Obat-obat Gastritis ANTASIDA Definisi Antasida berasal dari kata anti = lawan dan acidus = asam.

Antasida adalah senyawa yang mempunyai kemampuan untuk menetralkan asam klorida (lambung) atau mengikatnya secara kimiawi. Antasida merupakan obat-obatan pereda sakit pencernaan, sengatan jantung, gastritis (radang dinding lambung), serta reflux gastro oesofageal (semburan asam lambung ke oesofagus). Obat antasid juga membantu meredakan tukak di dinding lambung maupun duodenum. Obat antasid menetralkan asam lambung, dan membantu mencegah atau meredakan radang dan nyeri di saluran pencernaan atas. Antasid juga memberi waktu perbaikan pada dinding lambung atau duodenum yang rusak oleh tukak sehingga sensitif terhadap jumlah normal asam lambung. Antasid bisa dibeli bebas. (anonymous 1,2007) Antasida tidak mengurangi volume HCl yang dikeluarkan lambung, tetapi peninggian pH akan menurunkan aktifitas pepsin. Penggunaan antasida bermacammacam, selain pada tukak lambung-usus, juga pada indigesti dan rasa ”terbakar”, pada reflux oesophagitis ringan, dan pada gastritis. Obat ini mampu mengurangi rasa nyeri dilambung dngan cepat (dalam beberapa menit). Efeknya bertahan 20-60 menit bila diminum pada saat perut kosong dan sampai 3 jam bila diminum 1 jam sesudah makan. Antasida dapat mengganggu penyerapan obat lain seperti tetrasiklin, digoksin, besi. (Anonymous3.2007) Umumnya antasida merupakan basa lemah. Senyawa oksi-aluminium (basa lemah) sukar untuk meninggikan pH lambung lebih dari 4, sedangkan basa yang lebih kuat seperti magnesium hidroksida secara teoritis dapat meninggikan pH sampai 9, tetapi kenyataannya tidak terjadi. Semua anatasida meningkatkan produksi HCl berdasarkan kenaikan pH yang meningkatkan aktivitas gastrin. Dahulu senyawa natrium hidrogenkarbonat banyak digunakan, namun saat ini tidak dianjurkan lagi, karena pada netralisasi asam klorida dengan hidrogenkarbonat dengan cepat dibebaskan karbon dioksida dalam jumlah banyak, yang menyebabkan kembung dan jika ada ulkus malahan dapat menyebabkan ruptura lambung. Atas dasar inilah maka merupakan kesalahan, jika pada keracunan asam pada lambung diberikan alkali hidrogenkarbonat. Di samping itu pada pemberian oral natrium

Reaksinya adalah sebagai berikut: NaHCO 3 + HCl ⇔ NaCl + H 2O + CO Garam Natrium klorida (NaCl) yang terbentuk dapat menyebabkan retensi garam. Antasida sistemik misalnya natrium bikarbonat diabsorbsi dalam usus halus. anoreksia. anti maag. Natrium bikarbonat (soda kue. Distensi lambung dapat terjadi. nyeri kepala. Contohnya : NaHCO3 a. dan dapat menimbulakan perforasi.Gelusil II) Natrium bikarbonat cepat menetralkan HCl lambung karena daya larutnya tinggi. Antasida dibagi dalam dua golongan yaitu antasida sistemik dan antasida nonsistemik. sehingga beban alkali organisme akan meningkat. dan gangguan perilaku. kecuali pada keadaan asidosis metabolik (anonymous2. edema. dapat terjadi alkalosis metabolik. (Farmakologi & Terapi) Penggolongan Antasida • Antasida sistemik Antasida sistemik dapat menyebabkan urine bersifat alkalis. Antasida nonsistemik hampir tidak diabsorbsi dalam usus sehingga tidak menimbulkan alkalosis metabolik. Karbon dioksida (CO2) yang terbentuk dalam lambung akan menimbulkan efek carminative yang menyebabkan sendawa.2007) Efek samping : Selain menimbulkan alkalosis metabolik obat ini dapat menyebabkan retensi natrium dan udem. • Antasida non sistemik Antasida non sistemik hampir tidak diabsorbsi dalam usus sehingga tidak menimbulkan alkalosis metabolik .hidrogenkarbonat. ion natrium akan praktis diabsorbsi dengan sempurna. muntah. 1 gram natrium bikarbonat dapat menetralkan 12 mEq asam. adanya alkali berlebihan di dalam darah dan jaringan menimbulkan gejala mual. Dosis yang dianjurkan 1-4 gram. Karena zat-zat tersebut maka natrium bikarbonat jarang digunakan. Dosis Natrium bikarbonat tersedia dalam bentuk tablet 500-1000 mg. Pada pasien dengan kelainan ginjal.

6-4. sehingga ekskresi fosfat melalui urin berkurang sedangkan melalui tinja bertambah.6 gram . (anonymous2. Aluminium juga bersifat demulsen dan adsorben. Cara kerja obat ini adalah senyawa Aluminium yang merupakan suatu zat koloid yang terdiri dari aluminium hidroksida dan aluminium oksida yang terikat pada molekul air. dosis yang dianjurkan 8 mL tersedia juga dalam bentuk tablet. 1 gram Al(OH)3 dapat menetralkan 25 mEq asam. Ion Aluminium dapat bereaksi dengan protein sehingga bersifat astringen (menciutkan selaput lendir).4 % Al2O3. nefrolitiasis fosfat dan sebagai absorben pada keracunan.2007) Aluminium Hidroksida digunakan untuk mengobati tukak peptic. yang mengandung 50% Al2O3. Reaksi yang terjadi pada lambung adalah sebagai berikut: Al (OH ) 3 + 3HCL ⇔ AlCl 3 + 3H 2O Efek samping Al(OH)3 • konstipasi yang dapat diatasi dengan memberikan antasida garam Mg. Maalox. Senyawa ini menetralkan asam klorida. Aluminium hidroksida (Al(OH)3)(Gelusil. juga dapat mengikat sebagai asam klorida secara adsoptif.Polysilane) Alumunium hidroksida relatif aman. Dosis tunggal yang dianjurkan 0. dan pasien dengan penyakit ginjal (termasuk mereka yang menjalani hemodialisa). Pada penggunaan bertahun-tahun. Absorpsi makanan setelah pemberian aluminium tidak banyak dipengaruhi dan komposisi tinja tidak berubah. • • • Dapat terjadi mual muntah. Gangguan adsorpsi fosfat dapat terjadi sehingga menimbulkan sindrom depresi fosfat disertai osteomalasia. antasida yang umum digunakan. Antasida ini mengadsorpsi pepsin dan menginaktivasinya. Al(OH)3 dapat mengurangi absorpsi bermacam-macam vitamin dan tetrasiklin. (farmakologi & terapi) Dosis Al(OH)3 : Antasida Al tersedia dalam bentuk suspensi Al(OH)3 gel yang mengandung 3. Aluminium hidroksida akan melapisi selaput lendir lambung sebagai lapisan pelindung. Risiko deplesi fosfat meningkat pada peminum alkohol.a. deplesi fosfat tiba-tiba berkembang sebagai hasil ikatan fosfat oleh alumunium di saluran pencernaan yang sulit diabsorbsi di usus kecil. pasien malnutrisi.

Efek samping CaCO3 : • dapat menyebabkan konstipasi • mual & muntah • perdarahan saluran cerna • disfungsi ginjal • fenomen acid rebound. peran obat ini sebagai antasida sudah amat berkurang. • Efek serius yang dapat terjadi adalah hiperkalsemia. kalsifikasi metastetik. Kalsium karbonat (Kapur. dengan gejala: sakit kepala. sedangkan pemberian 8 gram mengakibatkan hiperkalsemia ringan. Fenomena tersebut bukan berasal dari daya netralisasi tetapi merupakan kerja langsung dari kalsium di antrum yang mensekresi gastrin yang merangsang sel parietal yang mengeluarkan HCl (H+). (sindrom susu alkali o. Sebagai akibatnya sekresi asam pada malam hari akan sangat tinggi yang akan mengurangi efek netralisasi obat ini. Seperti pada natrium hidrogenkarbonat. dalam usus halus terbentuk karbonat dan fosfat. walaupun jumlah karbondioksida yang terbentuk jauh lebih sedikit dan karena itu agak kurang mengganggu. kuosien absorpsi sekitar 10%.2007) Dosis CaCO3 • • Kalsium karbonat tersedia dalam bentuk tablet 600 dan 1000 mg. senyawa ini bereaksi dengan asam kloridaa lambung dengan membentuk karbondioksida.k. alkalosis. batu ginjal • saraf: neurotoksisitas • cerna: gangguan saluran cerna (Anonymous 2. Stomagel) Kalsium karbonat merupakan antasida yang efektif karena mula kerjanya cepat. Dosis yang dianjurkan 1-2 g. muntah) • tulang: osteoporosis. lemas. . 1 g kalsium karbonat dapat menetralkan 21 mEq asam. dan daya menetralkan asamnya cukup tinggi. terutama terjadi pada penggunaan kronis kalsium karbonat bersama dengan susu dan antasida lainnya. : Na(OH)3/CaCO3 + susu.b. Namun. Pemberian 4 gram kalsium karbonat dapat menyebabkan hiperkalsemia ringan. masa kerjanya lama. arzetomia. mual.

Efek samping Mg(OH)2 : • • menyebabkan efek katartik. Mylanta) Magnesium Hidroksida digunakan sebagai katartik dan antasida. Magnesium hidroksida yang tidak bereaksi akan tetap berada dalam lambung dan akan menetralkan HCl yang disekresi belakangan sehingga masa kerjanya lama. Karena hanya sedikit jumlah Magnesium yang diserap. Maalox. • Bentuk lainnya ialah tablet susu magnesium berisi 325mg Mg(OH)2 yang dapat menetralkan 11. penggunaan sediaan magnesium pada penderita ginjal sebaiknya berhati-hati. sebab magnesium yang larut tidak diabsorpsi tetap berada dalam usus dan akan menarik air. Antasida ini dan natrium bikarbonat sama efektifnya dalam hal menetralkan HCl. .2007) c. 1mL susu magnesium dapt menetralkan 2. (anonymous4. banyak sediaan antasida mengkombinasi antasida magnesium dan alumunium. akan meningkatkan kadar kalsium dalam darah. Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal jangan lebih dari 4 gram sehari. Magnesium hidroksida adalah antasida yang lebih efektif dari alumunium tapi dapat menyebabkan diare. Dosis yang dianjurkan 5-30 mL. Obat ini praktis tidak larut dan efektif sebelum obat ini bereaksi dengan HCl dan membentuk MgCl2. neuromuskular.1 mEq asam.7 mEq asam.5 % Mg(OH)2.2007) Dosis Mg(OH)2 : • Sediaan susu magnesium berupa suspensi yang berisi 7-8. karena ion magnesium dalam usus akan diabsorpsi dan cepat diekskresi melalui ginjal. Maka sebaiknya jangan diberikan lebih dari 20 g sehari. (Anonymous2.Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan obat ini : • • sebagian obat ini dapat diabsorpsi. dan kardiovaskular. Magnesium hidroksida (Gelusil. Sebanyak 5-10 % magnesium diabsorpsi dan dapat menimbulkan kelainan neurologi.

Silikon dioksid berupa gel yang terbentuk dalam lambung diduga berfungsi menutup tukak.1 N diperlukan waktu 15 menit.d. (anonymous4. tidak hanya mengabsobsi pepsin tetapi juga protein dan besi dalam makanan. sedangkan untuk menetralkan HCl 60% 0. Efek samping : diare Dosis :  dalam bentuk tablet 500 mg. Hal yang Perlu diperhatikan : Magnesium trisilikat adalah suatu penyerap yang baik. penggunaan bersama obat lain dapat menggangu penyerapan obat-obat lain. Sebanyak 7% silika dari magnesium trisilika akan diabsorbsi melalui usus dan diekskresi dalam urin.  sebagai bubuk megnesium trisilikat yang mengandung sekurang-kurangnya 20% MgO dan 45% silikon dioksida. 1 gram magnesium trisilikat dapat menetralkan 13-17 mEq asam.1N diperlukan waktu 1 jam. dosis yang dianjurkan 1-4 gram.2007) . Silika gel dan magnesium trisilikat merupakan adsorben (menyerap zat-zat lain pada permukaannya) yang baik. Magnesium trisilikat (Mg2Si3O8nH2O) Sebagai antasida nonsistemik bereaksi dalam lambung sebagai berikut: Mg 2 Si 3 O8 ( n) H 2O + 4 H + ⇔ 2 Mg ++ + 3SiO 2 + (n + 2) H 2O Mula kerja magnesium trisilikat lambat untuk menetralkan 30% HCl 0. Obat ini dalam lambung bereaksi dengan asam lambung dan melepaskan silisium oksida yang akan melapisi selaput lendir lambung dengan lapisan pelindung.

Beberapa Contoh Nama Dagang Antasida Preparat dagang (nama dagang yang digunakan) Aludrox Distra-cid Aluminium Hidroksida Gel Aluminium hidroksida Magnesium oksida Gel Aluminium hidroksida Gavisco Magnesium Karbonat Asam Alginat Aluminium Hidroksida Magnesium trisilikat Gelusil Locid Natrium Hidrogenkarbonat Magnesium-aluminium-silikathidrat Gel aluminium hidroksida kalsium karbonat Glisin Maaloxan Masigel Palliacol Phosphalugel Rennie Riopan Solugastril Talcid Magnesium Hidroksida Gel Aluminium Hidroksida Gel Magnesium Hidroksida Dimagnesium-Aluminium trisilikat Aluminium Hidroksida Magnesium Hidroksida Aluminium fosfat koloid Kalsium Karbonat Magnesium kaarbonat Magaldrat (=aluminium-magnesiumhidroksida-sulfathidrat) Gel aluminium hidroksida kalsium karbonat Hidrotalsit (=aluminium-magnesiumhidroksida-karbonathidrat) (OOP) Waktu makan Obat Sudah diketahui umum bahwa keasaman di lambung menurun segera setelah makan dan mulai naik lagi satu jam kemudian hingga mencapai dataran tinggi tiga jam sesudah makan. Berhubung dengan data ini. maka antasida haaarus digunakan lebih kurang 1 jam setelah makan dan sebaiknya dalam bentuk suspensi. Telah Mengandung .

Antasida yang dapat menyerap (contoh Na bikarbonat. membantu penyembuhan luka. (OOP) Pedoman terapi antasid 1.. Akibat iklam yang berlebihan maka masyarakat dan sebagian dokter percaya bahwa setiap keluhan di bagian lambung akan sembuh dengan antasida.. dan menurunkan kekambuhan.. mula kerja suspensi lebih cepat daripada tablet 3. nilai biaya pengobatan berdasarkan biaya sehari 6. sehingga terjadi penggunaan antasida yang berlebihan. Total dosis harian antasida harus 200-400 milieqivalen kapasitas penetralan. Secara umum ada 2 tipe antasida: menyerap dan tidak menyerap. . Aturan antasida optimal untuk penyembuhan luka sekitar 15-30 mL cairan atau 2-4 tablet 1 jam dan 3 jam setelah makan dan sebelum tidur. Al. bersamaan dengan terapi lainnya Antasida meredakan gejala. Pada trukak usus 1 dan 3 jam sesudah makan dan sebelum tidur. Bagaimanapun... 4. Antasida Dalam Terapi Tukak Peptik Seringkali antasida digunakan dalam pengobatan sendiri (self medication) untuk berbagai keluhan lambung.dibuktikan bahwa tablet bekerja kurang efektif dan lebih lambat. campuran dua atau lebih antasida tidak lebih baik daripada satu macam sediaan antasida. Obat ini relatif tidak mahal tapi harus diminum 5-7 kali sehari. mungkin karena proses pengeringan selama penmbuatan mengurangi daya netralisainya Pada oesophagitis dan tukak lambung sebaiknya obat diminum 1 jam sesudah makan dan sebelum tidur. Antasida yang tidak menyerap contoh alumunium atau mangensium hidroksida menyebabkan lebih sedikit efek samping sistemik dan disarankan. perhatikan urutan daya netralisasi: Ca. Untuk menghilangkan konstipasi atau diare lebih baik diberikan dua preparat yanbg terpisah daripada sebagai campuran. Mg. Kalsium karbonat) menyediakan penetralan yang lengkap dan cepat tapi dapat menyebabkan kebasaan (alkalosis) dan sebaiknya digunakan hanya dalam waktu singkat. antasida digantikan denganterapi penekan asam dalam pengobatan ulkus peptik dan digunakan hanya untuk menghilangkan gejala jangka pendek. pemakaian jangka panjang dihindarkan 2. 5.

dengan menekan pengeluaran gastrin yang dirangsang oleh asam dan secara proporsional menurunkan volume asam lambung. nyeri lambung pasien tukak peptik akan hilang.Dalam pengobatan tukak peptik antasida memegang peranan penting di samping berbagai cara pengobatan lain. Lama kerja proporsional dengan dosis dan bervariasi dari 6 sampai 20 jam. Blokade H2 diserap dengan baik dari saluran pencernaan dengan mulai kerja 30-60 menit setelah diminum dan efek puncak obatnya pada 1 sampai 2 jam. Dengan pemberian antasid. tetapi tidak berarti pasien dalam taraf penyembuhan. jadi bahaya perforasi tetap ada. . ranitidin. Kegagalan pengobatan simtomatik tukak peptik dengan antasida disebabkan karena : • • • • frekuensi pengobatan yang tidak adekuat dosis yang diberikan tidak cukup pemilihan sediaan yang tidak tepat sekresi asam lambung diwaktu tidur tidak terkontrol Regimen dosis antasida bervariasi tergantung dari beratnya gejala. famotidin tersedia dalam bentuk intra vena dan oral serta nizatidin hanya tersedia oral) merupakan penghambat kompetitif histamin pada reseptor H2. Pemberian obat sedatif nyatanya tiadak lebih baik dari plasebo. Bentuk tablet maupun suspensi meneunjukkan efektivitas yang sama. psikoterapi. pemberian antikolinergik. Untuk tukak peptik tanpa komplikasi pemberian pada 1 dan 3 jam setelah makan dan menjelang tidur malam umumnya memadai. Pengeluaran pepsin yang dimediasi histamin juga berkurang. Pada pasien tukak peptik yang berat pengobatan dengan antasida perlu dilakukan bersamaan dengan segala usaha pengobatan lainnya yaitu diet. istirahat. Antagonis reseptor H2 (Blokade H2) Obat-obatan golongan ini (simetidin. Obat Gastritis lain 1. Pemberian intra vena menghasilkan mulai kerja yang cepat. Dosis sebaiknya dikurangi pada pasien yang lanjut usia.

warfarin. blokade H2 lainnya berinteraksi dengan enzim mikrosom P-450 dan dapat menunda metabolisme obat lain yang dieliminasi melalui sistem ini seperti fenitoin.Simetidin memiliki efek antiandrogen minor yang diekspresikan secara reversibel (bisa kembali lagi) ginekomastia dan sangat jarang disfungsi ereksi utuk penggunaan jangka panjang. trombositopenia (kadar trombosit kurang) dan bradikardia (denyut jantung lemah) sinus dan hipotensi setelah pemberian intra vena cepat dilaporkan pada blokade H2 umumnya <1% pasien yang diobati tapi lebih umum pada pasien usia lanjut. ketokonazol dianjurkan selang waktu 1-2 jam. pusing. Ranitidin . a. diare. nyeri otot. Simetidin Farmakokinetik: a/: oral sebanding iv=50-70% oral diperlambat o/ makanan terjadi pada menit 60-90 d/: ikatan pd plasma 20% m/: menghambat sitokrom P450 e/: urin dan tinja Farmakodinamik: memblok reseptor H2 Interaksi obat: Bila diberikan bersama antasida. demam obat. metoklopramid. Akumulasi obat lain akibat penghambatan enzim sitokrom Efek samping: Nyeri kepala. diazepam.tidak berefek antiandrogenik . mual.masa kerja lebih panjang 4-10 x lebih poten dari simetidin sehingga dosis lebih rendah . diare Disfungsi seksual pria akibat efek antiandrogenik Sediaan: tab 200 mg b. lidokain. diazepam. Perubahan status mental. teofilin. Simetidin tingkat yang lebih rendah. ruam.

Sukralfat dapat berikatan dengan obat lain dan mengganggu penyerapan obat lain tersebut. inj … c. Sukralfat sepertinya memiliki efek tropik pada mukosa yang luka. Sembelit muncul pada 3-5% pasien. kemungkinan berikatan hormon pertumbuhan dan menkonsentrasikan pada bagian luka. Obat ini juga menghambat interaksi pepsin-substrat.interaksi obat lebih sedikit . 40 mg 2. 20 x dari simetidin sediaan: tab 20 mg.. § Farmakokinetik: a/: sangat kecil d/: langsung ke mukosa § Farmakodinamik: dalam suasana asam akan membentuk gel lengket ke dalam rongga ulkus § Dosis: 4 x 1 g sehari 3. melindungi dari asam. Bismuth Chelate § Farmakodinamik: berikatan langsung dengan ulkus dan membentuk kompleks polimer bismuth – glikoprotein. pepsin dan garam empedu. merangsang produksi prostaglandin mukosa da berikatan dengan agaram empedu. § Khasnya untuk mengeradikasi kuman Helicobacter pylori § Sediaan: koloid 4. Misoprostol § Ialah analog metilester PGE1 . Famotidin 3 x lebih poten dari ranitidin. Sukralfat Obat ini merupakan kompleks sukrosa-alumunium yang kemudian memisahkan diri di dalam asam lambung dan membentuk pelindung sekitar daerah yang terluka. Penyerapan sistemik sukralfat dapat diabaikan. Tidak ada efek terhadap hasil asam atau pengeluaran gastrin.sediaan: tab 150 mg.

pusing.§ Prostaglandin bekerja dengan: Menghambat sekresi HCl Meningkatkan aliran darah ke mukosa gaster Memiliki daya sitoprotektif § Efek samping: mual. lainnya omeprazol dan rabeprazol tersedia hanya dalam bentuk oral di Amerika. tidak ada bukti displasia atau bentuk keganasan pada pasien yang menerima pengobatan ini. Obat-obatan ini menghambat pengeluaran asam dan memiliki durasi kerja yng panjang. K+ ATPase). tinja(20%) § Farmkodinamik: . (Anonymous3. lansoprazol. Pylori. Obat-obatan ini membantu penyembuhan dan merupakan komponen kunci membasmi H. Penghambat pompa proton termasuk osemeprazol. diare § Digunakan untuk pasien yang tetap butuh OAINS § Dosis: 4 x 200 mg sehari 5.2007) § Farmakokinetik: a/ : sebaiknya salut enterik d/ : langsung ke kanalikuli m/ : lengkap e/ : urin. Enzim ini berlokasi di sel parietal lambung dan memainkan peran kunci dalam pengeluaran H+ (proton). Bagaimanapun. Proton Pump Inhibitor (Penghambat Pompa Proton) Obat ini merupakan penghambat yang kuat terhadap proton (H+. Penghambat pompa proton jangka panjang berakibat bertambahnya kadar gastrin (hormon yang bertugas merangsang keluarnya asam lambung) yang berujung hiperplasia sel (keganasan sel). Penghambat pompa proton menggantikan blokade H2. and pantoprazol tersedia dalam bentuk oral (diminum) dan intravena. Beberapa pasien dapat menderita gangguan penyerapan vitamin B12.

go. Misoprolol memiliki efek abortus sehingga dikontraindikasikan pada wanita usia subur yang tidak menggunakan kontrasepsi Anonymous1.pom.htm. Pasien yang berisiko tinggi luka yang dipicu obat antiinflamasi non steroid seperti lanjut usia. dll § Dosis: min tab 20 mg sehari 6.portal. Antasida.2007. obat diaktifkan dan berikatan dengan gugus sulfhidril enzim H+-K+-ATPase secara ireversibel sehingga produksi HCl terhenti (>90%) § Indikasi: sindrom Zollinger-Ellison. Anonymous2.htm.mediastore. Anonymous3.com.id/public/publikasi/kompendia/menu/index.www.2007. mereka yang berisiko luka atau komplikasi luka.panduan.php. Efek samping yang umum kram perut dan diare yang muncul pada 30% pasien. Catatan kuliah Farmakologi dasar “Antasida”. mereka yang mengkonsumsi kortikosteroid adalah kandidat yang dapat minum misoprostol dengan makanan bersama obat antiinflamasi non steroid. Prostaglandin Prostaglandin tertentu terutama misoprolol menghambat sekresi asam dengan menurunkan generasi siklik AMP yang dipicu oleh rangsangan histamin pada sel parietal dan meningkatkan pertahann mukosa. 2007 OOP.www.Pada suasana asam. http://www.Gastritis. Obat Saluran Cerna. di dalam kanalikuli sel parietal.2007 Anonymous4. Kompedia Obat Bebas. Turunan prostaglandin sintetik digunakan terutama untuk menurunkan risiko luka mukosa yang dipicu obat antiinflamasi non steroid. GERD. farmakologi dan terapi . kasus tukak peptikum berat § Contoh: omeprazole. www.DO.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful