P. 1
TEKNIK PROYEKSI BISNIS

TEKNIK PROYEKSI BISNIS

|Views: 7,077|Likes:
Published by Annas Tupank
Materi Kuliah PENGETAHUAN BISNIS UNISI 2008/2009
Materi Kuliah PENGETAHUAN BISNIS UNISI 2008/2009

More info:

Published by: Annas Tupank on Feb 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2015

pdf

text

original

Lingkungandunia bisnissekarang ini penuh
dengan ketidak pastian dancenderung
berubahdengan cepat (turbulent). Mis :
Kursrupiah terhadapdolar berfluktuasi tiap
hari bahkan tiap menit. Oleh karena itu
perusahaan harus membiasakan diri untuk
melakukan perencanaan dan beroperasi
dalam kondisi ketidak pastian.

Ada2 caraperamalanyang dapatdiadopsioleh
perusahaanuntuk mengatasi ketidakpastian:

a. Mengintegrasikankeunggulan metode
peramalankuantitatif dengankeunggulan
metodeperamalankualitatif

b. Mengembangkanperamalanskenariodan
contingency plan

Mengintegrasikankeunggulanmetode

peramalankuantitatifdengan

keunggulanmetodeperamalankualitatif

MetodePeramalanKuantitatif dan Kualitatif mempunya
kelemahandan keunggulan. Untuk itu bagaimanacara
memanfaatkankeunggulandari 2 kelompokini.
MetodeKuantitatif mempunyai keunggulanpada
objectifitashasil ramalannya. Denganmetode
Kuantitatitf siapapunatauprogram apapunyang
dipakaiakan menghasilkanhasil ramalanyang relatif
sama. Hal ini berbedadengan hasil ramalanKualitatif
(KarenaadaunsurSubjectif manusia) hasilnyaakan
berbedaapabiladilakukanolehorang berbeda.

Perbedahaanhasil ini karenasetiaporang mempunyai
karakteristikdan latarbelakangyang berbeda-beda.

Keunggulankeduadengan metodeKuantitatif adalah
padasaatramalandibutuhkandalamjumlahyang
besardan frekuensiyang sangattinggi.Mis :
Perusahaan menghasilkan20.000 jenis barangdimana
diperlukanperamalanjumlahproduksinyasetiap
bulan. Biladalamkondisi ini dilakukandengan
metodeKualitatif selain menyitawaktu, orangyang
melakukanperamalanakan menjadi jenuhdanakan
menghasilkanramalanyang buruk. Sebaliknyadengan
menggunkanMetodeKuantitatif peramalandapat
dibantudengan komputer.

NamundemikianMetodeKuantitatif jugamempunya
kelemahan, dimanadata yang dihasilkancenderung
mengasumsikanadanyapolayang konstan(kondisi
masayang akandatangcenderungsamadengan masa
lalu).

Bilakelemahanini dikaitkandengan kondisi lingkungan
duniabisnisyang cenderung berubahcepattentusaja
metodePeramalanKuantitatif perludimodifikasi.

Melihatkelemahandan keunggulanmasing-masing
metodeperludilakukansbb:

a. Peramalandapatdimulaidenganramalan
kuantitatif yang mengasumsikantidakadanya
perubahan.

b. Langkah berikutnyamemodifikasihasil ramalan
denganmenggunakanpenilaian(judgement)
agar dapatmengakomodasiperubahanyang
terjadi. Untuk mengurangi
subjectifitas, pembuatramalandapatdiminta
untuk mengajukanalasan-alasanyang logisyang
mendasarimerekamelakukanmodifikasi
terhadaphasil ramalankuantitatif

METODE PEMANTAUAN TERHADAP RELEVANSI METODE

PERAMALAN KUANTITATIF

PemantauanterhadapmetodePeramalanKuantitatif
padadasarnyamenggunakanfilosofi metode
pengendalianmutu, pengendalianmutudilakukan
secaraterusmenerusmengambilsam-peldarisetiap
prosesproduksiuntuk mengetahuiapakah
penyimpangandari hasil produksi masihdalambatas
toleransiatasdan batastoleransi bawah. Bilamasihdi
dalamrange makaprosesproduksi masihdianggap
normal, dansebaliknya.

Contoh : Pabrik Coca Cola yang menghasilkansprite
denganstandarisi 400 cl per botol. Perusahaan
menetapkanbatasatas 410 cl dan batas bawah 390
cl. Bilasampelyang diambil menunjukkanrata-
rata 405 cl makaprosesproduksi masih berjalan
denganbaik. Bila420 cl (diatas batasatas),
disimpulkanprosesproduksi mengalamisehingga
perluperbaikan.

Dalam babiniakandibahassalahsatu metodeyaitu
metodePemantauandenganmenggunakan
pemulusandenganrumussbb:

Rumus:

Et = et + (1- ) Et-

Mt = IetI + (1- ) Mt-

Tt= Iet/MtI

Dimana:

Et = Xt-Ft

Xt = data aktual

Ft = Hasil ramalan

= Konstantapemulusanyang nilainyaberbeda
diantara0 dan 1

Tt = Rasiosinyal penjejakan

Tabel: SinyalKesalahanDenganMetodePemulusan

Tahun

t Data
(Xt)

Ramala
n(Ft)

Et
(Xt)-
(Ft)

Et

Mt

Tt

1993

1

2

2

0

1994

2

5

4

1

1995

3

6

6

0

1996

4

8

8

0

1997

5

10

10

0

1998

6

12

12

0

0,000 0,167

1999

7

14

MAE
14

0,167
0

0,000 0,150 0,000

2000

8

12

16

-4 -0,400 0,535 -0,748

2001 9

10

18

-8 -1,160 1,282 0,905

2002 10

8

20

-12 -2,244 2,353 -0,954

BeberapaPenjelasandari tabeldiatassbb :

a. Padawaktu mengidentifikasi model peramalan
kuantitatif, penggunaanperamalanberadapada
tahun1999. Data yang digunakanmulai tahun 1993-
1998

b. Model yang berhasildiidentifikasiadalah Y = 2t.
Model ini mengasumsikanadanyatrend naik.
DenganY=2t hasil ramalanmakamulai 1999-2002
masing-masingadalah14 (2x7), 16 (2x8), 18 (2x9) dan
20 (2x10).

c. Denganberjalannyawaktu, data aktual tahun 1999-
2002 akandiketahui. Data inilahyang akandipakai
untukmenilaiapakahmodel peramalanyang sudah
dipilihmasihrelevanatautidak

a. Nilai Et awal (E1998) diasumsikan0 sedangkannilai
Mt awal (M1998) diasumsikansamadengan nilai
Mean Absolute Error (MAE) daridata historisyang
dipakaiuntuk mengidentifi-kasi model peramalan.

b. Nilaia diasumsikan0,1. Makridakismenyarankan
nilaia antara0,1 sampai 0,2

c. Nilai M1999 =0,1 x e1999+(1-0,1)xE1999

= 0,1 x 0+(1-0,1) x 0 = 0

d. Nilai E1999 = 0,1 x (e1999) + (1-0,1) x M 1998

= 0,1 x (0) + (1-0,1) x 0,167 = 0,15

e. NilaiT1999 = E 1999 = 0 = 0

M1999 = 0,15

Tabel batasatasdan batasbawahuntuk menentukan
apakahnilai kesalahanperamalanmasihdalamatas
toleransiatautidakadalah:

Sumber: Makridakis, 1996 : 279

Derajat Batas Nilai

Tt

Batas Nilai

Tt

Batas Nilai

Tt

Kepercayaan = 0,1

=0,2

= 0,3

0,80

0,28

0,4

0,51

0,90

0,36

0,49

0,61

0,95

0,42

0,57

0,69

0,96

0,44

0,59

0,71

0,97

0,46

0,61

0,73

0,98

0,50

0,65

0,77

0,99

0,55

0,69

0,81

Biladerajat mdannilai a yang dipilih masing-masing
adalah0,95 dan 0,1 batasatas nilai Ttadalah0,42
sedangkanbatasbawahnilai Ttadalah-0,42

DengaMetodePemulusandi atasnilai Ttth 1999 masih
beradapadarange toleransi .

Tetapi mulai th 2000 Tt mulai beradadi luarambang
batastoleransi.

Kesumpulan: Th 1999 masih belumterjadiperubahan
data, tetapiTh 2000 sudahterjadi perubahanpoladata
dimanamulai th 2000 data aktual menunjukkantrend
menurun, sehingga Model Peramalanyang dipakaiY =
2t perluditinjauulang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->