P. 1
Laporan Kesetimbangan Kimia

Laporan Kesetimbangan Kimia

|Views: 3,564|Likes:
Published by Willy Chandra

More info:

Published by: Willy Chandra on Feb 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

A. Tujuan Percobaan • Mengamati proses reaksi dapat balik dalam reaksi timbal (II) sulfat dengan natrium iodide B.

Dasar Teori Kesetimbangan kimia Reaksi yang dapat berlangsung dalam dua arah disebut reaksi dapat balik. Apabila dalam suatu reaksi kimia, kecepatan reaksi ke kanan sama dengan kecepatan reaksi ke kiri maka, reaksi dikatakan dalam keadaan setimbang. Secara umum reaksi kesetimbangan dapat dinyatakan sebagai: A + B ® C + D ADA DUA MACAM SISTEM KESETIMBANGAN, YAITU : 1. Kesetimbangan dalam sistem homogen a. Kesetimbangan dalam sistem gas-gas Contoh: 2SO2(g) + O2(g) « 2SO3(g) b. Kesetimbangan dalam sistem larutan-larutan Contoh: NH4OH(aq) « NH4+(aq) + OH- (aq) 2. Kesetimbangan dalam sistem heterogen a. Kesetimbangan dalam sistem padat gas Contoh: CaCO3(s) « CaO(s) + CO2(g) b. Kesetimbangan sistem padat larutan Contoh: BaSO4(s) « Ba2+(aq) + SO42- (aq) c. Kesetimbangan dalam sistem larutan padat gas Contoh: Ca(HCO3)2(aq) « CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g)

Hukum Guldberg dan Wange:

Dalam keadaan kesetimbangan pada suhu tetap,maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang sisa dimana masing-masing

1

Jika zat-zat terdapat dalam kesetimbangan berbentuk padat dan gas yang dimasukkan dalam. Contoh: CH3COO-(aq) + H2O(l) « CH3COOH(aq) + OH-(aq) Kc = (CH3COOH) x (OH-) / (CH3COO-) Contoh soal: 1. Satu mol AB direaksikan dengan satu mol CD menurut persamaan reaksi: AB(g) + CD(g) « AD(g) + BC(g) Setelah kesetimbangan tercapai ternyata 3/4 mol senyawa CD berubah menjadi AD dan BC. tentukan tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini ! Jawab: 2 . Untuk reaksi kesetimbangan: a A + b B « c C + d D maka: Kc = (C)c x (D)d / (A)a x (B)b Kc adalah konstanta kesetimbangan yang harganya tetap selama suhu tetap.Untuk kesetimbangan antara zat-zat dalam larutan jika pelarutnya tergolong salah satu reaktan atau hasil reaksinya maka konsentrasi dari pelarut itu tidak dimasukkan dalam perhitungan Kc. Contoh: C(s) + CO2(g) « 2CO(g) Kc = (CO)2 / (CO2) .konsentrasi itu dipangkatkan dengan koefisien reaksinya adalahtetap. BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN . persamaan kesetimbangan hanya zat-zat yang berbentuk gas saja sebab konsentrasi zat padat adalah tetap den nilainya telah terhitung dalam harga Kc itu.Jika kesetimbangan antara zat padat dan larutan yang dimasukkan dalam perhitungan Kc hanya konsentrasi zat-zat yang larut saja. Kalau volume ruangan 1 liter. Contoh: Zn(s) + Cu2+(aq) « Zn2+(aq) + Cu(s) Kc = (Zn2+) / (CO2+) . Pernyataan tersebut juga dikenal sebagai hukum kesetimbangan.

Jika tetapan kesetimbangan untuk reaksi: A(g) + 2B(g) « 4C(g) sama dengan 0.Untuk reaksi pertama: K1 = (C)4/[(A) x (B)2] = 0. Bagi reaksi: A + B « C + D KEMUNGKINAN TERJADINYA PERGESERAN 1. maka sistem akan mengadakan reaksi sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi itu menjadi sekecil-kecilnya. FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENGGESER LETAK KESETIMBANGAN ADALAH : 3 . berarti C dan D bereaksi membentuk A dan B. Dari kiri ke kanan.25 . sedangkan C dan D bertambah. sehingga jumlah mol C dan Dherkurang. Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu dikenal dengan pergeseran kesetimbangan. 2.25. maka berapakah besarnya tetapan kesetimbangan bagi reaksi: 2C(g) « 1/2A(g) + B(g) Jawab: . sedangkan A dan B bertambah.Hubungan antara K1 dan K2 dapat dinyatakan sebagai: K1 = 1 / (K2)2 ® K2 = 2 Azas Le Chatelier menyatakan: Bila pada sistem kesetimbangan diadakan aksi. sehingga jumlah mol A dan Bherkurang.3/4 = 1/4 n mol/l Kc = [(AD) x (BC)]/[(AB) x (CD)] = [(3/4) x (3/4)]/[(1/4) x (1/4)] = 9 2. Dalam keadaan kesetimbangan: (AD) = (BC) = 3/4 mol/l (AB) sisa = (CD) sisa = 1 . Dari kanan ke kiri.Untuk reaksi kedua : K2 = [(A)1/2 x (B)]/(C)2 . berarti A bereaksi dengan B memhentuk C dan D.Perhatikan reaksi kesetimbangan di atas jika ternyata CD berubah (bereaksi) sebanyak 3/4 mol maka AB yang bereaksi juga 3/4 mol (karena koefsiennya sama).

kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah Koefisien reaksi besar. maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri. Sebaliknya.Bila pada sistem kesetimbangan ini dikurangi gas O2.a. konsentrasi salah satu zat diperbesar. kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah Koefisien Reaksi Kecil. Contoh: N2(g) + 3H2(g) « 2NH3(g) Koefisien reaksi di kanan = 2 Koefisien reaksi di kiri = 4 . B. Perubahan konsentrasi salah satu zat b.Bila pada sistem kesetimbangan ini ditambahkan gas SO2. PERUBAHAN VOLUME ATAU TEKANAN Jika dalam suatu sistem kesetimbangan dilakukan aksi yang menyebabkan perubahan volume (bersamaan dengan perubahan tekanan). Jika tekanan diperbesar = volume diperkecil. Perubahan volume atau tekanan c. Pada sistem kesetimbangan dimana jumlah koefisien reaksi sebelah kiri = jumlah koefisien sebelah kanan.Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperbesar (= volume diperkecil). maka kesetimbangan akan 4 . Jika tekanan diperkecil = volume diperbesar. PERUBAHAN KONSENTRASI SALAH SATU ZAT Apabila dalam sistem kesetimbangan homogen. maka perubahan tekanan/volume tidak menggeser letak kesetimbangan. jika konsentrasi salah satu zat diperkecil. Perubahan suhu A. maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan. maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat tersebut. maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak zat tersebut. Contoh: 2SO2(g) + O2(g) « 2SO3(g) . maka dalam sistem akan mengadakan berupa pergeseran kesetimbangan. .

bergeser ke kanan. C. B. (B)b] Kp = (PCc x PDd) / (PAa x PBb) dimana: PA. Contoh: 2NO(g) + O2(g) « 2NO2(g) . . maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri. HUBUNGAN ANTARA HARGA Kc DENGAN Kp Untuk reaksi umum: a A(g) + b B(g) « c C(g) + d D(g) Harga tetapan kesetimbangan: Kc = [(C)c . . maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan. PB. hal ini disebabkan katalisator mempercepat reaksi ke kanan dan ke kiri sama besar. DH = -216 kJ .Bila pada sistem kesetimbangan suhu diturunkan. PERUBAHAN SUHU Menurut Van't Hoff: . maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri. 5 . maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi eksoterm).Jika suhu dinaikkan.Jika suhu diturunkan. PC dan PD merupakan tekanan parsial masing-masing gas A.Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperkecil (= volume diperbesar). PENGARUH KATALISATOR TERHADAP KESETIMBANGAN Fungsi katalisator dalam reaksi kesetimbangan adalah mempercepat tercapainya kesetimbangan dan tidak merubah letak kesetimbangan (harga tetapan kesetimbangan Kc tetap). . (D)d] / [(A)a .Bila pada sistem kesetimbangan subu dinaikkan. maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm). C dan D.

Contoh: Dalam reaksi disosiasi N2O4 berdasarkan persamaan N2O4(g) « 2NO2(g) 6 .x) atm.Secara matematis. jika tekanan total dalaun ruang 5 atm! Jawab: Misalkan tekanan parsial gas CO = x atm.x) = 16 ® x = 4 Jadi tekanan parsial gas CO2 = (5 . jika: a = 0 berarti tidak terjadi penguraian a = 1 berarti terjadi penguraian sempurna 0 < a < 1 berarti disosiasi pada reaksi setimbang (disosiasi sebagian).4) = 1 atm Disosiasi adalah penguraian suatu zat menjadi beberapa zat lain yang lebih sederhana. Derajat disosiasi adalah perbandingan antara jumlah mol yang terurai dengan jumlah mol mula-mula. hubungan antara Kc dan Kp dapat diturunkan sebagai: Kp = Kc (RT) Dn dimana Dn adalah selisih (jumlah koefisien gas kanan) dan (jumlah koefisien gas kiri). harga Kp= 16. Contoh: 2NH3(g) « N2(g) + 3H2(g) besarnya nilai derajat disosiasi (a): a = mol NH3 yang terurai / mol NH3 mula-mula Harga derajat disosiasi terletak antara 0 dan 1. maka tekanan parsial gas CO2= (5 . Hitunglah tekanan parsial CO2. Kp = (PCO)2 / PCO2 = x2 / (5 . Contoh: Jika diketahui reaksi kesetimbangan: CO2(g) + C(s) « 2CO(g) Pada suhu 300o C.

a) mol mol NO2 yang terbentuk = 2 x mol N2O4 yang terurai = 2 a a mol Pada keadaan setimbang: mol N2O4 sisa = mol NO2 yang terbentuk a(1 .Larutan Natrium iodide 1 M . Aduk campuran itu.Catat hasil pengamatan mu.lalu tambahkan larutan NaI sedikit demi sedikit sampai volume campuran 10 ml.tambahkan 1 ml NaI .banyaknya mol N2O4 dan NO2 pada keadaan setimbang adalah sama.Garam Timbal (II) sulfat . Alat dan Bahan Alat Beaker gelas 25 ml Batang kaca pengaduk Gelas ukur 25 ml Neraca analitis Gelas arloji Pipet tetes Bahan . Tambahkan PbSO4 sebanyak 2 gram. Pada keadaan ini berapakah harga derajat disosiasinya ? Jawab: Misalkan mol N2O4 mula-mula = a mol mol N2O4 yang terurai = a a mol ® mol N2O4 sisa = a (1 . Cara Kerja 1.masukkan ke dalam beaker gelas 25 ml . Catat perubahan warna yang terjadi. 2.a) = 2a a ® 1 .a = 2 a ® a = 1/3 C.Larutan Natrium sulfat 1 M .Aquadest D. 7 .

Pada percobaan 2 .3. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi ketika timbale (II) sulfat ditambahkan dengan larutan natrium iodida? Jawab = Pb2SO4 + 2 NaI ↔ PbI2 + Na2SO4 2. Catat hasil pengamatan mu. Pada percobaan 1.lalu cucilah endapan dengan aquadest sebanyak 2 kali. Bagaimana hubungan kedua reaksi di atas? Jawab = Kedua reaksi di atas adalah reaksi reversible yang sama namun dibalik. G.reaktan adalah Pb2SO4 dan NaI . E. Data Hasil Pengamatan Perlakuan Warba Timbal (II) Sulfat mula-mula Timbal(II) Sulfat + Natrium Iodida Warna endapan + Natrium Sulfat Hasil Pengamatan Putih Kuning Gelap dan endapan kuning terang Endapan menjadi putih berada di dasar gelas Beaker F.Pb2SO4 dan NaI adalah produk yang dihasilkan saat terjadi kesetimbangan. Tambahkan 10 ml larutan 1 M Na2SO4 ke dalam endapan itu sedikit demi sedikit sambil diaduk. 4. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi antara zat padat yang dihasilkan pada reaksi pertama dengan larutan natrium sulfat? Jawab = PbI2 + Na2SO4 ↔ Pb2SO4 + 2 NaI ↑→ Endapan kuning 3. Biarkan sesaat. Pertanyaan 1. Kesimpulan 8 .lalu ambillah cairan dari beaker gelas dengan(dekantasi).

co.cc/2010/10/kesetimbangan-kimia..html Buku Praktikum Kimia kelas 2 9 . H.co.google.Reaksi timbal (II) sulfat dengan Natrium iodide merupakan reaksi reversible yaitu reaksi yang dapat balik ke semula .id/#hl=id&source=hp&biw=1024&bih=637&q=kes etimbangan+kimia&aq=0&aqi=g10&aql=&oq=keseti&fp=eedf582c8f1e1 52e • • http://www. Daftar Pustaka • http://www.susilochem04.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->