tahapan berikutnya yang dilakukan adalah dengan melihat nilai MSA (Measures of Sampling Adequecy) dari tiap variabel yang akan dianalisis.5 0. Nilai MSA setiap variabel pada Anti-image Matrices Variabel (X1) Minat (X2) Relevansi (X3) Pengetahuan (X4) Prestasi (X5) Kepuasan (X6) Biaya.679 0.5 0.610 0.5 Sumber: Hasil Pengolahan dengan SPSS 15 Berdasarkan tabel 2.5 0.755 0.5 maka variabel tersebut tidak memiliki kecukupan observasi untuk dianalisis lebih lanjut.5 0.

000 1.000 1.761 .64 Tabel 11.436 yang berarti 43.000 1. Dengan kata lain.000 1.774. Nilai komunalitas menjelaskan seberapa besar keragaman atau variasi variabel asal yang dapat diterangkan oleh faktor-faktor yang terbentuk.622 .652 .000 Extraction .000 1.000 1.4 persen keragaman Pengetahuan dapat diterangkan oleh komponen yang terbentuk.000 1. variabel yang memiliki komunalitas yang paling kecil adalah biaya yaitu 0. Sumber: Hasil Pengolahan dengan SPSS 15 Besarnya hubungan faktor-faktor yang terbentuk dengan variabel-variabel asalnya dapat diketahui dari nilai-nilai komunalitas (Communalities).765 .6 persen keragaman dapat dijelaskan oleh komponen yang terbentuk. semakin besar nilai komunalitasnya maka semakin baik pula analisis komponen utamanya.436 .523 . Sebaliknya. Komunalitas Variabel Initial 1.773 . 77.527 .774 . .000 1.646 . Keragaman variabel asal yang paling besar dapat dijelaskan oleh komponen Pengetahuan yaitu dengan nilai 0.000 1.000 .000 1.000 1.522 Extraction Method: Principal Component Analysis. Jadi. Dari tabel 3 diperoleh bahwa komponen utama yang terbentuk mampu menjelaskan variabel asal dalam jumlah yang cukup besar.633 .676 Minat Relevansi Pengetahuan Prestasi Kepuasan Biaya Interactivity Oranglain Kelengkapan Takterbatas Menarik Organisasi Kemudahan 1.

454 .226 55.918 Component 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total 4. 2004).263 76.210 82.999 1.126 98.622 Prestasi + 0. bila eigen value lebih besar dari satu maka komponen tersebut dapat dipilih sebagai komponen/faktor utama.550 .616 6.130 .527 Kepuasan + 0.139 31.652 Minat + 0.329 10.660 96.088 4.774 Pengetahuan + 0. besarnya nilai kumulatif keragaman yang dijelaskan oleh masing masing komponen yang terbentuk (Cumulative Sums of Square Loadings).693 63.157 44.224 8.670 2.523 Kelengkapan + 0.633 Interactivity + 0.710 1.456 1.999 10.842 13.879 5.356 63. Total Variance Explained Total Variance Explained Initial Eigenvalues % of Variance Cumulative % 31.276 18.606 12.522 Kemudahan Dalam menentukan jumlah komponen (faktor) dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan yaitu berdasarkan nilai akar ciri (Eigen Values). split-half reliability dan significances tes (Supranto.494 93.226 55.329 1.130 8.474 2.698 70.814 . Menurut Anderson.677 .65 Dari tabel 11 di atas dapat dibuat persamaan: Y= 0.236 17.693 63.761 Takterbatas + 0.859 90.316 3.842 31.139 1.502 . scree plot.765 Relevansi + 0.918 Rotation Sums of Squared Loadings Total % of Variance Cumulative % 2.330 2.175 3.842 31.198 35.376 18.224 1.436 Biaya + 0.710 13.157 44.562 1.676 Organisasi + 0.346 . komponen utama juga dapat dipilih apabila nilai Cumulative Sums of Square Loadings lebih dari 75 persen.276 . Sumber: hasil pengolahan dengan SPSS 15 .091 16.871 . percentage of variance accounted for.087 51. Tabel 12.228 86.918 6.276 2.544 100.000 Extraction Sums of Squared Loadings Total % of Variance Cumulative % 4.842 1.773 Menarik + 0.646 Oranglain + 0. Sedangkan menurut Morisson.201 Extraction Method: Principal Component Analysis.

. Gambar Nilai Akar Ciri Tahapan selanjutnya adalah menentukan variabel-variabel yang dominan pada setiap komponen tersebut. sedangkan nilai akar ciri yang kurang dari satu tidak dimasukkan dalam model. Berdasarkan ketentuan tersebut maka terdapat empat komponen utama yang mempunyai nilai akar ciri lebih dari satu. Sehingga keempat komponen utama tersebut merupakan ringkasan informasi terbaik dari sejumlah variabel yang akan dianalisis. Hal tersebut dapat diketahui dengan melihat besarnya setiap variabel terhadap empat komponen utama tersebut (ekstraksi). Seperti diketahui bahwa eigen value adalah total variance yang dijelaskan oleh setiap faktor atau merupakan sumbangan (share) dari faktor tertentu terhadap seluruh variance dari variabel asli.66 Dalam penelitian ini penentuan komponen utama menggunakan pendekatan nilai akar ciri yang lebih dari satu. Scree Plot 5 4 Eigenvalue 3 2 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Component Number Gambar 5.

67 .

278 .386 .417 .558 .332 .635 .014 .075 -.389 .364 Extraction Method: Principal Component Analysis. .179 . Caranya dengan membuat korelasi variabel mendekati nilai mutlak 1 dan 0 pada setiap faktor. Mekanisme rotasi varimax adalah dengan membuat korelasi variabel hanya dominan terhadap satu faktor.749 .092 .570 2 .356 .740 .524 .712 -.082 .437 .668 . Korelasi dari variabel terhadap faktor yang terbentuk (sebelum rotasi) Component Matrix(a) Component 1 Minat Relevansi Pengetahuan Prestasi Kepuasan Biaya Interactivity Oranglain Kelengkapan Takterbatas Menarik Organisasi Kemudahan .361 -. Dalam penelitian ini rotasi yang dipakai adalah dengan metode varimax.166 .251 -.502 -.645 -.339 .451 .320 -.048 .462 .432 -.028 -.128 .163 . Untuk mengatasi hal itu maka dilakukan rotasi.000 4 -.674 . ekstraksi tersebut masih sulit untuk menentukan variabel dominan yang termasuk dalam faktor karena nilai korelasi yang hampir sama dari tiap variabel.074 .68 Tabel 13.109 -.513 . sehingga memudahkan dalam interpretasi variabel dominan.031 .051 .153 . Pada awalnya.125 .325 .400 -.334 . a 4 components extracted.026 -.409 .606 -.255 3 -.506 -.

69 .

041 .112 .230 .659 .110 .524 .181 .024 .859 .136 .70 Tabel 14.770 -.842 persen. Faktor-Faktor Motivasi yang Terbentuk Dari hasil rotasi komponen matriks. Selanjutnya dapat diuraikan bahwa pada faktor pertama.160 .232 -.250 .071 . a Rotation converged in 5 iterations. Sumber: Hasil Pengolahan dengan SPSS 15 F.063 .250 -.062 .185 -.009 .104 -. Artinya bahwa keragaman yang mampu dijelaskan oleh faktor pertama dari total keragaman adalah 31. Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.753 .406 2 .114 .215 . Informasi yang dapat dijelaskan dari tabel di atas bahwa terbentuk empat faktor setelah terjadi penyederhanaan dari beberapa variabel aslinya.412 .708 .111 .012 . persentase keragaman yang terbentuk sebesar 31.245 -.132 3 -.221 .027 .858 .205 .530 .519 .370 .576 Extraction Method: Principal Component Analysis. maka setiap komponen utama dapat diinterpretasikan sebagai berikut.813 .098 .006 . dengan ketentuan variabel akan masuk ke dalam masing-masing komponen utama berdasarkan nilai korelasinya yang terbesar dan tanda plus atau minus dapat diabaikan.176 .319 .842 persen.805 .403 .055 .800 -. Korelasi dari variabel terhadap faktor yang terbentuk (setelah rotasi) Rotated Component Matrix(a) Component 1 Minat Relevansi Pengetahuan Prestasi Kepuasan Biaya Interactivity Oranglain Kelengkapan Takterbatas Menarik Organisasi Kemudahan .158 .327 .096 4 . .284 -.

805 0.800 0.224 persen bila persentase keragaman dikumulatifkan.329 Individu 1. Pengetahuan 13.708 0.519 Efektivitas 1.224 13.710 Informasi 4.226 55.524 0.576 8.693 atau bila dikumulatifkan menjadi sebesar 63.71 Pada faktor kedua keragaman yang mampu diterangkan komponen utama kedua adalah 13. 3.999 31.999 persen. Pada faktor keempat keragaman yang mampu diterangkan komponen utama keempat adalah 8.659 0.226 atau sebesar 55. besarnya keragaman yang mampu dijelaskan dari total keragaman yaitu sebesar 10.130 0.842 31. 2.918 persen. Jadi total keragaman yang mampu dijelaskan oleh keempat komponen utama tersebut adalah sebesar 63. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Mahasiswa Menggunakan Internet sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman No 1.139 Faktor Eigen Value Loading Faktor 0.813 0.693 63. Kepuasan 12.858 0. 4. 9. Untuk komponen utama ketiga.530 0. Kemudahan Sumber: Hasil Pengolahan dengan SPSS 15 . 7.157 atau bila dikumulatifkan menjadi sebesar 44. Variabel Tak Terbatas Menarik Kelengkapan Interactivity Relevansi Minat Prestasi Organisasi Orang Lain Lingkungan 1.842 % Variance Kumulatif (%) 10. Biaya 11.753 0.918 10.157 44.770 0. 6. Tabel 15.918 persen.859 0. 5. 8.

72 .

dimana penamaan faktor tergantung pada nama-nama variabel yang menjadi satu kelompok pada interpretasi masing-masing analisis dan aspek lainnya. pemberian nama dari masing-masing faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 1. 13. Empat variabel tersebut berkaitan erat dengan internet sebagai kelebihan dari internet yang dapat diandalkan dan sifatnya yang menarik mahasiswa dalam mengakses informasi. Berdasarkan tabel. 2001: 269). maka faktor ini disebut sebagai Faktor Informasi.73 Keempat faktor yang diperoleh dari hasil reduksi akan diberikan nama. Kelengkapan. . Untuk lebih memudahkan. Internet merupakan media teknologi informasi yang telah memberikan manfaat terutama dalam penyebaran informasi. sehingga pemberian nama ini sebenarnya bersifat subyektif serta tidak ada ketentuan yang pasti mengenai pemberian nama tersebut (Santoso dan Tjiptono. Dengan didukung banyaknya informasi yang ada di internet serta tidak dibatasi oleh ruang dan waktu dalam artian orang bisa mengakses informasi dari manapun dan kapanpun. Tak terbatas dan Menarik. Hal ini merupakan faktor motivasi terbesar mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. Faktor 1 Faktor pertama mempunyai hubungan erat dan positif dengan empat variabel sekaligus yaitu Interactivity. Sebagai media interaktif internet telah membuat mahasiswa tertarik untuk menggunakannya sebagai media pembelajaran bahasa Jerman.

74 .

maka faktor ini disebut sebagai Faktor Lingkungan. Internet telah mampu memberikan informasi yang relevan dengan yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Ketiga variabel tersebut memiliki persamaan yaitu berasal dari masing-masing individu. Oleh karena itu.75 2. Tingkat kepuasan mahasiswa dalam menggunakan internet lebih tertuju pada fasilitas di mana dia berada. Dengan demikian faktor individu merupakan motivasi bagi mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. Hal ini bisa dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya yang merasa puas terhadap penggunaan internet sehingga dia menyarankan teman atau orang lain untuk ikut menggunakannya. Relevansi dan Prestasi. Faktor 3 Faktor ketiga mempunyai hubungan erat dan positif dengan empat variabel sekaligus yaitu Kepuasan. Agar lebih memudahkan. . dan Organisasi. Manusia memiliki kebutuhan serta minat yang berbeda-beda.Faktor 2 faktor kedua mempunyai hubungan erat dan positif dengan tiga variabel sekaligus yaitu Minat. untuk memudahkan maka disebut sebagai Faktor Individu. Orang lain. Biaya. Minat penggunaan internet berkaitan dengan kebutuhan individu yang bersangkutan. Internet juga memacu mahasiswa untuk lebih meningkatkan prestasi. Keempat variabel tersebut merupakan variabel yang mempengaruhi motivasi mahasiswa yang berasal dari luar atau lingkungan di mana mahasiswa berada. 3.

76 .

di mana tiap-tiap faktor mengandung kemiripan dari variabel-variabel komponennya. karena ternyata dari 13 variabel terdahulu dapat direpresentasikan ke dalam 4 faktor. Faktor tersebut adalah Faktor Informasi. Oleh karena itu.Faktor 4 Faktor keempat mempunyai hubungan erat dan positif dengan dua variabel sekaligus yaitu Pengetahuan dan Kemudahan. dapat memperhatikan nilai variabel terbesar pada masing- . Dilihat dari nilai factor loading dari masing-masing variabel terhadap faktor yang terbentuk. Pengetahuan mahasiswa terhadap dunia internet juga membantu dalam mengoperasikan internet sehingga pekerjaan mereka lebih efektif.77 4. maka pendidik sebagai contoh pengambil kebijakan misalnya. terdapat 4 faktor yang berperan pada motivasi mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. Pemberian nama ini berdasarkan bahwa layanan internet telah memberikan kemudahan mahasiswa dalam memperoleh informasi pembelajaran yang dibutuhkan. Diskusi Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Faktor Individu. untuk memudahkan maka disebut sebagai Faktor Efektivitas. Faktor Lingkungan dan Faktor Efektivitas. Dalam artian pengambil kebijakan dapat lebih berkonsentrasi pada empat faktor tersebut. Dengan demikian dapat mempermudah pengambil kebijakan untuk memutuskan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan ketika akan menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman yang dapat memotivasi mahasiswa untuk menggunakannya. G.

. Sedangkan variabel lain di dalamnya adalah menarik. Faktor pertama adalah faktor Informasi di mana nilai factor loading variabel terbesar adalah tak terbatas. Hal ini menandakan bahwa dengan internet mahasiswa lebih bebas dalam mencari informasi yang mereka butuhkan. lengkap dan Interaktif. Mahasiswa menganggap bahwa internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman mampu memenuhi kebutuhan informasi sesuai dengan apa yang mereka butuhkan dalam hal ini adalah pengetahuan bahasa Jerman. Dengan demikian Motivasi mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran memerlukan dukungan dari organisasi dalam hal ini adalah pihak kampus atau jurusan pendidikan bahasa Jerman dalam menyediakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman baik Hardware maupun Software-nya. Biaya dan Kepuasan. Faktor ketiga adalah Faktor Lingkungan dengan variabel Organisasi sebagai variabel yang memiliki nilai factor loading terbesar. yaitu sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Variabel yang lain adalah Minat dan Prestasi. Faktor kedua adalah Faktor Individu di mana nilai factor loading variabel terbesarnya adalah Relevansi. Variabel lain di dalam faktor ini adalah Orang Lain.78 masing faktor ketika ingin menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. Dengan terbebaskan ini mereka termotivasi untuk menggunakan internet. Mereka tidak merasa harus terikat dengan waktu dan ruang (bertemu dengan dosen) ketika ingin mendapatkan ilmu bahasa Jerman.

Namun kesadaran tersebut tidak didukung dengan pengetahuan mahasiswa dalam mengoperasionalkan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. Jika dikaji lebih jauh maka penelitian ini memberikan kenyataan bahwa mahasiswa telah menyadari akan keberadaan internet sebagai sumber informasi yang dapat diandalkan dalam hal ini adalah informasi tentang pembelajaran bahasa Jerman. di mana nilai factor loading terbesar dari faktor ini adalah variabel pengetahuan. Hal ini sangat disayangkan karena faktor lingkungan atau yang mewakili adalah kampus/organisasi telah menyediakan sarana untuk menunjang penggunaan internet sebagai media pembelajaran. Pengetahuan tentang internet yang dimiliki oleh mahasiswa memberikan motivasi untuk menggunakannya.79 Faktor keempat adalah Faktor Efektivitas. Padahal variabel yang lain di dalam faktor ini adalah variabel Kemudahan. hal ini menandakan bahwa Pengetahuan dan Kemudahan memiliki korelasi atau hubungan yang saling terkait. Hal ini menandakan bahwa pengetahuan mahasiswa dalam penggunaan internet sebagai media pembelajaran belum optimal atau masih rendah. Namun berdasarkan analisis deskriptif ternyata variabel pengetahuan memiliki rata-rata yang paling kecil. Selain itu penguasaan dalam penggunaan internet juga menjadikan mahasiswa percaya diri dalam mencari informasi-informasi yang mereka butuhkan sehingga hal ini mampu menjaga perilaku mereka dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. Seharusnya dengan peningkatan sarana multimedia/internet maka mahasiswa akan menggunakannya . Artinya pengetahuan yang dimiliki mahasiswa diharapkan dapat mempermudah mahasiswa dalam mencari informasi yang sesuai.

Sebagai contohnya. Dengan menjadi anggota di situs ini pengunjung bisa meng-upload dan men-download dokumen-dokumen yang diperlukan dari berbagai bahasa-bahasa di dunia dan berbagai disiplin ilmu. Situs itu adalah www. model pembelajaran dengan menggunakan teknologi internet juga dapat diterapkan oleh . Selain itu. Situs ini memberikan fasilitas kepada para pengunjungnya untuk berbagi /sharing dokumen. Kemungkinan ketidaktahuan mahasiswa ini dapat terjadi karena kurangnya perhatian mahasiswa terhadap teknik atau cara mendapatkan informasi yang mudah di internet. termasuk ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bahasa Jerman. Padahal berdasarkan pengalaman peneliti sangat banyak program-program di internet yang sangat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan bahasa Jerman. Maka sebagai lembaga pendidikan (UNY) sudah seharusnya peningkatan sarana multimedia diikuti peningkatan kualitas pengguna (user). Selain itu ada situs yang menyediakan e-book secara gratis. Mahasiswa sebagai pengguna dapat diberikan materi tambahan tentang teknologi informasi sesuai dengan jurusan yang diambil.scribd. Ketidaktahuan mahasiswa juga bisa terjadi karena memang tidak ada yang memberitahunya. dengan sebuah program yang gratis kita bisa mengunduh semua materi website yang ada di situs dan kemudian bisa dijalankan offline atau tanpa koneksi internet. Kenyataannya. banyak mahasiswa yang belum mengetahui sumber-sumber informasi serta cara memperoleh informasi yang mudah dari internet.com.80 sebagai media yang dapat meningkatkan kemampuan mereka. Hal ini dimungkinkan karena internet belum begitu populer untuk digunakan oleh para pendidik.

81 para pendidik dengan harapan dapat merangsang mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang internet. perubahan waktu dan keadaan menyebabkan hasil dari penelitian ini dimungkinkan untuk berubah untuk waktu yang akan datang. H. data uji coba instrumen diambil bersamaan dengan pengambilan data penelitian dengan sampel atau populasi yang sama. Selain itu. Selain itu validitas konstruk dari instrumen juga terbatas karena tidak adanya penilaian dari ahli terutama yang berhubungan dengan psikologi. Keterbatasan Penelitian Di dalam penelitian ini masih terdapat keterbatasan atau kesulitan yang dihadapi peneliti yaitu: Adanya variabel yang belum terakomodasi dalam penelitian ini. namun dalam instrumen ini peneliti meminta pertimbangan dari mahasiswa psikologi tingkat akhir yang juga meneliti tentang motivasi. . sehingga instrumen tidak mengalami perbaikan. Hal ini terjadi karena keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti terutama dalam kajian teori yang mungkin oleh peneliti belum diketahui. Keterbatasan juga terjadi pada instrumen yang digunakan.

Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan. orang lain. Kelengkapan. relevansi. Hasil analisis deskriptif memberikan gambaran sebagai berikut: Berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh dapat diketahui bahwa variabel yang mempengaruhi motivasi mahasiswa mulai dari yang terbesar adalah sebagai berikut: Interactivity. Relevansi dan Prestasi. Faktor ini mewakili 82 . Variabel-variabel yang mewakili adalah Minat. Tak terbatas dan Menarik Dengan persentase keragaman sebesar 31.157%.BAB V PENUTUP A. Berdasarkan hasil analisis komponen utama dan analisis faktor terbentuk empat faktor variabel dominan yang mempengaruhi motivasi penggunaan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman mahasiswa pendidikan bahasa Jerman UNY. Variabel paling dominan/faktor 1 adalah faktor informasi yaitu kelebihan internet sebagai sumber informasi yang dapat diandalkan. organisasi dan yang terakhir adalah pengetahuan. biaya. 2.842 persen Variabel dominan kedua/faktor 2 adalah faktor yang berhubungan dengan individu mahasiswa itu sendiri. Variabel dominan ketiga/faktor 3 adalah faktor yang berasal dari lingkungan di mana mahasiswa berada. Hal ini terwakili oleh variabel Interactivity. tak terbatas. kepuasan. minat. prestasi. Di mana minat dan kebutuhan mahasiswa dalam menggunakan internet berbeda-beda. menarik. kemudahan. kelengkapan. maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Faktor ini memiliki persentase keragaman sebesar 13.

2. 3. Faktor individu dan lingkungan mahasiswa merupakan faktor yang perlu diperhatikan pengajar dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran. Sehingga faktor lingkungan mempengaruhi motivasi mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. Terutama sarana dan prasarana yang diperlukan dalam menggunakan internet. Orang lain.83 variabel Kepuasan.226%. Faktor ini memuat variabel Pengetahuan dan Kemudahan dengan persentase keragaman 8.693% B. Dengan demikian internet sebagai sumber informasi pembelajaran bahasa Jerman dapat diandalkan. Variabel dominan keempat/faktor 4 adalah faktor efektivitas. Implikasi Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh hasil penelitian ini mengandung implikasi antara lain: 1. dan Organisasi dengan persentase keragaman 10. Pengajar harus mampu mengakomodasi antara keadaan mahasiswa dan lingkungannya. Faktor terakhir adalah faktor efektivitas memiliki implikasi bahwa kemudahan yang ditawarkan internet tidak dibarengi dengan pengetahuan mahasiswa . Berdasarkan analisis ditemukan adanya motivasi utama yang mempengaruhi mahasiswa dalam menggunakan internet adalah informasi yang berasal dari internet itu sendiri. Biaya. Faktor efektivitas memiliki memberikan pengaruh kepada mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman.

pengetahuan akan penggunaan internet akan memberikan kemudahan mahasiswa dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Ini merupakan potensi yang harus dioptimalkan oleh para pendidik. internet merupakan suatu teknologi yang harus diterima keberadaanya dan mahasiswa harus mampu menyesuaikan dengan teknologi tersebut. Saran Internet telah digunakan mahasiswa pendidikan bahasa Jerman sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. . Padahal. Dengan adanya fasilitator yang mengarahkan peserta didik dalam menggunakan internet maka proses belajar mengajar akan lebih menarik dan dapat meningkatkan prestasi peserta didik. Bagi mahasiswa.84 dalam mengoperasikan internet. Terkait dengan organisasi (kampus). Sedini mungkin mahasiswa memiliki pengetahuan tentang penggunaan internet terutama dalam hal pengoperasian dan teknik penelusuran informasi di internet. internet telah menjadi kebutuhan mahasiswa maka sudah tepat apa yang telah dilakukan oleh pihak kampus (UNY) dalam mengembangkan teknologi internet melalui lembaga LIMUNY (Lembaga Informasi Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta). Sehingga informasi yang ia butuhkan dapat terpenuhi dengan memuaskan. Kebutuhan mahasiswa dalam menggunakan internet merupakan sebuah kesadaran yang berasal dari diri mahasiswa itu sendiri. C. Maka sudah selayaknya para pendidik juga menggunakan internet sebagai media dalam memberikan ilmu kepada para peserta didiknya.

Selain itu penelitian lanjutan dari penelitian ini adalah mencari hubungan atau pengaruh penggunaan internet sebagai media pembelajaran terhadap prestasi atau kemampuan pembelajar dalam menguasai bahasa asing (bahasa Jerman) atau membuat model pembelajaran bahasa Jerman dengan internet. Selain itu penelitian terhadap internet sendiri sebagai sumber belajar bahasa Jerman juga menarik untuk dilakukan. maka adanya variabel yang belum terakomodasi dalam penelitian ini dimungkinkan terjadi. .85 Karena keterbatasan peneliti. Hal ini dapat menjadi tugas peneliti selanjutnya untuk mencari lebih jauh.

org.unud. http://www. Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Piranti Lunak Presentasi. Ouda Teda. Vol.edu/kipbipa/papers/OudaTedaEna. Diakses pada tanggal 12 April 2009 Ariastuti. New York: McGraw-Hill Nasution. www. S. Arko. Ena. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi UNY Depdikbud. hlm 40-51 86 . Pemanfaatan internet guna mendukung Kegiatan Perkuliahan Mahasiswa Program Pascasarjana UNIMED. Gadjah Mada University Press.Faktor-Faktor yang Menentukan Loyalitas Pelanggan terhadap Merek Teh Botol Sosro di Kota Denpasar. Fasilitator/Pengajar dan Media Pembelajaran. Budi Soetedjo Darma.wikipedia. Business & Management Jurnal Bunda Mulia.php?name=News&file=article&sid=473. 2002. http://id. Luthan. Jakarta: Penerbit Erlangga. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Teknik Penyusunan dan Pembakuan Tes Hasil Belajar Ilmu Sosial. S. M. 2007.id/abstrak/(10)%20soca-ariastuti%20danantaraloyalitas%20pelanggan(1). Teknologi dan Aplikasi Internet Pendidikan. 1990. Jakarta.doc.id/modules. http://ejournal. Fred. 2007.Kom. 2. Yogyakarta : penerbit ANDI.go.3 No. Universitas Sumatra Utara. Harold. Lila Hadri. Manajemen. 2002. Asas-Asas Penelitian Behavioral.depsos. 1998.M. Cyril O’donell dan Heinz Weihrich.Sos. Organization Behavior. 2006 Panduan Evaluasi Diri Tingkat Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sekolah Menengah Atas. Karya Ilmiah. Depdiknas. e-Education: Konsep.ialf. Serta Pengolahannya. N. Yogyakarta. Ni Gusti A A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Mahasiswa: Studi Kasus pada Fakultas Ekonomi Universitas Bunda Mulia.pdf diakses pada tanggal 12 September 2008 Daliman (2006). diakses pada tanggal 14 September 2008 Kerlinger. diakses pada tanggal 14 September 2008 _____ 2009. Koontz. ---.ac. 2001.DAFTAR PUSTAKA _____ 2006. Fred. Medan Oetomo. Pujadi. Jakarta : Balai Pustaka. 2006.

ac. UTM http://eprints. Singgih. Jakarta: Salemba Infotek Syaehumisbah. S. Sardiman. J. Riset Pemasaran: Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Internet sebagai Media dalam Pengajaran dan Pembelajaran: Ciri-Ciri dan Aplikasinya. SPSS Versi 12. Drs. L. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Aji. Syukur. Triluqman. Jakarta: Penerbit Elex Media Komputindo.00 dalam Riset Pemasaran. Fakulti Pendidikan. diakses pada tanggal 15 September 2008 Wardiana. bt.P and Porter. 2004. 2002. 2007 Media Pendidikan Pengertian. Jakarta: Penerbit PT.blogspot. Suharsimi Arikunto. Penggunaan Internet dalam Perkuliahan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman. 2001. Ag.com/2007/12/belajar-dan-motivasinya. J. Metode Penelitian untuk Pengajaran Bahasa Asing Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif. 2004. Semarang: RaSAIL. Setiyadi. Motivation and Work Behavior. Sri. Supranto. Arief. Skripsi. Pengantar Teknologi Informasi. 2005. http://heritl. Pengembangan dan Pemanfaatannya Jakarta: Rajawali Pers. Heri.html. Jakarta: PT Rineka Cipta.my diakses pada tanggal 14 September 2008 Santoso. 2005.87 Rahayu. Fatah. http://ega. Makalah Seminar Pendidikan 15 Oktober 2005.pdf. Buku Latihan SPSS Statistik Multivariat. Abdullah. M. 2005.id/Downloads/files/7492/PERKEMBANGAN _TI. Supriyanto. Belajar dan Motivasinya. 2006. Jakarta: Rineka Cipta. ALFABETA Sadiman. 2005. 2007. Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia. Singgih dan Fandy Tjiptono. Bandung: CV. Elex Media Komputindo. Yogyakarta: Graha Ilmu Steers. diakses pada tanggal 24 Maret 2008 . Santoso.utm. 2006. 2004. Dede. New York : Mc Graw Hill Book.Ag. Saharani. wawan. Teknologi Pendidikan. Analisis Multivariat Arti dan Interpretasi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.W.staff. Bambang. 2005. Inc.1996.gunadarma. Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNY. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

2004. . Winkel.Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.S. W. Riset Bisnis. 2002. Yogyakarta: Media Abadi. Psikologi Pengajaran.88 Widayat dan Amirullah.

LAMPIRAN .

Ket.......LAMPIRAN 1 KUESIONER MOTIVASI PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN Dengan hormat...... TS = Tidak Setuju .. materi kuesioner ini mohon untuk dikembalikan....... sesuai dengan skala tingkat pendapat saudara atas pernyataan yang ada............................. S = Setuju ... Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir tersebut.. Saya adalah mahasiswa S1 Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman angkatan 2004 yang sedang menyelesaikan tugas akhir skripsi..... Petunjuk pengisian Untuk pernyataan-pernyataan berikut ini.... pertanyaan........ mohon kerelaan saudara untuk mengisi secara lengkap data pribadi di bawah dan kuesioner di bawah ini........... Oleh karena itu........... Artinya semua jawaban yang diberikan oleh saudara adalah benar. terlepas dari maksud dan tujuan lain maka dari itu saudara tidak perlu takut atau ragu-ragu dalam memberikan jawaban yang sejujurnya.......... kritik.. SS = Sangat Setuju No Pernyataan Minat 1. Berilah tanda (X/√) di kolom tiap pernyataan. saran.. Saya senang dengan buku-buku (majalah.. NIM :... saya bermaksud melakukan penelitian terhadap motivasi penggunaan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. 2...... Kuesioner ini hanya untuk kepentingan ilmiah.. koran........ Dan tulislah komentar...... dan jawaban yang diminta adalah sesuai dengan kondisi yang dirasakan saudara...... pesan atau kesan yang berkaitan dengan kuesioner ini dan juga dengan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman secara keseluruhan pada bagian akhir kuesioner ini... Muhammad Nurrochim BIODATA RESPONDEN Nama : .. HP) Relevansi/Manfaat Pendapat STS TS RR S SS STS TS RR S SS .. Kelas :. komputer......... RR = Ragu-ragu ...... Setelah saudara isi..... beri tanda silang (X) di kolom yang telah disediakan untuk jawaban yang sesuai dengan kondisi saudara.... artikel) yang berisi tentang teknologi informasi (internet... Terima kasih sebesar-besarnya atas partisipasi saudara dalam mengisi kuesioner ini.. Agar penelitian tersebut valid.. Saya memiliki minat untuk menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman.......... data dan identitas saudara akan dijamin kerahasiaannya dan tidak akan mempengaruhi status saudara sebagai mahasiswa. : STS = Sangat Tidak Setuju .....

Saya mampu memakai dan menjalankan situssitus berbahasa Jerman yang ada di internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. Saya merasa senang dengan pengalaman memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran Bahasa Jerman Biaya 13. 16. 9. Saya menggunakan internet dengan harapan prestasi bahasa Jerman saya meningkat. Orang di sekitar saya memiliki pengaruh terhadap saya dalam menggunakan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman STS TS RR S SS STS TS RR S SS STS TS RR S SS STS TS RR S SS STS TS RR S SS STS TS RR S SS . keluarga dll) dan lebih terbuka. 6. blog dll) Orang Lain 17. Prestasi 8. Saya memiliki pengetahuan yang baik mengenai teknologi internet. 12. teman. Saya memiliki email dan atau web pribadi (friendster. Saya selalu menggunakan internet sebagai referensi saya dalam menyelesaiakan tugastugas kuliah. Dengan internet saya mendapatkan manfaat sesuai dengan kebutuhan bidang yang saya pelajari yaitu bahasa Jerman Pengetahuan 5. Setelah mengenal dan menggunakan internet prestasi belajar saya lebih meningkat daripada sebelumnya. koran. 7. Kepuasan 10. Biaya akses internet lebih murah dibanding dengan media belajar lainnya (buku. Internet mendukung saya dalam menguasai ketrampilan berbahasa jerman. Saya mengerti isi dari situs-situs berbahasa Jerman di internet. 11. Dengan aplikasi program yang ada di internet (e-mail. Saya merasa puas dengan keberadaan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman.3. web) saya lebih mudah berinteraksi dengan orang lain (dosen. multiply. majalah dll) Interactivity 15. Biaya adalah hal yang penting untuk diperhatikan ketika saya akan menggunakan fasilitas internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman.. 4. 14. Chatting.

....... Saya memanfaatkan fasilitas internet yang dimiliki oleh kampus sebagai media pembelajaran bahasa Jerman.................. Terima kasih.... 22............. 20.................................... Media pembelajaran bahasa Jerman dengan internet lebih menarik............. Pihak jurusan dan para dosen menganjurkan pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran bahasa Jerman.............. teman............... Cara penggunaan internet mudah untuk dipelajari....... .(dosen............... saran. ...... Selain sebagai sumber belajar internet memberikan hiburan yang menarik bagi saya Organisasi/Kampus 26.... Kelengkapan 19....... .. 27.. pertanyaan................ Saya menggunakan internet sebagai media belajar bahasa jerman karena disuruh oleh dosen.......... dll)... Internet memberikan saya informasi pembelajaran bahasa Jerman yang lebih lengkap dan up to date..... 25........... STS TS RR S SS STS TS RR S SS STS TS RR S SS STS TS RR S SS STS TS RR S SS Silahkan tulis komentar..... .. Kemudahan 29........ Saat liburan saya menyempatkan untuk membuka situs-situs berbahasa jerman... 28.. Tak terbatas ruang dan waktu 21...... Penggunaan program-program yang ada di internet mudah untuk digunakan......... Menarik 23.. Kampus saya memberikan fasilitas yang baik dalam pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran khususnya bahasa Jerman. kritik.... pesan atau kesan yang berkaitan dengan kuesioner ini dan juga dengan motivasi saudara dalam menggunakan Internet sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jerman secara keseluruhan....... 30... Saya lebih senang belajar menggunakan komputer/internet daripada dengan buku... Dengan internet saya lebih bebas dan tidak terikat dengan kapan dan di mana saya berada dalam mempelajari bahasa Jerman.. Saya lebih banyak memperoleh informasi dari internet daripada sumber yang lain............ 24. 18...

LAMPIRAN 2 Tabel Jawaban Responden res 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 item nomor 16 17 18 4 4 4 4 4 3 4 2 2 5 3 2 4 2 2 5 5 4 5 5 3 3 4 3 5 2 2 4 3 4 5 4 1 3 3 4 3 4 4 4 4 4 5 4 2 4 4 2 4 4 3 5 5 4 5 2 1 5 4 3 5 4 4 5 4 4 5 4 2 3 4 3 4 3 2 1 4 4 4 5 5 5 5 3 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 2 4 5 5 5 5 4 2 4 5 4 5 5 5 2 4 4 5 4 3 4 5 5 4 4 5 5 5 4 5 4 5 4 3 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 5 4 3 5 4 4 4 5 2 3 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 3 5 3 2 4 3 4 4 3 4 4 4 5 3 4 4 5 4 4 5 5 4 5 2 5 2 5 4 2 2 4 2 3 1 4 3 3 3 5 4 4 4 5 4 4 3 6 4 5 2 4 2 3 3 2 3 5 4 3 2 4 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 3 7 4 4 3 4 3 3 2 2 3 4 3 3 1 1 4 4 3 5 4 3 3 5 3 3 4 8 4 5 4 4 4 2 5 3 4 4 5 4 3 5 5 5 4 5 3 4 4 4 5 4 4 9 4 5 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 5 3 3 3 4 5 3 3 10 4 4 4 5 4 4 3 3 3 4 1 3 4 5 5 4 3 5 3 4 4 5 5 4 4 11 2 4 3 5 3 5 5 3 5 5 2 4 2 4 4 5 4 5 3 4 4 5 5 4 3 12 4 4 4 4 4 4 4 3 5 4 5 4 4 5 5 5 4 5 2 4 4 5 5 4 4 13 4 4 4 4 4 3 4 5 5 3 1 4 3 5 4 5 4 5 1 5 4 4 4 4 3 14 4 4 4 4 4 5 5 5 2 4 3 3 4 3 4 4 4 4 1 5 3 5 4 4 4 15 4 4 4 5 4 4 5 3 4 5 5 2 3 3 4 4 4 4 2 4 5 5 4 3 4 19 3 4 4 3 4 2 5 4 3 5 3 4 3 5 3 3 3 2 4 4 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 4 5 4 3 4 5 4 3 3 4 3 4 3 2 4 4 4 4 5 3 4 21 3 4 3 4 3 5 3 4 5 4 5 3 4 1 4 5 4 1 5 4 4 5 5 4 4 22 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 5 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 2 4 3 3 23 4 4 4 4 4 5 3 3 4 4 5 3 5 4 4 5 4 2 3 4 5 4 5 3 4 24 2 4 4 3 4 5 2 3 3 5 4 4 4 3 5 4 3 2 2 5 4 5 4 3 3 25 4 4 4 5 4 5 4 3 4 5 5 4 3 4 4 5 4 5 5 5 4 4 5 5 4 26 4 4 3 4 3 5 3 4 2 4 4 3 3 4 4 3 4 4 1 4 4 1 4 4 4 27 4 4 4 3 4 3 2 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 1 4 3 2 5 4 4 28 4 4 4 3 4 4 4 5 3 5 4 3 3 5 4 4 4 5 2 3 4 4 2 4 3 29 4 4 2 5 2 5 5 4 4 4 5 3 3 4 5 4 4 2 2 5 4 5 4 4 4 30 4 4 2 5 2 5 4 3 4 5 4 3 4 4 5 4 3 2 3 5 4 5 5 4 4 Total 114 124 103 123 105 124 116 103 105 128 112 103 99 119 123 123 112 123 86 123 120 129 129 115 110 .

26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 2 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 2 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 4 5 4 5 4 3 3 5 5 5 5 5 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 5 4 3 3 3 3 4 2 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 2 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 2 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 1 1 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 4 4 3 3 3 5 4 4 3 5 4 4 4 5 5 5 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 3 5 3 3 3 4 4 4 3 5 4 3 3 5 5 3 3 3 3 4 4 3 4 2 2 4 5 5 2 4 2 3 3 4 4 5 3 4 4 4 5 5 4 5 2 2 4 4 4 3 5 5 4 4 3 3 4 5 5 5 5 4 4 3 4 3 5 3 5 4 4 4 4 3 5 3 3 4 5 5 4 4 4 4 3 4 4 3 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 3 5 3 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 5 5 5 4 4 3 4 4 5 5 4 4 4 4 1 5 3 4 4 4 2 4 4 4 4 3 5 4 2 2 4 4 5 4 4 4 5 5 3 5 4 3 4 4 3 5 3 5 4 5 5 3 3 3 3 4 2 3 4 3 3 4 4 2 4 2 2 4 2 4 3 5 4 4 4 4 5 4 5 5 4 4 3 4 5 4 4 5 3 4 2 2 4 4 5 4 4 2 5 4 3 5 5 4 4 4 5 5 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 3 5 5 3 4 3 3 4 5 4 4 4 4 5 4 2 2 4 4 4 5 5 4 4 3 4 4 3 2 2 3 4 1 2 1 2 4 4 4 2 3 1 2 2 2 2 2 2 4 4 2 2 3 2 2 4 3 4 5 3 3 4 3 4 4 4 5 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 5 4 4 5 5 5 4 2 4 4 4 3 3 3 2 2 4 5 4 5 5 3 3 2 4 4 4 4 4 4 3 5 4 5 4 5 5 4 4 5 4 4 2 3 4 2 2 4 5 4 4 5 4 4 5 4 3 3 4 4 3 4 5 3 5 4 2 2 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 4 4 3 2 2 4 5 3 3 4 4 4 4 3 5 4 4 4 5 5 4 4 5 4 3 4 4 4 2 2 4 5 5 5 4 2 4 3 4 3 3 4 4 4 2 5 4 3 5 2 2 3 3 4 3 4 2 3 4 2 2 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 5 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 3 5 3 4 3 4 3 4 3 5 1 1 4 4 5 2 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 5 4 3 4 2 2 4 5 4 3 3 5 5 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 5 4 4 4 2 2 4 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 3 2 4 4 5 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 5 3 5 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 111 121 109 115 115 108 130 119 116 128 111 111 113 114 121 104 118 113 111 112 91 91 113 132 126 125 120 91 110 114 108 .

57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 3 3 2 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 5 4 4 4 4 4 2 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 2 3 4 4 4 4 5 3 5 3 4 4 4 4 4 5 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 2 3 1 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 5 4 4 4 3 2 3 3 4 4 4 5 5 4 5 1 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 2 3 3 4 2 4 4 5 3 4 1 4 3 5 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 5 4 4 4 3 2 5 4 3 5 1 5 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 3 5 4 5 3 4 3 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 2 3 3 4 4 4 3 5 5 4 3 4 3 4 4 4 5 3 5 4 4 4 3 4 2 4 4 4 4 4 5 4 4 4 2 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 2 4 4 4 4 4 5 3 5 4 4 3 3 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 3 5 5 3 5 2 2 4 4 2 2 4 4 3 3 2 2 3 2 3 2 3 4 3 4 3 4 4 5 1 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 5 4 5 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 2 2 4 3 4 5 4 5 1 4 4 4 4 3 5 2 4 4 4 4 4 5 3 5 5 4 3 3 3 5 4 5 4 4 4 4 4 3 4 2 4 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 5 4 5 3 4 4 4 4 4 3 2 4 3 4 4 4 5 4 4 4 3 3 4 3 5 4 3 1 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 5 4 2 4 2 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 4 5 2 4 4 2 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 3 1 5 4 3 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 3 5 3 3 4 3 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 5 4 3 4 4 5 2 4 5 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 2 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 107 107 115 121 109 125 95 116 120 119 110 107 113 85 106 103 111 111 116 123 114 113 115 93 .

99 .070 3.50 4 .11 .453 2 5 310 N Valid Missing Mean Std.791 .639 .294 3 5 320 Pengetahuan 80 0 3.00 4 .00 4 .061 4.075 4.549 .408 2 5 296 Takterbatas 80 0 3.570 .641 .074 3.411 2 5 329 Oranglain 80 0 3.69 .434 1 5 265 Prestasi 80 0 3.75 4 .658 .00 4 .LAMPIRAN 3 DESKRIPSI DATA Frequencies Statistics Minat 80 0 4.75 4 .00 4 .493 1 5 303 Interactivity 80 0 4.00 4 .625 2 5 303 Kelengkapan 80 0 3.67 4 .87 .79 .00 4 .00 4 . Error of Mean Median Mode Std.082 3.76 .071 3.301 2 5 324 Relevansi 80 0 3.31 .538 1 5 301 Kepuasan 80 0 3.05 .392 2 5 298 Menarik 80 0 3.072 4.567 .702 .088 4.433 1 5 295 mudah 80 0 3.33 3 .733 .73 .659 .322 2 5 316 Biaya 80 0 3.69 . Deviation Variance Minimum Maximum Sum .074 3.542 .78 .88 .673 .325 2 5 310 Organisasi 80 0 3.95 .078 4.626 .061 4.00 4 .064 4.063 4.

59 .449 .844 .186 97.423 96.838 .629 99.374 98.443 96.410 .839 .413 .60 109.652 92.837 .516 .839 .435 .44 109.320 .211 99.18 108.833 .71 109.851 Cronbach's Alpha .311 Cronbach's Alpha if Item Deleted .409 .166 .36 109.837 .699 100.94 109.828 .189 .836 .843 N of Items 30 Item-Total Statistics Scale Variance if Item Deleted 98.229 .034 .656 94.842 .404 101.837 .06 109.529 95.23 109.20 109.843 .291 .613 Corrected Item-Total Correlation .836 .04 109.844 .852 .837 .134 95.465 96.844 .838 .250 97.98 109.688 102.604 98.88 109.11 109.832 .441 .387 97.442 97.LAMPIRAN 4 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .427 .289 97.838 100.440 .56 108.454 .460 .726 97.518 95.75 109.836 .836 .844 .55 109.05 109.683 96.691 .050 97.13 109.59 109.840 .553 .364 .209 .18 109.13 109.33 109.421 .29 110.836 .370 .841 Minat1 Minat2 Relevansi3 Relevansi4 Pengetahuan5 Pengetahuan6 Pengetahuan7 Prestasi8 Prestasi9 Kepuasan10 Kepuasan11 Kepuasan12 Biaya13 Biaya14 Interactivity15 Interactivity16 Oranglain17 OrangLain18 Kelengkapan19 Kelengkapan20 Takterbatas21 Takterbetas22 Menarik23 Menarik24 Menarik25 Organisasi26 Scale Mean if Item Deleted 108.547 .23 109.135 100.181 .15 109.836 .

475 .934 .Organisasi27 Organisasi28 Kemudahan29 Kemudahan30 109.850 .769 .699 Variance .845 .30 98.526 .834 Summary Item Statistics Maximum / Minimum 1.367 Maximum 4.840 .856 Cronbach's Alpha .247 98.641 Minimum 2.031 N of Items 30 30 Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Standardized Items .927 95.100 .906 101.289 .905 Mean Item Means Item Variances 3.335 .10 109.24 109.155 .518 2.066 Range 1.33 109.841 .325 1.852 N of Items 29 .

000 .366 .006 .000 .061 .034 .231 .452 .114 .008 Kepuasan .071 .000 .059 .004 .075 .494 .000 .457 .000 .118 .046 .000 .000 .245 .148 .327 .231 .424 .426 .001 .002 .312 .010 .205 .000 .360 .002 .297 .000 .019 .001 Prestasi .325 1.348 .004 .239 .000 .000 .007 .259 .283 .253 .001 .000 .041 .609 .355 .016 .272 1.309 .321 .007 .148 .145 .012 .452 .014 .000 .292 .252 .320 .157 .272 .118 .308 .008 .365 .087 .195 .099 Pengetahuan .012 .016 .001 .321 .177 .348 .252 1.458 -.000 .292 .297 .263 .000 .004 .231 .668 1.002 .003 .006 .444 .004 .327 .046 .000 .000 .002 .176 .041 1.003 .153 .001 .010 .112 1.000 .365 .012 .006 .002 .000 .325 .508 .000 .000 .112 .358 .166 .332 .257 .000 -.001 .190 .019 .294 -.009 .001 .312 -.LAMPIRAN 5 Analisis Faktor Correlation Matrix Correlation Minat Relevansi Pengetahuan Prestasi Kepuasan Biaya Interactivity Oranglain Kelengkapan Takterbatas Menarik Organisasi Kemudahan Minat Relevansi Pengetahuan Prestasi Kepuasan Biaya Interactivity Oranglain Kelengkapan Takterbatas Menarik Organisasi Kemudahan Minat 1.444 .093 .000 .332 .000 .190 .508 .059 .361 Kemudahan .308 .204 .011 .668 .358 .449 .015 .059 .003 .270 .018 1.010 .065 .040 Takterbatas -.294 .426 1.008 .177 .271 .308 1.083 .000 .004 .000 Organisasi .059 Interactivity .271 .000 .004 .001 .011 .018 .003 .008 .332 .609 .002 .239 .040 .271 .002 .332 .263 .004 .457 -.195 .008 .008 .020 .256 .471 .308 1.002 .188 .000 .114 1.205 .000 .000 .494 .297 .008 Menarik .020 .074 .000 .000 .449 .008 .271 .197 .320 .433 .042 .157 .433 .162 .171 .019 Relevansi .071 .154 .204 .242 .378 .297 1.296 .000 .000 .000 Oranglain .283 . (1-tailed) .074 .008 .171 -.438 .051 .471 .012 .232 .471 .166 .231 .163 .438 .034 .002 .075 .053 .458 .099 .481 .041 .232 .100 .162 .438 .100 .000 .065 .481 .087 .366 .086 .256 .438 .000 .259 .270 .009 .431 .245 .417 .153 .003 .014 .006 Kelengkapan .000 .145 .041 .312 .176 .086 .355 .163 .154 .000 .465 .083 .001 .361 Sig.424 .296 .008 .061 .000 .053 .431 .000 .257 .360 .004 .000 .000 -.465 .378 .002 .197 .019 .051 .042 .417 -.471 .001 .253 .000 .093 .188 .003 .309 -.312 .000 .010 .242 .015 Biaya .

033 -.028 .610a .123 -.016 .238 -.125 .664a -.076 -.030 .045 .003 Kepuasan -.036 -.030 -.054 -.168 .114 .510 -.608a -.041 .115 .077 -.028 -.030 -.075 .062 -.063 -.020 -.031 -.143 -.670 .432 -.135 .157 -.005 .065 -.008 -.191 .010 -.086 .396 .090 -.086 -.332 .114 -.062 -.139 -.000 .021 -.705a .083 .508 -.119 5.027 -.003 .KMO and Bartlett's Test Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy.202 .230 -.208 .196 -.277 .128 -.052 -.021 .173 -.224 .266 -.055 -.028 -.168 .008 .055 -.748a -.011 -.048 -.092 -.030 Biaya Interactivity Oranglain -.580 -.011 .054 -.082 -.082 -.08E-005 -.049 .090 -.752 -.041 .077 -.049 .022 .074 -.083 -.084 -.012 -.107 .055 -.016 -.483 .201 -.116 -.119 5.109 -.125 .069 .679a .051 -.090 -.213 .235 .100 .063 -.019 -.143 -.027 -.092 -.000 Anti-image Matrices Anti-image Covariance Minat Relevansi Pengetahuan Prestasi Kepuasan Biaya Interactivity Oranglain Kelengkapan Takterbatas Menarik Organisasi Kemudahan Minat Relevansi Pengetahuan Prestasi Kepuasan Biaya Interactivity Oranglain Kelengkapan Takterbatas Menarik Organisasi Kemudahan Minat .613 -.171 -.208 -.065 -.109 -.108 -.185 .117 -.045 .081 -.143 -.113 .033 -.727a .007 .065 -.012 -.266 .238 -.065 -.100 .113 -.245 Kelengkapan Takterbatas -.021 .243 .029 .035 -.234 .598 .117 -.243 -.016 -.045 Relevansi -.022 .215 -.178 .157 .057 -.128 .083 -.170 -.219 -.020 -.120 .059 .116 -.073 -.807 -.215 -.113 -.020 . Measures of Sampling Adequacy(MSA) .202 .203 8.028 .047 .178 .084 -.107 .224 .144 -.018 -.110 .016 -.053 -.070 -.045 . .203 8.076 -.096 .013 -.005 .081 .741 324.028 .110 -.137 -.035 .069 .026 .013 .019 -.224 -.117 -.128 -.096 .171 .768a .143 -.048 .010 -.054 -.123 -.000 .00E-005 -.055 -.144 -.088 -.096 .139 -.018 -.079 .031 .020 -.068 -.073 .110 -.030 -.091 -.037 Menarik -.010 -.115 .137 .014 -.014 -.030 -.091 .213 Organisasi .192 -.090 -.075 .899 78 .843a -.013 .063 .079 -.021 .016 .014 -.450 .023 .205 .028 .003 .120 -.135 -.114 .051 .598 .002 -.117 -.234 .227 .068 -.096 -.266 .110 .130 -.808a -.074 -.013 -.235 -.130 -.092 .120 .026 -.636 -.049 -.055 -.019 -.014 .128 -.106 .128 .191 .201 Prestasi -.277 Kemudahan -.564 .019 -.108 -.219 .036 -.173 -.000 .192 -.863a -.063 -.075 .510 -.055 .266 -.019 -.057 .838a -.245 -.007 -.019 .227 .113 -.205 -.755a Anti-image Correlation a.054 -.215 -.117 -.023 .088 .106 -.215 -.016 .092 -.083 -.224 -.196 -.052 -.114 . Bartlett's Test of Sphericity Approx.075 .047 .002 .679 -. Chi-Square df Sig.037 -.128 -.120 .003 .230 -.170 -.049 -.010 -.08E-005 .029 -.117 Pengetahuan -.396 -.185 -.070 -.059 -.000 .00E-005 .053 -.

224 1.842 31.660 96.616 6.316 3.198 35.550 .879 5.000 1.000 Extraction .814 .698 70.676 .652 .710 1.000 Extraction Sums of Squared Loadings Total % of Variance Cumulative % 4.157 44.130 .091 16.329 10.000 1. .000 1.126 98.276 .523 .761 .330 2.842 31.859 90.000 1.454 .000 1.000 1.646 .494 93.522 Extraction Method: Principal Component Analysis.871 .346 .693 63.087 51.677 .000 1.436 .228 86.157 44.236 17.774 .474 2.201 Extraction Method: Principal Component Analysis.000 1.276 18.710 13.263 76.765 .918 Rotation Sums of Squared Loadings Total % of Variance Cumulative % 2.633 .356 63.210 82.544 100.175 3.670 2.842 1.376 18.329 1.139 31.918 Component 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Total 4.276 2.Communalities Minat Relevansi Pengetahuan Prestasi Kepuasan Biaya Interactivity Oranglain Kelengkapan Takterbatas Menarik Organisasi Kemudahan Initial 1.000 1.999 1.000 1.139 1.226 55.000 1.622 .000 1.562 1.088 4.999 10.773 .130 8.502 .693 63.842 13.918 6.226 55.527 .606 12.456 1.224 8. Total Variance Explained Initial Eigenvalues % of Variance Cumulative % 31.

Scree Plot 5 4 Eigenvalue 3 2 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Component Number Component Matrix(a) Component 1 Minat Relevansi Pengetahuan Prestasi Kepuasan Biaya Interactivity Oranglain Kelengkapan Takterbatas Menarik Organisasi Kemudahan .278 .361 -.558 .502 3 -.462 .163 .386 .320 -.356 .389 .668 .524 .437 .645 -.606 -.028 -.712 -.451 .075 -.109 -.166 .364 .125 .400 -.339 .074 .048 .153 .082 .740 .635 . .251 -.014 . a 4 components extracted.026 -.128 .031 .674 .179 .409 .092 .570 -.506 -.000 4 -.749 .432 -.513 .334 .417 .255 Extraction Method: Principal Component Analysis.325 2 .051 .332 .

319 .403 .112 .805 .114 .406 2 .111 .412 . a Rotation converged in 5 iterations.576 Extraction Method: Principal Component Analysis.603 4 .254 -.327 .160 .250 .041 .365 -.230 .110 .753 .176 .183 .708 .232 -.096 4 .462 .570 .221 .659 .650 .524 .006 .215 .055 .284 -.858 .370 .181 .158 .859 .813 .027 . .519 .250 -.Rotated Component Matrix(a) Component 1 Minat Relevansi Pengetahuan Prestasi Kepuasan Biaya Interactivity Oranglain Kelengkapan Takterbatas Menarik Organisasi Kemudahan . Component Transformation Matrix Component 1 2 3 4 1 .101 -.245 -.343 2 .392 -.071 .770 -.104 -. Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.062 .136 .012 .238 -. Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.063 .555 -.024 .800 -.009 .132 3 -.714 .006 Extraction Method: Principal Component Analysis.098 .896 -.185 -.205 .697 3 .530 .

1806 0.1993 0.1925 0.2254 0.3271 0.1843 0.317 0.4428 0.2598 0.687 0.2289 0.2018 0.1883 0.2774 0.8 0.2711 0.5509 0.6084 0.1825 0.3981 0.2327 df 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 60 70 80 90 100 r 0.3077 0.1863 0.1903 0.1947 0.222 0.165 0.2366 0.2187 0.2914 0.LAMPIRAN 6 TABEL R df 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 r 0.4716 0.2546 0.207 0.2653 0.2043 0.3646 0.3507 0.1528 0.4187 0.2097 0.3802 0.5067 0.2992 0.2126 0.3383 0.1348 0.143 0.197 0.1279 .9511 0.2407 0.2841 0.2156 0.2451 0.2497 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->