Pelajaran Kritik Teks

By: Allen Ross , Th.D., Ph.D.

Pendahuluan
Ada beberapa aspek eksegesis yang lebih rumit daripada melakukan kritik teks. Ini merupakan disiplin yang mengharuskan eksegetor menguasai bahasa, tapi seluruh informasi mengenai manuskrip dan ragam versinya serta kecenderungan juru tulis. Hal ini juga berasumsi kalau kritik tekstual akan lebih biasa dalam Alkitab, terutama karakteristik tulisan dan kecenderungan setiap penulis. Sebagian besar mahasiswa seminari tidak cukup dipersiapkan untuk pekerjaan ini. Mereka bisa saja, tapi kurikula dalam institusi tersebut telah berayun dari disiplin alkitabiah dan teologis kepada penekanan profesi. Tekanan tambahan itu baik, dan mungkin diperlukan tapi tidak dengan mengorbankan disiplin tradisional. Didalam tulisannya yang berjudul The Textual Criticism of the Old Testament, Harry Orlinsky menulis: Beberapa decade yang lalu kita melihat penelitian Perjanjian Lama berkembang dibawah pengaruh penemuan arkeologi. Wilayah yang disebut dalam Alkitab, Irak, Siriah, Libanon, Palestina dan Mesir, saat mereka dibawah kontrol Inggris dan Prancis, menjadi tempat subur penemuan dengan penggalian di Fertile Crescent. Dan walaupun struktur ekonomi dan social beragam bagian di Timur Dekat seperti kekuasaan Eropa mulai berubah ditahun duapuluhan, tigapuluhan, dan empatpuluhan, dan Inggris serta Prancis mulai tergantikan oleh kekuasaan Amerika dan Soviet, dan pengelompokan politik baru seperti Republik Arab, Kerajaan Hashemite di Yordan, dan Israel sedang terbentuk, dengan akhir yang belum terlihat, pekerjaan arkeologis tetap berlangsung lebih banyak di Israel daripada Transjordan dan Iraquntuk memuaskan para sarjana Alkitab, atau keinginan para ahli dibidang arkeologi Alkitab. Pada saat yang sama, trend baru mulai terasa dalam pendidikan tinggi dikedua sisi Laut Atlantik: ilmu kemanusiaan dan social mulai memberi jalan bagi ilmu terapan. Kurikula dari sekolah pada umumnya semakin merampas tata bahasa Latin dan Yunani menjadi bayang saat sekolah publik sering disebut sekolah Latin atau sekolah tata bahasa! Konsekuensi kritik tekstual terhadap Perjanjian Lama cepat terasa. Disini, disatu sisi, dokumen tertulis dan tidak yang dibongkar oleh arkeologi menarik perhatian pelajar tentang dunia dimasa Kitab Suci ditulis; dan, disisi lain, pelajar dibidang penelitian yang sama menemukan diri mereka semakin tidak bisa menangani kritik tekstual dari Alkitab Ibrani, karena mereka masuk dan keluar dari seminari dan departemen Semitik mereka dengan pengetahuan bahasa Ibrani, Aramik, dan Latin bukan dari sumber langsung disbanding pelajar dimasa sebelumnya. Kita telah jauh berbeda disbanding saat Ezra Stiles, president dari Yale University, mengajar mahasiswa baru

Hal ini. Buku kecilnya Ernst Wurthwein. Karena terlatih atau tidak. mengidentifikasi. dan keputusan besar tentang teologi dan etika. Higher Criticism berurusan dengan menentukan penulis. Perbedaan versi Alkitab dalam bahasa Inggris membuat anda perlu mengatakan bahwa ada hal yang signifikan yang berubah dalam pembacaannya. By G. dan bagaimana menyelesaikan kesulitan tekstual. Sebagai hasilnya. mereka harus menghadapinya. Ada banyak sekali tulisan mengenai ragam teks dan tipe teks Perjanjian Lama. Menyelesaikan masalah tekstual paling membutuhkan pelatihan. seperti yang dipikir sebagian orang dimasa ini. Ekspositor modern tidak bisa mengabaikan masalah ini kecuali ekspositor itu (jika bisa memakai istilah ini) berencana mengabaikan Alkitab. Hal itu membutuhkan pengetahuan yang baik akan bahasa dan bukti manuskripnya variasi yang ada. Disini anda hanya sedikit mempraktekannya. atau seperti juru tulis dimasa lalu mereka hanyalah pilihan untuk pembacaan yang lebih mudah bagi penafsir. seberapa bisa diandalkan. dengan metode penafsiran. tapi membuat mereka sadar akan teks dari Alkitabbagaimana itu ditulis. ragam versi Perjanjian Lama. atau memulihkan teks asli dari Alkitab. Perkenalan pertama pelajar terhadap kritik tekstual Perjanjian Lama biasanya gagal karena jumlah informasi yang diperlukan untuk mengerti apa yang sedang terjadi. mendasar bagi seluruh disiplin dalam mempelajari Alkitab dan teologi. sehingga saat anda membaca versi yang berbeda atau tafsiran yang berbeda anda bisa mengevaluasi sebagian hal yang mereka katakan. Eerdmans. hanya suatu survey umum. karena tujuan mempelajari disiplin ini bukan untuk membuat pelajarnya kedalam suatu kritik tekstual. Ernest Wright [Doubleday. Hal ini disebut Lower Criticism. tujuan. waktu. Bacaan bibliografi dibawah ini sangat berguna bagi yang ingin mempelajarinya lebih lanjut. 1979). Lebih dari itu. pelayan dan pendidik lain dimasa kini lebih dari sebelumnya. (in The Bible and the Ancient Near East. tafsiran modern sering mengubah teks dalam pembahasan mereka. memberikan perkenalan yang baik terhadap seluruh materi ini. ed. . yang cukup beragam.dan kelas bahasa Ibrani. B. Hal itu membutuhkan kemampuan membaca apparatus dicatatan kaki Alkitab Ibrani dan mengevaluasi bacaannya sesuai dengan kanon dari kritik teks. Hal yang dilakukan dalam seminari dan program sarjana adalah menawarkan suatu survey tentang disiplin melakukan kritik tekstual jika seseorang ingin mempelajarinya. Walaupun begitu. faktanya. ditahun 1781 dalam bahasa Ibrani. bagaimana disimpan. dan teori kritik mengenainya. adalah membuka. Pada tahun-tahun setelah Orlinsky menulis artikel ini. cukup untuk menyadarkan anda akan proses menyelesaikan sebuah masalah tekstual. harus memberi keputusan penting mengenai terjemahan. hal-hal tersebut tidak menjadi lebih baik. dan integritas dari kitab-kitab dalam Alkitab. 1965]). dan bukan. Tugas dari kritik tekstual yang sebenarnya. Kritik Tekstual berurusan dengan manuskrip dan versi Alkitab. penafsiran Alkitab. Tapi pelajar seminari memerlukan survey ini. Tapi cukup dalam seminari. semua dengan pelatihan formal yang kurang untuk melakukannya. agar mereka lebih hati-hati dalam melakukan pekerjaan eksegetisnya. The Text of the Old Testament (Grand Rapids: Wm. pelajaran Teologi dan Alkitab secara umum telah dikurangi. Anda harus menentukan apakah itu diijinkan.

al. Sejarah dan Karakter Sumber Manuskrip Ibrani Bukti manuskrip bagi teks Ibrani cukup lama. edited by G. and Talmon. et. Cambridge: Harvard University Press. Sebelum 400 B. Waltke. 1965. S. Introduction to the Critical Study of the Text of the Hebrew Bible. The Textual Criticism of the Old Testament. Cross. The Textual Transmission of the Old Testament. M.Tapi harus diulangitujuan kita adalah mensurvey informasi mengenai manuskrip. Grand Rapids: Zondervan. 1968. Harrison. Weingreen. R. Supplement. Pp. B. tidak ada manuscript (MS) dari Alkitab Ibrani. R. Klein. sehingga anda bisa memiliki pengertian yang lebih baik akan Kitab Suci dan bagaimana mereka telah disimpan dan diterjemahkan. Oxford: Basil Blackwell. J. 140-169. Literary and Textual. A Primer of Old Testament Textual Criticism. S. London: Oxford University Press. Philadelphia: Fortress Press. in Tradition and Interpretation. 47-78. Jellicoe. sehingga kita hanya bisa . dan aktifitas juru tulis. Textual Criticism of the Old Testament. 1965. edited by R. Ernest Wright. 1951. 1-30. 1975. in Interpreters Dictionary of the Bible. in Biblical Criticism: Historical. J.C. New York: Oxford University Press. Qumran and the History of the Biblical Text. D. Pp. The Textual Criticism of the Old Testament. 1982. 1978. W. The Septuagint and Modern Study. W. Pp. Garden City: Doubleday. Pp. dan juga metode dalam melakukan kritik tekstual. Thompson. F. 1979. versi. ________. in The Bible and the Ancient Near East. A. The Old Testament Text and the Versions: The Hebrew Text in Transmission and the History of the Ancient Versions. Roberts. Bibliografi Terpilih Ap-Thomas. Textual Criticism. New York: Oxford University Press. Bruce K. edited by G. 1974. J. Harry M. Orlinsky. Cardiff: University of Wales press. Anderson. K. 886-891. tapi sangat baik tersimpan.

haplography. Ancient Orient and Old Testament. Hasil dari seluruh kecenderungan ini adalah munculnya tiga turunan Alkitab yang berbeda: teks yang disimpan oleh para Masoretes (the textus receptus). pp. dan Septuagint (LXX)ketiganya dikuatkan oleh DSS. Ginsberg (dalam tulisannya Introduction to the Masoretico-Critico Edition of the Hebrew Bible [New York: KTAV. Asal yang sama mungkin terjadi di Palestina dimasa Tawarik (400 B. dan lebih jauh divulgarisasi sebelum menjadi dasar bagi LXX (ca. Setelah kembali dari pembuangan para juru tulis mengubah tulisan dari bentuk lama ke bentuk penulisan Aramik. Tapi terdapat juga kecenderungan dalam sebagian lingkaran juru tulis untuk merevisi teks. 78-79. dan lainnya. Kehadiran tipe teks diantara teks Dead Sea Scrolls (DSS. Synoptic Studies in the Old Testament. Ini telah dikonfirmasi oleh karya Cross terhadap Samuel. 18 dan 1 Sam. Tapi yang lebih penting.) identik dengan yang disimpan oleh pada Masoretes (yang keberadaan terawal MS sampai ca.C. 1966]. 142. Mereka memodernisasi teks dengan menggantikan bentuk archaic dan konstruksinya.C. p. mereka menambah teks dengan tambahan-tambahan dan glosari dari bagian paralelnya.D. A. 900 A. D. Ada suatu psychology of canonicity yang memelihara suatu perhatian untuk memelihara tulisan-tulisan keramat.16 . p. Sejak 400 B.D. dan menjaga nama ilahi dengan mengganti huruf hidup dari bentuk lain. Lunds Universitets Arsskrift. para imam kelihatannya memiliki bagian teks sinoptik yang telah direvisi dalam pengajaran mereka (bandingkan Ps. Kita bisa belajar sesuatu mengenai proses penyimpanan ini dari tradisi Rabinis (Talmud. mengubah nama-nama ilah palsu. Hal yang bisa ditunjukan adalah para juru tulis memiliki determinasi untuk menyimpan teks tersebut. Untuk pelajaran mengenai perlakuan juru tulis lain di dunia kuno. and K. Teks selamat melalui berbagai bencana dan kehancuran karena kitab-kitab itu dianggap keramat dan para juru tulis sangat memperhatikan keakuratannya. sampai masa standarisasi teks Ibrani ditahun 70 A.C. Hal terpenting adalah. mereka memperhalus kesulitan kita. Mereka mengubah teks dan orthography sesuai dengan aturan penulisan. From the Stone Age to Christianity. Kitchen. Samaritan Pentateuch (SP). Albright. beberapa juru tulis yang lebih liberal mengubah teks atas alasan philologis dan teologis. Kita tahu sedikit mengenai bagaimana vokalisasi Ibraninya diubah dan mengerti perubahan seperti itu.. 200 B. Tapi ada juga kecenderungan diantara para juru tulis untuk merevisi. 140. Gesenius menunjukan kalau persetujuan antara SP dan LXX bisa dijelaskan dengan asumsi asal yang sama. Lebih dari itu. to 100 A. F. terdapat kesalahan tidak disengaja seperti dittography.C. dan Gerleman terhadap Chronicles (Cross. p. 307). dan mereka menggantikan eufemisme dengan vulgatitas. Sopherim (juru tulis) merupakan perevisi resmi teks menurut C. Gerleman.C. Tulisan selamat di Palestina dan menjadi dasar bagi SP. 22 dalam Ibrani). Semua old Palestinian recension ini dibawa ke Mesir selama abad kelima B.D.) menjadi saksi kesetiaan dalam penyimpanan teks. lihat W. Ancient Library of Qumran. mereka juga mengubah bentuk linguistiknya. p. Nedarim 37b-38a).). kecenderungan yang sama berlanjut.).melihat praktek juru tulis dari Alkitab itu sendiri dan praktek Timur Dekat kuno lainnya. ca. 9). 300 B.

Hal yang jelas adalah dimasa Injil ada suatu keadaan yang mendukung hal ini di Palestina. Secara umum.C. and Rabbi Ishmael. H. Ini bisa terlihat dalam penggunaan Perjanjian Lama dalam Perjanjian Baru. dan kitab-kitab apokrifa. Jurang diisi dengan Alexandrinus dan Sinaiaticus. . Bible: Text. cukup meyakinkan. Dua edisi modern dari bahasa Yunani didasarkan pada teori dan model Lagarde. tulisan rabinis. tradisi mereka disebut Masorah. kita bisa mengatakan kalau Taurat atau Hukum diterjemahkan kedalam bahasa Yunani diantara tahun 295--247 B. dan Syrian oleh Lucien. Para Nabi diterjemahkan sebelum akhir abad ketiga B. Kesaksian Rabinis adalah terdapat suatu gerakan menjauh dari pluralitas turunan ke suatu standarisasi teks Ibrani. 160 B. in Encyclopedia Judaica 4 (1971):831-35. Palestinian oleh Origen. Pekerjaan memelihara teks merupakan kepentingan sekolah keluarga dari para sarjana Yahudi..C. Pekerjaan dari keluarga Ben Asher dari sekolah Tiberias (sebuah kota dipantai barat Galilea) menonjol dengan dukungan diabad sebelas. semua menginginkan suatu teks yang distabilkan. dan Hagiagrapha ditahun 132 B. walaupun dengan banyaknya bentuk archaic dan sulit didalamnya. Aturan dari hermeneutic alkitabiah. Lagarde berpendapat. Didalamnya berisi begitu banyak apparatus Yunani yang penting. Nahum of Gimzo. Mengenai garis besarnya saya ingin menambahkan beberapa latar belakang dari sumber lainnya. tipe teks Masoretik. Tafsiran Eksegetis dan prinsip hermeneutis digemakan oleh Zechariah ben ha-Kazzav.). Mereka dikenal sebagai Masoretes (Ibraninya masar berarti to hand down melalui tradisi). bahwa seluruh manuskrip yang ada dari terjemahan Yunani Kuno berasal dari tiga turunan yang disebutkan oleh Jerome. Bukti merujuk pada keberadaan suatu teks resmi dengan otoritas mengikat dari masa setelah kehancuran bait ditahun 70 A. berisi kitab-kitab Pentateuch dan sejarah.C. Para Rabi telah menetapkan hal ini pada turunan konservatif dan mengadopsikannya bagi Yudaism (konservatif dalam arti kurang ada perubahan dan disimpan dari hal yang sulit dan tidak biasa).. disebut Vaticanus (Codex B) karena itu yang termurni. tidak ada perkembangan lanjutan penting yang terjadi. Ketiganya berasal dari versi Yunani yang asli. dan teks yang mereka simpan dan vocalized disebut Masoretic Text. Versi-versi Kuno Septuagint. Mereka mewakili secara simbolis huruf hidup dan liturgical cantillations dengan tanda diacritical.Mungkin old Babylonian recension (deskripsi Cross kalau teks Masoret yang digunakan) diperkenalkan kembali di Palestina dimasa para Makabe (ca. yaitu. Untuk ringkasan sejarah pencetakan Alkitab Ibrani. Wurthwein memberikan perkenalan dasar terhadap Perjanjian Lama Yunani. Cambridge Septuagint. Sarna. lihat N. Karena para juru tulis berusaha memelihara teks. Karya dari para juru tulis sekarang berubah dari mengklarifikasi teks kepada menstandarisasi dan memelihara teks. Rabbi Akiva.D. menuntut sebuah sacrosanct text. Egyptian oleh Hesychius. disusun oleh Hillel the Elder.C.

ini merupakan sebuah masalah penting. sebaliknya. kutipan-kutipan Bapa-bapa. dan dalam kolom keenam dari Hexaplanya Origen. Aramik Targums. turunan dari Hesychius. Greek minuscles boc2e2.C. kutipan-kutipan dari Josephus. Rahlf. Waltke meringkas masalah ini: Dari penelitiannya terhadap kitab SamuelRaja-raja. dan Lucian muncul. Waltke menyimpulkan. Beberapa materi Targum bisa membantu mengerti tafsiran resmi dalam Sinagoge. penjelasan bahasa kiasan. dan annotasi marginal dalam Vulgata. Dari situ berasal turunan diabad kedua A. lihat perkenalan umumnya Wurthwein. tapi biasanya kembali ke B. murid dari Aqiba. Buktinya tidak sepenuhnya didasarkan pada manuskrip lengkapnya. tapi dari manuskrip yang mengisi suatu teks pre-Vulgate. Lagarde dengan benar mengatakan bahwa. Edisi Rahlf menutupi bagian ini. Aquila.D. dan ditunjukan hanya dua revisi berturutan. Kolom kelima Hexaplanya Origen berpengaruh pada salinan lanjutan dari LXX. terahdap suatu teks Ibrani yang ditemukan dalam Tawarik. Howard berpendapat kalau keduanya kekurangan bukti definitif. Mereka distandarisasi setelahnya dalam sejarah. Tapi G. dan akhirnya mengerjakan . beberapa MSS Qumran. Diabad ketiga dan keempat A.. (Symmachus). Melihat sejarah ini. Latin Kuno dan Vulgata. oleh Aq. pembacaan Yunani yang menyimpang dari MT seharusnya dianggap sebagai LXX yang asli. Turunan dari Septuagint. Origen. Latin Kuno mungkin merupakan terjemahan Yahudi yang didasarkan pada LXX. Waltke menunjukan bahwa bukti dalam kitab nabi-nabi kecil semakin menunjukan suatu revisi terhadap Yunani kuno kepada Proto-MT. (Aquila) dan Sym. Symmachus lebih mengusahakan idiom Yunani. berisi materi haggadic. Untuk pembahasan mengenai Targum. yang tidak hanya Theodotionic tapi juga Proto-Lucianic. Edisi itu tidak memiliki Pentateuch dan sejarah. membuat sebuah terjemahan literal agar sesuai dengan prinsip-prinsip eksegetisnya. Turunan Proto-Lucianic ini kemudian direvisi ke revisi kai ge melihat pada Proto-Masoretic Text. Terjemahan Perjanjian Lama Aramik kurang menologn bagi kritik tekstual. Itu merupakan suatu teks yang secara konsisten dikoreksi dari Ibraninya textus receptus karena itu yang paling rusak.Cambridge Septuagint disimpan dalam sebuah Perjanjian Lama Inggris-Yunani (Zondervan) yang dilihat sebagai penghematan waktu. berpendapat bahwa teks Proto-Lucianic ini merupakan LXX yang asli.D. Versi Theodotion mendahului terjemahan asli dalam edisinya LXX. dll. tapi yang lebih penting mereka bersifat paraphrastic. yang merevisi turunan kai ge terhadap Rabbinic Masoretic Text. Cross menyimpulkan kalau LXX yang asli telah direvisi kira-kira abad pertama B. Edisi lain. Revisi ketiga terjadi diabad kedua A. Vulgata Latin diperintahkan oleh Pope Damasus kepada Jerome (345-420).D. hal lain setara. modernisasi nama-nama. adalah Gottingen LXX. Jerome mencoba beberapa pendekatan dalam merevisi teks Latin. Hal ini memiliki beberapa tanggungan pada kesulitan tekstual. Barthelemy.

reading a w for an r ) 2.17 Perhatikan perbedaan dalam I Samuel 14:47: MT: He pronounced (them) wicked ( y r sh y ) LXX: He was victorious (y w sh -. tapi tidak memberikan suatu pembahasan menyeluruh. Tawarik sebagiannya midrashic. dan diselesaikan diakhir abad keempat. dan sebagian dari Mazmur. dimulai pada abad pertama A.sebuah terjemahan dari teks Ibrani. Jerome menghasilkan sebuah terjemahan Mazmur kedalam bahasa Latin yang didasarkan pada Teks Ibrani. lihat bibliografi. 76-82.D. disitu contoh-contohnya dibahas. Perhatikan bagaimana hal ini terjadi dalam MT dari I Samuel 13:15: . Penghapusan karena memiliki akhir yang mirip (homoeoteleuton). Pembagian Syrian Christian kedalam Nestorians dan Jacobites menunjukan versi terpisah dari Peshitta (simple) didasarkan pada terjemahan sebelumnya. Syriac Peshitta. Ayub secara literal. Perubahan Tak Disengaja 1. Yehezkiel dan Amsal lebih dekat ke Targum. Kecenderungan Para Juru Tulis Selain pengetahuan mengenai sejarah dan perkembangan teks dan versi. Pentateuch. Mata juru tulis mungkin melewatkan satu akhiran atau satu kata atau satu kalimat dengan lanjutannya yang mirip. I Samuel 28:2 menunjukan perubahan seperti itu: MT: you (attah) LXX: now (apparently reading attah) 3. terutama Klein. Yesaya. Kebingungan terhadap kata-kata yang terdengar mirip. disebut Psalterium iuxta hebraeos hieronymi. Mengenai pembahasan mendetil. Juru tulis mungkin tidak mendengar pengucapan kata itu secara tepat dan menganggapnya kata lain. pp. kritik teks harus menyadari berbagai perubahan yang dibuat dalam manuskrip jika ingin mengevaluasi masalah. Ruth bersifat midrashic. untuk Pentateuch. Kemudian. menunjukan pengaruh dari LXX. Terjemahan Mazmurnya dalam Vulgata (yang disebut Gallican Psalter) pada intinya diambil dari Hexapla. Terjemahan ini kelihatannya mengikuti Ibraninya secara ketat. meninggalkan materi yang menghalangi. tapi bisa juga diterjemahkan dari LXX. Ada saatnya sebuah kesulitan tekstual muncul karena seorang juru tulis membingungkan surat dalam pembacaan. Kebingungan terhadap surat-surat yang mirip. PIH. Nabi-nabi Kecil. Ini merupakan terjemahan yang dimulai di Edessa. dibawah pengaruh para sarjana Yahudi di Bethlehem. Garis besar berikut ini akan membiasakan pembaca dengan kecenderungan juru tulis.

6. 4. but the rest of the people went up after Saul to meet the soldiers. Ada saatnya juru tulis bisa menyalin lagi beberapa kata yang telah diselesaikannya. Mazmur 130:4 memiliki masalah ini: MT: there is forgiveness that you might be feared (tiwware) LXX: law (penerjemah melihat konsonan dan berasumsi itu merupakan kata benda umum t w r [tora]. and they took it away from the house of Abinadab which is on the hill. 7. Then they came from Gilgal--to Gibeah of Benjamin. atau para Masoret yang salah dalam hal ini. apakah oleh para penerjemah Yunani yang bekerja dari sebuah manuskrip tanpa titik huruf hidup sama sekali. Divisi kata yang tidak tepat. . Penghapusan karena suatu awal yang mirip (homoeoarchton). I Samuel 17:46 memiliki masalah ini: LXX: I will leave your corpses and the corpses of the Philistine army (the words apparently coming from consonants p g r k) MT For the words in italics the MT only has one p g r. guided the--new cart. walaupun tidak terlalu sering terjadi. tergantung pada melihat huruf h sebagai sebuah suffix atau sebuah article. Haplography atau tulisan tunggal.and went on his way. tapi ada saatnya hal ini terlewatkan. and they took it away from the house of Abinadab which is on the hill. yang mungkin tidak dia ketahui). Mata juru tulis mungkin melewatkan satu awalan kelanjutannya. 5. Contoh berikut ini. 5:9 [ w y b n h y r]) 8. sons of Abinadab. tapi juga pada penghapusan tak disengaja terhadap huruf atau kata. Uzzah and Ahio. Dittography atau tulisan ganda. meninggalkan materi yang menghalangi. Inilah dittography yang didukung oleh 4QSama dan LXX. Contoh yang baik datang dari teksnya II Samuel 6:3-4: And they made the ark of God ride on a new cart. MT: And he built the city (I Chron. Ini merujuk pada tulisan tunggal dari dua surat atau kata yang muncul bersamaan.MT: And Samuel arose and set out from Gilgal to Gibeah of Benjamin LXX: And Samuel arose and set out from Gilgal-. Kesulitan ini lebih umum dalam manuskrip Yunani daripada Ibrani karena penspasian. Huruf hidup menulis pengucapan tradisional. bukannya sebuah kata kerja tak beraturan yang sangat jarang. Pemberian huruf hidup yang tidak tepat. 11:8 [w y b n h y r]) LXX: And he built it a city (II Sam. Ini merupakan bentuk kesalahan yang sama seperti yang terakhir.

S. membuat kata kerjanya secara tata bahasa sejalan dengan subjek mereka. with. Juru tulis yang paling bisa diandalkan berusaha menjaga teks walaupun mereka menganggap ada bentuk archaic atau tidak tepat tapi sebagian tidak begitu dalam pekerjaannya. sebagai contoh. Beberapa tambahan kecil juga diberikan untuk membuat suatu pembacaan yang lebih jelas dan lebih baik. Asimilasi pengkalimatan dalam satu bagian kepada pengkalimatan yang agak berbeda dalam konteks atau dalam sebuah bagian paralel.9. R. 1. Substitusi sinonim. Juru tulis yang merasa bebas untuk mengubah teks cenderung memuluskan pembacaan. I Samuel 10:25: MT: each man to his home LXX: each man to his place (juga dalam 4QSama) 11. Perubahan dalam spelling atau tata bahasa. Ingatan juru tulis bisa saja secara tidak sengaja salah saat dia meletakan sebuah kata yang mirip atau lebih umum dengan yang tepat. Dalam bentuk masalah ini eksegetor seharusnya waspada terhadap pola yang sering digunakan dan stylistic devices dalam kontekst. mengubah artinya. I Samuel 12:15: MT: the hand of Yahweh will be against you and your fathers. Talmon (in Textus 4 [1964]:118) telah mengilustrasikan hal ini dengan Isaiah 24:4: MT: the heights with the land (mourn) 1QIsa the heights of the land (mourn) Talmon menunjukan kalau baris diatas dalam gulungan Qumran seorang juru tulis menulis kata m (if pointed am. kata diantara baris dimasukan kedalam teks dimana dia dianggap sebagai preposition m (pointed im). Dia menganggap ini merupakan bagian dari suatu bentuk alternatif baris itu: the people of the land (mourn). PembacaanT fathers itu sulit. Transposisi kata atau huruf (metathesis). 12. . seperti dalam I Samuel 17:39): MT: and he endeavored unsuccessfully ( w y l )sebuah pembacaan yang aneh! LXX: and he exerted himself (kelihatannya membaca w y l ) 10. LXXL menulis your king. Pada salinan berikutnya. Driver mengusulkan kalau seringnya penggunaan kata fathers dalam ayat 6-8 bisa mengarah pada perubahan tak disengaja. Perubahan yang Disengaja Ada juru tulis yang merasa perlu mengoreksi apa yang menurut mereka sebagai kesalahan dalam teks. Salah masuknya komentar marjinal kedalam teks. S. menimbulkan pembacaan aneh dalam MT. Para juru tulis terkadang terbalik dalam meletakan huruf. then people).

Ada saatnya juru tulis terbiasa dengan bagianbagian lain dan ini membuat dia menambahkan teksnya dari bagian paralel yang sudah dikenalnya. Maka. yang seringkali membawa pada pembacaan yang membingungkan. Syriac Peshitta menulis Chelab. kemungkinan teks aslinya tidak memiliki keduanya (lihatDriver. Pengisian nama dan epithets. dan Syriac. Ada banyak yang memilih terlibat dalam masalah tekstual tentang nama dalam Perjanjian Lama. tapi tidak selalu. Ekspansi dari bagian paralelnya. Hal ini merujuk pada pembacaan Chileab dalam MT. 2. para juru tulis cenderung menjelaskannya bagi pembaca. 3. MT: Let me hide in the open country until the third evening. 6. Dalam ayat berikut ini. Maka.Terjemahan modern sering melakukan hal ini. Wellhausen membentuk aturan jika LXX dan MT berbeda subjeknya. d dalam d l b berubah ke k mungkin saat huruf-huruf itu ditulis dengan mirip dimasa Hasmonean. Notes on the Hebrew Text. konteks dari ayat 34-35 mengatakan mengenai Daud bersembunyi selama tiga hari. Harmoniasasi. 5. kata yang diitalic terlewatkan dalam beberapa manuskrip Ibrani. MT: Wherever the spirit wanted to go. Saat teks aslinya gagal menyebut dengan jelas subjek atau objek. LXX: Let me hide in the country until evening. dan DSS 4Q menulis d l w y h demikian juga dengan LXX. Para juru tulis bisa menambah pada teks untuk mengharmoniskan baris dengan indikasi lain dalam konteks. Vulgata Latin menulis Cheloab. biasanya menempatkan tambahan dalam huruf miring. p. melalui dittography d / l b masuk kedalam teks dan n y l dikeluarkan atau digantikan oleh tulisan berulang. 4. atau terdapat kebingungan melalui dittography. Josephus menulis Danielos. Memberi subjek dan objek. . Yehezkiel 1:20. Kita bisa menempatkan sebuah nama asli Daniel (laynd) seperti yang ditempatkan dalam I Chronicles 3:1. wherever the spirit wanted to go. they went. Contoh berikut dari II Samuel 3:3a merupakan salah satu yang rumit: MT: Chileab of Abigail ( k l b l b y g l ) the widow of Nabal the Carmelite LXX: Dalouia the son of Abigaia the Carmelitess Bukti lain mengenai masalah ini sebagai berikut: I Chronicles 3:1 menuliskan nama itu dengan D n y l (Daniel). Apakah anak laki-laki itu memiliki dua nama. I Samuel 20:5 bisa merupakan contoh yang baik. Seorang juru tulis bisa memasukan kedua varian tanpa kesadaran hanya satu yang asli. LXX. Para juru tulis cenderung memberi pengucapan penuh dari nama. and the wheels rose along with them. Kebingungan ragam bacaan. Ini bisa menjelaskan nama Dalouia dalam LXX dan Qumran. lxii).

Bagian ini berkaitan dengan masalah sejarah. Serangkaian singkatan dan tanda akan menunjukan versi apa dan varian dalam manuskrip. Sangat menakjubkan betapa sedikit masalah tekstual yang ada dalam bagian-bagian Perjanjian Lama. Disana materinya diatur ayat per ayat untuk memudahkan petunjuk. Semua itu adalah masalah tekstual utama yang harus dipelajari. Penyingkiran ekspresi yang sulit. sebagai contoh. Seleksi contoh tidak dimaksudkan untuk mencurigai bias pembaca terhadap MT atau LXX dalam setiap masalah.18 Terkadang ada ayat-ayat yang memiliki . dimasa kuno dan modern. 8. datanya terlihat jelas dalam catatan kaki (disebut apparatus) dan dalam catatan marjinal (dikenal sebagai Masorah. Mengetahui bagaimana menggunakan materi ini adalah yang termudah. ide tradisional dari para Masorete). mungkin terdapat satu. Yesaya 39:1 kelihatannya menunjukan kasus ini: MT: [Hezekiah] became well ( w y kh z q ) 1QIsa [Hezekiah] became well ( w y kh y h ) Contoh ini memberikan survey singkat mengenai kecenderungan juru tulis dalam menyalin dan menerjemahkan manuskrip. ekspositor bisa dengan aman menganggap kalau tidak ada variasi dalam manuskrip diseluruh bahasa. dalam Mazmur Perjalanan. geografi. Salah satu contoh adalah Job 1:5. akibatnya. Kecenderungan juru tulis yang didaftarkan disini juga terjadi terhadap seluruh penyalin. atau teologi yang bagi juru tulis terlihat tidak tepat atau ofensif. dan semuanya bisa dibereskan secara memuaskan melalui mengikuti prinsip yang benar. Ini artinya bergantung pada tafsiran yang lebih baik untuk pembahasan. melihat jumlah manuskrip disemua bahasa! Orang terkadang berpikir ayat-ayat itu penuh berisi masalah.7. Jika tidak ada catatan kaki pada ayat tersebut. hampir seluruh jawaban dari masalah bisa cukup jelas. Metode Kritik Tekstual Pendahuluan Saat mengerjakan sebuah bagian dalam Alkitab. Catatan kaki didalam teks Alkitab mengarahkan pembaca kepada apparatus untuk informasi. dua atau tiga masalah tekstual penting disetiap limabelas mazmur. Mengetahui kalau para juru tulis memang menolong pekerjaan eksegetor terhadap masalah dalam Alkitab Ibrani dengan keyakinan. dan diubah kedalam euphemism bless Godwalaupun para juru tulis mengetahuinya sebagai curse God. Penggantian kata-kata yang jarang dengan yang lebih umum. Ekspresinya ofensi. Didalam Alkitab Ibrani. Ini bisa jelas dari beragam cara Alkitab Inggris menerjemahkan ayat itu. Tapi. ekspositor akan menjumpai beberapa kesulitan tekstual. 11 dan 2:5. 9. atau dari pembahasan dalam tafsiran. Mazmur 120-134. sejauh ekspositor diperlengkapi untuk melakukannya. disana ekspresi curse God adalah asli. Juru tulis mungkin memiliki suatu kecenderungan untuk menggunakan istilah yang lebih dikenal dalam salinan. jalan tercepat menyelesaikan setiap masalah tekstual.

jika variannya tidak punya bukti katakanlah hanya satu versi terakhir. maka biasanya ini bisa dilewatkan. Sebagai contoh. tapi bisa saja disimpan dari pembacaan yang terbaik dan karena itu tidak bisa disingkirkan begitu saja. dan setiap kesaksian (manuskrip dan versi) harus diberi evaluasi yang seksama. Benar bahwa Masoretic Text (MT). dan variannya membuat perbedaan. anda bisa mengatakan sesuatu mengenai perbedaan. seperti para juru tulis yang liberal. Beberapa tafsiran yang lebih kritis (seperti seri ICC) mengadopsi sebagian darinya dan melakukan penulisan kembali sejumlah teks. Bagi mereka yang harus bergantung pada sumber sekunder. teks Ibrani kita. menyadari prosesnya bisa membantu mengerti apakah sebuah tafsiran mengikuti prosedur yang benar atau tidak. Bukti Eksternal Bukti Eksternal merujuk pada penaksiran manuskrip dan versi yang memiliki beragam pembacaan yang mana yang lebih tua. Bukan hanya memiliki satu tabel manuskrip utama dan secara mekanis menambahkan saksi disetiap sisi.masalah dengan beberapa kata. atau tidak membuat artinya jadi berbeda atau terjemahannya. satu kata. mereka tidak perlu dipelajari. frasa. Bagi mereka yang bisa bekerja dengan bahasa. dan satu versi menjadikannya jamak. Tapi sebagian besar teks dalam bentuk yang sangat baik. prosesnya bisa lengkap dan lebih mudah. hanya mencerminkan apa yang dipikir sarjana modern tentang bagaimana teks itu seharusnya. yang lebih baik. Kritik tekstual yang konservatif akan melihat hal ini. pekerjaan tekstual Perjanjian Lama membutuhkan sedikit evaluasi individual. pertanyaannya bukan apakah kita memiliki yang asli. jika kata bendanya tunggal dengan suatu arti yang kolektif. . ingin memuluskan teks sehingga terdengar lebih baik bagi mereka. Metode dalam melakukan kritik tekstual melibatkan bukti eksternal. Tidak semua kesulitan tekstual bernilai untuk dipelajari. Dan dimana ada masalah tekstual. Tapi bisa saja pembacaannya terlalu tua dan bukanlah disimpan dari pembacaan yang terbaik (arti. tapi yang mana yang asli. Terkadang para editor Alkitab Ibrani memberi usulan dalam catatan kaki. bukti internal. Kita harus mengembangkan satu pengertian atau insting mengenai hal ini (itulah mengapa kita mengatakan eksegesis adalah suatu keahlian dan seni). Seringkali para penafsir. Jika variannya minimal. Sebagai suatu aturan umum. hal ini tidak memiliki akibat yang serius. Dan apakah anda baik dalam kritik tekstual atau tidak. Versi lain memiliki pertimbangan ini. Tidak ada bukti manuskrip mengenai hal ini. maka hal itu harus diperhatikan dengan seksama. jika ada bukti manuskrip. dan biasanya merupakan pembacaan yang lebih baik. dan bukti intrinsic. ini disebut conjectural emendationsbagaimana menurut mereka teks itu harus diubah. bagian dari sebuah kata). tua dan bisa diandalkan. tapi sukar menerimanya karena tidak ada bukti bagi mereka. Atau. Saat anda mensurvey Alkitab bahasa Inggris atau Kitab Doa anda bisa mengatakan secara langsung dimana yang utama. Ini bukan tindakan yang benar. Benar bahwa Yunaninya (biasanya merujuk pada LXX atau Septuagint) adalah suatu tipe teks inferior secara keseluruhan.

Mengevaluasi bukti eksternal memampukan eksegetor untuk membuat penilaian awal mengenai arah dari keputusan. tapi tidak selalu. Jadi sebelum sepenuhnya mengandalkannya. teks proto-Masoretic) dipilih sebagai teks berotoritas karena superior dalam Taurat. dan juga Syriac serta Aramaic. Sebagai contoh. Hal ini seharusnya cukup untuk mengisolasi perbedaan dan menunjukan kesulitannya. Hal ini bisa dilakukan dengan mencek pembahasannya dalam buku tafsiran. Langkah terpenting dalam berurusan dengan sebuah masalah tekstual adalah mengerti masalahnya. perhatikan bahwa kolom Alkitab Yunani-Inggris adalah hanya satu manuskrip Yunani --Vaticanus (Codex B). Masingmasing harus diterjemahkan secara literal dan dianalisa secara seksama sintaks dan tata bahasanya. Yunaninya menulis whose desire is full. Alkitab Ibrani yang lebih tua (edisinya Kittel) dan tafsiran yang lebih baik. atau jarang. Anda tidak bisa menyelesaikannya tanpa melihat kata Ibraninya quiver. jika memang berbeda. Biasanya terlihat masalahnya berkembang disaat teks Ibraninya sulit. Teks itu jelas tidak superior dalam beberapa kitab lain. tapi tidak selalu yang paling benar. Prosesnya meliputi pengertian akan apa yang dikatakan semua itu (dengan menerjemahkan dan menganalisanya). Pertama. dan berusaha menemukan apa bentuk Ibrani yang mereka cari untuk mendapat apa yang mereka miliki. Apparatus dari Alkitab Ibrani ini meletakan bentuk Yunani dari terjemahan Yunani dalam catatan kaki. Ini membuat anda langsung melihat perbedaannya dalam bahasa Yunani.Bahkan. maka anda bisa mengatakan bagaimana hal itu berbeda dari teks standar Ibrani. Tapi dua peringatan diberikan disini. archaic. Kita tidak bisa mengevaluasi bukti sampai seluruh varian telah diterjemahkan dan dimengerti bagaimana mereka menafsirkan ayat itu. Ada beberapa jalur singkat dan penyingkat waktu yang dipelajari ekspositor dalam prosesnya. Anda bisa temukan dalam kamus bahwa ada satu kata untuk desire yang memiliki huruf yang sama seperti kata untuk quiver. tapi tidak dalam urutan yang sama. seorang yang telah berpengalaman dalam kritik teks akan melaksanakan bukti internal . Saat anda telah meletakan bentuk dalam bahasa Ibrani. pastikan anda membandingkan Inggris dari Yunaninya dengan terjemahan modern Inggris dari Ibrani yang cukup literal (seperti New American Standard Bible) untuk melihat bukti yang paling jelas. Tidak berasumsi bahwa apa yang dimiliki MT itu benar dan membutuhkan sejumlah besar bukti untuk mencabutnya. Jadi saat anda meletakan dua atau tiga kemungkinan pembacaan anda bisa mengevaluasinya. Sebagai contoh. Tapi hal ini harus dijelaskan terlebih dahulu. Dan kedua. Itu jelas yang terbaik. Tipe Teks Babylonian (yaitu. Sekarang terlihat seperti ada suatu kebingungan huruf tapi oleh siapa? Disinilah langkah berikut terjadi. dan berusaha melihat kata Ibrani apa yang diingginkan penerjemah Yunaninya untuk mendapatkan desire. berusaha membangun kembali Vorlage Ibraninya bagi anda. suatu keputusan tidak biasanya dibuat atas dasar bukti eksternal semata. Melalui pengertian akan masalah dalam ingatan. didalam Mazmur 127 MT menulis whose quiver is full [of arrows that represent children]. ada satu salinan LXX tersedia dengan terjemahan Inggrisnya (seperti yang anda lihat dalam beberapa tugas). pastikan kalau Yunani yang diterjemahkan kedalam Inggris adalah pembacaan Yunani yang asli.

bagaimana Aquila mengubah Yunaninya untuk menjadikannya sejalan dengan teks Ibrani sah yang telah tetap. Vulgata biasanya mendukung MT. dan secara keseluruhan merujuk pada keunikan tradisi proto-Masoretic sesuatu yang ditolak para sarjana kritik untuk waktu yang lama. Jadi langkah ini membutuhkan pengetahuan mengenai bentuk kesalahan yang dibuat. Hal ini pada intinya saat kecenderungan juru tulis dipertimbangkan dalam proses memikirkan apa yang bisa terjadi untuk sampai kepada suatu kesimpulan. Sebagai contoh. jika Ibrani dan Yunaninya sejalan. 2) Evaluasi harus harus mempertimbangkan nilai relatif dari seluruh sumber dan kualitasnya dari kitab ke kitab jadi tidak ada jawaban yang sederhana. eksegetor harus mengevaluasi hal ini secara internal. dan Syriac merefleksikan suatu tradisi Palestina atau MT atau Yunani hal ini seharusnya tidak dilewatkan begitu saja dalam materi. hal itu menjadi bukti kuat bagi pembacaan yang asli. tapi Ibraninya telah disimpan dengan baik dalam kitabkitab tertentu dan tidak terlalu baik dikitab lain. Membutuhkan waktu untuk mempelajarinya. 3) Versi lain bisa memiliki kepentingan atas informasi. proses ini kelihatannya lebih subjektif.. Targum kurang membantu dalam kritik tekstual. lebih masuk akal bagi mereka). Suatu perubahan . kemudian turunan lanjutannya harus dicek (dalam Fields) untuk melihat. maka kita harus melihat seluruh bukti. karena terkadang ada perkembangan lanjutan satu sama lain. para penerjemah dan penafsir seringkali melawan aturan kritik dan menerima apa yang menurut mereka merupakan suatu bacaan yang lebih baik (i. dan Yunaninya baik dalam satu kita tapi tidak dengan yang lainnya (tidak semua dari penerjemah yang sama). kecuali memberikan pengertian ayat yang merupakan penafsiran sah bagi sinagoge. Peringatan besar harus dilakukan dalam menyeleksinya. apakah kesalahan tidak disengaja atau perubahan yang disengaja. yang kita sebut Septuagint. dan Egyptian yang direfleksikan dalam Yunani Lama. keseluruhan proses seperti pekerjaan detektif. Tapi usulan berikut bisa menolong pemula untuk menyelesaikan bukti eksternal: 1) Ingat bahwa pada dasarnya ada tiga tipe teks -. Palestinian yang direfleksikan dalam Samaritan Pentateuch. sebagai contoh. walaupun seringkali hal ini menunjukan tanda-tanda pemulusan teks. Sayangnya. Dead Sea Scrolls. Biasanya. keseluruhan prosedur bisa secara konsisten dijaga.Babylonian yang direfleksikan dalam Masoretic Text (Alkitab Ibrani kita).e. melacak petunjuk untuk melihat kemana arahnya. Tapi jika mereka memiliki pembacaan yang berbeda. Sebenarnya.disaat yang sama. Untuk memastikan. Dead Sea Scrolls memberikan sejumlah besar detil. Latin Kuno biasanya mendukung Yunaninya. Bukti Internal Saat evaluasi awal telah dilakukan. Tidak selalu mudah mengatakan apakah perubahan itu disengaja atau tidak disengaja. kita harus memastikan kalau Yunani lama yang tepat yang dibahas (dan ini melibatkan perbandingan Cambridge Septuagint dengan Rahlf). Seringkali hal itu diikuti oleh terjemahan paraphrastic bukannya literal. tapi mengikuti aturan yang diterima dalam kritik teks. dan beragam saksi kecil lainnya.

Keahlian hanya bisa berkembang dengan praktek. Melihat sejumlah kata. jika Ibraninya merupakan pembacaan aslinya. dan hanya atas dasar pengetahuan yang diperloleh melalui penelitian. lihat James Barr. Selalu ada kemungkinan manuskrip baru akan ditemukan yang mungkin memiliki pembacaan yang berbeda. Mereka menyimpan teks sedemikian akurat melalui ingatan sehingga seluruh bentuk yang jarang serta sulit disimpan sama baiknya dengan yang umum dan telah dikenal. bisa disimpulkan dengan meyakinkan bahwa bacaan yang asli yang disimpan. Maka dari itu. atau sebuah ide yang sulit. kita harus menyelesaikan masalah dari kedua sisi. jika Yunaninya yang asli. Hal ini tidak otomatis. para Masorete tidak menemukan huruf hidup atau mengarang kata (seperti yang kadang dilakukan Yunani). mengira kata yang dipertanyakan merupakan sebuah kata umum (yang dikenalnya dengan baik) tapi faktanya adalah sebuah kata yang jarang (yang tidak akan bisa diketahuinya tanpa tradisi oral). 2) Disaat manuskrip Ibrani dan versi kuno berbeda. Tapi secara keseluruhan. tapi menemukan tanda untuk menyimpan apa yang telah diberikan pada mereka. dan ayat yang tidak memiliki varian teks. Jadi. Ini artinya eksegetor harus menyelesaikannya dari kedua perspektif. perubahan tak disengaja. Sebagai contoh. kita harus memilih pembacaan yang paling bisa membuat perkembangan pembacaan lain dimengerti.yang dibuat juru tulis bisa disebut tidak disengaja jika penerjemah manuskrip Ibrani yang tidak memiliki huruf hidup membuat pilihat terjemahan atas dasar pengetahuan bahasa Ibrani dan Yunani. Sebagian besar pelajar Alkitab tidak mengembangkan keahlian secara mencukupi untuk bisa melakukan pekerjaan ini dengan benar. Sebagian besar dari varian ini bisa dievaluasi dengan memuaskan. apa yang membuat penerjemah Yunaninya menghasilkan bentuk itu (apakah itu suatu perubahan yang disengaja. dan jika begitu yang mana dari keduanya). beribu-ribu manuskrip dalam berbagai bahasa menunjukan kalau kita telah melihat variasinya. Saat sampai pada menentukan pembacaan yang tepat. Tapi mereka setidaknya terbiasa dengan aturan dari kritik tekstual sehingga mereka bisa berpikir dengan jelas tentang sejarah dan penyimpanan teks. 1) Disaat ada persetujuan diantara manuskrip Ibrani dan versi kuno. frasa. dan bisa jadi merupakan pembacaan yang lebih baik. Untuk keandalan tradisi ini. apa yang membuat juru tulis dalam tradisi Ibrani melakukan perubahan tersebut. Comparative Philology and the Text of the Old Testament. tidak ada alasan untuk mempertanyakan penyimpanan teks. Sulit dibayangkan kesulitan kita jika itu bukan untuk tradisi orang Yahudi. karena terkadang ada kerusakan yang terlalu sulit. sebuah bentuk yang sulit. Disinilah saatnya kita menemukan bahwa pembacaan yang paling sulit yang akan dipilih. Tapi selama ini. jika Yunani dan Ibraninya berbeda. peng-kritik teks adalah seorang ilmuwan dan artis keputusannya bergantung pada pengetahuan akan data dan bagaimana menggunakannya serta insting dan keahlian dalam mengerti pekerjaan penulis. membuat beberapa juru tulis atau . Maka. spelling yang tidak biasa atau penggunaan tata bahasa.

Juru tulis tidak ingin menambah kesulitan kedalam teks! Mereka tidak mengubah bentuk yang jelas menjadi archaic atau tata bahasa yang mudah menjadi sulit atau idiom yang umum menjadi ekspresi yang tidak biasa. Bukti Eksternal. BHS dibawah 1:21a-a dalam apparatus dibawah halaman memberitahu kita kalau G(reek). Disatu sisi kita memiliki tradisi Ibrani MT. Hal ini bersamaan dengan Alkitab dan terutama teks Ibrani. the LORD has testified against me. Tentu saja. Bukti Intrinsik Semua itu sampai kepada aspek ketiga. mungkin S(yriac) dan V(ulgate) membuktikan suatu varian bacaan. kita harus mengetahui seberapa baik teks Rut disimpan dalam MT dan sebaik apa terjemahan Rut dalam LXX. Bukti ini.penerjemah membuat perubahan. menunjukan dua kata kerja yang berbeda sepenuhnya. Pembacaan yang dipertanyakan dalam Masoretic Text adalah a n h b y a (anah bi) yang diterjemahkan has testified against me (qal perfect dari kata kerjanya diikuti oleh preposisi ini yang artinya answer against dalam pengertian hukum). Rut 1:21 dalam MT tertulis. hal ini mengharuskan orang yang melakukan kritik teks tahu mana bentuk yang mudah dan yang sulit. Contoh Masalah Tekstual Rut 1:21 Teks dan Apparatus. diterjemahkan seperti he has oppressed me atau he has afflicted me atau he has humbled me. Jadi kita tahu kalau pembacaan yang lebih mudah lebih mungkin merupakan yang sekunder. Seringkali pembacaan yang dipilih adalah pembacaan yang lebih pendek. atau mungkin tidak pernah mereka katakana. sebelum kita bisa menekankan bukti ini. Bukti dari terjemahan Yunani ada pada penjelasan etapeinosen me. Hal ini tidak berlaku dimana juru tulis menghapus baris dengan melompat kepada akhir yang mirip. Biasanya. Biasanya mempelajari tata bahasa Ibrani buat pemula cukup untuk mengetahui mana bentuk yang sulit dan mana yang umum. Hal ini harus terus diingat. atau Maleaki. Dan tidak ada pertolongan saat satu-satunya perbedaan adalah huruf hidup dalam satu kata. dan disisi lain tradisi LXX. Tapi mengetahui apa yang biasanya dikatakan Daud. kita bisa membuat penilaian awal mendukung MT. jadi tidak otomatis. and the Almighty has dealt bitterly with me. bukti intrinsic. Atas dasar informasi itu. Tapi karena kita tidak mengabaikan . atau Yesaya. karena Yunaninya memiliki beberapa kesulitan dalam menerjemahkan Rut. Tapi juru tulis memang bermaksud menambah dan menjelaskan teks itu. bisa mempengaruhi sebuah keputusan terhadap suatu variasi tekstual tertentu. Disini pengetahuan penulis kitab atau bagian harus dipertimbangkan dan ini terjadi saat eksegesis yang seksama dari bagian yang lebih besar.

innah. Kemudian para editor membangun kembali apa yang Ibrani Yunani cari: lo shabetah bassaddeh. kita harus memikirkan argumen internal. Bentuk kata kerjanya adalah qal infinitive membentuk yashab dengan 3fsg suffix. qal dalam MT pasti yang asli. suatu bentuk piel. Rut 2:7 Teks dan Apparatus. Bukti Eksternal. lebih dari itu.ragam bacaan mengenai bukti eksternal semata. Bukti Internal. Teks BHS merupakan teks yang paling banyak dibeli orang sekarang ini. Melakukan hal ini kita bisa menemukan ada sebuah kata kerja. Setelah dilakukan variannya harus diterjemahkan dan Ibraninya dibangun . Tapi jika yang aslinya memiliki bentuk piel. tapi BH3 memiliki lebih banyak materi dan mengaturnya agak berbeda. artinya afflict. Tapi mereka memiliki paralel had dealt bitterly with me dan menganggap ini suatu synonymous parallelism. tidak ada alasan mengapa seorang juru tulis Ibrani akan mengubahnya menjadi qal dan memperkenalkan terminology hukum. Para penerjemah Yunani Perjanjian Lama bekerja dengan teks Ibrani yang tidak memiliki huruf hidup. dan terakhir mengatakan kepada anda bahwa Syriac-nya menghapus seluruh klausa ( > ). Didalam contoh ini saya mengumpulkan informasi dari kedua edisi Alkitab Ibrani yang tersedia. MT merupakan suatu pembacaan yang agak sulit.b adalah except her sitting in the house. dan membuat sebuah parallelism yang baik antar klausa. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menerjemahkan tanda dan singkatan dalam apparatus. BHS under 2:7b-b says: G(reek) adalah: ou katepausen en to agro. and she came and remained from the morning until now--except she sat in the house . yang berarti afflict. kita bisa menjelaskan dengan cukup mudah bagaimana versi Yunaninya terjadi. Jadi. kita harus mencari penjelasan mengenai varin Yunani. Disini eksegetor harus melihat kamus Ibrani dan buku mengenai kata dan mencari kata yang mirip dengan anah tapi memiliki arti oppress atau afflict. Inilah mengapa kita bisa menyimpulkan kalau MT menyimpan pembacaan yang lebih baik. Jadi teks yang tidak memiliki huruf hidup menjelaskan asal mula penerjemahan Yunaninya. Klausa terakhir ini dalam MT bzeh shibtsh habbayit. Kamus oleh BDB adalah yang paling baik karena mendaftar seluruh bentuk yang berhubungan secara bersamaan. Rut 2:7 tertulis. Sebelum menjelaskan aturan kritik. ini juga menambahkan hal yang seharusnya dibaca V(ulgate): welo shabah habbayit . BH3 under 2:72-2 tertulis : l (egendum) c(um) G(reek)--read with the Greek. jadi mereka tidak melihat huruf hidup apapun yang bisa menunjukan verbal stem yang mana.

Vulgata juga berusaha menjelaskan hal ini untuk merefleksikan pikiran terbaik. terutama dalam cerita ini. Kita juga harus memperhatikan bahwa Vulgata dan MT menyebut the house. kelihatannya mengambil bentuk kata kerja sebagai shabah (< shub). MT yang dipilih karena bentuk shibtah paling baik menjelaskan asal mula pembacaan lain.kembali. she restedbegitu dikenal dalam Perjanjian Lama tidak ada alasan mengapa seorang juru tulis akan mengubahnya menjadi infinitive yang jarang dan lebih sulit. Dan jika penerjemah Yunani melihat sh b t h tanpa huruf hidup dalam teks. Tapi. Disinilah BH3 merepotkan. Pembacaan ini menimbulkan pertanyaan rumah apa yang dia duduki untuk sementara. dengan sebuah pronominal suffix. Rudolph mengatakan kalau disini terdapat suatu dittography: shabeteh/habbayit merujuk pada house. hal ini bisa juga berarti kata ini telah dikeluarkan dalam LXX untuk alasan yang mirip. Kita harus memperhatikan bahwa semua versi memiliki jalan keluar yang berbeda dalam menerjemahkan apa yang dalam teks Ibrani merupakan suatu infinitive construct form. Buktinya akan terlihat seperti ini: 1) Masoretic text tertulis except she sat in the house. dan agro diperkenalkan. Jika MT memiliki kata umum shabetah. Mengenai pembacaan kata kerjanya. 2) LXX tertulis she has [not] stopped in the [field] a little. Perhatikan bahwa BH3 tertulis untuk dibawa dengan pembacaan ini sebagai pembacaan yang lebih baik (mereka sering melakukan ini). kita harus segan sebelum membuat sebuah perubahan dalam MT atas dasar bukti eksternal semata. return. dibaca dengan qal infinitive membangun yashab. Karena versi-versi ini tidak cukup bersatu melawan Ibraninya dalam kedua pembacaan ini. Mengenai pembacaan house. 4) Teks Syriac menghapus seluruh klausa. Bukti Internal. MT sekali lagi yang dipilih. Orang yang bekerja diladang mendapat sedikit tempat berlindung yang bisa mereka gunakan sebagai tempat istirahat. Penggunaan istilah ini tidak harus menunjukan kalau adanya sebuah house / rumah yang utuh 16 Sebagai contoh. tapi LXX menulis field. Pembacaannya sulit karena menimbulkan pertanyaan rumah apa yang bisa dia tinggali untuk sementara. didalam Mazmur 125 ada tiga varian (dan saya mendaftarkannya agar anda bisa melihat lingkup yang kita sebut sebuah varian atau sebuah . Kelihatannya penerjemah Yunaninya melihat huruf Ibrani sh b t h dan langsung berpikir tentang she rested bukannya her sitting. LXX berusaha mengharmonisasikan hal ini dengan ide bekerja di ladang tapi hal ini tidak didukung oleh Vulgata yang juga dibaca house. dia kemungkinan besar berpikir mengenai shabat. to rest. karena berusaha merekonstruksi apa yang diterjemahkan penerjemah Yunani --BHS hanya memberi bentuk Yunani. 3) Vulgata tertulis not for a moment has she returned to the house. pembacaannya kelihatannya sebuah qal perfect dari shabat.

. . The rod of wickedness will not rest on the righteous tapi Yunaninya The LORD will not permit the rod of the wicked to rest on the righteous. the one who remains in Jerusalem can never be moved. the rod of wickedness yang Yunaninya the rod of the wicked. 18 Sebagai contoh. didalam Mazmur 125 ada tiga varian (dan saya mendaftarkannya agar anda bisa melihat lingkup yang kita sebut sebuah varian atau sebuah pembacaan): Didalam ayat 1 MT menulis Those who trust in the LORD are like Mount Zion which can never be moved but remains forever. Jerusalem--as the mountains are around it . Pada ketiga kasus bahasa Yunaninya memuluskan kesulitan (dan karena itu memperbaiki) teks Ibrani. didalam Mazmur 125 ada tiga varian (dan saya mendaftarkannya agar anda mendapat gambaran yang lebih baik mengenai lingkup yang kita sebut sebuah varian atau pembacaan): Didalam ayat 1 MT berisi Those who trust in the LORD are like Mount Zion which can never be moved but remains forever. the one who remains in Jerusalem can never be moved. . Masalah kedua mengenai pembacaan ayat 3 dalam MT. the rod of wickedness yang Yunaninya the rod of the wicked. . Masalah ketiga adalah hal yang dimiliki MT sebagai subjek. Jerusalem--as the mountains are around it . the rod of wickedness yang Yunaninya the rod of the wicked. Masalah ketiga adalah hal yang dimiliki MT sebagai subjek. the one who remains in Jerusalem can never be moved. Seluruhnya dalam bahasa Yunani dimuluskan teks Ibrani yang sulit (dan karena itu diperbaiki). dan bahasa Yunaninya Those who trust in the LORD are like Mount Zion. The rod of wickedness will not rest on the righteous tapi Yunaninya The LORD will not permit the rod of the wicked to rest on the righteous. . Dan masalah ketiga adalah MT menyatakannya sebagai subjek. 17 Sebagai contoh. The rod of wickedness will not rest on the righteous tapi Yunaninya The LORD will not permit the rod of the wicked to rest on the righteous. Masalah kedua mengenai pembacaan ayat 3 dalam MT. dan Yunaninya Those who trust in the LORD are like Mount Zion. Pada ketiga kasus bahasa Yunaninya memuluskan kesulitan (dan karena itu memperbaiki) teks Ibrani. Masalah kedua berkaitan dengan pembacaan ayat 3 MT. dan bahasa Yunaninya Those who trust in the LORD are like Mount Zion. . Jerusalem--as the mountains are around it . .pembacaan): Didalam ayat 1 MT menulis Those who trust in the LORD are like Mount Zion which can never be moved but remains forever.