PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENDAPATAN PEMUKA MASYARAKAT TERHADAP PERANANNYA DALAM MEMELIHARA KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DI KELURAHAN

PATEMON KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG TAHUN 2010 PROPOSAL SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh: CHANDRA RIZQY SAPSONO NIM 3201406519 PENDIDIKAN GEOGRAFI

JURUSAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG FAKULTAS ILMU SOSIAL RANCANGAN SKRIPSI

NAMA NIM JURUSAN PROGRAM STUDI I. JUDUL SKRIPSI

: CHANDRA RIZQY SAPSONO : 3201406519 : GEOGRAFI : PENDIDIKAN GEOGRAFI

“ PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENDAPATAN PEMUKA MASYARAKAT TERHADAP PERANANNYA DALAM MEMELIHARA KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DI KELURAHAN PATEMON KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG TAHUN 2010 ”. II. LATAR BELAKANG Kedudukan manusia dalam suatu ekosistem adalah sebagai bagian dari unsur-unsur ekosistem yang tidak mungkin dapat terpisahkan. Oleh karena itu seperti halnya dengan organisme lainnya, kelangsungan hidup manusia tergantung pada kelestarian ekosistemnya. Manusia mempunyai kesadaran dan tanggung jawab atas kualitas lingkungan hidup, manusia berkeyakinan bahwa makin tinggi kualitas lingkungan maka makin tinggi pula daya dukung lingkungan hidup untuk manusia. Mutu lingkungan yang baik didapat dengan cara memperbesar manfaat lingkungan dan atau memperkecil resiko lingkungan. Usaha pelestarian lingkungan hidup merupakan salah satu upaya pengelolaan lingkungan yang

Jika manusia tidak mau memperhatikan kelestarian lingkungan alam. perdagangan sampai jasa. dsb). anggota masyarakat mempunyai motivasi kuat untuk bersama- . keduanya saling berinteraksi atau saling mempengaruhi. binatang. Undang-Undang Lingkungan Hidup pasal 6 ayat (1) tentang hak-hak atas lingkungan. peternakan. industry. 152) Manusia dan lingkungan hidupnya merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan. (Bisri. kemudian meningkat dengan menerapkan sistem pertanian. (Tim Abdi Guru. 2007. Manusia seringkali melakukan manipulasi terhadap kekayaan alam. iklim. tanah. Dalam upaya mempertahankan keangsungan hidupnya. dan tumbuhtumbuhan) dan juga hubungan timbal balik antara mahluk hidup dan lingkungan fisiknya (air. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dan mahluk hidup lainnya (manusia. Dengan adanya peran serta tersebut. manusia memanfaatkan lingkungan alam yang menyediakan berbagai sumber daya. berperan serta masyarakat dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup disamping suatu hak juga merupakan suatu kewajiban. Dalam perkembangannya. manusia justru akan dikuasai oleh lingkungan alam dalm bentuk bencana yang dasyat. dalam penjelasannya dinyatakan bahwa hak dan kewajiban orang sebagai anggota masyarakat untuk berperan serta kegiatan pengelolaan lingkungan hidup mencakup tahap perencanaan maupun tahap pelaksanaan dan penilaian.dapat kita artikan sebagai usaha sadar untuk memelihara dan atau memperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan dasar kita dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya. 2008:71) Berdasarkan Undang-Undang Lingkungan Hidup. perikanan. hak setiap orang untuk berperan serta dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup. manusia yang semula memanfaatkan lingkungan alam dengan mengubah tempat tinggal yang yang sederhana menjadi pemukiman yang berbudaya.

tidak sehat dan kurang enak dilihat oleh mata pada masyarakat masih sering dijumpai keadaan tersebut dapat dipengaruhi oleh perilaku warga masyarakat yang tidak baik yang tercermin dalam kebiasaan membuang limbah dan sampah disembarang tempat. Masih banyak ditemui kondisi lingkungan yang kurang sehat di kelurahan Patemon. menggunakan jamban yang tidak sehat untuk aktivitas sehari-hari. selokan yang dimiliki penduduk terlihat sangat kotor dan terlihat banyak sampah yang menghambat kelancaran air. . Lingkungan yang kotor. Maka masalah lingkungan hidup di Indonesia yang dihadapi sebenarnya ialah masalah perubahan konsep mental manusia Indonesia. air limbah rumah tangga juga menimbulkan aroma yang kurang sedap dan mengganggu kenyamanan. Dalam hal ini pendidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter bangsa. yang mungkin tanpa disadari telah menjadi manusia perusak alam lingkungannya sendiri. terutama kondisi rumah penduduk yang kurang memenuhi syarat kesehatan. Adanya kebiasaan penduduk yang kurang baik yaitu membuang sampah disekitar rumah. Masalah lingkungan hidup sekarang ditimbulkan oleh perbuatan manusia yang tidak memperhatikan kelestarian daya dukung dari alam lingkungannya. Pendidikan diharapkan menjadi wadah yang tepat untuk menanamkan persepsi dan kesadaran siswa tentang lingkungan. dan sarana untuk menularkan pengetahuan. diperlukan seorang mediator yang bisa mengarahkan mereka untuk memiliki kesadaran lingkungan.sama mengatasi masalah lingkungan hidup dan mengusahakan berhasilnya pengelolaan lingkungan hidup (Abdurrahman. Dalam dunia pendidikan. 1983 : 58). serta masih adanya warga masyarakat yang belum menyediakan tempat pembuangan sampah secara permanent dan tertutup. upaya menanamkan atau membentuk kesadaran lingkungan siswa. persepsi dan budaya manusia.

Pemuka Masyarakat dalam kedudukannya sebagai orang yang dihormati di lingkungan masyarakat. Masalah ini merupakan masalah yang penting untuk diteliti karena lingkungan hidup sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia yang lestari diperlukan partisipasi dan peran serta dari seluruh masyarakat. diharapkan peranannya secara aktif dalam menciptakan kelestarian lingkungan hidup. Seberapa besar pengaruh tingkat tingkat pengetahuan dan pendapatan pemuka masyarakat terhadap peranannya dalam menciptakan kelestarian lingkungan hidup di Kelurahan Patemon Kecamatan Gunungpati Kota Semarang? terhadap peranannya dalam menciptakan kelestarian lingkungan hidup di Kelurahan Patemon Kecamatan Gunungpati Kota . 2. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian di atas.Secara Pengetahuan ringkas dan penulis memilih judul “Pengaruh Tingkat terhadap Pendapatan Pemuka Masyarakat Peranannya dalam Memelihara Kelestarian Lingkungan Hidup di Kelurahan Patemon Kecamatan Gunungpati Kota Semarang” dengan alasan sebagai berikut : 1. Apakah ada pengaruh tingkat pengetahua dan pendapatan pemuka masyarakat Semarang? 2. III. maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Hal ini mendorong penulis untuk meneliti sejauh mana pengaruh tingkat pengetahuan dan pendapatan dalam menciptakan kelestarian lingkungan hidup di Keluraran Patemon Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Bagaimana pengaruh tingkat pengetahuan dan pendapatan pemuka masyarakat terhadap peranannya dalam menciptakan kelestarian lingkungan hidup di Kelurahan Patemon Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. PENEGASAN ISTILAH Menghindari bermacam-macam interpretasi dan mewujudkan cara berfikir. VI. Seberapa besarnya pengaruh tingkat pengetahuan dan pendapatan pemuka masyarakat terhadap peranannya dalam menciptakan kelestarian lingkungan hidup di Kelurahan Patemon Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. V. khususnya yang berhubungan dengan judul “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pendapatan Wanita terhadap Peranan Wanita dalam Menciptakan Kelestarian Lingkungan Hidup di Desa Pongangan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang” yaitu: . utamanya pada studi kependudukan dan lingkungan hidup.IV. yaitu : 1. Memberi sumbangan teoritis berupa tambahan khasanah keilmuan. 2. Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijaksanaan untuk memecahkan masalah lingkungan terutama di tempat penelitian. cara pandang dan anggapan tentang segala sesuatu pada rancangan skripsi ini perlu ditegaskan istilah-istilah yang ada. MANFAAT PENELITIAN Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang memiliki kepentingan dengan masalah yang diteliti. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hal sebagai berikut: 1. 2.

Tingkat pendidikan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan formal yang pernah ditempuh oleh para pemuka masyarakat. atau perbuatan seseorang. Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi (UU No. daya. 23 tahun 1997 pasal 1). Batasan Lingkungan Hidup menurut UndangUndang ini tertera dalam pasal 1 ayat (1). VII. 2. Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu(orang maupun benda) yang ikut membentuk watak. Pengertian lingkungan menurut Undang-Undang No. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kelestarian lingkungan hidup berarti kesatuan ruang dengan segala benda. 4 th. Jenjang pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas Pendidikan Dasar. 1982 yang disempurnakan dengan Undang Undang Lingkungan Hidup No. 3. Lingkungan Hidup dan Kelestariaanya Kependudukan dan lingkungan hidup merupakan dua faktor yang saling terkait. 1989: 664). berbunyi sebagai berikut : . keadaan dan makluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang menentukan perikehidupan serta kesejahteraan manusia dan makluk hidup lainnya (UU RI No. Tingkat Pengetahuan atau tingkat pendidikan adalah suatu tahap dalam pendidikan berkelanjutan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan para peserta didik serta keluasan dan kedalaman bahan pengajaran. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup yang kemudian diubah menurut Undang-Undang No. 2 tahun 1989.23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 12). LANDASAN TEORI A.1. Peranan adalah 5. Pemuka masyarakat adalah 6. kepercayaan. Pendapatan adalah 4. Bab V Ps.

. Lingkungan sosial. Kedudukan manusia dalam kesatuan ekosistem adalah sebagai bagian dari unsur-unsur lain yang tak mungkin terpisahkan. secara garis besar terdapat tiga macam : 1. keadaan. dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain”. sehingga keseimbangan ekosistem tidak terganggu. yang terdiri atas benda-benda alam dan berbagai hasil tambang yang terkandung di dalam tanah yang merupakan sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui. Hubungan timbal balik demikian terdapat antara manusia sebagai individu atau kelompok masyarakat dan lingkungan alamnya. faktor manusia adalah sangat dominan. Lingkungan hidup manusia. daya. kelangsungan hidup manusia tergantung pula pada kelestarian ekosistemnya. Lingkungan fisik. baik yang berupa hewan maupun tumbuhan hampir semua sumber daya alam hayati dapat diperbaharui karena dapat diusahakan dan dibudidayakan sehingga dapat berkembang biak. sebaliknya manusia dipengaruhi oleh lingkungannya. yaitu deteriorasi. 3. Untuk menjaga terjaminnya kelestarian ekosistem.“Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda. 2. Lingkungan hayati. adalah kehidupan manusia dan interaksinya dengan sesamanya. Karena itu seperti halnya dengan organisme lainnya. tetap lestari. Manusia mempunyai hubungan timbal balik dengan lingkungan. Aktivitasnya mempengaruhi lingkungan. dan memperbaiki. meliputi segala mahluk hidup dari yang kecil (mikroorganisme) sampai yang besar-besar. Pengaruh manusia terhadap lingkungannya dapat mengakibatkan tiga kemungkinan kepada kualitas lingkungannya. Manusia harus dapat menjaga keserasian hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya.

pada umumnya baru taraf kognitif. Mereka yang sekarang merusak lingkungan dapat disebut “salah didik”. utamanya yang berkenaan dengan sumber alam dan lingkungan hidup menegaskan bahwa : (Moh. Artinya manusia baru mengetahui. Ketidakseimbangan pertambahan penduduk dengan pertambahan produksi pangan ini sangat dipengaruhi keadaan lingkungan hidup. memahami gejala kerusakan oleh tingkah laku keliru pada masa lalu. dimana lingkungan hidup diperas dan dikuras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari tahap sikap ke tahap psikomotor sebagai pengelola. Disamping itu kerusakan tersebut juga merupakan akibat dari pengaturan penggunaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang belum memadai. masih memerlukan kemampuan lingkungan hidup manusia. Pendidikan sekarang harus diarahkan kepada pembentukan sikap dan perilaku akan sadar kelestarian dan peningkatan kualitas lingkungan hidup demi kelangsungan manusia dan alam lingkungannya. Secara konsepsional GBHN 1993. . 1987 : 100). namun sebagian besar sikap manusia di bumi belum menunjukkan ke arah perbaikan. Soerjani.Masalah lingkungan sebenarnya adalah masalah bagaimana sifat manusia terhadap lingkungan hidupnya yang sampai sekarang. Sebagai akibatnya lingkungan hidup makin rusak dan berkurang kemampuan ataupun produktivitasnya Diganti aja Kemungkinan-kemungkinan yang berpengaruh bagi lingkungan hidup dalam pelaksanaan pembangunan perlu diperhatikan agar pengamanan terhadap pelaksanaan pembangunan dan lingkungan hidup dapat dilakukan sebaikbaiknya. Kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang terjadi selama ini berkaitan erat dengan tingkat pertambahan penduduk dan pola penyebarannya yang kurang seimbang dengan jumlah dan penyebaran sumberdaya alam serta daya dukung lingkungan yang ada.

” ( GBHN. Pembangunan yang berwawasan lingkungan mempunyai semboyan “berpikirlah secara global. sedangkan kegiatan manusia sangat dipengaruhi oleh tingkat kesadaran masyarakatnya dalam mengelola dan membina lingkungan itu. Penciptaan lingkungan yang seimbang sangat tergantung dari kegiatan manusia. bagaimana memelihara kebersihan itu di dalam rumah kemudian berkembang ke scope yang lebih luas lagi yaitu di sekitarnya dan masyarakat luas. dan bagian terkecil dari masyarakat ini adalah keluarga. agar pengamanan terhadap pelaksanaan pembangunan dan lingkungan hidup dapat dilakukan sebaik-baiknya. Misalnya bagaimana menciptakan suasana yang bersih disekitar rumah. namun berbuatlah secara lokal” oleh karena itu dalam mengantisipasi terhadap kerusakan lingkungan baik akibat deplesi sumber daya alam maupun pencemaran alam hendaknya berangkat dari wilayah terkecil seperti individu/keluarga (BPS. 1993 : 379) Sukses atau tidaknya program pembangunan nasional. Jadi warna dari masyarakat ditentukan oleh keadaan keluarga. dalam hal ini adalah kesadaran menghadapi dan menciptakan lingkungannya. oleh karena itu wanita mempunyai hak. utamanya dalam hal masalah lingkungan hidup tergantung pada partisipasi seluruh rakyat. Berbicara masalah kesadaran masyarakat terhadap lingkungan harus diawali dari kesadaran keluarga. 2003 : 87). Pembangunan yang menyeluruh menyaratkan ikut sertanya pria dan wanita secara optimal disegala bidang. Dalam kehidupan bernegara ini di dalamnya berisi kumpulan manusia yang disebut masyarakat. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan pria untuk ikut serta sepenuhnya dalam segala kegiatan pembangunan.“Dalam pelaksanaan pembangunan perlu selalu diadakan penilaian yang seksama terhadap pengaruhnya bagi lingkungan hidup. Apabila suasana dan tingkah laku demikian sudah membudaya maka tinggal meningkatkan bagaimana mengelola dan .

Gaya hidup hedonis (hanya untuk kesenangan) sebaiknyan mulai dari sekarang harus tinggalkan. Wanita yang dimaksud adalah wanita yang sudah berkeluarga dan berstatus sebagai istri.membudidayakan lingkungan dengan berwawasan lingkungan (Budiyanto. sinar matahari. Peranan wanita dalam pengembangan lingkungan adalah : 1. Banyak sampah yang dihasilkan oleh wanita tidak lepas dari perilaku dan gaya hidupnya sehari-hari. dengan kata lain pengertian wanita dalam arti istri sebagai ibu rumah tangga. Memang sulit untuk menghilangkan kebiasaan dan gaya hidup seperti ini. karena hanya bermanfaat untuk diri sendiri dalam jangka pendek. artinya wanita berbelanja karena kebutuhan bukan karena didorong hasrat konsumtif semata. 2003 : 45). a) b) c) d) Hal-hal yang bisa dikerjakan oleh wanita sebagai ibu rumah tangga Peningkatan kesehatan lingkungan yang menyangkut usaha kebersihan Kebersihan dalam rumah. Peranan Pemuka Masyarakat dalam Menciptakan Kelestarian Peranan berarti bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan (Poerwodarminto. 2002 : 528). (satyawati. air minum. cuci. alat listrik. misalnya menghemat pemakaian air. namun membawa kesengsaraan bagi orang lain dalam jangka panjang. seperti : selokan. Lingkungan . 2008: 1) Peranan wanita yang dimaksud adalah peranan wanita dalam menciptakan kelestarian lingkungan hidup. kakus. Wanita harus arif dalam berbelanja. kebersihan dalam dapur. termasuk jendela yang bisa memasukkan Usaha hemat energi. B. tempat mandi. bukan wanita anak-anak atau remaja yang masih menjadi tanggung jawab orang tua. pemakaian Pemanfaatan kebun/pekarangan dengan tanaman.

4. kamar mandi. kesehatan lingkungan dengan menanggulangi masalah sampah (Salim. perdagangan. 1986 : 233). Penelitian ini membatasi peranan wanita dalam pengembangan lingkungan yang meliputi: pengelolaan air limbah rumah tangga. penyampai pengembangan lingkungan dan pembangunan. yaitu dari pemukiman penduduk seperti: air bekas cucian. 1997 : 170). pengelolaan air bersih. dan pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup (Soekidjo Notoatmodjo. berperan dalam usaha mengelola Peran wanita sebagai anggota masyarakat. c) Air buangan kotapraja. logam berat. industri maupun tempat-tempat umum lainnya. kedudukannya sebagai pesan dan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan dan pendidik. yang berasal dari proses produksi yang mengandung amoniak. tempat ibadah dan tempat umum (Soekidjo Notoatmodjo. Air limbah berasal dari berbagai sumber. pemanfaatan kebun/pekarangan. Pengelolaan air limbah rumah tangga Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga. Penanggulangan sampah. penghasilan suami secara bijaksana. 1. Wanita selaku ibu anak-anak memegang peranan utama selaku contoh Wanita selaku istri sang suami. yaitu yang berasal dari daerah perkantoran. kebersihan dalam rumah. secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi : a) Air buangan dari rumah tangga. 1997 : 170) . Meningkatkan keterampilan. pengelolaan sampah. pengelolaan jamban keluarga.e) f) 2. usaha hemat energi. b) Air buangan industri. ekskreta. 3.

tidak menjadi sarang serangga.Cara merawat saluran air bekas adalah periksa saluran air bila ada daun. dan kakus tradisional. dan jarak septictank sekurangkurangnya 10 meter dari sumber air bersih dan selalu dibersihkan agar tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. lipas dan kecoak. c) Tidak mengganggu kesenangan hidup. kertas atau plastik yang menyumbat. misalnya dari segi pemandangan dan bau. Beberapa jenis kakus atau jamban yaitu : kakus duduk model leher angsa. b) Tidak menjadi tempat berkembang biaknya berbagap bibit penyakit dan vektor. misalnya merusak tempat untuk berekreasi. kakus jongkok model leher angsa. pungut dan buang ke tempat sampah. bila saluran rusak atau bocor segera diperbaiki atau diganti dengan yang baru. 1992 : 18). usahakan agar saluran tidak dijadikan sarang nyamuk. Syarat-syarat yang harus dipenuhi jika air limbah dibuang begitu saja tanpa diolah sebelumnya yaitu : a) Tidak sampai mengotori sumber air minum. 2. Jamban atau kakus atau water closet (WC) yang baik adalah : a) c) Terbuat dari porselin atau teraso. Persyaratan tersebut dapat terpenuhi dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : b) Sumur pembuangan (septic tank) yang tertutup. Syarat jamban yang baik dan sehat adalah cukup penerangan. d) Tidak mencemarkan alam sekitarnya. Pengelolaan jamban keluarga Jamban adalah sarana kebersihan yang sederhana yang digunakan untuk membuang sisa-sisa metabolisme tubuh. periksa pula bak control dan kotoran. cukup lubang angin. Ruang jamban tetrutup dan beratap tetapi mempunyai lubang angin (ventilasi) dan usahakan untuk mendapat cahaya. berenang (Direktorat Pembangunan Desa. .

sedangkan secara khemis adalah tidak mengandung zat yang berbahaya untuk kesehatan seperti zat racun. d) Sedapat mungkin disediakan alat pembersih seperti air atau kertas pembersih (Soekidjo Notoadmodjo. 1997 : 160). 2002 : 127). 3. Pengelolaan air bersih Manusia membutuhkan air tidak saja untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. sedangkan yang dimaksud air sehat adalah air yang sudah dimasak dan tidak mengandung kuman atau bibit penyakit (Juli Soemirat Slamet. . b) Bangunan jamban sebaiknya mempunyai lantai yang kuat. dan binatang-binatang lain. sehingga mareka dapat mencuci berbagai peralatan dan pakaian yang kotor. Syarat air bersih adalah jernih. dan tidak menimbulkan bau. terlindung dari pandangan orang. serangga. tidak berbau. tidak berasa dan tidak berwarna. Parameter kebersihan lingkungan yaitu : a) Untuk menjaga kesehatan sumber air.a) Sebaiknya jamban tersebut tertutup. Masyarakat dapat membangun MCK (Mandi Cuci Kakus) dengan sumber air yang ada. Syarat bakteriologis adalah air yang tidak mengandung sesuatu bibit penyakit. b) Kita juga harus membuat air bekas ke peresapan dan menjaga agar air bekas tersebut dapat mengalir dengan lancar. Syarat tersebut adalah merupakan syarat fisis. tempat berpijak yang kuat. dan tidak mengandung mineral-mineral serata zat organik lebih tinggi dari jumlah yang ditentukan. artinya bangunan jamban terlindung dari panas dan hujan. melainkan juga untuk memenuhi proses produksi pangan dan lainlain. mereka juga bisa mandi sesuai dengan anjuran untuk menjaga kebersihan seperlunya. maka sumur harus berjarak 10 meter dari septic tank atau alat peresap lainnya. c) Bangunan jamban sedapat mungkin ditempatkan pada lokasi yang tidak mengganggu pandangan.

Berdasarkan peraturan bangunan nasional. Jendela/lubang hawa harus meluas kearah atas sampai setinggi minimal 1. lubang hawa suatu bangunan harus memenuhi aturan sebagai berikut : a) b) c) Luas bersih dari jendela/lubang hawa sekurang-kurangnya 1/10 dari luas lantai ruangan. harus segera diurug/ditimbun dengan pasir atau tanah.J. Kebersihan dalam rumah Upaya peningkatan desa/wilayah sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang bersih dan teratur.35% luas lantai yang bersangkutan (H. dan kelembaban udara ruangan. Suhu ruangan dalam rumah yang ideal adalah berkisar antara 18-20o C.c) Saluran air tersebut perlu selalu dibersihkan dalam periode waktu tertentu d) Bila ada tempat yang rendah sehingga menyebabkan air menggenang disekitar sumur. e) Potong dahan atau pohon yang daunnya berada di atas atau di sekitar sumur (Dirjen Pembangunan Masyarakat Desa 1996 : 12). 4. Kebersihan dalam rumah. kebersihan dalam dapur. . Pada waktu pagi hari diharapkan semua ruangan mendapat sinar matahari. 2003 : 83). dan suhu tersebut dipengaruhi oleh: suhu udara luar.95 cm dari permukaan lantai. termasuk jendela yang bisa memasukkan sinar matahari. Mukono. Adanya lubang hawa yang berlokasi dibawah langit-langit sekurang-kurangnya 0. Pencahayaan harus cukup baik waktu siang maupun malam hari. 2000 : 156). Pertukaran hawa (ventilasi) yaitu proses penyediaan udara segar dan pengeluaran udara kotor secara alamiah atau mekanis harus cukup. pergerakan udara. Pada malam hari pencahayaan yang ideal adalah penerangan listrik. Sementara itu kebersihan dan keteraturan lingkungan tidak terlepas dari ketersediaan fasilitas perumahan yang memadai (BPS.

jumlah kamar mandi.5. dan pemakaian bahan bakar. Air juga merupakan sumber penghidupan bagi kegiatan pertanian. sumur gali. sumber air yang digunakan. dan sungai. pemakaian alat listrik. Air merupakan salah satu sumberdaya yang sangat penting untuk kelangsungan hidup dan sumber hidup manusia. misalnya menghemat pemakaian air. Penggunaan air rata-rata setiap harinya untuk setiap keluarga adalah 2000 liter atau 2 m3 (Kapti Eka Sari. Besarnya rata-rata konsumsi air yang digunakan setiap harinya bergantung pada jumlah yang tinggal dalam satu rumah. Di Desa Mojopuro. mata air. Usaha hemat energi Wanita berperan dalam usaha hemat energi.com). Untuk keperluan memasak. membentuk perilaku anggota rumah tangga yang hemat seperti menyalakan alat-alat listrik hanya saat diperlukan. Sehingga kualitas kian perlu dikelola secara baik dan bijak. Tetapi hanya beberapa sumber yang memenuhi syarat kesehatan. dan sebagian lagi menggunakan air dari PDAM untuk keperluan memasak dan air minum. dan aktifitas lain yang berkaitan dengan kegiatan yang menggunakan air misalnya untuk kebutuhan mencuci motor. 2004 : 57). menggunakan tenaga listrik untuk menambah pendapatan rumah tangga (www. Wanita juga berperan dalam usaha hemat air dalam rumah tangga. wanita sebagai ibu rumah tangga menggunakan BBM untuk memasak dan untuk bahan bakar kendaraan bermotor. Sumber air yang kita ketahui ada berbagai macam. Prinsipprinsip yang perlu diperhatikan dan menumbuhkan sikap hemat energi listrik dalam rumah tangga antara lain: menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan. mobil. Wanita berperan dalam usaha hemat Bahan Bakar Minyak (BBM). menyiram tanaman.PLN. perikanan dan industri. misalnya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). menggunakan alat-alat listrik secara bergantian. memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai kebutuhan. sebagian besar penduduk menggunakan air dari sumur gali. wanita di .

minyak tanah.desa Mojopuro menggunakan elpiji. menjadi sarang lalat. tanaman hias serta tanaman lainnya yang dapat menjadi pendapatan tambahan ibu-ibu rumah tangga (Zoer’aini. b) yang Sampah anorganik : sampah yang terdiri dari bahan-bahan sulit terurai secara biologis sehingga penghancurannya Sampah organik : sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis. buah-buahan. yaitu : a) daunan. tikus dan nyamuk. Sampah dikumpulkan untuk dibakar. 7. 6. misalnya: sisa makanan. Tempat sampah sangat penting agar sampah tidak bertebaran ditiup angin. dan kayu bakar. Pemanfaatan kebun dan pekarangan Pekarangan mempunyai potensi yang besar karena di pekarangan biasanya terdapat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi dan dapat memberikan sumber karbohidrat. kecoa. Kerena di pekarangan juga terdapat berbagai ternak dan disitupun dapat diusahakan apotek hidup dengan warung hidup. vitamin. sayur mayur. tidak disenangi kemudian dibuang. Sampah yang dimaksud disini adalah sampah benda padat. Pengelolaan sampah Sampah adalah segala benda atau bahan yang terbentuk karena kegiatan manusia yang tidak terpakai. Berdasarkan zat kimia yang terkandung di dalamnya sampah dibagi menjadi dua. yang bisa menjadi sumber penyakit. dan perlu segera dibakar atau diurug atau juga diangkut ke tempat yang ditentukan agar tidak bau. Kita dapat menanam jenis tanaman obat-obatan. dan protein baik yang nabati maupun hawani. 1997 : 67-68). Prinsip yang perlu diperhatikan dan menumbuhkan sikap hemat BBM dalam rumah tangga adalah menggunakan BBM sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. daun- . mineral. ditimbun tanah/diurug atau diangkut ke tempat yang telah ditentukan.

(Penjelasan atas UU No.membutuhkan penanganan lebih lanjut. sedang pendidikan meliputi: pendidkan formal dan informal. misalnya: logam. (2) SLTP.I). (3) SMU. plastik. kaleng (Soekidjo Notoatmodjo. Jenjang pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas Pendidikan Dasar. (4) Perguruan tinggi. 1997 : 167). Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi (UU No. Pendidikan dan latihan tidak saja menambah pengetahuan tetapi juga meningkatkan ketrampilan bekerja seseorang. 2 tahun 1989. Pendidikan formal merupakan pendidikan yang mempunyai bentuk/organisasi tertentu yang terdapat di sekolah dan universitas. Mereka menanamkan kebiasaan dan menjadi panutan bagi generasi yang akan datang tentang perlakuan terhadap lingkungan. 2. Tingkat Pendidikan Wanita Tingkat pendidikan adalah suatu tahap dalam pendidikan berkelanjutan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan para peserta didik serta keluasan dan kedalaman bahan pengajaran. Dalam pendidikan formal terdapat perjenjangan dalam tingkat persekolahan yang meliputi : (1) SD. Bab V Pasal 12 ayat1. Menurut ketentuan umum dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan. Dengan demikian wanita ikut serta . C. Pendidikan dan latihan merupakan salah satu faktor yang penting dalam mengembangkan sumber daya manusia. “Pendidikan dasar merupakan pendidikan yang lamanya 9 (sembilan) tahun yang diselenggarakan selama 6 (enam) tahun di Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 3 (tiga) tahun di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) / Madrasah Tsanawiyah (MTs)”. pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang (UU SPN No. Wanita sangat berperan dalam pendidikan di dalam rumah. Bab I Ps. tahun 1989: pasal 13 ayat1). 2 tahun 1989. Pendidikan berguna untuk proses kehidupan sekarang dan untuk masa yang akan datang.

uang pensiun. Menurut Biro Pusat Statistik (BPS). hasil investasi seperti modal tanah. D. jaminan sosial serta keuntungan sosial berupa barang merupakan segala penghasilan yang diterimakan dalam bentuk barang dan jasa. Berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Tengah No.000 per bulan. Tingkat pendidikan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan formal yang pernah diperoleh oleh wanita berdasarkan ijazah terakhir. ini menunjukkan adanya batas upah terendah yang harus diterima pekerja khususnya yang ada di kabupaten Sragen. sumber utama gaji atau upah serta lain-lain balas jasa. 1996 : 27-30). Demikian juga penerimaan barang secara cuma-cuma pembelian barang dengan harga subsidi atau reduksi dari majikan merupakan pendapatan berupa barang (BPS. Tingkat Pendapatan Wanita Pendapatan penduduk dapat dibedakan menjadi menjadi dua arti. pendapatan yang diterima seseorang tidak hanya berupa uang tetapi dapat berupa barang atau lainnya. Barang dan jasa yang diterima dengan harga pasar sekalipun tidak diimbangi ataupun disertai transaksi uang yang menikmati barang dan jasa tersebut.menentukan kualitas lingkungan hidup ini.561/64/2005 yang menentukan besarnya upah minimum pada 35 kabupaten / kota Propinsi Jawa Tengah tahun 2005 yang menyebutkan bahwa upah minimun di Kabupaten Sragen adalah Rp406. misalnya dari majikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi besar kecilnya pendapatan adalah jumlah anggota keluarga. Pendapatan berupa uang merupakan penghasilan yang diterima biasanya sebagai balas jasa. 2002 : 236). pengelolaan dan sebagainya). Pendapatan dari penjualan barang yang dipelihara dari halaman rumah. Keterlibatan atau keputusan anggota rumah tangga untuk melakukan pekerjaan selain dipengaruhi oleh faktor budaya juga . pendapatan bersih dari usaha sendiri dan dari pekerjaan bebas. dan (b) pendapatan adalah suatu yang diharapkan yang sedianya belum ada (Poerwodarminto. yaitu: (a) pendapatan adalah hasil pencarian (usaha.

96%. Populasi Hipotesis Berdasarkan uraian diatas maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai . Penelitian Sebelumnya yang Relevan Berdasarkan penelitian Masnuah Eliyati yang berjudul “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pendapatan terhadap Peranan Wanita dalam Kegiatan PKK untuk Menciptakan Kelestarian Lingkungan Hidup di Desa Kalongan Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang”. F. 2002 : 18).1%. berikut: Ada pengaruh tingkat pendidikan dan pendapatan wanita terhadap peranan wanita dalam menciptakan kelestarian lingkungan hidup di desa Mojopuro kecamatan Sumberlawang kabupaten Sragen. Tingkat pendapatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah besarnya pendapatan bersih keluarga yang diperoleh dari jumlah pendapatan keluarga selama satu bulan dikurangi pengeluaran keluarga selama satu bulan dalam rupiah. hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara tingkat pendidikan dan pendapatan terhadap peranan wanita dalam kegiatan PKK untuk menciptakan kelestarian lingkungan hidup di Desa Kalongan Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang.faktor internal yang terdapat dalam rumah tangga itu sendiri. E. untuk tingkat pendapatan termasuk termasuk dalam kriteria sedang dengan prosentase 60. besarnya beban yang mesti ditanggung (dependency ratio) dari suatu rumah tangga (Sriyono.70%. VIII. seperti keterbatasan pendapatan. METODOLOGI PENELITIAN A. sedangkan untuk peran wanita dalam kegiatan PKK untuk menciptakan kelestarian lingkungan hidup yang termasuk dalam kriteria sedang dengan prosentase 62. Tingkat pendidikan di Desa Kalongan termasuk dalam kriteria sedang dengan prosentase 59.

Tabel 2 Daftar Polulasi dan Sampel Tiap Dusun Desa Mojopuro Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen 29 Dusun Lawangsari Mojopuro Populasi (Jumlah wanita) Persentase (%) Sampel 203 341 10 10 20 34 . dana. Mengingat jumlah populasi terlalu besar. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang sudah berkeluarga dan berstatus sebagai istri. dengan kata lain pengertian wanita dalam arti istri sebagai ibu rumah tangga di Desa Mojopuro. bukan wanita anak-anak atau remaja yang masih menjadi tanggung jawab orang tua. karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data. B. sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap objek. maka sampel akan diambil sebesar 10% karena menurut Arikunto jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 1. besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti (Arikunto. 2002:121).Pengertian populasi menurut Arikunto (2002: 108) adalah keseluruhan subjek penelitian. Kabupaten Sragen. Kecamatan Sumberlawang. Berdasarkan pertimbangan diatas peneliti menggunakan teknik sampel random atau sampel acak dalam mengambil sampel.005 orang. tergantung setidak-tidaknya dari kemampuan peneliti dilihat dari waktu. tenaga. Sampel Menurut Arikunto (2002: 109) sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.

Variabel Bebas (X) a. Variabel Penelitian 297 164 1005 10 10 10 30 16 100 Variabel adalah objek penelitian. Tingkat pendapatan (X2) Pendapatan keluarga dalam penelitian ini adalah seluruh penerimaan baik berupa uang maupun barang melalui pihak lain maupun sendiri yang dinilai sejauh barang atau harga yang berlaku pada saat itu selama satu bulan dalam rupiah. atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. 2002: 96).Clupak Plosokerep Jumlah C. Tingkat pendidikan (X1) Tingkat pendidikan dalam penelitian ini adalah jenis dan tingkat pendidikan yang pernah dilalui atau ditempuh oleh responden berdasarkan ijazah pendidikan formal terakhir yang dimiliki b. Variabel yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah: 1. 3) Pendapatan perkapita Pendapatan perkapita dalam penelitian ini adalah pendapatan yang diperoleh dari pendapatan keluarga dibagi jumlah tanggungan keluarga selama satu bulan dalam rupiah. 1) Pendapatan keluarga 2) Pengeluaran keluarga Pengeluaran dalam rupiah. keluarga dalam penelitian ini adalah besarnya pengeluaran yang ditanggung oleh keluarga responden selama satu bulan .

kebersihan dalam rumah e.4) Pendapatan bersih Pendapatan bersih dalam penelitian ini adalah pendapatan yang diperoleh dari pendapatan keluarga dikurangi pengeluaran keluarga selama satu bulan dalam rupiah. D. Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan variabel penelitian yang ada. Berdasarkan peranannya dapat ditentukan indikator variabel tersebut yaitu: a. usaha hemat energi f. Pengukuran validitas . Validitas dan Reliabilitas 1. Metode Angket 2. pemanfaatan kebun/pekarangan g. Validitas Suatu instrumen dikatakan valid atau sahih jika instumen tersebut mampu mengukur apa yang semestinya diukur. pengelolaan air limbah rumah tangga b. 2. pengelolaan jamban keluarga c. maka metode yang dilakukan untuk memperoleh data adalah : 1. Variabel Terikat (Y) Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah peranan wanita dalam menciptakan kelestarian lingkungan hidup. Metode Wawancara E. pengelolaan air bersih d. pengelolaan sampah. Metode Dokumentasi 3.

13. 19. Butir soal yang invalid adalah 9. 14. Butir soal tes tertutup yang valid adalah 1. dan ditambah 11 butir soal tes terbuka. 2. 28. 23. Rumus yang digunakan adalah: rxy = [][]{}{ 2222Y)(Y N)X(X N X-XY NΣ−ΣΣ−ΣΣΣΣY Keterangan: rxy = banyaknya validitas soal N = jumlah peserta tes ΣXY = jumlah skor yang menjawab benar dikalikan skor ΣX = jumlah skor yang menjawab benar ΣY = jumlah skor total (Arikunto. 16. jadi jumlah butir soal keseluruhan adalah 36 butir. 5. 4.menggunakan cara analisis butir dengan teknik product moment. 22. 27. r11=⎥⎦⎤⎢⎣⎡1-kk ⎥⎦⎤⎢⎣⎡Σ−2i2b1σσ Keterangan r11 = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan . 26. 11.871 dan rtabel=0. 12. Reliabilitas Suatu instrumen dapat dipercaya atau diandalkan jika instrumen tersebut dapat mengukur sesuai dengan kenyataannya maka beberapa kalipun diambil data hasilnya tetap sama. diketahui rhitung=0. 20. 3. 18. Butir soal tes tertutup yang diujicobakan pada 20 orang responden yang tidak termasuk sampel secara acak menunjukkan hasil penelitian valid. 10. 24. sehingga instrumen mengalami perubahan dari 30 butir soal tes tertutup menjadi 25 butir soal tes tertutup. 2002: 174) Kriteria kevalidan apabila rhitung>rtabel. 2. 15. dan 29. 6. dan 30. 7. 25. diketahui 25 butir soal tes tertutup valid dan 5 butir soal tes tertutup invalid. 8.444 maka instrumen tersebut valid (Lampiran 4). 17. 21. Berdasarkan hasil uji coba validitas instrument penelitian sebanyak 30 butir soal tes tertutup.

444 maka instrumen tersebut reliabel (Lampiran 5). Analisis data dilakukan dengan teknik analisis regresi dua prediktor. 2002: 171) Kriteria reliabel apabila r11>rtabel. Analisis dua prediktor Langkah kerja analisis dua prediktor adalah sebagai berikut: a) Mencari persamaan garis regresi dua prediktor dengan rumus: Y= a1X1 + a2X2 + K Keterangan: Y = kriteria a1 = koefisien prediktor ke-1 a2 = koefisien prediktor ke-2 X1 = prediktor pertama X2 = prediktor kedua K = bilangan konstan (Hadi. 1990:21) b) Menentukan efektivitas garis regresi digunakan rumus: EFreg = totregJKJK x 100 Keterangan: . F. Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan pendapatan terhadap peranan wanita dalam menciptakan kelestarian lingkungan hidup di Desa Mojopuro Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen. ini merupakan analisis dari data statistik dan dalam penelitian ini jumlah prediktor ada dua. 1.2bσΣ = jumlah varians butir 2iσ = banyaknya subjek yang menjawab (Arikunto.926 dan rtabel 0. Dalam penelitian ini didapatkan r11=0. Metode Analisis Data Analisis data suatu langkah yang paling menentukan dalam suatu penelitian kerena analisis data berfungsi untuk menyimpulkan hasil penelitian.

Deskriptif persentase Perhitungan deskriptif persentase digunakan untuk mengetahui persentase tingkat pendidikan wanita. kecamatan Sumberlawang. DAFTAR PUSTAKA • • Abdurahman. Hasil perhitungan deskriptif persentase ditafsirkan dengan kalimat kualitatif. 2004. Media Center Db JK RK F m N-m-1 N-1 R2(Σy)2 ()()1-m-NyR -122Σ Σy2 ()myR22Σ ()()1-m-NyR -122Σ - resregRKR K - . ??? _______ .????. 1990:19) c) Mengetahui sumbangan efektif prediktor (SE) dengan rumus: SE% = totregJKJK x 100% SE% X1 = SR% X1 x R2 SE% X2 = SR% X2 x R2 (Hadi. Undang – Undang Republik Indonesia. dan peranan wanita dalam menciptakan kelestarian lingkungan hidup di desa Mojopuro. Penegakan Hukum Lingkungan. 1990:42) Tabel 3 Rangkuman Analisis Regresi dalam Skor Deviasi Sumber Variasi Regresi Residu Total (T) 2. Jakarta. 1983 .EFreg = efektivitas garis regresi JKreg = jumlah kuadarat garis regresi Jktot = jumlah kuadarat total (Hadi. pendapatan wanita.

2007. d. Kamus Lengkap Geografi. 2008.k. Bisri dan Inung Sektiyawan. Jakarta: Erlangga Mustofa. IPS GEOGRAFI untuk SMP Kelas VIII. Yogyakarta: PANJI PUSTAKA .• • • Tim Abdi Guru (Hasan Budi.k).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful