P. 1
laporan skenario fsm 1 kelompok B

laporan skenario fsm 1 kelompok B

|Views: 342|Likes:
Published by ichi_ichiban

More info:

Published by: ichi_ichiban on Feb 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2011

pdf

text

original

Sections

  • ISI
  • A.KOMPETENSI YANG AKAN DICAPAI
  • B.KASUS
  • C.DAFTAR UNCLEAR TERM
  • D.DAFTAR CUES
  • E.DAFTAR PROBLEM IDENTIFICATION
  • F.HASIL BRAINSTORMING
  • G.HIPOTESIS
  • H.KLARIFIKASI PROBLEM IDENTIFICATION
  • I.LEARNING ISSUES
  • J.PEMBAHASAN LEARNING ISSUES DAN PROBLEM IDENTIFICATION
  • KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
  • A.Kesimpulan
  • B.Rekomendasi
  • TIM PENYUSUN

LAPORAN HASIL DISKUSI Blok Pertama SKENARIO 12 “ Better Hospital Food ” Minggu ke 12 Tanggal 3 Desember s/d 9 desember 2010

Penyusun kelompok B : Annisa Rizkitania Aulia Riska I. Bayu Christia H. Citra Dewi Larasati Dini Mei Rasaningrum Farah Paramita 0810730002 0810730020 0810730024 0810730027 0810730030 0810730034

Hayu Kusuma Wardhani 0810730037 Imaning Yulia R Mazzia Mega R. I. 0810730040 0810730046

1

Winda Christina Harlen 0810733066

Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang 2010

2

DAFTAR ISI

I. HALAMAN JUDUL.......................................................................................1 II. DAFTAR ISI.................................................................................................2 III. ISI A. KOMPETENSI YANG AKAN DICAPAI..................................................3 B. SKENARIO............................................................................................3 C. DAFTAR UNCLEAR TERM...................................................................3 D. CUES ..................................................................................................5 E. DAFTAR PROBLEM IDENTIFICATION.................................................5 F. HASIL BRAINSTORMING.....................................................................5 G. HIPOTESIS............................................................................................ 9 H. KLARIFIKASI PROBLEM IDENTIFICATION.......................................10 I. J. LEARNING ISSUES.............................................................................16 PEMBAHASAN LEARNING ISSUES...................................................17

IV. KEGIATAN LAB A. WAKTU PELAKSANAAN.................................................................................28 B. PENUGASAN 28 C. HASIL 28.............................................................................................................. D. HAMBATAN SAAT SKILL LAB.........................................................................28 V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI........................................................29 A. KESIMPULAN.......................................................................................29 B. REKOMENDASI...................................................................................30 VI. DAFTAR PUSTAKA..................................................................................31 VII.TIM PENYUSUN.......................................................................................34 VIII.LAMPIRAN...............................................................................................35

3

ISI A. KOMPETENSI YANG AKAN DICAPAI Competencies supervise quality improvement, including systems and customer satisfaction service and/or practice

B. KASUS Direktur RS “Setia Bakti” bertekad memberikan Pelayanan Prima pada pasien. Berdasarkan laporan tahun lalu dari survey Sisa makanan pasien di piring rata-rata mencapai 40% dan selama ini belum pernah melakukan survey kepuasan konsumen dan karyawan. Kepala Instalasi Gizi diminta untuk membuat rencana kerja peningkatan kualitas (Quality Improvement) dengan motto “ Better Hospital Food ” termasuk salah satunya melakukan survey kepuasan konsumen dan karyawan untuk meningkatkan kualitas makanan. Buat plan of Action dari upaya Quality Improvement untuk instalasi gizi yang dapat saudara rekomendasikan pada Ahli Gizi Rumah Sakit tersebut untuk mendukung “ Better Hospital Food “. C. DAFTAR UNCLEAR TERM 1. Quality improvement Suatu kegiatan untuk meningkatkan dan merubah mutu/ kualitas 2. Konsumen pemakai barang-barang hasil industry bahan makanan dan pemakai jasa 3. Survey sisa makanan suatu kegiatan memeriksa, meninjau dan menghitung sisa makanan bertujuan untuk menilai kepuasan konsumen 4. Survey kepuasan konsumen

4

Pelayanan prima • • • pelayanan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas. Rekomendasi saran yang menganjurkan. menguatkan dan memberi nasihat untuk melakukan suatu pekerjaan 7. Instalasi gizi suatu bagian dari RS yang khusus menangani masalah gizi pada pasien dan karyawan serta menangani penyelenggaraan makanan pada pasien 9. rasa. Direktur 5 . aroma.suatu kegiatan memeriksa atau meninjau mengenai kepuasan pemakai barang-barang hasil industri serta untuk mengetahui tingkat kepuasan orang yang memakai jasa atau barang. tekstur. bentuk. Pelayanan terbaik atau pelayanan utama/nomor 1 perbuatan atau cara perlakuan untuk melayani scr cepat dan memuaskan 11. membenarkan. 5. Kualitas Kadar. mutu dan tingkat baik buruknya sesuatu 8. dll 10. Rencana kerja rancangan atau susunan suatu kegiaatan yang akan dikerjakan 6. Kualitas makanan kadar atau mutu suatu makanan yang bisa dilihat dr warna. Motto kalimat pendek yang digunakan sebagai semboyan 12.

Kepala instalasi gizi pimpinan dr suatu instalasi atau penyelenggaraan makanan di RS 16. kehendak yang pasti. DAFTAR CUES “Ahli Gizi membuat plan of action sebagai upaya Quality Improvement dengan cara salah satunya survey kepuasan konsumen dan karyawan untuk mendukung Rumah Sakit dengan motto “better hospital food” yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan konsumen dan karyawan. Laporan suatu pernyataan atau pelaporan mengenai pekerjaan dan tingkah laku pegawai bisa secara tertulis maupun lisan D. Karyawan orang yang bekerja di suatu Perusahaan dengan mendapatkn upah 14. Peningkatan suatu proses dan perbuatan untuk meningkatkan kegiatan 15. standart mutu makanan sebagai upaya peningkatan kualitas instalasi gizi”. 13.Bayu pemimpin tertinggi perusahaan atau lembaga bertugas bimbingan melalui pengarahan. bersungguh-sungguh. kebulatan hati. Apa SOP dari Quality Improvement? 3. dll. DAFTAR PROBLEM IDENTIFICATION 1. E. keinginan yang kuat 17. Tekad kemauan. jenis dan kegiatan yang termasuk dalam Quality Improvement? 6 . Apa tujuan dan prinsip Quality Improvement? 2.

Citra: Apa tujuan dan prinsip Quality Improvement? (LO) a. siapa aja yang terkait dalam Quality improvement? 7. apa pengertian better hospital food? 16.4. bagaimana cara melakukan supervisi dan evaluasi dalam Quality Improvement? 9. Apa saja syarat-syarat dari pelayanan prima? 14. tools apa yang digunakan untuk survey kepuasan konsumen dan karyawan? 10. langkah-langkah karyawan? 12. isi dari tools yang digunakan untuk survey? 11. cut off indikator dari plate waste (sisa makanan)? 17. HASIL BRAINSTORMING 1. Syarat Plan Of Action yang baik? 18. apa aja yang mempengaruhi Quality Improvement? 6. bagaimana cara membuat Plan Of Action? 15. Tujuan 1) Maul : untuk meningkatkan kualitas makanan 2) Winda : untuk meningkatkan kepuasan konsumen 3) Ica : meningkatkan kualitas kerja karyawan melakukan survey kepuasan konsumen dan 7 . Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas makanan? F. Bagaimana rencana kerja yang meningkatkan Quality Improvement? 8. bagaimana cara evaluasi tools survey kepuasan? 13. Indikator-indikator apa aja yang ada dalam Quality Improvement? 5.

Prinsip 1) Maul : Harus memberikan semangat kepada karyawan dalam kerja kayak motivasi training 2) Cece : kegiatan2 dlm QI 2. Citra: Apa SOP dari Quality Improvement? (LO) 3. Mita: Jenis dan kegiatan yang termasuk dalam Quality Improvement? (LO) a. Kegiatan • Winda : training • Mita : bisa untuk meningkatkan skill dan motivasi • Citra : melakukan pengawasan dalam penyelenggaraan makanan • Ima : pemberian reward pada karyawan • Bayu : memberikan punishment • Ima : pemberian kuisioner ke pasien • Winda : penetapan standart-standart makanan dan pelayanan • Maul + ica : melakukan pengembangan • Ima : QA  memberikan kompensasi saat ada komplain • Cece : QC  melakukan pengawasan • Maul : QC  pengeleminasian pelayanan yang tidak sesuai dengan standart 8 . • Maul : TQM b. Jenis • Ica : QC dan QA.b.

Winda: Hal-hal yang mempengaruhi Quality Improvement? • Mita : kinerja karyawan • Ica : motivasi karyawan • Citra : standart-standart yang ditetapkan dalam penyelenggaraan makanan • • Maul : pimpinannya Winda : konsumen 6.4. Maul : siapa aja yang terkait dalam quality improvement? • • • Hayu : karyawan. Cece : Bagaimana rencana kerja yang Improvement? (KASUS) • • • • • • 8. Mita : survey kepuasan konsumen dan karyawan Winda : survey faktor yang mempengarhui 40% sisa makanan Maul : perubahan sistem kerja karyawan (SOP) Citra : survey keefektifan kerja  sistem kerja Mita : peningkatan kualitas makanan Cece : peningkatan kualitas pelayanan Mita: bagaimana cara melakukan supervisi dan evaluasi dalam Quality Improvement? • Maul : membuat indikator-indikator dalam cek list lalu dibandingkan 9 . pimpinan Maul : penanam modal Ica : distributor (supplyer) meningkatkan Quality 7. Aulia: Indikator-indikator apa aja yang ada dalam Quality Improvement? (LO) 5.

Ica : tools apa yang digunakan untuk survey kepuasan konsumen dan karyawan? • Karyawan  . Citra : sapa yang melakukan supervisi? Winda : yang membuat program Maul : kapan Quality Improvement dilakukan? Winda : ditentukan sesuai dengan target.Ima : cek list lebih detail . Ada jangka waktu.• Ima : dari RS buat program khusus untuk karyawan dalam shift plan waktunya Quality Improvement.Ica : kuisioner .Ima : form saran .Tanya ke karyawan apakah beban kerjanya berat atau tidak • Konsumen  . di bagian apa. Cece : isi dari tools yang digunakan untuk survey? Dan Citra : indikator yang ada dalam survey kepuasan? • Karyawan  Winda : kesesuaian beban kerja (menangani berapa pasien.Cece : form/cek list .Winda : form saran .Cek list  lebih ke karyawan 10. • • • • 9. kenyamanan dlm bekerja (karyawannya) 10 .Ica : kuisioner  lebih ke konsumen . waktu. dll). saran karyawan untuk sistemnya.

.- Bayu : kebersihan diri dari karyawan. kebersihan. . tanya : apa enak. dll. penampilan karyawan (supervisor) • Konsumen  .Maul : frekuensi pemberian makanan ..Maul : pertama harus tau tujuan. 11. lalu pengolahan data. dan terakhir monev 12. sama kayak icha.Mita : kesesuaian alat dan makanan.Cece : cara pelayanan. apakah tepat waktu . warna.Hayu : seberapa sisa makanan yang ada. bertanya secara langsung . Hayu : langkah-langkah melakukan survey kepuasan konsumen dan karyawan? • Konsumen dan karyawan  . menyiapkan kuisioner. Ica : bagaimana cara evaluasi tools survey kepuasan? • • • Winda : harus ada cut off Citra : ya diinterpretasikan dr hasil membandingkan cut off Ica : skor-skor ditetapkan. pengambilan data itu apa. penampilan.Citra : analisa data dan interpretasi . 11 .. problem tree. proporsi. dll.. hasil di evaluasi .Ica : menyiapkan pertanyaannya.Citra : dr segi penyajiannya. keramahan.Ima : pertama.

dan memuaskan Hayu : tepat wktu Maul : tepat sasaran mita : tepat jumlah winda : kebersihan ima : efektif efisien tidak bertentangan dan merugikan RS sesuai dengan standart (dari pengeluaran. Ima : bagaimana cara buat POA? (point2) • • • • • Bayu : tujuan. Bayu : apa pengertian better hospital food? (LO) 16. Bayu : cut off indikator dari plate waste (sisa makanan)? (LO) 17. indikator. tekstur. dll) 14. 12 . aroma. Sesuai atau nggak ma orangnya Citra : kesesuaian suhu makanan saat pengolahan atau penyajian. waktu Winda : faktor pendukung dan penghambat Ica : pelaksana Mita : pihak2 yang terlibat. warna. monev 15. Winda : syarat POA yang baik? • • Hayu : sesuai dana waktu kegiatan sasaran tujuan Winda : reliabilitasnya baik/tinggi 18. tanggap melayani. Winda : syarat-syarat dr pelayanan prima apa aja?  ke pasien • • • • • • Cece : cepat.13. zat gizi Ima : cara memasaknya. kegiatan Maul : dana. Faktor2 yang mempengaruhi kualitas makanan? • • • Cece : hygiene sanitasi. sasaran. rasa.

Menjauhkan ketakutan i. j. Hal-hal yang mempengaruhi Quality Improvement? a. Menerapkan program pendidikan dan pengembangan karyawan secara serius n.• • Maul : penjamah makanannya Bayu : kualitas dr BM G. KLARIFIKASI PROBLEM IDENTIFICATION 1. Menghilangkan hambatan hubungan antar bagian Menghilangkan hal-hal yang dapat membebani karyawan dan menghindarkan karyawan dari perasaaan k. Melibatkan seluruh karyawan dalam tranformasi 13 . Menghilangkan praktik manajemen berdasarkan pada sasaran l. Menghentikan praktik kebiasaan menilai sesuatu hanya berdasarkan harga tanpa memperhatikan kualitas e. Penetapan tujuan hendaknya konsisten b. Mengutamakan pencegahan kesalahan d. Menjalankan kepemimpinan yang efektif h. HIPOTESIS Terlampir H. Menciptakan kebanggan karyawan atas pekerjaaan m. Melaksanakan pelatihan g. Melakukan perbaikan proses secara terus menerus f. Menerapkan fokus pada kepuasan pelanggan c.

Manajemen waktu u. Perilaku inovatif. Kesalahan prosedur r. Pihak perencana (pimpinan. Pencapaian kualitas dan kuantitas pekerjaan v. Pihak pelaksana (karyawan. Kemampuan diri untuk mencapai tujuan w.o. Siapa aja yang terkait dalam Quality improvement? a. Pengambilan inisiatif q. penanam modal. staff dapur. dietitian. dll) c. Kesalahan dari individu masing-masing karyawan s. Keefektifan dalam berkomunikasi p. Kerjasama dengan semua karyawan . Pengetahuan akan perusahaan y. Hubungan dengan rekan kerja dan pelanggan x. Pemimpin 2. kepala instalasi gizi) dewan komisaris/ pengawas b. Tingkat potensi diri t. Supervisor d. Pasien administrator RS Staf medis Menurut Guide for Organization of Dietetic Service is a Hospital ahli gizi yang tekait dalam Quality Improvement pegawai tatausaha supervisor produksi makanan supervisor produksi makanan kepala koki pekerja 14 pekerja .

Bagaimana rencana kerja yang meningkatkan Quality Improvement? Rencana kerja yang digunakan dalam upaya meningkatkan quality improvement adalah sebagai berikut : a. Melakukan survey kepuasan konsumen dan karyawan b. Isi dari tools yang digunakan untuk survey? 15 .3. Perubahan sistem kerja karyawan c. Peningkatan kualitas pelayanan terhadap pasien 4.

Contoh pertanyaan : apakah karyawan merasa sangat sibuk dan kekurangan waktu. Imbalan finansial/gaji e. kenyamanan. diagnosa penyakit. rasa. Gaji sesuai dengan beban kerja 16 . keramahan petugas b. Reward karyawan sesuai dengan pekerjaan d. kepuasan terhadap SOP dan kebijakan RS 2) Pertanyaan terbuka meliputi a. jenis kelamin. suhu makanan dan minuman. aroma). Pembagian tugas atau beban kerja g. Promosi karier karyawan h. merasa termotivasi untuk bekerja lebih baik. tanggap terhadap keluhan pasien. ruangan. ukuran porsi. umur. Isi dari Kuesioner Survei Kepuasan Konsumen 1) Identitas pasien  nama. kebersihan dan ketenangan) i. lama dirawat di RS. kebersihan diri. Isi dari Kuesioner Survei Kepuasan Karyawan 1) Check list perilaku karyawan meliputi : bersikap ramah. variasi menu. merasa senang karena membantu pasien. pendidikan. kematangan makanan 5) Pelayanan  ketepatan waktu. Emosi karyawan c.a. tipe diet 2) Diet diorder atau tidak 3) Ada kunjungan dari ahli gizi atau tidak 4) Aspek makanan  taste (warna. pekerjaan. Lingkungan pekerjaan (keamanan. penyajian. puas karena pengawasan karyawan berjalan baik. kompeten dengan tugasnya. kelengkapan/kelayakan alat penyajian. Refresing atau rekreasi karyawan f. Kerjasama antar karyawan b. dll.

uji – t. Pelaksanaan • • • • • Pengambilan data sesuai sampel Pengolahan data Analisis data dan interpretasi Membuat sistem yang lebih baik Dilakukan monitoring dan evaluasi 6. Langkah-langkah karyawan? a. uji asumsi klasik. Persiapan • • • • • • • melakukan survey kepuasan konsumen dan Menetapkan sasaran Menetapkan tujuan Mengidentifikasi masalah Menetapkan variabel dalam kuesioner Membuat pertanyaan untuk kuesioner Mengujicobakan kuesioner Revisi kuesioner b. uji ketepatan model. Cara Evaluasi 1) 2) Menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas Tahap selanjutnya. data kuesioner dianalisis dengan regresi berganda melalui uji statistik deskriptif. 17 .5. Bagaimana cara evaluasi tools survey kepuasan? a.

3) Melakukan uji kecukupan data yang digunakan untuk menguji apakah data kuisioner yang diberikan telah cukup menggambarkan populasi pelanggan seluruhnya. b. 4) Melalui persentase yang didapatkan dari total scor pada kuesionair. Topik Evaluasi Untuk Menilai Kepuasan Konsumen antara lain : 1) Fasilitas a) b) c) d) e) f) 2) Penampilan (inside and outside) Pencahayaan Tingkat kegaduhan Kebersihan Lokasi Suasana Makanan a) b) c) d) e) f) Penampilan makanan Taste/flavor Suhu makanan yang disajikan Harga Menu seleksi Ukuran porsi 3) Karyawan/Staff a) b) c) Perhatian dari staf Pengetahun Ketepatan waktu pelayanan 18 .

kesopanan dan keramahan. dan terjangkau • Unsur-unsur kualitas pelayanan : penampilan (bersih. keterbukaan. Memenuhi standar waktu. tidak rasial. berkualitas. kejujuran dan kepercayaan. Memuaskan pelanggan. artinya orang yg menerima pelayanan merasa puas. f.d) e) f) g) Akurasi dari pesanan Tanggung jawab Keramahan Penampilan staf 7. Oleh karena itu ketepatan sangatlah penting dalam pelayanan g. kualitas. Keamanan 19 . tempat. prosedur yg ditetapkan untuk penyelesaian setiap tugas dalam pemberian pelayanan b. tepat waktu dan janji. Keadilan yaang merata d. Kemudahan dalam pelayanan e. kesediaan melayani. efisien. pengetahuan karyawan. menarik). Apa saja syarat-syarat dari pelayanan prima? a. Ketepatan Kecepatan tanpa ketepatan dalam kerja tidak menjamin kepuasan para pelanggan. tepat waktu. biaya c. biaya. Kecepatan Waktu yang digunakan dalam melayani konsumen atau pelanggan minimal sama dengan batas waktu standart pelayanan yang ditentukan oleh perusahaan.

q. tanggap. karyawan perusahaan dituntut untuk mempunyai sikap sopan dan ramah. Dengan demikian. Manajemen RS yang baik k. apalagi pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa i. Keramahtamahan Dalam melayani para pelanggan. dan akurat m. Melibatkan pasien dalam perencanaan dan monitoring dari setiap pelayanan makanan. Pelayanan yang cepat. Oleh karena itu keramahan sangat penting. Fasilitas yang memadai l. j. Melakukan screening pada seluruh pasien untuk deteksi dini pasien yang mengalami malnutrisi o. s. r. RS memiliki pedoman khusus dalam memberikan pelayanan makanan dan asuhan nutrisi terhadap setiap pasien. Melakukan identifikasi pelayanan nutrisi yang dibutuhkan oleh masing-masing individu. Menyediakan dan memfasilitasi ruangan pasien senyaman mungkin agar pasien merasa nyaman sehingga mengalami peningkatan dalam nafsu makannya. perusahaan harus dapat memberikan rasa nyaman pada konsumen.Dalam melayani para konsumen diharapkan perusahaan dapat memberikan perasaan aman untuk menggunakan produk jasanya. h. Kenyamanan kenyaman timbul jika seseorang merasa apa adanya. Seluruh staf memiliki keahlian dan kompetensi yang dibutuhkan serta memastikan bahwa staf memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi 20 . p. Terdapar standart pelayanan n.

Evaluasi 9. Proses pengukuran Quality improvement g. Adanya target yang ingin dicapai h. Fasilitas RS disesuaikan dengan kebutuhan pasien yang bertujuan untuk menyediakan dan membawa pasien mengalami pengalaman yang berharga dan pelayanan makanan dan asuhan nutrisi. 8.dari pasien. Seluruh staf dibekali dengan training NCP dan manajemen. u. Faktor2 yang mempengaruhi kualitas makanan? 21 . Best practice yang diharapkan pendekatan monitoringnya k. v. Strategi kegiatan f. w. Identifikasi masalah dan kekuatan i. Tipe kegiatan Quality improvement e. Tanggal dibuatnya POA d. RS memiliki kebijakan dalam pelayanan makanan dan asuhan nutrisi yang mana pasien dijadikan fokus dalam pelayanan RS dan itu sejalan dengan apa yang diatur oleh pemerintah. t. Syarat Plan Of Action yang baik? a. j. Seluruh kegiatan yang dilakukan di RS merupakan cerminan kerjasama antara pihak RS dalam hal ini karyawan dan konsumen yang dalam hal ini adalah pasien RS. Harus ada nama institusi yang membuat POA b. Harus ada tim Quality Improvement yang membuat POA c. Pelayanan makanan dan asuhan nutrisi yang diberikan kepada pasien telah memenuhi standart keamanan.

PEMBAHASAN LEARNING ISSUES DAN PROBLEM IDENTIFICATION 1. Indikator-indikator apa aja yang ada dalam Quality Improvement? 5. Teknik persiapan dan pengolahan BM sesuai untuk produk c. tools apa yang digunakan untuk survey kepuasan konsumen dan karyawan? 7. Apa tujuan dan prinsip Quality Improvement? a. Keadaan overproduction dan underproduction I. LEARNING ISSUES 1. tekstur. Tujuan dari Quality Improvement antara lain : 22 . bagaimana cara melakukan supervisi dan evaluasi dalam Quality Improvement? 6. Nilai gizi makanan f. Cara penyajian makanan d. ukuran porsi. metode persiapan (termasuk suhu penyajian) e. apa pengertian better hospital food? 9. Bahan makanan sesuai untuk produk b. bagaimana cara membuat Plan Of Action? 8. warna.a. Standar resep dan standar porsi makanan g. Pengaruhnya bagi institusi penyelenggara dan konsumen h. jenis dan kegiatan yang termasuk dalam Quality Improvement? 4. Apa tujuan dan prinsip Quality Improvement? 2. Rasa. Apa SOP dari Quality Improvement? 3. cut off indikator dari plate waste (sisa makanan)? J.

identifikasi problem dan menentukan adanya peningkatan atau tidak.1) Mengurangi pemborosan (mengurangi biaya operasional ) 2) Mencegah terjadinya kerugian 3) Meningkatkan keuntungan atau pendapatan 4) Meningkatkan kepuasan pelanggan 5) Memberikan pelayanan prima 6) Meningkatkan daya saing perusahaan 7) Meningkatkan kemampuan karyawan khususnya dalam hal memecahkan masalah dan berinovasi b. 2) Memahami proses dan sistem Institusi harus memahami sistem pelayanan agar memahami bagian mana yang perlu ditingkatkan 3) Mencoba perubahan dan menekankan pada penggunaan data Perubahan dicobakan untuk mengetahui apakah menghasilkan peningkatan yang diharapkan dan penggunaaan data termasuk didalamnya adalah analisis prosedur. Prinsip dari Quality Improvement antara lain : 1) Terfokus pada pasien Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pasien. 5) Bersifat prospektif dan kontinyu 23 . 4) Teamwork Peningkatan dapat dicapai dengan pendekatan team untuk menyelesaikan masalah dan untuk meningkatkan kualitas.

Analyze Menganalisis masalah dan melihat seberapa besar masalah tersebut. kita bisa menggunakan data yang telah tersedia ataupun mengambil data baru c. dimana masalah itu terjadi.2. Develop Ketika data yang dibutuhkan sudah terkumpul. apa dampak yang terjadi bula masalah tidak diselesaikan. dll) b. Jika sudah ada hasilnya. dll). Proses yang digunakan pada tahap ini disebut dengan PDSA Cycle. selanjutnya membuat hipotesis tentang perubahan apa yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. atau kita hindari. 24 . Test/Implement Fokus pada implementasi dari hipotesis yang telah kita buat. mengapa masalah itu bisa terjadi. dimodifikasi. SOP dari Quality Improvement a. Hipotesis hanya berupa teori. tentukan apakah rancangan perubahan tersebut akan kita gunakan. seberapa sering masalah itu terjadi. siapa saja yang memiliki peran atau pengaruh dalam masalah tersebut. kapan masalah itu terjadi. d. Pada tahap ini. Identify menentukan apa yang akan kita tingkatkan (apa yang menjadi masalah.

Kegiatan Quality improvement 25 . jenis dan kegiatan yang termasuk dalam Quality Improvement? a. Jenis Quality Improvement • Berdasarkan Level Manajemen dan Level Divisi QI dibagi 8 kategori: 1) Peningkatan Kepuasan Konsumen 2) Peningkatan Kepuasan Karyawan 3) Peningkatan Pelayanan Dan Produk 4) Peningkatan Proses (Sistem dan Teknologi) 5) Peningkatan Individu (Edukasi/Training) 6) Peningkatan Hubungan Dengan Konsumen 7) Peningkatan Hubungan Dengan Supplier 8) Peningkatan Pengukuran Sistem • Berdasarkan Quality Motivation: 1) Bonus For High Quality (Untuk Meningkatkan Semangat Dalam Bekerja) 2) Quality Campaigns (Untuk Meningkatkan Semangat Dalam Bekerja) 3) Economic Rewards (Untuk Meningkatkan Semangat Dalam Bekerja) 4) QC Activities (Untuk Membangun Kerjasama Kelompok) 5) Job Rotation (Untuk Memaksimalkan Pekerjaan) b.3.

4) Melakukan survey. dalam menjalankan perbaikan kualitas 13) Mempertahankan momentum kualitas melalui perluasan 14) Memberikan pelatihan cara meningkatkan kualitas.1) Membuat kebijakan terkait makanan. contohnya edukasi. motivasi. dan komunikasi lisan dengan pasien untuk mengetahui kepuasan 5) Membuat forum diskusi untuk membicarakan informasi yang didapat mengenai pasien 6) Mengadakan pelatihan bagi pegawai untuk meningkatkan kemampuan 7) Menciptakan kesadaran akan kebutuhan dan kesempatan untuk peningkatan kualitas mutu 8) Memberikan Pelatihan cara meningkatkan kualitas misalnya: diklat 9) Meninjau kemajuan secara teratur 10) Memberikan penghargaan terhadap yang berhasil (reward) 11) Menyebarluaskan hasil-hasil peningkatan kualitas 12) Memperbaiki sisitem reward. c. cairan. dan nutrisi untuk memastikan mutu makanan terjaga 2) Melakukan nutritional screening dan assessment secara reguler untuk melihat keberhasilan program/kegiatan 3) Memastikan makanan yang diberikan dan daftar menunya sesuai standar bagi kebutuhan pasien. Jenis dan kegiatan yang termasuk dalam Quality Improvement antara lain: 26 . menggunakan kotak saran. training.

Contoh: screening dan assessment setiap 72 jam. Indikator-indikator apa aja yang ada dalam Quality Improvement? a. waktu. Indikator Struktur Terkait organisasi atau personel. peralatan makan. Contoh: pelayanan yg diberikan dietitian sesuai standar (ketepatan diet. Mengulang suatu proses kegiatan yang sudah berhasil. makanan enak dan servis memuaskan. 4. 4) 5) Memilih dan melaksanakan kebijakan baru. menu. peningkatan albumin. Indikator outcome Menunjukan bagaimana hasil pelayanan bagi pasien. 27 . penunjang medis. peralatan jasmani/fisik dan fasilitas seperti tempat penyimpanan bahan makanan. Sebagai contoh : fungsi QI bagi seorang dokter adalah untuk menciptakan standart pelayanan kepada pasien agar tidak terjadi “loss control” antara dokter dan RS. dll). dan peralatan memasak. kebersihan diri. dll). 3) Melakukan evaluasi terhadap QI yang sudah dilaksanakan sebelumnya. dll. perilaku pekerja (mencuci tangan. b. kritik dan saran pasien. dll) 2) Mengumpulkan data-data terkait dengan peningkatan kulitas untuk kemudian ditujukan untuk pemberian pelayan terbaik.1) Saling belajar dan bekerjasama antar penyedia jasa ( jika di RS kerjasama antar paramedis. Indikator Proccess Didasarkan pada pencapaian dalam kurun waktu tertentu. Contoh: penurunan serum kolesterol. bagaimana sistem bekerja/ atau bagaimana melakukan pekerjaan (seperti menghilangkan atau mengganti peralatan makan dan peralatan memasak yang sudah tidak layak untuk dipakai) c.

Supervisi dilakukan dengan mengambil data. Model klinis Dilakukan secara sistematis melalui pengamatan pelayanan. c. terdapat 4 model yaitu : a. b. saran. survey. dalam mengoreksi melaksanakan tugas. d. instrument dan standar supervisi yang baku. Model konvensional Melakukan Supervisi inspeksi dilakukan langsung untuk untuk menentukan kesalahan masalah.5. Pengambilan data dilakukan secara periodic. Model ilmiah Dilakukan dengan pendekatan yang sudah direncanakan sehingga tidak hanya mencari kesalahan dan masalah saja. lalu dibandingkan dengan indikator yg sudah ditetapkan. bagaimana cara melakukan supervisi dan evaluasi dalam Quality Improvement? Supervisi bertujuan untuk memonitoring dan mengevaluasi suatu kegiatan. Model artistik 28 . dilakukan dengan prosedur. dengan langkah-langkah sebagai berikut: • Identifikasi sumber data dan metode pengumpulan data • Membuat metode pengumpulan data final • Mengumpulkan data • Menyusun data sesuai tanggal untuk mencegah keterlambatan evaluasi • Mengambil data dari sumber lain (pendapat klien. mengatur data. dll) Dalam supervisi. Dilakukan berkesinambungan.

Fokus group d. Report writing 6. Interviews b. responden tidak terganggu oleh waktu. sehingga tercipta hubungan saling percaya.Dilakukan dengan pendekatan personal untuk menciptakan rasa aman. Tools apa yang digunakan untuk survey kepuasan konsumen dan karyawan? a. Membutuhkan waktu yang tidak sebentar/lama c. dapat bertanya secara langsung pada responden secara lengkap. Statistik analysis f. Telephone interview • Kelebihan: Pengambil tidak perlu untuk mendatangi pasien/konsumen secara langsung. miskin respon untuk pertanyaan terbuka. Dalam supervisi pun terdapat strategi-strategi yang dilakukan dan tools yang digunakan adalah : a. salah mengerti dari pertanyaan tidak dapat di betulkan oleh pewawancara/pengambil data. respon yang bagus untuk pertanyaan terbuka. Kuisioner c. Kekurangan: respon rendah. b. 29 . Face to face interview • Kelebihan: dapat membangun hubungan dengan reponden yang jauh/yang tidak dikenal sebelumnya. biaya rendah. mendapatkan penjelasan visual. Postal survey (or e-research) • • Kelebihan: mudah digunakan. Peer review e. • Kekurangan: mahal untuk populasi yang luas.

Kuisioner persepsi pelanggan b. harapan. Kategori 1 b. dan masukan Kuisioner ini berbentuk kuisioner tertutup dan menggunakan 5 kategori.• Kekurangan: kontrol yang tinggi dari pengambil data. dan membandingkannya dengan perusahaan kita • Metode Pengambilan Sampel Untuk Survey Kepuasan Konsumen Pada survei kepuasan konsumen. Ghost Shopping Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan pesaing. yang biasa diukur adalah sampel dari populasi konsumen dengan menggunakan Random Sampling Method atau Quota Sampling Random Sampling Method Quota Sampling 30 . Kategori 5 : sangat tidak baik atau tidak memuaskan : tidak baik atau tidak memuaskan : cukup baik atau mcukup memuaskan : baik atau memuaskan : sangat baik atau sangat memuaskan e. sangat susah didekati karena ada yang tidak mempunyai telepon. Metode ini dengan menggunakan kuisioner yang terdiri dari 2 macam. yaitu : a. paling sering menggunakan metode serqual dimana metode ini membandingkan persepsi konsumen atas layanan yang nyata diterima dengan layanan yang diharapkan. d. Kuesioner Berfungsi untuk mengetahui umpan balik dari pelanggan berkaitan dengan kepuasan terhadap pelayanan kesehatan yang mereka terima. tidak mendapatkan penjelasan visual. Dalam melakukan survey kepuasan konsumen. Kategori 2 c. Sistem Keluhan dan Kotak saran Mengumpulkan informasi secara langsung dari konsumen. Kuisioner harapan pelanggan sebagai tanggapan. yaitu : a. dengan cara menyediakan kortak saran f. Kategori 4 e. Kategori 3 d.

Orang yg bertanggung jawab terhadap masing-masing kegiatan c. Time frame m. Sasaran l. Apa poin-poin (garis besar) membuat Plan Of Action? a. Penanggunga jawab n.- Sangat pelayanan mengutamakan - Pelayanan penting tidak terlalu Dibutuhkan hasil yang cepat Banyaknya kepada: • • • • konsumen . Yg bertugas melakukan meonev kegiatan f. Alat dan prasarana p. Tingkat efektivitas strategi yg dilakukan g. Sumber daya yg dibutuhkan dan penggunaannya e. j. Waktu dan tempat pelaksanaan d. Kegiatan yg dapat dilakukan dan strateginya b. Sumber dari sumberdaya yg dibutuhkan h.Sumber terbatas yang diwawancarai didasarkan Seberapa kuat data yang ingin didapat Metode yang digunakan Berapa budget yang dimiliki Sub-group apa yang ingin di wawancarai 7. Mendata pihak-pihak yg memiliki pengaruh positif dan negatif Tujuan melaksanakan kegiatan dan hasil akhir yg diinginkan k. Cara monev kegiatan i. Pihak yang terkait o. Pendahuluan 31 .

karena dapat membangun kebiasaan makan yang sehat pada pasien. • Tujuan pembuatan program ini adalah: a. dan sesuai dengan kebutuhan pasien. untuk mengembangkan sistem katering yang pelayanannya modern. menjaga kepuasan pasien g. Apa pengertian better hospital food? • Merupakan program yang dibuat NHS Inggris untuk meningkatkan mutu makanan di RS. d. pilihan untuk dietdiet khusus. yang ditingkatkan terutama menunya. b. Faktor penunjang dan penghambat s. efisien. • Mulai dicanangkan dan di publikasikan sejak bulan Juli tahun 2000. makanan segar. dan vegetarian.q. Service katering selama 24 jam Menu makanan beraneka ragam dan menggunakan bahan berkualitas. meningkatakan intake makanan pasien f. NHS menyadari jika praktek dari promosi nutrisi yang baik adalah pada pasien di Rumah Sakit. membuat RS berada dalam level yang baik c. Di Rumah Sakit. serta penilaian t. meningkatkan kualitas makanan RS e. untuk menetapkan standar bagi makanan RS b. Pengawasan dan pengendalian. Penutup 8. menurunkan food waste • Pelayanan yang diberikan : a. makanan memiliki peranan yang sangat penting untuk kesembuhan pasien. dengan menawarkan lebih banyak pilihan. Setiap menu wajib memenuhi kecukupan intake 32 . Analisa Situasi r.

serta kepercayaan tiap pasien. dll). kriteria diet terapi khusus. Snack diberikan 2x sehari Makanan diusahakan panas (kecuali untuk pasien dengan Catering Services for children Long-stay patients and those with special dietary needs kondisi khusus yang tidak bisa mengkonsumsi makanan panas) (adanya monitoring pada intake pasien. Memenuhi kebutuhan pasien b. d. f. e. asupan vitamin D perlu diperhatikan pada pasien yang lama masa inapnya) g. Misal: kalau anak menghabiskan makanan. nanti akan diberikan hadiah) h. AKG. The Mealtime Framework (membuat waktu makan menjadi menyenangkan pada anakanak. yaitu menu untuk anak-anak (usia 1-11 tahun) dan menu untuk orang dewasa ( > 12 tahun) • Prinsip menu menu yang disajikan pada better hospital food adalah : a. Menu dibuat menjadi 2 jenis. Memenuhi kriteria sesuai dengan diet pasien c. informative. konsistensi dan tekstur makanan. c. 24-hours service Menu and ordering harus dibuat menarik. Memenuhi kriteria peraturan makanan pada daerah • Kelemahan better hospital food: Butuh sumber daya lebih terutama dana. dan pasien (menu diperbolehkan memilih menu.standard berdasarkan rekomendasi kebutuhan sehari (ex: RDA. Memenuhi kriteria konsistensi dan teksture d. i. untuk menetapkan standar menu yg sesuai dan memperkerjakan chef ahli sehingga cukup sulit diterapkan pada RS kecil atau pada kelas RS yang rendah (kelas 2 dan 3) • Prinsip dari “Better Hospital Food” antara lain : 33 .

murah. Plate Waste Study • Weighed plate waste Rumus: Jumlah sisa makanan tiap menu di piring x 100% Jumlah makanan yang disajikan  Cut off: sisa makanan >50%  harus dilakukan studi pada menu atau item yang sama jika masih tetap tinggi  haarus dilakukan evaluasi pada menu/resep/proses pengolahan (salah satu/seluruhnya) • visual plate waste Kelebihan  mudah. Cut off indikator dari plate waste (sisa makanan)? a.1) National dish selector 2) Protected mealtimes (selalu mengusahakan tepat waktu makan) 3) Nutrition (pemenuhan zat gizi) 4) Sustainability (diberikan berkelajutan) 9. cepat Kekurangan  tidak seakurat metode penimbangan  Cut off: 5 = tidak ada sisa (semua makanan dimakan) 4 = tersisa 1/4 bagian 3 = tersisa 1/2 bagian 2 = tersisa 3/4 bagian 34 .

jika sisa makanan banyak (>25%) 35 . lauk. sayuran. Setelah menetapkan skor.1 = makanan utuh (tidak dimakan) • Perhitungan Sisa Makanan Dengan menggunakan metode visual comstock:  Cut off : Skor 0  tidak ada sisa makanan (habis semua) Skor 1  makanan tersisa ¼ porsi Skor 2  makanan tersisa ½ porsi Skor 3  makanan tersisa ¾ porsi Skor 4  makanan hampir mendekati utuh (hanya sedikit berkurang) Skor 5  makanan tidak dikonsumsi sama sekali Penilaian dengan skor diatas berlaku untuk setiap porsi masing-masing jenis makanan (contoh: makanan pokok. dll). kemudian skor tersebut dikonversikan ke bentuk persen dengan cut off : Skor 0 (0% )  Semua makanan dihabiskan Skor 1 (25%)  75% makanan dihabiskan Skor 2 (50%)  50 % makanan dihabiskan Skor 3 (75%)  25% makanan dihabiskan Skor 4 (95%)  5 % makanan dihabiskan Skor 5 (100%)  tidak ada yg dikonsumsi pasien Setelah itu hasilnya diasumsikan berdasarkan taksiran visual comstock dengan kategori:  Bersisa.

jika sisa makanan sedikit (<= 25%) b. Penyebab food waste di Rumah Sakit adalah: 1) Anoreksia 2) Input dari luar diet (penunggu membawakan makanan dari luar untuk pasien) 3) Motivasi untuk makan rendah 4) Makanan kurang enak 5) Makanan terlalu banyak 36 . Tidak bersisa.

37 .

Penutup. 2. Sumber dari sumberdaya yg dibutuhkan. Penanggunga jawab. Yg bertugas melakukan meonev kegiatan. Meningkatkan kepuasan pelanggan. Alat dan prasarana. Meningkatkan daya saing perusahaan. Mencegah terjadinya kerugian . 7. yang ditingkatkan terutama menunya.KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Pendahuluan. 5. Tujuan dari Quality Improvement adalah Mengurangi pemborosan (mengurangi biaya operasional ). Waktu dan tempat pelaksanaan. Analisa Situasi. Orang yg bertanggung jawab terhadap masing-masing kegiatan. Time frame. 38 . Agar peningkatan kuatitas (Quality Improvement) dapat tercapai diibutuhkan suatu Plan Of Action sehingga program peningkatan kualitas dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu kegiatan Quality Improvement adalah dengan melakukan survey kepuasan konsumen dan karyawan. 6. Tingkat efektivitas strategi yg dilakukan. Meningkatkan keuntungan atau pendapatan. Memberikan pelayanan prima. pilihan untuk diet-diet khusus. dengan menawarkan lebih banyak pilihan. Sumber daya yg dibutuhkan dan penggunaannya. dan vegetarian. Kesimpulan 1. Cara monev kegiatan. Pihak yang terkait. Meningkatkan kemampuan karyawan khususnya dalam hal memecahkan masalah dan berinovasi 4. Sasaran. Faktor penunjang dan penghambat. Tujuan melaksanakan kegiatan dan hasil akhir yg diinginkan. Tindakan-tindakan yang diambil guna meningkatkan nilai produk untuk pelanggan melalui peningkatan efektifitas dan efisiensi dari proses dan aktifitas melalui struktur organisasi. Quality improvement dilakukan agar tercipta peningkatan suatu pelayanan dan sistem kerja yang baik dalam penyelenggaraan makanan Rumah sakit sehingga tercipta “better hospital food”. serta penilaian. makanan segar.Pengawasan dan pengendalian. Better hospital food adalah Merupakan program yang dibuat NHS Inggris untuk meningkatkan mutu makanan di RS. Mendata pihak-pihak yg memiliki pengaruh positif dan negatif. 3. Poin-poin dalam pembuatan Plan Of action adalah Kegiatan yg dapat dilakukan dan strateginya.

4. Dalam membuat Plan of Action perlu diperhatikan hal-hal yang harus ada dalam plan of action tersebut. Sedangkan dalam Quality Improvement juga harus tetapkan supervisi dan evaluasi yang akan dilakukan sehingga dapat mengetahui apakah proram tersebut berjalan dengan baik atau tidak. Rekomendasi 1. 2.B. 39 . Selain itu juga dipertimbangkan pihak-ihak yang terlibat atau terkait dalam Quality Improvement 3. Dalam melakukan Quality Improvement perlu diperhatikan faktorfaktor yang mempengaruhi keberhasilan dari program Quality Improvement.

Universitas Islam Indonesia 3. Dharma Kusuma.britishnutrition. diakses tanggal 3 desember 2010) 11.org. Managing Innovation Universitas Ciputra Enterpreneurship Center 9. Vincent. Council of Europe Resolution Food and Nutritional Care in Hospitals 7. Manajemen kepemimpinan dan organisasi kesehatan 10. 2005.edu/module_a /measurement /measurement. Brawijaya University. http://patientsafetyed.DAFTAR PUSTAKA 1. 1997. Jakarta : 2002. Better hospital food. Gaspersz.betterhospitalfood. Djoko Wijono. Bussines Briefing: Hospital Enginering and Facilities Management) 8. 40 . Manajemen Kualitas dalam industri jasa.uk/upload/Better%20Hospital%20Food. 2009.html.pdf 5. Quality Improvement. Fundamentals of Total Quality Management Analysis and Improvement Book.Kuliah pakar Peningkatan Mutu Quality Improvement. Business Briefing Hospital Engineering And Facilities Manegement 2003.duhs. 2003. Can The Contribution Of Facilities Management Be Measured In Term Of Health Outcomes. British national foundation 2004. 6. Malang. PT gramedia pustaka.2009. Bachyar Bakri. Yogyakarta. 4. Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Puskesmas Depok I di Sleman.Duke university medical center. Cryer. Anjar Rahmulyono. Better Hospital food. http://www. 2008.duke. Facilities Management In The NHS.measurement:process and outcome indicator. www. American Academy Physical Medicine and Rehabilitation). USA 2.com) 12. Paul. 2010 13. What is Quality Improvement.

20. Program Pascasarjana Universitas Gajah Mada:Yogyakarta 16.mapl. How to Measure Customer Satisfication. Djunaidi. 15. Module 4 : four steps in quality improvement. Vincent.Muslihah. Analisis kepuasan pelanggan dengan pendekatan fuzzy servqual dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan. 2007) 17.Meals Quality and Customer Satisfaction Handout. Skripsi Pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan menggunakan jasa pada rumah sakit umum daerah kraton kabupaten pekalongan. Sri Y. Pengaruh Menu Pilihan Diit Nasi yang Disajikan Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien VIP di Rumah Sakit Umum Daerah Propinsi Sulawesi Tenggara.Paul Clyer And Espen Congres Vienna. ST. John Willey and Son. 19. 2009. Universitas negeri semarang 2006.Outcomes – Based Quality Improvement (OBQI) Manual. Pedersen BHF Alternatives Supplement Individu Delico Esfor Tehe Individual Patient.org/training/QualImprove/part2.pdf) 27. 2002.NHS. Gaspersz. diakses tanggal 3 desember 2010 41 . Fluid. Customer satisfaction surveys.MM konsep survey kepuasan karyawan Much. Food Service in Institutions.qaproject. Better Hospital Food Catering Services for Children and Young Adults. 2010.amsreview.Moh.org/articles/giese01-2000. Quality Improvement Scotland “Food. Paul Bullen. Manajemen Kualitas dalam industri Jasa. Management Alternative Quality Improvement.pdf 25.14. 2008. Dewi.Gobel. http://www. NHS Estates. 23. 2000.PT Gramedia. A Tool to Improve The Experience of Customers. www. and Nutrition Standars” 22. dkk. N. Jakarta.com. 2010)] 24.pdf.http://www. Lukasyanti. 2010.Participant manual. 18.Paul & Nick Hague of B2B International Ltd. 21.au 26. Rojana Hamdan.

Info ASKES PT. Simanjuntak. Abdul Aziz Marabahan Kalimantan – Selatan. Studi Tentang Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen di Rumah Sakit Islam Manisrenggo Klaten 33. Soesilo Slawi dan RSU Harapan Anda Tegal Ditinjau dari Sisa Makanan Biasa Pasien Rawat Inap 35. Rani Mariam. Strategi Pelayanan Prima 32. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro : Semarang. Sahyuni. Tinjauan pustaka. 2009. Rosita. 31. Schiller et all. Universitas Diponegoro 29. Mutu Penyelenggaraan Makanan RS di RSU Dr. Toto Raharjo. Medan 34. Pelayanan Publik. Total Quality Management for Hospital Nutrition Service 30. 2009. ASKES 42 . Analisis Swot dan Rencana Strategik Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan di RSUD H. Kepuasan Kerja Karyawan. universitas sumatra utara.28. 2009. Riza. Pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja karyawan sebagai variabel intervening.

FASILITATOR Olivia R E. D. KEMAMPUAN FASILITATOR DALAM MEMFASILITASI a. PROSES DISKUSI 1. I. ANGGOTA 1. KETUA Winda Christina Harlen. KOMPETENSI/ HASIL BELAJAR YANG DICAPAI OLEH : Hayu Kusuma Wardhani : Aulia Riska Iastika ANGGOTA DISKUSI 43 . SEKRETARIS Sekretaris 1 Sekretaris 2 C. Annisa Rizkitania 2. Mampu mengarahkan jalannya diskusi sesuai dengan learning objective yang dituju b. Dini Mei Rasaningrum 4. Mazzia Mega R. Mampu memotivasi seluruh anggota diskusi untuk berpartisipasi aktif dalam jalannya PBL 2. Citra Dewi Larasati 5. B. Farah Paramita 6. Bayu Christia 3. Imaning Yulia R 7.TIM PENYUSUN A.

Mengetahui tentang Quality Improvement c.a. Mampu membuat kuisioner kepuasan konsumen di kantin FKUB. 44 . Mampu melakukan membuat plan of action b.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->