P. 1
SOSIOLOGI - Mobilitas Sosial

SOSIOLOGI - Mobilitas Sosial

|Views: 334|Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Khairunnisa Nilamsari on Feb 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/30/2012

pdf

text

original

Þ|ease Wa|tŦŦŦ Þ|ease Wa|tŦŦŦ

A. JENIS - JENIS
MOBILITAS SOSIAL
B. PROSES TERJADINYA
MOBILITAS SOSIAL
C. DAMPAK DARI
MOBILITAS SOSIAL
,-D ,-D
& &
DAMlAK DAll MOLlLlTA$
$O$lAL
,-D ,-D
1. MobiIitas SosiaI VertikaI
Mobilitas sosial vertikal terjadi
jika status sosial seseorang
berubah dari status sosial yang satu
ke status sosial yang lain.
Mobilitas sosial vertikal terbagi
atas mobilitas sosial vertikal yang
naik (social climbing% dan mobilitas
sosial yang turun ((social sinking%.
,-D ,-D
-O@
Mobilitas sosial vertikal yang
naik terjadi ketika seseorang
atau kelompok sosial berubah
status sosialnya dari status sosial
yang rendah ke status sosial
yang tinggi.
Mobilitas sosial vertikal yang
turun terjadi ketika seseorang
atau suatu kelompok sosial
berubah statusnya dari status
sosial yang tinggi ke status sosial
,-D ,-D
-O@
2. R·L.l.·~· S··.~l H··.:·n·~l
R·L.l.·~· S··.~l H··.:·n·~l
·=·~d. ~·~L.l~ ·=·=··~no
n=l~lul~n o=·~l ···.~l ·=·~·.
·.d~l ·=·~d. ·=·uL~H~n ··~·u·
···.~l ·~d~ .nd...du ·=··=Lu·.
R~d~ d~·~·n~, n·L.l.·~· ···.~l
H··.:·n·~l ·.d~l n=nL=·.l~n
·=no~·uH ·=·H~d~· ··~·u· ···.~l
·=·=··~no, ·=·~·. ·=·l~d~no
n·L.l.·~· ···.~l H··.:·n·~l
d.Lu·uHl~n ~o~· ·=·~d.
·=n=o~·~nD·=n=o~·~n, ·=·=··.
,-D ,-D
PROSES TERJADINYA MOBILITAS
SOSIAL
Mobilitas sosial dapat terjadi
dimana pun. Ketika seseorang
memiliki keinginan untuk
mendapatkan kehidupan yang lebih
baik, ia akan melakukan mobilitas
sosial dengan berusaha mendapatkan
pekerjaan dengan pendapatan yang
lebih besar.
Mobilitas sosial tentu saja tidak
terjadi dengan sendirinya. Ada
beberapa faktor yang dapat
,-D ,-D
-O@
. Status sosial
Pada saat lahir, setiap manusia memiliki
status sosial seperti yang dimiliki orang
tuanya. Status yang mereka dapatkan
merupakan status yang dipaksakan karena
mereka belum dapat memilih status sosialnya.
Mereka baru dapat merubah statusnya ketika
sudah besar.
2. Keadaan ekonomi
Banyak orang di dunia ini yang hidup dalam
kemiskinan. Kemiskinan dapat menjadi faktor
pendorong bagi seseorang untuk melakukan
mobilitas sosial dengan harapan untuk
mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
,-D ,-D
-O@
. Situasi politik
Ketika seseorang pindah ke negara atau
daerah lain karena keadaan politik di
negara atau daerah yang ditempati
sebelumnya tidak sesuai dengan yang
dia inginkan dengan harapan untuk
mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
4. Pertambahan penduduk
Ketika di suatu daerah terjadi
pertambahan penduduk yang begitu
pesat sehingga mengurangi lahan
pemukiman dan mempersulit untuk
mendapatkan pekerjaan, maka
seseorang dapat terdorong untuk
melakukan mobilitas sosial.
,-D ,-D
-O@
Selain adanya faktor pendorong, mobilitas
sosial pun dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor berikut.
1. Perubahan kondisi sosial
Salah satu faktor dari luar yang dapat
memengaruhi timbul mobilitas sosial
adalah kemajuan teknologi yang
membuka kemungkinan timbulnya
mobilitas sosial ke atas atau perubahan
ideologi yang dapat menyebabkan
timbulnya stratifikasi sosial yang baru.
2. Pendidikan dan komunikasi
Pendidikan dan komunikasi pun dapat
menjadi faktor yang memengaruhi
mobilitas karena dengan menggunakan
alat komunikasi, seseorang dapat
mengakses pengetahuan. Pengetahuan
,-D ,-D
-O@
3. T|rd|al |e|ar|(ar
3epe(l| vard le(||ral da|ar rasva(a|al. rasva(a|al
da(| |e|as-|e|as sos|a| vard (erdar rer||||| l|rd|al
|e|ar|(ar vard l|rdd|. la| |r| rerda||oal|ar ara|-ara|
le(seoul su||l urlu| re(uoar slalus sos|a|rva |a(era
(erdarrva l|rd|al |er|dupar seca(a e|oror|s. Telap|
seoa|||rva. rasva(a|al da(| |e|as-|e|as sos|a| vard
l|rdd| rer||||| l|rd|al |e|ar|(ar vard (erdar ser|rdda
rerda||oal|ar '|eva|urar sos|a|¨ da|ar rasva(a|al.
1. Peroad|ar |e(ja
J||a pe|e(jaar vard le(sed|a sardal d|spes|a||sas||ar.
roo|||las sos|a| a|ar |erar |a(era seseo(ard a|ar
su||l re(uoar slalus sos|a|rva.
,-D ,-D
-O@
Banvak orana vana bcrusaha un|uk mcmpcrbaiki
s|a|us sosialnva schinaaa ia bcrusaha un|uk mclakukan
mobili|as vcr|ikal vana naik. Bcriku| bcbcrapa cara vana
dilakukan aaar scscorana dapa| mclakukan mobili|as
sosial vcr|ikal vana naik.
1. Pcrubahan s|andar hidup
Kc|ika scscorana mcndapa|kan pcnahasilan vana lcbih
|inaai, s|andar hidupnva pun iku| naik.
2. Pcrubahan |cmpa| |inaaal
Scscorana dapa| mcrubah s|a|us sosialnva kc |inaka|
vana lcbih baik dcnaan cara bcrpindah |cmpa| |inaaal
kc dacrah dcnaan s|andar hidup vana |inaai. Hal ini
dapa| |crjadi jika scscorana |clah mcmiliki pcnahasilan
vana cukup un|uk mclakukan pcrpindahan |crscbu|.
,-D ,-D
-O@
lerubaban tingkab laku
$eseorang yang ingin status sosialnya terlibat lebib
tinggi. maka ia akan berperilaku seperti orang-orang
dengan status yang diinginkannya Tidak banya
perilaku. melainkan kebiasaan. ucapan. dan kegemaran-
kegemaran
lerkawinan
$alab satu cara lain agar seseorang dapat merubab
statusnya ke tingkat yang lebib tinggi adalab dengan
menikab dengan seseorang yang memiliki status sosial
yang lebib baik
Men|adi anggota organisasi tertentu
Dengan men|adi anggota suatu organisasi. seseorang
dapat mengubab status sosialnya $eseorang akan
mendapatkan gengsi yang sesuai dengan organisasi
yang diikutinya. sebingga status sosialnya ikut naik
,-D ,-D
-O@
Mobilitas sosial tidak dapat ter|adi
dengan mudab Ada beberapa faktor yang
dapat men|adi pengbalang ter|adinya
mobilitas sosial Faktor-faktor tersebut
antara lain:
1 perbedaan ras dan agama
2 kemiskinan
perbedaan |enis kelamin
diskriminasi kelas
,-D ,-D
ÞñNPñk ÞñRl N0ßlll1ñt t0tlñl
i. Tcrhadap Stratifikasi SosiaI
Icrubahan sisicm siraiiíikasi sosial dalam suaiu
masyarakai dipcngaruhi olch mobiliias aiau gcrak
sosial yang icrdapai dalam masyarakai icrscbui.
Banyaknya pcngangguran aiau kclompok rcmaja
puius sckolah iidak dapai hindari lagi karcna banyak
para orang iua yang iidak bisa mcmbiyai sckolah
mcrcka. Iakior ckonomi mcrupakan alasan uiama
yang mcnjadikan scbagian dari mcrcka icrpaksa
mcnjadi buruh kasar. pcmulung. aiau pckcrja pabrik.
,-D ,-D
-O@
D| :omo|nn |tu, men|nnhotnuo heh|duoon
mo:uorohot buhon :emoto-moto horeno
d|oennoruh| :emoh|n bonuohnuo oobr|h-oobr|h
uonn bonuoh menueroo tenono her|o. Uooh
buruh uonn rendoh, oer||ndunnon
hetenonoher|oon uonn huronn memodo| :erto
m|n|mnuo heoedu||on oronn uonn duduh d|
:troto oto:, honuo ohon menue|ohterohon
mereho uonn mem|||h| modo| :o|o.
kenuotoon d| |ndone:|o :eoert| :oot |n|,
:e:unnnuhnuo :udoh ter|od| oodo mo:uorohot
£rooo terutomo oodo obod he-I9. ||u:tro:|
ber|hut, :et|dohnuo ohon men|e|o:hon heoodo
Ando menneno| |otor be|ohonn berubohnuo
:|:tem :trot|f|ho:| :o:|o| mo:uorohot.
,-D ,-D
-O@
a. Ioiulahan Sislon Slialifikasi
Iauh-jauh haii, pada alad ko-19, di Liopa ßaial loIah
loijadi sualu nasa dinana koadaan nasvaiakal
okononi Ionah nongaIani nasil vang sangal
nonpiihalinkan. Kaun luiuh nisaInva, noioka vang
lanvak nonguiaslonaga paIing losai, nonduduki
koIas okononi vang paIing luiuk. Akhiinva lak dapal
dipungkiii Iagi, pocahnva koconluiuan paia luiuh
nonicu poilonlangan koIas vang sangal songil.
Monuiul ,7 ,7, poilonlangan koIas sosiaI
konsokuonsi slialifikasi sosiaI di Liopa noiupakan
akilal vang dilinluIkan oIoh kolinpangan daIan
sislon pioduksi alau indusliiaIisasi. Iioduksi alau
indusliiaIisasi noiupakan ciii vang nonlodakan
anlaia nanusia dongan linalang.
,-D ,-D
-O@
Mcnurui Karl Mar× (Dudy L. Worang, 1983. 99i
londisi yang icrjadi dalam pcricniangan lcdua lclas
icrsclui mcngIasillan pola Iulungan-Iulungan
sclagai lcrilui.
1i DíIotonís
Malsudnya laIwa masyaralai sccara Iisioris
dilagi lc dalam dua lclas, dimana lcduanya
saling lcrganiung dcmi lclangsungan
clsisicnsinya.
2i Antugonístís
Malsudnya lcdua lclas icrsclui mcmilili
lcpcniingan yang lcricniangan sccara mcndasar.
3i OIucItí]
Ariinya lclas-lclas iiu ada larcna lcpcniingannya
yang mcndorong mcrcla ada.
4i Dínunís
Malsudnya ada pcrjuangan yang icrus-mcncrus
icrjadi di aniara lcdua lclas icrsclui.
,-D ,-D
-O@
Menurut Max Veler. seorang sosiolog Jerman.
sistem stratilikasi tiJak hanya lerJasar paJa
perleJaan kelas sosial Jalam sistem proJuktivitas.
Paling tiJak. terJapat tiga laktor yang menyelalkan
terjaJinya perleJaan stratilikasi sosial Ji
masyarakat.
I) Kelas
DiJasarkan paJa kepemilikan seseorang laik
yang lerupa kekayaan. maupun keahlian (skill).
2) Status
Menunjuk paJa preJikat seseorang yang
menJasarkan Jiri paJa kehormatan.
3) Kekuasaan
Merujuk paJa kemampuan seseorang untuk
memerintah atau memengaruhi orang lain.
,-D ,-D
-O@
b. Peiubahan Status uan Kelas
Peisoalan peigesaian stiuktui sosial yang teijaui
ui masyaiakat, tiuak begitu saja uapat uisimpulkan
sebagai gejala alamiah yang teijaui.
Bisa uicontohkan, misalnya ketika paua masa
lampau kaum alim ulama memanuang suatu gejala
sosial seolah-olah beiubah begitu saja.
Akan tetapi, panuangan atas uasai pijakan
sepihak saja, bukanlah suatu kebenaiam mutlak
kaiena hal itu teilalu sempit uan teilalu beiat
sebelah. Tiuak jaiang teijaui seseoiang yang suuah
'kenyang' uengan ajaian agama, suatu ketika paua
saat ia keluai uaii lingkungan teisebut, justiu akan
mengalami kehiuupan yang bisa jaui peitentangan
uengan ajaian agama yang peinah ia peioleh.
,-D ,-D
-O@
Stutus yung berudu pudu suluh sutu luplsun
musyurukut, dltentukun jugu oleh fuktor soslul
kulturul.
Mellhut dlkotoml musyurukut yung terbugl
bugl, terduput duu mucum slstem perkelusun
mendusur (8udy L, vorung, ţ¤8ť : ¤¤).
ţ. lelus keuduun, terjudl kurenu kemumpuun
ekonoml. Pundungun lnl leblh
dltltlkberutkun pudu slfut kuuntltutlf.
Ť. lelus mentulltus, terjudl kurenu
kemumpuun ekonoml. Pundungun lnl leblh
dltltlkberutkun pudu slfut kuulltutlf.
,-D ,-D
-O@
c. i.tiupau,au Sosial
i.tiupau,au sosial u.rupa|au |ous.|u.usi lo,is
·au, t.rjadi a|i|at p.ru|a|au sist.u stratiíi|asi dalau
uas·ara|at, t.rutaua pada uas·ara|at uod.ru.
Dalau Sulasto,a 196S`, diuu,|ap|au |a|«a pola
|idup uas·ara|at dic.ruiu|au dari |.loupo| sosial
·au, |.rsiíat Stratiíi.d, dau u.uuuju||au adau·a
|.tiupau,au. Dari |.loupo| sosial ·au, |.rtiu,|at-
tiu,|at dapat dili|at c.ruiuau adau·a |uda·a ·au,
||usus su|-cultur.`, ·au, |.r|.da satu saua laiu
dalau p.u.|auau paudau,au |idupu·a. S.cara uuuu,
p.u.|auau paudau,au t.rs.|ut u.liputi:
,-D ,-D
-O@
l) koknvnnn íwonIfh)
2) nksos InformnsI íInformnfIon nccoss)
3) kokunsnnn ípowor)
4) kohormnfnn ídoforonco)
ÐnInm konfoks InI, mnsvnrnknf dIbngI ko dnInm
IImn sfrnfn/koIns sosInI vnng momIIIkI ponoknnnn
forhndnp poIn bIdup vnng fImpnng.
l) KoIns nfns íuppor cInss)
Monoknnknn kohIdupnnnvn pndn komownhnn
ígrncofuI IIvIng). Indn koIns InI sImboI sfnfus
vnng domInnn ndnInh fnkfor kofurunnn dnn
kohormnfnn.
2) KoIns monongnh·nfns íuppor·mIddIo cInss)
Monoknnknn kohIdupnnnvn pndn knrIor nfnu
pokorjnnn. SImboI sfnfus vnng domInnn ndnInh
porIInku dnInm bokorjn, vnng dIfoknnknn
pndn kokunsnnn ípowor).
,-D ,-D
-O@
3) Ke|c: menencch-Lcwch {|cwe|-n|cc|e
c|c::)
Ke|c: :c:ic| ini umumnyc menchc(cci kehc(mcIcn
ycnc ciIe(jemchkcn ke cc|cm pe(i|cku
Le(cccmc ycnc :empu(nc. pencicikcn ycnc
Lcik Lcci cnck-cncknyc. :e(Ic kepemi|ikcn
(umch. SimLc| :IcIu: ycnc ccmincn ccc|ch
ccyc cc|cm Le(IuIu( Lchc:c ccn menekcnkcn
pccc pencuc:ccn infc(mc:i ccn
penceIchucn.
4) Ke|c: Lcwch-cIc: {ucce|-|cwe| c|c::)
Ke|c: :c:ic| ini hcnyc menekcnkcn pccc
fckIc( penccpcIcn cenccn :imLc| :IcIu:
ccmincn yckni kepemi|ikcn mcIe(i cIcu
kekcyccn.
5) Ke|c: Lcwch-Lcwch {|cwe|-|cwe| c|c::)
Ke|c: :c:ic| ini cikcIckcn menjcci ke|cmpck ycnc
cpcIi: ccn Iicck memi|iki :imLc| cpcpun
ciLcncinc ke|c:-ke|c: ci cIc:nyc.
,-D ,-D
-O@
Suofu kefimponqon sosioI sebenornyo
dopof diukur denqon mefode kuonfifofif, yoifu
denqon menqqunokon perhifunqon Indeks 0ini.
Perhifunqon Indeks 0ini ini dibonfu oIeh kurvo
yonq disebuf Iurvo Lorenfz (Todoro, I99I: b8)
kurva LorenLz
Þ
r
e
s
e
n
L
a
s
e
Þ
e
n
d
a
p
a
L
a
n
ÞresenLase Þenduduk
,-D ,-D
-O@
d. Þertentangan ^ntarstatus
Þertentangan antarstatus da1am artì nyata dapat
berupa perjuangan status, yang dì da1amnya, satu sama
1aìn sa1ìng berusaha menìadakan atau me1enyapkan.
^kan tetapì juga bìsa sa1ìng berdampìngan atau sa1ng
berhadapan, sa1ìng memer1ukan satu sama 1aìn, sebagaì
kebutuhan yang tìmba1 ba1ìk. Mìsa1nya, antara
ke1ompok yang berstatus atas dengan ke1ompok status
ke1as bawah, mereka tìdak dìk1asì1ìkasìkan untuk
sa1ìng menghancurkan. uamun ha1 tersebut berartì
hanya membatasì 1ìngkup statusnya atau mempertahankan
1ìngkungan sosìa1nya pada ka1angan status yang sama.
Suatu ha1 yang umum terjadì, banyak orang yang
menganggap dìrìnya menempatì kedudukan atau derajat
sama dì da1am masyarakat, tìdak dapat bergau1 dengan
orang yang mereka anggap berkedudukan rendah. 6eja1a
ìnì1ah yang menyebabkan hampìr dì semua ke1ompok
masyarakat terdapat pertentangan antarstatus sosìa1.
,-D ,-D
-O@
Teiiadinya peiieniangan-peiieniangan
ieisebui, disebablan beibagai macam falioi,
aniaia lain adanya peibedaan-peibedaan:
i) lemampuan dan lecalapan
:) pengaiul dan leluasaan
¸) panglai dan lelayaan
Ballan di dalam masyaialai yang sudal
maiu selalipun, ada iuga lapisanlapisan sosial
yang didasailan aias peibedaan-peibedaan:
i) iinglaian usia
:) anggapan leaslian bangsa
¸) leanggoiaan leiabai daii lepala aiau
pimpinan masyaialai.
,-D ,-D
-O@
MenuruL PlLlrlm A. Sorokln menvuLukun
dulum bukunvu °[US `^S`XUS`[Zº, buhwu
slsLem berlupls-lupls dulum musvurukuL
merupukun clrl LeLup vung cenderung
memenguruhl keLeruLurun musvurukuL. Adunvu
kemlsklnun mlsulnvu, sunguL memenguruhl
keLeruLurun kurenu dlunLurunvu menvebubkun
kecemburuun soslul. 8enLuk kecemburuun
LersebuL dupuL berupu pencurlun, krlmlnullLus,
uLuu pen|uruhun. Wuluupun demlklun, penllulun
Llnggl uLuu renduhnvu kedudukun dulum luplsun-
luplsun soslul, sunguLluh nlsbl. 1lduk hurus sesuul
dengun sLundur uLuu ukurun vung sumu kurenu
seLlup musvurukuL memlllkl luLur belukung
keblusuun uLuupun kebuduvuun vung berbedu.
,-D ,-D
-O@
e. Munculnya Kelompok Elite
Kelompok elite adalah
kelompok minoritas-superior
yang posisinya berada di
puncak strata. Mereka memiliki
kemampuan yang lebih untuk
mengendalikan aktivitas sosial,
termasuk dalam bidang
ekonomi. Oleh sebab itu,
sekumpulan kecil masyarakat
ini biasanya disegani,
dihormati, berekonomi mampu,
serta cenderung berkuasa.
,-D ,-D
-O@
1) Kelompok elite dianggap lahir dari
proses yang alami. Mereka memiliki
kapasitas personal yang lebih
potensial daripada massa.
2) Kelompok elite dianggap lahir akibat
kompleksitas organisasi sosial, terutama
dalam menjawab tantangan keanekaragaman
permasalahan pada bidang ekonomi dan
politik.
Beberapa ahli sosiologi mengungkapkan
bahwa kelompok elite merupakan elemen
masyarakat istimewa yang secara strategis
menentukan perkembangan struktur masyarakat.
Adapun beberapa ahli itu diuraikan sebagai
berikut.
,-D ,-D
-O@
1) vllfredo ÞareLo
Þokok plklran vllfredo ÞareLo lnLlnva adalah
bahwa orana dalam kodraLnva bukan hanva
berbeda secara flslk sa[aţ melalnkan [uaa secara
lnLelekLualŦ
2) CaeLano ,osca
,enuruL ,oscaţ kelompok ellLe dapaL lesLarl
berkuasa bukan hanva karena mereka memlllkl
keleblhanţ melalnkan [uaa karena mereka
adalah kelompok mlnorlLas vana relaLlf
LeroraanlslrŦ
3) 8oberL ,lchels
,enuruL ,lchelsţ munculnva kelompok ellLe vana
mlnorlLasţ vana kemudlan mendomlnasl dalam
proses penaambllan kepuLusan adalah aklbaL
sLrukLur oraanlsasl soslal modernŦ
,-D ,-D
-O@
4 . Wright Mills
Menurut Mills, kekuasaan elite dan
dominasinya atas massa cenderung
menguasai aspek-aspek politik dan
ekonomi karena pada posisi itulah
peran- peran mereka sangat dibutuhkan.
. Terhadap Diferensiasi SosiaI
Diferensiasi sosial merupakan sisi
horizontal yang terdapat dalam
masyarakat, selain stratifikasi sosial yang
lebih bersifat vertikal. Bagaikan satu
mata uang dengan dua sisi yang
berbeda, diferensiasi dan stratifikasi
merupakan dua 'wajah' yang berbeda.
,-D ,-D
-O@
a. Perubahan Sistem Diferensiasi
Sistem diferensiasi pada dasarnya
merupakan implikasi langsung dari
fenomena sistem stratifikasi. Diferensiasi
atau heterogenitas adalah salah satu
dimensi struktural yang mencerminkan
pengelompokkan masyarakat secara
horizontal.
Diferensiasi pada dasarnya ditentukan
oleh dua hal, yaitu kondisi yang bersumber
dari dalam masyarakat (indogeneous dan
bersumber dari luar masyarakat
(exogeneous. amun pada
perkembangannya dalam lapangan di
masyarakat, heterogenitas suatu
masyarakat tergantung pada empat kondisi
berikut.
,-D ,-D
-O@
1) DDDDDDDDDD DDDDDDDDD DDDDDD DDDDDDDD
DDDDDDD DDDDDD. DDDDDD DDDDDDD DDDDDD-
DDDDDD DDDDDDDDDDD DDDDDDDDDDDD
DDDDDDDDDDDDD DDDDDDD
2) DDDDDDDDD DDDDDD DDDDDDDDDDDDD DDDD
DDDDDDD DDDDDDD DDDDDDDDDDDDD
DDDDDDD DDDDDD. DDDDDDD DDDD DDDD DD DDDD
DDDD DDDDDDD DDDDDDDDD DDDD DDDDDDDDD DD
DDDDD DDDDDDDD. DDDDD DDDDDDD DDDDDDD
DDDDDDDDDDDDD DDDD DDDDDD DDDDDDD
`) DDDDDD DDDDDDD DDDDD (DDDDDDDD) DDDDD
DDDDDDD DDDDDDDDDDDDD DDDDD DDDDDDDDDD
DDDDDDDDD. DDDD DDDDDDD DDDD DDDDDD DD
DDDD DDDDD DDDDDDD DDDDDDD. DDDDDD DDDDDDD
DDDD DDDDDD DDDD DDDDDDDD
,-D ,-D
-O@
b. Munculnya segregasi kelompok
Segregasi berasal dari kata segregation, yang
berarti 'pemisahan`. Dalam Websterʥs
Dictionary¨, segregasi berarti 'sesuatu yang
terpisah`, terisolasi. Dengan kata lain, berarti
suatu praktek pemisahan dari bagian umum atau
kelompok lain, seperti mengenai hal etnis,
pendidikan, perumahan, atau pekerjaan (.
Seperti yang dikemukakan oleh Allan G.
Johnson, segregasi adalah masyarakat dalam
kondisi yang berbeda, baik dari segi pekerjaan,
pendidikan, ras, agama, etnik, dan pendapatan.
Ahli sosiologi lain, Peter M. Blau (,
mengungkapkan, masyarakat yang heterogen
dalam parameter struktur sosialnya, seperti jenis
pekerjaan, etnik, kelas sosial, dan sebagainya,
,-D ,-D
-O@
c. Persoaían seks dan gender
Gender adaíah konstruksí yang
díoahamí sebagaí cara pembedaan
peran-peran sosíaí yang
membandíngkan keberadaan íakí-íakí
dan perempuan. Baík secara bíoíogís
(seks) maupun secara sosíaí (gender),
satu-satunya anggapan fakta yang
menyatakan bahwa perempuan
berbead darí íakí-íakí adaíah
pendekatan femínís.
essie Bernard, seorang sosíoíog
femínís Ameríka (Rítzer & Goodman,
2004 : 423-424), membedakan antara
makna seks dan makna gender
sebagaí beríkut.
,-D ,-D
-O@
1) Seksţ meru[uk pada pembedaan aLrlbuLŴaLrlbuL flslk
secara bloloals seperLl berdasarkan susunan
kromosomţ sLrukLur aenţ plLa suaraţ
perkembanaan Lubuh (¯f¯¯f)ţ dan
sebaaalnvaŦ
2) Cenderţ meru[uk pada konsLruksl aLau anaaapan
vana memberlkan makna dan ldenLlLas soslal
dalam masvarakaL vana dldasarkan aLas
perbedaan seks LadlŦ
uapaL dl[elaskan bahwa hakekaL kaLeaorl aender
adalah cara pembedaan anLara slfaLŴslfaL femlnlm denaan
slfaLŴslfaL maskullnŦ Secara soslalţ karakLerlsLlk keflmlnlman
dan kemaskullnan cenderuna leblh dlpersoalkan darlpada
perbedaan seks lLu sendlrlŦ Cleh karena lLuţ Lldak heran [lka
munculnva beberapa oraanlsasl soslal vana pedull
perempuanţ [usLru leblh mempermasalahkan dampak
kekerasan aLau pelecehan secara flslk Lerhadap perempuan
darlpada perbedaan seks lLu sendlrlŦ
,-D ,-D
SUHL
huu.I.tas sus.aI auaIah suatu µeruuahat uatg
u.Iakukat uIeh .tu...uu atau µeIaku sus.aI uar.
status sus.aI ke status sus.aI uatg Ia.t
Hertuataat .t. u.ketukakat uIeh
,-D ,-D
DDDD
DDDDDDD DDD DDDDDD DDDDDD-DDDDDD DDDD
DDDDDDDDDDD DDDDDDDDDD DDDDDDDDD
DDDDDD. DDDDDDD
,-D ,-D
SOAL
Sistem berlapis-lapis dalam masyarakat
merupakan ciri tetap yang cenderung
mempengaruhi keteraturan masyarakat.
Pendapat itu dikemukakan oleh..
,-D ,-D
SOAL
Kelompok elit dianggap lahir dari proses
alami dan akibat kompleksitas organisasi
sosial. Pendapat ini dikemukakan oleh..
,-D ,-D
SOAL
Berikut ini merupakan faktor pendorong
terjadinya mobilitas sosial, kecuali..
,-D ,-D
·`¦
`-u× ÷·+--v¦ ¹-¦·· -u×
+÷+:÷u×-·v¦' +·¦'''-- -·-'-'
-'-'-¦
,-D ,-D
SOAL
Lelas sosial yang menekankan kelidupannya
kepada kaiiei atau pekeiiaan disebut..
,-D ,-D
SOAL
Berikut ini yang termasuk dampak
mobilitas sosial terhadap diferensiasi
sosial adalah..
,-D ,-D

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->