Barzanji,Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi shallallahu’alayhi wa sallam

Ust. Zainal Abidin, Lc

2009
Fenomena perayaan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah menjadi ritual yang sudah melekat pada sebagian –atau mungkin bahkan sebagian besar- kaum muslimin khususnya di Indonesia. Polemik bagaimana hukum perayaan maulid yang semakin terkesan sebagai hari raya kaum muslimin tambahan selain dua ‘Ied ini telah sering muncul ke permukaan. Namun jika kita berfikir dengan pikiran yang jernih tanpa fanatik kepada golongan manapun, niscaya kita akan mendapati persetujuan kita sendiri bahwa memang benar bahwa perayaan ini tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang muslim. Cukuplah sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang kita pegang dalam masalah ini, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka tertolak” (Riwayat Muslim)

Disalin Oleh : baiturahmah.blogsome.com Untuk : myquran@googlegoups.com Sumber : http://maramissetiawan.wordpress.com

Biasanya kitab Barzanji menjadi kitab induk peringatan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Lc Seputar Kitab Barzanji Secara umum peringatan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam selalu disemarakkan dengan sholawatan dan puji-pujian kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. tetapi biasanya kitab Daiba’. tetapi telah bercampur aduk dengan sholawat bid’ah dan sholawat-sholawat yang tidak berasal dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. tidak ada nash syar’i yang memberi jaminan pahala bagi orang yang membaca Barzanji. 2. Berikut uraiannya: Secara umum kandungan kitab Barzanji terbagi menjadi tiga: 1. Ust. kemudian ditutup dengan Qasidah Burdah. Barzanji dan Qasidah Burdah dijadikan satu paket untuk meramaikan maulid Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang diawali dengan dengan membaca kitab Daiba’. Maka tidak aneh jika banyak diantara mereka yang lebih hafal kitab Barzanji bersama lagu-lagunya dibanding al-Quran.Kitab Induk Peringatan Maulid Nabi shallallahu’alayhi wa sallam Oleh. Zainal Abidin.Barzanji. Bahkan. sebagian mereka lebih sering membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Quran apalagi pada saat perayaan maulid Nabi. Sementara. dia adalah khatib di Masjidil Haram dan seorang mufti dari kalangan Syafi’iyyah. Bahkan. hal. Fokus pembahasan dan kritikan terhadap kitab Barzanji ini adalah karena populernya. kurang diperhatikan. penyimpangannya menjadi parah ketika kitab Barzanji dijadikan sebagai bacaan seperti al-Quran. Ini dibuktikan dalam do’anya “Dan berilah taufik kepada apa yang Engkau ridhai pada setiap kondisi bagi para pemimpin dari keturunan az-Zahra di bumi Nu’man”. bahkan sebagian pembacanya lebih tekun membaca kitab Barzanji daripada membaca al-Qur’an. Syair-syair pujian dan sanjungan kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan bahasa yang sangat indah. Padahal. Penulis Kitab Barzanji Kitab Barzanji ditulis oleh Ja’far al-Barzanji al-Madani. keturunan dan Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam. dianggap lebih mulia daripada al-Quran. Namun. (Majmuatul Mawalid. Alif 1 huruf. lalu Barzanji. Cerita tentang perjalanan hidup Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan sastra bahasa yang tinggi yang terkadang tercemar dengan riwayat-riwayat lemah. 125) Sebagai seorang penganut paham tasawwuf yang bermahzab Syiah tentu Ja’far al-Barjanzi sangat mengkultuskan keluarga. Tetapi.” (HR. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim satu huruf. yang mereka ambil dari kitab Barzanji maupun Daiba’. Daiba’ atau Qasidah Burdah. Sholawat kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. meskipun penyimpangan kitab Daiba’ lebih parah daripada kitab Barzanji. Miim 1 huruf . namun telah tercemar dengan muatan dan sikap ghuluw (berlebihan) 3.Meskipun kitab Barzanji lebih populer di kalangan orang awam daripada yang lainnya. 132) Kesalahan Umum Kitab Barzanji Kesalahan kitab Barzanji tidak separah yang ada pada kitab Daiba’ dan Qasidah Burdah. Wafat di Madinah pada tahun 1177H/1763 M dan diatara karyanya adalah Kisah Maulid Nabi Shalallahu’alahi wa sallam (Al-Munjid fii al A’laam. Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani di dalam shahihul jam’i hadist ke 6468) . ada kalanya ditambah dengan senandung Qasidah Burdah. Laam 1 huruf. membaca al-Quran yang jelas pahalanya. Padahal Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Barangsiapa membaca 1 huruf dari al-Quran maka dia akan mendapatkan 1 kebaikan yang kebaikan tersebut akan dilipatgandakan menjadi 10 pahala.

Abu Thayyib (12/324)) Kedua : Penulis kitab Barzanji mengajak para pembacanya agar mereka meyakini bahwa Rasulullah hadir pada saat membaca shalawat. Ibnu Asaki. (Aunul Ma’bud. dimanakah ayahku (setelah mati)?” Beliau Shalallahu’alahisasalam bersabda “Dia berada di neraka. harus dibuktikan kebenarannya. barangsiapa yang mati dalam keadaan kafir. selamat datang.” (Lihat Minhaj Syarah Shahih Muslim. namun hal ini menyelisihi para hafidz dan para ulama peneliti hadist.” (Lihat Majmuatul Mawalid Barzanji. Ibnu Syahin. beliau memanggilnya dan bersabda : “Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di neraka”. al-Jauzaqani. al-Qurtubi. Banyak ahli ilmu yang condong terhadap pendapat ini Maka ucapkanlah salam. al-Khatib. as-Suhaili.Kesalahan Khusus Kitab Barzanji Adapun kesalahan yang paling fatal dalam kitab Barzanji antara lain : Pertama : Penulis kitab Barzanji menyakini melalui ungkapan syairnya bahwa kedua orang tua Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam termasuk ahlul iman dan termasuk orang-orang yang selamat dari neraka bahkan ia mengungkapkan dengan sumpah. Ini tidak menafikan penyimpangan dakwah mereka. Imam Nawawi. “Dan sungguh kedua (orang tuanya) demi Allah Ta’ala termasuk ahli iman Dan telah datang dalil dari hadist sebagai bukti-buktinya. Ibnul Jauzi. diadaadakan secara dusta dan lemah sekali serta tidak ada satupun yang shahih. maka ia berada di Neraka. (Aunul Ma’bud. Abu Thayyib (12/324)) Adapun anggapan bahwa Imam al-Asyari berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi beriman. Ibnu Nashr. Muslim dalam shahihnya (348) dan Abu Daud dalam sunannya (4718)) Imam Nawawi berkata : “Makna hadits ini adalah bahwa. apakah yang hadir jasad Nabi Muhammad . karena sesungguhnya Allah Maha Agung. terutama ketika Mahallul Qiyam (posisi berdiri). (HR. kaena sudah sampai kepada mereka dakwah Nabi Ibrahim ‘alahissalam dan yang lainnya.” Ketika orang itu pergi. Memang benar.” Dan sesugguhnya Imam al-Asy’ari menetapkan bahwa keduanya selamat menurut nash tibyan (alQuran). yang demikian itu bertentangan dengan hadist dari Anas radliyallahu’ahu bahwa sesungguhnya seorang laki-laki bertanya “Wahai Rasulullah. hal 101) Jelas. 3/74) Semua hadits yang menjelaskan tentang dihidupkannya kembali kedua orang tua Nabi Shalallahu’alahisasalam dan keduanya beriman dan selamat dari neraka semuanya palsu. hal itu sangat nampak sekali di awal qiyam (berdiri) mambaca : “Selamat datang. ath-Tabhari dan Fathuddin Ibnu Sayyidin Nas. selamat datang wahai kakek Husain selamat datang” Bukankah ucapan selamat datang hanya bisa diberikan kepada orang yang hadir secara fisik? Meskipun di tengah mereka terjadi perbedaan. ia kelak berada di Neraka dan kedekatan kerabat tidak berguna baginya. Begitu juga orang Arab penyembah berhala yang mati pada masa fatrah (jahiliyah). selamat datang. Para ahli hadits sepakat akan kedhaifannya seperti Daruquthni. Imam Suyuthi berpendapat bahwa kedua orang tua Nabi Shallallahu’alahi wa sallam beriman dan selamat dari Neraka.

melainkan mereka langsung mengusapkannya ke wajah dan kulit mereka. wahai Rasul salam sejahtera atasmu. salah satu cara mengagungkan seseorang adalah dengan berdiri. sebagai ekspresi bentuk penghormatan kepada beliau. Bahkan. sedangkan beliau berada di alam Barzah yang tidak mungkin kembali dan hadir ke dunia lagi. aku menjadi utusan kepada Kaisar. tentu berdiri untuk menghormati Nabi lebih layak dilakukan. “Wahai Nabi salam sejahtera atasmu. Padahal Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam telah berada di alam Barzah yang tinggi dan ruhnya dimuliakan Allah Ta’ala di surga. dan pelanggaran. setiap tanggal 17 Agustus. dan bukan dengan logika atau qiyas. Apabila beliau berwudhu. sedangkan kedudukan beliau Shalallahu’alahisasalam sangat mulia dan derajatnya sangat agung. meskipun sebagian mereka meyakini yang hadir adalah ruhnya. aku pernah menjadi utusan kepada Kisra dan Najasyi.” Para pembela Barzanji seperti penulis “Fikih Tradisional” berkilah. menjauhi larangannya dan mencintainya. Menurutnya. Tujuannya tidak lain adalah untuk menghormati bendera merah putih dan mengenang jasa para pejuang bangsa. mereka bersegera melaksanakannya. Wahai kekasih salam sejahtera atasmu. melaksanakan perintahnya. Menurutnya. karena berdiri untuk menghormati sesuatu sebetulnya sudah menjadi tradisi kita. setiap kali upacara bendera dilaksanakan pada hari Senin. bahwa tujuan membaca shalawat itu adalah untuk mengagungkan Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam. ketiak bendera merah putih dinaikkan dan lagu Indonesia Raya dinyanyikan.Shallallahu’alahi wa sallam bersama ruhnya ataukah ruhnya saja. aku pernah menjadi utusan kepada raja-raja besar. yang hadir hanyalah ruhnya. pengagungan dengan cara tersebut merupakan perkara bid’ah. Demikian juga dengan cara perayaan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. sehingga tidak mungkin kembali ke dunia dan hadir di antara manusia. semoga rahmat Allah tercurah atasmu. Di samping itu. baik saat hidup atau setelah wafat. Bagaimana mungkin menghormati Rasul Shallallahu’alahi wa sallam disamakan dengan hormat bendera ketika upacara. Manusia yang paling besar pengagungannya kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam adalah para shahabat. Muhyiddin Abdusshamad (277-278)) Ini adalah qiyas yang sangat rancu dan rusak. Bagaimana mungkin beliau disambut dengan cara seperti itu. Muhammad Alawi al-Maliki (seorang pembela perayaan Maulid-red) mengingkari dengan keras pendapat yang menyatakan bahwa yang hadir adalah jasadnya. kehadiran Rasul Shalallahu’alahisasalam ke dunia merupakan keyakinan bathil karena termasuk perkara gaib yang tidak bisa ditetapkan kecuali berdasarkan wahyu Allah Ta’ala. mereka merendahkan suaranya dan mereka tidak berani . khurafat. seluruh peserta upacara diharuskan berdiri. sebagaimana perkataan Urwah bin Mas’ud kepada kaum Quraisy : “Wahai kaumku. demi Allah. demi Allah aku belum pernah melihat seorang Raja yang diagungkan oleh pengikutnya sebagaimana pengikut Muhammad. Pengagungan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam terwujud dengan cara menaatinya. bukan merupakan bentuk pengagungan terhadap Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Pada bait berikutnya semakin jelas nampak bahwa Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam diyakini hadir. mereka saling berebut bekas air wudhunya. Apabila ia memerintahkan suatu perkara. perbuatan tersebut termasuk bid’ah yang tercela. Melakukan amalan bid’ah. Misalnya. maupun pada waktu yang lain. Jika dalam upacara bendera saja harus berdiri. Apabila mereka berkata. Bahkan tidak jarang hal itu dilakukan untuk menghormati benda mati. Bukankah Nabi Muhammad Shalallahu’alahisasalam adalah manusia teragung yang lebih layak dihormati dari pada orang lain? (Lihat Fikh Tradisional. Tidaklah Muhammad meludah kemudian mengenai telapak tangan seseorang di antara mereka.

Wahai penolongku dan pelindungku. Do’a dan tindakan tersebut menyakiti serta menyelisihi petunjuk dan manhaj dakwah beliau Shallallahu’alahi wa sallam. Qadhi ‘Iyadh. maka katakanlah aku adalah hamba dan utusan-Nya”. (HR. sesungguhnya shalawatmu akan sampai kepadaku dimanapun kaum berada”. “Berdirilah kalian untuk tuan atau orang yang paling baik di antara kalian” (Shahih HR. padahal ibadah tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah Ta’ala. niscaya mereka tidak akan meninggalkannya. al-Fath 5/388) Bentuk pengagungan para shahabat kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam di atas sangat besar. hal. tidak dilakukan kepada orang yang telah wafat meskipun terhadap Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. 6/105). “Padamu sungguh aku telah berbaik sangka. sehingga beliau Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Janganlah kamu berlebihan dalam mengagungkanku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan ketika mengagungkan Ibnu Maryam. (HR. no. Imam Nawawi. mengangkatnya melebihi derajat kenabian dan menjadikannya sekutu bagi Allah Ta’ala dalam perkara ghaib dengan memohon kepada beliau dan bersumpah dengan nama beliau merupakan sikap yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam.. Namun. Memang benar Imam Nawawi berpendapat bahwa pada hadits di atas terdapat anjuran untuk berdiri dalam rangka menyambut kedatangan orang yang mempunyai keutamaan. Bukhari : 3/187. bahwa kaum Nasrani menjadikan Nabi Isa ‘alahissalam sebagai sekutu bagi Allah dalam peribadatan mereka. Wahai pelindung dari neraka sa’ir. Wahai pemberi kabar gembira wahai pemberi peringatan Maka tolonglah aku dan selamatkanlah aku. Seandainya perbuatan tersebut disyariatkan. Bukhari dalam shahihnya 3445) Telah dimaklumi. Ketiga : Penulis Barzanji mengajak untuk mengkultuskan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam secara berlebihan dan menjadikan Nabi sebagai tempat untuk meminta tolong dan bantuan sebagaimana pernyataannya. Bahkan pendapat yang benar. mereka tidak pernah mengadakan acara maulid dan kemudian berdiri dengan keyakinan ruh Rasul Shallallahu’alahi wa sallam sedang hadir di tengah mereka. sebagaimana dalam sabdanya : “Janganlah kalian jadikan kuburanku tempat berkumpul. karena ia sedang terluka parah. Namun. bahkan menyelisihi pokok ajaran Islam yaitu Tauhid. 2732. 313). bahkan termasuk perbuatan syirik. Nabi Shallallahu’alahi wa sallam telah memberi peringatan kepada umatnya agar tidak menjadikan kuburan beliau sebagai tempat berkumpul dan berkunjung.memandang langsung kepadanya sebagai wujud pengagungan mereka. bacalah shalawat atasku. 2731. hadits tersebut sebagai anjuran dan perintah Rasul kepada orang-orang Anshar agar berdiri dalam rangka membantu Sa’ad bin Mu’adz radliyallahu’anhu turun dari keledainya. Abu Dawud dengan sanad yang shahih (2042) dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram : 125) . AKu hanyalah seorang hamba. Nabi telah mengkhawatirkan akan terjadinya hal tersebut. (Lihat Ikmalil Mu’lim bi Syarah Shahih Muslim. juz XII. Mereka berdoa kepada Nabi-nya dan meninggalkan berdoa kepada Allah Ta’ala. apalagi mengagungkannya secara berlebihan. Dalam perkara-perkara yang sangat penting (suasana susah dan genting)” Sikap berlebihan kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. bukan menyambut atau menghormatinya. maka alasan ini tidak tepat. Bukhari-Muslim dalam shahihnya). (Lihat Minhaj Syarah Shahih Muslim.” (HR. Jika para pembela maulid tersebut berdalih dengan hadits Nabi Shalallahu’alahisasalam.

Para pengagum kitab Barzanji menganggap bahwa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam merupakan ibadah yang sangat terpuji. mereka berkata : “Engkau Sayyid kami dan anak sayyid kami. Hai orang-orang yang beriman. Tidak dipungkiri bahwa bershalawat atas Nabi Shallallahu’alahi wa sallam terutama ketika mendengar nama Nabi Shallallahu’alahi wa sallam disebut sangat dianjurkan. dan anak dari orang terbaik di antara kami”. Keempat : Penulis kitab Barzanji menurunkan beberapa shalawat bid’ah yang mengandung pujian yang sangat berlebihan kepada Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. ayat di atas merupakan bentuk perintah kepada umat Islam agar mereka membaca shalawat di manapun dan kapanpun tanpa dibatasi saat tertentu seperti pada perayaan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. At-Tirmidzi dalam Sunannya 3546. ia tidak bershalawat atasku”.” (HR. ia akan terhalang dari melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan manfaat. Ahmad dalam Musnadnya 1/201. dan hanya Allah-lah yang memberi petunjuk. baik di dunia dan akhirat. niscaya ia akan menemukannya dalam ayat dan hadist tersebut. At-Tirmidzi dalam Sunannya 3545 dan dishahihkanoleh alAlbani dal ‘Irwa : 6) 2) Mendapatkan gelar bakhil dari Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. dan jangan biarkan syaitan mengelincirkanmu. dan dishahihkan oleh al-Albani dalam ‘Irwa : 5) 3) Tidak mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Ta’ala.Nabi Shallallahu’alahi wa sallam memberikan peringatan keras kepada umatnya tentang sikap berlebihan dalam menyanjung dan mengagungkan beliau. karena adalah bentuk pengagungan yang tidak boleh diberikan kecuali kepada Allah Ta’ala. beliau bersabda : “Orang bakhil adalah orang yang ketika disebut namaku disisinya. disahhihkan oleh al-Albani dalam Ghayatul Maram 127. karena meninggalkan shalawat dan salam atas Nabi dan keluarganya. jikalau tidak bisa hendaklah ia diam. karena : 1) Terkena doa Nabi Shallallahu’alahi wa sallam yaitu sabda beliau : “Sungguh celaka bagi seseorang yang disebutkan namaku disisnya.” (HR. (Shahih. Sebagaimana firman Allah Ta’ala “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Termasuk perbuatan yang berlebihan dan melampaui batas terhadap Nabi adalah bersumpah dengan anma beliau. engakau adalah orang terbaik di antara kami. Nabi bersabda : “Barangsiapa membaca . Apabila seorang muslim meninggalkan shalawat atas Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. maka Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda kepada mereka : “Katakanlah dengan perkataanmu atau sebagiannya. bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS. AlAhzab: 56) Ayat ini yang mereka jadikan dalil untuk membaca kitab tersebut pada setiap peringatan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam. Padahal. Bukhari-Muslim dalam shahihnya 2679 dan 1646) Cukuplah dengan hadist tentang larangan bersikap berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shallallahu’alahi wa sallam menjadi dalil yang tidak membutuhkan tambahan dan pengurangan. lihat takhrij beliau di dalamnya). Ahmad dalam Musnadnya 2/254. ketika ada orang yang berlebihan dalam mengagungkan Nabi Shalallahu’alahisasalam. namun ia tidak bershalawat atasku.” (Shahih. Bahkan. HR. Nabi Shallallahu’alahi wa sallam bersabda : “Barangsiapa bersumpah hendaklah bersumpah dengan nama Allah Ta’ala. Bagi setiap orang yang ingin mencari kebenaran.

karena umat sebelum mereka juga berbuat kesyirikan dengan menyembah patung. Kesyirikan ibarat laut yang tidak memiliki tepi. Apalagi. mereka menyembah Tuhan-Tuhan mereka dengan keyakinan bahwa Tuhan-Tuhan mereka itu mempu memberi syafaat dan menolong mereka. bukan shalawat yang dikotori oleh bid’ah dan khurafat serta terlalu berlebihan kepada Rasulullah Shallallahu’alahi wa sallam. hati menjadi tentram dan damai sebagaimana firman Allah Ta’ala : “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dangan mengingat Allah Ta’ala. Semua cabang ilmu dan pengetahuan di ambil dari cahaya tersebut dan para Nabi sebelum Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam menimba ilmu dari cahaya tersebut”. semoga bermanfaat. Tetapi dengan syarat membaca shalawat secara benar dan ikhlas karena Allah Ta’ala semata. Ingatlah. dikhususkan pada malam peringatan maulid Nabi Shallallahu’alahi wa sallam saja. karena membaca shalawat termasuk bagian dari dzikir. Ar-Ra’du 13:28). supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya yang teramg dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”(QS. Namun.(QS. Demikian juga perkataan Ibnu Arabi Attha’i bahwa semua Nabi sejak Nabi Adam ‘alahissalam hingga Nabi terakhir mengambil ilmu dari cahaya kenabian Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam yaitu penutup para Nabi. Dengan dzikir. dia adalah Allah. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. maka Allah Ta’ala bershalawat atasku 10 kali”. melainkan sebaliknya. Lc . sehingga bukan mendapat ketentraman di dunia dan pahala di akherat. Siksaan tersebut bukan karena mambaca shalawat. (HR. Demikian uraian sekilas tentang sebagian kesalah kitab Barzanji. Allah Ta’ala berfirman : “Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya memohonkan ampunan untukmu. (Lihat perinciannya dalam kitab Mahabbatur Rasulullah oleh Abdur Rauf Utsman (169-192)) Perlu diketahui bahwa ghuluw itu banyak sekali macamnya. atau menyakini prinsip Trinitas mereka. sebagaimana yang terungkap dalam syairnya : “Nur musthafa (Muhammad) terus berpindah-pindah dari sulbi yang bersih kepada yang sulbi suci nan murni” Bandingkanlah dengan perkataan kaum zindiq dan sufi. anak Allah.shalawat atasku skali. Imam Muslim dalam Shahinya 284) 4) Tidak mendapatkan keutamaan shalawat dari Allah Ta’ala dan para malaikat. Disalin dari Majalah AS-SUNNAH Edisi 12 Th. Kesyirikan tidak hanya terbatas pada perkataan kaum Nasrani saja. seperti . Al Ahzab 33:34) Bahkan membaca shalawat menyebabkan hati menjadi lembut. seperti al-Hallaj yang berkata : “Nabi Shallallahu’alahi wa sallam memilik cahaya yang kekal abadi dan terdahulu keberadaannya sebelum diciptakan dunia. Kelima : Penulis kitab Barzanji juga meyakini tentang Nur Muhammad Shallallahu’alahi wa sallam. Bahkan mereka adalah kepunyaan Allah Ta’ala dan di bawah kekuasaan-Nya. XII Rabiul Awal 1430/Maret 2009 oleh Al-Ustadz Zainal Abidin. Di antara mereka tidak ada yang mengatakan kepada Tuhan merek seperti perkataan kaum Nasrani kepada Nabi Isa ‘alahissalam. sebagaimana perbuatan kaum jahiliyah. yang jelas-jelas merupakan perayaan bid’ah dan penyimpangan terhadap syariat. namun karena menyelisihi sunnah ketika membacanya. mendapat murka dan siksaan dari Allah Ta’ala.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful