P. 1
KALIMAT EFEKTIF DALAM BAHASA contoh logis dan tidak

KALIMAT EFEKTIF DALAM BAHASA contoh logis dan tidak

|Views: 3,357|Likes:
Published by andry_firmansyah_1

More info:

Published by: andry_firmansyah_1 on Feb 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2013

pdf

text

original

KALIMAT EFEKTIF DALAM BAHASA INDONESIA

26 Agu 2010 Tinggalkan sebuah Komentar by Dian in Linguistik Tag:ciri-ciri kalimat efektif, kalimat efektif
y

Pengertian kalimat efektif

Kalimat efektif adalah Kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan/perasaan pembicara/penulis sehingga pendengar/pembaca dapat memahami makna kalimat itu persis seperti yang dipikirkan/dirasakan pembicara/penulis.
y

Ciri-ciri Kalimat Efektif

1. Kesepadanan (Keseimbangan antara pikiran dan struktur bahasa yang digunakan) a. Memiliki subjek & predikat yang jelas Contoh: (1) Ibnu sedang menulis surat. (S & P jelas) (2) Dalam makanan itu mengandung bahan pengawet. (S tidak jelas) (3) Bukumu di dalam tasku. (P tidak jelas) b. Tidak terdapat subjek ganda Contoh: (1) Orang itu gerak-geriknya mencurigakan. (2) Benda itu gerakannya sangat cepat. c. Kata penghubung intrakalimat tidak digunakan dalam kalimat tunggal Contoh: (1) Sedangkan saya masih banyak membutuhkan biaya. (salah) (2) Sehingga saya tidak dapat mengikuti acara pertama. (salah) (3) Tahun ini ayah pensiun, sedangkan saya masih banyak membutuhkan biaya. (benar) (4) Saya datang agak terlambat, sehingga tidak dapat mengikuti acara pertama. (benar)

saya baca. Kehematan (Penghematan dalam penggunaan kata/frasa/bentuk lain yang tidak diperlukan sejauh tidak menyalahi kaidah dan tidak mengubah makna). bijaksana. Hindari pemakaian superordinat pada hiponimi kata. d. a. Kecermatan (Cermat dalam pemilihan dan penggunaan kata-kata) a. dan tanggung jawab. Hindari kesinoniman yang tidak diperlukan dalam satu kalimat. Tidak menimbulkan penafsiran ganda . (tidak hemat) (2)Banyak gedung pencakar langit di Jakarta. c. dan saya pahami isinya. (2)Sejak tadi dia hanya bermenung. Keparalelan (Kesamaan/kesejajaran bentuk kata/frasa yang digunakan dalam sebuah kalimat) Contoh: (1) Suratmu sudah saya terima. Hindari pengulangan subjek Contoh: Saya datang agak terlambat sehingga tidak dapat mengikuti acara pertama. Contoh: (1)Sejak dari tadi dia hanya bermenung saja. Contoh: Ayah saya dilahirkan pada Jumat 5 Juli 1956. (hemat) 4. b. Hindari penjamakan yang tidak diperlukan pada kata yang sudah bermakna jamak. Tepat Contoh: (1) Ayah sedang memandang keindahan alam pegunungan. Contoh: (1)Banyak gedung-gedung pencakar langit di Jakarta.2. 3. b. (2) Semakin bertambah umur seharusnya manusia semakin baik.

(1) Dia adalah istri Pak Lurah-yang baru. masing-masing perjuangan. Pada masa perjuangan. (benar/padu/efektif) (3) Mahasiswa harus sadar akan pentingnya perpustakaan. (lurah baru) 5. Kepaduan (Kepaduan pernyataan dalam kalimat sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah) a. (istri baru) (2) Dia adalah istri-Pak Lurah yang baru. (Logis) . (benar/padu/efektif) 6. Kelogisan (Ide yang ada dalam kalimat dapat diterima akal sehat) Contoh: (1) Waktu dan tempat kami persilakan. Menggunakan pola aspek+agen+verba Contoh: (1) Surat itu sudah saya baca. Dengan kesadaran itu dan pemikiran yang mantap. disertai pemikiran. maka rakyat Indonesia menetapkan bahasa nasional tersebut sebagai bahasa persatuan. (padu) b. rakyat Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke merasakan senasib. Contoh: (1) Mahasiswa harus menyadari akan pentingnya perpustakaan. pada mana. (salah/tidak padu/tidak efektif) (2) Mahasiswa harus menyadari pentingnya perpustakaan. Tidak bertele-tele Contoh: (1) Penetapan bahasa persatuan kita sangatlah mudah. (bertele-tele/tidak padu) (2) Penetapan bahasa persatuan kita sangatlah mudah. seperjuangan. maka karena kesadaran tadi. (agen+aspek+verba) c. yang senasib. (tidak logis) (2) Rektor Univeritas Jember kami persilakan untuk memberi sambutan. serta satu cita-cita. di mana rakyat Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. seperjuangan serta satu cita-cita. Tidak menyisipkan kata di antara predikat dan objek pada kalimat transitif. (aspek+agen+verba) (2) Surat itu saya sudah baca. rakyat Indonesia menetapkan bahasa nasional tersebut sebagai bahasa persatuan.

Parto. ibu tidak kelihatan! (tidak logis) (4) Nak. ibu tidak bisa melihat tayangan televisi.Pd) . (logis) (5) Pencuri itu berhasil ditangkap polisi. (tidak logis) (6) Polisi berhasil menangkap pencuri. M. (logis) (sumber: disarikan dari perkuliahan Bahasa Indonesia di FKIP UNEJ oleh Drs.(3) Nak. jangan berdiri di situ. (logis) (7) Pencuri berhasil melarikan diri. jangan berdiri di situ.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->