KARTOGRAFI DASAR

== PROYEKSI PETA == Disampaikan oleh : Iswari Nur Hidayati

Maksud dan Tujuan
‡ Globe merupakan gambaran permukaan bumi dengan cara memperkecil skala peta. ‡ Akan tetapi globe TIDAK memenuhi syarat untuk maksud-maksud praktis, sebab tidak mudah dibawa kemana-mana ‡ PETA gambaran permukaan bumi di bidang datar (kertas gambar/digital/web GIS) ‡ Akan tetapi diperlukan suatu cara tertentu untuk merubah dari bentuk bulat menjadi bentuk datar. ‡ Perubahan dari bidang lengkung menuju bidang datar ini pasti memiliki kesalahan-kesalahan, sehingga diperlukan suatu cara tertentu yaitu PROYEKSI

Kesalahan-kesalahan ???
‡ Kesalahan Luas ‡ Kesalahan Jarak ‡ Kesalahan Bentuk dan arah

Cara meminimalisir kesalahan
Syarat-syarat yang harus dipenuhi: 
Bentuk-bentuk di permukaan bumi tidak mengalami perubahan (harus tetap), persis seperti pada gambar peta di globe bumi.  Luas permukaan yang diubah harus tetap. 

Jarak antara satu titik dengan titik lain di atas permukaan bumi yang diubah harus tetap.

.

.

.

Bentuk Bumi (shape of earth) ‡ Bukti bahwa bentuk bumi kita bulat : ² Kapal laut makin menjauh hanya kelihatan bagian atasnya saja ² Gerhana bulan selalu berbentuk tepi lengkung (bayangan benda bulat selalu lengkung bayangannya) .

Prinsip Proyeksi Peta .

Akibatnya??? .

000 stadia 250.660 mil Keterangan : 1 stadia = 185 m 1 mil = 1.Pengukuran Geometri Bumi ‡ Keliling bumi adalah 50 x 5000 stadia = 250.000 x 185 m = 46.250 km atau 26.734808 m .

‡ Permukaan air laut ini merupakan permukaan EQUIPOTENSIAL yang mempunyai pengaruh potensi gravitasi dimana-mana sama ‡ Walaupun bentuk Geoid ini juga tidak teratur (perbedaannya 20-30 m). artinya seperti bumi ‡ Bentuk geoid ini dibayangkan sebagian dibentuk oleh permukaan air laut rata-rata dibayangkan pula menembus daratan. tetapi geoid dianggap berbentuk bola .Pengukuran Bentuk Bumi ‡ Gambaran tentang bentuk bumi (shape the earth) sebetulnya unik dan hanya dapat dideskripsikan sebagai suatu GEOID.

Pengukuran Bentuk Bumi .lanjutan ‡ Pengaruh rotasi bumi mengakibatkan bola bumi mengalami pemampatan pada kutub dan kelonjongan pada bagian equator sehingga bentuk geoid ini menjadi bentuk ELLIPS yang dinamakan ELLIPSOID atau SPHEROID U b equator a Keterangan : a = equatorial semi axis b = Polar semi axis Ratio Pemampatan f = (a-b)/a S .

912 6.378.356.584 6.378.160 b 6.774 i/f 294.356.206 6.388 6.356.98 297 298. 283 km .247 Untuk konsep proyeksi peta kartografis untuk kepentingan geografis. bumi dianggap seperti bola (sphere) dengan jari-jari rerata: R = 6.370.Contoh berbagai spereoid yang terkenal Spheroid Clark 1866 International¶s Spheroid Indonesian Spheroid a 6.378.

Beberapa unsur penting pada bumi ‡ PUSAT BUMI .

dimana bumi berputar (rotasi) dari Barat ke Timur .‡ Sumbu bumi (AXIS) Garis lurus yang menghubungkan titik kutub utara Bumi ² Pusat Bumi ² Titik Kutub Selatan Bumi Garis ini sebagai poros bumi/sumbu.

. yaitu belahan utara dan belahan selatan.EKUATOR (EQUATOR) Lingkaran yang membagi bumi menjadi 2 (dua) belahan yang sama.

pada permukaan globe (bola bumi) disebut MEREDIAN .‡ MERIDIAN UTAMA (PRIME MERIDIAN) Garis lengkung lurus yang menghubungkan antara titik kutub utara ² titik kutub selatan.

‡ Lingkaran Besar (Great circle) ² Lingkaran yang merupakan hasil perpotongan antara bola datar yang memotong globe melalui pusat bumi ² Lingkaran potong yang merupakan hasil perpotongan bidang datar yang tidak melalui pusat bumi. dengan globe yang menghasilkan lingkaran kecil .

.

membujur dari utara ke selatan ‡ Paralel (Garis lintang) Lingkaran pada globe (bola bumi) yang sejajar dengan lingkaran equator dan melintang dari arah Barat ke Timur .‡ Meridian (Garis Bujur) Garis lengkung lurus pada permukaan bumi (globe) yang menghubungkan kutub utara bumi dengan kutub selatan bumi.

Longitude dan Latitude ‡ Longitude (besarnya meredian) P (lamda) ² Longitude suatu tempat adalah besarnya busur paralel tempat itu. antara tempat itu dengan ekuator ² Ekuator diberi nilai N = 0r . yang diukur dalam derajat. yang diukur dalam derajat antara tempat itu dengan meredian utama. ² Meredian utama diberi nilai P = 0r ‡ Latitude (besarnya paralel) N (fi) ² Latitude suatu tempat adalah besarnya busur pada meredian tempat itu.

.

Nilai Latitude dan Longitude .

.

Latitude in the world .

Orthodrome ‡ Adalah jarak terpendek antara dua titik di permukaan globe (bola bumi). dan hal ini dicapai kalau jarak tersebut berada pada busur suatu lingkatan besar (great circle) .

.

LOXODROME atau Rhumbline ‡ Adalah garis yang memotong meredian dengan azimut yang konstan .

.

90 r S (Hemesphere Selatan) ‡ Suatu paralel (garis lintang) dapat didefinisikan sebagai garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai latitude (N) sama ² Contoh: Paralel 10r pada setiap titik pada paralel tersebut mempunyai latitude (N) 10r .322 km ² Di Kutub 1r longitude = 0 km (mendekati 0 km) ‡ Latitude: ² Latitude diukur ke arah kutub utara atau ke arah kutub selatan dimulai dari ekuator.Sifat-sifat Longitude dan Latitude ‡ Panjang longitude: ² Di Equator 1r longitude = 111.90 r U (Hemesphere Utara) ‡ 0 r . besaran latitude: ‡ 0 r .

tetapi karena pemampatan.‡ Panjang nyata dalam satuan jarak misalnya kilometer. sedikit lebih pendek dari 1r latitude dekat kutub. 1r latitude hampir sama.569 km (a) ² 1r latitude dekat Kutub = 111. maka 1r latitude di ekuator.700 km (b) b 1r 1r a . ² 1r latitude dekat Equator = 110.

.Penentuan Lokasi titik di Permukaan Bumi ‡ Lokasi yang menggunakan longitude dan latitude disebut koordinat bola bumi (sperical coordinate) dan ini juga disebut sebagai lokasi astronomis.

seperti peta jalan. terutama jika aplikasi anda meliputi perbandingan atau pengukuran bentuk. mengabaikan penyimpangan kecil karena peta meliputi bagian kecil permukaan bumi. ‡ Pada peta skala kecil. dimana jarak pendek pada peta menggambarkan jarak yang sangat berarti dibumi. atau jarak.Pertimbangan bila anda memilih proyeksi ‡ Proyeksi spatial yang mana yang ingin dipertahankan? ‡ Dimana daerah peta? Apakah persegi? Meluas dalam arah Barat ² Timur? ‡ Bagaimana luas daerah perpetaan? P ‡ ada skala besar. penyimpangan mempunyai pengaruh yang sangat besar. daerah. .

Besar dan bentuk daerah yang dipetakan 3. Letak daerah di atas permukana bumi Berdasarkan pada hal tersebut maka klasifikasi macammacam proyeksi peta. Pertimbangan ekstrinsik (bidang proyeksi. ciri-ciri asli yang harus dipertahankan berhubungan dengan tujuan pemetaan. Pertimbangan Intrinsik (sifat-sifat asli dan generasi) . 2.Klasifikasi Proyeksi Peta ‡ Pemilihan proyeksi peta tergantung pada: 1. dan posisi) B. Ciri-ciri tertentu. secara garis besar dapat digolongkan sebagai berikut: A. persinggungan.

‡ Proyeksi Konform: Bentuk daerah dipertahankan. ‡ Proyeksi Ekuidistan: Jarak antar titik di peta setelah disesuaikan dengan skala peta sama dengan jarak asli di muka bumi. sehingga sudut-sudut pada peta dipertahankan sama dengan sudutsudut di muka bumi.Pertimbangan Intrinsik Sifat asli yang dipertahankan: ‡ Proyeksi Ekuivalen: Luas daerah dipertahankan: luas pada peta setelah disesuikan dengan skala peta = luas di asli pada muka bumi. .

Pertimbangan Ekstrinsik . ‡ Proyeksi silinder: Bidang proyeksi bidang selimut silinder. .1 Bidang proyeksi yang digunakan: ‡ Proyeksi azimutal / zenital: Bidang proyeksi bidang datar. ‡ Proyeksi kerucut: Bidang proyeksi bidang selimut kerucut.

² Proyeksi Traversal: Sumbu simetri bidang proyeksi ^ terhadap sumbu bola bumi. ² Proyeksi Miring: Sumbu simetri bidang proyeksi miring terhadap sumbu bola bumi.Pertimbangan Ekstrinsik . ² Proyeksi "Polysuperficial": Banyak bidang proyeksi ‡ Posisi sumbu simetri bidang proyeksi terhadap sumbu bumi: ² Proyeksi Normal: Sumbu simetri bidang proyeksi berimpit dengan sumbu bola bumi.2 ‡ Persinggungan bidang proyeksi dengan bola bumi: ² Proyeksi Tangen: Bidang proyeksi bersinggungan dengan bola bumi. ² Proyeksi Secant: Bidang Proyeksi berpotongan dengan bola bumi. .

Kedudukan Proyeksi dalam bidang Datum .

Klasifikasi proyeksi berdasarkan bidang Proyeksi 1. . Proyeksi ini menyinggung bola bumi dan berpusat pada satu titik. Proyeksi ini menggambarkan daerah kutub dengan menempatkan titik kutub pada titik pusat proyeksi. Proyeksi Azimuthal/zenithal Proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya.

Proyeksi Azimut Oblique yaitu bidang proyeksinya menyinggung salah satu tempat antara kutub dan ekuator. Proyeksi Azimut Transversal yaitu bidang proyeksinya tegak lurus dengan ekuator. Proyeksi Azimuthal dibedakan 3 macam. Seluruh permukaan bumi jika digambarkan dengan proyeksi ini akan berbentuk lingkaran. 3. Proyeksi Azimut Normal yaitu bidang proyeksinya menyinggung kutub. 2. 3. 2. yaitu: 1.Ciri-ciri Proyeksi Azimuthal: 1. Sudut antara garis bujur yang satu dengan lainnya pada peta besarnya sama. Garis lintang digambarkan dalam bentuk lingkaran yang konsentris mengelilingi kutub. Garis-garis bujur sebagai garis lurus yang berpusat pada kutub. . 4.

Khusus proyeksi Azimut Normal cocok untuk memproyeksikan daerah kutub. .

Proyeksi berdasarkan persinggungan bidang proyeksi dengan bola bumi 1. Tangential proyeksi apabila bola bumi bersinggungan dengan bidang Bola bumi bersinggungan dengan bidang proyeksi .

‡ Secantial proyeksi apabila globe berpotongan dengan bidang Globe berpotongan dengan bidang proyeksi .

‡ Poly superficial terdiri dari banyak bidang proyeksi. misalnya pada proyeksi polyconic. Bidang Kerucut .

Proyeksi ditinjau dari posisi sumbu simetri (garis karakteristik) bidang proyeksi Proyeksi Normal apabila sumbu simetri (garis karakteristik) bidang proyeksi berimpit dengan sumbu bumi .

‡ Proyeksi miring (oblique) apabila sumbu simetri membentuk sudut dengan sumbu bumi ‡ Proyeksi Transversal (equatorial) apabila sumbu simetri tegak lurus atau terletak pada bidang ekuator Bidang proyeksi pada proyeksi silinder .

Bidang proyeksi pada proyeksi azimuthal .

Bidang proyeksi pada proyeksi kerucut .

Proyeksi Equivalent (equal area) Luas daerah diperhatikan sama artinya luas diatas peta sama dengan luas diatas bumi setelah dikalikan skala. sudut yang diukur sama dengan sudut di permukaan bumi. artinya di peta. . Pada umumnya equidistant sepanjang unsur tertentu saja atau pada meredian saja. 2. setelah dikalikan skala. Proyeksi Equidistant Jarak di petanya dipertahankan benar artinya jarak di peta sama dengan jarak diatas bumi. Proyeksi conformal atau orthomorphic 3.Ditinjau dari sifat asli yang dipertahankan kebenarannya 1. Sudut-sudut ataupun bentuk daerah di pertahankan sama.

Proyeksi non perspective Pemindahan titik-titik di permukaan bumi semuanya diperoleh dengan cara perhitungan matematis tidak dengan penyinaran 3.Ditinjau dari generasi atau cara memproyeksikan 1. Semi Geometris Sebagian dilakukan secara geometris dan sebagian dilakukan secara perhitungan matematis. Proyeksi Geometris : dilakukan dengan cara perspektif dengan prinsip penyinaran 2. .

.

‡ Proyeksi Konform artinya bentuk-bentuk atau sudut-sudut pada peta dipertahankan sama dengan bentuk aslinya. artinya luas di atas peta sama dengan luas di atas muka bumi setelah dikalikan skala. ‡ Proyeksi Ekuidistan artinya jarak-jarak di peta sama dengan jarak di muka bumi setelah dikalikan skala. .Ditinjau dari sifat aslinya ‡ Proyeksi Ekuivalen adalah luas daerah dipertahankan sama.

‡ Proyeksi Miring. apabila sumbu simetrinya tegak lurus pada sumbu bumi atau terletak di bidang ekuator. Proyeksi ini disebut juga Proyeksi ekuatorial . ‡ Proyeksi Transversal.Berdasarkan Kedudukan Sumbu Simetris ‡ Proyeksi Normal. apabila sumbu simetrinya membentuk sudut terhadap sumbu bumi. apabila sumbu simetrisnya berhimpit dengan sumbu bumi.

‡ Proyeksi ini paling tepat untuk menggambar daerah daerah di lintang 45°. sehingga bentangnya ditentukan oleh sudut puncaknya.pengertian ‡ Proyeksi kerucut diperoleh dengan memproyeksikan globe pada kerucut yang menyinggung atau memotong globe kemudian di buka. . ‡ Proyeksi Kerucut yaitu pemindahan garis-garis meridian dan paralel dari suatu globe ke sebuah kerucut. Paralel berwujud garis lingkaran sedangkan bujur berupa jari-jari.Proyeksi Kerucut . Untuk proyeksi normalnya cocok untuk memproyeksikan daerah lintang tengah (miring). ‡ Proyeksi ini memiliki paralel melingkar dengan meridian berbentuk jari-jari.

view .Proyeksi Kerucut .

hasil .Proyeksi Kerucut .

²Jika sumbu kerucut terbentuk miring. ‡ Proyeksi Kerucut Transversal ² Jika kedudukan sumbu kerucut terhadap sumbu bumi tegak lurus.jenisnya ‡ Proyeksi kerucut normal atau standar ² Jika garis singgung bidang kerucut pada bola bumi terletak pada suatu paralel (Paralel Standar). ‡ Proyeksi Kerucut Oblique (Miring).Proyeksi Kerucut . terhadap sumbu bumi .

Bidang proyeksi pada proyeksi kerucut .

‡ Seluruh proyeksi tidak merupakan satu lingkaran sempurna. ‡ Tidak dapat menggambarkan seluruh permukaan bumi karena salah satu kutub bumi tidak dapat digambarkan.Ciri-ciri Proyeksi Kerucut ‡ Semua garis bujur merupakan garis lurus dan berkonvergensi di kutub. . ‡ Garis lintang merupakan suatu busur lingkaran yang konsentris dengan titik pusatnya adalah salah satu kutub bumi. sehingga baik untuk menggambarkan daerah lintang rendah.

pengertian ‡ Proyeksi Silinder adalah suatu proyeksi permukaan bola bumi yang bidang proyeksinya berbentuk silinder dan menyinggung bola bumi. ‡ Apabila pada proyeksi ini bidang silinder menyinggung khatulistiwa. .Proyeksi Silinder . maka semua garis paralel merupakan garis horizontal dan semua garis meridian merupakan garis lurus vertikal.

Proyeksi Silinder Murni .

Proyeksi Silinder .skema .

Proyeksi Silinder .hasil .

makin luas wilayahnya. ‡ Makin mendekati kutub. ‡ Dapat menggambarkan daerah sekitar khatulistiwa. Jadi keuntungan proyeksi ini yaitu cocok untuk menggambarkan daerah ekuator. .Keuntungan ‡ Dapat menggambarkan daerah yang luas. ‡ Daerah kutub yang berupa titik digambarkan seperti garis lurus.Proyeksi Silinder . karena ke arah kutub terjadi pemekaran garis lintang.

. merupakan proyeksi atau rangka peta yang diperoleh secara perhitungan.Proyeksi Gubahan (arbitrary projectionpengertian Proyeksi-proyeksi ini dipergunakan untuk menggambarkan peta-peta yang kita jumpai sehari-hari.

jenis Proyeksi Bonne (Equal Area) Sifat-sifatnya sama luas. . Semakin jauh dari meridian tengah.Arbitrary Projection . bentuk menjadi sangat terganggu. Sudut dan jarak benar pada meridian tengah dan pada paralel standar. Baik untuk menggambarkan Asia yang letaknya di sekitar khatulistiwa.

‡ Jarak antara meridian sesuai.Arbitrary Projection . ‡ Digunakan untuk daerah-daerah yang luas yang letaknya jauh dari khatulistiwa. Australia dan Afrika.jenis Proyeksi Sinusoidal ‡ Pada proyeksi ini menghasilkan sudut dan jarak sesuai pada meridian tengah dan daerah khatulistiwa sama luas. begitu pula jarak antar paralel ‡ Baik untuk menggambar daerah-daerah yang kecil dimana saja. ‡ Proyeksi ini sering dipakai untuk Amerika Selatan. .

kemudian silindernya dibuka menjadi bidang datar.jenis Proyeksi Mercator Proyeksi Mercator merupakan proyeksi silinder normal konform. .Arbitrary Projection . dimana seluruh muka bumi dilukiskan pada bidang silinder yang sumbunya berimpit dengan bola bumi.

.

makin menjauh dari ekuator.Arbitrary Projection . interval jarak makin membesar. . ‡ Kutub-kutub tidak dapat digambarkan karena terletak di posisi tak terhingga. tetapi distorsi makin membesar bila makin dekat dengan kutub. ‡ Interval jarak antara meridian adalah sama dan pada ekuator pembagian vertikal benar menurut skala.jenis Sifat-sifat proyeksi Mercator yaitu: ‡ Hasil proyeksi adalah baik dan betul untuk daerah dekat ekuator. ‡ Interval jarak antara paralel tidak sama. ‡ Proyeksinya adalah konform.

Arbitrary Projection - jenis
Proyeksi Mollweide Pada proyeksi ini sama luas untuk berubah di pinggir peta.

Arbitrary Projection - jenis
Proyeksi Gall Sifatnya sama luas, bentuk sangat berbeda pada lintang-lintang yang mendekati kutub.

Arbitrary Projection - jenis
‡ Proyeksi Homolografik (Goode) Sifatnya sama luas. Merupakan usaha untuk membetulkan kesalahan yang terjadi pada proyeksi Mollweide. Baik untuk menggambarkan penyebaran

Type mana yang akan dipakai?
‡ Proyeksi Equal Area mempertahankan luas. Banyak peta tematik menggunakan proyeksi equal area. Peta United States biasanya menggunakan proyeksi Albers Equal Area Conic. ‡ Proyeksi Conformal mempertahankan bentuk dan penggunaan navigasi chart dan peta musim. Bentuk dipertahankan untuk daerah yang kecil, tetapi bentuk daerah yang luas seperti benua akan berpengaruh yang berarti. ‡ Proyeksi Lambert Conformal Conic dan Mercator adalah proyeksi yang umum. Proyeksi Equidistant mempertahankan jarak, tetapi tidak ada proyeksi yang dapat mempertahankan jarak dari semua titik terhadap titik yang lain. Jarak dipertahankan terhadap satu titik (atau beberapa titik) ke semua titik lain, atau sepanjang meridian yang sejajar. ‡ Jika anda akan mempergunakan pata anda untuk mencari gambar yang mempunyai jarak tertentu terhadap gambar lain, anda harus menggunakan proyeksi peta equidistant.

² Arus laut. ² Navigasi dengan jarak terpendek yaitu melalui lingkaran besar : pakai Gnomonik. ‡ Daerah Kutub Gunakan proyeksi Zenithal sama jarak. ² Peta-peta statistika (penyebaran penduduk. iklim : pakai Mollweide atau Gall. gunakan: ² Sinusoidal ² Bonne ‡ Untuk daerah yang lebar ke samping dan terletak tidak jauh dari khatulistiwa: pilih salah satu dari proyeksi jenis kerucut. hasil pertanian dsb. ‡ Daerah belahan bumi sebelah selatan.): pakailah Mollweide. ² Navigasi dengan arah kompastetap : pakai Mercator. . ‡ Untuk daerah yang membujur pipih Utara-Selatan dan terletak tidak jauh dari khatulistiwa maka pilih Proyeksi Bonne.Type mana yang digunakan? ‡ Seluruh Dunia ² Dalam dua belahan bumi: pakai Proyeksi Zenithal Kutub.

Sistem koordinat merupakan suatu parameter yang menunjukkan bagaimana suatu objek diletakkan dalam koordinat.Penentuan Koordinat ‡ Jika membicarakan proyeksi kita sering membicarakan Sistem Koordinat. ² Sistem Koordinat 1 Dimensi : satu sumbu koordinat ² Sistem Koordinat dua dimensi .

Dengan sistem koordinat pula.masing di permukaan bumi. pemetaan suatu wilayah menjadi lebih mudah. masyarakat menjadi saling memehami posisi masing.‡ Sistem Koordinat tiga dimensi Sistem Koordinat merupakan kesepakatan tata cara menentukan posisi suatu tempat di muka bumi ini. Dengan adanya sistem koordinat. .

yaitu system koordinat BUJUR. yaitu : ² Garis dari atas ke bawah (vertikal) yang menghubungkan kutub utara dengan kutub selatan bumi. disebut juga garis bujur (Longitude).‡ Saat ini terdapat dua sistem koordinat yang biasa digunakan di Indonesia. ‡ .LINTANG dan sistem koordinat UTM (Universal Transverse Mercator). disebut juga garis lintang (Latitude). terdiri dari dua komponen yang menentukan. ² Garis mendatar (horizontal) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. ‡ Tidak semua sistem koordinat cocok untuk dipakai di semua wilayah. Sistem Koordinat UTM (Universal Transverse Mercator) ‡ Koordinat Universal Transverse Mercator atau biasa disebut dengan UTM. memang tidak terlalu dikenal di Indonesia karena lebih sering menggunakan koordinat bujur-lintang. Tetapi. ‡ Sistem koordinat bujur-lintang (atau dalam bahasa Inggris disebut Latitude-Longitude). kedua sistem koordinat tersebut cocok digunakan di Indonesia. Sistem koordinat bujur-lintang tidak cocok digunakan di tempat-rempat yang berdekatan dengan kutub sebab garis bujur akan menjadi terlalu pendek.

‡ Zona lintang dimulai dari 80 LS .Pembagian Zona Dalam Koordinat UTM ‡ Seluruh wilayah yang ada di permukaan bumi dibagi menjadi 60 zona bujur. ‡ Masing-masing zona bujur memiliki lebar 6 (derajat) atau sekitar 667 kilometer. . Kabupaten Jember terletak di zona 49M.72 LS diberi nama zona C dan berakhir pada zona X yang terletak pada koordinat 72 LU . menuju ke timur dan berakhir di tempat berawalnya zona 1. ‡ Dengan demikian penamaan setiap zona UTM adalah koordinasi antara kode angka (garis bujur) dan kode huruf (garis lintang). ‡ Zona 1 dimulai dari lautan teduh (pertemuan antara garis 180 Bujur Barat dan 180 Bujur Timur). ‡ Sebagai contoh kabupaten Garut terletak pada zona 47M dan 48M. Huruf (I) dan (O) tidak dipergunakan dalam penamaan zona lintang. ‡ Garis lintang UTM dibagi menjadi 20 zona lintang dengan panjang masing-masing zona adalah 8 (derajat) atau sekitar 890 km.84 LU.

‡ Transformasi koordinat dari zona ke zona dapat dikerjakan dengan rumus yang sama untuk setiap zona di seluruh dunia. ..Kelebihan dan Kekurangan Sistem Koordinat UTM ‡ Berikut ini adalah beberapa kelebihan koordinat UTM : ‡ Proyeksinya (sistem sumbu) untuk setiap zona sama dengan lebar bujur 6 . antara. ‡ Setiap zona berukuran 6 bujur X 8 lintang (kecuali pada lintang 72 LU-84 LU memiliki ukuran 6 bujur X 12 lintang).. ‡ Penyimpangannya cukup kecil. -40 cm/ 1000m sampai dengan 70 cm/ 1000m.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful