Barzanji,Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi shallallahu’alayhi wa sallam

Ust. Zainal Abidin, Lc

2009
Fenomena perayaan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah menjadi ritual yang sudah melekat pada sebagian –atau mungkin bahkan sebagian besar- kaum muslimin khususnya di Indonesia. Polemik bagaimana hukum perayaan maulid yang semakin terkesan sebagai hari raya kaum muslimin tambahan selain dua ‘Ied ini telah sering muncul ke permukaan. Namun jika kita berfikir dengan pikiran yang jernih tanpa fanatik kepada golongan manapun, niscaya kita akan mendapati persetujuan kita sendiri bahwa memang benar bahwa perayaan ini tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang muslim. Cukuplah sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang kita pegang dalam masalah ini, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka tertolak” (Riwayat Muslim)

Disalin Oleh : baiturahmah.blogsome.com Untuk : myquran@googlegoups.com Sumber : http://maramissetiawan.wordpress.com

125) Sebagai seorang penganut paham tasawwuf yang bermahzab Syiah tentu Ja’far al-Barjanzi sangat mengkultuskan keluarga. Tetapi. Namun.” (HR. 132) Kesalahan Umum Kitab Barzanji Kesalahan kitab Barzanji tidak separah yang ada pada kitab Daiba’ dan Qasidah Burdah. Ini dibuktikan dalam do’anya “Dan berilah taufik kepada apa yang Engkau ridhai pada setiap kondisi bagi para pemimpin dari keturunan az-Zahra di bumi Nu’man”.Meskipun kitab Barzanji lebih populer di kalangan orang awam daripada yang lainnya. dia adalah khatib di Masjidil Haram dan seorang mufti dari kalangan Syafi’iyyah. 2. sebagian mereka lebih sering membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Quran apalagi pada saat perayaan maulid Nabi. keturunan dan Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam. Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam shahihul jam’i hadist ke 6468) . tetapi telah bercampur aduk dengan sholawat bid’ah dan sholawat-sholawat yang tidak berasal dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi shallallahu’alayhi wa sallam Oleh. Padahal Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Barangsiapa membaca 1 huruf dari al-Quran maka dia akan mendapatkan 1 kebaikan yang kebaikan tersebut akan dilipatgandakan menjadi 10 pahala. tidak ada nash syar’i yang memberi jaminan pahala bagi orang yang membaca Barzanji. lalu Barzanji. kemudian ditutup dengan Qasidah Burdah. dianggap lebih mulia daripada al-Quran. Padahal. (Majmuatul Mawalid. Sholawat kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. kurang diperhatikan. Laam 1 huruf. Fokus pembahasan dan kritikan terhadap kitab Barzanji ini adalah karena populernya. Cerita tentang perjalanan hidup Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan sastra bahasa yang tinggi yang terkadang tercemar dengan riwayat-riwayat lemah. Wafat di Madinah pada tahun 1177H/1763 M dan diatara karyanya adalah Kisah Maulid Nabi Shalallahu’alahi wa sallam (Al-Munjid fii al A’laam. Maka tidak aneh jika banyak diantara mereka yang lebih hafal kitab Barzanji bersama lagu-lagunya dibanding al-Quran. ada kalanya ditambah dengan senandung Qasidah Burdah. Alif 1 huruf. tetapi biasanya kitab Daiba’. Miim 1 huruf . Penulis Kitab Barzanji Kitab Barzanji ditulis oleh Ja’far al-Barzanji al-Madani. Biasanya kitab Barzanji menjadi kitab induk peringatan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Sementara. Lc Seputar Kitab Barzanji Secara umum peringatan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam selalu disemarakkan dengan sholawatan dan puji-pujian kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Syair-syair pujian dan sanjungan kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan bahasa yang sangat indah. namun telah tercemar dengan muatan dan sikap ghuluw (berlebihan) 3. Ust. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf. membaca al-Quran yang jelas pahalanya. Bahkan. Bahkan. hal. Zainal Abidin. Daiba’ atau Qasidah Burdah. meskipun penyimpangan kitab Daiba’ lebih parah daripada kitab Barzanji. penyimpangannya menjadi parah ketika kitab Barzanji dijadikan sebagai bacaan seperti al-Quran. bahkan sebagian pembacanya lebih tekun membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Qur’an. Berikut uraiannya: Secara umum kandungan kitab Barzanji terbagi menjadi tiga: 1. Barzanji dan Qasidah Burdah dijadikan satu paket untuk meramaikan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang diawali dengan dengan membaca kitab Daiba’. yang mereka ambil dari kitab Barzanji maupun Daiba’.Barzanji.

Memang benar. Imam Suyuthi berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi Shallallahu’alahi wa sallam beriman dan selamat dari Neraka.” (Lihat Minhaj Syarah Shahih Muslim. Para ahli hadits sepakat akan kedhaifannya seperti Daruquthni. apakah yang hadir jasad Nabi Muhammad . hal 101) Jelas. al-Khatib. karena sesungguhnya Allah Maha Agung. “Dan sungguh kedua (orang tuanya) demi Allah Ta’ala termasuk ahli iman Dan telah datang dalil dari hadist sebagai bukti-buktinya.” Ketika orang itu pergi. diadaadakan secara dusta dan lemah sekali serta tidak ada satupun yang shahih. al-Qurtubi. Ini tidak menafikan penyimpangan dakwah mereka. (Aunul Ma’bud. namun hal ini menyelisihi para hafidz dan para ulama peneliti hadist. as-Suhaili. selamat datang. al-Jauzaqani. Abu Thayyib (12/324)) Adapun anggapan bahwa Imam al-Asyari berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi beriman. beliau memanggilnya dan bersabda : “Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di neraka”. selamat datang wahai kakek Husain selamat datang” Bukankah ucapan selamat datang hanya bisa diberikan kepada orang yang hadir secara fisik? Meskipun di tengah mereka terjadi perbedaan. Ibnul Jauzi. maka ia berada di Neraka. Muslim dalam shahihnya (348) dan Abu Daud dalam sunannya (4718)) Imam Nawawi berkata : “Makna hadits ini adalah bahwa. hal itu sangat nampak sekali di awal qiyam (berdiri) mambaca : “Selamat datang. Abu Thayyib (12/324)) Kedua : Penulis kitab Barzanji mengajak para pembacanya agar mereka meyakini bahwa Rasulullah hadir pada saat membaca shalawat. dimanakah ayahku (setelah mati)?” Beliau Shalallahu’alahisasalam bersabda “Dia berada di neraka. (HR. Ibnu Nashr. (Aunul Ma’bud. Begitu juga orang Arab penyembah berhala yang mati pada masa fatrah (jahiliyah). Banyak ahli ilmu yang condong terhadap pendapat ini Maka ucapkanlah salam. harus dibuktikan kebenarannya. Imam Nawawi.Kesalahan Khusus Kitab Barzanji Adapun kesalahan yang paling fatal dalam kitab Barzanji antara lain : Pertama : Penulis kitab Barzanji menyakini melalui ungkapan syairnya bahwa kedua orang tua Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam termasuk ahlul iman dan termasuk orang-orang yang selamat dari neraka bahkan ia mengungkapkan dengan sumpah. barangsiapa yang mati dalam keadaan kafir. yang demikian itu bertentangan dengan hadist dari Anas radliyallahu’ahu bahwa sesungguhnya seorang laki-laki bertanya “Wahai Rasulullah. selamat datang. ia kelak berada di Neraka dan kedekatan kerabat tidak berguna baginya. Ibnu Asaki. Ibnu Syahin. 3/74) Semua hadits yang menjelaskan tentang dihidupkannya kembali kedua orang tua Nabi Shalallahu’alahisasalam dan keduanya beriman dan selamat dari neraka semuanya palsu. terutama ketika Mahallul Qiyam (posisi berdiri). ath-Tabhari dan Fathuddin Ibnu Sayyidin Nas.” (Lihat Majmuatul Mawalid Barzanji.” Dan sesugguhnya Imam al-Asy’ari menetapkan bahwa keduanya selamat menurut nash tibyan (alQuran). kaena sudah sampai kepada mereka dakwah Nabi Ibrahim ‘alahissalam dan yang lainnya.

dan bukan dengan logika atau qiyas. Wahai kekasih salam sejahtera atasmu. Tujuannya tidak lain adalah untuk menghormati bendera merah putih dan mengenang jasa para pejuang bangsa. Pengagungan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam terwujud dengan cara menaatinya. sedangkan kedudukan beliau Shalallahu’alahisasalam sangat mulia dan derajatnya sangat agung. setiap tanggal 17 Agustus. sedangkan beliau berada di alam Barzah yang tidak mungkin kembali dan hadir ke dunia lagi.Shallallahu’alahi wa sallam bersama ruhnya ataukah ruhnya saja. mereka bersegera melaksanakannya. melainkan mereka langsung mengusapkannya ke wajah dan kulit mereka. Tidaklah Muhammad meludah kemudian mengenai telapak tangan seseorang di antara mereka. mereka merendahkan suaranya dan mereka tidak berani . ketiak bendera merah putih dinaikkan dan lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Padahal Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam telah berada di alam Barzah yang tinggi dan ruhnya dimuliakan Allah Ta’ala di surga. Pada bait berikutnya semakin jelas nampak bahwa Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam diyakini hadir. Jika dalam upacara bendera saja harus berdiri. Bahkan. salah satu cara mengagungkan seseorang adalah dengan berdiri. Manusia yang paling besar pengagungannya kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam adalah para shahabat. meskipun sebagian mereka meyakini yang hadir adalah ruhnya. aku pernah menjadi utusan kepada Kisra dan Najasyi. menjauhi larangannya dan mencintainya. Apabila beliau berwudhu. “Wahai Nabi salam sejahtera atasmu. demi Allah. bukan merupakan bentuk pengagungan terhadap Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Demikian juga dengan cara perayaan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Misalnya. aku pernah menjadi utusan kepada raja-raja besar. aku menjadi utusan kepada Kaisar. wahai Rasul salam sejahtera atasmu. Menurutnya. sebagai ekspresi bentuk penghormatan kepada beliau. Bagaimana mungkin menghormati Rasul Shallallahu’alahi wa sallam disamakan dengan hormat bendera ketika upacara. Bahkan tidak jarang hal itu dilakukan untuk menghormati benda mati. bahwa tujuan membaca shalawat itu adalah untuk mengagungkan Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam. demi Allah aku belum pernah melihat seorang Raja yang diagungkan oleh pengikutnya sebagaimana pengikut Muhammad. perbuatan tersebut termasuk bid’ah yang tercela. Menurutnya. tentu berdiri untuk menghormati Nabi lebih layak dilakukan. seluruh peserta upacara diharuskan berdiri. dan pelanggaran. Muhammad Alawi al-Maliki (seorang pembela perayaan Maulid-red) mengingkari dengan keras pendapat yang menyatakan bahwa yang hadir adalah jasadnya. pengagungan dengan cara tersebut merupakan perkara bid’ah. Apabila mereka berkata. khurafat. karena berdiri untuk menghormati sesuatu sebetulnya sudah menjadi tradisi kita. yang hadir hanyalah ruhnya. Bukankah Nabi Muhammad Shalallahu’alahisasalam adalah manusia teragung yang lebih layak dihormati dari pada orang lain? (Lihat Fikh Tradisional. Di samping itu. semoga rahmat Allah tercurah atasmu. Apabila ia memerintahkan suatu perkara. Melakukan amalan bid’ah. sebagaimana perkataan Urwah bin Mas’ud kepada kaum Quraisy : “Wahai kaumku. Muhyiddin Abdusshamad (277-278)) Ini adalah qiyas yang sangat rancu dan rusak. setiap kali upacara bendera dilaksanakan pada hari Senin. Bagaimana mungkin beliau disambut dengan cara seperti itu. mereka saling berebut bekas air wudhunya. sehingga tidak mungkin kembali ke dunia dan hadir di antara manusia. melaksanakan perintahnya. maupun pada waktu yang lain. baik saat hidup atau setelah wafat.” Para pembela Barzanji seperti penulis “Fikih Tradisional” berkilah. kehadiran Rasul Shalallahu’alahisasalam ke dunia merupakan keyakinan bathil karena termasuk perkara gaib yang tidak bisa ditetapkan kecuali berdasarkan wahyu Allah Ta’ala.

sehingga beliau Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Janganlah kamu berlebihan dalam mengagungkanku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan ketika mengagungkan Ibnu Maryam. al-Fath 5/388) Bentuk pengagungan para shahabat kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam di atas sangat besar. bahwa kaum Nasrani menjadikan Nabi Isa ‘alahissalam sebagai sekutu bagi Allah dalam peribadatan mereka. sebagaimana dalam sabdanya : “Janganlah kalian jadikan kuburanku tempat berkumpul. “Padamu sungguh aku telah berbaik sangka. Wahai penolongku dan pelindungku. maka katakanlah aku adalah hamba dan utusan-Nya”. (Lihat Ikmalil Mu’lim bi Syarah Shahih Muslim. (HR. “Berdirilah kalian untuk tuan atau orang yang paling baik di antara kalian” (Shahih HR. 2732. bacalah shalawat atasku. Mereka berdoa kepada Nabi-nya dan meninggalkan berdoa kepada Allah Ta’ala. Memang benar Imam Nawawi berpendapat bahwa pada hadits di atas terdapat anjuran untuk berdiri dalam rangka menyambut kedatangan orang yang mempunyai keutamaan. Bukhari-Muslim dalam shahihnya). karena ia sedang terluka parah. maka alasan ini tidak tepat.memandang langsung kepadanya sebagai wujud pengagungan mereka. Do’a dan tindakan tersebut menyakiti serta menyelisihi petunjuk dan manhaj dakwah beliau Shallallahu’alahi wa sallam. Dalam perkara-perkara yang sangat penting (suasana susah dan genting)” Sikap berlebihan kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. hal. (HR. Bukhari dalam shahihnya 3445) Telah dimaklumi. Wahai pemberi kabar gembira wahai pemberi peringatan Maka tolonglah aku dan selamatkanlah aku. 2731. Abu Dawud dengan sanad yang shahih (2042) dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram : 125) . padahal ibadah tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah Ta’ala. Bukhari : 3/187. (Lihat Minhaj Syarah Shahih Muslim. bahkan termasuk perbuatan syirik. Imam Nawawi. Seandainya perbuatan tersebut disyariatkan. Wahai pelindung dari neraka sa’ir.. niscaya mereka tidak akan meninggalkannya. mereka tidak pernah mengadakan acara maulid dan kemudian berdiri dengan keyakinan ruh Rasul Shallallahu’alahi wa sallam sedang hadir di tengah mereka. no. AKu hanyalah seorang hamba. Nabi Shallallahu’alahi wa sallam telah memberi peringatan kepada umatnya agar tidak menjadikan kuburan beliau sebagai tempat berkumpul dan berkunjung. apalagi mengagungkannya secara berlebihan.” (HR. hadits tersebut sebagai anjuran dan perintah Rasul kepada orang-orang Anshar agar berdiri dalam rangka membantu Sa’ad bin Mu’adz radliyallahu’anhu turun dari keledainya. Qadhi ‘Iyadh. Namun. juz XII. Ketiga : Penulis Barzanji mengajak untuk mengkultuskan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam secara berlebihan dan menjadikan Nabi sebagai tempat untuk meminta tolong dan bantuan sebagaimana pernyataannya. 6/105). sesungguhnya shalawatmu akan sampai kepadaku dimanapun kaum berada”. Bahkan pendapat yang benar. bahkan menyelisihi pokok ajaran Islam yaitu Tauhid. mengangkatnya melebihi derajat kenabian dan menjadikannya sekutu bagi Allah Ta’ala dalam perkara ghaib dengan memohon kepada beliau dan bersumpah dengan nama beliau merupakan sikap yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. Namun. tidak dilakukan kepada orang yang telah wafat meskipun terhadap Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. 313). bukan menyambut atau menghormatinya. Jika para pembela maulid tersebut berdalih dengan hadits Nabi Shalallahu’alahisasalam. Nabi telah mengkhawatirkan akan terjadinya hal tersebut.

mereka berkata : “Engkau Sayyid kami dan anak sayyid kami. At-Tirmidzi dalam Sunannya 3546. Bukhari-Muslim dalam shahihnya 2679 dan 1646) Cukuplah dengan hadist tentang larangan bersikap berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam menjadi dalil yang tidak membutuhkan tambahan dan pengurangan.” (Shahih. karena meninggalkan shalawat dan salam atas Nabi dan keluarganya. dan jangan biarkan syaitan mengelincirkanmu. Ahmad dalam Musnadnya 2/254. Apabila seorang muslim meninggalkan shalawat atas Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Hai orang-orang yang beriman. (Shahih. bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS. Bagi setiap orang yang ingin mencari kebenaran. dan dishahihkan oleh al-Albani dalam ‘Irwa : 5) 3) Tidak mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Ta’ala. Ahmad dalam Musnadnya 1/201. Para pengagum kitab Barzanji menganggap bahwa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam merupakan ibadah yang sangat terpuji.Nabi Shallallahu’alahi wa sallam memberikan peringatan keras kepada umatnya tentang sikap berlebihan dalam menyanjung dan mengagungkan beliau. ketika ada orang yang berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shalallahu’alahisasalam.” (HR. HR. baik di dunia dan akhirat. Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Barangsiapa bersumpah hendaklah bersumpah dengan nama Allah Ta’ala. engakau adalah orang terbaik di antara kami. ayat di atas merupakan bentuk perintah kepada umat Islam agar mereka membaca shalawat di manapun dan kapanpun tanpa dibatasi saat tertentu seperti pada perayaan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. disahhihkan oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram 127. Padahal. niscaya ia akan menemukannya dalam ayat dan hadist tersebut. ia tidak bershalawat atasku”. At-Tirmidzi dalam Sunannya 3545 dan dishahihkanoleh alAlbani dal ‘Irwa : 6) 2) Mendapatkan gelar bakhil dari Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. ia akan terhalang dari melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan manfaat. Keempat : Penulis kitab Barzanji menurunkan beberapa shalawat bid’ah yang mengandung pujian yang sangat berlebihan kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. dan hanya Allah-lah yang memberi petunjuk. Termasuk perbuatan yang berlebihan dan melampaui batas terhadap Nabi adalah bersumpah dengan anma beliau. jikalau tidak bisa hendaklah ia diam. AlAhzab: 56) Ayat ini yang mereka jadikan dalil untuk membaca kitab tersebut pada setiap peringatan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. karena adalah bentuk pengagungan yang tidak boleh diberikan kecuali kepada Allah Ta’ala. lihat takhrij beliau di dalamnya). beliau bersabda : “Orang bakhil adalah orang yang ketika disebut namaku disisinya. Tidak dipungkiri bahwa bershalawat atas Nabi Shallallahu’alahi wa sallam terutama ketika mendengar nama Nabi Shallallahu’alahi wa sallam disebut sangat dianjurkan. Nabi bersabda : “Barangsiapa membaca . Bahkan.” (HR. maka Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda kepada mereka : “Katakanlah dengan perkataanmu atau sebagiannya. dan anak dari orang terbaik di antara kami”. Sebagaimana firman Allah Ta’ala “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. namun ia tidak bershalawat atasku. karena : 1) Terkena doa Nabi Shallallahu’alahi wa sallam yaitu sabda beliau : “Sungguh celaka bagi seseorang yang disebutkan namaku disisnya.

karena umat sebelum mereka juga berbuat kesyirikan dengan menyembah patung. Disalin dari Majalah AS-SUNNAH Edisi 12 Th. dikhususkan pada malam peringatan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam saja. sehingga bukan mendapat ketentraman di dunia dan pahala di akherat. atau menyakini prinsip Trinitas mereka. Lc . anak Allah. sebagaimana perbuatan kaum jahiliyah. Demikian uraian sekilas tentang sebagian kesalah kitab Barzanji. yang jelas-jelas merupakan perayaan bid’ah dan penyimpangan terhadap syariat. Al Ahzab 33:34) Bahkan membaca shalawat menyebabkan hati menjadi lembut. (Lihat perinciannya dalam kitab Mahabbatur Rasulullah oleh Abdur Rauf Utsman (169-192)) Perlu diketahui bahwa ghuluw itu banyak sekali macamnya. Namun. melainkan sebaliknya. Tetapi dengan syarat membaca shalawat secara benar dan ikhlas karena Allah Ta’ala semata. Semua cabang ilmu dan pengetahuan di ambil dari cahaya tersebut dan para Nabi sebelum Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam menimba ilmu dari cahaya tersebut”. Apalagi. Allah Ta’ala berfirman : “Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya memohonkan ampunan untukmu. (HR. Imam Muslim dalam Shahinya 284) 4) Tidak mendapatkan keutamaan shalawat dari Allah Ta’ala dan para malaikat. XII Rabiul Awal 1430/Maret 2009 oleh Al-Ustadz Zainal Abidin. Siksaan tersebut bukan karena mambaca shalawat. seperti al-Hallaj yang berkata : “Nabi Shallallahu’alahi wa sallam memilik cahaya yang kekal abadi dan terdahulu keberadaannya sebelum diciptakan dunia. maka Allah Ta’ala bershalawat atasku 10 kali”. karena membaca shalawat termasuk bagian dari dzikir. Kesyirikan ibarat laut yang tidak memiliki tepi. hati menjadi tentram dan damai sebagaimana firman Allah Ta’ala : “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dangan mengingat Allah Ta’ala. bukan shalawat yang dikotori oleh bid’ah dan khurafat serta terlalu berlebihan kepada Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. sebagaimana yang terungkap dalam syairnya : “Nur musthafa (Muhammad) terus berpindah-pindah dari sulbi yang bersih kepada yang sulbi suci nan murni” Bandingkanlah dengan perkataan kaum zindiq dan sufi. Dengan dzikir. Di antara mereka tidak ada yang mengatakan kepada Tuhan merek seperti perkataan kaum Nasrani kepada Nabi Isa ‘alahissalam. Kelima : Penulis kitab Barzanji juga meyakini tentang Nur Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam. namun karena menyelisihi sunnah ketika membacanya. Ar-Ra’du 13:28). Demikian juga perkataan Ibnu Arabi Attha’i bahwa semua Nabi sejak Nabi Adam ‘alahissalam hingga Nabi terakhir mengambil ilmu dari cahaya kenabian Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam yaitu penutup para Nabi. Bahkan mereka adalah kepunyaan Allah Ta’ala dan di bawah kekuasaan-Nya. semoga bermanfaat. dia adalah Allah. supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang teramg dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”(QS. mereka menyembah Tuhan-Tuhan mereka dengan keyakinan bahwa Tuhan-Tuhan mereka itu mempu memberi syafaat dan menolong mereka. Kesyirikan tidak hanya terbatas pada perkataan kaum Nasrani saja. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. seperti . Ingatlah. mendapat murka dan siksaan dari Allah Ta’ala.(QS.shalawat atasku skali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful