BAB I IF Penyeleksian kondisi adalah penentuan kondisi yang memenuhi dalam penyeleksian.

Penyeleksian kondisi ini hubungannya dengan operasi relasi yang membandingkan antara dua kondisi. Di dalam Pascal, penyeleksian kondisi menggunakan statement If dan statement Case. A. STATEMENT IF If atau jika yaitu penyeleksian dengan menggunakan logika pengandaian. Statement if mempunyai dua bentuk yaitu If-Then dan If-Then..Else. Seperti dalam looping, statement if juga mempunyai bentuk tersarang (nested if). 1. persyaratan selection If • • • • Pernyataan harus bernilai Boolean (False atau true ) Meentukan aksi yang dilakukan jika kondisi tersebut memenuhi Setiap aksi tidak bileh beririsan Analisis kasus harus mencangkup semua kemungkinan kasus

Struktur If-Then
Algoritma : Dalam pemrograman Pascal : if kondisi then statement 1 else statement 2 endif if kondisi then statement 1 else statement 2; (*endif*) Dalam pemrograman C: if (kondisi) statement 1; else statement 2; /*endif*/

a. Penyeleksian Satu Kasus
IF Notasi algoritmik untuk analisis penyeleksian satu kasus adalah dengan

menggunakan struktur IF-THEN:

CONDIS I

Benar
Page 1

AKSI

If kondisi then Aksi endif Salah then

Kondisi akan diseleksi oleh statemen if. Bila kondisi bernilai benar (true), maka aksi sesudah kata then (dapat berupa satu atau lebih aksi) akan diproses. Bila kondisi bernilai salah (false), maka tidak ada aksi apapun yang akan dikerjakan. Statemen endif adalah untuk mempertegas bagian awal dan bagian akhir struktur IF THEN. Contoh: Algoritma menentukan apakah sebuah bilangan bulat merupakan bilangan genap.

Algoritma BILANGAN_GENAP { Menentukan apakah sebuah bilangan bulat yang dibaca dari piranti masukan merupakan bilangan genap } DEKLARASI bil : integer salah DESKRIPSI : read(bil) if bil mod 2 = 0 then write(‘bilangan genap’) Endif

bil mod 2 = 0

benar

then

‘bilangan genap’

END

Contoh bahasa pemrograman dalam bahasa pascal:
Page 2

Maka apabila di Run akan menghasilkan output sbagai berikur:

2. Struktur If-Then..Else

b. Penyeleksian Dua Kasus • Notasi algoritmik untuk analisis penyeleksian dua kasus adalah dengan menggunakan struktur IFTHEN-ELSE:
IF IF Kondisi Then Aksi 1 Else aksi 2 endif Aksi 2 salah Aksi 1 Kondisi ?

Benar

then

else

Page 3

aksi1 akan dilaksanakanjika kondisi bernilai benar (true). (* DESKRIPSI *) begin write(‘Masukkan bilangan A : ‘).Dalam struktur IF-THEN-ELSE. Contoh: Algoritma menentukan bilangan maksimum (terbesar) dari dua buah bilangan bulat.readln(B).B) endif A > B salah then Nilai terbesar A else Nilai terbesar B END program MAKSIMUM. Page 4 . write(‘Masukkan bilangan B : ‘).A) else writeln(‘Bilangan terbesar : ’. if A > B then writeln(‘Bilangan terbesar : ’. dan jika kondisi bernilai salah (false) maka aksi2 yang akan dilaksanakan. Statemen else menyatakan ingkaran (negation) dari kondisi. benar Algoritma MAKSIMUM { Menentukan bilangan terbesar dari dua bilangan bulat } DEKLARASI A. B : integer DESKRIPSI : read(A.B) if A > B then write(‘Bilangan terbesar : ’.B).A) else { B ≥ A } write(‘Bilangan terbesar : ’.readln(A). { Menentukan bilangan terbesar dari dua bilangan bulat } (* DEKLARASI *) var A. (*endif*) end. B : integer.

Penyeleksian Tiga Kasus atau Lebih (tersarang) Notasi algoritmik untuk analisis penyeleksian tiga kasus atau lebih (tersarang) adalah tetap dengan menggunakan struktur IF-THEN-ELSE sebagaimana halnya pada masalah dengan dua kasus If kasus: • Tiga kondisi then Aksi 1 Else If kondisi then Aksi 2 Else If kondisi then Aksi 3 Endif endif Aksi 3 If kondi si 1 Aksi 1 If kondi si 2 Aksi 2 Page 5 .Contoh bahasa pemrograman dalam pascal: Apabila di Run akan muncul tampilan output sebagai berikut: c.

(*endif*) end. if A > B then writeln(‘Bilangan terbesar : ’. Contoh bahasa pemrograman dalam pascal: Apabila di Run maka akan muncul tampilan output sebagai berikut:\ Page 6 .readln(B). B : integer.program MAKSIMUM. write(‘Masukkan bilangan B :‘).B). (* DESKRIPSI *) begin write(‘Masukkan bilangan A :‘). { Menentukan bilangan terbesar dari dua bilangan bulat } (* DEKLARASI *) var A.A) else writeln(‘Bilangan terbesar : ’.readln(A).

’D’. Empat kasus: If kondisi then Aksi 1 else If kondisi then Aksi 2 Else If kondisi then Aksi 3 Else If kondisi then Aksi 4 else endif endif endif Kondis i1 Kondi si2 Aksi 1 Aksi 2 Kondi si3 Aksi 3 Aksi 4 Contoh: Algoritma menentukan indeks nilai ujian mahasiswa: Algoritma INDEKS_NILAI_UJIAN { Menentukan indeks nilai mahasiswa berdasarkan nilai ujiannya } DEKLARASI nilai : real { nilai ujian dalam numerik } indeks : char { ’A’. ’B’. ’E’ } DESKRIPSI : read(nilai) if nilai _ 80 then indeks ← ‘A’ else if (nilai _ 70) and (nilai < 80) then indeks ← ‘B’ else if (nilai _ 55) and (nilai < 70) then indeks ← ‘C’ else if (nilai _ 40) and (nilai < 55) then indeks ← ‘D’ else { nilai < 40 } indeks ← ‘E’ endif endif endif endif write(indeks) Page 7 .d. ’C’.

Contoh pascal : Page 8 . end. if nilai >= 80 then indeks := ‘A’ else if (nilai >= 70) and (nilai < 80) then indeks := ‘B’ else if (nilai >= 55) and (nilai < 70) then indeks := ‘C’ else if (nilai _ 40) and (nilai < 55) then indeks := ‘D’ else { nilai < 40 } indeks := ‘E’.readln(nilai). { Menentukan indeks nilai mahasiswa berdasarkan nilai ujiannya } (* DEKLARASI *) var nilai : real. (*endif*) (*endif*) (*endif*) (*endif*) writeln(‘Indeks nilai ujian = ‘. (* DESKRIPSI *) begin write(‘Masukkan nilai ujian : ‘).indeks). { nilai ujian dalam numerik } indeks : char.program INDEKS_NILAI_UJIAN.

h” void main() { float nilai. Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar. if(nilai > 65) printf(“\n ANDA LULUS !!!!\n”). Penyeleksian kondisi dapat diibaratkan sebagai katup atau kran yang mengatur jalannya air. &nilai).” Struktur if dibentuk dari pernyataan if dan sering digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi tunggal.h” #include “conio. maka pernyataan yang ada di dalam blok if akan diproses dan dikerjakan. terutama untuk program yang kompleks. Fungsi penyeleksian kondisi penting artinya dalam penyusunan bahasa C. 1. printf(“Masukan nilai yang didapat : “). } Page 9 . scanf(“%f”.STRUKTUR KONDISI “IF…. getch(). Bentuk umum struktur kondisi if adalah : if(kondisi) pernyataan. Contoh Program 1 : /* Program struktur kondisi if untuk memeriksa suatu kondisi */ #include “stdio. Bila katup terbuka maka air akan mengalir dan sebaliknya bila katup tertutup air tidak akan mengalir atau akan mengalir melalui tempat lain.Apabila di output akan muncul tampilan sebagai berikut: Penyeleksian Kondisi pada c Penyeleksian kondisi digunakan untuk mengarahkan perjalanan suatu proses.

printf("Bil terbesar : %i\n".c. printf("Entry bil 3 : "). if((b>a)&&(b>c)) max=b.b.scanf("%i". printf("Entry bil 2 : "). } 2 STRUKTUR KONDISI “IF.scanf("%i". namun sebaliknya bila kita memasukan sebuah nilai yang kurang dari 65 maka program akan berhenti dan tidak dihasilkan apa-apa. if((c>a)&&(c>b)) max=c. Bentuk umumnya adalah sebagai berikut : Page 10 ..fflush(stdin).h" #include"conio.Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80. if(max<0) printf("Bil tsb adalah bil negatif").fflush(stdin).scanf("%i"...” Dalam struktur kondisi if.max).else minimal terdapat dua pernyataan.max.. printf("Entry bil 1 : ")..&c). Jika kondisi yang diperiksa bernilai benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai salah maka pernyataan yang kedua yang dilaksanakan. int a..ELSE….fflush(stdin). /* Program contoh penerapan struktur kondisi if */ #include"stdio. if((a>b)&&(a>c)) max=a.&a)..&b). if(max>0) printf("Bil tsb adalah bil positif\n"). getch(). maka perintah mencetak perkataan LULUS !!!! akan dilaksanakan...h" void main() { clrscr().

clrscr().. Struktur ini akan melaksanakan salah satu dari beberapa pernyataan ‘case’ tergantung nilai kondisi yang ada di dalam switch.h” #include “conio. scanf(“%f”. Jika tidak ada nilai pada case yang sesuai dengan nilai kondisi.CASE. maka proses akan diteruskan kepada pernyataan yang ada di bawah ‘default’..case. 3 . getch()..STRUKTUR KONDISI “SWITCH. Selanjutnya proses diteruskan hingga ditemukan pernyataan ‘break’.default digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan kemungkinan yang terjadi cukup banyak.if(kondisi) pernyataan-1 else pernyataan-2 ontoh Program C: #include “stdio.. } Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80 maka akan dicetak perkataan “LULUS !!!” namun bila kita memasukan nilai yang kurang dari 65 maka akan tercetak perkataan “TIDAK LULUS !!!”... Hal ini berbeda dengan struktur if dimana program akan berhenti bila kita memasukan nilai kurang dari 65.. /* Masukan akan disimpan dalam variable nilai */ if (nilai > 65) printf(“\n LULUS !!!\n”).h” void main() { float nilai.. printf(“Masukan nilai yang didapat : “). &nilai)...DEFAULT…” Struktur kondisi switch. Bentuk umum dari struktur kondisi ini adalah : switch(kondisi) { case 1 : pernyataan-1.. Page 11 .. else printf(“\n TIDAK LULUS !!!\n”).

. . . default : pernyataan-m } Translasi ke dalam bahasa C: Persyaratan If : • Kondisi if harus bernilai Boolean ( true and false ) • Jika syarat 1 benar maka aksi dijalankan.. Garut : STT GARUT.algoritma pemrograman. Bandung:informatika Bandung..Ph. • Pertanyaannya harus jelas.M. case 2 : pernyataan-2. Algoritma dan Pemograman..andi yogyakarta...M. Page 12 . break.Sc.D.. Tetapi pengunaan if strukturnya lebih panjang dan rumit di bandingkan dengan struktur case. jika syarat 1 salah maka tidak dapat dijalankan. team pengelola (2010) modul praktikum.... Selain itu fungsi if juga bisa di gunakan untuk memecahkan masalah lebih dari satu dengan menggunakan bentuk if bersusun DAFTAR PUSTAKA Suarga. Murnir. KESIMPULAN Penggunaan fungsi if di gunakan untuk memecahkan masalah untuk mengambil suatu keputusan di antara banyaknya masalah yang ada. break. case n : pernyataan-n.break.Math. Praktikum. renaldi (2007). Penjelasaan : Apabila kondisi berniai true atau memenuhi persyaratan maka aksi 1 akan di jalankan tetapi jika kondisi bernilai false maka aksi 2 tidak di jalankan.Drs..

BAB II STUKTUR CASE 1. Case nama Kondisi 1 : aksi 1 Kondisi 2 : aksi 2 Kondisi 3 : aksi 3 .. Tiap kondisi diperiksa nilai kebenarannya mulai dari kondisi pertama sampai ditemukan kondisi yang benar. maka aksi ke-k dilaksanakan. Struktur CASE dapat digunakan untuk menganalisis penyeleksian dua kasus atau lebih dan bentuknya adalah lebih sederhana daripada struktur IF-THEN-ELSE yang memiliki bentukbertingkat-tingkat. maka aksi sesudah otherwise (optional) dikerjakan. selanjutnya keluar dari struktur CASE. kondisi2. Persyaratan Selection Case: • • Bentuknya : CASE ekspresi OF case_label1 : statement_1. Jika kondisi ke-k benar. karena ituia berupa runtunan. Kondisi1. STATEMENT CASE 1. Jika tidak ada satupun kondisi yang benar. case_label2 : statement_2. Aksi yang dipasangkan dengan kondisi ke-k dapat lebih dari satu. Nilai dari ekspresi harus berbeda Aksi dari ekspresi harus berupa runtunan Boleh memakai otherwise yang bersifat optional Perbedaan case dengan if adalah susunan case lebih. Kondisi N : aksi N Page 13 . . END. …kondisiN dapat bernilai benar atau salah.

Default : aksi-n.... Nilai-3 : aksi-3.. . dan seterusnya.Bentuk umum instruksi case : Case(variabel) Nilai-1 : aksi-1. Endcase... Bentuk case di atas dapat di terjemahkan sbagai berikut : • • Dimungkinkan ada n-buah aksi. Nilai-2 : aksi-2. aksi-1 dilakukan hanya bila variabel bernilai nilai-1. Misalnya..aksi-2 di lakukan apabila varibel bernilai nilai-2.mulai dari aksi-1 hingga aksi-n. Setiap aksi hanya di lakukan apabila suatu nilai varibel di capai sesuai persyaratan.. Page 14 ... • Apabila tak satu pun nilai varibel yang cocok maka aksi-ndi kerjakan sebagai aksi “default”(hanya dikerjakan apabila tidak ada yang memenhi syarat)..

Struktur CASE menggantikan analisis kasus yang ekivalen dengan struktur IF-THEN- ELSE berikut ini: Contoh program selection CASE : Algoritma teks : Deklarasi N : integer Deskripsi Read (masukan nilai :) Case nilai of 90 … 100 : write(A) 70 … 89 : write(B) translasi ke dalam pascal uses crt.2. write(‘masukan nilai=’). case nilai of Page 15 . readln(nilai). begin clrscr. var nilai : integer.

printf(“N:”). Case pilihan 1 : write(hitung1) 2 : write(hitung2) 3 : write(hitung3) hitung1= (N/6) * 4/3. hitung3= sqrt (hitung2) +(Nhitung1).hitung2.h> #include<math. &N).hitung3. Readln.N. scanf(“%f”. N) Hitung1 Hitung2 Hitung3 ( N/6 ) * 4/3 N*N + hitung1 sqrt(hitung2) + (N-hitung1) main() { int pilihan.50 … 69 : write(C) 40 … 49 : write(D) 0 … 39 : write(E) Endcase 90 … 100 : writeln(‘A’). &pilihan).N: real. float hitung1. printf(“masukan pilihan:”). scanf(“%d”. End. 50 … 69 : writeln(‘C’). Algoritma teks : progam C : Deklarasi #include<stdio. end. 0 … 39 : writeln(‘E’). 40 … 49 : writeln(‘D’). switch(pilihan) Page 16 . hitung2= N*N + hitung1. Read(masukan pilihan.hitung2.h> Hitung1. 70 … 89 : writeln(‘B’). Pilihan : integer.hitung3.

M.algoritma pemrograman. KESIMPULAN Penggunaan case tidak seluas if dan case lebih terbatas penggunaannya. Break. End { case 1 : printf(“hasilnyaadalah:%f”. Bandung:informatika Bandung. Break.hitung2). renaldi (2007).Math.hitung3). Garut : STT GARUT. Algoritma dan Pemograman. Karena dalam case tidak berfungsinya operator perbandingan. sehingga nantinya dapat ditentukan aksi apa yang akan dilakukan bila suatu kasus dimasuki Struktur penyeleksian adalah berupa struktur IF-THEN (atau IF-THEN-ELSE) dan struktur CASE. Bahasa Pascal dan C menyediakan struktur ini.. case 3 : printf(“hasilnya adalah:%f”. Suatu permasalahan dapat dianalisa berdasarkan jumlah kasus yang dimilikinya.andi yogyakarta.Sc..D.M.hitung1).. Praktikum. Page 17 .Drs. DAFTAR PUSTAKA Suarga. Break.Endcase . }} Tidak semua bahasa pemrograman menyediakan struktur CASE (misalnya Bahasa Fortran). Jika bahasa pemrograman tidak menyediakan struktur CASE. Murnir. team pengelola (2010) modul praktikum. case 2 : printf(“hasilnya adalah:%f”.Ph. Dan nilai yang di case kan harus bertipe integer atau karakter. maka struktur CASE dapat diganti dengan struktur IF-THEN-ELSE yang ekivalen.

tetapi real tidak dapat digunakan sebagai pencacah Aksi dapat berupa satu atau lebih intruksi yang diulang Nilai awal harus lebih keil atau sama dengan nilai akhir (for menaik ) Nilai awal harus lebih besar atau sama dengan nilai akhir (for menurun) Penacacah diinisialisasi dengan nilai awal. Persyaratan FOR-DO • • • • • Pencacah harus bernilai integer atau karakter. 1. Bila terdapat lebih dari satu statement yang ada di dalam looping maka menggunakan begin.. for-do negatif dan for-do tersarang.. nilai awal secara otomatis bertambah satu setiap kali badan pengulangan dimasuki.tipe riil tidak dapat digunakan sebagai pencacah.end.end. sampai akhirnya nilai pencacah sama dengan nilai akhir • Jumlah pengulangan yang terjadi adalah nilai akhir-nilai awal +1 Bentuk umum pernyataan for ada 2 macam yaitu menaik (ascenfing) atau menurun (descending).. Ada 3 bentuk looping for-do yaitu for-do positif.BAB III LOOPING FOR 1. FOR menaik : For pencacah Aksi Endfor.. LOOPING FOR-DO Looping for-do digunakan untuk mengulang statement berulang kali sejumlah yang ditentukan.  Aksi dapat berupa satu atau lebih instruksi yang si ulang. Keterangan:  Pencacah haruslah dari type data yang memiliki predecessor dan successor. nilai_awal to nilai_akhir do Page 18 .. yaitu integer atau karakter. jika hanya satu blok saja tidak perlu menggunakan begin..

perhatikan listing code program berikut : Bila dicompile. Untuk lebih jelasnya.tipe riil tidak dapat digunakan sebagai pencacah. Looping For-Do Tersarang (Nested For) Looping tersarang yaitu looping yang ada di dalam looping lainnya. Nilai pencacah secara otomatis nilai_akhir downto nilai_awal do bertambah satu setiap kali badan pengulangan dimasuki. 2.  Aksi dapat berupa satu atau lebih instruksi yang si ulang. Nilai pencacah secara otomatis bertambah satu setiap kali badan pengulangan dimasuki. maka badan pengulangan tidak dimasuki. maka badan pengulangan tidak dimasuki.  Pada awalnya. Nilai_awal harus lebih kecil atau sama dengan nilai_akhir. Looping yang lebih dalam akan diproses terlebih dahulu hingga habis kemudian looping yang lebih luar bertambah atau berkurang dan memproses kembali looping yang paling dalam.jika nilai_awal lebih besar dari nilai_akhir.  Nilai_akhir harus lebih kecil atau sama dengan nilai_awal.jika nilai_akhir lebih besar dari nilai_awal.pencacah diinisialisasi dengan nilai_akhir.sampai akhirnya nilai pencacah sama dengan nilai_awal Jumlah pengulangan yang terjadi adalah nilai_awal-nilai_akhir +1. yaitu integer atau karakter.  Jumlah pengulangan yang terjadi adalah nilai_akhir-nilai_awal +1. FOR menurun : For pencacah Aksi Endfor.pencacah diinisialisasi dengan nilai_awal.sampai akhirnya nilai pencacah sama dengan nilai_akhir. Keterangan :  Pencacah haruslah dari type data yang memiliki predecessor dan successor. Bagaimana bisa terjadi demikian?!? Page 19 . maka outputnya : 11 12 13 21 22 23 Dengan digit/angka yang kiri adalah I dan yang kanan adalah j.  Pada awalnya.

Looping disamping bisa digambarkan seperti berikut : Untuk i=1 è Untuk j=1 è write(i.j.j.’ ‘). = 12 Untuk j=3 è write(i. = 21 Untuk j=2 è write(i. = 23 writeln.j.’ ‘).’ ‘). Sekarang analisis kedua listing code berikut : Variabel = niali_awal Variabel<= nilai_akhir true false pernyataan Akhir for Variabel = variabel + 1 Page 20 .’ ‘).j. Cara kerja program diatas yaitu cabang looping harus didahulukan operasi loop-nya kemudian baru sub-nya.j. = 13 writeln. = 11 Untuk j=2 è write(i.’ ‘). Looping tersebut berakhir sampai sub dan cabang bernilai akhir. = 22 Untuk j=3 è write(i. Untuk i=2 è Untuk j=1 è write(i.’ ‘).j.

• • Aksi dapat berupa satu atau lebih instruksi yang di ulang. C #include <stdio. float c.Keterangan: • Pencacah haruslah dari tipe data yang memiliki predecesser dan succerror.yaitu integer atau karakter. printf("%0. c). i<=5. f. f=32. i++) { c=(f-32)*5/9. jumlah pengulangan yang terjadi adalah nilai_akhir – nilai_awal + 1 .5f \n". for (i=1.h> main() { int i.tipe riil tidak dapat digunakan sebagai pencacah. } } Page 21 .5f %0. Contoh Soal . f. f=f+10.

Page 22 .32). c:10:2).f : real. for i := 1 to 5 do begin c := 5/9 * (f . writeln (f:2:2 . end. c. uses crt. readln. begin clrscr.PASCAL program konversi. f := f+10. end. f := 32. var i : integer.

Printscreen pascal Page 23 .

.Sc. Murnir.M.andi yogyakarta.algoritma pemrograman.M.Ph. Bandung:informatika Bandung. renaldi (2007). Garut : STT GARUT.Drs... Praktikum. team pengelola (2010) modul praktikum.Math.D. Algoritma dan Pemograman.DAFTAR PUSTAKA Suarga. Page 24 .

persyaratan Looping While: • • • Kondisi harus bernilai false agar prulangan berhenti Didalam badan perulangan harus ada intruksi untuk mengubah nilai kondisi Peubah harus terdefinisi nilainya sebelum pengulangan dilaksanakanpertama kali While digunakan pada kasus yang mengharuskan terlebih dahulu pemeriksaan kondisi objek. PERULANGAN WHILE-DO .BAB IV WHILE 1. sebelum objek tersebut dimanupulasi • Looping dengan while-do mempunyai bentuk seperi berikut : while ekspresi_logika/relasi do statement. Page 25 . Statement while-do digunakan untuk melakukan proses looping suatu statemen terus-menerus selama ekspresi_logika/relasi bernilai benar atau belum terpenuhi.

fah:5:2). writeln(‘Fahrenheit = ‘. Kemudian ada penyeleksian input jika memenuhi akan diulangi jika tidak akan berhenti. readln(cel). Maka dari itu di dalam statement ada i:=i+1. begin lagi:=’y’. yang akan menambahkan nilai i satu persatu supaya i > 5. var cel.Ekspresi relasi-nya yaitu i < 5. end.fah:real. fah:=1. while lagi=’y’ do clrscr. lagi:char. write(‘Menghitung lagi (y/t) ? ‘). readln(lagi). dan proses akan berhenti setelah i tidak lagi lebih besar dari 5 (i > 5). end. Page 26 . program cel_to_fah. Jadi jika i masih lebih kecil dari 5 maka statement akan terus diproses berulang. Lihat code berikut yang mebaca input dan mengoperasi-kannya. uses wincrt. {prosedur untuk menghapus layar} write(‘Nilai celcius ? ‘).8 * cel + 32.

x = 1. x ++. Contoh Program 1 : /* Program Perulangan menggunakan while */ #include “stdio.Di dalam looping while-do juga terdapat while-do tersarang (nested while-do). Dan pada prinsipnya adalah sama dengan nested for-do. x). Namun dengan struktur perulangan proses. } Jika program tersebut dijalankan maka akan menghasilkan hasil sebagai berikut 1BAHASA C 2BAHASA C 3BAHASA C Page 27 . cukup dengan beberapa perintah saja. Proses perulangan akan terus berlanjut selama kondisinya bernilai benar (true) dan akan berhenti bila kondisinya bernilai salah.h” void main() { int x. Perulangan ini banyak digunakan bila jumlah perulangannya belum diketahui. 1 STRUKTUR PERULANGAN “ WHILE” Perulangan WHILE banyak digunakan pada program yang terstruktur.h” #include “conio. Struktur perulangan dalam bahasa C mempunyai bentuk yang bermacam-macam. /* awal variabel */ while (x <= 5) /* Batas akhir perulangan */ { printf(“%d BAHASA C\n”. Misalnya saja. Pemrograman Bahasa C dengan Turbo C Perullangan pada c Dalam bahasa C tersedia suatu fasilitas yang digunakan untuk melakukan proses yang berulangulang sebanyak keinginan kita. /* variabel x ditambah dengan 1 */ } getch(). kita tidak perlu menuliskan perintah sampai 100 atau 1000 kali. bila kita ingin menginput dan mencetak bilangan dari 1 sampai 100 bahkan 1000. tentunya kita akan merasa kesulitan.

nilai dari variabel x akan bertambah 1. while(i<=3) { x=1..h" #include"conio. Setiap kali melakukan perulangan.4BAHASA C 5BAHASA C Pada perulangan while di atas... seleksi berada di while yang letaknya di atas sementara pada perulangan do. } 2 STRUKTUR PERULANGAN “DO. while(x<=i) { printf("%3i". seleksi while berada di bawah batas perulangan. i=i+1. proses atau perintah mencetak kata-kata “BAHASA C” akan terus dilakukan selama variabel x masih kurang atau sama dengan 10.x.. hanya saja pada proses perulangan dengan while... } printf("\n"). x=x+1. int i=1. Page 28 ...h" void main() { clrscr().WHILE…” Pada dasarnya struktur perulangan do.x). Contoh Program 2 : /* Program mencetak deret bilangan dengan menggunakan while */ #include"stdio..while sama saja dengan struktur while. } getch().while. Jadi dengan menggunakan struktur do…while sekurang-kurangnya akan terjadi satu kali perulangan..

Dari segi penulisannya.h” #include “conio. getch(). x). } Contoh Program 1 : /* Program perulangan menggunakan for */ #include “stdio. struktur perulangan for tampaknya lebih efisien karena susunannya lebih simpel dan sederhana. } Page 29 .h” void main() { int x. getch(). for(x = 1. x = 1. } while(x <= 10). Kuliah Berseri IlmuKomputer.h” #include “conio.r). x ++.Contoh Program : #include “stdio.Com do { printf(“%d BAHASA C\n”.Com Copyright © 2003 IlmuKomputer. } getch(). x<= 10. Bentuk umum perulangan for adalah sebagai r=t/i.2f". x). } 3 STRUKTUR PERULANGAN “FOR” Struktur perulangan for biasa digunakan untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui jumlah perulangannya. printf("\n Rata rata : %.h” void main() { int x. x++) { printf(“%d BAHASA C\n”.

i<=2.2f". for(y=1. } printf("\n Total : %. r=t/i.t=0.Contoh Program 2 : /* Mencari total dan rata-rata sejumlah bilangan menggunakan for */ #include"stdio.h" #include"conio. y=y+1. float r.i.&x). t=t+x.scanf("%f". printf("\n Rata rata : %. } Flowchart while kondisi false true pernyataan Page 30 .i++) { printf("Entry bilangan %i : ".h" void main() { clrscr().x. getch().2f".y<=3.y).t).int y.r).y++) for(i=0.

Contoh Program C #include <stdio. while i <= 5 do Page 31 . i :=1. i=1. begin n := 2.i. while(i<=5) { jumlah=jumlah+2.jumlah). i++. jumlah=0.jumlah : integer. jumlah. } } PASCAL var i. jumlah := 0. printf("jumlah deret ke %d : %d\n".keadaan ini terjadi kalau kondsi awal bernilai false.h> main() { int i.n.Dari diagram di atas terlihat bahwa ada kemungkinan pernyataan tidak dieksekusi sama sekali .

readln. n := n+2. i. end. Printscreen C Page 32 .begin jumlah := jumlah + 2. end. jumlah). ': ' . writeln('jumlah deret ke '. i := i+1.

PASCAL Page 33 .

yang berarti pengulangan selesai.D. Praktikum..M. team pengelola (2010) modul praktikum. Bandung:informatika Bandung. Garut : STT GARUT.. Page 34 . Murnir.KESIMPULAN Aksi akan dilaksanakan berulangkali selama kondisi bernilai true. renaldi (2007).Drs. Pengulangan berhenti apabila kondisi bernilai falsei. Jika kondisi bernilai false. badan pengulangan tidak akan dimasuki. yaitu variabel kondisi yang nilainya sudah tidak berguna lagi. Algoritma dan Pemograman. DAFTAR PUSTAKA Suarga.Ph.algoritma pemrograman. Pengulangan yang tidak pernah berhenti menandakan bahwa logika algoritma tersebut salah. Agar kondisi suatu saat bernilai false.andi yogyakarta. Yang harus diperhatikan adalah pengulangan harus berhenti.Math.Sc.M. Kondisi di akhir pengulangan (setelah endwhile) disebut loop invariant. maka di dalam badan pengulangan harus ada instruksi yang mengubah nilai kondisi..

.. dengan kata lain .BAB V REPEAT 1. PERULANGAN REPEAT. Bentuknya: Bentuk pernyataan REPEAT: REPEAT Pernyataan_1 : Pernyataan_2 : .aksi di dalam badan kalang di ulang-ulang sammpai kondisi bernilai true. kemudian memeriksa objek tersebut B. until adalah proses looping suatu statement secara terus menerus hingga ekspresi yang ada di dalam until bernilai false atau sudah terpenuhi.. Dengan kata lain looping repeat.UNTIL A. jika kondisi masih false .. Persyaratan Looping Repeat: • • • • Pada perulangan kondisi harus bernilai Boolean Didalam badan perulangan harus ada intruksi untuk mengubah nilai kondisi Peubah harus terdefinisi nilainya sebelumpengulangan dilaksanakan pertama kali Repeat di ginakan pada kasus yang terlebih dahulu memanipulasi objek baru..Until Repeat.definisi Repeat.proses Page 35 . Pernyataan_n : UNTIL kondisi Penjelasan: notasi ini menjelaskan pengulangan lpada kondisi boolean.until prosesnya berkebalikan dengan looping while-do..

until ekspresi_logika/relasi. repeat i:=i+1.pengulangan masih terus dilakukan . Page 36 . Maka di dalam badan pengulangan harus ada pernyataan yang mengubah nilai peubah kondisi. Repeat statement. end.pemeriksaan terhadap kondisi pada REPEAT dilakukan belakangan . writeln(i). dan dalam beberapa masalah kedua pernyataan tersebut komplemen satu sama lain.karena proses pengulangan suatu saat harus berhenti. var i:byte. Pernyataan REPEAT memiliki makna yang sama sengan WHILE . Jadi erupakan kebalikan dari WHILE . begin i:=0. Perhatikan contoh berikut : program repeat_until. pernyataan false kondisi true true end Tampak bahwa pengulangan justru dilakukan selama kondisi bernilai salah (false).setelah bagian pernyataan yang terletak antara REPEAT dan UNT IL. until i=5.perbedaaan yang lain terhadap WHILE . uses wincrt.

uses wincrt. while i<5 do begin writeln(i). Pada contoh. repeat writeln(i). i:=i + 1. end. end. var i:integer. uses wincrt.until dengan looping while-do ini! repeat program sample_repeat. coba anda ganti ekspresi di dalam until menjadi i>5. Kemudian anda compile dan apa yang terjadi ??! Coba bandingkan contoh looping menggunakan repeat. end..Output yang dihasilkan adalah : 12345 Proses looping akan terus dilakukan hingga ekspresi terpenuhi. Sekarang pada program repeat_until. while program sample_while. begin i:= 10. until i>5. penambahan i terus dilakukan hingga i=5. Page 37 . var i:integer. i:=i+1. begin i:= 10.

until.. karena pemenuhan syarat while terletak sebelum statement.Output : 11 Output : Tidak ada hasil Dari kedua contoh diatas dapat disimpulkan perbedaan kedua operasi tersebut : Ø Paling sediki statement di dalam looping repeat diproses sekali.) pada statement yang lebih dari satu. Ø Looping repeat tidak memerlukan blok statement (begin. Perhatikan code program berikut yang menggunakan nested repeat.end. Sama seperti nested for dan nested while dalam hal aturan. yaitu di dalam looping terdapat looping yang lain. Program ini akan menghitung sisi-sisi segitiga siku-siku dengan menggunakan rumus phytagoras yaitu C = A2 + B2..end.until juga terdapat looping tersarang (nested repeat).. Sedangkan while memerlukan blok statement (begin. karena pemenuhan syarat until terletak setelah statement.. Page 38 .) jika statementnya lebih dari satu. karena batasnya sudah ditunjukkan oleh repeat. Didalam looping repeat. Sedangkan looping while statement-nya palingsedikit dikerjakan nol kali.

Karena proses pengulangan suatu saat harus berhenti.Math.algoritma pemrograman.M. Page 39 . DAFTAR PUSTAKA Suarga.Ph.andi yogyakarta. Pernyataan repeat memiliki makna yang sama dengan while. dan dalam beberapa masalah kedua pernyataan tersebut komplemen satu sama lain. jika kondisi masih false. team pengelola (2010) modul praktikum... Murnir. maka di dalam badan pengulangan harus ada pernyataan yang mengubah nilai peubah kondisi. renaldi (2007). Garut : STT GARUT.Sc. Algoritma dan Pemograman. proses pengulangan masih terus dilakukan. Dengan kata lain. Praktikum.Drs.M. Bandung:informatika Bandung..D.KESIMPULAN Aksi di dalam badan kalang diulang-ulang sampai kondisi bernilai true.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful