Barzanji,Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi shallallahu’alayhi wa sallam

Ust. Zainal Abidin, Lc

2009
Fenomena perayaan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah menjadi ritual yang sudah melekat pada sebagian –atau mungkin bahkan sebagian besar- kaum muslimin khususnya di Indonesia. Polemik bagaimana hukum perayaan maulid yang semakin terkesan sebagai hari raya kaum muslimin tambahan selain dua ‘Ied ini telah sering muncul ke permukaan. Namun jika kita berfikir dengan pikiran yang jernih tanpa fanatik kepada golongan manapun, niscaya kita akan mendapati persetujuan kita sendiri bahwa memang benar bahwa perayaan ini tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang muslim. Cukuplah sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang kita pegang dalam masalah ini, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka tertolak” (Riwayat Muslim)

Disalin Oleh : baiturahmah.blogsome.com Untuk : myquran@googlegoups.com Sumber : http://maramissetiawan.wordpress.com

Laam 1 huruf. Fokus pembahasan dan kritikan terhadap kitab Barzanji ini adalah karena populernya. Wafat di Madinah pada tahun 1177H/1763 M dan diatara karyanya adalah Kisah Maulid Nabi Shalallahu’alahi wa sallam (Al-Munjid fii al A’laam. ada kalanya ditambah dengan senandung Qasidah Burdah. Padahal Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Barangsiapa membaca 1 huruf dari al-Quran maka dia akan mendapatkan 1 kebaikan yang kebaikan tersebut akan dilipatgandakan menjadi 10 pahala. Ini dibuktikan dalam do’anya “Dan berilah taufik kepada apa yang Engkau ridhai pada setiap kondisi bagi para pemimpin dari keturunan az-Zahra di bumi Nu’man”. tidak ada nash syar’i yang memberi jaminan pahala bagi orang yang membaca Barzanji. Maka tidak aneh jika banyak diantara mereka yang lebih hafal kitab Barzanji bersama lagu-lagunya dibanding al-Quran. Ust. (Majmuatul Mawalid. lalu Barzanji. Lc Seputar Kitab Barzanji Secara umum peringatan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam selalu disemarakkan dengan sholawatan dan puji-pujian kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. dia adalah khatib di Masjidil Haram dan seorang mufti dari kalangan Syafi’iyyah.Barzanji. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf. dianggap lebih mulia daripada al-Quran. membaca al-Quran yang jelas pahalanya. 132) Kesalahan Umum Kitab Barzanji Kesalahan kitab Barzanji tidak separah yang ada pada kitab Daiba’ dan Qasidah Burdah. Miim 1 huruf . keturunan dan Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam.Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi shallallahu’alayhi wa sallam Oleh. Alif 1 huruf. tetapi biasanya kitab Daiba’. Sholawat kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Daiba’ atau Qasidah Burdah. 125) Sebagai seorang penganut paham tasawwuf yang bermahzab Syiah tentu Ja’far al-Barjanzi sangat mengkultuskan keluarga.” (HR. yang mereka ambil dari kitab Barzanji maupun Daiba’. penyimpangannya menjadi parah ketika kitab Barzanji dijadikan sebagai bacaan seperti al-Quran. Padahal. kemudian ditutup dengan Qasidah Burdah. Tetapi. Bahkan. Biasanya kitab Barzanji menjadi kitab induk peringatan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. meskipun penyimpangan kitab Daiba’ lebih parah daripada kitab Barzanji. Penulis Kitab Barzanji Kitab Barzanji ditulis oleh Ja’far al-Barzanji al-Madani. Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam shahihul jam’i hadist ke 6468) . Cerita tentang perjalanan hidup Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan sastra bahasa yang tinggi yang terkadang tercemar dengan riwayat-riwayat lemah. namun telah tercemar dengan muatan dan sikap ghuluw (berlebihan) 3. sebagian mereka lebih sering membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Quran apalagi pada saat perayaan maulid Nabi. Namun. bahkan sebagian pembacanya lebih tekun membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Qur’an. Sementara. tetapi telah bercampur aduk dengan sholawat bid’ah dan sholawat-sholawat yang tidak berasal dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. 2. hal.Meskipun kitab Barzanji lebih populer di kalangan orang awam daripada yang lainnya. Berikut uraiannya: Secara umum kandungan kitab Barzanji terbagi menjadi tiga: 1. Zainal Abidin. Bahkan. Syair-syair pujian dan sanjungan kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan bahasa yang sangat indah. kurang diperhatikan. Barzanji dan Qasidah Burdah dijadikan satu paket untuk meramaikan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang diawali dengan dengan membaca kitab Daiba’.

ia kelak berada di Neraka dan kedekatan kerabat tidak berguna baginya. diadaadakan secara dusta dan lemah sekali serta tidak ada satupun yang shahih. (Aunul Ma’bud.” Ketika orang itu pergi. Ibnu Asaki. “Dan sungguh kedua (orang tuanya) demi Allah Ta’ala termasuk ahli iman Dan telah datang dalil dari hadist sebagai bukti-buktinya. al-Jauzaqani. maka ia berada di Neraka.Kesalahan Khusus Kitab Barzanji Adapun kesalahan yang paling fatal dalam kitab Barzanji antara lain : Pertama : Penulis kitab Barzanji menyakini melalui ungkapan syairnya bahwa kedua orang tua Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam termasuk ahlul iman dan termasuk orang-orang yang selamat dari neraka bahkan ia mengungkapkan dengan sumpah.” (Lihat Majmuatul Mawalid Barzanji. Banyak ahli ilmu yang condong terhadap pendapat ini Maka ucapkanlah salam. hal itu sangat nampak sekali di awal qiyam (berdiri) mambaca : “Selamat datang. yang demikian itu bertentangan dengan hadist dari Anas radliyallahu’ahu bahwa sesungguhnya seorang laki-laki bertanya “Wahai Rasulullah. Ibnu Syahin. selamat datang. terutama ketika Mahallul Qiyam (posisi berdiri). harus dibuktikan kebenarannya. 3/74) Semua hadits yang menjelaskan tentang dihidupkannya kembali kedua orang tua Nabi Shalallahu’alahisasalam dan keduanya beriman dan selamat dari neraka semuanya palsu.” Dan sesugguhnya Imam al-Asy’ari menetapkan bahwa keduanya selamat menurut nash tibyan (alQuran). namun hal ini menyelisihi para hafidz dan para ulama peneliti hadist. Ibnul Jauzi. Muslim dalam shahihnya (348) dan Abu Daud dalam sunannya (4718)) Imam Nawawi berkata : “Makna hadits ini adalah bahwa. apakah yang hadir jasad Nabi Muhammad . (Aunul Ma’bud. Abu Thayyib (12/324)) Kedua : Penulis kitab Barzanji mengajak para pembacanya agar mereka meyakini bahwa Rasulullah hadir pada saat membaca shalawat. Ini tidak menafikan penyimpangan dakwah mereka. karena sesungguhnya Allah Maha Agung. hal 101) Jelas. al-Qurtubi. selamat datang. Begitu juga orang Arab penyembah berhala yang mati pada masa fatrah (jahiliyah).” (Lihat Minhaj Syarah Shahih Muslim. barangsiapa yang mati dalam keadaan kafir. Imam Nawawi. (HR. Abu Thayyib (12/324)) Adapun anggapan bahwa Imam al-Asyari berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi beriman. as-Suhaili. selamat datang wahai kakek Husain selamat datang” Bukankah ucapan selamat datang hanya bisa diberikan kepada orang yang hadir secara fisik? Meskipun di tengah mereka terjadi perbedaan. ath-Tabhari dan Fathuddin Ibnu Sayyidin Nas. Ibnu Nashr. kaena sudah sampai kepada mereka dakwah Nabi Ibrahim ‘alahissalam dan yang lainnya. al-Khatib. dimanakah ayahku (setelah mati)?” Beliau Shalallahu’alahisasalam bersabda “Dia berada di neraka. Memang benar. Para ahli hadits sepakat akan kedhaifannya seperti Daruquthni. Imam Suyuthi berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi Shallallahu’alahi wa sallam beriman dan selamat dari Neraka. beliau memanggilnya dan bersabda : “Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di neraka”.

kehadiran Rasul Shalallahu’alahisasalam ke dunia merupakan keyakinan bathil karena termasuk perkara gaib yang tidak bisa ditetapkan kecuali berdasarkan wahyu Allah Ta’ala. Menurutnya. khurafat. aku pernah menjadi utusan kepada Kisra dan Najasyi. Wahai kekasih salam sejahtera atasmu. Manusia yang paling besar pengagungannya kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam adalah para shahabat. baik saat hidup atau setelah wafat. Apabila mereka berkata. meskipun sebagian mereka meyakini yang hadir adalah ruhnya. Pengagungan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam terwujud dengan cara menaatinya. sebagai ekspresi bentuk penghormatan kepada beliau. seluruh peserta upacara diharuskan berdiri. sehingga tidak mungkin kembali ke dunia dan hadir di antara manusia. Tidaklah Muhammad meludah kemudian mengenai telapak tangan seseorang di antara mereka. Bagaimana mungkin menghormati Rasul Shallallahu’alahi wa sallam disamakan dengan hormat bendera ketika upacara. Bahkan tidak jarang hal itu dilakukan untuk menghormati benda mati.Shallallahu’alahi wa sallam bersama ruhnya ataukah ruhnya saja. demi Allah. sedangkan beliau berada di alam Barzah yang tidak mungkin kembali dan hadir ke dunia lagi. bukan merupakan bentuk pengagungan terhadap Nabi Shallallahu’alahi wa sallam.” Para pembela Barzanji seperti penulis “Fikih Tradisional” berkilah. menjauhi larangannya dan mencintainya. wahai Rasul salam sejahtera atasmu. Bagaimana mungkin beliau disambut dengan cara seperti itu. mereka saling berebut bekas air wudhunya. dan pelanggaran. Di samping itu. pengagungan dengan cara tersebut merupakan perkara bid’ah. bahwa tujuan membaca shalawat itu adalah untuk mengagungkan Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam. Pada bait berikutnya semakin jelas nampak bahwa Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam diyakini hadir. Muhammad Alawi al-Maliki (seorang pembela perayaan Maulid-red) mengingkari dengan keras pendapat yang menyatakan bahwa yang hadir adalah jasadnya. melaksanakan perintahnya. perbuatan tersebut termasuk bid’ah yang tercela. setiap tanggal 17 Agustus. maupun pada waktu yang lain. setiap kali upacara bendera dilaksanakan pada hari Senin. Padahal Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam telah berada di alam Barzah yang tinggi dan ruhnya dimuliakan Allah Ta’ala di surga. demi Allah aku belum pernah melihat seorang Raja yang diagungkan oleh pengikutnya sebagaimana pengikut Muhammad. yang hadir hanyalah ruhnya. aku pernah menjadi utusan kepada raja-raja besar. Tujuannya tidak lain adalah untuk menghormati bendera merah putih dan mengenang jasa para pejuang bangsa. Misalnya. Apabila ia memerintahkan suatu perkara. Muhyiddin Abdusshamad (277-278)) Ini adalah qiyas yang sangat rancu dan rusak. aku menjadi utusan kepada Kaisar. “Wahai Nabi salam sejahtera atasmu. sedangkan kedudukan beliau Shalallahu’alahisasalam sangat mulia dan derajatnya sangat agung. Bahkan. Apabila beliau berwudhu. Menurutnya. karena berdiri untuk menghormati sesuatu sebetulnya sudah menjadi tradisi kita. semoga rahmat Allah tercurah atasmu. Demikian juga dengan cara perayaan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. ketiak bendera merah putih dinaikkan dan lagu Indonesia Raya dinyanyikan. tentu berdiri untuk menghormati Nabi lebih layak dilakukan. salah satu cara mengagungkan seseorang adalah dengan berdiri. sebagaimana perkataan Urwah bin Mas’ud kepada kaum Quraisy : “Wahai kaumku. Bukankah Nabi Muhammad Shalallahu’alahisasalam adalah manusia teragung yang lebih layak dihormati dari pada orang lain? (Lihat Fikh Tradisional. mereka merendahkan suaranya dan mereka tidak berani . Jika dalam upacara bendera saja harus berdiri. dan bukan dengan logika atau qiyas. melainkan mereka langsung mengusapkannya ke wajah dan kulit mereka. mereka bersegera melaksanakannya. Melakukan amalan bid’ah.

(Lihat Ikmalil Mu’lim bi Syarah Shahih Muslim. juz XII. (Lihat Minhaj Syarah Shahih Muslim. Nabi telah mengkhawatirkan akan terjadinya hal tersebut. “Padamu sungguh aku telah berbaik sangka. Namun.memandang langsung kepadanya sebagai wujud pengagungan mereka. Mereka berdoa kepada Nabi-nya dan meninggalkan berdoa kepada Allah Ta’ala.. (HR. 2731. Imam Nawawi. Dalam perkara-perkara yang sangat penting (suasana susah dan genting)” Sikap berlebihan kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. bahkan termasuk perbuatan syirik.” (HR. bukan menyambut atau menghormatinya. al-Fath 5/388) Bentuk pengagungan para shahabat kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam di atas sangat besar. Memang benar Imam Nawawi berpendapat bahwa pada hadits di atas terdapat anjuran untuk berdiri dalam rangka menyambut kedatangan orang yang mempunyai keutamaan. Seandainya perbuatan tersebut disyariatkan. 2732. niscaya mereka tidak akan meninggalkannya. 6/105). Qadhi ‘Iyadh. bahkan menyelisihi pokok ajaran Islam yaitu Tauhid. hal. Bukhari : 3/187. Wahai pelindung dari neraka sa’ir. Wahai penolongku dan pelindungku. Wahai pemberi kabar gembira wahai pemberi peringatan Maka tolonglah aku dan selamatkanlah aku. hadits tersebut sebagai anjuran dan perintah Rasul kepada orang-orang Anshar agar berdiri dalam rangka membantu Sa’ad bin Mu’adz radliyallahu’anhu turun dari keledainya. Ketiga : Penulis Barzanji mengajak untuk mengkultuskan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam secara berlebihan dan menjadikan Nabi sebagai tempat untuk meminta tolong dan bantuan sebagaimana pernyataannya. Abu Dawud dengan sanad yang shahih (2042) dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram : 125) . Bukhari dalam shahihnya 3445) Telah dimaklumi. mereka tidak pernah mengadakan acara maulid dan kemudian berdiri dengan keyakinan ruh Rasul Shallallahu’alahi wa sallam sedang hadir di tengah mereka. Jika para pembela maulid tersebut berdalih dengan hadits Nabi Shalallahu’alahisasalam. no. Do’a dan tindakan tersebut menyakiti serta menyelisihi petunjuk dan manhaj dakwah beliau Shallallahu’alahi wa sallam. 313). maka alasan ini tidak tepat. sebagaimana dalam sabdanya : “Janganlah kalian jadikan kuburanku tempat berkumpul. Bahkan pendapat yang benar. bahwa kaum Nasrani menjadikan Nabi Isa ‘alahissalam sebagai sekutu bagi Allah dalam peribadatan mereka. AKu hanyalah seorang hamba. mengangkatnya melebihi derajat kenabian dan menjadikannya sekutu bagi Allah Ta’ala dalam perkara ghaib dengan memohon kepada beliau dan bersumpah dengan nama beliau merupakan sikap yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. Bukhari-Muslim dalam shahihnya). bacalah shalawat atasku. tidak dilakukan kepada orang yang telah wafat meskipun terhadap Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. Namun. Nabi Shallallahu’alahi wa sallam telah memberi peringatan kepada umatnya agar tidak menjadikan kuburan beliau sebagai tempat berkumpul dan berkunjung. apalagi mengagungkannya secara berlebihan. “Berdirilah kalian untuk tuan atau orang yang paling baik di antara kalian” (Shahih HR. sehingga beliau Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Janganlah kamu berlebihan dalam mengagungkanku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan ketika mengagungkan Ibnu Maryam. sesungguhnya shalawatmu akan sampai kepadaku dimanapun kaum berada”. (HR. karena ia sedang terluka parah. maka katakanlah aku adalah hamba dan utusan-Nya”. padahal ibadah tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah Ta’ala.

HR. dan hanya Allah-lah yang memberi petunjuk. At-Tirmidzi dalam Sunannya 3546. dan anak dari orang terbaik di antara kami”. Sebagaimana firman Allah Ta’ala “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.Nabi Shallallahu’alahi wa sallam memberikan peringatan keras kepada umatnya tentang sikap berlebihan dalam menyanjung dan mengagungkan beliau. Bukhari-Muslim dalam shahihnya 2679 dan 1646) Cukuplah dengan hadist tentang larangan bersikap berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam menjadi dalil yang tidak membutuhkan tambahan dan pengurangan. Termasuk perbuatan yang berlebihan dan melampaui batas terhadap Nabi adalah bersumpah dengan anma beliau. karena : 1) Terkena doa Nabi Shallallahu’alahi wa sallam yaitu sabda beliau : “Sungguh celaka bagi seseorang yang disebutkan namaku disisnya. beliau bersabda : “Orang bakhil adalah orang yang ketika disebut namaku disisinya. ketika ada orang yang berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shalallahu’alahisasalam. ia akan terhalang dari melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan manfaat. ia tidak bershalawat atasku”. Padahal. At-Tirmidzi dalam Sunannya 3545 dan dishahihkanoleh alAlbani dal ‘Irwa : 6) 2) Mendapatkan gelar bakhil dari Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Para pengagum kitab Barzanji menganggap bahwa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam merupakan ibadah yang sangat terpuji. niscaya ia akan menemukannya dalam ayat dan hadist tersebut. karena adalah bentuk pengagungan yang tidak boleh diberikan kecuali kepada Allah Ta’ala.” (HR. engakau adalah orang terbaik di antara kami. Bagi setiap orang yang ingin mencari kebenaran. Apabila seorang muslim meninggalkan shalawat atas Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. namun ia tidak bershalawat atasku. mereka berkata : “Engkau Sayyid kami dan anak sayyid kami. disahhihkan oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram 127. ayat di atas merupakan bentuk perintah kepada umat Islam agar mereka membaca shalawat di manapun dan kapanpun tanpa dibatasi saat tertentu seperti pada perayaan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Hai orang-orang yang beriman. Tidak dipungkiri bahwa bershalawat atas Nabi Shallallahu’alahi wa sallam terutama ketika mendengar nama Nabi Shallallahu’alahi wa sallam disebut sangat dianjurkan. Bahkan.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya 1/201. bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS. lihat takhrij beliau di dalamnya). Nabi bersabda : “Barangsiapa membaca . Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Barangsiapa bersumpah hendaklah bersumpah dengan nama Allah Ta’ala. Keempat : Penulis kitab Barzanji menurunkan beberapa shalawat bid’ah yang mengandung pujian yang sangat berlebihan kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. jikalau tidak bisa hendaklah ia diam. Ahmad dalam Musnadnya 2/254. dan jangan biarkan syaitan mengelincirkanmu. karena meninggalkan shalawat dan salam atas Nabi dan keluarganya. baik di dunia dan akhirat. dan dishahihkan oleh al-Albani dalam ‘Irwa : 5) 3) Tidak mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Ta’ala. AlAhzab: 56) Ayat ini yang mereka jadikan dalil untuk membaca kitab tersebut pada setiap peringatan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. (Shahih. maka Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda kepada mereka : “Katakanlah dengan perkataanmu atau sebagiannya.” (Shahih.

sebagaimana yang terungkap dalam syairnya : “Nur musthafa (Muhammad) terus berpindah-pindah dari sulbi yang bersih kepada yang sulbi suci nan murni” Bandingkanlah dengan perkataan kaum zindiq dan sufi.shalawat atasku skali. anak Allah. hati menjadi tentram dan damai sebagaimana firman Allah Ta’ala : “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dangan mengingat Allah Ta’ala. Semua cabang ilmu dan pengetahuan di ambil dari cahaya tersebut dan para Nabi sebelum Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam menimba ilmu dari cahaya tersebut”. Tetapi dengan syarat membaca shalawat secara benar dan ikhlas karena Allah Ta’ala semata. supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang teramg dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”(QS. dikhususkan pada malam peringatan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam saja. (HR. mendapat murka dan siksaan dari Allah Ta’ala. sehingga bukan mendapat ketentraman di dunia dan pahala di akherat. Kesyirikan ibarat laut yang tidak memiliki tepi. Di antara mereka tidak ada yang mengatakan kepada Tuhan merek seperti perkataan kaum Nasrani kepada Nabi Isa ‘alahissalam. Kesyirikan tidak hanya terbatas pada perkataan kaum Nasrani saja. maka Allah Ta’ala bershalawat atasku 10 kali”. (Lihat perinciannya dalam kitab Mahabbatur Rasulullah oleh Abdur Rauf Utsman (169-192)) Perlu diketahui bahwa ghuluw itu banyak sekali macamnya. Demikian uraian sekilas tentang sebagian kesalah kitab Barzanji. Ar-Ra’du 13:28). Al Ahzab 33:34) Bahkan membaca shalawat menyebabkan hati menjadi lembut. Lc . Demikian juga perkataan Ibnu Arabi Attha’i bahwa semua Nabi sejak Nabi Adam ‘alahissalam hingga Nabi terakhir mengambil ilmu dari cahaya kenabian Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam yaitu penutup para Nabi. dia adalah Allah. Namun. Imam Muslim dalam Shahinya 284) 4) Tidak mendapatkan keutamaan shalawat dari Allah Ta’ala dan para malaikat. melainkan sebaliknya. karena umat sebelum mereka juga berbuat kesyirikan dengan menyembah patung. Ingatlah. seperti . bukan shalawat yang dikotori oleh bid’ah dan khurafat serta terlalu berlebihan kepada Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. mereka menyembah Tuhan-Tuhan mereka dengan keyakinan bahwa Tuhan-Tuhan mereka itu mempu memberi syafaat dan menolong mereka. Allah Ta’ala berfirman : “Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya memohonkan ampunan untukmu. sebagaimana perbuatan kaum jahiliyah. Siksaan tersebut bukan karena mambaca shalawat. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. karena membaca shalawat termasuk bagian dari dzikir. semoga bermanfaat. atau menyakini prinsip Trinitas mereka. namun karena menyelisihi sunnah ketika membacanya. yang jelas-jelas merupakan perayaan bid’ah dan penyimpangan terhadap syariat. Dengan dzikir. Disalin dari Majalah AS-SUNNAH Edisi 12 Th. seperti al-Hallaj yang berkata : “Nabi Shallallahu’alahi wa sallam memilik cahaya yang kekal abadi dan terdahulu keberadaannya sebelum diciptakan dunia.(QS. Apalagi. Bahkan mereka adalah kepunyaan Allah Ta’ala dan di bawah kekuasaan-Nya. XII Rabiul Awal 1430/Maret 2009 oleh Al-Ustadz Zainal Abidin. Kelima : Penulis kitab Barzanji juga meyakini tentang Nur Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful