BAB I PENDAHULUAN

Proses pendidikan sebenarnya telah berlangsung sepanjang sejarah dan berkembang sejalan dengan perkembangan sosial budaya manusia di bumi. Proses pewarisan dan pengembangan budaya manusia yang bersumber dan berpedoman pada ajaran Islam sebagaimana termaktub dalam Al Qur`an dan terjabar dalam Sunnah Rasul bermula sejak Nabi Muhmmad SAW menyampaikan ajaran tersebut pada umatnya. Pembahasan tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dibagi dalam lima periodisasi, yaitu periode pembinaan pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW, periode pertumbuhan pendidikan Islam yang berlangsung sejak Nabi Muhammad SAW wafat sampai masa akhir Bani Umayyah, periode kejayaan (puncak perkembangan) pendidikan Islam yang berlangsung sejak permulaan Daulah Abbasiyah sampai jatuhnya Baghdad, periode kemunduran pendidikan Islam, yaitu sejak jatuhnya Baghdad sampai jatuhnya Mesir ke tangan Napoleon yang ditandai dengan runtuhnya sendi-sendi kebudayaan Islam dan berpindahnya pusat-pusat pengembangan kebudayaan ke dunia Barat dan periode pembaharuan pendidikan Islam yang berlangsung sejak pendudukan Mesir oleh Napoleon sampai masa kini yangn ditandai dengan gejala-gejala kebangkitan kembali umat dan kebudayaan Islam. Dalam makalah ini akan dibahas tentang periode kejayaan (puncak perkembangan) pendidikan Islam yang berlangsung sejak permulaan Daulah Abbasiyah sanpai dengan jatuhnya Baghdad yang diwarnai oleh berkembangnya ilmu aqliyah dan timbulnya madrasah serta memuncaknya perkembangan kebudayaan Islam. Pembahasan pada periode kejayaan ini merupakan rangkaian pembahasan sejarah pendidikan Islam. Karena pada hakikatnya suatu peristiwa sejarah seperti halnya sejarah pendidikan Islam selalu berkaitan dengan peristiwa lainnya yang saling berhubungan yang mengakibatkan terjadinya rentetan peristiwa serta memberinya dinamisme dalam waktu dan tempat. Semoga dengan makalah ini pembaca dapat menambah pengetahuan tentang peristiwa sejarah khususnya sejarah pendidikan Islam pada masa kejayaan.

ada dua faktor yang mempengaruhi yaitu faktor intern atau pembawaan dari ajaran Islam itu sendiri dan faktor ekstern yaitu berupa tantangan dan rangsangan dari luar. Dalam perkembangan kebudayaan Islam. yaitu pada masa pemerintahan Harun al Rasyid (170-193 H). Karena beliau adalah ahli ilmu pengetahuan dan mempunyai kecerdasan serta didukung negara dalam kondisi aman. .BAB II PEMBAHASAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KEJAYAAN Masa kejayaan pendidikan Islam merupakan satu periode dimana pendidikan Islam berkembang pesat yang ditandai dengan berkembangnya lembaga pendidikan Islam dan madrasah (sekolah-sekolah) formal serta universitas-universitas dalam berbagai pusat kebudayaan Islam.1 Pendidikan Islam mencapai puncak kejayaan pada masa dinasti Abbasiyah. 1. Lembaga-lembaga pendidikan sangat dominan pengaruhnya dalam membentuk pola kehidupan dan pola budaya umat Islam. pendidikan Islam merupakan jawaban terhadap tantangan perkembangan dan kemajuan kebudayaan Islam. berbagai ilmu pengetahuan yang berkembang melalui lembaga pendidikan itu menghasilkan pembentukan dan pengembangan berbagai macam aspek budaya umat Islam. Tujuan Keagamaan dan Ahlak Anak didik diajarkan membaca dan menghafal al Qur`an karena hal itu merupakan suatu kewajiban dalam agama agar mereka mengikuti ajaran agama dan berahlak menurut agama. kebudayaan Islam telah berkembang dengan cepat sehingga mengungguli dan bahkan menjadi puncak budaya umat manusia pada masa itu. Pada masa kejayaan ini.2 Tujuan pendidikan pada masa Abbasiyah yaitu3. tenang dan dalam masa pembangunan sehingga dunia Islam pada saat itu diwarnai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

pangkat yang tinggi. dan syair.1. 1. ilmu sejarah. Di lembaga-lembaga pendidikan formal. mata pelajaran bagi kurikulum sekolah tingkat rendah adalah al Qur`an. 1. seperti masjid. kurikulumnya adalah ilmu agama dengan al Qur`an sebagai intinya. agama. cerita perang. karena kedudukannya sebagai sumber agama Islam yang kedua. kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari oleh siswa. Banyaknya muslim yang tertarik pada ilmu fiqh karena besarnya penghasilan yang diperoleh ahli-ahli fiqh dalam memecahkan masalah fiqhiyah seperti masalah warisan menyebabkan berkembangnya kebiasaan buruk sebagaimana yang dikritik oleh al Ghazali yaitu munculnya ahli fiqh yang memberikan fatwa-fatwa demi mengharap imbalan harta. setelah al Qur`an. Pelajaran fiqh. Pada masa kejayaan Islam. cara-cara pergaulan. merupakan materi kurikulum yang paling populer karena bagi mereka yang ingin mencapai jabatan-jabatan dalam pengadilan harus mendalami bidang studi tersebut. karena kemampuan menyampaikan dakwah dengan meyakinkan dan pelajaran yang . bahkan kekuasaan dan kemegahan di dunia ini. Kurikulum Menurut Ahmad Tafsir. ilmu-ilmu pokok seperti al Qur`an. Tujuan Kemasyarakatan Pemuda-pemuda yang belajar dan menuntut ilmu agar mereka dapat mengubah dan memperbaiki masyarakat menjadi masyarakat yang bersinar ilmu pengetahuan. membaca. Hadits merupakan materi penting di masjid-masjid. Sedangkan tafsir adalah ilmu yang membahas kandungan al -Qur`an dengan penafsirannya. Selain itu hadits dan tafsir. Cinta akan Ilmu Pengetahuan Belajar demi memperdalam ilmu pengetahuan. Tujuan Kebendaan Menuntut ilmu supaya mendapat penghidupan yang layak. menulis. A. Di istana-istana biasanya ditegaskan pentingnya pengajaran khittabah. Seni berdakwah (retorika) juga membentuk bagian penting dalam pengajaran ilmu-ilmu agama. syair dan fiqh.

1. Metode ceramah (al asma`). Melalui metode pengajaran terjadi proses internalisasi dan pemilihan ilmu oleh murid. Dalam proses selanjutnya. 1. sehingga murid dapat menyerap apa yang disampaikan gurunya. Metode tulisan . Metode hafalan Metide ini dilakukan oleh murid dengan cara membaca berulang-ulang sehingga pelajaran melekat di benak mereka. yaitu5 : 1. Metode Pengajaran Metode pemngajaran merupakan salah satu aspek yang penting dalam proses belajar mengajar untuk mentransfer pengetahuan atau kebudayaan dari seorang guru kepada anak didiknya. Metode lisan Metode ini dapat berupa dikte. yang mengajarkan seni mengekspresikan ide-ide dengan fasih dan tidak mengandung arti ganda. Pada saat tertentu guru memberi kesempatan kepada murid untuk menulis dan bertanya. B. Metode pengajaran yang dipakai pada masa dinasti Abbasiyah dapat dikelompokkan menjadi 3 macam. dal al Badi yang membahas kata-kata indah dan hiasan kata dalam pidato4.ilmiah serta memainkan peranan penting dalam kehidupan keagamaan dan pendidikan Islam di kalangan masyarakat muslim. sedangkan murid mendengarkannya. mematahkan lawan. Dikte (imla) adalah metode untuk menyampaikan pengetahuan yang dianggap baik dan aman sehingga pelajar mempunyai catatan yang dapat membantunya terutama bagi yang daya ingatnya tidak kuat. Mata pelajaran retorika teridiri dari tiga cabang yaitu al Ma`ani yang membahas perbedaan kalimat dan bagaimana melafalkannya dengan jelas. yaitu guru membacakan bukunya atau menjelaskan isi buku dengan hafalan. qira`ah. dan dapat berupa diskusi. murid mengeluarkan kembali pelajaran yang dihafalnya sehingga dalam suatu diskusi dia dapat merespon. Sedangkan diskusi merupakan metode pengajaran dalam pendidikan Islam dengan cara perdebatan. Metode qira`ah (membaca) biasanya digunakan untuk membaca. atau memunculkan ide baru. ceramah. al Bayan.

Bahan pengajarannya menggunakan syair-syair dan bukan al Qur`an karena dikhawatirkan mereka membuat kesalahan yang akan menodai al Qur`an. 3. Pada pendidikan tingkat tinggi murid-murid bebas memilih guru yang mereka sukai yang dianggapnya paling baik. Daftar tersebut digunakan sebagi bukti bahwa mereka telah belajar kepada guru-guru yang terkenal dan dapat mengetahui kualitas hadits yang mereka terima dari seorang guru. 4. rumah ulama atau tempat terbuka. Metod ini di samping bermanfaat bagi proses penguasaan pengetahuan juga sangat besar artinya bagi penggandaan jumlah buku karena pada masa itu belum ada mesin cetak. Diharuskannya belajar membaca dan menulis. Rihlah Ilmiyah Yaitu pengembaraan atau perjalanan jauh untuk mencari ilmu. C. Dengan adanya sistem ini pendidikan di masa dinasti Abbasiyah tidak hanya di batasi dengan dinding kelas (school without wall) tetapi memberikan kebebasan kepadamurid untuk belajar kepada guru-guru . 5.Metode ini merupkan metode pengkopian karya-karya ulama. yang terdiri dari para pekerja yang mengikuti pelajaran untuk menunjang profesi dan pelajar tetap. Hubungan guru dan murid sebagai hubungan orang tua dan anak. 2. Pelajar dapat dikelompokkan menjadi dua. Kehidupan Murid Ciri utama kehidupan murid dalam pendidikan tingkat dasar adalah : 1. D. Pada sekolah dasar tidak ditentukan lamanya belajar dan tergantung pada kemampuan anak-anak. toko buku. misdalnya di perpustakaan. yaitu kualitas suatu oendidikan tergantung pada guru. Di antara ciri khas pendidikan di masa dinasti Abbasiyah adalah teacher oriented . yaitu pelajar yan g mempunyai tujuan utama untuk belajar dan menghabiskan sebagian hidupnya untuk belajar. yaitu pelajar tidak tetap. Murid-murid diajarkan membaca dan menghafalkan al Qur`an. Pelajar bebas mengikuti suatu pelajaran yang dikehendaki dan bisa belajar dimana saja. Setiap pelajar membuat daftar guru-guru yang mengajar yang disebut Mu`jam al Masyakhah.

E. Berkembangnya Lembaga Pendidikan Islam 1. umat Islam tidak segan-segan membelanjakan uangnya untuk kepentingan dan kesejahteraan umat Islam seperti halnya untuk pelaksanaan pendidikan Islam. Kemudian pada akhir abad pertama hijriyah. F. Wakaf Lembaga wakaf menjadi sumber keuangan bagi lembaga pendidikan Islam. berasal dari kata dasra kattaba yang berarti menulis atau tempat menulis. Dengan dipelopori penguasa Islam yang cinta ilmu seperti Harun al Rasyid dan al Ma`mun maka berdirilah lembaga-lembaga pendidikan untuk keilmuan. . Kebebasan perjalanan di berbagai daerah Islam menyebabkan pertukaran pemikiran (culture contact) terus berlangsung antar masyarakat Islam sehingga dinamika sosial dan peradaban Islam terus berlangsung. mengutip dari Nicholson menjelaskan bahwa melakukan perjalanan ilmiah laksana lebah mencari bunga ke tempat yang jauh kemudian mereka kembali ke kota kelahirannya dengan membawa madu yang manis.yang mereka kehendaki. Oleh karena itu di saat ekonomi Islam mencapai kemajuan. Kutab sebagai Lembaga Pendidikan Dasar Kutab atau maktab. Menurut Syalabi. yang diajarkan adalah menulis dan membaca. Syalabi. adanya sistem wakaf dalam Islam disebabkan oleh sistem ekonomi Islam yang menganggap bahwa ekonomi berhubungan erat dengan akidah dan syari`ah Islam sehingga aktifitas ekonomi memppunyai tujuan ibadah dan kemaslahatan bersama. Pada mulanya dilaksanakan di rumah guru-guru yang bersangkutan. Guru-guru juga melakukan perjalanan dan pindah dari satru tempat ke tempat lain untuk mengajar sekaligus belajar. bahwa khalifah al Ma`mun adalah orang yang pertama kali memberikan pendapatnya tentang pembentukan badan wakaf. Lembaga Pendidikan Islam Nonformal a. sehingga sistem rihlah ilmiyah disebut dengan learning society (masyarakat belajar). tetapi juga mengajarkan membaca al Qur`an dan pokok-pokok ajaran Islam. kutab tidak hanya mengajarkan menulis dan membaca.

Guru yang mengajar disebut Mu`addib. dan ahli-ahli ilmu pengetahuan untuk berdiskusi. Najd. rumahrumah para ulama dan ahli ilmu pengetahuan menjadi tempat belajar dalam pengembangan ilmu pengetahuan.b. al Khalil bin Ahmad (160 H). Pendidikan Rendah di Istana Pendidikan anak di istana berbeda dengan pendidikan di kutab pada umumnya. Badiah (Padang Pasir. f. Di istana orng tua murid membuat rencana pelajaran yang selaras dengan anaknya. 3. tetapi juga sebagi tempat berkumpulnya para ulama. 2. al Kasai (182 H). Ia belajar di badiah dan menghabiskan 15 botol tinta untuk menulis tentang Arab. karena berfungsi mendidik budi pekerti dan mewariskan kecerdasan serta pengetahuan. al Ghazali. . Dusun Tempat Tinggal Badwi) Badiah digunakan sebagai tempat untuk mempelajari bahasa Arab yang fasih dan murni serta mempelajari syair-syair dan sastra Arab. Ia belajar kepada 80 orang syekh di Bani Aqil. Rumah-Rumah Para Ulama (Ahli Ilmu Pengetahuan) Pada masa kejayaan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Ya`qub Ibnu Killis. Majelis Kesusasteraan Yaitu majelis khusus yang diadakan oleh khalifah untuk membahas berbagai macam ilmu pengetahuan.6 1. berdebat. c. d. pujangga. Toko-Toko Kitab Toko-toko kitab bukan hanya sebagai tempat berjual beli saja. dan Tihamah. rumah Ibnu Sina. Wazir Khalifah. dan al Aziz Billah al Fathimy. ia pergi ke badiah Hijaz. Bajar bin Burd (167 H). bertukar pikiran dalam berbagai masalah ilmiah atau sekaligus sebagai lembaga pendidikan dalam rangka pengembangan berbagai macam ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Ulama-ulama yang banyak pergi ke Badiah untuk tujuan tersebut di antaranya. Ali Ibnu Muhammad al Fashihi. e. Di antaranya.

yang memerintahkan kepada dokter Jibrail bin Buhtaisu untuk mendirikan rumah sakit di Baghdad. Perpustakaan al Haidariyah di Najaf (Irak) di sebelah makam Ali bin Abi Thalib. Perpustakaan Perpustakaan menjadi aspek budaya yang penting dan sebagai tempat belajar serta sumber pengembangan ilmu pengetahuan. Perpustakaan Sabur didirikan pada tahun 383 H oleh Abu Nasr sabur bin Ardasyir.4. ialah kamp. g. didirikan oleh khalifah Harun al Rasyid. yaitu. i. Dalam perpustakaan ini diadakan khalakah pelajaran. dan bahasa Arab.400 jilid buku. perpustakaan yang besar adalah perpustakaan di Kurtubah (Cordova). . 7. dan Perpustakaan Ibnu al Khassyah (567 H). 2. Didirikan oleh al Hakam bin an Nashir yang menjadi khalifah di Andalusia tahun 350 H. Imam Syafi`i (204 H). Perpustakaan baitul hikmah di Baghdad. 4. Dalam perpustakaan ini kurang lebih ada 10. didrikan oleh al Hakim Biamrillah al Fathimy tahun 395 H. Ia belajar di Hudzail selama 17 tahun. ilmu agama. Perpustakaan Ibnu Suwar di Basrah. Persia. 5. Perpustakaan ada 3 macam. 3. Perpustakaan Hunain bin Ishaq (264 H). India. didirikan oleh Abu Ali bin Suwar. Perpustakaan di Andalusia. Di sebelah rumah sakit ada perpustakaan dan bilik untuk mengajarkan ilmu kedokteran dan ilmu obat-obatan. 1. Darul Hikmah di Kairo (Mesir). yaitu perpustakaan al Fath bin Khagan Wazir al Mutawakkil al Abbasy (247 H). Perpustakaan khusus. 6. Ribath (Khaniqah). Ribath yang terbesar adalah di sebelah utara negeri Syam (Syiria) dan utara Afriqiah (Tunisia). Perpustakaan ini berisi ilmu-ilmu agama Islam dan bahasa Arab dan ilmu umum yang diterjemahkan dari bahasa Yunani. Rumah Sakit (Bimaristan) Pada masa dinasti Abbasiyah yang mendirikan rumah sakit adalah Harun al Rasyid. tempat tentara yang dibangun di perbatasan negeri intuk mempertahankan negara dari serangan musuh. dan Arami. h. Ribath digunakan sebagai tempat tinggal orang-orang sufi dan tempat penginapan alim ulama dan pelajar yang datang dari luar negeri untuk belajar hadits. Qibty.

kimia. Kemudian guru besar al Khawarazmi. Radliyudin al Kazwaeni dan al Fairuz Abadi. yang menguraikan teori-teori ilmu pasti dalam al Maj`sthi (almageste) kitab karangan Bathlimus (Ptolemee). dan pencipta ilmu al jabar. ahli falaq. Madrasah Nizamiah Baghdad Madrasah ini didirikan di dekat pinggir sungai Dijlah. kemudian diperbesar oleh khalifah al Ma`mun (198-218 H). Gedung madrasah terdiri dari iwan (aula tempat kuliah). Abu Hamid al Ghazali.1. syari`ah. perdana menteri Saljuk pada tahun 1065 M ± 1067 M. Tetapi madrasah Nizamiah Baghdad adalah madrasah yang terbesar dan terpenting. Pada tiap-tiap kota Nizam al Mulk mendirikan satu madrasah besar. Naisabur. Lembaga Pendidikan Formal a. didirikan oleh Nuruddin Zinki di Damaskus. Madrasah Nizamiah didrikan oleh Nizam al Mulk. Harat. Pada Baitul Hikmah bukan saja diajarkan ilmu-ilmu agama Islam. dan ilmu pasti. Rencana pengajaran adalah ilmu syari`ah dan ilmu fiqh dalam 4 madzhab. asrama. b. Baitul Hikmah di Baghdad. . falaq. Ilmu-ilmu yang diajarkan yaitu ilmu al Qur`an. Abu Nasr as Sabagh. Madrasah Nuruddin Zinki. tetapi juga ilmu-ilmu pengetahuan seperti ilmu alam. Tujuan Nizam al Mulk mendirikan madrasah-madrasah itu adalad untuk menperkuat pemerintahan Turki Saljuk dan untuk menyiarkan madzhab keagamaan pemerintahan. tempat istirahat untuk guru. kamar kecil. Abul Qasim al `Alawi. Basran. 1. Marw. di antaranya di Baghdad. Perguruan Tinggi. Madrasah lainnya yaitu madrasah yang didirikan pada masa al Ayubi dan madrasah al Mustansiriah di Baghdad (Irak) tahun 631 H. dan Mausul. ahli ilmu pasti. Guru besar Baitul Hikmah adalah Salam. tempat tinggal pesuruh madrasah. di tengah-tengah pasar Selasah di Baghdad pada tahun 457 H. kedokteran. Abu Abdullah al ±Thabari. masjid. dan lapangan. Guru-guru madrasah ini diantaranya Abu Ishaq as Syiraji (guru tetap). dan lain-lain. bahasa Arab. Madrasahmadrasah yang didirikannya yaitu madrasah an Nuriyah al Qubra di Damaskus (563 H). guru besar Muhammad bin Musa bin Syakir. Balkh. didirikan pada amasa Harun al Rasyid (170-193 H). Asfahan. Madrasah al Mustansiriah didirikan oleh khalifah Abasyi al Mustansir Billah pada tahun 631 H. c.

balaghah. kedokteran. Ilmu yang diajarkan di antaranya. tafsir al Qurtubi (penentuan hukumhukum fiqh). Setelah wafat al Ma`mun. Berkembangnya Ilmu Pengetahuan 1. 1. Ilmu Hadits Diantara ulama-ulama yang menganjurkan penghimpunan hadits-hadits shahih adalah Imam Malik bin Anas (95-179 H) yang menulis kitab al Muwatha`. Ilmu Qira`at Lahirnya madzhab qira`at di Andalusia seperti Abu `Umar al Dani. tafsir al Bahr al Muhit (masalah nahwu) karangan Abu Hayyan. Kemudian al Ma`mun mendirikan peneropong bintang yang disebut peneropong al Ma`muni. Di baitul Hikmah dikumpulkan bukubuku ilmu pengetahuan dalam bermacam-macam bahasa seperti bahasa Arab.7 2. bukti-bukti dari segi bahasa. Darul `Ilmi di Kairo. Didirikan oleh al Hakim Biamrillah al Fathimi di pinggir sungai Nil untuk menyaingi Baitul Hikmah di Baghdad. dan Abu Abdullah al Sarbini al Kharraz. ilmu bintang dan falaq. Suryani. kemudian diikuti oleh Imam Muhammad bin Ismail al Buhori (259 H) dan muridnya Muslim bin Al Hajaj al Nisaburi (w. India. yang dikandungnya dan dengan akidah dan hukum-hukum fiqh yang bisa dihasilkan dari ayat-ayat tersebut. Abu Muhammad al Syatibi. tafsir Abu Ishaq al Zajjaj. Menurut keterangan al Makrizi. tetapi juga menerangkan sebab-sebab turunnya ayat. nahwu. tafsir Mufradat al Qur`an (bahasa al Qur`an) karangan al Roghib al as Fahani.seorang ahli ilmu ukur. G. maka Baitul Hikmah tidak mendapat perhatian penuh dari khalifah-khalifah. dan tafsir al Fahr al Razi yang bernama Mafatih al Ghayb yang menitik beratkan pada aspek intelektual. Seperti tafsir Imam Salam al Basri (w. 1. Ilmu Tafsir Ulama-ulama tafsir tidak hanya menerangkan makna-makna al Qur`an saja. dan berhitung. Kemudian muncul kitab-kitab hadits shahih yang . dan Qibtia. tafsir al Kasysyaf (segi balaghah) oleh al Zamakhsyari.261 H). falaq. Yunani.200 H). Persia. ilmu agama. bahwa Darul `Ilmi didirikan di kampung al Kharun Fusy dengan perintah al Hakim Biamrillah al Fathimi.

al Walid al Baji al Andalusi. Abu al Ma`ali. 1. Ilmu Ushul Fiqh Diantara yang terkenal dalam bidang ini adalah Imam Muhammad bin Idris al -Syafi`i. al Juwaini. dan Imam Ahmad bin Hanbal al Syaibani (164-241 H).dikarang oleh ulama-ulama terkenal seperti Abu Dawud Sulaiman bin al Asy`ath al Sajistani (w.275 H). Abdul Kohir al Baghdadi. Ilmu Tulen 1. al Syahrastani. Abu Bakar al Syasyi al Qaffal al Syafi`i.8 1. seperti Malik bin Anas dan Ahmad bin Hanbal. di antarnya yang terkenal adalah Muhammad bin Musa al Khawarizmi (w. dan lain-lain.273 H). 1. Ilmu Matematika. Ilmu Kalam Di antara yang terkenal di kalangan madzhab Asy`ari adalah Abu Bakar al Bakillani. al -Syatibi dengan kitabnya al Muwafaqot fi Ushul al Ahkam. al Ghazali dengan kitab alMustasfa. tabi`in. dan Imam al Nasai (w.236 H) yang menulis al jabar dalam bukunya al Jibr wal .303 H). Juga terkenal al Baqillani. Ilmu Tasawuf Mula-mula tasawuf Islam berdasar pada al Qur`an dan Sunnah seperti yang diamalkan para sahabat. Malik bin Anas al Asbahi (95 ± 179 H). Abu Abdullah Muhammad bin Idris al Syafi`i (150-204 H). 1. 1. al Ghazali. Imam Abu `Isa Tirmidzi (w. Ilmu Fiqh Di antara yang terkenal dalam bidang ini adalah Abu Hanifah al Nu`man bin Tabith pendiri madzhab Hanafi (80 ± 150 H). Imam al Haramain. dan ulama-ulama fiqh. dan Abu Ishaq Ibrahim al ± Nisaburi. Kemudian muncul tasawuf sunni yang berkembang ditangan al Harits al Muhasibi dan Abu al Qasim al Junaid dan pada puncaknya ditangan al Ghazali yang tersebar melalui tariqat syaziliah. Ibnu al Hajib.

3.423 H) seorang filosof dan dokter yang menulis tentang tubuh-tumbuhan dalam bukunya al Qanun. bukunya yang termashur adalah al Hawi sebagai ensiklopedia kedokteran. al Tusi yang menunjukkan kekurangan teori eclideus. dengan bukunya al Madkhal ila ahkam al Nujum.Muqabalah. Diikuti oleh Ibnu Sina (w. 2. Ilmu Falaq.315 H). Ibnu Sina. Abu al Qasim al Zahrawi. seorang dokter yang menulis tentang tumbuhan bunga dan buahbuahan. Juga terkenal dokter mata dan pengarang buku al Tazkir yaitu Ibnu al Jazzar (w. Ilmu Kedokteran.318 H). di antara yang terkenal ialah Abu Bakar Muhammad al Razi (w. Abu Marwan Abdullah bin Zuher al Isyabili al Andalusi seorang ahli kedokteran klinik terbesar. salah seorang yang paling berpengaruh dalam bidang ini adalah al Hasan bin al Haitham (w. di antara yang terkenal adalah Muhammad al Fazzari (w. Muhammad bin Abdul Malik.351 H).85 H). di antara ilmuwan-ilmuwan muslim yang terkenal adalah Abu Bakar al Razi (w.1009 H). 3. Ibnu al Khatimah yang menulis tentang penyakit campak dan lain-lain. Ali al Abas (w. 2.348 H) dengan bukunya Kamil al Sina`ah fi al Tib. Ilmu Kealaman dan Eksperimental 1. Kemudian diikuti oleh al Kindi. seorang tukang bedah di Andalusia yang menulis buku al Tasrif liman `Aziz `an al Ta`alif. dan Ibnu Sina 2. Ilmu Musik. . al Razi. dan Ibnu Jabir al Battani (w. Ilmu Biologi.160 H) yang menulis buku falaq dan mencipta alat-alat teropong bintang. seperti al Kindi al Farabi. Kemudian Abu Ishaq bin Habib bin Sulaiman (w. dan Mansur al Kamili.158 H). Ilmu Kimia. sebagai ahli falaq Islam yang pertama dan penerjemah buku al Sind Hind. yang pertama kali menerjemahkan ilmu kimia ke dalam bahasa Arab ialah Amir Umaiyah Khalid bin Yazid bin Muawiyah (w. salah satu bukunya adalah al Manazir. Ilmu Terapan dan Praktis9 1. 3. al Qaslawi yang menggunakan symbol dalam matematik. `Ala al Din `Ali bin Abi Hazm al Qurasyi al Dimasqi (Ibnu al Nafis) seorang ahli anatomi.430 H). Abu Ma`asyar bin Muhammad bin `Umar al Balkhi. Abu Mansur Muwaffaq. salah seorang pelopor trigonometri. Musa bin Syakir yang menulis buku ilmu falaq berjudul Kitab al Ikhwah al Thalathah. Kemudian Ibnu Sina yang mengarang buku al Qanun yang juga dianggap ensiklopedia kedokteran dan farmasi. Ilmu Fisika.

3. Masawaih al Mardini. berakhirlah sejarah khalifah di kota Baghdad.Hulako memerintahkan supaya khalifah Abbasiyah. Kitabkitab dan buku-buku dalam perpustakaan dibakar habis dan kulitnya dijadikan sepatu tentara. Para sarjana muslim telah mengembangkan metodologi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan melalui metode observasi dan metode histories (sejarah) sebagaimana yang dikembangkan Ibnu Khaldun. ahli-ahli yang menulis khusus mengenai farmasi yaitu al Razi. sampai suatu saat terjadi kemunduran kaum muslimin setelah jatuhnya kota Baghdad yang diserang oleh Tar-Tar (Hulako) tahun 658 H. Zakariya bin Muhammad bin al `Awwam al Isyabili yang menulis kitab al Falahah. Ibnu al Baitar. Dalam bidang arsitektur sangat menonjol bangunan-bangunan masjid dan istana-istana yang indah. dapat diibaratkan sebagai taman yang indah penuh dengan berbagai macam tanaman dengan bunga dan buah yang beraneka warna.2. Oleh tentara Hulako diadakan pembunuhan besar-besaran selama 40 hari lamanya. Abu Abdullah bin Sa`id al Tamimi. ulama-ulama. Ilmu Farmasi. yang tertinggal hanya anak-anak bayi yang dijadikan tawanan dan budak dan orang-orang yang dapat melarikan diri. Keluarga khalifah. Keadaan demikian berlangsung. BAB III SIMPULAN . Demikianlah dunia Islam di masa jayanya. sehingga kota itu menjadi sunyi senyap. yang dihiasi dengan berbagai unsur budaya dan ilmu pengetahuan yang beraneka ragam. di antara yang terkenal adalah Ibn al Rumiyah al Isyabili dan muridnya Ibn al Baitar. dan pembesar-pembesar di bunuh. Dengan demikian. dan Ahmad bin Khalil al Qafiqi. Abd Rahman bin Syahid al Andalusi. suatu tingkat budaya tinggi yang menjadi mercusuar budaya umat manusia beberapa abad sesudahnya. Ilmu Pertanian. tidak ubahnya seperti negeri yang dikalahkan garuda dan merupakan masa semakin memudarnya mercusuar kebudayaan Islam. ulama. Dalam bidang kebudayaan pada umumnya Islam telah mempersembahkan kepada dunia. Ibn Wafid al Tulaitali al Andalusi. dan pembesar-pembesar habis terbunuh.

Jakarta : PT. badiah. majelis kesusasteraan. tujuan kemasyarakatan. Selain itu juga berkembang ilmu pengetahuan sebagai mercusuar bagi pendidikan Islam di masa yang akan datang. baik formal yaitu berupa madrasah (sekolah) dan nonformal yang berupa kutab. Logos Wacana Ilmu. M. Mahmud. Sejarah Pendidikan Islam. rumah-rumah ulama. Pada pendidikan tingkat tinggi kehidupan murid berbeda karena mereka diberi kebebasan untuk memilih guru yang mereka kehendaki dan diberi kebebasan untuk berpindah dari guru yang satu ke guru yang lain apabila guru itu dianggap lebih baik.Ag. Pendidikan pada masa ini memiliki tujuan keagamaan dan ahlak. serta hubungan yang baik antara guru dan murid layaknya orang tua dan anak. Hasan. Jakarta : PT. 1996. 1992. dkk. Pada masa itu berkembang sistem rikhlah ilmiah. DAFTAR PUSTAKA Asrohah. 1998. cinta ilmu pengetahuan dan tujuan kebendaan. toko-toko buku. rumah sakit. yaitu pengembaraan dan perjalanan jauh yang dilakukan oleh guru dan pelajar sehingga dinamika sosial dan peradaban Islam terus berkembang. . diajarkan membaca dan menghafalkan al Qur`an. yaitu pada mas a pemerintahan Harun al Rasyid. Kehidupan murid pada pendidikan tingkat dasar memiliki ciri-ciri yaitu diharuskannya belajar membaca dan menulis. Hanun. Jakarta : Pustaka al.Pendidikan Islam mencapai puncak kejayaan pada masa dinasti Abbasiyah. Jakarta : Proyek Pembinaan Prasarana dan sarana Perguruan Tinggi Agama/IAIN di Jakarta. dan ribath. Dra. Yunus. Hidakarya Agung. Pendidikan Islam Menghadapi Abad ke 21. Pada masa kejayaan ini ditandai dengan berkembangnya berbagai lembaga pendidikan. Juga dikenal lembaga wakaf yang bertujuan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan umat Islam terutama dalam bidang pendidikan. perpustakan. Zuhairini. Masa kejayaan pendidikan Islam berakhir setelah jatuhnya kota Baghdad oleh Tar-Tar (Holako) dan sebagai masa memudarnya kebudayaan Islam.Husna. 1999 Langgulung. Sejarah pendidikan Islam. Sejarah Pendidikan Islam. pendidikan di istana.

h. h. dkk. 39-41 . Mahmud Yunus. Dr. Dr.Ag. Op.1 Hanun Asrohah. Proyek Pembinaan Prasarana dan Sarana Perguruan Tinggi Agama/IAIN di Jakarta. Dr.77 2 Dra. h. h.cit. 95 3 Prof. h. 22 9 Ibid. 77-79 6 Prof. M. h. 1992).76 5 Ibid. H. h. M.. H. h.Ag. Op. Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta : PT. Zuhairini. 46-47 4 Hanun Asrohah. Sejarah Pendidikan Islam. Pendidikan Islam Menghadapi Abad ke 21. 1988). h. (Jakarta : Pustaka al Husna. Mahmud Yunus. Hida Karya Agung. Hasan Langgulung. 1999).1986.(Jakarta : PT Logos Wacana Ilmu. 65 8 Prof. 90 7 Ibid.cit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful