P. 1
Resume Materi Komunikasi Bisnis

Resume Materi Komunikasi Bisnis

|Views: 3,700|Likes:
Published by purikagy

More info:

Published by: purikagy on Feb 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Deskripsi Dalam kehidupan sehari – hari, seseorang berkomunikasi dengan sesamanya melalui berbagai media komunikasi yang berbentuk media elektronik maupun non elektronik. Media komunikasi non elektronik yang lazim dikenal oleh masyarakat awam diantaranya adalah bahasa isyarat, surat menyurat, surat kabar, majalah, dan tabloid. Sedangkan media komunikasi elektronk saat ini diantaranya adalah media audio visual, internet, teleconference, video conference, telepon biasa dan telepon gengam. Dalam dunia bisnis, baik yang berskala kecil, menengah dan besar orang yang ada dalam organisasi bisnis tak dapat terlepas dari kegiatan komunikasi. Oleh karenanya, bagi mereka, komunikasi merupakan faktor yang sangat penting bagi pencapaiaan tujuan suatu organisasi. Mereka dapat menggunakan berbagai meida komunikasi yang ada, baik yang tradisional maupun modern sebagai sarana penyampaian pesan pesan bisnis. Secara garis besar ada dua komunikasi yang paling mendasar, yaitu komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal berkaitan dengan komunikasi yang dilakukan baik melalui tulisan maupun lisan, misalnya dalam bentuk surat, laporan, memo, rapat kerja dan sejenisnya. Sedangkan komunikasi nonverbal merupakan komunikasi yang digunakan tidak lewat tulisan maupun lisan, misalnya dalam bentuk surat, laporan, memo, rapat kerja, dan sejenisnya. Sedangkan komunikasi nnverbal merupakan komunikasi yang digunakan tidak lewat tulisan maupun lisan, seperti menggunakan bahasa isyarat, simol, uniform, ekspresi wajah, lambang perusahaan, jarak saat berbicara, dan warna. Dalam kaitannya dengan proses komunikasi, ada lima tahapan yang perlu diperhatikan yaitu adanya ide atau gagasan, mengubah ide ke dalam suatu pesan, menyampaikan pesan, penerimaan pesan, menafsirkan pesan dan memberikan respons dan umpan balik Dalam komunikasi seringkali muncul kesalahpahaman baik dalam mengembangkan pesan, menyampaikan pesan, dalam menerima pesan, maupun dalam menafsirkan pesan. Kesalahpahaman dalam berkomunikasi dapat diatasi dengan memperhatikan persepsi lawan bicara, ketepatan penyampaiannya, kredibilitas pengirim pesan dan kemampuan mengendalikan pesan. B. Prasyarat

Penguasaan terhadap materi ini, maka peserta sebaiknya sudah pernah memperoleh materi pengantar manajemen, pengantar ekonomi, pengantar komunikasi, baik itu pada saat kuliah maupun pendidikan dan latihan. C. Petunjuk Belajar Peserta agar dapat mempelajar keseluruhan materi buku ajar ini dan mencapai kompetensi serta indikator yang ditetapkan, maka diharapkan belajar berdasarkan sistematika sebagai berikut : 1. Bacalah dengan cermat kompetensi dan indikator yang ada pada setiap kegiatan belajar. 2. Apabila peserta sudah memahaminya, lanjutkan membaca materi yang bersangkutan. 3. Perhatikan setiap penjelasan dari dosen untuk memperoleh pemahaman yang lebih lengkap. 4. Diskusikan kembali bagian materi yang belum jelas dengan pihak lain dengan mencari rujukan literatur seperti yang sudah tertulis di akhr materi. D. Kompetensi dan Indikator 1. Standar Kompetensi Memahami konsep dasar komunikasi bisnis 2. Kompetensi Dasar a. Memahami dasar – dasar komunikasi dan komunikasi bisnis b. Memahami skema teori komunikasi c. Memahami pesan – pesan bisnis d. Memahami laporan bisnis e. Memahami Surat Lamaran Kerja, CV dan Wawancara Kerja 3. Indikator a. Memahami pengertian komunikasi dan komunikasi bisnis b. Memahami jenis – jenis komunikasi c. Memahami pemprosesan teori komunikasi d. Memahami proses pesan – pesan bisnis e. Memahami cara membuat surat lamaran kerja yang baik f. Memahami pembuatan CV yang baik g. Memahami bagaimana proses wawancara kerja

BAB II KEBERHASILAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Komunikasi yang merupakan keterkaitan antara individu – individu dengan organisasi mempunyai peranan yang cukup penting. Bagi berjalannya fungsi – fungsi dalam sauatu organisasi. Beberapa kegiatan organisasional yang ada dalam suatu organisasi mencakup penentuan tujuan, pengambilan keputusan, pengukuran hasil kerja,

pemngembangan staf, keterkaitan dengan konsumen, negosiasi dengan pemasok, menghasilkan produk, dan interaksi dengan peraturan yang ada. Untuk melakukan komunikasi secara efektif perlu adanya pemilihan pola komunikasi baik melalui saluran komunikasi formal dan informal. Saluran komunikasi formal dapat dilakukan dengan tiga bentuk komunikaksi, yaitu komunikasi dari bawah ke atas, komunikasi dari atas ke bawah, komunikasi horizontal, dan komunikasi diagonal. Apabila dalam komunikasi formal, saluran komunikasinya didasarkan pada posisi kedudukan atau jabatan yang telh diatur sesuai dengan jenjang hierarkinya, maka dalam komunikasi informal semua informasi tidak lagi atas dasar jenjang hierarkinya, namun saluran komunkasinya lebih luwes. Dengan semakin berkembangnya suatu organisasi, maka sebagian tanggung jawab dan wewenangnya didelegasikan kepada bawahannya. Dlam mendelegasikan wewenang dan tanggung jawabnya, salah satu faktor penting bagi pelaksanaan tugas tersebut adalah adanya unsur kepercayaan yang besar terhadap bawahan. Tanpa melihat dimana Anda bekerja atau apa yang Anda lakukan, maka komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting bagi kemajuan karier Anda. Dengan melakukan penelaahan terhadap ala yang menjadi kekuatan dan kelemahan yang Anda miliki, penentuan tujuan yang realistiis dan melakukan latihan berbagai bentuk komunikasi, maka Anda akan dapat meningkatkan ketrampilan komunikasi Anda. BAB III PESAN – PESAN BISNIS Setelah meperoleh gambaran mengenai berbagai macam bentuk saluran komunikasi baik yang bersifat formal maupun informal, maka langkah berikutnya melakukan perencanaan pesan pesan bisnis, mencakup pesan – pesan yang disampaikan secara tertulis ( macam – macam surat) dan pesan – pesan yang disampaikan secara lisan. Dalam suatu pesan – pesan bisnis yang diorganisasikan dengan baik, semua informasi penting dan maksud/tujuan penulisan pesan – pesan bisnis dinyatakan secara jelas. Di samping itu, ide - ide juga disajikan secara logis. Organisasi yang baik adalah penting karena hal itu

membuat pesan – pesan yang disampaikan menjadi lebih efektif dan memudahkan atau menyederhanakan pekerjaan komunikator. Pengorganisasian suatu pesan memerlukan pengelompokan ide – ide secara tepat. Ada dua pendekatan organisasional yang cukup mendasar, yaitu pendekatan langsung dan tak langsung. Dengan pendekatan langsung, ide pokok ditempatkan pada bagian terdahulu kemudian baru diikuti bukti – bukti pendukungnya, sedangkan pendekatan tak langsung, bukti – bukti pendukung ditempatkan terdahulu, kemudian diikuti dengan ide pokoknya. Pendekatan langsung sangat baik diterapkan bagi pesan- pesan yang akan disampaikan. Sementara itu, pendekatan tidak langsung adalah tepat untuk orang – orang yang bersikap skeptis atau tidak senang terhadap pesan – pesan yang akan disampaikan. Revisi merupakan langkah terakhir dalam mengembangkan pesan – pesan bisnis secara efektif. Masing – masing pesan bisnis tersebut perlu di edit baik menyangkut masalah isi dan pengorganisasiannya, gaya penyampaiannya dan format penulisannya. Gaya penulisan yang efektif dimulai dengan pemilihan kata yang tepat. Dalam memilih kata perlu diperhatikan antara lain pemilihan kata yang sudah familiar secara umum, singkat, dan hindarkan kata yang bermakna ganda. Penulisan pesan – pesan bisnis yang paling efektif akan mencakup keseimbangan pemilihan terhadap ketiga jenis kalimat yaitu kalimat sederhana, majemuk, dan kompleks. Kalimat – kalimat yang singkat dan menggunakan kalimat aktif akan mempermudah audiens Anda dalam memahami maksud dan tujuan suatu pesan bisnis. BAB IV LAPORAN BISNIS Lembaga – lembaga organisasi untuk semua jenis baik bisnis, pemerintah, jasa dan informal dihadapkan dengan berbagai macam tugas harian seperti pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Untuk semua level organisasi, baik mulai dari manajemen level bawah , menengah dan atas, kesemuanya memerlukan berbagai macam informasi yang sangat diperlukan bagi proses pengambilan keputusan. Proses pengembangan informasi tersebut akan menghasilkan suatu laporan yang dikenal dengan laporan bisnis. Untuk menyusun laporan, berbagai macam persiapan perlu dilakukan antara lain mendefinisikan masalah, tujuan dan ruang lingkup, siapa saja yang akan menerima laporan, menentukan ide/gagasan,

mengumpulkan bahan – bahan, menganalisis dan menafsirkan data, serta mengorganisasi data dan menyiapkan outline akhir. Secara umum suatu laporan mencakup tiga bagian penting yaitu bagian pendahuluan, text dan penutup. Dalam bagian pendahuluan mencakup antara lain autorisasi, layout, masalah, tujuan, ruang lingkup, metodologi, Sedangkan bagian teks mencakup antara lain penjelasan semua informasi penting beserta pendukungnya. Pada bagian penutup meliputi antara lain rangkuman, kesimpulan dan rekomendasi. Laporan bisnis pada dasarnya terdiri atas dua yaitu lapoarn singkat/ laporan informal dan laporan formal. Laporan singkat sering menggunakan memo sedangkan laporan formal disajikan dalam bentuk manuscript. Laporan yang bersifat informasional disusun dengan menggunakan sub-subopik dan laporan analitik disusun menggunakan argumentasi secara logis atau kesimpulan dan rekomendasi. Suatu laporan bisnis efektif akan dimulai dengan mendefinisikan masalah secara jelas. Setelah masalah dapat dinyatakan secara jelas., maka Anda dapat menentukan informasi apa yang diperlukan untuk memecahkan masalah. Disamping itu anda juga akan mengembangkan suatu rencana bagaimana memperoleh informasi tersebut. BAB V SURAT LAMARAN KERJA, CV DAN WAWANCARA KERJA Surat lamaran kerja merupakan pintu gerbang dalam memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, dengan menggunakan pendekatan AIDA (Attention, Interest, Desire,dan Action) dalam membuat surat lamaran kerja. Secara garis besar surat lamaran kerja mencakup tiga hal yaitu paragraf pembuka, paragraf pertengahan dan paragraf penutup. Pada paragraf pembuka lebih menekankan bagaimana dapat menarik perhatian pembaca melalui saatu pernyataan rangkuman, nama person, sumber publikasi, pertanyaan, dan cuplikan berita. Paragraf pertengahan merupakan penjelasan terhadap apa yang diminati dan sangat diharapkan oleh pembaca seperti kualifikasi pendidikan, pengalaman kerja, berbagai minat dan aktivitas. Dalam surat lamaran

kerja, paragraf penutup mencakup suatu tindakan, yaitu untuk wawancara. Oleh karena itu untuk mempermmudah pemanggilan maka harus dicantumkan alamat lengkap yang memudahkan perusahaan untuk memnghubungi si pelamar kerja. Suatu CV atau Resume meupakan suatu laporan faktual terhadap kualifikasi anda. Dalam CV, harus menekankan pada poin – pon penting kemampuan anda. Suatu CV tidak apa dipisahkan dari surat lamaran kerja. Resume dapat digunakan untuk menjual kemampuan yang anda miliki bagi organisasi / perusahaan yang memerlukannya. Wawancara kerja merupakan sebagian kegiatan penting dalam proses mencar pekerjaan, selain resume dan surat lamaran kerja. Dalam melakukan wawancara kerja perlu diperhatikan beberapa persiapan dengan baik mulai cara berpakaian, nada suara, cara menjawab pertanyaan, cara duduk, cara memasuki ruang, dan sejenisnya. Jangan sampai wawancara kerja yang merupakan kesempatan emas yang sangat berharga hilang begitu saja tanpa adanya persiapan yang matang. Anda perlu juga mengenali jabatan pekerjaan dan perusahaan melalui berbagai publikasi resmi yang diterbitkan oleh perusahaan yang dilamar. Pemahaman mengenai pekerjaan dan perusahaan yang dilamar menunjukan seberapa besar kesungguhan seseorang dalam mencari kerja.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->