P. 1
Pitaruh untuk seorang suami

Pitaruh untuk seorang suami

|Views: 37|Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Feb 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2011

pdf

text

original

PITARUH UNTUK SEORANG SUAMI

Tadi ananda mengucapkan Ijab Kabul, artinya ikrar timbang terima tanggung jawab antara ayah bunda dari istri dengan diri ananda (suami). Detik ini, ananda telah menjadi suami putri dan keluarga di rumah ini. Nan ka di-bao jadi kawan sa-iriang, tagak ka di-bao ba-iyo, duduak ka dibao ba-rundiang. Patut ananda ketahui, bahwa si Putri adalah, urang gadih nan jolong gadang, umua nan balun sa tahun jaguang, darah nan balun sa tampuak pinang, pangatahuan nan balun sa cabiak daun. Sudah menjadi Hukum Allah bahwa perempuan di ciptakan sebagai makhluk lemah fisik dan sifatnya. Bila terbentur masalah sulit, pertahanan terakhirnya mudah runtuh. Air mata penyudahi. Karena itu Allah perintahkan kepada setiap suami, wa ‘asyiruu-hunna bil ma’ruf, artinya pergaulilah istrimu dengan dengan ma’ruf, lemah lembut. Itulah yang ananda baca dalam sighat talak ta’lik tadi. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, “khaiyru-kum bi-ahlihi” artinya sebaik-baik kamu adalah yang paling baik dengan keluarganya.

“ Orang-orang penyayang akan disayangi oleh Yang Maha Penyayang, maka sayangilah penduduk bumi agar yang di langit ikut pula menyayangimu.” Ketahuilah, bahwa perempuan itu lebih banyak berbicara dengan perasaannya ketimbang fikirannya. Umar bin Khattab RA, pernah menceritakan tentang bakti istri beliau itu, 1. Sebagai Pendamping istriku adalah benteng bagiku dari api neraka, yang setia mendampingi di saat senang dan susah. 2. Sebagai penjaga rumah dan harta, istriku yang membantu, menjaga, memelihara rumah dan hartaku. 3. Sebagai ibu dari anak-anak ku, saya tahu betul betapa beratnya tugas ibu, mengandung, melahirkan menyusukan dan menjaga anak. 4. Sebagai tukang cuci dan masak, tanpa mengenal lelah setiap hari mencuci, memasakkan makanan untuk ku dan anak-anak ku. Karena itu, aku selalu memaafkan kata-katanya, karena mungkin ada hak-haknya yang belum aku penuhi. Begitu sahabat Nabi SAW mempergauli istri dan membina rumah tangga berkualitas “baiti jannati”, rumahku adalah sorgaku. Kiat Umar bin Khattab ini mesti ananda tiru. KEBAHAGIAAN DATANG DARI ALLAH. ALLAH. Allah telah memberikan kebahagiaan rumah tangga dengan saling pengertian dan musyawarah, maka hindarilah sifat mau menang sendiri dan memaksakan kehendak. Bina rumah tangga dengan penuh kasih sayang. Hindari sifat tertutup dan saling curiga. Hadapi masalah dengan bersama. Caranya, Anggang jo kekek cari makan, Tabang ka

pantai kaduo nyo, Panjang jo singkek pa uleh kan, mako nyo sampai nan di cito. Ketahuilah bahwa suami adalah pemimpin di tengah

rumah tangganya,

setiap kamu adalah pemimpin, dan akan ditanyai pertanggungan jawab atas yang dipimpinannya, maka imampun pemimpin dan dia akan ditanyai tentang rakyatnya (HR.Muttafaq).

Hukum Syarak perkembangan hidup

menghendaki keseimbangan antara rohani dan perkembangan jasmani.

Sesungguhnya rohani-mu berhak atasmu. Jasmanimu pun berhak atasmu. Rumah tangga wajib di bina. Masyarakat keliling mesti di

tenggang. Keduanya wajib di jaga. PETUAH ADAT BASANDI SYARAK SYARAK BASANDI KITABULLAH
Berpedoman akhlak karimah, maka tugas urang sumando di Ranah Minang mencakup ; 1. Mancari kato mufakaik, ma-nukuak mano nan kurang, mam-bilai mano nan senteng, ma-uleh sado nan singkek, manjinaki mano nan lia, ma-rapekkan mano nan ranggang, manyalasai mano nan kusuik, ma-nyisik mano nan kurang, ma-lantai mano nan lapuak, mam-baharui mano nan usang. Inilah keseimbangan dalam hidup bermasyarakat. Alah bakarih samporono, Bingkisan rajo Majopahik, Tuah basabab bakarano, Pandai batenggang di nan rumik. 2. “Berbuatlah untuk hidup akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok dan berbuatlah untuk hidup duniamu, seolah-olah akan hidup selama-lamanya". (Hadist).

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.1 3. Kaedah hidup mengadatkan, “Handak kayo badikik-dikik, Handak tuah batabua urai, Handak mulia tapek-i janji, Handak luruih rantangkan tali, Handak buliah kuat mancari, Handak namo tinggakan jaso, Handak pandai rajin balaja.
1

QS.28, Al Qashash:77.

Dek sakato mangkonyo ado, Dek sakutu mangkonyo maju, Dek ameh mangkonyo kameh, Dek padi mangkonyo manjadi. 4. Jangan di lupakan pesan Nabi SAW, Sebaik-baik mukmin seseorang adalah yang paling sempurna akhlaknya. 5. Tugas seorang suami adalah bekerja sepenuh hati. Ka lauik riak mahampeh, Ka karang rancam ma-aruih, Ka pantai ombak mamacah. Jiko mangauik kameh-kameh, Jiko mencancang, putuih – putuih, Lah salasai mangko-nyo sudah. Artinya bekerja mengerahkan semua potensi yang ada, tidak menyertakan lalai dan enggan, tidak berhenti sebelum benar-benar sampai, bacarai hanyo dek tumbilang. 6. Tidak boleh di lupakan sikap saling menghargai keluarga kedua belah pihak yang mempunyai kedudukan sama. Ketahuilah bahwa ananda berdua ibarat tingga maneteng nasi masak, kana lah dari mano datangnyo padi. Ibarat tingga manimang buah ranum, kanalah ka tampuak tampek bagantuang. Artinya yang nikah memang ananda berdua, tapi yang kawin adalah seluruh keluarga kedua abelah pihak. 7. Pelihara selalu Adat hiduik tolong manolong, Adat mati janguak man janguak, Adat isi bari mam-bari, Adat tidak salang ma-nyalang.2 8. Pandai-pandai hidup bermasyarakat. Pandai pula bergaul samo gadang, sesuai pesan syarak’

Belum beriman seorang dari kamu sebelum dia mampu menyayangi sesama saudaranya sebagai menyayangi dirinya sendiri (HR.Muttafaq). 9. Agama maupun adat menyuruh untuk menghormati nan tuodan sayang kepada yang kecil.

“Bukan termasuk umatku yang tidak menghormati yang tua dan tidak pula menyayangi yang kecil, dan tidak mau mengarifi petunjuk orang berilmu dari kami” (HR.Ahmad). 10. Memelihara hak perempuan yang menjadi pemilik dari apa yang dimiliki pasangannya. (a). Hak kepribadian • Dipergauli dengan ma'ruf (QS.An-Nisa'4), • Dinafkahi menurut kelapangan dan kemampuan (QS. At-Thalaq,
2

Basalang tenggang, artinya saling meringankan dengan kesediaan memberikan pinjaman untuk mendukung kehidupannya.

• • • •

7), Dijaga rahasia dari kepribadian perempuan yang amat karakteristik, Dalam rumah tangga suami istri adalah ibarat pakaian (QS. Al Baqarah, 187), Menghormati nasab bapaknya, Perempuan mendapat hak perlindungan dari azwajnya.

(b). Hak kepemilikan • Lelaki tidak boleh menguasai harta istri, • Perempuan ada hak bagian dari harta peninggalan keluarganya (QS An Nisa' 7), • Kewajiban lelaki (suami) menyerahkan mahar kepada istri dengan kerelaan dari pihak perempuan (nihlah) (QS. An Nisa' 4), • Mahar tidak boleh diambil lagi, tidak boleh dirampas oleh keluarga (lihat Tafsirul Khazin, I : 477), artinya apa yang sudah diberikan kepada perempuannya secara ikhlas (nihlah) tidak boleh dirampas kembali. • Haram mengeksploitasi perempuan untuk berbuat serong/pelacuran (QS. An Nuur, 33), • Tidak boleh menyulitkan perempuan, • Wajib lelaki memberikan hak-hak perempuan secara penuh (memberi makan, pakaian) menurut kemampuan, • Tidak boleh memukul wajahnya, tidak boleh mencelanya, • Tidak boleh memisahkan dari tempat tidurnya kecuali dalam rumah sendiri (HR. Abu Daud). (c). Hak mengatur sirkulasi ekonomi rumah tangga • "Jika seorang isteri memberikan infaq dari makanan rumahnya dengan tidak menimbulkan kerusakan, dia akan mendapatkan pahala dari infaknya, sedangkan suaminya juga mendapatkan pahala atas usahanya, dan bagi penyimpan juga mendapatkan pahala. Sebahagian mereka tidak mengurangi bahagian yang lainnya (HR. Muslim). • Seorang perempuan (istri) dapat membelanjakan harta suaminya dengan tidak berlebihan, dan dalam hal ini suami mendapatkan pahala dari Allah. • Tetap amanah dalam pengaturannya, sesuai sabda Rasulullah SAW ; "Apabila seorang isteri melaksanakan shalat lima kali (waktu), shaum (Ramadhan) satu bulan penuh, memelihara kemaluan (farajnya), dan mentaati suaminya, akan dikatakan kepadanya "UDKHULIL JANNATA MIN AYYIL ABWAAB" artinya "Masuklah kamu ke dalam syorga dari segala pintu" (HR. Ahmad). • Perempuan berkewajiban menjaga kepemilikan dibelakang pasangannya. Demikian hukum perkawinan Islam. Maka, yang tidak mau mengindahkan hak-hak perempuan, adalah mereka yang tidak beriman atau tidak mengenal ajaran agama Islam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->