P. 1
2

2

|Views: 222|Likes:
Published by I'am Sasmito

More info:

Published by: I'am Sasmito on Feb 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2014

pdf

text

original

Squalen Vol. 2 No.

1, Juni 2007

PROSPEK PENGEMBANGAN PENYAMAKAN KULIT IKAN
Hari Eko Irianto*), Nur Retnowati**) dan Nurul Hak*)
ABSTRAK Penyamakan kulit merupakan suatu usaha yang dapat memberikan nilai tambah yang cukup tinggi terhadap kulit, seperti kulit sapi, kambing dan reptilia. Kulit ikan memiliki karakteristik yang sesuai untuk diolah menjadi kulit tersamak, sehingga dapat dikembangkan industrinya pada masa yang akan datang. Kulit ikan yang memiliki prospek baik untuk dikembangkan industri penyamakannya ditinjau dari ketersediaan sumberdayanya adalah kulit ikan cucut dan pari. Jenis usaha yang dapat dikembangkan untuk kulit ikan adalah usaha penyediaan bahan mentah, usaha penyamakan kulit dan usaha kerajinan kulit. Teknologi penyamakan untuk kedua jenis kulit tersebut telah tersedia. Berdasarkan analisis kelayakan usaha, penyamakan kulit ikan merupakan usaha yang dapat memberikan keuntungan.

KATA KUNCI: penyamakan kulit ikan, kulit ikan cucut, kulit ikan pari, analisa kelayakan usaha

PENDAHULUAN Salah satu komoditi industri yang penting dan strategis serta mempunyai potensi untuk dapat dikembangkan dengan baik di Indonesia adalah industri perkulitan, baik melalui pemasaran di dalam negeri maupun untuk ekspor. Ekspor produk kulit Indonesia pada periode tahun 2000-2004 mengalami peningkatan, yaitu dari US$ 1,225 milyar pada tahun 2000 menjadi US$3,106 milyar pada tahun 2004 (Antara News, 2006). Industri perkulitan yang telah merupakan sumber devisa, disamping dapat menyediakan lapangan kerja yang cukup luas, juga dapat meningkatkan nilai tambah yang cukup tinggi bagi komoditi kulit. Sampai saat ini industri perkulitan yang ada dan berkembang di Indonesia masih terbatas pada usaha penyamakan kulit hewan darat, seperti sapi, kambing dan reptilia. Sedangkan industri perkulitan yang bergerak dalam usaha penyamakan kulit hewan perairan ternyata masih sulit untuk ditemukan. Dengan mempertimbangkan sifat-sifat manusia yang selalu menyenangi hal-hal yang antik dan langka, maka sudah waktunya untuk memulai memanfaatkan sumberdaya perairan, khususnya sumberdaya perikanan yang cukup berlimpah di Indonesia, terutama bagi pengembangan industri penyamakan kulit hewan perairan. Komoditi tersebut sebenarnya masih tergolong langka di pasar global. Letak Indonesia di daerah tropis dengan perairannya yang cukup luas sebenarnya sangat menguntungkan karena dapat menyediakan hewan perairan dengan jenis yang banyak ragamnya dibandingkan daerah lainnya. Pada

prinsipnya kulit dari semua jenis ikan dapat diolah menjadi kulit tersamak, tetapi untuk mendapatkan kulit tersamak yang baik dan proses pengolahan yang efektif perlu dipertimbangkan beberapa persyaratan. Sampai saat ini kulit ikan masih merupakan limbah, sehingga kurang mendapat perhatian di dalam penanganan dan pengawetan untuk mempertahankan kesegarannya. Bahkan bila belum ada usaha untuk pemanfaatannya, kulit ikan dibuang begitu saja.

TUJUAN PENYAMAKAN KULIT IKAN Dengan memperhatikan ketersediaan sumberdaya perikanan yang dimiliki oleh Indonesia, pada prinsipnya tujuan yang realistis dari pemanfaatan kulit ikan dengan mengolahnya menjadi kulit tersamak adalah terutama dalam rangka untuk: a. Mengoptimumkan pemanfaatan sumber daya perikanan, sehingga akan dapat dihasilkan industri perikanan yang mendekati konsep zero waste industry . b. Meningkatkan nilai tambah kulit ikan yang selama ini kurang dimanfaatkan dan bahkan cenderung dapat digolongkan sebagai limbah. Nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahannya menjadi kulit ikan tersamak dapat mencapai 30-60% (Anon., 2006a). Harga kulit ikan kakap dan kerapu berukuran lebar 12-15 cm yang sudah disamak mencapai Rp. 25.000,- sedangkan harga tas dan sepatu kulit ikan tersebut yang diproduksi oleh pengrajin Tanggulangin-Sidoarjo dan Semarang adalah Rp.150.000,- sampai Rp.300.000,- (Anon., 2006b).

*)
**)

Peneliti pada Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Direktorat Pengolahan Hasil, Dit.Jen. Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, DKP

7

Menurut Nasran & Irianto (1987). tas. Dengan melihat tujuan di atas yang diharapkan akan dapat dicapai dari kegiatan penyamakan kulit ikan. Sebelum perang dunia ke-2. selatan Jawa. d. ikat pinggang. Jenis ikan cucut yang dapat menghasilkan kulit dengan mutu yang baik dapat dilihat pada Tabel 1. Retnowati dan N. jaket. yaitu usaha kerajinan kulit ikan tersamak yang memiliki berbagai keunikan tergantung dari jenis ikannya. e.994 lembar kulit ikan pari (Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. 2006a). yaitu dengan ukuran panjang antara 0.977 ton. Pada zaman dahulu kala kulit cucut tersamak digunakan sebagai sarung dan pelapis gagang samurai oleh pendekar samurai di Jepang. membuka peluang bagi kulit ikan yang telah disamak untuk menjadi salah satu alternatif penggantinya. Tetapi secara umum. Selat Malaka. Sedangkan ikan pari yang banyak terdapat di perairan Indonesia adalah pari kampret. E. Sukabumi. domba dan sapi (Anon. pedagang kulit ikan awetan. selatan Sulawesi dan Maluku/Irian Jaya.276 lembar kulit cucut dan 1. sehingga mempengaruhi pemanfaatannya. Yogyakarta dan Bandung merupakan pasar potensial bagi kulit ikan yang telah disamak. Butiran sisik tersebut dapat diamplas sampai manjadi rata dengan permukaan kulit atau dibiarkan dalam bentuk aslinya. disamak dengan baik. Pada bagian tengah kulit terdapat satu butir sisik yang paling besar. Brody (1965) menyatakan bahwa karena kekuatannya pula kulit ikan cucut sangat sesuai digunakan pada bagian bawah sepatu boot koboi atau sepatu anak-anak. dan usaha penyamakan kulit ikan. sedangkan butiran lainnya semakin ke tepi semakin kecil. Sedangkan ikan pari banyak ditangkap di perairan Selat Malaka. Industri kerajinan kulit dalam negeri seperti yang ada di Sidoarjo. Sedangkan kulit ikan pari oleh pengolah di Muara Angke. gantungan kunci dan lain-lain. Semarang. selatan/barat Kalimantan. Kulit ikan pari dan kakap digunakan untuk kerupuk kulit (Anon. Sedangkan cucut yang berukuran besar biasanya hanya hidup di perairan yang lebih dalam (oceanic waters).. Sejalan dengan semakin mahalnya bahan baku untuk industri kerajinan yang berasal dari kulit kambing. timur Sumatera. Kulit pari memiliki bentuk dan corak sisik yang sangat khas. jaket. KETERSEDIAAN PASAR Produk kulit dapat dipasarkan dalam bentuk kulit awetan. Hak c. dapat diperoleh gambaran bahwa usaha penyamakan kulit ikan memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. pari kelapa dan pari burung. kulit ikan cucut sangat kuat sekali dan tidak mudah robek.717 ton dan 57. berupa butiran-butiran kecil yang dapat mengeluarkan cahaya yang gemerlapan apabila 8 . N. sehingga dapat memberikan sumbangan devisa terhadap negara. tetapi telah digunakan untuk keperluan pangan. 82% di antaranya termasuk jenis-jenis yang berukuran kecil. Saat ini diperkirakan ada 350 jenis cucut yang hidup di seluruh perairan Indonesia. utara Jawa dan selatan/ barat Kalimantan. 2006). terlihat ada tonjolan dan teksturnya berpasir. Di Indonesia ikan cucut dan ikan pari tersebar di hampir seluruh perairan dan tertangkap sepanjang tahun (Tabel 2).. kulit tersamak maupun dalam bentuk barang kerajinan yang terbuat dari kulit cucut dan kulit ikan pari tersamak. Menggali produk baru yang mempunyai nilai ekspor. tas. Pemasaran tersebut dapat dilakukan di dalam negeri dan untuk ekspor. timur Sumatera.2 – 2m. utara Jawa. Irianto. Peluang usaha yang berkaitan dengan kulit ikan meliputi usaha pengumpul kulit ikan. dompet. kulit ikan juga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan sepatu. Sifat kulit ikan yang telah disamak sangat dipengaruhi oleh jenis ikan yang digunakan sebagai bahan mentah. ikat pinggang. seperti sepatu. Permukaan alami kulit cucut kasar. Menawarkan peluang usaha baru atau diversifikasi usaha yang sekaligus dapat menciptakan kesempatan kerja. 2006b).279. Magetan. Mendorong berkembangnya usaha lain yang terkait dengan pemanfaatan kulit ikan hasil penyamakan. Pemasaran dalam negeri kulit ikan yang telah disamak terutama untuk memenuhi kebutuhan industri kerajinan dalam negeri. Kulit ikan juga memiliki potensi untuk diolah menjadi kulit tersamak. Jumlah kulit ikan yang dihasilkan diperkirakan 553.H. KETERSEDIAAN BAHAN MENTAH Pada makalah ini pembahasan akan ditekankan pada kulit ikan cucut dan pari. Kulit ikan cucut dipakai sebagai bahan baku untuk pembuatan kerupuk kulit oleh pengolah di Pelabuhan Ratu. PEMANFAATAN KULIT IKAN Saat ini kulit ikan bukanlah tidak dimanfaatkan. seperti halnya dengan jenis kulit yang lain. Jakarta dikembangkan untuk pembuatan hisit tiruan. pari kembang. Ikan cucut banyak tertangkap di perairan sebelah barat Sumatera. kulit cucut diproduksi secara besar-besaran untuk pembuatan sepatu. dompet. Produksi total ikan cucut dan ikan pari pada tahun 2004 masing-masing adalah 50. dan gantungan kunci.

178 37.756 22.276 Ikan pari Volume (ton) 2.618 26.288 1.199 12.015 2.919 11.824 80. Jenis-jenis ikan cucut yang menghasilkan kulit dengan mutu terbaik Ke be ra da a n di pe ra ira n Indone sia um um tidak ada tidak ada tidak ada jarang tidak umum tidak ada tidak ada tidak umum tidak umum ada ada tidak ada um um Na m a la tin Galeocerda c uvieri Ginglym os tom a c irratum Negaprion b revirostris Carcharinus ob s c urus E ugomphodes taurus Carharinus leuc as Lam na nas us Carcharinus m aclofi Carcharinus lim b atus Carcharinus plum b eus Isurus oxyrinc hus S phyrna mok arran P ris tiophorus nudipinnis P rionoc e glauc a Sumber: Nasran & Irianto (1987) Na m a Inggris Tiger s hark Nurs e s hark Lemon s hark Dus k y s hark S and shark B ull s hark Mac k erel s hark Night shark B lack tip s hark B rown shark Mak o s hark Ham m erhead shark S aw s hark B lue shark Tabel 2.232 32.855 50.155 4.47 4.933 3.996 305.784 3.733 20.628 50.716 19.279.119 951 3.093 1.197 57.304 172.354 103 1. Juni 2007 Tabel 1.352 122.68 72.717 65.977 Kulit (lembar) ** 6.Squalen Vol. 2 No.682 74.348 5.994 Barat Sumatera Selatan Jawa Selat Malaka Timur Sumatera Utara Jawa Bali.806 3. 1.662 130.702 37.298 13.649 1. Nusa Tenggara Timur Selatan/Barat Kalimantan Timur Kalimantan Selatan Sulawesi Utara Sulawesi Maluku/Irian Jaya Total Sumber: Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (2006) Catatan: *) dihitung berdasarkan asumsi: 60% ikan kulitnya memenuhi syarat untuk disamak (berberat 55 kg/ekor) **) dihitung berdasarkan asumsi: 60% ikan kulitnya memenuhi syarat untuk disamak (berberat 25kg/ekor) 9 .254 6.469 4.935 45.472 277. Produksi ikan cucut dan ikan pari serta perkiraan kulit yang dapat dihasilkan berdasarkan lokasi perairan pada tahun 2004 Ikan cucut Perairan pantai VolumeKulit (ton) (lembar)* 6.327 53.305 553.592 182.096 7.419 1.496 2.

Pada umumnya diharapkan semua bagian kulit ikan ikut terambil dalam keadaan utuh dan tidak sobek/rusak.H. 2006a. khususnya kota Paris yang merupakan pusat mode dunia dapat dijadikan sasaran ekspor produk kulit ikan yang telah disamak dan mungkin juga produk hasil kerajinannya. yaitu ikan kerapu. Keunikan tersebut memberikan kebanggaan tersendiri bagi pemilik produk dompet ini. Tas terbuat dari kulit sapi. Anon. Tambunan. 1984a. 2006b). Hak. KETERSEDIAAN TEKNOLOGI Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan telah mengembangkan teknologi pengawetan dan penyamakan kulit ikan cucut. memasarkan produknya dengan beberapa kategori. Akan tetapi diperlukan kecermatan yang lebih tinggi pada proses penjahitan.. Retnowati dan N. sehingga diperoleh lembaran kulit yang luas. E. Negara-negara Asia yang dapat dijadikan tujuan ekspor kulit ikan tersamak adalah Jepang. Selain itu kulit ikan dapat diawetkan dalam larutan garam jenuh dan menaburkan garam di atas permukaan kulit. Balai Besar Kulit. pari dan kakap Teknik Penyamakan Teknik penyamakan kulit ikan cucut dan pari tidak berbeda banyak. 1984. pengawetan dan penyamakan kulit ikan cucut dan ikan pari. 2002a. Pemotongan dan perakitan serta penggabungan antara kulit ikan dan kulit sapi sebagai kombinasi dapat dilakukan dengan mudah. terutama akibat ketidakrataan ketebalan kulit. Tas terbuat dari kulit pari. Dompet terbuat dari kulit ikan pari. Kemudian hamparkan kulit yang kedua di atasnya dengan permukaan bekas sayatan menghadap ke atas dan ditaburi garam lagi di atas kulit kedua ini dan seterusnya. Pembuatan sepatu pria sedikit lebih sulit dibandingkan dengan sepatu wanita (Anon. Pengulitan kulit ikan pari dimulai dengan membuat torehan melingkar dengan pisau tajam mengikuti garis sisik pada bagian punggungnya. 2006b). Korea. Perancis.. Pengulitan kulit dimulai dari bagian punggung ke arah bagian perut. Pengeringan antiseptik dilakukan dengan merendam kulit dalam larutan anti jamur. Dari deskripsi produk yang diberikan oleh [Q]-lit Leather Lifestyle tampak jelas bahwa keunikan yang dimiliki oleh kulit ikan pari tersamak yang dijadikan sebagai bahan baku lebih ditonjolkan untuk menarik pembeli. Hak Berdasarkan pengalaman. (Hak et al. Tambunan. Sedangkan untuk pasar ekspor dapat mengikuti pemasaran seperti yang telah dilakukan oleh kulit kambing. Thailand dan Singapura. Kulit ikan dari jenis ikan yang lain juga memiliki keunikan-keunikan spesifik yang diduga juga dapat menarik pembeli produk kulit tersamak atau hasil kerajinan yang dihasilkannya. karena 10 . 1981. Pengeringan dilakukan dengan menjemur kulit di bawah sinar matahari. Penyamakan menghasilkan kulit dengan tekstur yang unik.. Keunikan tekstur kulit memberikan kebanggaan tersendiri bagi para pemiliki produk ini. domba dan sapi ataupun kulit reptil. yaitu pengeringan langsung dengan diberi antiseptik sebelumnya dan pengawetan bergaram. 1982. 2002b). Sedangkan cara pengawetan kulit yang lain dilakukan dengan cara menaburkan garam secara merata di atas permukaan bagian kulit bekas sayatan. kemudian dibentangkan pada papan perentang. Kategori dan cuplikan deskripsi dari produk tersebut diantaranya adalah sebagai berikut ([Q]-lit Leather Lifestyle): a. Tekstur yang dimilliki oleh ikan pari memberikan ornamen yang unik apalagi ditambah dengan pewarnaan yang khas dapat memberikan kesan tersendiri bagi pemilik tas. b. Dari seekor cucut yang beratnya 50-60 kg dapat diperoleh kulit mentah yang beratnya 2 kg. sirip dan kepalanya dipotong. Teknik Pengulitan Teknik pengulitan ikan yang ditujukan untuk disamak tergantung dari jenis ikannya. Teknik Pengawetan Pada prinsipnya teknik pengawetan kulit ikan dapat dilakukan dengan dua cara. dengan luas 6 feet2 dan tebal sekitar 2-3 mm. c. 2000. kakap dan pari (Anon. 1984b. Perbedaannya hanya pada penggunaan bahan-bahan penyamakan. Hak et al. N. Pengulitan ikan cucut dilakukan setelah bagian ekor. seperti kulit ikan pari dan kulit katak. Irianto. Serangkaian penelitian telah dilakukan untuk pengembangan teknologi pengawetan dan penyamakan kulit cucut (Yunizal et al. Sebuah toko ritel dan distributor di Yogyakarta khusus produk-produk dari kulit yang unik. pemanfaatan kulit ikan yang telah disamak untuk pembuatan sepatu wanita tidak mengalami hambatan. Untuk ikan dengan berat 20-25 kg akan diperoleh kulit dengan panjang 60-70 cm dan lebar 30-50 cm. 1985). Aksesoris terbuat dari kulit ikan pari. kulit ular bahkan kulit buaya sudah merupakan sesuatu yang biasa. Berikut ini diuraikan metoda pengulitan. Teknik pengulitan untuk kulit ikan cucut dan ikan pari berbeda. 2002. Karet dan Plastik Yogyakarta telah berhasil menyamak kulit berbagai jenis ikan.

Usaha Penyamakan Kulit Ikan Usaha penyamakan dilakukan oleh perusahaan. Selain itu kulit mentah sudah dapat diekspor ke luar negeri. 1.Squalen Vol. Usaha Kerajinan Usaha kerajinan kulit merupakan salah satu usaha utama yang akan menyerap kulit ikan cucut dan pari Dilihat dari biaya yang dikeluarkan. karena memerlukan biaya yang relatif besar. Untuk ini diperlukan pengkajian tersendiri dengan mempertimbangkan efisiensi secara teknis maupun ekonomis. bunga pinjaman 24% per tahun. Usaha kerajinan kulit dapat merupakan usaha yang terpisah dari usaha penyamakan kulit atau merupakan divisi tersendiri dari suatu perusahaan penyamakan kulit. komponen biaya bahan baku pada penyamakan kulit pari mencapai 53. bahan penyamak. Sedangkan kulit yang akan disamak berasal dari pengumpul atau hasil pengumpulan sendiri yang telah diawetkan garam atau telah dikeringkan. Sementara itu.90 %) lebih rendah dibandingkan pada penyamakan kulit ikan cucut (43. Usaha penyamakan kulit ikan c. penyamakan ulang.80 % dari total biaya. Usaha penyediaan bahan mentah kulit ikan untuk penyamakan b. Produk yang dihasilkan terutama untuk ekspor mengingat harga produk tersebut relatif lebih mahal dibandingkan dengan kerajinan dari kulit hewan darat. Untuk penyamakan kulit ikan cucut dapat digunakan penyamakan khrom dan penyamakan dengan syntan. Mutu kulit ikan cucut dan pari tersamak dapat dilihat pada Lampiran 1. Dari Tabel 5 dapat dijelaskan bahwa usaha penyamakan kulit ikan pari lebih menguntungkan 11 . 2 No. tepung kapur. Mengingat ikan bersifat mudah membusuk bila tidak ditangani dengan baik. pengurangan asam. Untuk kelancaran usaha diperlukan kerjasama yang baik antara pemasok bahan mentah (pengumpul dan nelayan/pengolah ikan cucut dan pari) dan penyamak kulit. Biaya dibagi menjadi biaya tidak tetap dan biaya tetap.89 %). Biaya tidak tetap adalah biaya yang dikeluarkan untuk operasional penyamakan kulit termasuk didalamnya untuk pengadaan garam. Kulit tersamak yang dihasilkan siap dipasarkan lokal untuk memenuhi kebutuhan industri kerajinan dalam negeri atau diekspor ke luar negeri. Juni 2007 disesuaikan dengan sifat kulit ikan yang disamak. Usaha tersebut adalah: a. Sedangkan untuk penyamakan kulit ikan pari dapat dilakukan dengan penyamakan formalin dan penyamakan dengan irgatan LV. Secara umum proses penyamakan terdiri dari perlakuan pengapuran. POLA USAHA Usaha penyamakan kulit ikan merupakan suatu usaha terpadu terdiri dari beberapa aspek usaha yang masing-masing dapat berdiri sendiri. Untuk mendapatkan hasil pengulitan yang baik dan utuh diperlukan keahlian. yang telah disamak. Usaha kerajinan dari kulit ikan Usaha Pengumpulan Kulit Mentah Usaha ini dapat dilakukan bekerjasama dengan nelayan atau pengolah daging ikan cucut atau daging ikan pari. sedangkan komponen biaya bahan baku pada penyamakan kulit ikan cucut basah hanya setengahnya (25. Pola usaha yang dapat dikembangkan untuk usaha penyamakan kulit ikan dapat dilihat pada Gambar 1. oleh karena itu pelatihan pengulitan diperlukan bagi nelayan dan pengolah. usaha penyamakan kulit ikan dirancang dilakukan dengan skala 100 kg kulit ikan basah untuk sekali produksi. Hasil dari perhitungan dapat dilihat pada Tabel 5.15 %). peminyakan dan finishing. biaya yang digunakan untuk bahan pembantu pada penyamakan kulit ikan pari (26. lama produksi 1 (satu) minggu. sehingga kurang efisien bila dilakukan oleh nelayan atau pengumpul. tenaga kerja. bahan bakar listrik dan minyak atau juga merupakan biaya yang dikeluarkan dalam satu kali proses. Bila memungkinkan perlu dibentuk suatu hubungan yang mengikat antara pengumpul kulit ikan mentah dengan nelayan atau pengolah. pembuangan kapur. pengasaman. Sedangkan biaya tetap adalah biaya yang tidak habis dalam satu kali proses dan umumnya diganti dalam satu tahun sekali. KELAYAKAN USAHA PENYAMAKAN KULIT IKAN Pada analisis kelayakan ekonomi di dalam kajian ini. mesin penyamak dan alat bantu lainnya dapat dilihat pada Tabel 3. maka pengulitan harus dilakukan sesegera mungkin. tetapi menunjukkan saling ketergantungan. penyamakan. Untuk analisis kelayakan usaha perlu ditentukan struktur biaya dan keuntungan yang diinginkan. Investasi terdiri dari tanah dan bangunan. netralisasi. Data teknis yang berhubungan dengan biaya tetap dan tidak tetap pada usaha penyamakan kulit ikan cucut dan pari dapat dilihat pada Tabel 4. pengetaman. Biaya tetap ini dihitung berdasarkan biaya modal (bunga dan penyusutan) yang dikoreksi dengan capital gain.

Keterpaduan pengembangan pengusahaan kulit ikan 12 .H. Pola usaha penyamakan kulit ikan pari PAKET TEKNOLOGI RANTAI KEGIATAN JENIS USAHA Teknik Penangkapan Teknik Pengulitan dan Pengawetan Ekspor Teknik Penyamakan Ekspor Teknik. Retnowati dan N. N. Hak Nelayan/ pengolah ikan cucut/ pari Nelayan/ pengolah ikan cucut/ pari Nelayan/ pengolah ikan cucut/ pari Nelayan/ pengolah ikan cucut/ pari Nelayan/ pengolah ikan cucut/ pari Nelayan/ pengolah ikan cucut/ pari Pengumpul kulit Pengumpul kulit Pengumpul kulit Penyamak kulit Pemasaran Industri kulit lokal Ekspor Gambar 1. E. Irianto. Disain dan Model Barang Ekspor Sistem dan Informasi Pasar IKAN CUCUT/PARI BAHAN MENTAH KULIT PENGAWETAN Usaha Penangkapan Usaha Pengumpulan Kulit Mentah PENYAMAKAN KULIT UsahaPenyamakan Kulit PEMBUATAN BARANG Usaha Kerajinan Kulit PEMASARAN DALAM NEGERI Gambar 2.

gayung.000 Tabel 4.200..000/ m 2 1 paket 74.000 dibandingkan dengan penyamakan kulit ikan cucut.000. karena nilai jual kulit ikan pari tersamak lebih mahal dibandingkan dengan harga kulit ikan cucut. 2 No.000 Jumlah total (Rp) 4. 795.000 14. Tetapi.000 20. Juni 2007 Tabel 3. peregang.000 .000.0.Kulit pari .000 24.Kulit ikan pari . triplek.000.000 74.000 2.000.000 2.53.000. dan lain-lain) Total 2 unit 1 unit 1 unit 1 paket 25. kulit cucut ternyata masih lebih murah. apabila dilihat ukuran kulit dengan ukuran luas yang sama.untuk kulit pari .000 5.000 2. secara 13 .000 445.Tanah Jenis inve sta si Kua ntita s 3 x 30 m 2 100.93.795.Timbangan .000 125.untuk kulit cucut Penyusutan peralatan Penyusutan bangunan Harga kulit kering .000.000. ember.000. 0.000 12.Kulit cucut Kuantitas 100 kg atau 200 lembar 100 kg atau 40 lembar 3 orang 600.000.Bangunan kantor dan tempat pengolahan 2 Mesin pengolahan dan alat bantu lainnya: . 1. Tetapi.Molen penyamak . Sedangkan untuk kulit ikan cucut diperlukan Rp. pengaduk. tepung kapur dan bahan kimia) Tenaga kerja: (1 kepala produksi + 2 teknisi) Listrik Bahan bakar minyak .000 2.hanya diperlukan Rp.84 383. 1.28 200 lembar 40 lembar 70. 795.000.000 9 kwh 630 5.000 2. Investasi untuk usaha penyamakan kulit ikan cucut dan pari Ha rga /unit Jum lah tota l (Rp)(Rp) No 1 Tempat usaha: .000 1.817.Kompresor dan spray gun .670 10 liter 10 liter 2.214.000 2.000 154.000 2.000. Data teknis untuk penyamakan kulit ikan cucut dan pari Harga/unit (Rp) 40.Squalen Vol.Kulit ikan cucut Bahan Pembantu (garam.000 50.000.000.000 Bahan utama .000 2.000 20.Peralatan lainnya (pisau. Dilihat dari segi efisiensi penggunaan biaya maka pada penyamakan kulit ikan pari juga lebih efisien karena untuk menghasilkan penerimaan sebesar Rp.

Jakarta Hak.Bahan pembantu .93 0. KESIMPULAN Ketersediaan sumberdaya perikanan sebagai sumber bahan mentah. S. 2006..co. 2006a.id/seenws/?d=41089 Anonimous. N.89 100 Persentase terhadap total biaya absolut biaya yang diperlukan untuk memproduksi kulit ikan cucut tersamak lebih rendah. 1984. 2006.) 14.299 0. P. Dit. Nasran. DAFTAR PUSTAKA Antara News.200. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prospek pengembangan industri penyamakan kulit ikan di Indonesia cukup baik. Struktur biaya dan keuntungan usaha penyamakan kulit per 100 kg kulit ikan basah Kulit pa ri (Rp. p.000. Eds). dan ketersediaan pasar di dalam dan luar negeri memberikan peluang untuk pengembangan industri pengolahan kulit ikan. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Perikanan 41: 29-38 Hak.000.15 7. Prospek pengembangan industri pengawetan dan penyamakan kulit cucut.000 600.Bahan bakar Penyusutan Biaya total Keuntungan bersih Biaya total/penerimaan Keuntungan bersih/total biaya Keterangan: *) %* %* 2.Pen. kajian kelayakan ekonomi dengan menggunakan kulit ikan cucut dan kulit ikan pari sebagai model menunjukkan bahwa usaha penyamakan kulit ikan merupakan suatu usaha yang layak untuk dikembangkan. 2000. Puslitbang Eksplorasi Laut dan Perikanan. Hak.) 5.670 829.Tek. 2006b.08 43. 240 – 242. http://www.php?page=company Tambunan. 28-30 Oktober 1987 di Arena Pekan Raya Jakarta.000. H.08 2..07 0. 1985. Teknologi Pengawetan dan Penyamakan Kulit Ikan.E. E. [Q]-lit Leather Lifestyle.53 0.701 6. Penyamakan kulit cucut. Company profile [Q]-lit LeatherLifeStyle. Jakarta. Majalah Handicraft Indonesia.antara. 14 .12 17. Penyamakan kulit pari. Nasran.. Selain itu. 1965.Pen..031 4. 2002. dan Seatiabudi.000 53.000 26. Lap. Makalah disajikan dalam Seminar Internasional Perkulitan dan Persepatuan.R. http://majalahhandicraft. dan Irianto.com/v2/ index. Irianto. Sastrawidjaja dan Sabarudin.15 12. Hak. Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan.634.com/?UncgL0ZlWRi9JblVkU.670 829. S.701 365. Di dalam Kumpulan Hasil-hasil Penelitian Pasca Panen Perikanan (Suparno. Perikanan 35: 35 – 39. Uji coba pengulitan dan pengawetan kulit cucut di Pelabuhan Ratu. ——. AVI.jogja. Retnowati dan N. E. M.90 600. Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2004.031 11. 256 pp.000.000 25. Nasran. Pengaruh kadar Cr2O3 dalam penyamakan chrome kulit cucut dinilai berdasarkan mutu kulit tersamaknya. Lap.80 Kulit cucut (Rp. N.Jen.299 0. Pasar kulit dalam negeri terbuka lebar. N. N. dan Seatiabudi.q-lit. Multi Media Promo Jakarta.89 Biaya da n Penerima an Penerimaan Bahan baku Biaya tidak tetap ..95 0. Leather & Footwear October’87.H. Di dalam Kumpulan Hasil-hasil Penelitian Pasca Panen Perikanan (Suparno. HUS Sinar Harapan Sabtu 19 Agustus 2006 Anonimous. Limbah Kulit Ikan dan Kaki Ayam untuk Kerajinan.Tenaga kerja .000. dan Suherman.000 5.88 100 8.000 5. http://www. Kulit kakap.Tek. ketersediaan teknologi penanganan.434. dari limbah jadi indah. Yunizal. E. N. pengawetan dan penyamakan kulit ikan. 37 pp. khususnya kulit ikan tersamak.565. Fishery by Products Technology. Wesport – Connecticut.000 1.1987. Yunizal dan Sabarudin. Brody. Perikanan Tangkap. S. 2002a.000 4. Hak Tabel 5. Departemen Kelautan dan Perikanan. J.

Bull. Penyamakan kulit kakap dan ikan-ikan sejenis.Pen. Eds).Squalen Vol. 1981.Tek.Pen.42 15 . Di dalam Kumpulan Hasil-hasil Penelitian Pasca Panen Perikanan (Suparno. P. dan Suparno. Perikanan 1 (3): 445 – 462. N. Studi pendahuluan tentang penyamakan kulit cucut dengan bahan nabati. 2002b. 1984a. Pengolahan kulit cucut untuk penyamakan. Juni 2007 Eds). 230 – 236 Yunizal. dan Suparno. Jakarta. Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 1. p. Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. 223 – 229 Tambunan. Lap.R. Hak.Tek. 2 No. Perikanan 16: 13 .Pen. Lap. Pengaruh lamanya pengapuran dan pengasaman kulit cucut terhadap mutu kulit cucut yang disamak chrom. Studi pendahuluan tentang penyamakan kulit cucut dengan bahan nabati. S. Jakarta. dan Sabarudin. dan Setiabudi. Hak. 1982. Nasran. Perikanan 29: 19 – 42 Yunizal. S. Perikanan 28: 39 . N.Pen. E. Yunizal. p.24 Yunizal. Nasran. dan Hak. Hak. N.Tek. N. Lap. 1984b.

k adar m iny ak 5. N. Peny erapan air a.30% 6. Ketahanan regang 5.98% - 16.49% di atas Cr2 O 3. k adar k hrom 4.87 – 40.64% 5.67% di atas 600 P SI 29. Cat 4.54 – 9. E. Irianto.81 – 30. Retnowati.13% 117. Ketahanan s obek 5. Hak Lampiran 1.47% 23. Kadar air 2.97% 0. 2 jam b.37% 4 17. Ketahanan tarik 4. liat dan c uk up lemas M erata di s eluruh k ulit Kuat Elas tis 1-1. Mutu kulit ikan cucut dan ikan pari tersamak Je nis a na lisis Ana lisis orga nole ptik 1. liat dan lemas Rata dan m engk ilap K uat E las tis Beris i. Elas tis itas Ana lisis fisik 1. (2000) Kulit ika n cucut Kulit ika n pa ri Tidak lepas B erisi. 24 jam 6. dan N. k ering b.H. bas ah 3. pH Sumber: Hak et al. Ketahanan gos ok cat a.96 – 19. Tebal 2.41% 35.5 16 . k adar abu total 3. Kelepas an nerf 2. Keadaan k ulit 3.15% 5.79 – 44. Ketahanan letup Ana lisis kim ia 1.5 mm 2-3 m m tidak luntur s edik it luntur 46% tidak luntur s edik it luntur 230-289 k g/c m 2 34-36% 113.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->