Barzanji,Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi shallallahu’alayhi wa sallam

Ust. Zainal Abidin, Lc

2009
Fenomena perayaan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah menjadi ritual yang sudah melekat pada sebagian –atau mungkin bahkan sebagian besar- kaum muslimin khususnya di Indonesia. Polemik bagaimana hukum perayaan maulid yang semakin terkesan sebagai hari raya kaum muslimin tambahan selain dua ‘Ied ini telah sering muncul ke permukaan. Namun jika kita berfikir dengan pikiran yang jernih tanpa fanatik kepada golongan manapun, niscaya kita akan mendapati persetujuan kita sendiri bahwa memang benar bahwa perayaan ini tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang muslim. Cukuplah sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang kita pegang dalam masalah ini, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka tertolak” (Riwayat Muslim)

Disalin Oleh : baiturahmah.blogsome.com Untuk : myquran@googlegoups.com Sumber : http://maramissetiawan.wordpress.com

2. 125) Sebagai seorang penganut paham tasawwuf yang bermahzab Syiah tentu Ja’far al-Barjanzi sangat mengkultuskan keluarga. Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam shahihul jam’i hadist ke 6468) . dia adalah khatib di Masjidil Haram dan seorang mufti dari kalangan Syafi’iyyah. Ini dibuktikan dalam do’anya “Dan berilah taufik kepada apa yang Engkau ridhai pada setiap kondisi bagi para pemimpin dari keturunan az-Zahra di bumi Nu’man”. Syair-syair pujian dan sanjungan kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan bahasa yang sangat indah.Meskipun kitab Barzanji lebih populer di kalangan orang awam daripada yang lainnya. kurang diperhatikan.” (HR. Barzanji dan Qasidah Burdah dijadikan satu paket untuk meramaikan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang diawali dengan dengan membaca kitab Daiba’. lalu Barzanji. Cerita tentang perjalanan hidup Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan sastra bahasa yang tinggi yang terkadang tercemar dengan riwayat-riwayat lemah. Berikut uraiannya: Secara umum kandungan kitab Barzanji terbagi menjadi tiga: 1. bahkan sebagian pembacanya lebih tekun membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Qur’an. penyimpangannya menjadi parah ketika kitab Barzanji dijadikan sebagai bacaan seperti al-Quran. Laam 1 huruf. Daiba’ atau Qasidah Burdah. keturunan dan Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam.Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi shallallahu’alayhi wa sallam Oleh. Ust. yang mereka ambil dari kitab Barzanji maupun Daiba’. namun telah tercemar dengan muatan dan sikap ghuluw (berlebihan) 3. Wafat di Madinah pada tahun 1177H/1763 M dan diatara karyanya adalah Kisah Maulid Nabi Shalallahu’alahi wa sallam (Al-Munjid fii al A’laam. Bahkan. Maka tidak aneh jika banyak diantara mereka yang lebih hafal kitab Barzanji bersama lagu-lagunya dibanding al-Quran. Biasanya kitab Barzanji menjadi kitab induk peringatan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf. Padahal.Barzanji. (Majmuatul Mawalid. Bahkan. meskipun penyimpangan kitab Daiba’ lebih parah daripada kitab Barzanji. membaca al-Quran yang jelas pahalanya. Miim 1 huruf . Tetapi. sebagian mereka lebih sering membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Quran apalagi pada saat perayaan maulid Nabi. Namun. tetapi biasanya kitab Daiba’. ada kalanya ditambah dengan senandung Qasidah Burdah. hal. Alif 1 huruf. Zainal Abidin. Lc Seputar Kitab Barzanji Secara umum peringatan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam selalu disemarakkan dengan sholawatan dan puji-pujian kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Sholawat kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. tetapi telah bercampur aduk dengan sholawat bid’ah dan sholawat-sholawat yang tidak berasal dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. kemudian ditutup dengan Qasidah Burdah. Padahal Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Barangsiapa membaca 1 huruf dari al-Quran maka dia akan mendapatkan 1 kebaikan yang kebaikan tersebut akan dilipatgandakan menjadi 10 pahala. Sementara. 132) Kesalahan Umum Kitab Barzanji Kesalahan kitab Barzanji tidak separah yang ada pada kitab Daiba’ dan Qasidah Burdah. tidak ada nash syar’i yang memberi jaminan pahala bagi orang yang membaca Barzanji. Fokus pembahasan dan kritikan terhadap kitab Barzanji ini adalah karena populernya. dianggap lebih mulia daripada al-Quran. Penulis Kitab Barzanji Kitab Barzanji ditulis oleh Ja’far al-Barzanji al-Madani.

karena sesungguhnya Allah Maha Agung.” Dan sesugguhnya Imam al-Asy’ari menetapkan bahwa keduanya selamat menurut nash tibyan (alQuran). beliau memanggilnya dan bersabda : “Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di neraka”. diadaadakan secara dusta dan lemah sekali serta tidak ada satupun yang shahih. (Aunul Ma’bud. selamat datang wahai kakek Husain selamat datang” Bukankah ucapan selamat datang hanya bisa diberikan kepada orang yang hadir secara fisik? Meskipun di tengah mereka terjadi perbedaan. Memang benar. terutama ketika Mahallul Qiyam (posisi berdiri). al-Khatib. (Aunul Ma’bud. selamat datang. Para ahli hadits sepakat akan kedhaifannya seperti Daruquthni. hal itu sangat nampak sekali di awal qiyam (berdiri) mambaca : “Selamat datang. ath-Tabhari dan Fathuddin Ibnu Sayyidin Nas.Kesalahan Khusus Kitab Barzanji Adapun kesalahan yang paling fatal dalam kitab Barzanji antara lain : Pertama : Penulis kitab Barzanji menyakini melalui ungkapan syairnya bahwa kedua orang tua Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam termasuk ahlul iman dan termasuk orang-orang yang selamat dari neraka bahkan ia mengungkapkan dengan sumpah. “Dan sungguh kedua (orang tuanya) demi Allah Ta’ala termasuk ahli iman Dan telah datang dalil dari hadist sebagai bukti-buktinya. Ibnu Nashr. al-Jauzaqani. Muslim dalam shahihnya (348) dan Abu Daud dalam sunannya (4718)) Imam Nawawi berkata : “Makna hadits ini adalah bahwa.” Ketika orang itu pergi. Abu Thayyib (12/324)) Adapun anggapan bahwa Imam al-Asyari berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi beriman. 3/74) Semua hadits yang menjelaskan tentang dihidupkannya kembali kedua orang tua Nabi Shalallahu’alahisasalam dan keduanya beriman dan selamat dari neraka semuanya palsu. Abu Thayyib (12/324)) Kedua : Penulis kitab Barzanji mengajak para pembacanya agar mereka meyakini bahwa Rasulullah hadir pada saat membaca shalawat. Imam Suyuthi berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi Shallallahu’alahi wa sallam beriman dan selamat dari Neraka. Ibnu Asaki. Banyak ahli ilmu yang condong terhadap pendapat ini Maka ucapkanlah salam. namun hal ini menyelisihi para hafidz dan para ulama peneliti hadist. Imam Nawawi. selamat datang. hal 101) Jelas.” (Lihat Minhaj Syarah Shahih Muslim. Ibnu Syahin. Ini tidak menafikan penyimpangan dakwah mereka. apakah yang hadir jasad Nabi Muhammad . ia kelak berada di Neraka dan kedekatan kerabat tidak berguna baginya. maka ia berada di Neraka. (HR.” (Lihat Majmuatul Mawalid Barzanji. Ibnul Jauzi. harus dibuktikan kebenarannya. kaena sudah sampai kepada mereka dakwah Nabi Ibrahim ‘alahissalam dan yang lainnya. as-Suhaili. Begitu juga orang Arab penyembah berhala yang mati pada masa fatrah (jahiliyah). barangsiapa yang mati dalam keadaan kafir. al-Qurtubi. yang demikian itu bertentangan dengan hadist dari Anas radliyallahu’ahu bahwa sesungguhnya seorang laki-laki bertanya “Wahai Rasulullah. dimanakah ayahku (setelah mati)?” Beliau Shalallahu’alahisasalam bersabda “Dia berada di neraka.

Jika dalam upacara bendera saja harus berdiri. Misalnya. Apabila mereka berkata. khurafat.” Para pembela Barzanji seperti penulis “Fikih Tradisional” berkilah. karena berdiri untuk menghormati sesuatu sebetulnya sudah menjadi tradisi kita. salah satu cara mengagungkan seseorang adalah dengan berdiri. aku pernah menjadi utusan kepada raja-raja besar. kehadiran Rasul Shalallahu’alahisasalam ke dunia merupakan keyakinan bathil karena termasuk perkara gaib yang tidak bisa ditetapkan kecuali berdasarkan wahyu Allah Ta’ala. pengagungan dengan cara tersebut merupakan perkara bid’ah. yang hadir hanyalah ruhnya.Shallallahu’alahi wa sallam bersama ruhnya ataukah ruhnya saja. Apabila beliau berwudhu. wahai Rasul salam sejahtera atasmu. sehingga tidak mungkin kembali ke dunia dan hadir di antara manusia. setiap kali upacara bendera dilaksanakan pada hari Senin. sedangkan kedudukan beliau Shalallahu’alahisasalam sangat mulia dan derajatnya sangat agung. meskipun sebagian mereka meyakini yang hadir adalah ruhnya. mereka saling berebut bekas air wudhunya. Pengagungan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam terwujud dengan cara menaatinya. mereka bersegera melaksanakannya. melaksanakan perintahnya. demi Allah. Bahkan. melainkan mereka langsung mengusapkannya ke wajah dan kulit mereka. bahwa tujuan membaca shalawat itu adalah untuk mengagungkan Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam. perbuatan tersebut termasuk bid’ah yang tercela. sedangkan beliau berada di alam Barzah yang tidak mungkin kembali dan hadir ke dunia lagi. sebagai ekspresi bentuk penghormatan kepada beliau. Bukankah Nabi Muhammad Shalallahu’alahisasalam adalah manusia teragung yang lebih layak dihormati dari pada orang lain? (Lihat Fikh Tradisional. Bagaimana mungkin beliau disambut dengan cara seperti itu. “Wahai Nabi salam sejahtera atasmu. Menurutnya. Muhammad Alawi al-Maliki (seorang pembela perayaan Maulid-red) mengingkari dengan keras pendapat yang menyatakan bahwa yang hadir adalah jasadnya. tentu berdiri untuk menghormati Nabi lebih layak dilakukan. aku menjadi utusan kepada Kaisar. Bagaimana mungkin menghormati Rasul Shallallahu’alahi wa sallam disamakan dengan hormat bendera ketika upacara. menjauhi larangannya dan mencintainya. Padahal Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam telah berada di alam Barzah yang tinggi dan ruhnya dimuliakan Allah Ta’ala di surga. setiap tanggal 17 Agustus. Apabila ia memerintahkan suatu perkara. Demikian juga dengan cara perayaan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Di samping itu. dan pelanggaran. dan bukan dengan logika atau qiyas. demi Allah aku belum pernah melihat seorang Raja yang diagungkan oleh pengikutnya sebagaimana pengikut Muhammad. Manusia yang paling besar pengagungannya kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam adalah para shahabat. bukan merupakan bentuk pengagungan terhadap Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Wahai kekasih salam sejahtera atasmu. Tujuannya tidak lain adalah untuk menghormati bendera merah putih dan mengenang jasa para pejuang bangsa. maupun pada waktu yang lain. Tidaklah Muhammad meludah kemudian mengenai telapak tangan seseorang di antara mereka. Menurutnya. aku pernah menjadi utusan kepada Kisra dan Najasyi. semoga rahmat Allah tercurah atasmu. Bahkan tidak jarang hal itu dilakukan untuk menghormati benda mati. Pada bait berikutnya semakin jelas nampak bahwa Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam diyakini hadir. mereka merendahkan suaranya dan mereka tidak berani . ketiak bendera merah putih dinaikkan dan lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Muhyiddin Abdusshamad (277-278)) Ini adalah qiyas yang sangat rancu dan rusak. Melakukan amalan bid’ah. seluruh peserta upacara diharuskan berdiri. baik saat hidup atau setelah wafat. sebagaimana perkataan Urwah bin Mas’ud kepada kaum Quraisy : “Wahai kaumku.

Nabi telah mengkhawatirkan akan terjadinya hal tersebut. maka alasan ini tidak tepat. Wahai pelindung dari neraka sa’ir. (Lihat Minhaj Syarah Shahih Muslim. Nabi Shallallahu’alahi wa sallam telah memberi peringatan kepada umatnya agar tidak menjadikan kuburan beliau sebagai tempat berkumpul dan berkunjung. tidak dilakukan kepada orang yang telah wafat meskipun terhadap Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. bahwa kaum Nasrani menjadikan Nabi Isa ‘alahissalam sebagai sekutu bagi Allah dalam peribadatan mereka. (HR. Jika para pembela maulid tersebut berdalih dengan hadits Nabi Shalallahu’alahisasalam. 2731. sesungguhnya shalawatmu akan sampai kepadaku dimanapun kaum berada”. Namun. Bahkan pendapat yang benar. Imam Nawawi. “Padamu sungguh aku telah berbaik sangka. (HR. bukan menyambut atau menghormatinya. karena ia sedang terluka parah. mereka tidak pernah mengadakan acara maulid dan kemudian berdiri dengan keyakinan ruh Rasul Shallallahu’alahi wa sallam sedang hadir di tengah mereka. niscaya mereka tidak akan meninggalkannya. “Berdirilah kalian untuk tuan atau orang yang paling baik di antara kalian” (Shahih HR. Wahai pemberi kabar gembira wahai pemberi peringatan Maka tolonglah aku dan selamatkanlah aku.. 2732. sebagaimana dalam sabdanya : “Janganlah kalian jadikan kuburanku tempat berkumpul. al-Fath 5/388) Bentuk pengagungan para shahabat kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam di atas sangat besar.” (HR. (Lihat Ikmalil Mu’lim bi Syarah Shahih Muslim. hadits tersebut sebagai anjuran dan perintah Rasul kepada orang-orang Anshar agar berdiri dalam rangka membantu Sa’ad bin Mu’adz radliyallahu’anhu turun dari keledainya. 313). Mereka berdoa kepada Nabi-nya dan meninggalkan berdoa kepada Allah Ta’ala. sehingga beliau Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Janganlah kamu berlebihan dalam mengagungkanku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan ketika mengagungkan Ibnu Maryam. Wahai penolongku dan pelindungku. 6/105). Qadhi ‘Iyadh.memandang langsung kepadanya sebagai wujud pengagungan mereka. juz XII. mengangkatnya melebihi derajat kenabian dan menjadikannya sekutu bagi Allah Ta’ala dalam perkara ghaib dengan memohon kepada beliau dan bersumpah dengan nama beliau merupakan sikap yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. no. hal. Seandainya perbuatan tersebut disyariatkan. Bukhari-Muslim dalam shahihnya). Dalam perkara-perkara yang sangat penting (suasana susah dan genting)” Sikap berlebihan kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. AKu hanyalah seorang hamba. Memang benar Imam Nawawi berpendapat bahwa pada hadits di atas terdapat anjuran untuk berdiri dalam rangka menyambut kedatangan orang yang mempunyai keutamaan. apalagi mengagungkannya secara berlebihan. Abu Dawud dengan sanad yang shahih (2042) dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram : 125) . Bukhari dalam shahihnya 3445) Telah dimaklumi. Namun. bacalah shalawat atasku. maka katakanlah aku adalah hamba dan utusan-Nya”. bahkan menyelisihi pokok ajaran Islam yaitu Tauhid. Ketiga : Penulis Barzanji mengajak untuk mengkultuskan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam secara berlebihan dan menjadikan Nabi sebagai tempat untuk meminta tolong dan bantuan sebagaimana pernyataannya. padahal ibadah tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah Ta’ala. Do’a dan tindakan tersebut menyakiti serta menyelisihi petunjuk dan manhaj dakwah beliau Shallallahu’alahi wa sallam. Bukhari : 3/187. bahkan termasuk perbuatan syirik.

Bahkan. ia tidak bershalawat atasku”. engakau adalah orang terbaik di antara kami. ketika ada orang yang berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shalallahu’alahisasalam.” (Shahih. mereka berkata : “Engkau Sayyid kami dan anak sayyid kami. disahhihkan oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram 127. dan anak dari orang terbaik di antara kami”. Apabila seorang muslim meninggalkan shalawat atas Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Ahmad dalam Musnadnya 1/201. karena meninggalkan shalawat dan salam atas Nabi dan keluarganya. dan jangan biarkan syaitan mengelincirkanmu. namun ia tidak bershalawat atasku. AlAhzab: 56) Ayat ini yang mereka jadikan dalil untuk membaca kitab tersebut pada setiap peringatan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. lihat takhrij beliau di dalamnya). Tidak dipungkiri bahwa bershalawat atas Nabi Shallallahu’alahi wa sallam terutama ketika mendengar nama Nabi Shallallahu’alahi wa sallam disebut sangat dianjurkan. maka Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda kepada mereka : “Katakanlah dengan perkataanmu atau sebagiannya. Hai orang-orang yang beriman. (Shahih. jikalau tidak bisa hendaklah ia diam. Sebagaimana firman Allah Ta’ala “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Termasuk perbuatan yang berlebihan dan melampaui batas terhadap Nabi adalah bersumpah dengan anma beliau. Padahal. Nabi bersabda : “Barangsiapa membaca . Bagi setiap orang yang ingin mencari kebenaran. karena adalah bentuk pengagungan yang tidak boleh diberikan kecuali kepada Allah Ta’ala. karena : 1) Terkena doa Nabi Shallallahu’alahi wa sallam yaitu sabda beliau : “Sungguh celaka bagi seseorang yang disebutkan namaku disisnya. dan dishahihkan oleh al-Albani dalam ‘Irwa : 5) 3) Tidak mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Ta’ala.Nabi Shallallahu’alahi wa sallam memberikan peringatan keras kepada umatnya tentang sikap berlebihan dalam menyanjung dan mengagungkan beliau. Ahmad dalam Musnadnya 2/254. niscaya ia akan menemukannya dalam ayat dan hadist tersebut. Keempat : Penulis kitab Barzanji menurunkan beberapa shalawat bid’ah yang mengandung pujian yang sangat berlebihan kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya 3545 dan dishahihkanoleh alAlbani dal ‘Irwa : 6) 2) Mendapatkan gelar bakhil dari Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Bukhari-Muslim dalam shahihnya 2679 dan 1646) Cukuplah dengan hadist tentang larangan bersikap berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam menjadi dalil yang tidak membutuhkan tambahan dan pengurangan. At-Tirmidzi dalam Sunannya 3546. ia akan terhalang dari melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan manfaat. beliau bersabda : “Orang bakhil adalah orang yang ketika disebut namaku disisinya. dan hanya Allah-lah yang memberi petunjuk. HR. baik di dunia dan akhirat. Para pengagum kitab Barzanji menganggap bahwa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam merupakan ibadah yang sangat terpuji. ayat di atas merupakan bentuk perintah kepada umat Islam agar mereka membaca shalawat di manapun dan kapanpun tanpa dibatasi saat tertentu seperti pada perayaan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam.” (HR. bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS. Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Barangsiapa bersumpah hendaklah bersumpah dengan nama Allah Ta’ala.

anak Allah. maka Allah Ta’ala bershalawat atasku 10 kali”. namun karena menyelisihi sunnah ketika membacanya. Demikian uraian sekilas tentang sebagian kesalah kitab Barzanji. supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang teramg dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”(QS. Semua cabang ilmu dan pengetahuan di ambil dari cahaya tersebut dan para Nabi sebelum Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam menimba ilmu dari cahaya tersebut”. Disalin dari Majalah AS-SUNNAH Edisi 12 Th. Ar-Ra’du 13:28). Apalagi. Al Ahzab 33:34) Bahkan membaca shalawat menyebabkan hati menjadi lembut. Lc . sehingga bukan mendapat ketentraman di dunia dan pahala di akherat. sebagaimana yang terungkap dalam syairnya : “Nur musthafa (Muhammad) terus berpindah-pindah dari sulbi yang bersih kepada yang sulbi suci nan murni” Bandingkanlah dengan perkataan kaum zindiq dan sufi. seperti . yang jelas-jelas merupakan perayaan bid’ah dan penyimpangan terhadap syariat. Demikian juga perkataan Ibnu Arabi Attha’i bahwa semua Nabi sejak Nabi Adam ‘alahissalam hingga Nabi terakhir mengambil ilmu dari cahaya kenabian Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam yaitu penutup para Nabi. dia adalah Allah.(QS. melainkan sebaliknya. semoga bermanfaat. Ingatlah. Tetapi dengan syarat membaca shalawat secara benar dan ikhlas karena Allah Ta’ala semata. (Lihat perinciannya dalam kitab Mahabbatur Rasulullah oleh Abdur Rauf Utsman (169-192)) Perlu diketahui bahwa ghuluw itu banyak sekali macamnya. Imam Muslim dalam Shahinya 284) 4) Tidak mendapatkan keutamaan shalawat dari Allah Ta’ala dan para malaikat. bukan shalawat yang dikotori oleh bid’ah dan khurafat serta terlalu berlebihan kepada Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam.shalawat atasku skali. dikhususkan pada malam peringatan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam saja. karena umat sebelum mereka juga berbuat kesyirikan dengan menyembah patung. Dengan dzikir. Kesyirikan ibarat laut yang tidak memiliki tepi. Kelima : Penulis kitab Barzanji juga meyakini tentang Nur Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam. XII Rabiul Awal 1430/Maret 2009 oleh Al-Ustadz Zainal Abidin. sebagaimana perbuatan kaum jahiliyah. atau menyakini prinsip Trinitas mereka. Namun. (HR. seperti al-Hallaj yang berkata : “Nabi Shallallahu’alahi wa sallam memilik cahaya yang kekal abadi dan terdahulu keberadaannya sebelum diciptakan dunia. karena membaca shalawat termasuk bagian dari dzikir. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. Bahkan mereka adalah kepunyaan Allah Ta’ala dan di bawah kekuasaan-Nya. mendapat murka dan siksaan dari Allah Ta’ala. mereka menyembah Tuhan-Tuhan mereka dengan keyakinan bahwa Tuhan-Tuhan mereka itu mempu memberi syafaat dan menolong mereka. Siksaan tersebut bukan karena mambaca shalawat. hati menjadi tentram dan damai sebagaimana firman Allah Ta’ala : “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dangan mengingat Allah Ta’ala. Di antara mereka tidak ada yang mengatakan kepada Tuhan merek seperti perkataan kaum Nasrani kepada Nabi Isa ‘alahissalam. Allah Ta’ala berfirman : “Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya memohonkan ampunan untukmu. Kesyirikan tidak hanya terbatas pada perkataan kaum Nasrani saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful