P. 1
makalah-akuntansi-syariah-klmpok-1

makalah-akuntansi-syariah-klmpok-1

|Views: 3,939|Likes:
Published by Sigito Pandito

More info:

Published by: Sigito Pandito on Feb 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah Sistem Keuangan Islam merupakan bagian dari konsep yang lebih luas tentang ekonomi Islam. Sistem keuangan Islam bukan sekedar transaksi komersial, tetapi harus sudah sampai kepada lembaga keuangan untuk dapat mengimbangi tuntutan zaman. Bentuk sistem keuangan atau lembaga keuangan yang sesuai dengan prinsip Islam ádalah terbebas dari unsur riba. Kontrak keuangan yang dapat dikembangkan dan dapat menggantikan sistem riba adalah mekanisme syirkah yaitu : musyarakah dan mudharabah (bagi hasil). Perkembangan industri perbankan dan keuangan syariah dalam satu dasawarsa belakangan ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, seperti perbankan syariah, asuransi syariah, pasar modalsyariah, reksadana syariah, obligasi syariah, pegadaian syariah, Baitul Mal wat Tamwil (BMT). Demikian pula di sektor riil, seperti Hotel Syariah,Multi Level Marketing Syariah, dsb. Maka seiring berkembangnya entitas syariah di Indonesia, maka muncul juga permintaan akan standar akuntansi syariah yang relevan di terapkan dalam suatu entitas syariah. pada dasarnya standar akuntansi merupakan pengumuman atau ketentuan resmi yang dikeluarkan badan berwenang di lingkungan tertentu tentang pedoman umum yang dapat digunakan manajemen untuk menghasilkan laporan keuangan. Dengan adanya standar akuntansi syariah, laporan keuangan diharapkan dapat menyajikan informasi yang relevan dan dapat dipercaya kebenarannya. Standar akuntansi juga digunakan oleh pemakai laporan keuangan seperti investor, kreditor, pemerintah, dan masyarakat umum sebagai acuan untuk memahami dan menganalisis laporan keuangan sehingga memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan yang benar. Dengan demikian, standar akuntansi memiliki peranan penting bagi pihak penyusun dan pemakai laporan keuangan sehingga timbul keseragaman atau kesamaan interpretasi atas informasi yang terdapat dalam laporan keuangan.

1.2

Identifikasi Masalah 1. Apa saja jenis entitas syariah yang ada di Indonesia? 2. Kapan sejarah lahirnya entitas-entitas tersebut? 3. Apa saja produk yang ditawarkannya? 4. Bagaimana perkembangannya sekarang?
5. Siapa organisasi yang menyusun standar akuntansi syariah di Indonesia dan

internasional? 6. Apa saja standar akuntansi syariah yang berlaku di Indonesia sampai sekarang?

1.3

Tujuan Pembahasan 1. Mengetahui jenis entitas syariah yang ada di Indonesia.
2. Mengetahui sejarah lahirnya entitas-entitas tersebut.

3. Mengetahui produk yang ditawarkannya.
4. Mengetahui perkembangannya sekarang.

5. Mengetahui organisasi penyusun standar akuntansi syariah.
6. Mengetahui standar akuntansi syariah yang berlaku di Indonesia sampai sekarang.

BAB II PEMBAHASAN
2.1

Bank Syariah Perbankan syariah adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram) dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional.

2.1.1 Sejarah perbankan syariah di dunia dan di Indonesia

a. Sejarah lahirnya bank syariah pertama di dunia Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel islam, karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. Pemimpin perintis usaha ini Ahmad El Najjar, mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit Ghamr pada tahun 1963. Eksperimen ini berlangsung hingga tahun 1967, dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa di Mesir. Bank-bank ini, yang tidak memungut maupun menerima bunga, sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan Masih di Negara yang sama, pada tahun 1971, Nasir Social bank didirikan dan mendeklarasikan diri sebagai bank komersial bebas bunga. Walaupun dalam akta pendiriannya tidak disebutkan rujukan kepada agama maupun syariat islam. Islamic Development Bank (IDB) kemudian berdiri pada tahun 1974 disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam organisasi konferensi Islam, walaupun utamanya bank tersebut adalah bank antar pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan dana untuk proyek pembangunan di negara-negara anggotanya. IDB menyediakan jasa pinjaman berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara tersebut dan secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah islam. Dibelahan negara lain pada kurun 1970-an, sejumlah bank berbasis islam kemudian muncul. Di Timur Tengah antara lain berdiri Dubai Islamic Bank (1975), Faisal Islamic Bank of Sudan (1977), Faisal Islamic Bank of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank (1979). Dia Asia-Pasifik, Phillipine Amanah Bank didirikan tahun 1973 berdasarkan dekrit presiden, dan di Malaysia tahun 1983 berdiri Muslim Pilgrims Savings Corporation yang bertujuan membantu mereka yang ingin menabung untuk menunaikan ibadah haji. b. Sejarah lahirnya bank syariah pertama di Indonesia

Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesia. Berdiri tahun 1991, bank ini diprakarsai oleh majelis ulama indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari ikatan cendekiawan muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. Pada saat pertama didirikan terkumpul komitmen pembelian saham sebesar Rp 84 Milliar dan pada tanggal 3 Nopember 1991 dalam acara silaturrahmi presiden di Istana Bogor, dapat dipenuhi dengan total komitmen modal disetor awal sebesar Rp 106.126.382.000. Dengan modal awal tersebut, pada tanggal 01 Mei 1992, BMI mulai beroperasi, namun masih menggunakan UU No. 7 tahun 1992, dimana pembahasan perbankan dengan sistem bagi hasil diuraikan hanya sepintas lalu. BMI sampai September 1999, telah memiliki lebih 45 outlet yang tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Balikpapan dan Makasar. Bank ini sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 akhirnya dapat bangkit dan menghasilkan laba .Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-undang yaitu UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan. 2.1.2 Prinsip Dasar Perbankan Syariah dan Produk yang ditawarkan Batasan-batasan bank syariah yang harus menjalankan kegiatannya berdasar pada syariat Islam, menyebabkan bank syariah harus menerapkan prinsip-prinsip yang sejalan dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Adapun prinsip-prinsip bank syariah adalah sebagai berikut : 1. Prinsip Titipan atau Simpanan (Al-Wadiah) Al-Wadiah dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum, yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja ketika si penitip menghendaki (Syafi’I Antonio, 2001). Secara umum terdapat dua jenis al-wadiah, yaitu: a. Wadiah Yad Al-Amanah (Trustee Depository) adalah akad penitipan barang/uang dimana pihak penerima titipan tidak diperkenankan menggunakan barang/uang yang dititipkan dan tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan barang titipan yang bukan diakibatkan perbuatan atau kelalaian penerima titipan. Adapun aplikasinya dalam perbankan syariah berupa produk safe deposit box. b. Wadiah Yad adh-Dhamanah (Guarantee Depository) adalah akad penitipan barang/uang dimana pihak penerima titipan dengan atau tanpa izin pemilik

sedangkan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian si pengelola. Keuntungan usaha secara mudharabah dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. Mudharabah Muthlaqah Adalah bentuk kerjasama antara shahibul maal dan mudharib yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha. waktu. Prinsip Bagi Hasil (Profit Sharing) Sistem ini adalah suatu sistem yang meliputi tata cara pembagian hasil usaha antara penyedia dana dengan pengelola dana. 2. Musyarakah pemilikan. dan daerah bisnis. wasiat. dan obyek investasi.barang/uang dapat memanfaatkan barang/uang titipan dan harus bertanggung jawab terhadap kehilangan atau kerusakan barang/uang titipan. Bentuk produk yang berdasarkan prinsip ini adalah: a. Mudharabah Muqayyadah Adalah bentuk kerjasama antara shahibul maal dan mudharib dimana mudharib memberikan batasan kepada shahibul maal mengenai tempat. Musyarakah akad. . tercipta dengan cara kesepakatan dimana dua orang atau lebih setuju bahwa tiap orang dari mereka memberikan modal musyarakah.Dua jenis al-musyarakah: 1. 2. Seandainya kerugian ini diakibatkan karena kecurangan atau kelalaian si pengelola. si pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Al-Musyarakah Al-musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola (mudharib). b. Semua manfaat dan keuntungan yang diperoleh dalam penggunaan barang/uang titipan menjadi hak penerima titipan. Akad mudharabah secara umum terbagi menjadi dua jenis: 1. cara. Al-Mudharabah Al-Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (shahibul maal) menyediakan seluruh (100%) modal. tercipta karena warisan. atau kondisi lainnya yang mengakibatkan pemilikan satu aset oleh dua orang atau lebih. Prinsip ini diaplikasikan dalam produk giro dan tabungan 2.

Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penjual dalam suatu transaksi salam. Implikasinya berupa : a. atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu. Al-ijarah terbagi kepada dua jenis: (1) Ijarah. b. Prinsip Sewa (Al-Ijarah) Al-ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa.3. Bentuk produk yang berdasarkan prinsip ini antara lain: . Jika bank bertindak sebagai penjual kemudian memesan kepada pihak lain untuk menyediakan barang pesanan dengan cara salam maka hal ini disebut salam paralel. melalui pembayaran upah sewa. Prinsip Jual Beli (Al-Tijarah) Prinsip ini merupakan suatu sistem yang menerapkan tata cara jual beli. c. Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penjual. 5. tanpa diikuti dengan pemindahan hak kepemilikan atas barang itu sendiri. cicilan. Istishna’ Istishna’ adalah akad jual beli antara pembeli dan produsen yang juga bertindak sebagai penjual. dan kuantitasnya. Prinsip Jasa (Fee-Based Service) Prinsip ini meliputi seluruh layanan non-pembiayaan yang diberikan bank. kemudian bank menjual barang tersebut kepada nasabah dengan harga sejumlah harga beli ditambah Keuntungan (margin). (2) ijarah al muntahiya bit tamlik merupakan penggabungan sewa dan beli. 4. Barang pesanan harus diketahui karakteristiknya secara umum yang meliputi: jenis. Cara pembayarannya dapat berupa pembayaran dimuka. Jika bank bertindak sebagai penjual kemudian memesan kepada pihak lain untuk menyediakan barang pesanan dengan cara istishna maka hal ini disebut istishna paralel. dimana si penyewa mempunyai hak untuk memiliki barang pada akhir masa sewa. sewa murni. spesifikasi teknis. kualitas. Al-Murabahah Murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. dimana bank akan membeli terlebih dahulu barang yang dibutuhkan atau mengangkat nasabah sebagai agen bank melakukan pembelian barang atas nama bank. Salam Salam adalah akad jual beli barang pesanan dengan penangguhan pengiriman oleh penjual dan pelunasannya dilakukan segera oleh pembeli sebelum barang pesanan tersebut diterima sesuai syarat-syarat tertentu.

baik membeli atau menjual kepada nasabah. 2. Al-Hawalah Adalah pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya. Penukaran Valuta Asing (sharf) Transaksi penukaran mata uang yang berlainan jenis. Kontrak hawalah dalam perbankan biasanya diterapkan pada Factoring (anjak piutang). f. Ar-Rahn Adalah menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. b. Dana ini diperoleh dari dana zakat. d. dimana bank bertindak sebagai juru tagih tanpa membayarkan dulu piutang tersebut. c. Al-Wakalah Nasabah memberi kuasa kepada bank untuk mewakili dirinya melakukan pekerjaan jasa tertentu. Letter of credit (L/C) impor Syariah Bank Syariah – Basis Bank Modern L/C adalah surat pernyataan akan membayar eksportir yang diterbitkan oleh bank atas permintaan imprtir dengan pemenuhan prasyaratan tertentu. pihak yang menahan memperoleh jaminan untuk dapat mengambil kembali seluruh atau sebagian piutangnya. . Post-dated check. Produk ini digunakan untuk membantu usaha kecil dan keperluan sosial. Al-Kafalah Jaminan yang diberikan oleh penanggung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung. 3.a. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa rahn adalah semacam jaminan utang atau gadai. Dengan demikian. Barang yang ditahan tersebut memiliki nilai ekonomis. Pelayanan Jasa 1. e. Bank Garansi Syariah Jaminan yang diberikan oleh bank kepada pihak ketiga penerima jaminan atas pemenuhan kewajiban tertentu nasabah bank selaku pihak yang di jamin kepada pihak ketiga dimaksud. infaq dan shadaqah. Al-Qardh Al-qardh adalah pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali atau dengan kata lain meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan. seperti transfer.

Perbankan syariah sebenarnya dapat menggunakan momentum ini untuk menunjukkan bahwa perbankan syariah benar-benar tahan dan kebal krisis dan mampu tumbuh dengan signifikan.7 tahun 1992 tersebut mengatur dengan jelas landasan hukum dan jenis-jenis usaha yang dapat dioperasikan dan diimplementasikan oleh bank syariah. lembaga keuangan syariah kembali membuktikan daya tahannya dari terpaan krisis. Bank muamalat sebagai bank syariah pertama dan menjadi pioneer bagi bank syariah lainnya telah lebih dahulu menerapkan sistem ini ditengah menjamurnya bank-bank konvensional. Undang-undang pengganti UU no. 10 tahun 1998. Sementara perbankan yang menerapkan sistem syariah dapat tetap eksis dan mampu bertahan. di tengah-tengah krisis keuangan global yang melanda dunia pada penghujung akhir tahun 2008. peminjam. Dalam 5 tahun saja sejak diberlakukan Dual Banking System. Untuk menilai perkembangan bank syariah dari tahun ke tahun biasanya menggunakan beberapa standar. Oleh karena itu perlu langkah-langkah strategis untuk merealisasikannya. Baru setelah diluncurkan Dual Banking System melalui UU No. Hingga tahun 1998 praktis bank syariah tidak berkembang. kenyamanan serta keamanan bagi para pemegang sahamnya. . dana pihak ketiga (DPK). pelaku bank syariah bertambah menjadi 10 bank dengan perincian 2 bank merupakan entitas mandiri (BMI dan Bank Syariah Mandiri) dan lainnya merupakan unit/divisi syariah bank konvensional. 3. Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 telah menenggelamkan bank-bank konvensional dan banyak yang dilikuidasi karena kegagalan sistem bunganya. Langkah strategis pengembangan perbankan syariah yang telah di upayakan adalah pemberian izin kepada bank umum konvensional untuk membuka kantor cabang unit usaha syariah (UUS) atau konversi sebuah bank konvensional menjadi bank syariah. Jumlah aktiva.3 Perkembangan Bank Syariah Perkembangan perbankan syariah di Indonesia telah menjadi tolak ukur keberhasilan eksistensi ekonomi syariah.1. pembiayaan bank. pemegang surat berharga. diantaranya : 1. Langkah strategis ini merupakan respon dan inisiatif dari perubahan Undang – Undang perbankan no. dan para penyimpan dana di bank-bank syariah. Lembaga-lembaga keuangan syariah tetap stabil dan memberikan keuntungan. 10/1998.2. 2. Tidak hanya itu. perbankan syariah mulai menggeliat naik.

Selain itu. Tabel 1.Jumlah bank .722 20.76 % 2008 49.324 96.2 Indikator Utama Perbankan Syariah (dalam milyar rupiah) INDIKASI 2003 Aset DPK 7.64 % 2005 20.271 46.718 11.95% 2009 66.537 28. statistik perbankan syariah januari 2010 Tabel 1 menunjukkan perkembangan perbankan syariah berdasarkan laporan tahunan BI sampai dengan januari 2010.555 36.34% 2.725 2004 15.90 % 2007 36.38% 2.Jumlah kantor Unit Usaha Syariah . pencapaian perbankan syariah sungguh membanggakan dan terus mengalami peningkatan dalam jumlah bank.584 15.09 52.21 11.76 % TAHUN 2006 28.2 menunjukkan perkembangan terakhir indikasi-indikasi perbankan syariah.Tabel 1.Jumlah kantor Bank pembiayaan rakyat syariah . Jaringan Kantor Perbankan Syariah (Islamic Banking Network) KETERANGAN Bank Umum Syariah .75% 4.011 27. Secara kuantitas.65 % 3.07% Sumber : BI. maka pada Januari 2010 jumlah bank syariah telah mencapai 31 unit yang terdiri atas 6 bank umum syariah dan 25 unit usaha syariah.01% Pembiayaan 5.88 15.27 97.14 FDR % NPF 2.672 20. Jika pada tahun 1998 hanya ada satu bank umum syariah dan 76 bank perkreditan rakyat syariah.886 89.70% 4.82% 4.445 98. jumlah bank perkreditan rakyat syariah (BPRS) telah mencapai 140 unit pada periode yang sama. statistik perbankan syariah januari 2010 Tabel 1.198 103.561 97. Perkembangan asset perbankan syariah meningkat sangat signifikan dari akhir .Jumlah bank .852 38.jumlah kantor 92 92 105 105 114 185 131 202 138 225 140 263 19 154 20 183 26 196 27 241 25 287 25 268 2005 2006 TAHUN 2007 2008 2009 Jan-10 3 304 3 349 3 401 5 581 6 711 6 815 Sumber : BI.945 5.944 99.Jumlah bank .

maka bank syariah memiliki rata-rata FDR sebesar 97. Penghimpunan dana dan pembiayaan mencapai peningkatan sebesar 41. Perbandingan Pangsa Perbankan Syariah Terhadap Total Bank Bank Syariah (Des 08) Nominal Total Asset Deposit Fund Credit Financial Extended 38. statistik perbankan syariah januari 2010 Pada tabel 1.61% 2.14% 2. Selain itu juga. Jika dilihat dari rasio pembiayaan yang disalurkan dengan besarnya dana pihak ketiga (DPK) yang dinyatakan dengan nilai Financing to Deposit Ratio (FDR). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya.10 1. meskipun pembiayaan yang disalurkan lebih besar dari DPK.65% 2. Artinya bank syariah betul betul menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi keuangan dengan tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian. meningkat 0.65 persen.3.10% Total Bank 2.61% meningkat sebesar 0. Tingginya tingkat FDR tersebut karena pembiayaan yang disalurkan selama bulan Maret – November lebih besar dari dana pihak ke tiga.973. Yang perlu di catat disini adalah.310.66% 89.24%.74 persen.753. Tabel 1.27 2.85 Share 2.02%. masih dibawah batas ketentuan minimal sebesar 5 persen.3 terlihat bahwa pangsa perbankan syariah meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2008 pada bulan yang sama. tetapi tingkat kegalalan bayar atau yang dinyatakan dalam Non Performing Financing (NPF) ternyata lebih sedikit dari periode tahun 2006-2007.56 36.70% Sumber : BI. .09 52.6 0 1.88 49.20 46. pada tahun 2008 Financing to Defosit Ratio perbankan syariah lebih dari 100 %.00 Bank Syariah (Des 09) Nominal Share Total Bank FDR/LDR 103.534. yaitu asset menjadi 2.84 dan 22.37 persen. yakni hanya sebesar 3. Deposit Fund atau DPK juga mengalami pertumbuhan menjadi 2. secara keseluruhan perbankan syariah relatif lebih sehat.3 0 66.47% .tahun 2008 sampai dengan akhir tahun 2009 sebesar lebih dari 33.95%.

Kreditur tidak mau ambil peduli. Faktor-Faktor Pendukung Perkembangan Perbankan syariah Keberadaan bank Islam di Indonesia masih memiliki peluang yang mengembirakan dan perlu dioptimalkan guna membangun kembali sistem perbankan yang sehat dalam rangka mendukung program pemulihan dan pendayaan ekonomi nasional. jasa (fee based services). 4. a. sehingga adanya saling kerjasama dan kepercayaan karena dalam perbankan syariah menerapkan nilai ilahiyah sebagai pengendali yang bersifat transendental dan nilai keadilan. sewa (operational lease and financial lease). Peluang pembiayaan bagi pengembangan usaha berdasarkan prinsip kemitraan. Kebutuhan akan produk dan jasa perbankan unggulan Sistem perbankan syariah memiliki keunggulan komparatif berupa penghapusan pembebanan bunga yang berkesinambungan (perpetual interest effect). Konsep yang diterapkan adalah hubungan antar investor yang harmonis (mutual investor relationship). Seorang debitur harus dan wajib mengembalikan pokok pinjaman dan bunganya. kepedulian sosial yang bersifat horisontal. jual beli (sale and purchase). Dalam sistem perbankan konvensional. konsep yang diterapkan adalah hubungan debitur dan kreditur yang antagonis (debitor to creditor relationship). membatasi kegiatan spekulasi yang tidak produktif dan pembiayaan yang ditujukan pada usaha-usaha yang memperhatikan unsur moral (halal). Kebutuhan jasa perbankan bagi masyarakat yang tidak dapat menerima konsep bunga. selain restrukturisasi perbankan. Hal itu dikarenakan adanya beberapa pertimbangan. 1. giro dan deposito yang menerapkan prinsipprinsip simpanan (depository). antara lain . bagi hasil (profit sharing). 3. 2. Produk perbankan seperti berupa tabungan. Rakyat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam merupakan faktor penggerak kebutuhan akan hadirnya perbankan syariah yang tidak menggunakan sistem bunga yang mendekati dengan riba yang jelas-jelas dilarang dalam islam. Hal ini berbeda dengan sistem perbankan syariah. apakah debitur mendapatkan untung atau rugi.hal ini menunjukkan kinerja dan potensi perbankan syariah mengalami perkembangan yang baik. persaudaraan. Peningkatan jumlah lembaga keuangan syariah .

yang memasukkan BMI masuk deretan unggulan terbaik dari 5 bank dalam pelayanan. prinsip-prinsip dasar hubungan antar bank dan nasabah. secara praktis. serta cara-cara berusaha yang halal dalam bank syariah. Faktor-Faktor Penghambat Tidak obyektif kiranya jika kita hanya menampilkan faktor pendorong perkembangan perbankan syariah di Indonesia tanpa menjelaskan juga faktor penghambat yang merupakan tantangan bagi kita. secara umum perlu diinformasikan bahwa dana pada bank syariah juga dapat memberikan keuntungan finansiil yang kompetitif. Oleh karena itu. Sistem Ekonomi Islam telah jelas. bentuk produk dan jasa pelayanan. serta Market Research Indonesian tahun 2000. b. : 1. Adanya perbedaan karakteristik produk bank konvensional dengan bank syariah telah menimbulkan adanya keengganan bagi pengguna jasa perbankan. masih perlu disosialisasikan secara luas. dikarenakan masih dalam tahap awal pengembangan dapat dimaklumi bahwa pada saat ini pemahaman sebagian masyarakat mengenai sistem dan prinsip perbankan syariah masih belum tepat. baik keinginan untuk membuka kantor bank umu syariah ataupun kantor unit syariah dapat terlihat dari perkembangan yang pesat jumlah perbankan syariah di Indonesia 5. suatu sistem yang mempunyai sejumlah perbedaan prinsip-prinsip dengan sistem yang dominan dan telah berkembang pesat di Indonesia. terutama berkaitan dengan penerapan suatu sistem perbankan yang baru. Faktor-faktor penghambat itu adalah sbb. kurangnya . akan tetapi. Pemahaman masyarakat yang belum tepat terhadap kegiatan operasional bank syariah Hal demikian. Adanya pelayanan yang meluruskan pelanggan dengan cara sesuai Islam Hal itu dapat terbukti dengan diraihnya penghargaan Quality Assurance Service Australia. Keengganan tersebut antara lain disebabkan oleh hilangnya kesempatan mendapatkan penghasilan tetap berupa bunga dari simpanan. yaitu melarang praktek riba serta akumulasi kekayaan hanya pada pihak tertentu secara tidak adil. Jaringan kantor bank syariah yang belum luas Pengembangan jaringan kantor bank syariah diperlukan dalam rangka perluasan jangkauan pelayanan kepada masyarakat.Gairah perbankan nasional. Disamping itu. 2. Pada dasarnya. predikat ISO 9001 tahun 2000 untuk pelayanan bank khususnya customer service dan taller banking diberikan pada BMI.

Masih kecilnya market share itu disebabkan antara lain karena bank syariah mempunyai keterbatasan dana baik dari segi permodalan maupun jumlah dana masyarakat yang berhasil dihimpun karena alasan-alasan seperti yang diungkapkan di atas. Di samping sungguh-sungguh menjalankan fungsi intermediasi karena secara syariah tugas bank selaku mudharib (pengelola dana) harus menginvestasikan pada sektor ekonomi secara riil untuk kemudian berbagi hasil dengan sahibul maal (pemilik dana) sesuai dengan nisbah yang disepakati. 2. jumlah jaringan kantor bank yang luas juga akan meningkatkan efisiensi usaha. bank syariah perlu beroperasi dengan skala yang ekonomis. Karenanya. Disamping itu. masih sangat sedikit. 3. berkenaan dengan penempatan dana antar bank dalam hal mengatasi masalah likuiditas sebagai suatu badan usaha. jika terjadi musibah yang dialami oleh sebagian partisipan/anggota/peserta. Sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam bank syariah masih sedikit Kendala-kendala di bidang sumber daya manusia dalam pengembangan perbankan syariah disebabkan karena sistem ini masih belum lama dikembangkan. lembaga-lembaga akademik dan pelatihan dibidang ini sangat terbatas sehingga tenaga terdidik dan berpengalaman dibidang non perbankan syariah. Kecilnya market share Adanya bank syariah yang beroperasi dengan tujuan utama menggerakan perekonomian secara produktif.2 Asuransi Syariah Definisi asuransi syari'ah menurut Dewan Syariah Nasional (DSN) adalah usaha untuk saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru' yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko /bahaya tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah.jumlah bank syariah yang ada juga menghambat perkembangan kerjasama antar bank syariah. Asuransi Syariah adalah sebuah sistem dimana para partisipan/anggota/peserta mendonasikan/menghibahkan sebagian atau seluruh kontribusi yang akan digunakan untuk membayar klaim. 4. Kerjasama yang sangat diperlukan antara lain. baik dari sisi bank pelaksana maupun dari bank sentral (pengawas dan peneliti bank). Berkembangnya jaringan bank syariah juga diharapkan dapat meningkatkan komposisi ke arah peningkatan kualitas pelayanan dan mendorong inovasi produk dan jasa bank syariah. Peranan perusahaan disini hanya sebatas pengelolaan operasional perusahaan asuransi serta .

Yusuf/ 12 : 43 – 49) b. karena : • Karena segala sesuatunya terjadi setelah berpikir dengan baik. . teliti dan cermat. A-Hasyr/ 59 : 18) َ َُ ْ َ َ ِ ٌ ِ َ ّ ّ ِ ّ ُ ّ َ ٍ َ ِ ْ َ ّ َ َ ٌ ْ َ ْ ُ ْ َ ْ َ ّ ُ ّ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ ‫ياأيها الذين ءامنوا اتقوا ال ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوا ال إن ال خبير بما تعملون‬ َ َ َ a. bekerja dengan penuh kesungguhan. Allah SWT berfirman QS. An-Nisa/ 04 : 09 : ‫وليخش الذين لو تركوا من خلفهم ذرية ضعافا خافوا عليهم فليتقوا ال وليقولوا قول سديدا‬ ً ِ َ ً ْ َ ُ ُ ََْ ّ َ ُ ّ َ ْ َ ْ ِ ْ ََ ُ َ ً َ ِ ً ّ ّ ُ ْ ِ ِ ْ َ ْ ِ ُ َ َ ْ َ َ ِ ّ َ ْ َ ْ َ “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah.1 Dasar Syariah dalam Asuransi Syariah Allah SWT berfirman QS.2. musibah dan kematian merupakan qodho dan qodar Allah yang tidak dapat ditolak.” Ayat ini menggambarkan kepada kita tentang pentingnya planning atau perencanaan yang matang dalam mempersiapkan hari depan. Attaghabun/ 64 : 11) ‫ما أصاب من مصيبة إل بإذن ال‬ ِ ّ ِ ْ ِِ ّ ِ ٍ َ ِ ُ ْ ِ َ َ َ َ “Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Nabi Yusuf as. Asuransi syari'ah disebut juga dengan asuransi ta'awun yang artinya tolong menolong atau saling membantu . yang artinya : "Dan saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan dan jangan saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan" 2. Perintah Allah SWT Untuk Mempersiapkan Hari Depan. Prinsip ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 2. dicontohkan dalam AlQurÂ’an membuat sistem proteksi menghadapi kemungkinan yang buruk di masa depan (QS. • Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Adapun manusia hanya diminta untuk berusaha semaksimal mungkin. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. semuanya ditentukan oleh Allah SWT.investasi dari dana-dana/kontribusi yang diterima/dilimpahkan kepada perusahaan. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa Asuransi ta'awun prinsip dasarnya adalah dasar syariat yang saling toleran terhadap sesama manusia untuk menjalin kebersamaan dalam meringankan bencana yang dialami peserta. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Berasuransi tidaklah berarti menolak takdir atau menghilangkan ketawakalan kepada Allah SWT.” Jadi pada dasarnya Islam mengakui bahwa kecelakaan. Hanya kita diminta untuk membuat perencanaan hari depan (QS.

namun menurun kembali pada 1999 menjadi Rp 221.3 Perbedaan asuransi syariah dan konvensional 1. Dibandingkan di sejumlah negara bahkan negara yang mayoritas penduduknya adalah nonmuslim. Saudi Arabia (1979).2 Sejarah asuransi syariah di Indonesia Kebangkitan sektor keuangan syariah yang kedua setelah perbankan.2. Di Luxemburg. mengingat pada tahun-tahun itu ekonomi Indonesia tengah dilanda krisis. Sedangkan pada asuransi . Dana yang terkumpul dari nasabah perusahaan asuransi syariah (premi) diinvestasikan berdasarkan syariah dengan sistem bagi hasil (mudharabah). asuransi Takaful sudah ada sejak tahun 1983. 2. yaitu 1994.2. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dimana nasabah yang satu menolong nasabah yang lain yang tengah mengalami kesulitan. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. 2. PT STI sendiri memiliki dua anak perusahaan.Sedangkan pada asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang sektor dengan sistem bunga. 1995 dan 1996. Sedangkan akad asuransi konvensional bersifat tadabuli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan). dan bertakwalah kepada Allah. PT ATK mulai berhasil membukukan laba yaitu sebesar Rp 135 juta. ketika untuk pertama kalinya didirikan perusahaan asuransi berlandaskan syariah di Indonesia yaitu PT Syarikat Takaful Indonesia (STI) dengan modal dasar Rp 25 miliar dan modal disetor Rp 9 miliar. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Laba itu terus tumbuh pada tahun 1998 menjadi Rp 312 juta. Premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. Malaysia (1984) dan Brunei Darussalam (1992). keberadaannya sudah jauh lebih lama seperti di Sudan (1979). Namun mulai tahun 1997. dialami oleh asuransi. yaitu PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) dan PT Asuransi Takaful Umum (ATU). Prinsip akad asuransi syariah adalah takafuli (tolong menolong). Bahrain (1983). Geneva dan Bahamas misalnya. Itu terjadi pada tahun 1994. 3.keberadaan asuransi Takaful di Indonesia terbilang terlambat.” 2. Kondisi ini sebetulnya relatif baik. Sementara di negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim.383 miliar. PT ATK mengalami kerugian kumulatif sebesar Rp 1. Pada tiga tahun pertama beroperasi.“Hai orang-orang yang beriman.

Keuntungan investasi di bagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan selaku pengelola dengan prinsip bagi hasil. Asuransi kesehatan group/kumpulan (fulmedicare) Adalah Program Asuransi Kesehatan yang memberikan manfaat pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami sakit karena resiko penyakit atau kecelakaan. Sedangkan dalam asuransi konvensional keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. 4. Jumlah minimal peserta adalah 2 orang. premi menjadi milik perusahaan dan perusahaanlah yang memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut. Asuransi kesehatan keluarga (family care) Takaful Family Care adalah program asuransi kesehatan yang khusus diperuntukkan bagi keluarga. 2. Takaful asuransi jiwa murni (Al-Khairat) Takaful Al-Khairat adalah suatu bentuk perlindungan yang manfaat proteksinya diperuntukkan bagi ahli waris apabila pemegang polis ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian. ketika peserta mengalami musibah meninggal baik karena sakit ataupun kecelakaan. 5. Asuransi jiwa kesehatan (takaful falah) Adalah produk Asuransi Takaful Keluarga yang dirancang secara khusus bagi peserta yang menginginkan manfaat asuransi secara menyeluruh. 6. Asuransi mobil (tafakul abror) . Jika tidak ada klaim nasabah tak memperoleh apa-apa. Dewan ini berperan dalam mengawasi manajemen produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat Islam.konvensional.2.4 Produk asuransi syariah Takaful dana pendidikan (fulnadi) Fulnadi adalah program asuransi untuk perseorangan yang bertujuan untuk menyediakan dana pendidikan untuk putra-putri peserta sampai pendidikan tingkat sarjana dengan manfaat proteksi atas resiko meninggal. Adanya Dewan Pengawas Syariah dalam perusahaan asuransi syariah yang merupakan suatu keharusan. Bila ada peserta yang terkena musibah untuk pembayaran klaim nasabah dana diambilkan dari rekening tabarru’(dana sosial) seluruh peserta yang sudah diikhlaskan untuk keperluan tolong menolong. Sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan.

Pertumbuhan premi industri bisa menembus Rp 1 trilun tahun ini. dan lain sebagainya. sayangnya hal itu tidak diimbangi dengan . Hal itu tidak terlepas dari jumlah pelaku industri asuransi syariah yang masih terbatas dan baru menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir. Minimnya Modal Beberapa hal yang menjadi penyebab relatif rendahnya penetrasi pasar asuransi syariah dalam sepuluh tahun terakhir adalah rendahnya dana yang memback up perusahaan asuransi syariah. Tantangan Perkembangan Asuransi Syariah Tantangan terbesar yang dihadapi oleh industri asuransi syariah bersumber pada dua hal utama yaitu permodalan dan sumber daya manusia. 1. image dan lain sebagainya merupakan akibat dari dua masalah utama tersebut.33% tahun ini.5 Perkembangan asuransi syariah Hingga Januari 2008. Kendati asuransi syariah mengalami pertumbuhan yang pesat. Kurangnya SDM yang Profesional Terus bertambahnya perusahaan asuransi syariah merupakan kabar baik bagi perkembangan industri tersebut. promosi dan edukasi pasar yang relatif belum dilakukan secara efektif (terkait dengan lemahnya dana). Asuransi perlindungan rumah (tafakul baituna) Merupakan paket istimewa dari Takaful yang melindungi rumah dari risiko kebakaran yang dilengkapi dengan perangkat perlindungan ekstra. Tantangan-tantangan lain seperti masalah. adjuster. industri asuransi syariah membukukan pertumbuhan premi sebesar 73% dengan nilai total Rp 475 miliar.Produk Takaful yang menggantikan kerugian atas kendaraan bermotor yang disebabkan musibah kecelakaan. 32 cabang asuransi syariah. 2. a. kontribusi terhadap total industri baru mencapai 1.2.11% per 2006 dan diperkirakan meningkat ke posisi 1. agen. Rencana masuknya asuransi raksasa di pasar asuransi syariah diharapkan mendukung pencapaian target itu. pada 2006. belum timbulnya industri penunjang asuransi syariah seperti broker-broker asuransi syariah. 2. pencurian serta tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga. ketidaktahuan masyarakat terhadap produk asuransi syariah. Perolehan premi industri asuransi syariah tanah air diperkirakan kembali mengulang prestasi tahun lalu dengan tumbuh sebesar 60%-70%. dan 3 cabang reasuransi syariah. Namun. di Indonesia sudah ada 3 perusahaan yang full asuransi syariah.

Penerapan syariah yang makin meluas dari industri keuangan dan permodalan membutuhkan regulasi yang tidak saling bertentangan atau tumpang tindih dengan aturan sistem ekonomi konvensional. Hal tersebut berdampak pada kurang berkembangnya produk inovatif di industri asuransi syariah. masyarakat tidak tertarik menggunakan asuransi syariah. b. pengembangan . Ketidaktahuan Masyarakat Terhadap Produk Asuransi Syariah Ketidaktahuan mengenai produk asuransi syariah (takaful) dan mekanisme kerja merupakan kendala terbesar pertumbuhan asuransi jiwa ini. Berdasarkan data Islamic Insurance Society (IIS) per Maret lalu. Saat ini. Padahal.ketersediaan sumber daya manusia (SDM) asuransi syariah yang berkualitas. pembukaan cabang atau divisi asuransi syariah baru hanya didukung jumlah SDM terbatas. Seringkali. keunggulannya. Strategi Pengembangan Asuransi Syariah 1. 3. Perlu sekali mensosialisasikan asuransi syariah bukan saja berasal dari agama. Struktur permodalan yang kuat sangat dibutuhkan untuk mengangkat industri asuransi syariah. Saat ini. keahlian staf ahli syariah sangat dibutuhkan dalam mendorong perkembangan inovasi produk asuransi syariah. sebagian besar cabang atau divisi asuransi syariah lebih memilih untuk meniru produk asuransi konvensional lalu dikonversi menjadi syariah (mirroring). peraturan tentang permodalan masih menjadi kendala perbankan syariah untuk melakukan penetrasi dan ekpansi pasar. antara lain edukasi pasar melalui berbagai media komunikasi untuk menjelaskan keberadaan asuransi syariah. Dukungan Pemerintah Belum Memadai Kendala lainnya adalah masalah regulasi. dan lebih memilih jasa asuransi konvensional.. tetapi memperlihatkan keuntungan. Akibatnya. 4. 5. sekitar 80 persen dari seluruh cabang atau divisi asuransi syariah belum memiliki staf ahli syariah. manfaatnya serta kebersihan dari keraguan. Dengan modal yang kuat perusahaan asuransi syariah akan dapat melaksanakan fungsi-fungsi yang semestinya. Para pelaku ekonomi syariah sangat mengharapkan regulasi untuk sistem ekonomi syariah ini bisa memudahkan mereka untuk berekspansi bukan membatasi. Image Salah satu tantangan besar bisnis asuransi syariah di Indonesia dan negara lainnya adalah meyakinkan masyarakat akan keuntungan menggunakan asuransi syariah.

Menurut beberapa mazhab. Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain. 3. baik seluruhnya maupun sebagian.3 Pegadaian Syariah Gadai dalam fiqh diebut Rahn. Rahn berarti perjanjian penyerahan harta oleh pemiliknya dijadikan sebagai pembayar hak piutang tersebut. 2. Perusahaan Umum Pegadaian adalah satu-satunya badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke masyarakat atas dasar hukum gadai seperti dimaksud dalm Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pasal 1150 di atas. yaitu antara lain tidak menentukan tarif jasa dari besarnya uang pinjaman. 2. kekal. Menurut mahab Syafi’i dan Hambali. maka landasan konsep pegadaian Syariah juga mengacu kepada syariah Islam yang bersumber dari Al Quran dan Hadist Nabi SAW. dan jaminan.produk secara berkelanjutan. Penyerahan jaminan tersebut tidak harus bersifat actual (berwujud).1 Dasar Syariah Dalam Pegadaian Syariah Sebagaimana halnya instritusi yang berlabel syariah. namun yang terlebih penting penyerahan itu bersifat legal misalnya berupa penyerahan sertifikat atau surat bukti kepemilikan yang sah suatu harta jaminan. Adapun landasan yang dipakai adalah : Al-Quran Surat Al Baqarah : 283 ”Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis. back-uo keuangan yang kokoh untuk membangkitkan kepercayaan publik. 2. serta meningkatkan promosi dan sosialisasi di segala lapisan masyarakat. Untuk memasyarakatkan dan meningkatkan asuransi syariah maka LKS harus mengembangkan teknologi informasi yang terdepan. . maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). yang menurut bahasa adalah tetap.3. Untuk Mengatasi kekurangan SDM yang Profesional dapat diatasi dengan akan mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas SDM asuransi syariah melalui beberapa program sertifikasi. Tugas pokoknya adalah memberikan pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai agar masyarakat tidak dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan informal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat. harta yang dijadikan jaminan tersebut tidak termasuk manfaatnya. Gadai syariah adalah produk jasa berupa pemberian pinjaman menggunakan sistem gadai dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip syariat Islam.

Surakarta.7. telah sesuai dengan konsep syariah meskipun harus diakui belakangan bahwa terdapat beberapa aspek yang menepis anggapan itu. Berkat Rahmat Allah SWT dan setelah melalui kajian panjang. efisiensi dan efektifitas yang diselaraskan dengan nilai Islam.” 2. Menyusul kemudian pendirian ULGS di Surabaya. akhirnya disusunlah suatu konsep pendirian unit Layanan Gadai Syariah sebagai langkah awal pembentukan divisi khusus yang menangani kegiatan usaha syariah. maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. dan Yogyakarta di tahun yang sama hingga September 2003.maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya. dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” Dalam Q. Semarang. misi ini tidak berubah hingga terbitnya PP103/2000 yang dijadikan sebagai landasan kegiatan usaha Perum Pegadaian sampai sekarang. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. Pegadaian Syariah pertama kali berdiri di Jakarta dengan nama Unit Layanan Gadai Syariah ( ULGS) Cabang Dewi Sartika di bulan Januari tahun 2003.2 Sejarah lahirnya pegadaian syariah di Indonesia Terbitnya PP/10 tanggal 1 April 1990 dapat dikatakan menjadi tonggak awal kebangkitan Pegadaian. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. satu hal yang perlu dicermati bahwa PP10 menegaskan misi yang harus diemban oleh Pegadaian untuk mencegah praktik riba.7. Fungsi operasi Pegadaian Syariah itu sendiri dijalankan oleh kantor-kantor Cabang Pegadaian Syariah/ Unit Layanan Gadai Syariah (ULGS) sebagai satu unit organisasi di bawah binaan Divisi Usaha Lain Perum Pegadaian. An-Nisa : 29 Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman. 4 Kantor Cabang Pegadaian di Aceh dikonversi menjadi Pegadaian Syariah. yaitu : . janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil. Konsep operasi Pegadaian syariah mengacu pada sistem administrasi modern yaitu azas rasionalitas.3 Teknik Transaksi Pegadaian Syariah Pada dasarnya Pegadaian Syariah berjalan atas dua akad transaksi syariah.S. Masih di tahun yang sama pula. ULGS ini merupakan unit bisnis mandiri yang secara struktural terpisah pengelolaannya dari usaha gadai konvensional. 2. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya. Banyak pihak berpendapat bahwa operasionalisasi Pegadaian pra Fatwa MUI tanggal 16 Desember 2003 tentang Bunga Bank. Makasar.

Sehingga di sini dapat dikatakan proses pinjam meminjam uang hanya sebagai “lipstick” yang akan menarik minat konsumen untuk menyimpan barangnya di Pegadaian. biaya perawatan dan keseluruhan proses kegiatannya. Dari landasan Syariah tersebut maka mekanisme operasional Pegadaian Syariah dapat digambarkan sebagai berikut : Melalui akad rahn. Penaksirannilai barang Jasa ini diberikan bagi mereka yang menginginkan informasi tentang taksiran barang yang berupa emas. pihak yang menahan memperoleh jaminan untuk mengambil kembali seluruh atau sebagian piutangnya. Ar-rahn (gadai syariah) adalah produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsipprinsip syariah. Akibat yang timbul dari proses penyimpanan adalah timbulnya biaya-biaya yang meliputi nilai investasi tempat penyimpanan. Yaitu akad pemindahan hak guna atas barang dan atau jasa melalui pembayaran upah sewa. Penitipan barang (ijaroh) Barang yang dapat dititipkan antara lain : sertifikat motor. ijazah.4 Produk – Produk yang di Kembangkan 1.7. Biaya yang dikenakan adalah ongkos penaksiran barang. Rahn yang dimaksud adalah menahan harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. 2. 2. perak dan berlian. Akad Rahn.1. dan agunan dengan jangka waktu fleksibel. dimana nasabah hanya akan dipungut biaya asministrasi dan ijaroh (biaya jasa simpan dan pemeliharaan barang jaminan). Pegadaian akan mengenakan biaya penitipan bagi nasabahnya Ar-Ruum atau gadai untuk pembiayaan usaha kelompok mikro kecil dan menengah (UMKM) . Atas dasar ini dibenarkan bagi Pegadaian mengenakan biaya sewa kepada nasabah sesuai jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak. 4.. Pegadaian Syariah akan memperoleh keutungan hanya dari bea sewa tempat yang dipungut bukan tambahan berupa bunga atau sewa modal yang diperhitungkan dari uang pinjaman. 3. tanah. Mulia (murabahah logam mulia untuk investasi abadi) adalah penjualan logam mulia oleh pegadaian kepada masyarakat secara tunai. nasabah menyerahkan barang bergerak dan kemudian Pegadaian menyimpan dan merawatnya di tempat yang telah disediakan oleh Pegadaian. tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barangnya sendiri. Akad Ijarah. 2.

Kebijakan Pemerintah tentang gadai syariah belum akomodatif terhadap. Kendala Pengembangan pegadaian syariah Dalam realisasi terbentuknya pegadaian syariah dan praktek yang telah dijalankan bank yang menggunakan gadai syariah ternyata menghadapi kendalakendala sebagai berikut: 1. Keberadaan pegadaian syariah kurang popular dimasyarakat. sehingga Pegadaian konvensional bisa tidak melakukan penahanan barang jaminan atau dengan kata lain melakukan praktik fidusia. Ar-Ruum. 2.Dari uraian ini dapat dicermati perbedaan yang cukup mendasar dari teknik transaksi Pegadaian Syariah dibandingkan dengan Pegadaian konvensional. Sedang logam mulia kami targetkan bisa terjual sekurangnya 300 kilogram. Pegadaian konvensional hanya melakukan satu akad perjanjian : hutang piutang dengan jaminan barang bergerak yang jika ditinjau dari aspek hukum konvensional.7. 3. Di Pegadaian konvensional. Begitu juga produk Mulia. Berbeda dengan Pegadaian syariah yang mensyaratkan secara mutlak keberadaan barang jaminan untuk membenarkan penarikan bea jasa simpan. Pegadaian syariah relatif baru sebagai suatu sistem keuangan. Ar-Ruum atau gadai untuk pembiayaan usaha kelompok mikro kecil dan menengah (UMKM). Selain Ar-rahn. Ketiganya yaitu Ar-Rahn (gadai syariah). naik hampir 60% dari realisasi sepanjang 2009 senilai Rp1. tambahan yang harus dibayar oleh nasabah yang disebut sebagai sewa modal.6 triliun. berhasil dibukukan pembiayaan sekitar Rp45 miliar sepanjang tahun lalu. keberadaan barang jaminan dalam gadai bersifat acessoir. ArRuum ditargetkan bisa naik lagi menjadi Rp45 miliar sepanjang tahun ini. 2. Khusus pada Ar-rahn misalnya. perusahaannya akan menargetkan pertumbuhan hingga Rp 4. berhasil menjual logam mulia (emas) sebanyak 142 kilogram. dihitung dari nilai pinjaman. pertumbuhan Ar-Rahn tercatat mencapai Rp2. Hingga akhir Desember 2009 lalu.7 triliun. a. . 4. Pegadaian Syariah sudah menawarkan tiga produk pegadaian syariah kepada masyarakat. target pertumbuhan yang lebih tinggi juga dilakukan pada dua produk yang lain.4 triliun. Masyarakat kurang familiar dengan produk rahn dilembaga keuangan syariah.5 Perkembangan terkini Untuk tahun 2010 menargetkan pertumbuhan gadai syariah bisa lebih tinggi lagi dibanding tahun 2009. Pada tahun 2009 lalu. yaitu : 1. dan Mulia atau gadai emas. 2.

Pemerintah perlu mengakomodir keberadaan keberadaan pegadaian syariah dengan membuat peraturan pemerintah atau undang-undang pegadaian syariah 2. Perkembangan selanjutnya.6 Aspek Pendanaan Aspek syariah tidak hanya menyentuh bagian operasionalnya saja. Pegadaian telah melakukan kerja sama dengan Bank Muamalat sebagai fundernya. spekulasi dan lain-lain. Walaupun secara resmi diluncurkan pada tahun 2003. Danareksa Investment Management meluncurkan Jakarta Islamic Index pada tanggal 3 Juli 2000 yang bertujuan untuk memandu investor yang ingin menanamkan dananya secara syariah.4 Pasar Modal Syariah Pasar Modal Syariah dapat diartikan sebagai pasar modal yang menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan transaksi ekonomi dan terlepas dari hal-hal yang dilarang seperti: riba. Danareksa Investment Management.7. instrumen investasi syariah di pasar modal terus bertambah dengan kehadiran Obligasi Syariah PT. namun instrumen pasar modal syariah telah hadir di Indonesia pada tahun 1997. Strategi Pengembangan Pegadaian Syariah Adapun usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk mengembangkan pegadaian syariah antara lain : 1. pembiayaan kegiatan dan pendanaan bagi nasabah. harus diperoleh dari sumber yang benar-benar terbebas dari unsur riba.4. Dalam hal ini. perjudian. 2. . Dengan hadirnya indeks tersebut. Hal ini ditandai dengan peluncuran Danareksa Syariah pada 3 Juli 1997 oleh PT. Banyak mensosialisasikan kepada masyarakat 2. Selanjutnya Bursa Efek Indonesia berkerjasama dengan PT. seluruh kegiatan Pegadaian Syariah termasuk dana yang kemudian disalurkan kepada nasabah murni berasal dari modal sendiri ditambah dana pihak ketiga dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan .b. maka para pemodal telah disediakan saham-saham yang dapat dijadikan sarana berivestasi dengan penerapan prinsip syariah. Indosat Tbk pada awal September 2002. 2. ke depan Pegadaian juga akan melakukan kerja sama dengan Lembaga Keuangan Syariah lin untuk memback up modal kerja.1 Sejarah Lahirnya Pasar Modal Syariah Pasar modal syariah secara resmi diluncurkan pada tanggal 14 Maret 2003 bersamaan dengan penandatanganan MOU antara BAPEPAM-LK dengan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI).

dan lain-lain.2 Produk Pasar Modal Syariah Saham Syariah Saham merupakan surat berharga yang merepresentasikan penyertaan modal kedalam suatu perusahaan. 2. Sementara dalam prinsip syariah. . seperti bidang perjudian. memproduksi barang yang diharamkan seperti bir. pada tahun 2006 muncul instrumen baru yaitu Reksa Dana Indeks dimana indeks yang dijadikan sebagai underlying adalah Indeks JII. Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan asuransi konvensional. Saham-saham yang masuk dalam Indeks Syariah adalah emiten yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan syariah seperti: a. Dalam hal ini. terbit untuk pertama kali obligasi syariah dengan akad sewa atau dikenal dengan obligasi syariah Ijarah. Jakarta Islamic Index dimaksudkan untuk digunakan sebagai tolak ukur (benchmark) untuk mengukur kinerja suatu investasi pada saham dengan basis syariah. di Bursa Efek Indonesia terdapat Jakarta Islamic Indeks (JII) yang merupakan 30 saham yang memenuhi kriteria syariah yang ditetapkan Dewan Syariah Nasional (DSN). Melalui index ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk mengembangkan investasi dalam modal secara syariah. melainkan berupa pembentukan indeks saham yang memenuhi prinsip-prinisp syariah. Di Indonesia. Pada tahun 2004. Indeks JII dipersiapkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan PT Danareksa Invesment Management (DIM). b. Penentuan kriteria pemilihan saham dalam Jakarta Islamic Index melibatkan pihak Dewan Pengawas Syariah PT Danareksa Invesment Management. riba.4. Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang. Jakarta Islamic Index terdiri dari 30 jenis saham yang dipilih dari saham-saham yang sesuai dengan Syariah Islam. prinsip-prinsip penyertaan modal secara syariah tidak diwujudkan dalam bentuk saham syariah maupun non-syariah.Instrumen ini merupakan obligasi syariah pertama dan dilanjutkan dengan penerbitan obligasi syariah lainnya. Selanjutnya. penyertaan modal dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang tidak melanggar prinsip-prinsip syariah.

Memilih 30 saham dengan urutan berdasarkan tingkat likuiditas rata-rata nilai perdagangan reguler selama satu tahun terakhir. Aktivitas utama (core business) yang halal. Untuk menerbitkan Obligasi Syariah. d. c. Selain kriteria diatas. dalam proses pemilihan saham yang masuk JII Bursa Efek Indonesia melakukan tahap-tahap pemilihan yang juga mempertimbangkan aspek likuiditas dan kondisi keuangan emiten. mendistribusi dan/atau menyediakan barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat. termasuk perbankan dan asuransi konvensional. Usaha yang memproduksi. d. mendistribusi serta memperdagangkan makanan dan minuman yang tergolong haram. Pengkajian ulang akan dilakukan 6 bulan sekali dengan penentuan komponen index pada awal bulan Januari dan Juli setiap tahunnya. Sedangkan perubahan pada jenis usaha emiten akan dimonitoring secara terus menerus berdasarkan data-data publik yang tersedia. Fatwa tsb menjelaskan bahwa jenis kegiatan usaha yg bertentangan dengan syariah Islam diantaranya: (i) usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang. Memilih saham berdasarkan laporan keuangan tahunan atau tengah tahun berakhir yang meiliki rasio Kewajiban terhadap Aktiva maksimal sebesar 90%. b. (ii) usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi). Tidak semua emiten dapat menerbitkan obligasi syariah. beberapa persyaratan berikut harus dipenuhi: 1. serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo". "Obligasi Syariah adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan Emiten kepada pemegang Obligasi Syari’ah yang mewajibkan Emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang Obligasi Syari’ah berupa bagi hasil/margin/fee. yaitu: a. Memilih 60 saham dari susunan saham diatas berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar (market capitalization) terbesar selama satu tahun terakhir. tidak bertentangan dengan substansi Fatwa No: 20/DSN-MUI/IV/2001. Memilih kumpulan saham dengan jenis usaha utama yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sudah tercatat lebih dari 3 bulan (kecuali termasuk dalam 10 kapitalisasi besar). (iii) usaha yg memproduksi.c. mendistribusi. serta . Usaha yang memproduksi. Obligasi Syariah Sesuai dengan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No: 32/DSN-MUI/IX/2002.

(iv) usaha yg memproduksi.32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah. yaitu adalah: 1. 2. .33/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah Mudharabah. Pangsa pasar reksa dana syariah saat ini makin menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. 3. Di Indonesia terdapat 2 skema obligasi syariah yaitu obligasi syariah mudharabah dan obligasi syariah ijarah. Reksa Dana Syariah Reksa Dana Syariah merupakan Reksa Dana yang mengalokasikan seluruh dana/portofolio kedalam instrument syariah seperti saham-saham yang tergabung dalam Jakarta Islamic Indeks (JII). No. Peringkat investment grade: (i) memiliki fundamental usaha yg kuat. Keuntungan tambahan jika termasuk dalam komponen JII. Sejak dari kegiatan perbankan dan investasi syariah yang baru muncul beberapa tahun belakangan. No. dan berbagai instrument keuangan syariah lainnya. Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad bagi hasil sedemikian sehingga pendapatan yang diperoleh investor atas obligasi tersebut diperoleh setelah mengetahui pendapatan emiten. obligasi syariah. pertumbuhan reksa dana syariah terus mengalami kenaikan. (iii) memiliki citra yg baik bagi publik. dan atau menyediakan barang2 ataupun jasa yg merusak moral dan bersifat mudarat. (ii) memiliki fundamental keuangan yg kuat.20/DSN-MUI/IX/2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah. Fatwa dan Peraturan Pasar Modal Syariah Ketentuan operasional pasar modal syariah diatur melalui fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI) dan peraturan yang diterbitkan BAPEPAM-LK. 3. 2.memperdagangkan makanan dan minuman haram. dan bisa diketahui/diperhitungkan sejak awal obligasi diterbitkan. Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad sewa sedemikian sehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap. jumlah tersebut diproyeksi akan terus meningkat dengan makin banyaknya investor yang kini mulai melirik berinvestasi di reksa dana syariah yang dianggap lebih menguntungkan. mendistribusi. No.

sukuk merupakan bukti (claim) kepemilikan. barang. Anugerah Securindo Indah. Sukuk ritel mulai ditawarkan pada 30 Januari hingga 20 Februari 2009 dengan harga Rp 1 juta per unit. Di antaranya adalah Bank Syariah Mandiri. Sementara itu. Sukuk Sukuk berasal dari bahasa Arab yaitu sak (tunggal) dan sukuk (jamak) yang memiliki arti mirip dengan sertifikat atau note. Sukuk mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil margin/fee. Jika obligasi konvensional tidak mengharuskan adanya aset yang menjamin (underlying asset). Bank Mandiri. menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia No 32/DSNMUI/IX/2002 sukuk adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemegang obligasi syariah. Menurut organisasi tersebut. Danareksa Sekuritas. Trimegah Securities. Instrumen ini pun dijamin oleh pemerintah dan bebas risiko gagal bayar atau tidak dibayar pemerintah. atau modal dari suatu proyek tertentu atau modal dari suatu aktivitas inventasi tertentu Sukuk ritel negara merupakan sukuk yang dikeluarkan oleh pemerintah dan ditujukan bagi individu warga negara Indonesia. sukuk harus memiliki underlying asset yang jelas sebagai penjamin. Bahana Sekuritas. dan menggunakannya sesuai rencana.4. Sedangkan menurut Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) berpendapat lain mengenai arti sukuk. Andalan Artha Advisindo Sekuritas. Sama halnya dengan bagian dan kepemilikan atas aset yang jelas. bukti terima nilai sertifikat. atau jasa. CIMB-GK Securities Indonesia. dan Bank Internasional Indonesia. tetapi sukuk memiliki perbedaan mendasar. HSBC. Citibank. BNI Sekuritas. . Meski sukuk memiliki pengertian yang sama dengan obligasi konvensional. sukuk adalah sebagai sertifikat dari suatu nilai yang direpresentasikan setelah penutupan pendaftaran. Reliance Sekuritas. Individu dapat membeli sukuk ritel tersebut minimal Rp 5 juta melalui 13 agen penjualan yang ditunjuk oleh pemerintah. Dalam pemahaman praktisnya. serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo.

Begitu pula dalam hal keuntungan yang diperoleh maupun kerugian yang diderita harus dibagi secara sama dan proporsional.KUKM/IX/2004 tanggal 10 September 2004 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Koperasi Jasa Keuangan Syariah .5 Koperasi syariah Koperasi Syariah merupakan sebuah konversi dari koperasi konvensional melalui pendekatan yang sesuai dengan syariat Islam dan peneladanan ekonomi yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya.Usaha-usaha yang diselenggarakan koperasi syariah harus dinyatakan sah berdasarkan fatwa dan ketentuan Petunjuk . baik dan bermanfaat (thayyib) serta menguntungkan dengan sistem bagi hasil. Untuk menjalankan fungsi perannya.1 Usaha Koperasi Syariah Usaha koperasi syariah meliputi semua kegiatan usaha yang halal.2. dan tidak riba.5. Masing-masing partner saling menanggung satu sama lain dalam hak dan kewajiban. koperasi syariah menjalankan usaha sebagaimana tersebut dalam sertifikasi usaha koperasi. masing-masing memberikan kontribusi dana dalam porsi yang sama besar dan berpartisipasi dalam kerja dengan bobot yang sama pula. perjudian (masyir) serta ketidakjelasan. Kelahiran Koperasi Syariah di Indonesia dilandasi oleh Kepututsan Menteri (Kepmen) Nomor 91/Kep/M. Penekanan manajemen usaha dilakukan secara musyawarah (Syuro) sesama anggota dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan melibatkan seluruhnya potensi anggota yang dimilikinya. dan tidak dimonopoli oleh salah seorang pemilik modal. 2. Dan tidak diperkenankan salah seorang memasukan modal yang lebih besar dan memperoleh keuntungan yang lebih besar pula dibanding dengan partner lainnya. Konsep pendirian Koperasi Syariah menggunakan konsep Syirkah Mufawadhoh yakni sebuah usaha yang didirikan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih. Azas usaha Koperasi Syariah berdasarkan konsep gotong royong.

professional (fathonah). dan konsekuen (istiqomah) di dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi islam. 4. Terdapat lebih dari 3020 koperasi syariah yang berkembang dengan berbagai macam ragam kondisi kelembagaannya. 5. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. agar menjadi lebih amanah. 2. Dalam waktu yang singkat koperasi syariah telah membantu lebih dari 920 ribu usaha mikro di tanah air dan telah merambah ke seluruh kabupaten di Indonesia. Memperkuat kualitas sumber daya insani anggota. guna meningkatkan. 7.5. dikarenakan standar kelayakan perbankan yang sulit dipenuhi oleh pelaku usaha mikro. kesejahteraan sosial ekonominya. Kondisi ini diatasi dengan keberadaan Koperasi Syariah yang terbiasa dengan usaha yang 2. Sebagai mediator antara menyandang dana dengan penggunan dana. Sistem bagi hasil yang dikenalkan masyarakat ternyata cukup mudah diterima dan sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang mengedepankan asas gotong royong dan kejujuran. diantaranya : 1. sehingga tercapai optimalisasi pemanfaatan harta. Mengembangkan dan memperluas kesempatan kerja. 3. 6. Koperasi syariah mempunyai fungsi dan peran.2 Tujuan dan Peran Koperasi Syariah Koperasi syariah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta turut membangun tatanan perekonomian yang berkeadilan sesuai prinsip islam. Disisi lainnya kesulitan mengakses perbankan dihadapi oleh usaha mikro. Koperasi syariah ternyata telah memberikan dampak yang cukup positif terhadap pelaku usaha mikro di tanah air.Usaha-usaha yang diselenggarakan koperasi syariah harus dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. koperasi masjid. konsisten. Menumbuhkan kembangkan usaha-usaha produktif anggota. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota pada khususnya dan 2. Menguatkan kelompok-kelompok anggota. masyarakat pada umumnya.dewan syariah nasional majelis ulama Indonesia. Jenisnya sangat beragam dari koperasi pondok pesantren (kopontren).5. sehingga mampu bekerjasama melakukan kontrol terhadap koperasi secara efektif.3 Perkembangan Koperasi Syariah . koperasi Perkantoran hingga koperasi pasar.

PSAK ini disahkan tanggal 1 Mei 2002. Kenyataannya jumlah koperasi syariah masih sangat sedikit dibandingkan dengan kebutuhan pembiayaan usaha mikro yang mencapai 39. Maka seiring tuntutan akan kebutuhan akuntansi untuk entitas syariah yang lain maka komite akuntansi syariah dewan standar akuntasi keuangan (KAS DSAK) menerbitkan enam pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) bagi seluruh lembaga keuangan syariah (LKS) yang disahkan tanggal 27 Juni 2007 dan berlaku mulai tanggal 1 Januari 2008 atau pembukuan tahun yang berakhir tahun 2008. PSAK 59 sebagai produk pertama DSAK – IAI untuk entitas syariah perlu diajungkan jempol dan merupakan awal dari pengakuan dan eksistensi keberadaan akuntansi syariah di Indonesia. hanya berlaku hanya dalam tempo 5 tahun. Menurut data BPS. seperti asuransi syariah. terdapat lebih dari 10 juta usaha kecil dan mikro yang belum tersentuh jasa layanan perbankan. koperasi syariah. ini sangat ironis karena ketika itu sudah mulai menjamur entitas syariah selain dari perbankan syariah. PSAK 59 dikhususkan untuk kegiatan transaksi syariah hanya di sektor perbankan syariah. Keenam PSAK itu adalah PSAK No 101 tentang penyajian laporan keuangan syariah. berlaku mulai 1 Januari 2003 atau pembukuan yang berakhir tahun 2003 . 2. Pertumbuhan koperasi syariah juga penting dalam rangka meningkatkan keluarga prasejahtera.skala dan transaksi kecil (mikro) serta berada di lokasi-lokasi yang selama ini sulit tersentuh sepenuhnya oleh jaringan perbankan. kecil dan menengah (UMKM) cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya LKM. sehingga bukan sekedar intermediasi finansial.72 juta usaha dan menyerap 88% tenaga kerja Karena itu penumbuhan koperasi syariah merupakan upaya strategis untuk mendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi dan mengetaskan kemiskinan.6 Sejarah standar Akuntansi Syariah dan yang berlaku di Indonesia Terhitung Sejak 1992-2002 atau 10 tahun lembaga keuangan baik bank syariah maupun entitas syariah yang lain tidak memiliki PSAK khusus yang mengatur transaksi dan kegiatan berbasis syariah. PSAK No 102 tentang akuntansi Murabahah (Jual beli). PSAK No 103 tentang . Kondisi ini menjadi perluang bagi tumbuh dan berkembangnya koperasi syariah bagi rakyat Indonesia yang mayoritas muslim Apalagi dari data pertumbuhan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) ternyata perkembangan usaha mikro. pegadaian syariah. melainkan juga intermediasi sosial.

Keenam PSAK merupakan standar akuntansi yang mengatur seluruh transaksi keuangan syariah dari berbagai LKS. Sampai saat ini DSAK telah mengeluarkan Kerangka dasar Penyajian dan Penyusunan Laporan Keuangan Syariah (KDPPLK Syariah). Selain itu. dan ED PSAK Syariah 111 Akuntansi Penyelesaian Utang Piutang Murabahah Bermasalah. Ne realizable value). Berikut ini penjelasan singkat tentang PSAK syariah yang telah terbit (PSAK 101-108) dan 3 Eksposure Draft nya. KAS DSAK kembali mengeluarkan 2 PSAK di tahun 2009 yaitu PSAK No 107 mengenai Ijarah. Perbedaan Utama PSAK 59 vs PSAK 101-106 No 1 2 3 4 5 PSAK 59 Hanya 1 Standar. yang selanjutnya disebut “laporan keuangan”. agar dapat dibandingkan . Tidak mengatur pihak terkait dengan Mengatur pihak terkait dengan entitas entitas syariah. Dalam penyusunaan keenam PSAK. accountability on fund. syariah Seiring berkembangnya kebutuhan akan PSAK syariah. Hanya untuk entitas PSAK 101-106 Ada 7 Standar. Dikenal 3 metode pengukuran (historis. current value. Tujuan LK tidak ada dalam PSAK 59. Tidak ada metode Pengukuran di atur. Ada 4 Tujuan LK (shariah compliance. PSAK No 104 tentang Akuntansi Isthisna. dan PSAK No 106 tentang Akuntansi Musyarakah (Kemitraan). Inggris dan Arab) dan 3 Eksposure Draft PSAK Syariah yaitu ED PSAK Syariah 109 Akuntansi Zakat dan Infaq/Sedekah. KAS DSAK mendasarkan pada pernyataan akuntansi perbankan syariah indonesia (PAPSI) Bank Indonesia. profitability). 1. syariah Berlaku untuk bank entitas syariah & (Umum. konvensional. dan PSAK No 108 mengenai akuntansi transaksi syariah. Berikut ini perbedaan utama antara PSAK 59 dengan PSAK 106.Akuntansi Salam. PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan Syariah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur penyajian dan pengungkapan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) untuk entitas syariah. PSAK No 105 tentang Akuntansi Mudarabah (Bagi hasil). 8 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (6 standar diterbitkan dalam bahasa Indonesia. penyusunan keenam PSAK juga mendasarkan pada sejumlah fatwa akad keuangan syariah yang diterbitkan oleh dewan syariah nasional majelis ulama indonesia (DSN MUI). ED PSAK Syariah 110 Akuntansi Hawalah. BPRS).

laporan arus kas. penyajian. dan lembaga keuangan lain yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk menjalankan transaksi murabahah. lembaga pembiayaan. dan dana pensiun.baik dengan laporan keuangan entitas syariah periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas syariah lain. pengukuran. laporan sumber dana penggunaan dana zakat. Ruang Lingkup Pernyataan ini diterapkan dalam penyajian laporan keuangan entitas syariah untuk tujuan umum yang disusun dan disajikan sesuai dengan PSAK. penyajian. dan sebagainya. laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan. bank sentral. pengukuran. dan pengungkapan Transaksi murabahah : Ruang lingkup pernyataan ini diterapkan untuk lembaga keuangan syariah dan koperasi syariah yang melakukan transaksi murabahah baik sebagai penjual maupun pembeli. Lembaga keuanagan harus menyajikan komponen laporan keuangan tambahan yang menjelaskan karakteristik utama entitas tersebut jika substansi informasinya belum tercakup dalam komponen laporan keuangan diatas. laporan laba rugi. dan pengungkapan transaksi dan peristiwa tertentu diatur dalam PSAK terkait. komponen laporan keuangan entitas syariah yang lengkap : neraca. . adalah: perbankan syariah sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku seperti lembaga keuangan syariah nonbank seperti asuransi. lembaga pengawas independen. Entitas syariah yang dimaksud di PSAK ini adalah entitas yang melaksanakan transaksi syariah sebagai kegiatan usaha berdasarkan prinsip-prinsip syariah yang dinyatakan dalam anggaran dasarnya. PSAK 102 Akuntansi Murabahah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. Pernyataan ini bukan merupakan pengaturan penyajian laporan keuangan sesuai permintaan khusus (statutory) seperti pemerintah. Murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan yang disepakati dan penjual harus mengungkapkan biaya perolehan barang tersebut kepada pembeli. Lembaga keuangan syariah yang dimaksud. dan pihak-pihak yang melakukan transaksi murabahah dengan lembaga keuangan syariah atau koperasi syariah. antara lain. laporan perubahan ekuitas. 2. dan catatan atas laporan keuangan. Pengakuan.

• Asset non kas yang diterima dicatat sebesar nilai wajar. dan pengungkapan transaksi istishna’. PSAK 103 Akuntansi Salam Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. 3. PSAK 104 Akuntansi Istishna' Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. maka pengiriman dapat diperpanjang. . pengukuran. pengukuran. • Penerima barang a. penyajian. Tidak menerima sebagian atau seluruh. Akuntansi penjual • Salam pararel : pembayaran pembeli akhir – biaya perolehan – keuntungan atau kerugian. penyajian. baik sebagai penjual maupun pembeli. atau dibatalkan sebagian atau seluruh (ada jaminan) b. b. Akuntansi pembeli Modal usaha salam asset non kas dinilai sebesar nilai wajar (selisih nilai wajar dan nilai tercatat diakui sebagai keuntungan atau kerugian). Ruang Lingkup Pernyataan ini diterapkan untuk entitas yang melakukan transaksi salam. Salam adalah akad jual beli barang pesanan (muslam fiih) dengan pengiriman di kemudian hari oleh penjual (muslam illaihi) dan pelunasannya dilakukan oleh pembeli pada saat akad disepakati sesuai dengan syarat-syarat tertentu. dan pengungkapan transaksi salam. 4. Ruang Lingkup Pernyataan ini diterapkan untuk lembaga keuangan syariah dan koperasi syariah yang melakukan transaksi istishna’.Pernyataan ini tidak mencakup pengaturan perlakuan akuntansi atas obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad murabahah. Sesuai dengan akad Berbeda dengan akad c. dibatalkan sebagian atau seluruh. Pernyataan ini tidak mencakup pengaturan perlakuan akuntansi atas obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad salam. a. baik sebagai penjual atau pembeli.

penyajian. . Pendapatan istishna pembayara tangguh (lebih dari satu tahun) terdiri dari margin keuntungan (jika dihitung secara tunai) dan selisih nilai akad dengan nilai tunai. dan pengungkapan transaksi istishna’. penyajian. 5.Istishna’ adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli. Pernyataan ini tidak mencakup pengaturan perlakuan akuntansi atas obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad mudharabah. 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah. dinegosiasikan terpisah untuk setiap aset. asset berhubungan erat sekali. Pernyataan ini menggantikan PSAK No. a. PSAK 105 Akuntansi Mudharabah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. Penyatuan akad jika dinegosiasika sebagai satu paket. Spesifikasi dan harga barang pesanan disepakati oleh pembeli dan penjual di awal akad. Pendapatan : metode persentase penyelesaian dan metode akad selesai. dan biaya serta pendapatan tiap asset bisa di identifikasi. Akuntansi pembeli Beban istishna’ tangguhan : selisih antara harga beli dan biaya perolehan tunai. Ruang Lingkup Pernyataan ini diterapkan untuk entitas yang melakukan transaksi mudharabah baik sebagai pemilik dana (shahibul maal) maupun pengelola dana (mudharib). dengan cara pembayaran di muka atau tangguh. dan pengungkapan transaksi mudharabah. Pengakuan taksiran rugi jika total biaya perolehan meebihi pendapatan. mustashni’) dan penjual (pembuat. Ketentuan harga barang pesanan tiak dapat berubah selama jangka waktu akad. pembeli menugaskan penjual untuk menyediakan barang pesanan (mashnu’) sesuai spesifikasi yang disyaratkan untuk diserahkan kepada pembeli. Beban istishna’ tangguhan diamortisasi secara proporsional sesuai dengan porsi pelunasan hutang istishna’ Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan entitas yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008. pengukuran. Akuntansi penjual Segmentasi akad jika proposal terpisah untuk setiap asset. b. Berdasarkan akad istishna’. pengukuran. shani’). yang berhubungan dengan pengakuan. dan dilakukan serentak (berkesinambungan).

Ruang Lingkup Pernyataan ini diterapkan untuk entitas yang melakukan transaksi musyarakah Pernyataan ini tidak mencakup pengaturan perlakuan akuntansi atas obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad musyarakah. dan keuntungan dibagi di antara mereka sesuai kesepakatan sedangkan kerugian finansial hanya ditanggung oleh pemilik dana. dan pengungkapan transaksi musyarakah. PSAK ini mengatur untuk obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad ijarah. di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan sedangkan kerugian berdasarkan porsi kontribusi dana. PSAK Syariah 107 Akuntansi Ijarah Ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu aset dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa (ujrah) tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan aset itu sendiri. Karakteristik Ijarah merupakan sewa-menyewa obyek ijarah tanpa perpindahan risiko dan manfaat yang terkait kepemilikan aset terkait. . PSAK 106 Akuntansi Musyarakah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. 8. ukuran. Pemilik dapat meminta penyewa untuk menyerahkan jaminan atas ijarah untuk menghindari risiko kerugian. Musyarakah adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu. PSAK Syariah 108 Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. 6. penyajian. pengukuran. pengukuran. dan jenis obyek ijarah harus jelas diketahui dan tercantum dalam akad. Dana tersebut meliputi kas atau aset nonkas yang diperkenankan oleh syariah. penyajian.Mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak di mana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana. 7. dengan atau tanpa wa’ad untuk memindahkan kepemilikan dari pemilik (mu’jir) kepada penyewa (musta’jir) pada saat tertentu. Jumlah. dan pengungkapan transaksi asuransi syariah. sedangkan pihak kedua (pengelola dana) bertindak selaku pengelola.

Peranan entitas asuransi syariah dibatasi hanya mengelola operasi asuransi dan menginvestasikan dana peserta. Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh muzakki sesuai dengan ketentuan syariah untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya (mustahiq). . Akad yang digunakan dalam asuransi syariah adalah akad tabarru’ dan akad tijari. tetapi bukan kegiatan utamanya. Karakteristik asuransi syariah adalah sistem menyeluruh yang pesertanya mendonasikan sebagian atau seluruh kontribusinya yang digunakan untuk membayar klaim atas kerugian akibat musibah pada jiwa. Donasi tersebut merupakan donasi bersyarat yang harus dipertanggungjawabkan oleh entitas asuransi syariah. Pernyataan ini bukan merupakan pengaturan penyajian laporan keuangan untuk tujuan khusus (statutory) misalnya untuk regulator asuransi syariah atau lembaga pengawas asuransi syariah. penyisihan teknis. penyajian dan pengungkapan transaksi zakat dan infak/sedekah. pernyataan ini diterapkan untuk transaksi asuransi syariah yang dilakukan oleh entitas asuransi syariah. Pernyataan ini tidak berlaku untuk entitas syariah yang menerima dan menyalurkan zakat dan infak/sedekah. dan cadangan dana tabarru’. merupakan organisasi pengelola zakat yang pembentukannya dimaksudkan untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat dan infak/sedekah. Ruang Lingkup dalam ED PSAK Syariah 109. pernyataan ini berlaku untuk amil yang menerima dan menyalurkan zakat dan infak/sedekah. Akad tabarru’ digunakan di antara para peserta. yang selanjutnya disebut “amil”.Ruang Lingkup dalam ED PSAK Syariah 111. Entitas tersebut mengacu ke PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah. badan. ED PSAK Syariah 109 Akuntansi Zakat dan Infaq/Sedekah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. atau benda yang dialami oleh sebagian peserta yang lain. alokasi surplus atau defisit underwriting. sedangkan akad tijari digunakan antara peserta dengan entitas asuransi syariah. Prinsip dasar dalam asuransi syariah adalah saling tolong menolong (ta’awuni) dan saling menanggung (takafuli) antara sesama peserta asuransi. pengukuran. Amil yang menerima dan menyalurkan zakat dan infak/sedekah. Transaksi asuransi syariah yang dimaksud dalam PSAK ini adalah transaksi yang terkait dengan kontribusi peserta.

baik bagi kreditur (penjual) maupun debitur (pembeli). c. pengukuran. .Infak/sedekah adalah harta yang diberikan secara sukarela oleh pemiliknya. penyajian. dan pengakuan transaksi hawalah. pernyataan ini diterapkan untuk entitas yang melakukan penyelesaian atas utang piutang murabahah bermasalah. Pernyataan ini diterapkan untuk entitas keuangan syariah yang melakukan transaksi hawalah. pengukuran. Infak/sedekah merupakan donasi sukarela. Pernyataan ini tidak mencakup akuntansi untuk penyisihan piutang tidak tertagih dan tidak mengatur metode estimasi piutang tidak tertagih. Ketentuan zakat mengatur mengenai persyaratan nisab. dan entitas keuangan lain yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk melakukan transaksi hawalah Hawalah adalah pengalihan utang dari satu pihak kepada pihak lain. Zakat dan infak/sedekah yang diterima oleh amil harus dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan tata kelola yang baik. ED PSAK Syariah 111 Akuntansi Penyelesaian Utang Piutang Murabahah Bermasalah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. ED PSAK Syariah 110 Akuntansi Hawalah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. terdiri atas hawalah muqayyadah dan hawalah muthlaqah. Karakteristik zakat merupakan kewajiban syariah yang harus diserahkan oleh muzakki kepada mustahiq baik melalui amil maupun secara langsung. Penyelesaian piutang murabahah melalui restrukturisasi piutang murabahah dapat dilakukan terhadap debitur yang mengalami penurunan kemampuan dalam membayar angsuran atau tagihan murabahah. entitas keuangan syariah nonbank. tarif zakat (qadar). Entitas keuangan syariah yang dimaksud. dan pengungkapan transaksi penyelesaian utang piutang murabahah bermasalah. baik peruntukannya dibatasi (ditentukan) maupun yang tidak dibatasi. Ruang Lingkup dalam ED PSAK Syariah 108. Pernyataan ini mengatur perlakuan akuntansi keuangan dan pelaporan penyelesaian utang piutang murabahah bermasalah. seperti lembaga pembiayaan. antara lain. baik tertentu maupun tidak tertentu peruntukannya. penyajian. dan peruntukkannya. adalah: perbankan syariah sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan perundangundangan yang berlaku. haul (baik yang periodik maupun yang tidak periodik).

pada periode kepengurusan IAI tahun 1994-1998 nama Komite PAI diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK). Selain itu.8. Melakukan konversi akad murabahah. 2. audit. Komite PAI telah bertugas selama empat periode kepengurusan IAI sejak tahun 1974 hingga 1994 dengan susunan personel yang terus diperbarui. Sedangkan DKSAK yang anggotanya terdiri atas profesi akuntan dan luar profesi akuntan. Melakukan penjadualan kembali tagihan murabahah. Kemudian. etika dan standar Syariat Islam lembaga keuangan dan . Pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) yang bertugas menyusun dan mengembangkan standar akuntansi keuangan. Memberi potongan tagihan murabahah. cikal bakal badan penyusun standar akuntansi adalah Panitia Penghimpunan Bahan-bahan dan Struktur dari GAAP dan GAAS yang dibentuk pada tahun 1973.Kreditur yang melakukan restrukturisasi atas piutang murabahah-nya yang bermasalah akibat penurunan kemampuan pembayaran dari debitur dapat dilakukan dengan cara. 3. merupakan mitra DSAK dalam merumuskan arah dan pengembangan SAK di Indonesia. juga telah dibentuk Komite Akuntansi Syariah (KAS) dan Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK).8 Organisasi Penyusun Standar Akuntansi Internasional dan Standar yang dikembangkannya 2. Awalnya. pada Kongres VIII IAI tanggal 23-24 September 1998 di Jakarta. yang mewakili para pengguna. maka badan penyusunnya terus dikembangkan dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya. pemerintahan. 2. Komite SAK diubah kembali menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dengan diberikan otonomi untuk menyusun dan mengesahkan PSAK dan ISAK. Komite Akuntansi Syariah (KAS) dibentuk tanggal 18 Oktober 2005 untuk menopang kelancaran kegiatan penyusunan PSAK yang terkait dengan perlakuan akuntansi transaksi syariah yang dilakukan oleh DSAK. 2. satu atau lebih kombinasi berikut: 1.1 Pengenalan AAOIFI Akuntansi dan Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) adalah organisai internasional Islam non-badan hukum nirlaba yang menyiapkan standar akuntansi.7 Organisasi Penyusun Standar Akuntansi Syariah di Indonesia Untuk dapat menghasilkan standar akuntansi keuangan yang baik.

Lebanon. 4. yang sekarang diadopsi di Kerajaan Bahrain. 3. Sudan dan Suriah. Pakistan. menyebarkan dan menafsirkan standar akuntansi dan audit untuk lembaga keuangan Islam. AAOIFI telah berhasil menyusun beberapa hal. AAOIFI melaksanakan tujuan tersebut sesuai dengan ajaran syariat Islam yang merupakan sistem yang komprehensif untuk semua aspek kehidupan. Untuk meninjau dan mengubah standar akuntansi dan audit untuk lembaga keuangan Islam. di seluruh dunia. 1410H berkorespondensi dengan 26 Februari 1990 di Aljazair. melaksanakan penelitian dan sarana lainnya. yang relevan di Australia. dan program kepatuhan perusahaan) yang disajika oleh AAOIFI dalam upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia industri dasar dan struktur pemerintahan. AAOIFI didirikan sesuai dengan Perjanjian Asosiasi yang ditandatangani oleh lembaga-lembaga keuangan Islam pada 1 Safar. Program kualifikasi profesional (terutama CIPA.8. Kegiatan ini dimaksudkan baik untuk meningkatkan kepercayaan pengguna dari laporan keuangan lembaga keuangan Islam dalam informasi yang dihasilkan tentang lembaga-lembaga ini.2 Tujuan dari AAOIFI adalah: 1. Untuk menyebarluaskan pikiran akuntansi dan audit yang relevan dengan lembaga- lembaga keuangan Islam dan penerapannya melalui pelatihan. AAOIFI didukung oleh kelembagaan anggota (200 anggota dari 45 negara. Kemudian terdaftar pada tanggal 27 Maret 1991 di Negara Bagian Bahrain. Tujuan dan konsep akuntansi keuangan untuk lembaga keuangan . penerbitan surat kabar berkala. lembaga keuangan Islam. AAOIFI telah memperoleh dukungan untuk memastikan pelaksanaan standar. sejauh ini) termasuk bank sentral.. sesuai dengan lingkungan di mana institusi keuangan Islam telah berkembang. 2. Penasihat syariat dan Auditor "CSAA". Yordania. dan peserta lain dari industri perbankan islam internasional dan keuangan. seminar. Indonesia. Untuk mengembangkan pemikiran akuntansi dan audit yang relevan dengan lembagalembaga keuangan Islam. 2. dan untuk mendorong para pengguna untuk melakukan investasi atau deposito dana mereka di lembaga keuangan Islam dan untuk menggunakan layanan mereka. Qatar. dan Afrika Selatan telah mengeluarkan panduan yang didasarkan pada standar AAOIFI dan pernyataan-pernyataan.industri. Sebagai organisasi internasional yang independen. Untuk menyiapkan. Kerajaan Arab Saudi. yakni: 1. Malaysia. Dubai International Financial Centre.

20. 29. Concession Contracts. Hawala. Kepemilikan (Qabd). Islamic Insurance. 30. 21. 14. Keuangan Papers (Saham dan Obligasi). Debit Card. 27. Konversi dari Bank Konvensional Bank Islam. Jaminan. Sharika (Musyarakah) dan Modern Korporasi. 9. Pembiayaan sindikasi. Kombinasi Kontrak. 10.3 Standar syariah yang diterbitkan oleh AAOIFI 1.2. 16. 15. Murabahah untuk Orderer Pembelian. 25. 19. Penyelesaian Utang oleh Set-Off. Paralel Istisna'a dan Istisna'a. 23. 24. Jua'la. 22. 7. 3. Indeks. 18. 12. Default di Pembayaran oleh Debitur. Documentary Credit. Investasi Sukuk. 4. 3. 13. 17. Gharar Ketentuan dalam Transaksi Keuangan . Perdagangan dalam mata uang. Standar akuntansi untuk lembaga keuangan khususnya bank Tujuan dan standar auditing untuk lembaga keuangan Kode etik untuk akuntan dan auditor lembaga keuangan 2. 8. Pinjaman (Qardh). 2. 28. Agency. Layanan Perbankan. Mudharabah. 6. Charge Card dan Kartu Kredit. 5. Komoditas di Pasar terorganisir. 26. 11. Monetisasi (Tawarruq) 31. Ijarah dan Ijarah Muntahia Bittamleek. Salam dan Paralel Salam.8. Commercial Papers. 4. Etika dan ketentuan untuk fatwa.

Zakat PERKEMBANGAN ENTITAS SYARIAH DAN STANDAR AKUNTANSI SYARIAH YANG BERLAKU Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Akuntansi Syariah Oleh : Apep Arpan Firman Triadi Ferdy Adi Ridwan Fadillah Asad alhaq Dida Rosida Iyam Siti Maryam 073403074 073403050 073403057 073403056 . Ijarah pada Buruh (Individu) 35. Arbitrase 33. Waqf 34.32.

JURUSAN AKUNTANSI FAKUTAS EKONOMI UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->