Barzanji,Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi shallallahu’alayhi wa sallam

Ust. Zainal Abidin, Lc

2009
Fenomena perayaan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah menjadi ritual yang sudah melekat pada sebagian –atau mungkin bahkan sebagian besar- kaum muslimin khususnya di Indonesia. Polemik bagaimana hukum perayaan maulid yang semakin terkesan sebagai hari raya kaum muslimin tambahan selain dua ‘Ied ini telah sering muncul ke permukaan. Namun jika kita berfikir dengan pikiran yang jernih tanpa fanatik kepada golongan manapun, niscaya kita akan mendapati persetujuan kita sendiri bahwa memang benar bahwa perayaan ini tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang muslim. Cukuplah sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang kita pegang dalam masalah ini, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka tertolak” (Riwayat Muslim)

Disalin Oleh : baiturahmah.blogsome.com Untuk : myquran@googlegoups.com Sumber : http://maramissetiawan.wordpress.com

Sementara.” (HR. Ini dibuktikan dalam do’anya “Dan berilah taufik kepada apa yang Engkau ridhai pada setiap kondisi bagi para pemimpin dari keturunan az-Zahra di bumi Nu’man”.Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi shallallahu’alayhi wa sallam Oleh. Laam 1 huruf. Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam shahihul jam’i hadist ke 6468) . tidak ada nash syar’i yang memberi jaminan pahala bagi orang yang membaca Barzanji. Wafat di Madinah pada tahun 1177H/1763 M dan diatara karyanya adalah Kisah Maulid Nabi Shalallahu’alahi wa sallam (Al-Munjid fii al A’laam. Daiba’ atau Qasidah Burdah. Bahkan. tetapi biasanya kitab Daiba’. Ust. Cerita tentang perjalanan hidup Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan sastra bahasa yang tinggi yang terkadang tercemar dengan riwayat-riwayat lemah. penyimpangannya menjadi parah ketika kitab Barzanji dijadikan sebagai bacaan seperti al-Quran. keturunan dan Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam. Syair-syair pujian dan sanjungan kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan bahasa yang sangat indah. (Majmuatul Mawalid. Padahal. Berikut uraiannya: Secara umum kandungan kitab Barzanji terbagi menjadi tiga: 1. Sholawat kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. bahkan sebagian pembacanya lebih tekun membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Qur’an. Miim 1 huruf . sebagian mereka lebih sering membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Quran apalagi pada saat perayaan maulid Nabi. meskipun penyimpangan kitab Daiba’ lebih parah daripada kitab Barzanji. Lc Seputar Kitab Barzanji Secara umum peringatan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam selalu disemarakkan dengan sholawatan dan puji-pujian kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. 132) Kesalahan Umum Kitab Barzanji Kesalahan kitab Barzanji tidak separah yang ada pada kitab Daiba’ dan Qasidah Burdah. dianggap lebih mulia daripada al-Quran. Namun. Maka tidak aneh jika banyak diantara mereka yang lebih hafal kitab Barzanji bersama lagu-lagunya dibanding al-Quran. 2. Padahal Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Barangsiapa membaca 1 huruf dari al-Quran maka dia akan mendapatkan 1 kebaikan yang kebaikan tersebut akan dilipatgandakan menjadi 10 pahala. Bahkan. hal. Penulis Kitab Barzanji Kitab Barzanji ditulis oleh Ja’far al-Barzanji al-Madani.Barzanji. tetapi telah bercampur aduk dengan sholawat bid’ah dan sholawat-sholawat yang tidak berasal dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Biasanya kitab Barzanji menjadi kitab induk peringatan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. membaca al-Quran yang jelas pahalanya. Barzanji dan Qasidah Burdah dijadikan satu paket untuk meramaikan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang diawali dengan dengan membaca kitab Daiba’. yang mereka ambil dari kitab Barzanji maupun Daiba’.Meskipun kitab Barzanji lebih populer di kalangan orang awam daripada yang lainnya. dia adalah khatib di Masjidil Haram dan seorang mufti dari kalangan Syafi’iyyah. Zainal Abidin. Tetapi. lalu Barzanji. Alif 1 huruf. kemudian ditutup dengan Qasidah Burdah. namun telah tercemar dengan muatan dan sikap ghuluw (berlebihan) 3. ada kalanya ditambah dengan senandung Qasidah Burdah. Fokus pembahasan dan kritikan terhadap kitab Barzanji ini adalah karena populernya. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf. 125) Sebagai seorang penganut paham tasawwuf yang bermahzab Syiah tentu Ja’far al-Barjanzi sangat mengkultuskan keluarga. kurang diperhatikan.

Kesalahan Khusus Kitab Barzanji Adapun kesalahan yang paling fatal dalam kitab Barzanji antara lain : Pertama : Penulis kitab Barzanji menyakini melalui ungkapan syairnya bahwa kedua orang tua Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam termasuk ahlul iman dan termasuk orang-orang yang selamat dari neraka bahkan ia mengungkapkan dengan sumpah. ath-Tabhari dan Fathuddin Ibnu Sayyidin Nas. Abu Thayyib (12/324)) Kedua : Penulis kitab Barzanji mengajak para pembacanya agar mereka meyakini bahwa Rasulullah hadir pada saat membaca shalawat. Imam Suyuthi berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi Shallallahu’alahi wa sallam beriman dan selamat dari Neraka. selamat datang. Begitu juga orang Arab penyembah berhala yang mati pada masa fatrah (jahiliyah). maka ia berada di Neraka. Abu Thayyib (12/324)) Adapun anggapan bahwa Imam al-Asyari berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi beriman. Imam Nawawi.” (Lihat Majmuatul Mawalid Barzanji. yang demikian itu bertentangan dengan hadist dari Anas radliyallahu’ahu bahwa sesungguhnya seorang laki-laki bertanya “Wahai Rasulullah. Memang benar. al-Jauzaqani. harus dibuktikan kebenarannya. barangsiapa yang mati dalam keadaan kafir. apakah yang hadir jasad Nabi Muhammad . Ibnu Nashr. 3/74) Semua hadits yang menjelaskan tentang dihidupkannya kembali kedua orang tua Nabi Shalallahu’alahisasalam dan keduanya beriman dan selamat dari neraka semuanya palsu. hal 101) Jelas. dimanakah ayahku (setelah mati)?” Beliau Shalallahu’alahisasalam bersabda “Dia berada di neraka. (Aunul Ma’bud. Muslim dalam shahihnya (348) dan Abu Daud dalam sunannya (4718)) Imam Nawawi berkata : “Makna hadits ini adalah bahwa. Banyak ahli ilmu yang condong terhadap pendapat ini Maka ucapkanlah salam. Ibnu Asaki. Para ahli hadits sepakat akan kedhaifannya seperti Daruquthni. namun hal ini menyelisihi para hafidz dan para ulama peneliti hadist. hal itu sangat nampak sekali di awal qiyam (berdiri) mambaca : “Selamat datang. kaena sudah sampai kepada mereka dakwah Nabi Ibrahim ‘alahissalam dan yang lainnya. terutama ketika Mahallul Qiyam (posisi berdiri). karena sesungguhnya Allah Maha Agung. Ibnu Syahin. selamat datang wahai kakek Husain selamat datang” Bukankah ucapan selamat datang hanya bisa diberikan kepada orang yang hadir secara fisik? Meskipun di tengah mereka terjadi perbedaan.” Ketika orang itu pergi. Ini tidak menafikan penyimpangan dakwah mereka. “Dan sungguh kedua (orang tuanya) demi Allah Ta’ala termasuk ahli iman Dan telah datang dalil dari hadist sebagai bukti-buktinya. selamat datang. al-Khatib. al-Qurtubi.” Dan sesugguhnya Imam al-Asy’ari menetapkan bahwa keduanya selamat menurut nash tibyan (alQuran). diadaadakan secara dusta dan lemah sekali serta tidak ada satupun yang shahih. (Aunul Ma’bud. beliau memanggilnya dan bersabda : “Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di neraka”. ia kelak berada di Neraka dan kedekatan kerabat tidak berguna baginya. Ibnul Jauzi.” (Lihat Minhaj Syarah Shahih Muslim. (HR. as-Suhaili.

Melakukan amalan bid’ah. Tujuannya tidak lain adalah untuk menghormati bendera merah putih dan mengenang jasa para pejuang bangsa. wahai Rasul salam sejahtera atasmu.Shallallahu’alahi wa sallam bersama ruhnya ataukah ruhnya saja. Apabila ia memerintahkan suatu perkara. Bahkan tidak jarang hal itu dilakukan untuk menghormati benda mati. dan pelanggaran. Apabila beliau berwudhu. sebagaimana perkataan Urwah bin Mas’ud kepada kaum Quraisy : “Wahai kaumku. sedangkan kedudukan beliau Shalallahu’alahisasalam sangat mulia dan derajatnya sangat agung. demi Allah aku belum pernah melihat seorang Raja yang diagungkan oleh pengikutnya sebagaimana pengikut Muhammad. salah satu cara mengagungkan seseorang adalah dengan berdiri. setiap tanggal 17 Agustus. Tidaklah Muhammad meludah kemudian mengenai telapak tangan seseorang di antara mereka. Menurutnya. Bagaimana mungkin menghormati Rasul Shallallahu’alahi wa sallam disamakan dengan hormat bendera ketika upacara. pengagungan dengan cara tersebut merupakan perkara bid’ah. setiap kali upacara bendera dilaksanakan pada hari Senin. Di samping itu. bahwa tujuan membaca shalawat itu adalah untuk mengagungkan Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam. aku menjadi utusan kepada Kaisar. Misalnya. aku pernah menjadi utusan kepada raja-raja besar. melainkan mereka langsung mengusapkannya ke wajah dan kulit mereka. melaksanakan perintahnya. bukan merupakan bentuk pengagungan terhadap Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. ketiak bendera merah putih dinaikkan dan lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Padahal Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam telah berada di alam Barzah yang tinggi dan ruhnya dimuliakan Allah Ta’ala di surga. mereka merendahkan suaranya dan mereka tidak berani . Bagaimana mungkin beliau disambut dengan cara seperti itu. seluruh peserta upacara diharuskan berdiri. perbuatan tersebut termasuk bid’ah yang tercela. sedangkan beliau berada di alam Barzah yang tidak mungkin kembali dan hadir ke dunia lagi. Pada bait berikutnya semakin jelas nampak bahwa Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam diyakini hadir. Manusia yang paling besar pengagungannya kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam adalah para shahabat. demi Allah. mereka saling berebut bekas air wudhunya. Muhyiddin Abdusshamad (277-278)) Ini adalah qiyas yang sangat rancu dan rusak.” Para pembela Barzanji seperti penulis “Fikih Tradisional” berkilah. Bukankah Nabi Muhammad Shalallahu’alahisasalam adalah manusia teragung yang lebih layak dihormati dari pada orang lain? (Lihat Fikh Tradisional. maupun pada waktu yang lain. mereka bersegera melaksanakannya. sebagai ekspresi bentuk penghormatan kepada beliau. Muhammad Alawi al-Maliki (seorang pembela perayaan Maulid-red) mengingkari dengan keras pendapat yang menyatakan bahwa yang hadir adalah jasadnya. aku pernah menjadi utusan kepada Kisra dan Najasyi. Menurutnya. sehingga tidak mungkin kembali ke dunia dan hadir di antara manusia. kehadiran Rasul Shalallahu’alahisasalam ke dunia merupakan keyakinan bathil karena termasuk perkara gaib yang tidak bisa ditetapkan kecuali berdasarkan wahyu Allah Ta’ala. “Wahai Nabi salam sejahtera atasmu. Apabila mereka berkata. Pengagungan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam terwujud dengan cara menaatinya. khurafat. Bahkan. tentu berdiri untuk menghormati Nabi lebih layak dilakukan. Wahai kekasih salam sejahtera atasmu. meskipun sebagian mereka meyakini yang hadir adalah ruhnya. yang hadir hanyalah ruhnya. karena berdiri untuk menghormati sesuatu sebetulnya sudah menjadi tradisi kita. semoga rahmat Allah tercurah atasmu. Demikian juga dengan cara perayaan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. baik saat hidup atau setelah wafat. dan bukan dengan logika atau qiyas. menjauhi larangannya dan mencintainya. Jika dalam upacara bendera saja harus berdiri.

bahwa kaum Nasrani menjadikan Nabi Isa ‘alahissalam sebagai sekutu bagi Allah dalam peribadatan mereka. “Berdirilah kalian untuk tuan atau orang yang paling baik di antara kalian” (Shahih HR. mengangkatnya melebihi derajat kenabian dan menjadikannya sekutu bagi Allah Ta’ala dalam perkara ghaib dengan memohon kepada beliau dan bersumpah dengan nama beliau merupakan sikap yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. AKu hanyalah seorang hamba. padahal ibadah tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah Ta’ala. (Lihat Ikmalil Mu’lim bi Syarah Shahih Muslim. Seandainya perbuatan tersebut disyariatkan.memandang langsung kepadanya sebagai wujud pengagungan mereka. Wahai pelindung dari neraka sa’ir. sesungguhnya shalawatmu akan sampai kepadaku dimanapun kaum berada”.. Do’a dan tindakan tersebut menyakiti serta menyelisihi petunjuk dan manhaj dakwah beliau Shallallahu’alahi wa sallam. Namun. Qadhi ‘Iyadh. Ketiga : Penulis Barzanji mengajak untuk mengkultuskan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam secara berlebihan dan menjadikan Nabi sebagai tempat untuk meminta tolong dan bantuan sebagaimana pernyataannya. Bukhari-Muslim dalam shahihnya). juz XII. maka katakanlah aku adalah hamba dan utusan-Nya”. Bukhari : 3/187. 313). 2732. apalagi mengagungkannya secara berlebihan. Nabi Shallallahu’alahi wa sallam telah memberi peringatan kepada umatnya agar tidak menjadikan kuburan beliau sebagai tempat berkumpul dan berkunjung. niscaya mereka tidak akan meninggalkannya. no. hadits tersebut sebagai anjuran dan perintah Rasul kepada orang-orang Anshar agar berdiri dalam rangka membantu Sa’ad bin Mu’adz radliyallahu’anhu turun dari keledainya. Bukhari dalam shahihnya 3445) Telah dimaklumi. Wahai penolongku dan pelindungku. (HR. “Padamu sungguh aku telah berbaik sangka.” (HR. karena ia sedang terluka parah. Dalam perkara-perkara yang sangat penting (suasana susah dan genting)” Sikap berlebihan kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. hal. bahkan termasuk perbuatan syirik. 6/105). 2731. sehingga beliau Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Janganlah kamu berlebihan dalam mengagungkanku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan ketika mengagungkan Ibnu Maryam. Namun. Mereka berdoa kepada Nabi-nya dan meninggalkan berdoa kepada Allah Ta’ala. mereka tidak pernah mengadakan acara maulid dan kemudian berdiri dengan keyakinan ruh Rasul Shallallahu’alahi wa sallam sedang hadir di tengah mereka. bahkan menyelisihi pokok ajaran Islam yaitu Tauhid. Abu Dawud dengan sanad yang shahih (2042) dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram : 125) . bacalah shalawat atasku. Imam Nawawi. Bahkan pendapat yang benar. bukan menyambut atau menghormatinya. al-Fath 5/388) Bentuk pengagungan para shahabat kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam di atas sangat besar. sebagaimana dalam sabdanya : “Janganlah kalian jadikan kuburanku tempat berkumpul. tidak dilakukan kepada orang yang telah wafat meskipun terhadap Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. Jika para pembela maulid tersebut berdalih dengan hadits Nabi Shalallahu’alahisasalam. Wahai pemberi kabar gembira wahai pemberi peringatan Maka tolonglah aku dan selamatkanlah aku. (Lihat Minhaj Syarah Shahih Muslim. maka alasan ini tidak tepat. Memang benar Imam Nawawi berpendapat bahwa pada hadits di atas terdapat anjuran untuk berdiri dalam rangka menyambut kedatangan orang yang mempunyai keutamaan. (HR. Nabi telah mengkhawatirkan akan terjadinya hal tersebut.

AlAhzab: 56) Ayat ini yang mereka jadikan dalil untuk membaca kitab tersebut pada setiap peringatan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. karena adalah bentuk pengagungan yang tidak boleh diberikan kecuali kepada Allah Ta’ala. niscaya ia akan menemukannya dalam ayat dan hadist tersebut. At-Tirmidzi dalam Sunannya 3546. disahhihkan oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram 127. jikalau tidak bisa hendaklah ia diam. Bahkan. HR. Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Barangsiapa bersumpah hendaklah bersumpah dengan nama Allah Ta’ala. Ahmad dalam Musnadnya 1/201. maka Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda kepada mereka : “Katakanlah dengan perkataanmu atau sebagiannya. Bagi setiap orang yang ingin mencari kebenaran. Apabila seorang muslim meninggalkan shalawat atas Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Sebagaimana firman Allah Ta’ala “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. dan hanya Allah-lah yang memberi petunjuk.” (HR. karena : 1) Terkena doa Nabi Shallallahu’alahi wa sallam yaitu sabda beliau : “Sungguh celaka bagi seseorang yang disebutkan namaku disisnya. lihat takhrij beliau di dalamnya). mereka berkata : “Engkau Sayyid kami dan anak sayyid kami. Nabi bersabda : “Barangsiapa membaca .Nabi Shallallahu’alahi wa sallam memberikan peringatan keras kepada umatnya tentang sikap berlebihan dalam menyanjung dan mengagungkan beliau. Keempat : Penulis kitab Barzanji menurunkan beberapa shalawat bid’ah yang mengandung pujian yang sangat berlebihan kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Bukhari-Muslim dalam shahihnya 2679 dan 1646) Cukuplah dengan hadist tentang larangan bersikap berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam menjadi dalil yang tidak membutuhkan tambahan dan pengurangan. Padahal. At-Tirmidzi dalam Sunannya 3545 dan dishahihkanoleh alAlbani dal ‘Irwa : 6) 2) Mendapatkan gelar bakhil dari Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. baik di dunia dan akhirat. beliau bersabda : “Orang bakhil adalah orang yang ketika disebut namaku disisinya. ia akan terhalang dari melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan manfaat. Tidak dipungkiri bahwa bershalawat atas Nabi Shallallahu’alahi wa sallam terutama ketika mendengar nama Nabi Shallallahu’alahi wa sallam disebut sangat dianjurkan. Termasuk perbuatan yang berlebihan dan melampaui batas terhadap Nabi adalah bersumpah dengan anma beliau. dan dishahihkan oleh al-Albani dalam ‘Irwa : 5) 3) Tidak mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Ta’ala. namun ia tidak bershalawat atasku. Hai orang-orang yang beriman. ayat di atas merupakan bentuk perintah kepada umat Islam agar mereka membaca shalawat di manapun dan kapanpun tanpa dibatasi saat tertentu seperti pada perayaan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Ahmad dalam Musnadnya 2/254. engakau adalah orang terbaik di antara kami.” (HR.” (Shahih. karena meninggalkan shalawat dan salam atas Nabi dan keluarganya. ia tidak bershalawat atasku”. ketika ada orang yang berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shalallahu’alahisasalam. (Shahih. bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS. Para pengagum kitab Barzanji menganggap bahwa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam merupakan ibadah yang sangat terpuji. dan anak dari orang terbaik di antara kami”. dan jangan biarkan syaitan mengelincirkanmu.

Allah Ta’ala berfirman : “Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya memohonkan ampunan untukmu. (Lihat perinciannya dalam kitab Mahabbatur Rasulullah oleh Abdur Rauf Utsman (169-192)) Perlu diketahui bahwa ghuluw itu banyak sekali macamnya. Disalin dari Majalah AS-SUNNAH Edisi 12 Th. Imam Muslim dalam Shahinya 284) 4) Tidak mendapatkan keutamaan shalawat dari Allah Ta’ala dan para malaikat. karena membaca shalawat termasuk bagian dari dzikir. namun karena menyelisihi sunnah ketika membacanya. Bahkan mereka adalah kepunyaan Allah Ta’ala dan di bawah kekuasaan-Nya. Al Ahzab 33:34) Bahkan membaca shalawat menyebabkan hati menjadi lembut. sehingga bukan mendapat ketentraman di dunia dan pahala di akherat. Ingatlah. seperti al-Hallaj yang berkata : “Nabi Shallallahu’alahi wa sallam memilik cahaya yang kekal abadi dan terdahulu keberadaannya sebelum diciptakan dunia. Kesyirikan tidak hanya terbatas pada perkataan kaum Nasrani saja. bukan shalawat yang dikotori oleh bid’ah dan khurafat serta terlalu berlebihan kepada Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. Di antara mereka tidak ada yang mengatakan kepada Tuhan merek seperti perkataan kaum Nasrani kepada Nabi Isa ‘alahissalam. mereka menyembah Tuhan-Tuhan mereka dengan keyakinan bahwa Tuhan-Tuhan mereka itu mempu memberi syafaat dan menolong mereka. Demikian juga perkataan Ibnu Arabi Attha’i bahwa semua Nabi sejak Nabi Adam ‘alahissalam hingga Nabi terakhir mengambil ilmu dari cahaya kenabian Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam yaitu penutup para Nabi. dikhususkan pada malam peringatan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam saja. seperti . Apalagi. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. sebagaimana perbuatan kaum jahiliyah. XII Rabiul Awal 1430/Maret 2009 oleh Al-Ustadz Zainal Abidin. yang jelas-jelas merupakan perayaan bid’ah dan penyimpangan terhadap syariat. melainkan sebaliknya.shalawat atasku skali. hati menjadi tentram dan damai sebagaimana firman Allah Ta’ala : “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dangan mengingat Allah Ta’ala.(QS. Semua cabang ilmu dan pengetahuan di ambil dari cahaya tersebut dan para Nabi sebelum Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam menimba ilmu dari cahaya tersebut”. semoga bermanfaat. (HR. Dengan dzikir. Siksaan tersebut bukan karena mambaca shalawat. Lc . anak Allah. Demikian uraian sekilas tentang sebagian kesalah kitab Barzanji. dia adalah Allah. supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang teramg dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”(QS. mendapat murka dan siksaan dari Allah Ta’ala. maka Allah Ta’ala bershalawat atasku 10 kali”. Tetapi dengan syarat membaca shalawat secara benar dan ikhlas karena Allah Ta’ala semata. Namun. atau menyakini prinsip Trinitas mereka. sebagaimana yang terungkap dalam syairnya : “Nur musthafa (Muhammad) terus berpindah-pindah dari sulbi yang bersih kepada yang sulbi suci nan murni” Bandingkanlah dengan perkataan kaum zindiq dan sufi. Ar-Ra’du 13:28). Kesyirikan ibarat laut yang tidak memiliki tepi. karena umat sebelum mereka juga berbuat kesyirikan dengan menyembah patung. Kelima : Penulis kitab Barzanji juga meyakini tentang Nur Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam.