BISNIS & MANAJEMEN

Jurnal Ilmiah Berkala Empat Bulanan, ISSN 1411 - 9366 Volume 2 No. 3 Mei 2006 Pengembangan Konsep Manajemen Mutu Terpadu Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung Ernie Hendrawaty Kajian Modal Kerja Usaha Kecil Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Usaha Menghadapi Era Pasar Bebas di Bandar Lampung Iban Sofyan Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek (Studi Pada Produk Tabungan, Tiga Bank Umum Terbesar Di Provinsi Lampung) Mahrinasari MS. Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Tata Niaga Kopi Biji Di Propinsi Lampung Mustafid Penilaian Saham, Memahami Cara Berinventasi Saham Di Pasar Modal Sri Hasnawati Faktor-Faktor Fundamental Keuangan Yang Mempengaruhi Resiko Saham A. Zubaidi Indra

Jurnal

JURNAL BISNIS dan MANAJEMEN

Vol. 2

No.3

Hal. 159 -256

Bandarlampung Mei 2006

ISSN 1411 - 9366

Volume 2 No. 3, Mei 2006

ISSN 1411 - 9366

JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN
TIM REDAKSI
Penanggung Jawab : Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc. (Rektor Universitas Lampung) : Prof. Dr. Ir. Tirza Hanum, M.Sc. (Pembantu Rektor I Universitas Lampung) : Dr. John Hendri, M.S. (Ketua Lembaga Penelitian Universitas Lampung) : Toto Gunarto, S.E., M.S. (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung) : Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Lampung

Pembina

Pemimpin Umum

Dewan Editor Ketua Anggota

: Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si. : Dr. Irham Lihan, S.E., M.Si. : Dr. Wispandono, S.E.. S.Si. Iban Sofyan, S.E., M.Si. Mahrinasari M.S., S.E., M.P.M. Asep Unik, S.E., M.Si. M. Syatibi Ch., S.E.

Redaksi Pelaksana Ketua Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Tata Usaha dan Kearsipan Distribusi dan Sirkulasi Alamat Redaksi

: : : : : : :

Habibullah Djimat, S.E., M.Si. Rinaldi Bursan, S.E., M.Si. Muslimin, S.E. Aida Sari, S.E., M.Si. Nasir Teguh Gedung A Lantai 2, Fakultas Ekonomi Universitas Lampung Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro no. 1 Gedungmeneng - Bandarlampung, 35145 Telp. (0721)704622

Jumal Bisnis dan Manajemen merupakan media komunikasi ilmiah, diterbitkan tiga kali setahun oleh Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Lampung, berisikan ringkasan hasil penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi.

Volume 2 No. 3, Mei 2006

ISSN 1411 - 9366

JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN

DAFTAR ISI
Pengembangan Konsep Manajemen Mutu Terpadu Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung Ernie Hendrawaty ………………………………………………………….. 159 Kajian Modal Kerja Usaha Kecil Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Usaha Menghadapi Era Pasar Bebas di Bandar Lampung Iban Sofyan ……………………………………..………………………….. 173 Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek (Studi Pada Produk Tabungan, Tiga Bank Umum Terbesar Di Provinsi Lampung) Mahrinasari MS. …………………………….…………………………….. 189 Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Tata Niaga Kopi Biji Di Propinsi Lampung Mustafid …………………………………………………………………….. 205 Penilaian Saham, Memahami Cara Berinventasi Saham Di Pasar Modal Sri Hasnawati ………………………………….………………………….. 213 Faktor-Faktor Fundamental Keuangan Yang Mempengaruhi Resiko Saham A. Zubaidi Indra ……………………………….………………………….. 239

Mesurement and Benchmarking. The respondents who participate in this study are branch managers and head of department from each of branch office. The validation TQM is done by conducting Factor Analysis. Manajemen Mutu Terpadu 1. Facility Management. The result from the survey is that the original of 72 elements of MMT is remain 45 elements which are grouped into 6 (six) factors. Number of respondent companies involved in this study is 21 branch offices. Fakultas Ekonomi. perkembangan teknologi yang cepat dan kondisi dinamis lainnya yang pada akhirnya menuntut BUMN untuk menjadi Badan Usaha berkarakteristik 1 Dosen Jurusan Manajemen. Keywords : Total Quality Management. Customer Focus.1 Latar Belakang Dalam era perdagangan bebas masalah daya saing merupakan isu kunci dan sekaligus sebagai tantangan yang tidak ringan. Universitas Lampung .DAFTAR ISI Pengembangan Konsep Manajemen Mutu Terpadu Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung Oleh : Ernie Hendrawaty1 ABSTRACT This research was aimed to develop TQM concept for State Owner’s Financial Service Company Bandarlampung Branch by determining which elements stated important for developing TQM for State Owner’s Financial Service Company Bandarlampung Branch and this study was willing to know the adoption of those elements at State Owner’s Financial Service Company Bandarlampung Branch. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai suatu badan usaha yang bergerak hampir di seluruh aspek ekonomi juga tak terkecuali menghadapi tantangan ketatnya persaingan global. PENDAHULUAN 1. Management Commitment and Quality Leadership. Those factors are Education and Analysis Tools Supporting. The study was conducted to determine the perception of respondent managers and head of departments as to the critical strategy that should define a particular MMT.

DAFTAR ISI

perusahaan kelas dunia, sehingga BUMN perlu melakukan reorientasi terhadap struktur dan strategi usahanya untuk mencapai sasaran menjadi Badan Usaha berkarakteristik perusahaan kelas dunia. Untuk menerapkan kebijakan-kebijakan yang telah digariskan dalam Master Plan BUMN tersebut harus didukung oleh suatu sistim Manajemen yang handal. Manajemen Badan Usaha harus melakukan perubahan (transformasi) dari paradigma manajemen tradisional menuju paradigma Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT). Bagi BUMN, MMT telah menjadi suatu program yang harus dilaksanakan karena sesuai dengan amanat Menneg BUMN No. S-910/M-MBU/2003 tanggal 18 Februari 2003. MMT adalah suatu pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses, produk dan pelayanan suatu organisasi. Manfaat bagi badan usaha dengan diterapkannya MMT adalah perbaikan pelayanan, pengurangan biaya dan kepuasan pelanggan. Perbaikan progresif dalam sistem manajemen dan kualitas pelayanan menghasilkan peningkatan kepuasan pelanggan. Sebagai tambahan, manfaat lain yang bisa dilihat adalah peningkatan keahlian, semangat dan rasa percaya diri karyawan, peningkatan akuntabilitas dan transparansi serta peningkatan produktifitas dan efisiensi pelayanan pelanggan. Namun demikian, di sisi lain sesungguhnya masih banyak para pelaku bisnis masih mengahadapi kesulitan dalam memahami kekuatan dan manfaat MMT dalam memenuhi kualitas dan kinerja usaha yang direncanakan. Penyebabnya adalah adalah sebagai suatu bidang ilmu belum ada suatu definisi standar atau tunggal dan menyeluruh tentang program-program MMT. MMT hanya merujuk pada sebuah pendekatan, sebuah sistem, sebuah alat, sebuah teknik dan atau atau filosofi yang ditujukan untuk mencapai target kualitas tertentu (V. Talavera, 2004, 356). 1.2 Rumusan Masalah Dengan demikian maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian ini adalah : “Elemen-elemen MMT mana sajakah yang dipersepsikan penting dalam Pengembangan Konsep MMT bagi BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung ?” 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung. Konsep MMT bagi

160

DAFTAR ISI

1.4 Kerangka Penelitian 1.4.1. Penelitian Terdahulu Penelitian tentang MMT telah banyak dilakukan untuk menghasilkan suatu konsep untuk merumuskan komponen-komponen yang penting dalam MMT. Sebelumnya terdapat beberapa penelitian terdahulu yang mencoba untuk mengumpulkan dan mensintesa berbagai macam elemen MMT. Diantaranya seperti yang dikutip dari V. Talavera (2004, 357) adalah penelitian Saraph (1989); Powell (1995); Ahire (1996); Flynn (1996) dan Black dan Porter (1996). Masingmasing penelitian menghasilkan suatu konsep MMT yang memiliki elemenelemen yang tidak sama, mengingat penelitian yang dilakukan memiliki perbedaan dalam hal jenis industri, sampling frame dan uji kevalidan maupun kereliabelan. Penelitian V. Talavera (2004) dilakukan terhadap 347 orang manajer yang berasal dari 63 perusahaan responden yang meliputi industri elektronik, pengolahan makanan, otomotive, farmasi, semen dan lain-lain. Hasil analisis pada survey tahap pertama menunjukkan semula terdapat 12 elemen (72 item program MMT) yang dipersepsikan penting dalam system manajemen mutu. Namun sesudah dilakukan uji kevalidan dengan Analisis Faktor ternyata hanya terdapat 7 elemen ( terdiri dari 35 item pernyataan strategi ) yang dipersepsikan penting oleh responden, yaitu (1) Getting feedback in designing QM Strategies (2) Customer Focus (3) Employement of Kaizen and 5S (4) Quality Monitoring and Control (5) QM Technique Orientation (6) Employee Involvement dan (7) Incentive and Recognition System. 1.4.2 Landasan Teori 1.4.2.1 Mengapa Mutu itu Penting Mutu sangat penting. Dimulai pada tahun 1970an, perusahaan manufacture di Jepang dengan bantuan konsultan Amerika, yang bernama W. Edward Demming mulai menggunakan mutu sebagai daya saing perusahaan. Mutu menjadi salah satu faktor selain harga yang menentukan tingkat permintaan konsumen. Perusahaan yang mampu memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggannya akan menjadi perusahaan yang berhasil. Pada dasarnya mutu dapat mempengaruhi perusahaan dalam empat cara, yaitu : (1) Biaya dan Pangsa Pasar (2) Reputasi Perusahaan (3) Pertanggungjawaban produk dan (4) Implikasi internasional. Mutu yang baik dapat mengarah pada peningkatan pangsa pasar, produktivitas dan penghematan biaya. Perbaikan mutu juga berarti penurunan kerusakan produk 161

DAFTAR ISI

dan biaya jasa. Selanjutnya reputasi perusahaan akan ditentukan oleh reputasi mutu yang dihasilkan buruk atau baik. 1.4.2.2 Konsep Manajemen Mutu Terpadu a. Definisi Manajemen Mutu Terpadu Manajemen Mutu Terpadu mengambarkan penekanan mutu yang memacu seluruh organisasi, mulai dari pemasok sampai konsumen. Definisi MMT juga bermacam-macam. Definisi yang berbeda-beda akan menurunkan perbedaan pula dalam unsur atau prinsip pokok dalam MMT. Pengertian mutu yang diadopsi oleh American Society for Quality Control : bahwa Mutu adalah totalitas bentuk dan karakteristik barang atau jasa yang menunjukkan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tampak jelas maupun yang tersembunyi (Render dan Haizer, 2001 : 92). Meskipun demikian pendapat lain mengatakan bahwa definisi mutu menyangkut berbagai kategori. Beberapa dari definisi tersebut berorientasi pada pengguna dan berorientasi pada produk. Krajewski (1996, 14) menyatakan bahwa pelanggan mendefinisikan mutu dengan berbagai macam cara, yaitu (1) Conformance to Specifications atau kesesuain dengan spesifikasi (2) Value atau nilai/harga (3) Fitness of Use atau modelnya, keawetannya, pelayanannya (4) Support atau dukungan layanan (5) Psychological Impressions atau image, keindahan, kebersihan. Menurut Goetsch dan Davis (1997:3) Mutu adalah keadaan dinamik yang diasosiasikan dengan produk, jasa, orang, proses, lingkungan yang mencapai atau melebihi harapan. Definisi MMT menurut Ishikawa (Tjiptono dan Diana, 2000 :4), MMT diartikan sebagai perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas dan kepuasan pelanggan. Santosa (Tjiptono dan Diana, 2000 :4) menyatakan bahwa MMT adalah: MMT merupakan sistim yang mengangkat mutu sebagai strategi usaha dan berorientasi kepada kepuasan pelanggan dan melibatkan seluruh anggota organisasi. Menurut Goetsch, dan Davis (1997:3) Manajemen Mutu Terpadu adalah : Suatu pendekatan untuk menjalankan bisnis yang berusaha untuk memaksimalkan persaingan sebuah organisasi melalui perbaikan yang terusmenerus atas mutu produk, jasa, orang, proses, dan lingkungannya. Hingga saat ini belum ada definisi mutu yang diterima secara universal, namun dari beberapa definisi mutu terdapat beberapa kesamaan, yaitu dalam elemenelemen sebagai berikut :

162

140-141) adalah MMT menekankan tiga prinsip. Diagram Pareto. manusia. proses dan lingkungan Mutu merupakan suatu kondisi yang selalu berubah. yaitu customer satisfaction. dan Keterlibatan dan pemberian wewenang kepada karyawan. kesatuan tujuan. Prinsip dan Unsur Pokok dalam Manajemen Mutu Terpadu Prinsip-prinsip dan unsur pokok dalam MMT menurut Krajewski (1996. jasa. kebebasan melalui kontrol. Diagram Sebab Akibat dan pengendalian Proses secara statistik. Talavera (2004. b. komitmen jangka panjang. Render dan Heizer (2001. Pendapat yang lain mengenai MMT dikemukakan oleh Tenner dan Detoro yang dikutip oleh Hamidah (2003. 358-360) juga berhasil merumuskan konsep MMT hasil telaah pustaka yang terdiri dari 12 (dua belas) elemen MMT. focus kepada pelanggan. Mutu meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan Mutu mencakup produk. yaitu (1) Perbaikan yang terus menerus (2) Pemberdayaan karyawan (3) Perbandingan kinerja (Patok duga/Benchmark) (4) Penyediaan kebutuhan yang tepat waktu (Just In Time) dan (5) Pengetahuan mengenai peralatan MMT. pendekatan ilmiah.DAFTAR ISI 1. obsesi terhadap mutu. V. seperti Metode Taguchi. Keterlibatan terpadu (total involvement) dimana ketiga sub sistem tersebut saling berkaitan. 98) mengembangkan lima konsep MMT yang efektif. 3. peningkatan terus-menerus. employee involvement dan continous improvement. 276) yang menyatakan bahwa MMT dapat diuraikan menjadi tiga subsistem yaitu (1) Fokus pada pelanggan (customer focus) (2) Perbaikan proses berkesinambungan (continous process improvement) dan (3). kerja kelompok. yaitu : (1) Komitmen Manajemen Puncak (Top Management Commitment ) (2) Perencanaan Mutu Strategis (Strategic Quality Planning) (3) Orientasi Pelanggan (Customer Focus) (4) Manajemen Mutu Pemasok (Supplier Quality Management) (5) Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management) (6) Pendidikan dan Pelatihan Karyawan (Employee Education and Trainging) (7) Perancangan Produk / Jasa ( Product/Service Design) (8) Ketertiban Organisasi Tempat Kerja (Workplace Organization Orderliness) (9) Manajemen dan Pengawasan Proses (Process Management Control) (10) Manajemen Informasi Mutu (Quality Information Management) (11) Patok Duga (Benchmarking) Perbaikan Berkelanjutan (Continous Improvement). Variabel-varibel MMT menurut Goetsch. dan Davis (1997:3) adalah : MMT didasarkan pada strategi. 163 . 2.

1.5. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan menggunakan daftar pertanyaan (questioner) sebagai alat pengumpul data yang pokok.5 Metode Penelitian 1. Asuransi dan Jasa Pembiayaan.DAFTAR ISI Penelitian ini akan menggunakan prinsip dan unsur pokok atau variablevariabel MMT yang berasal dari konsep yang disusun oleh V. Data tentang populasi dan sample tersaji pada table berikut ini : 164 .2 Populasi dan Sample Populasi obyek penelitian adalah seluruh BUMN Jasa Keuangan yang beroperasi di Bandarlampung yang berasal dari kelompok usaha Perbankan.5. 1. yang berkedudukan sebagai kantor cabang utama. Talavera (2004) karena memiliki cakupan yang luas.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Tabel 1 : BUMN Jasa Keuangan Kelompok Bank Badan Usaha BRI BTN BNI Bank Mandiri Jiwasraya Jasaraharja Taspen Jamsostek Askes Jasindo Pegadaian Jumlah KC 2 1 3 5 1 1 1 1 1 1 4 Asuransi Pembiayaan Penelitian ini akan mengumpulkan data dari seluruh populasi obyek penelitian. Populasi responden adalah kepala cabang masing-masing badan usaha dan kepala departemen atau setingkat dengannya dari departemen-departemen yang berbeda. yaitu sebanyak 21 buah.

Untuk menguji construct validity dilakukan Analisis Faktor dengan software SPSS 10.DAFTAR ISI Tabel 2 : Populasi Obyek Penelitian dan Responden Tahap Pengujian MMT Pengujian dengan menggunakan ‘perception of importance’ sebagai dasar Target Ukuran Populasi 21 Badan Usaha 102 responden Teknik Sensus Realisasi 21 Badan Usaha 100 responden Pendapat responden dibutuhkan untuk melakukan validasi konsep MMT. harus dilakukan uji kereliabelan (reliability) dan uji kevalidan (validity) daftar pertanyaan Penelitian ini menggunakan uji kevalidan internal menggunakan Teknik Alpha. Menurut Sekaran (1992: 173) Construct Validity testifies how well the result obtained from the use of measure fits theories around which the test is designed. Talavera (2004).5.5.4 Instrumen Penelitian Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa daftar pertanyaan. 1.3 Variabel Penelitian Variabel penelitian ini adalah elemen-elemen MMT hasil kajian pustaka V. Pada penelitian ini uji kevalidan yang digunakan adalah Construct Validity. 165 . 1. yaitu data persepsi dari responden mengenai tingkat kepentingan (perception of importance) elemen MMT. Variabel tersebut adalah: (1) Komitmen Manajemen Puncak (Top Management Commitment ) (2) Perencanaan Mutu Strategis (Strategic Quality Planning) (3) Orientasi Pelanggan (Customer Focus) (4) Manajemen Mutu Pemasok (Supplier Quality Management) (5) Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management) (6) Pendidikan dan Pelatihan Karyawan (Employee Education and Trainging) (7) Perancangan Produk / Jasa ( Product/Service Design) (8) Ketertiban Organisasi Tempat Kerja (Workplace Organization Orderliness) (9) Manajemen dan Pengawasan Proses (Process Management Control) (10) Manajemen Informasi Mutu (Quality Information Management) (11) Patok Duga (Benchmarking) (12) Perbaikan Berkelanjutan (Continous Improvement). Sebelum dilakukan pengujian.

Output Analisis Faktor dengan menggunakan SPSS adalah ternyata dari 72 variabel awal. 3.1 Pengujian Reliabilitas Alat Ukur Hasil Uji Reliabilitas menunjukkan bahwa nilai koefisien reliabilitas instrument daftar pertanyaan sebesar 0. Analisis Data 1. Melakukan uji Anova untuk melihat apakah factor yang terbentuk berbeda nyata dengan factor lain. Melakukan ekstrasi variable menjadi satu atau beberapa factor. Uji construct validity dengan Analisis Faktor.DAFTAR ISI 1. Untuk itu digunakan alat analisis Measure of Sampling Adequacy (MSA) atau Barlett’s test. Memilih variable yang layak dimasukkan dalam analisis faktor.733.9552. 5. Untuk menguji construct validity dilakukan Analisis Faktor dengan software SPSS 10. 166 . Tabel 3 menunjukkan distribusi variable MMT pada ke-6 faktor.5.52%.2 Analisis Faktor Dalam penelitian ini. 4. ANALISIS FAKTOR Analisis factor akan meringkas beberapa variable MMT menjadi beberapa faktor saja yang paling penting dalam mendukung keberhasilan MMT. 2.5. Dalam hal ini digunakan metode Principal Component Melakukan rotasi factor untuk memperjelas apakah factor yang terbentuk sudah secara signifikan berbeda dengan factor lain. 2. Faktor yang sebenarnya terbentuk adalah factor-faktor yang merupakan komponen MMT yang dipersepsikan sebagai factor yang penting oleh BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung. Tahap-tahap pada analisis faktor : 1. yang tersisa atau tereduksi hanya 45 variabel dengan rata-rata loading 0. 2. HASIL DAN PEMBAHASAN 2. variabel yang diproses dengan analisis factor sebanyak 72 variabel dengan jumlah populasi sebanyak 100 responden. Nilai ini memberi makna bahwa tingkat kepercayaan dan konsistensi pertanyaan maupun pernyataan bernilai tinggi yaitu sebesar 95. Analisis factor berupaya mengelompokkan sejumlah variable.

605 IKC 4 0.717 PTM 2 0.719 0.736 IKC 5 0.864 SDM DIK 3 DIK 5 DIK 6 IKC 1 Nama Variabel Manajemen memberikan balas jasa (imbalan) kepada karyawan untuk usaha-usaha perbaikan kualitas Semua karyawan dilatih tentang Team Building / Group Dynamics Mengintegrasikan materi pelatihan pada proses pekerjaan sehari-hari Melakukan pelatihan karyawan secara berkala (rutin) Investasi dalam peralatan dan teknologi untuk meningkatkan kualitas dalam operasi /proses Menggunakan piranti data numerik (check sheet. diagram sebab akibat) guna mendiagnosis masalah kualitas dan masalah kelemahan proses Pengendalian kinerja proses dilakukan pada setiap tahap .862 0.686 IKC 3 0.851 PTM 1 0.766 167 .692 0. diagram Pareto.DAFTAR ISI Tabel 3 Distribusi variable MMT Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance 17. proses/transformasi. run chart dll) dan piranti data verbal (flow chart. output dan customer Melakukan pengawasan kualitas dengan menggunakan survey kepuasan pelanggan metode statistik atau teknik lain untuk memonitor kualitas produk / jasa yang dihasilkan Menggunakan siklus PDCA (PlanDo-Check-Action) untuk melakukan perbaikan dan pengendalian proses secara berkesinambungan Membuat perencanaan dan program yang berkesinambungan untuk mengurangi siklus waktu operasi perusahaan Item Loading 1 12. brainstorming.705 0. mulai dari tahap input.732 0.

office supplies hanya yang benar-benar dibutuhkan saja Item Loading PTM 3 0. bersih dan teratur/rapi Adanya sistim manajemen pencatatan/arsip yang efektif Karyawan memiliki disiplin dan inisiatif untuk mematuhi peraturan dengan tertib Pemeliharaan fasilitas dilakukan secara berkala dan dilakukan monitoring serta evaluasi terhadapnya Penyediaan peralatan kantor.DAFTAR ISI Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance Nama Variabel Membuat perencanaan dan program yang berkesinambungan untuk memikirkan berbagai cara untuk memperbaiki kualitas produk dan pelayanan Manajemen puncak menyediakan bantuan teknis.756 0.848 0.936 0.703 0.834 0.796 168 . dokumen. pelayanan dan perancangan proses Menerapkan program evaluasi terhadap pemasok Manajemen bekerjasama dengan pemasok untuk meningkatkan kualitas Fasilitas yang nyaman.849 0.902 MKP 4 MKP 5 MKP 6 RAP 1 RAP 2 RAP 3 RAP 4 0.93 RAP 5 0. finansial dan pendidikan bagi program manajemen kualitas perusahaan Memfasilitasi program pengembangan produk untuk dapat segera merespon kebutuhan pasar Kejelasan dan keformalan dalam menuliskan sasaran kualitas Manajemen memiliki rencana kualitas untuk pemasok Kualitas menjadi pertimbangan utama dalam memilih pemasok Bekerjasama dengan tidak terlalu banyak pemasok namun dapat diandalkan Memasukkan umpan balik dari pemasok untuk memperbaiki produk.798 PTM 4 0.926 0.286 MKP 1 MKP 2 MKP 3 0.779 IKD 5 PKS 2 2 10.742 0.868 0.286 14.859 0.

851 0.118 IKC 6 0.762 9.708 IKD 4 0.626 5 4.708 169 .876 SDM 5 DIK 1 DIK 2 MKI 4 MKI 5 PTM 6 0.714 0.392 IKD 2 0.864 0.3 10.703 0. Manajemen Puncak terlibat secara penuh dalam implementasi dan tindak lanjut program Manajemen Mutu Pemberian penghargaan kepada karyawan yang mencapai sasaran kualitas Semua karyawan dilatih tentang konsep Manajemen Mutu Terpadu Semua karyawan dilatih tentang Quality Control Menyediakan data kualitas yang terbaru dan lengkap dan dilaporkan pada semua departemen Seluruh karyawan dapat mengakses data kualitas Manajemen melakukan audit sistim manajemen kualitas secara periodic baik audit internal maupun eksternal Terdapat suatu proses efektif untuk memproses informasi tentang ekspektasinasabah Mempertimbangkan keinginan pelanggan dan umpan balik pemasok untuk memperbaiki produk. pelayanan dan perancangan proses Mengumpulkan umpan balik dari para ahli dalam perancangan produk/jasa Pengkajian (review) sasaran dan tujuan departemen-departemen untuk menyelaraskan dengan rencana organisasi secara keseluruhan Melakukan tindakan pencegahan dan pemeliharaan secara berkala terhadap peralatan/perangkat sistim operasional perusahaan Item Loading RAP 6 0.816 4 6.621 PKS 5 0.905 3 7.788 0.405 6.DAFTAR ISI Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance Nama Variabel Pemberian tanda/papan penunjuk/label terhadap assetasset. departemen-departemen untuk keperluan identifikasi dan memudahkan mencari lokasi/letaknya.762 FKP 5 0.139 KMP 1 0.

mengontrol dan menyimpan data kualitas kegiatan operasi untuk menyediakan informasi yang relevan yang dibutuhkan untuk mengukur kualitas dari output yang dihasilkan Menerapkan sertifikat ISO 9000 untuk memenuhi standar kualitas internasional Manajemen mempelajari praktek fungsi-fungsi usaha dari perusahaan terkemuka dalam industri yang sama dan dari pesaing utama untuk mengembangkan sasaran kualitasdan untuk memperbaiki operasi perusahaan Manajemen mempelajari praktek fungsi-fungsi usaha dari perusahaan terkemuka dalam industri yang berbeda untuk mengembangkan sasaran kualitas dan untuk memperbaiki operasi perusahaan Menganalisis. mengadopsi dan mengimplementasikan praktek terbaik strategi manajemen kualitas dari perusahaan mitra patok duga yang menjadi teladan patok duga Memastikan bahwa kegiatan patok duga yang dilakukan menghasilkan perbaikan kualitas yang signifikan Sepanjang waktu target patok duga dan metode-metode patok duga dievaluasi kembali Item Loading MKI 2 0.781 5. 2.626 6 3.DAFTAR ISI Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance Nama Variabel Adanya sistim database untuk mengumpulkan.634 PDG 6 0.251 PDG 1 0.691 Nama ke-6 faktor tersebut adalah : 1.737 PDG 4 0. Faktor 1 terdiri dari 14 item yang dinamakan Faktor Pendidikan dan Dukungan Perangkat Analisis.621 PDG 3 0. Faktor 2 terdiri dari 12 item yang dinamakan Manajemen Fasilitas 170 .765 PDG 2 0.683 PDG 5 0.

Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen. Faktor 3 terdiri dari 8 item yang dinamakan Komitmen Manajemen dan Kepemimpinan Kualitas. September 2003. Repositioning dan Perubahan Peran Fungsi Departemen Sumber Daya Manusia Sebagai Upaya Mencapai Keunggulan Kompetitif. 4. Inc. 275-290. Faktor 4 terdiri dari 3 item yang dinamakan Fokus Pelanggan Faktor 5 terdiri dari 3 item yang dinamakan Pengukuran Faktor 6 terdiri dari 5 item yang dinamakan Patok Duga 3. 3-8. Stanley B. 171 . Evi Silvana. 1996. Pengaruh Manajemen Mutu Terpadu terhadap Perilaku Produktif Karyawan Industri Tekstil Berskala Besar di Kota Bandung.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan. 5. Usahawan No. Hamidah. David L and Davis. Maret 2001. 03. Muchsinati. Th XXX. 2002. Operations Management : Strategy and Analysis. SIMPULAN DAN SARAN 3. Addison-Wesley P:ublishing Company. Ritzman. 2001. Manajemen Mutu Total. Lee J.1 Simpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan. 6. DAFTAR PUSTAKA Goetssch.DAFTAR ISI 3. Edisi ke dua. and Larry P. maka disimpulkan bahwa konsep MMT bagi BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung adalah : (1) Faktor Pendidikan dan Dukungan Perangkat Analisis (2) Faktor Manajemen Fasilitas (3) Faktor Komitemen Manajemen dan Kepemimpinan Kualitas (4) Faktor Fokus pada Pelanggan (5) Faktor Pengukuran dan (6) Faktor Patok Duga 3. maka bagi BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung yang akan mengadopsi konsep MMT sebaiknya memprioritaskan keenam factor dari hasil analisis factor tersebut dalam program MMTnya. Penerbit PT Prenhalindo. Jakarta Krajewski. 2003.

172 .M. 2004. Master Plan BUMN 2002-2006. Research Methods For Business: A Skill Building Approach. Prinsip-prinsip Manajemen Operasi. Talavera. Bogor Selatan Render. Manajemen Mutu Terpadu. 2001. Penerbit Rineka Cipta. Total Quality Management.N.DAFTAR ISI Nasution. Adig. Gramedia Pustaka Utama. Penerbit Ghalia Indonesia. __________BUMN On Line. Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi. Development and Validation of TQM Construct. V.2004.Jakarta.Gadjah Mada International Journal of Business Volume 6. 1992. Suwandi. Barry dan Jay Haizer. Inc. 5 Th XXX Mei 2001. Penerbit Andi Offset Yogyakarta. The Philippine Experience. 2001. John Wiley & Sons. Analisis Multivariat.2004. No. 3 September 2004: 355-380. Salemba Empat. Uma. Edisi Pertama. Ma Gloria.2000. Jakarta. Jakarta Sekaran.2000. Arah Privatisasi BUMN. Supranto. Second Edition. 3-6 Tjiptono. Umar. Fandy dan Anastasia Diana. Husen. Usahawan No. J .

(2) the creating of business innovation. sementara jumlah tenaga kerja yang diserap juga meningkat dari 5.yang berkembang dari 1. Universitas Lampung.000 unit usaha tahun 1997 menjadi 2. secara kuantitatif dapat dibuktikan dari pemerataan usaha dan peluasan lapangan kerja.2000) 2 Dosen Jurusan Manajemen. researcher is prepairing strategic standar and business commitment for the small business to enter global business. secara persentase rata-rata kenaikan nilai ekspor usaha kecil meningkat dengan 30.5 persen per tahun ( Puji Wahono. PENDAHULUAN Usaha kecil di Indonesia di era reformasi ini mempunyai peranan yang sangat berarti dalam menunjang perekonomian.143. Based on the result of this reseach. The types of data are : (1) the secondary time series data which analyzed by financial models and (2) the primery data of owner from the small business which analyzed by description approach.755.8 juta dollar Amerika pada akhir tahun 2001. Key words: Working Capital management. The result shows that the small business in Bandar lampung need to improve their working capital trough : (1) the increasing level of effectivities from their business.justru usaha kecil semakin bergairah untuk berkembang. (2) alternative strategic management from small business. I.800 orang tahun 1997 menjadi 10.600 orang tahun 1999.308. Banyak usaha besar pada saat ini mengalami keterpurukan sebagai akibat resesi ekonomi berkepanjangan.DAFTAR ISI Kajian Modal Kerja Usaha Kecil Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Usaha Menghadapi Era Pasar Bebas di Bandar Lampung Oleh : Iban Sofyan2 ABTRACT The reseach aims to analyze : (1) the influencing factors of working capital from small business and determining alternative solution.500 unit usaha pada tahun 1999. Lebih jauh lagi jika dilihat dari sumbangannya pada ekspor nonmigas yaitu dari 102 juta dollar Amerika tahun 1998 terus naik menjadi 136. . (3) making commitment about business efficiency and competitiveness. Fakultas Ekonomi.113.

Korea.sehingga semua kebijakan selalu tidak menyentu pengembangan usaha kecil. masih banyak lagi produk-produk dari Negara jiran seperti Thailand. Kenyataan ini akan menambah beban berat bagi usaha kecil. Kenyataan di lapangan dapat kita lihat pada saat ini banyak usaha kecil kita kewalahan dalam menghadapi serbuan produk-produk dari luar negari yang sampai saat ini sudah meramba ke berbagai pelosok Indonesia. dan Singapura yang sudah lama beroperasi di Negara kita. Janji-janji untuk memberi kemudahan baik dalam perizinan. Kondisi usaha kecil Indonesia yang demikian ini. dimana kita tidak dapat lagi membantasi barang masuk dengan pembatasan tarif masuk antar negara-negara ASEAN.walaupun sekarang rancangan undang-undang (RUU) itu mungkin sudah disahkan menjadi undang-undang namun realisasinya dan sosialisasi sampai saat ini belum jelas adanya .maupun pembinaan manajemen baru sebatas pernyataan atau retorika politik.termasuk dalam manajemen modal kerja( Suryadi Soedirdja.dan kelemahan dalam mengakses permodalan.dewasa ini.DAFTAR ISI Peranan usaha kecil yang penting ini. (2) masih lemahnya komitmen dalam pembinaan usaha kecil. seyogyanyalah mendapat perhatian kita semua.1998).yaitu kualitas sumberdaya manusia yang masih rendah.benar sudah direalisasikan. kerena didorong oleh kebutuhan hidup. jika kurang mendapat binaan yang serius di masa mendatang.permodalan. Malaysia. Bukti-bukti telah mununjukkan pada kita betapa kewalahannya usaha otomatif kita menghadapi serbuan produk –produk otomotif China. yaitu : (1) Indonesia belum memiliki undang-undang yang mengatur usaha kecil.khususnya dalam menghadapi pasar bebas versi AFTA ataupun versi Dunia nantinya akan berdampak serius bagi perkembangan usaha kecil di Indonesia umumnya dan secara khusus pada usaha kecil di Bandar Lampung. sehingga dapat dikatakan bahwa usaha kecil itu ada dan berkembang sepenuhnya atas usaha mereka sendiri.Taiwan. Apalagi jika penerapan pasar bebas AFTA ini benar. Usaha kecil menurut Levi dan Sarnat (1989) justru membutuhkan tambahan modal kerja relatif lebih besar dari kebutuhan usaha menengah 174 . terutama yang berhabungan dengan modal khususnya modal kerja. baik yang disuarakan oleh pemerintah maupun oleh pengusaha besar selaku mitra usaha.1999). Penghambat lain yang juga dapat dikatakan secara structural usaha kecil umumnya di Indonesia menghadapi kendala-kndala bersifat internal. kelemahan dalam struktur permodalan.dan mungkin juga akan dialami oleh perusahaan besar yang tidak efisien. Situasi ini akan menjadi siutasi sulit bagi usaha-usaha kita khususnya usaha kecil jika dikaitkan dengan kelemahan usaha kecil kita yang telah diuangkapkan sebelumnya. tetapi pada kenyataan sekjarang banyak hambatan dan pembinaan yang kurang serius baik dari pemerintah maupun pihak-pihak lain yang terkait termasuk perguruan tinggi. Hasil pengamatan ada beberapa hal yang menghambat pembinaan usaha kecil di Indonesia ( Indra Ismawan.

0 persen ekspor komoditi non migas yang dihasilkan oleh Lampung (BPS. A. yaitu kesenjangan antara usaha menengah dan usaha besar semakin melebar. Dan diperkirakan jumlah ini akan naik lagi selama era reformasi ini. Perumusan Masalah Masalah yang dapat ditarik dari uraian sebelumnya adalah: (1) Apakah pengelolaan modal kerja usaha kecil yang telah dioperasikan oleh usaha kecil di Bandar Lampung telah dilakukan secara efektif atau secara optimal.kelemahan dalam manajemen.DAFTAR ISI maupun usaha besar. Kesulitan yang terbesar pada usaha kecil dalam modal kerja terletak pada usaha pemisahan antara kebutuhan modal kerja dengan kebutuhan hidup pengusaha dan keluarga sehari-hari. ini berarti bahwa manajemen usaha kecil itu merupakan suatu sistem.sehinga salah satu dari sistem ini terganggu akan berdampak serius pada sistem secara keseluruhan ( Collins and Devana.488 unit usaha kecil sampai tahun tahaun 1998( BPS). apakah itu versi AFTA atau secara global. Jumlah usaha kecil juga meningkat dari 12. Usaha kecil di Bandar Lampung umumnya lemah dalam permodalan.1993). Kondisi ini setelah ditelusuri lebih jauh merupakan suatu sistem dalam kegiatan manajemen.terutama jika berhubungan degan pihak ketiga ( bank maupun mitra usaha lainnya yang sifatnya sangat selektif ). Hal ini terjadi kerena usaha kecil umumnya tidak mampu mengakses modal.2001). Kelemahan ini tentunya berdampak luas pada daya saing dan kemantapan berusaha. sementara perusahaan besar dan menengah justru mengalamai stagnan karena masih dipengaruhi oleh dampak resesi ekonomi yang sampai saat ini belum dikatakan membaik.Goerge(1985) justru terletak pada usaha inovatifnya. dan rendahnya kualitas sumberdaya manusia. apalagi dihubungkan dengan inovatif. 175 . Kedala yang dihadapi dalam pengembangkan usaha kecil di Lampung khususnya usaha kecil di Bandar Lampung hampir sama dengan masalah yang dihadapi oleh usaha kecil secara nasional.067 unit usaha kecil telah meningkat menjadi 18. sulitnya mendapatkan modal termasuk modal kerja. Peranan usaha kecil di Lampung khususnya di Bandar Lampung tidak terlalu berbeda dengan peranan usaha kecil secara nasional.ini terlihat dari sumbangan industri kecilnya mampu memberi 21. Kunci keberhasilan usaha kecil menurut Steiner. ini jelas apabilah usaha kecil itu lemah dalam modal kerja akan berdampak serius pada keunggulan bersaing baik secara lokal apalagi dalam mengahadapi persaingan di pasar bebas.

(3) Strategi apa sebaiknya digunakan oleh usaha kecil di Bandar Lampung dalam menghadapi ancaman persaingan degan produk-produk luar sekarang dan di era pasar bebas. (4) Merumuskan teknik Pembinaan yang tepat dan fleksibel untuk usaha ecil di Bandar Lampung.DAFTAR ISI (2) Teknik manajemen apa yang tepat yang harus diterapkan oleh pengusaha kecil di Bandar Lampung dalam menghadapi ketatnya persaingan di era basar bebas.kelemahan. peluang dan ancaman yang bakal dihadapi di masa yang akan datang. dan teknik mengakses modal khususnya modal kerja. (3) Merumuskan strategi bersaing yang sesuai dengan kekuatan . B. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi usaha kecil di Bandar Lampung terutama yang berhubungan dengan manajemen modal kerjanya. (2) Memberikan solusi manajemen dalam mengatasi masalah manajemen modal kerja setelah menganalisis modal kerja. II. memperhitungan kebutuhan modal kerja. KERANGKA PENDEKATAN Kerangka pendekatan yang digunakan dalam pemecahan maslah ini dapat dilihat dari bagan alur berikut : 176 .

Memisah-misah hasil sesuai Dengan tujuan penelitian yang sudah di Tetapkan.R (1998). beberapa konsep dari David. yaitu : (a) tahap penelitian. et al (2000). Weston and Copland (1987).yaitu berdasarkan konsep manajemen keuangan khususnya manajemen modal kerja dan konsep manajemen stratetegi bersaing. dan menumbuhkan inovatif digunakan konsep dari Glueck(1998). Vanhorn(2000). (b) Pengolahan data : Tabulasi. memisah-misah hasil sesuai dengan tujuan untuk analisis.Levi and Sarnad ( 1983). Konsep yang digunakan untuk mencari teknik bersaing. Pendekatan yang digunakan untuk penyelesaian masalah modal kerja digunakan pendekatan Keown.menggunakan metode penelitian yang sesuai sehingga didapatkan data yang valid dari respondenyang telah dipilih. menghitung. (d) tahap penyusunan pedoman pembinaan mananjemen berdasarkan’manajemen modal kerja dan manajemen strategi bersaing.perhitungan Dan analisis. ini menujukkan bahwa penyelesaian masalah penelitian akan dilakukan melalui empat tahap. Fred.DAFTAR ISI (a) Peneliti melakukan survey Usaha kecil yang telah ditentukan Mendapatkan data manajemen Modal kerja.katkan daya saing Gambar 1. Solusi berdasarkan Manajemen modal Kerja (c) Solusi berdasarkan manajemen strategi bersaing Penyusun Pedoman Manajemen usaha kecil Terutama yang berhubungan Manajemen modal kerja dan Teknik inovatif untuk mening. Kenichi Ohmae(1996). dan banyak sistesa yang dibuat oleh peneliti dan pengalaman mengajar manajemen strategi. 177 .Konsep Collins and Devanna (1995).(b) tahap pengolahan data dengan tabulasi. (c ) tahap menganalisis hasil yang telah dipisahkan secara jelas. Bagan Alur Pemecahan Masalah Penelitian Gambar 1.

Hiptesis (1) (2) Pengololaan modal kerja usaha kecil di Bandar Lampung belum optimal. yaitu sebagai berikut: Tabel 1. yang diambil usaha kecil yang yang potensial yang ada di Kota Madya Bandar lampung. Metode Penarikan Sampel Metode penarik sampel adalah menggunakan metode Purposive random Sampling.DAFTAR ISI III. Usaha kecil yang diambil satu unit berdasarkan jenisjenis usaha. 178 . Penelitian ini telah dilakukan di Kotamadya Bandar Lampung. 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Jenis Usaha Kerajinan Keripik Tanaman hias Tukang Jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Usaha bengkel Motor Usaha Bengkel mobil Usaha Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk Ikan Total Jumlah(unit) 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 C. METODE PENELITIAN A. pada bulan Mei 2006. 2 3 4 5 6. Lokasi Penelitian. Responden No 1. B. Strategi inovasi adalah pilihan yang tepat untuk usaha kecil untuk tetap bertahan hidup dan bersaing di era pasar bebas.

Rumus hipotesisnya: Ho = usaha kecil tidak inovatif H1 ≠ Usaha kecil inovatif E.kebutuhan modal kerja. dihitung. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Modal kerja optmal bila Working Capitan (WC)≤ 0.menghitung kebutuhan modal kerja optimal sesuai dengan perkembangan jumlah permintaan. H1 ≠ Nilai modal kerja yang optmal (2) Untuk membuktikan hipotesis keduadigunakan pendekatan manajemen strategi. Hasil Perhitungan Hasil perhitungan dimulai dari perputran modal kerja. yaitu dengan cara membagikan volume penjualan yang dicapai dengan jumlah hari perputaran seruhan modal kerja yang digunakan dalam usaha kecil. Rumus hipotesisnya : Ho = Nilai modal yang terpakai. dibandingkan dengan realiasi modal kerja dan realisasi volume penjualan. Alat analisis.Fred (1998).dari data yang ada dikaji berdasarkan TOWS Matrix dari David. dan dianalisis berdasarkan konsep manajemen modal kerja yaitu menghitung perputaran modal kerja. Pengolahan Data Data yang sudah terkumpul diolah secara tabulasi. Alat analisis yang digunakan untuk membuktikan hipotesis yang diangkat adalah menggunakan : (1) Untuk membuktikan bahwa modal kerja usaha kecil belum optimal digunakan pendekatan manajemen keuangan konsep dari Weston and Copland (1998).DAFTAR ISI D.sedangkan untuk memilih dan menerapkan konsep manajemen strategi.dapat dilihat dari Tabel 2 berikut : 179 .

96 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Usaha Kecil Kripik Singkong Tanaman hias Tukang jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Bengkel Motor Bengkel Mobil Keterangan +11.74 109.937.67 60.130.826.89 142.444.540.44 Jumlah hari Perputaran modal kerja (satu tahun) 68.67 366.666.434.67 20.118.666.52 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kripik Singkong Tanaman hias Tukang jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Bengkel Motor Bengkel Mobil Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk ikan Sumber : Data diolah (2006) Tabel 3.69 73.342.953.89 142.29 109.937.444.750.44 113.11 26.01 +86.946.87 +269.14 70.360.43 169.66 309.69 73.33 123.299.405.35 37.502.611.130.11 26. 56 23.893.58 80.43 591.79 +49.288.194.126.301.112.26 480.11 113.291.360.33 68.00 56.666.805.95 283.16.363.33 123.56 321.711.78 599.35 37.953.67 388.291.68 443.398.53 Jumlah Kebutuhan Modal kerja seharusnya/hr (Rp) 24.95 16.64 590.715.42 223.26 480.034.540.67 36.80 158.805.126.44 291.28 82.95 16.112.89 60.190.67 60.67 223.56 321.48 -118.811.38 12.50 12.229.72 195.190.05 +91.43 591.875. 56 23.502.45 236.66 309.916.471. Perbandingan Modal Kerja Yang Diopersikan Dengan Kebutuhan Modal Kerja Seharusnya Berdasarkan Volume Penjualan Modal Kerja yang dioperasikan/hr (Rp) 12.90 77.664.811.96 180 .666.77 328.87 338.78 599.11 466.833.23 +17.78 154.45 104.448.826.611.50 12.288.000.DAFTAR ISI Tabel 2.715.28 189.26 208.665.96 36.548.875.90 77. Hasil Perhitungan Berdasarkan Manajemen Modal Kerja Usaha Kecil No Jenis Usaha (1 unit) Modal KerjaYang dioperasikan /hr (Rp) 12.55 -9.586.38 12.415.29 109.44 45.06 +141.320.398.488.301.916.288.888.95 283.448.034.67 46.666.877.67 744.89 Volume Penjuan yang dicapai/hr (Rp) 45.76 557.00 Jumlah Kebutuhan Modal Kerja seharusnya berdasarkan volume Penjualan/Hr (Rp) 24.21 +96.28 31.500.67 223.97 +25.21.523.76 390.28 31.

14 42. dan hanya 13% (bertanda .00 34.488.) yang efektif dalam penggunaan modal kerjanya.421.233.666.67 20.78 154. Hasil ini menunjukkan bahwa hampir rata-rata perusahaan kecil atau 87% usaha kecil di Bandar Lampung umum belum optimal dalam penggunaan modal kerjanya.DAFTAR ISI No 12 13 14 15 Jenis Usaha Kecil Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk ikan Modal Kerja yang dioperasikan/hr (Rp) 21.66 +214.28 82.666.72 195.900.00 229.30 58.44 +10.67 366.33 68.34 20. Ketentuan 181 .711.000.44 113.11 113.91 Sumber : Data Diolah (2006) B.89 60.288.44 45.014.761.49 44.77 328.34 310.40 73.500.210.548.00 226.405.126.33 21.89 Jumlah Kebutuhan Modal Kerja seharusnya berdasarkan volume Penjualan/Hr (Rp) 36.888.33 11.946.78 31.66 34.415.44 Biaya Variabel Harian(Rp) 32.58 80.902.67 46.235.666.23 54.88 38.16.349.11.44 291.183.666.67 744. Kajian Berdasarkan Manajemen Modal Kerja Hasil dari riset terhadap lima belas jenis usaha kecil yang beroperasi di Bandar Lampung setelah diuji berdasarkan kebutuhan modal yang seharusnya berdasarkan rumusan yang membagi total penjualan dengan lamanya hari rata perputaran setiap item modal kerja maka didapatlah hasil lengkap seperti yang diperlihatkan oleh Tabel 1.93 54.99 43.24 44.308.76 Persentase Kontribusi margin 28. Tingkat Pencapaian Margin Usaha Kesil Di Bandar Lampung No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NamaJenis Usaha Kecil Kripik Singkong Tanaman hias Tukang jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Bengkel Motor Bengkel Mobil Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk ikan Pencapaian Volume Penjualan harian(Rp) 45.750.67 388.38 56.666.679.877.52 Keterangan +15.45 104.444.50 13.33 193.771.900.70 21.54 20.14 70. Pembahasan 1.77 61.444.29 50.00 56.299.44 +113.833.33 63.194.48 107.020.920.471.066.63 Sumber : Data Diolah (2006) Tabel 4.ini dibuktikan oleh adanya kelebihan ( bertanda +) dalam penggunaan modal kerja.00 25.

Kalaupun ada pada umumnya mereka tidak begitu tertarik menggunakan sumberdana ini karena dipandang terlalu sulit dan sangat birokrasi. adalah tercapai jika WC ≤ 0 .Fred (1998) yang dikenal dengan TWOS Marix Analysis.dan persyatan ini tidak dapat dipenuhi oleh banyak perusahaan kecil. dapat dijadikan dasar dalam kajian lingkungan usaha kecil. KUK dari koperasi atau instansi pemerintah umumnya masih jarang. Kelemahan ini umumnya karena lemahnya manajemen modal kerja sebagai akibat dari banyaknya keterbatasan sumberdaya dari usaha kecil itu sendiri. Akibatnya banyak usaha kecil berjalan seadanya dan orientasi usaha hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. Kelemahan ini juga umumnya disebabkan adanya keterbatasan modal kerja secara umum. Tabel 2.disisi lain kurang efektif dalam penagihan piutang. Kondisi seperti ini tentukannya akan mempersulit usaha kecil untuk dapat eksis di era pasar bebas pada tingkat AFTA apalagi pada tingkat dunia. karena kesulitan dalam mengakses modal kerja. ditambah dengan fakta lingkungan yang ada pada usaha kecil sekarang dan prediksi di masa yang akan datang. Kemampuan menggunakan sumberdana dari bantuan bank.DAFTAR ISI penggunaan modal kerja yang optimal menurut Weston dan Copland (1998). dan Tabel 3. Kajian Berdasarkan Manajemen Strategi Hasil perhitungan dimulai dari Tabel 1. Berdasarkan kajian ini kekuatan. peluang. Guna menyusun strategi pengembangan usaha kecil sekarang dan yang akan datang digunakan pendekatan David. sehingga banyak usaha kecil memiliki tingkat perputuran persediaan yang rendah . 2.kelemahan. Sumber-sumber dana yang ada umumnya adalah bersifat individu dengan ratarata tingkat suku bunga yang tinggi. dan ancaman dari manajemen usaha kecil itu dituangkan dalam matrik TOWS sebagai berikut: Matrik TOWS Usaha Kecil Di Bandar Lampung 182 . diantaranya banyak perusahaan harus menalang atau menggunakan persekot uang muka dalam pengadaan pesediaan untuk menjaga stabilitas produksi.sehingga perputaran piutang rendah.

1. Pelatihan SDM 3. 3. 3. ini menunjukkan bahwa usaha kecil ini secara bisnis masih cukup potensial kalau dikelola dengan benar. 2. 3. (2) Rata-rata pengusaha kecil ini memiliki keuletan dalam berusaha karena terdorong oleh motivasi untuk mempertahan hidup secara mandiri.jangka menengah..T Penguatan Penguasaan pasar Antipasi Perubahan tek nologi 1. 2. W=Kelemahan Ketergantung Tinggi Manajemen Akses modal W.O Memperbaiki manajemen modal kerja 2. peluang. 2. 2. 3.selain itu melalui matriks TOWS ini dapat dirancang strategi apa yang layak diterapkan dalam jangka pendek . 5. Usaha Kecil di Bandar Lampung S= Kekuatan KSF Internal 1.T Menambah wawasan SDM tentang Persaingan dan pening katan modal kerja Hasil kajian lingkungan berdasarkan TOWS ini secara umum menggambarkan peta kekuatan. (3) Selain itu kekuatan lain adalah hampir semua produk yang ditawarkan oleh usaha kecil dapat diterima pasar local karena itu sampai saat ini masalah penjualan tetap baik. 6. dan ancaman dari keberadaan usaha kecil di masa yang akan datang . Persaingan Teknologi Perubahan trand/mode 1. 1. kelemahan. jika biaya operasional rutin ini dapat diefisienkan maka usaha tersebut akan tetap eksis dan berkembang secara mandiri apalagi jika menggunkan dana binaan pemerintah atau yang disalurkan melalui Bank atau non Bank. 2. Matriks TOWS. Kontrak BB W. Kontribusi margin (ratarata ±41% ) pada bahan baku Keuletan berusaha Volume Penjualan Modal kerja Naik terus S-O Melakukan inovasi Pengembangan usaha Peningkatan mutu S. KSF O= Peluang 1. Prospek pasar lokal Prospek pasar luar Binaan Pemerintah T= Ancaman 4. Masalahnya terletak pada kemampuan mengatur biaya operasional usaha.DAFTAR ISI Gambar 1. Kekuatan dari saha kecil di Bandar Lampung berdasarkan kajian hasil survei ada tiga pilar yaitu (1) setiap usaha kecil umumnya memiliki kontribusi margin yang tinggi yaitu berkisar rata-rata antara 41%. 183 . dan jangka panjang terutama dikaitkan dengan persaingan secara bebas di era AFTA maupun era Global.

peningkatan daya kerja produk. cara mengatur persediaan. Ancaman usaha kecil kedepan antara lain (1) datang dari semakin ketatnya persaingan baik secara lokal maupun global . memgatur persediaan. (3) Masalah pengadaan bahan baku belum diatur berdasarkan perkiraan kebutuhan produksi. (2) Tingginya dukukung pemerintah melalaui binaan manajemen ataupun bantuan modal yang dapat dimanfaat untuk mengembangkan usaha kecil.DAFTAR ISI Kelemahan usaha kecil di Bandar Lampung umumnya (1) masih rendahnya pengetahuan mengena modal kerja.maupun bentuk pelayanan purna servis.tetapi lebih banyak didorong oleh adanya rasa takut kehabisan bahan baku. dimulai dari perbaikan kemasan. (2) Kelemahan ini hampir dilakukan oleh setiap usaha kecil sebagai akibat masih rendahnya SDM yang ada. (3) selain itu ancaman datang dari peningkatan mutu dan pe layanan sebagai akibat adanya perkembangan teknologi produksi yang baru.sehingga mereka banyak yang bertjaga-jaga secara berkelebihan pada pengaadaan bahan baku dan pelengkap. Tindakan jangka menengah adalah : (1) Meningkatkan mutu dan perbaikan sistem pelayanan kepada setiap konsumen baik secara lokal maupun untuk meningkatkan pelayanan di luar Bandar Lampung. cara mengatur seluruh kebutuhan operasional termasuk melakukan efisiensi usaha. apakah itu di era pasar bebas AFTA atau pada era Global. cara mengatur piutang. Peluang usaha kecil di Bandar Lampung diantaranya (1) masih terbukanya peluang untuk menggarap pasar local maupun non local. yaitu keterampilan berbisnis secara profesional . 184 . Kajian –kajian TOWS inilah yang dijadikan dasar untuk menyusun langkah atau strategi usaha kecil ke depan agar dapat bertahan dan bekembang terutama di era pasar bebas. (2) Menerapkan sistem pemasaran yang moderen dengan memperbaiki pelayanan.dll. (3) Melatih SDM agar mampu menguasai ketearampilan bisnis moderen dan mampu menyerap binaan atau bantuan modal kerja dari pemerintah yang disalurkan melalui Bank atau dana KUK. sehingga mereka belum sadar dan sungguh-sungguh mengatur penagihan piutang. dengan cara meningkatkan pengetahuan mengenai modal kerja. (2) Melakukan peningkatan dengan suplier lokal sehingga terjalin harmonisasi hubungan dan kontinyuitas pemasokan dapat terjamin sesuai dengan kebutuhan. (2 ) ancaman datang di era pasar bebas adalah semakin cepatnya trend/perubahan mode yang berpengaruh pada perubahan salera konsumen. termasuk sulitnya memisahkan kebutuhan rumah tangga dengan kebutuhan usaha. Tindakan strategi yang harus diambail dalam jangka pendek adalah : (1) Memperbaiki modal kerja.

V. 2. dengan alasan sebagai berikut : (a) Hasil perhitungan kebutuhan modal kerja berdasarkan besaran pencapaian volume penjualan umumnya menunjukkan hampir ( 87% ) usaha kecil itu menggunakan modal kerjanya secara berkelebihan ( WC>0).DAFTAR ISI Tidakan strategi jangka panjang adalah (1) berusaha untuk mengganti teknologi yang ada dengan teknologi yang baru sesuai dengan kemajuan zaman . KESIMPULAN DAN SARAN 5. Saran a) Dianjurkan kepada semua pihak yang terkait dimulai dari Departemen atau dinas Perindustrian. Strategi itu adalah : 185 . maupun masyakat yang peduli seperti masyarakat kampus untuk melakukan binaan manajemen modal kerja dan teknik mengakses modal serta peningkatan wawasan SDM usaha kecil mengenai keterampilan bisnis moderen. agar tetap bertahan dan berkembang di masa yang akan datang .1 Kesimpulan Hasil perhitungan dan kajian yang telah dilakukankan meunjukkan bahwa secara umum hipotesis yang diungkapkan pada penelitian ini dapat dibuktikan. sehingga dapat mengkuti perkembangan pasar dan perubahan salera konsumen secara tepat dan cepat b) Hasil penelitian ini harus disosialisasikan sehingga setiap usaha kecil mengetahui strategi apa yang harus mereka terapkan. Koperasi. hal ini dap.( 2) strategi inovasi menjadi andalan utama. sehingga mampu membaca kebutuhan pasar dengan cepat. (b) Efek dari buruknya manajemen modal kerja ini juga berpengaruh pada kemampuan bersaing dari usaha kecil sehingga jika ini diteruskan tanpa dicari solusi tidak tertutup kemungkinannya akan berpengaruh pada keberadaan dan daya saing usaha kecil itu di masa yang akan datang terutama pada era AFTA ataupun era Global. dan UKM ataupun instansi pemerintah atau swasta yang terkait. Menurut ketentuan manajemen kerja yang diungkapkan oleh Weston dan Copland yang menyatakan bahwa modal kerja yang optimum adalah jika working of capital (WC) ≤0. Hal dapat dikembangkan berkat kesadaran mengenai pemahaman salera konsumen dan ketersediaan teknologi.

England: Wildwood House. Menghapus Kesenjangan: Makalah Seminar Pembinaan Usaha Kecil. Indra Ismawan.1997.(b)Usaha kecil perlu meningkatkan hubungan baik dengan supliernya sehingga terjamin kontinyuitas produksi.Inc. Virginia: Pearson Education-Prentice Hall. sehingga kedua item ini dapat efektif dimanfaatkan sebagai bagian dari modal kerja yang dapat memperbaiki kinerja modal kerja. 8th.67. perbaikan kemasan.Virginia 186 . yang secara tidak lansung berpengaruhi terhadap efektivitas item persediaan. The Portable MBA. Strategi jangka panjang yang perlu diambil adalah : (a) berusaha mengganti teknologi dengan teknologi yang moderen sesuai dengan kemajuan zaman ..2001. Iban Sofyan.1996. Strategi jangka pendek : (a) Memperbaiki modal kerja. Managing in a borderless World.Taylor III.DAFTAR ISI 1. Intoduction to Management Science. (b) menerapkan sistem pemasaran moderen dengan memperbaiki pelayanan.New York: Harvard University Review .p 153.Inc. 3. The Skill of Communicating.9th-ed Basic Financial Management.and Petty. September 21.New York : John Wiley & Sons.Bandar Kenoichi Ohmae. Keown. Konsep dan Aplikasi Lampung: Penerbit Lamda Sains. Collin and Devana. :Prentioce-Hall. 2.2000. Daftar Pustaka Bernard W.1999.Martin.David. dengan memperhatikan lebih intensif pada item persediaan dan piutang.Jakarta. (c) Usaha kecil perlu mengikuti pelatihan SDM khususnya untuk menambah wawasan bisnis moderen. Strategi jangkah menengah yang perlu diambil oleh usaha kecil adalah : (a) meningkatkan mutu dan sistem pelayanan kepada konsumen lokal maupun di luar Bandar Lampung. (b) mengembangkan inovasi produk. Manajemen Keuangan.ed Bill Scott. sebagai keunggulan bersaing di era AFTA maupun era global.2000. daya kerja produk maupun pelayanan purna servis.

Starting A Successful Small Business.DAFTAR ISI Levi and Sarnat. 187 . Steiner. . New Yersey : Printice Hall.23 April. Kunci Pengembangan Usaha Kecil: Makalah Seminar-Kerja sama antar Lembaga.Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.2000.1989.2001.2000. Richard E.1998.Weston and Copland. Jakata. Great Britain: Kogan Page Limited. Punji Wahono. Faktor Penghambat Pengembangan Usaha Kecil: Makalah Seminar Antar Instasi.2000. New York : Collier Macmilan Publishers. Dunia Vanhorn. George. 19 Juni. Fundamentals of Financial Management. Feinberg-Valeriana Kallap.1983.PerbankanKomersil.Philip. Copetitive Advantage. Suryadi Soedirdja.di Ketiga.1998. Capital Investment and Financial Decisions.Singapore: Prentice Hall International.Jakarta.Inc.

and Brand Loyalty. Fakultas Ekonomi. hal. 2004. Manfaat fungsional adalah manfaat langsung berkaitan dengan fungsi-fungsi yang diciptakan oleh suatu produk. 13)CustomerLoyalty because of customers Liking and commits. 2) Aware the brand because of Advertising.50. On-Line Technology. Unila . 4) Asociate the brand with the product function. as follows: 1) Top Of Mind of the saving account brand. Tiga Bank Umum Terbesar Di Provinsi Lampung) Oleh : Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek Mahrinasari MS. Sedangkan 3 Dosen Jurusan Manajemen. Hermawan Kertajaya (On Brand. Brand Perceived Quality. Pendahuluan Merek produk berkembang menjadi sumber aset terbesar dan merupakan faktor penting dalam kegiatan pemasaran perusahaan. 10) Satisfied with keeping in promise. and Services offered by human Resources. Key Words: Brand Equity. 11) mengungkapkan bahwa merek merupakan indikator nilai (Value) suatu produk. The research result shows that the determining factors of the equity brand value are 14 factors. Brand Asociation. 14) customers loyalty because of no brand swiching. Brand Awareness. Nilai bagi konsumen adalah perolehan Manfaat Fungsional. 6) Asociate the brand with the product atributes. 7) be Satisfied with supporting facilities. These 14 factors are taken from the KMO’s and MSA’s values of The Factor Analysis more than 0.DAFTAR ISI (Studi Pada Produk Tabungan. 5) Asociate the brand with the facilities and services. 11) Satisfied with easily transaction. 3)Aware the brand because of On Line Mareketng. 9)Satisfied with office location. dan Emosional. determined by 67 indicators. 12)Satisfied with additonal benefit. 8)Satisfied with fisical facilities.3 ABSTRACT The objective of this research is to explore what the brand equity factors especially study in the biggest three general is banking in Lampung Province.

hal.4). Sugiarto. Sugiarto. Kesadaran Merek (Brand Awareness). beberapa atau semua aset dan liabilitas yang menjadi dasar ekuitas merek akan berubah pula. hal. Sugiarto. Elemen ekuitas merek yang kelima ini secara langsung dipengaruhi oleh kualitas dari empat elemen utama tersebut. Agar aset dan liabilitas mendasari ekuitas merek. ekuitas merek memiliki beberapa elemen. Sitinjak Tony (2001. sehingga menciptakan kepuasan pelanggan. hal. b. 2001. simbol. harga pesaing. geografis. atribut produk. yang mampu menambah atau mengurangi nilai sebuah produk atau jasa baik pada perusahaan maupun pada pelanggan. adalah Seperangkat aset dan liabilitas merek yang terkait dengan suatu merek. e. Aset-aset Merek Lainnya (Other Proprietary Brand Assets). c. Persepsi Kualitas (Perceived Quality). Darmadi. menunjukkan kesanggupan seseorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Loyalitas Merek (Brand Loyalty). nama. Menurut David A. 3). d.DAFTAR ISI manfaat emosional adalah manfaat yang diperoleh berupa stimulasi terhadap emosi dan perasaannya. Asosiasi Merek (Brand Association). Sitinjak Tony (2001. 4). Ekuitas Merek menurut Darmadi Durianto. Perbankan nasional di Indonesia saat ini memperlihatkan persaingan yang ketat dalam merebut konsumen dan mengembangkan pangsa pasar. maka aset dan liabilitas merek harus berhubungan dengan nama atau sebuah simbol sehingga jika dilakukan perubahan terhadap nama dan simbol merek. Sitinjak Tony. Aaker (1998) yang dikutip oleh Darmadi Durianto. mencerminkan persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas/keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkenaan dengan maksud yang diharapkan. gaya hidup. manfaat. mencerminkan tingkat keterikatan konsumen dengan suatu merek produk. merebut dan menguasai pasar (Durianto. mencerminkan pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya dengan kebiasaan. selebritis dan lainlain. Persaingan di antara merek yang beroperasi di pasar semakin meningkat. khususnya pada 190 . dan hanya produk yang memiliki ekuitas merek yang kuat akan tetap mampu bersaing. yaitu : a.

dan hal. XXI. yaitu Bank mandiri dengan aset Rp256. Tabungan merupakan sumber dana pihak III yang masih menjadi primadona sebab biaya dana yang dikeluarkan berada pada nilai tengah dan relatif stabil.842 Juta menawarkan program iklan “Berburu Hadiah. Secara Nasional. Perumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1.550. dan peringkat berikutnya diikuti oleh BRI. dan bahkan nilai pengendapan dana cukup lama dibandingkan dengan giro dan deposito. PT BCA memiliki pangsa pasar tabungan tertinggi dibandingkan dengan PT BNI. Mandiri. terdapat 3 bank Indonesia yang memiliki aset terbesar posisi september 2005. dimana pangsa pasar produk tabungan selama tiga tahun terakhir tertinggi dimiliki oleh PT BCA. Di Propinsi Lampung eksistensi ke tiga perbankan tersebut menunjukkan suatu bank yang besar baik dari jumlah aset. Vol. SWA.083 Juta menawarkan program tayangan “Layar BNI dan Undian Berhadiah menarik” dengan produk tabungan “Taplus BNI” (Info Bank. BNI. dan PT BNI (persero) Tbk di Provinsi Lampung (Sumber: Bank Indonesia Bandarlampung. SKEM. dengan produk tabungan Mandiri Fiesta. dalam InfoBank. Desember 2005. 191 . 15. dan PT Bank Mandiri (Sumber: Mark Plus dan Biro Riset Info Bank. dengan produk tabungan Tahapan BCA. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tawaran promosi yang begitu agresif dan menarik dalam bentuk iklan di media elektronik. No. hal. 14) Hasil survey MARS tahun 2005 (Siti Sumaryati dalam artikel Sajian Utama. September 2005). Posisi dana demikian berdampak terhadap perolehan pangsa pasar bank atas produk simpanannya. Vol. dan pemberian hadiah. maupun perolehan dana pihak III.675. dan tawaran hadiah beberapa mobil mewah BMW dan Mercy.DAFTAR ISI produk tabungan. Faktor – faktor apakah yang menentukan nilai ekuitas merek ?. 14). serta Bank Negara Indonesia dengan aset Rp147. hal. 36. hal. dan Lippo. Volume XXVII.783. 44) menunjukkan bahwa BCA memiliki peringkat pertama sebagai “The Best Corporate Brand”. XXVII. kemudian menyusul PT Bank Mandiri. Sebagai contoh. begitupun pada Bank BCA dengan aset Rp148. Juli – Agustus 2005. iklan di media cetak.297 Juta menawarkan beberapa ratus hadiah mobil mewah dan intensitas iklan melalui program tayangan di Indosiar TV “Gebyar BCA” .

kualitas produk. Sebagai bahan informasi bagi pengambil keputusan yang terkait dengan produk perbankan pada umumnya.Aaker. dengan demikian membedakannya dari barangbarang dan jasa yang dihasilkan para kompetitor.9) Merek menurut bahasa kamus dalam menyebutkan: Encyclopedia Americana. 1989. 438. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk: 1. and maintain a corporate image. thus differentiating the product or service from others. and offer him the security. cap. For the consumer. kelebihan-kelebihan produk. atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang penjual tertentu. dan melindungi konsumen maupun produsen dari para pesaing yang berusaha memberikan produk-produk yang tampak identik. Tinjauan Teori Merek adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo. A Brand name has value to both the owner of the name and the consumer. khususnya pada perusahaan perbankan. symbol or design or a combination of two or more of these.DAFTAR ISI Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: • • Untuk mengetahui fator-faktor yang menentukan ekuitas merek.(David A. Defenisi tersebut di atas juga menunjukkan bahwa begitu pentingnya arti dan keberadaan sebuah merek. 2. Brand is a word. associated with the Brand of the product or service and its owne. Merek memegang peranan sangat penting. hal. Dengan demikian dapat diketahui adanya ikatan emosional yang tercipta antara 192 . Suatu merek pada gilirannya memberi tanda pada konsumen mengenai sumber produk tersebut. term. aid promotional efforts. maintain prices. Pengembangan ilmu pengetahuan di bidang manajemen pemasaran perusahaan. salah satunya adalah menjembatani harapan konsumen pada saat kita menjanjikan sesuatu kepada konsumen. For the owner it helps to stimulate buying. used to identify a product or service of a seller. differentiate products or services. 1997 hal. it helps to assure him of Quality. and sometime the prestige. Sebagai bahan informasi bagi manajemen bank dalam mengeksekusi atau merencanakan program pemasaran produk Tabungan pada masa depan.

Merek menjadi sangat penting saat ini. potensi ini akan meningkatkan Citra Merek. konsumen dapat dengan mudah membedakan produk yang akan dibelinya dengan produk lain sehubungan dengan kualitas. Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa Coca Cola Company yang memiliki Stock Market Value (SMV) yang besar ternyata 97 % dari SMV tersebut merupakan nilai merek. Semakin kuat suatu merek.DAFTAR ISI konsumen dengan perusahaan penghasil produk melalui merek. tapi mereka tidak mungkin menawarkan janji emosional yang sama. Emosi konsumen terkadang turun naik. nama dan simbol yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan. Ekuitas merek menurut Aaker. Bisa dilihat bahwa suatu merek yang kuat mampu diterima diseluruh dunia dan budaya. diterima dimana saja dan kapan saja di seluruh dunia. Merek mampu menciptakan komunikasi interaksi dengan konsumen. 6. kepuasan. (1997: 22) adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek. kebanggaan ataupun atribut lain yang melekat pada merek tersebut. Dengan adanya merek. Merek sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku konsumen. Merek yang kuat akan sanggup merubah perilaku konsumen. Aset yang dikandungnya dapat membantu pelanggan dalam 193 . Merek mampu menembus setiap pagar budaya dan pasar. 3. karena beberapa faktor seperti: 1. 5. Merek mampu membuat janji emosi menjadi konsisten dan stabil. David A. Ekuitas Merek merupakan aset yang dapat memberikan nilai tersendiri dimata pelanggannya. 2. Merek memudahkan proses pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen. Merek berkembang menjadi sumber aset terbesar bagi perusahaan. makin kuat pula interaksinya dengan konsumen dan makin banyak Asosiasi Merek yang terbentuk dalam merek tersebut. Contoh yang paling fenomenal adalah Coca Cola yang berhasil menjadi “Global Brand”. Pesaing bisa saja menawarkan produk yang mirip. Jika Asosiasi Merek yang terbentuk memiliki kualitas dan kuantitas yang kuat. 4.

Kualitas yang dipersepsikan atas merek. 4. Bahkan jika Kesadaran merek. Menurut Durianto Darmadi . Asosiasi Merek juga sangat penting sebagai dasar penciptaan Kesan Merek yang kuat dan strategi perluasan produk. 194 . ketiganya tetap dapat mengurangi keinginan atau rangsangan konsumen untuk mencoba merek-merek lain. memproses. Loyalitas merek yang telah diperkuat merupakan hal penting dalam merespon inovasi yang dilakukan para pesaing. Ekuitas Merek yang kuat dapat digunakan sebagai dasar untuk pertumbuhan dan perluasan merek kepada produk lainnya atau menciptakan bidang bisnis baru yang terkait yang biayanya akan jauh lebih mahal untuk dimasuki tanpa merek yang memiliki Ekuitas Merek tersebut.DAFTAR ISI menafsirkan. dan menyimpan informasi yang terkait dengan produk dan merek tersebut. Kualitas yang dipersepsikan atas merek. 6. Ekuitas Merek juga memberikan nilai bagi perusahaan dalam bentuk : 1. 7) disamping memberi nilai bagi konsumen. Ekuitas Merek yang kuat dapat mempertinggi keberhasilan program dalam memikat konsumen baru atau merangkul kembali konsumen lama.Sugiarto . dan mengurangi ketergantungan pada promosi sehingga dapat diperoleh laba yang lebih tinggi. Ekuitas Merek yang kuat memungkinkan perusahaan memperoleh imbuhan nilai yang lebih tinggi dengan menerapkan harga premium. 5. dan Asosiasi-asosiasi merek tidak begitu penting diperhatikan dalam proses pemilihan merek. 3. 2001 hal.Tony Sitinjak. Asosiasi-asosiasi merek. Ekuitas Merek dapat mempengaruhi rasa percaya diri konsumen dalam pengambilkan keputusan pembelian atas dasar pengalaman masa lalu dalam penggunaan atau kedekatan asosiasi dengan berbagai karakteristik merek. Salah satu cara memperkuat Ekuitas Merek adalah dengan melakukan promosi besar-besaran yang membutuhkan biaya besar. Empat dimensi Ekuitas Merek: Kesadaran merek. Loyalitas merek adalah salah satu elemen Ekuitas Merek yang dipengaruhi oleh elemen ekuitas merek lainnya. dan loyalitas merek dapat mempengaruhi alasan pembelian konsumen. Promosi yang dilakukan akan lebih efektif jika merek dikenal. Ekuitas Merek yang kuat dapat menghilangkan keraguan konsumen terhadap kualitas merek. 2.

DAFTAR ISI

7.

Ekuitas Merek yang kuat dapat meningkatkan nilai penjualan karena mampu menciptakan loyalitas saluran distribusi. Produk dengan Ekuitas Merek yang kuat akan dicari oleh pedagang karena mereka yakin bahwa produk dengan merek tersebut akan memberikan keuntungan bagi mereka. Dengan Ekuitas Merek yang kuat, saluran distribusi dapat berkembang sehingga semakin banyak tempat penjualan yang pada akhirnya akan memperbesar nilai/volume penjualan produk tersebut, dan mempertinggi perolehan pangsa pasar. Aset-aset Ekutias Merek lainnya dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan dengan memanfaatkan celah-celah yang tidak dimiliki pesaing. Biasanya, bila empat faktor penentu utama dari Ekuitas Merek yaitu Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kualitas Merek, dan Loyalitas Merek sudah sangat kuat, secara otomatis aset Ekuitas Merek lainnya juga akan kuat.

8.

Dengan demikian, perusahaan yang ingin tetap bertahan dan melangkah lebih maju untuk memenangkan persaingan, sangat perlu mengetahui kondisi Ekuitas Merek produknya melalui penelitian faktor-faktor penentu elemen Ekuitas Merek (Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kualitas Merek, dan Loyalitas Merek). Metode Penelitian Objek penelitian pada produk Tabungan Bank Umum PT. Bank Mandiri Tbk, PT BCA Tbk, dan PT BNI Tbk (Persero) di Provinsi Lampung. Penelitian dilakukan selama 6 bulan dengan pengambilan data melalui survey lapangan pada bulan September 2005 hingga bulan Desember 2005. Jumlah sampel terpilih menggunakan pendapat Slovin (Husein Umar, 1997, hal. 59-60) dengan mengasumsikan populasi berdistibusi normal dan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 10%. Populasi nasabah tabungan pada ketiga bank masing-masing sebanyak di atas 50.000, sehingga besarnya jumlah sampel diperoleh minimal sebesar 100. Dengan demikian jumlah sampel keseluruhan adalah 300 responden. Responden terpilih disurvey pada kantor cabang utama, dan kantor cabang pembantu dengan lokasi kantor di kota/kota kabupaten terpadat atau terbanyak respondennya melebihi 5000 nasabah, sehingga jumlah sampel pada masing-masing kantor cabang dan cabang pembantu dipilih secara proporsional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non -probability sampling, khususnya dengan jugjemen sampling atau sampling pertimbangan (Moh. Nasir, 1999, hal.332). Pendekatan 195

DAFTAR ISI

ini dilakukan karena karakteristik populasi nasabah bank responden tidak dapat diketahui dengan pasti dan nasabah diperkirakan homogen. Oleh karena itu, penulis menentukan pertimbangan yang menjadi responden adalah nasabah aktif yang berarti nasabah melakukan transaksi menabung minimal satu kali dalam satu bulan pada bank responden dan pernah menjadi dan atau sedang menjadi nasabah pada produk tabungan bank lainnya. Hasil Dan Analisis Uji Validitas dan Reliabilitas Hasil pengujian validitas dengan metode analisis Korelasi Pearson yang dapat dilihat pada Tabel 1. berdasarkan aplikasi komputer Software SPSS Versi 11.5, dan mengunakan 30 sampel responden pada peubah Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kepentingan, Kepuasan, dan Loyalitas menunjukkan nilai tingkat signifikansi P lebih kecil (<) dari 0.05. Dengan demikian, alat ukur yang digunakan dalam pengukuran Ekuitas Merek dapat diyakini kevalidannya/keakuratannya. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan metode statistik “Cronbach’s Alpha menunjukkan nilai reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,9468 atau 95%. Nilai Cronbach’s Alpha ini masuk dalam kategori tingkat kereliabelan sangat tinggi. Dengan demikian, skala pengukuran dikatakan reliabel atau tepat untuk digunakan pada penelitian selanjutnya. Tabel 1. No Hasil Pengujian Validitas Pengukuran Ekuitas Merek Peubah Ekuitas Merek Nilai Korelasi Pearson 0,553 0,406 0,464 0,648 0,646 Hasil Signifikansi= < 0,05, Berarti Valid 0.002 0,026 0,010 0,000 0,000

1 Loyalitas pada Merek 2 Kesadaran pada merek 3 Asosiasi atas Merek 4 Kepentingan pada Merek 5 Kepuasan atas Merek Sumber: Data diolah, 2005 Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek

Analisis faktor penentu ekuitas merek menggunakan model analisis faktor. Hasil Model analisis faktor I dilakukan tampa terjadi reduksi indikator menunjukkan bahwa angka KMO (Kaiser-Meyer-Olkin,) – MSA (Mesure of Sampling Adequacy) sebesar 0,874. Angka ini berarti bahwa pengukuran atas 196

DAFTAR ISI

peubah ekuitas merek dapat diproses dan digunakan dalam model selanjutnya. Nilai Bartlett’s Test yang dilihat pada angka Kai Kuadrat (Chi-Square) sebesar 10890,365 dengan signifikansi sebesar 0,000, yang berarti bahwa model analisis faktor dapat dilanjutkan. Namun, besaran MSA pada peubah Loyalitas, khususnya pada indikator Pembeli Kebiasaan sebagai bagian dari peubah ekuitas merek menunjukkan nilai di bawah 0,50. Hal ini berarti perhitungan analisis faktor I perlu diulang dengan cara menghilangkan peubah indikator “kebiasaan”. Model analisis faktor II setelah menghilangkan peubah kebiasaan menunjukkan bahwa nilai KMO- MSA (Kaiser-Meyer-Olkin, Measure of Sampling Adequacy) sebagai pengukuran ketepatan model dapat digunakan sebesar 0,876. Nilai Bartlett’sTest of Sphericity yang dilihat pada angka Kai Kuadrat sebesar 10823,739 dengan signifikansi sebesar 0,000 yaitu kurang dari nilai signifikansi kepercayaan 0,05, yang berarti bahwa model analisis faktor dapat dilanjutkan. Nilai MSA pada Model faktor II menunjukkan bahwa masing-masing peubah ekuitas merek memiliki nilai lebih tinggi dari 0,50. Kemudian nilai faktor komponen matrik korelasi terdiri 15 faktor. Penentuan masing-masing indikator yang masuk dalam suatu faktor komponen matrik korelasi yaitu dilihat dari nilai korelasi matrik terbesar pada masing-masing komponen. Namun, nilai komponen matrik korelasi pada faktor 13 yang terdiri dari indikator KPS 6 ( Lokasi Strategis dekat dengan tempat tinggal) serta faktor 12 yang terdiri dari indikator BA 13 (Asosiasi Penggunaan layanan Auto Debet) dan BA 14 (komunikasi Pemasaran On-Line)_memiliki 2 nilai faktor komponen matrik korelasi yang berdekatan hampir sama, maka peneliti mencoba menggabungkan faktor 13 nilai indikator KPS 6 ke dalam faktor 3 serta faktor 12 nilai indikator BA 13 ke dalam faktor 4, dan nilai indikator BA14 pada faktor komponen 12 ke dalam faktor komponen 14. Sehingga jumlah faktor penentu nilai ekuitas merek secara keseluruhan menjadi 14 faktor. 14 faktor ini adalah 1) Pengingatan atas Merek Paling Tinggi (Top Of Mind); 2) Pengenalan Merek karena Promosi Media Iklan Dalam dan Luar Ruangan; 3) Pengenalan Merek Karena Komunikasi Pemasaran On-Line; 4) Asosiasi yang dibentuk karena fungsi produk tabungan menawarkan biaya administrasi rendah, suku bunga tinggi, dan aman; 5) Asosiasi terbentuk karena pemanfaatan fasilitas dan akses layanan aman dan nyaman; 6) Asosiasi yang terbentuk karena atribut produk berkesan: profesional, Layanan Simpati, dan Tanggung Jawab serta Integritas; 7) Kepuasan atas produk tabungan karena tawaran fasilitas teknologi on-line dan layanan oleh SDM tepat, cepat, dan aman; 8) Kepuasan atas tawaran fasilitas fisik yang melekat pada ruang kantor (Gedung mewah, ruang tunggu, dan halaman parkir luas); 9) Kepuasan Atas Lokasi Strategis, 10) Kepuasan atas kepastian dan ketepatan janji sesuai fungsi inti produk berupa: suku bunga 197

Pemasaran On-Line 1.689 2 198 . desain kartu ATM menarik.418 0. Fasilitas Transaksi penarikan Dana . Iklan Radio Pengenalan Merek 3.476 0. Akses Jaringan Kantor Luas danj Akses ATM banyak 2. 11) Kepuasan atas Kemudahan Transaksi. Tabel 1. Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai korelasi matrik antara indikator dan faktor menunjukkan rerata korelasi di atas 50% (0. Akses layanan Phone Banking 24 Jam. Tampa Batasan Jumlah 5. Berupa: 1.769 0. nasabah akan cenderung berpindah walaupun nasabah harus mengeluarkan biaya perpindahan atas merek.766 0. biaya administrasi rendah. Aman 1. Berupa: Asosiasi Terbentuk karena Pemanfaatan Fasilitas dan Akses Layanan.789 0. parkir gratis. kesukaan. Bebas Pulsa 3.600 0. Berupa.742 0. berikut ini.676 0.648 0. Tabulasi hasil faktor komponen matrik korelasi terdiri dari 14 faktor dapat dilihat pada Tabel 1. serta 14) Loyalitas nasabah terbentuk karena tidak adanya perpindahan merek. 12) Kepuasan atas manfaat tambahan berupa tampilan fisik karyawan menarik.303 0. yang berarti jika ada tawaran yang menarik dari bank lain. Surat Kabar Karena Promosi Iklan Media Dalam 4. dan hadiah undian serta hadiah langsung menarik. Fasilitas Antrian Nyaman 4. Iklan TV Nilai Korelasi Faktor Komponen Matrik Rotasi 0. 6.522 0.504 0. Nilai ini menunjukkan hubungan yang cukup erat. Majalah dan Luar 5. Akses layanan cepat. Dimana Saja. aman dan nyaman 2. Suku Bunga Tinggi 3.605 0. Pameran 7.536).DAFTAR ISI tinggi. 13) Loyalitas nasabah terbentuk karena kepuasan. Tayangan “Bill Board” Ruangan.465 0. Kapan Saja. dan komitmen nasabah terhadap merek produk tabungan pada ke tiga bank responden. Biaya Administrasi Rendah 2. Rekapitulasi Hasil Faktor Komponen Matrik Korelasi Nomor Faktor Komponen Matrik Rotasi I Nama Faktor Pengingatan Puncak Atas Merek Indikator Pikiran Puncak (Top of Mind) 1. Rekomendasi Teman 3 4 5 Pengenalan Merek karena Asosiasi Terbentuk Karena Fungsi Produk.728 0.765 0.

Karyawan penuh semangat bersedia membantu menjawab pertanyaan nasabah 13. Berupa: 8.533 0.832 0. Ruang Tunggu Bertransaksi Sejuk 5. Gedung Mewah 2. Tanggung jawab dan Integritas 1. dan Air 8. Fasiltias Layanan “ Auto Debet ” Pembayaran Listrik.481 0. kemampuan Karyawan dalam menjelaskan produk dan layanan denagn baik dan tepat 6. Teknologi Informasi On-Line 3.DAFTAR ISI Nomor Faktor Komponen Matrik Rotasi Nama Faktor Indikator 6.780 0. Teknologi dan Layanan SDM.446 0.633 0. Karyawan cepat tanggap atas keluhan dan masalah nasabah 12. Kepuasan atas Fasilitas Fisik yang Melekat pada Ruang kantor. Berupa: 199 . FasilitasJaminan Asuransi kepada keluarga penabung 9. Karyawan mengesankan keyakinan dan percaya diri yang tinggi kepada nasabah 8.343 0.607 0.412 0.832 0. Karyawan ramah dalam memberikan informasi yang dibutuhkan nasabah dengan tepat 11. Fasilitas Undian Tabungan Berhadiah 7. Layanan transaksi oleh karyawan cepat 7. Ruang Tunggu Bertransaksi Nyaman 1. Dilengkapi dengan Buku Transaksi 4.325 0. Profesionalisme karyawan dalam pelayanan 5.780 6 Asosiasi Terbentuk Karena 2. Ruang antrian nyaman 2.678 0.629 0.757 0. Telephone.754 0.465 0. Pelayanan prima oleh Karyawan 14.607 0.547 0. Profesional 7 Kepuasan Atas Fasilitas Pelengkap.573 0. Fasilitas Aplikasi kartu Debit Belanja Nilai Korelasi Faktor Komponen Matrik Rotasi 0. Ruang Tunggu Bertransakasi Luas 3.717 0. Ruang tunggu Bertransaksi Bersih 4.683 0. Aman dan terpercaya terbukti dengan penarikan dana kapan saja dan tampa batasan jumlah dana 10. Karyawan peduli terhadap kepuasan nasabah 1.573 0. Layanan Simpati Atribut Produk Berkesan: 3.692 0.817 0.

396 0. Tampilan fisik karyawan cantik/ ganteng.799 0. Memanfaatkan Jaringan ATM Bank Lain 5.437 0. Komitmen 1.768 0.784 0.749 9 Kepuasan Atas Lokasi Strategis Kepuasan atas Kepastian dan Ketepatan Janji Sesuai Fungsi Inti Produk 1.526 0. Berupa: Loyalitas Nasabah Terbentuk Karena: Loyalitas Nasabah Terbentuk . Halaman Parkir Luas Nilai Korelasi Faktor Komponen Matrik Rotasi 0. Simpulan a. Januari 2006 Tabel 1. Hadiah langsung menarik 1. Biaya administrasi rendah 3. Fasilitas Call Center 10 11 Kepuasan atas Kemudahan Bertransaksi.604 0. Memanfattkan fasilitas ATM sendiri yang banyak 7. Tidak Adanya Perpindahan Merek 12 Kepuasan atas Manfaat Tambahan. Fasilitas SMS Banking 3. Memanfaatkan fasilitas Auto Debit 1.832 0. Mudah Dijangkau dengan Alat Transportasi 1. Karena: 13 14 Sumber: Data Diolah dengan Metode Analisis Faktor . Desain Kartu ATM menarik 1.481 0. tersebut memberikan makna bahwa nilai korelasi faktor matrik yang besar diperoleh dari nilai di atas 0. Suku bunga tinggi dan menarik 2. Fasilitas Internet Banking 2.5. Kesukaan 3. Halaman parkir gratis 2. 200 Analisis faktor membuktikan ada 14 Faktor dari 67 Indikator Peubah .775 0.DAFTAR ISI Nomor Faktor Komponen Matrik Rotasi Nama Faktor Indikator 6.780 0. Dengan: 4.634 0.50. Sehingga penentu ekuitas merek yang kuat dari masing-masing indikator adalah nilai yang menghasilkan korelasi faktor di atas 0. Kepuasan 2. dan menarik 3.789 0.663 0. Hadiah undian tabungan 4.387 0.403 0. Memanfaatkan Fasilitas Ruang Antrian Kantor 6.691 menarik 0. Dekat dengan tempat tinggal/Usaha 2.Aplikasi SPSS Versi 11.497 0.50.748 0.494 0.

Sejuk. Karyawan ramah dalam memberikan informasi yang dibutuhkan nasabah dengan tepat. dan Air. 12) Kepuasan atas Manfaat Tambahan berupa tampilan fisik karyawan menarik. 11) Kepuasan atas Kemudahan Transaksi: internet banking. aman dan nyaman. 14 Faktor penentu Ekuitas Merek yang kuat dilihat dari hasil nilai korelasi faktor matrik rotasi indikator di atas 0. Pelayanan prima oleh Karyawan. Fasiltias Layanan “ Auto Debet ” Pembayaran Listrik. Karyawan mengesankan keyakinan dan percaya diri yang tinggi kepada nasabah. Dimana Saja. Telephone. Strategis. 6) Asosiasi yang terbentuk karena atribut produk berkesan: profesional. dan suku bunga tinggi. dan Fasilitas Aplikasi kartu Debit Belanja. dan pemanfaatan Auto Debit. kesukaan. serta Halaman Parkir Luas). serta 14) Loyalitas nasabah terbentuk karena tidak adanya perpindahan merek. FasilitasJaminan Asuransi kepada keluarga penabung. 3) Pengenalan Merek Karena Pemasaran On-Line. Measure of Sampling Adequacy). Layanan Simpati. Surat Kabar. Radio. yaitu nilai penentu kecukupan sampling sebagai penentu faktor model yang tepat untuk digunakan sebesar di atas 0. dan Tanggung Jawab serta Integritas. 13) Loyalitas nasabah terbentuk karena kepuasan. Fasilitas Antrian Nyaman. Kapan Saja. dan Tampa Batasan Jumlah. dan komitmen nasabah. b. Layanan transaksi oleh karyawan cepat. Call Center.DAFTAR ISI penentu ekuitas merek dengan memiliki nilai KMO-MSA (Kayser-MeyerOlkin. 9) Kepuasan Atas Lokasi . Fasilitas Transaksi penarikan Dana. Fasilitas Undian Tabungan Berhadiah. 7) Kepuasan atas Fasilitas Pendukung. Akses layanan Phone Banking 24 Jam dan Bebas Pulsa.50 adalah 1) Pengingatan atas Merek Paling Tinggi (Top Of Mind). dan Nyaman..5. 10) Kepuasan atas kepastian dan ketepatan janji sesuai dengan fungsi inti produk berupa: Suku bunga tinggi dan menarik. Aman dan terpercaya terbukti dengan penarikan dana kapan saja dan tampa batasan jumlah dana. SMS banking. Akses layanan cepat. dan Karyawan peduli terhadap kepuasan nasabah. 4) Asosiasi Terbentuk karena fungsi produk tabungan menawarkan biaya administrasi rendah. 2) Pengenalan Merek karena Promosi Iklan Media Dalam dan Luar Ruangan berupa: Iklan TV. Karyawan penuh semangat bersedia membantu menjawab pertanyaan nasabah. Biaya administrasi rendah Hadiah undian tabungan menarik Hadiah langsung menarik. Majalah dan Bill Board . Karyawan cepat tanggap atas keluhan dan masalah nasabah. Teknologi on-line dan Layanan oleh SDM berupa: Profesionalisme karyawan. 5) Asosiasi terbentuk karena pemanfaatan fasilitas dan akses layanan berupa: Akses Jaringan Kantor Luas dan Akses ATM banyak. 201 . 8) Kepuasan atas Fasilitas Fisik yang melekat pada Ruang Kantor (Ruang tunggu Bertransaksi Bersih.

Prentice Hall International. layanan simpati. Gramedia Pustaka Utama. Sugiarto. Jakarta. e. Toni. dan layanan prima. 2001. d. Strategi Menaklukkan Pasar. Husein Umar. Darmadi. Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Jakarta. Marketing Management. Riset Strategi Pemasaran. Chicago Durianto. Alih Bahasa Ananda Aris. c. b. Cravens. 202 . 2000. Kottler Phillip. Mizan Media Utama. Hermawan Kertajaya On Branding. 2000. 2004. 2000. Ed. dan biaya administrasi rendah. DW. Hermawan Kartajaya. layanan cepat dan aman. 6th. akses layanan 24 jam. Penguatan kesan pada merek dengan penciptaan asosiasi seperti merek memiliki makna profesional. DAFTAR PUSTAKA Aaker. 1997. Kasmir. dan agresif. Manajemen Perbankan.DAFTAR ISI Saran Ekuitas merek dapat ditingkatkan dengan memperbaiki beberapa aspek yaitu: a. Menciptakan biaya peralihan tinggi sehingga menyulitkan nasabah untuk berpaling ke bank lain Menciptakan program relationship marketing terpadu. Sitinjak. The Millenium Edition. Peningkatan kepuasan nasabah dengan memberikan beban biaya administrasi rendah. Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek. A. Irwin. Spektrum Mitra UtamaPrentice Hall. 2000. Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Manajemen Ekuitas Merek: Memanfaatkan Nilai dari Suatu Merek. Aspek kesadaran ditingkatkan melalui pengenalan dan penyadaran merek untuk menciptakan Pikiran Puncak atas Merek produk (Top of Mind) melalui program promosi intensif. Strategic Marketing. Bandung Indonesia. David.

McGraw Hill.. alih Bahasa. Gramedia Pustaka Utama. Brand Management. cetakan kesebelas. A. Untuk Menaikkan pangsa pasar. Printed and Manufactured in the USA Buletin Mandiri. Reliabilitas dan Validitas. Patricia F. Paul.B. Branding in Asia (Membangun Merek di Asia). Jakarta Temporal. 2001-2005. Zeithaml. 14. Bitner. Indonesian Best Brand 2003. Penerbit Rineka Cipta. Teknik Sampling. Jakarta. Sugiarto. ISSN 1693-1696. 2003. 1997. 3. 2001. 1996. Nicolino. Nasir. International Edition. L. 1990. dikutif dalam “Jurnal Ilmiah – Entrepreneurship”.DAFTAR ISI Lukman Dendawijaya. Pahlawan Jauhari. Parasuraman and Leonard. Mary Jo. Jakarta -------------------. Juli 2003.. 1997. Encyclopedia Americana. Delivering Quality Service: Balancing Customer Perception and Expectations. Journal Mandiri. Jakarta. dkk. Hari. Alih bahasa Suminto. Manajemen Perbankan. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Analsis Elemen Ekuitas Merek pada PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Syaifudin Anwar. Suharsimi Arikunto. Jakarta. “Power Branding”. Inc. 1989. Volume 1. Jakarta Indonesia. A. dan Wijarnako. Jakarta. Metode Penelitian. Valerie.. Edisi Volume XIX. oleh Sugiri. Penerbit Pustaka Pelajar. 2004. 2003. Penerbit Galia Indonesia. Susanto. The Free Press A. Majalah SWA. Jakarta. A. 1999. A. edisi revisi. Interaksara. Valerie. Penerbit: Prenada Media. Ghalia Indonesia. PT. Jakarta. 1999. 203 . Division of Macmillan. _______________. Rineka Cipta. 2004. Himawan. 2001. Moh. Berry. Yogyakarta. No. Service Marketing. Penerbit: Quantum Bisnis dan Manajemen (PT Mizan Publika).. Zeithaml. Agustus 2003. No. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan.

-------------------. Majalah SWA. Majalah SWA. Desember 2005. Edisi Volume XXI. Jakarta. -------------------. Indonesian Best Brand 2004. Majalah Info Bank. Edisi Volume XXI. Rating 134 Bank. Edisi Volume XXVI. Juli 2003. Jakarta. Majalah SWA. 204 . Peringkat Merek Memuaskan 2005. 15.DAFTAR ISI -------------------. Juli – Agustus 2004. No. Majalah SWA. Jakarta. 303. Nasabah Mulai Gelisah. 19. 321. Peringkat Merek Memuaskan. No. No. Edisi Volume XX. -------------------. Jakarta. September 2005. No. Edisi Volume XX. 19. 21 Juli – 3 Agustus 2005. Indonesian Best Brand 2005. Edisi Volume XXVII. Majalah SWA. Juni 2004. No. Jakarta. 15. No. -------------------. -------------------.

and exporters is 0. to use distribution from farmers district traders exporters. Exporters.69% dari Kabupaten Lampung Timur.99. Unila . 14. village traders. and exporters is more effective (0.14%. Fakultas Ekonomi. The value of distribution from farmers. Bank Indonesia Cabang Bandar Lampung. it is necessary to activate association to be involved in blocking marketing of coffee commodity in general and especially helping coffee farmers in carrying out their farming.88 ton dengan nilai seharga US$ 250. Dan Kopi Biji menduduki tempat yang penting dalam devisa dimana luas dan hasil produksi kopi biji di Propinsi Lampung sekitar 41. 0.73% dari Kabupaten Way Kanan. village traders 0. Therefore.05% dari Kota Bandar Lampung. village traders.93.300.50% dari Kabupaten Lampung Selatan.79% dari Kabupaten Lampung Tengah.333. and exporters is 0.95. satu4 Dosen Jurusan Manajemen. in marketing of coffee commodity.12% dari Kabupaten Lampung Utara.21% dari Kabupaten Tanggamus. 4. 29.453. yaitu dari Kabupaten Lampung Barat. While in efficiency and margin.99 . regency traders 0.345. Based on the conclusion. and farmers 0. and it is better for exporters to help coffee commodity farmers to increase margin. at distribution channel II 0.DAFTAR ISI Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Tata Niaga Kopi Biji Di Propinsi Lampung Oleh : Mustafid4 ABSTRACT The research analysis result shows that the distribution channel I form farmers. 2004. regency traders. dan 0. 0. it is suggested. district traders 0. district traders.83). Farming PENDAHULUAN Ekspor dari sektor pertanian dan kehutanan Propinsi Lampung memberikan devisa negara sebanyak 271. The average efficiency level at distribution channel I is 0.33% dari Kabupaten Tulang Bawang. Keywords : Coffee. district traders. it proves that exporters are more efficient than collecting traders and farmers (exporters 0.617.97. 9. 0.94.98. and at distribution channel III 0. And the value of distribution from farmers.375) than that from others.

METODE PENELITIAN Penelitian lapangan terdiri dari observasi dan mempelajari hal-hal yang ada hubungannya dengan penelitian ini. bahwa besarnya sampel produk hasil pertanian dapat di ambil antara 10% sampai dengan 20% dari populasi petani produsen komoditas kopi biji sebanyak 410 orang di sentra produksi komoditas kopi biji di Lampung yang terdiri dari 21 dari Kabupaten Lampung Barat. hal ini didasarkan dari pendapat Mubiarto (1993:95). Dalam analisis kualitatif akan digunakan analisis berdasarkan teori pemasaran dengan membandingkannya. Hal ini didasarkan pada proporsi hasil produksi di wilayah tersebut. Pedagang kabupaten sebanyak 7 pedagang. dan Kabupaten Way Kanan. yaitu: 2. khususnya dengan tata niaganya. dan 2 dari Kabupaten Way Kanan. Kabupaten Tanggamus. Dalam menyusun penelitian ini akan digunakan analisis kualitatif dan kuantitatif yang ada kaitannya dengan masalah yang terjadi. dan 4 dari Kabupaten Way Kanan. 9 dari Kabupaten Lampung Barat. Selain analisis kualitatif juga akan dilakukan analisis dengan pendekatan kuantitatif. yaitu Kabupaten Lampung Barat. 2. Jumlah sampel tersebut di ambil secara proporsif (proporsive random sampling) atas dasar homogenitas (relatif sama) yang diharapkan dapat mewakili dari populasi yang ada. 3 dari Kabupaten Lampung Barat. Ruang lingkup penelitian lapangan meliputi: 1. 7 dari Kabupaten Tanggamus. Jumlah sampel yang diambil dari petani produsen sebanyak 47 rensponden. 10 pedangang dari Kabupaten Lampung Barat. 2 dari Kabupaten Tanggamus. Pedagang desa sebanyak 17 pedagang. antara lain menganalisis tentang efektivitas dan efisiensi tata niaga pemasaran komoditas kopi biji di Propinsi Lampung. dan 2 dari Kabupaten Way Kanan. 5 dari Kabupaten Tanggamus. 1. 10 dari Kabupaten Way Kanan. Pedagang kecamatan sebanyak 20 pedagang. Daerah penelitian adalah daerah Propinsi Lampung.DAFTAR ISI satunya daerah yang tidak menghasilkan kopi biji adalah Kota Metro (Dinas Perkebunan Propinsi Lampung. Sedangkan Eksportir sebanyak 2 responden. 16 dari Kabupaten Tanggamus. 2004). 206 .

Faktor-faktor itu tidak dapat berdiri sendiri. Timbangan faktor tidak dapat dipisahkan dengan nilai faktornya. Produk. Asumsi-asumsi untuk metode ini adalah: 1.. Tj = 1 = 1 = Nilai kebijaksanaan I pada faktor j. 2. 3. = Timbangan pada faktorj.5 Kriteria penentuan efektif adalah jika Ni > 0. dan Irawan (2000:314) digunakan rumus: n Ni = ∑ Tj. Untuk Mengetahui tingkat efisiensi tata niaga pada setiap lembaga menurut Noegroho Besar Koesnadi (1990:5) adalah dengan rumus sebagai berikut: e = Z + Zm . 3.5). b. 2. n dan 0 ≤ Tj ≤ 1.H.H. 4. Menggunakan skala jarak tertentu (0. C + Cm 207 . dan Irawan 2000:314). Untuk mengukur tingkat efisiensi pemasaran kopi biji di Lampung sehingga dapat diketahui margin yang diperoleh masing-masing lembaga yang terkait dalam pemasaran kopi biji termasuk margin yang diperoleh produsen. dan lingkungan dianggap tetap. harga.30 (Basu Swastha D. = 1. bahwa ntuk mengukur tingkat efektivitas digunakan metode faktor tertimbang menurut Basu Swastha D. pada 0 ≤ Fij ≤ 0.1 sampai dengan 0.Fij j=1 Keterangan: Ni Tj j n ∑ j Fij = Nilai total untuk kebijaksanaan saluran disrtibusi(I). promosi. ..DAFTAR ISI a.

Faktor kebudayaan. 208 . dengan alasan komoditas kopi biji sangat dipangaruhi olah faktor alam. Biaya saluran persatuan barang. hal ini didasarkan berlakunya bersifat umum dan tidak setiap perubahan teknologi langsung dapat diikuti. Asumsi-asumsi yang dianggap konstan. 5. Peraturan Pemerintah. Teknologi. Pendapatan produsen dari hasil penjualan persatuan barang. yaitu: 1. dengan demikian bersifat given. 3.yang perubahannya relatif lambat. karena peraturan pemerintah harus dipatuhi.DAFTAR ISI Keterangan: e Z C Zm Cm = = = = = Efisiensi saluran perlembaga. Kondisi perekonomian yang tidak dapat dipengaruhi secara parsial atauperubahannya berlaku umum. Kebijaksanaan promosi yang dilaksanakan relatif terbatas. Keuntungan yang diterima oleh lembaga tata niaga persatuan barang. Kebijaksanaan produk. 4. Biaya penyaluran dan pemasaran yang dikeluarkan oleh produsen persatuan barang. Kriteria penentuan efisien adalah jika e > 1. 6. 2.

30 x 0.2 0.20 Nilai T ot al x 0. 1 Faktor Efektivitas untuk mencapai pembeli atau konsumen Laba yang diperoleh jika alternatif saluran yang digunakan dilakukan dengan baik Pengalaman perusahaan dalam memasarkan produk Jumlah investasi atau biaya yang diperlukan Kemampuan perusahaan untuk menutupi kerugian Tj 0. 209 .4 0.25 x 0.060 0.120 5 0.DAFTAR ISI HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Efektivitas Tabel 1.375 Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.10 x 0.1 x T j .15 0.060 0.050 4 x 0.3 0.Fij 0.Fij 0. Hasil Perhitungan Metode Faktor Tertimbang yang Diterapkan pada Strategi Saluran II No. 1 Fakt or Tj 0. Hasil Perhitungan Metode Faktor Tertimbang yang Diterapkan pada Strategi Saluran I No.30 x 0.030 4 0.120 5 0.100 x 0.060 2 0.1 Tj .5 Nilai Fakt or (Fij) 0.2 x 0.25 yang digunakan dilakukan dengan baik Pengalaman 0.345 Nilai Total Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.075 3 0.4 0.3 0.5 Nilai Faktor (Fij) 0.10 perusahaan dalam memasarkan produk Jumlah invest asi at au biaya yang diperlukan Kemampuan perusahaan unt uk menut upi kerugian 0.20 x 0. Tabel 2.045 2 3 Efekt ivitas unt uk mencapai pembeli at au 0.15 konsumen Laba yang diperoleh jika alt ernat if saluran 0.

II.5 x Nilai Faktor (Fij) 0.Fij 0. 1 Keterangan Saluran I Saluran II Saluran III 2 3 Petani 0.2 0.DAFTAR ISI Tabel 3. dan III Komoditas Kopi Biji Propinsi Lampung No. 1 Faktor Efektivitas untuk mencapai pembeli atau konsumen Laba yang diperoleh jika alternatif saluran yang digunakan dilakukan dengan baik Pengalaman perusahaan dalam memasarkan produk Jumlah investasi atau biaya yang diperlukan Kemampuan perusahaan untuk menutupi kerugian Tj 0.95 Pedagang Kecamatan Eksportir Petani Pedagang Desa 0.30 x 0. Berdasarkan analisis efektivitas tata niaga komoditas kopi biji Propinsi Lampung bahwa tata niaga I ( Petani Produsen ---> Pedagang Kecamatan ---> Eksportir) lebih efektif dengan nilai 0.94 Pedagang Kabupaten Eksportir Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.20 x 0. Analisis Efisiensi Tabel 4. Hasil Perhitungan Tingkat Efisiensi Tata Niaga I.300 Nilai Total Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.075 3 0.4 0.020 4 0.93 Pedagang Kecamatan Eksportir Petani Pedagang Desa 0.040 0.1 Tj .375 dari bentuk tata niaga II (Petani Produsen ---> Pedagang Desa ---> Pedagang Kecamatan ---> Eksportir} dengan nilai 0.075 2 0.15 0.090 5 0.345 dan tata niaga III (Petani Produsen --->Pedagang Kabupaten --> Eksportir) dengan nilai 0.3 0.10 x 0. Hasil Perhitungan Metode Faktor Tertimbang yang Diterapkan pada Strategi Saluran III No.25 x 0. 210 .300.

H. Jakarta: Departemen Perindustrian dan Perdagangan. New York: Irwin McGraw – Hill. Philip. maka sebaiknya menggunakan bentuk tata niaga II (petani. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia.375. pedagang desa.S. dan tata niaga III rata-rata sebesar 0. 07. Lampung Dalam Angka. Efektivitas tata niaga I (petani. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan.95. Eksportir juga dapat membantu petani komoditas kopi agar marjin yang diperolehnya meningkat.Kotler. eksportir). Kotler. 2000. jika lebih mengutamakan efektivitasnya. P. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik Propinsi Lampung.00.1. D. Philip. 2000. Analisis efisiensi pada tata niaga II lebih tinggi daripada tata niaga yang lain. eksportir) lebih efektif daripada bentuk saluran distibusi lainnya dengan nilai 0. Indonesian Commodity Review. International Marketing. Basu dan Irawan.35. 2004. Jakarta: Salemba Empat. maka sebaiknya menggunakan bentuk tata niaga I (petani.93. 1999. Swastha D. Siswoputranto. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Prentice Hall. 2004. 1999.DAFTAR ISI KESIMPULAN Kesimpulan penelitian jika dilihat secara parsial. pedagang kecamatan. pedagang kecamatan. Craven.W. Sedangkan bila mengutamakan efisiensinya.94. tata niaga I rata-rata sebesar 0. Yogyakarta: LPFE UGM. terlihat adanya usaha untuk menyelenggarakan tata niaga komoditas kopi biji di Lampung seefektif dan seefisien mungkin terlihat dari angka perhitungannya yang lebih dari 70 %.. 211 . Strategic Marketing International Edition. Marketing Management Millenium Edition. Manajemen Pemasaran. Lampung: Bappeda Tingkat I Lampung dan Badan Pusat Statistik Propinsi Lampung. Untuk itu perlu diaktifkannya peran serta lembaga asosiasi untuk ikut serta meningkatkan pendapatan pada tata niaga kopi biji. 2000. Buletin Ilmiah Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan No. yaitu 0. eksportir). pedagang kecamatan.

Universitas Lampung Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Lampung: 212 . 1999.DAFTAR ISI Universitas Lampung.

Gejala mi telah 5 Doctor of Finance. Rumors might work well for short-term investment. but long-term investment based on rumors may not be profitable. untuk menggambarkan masyarakat yang ingin mencari keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya tanpa dasar pemikiran yang rasional. Memahami Cara Berinventasi Saham di Pasar Modal Oleh : Sri Hasnawati5 ABSTRACT This paper is to discuss the Discounted Dividend Model for investing in stocks.DAFTAR ISI Penilaian Saham. varietes model I. earning growth. Three varieties of the model are presented here. Constant Growth Discounted Dividend Model. Management Dept. Lecturer of University of Lampung. Keywords : Discounted divident. The Discounted Dividend Model is a fundamental approach to investment that looks into the earning growth of the companies in question. Latar Belakang “The madness of crowds” itulah istilah yang digunakan oleh Burton G. Keinginan manusia seperti itu adalah naluri manusia di mana saja. and Multi Stages Discounted Dividend Model. Faculty of Economy. Constant Discounted Dividend Model. Stocks are one of the investment alternatives with both high expected return and high risk.. . Kelangkaan bunga tulip yang disebabkan oleh hama telah menyebabkan harga bibit bunga tulip dalam bentuk siung (bulb) meningkat dengan cepat. Long term investment in stocks based on a fundamental approach seems more promising.Malkiel dalam bukunya yang berjudul: “A Random Walk Down Wall Street”. Sejarah telah mencatat bagaimana misalnya masyarakat di Negeri Belanda pada abad ke enam belas beramai-ramai memborong bibit bunga tulip dalam rangka mendapatkan keuntungan yang tinggi dalam waktu yang singkat.

Kemudian seperti telah dapat diduga hargaharga saham meluncur ke indeks 240 pada bulan November 1991. Kejadian seperti ini lagi-lagi membawa korban. tambahan permintaan akan menyebabkan harga akan meningkat (ceteris paribus). Nampaknya masyarakat di manapun tidak pernah mau belajar dan sejarah. Menyadari hal tersebut di atas masyarakat tidak lagi mau membeli tulip sehingga harga turun dengan cepat. Demiikianlah harga meningkat dari hari ke hari sampai pada suatu titik di mana harga sudah menjadi terlalu tinggi untuk bibit bunga tulip yang nilai intrinsiknya rendah. masyarakat sangat menyenangi saham-saham yang namanya berbau “trons” seperti Astron.4 . supronics. Pada tahun enampuluhan di Amerika Serikat. Pada akhirnya tulip tetaplah tulip yang tidak dapat menghasilkan emas. Keuntungan yang dinikmati oleh segelintir orang ini telah mendorong yang lain untuk membeli bunga tulip lebih banyak lagi. Akibatnya banyak masyarakat yang menderita kerugian. Harga saham yang berbau dua kata ajaib tersebut meningkat dengan cepat walaupun tanpa didukung oleh kinerja keuangan ( financial performance) perusahaan yang jelas. Masyarakat lagi-lagi beramai-ramai membeli saham perusahaan pelayaran “The South Sea” yang tidak jelas benar kinerja keuangannya. Hukum ekonomi mengatakan bahwa dengan suplai yang tetap. Dutron. Akibatnya setelah meningkat dengan cepat. Vulcatron dan Transitron dan juga yang berbau “onics” seperti circuitronics.DAFTAR ISI memberikan keuntungan yang tidak sedikit bagi mereka yang telah terlanjur membeli bibit tersebut. lalu terjun menjadi 398. Di abad keduapuluh sekarangpun masyarakat mengulangi kesalahan yang sama.Kemudian tahun 1992 IHSG meningkat dari 274. Akhir cenita sama dengan kejadian di Belanda. Kalau para profesional ikut-ikutan “mad” tentunya sudah sangat keterlaluan.3 menjadi 637. Masyarakat membeli saham semata-mata karena meinbeli saham memberikan status simbol tertentu. vicieotronics dan masih banyak lagi. Harga-harga saham meningkat dengan cepat dari indeks sebesar 68 menjadi sekitar 600 dalam waktu kurang dari tiga tahun. syukur-syukur kalau yang menjadi korban adalah mereka orang lugu (the innocent). “The madness of crowds” juga terjadi di Indonesia. harga kembali turun juga dalam waktu yang singkat dan timbul korban.0 ditahun 1998 karena situasi krisis. Kejadian di Negeri Belanda terulang kembali di Inggris pada Abad ke delapan belas. sebagian inasyarakat mengalami kerugian karena perusahaan itu sendini tidak pernah mendatangkan dividen. 214 .

...... bulanan atau harian).. penulis merasa perlu untuk mencoba menjelaskan teori atau forsula yang lazim digunakan untuk menghitung nilai sesungguhnya dari suatu aset atau saham... seseorang memilih saham sebagai alternatif investasi maka oppurtunity costnya adalah nilai manfaat dan bunga yang dihasilkai~ oleh obligasi atau alternatif investasi lainnya seperti bunga deposito kalau investor berniat memegang (hold) saham dalam jangka pendek kurang dari satu tahun.....(1) Po = Ʃ -----------t =l (l+r)t Ct adalah arus kas (cash flow) untuk peniode t... Secara matematis nilai intrinsik suatu aset (P0) adalah: C1 -----(1+r)1 C2 -------(1+r)2 C3 -------(l+r)3 Ct --------(l+r)t P 0= + + + N Ct .DAFTAR ISI Untuk nenghindari “madness” atau kegilaan tersebut.. tengah tahunan..... Misal..... kuartalan. Ruang Lingkup dan Tujuan Penulisan Tulisan ini bertujuan untuk membahas teori. Penghitungan oppurtunity cost ini dimaksudkan agar investor mengetahui alternatif terbaik dari sumber dana yang terbatas...... pendekatan yang lazim digunakan untuk menghitung nilai sesungguhnya sari suatu aset khususnya saham. 3....... Oppurtunity cost dapat didefinisikan sebagai pengorbanan yang timbul karena alternatif investasi tertentu dipilih. Penilaian Aset Secara Umum Nilai intrinsik (intrinsic value) atau harga yang pantas suatu aset baik aset fisik (phisical assets) maupun aset keuangan adalah penjumlahan nilai sekarang (present value) dari arus uang (cash flow) yang diciptakan oleh aset yang bersangkutan selama umur ekonomis aset tersebut 6. Selain itu juga akan dibahas asumsi-asumsi... t adalah periode (tahun.. metode dan formula yang digunakan untuk menghitung nilai intrinsik suatu aset tersebut........... pokok pemikiran yang melandasi teori... 215 .............. 2.. r atau required rate of return atau risk adjusted discount rate atau “hurdle rate” adalah tingkat bunga yang dituntut oleh investor sehubungan dengan oppurtunity cost7 dan resiko yang 6 7 Yang dimaksud umur ekonomis dapat didefinisikan sebagai jangka waktu suatu aset dapat dimanfaatkan secara ekonomis ( man faat lebih besar dan biaya).

untuk peniode mana suatu biaya itu akan dibebankan (konsep accrual accounting dan defferral accounting)..... Semakin tinggi required rate of return semakin rendah harga atau nila! intrinsik saham.... Oleh karena itu Persamaan satu di atas dapat dirubah menjadi: N Po = Dt ........ 4..... harga saham akan turun seperti terjadi di Indonesia tatkala pemenintah memberlakukan TMP (Tight Money Policy). Konsekuensi dari perbedaan ini .. Persamaan dua di atas disebut juga Discounted Dividen Model atau DDM... r1 = rf + rpi rf = risk free rate atau tingkat bunga bebas default risk.....DAFTAR ISI melekat pada aset i..... Menentukan Nilai Intrinsik Saham Seperti telah dijelaskan sebelumnya nilai intninsik suatu aset adalah penjumlahan nilai sekarang dari cash flow yang dihasilkan oleh aset yang bersangkutan. Untuk saham maka cash flow yang dihasilkan adalah arus dividen yang akan diterima oleh investor di masa yang akan datang. Oleh karena itu tidak aneh kalau tingkat bunga meningkat....... Akuntan di dalam melihat biaya lebih memperhatikan kapan biaya itu mulai benlaku (historic cost). Besarnya resiko ini dapat dinyatakan oleh besarnya deviasi standar dari return dan koefisien ß yang akan dijelaskan kemudian. Semakin tinggi dividen yang dibagikan semakin tinggi harga saham dan sebaliknya.. return bagi akuntan adalah profit sementara return bagi ekonom adalah cash flow yang lebih mencerminkan return yang sesungguhnya ..... Profit mempunyai kelemahan karena keuntungan diperoleh berdasarkan prinsip dan metode akuntansi yang menawarkan angka profit yang berbeda-beda tergantung pada pninsip dan metode akuntansi yang digunakan 216 ....... rpi= risk premium atau premium resiko adalah tambahan return yang dituntut oleh investor karena ia mau menanggung resiko.. Menurut model ini nilai intrinsik dari saham akan sangat tergantung pada d!viden yang dibagikan dan required rate of return... Konsep oppurtunity cost inii diyakini oleh para ekonom yang berbeda dengan konsep biaya yang diyakini oleh para akuntan.......(2) Ʃ ------------t=1 (l+r) di mana: r = required rate of return t = peniode Dt= dividen untuk peniode t P0= Nilai intrinsik atau harga saham pada saat sekarang.......

Keunggulan Discounted Dividen Model: Dari persamaan dua di atas dapat dilihat bahwa model ini diturunkan dani konsep nilai waktu dari uang (time value of money) dan konsep arus kas (cash flow). Konsep arus kas (cash flow) merupakan konsep yang lebih baik bila d!bandingkan dengan konsep keuntungan (profit) kanena arus kas lebih mencerminkan final return dan lebih dapat dibandingkan (comparable). Secana teoritis terdapat tiga kemungkinan pola perkembangan dividen di masa yang akan datang yang sekaligus pula akan memberikan model atau formula yang berbeda. dapat ditarik kesimpulan bahwa dividen yang dihargai adalah dividen tunai sementara saham bonus atau Pay In Kind (P1K) dividen tidak dapat dimasukkan sebagai “final return”. Dari persamaan di atas. Metode dan prinsip yang berbeda akan menghas!lkan def inisi keuntungan atau kerugian yang berbeda. Pola tersebut adalah: a. Dividen berkembang dengan laju pertumbuhan yang konstan akan menghasilkan Constant Growth Discounted Dividen Model. Saham bonus dapat menjadi final return kalau saham tersebut 217 . Penjelasan bagaimana kita dapat mengestimasi dividen dan required nate of return di masa yang akan datang akan dijelaskan kemudian. b. Dividen tetap (saham preferen atau preferred stock sama dengan obligasi) akan menghasilkan Discounted Fixed Dividen Model.DAFTAR ISI Dari persamaan di atas akhinnya kita dapat menyimpulkan bahwa estimasi harga saham akan sangat tergantung pada keakuratan kita mengestimasi dividen dan required rate of return di masa yang akan datang. c. Saham bonus baru merupakan potensi daya beli. Dividen berkembang dengan laju pertumbuhan yang berbeda untuk berbagai tahap (stages) suatu penusahaan akan menghasilkan Multi Stages Growth Discounted Dividen Model. Konsep nilai waktu dari uang merupakan konsep yang memperhatikan oppurtunity cost dari sumber ekonomi (dana) yang tenbatas sehingga keputusan investasi yang dibuat secara otomatis mencerminkan keputusan yang optimal. Konsep keuntungan adakalanya tidak dapat dibandingkan satu dengan yang lain kanena keuntungan merupakan definisi return yang diturunkan (derived) oleh akuntan yang dilandasi oleh metode dan prinsip akuntansi tententu.

Dalam kasus ini pembagian saham bonus sama sekali tidak merugikan investor karena mereka memperoleh kelebihan sebesar 5% (net) atas pengorbanan mereka menenima “kertas” atau saham bonus sebagai balas jasa. Dengan asumsi PER adalah tetap. Penundaan itu diberi imbalan. Untuk labih jelasnya lihat contoh berikut. maka harga yang pantas adalah Rp 4000.DAFTAR ISI telah diuangkan. ini sudah keterlaluan atau istilah Kwik Kian Gie disebutnya sebagai brutal. Sekarang setelah saham bonus dibagikan Earning Per Share turun menjad! Rpi400. pengelola perusahaan merasa yakin bahwa tersedia peluang business yang bagus. Dengan perkataan lain para pengelola penusahaan merasa yakin bahwa dengan menunda pembagian dividen tunai. Di Amenika serikat bila suatu perusahaan membagikan stock dividen itu benarti berita baik investor. Modus operandi pembagian saham bonus biasanya dikombinasikan dengan merger dan akuisis perusahaan lain. Pemilik perusahaan (pemegang saham) mempunyai required of return 27% (22 % merupakan balas jasa risk free rate dan 5% adalah premium resiko). Pembagian saham bonus dapat berarti positif kalau pembagian tersebut dilandasi oleh pemikiran bahwa pemilik perusahaan merasa yakin bahwa perusahaaan mempunyai “proyek” atau peluang investasi yang menawarkan ROE (return on equity) yang lebih besar dari required rate of return perusahaan. Earning per share saham perusahaan X adalah Rp 600 dan harga saham adalah Rp 6000. Misal sebelum dibagikan saham bonus. Merger dan akuisisi ini adalah cara yang digunakan untuk menarik kas yang ada diperusahaan di dalam pos tambahan modal disetor berupa agio. Dalam kasus yang terakhir ini investor hanya menunda sementara penerimaan uang tunai. Dengan demikian untuk mempertahankan PER=l0. Idealnya saham bonus diambilkan dani pos retained earnings perusahaan dan ini lazim dilakukan di Amenika.-. 8 Saham bonus berdampak pada penambahan jumlah saham yang beredar yang pada akhirnya akan menurunkan earning pen share (EPS).Sehingga Price Earning Ratio adalah 10 (diasums!kan pula bahwa PER =10 ini adalah ideal dalam arti sesuai denga PER ratarata industn). kekayaan pemegang saham akan bertambah secara riil. maka harga saham cenderung akan turun. Sebaliknya di Indonesia saham bonus diambilkan dari pos agio.. 218 .8 Sesungguhnya pembagian saham bonus tidak selalu berarti negatif. Alasannya itu tadi. Pemilik perusahaan yakin bahwa dengan penundaan pembagian dividen tunai (perusahaan hanya membagikan saham bonus) dapat melaksanakan pengembangan usaha yang mendatangkan ROE sebesar 35 %.

DAFTAR ISI Kelemahan Discounted Dividen Model: Dani persamaan dua di atas dapat dilihat bahwa model ini secana tidak langsung mengasumsikan bahwa investor akan memegang saham untuk jangka waktu yang tak terhingga dan mengabaikan capital gain.Yang penting bagi analis. Dengan demikian akan timbul pentanyaan “Buat apa kita mempelajari model tensebut kalau kita ketahui model tensebut dilandasi oleh asums! yang tidak realistis ?“ Jawabnya pasti: “Tetap ada manfaat mempelajari model tersebut meskipun asumsinya tidak masuk akal” Asumsi yang tidak masuk akal tersebut dipilih sebagai cerminan kita sebagai manusia yang penuh keterbatasan. Adalah Lord Keynes (seorang investor yang sukses) yang menyatakan bahwa sesungguhnya tugas seorang analis adalah bagaimana ia dapat menangkap mood (suasana hati) investor khususnya pada saat perekonomian mengalami booming. Manusia tidak mungkin dapat menjelaskan seluruh fenomena yang ada di dunia ini. akan tetapi pada titik tertentu harga saham akan ditentukan oleh nilai intrinsik saham. Adapun kelebihan dari nilal intrinsik tersebut merupakan hasil dari faktor-faktor di luar model seperti faktor psikologis investor. Tidak ada salahnya kita menggunakan keduanya dengan bijaksana. Pada periode booming investor merasa optimistis terhadap masa depan. dividen akan meningkat dan demikian juga harga saham akan meningkat 219 . Kapas tetaplah kapas dan tidak pernah akan berubah menjadi emas. Asumsi-asumsi ini jelas sangat tidak realistis karena investor sangat mementingkan capital gain dan jarang sekali atau mungkin tidak ada investor yang bersedia memegang saham untuk jangka waktu yang tak terhingga. Kemudian dengan model ini paling tidak kita mengetahui berapa nilai intrinsik suatu aset khususnya saham sebagai batas bawah atau standar. Bisa saja harga saham ditentukan oleh faktor—faktor di luar faktor fundamental seperti earning dan deviden seperti dijelaskan oleh “The Castle In The Air Theory”9 ****. Yang pasti kita ketahui (sejarah telah membuktikannya) saham-saham yang harganya sangat jauh di atas nilai intrinsiknya pada akhirnya akan jatuh. perusahaan akan mendatangkan keuntungan. iklim investasi akan baik. Hanya “X” yang Maha mengetahui. masyarakat akan membentuk “The castle in the air” atau angan-angan mereka tentang masa depan bahwa perekonomian akan baik. meminjam istilah Bapak Charles Naibaho dan Dana Reksa dan Bapak DR Wahyudi Prakasa dari UI “janganlah menjadi ekstrimis atau terlalu fanatik pada konsep atau pandangan fundamentalis di satu pihak dan technical analysis di lain pihak”. 9 Teori ini berdasarkan faktor-faktor psikis investor.

DAFTAR ISI 4... 220 ................................ maka: 1 --------------------.......... = Dt...............1 Constant Discounted Deviden Model: Untuk saham yang menjanjikan deviden dalarn jumlah tetap............................. ..= 0 (l+r) nilai dari persamaan tiga (3) di atas dapat diubah menjadi: D0 P0= Do x 1/r = ----------.......................... Karena t inendekati tak terhingga....................... (3) r Rumus di atas tidak lain adalah rumus penghitungan nilai sekarang dari cash flow yang diterima di masa yang akan datang dalam jumlah yang sama untuk setiap periode atau anuitas (annuity)..................(1) t=l (l+r)t Karena D0=D1=D2= .......... nilai intrinsiknya secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut: N Dt Po = Ʃ ______ ..............(4) r Keunggulan: Persamaan empat tersebut di atas karena kesederhanaannya relatif mudah untuk diaplikasikan.................................. ....... hanya dapat digunakan untuk saham preferen dan atau obligasi.............................. Kelemahan: Penggunaannya relatif terbatas.. Persamaan tersebut membantu kita untuk memahami model yang lebih rumit seperti model yang akan dijelaskan kemudian......----------------(1 + r)t \P0= D0 x---------------------................... maka dapat disederhanakan menjadi: 1 1 .................

.+ ----------...... Dalam kasus ini berarti saham tersebut harus dijual..........+ ---------. Sebaliknya jika harga yang berlaku lebih rendah bila dibandingkan dengan nilai intrinsiknya maka berarti saham tersebut “under priced” dan harus dibeli..........(5) Di mana: P0 = Harga saham sekarang r = required rate of return g =laju pertumbuhan deviden (cosntant untuk jangka waktu tak terhingga).(6) Di mana: R = requiered rate of return g = laju pertumbuhan deviden Do = besarnya deviden terakhir yang dibagikan D1 = estimasi deviden untuk satu tahun yang akan datang........ Karena jangka waktu adalah tak terhingga maka persamaan 5 di atas dapat dirubah menjadi: D1 D0(1+g) --------....= -----------(r-g) (r-g) P0= ... + ----------(l+r)1 (l+r)2 (1-r)3 (l+r)t . Nilai intninsik kemudian dibandingkan dengan harga yang berlaku (current market price) ... jika harga yang berlaku lebih nendah bila dibandingkan dengan nilai intrinsiknya maka saham perusahaan adalah “over priced” atau terlalu mahal.....+ . Secara matematis dapat dinyatakan sebagai benkut: D0(l+g)1 D0(1+g)2 D0(l-1-g)3 D0(1+g)t P0= ---------.........DAFTAR ISI Nilai Intrinsik Saham Yang Membagikan Dividen Yang Berkembang Pada Tingkat Pertumbuhan Yang Tetap (Constant Growth Discounted Dividen Model).............................. Decision rules: if current price > intrinsic value =>over priced => sell if current price < intrinsic value =>under pniced=> buy 221 ....................

.......... Model ini pada dasarnya merupakan modifikasi dan rumus dasar pada persamaan 1 di atas. Asumsi ini adalah terlalu naif karena di dalam dunia nyata tidak ada saham yangmenawarkan dividen yang berkembang secara terus menerus pada tingkat yang tetap...... 4......3 Nilai Intrinsik Saham Yang Menawarkan Pertumbuhan Deviden Yang Berbeda Untuk Masing-Masing Periode/Tahap (Multi Stages Discounted Dividen Model)..(1) Persamaan di atas dapat dimodifikasi ke dalam berbagai fase atau tahap..... Pensamaan enam dapat digunakan untuk mengestiniasikan nilai intrinsik saham yang menawarkan pertumbuhan yang kosntan.. Untuk memudahkan kita cantumkan lagi: N P 0= Ʃ t=1 Dt ------(l+r)t ...DAFTAR ISI Keunggulan Persamaan enam (6): Secara umum persamaan enam jauh lebih baik bila dibandingkan dengan persamaan dua (3) di atas.. 222 . Kelemahan dua model terdahulu telah medorong para pakar untuk memodifikasinya lebih lanjut..... Kemungkinan pola perkembangan pertumbuhan deviden di masa yang akan datang secara detail akan dibahas kemudian....... Kelemahan: Persamaan tersebut secara langsung mengasumsikan bahwa pertumbuhan saham di masa yang akan datang adalah tetap (constant) ......................... Untuk memudahkan pembahasan berikut akan disajikan model dua tahap (Two Stages Model) Model Dua Tahap (Two Stages Model): Misal pola perkembangan perusahaan hanya ada dua yaitu fase pertumbuhan cepat dan fase pertumbuhan melambat (tidak tenlalu cepat bila dibandingkan fase sebelumnya)..

-------------------------------------------1 2 3 4 -------->g2=10% Fase I Fase II n= 4 Langkah perhitungan: a) Menghitung perkiraan harga saham pada akhir periode keempat: D5 ---------r-g2 D4(1+g2) ---------------r-g2 P 4= = b) Menghitung D4: D4 = D0(l+g1)4 c) Hasil langkah a dan langkah b digabung: D0(1+g1)4(1+g2) P4= ------------------------r .x P4 (l+r)1 (l+r)2 (1+r)3 (l+r)4 (1+r) 4 1 -------.g2 Menghitung harga saham sekarang (nilai intrinsik) P0 yaitu penjumlahan nilai sekarang dari cash flow yang akan diterima sampai dengan periode 4..DAFTAR ISI g1=15% <-------------------. D1 D2 D3 D4 1 -----+ --------+ -------.+ t=l (l+r)t di mana: n < N n = jumlah periode tahap I 223 . ---------.+ -------.. --------.X Pn (1+r)n Po = n Dt P0= Ʃ -----. ---------.+ ------.

0. Jawaban: a) menghitung perkiraan harga saham pada akhir periode keempat: D5 D5 D4(l+g2) = ----------------. Untuk peniode setelahnya diperkirakan laju pertumbuhan deviden tunun menjadi 8%. Nilai intrinsik merupakan penjumlahan nilai sekarang (present value) dan cash flow yang diciptakan oleh saham Bank BNI berupa deviden selama empat periode berturut-turut dan harga saham pada periode keempat.= --------------.12 P 4= b) menghitung deviden pada akhir tahun keempat: P4 = D0(1+g1)4 = Rp300 (14-0.12 menghitung harga saham Bank BNI yang wajar.= ------------------r — g2 0.+ ----------. Deviden tahun terakhir (D0) =Rp 300.10) Rp300xl.- c) menggabungkan hasil perhitungan langkah a dan langkah b: D4(l+g2) P4= ---------.20—0.08) -------------------. Harga saham yang wajar adalah harga saham yang sama dengan nilal intrinsiknya.+ ----------x P4 (l+r)2 (1+r)3 (1+r)4 (1+ r)4 Po = 224 .08 0. Pertanyaan: Berapa harga saham Bank Duta yang pantas dengan asumsi pola pertumbuhan seperti di atas dan required rate of return 20 %.12 Rp439(1+0.4641 = Rp439.+ (l+r)1 D0(l+g1)2 D0(1+g1)3 D0(1+g1)4 1 ----------. D0(1+g1) -----------.959. per lembar saham.+ ------------.= Rp 3.DAFTAR ISI Contoh: Misal Bank BNI untuk peniode 4 tahun mendatang menjanjikan pentumbuhan deviden sebesar 10 % per tahun.= 0.

DAFTAR ISI Po = Rp300(1+0.855. Kelemahan: Dari contoh perhitungan di atas jelas model ini lebih rumit bila dibandingkan dengan dua model sebelumnya. Memperkirakan Pola Perkembangan Pertumbuhan Dividen Suatu Perusahaan Dengan memperhatikan constant growth discounted dividend model maupun multi stages growth discounted dividend kita dapat melihat bahwa hasil perhitungan nilai intrinsik suatu saham sangat tergantung pada besarnya laju pertumbuhan deviden atau besarnya g.82 +Rpl906.0 + Rp210. profit margin dan penerimaan dari hasil penjualan . Pola Umum Pertumbuhan Revenue. Profit Margin dan Earnings.34 =Rp2 .+ -------------x Rp3. Dengan demikian model ini (Multi Stages Dividen Growth Model) lebih realistis bila dibandingkan dengan dua model sebelumnya.0 + Rp 250.(1+0.-. Oleh karena itu pemahaman tentang berbagai kemungkinan pola pertumbuhan devidem dan metode yang digunakan memperkinakan pertumbuhan deviden mutlak diperlukan 5.20)4 Po = Rp275. —Jika hanga saham Bank BNI pada saat tententu adalah Rp 2600. Hubungan ketiga komponen tersebut dapat digambarkan oleh siklus keuntungan perusahaan berikut ini: 225 .0 +Rp 211. Decision Rules: If V0 = P0 = lntrinsic Value > current market prcie ==> Buy If V0= P0 =I ntrinsic Value < current market price ==>Sell Keunggulan: Model dua tahap ini dapat dikembangkan menjadi model tiga tahap dan seterusnya.953. 5.l.20)2 Rp300(1+o.+ (1+0. maka harga saham Bank BNI adalah “under priced ”.1)2 ------------------(1+0.20)3 Rp300(1+0.+ (1+0.1)1 -----------------.20)1 Rp300(1+0. Dividen yang dapat diterima oleh pemegang saham akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan menghasilkan “earning”.l)4 1 +-----------------.1)3 + -----------------.2)4 (1+0.

Seperti digambarkan pada gamban 1 di atas. Keuntungan yang diperoleh dari hasil operasi perusahaan (profit margin) dan keuntungan bersih adalah positif dan memberikan trend yang positif. Bukan perusahaan yang untung karena akal-akalan akuntan yang menyajikan laporan keuangan.Cohen.DAFTAR ISI Gambar 1: Life Cycle of Profit: : : + + + * * * : : : : : : I : : + + + + : : : * : : : : : : + : * : + ? Revenue * : * : : : : : : : IV Profit Margin Earnings II : : III time Sumber: 1992 CFA Reading:Industry Analysis. Keterangan: Tahap I (Early Development): Fase pertumbuhan awal ditandai oleh peningkatan laju pertumbuhan penerimaan penjualan. 226 . Skenario seperti ini adalah skenario yang lazim terjadi di pasar modal yang telah maju. Perusahaan yang go public adalah perusahaan yang sungguh—sungghuh menawarkan keuntungan bagi investor dalam jangka panjang atau mempunyai prospek yang baik. pada tahap ini perusahaan baru saja mengalami titik pulang pokok. Jerome B. margin keuntungan dan earning perusahaan. Zinbarg and Anthun Zeikel. Edward D.

DAFTAR ISI Saham perusahaan yang ada pada tahap ini lazim disebut saham pertumbuhan (growth stock). Pertumbuhan revenue. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar fungsi biaya rata-rata berikut ini: Gambar 2: Fungsi Biaya Rata-rata Average Cost/Marginal Cost * * * : MC * : * : : * * II Quantity Produced 227 * AC I 0 . Pertumbuhan deviden pada tahap ini belum akan begitu cepat karena perusahaan baru saja melewati batas kritis yaitu titik pulang pokok. Gejala ini sering juga disebut dengan “economic of scale”. Dengan perkataan lain masalah “timing” sangat penting di dalam proses pengambilan keputusan investasi. karena kalau terlambat harganya sudah terlanjur tinggi. Tugas analis adalah menernukan “growth stock” seperti ini dan jika telah menemukan jenis saham seperti itu segera melaksanakan pembelian. Saham ini tidak memberikan “current dividend” dalam jumlah yang besar akan tetapi menjanjikan pertumbuhan dividen yang tinggi di masa yang akan datang. Tahap II (Rapid Expansion): Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap satu. Tahap ini ditandai oleh laju pertumbuhan revenue. profit margin dan earning yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan periode sebelumnya dan periode sesudahnya. profit margin dan earning yang tinggi dimungkinkan oleh kemampuan perusahaan meningkatkan produksi sedemikian rupa sehingga biaya per unit menjadi minimum.

Pada tahap ini laju pertumbuhan dividen mengalami penurunan bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan deviden pada tahap selanjutnya. Perusahaan-penusahaan keluarga yang sangat agnesif di dalam upaya pengembangannya harus dihindari. Akibat dari semua gejala ini tentunya adalah penurunan keuntungan perusahaan. Penurunan biaya per unit tidak mungkin terjadi selamanya. Tambahan produksi justru meningkatkan biaya secara lebih cepat. Dari gambar 1 di atas kita dapat melihat gejala di mana revenue dan earning perusahaan secara absolut masih meningkat akan tetapi dengan laju pertumbuhan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan periode sebelumnya (rapid expansion). Kebijaksanaan mendasar seperti penggantian direksi dan pemilik lama (kelompok keluarga) ke kelompok profesional. Perusahaan-perusahaan yang “higly geared” atau perusahaan yang terlalu banyak menggunakan hutang apapun bentuknya (termasuk Convertible Bonds) harus ditelaah secara hati-hati. produks!. Gejala ini sejalan dengan pola perkembangan biaya perusahaan yang digambarkan oleh gambar 2 di atas. Kalau tidak ada upaya serius maka perusahaan akan memasuki tahap selanjutnya yaitu tahap penurunan yang merupakan gambaran kematian suatu perusahaan. Pada tingkat tertentu akan timbul ketidakefisienan di dalam pengelolaan perusahaan yang ditanda! oleh peningkatan biaya marjinal yang lebih cepat bila dibandingkan dengan peningkatan biaya ratarata. harus segera dilaksanakan. 228 . pimpinan/pemilik perusahaan harus berhati-hati. Secara alamiah akan timbul masalah antara lain “span of control” berbagai aspek perusahaan seperti keuangan. Taflap III (Mature Growtfl): Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya. upaya pemasaran yang lebih efektif dan lain sebagainya. Selain itu gejala yang nampak adalah penurunan margin keuntungan (profit margin) perusahaan. Biaya produksi yang menurun memungkinkan perusahaan untuk menjual lebih banyak dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. pemilihan teknologi perusahaan. Apabila perusahaan memasuki tahap ini. Analis keuangan yang baik harus menghindari perusahaan yang memberikan gejala seperti di atas. Pada tahap ini perusahaan justru memasuki tahap “disenomic of scale”. Pada tahap ini kemungkinan besar laju pertumbuhan deviden akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan periode sebelumnya. pemasaran dan lain sebagainya.DAFTAR ISI Kalau kita perhatikan tahap I dari gamban 2 di atas nampak biaya rata—rata per unit barang yang dihasilkan semakin lama menurun sampai pada titik minimum.

.... Kalau suatu perusahaan sampai pada tahap ini berarti terjadi kesalahan di dalam pengelolaan perusahaan yangterjadi pada periodeperiode sebelumnya......... Sekarang kita lihat rumus penentuan nilai intrinsik saham secara detail: E(D1) E(E1)x(1—b) P0 = V0 = -----------...............2 Model Dupont: Sejauh ini k!ta belum lagi membahas bagaimana cara memperkirakan besarnya pertumbuhan deviden secara mendalam....... Misal kesalahan pihak direksi di dalam mengantisipasi perubahan teknologi........................ Berikut ini kita akan melihat model yang dapat digunakan untuk memperkinakan pertumbuhan deviden di masa yang akan datang........ Di dalam pasar modal yang telah maju selalu ada mekanisme yang mengatur kejadian seperti di atas.... Perusahaan yang memasuki tahap IV ini akan diambil alih oleh pihak lain dan selalu akan terjadi penggantian pimpinan perusahaan. 5..........= ------------------. Pola tersebut seperti telah dijelaskan pada bagian terdahulu sangat ditentukan oleh tahap-tahap yang dilewati oleh suatu perusahaan di dalam siklus pertumbuhan/perkembangan perusahaan......(9) Earning per Share R = required rate of return 229 ..DAFTAR ISI Tahap IV menurun (Decline): Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap III kalau tidak ada upaya yang serius dan berhasil untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi di dalam lingkungan perusahaan...... Pada tahap ini kemungkinan besar perusahaan tidak akan membagikan deviden karena perusahaan mengalami kerugian.....(8) Dividend per Share Dividend Pay Out Ratio = --------------------------............................. persaingan dengan perusahaan lain dan lain sebagainya.. selera konsumen......... Kita baru sampai pada tahap pengenalan kemungkinan pola pertumbuhan deviden di masa yang akan datang.............(7) (r-g) (n-g) b = Plow back ratio = (1 DividendPayOutRatio) ..........

..x ------E0 E0 I ROE dapat diubah menjadi : Net Income Pretax Income EBIT Sales Total Assets ROE = -------------------............x -------------------............................ required rate of return dan laju pertumbuhan dividen......11) Catatan : EBIT= Earning Before Interest and Tax 230 .....x ----------------Pretax Income EBIT Sales Total Assets Equity (a) (b) ( c) (d) (e) ....-...... Hubungan tersebut dapat dinyatakan oleh persamaan berikut: g = ROE x (1-Dividen Pay Out Ratio) 10 ........................ Dividend Pay Out Ratio (DPR) sama dengan 40%... expected growth rate of earnings = perubahan earnings dibagi current earnings: ∆E I ∆E g = --------...- P0 = V0 = nilai intrinsik saham Benikut ini akan dilihat hubungan antara laju pertumbuhan dividen dengan Return On Equity dan Plowback Ratio....= ------........ 10) = Rp2133. Contoh: Misal Saham Bank BNI satu tahun yang akan datang diperkirakan akan menghasilkan Earning per Share sebesan Rp 800. 25—0... Expected dividend itu sendiri ditentukan oleh perkalian expected earnings per share satu tahun yang akan datang dengan Dividend Payout Ratio. (10) 10 Untuk mendapatkan rumus g=ROEx(l-Dividen Pay Out Ratio) perhatikan penjelasan berikut: Per definisi....DAFTAR ISI Dari persamaan tujuh di atas dapat dilihat bahwa nilai intrinsik saham akan ditentukan oleh expected dividen setahun yang akan datang... pertumbuhan dividen sama dengan 10 % maka besarnya nilai intrinsik Saham Bank BNI adalah: E(E1) x (1—b) = ---------------------(r-g) Rp800 x 0....40 = ---------------------(0.x -----------------.......... required rate of return sama dengan 25%.x ------.....

4)= 9% Persamaan 12 tesebut di atas kalau dilihat lebih jauh ternyata terdiri dari lima komponen utama yaitu: • • • • • komponen a merupakan Tax Burden komponen b merupakan Interest Burden komponen c merupakan Profit Margin (profit on sales) komponen d merupakan Assets Turn Over komponen e merupakan Financial Leverage Dengan memahami kelima komponen ROE di atas kita dapat dengan mudah memahami faktor—faktor apa yang menentukan besar kecilnya ROE yang juga menentukan besar kecilnya g atau pertumbuhan deviden. 231 . Maka besarnya laju pertumbuhan dividen adalah: g= ROE x (1—b)= 15% x (1—0.4. Tax Burden: Semakin besar tax rate. Semakin besar tax burden per definis! (ceteris paribus) ROE semakin kecil. Contoh perhitungan: ROE saham Bank BNI satu tahun yang akan datang diperkirakan akan menjadi 15% dan Dividend Pay Out Ratio sama dengan 0. semakin besar tax burden .DAFTAR ISI dimana : Net Income ROE = Return On Equity = ----------------Equity Lebih lanjut dengan menggunakan Du pont Mode Dari persamaan 11 tersebut di atas pertumbuhan dividen dapat dihitung asalkan besarnya ROE dan besarnya retention ratio dan plowback ratio diketahui. Tax burden yang meningkat dinyatakan oleh rasio antara Net Income dan Pretax Income yang semakin keci1.

.(12) EBIT Dari rumus interest burden di atas dapat dilihat bahwa jika suatu perusahaan sama sekali tidak menggunakan pinjaman atau interest expense sama dengan nol.. ......= 1+ -------------. maka interest burden atau rasio antara pretax profit dengan EBIT sama dengan satu.. maka rasio ini akan semakin kecil (kurang dan satu)...... Semakin tinggi interest burden ... Rasio sama dengan satu adalah angka yang maksimum..... Sebaliknya jika kita membedakan dua perusahaan yang berada pada tax bracket yang berbeda pajak dapat mempenganuhi hasil perhitungan ROE.... Perlu diingat bahwa Interest burden yang tinggi dinyatakan oleh rendahnya rasio antara Pretax Income dan Earnings Before Interest and Tax Adapun hubungan financial leverage (Assets/Equity) dengan debt to equity ratio dapat dinyatakan oleh persamaan benikut: (Financial Leverage) Assets = -------------.. Semakin tinggi financial leverage (semakin banyak debt digunakan) semakin tinggi interest burden.... Interest burden mempunyai hubungan yang erat dengan financial leverage suatu perusahaan. Tax Burden yang berbeda dapat pula disebabkan oleh kemampuan perusahaan memanipulasi pajak yang harus dibayarkan kepada pemerintah... Jika dua perusahaan berada pada tax bracket yang sama maka tax burden tidak terlalu berpengaruh pada hasil perhitungan ROE.....DAFTAR ISI Hal ini disebabkan karena pajak selamanya akan mengurangi earning yang dapat dibagikan kepada pemilik perusahaan atau pemegang saham.. Jika perusahaan banyak menggunakan pinjaman beranti interest expensenya besar. per definisi (ceteris paribus) ROE semakin kecil.. Interest Burden: Komponen Interest Burden (Pretax Prof it/EBIT) yang dirubah menjadi: Pretax Profit -----------------EBIT EBIT-Intenest Expense = --------------------------------------..(13) Equity Equity Profit Magin Per definii EBIT Profit Margin = ----------------------Sales 232 .= Equity Equity+ Debt Debt ---------------.

Profit margin disebut juga sebagai return on sales menunjukkan keuntungan untuk setiap satu dollar atau rupiah penjualan. semakin tinggi ROE suatu perusahaan. Dengan perkataan lain pemegang saham dirugikan. Untuk jelasnya lihat modifikas! Persamaan dua belas di atas benikut ini: Debt ROE = (1-TaxRate) ⃒ ROA + (ROA-InterestRate) --------Equity .67 maka. semakin tinggi ROE...(14) Dari pensamaan 15 di atas dapat dilihat bahwa jika ROA lebih kecil bila dibandingkan dengan interest rate maka ROE akan turun berarti akan terjadi dilusi (dilution) dari earning yang dapat diterima oleh pemegang saham. Assets Turn Over Komponen ini menggambankan efisiensi pemanfaatan aset perusahaan..= 1 + Equity Debt -----------Equity Jika Financial Leverage = l.... Financial Leverage dapat mem”boost” atau meningkatkan ROE dengan ketentuan bahwa ROA (Return On Assets) lebih besar bila dibandingkan dengan tingkat bunga yang harus dibayarkan oleh perusahaan.. Debt ----------..= 1...1 = Equity 67 ---------100 Debt to Equity Rat!o = Dan persamaan duabelas tersebut di atas dapat dilihat bahwa semakin tinggi financial leverage...DAFTAR ISI Semakin tinggi profit margin..... Profit margin 10% berarti untuk set!ap dollar penjualan keuntungan sebesar 10 sen dollar.....67. 233 .. Semakin efisien pemanfaatan aset suatu penusahaan (yang dicerminkan assets turn over yang tinggi) semakin tinggi ROE. Financial Leverage: Per definisi: Financial Leverage = Assets -----------------..

7 Pretax Income Interest Burden = ---------------------. Kemungkinan besar hal itu disebabkan misalnya oleh perusahaan tensebut tidak efisien dalam memanfaatkan asetnya.= 0. Contoh Perhitungan Laju Pertumbuhan Deviden: Perusahaan metniliki ROE = 35 %.67 0. resiko keuangan (financial risk) suatu perusahaan menjadi tinggi dalam arti kalau terjadi sesuatu dengan hasil penjualan (misal menurun tajam) maka perusahaan kemungkinan besar tidak dapat memenuhi kewajibannya dan dapat dinyatakan bangkrut dan dilikuidasi. Dari uraian ini jelaslah bahwa salah satu motivasi perusahaan go public adalah dalam rangka menurunkan financial risk. maka usaha yang harus dilakukan adalah meningkatkan Financial Leverage setinggi mungkin.7 Pretax Income Atau Tax Rate = 30% Perusahaan B 0. Masalahnya adalah kalau financial leverage terlalu tinggi.75% Contoh Perhitungan ROE: Perusahaan A Ta x Burden Net Income = -------------------------. Dividen Pay Out Ratio adalah 0.65 maka dengan mudah kita dapat memperkinakan benapa besarnya g atau laju pertumbuhan deviden di masa yang akan datang ya!tu 22.= EBIT 0.73 234 .DAFTAR ISI Dan persamaan 15 tersebut di atas dapat pula disimpulkan bahwa kalau pemilik perusahaan yang ada yakin bahwa ROA akan leb!h besar bila dibandingkan dengan interest rate yang akan dibayarkan. KESIMPULAN: Jadi jelaslah dengan memahami berbagai komponen dari ROE kita lebih dapat memahami mengapa ROE suatu perusahaan lebih rendah bila dibandingkan oleh perusahaan lain yang sejenis. Dengan mengetahui ROE dan Dividen Pay Out Ratio kita dapat menentukan berapa besannya pertumbuhan deviden di masa yang akan datang.

5 kali dibandingkan dengan 1.1 ROE 0. Hal ini utamanya disebabkan oleh: a) Perusahaan A lebih efisien dalam menggunakan asetnya.5% 235 .5 x Leverage Financial Total Assets = ------------------------------Equity = 1.5 1.1 kali b) Financial Leverage perusahaan B lebih rendah bila dibandingkan dengan financial leverage perusahaan B yaitu 1. dibandingkan dengan 1.2388 Dan contoh perhitungan ROE tersebut kita dapat melihat bahwa ROE Perusahaan A (0.= Sales 12% 17% Sales Assets Turn Over = ------------------.5.2388).DAFTAR ISI Profit Margin EBIT = -----------------.1.= Total Assets 3x 2.5 x ROA 36% 42.2532) lebih tinggi bila dibandingkan dengan ROE Perusahaan B (0. Benikut adalah perhitungan ROA untuk Perusahaan A dan Perusahaan B: ROA = Profit Margin x Assets Turn Over Perusahaan A Operating Margin EBIT = -------Sales Sales = ---------Total Assets 12% Perusahaan B 17% Assets Turn Ove 3x 2.2532 0. Seperti telah dijelaskan sebelumnya financial leverage dapat mem~boost” ROE aset ROA lebih besar bila dibandingkan dengan interest rate yang harus dibayarkan. Hal ini terbukti dengan angka assets turnover yang lebih besar yaitu 1.

2532 = 0.Interest Rate) ----------Equity Interest rate Perusahaan A: ROE = (1-0. Tingkat bunga yang dibayarkan oleh Perusahaan B terlalu tinggi yaitu 127.5% interest rate Dan Contoh perhitungan di atas yang menjadi penyebab utama mengapa Perusahaari B memiliki ROE yang yang rendah bila dibandingkan dengan Perusahaan A walaupun Perusahaan B memiliki ROA yang lebih baik dan Financial Leverage yang tidak terlalu tinggi adalah kenyataan bahwa Perusahaan B memilih pembiayaan yang salah.725%-0.2532=0.5 interest rate l 0.5 interest rate) = 37.5%—interes rate)x 0.5%+(42.238=0.5%+4.5%.23.07 interest rate = 32.07 interes rate 0.238=32.l interest rate l 0.5%.25%—0.l interest rate l 0.11 0.7) 142.0.7J42.238=0.7 x 0.7x 54% — 0.35 interest rate 0.94% Interest rate Perusahaan B : ROE=(1—0.3) 136% + ( 36%-interest rate) x 0.7146.8% = 0.5 1 0.1188 Interest rate = 0.18% — 0.7) 136% + 0.DAFTAR ISI Berikut ini adalah hasil perhitungan tingkat bunga yang harus dibayarkan oleh Perusahaan A dan Perusahaan B: Debt ROE(1-Tax Rate) ⃒ ROA + (ROA.008925 = 127. Tingkat bunga ini tidak sebanding dengan ROA yang dimiliki oleh Perusahaan B yaitu hanya 42.35 interes rate = 0.725% .75%—0.8% .378—0. 236 .2532 = (0.3394 x 100 % = 33.

W Norton & Company. Hal penting yang harus diperhatikan adalah earning perusahaan. DAFTAR PUSTAKA Bodie. karena akan mempengaruhi tingkat suku bunga yang harus dibayarkan perusahaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi ROE yang akan dihasilkan. Kedua yang tidak kalah penting adalah perlu memperhatikan laverage perusahaan. Irwin.Malkiel. W. Karena earning akan menentukan besarnya dividen dan pertumbuhan dividen yang akan menentuakan nilai intrisik saham. New York-London 1990 237 . Nilai intrinsik saham dapat digunakan sebagai cut of point untuk memutuskan belu atau menjual saham apabila sudah dimiliki saham tersebut.DAFTAR ISI Kalau seandainya Perusahaan B menggunakan tingkat bunga yang tidak tenlalu tinggi maka ROE Perusahaan B kemungkinan akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan Perusahaan A. KESIMPULAN Berdasarkan pada uraian tulisan di atas maka dapat disimpulkan bahwa seorang investor atau analis sekuritas khususnya saham di pasar modal apabila akan melakukan investasi pada saham tidak boleh hanya ikut-ikutan . akan tetapi perlu menganalisa secara detail fundamental perusahaan. 2006.Homewood Burton G. Investment. A Random Walk Down Wall Street. Kane and Marcus.

Sebagai gantinya perusahaan harus membayar dividen pada investor.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Fundamental Keuangan Yang Mempengaruhi Resiko Saham Oleh : A. PENDAHULUAN Latar Belakang Pasar modal saat ini dipandang sebagai sarana efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara. ROE. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan yang memiliki tingkat DER yang tinggi sementara tingkat ROE nya rendah. Biasanya para pemodal 11 Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung . rasio A. dengan memanfaatkan dana dari pasar modal perusahaan tidak perlu menyediakan dana tiap bulan atau setiap tahun untuk membayar bunga. Faktor-faktor fundamental seperti DER. Di samping itu. Dengan menunjukkan prospek yang baik. maka surat berharga perusahaan tersebut akan laku dijual di pasar modal. Kegiatan investasi yang dilakukan investor adalah kegiatan untuk menempatkan dana pada suatu atau lebih suatu aset selama periode tertentu dengan harapan dapat memperoleh sejumlah keuntungan dimasa yang akan datang. sebagaimana dituntut oleh bank. EPS. Zubaidi Indra11 ABSTRAK Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan faktor fundamental perusahaan dalam mengeliminir pengaruh risiko pasar sehingga nilai perusahaan akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders. Hal ini sejalan dengan fungsi pasar modal yaitu meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan kriteria pasarnya secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan. stakeholder. Satu keunggulan penting yang dimiliki pasar modal dibandingkan bank adalah bahwa untuk mendapatkan dana sebuah perusahaan tidak perlu menyediakan agunan. Melalui pasar modal dimungkinkan terciptanya usahawan yang dapat menggalang penyerahan dana jangka panjang dari masyarakat untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Sumber pembiayaan yang sudah sangat populer adalah bank yang digolongkan sebagai sumber pembiayaan tradisional. jika memang perusahaan memperoleh untung. Keywords : faktor fundamental. PER dan OPM mempunyai berpengaruh terhadap risiko sistematis Beta.

Mahduh. Hanafi dan Ari Wibowo (Kelola. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi perusahaan untuk lebih 240 . Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara perdagangan pada saat sebelum dan sesudah pengumuman laporan keuangan. Penggunaan data akuntansi juga dapat menghasilkan peningkatan kualitas pengambilan keputusan pada setiap lini dari pembuat keputusan individu. Hal ini menunjukkan bahwa ada factor yang harus dipertimbangkan sebelum memilih jenis investasi yang akan dimasuki seperti risiko yang akan ditanggung.DAFTAR ISI tidak akan menempatkan seluruh dana yang tersedianya pada satu jenis aset. the larger the value. 1997) yang tetap menyatakan bahwa pengumuman informasi laporan keuangan perusahaan emiten menunjukkan dampak yang besar terhadap aktivitas perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Risiko sistematis menurut Beaver. Laporan keuangan yang diumumkan tampaknya dipergunakan oleh investor dalam kegiatan di bursa. 1997). Adanya kaitan antara saham individual dengan pasar membawa pemikiran bahwa besarnya risiko sistematis suatu saham seharusnya dapat diperkirakan dari aspek fundamental perusahaan dengan karakteristik pasar. the greater the riskiness of the security a β of the implies an averages riskiness” dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa beta atau risiko sistematis suatu saham merupakan indikator yang menunjukkan sensitivitas pergerakan return saham terhadap pergerakan return saham-saham lainnya di pasar. Kettle dan Scholes (1970) : “A. Dari hasil penelitian ini bisa dikatakan bahwa peranan laporan keuangan sudah sangat penting. menunjukkan bahwa pengumuman laporan keuangan perusahaan emiten juga mempunyai pengaruh terhadap kegiatan perdagangan saham dan variabilitas tingkat keuntungan. Jika kaitan antara aspek fundamental tersebut diketahui maka akan sangat membantu investor dalam menganalisa kepekaan pergerakan return saham terhadap pergerakan saham. Laporan keuangan Desember mempunyai dampak yang lebih besar dibanding dengan bulan Maret. Sumber risiko dapat dibagi atas 2 (dua) kelompok yaitu risiko sistematis yang merupakan risiko yang mempengaruhi semua (banyak) perusahaan dan resiko tidak sistematis yang merupakan risiko yang mempengaruhi atau (sekelompok kecil) perusahaan. 2. Dari latar belakang di atas maka permasahan yang diangkat adalah bagaimanakah pengaruh faktor-faktor fundamental keuangan perusahaan terhadap risiko saham. dan investor sudah sangat sadar untuk memperhatikan faktor fundamental perusahaan. Faktor-faktor fundamental adalah merupakan data akuntansi berupa ratio-ratio yang dapat membantu investor untuk memprediksi risiko suatu saham. ini terlihat dari relatif tingginya perdagangan di hari pengumuman dibanding dengan kegiatan diluar hari pengumuman tersebut. Hasil penelitian Suad Husnan. 3.. systematic component reflects common movement of a single security’s return with the average return of all other securities in the market. Hasil penelitian ini juga didukung dengan hasil penelitian lainnya oleh Hanafi (Kelola. M. Dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan sebagai berikut : 1.

Alat yang dipakai untuk melakukan analisis adalah rasio keuangan yang pada dasarnya melihat hubungan antar pos dalam laporan keuangan perusahaan yang mencerminkan keadaan keuangan serta hasil operasional perusahaan. seberapa ekspansi investasi yang dilakukan dan kapan investasi seharusnya dilaksanakan. Untuk dapat memilih investasi yang aman. sementara itu risiko tidak sistematis atau sering disebut risiko financial adalah risiko yang berhubungan dengan risiko usaha yang ditunjukkan oleh variabilitas ini akan semakin besar jika penggunaan hutang semakin besar yang pada akhirnya akan mempengaruhi risiko financial.DAFTAR ISI memperhatikan faktor fundamental perusahaan dalam mengeliminir pengaruh risiko pasar sehingga nilai perusahaan akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders. Keputusan Investasi Dalam teori manajemen keuangan modern disebutkan bahwa tujuan perusahaan adalah untuk memaksimumkan kekayaan para pemegang saham. Salah satu analisis yang dapat digunakan oleh calon investor adalah analisis fundamental. 2. teliti. Hal penting dan mendasar dalam setiap proses keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return yang diharapkan dengan risiko suatu investasi. Untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut manager keuangan harus mampu memanfaatkan dana yang tersedia untuk investasi pada suatu investasi yang menguntungkan. Pendapat lain dari Jogiyanto (1998). diperlukan satu analisis yang cermat. TINJAUAN TEORITIS 1. investasi dapat didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu yang tertentu. Data yang dipakai sebenarnya adalah data historis yaitu risiko yang telah lewat. B. Pemilihan teknik yang benar dalam analisis akan mengurangi risiko investor dalam investasi. Formula CAPM dapat ditulis sebagai berikut : Ri = RF + (RM – RF) βi 241 . Investor terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana konsep dasar investasi yang menjadi dasar pijakan dalam setiap tahap pembuatan keputusan investasi yang akan dibuat. Konsep Model Security Market Line Seperti dijelaskan sebelumnya. dan mendukung dengan risiko yang akurat. Proses keputusan investasi berkenaan dengan bagaimana seharusnya seorang investor membuat keputusan mengenai pemilihan sekuritas. bahwa risiko total terdiri dari risiko dan risiko tidak sistematis. Analisis ini sangat berhubungan dengan kondisi perusahaan. Untuk mengukur nondiversifiable risk ini dapat menggunakan koefisien beta untuk mengukur Nondiversifiable risk.

semakin tinggi return yang diharapkan.5 bz 2. 242 . Jika hubungan antara beta dan return digambarkan dalam sebuah gambar. Makin besar beta maka return yang diharapkan juga semakin besar.DAFTAR ISI Keterangan: = Tingkat return yang diucapkan Ri RF = Tingkat bunga bebas risiko βi = Koefisien beta saham RM = Tingkat Keuntungan portofolio pasar Dari formula di atas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi risiko.0 br 1. Garis yang menghubungkan return dan beta ini disebut sebagai Security Market Line.0 Market Risk Premium 4% Asset Z’s Risk Premium (6%) Gambar di atas menunjukkan adanya hubungan yang linier antara return dan beta atau risiko. dan sebaliknya semakin rendah risiko semakin rendah pula return yang diharapkan. Hubungan Antara Beta dengan Return yang Dinyatakan Sebagai Security Market Line Return 17 15 Rz =13 Rm=11 9 Rf = 7 5 3 1 Beta 0 brf .5 1. maka akan diperoleh gambar sebagai berikut : Gambar 1.

Menurut Jogiyanto. Risk dan Return Pengertian risiko pada umumnya sering dikaitkan dengan memperoleh hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. ataupun sebaliknya. Semakin besar risiko suatu sekuritas. Menurut William (1997) risiko didefinisikan sebagai berikut : “Risk can be defined as the chance of financial loss. maka tingkat return yang diharapkan juga semakin besar. Hubungan Positif antara Return Ekspektasi dengan Risiko Return Ekspektasi opsi Saham Waran Obligasi Pemerintah RBR Obligasi Perusahaan Risiko 243 . Ketidakpastian tingkat return (rate of return) ini berkaitan dengan risiko. Assets with greater chances of loss are viewer as more risky than those with lesser chance of loss”. Hubungan positif antara tingkat return yang diharapkan dengan risiko dapat digambarkan sebagai berikut. sebenarnya investor belum mengetahui tingkat return (rate of return) karena return yang diharapkan (expected return) memang belum terjadi.DAFTAR ISI 3. Gambar 2.Dari definisi tersebut di atas risiko dipandang sebagai peluang menderita kerugian keuangan. (1998): Dalam membuat keputusan investasi. sehingga belum diketahui dengan tepat berapa nilainya.

Risiko financial. Perubahan pasar dipengaruhi oleh banyak faktor serta munculnya resesi ekonomi. Dalam manajemen investasi modern dikenal pembagian risiko total investasi ke dalam dua jenis risiko. Sedangkan risiko tidak sistematis merupakan risiko yang tidak terkait dengan perubahan pasar secara keseluruhan tetapi lebih terkait pada perubahan kondisi mikro perusahaan penerbit saham. Risiko pasar. 5. Fluktuasi pasar biasanya ditunjukkan oleh berubahnya indeks pasar saham secara keseluruhan. ataupun perubahan politik. Risiko inflasi. Risiko ini berkaitan dengan kondisi stabilitas politik suatu negara. Risiko suku bunga dimana perubahan suku bunga akan mempengaruhi harga saham secara terbalik. Semakin besar proporsi utang yang digunakan. Menurut Jogiyanto.DAFTAR ISI Dari pengertian di atas dapat disebutkan bahwa risiko merupakan kemungkinan perbedaan antara return yang sebenarnya diterima dengan return yang diharapkan. yaitu risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Return atau hasil investasi merupakan tujuan utama bagi investor. yaitu menjual saham hingga harganya menguat. Risiko sistematis merupakan risiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi secara keseluruhan dimana perubahan pasar tersebut akan mempengaruhi variabilitas return atas suatu investasi. 3. Risiko ini berkaitan dengan keputusan perusahaan untuk menggunakan pinjaman dalam pembiayaan modalnya. Risiko ini berkaitan dengan kecepatan suatu saham yang diterbitkan perusahaan bisa diperdagangkan di pasar sekunder. 4. Risiko Negara atau country risk. (1998) menyatakan bahwa: return total merupakan return keseluruhan dari suatu 244 . ceteris paribus. yaitu bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Risiko tidak sistematis bisa diminimalkan dengan melakukan diversifikasi investasi pada setiap jenis saham. kerusuhan. Investasi saham akan memberikan keuntungan atau return dalam dua cara. demikian sebaliknya jika suku bunga turun harga saham akan naik. Risiko ini berkaitan dengan fluktuasi nilai mata uang domestik terhadap nilai mata uang Negara lain dan sering disebut sebagai currency risk atau exchange rate risk. Semakin besar kemungkinan perbedaannya berarti semakin besar risiko investasi tersebut. Risiko nilai tukar mata uang. Ada beberapa sumber risiko yang bisa mempengaruhi besarnya risiko suatu investasi menurut Tandelin (2001) yaitu : 1. sering disebut sebagai capital gain atau menunggu dividend. 7. 6. semakin cepat suatu saham bisa diperdagangkan maka semakin likuid saham tersebut. Risiko likuiditas. jika inflasi meningkat biasanya menuntut tambahan premium inflasi untuk mengkompensasikan penurunan daya beli yang dialaminya. 2. artinya jika suku bunga meningkat maka harga saham akan turun. semakin besar risiko financial yang diahadapi perusahaan. Risiko inflasi biasa disebut sebagai risiko daya beli.

tingkat pengembalian pasar (rate of market return). secara matematik. return total sering disebut return saja. dan yield dianggap tidak diperhitungkan sehingga dengan demikian. E (Ri) = ∑R P i =t i n i Keterangan : E (Ri) = Perolehan diekspektasi suatu aktiva atau sekuritas Ri = Hasil masa depan ke-i Pi = Probabilitas hasil masa depan ke-i n = jumlah dari hasil masa depan Disamping mengestimasi return yang diharapkan dari suatu investasi saham. return ekspektasi dapat dirumuskan sebagai berikut (Jogiyanto. Banyak 245 . Jika digunakan IHSG adalah : Rmt = IHSG t − IHSG IHSG t -1 t -1 Rmt IHSG t IHSG t-1 = Return pasar untuk periode t = merupakan indeks pasar periode t = merupakan indeks pasar periode t-1 Return ekspektasi (expected return) dapat dihitung dengan mengalikan masing-masing hasil masa depan (outcome) dengan probabilitas kejadiannya dan menjumlah semua produk perkalian tersebut. Return total terdiri dari Capital gain dan yield Return = Capital gain (loss) + Yield Capital gain (loss) merupakan selisih dari harga investasi sekarang relatif dengan harga periode yang lalu. investor juga perlu menghitung berapa besarnya risiko yang terkait dengan investasi pada saham yang bersangkutan.DAFTAR ISI investasi dalam suatu periode tertentu. 1998). return total dapat di nyatakan sebagai berikut : Return = Pt Pt-1 Pt − Pt −1 Pt −1 = Harga saham sekarang (periode t) = Harga saham periode lalu (periode t-1) Dengan cara yang sama. Risiko sebagai sisi lain dari return menunjukkan kemungkinan penyimpangan return yang diharapkan dari return actual yang diperoleh.

dana dari luar perusahaan dalam bentuk hutang atau obligasi dan biasanya akan timbul biaya-biaya (cost of debt) yang minimal harus ditanggung adalah sebesar biaya bunga. Meskipun tidak ada standar untuk menetapkan variabel-variabel mana yang diduga memiliki pengaruh terhadap risiko sistematis (beta saham) namun variabel-variabel yang digunakan Beaver. they would help us to understand betas and to better forecast betas”. Kettler. Menurut Beaver. PEMBAHASAN C. If these relationship could be determined. Varians maupun standar deviasi merupakan besarnya penyebaran variabel random diantara rata-ratanya. meskipun tidak ada metode yang standar. dan Scholes yaitu beberapa variabel fundamental dapat digunakan sebagai dugaan awal untuk penelitian tesis ini. Debt Equity Ratio (DER) Setiap sumber dana selalu mempunyai biaya masing-masing yang biasa disebut cost of funds. Sementara jika dari modal sendiri (equity). Mengingat begitu bervariasinya biaya dari luar maupun dari dalam perusahaan. dengan hanya membatasi variabel-variabel penelitian sebagai berikut : 1. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap risiko pasar.1. Pada saat akan digunakan. Secara matematis rumus untuk menghitung varians atau standar deviasi adalah sebagai berikut : M Var R = i ( ) ∑ ⎛⎜⎝ [Ri − E (Ri)]2 . semakin besar varians atau standar deviasi investasi tersebut. hal itu akan merupakan peningkatan dalam pengambilan keputusan bagi investor untuk keperluan analisis portofolio. semakin besar penyebarannya. maka 246 . Faktor-faktor Fundamental Beta merupakan ukuran risiko yang dinyatakan dalam “Sensitivity to market” yaitu ukuran risiko yang didasarkan pada sensitivitas pergerakan return suatu saham terhadap market return. pi ⎞⎟⎠ i =1 C. akan timbul biaya yang tidak kelihatan yang merupakan opportunity cost dari modal tersebut. Alat ukur yang paling umum digunakan untuk menjelaskan sejauh mana penyimpangan expected return dari actual return adalah dengan varians atau standard deviasi. Kettler dan Scholes menyatakan jika data akuntansi dapat digunakan untuk meramalkan risiko. Kettler dan Scholes (Grubber:1995) menyatakan : “Beta is risk measure that arises from the relationship between the return on a stock and the return on the market. Lebih lanjut Beaver. we should know that the risk a firm should be determined by some combination on the firm’s fundamental of the firm’s stock.DAFTAR ISI metode yang tersedia untuk mengukur risiko. however. tetapi secara umum risiko diukur dalam bentuk probabilistik atau dalam bentuk varians (standar deviasi).

karena akan berpengaruh terhadap harga saham di bursa. Atau dengan kata lain dikatakan bahwa 247 . Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa hubungan DER dengan beta saham adalah positif artinya semakin tinggi tingkat DER akan mengakibatkan semakin tinggi risiko pasar dan sebaliknya tingkat DER yang rendah akan mengakibatkan risiko sahamnya rendah. Dalam menentukan pilihannya. Indikator ROE sangat penting diperhatikan untuk mengetahui sejauh mana investasi yang akan dilakukan investor di suatu perusahaan mampu memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang diharapkan investor. Dengan mengetahui tingkat ROE. sehingga harga saham akan semakin rendah. ROE bisa dihitung dengan formula sebagai berikut : Return On Equity (ROE) = Earnings after Tax and Interest equity Dari sudut pandang investor ROE merupakan salah satu indikator penting untuk menilai prospek perusahaan di masa mendatang. Formulasi struktur modal itu sendiri adalah sebagai berikut : DER = Long Term Debt Equity DER yang semakin besar akan mengakibatkan risiko financial perusahaan yang semakin tinggi.DAFTAR ISI perlu dipertimbangkan dengan seksama sebaiknya dari sumber dana mana investasi yang harus dibiayai. ROE akan berubah jika EAT atau equity mengalami perubahan. Sedangkan modal yang dihitung adalah modal sendiri yang bekerja dalam perusahaan. Dengan mengetahui tingkat ROE. maka diperlukan perhitungan laba bersih yang sudah dikurangi dengan biaya bunga dari modal asing (cost of debt) dan pajak perseroan (income tax). Investor biasanya selalu menghindari risiko. investor biasanya akan mempertimbangkan perusahaan yang mampu memberikan kontribusi ROE yang lebih besar. Penggunaan hutang dalam valuta asing juga akan menimbulkan currency risk dimana risiko ini berkaitan dengan fluktuasi nilai mata uang domestik terhadap mata uang Negara lain. 2. investor dapat melihat sejauh mana pertumbuhan profitabilitas perusahaan. maka semakin tinggi DER akan mengakibatkan saham perusahaan tersebut semakin dihindari investor. Dengan penggunaan hutang yang semakin besar akan mengakibatkan semakin tingginya risiko untuk tidak mampu membayar hutang. Return On Equity (ROE) Return on equity menggambarkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tersedia bagi pemegang saham (earning available for common stockholder’s) agar bisa terlihat seberapa besar kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan laba. investor dapat menilai prospek perusahaan di masa mendatang. Bagi investor semakin tinggi ROE menunjukkan risiko investasi kecil.

Meskipun tidak semua perusahaan mencantumkan besarnya EPS perusahaan bersangkutan dalam laporan keuangannya. Price Earning Ratio Informasi PER mengindikasikan besarnya Rupiah yang harus dibayarkan investor untuk memperoleh satu Rupiah earnings perusahaan atau dengan kata lain. Rumus untuk menghitung EPS suatu perusahaan adalah sebagai berikut : Earning Per Share (EPS) = Earning after Tax (EAT) and Interest Number of Share EPS = ROE X Book Value per Share EPS = Earning after Tax and Investment Equity x Number of share Equity 4. 3. ada tiga komponen untuk menghitung PER.DAFTAR ISI semakin tinggi ROE akan mengakibatkan beta saham tersebut semakin rendah sebaliknya bila ROE rendah akan mengakibatkan beta sahamnya semakin tinggi. Besarnya EPS suatu perusahaan bisa diketahui dari informasi laporan keuangan perusahaan. Dividend payout ratio (DPR) yang diharapkan yang menunjukkan besarnya dividen yang akan dibayarkan perusahaan dari total earning yang diperoleh perusahaan 248 . Earning Per Share (EPS) Informasi earning per share suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua pemegang saham perusahaan. PER menunjukkan besarnya harga setiap satu Rupiah earning perusahaan. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa PER juga merupakan ukuran harga relatif dari saham perusahaan. besarnya EPS dapat dihitung berdasarkan laporan neraca dan laporan rugi laba perusahaan. yaitu : a. Rumus PER juga dapat ditulis sebagai berikut : PER = D1 / E1 k−g Keterangan : D1/E1 = Tingkat dividend payout ratio yang diharapkan k = Tingkat return yang diharapkan g = Tingkat pertumbuhan yang diharapkan Dari persamaan di atas.

Beta portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari beta masing-masing sekuritas. Bagi investor perusahaan yang memiliki tingkat OPM yang tinggi memberikan indikasi bahwa risiko pada perusahaan tersebut adalah rendah. perusahaan tidak akan menarik bagi investor. Operating Profit Margin (OPM) Operating profit margin mengukur presentase setiap penjualan setelah semua cost and expenses diluar biaya bunga dan pajak. Dalam memilih investasi saham. Tanpa profit. Tingkat return yang diisyaratkan (k) yang menunjukkan tingkat return yang diisyaratkan investor atas suatu saham. Tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan (g).2. Dapat dikatakan semakin tinggi OPM akan semakin rendah beta sahamnya. OPM menunjukkan laba murni (pure profit) yang diperoleh dari setiap penjualan. yang merupakan fungsi dari besarnya ROE dan tingkat laba ditahan perusahaan. Beta Beta adalah pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio relatif terhadap risiko pasar. Secara matematis tingkat return yang diisyaratkan adalah : k = R f + Rp Keterangan: K = tingkat return bebas risiko + premi risiko c. Mengetahui beta masing-masing sekuritas juga berguna untuk pertimbangan memasukkan sekuritas tersebut kedalam portofolio yang akan dibentuk (Jogiyanto. sebaliknya semakin rendah OPM akan mengakibatkan beta sahamnya semakin tinggi. 5. Bagi investor yang diinginkan tentunya adalah operating profit margin.Beta suatu sekuritas menunjukkan risiko sistematiknya yang tidak dapat dihilangkan dengan diversifikasi. investor akan memilih perusahaan yang memiliki OPM yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang hanya memiliki OPM rendah. Oleh karena itu rasio ini sangat penting bagi investor untuk menilai masa depan perusahaan. Formula untuk menghitung operating profit margin sudah dikenal luas sebagai berikut : Operating Profit Margin = Operating Profit Sales OPM adalah salah satu alat untuk mengukur profitabilitas suatu perusahaan. sebagai kompesasi atas risiko yang harus ditanggung investor. maka beta masing-masing sekuritas perlu dihitung terlebih dahulu. 249 . Untuk menghitung beta portofolio. Mengetahui beta suatu sekuritas atau beta suatu portofolio merupakan hal yang penting untuk menganalisis sekuritas atau portofolio tersebut. 1998).DAFTAR ISI b. C.

tuntutan dari pihak lain. Beta akuntansi Beta akuntansi dapat dihitung dengan menggunakan data histories yang berupa data akuntansi seperti laba perusahaan dan laba indeks pasar. 2. dan lain sebagainya. 2000). resesi. Beta pasar Dapat diestimasi dengan mengumpulkan nilai-nilai histories return dari sekuritas dan return dari pasar selama periode tertentu. seperti inflasi. misalnya 60 bulan untuk return bulanan atau 200 hari untuk return harian. dan lainnya) (Jogiyanto. Karena risiko ini unik untuk suatu perusahaan. Bagian dari risiko sekuritas yang dapat dihilangkan dengan membentuk portofolio yang well-diversified disebut dengan risiko yang dapat didiversifikasi (diversifiable risk) atau risiko perusahaan (company risk) atau risiko spesifik (specific risk) atau risiko unik (Unique risk) atau risiko yang tidak sistematik (unsystematic risk). Bukti-bukti empiris menunjukkan bahwa beta histories mampu menyediakan informasi tentang beta masa depan (Elton dan Gruber : 1994). Risiko total (total risk) merupakan penjumlahan dari diversifiable dan nondiversifiable risk sebagai berikut : Risiko total = Risiko dapat di-diversifikasi + Risiko tidak dapat di-diversifikasi = Risiko perusahaan + risiko pasar = Risiko tidak sistematik + risiko sistematik = Risiko spesifik (unik) + risiko umum Gambar 3. Beberapa beta historis berdasarkan jenis data yang akan digunakan yaitu: 1. yaitu hal yang buruk terjadi di suatu perusahaan dapat diimbangi dengan hal yang baik terjadi diperusahaan lain. Risiko ini terjadi karena kejadian-kejadian di luar kegiatan perusahaan. Beta yang dihitung berdasarkan data historis ini selanjutnya dapat digunakan untuk mengestimasi beta masa mendatang. berikut ini menunjukkan risiko total dan komponennya yang berupa risiko yang dapat di-diversifikasi dan risiko yang dapat didiversifikasi. Sebaliknya. asset growth. penelitian yang berhasil atau tidak berhasil dan lain sebagainya. Contoh dari diversifiable risk adalah pemogokan buruh. Beta fundamental Dapat diestimasi dengan menggunakan data histories berupa variabel-variabel fundamental perusahaan (Dividen pay out. 2000).DAFTAR ISI Beta sekuritas dapat dihitung dengan teknik estimasi yang menggunakan data histories. risiko yang tidak dapat didiversifikasikan oleh portofolio disebut dengan nondiversifible risk atau risiko pasar (market risk) atau risiko umum (general risk) atau risiko sistematik (systematic risk). leverage. 250 . (Jogiyanto. maka risiko ini dapat didiversifikasi di dalam portofolio. 3.

Semakin besar beta. yang kemudian dipergunakan sebagai taksiran beta masa datang.DAFTAR ISI Gambar 3. sehingga semakin tinggi risikonya. Dengan menggunakan persamaan regresi dari single indeks model maka beta untuk tiap saham dapat dihitung seperti tampak pada Gambar 4. risiko yang dapat di-diversifikasi dan yang tidak dapat risiko fortofolio (%) Risiko dapat di-diversifikasi Atau risiko perusahaan Atau risiko spesifik Atau risiko unik Atau risiko tidak sistematik Risiko total Risiko tidak dapat di-diversikfikasi Atau risiko pasar atau risiko umum Atau risiko sistematik Jumlah saham Estimasi Nilai Beta Metode yang paling banyak digunakan untuk menetukan beta adalah cara penaksiran dengan menggunakan data histories untuk menghitung beta masa itu. 251 . menunjukkan semakin peka pergerakan harga saham tersebut terhadap pergerakan haraga saham di pasar. Risiko Total. Beta saham tidak akan merupakan kemiringan (scope) garis regresi tersebut. Beta menunjukkan pergerakan vertikal (stock return) per unit pergerakan horizontal (market return).

Saham-saham dengan beta kurang dari satu (β < 1) digolongkan sebagai saham-saham defensive (defensive stocks). Saham-saham dengan beta lebih besar dari satu (β > 1) digolongkan sebagai sahamsaham agresif (aggressive stock) karena saham melonjak lebih cepat daripada pasar dalam situasi boom (bull market) sebaliknya jatuh lebih tajam daripada pasar pada situasi lesu (bear market). Estimasi besarnya risiko sistematis (β) dihitung dengan menggunakan formula standar (Elton/Gruber: 1995) sebagai berikut : βi = σ im σ 2m t =1 = ∑ [(Rit − R it )(Rmt . Nilai alpha dan beta dapat bernilai positif. Jerome (1987).R mt )] N ∑ [(R N t =1 mt . Saham-saham dengan beta sama dengan satu.DAFTAR ISI Gambar 4. Garis Regresi Untuk Mengukur Beta Saham Rit β α Rmt Alpha merupakan intersep dari garis regresi. keuntungan saham ini berfluktuasi kurang dari kondisi pasar secara keseluruhan. negatif atau nol. nilai alpha merepresentasikan return saham yang diakibatkan oleh faktor-faktor di luar pergerakan pasar atau dikenal sebagai independent component. merupakan saham-saham netral karena pergerakan return saham sejalan dengan market return. saham-saham jenis ini lebih peka sehingga mempunyai risiko yang tinggi.R mt ) 2 ] 252 .

yaitu yang independent dari perubahan pasar dan yang dipengaruhi oleh pasar.Variance tingkat keuntungan. : Rata-rata dari return on security : rata-rata dari market return Rit Rmt Penggunaan konsep model indeks tunggal dalam menaksir. deviasi standar tingkat keuntungan dan covariance antar saham sebagai berikut : Tingkat keuntungan yang diharapkan. model indeks tunggal adalah sebagai berikut : Ri =αi + βiRm + ei Keterangan: Ri : return saham i Rm : return indeks pasar : bagian return saham i yang tidak dipengaruhi kinerja pasar : ukuran kepekaan return saham i terhadap perubahan return saham : kesalahan residual αi βi ei Persamaan tersebut hanyalah memecah tingkat keuntungan suatu saham menjadi dua bagian. Cara lain adalah dengan menggunakan data histories untuk menghitung beta waktu lalu yang dipergunakan sebagai taksiran beta di masa yang akan datang. σei = βiβjσm2 253 . Secara sistematis. Penggunaan model indeks tunggal menghasilkan tingkat keuntungan yang diharapkan. : Resiko sistematis untuk saham i βi σ σ im 2 im : kovarian antara return saham Ri dengan market return RM. E (Ri) = αi + βi E (Rm) . : varian market return. σi2 = βi2σm2 + σei2 Covariance tingkat keuntungan saham i dan j.DAFTAR ISI Keterangan. Persamaan di atas juga merupakan persamaan regresi linier sederhana yang dihitung dengan Ri sebagai variabel dependent dan Rm sebagai variabel independent. beta memerlukan penaksiran beta dari saham-saham yang akan dimasukkan ke dalam portofolio.

kalau resiko residual dianggap nol. Faktor-faktor fundamental seperti DER. 254 . Demikian juga variance tingkat keuntungan terdiri dari dua bagian. KESIMPULAN DAN SARAN Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan faktor fundamental perusahaan dalam mengeliminir pengaruh risiko pasar sehingga nilai perusahaan akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders.DAFTAR ISI Model indeks tunggal menunjukkan bahwa tingkat keuntungan yang diharapkan terdiri dari dua komponen yaitu αi dan bagian yang berhubungan dengan pasar yaitu βiE(Rm). maka risiko portofolio akan mendekati : σ p = β p 2σ m 2 = βpσm = σm [ ∑ X i β i ] D. α p = ∑ X iα i Untuk variance portofolio rumusnya adalah sebagai berikut: α p 2 = β p 2σ m 2 + ∑ X i 2σ ei 2 Resiko yang tidak bisa dihilangkan kalau bentuk portofolio merupakan risiko yang berkaitan dengan βp. ROE. PER dan OPM mempunyai berpengaruh terhadap risiko sistematis Beta. EPS. βp = ∑ X i βi Demikian juga alpha portofolio (αp) adalah. Sehubungan dengan hal tersebut. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan yang memiliki tingkat DER yang tinggi sementara tingkat ROE nya rendah. maka penelitian ini menganalisis variabelvariabel yang didasarkan pada faktor-faktor fundamental yang diperkirakan dapat menjelaskan risiko sistematis. sebaliknya covariance semata-mata tergantung pada risiko pasar. Salah satu alasan penggunaan model indeks tunggal adalah untuk mengurangi jumlah variabel yang perlu ditaksir karena untuk portofolio model indeks tunggal mempunyai karakteristik yaitu bahwa beta portofolio (βp) merupakan rata-rata tertimbang dari beta saham-saham yang membentuk portofolio tersebut. Pada masa krisis juga diduga banyak perusahaan yang memiliki tingkat earning per share yang rendah karena kemampuan menghasilkan laba yang rendah. Yaitu risiko yang unik (σei2) dan risiko yang berhubungan dengan pasar βi2σm2.

Jakarta. dan M. Berbagai alasan dikemukakan terhadap kurangnya penelitian yang menitikberatkan pada pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap risiko sistematis (risiko pasar) diantaranya adalah masih dalam dugaan bahwa faktor-faktor tersebut kurang memberikan penjelasan yang berarti pada risiko sistematis suatu saham. Lawrence J. Di lain pihak telah banyak studi dan penelitian yang dilakukan kurang meneliti hubungan faktor-faktor makro ekonomi terhadap risiko sistematis seperti perubuhan tingkat inflasi dan tingkat suku bunga terhadap risiko sistematis. Beaver. Hargitay. E&FN Spon. Pandji dan Piji Pakarti. Accounting Review 45. Edwin J. New York. Gitman. 1998.DAFTAR ISI Alasan yang lain pada penggunaan variabel-variabel fundamental adalah karena dalam berbagai studi literatur menunjukkan masih kurangnya penelitian yang mengkaitkan antara risiko sistematis saham dengan faktor-faktor fundamental yang dapat menjelaskannya. P. and Ming Yu Shi. Scholes. 5th Edition. Stephen E. “The Association Between Market Determined Measure of Risk and Alternative Measure of risk” Accounting Review 50 (January 1975).S. 255 .K.1997. 9th Edition. New York. (October 1970). Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol. Mc Graw Hill. Penerbit Airlangga. A Erich. Elton. “Pengantar Pasar Modal”. Jakarta. Jhon Wiley & Sons. Martin J. PT. J. “Principles of Managerial Finance”. Richard. USA. “Fundmental of corporate Finance” Fifth Edition. and Gruber. DAFTAR PUSTAKA Anoraga.Kettler. “The Association Between Market Determined and Accounting Determined Risk Measures”.A. “Analisis Perataan Penghasilan (Income Smoothing) : Faktor-faktor yang Mempengaruhi dan Kaitannya dengan kinerja Saham Perusahaan Publik di Indonesia. . R. (Januari 1979). Bildersee. Accounting Review 54. “Investment Decision – A Quantitative Approach”. Baridwan. 1995. Alih Bahasa. Myers. Indonesia.1 Ikantan Akuntan Indonesia. 2000. London. Helfert. 1995. “The Forecasting Ability of Accounting Risk Measure Some Additional Evidence”. Zaki dan H.3 No. Hal 654-682. Herman Wibowo. Brealey. Rineka Cipta. Inc. 2000. Eskew. Edisi Kedelapan. Salno. 1993.Steward C.” Modern Portfolio Theory and Investment Analysis”. “Teknik Analisis Keuangan”.M.

Roy. Keown. Positioning. Edisi Keempat. J. 2001. Copeland. MBA. Santoso.2001. “A Financial Management and Policy”. Scott. Munawir. UPP AMP YKPN. 1997. 256 . Eduardus. BPFE.. “Analisa Laporan Keuangan”. 1st edition. John D. Edisi Pertama. Edisi Kedelapan. Prasetio Utomo. James. Sixth Edition. Rhenald. Teori Portfoliodan Analisis Investasi”. Weston. 2001. Singgih. Thomas E. Kasali. “SPSS / Statistical Product and Service Solution” Elex Media Komputindo. Jakarta. JR. “Basic Financial Management” 7th New York. “Dasar-dasar Teori Portfolio dan analisa sekuritas”. “Pengaruh Operating And Financial Leverage Terhadap Risiko Sistematis Pada Beberapa Perusahaan Unggulan di Bursa Efek Jakarta Periode 1998—2001” Tahun 2004.DAFTAR ISI Institude for Economic and Financial Research. 1996. Jakarta. Jakarta. 2003”. New York.William. Inc. Petty. Fred. “Membidik Pasar Indonesia. Penerbit Erlangga. Yogyakarta. Tandellilin. “Berfikir Ekonomis di Masa Krisis”. “Corporate Finance Theory”. David F. Gramedia Pustaka Utama. Arthur J.”. Yogyakarta. Prentice Hall. Sembel. J. Addison-Wesley Educational Publisher Inc. Haryanto. Edisi ke-2. Jakarta. Prentice Hall International. Edisi kedua. 1997. Yogyakarta. Yogyakarta. Jogiyanto. Elex Media Komputindo. Jones. John Wiley & Sons. 1994. Penerbit Liberty. Martin. Van Horne. 1986. William. S. “Indonesia Capital market Directory 2000. “Manajemen Keuangan”. Edisi Pertama. Targeting. Po. BPFE-Yogyakarta. Suad Husnan DR. Charles P. L. Megginson. 7th edition. PT. 1998.. 2000. “Investment”. 1996. Segmentasi. “Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio”.