P. 1
8. JURNAL PENILAIAN DALAM PENDIDIKAN JASMANIx

8. JURNAL PENILAIAN DALAM PENDIDIKAN JASMANIx

|Views: 431|Likes:
Published by lika_lik

More info:

Published by: lika_lik on Feb 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/19/2014

pdf

text

original

PENILAIAN DALAM PENDIDIKAN JASMANI Tite Juliantine Universitas Pendidikan Indonesia

Abstrak Penilaian pendidikan adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas proses pembelajaran. Penilaian digunakan sebagai usaha untuk melihat keberhasilan proses belajarmengajar yang ditunjukkan dalam bentuk nilai dan juga digunakan sebagai penilaian terhadap usaha dalam rangka perbaikan suatu penampilan. Jadi dalam penilaian harus dilakukan secara adil, dan harus dihubungkan dengan tujuan. Hakekat dan teknik penilaian kelompok mata pelajaran jasmani disusun dalam upaya memfasilitasi pendidik dan satuan pendidikan agar dapat melaksanakan penilaian secara bermutu terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sejalan dengan karakteristik kurikulum berbasis kompetensi yang berorientasi pada penguasaan kompetensi, maka sistem penilaian yang diterapkan berupa sistem penilaian berbasis kompetensi. Dengan demikian standar penilaian pendidikan untuk kurikulum berbasis kompetensi adalah standar sistem penilaian yang berorientasi pada tingkat penguasaan kompetensi yang ditargetkan di dalam kurikulum. Kata kunci : Penilaian, Pendidikan Jasmani

PENDAHULUAN Penilaian merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu proses belajar-mengajar. Penilaian adalah koleksi dari informasi yang valid, reliabel, dan bertujuan untuk meningkatkan penampilan. Penilaian memerlukan informasi yang baik dan informasi yang baik itu harus valid dan reliabel. Penilaian digunakan sebagai usaha untuk melihat keberhasilan proses belajarmengajar yang ditunjukkan dalam bentuk nilai dan juga digunakan sebagai penilaian terhadap usaha dalam rangka perbaikan suatu penampilan. Jadi dalam penilaian harus dilakukan secara adil, dan harus dihubungkan dengan tujuan. Langkah-langkah penting dalam proses penilaian mencakup tujuan, menuangkan kembali tujuan dalam bagian perilaku, berhasil dalam target dan kriteria, mengumpulkan baseline data, mencapai tujuan melalui strategi khusus dan

tujuan. prinsip.pengukuran reguler. Sesuai dengan PP 19 Tahun 2005 bahwa kurikulum yang diterapkan dalam sistem pendidikan di Indonesia adalah kurikulum berbasis kompetensi. dan mengontrol terhadap pengajaran. Hakekat dan teknik penilaian kelompok mata pelajaran jasmani disusun dalam upaya memfasilitasi pendidik dan satuan pendidikan agar dapat melaksanakan penilaian secara bermutu terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. dan salah satunya adalah PP 19 Tahun 2005. telah diundangkan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikamn Nasional. Pada tingkat mata pelajaran. baik menyangkut dasar. Dengan demikian standar penilaian pendidikan untuk kurikulum berbasis kompetensi adalah standar sistem penilaian yang berorientasi pada tingkat penguasaan kompetensi yang ditargetkan di dalam kurikulum. Standar penilaian pendidikan dapat dicapai manakala ada aturan yang baku tentang sistem penilaian pendidikan yang diterapkan dalam setiap jenjang pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air dalam rangka menyongsong era glonalisasi. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap ketuntasan belajar peserta didik dan efektivitas proses pembelajaran. PEMBAHASAN Pengertian Penilaian Penilaian pendidikan adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik. memelihara sekaligus mengembangkan keterampilan. yang selanjutnya secara operasional sudah dijabarkan ke dalam beberapa peraturan pemerintah. Fokus penilaian pendidikan adalah keberhasilan belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi yang ditentukan. dan strategi penilaiannya. maka sistem penilaian yang diterapkan berupa sistem penilaian berbasis kompetensi. . Sejalan dengan karakteristik kurikulum berbasis kompetensi yang berorientasi pada penguasaan kompetensi.

Pertama. Sajian dalam bentuk kategorisasi disertai dengan deskriptif-naratif cocok untuk melaporkan aspek afektif. Oleh karena itu. seorang peserta didik kurang berminat terhadap mata pelajaran pendidikan jasmani. penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan dan mencakup seluruh aspek pada diri peserta didik. Untuk tingkat satuan pendidikan. Penilaian Hasil Belajar 1. Misalnya. afektif maupun psikomotor sesuai dengan karakteristik mata pelajaran pendidikan jasmani. . Informasi dalam bentuk angka cocok untuk menyajikan prestasi dalam aspek kognitif dan psikomotor. Setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam menilai hasil belajar peserta didik pada kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. penilaian pendidikan ditujukan untuk menilai hasil belajar peserta didik secara menyeluruh. yakni berupa angka prestasi.kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi (SK) mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Kompetensi Dasar (KD). Kedua. termasuk pembinaan prestasi. Informasi hasil belajar yang menyeluruh menuntut berbagai bentuk sajian. penilaian oleh pendidik terutama ditujukan untuk pengembangan seluruh potensi peserta didik. maka hendaknya diberi motivasi agar ia menjadi lebih berminat. dan deskripsi naratif sesuai dengan aspek yang dinilai. kompetensi yang harus dicapai peserta didik adalah SKL. kategorisasi. afektif dan psikomotor. PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Ketiga. mencakup aspek kognitif. baik aspek kognitif. hasil penilaian pendidikan dapat digunakan untuk menentukan pencapaian kompetensi dan melakukan pembinaan dan pembimbingan pribadi peserta didik.

2. PRINSIP PENILAIAN Prinsip penilaian mengacu pada standar penilaian pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah. adat istiadat. Adil Berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. Penilaian oleh Satuan Pendidikan Penilaian oleh satuan pendidikan merupakan penilaian akhir pada tingkat satuan pendidikan yang bertujuan untuk menilai pencapaian SKL. pendidik menggunakan rubrik atau pedoman dalam memberikan skor terhadap jawaban peserta didik atas butir soal uraian dan tes praktik atau kinerja. dalam rangka meningkatkan objektivitas penilaian. 2. Faktor-faktor tersebut tidak . (b) dasar untuk meningkatkan kinerja pendidik. status social ekonomi dan gender. Penilaian oleh satuan pendidikan digunakan sebagai: (a) salah satu syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. dan (c) dasar untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. suku. Sahih Berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur. untuk memperoleh data yang lebih dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan perlu digunakan banyak teknik penilaian yang dilakukan secara berulang dan berkesinambungan. 3. Oleh karena itu. Objektif Berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas tanpa dipengaruhi oleh subjektivitas penilai. Prinsiprinsip tersebut mencakup : 1.Keempat. Penilaian kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani didasarkan pada hasil ujian sekolah dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. instrumen yang digunakan perlu disusun melalui prosedur sebagaimana dijelaskan dalam panduan agar memiliki bukti kesahihan dan keandalan. Oleh karena itu. budaya.

7. guru mata pelajaran pendidikan jasmani menyiapkan rencana penilaian bersamaan dengan menyusun silabus dan RPP. sementara instrumen yang digunakan sudah memenuhi persyaratan secara kualitatif. Terpadu Berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen kegiatan pembelajaran. instrumen penilaian disusun dengan merujuk pada . Beracuan kriteria Berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. 6. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan dapat mengakses prosedur dan criteria penilaian serta dasar penilaian yang digunakan. berarti proses pembelajaran kurang baik. 8. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. criteria penilaian. pendidik harus memperbaiki rencana dan pelaksanaan pembelajarannya. penilaian dirancang dan dilakukan dengan mengikuti prosedur dan prinsip-prinsip yang ditetapkan. oleh karena itu perlu dihindari agar tidak relevan di dalam penilaian. Sistematis Berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. Oleh karena itu. Terbuka Berarti prosedur penilaian.relevan di dalam penilaian. oleh karena itu perlu dihindari agar tidak berpengaruh terhadap hasil penilaian. Menyeluruh dan berkesinambungan Berarti penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. Dalam hal ini hasil penilaian benar-benar dijadikan dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh peserta didik. Oleh Karen itu. Dalam penilaian kelas. misalnya. Oleh Karen itu. penilaian bukan semata-mata untuk meniali prestasi peserta didik melainkan harus mencakup semua aspek hasil belajar untuk tujuan pembimbing dan pembinaan. Jika hasil penilaian menunjukkan banyak peserta didik yang gagal. 5. Dalam hal demikian. 4.

Kemampuan psikomotor peserta didik ini harus diukur setiap menyelesaikan satu kompetensi tertentu. penguasaan. yaitu mengukur aspek kognitif. dan koordinasi yang merupakan unsur-unsur dalam keterampilan gerak. . maka teknik penilaian dapat berbentuk tes perbuatan/unjuk kerja. prosedur. di samping itu dapat juga dilakukan tes kinerja yang secara khusus dapat menggambarkan keterampilan dalam pendidikan jasmani dan olahraga seperti keterampilan bermain sepak bola. SK. Tes praktek atau tes kinerja (performance test) Tes praktek atau tes kinerja berbentuk tes keterampilan gerak (skill test). Selain itu. Untuk keperluan tersebut. Tes kinerja dalam pendidikan jasmani dimaksudkan untuk mengukur kemampuan psikomotor peserta didik. keterampilan bermain bola basket. pengambilan keputusan didasarkan pada criteria pencapaian yang telah ditetapkan. Kemampuan psikomotor tersebut secara umum mencakup kesegaran jasmani.kompetensi (SKL. afektif dan keterampilan motorik peserta didik. dan pengamatan terhadap perilaku. Adapun teknik penialaiannya sebagai berikut: 1. 9. TEKNIK PENILAIAN Sesuai dengan karakteristik kelompok mata pelajaran ini. maupun hasilnya. baik dari segi teknik. penilaian dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip keilmuan dalam penilaian dan keputusan yang diambil memiliki dasar yang objektif. Melalui tes praktek atau kinerja peserta didik diminta mendemonstrasikan kinerjanya dalam aktivitas jasmani atau melaksanakan berbagai macam tes keterampilan gerak sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran pendidikan jasmani. dan KD). kelincahan. dan tes pengetahuan. Oleh karena itu. Akuntabel Berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. keterampilan bermain bola voli dan sebagainya. maka teknik penilaian mengacu pada aspek yang dinilai.

Kelincahan adalah kemampuan tubuh mengubah arah dengan cepat dan tepat. Pengukuran koordinasi dapat dilakukan dengan berbagai macam tes koordinasi yang sesuai dengan tingkat usia peserta didik dan karakteristik aktivitas jasmani atau cabang olahraga seperti : tes koordinasi mata-tangan. tes koordinasi mata-kaki. dari yang sederhana sampai yang kompleks. intensitas. sehingga dapat diketahui seberapa jauh peserta didik telah menguasai suatu kompetensi berdasarkan kinerja yang ditampilkan selama. Pengukuran kesegaran jasmani ini sebaiknya dilakukan tiap tiga bulan sekali. Pengamatan kompetensi psikomotor dilakukan selama proses pembelajaran pendidikan jasmani yang dipandu dengan pedoman pengamatan. Pengamatan/Observasi terhadap perilaku Pengamatan terhadap kinerja dilakukan untuk mengumpulkan data. tes koordinasi mata-tangan-kaki. dsb. Koordinasi adalah kemampuan tubuh untuk mengelola unsure-unsur yang terlibat dalam proses terjadinya gerakan. dan kualitas tugas gerak yang ditampilkan peserta didik selama proses . sehingga dapat diketahui tingkat perkembangan atau kemajuannya. Pengukuran kesegaran jasmani dapat dilakukan dengan tes kesegaran jasmani yang telah dibakukan dan sesuai dengan tingkat usia peserta didik. 2. Kelincahan peserta didik diukur setelah peserta didik menyelesaikan satu kompetensi tertentu. dan atau setelah beberapa kali proses pembelajaran pendidikan jasmani. Pengukuran kelincahan dapat dilakukan dengan berbagai macam tes kelincahan yang sesuai dengan tingkat usia peserta didik dan karakteristik aktivitas jasmani atau cabang olahraga. tes menggorong (dribble) bola dalam bola basket.Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh melakukan kegiatan seharihari tanpa merasa lelah. sesudah. tes menggorong (dribble) bola dalam sepakbola. seperti Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Pengamatan dilakukan terhadap kompetensi psikomotor menggunakan lembar pengamatan. Pengamatan terhadap kompetensi tersebut mencakuyp : frekuensi. Kemampuan koordinasi peserta didik diukur setelah peserta didik menyelesaikan satu kompetensi tertentu. Tes Aerobik. dan sebagainya.

Berdasarkan waktu pelaksanaannya tes dilakukan dalam situasi yang disediakan khusus. Hasilnya dicatat untuk digunakan sebagai salah satu bahan penilaian proses pembelajaran dan pertimbangan penilaian peserta didik. 3. misalnya : ulangan tengah . Tugas tersebut harus diperiksa oleh guru dan menjadi umpan balik bagi peserta didik. Tes tertulis Tes tertulis digunakan untuk mengungkap pengetahuan yang diperoleh dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Portofolio merupakan kumpulan karya-karya terbaik peserta didik dalam bidang tersebut.pembelajaran termasuk aplikasi teknik dan taktik. Aplikasi teknik adalah pengambilan keputusan untuk menerapkan suatu teknik keterampilan gerak dalam upaya memenangkan pertandingan atau permainan ataupun juga perlombaan. Skor akhir yang dimiliki peserta didik merupakan kumulatif keberhasilan dalam proses pembelajaran dan atau rangkaian proses pembelajaran yang harus dilakukan selama proses pembelajaran. Peserta didik yang berhasil mengaplikasikan teknik diberi skor antara 1-100 sesuai dengan tingkat kemampuan dan kematangannya. pelaksanaan. Tugas yang diberikan pada peserta didik merupakan upaya untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman. Tugas rumah merupakan kegiatan yang diperintahkan guru kepada peserta didik yang diselesaikan di rumah dalam waktu tertentu sesuai dengan tingkat pendidikan atau usia peserta didik. dan atau pengetahuan tentang pendidikan jasmani. Penugasan Penugasan dapat berbentuk portofolio atau tugas rumah tentang perilaku hidup sehat. Taktik adalah kemampuan peserta didik dalam mengekspresikan atau mengkreasikan sesuatu siasat untuk memenangkan pertandingan dan atau berhasil mencetak skor atau memenangkan perlombaan diberi skor antara 1100. 4. Hasilnya dicatat untuk digunakan sebagai salah satu bahan penilaian proses pembelajaran dan pertimbangan penilaian peserta didik. dan sikap peserta didik terhadap kompetensi yang harus dikuasai.

Penilaian portofolio Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai portofolio peserta didik. d. Kompetensi yang dinilai dalam pendidikan kesehatan mencakup penilaian tentang a. Tes jenis ini memerlukan daftar pertanyaan dan pedoman pensekoran. perkembangan. kebersihan pribadi dan lingkungan. rokok dan minuman keras. Dan kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas jasmani. misalnya dalam bentuk kuis. g.semester. penyakit menular. kesehatan reproduksi dan pelecehan seksual. pengetahuan gizi dan makanan. Tes lisan Tes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung antara peserta didik dengan penguji. Jawaban diberikan secara lisan. prestasi. jujur. ulangan akhir semester ataupun ulangan kenaikan kelas. Tes dapat juga dilakukan melekat dalam proses pembelajaran. h. Jurnal Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang terkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif. dan demokratis dalam aktivitas jasmani. kerja sama. f. Kompetensi afektif meliputi perwujudan sikap dalam pembelajaran pendidikan jasmani yang diidentifikasi sebagai sikap sportif. i. Semua hal tersebut dapat diukur . bertanggung jawab. pendidikan keselamatan. 6. dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. penyalah gunaan obat dan psikotropika. untuk mengetahui seberapa jauh peserta didik dapat menguasai atau menyerap materi pelajaran atau kompetensi yang ditargetkan. 5. Portofolio adalah kumpulan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat. disiplin. 9. b. percaya diri. Pengamatan juga dilakukan terhadap perilaku yang ditampilkan peserta didik yang terkait dengan ranah afektif. c.

perlombaan. Kerja sama merupakan salah satu bentuk perilaku social peserta didik dalam bekerja sama dengan peserta didik dalam bekerja sama dengan peserta didik lain dalam upaya memenangkan pertandingan. Demokratis merupakan bentuk perilaku memberi penghargaan terhadap upaya yang dilkukan pasangannya dalam satu kelompok atau tim untuk menentukan taktik dan aplikasi teknik dalam aktivitas jasmani dan olahraga. Percaya diri merupakan bentuk perilaku keberanian mengungkapkan atau mengekspresikan kemampuan diri dalam aktivitas pendidikan jasmani dan olahraga. atau aktivitas jasmani dan olahraga. Motivasi adalah perilaku peserta didik yang menunjukkan semangat dan dorongan peserta didik dalam beraktivitas jasmani dan olahraga. Pengamatan terhadap perilaku sportif merupakan pengamatan terhadap perilaku peserta didik dalam hal kesadaran akan sikap kejujuran dalam upaya memenangkan pertandingan. perlombaan atau permainan. permainan. Disiplin adalah bentuk perilaku mematuhi peraturan dan tata tertib dalam aktivitas pendidikan jasmani dan olahraga. Upaya memenangkan permainan tidak mengandung unsure kecurangan atau tidak sportif. termasuk banyaknya melakukan ulangan dalam setiap tugas gerak dan kesungguhan dalam melakukan. . Tanggung jawab merupakan bentuk perilaku sadar akan apa yang dilakukan atau diperebuat dengan segala konsekuensinya.melalui pengamatan perilaku yang dipandu dengan pedoman pengamatan perilaku.

Rumusan kompetensi mata pelajaran pendidikan jasmani dalam SI dan SKL. Dengan demikian standar penilaian pendidikan untuk kurikulum berbasis kompetensi adalah standar sistem penilaian yang berorientasi pada tingkat penguasaan kompetensi yang ditargetkan di dalam kurikulum. tujuan. 3. prinsip. Standar penilaian pendidikan dapat dicapai manakala ada aturan yang baku tentang sistem penilaian pendidikan yang diterapkan dalam setiap jenjang pendidikan. Karakteristik kelompok mata pelajaran jasmani 2. Observasi (pengamatan) 3. Tes simulasi c. Tes lisan 6.Tabel I. baik menyangkut dasar. . Tes contoh kerja 2. dan strategi penilaiannya. Penilaian portofolio 7. Jurnal Pekerjaan rumah Daftar pertanyaan Lembar penilaian portofolio Buku catatan jurnal Dalam memilih teknik penilaian untuk kelompok mata pelajaran jasmani pendidik perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: 1. 4. Tes identifikasi b. KESIMPULAN Sejalan dengan karakteristik kurikulum berbasis kompetensi yang berorientasi pada penguasaan kompetensi. Klasifikasi Teknik Penilaian serta Bentuk Instrumen Teknik Penilaian 1. menjodohkan. dll. Penugasan individual atau kelompok 5. Rumusan indicator pencapaian setiap KD. maka sistem penilaian yang diterapkan berupa sistem penilaian berbasis kompetensi. Tes praktik (tes kinerja) Bentuk Instrumen a. benar-salah. Tes tertulis Lembar observasi (lembar pengamatan) Tes pilihan : pilihan ganda.

Brown & Benchmark Publishers. www. Rink.google. South California. London Toronto. UT. Siedentop. (1998). (2002). Daryl.id Judith E. Teaching Physical Education for Learning. Measurement for Evaluation in Physical Education and Exercise Science. Jakarta. Third Edition. Penilaian Pengajaran Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan. Andrew S. CV Andira Bandung. Nurhasan. (1991). . keempat. Mc Graw Hill. Penilaian Pembelajaran Penjaskes. Ted A. (1998). Mountain View. Departemen P&K. (1995). (2002).DAFTAR PUSTAKA Adang. Developing Teaching Skills in Physical Education. Mayfield Publishing Company. Baumgartner. Revitalisasi Keterlantaran Pengajaran Dalam Pendidikan Jasmani. Suherman. California. Jackson.co. Edisi Nurhasan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->