P. 1
Penelitian Eksperimental Sungguhan

Penelitian Eksperimental Sungguhan

|Views: 1,600|Likes:
Published by Freddy Ajax
Penelitian Eksperimental Sungguhan dan Penelitian Deskriptif dari Andhy, Freddy, dan Agung SMAN 3 Tangerang
Penelitian Eksperimental Sungguhan dan Penelitian Deskriptif dari Andhy, Freddy, dan Agung SMAN 3 Tangerang

More info:

Published by: Freddy Ajax on Feb 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2013

pdf

text

original

Penelitian Eksperimental Sungguhan (True Eksperimental Research) Tujuan Untuk menyelidiki kemungkinan adanya hubungan sebab akibat dengan

cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental atau lebih suatu perlakukan dan memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Ciri-cinya: 1. Adanya pengaturan variabel-variabel dan kondisi-kondisi eksperimentalyang sangat tertib dan ketat, baik dengan kontrol atau manipulasi langsung maupun dengan randomisasi. 2. Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai ‘garis dasar’ untuk dibandingkan dengan kelompok yang dikenai perlakuan. 3. Memusatkan usaha pada pengontrolan varians - Memaksimalkan varian variabel yang berkaitan dengan hipotesis - Meminimalkan varians variabel pengganggu - Meminimalkan varians kekeliruan. Pemilihan subyek secara random, penempatan subyek dalam kelompok secara acak, penentuan perlakuan eksperimental pada kelompok secara acak 4. Internal validity adalah sine qua non untuk rancangan ini dan merupakan tujuan pertama metode eksperimental. 5. Tujuan kedua adalah eksternal validity. Seberapa representatifkan penemuan tersebut. Seberapa jauh penelitian tersebut dapat digeneralisasikan. 6. Diusahakan semua variabel penting agar tetap konstan kecuali variable perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi. Contoh penelitian yang menggunakan True Eksperiment : Judul penelitian : Efikasi dosis ekstrak akar tuba ( Derris eliptica) terhadap kematian larva Aedes aegypti. Merupakan penelitian eksperimen murni dengan tujuan menganalisa adanya hubungan antara kematian larva Aedes aegypti dengan ekstrak akar tuba (Derris eliptica). Desain penelitian yang digunakan adalah Posted only control group design. Kelompok Kelompok eksperimen Kelompok kontrol Perlakuan
Perlakuan dengan ekstrak akar tuba

Posstest T2 T2

Kerangka : Kelompok Kelompok I Kelompok II Perlakuan Diberi ekstrak akar tuba Posstest Larva mati Larva hidup Larva mati Larva hidup

Pada rancangan ini kasus-kasus telah dirandomisasi baik pada kelompok eksperimen dan kelompok control , sehingga kelompok-kelompok tersebut dianggap sama sebelum dilakukan perlakuan. Sesudah eksperimen keduakelompok tersebut diukur dan dilihat hubungannya dengan variabel eksperimen. Cara pengambilan sampel: pada penelitian ini adalah menggunakan sistem acak dengan cara larva instar III yang telah dikolonisasi dimasukkan ke dalam wadah penelitian. Variabel penelitian : Variabel terikat : kematian larva aedes aegypti, cara pengukuran adalahmenghitung jumlah larva yang mati baik pada control maupun pada perlakuan Variabel bebas : dosis ekstrak akar tuba (Derris eliptica), diukur dengan menggunakan timbangan analitik Variabel pengganggu: Temperatur udara, kelembapan udara, temperature air, pH air

Penelitian Deskripsi Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung. Furchan (2004:447) menjelaskan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang status suatu gejala saat penelitian dilakukan. Lebih lanjut dijelaskan, dalam penelitian deskriptif tidak ada perlakuan yang diberikan atau dikendalikan serta tidak ada uji hipotesis sebagaimana yang terdapat pada penelitian eksperiman.

1. Karakteristik Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif mempunyai karakteristik-karakteristik seperti yang dikemukakan Furchan (2004) bahwa (1) penelitian deskriptif cendrung menggambarkan suatu fenomena apa adanya dengan cara menelaah secara teratur-ketat, mengutamakan obyektivitas, dan dilakukan secara cermat.(2) tidak adanya perlakuan yang diberikan atau dikendalikan, dan (3) tidak adanya uji hipotesis. III. Jenis-jenis Penelitian Deskriptif
Furchan (2004:448-465) menjelaskan, beberapa jenis penelitian deskriptif, yaitu; (1) Studi kasus, yaitu, suatu penyelidikan intensif tentang individu, dan atau unit sosial yang dilakukan secara mendalam dengan menemukan semua variabel penting tentang perkembangan individu atau unit sosial yang diteliti. Dalam penelitian ini dimungkinkan ditemukannya hal-hal tak terduga kemudian dapat digunakan untuk membuat hipotesis. (2) Survei. Studi jenis ini merupakan studi pengumpulan data yang relatif terbatas dari kasus-kasus yang relatif besar jumlahnya. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan informasi tentang variabel dan bukan tentang individu. Berdasarkan ruang lingkupnya (sensus atau survai sampel) dan subyeknya (hal nyata atau tidak nyata), sensus dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori, yaitu: sensus tentang hal-hal yang nyata, sensus tentang hal-hal yang tidak nyata, survei sampel tentang hal-hal yang nyata, dan survei sampel tentang hal-hal yang tidak nyata. (3) Studi perkembangan. Studi ini merupakan penelitian yang dilakukan untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya bagaimana sifat-sifat anak pada berbagai usia, bagaimana perbedaan mereka dalam tingkatan-tingkatan usia itu, serta bagaimana mereka tumbuh dan berkembang. Hal ini biasanya dilakukan dengan metode longitudinal dan metode cross-sectional. (4) Studi tindak lanjut, yakni, studi yang menyelidiki perkembangan subyek setelah diberi perlakukan atau kondisi tertentu atau mengalami kondisi tertentu. (5) Analisis dokumenter. Studi ini sering juga disebut analisi isi yang juga dapat digunakan untuk menyelidiki variabel sosiologis dan psikologis. (6) Analisis kecenderungan. Yakni, analisis yang dugunakan untuk meramalkan keadaan di masa yang akan datang dengan memperhatikan kecenderungankecenderungan yang terjadi. (7) Studi korelasi. Yaitu, jenis penelitian deskriptif yang bertujuan menetapkan besarnya hubungan antar variabel yang diteliti.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->