P. 1
jurnal-jurnal

jurnal-jurnal

|Views: 258|Likes:
Published by Mar Aimar

More info:

Published by: Mar Aimar on Feb 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2014

pdf

text

original

BISNIS & MANAJEMEN

Jurnal Ilmiah Berkala Empat Bulanan, ISSN 1411 - 9366 Volume 2 No. 3 Mei 2006 Pengembangan Konsep Manajemen Mutu Terpadu Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung Ernie Hendrawaty Kajian Modal Kerja Usaha Kecil Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Usaha Menghadapi Era Pasar Bebas di Bandar Lampung Iban Sofyan Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek (Studi Pada Produk Tabungan, Tiga Bank Umum Terbesar Di Provinsi Lampung) Mahrinasari MS. Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Tata Niaga Kopi Biji Di Propinsi Lampung Mustafid Penilaian Saham, Memahami Cara Berinventasi Saham Di Pasar Modal Sri Hasnawati Faktor-Faktor Fundamental Keuangan Yang Mempengaruhi Resiko Saham A. Zubaidi Indra

Jurnal

JURNAL BISNIS dan MANAJEMEN

Vol. 2

No.3

Hal. 159 -256

Bandarlampung Mei 2006

ISSN 1411 - 9366

Volume 2 No. 3, Mei 2006

ISSN 1411 - 9366

JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN
TIM REDAKSI
Penanggung Jawab : Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc. (Rektor Universitas Lampung) : Prof. Dr. Ir. Tirza Hanum, M.Sc. (Pembantu Rektor I Universitas Lampung) : Dr. John Hendri, M.S. (Ketua Lembaga Penelitian Universitas Lampung) : Toto Gunarto, S.E., M.S. (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung) : Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Lampung

Pembina

Pemimpin Umum

Dewan Editor Ketua Anggota

: Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si. : Dr. Irham Lihan, S.E., M.Si. : Dr. Wispandono, S.E.. S.Si. Iban Sofyan, S.E., M.Si. Mahrinasari M.S., S.E., M.P.M. Asep Unik, S.E., M.Si. M. Syatibi Ch., S.E.

Redaksi Pelaksana Ketua Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Tata Usaha dan Kearsipan Distribusi dan Sirkulasi Alamat Redaksi

: : : : : : :

Habibullah Djimat, S.E., M.Si. Rinaldi Bursan, S.E., M.Si. Muslimin, S.E. Aida Sari, S.E., M.Si. Nasir Teguh Gedung A Lantai 2, Fakultas Ekonomi Universitas Lampung Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro no. 1 Gedungmeneng - Bandarlampung, 35145 Telp. (0721)704622

Jumal Bisnis dan Manajemen merupakan media komunikasi ilmiah, diterbitkan tiga kali setahun oleh Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Lampung, berisikan ringkasan hasil penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi.

Volume 2 No. 3, Mei 2006

ISSN 1411 - 9366

JURNAL BISNIS DAN MANAJEMEN

DAFTAR ISI
Pengembangan Konsep Manajemen Mutu Terpadu Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung Ernie Hendrawaty ………………………………………………………….. 159 Kajian Modal Kerja Usaha Kecil Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Usaha Menghadapi Era Pasar Bebas di Bandar Lampung Iban Sofyan ……………………………………..………………………….. 173 Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek (Studi Pada Produk Tabungan, Tiga Bank Umum Terbesar Di Provinsi Lampung) Mahrinasari MS. …………………………….…………………………….. 189 Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Tata Niaga Kopi Biji Di Propinsi Lampung Mustafid …………………………………………………………………….. 205 Penilaian Saham, Memahami Cara Berinventasi Saham Di Pasar Modal Sri Hasnawati ………………………………….………………………….. 213 Faktor-Faktor Fundamental Keuangan Yang Mempengaruhi Resiko Saham A. Zubaidi Indra ……………………………….………………………….. 239

Customer Focus.DAFTAR ISI Pengembangan Konsep Manajemen Mutu Terpadu Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung Oleh : Ernie Hendrawaty1 ABSTRACT This research was aimed to develop TQM concept for State Owner’s Financial Service Company Bandarlampung Branch by determining which elements stated important for developing TQM for State Owner’s Financial Service Company Bandarlampung Branch and this study was willing to know the adoption of those elements at State Owner’s Financial Service Company Bandarlampung Branch. perkembangan teknologi yang cepat dan kondisi dinamis lainnya yang pada akhirnya menuntut BUMN untuk menjadi Badan Usaha berkarakteristik 1 Dosen Jurusan Manajemen. PENDAHULUAN 1. Mesurement and Benchmarking. Fakultas Ekonomi. Facility Management. The result from the survey is that the original of 72 elements of MMT is remain 45 elements which are grouped into 6 (six) factors. The validation TQM is done by conducting Factor Analysis. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai suatu badan usaha yang bergerak hampir di seluruh aspek ekonomi juga tak terkecuali menghadapi tantangan ketatnya persaingan global. The respondents who participate in this study are branch managers and head of department from each of branch office. Keywords : Total Quality Management.1 Latar Belakang Dalam era perdagangan bebas masalah daya saing merupakan isu kunci dan sekaligus sebagai tantangan yang tidak ringan. The study was conducted to determine the perception of respondent managers and head of departments as to the critical strategy that should define a particular MMT. Universitas Lampung . Those factors are Education and Analysis Tools Supporting. Manajemen Mutu Terpadu 1. Management Commitment and Quality Leadership. Number of respondent companies involved in this study is 21 branch offices.

DAFTAR ISI

perusahaan kelas dunia, sehingga BUMN perlu melakukan reorientasi terhadap struktur dan strategi usahanya untuk mencapai sasaran menjadi Badan Usaha berkarakteristik perusahaan kelas dunia. Untuk menerapkan kebijakan-kebijakan yang telah digariskan dalam Master Plan BUMN tersebut harus didukung oleh suatu sistim Manajemen yang handal. Manajemen Badan Usaha harus melakukan perubahan (transformasi) dari paradigma manajemen tradisional menuju paradigma Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT). Bagi BUMN, MMT telah menjadi suatu program yang harus dilaksanakan karena sesuai dengan amanat Menneg BUMN No. S-910/M-MBU/2003 tanggal 18 Februari 2003. MMT adalah suatu pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses, produk dan pelayanan suatu organisasi. Manfaat bagi badan usaha dengan diterapkannya MMT adalah perbaikan pelayanan, pengurangan biaya dan kepuasan pelanggan. Perbaikan progresif dalam sistem manajemen dan kualitas pelayanan menghasilkan peningkatan kepuasan pelanggan. Sebagai tambahan, manfaat lain yang bisa dilihat adalah peningkatan keahlian, semangat dan rasa percaya diri karyawan, peningkatan akuntabilitas dan transparansi serta peningkatan produktifitas dan efisiensi pelayanan pelanggan. Namun demikian, di sisi lain sesungguhnya masih banyak para pelaku bisnis masih mengahadapi kesulitan dalam memahami kekuatan dan manfaat MMT dalam memenuhi kualitas dan kinerja usaha yang direncanakan. Penyebabnya adalah adalah sebagai suatu bidang ilmu belum ada suatu definisi standar atau tunggal dan menyeluruh tentang program-program MMT. MMT hanya merujuk pada sebuah pendekatan, sebuah sistem, sebuah alat, sebuah teknik dan atau atau filosofi yang ditujukan untuk mencapai target kualitas tertentu (V. Talavera, 2004, 356). 1.2 Rumusan Masalah Dengan demikian maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian ini adalah : “Elemen-elemen MMT mana sajakah yang dipersepsikan penting dalam Pengembangan Konsep MMT bagi BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung ?” 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung. Konsep MMT bagi

160

DAFTAR ISI

1.4 Kerangka Penelitian 1.4.1. Penelitian Terdahulu Penelitian tentang MMT telah banyak dilakukan untuk menghasilkan suatu konsep untuk merumuskan komponen-komponen yang penting dalam MMT. Sebelumnya terdapat beberapa penelitian terdahulu yang mencoba untuk mengumpulkan dan mensintesa berbagai macam elemen MMT. Diantaranya seperti yang dikutip dari V. Talavera (2004, 357) adalah penelitian Saraph (1989); Powell (1995); Ahire (1996); Flynn (1996) dan Black dan Porter (1996). Masingmasing penelitian menghasilkan suatu konsep MMT yang memiliki elemenelemen yang tidak sama, mengingat penelitian yang dilakukan memiliki perbedaan dalam hal jenis industri, sampling frame dan uji kevalidan maupun kereliabelan. Penelitian V. Talavera (2004) dilakukan terhadap 347 orang manajer yang berasal dari 63 perusahaan responden yang meliputi industri elektronik, pengolahan makanan, otomotive, farmasi, semen dan lain-lain. Hasil analisis pada survey tahap pertama menunjukkan semula terdapat 12 elemen (72 item program MMT) yang dipersepsikan penting dalam system manajemen mutu. Namun sesudah dilakukan uji kevalidan dengan Analisis Faktor ternyata hanya terdapat 7 elemen ( terdiri dari 35 item pernyataan strategi ) yang dipersepsikan penting oleh responden, yaitu (1) Getting feedback in designing QM Strategies (2) Customer Focus (3) Employement of Kaizen and 5S (4) Quality Monitoring and Control (5) QM Technique Orientation (6) Employee Involvement dan (7) Incentive and Recognition System. 1.4.2 Landasan Teori 1.4.2.1 Mengapa Mutu itu Penting Mutu sangat penting. Dimulai pada tahun 1970an, perusahaan manufacture di Jepang dengan bantuan konsultan Amerika, yang bernama W. Edward Demming mulai menggunakan mutu sebagai daya saing perusahaan. Mutu menjadi salah satu faktor selain harga yang menentukan tingkat permintaan konsumen. Perusahaan yang mampu memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggannya akan menjadi perusahaan yang berhasil. Pada dasarnya mutu dapat mempengaruhi perusahaan dalam empat cara, yaitu : (1) Biaya dan Pangsa Pasar (2) Reputasi Perusahaan (3) Pertanggungjawaban produk dan (4) Implikasi internasional. Mutu yang baik dapat mengarah pada peningkatan pangsa pasar, produktivitas dan penghematan biaya. Perbaikan mutu juga berarti penurunan kerusakan produk 161

DAFTAR ISI

dan biaya jasa. Selanjutnya reputasi perusahaan akan ditentukan oleh reputasi mutu yang dihasilkan buruk atau baik. 1.4.2.2 Konsep Manajemen Mutu Terpadu a. Definisi Manajemen Mutu Terpadu Manajemen Mutu Terpadu mengambarkan penekanan mutu yang memacu seluruh organisasi, mulai dari pemasok sampai konsumen. Definisi MMT juga bermacam-macam. Definisi yang berbeda-beda akan menurunkan perbedaan pula dalam unsur atau prinsip pokok dalam MMT. Pengertian mutu yang diadopsi oleh American Society for Quality Control : bahwa Mutu adalah totalitas bentuk dan karakteristik barang atau jasa yang menunjukkan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tampak jelas maupun yang tersembunyi (Render dan Haizer, 2001 : 92). Meskipun demikian pendapat lain mengatakan bahwa definisi mutu menyangkut berbagai kategori. Beberapa dari definisi tersebut berorientasi pada pengguna dan berorientasi pada produk. Krajewski (1996, 14) menyatakan bahwa pelanggan mendefinisikan mutu dengan berbagai macam cara, yaitu (1) Conformance to Specifications atau kesesuain dengan spesifikasi (2) Value atau nilai/harga (3) Fitness of Use atau modelnya, keawetannya, pelayanannya (4) Support atau dukungan layanan (5) Psychological Impressions atau image, keindahan, kebersihan. Menurut Goetsch dan Davis (1997:3) Mutu adalah keadaan dinamik yang diasosiasikan dengan produk, jasa, orang, proses, lingkungan yang mencapai atau melebihi harapan. Definisi MMT menurut Ishikawa (Tjiptono dan Diana, 2000 :4), MMT diartikan sebagai perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas dan kepuasan pelanggan. Santosa (Tjiptono dan Diana, 2000 :4) menyatakan bahwa MMT adalah: MMT merupakan sistim yang mengangkat mutu sebagai strategi usaha dan berorientasi kepada kepuasan pelanggan dan melibatkan seluruh anggota organisasi. Menurut Goetsch, dan Davis (1997:3) Manajemen Mutu Terpadu adalah : Suatu pendekatan untuk menjalankan bisnis yang berusaha untuk memaksimalkan persaingan sebuah organisasi melalui perbaikan yang terusmenerus atas mutu produk, jasa, orang, proses, dan lingkungannya. Hingga saat ini belum ada definisi mutu yang diterima secara universal, namun dari beberapa definisi mutu terdapat beberapa kesamaan, yaitu dalam elemenelemen sebagai berikut :

162

Diagram Pareto. Pendapat yang lain mengenai MMT dikemukakan oleh Tenner dan Detoro yang dikutip oleh Hamidah (2003. focus kepada pelanggan. Render dan Heizer (2001. pendekatan ilmiah. komitmen jangka panjang. kebebasan melalui kontrol. yaitu (1) Perbaikan yang terus menerus (2) Pemberdayaan karyawan (3) Perbandingan kinerja (Patok duga/Benchmark) (4) Penyediaan kebutuhan yang tepat waktu (Just In Time) dan (5) Pengetahuan mengenai peralatan MMT. employee involvement dan continous improvement. Variabel-varibel MMT menurut Goetsch. Diagram Sebab Akibat dan pengendalian Proses secara statistik. 358-360) juga berhasil merumuskan konsep MMT hasil telaah pustaka yang terdiri dari 12 (dua belas) elemen MMT. peningkatan terus-menerus. Mutu meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan Mutu mencakup produk. 98) mengembangkan lima konsep MMT yang efektif. Prinsip dan Unsur Pokok dalam Manajemen Mutu Terpadu Prinsip-prinsip dan unsur pokok dalam MMT menurut Krajewski (1996. kerja kelompok. 2. obsesi terhadap mutu. V. b. 163 . proses dan lingkungan Mutu merupakan suatu kondisi yang selalu berubah. yaitu customer satisfaction. 140-141) adalah MMT menekankan tiga prinsip. kesatuan tujuan. seperti Metode Taguchi.DAFTAR ISI 1. Talavera (2004. manusia. jasa. 3. dan Davis (1997:3) adalah : MMT didasarkan pada strategi. yaitu : (1) Komitmen Manajemen Puncak (Top Management Commitment ) (2) Perencanaan Mutu Strategis (Strategic Quality Planning) (3) Orientasi Pelanggan (Customer Focus) (4) Manajemen Mutu Pemasok (Supplier Quality Management) (5) Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management) (6) Pendidikan dan Pelatihan Karyawan (Employee Education and Trainging) (7) Perancangan Produk / Jasa ( Product/Service Design) (8) Ketertiban Organisasi Tempat Kerja (Workplace Organization Orderliness) (9) Manajemen dan Pengawasan Proses (Process Management Control) (10) Manajemen Informasi Mutu (Quality Information Management) (11) Patok Duga (Benchmarking) Perbaikan Berkelanjutan (Continous Improvement). Keterlibatan terpadu (total involvement) dimana ketiga sub sistem tersebut saling berkaitan. 276) yang menyatakan bahwa MMT dapat diuraikan menjadi tiga subsistem yaitu (1) Fokus pada pelanggan (customer focus) (2) Perbaikan proses berkesinambungan (continous process improvement) dan (3). dan Keterlibatan dan pemberian wewenang kepada karyawan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan menggunakan daftar pertanyaan (questioner) sebagai alat pengumpul data yang pokok. Asuransi dan Jasa Pembiayaan.5 Metode Penelitian 1. 1. Data tentang populasi dan sample tersaji pada table berikut ini : 164 .1 Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan studi deskriptif.5.5. Tabel 1 : BUMN Jasa Keuangan Kelompok Bank Badan Usaha BRI BTN BNI Bank Mandiri Jiwasraya Jasaraharja Taspen Jamsostek Askes Jasindo Pegadaian Jumlah KC 2 1 3 5 1 1 1 1 1 1 4 Asuransi Pembiayaan Penelitian ini akan mengumpulkan data dari seluruh populasi obyek penelitian. 1. yaitu sebanyak 21 buah. yang berkedudukan sebagai kantor cabang utama.2 Populasi dan Sample Populasi obyek penelitian adalah seluruh BUMN Jasa Keuangan yang beroperasi di Bandarlampung yang berasal dari kelompok usaha Perbankan.DAFTAR ISI Penelitian ini akan menggunakan prinsip dan unsur pokok atau variablevariabel MMT yang berasal dari konsep yang disusun oleh V. Populasi responden adalah kepala cabang masing-masing badan usaha dan kepala departemen atau setingkat dengannya dari departemen-departemen yang berbeda. Talavera (2004) karena memiliki cakupan yang luas.

Sebelum dilakukan pengujian. 165 . Pada penelitian ini uji kevalidan yang digunakan adalah Construct Validity.3 Variabel Penelitian Variabel penelitian ini adalah elemen-elemen MMT hasil kajian pustaka V. harus dilakukan uji kereliabelan (reliability) dan uji kevalidan (validity) daftar pertanyaan Penelitian ini menggunakan uji kevalidan internal menggunakan Teknik Alpha.DAFTAR ISI Tabel 2 : Populasi Obyek Penelitian dan Responden Tahap Pengujian MMT Pengujian dengan menggunakan ‘perception of importance’ sebagai dasar Target Ukuran Populasi 21 Badan Usaha 102 responden Teknik Sensus Realisasi 21 Badan Usaha 100 responden Pendapat responden dibutuhkan untuk melakukan validasi konsep MMT. Variabel tersebut adalah: (1) Komitmen Manajemen Puncak (Top Management Commitment ) (2) Perencanaan Mutu Strategis (Strategic Quality Planning) (3) Orientasi Pelanggan (Customer Focus) (4) Manajemen Mutu Pemasok (Supplier Quality Management) (5) Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management) (6) Pendidikan dan Pelatihan Karyawan (Employee Education and Trainging) (7) Perancangan Produk / Jasa ( Product/Service Design) (8) Ketertiban Organisasi Tempat Kerja (Workplace Organization Orderliness) (9) Manajemen dan Pengawasan Proses (Process Management Control) (10) Manajemen Informasi Mutu (Quality Information Management) (11) Patok Duga (Benchmarking) (12) Perbaikan Berkelanjutan (Continous Improvement). yaitu data persepsi dari responden mengenai tingkat kepentingan (perception of importance) elemen MMT.5. Talavera (2004). Menurut Sekaran (1992: 173) Construct Validity testifies how well the result obtained from the use of measure fits theories around which the test is designed. Untuk menguji construct validity dilakukan Analisis Faktor dengan software SPSS 10.4 Instrumen Penelitian Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa daftar pertanyaan.5. 1. 1.

2. Tabel 3 menunjukkan distribusi variable MMT pada ke-6 faktor. Tahap-tahap pada analisis faktor : 1.733.5. Untuk menguji construct validity dilakukan Analisis Faktor dengan software SPSS 10. Nilai ini memberi makna bahwa tingkat kepercayaan dan konsistensi pertanyaan maupun pernyataan bernilai tinggi yaitu sebesar 95. 2.DAFTAR ISI 1. Melakukan ekstrasi variable menjadi satu atau beberapa factor. Faktor yang sebenarnya terbentuk adalah factor-faktor yang merupakan komponen MMT yang dipersepsikan sebagai factor yang penting oleh BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung. yang tersisa atau tereduksi hanya 45 variabel dengan rata-rata loading 0. ANALISIS FAKTOR Analisis factor akan meringkas beberapa variable MMT menjadi beberapa faktor saja yang paling penting dalam mendukung keberhasilan MMT.2 Analisis Faktor Dalam penelitian ini.5. Dalam hal ini digunakan metode Principal Component Melakukan rotasi factor untuk memperjelas apakah factor yang terbentuk sudah secara signifikan berbeda dengan factor lain. Analisis factor berupaya mengelompokkan sejumlah variable. Untuk itu digunakan alat analisis Measure of Sampling Adequacy (MSA) atau Barlett’s test. Melakukan uji Anova untuk melihat apakah factor yang terbentuk berbeda nyata dengan factor lain. Output Analisis Faktor dengan menggunakan SPSS adalah ternyata dari 72 variabel awal. variabel yang diproses dengan analisis factor sebanyak 72 variabel dengan jumlah populasi sebanyak 100 responden. 166 . Memilih variable yang layak dimasukkan dalam analisis faktor. Analisis Data 1. 2. 5.52%.1 Pengujian Reliabilitas Alat Ukur Hasil Uji Reliabilitas menunjukkan bahwa nilai koefisien reliabilitas instrument daftar pertanyaan sebesar 0. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 2. Uji construct validity dengan Analisis Faktor. 4.9552.

862 0.605 IKC 4 0. proses/transformasi.732 0. diagram Pareto. output dan customer Melakukan pengawasan kualitas dengan menggunakan survey kepuasan pelanggan metode statistik atau teknik lain untuk memonitor kualitas produk / jasa yang dihasilkan Menggunakan siklus PDCA (PlanDo-Check-Action) untuk melakukan perbaikan dan pengendalian proses secara berkesinambungan Membuat perencanaan dan program yang berkesinambungan untuk mengurangi siklus waktu operasi perusahaan Item Loading 1 12. diagram sebab akibat) guna mendiagnosis masalah kualitas dan masalah kelemahan proses Pengendalian kinerja proses dilakukan pada setiap tahap .692 0.851 PTM 1 0.719 0. mulai dari tahap input.DAFTAR ISI Tabel 3 Distribusi variable MMT Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance 17.864 SDM DIK 3 DIK 5 DIK 6 IKC 1 Nama Variabel Manajemen memberikan balas jasa (imbalan) kepada karyawan untuk usaha-usaha perbaikan kualitas Semua karyawan dilatih tentang Team Building / Group Dynamics Mengintegrasikan materi pelatihan pada proses pekerjaan sehari-hari Melakukan pelatihan karyawan secara berkala (rutin) Investasi dalam peralatan dan teknologi untuk meningkatkan kualitas dalam operasi /proses Menggunakan piranti data numerik (check sheet.717 PTM 2 0.736 IKC 5 0.705 0. brainstorming. run chart dll) dan piranti data verbal (flow chart.686 IKC 3 0.766 167 .

798 PTM 4 0.286 MKP 1 MKP 2 MKP 3 0.DAFTAR ISI Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance Nama Variabel Membuat perencanaan dan program yang berkesinambungan untuk memikirkan berbagai cara untuk memperbaiki kualitas produk dan pelayanan Manajemen puncak menyediakan bantuan teknis.286 14.926 0. office supplies hanya yang benar-benar dibutuhkan saja Item Loading PTM 3 0.902 MKP 4 MKP 5 MKP 6 RAP 1 RAP 2 RAP 3 RAP 4 0.834 0.868 0. pelayanan dan perancangan proses Menerapkan program evaluasi terhadap pemasok Manajemen bekerjasama dengan pemasok untuk meningkatkan kualitas Fasilitas yang nyaman.796 168 .703 0.859 0.848 0.849 0.93 RAP 5 0. finansial dan pendidikan bagi program manajemen kualitas perusahaan Memfasilitasi program pengembangan produk untuk dapat segera merespon kebutuhan pasar Kejelasan dan keformalan dalam menuliskan sasaran kualitas Manajemen memiliki rencana kualitas untuk pemasok Kualitas menjadi pertimbangan utama dalam memilih pemasok Bekerjasama dengan tidak terlalu banyak pemasok namun dapat diandalkan Memasukkan umpan balik dari pemasok untuk memperbaiki produk.779 IKD 5 PKS 2 2 10. dokumen.936 0.756 0. bersih dan teratur/rapi Adanya sistim manajemen pencatatan/arsip yang efektif Karyawan memiliki disiplin dan inisiatif untuk mematuhi peraturan dengan tertib Pemeliharaan fasilitas dilakukan secara berkala dan dilakukan monitoring serta evaluasi terhadapnya Penyediaan peralatan kantor.742 0.

3 10.DAFTAR ISI Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance Nama Variabel Pemberian tanda/papan penunjuk/label terhadap assetasset.851 0. pelayanan dan perancangan proses Mengumpulkan umpan balik dari para ahli dalam perancangan produk/jasa Pengkajian (review) sasaran dan tujuan departemen-departemen untuk menyelaraskan dengan rencana organisasi secara keseluruhan Melakukan tindakan pencegahan dan pemeliharaan secara berkala terhadap peralatan/perangkat sistim operasional perusahaan Item Loading RAP 6 0. Manajemen Puncak terlibat secara penuh dalam implementasi dan tindak lanjut program Manajemen Mutu Pemberian penghargaan kepada karyawan yang mencapai sasaran kualitas Semua karyawan dilatih tentang konsep Manajemen Mutu Terpadu Semua karyawan dilatih tentang Quality Control Menyediakan data kualitas yang terbaru dan lengkap dan dilaporkan pada semua departemen Seluruh karyawan dapat mengakses data kualitas Manajemen melakukan audit sistim manajemen kualitas secara periodic baik audit internal maupun eksternal Terdapat suatu proses efektif untuk memproses informasi tentang ekspektasinasabah Mempertimbangkan keinginan pelanggan dan umpan balik pemasok untuk memperbaiki produk.762 9.864 0.703 0.876 SDM 5 DIK 1 DIK 2 MKI 4 MKI 5 PTM 6 0.626 5 4.392 IKD 2 0.118 IKC 6 0. departemen-departemen untuk keperluan identifikasi dan memudahkan mencari lokasi/letaknya.708 IKD 4 0.816 4 6.788 0.405 6.708 169 .621 PKS 5 0.762 FKP 5 0.714 0.905 3 7.139 KMP 1 0.

Faktor 2 terdiri dari 12 item yang dinamakan Manajemen Fasilitas 170 .691 Nama ke-6 faktor tersebut adalah : 1. Faktor 1 terdiri dari 14 item yang dinamakan Faktor Pendidikan dan Dukungan Perangkat Analisis. 2. mengontrol dan menyimpan data kualitas kegiatan operasi untuk menyediakan informasi yang relevan yang dibutuhkan untuk mengukur kualitas dari output yang dihasilkan Menerapkan sertifikat ISO 9000 untuk memenuhi standar kualitas internasional Manajemen mempelajari praktek fungsi-fungsi usaha dari perusahaan terkemuka dalam industri yang sama dan dari pesaing utama untuk mengembangkan sasaran kualitasdan untuk memperbaiki operasi perusahaan Manajemen mempelajari praktek fungsi-fungsi usaha dari perusahaan terkemuka dalam industri yang berbeda untuk mengembangkan sasaran kualitas dan untuk memperbaiki operasi perusahaan Menganalisis.781 5.683 PDG 5 0.251 PDG 1 0.634 PDG 6 0.765 PDG 2 0.626 6 3.DAFTAR ISI Initial Eigenvalues No Faktor Total % of Variance Nama Variabel Adanya sistim database untuk mengumpulkan.621 PDG 3 0.737 PDG 4 0. mengadopsi dan mengimplementasikan praktek terbaik strategi manajemen kualitas dari perusahaan mitra patok duga yang menjadi teladan patok duga Memastikan bahwa kegiatan patok duga yang dilakukan menghasilkan perbaikan kualitas yang signifikan Sepanjang waktu target patok duga dan metode-metode patok duga dievaluasi kembali Item Loading MKI 2 0.

September 2003. Lee J.1 Simpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan. Ritzman. and Larry P. Pengaruh Manajemen Mutu Terpadu terhadap Perilaku Produktif Karyawan Industri Tekstil Berskala Besar di Kota Bandung. Faktor 3 terdiri dari 8 item yang dinamakan Komitmen Manajemen dan Kepemimpinan Kualitas. Repositioning dan Perubahan Peran Fungsi Departemen Sumber Daya Manusia Sebagai Upaya Mencapai Keunggulan Kompetitif. Hamidah. Addison-Wesley P:ublishing Company. Inc. Th XXX. 275-290. 3-8. 03. 1996. Evi Silvana. 2003. Penerbit PT Prenhalindo. Maret 2001. Operations Management : Strategy and Analysis. 5. DAFTAR PUSTAKA Goetssch.DAFTAR ISI 3. David L and Davis. Stanley B. 6. 2001. 4. Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen. 171 . maka disimpulkan bahwa konsep MMT bagi BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung adalah : (1) Faktor Pendidikan dan Dukungan Perangkat Analisis (2) Faktor Manajemen Fasilitas (3) Faktor Komitemen Manajemen dan Kepemimpinan Kualitas (4) Faktor Fokus pada Pelanggan (5) Faktor Pengukuran dan (6) Faktor Patok Duga 3.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan. maka bagi BUMN Jasa Keuangan Cabang Bandarlampung yang akan mengadopsi konsep MMT sebaiknya memprioritaskan keenam factor dari hasil analisis factor tersebut dalam program MMTnya. Jakarta Krajewski. SIMPULAN DAN SARAN 3. Faktor 4 terdiri dari 3 item yang dinamakan Fokus Pelanggan Faktor 5 terdiri dari 3 item yang dinamakan Pengukuran Faktor 6 terdiri dari 5 item yang dinamakan Patok Duga 3. Muchsinati. Manajemen Mutu Total. Edisi ke dua. Usahawan No. 2002.

Second Edition.N. Bogor Selatan Render. 172 . Barry dan Jay Haizer. 2001. Suwandi. Supranto. Master Plan BUMN 2002-2006.2000. Fandy dan Anastasia Diana. Jakarta Sekaran. Penerbit Ghalia Indonesia. Uma. Penerbit Rineka Cipta.2004. __________BUMN On Line.2004. Adig. Husen. Gramedia Pustaka Utama.2000. Analisis Multivariat. Manajemen Mutu Terpadu. J . 3 September 2004: 355-380. Arah Privatisasi BUMN. Total Quality Management. Edisi Pertama. John Wiley & Sons. Ma Gloria. The Philippine Experience. Usahawan No. 2004. Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi.DAFTAR ISI Nasution. Talavera. 3-6 Tjiptono. Jakarta. V.M. Research Methods For Business: A Skill Building Approach. Penerbit Andi Offset Yogyakarta. Umar. Inc. Development and Validation of TQM Construct. 5 Th XXX Mei 2001. 1992.Gadjah Mada International Journal of Business Volume 6.Jakarta. Salemba Empat. 2001. No. Prinsip-prinsip Manajemen Operasi.

2000) 2 Dosen Jurusan Manajemen. (2) alternative strategic management from small business.143.500 unit usaha pada tahun 1999.8 juta dollar Amerika pada akhir tahun 2001. The types of data are : (1) the secondary time series data which analyzed by financial models and (2) the primery data of owner from the small business which analyzed by description approach. secara kuantitatif dapat dibuktikan dari pemerataan usaha dan peluasan lapangan kerja. The result shows that the small business in Bandar lampung need to improve their working capital trough : (1) the increasing level of effectivities from their business. (2) the creating of business innovation.DAFTAR ISI Kajian Modal Kerja Usaha Kecil Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Usaha Menghadapi Era Pasar Bebas di Bandar Lampung Oleh : Iban Sofyan2 ABTRACT The reseach aims to analyze : (1) the influencing factors of working capital from small business and determining alternative solution. Fakultas Ekonomi. Key words: Working Capital management. Lebih jauh lagi jika dilihat dari sumbangannya pada ekspor nonmigas yaitu dari 102 juta dollar Amerika tahun 1998 terus naik menjadi 136. PENDAHULUAN Usaha kecil di Indonesia di era reformasi ini mempunyai peranan yang sangat berarti dalam menunjang perekonomian. Based on the result of this reseach. . Banyak usaha besar pada saat ini mengalami keterpurukan sebagai akibat resesi ekonomi berkepanjangan.justru usaha kecil semakin bergairah untuk berkembang.5 persen per tahun ( Puji Wahono.308.yang berkembang dari 1.755.113.600 orang tahun 1999.000 unit usaha tahun 1997 menjadi 2. researcher is prepairing strategic standar and business commitment for the small business to enter global business. sementara jumlah tenaga kerja yang diserap juga meningkat dari 5. (3) making commitment about business efficiency and competitiveness. Universitas Lampung. I.800 orang tahun 1997 menjadi 10. secara persentase rata-rata kenaikan nilai ekspor usaha kecil meningkat dengan 30.

Kenyataan di lapangan dapat kita lihat pada saat ini banyak usaha kecil kita kewalahan dalam menghadapi serbuan produk-produk dari luar negari yang sampai saat ini sudah meramba ke berbagai pelosok Indonesia. jika kurang mendapat binaan yang serius di masa mendatang. seyogyanyalah mendapat perhatian kita semua. dan Singapura yang sudah lama beroperasi di Negara kita.1999). baik yang disuarakan oleh pemerintah maupun oleh pengusaha besar selaku mitra usaha.dewasa ini. dimana kita tidak dapat lagi membantasi barang masuk dengan pembatasan tarif masuk antar negara-negara ASEAN.maupun pembinaan manajemen baru sebatas pernyataan atau retorika politik. Janji-janji untuk memberi kemudahan baik dalam perizinan.walaupun sekarang rancangan undang-undang (RUU) itu mungkin sudah disahkan menjadi undang-undang namun realisasinya dan sosialisasi sampai saat ini belum jelas adanya . (2) masih lemahnya komitmen dalam pembinaan usaha kecil.dan kelemahan dalam mengakses permodalan. Malaysia.permodalan. kerena didorong oleh kebutuhan hidup.benar sudah direalisasikan.1998).Taiwan.sehingga semua kebijakan selalu tidak menyentu pengembangan usaha kecil.DAFTAR ISI Peranan usaha kecil yang penting ini. Korea. kelemahan dalam struktur permodalan. Penghambat lain yang juga dapat dikatakan secara structural usaha kecil umumnya di Indonesia menghadapi kendala-kndala bersifat internal. Kondisi usaha kecil Indonesia yang demikian ini. Apalagi jika penerapan pasar bebas AFTA ini benar.khususnya dalam menghadapi pasar bebas versi AFTA ataupun versi Dunia nantinya akan berdampak serius bagi perkembangan usaha kecil di Indonesia umumnya dan secara khusus pada usaha kecil di Bandar Lampung. Kenyataan ini akan menambah beban berat bagi usaha kecil. Usaha kecil menurut Levi dan Sarnat (1989) justru membutuhkan tambahan modal kerja relatif lebih besar dari kebutuhan usaha menengah 174 . Hasil pengamatan ada beberapa hal yang menghambat pembinaan usaha kecil di Indonesia ( Indra Ismawan. tetapi pada kenyataan sekjarang banyak hambatan dan pembinaan yang kurang serius baik dari pemerintah maupun pihak-pihak lain yang terkait termasuk perguruan tinggi.dan mungkin juga akan dialami oleh perusahaan besar yang tidak efisien. terutama yang berhabungan dengan modal khususnya modal kerja. Bukti-bukti telah mununjukkan pada kita betapa kewalahannya usaha otomatif kita menghadapi serbuan produk –produk otomotif China. yaitu : (1) Indonesia belum memiliki undang-undang yang mengatur usaha kecil. masih banyak lagi produk-produk dari Negara jiran seperti Thailand.termasuk dalam manajemen modal kerja( Suryadi Soedirdja. sehingga dapat dikatakan bahwa usaha kecil itu ada dan berkembang sepenuhnya atas usaha mereka sendiri.yaitu kualitas sumberdaya manusia yang masih rendah. Situasi ini akan menjadi siutasi sulit bagi usaha-usaha kita khususnya usaha kecil jika dikaitkan dengan kelemahan usaha kecil kita yang telah diuangkapkan sebelumnya.

Perumusan Masalah Masalah yang dapat ditarik dari uraian sebelumnya adalah: (1) Apakah pengelolaan modal kerja usaha kecil yang telah dioperasikan oleh usaha kecil di Bandar Lampung telah dilakukan secara efektif atau secara optimal. ini berarti bahwa manajemen usaha kecil itu merupakan suatu sistem.2001). dan rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Hal ini terjadi kerena usaha kecil umumnya tidak mampu mengakses modal. 175 . sulitnya mendapatkan modal termasuk modal kerja. A. Dan diperkirakan jumlah ini akan naik lagi selama era reformasi ini.DAFTAR ISI maupun usaha besar.sehinga salah satu dari sistem ini terganggu akan berdampak serius pada sistem secara keseluruhan ( Collins and Devana. Jumlah usaha kecil juga meningkat dari 12. apalagi dihubungkan dengan inovatif. Usaha kecil di Bandar Lampung umumnya lemah dalam permodalan. Kunci keberhasilan usaha kecil menurut Steiner. sementara perusahaan besar dan menengah justru mengalamai stagnan karena masih dipengaruhi oleh dampak resesi ekonomi yang sampai saat ini belum dikatakan membaik. ini jelas apabilah usaha kecil itu lemah dalam modal kerja akan berdampak serius pada keunggulan bersaing baik secara lokal apalagi dalam mengahadapi persaingan di pasar bebas.kelemahan dalam manajemen.067 unit usaha kecil telah meningkat menjadi 18.488 unit usaha kecil sampai tahun tahaun 1998( BPS).0 persen ekspor komoditi non migas yang dihasilkan oleh Lampung (BPS.Goerge(1985) justru terletak pada usaha inovatifnya. Peranan usaha kecil di Lampung khususnya di Bandar Lampung tidak terlalu berbeda dengan peranan usaha kecil secara nasional.1993). Kedala yang dihadapi dalam pengembangkan usaha kecil di Lampung khususnya usaha kecil di Bandar Lampung hampir sama dengan masalah yang dihadapi oleh usaha kecil secara nasional. Kesulitan yang terbesar pada usaha kecil dalam modal kerja terletak pada usaha pemisahan antara kebutuhan modal kerja dengan kebutuhan hidup pengusaha dan keluarga sehari-hari.ini terlihat dari sumbangan industri kecilnya mampu memberi 21. Kelemahan ini tentunya berdampak luas pada daya saing dan kemantapan berusaha. apakah itu versi AFTA atau secara global. yaitu kesenjangan antara usaha menengah dan usaha besar semakin melebar. Kondisi ini setelah ditelusuri lebih jauh merupakan suatu sistem dalam kegiatan manajemen.terutama jika berhubungan degan pihak ketiga ( bank maupun mitra usaha lainnya yang sifatnya sangat selektif ).

(4) Merumuskan teknik Pembinaan yang tepat dan fleksibel untuk usaha ecil di Bandar Lampung. peluang dan ancaman yang bakal dihadapi di masa yang akan datang. B. (3) Strategi apa sebaiknya digunakan oleh usaha kecil di Bandar Lampung dalam menghadapi ancaman persaingan degan produk-produk luar sekarang dan di era pasar bebas. dan teknik mengakses modal khususnya modal kerja. II.kelemahan. memperhitungan kebutuhan modal kerja.DAFTAR ISI (2) Teknik manajemen apa yang tepat yang harus diterapkan oleh pengusaha kecil di Bandar Lampung dalam menghadapi ketatnya persaingan di era basar bebas. (2) Memberikan solusi manajemen dalam mengatasi masalah manajemen modal kerja setelah menganalisis modal kerja. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi usaha kecil di Bandar Lampung terutama yang berhubungan dengan manajemen modal kerjanya. KERANGKA PENDEKATAN Kerangka pendekatan yang digunakan dalam pemecahan maslah ini dapat dilihat dari bagan alur berikut : 176 . (3) Merumuskan strategi bersaing yang sesuai dengan kekuatan .

(b) tahap pengolahan data dengan tabulasi.Konsep Collins and Devanna (1995). et al (2000). Konsep yang digunakan untuk mencari teknik bersaing. dan banyak sistesa yang dibuat oleh peneliti dan pengalaman mengajar manajemen strategi.DAFTAR ISI (a) Peneliti melakukan survey Usaha kecil yang telah ditentukan Mendapatkan data manajemen Modal kerja. menghitung. Memisah-misah hasil sesuai Dengan tujuan penelitian yang sudah di Tetapkan. Bagan Alur Pemecahan Masalah Penelitian Gambar 1. Fred. beberapa konsep dari David.Levi and Sarnad ( 1983).R (1998). (b) Pengolahan data : Tabulasi.perhitungan Dan analisis.katkan daya saing Gambar 1. Kenichi Ohmae(1996). Pendekatan yang digunakan untuk penyelesaian masalah modal kerja digunakan pendekatan Keown.menggunakan metode penelitian yang sesuai sehingga didapatkan data yang valid dari respondenyang telah dipilih. memisah-misah hasil sesuai dengan tujuan untuk analisis. Weston and Copland (1987). Vanhorn(2000). (d) tahap penyusunan pedoman pembinaan mananjemen berdasarkan’manajemen modal kerja dan manajemen strategi bersaing.yaitu berdasarkan konsep manajemen keuangan khususnya manajemen modal kerja dan konsep manajemen stratetegi bersaing. 177 . (c ) tahap menganalisis hasil yang telah dipisahkan secara jelas. dan menumbuhkan inovatif digunakan konsep dari Glueck(1998). yaitu : (a) tahap penelitian. Solusi berdasarkan Manajemen modal Kerja (c) Solusi berdasarkan manajemen strategi bersaing Penyusun Pedoman Manajemen usaha kecil Terutama yang berhubungan Manajemen modal kerja dan Teknik inovatif untuk mening. ini menujukkan bahwa penyelesaian masalah penelitian akan dilakukan melalui empat tahap.

Penelitian ini telah dilakukan di Kotamadya Bandar Lampung.DAFTAR ISI III. 178 . 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Jenis Usaha Kerajinan Keripik Tanaman hias Tukang Jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Usaha bengkel Motor Usaha Bengkel mobil Usaha Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk Ikan Total Jumlah(unit) 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 15 C. Usaha kecil yang diambil satu unit berdasarkan jenisjenis usaha. Strategi inovasi adalah pilihan yang tepat untuk usaha kecil untuk tetap bertahan hidup dan bersaing di era pasar bebas. 2 3 4 5 6. yaitu sebagai berikut: Tabel 1. METODE PENELITIAN A. Hiptesis (1) (2) Pengololaan modal kerja usaha kecil di Bandar Lampung belum optimal. yang diambil usaha kecil yang yang potensial yang ada di Kota Madya Bandar lampung. B. pada bulan Mei 2006. Metode Penarikan Sampel Metode penarik sampel adalah menggunakan metode Purposive random Sampling. Lokasi Penelitian. Responden No 1.

dihitung.dapat dilihat dari Tabel 2 berikut : 179 . Modal kerja optmal bila Working Capitan (WC)≤ 0.sedangkan untuk memilih dan menerapkan konsep manajemen strategi. Rumus hipotesisnya: Ho = usaha kecil tidak inovatif H1 ≠ Usaha kecil inovatif E. Rumus hipotesisnya : Ho = Nilai modal yang terpakai. H1 ≠ Nilai modal kerja yang optmal (2) Untuk membuktikan hipotesis keduadigunakan pendekatan manajemen strategi.Fred (1998). Pengolahan Data Data yang sudah terkumpul diolah secara tabulasi. IV. dan dianalisis berdasarkan konsep manajemen modal kerja yaitu menghitung perputaran modal kerja. HASIL DAN PEMBAHASAN A. yaitu dengan cara membagikan volume penjualan yang dicapai dengan jumlah hari perputaran seruhan modal kerja yang digunakan dalam usaha kecil. dibandingkan dengan realiasi modal kerja dan realisasi volume penjualan.DAFTAR ISI D. Alat analisis yang digunakan untuk membuktikan hipotesis yang diangkat adalah menggunakan : (1) Untuk membuktikan bahwa modal kerja usaha kecil belum optimal digunakan pendekatan manajemen keuangan konsep dari Weston and Copland (1998). Alat analisis. Hasil Perhitungan Hasil perhitungan dimulai dari perputran modal kerja.dari data yang ada dikaji berdasarkan TOWS Matrix dari David.menghitung kebutuhan modal kerja optimal sesuai dengan perkembangan jumlah permintaan.kebutuhan modal kerja.

45 104.299.893.66 309.666.877.548.67 36.666.42 223.523.500.78 599.97 +25.130.38 12.444.488. Perbandingan Modal Kerja Yang Diopersikan Dengan Kebutuhan Modal Kerja Seharusnya Berdasarkan Volume Penjualan Modal Kerja yang dioperasikan/hr (Rp) 12.118.35 37.916.96 180 .78 599.434.444.194.87 338.79 +49.301.034.112.112.502.76 557.96 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Usaha Kecil Kripik Singkong Tanaman hias Tukang jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Bengkel Motor Bengkel Mobil Keterangan +11.190.28 31.77 328.16.43 591.291.342.26 480.415.301.888.44 Jumlah hari Perputaran modal kerja (satu tahun) 68.50 12.363.67 20.44 45.06 +141.26 480.29 109.360.11 466.53 Jumlah Kebutuhan Modal kerja seharusnya/hr (Rp) 24.291.95 283.586.448.28 31. 56 23.68 443.000.76 390.64 590.14 70.69 73.44 113.126.90 77.448.52 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kripik Singkong Tanaman hias Tukang jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Bengkel Motor Bengkel Mobil Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk ikan Sumber : Data diolah (2006) Tabel 3.48 -118.67 223.95 283.665.826.875.805.58 80.67 388.21.320.28 189.953.611.45 236.666.23 +17.89 Volume Penjuan yang dicapai/hr (Rp) 45.875.89 142.715.750.DAFTAR ISI Tabel 2.56 321.95 16.72 195.21 +96.288.471.96 36.00 56.56 321.811.67 60.833.398.126.811.67 60.33 123.33 123.87 +269.33 68.66 309.80 158.74 109.26 208.288.360.405.69 73.67 744.90 77.711.35 37.11 26.11 26.43 591.034.666.502.50 12.55 -9.89 142.953.398.38 12.05 +91.78 154.01 +86.540.540.28 82.937.715.67 46.11 113. Hasil Perhitungan Berdasarkan Manajemen Modal Kerja Usaha Kecil No Jenis Usaha (1 unit) Modal KerjaYang dioperasikan /hr (Rp) 12.805. 56 23.937.29 109.666.95 16.130.89 60.44 291.826.664.43 169.946.611.00 Jumlah Kebutuhan Modal Kerja seharusnya berdasarkan volume Penjualan/Hr (Rp) 24.67 366.67 223.288.916.229.190.

444.194.00 25.30 58.52 Keterangan +15.11.44 291.920.54 20.33 63.67 20.33 193.77 61.020.48 107.014.67 744.29 50. Pembahasan 1.299.711.666.548.50 13.000.93 54.210.72 195.91 Sumber : Data Diolah (2006) B.44 Biaya Variabel Harian(Rp) 32.405.666.00 229.44 113.666.14 70.66 +214.308.900.40 73. Hasil ini menunjukkan bahwa hampir rata-rata perusahaan kecil atau 87% usaha kecil di Bandar Lampung umum belum optimal dalam penggunaan modal kerjanya.415.24 44.45 104.900.33 11.471.78 31.833.) yang efektif dalam penggunaan modal kerjanya.70 21.679.33 21.946. dan hanya 13% (bertanda .444.67 366.88 38. Ketentuan 181 . Tingkat Pencapaian Margin Usaha Kesil Di Bandar Lampung No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NamaJenis Usaha Kecil Kripik Singkong Tanaman hias Tukang jahit Warung P&D Restoran Toko Meubel Apotik Kecil Kerajinan Bambu Usaha Ikan Asin Bengkel Motor Bengkel Mobil Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk ikan Pencapaian Volume Penjualan harian(Rp) 45.99 43.488.888.349.235.421.666.38 56.750.44 +10.44 45.58 80.666.771.902.67 46.14 42.00 226.761.233.67 388.183.ini dibuktikan oleh adanya kelebihan ( bertanda +) dalam penggunaan modal kerja.77 328. Kajian Berdasarkan Manajemen Modal Kerja Hasil dari riset terhadap lima belas jenis usaha kecil yang beroperasi di Bandar Lampung setelah diuji berdasarkan kebutuhan modal yang seharusnya berdasarkan rumusan yang membagi total penjualan dengan lamanya hari rata perputaran setiap item modal kerja maka didapatlah hasil lengkap seperti yang diperlihatkan oleh Tabel 1.23 54.49 44.78 154.16.288.500.28 82.126.63 Sumber : Data Diolah (2006) Tabel 4.066.DAFTAR ISI No 12 13 14 15 Jenis Usaha Kecil Toko Kue Toko Manisan Katering Krupuk ikan Modal Kerja yang dioperasikan/hr (Rp) 21.89 Jumlah Kebutuhan Modal Kerja seharusnya berdasarkan volume Penjualan/Hr (Rp) 36.00 56.66 34.33 68.877.89 60.34 20.00 34.76 Persentase Kontribusi margin 28.44 +113.11 113.34 310.

Sumber-sumber dana yang ada umumnya adalah bersifat individu dengan ratarata tingkat suku bunga yang tinggi. Berdasarkan kajian ini kekuatan. Kelemahan ini umumnya karena lemahnya manajemen modal kerja sebagai akibat dari banyaknya keterbatasan sumberdaya dari usaha kecil itu sendiri.dan persyatan ini tidak dapat dipenuhi oleh banyak perusahaan kecil. Kajian Berdasarkan Manajemen Strategi Hasil perhitungan dimulai dari Tabel 1. Kemampuan menggunakan sumberdana dari bantuan bank. dan ancaman dari manajemen usaha kecil itu dituangkan dalam matrik TOWS sebagai berikut: Matrik TOWS Usaha Kecil Di Bandar Lampung 182 . Tabel 2. adalah tercapai jika WC ≤ 0 .kelemahan. Kalaupun ada pada umumnya mereka tidak begitu tertarik menggunakan sumberdana ini karena dipandang terlalu sulit dan sangat birokrasi. Guna menyusun strategi pengembangan usaha kecil sekarang dan yang akan datang digunakan pendekatan David. Akibatnya banyak usaha kecil berjalan seadanya dan orientasi usaha hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari. ditambah dengan fakta lingkungan yang ada pada usaha kecil sekarang dan prediksi di masa yang akan datang. dapat dijadikan dasar dalam kajian lingkungan usaha kecil. sehingga banyak usaha kecil memiliki tingkat perputuran persediaan yang rendah . Kelemahan ini juga umumnya disebabkan adanya keterbatasan modal kerja secara umum. KUK dari koperasi atau instansi pemerintah umumnya masih jarang. diantaranya banyak perusahaan harus menalang atau menggunakan persekot uang muka dalam pengadaan pesediaan untuk menjaga stabilitas produksi. dan Tabel 3. karena kesulitan dalam mengakses modal kerja. Kondisi seperti ini tentukannya akan mempersulit usaha kecil untuk dapat eksis di era pasar bebas pada tingkat AFTA apalagi pada tingkat dunia.sehingga perputaran piutang rendah.Fred (1998) yang dikenal dengan TWOS Marix Analysis. peluang.DAFTAR ISI penggunaan modal kerja yang optimal menurut Weston dan Copland (1998). 2.disisi lain kurang efektif dalam penagihan piutang.

DAFTAR ISI Gambar 1. Masalahnya terletak pada kemampuan mengatur biaya operasional usaha. 2. W=Kelemahan Ketergantung Tinggi Manajemen Akses modal W. peluang. ini menunjukkan bahwa usaha kecil ini secara bisnis masih cukup potensial kalau dikelola dengan benar.T Menambah wawasan SDM tentang Persaingan dan pening katan modal kerja Hasil kajian lingkungan berdasarkan TOWS ini secara umum menggambarkan peta kekuatan. dan ancaman dari keberadaan usaha kecil di masa yang akan datang . Kontrak BB W. Kontribusi margin (ratarata ±41% ) pada bahan baku Keuletan berusaha Volume Penjualan Modal kerja Naik terus S-O Melakukan inovasi Pengembangan usaha Peningkatan mutu S. Usaha Kecil di Bandar Lampung S= Kekuatan KSF Internal 1. Pelatihan SDM 3. 1. 1. 3.selain itu melalui matriks TOWS ini dapat dirancang strategi apa yang layak diterapkan dalam jangka pendek . 3. Persaingan Teknologi Perubahan trand/mode 1. 5. Kekuatan dari saha kecil di Bandar Lampung berdasarkan kajian hasil survei ada tiga pilar yaitu (1) setiap usaha kecil umumnya memiliki kontribusi margin yang tinggi yaitu berkisar rata-rata antara 41%. KSF O= Peluang 1. jika biaya operasional rutin ini dapat diefisienkan maka usaha tersebut akan tetap eksis dan berkembang secara mandiri apalagi jika menggunkan dana binaan pemerintah atau yang disalurkan melalui Bank atau non Bank. 183 .jangka menengah. 2.T Penguatan Penguasaan pasar Antipasi Perubahan tek nologi 1..O Memperbaiki manajemen modal kerja 2. 3. 3. 6. 2. Prospek pasar lokal Prospek pasar luar Binaan Pemerintah T= Ancaman 4. Matriks TOWS. kelemahan. (3) Selain itu kekuatan lain adalah hampir semua produk yang ditawarkan oleh usaha kecil dapat diterima pasar local karena itu sampai saat ini masalah penjualan tetap baik. dan jangka panjang terutama dikaitkan dengan persaingan secara bebas di era AFTA maupun era Global. (2) Rata-rata pengusaha kecil ini memiliki keuletan dalam berusaha karena terdorong oleh motivasi untuk mempertahan hidup secara mandiri. 2. 2.

Tindakan strategi yang harus diambail dalam jangka pendek adalah : (1) Memperbaiki modal kerja. (2) Menerapkan sistem pemasaran yang moderen dengan memperbaiki pelayanan. (2 ) ancaman datang di era pasar bebas adalah semakin cepatnya trend/perubahan mode yang berpengaruh pada perubahan salera konsumen. 184 . (2) Tingginya dukukung pemerintah melalaui binaan manajemen ataupun bantuan modal yang dapat dimanfaat untuk mengembangkan usaha kecil. (2) Melakukan peningkatan dengan suplier lokal sehingga terjalin harmonisasi hubungan dan kontinyuitas pemasokan dapat terjamin sesuai dengan kebutuhan. (3) selain itu ancaman datang dari peningkatan mutu dan pe layanan sebagai akibat adanya perkembangan teknologi produksi yang baru. termasuk sulitnya memisahkan kebutuhan rumah tangga dengan kebutuhan usaha. dengan cara meningkatkan pengetahuan mengenai modal kerja. Kajian –kajian TOWS inilah yang dijadikan dasar untuk menyusun langkah atau strategi usaha kecil ke depan agar dapat bertahan dan bekembang terutama di era pasar bebas. (3) Masalah pengadaan bahan baku belum diatur berdasarkan perkiraan kebutuhan produksi. Peluang usaha kecil di Bandar Lampung diantaranya (1) masih terbukanya peluang untuk menggarap pasar local maupun non local.dll. (2) Kelemahan ini hampir dilakukan oleh setiap usaha kecil sebagai akibat masih rendahnya SDM yang ada. Tindakan jangka menengah adalah : (1) Meningkatkan mutu dan perbaikan sistem pelayanan kepada setiap konsumen baik secara lokal maupun untuk meningkatkan pelayanan di luar Bandar Lampung. cara mengatur seluruh kebutuhan operasional termasuk melakukan efisiensi usaha. memgatur persediaan. Ancaman usaha kecil kedepan antara lain (1) datang dari semakin ketatnya persaingan baik secara lokal maupun global . apakah itu di era pasar bebas AFTA atau pada era Global. yaitu keterampilan berbisnis secara profesional .sehingga mereka banyak yang bertjaga-jaga secara berkelebihan pada pengaadaan bahan baku dan pelengkap. dimulai dari perbaikan kemasan.maupun bentuk pelayanan purna servis.tetapi lebih banyak didorong oleh adanya rasa takut kehabisan bahan baku.peningkatan daya kerja produk. (3) Melatih SDM agar mampu menguasai ketearampilan bisnis moderen dan mampu menyerap binaan atau bantuan modal kerja dari pemerintah yang disalurkan melalui Bank atau dana KUK. sehingga mereka belum sadar dan sungguh-sungguh mengatur penagihan piutang.DAFTAR ISI Kelemahan usaha kecil di Bandar Lampung umumnya (1) masih rendahnya pengetahuan mengena modal kerja. cara mengatur persediaan. cara mengatur piutang.

dengan alasan sebagai berikut : (a) Hasil perhitungan kebutuhan modal kerja berdasarkan besaran pencapaian volume penjualan umumnya menunjukkan hampir ( 87% ) usaha kecil itu menggunakan modal kerjanya secara berkelebihan ( WC>0). Strategi itu adalah : 185 .DAFTAR ISI Tidakan strategi jangka panjang adalah (1) berusaha untuk mengganti teknologi yang ada dengan teknologi yang baru sesuai dengan kemajuan zaman . maupun masyakat yang peduli seperti masyarakat kampus untuk melakukan binaan manajemen modal kerja dan teknik mengakses modal serta peningkatan wawasan SDM usaha kecil mengenai keterampilan bisnis moderen.1 Kesimpulan Hasil perhitungan dan kajian yang telah dilakukankan meunjukkan bahwa secara umum hipotesis yang diungkapkan pada penelitian ini dapat dibuktikan. V. Menurut ketentuan manajemen kerja yang diungkapkan oleh Weston dan Copland yang menyatakan bahwa modal kerja yang optimum adalah jika working of capital (WC) ≤0. hal ini dap. sehingga mampu membaca kebutuhan pasar dengan cepat. Hal dapat dikembangkan berkat kesadaran mengenai pemahaman salera konsumen dan ketersediaan teknologi. Saran a) Dianjurkan kepada semua pihak yang terkait dimulai dari Departemen atau dinas Perindustrian. dan UKM ataupun instansi pemerintah atau swasta yang terkait. agar tetap bertahan dan berkembang di masa yang akan datang . Koperasi. 2.( 2) strategi inovasi menjadi andalan utama. KESIMPULAN DAN SARAN 5. sehingga dapat mengkuti perkembangan pasar dan perubahan salera konsumen secara tepat dan cepat b) Hasil penelitian ini harus disosialisasikan sehingga setiap usaha kecil mengetahui strategi apa yang harus mereka terapkan. (b) Efek dari buruknya manajemen modal kerja ini juga berpengaruh pada kemampuan bersaing dari usaha kecil sehingga jika ini diteruskan tanpa dicari solusi tidak tertutup kemungkinannya akan berpengaruh pada keberadaan dan daya saing usaha kecil itu di masa yang akan datang terutama pada era AFTA ataupun era Global.

1999.David. Iban Sofyan. The Portable MBA. daya kerja produk maupun pelayanan purna servis.1996. Strategi jangka pendek : (a) Memperbaiki modal kerja.67.Martin.2000.Bandar Kenoichi Ohmae.Jakarta. 2.p 153.Taylor III. Manajemen Keuangan. Managing in a borderless World. Menghapus Kesenjangan: Makalah Seminar Pembinaan Usaha Kecil. perbaikan kemasan. Strategi jangka panjang yang perlu diambil adalah : (a) berusaha mengganti teknologi dengan teknologi yang moderen sesuai dengan kemajuan zaman .Inc.2000. Keown. (c) Usaha kecil perlu mengikuti pelatihan SDM khususnya untuk menambah wawasan bisnis moderen.(b)Usaha kecil perlu meningkatkan hubungan baik dengan supliernya sehingga terjamin kontinyuitas produksi. 8th. Indra Ismawan.1997.Inc. Strategi jangkah menengah yang perlu diambil oleh usaha kecil adalah : (a) meningkatkan mutu dan sistem pelayanan kepada konsumen lokal maupun di luar Bandar Lampung. sebagai keunggulan bersaing di era AFTA maupun era global.England: Wildwood House. The Skill of Communicating. (b) menerapkan sistem pemasaran moderen dengan memperbaiki pelayanan. sehingga kedua item ini dapat efektif dimanfaatkan sebagai bagian dari modal kerja yang dapat memperbaiki kinerja modal kerja.New York: Harvard University Review .DAFTAR ISI 1. Daftar Pustaka Bernard W.9th-ed Basic Financial Management. September 21. Intoduction to Management Science. Konsep dan Aplikasi Lampung: Penerbit Lamda Sains. dengan memperhatikan lebih intensif pada item persediaan dan piutang. Virginia: Pearson Education-Prentice Hall.Virginia 186 . yang secara tidak lansung berpengaruhi terhadap efektivitas item persediaan.ed Bill Scott. Collin and Devana. 3. :Prentioce-Hall.2001.New York : John Wiley & Sons..and Petty. (b) mengembangkan inovasi produk.

1998.Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. Steiner.DAFTAR ISI Levi and Sarnat.2001. Starting A Successful Small Business. George. Copetitive Advantage. 187 . Fundamentals of Financial Management. Great Britain: Kogan Page Limited. New Yersey : Printice Hall. Faktor Penghambat Pengembangan Usaha Kecil: Makalah Seminar Antar Instasi.Inc. 19 Juni. Kunci Pengembangan Usaha Kecil: Makalah Seminar-Kerja sama antar Lembaga. Jakata. New York : Collier Macmilan Publishers. Richard E.Jakarta.1983.di Ketiga. Capital Investment and Financial Decisions. .2000.2000. Dunia Vanhorn. Feinberg-Valeriana Kallap. Punji Wahono.2000.23 April.1989.1998.Philip.PerbankanKomersil.Weston and Copland.Singapore: Prentice Hall International. Suryadi Soedirdja.

Hermawan Kertajaya (On Brand. 13)CustomerLoyalty because of customers Liking and commits. 7) be Satisfied with supporting facilities. 2004.DAFTAR ISI (Studi Pada Produk Tabungan. Sedangkan 3 Dosen Jurusan Manajemen. On-Line Technology. 2) Aware the brand because of Advertising. and Services offered by human Resources.3 ABSTRACT The objective of this research is to explore what the brand equity factors especially study in the biggest three general is banking in Lampung Province. 11) mengungkapkan bahwa merek merupakan indikator nilai (Value) suatu produk. Brand Perceived Quality. as follows: 1) Top Of Mind of the saving account brand. 10) Satisfied with keeping in promise. Manfaat fungsional adalah manfaat langsung berkaitan dengan fungsi-fungsi yang diciptakan oleh suatu produk. Brand Asociation. 14) customers loyalty because of no brand swiching. hal. Fakultas Ekonomi. Tiga Bank Umum Terbesar Di Provinsi Lampung) Oleh : Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek Mahrinasari MS. and Brand Loyalty. These 14 factors are taken from the KMO’s and MSA’s values of The Factor Analysis more than 0. 3)Aware the brand because of On Line Mareketng. Pendahuluan Merek produk berkembang menjadi sumber aset terbesar dan merupakan faktor penting dalam kegiatan pemasaran perusahaan. 11) Satisfied with easily transaction. Key Words: Brand Equity. Nilai bagi konsumen adalah perolehan Manfaat Fungsional.50. The research result shows that the determining factors of the equity brand value are 14 factors. Unila . determined by 67 indicators. 5) Asociate the brand with the facilities and services. 4) Asociate the brand with the product function. 12)Satisfied with additonal benefit. 8)Satisfied with fisical facilities. dan Emosional. 6) Asociate the brand with the product atributes. 9)Satisfied with office location. Brand Awareness.

Persaingan di antara merek yang beroperasi di pasar semakin meningkat. Sitinjak Tony (2001. mencerminkan tingkat keterikatan konsumen dengan suatu merek produk. c. geografis. 3). Darmadi. Loyalitas Merek (Brand Loyalty). sehingga menciptakan kepuasan pelanggan. Elemen ekuitas merek yang kelima ini secara langsung dipengaruhi oleh kualitas dari empat elemen utama tersebut. Sitinjak Tony (2001. 4). b. atribut produk. Ekuitas Merek menurut Darmadi Durianto. Sugiarto. dan hanya produk yang memiliki ekuitas merek yang kuat akan tetap mampu bersaing. beberapa atau semua aset dan liabilitas yang menjadi dasar ekuitas merek akan berubah pula. Agar aset dan liabilitas mendasari ekuitas merek.DAFTAR ISI manfaat emosional adalah manfaat yang diperoleh berupa stimulasi terhadap emosi dan perasaannya. mencerminkan pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya dengan kebiasaan. mencerminkan persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas/keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkenaan dengan maksud yang diharapkan. hal. khususnya pada 190 . menunjukkan kesanggupan seseorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. yang mampu menambah atau mengurangi nilai sebuah produk atau jasa baik pada perusahaan maupun pada pelanggan. harga pesaing. Sugiarto. yaitu : a. manfaat. Kesadaran Merek (Brand Awareness). Aaker (1998) yang dikutip oleh Darmadi Durianto. Sitinjak Tony. 2001. hal. ekuitas merek memiliki beberapa elemen. e. Sugiarto. Persepsi Kualitas (Perceived Quality). merebut dan menguasai pasar (Durianto. simbol. maka aset dan liabilitas merek harus berhubungan dengan nama atau sebuah simbol sehingga jika dilakukan perubahan terhadap nama dan simbol merek.4). selebritis dan lainlain. Perbankan nasional di Indonesia saat ini memperlihatkan persaingan yang ketat dalam merebut konsumen dan mengembangkan pangsa pasar. d. gaya hidup. Asosiasi Merek (Brand Association). adalah Seperangkat aset dan liabilitas merek yang terkait dengan suatu merek. Aset-aset Merek Lainnya (Other Proprietary Brand Assets). hal. Menurut David A. nama.

dan Lippo.297 Juta menawarkan beberapa ratus hadiah mobil mewah dan intensitas iklan melalui program tayangan di Indosiar TV “Gebyar BCA” . No. dan hal. dengan produk tabungan Mandiri Fiesta. PT BCA memiliki pangsa pasar tabungan tertinggi dibandingkan dengan PT BNI.675. Juli – Agustus 2005. Vol. Posisi dana demikian berdampak terhadap perolehan pangsa pasar bank atas produk simpanannya. 14).783. Perumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. SWA.842 Juta menawarkan program iklan “Berburu Hadiah. dan PT BNI (persero) Tbk di Provinsi Lampung (Sumber: Bank Indonesia Bandarlampung. dimana pangsa pasar produk tabungan selama tiga tahun terakhir tertinggi dimiliki oleh PT BCA. Tabungan merupakan sumber dana pihak III yang masih menjadi primadona sebab biaya dana yang dikeluarkan berada pada nilai tengah dan relatif stabil. XXI. 44) menunjukkan bahwa BCA memiliki peringkat pertama sebagai “The Best Corporate Brand”. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tawaran promosi yang begitu agresif dan menarik dalam bentuk iklan di media elektronik. dalam InfoBank.550. Di Propinsi Lampung eksistensi ke tiga perbankan tersebut menunjukkan suatu bank yang besar baik dari jumlah aset. hal. dan tawaran hadiah beberapa mobil mewah BMW dan Mercy. Mandiri. Secara Nasional. dan PT Bank Mandiri (Sumber: Mark Plus dan Biro Riset Info Bank. Vol. dan pemberian hadiah. dan peringkat berikutnya diikuti oleh BRI. XXVII.083 Juta menawarkan program tayangan “Layar BNI dan Undian Berhadiah menarik” dengan produk tabungan “Taplus BNI” (Info Bank. 191 . hal. 36. maupun perolehan dana pihak III. begitupun pada Bank BCA dengan aset Rp148. kemudian menyusul PT Bank Mandiri. 14) Hasil survey MARS tahun 2005 (Siti Sumaryati dalam artikel Sajian Utama.DAFTAR ISI produk tabungan. Sebagai contoh. dengan produk tabungan Tahapan BCA. September 2005). 15. Desember 2005. terdapat 3 bank Indonesia yang memiliki aset terbesar posisi september 2005. Faktor – faktor apakah yang menentukan nilai ekuitas merek ?. iklan di media cetak. BNI. serta Bank Negara Indonesia dengan aset Rp147. Volume XXVII. SKEM. dan bahkan nilai pengendapan dana cukup lama dibandingkan dengan giro dan deposito. hal. yaitu Bank mandiri dengan aset Rp256.

dengan demikian membedakannya dari barangbarang dan jasa yang dihasilkan para kompetitor. kelebihan-kelebihan produk. and offer him the security. it helps to assure him of Quality.9) Merek menurut bahasa kamus dalam menyebutkan: Encyclopedia Americana. salah satunya adalah menjembatani harapan konsumen pada saat kita menjanjikan sesuatu kepada konsumen. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk: 1. Defenisi tersebut di atas juga menunjukkan bahwa begitu pentingnya arti dan keberadaan sebuah merek. kualitas produk. aid promotional efforts. 1997 hal. Merek memegang peranan sangat penting. dan melindungi konsumen maupun produsen dari para pesaing yang berusaha memberikan produk-produk yang tampak identik. and maintain a corporate image. thus differentiating the product or service from others.Aaker. Sebagai bahan informasi bagi manajemen bank dalam mengeksekusi atau merencanakan program pemasaran produk Tabungan pada masa depan. differentiate products or services. A Brand name has value to both the owner of the name and the consumer. 1989. khususnya pada perusahaan perbankan. associated with the Brand of the product or service and its owne. For the owner it helps to stimulate buying. maintain prices. 2. used to identify a product or service of a seller. atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang penjual tertentu.(David A.DAFTAR ISI Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: • • Untuk mengetahui fator-faktor yang menentukan ekuitas merek. cap. symbol or design or a combination of two or more of these. Tinjauan Teori Merek adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo. Sebagai bahan informasi bagi pengambil keputusan yang terkait dengan produk perbankan pada umumnya. 438. For the consumer. Dengan demikian dapat diketahui adanya ikatan emosional yang tercipta antara 192 . term. and sometime the prestige. Suatu merek pada gilirannya memberi tanda pada konsumen mengenai sumber produk tersebut. Pengembangan ilmu pengetahuan di bidang manajemen pemasaran perusahaan. Brand is a word. hal.

Dengan adanya merek. Emosi konsumen terkadang turun naik. Jika Asosiasi Merek yang terbentuk memiliki kualitas dan kuantitas yang kuat. potensi ini akan meningkatkan Citra Merek. makin kuat pula interaksinya dengan konsumen dan makin banyak Asosiasi Merek yang terbentuk dalam merek tersebut. 3. diterima dimana saja dan kapan saja di seluruh dunia. Pesaing bisa saja menawarkan produk yang mirip. Ekuitas Merek merupakan aset yang dapat memberikan nilai tersendiri dimata pelanggannya. karena beberapa faktor seperti: 1. 5. 2. kebanggaan ataupun atribut lain yang melekat pada merek tersebut. Semakin kuat suatu merek. Merek yang kuat akan sanggup merubah perilaku konsumen. (1997: 22) adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek. nama dan simbol yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan. David A. Merek memudahkan proses pengambilan keputusan pembelian oleh konsumen. Aset yang dikandungnya dapat membantu pelanggan dalam 193 . Ekuitas merek menurut Aaker. Merek mampu menciptakan komunikasi interaksi dengan konsumen. Merek sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku konsumen. Merek menjadi sangat penting saat ini. konsumen dapat dengan mudah membedakan produk yang akan dibelinya dengan produk lain sehubungan dengan kualitas. Merek mampu menembus setiap pagar budaya dan pasar. 6. Merek berkembang menjadi sumber aset terbesar bagi perusahaan. Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa Coca Cola Company yang memiliki Stock Market Value (SMV) yang besar ternyata 97 % dari SMV tersebut merupakan nilai merek. Merek mampu membuat janji emosi menjadi konsisten dan stabil.DAFTAR ISI konsumen dengan perusahaan penghasil produk melalui merek. 4. kepuasan. tapi mereka tidak mungkin menawarkan janji emosional yang sama. Bisa dilihat bahwa suatu merek yang kuat mampu diterima diseluruh dunia dan budaya. Contoh yang paling fenomenal adalah Coca Cola yang berhasil menjadi “Global Brand”.

7) disamping memberi nilai bagi konsumen. dan Asosiasi-asosiasi merek tidak begitu penting diperhatikan dalam proses pemilihan merek. Loyalitas merek adalah salah satu elemen Ekuitas Merek yang dipengaruhi oleh elemen ekuitas merek lainnya. Ekuitas Merek yang kuat memungkinkan perusahaan memperoleh imbuhan nilai yang lebih tinggi dengan menerapkan harga premium. Ekuitas Merek dapat mempengaruhi rasa percaya diri konsumen dalam pengambilkan keputusan pembelian atas dasar pengalaman masa lalu dalam penggunaan atau kedekatan asosiasi dengan berbagai karakteristik merek. Asosiasi-asosiasi merek. ketiganya tetap dapat mengurangi keinginan atau rangsangan konsumen untuk mencoba merek-merek lain. Bahkan jika Kesadaran merek. Menurut Durianto Darmadi . 194 . 6. 5.Sugiarto . Asosiasi Merek juga sangat penting sebagai dasar penciptaan Kesan Merek yang kuat dan strategi perluasan produk. Promosi yang dilakukan akan lebih efektif jika merek dikenal. Ekuitas Merek yang kuat dapat digunakan sebagai dasar untuk pertumbuhan dan perluasan merek kepada produk lainnya atau menciptakan bidang bisnis baru yang terkait yang biayanya akan jauh lebih mahal untuk dimasuki tanpa merek yang memiliki Ekuitas Merek tersebut. dan loyalitas merek dapat mempengaruhi alasan pembelian konsumen. Empat dimensi Ekuitas Merek: Kesadaran merek. memproses. 4. Loyalitas merek yang telah diperkuat merupakan hal penting dalam merespon inovasi yang dilakukan para pesaing. Kualitas yang dipersepsikan atas merek. dan mengurangi ketergantungan pada promosi sehingga dapat diperoleh laba yang lebih tinggi. 2001 hal. Salah satu cara memperkuat Ekuitas Merek adalah dengan melakukan promosi besar-besaran yang membutuhkan biaya besar. Kualitas yang dipersepsikan atas merek. 2.DAFTAR ISI menafsirkan. Ekuitas Merek yang kuat dapat menghilangkan keraguan konsumen terhadap kualitas merek. Ekuitas Merek yang kuat dapat mempertinggi keberhasilan program dalam memikat konsumen baru atau merangkul kembali konsumen lama.Tony Sitinjak. dan menyimpan informasi yang terkait dengan produk dan merek tersebut. Ekuitas Merek juga memberikan nilai bagi perusahaan dalam bentuk : 1. 3.

DAFTAR ISI

7.

Ekuitas Merek yang kuat dapat meningkatkan nilai penjualan karena mampu menciptakan loyalitas saluran distribusi. Produk dengan Ekuitas Merek yang kuat akan dicari oleh pedagang karena mereka yakin bahwa produk dengan merek tersebut akan memberikan keuntungan bagi mereka. Dengan Ekuitas Merek yang kuat, saluran distribusi dapat berkembang sehingga semakin banyak tempat penjualan yang pada akhirnya akan memperbesar nilai/volume penjualan produk tersebut, dan mempertinggi perolehan pangsa pasar. Aset-aset Ekutias Merek lainnya dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan dengan memanfaatkan celah-celah yang tidak dimiliki pesaing. Biasanya, bila empat faktor penentu utama dari Ekuitas Merek yaitu Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kualitas Merek, dan Loyalitas Merek sudah sangat kuat, secara otomatis aset Ekuitas Merek lainnya juga akan kuat.

8.

Dengan demikian, perusahaan yang ingin tetap bertahan dan melangkah lebih maju untuk memenangkan persaingan, sangat perlu mengetahui kondisi Ekuitas Merek produknya melalui penelitian faktor-faktor penentu elemen Ekuitas Merek (Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kualitas Merek, dan Loyalitas Merek). Metode Penelitian Objek penelitian pada produk Tabungan Bank Umum PT. Bank Mandiri Tbk, PT BCA Tbk, dan PT BNI Tbk (Persero) di Provinsi Lampung. Penelitian dilakukan selama 6 bulan dengan pengambilan data melalui survey lapangan pada bulan September 2005 hingga bulan Desember 2005. Jumlah sampel terpilih menggunakan pendapat Slovin (Husein Umar, 1997, hal. 59-60) dengan mengasumsikan populasi berdistibusi normal dan tingkat kesalahan pengambilan sampel sebesar 10%. Populasi nasabah tabungan pada ketiga bank masing-masing sebanyak di atas 50.000, sehingga besarnya jumlah sampel diperoleh minimal sebesar 100. Dengan demikian jumlah sampel keseluruhan adalah 300 responden. Responden terpilih disurvey pada kantor cabang utama, dan kantor cabang pembantu dengan lokasi kantor di kota/kota kabupaten terpadat atau terbanyak respondennya melebihi 5000 nasabah, sehingga jumlah sampel pada masing-masing kantor cabang dan cabang pembantu dipilih secara proporsional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non -probability sampling, khususnya dengan jugjemen sampling atau sampling pertimbangan (Moh. Nasir, 1999, hal.332). Pendekatan 195

DAFTAR ISI

ini dilakukan karena karakteristik populasi nasabah bank responden tidak dapat diketahui dengan pasti dan nasabah diperkirakan homogen. Oleh karena itu, penulis menentukan pertimbangan yang menjadi responden adalah nasabah aktif yang berarti nasabah melakukan transaksi menabung minimal satu kali dalam satu bulan pada bank responden dan pernah menjadi dan atau sedang menjadi nasabah pada produk tabungan bank lainnya. Hasil Dan Analisis Uji Validitas dan Reliabilitas Hasil pengujian validitas dengan metode analisis Korelasi Pearson yang dapat dilihat pada Tabel 1. berdasarkan aplikasi komputer Software SPSS Versi 11.5, dan mengunakan 30 sampel responden pada peubah Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kepentingan, Kepuasan, dan Loyalitas menunjukkan nilai tingkat signifikansi P lebih kecil (<) dari 0.05. Dengan demikian, alat ukur yang digunakan dalam pengukuran Ekuitas Merek dapat diyakini kevalidannya/keakuratannya. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan metode statistik “Cronbach’s Alpha menunjukkan nilai reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,9468 atau 95%. Nilai Cronbach’s Alpha ini masuk dalam kategori tingkat kereliabelan sangat tinggi. Dengan demikian, skala pengukuran dikatakan reliabel atau tepat untuk digunakan pada penelitian selanjutnya. Tabel 1. No Hasil Pengujian Validitas Pengukuran Ekuitas Merek Peubah Ekuitas Merek Nilai Korelasi Pearson 0,553 0,406 0,464 0,648 0,646 Hasil Signifikansi= < 0,05, Berarti Valid 0.002 0,026 0,010 0,000 0,000

1 Loyalitas pada Merek 2 Kesadaran pada merek 3 Asosiasi atas Merek 4 Kepentingan pada Merek 5 Kepuasan atas Merek Sumber: Data diolah, 2005 Analisis Faktor Penentu Ekuitas Merek

Analisis faktor penentu ekuitas merek menggunakan model analisis faktor. Hasil Model analisis faktor I dilakukan tampa terjadi reduksi indikator menunjukkan bahwa angka KMO (Kaiser-Meyer-Olkin,) – MSA (Mesure of Sampling Adequacy) sebesar 0,874. Angka ini berarti bahwa pengukuran atas 196

DAFTAR ISI

peubah ekuitas merek dapat diproses dan digunakan dalam model selanjutnya. Nilai Bartlett’s Test yang dilihat pada angka Kai Kuadrat (Chi-Square) sebesar 10890,365 dengan signifikansi sebesar 0,000, yang berarti bahwa model analisis faktor dapat dilanjutkan. Namun, besaran MSA pada peubah Loyalitas, khususnya pada indikator Pembeli Kebiasaan sebagai bagian dari peubah ekuitas merek menunjukkan nilai di bawah 0,50. Hal ini berarti perhitungan analisis faktor I perlu diulang dengan cara menghilangkan peubah indikator “kebiasaan”. Model analisis faktor II setelah menghilangkan peubah kebiasaan menunjukkan bahwa nilai KMO- MSA (Kaiser-Meyer-Olkin, Measure of Sampling Adequacy) sebagai pengukuran ketepatan model dapat digunakan sebesar 0,876. Nilai Bartlett’sTest of Sphericity yang dilihat pada angka Kai Kuadrat sebesar 10823,739 dengan signifikansi sebesar 0,000 yaitu kurang dari nilai signifikansi kepercayaan 0,05, yang berarti bahwa model analisis faktor dapat dilanjutkan. Nilai MSA pada Model faktor II menunjukkan bahwa masing-masing peubah ekuitas merek memiliki nilai lebih tinggi dari 0,50. Kemudian nilai faktor komponen matrik korelasi terdiri 15 faktor. Penentuan masing-masing indikator yang masuk dalam suatu faktor komponen matrik korelasi yaitu dilihat dari nilai korelasi matrik terbesar pada masing-masing komponen. Namun, nilai komponen matrik korelasi pada faktor 13 yang terdiri dari indikator KPS 6 ( Lokasi Strategis dekat dengan tempat tinggal) serta faktor 12 yang terdiri dari indikator BA 13 (Asosiasi Penggunaan layanan Auto Debet) dan BA 14 (komunikasi Pemasaran On-Line)_memiliki 2 nilai faktor komponen matrik korelasi yang berdekatan hampir sama, maka peneliti mencoba menggabungkan faktor 13 nilai indikator KPS 6 ke dalam faktor 3 serta faktor 12 nilai indikator BA 13 ke dalam faktor 4, dan nilai indikator BA14 pada faktor komponen 12 ke dalam faktor komponen 14. Sehingga jumlah faktor penentu nilai ekuitas merek secara keseluruhan menjadi 14 faktor. 14 faktor ini adalah 1) Pengingatan atas Merek Paling Tinggi (Top Of Mind); 2) Pengenalan Merek karena Promosi Media Iklan Dalam dan Luar Ruangan; 3) Pengenalan Merek Karena Komunikasi Pemasaran On-Line; 4) Asosiasi yang dibentuk karena fungsi produk tabungan menawarkan biaya administrasi rendah, suku bunga tinggi, dan aman; 5) Asosiasi terbentuk karena pemanfaatan fasilitas dan akses layanan aman dan nyaman; 6) Asosiasi yang terbentuk karena atribut produk berkesan: profesional, Layanan Simpati, dan Tanggung Jawab serta Integritas; 7) Kepuasan atas produk tabungan karena tawaran fasilitas teknologi on-line dan layanan oleh SDM tepat, cepat, dan aman; 8) Kepuasan atas tawaran fasilitas fisik yang melekat pada ruang kantor (Gedung mewah, ruang tunggu, dan halaman parkir luas); 9) Kepuasan Atas Lokasi Strategis, 10) Kepuasan atas kepastian dan ketepatan janji sesuai fungsi inti produk berupa: suku bunga 197

kesukaan. Kapan Saja. berikut ini.605 0.766 0. dan komitmen nasabah terhadap merek produk tabungan pada ke tiga bank responden. desain kartu ATM menarik. Majalah dan Luar 5. parkir gratis. Berupa.789 0. dan hadiah undian serta hadiah langsung menarik. Rekomendasi Teman 3 4 5 Pengenalan Merek karena Asosiasi Terbentuk Karena Fungsi Produk. Tabulasi hasil faktor komponen matrik korelasi terdiri dari 14 faktor dapat dilihat pada Tabel 1.742 0.504 0. nasabah akan cenderung berpindah walaupun nasabah harus mengeluarkan biaya perpindahan atas merek.303 0.536). Akses layanan Phone Banking 24 Jam. Fasilitas Antrian Nyaman 4. Tampa Batasan Jumlah 5. Aman 1. Pameran 7. Akses Jaringan Kantor Luas danj Akses ATM banyak 2. Iklan TV Nilai Korelasi Faktor Komponen Matrik Rotasi 0. Biaya Administrasi Rendah 2. Berupa: Asosiasi Terbentuk karena Pemanfaatan Fasilitas dan Akses Layanan. 6. Iklan Radio Pengenalan Merek 3. 12) Kepuasan atas manfaat tambahan berupa tampilan fisik karyawan menarik. aman dan nyaman 2. Tabel 1.522 0. Tayangan “Bill Board” Ruangan.DAFTAR ISI tinggi. Pemasaran On-Line 1. Bebas Pulsa 3.476 0.765 0. 13) Loyalitas nasabah terbentuk karena kepuasan. serta 14) Loyalitas nasabah terbentuk karena tidak adanya perpindahan merek. Berupa: 1.648 0.689 2 198 .465 0. Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai korelasi matrik antara indikator dan faktor menunjukkan rerata korelasi di atas 50% (0.418 0. Fasilitas Transaksi penarikan Dana . yang berarti jika ada tawaran yang menarik dari bank lain. Nilai ini menunjukkan hubungan yang cukup erat. Dimana Saja. Suku Bunga Tinggi 3. Akses layanan cepat. 11) Kepuasan atas Kemudahan Transaksi.600 0.769 0.728 0.676 0. Surat Kabar Karena Promosi Iklan Media Dalam 4. Rekapitulasi Hasil Faktor Komponen Matrik Korelasi Nomor Faktor Komponen Matrik Rotasi I Nama Faktor Pengingatan Puncak Atas Merek Indikator Pikiran Puncak (Top of Mind) 1. biaya administrasi rendah.

Ruang Tunggu Bertransaksi Nyaman 1.573 0. FasilitasJaminan Asuransi kepada keluarga penabung 9.573 0.629 0.465 0. Fasilitas Undian Tabungan Berhadiah 7. Berupa: 8.692 0.607 0.832 0. Karyawan cepat tanggap atas keluhan dan masalah nasabah 12. Ruang Tunggu Bertransakasi Luas 3.533 0.717 0.817 0.780 6 Asosiasi Terbentuk Karena 2. Dilengkapi dengan Buku Transaksi 4. Teknologi dan Layanan SDM. Pelayanan prima oleh Karyawan 14. Fasiltias Layanan “ Auto Debet ” Pembayaran Listrik.678 0. Karyawan peduli terhadap kepuasan nasabah 1. Tanggung jawab dan Integritas 1.683 0. Fasilitas Aplikasi kartu Debit Belanja Nilai Korelasi Faktor Komponen Matrik Rotasi 0.633 0.446 0. Aman dan terpercaya terbukti dengan penarikan dana kapan saja dan tampa batasan jumlah dana 10.832 0.754 0.343 0. kemampuan Karyawan dalam menjelaskan produk dan layanan denagn baik dan tepat 6. Kepuasan atas Fasilitas Fisik yang Melekat pada Ruang kantor. Ruang tunggu Bertransaksi Bersih 4. Berupa: 199 .481 0.780 0.757 0.607 0.325 0. Ruang antrian nyaman 2. Profesionalisme karyawan dalam pelayanan 5. Layanan Simpati Atribut Produk Berkesan: 3. Layanan transaksi oleh karyawan cepat 7. Karyawan mengesankan keyakinan dan percaya diri yang tinggi kepada nasabah 8.547 0.412 0. Teknologi Informasi On-Line 3. Ruang Tunggu Bertransaksi Sejuk 5. Telephone. Karyawan penuh semangat bersedia membantu menjawab pertanyaan nasabah 13. Karyawan ramah dalam memberikan informasi yang dibutuhkan nasabah dengan tepat 11. Gedung Mewah 2. Profesional 7 Kepuasan Atas Fasilitas Pelengkap. dan Air 8.DAFTAR ISI Nomor Faktor Komponen Matrik Rotasi Nama Faktor Indikator 6.

691 menarik 0. Hadiah undian tabungan 4. Sehingga penentu ekuitas merek yang kuat dari masing-masing indikator adalah nilai yang menghasilkan korelasi faktor di atas 0. Fasilitas Internet Banking 2. Desain Kartu ATM menarik 1.50.50. Biaya administrasi rendah 3. dan menarik 3. Tampilan fisik karyawan cantik/ ganteng.481 0.634 0. 200 Analisis faktor membuktikan ada 14 Faktor dari 67 Indikator Peubah .780 0.403 0.DAFTAR ISI Nomor Faktor Komponen Matrik Rotasi Nama Faktor Indikator 6. Hadiah langsung menarik 1.775 0. Fasilitas SMS Banking 3.437 0.497 0.789 0. Halaman parkir gratis 2. Simpulan a. Komitmen 1.5.494 0.387 0.396 0. Dengan: 4.526 0. Januari 2006 Tabel 1. Halaman Parkir Luas Nilai Korelasi Faktor Komponen Matrik Rotasi 0. Fasilitas Call Center 10 11 Kepuasan atas Kemudahan Bertransaksi.748 0. Memanfaatkan Fasilitas Ruang Antrian Kantor 6.784 0. Memanfattkan fasilitas ATM sendiri yang banyak 7. Karena: 13 14 Sumber: Data Diolah dengan Metode Analisis Faktor .604 0. Berupa: Loyalitas Nasabah Terbentuk Karena: Loyalitas Nasabah Terbentuk . Mudah Dijangkau dengan Alat Transportasi 1. Kesukaan 3.749 9 Kepuasan Atas Lokasi Strategis Kepuasan atas Kepastian dan Ketepatan Janji Sesuai Fungsi Inti Produk 1.Aplikasi SPSS Versi 11. Kepuasan 2. Suku bunga tinggi dan menarik 2. tersebut memberikan makna bahwa nilai korelasi faktor matrik yang besar diperoleh dari nilai di atas 0.663 0. Memanfaatkan fasilitas Auto Debit 1.799 0.768 0. Dekat dengan tempat tinggal/Usaha 2. Tidak Adanya Perpindahan Merek 12 Kepuasan atas Manfaat Tambahan.832 0. Memanfaatkan Jaringan ATM Bank Lain 5.

dan Tampa Batasan Jumlah. b. 13) Loyalitas nasabah terbentuk karena kepuasan. 11) Kepuasan atas Kemudahan Transaksi: internet banking..5.50 adalah 1) Pengingatan atas Merek Paling Tinggi (Top Of Mind). 7) Kepuasan atas Fasilitas Pendukung. Call Center. Karyawan ramah dalam memberikan informasi yang dibutuhkan nasabah dengan tepat. Dimana Saja. Strategis. 4) Asosiasi Terbentuk karena fungsi produk tabungan menawarkan biaya administrasi rendah. dan pemanfaatan Auto Debit. dan suku bunga tinggi. Layanan transaksi oleh karyawan cepat. Aman dan terpercaya terbukti dengan penarikan dana kapan saja dan tampa batasan jumlah dana. serta Halaman Parkir Luas). dan Tanggung Jawab serta Integritas. kesukaan. Teknologi on-line dan Layanan oleh SDM berupa: Profesionalisme karyawan. Kapan Saja. 9) Kepuasan Atas Lokasi .DAFTAR ISI penentu ekuitas merek dengan memiliki nilai KMO-MSA (Kayser-MeyerOlkin. Fasiltias Layanan “ Auto Debet ” Pembayaran Listrik. 12) Kepuasan atas Manfaat Tambahan berupa tampilan fisik karyawan menarik. 5) Asosiasi terbentuk karena pemanfaatan fasilitas dan akses layanan berupa: Akses Jaringan Kantor Luas dan Akses ATM banyak. dan komitmen nasabah. Biaya administrasi rendah Hadiah undian tabungan menarik Hadiah langsung menarik. 201 . Akses layanan cepat. Sejuk. SMS banking. Karyawan cepat tanggap atas keluhan dan masalah nasabah. Telephone. Fasilitas Antrian Nyaman. dan Air. 14 Faktor penentu Ekuitas Merek yang kuat dilihat dari hasil nilai korelasi faktor matrik rotasi indikator di atas 0. Akses layanan Phone Banking 24 Jam dan Bebas Pulsa. Measure of Sampling Adequacy). 6) Asosiasi yang terbentuk karena atribut produk berkesan: profesional. Surat Kabar. FasilitasJaminan Asuransi kepada keluarga penabung. Pelayanan prima oleh Karyawan. 3) Pengenalan Merek Karena Pemasaran On-Line. dan Nyaman. Fasilitas Transaksi penarikan Dana. Radio. Majalah dan Bill Board . Fasilitas Undian Tabungan Berhadiah. dan Fasilitas Aplikasi kartu Debit Belanja. 10) Kepuasan atas kepastian dan ketepatan janji sesuai dengan fungsi inti produk berupa: Suku bunga tinggi dan menarik. Layanan Simpati. aman dan nyaman. Karyawan penuh semangat bersedia membantu menjawab pertanyaan nasabah. dan Karyawan peduli terhadap kepuasan nasabah. 8) Kepuasan atas Fasilitas Fisik yang melekat pada Ruang Kantor (Ruang tunggu Bertransaksi Bersih. Karyawan mengesankan keyakinan dan percaya diri yang tinggi kepada nasabah. yaitu nilai penentu kecukupan sampling sebagai penentu faktor model yang tepat untuk digunakan sebesar di atas 0. serta 14) Loyalitas nasabah terbentuk karena tidak adanya perpindahan merek. 2) Pengenalan Merek karena Promosi Iklan Media Dalam dan Luar Ruangan berupa: Iklan TV.

Marketing Management. c. Darmadi. dan agresif. dan biaya administrasi rendah. Husein Umar. Jakarta. b. DW. 2004. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Aaker. layanan cepat dan aman. A. Alih Bahasa Ananda Aris. Gramedia Pustaka Utama. The Millenium Edition. Jakarta. Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Menciptakan biaya peralihan tinggi sehingga menyulitkan nasabah untuk berpaling ke bank lain Menciptakan program relationship marketing terpadu. 1997. Hermawan Kertajaya On Branding. Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek. Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Aspek kesadaran ditingkatkan melalui pengenalan dan penyadaran merek untuk menciptakan Pikiran Puncak atas Merek produk (Top of Mind) melalui program promosi intensif.DAFTAR ISI Saran Ekuitas merek dapat ditingkatkan dengan memperbaiki beberapa aspek yaitu: a. Peningkatan kepuasan nasabah dengan memberikan beban biaya administrasi rendah. d. Chicago Durianto. Sugiarto. Sitinjak. Toni. Irwin. Penguatan kesan pada merek dengan penciptaan asosiasi seperti merek memiliki makna profesional. Riset Strategi Pemasaran. dan layanan prima. Strategi Menaklukkan Pasar. 2001. Mizan Media Utama. Prentice Hall International. Kottler Phillip. layanan simpati. e. 2000. 2000. 2000. 2000. 6th. akses layanan 24 jam. David. Kasmir. Manajemen Perbankan. Ed. Cravens. Hermawan Kartajaya. Manajemen Ekuitas Merek: Memanfaatkan Nilai dari Suatu Merek. Spektrum Mitra UtamaPrentice Hall. Strategic Marketing. 202 . Bandung Indonesia.

Division of Macmillan. Zeithaml. Interaksara. Jakarta. Pahlawan Jauhari. Untuk Menaikkan pangsa pasar. 2001-2005. 1996. Penerbit Rineka Cipta. Branding in Asia (Membangun Merek di Asia). Hari. A. Jakarta. Jakarta -------------------. 1999. No. L. Berry. Indonesian Best Brand 2003. Delivering Quality Service: Balancing Customer Perception and Expectations. Juli 2003. 2004. Majalah SWA. Rineka Cipta. Paul. 1997. Jakarta. 2003. dkk.B.. Valerie. ISSN 1693-1696. The Free Press A. Journal Mandiri. Jakarta. 2001..DAFTAR ISI Lukman Dendawijaya. Himawan. Metode Penelitian. Jakarta Temporal. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. International Edition. Encyclopedia Americana. Zeithaml. Alih bahasa Suminto. 1999. Mary Jo. PT. A. Penerbit: Quantum Bisnis dan Manajemen (PT Mizan Publika)... Jakarta. Manajemen Perbankan. Syaifudin Anwar. 2003. Nicolino. 1989. 203 . Susanto. Reliabilitas dan Validitas. Penerbit Pustaka Pelajar. Valerie. Printed and Manufactured in the USA Buletin Mandiri. Penerbit: Prenada Media. Bitner. Sugiarto. Penerbit Galia Indonesia. McGraw Hill. Parasuraman and Leonard. No. Suharsimi Arikunto. Moh. A. dikutif dalam “Jurnal Ilmiah – Entrepreneurship”. alih Bahasa. Edisi Volume XIX. oleh Sugiri. “Power Branding”. Volume 1. Analsis Elemen Ekuitas Merek pada PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta Indonesia. 1990. cetakan kesebelas. Ghalia Indonesia. A. Brand Management. Inc. dan Wijarnako. Gramedia Pustaka Utama. 14. edisi revisi. 2001. Service Marketing. 1997. _______________. 2004. Patricia F. Nasir. Jakarta. 3. Yogyakarta. Agustus 2003. Teknik Sampling.

19. Jakarta. No. -------------------. Edisi Volume XXI. Indonesian Best Brand 2004. 15. Rating 134 Bank. Jakarta. Majalah SWA. No. 303. Edisi Volume XX. 204 . Majalah SWA. Majalah Info Bank. Juni 2004. Desember 2005. No. Majalah SWA. -------------------. Indonesian Best Brand 2005. -------------------. 321. No. Jakarta. Juli 2003. Jakarta. 19. Peringkat Merek Memuaskan 2005. -------------------. Edisi Volume XXVII. Peringkat Merek Memuaskan. Edisi Volume XXI. Edisi Volume XXVI. No. 15. September 2005. Majalah SWA. -------------------.DAFTAR ISI -------------------. No. Jakarta. Nasabah Mulai Gelisah. 21 Juli – 3 Agustus 2005. Majalah SWA. Juli – Agustus 2004. Edisi Volume XX.

345. Therefore.93. and at distribution channel III 0.94. it is necessary to activate association to be involved in blocking marketing of coffee commodity in general and especially helping coffee farmers in carrying out their farming. dan 0. and exporters is 0. 9.79% dari Kabupaten Lampung Tengah. While in efficiency and margin. The average efficiency level at distribution channel I is 0.DAFTAR ISI Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Tata Niaga Kopi Biji Di Propinsi Lampung Oleh : Mustafid4 ABSTRACT The research analysis result shows that the distribution channel I form farmers. village traders 0.88 ton dengan nilai seharga US$ 250. Bank Indonesia Cabang Bandar Lampung.69% dari Kabupaten Lampung Timur. and exporters is more effective (0.12% dari Kabupaten Lampung Utara. and farmers 0.95.617.05% dari Kota Bandar Lampung. village traders. Fakultas Ekonomi. 0. 0.83). in marketing of coffee commodity. village traders.50% dari Kabupaten Lampung Selatan. district traders 0. Based on the conclusion.99.21% dari Kabupaten Tanggamus. The value of distribution from farmers.33% dari Kabupaten Tulang Bawang. at distribution channel II 0. 29. Exporters. regency traders. and it is better for exporters to help coffee commodity farmers to increase margin. regency traders 0. 14.98. yaitu dari Kabupaten Lampung Barat. Dan Kopi Biji menduduki tempat yang penting dalam devisa dimana luas dan hasil produksi kopi biji di Propinsi Lampung sekitar 41. Keywords : Coffee. it proves that exporters are more efficient than collecting traders and farmers (exporters 0. satu4 Dosen Jurusan Manajemen.453.333. and exporters is 0. 2004.97. it is suggested.375) than that from others. Farming PENDAHULUAN Ekspor dari sektor pertanian dan kehutanan Propinsi Lampung memberikan devisa negara sebanyak 271.300. Unila . district traders. 4. 0.14%.99 . to use distribution from farmers district traders exporters. district traders. And the value of distribution from farmers.73% dari Kabupaten Way Kanan.

206 . bahwa besarnya sampel produk hasil pertanian dapat di ambil antara 10% sampai dengan 20% dari populasi petani produsen komoditas kopi biji sebanyak 410 orang di sentra produksi komoditas kopi biji di Lampung yang terdiri dari 21 dari Kabupaten Lampung Barat. Pedagang kecamatan sebanyak 20 pedagang. khususnya dengan tata niaganya.DAFTAR ISI satunya daerah yang tidak menghasilkan kopi biji adalah Kota Metro (Dinas Perkebunan Propinsi Lampung. Dalam menyusun penelitian ini akan digunakan analisis kualitatif dan kuantitatif yang ada kaitannya dengan masalah yang terjadi. 5 dari Kabupaten Tanggamus. METODE PENELITIAN Penelitian lapangan terdiri dari observasi dan mempelajari hal-hal yang ada hubungannya dengan penelitian ini. dan 2 dari Kabupaten Way Kanan. antara lain menganalisis tentang efektivitas dan efisiensi tata niaga pemasaran komoditas kopi biji di Propinsi Lampung. 9 dari Kabupaten Lampung Barat. Jumlah sampel tersebut di ambil secara proporsif (proporsive random sampling) atas dasar homogenitas (relatif sama) yang diharapkan dapat mewakili dari populasi yang ada. 10 dari Kabupaten Way Kanan. dan 2 dari Kabupaten Way Kanan. 2. 1. Jumlah sampel yang diambil dari petani produsen sebanyak 47 rensponden. 16 dari Kabupaten Tanggamus. yaitu Kabupaten Lampung Barat. Dalam analisis kualitatif akan digunakan analisis berdasarkan teori pemasaran dengan membandingkannya. Ruang lingkup penelitian lapangan meliputi: 1. Selain analisis kualitatif juga akan dilakukan analisis dengan pendekatan kuantitatif. Pedagang desa sebanyak 17 pedagang. 2 dari Kabupaten Tanggamus. Daerah penelitian adalah daerah Propinsi Lampung. Pedagang kabupaten sebanyak 7 pedagang. dan Kabupaten Way Kanan. 3 dari Kabupaten Lampung Barat. 10 pedangang dari Kabupaten Lampung Barat. hal ini didasarkan dari pendapat Mubiarto (1993:95). Kabupaten Tanggamus. yaitu: 2. 7 dari Kabupaten Tanggamus. Sedangkan Eksportir sebanyak 2 responden. dan 4 dari Kabupaten Way Kanan. 2004). Hal ini didasarkan pada proporsi hasil produksi di wilayah tersebut.

DAFTAR ISI a.5). 2. 3. = 1. b. Tj = 1 = 1 = Nilai kebijaksanaan I pada faktor j. dan lingkungan dianggap tetap. = Timbangan pada faktorj. Faktor-faktor itu tidak dapat berdiri sendiri.5 Kriteria penentuan efektif adalah jika Ni > 0.. Untuk mengukur tingkat efisiensi pemasaran kopi biji di Lampung sehingga dapat diketahui margin yang diperoleh masing-masing lembaga yang terkait dalam pemasaran kopi biji termasuk margin yang diperoleh produsen. pada 0 ≤ Fij ≤ 0. 4. harga. n dan 0 ≤ Tj ≤ 1. .H.30 (Basu Swastha D. Timbangan faktor tidak dapat dipisahkan dengan nilai faktornya. Asumsi-asumsi untuk metode ini adalah: 1. promosi. Menggunakan skala jarak tertentu (0. dan Irawan 2000:314).1 sampai dengan 0. 2. dan Irawan (2000:314) digunakan rumus: n Ni = ∑ Tj. bahwa ntuk mengukur tingkat efektivitas digunakan metode faktor tertimbang menurut Basu Swastha D. Untuk Mengetahui tingkat efisiensi tata niaga pada setiap lembaga menurut Noegroho Besar Koesnadi (1990:5) adalah dengan rumus sebagai berikut: e = Z + Zm .. Produk.Fij j=1 Keterangan: Ni Tj j n ∑ j Fij = Nilai total untuk kebijaksanaan saluran disrtibusi(I). C + Cm 207 . 3.H.

Pendapatan produsen dari hasil penjualan persatuan barang. Peraturan Pemerintah. 6. dengan alasan komoditas kopi biji sangat dipangaruhi olah faktor alam. 5. Kriteria penentuan efisien adalah jika e > 1. yaitu: 1. 208 . dengan demikian bersifat given. karena peraturan pemerintah harus dipatuhi. Teknologi. Biaya saluran persatuan barang. Biaya penyaluran dan pemasaran yang dikeluarkan oleh produsen persatuan barang. Asumsi-asumsi yang dianggap konstan. Kebijaksanaan produk. Kondisi perekonomian yang tidak dapat dipengaruhi secara parsial atauperubahannya berlaku umum. Keuntungan yang diterima oleh lembaga tata niaga persatuan barang. 3. hal ini didasarkan berlakunya bersifat umum dan tidak setiap perubahan teknologi langsung dapat diikuti. Faktor kebudayaan.DAFTAR ISI Keterangan: e Z C Zm Cm = = = = = Efisiensi saluran perlembaga.yang perubahannya relatif lambat. Kebijaksanaan promosi yang dilaksanakan relatif terbatas. 4. 2.

3 0.10 x 0.20 Nilai T ot al x 0.2 0.5 Nilai Faktor (Fij) 0.375 Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.345 Nilai Total Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.100 x 0. Tabel 2.30 x 0.4 0. Hasil Perhitungan Metode Faktor Tertimbang yang Diterapkan pada Strategi Saluran II No. 1 Fakt or Tj 0.20 x 0. 209 .4 0.060 0.30 x 0. Hasil Perhitungan Metode Faktor Tertimbang yang Diterapkan pada Strategi Saluran I No. 1 Faktor Efektivitas untuk mencapai pembeli atau konsumen Laba yang diperoleh jika alternatif saluran yang digunakan dilakukan dengan baik Pengalaman perusahaan dalam memasarkan produk Jumlah investasi atau biaya yang diperlukan Kemampuan perusahaan untuk menutupi kerugian Tj 0.045 2 3 Efekt ivitas unt uk mencapai pembeli at au 0.25 yang digunakan dilakukan dengan baik Pengalaman 0.060 2 0.Fij 0.060 0.15 0.075 3 0.25 x 0.5 Nilai Fakt or (Fij) 0.1 Tj .10 perusahaan dalam memasarkan produk Jumlah invest asi at au biaya yang diperlukan Kemampuan perusahaan unt uk menut upi kerugian 0.3 0.030 4 0.120 5 0.15 konsumen Laba yang diperoleh jika alt ernat if saluran 0.050 4 x 0.Fij 0.2 x 0.DAFTAR ISI HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Efektivitas Tabel 1.1 x T j .120 5 0.

375 dari bentuk tata niaga II (Petani Produsen ---> Pedagang Desa ---> Pedagang Kecamatan ---> Eksportir} dengan nilai 0.300.94 Pedagang Kabupaten Eksportir Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian. Berdasarkan analisis efektivitas tata niaga komoditas kopi biji Propinsi Lampung bahwa tata niaga I ( Petani Produsen ---> Pedagang Kecamatan ---> Eksportir) lebih efektif dengan nilai 0.4 0.30 x 0.300 Nilai Total Sumber: Data Diolah dari Hasil Penelitian.1 Tj .075 3 0.020 4 0.345 dan tata niaga III (Petani Produsen --->Pedagang Kabupaten --> Eksportir) dengan nilai 0.DAFTAR ISI Tabel 3.20 x 0.075 2 0.93 Pedagang Kecamatan Eksportir Petani Pedagang Desa 0. dan III Komoditas Kopi Biji Propinsi Lampung No.15 0.5 x Nilai Faktor (Fij) 0. Analisis Efisiensi Tabel 4. Hasil Perhitungan Metode Faktor Tertimbang yang Diterapkan pada Strategi Saluran III No.3 0.090 5 0.25 x 0. 210 . II. 1 Faktor Efektivitas untuk mencapai pembeli atau konsumen Laba yang diperoleh jika alternatif saluran yang digunakan dilakukan dengan baik Pengalaman perusahaan dalam memasarkan produk Jumlah investasi atau biaya yang diperlukan Kemampuan perusahaan untuk menutupi kerugian Tj 0.Fij 0.95 Pedagang Kecamatan Eksportir Petani Pedagang Desa 0.040 0.10 x 0. Hasil Perhitungan Tingkat Efisiensi Tata Niaga I. 1 Keterangan Saluran I Saluran II Saluran III 2 3 Petani 0.2 0.

Marketing Management Millenium Edition. Philip. Kotler. Prentice Hall. 2000. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan. Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Manajemen Pemasaran. jika lebih mengutamakan efektivitasnya. pedagang kecamatan. Sedangkan bila mengutamakan efisiensinya.93. Jakarta: Salemba Empat. Buletin Ilmiah Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan No.H.Kotler. P.W. Indonesian Commodity Review. tata niaga I rata-rata sebesar 0. 1999. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia. Lampung: Bappeda Tingkat I Lampung dan Badan Pusat Statistik Propinsi Lampung. terlihat adanya usaha untuk menyelenggarakan tata niaga komoditas kopi biji di Lampung seefektif dan seefisien mungkin terlihat dari angka perhitungannya yang lebih dari 70 %. Swastha D. dan tata niaga III rata-rata sebesar 0.00. Eksportir juga dapat membantu petani komoditas kopi agar marjin yang diperolehnya meningkat. pedagang kecamatan. Analisis efisiensi pada tata niaga II lebih tinggi daripada tata niaga yang lain. 07. International Marketing.95.DAFTAR ISI KESIMPULAN Kesimpulan penelitian jika dilihat secara parsial. pedagang desa. eksportir). D.35. 1999. Philip.S. Basu dan Irawan. Strategic Marketing International Edition.. 211 . maka sebaiknya menggunakan bentuk tata niaga I (petani. 2004. Yogyakarta: LPFE UGM. Jakarta: Departemen Perindustrian dan Perdagangan.94. Efektivitas tata niaga I (petani. 2000. eksportir). Untuk itu perlu diaktifkannya peran serta lembaga asosiasi untuk ikut serta meningkatkan pendapatan pada tata niaga kopi biji. 2000. yaitu 0. Lampung Dalam Angka.375. pedagang kecamatan. eksportir) lebih efektif daripada bentuk saluran distibusi lainnya dengan nilai 0. DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik Propinsi Lampung. Craven. Siswoputranto. New York: Irwin McGraw – Hill.1. maka sebaiknya menggunakan bentuk tata niaga II (petani. 2004.

DAFTAR ISI Universitas Lampung. Lampung: 212 . 1999. Universitas Lampung Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.

. Lecturer of University of Lampung. Keinginan manusia seperti itu adalah naluri manusia di mana saja. Gejala mi telah 5 Doctor of Finance. Faculty of Economy. Sejarah telah mencatat bagaimana misalnya masyarakat di Negeri Belanda pada abad ke enam belas beramai-ramai memborong bibit bunga tulip dalam rangka mendapatkan keuntungan yang tinggi dalam waktu yang singkat.DAFTAR ISI Penilaian Saham. Memahami Cara Berinventasi Saham di Pasar Modal Oleh : Sri Hasnawati5 ABSTRACT This paper is to discuss the Discounted Dividend Model for investing in stocks. earning growth. . The Discounted Dividend Model is a fundamental approach to investment that looks into the earning growth of the companies in question. untuk menggambarkan masyarakat yang ingin mencari keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya tanpa dasar pemikiran yang rasional. Keywords : Discounted divident. and Multi Stages Discounted Dividend Model. but long-term investment based on rumors may not be profitable. Kelangkaan bunga tulip yang disebabkan oleh hama telah menyebabkan harga bibit bunga tulip dalam bentuk siung (bulb) meningkat dengan cepat. Stocks are one of the investment alternatives with both high expected return and high risk.Malkiel dalam bukunya yang berjudul: “A Random Walk Down Wall Street”. Constant Discounted Dividend Model. varietes model I. Constant Growth Discounted Dividend Model. Latar Belakang “The madness of crowds” itulah istilah yang digunakan oleh Burton G. Management Dept. Long term investment in stocks based on a fundamental approach seems more promising. Rumors might work well for short-term investment. Three varieties of the model are presented here.

214 . Kalau para profesional ikut-ikutan “mad” tentunya sudah sangat keterlaluan.4 . Vulcatron dan Transitron dan juga yang berbau “onics” seperti circuitronics. Pada tahun enampuluhan di Amerika Serikat. Dutron. Kejadian seperti ini lagi-lagi membawa korban. Hukum ekonomi mengatakan bahwa dengan suplai yang tetap. Pada akhirnya tulip tetaplah tulip yang tidak dapat menghasilkan emas.DAFTAR ISI memberikan keuntungan yang tidak sedikit bagi mereka yang telah terlanjur membeli bibit tersebut.Kemudian tahun 1992 IHSG meningkat dari 274. lalu terjun menjadi 398. Harga saham yang berbau dua kata ajaib tersebut meningkat dengan cepat walaupun tanpa didukung oleh kinerja keuangan ( financial performance) perusahaan yang jelas. Masyarakat lagi-lagi beramai-ramai membeli saham perusahaan pelayaran “The South Sea” yang tidak jelas benar kinerja keuangannya. supronics. Demiikianlah harga meningkat dari hari ke hari sampai pada suatu titik di mana harga sudah menjadi terlalu tinggi untuk bibit bunga tulip yang nilai intrinsiknya rendah. Akibatnya setelah meningkat dengan cepat. Kejadian di Negeri Belanda terulang kembali di Inggris pada Abad ke delapan belas. harga kembali turun juga dalam waktu yang singkat dan timbul korban. masyarakat sangat menyenangi saham-saham yang namanya berbau “trons” seperti Astron. sebagian inasyarakat mengalami kerugian karena perusahaan itu sendini tidak pernah mendatangkan dividen. Harga-harga saham meningkat dengan cepat dari indeks sebesar 68 menjadi sekitar 600 dalam waktu kurang dari tiga tahun. Keuntungan yang dinikmati oleh segelintir orang ini telah mendorong yang lain untuk membeli bunga tulip lebih banyak lagi. Akibatnya banyak masyarakat yang menderita kerugian. Masyarakat membeli saham semata-mata karena meinbeli saham memberikan status simbol tertentu. Di abad keduapuluh sekarangpun masyarakat mengulangi kesalahan yang sama. syukur-syukur kalau yang menjadi korban adalah mereka orang lugu (the innocent). tambahan permintaan akan menyebabkan harga akan meningkat (ceteris paribus). Menyadari hal tersebut di atas masyarakat tidak lagi mau membeli tulip sehingga harga turun dengan cepat.0 ditahun 1998 karena situasi krisis. vicieotronics dan masih banyak lagi. Nampaknya masyarakat di manapun tidak pernah mau belajar dan sejarah. Kemudian seperti telah dapat diduga hargaharga saham meluncur ke indeks 240 pada bulan November 1991. Akhir cenita sama dengan kejadian di Belanda.3 menjadi 637. “The madness of crowds” juga terjadi di Indonesia.

.. bulanan atau harian).. t adalah periode (tahun....DAFTAR ISI Untuk nenghindari “madness” atau kegilaan tersebut... metode dan formula yang digunakan untuk menghitung nilai intrinsik suatu aset tersebut..... Secara matematis nilai intrinsik suatu aset (P0) adalah: C1 -----(1+r)1 C2 -------(1+r)2 C3 -------(l+r)3 Ct --------(l+r)t P 0= + + + N Ct .... 3........... pendekatan yang lazim digunakan untuk menghitung nilai sesungguhnya sari suatu aset khususnya saham...... Selain itu juga akan dibahas asumsi-asumsi... Ruang Lingkup dan Tujuan Penulisan Tulisan ini bertujuan untuk membahas teori.. r atau required rate of return atau risk adjusted discount rate atau “hurdle rate” adalah tingkat bunga yang dituntut oleh investor sehubungan dengan oppurtunity cost7 dan resiko yang 6 7 Yang dimaksud umur ekonomis dapat didefinisikan sebagai jangka waktu suatu aset dapat dimanfaatkan secara ekonomis ( man faat lebih besar dan biaya)...... Penghitungan oppurtunity cost ini dimaksudkan agar investor mengetahui alternatif terbaik dari sumber dana yang terbatas...(1) Po = Ʃ -----------t =l (l+r)t Ct adalah arus kas (cash flow) untuk peniode t.......... Misal.. Penilaian Aset Secara Umum Nilai intrinsik (intrinsic value) atau harga yang pantas suatu aset baik aset fisik (phisical assets) maupun aset keuangan adalah penjumlahan nilai sekarang (present value) dari arus uang (cash flow) yang diciptakan oleh aset yang bersangkutan selama umur ekonomis aset tersebut 6..... tengah tahunan. 2. seseorang memilih saham sebagai alternatif investasi maka oppurtunity costnya adalah nilai manfaat dan bunga yang dihasilkai~ oleh obligasi atau alternatif investasi lainnya seperti bunga deposito kalau investor berniat memegang (hold) saham dalam jangka pendek kurang dari satu tahun.. 215 ... kuartalan... Oppurtunity cost dapat didefinisikan sebagai pengorbanan yang timbul karena alternatif investasi tertentu dipilih.. penulis merasa perlu untuk mencoba menjelaskan teori atau forsula yang lazim digunakan untuk menghitung nilai sesungguhnya dari suatu aset atau saham.... pokok pemikiran yang melandasi teori..

harga saham akan turun seperti terjadi di Indonesia tatkala pemenintah memberlakukan TMP (Tight Money Policy)...... Menentukan Nilai Intrinsik Saham Seperti telah dijelaskan sebelumnya nilai intninsik suatu aset adalah penjumlahan nilai sekarang dari cash flow yang dihasilkan oleh aset yang bersangkutan... Persamaan dua di atas disebut juga Discounted Dividen Model atau DDM.. Akuntan di dalam melihat biaya lebih memperhatikan kapan biaya itu mulai benlaku (historic cost).. Semakin tinggi required rate of return semakin rendah harga atau nila! intrinsik saham...... Profit mempunyai kelemahan karena keuntungan diperoleh berdasarkan prinsip dan metode akuntansi yang menawarkan angka profit yang berbeda-beda tergantung pada pninsip dan metode akuntansi yang digunakan 216 .. return bagi akuntan adalah profit sementara return bagi ekonom adalah cash flow yang lebih mencerminkan return yang sesungguhnya .... untuk peniode mana suatu biaya itu akan dibebankan (konsep accrual accounting dan defferral accounting). r1 = rf + rpi rf = risk free rate atau tingkat bunga bebas default risk...... Konsep oppurtunity cost inii diyakini oleh para ekonom yang berbeda dengan konsep biaya yang diyakini oleh para akuntan..... Besarnya resiko ini dapat dinyatakan oleh besarnya deviasi standar dari return dan koefisien ß yang akan dijelaskan kemudian. 4.................(2) Ʃ ------------t=1 (l+r) di mana: r = required rate of return t = peniode Dt= dividen untuk peniode t P0= Nilai intrinsik atau harga saham pada saat sekarang......... Untuk saham maka cash flow yang dihasilkan adalah arus dividen yang akan diterima oleh investor di masa yang akan datang. Oleh karena itu Persamaan satu di atas dapat dirubah menjadi: N Po = Dt . Konsekuensi dari perbedaan ini . Menurut model ini nilai intrinsik dari saham akan sangat tergantung pada d!viden yang dibagikan dan required rate of return..... rpi= risk premium atau premium resiko adalah tambahan return yang dituntut oleh investor karena ia mau menanggung resiko... Oleh karena itu tidak aneh kalau tingkat bunga meningkat...DAFTAR ISI melekat pada aset i... Semakin tinggi dividen yang dibagikan semakin tinggi harga saham dan sebaliknya.

Keunggulan Discounted Dividen Model: Dari persamaan dua di atas dapat dilihat bahwa model ini diturunkan dani konsep nilai waktu dari uang (time value of money) dan konsep arus kas (cash flow). Saham bonus dapat menjadi final return kalau saham tersebut 217 . Konsep arus kas (cash flow) merupakan konsep yang lebih baik bila d!bandingkan dengan konsep keuntungan (profit) kanena arus kas lebih mencerminkan final return dan lebih dapat dibandingkan (comparable). Penjelasan bagaimana kita dapat mengestimasi dividen dan required nate of return di masa yang akan datang akan dijelaskan kemudian.DAFTAR ISI Dari persamaan di atas akhinnya kita dapat menyimpulkan bahwa estimasi harga saham akan sangat tergantung pada keakuratan kita mengestimasi dividen dan required rate of return di masa yang akan datang. b. Metode dan prinsip yang berbeda akan menghas!lkan def inisi keuntungan atau kerugian yang berbeda. Konsep keuntungan adakalanya tidak dapat dibandingkan satu dengan yang lain kanena keuntungan merupakan definisi return yang diturunkan (derived) oleh akuntan yang dilandasi oleh metode dan prinsip akuntansi tententu. Saham bonus baru merupakan potensi daya beli. Secana teoritis terdapat tiga kemungkinan pola perkembangan dividen di masa yang akan datang yang sekaligus pula akan memberikan model atau formula yang berbeda. Dividen berkembang dengan laju pertumbuhan yang berbeda untuk berbagai tahap (stages) suatu penusahaan akan menghasilkan Multi Stages Growth Discounted Dividen Model. Konsep nilai waktu dari uang merupakan konsep yang memperhatikan oppurtunity cost dari sumber ekonomi (dana) yang tenbatas sehingga keputusan investasi yang dibuat secara otomatis mencerminkan keputusan yang optimal. Dari persamaan di atas. c. Dividen tetap (saham preferen atau preferred stock sama dengan obligasi) akan menghasilkan Discounted Fixed Dividen Model. Pola tersebut adalah: a. Dividen berkembang dengan laju pertumbuhan yang konstan akan menghasilkan Constant Growth Discounted Dividen Model. dapat ditarik kesimpulan bahwa dividen yang dihargai adalah dividen tunai sementara saham bonus atau Pay In Kind (P1K) dividen tidak dapat dimasukkan sebagai “final return”.

Sehingga Price Earning Ratio adalah 10 (diasums!kan pula bahwa PER =10 ini adalah ideal dalam arti sesuai denga PER ratarata industn). Merger dan akuisisi ini adalah cara yang digunakan untuk menarik kas yang ada diperusahaan di dalam pos tambahan modal disetor berupa agio. Dalam kasus ini pembagian saham bonus sama sekali tidak merugikan investor karena mereka memperoleh kelebihan sebesar 5% (net) atas pengorbanan mereka menenima “kertas” atau saham bonus sebagai balas jasa. Modus operandi pembagian saham bonus biasanya dikombinasikan dengan merger dan akuisis perusahaan lain. Alasannya itu tadi. Dengan perkataan lain para pengelola penusahaan merasa yakin bahwa dengan menunda pembagian dividen tunai. Dengan demikian untuk mempertahankan PER=l0. Pembagian saham bonus dapat berarti positif kalau pembagian tersebut dilandasi oleh pemikiran bahwa pemilik perusahaan merasa yakin bahwa perusahaaan mempunyai “proyek” atau peluang investasi yang menawarkan ROE (return on equity) yang lebih besar dari required rate of return perusahaan. maka harga saham cenderung akan turun. 218 . 8 Saham bonus berdampak pada penambahan jumlah saham yang beredar yang pada akhirnya akan menurunkan earning pen share (EPS). Pemilik perusahaan yakin bahwa dengan penundaan pembagian dividen tunai (perusahaan hanya membagikan saham bonus) dapat melaksanakan pengembangan usaha yang mendatangkan ROE sebesar 35 %.. kekayaan pemegang saham akan bertambah secara riil.DAFTAR ISI telah diuangkan. Earning per share saham perusahaan X adalah Rp 600 dan harga saham adalah Rp 6000. Idealnya saham bonus diambilkan dani pos retained earnings perusahaan dan ini lazim dilakukan di Amenika.8 Sesungguhnya pembagian saham bonus tidak selalu berarti negatif. Di Amenika serikat bila suatu perusahaan membagikan stock dividen itu benarti berita baik investor. maka harga yang pantas adalah Rp 4000. Untuk labih jelasnya lihat contoh berikut. ini sudah keterlaluan atau istilah Kwik Kian Gie disebutnya sebagai brutal. Dalam kasus yang terakhir ini investor hanya menunda sementara penerimaan uang tunai. Misal sebelum dibagikan saham bonus. Sekarang setelah saham bonus dibagikan Earning Per Share turun menjad! Rpi400. Penundaan itu diberi imbalan. Pemilik perusahaan (pemegang saham) mempunyai required of return 27% (22 % merupakan balas jasa risk free rate dan 5% adalah premium resiko). Sebaliknya di Indonesia saham bonus diambilkan dari pos agio. pengelola perusahaan merasa yakin bahwa tersedia peluang business yang bagus. Dengan asumsi PER adalah tetap.-.

Tidak ada salahnya kita menggunakan keduanya dengan bijaksana. iklim investasi akan baik. Manusia tidak mungkin dapat menjelaskan seluruh fenomena yang ada di dunia ini. Adalah Lord Keynes (seorang investor yang sukses) yang menyatakan bahwa sesungguhnya tugas seorang analis adalah bagaimana ia dapat menangkap mood (suasana hati) investor khususnya pada saat perekonomian mengalami booming. masyarakat akan membentuk “The castle in the air” atau angan-angan mereka tentang masa depan bahwa perekonomian akan baik. Asumsi-asumsi ini jelas sangat tidak realistis karena investor sangat mementingkan capital gain dan jarang sekali atau mungkin tidak ada investor yang bersedia memegang saham untuk jangka waktu yang tak terhingga. Dengan demikian akan timbul pentanyaan “Buat apa kita mempelajari model tensebut kalau kita ketahui model tensebut dilandasi oleh asums! yang tidak realistis ?“ Jawabnya pasti: “Tetap ada manfaat mempelajari model tersebut meskipun asumsinya tidak masuk akal” Asumsi yang tidak masuk akal tersebut dipilih sebagai cerminan kita sebagai manusia yang penuh keterbatasan. perusahaan akan mendatangkan keuntungan. akan tetapi pada titik tertentu harga saham akan ditentukan oleh nilai intrinsik saham. Hanya “X” yang Maha mengetahui. Bisa saja harga saham ditentukan oleh faktor—faktor di luar faktor fundamental seperti earning dan deviden seperti dijelaskan oleh “The Castle In The Air Theory”9 ****. meminjam istilah Bapak Charles Naibaho dan Dana Reksa dan Bapak DR Wahyudi Prakasa dari UI “janganlah menjadi ekstrimis atau terlalu fanatik pada konsep atau pandangan fundamentalis di satu pihak dan technical analysis di lain pihak”. Pada periode booming investor merasa optimistis terhadap masa depan.DAFTAR ISI Kelemahan Discounted Dividen Model: Dani persamaan dua di atas dapat dilihat bahwa model ini secana tidak langsung mengasumsikan bahwa investor akan memegang saham untuk jangka waktu yang tak terhingga dan mengabaikan capital gain. Adapun kelebihan dari nilal intrinsik tersebut merupakan hasil dari faktor-faktor di luar model seperti faktor psikologis investor. dividen akan meningkat dan demikian juga harga saham akan meningkat 219 . 9 Teori ini berdasarkan faktor-faktor psikis investor.Yang penting bagi analis. Kapas tetaplah kapas dan tidak pernah akan berubah menjadi emas. Yang pasti kita ketahui (sejarah telah membuktikannya) saham-saham yang harganya sangat jauh di atas nilai intrinsiknya pada akhirnya akan jatuh. Kemudian dengan model ini paling tidak kita mengetahui berapa nilai intrinsik suatu aset khususnya saham sebagai batas bawah atau standar.

................ Persamaan tersebut membantu kita untuk memahami model yang lebih rumit seperti model yang akan dijelaskan kemudian...... maka dapat disederhanakan menjadi: 1 1 ..........= 0 (l+r) nilai dari persamaan tiga (3) di atas dapat diubah menjadi: D0 P0= Do x 1/r = ----------.... (3) r Rumus di atas tidak lain adalah rumus penghitungan nilai sekarang dari cash flow yang diterima di masa yang akan datang dalam jumlah yang sama untuk setiap periode atau anuitas (annuity)..................(4) r Keunggulan: Persamaan empat tersebut di atas karena kesederhanaannya relatif mudah untuk diaplikasikan........................................ nilai intrinsiknya secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut: N Dt Po = Ʃ ______ ...... = Dt.......................................... .............. Kelemahan: Penggunaannya relatif terbatas........................... Karena t inendekati tak terhingga......... maka: 1 --------------------.... ...1 Constant Discounted Deviden Model: Untuk saham yang menjanjikan deviden dalarn jumlah tetap...... hanya dapat digunakan untuk saham preferen dan atau obligasi..........(1) t=l (l+r)t Karena D0=D1=D2= ...........................................DAFTAR ISI 4.....................----------------(1 + r)t \P0= D0 x---------------------...... 220 ............

. Sebaliknya jika harga yang berlaku lebih rendah bila dibandingkan dengan nilai intrinsiknya maka berarti saham tersebut “under priced” dan harus dibeli........DAFTAR ISI Nilai Intrinsik Saham Yang Membagikan Dividen Yang Berkembang Pada Tingkat Pertumbuhan Yang Tetap (Constant Growth Discounted Dividen Model)..... Nilai intninsik kemudian dibandingkan dengan harga yang berlaku (current market price) .. Secara matematis dapat dinyatakan sebagai benkut: D0(l+g)1 D0(1+g)2 D0(l-1-g)3 D0(1+g)t P0= ---------....(6) Di mana: R = requiered rate of return g = laju pertumbuhan deviden Do = besarnya deviden terakhir yang dibagikan D1 = estimasi deviden untuk satu tahun yang akan datang...(5) Di mana: P0 = Harga saham sekarang r = required rate of return g =laju pertumbuhan deviden (cosntant untuk jangka waktu tak terhingga)..... jika harga yang berlaku lebih nendah bila dibandingkan dengan nilai intrinsiknya maka saham perusahaan adalah “over priced” atau terlalu mahal..+ ---------...... Karena jangka waktu adalah tak terhingga maka persamaan 5 di atas dapat dirubah menjadi: D1 D0(1+g) --------.... + ----------(l+r)1 (l+r)2 (1-r)3 (l+r)t .........+ ----------..... Dalam kasus ini berarti saham tersebut harus dijual......= -----------(r-g) (r-g) P0= .................................... Decision rules: if current price > intrinsic value =>over priced => sell if current price < intrinsic value =>under pniced=> buy 221 ................+ .

...DAFTAR ISI Keunggulan Persamaan enam (6): Secara umum persamaan enam jauh lebih baik bila dibandingkan dengan persamaan dua (3) di atas... Untuk memudahkan pembahasan berikut akan disajikan model dua tahap (Two Stages Model) Model Dua Tahap (Two Stages Model): Misal pola perkembangan perusahaan hanya ada dua yaitu fase pertumbuhan cepat dan fase pertumbuhan melambat (tidak tenlalu cepat bila dibandingkan fase sebelumnya).. Kelemahan dua model terdahulu telah medorong para pakar untuk memodifikasinya lebih lanjut. Model ini pada dasarnya merupakan modifikasi dan rumus dasar pada persamaan 1 di atas. Untuk memudahkan kita cantumkan lagi: N P 0= Ʃ t=1 Dt ------(l+r)t ...... Asumsi ini adalah terlalu naif karena di dalam dunia nyata tidak ada saham yangmenawarkan dividen yang berkembang secara terus menerus pada tingkat yang tetap........... Kemungkinan pola perkembangan pertumbuhan deviden di masa yang akan datang secara detail akan dibahas kemudian....3 Nilai Intrinsik Saham Yang Menawarkan Pertumbuhan Deviden Yang Berbeda Untuk Masing-Masing Periode/Tahap (Multi Stages Discounted Dividen Model)................... Kelemahan: Persamaan tersebut secara langsung mengasumsikan bahwa pertumbuhan saham di masa yang akan datang adalah tetap (constant) ... 222 .... 4........(1) Persamaan di atas dapat dimodifikasi ke dalam berbagai fase atau tahap.. Pensamaan enam dapat digunakan untuk mengestiniasikan nilai intrinsik saham yang menawarkan pertumbuhan yang kosntan..........

+ t=l (l+r)t di mana: n < N n = jumlah periode tahap I 223 . -------------------------------------------1 2 3 4 -------->g2=10% Fase I Fase II n= 4 Langkah perhitungan: a) Menghitung perkiraan harga saham pada akhir periode keempat: D5 ---------r-g2 D4(1+g2) ---------------r-g2 P 4= = b) Menghitung D4: D4 = D0(l+g1)4 c) Hasil langkah a dan langkah b digabung: D0(1+g1)4(1+g2) P4= ------------------------r .g2 Menghitung harga saham sekarang (nilai intrinsik) P0 yaitu penjumlahan nilai sekarang dari cash flow yang akan diterima sampai dengan periode 4. ---------.+ -------. --------.+ ------.DAFTAR ISI g1=15% <-------------------.X Pn (1+r)n Po = n Dt P0= Ʃ -----. D1 D2 D3 D4 1 -----+ --------+ -------. ---------...x P4 (l+r)1 (l+r)2 (1+r)3 (l+r)4 (1+r) 4 1 -------.

08 0. D0(1+g1) -----------.- c) menggabungkan hasil perhitungan langkah a dan langkah b: D4(l+g2) P4= ---------.= --------------.12 menghitung harga saham Bank BNI yang wajar.08) -------------------.20—0.= ------------------r — g2 0.+ ----------x P4 (l+r)2 (1+r)3 (1+r)4 (1+ r)4 Po = 224 . per lembar saham.= Rp 3.0.959. Nilai intrinsik merupakan penjumlahan nilai sekarang (present value) dan cash flow yang diciptakan oleh saham Bank BNI berupa deviden selama empat periode berturut-turut dan harga saham pada periode keempat.4641 = Rp439.12 Rp439(1+0.12 P 4= b) menghitung deviden pada akhir tahun keempat: P4 = D0(1+g1)4 = Rp300 (14-0. Deviden tahun terakhir (D0) =Rp 300.+ ----------. Pertanyaan: Berapa harga saham Bank Duta yang pantas dengan asumsi pola pertumbuhan seperti di atas dan required rate of return 20 %. Jawaban: a) menghitung perkiraan harga saham pada akhir periode keempat: D5 D5 D4(l+g2) = ----------------.10) Rp300xl. Untuk peniode setelahnya diperkirakan laju pertumbuhan deviden tunun menjadi 8%.+ (l+r)1 D0(l+g1)2 D0(1+g1)3 D0(1+g1)4 1 ----------.+ ------------. Harga saham yang wajar adalah harga saham yang sama dengan nilal intrinsiknya.DAFTAR ISI Contoh: Misal Bank BNI untuk peniode 4 tahun mendatang menjanjikan pentumbuhan deviden sebesar 10 % per tahun.= 0.

855. Profit Margin dan Earnings. Oleh karena itu pemahaman tentang berbagai kemungkinan pola pertumbuhan devidem dan metode yang digunakan memperkinakan pertumbuhan deviden mutlak diperlukan 5.-.DAFTAR ISI Po = Rp300(1+0. Dengan demikian model ini (Multi Stages Dividen Growth Model) lebih realistis bila dibandingkan dengan dua model sebelumnya. —Jika hanga saham Bank BNI pada saat tententu adalah Rp 2600. Dividen yang dapat diterima oleh pemegang saham akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan menghasilkan “earning”.+ (1+0.82 +Rpl906.+ -------------x Rp3.l)4 1 +-----------------. 5.1)3 + -----------------.20)1 Rp300(1+0. Pola Umum Pertumbuhan Revenue.0 +Rp 211.20)4 Po = Rp275.2)4 (1+0.1)2 ------------------(1+0.l.953.34 =Rp2 . maka harga saham Bank BNI adalah “under priced ”.20)2 Rp300(1+o. profit margin dan penerimaan dari hasil penjualan .(1+0. Decision Rules: If V0 = P0 = lntrinsic Value > current market prcie ==> Buy If V0= P0 =I ntrinsic Value < current market price ==>Sell Keunggulan: Model dua tahap ini dapat dikembangkan menjadi model tiga tahap dan seterusnya. Memperkirakan Pola Perkembangan Pertumbuhan Dividen Suatu Perusahaan Dengan memperhatikan constant growth discounted dividend model maupun multi stages growth discounted dividend kita dapat melihat bahwa hasil perhitungan nilai intrinsik suatu saham sangat tergantung pada besarnya laju pertumbuhan deviden atau besarnya g.0 + Rp 250. Hubungan ketiga komponen tersebut dapat digambarkan oleh siklus keuntungan perusahaan berikut ini: 225 . Kelemahan: Dari contoh perhitungan di atas jelas model ini lebih rumit bila dibandingkan dengan dua model sebelumnya.0 + Rp210.20)3 Rp300(1+0.1)1 -----------------.+ (1+0.

Edward D. Skenario seperti ini adalah skenario yang lazim terjadi di pasar modal yang telah maju. Zinbarg and Anthun Zeikel. pada tahap ini perusahaan baru saja mengalami titik pulang pokok. 226 . Perusahaan yang go public adalah perusahaan yang sungguh—sungghuh menawarkan keuntungan bagi investor dalam jangka panjang atau mempunyai prospek yang baik. Keuntungan yang diperoleh dari hasil operasi perusahaan (profit margin) dan keuntungan bersih adalah positif dan memberikan trend yang positif. Keterangan: Tahap I (Early Development): Fase pertumbuhan awal ditandai oleh peningkatan laju pertumbuhan penerimaan penjualan.DAFTAR ISI Gambar 1: Life Cycle of Profit: : : + + + * * * : : : : : : I : : + + + + : : : * : : : : : : + : * : + ? Revenue * : * : : : : : : : IV Profit Margin Earnings II : : III time Sumber: 1992 CFA Reading:Industry Analysis. Jerome B. Bukan perusahaan yang untung karena akal-akalan akuntan yang menyajikan laporan keuangan.Cohen. Seperti digambarkan pada gamban 1 di atas. margin keuntungan dan earning perusahaan.

Tugas analis adalah menernukan “growth stock” seperti ini dan jika telah menemukan jenis saham seperti itu segera melaksanakan pembelian. Tahap ini ditandai oleh laju pertumbuhan revenue. Saham ini tidak memberikan “current dividend” dalam jumlah yang besar akan tetapi menjanjikan pertumbuhan dividen yang tinggi di masa yang akan datang. profit margin dan earning yang tinggi dimungkinkan oleh kemampuan perusahaan meningkatkan produksi sedemikian rupa sehingga biaya per unit menjadi minimum. Dengan perkataan lain masalah “timing” sangat penting di dalam proses pengambilan keputusan investasi. profit margin dan earning yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan periode sebelumnya dan periode sesudahnya. Pertumbuhan revenue. karena kalau terlambat harganya sudah terlanjur tinggi. Pertumbuhan deviden pada tahap ini belum akan begitu cepat karena perusahaan baru saja melewati batas kritis yaitu titik pulang pokok. Tahap II (Rapid Expansion): Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap satu. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar fungsi biaya rata-rata berikut ini: Gambar 2: Fungsi Biaya Rata-rata Average Cost/Marginal Cost * * * : MC * : * : : * * II Quantity Produced 227 * AC I 0 .DAFTAR ISI Saham perusahaan yang ada pada tahap ini lazim disebut saham pertumbuhan (growth stock). Gejala ini sering juga disebut dengan “economic of scale”.

Dari gambar 1 di atas kita dapat melihat gejala di mana revenue dan earning perusahaan secara absolut masih meningkat akan tetapi dengan laju pertumbuhan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan periode sebelumnya (rapid expansion). Akibat dari semua gejala ini tentunya adalah penurunan keuntungan perusahaan. Analis keuangan yang baik harus menghindari perusahaan yang memberikan gejala seperti di atas. pemasaran dan lain sebagainya.DAFTAR ISI Kalau kita perhatikan tahap I dari gamban 2 di atas nampak biaya rata—rata per unit barang yang dihasilkan semakin lama menurun sampai pada titik minimum. Apabila perusahaan memasuki tahap ini. Tambahan produksi justru meningkatkan biaya secara lebih cepat. Perusahaan-perusahaan yang “higly geared” atau perusahaan yang terlalu banyak menggunakan hutang apapun bentuknya (termasuk Convertible Bonds) harus ditelaah secara hati-hati. Taflap III (Mature Growtfl): Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya. Kebijaksanaan mendasar seperti penggantian direksi dan pemilik lama (kelompok keluarga) ke kelompok profesional. upaya pemasaran yang lebih efektif dan lain sebagainya. Biaya produksi yang menurun memungkinkan perusahaan untuk menjual lebih banyak dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Pada tahap ini perusahaan justru memasuki tahap “disenomic of scale”. pimpinan/pemilik perusahaan harus berhati-hati. produks!. harus segera dilaksanakan. Secara alamiah akan timbul masalah antara lain “span of control” berbagai aspek perusahaan seperti keuangan. Gejala ini sejalan dengan pola perkembangan biaya perusahaan yang digambarkan oleh gambar 2 di atas. Penurunan biaya per unit tidak mungkin terjadi selamanya. 228 . Selain itu gejala yang nampak adalah penurunan margin keuntungan (profit margin) perusahaan. Perusahaan-penusahaan keluarga yang sangat agnesif di dalam upaya pengembangannya harus dihindari. Kalau tidak ada upaya serius maka perusahaan akan memasuki tahap selanjutnya yaitu tahap penurunan yang merupakan gambaran kematian suatu perusahaan. Pada tahap ini laju pertumbuhan dividen mengalami penurunan bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan deviden pada tahap selanjutnya. pemilihan teknologi perusahaan. Pada tingkat tertentu akan timbul ketidakefisienan di dalam pengelolaan perusahaan yang ditanda! oleh peningkatan biaya marjinal yang lebih cepat bila dibandingkan dengan peningkatan biaya ratarata. Pada tahap ini kemungkinan besar laju pertumbuhan deviden akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan periode sebelumnya.

.........(8) Dividend per Share Dividend Pay Out Ratio = --------------------------.................. Kalau suatu perusahaan sampai pada tahap ini berarti terjadi kesalahan di dalam pengelolaan perusahaan yangterjadi pada periodeperiode sebelumnya....... persaingan dengan perusahaan lain dan lain sebagainya..... 5. Berikut ini kita akan melihat model yang dapat digunakan untuk memperkinakan pertumbuhan deviden di masa yang akan datang...... Di dalam pasar modal yang telah maju selalu ada mekanisme yang mengatur kejadian seperti di atas........ Sekarang kita lihat rumus penentuan nilai intrinsik saham secara detail: E(D1) E(E1)x(1—b) P0 = V0 = -----------... Perusahaan yang memasuki tahap IV ini akan diambil alih oleh pihak lain dan selalu akan terjadi penggantian pimpinan perusahaan........ Pada tahap ini kemungkinan besar perusahaan tidak akan membagikan deviden karena perusahaan mengalami kerugian..................(9) Earning per Share R = required rate of return 229 .................... Misal kesalahan pihak direksi di dalam mengantisipasi perubahan teknologi.... selera konsumen......2 Model Dupont: Sejauh ini k!ta belum lagi membahas bagaimana cara memperkirakan besarnya pertumbuhan deviden secara mendalam.....(7) (r-g) (n-g) b = Plow back ratio = (1 DividendPayOutRatio) .......= ------------------...........DAFTAR ISI Tahap IV menurun (Decline): Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap III kalau tidak ada upaya yang serius dan berhasil untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi di dalam lingkungan perusahaan.............. Kita baru sampai pada tahap pengenalan kemungkinan pola pertumbuhan deviden di masa yang akan datang... Pola tersebut seperti telah dijelaskan pada bagian terdahulu sangat ditentukan oleh tahap-tahap yang dilewati oleh suatu perusahaan di dalam siklus pertumbuhan/perkembangan perusahaan............

......x ------E0 E0 I ROE dapat diubah menjadi : Net Income Pretax Income EBIT Sales Total Assets ROE = -------------------........... 10) = Rp2133...................-... Dividend Pay Out Ratio (DPR) sama dengan 40%......x ----------------Pretax Income EBIT Sales Total Assets Equity (a) (b) ( c) (d) (e) ... required rate of return dan laju pertumbuhan dividen...........= ------....x ------.... Contoh: Misal Saham Bank BNI satu tahun yang akan datang diperkirakan akan menghasilkan Earning per Share sebesan Rp 800. expected growth rate of earnings = perubahan earnings dibagi current earnings: ∆E I ∆E g = --------....- P0 = V0 = nilai intrinsik saham Benikut ini akan dilihat hubungan antara laju pertumbuhan dividen dengan Return On Equity dan Plowback Ratio......... (10) 10 Untuk mendapatkan rumus g=ROEx(l-Dividen Pay Out Ratio) perhatikan penjelasan berikut: Per definisi. pertumbuhan dividen sama dengan 10 % maka besarnya nilai intrinsik Saham Bank BNI adalah: E(E1) x (1—b) = ---------------------(r-g) Rp800 x 0......... 25—0. Expected dividend itu sendiri ditentukan oleh perkalian expected earnings per share satu tahun yang akan datang dengan Dividend Payout Ratio...11) Catatan : EBIT= Earning Before Interest and Tax 230 .. Hubungan tersebut dapat dinyatakan oleh persamaan berikut: g = ROE x (1-Dividen Pay Out Ratio) 10 .40 = ---------------------(0..................x -------------------......DAFTAR ISI Dari persamaan tujuh di atas dapat dilihat bahwa nilai intrinsik saham akan ditentukan oleh expected dividen setahun yang akan datang............... required rate of return sama dengan 25%.x -----------------.

231 . Tax Burden: Semakin besar tax rate.4. Maka besarnya laju pertumbuhan dividen adalah: g= ROE x (1—b)= 15% x (1—0. semakin besar tax burden .DAFTAR ISI dimana : Net Income ROE = Return On Equity = ----------------Equity Lebih lanjut dengan menggunakan Du pont Mode Dari persamaan 11 tersebut di atas pertumbuhan dividen dapat dihitung asalkan besarnya ROE dan besarnya retention ratio dan plowback ratio diketahui. Semakin besar tax burden per definis! (ceteris paribus) ROE semakin kecil.4)= 9% Persamaan 12 tesebut di atas kalau dilihat lebih jauh ternyata terdiri dari lima komponen utama yaitu: • • • • • komponen a merupakan Tax Burden komponen b merupakan Interest Burden komponen c merupakan Profit Margin (profit on sales) komponen d merupakan Assets Turn Over komponen e merupakan Financial Leverage Dengan memahami kelima komponen ROE di atas kita dapat dengan mudah memahami faktor—faktor apa yang menentukan besar kecilnya ROE yang juga menentukan besar kecilnya g atau pertumbuhan deviden. Tax burden yang meningkat dinyatakan oleh rasio antara Net Income dan Pretax Income yang semakin keci1. Contoh perhitungan: ROE saham Bank BNI satu tahun yang akan datang diperkirakan akan menjadi 15% dan Dividend Pay Out Ratio sama dengan 0.

..= Equity Equity+ Debt Debt ---------------... Interest burden mempunyai hubungan yang erat dengan financial leverage suatu perusahaan.. Semakin tinggi interest burden .. maka interest burden atau rasio antara pretax profit dengan EBIT sama dengan satu.... Jika dua perusahaan berada pada tax bracket yang sama maka tax burden tidak terlalu berpengaruh pada hasil perhitungan ROE.. Semakin tinggi financial leverage (semakin banyak debt digunakan) semakin tinggi interest burden.DAFTAR ISI Hal ini disebabkan karena pajak selamanya akan mengurangi earning yang dapat dibagikan kepada pemilik perusahaan atau pemegang saham....... Sebaliknya jika kita membedakan dua perusahaan yang berada pada tax bracket yang berbeda pajak dapat mempenganuhi hasil perhitungan ROE. per definisi (ceteris paribus) ROE semakin kecil. Jika perusahaan banyak menggunakan pinjaman beranti interest expensenya besar....(12) EBIT Dari rumus interest burden di atas dapat dilihat bahwa jika suatu perusahaan sama sekali tidak menggunakan pinjaman atau interest expense sama dengan nol... Perlu diingat bahwa Interest burden yang tinggi dinyatakan oleh rendahnya rasio antara Pretax Income dan Earnings Before Interest and Tax Adapun hubungan financial leverage (Assets/Equity) dengan debt to equity ratio dapat dinyatakan oleh persamaan benikut: (Financial Leverage) Assets = -------------........ Tax Burden yang berbeda dapat pula disebabkan oleh kemampuan perusahaan memanipulasi pajak yang harus dibayarkan kepada pemerintah..(13) Equity Equity Profit Magin Per definii EBIT Profit Margin = ----------------------Sales 232 . Rasio sama dengan satu adalah angka yang maksimum. Interest Burden: Komponen Interest Burden (Pretax Prof it/EBIT) yang dirubah menjadi: Pretax Profit -----------------EBIT EBIT-Intenest Expense = --------------------------------------... ... maka rasio ini akan semakin kecil (kurang dan satu).= 1+ -------------...

. 233 .. Profit margin 10% berarti untuk set!ap dollar penjualan keuntungan sebesar 10 sen dollar... Assets Turn Over Komponen ini menggambankan efisiensi pemanfaatan aset perusahaan...= 1 + Equity Debt -----------Equity Jika Financial Leverage = l.= 1.(14) Dari pensamaan 15 di atas dapat dilihat bahwa jika ROA lebih kecil bila dibandingkan dengan interest rate maka ROE akan turun berarti akan terjadi dilusi (dilution) dari earning yang dapat diterima oleh pemegang saham..1 = Equity 67 ---------100 Debt to Equity Rat!o = Dan persamaan duabelas tersebut di atas dapat dilihat bahwa semakin tinggi financial leverage.. Financial Leverage: Per definisi: Financial Leverage = Assets -----------------.. Dengan perkataan lain pemegang saham dirugikan. Debt ----------. Profit margin disebut juga sebagai return on sales menunjukkan keuntungan untuk setiap satu dollar atau rupiah penjualan.... Untuk jelasnya lihat modifikas! Persamaan dua belas di atas benikut ini: Debt ROE = (1-TaxRate) ⃒ ROA + (ROA-InterestRate) --------Equity .DAFTAR ISI Semakin tinggi profit margin. semakin tinggi ROE... semakin tinggi ROE suatu perusahaan...67 maka... Semakin efisien pemanfaatan aset suatu penusahaan (yang dicerminkan assets turn over yang tinggi) semakin tinggi ROE....67.. Financial Leverage dapat mem”boost” atau meningkatkan ROE dengan ketentuan bahwa ROA (Return On Assets) lebih besar bila dibandingkan dengan tingkat bunga yang harus dibayarkan oleh perusahaan.

7 Pretax Income Interest Burden = ---------------------.DAFTAR ISI Dan persamaan 15 tersebut di atas dapat pula disimpulkan bahwa kalau pemilik perusahaan yang ada yakin bahwa ROA akan leb!h besar bila dibandingkan dengan interest rate yang akan dibayarkan. resiko keuangan (financial risk) suatu perusahaan menjadi tinggi dalam arti kalau terjadi sesuatu dengan hasil penjualan (misal menurun tajam) maka perusahaan kemungkinan besar tidak dapat memenuhi kewajibannya dan dapat dinyatakan bangkrut dan dilikuidasi.65 maka dengan mudah kita dapat memperkinakan benapa besarnya g atau laju pertumbuhan deviden di masa yang akan datang ya!tu 22.= 0. KESIMPULAN: Jadi jelaslah dengan memahami berbagai komponen dari ROE kita lebih dapat memahami mengapa ROE suatu perusahaan lebih rendah bila dibandingkan oleh perusahaan lain yang sejenis.73 234 . Masalahnya adalah kalau financial leverage terlalu tinggi.7 Pretax Income Atau Tax Rate = 30% Perusahaan B 0. Dividen Pay Out Ratio adalah 0.67 0. Dari uraian ini jelaslah bahwa salah satu motivasi perusahaan go public adalah dalam rangka menurunkan financial risk. maka usaha yang harus dilakukan adalah meningkatkan Financial Leverage setinggi mungkin. Dengan mengetahui ROE dan Dividen Pay Out Ratio kita dapat menentukan berapa besannya pertumbuhan deviden di masa yang akan datang.= EBIT 0. Contoh Perhitungan Laju Pertumbuhan Deviden: Perusahaan metniliki ROE = 35 %. Kemungkinan besar hal itu disebabkan misalnya oleh perusahaan tensebut tidak efisien dalam memanfaatkan asetnya.75% Contoh Perhitungan ROE: Perusahaan A Ta x Burden Net Income = -------------------------.

2388).5 kali dibandingkan dengan 1.1 ROE 0.2532) lebih tinggi bila dibandingkan dengan ROE Perusahaan B (0.DAFTAR ISI Profit Margin EBIT = -----------------.2532 0. Benikut adalah perhitungan ROA untuk Perusahaan A dan Perusahaan B: ROA = Profit Margin x Assets Turn Over Perusahaan A Operating Margin EBIT = -------Sales Sales = ---------Total Assets 12% Perusahaan B 17% Assets Turn Ove 3x 2.2388 Dan contoh perhitungan ROE tersebut kita dapat melihat bahwa ROE Perusahaan A (0.1.5 1.= Total Assets 3x 2.5 x Leverage Financial Total Assets = ------------------------------Equity = 1. Hal ini utamanya disebabkan oleh: a) Perusahaan A lebih efisien dalam menggunakan asetnya.= Sales 12% 17% Sales Assets Turn Over = ------------------.1 kali b) Financial Leverage perusahaan B lebih rendah bila dibandingkan dengan financial leverage perusahaan B yaitu 1.5% 235 .5. Seperti telah dijelaskan sebelumnya financial leverage dapat mem~boost” ROE aset ROA lebih besar bila dibandingkan dengan interest rate yang harus dibayarkan. Hal ini terbukti dengan angka assets turnover yang lebih besar yaitu 1.5 x ROA 36% 42. dibandingkan dengan 1.

3) 136% + ( 36%-interest rate) x 0.Interest Rate) ----------Equity Interest rate Perusahaan A: ROE = (1-0.75%—0.0.5 interest rate l 0.25%—0.238=0.2532 = 0.5%—interes rate)x 0.5%+(42.5 interest rate) = 37.7) 142.DAFTAR ISI Berikut ini adalah hasil perhitungan tingkat bunga yang harus dibayarkan oleh Perusahaan A dan Perusahaan B: Debt ROE(1-Tax Rate) ⃒ ROA + (ROA.7x 54% — 0.5%.l interest rate l 0.5%.7J42.18% — 0.8% = 0.5 1 0.2532=0.07 interest rate = 32.11 0.1188 Interest rate = 0.725% .35 interes rate = 0.l interest rate l 0.378—0.23.35 interest rate 0. Tingkat bunga ini tidak sebanding dengan ROA yang dimiliki oleh Perusahaan B yaitu hanya 42. 236 .7) 136% + 0.725%-0.07 interes rate 0.8% .7 x 0.008925 = 127.238=0.94% Interest rate Perusahaan B : ROE=(1—0.238=32.3394 x 100 % = 33.7146. Tingkat bunga yang dibayarkan oleh Perusahaan B terlalu tinggi yaitu 127.5% interest rate Dan Contoh perhitungan di atas yang menjadi penyebab utama mengapa Perusahaari B memiliki ROE yang yang rendah bila dibandingkan dengan Perusahaan A walaupun Perusahaan B memiliki ROA yang lebih baik dan Financial Leverage yang tidak terlalu tinggi adalah kenyataan bahwa Perusahaan B memilih pembiayaan yang salah.2532 = (0.5%+4.

akan tetapi perlu menganalisa secara detail fundamental perusahaan. Nilai intrinsik saham dapat digunakan sebagai cut of point untuk memutuskan belu atau menjual saham apabila sudah dimiliki saham tersebut. DAFTAR PUSTAKA Bodie. karena akan mempengaruhi tingkat suku bunga yang harus dibayarkan perusahaan yang pada akhirnya akan mempengaruhi ROE yang akan dihasilkan.Homewood Burton G. 2006. Karena earning akan menentukan besarnya dividen dan pertumbuhan dividen yang akan menentuakan nilai intrisik saham.W Norton & Company. Investment. Kane and Marcus. W. Irwin. Kedua yang tidak kalah penting adalah perlu memperhatikan laverage perusahaan. A Random Walk Down Wall Street.Malkiel. Hal penting yang harus diperhatikan adalah earning perusahaan. New York-London 1990 237 . KESIMPULAN Berdasarkan pada uraian tulisan di atas maka dapat disimpulkan bahwa seorang investor atau analis sekuritas khususnya saham di pasar modal apabila akan melakukan investasi pada saham tidak boleh hanya ikut-ikutan .DAFTAR ISI Kalau seandainya Perusahaan B menggunakan tingkat bunga yang tidak tenlalu tinggi maka ROE Perusahaan B kemungkinan akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan Perusahaan A.

dengan memanfaatkan dana dari pasar modal perusahaan tidak perlu menyediakan dana tiap bulan atau setiap tahun untuk membayar bunga. Zubaidi Indra11 ABSTRAK Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan faktor fundamental perusahaan dalam mengeliminir pengaruh risiko pasar sehingga nilai perusahaan akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Fundamental Keuangan Yang Mempengaruhi Resiko Saham Oleh : A. jika memang perusahaan memperoleh untung. PER dan OPM mempunyai berpengaruh terhadap risiko sistematis Beta. Hal ini sejalan dengan fungsi pasar modal yaitu meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan kriteria pasarnya secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan. ROE. Sumber pembiayaan yang sudah sangat populer adalah bank yang digolongkan sebagai sumber pembiayaan tradisional. EPS. Keywords : faktor fundamental. Sebagai gantinya perusahaan harus membayar dividen pada investor. sebagaimana dituntut oleh bank. rasio A. Dengan menunjukkan prospek yang baik. Di samping itu. Melalui pasar modal dimungkinkan terciptanya usahawan yang dapat menggalang penyerahan dana jangka panjang dari masyarakat untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Satu keunggulan penting yang dimiliki pasar modal dibandingkan bank adalah bahwa untuk mendapatkan dana sebuah perusahaan tidak perlu menyediakan agunan. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan yang memiliki tingkat DER yang tinggi sementara tingkat ROE nya rendah. Kegiatan investasi yang dilakukan investor adalah kegiatan untuk menempatkan dana pada suatu atau lebih suatu aset selama periode tertentu dengan harapan dapat memperoleh sejumlah keuntungan dimasa yang akan datang. Biasanya para pemodal 11 Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung . stakeholder. maka surat berharga perusahaan tersebut akan laku dijual di pasar modal. PENDAHULUAN Latar Belakang Pasar modal saat ini dipandang sebagai sarana efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara. Faktor-faktor fundamental seperti DER.

Laporan keuangan Desember mempunyai dampak yang lebih besar dibanding dengan bulan Maret. Dari hasil penelitian ini bisa dikatakan bahwa peranan laporan keuangan sudah sangat penting. M.. Faktor-faktor fundamental adalah merupakan data akuntansi berupa ratio-ratio yang dapat membantu investor untuk memprediksi risiko suatu saham. Jika kaitan antara aspek fundamental tersebut diketahui maka akan sangat membantu investor dalam menganalisa kepekaan pergerakan return saham terhadap pergerakan saham. Dari latar belakang di atas maka permasahan yang diangkat adalah bagaimanakah pengaruh faktor-faktor fundamental keuangan perusahaan terhadap risiko saham. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi perusahaan untuk lebih 240 . systematic component reflects common movement of a single security’s return with the average return of all other securities in the market. Mahduh. 3. menunjukkan bahwa pengumuman laporan keuangan perusahaan emiten juga mempunyai pengaruh terhadap kegiatan perdagangan saham dan variabilitas tingkat keuntungan. 1997) yang tetap menyatakan bahwa pengumuman informasi laporan keuangan perusahaan emiten menunjukkan dampak yang besar terhadap aktivitas perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Laporan keuangan yang diumumkan tampaknya dipergunakan oleh investor dalam kegiatan di bursa. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara perdagangan pada saat sebelum dan sesudah pengumuman laporan keuangan. Hanafi dan Ari Wibowo (Kelola. 2. Adanya kaitan antara saham individual dengan pasar membawa pemikiran bahwa besarnya risiko sistematis suatu saham seharusnya dapat diperkirakan dari aspek fundamental perusahaan dengan karakteristik pasar. Kettle dan Scholes (1970) : “A. the larger the value. Hasil penelitian Suad Husnan. Penggunaan data akuntansi juga dapat menghasilkan peningkatan kualitas pengambilan keputusan pada setiap lini dari pembuat keputusan individu.DAFTAR ISI tidak akan menempatkan seluruh dana yang tersedianya pada satu jenis aset. the greater the riskiness of the security a β of the implies an averages riskiness” dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa beta atau risiko sistematis suatu saham merupakan indikator yang menunjukkan sensitivitas pergerakan return saham terhadap pergerakan return saham-saham lainnya di pasar. Sumber risiko dapat dibagi atas 2 (dua) kelompok yaitu risiko sistematis yang merupakan risiko yang mempengaruhi semua (banyak) perusahaan dan resiko tidak sistematis yang merupakan risiko yang mempengaruhi atau (sekelompok kecil) perusahaan. ini terlihat dari relatif tingginya perdagangan di hari pengumuman dibanding dengan kegiatan diluar hari pengumuman tersebut. dan investor sudah sangat sadar untuk memperhatikan faktor fundamental perusahaan. Risiko sistematis menurut Beaver. Dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan sebagai berikut : 1. 1997). Hasil penelitian ini juga didukung dengan hasil penelitian lainnya oleh Hanafi (Kelola. Hal ini menunjukkan bahwa ada factor yang harus dipertimbangkan sebelum memilih jenis investasi yang akan dimasuki seperti risiko yang akan ditanggung.

investasi dapat didefinisikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu yang tertentu. Salah satu analisis yang dapat digunakan oleh calon investor adalah analisis fundamental. Pendapat lain dari Jogiyanto (1998). seberapa ekspansi investasi yang dilakukan dan kapan investasi seharusnya dilaksanakan. Analisis ini sangat berhubungan dengan kondisi perusahaan. Investor terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana konsep dasar investasi yang menjadi dasar pijakan dalam setiap tahap pembuatan keputusan investasi yang akan dibuat. diperlukan satu analisis yang cermat. TINJAUAN TEORITIS 1. Alat yang dipakai untuk melakukan analisis adalah rasio keuangan yang pada dasarnya melihat hubungan antar pos dalam laporan keuangan perusahaan yang mencerminkan keadaan keuangan serta hasil operasional perusahaan. Untuk dapat memilih investasi yang aman. dan mendukung dengan risiko yang akurat. Data yang dipakai sebenarnya adalah data historis yaitu risiko yang telah lewat. Konsep Model Security Market Line Seperti dijelaskan sebelumnya. Untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut manager keuangan harus mampu memanfaatkan dana yang tersedia untuk investasi pada suatu investasi yang menguntungkan. Formula CAPM dapat ditulis sebagai berikut : Ri = RF + (RM – RF) βi 241 . 2.DAFTAR ISI memperhatikan faktor fundamental perusahaan dalam mengeliminir pengaruh risiko pasar sehingga nilai perusahaan akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders. Untuk mengukur nondiversifiable risk ini dapat menggunakan koefisien beta untuk mengukur Nondiversifiable risk. bahwa risiko total terdiri dari risiko dan risiko tidak sistematis. sementara itu risiko tidak sistematis atau sering disebut risiko financial adalah risiko yang berhubungan dengan risiko usaha yang ditunjukkan oleh variabilitas ini akan semakin besar jika penggunaan hutang semakin besar yang pada akhirnya akan mempengaruhi risiko financial. Pemilihan teknik yang benar dalam analisis akan mengurangi risiko investor dalam investasi. Hal penting dan mendasar dalam setiap proses keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return yang diharapkan dengan risiko suatu investasi. B. teliti. Proses keputusan investasi berkenaan dengan bagaimana seharusnya seorang investor membuat keputusan mengenai pemilihan sekuritas. Keputusan Investasi Dalam teori manajemen keuangan modern disebutkan bahwa tujuan perusahaan adalah untuk memaksimumkan kekayaan para pemegang saham.

Garis yang menghubungkan return dan beta ini disebut sebagai Security Market Line.DAFTAR ISI Keterangan: = Tingkat return yang diucapkan Ri RF = Tingkat bunga bebas risiko βi = Koefisien beta saham RM = Tingkat Keuntungan portofolio pasar Dari formula di atas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi risiko. semakin tinggi return yang diharapkan.0 br 1. maka akan diperoleh gambar sebagai berikut : Gambar 1.5 bz 2. Makin besar beta maka return yang diharapkan juga semakin besar. 242 . Jika hubungan antara beta dan return digambarkan dalam sebuah gambar.5 1. dan sebaliknya semakin rendah risiko semakin rendah pula return yang diharapkan.0 Market Risk Premium 4% Asset Z’s Risk Premium (6%) Gambar di atas menunjukkan adanya hubungan yang linier antara return dan beta atau risiko. Hubungan Antara Beta dengan Return yang Dinyatakan Sebagai Security Market Line Return 17 15 Rz =13 Rm=11 9 Rf = 7 5 3 1 Beta 0 brf .

Hubungan positif antara tingkat return yang diharapkan dengan risiko dapat digambarkan sebagai berikut. sehingga belum diketahui dengan tepat berapa nilainya.DAFTAR ISI 3.Dari definisi tersebut di atas risiko dipandang sebagai peluang menderita kerugian keuangan. Risk dan Return Pengertian risiko pada umumnya sering dikaitkan dengan memperoleh hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Menurut William (1997) risiko didefinisikan sebagai berikut : “Risk can be defined as the chance of financial loss. sebenarnya investor belum mengetahui tingkat return (rate of return) karena return yang diharapkan (expected return) memang belum terjadi. Gambar 2. Menurut Jogiyanto. Assets with greater chances of loss are viewer as more risky than those with lesser chance of loss”. (1998): Dalam membuat keputusan investasi. ataupun sebaliknya. Ketidakpastian tingkat return (rate of return) ini berkaitan dengan risiko. maka tingkat return yang diharapkan juga semakin besar. Semakin besar risiko suatu sekuritas. Hubungan Positif antara Return Ekspektasi dengan Risiko Return Ekspektasi opsi Saham Waran Obligasi Pemerintah RBR Obligasi Perusahaan Risiko 243 .

Menurut Jogiyanto. Risiko sistematis merupakan risiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi secara keseluruhan dimana perubahan pasar tersebut akan mempengaruhi variabilitas return atas suatu investasi. Risiko ini berkaitan dengan keputusan perusahaan untuk menggunakan pinjaman dalam pembiayaan modalnya. Fluktuasi pasar biasanya ditunjukkan oleh berubahnya indeks pasar saham secara keseluruhan. Risiko likuiditas. artinya jika suku bunga meningkat maka harga saham akan turun. kerusuhan. ataupun perubahan politik. Risiko inflasi. semakin besar risiko financial yang diahadapi perusahaan. 4. Risiko suku bunga dimana perubahan suku bunga akan mempengaruhi harga saham secara terbalik. 2. Semakin besar proporsi utang yang digunakan. Return atau hasil investasi merupakan tujuan utama bagi investor. 5. Risiko inflasi biasa disebut sebagai risiko daya beli. Risiko Negara atau country risk. ceteris paribus. yaitu menjual saham hingga harganya menguat. jika inflasi meningkat biasanya menuntut tambahan premium inflasi untuk mengkompensasikan penurunan daya beli yang dialaminya. 7. Risiko ini berkaitan dengan kecepatan suatu saham yang diterbitkan perusahaan bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Risiko pasar. Risiko financial.DAFTAR ISI Dari pengertian di atas dapat disebutkan bahwa risiko merupakan kemungkinan perbedaan antara return yang sebenarnya diterima dengan return yang diharapkan. Risiko nilai tukar mata uang. semakin cepat suatu saham bisa diperdagangkan maka semakin likuid saham tersebut. 3. (1998) menyatakan bahwa: return total merupakan return keseluruhan dari suatu 244 . Investasi saham akan memberikan keuntungan atau return dalam dua cara. yaitu bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Risiko tidak sistematis bisa diminimalkan dengan melakukan diversifikasi investasi pada setiap jenis saham. 6. demikian sebaliknya jika suku bunga turun harga saham akan naik. Semakin besar kemungkinan perbedaannya berarti semakin besar risiko investasi tersebut. yaitu risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. sering disebut sebagai capital gain atau menunggu dividend. Dalam manajemen investasi modern dikenal pembagian risiko total investasi ke dalam dua jenis risiko. Sedangkan risiko tidak sistematis merupakan risiko yang tidak terkait dengan perubahan pasar secara keseluruhan tetapi lebih terkait pada perubahan kondisi mikro perusahaan penerbit saham. Risiko ini berkaitan dengan kondisi stabilitas politik suatu negara. Perubahan pasar dipengaruhi oleh banyak faktor serta munculnya resesi ekonomi. Risiko ini berkaitan dengan fluktuasi nilai mata uang domestik terhadap nilai mata uang Negara lain dan sering disebut sebagai currency risk atau exchange rate risk. Ada beberapa sumber risiko yang bisa mempengaruhi besarnya risiko suatu investasi menurut Tandelin (2001) yaitu : 1.

Banyak 245 . dan yield dianggap tidak diperhitungkan sehingga dengan demikian. investor juga perlu menghitung berapa besarnya risiko yang terkait dengan investasi pada saham yang bersangkutan. 1998).DAFTAR ISI investasi dalam suatu periode tertentu. Return total terdiri dari Capital gain dan yield Return = Capital gain (loss) + Yield Capital gain (loss) merupakan selisih dari harga investasi sekarang relatif dengan harga periode yang lalu. return total sering disebut return saja. Jika digunakan IHSG adalah : Rmt = IHSG t − IHSG IHSG t -1 t -1 Rmt IHSG t IHSG t-1 = Return pasar untuk periode t = merupakan indeks pasar periode t = merupakan indeks pasar periode t-1 Return ekspektasi (expected return) dapat dihitung dengan mengalikan masing-masing hasil masa depan (outcome) dengan probabilitas kejadiannya dan menjumlah semua produk perkalian tersebut. secara matematik. Risiko sebagai sisi lain dari return menunjukkan kemungkinan penyimpangan return yang diharapkan dari return actual yang diperoleh. return total dapat di nyatakan sebagai berikut : Return = Pt Pt-1 Pt − Pt −1 Pt −1 = Harga saham sekarang (periode t) = Harga saham periode lalu (periode t-1) Dengan cara yang sama. return ekspektasi dapat dirumuskan sebagai berikut (Jogiyanto. E (Ri) = ∑R P i =t i n i Keterangan : E (Ri) = Perolehan diekspektasi suatu aktiva atau sekuritas Ri = Hasil masa depan ke-i Pi = Probabilitas hasil masa depan ke-i n = jumlah dari hasil masa depan Disamping mengestimasi return yang diharapkan dari suatu investasi saham. tingkat pengembalian pasar (rate of market return).

Pada saat akan digunakan.DAFTAR ISI metode yang tersedia untuk mengukur risiko. Mengingat begitu bervariasinya biaya dari luar maupun dari dalam perusahaan. Kettler dan Scholes (Grubber:1995) menyatakan : “Beta is risk measure that arises from the relationship between the return on a stock and the return on the market. Debt Equity Ratio (DER) Setiap sumber dana selalu mempunyai biaya masing-masing yang biasa disebut cost of funds. Faktor-faktor Fundamental Beta merupakan ukuran risiko yang dinyatakan dalam “Sensitivity to market” yaitu ukuran risiko yang didasarkan pada sensitivitas pergerakan return suatu saham terhadap market return. Varians maupun standar deviasi merupakan besarnya penyebaran variabel random diantara rata-ratanya. PEMBAHASAN C. Secara matematis rumus untuk menghitung varians atau standar deviasi adalah sebagai berikut : M Var R = i ( ) ∑ ⎛⎜⎝ [Ri − E (Ri)]2 . dan Scholes yaitu beberapa variabel fundamental dapat digunakan sebagai dugaan awal untuk penelitian tesis ini. they would help us to understand betas and to better forecast betas”. Lebih lanjut Beaver. maka 246 . pi ⎞⎟⎠ i =1 C. we should know that the risk a firm should be determined by some combination on the firm’s fundamental of the firm’s stock. dengan hanya membatasi variabel-variabel penelitian sebagai berikut : 1. Meskipun tidak ada standar untuk menetapkan variabel-variabel mana yang diduga memiliki pengaruh terhadap risiko sistematis (beta saham) namun variabel-variabel yang digunakan Beaver. meskipun tidak ada metode yang standar. Sementara jika dari modal sendiri (equity). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap risiko pasar. semakin besar varians atau standar deviasi investasi tersebut. If these relationship could be determined. tetapi secara umum risiko diukur dalam bentuk probabilistik atau dalam bentuk varians (standar deviasi). Kettler dan Scholes menyatakan jika data akuntansi dapat digunakan untuk meramalkan risiko. akan timbul biaya yang tidak kelihatan yang merupakan opportunity cost dari modal tersebut. Alat ukur yang paling umum digunakan untuk menjelaskan sejauh mana penyimpangan expected return dari actual return adalah dengan varians atau standard deviasi. Kettler.1. dana dari luar perusahaan dalam bentuk hutang atau obligasi dan biasanya akan timbul biaya-biaya (cost of debt) yang minimal harus ditanggung adalah sebesar biaya bunga. hal itu akan merupakan peningkatan dalam pengambilan keputusan bagi investor untuk keperluan analisis portofolio. semakin besar penyebarannya. Menurut Beaver. however.

karena akan berpengaruh terhadap harga saham di bursa. Sedangkan modal yang dihitung adalah modal sendiri yang bekerja dalam perusahaan. investor biasanya akan mempertimbangkan perusahaan yang mampu memberikan kontribusi ROE yang lebih besar. Formulasi struktur modal itu sendiri adalah sebagai berikut : DER = Long Term Debt Equity DER yang semakin besar akan mengakibatkan risiko financial perusahaan yang semakin tinggi. Penggunaan hutang dalam valuta asing juga akan menimbulkan currency risk dimana risiko ini berkaitan dengan fluktuasi nilai mata uang domestik terhadap mata uang Negara lain. investor dapat melihat sejauh mana pertumbuhan profitabilitas perusahaan.DAFTAR ISI perlu dipertimbangkan dengan seksama sebaiknya dari sumber dana mana investasi yang harus dibiayai. maka semakin tinggi DER akan mengakibatkan saham perusahaan tersebut semakin dihindari investor. Dalam menentukan pilihannya. Dengan penggunaan hutang yang semakin besar akan mengakibatkan semakin tingginya risiko untuk tidak mampu membayar hutang. Bagi investor semakin tinggi ROE menunjukkan risiko investasi kecil. investor dapat menilai prospek perusahaan di masa mendatang. Dengan mengetahui tingkat ROE. Indikator ROE sangat penting diperhatikan untuk mengetahui sejauh mana investasi yang akan dilakukan investor di suatu perusahaan mampu memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang diharapkan investor. 2. ROE akan berubah jika EAT atau equity mengalami perubahan. Return On Equity (ROE) Return on equity menggambarkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tersedia bagi pemegang saham (earning available for common stockholder’s) agar bisa terlihat seberapa besar kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan laba. Atau dengan kata lain dikatakan bahwa 247 . Dengan mengetahui tingkat ROE. sehingga harga saham akan semakin rendah. maka diperlukan perhitungan laba bersih yang sudah dikurangi dengan biaya bunga dari modal asing (cost of debt) dan pajak perseroan (income tax). Investor biasanya selalu menghindari risiko. ROE bisa dihitung dengan formula sebagai berikut : Return On Equity (ROE) = Earnings after Tax and Interest equity Dari sudut pandang investor ROE merupakan salah satu indikator penting untuk menilai prospek perusahaan di masa mendatang. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa hubungan DER dengan beta saham adalah positif artinya semakin tinggi tingkat DER akan mengakibatkan semakin tinggi risiko pasar dan sebaliknya tingkat DER yang rendah akan mengakibatkan risiko sahamnya rendah.

besarnya EPS dapat dihitung berdasarkan laporan neraca dan laporan rugi laba perusahaan. ada tiga komponen untuk menghitung PER. Meskipun tidak semua perusahaan mencantumkan besarnya EPS perusahaan bersangkutan dalam laporan keuangannya. Earning Per Share (EPS) Informasi earning per share suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua pemegang saham perusahaan. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa PER juga merupakan ukuran harga relatif dari saham perusahaan. 3. Rumus untuk menghitung EPS suatu perusahaan adalah sebagai berikut : Earning Per Share (EPS) = Earning after Tax (EAT) and Interest Number of Share EPS = ROE X Book Value per Share EPS = Earning after Tax and Investment Equity x Number of share Equity 4. yaitu : a. Dividend payout ratio (DPR) yang diharapkan yang menunjukkan besarnya dividen yang akan dibayarkan perusahaan dari total earning yang diperoleh perusahaan 248 . Price Earning Ratio Informasi PER mengindikasikan besarnya Rupiah yang harus dibayarkan investor untuk memperoleh satu Rupiah earnings perusahaan atau dengan kata lain. Besarnya EPS suatu perusahaan bisa diketahui dari informasi laporan keuangan perusahaan.DAFTAR ISI semakin tinggi ROE akan mengakibatkan beta saham tersebut semakin rendah sebaliknya bila ROE rendah akan mengakibatkan beta sahamnya semakin tinggi. PER menunjukkan besarnya harga setiap satu Rupiah earning perusahaan. Rumus PER juga dapat ditulis sebagai berikut : PER = D1 / E1 k−g Keterangan : D1/E1 = Tingkat dividend payout ratio yang diharapkan k = Tingkat return yang diharapkan g = Tingkat pertumbuhan yang diharapkan Dari persamaan di atas.

DAFTAR ISI b. Mengetahui beta suatu sekuritas atau beta suatu portofolio merupakan hal yang penting untuk menganalisis sekuritas atau portofolio tersebut. Mengetahui beta masing-masing sekuritas juga berguna untuk pertimbangan memasukkan sekuritas tersebut kedalam portofolio yang akan dibentuk (Jogiyanto. Tingkat return yang diisyaratkan (k) yang menunjukkan tingkat return yang diisyaratkan investor atas suatu saham. Secara matematis tingkat return yang diisyaratkan adalah : k = R f + Rp Keterangan: K = tingkat return bebas risiko + premi risiko c. C. Beta Beta adalah pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio relatif terhadap risiko pasar. Formula untuk menghitung operating profit margin sudah dikenal luas sebagai berikut : Operating Profit Margin = Operating Profit Sales OPM adalah salah satu alat untuk mengukur profitabilitas suatu perusahaan. Tanpa profit. 1998). Beta portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari beta masing-masing sekuritas. investor akan memilih perusahaan yang memiliki OPM yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang hanya memiliki OPM rendah. Dalam memilih investasi saham. Untuk menghitung beta portofolio. Operating Profit Margin (OPM) Operating profit margin mengukur presentase setiap penjualan setelah semua cost and expenses diluar biaya bunga dan pajak. perusahaan tidak akan menarik bagi investor. OPM menunjukkan laba murni (pure profit) yang diperoleh dari setiap penjualan. yang merupakan fungsi dari besarnya ROE dan tingkat laba ditahan perusahaan. Tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan (g). 249 .2. Oleh karena itu rasio ini sangat penting bagi investor untuk menilai masa depan perusahaan. maka beta masing-masing sekuritas perlu dihitung terlebih dahulu. Dapat dikatakan semakin tinggi OPM akan semakin rendah beta sahamnya. sebaliknya semakin rendah OPM akan mengakibatkan beta sahamnya semakin tinggi. 5. Bagi investor yang diinginkan tentunya adalah operating profit margin. Bagi investor perusahaan yang memiliki tingkat OPM yang tinggi memberikan indikasi bahwa risiko pada perusahaan tersebut adalah rendah. sebagai kompesasi atas risiko yang harus ditanggung investor.Beta suatu sekuritas menunjukkan risiko sistematiknya yang tidak dapat dihilangkan dengan diversifikasi.

Beberapa beta historis berdasarkan jenis data yang akan digunakan yaitu: 1. penelitian yang berhasil atau tidak berhasil dan lain sebagainya. yaitu hal yang buruk terjadi di suatu perusahaan dapat diimbangi dengan hal yang baik terjadi diperusahaan lain. Risiko total (total risk) merupakan penjumlahan dari diversifiable dan nondiversifiable risk sebagai berikut : Risiko total = Risiko dapat di-diversifikasi + Risiko tidak dapat di-diversifikasi = Risiko perusahaan + risiko pasar = Risiko tidak sistematik + risiko sistematik = Risiko spesifik (unik) + risiko umum Gambar 3. 250 . Beta fundamental Dapat diestimasi dengan menggunakan data histories berupa variabel-variabel fundamental perusahaan (Dividen pay out. Beta akuntansi Beta akuntansi dapat dihitung dengan menggunakan data histories yang berupa data akuntansi seperti laba perusahaan dan laba indeks pasar. Beta yang dihitung berdasarkan data historis ini selanjutnya dapat digunakan untuk mengestimasi beta masa mendatang. dan lain sebagainya. seperti inflasi. Risiko ini terjadi karena kejadian-kejadian di luar kegiatan perusahaan. misalnya 60 bulan untuk return bulanan atau 200 hari untuk return harian. 3. asset growth. berikut ini menunjukkan risiko total dan komponennya yang berupa risiko yang dapat di-diversifikasi dan risiko yang dapat didiversifikasi. maka risiko ini dapat didiversifikasi di dalam portofolio. tuntutan dari pihak lain. Sebaliknya. 2. leverage. Bagian dari risiko sekuritas yang dapat dihilangkan dengan membentuk portofolio yang well-diversified disebut dengan risiko yang dapat didiversifikasi (diversifiable risk) atau risiko perusahaan (company risk) atau risiko spesifik (specific risk) atau risiko unik (Unique risk) atau risiko yang tidak sistematik (unsystematic risk). dan lainnya) (Jogiyanto.DAFTAR ISI Beta sekuritas dapat dihitung dengan teknik estimasi yang menggunakan data histories. risiko yang tidak dapat didiversifikasikan oleh portofolio disebut dengan nondiversifible risk atau risiko pasar (market risk) atau risiko umum (general risk) atau risiko sistematik (systematic risk). Contoh dari diversifiable risk adalah pemogokan buruh. 2000). Beta pasar Dapat diestimasi dengan mengumpulkan nilai-nilai histories return dari sekuritas dan return dari pasar selama periode tertentu. resesi. 2000). (Jogiyanto. Bukti-bukti empiris menunjukkan bahwa beta histories mampu menyediakan informasi tentang beta masa depan (Elton dan Gruber : 1994). Karena risiko ini unik untuk suatu perusahaan.

risiko yang dapat di-diversifikasi dan yang tidak dapat risiko fortofolio (%) Risiko dapat di-diversifikasi Atau risiko perusahaan Atau risiko spesifik Atau risiko unik Atau risiko tidak sistematik Risiko total Risiko tidak dapat di-diversikfikasi Atau risiko pasar atau risiko umum Atau risiko sistematik Jumlah saham Estimasi Nilai Beta Metode yang paling banyak digunakan untuk menetukan beta adalah cara penaksiran dengan menggunakan data histories untuk menghitung beta masa itu. Dengan menggunakan persamaan regresi dari single indeks model maka beta untuk tiap saham dapat dihitung seperti tampak pada Gambar 4. yang kemudian dipergunakan sebagai taksiran beta masa datang. Risiko Total. Semakin besar beta. Beta menunjukkan pergerakan vertikal (stock return) per unit pergerakan horizontal (market return). menunjukkan semakin peka pergerakan harga saham tersebut terhadap pergerakan haraga saham di pasar. 251 . Beta saham tidak akan merupakan kemiringan (scope) garis regresi tersebut. sehingga semakin tinggi risikonya.DAFTAR ISI Gambar 3.

R mt ) 2 ] 252 . negatif atau nol. merupakan saham-saham netral karena pergerakan return saham sejalan dengan market return. saham-saham jenis ini lebih peka sehingga mempunyai risiko yang tinggi. nilai alpha merepresentasikan return saham yang diakibatkan oleh faktor-faktor di luar pergerakan pasar atau dikenal sebagai independent component. Estimasi besarnya risiko sistematis (β) dihitung dengan menggunakan formula standar (Elton/Gruber: 1995) sebagai berikut : βi = σ im σ 2m t =1 = ∑ [(Rit − R it )(Rmt . Garis Regresi Untuk Mengukur Beta Saham Rit β α Rmt Alpha merupakan intersep dari garis regresi. Saham-saham dengan beta kurang dari satu (β < 1) digolongkan sebagai saham-saham defensive (defensive stocks). Jerome (1987). Nilai alpha dan beta dapat bernilai positif. Saham-saham dengan beta lebih besar dari satu (β > 1) digolongkan sebagai sahamsaham agresif (aggressive stock) karena saham melonjak lebih cepat daripada pasar dalam situasi boom (bull market) sebaliknya jatuh lebih tajam daripada pasar pada situasi lesu (bear market). Saham-saham dengan beta sama dengan satu. keuntungan saham ini berfluktuasi kurang dari kondisi pasar secara keseluruhan.R mt )] N ∑ [(R N t =1 mt .DAFTAR ISI Gambar 4.

Penggunaan model indeks tunggal menghasilkan tingkat keuntungan yang diharapkan. : Resiko sistematis untuk saham i βi σ σ im 2 im : kovarian antara return saham Ri dengan market return RM. : varian market return. deviasi standar tingkat keuntungan dan covariance antar saham sebagai berikut : Tingkat keuntungan yang diharapkan. Persamaan di atas juga merupakan persamaan regresi linier sederhana yang dihitung dengan Ri sebagai variabel dependent dan Rm sebagai variabel independent.Variance tingkat keuntungan. σei = βiβjσm2 253 . Cara lain adalah dengan menggunakan data histories untuk menghitung beta waktu lalu yang dipergunakan sebagai taksiran beta di masa yang akan datang. : Rata-rata dari return on security : rata-rata dari market return Rit Rmt Penggunaan konsep model indeks tunggal dalam menaksir. yaitu yang independent dari perubahan pasar dan yang dipengaruhi oleh pasar. beta memerlukan penaksiran beta dari saham-saham yang akan dimasukkan ke dalam portofolio. model indeks tunggal adalah sebagai berikut : Ri =αi + βiRm + ei Keterangan: Ri : return saham i Rm : return indeks pasar : bagian return saham i yang tidak dipengaruhi kinerja pasar : ukuran kepekaan return saham i terhadap perubahan return saham : kesalahan residual αi βi ei Persamaan tersebut hanyalah memecah tingkat keuntungan suatu saham menjadi dua bagian.DAFTAR ISI Keterangan. E (Ri) = αi + βi E (Rm) . σi2 = βi2σm2 + σei2 Covariance tingkat keuntungan saham i dan j. Secara sistematis.

Pada masa krisis juga diduga banyak perusahaan yang memiliki tingkat earning per share yang rendah karena kemampuan menghasilkan laba yang rendah. 254 . Yaitu risiko yang unik (σei2) dan risiko yang berhubungan dengan pasar βi2σm2. Faktor-faktor fundamental seperti DER. PER dan OPM mempunyai berpengaruh terhadap risiko sistematis Beta. Sehubungan dengan hal tersebut. sebaliknya covariance semata-mata tergantung pada risiko pasar. kalau resiko residual dianggap nol. maka penelitian ini menganalisis variabelvariabel yang didasarkan pada faktor-faktor fundamental yang diperkirakan dapat menjelaskan risiko sistematis. Salah satu alasan penggunaan model indeks tunggal adalah untuk mengurangi jumlah variabel yang perlu ditaksir karena untuk portofolio model indeks tunggal mempunyai karakteristik yaitu bahwa beta portofolio (βp) merupakan rata-rata tertimbang dari beta saham-saham yang membentuk portofolio tersebut.DAFTAR ISI Model indeks tunggal menunjukkan bahwa tingkat keuntungan yang diharapkan terdiri dari dua komponen yaitu αi dan bagian yang berhubungan dengan pasar yaitu βiE(Rm). βp = ∑ X i βi Demikian juga alpha portofolio (αp) adalah. EPS. maka risiko portofolio akan mendekati : σ p = β p 2σ m 2 = βpσm = σm [ ∑ X i β i ] D. α p = ∑ X iα i Untuk variance portofolio rumusnya adalah sebagai berikut: α p 2 = β p 2σ m 2 + ∑ X i 2σ ei 2 Resiko yang tidak bisa dihilangkan kalau bentuk portofolio merupakan risiko yang berkaitan dengan βp. ROE. KESIMPULAN DAN SARAN Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai referensi bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan faktor fundamental perusahaan dalam mengeliminir pengaruh risiko pasar sehingga nilai perusahaan akan lebih tinggi dan akhirnya akan bisa memberikan kemakmuran bagi stakeholders. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan yang memiliki tingkat DER yang tinggi sementara tingkat ROE nya rendah. Demikian juga variance tingkat keuntungan terdiri dari dua bagian.

Beaver. “Investment Decision – A Quantitative Approach”. and Ming Yu Shi. “The Forecasting Ability of Accounting Risk Measure Some Additional Evidence”. New York. “The Association Between Market Determined and Accounting Determined Risk Measures”. R. 2000. Helfert. Jhon Wiley & Sons. Baridwan. Alih Bahasa. Lawrence J. P.3 No. Pandji dan Piji Pakarti. 1993. Stephen E. Jakarta. Martin J. Gitman. “The Association Between Market Determined Measure of Risk and Alternative Measure of risk” Accounting Review 50 (January 1975). USA. A Erich. 1995.K. Edwin J. Brealey. Di lain pihak telah banyak studi dan penelitian yang dilakukan kurang meneliti hubungan faktor-faktor makro ekonomi terhadap risiko sistematis seperti perubuhan tingkat inflasi dan tingkat suku bunga terhadap risiko sistematis. Elton.DAFTAR ISI Alasan yang lain pada penggunaan variabel-variabel fundamental adalah karena dalam berbagai studi literatur menunjukkan masih kurangnya penelitian yang mengkaitkan antara risiko sistematis saham dengan faktor-faktor fundamental yang dapat menjelaskannya. PT. Rineka Cipta. Richard. Scholes. Salno. Edisi Kedelapan. “Principles of Managerial Finance”.S. Hal 654-682.M. “Pengantar Pasar Modal”. Hargitay. Zaki dan H. London. Bildersee. 1995. Eskew. New York. Penerbit Airlangga. Berbagai alasan dikemukakan terhadap kurangnya penelitian yang menitikberatkan pada pengaruh faktor-faktor fundamental terhadap risiko sistematis (risiko pasar) diantaranya adalah masih dalam dugaan bahwa faktor-faktor tersebut kurang memberikan penjelasan yang berarti pada risiko sistematis suatu saham. “Teknik Analisis Keuangan”. E&FN Spon. J. 5th Edition. 1998. .Kettler. Mc Graw Hill. and Gruber. “Analisis Perataan Penghasilan (Income Smoothing) : Faktor-faktor yang Mempengaruhi dan Kaitannya dengan kinerja Saham Perusahaan Publik di Indonesia. “Fundmental of corporate Finance” Fifth Edition. Indonesia.1997.Steward C. Myers. Jakarta.A. dan M. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol. 2000. Inc. (October 1970).1 Ikantan Akuntan Indonesia. Accounting Review 45. 255 . Herman Wibowo. DAFTAR PUSTAKA Anoraga. (Januari 1979). 9th Edition. Accounting Review 54.” Modern Portfolio Theory and Investment Analysis”.

Prentice Hall International. Prasetio Utomo.DAFTAR ISI Institude for Economic and Financial Research. Sixth Edition. Edisi ke-2. Jakarta. Roy. Segmentasi. Edisi kedua. Jones. Santoso. Targeting. UPP AMP YKPN. Van Horne. 1998. Edisi Kedelapan. “Berfikir Ekonomis di Masa Krisis”. JR. Gramedia Pustaka Utama. Yogyakarta. Copeland. John D. 1996. New York. Teori Portfoliodan Analisis Investasi”. Thomas E. “Investment”. James. Singgih. “Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio”. “Corporate Finance Theory”. “Dasar-dasar Teori Portfolio dan analisa sekuritas”. Kasali. Fred. BPFE-Yogyakarta. S. 7th edition. Po. Inc. Munawir. Jogiyanto. Penerbit Liberty. Penerbit Erlangga. PT. Weston. “Manajemen Keuangan”. Jakarta. Suad Husnan DR. Martin.. Prentice Hall. “Basic Financial Management” 7th New York. Scott. 1996. Yogyakarta. Tandellilin. Arthur J. 2000. J. MBA. Yogyakarta.”. “A Financial Management and Policy”.William.2001. Petty. Elex Media Komputindo. 1997. John Wiley & Sons. Jakarta. Edisi Keempat. Positioning. “SPSS / Statistical Product and Service Solution” Elex Media Komputindo. “Pengaruh Operating And Financial Leverage Terhadap Risiko Sistematis Pada Beberapa Perusahaan Unggulan di Bursa Efek Jakarta Periode 1998—2001” Tahun 2004. “Membidik Pasar Indonesia. Edisi Pertama. David F. 2001. J. 1986. Sembel. Charles P. Haryanto. 1st edition. Jakarta. Edisi Pertama.. Keown. 1994. “Analisa Laporan Keuangan”. Yogyakarta. L. William. 1997. “Indonesia Capital market Directory 2000. Megginson. BPFE. 256 . Eduardus. Addison-Wesley Educational Publisher Inc. 2001. Rhenald. 2003”.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->