Obat-obat Gastritis ANTASIDA Definisi Antasida berasal dari kata anti = lawan dan acidus = asam.

Antasida adalah senyawa yang mempunyai kemampuan untuk menetralkan asam klorida (lambung) atau mengikatnya secara kimiawi. Antasida merupakan obat-obatan pereda sakit pencernaan, sengatan jantung, gastritis (radang dinding lambung), serta reflux gastro oesofageal (semburan asam lambung ke oesofagus). Obat antasid juga membantu meredakan tukak di dinding lambung maupun duodenum. Obat antasid menetralkan asam lambung, dan membantu mencegah atau meredakan radang dan nyeri di saluran pencernaan atas. Antasid juga memberi waktu perbaikan pada dinding lambung atau duodenum yang rusak oleh tukak sehingga sensitif terhadap jumlah normal asam lambung. Antasid bisa dibeli bebas. (anonymous 1,2007) Antasida tidak mengurangi volume HCl yang dikeluarkan lambung, tetapi peninggian pH akan menurunkan aktifitas pepsin. Penggunaan antasida bermacammacam, selain pada tukak lambung-usus, juga pada indigesti dan rasa ”terbakar”, pada reflux oesophagitis ringan, dan pada gastritis. Obat ini mampu mengurangi rasa nyeri dilambung dngan cepat (dalam beberapa menit). Efeknya bertahan 20-60 menit bila diminum pada saat perut kosong dan sampai 3 jam bila diminum 1 jam sesudah makan. Antasida dapat mengganggu penyerapan obat lain seperti tetrasiklin, digoksin, besi. (Anonymous3.2007) Umumnya antasida merupakan basa lemah. Senyawa oksi-aluminium (basa lemah) sukar untuk meninggikan pH lambung lebih dari 4, sedangkan basa yang lebih kuat seperti magnesium hidroksida secara teoritis dapat meninggikan pH sampai 9, tetapi kenyataannya tidak terjadi. Semua anatasida meningkatkan produksi HCl berdasarkan kenaikan pH yang meningkatkan aktivitas gastrin. Dahulu senyawa natrium hidrogenkarbonat banyak digunakan, namun saat ini tidak dianjurkan lagi, karena pada netralisasi asam klorida dengan hidrogenkarbonat dengan cepat dibebaskan karbon dioksida dalam jumlah banyak, yang menyebabkan kembung dan jika ada ulkus malahan dapat menyebabkan ruptura lambung. Atas dasar inilah maka merupakan kesalahan, jika pada keracunan asam pada lambung diberikan alkali hidrogenkarbonat. Di samping itu pada pemberian oral natrium

Dosis Natrium bikarbonat tersedia dalam bentuk tablet 500-1000 mg. Karbon dioksida (CO2) yang terbentuk dalam lambung akan menimbulkan efek carminative yang menyebabkan sendawa. Reaksinya adalah sebagai berikut: NaHCO 3 + HCl ⇔ NaCl + H 2O + CO Garam Natrium klorida (NaCl) yang terbentuk dapat menyebabkan retensi garam. Pada pasien dengan kelainan ginjal. muntah. ion natrium akan praktis diabsorbsi dengan sempurna. Distensi lambung dapat terjadi.2007) Efek samping : Selain menimbulkan alkalosis metabolik obat ini dapat menyebabkan retensi natrium dan udem. anti maag. Dosis yang dianjurkan 1-4 gram. Contohnya : NaHCO3 a. • Antasida non sistemik Antasida non sistemik hampir tidak diabsorbsi dalam usus sehingga tidak menimbulkan alkalosis metabolik . edema. anoreksia. dapat terjadi alkalosis metabolik.Gelusil II) Natrium bikarbonat cepat menetralkan HCl lambung karena daya larutnya tinggi. Antasida nonsistemik hampir tidak diabsorbsi dalam usus sehingga tidak menimbulkan alkalosis metabolik. Antasida dibagi dalam dua golongan yaitu antasida sistemik dan antasida nonsistemik. adanya alkali berlebihan di dalam darah dan jaringan menimbulkan gejala mual. Karena zat-zat tersebut maka natrium bikarbonat jarang digunakan. (Farmakologi & Terapi) Penggolongan Antasida • Antasida sistemik Antasida sistemik dapat menyebabkan urine bersifat alkalis.hidrogenkarbonat. Antasida sistemik misalnya natrium bikarbonat diabsorbsi dalam usus halus. dan gangguan perilaku. sehingga beban alkali organisme akan meningkat. dan dapat menimbulakan perforasi. Natrium bikarbonat (soda kue. kecuali pada keadaan asidosis metabolik (anonymous2. 1 gram natrium bikarbonat dapat menetralkan 12 mEq asam. nyeri kepala.

Senyawa ini menetralkan asam klorida.4 % Al2O3. Antasida ini mengadsorpsi pepsin dan menginaktivasinya.6 gram . Absorpsi makanan setelah pemberian aluminium tidak banyak dipengaruhi dan komposisi tinja tidak berubah. sehingga ekskresi fosfat melalui urin berkurang sedangkan melalui tinja bertambah. Ion Aluminium dapat bereaksi dengan protein sehingga bersifat astringen (menciutkan selaput lendir). Aluminium hidroksida (Al(OH)3)(Gelusil. Cara kerja obat ini adalah senyawa Aluminium yang merupakan suatu zat koloid yang terdiri dari aluminium hidroksida dan aluminium oksida yang terikat pada molekul air. Al(OH)3 dapat mengurangi absorpsi bermacam-macam vitamin dan tetrasiklin.Polysilane) Alumunium hidroksida relatif aman. juga dapat mengikat sebagai asam klorida secara adsoptif. Gangguan adsorpsi fosfat dapat terjadi sehingga menimbulkan sindrom depresi fosfat disertai osteomalasia. (anonymous2. nefrolitiasis fosfat dan sebagai absorben pada keracunan. Maalox.a. (farmakologi & terapi) Dosis Al(OH)3 : Antasida Al tersedia dalam bentuk suspensi Al(OH)3 gel yang mengandung 3.6-4. pasien malnutrisi. dan pasien dengan penyakit ginjal (termasuk mereka yang menjalani hemodialisa). Risiko deplesi fosfat meningkat pada peminum alkohol. • • • Dapat terjadi mual muntah. deplesi fosfat tiba-tiba berkembang sebagai hasil ikatan fosfat oleh alumunium di saluran pencernaan yang sulit diabsorbsi di usus kecil. antasida yang umum digunakan. 1 gram Al(OH)3 dapat menetralkan 25 mEq asam. yang mengandung 50% Al2O3. Aluminium hidroksida akan melapisi selaput lendir lambung sebagai lapisan pelindung.2007) Aluminium Hidroksida digunakan untuk mengobati tukak peptic. Pada penggunaan bertahun-tahun. dosis yang dianjurkan 8 mL tersedia juga dalam bentuk tablet. Reaksi yang terjadi pada lambung adalah sebagai berikut: Al (OH ) 3 + 3HCL ⇔ AlCl 3 + 3H 2O Efek samping Al(OH)3 • konstipasi yang dapat diatasi dengan memberikan antasida garam Mg. Dosis tunggal yang dianjurkan 0. Aluminium juga bersifat demulsen dan adsorben.

arzetomia. Stomagel) Kalsium karbonat merupakan antasida yang efektif karena mula kerjanya cepat. dalam usus halus terbentuk karbonat dan fosfat. 1 g kalsium karbonat dapat menetralkan 21 mEq asam. Kalsium karbonat (Kapur. kalsifikasi metastetik. kuosien absorpsi sekitar 10%. Fenomena tersebut bukan berasal dari daya netralisasi tetapi merupakan kerja langsung dari kalsium di antrum yang mensekresi gastrin yang merangsang sel parietal yang mengeluarkan HCl (H+). mual.2007) Dosis CaCO3 • • Kalsium karbonat tersedia dalam bentuk tablet 600 dan 1000 mg. (sindrom susu alkali o. dengan gejala: sakit kepala. Seperti pada natrium hidrogenkarbonat. senyawa ini bereaksi dengan asam kloridaa lambung dengan membentuk karbondioksida. alkalosis. . dan daya menetralkan asamnya cukup tinggi. muntah) • tulang: osteoporosis. peran obat ini sebagai antasida sudah amat berkurang. sedangkan pemberian 8 gram mengakibatkan hiperkalsemia ringan. • Efek serius yang dapat terjadi adalah hiperkalsemia. Sebagai akibatnya sekresi asam pada malam hari akan sangat tinggi yang akan mengurangi efek netralisasi obat ini. lemas. : Na(OH)3/CaCO3 + susu. terutama terjadi pada penggunaan kronis kalsium karbonat bersama dengan susu dan antasida lainnya. Efek samping CaCO3 : • dapat menyebabkan konstipasi • mual & muntah • perdarahan saluran cerna • disfungsi ginjal • fenomen acid rebound. masa kerjanya lama. Pemberian 4 gram kalsium karbonat dapat menyebabkan hiperkalsemia ringan. batu ginjal • saraf: neurotoksisitas • cerna: gangguan saluran cerna (Anonymous 2.k. Dosis yang dianjurkan 1-2 g. walaupun jumlah karbondioksida yang terbentuk jauh lebih sedikit dan karena itu agak kurang mengganggu. Namun.b.

penggunaan sediaan magnesium pada penderita ginjal sebaiknya berhati-hati. .2007) Dosis Mg(OH)2 : • Sediaan susu magnesium berupa suspensi yang berisi 7-8.1 mEq asam. dan kardiovaskular.5 % Mg(OH)2. Efek samping Mg(OH)2 : • • menyebabkan efek katartik. karena ion magnesium dalam usus akan diabsorpsi dan cepat diekskresi melalui ginjal. Mylanta) Magnesium Hidroksida digunakan sebagai katartik dan antasida. (anonymous4. Maka sebaiknya jangan diberikan lebih dari 20 g sehari. Sebanyak 5-10 % magnesium diabsorpsi dan dapat menimbulkan kelainan neurologi.7 mEq asam. Magnesium hidroksida adalah antasida yang lebih efektif dari alumunium tapi dapat menyebabkan diare. Antasida ini dan natrium bikarbonat sama efektifnya dalam hal menetralkan HCl. banyak sediaan antasida mengkombinasi antasida magnesium dan alumunium. sebab magnesium yang larut tidak diabsorpsi tetap berada dalam usus dan akan menarik air.Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan obat ini : • • sebagian obat ini dapat diabsorpsi. akan meningkatkan kadar kalsium dalam darah. Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal jangan lebih dari 4 gram sehari. Karena hanya sedikit jumlah Magnesium yang diserap. • Bentuk lainnya ialah tablet susu magnesium berisi 325mg Mg(OH)2 yang dapat menetralkan 11. (Anonymous2.2007) c. Magnesium hidroksida yang tidak bereaksi akan tetap berada dalam lambung dan akan menetralkan HCl yang disekresi belakangan sehingga masa kerjanya lama. Maalox. neuromuskular. 1mL susu magnesium dapt menetralkan 2. Obat ini praktis tidak larut dan efektif sebelum obat ini bereaksi dengan HCl dan membentuk MgCl2. Dosis yang dianjurkan 5-30 mL. Magnesium hidroksida (Gelusil.

1 N diperlukan waktu 15 menit. 1 gram magnesium trisilikat dapat menetralkan 13-17 mEq asam.2007) . Hal yang Perlu diperhatikan : Magnesium trisilikat adalah suatu penyerap yang baik. dosis yang dianjurkan 1-4 gram. Obat ini dalam lambung bereaksi dengan asam lambung dan melepaskan silisium oksida yang akan melapisi selaput lendir lambung dengan lapisan pelindung.1N diperlukan waktu 1 jam. Silikon dioksid berupa gel yang terbentuk dalam lambung diduga berfungsi menutup tukak. Sebanyak 7% silika dari magnesium trisilika akan diabsorbsi melalui usus dan diekskresi dalam urin. Silika gel dan magnesium trisilikat merupakan adsorben (menyerap zat-zat lain pada permukaannya) yang baik. tidak hanya mengabsobsi pepsin tetapi juga protein dan besi dalam makanan. Magnesium trisilikat (Mg2Si3O8nH2O) Sebagai antasida nonsistemik bereaksi dalam lambung sebagai berikut: Mg 2 Si 3 O8 ( n) H 2O + 4 H + ⇔ 2 Mg ++ + 3SiO 2 + (n + 2) H 2O Mula kerja magnesium trisilikat lambat untuk menetralkan 30% HCl 0. sedangkan untuk menetralkan HCl 60% 0. penggunaan bersama obat lain dapat menggangu penyerapan obat-obat lain. Efek samping : diare Dosis :  dalam bentuk tablet 500 mg.  sebagai bubuk megnesium trisilikat yang mengandung sekurang-kurangnya 20% MgO dan 45% silikon dioksida. (anonymous4.d.

Beberapa Contoh Nama Dagang Antasida Preparat dagang (nama dagang yang digunakan) Aludrox Distra-cid Aluminium Hidroksida Gel Aluminium hidroksida Magnesium oksida Gel Aluminium hidroksida Gavisco Magnesium Karbonat Asam Alginat Aluminium Hidroksida Magnesium trisilikat Gelusil Locid Natrium Hidrogenkarbonat Magnesium-aluminium-silikathidrat Gel aluminium hidroksida kalsium karbonat Glisin Maaloxan Masigel Palliacol Phosphalugel Rennie Riopan Solugastril Talcid Magnesium Hidroksida Gel Aluminium Hidroksida Gel Magnesium Hidroksida Dimagnesium-Aluminium trisilikat Aluminium Hidroksida Magnesium Hidroksida Aluminium fosfat koloid Kalsium Karbonat Magnesium kaarbonat Magaldrat (=aluminium-magnesiumhidroksida-sulfathidrat) Gel aluminium hidroksida kalsium karbonat Hidrotalsit (=aluminium-magnesiumhidroksida-karbonathidrat) (OOP) Waktu makan Obat Sudah diketahui umum bahwa keasaman di lambung menurun segera setelah makan dan mulai naik lagi satu jam kemudian hingga mencapai dataran tinggi tiga jam sesudah makan. Berhubung dengan data ini. Telah Mengandung . maka antasida haaarus digunakan lebih kurang 1 jam setelah makan dan sebaiknya dalam bentuk suspensi.

Mg. 5.. nilai biaya pengobatan berdasarkan biaya sehari 6. Kalsium karbonat) menyediakan penetralan yang lengkap dan cepat tapi dapat menyebabkan kebasaan (alkalosis) dan sebaiknya digunakan hanya dalam waktu singkat. . Total dosis harian antasida harus 200-400 milieqivalen kapasitas penetralan.. 4. mula kerja suspensi lebih cepat daripada tablet 3. Antasida Dalam Terapi Tukak Peptik Seringkali antasida digunakan dalam pengobatan sendiri (self medication) untuk berbagai keluhan lambung. mungkin karena proses pengeringan selama penmbuatan mengurangi daya netralisainya Pada oesophagitis dan tukak lambung sebaiknya obat diminum 1 jam sesudah makan dan sebelum tidur.dibuktikan bahwa tablet bekerja kurang efektif dan lebih lambat. Al.. Untuk menghilangkan konstipasi atau diare lebih baik diberikan dua preparat yanbg terpisah daripada sebagai campuran.. campuran dua atau lebih antasida tidak lebih baik daripada satu macam sediaan antasida. Akibat iklam yang berlebihan maka masyarakat dan sebagian dokter percaya bahwa setiap keluhan di bagian lambung akan sembuh dengan antasida. Antasida yang tidak menyerap contoh alumunium atau mangensium hidroksida menyebabkan lebih sedikit efek samping sistemik dan disarankan. dan menurunkan kekambuhan. Antasida yang dapat menyerap (contoh Na bikarbonat. perhatikan urutan daya netralisasi: Ca. antasida digantikan denganterapi penekan asam dalam pengobatan ulkus peptik dan digunakan hanya untuk menghilangkan gejala jangka pendek. pemakaian jangka panjang dihindarkan 2. Obat ini relatif tidak mahal tapi harus diminum 5-7 kali sehari. Secara umum ada 2 tipe antasida: menyerap dan tidak menyerap. sehingga terjadi penggunaan antasida yang berlebihan. Aturan antasida optimal untuk penyembuhan luka sekitar 15-30 mL cairan atau 2-4 tablet 1 jam dan 3 jam setelah makan dan sebelum tidur. membantu penyembuhan luka. Bagaimanapun. Pada trukak usus 1 dan 3 jam sesudah makan dan sebelum tidur. (OOP) Pedoman terapi antasid 1. bersamaan dengan terapi lainnya Antasida meredakan gejala..

psikoterapi. Blokade H2 diserap dengan baik dari saluran pencernaan dengan mulai kerja 30-60 menit setelah diminum dan efek puncak obatnya pada 1 sampai 2 jam. Pengeluaran pepsin yang dimediasi histamin juga berkurang. . Dosis sebaiknya dikurangi pada pasien yang lanjut usia. pemberian antikolinergik. ranitidin. Antagonis reseptor H2 (Blokade H2) Obat-obatan golongan ini (simetidin. Lama kerja proporsional dengan dosis dan bervariasi dari 6 sampai 20 jam. Obat Gastritis lain 1. Untuk tukak peptik tanpa komplikasi pemberian pada 1 dan 3 jam setelah makan dan menjelang tidur malam umumnya memadai. dengan menekan pengeluaran gastrin yang dirangsang oleh asam dan secara proporsional menurunkan volume asam lambung.Dalam pengobatan tukak peptik antasida memegang peranan penting di samping berbagai cara pengobatan lain. tetapi tidak berarti pasien dalam taraf penyembuhan. Pemberian obat sedatif nyatanya tiadak lebih baik dari plasebo. istirahat. Dengan pemberian antasid. Pemberian intra vena menghasilkan mulai kerja yang cepat. Bentuk tablet maupun suspensi meneunjukkan efektivitas yang sama. Pada pasien tukak peptik yang berat pengobatan dengan antasida perlu dilakukan bersamaan dengan segala usaha pengobatan lainnya yaitu diet. jadi bahaya perforasi tetap ada. nyeri lambung pasien tukak peptik akan hilang. famotidin tersedia dalam bentuk intra vena dan oral serta nizatidin hanya tersedia oral) merupakan penghambat kompetitif histamin pada reseptor H2. Kegagalan pengobatan simtomatik tukak peptik dengan antasida disebabkan karena : • • • • frekuensi pengobatan yang tidak adekuat dosis yang diberikan tidak cukup pemilihan sediaan yang tidak tepat sekresi asam lambung diwaktu tidur tidak terkontrol Regimen dosis antasida bervariasi tergantung dari beratnya gejala.

masa kerja lebih panjang 4-10 x lebih poten dari simetidin sehingga dosis lebih rendah . Perubahan status mental. diare. ruam. Ranitidin . Akumulasi obat lain akibat penghambatan enzim sitokrom Efek samping: Nyeri kepala. diazepam. blokade H2 lainnya berinteraksi dengan enzim mikrosom P-450 dan dapat menunda metabolisme obat lain yang dieliminasi melalui sistem ini seperti fenitoin. trombositopenia (kadar trombosit kurang) dan bradikardia (denyut jantung lemah) sinus dan hipotensi setelah pemberian intra vena cepat dilaporkan pada blokade H2 umumnya <1% pasien yang diobati tapi lebih umum pada pasien usia lanjut. diazepam.tidak berefek antiandrogenik . Simetidin Farmakokinetik: a/: oral sebanding iv=50-70% oral diperlambat o/ makanan terjadi pada menit 60-90 d/: ikatan pd plasma 20% m/: menghambat sitokrom P450 e/: urin dan tinja Farmakodinamik: memblok reseptor H2 Interaksi obat: Bila diberikan bersama antasida.Simetidin memiliki efek antiandrogen minor yang diekspresikan secara reversibel (bisa kembali lagi) ginekomastia dan sangat jarang disfungsi ereksi utuk penggunaan jangka panjang. ketokonazol dianjurkan selang waktu 1-2 jam. lidokain. demam obat. pusing. metoklopramid. teofilin. warfarin. nyeri otot. a. mual. Simetidin tingkat yang lebih rendah. diare Disfungsi seksual pria akibat efek antiandrogenik Sediaan: tab 200 mg b.

Obat ini juga menghambat interaksi pepsin-substrat. kemungkinan berikatan hormon pertumbuhan dan menkonsentrasikan pada bagian luka. Bismuth Chelate § Farmakodinamik: berikatan langsung dengan ulkus dan membentuk kompleks polimer bismuth – glikoprotein. § Khasnya untuk mengeradikasi kuman Helicobacter pylori § Sediaan: koloid 4. inj … c. Penyerapan sistemik sukralfat dapat diabaikan. melindungi dari asam.interaksi obat lebih sedikit . § Farmakokinetik: a/: sangat kecil d/: langsung ke mukosa § Farmakodinamik: dalam suasana asam akan membentuk gel lengket ke dalam rongga ulkus § Dosis: 4 x 1 g sehari 3. Sukralfat Obat ini merupakan kompleks sukrosa-alumunium yang kemudian memisahkan diri di dalam asam lambung dan membentuk pelindung sekitar daerah yang terluka. Sukralfat dapat berikatan dengan obat lain dan mengganggu penyerapan obat lain tersebut. 40 mg 2. 20 x dari simetidin sediaan: tab 20 mg. merangsang produksi prostaglandin mukosa da berikatan dengan agaram empedu. Sukralfat sepertinya memiliki efek tropik pada mukosa yang luka. Sembelit muncul pada 3-5% pasien. Tidak ada efek terhadap hasil asam atau pengeluaran gastrin.sediaan: tab 150 mg. pepsin dan garam empedu. Misoprostol § Ialah analog metilester PGE1 .. Famotidin 3 x lebih poten dari ranitidin.

diare § Digunakan untuk pasien yang tetap butuh OAINS § Dosis: 4 x 200 mg sehari 5. Enzim ini berlokasi di sel parietal lambung dan memainkan peran kunci dalam pengeluaran H+ (proton). and pantoprazol tersedia dalam bentuk oral (diminum) dan intravena. lansoprazol. pusing. Bagaimanapun. Penghambat pompa proton menggantikan blokade H2. tidak ada bukti displasia atau bentuk keganasan pada pasien yang menerima pengobatan ini. Obat-obatan ini menghambat pengeluaran asam dan memiliki durasi kerja yng panjang. Proton Pump Inhibitor (Penghambat Pompa Proton) Obat ini merupakan penghambat yang kuat terhadap proton (H+.2007) § Farmakokinetik: a/ : sebaiknya salut enterik d/ : langsung ke kanalikuli m/ : lengkap e/ : urin. Penghambat pompa proton jangka panjang berakibat bertambahnya kadar gastrin (hormon yang bertugas merangsang keluarnya asam lambung) yang berujung hiperplasia sel (keganasan sel). Pylori. K+ ATPase). lainnya omeprazol dan rabeprazol tersedia hanya dalam bentuk oral di Amerika.§ Prostaglandin bekerja dengan: Menghambat sekresi HCl Meningkatkan aliran darah ke mukosa gaster Memiliki daya sitoprotektif § Efek samping: mual. Penghambat pompa proton termasuk osemeprazol. tinja(20%) § Farmkodinamik: . Beberapa pasien dapat menderita gangguan penyerapan vitamin B12. Obat-obatan ini membantu penyembuhan dan merupakan komponen kunci membasmi H. (Anonymous3.

2007.htm. farmakologi dan terapi . Misoprolol memiliki efek abortus sehingga dikontraindikasikan pada wanita usia subur yang tidak menggunakan kontrasepsi Anonymous1. Anonymous2.DO.Gastritis.portal.2007 Anonymous4. Anonymous3.com. mereka yang berisiko luka atau komplikasi luka. 2007 OOP. mereka yang mengkonsumsi kortikosteroid adalah kandidat yang dapat minum misoprostol dengan makanan bersama obat antiinflamasi non steroid.2007.mediastore. Prostaglandin Prostaglandin tertentu terutama misoprolol menghambat sekresi asam dengan menurunkan generasi siklik AMP yang dipicu oleh rangsangan histamin pada sel parietal dan meningkatkan pertahann mukosa.htm.php. GERD. Antasida.pom.Pada suasana asam.www.go. Catatan kuliah Farmakologi dasar “Antasida”.www.id/public/publikasi/kompendia/menu/index. http://www. Turunan prostaglandin sintetik digunakan terutama untuk menurunkan risiko luka mukosa yang dipicu obat antiinflamasi non steroid. Pasien yang berisiko tinggi luka yang dipicu obat antiinflamasi non steroid seperti lanjut usia. kasus tukak peptikum berat § Contoh: omeprazole. Kompedia Obat Bebas.panduan. www. dll § Dosis: min tab 20 mg sehari 6. di dalam kanalikuli sel parietal. obat diaktifkan dan berikatan dengan gugus sulfhidril enzim H+-K+-ATPase secara ireversibel sehingga produksi HCl terhenti (>90%) § Indikasi: sindrom Zollinger-Ellison. Efek samping yang umum kram perut dan diare yang muncul pada 30% pasien. Obat Saluran Cerna.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful