SALEP MATA (OCULENTUM

)
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Sediaan setengah padat merupakan sediaan yang berbentuk massa yang lunak, ditujukan untuk pemakaian topikal, dimana sediaan ini mampu melekat pada permukaan tempat pemakaian dalam waktu yang cukup lama sebelum sediaan itu tercuci atau dihilangkan. Hal ini disebabkan karena sifat rheology plastis yang dimiliknya sehingga memungkinkan sediaan ini bentuknya akan tetap melekat sebagai lapisan tipis.

Macam-macam dari sediaan setengah padat ini dapat dibedakan berdasarkan konsistensinya yaitu :
1. Salep (unguenta) 2. Pasta 3. Krim (cream) 4. Cerata 5. Jelly (Gelones)

Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit ataupun selaput lendir, dimana bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok. Sediaan salep mempunyai konsistensi seperti mentega, tidak mencair pada suhu kamar tetapi mudah dioleskan.

Macam-macam dari sediaan salep ini dapat dibedakan berdasarkan sifat farmakologi dan penetrasinya, yaitu : salep epidermis, salep endodermis, dan salep diadermis. 1

Jadi. Berbeda dengan salep dermatologi. Mengetahui bentuk salep mata b. salep mata dapat diartikan sebagai sediaan setengah padat yang mudah dioleskan ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit ataupun selaput lendir pada bagian mata atau sekitarnya.2.2 Tujuan Instruksional Khusus : a. DASAR SALEP MATA Dasar salep pilihan untuk suatu salep mata harus tidak mengiritasi mata dan harus memungkinkan difusi bahan obat ke seluruh mata yang dibasahi karena sekresi cairan 2 . 1. Mengetahui dan memahami cara pembuatan salep mata d.Sedangkan berdasarkan salep yang di gunakan. Mengetahui bahan dasar salep mata c.2 TUJUAN Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu: 1. Salep mata harus memenuhi uji sterilitas sebagaimana tertera pada kompendia resmi.2. salep mata harus steril. dibedakan menjadi salep hidrofobik dan salep hidrofilik. Mengetahui bentuk sediaan salep mata 1. Mengetahui persyaratan dan evaluasi salep mata KAJIAN TEORI Salep mata adalah salep steril untuk pengobatan mata menggunakan dasar salep yang cocok.1 Tujuan Instruksional Umum : a. dimana bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang sesuai.

Salep akhir harus bebas dari partikel besar. 4. membiarkan difusi obat melalui pencucian sekresi mata dan mempertahankan aktivitas obat pada jangka waktu tertentu pada kondisi penyimpanan yang sesuai. Salep mata dibuat dari bahan yang disterilkan dibawah kondisi yang benar-benar aseptik dan memenuhi persyaratan dari tes sterilisasi resmi. 3.5 ad 10 Dalam beberapa hal campuran dari petrolatum dan cairan petrolatum (minyak mineral) dimanfaatkan sebagai dasar salep mata. Kadang-kadang zat yang bercampur dengan air seperti lanolin ditambahkan padanya. Basis yang digunakan tidak mengiritasi mata. paraben atau merkuri organik. Menurut Marthindal edisi 29. 3 .5 0. dasar salep mata terdiri dari: R/ Paraffin liq Adeps lanae 10 10 Vaselin flava 80 Sedangkan menurut Farmakope Indonesia. Sterilisasi terminal dari salep akhir dalam tube disempurnakan dengan menggunakan dosis yang sesuai dengan radiasi gamma. Hal ini memungkinkan air dan obat yang tidak larut dalam air bertahan selama sistem penyampaian. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh sediaan salep mata : 1.mata. Bahan antimikroba yang biasa digunakan adalah klorbutanol. Dasar salep mata yang dimanfaatkan untuk salep mata harus bertitik lebur mendekati suhu tubuh. 2. 5. dasar salep mata terdiri dari: R/ Paraffin cair Adeps lanae Vaselin 0. Salep mata harus mengandung bahan yang sesuai atau campuran bahan untuk mencegah pertumbuhan atau menghancurkan mikroorganisme yang berbahaya ketika wadah terbuka selama penggunaan.

Keduanya. Wadah atau tutup tidak membawa partikel dalam larutan selama kontak lama dalam penyimpanan. Normalnya dilakukan tes sterilisasi. 3. Pengerjaan penampilan untuk larutan dalam lingkungan yang bersih. bahan kehilangan stabilitas kimia kurang dari 1 tahun. Sebaliknya pada pH 5 kedua obat stabil dalam beberapa tahun. Ini penting untuk menyadari bahwa larutan jernih sama fungsinya untuk pembersihan wadah dan tutup.PEMBUATAN SALEP MATA Karakteristik sediaan salep mata : 1. kejernihan dan sterilisasi dilakukan dalam langkah filtrasi yang sama. Namun demikian pH stabilitas kimia (atau ketidakstabilan) dapat diukur dalam beberapa hari atau bulan.8. Buffer dan pH 4 . steril dan tak tertumpahkan. Kejernihan Larutan mata adalah dengan definisi bebas dari partikel asing dan jernih secara normal diperoleh dengan filtrasi. zat tambahan larutan dan tipe pengemasan. pentingnya peralatan filtrasi agar jernih dan tercuci baik sehingga bahan-bahan partikulat tidak dikontribusikan untuk larutan dengan desain peralatan untuk menghilangkannya. Dengan obat ini. Tentunya. wadah dan tutup harus bersih. Obat seperti pilokarpin dan fisostigmin aktif dan cocok pada mata pada pH 6. Stabilitas Stabilitas obat dalam larutan seperti produk mata tergantung sifat kimia bahan obat. pH produk. metode penyiapan (khususnya penggunaan suhu). penggunaan LAF dan harus tidak tertumpah memberikan kebersihan untuk penyiapan larutan jernih bebas dari partikel asing. Dalam beberapa permasalahan. 2.

9 % larutan NaCl. Sistem dapar diseleksi agar mempunyai kapasitas adekuat untuk memperoleh pH dengan range stabilitas untuk durasi umur produk. Bahan-bahan seperti metil selulose. pH diseleksi jadi optimum untuk stabil. Mata biasanya dapat mentoleransi larutan sama untuk range 0. Kapasitas buffer adalah kunci utama situasi ini. 5 . Larutan mata adalah isotonik dengan larutan lain ketika magnitude sifat koligatif larutan adalah sama. Ini umumnya dapat dibuat dalam suspensi kortikosteroid tidak larut. Suspensi biasanya paling stabil pada pH asam.Idealnya. 4. Namun demikian ini tidak dibutuhkan ketika stabilitas produk dipertimbangkan.5 % – 1. sediaan mata sebaiknya diformulasi pada pH yang ekivalen dengan cairan air mata yaitu 7. Tonisitas Tonisitas berarti tekanan osmotik yang diberikan oleh garam-garam dalam larutan berair. Mayoritas bahan aktif dalam optalmology adalah garam basa lemah dan paling stabil pada pH asam. Viskositas USP mengizinkan penggunaan peningkat viskositas untuk memperpanjang waktu kontak dalam mata dan untuk absorpsi obat dan aktivitasnya. Larutan mata dipertimbangkan isotonik ketika tonisitasnya sama dengan 0. Sebenarnya mata lebih toleran terhadap variasi tonisitas dari suatu waktu yang diusulkan. polivinil alkohol dan hidroksil metil selulose ditambahkan secara berkala untuk meningkatkan viskositas.8 % NaCl intraokuler.4 dan prakteknya jarang dicapai. pH optimum umumnya menginginkan kompromi pada formulator. 5.

Lalu semua bahan obat dicampur sampai homogen dengan dasar salep dan biasanya memakai penggiling. sebaiknya dengan karakteristik bahan-bahan. keluar toksis kecil seperti bahan campuran digunakan dalam konsentrasi rendah.Investigator telah mempelajari efek peningkatan viskositas pada waktu kontak dalam mata. namun pemilihannya dalam jumlah tertentu. baik dalam bentuk larutan atau dalam bentuk serbuk yang dibuat halus sekali sampai ukuran mikron. Antioksidan. Setelah pembuatan.01 – 0.02 % dengan toksisitas faktor pembatas konsentrasi. sebagai pengawet digunakan dalam jumlah besar larutan dengan suspensi sediaan mata. Surfaktan jarang digunakan sebagai kosolven untuk meningkatkan kelarutan. Zat obat ditambahkan ke dalam dasar salep. Surfaktan nonionik. Hal ini sesuai untuk menempatkan 6 . Tube-tube ini biasanya berukuran kecil. Bahan Tambahan Penggunaan bahan tambahan dalam larutan mata dibolehkan. Penggunaan surfaktan. Umumnya viskositas meningkat dari 25 – 50 cps range signifikan meningkatkan lama kontak dalam mata. yang isinya kurang lebih 3. khususnya dapat bereaksi dengan adsorpsi dengan komponen pengawet antimikroba dan inaktif sistem pengawet. khususnya suspensi steroid dan berhubungan dengan kejernihan larutan. khususnya beberapa konsentrasi signifikan. Surfaktan nonionik. khususnya dalam larutan yang mengandung garam epinefrin. 6. Benzalkonium klorida dalam range 0. Antioksidan ini berefek sebagai penstabil untuk meminimalkan oksidasi epinefrin. salep mata ini diisikan ke dalam tube yang terbuat dari plastik atau timah dimana sebelumnya telah dibuat steril. khususnya natrium bisulfit atau metasulfit. digunakan dalam konsentrasi sampai 0. Penggunaan surfaktan dalam sediaan mata dibatasi hal yang sama.3 %. Antioksidan lain seperti asam askobat atau asetilsistein dapat digunakan.5 g salep dengan ujungnya yang berliku sempit yang memungkinkan keluarnya salep dalam ukuran kecil.

bdd. s. RESEP R/ Kloramfenikol Ung.05 g = 50 mg = 0. sebab dalam proses penyaringan dikhawatirkan akan terjadi kehilangan bobot.95 g 7 .5/100 x 10 Dasar salep = 10 g – 0. Opth . Pengkajian telah menunjukkan bahwa waktu kontak antara obat dengan mata.opht. daerah dimana biasa digunakan dalam pemakaian obat. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PENGGUNAAN SALEP MATA Keuntungan utama suatu salep mata terhadap larutan untuk mata adalah penambahan waktu hubungan antara obat dengan mata. ung. dioleskan ods. Perhitungan : • • Kloramfenikol = 0.05 g = 9. Satu kekurangan dari penggunaan salep mata adalah terjadinya pandangan yang kabur begitu dasar salep meleleh dan menyebar melalui lensa mata.salep pada garis tepi kelopak mata. Hal ini harus dikerjakan tanpa menyentuh mata.basic. m. ## Pro : Liana Dasar salep yang digunakan adalah dasar salep menurut Farmakope Indonesia edisi II : R/ Paraffin liq Adeps lanae Vaseline 10 10 80 ad 0.5 % 10 Dasar salep yang digunakan dalam proses pembuatan dilebihkan 20 %. dua sampai empat kali lebih besar apabila dipakai salep dibandingkan jika dipakai larutan garam.f.

95) = 11. 3. paraffin liquid = 10/100 x 11. gerus sampai homogen. bersihkan permukaan luar tiap tube dengan Letakkan tube di atas loyang posisi horizontal.94 g 1. : Ambil tube salep mata. tambahkan kloramfenikol. : oven dan kertas penyerap. Uji kebocoran Alat Cara 1.95 gram. sebelumnya cawan penguap telah dialasi dengan kain penyaring. • • • • • • • Setelah dasar salep melebur.194 g = 1.5 g Evaluasi Salep : 1. adeps lanae 3. Ditimbang salep yang telah homogen sebanyak 3 gram (massa 1 tube 3 gram).194 g = 1. = 10/100 x 11.2 g 2. Gerus dasar salep pada lumpang. suhu 60° ± 3°. 4. maka total beratnya = 9. Dimasukkan ke dalam tube dengan bantuan kertas perkamen dan pinset.94 = 1.95 + (20/100 x 9. adeps lanae.Dilebihkan 20 %. angkat dan saring selagi cair. Ditutup bagian belakang tube rapat. hal ini bertujuan agar kotoran yang terdapat pada dasar salep dapat dipisahkan dari dasar salep. vaseline) dilebur di waterbath menggunakan cawan penguap. Dasar salep (parafin. 2. Dilakukan evaluasi salep mata. Ditimbang dasar salep sebanyak 9. Masukkan ke dalam oven diamkan selama 1 jam. Tidak boleh terjadi kebocoran (kertas penyerap harus tetap kering).2 g = 80/100 x 11. kertas penyerap.94 = 1. 8 .rapat menggunakan bantuan pinset.94 = 9. vaseline Pembuatan : • • Ditimbang seluruh bahan.

kemudian dihimpit dengan objek glass yang satunya sampai salep tersebar pada objek glass.Hasil pengujian : kertas penyerap menjadi berminyak disebabkan isi salep yang keluar melalui bagian lipatan tabung. 2. Uji homogenitas Alat Cara : objek glass 2 buah : salep dioleskan pada salah satu objek glass. Hasil pengujian : salep homogen. dan ini biasanya diabaikan. Dan ini diabaikan. Jadi. tetapi isi salep keluar melalui celah lipatan tube yang terdapat pada bagian belakang tube. Uji keseragaman bobot Tidak dilakukan sebab salep yang dibuat hanya 1 tube. tube tidak mengalami kebocoran. PEMBAHASAN Dalam pengujian uji kebocoran tidak terdapat kebocoran pada tube. 3. harus menunjukkan susunan yang homogen. Tube tidak bocor. 9 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful