BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah Sistem Keuangan Islam merupakan bagian dari konsep yang lebih luas tentang ekonomi Islam. Sistem keuangan Islam bukan sekedar transaksi komersial, tetapi harus sudah sampai kepada lembaga keuangan untuk dapat mengimbangi tuntutan zaman. Bentuk sistem keuangan atau lembaga keuangan yang sesuai dengan prinsip Islam ádalah terbebas dari unsur riba. Kontrak keuangan yang dapat dikembangkan dan dapat menggantikan sistem riba adalah mekanisme syirkah yaitu : musyarakah dan mudharabah (bagi hasil). Perkembangan industri perbankan dan keuangan syariah dalam satu dasawarsa belakangan ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, seperti perbankan syariah, asuransi syariah, pasar modalsyariah, reksadana syariah, obligasi syariah, pegadaian syariah, Baitul Mal wat Tamwil (BMT). Demikian pula di sektor riil, seperti Hotel Syariah,Multi Level Marketing Syariah, dsb. Maka seiring berkembangnya entitas syariah di Indonesia, maka muncul juga permintaan akan standar akuntansi syariah yang relevan di terapkan dalam suatu entitas syariah. pada dasarnya standar akuntansi merupakan pengumuman atau ketentuan resmi yang dikeluarkan badan berwenang di lingkungan tertentu tentang pedoman umum yang dapat digunakan manajemen untuk menghasilkan laporan keuangan. Dengan adanya standar akuntansi syariah, laporan keuangan diharapkan dapat menyajikan informasi yang relevan dan dapat dipercaya kebenarannya. Standar akuntansi juga digunakan oleh pemakai laporan keuangan seperti investor, kreditor, pemerintah, dan masyarakat umum sebagai acuan untuk memahami dan menganalisis laporan keuangan sehingga memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan yang benar. Dengan demikian, standar akuntansi memiliki peranan penting bagi pihak penyusun dan pemakai laporan keuangan sehingga timbul keseragaman atau kesamaan interpretasi atas informasi yang terdapat dalam laporan keuangan.

1.2

Identifikasi Masalah 1. Apa saja jenis entitas syariah yang ada di Indonesia? 2. Kapan sejarah lahirnya entitas-entitas tersebut? 3. Apa saja produk yang ditawarkannya? 4. Bagaimana perkembangannya sekarang?
5. Siapa organisasi yang menyusun standar akuntansi syariah di Indonesia dan

internasional? 6. Apa saja standar akuntansi syariah yang berlaku di Indonesia sampai sekarang?

1.3

Tujuan Pembahasan 1. Mengetahui jenis entitas syariah yang ada di Indonesia.
2. Mengetahui sejarah lahirnya entitas-entitas tersebut.

3. Mengetahui produk yang ditawarkannya.
4. Mengetahui perkembangannya sekarang.

5. Mengetahui organisasi penyusun standar akuntansi syariah.
6. Mengetahui standar akuntansi syariah yang berlaku di Indonesia sampai sekarang.

BAB II PEMBAHASAN
2.1

Bank Syariah Perbankan syariah adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram) dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional.

2.1.1 Sejarah perbankan syariah di dunia dan di Indonesia

a. Sejarah lahirnya bank syariah pertama di dunia Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embel-embel islam, karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. Pemimpin perintis usaha ini Ahmad El Najjar, mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit Ghamr pada tahun 1963. Eksperimen ini berlangsung hingga tahun 1967, dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa di Mesir. Bank-bank ini, yang tidak memungut maupun menerima bunga, sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan Masih di Negara yang sama, pada tahun 1971, Nasir Social bank didirikan dan mendeklarasikan diri sebagai bank komersial bebas bunga. Walaupun dalam akta pendiriannya tidak disebutkan rujukan kepada agama maupun syariat islam. Islamic Development Bank (IDB) kemudian berdiri pada tahun 1974 disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam organisasi konferensi Islam, walaupun utamanya bank tersebut adalah bank antar pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan dana untuk proyek pembangunan di negara-negara anggotanya. IDB menyediakan jasa pinjaman berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara tersebut dan secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah islam. Dibelahan negara lain pada kurun 1970-an, sejumlah bank berbasis islam kemudian muncul. Di Timur Tengah antara lain berdiri Dubai Islamic Bank (1975), Faisal Islamic Bank of Sudan (1977), Faisal Islamic Bank of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank (1979). Dia Asia-Pasifik, Phillipine Amanah Bank didirikan tahun 1973 berdasarkan dekrit presiden, dan di Malaysia tahun 1983 berdiri Muslim Pilgrims Savings Corporation yang bertujuan membantu mereka yang ingin menabung untuk menunaikan ibadah haji. b. Sejarah lahirnya bank syariah pertama di Indonesia

Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesia. Berdiri tahun 1991, bank ini diprakarsai oleh majelis ulama indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari ikatan cendekiawan muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. Pada saat pertama didirikan terkumpul komitmen pembelian saham sebesar Rp 84 Milliar dan pada tanggal 3 Nopember 1991 dalam acara silaturrahmi presiden di Istana Bogor, dapat dipenuhi dengan total komitmen modal disetor awal sebesar Rp 106.126.382.000. Dengan modal awal tersebut, pada tanggal 01 Mei 1992, BMI mulai beroperasi, namun masih menggunakan UU No. 7 tahun 1992, dimana pembahasan perbankan dengan sistem bagi hasil diuraikan hanya sepintas lalu. BMI sampai September 1999, telah memiliki lebih 45 outlet yang tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Balikpapan dan Makasar. Bank ini sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 akhirnya dapat bangkit dan menghasilkan laba .Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-undang yaitu UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan. 2.1.2 Prinsip Dasar Perbankan Syariah dan Produk yang ditawarkan Batasan-batasan bank syariah yang harus menjalankan kegiatannya berdasar pada syariat Islam, menyebabkan bank syariah harus menerapkan prinsip-prinsip yang sejalan dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Adapun prinsip-prinsip bank syariah adalah sebagai berikut : 1. Prinsip Titipan atau Simpanan (Al-Wadiah) Al-Wadiah dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum, yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja ketika si penitip menghendaki (Syafi’I Antonio, 2001). Secara umum terdapat dua jenis al-wadiah, yaitu: a. Wadiah Yad Al-Amanah (Trustee Depository) adalah akad penitipan barang/uang dimana pihak penerima titipan tidak diperkenankan menggunakan barang/uang yang dititipkan dan tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan barang titipan yang bukan diakibatkan perbuatan atau kelalaian penerima titipan. Adapun aplikasinya dalam perbankan syariah berupa produk safe deposit box. b. Wadiah Yad adh-Dhamanah (Guarantee Depository) adalah akad penitipan barang/uang dimana pihak penerima titipan dengan atau tanpa izin pemilik

sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola (mudharib). tercipta karena warisan. Prinsip ini diaplikasikan dalam produk giro dan tabungan 2. dan daerah bisnis. Bentuk produk yang berdasarkan prinsip ini adalah: a. 2. Semua manfaat dan keuntungan yang diperoleh dalam penggunaan barang/uang titipan menjadi hak penerima titipan. 2. waktu. b. cara. Mudharabah Muthlaqah Adalah bentuk kerjasama antara shahibul maal dan mudharib yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha. wasiat.barang/uang dapat memanfaatkan barang/uang titipan dan harus bertanggung jawab terhadap kehilangan atau kerusakan barang/uang titipan. Musyarakah pemilikan. si pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Keuntungan usaha secara mudharabah dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. dan obyek investasi. tercipta dengan cara kesepakatan dimana dua orang atau lebih setuju bahwa tiap orang dari mereka memberikan modal musyarakah. Prinsip Bagi Hasil (Profit Sharing) Sistem ini adalah suatu sistem yang meliputi tata cara pembagian hasil usaha antara penyedia dana dengan pengelola dana. . Mudharabah Muqayyadah Adalah bentuk kerjasama antara shahibul maal dan mudharib dimana mudharib memberikan batasan kepada shahibul maal mengenai tempat. sedangkan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian si pengelola. Al-Mudharabah Al-Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (shahibul maal) menyediakan seluruh (100%) modal. Musyarakah akad. Al-Musyarakah Al-musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. Akad mudharabah secara umum terbagi menjadi dua jenis: 1. atau kondisi lainnya yang mengakibatkan pemilikan satu aset oleh dua orang atau lebih. Seandainya kerugian ini diakibatkan karena kecurangan atau kelalaian si pengelola.Dua jenis al-musyarakah: 1.

sewa murni. Salam Salam adalah akad jual beli barang pesanan dengan penangguhan pengiriman oleh penjual dan pelunasannya dilakukan segera oleh pembeli sebelum barang pesanan tersebut diterima sesuai syarat-syarat tertentu. b. spesifikasi teknis. tanpa diikuti dengan pemindahan hak kepemilikan atas barang itu sendiri. kemudian bank menjual barang tersebut kepada nasabah dengan harga sejumlah harga beli ditambah Keuntungan (margin). Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penjual. kualitas. Jika bank bertindak sebagai penjual kemudian memesan kepada pihak lain untuk menyediakan barang pesanan dengan cara salam maka hal ini disebut salam paralel. c. (2) ijarah al muntahiya bit tamlik merupakan penggabungan sewa dan beli. 5. Al-ijarah terbagi kepada dua jenis: (1) Ijarah. dimana bank akan membeli terlebih dahulu barang yang dibutuhkan atau mengangkat nasabah sebagai agen bank melakukan pembelian barang atas nama bank. dan kuantitasnya. Implikasinya berupa : a. Bentuk produk yang berdasarkan prinsip ini antara lain: .3. 4. Jika bank bertindak sebagai penjual kemudian memesan kepada pihak lain untuk menyediakan barang pesanan dengan cara istishna maka hal ini disebut istishna paralel. Barang pesanan harus diketahui karakteristiknya secara umum yang meliputi: jenis. Al-Murabahah Murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Prinsip Jasa (Fee-Based Service) Prinsip ini meliputi seluruh layanan non-pembiayaan yang diberikan bank. Cara pembayarannya dapat berupa pembayaran dimuka. atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu. Prinsip Sewa (Al-Ijarah) Al-ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa. Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penjual dalam suatu transaksi salam. cicilan. Prinsip Jual Beli (Al-Tijarah) Prinsip ini merupakan suatu sistem yang menerapkan tata cara jual beli. dimana si penyewa mempunyai hak untuk memiliki barang pada akhir masa sewa. melalui pembayaran upah sewa. Istishna’ Istishna’ adalah akad jual beli antara pembeli dan produsen yang juga bertindak sebagai penjual.

e. d. c. Pelayanan Jasa 1. dimana bank bertindak sebagai juru tagih tanpa membayarkan dulu piutang tersebut. Kontrak hawalah dalam perbankan biasanya diterapkan pada Factoring (anjak piutang). Produk ini digunakan untuk membantu usaha kecil dan keperluan sosial. Post-dated check. Al-Wakalah Nasabah memberi kuasa kepada bank untuk mewakili dirinya melakukan pekerjaan jasa tertentu. . Dana ini diperoleh dari dana zakat. Ar-Rahn Adalah menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya.a. baik membeli atau menjual kepada nasabah. Barang yang ditahan tersebut memiliki nilai ekonomis. Al-Hawalah Adalah pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya. Al-Kafalah Jaminan yang diberikan oleh penanggung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung. Penukaran Valuta Asing (sharf) Transaksi penukaran mata uang yang berlainan jenis. seperti transfer. 3. Bank Garansi Syariah Jaminan yang diberikan oleh bank kepada pihak ketiga penerima jaminan atas pemenuhan kewajiban tertentu nasabah bank selaku pihak yang di jamin kepada pihak ketiga dimaksud. pihak yang menahan memperoleh jaminan untuk dapat mengambil kembali seluruh atau sebagian piutangnya. Dengan demikian. b. 2. infaq dan shadaqah. Letter of credit (L/C) impor Syariah Bank Syariah – Basis Bank Modern L/C adalah surat pernyataan akan membayar eksportir yang diterbitkan oleh bank atas permintaan imprtir dengan pemenuhan prasyaratan tertentu. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa rahn adalah semacam jaminan utang atau gadai. Al-Qardh Al-qardh adalah pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali atau dengan kata lain meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan. f.

pelaku bank syariah bertambah menjadi 10 bank dengan perincian 2 bank merupakan entitas mandiri (BMI dan Bank Syariah Mandiri) dan lainnya merupakan unit/divisi syariah bank konvensional. Undang-undang pengganti UU no. Langkah strategis pengembangan perbankan syariah yang telah di upayakan adalah pemberian izin kepada bank umum konvensional untuk membuka kantor cabang unit usaha syariah (UUS) atau konversi sebuah bank konvensional menjadi bank syariah. dana pihak ketiga (DPK). Bank muamalat sebagai bank syariah pertama dan menjadi pioneer bagi bank syariah lainnya telah lebih dahulu menerapkan sistem ini ditengah menjamurnya bank-bank konvensional. dan para penyimpan dana di bank-bank syariah. diantaranya : 1. lembaga keuangan syariah kembali membuktikan daya tahannya dari terpaan krisis. Oleh karena itu perlu langkah-langkah strategis untuk merealisasikannya. di tengah-tengah krisis keuangan global yang melanda dunia pada penghujung akhir tahun 2008.7 tahun 1992 tersebut mengatur dengan jelas landasan hukum dan jenis-jenis usaha yang dapat dioperasikan dan diimplementasikan oleh bank syariah. Untuk menilai perkembangan bank syariah dari tahun ke tahun biasanya menggunakan beberapa standar. Hingga tahun 1998 praktis bank syariah tidak berkembang. pembiayaan bank. 2. Lembaga-lembaga keuangan syariah tetap stabil dan memberikan keuntungan. Perbankan syariah sebenarnya dapat menggunakan momentum ini untuk menunjukkan bahwa perbankan syariah benar-benar tahan dan kebal krisis dan mampu tumbuh dengan signifikan.1. pemegang surat berharga. Baru setelah diluncurkan Dual Banking System melalui UU No. Tidak hanya itu. perbankan syariah mulai menggeliat naik. Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 telah menenggelamkan bank-bank konvensional dan banyak yang dilikuidasi karena kegagalan sistem bunganya. peminjam.3 Perkembangan Bank Syariah Perkembangan perbankan syariah di Indonesia telah menjadi tolak ukur keberhasilan eksistensi ekonomi syariah. 10/1998. Jumlah aktiva. Dalam 5 tahun saja sejak diberlakukan Dual Banking System. 10 tahun 1998. 3. Sementara perbankan yang menerapkan sistem syariah dapat tetap eksis dan mampu bertahan. Langkah strategis ini merupakan respon dan inisiatif dari perubahan Undang – Undang perbankan no. . kenyamanan serta keamanan bagi para pemegang sahamnya.2.

pencapaian perbankan syariah sungguh membanggakan dan terus mengalami peningkatan dalam jumlah bank.722 20. maka pada Januari 2010 jumlah bank syariah telah mencapai 31 unit yang terdiri atas 6 bank umum syariah dan 25 unit usaha syariah. statistik perbankan syariah januari 2010 Tabel 1 menunjukkan perkembangan perbankan syariah berdasarkan laporan tahunan BI sampai dengan januari 2010.584 15.27 97.95% 2009 66.852 38.70% 4.944 99.725 2004 15.38% 2. Jaringan Kantor Perbankan Syariah (Islamic Banking Network) KETERANGAN Bank Umum Syariah .82% 4.01% Pembiayaan 5.88 15. Selain itu.945 5.Jumlah bank . Tabel 1.2 menunjukkan perkembangan terakhir indikasi-indikasi perbankan syariah.718 11.2 Indikator Utama Perbankan Syariah (dalam milyar rupiah) INDIKASI 2003 Aset DPK 7.34% 2. statistik perbankan syariah januari 2010 Tabel 1.555 36.14 FDR % NPF 2.90 % 2007 36.76 % 2008 49.09 52.07% Sumber : BI.Jumlah kantor Unit Usaha Syariah .64 % 2005 20. Jika pada tahun 1998 hanya ada satu bank umum syariah dan 76 bank perkreditan rakyat syariah.Tabel 1.324 96. jumlah bank perkreditan rakyat syariah (BPRS) telah mencapai 140 unit pada periode yang sama.011 27.Jumlah bank .Jumlah bank .672 20. Perkembangan asset perbankan syariah meningkat sangat signifikan dari akhir .76 % TAHUN 2006 28.65 % 3.75% 4.561 97.21 11. Secara kuantitas.Jumlah kantor Bank pembiayaan rakyat syariah .445 98.537 28.271 46.jumlah kantor 92 92 105 105 114 185 131 202 138 225 140 263 19 154 20 183 26 196 27 241 25 287 25 268 2005 2006 TAHUN 2007 2008 2009 Jan-10 3 304 3 349 3 401 5 581 6 711 6 815 Sumber : BI.198 103.886 89.

Deposit Fund atau DPK juga mengalami pertumbuhan menjadi 2.56 36.3. meskipun pembiayaan yang disalurkan lebih besar dari DPK.973.10% Total Bank 2. Yang perlu di catat disini adalah. meningkat 0. masih dibawah batas ketentuan minimal sebesar 5 persen.3 0 66. .85 Share 2. Jika dilihat dari rasio pembiayaan yang disalurkan dengan besarnya dana pihak ketiga (DPK) yang dinyatakan dengan nilai Financing to Deposit Ratio (FDR).70% Sumber : BI. Penghimpunan dana dan pembiayaan mencapai peningkatan sebesar 41.753.27 2.84 dan 22.37 persen. tetapi tingkat kegalalan bayar atau yang dinyatakan dalam Non Performing Financing (NPF) ternyata lebih sedikit dari periode tahun 2006-2007. statistik perbankan syariah januari 2010 Pada tabel 1.09 52.10 1.tahun 2008 sampai dengan akhir tahun 2009 sebesar lebih dari 33.20 46.61% 2.310.00 Bank Syariah (Des 09) Nominal Share Total Bank FDR/LDR 103. yaitu asset menjadi 2.66% 89.88 49.61% meningkat sebesar 0. Perbandingan Pangsa Perbankan Syariah Terhadap Total Bank Bank Syariah (Des 08) Nominal Total Asset Deposit Fund Credit Financial Extended 38. secara keseluruhan perbankan syariah relatif lebih sehat.24%.6 0 1. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Artinya bank syariah betul betul menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi keuangan dengan tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian. Tingginya tingkat FDR tersebut karena pembiayaan yang disalurkan selama bulan Maret – November lebih besar dari dana pihak ke tiga.3 terlihat bahwa pangsa perbankan syariah meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2008 pada bulan yang sama. pada tahun 2008 Financing to Defosit Ratio perbankan syariah lebih dari 100 %.65% 2.65 persen. yakni hanya sebesar 3.74 persen.14% 2.95%.02%. maka bank syariah memiliki rata-rata FDR sebesar 97.534.47% . Tabel 1. Selain itu juga.

4. konsep yang diterapkan adalah hubungan debitur dan kreditur yang antagonis (debitor to creditor relationship).hal ini menunjukkan kinerja dan potensi perbankan syariah mengalami perkembangan yang baik. Kebutuhan jasa perbankan bagi masyarakat yang tidak dapat menerima konsep bunga. Rakyat Indonesia yang sebagian besar beragama Islam merupakan faktor penggerak kebutuhan akan hadirnya perbankan syariah yang tidak menggunakan sistem bunga yang mendekati dengan riba yang jelas-jelas dilarang dalam islam. kepedulian sosial yang bersifat horisontal. Hal ini berbeda dengan sistem perbankan syariah. sewa (operational lease and financial lease). 1. Peluang pembiayaan bagi pengembangan usaha berdasarkan prinsip kemitraan. sehingga adanya saling kerjasama dan kepercayaan karena dalam perbankan syariah menerapkan nilai ilahiyah sebagai pengendali yang bersifat transendental dan nilai keadilan. Peningkatan jumlah lembaga keuangan syariah . Dalam sistem perbankan konvensional. Hal itu dikarenakan adanya beberapa pertimbangan. antara lain . a. persaudaraan. 3. Kebutuhan akan produk dan jasa perbankan unggulan Sistem perbankan syariah memiliki keunggulan komparatif berupa penghapusan pembebanan bunga yang berkesinambungan (perpetual interest effect). Produk perbankan seperti berupa tabungan. Konsep yang diterapkan adalah hubungan antar investor yang harmonis (mutual investor relationship). jual beli (sale and purchase). 2. selain restrukturisasi perbankan. jasa (fee based services). Kreditur tidak mau ambil peduli. membatasi kegiatan spekulasi yang tidak produktif dan pembiayaan yang ditujukan pada usaha-usaha yang memperhatikan unsur moral (halal). bagi hasil (profit sharing). apakah debitur mendapatkan untung atau rugi. Faktor-Faktor Pendukung Perkembangan Perbankan syariah Keberadaan bank Islam di Indonesia masih memiliki peluang yang mengembirakan dan perlu dioptimalkan guna membangun kembali sistem perbankan yang sehat dalam rangka mendukung program pemulihan dan pendayaan ekonomi nasional. Seorang debitur harus dan wajib mengembalikan pokok pinjaman dan bunganya. giro dan deposito yang menerapkan prinsipprinsip simpanan (depository).

baik keinginan untuk membuka kantor bank umu syariah ataupun kantor unit syariah dapat terlihat dari perkembangan yang pesat jumlah perbankan syariah di Indonesia 5. Oleh karena itu. akan tetapi. masih perlu disosialisasikan secara luas. secara praktis. Adanya perbedaan karakteristik produk bank konvensional dengan bank syariah telah menimbulkan adanya keengganan bagi pengguna jasa perbankan. bentuk produk dan jasa pelayanan. predikat ISO 9001 tahun 2000 untuk pelayanan bank khususnya customer service dan taller banking diberikan pada BMI.Gairah perbankan nasional. 2. serta cara-cara berusaha yang halal dalam bank syariah. terutama berkaitan dengan penerapan suatu sistem perbankan yang baru. b. : 1. suatu sistem yang mempunyai sejumlah perbedaan prinsip-prinsip dengan sistem yang dominan dan telah berkembang pesat di Indonesia. dikarenakan masih dalam tahap awal pengembangan dapat dimaklumi bahwa pada saat ini pemahaman sebagian masyarakat mengenai sistem dan prinsip perbankan syariah masih belum tepat. Sistem Ekonomi Islam telah jelas. Adanya pelayanan yang meluruskan pelanggan dengan cara sesuai Islam Hal itu dapat terbukti dengan diraihnya penghargaan Quality Assurance Service Australia. prinsip-prinsip dasar hubungan antar bank dan nasabah. Disamping itu. serta Market Research Indonesian tahun 2000. Jaringan kantor bank syariah yang belum luas Pengembangan jaringan kantor bank syariah diperlukan dalam rangka perluasan jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Keengganan tersebut antara lain disebabkan oleh hilangnya kesempatan mendapatkan penghasilan tetap berupa bunga dari simpanan. Faktor-Faktor Penghambat Tidak obyektif kiranya jika kita hanya menampilkan faktor pendorong perkembangan perbankan syariah di Indonesia tanpa menjelaskan juga faktor penghambat yang merupakan tantangan bagi kita. Pemahaman masyarakat yang belum tepat terhadap kegiatan operasional bank syariah Hal demikian. Pada dasarnya. secara umum perlu diinformasikan bahwa dana pada bank syariah juga dapat memberikan keuntungan finansiil yang kompetitif. kurangnya . yang memasukkan BMI masuk deretan unggulan terbaik dari 5 bank dalam pelayanan. yaitu melarang praktek riba serta akumulasi kekayaan hanya pada pihak tertentu secara tidak adil. Faktor-faktor penghambat itu adalah sbb.

jumlah bank syariah yang ada juga menghambat perkembangan kerjasama antar bank syariah. masih sangat sedikit. baik dari sisi bank pelaksana maupun dari bank sentral (pengawas dan peneliti bank). Masih kecilnya market share itu disebabkan antara lain karena bank syariah mempunyai keterbatasan dana baik dari segi permodalan maupun jumlah dana masyarakat yang berhasil dihimpun karena alasan-alasan seperti yang diungkapkan di atas. 2. jika terjadi musibah yang dialami oleh sebagian partisipan/anggota/peserta. 3. bank syariah perlu beroperasi dengan skala yang ekonomis. Kerjasama yang sangat diperlukan antara lain. Disamping itu. Peranan perusahaan disini hanya sebatas pengelolaan operasional perusahaan asuransi serta . jumlah jaringan kantor bank yang luas juga akan meningkatkan efisiensi usaha. Berkembangnya jaringan bank syariah juga diharapkan dapat meningkatkan komposisi ke arah peningkatan kualitas pelayanan dan mendorong inovasi produk dan jasa bank syariah. Karenanya. Di samping sungguh-sungguh menjalankan fungsi intermediasi karena secara syariah tugas bank selaku mudharib (pengelola dana) harus menginvestasikan pada sektor ekonomi secara riil untuk kemudian berbagi hasil dengan sahibul maal (pemilik dana) sesuai dengan nisbah yang disepakati. Kecilnya market share Adanya bank syariah yang beroperasi dengan tujuan utama menggerakan perekonomian secara produktif. Sumber daya manusia yang memiliki keahlian dalam bank syariah masih sedikit Kendala-kendala di bidang sumber daya manusia dalam pengembangan perbankan syariah disebabkan karena sistem ini masih belum lama dikembangkan. berkenaan dengan penempatan dana antar bank dalam hal mengatasi masalah likuiditas sebagai suatu badan usaha. Asuransi Syariah adalah sebuah sistem dimana para partisipan/anggota/peserta mendonasikan/menghibahkan sebagian atau seluruh kontribusi yang akan digunakan untuk membayar klaim. lembaga-lembaga akademik dan pelatihan dibidang ini sangat terbatas sehingga tenaga terdidik dan berpengalaman dibidang non perbankan syariah. 4.2 Asuransi Syariah Definisi asuransi syari'ah menurut Dewan Syariah Nasional (DSN) adalah usaha untuk saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru' yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko /bahaya tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah.

• Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Berasuransi tidaklah berarti menolak takdir atau menghilangkan ketawakalan kepada Allah SWT. musibah dan kematian merupakan qodho dan qodar Allah yang tidak dapat ditolak. semuanya ditentukan oleh Allah SWT. karena : • Karena segala sesuatunya terjadi setelah berpikir dengan baik. Perintah Allah SWT Untuk Mempersiapkan Hari Depan. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.1 Dasar Syariah dalam Asuransi Syariah Allah SWT berfirman QS. Hanya kita diminta untuk membuat perencanaan hari depan (QS. An-Nisa/ 04 : 09 : ‫وليخش الذين لو تركوا من خلفهم ذرية ضعافا خافوا عليهم فليتقوا ال وليقولوا قول سديدا‬ ً ِ َ ً ْ َ ُ ُ ََْ ّ َ ُ ّ َ ْ َ ْ ِ ْ ََ ُ َ ً َ ِ ً ّ ّ ُ ْ ِ ِ ْ َ ْ ِ ُ َ َ ْ َ َ ِ ّ َ ْ َ ْ َ “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. Adapun manusia hanya diminta untuk berusaha semaksimal mungkin. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.” Ayat ini menggambarkan kepada kita tentang pentingnya planning atau perencanaan yang matang dalam mempersiapkan hari depan. Asuransi syari'ah disebut juga dengan asuransi ta'awun yang artinya tolong menolong atau saling membantu . Yusuf/ 12 : 43 – 49) b. bekerja dengan penuh kesungguhan. Nabi Yusuf as. yang artinya : "Dan saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan dan jangan saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan" 2. dicontohkan dalam AlQurÂ’an membuat sistem proteksi menghadapi kemungkinan yang buruk di masa depan (QS. A-Hasyr/ 59 : 18) َ َُ ْ َ َ ِ ٌ ِ َ ّ ّ ِ ّ ُ ّ َ ٍ َ ِ ْ َ ّ َ َ ٌ ْ َ ْ ُ ْ َ ْ َ ّ ُ ّ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ ‫ياأيها الذين ءامنوا اتقوا ال ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوا ال إن ال خبير بما تعملون‬ َ َ َ a. Prinsip ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 2. Allah SWT berfirman QS. teliti dan cermat.” Jadi pada dasarnya Islam mengakui bahwa kecelakaan. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa Asuransi ta'awun prinsip dasarnya adalah dasar syariat yang saling toleran terhadap sesama manusia untuk menjalin kebersamaan dalam meringankan bencana yang dialami peserta.investasi dari dana-dana/kontribusi yang diterima/dilimpahkan kepada perusahaan. . Attaghabun/ 64 : 11) ‫ما أصاب من مصيبة إل بإذن ال‬ ِ ّ ِ ْ ِِ ّ ِ ٍ َ ِ ُ ْ ِ َ َ َ َ “Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah.2.

Sementara di negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim. Pada tiga tahun pertama beroperasi.” 2.3 Perbedaan asuransi syariah dan konvensional 1. dan bertakwalah kepada Allah. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).keberadaan asuransi Takaful di Indonesia terbilang terlambat. dialami oleh asuransi. ketika untuk pertama kalinya didirikan perusahaan asuransi berlandaskan syariah di Indonesia yaitu PT Syarikat Takaful Indonesia (STI) dengan modal dasar Rp 25 miliar dan modal disetor Rp 9 miliar. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. 3. Saudi Arabia (1979). Prinsip akad asuransi syariah adalah takafuli (tolong menolong). 2. yaitu 1994. Namun mulai tahun 1997. mengingat pada tahun-tahun itu ekonomi Indonesia tengah dilanda krisis. Kondisi ini sebetulnya relatif baik.2. Laba itu terus tumbuh pada tahun 1998 menjadi Rp 312 juta. Di Luxemburg. PT ATK mulai berhasil membukukan laba yaitu sebesar Rp 135 juta. asuransi Takaful sudah ada sejak tahun 1983. Premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. Sedangkan akad asuransi konvensional bersifat tadabuli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan). keberadaannya sudah jauh lebih lama seperti di Sudan (1979). Geneva dan Bahamas misalnya. namun menurun kembali pada 1999 menjadi Rp 221.2. PT STI sendiri memiliki dua anak perusahaan. yaitu PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) dan PT Asuransi Takaful Umum (ATU). Dana yang terkumpul dari nasabah perusahaan asuransi syariah (premi) diinvestasikan berdasarkan syariah dengan sistem bagi hasil (mudharabah).383 miliar. Dimana nasabah yang satu menolong nasabah yang lain yang tengah mengalami kesulitan.“Hai orang-orang yang beriman. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sedangkan pada asuransi . 2. Dibandingkan di sejumlah negara bahkan negara yang mayoritas penduduknya adalah nonmuslim. 1995 dan 1996.Sedangkan pada asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang sektor dengan sistem bunga. PT ATK mengalami kerugian kumulatif sebesar Rp 1. Malaysia (1984) dan Brunei Darussalam (1992). Bahrain (1983). Itu terjadi pada tahun 1994.2 Sejarah asuransi syariah di Indonesia Kebangkitan sektor keuangan syariah yang kedua setelah perbankan.

Bila ada peserta yang terkena musibah untuk pembayaran klaim nasabah dana diambilkan dari rekening tabarru’(dana sosial) seluruh peserta yang sudah diikhlaskan untuk keperluan tolong menolong. Adanya Dewan Pengawas Syariah dalam perusahaan asuransi syariah yang merupakan suatu keharusan. Dewan ini berperan dalam mengawasi manajemen produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat Islam. Sedangkan dalam asuransi konvensional keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan.4 Produk asuransi syariah Takaful dana pendidikan (fulnadi) Fulnadi adalah program asuransi untuk perseorangan yang bertujuan untuk menyediakan dana pendidikan untuk putra-putri peserta sampai pendidikan tingkat sarjana dengan manfaat proteksi atas resiko meninggal. 6. premi menjadi milik perusahaan dan perusahaanlah yang memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut. Asuransi jiwa kesehatan (takaful falah) Adalah produk Asuransi Takaful Keluarga yang dirancang secara khusus bagi peserta yang menginginkan manfaat asuransi secara menyeluruh. 4. Asuransi mobil (tafakul abror) .2. 2.konvensional. Jika tidak ada klaim nasabah tak memperoleh apa-apa. ketika peserta mengalami musibah meninggal baik karena sakit ataupun kecelakaan. Keuntungan investasi di bagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan selaku pengelola dengan prinsip bagi hasil. Jumlah minimal peserta adalah 2 orang. Takaful asuransi jiwa murni (Al-Khairat) Takaful Al-Khairat adalah suatu bentuk perlindungan yang manfaat proteksinya diperuntukkan bagi ahli waris apabila pemegang polis ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian. Sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan. 5. Asuransi kesehatan keluarga (family care) Takaful Family Care adalah program asuransi kesehatan yang khusus diperuntukkan bagi keluarga. Asuransi kesehatan group/kumpulan (fulmedicare) Adalah Program Asuransi Kesehatan yang memberikan manfaat pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami sakit karena resiko penyakit atau kecelakaan.

Produk Takaful yang menggantikan kerugian atas kendaraan bermotor yang disebabkan musibah kecelakaan. 2. di Indonesia sudah ada 3 perusahaan yang full asuransi syariah. belum timbulnya industri penunjang asuransi syariah seperti broker-broker asuransi syariah. agen. 32 cabang asuransi syariah. Namun. Tantangan Perkembangan Asuransi Syariah Tantangan terbesar yang dihadapi oleh industri asuransi syariah bersumber pada dua hal utama yaitu permodalan dan sumber daya manusia. 2. Tantangan-tantangan lain seperti masalah. Asuransi perlindungan rumah (tafakul baituna) Merupakan paket istimewa dari Takaful yang melindungi rumah dari risiko kebakaran yang dilengkapi dengan perangkat perlindungan ekstra.2.11% per 2006 dan diperkirakan meningkat ke posisi 1. pada 2006. kontribusi terhadap total industri baru mencapai 1. sayangnya hal itu tidak diimbangi dengan . Minimnya Modal Beberapa hal yang menjadi penyebab relatif rendahnya penetrasi pasar asuransi syariah dalam sepuluh tahun terakhir adalah rendahnya dana yang memback up perusahaan asuransi syariah. Kendati asuransi syariah mengalami pertumbuhan yang pesat. Kurangnya SDM yang Profesional Terus bertambahnya perusahaan asuransi syariah merupakan kabar baik bagi perkembangan industri tersebut. industri asuransi syariah membukukan pertumbuhan premi sebesar 73% dengan nilai total Rp 475 miliar. 1. Rencana masuknya asuransi raksasa di pasar asuransi syariah diharapkan mendukung pencapaian target itu. dan lain sebagainya. a.5 Perkembangan asuransi syariah Hingga Januari 2008. adjuster.33% tahun ini. pencurian serta tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga. Perolehan premi industri asuransi syariah tanah air diperkirakan kembali mengulang prestasi tahun lalu dengan tumbuh sebesar 60%-70%. ketidaktahuan masyarakat terhadap produk asuransi syariah. promosi dan edukasi pasar yang relatif belum dilakukan secara efektif (terkait dengan lemahnya dana). Hal itu tidak terlepas dari jumlah pelaku industri asuransi syariah yang masih terbatas dan baru menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir. dan 3 cabang reasuransi syariah. image dan lain sebagainya merupakan akibat dari dua masalah utama tersebut. Pertumbuhan premi industri bisa menembus Rp 1 trilun tahun ini.

Saat ini. keunggulannya. 4. Perlu sekali mensosialisasikan asuransi syariah bukan saja berasal dari agama.. Dengan modal yang kuat perusahaan asuransi syariah akan dapat melaksanakan fungsi-fungsi yang semestinya. masyarakat tidak tertarik menggunakan asuransi syariah. sekitar 80 persen dari seluruh cabang atau divisi asuransi syariah belum memiliki staf ahli syariah. Penerapan syariah yang makin meluas dari industri keuangan dan permodalan membutuhkan regulasi yang tidak saling bertentangan atau tumpang tindih dengan aturan sistem ekonomi konvensional. Akibatnya. peraturan tentang permodalan masih menjadi kendala perbankan syariah untuk melakukan penetrasi dan ekpansi pasar. Ketidaktahuan Masyarakat Terhadap Produk Asuransi Syariah Ketidaktahuan mengenai produk asuransi syariah (takaful) dan mekanisme kerja merupakan kendala terbesar pertumbuhan asuransi jiwa ini. Image Salah satu tantangan besar bisnis asuransi syariah di Indonesia dan negara lainnya adalah meyakinkan masyarakat akan keuntungan menggunakan asuransi syariah. Padahal. pengembangan . tetapi memperlihatkan keuntungan.ketersediaan sumber daya manusia (SDM) asuransi syariah yang berkualitas. Saat ini. Struktur permodalan yang kuat sangat dibutuhkan untuk mengangkat industri asuransi syariah. b. 3. Dukungan Pemerintah Belum Memadai Kendala lainnya adalah masalah regulasi. Berdasarkan data Islamic Insurance Society (IIS) per Maret lalu. pembukaan cabang atau divisi asuransi syariah baru hanya didukung jumlah SDM terbatas. Para pelaku ekonomi syariah sangat mengharapkan regulasi untuk sistem ekonomi syariah ini bisa memudahkan mereka untuk berekspansi bukan membatasi. Hal tersebut berdampak pada kurang berkembangnya produk inovatif di industri asuransi syariah. sebagian besar cabang atau divisi asuransi syariah lebih memilih untuk meniru produk asuransi konvensional lalu dikonversi menjadi syariah (mirroring). keahlian staf ahli syariah sangat dibutuhkan dalam mendorong perkembangan inovasi produk asuransi syariah. Strategi Pengembangan Asuransi Syariah 1. antara lain edukasi pasar melalui berbagai media komunikasi untuk menjelaskan keberadaan asuransi syariah. 5. dan lebih memilih jasa asuransi konvensional. Seringkali. manfaatnya serta kebersihan dari keraguan.

Perusahaan Umum Pegadaian adalah satu-satunya badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembiayaan dalam bentuk penyaluran dana ke masyarakat atas dasar hukum gadai seperti dimaksud dalm Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pasal 1150 di atas. Menurut beberapa mazhab.1 Dasar Syariah Dalam Pegadaian Syariah Sebagaimana halnya instritusi yang berlabel syariah. 3. harta yang dijadikan jaminan tersebut tidak termasuk manfaatnya. namun yang terlebih penting penyerahan itu bersifat legal misalnya berupa penyerahan sertifikat atau surat bukti kepemilikan yang sah suatu harta jaminan. yaitu antara lain tidak menentukan tarif jasa dari besarnya uang pinjaman.produk secara berkelanjutan. Menurut mahab Syafi’i dan Hambali.3 Pegadaian Syariah Gadai dalam fiqh diebut Rahn. kekal. Untuk Mengatasi kekurangan SDM yang Profesional dapat diatasi dengan akan mendorong peningkatan kuantitas dan kualitas SDM asuransi syariah melalui beberapa program sertifikasi. Tugas pokoknya adalah memberikan pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai agar masyarakat tidak dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan informal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat. serta meningkatkan promosi dan sosialisasi di segala lapisan masyarakat. Rahn berarti perjanjian penyerahan harta oleh pemiliknya dijadikan sebagai pembayar hak piutang tersebut. Gadai syariah adalah produk jasa berupa pemberian pinjaman menggunakan sistem gadai dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip syariat Islam. 2. dan jaminan.3. Adapun landasan yang dipakai adalah : Al-Quran Surat Al Baqarah : 283 ”Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis. back-uo keuangan yang kokoh untuk membangkitkan kepercayaan publik. Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain. . Penyerahan jaminan tersebut tidak harus bersifat actual (berwujud). maka landasan konsep pegadaian Syariah juga mengacu kepada syariah Islam yang bersumber dari Al Quran dan Hadist Nabi SAW. maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). yang menurut bahasa adalah tetap. 2. baik seluruhnya maupun sebagian. 2. Untuk memasyarakatkan dan meningkatkan asuransi syariah maka LKS harus mengembangkan teknologi informasi yang terdepan.

dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” Dalam Q. An-Nisa : 29 Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman. sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya. misi ini tidak berubah hingga terbitnya PP103/2000 yang dijadikan sebagai landasan kegiatan usaha Perum Pegadaian sampai sekarang. telah sesuai dengan konsep syariah meskipun harus diakui belakangan bahwa terdapat beberapa aspek yang menepis anggapan itu. satu hal yang perlu dicermati bahwa PP10 menegaskan misi yang harus diemban oleh Pegadaian untuk mencegah praktik riba. Fungsi operasi Pegadaian Syariah itu sendiri dijalankan oleh kantor-kantor Cabang Pegadaian Syariah/ Unit Layanan Gadai Syariah (ULGS) sebagai satu unit organisasi di bawah binaan Divisi Usaha Lain Perum Pegadaian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya. dan Yogyakarta di tahun yang sama hingga September 2003.3 Teknik Transaksi Pegadaian Syariah Pada dasarnya Pegadaian Syariah berjalan atas dua akad transaksi syariah. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. ULGS ini merupakan unit bisnis mandiri yang secara struktural terpisah pengelolaannya dari usaha gadai konvensional. 2. Pegadaian Syariah pertama kali berdiri di Jakarta dengan nama Unit Layanan Gadai Syariah ( ULGS) Cabang Dewi Sartika di bulan Januari tahun 2003.7.maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya. Banyak pihak berpendapat bahwa operasionalisasi Pegadaian pra Fatwa MUI tanggal 16 Desember 2003 tentang Bunga Bank. Makasar. Masih di tahun yang sama pula. 4 Kantor Cabang Pegadaian di Aceh dikonversi menjadi Pegadaian Syariah. Surakarta. efisiensi dan efektifitas yang diselaraskan dengan nilai Islam.” 2. akhirnya disusunlah suatu konsep pendirian unit Layanan Gadai Syariah sebagai langkah awal pembentukan divisi khusus yang menangani kegiatan usaha syariah. Berkat Rahmat Allah SWT dan setelah melalui kajian panjang. Menyusul kemudian pendirian ULGS di Surabaya.2 Sejarah lahirnya pegadaian syariah di Indonesia Terbitnya PP/10 tanggal 1 April 1990 dapat dikatakan menjadi tonggak awal kebangkitan Pegadaian.S. yaitu : . Semarang.7. Konsep operasi Pegadaian syariah mengacu pada sistem administrasi modern yaitu azas rasionalitas. dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil.

7. Pegadaian Syariah akan memperoleh keutungan hanya dari bea sewa tempat yang dipungut bukan tambahan berupa bunga atau sewa modal yang diperhitungkan dari uang pinjaman. pihak yang menahan memperoleh jaminan untuk mengambil kembali seluruh atau sebagian piutangnya. Mulia (murabahah logam mulia untuk investasi abadi) adalah penjualan logam mulia oleh pegadaian kepada masyarakat secara tunai. Sehingga di sini dapat dikatakan proses pinjam meminjam uang hanya sebagai “lipstick” yang akan menarik minat konsumen untuk menyimpan barangnya di Pegadaian. biaya perawatan dan keseluruhan proses kegiatannya. 4. dimana nasabah hanya akan dipungut biaya asministrasi dan ijaroh (biaya jasa simpan dan pemeliharaan barang jaminan).. ijazah. Dari landasan Syariah tersebut maka mekanisme operasional Pegadaian Syariah dapat digambarkan sebagai berikut : Melalui akad rahn. Akad Ijarah. tanah. 2. Pegadaian akan mengenakan biaya penitipan bagi nasabahnya Ar-Ruum atau gadai untuk pembiayaan usaha kelompok mikro kecil dan menengah (UMKM) .4 Produk – Produk yang di Kembangkan 1. Akad Rahn. Biaya yang dikenakan adalah ongkos penaksiran barang. tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barangnya sendiri. 2. Yaitu akad pemindahan hak guna atas barang dan atau jasa melalui pembayaran upah sewa. Akibat yang timbul dari proses penyimpanan adalah timbulnya biaya-biaya yang meliputi nilai investasi tempat penyimpanan. Rahn yang dimaksud adalah menahan harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. Ar-rahn (gadai syariah) adalah produk jasa gadai yang berlandaskan pada prinsipprinsip syariah. Atas dasar ini dibenarkan bagi Pegadaian mengenakan biaya sewa kepada nasabah sesuai jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak. dan agunan dengan jangka waktu fleksibel. 2. nasabah menyerahkan barang bergerak dan kemudian Pegadaian menyimpan dan merawatnya di tempat yang telah disediakan oleh Pegadaian. 3. Penaksirannilai barang Jasa ini diberikan bagi mereka yang menginginkan informasi tentang taksiran barang yang berupa emas. perak dan berlian.1. Penitipan barang (ijaroh) Barang yang dapat dititipkan antara lain : sertifikat motor.

ArRuum ditargetkan bisa naik lagi menjadi Rp45 miliar sepanjang tahun ini. Pada tahun 2009 lalu. 2.Dari uraian ini dapat dicermati perbedaan yang cukup mendasar dari teknik transaksi Pegadaian Syariah dibandingkan dengan Pegadaian konvensional. perusahaannya akan menargetkan pertumbuhan hingga Rp 4. . Pegadaian syariah relatif baru sebagai suatu sistem keuangan. Ar-Ruum atau gadai untuk pembiayaan usaha kelompok mikro kecil dan menengah (UMKM). pertumbuhan Ar-Rahn tercatat mencapai Rp2.7 triliun. berhasil menjual logam mulia (emas) sebanyak 142 kilogram. keberadaan barang jaminan dalam gadai bersifat acessoir. Di Pegadaian konvensional. Masyarakat kurang familiar dengan produk rahn dilembaga keuangan syariah. Selain Ar-rahn. Ketiganya yaitu Ar-Rahn (gadai syariah). 3. dan Mulia atau gadai emas. Sedang logam mulia kami targetkan bisa terjual sekurangnya 300 kilogram. Pegadaian konvensional hanya melakukan satu akad perjanjian : hutang piutang dengan jaminan barang bergerak yang jika ditinjau dari aspek hukum konvensional. Begitu juga produk Mulia. Khusus pada Ar-rahn misalnya. naik hampir 60% dari realisasi sepanjang 2009 senilai Rp1.7. dihitung dari nilai pinjaman. Keberadaan pegadaian syariah kurang popular dimasyarakat.6 triliun. tambahan yang harus dibayar oleh nasabah yang disebut sebagai sewa modal. 4. a. 2. Hingga akhir Desember 2009 lalu. Kebijakan Pemerintah tentang gadai syariah belum akomodatif terhadap. Ar-Ruum. Kendala Pengembangan pegadaian syariah Dalam realisasi terbentuknya pegadaian syariah dan praktek yang telah dijalankan bank yang menggunakan gadai syariah ternyata menghadapi kendalakendala sebagai berikut: 1. target pertumbuhan yang lebih tinggi juga dilakukan pada dua produk yang lain. Berbeda dengan Pegadaian syariah yang mensyaratkan secara mutlak keberadaan barang jaminan untuk membenarkan penarikan bea jasa simpan. Pegadaian Syariah sudah menawarkan tiga produk pegadaian syariah kepada masyarakat. yaitu : 1. sehingga Pegadaian konvensional bisa tidak melakukan penahanan barang jaminan atau dengan kata lain melakukan praktik fidusia. berhasil dibukukan pembiayaan sekitar Rp45 miliar sepanjang tahun lalu.5 Perkembangan terkini Untuk tahun 2010 menargetkan pertumbuhan gadai syariah bisa lebih tinggi lagi dibanding tahun 2009. 2.4 triliun.

Selanjutnya Bursa Efek Indonesia berkerjasama dengan PT. Pegadaian telah melakukan kerja sama dengan Bank Muamalat sebagai fundernya. Hal ini ditandai dengan peluncuran Danareksa Syariah pada 3 Juli 1997 oleh PT. 2. harus diperoleh dari sumber yang benar-benar terbebas dari unsur riba. pembiayaan kegiatan dan pendanaan bagi nasabah. ke depan Pegadaian juga akan melakukan kerja sama dengan Lembaga Keuangan Syariah lin untuk memback up modal kerja. Pemerintah perlu mengakomodir keberadaan keberadaan pegadaian syariah dengan membuat peraturan pemerintah atau undang-undang pegadaian syariah 2.4 Pasar Modal Syariah Pasar Modal Syariah dapat diartikan sebagai pasar modal yang menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan transaksi ekonomi dan terlepas dari hal-hal yang dilarang seperti: riba. Dalam hal ini.1 Sejarah Lahirnya Pasar Modal Syariah Pasar modal syariah secara resmi diluncurkan pada tanggal 14 Maret 2003 bersamaan dengan penandatanganan MOU antara BAPEPAM-LK dengan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI). Perkembangan selanjutnya. Strategi Pengembangan Pegadaian Syariah Adapun usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk mengembangkan pegadaian syariah antara lain : 1. Danareksa Investment Management meluncurkan Jakarta Islamic Index pada tanggal 3 Juli 2000 yang bertujuan untuk memandu investor yang ingin menanamkan dananya secara syariah. . Dengan hadirnya indeks tersebut. seluruh kegiatan Pegadaian Syariah termasuk dana yang kemudian disalurkan kepada nasabah murni berasal dari modal sendiri ditambah dana pihak ketiga dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan . 2. Banyak mensosialisasikan kepada masyarakat 2. namun instrumen pasar modal syariah telah hadir di Indonesia pada tahun 1997. instrumen investasi syariah di pasar modal terus bertambah dengan kehadiran Obligasi Syariah PT. Danareksa Investment Management.4. Indosat Tbk pada awal September 2002. spekulasi dan lain-lain. maka para pemodal telah disediakan saham-saham yang dapat dijadikan sarana berivestasi dengan penerapan prinsip syariah. Walaupun secara resmi diluncurkan pada tahun 2003. perjudian.7.6 Aspek Pendanaan Aspek syariah tidak hanya menyentuh bagian operasionalnya saja.b.

Saham-saham yang masuk dalam Indeks Syariah adalah emiten yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan syariah seperti: a. Penentuan kriteria pemilihan saham dalam Jakarta Islamic Index melibatkan pihak Dewan Pengawas Syariah PT Danareksa Invesment Management. Indeks JII dipersiapkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan PT Danareksa Invesment Management (DIM).2 Produk Pasar Modal Syariah Saham Syariah Saham merupakan surat berharga yang merepresentasikan penyertaan modal kedalam suatu perusahaan. pada tahun 2006 muncul instrumen baru yaitu Reksa Dana Indeks dimana indeks yang dijadikan sebagai underlying adalah Indeks JII. di Bursa Efek Indonesia terdapat Jakarta Islamic Indeks (JII) yang merupakan 30 saham yang memenuhi kriteria syariah yang ditetapkan Dewan Syariah Nasional (DSN). riba. Selanjutnya. prinsip-prinsip penyertaan modal secara syariah tidak diwujudkan dalam bentuk saham syariah maupun non-syariah. penyertaan modal dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang tidak melanggar prinsip-prinsip syariah. Pada tahun 2004. Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan asuransi konvensional. melainkan berupa pembentukan indeks saham yang memenuhi prinsip-prinisp syariah. . 2. terbit untuk pertama kali obligasi syariah dengan akad sewa atau dikenal dengan obligasi syariah Ijarah. Melalui index ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk mengembangkan investasi dalam modal secara syariah. Jakarta Islamic Index dimaksudkan untuk digunakan sebagai tolak ukur (benchmark) untuk mengukur kinerja suatu investasi pada saham dengan basis syariah. seperti bidang perjudian. Jakarta Islamic Index terdiri dari 30 jenis saham yang dipilih dari saham-saham yang sesuai dengan Syariah Islam. Di Indonesia. memproduksi barang yang diharamkan seperti bir. b. Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang. Sementara dalam prinsip syariah.4. Dalam hal ini.Instrumen ini merupakan obligasi syariah pertama dan dilanjutkan dengan penerbitan obligasi syariah lainnya. dan lain-lain.

(ii) usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi). Memilih saham berdasarkan laporan keuangan tahunan atau tengah tahun berakhir yang meiliki rasio Kewajiban terhadap Aktiva maksimal sebesar 90%. mendistribusi. d. termasuk perbankan dan asuransi konvensional. Memilih 30 saham dengan urutan berdasarkan tingkat likuiditas rata-rata nilai perdagangan reguler selama satu tahun terakhir. "Obligasi Syariah adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan Emiten kepada pemegang Obligasi Syari’ah yang mewajibkan Emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang Obligasi Syari’ah berupa bagi hasil/margin/fee. c. serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo". Memilih 60 saham dari susunan saham diatas berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar (market capitalization) terbesar selama satu tahun terakhir. mendistribusi serta memperdagangkan makanan dan minuman yang tergolong haram. yaitu: a. tidak bertentangan dengan substansi Fatwa No: 20/DSN-MUI/IV/2001. b. Sedangkan perubahan pada jenis usaha emiten akan dimonitoring secara terus menerus berdasarkan data-data publik yang tersedia. Usaha yang memproduksi. d. Aktivitas utama (core business) yang halal. dalam proses pemilihan saham yang masuk JII Bursa Efek Indonesia melakukan tahap-tahap pemilihan yang juga mempertimbangkan aspek likuiditas dan kondisi keuangan emiten. Untuk menerbitkan Obligasi Syariah.c. beberapa persyaratan berikut harus dipenuhi: 1. Tidak semua emiten dapat menerbitkan obligasi syariah. mendistribusi dan/atau menyediakan barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat. Fatwa tsb menjelaskan bahwa jenis kegiatan usaha yg bertentangan dengan syariah Islam diantaranya: (i) usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang. (iii) usaha yg memproduksi. Selain kriteria diatas. Obligasi Syariah Sesuai dengan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No: 32/DSN-MUI/IX/2002. serta . Pengkajian ulang akan dilakukan 6 bulan sekali dengan penentuan komponen index pada awal bulan Januari dan Juli setiap tahunnya. Memilih kumpulan saham dengan jenis usaha utama yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sudah tercatat lebih dari 3 bulan (kecuali termasuk dalam 10 kapitalisasi besar). Usaha yang memproduksi.

Pangsa pasar reksa dana syariah saat ini makin menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Obligasi Syariah Ijarah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad sewa sedemikian sehingga kupon (fee ijarah) bersifat tetap. Di Indonesia terdapat 2 skema obligasi syariah yaitu obligasi syariah mudharabah dan obligasi syariah ijarah. Keuntungan tambahan jika termasuk dalam komponen JII.memperdagangkan makanan dan minuman haram. . pertumbuhan reksa dana syariah terus mengalami kenaikan. (ii) memiliki fundamental keuangan yg kuat. 2. 3. Fatwa dan Peraturan Pasar Modal Syariah Ketentuan operasional pasar modal syariah diatur melalui fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI) dan peraturan yang diterbitkan BAPEPAM-LK. yaitu adalah: 1. dan bisa diketahui/diperhitungkan sejak awal obligasi diterbitkan. mendistribusi. No. (iii) memiliki citra yg baik bagi publik. Peringkat investment grade: (i) memiliki fundamental usaha yg kuat. 2. jumlah tersebut diproyeksi akan terus meningkat dengan makin banyaknya investor yang kini mulai melirik berinvestasi di reksa dana syariah yang dianggap lebih menguntungkan. dan berbagai instrument keuangan syariah lainnya.20/DSN-MUI/IX/2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah. dan atau menyediakan barang2 ataupun jasa yg merusak moral dan bersifat mudarat. 3.32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah. Sejak dari kegiatan perbankan dan investasi syariah yang baru muncul beberapa tahun belakangan. Reksa Dana Syariah Reksa Dana Syariah merupakan Reksa Dana yang mengalokasikan seluruh dana/portofolio kedalam instrument syariah seperti saham-saham yang tergabung dalam Jakarta Islamic Indeks (JII). obligasi syariah. Obligasi Syariah Mudharabah merupakan obligasi syariah yang menggunakan akad bagi hasil sedemikian sehingga pendapatan yang diperoleh investor atas obligasi tersebut diperoleh setelah mengetahui pendapatan emiten. (iv) usaha yg memproduksi. No. No.33/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah Mudharabah.

4. atau modal dari suatu proyek tertentu atau modal dari suatu aktivitas inventasi tertentu Sukuk ritel negara merupakan sukuk yang dikeluarkan oleh pemerintah dan ditujukan bagi individu warga negara Indonesia. . Citibank. Anugerah Securindo Indah. Meski sukuk memiliki pengertian yang sama dengan obligasi konvensional. Bahana Sekuritas. Sukuk Sukuk berasal dari bahasa Arab yaitu sak (tunggal) dan sukuk (jamak) yang memiliki arti mirip dengan sertifikat atau note. Sama halnya dengan bagian dan kepemilikan atas aset yang jelas. Instrumen ini pun dijamin oleh pemerintah dan bebas risiko gagal bayar atau tidak dibayar pemerintah. Reliance Sekuritas. barang. Sementara itu. Sukuk ritel mulai ditawarkan pada 30 Januari hingga 20 Februari 2009 dengan harga Rp 1 juta per unit. Jika obligasi konvensional tidak mengharuskan adanya aset yang menjamin (underlying asset). Menurut organisasi tersebut. BNI Sekuritas. Sukuk mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil margin/fee. Danareksa Sekuritas. sukuk merupakan bukti (claim) kepemilikan. Bank Mandiri. sukuk harus memiliki underlying asset yang jelas sebagai penjamin. Di antaranya adalah Bank Syariah Mandiri. dan menggunakannya sesuai rencana. Sedangkan menurut Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) berpendapat lain mengenai arti sukuk. menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia No 32/DSNMUI/IX/2002 sukuk adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemegang obligasi syariah. atau jasa. CIMB-GK Securities Indonesia. Andalan Artha Advisindo Sekuritas. bukti terima nilai sertifikat. sukuk adalah sebagai sertifikat dari suatu nilai yang direpresentasikan setelah penutupan pendaftaran. tetapi sukuk memiliki perbedaan mendasar. Trimegah Securities. serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo. HSBC. dan Bank Internasional Indonesia. Individu dapat membeli sukuk ritel tersebut minimal Rp 5 juta melalui 13 agen penjualan yang ditunjuk oleh pemerintah. Dalam pemahaman praktisnya.

Penekanan manajemen usaha dilakukan secara musyawarah (Syuro) sesama anggota dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan melibatkan seluruhnya potensi anggota yang dimilikinya. 2. baik dan bermanfaat (thayyib) serta menguntungkan dengan sistem bagi hasil.Usaha-usaha yang diselenggarakan koperasi syariah harus dinyatakan sah berdasarkan fatwa dan ketentuan Petunjuk . Untuk menjalankan fungsi perannya.2. Dan tidak diperkenankan salah seorang memasukan modal yang lebih besar dan memperoleh keuntungan yang lebih besar pula dibanding dengan partner lainnya. Azas usaha Koperasi Syariah berdasarkan konsep gotong royong.KUKM/IX/2004 tanggal 10 September 2004 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Koperasi Jasa Keuangan Syariah .5 Koperasi syariah Koperasi Syariah merupakan sebuah konversi dari koperasi konvensional melalui pendekatan yang sesuai dengan syariat Islam dan peneladanan ekonomi yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya. dan tidak dimonopoli oleh salah seorang pemilik modal.5. dan tidak riba. Begitu pula dalam hal keuntungan yang diperoleh maupun kerugian yang diderita harus dibagi secara sama dan proporsional. perjudian (masyir) serta ketidakjelasan.1 Usaha Koperasi Syariah Usaha koperasi syariah meliputi semua kegiatan usaha yang halal. Kelahiran Koperasi Syariah di Indonesia dilandasi oleh Kepututsan Menteri (Kepmen) Nomor 91/Kep/M. masing-masing memberikan kontribusi dana dalam porsi yang sama besar dan berpartisipasi dalam kerja dengan bobot yang sama pula. Masing-masing partner saling menanggung satu sama lain dalam hak dan kewajiban. Konsep pendirian Koperasi Syariah menggunakan konsep Syirkah Mufawadhoh yakni sebuah usaha yang didirikan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih. koperasi syariah menjalankan usaha sebagaimana tersebut dalam sertifikasi usaha koperasi.

Terdapat lebih dari 3020 koperasi syariah yang berkembang dengan berbagai macam ragam kondisi kelembagaannya. professional (fathonah).3 Perkembangan Koperasi Syariah . Menumbuhkan kembangkan usaha-usaha produktif anggota. masyarakat pada umumnya. 6. dan konsekuen (istiqomah) di dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi islam. konsisten. Jenisnya sangat beragam dari koperasi pondok pesantren (kopontren). Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Mengembangkan dan memperluas kesempatan kerja.2 Tujuan dan Peran Koperasi Syariah Koperasi syariah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta turut membangun tatanan perekonomian yang berkeadilan sesuai prinsip islam.Usaha-usaha yang diselenggarakan koperasi syariah harus dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. guna meningkatkan. 4.dewan syariah nasional majelis ulama Indonesia. koperasi Perkantoran hingga koperasi pasar. agar menjadi lebih amanah. sehingga tercapai optimalisasi pemanfaatan harta. Kondisi ini diatasi dengan keberadaan Koperasi Syariah yang terbiasa dengan usaha yang 2.5. dikarenakan standar kelayakan perbankan yang sulit dipenuhi oleh pelaku usaha mikro. Koperasi syariah ternyata telah memberikan dampak yang cukup positif terhadap pelaku usaha mikro di tanah air. sehingga mampu bekerjasama melakukan kontrol terhadap koperasi secara efektif. Koperasi syariah mempunyai fungsi dan peran. Sebagai mediator antara menyandang dana dengan penggunan dana. diantaranya : 1. kesejahteraan sosial ekonominya. 3.5. Sistem bagi hasil yang dikenalkan masyarakat ternyata cukup mudah diterima dan sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang mengedepankan asas gotong royong dan kejujuran. Dalam waktu yang singkat koperasi syariah telah membantu lebih dari 920 ribu usaha mikro di tanah air dan telah merambah ke seluruh kabupaten di Indonesia. 7. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota pada khususnya dan 2. koperasi masjid. 5. 2. Memperkuat kualitas sumber daya insani anggota. Menguatkan kelompok-kelompok anggota. Disisi lainnya kesulitan mengakses perbankan dihadapi oleh usaha mikro.

Maka seiring tuntutan akan kebutuhan akuntansi untuk entitas syariah yang lain maka komite akuntansi syariah dewan standar akuntasi keuangan (KAS DSAK) menerbitkan enam pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) bagi seluruh lembaga keuangan syariah (LKS) yang disahkan tanggal 27 Juni 2007 dan berlaku mulai tanggal 1 Januari 2008 atau pembukuan tahun yang berakhir tahun 2008. PSAK ini disahkan tanggal 1 Mei 2002. Keenam PSAK itu adalah PSAK No 101 tentang penyajian laporan keuangan syariah. 2.skala dan transaksi kecil (mikro) serta berada di lokasi-lokasi yang selama ini sulit tersentuh sepenuhnya oleh jaringan perbankan. melainkan juga intermediasi sosial. kecil dan menengah (UMKM) cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya LKM. hanya berlaku hanya dalam tempo 5 tahun. berlaku mulai 1 Januari 2003 atau pembukuan yang berakhir tahun 2003 . sehingga bukan sekedar intermediasi finansial. PSAK No 102 tentang akuntansi Murabahah (Jual beli). seperti asuransi syariah.72 juta usaha dan menyerap 88% tenaga kerja Karena itu penumbuhan koperasi syariah merupakan upaya strategis untuk mendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi dan mengetaskan kemiskinan. PSAK No 103 tentang .6 Sejarah standar Akuntansi Syariah dan yang berlaku di Indonesia Terhitung Sejak 1992-2002 atau 10 tahun lembaga keuangan baik bank syariah maupun entitas syariah yang lain tidak memiliki PSAK khusus yang mengatur transaksi dan kegiatan berbasis syariah. pegadaian syariah. Pertumbuhan koperasi syariah juga penting dalam rangka meningkatkan keluarga prasejahtera. Kenyataannya jumlah koperasi syariah masih sangat sedikit dibandingkan dengan kebutuhan pembiayaan usaha mikro yang mencapai 39. ini sangat ironis karena ketika itu sudah mulai menjamur entitas syariah selain dari perbankan syariah. terdapat lebih dari 10 juta usaha kecil dan mikro yang belum tersentuh jasa layanan perbankan. PSAK 59 sebagai produk pertama DSAK – IAI untuk entitas syariah perlu diajungkan jempol dan merupakan awal dari pengakuan dan eksistensi keberadaan akuntansi syariah di Indonesia. PSAK 59 dikhususkan untuk kegiatan transaksi syariah hanya di sektor perbankan syariah. koperasi syariah. Menurut data BPS. Kondisi ini menjadi perluang bagi tumbuh dan berkembangnya koperasi syariah bagi rakyat Indonesia yang mayoritas muslim Apalagi dari data pertumbuhan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) ternyata perkembangan usaha mikro.

agar dapat dibandingkan . BPRS). ED PSAK Syariah 110 Akuntansi Hawalah. yang selanjutnya disebut “laporan keuangan”. Dalam penyusunaan keenam PSAK. PSAK No 104 tentang Akuntansi Isthisna. accountability on fund.Akuntansi Salam. Inggris dan Arab) dan 3 Eksposure Draft PSAK Syariah yaitu ED PSAK Syariah 109 Akuntansi Zakat dan Infaq/Sedekah. Tidak mengatur pihak terkait dengan Mengatur pihak terkait dengan entitas entitas syariah. PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan Syariah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur penyajian dan pengungkapan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) untuk entitas syariah. KAS DSAK mendasarkan pada pernyataan akuntansi perbankan syariah indonesia (PAPSI) Bank Indonesia. dan PSAK No 106 tentang Akuntansi Musyarakah (Kemitraan). Tujuan LK tidak ada dalam PSAK 59. Berikut ini perbedaan utama antara PSAK 59 dengan PSAK 106. syariah Seiring berkembangnya kebutuhan akan PSAK syariah. konvensional. 8 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (6 standar diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Dikenal 3 metode pengukuran (historis. Keenam PSAK merupakan standar akuntansi yang mengatur seluruh transaksi keuangan syariah dari berbagai LKS. 1. dan PSAK No 108 mengenai akuntansi transaksi syariah. Sampai saat ini DSAK telah mengeluarkan Kerangka dasar Penyajian dan Penyusunan Laporan Keuangan Syariah (KDPPLK Syariah). current value. syariah Berlaku untuk bank entitas syariah & (Umum. penyusunan keenam PSAK juga mendasarkan pada sejumlah fatwa akad keuangan syariah yang diterbitkan oleh dewan syariah nasional majelis ulama indonesia (DSN MUI). KAS DSAK kembali mengeluarkan 2 PSAK di tahun 2009 yaitu PSAK No 107 mengenai Ijarah. dan ED PSAK Syariah 111 Akuntansi Penyelesaian Utang Piutang Murabahah Bermasalah. Berikut ini penjelasan singkat tentang PSAK syariah yang telah terbit (PSAK 101-108) dan 3 Eksposure Draft nya. Ada 4 Tujuan LK (shariah compliance. Selain itu. Hanya untuk entitas PSAK 101-106 Ada 7 Standar. profitability). Tidak ada metode Pengukuran di atur. PSAK No 105 tentang Akuntansi Mudarabah (Bagi hasil). Perbedaan Utama PSAK 59 vs PSAK 101-106 No 1 2 3 4 5 PSAK 59 Hanya 1 Standar. Ne realizable value).

Lembaga keuanagan harus menyajikan komponen laporan keuangan tambahan yang menjelaskan karakteristik utama entitas tersebut jika substansi informasinya belum tercakup dalam komponen laporan keuangan diatas. Entitas syariah yang dimaksud di PSAK ini adalah entitas yang melaksanakan transaksi syariah sebagai kegiatan usaha berdasarkan prinsip-prinsip syariah yang dinyatakan dalam anggaran dasarnya. Lembaga keuangan syariah yang dimaksud. laporan perubahan ekuitas. pengukuran. adalah: perbankan syariah sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku seperti lembaga keuangan syariah nonbank seperti asuransi. lembaga pengawas independen. Pengakuan. PSAK 102 Akuntansi Murabahah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. 2. dan pihak-pihak yang melakukan transaksi murabahah dengan lembaga keuangan syariah atau koperasi syariah. Ruang Lingkup Pernyataan ini diterapkan dalam penyajian laporan keuangan entitas syariah untuk tujuan umum yang disusun dan disajikan sesuai dengan PSAK. Murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan ditambah keuntungan yang disepakati dan penjual harus mengungkapkan biaya perolehan barang tersebut kepada pembeli. dan pengungkapan transaksi dan peristiwa tertentu diatur dalam PSAK terkait. dan pengungkapan Transaksi murabahah : Ruang lingkup pernyataan ini diterapkan untuk lembaga keuangan syariah dan koperasi syariah yang melakukan transaksi murabahah baik sebagai penjual maupun pembeli. komponen laporan keuangan entitas syariah yang lengkap : neraca. dan lembaga keuangan lain yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk menjalankan transaksi murabahah. laporan laba rugi. pengukuran. lembaga pembiayaan. dan dana pensiun. . antara lain. laporan sumber dana penggunaan dana zakat. dan sebagainya. Pernyataan ini bukan merupakan pengaturan penyajian laporan keuangan sesuai permintaan khusus (statutory) seperti pemerintah. laporan arus kas. laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan. bank sentral.baik dengan laporan keuangan entitas syariah periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas syariah lain. dan catatan atas laporan keuangan. penyajian. penyajian.

penyajian.Pernyataan ini tidak mencakup pengaturan perlakuan akuntansi atas obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad murabahah. penyajian. Akuntansi pembeli Modal usaha salam asset non kas dinilai sebesar nilai wajar (selisih nilai wajar dan nilai tercatat diakui sebagai keuntungan atau kerugian). . Ruang Lingkup Pernyataan ini diterapkan untuk entitas yang melakukan transaksi salam. PSAK 104 Akuntansi Istishna' Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. baik sebagai penjual maupun pembeli. Ruang Lingkup Pernyataan ini diterapkan untuk lembaga keuangan syariah dan koperasi syariah yang melakukan transaksi istishna’. baik sebagai penjual atau pembeli. pengukuran. dibatalkan sebagian atau seluruh. Tidak menerima sebagian atau seluruh. 3. Sesuai dengan akad Berbeda dengan akad c. b. pengukuran. maka pengiriman dapat diperpanjang. Pernyataan ini tidak mencakup pengaturan perlakuan akuntansi atas obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad salam. 4. • Asset non kas yang diterima dicatat sebesar nilai wajar. a. Akuntansi penjual • Salam pararel : pembayaran pembeli akhir – biaya perolehan – keuntungan atau kerugian. dan pengungkapan transaksi istishna’. Salam adalah akad jual beli barang pesanan (muslam fiih) dengan pengiriman di kemudian hari oleh penjual (muslam illaihi) dan pelunasannya dilakukan oleh pembeli pada saat akad disepakati sesuai dengan syarat-syarat tertentu. atau dibatalkan sebagian atau seluruh (ada jaminan) b. • Penerima barang a. PSAK 103 Akuntansi Salam Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. dan pengungkapan transaksi salam.

pembeli menugaskan penjual untuk menyediakan barang pesanan (mashnu’) sesuai spesifikasi yang disyaratkan untuk diserahkan kepada pembeli. 5. dan dilakukan serentak (berkesinambungan). penyajian. Akuntansi penjual Segmentasi akad jika proposal terpisah untuk setiap asset. Akuntansi pembeli Beban istishna’ tangguhan : selisih antara harga beli dan biaya perolehan tunai. Pernyataan ini menggantikan PSAK No.Istishna’ adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli. 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah. shani’). dan pengungkapan transaksi istishna’. dan pengungkapan transaksi mudharabah. yang berhubungan dengan pengakuan. Pendapatan : metode persentase penyelesaian dan metode akad selesai. Spesifikasi dan harga barang pesanan disepakati oleh pembeli dan penjual di awal akad. a. Beban istishna’ tangguhan diamortisasi secara proporsional sesuai dengan porsi pelunasan hutang istishna’ Pernyataan ini berlaku efektif untuk laporan keuangan entitas yang mencakup periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008. dan biaya serta pendapatan tiap asset bisa di identifikasi. asset berhubungan erat sekali. pengukuran. pengukuran. Ruang Lingkup Pernyataan ini diterapkan untuk entitas yang melakukan transaksi mudharabah baik sebagai pemilik dana (shahibul maal) maupun pengelola dana (mudharib). Pengakuan taksiran rugi jika total biaya perolehan meebihi pendapatan. Ketentuan harga barang pesanan tiak dapat berubah selama jangka waktu akad. . Pernyataan ini tidak mencakup pengaturan perlakuan akuntansi atas obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad mudharabah. dengan cara pembayaran di muka atau tangguh. mustashni’) dan penjual (pembuat. Penyatuan akad jika dinegosiasika sebagai satu paket. penyajian. Pendapatan istishna pembayara tangguh (lebih dari satu tahun) terdiri dari margin keuntungan (jika dihitung secara tunai) dan selisih nilai akad dengan nilai tunai. b. PSAK 105 Akuntansi Mudharabah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. dinegosiasikan terpisah untuk setiap aset. Berdasarkan akad istishna’.

dan keuntungan dibagi di antara mereka sesuai kesepakatan sedangkan kerugian finansial hanya ditanggung oleh pemilik dana.Mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak di mana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana. dengan atau tanpa wa’ad untuk memindahkan kepemilikan dari pemilik (mu’jir) kepada penyewa (musta’jir) pada saat tertentu. pengukuran. Jumlah. PSAK Syariah 107 Akuntansi Ijarah Ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu aset dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa (ujrah) tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan aset itu sendiri. penyajian. PSAK 106 Akuntansi Musyarakah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. PSAK ini mengatur untuk obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad ijarah. pengukuran. di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan sedangkan kerugian berdasarkan porsi kontribusi dana. Pemilik dapat meminta penyewa untuk menyerahkan jaminan atas ijarah untuk menghindari risiko kerugian. Ruang Lingkup Pernyataan ini diterapkan untuk entitas yang melakukan transaksi musyarakah Pernyataan ini tidak mencakup pengaturan perlakuan akuntansi atas obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad musyarakah. 6. PSAK Syariah 108 Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. dan pengungkapan transaksi musyarakah. Karakteristik Ijarah merupakan sewa-menyewa obyek ijarah tanpa perpindahan risiko dan manfaat yang terkait kepemilikan aset terkait. dan pengungkapan transaksi asuransi syariah. Musyarakah adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu. penyajian. ukuran. Dana tersebut meliputi kas atau aset nonkas yang diperkenankan oleh syariah. dan jenis obyek ijarah harus jelas diketahui dan tercantum dalam akad. . sedangkan pihak kedua (pengelola dana) bertindak selaku pengelola. 7. 8.

Pernyataan ini bukan merupakan pengaturan penyajian laporan keuangan untuk tujuan khusus (statutory) misalnya untuk regulator asuransi syariah atau lembaga pengawas asuransi syariah. dan cadangan dana tabarru’. Zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh muzakki sesuai dengan ketentuan syariah untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya (mustahiq). pengukuran. penyisihan teknis. Ruang Lingkup dalam ED PSAK Syariah 109. Transaksi asuransi syariah yang dimaksud dalam PSAK ini adalah transaksi yang terkait dengan kontribusi peserta.Ruang Lingkup dalam ED PSAK Syariah 111. tetapi bukan kegiatan utamanya. Entitas tersebut mengacu ke PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah. . Peranan entitas asuransi syariah dibatasi hanya mengelola operasi asuransi dan menginvestasikan dana peserta. Amil yang menerima dan menyalurkan zakat dan infak/sedekah. sedangkan akad tijari digunakan antara peserta dengan entitas asuransi syariah. pernyataan ini berlaku untuk amil yang menerima dan menyalurkan zakat dan infak/sedekah. atau benda yang dialami oleh sebagian peserta yang lain. Karakteristik asuransi syariah adalah sistem menyeluruh yang pesertanya mendonasikan sebagian atau seluruh kontribusinya yang digunakan untuk membayar klaim atas kerugian akibat musibah pada jiwa. penyajian dan pengungkapan transaksi zakat dan infak/sedekah. merupakan organisasi pengelola zakat yang pembentukannya dimaksudkan untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat dan infak/sedekah. badan. pernyataan ini diterapkan untuk transaksi asuransi syariah yang dilakukan oleh entitas asuransi syariah. yang selanjutnya disebut “amil”. Prinsip dasar dalam asuransi syariah adalah saling tolong menolong (ta’awuni) dan saling menanggung (takafuli) antara sesama peserta asuransi. Donasi tersebut merupakan donasi bersyarat yang harus dipertanggungjawabkan oleh entitas asuransi syariah. ED PSAK Syariah 109 Akuntansi Zakat dan Infaq/Sedekah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. alokasi surplus atau defisit underwriting. Akad yang digunakan dalam asuransi syariah adalah akad tabarru’ dan akad tijari. Pernyataan ini tidak berlaku untuk entitas syariah yang menerima dan menyalurkan zakat dan infak/sedekah. Akad tabarru’ digunakan di antara para peserta.

Infak/sedekah adalah harta yang diberikan secara sukarela oleh pemiliknya. dan pengakuan transaksi hawalah. Penyelesaian piutang murabahah melalui restrukturisasi piutang murabahah dapat dilakukan terhadap debitur yang mengalami penurunan kemampuan dalam membayar angsuran atau tagihan murabahah. baik tertentu maupun tidak tertentu peruntukannya. Infak/sedekah merupakan donasi sukarela. seperti lembaga pembiayaan. pernyataan ini diterapkan untuk entitas yang melakukan penyelesaian atas utang piutang murabahah bermasalah. baik bagi kreditur (penjual) maupun debitur (pembeli). penyajian. Pernyataan ini mengatur perlakuan akuntansi keuangan dan pelaporan penyelesaian utang piutang murabahah bermasalah. dan entitas keuangan lain yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk melakukan transaksi hawalah Hawalah adalah pengalihan utang dari satu pihak kepada pihak lain. tarif zakat (qadar). antara lain. Ruang Lingkup dalam ED PSAK Syariah 108. c. penyajian. dan peruntukkannya. pengukuran. pengukuran. haul (baik yang periodik maupun yang tidak periodik). ED PSAK Syariah 110 Akuntansi Hawalah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. Pernyataan ini diterapkan untuk entitas keuangan syariah yang melakukan transaksi hawalah. Entitas keuangan syariah yang dimaksud. Karakteristik zakat merupakan kewajiban syariah yang harus diserahkan oleh muzakki kepada mustahiq baik melalui amil maupun secara langsung. ED PSAK Syariah 111 Akuntansi Penyelesaian Utang Piutang Murabahah Bermasalah Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan. Pernyataan ini tidak mencakup akuntansi untuk penyisihan piutang tidak tertagih dan tidak mengatur metode estimasi piutang tidak tertagih. Ketentuan zakat mengatur mengenai persyaratan nisab. dan pengungkapan transaksi penyelesaian utang piutang murabahah bermasalah. adalah: perbankan syariah sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan perundangundangan yang berlaku. . entitas keuangan syariah nonbank. terdiri atas hawalah muqayyadah dan hawalah muthlaqah. Zakat dan infak/sedekah yang diterima oleh amil harus dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan tata kelola yang baik. baik peruntukannya dibatasi (ditentukan) maupun yang tidak dibatasi.

satu atau lebih kombinasi berikut: 1. Komite Akuntansi Syariah (KAS) dibentuk tanggal 18 Oktober 2005 untuk menopang kelancaran kegiatan penyusunan PSAK yang terkait dengan perlakuan akuntansi transaksi syariah yang dilakukan oleh DSAK. pada Kongres VIII IAI tanggal 23-24 September 1998 di Jakarta. merupakan mitra DSAK dalam merumuskan arah dan pengembangan SAK di Indonesia. cikal bakal badan penyusun standar akuntansi adalah Panitia Penghimpunan Bahan-bahan dan Struktur dari GAAP dan GAAS yang dibentuk pada tahun 1973. yang mewakili para pengguna. audit. Melakukan penjadualan kembali tagihan murabahah. Selain itu. maka badan penyusunnya terus dikembangkan dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan. Komite SAK diubah kembali menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dengan diberikan otonomi untuk menyusun dan mengesahkan PSAK dan ISAK. pada periode kepengurusan IAI tahun 1994-1998 nama Komite PAI diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK). Melakukan konversi akad murabahah. juga telah dibentuk Komite Akuntansi Syariah (KAS) dan Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK).7 Organisasi Penyusun Standar Akuntansi Syariah di Indonesia Untuk dapat menghasilkan standar akuntansi keuangan yang baik. Pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) yang bertugas menyusun dan mengembangkan standar akuntansi keuangan. etika dan standar Syariat Islam lembaga keuangan dan . 2. Selanjutnya.8. Komite PAI telah bertugas selama empat periode kepengurusan IAI sejak tahun 1974 hingga 1994 dengan susunan personel yang terus diperbarui. Kemudian. 2. Sedangkan DKSAK yang anggotanya terdiri atas profesi akuntan dan luar profesi akuntan.8 Organisasi Penyusun Standar Akuntansi Internasional dan Standar yang dikembangkannya 2. 2. 3. Awalnya.1 Pengenalan AAOIFI Akuntansi dan Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) adalah organisai internasional Islam non-badan hukum nirlaba yang menyiapkan standar akuntansi.Kreditur yang melakukan restrukturisasi atas piutang murabahah-nya yang bermasalah akibat penurunan kemampuan pembayaran dari debitur dapat dilakukan dengan cara. pemerintahan. Memberi potongan tagihan murabahah.

sesuai dengan lingkungan di mana institusi keuangan Islam telah berkembang. dan program kepatuhan perusahaan) yang disajika oleh AAOIFI dalam upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia industri dasar dan struktur pemerintahan. AAOIFI telah memperoleh dukungan untuk memastikan pelaksanaan standar. AAOIFI telah berhasil menyusun beberapa hal. Penasihat syariat dan Auditor "CSAA".industri. melaksanakan penelitian dan sarana lainnya. seminar. Pakistan. Qatar. 2. Indonesia. Kegiatan ini dimaksudkan baik untuk meningkatkan kepercayaan pengguna dari laporan keuangan lembaga keuangan Islam dalam informasi yang dihasilkan tentang lembaga-lembaga ini. yakni: 1. 4. Program kualifikasi profesional (terutama CIPA. penerbitan surat kabar berkala. 1410H berkorespondensi dengan 26 Februari 1990 di Aljazair. dan untuk mendorong para pengguna untuk melakukan investasi atau deposito dana mereka di lembaga keuangan Islam dan untuk menggunakan layanan mereka. sejauh ini) termasuk bank sentral. Untuk mengembangkan pemikiran akuntansi dan audit yang relevan dengan lembagalembaga keuangan Islam. 2. dan peserta lain dari industri perbankan islam internasional dan keuangan. di seluruh dunia. Tujuan dan konsep akuntansi keuangan untuk lembaga keuangan . lembaga keuangan Islam. Untuk menyiapkan. Malaysia. AAOIFI didirikan sesuai dengan Perjanjian Asosiasi yang ditandatangani oleh lembaga-lembaga keuangan Islam pada 1 Safar. 3. Untuk meninjau dan mengubah standar akuntansi dan audit untuk lembaga keuangan Islam. AAOIFI didukung oleh kelembagaan anggota (200 anggota dari 45 negara. Kerajaan Arab Saudi. Kemudian terdaftar pada tanggal 27 Maret 1991 di Negara Bagian Bahrain. AAOIFI melaksanakan tujuan tersebut sesuai dengan ajaran syariat Islam yang merupakan sistem yang komprehensif untuk semua aspek kehidupan. Sudan dan Suriah. Lebanon. Dubai International Financial Centre. yang relevan di Australia.8. Sebagai organisasi internasional yang independen. yang sekarang diadopsi di Kerajaan Bahrain. Yordania. Untuk menyebarluaskan pikiran akuntansi dan audit yang relevan dengan lembaga- lembaga keuangan Islam dan penerapannya melalui pelatihan.2 Tujuan dari AAOIFI adalah: 1. dan Afrika Selatan telah mengeluarkan panduan yang didasarkan pada standar AAOIFI dan pernyataan-pernyataan.. menyebarkan dan menafsirkan standar akuntansi dan audit untuk lembaga keuangan Islam.

Indeks.3 Standar syariah yang diterbitkan oleh AAOIFI 1. Mudharabah. Pembiayaan sindikasi.8. Concession Contracts. 4. 4. Debit Card. Gharar Ketentuan dalam Transaksi Keuangan . Documentary Credit. Standar akuntansi untuk lembaga keuangan khususnya bank Tujuan dan standar auditing untuk lembaga keuangan Kode etik untuk akuntan dan auditor lembaga keuangan 2. 8. 19. 12. 26. 15. 16. 25. 20. Etika dan ketentuan untuk fatwa. 2. 28. 6. Investasi Sukuk. 29. Kepemilikan (Qabd). 13. Komoditas di Pasar terorganisir. 7. 14. Keuangan Papers (Saham dan Obligasi). Murabahah untuk Orderer Pembelian. Sharika (Musyarakah) dan Modern Korporasi. Jua'la. Pinjaman (Qardh). Agency. Paralel Istisna'a dan Istisna'a. Perdagangan dalam mata uang. Default di Pembayaran oleh Debitur. Commercial Papers. Monetisasi (Tawarruq) 31. 30. 23.2. Konversi dari Bank Konvensional Bank Islam. 3. Salam dan Paralel Salam. 27. 24. 5. 3. Islamic Insurance. 10. Penyelesaian Utang oleh Set-Off. Jaminan. Hawala. 17. Kombinasi Kontrak. 9. 21. 18. Charge Card dan Kartu Kredit. Ijarah dan Ijarah Muntahia Bittamleek. 22. 11. Layanan Perbankan.

32. Ijarah pada Buruh (Individu) 35. Arbitrase 33. Zakat PERKEMBANGAN ENTITAS SYARIAH DAN STANDAR AKUNTANSI SYARIAH YANG BERLAKU Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Akuntansi Syariah Oleh : Apep Arpan Firman Triadi Ferdy Adi Ridwan Fadillah Asad alhaq Dida Rosida Iyam Siti Maryam 073403074 073403050 073403057 073403056 . Waqf 34.

JURUSAN AKUNTANSI FAKUTAS EKONOMI UNIVERSITAS SILIWANGI TASIKMALAYA .