Psikologi Perkembangan Manusia

Berbagai Ritual Kematian Masyarakat di Indonesia
Oleh Juwita Agustin Ratnadewi/ 0906510956

UNIVERSITAS INDONESIA
12/16/2010

umumnya tempat menyimpan jenazah adalah gua/tebing gunung atau dibuatkan sebuah rumah (Pa'tane). Adat masyarakat Toraja menyimpan jenazah pada tebing/liang gua. sehingga tidak hanya upacara prosesi pemakaman yang dipersiapkan ataupun peti mati yang dipahat menyerupai hewan (Erong). hasil kombinasi antara ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dengan kreasi tangan terampil Toraja pada abad XVI (dipahat) atau liang Paa'. upacara Rambu Solo terbagi dalam beberapa tingkatan yang mengacu pada strata sosial masyarakat Toraja. Essay ini akan membahas mengenai beberapa jenis upacara ritual kematian yang terkenal di Indonesia dari berbagai suku dan daerah.Hal tersebut menandakan penghormatan kepada keluarga yang sudah meninggal dan mendoakan agar diterima disisi Tuhan setelah meninggal. atau dibakar. Upacara Rambu Solo. yakni: . Londa. Upacara Kematian di Indonesia. dan budaya Indonesia yang berarti Indonesia memiliki berbagai jenis upacara ritual kematian.Ada berbagai macam suku. merupakan kekayaan budaya yang begitu menarik untuk disimak lebih dalam lagi. Budaya ini telah diwarisi secara turun temurun oleh leluhur mereka. status. peran dan kedudukan para bangsawan di Desa Lemo. yang tentunya tidak lepas dari strata sosial yang berlaku dalam masyarakat Toraja maupun kemampuan ekonomi individu.Pendahuluan Upacara kematian merupakan suatu hal yang penting dalam berbagai adat di masyarakat Indonesia. Tujuan. Upacara Kematian Tana Toraja Kematian bagi masyarakat Toraja menjadi salah satu hal yang paling bermakna. namun mereka pun mempersiapkan tempat "peristirahatan terakhir" dengan sedemikian apiknya. Namun dalam Pelaksanaannya. baik itu dikubur. yang merupakan pemakaman purbakala yang berada dalam sebuah gua. Lemo adalah salah satu kuburan leluhur Toraja. mewajibkan keluarga yang ditinggal membuat sebuah pesta sebagai tanda hormat terakhir pada mendiang yang telah pergi. dihanyutkan ke laut. Adat istiadat yang telah diwarisi oleh masyarakat Toraja secara turun temurun ini. dapat dijumpai puluhan erong yang berderet dalam bebatuan yang telah dilubangi. Jumlah liang batu kuno ada 75 buah dan tau-tau yang tegak berdiri sejumlah 40 buah sebagai lambang-lambang prestise. Diberi nama Lemo oleh karena model liang batu ini ada yang menyerupai jeruk bundar dan berbintik-bintik. adat. tengkorak berserak di sisi batu menandakan petinya telah rusak akibat di makan usia. dan Manfaatnya 1.

menjadi ngaben.- Dipasang Bongi: Upacara yang hanya diiaksanakan dalam satu malam. Upacara Ngaben di Bali Ngaben secara umum didefinisikan sebagai upacara pembakaran mayat. Biasanya pada upacara tertinggi dilaksanakan dua kali dengan rentan waktu sekurang kurangnya setahun. seperti : Ma'tundan. upacara yang pertama disebut Aluk Pia biasanya dalam pelaksanaannya bertempat disekitar Tongkonan keluarga yang berduka. Ma'roto (membubuhkan ornamen dari benang emas dan perak pada peti jenazah). Jenis ngaben: Mendhem Sawa Mendhem sawa berarti penguburan mayat.Yang secara ethis dilukiskan agar mereka dapat mencium bunda prthiwi.Sebab ada tradisi ngaben yang tidak melalui pembakaran mayat.Di muka dijelaskan bahwa ngaben di Bali masih diberikan kesempatan untuk ditunda sementara. Ma'Popengkalo Alang (menurunkan jenazah kelumbung untuk disemayamkan). sedangkan Upacara kedua yakni upacara Rante biasanya dilaksanakan disebuah "lapangan Khusus" karena upacara yang menjadi puncak dari prosesi pemakaman ini biasanya ditemui berbagai ritual adat yang harus dijalani.Namun perlu diingatkan bahwa pada prinsipnya setiap orang mati harus segera di aben. kata beya ini dalam kalimat aktif (melakukan pekerjaan) menjadi meyanin.Namun diluar itu masih ada alasan yang bersifat filosofis lagi. Boleh juga disebut Ngabeyain. yang didalam naskah lontar belum diketemukan.Bagi mereka yang .Mungkin saja alasan ini dikarang yang dikaitkan dengan landasan atau latar belakang filosofis adanya kehidupan ini.Ngaben sesungguhnya berasal dari kata beya artinya biaya atau bekal. Dipalimang Bongi: Upacara pemakamanyang berlangsung selama lima malam dan dilaksanakan disekitar rumah serta pemotongan hewan Dipapitung Bongi:Upacara pemakaman yang berlangsung selama tujuh malam yang setiap harinya ada pemotongan hewan.Kata meyanin sudah menjadi bahasa baku untuk menyebutkan upacara sawa wadhana.Alasannya adalah agar ragha sarira yang berasal dari unsur prthiwi sementara dapat merunduk pada prthiwi dulu. dengan alasan berbagai hal seperti yang telah diuraikan. Dipatallung Bongi: Upacara yang berlangsung selama tiga malam dan dilaksanakan dirumah dan ada pemotongan hewan. kendatipun dari asal-usul etimologi. dan yang terkahir Ma'Palao (yakni mengusung jenazah ketempat peristirahatan yang terakhir).Kata ini kemudian diucapkan dengan pendek. Mebalun (membungkus jenazah). 2. itu kurang tepat.

Pelaksanaan Atiwa-atiwa / pembakaran mayat ditetapkan menurut ketentuan dalam Yama Purwana Tattwa. Ngasti sampai ngirim juga sama dengan ketentuan ngaben amranawa sawa baru meninggal. upacara pengulapan. Kalau mau mengupakarai sebagai jalan dengan Bhuanakosa Prana Wa. Untuk membedakan dengan jenis ngaben sedehana lainnya. bagi yang meninggal di kejauhan yang tidak diketahui dimana tempatnya.Ngaben itu menurut ucap lontar Yama Purwana Tattwa merupakan Sabda Bhatara Yama. Adalah nama jenis ngaben yang mempergunakan huruf suci sebagai simbol sawa.Pejati dan pengulapan di Jaba Pura Dalem dengan sarana bebanten untuk pejati. Ngaben Mitra Yajna Berasal dari kata Pitra dan Yajna.masih memerlukan waktu menunggu sementara maka sawa (jenasah) itu harus di pendhem (dikubur) dulu. Swasta Swasta artinya lenyap atau hilang. Pranawa Pranawa adalah aksara Om Kara. dan lain-lainnya. ongkara sebagai lingga hidup. lama di setra.Pitra artinya leluhur. Recafana sebagai urat. seperti yang telah diuraikan. yajna berarti korban suci. karena tidak disebutkan namanya yang pasti. tidak dapat dilihat.Istilah ini dipakai untuk menyebutkan jenis ngaben yang diajarkan pada Lontar Yama Purwana Tattwa.Kemudian berlaku ketentuan seperti amranawa sawa yang baru meninggal. air sebagai daging. ambengan (jerami) sebagai pikiran. benang 12 iler sebagai otot. semuanya dapat dilakukan dengan ngaben jenis swasta. Dimana pada mayat yang telah dikubur tiga hari sebelum pengabenan diadakan upacara Ngeplugin atau Ngulapin.Tulangnya dibawah jemeknya diatas. Pranawa Bhuanakosa. biasa.Dimana Ngaben Sawa Bhuanakosa bagi orang yang baru meninggal walaupun pernah ditanam. dapat dilakukan diperempatan jalan.Ketika hari pengabenan jemek dan tulangnya dipersatukan pada pemasmian. disetra. balung cendana 18 potong. terutama mengenai upakara dan dilaksanakan di dalam tujuh hari dengan tidak memilih dewasa (hari baik).Dan bagi yang lama di pendhem yang tidak dapat diketahui bekasnya pengulapan dapat dilakukan di Jaba Pura Dalem. Pranawa sebagai suara. meninggal didaerah kejauhan. dan uttama sebagai badan (sarira) orang yang mati disimbolkan dengan Dyun (tempayan) sebagai kulit. maka ngaben ini diberi nama Mitra Yajna.Dititipkan pada Dewi penghuluning Setra (Dewi Durga). Walaupun orang hina. . Adalah nama jenis ngaben yang sawanya (mayatnya) tidak ada (tan kneng hinulatan). Pranawa Bhuanakosa merupakan ajaran Dewa Brahma kepada Rsi Brghu. Dalam warah-warah itu tidak disebutkan nama jenis ngaben ini.Tiga hari sebelum pengabenan diadakan upacara ngulapin.

3. kedua disebut Mendhak Pindho sebagai upacara peringatan dua tahun kematian.Upacara tradisional Mendhak dilaksanakan secara individu atau berkelompok untuk memperingati kematian seseorang. ketan. Upacara tradisional ini dilaksanakan tiga kali dalam seribu hari setelah hari kematian: pertama disebut Mendhak Pisan. nasi golong.Sedangkan ngaben sarat terhadap sawa yang pernah dipendem disebut Sawa Wedhana. upacara untuk memperingati satu tahun kematian (365 hari).Semua itu dipersiapkan dalam kurun waktu yang panjang serta memerlukan tenaga penggarap yang besar. ketiga disebut sebagai Mendhak Telu atau Pungkasan atau Nyewu Dina. sega uduk. sanak keluarga dapat mengunjungi makam saudara mereka.Karena itulah terhadap kedua jenis ngaben ini disebut Ngaben Sarat.Ngaben sarat terhadap sawa yang baru meninggal disebut Sawa Prateka. rempeyek.Baik sawa prateka maupun sawa wedhana memerlukan perlengkapan upacara bebanten dan sarana penunjang lainnya yang sangat besar atau banyak. Ngaben sarat dilakukan baik terhadap sawa yang baru meninggal maupun terhadap sawa yang telah dipendem. ± Golongan rakyat biasa: tumpeng dengan lauknya. Perlengkapan upacara: ± Golongan bangsawan: tumpeng asahan lengkap dengan lauk. nasi asahan. krupuk.- Ngaben Sarat Ngaben Sarat adalah Ngaben yang diselenggarakan dengan semarak. Kadang-kadang. sayur adem (tidak pedas). side dishes. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk upacara tradisional Mendhak adalah sebagai berikut: tumpeng. Upacara Kematian Adat Jawa Kematian Mendhak Tradisi Mendhak adalah salah satu ritual dalam adat istiadat kematian budaya Jawa. kolak. sebelum atau sesudah upacara Mendhak dilaksanakan. jangan menir. tumpeng pungkur. nasi golong. tumpeng ukurukuran. dan pisang raja. nasi gurih. sambal docang dengan kedelai yang dikupas. yang dilaksanakan pada hari ke seribu setelah kematian. ingkung dan panggang ayam. pecel dengan sayatan daging ayam goreng/panggang. Upacara ngaben sarat ini memerlukan dukungan dana dan waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Kematian surtanah Tradisi kematian dalam adat Jawa salah sataunya adalah Upacara Surtanah yang bertujuan agar arwah atau roh orang mati mendapat tempat yang layak di sisi Sang Maujud Agung. dan apem. tumpeng . yang penuh sarat dengan perlengkapan upacara upakaranya.

ulama. berjalan berurutan melewati peti mati yang berada di atas mereka (mrobos) selama tiga kali dan searah jarum jam. Tradisi Brobosan dilangsungkan secara berurutan sebagai berikut: 1) peti mati dibawa keluar menuju ke halaman rumah dan dijunjung tinggi ke atas setelah upacara doa kematian selesai.langgeng.Upacara Brobosan diselenggarakan di halaman rumah orang yang meninggal. kembang setaman. nasi golong dan bunga yang dimasukan dalam lodong serta kemenyan. apem. ketan kolak. sebelum dimakamkan. 2) anak laki-laki tertua.Upacara Brobosan ini bertujuan untuk menunjukkan penghormatan dari sanak keluarga kepada orang tua dan leluhur mereka yang telah meninggal dunia. cucu laki-laki dan cucu perempuan. anak yang lebih muda beserta keluarganya mengikuti di belakang. Perlengkapan upacara: ± Golongan bangsawan: takir pentang yang berisi lauk. yaitu pembacaan do¶a dan zikir kepada Allah swt. dan dipimpin oleh anggota keluarga yang paling tua. dara/merpati. 4. Upacara tersebut diadakan setelah maghrib dan diikuti oleh keluarga. bunga telon ditempatkan distoples dan diberi air. bebek/itik. menyusur tanah dan tahlilan. nasi asahan. bako enak dan uang bedah bumi. agar arwah orang yang baru meninggal dunia itu diampuni segala dosanya dan diterima amal ibadahnya. Upacara Kematian Suku Sunda Pada garis besarnya rangkaian upacara adat kematian dapat digambarkan sebagai berikut: memandikan mayat. juga mendo¶kan agar keluarga yang ditinggalkannya tetap tabah dan beriman dalam menghadapi cobaan. anak perempuan.Upacara ini diadakan setelah mengubur jenazah yang dihadiri oleh keluarga. menyolatkan mayat. nasi gurih.Upacara tradisional ini menyimbolkan penghormatan sanak keluarga yang masih hidup kepada orang tua dan leluhur mereka. tetangga dekat. mengkafani mayat. ingkung ayam. Upacara Brobosan Salah satu upacara tradisional dalam adat istiadat kematian jawa adalah upacara Brobosan. memotong kambing. ketan kolak. dan pemuka agama. menguburkan mayat. kinang. ± Golongan rakyat biasa: nasi ambengan. tetangga dan relasi. Tahlilan dilaksanakan di rumahnya. biasanya sore/malam hari pada hari . dan pelepasan burung merpati. Upacara nyewu dina Inti dari upacara ini memohon pengampunan kepada Tuhan. apem. 3) urutan selalu diawali dari anak laki-laki tertua dan keluarga inti berada di urutan pertama. pisang sajen.

com/2009/02/25/upacara-adatsunda/ (15 Desember 2010). yaitu pembacaan do¶a dan zikir kepada Allah swt. mendak taun (satu tahunnya). tujuhna (tujuh harinya). ³Rambu Solo ± Upacara Kematian Tana Toraja´. http://dewaarka. Swasta. natus (seratus hari). Toraja Indonesia Online News. Pranawa. agar arwah orang yang baru meninggal dunia itu diampuni segala dosanya dan diterima amal ibadahnya. diantaranya Kematian Mendhak. menguburkan mayat. Pranawa Bhuanakosa. Ngaben ada banyak jenisnya. DAFTAR PUSTAKA Arka. http://nanpunya.html (15 Desember 2010). Ngaben Mitra Yajna. Kematian surtanah. mengkafani mayat. ³Adat Kematian Jawa´ http://indoculture. 4.com/2009/06/15/upacara-adat-ngaben-umat-hindu-bali/ (15 Desember 2010). diantaranya Mendhem Sawa. http://www. dan newu (seribu harinya). ³Upacara Adat Ngaben Umat Hindu di Bali´. Elqorni. Upacara Adat Sunda´. menyusur tanah dan tahlilan. N. D. Kesimpulan 1. Upacara kematian adat Sunda digambarkan sebagai berikut: memandikan mayat. . dan Upacara Brobosan.wordpress. Upacara Kematian di Tana Toraja merupakan upacara unik dengan caramenyimpan jenazah pada tebing/liang gua.wordpress. tiluna (tiga harinya). 3. matangpuluh (empat puluh harinya). menyolatkan mayat. Upacara kematian adat Jawa banyak jenisnya. dan Ngaben Sarat.pertama wafatnya (poena). Upacara nyewu dina. Gaduh.com/2008/11/10/adatkematian-jawa/ (15 Desember 2010).com/2009/09/rambu-solo-upacara-kematian-suku-toraja. Upacara kematian Ngaben di Bali merupakan tradisi masyarakat Bali untuk memberikan bekal bagi jenazah di alam sana. 2. A.wordpress.torajaindonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful