TINJAUAN PUSTAKA Pemodelan Sistem Dinamik Pemodelan (modelling) dapat diartikan sebagai suatu perwakilan atau abstraksi dari

sebuah obyek atau situasi aktual (Eriyatno 1998). Istilah lainnya disebut tiruan model dunia nyata yang dibuat virtual (Sterman 2000). Bentuk yang berupa tiruan ini maka model tidak mesti harus sama persis dengan aslinya, minimal memiliki keserupaan. Model yang dibuat harus dilakukan analisis lebih lanjut. Pemodelan merupakan kumpulan aktivitas pembuatan model. Sebagai landasan pengertian pemodelan diperlukan suatu penelaahan tentang model itu sendiri secara spesifik ditinjau dari pendekatan sistem. Sebelum sampai pada tahap pemodelan, perlu diketahui lebih dahulu jenis dan klasifikasi model-model secara terperinci. Salah satu dasar utama untuk mengembangkan model adalah guna menemukan peubah-peubah apa yang penting dan tepat. Penemuan peubahpeubah tersebut sangat erat hubungannya dengan pengkajian hubungan-hubungan yang terdapat di antara peubah-peubah. Teknik kuantitatif seperti persamaan regresi dan simulasi digunakan untuk mempelajari keterkaitan antar peubah dalam sebuah model (Dimyati 1987). Model juga dikategorikan dalam tiga macam model yaitu model statis, model statis komparatif dan model dinamis. Model statis menggambarkan fenomena kejadian pada saat ini. Model statis komparatif merupakan model yang membandingkan beberapa fenomena dengan kejadian yang berbeda dalam suatu waktu. Model dinamis merupakan model yang dapat dikembangkan untuk menunjukkan perubahan over time permintaan dan pasokan. Model ini juga merefleksikan perubahan melalui simulasi ataupun berdasarkan waktu real dan menghitung komponen secara konstan dengan memasukkan beberapa alternatif tindakan yang akan datang (McGarney dan Hannon 2004). Proses pemodelan terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut (Sterman 2000) : 1. Perumusan masalah dan pemilihan batasan dunia nyata. Tahap ini meliputi kegiatan pemilihan tema yang akan dikaji, penentuan variabel kunci, rencana waktu untuk mempertimbangkan masa depan yang jadi

pertimbangan

serta

seberapa

jauh

kejadian

masa

lalu

untuk

mempertimbangkan masa depan yang jadi pertimbangan serta seberapa jauh kejadian masa lalu dari akar masalah tersebut dan selanjutnya mendefinisikan masalah dinamisnya 2. Formulasi hipotesis dinamis dengan menetapkan hipotesis berdasarkan pada teori perilaku terhadap masalah dan bangun peta struktur kausal melalui gambaran model mental pemodel dengan bantuan alat-alat seperti Causal Loop Diagram (CLD) dan stock flow diagram. Klasifikasi perbedaan model memberikan tambahan pendalaman sesuai dengan tingkat kepentingannya, karena dapat dijelaskan dalam banyak cara. Model dapat dikategorikan menurut fungsi, struktur, acuan waktu, dan kepastiannya. Kategori umum adalah jenis model yang pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi simbolik. 1. Model Ikonik Model ikonik adalah perwakilan fisik dari beberapa hal baik dalam bentuk ideal ataupun dalam skala yang berbeda. Model ikonik mempunyai karakteristik yang sama dengan hal yang diwakili, dan terutama amat sesuai untuk menerangkan kejadian pada waktu yang spesifik. Model ikonik dapat berdimensi dua (foto, peta, cetak biru) atau tiga dimensi (prototip mesin, alat). Apabila model berdimensi lebih dari tiga maka tidak mungkin lagi dikonstruksi secara fisik sehingga diperlukan kategori model simbolik. 2. Model Analog (Model Diagramatik) Model analog dapat mewakili situasi dinamik, yaitu keadaan berubah menurut waktu. Model ini lebih sering dipakai daripada model ikonik karena kemampuannya untuk mengetengahkan karakteristik dari kejadian yang dikaji. Model analog banyak berkesusaian dengan penjabaran hubungan kuantitatif antara sifat dan klas-klas yang berbeda. Dengan melalui transformasi sifat menjadi analognya, maka kemampuan membuat perubahan dapat ditingkatkan. Contoh model analog ini adalah kurva permintaan, kurva distribusi frekuensi pada statistik, dan diagram alir. tiga macam yaitu : (1) ikonik, (2) analog dan (3)

6

3. Model Simbolik (Model Matematik) Pada hakekatnya, ilmu sistem memusatkan perhatian kepada model simbolik sebagai perwakilan dari realitas yang sedang dikaji. Format model simbolik dapat berupa bentuk angka, simbol, dan rumus. Jenis model simbolik yang umum dipakai adalah suatu persamaan. Bentuk persamaan adalah tepat, singkat, dan mudah dimengerti. Simbol persamaan tidak saja mudah dimanipulasi daripada kata-kata, namun juga lebih cepat ditangkap maksudnya. Model yang dirancang dalam penelitian ini berupa model analog berdasarkan kategori umum jenis model. Model ini dikategorikan analog karena rancangan model ini mewakili situasi dinamik, yaitu keadaan yang berubah terhadap waktu yaitu di mana terdapat sistem boundary yang membatasi pemasokan bahan baku dengan waktu panen. Sistem yang telah diekspresikan pada notasi matematik dan format bersamaan, timbullah keuntungan dari fasilitas manipulatif dari matematik. Seorang analis dapat memasukkan nilai-nilai yang berbeda dalam model matematik dan kemudian mempelajari perilaku dari sistem tersebut. Pada pengkajian tertentu, sensitivitas dari sistem dilakukan dengan perubahan dari input sistem itu sendiri. Bahasa simbolik ini juga membantu dalam komunikasi karena pernyataan yang singkat dan jelas daripada deskripsi lisan. Pemodelan diawali dengan menguraikan seluruh komponen yang akan mempengaruhi efektivitas dari operasi suatu sistem. Setelah daftar komponen tersebut lengkap, langkah selanjutnya adalah penyaringan komponen mana yang akan dipakai dalam pengkajian tersebut. Hal ini umumnya sulit karena adanya interaksi antar peubah yang seringkali mengaburkan proses isolasi satu peubah. Peubah yang dipandang tidak penting ternyata mempengaruhi hasil studi setelah proses pengkajian selesai. Hal ini dapat dihindari melalui percobaan pengujian data guna memilih konponen kritis. Setelah itu, dibentuk gugus persamaan yang dapat dievaluasi dengan mengubah-ubah komponen tertentu pada batas yang ada. Tahap pemodelan pada pendekatan siatem lebih kompleks namun relatif tidak banyak ragamnya ditinjau baik dari jenis sistem ataupun kecanggihan model. Permodelan abstrak menerima input berupa alternatif sistem yang layak.

7

Proses ini membentuk dan mengimplementasikan model-model matematik yang dimanfaatkan guna merancang program terpilih untuk dipraktekkan di dunia nyata pada tahap berikutnya. Output utama dari tahap ini adalah deskripsi terperinci dari keputusan yang diambil berupa perencanaan, pengendalian, dan kebijakan lainnya. Penyelesaian pemodelan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu optimasi standar, meta-heuristik dan simulasi. Philport dan Everett (2001) melakukan optimasi standar untuk menyelesaikan permasalahan rantai pasokan dengan tujuan maksimisasi pendapatan dengan kendala-kendala kapasitas produksi, bahan baku dan permintaan. Demikian halnya dengan Wouda et al. (2002) menggunakan programa linier bulat campuran untuk masalah alokasi lokasi. Model ini melibatkan banyak variabel, dan diselesaikan dengan program linier umum dengan tujuan minimisasi biaya. Optimasi yang menggunakan metaheuristik dilakukan oleh Yandra et al. (2007) dengan mengembangkan model obyektif majemuk dengan total biaya rantai pasok dan jumlah produk yang rusak. Model programa matematis ini diselesaikan dengan menggunakan integrasi algoritma genetika dan logika fuzzy. Penyelesaian model dengan teknik simulasi dilakukan oleh Djohar et al. (2003) dalam manajemen rantai pasok untuk agroindustri kelapa sawit kasar. Teknik-teknik yang digunakan untuk membangun model yaitu regresi tunggal untuk pola pasokan tandan buah segar, metode rerata bergerak untuk perkiraan permintaan minyak sawit kasar, dan selanjutnya dirangkai dalam suatu model simulasi. Model dinamis mampu menelusuri jalur waktu dari peubah-peubah model. Model dinamik lebih sulit dan mahal pembuatannya, namun memberikan kekuatan yang lebih tinggi pada analisis dunia nyata. Pemilihan model tergantung pada tujuan dari pengkajian sistem dan terlihat jelas pada formulasi permasalahan pada tahap evaluasi kelayakan. Sifat model juga tergantung pada teknik pemodelan yang dipakai. Model yang mendasarkan pada teknik peluang dan memperhitungkan ketidakpastian disebut model probabilistik atau model stokastik. Dalam mengkaji suatu sistem, model ini sering digunakan karena perihal yang dikaji umumnya mengandung keputusan yang tidak tentu. Kebalikan dari model ini adalah model kuantitatif yang tidak mempertimbangkan peluang

8

2. Simulasi dapat dirancang apabila kesahihan model telah dapat dicapai.. keadaan yang diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi harus dibedakan di dalam model. 9 . simulasi selanjutnya dapat digunakan untuk merancang kebijakan-kebijakan yang efektif. struktur fenomenanya mengandung paling sedikit satu struktur umpanbalik (feedback structure). dan 6. adanya struktur stok dan aliran dalam kehidupan nyata harus dapat direpresentasikan di dalam model. Penggunaan metodologi dinamika sistem lebih ditekankan kepada tujuan-tujuan peningkatan pengertian tentang bagaimana tingkah laku sistem muncul dari strukturnya. Menurut Sterman (2000) prinsip-prinsip untuk membuat model dinamik dengan ciri-ciri seperti yang diuraikan di atas adalah sebagai berikut: 1. 5. mempunyai sifat dinamis (berubah terhadap waktu) 2. 4. model harus dapat menyesuaikan dengan kondisi-kondisi ekstrim. Keyakinan ini menjadi dasar bagi kesahihan model. sebagai dasar dalam mengenali dan memahami tingkah laku dinamis sistem tersebut.kejadian atau dikenal dengan model deterministik. Model ini memusatkan penelaahannya pada faktor-faktor kritis yang diasumsikan mempunyai nilai eksak dan tertentu pada waktu yang spesifik. Persoalan yang dapat dengan tepat dimodelkan menggunakan metodologi dinamika sistem adalah masalah yang: 1. Metodologi dinamika sistem pada dasarnya menggunakan hubunganhubungan sebab-akibat (causal) dalam menyusun model suatu sistem yang kompleks. hanya informasi yang benar-benar tersedia bagi aktor-aktor di dalam sistem yang harus digunakan dalam pemodelan keputusannya. Menurut Sterman (2000) sejumlah pengujian tertentu perlu dilakukan terhadap model agar dapat meningkatkan keyakinan pengguna terhadap kemampuan model di dalam mengungkapkan sistem yang diwakilinya. di dalam model harus dibedakan. aliran-aliran yang berbeda secara konseptual. Contohnya adalah model pada program linear. 3. struktur kaidah pembuatan keputusan di dalam model haruslah sesuai (cocok) dengan praktek-praktek manajerial.

hubungan sebab-akibat negatif. Ada 2 macam umpan-balik. hingga membentuk umpan-balik (causal loop). dalam memodelkan dinamika sistem dikenal juga variable lain berupa auxilary. hubungan sebab-akibat positif. 10 . digunakan dua jenis variabel utama yang disebut sebagai stok dan aliran (level and rate atau dikenal juga dengan sebutan stock and flow). Dalam kerekayasaan (engineering) stok sistem lebih dikenal sebagai state variable system. Ada 2 macam hubungan kausal. Representasi aktivitas dalam suatu lingkar umpan-balik. dan 2. Persamaan suatu variabel rate merupakan suatu struktur kebijaksanaan yang menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu keputusan dibuat berdasarkan kepada informasi yang tersedia di dalam sistem. maupun akibat dari berbagai hubungan yang terjadi pada sejumlah struktur. Stok menyatakan kondisi sistem pada setiap saat. umpan-balik positif (growth) 2. Stok merupakan akumulasi di dalam sistem. yaitu 1. Auxilary merupakan variabel yang bisa berubah seiring dengan waktu. konstanta (constant) dan tundaan (delay). umpan–balik negatif (goal seeking). yaitu: 1. perubahannya dapat disebabkan atas hubunganhubungan sebab-akibat yang terjadi antara variabel dalam model atau pun akibat variabel dari luar secara independen. Struktur umpan-balik ini merupakan blok pembentuk model yang diungkapkan melalui lingkaran-lingkaran hubungan sebab-akibat dari variabel-variabel yang melingkar secara tertutup. Konstanta merupakan variabel dengan nilai tetap yang tidak berubah sepanjang waktu. Beberapa hal yang dapat melengkapi variable stock dan aliran. Aliran adalah satu-satunya variabel dalam model yang dapat mempengaruhi stok.Model dinamika sistem dibentuk karena adanya hubungan sebab-akibat (causal) yang mempengaruhi struktur di dalamnya baik secara langsung antar dua struktur. Sedangkan tundaan adalah variabel waktu pada perilaku perubahan yang tidak serta-merta (tertunda) atas proses yang terjadi dalam hubungan-hubungan antar struktur hingga mempengaruhi perilaku model.

Hal yang diinginkan adalah sebuah peningkatan peningkatan dengan sikap umum yang dilakukan dalam lingkungan akademis. Konsep utama sistem dinamik adalah pemahaman tentang bagaimana semua obyek dalam suatu sistem saling berinteraksi satu dengan yang lain. Dengan software tersebut model dibuat secara grafis dengan simbol-simbol atas variabel dan hubungannya. Sistem dinamik menurut masyarakat sistem dinamik (system dynamics society) adalah metodologi untuk mempelajari dan mengelola sistem umpan balik yang kompleks. Sistem dinamik ini merupakan pendekatan yang membantu manajemen puncak dalam memecahkan permasalahan kecil dan dianggap sukar untuk dipecahkan. Kebanyakan orang dalam menetapkan tujuan yang hendak dicapai pada awalnya terlalu rendah. memamhami sumber resistensi (hambatan) dalam kebijakan dan merancang kebijakan yang lebih efektif. Lebih lanjut. Metodologi ini tidak seperti metodologi lain yang mengkaji permaslahan dengan memilahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan saling membatasi. yaitu dengan menjelaskan perilakunya dan setelah itu menemukan struktur dan kebijakan untuk hasil yang lebih baik (Sterman 2000). dan Dynamo. Sterman (2000) mendefinisikan bahwa sistem dinamik adalah metode untuk meningkatkan pembelajaran dalam sistem yang kompleks.Pembuatan model dinamika sistem umumnya dilakukan dengan menggunakan software yang memang dirancang khusus. Pemahaman kekompleksan tersebut maka sistem dinamik didasarkan atas teori dinamika non linier dan kontrol umpan balik yang dikembangkan dalam disiplin ilmu matematika. Stella. metode ini diilustrasikan seperti sebuah simulasi dalam kokpit pesawat bagi manajemen untuk memahami dalam belajar dinamika yang kompleks. Sistem dinamik merupakan suatu metodologi untuk mempelajari permaslahan di sekitar yang melihat permaslahan secara keseluruhan (holistik). Sofware tersebut seperti Powersim. seperti yang biasa ditemui dalam dunia bisnis dan sistem sosial lainnya. Sistem dinamik awalnya digunakan untuk mengkaji dinamika industri oleh JW Forrester. Vensim. fisika dan kerekayasaan. Namun demikian tidak menutup kemungkinan sebuah software yang dapat mengolah operasi matematis jenis spreadsheet seperti Microsoft Excel atau Lotus juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pembuatan model dinamika sistem. 11 .

Lingkar umpan-balik (feedback loop) tersebut menyatakan hubungan sebab-akibat variabel-variabel yang melingkar. (1) Feedback (Causal Loop) atau Hubungan Causal. Sistem dinamik adalah metodologi berfikir. dan (4) nonlinearity. osilasi. Dengan perkataan lain. Perilaku (behaviour) adalah perubahan suatu besaran/variabel dalam suatu kurun waktu tertentu. nilai. (2) stock (level) dan flow (rate). Pola yang mempengaruhi keterkaitan antar unsur tersebut adalah (1) feedback (causal loop). Sistem dinamik merupakan suatu metode pemodelan dengan simulasi komputer sebagai suatu alat yang digunakan oleh para manager untuk menganalisis permasalahan yang kompleks. Sedangkan suatu korelasi statistik antara sepasang variabel diturunkan dari data yang ada dalam keadaan variabel variabel tersebut mempunyai hubungan dengan variabel lainnya di dalam sistem dan kesemuanya berubah secara 12 . Struktur merupakan suatu unsur pembentuk fenomena. Prinsip dan konsep dari ketiga disiplin ini saling bersinergi dengan mengenyampingkan kelemahannya masing-masing dalam memecahkan permasalahan secara holistik. Pemahaman hubungan struktur dan perilaku sangat diperlukan dalam mengenali suatu fenomena. atau kombinasinya). stagnan. angka) sesuatu dalam suatu kurun waktu tertentu (pertumbuhan. Suatu struktur umpan–balik harus dibentuk karena adanya hubungan kausal (sebab-akibat). sibernetika dan simulasi komputer.Sushil (1993) membuat keterpaduan antara teori-teori tersebut ke dalam sebuah ilustrasi berupa bangunan metodologi. penurunan. Fenomena yang dimaksud meliputi dua hal yaitu struktur dan perilaku. suatu struktur umpan-balik adalah suatu causal loop (lingkar sebab-akibat). baik kuantitatif maupun kualitatif atau catatan tentang magnitude (besar. Hubungan sebab-akibat antar sepasang variabel harus dipandang bila hubungan variabel lainnya terhadap variabel tersebut di dalam sistem dianggap tidak ada. Bangunan metodologi sistem dinamik ini terdiri atas tiga latar belakang disiplin ilmu manajerial tradisional. Struktur umpan-balik ini merupakan blok pembentuk model yang diungkapkan melalui lingkaran-lingkaran tertutup. metodologi untuk mengabstraksikan suatu fenomena di dunia sebenarnya ke model yang lebih eksplisit. (3) delay. bukan manyatakan hubungan karena adanya korelasi-korelasi statistik.

(2) Stock (Level) dan Flow (Rate) Dalam merepresentasikan aktivitas dalam suatu lingkar umpan-balik. digunakan dua jenis variabel yang disebut sebagai stock (level) dan flow (rate). Adanya delay menghasilkan sesuatu hal yang menarik pada perilaku kompleks sistem. menggunakan stock-flow model sehingga akhirnya dapat disimulasikan dengan komputer. Rancangan causal-loop diagram (CLD) biasanya digunakan dalam system thinking (berpikir sistemik) untuk mengilustrasikan hubungan cause-effect (sebab-akibat). Penggunaan pendekatan sistem dinamik maka keputusan-keputusan dan kebijakan yang dibuat serta reaksi dari lingkungannya akan direpresentasikan ke dalam causal-loop diagram. Level menyatakan kondisi sistem pada setiap saat. Suatu fenomena dinamis dimunculkan oleh adanya struktur fisik dan struktur pembuatan keputusan yang saling berinteraksi. Model secara prinsip masih dikatakan berbasis linear thinking di mana kausalitas diasumsikan terjadi secara serial sehingga penyebab pertama dari rangkaian sebab-akibat ini sering bukanlah sumber masalahnya. Persamaan suatu variabel rate merupakan suatu struktur kebijaksanaan yang menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu keputusan dibuat berdasarkan kepada informasi yang tersedia di dalam sistem. Struktur fisik dibentuk 13 .simultan. (3) Delay (tunda) Delay terjadi dimanapun di dunia nyata. Dalam kerekayasaan (engineering) level sistem lebih dikenal sebagai state variable system. Rate inilah satu-satunya variabel dalam model yang dapat mempengaruhi level. (4) nonlinearity (non linearitas) Pendekatan sistem dinamik merepresentasikan dinamika perubahan state dari sistem dan menghasilkan isyarat-isyarat sebagai keluarannya. Isyarat-isyarat ini diformulasikan ke dalam model keputusan dan kemudian bersama dengan isyarat dari lingkungannya menjadi feedback bagi dinamika sistem itu sendiri. Level merupakan akumulasi di dalam sistem. Hubungan feedback (umpan-balik) bisa menghasilkan perilaku yang bervariasi dalam sistem nyata dan dalam simulasi sistem nyata. ketika sistem tersebut tidak memiliki feedback dan kompleksitas cause-effect yang terbatas.

barang. Penggunaan metodologi sistem dinamik lebih ditekankan kepada tujuan-tujuan peningkatan pemahaman tentang bagaimana tingkah laku muncul dari struktur dalam sistem tersebut. Penggunaan metodologi sistem dinamik yang dimodelkan adalah struktur informasi sistem yang didalamnya terdapat aktoraktor. Pemahaman ini sangat penting dalam perancangan kebijaksanaan yang efektif. dalam bentuk perilaku. dan struktur fenomenanya mengandung paling sedikit satu struktur umpan. sedangkan keputusan merupakan aliran yang masuk ke atau keluar dari tempat penyimpanan itu. adanya efek suatu intervensi (kebijakan). merupakan suatu kejadian berikutnya. sumber informasi dinyatakan sebagai variabel keadaan (state variable). Dengan demikian. yaitu pola-pola tingkah laku yang dibangkitkan oleh sistem itu dengan bertambahnya waktu. model yang dibentuk untuk tujuan seperti di atas haruslah memenuhi syarat-syarat berikut: 1. Dalam analogi matematik. energi.oleh akumulasi (stok) dan jaringan aliran orang. Sedangkan struktur pembuatan keputusan dibentuk oleh akumulasi (stok) dan jaringan aliran informasi yang digunakan oleh aktor-aktor (manusia) dalam sistem yang menggambarkan kaidah-kaidah proses pembuatan keputusannya. Mampu mensimulasikan bermacam intervensi dan dapat memunculkan perilaku sistem karena adanya intervensi tersebut.balik (feedback structure). sumber-sumber informasi. 2. Proses pembuatan keputusan menyangkut fenomena-fenomena yang dinamis. Metode sistem dinamik erat kaitannya tentang tendensi-tendensi dinamik sistem-sistem yang kompleks. dan bahan. Sebagai suatu analogi fisik. Persoalan yang dapat dengan tepat dimodelkan menggunakan metodologi sistem dinamik adalah masalah yang mempunyai sifat dinamis (berubah terhadap waktu). 14 . maka untuk melacaknya unsur (elemen) waktu perlu ada (dinamik). Analogi fisik dan matematik untuk struktur informasi itu dapat dibuat dengan mudah. dan jaringan aliran informasi yang menghubungkan keduanya. sumber informasi merupakan suatu tempat penyimpanan (storage). sedangkan keputusan merupakan turunan (derivative) variabel keadaan tersebut.

3. 6. Struktur kaidah pembuatan keputusan di dalam model haruslah sesuai (cocok) dengan praktek-praktek manajerial. Hanya informasi yang benar-benar tersedia bagi aktor-aktor di dalam sistem yang harus digunakan dalam pemodelan keputusannya. Mampu menjelaskan mengapa suatu perilaku tertentu (transisi yang sukar misalnya) dapat terjadi. 3. Sistem dinamis merupakan suatu cara berpikir tentang sistem sebagai jaringan yang saling behubungan yang mempengaruhi sejumlah komponen yang telah ditetapkan dari waktu ke waktu. 5. 4. Adanya struktur stok dan aliran dalam kehidupan nyata harus dapat direpresentasikan di dalam model. dan 5. Adapun prinsip-prinsip untuk membuat model dinamik dengan ciri-ciri seperti yang diuraikan di atas menurut Sterman (2000) adalah sebagai berikut: 1. Memungkinkan mensimulasikan suatu intervensi yang efeknya dapat berbeda secara dramatik dalam jangka pendek dan jangka panjang (kompleksitas dinamik). Perilaku sistem di atas dapat merupakan perilaku yang pernah dialami dan teramati (historis) ataupun perilaku yang belum pernah teramati (pernah dialami tetapi tidak teramati atau belum pernah dialami tetapi kemungkinan besar terjadi). 2. Keadaan yang diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi harus dibedakan di dalam model. di dalam model harus dibedakan. 4. suatu model haruslah sesuai (cocok) dengan kenyataan (realitas) empirik yang ada. Metode ini menyaratkan bahwa suatu model haruslah mempunyai banyak titik kontak (points of contact) dengan kenyataan (reality) dan pembandingan yang berulang kali dengan dunia nyata (real world) melalui titik-titik kontak tersebut haruslah membuat model menjadi robust. Dalam hubungannya dengan kesahihan (validity) model. Simulasi merupakan prosedur kuantitatif 15 . Aliran-aliran yang berbeda secara konseptual. dan Model haruslah tetap tegap (robust) dalam kondisi-kondisi ekstrim.

Metodologi ini dititikberatkan pada pengambilan kebijakan dan bagaimana kebijakan tersebut menentukan tingkah. Sirnulasi model e. Sistem yang dibatasi ini merupakan sistem yang meliputi semua konsep dan variabel yang saling berhubungan dengan permaslahan dinamik yang ditentukan. 2001). Tahapan dalam pendekatan sistem dinamik adalah : a. laku masalah-masalah yang dapat dimodelkan oleh sistem secara dinamik (Richardson dan Pugh 1986). Impiementasi kebijakan Tahapan dalam pendekatan sistem dinamik tertutup. Formulasi model d. Konseptualisasi sistem c.yang menggambarkan suatu proses dengan mengembangkan suatu model dan menerapkan serangkaian uji coba terencana untuk memprediksikan tingkah laku proses sepanjang waktu. sehingga analisis dapat dilakukan untuk sistem yang baru tanpa harus membangunnya atau merubah sistem yang telah ada serta tidak perlu menggangu operasi dari sistem tersebut. Tujuan metodologi sistem dinamik berdasarkan filosofi kausal (sebab akibat) adalah mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang tata cara kerja suatu sistem (Asyiawati 2002. Permasalahan diawali dan diakhiri dengan pemahaman sistem dan permasalahannya sehingga membentuk suatu lingkaran 16 . Verifikasi dan validasi model f. Pemodelan merupakan merupakan alat bantu dalam pengambilan keputusan. Model digambarkan sebagai suatu sistem yang dibatasi. Pada umumnya simulasi digunakan untuk model-model dinamis yang melibatkan periode waktu ganda (Randers 2000). Permasalahan dalam sistem dinamik dilihat tidak disebabkan oleh pengaruh dari luar namun dianggap disebabkan oleh struktur internal sistem. Muhammad. Analisis kebijakan g. ldentifikasi dan definisi masalah b. Pendekatan dalam Sistem Dinamik Sistem dinamik adalah metodologi untuk rnemahami suatu masalah yang kompleks. et a!.

4. 5. Perumusan masalah dan pemilihan batassan dunia nyata. Tahap ini meliputi kegiatan pemilihan tema yang akan dikaji. Tahap formulasi model simulasi dengan membuat spesifikasi struktur. Formulasi hipotesis dinamis dengan menetapkan hipotesis berdasarkan pada teori perilaku tergadap masalahnya dan membangun peta struktur kausal melalui gambaran model mental pemodel dengan bantuan alat-lat seperti causal loop diagram. dan alat bantu lainnya. Perancangan kebijakan mempertimbangkan analisis dampak yang ditimbulkan. penentuan variabel kunci. Evaluasi dan perancangan kebijakan berdasarkan skenario yang telah diujicobakan dari hasil simulasi. rencana waktu untuk mempertimbangkan masa depan yang jadi pertimbangan serta seberapa jauh kejadian masa lalu dari akar masalah tersebut dan selanjutnya mendefinisikan masalah dinamisnya. namun dianggap disebabkan oleh struktur internal dari sistem. Model mental adalah asumsi yang sangat dalam melekat. Proses pemodelan terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut (Sterman 2000): 1. Menentukan variabel tujuan 17 . umum atau bahkan suatu gambaran dari bayangan atau citra yang berpengaruh pada bagaimana kita memahami dunia dan bagaimana kita mengambil tindakan (Senge 1995). Stock flow diagram. 3. aturan keputusan.dalam sistem dinamik dilihat tidak disebabkan oleh pengaruh dari luar. Pengujian meliputi pengujian membandingkan dari model yang dijadikan referensi. pengujian kehandalan (robustness) dan uji sensistivitas. mendefinisikan masalah dan tujuan model 2. Tahapan-tahapan pemodelan : 1. 2. Tujuan metodologi sistem dinamik berdasarkan filosofi kausal (sebab akibat) adalah mendapatkan pemahaman mendalam tentang tata cara kerja suatu sistem (Asyiawati 2002). kehandalan model pada skenario yang berbeda dengan tingkat ketidakpastian yang berbeda pula serta keterkaitan antar kebijakan agar dapat bersinergi. estimasi parameter dan uji konsistensi dengan tujuan dan batasan yang telah ditetapkan sebelumnya.

18 . Dengan simulasi akan didapatkan perilaku dari suatu gejala atau proses yang terjadi dalam sistem. yang dapat dipahami dari hasil simulasi model. di mana hubungan sebab akibatnya sama dengan atau seperti yang ada pada sistem sebenarnya (Eriyatno 1998). di mana hubungan sebab akibatnya sama dengan atau seperti yang ada pada sistem sebenarnya (Eriyatno 1998). Alat yang digunakan adalah stock flow diagram (SFD) sebagai konsep sentral dalam teori sistem dinamik. Simulasi diartikan sebagai aktivitas di mana pengkaji dapat menarik kesimpulan-kesimpulan tentang perilaku dari suatu sistem. melalui penelaahan perilaku model yang selaras. melihat bagaimana model akan bekerja. membandingkan hasil dengan data eksperimen 10. misalnya pemecahan masalah bisnis secara ekonomis dan tepat menghadapi perhitungan rumit dan data yang banyak. Stock ini digabungkan dengan rate atau flow sebagai aliran informasi. Perilaku model sistem dinamis ditentukan oleh keunikan dari struktur model. sehingga stock menjadi sumber ketidakseimbangan dinamik dalam sistem. Stock merupakan akumulasi atau pengumpulan dan karakteristik keadaan sistem dan pembangkit informasi di mana aksi dan keputusan didasarkan.3. Perbaiki model berdasarkan parameter yang ada Simulasi dalam Sistem Dinamik Analisis model sistem dinamis menggunakan analisis model simulasi. memilih variabel control 4. Basis penentuan nilai dari stock dan flow berdasarkan persamaan matematik integral dan differensial. Simulasi sebagai teknik penunjang keputusan dalam pemodelan. jalankan model 8. memilih parameter variabel kontrol 5. menguji model yang dihasilkan 6. mengganti parameter dengan alasan ekstrim 9. Simulasi adalah aktivitas di mana pengkaji dapat menarik kesimpulan tentang perilaku dari suatu sistem melalui penelaahan perilaku model yangs selaras. memilih horizon waktu atau perilaku dinamis dalam waktu 7.

3. Hasil dari perubahan ini akan diamati pada tabel atau grafik variabel yang diinginkan. Merumuskan model yang menggambarkan sistem dan proses yang terjadi di dalamnya. Melakukan eksperimen. Titik tolak pemodelan dengan simulasi adalah menyederhanakan sistem nyata yang hanya memperhatikan beberapa bagian atau sifat utama yang memiliki hubungan sebab akibat dari sistem sebenarnya. Perubahan kebijakan akan berpengaruh terhadap variabel yang lain sehingga secara keseluruhan akan mempengaruhi kinerja sistem. Simulasi digunakan untuk membuat peramalan secara terintegrasi mengenai fenomena perilaku sistem yang akan terjadi berdasarkan nilai-nilai peubah dari model (Pramudya 1989). Definisi ini sejalan dengan pemikiran Pegden (1991) dalam Suryadi dan Ramdhani (2002) yang mendefinisikan simulasi sebagai proses desain model suatu sistem nyata dan melakukan eksperimen terhadap model tersebut dengan tujuan untuk memahami keadaan sistem dan atau mengevaluasi berbagai strategi operasi dalam sistem. Simulasi merupakan salah satu kegiatan dalam analisis sistem yang secara garis besar meliputi tiga kegiatan: 1. Menggunakan model dan data untuk memecahkan masalah. Simulasi menyangkut pembangkitan proses serta pengamatan dari proses untuk menarik kesimpulan dari sistem yang diwakili. Simulasi juga merupakan prosedur kuantitatif yang menggambarkan suatu proses dengan mengembangkan modelnya dan menerapkan serangkaian ujicoba terencana untuk memprediksikan tingkah laku proses sepanjang waktu (Lari 19 .sehingga dapat dilakukan analisis dan peramalan perilaku gejala atau proses tersebut di masa depan. 2. Kondisi ini merupakan gambaran tentang kondisi riil yang mungkin terjadi. Simulasi dilakukan dengan memasukkan faktor kebijakan/intervensi kebijakan (sesuai skenario yang diinginkan) kedalam model yang telah dibangun. Emshorf dan Simon (1970) dalam Suryadi dan Ramdhani (2002) mendefinisikan simulasi sebagai suatu model sistem di mana komponennya dipresentasikan oleh proses-proses aritmatika dan logika yang dijalankan pada komputer untuk memperkirakan sifat-sifat dinamis sistem tersebut.

Perangkat lunak dalam pemodelan sistem dinamik tersebut merupakan alat bantu yang dapat memudahkan pemodel dalam menerjemahkan bahasa causal loop diagram ke dalam stock flow diagram. Stock flow diagram sebagai konsep sentral dalam teori sistem dinamik. Stella yang dipakai dalam penelitian ini merupakan suatu pernagkat lunak yang dibuat atas dasar model sistem dinamis dengan kemampuan yang tinggi dalam melakukan simulasi. Menurut Borowski dan Borwein (1989) simulasi adalah teknik untuk membuat konstruksi model matematika untuk suatu proses atau situasi dalam rangka menduga secara karakteristik atau menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menggunakan model yang diajukan. Witness. Stock flow diagram harus dilengkapi dengan persamaan matematika dan nilai awal untuk aktivitas simulasi. sehingga stock menjadi sumber ketidakseimbangan dinamis dalam sistem. Perangkat pemodelan sistem dinamis juga dilengkapi berbagai kemudahan seperti tampilan yang mudah dimengerti sehingga memudahkan pemodel bagi pemodel taupun pemakai yang tidak mengerti secara teknis sekalipun. Rantai Pasokan Rantai pasokan menurut Clark and Scarf (1960) dalam Lee and Wang (1999) merupakan suatu rangkaian dari beberapa lokasi yang harus dilewati suatu material sebelum pada akhirnya sampai kepada konsumen. XCELL+. AutoMod II. Model Simulasi menurut Eppen dan Gould (1984) adalah serangkaian operasi yang bersifat logis dan matematis yang dilengkapi dengan ukuran ketepatan nilai-nilai parameter ataupun keputusan.2003). Stella dan lain-lain. -Powersim.5. Stock adalah akumulasi atas pengumpulan dan karakteristik keadaan sistem dan pembangkit informasi di mana aksi keputusan didasarkan padanya. Menurut Gottfried (1984) simulasi adalah suatu aktivitas untuk menarik perilaku suatu sistem dengan mempelajari perilaku model yang memiliki kesamaan dengan sistem. ProModel. Simulasi juga dilakukan dengan menggunakan bahasa program dalam beberapa software program komputer yang dirancang untuk kebutuhan simulasi seperti Dynamo. Simfactory II. Rantai pasokan ini mencerminkan suatu sistem penyimpanan multi eselon dalam suatu rangkaian 20 . Stock digabungkan dengan rate atau flow sebagai aliran informasi.

kontrak pemasokan. kapasitas dan tipe pabrik dan gudang yang akan digunakan. manajemen rantai pasokan adalah sebuah ‘proses 21 . distributor. rancangan rantai pasokan mengharuskan keputusan yang terkait dengan beberapa hal. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh aliran barang dari hulu hingga hilir. masalah kunci yang terkait dalam pengelolaan rantai pasokan terdiri dari konfigurasi jaringan distribusi.kebijakan kontrol optimalnya dengan karakteristik tertentu. − − Jumlah bahan baku dan produk yang akan diproduksi dan pengiriman ke sejumlah pemasok. lokasi dan aliran kuantitas bahan. manajemen rantai pasokan merupakan suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas total perusahaan dalam rantai pasokan melalui optimalisasi waktu. gudang dan pelanggan. pabrik. retail dan konsumen akhir. (2003). teknologi informasi dan sistem penunjang keputusan serta penilaian pelanggan. Hal ini juga didasari adanya kesadaran bahwa keunggulan daya saing perlu didukung oleh aliran barang dari pemasok hingga pengguna akhir. produk lanjutan dan produk akhir yang perlu disimpan sebagai persediaan di beberapa lokasi. − Saluran transportasi yang akan digunakan. yaitu: − Jumlah. lokasi. Menurut Kalakota (2000). desain produk. strategi perantaraan (procurement) dan outsourcing. pengendalian inventori. integrasi rantai pasokan dan kemitraan strategis. Istilah manajemen rantai pasokan dipopulerkan pertama kalinya pada tahun 1982 sebagai pendekatan manajemen persediaan yang ditekankan pada pasokan bahan baku. Jumlah bahan baku. Menurut Vorst (2004) rantai pasokan adalah jejaring fisik dan aktivitas pengambilan keputusan yang terkait dengan aliran bahan dan informasi yang melintasi batas-batas perusahaan. Menurut Watanabe (2001). strategi distribusi. − Kumpulan pemasok yang akan dipilih. pabrik. Pengelolaan rantai pasokan tidak hanya dilakukan agar seluruh bagian sistem memberikan kinerja keseluruhan yang efektif. tetapi juga efisien. Menurut Simchi-Levi et al. yaitu pemasok bahan baku. Pada tahun 1990-an isu manajemen rantai pasok telah menjadi agenda para manajer sebagai kebijakan strategis perusahaan. Menurut Vidal & Goetschalckx (1997).

Menurut Chopra (2001). Merupakan pengelolaan berbagai 22 . dengan cara yang paling efisien. pergudangan dan pengguna/konsumen agar produk dan jasa yang dihasilkan dapat didistribusikan dengan jumlah yang tepat. distribusi dan pemasaran di mana konsumen dihadapkan pada produk-produk yang sesuai dengan keinginan dan produsen dapat memproduksi produk-produk tersebut dengan jumlah.payung’ di mana produk dibuat dan disampaikan kepada konsumen dari sudut struktural. Menurut Vidal & Goetschalckx (1997). Berdasarkan hal ini maka manajemen rantai pasok harus dapat mengintegrasikan aspek-aspek tersebut dalam proses pengambilan keputusannya. berlanjut ke ditribusi sampai kepada konsumen. Rantai pasokan yang terintegrasi akan meningkatkan keseluruhan nilai yang dihasilkan dari rantai pasokan tersebut. pemasaran hingga konsumen akhir. pengolahan. transportasi dan manajemen pasokan bahan baku. Manajemen rantai pasokan berkaitan dengan siklus yang menyeluruh dari bahan mentah dari para pemasok ke kegiatan operasional di perusahaan. waktu dan lokasi yang tepat. tepat biaya dan yang terpenting. tujuan yang ingin dicapai dari setiap rantai pasokan adalah untuk memaksimalkan nilai yang dihasilkan secara keseluruhan. Suatu rantai pasokan merujuk kepada jaringan yang rumit dari hubungan di mana organisasi mempertahankan dengan rekan bisnisnya untuk mendapatkan sumber produksi dalam mendistribusikan kepada konsumen. kualitas. penjual. Manajemen rantai pasokan merupakan sebuah pendekatan yang dipakai untuk mengintegrasikan aktivitas pemasok. Hal penting yang menjadi dasar pemikiran pada konsep ini adalah fokus pada pengurangan kesia-siaan dan mengoptimalkan nilai pada rantai pasokan yang berkaitan. pengolah. tepat mutu. distribusi. tepat jumlah. pada waktu yang tepat dan pada tempat yang tepat dengan sasaran akhir meminimalkan keseluruhan biaya dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. Manajemen rantai pasokan merujuk pada manajemen keseluruhan proses produksi. Tujuan pengelolaan rantai pasokan adalah memasok produk siap pakai secara tepat waktu. pemasok. rancangan rantai pasokan mengharuskan keputusan yang terkait dengan lokasi. Manajemen rantai pasokan tersebut pada hakekatnya merupakan koordinasi rantai-rantai pasokan mulai dari proses produksi.

Kegiatan aktivitas fisik meliputi sourcing (mencari bahan baku). Distributor dan pihak yang membantu transaksi seperti bank e. Aktivitas mediasi pasar meliputi riset pasar. Pemasok d. 2. Keunggulan kompetitif dengan adanya suatu manajemen rantai pasokan adalah suatu aliran barang atau produk dalam rantai pasokan dapat dikelola. 4. kemudian menjadi produk jadi dan diteruskan dengan pengiriman kepada konsumen melalui sistem distribusi. Pergudangan g. produksi maupun pengendalian persediaan.kegiatan dalam rangka memperoleh bahan mentah. Model dari rantai pasokan mengaplikasikan bagaimana suatu jaringan kegiatan 23 . distribusi/transportasi. pengembangan produk. 5. Hutang maupun piutang f. Oleh karena itu manajemen rantai pasokan antara lain meliputi penetapan: a. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan mencakup pembelian secara tradisional dan berbagai kegiatan penting lainnya yang berhubungan dengan supplier dan distributor. 3. penetapan harga diskon dan pelayanan purna jual. Menurut Pujawan (2008) terdapat beberapa hal yang menjadi area cakupan utama rantai pasokan yaitu : 1. kegiatan rantai pasokan dibedakan menjadi dua yaitu: aktivitas fisik dan aktivitas mediasi pasar. produksi. Pengangkutan. pengembalian produk (return). Informasi mengenai ramalan permintaan. penyimpanan material/produk. Pembayaran secara tunai atau kredit (proses transfer) c. pengembangan produk pengadaan perencanaan dan pengendalian operasi/produksi pengiriman/distribusi Menurut Marshal Fisher dalam Pujawan (2008). b. dilanjutkan kegiatan transformasi sehingga menjadi produk dalam proses. Pemenuhan pesanan h.

Aliran Rantai Pasokan (Pujawan 2008) Secara konseptual. pada waktu yang tepat. 2. mengurangi biaya. Tujuan utama dari manajemen rantai pasokan adalah penyerahan/pengiriman produk secara tepat waktu untuk memuaskan konsumen. penjual. dengan berdasarkan definisi di atas. pengolah. memusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi. Apakah aktivitas pemasok. meningkatkan segala hasil dari seluruh rantai pasokan (bukan hanya satu perusahaan). Apakah biaya yang dikeluarkan sudah cukup efisien? 4. pergudangan dan pengguna sudah terintegrasi dengan baik? Apakah produk dan jasa dapat sampai kepada pengguna dalam jumlah yang tepat. representasi dari suatu jaringan logistik dalam rantai pasokan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.produksi dan distribusi dari suatu perusahaan dapat bekerja bersama-sama untuk memenuhi tuntutan konsumen. Apakah kualitas pelayanan terhadap pengguna sudah menjadi lebih baik Perencanaan Rantai pasokan Pengolahan Penyimpanan Pengolahan Penggudangan/ distribusi Distributor Pusat distribusi Pengiriman dan pelayanan pasar Konsumen/ user Layanan konsumen Gambar 1. dan pada lokasi yang tepat? 3. mengurangi waktu. Upaya untuk memperbaiki masalah-masalah tentang ketersediaan material tersebut. 24 . dapat dievaluasi kembali dari semua aktivitas pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dalam kegiatan operasional sehari-hari dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : 1. Aliran material dari supplier hingga ke konsumen melibatkan beberapa bagian dalam suatu jaringan rantai pasok dan harus dikelola secara optimal.

Konsumen Pesanan Pusat pelayanan konsumen Permintaan pengapalan Pusat distribusi Permintaan pengisian kembali Pemasok Gambar 2 Contoh Rantai Pasokan Logistik (Jain 2004) Fungsi dari sistem pasokan bahan baku yaitu untuk mengirimkan material dalam jumlah dan kualitas secara tepat untuk input fasilitas proses dalam waktu dan pada biaya yang beralasan. Alternatif dasar berupa membeli bahan baku langsung ataupun memproduksi 25 . 1994). Kebutuhan untuk fasilitas prosesing sesuai dengan masing-masing dimensi yaitu kuantitas. waktu dan biaya yang akan ditentukan untuk bagian terpenting dalam suatu analisis yang berhubungan selama pemasaran dan fase prosesing pada desain proyek (Brown. (Up-to-level) Jumlah produk (Yt) Permintaan (Dt) Pemasok Supple r Lead time(L) Lead Time Pengolah Lead time(l) Lead Time Pengecer Custome r konsumen Gambar 3 Jalur Rantai Pasokan Bahan Baku (Jain 2004) Bahan baku suatu agroindustri dapat diperoleh melalui beberapa cara. kualitas.

Fleksibilitas Pengendalian maksimum di atas fungsi produksi. Ketidakpastian merupakan suatu sumber utama kesulitan pengelolaan dalam suatu 26 . husbandry. perbaikan. Jika bahan baku tersebut dapat dibeli. kontrol dan fleksibilitas. kualitas dan waktu pada pemasokan Perubahan dilakukan dalam jangka dan term kontrak Tidak ada. dan delivery Pengurangan resiko jumlah. Kontrol 3. Tantangan tersebut yaitu berupa kompleksitas struktur rantai pasokan dan adanya ketidakpastian dalam rantai pasokan. 2008) Manajemen rantai pasokan membutuhkan pendekatan dan model pengelolaan yang tangguh untuk bisa tetap bertahan dalam dunia bisnis. dan modal peralatan Penambahan sumberdaya yang dibutuhkan untuk mengatur tenaga kerja dan fungsi produksi Biaya administrasi kontrak 2. atau melalui insentif lain Sangat fleksibel Sumber : (Pujawan. kontrol dan fleksibilitas seperti pada tabel 1 Biaya Biaya produksi penuh termasuk tanah.sendiri. apakah di pasar terbuka ataukah melalui sistem kontrak dengan perjanjian pembelian sebelum transaksi penjualan dilakukan. di bawah ini : Tabel 1 Implikasi Pemilihan Alternatif dalam Sistem Pasokan Bahan Baku No Faktor Perusahaan memproduksi sendiri Perusahaan membeli Bahan baku di bawah kontrak Perusahaan membeli bahan Baku di Pasar terbuka Harga pembelian bahan baku Alternatif tersebut memberikan implikasi dengan memperhatikan biaya. Masing-masing sistem ini dapat diterapkan masing-masing atau kombinasi. dengan kendala sumberdaya yang dapat digunakan Maksimum eksposure dari resiko bencana alam Dibatasi oleh investasi dalam produksi Risiko dari biaya yang tidak diperoleh kembali pada : pengadaan dan distribusi input tenaga ahli pelayanan konsumen tambahan biaya Keadaan pertumbuhan bahan yang berlebihan atau input lain. Oleh sebab itu ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam pengelolaan rantai pasokan. Faktor prinsip untuk memutuskan pemilihan sistem pada pengadaan ini adalah biaya. Konflik antar bagian merupakan suatu bentuk tantangan yang kompleks dalam mengelola rantai pasokan.

Proses verifikasi dan validasi dilakukan dalam setiap tahapan proses pemodelan 27 . Berdasarkan sumber. dan ketidak pastian internal. Dalam pengertian lain. Eriyatno 1998). 1979 dalam Sargent 1998). Verifikasi dan Validasi Verifikasi model adalah pembuktian bahwa model komputer yang telah disusun pada tahap sebelumnya mamapu melakukan simulasi dari model abstrak yang dikaji (Eriyatno 1998). 1979 dalam Sargent 1998). 2001.rantai pasokan. Cara yang dilakukan adalah menguji sejauh mana program komputer yang dibuat telah menunjukkan perilaku dan respon yang sesuai dengan tujuan dari model (Schlesinger et al. terdapat tiga klasifikasi utama ketidakpastian pada rantai pasokan yaitu berupa ketidakpastian permintaan. dan berdasarkan data yang nyata dan perbandingan berbagai situasi virtual agar pasokan berjalan wajar. Validasi dalam pengertian yang lain adalah substansi bahwa model yang dikomputerisasikan dalam lingkup aplikasinya memiliki kisaran akurasi yang memuaskan dan konsisten dengan maksud dari penerapan komputer (Schlesinger et al. Validasi juga merupakan proses iteratif sebagai proses penyempurnaan model komputer (Muhamadi et al. Manajemen rantai pasokan dalam bisnis proses manufaktur dapat memilah agar dapat meningkatkan rantai pasokan sesuai dengan efisiensi operasional secara keseluruhan dari prinsip kesatuan operasi. sehingga dapat menghasilkan kesimpulan yangmeyakinkan (Eriyatno 1998). verifikasi adalah sebuah proses untuk meyakinkan bahwa program komputer yang dibuat beserta penerapannya adalah benar. ketidakpastian berasal dari pemasok. Validasi adalah upaya penyimpulan apakah model sistem tersebut merupakan perwakilan yang sah dari realitas yang dikaji. anajemen rantai suplai dapat memberikan sebuah gambaran yang lengkap. Optimasi secara keseluruhan kapasitas produksi dengan prinsip-prinsip bisnis yang sehat dan rencana operasional untuk membuat perintah memaksimalkan keuntungan dan memenuhi berbagai tingkat pelanggan. dengan menjamin kepentingan strategis pelanggan dan mitra untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dari perusahaan.

G Coyle dalam System Dinamics Modeling: A Practical Approach (1996): 28 . saat ini terdapat beberapa teknik. Hasil simulasi yang sudah divalidasi tersebut digunakan untuk memahami perilaku gejala atau proses serta kecenderungan di masa depan. data yang dikumpulkan sehubungan dengan sistem nyata atau asumsi yang dibuat berdasarkan referensi sesuai cara sistem nyata bekerja. Validasi kinerja ini dapat dilakukan dengan memverifikasi grafik keluaran model dan membandingkannya dengan grafik kecenderungan (trend) perubahan dari data lapangan berdasarkan suatu seri data. pada suatu sistem dinamik tetap tetap harus dilakukan uji validasi. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah uji keyakinan yang dipaparkan oleh R. Walaupun validasi suatu sistem sangat dibatasi oleh mental model dari pemodel. verifikasi terhadap model komputer dan validasi operasional serta validitas data. yaitu membandingkan hasil keluaran model yang dirancang dan data lapangan pada periode waktu selama 10 tahun. validasi model ini dilakukan pula terhadap kinerja atau keluaran model. Model dapat dinyatakan baik jika kesalahan atau simpangan hasil simulasi terhadap gejala atau proses yang terjadi di dunia nyata relatif kecil. atau dengan memverifikasi data lapangan berdasarkan perhitungan standar penyimpangan data (root mean square error) pada masing-masing level keluaran model dengan tingkat perbedaan maksimal dari nilai rata-rata data empirik sebesar 10% berdasarkan persamaan standar deviasi. Model dinyatakan valid jika hasil pengujian (verifikasi) sesuai dengan data lapangan.yaitu berupa validasi terhadap model konseptual. Validasi bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara hasil simulasi dengan gejala atau proses yang ditirukan. yang dapat dijadikan sebagai dasar bagi pengambil keputusan untuk merumuskan suatu kebijakan di masa mendatang. Suatu model dikatakan valid jika struktur dasarnya dan polanya dapat menggambarkan perilaku sistem nyata. atau dapat mewakili dengan cukup akurat. Dalam pengujian validasi suatu model. Hasilnya dianggap dapat digunakan untuk mensimulasikan atau memproyeksikan keadaan perubahan yang diperkirakan terjadi untuk periode selama 10 tahun ke depan. namun demikian untuk memenuhi kaidah keilmuan. Selain itu.

Maluku Utara dan Jawa Barat. Jawa Timur. Tanaman ini diusahakan melalui perkebunan rakyat. Komoditas Kelapa dan Potensi Pengembangan Tanaman kelapa (Cocos nucifera L) masih merupakan tanaman perkebunan di Indonesia yang lebih luas dibandingkan dengan tanaman kelapa sawit. Jawa Tengah. Persamaan harus disesuaikan dengan causal loop diagram khususnya tanda + atau – harus konsisten di antara persamaan dengan causal loop. Luas areal kelapa ini terdiri atas kelapa varietas Dalam dan Hibrida. 6. maka harus sesuai dengan apa yang diharapkan dari model tersebut. Sulawesi Utara.32% penduduk Indonesia yang masih tergantung pada komoditas kelapa. 3. Maluku Utara dan Jawa Tengah. Jawa Timur. Perilaku model harus masuk akal. perkebunan swasta maupun perkebunan pemerintah. Wilayah dengan luas areal penghasil kelapa dari yang terluas berturut-turut Propinsi Riau. artinya apabila ada sesuatu yang seharusnya terjadi. Causal Loop diagram harus berhubungan dengan permasalahan. Menurut Brotosunaryo (2003). potensi bahan baku ini harus didayagunakan secara optimal. Dimensi dalam model harus valid. Gambaran ringkas sebaran potensi kelapa Indonesia ini dapat dilihat pada gambar 4 di bawah ini. 4. sehingga kelapa dapat terangkat menjadi komoditas primadona dalam peningkatan nilai tambah bagi sekitar 16. Sulawesi Utara. artinya total kuantitas yang telah masuk dan keluar dari proses sistem tetap dapat dijelaskan. 5. seperti stok negatif. dengan pemeliharaan intensif dapat mencapai produksi masing-masing 2. Wilayah dengan hasil produksi butir buah kelapa berturut-turut dari yang terbanyak yaitu Propinsi Riau. 2. Model tidak menghasilkan nilai yang tidak masuk akal.1.5 ton kopra/ha/thn dan 4 ton kopra/ha/thn (Allolerung dan Mahmud 2002). 29 . Massa model harus balance.

PMK Mangga Dua PT.117 Ton Sulawesi Utara 268. nata de coco. Permata Hijau PT. Bimoli CV.074 Ton Maluku Utara 209. Airland Hilman Abadi Gambar 5 Peta Penyebaran Industri Besar Pengolahan Kelapa 30 .870 Ha 226. Barco PT.479 Ha 498. Vegetable Oil Jabar & DKI PT.219 Ton Jawa Tengah 244.357 Ha 186. Kairagi Riau PT.567 Ton Gambar 4 Sebaran Potensi Kelapa Indonesia (APCC 2007) Wilayah-wilayah tersebut memiliki sejumlah industri dengan skala besar yang mengolah buah kelapa menjadi produk olahan lain seperti minyak kelapa.Riau 547. Pulau Sambu Lampung PT. Ikan Dorang PT.167 Ha 241. santan krim dan tepung kelapa.934 Ton DIY 44.631 Ha 165.432 Ton Jawa Barat 190.696 Ha 250. Sebaran industri pengolahan kelapa yang lain di Indonesia cukup merata di beberapa propinsi seperti tampak pada tabel 2. Nimpindo Prima Coconut PT Sari Segar Husada Jatim PT.569 Ton Jawa Timur 290. PT.285 Ha 51. Lokasi beberapa industri dengan skala besar tersebut dapat dilihat pada gambar 6 di bawah ini. Sorintalo PT.

13. 12. Ketiga varietas tersebut memiliki ciri karakteristik tersendiri. 14. Jenis tanaman kelapa pada awal mulanya hanya dikenal dua varietas yaitu varietas dalam (tall variety) dan varietas genjah (dwarf variety). Seiring dengan perkembangan pemuliaan tanaman. Jawa dan Sulawesi Utara yang Jawa dan Sumatera (cetak butiran) Nata de coco Minyak kelapa mentah Minyak kelapa murni Minyak goreng Santan kelapa dan dipasteurisasi dan kemasan 8. Tinggi Varietas Kelapa Kelapa Dalam Tinggi dan besar Rata-rata 15-18m Kelapa Genjah ramping Mencapai 5 m atau Kelapa Hibrida Ramping dan pendek Mencapai 5 m 31 . UHT Produk kelapa kaleng Kelapa parut kering Serat sabut kelapa Serbuk sabut kelapa Serbuk tempurung kelapa Arang tempurung kelapa Karbon aktif Produk olahan kayu kelapa Pulau Sumatera. 15.Batang 2. 2. dikenal juga varietas kelapa hibrida yang merupakan hasil persilangan kelapa dalam dan kelapa genjah (Palungkun 1993). Komposisi ini sangat bervariasi menurut jenis kelapa (Samosir 1992). Sumatera Kalimantan Sumatera. Jenis Industri Pengolahan Sebaran Lokasi Kelapa Kopra Gula kelapa Berbagai propinsi di Indonesia dan Berbagai propinsi di Indonesia Berbagai propinsi di Indonesia Pulau Sumatera. Jawa dan Sulawesi Pulau Jawa. handycrafts) Sumber : Notowijoyo (2001) Buah kelapa tersebut secara umum memiliki komposisi 35% sabut. 10. Sumatera dan Sulawesi Utara Berbagai Propinsi Berbagai Propinsi Berbagai propinsi Berbagai propinsi Sulawesi. 28% daging biji dan 25% air kelapa. 12% tempurung. 11. Sumatera Berbagai propinsi (furnitures. 6. 5. Jawa dan Sulawesi Pulau Sulawesi Jawa. 3.Tabel 2 Sebaran Lokasi Jenis Industri Pengolahan Kelapa Di Indonesia No. Tabel 3 Karakteristik Varietas Kelapa Karakteristik 1. 4. 9. 7. 1. Ciri-ciri secara garis besar tersebut nampak pada tabel 3 ini.

500 mm/tahun) Jumlah buah per pohon per tahun 75 butir. warna buah hijau.500 mm/tahun) sesuai ditanam pada lahan kering iklim basah (curah hujan <2. jumlah buah per hektar per tahun 10.5 ton kopra/ha/tahun pada umur 10 tahun 4 tahun 35 tahun 20 tandan/pohon/tahun 140 butir/pohon/tahun 6-7 ton/ha/tahun pada umur 10 tahun tandan 6. bentuk buah bulat. warna buah hijau.bahkan mencapai 30m 3. Produksi Jumlah buah per pohon per tahun 90 butir. berat kopra per hektar per tahun 3. Umur ekonomis 5.28% dalam Mulai berbuah pada umur 5 Jumlah buah per tahun. hijau butir.3 ton. berat kopra per hektar per tahun 2. Produksi kopra Sumber : Data olahan dari Palungkun (1993) dan Litbang Deptan Deskripsi beberapa jenis kelapa unggul yang ada di Indonesia menurut Pulitbangbun (2005) yaitu sebagai berikut : Tabel 4 Deskripsi Beberapa Jenis Kelapa Unggul di Indonesia Jenis Kelapa Morfologi Tanaman Unggul Kelapa dalam mulai berbuah umur 5 tahun. merah kekuningan. warna buah hijau.500-3. hijau kekuningan.870 butir. bentuk buah bulat.725 butir.725 butir. jumlah buah per hektar per tahun 16. berat kopra per hektar per tahun 3. bentuk buah elips.500 mm/tahun) 32 . Kelapa Bali Produksi Kesesuaian Daerah sesuai ditanam pada lahan kering iklim basah (curah hujan <1. kadar minyak 69. hijau kekuningan. jumlah buah per hektar per tahun 12. merah kekuningan. pohon per tahun 75 merah kekuningan. Mapanget warna buah coklat kemerahan. kadar minyak 69. Produktivitas 7.8 ton.100 tahun 11 tandan/pohon/tahun 90 butir/pohon/tahun 1 ton kopra/Ha/tahun pada umur 10 tahun lebih 3-4 tahun setelah tanam Mencapai 50 tahun 18 tandan/pohon/tahun 100 butir/pohon/tahun 0. bentuk buah tanpa sabut bulat dasar rata Kelapa Tenga dalam Mulai berbuah pada umur 5 tahun.500 mm/tahun) Jenis Kelapa Morfologi Tanaman Unggul Kelapa dalam Mulai berbuah pada umur 5 Palu tahun. Jumlah produksi atau lebih 6-7 tahun setelah tanam Mencapai 90 . bentuk buah tanpa sabut bulat dasar rata.31% Kesesuaian Daerah sesuai ditanam pada lahan kering iklim basah (curah hujan 2. jumlah buah per sesuai ditanam pada lahan kering iklim basah (curah hujan <2. merah kecoklatan. kadar minyak 62.0 ton. bentuk buah tanpa sabut bulat dasar rata.95% Jumlah buah per pohon per tahun 75 butir. Umur mulai berbuah 4..

500 30.243. pohon per tahun 80. jumlah buah hujan <2.725 butir. 120 butir.500 mm/tahun) per hektar per tahun 20. Jumlah buah per sesuai ditanam pada lahan pohon per tahun 70.500 butir.000 1.500 butir.562 281.kekuningan. kadar gula air buah 1. Industri hilir di Philipina yang sudah mencapai pasar ekspor lebih dari 100 jenis.7% Kelapa Genjah Mulai berbuah pada umur 40 Raja bulan. Parameter 1 2 3 4 Luas area kelapa (Ha) Produksi kelapa (kesetaran kopra) Perkiraan konsumsi domestik minyak kelapa Volume ekspor : a.077 33 . bentuk buah hektar per tahun hampir bulat.231.818. Namun. warna buah hijau.0 ton. kadar minyak 65.52% Kelapa Genjah Mulai berbuah pada umur 2 Jumlah buah per sesuai ditanam pada lahan Salak tahun.7% Sumber : Puslitbangbun (2005) Indonesia memang menempati urutan pertama dalam luas areal tanaman kelapa dan total produksi dibandingkan dengan Philipina.kering iklim basah (curah bentuk buah lonjong. demikian juga pemanfaatan hasil sampingnya masih kurang. bentuk buah 10. bentuk buah bulat. Buah kelapa segar Indonesia Philipina (ton) (ton) 3.000 3. Oleh sebab itu wajar apabila peran tanaman kelapa sebagai pendukung perekonomian belum optimal di beberapa daerah di Indonesia. kadar gula air buah 1.000 222. baik kelapa segar maupun kopra untuk bahan baku minyak goreng. berat tanpa sabut bulat dasar rata. warna buah merah kecoklatan.100 14.500 mm/tahun) per hektar per tahun 13.474.200 2.kering iklim basah (curah 120 butir. Tabel 5 Perbandingan Kondisi Perkelapaan di Indonesia dan Philipina Tahun 2006 No. sedangkan Indonesia baru mencapai kurang lebih 10 jenis. dalam pemanfaatan hasil tanaman kelapa. kopra per hektar per tahun 3. Selama ini kelapa hanya dimanfaatkan dalam bentuk produk primernya. Indonesia masih kurang sebanding dengan Philipina. jumlah buah hujan <2. Pengembangan menjadi produk hilir belum banyak dilakukan.

Buah yang sudah mengandung kalori. Minyak kelapa dapat diolah sehingga dapat menghasilkan bioenergi dan produk-produk oleokimia seperti fatty alcohol. minyak kelapa dan kelapa parut kering. vitamin A dan mencapai maksimal. Daging buah kelapa merupakan sumber bahan pangan yang mudah dicerna. deterjen. Aneka produk olahan dapat dibuat dari bagian tanaman kelapa.967 Tabel di atas menunjukkan bahwa pemanfaatan hasil dari tanaman kelapa di Indonesia tidak terlalu buruk jika dibandingkan dengan negara lain. Kelapa parut kering (Desiccated Coconut) f. Pada pembuatan alkohol berlemak misalnya kandungan rantai menengah hydro carbon pada Crude Coconut Oil C-12 dan C-14 mencapai 54% sedangkan Crude Palm Oil hanya mencapai 1%. kipas. Tempurung kelapa i. kosmetik dan tekstil. Selain itu juga dapat digunakan sebagai bahan untuk margarin. Produk-produk inilah yang lebih lanjut akan diolah oleh industri sabun. lemak. kembang gula.263 26. Minyak kelapa kasar memiliki keunggulan dibandingkan dengan CPO yang terletak dari hasil pemrosesan yaitu oleokimia menjadi asam lemak (fatty acid).450 Tidak diekspor 1. dan glicerin. Bungkil kopra e. dan minyak rambut. Santan kelapa (bubuk) Santan kelapa (krim) g.b. fatty acid dan methyl ester. Nira ini digunakan sebagai bahan baku produk antara lain gula kelapa. shampoo.363 519. Semua bagian dari tanaman kelapa dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat untuk kehidupan manusia. farmasi. asam cuka. bahan pelumas. Kandungan zat daging kelapa ini dapat diolah menjadi produk kebutuhan rumah tangga berupa bumbu dapur.500 431.500 122. Arang aktif h. ragi. 34 . Bunga kelapa (mayang). bunga kelapa yang belum mekar dapat disadap untuk menghasilkan nira kelapa. gabus dan bahan bakar.717 1. minuman beralkohol dan juga untuk industri kerajinan hiasan dinding dan dekorasi. es krim. alkohol berlemak (fatty alkohol).410 27. Serat sabut Sumber : APCC (2007) 38.782 34. Hal ini tercermin dari pohon industri kelapa seperti pada gambar 6 di bawah. Pelepah kelapa dapat dibuat sebagai industri kerajinan.069.032 2. Air kelapa.205 656 3. Kopra c. santan. seperti topi.400 62. cuci.402 20. Minyak kelapa d.973 238.620 4. kopra.

Akar kelapa telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku karya seni. tali dan lain-lain. Produksi buah kelapa rata-rata dari 15.selain dapat diminum langsung dapat diolah menjadi sirop. 1. Akar kelapa ini juga dapat menghasilkan obatobatan dan zat warna. tempat buah. Sabut berkaret bisa dibuat batako. alat rumah tangga dan barang-barang seni lainnya. Industri pengolahan kelapa tersebut umumnya berupa industri pengolahan tradisional dengan kapasitas industri yang masih sangat kecil dibandingkan dengan potensi yang tersedia. Sabut gabus kelapa dapat dibuat pot bunga dan mulsa. asbak. bahan pengisi jok mobil. kerangka papan perahu. kancing dan hiasan dinding. seperti tikar. sendok. Sesuai dengan dinamika pasar produk. kecap. Daya tahan bahan bangunan dari batang kelapa ini mencapai puluhan tahun. 0. seperti ikat pinggang.75 juta ton arang tempurung.75 juta ton air kelapa.8 juta ton serat sabut dan 3. dan keranjang (Wagu 2007). Batang kelapa juga dapat digunakan sebagai bahan industri kerajinan seperti gagang cangkul. atau kayu bakar. dan produk lainnya semakin meningkat. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa potensi ketersediaan bahan baku untuk membangun industri masih sangat besar (Sudjarmoko 2007) Sekitar 90% dari bahan baku daging kelapa digunakan untuk menghasilkan minyak kelapa kasar/ crude coconut oil dan sisanya dibagi untuk produk lainnya. Sabut kelapa juga dapat dibuat pupuk dengan cara dibakar terlebih dahulu. kasur. patung. total bahan ikutan yang dapat diperoleh 3. Tempurung kelapa dapat dimanfaatkan berbagai industri seperti arang dan karbon yang berfungsi untuk mengabsorbsi gas selain sebagai barang kerajinan. gelang. janur. 35 . namun kecenderungan tersebut semakin menurun.3 juta ton debu sabut. sapu lidi. topi. Sabut kelapa dapat dijadikan sebagai bahan baku aneka industri.5 juta butir per tahun. Daun kelapa yang muda biasanya untuk kemasan masakan tradisional (ketupat) atau hiasan janur. seperti karpet. minuman isotonik dan lain-lain. sikat. mebeler dan barang kerajinan. hiasan dinding dan mebeler rumah tangga. nata de coco. asbak. dan mebeler. tusuk sate dan berbagai manfaat lainnya. jembatan. Batang kelapa yang sudah tua dapat digunakan untuk bahan bangunan. Daun kelapa yang sudah tua dimanfaatkan sebagai atap.

Produk-produk turunan tempurung yang prospektif untuk dikembangkan adalah karbon aktif dan tepung tempurung. yang sangat prospektif untuk berkembang adalah minyak kelapa murni. Produk-produk daging buah kelapa selain oleokimia. santan kelapa. dan krim kelapa.kecenderungan untuk menghasilkan produk oleokimia turunan dari crude coconut oil ini juga tampak semakin tinggi (Sudjarmoko 2007). 36 . debu sabut (Sudjarmoko 2007). tepung kelapa. Produk-produk turunan dari sabut kelapa berupa serat sabut kelapa.

Gambar 6 Pohon Industri Kelapa (Allorerung 2005) 37 .

pertanian. atau sabut kelapa yang telah ada atau membangun unit pengolahan kelapa terpadu 38 . pengolahan kelapa dapat dibagi dalam dua sistem. dan (d) pemantapan keterkaitan antar sektor industri. seperti pengolahan kopra. kesempatan kerja. (1989). yakni parsial dan terpadu. pemodalan dan pasar produk. tempurung. Unit pengolahan kelapa terpadu dapat menerapkan pengolahan dengan cara kering atau cara basah tergantung pada produk yang akan dihasilkan dan nilai manfaatnya (Gonzales 1986). minyak. Konsep industri pengolahan kelapa terpadu merupakan konsep yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani. Menurut Mulyadi et al. dan penyeratan sabut. Industri pengolahan kelapa terpadu dapat didirikan secara komplementer dengan usaha pengolahan kopra. Ada tiga faktor penting yang berpengaruh yaitu diversifikasi produk. daging dan air kelapa dalam satu unit proses. (c) peningkatan pendapatan petani. jasa dan sektor lainnya. (b) perluasan lapangan kerja. Kendala yang umum adalah kurangnya pemodalan dan kurangnya motivasi petani atau anggota kelompok tani untuk berkoperasi (Notowijoyo 2001).Agroindustri Kelapa Terpadu Berdasarkan sistem pengolahan. Pengolahan terpadu adalah cara pengolahan yang mendayagunakan seluruh komponen hasil kelapa pada beberapa unit proses dalam satu unit pengolahan (Grimwood 1975). Pengolahan parsial merupakan cara pengolahan dengan memanfaatkan sebagian atau salah satu dari komponen hasil kelapa yang terdiri dari sabut. Menurut Basrah dalam Notowijoyo (2001). Pengolahan kelapa terpadu akan meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa dan peningkatan harga kelapa butiran yang akan diterima petani (Nambiar 1984). pemanfaatan maksimum kelapa secara industri dapat dilakukan dengan pengembangan industri kecil dan menengah di sentra industri kelapa. perdagangan dan pendapatan hasil samping juga untuk meningkatkan kemajuan kawasan. pengembangan pengolahan terpadu akan lebih menguntungkan dibanding dengan pengolahan parsial antara lain: (a) peningkatan efisiensi bahan baku.

Kerajinan Sumber : Notowijoyo ( 2001) lain : Skala Industri Kecil 1 2 V V V V V V Menengah/Besar 3 4 5 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Program agroindustri kelapa terpadu diharapkan dapat memberi manfaat antara 39 . Protein Kelapa 9. Minyak Kelentik 3. Arang 2. Air Kelapa 1. Yoghurt Berbasis Kelapa 11. Coir fibre 2. Cuka Nira 4. Gula merah cetak 2. Minyak dimurnikan 5.yang baru. Gula semut 3. produk yang dapat dipilih untuk dihasilkan pada agroindustri kelapa terpadu tampak pada tabel di bawah ini: Tabel 6 Skala Industri Beberapa Produk Olahan Kelapa Jenis Industri A. Santan Serbuk 8. Batang Kelapa 1. Nata de Coco 2. Santan Awet 7. Arang Aktif 3. Kopra 2. Berdasarkan skala produksi. Daging Kelapa 1. Kecap Air Kelapa 4. Minuman Penyegar C. Minyak mentah 4. Produk lemak dan derivatnya 6. Desiccated Coconut 10. Minuman Skim Kelapa B. Coir dust F. Tempurung Kelapa 1. Mebel 2. Nira kelapa 1. Tepung Tempurung E. Sabut Kelapa 1. Minuman Penyegar D. Pelaksanaan dapat dilakukan dengan petani setempat secara berkoperasi atau bermitra dengan pengusaha sebagai investor. Cuka Air Kelapa 3.

Sasaran pada tahun 2007 diarahkan untuk mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat perkebunan melalui peningkatan produksi dan produktivitas. kemampuan sumber daya manusia perkebunan. Sulsel dan Sulbar. menghasilkan sumber energi dan bahan mentah bernilai tinggi bagi sektor lain 3. memanfaatkan hasil samping yang sebelumnya tidak atau kurang Agroindustri kelapa terpadu ini diharapkan dapat dilaksanakan melalui integrasi kegiatan on-farm dan off-farm pada sentra-sentra produksi kelapa. mengembangkan bahan baku lokal untuk substitusi impor 5. dukungan penyediaan pangan. yang tercermin diantaranya dengan indikator berupa pengembangan agroindustri pedesaan pengembangan kelapa terpadu (on-farm dan off-farm) di Riau. penerimaan dan devisa negara dari sub sektor perkebunan. menambah keragaman produk industri yang dapat diperoleh di dalam negeri 2. Sulut. pendapatan dan kesejahteraan masyarakat perkebunan. meningkatkan devisa negara dengan adanya ekspor produk jadi dan 4. Sasaran pengembangan kelapa terpadu di Indonesia pada 20 sentra produksi kelapa. meningkatkan peluang kerja tambahan dan pendapatan masyarakat pedesaan 7.1. dukungan penyediaan substitusi energi (biofuel). nilai tambah dan daya saing perkebunan. dimanfaatkan. penyediaan lapangan kerja. dukungan pengembangan wilayah dan optimalisasi pengelolaan sumberdaya secara arif dan berkelanjutan (Ditjenbun 2006). pemenuhan pasokan bahan baku industri dalam negeri. produktivitas. meningkatkan tenaga kerja produktif di sentra-sentra industri 6. sehingga dapat diperoleh peningkatan nilai tambah dan mengurangi resiko usaha. Banten. nilai tambah dan daya saing. meningkatkan pendapatan petani di pedesaan 8. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan perkebunan yaitu untuk meningkatkan produksi. Kalbar. setengah jadi yang bernilai ekonomis tinggi 40 .

Analisis yang dilakukan bersifat deskriptif yang menggambarkan keadaan pasar dan aliran rantai 41 . serta strategi pengembangan agroindustri kelapa dengan studi kasus di Kabupaten Ciamis. analisa kelayakan finansial dan Fuzzy interpretative structural.Ulasan Penelitian Terdahulu Ada beberapa ranah penelitian yang mendasari penelitian ini yaitu ranah penelitian kelapa dan agroindustri kelapa. Pendekatan yang dilakukan berdasarkan analisis rantai kegiatan agroindustri kelapa. Beberapa penelitian terdahulu ini cukup untuk mendasari penelitian yang berkaitan dengan rancang bangun model rantai pasokan untuk agroindustri kelapa terpadu ini. pengendalian inventori. Model ini mengkaji rantai kegiatan dari agroindustri kelapa. namun belum ada yang spesifik merancang model rantai pasokan dalam agroindustri kelapa terpadu dengan optimasi melalui simulasi. pemilihan produk prospektif. maksimisasi nilai tambah dan penggunaan metoda linier programming untuk optimasi. integrasi rantai pasokan dan efisiensi rantai pasokan pada sebagian level anggota rantai pasokan. ranah penelitian rantai pasokan dan ranah penelitian optimasi dengan simulasi. nilai tambah yang dihasilkan oleh rantai kegiatan agroindustri kelapa. Rukmayadi (2002) melakukan penelitian yang menghasilkan model SPK untuk pemilihan daerah potensial. Kustanto (1999) melakukan penelitian untuk membantu pengambilan keputusan dalam perencanaan pengembangan agroindustri komoditas unggulan pada kawasan andalan yang merupakan studi kasus di Kabupaten Ciamis dengan menghasilkan program Agrodev. Rinaldi (2008) melakukan penelitian untuk membuat model rantai kegiatan dari industri kelapa. Hani (2007). melakukan analisis terhadap pengelolaan dan efisiensi rantai pasokan buah kelapa tua di Kota Bogor. Penelitian kelapa dan agroindustri kelapa sudah banyak dilakukan. Penelitian dilakukan dengan melihat jaringan konfigurasi logistik.

serta menganalisis efisiensi ekonomi. mengetahui kondisi ekonomi skala usaha tanaman perkebunan rakyat. Penelitian ini cukup mendukung dan mendasari dalam merancang bangun model rantai pasokan untuk agroindustri kelapa terpadu. melakukan penelitian yang berkaitan dengan rantai pasokan dan menghasilkan sistem pasokan bahan baku namun ditujukan untuk agro industri farmasi yang berbasis jaringan sehingga mampu meningkatkan pendapatan bagi petani anggota dan hubungan yang berkelanjutan. Model rantai pasokan ini cukup bagus untuk mempertajam tinjauan dari sisi optimasi. khususnya pada tanaman kelapa perkebunan rakyat. Andria (2007). Penentuan alokasi kebutuhan yang optimal dilakukan dengan mengembangkan model transportasi dengan teknik optimasi program linier. serta mengkaji penerapan program algoritma genetika tersebut untuk rantai pasokan agroindustri cocodiesel. Sudjarmoko (2007). Analisis rantai pasokan hanya dilakukan terbatas pada pasokan buah kelapa di pasar di wilayah Kotamadya Bogor. Analisis efisiensi diukur dengan membandingkan biaya total transportasi berdasarkan alokasi optimal. melakukan analisis efisiensi relatif komoditas kelapa pada lahan pasang surut dan lahan kering. Penelitian ini dapat mendukung dalam membangun model rantai pasokan untuk agroindustri kelapa terpadu dengan melihat pada pola kelembagaan petani kelapa selaku pemasok. harga. Adiarni (2007). Sungkar (2006) melakukan penelitian berkaitan dengan penguatan kapasitas kelembagaan Assosiasi Petani Kelapa Indonesia. Hartati (2007) menghasilkan penelitian yang mengembangkan suatu model supply contract yang menggabungkan model total minimum quantity commitment dengan fleksibilitas disertai dengan model optimasi untuk 42 . Penelitian dilakukan dengan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan usaha tani kelapa. khususnya pada tanaman kelapa perkebunan rakyat yang diusahakan pada lahan pasang surut dan lahan kering serta berdasarkan luas lahan usaha tani. melakukan penelitian yang menghasilkan suatu model rantai pasokan agroindustri.pasokan kelapa. kemudian melakukan optimasi model melalui algoritma genetika. dan teknis relatif dari kategori usaha tani kelapa yang berbeda. Pola-pola hubungan dalam lingkup petani kelapa dan strategi pengembangannya.

Kumar dan Yamaoka (2007) melakukan penelitian yang berkaitan dengan dinamika sistem untuk agroindustri otomotif di Jepang yang mengeksplorasi keterkaitan reused. 2006. penelitian ini dilakukan dalam industri manufaktur. Simulasi juga digunakan untuk mendesain kembali jaringan rantai pasokan pangan yang merupakan model kualitas untuk mengontrol logistik (Van der Vorst 2005). Metode yang digunakan untuk menunjukkan hubungan kerjasama yang terjadi antara pembeli dan pemasok dilakukan dengan simulasi rantai pasokan (Mukhtar et al. sekaligus juga mengakomodasi pemilihan pemasok. recycle dan disposal pada industri mobil Jepang untuk melihat jumlah mobil yang diekspor. dan metode transportasi yang digunakan (Apaiah dan Hendrix 2004). serta tingkat persediaan (Yandra et al. Penggunaan komputer melalui software-software simulasi dan algoritma tertentu dilakukan untuk mempermudah pekerjaan. seperti halnya dengan penggunaan SimmProcess (Reiner dan Trcka 2004) dan Stella (Djohar et al. 43 . untuk menunjukkan konsekuensi dalam supply chain industri makanan (Minegishi dan Thiel 2000). Simulasi skenario dari sisi manajemen. Araki et al. Yandra et al. digunakan kembali. Model rantai pasokan yang didesain juga dapat menggunakan simulasi untuk tujuan tertentu. komposisi produk.menentukan kebijakan kontrak pasokan bahan baku. 2002). 2007). 2003). Simulasi juga dilakukan oleh Yoshizumi dan Okano (2007) yang didasarkan pada algoritma untuk optimasi supply chain dengan mengeksploitasi kedua teknik simulasi dan teknik optimasi. seperti mempertemukan permintaan konsumen sebagai garansi pengiriman dengan kualitas yang bagus dan biaya sedikit dalam waktu penyampaian yang minimal (Chang dan Makatsoris 2002). dan dibuang dengan parameter data aktual dan peramalan permintaan mobil. Penelitian yang terkait rantai pasokan biasanya mengukur kinerja berdasarkan biaya yang dikeluarkan dalam proses bisnis tersebut (Apaiah dan Hendrix 2004. penjadwalan supply dan manajemen tangki untuk meramalkan CPO (Djohar et al. untuk mereduksi bulwhip effect (Reiner dan Trcka 2004). 2007). Minimisasi biaya dalam rantai pasokan produk pertanian dapat dilakukan dengan penentuan lokasi produksi. 2003). Namun.

Optimasi standar. 2. Meta heuristik. (2006) √ Chang dan Makatsoris (2002) √ √ Djohar et al (2003) √ √ Hani (2007) √ √ Hartati (2007) √ Kumar dan Yamaoka (2007) √ Kustanto (1999) √ Minegishi dan Thiel (2000) √ √ Mukhtar et al. (2007) √ Yoshizumi dan Okano (2007) √ √ Penelitian yang akan dilakukan √ √ √ Penelitian Metode 1 2 3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Indikator 1 2 3 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Keterangan : Ranah Penelitian : 1. Biaya.Secara ringkas. Tabel 7 Posisi Penelitian yang Dilakukan Ranah 1 2 3 Adiarni (2007) √ Andria (2007) √ Apaiah dan Hendrix. 3. Simulasi Metode Indikator : 1. 2. posisi beberapa penelitian pendahuluan dan penelitian yang dilakukan dapat ditunjukkan pada tabel di bawah ini . 3. Waktu. 3. Kelapa dan agroindustri kelapa. 2. Simulasi : 1. 4. lainnya 44 . (2002) √ √ Reiner dan Trcka (2004) √ √ Rinaldi (2008) √ √ Rukmayadi (2002) √ √ Sudjarmoko (2007) Sungkar (2006) √ Van der Vorst (2005) √ Yandra et al. Kualitas Produk. Rantai Pasokan. (2004) √ Araki et al.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful