Audit lingkungan Audit lingkungan adalah pengujian secara metodik mencangkup analisis, pengujian, dan konfirmasi dari prosedur

-prosedur dan praktik-praktik yang tujuannya adalah untuk memverifikasi apakah prosedur-prosedur dan praktik-praktik tersebut sesuai dengan persyaratan yang legal, kebijakan internal dan praktik-praktik yang dapat diterima. Auditing berbeda dengan penilaian dalam hal auditing yang memerlukan pengumpulan dan dokumentasi dari bukti yang kompeten dan cukup daripada suatu pendapat atau opini yang terutama berdasarkan pertimbangan professional. Beberapa definisi yang diberikan mengenai audit lingkungan adalah sebagai berikut: 1. Menurut The International Chamber of Commerce 1989 Audit lingkungan merupakan pengujian yang sistematis dari interaksi antara setiap operasi usaha dengan keadaan sekitarnya. 2. Grant Ledgerwood, Elizabeth Street dan Riki Therivei. Dalam bukunya “The Enviromental Audit and Business Strategy, a Total Quality Approach” (1992, hal 72 & 73), Grant Ledgerwood mengemukakan bahwa audit lingkungan mempunyai tujuan yang luas, yaitu: a. Ketaatan terhadap peraturan, b. Bantuan dalam akuisisi dan penjualan harta benda, dan c. Pengembangan korporat terhadap misi penghijauan. 3. Rob Gray, Jan Bebbington dan Diane Walters. Dalam buku “Accounting for the Enviroment” (1993, hal 104)Audit lingkungan merupakan suatu penilaian yang sistematis, objektif dan didokumentasikan mengenai dampak dan aktivitas usaha anda terhadap lingkungan.

Sifat audit lingkungan Banyak program audit lingkungan menggunakan teknik verifikasi yang mengacu pada audit keuangan untuk mengkonfirmasi ketaatan terhadap peraturan pemerintah, menilai kecukupan dari program manajemen lingkungan untuk memastkan bahwa kebijakan dan prosedur diikuti dan peraturan ditaati dan memverifikasi keabsahan catatan dan laporan lingkungan.

4. meggunakan sumberdaya tersebut. System akuntansi keuangan yang rinci dan terkoordinasi yang berjalan dapat menjadi sasaran audit keuangan. Menuntun dan Mengarahkan . Perbedaan yang lain adalah jumlah sisitem yang ada. Resiko korporat yang berasal dari resiko lingkungan dinyatakan dan berada dibawah pengendalian.a beroperasi secara efektif. Perusahaan mempunyai sumberdaya dan staff yang tepat untuk pekerjaan lingkungan. Sistem manajemen lingkungan terdiri dari beberapa fungsi.Salah satu perbedaan utama antara audit lingkungan dan tipe audit yang lain adalah eksistensi dan ketiadaan standar. dan dapat mengendalikan masa depan sumber daya tersebut. Perusahaan menaati hukum dan peraturan lingkungan. 2. melukiskan peranan dan tanggung jawab. yaitu: 1. ekonomi dan tekanan kompetitif. Apabil. Auditing sebagai Komponen dari Manajemen Lingkungan Suatu system Manajemen Lingkungan merupakan metode untuk menuntun suatu organisasi untuk mencapai dan mempertahankan kinerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan sebagai tanggapan terhadap peraturan yang secara konstan berubah. social. Terdapat sedikit standar untuk audit lingkungan. Perencanaan Menetapkan tujuan. keuangan. Audit keuangan mempnyai standar yang disebarluaskan oleh badan standar akuntansi yang berwenang. menetapkan kualifikasi posisi dan melatih staff. 2. menentukan kebijakan. 3. mendefinisi prosedur. sacara tipikal terdapat sedikit informasi lingkungan relative yang dapat diaudit. Namun. diluar hal-hal seperti data pengendalian polusi. suatu system manajaemen lingkungan korporat memberikan manajemen dan dewan direksi pengetahuan. 3. dan menetapkan anggaran program. yaitu: 1. Kebijakan dan prosedur secara jelas didefinisikan dan diumumkan ke seluruh organisasi. dan resiko lingkungan. menciptakan deskripsi posisi. persetujuan dan MOU (Memorandum of Understanding). Mengorganisasi Menetapkan struktur organisasi.

Falsafah manajemen lingkugan dasar Menurut J. Greno dan kawan-kawan Tahap I: Pemecahan Masalah Pada tahap I. mendiagnosis masalah. Focus utama dari system manajemen lingkugan. mengembangkan standar kinerja. insinyur dan spesialis lain yang cenderung memfokuskan pada masalah dan perhatian pabrik. dan dengan kelompok eksternal. Mereka cenderung hanya menekankan hokum dan peraturan “yang perlu” yaitu apa yang tidak mempunyai peluang untuk interprestasi dan resiko yang paling signifikan. menetapkan prioritas. Ladd. system manajemen lingkungan cenderung tidak formal. kesehatan. dan tanggung jawab untuk manajemen lingkungan. Tahap II: Mengelola ketaatan Dalam tahap yang ke II.Mengkoordinasi. Pergeseran ini dapat berasal dari keinginan manajemen untuk mengelola dengan lebih baik mengenai apa yang ditentukan oleh hukum atau kebijakan dan prosedur perusahaan. dalam divisi. suatu perusahaan membangun suatu system yang lebih formal untuk mengelola tingkat yang diinginkan atau tingkat ketaatan. termasuk pengatur apabila sesuai. mendelegasi dan mengelola perubahan. 4. memotivasi. Disini. dan keamanan adalah pada mencapai dan memelihara tingkat ketaatan yang diinginkan dengan berbagai persyaratan peraturan. untuk sebagian besar terletak pada pengacara. Disini program audit lingkungan cenderung memasukkan tidak hanya penilaian masalah (dan mungkin praktik yang sehat). meyatakn kinerja. 5. focus utamanya pada pemecahan masalah lingkungan yang segera dan paling dikenal dan menghindari biaya yang tidak perlu. Mengendalikan dan Menelaah Mengukur hasil. Mengkomunikasikan Mengembangkan dan mengimplementasikan saluran komunikasi yang efektif dalam korporat. . yang diakibatkan oleh staff yang meningkat atau pengeluaran modal. mengambil tindakan korektif dan secara sengaja mencari cara-cara untuk belajar dari kesalahan masa lalu serta dengan demikian menciptakan perbaikan dalam system. akan tetapi juga penentuan dan/ atau verifikasi ketaatan yang dicapai.

falsafah manajemen dasar adalah bahwa resiko lingkungan yang potensial terhadap perusahaan dan terhadap lingkungan harus dikelola. Audit korporat (Corporate audits) yang mempertimbangkan pekerjaan dari korporasi secara keseluruhan. Audit tempat (site audits). yang mempertimbangkan satu instalasi tunggal. Audit aktivitas (Activity audits) yang mempertimbangkan satu aktivitas dari korporasi. yauitu sebagai berikut: • • • • • • • • Pemegang saham Dewan direksi Pejabat korporat Manajemen lingkungan korporat Manajer manufakturing Manajer fasilitas Staff lingkungan fasilitas Pekerja harian Tipe Audit Lingkungan Menurut Grant Ledgerwood dan kawan-kawan (1992) tipe audit termasuk: 1. Perusahaan pada tahap ke III. Focus utamanya pada membangun system manajemen lingkungan yang menekankan. . Perasaan dari kesenangan yang meningkat. Tidak hanya resiko yang berhubungan dengan ketaatan penting bagi perusahaan. melindungi sumberdaya internal dan lingkungan eksternal dari kerugian dengan mencari dan mengantisipasi resiko dan jugamengelola resiko yang disebabkannya. 2. selain menilai masalah dan memverifikasi ketaatan. Pihak-pihak yang mendapatkan mnfaat dari suatu program audit lingkungan. 3. Manfaat audit lingkungan Manfaat audit lingkungan dapat dibagi menjadi 2. program audit lingkunagn sering menilai kesesuian dari system manajemen lingkungan dan memverifikasi efektifitasnya. yaitu: • • Meningktakan efektifitas manajemen. akan tetapi juga resiko lain yang belum dicakup oleh persyaratan peraturan atau standar eksternal yang ada adalah penting.Tahap III: Mengelola Kepastian Lingkungan Tahap ke III.

Analisis daur hidup dari produk. audit dapat dibagi dalam 2 kategori. Audit akuisisi (acquisition atau divesture audits). kesehatan. Pembangkit tenaga nuklir. yang menguji ketaatan industry terhadap lingkungan yang relevan dan standar keamanan. Kerusakan terhadap air. Namun secara luas. 5. 2. Penerangan yang berlebihan. Audit ketaatan (compliance audits). 6. Minimisasi sumber daya. Program pemeriksaan siklikal (cylical auditing programs). Tahap-tahap pelaksanaan audit . Penanaman tanaman dan pohon. resiko terhadap karyawan dan public. operasional. yang menguji liabilitas lingkungan yang dapat timbul dari aktivitas tersebut. tanah dan udara.4. Menurut AH. antara lain: • • • • • • • • • • Daur ulang. Audit tunggal untuk maksud khusus (single audits for special purposes). Bentuk audit ini merupakan produk sentral dari suatu unit lingkungan. 7. audit demikian lebih cocok dilakukan oleh konsultan luar. Penggunaan energy. yang menelusuri energy dan/atau material dari masuknya material tersebut kedalam perusahaan sampai keluar. Millichamp (1993) terdapat banyak masalah yang relevan. yang memepertimbangkan keamanan. Audit produksi (production audits). Pengelolaan barang-barang sisa. Kecelakaan. Audit resiko (risk audits). yaitu: 1. yaitu audit yang terjadi dalam siklus kejadian yang dijadwalkan. Audit demikian dapat dilakukan oleh spesialis dalam perusahaan atau kosultan luar.

Aktivitas Pra Audit Proses audit lingkungan dimulai dengan sejumlah aktivitas sebelum audit ditempat aktual terjadi.indikator seperti tanggungjawab yang secara jelas didefinisikan. audit dan setelah audit. memodivikasi program audit dan mengalokasi sumber daya tim audit. Rencana 2. kesioner. apabila sistem berfungsi seperti yang didisain). pemilihan topik yang prioritas untuk dimasukkan. kesadaran dan kapabilitas personil. Pemahaman auditor biasanya dikumpulkan dari berbagai sumber. kunjungan pabrik dan dalam kasus tertentu. yaitu: 1. Aktivitas-aktivitas tersebut yaitu pemilihan fasilitas yang diaudit. banyak aspek dari sistem manajemen lingkungan internal tidak didokumentasikan secara tertulis. suatu sistem otorisasi yang memadai. jadwal dari fasilitas yang diaudit. pemilihan tim audit. Menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan. uraian naratif atau gabungan dari keduanya agar dapat mempunyai suatu deskripsi yang tertulis. menyimpulkan informasi. Tujuan dasar dalam langkah ini untuk memahami berbagai cara memperhatikan lingkungan yang dikelola. misalnya diskusi staff. Dalam keanyakan organisasim. Tidak semua program audit didisain secara tepat seperti yang dikemukakan dibawah ini. menganalisis informasi. suatu pengujian verifikasi terbatas dilakukan untuk membantu mengkonfirmasikan pemahaman awal auditor. membuat pertimbangan mengenai status ketaatan lingkungan dari fasilitas. Auditor biasanya mencatat pemahamannya dalam suatu bagan arus. pengembangan dari suatu rencana audit. setiap program audit memuat beberapa ketentuan untuk memasukkan langkah-langkah tersebut dalam proses audit. serta verifikasi internal. maka langkah audit berikutnya . Aktivitas-aktivitas penting ditempat Audit ditempat aktual secara tipikal terdapat 5 langkah dasar. Auditor mencari indikator. Jika disain manajemen lingkungan internal dinilai sehat (yaitu hasil yang diterima tercapai. dokumentasi dan pencatatan. dan melaporkan temuan audit. Memahami sistem dan prosedur manajemen internal. yang mencakup mendefinisikan ruang lingkup audit. Namun sistem manajemen yang terpilih dapat didokumentasikan dalam detail yang cukup untuk memberikan suatu pemahaman dan prosedur-prosedur dasar. Yang membedakan antar perusahaan adalah waktu dan usaha yang dicurahkan untuk aktivitas pra audit.Setiap program audit mencangkup suatu tim dari individual yang melakukan penilaian lapangan.

3. memprakarsai tindakan korektif. tim audit mengkomunikasikan semua temuan dan pengamatan yang diketahui selama audit dan menunjukkan item-item mana yang akan muncul dalam laporan audit yang formal. kemudian menentukan disposisi akhir temuan dan observasi akan dimasukkan ke dalam laporan audit yang formal atau hanya membawa pada perhatian dari manajemen fasilitas. . tindakan-tindakan yang diperlukan. menentukan apakah bukti audit yang dimiliki cukup untuk mendukung temuan audit. Temuan lebih jauh akan diklarifikasi ketika audit sedang berlangsung dan kemudian dilaporkan kepada manajemen fasilitas selama penyelesaian audit atau konferensi penutupan. memverifikasi jejal kertas).dapat memfokuskan pada efektifitas yaitu disain diimplementasikan. Melaporkan temuan audit Proses pelaporan audit lingkungan sering dimulai dengan diskusi yang tidak formal antara auditor dan koordinator lingkungan fasilitas ketika penyimpanan diketahui. Menyimpulkan bukti audit Kelemahan-kelemahan yang dicurigai dalam sistem manajemen dikonfirmasi dalam tahap ini. Bukti audit dapat berupa dalam bentuk fisik. apabila disain dari sistem intrenal tidak cukup sehat untuk memastikan hasil yang dikehendaki. sistem yang tampak sehat diuji untuk membuktikan bahwa sistem tersebut berfungsi sesuai dengan yang direncanakan dan digunakan secara konsisten. apabila ada. langkah audit berikutnya harus memfokuskan pada hasil lingkungan daripada sistem manajemen internal. Bukti audit dapat dikumpulkan melalui penyelidikan (seperti kuesioner formal dan kuesioner tidak formal). tujuannya dapat dimengerti dan mengintegrasikan temuan-temuan dan observasi dari setiap anggota tim. 4. 5. pengamatan dan pengujian (seperti menelusuri kembali data. dapat mempunyai signifikasi yang lebih besar daripada bila dipandang secara individual. Tim audit harus mengidentifikasi dan kemudian memverifikasi aktivitas tersebut dalam proses manajemen lingkungan yang dapat memberikan pandangan secara mendalam mengenai fungsi sistem secara keseluruhan. dan menyediakan dokumentasi audit. Menilai temuan audit Pengamatan audit dan temuan dinilai. dan sejauhmana sistem dalam kenyataan telah dilaksanakan seperti yang dikehendaki. Laporan audit memberikan kaitan yang cukup untuk seluruh penelaahan yang dilakukan sehingga kerangka kerja manajemen yang ada dapat menentukan apa. dokumen atau keadaan. Selama pertemuan. Temuan audit dan observasi dapat diorganisasikan untuk menentuka temuan yang umum. anggota tim khususnya pemimpin tim. Namun. Dalam menilai temuan audit. Tujuan pengunaan laporan audit mencakup memberikan informasi kepada manajemen.

namun pemerintah berhak melakukan pemeriksaaan. tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. “Pembangunan yang dilakukan untuk mengolah sumber daya alam. Ketika laporan akhir disiapkan. Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia Sesuai dengan GBHN 1993. 18 Desember 06 Mungkin masih segar diingatan kita semua ketika terjadi geger kebocoran pipa PT.” Dasar hukum upaya pelestarian lingkungan hidup adalah Undang undang no 4 tahun 1982 tentang ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup . Laporan sementara ini dapat ditelaah oleh manajemen fasilitas. Langkah terakhir dalam proses audit secara keseluruhan dimulai dengan tindak lanjut terhadap rencana tindakan untuk memastikan bahwa seluruh kekurangan dalam kenyataannya telah diperbaiki. menyiapkan rekomendasi. dan lain-lain sebelum suatu laporan akhir diterbitkan.  Audit Lingkungan Artikel : SumbawaNews.  Pelaksanaan audit lingkungan hidup bersifat sukarela dan pemerintah tidak mewajibkan semua perusahaan melakukan audit lingkungan.comAUDIT LINGKUNGAN : Pentingkah dalam pengelolaan Lingkungan? Senin. memberikan tanggung jawab untuk tindakan korektif dan menetapkan jadwal. Pemimpin tim audit menyiapkan suatu laporan sementara mengenai temuan dan observasi dalam dua minggu dari audit ditempat. sistem yang dianut dalam pelaksanaan pembangunan nasional adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan. Inti Indorayon .Aktivitas setelah Audit Proses audit tidak hanya berakhir pada simpulan dari audit ditempat. Proses mencangkup menentukan lokasi yang potensial. proses perencanaan tindakan biasanya dimulai.

Secara reguler pihak perusahaan melakukan audit lingkungan baik yang dilakukan oleh internal auditor PTNNT maupun auditor coorporate (yang lebih dikenal dengan Audit Five Star). telah menengelamkan 5 Desa. Salah satu bentuk Audit lainnya yang secara reguler diikuti oleh PTNNT adalah program PROPER yang diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Yang menjadi perdebatan. Pertanyaan mendasarnya adalah Sebenarnya apakah audit lingkungan itu? Seberapa pentingkah peran yang dijalankan dalam pengelolaan lingkungan? Secara ringkas Audit Lingkungan adalah sistim evaluasi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif terhadap pengelolaan dampak yang ada maupun potensial dampak dari kegiatan suatu organisasi atas lingkungan yang juga berpengaruh terhadap kinerja suatu organisasi. Sarwono Kusumaatmadja segera menyerukan untuk dilakukan Audit Lingkungan atas aktivitas perusahaan tersebut (Kompas. yang ada sekarang sepatutnya dilengkapi dengan Audit Lingkungan. akan mendongkrak citra perusahaan sebagai perusahaan yang bonafid dan dapat dipercaya dengan tumbuhnya kesadaran lingkungan dari masyarakat. pengelolaan limbahnya.000 m3.co. Data base lingkungan yang tesedia. dengan memberi mereka informasi aktivitas organisasi mengelola lingkungan dari data base di atas. sistim tanggap darurat termasuk pula tanggung jawab manajemen. indikator kinerja. pentaatan terhadap peraturan dalam pengelolaan lingkungan seperti emisi ke udara. belasan pabrik dan memuntahkan sekitar 50. Apalagi Audit Lingkungan haruslah menjamin adanya database lingkungan yang menyeluruh untuk pengelolaan kewaspadaan serta pengambilan keputusan untuk pemantauan fasilitas yang telah dan akan dibangun. 13 Agustus 2006) bahkan saat ini sudah mencapai 150. pembuangan ke air. komunikasi dan kursus-kursus yang diberikan kepada staffnya. Lapindo Brantas yang telah memasuki bulan ketiga sejak semburan pertama pada tanggal 29 Mei. yaitu RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan) dan RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan) suatu kegiatan. dimana hasil kinerja perusahaan ini termasuk baik dalam pengelolaan lingkungannya (www. Sigi 30 menit.Utama (PTIIU).newmont. Karena salah satu kegunaan Audit Lingkungan adalah untuk menguji. Menteri Negara Lingkungan Hidup ketika itu. setidak-tidaknya masalah trasnparansi menjadi penting disini. Audit Lingkungan bisa diterapkan secara luas bukan saja bagi departemen-departemen di pemerintahan. Apa yang dievaluasi biasanya termasuk pengelolaan lingkungan dari organisasi itu. juga untuk perusahaan bisnis. . apakah audit Lingkungan itu bersifat keharusan (mandatory) sehingga dapat dipaksakan berlakunya oleh pemerintah. hal yang diaudit meliputi aspek-aspek sistem manajemen dan standar kinerja.000 m3 lumpur panas perharinya (SCTV. bahkan termasuk kelompok-kelompok lingkungan. Atau kejadian yang lagi menghangat saat ini yaitu semburan lumpur panas PT. 10 November 1993). sebagai sebuah dokumen yang berisikan potensipotensi dampak. atau semata-mata kerelaan sang pengusaha untuk menjalankannya sebagai bagian dari manajemen internal mereka? Karena itu ada pendapat jika memang Audit Lingkungan merupakan urusan intern perusahaan.id). pelaporan. Salah satu contoh perusahaan yang menerapkan audit lingkungan melalui sistim manajemen lingkungan adalah PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). sistem pengelolaan dan pemantauan dampak. Audit Lingkungan juga membantu pihak yang berwenang di bidang lingkungan. sistim dokumentasi. Manfaat Audit Lingkungan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). skala besaran dampak. sebaliknya. Apalagi mengingat kesalahan dalam mengelola lingkungan tidak hanya ditanggung oleh pengusaha. sehingga pihak luar dapat menjalankan fungsinya sebagai eksternal kontrol. tetapi juga masyarakat lainnya. mengecek kinerja program lingkungan dari suatu organisasi secara berkala sehingga akan memperkuat penerapan rekomendasi dalam dua dokumen penting di AMDAL.

hal ini sangat memerlukan 'niat baik' dari sang pemrakarsa audit lingkungan untuk mau terbuka atas aktivitas mereka. Tetapi untuk ketidakpatuhan penanggung jawab usaha dan atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan maka Menteri mempunyai hak untuk mewajibkan audit lingkungan terhadap usaha/kegiatan tersebut (KepMENLH 30/2001). Jelas. melakukan manajemen review yang pada akhirnya dilakukan pelaporan Audit dan rekomendasi tindak-lanjut kegiatan untuk perbaikan berkelanjutan (continual improvement). Rekomendasi tindak lanjut merupakan unsur penting yang akan membawa sebuah organisasi kepada perubahan-perubahan dan pada muaranya terjadi perbaikan dalam pengelolaan lingkungan. Hal di atas agak riskan mengingat pengusaha biasanya enggan untuk membuka 'jati dirinya' karena persaingan bisnis misalnya. Verifikasi prosedur dan pengukuran kinerja. Jika. kemandirian auditor harus pula dijaga agar tidak terpengaruh oleh situasi atau tekanan lainnya ketika mereka melakukan kunjungan lapangan. adanya Auditor yang mandiri yang tidak mempunyai kepentingan apapun akan fasilitas yang sedang diaudit. IIU maupun PT. Hal ini penting dilakukan agar ada kepastian bahwa informasi yang didapat memang benar-benar akurat. maka apa yang disinyalir para praktisi AMDAL akan .42 Tahun 94 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Audit Lingkungan telah menegaskan sikap pemerintah dan mengakhiri perdebatan apakah audit lingkungan bersifat sukarela atau kewajiban. maka usaha Audit Lingkungan yang telah dilakukan menjadi sia-sia. setidaknya ada lima elemen penting yang harus diperhatikan. masalah penegakan tidak dapat diselesaikan. Jika sudah begini. maka audit lingkungan dipandang hanya sebagai tambahan pekerjaan dan biaya tanpa kejelasan makna perlindungan lingkungan lagi. Agar audit lingkungan dapat berjalan dengan efektif. menganalisis dokumendokumen terkait. dan pembuat studi AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) banyak yang pesimis akan kegunaan Audit Lingkungan karena masalah utamanya adalah bagaimana rekomendasi-rekomendasi AMDAL dapat diterapkan. Terakhir. Perkembangan Audit Lingkungan di Indonesia Pada awal perkembangannya wacana tentang audit lingkungan mengalami perdebatan yang cukup panjang antara pihak yang berpikiran bahwa audit lingkungan hanya sebagai management tool yang lemah segi penegakannya maupun pihak yang berpendapat bahwa audit lingkungan bisa digunakan sebagai enforcement tool agar rekomendasi yang ada dalam RKL dan RPL dapat dilaksanakan. Kedua. Jika tidak. harus ada mekanisme tindak lanjut dari rekomendasi yang didapat selama Audit Lingkungan.Proses yang dijalankan untuk melakukan Audit Lingkungan haruslah dilakukan secara menyeluruh termasuk melakukan audit organisasi dan pesonalnya. merupakan dua hal berikutnya dari elemen Audit Lingkungan. sehingga yang diperlukan adalah pengawasan (surveilance) dan penegakan (enforcement) agar hasil studi AMDAL dapat dijalankan oleh pemrakarsa. Nampaknya pemerintah lebih suka untuk melepaskan perdebatan tentang Audit Lingkungan. Surat Keputusan tersebut jelas menyebutkan bahwa audit lingkungan adalah sukarela dan dengan ruang lingkup yang fleksibel. penyelidikan lapangan (on-site investigation) dengan mewawancarai staff dengan variasi jabatannya. Lapindo Brantas apakah kita semua tahu tentang langkah tindak lanjut maupun penyebab dari kejadian tersebut yang sebenarnya atau parahnya lagi apakah mereka sudah melakukan audit lingkungan? Kita hanya mendengarkan informasi dari media padahal dampak yang ditimbulkan sangatlah besar bukan semata hanya dari sisi lingkungan tetapi sudah mengarah ke sosial. Sehingga dapat dipahami bahwa para praktisi. Keluarnya Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup NO. Menyimak kasus PT. Ini penting untuk menjaga keobyektifan penilaian. Pertama diperlukan komitmen dari perusahaan itu agar mau terbuka dan jujur dalam memberikan data.

mendekati kenyataan. atau semata-mata kerelaan sang pengusaha untuk menjalankannya sebagai bagian dari manajemen internal mereka? Karena itu ada pendapat jika memang Audit Lingkungan merupakan urusan intern perusahaan. Jika tidak. harus ada mekanisme tindak lanjut dari rekomendasi yang didapat selama Audit Lingkungan. Komentar : Menurut saya Agar audit lingkungan dapat berjalan dengan efektif. sehingga pihak luar dapat menjalankan fungsinya sebagai eksternal control. maka usaha Audit Lingkungan yang telah dilakukan menjadi sia-sia. . Pertama diperlukan komitmen dari perusahaan itu agar mau terbuka dan jujur dalam memberikan data. audit Lingkungan itu bersifat keharusan (mandatory) sehingga dapat dipaksakan berlakunya oleh pemerintah. bahwa audit lingkungan menjadi tidak bermakna. Terakhir. setidaknya ada lima elemen penting yang harus diperhatikan. setidak-tidaknya masalah trasnparansi menjadi penting disini. adanya Auditor yang mandiri yang tidak mempunyai kepentingan apapun akan fasilitas yang sedang diaudit. Kedua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful